SI1412481007

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PENGEMBANGAN RME (RAHARJA MULTIMEDIA EDUTAINMENT)

BERBASIS ILEARNING MEDIA SEBAGAI

ETALASE BAHAN AJAR ONLINE

PADA PERGURUAN TINGGI

 

SKRIPSI

 

 

Disusun Oleh :

 

NIM
: 1412481007
NAMA

 

JURUSAN SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI BUSINESS INTELLIGENCE

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

(2017/2018)

 


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PENGEMBANGAN RME (RAHARJA MULTIMEDIA EDUTAINMENT)

BERBASIS ILEARNING MEDIA SEBAGAI

ETALASE BAHAN AJAR ONLINE

PADA PERGURUAN TINGGI

 

Disusun Oleh :

NIM
: 1412481007
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intelligence

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, 23 Januari 2018

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Dr.Ir. Untung Rahardja, M.T.I., MM)
       
(Nur Azizah,M.Akt.,M.Kom)
NIP : 000594
       
NIP : 078010

 


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

 

PENGEMBANGAN RME (RAHARJA MULTIMEDIA EDUTAINMENT)

BERBASIS ILEARNING MEDIA SEBAGAI

ETALASE BAHAN AJAR ONLINE

PADA PERGURUAN TINGGI

 

Dibuat Oleh :

NIM
: 1412481007
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Business Intelligence

Tahun Akademik 2017 / 2018

 

Disetujui Oleh :

Tangerang, 23 Januari 2018

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Dr.Ir. Untung Rahardja, M.T.I., MM)
   
(Eka Purnama Harahap, S.Kom)
NID : 99001
   
NID : 16008

 


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

 

PENGEMBANGAN RME (RAHARJA MULTIMEDIA EDUTAINMENT)

BERBASIS ILEARNING MEDIA SEBAGAI

ETALASE BAHAN AJAR ONLINE

PADA PERGURUAN TINGGI

 

Disusun oleh :

 

NIM
: 1412481007
Nama

 

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Business Intelligence

Tahun Akademik 2017/2018

 

Disetujui Penguji :

Tangerang, 23 Januari 2018

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(Muhamad Yusup, M.Kom)
 
(Hani Dewi Ariessanti, M.Kom)
 
(Qurotul Aini, S.Kom.,MTI)
NID : 08183
 
NID : 12003
 
NID : 14012

 

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

PENGEMBANGAN RME (RAHARJA MULTIMEDIA EDUTAINMENT)

BERBASIS ILEARNING MEDIA SEBAGAI

ETALASE BAHAN AJAR ONLINE

PADA PERGURUAN TINGGI

 

Disusun Oleh :

NIM
: 1412481007
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intelligence

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 23 Januari 2018

 
 
 
 
NIM : 1412481007

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

 


 

ABSTRAK

RME (Raharja Multimedia Edutainment) merupakan sebuah sistem penyimpanan bahan ajar dosen yang dapat di akses oleh mahasiswa untuk melihat maupun mendownload materi. Namun pada RME yang berjalan pada saat ini terdapat 3 (tiga) permasalahan yaitu pertama Dosen hanya bisa mengupload bahan ajar dengan komputer local yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, kedua untuk bisa mengakses RME hanya dapat menggunakan device tertentu (iPad atau komputer local) dan yang ketika mahasiswa tidak bisa mengakses materi bahan ajar ketika sedang berada di rumah dan hanya bisa mengaksesnya menggunakan wifi local ketika sedang berada di kampus yang tentunya tidak efektif dan efisien. Dengan adanya permasalahan tersebut maka penulis merancang RME berbasis iLearning Media guna mempermudah dosen dan juga mahasiswa untuk mengakses RME dengan device apa saja serta bisa di akses dimana saja dan kapan saja tanpa harus datang ke kampus. iLearning Media (iMe) merupakan salah satu CMS (Content Management System) yang dapat digunakan untuk merancang sebuah sistem sehingga bisa memberikan tampilan yang user friendly. Terdapat 6 (enam) ruang lingkup yang digunakan sebagai batasan terhadap penelitian yang dilakukan. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan 3 (tiga) metode yaitu metode observasi, wawancara dan studi pustaka. Untuk metode analisa menggunakan analisa SWOT dan dalam perancangan digunakan 3 (tiga) metode yaitu Flowchart, UML dan HIPO dengan menggunakan pengujian black box testing. Dengan diterapkannya RME berbasis iMe diharapkan dapat mempermudah dosen dalam mengupload materi bahan ajar dan juga memudahkan mahasiswa dalam mengakses bahan ajar dimana saja dan kapan saja.

Kata Kunci: Bahan Ajar, iLearning Media, dan Online.

ABSTRACT

RME (Raharja Multimedia Edutainment) is a system of storage of materials accessible lecturers by students for viewing or downloading the materials. However, in that it runs on RME currently there are three problems: first a lecturer can only upload materials with a computer on the local College Raharja, the second to be able to access the RME can only use a specific device ( iPad or local computer) and when the student is not able to access learning materials when materials are at home and can only access it using local wifi when are on campus which is certainly not as effective and efficient. The existence of these problems then the author designed the RME-based Media to facilitate the iLearning lecturer and also a student to access the RME with any device and can be accessed anywhere and anytime without having to come to the campus. ilearning Media (iMe) is a CMS (Content Management System) that can be used to design a system so that it could give the appearance that is user friendly. There are 6 (six) scope that is used as a limitation against the research done. In the author's collection of data using three methods, namely the method of observation, interview and the study of the literature. For the method of analysis using SWOT analysis and in design used three methods i.e. Flowchart, UML and HIPO using black box testing testing. By implementing RME-based iMe is expected to ease the lecturer in uploading material materials and also makes it easy for students to access learning materials anywhere and anytime.

Keywords: Materials Education, iLearning Media, and Online

 

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas Rahmat dan Hidayah yang diberikan Allah SWT kepada penulis sehingga dapat menyusun dan menyelesaikan Skripsi ini, dengan judul “Pengembangan RME (Raharja Multimedia Edutainment) Berbasis iLearning Media Sebagai Etalase Bahan Ajar Online Pada Perguruan Tinggi”. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program pendidikan Strata Satu (S1) jurusan Sistem Informasi konsentrasi Business Intelligence STMIK Raharja Tangerang.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan, dikarenakan keterbatasan kemampuan penulis dalam mendapatkan berbagai sumber yang menjadi bahan acuan dalam penyusunan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dapat dimanfaatkan pada masa yang akan datang. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

  1. Bapak Dr.Ir. Untung Rahardja, M.T.I., MM selaku Presiden Direktur Perguruan Tinggi Raharja.
  2. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si selaku Direktur Perguruan Tinggi Raharja.
  3. Ibu Nur Azizah, M.Akt., M.Kom selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi.
  4. Bapak Dr.Ir. Untung Rahardja, M.T.I., MM selaku Pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  5. Ibu Eka Purnama Harahap selaku Pembimbing II yang telah memberikan arahan, saran dan ilmu yang begitu banyaknya kepada penulis untuk kelancaran penyusunan laporan skripsi ini.
  6. Bapak Wahyu Hidayat, S.E selaku stakeholder yang telah membantu dan memberikan saran selama penulis melakukan observasi.
  7. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.
  8. Kedua orang tua serta keluarga yang telah memberikan dukungan baik itu secara moril maupun materil dan do’a demi keberhasilan penulis.
  9. Fadly Hermawan yang selalu memberikan semangat dan dukungan serta selalu mendampingi sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan skripsi ini.
  10. Rekan Grup SEIHA ,Sarah Pratiwi, Yustin Novita Dewi, Made Bunga Thalia, Randy Wijaya. TimUR khususnya TimUR 4 yang senantiasa selalu bersama dan saling memberikan semangat.
  11. Rekan seperjuangan Anggun Aditya Ningrum, Dina Andriani, Fitri Wulandari, Siti Aina Tasbiyah yang telah memberikan dukungan kepada penulis.
  12. Kepada sahabat-sahabat, Onarions (Dian Rosdiana, Cynthia Zaenal, Lutfi Dintya Susanti, Niken Sekarrini) yang tak pernah lelah untuk memberikan semangat kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan ini masih jauh dari sempurna. Dengan segala keterbatasan dan kesederhanaan dalam penulisan dan penyusunan laporan ini, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran. Akhir kata, kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya laporan Skripsi ini, semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya.

Tangerang, 23 Januari 2018
Dwi Anjani
NIM. 1412481007

Daftar isi


Daftar Gambar

 

Gambar 1.1.4 Pillar IT Structure

Gambar 1.2.Logo RME (Raharja Multimedia Edutainment)

Gambar 1.3.Alur Proses Penyampaian Bahan Ajar

Gambar 2.1.Logo TPi (Ten Pillar iLearning)

Gambar 2.2.Logo iLearning Media (iMe)

Gambar 2.3.Logo Rinfo

Gambar 2.4. 4 Pillar IT Structure

Gambar 2.5.Logo Rinfo Drive

Gambar 2.6.Logo Rinfo Form

Gambar 2.7.Logo Rinfo Sheet

Gambar 2.8.Logo Rinfo Script

Gambar 3.1. Moto Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.2. Logo Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.3. Logo Green Campus

Gambar 3.4. Pribadi Raharja

Gambar 3.5. Structure Organisasi

Gambar 3.6. Hasil Pencapaian Perguruan Tinggi

Gambar 3.7. Keunggulan Yang Ada Di Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.8 Kerjasama Dalam Negeri

Gambar 3.9. Kerjasama Luar Negeri

Gambar 3.10. Flowchart Sistem Yang Berjalan

Gambar 3.11. Usecase Sistem Yang Berjalan

Gambar 4.5. Sequence Diagram Yang Diusulkan

Gambar 4.6. Flowchart Dosen Yang Diusulkan

Gambar 4.7. Flowchart Operator Yang Diusulkan

Gambar 4.8. Rancangan Program HIPO Pada RME

Gambar 4.9. Sistem dapat menampilkan halaman home dengan 100 views

Gambar 4.10. Sistem dapat menampilkan 20 nama pada menu daftar nama dosen

Gambar 4.12. Sistem mendapatkan 1000 pengunjung keseluruhan


DAFTAR TABEL

 

Tabel 3.1 Sejarah Perguruan Tinggi Raharja

Tabel 3.2 Jurusan/Prodi STMIK Raharja

Tabel 3.3 Jurusan/Prodi AMIK Raharja

Tabel 3.4 Tabel Wewenang dan Tanggung Jawab

Tabel 3.5 Tabel Wewenang Direktur

Tabel 3.6 Pembantu (Bidang Akademik)

Tabel 3.7 Pembantu Direktur II (Administrasi)

Tabel 3.8 Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)

Tabel 3.9 Asisten Direktur Akademik

Tabel 3.10 Kepala Jurusan

Tabel 3.11 Asisten Direktur Finansial

Tabel 3.12 Layanan Keuangan Mahasiswa(LKM)

Tabel 3.13 Asisten Direktur Operasional (ADO)

Tabel 3.14 Layanan Registrasi Mahasiswa (LRM)

Tabel 3.15 Perkuliahan dan Ujian (PU)

Tabel 3.16 Analisa SWOT yang Diusulkan

Tabel 3.17 Matriks SWOT yang Berjalan

Tabel 3.18 Elisitasi Tahap I

Tabel 3.19 Elisitasi Tahap II

Tabel 3.20 Elisitasi Tahap III

Tabel 3.21 Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1 Perbedaan Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

Tabel 4.2. Analisa SWOT yang Diusulkan

Tabel 4.3 Matriks SWOT yang Diusulkan

Tabel 4.4 Pengujian Top Author

Tabel 4.5 Pengujian Top Comment

Tabel 4.6 Pengujian Post Perbulan

Tabel 4.7 Pengujian Data Statistik Form Request

Tabel 4.8 Schedule Implementasi

Tabel 4.9 Estimasi Biaya

 

DAFTAR SIMBOL

Gambar 1. Daftar Simbol Use Case Diagram

 

Gambar 2. Daftar Simbol Activity Diagram

 

Gambar 3. Daftar Simbol Sequence Diagram

 

Gambar 4. Daftar Simbol FLOWCHART (Entity Relation Diagram)

 

Gambar 5. Daftar Simbol HIPO (Entity Relation Diagram)

 


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Penelitian

Berdasarkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah yang tercantum pada bab I pendahuluan [1], menyatakan Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik, bab III mengenai perencanaan pembelajaran bagian desain pembelajaran menyatakan Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyimpan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran, selanjutnya bab III mengenai perencanaan pembelajaran bagian rencana pelaksanaan pembelajaran menyatakan media pembelajaran yaitu berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran dan sumber belajar yaitu dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan. Sebagaimana di ketahui pada Perguruan Tinggi Raharja terdapat salah satu sistem yang memiliki peran penting bagi pihak akademik yaitu sistem RME (Raharja Multimedia Edutainment).

Gambar 1.1 4 Pilar IT Structure Perguruan Tinggi Raharja
(Sumber: http://timur.ilearning.me/)

RME merupakan salah 1 (satu) dari 4 (empat) pilar IT structure) yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, 4 (empat) pilar IT structure tersebut diantaranya yaitu RME (Raharja Multimedia Edutainment) , SiS (Student iLearning Services), GO (Green Orchestra) dan Integram (Integrated Raharja Marketing). Ke 4 (empat) pilar tersebut adalah instrumen Perguruan Tinggi Raharja sebagai kampus unggulan yang sesuai dengan visinya yaitu menuju Perguruan Tinggi Unggulan yang selalu berinovasi dan memiliki daya saing yang tinggi dalam era globalisasi.

Gambar 1.2 Logo RME (Raharja Multimedia Edutainment)
(Sumber: http://rme.ilearning.me/)

RME dapat di akses secara online oleh device yang terkoneksi dengan jaringan LAN (Local Area Network) melalui www.rme.com/rce. RME memudahkan akademik diantaranya dosen, dengan adanya RME dosen dapat dengan mudah mengunggah mulai dari SAP, silabus, tugas mandiri serta materi bahan ajar dalam bentuk slide presentasi/dokumen, serta bisa menyimpan CV (curriculum vitae) masing-masing asalkan device yang digunakan sudah terhubung dengan jaringan LAN. Selanjutnya dosen dapat mempresentasikan materi bahan ajar yang sudah tersimpan pada server RME local menggunakan komputer (yang disediakan pada setiap kelas) yang sudah terhubung jaringan LAN serta tersambung dengan proyektor ketika perkuliahan berlangsung. Selain itu dengan adanya RME dapat mempermudah ketua jurusan dalam memonitoring dosen binaanya dalam penyimpanan bahan ajar materi serta mahasiswa dapat melihat dan mengunduh materi bahan ajar pada RME pada area kampus serta sudah terhubung dengan jaringan LAN(Local Area Network) .

Namun pada sistem yang berjalan saat ini belum optimal karena masih menggunakan jaringan LAN (Local Area Network) sehingga dosen hanya bisa mengunggah materi bahan ajar pada area kampus serta mahasiswa tidak bisa mengakses materi bahan ajar jika tidak terhubung pada jaringan LAN. Sebelum adanya RME dosen menyampaikan materi bahan ajar yang di dapat atau bersumber dari buku kemudian di salin pada papan tulis atau bisa juga dengan cara melakukan fotocopy bahan ajar lalu di bagikan kepada mahasiswa untuk di pelajari. Selain itu mahasiswa yang membutuhkan materi bahan ajar harus datang ke kampus dan meminta slide presentasi/dokumen materi menggunakan flashdisk kepada dosen yang berhubungan sehingga banyak memakan waktu dan juga tenaga. Mengapa mahasiswa perlu mempunyai materi bahan ajar, dengan mempunyai materi bahan ajar tentunya dapat memudahkan mahasiswa untuk mempelajari materi perkuliahan sehingga mahasiswa bisa lebih percaya diri dalam mengikuti UTS dan UAS karena sudah belajar sebelumnya.

Dikutip dari Wikipedia[2],“WordPress adalah sebuah aplikasi sumber terbuka (open source) yang sangat populer digunakan sebagai mesin blog (blog engine). WordPress dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data (database) MySQL dan pada sistem RME yang di rancang saat ini telah mengunakan WordPress. Pada RME local yang sedang berjalan saat ini yang di dalamnya terdapat CV serta materi bahan ajar yang hanya bisa di akses dengan terhubung jaringan local pada area kampus, maka dari pada sistem RME perlu di kembangkan dengan menggunakan WordPress agar dosen bisa mengunggah materi bahan ajar dimana saja dan kapan saja serta serta mahasiswa bisa mengakses materi bahan ajar di luar area kampus asalkan terhubung dengan jaringan internet."

Pada Perguruan Tinggi Raharja sudah diterapkan sebuah metode pembelajaran iLearning. Dikutip dari Untung Rahardja (2011) dalam Qurotul Aini (2014:3) [3],“menyatakan bahwa ”iLearning adalah mengintegrasikan sumber daya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menggunakan iPad, dimana iPad memiliki aplikasi pendukung pembelajaran dan masih banyak lainnya."

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisa kendala-kendala apa saja yang ada pada sistem RME yang sedang berjalan saat ini dan melakukan pengembangan sistem yang memudahkan pribadi Raharja khususnya dosen untuk mengunggah materi bahan ajar serta memudahkan mahasiswa dalam mendapatkan materi bahan ajar di Perguruan Tinggi Raharja.

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk dapat mengoptimalkan fungsi RME sebagai media penyimpanan materi bahan ajar sehingga bisa di akases secara online. Maka dari itu penulis memilih judul “Pengembangan RME (Raharja Multimedia Edutainment) Sebagai Etalase Bahan Ajar Online Pada Perguruan Tinggi”

Rumusan Masalah

Menurut Ainia Prihantini, S.Hum (2015:163)[4], rumusan masalah adalah kalimat yang ditujukan untuk menyatakan secara tersurat mengenai pernyataan-pernyataan apa saja yang ingin dicari tahu jawabannya.

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan diatas, penulis berfikir sangat diperlukannya pengembangan dari RME local menjadi RME berbasis iMe (iLearning Media) mengingat proses untuk penyampaian materi bahan ajar sebelumnya masih manual dan setelah adanya RME, dosen dan mahasiswa hanya bisa mengakses materi bahan ajar menggunakan device yang terhubung jaringan LAN yang hanya tersedia pada area kampus .

Gambar 1.3 Alur Proses Penyampaian Materi Bahan Ajar

Gambar diatas merupakan alur sistem yang berjalan yaitu, pertama jaringan wifi local, setelah terhubung maka dosen login pada RME dan melakukan upload materi bahan pembelajaran, setelah itu dosen menampilkan presentasi dari materi bahan ajar yang tersedia pada setiap PC di tiap kelas. Kemudian untuk mahasiswa yang ingin melihat materi bahan ajar tersebut harus mengganti jaringan ke wifi local yang hanya tersedia pada setiap kelas setelah itu baru bisa mengakses RME untuk melihat materi bahan ajar dosen.

Mengenai permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka diambil 3 (tiga) pokok permasalahan yaitu:

  1. Apakah sistem penyimpanan materi bahan ajar yang berjalan saat ini sudah berjalan dengan optimal ?

  2. Bagaimana cara mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan materi bahan ajar yang bisa di akses dimana saja dan kapan saja?

  3. Apakah dengan adanya RME berbasis iMe proses mendapatkan materi bahan ajar menjadi lebih efektif?

Dan berdasarkan permasalahan-permasalahan telah dibahas melalui latar belakang serta perumusan masalah, maka penulis mengambil judul “Pengembangan RME (Raharja Multimedia Edutainment) Berbasis iLearning Media Sebagai Etalase Bahan Ajar Online Pada Perguruan Tinggi.” untuk jadi penelitian Skripsi.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian merupakan bagian penting yang digunakan untuk menjabarkan beberapa hal yang dijadikan sebagai batasan dalam penulisan laporan skripsi ini. Berikut ini beberapa ruang lingkup penelitian yang telah ditentukan, yaitu:

  1. Peneliti memfokuskan penelitian hanya pada etalase bahan ajar online pada rme.ilearning.me

  2. Diimplementasikan untuk pengguna Rinfo (Pribadi Raharja)

  3. Sistem dapat menampilkan daftar nama dosen Perguruan Tinggi Raharja.

  4. Sistem dapat di gunakan sebagai media pembelajaran yang berisi etalase bahan ajar online perkuliahan yang dapat di akses oleh pribadi raharja di mana saja dan kapan saja

  5. Sistem diimplementasikan untuk 10 dosen Perguruan Tinggi Raharja

  6. Login tidak menggunakan username dan password lagi. Melainkan sudah single sign on dengan menggunakan Rinfo (Pribadi Raharja)

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang di tetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Tujuan penelitian merupakan suatu hal yang sangat penting karena tujuan akan membuat suatu penelitian menjadi lebih terarah dan sesuai dengan rencana awal. Sesuai rumusan masalah yang ada, tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui sistem penyimpanan materi bahan ajar yang berjalan saat ini telah optimal.

  2. Untuk memberikan kemudahan kepada mahasiswa dalam mendapatkan materi bahan ajar yang bisa di akses dimana saja dan kapan saja.

  3. Agar dengan adanya RME berbasis iMe proses mendapatkan materi bahan ajar menjadi lebih efektif

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan suatu hal yang dapat membantu dan dapat dijadikan sebagai gambaran terhadap capaian yang ingin diberikan kemudahan bagi para pengguna sistem nantinya. Adapun manfaat dari penelitian ini, yaitu:

  1. Dapat mengetahui sistem penyimpanan materi bahan ajar yang berjalan saat ini telah optimal.

  2. Memberikan kemudahan kepada mahasiswa dalam mendapatkan materi bahan ajar yang bisa di akses dimana saja dan kapan saja.

  3. Dengan adanya RME berbasis iMe proses mendapatkan materi bahan ajar menjadi lebih efektif

Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu prosedur atau cara yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian sehingga mampu untuk dapat menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian. Metode penelitian menjadi sebuah bagian yang penting dalam penulisan penelitian.

Metode Pengumpulan Data

Dalam melaksanakan penelitian ini, digunakan beberapa metode penelitian, diantaranya yaitu:

  1. Metode Observasi

    Penelitian dilakukan di lokasi penelitian yaitu Perguruan Tinggi Raharja guna mendapatkan data-data dan informasi penting yang dapat membantu dalam menganalisa sistem. Guna untuk pengumpulan data, dilakukan observasi terhadap penggunaan RME sebagai media penyimpanan materi bahan ajar selama 6 bulan.

  2. Metode Wawancara)

    Wawancara dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab dengan pihak terkait secara langsung. Dalam hal ini proses tanya jawab dilakukan bersama stakeholder yaitu Bapak Wahyu Hidayat, S.E pada Ruang Administrasi Dosen di Perguruan Tinggi Raharja.

  3. Studi Pustaka

    Studi pustaka merupakan segala usaha yang dilakukan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang sedang diteliti. Informasi didapatkan dari berbagai sumber seperti dari buku, laporan penelitian, karangan ilmiah, buku tahunan atau beberapa penelitian sebelumnya yang dapat menyerupai ataupun yang dapat mendukung dalam proses analisa penulisan laporan. Serta melakukan pencarian melalui Google Scholar. Melalui metode studi pustaka, dalam pencarian teori masih berkaitan dengan ruang lingkup penelitian dan penggunaan referensi yang ada di dalam Jurnal Nasional maupun Jurnal Internasional.

Metode Analisis Sistem

Metode analisis sistem yang digunakan yaitu metode Analisa SWOT (Strenght, Weakness, Opportunities dan Threats) sebagai perbandingan pemikiran dari berbagai sudut pandang, baik dari segi kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Dan juga menggunakan metode Elisitasi, dari Elisitasi tahap I, Elisitasi tahap II, Elisitasi tahap III dan Final draft elisitasi. Dalam penyusunan elisitasi terdapat 2 (dua) tinjauan yaitu tinjauan dari segi fungsional dan non fungsional. Tahap berikutnya yaitu menentukan strategi yang akan diambil untuk dapat mencapai keberhasilan dari sistem. Strategi yang di dapat dalam final draft elisitasi digunakan untuk mendapatkan gambaran dan bukti pencapaian dalam tahap implementasi.

Metode Perancangan

Sebuah sistem yang baik mempunyai desain antarmuka (interface) yang baik pula. Dalam Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) buah metode untuk mendukung proses perancangan, yaitu Flowchart, UML dan HIPO (Hierarchy Input Process Output).

Metode Testing

Digunakan untuk menganalisis atau mendeteksi identitas sistem, mengevaluasi kondisi serta fitur yang diinginkan untuk mengetahui kualitas dari sistem yang dikembangkan, sehingga dapat dilakukan eliminasi atas kesalahan yang ada pada sistem saat diterapkan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode black box testing untuk dapat mengetahui apakah sistem berfungsi sesuai dengan yang telah diharapkan.

Sistematika Penulisan

Untuk dapat memahami lebih jelas mengenai sistematika penulisan laporan, maka dilakukan beberapa pengelompokkan materi penulisan menjadi 5 (lima) bab yang secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini berisi informasi mengenai latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini berisi beberapa kutipan yang memiliki kaitan dengan penelitian yang telah dijabarkan. Kutipan didapat dari berbagai sumber seperti beberapa buku atau didapat dari penelitian yang sebelumnya (literatur).

BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN

Bab ini berisikan gambaran umum instansi, tata laksana sistem yang berjalan, analisa sistem yang berjalan, permasalahan yang dihadapi, alternatif pemecahan masalah, user requirement yang terdiri dari 4 (empat) tahap elisitasi, yakni elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, serta final draft elisitasi yang merupakan final draft elisitasi yang berjalan, tata laksana sistem yang berjalan, rancangan basis data, flowchart.

BAB IV HASIL PENELITIAN

Dalam bab ini penulis menguraikan sistem yang akan diusulkan seperti usulan prosedur yang baru, Analisa sistem yang berjalan yang terdiri dari Analisa elisitasi sistem. Untuk metode analisa berdasarkan prosedur sistem yang berjalan terdiri atas analisa masukan, analisa proses, dan analisa keluaran. Diagram HIPO (Hierarchy Plus Input Process Output), rancangan prototype, konfigurasi sistem, testing, evaluasi, schedule implementasi, dan estimasi biaya

BAB V PENUTUP

Bab ini merupakan penutup yang berisi kesimpulan dari hasil analisa dan rancangan sistem yang dilakukan serta saran-saran terhadap sistem yang diusulkan.

DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka ini berisi judul studi pustaka yang digunakan sebagai referensi untuk menyusun laporan ini.

LAMPIRAN

Lampiran ini merupakan daftar yang memuat keseluruhan lampiran-lampiran yang melengkapi laporan sebagai lampiran


BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Pengembangan

Definisi Pengembangan

Menurut Muharto (2016:102)[5] "Pengembangan didefinisikan sebagai aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan (problem)."

Menurut Alfianika[6], "Pengembangan adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan mengembangkan atau menghasilkan suatu produk."

Menurut Rozalena dan Dewi[7], “Pengembangan merupakan konsekuensi dari hasil pendidikan dan pelatih yang diartikan sebagai persiapan individu untuk memikul tanggung jawab dalam memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dan sifat-sifat kepribadian.”.

Berdasarkan 3 (tiga) pendapat yang telah dikemukakan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Pengembangan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan atau menghasilkan suatu produk.

Definisi Sistem

Djahir dan Pratita (2014:45)[8] berpendapat bahwa sistem dikelompokkan menjadi dua bagian yang menekankan pada prosedurnya dan ada yang menekankan pada elemennya. Kedua kelompok ini adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya.

Menurut Sidharta dan Wati (2015:97)[9], “Sistem merupakan kumpulan elemen- elemen yang saling terkait dan bekerja sama untuk memproses masukan (input) yang ditujukan kepada system tersebut dan mengolah masukan tersebut sampai menghasilkan (output) yang diinginkan”.

Menurut Tyoso (2016:1)[10] mengatakan bahwa, “Sistem merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen yang membentuk satu kesatuan. Sebuah organisasi dan sistem informasi adalah sistem fisik dan social yang ditata sedemikian rupa untuk mencapai tujuan tertentu”

Berdasarkan definisi sistem menurut 3 (tiga) ahli di atas , dapat di tarik kesimpulan bahwa sistem merupakan serangkaian komponen/kegiatan yang saling berkaitan atau bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tujuan tertentu.

Adapun kesinambungan dengan judul yang di ambil karena sebagai sebuah sistem yang memberikan informasi, RME dapat dijadikan sebuah media penunjang pembelajaran yang menghasilkan hasil keluaran berupa materi bahan ajar Dosen pada Perguruan Tinggi Raharja.

Definisi Analisis Sistem

Menurut Mulyani (2016: 40)[11] “Analisis sistem adalah suatu teknik penelitian terhadap sebuah sistem dengan menggunakan komponen-komponen pada sistem tersebut dengan tujuan untuk mempelajari komponen itu sendiri serta keterkaitannya dengan komponen lain yang membentuk sistem sehingga di dapat sebuah keputusan atau kesimpulan mengenai sistem tersebut baik itu kelebihan maupun kelemahan sistem ”.

Menurut Muslihudin dan Oktafianto (2016:27)[12] “Analisis sistem adalah teknik pemecahan masalah yang menguraikan bagian-bagian komponen dengan mempelajari seberapa bagus bagian-bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujuan mereka. Analisis sistern merupakan tahapan paling awal dan pengembangan sistem yang menjadi fondasi dalam menentukan keberhasilan sistem informasi yang dihasilkan nantinya”.

Menurut Muharto (2016:92)[13], “Analisis sistem adalah kegiatan untuk menguraikan sub-sub sistem dan melihat fungsi dari sub-sub sistem tersebut. Analisis sistem sebuah teknik pemecahan masalah dengan tujuan mempelajari seberapa bagus sub-sistem tersebut bekerja (proses) dan perubahan-perubahan bagian relatif pada sistem awal (aslinya)”.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa analisis sistem adalah teknik pemecahan masalah dengan cara mengidentifikasi permasalahan-permasalahan pada sistem yang sudah berjalan kemudian mendokumentasikan kebutuhan yang akan dipenuhi dalam sistem yang baru.

Definisi Data

Menurut Suprihadi dkk. (2013:310)[14], “Data merupakan sekumpulan keterangan atau bukti kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri, belum diorganisasikan belum diolah atau diproses”.

Menurut Karnita dan Fitriyani ( 2015: 347)[15] “Data adalah keterangan atau informasi yang diperoleh dari suatu penelitian dan diperlukan untuk mendapatkan gambaran suatu keadaan setelah dilakukan pengolahan data”.

Menurut Gordon B. Davis dalam Hutaehan (2015:8)[16] mengemukakan bahwa data adalah bahan mentah bagi informasi, dirumuskan sebagai kelompok lambang-lambang tidak acak menunjukkan jumlah-jumlah, tindakan-tindakan, hal-hal dan sebagainya.

Berdasarkan 3 (tiga) pengertian data yang telah dikemukakan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa data adalah sesuatu yang belum mempunyai nilai atau arti bagi penerimanya dan merupakan bahan mentah yang perlu di olah sehingga menjadi sebuah informasi yang berguna.

Berdasarkan pengertian data yang telah dijelaskan, memiliki kesinambungan dengan judul yang diambil karena sebagai media penyimpanan materi bahan ajar tentunya RME mempunyai sebuah data mentah yang akan di olah berupa dokumen materi bahan ajar dosen yang harus di ubah menjadi bentuk materi presentasi yang dapat menyampaikan informasi kepada mahasiswa

Definisi Informasi

Menurut Hutahaean (2015: 9)[16], “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. Sumber informasi adalah data. Data kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah kejadian yang terjadi pada saat tertentu”.

Menurut Muslihudin dan Oktafianto ( 2016:9)[17], “Informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang berguna untuk membuat keputusan. Informasi berguna untuk pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian (atau meningkatkan pengetahuan)”.

Berdasarkan 3 (tiga) pendapat yang di kemukakan di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa informasi merupakan kumpulan dari beberapa data yang telah di olah dan di bentuk sehingga lebih berguna bagi penerimanya.

Berdasarkan pengertian informasi yang telah dijelaskan, memiliki kesinambungan dengan judul yang diambil karena RME memberikan sebuah informasi berupa materi bahan ajar yang dapat berguna untuk Pribadi Raharja.

Definisi Sistem Informasi

Menurut Atyanto (2 014:6), “Sistem Informasi adalah Sistem informasi (information system) adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan lalu diproses sehingga menjadi informasi yang dapat didistribusikan kepada pengguna”.

Menurut Swastika dan Putra (2016:3)[18], “Sistem informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi”.

Menurut Paula Bajdor dan Iwona Grabara (2014:96)[19], “Sistem Informasi merupakan pengolahan dari data yang dibentuk menjadi informasi sehingga berkontribusi terhadap kebutuhan bersama, macam-macam sistem informasi dibedakan diantaranya pengumpulan informasi, pengirim informasi,penerima informasi dan umpan informasi”.

Berdasarkan 3 (tiga) pendapat para ahli di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa sistem informasi merupakan kumpulan dari subsistem yang saling terintegrasi satu sama lain untuk mengumpulkan, memasukkan, mengolah, serta menyimpan data yang nantinya memiliki peranan sebagai media informasi dalam penyampaian data yang telah diolah menjadi informasi.

Berdasarkan pengertian sistem informasi yang telah dijelaskan, memiliki kesinambungan dengan judul yang diambil karena RME merupakan media yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, serta menyimpan data yang digunakan sebagai media informasi materi bahan ajar dosen.

Definisi Bussiness Intelligence

Menurut Hendri dalam jurnal Martono dkk (2013:33)[20], “Business intelligence dapat diartikan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari hasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan (usaha) suatu organisasi”.

Menurut Muhammad Arifin (2014:2)[21], “Business Intelligence merupakan salah satu bentuk implementasi teknologi informasi yang digunakan untuk membantu kegiatan seperti mengumpulkan data, menyediakan akses, serta menganalisa data dan informasi mengenai kinerja perusahaan. Dengan kegiatan BI tersebut maka sebuah organisasi atau perusahaan akan dengan mudah dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Singkatnya BI dapat diartikan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari hasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan (usaha) suatu organisasi. BI biasanya dikaitkan dengan upaya untuk memaksimalkan kinerja suatu organisasi”.

Berdasarkan 2 (dua) definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Business Intelligence adalah sebuah hasil implementasi dari teknologi informasi yang di dapatkan melalui hasil analisis data yang bertujuan untuk membantu mengambil keputusan secara tepat.

Teori Khusus

Definisi Website

Menurut Abbas (2013:2)[22], “Website atau disebut juga site, situs, situs web atau portal merupakan kumpulan halaman web yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya yang dapat di akses dan di lihat oleh para pengguna internet di seluruh dunia.

Pengertian Website menurut Murad (2013:49)[23] “Web adalah sistem dengan informasi yang disajikan dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lainnya yang tersimpan dalam sebuah server web internet yang disajikan dalam bentuk hypertext”.

Menurut Ginanjar (2014:5)[24], “Website adalah rangkaian atau sejumlah halaman di internet yang memiliki topik saling terkait untuk mempresentasikan suatu informasi”.

Berdasarkan 3 (tiga) pengertian website yang telah dijelaskan, memiliki kesinambungan dengan judul yang di ambil karena RME merupakan sebuah website yang didalamnya terdapat informasi dan dapat diakses menggunakan browser yang terhubung oleh koneksi internet.

Definisi Internet

Menurut Hendrianto (2013:59)[25], “Internet adalah singkatan dari Interconnected Network. Internet merupakan sebuah sistem komunikasi yang mampu menghubungkan jaringan-jaringan komputer seluruh dunia”.

Menurut Yunanda dan Siregar (2015:2)[26], “Internet adalah jaringan komputer global yang memanfaatkan salah satu media elektronik tercanggih untuk dapat memenuhi segala kebutuhan informasi dan komunikasi pada segala bidang dengan akses yang cepat ke seluruh dunia dengan biaya yang relative murah”.

Menurut Anhar (2016:6)[27], “Internet adalah jaringan atau sistem pada jaringan computer yang saling berhubungan (terhubung) dengan menggunakan sistem global (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (Packet Switching Communication Protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.

Dari 3 (tiga) definisi diatas, memiliki kesinambungan dengan judul yang diambil karena RME merupakan sebuah web yang dapat menyampaikan informasi berbentuk materi bahan ajar dan yang dapat diakses melalui internet di mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja.

Definisi Online

Menurut Untung Rahardja, Muhamad Yusup dan Ana Nurmalia (2014: 342)[28], "Online adalah bila ia terkoneksi/terhubung dalam suatu jaringan ataupun sistem yang lebih besar. Beberapa arti kata online lainnya yang lebih spesifik yaitu: Dalam percakapan umum, jaringan network yang lebih besar dalam konteks ini biasanya lebih mengarah pada internet secara lebih spesifik dalam sebuah sistem yang terkait pada ukuran dalam satu aktivitas tertentu, sebuah elemen dari sistem tersebut dikatakan online jika elemen tersebut beroperasional".

Menurut Khanna dan Tuti Nurhaeni (2016: 66)[29], “Online adalah jika kita sedang terhubung dengan internet, baik itu terhubung dengan akun media sosial kita, email dan berbagai jenis akun lainnya yang kita pakai atau gunakan lewat internet. Dengan internet kita dapat menerima dan mengakses informasi dalam berbagai format dari seluruh penjuru dunia. Kehadiran internet juga dapat memberikan kemudahan dalam dunia pendidikan dan informasi lainnya, hal ini terlihat dengan begitu banyaknya situs web yang menyediakan media pembelajaran dan sebuah pelayanan yang semakin mudah”.

Menurut Wicaksono dan Eko Supri (2016)[30], “Online dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang sedang menggunakan jaringan, terhubung dalam jaringan, satu perangkat dengan perangkat lainnya yang terhubung sehingga saling berkomunikasi”.

Berdasarkan 3 (tiga) pengertian di atas disimpulkan bahwa sesuatu dikatakan Online apabila dapat terhubung pada jaringan yang lebih besar yang disebut internet, dengan terhubung dengan jaringan internet kita dapat mengkses informasi dari seluruh penjuru dunia.

Adapun kesinambungan dengan judul yang diambil karena penyampaian informasi yang terdapat pada RME dapat dilakukan secara online dan dapat di akses langsung oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja apabila perangkat yang digunakan terhubung ke sebuah jaringan internet.

Definisi SSO (Single Sign On)

Menurut Priyo Puji Nugroho dalam Aminudin (2014:110)[31], “Single Sign On adalah sebuah mekanisme yang membuat user hanya perlu mengingat satu username dan password yang autentik untuk membuka beberapa layanan sekaligus.”

Menurut Ramadhani (2015:51)[32], “SSO merupakan sistem otentikasi terhadap pengguna dimana seorang pengguna dapat melakukan login hanya 1 (satu) kali untuk dapat mengakses beberapa aplikasi”.

Menurut Patrick Telnoni (2014:2)[33] “Single Sign On (SSO) adalah suatu mekanisme dimana masing-masing user hanya memiliki satu akun yang berfungsi sebagai identitas user satu-satunya. Satu akun ini dapat digunakan untuk meminta izin dari sistem supaya user dapat mengakses berbagai aplikasi dengan username dan password yang sama dalam session tertentu. Single Sign On mengurangi jumlah human error yang merupakan alasan kegagalan utama dari sebuah sistem”.

Menurut Qurotul Aini dkk (2018:2)[34]“Single sign on system merupakan suatu mekanisme autentikasi untuk dapat mengakses keseluruhan sumber daya seperti beberapa situs atau layanan lainnya hanya dengan satu kali login saja. Sistem Single Sign On menghindari login ganda dengan cara mengidentifikasi subjek secara ketat dan memperkenankan informasi otentikasi untuk digunakan dalam sistem atau kelompok sistem yang terpercaya.” .

Berdasarkan 4 (empat) pengertian SSO (single sign on) yang telah dijelaskan, memiliki kesinambungan dengan judul yang di ambil karena untuk dapat login ke dalam RME pengguna hanya perlu login with google dengan email rinfo.

Konsep Dasar WordPress

Definisi WordPress

Menurut Krisianto (2014:1-2)[35], “Wordpress adalah salah satu CMS (Content Management System) yang paling banyak digunakan. Wordpress dibagi menjadi dua yaitu wordpress.com dan wordpress.org. Website wordpress.com adalah website resmi Wordpress yang memberikan layanan sub domain gratis untuk membuat blog berbasis Wordpress. Pengguna tinggal menggunakan layanan Wordpress yang tersedia. Namun mempunyai keterbatasan dalam melakukan modifikasi.”

Menurut Saluky (2016:84)[36], “Wordpress adalah sebuah aplikasi sumber terbuka yang sangat populer digunakan sebagai mesin blog (blog engine) yang di bangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data (database) MySQL”.

Berdasarkan 2 (dua) pengertian yang telah dikemukakan diatas, dapat di tarik kesimpulan bahwa wordpress adalah sebuah aplikasi open source yang di bangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL yang dapat digunakan sebagai CMS (Content Management System) karena dapat di modifikasi sesuai kebutuhan.

Berdasarkan dari penjelasan di atas, wordpress memiliki keterkaitan dengan judul yang di ambil karena website RME di rancang menggunakan wordpress yang dapat mudah di pelajari dan mudah digunakan.

Definisi Plugin

Menurut Laurensius Faleddo G. R. dkk (2014)[37], “Plugin dan module pada CMS adalah suatu ekstensi pada CMS yang memungkinkan pengguna mengkustomisasi CMS sesuai dengan kebutuhannya bahkan tanpa memerlukan keahlian di bidang pemrograman sekalipun. pengguna cukup menginstall atau mengkopi plugin/module ke path tertentu lalu mengaturnya melalui interface berbasis GUI”.

Menurut Sidik dan Pohan (2012:226)[38], “Plugin adalah program tambahan yang disisipkan atau didaftarkan supaya di kenal oleh web browser, sehingga menambahkan kemampuan standar suatu web browser yang mampu untuk dapat menyajikan suatu komponen multimedia yang tidak standar dalam suatu dokumen HTML yang disajikan dalam browser pengakses web”.

Menurut Amin Nurul Fatah, Didik Kurniawan dan Anie Rose Irawati (2016)[39], “Plugin adalah sebuah atau seperangkat program aplikasi tambahan yang berisi fungsi script dalam bahasa php yang memberikan fitur-fitur atau layanan yang spesifik untuk meningkatkan fungsi dalam penggunaan di web, blog ataupun wordpress, yang dapat digabungkan. Plugin (plugin, addin, add-in, addon, add-on, snap-in atau snapin) ini terdiri dari program komputer yang berinteraksi dengan host sebuah aplikasi (seperti web browser, email client) dalam menyediakan fungsi tambahan yang tertentu dan sangat spesifik. Plugin yang di bangun berbasis CMS wordpress”.

Berdasarkan 3 (tiga) pengertian yang telah dikemukakan diatas, dapat di tarik kesimpulan bahwa Plugin merupakan sebuah program tambahan yang dapat digunakan untuk menambah atau memperkaya fitur serta fungsi yang ada pada sebuah wordpress.

Berdasarkan dari penjelasan di atas, Plugin memiliki keterkaitan dengan project yang diambil karena di dalam website RME menggunakan plugin untuk menambah fungsi dari sistem.

Konsep Dasar Ten Pilar iLearning

Definisi Ten Pilar iLearning

Gambar 2.1 Logo TPi (Ten Pilar iLearning)

(Sumber : http://roadmap.ilearning.me/10-pillar-it-ilearning/)

Di kutip dari Situs IT Roadmap[40], untuk memudahkan pengelolaan dan meningkatkan kepuasan pelayanan kepada civitas akademika Perguruan Tinggi Raharja terutama dalam mendukung perkuliahan menggunakan metode iLearning, maka perlu adanya 10 Pilar IT iLearning Perguruan Tinggi Raharja. Output yang diperoleh adalah merupakan hasil dari penelitian Tridharma Perguruan Tinggi antara dosen dengan mahasiswa yang di wadahi oleh REC (Raharja Enrichment Centre).

Jenis-jenis Ten Pillar IT iLearning (TPi)

Perguruan Tinggi Raharja memiliki sistem arsitektur yang terdiri dari 10 (sepuluh) pilar IT iLearning. Adapun 5 jenis TPi yang berhubungan dengan RME yaitu:

  1. Rinfo (Email Raharja.info)

  2. Layanan komunikasi email yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk Pribadi Raharja. Merupakan alat komunikasi utama dan paling vital untuk Pribadi Raharja.

  3. iRAN (iLearning Raharja Ask and News)

  4. Suatu media yang khusus di rancang untuk memberikan pelayanan informasi mengenai kejadian, pengetahuan, peristiwa umum atau khusus di dalam Perguruan Tinggi Raharja.

  5. Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning)

  6. Media kolaborasi dan sharing yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja yang dapat digunakan oleh Pribadi Raharja. Widuri dapat di gunakan untuk membuat sebuah laporan penelitian, CV dan keperluan lainnya yang nantinya bisa menjadi sarana kolaborasi.

  7. Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services)

  8. Media penyimpanan gambar, podcast dan video untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Setiap Pribadi Raharja berhak mendapatkan account magics yang bisa mereka pergunakan sebagai tempat penyimpanan.

  9. iMe (iLearning Media)

  10. Official portal information sharing yang dirancang untuk Pribadi Raharja dan setiap Pribadi Raharja akan mendapatkan subdomain sebagai media dokumentasi segala bentuk aktivitas tridharma.

Berdasarkan dari pengertian yang telah dijelaskan, RME berkaitan dengan TPi karena di RME menggunakan 5 (lima) dari 10 (sepuluh) Pilar IT yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, yaitu iLearning Media (iMe), Rinfo, Widuri, Magics dan iRAN .

Definisi iMe (iLearning Media)

Gambar 2.2 Logo iLearning Media

Sumber : http://widuri.raharja.info/index.php/iMe

Dikutip dari Widuri[41], iMe (iLearning Media) merupakan sebuah website iLearning yang di kemas secara khusus untuk kegiatan proses pembelajaran secara online. iMe dibuat untuk meningkatkan metode pembelajaran secara mandiri dan online, khususnya untuk mahasiswa iLearning dan Dosen iLearning.

iMe adalah iLearning Media yang merupakan media publikasi perihal data diri maupun segala jobdesk yang dikerjakannya dalam jangka waktu tertentu.

iMe dibuat berdasarkan WordPress dengan menggunakan domain sendiri sebagai ciri khas Perguruan Tinggi Raharja yaitu ilearning.me dan dikembangkan oleh Raharja Enrichement Centre (REC) Perguruan Tinggi Raharja.

Berdasarkan dari pengertian yang telah dijelaskan, iLearning Media (iMe) berkaitan dengan judul karena RME merupakan sebuah website sistem informasi yang merupakan subsites dari iLearning Media.

Definisi Rinfo

Gambar 2.3 Logo Rinfo

Sumber : http://eco.ilearning.me/rinfo/

Di kutip dari Widuri[42], “Rinfo atau yang biasa disebut dengan email raharja.info adalah sebuah fasilitas email online bawaan dari google atau sering disebut gmail yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk Pribadi Raharja secara cuma-cuma yang berguna untuk memudahkan komunikasi, sharing ilmu, bahkan bisa juga untuk mengirim tugas yang diberikan oleh dosen”.

Di kutip dari jurnal CCIT yang berjudul “Penerapan Rinfo Sebagai Media Pendukung Untuk Proses Pembelajaran Pada Perguruan Tinggi Raharja” Vol 8 No 1[43], Rinfo (email raharja.info) adalah layanan komunikasi email yang disediakan Perguruan Tinggi Raharja untuk semua Pribadi Raharja, alat komunikasi utama dan paling vital untuk para Pribadi Raharja. Setiap user Rinfo diberikan kapasitas sampai dengan 30 GB. Selain itu, Rinfo terintegrasi dengan semua pilar-pilar yang ada pada TPi (Ten Pilar IT iLearning).

Menurut Qurotul Aini dkk (2015:14)[44], Email Rinfo (raharja.info) yang merupakan email resmi Perguruan Tinggi Raharja memiliki platform yang sama seperti halnya Gmail sehingga pengguna Rinfo pun dapat turut merasakan perkembangan yang sama apabila pengguna Rinfo menjadi pengguna Gmail. Perbedaan antara Rinfo dan Gmail adalah Rinfo menggunakan domain raharja.info sedangkan Gmail menggunakan domain gmail.com

Berdasarkan dari 3 (tiga) pengertian yang telah dijelaskan, Rinfo berkaitan dengan RME karena ruang lingkup RME hanya dapat di akses oleh seluruh civitas akademik Perguruan Tinggi Raharja yang menggunakan layanan Rinfo sebagai kunci untuk bisa Login kedalam sistem.

Definisi Widuri

Di kutip dari Widuri, “Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning)[45] merupakan media pembelajaran khususnya untuk Pribadi Raharja di Perguruan Tinggi Raharja. Merupakan proyek yang sedang dikembangkan di REC Perguruan Tinggi Raharja yang berdasarkan Wikipedia dari MediaWiki. Agar dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan, berbagi ilmu dengan yang lain, meningkatkan kreatifitas dalam menulis dan mengembangkan artikel.

Di kutip dari IT Roadmad[46], Widuri kepanjangan dari Wiki iDu Raharja iLearning yang merupakan salah satu dari 10 pillar IT iLearning, dimana Widuri merupakan sebuah situs web wiki yang mendukung kegiatan iLearning eDucation pada Perguruan Tinggi Raharja dimana Pribadi Raharja dapat berkolaborasi dalam menyelesaikan proyek ilmiah berupa artikel secara pribadi maupun berkelompok. Widuri adalah media sharing dan kolaborasi yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja yang bisa digunakan oleh seluruh Pribadi Raharja. Widuri bisa digunakan untuk membuat laporan penelitian, CV, dan keperluan lainnya.

Berdasarkan dari 2 (dua) pengertian yang telah dijelaskan, Widuri berkaitan dengan RME karena pada sistem terdapat kolom CV Dosen yang mengarah pada Widuri.

Definisi iRAN

Menurut Rahardja, dkk (2016:192)[47] iRAN adalah singkatan dari iLearning Raharja Ask and News, yang secara umum merupakan sistem yang menampilkan berita dan artikel (FAQs) yang masih memiliki kaitan dengan Perguruan Tinggi Raharja.

Menurut Rahardja, dkk (2013:254)[48], iRAN adalah sebuah aplikasi yang menyajikan sebuah informasi berupa artikel, peristiwa serta kejadian yang dapat berupa news. Seluruh artikel dan berita yang tersimpan merupakan ruang lingkup seputar Perguruan Tinggi Raharja.

Berdasarkan 2 (dua) pengertian yang telah dikemukakan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa iRAN merupakan sebuah sistem yang dapat menyajikan sebuah artikel dan juga video tutorial yang ada pada ruang lingkup Perguruan Tinggi Raharja.

Berdasarkan dari pengertian yang telah dijelaskan, iRAN berkaitan dengan RME karena pada sistem terdapat menu FAQ yang berisi artikel dan video tutorial yang mengarah pada iRAN.

Definisi FIR (Future IT Raharja)

Dikutip dari site iMe Roadmap[49], Future IT Raharja atau singkatan dari FIR merupakan kumpulan dari project-project IT yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi Raharja yang bermanfaat untuk menunjang kegiatan perkuliahan serta pembelajaran para Pribadi Raharja. Project FIR terus dikembangkan demi penyempurnaan untuk setiap proyeknya.

Di kutip dari Noval Jindan dalam laporan akhir[50], “FIR merupakan kepanjangan dari Future IT Raharja, berupa kumpulan dari project-project IT masa depan yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi Raharja yang berguna untuk mendukung kegiatan perkuliahan serta pembelajaran para Pribadi Raharja. Lebih dari itu FIR juga menopang jalannya kegiatan TPi (Ten Pilar IT iLearning). Project FIR juga terus di lakukan pengembangan guna penyempurnaan untuk setiap proyeknya agar bisa bergabung menjadi salah satu anggota TPi.”

FIR terdiri dari SIS+, SIS+ Konsultasi, Airzone, iTunes U, RHJFox, Magics Channel, iPanda, iTracking, Goint+, RiDU, Gamet, iFacility, Web Alumni, Linkedin, Zpreneur, Web Exist Club, Zorilia, Zford, PEN+, PESSTA+, PenA, DID, dan TMJ.

Konsep Dasar 4 Pillar IT Structure

Definisi 4 Pillar IT Structure

Gambar 2.4 4 Pillar IT Structure

Sumber : http://roadmap.ilearning.me/4-pillar-it-structure/

Dikutip dari IT Roadmap[51], “Pada Perguruan Tinggi Raharja terdapat 4 Pillar IT Structure Raharja yaitu : “

  1. RME (Raharja Multimedia Edutainment)

  2. SIS (Student Information Services)

  3. GO (Green Orchestra)

  4. Integram (Integrated Raharja Marketing)

Definisi RME (Raharja Multimedia Edutainment)

Di kutip dari Widuri[52], “Raharja Multimedia Edutainment (RME) mengandung pengertian bahwa STMIK Raharja dalam mengembangkan konsep proses pembelajaran berbasis multimedia di kemas secara edutainment (education and entertainment) sehingga menghadirkan konsep Interactive Digital Multimedia Learning (IDML) yang menyentuh kekuatan panca indra meliputi teks, gambar, dan suara untuk memberikan pelayanan dalam proses belajar mengajar kepada seluruh sivitas akademika STMIK Raharja dan secara terus menerus melakukan perbaikan (continuous improvement) menuju kesempurnaan dalam materi bahan ajar yang selalu berkembang seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi.

RME dapat memudahkan sivitas akademika untuk memperoleh informasi mengenai SAP, Silabi dan bahan ajar, dosen dengan mudah dapat menuangkan presentasi bahan ajarnya ke dalam RME untuk mempresentasikan kepada mahasiswa, serta sebagai sistem pengontrolan proses kegiatan Tri Dharma Perguruan dalam mengambil keputusan.

Konsep Dasar Rinfo Drive

Definisi Rinfo Drive

Gambar 2.5. Logo Rinfo Drive

(Sumber : https://www.google.com/drive/)

Dikutip dari Wikipedia[53], “Google Drive atau Rinfo Drive Google Drive adalah layanan penyimpanan daring milik Google yang diluncurkan pada 24 April 2012. Layanan ini merupakan ekstensi dari Google Docs dan akan mengganti URL docs.google.com dengan drive.google.com setelah diaktifkan. Google Drive memberikan layanan penyimpanan gratis sebesar 15 GB dan dapat ditambahkan dengan pembayaran tertentu. GDrive memberikan kapasitas gratis sebesar 5 GB dan tentunya fitur-fitur yang terintegrasi dengan layanan Google lainnya seperti: Gmail, G+ dan Google Search”.

Menurut Ni’matussholiha (2016: 12)[54], “Google Drive atau Rinfo Drive adalah layanan berbasis komputasi awam yang dapat digunakan untuk membuat, membagi, mengolaborasikan, dan , menyimpan data hingga 1 terabite (TB). Google Drive atau yang disebut dengan Rinfo Drive di Perguruan Tinggi Raharja sudah banyak dimanfaatkan oleh seluruh Pribadi Raharja”.

Sejarah dan Kelebihan Rinfo Drive

Menurut Fatria dan Listari (2017:143)[55], Google Drive atau yang disebut dengan Rinfo Drive pada Perguruan Tinggi Raharja adalah layanan dari milik google yang diluncurkan pada 24 april 2012. Layanan ini merupakan ekstensi dari Google Docs (Rinfo Docs) dan akan mengganti URL doc.google.com menjadi drive.google.com. Kelebihan Google Drive (Rinfo Drive) yaitu memberikan layanan penyimpanan gratis sebesar 15GB dan dapat ditambahkan dengan pembayaran tertentu. Dengan fitur unggulan yang sama seperti Dropbox. Google Drive (Rinfo Drive) dapat digunakan untuk menyimpan berbagai file penting. File-file yang dapat di simpan pada Google Drive (Rinfo Drive) yaitu seperti membuat Microsoft Office Excel, Microsoft Office Word, Microsoft Office Power Point, PDF, XPS,JPG,RAR, PNG, menyimpan video, menyimpan foto dan lain sebagainya. Penyimpanan Google Drive (Rinfo Drive) sangat aman. Kelebihan lainnya yaitu mempermudah menyimpan dengan cara mengupload jenis file apa saja di Google Drive (Rinfo Drive) secara gratis. Dan dapat mendownload file yang tersimpan, file yang telah disimpan, dan dapat dibagikan kepada teman melalui link file yang ada di Google Drive (Rinfo Drive)”.

Definisi Rinfo Form

Gambar 2.6. Logo Rinfo Form

(Sumber : https://gsuite.google.com/products/forms/)

Menurut Rahardja, dkk (2016 : 35)[56], “Rinfo form adalah salah satu aplikasi yang disediakan oleh Google pada Rinfo untuk membuat berbagai aplikasi form. Rinfo Form merupakan salah satu alat yang terdapat pada Rinfo Drive. Rinfo Form dapat mengelola pendaftaran acara, menyiapkan sebuah jajak pendapat yang cepat, dapat mengumpulkan alamat email Rinfo untuk newsletter, membuat kuis, membuat survey dan masih banyak lagi. Rinfo Form dapat mempermudah Pribadi Raharja dalam mengisi suatu survey, kuesioner atau kuis secara cepat dan tentunya efektif. Rinfo Form terdapat tombol pilihan berganda, checkbox, Paragraf, teks dan lain-lain. Rinfo Form juga sudah memiliki kelebihan yaitu SSO atau yang disebut dengan single sign on dengan Email Rinfo. Rinfo Form dapat terorganisir dan dianalisis karena tanggapan terhadap survei yang dibuat akan secara otomatis dikumpulkan dalam bentuk info respon real time dan grafik atau dapat mengambil data lebih rinci dengan melihatnya di Rinfo Spreadsheet”

Menurut Indri Handayani, Qurotul Aini dan Reza Alfiansyah (2016:7)[57], “Rinfo Form merupakan salah satu aplikasi yang bersifat umum, Rinfo Form dapat digunakan secara gratis tanpa harus membayar dan Rinfo Form harus memiliki akun Rinfo agar terhubung dengan Rinfo Form. Dengan Rinfo Form, pengguna dapat merencanakan acara mengirim survei dan mengumpulkan informasi yang efisien”.

Definisi Rinfo Sheet

Gambar 2.7. Logo Rinfo Sheet

(Sumber : https://www.google.com/sheets/about/)

Menurut Rahardja, dkk (2014:108)[58], Rinfo Sheet adalah aplikasi untuk membuat spreadsheet dan dapat dikerjakan secara bersama-sama dengan orang lain. Rinfo spreadsheet merupakan sebuah program aplikasi interaktif untuk menganalisis suatu data dalam bentuk tabel – tabel. Rinfo spreadsheet dikembangkan sebagai komputerisasi akuntansi lembar kertas secara online. Pengguna Rinfo Spreadsheet dapat mengubah data nilai yang disimpan dan bisa mengamati nilai yang dihitung. Dalam hal ini Rinfo Spreadsheet sangat berguna untuk menganalisis, karena menggunakan Rinfo Spreadsheet banyak kasus yang dapat secara cepat diselidiki tanpa menghitung secara manual yang membutuhkan waktu lama. Rinfo Spreadsheet juga dapat menampilkan data keseluruhan menggunakan grafik yang tentunya dapat mengetahui isi keseluruhan dari tabel yang dibuat.

Menurut Indri Handayani, Qurotul Aini dan Reza Alfiansyah (2016:7) [57], “ Rinfo Spreadsheet adalah program aplikasi yang digunakan untuk menganalisis sebuah data dalam bentuk tabel. Rinfo Spreadsheet pada saat ini sudah dikembangkan menjadi komputerisasi akuntansi lembaran kertas. Rinfo Spreadsheet sebuah program yang sudah beroperasi pada data yang direpresentasikan sebagai sel sebagai array yang diselenggarakan dalam baris dan kolom. Dalam sel array terdapat elemen model view controller yang berisikan numerik atau data teks atau hasil formula yang otomatis akan menghitung dan setelah itu akan menampilkan hasil nilai yang berdasarkan isi sel tersebut.”

Definisi Rinfo Script

Gambar 2.8. Logo Rinfo Script

(Sumber : https://www.google.com/script/start/)

Google.com (2017)[59], Google Apps Script atau yang biasa disebut di Perguruan Tinggi Raharja dengan Rinfo Script adalah platform pembuatan kode dan pengembangan aplikasi yang dibuat di aplikasi google, yang menyediakan cara mudah untuk mengotomatisasi tugas di seluruh produk google dan merupakan layanan pihak ketiga.

Rinfo Script dapat dengan mudah digunakan oleh siapapun dan tidak perlu mempunyai keahlian khusus yang dikuasai untuk menulis kode. Rinfo Script ini hampir sama dengan javascript tetapi ada perbedaannya. Perbedaannya yaitu jika Rinfo script dijalankan pada server – side (server) sedangkan javascript digunakan untuk mempengaruhi client – side(browser).

Google Apps Script memberikan cara mudah untuk mengotomatisasi tugas-tugas di seluruh produk Google dan layanan pihak ketiga. Untuk dapat menggunakan rinfo script pengguna harus terlebih dahulu mempunyai akun rinfo (email rinfo). Browser yang bisa digunakan yaitu Chrome, Safari dan Firefox, tetapi lebih dianjurkan menggunakan chrome. Untuk mendapatkan rinfo script bisa didapatkan pada add-ons atau apps chrome (jika menggunakan browser chrome).

Definisi Rinfo Calender

Menurut Indri Handayani, Qurotul Aini dan Oktavyanti (2015:3)[44], “Rinfo Cal sebagai salah satu tools aplikasi yang ada pada Rinfo, sama halnya dengan GCal, Rinfo Cal juga dapat membantu pengguna Rinfo untuk melakukan pengingat (Reminder) terhadap suatu kegiatan atau deadline tugas dengan lebih mudah dan efisien”


Definisi Etalase

Dikutip dari Wikipedia[60], “Etalase (bahasa Perancis: étalage, susunan, pameran) adalah sebutan untuk lemari, kotak, atau rak berkaca yang dipakai untuk tempat memamerkan berbagai barang, seperti benda seni di galeri, benda antik di museum atau barang dagangan di toko”.

Sedangkan pengertian etalase menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “Etalase merupakan tempat memamerkan barang-barang yang dijual (biasanya di bagian depan toko)”

Berdasarkan dari penjelasan di atas, etalase memiliki keterkaitan dengan judul yang di ambil karena pada halaman home website RME terdapat tabel daftar nama dosen yang menyerupai pada bagian depan toko.

Konsep Dasar Bahan Ajar

Definisi Bahan Ajar

Menurut Darnita dkk (2014)[61], “Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran”.

Menurut Prastowo (2017:195)[62], “Bahan atau materi pembelajaran pada dasarnya merupakan segala bahan (baik itu informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dalam proses pembelajaran agar siswa mampu menguasai kompetensi dasar dalam dalam rangka pencapaian standar kompetensi dan kompetensi inti setiap mata pelajaran dalam satuan pendidikan tertentu”.

Menurut Chomsin dan Jasmadi (2008) dalam Ilyas (2014)[63], “Bahan ajar merupakan seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan dan cara mengevaluasi yang di desain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau sub-kompetensi dengan segala kompleksitasnya”.

Menurut Maryani (2011)[64] dalam Mahdian Noor (2017)[65], “Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Bahan Ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/infrastruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar”.

Definisi Bahan Ajar Online

Menurut Taris (2011) dalam Etty Puji Lestari dkk (2015)[66] “Bahan ajar online adalah bahan ajar yang disiapkan, dijalankan, dan dimanfaatkan dengan media online . Bahan ajar sering juga disebut bahan ajar berbasis internet atau bahan ajar berbasis web. Terdapat tiga karakteristik utama yang merupakan potensi besar bahan ajar online , yakni: menyajikan multimedia, menyimpan, mengolah, dan menyajikan informasi dan hyperlink. Karena sifatnya yang online, maka bahan ajar berbasis web mempunyai karakteristik khusus sesuai dengan karakteristik web itu sendiri. Salah satu karakteristik yang paling menonjol adalah adanya fasilitas hyperlink. Hyperlink memungkinkan sesuatu subjek terhubung ke subjek lain tanpa ada batasan fisik dan geografis, selama subjek yang bersangkutan tersedia pada web. Dengan adanya fasilitas hyperlink maka sumber belajar menjadi sangat kaya. Search engine sangat membantu untuk mencari subjek yang dapat dijadikan link. Secara makro, pengembangan bahan ajar mencakup langkah langkah analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Secara mikro, langkah-langkah pengembangan bahan ajar berbasis web dimulai dari penentuan sasaran, pemilihan topik, pembuatan peta materi, perumusan tujuan, penyusunan alat evaluasi, pengumpulan referensi, penyusunan bahan, editing, upload, dan testing

Tujuan Penyusunan Bahan Ajar

Dikutip dari Abdul Majid (2006: 60) dalam Ilyas (2014)[63] mengemukakan bahwa tujuan dari penyusunan bahan ajar adalah:

  1. membantu siswa dalam mempelajari sesuatu;

  2. memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran;

  3. agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik; dan

  4. menyediakan berbagai jenis bahan ajar.

Definisi Analisis SWOT

Menurut Chasanah (2015:61)[67], analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis.

Menurut Lukman, (2016)[68] Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.

Menurut Nadra Adryanita (2015)[69] di kutip dari A. Wijaya Tunggal (2001:74-75), SWOT adalah akronim untuk kekuatan (strengths) dan kelemahan (weakness) internal suatu perusahaan dan peluang (opportunities) dan ancaman (threats) lingkungan yang dihadapi perusahaan. Analisa SWOT merupakan identifikasi yang sistematis dari faktor-faktor ini dan dari strategi yang menggambarkan pedoman yang terkait antara mereka. analisa SWOT dapat di definisikan sebagai berikut:

  1. Peluang (opportunities) suatu peluang merupakan situasi utama yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Kecenderungan-kecenderungan utama adalah salah satu dari peluang. Identifikasi dari segmen pasar yang sebelumnya terlewatkan, perubahan-perubahan dan keadaan bersaing, peraturan-peraturan dalam perubahan teknologi, serta hubungan pembeli dan pemasok yang dapat diperbaiki dapat menunjukkan peluang bagi perusahaan.

  2. Ancaman (threats) suatu ancaman adalah situasi utama yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. ancaman adalah suatu rintangan-rintangan utama bagi posisi perusahaan sekarang atau yang diinginkan dari perusahaan. masuknya pesaing baru, pertumbuhan pasar yang lambat, daya tawar pembeli dan pemasok utama yang meningkat, perubahan teknologi dan peraturan direksi atau peraturan baru merupakan ancaman bagi perusahaan.

  3. Kekuatan (strengths) kekuatan adalah sumber daya, keterampilan dan keunggulan lain yang relatif terhadap pesaing dan kekuatan dari pasar suatu perusahaan untuk melayani.

  4. Kelemahan (weakness) kelemahan merupakan keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan dan kemauan yang secara terus menghalangi kinerja suatu perusahaan.

Dari 3 (tiga) pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT merupakan metode perencanaan yang digunakan untuk mengevaluasi bisnis maupun lingkungan..

Konsep Dasar Elisitasi

Definisi Elisitasi

Menurut Andi Prastomo (2015)[70], “Elisitasi adalah rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan di sanggupi oleh penulis untuk di eksekusi”.

Menurut M. Iqbal Dzulhaq, Rahmat Tullah dan Putra Satia Nugraha (2017)[71] dikutip dari Siahaan (2012:66), “Elisitasi adalah pengumpulan kebutuhan aktivitas awal dalam rekayasa kebutuhan (requirements engineering). Sebelum kebutuhan dapat di analisis, dimodelkan, atau di tetapkan, kebutuhan harus di kumpulkan melalui proses elisitasi”.

Menurut Ariawan, dkk (2015:63)[72], elisitasi merupakan ulasan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen yang terkait dan di sanggupi oleh penulis untuk dilakukan eksekusi.

Dari 3 (tiga) pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa Elisitasi merupakan rancangan untuk sistem baru yang dibuat berdasarkan kebutuhan yang diinginkan oleh manajemen terkait.

Tahapan Elisitasi

Menurut Prastomo (2015:166)[73], elisitasi didapat melalui proses wawancara yang dilakukan melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu:

  1. Elisitasi Tahap I

  2. Merupakan seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

  3. Elisitasi Tahap II

  4. Merupakan hasil dari pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI yang bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem. Berikut penjelasan mengenai metode MDI, yaitu:

    1. “M” pada MDI berarti Mandatory (penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat pembuatan sistem baru.

    2. "D” pada MDI berarti Desireable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan, namun jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna."

    3. "I” pada MDI berarti Inessential. Maksudnya requirement tersebut tidak termasuk dalam bagian sistem yang dibahas."

  5. Elisitasi Tahap III

  6. Merupakan penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirementyang tersisa akan diklasifikasikan kembali dengan metode TOE, yaitu:

    1. "T” artinya Technical, maksudnya bagaimana tata cara atau teknik dalam pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.

    2. "O” artinya Operational, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut didalam sistem yang akan dikembangkan."

    3. "E” artinya Economi, maksudnya biaya yang diperlukan untuk membangun requirement tersebut didalam sistem."

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

    1. High (H), sulit untuk dikerjakan, karena teknik dalam pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal, sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.

    2. Middle (M), mampu untuk dikerjakan.

    3. Low (L), mudah untuk dikerjakan.

  7. Final Draft Elisitasi

  8. Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Definisi Black Box Texting

Menurut Rizky (2011) dalam Wijayanto (2015:3)[74], “Black Box Testing adalah tipe testing yang memerlukan perangkat lunak yang tidak diketahui kinerja internalnya”.

Sedangkan menurut Mustaqbal, dkk (2016:34)[75], “Black box testing berfokus pada spesifikasi fungsional dari perangkat lunak. Tester dapat mendefinisikan kumpulan kondisi input dan melakukan pengetesan pada spesifikasi fungsional program”.

Menurut Wahyudi dan Fadlil (2013:18)[76], “Black box test adalah sebuah metode pengujian perangkat lunak yang menguji fungsionalitas aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau kerja”.

Dapat disimpulkan dari 3 (tiga) pengertian black box testing di atas adalah tipe testing yang digunakan untuk melakukan pengetesan spesifikasi fungsional dari perangkat lunak.

Definisi HIPO

Menurut Hasan, dkk (2014:61)[77] “HIPO (Hirearchy Input Proses Output) adalah bagan jenjang yang digunakan untuk mempersiapkan penggambaran diagram alir data untuk menuju level-level yang lebih bawah lagi, dimana jenjang ini terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu top level, level 0, level 1”.

Menurut Wahyudi dan Utami (2015:143)[78], HIPO (Hierarchy Plus Input Output Process) HIPO merupakan teknik untuk mendokumentasikan sistem pemrograman.

Menurut Suciningtyas (2014:118)[79], HIPO adalah alat dokumentasi program, yang banyak digunakan sebagai alat desain dan teknik dokumentasi dalam siklus pengembangan sistem yang berbasis pada fungsi, yaitu tiap - tiap modul di dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya.

Dapat disimpulkan bahwa HIPO merupakan alat yang digunakan untuk mendokumentasikan suatu sistem pemograman”.

Konsep Dasar UML ( Unified Modeling Language)

Definisi UML ( Unified Modeling Language)

Menurut Wanti Kholiani dan Imam Rosyadi (2016)[80], “Unified Modelling Language (UML) adalah alat atau tool untuk memodelkan, mendokumentasikan, menspesifikasi pembangunan perangkat lunak berorientasi objek”.

Menurut Imbar dan Hartanto (2015:130)[81], “Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa spesifikasi standar untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membangun sistem perangkat lunak”.

Menurut Seidl, dkk (2015:1)[82], UML (Unified Modeling Language) merupakan konsolidasi dari praktek-praktek terbaik yang telah ditetapkan selama bertahun-tahun dalam penggunaan bahasa pemodelan. UML memungkinkan kita untuk menyajikan aspek yang sangat beragam dari sistem perangkat lunak (persyaratan, struktur data, arus data, dan arus informasi) dalam kerangka tunggal dengan menggunakan konsep object- oriented.

Menurut Yadanur Alim (2012) dalam Qurotul Aini dkk (2017:5)[83],“Unified Modeling Language (UML) merupakan sebuah bahasa standar yang dimanfaatkan untuk membantu dalam menulis blueprint perangkat lunak atau software. UML juga dapat digunakan dalam memvisualisasi, menspesifikasi, membangun dan mendokumentasikan artifak dari sistem perangkat lunak”.

Berdasarkan 4 (empat) pendapat mengenai UML yang telah dikemukakan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa UML adalah bahasa pemodelan untuk menentukan mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membangun sistem dengan menggunakan diagram dan teks pendukung.

Berdasarkan pengertian data yang telah dijelaskan, memiliki kesinambungan dengan judul yang diambil karena untuk menggambarkan visualisasi dari sistem RME menggunakan metode UML.

Jenis - Jenis UML (Unified Modeling Language)

  1. Use Case Diagram

  2. Menurut Murad, dkk (2013:57)[84], “Use Case Diagram adalah diagram yang bersifat status yang memperlihatkan himpunan use case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini memiliki 2 fungsi, yaitu mendefinisikan fitur apa yang harus disediakan oleh sistem dan menyatakan sifat sistem dari sudut pandang user”.

  3. Activity Diagram

  4. Menurut Murad, dkk (2013:53)[84], “Activity diagram merupakan diagram yang bersifat dinamis. Activity diagram adalah tipe khusus dari diagram state yang memperlihatkan aliran dari suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem dan berfungsi untuk menganalisa proses”.

  5. Sequence Diagram

  6. Menurut Wijayanto (2013:35)[85], “Sequence diagram dibuat berdasarkan activity diagram dan class diagram yang telah dibuat, maka digambarkan sequence diagram yang menggambarkan aliran pesan yang terjadi antar kelas dengan menggunakan operasi yang dimiliki kelas tersebut”.

Definisi Flowcart

Menurut Zara Rizq Azzindani, dkk (2015)[86] “Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian. Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut”.

Menurut Hadi, dkk (2017:61)[87], “Flowchart adalah representasi grafik yang menggambarkan setiap langkah yang akan dilakukan dalam suatu proses, yang merupakan alat bantu yang digunakan untuk menerangkan logika program, berupa suatu bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program”.

Menurut Nur Azizah (2017)[88], “Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta konstruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung. Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. dengan adanya flowchart urutan proses kegiatan menjadi lebih jelas”.

Dari 3 (tiga) pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa analisa Flowchart merupakan gambar atau bagan mengenai urutan dan hubungan dari sistem yang berjalan dengan menggunakan simbol untuk menggambarkan proses tertentu..

Adapun kesinambungan dengan judul yang diambil karena RME menggunakan Flowchart sebagai penyusun bagan untuk mengetahui setiap proses pada sistem yang berjalan serta hubungannya satu sama lain.

Definisi Literature Review

Menurut Mulyandi (2013:17)[89], berpendapat bahwa “Penelitian sebelumnya literature review merupakan survei literature tentang penemuan-penemuan yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya (empirical fiding) yang berhubungan dengan topik penelitian. Dalam upaya perlu dilakukan studi pustaka sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya adalah mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps), menghindari pembuatan ulang (reinventing the weel), mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan, serta mengetahui orang lain yang spesialisasi dan area penelitian yang sama di bidang ini”.

Menurut Warsito, dkk (2015 : 29)[90], “Metode studi pustaka dilakukan untuk menunjang metode survei dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi- referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan”.

Menurut Semiawan (2013:104)[91], “Literature review merupakan bahan tertulis berupa buku, jurnal yang membahas mengenai topik yang hendak diteliti”.

Berdasarkan 3 (tiga) pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa literature review merupakan upaya untuk mengetahui apakah penelitian yang sedang dilakukan sudah pernah diteliti oleh peneliti lain, selain itu dengan melakukan studi pustaka merupakan proses untuk mencari informasi dan referensi yang berhubungan dengan penelitian.

Berdasarkan pengertian literature review yang telah dijelaskan, memiliki kesinambungan dengan judul yang diambil karena dalam melakukan pengembangan sistem RME, dilihat juga dari penelitian yang sebelumnya

Studi Pustaka (Literature Review)

Banyak penelitian yang dilakukan sebelumnya mengenai pengarsipan dokumen dan penelitian lainnya yang berkaitan. Dalam upaya merancang dan menyempurnakan perancangan ini perlu dilakukan studi pustaka (literature review) sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang dilakukan. Berikut adalah 10 (sepuluh) literature review terdiri dari 5 jurnal nasional dan 5 jurnal internasional yang telah dilakukan dan memiliki korelasi yang searah dengan penelitian yang akan dibahas dalam Skripsi diantaranya yaitu: diantaranya sebagai berikut:

  1. Penelitian yang di lakukan oleh Untung Rahardja, Ary Budi Warsito, dan Dini Nurul Suvianti pada tahun 2012[92] yang berjudul “Penerapan Aplikasi iDINI Sebagai Media Penyimpanan Materi Perkuliahan iLearning Pada Perguruan Tinggi” jurnal CCIT Vol 6, No 1. Penelitian ini membahas permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu rendahnya kualitas SDM yaitu bersumber dari sistem Sistem pembelajaran yang selama ini dilakukan yaitu sistem pembelajaran konvensional (faculty teaching) yang kental dengan suasana instruksional dan dirasa kurang sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian Pesat. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, dirancang sebuah aplikasi bernama iDINI (integrated Download Ibooks iN Ipad) aplikasi ini merupakan aplikasi penyimpanan berbagai bahan ajar materi perkuliahan dalam bentuk file epub yang digunakan untuk menyampaikan materi berupa yang dapat dilihat dalam bentuk (visual) dan suara (audio). Untuk mengetahui efektivitas penggunaan iBooks, telah dilakukan observasi pengamatan secara langsung dan juga telah dilakukannya pengolahan data dari sebanyak 150 mahasiswa yang mengisi kuesioner. Kesimpulan yang dapat ditarik yaitu iDINI merupakan media pendukung yang tepat untuk metode pembelajaran iLearning, yang dapat memberikan informasi yang cepat dan efisien dalam mengakses seluruh data yang banyak dan tidak teratur di dalam media penyimpanan yang berupa sebuah aplikasi media penyimpanan bahan ajar materi perkuliahan, terlebih untuk suatu sistem informasi yang akurat.

  2. Penelitian yang dilakukan oleh Ary Budi Warsito dan Eka Yuliandini pada tahun 2017[93] yang berjudul “Penerapan Google Drive Sebagai Media Penyimpanan Bahan Perkuliahan Dalam Mendukung Aplikasi Mobile App” jurnal Sisfotenika Vol 7, No 2. Penelitian ini membahas mengenai sistem penyimpanan materi bahan ajar yang ada pada Perguruan Tinggi. Permasalahan yang di hadapi yaitu sistem informasi bahan ajar yang ada pada Perguruan Tinggi saat ini masih menggunakan server sendiri, sehingga biaya yang harus dikeluarkan akan semakin besar, karena jika ada permasalahan pada server, perawatan server membutuhkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkompeten akan tetapi biaya yang dikeluarkan sangat mahal. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini mencoba mencari alternatif solusi untuk mengurangi biaya pada server tersebut tanpa mengurangi kualitas bahan ajar yang selama ini berjalan. Untuk menekan biaya yang tinggi penelitian ini akan melakukan uji coba menggunakan google drive sebagai server datanya. Sedangkan mahasiswa sendiri bisa menggunakan aplikasi yang dibuat pada penelitian ini sehingga mahasiswa dapat belajar dan mendapat informasi bahan ajar yang cepat karena sudah berada di smartphone. Pada penelitian ini menggunakan metode Technology Acceptance Models (TAM). Tujuan dari penelitian ini adalah sistem informasi yang dibuat dapat diterapkan pada seluruh perguruan tinggi yang menerapkan papperless.

  3. Penelitian yang dilakukan oleh Tien Yulianti, Herpratiwi dan Sukirlan (2014)[94] yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Mandiri Melalui Media Online Untuk Meningkatkan Kemampuan Public Speaking Mahasiswa Di Perguruan Tinggi Teknokrat Bandarlampung” Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Vol.2 No.3 . Dalam penelitian ini membahas 4 (empat) permasalahan, salah satunya yaitu pembahasan materi secara konvensional memerlukan waktu yang lebih banyak. Setelah dilakukan analisis terdapat usulan untuk pemecahaman masalah tersebut yaitu dengan membuat rancangan media online berupa web blog dalam pengelolaan kelas melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran mandiri berupa media audio visual untuk materi Public Speaking. Penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian pengembangan. Subjek tindakan pada penelitian ini adalah mahasiswa STBA Teknokrat yang mengambil mata kuliah Pengembangan Pribadi pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data melalui angket dan lembar observasi kerja praktik siswa. Analisis data dilakukan melalui analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Media Online sebagai bahan ajar substitusi layak dikembangkan.

  4. Penelitian yang dilakukan oleh M. Mahdian Noor, Nataniel Dengen dan Edy Budiman (2017)[95] yang berjudul “Repository Tugas Dan Bahan Ajar Menggunakan Layanan Cloud Storage Pada Fakultas Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi”. Dalam penelitian ini terdapat permasalahan dalam hal pendistribusian file bahan ajar maupun tugas dari dosen kepada mahasiswa yang masih menggunakan sistem transfer file menggunakan hardisk maupun flashdisk yang dirasa kurang efektif karena memakan banyak waktu. Selain itu, pendistribusian file dengan menggunakan flashdisk ini hanya bisa dilakukan apabila dosen dan mahasiswa berada di tempat yang sama, sehingga pendistribusian file bisa terjadi jika dosen dan mahasiswa bertemu. Sebagai pemecahan masalah yang dihadapi di rancang sebuah sistem repository file yang berisi bahan ajar dan tugas yang memanfaatkan teknologi cloud computing dengan mengintegrasikan sistem repository dengan Cloud Storage sehingga pendistribusian dan manajemen file tugas dan bahan ajar dalam kegiatan perkuliahan bisa lebih efektif dan efisien. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai bahwa Sistem Repository Tugas dan Bahan Ajar yang dibangun memanfaatkan layanan Amazon S3 sebagai media penyimpanan file yang bersifat virtual, kemudian dengan Heroku Cloud Application Platform yang berfungsi sebagai Web Server sehingga sistem repository ini dapat mengelola data tugas dan bahan ajar yang dimiliki oleh FKTI dalam format digital dan menjadi media publikasi yang memberikan kemudahan akses terhadap publik sesuai dengan kebijakan akses yang diatur oleh pihak fakultas.

  5. Penelitian yang dilakukan oleh I K Darnita, A.A.I.N. Marhaeni dan Made Candiasa (2014)[96] yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Online Terhadap Prestasi Belajar Tikom Dengan Kovariabel Aktivitas Belajar Siswa Kelas Viii Smp Dwijendra Gianyar” Jurnal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Vol 4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan ajar online terhadap prestasi belajar TIKOM dengan kovariabel aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP Dwijendra Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan posttest only control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Dwijendra Gianyar yang berjumlah 144 siswa. Sampel dalam penelitian diambil dengan random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar TIKOM dalam bentuk tes unjuk kerja dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Data dianalisis dengan ANOVA satu jalan, Anakova, dan regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan: terdapat perbedaan prestasi belajar TIKOM antara siswa yang menggunakan bahan ajar online dengan siswa yang menggunakan bahan ajar cetak dengan Fhitung > Ftabel (47,778 > 3,92); 2) terdapat perbedaan prestasi belajar TIKOM antara siswa yang menggunakan bahan ajar online dengan siswa yang menggunakan bahan ajar cetak setelah diadakan pengendalian pengaruh variabel aktivitas belajar siswa dengan Fhitung > Ftabel (50,614 > 3,92); 3) terdapat konstribusi aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar TIKOM sebesar 21,4%.

  6. Penelitian yang dilakukan oleh Francisco Javier Díaz, María Alejandra Schiavoni, dan Ana Paola Amadeo (2015)[97] yang berjudul “Integrating a learning management system with a student assignments digital repository: a case study”. Penelitian ini membahas Integrasi berbagai platform di lingkungan akademik merupakan tantangan di bidang teknologi informasi. Di bidang e-learning, dimana sistem manajemen pembelajaran digunakan untuk pengembangan mata kuliah, integrasi mereka dengan platform dan aplikasi lainnya sangat menarik, terutama dengan repositori digital. Artikel ini menjelaskan integrasi Moodle dengan repositori DSpace. Proses integrasi terdiri dari dua tahap, untuk membangun komunikasi penuh ke dan dari repositori. Untuk komunikasi dari Moodle ke repositori, dengan tujuan mengkonsultasikan dan mentransfer elemen dari DSpace, modul yang sudah diterapkan digunakan. Tahap saat ini menerapkan modul khusus untuk membangun komunikasi ke arah lain dan memungkinkan mentransfer sumber daya dari LMS ke repositori.

  7. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Anshari, Yabit Alas dan Lim Sei Guan (2016)[98] yang berjudul “Developing online learning resources: Big data, social networks, and cloud computing to support pervasive knowledge” dalam jurnal Education and Information Technologies, 21(6). Penelitian ini membahas mengenai pemanfaatan sumber belajar online atau online learning resources (OLR) dari pembelajaran konvensional (belajar terpusat) menjadi pembelajaran yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Sementara kompilasi Big Data, Cloud Computing, dan web semantik ke dalam OLR menawarkan spektrum yang lebih luas untuk akuisisi pengetahuan meresap untuk memperkaya pengalaman pengguna dalam belajar. Dalam praktek-praktek belajar konvensional, seorang mahasiswa dianggap sebagai penerima informasi dan pengetahuan. Namun, saat ini siswa diberdayakan untuk terlibat dalam proses pembelajaran yang memainkan peran aktif dalam menciptakan, penggalian, dan meningkatkan OLR kolaboratif dan berbagi pengetahuan serta mendistribusikan.

  8. Penelitian yang dilakukan oleh Stephen Kutay (2014)[99] yang berjudul “Advancing Digital Repository Services for Faculty Primary Research Assets: An Exploratory Study” Pada The Journal of Academic Librarianship Volume 40, Issue 6. Penelitian ini membahas mengenai Perpustakaan Oviatt di California State University Northridge (CSUN) menyelenggarakan dua repositori digital yang diwakili oleh Digital Collections untuk arsip dan materi sejarah, dan repositori institusional ScholarWorks untuk keluaran ilmiah. Makalah ini melaporkan tentang sebuah studi eksplorasi untuk memajukan layanan repositori digital mengenai aset penelitian utama fakultas yang dibuat dalam penelitian dan / atau dikumpulkan oleh kustodian ilmiah dari materi arsip di CSUN. Sebuah survei didistribusikan untuk dipahami. Survei ini berfungsi sebagai bagian dari penilaian kebutuhan terhadap pengembangan layanan repositori digital baru dan yang disempurnakan untuk memajukan penelitian, pelestarian, penyajian data, pengajaran, dan pameran.

  9. Penelitian yang dilakukan oleh Abd Allah Mohamed dkk pada tahun (2015)[100] yang berjudul “Digital repositories in the Arab universities: A comparative analytical study” pada Procedia Computer Science. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan repositori yang berpengetahuan luas di beberapa universitas Arab, pentingnya penelitian ini berasal dari menunjukkan keuntungan dan kerugian dari repositori digital di universitas-universitas Arab dan ini menyoroti sisi baiknya untuk mendukungnya dan pada Cacat pengobatannya kemudian dihindari di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dan pendekatan deskriptif komparatif pada sampel gudang digital di enam universitas Arab, yaitu: Universitas Alexandria, Universitas Damaskus, Universitas Khartoum, Universitas Raja Saud, Universitas Bensin dan Mineral dan Universitas Nayef.

  10. Penelitian yang dilakukan oleh James Lipuma, Jeremy Reich dan Lawrence Mayalil (2016)[101] dengan judul “The CLAS Network: A Repository for Digital Learning Objects and a Network for Educational Stakeholders to Communicate and Collaborate” dalam Global Learn-Global Conference on Learning and Technology. Pada penelitian ini membahas mengenai perkembangan teknologi modern yang memungkinkan pembelajaran untuk menjangkau lebih banyak siswa dengan lebih efisien (mengurangi biaya), membedakan (fleksibilitas dalam penggunaan sumber daya digital siswa), dan penyampaian konten yang efektif (hasil pembelajaran yang lebih baik). Hasil dari perpaduan antara teknologi modern dan pendidik yang inovatif adalah pembelajaran digital. NJIT sedang dalam tahap akhir mengembangkan Jaringan CLAS untuk mengatasi kebutuhan akan repositori pembelajaran digital dari video pendidikan yang disurvei dan objek pembelajaran dari berbagai jenis, yang mudah diakses dan dapat ditelusuri, sehingga pendidik dapat menemukan apa yang mereka butuhkan dengan cepat dan efisien.


BAB III

PEMBAHASAN

Gambaran Umum Perguruan Tinggi Raharja

Dengan semakin maraknya perguruan-perguruan tinggi yang berkembang di daerah Tangerang, khususnya dalam bidang komputer tentunya hal tersebut akan membuat semakin erat nya persaingan yang terjadi didalamnya. Namun, banyak perguruan tinggi masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh data secara terkomputerisasi di setiap bidang.

Dalam dunia komputer dan alat-alat canggih yang dengan segala sesuatunya serba canggih serta otomatis dan perkembangannya pun sangat cepat sekali, banyak instansi yang menggunakan kecanggihan komputer seperti instansi pemerintah maupun swasta serta dunia perkantoran bahkan dunia pendidikan sudah menerapkannya, sehingga perkembangan komputer selalu berubah setiap saat. Oleh karena itu Perguruan Tinggi Raharja dengan pendiriannya mempunyai misi untuk ikut membantu program pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia serta meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi era globalisasi.

Telah menjadi tekad para pendiri Perguruan Tinggi ini untuk membantu pemerintah dan masyarakat kota Tangerang dalam pendirian Perguruan Tinggi Raharja yang diselenggarakan oleh Yayasan Nirwana Nusantara (YNN) yang didirikan pada tahun 2001 dan merupakan pendidikan yang terbaik dalam bidang pendidikan komputer.

Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja

Sebagaimana diketahui seperti Perguruan Tinggi yang berbasis komputer pada umumnya termasuk Perguruan Tinggi Raharja yang pada awal mulanya hanya sebuah lembaga kursus komputer yang sering disebut LPPK ( Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Komputer) yang berlokasi di Jl.Gatot Subroto Km.2 Harmoni Mas Cimone Tangerang.

Tahun Sejarah
1994 Yayasan Nirwana Nusantara mendirikan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Komputer (LPPK) Raharja yang diresmikan oleh Walikota Tangerang pada waktu itu Drs.H.Djakaria Machmud dan lembaga inilah yang mempelopori penggunaan operating system Windows dan aplikasinya di wilayah Tangerang dan sekitarnya.
1999 Berkembang menjadi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Raharja Informatika dengan diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No:56/D/O/1999, dengan menyelenggarakan Jurusan Manajemen Informatika (MI) jenjang D3.
2000 AMIK Raharja Informatika menambah Jurusan Teknik Informatika (TI) dan Komputerisasi Akuntansi (KA) berdasarkan Surat Keputusan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IV Nomor:3024/004/KL/1999, AMIK Raharja Informatika secara resmi menyelenggarakan program Diploma I (D1) dengan gelar Ahli Pratama,Diploma II (D2) dengan gelar Ahli Muda, dan Diploma III (D3) dengan gelar Ahli Madya.
2001 Terwujudlah Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer (STMIK) Raharja melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 74/D/O/2001, STMIK Raharja menjadi Perguruan Tinggi Komputer yang memiliki program studi terlengkap di Provinsi Banten.
2002 AMIK Raharja Informatika mendapatkan status Akreditasi B untuk Jurusan Manajemen Informatika (MI) berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor: 003/BAN-PT/AK-1/DPL/IV/2002.
2006 Dengan tekad yang bulat dan keyakinan untuk mempunyai harapan bahwa saat ini Program Studi yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja mendapatkan predikat terakreditasi, yaitu Strata Satu Program Studi Sistem Informasi No.SK.002/BAN-PT/Ak-X/S1/V/2006 dengan nilai "314" mendapatkan peringkat "B" dan Teknik Informatika No.SK.001/BAN-PT/Ak-X/S1/V/2006 dengan nilai "335" mendapatkan peringkat "B".
2007 Terakreditasi Program Studi Sistem Komputer Strata Satu No.SK.019/BAN-PT/Ak-X/S1/VIII/2007 dengan nilai "352" mendapatkan peringkat "B",untuk Diploma Tiga Program Studi Manajemen Informatika No.SK.006/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/VII/2007 dengan nilai "320" mendapatkan peringkat "B". Teknik Informatika No.SK.017/BAN-PT/Ak-VII/Dpl-III/XII/2007 dengan nilai "358" mendapatkan peringkat "B".
2008 Pada tahun ini Program Studi Diploma Tiga, yaitu Komputerisasi Akuntansi No.SK.019/BAN-PT/Ak-VII/Dpl-III/I/2008 dengan nilai "381" mendapatkan peringkat "A". Saat ini seluruh Program Studi yang ada pada AMIK Raharja Informatika dan STMIK Raharja statusnya telah terakreditasi.
2009 Pada tahun ini Perguruan Tinggi Raharja berhasil dalam Verifikasi dan Tersertifikasi ISO 9001:2008 (Sistem Manajemen Mutu Raharja) dari Lloyd Register Quality Assurance (LRQA-UKAS). Untuk menambah wawasan dibidang IT serta memperkenalkan AMIK Raharja Informatika dan STMIK Raharja terhadap dunia luas, pada tahun 2009 diselenggarakan International Conference on Creative Communication and Innovative Technology 2009 (ICCIT) yang diikuti oleh para kandidat Doktor dibidang IT dari dalam dan luar negeri. Selain itu Pada tahun ini Perguruan Tinggi Raharja mendapatkan penghargaan Juara II tingkat Provinsi Banten untuk Kategori Penghijauan dan Kebersihan.
2011 Pada tahun ini Program Studi Teknik Informatika Jenjang Sarjana sesuai dengan SK BAN-PT 010/BAN-PT/Ak-XIV/S1/VII/2011 mendapatkan peringkat "B" dan pada tahun yang sama Program Studi Sistem Informasi jenjang Sarjana sesuai dengan SK BAN-PT 025/BAN-PT/Ak-XIV/S1/IX/2011 mendapatkan peringkat "B". Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, Perguruan Tinggi Raharja membuat terobosan baru dengan membuka perkuliahan iLearning.
2012 Pada tahun ini Program Studi Diploma Tiga Manajemen Informatika sesuai dengan SK BAN-PT No. SK.019/BAN-PT/Ak-XII/Dpl-III/III/2012 dengan nilai mendapatkan peringkat "A". Perguruan Tinggi Raharja terus berupaya menyiapkan sarana penunjang kebutuhan Infornasi dan pengembangan Teknologi Informasi guna mendukung layanan Civitas Perguruan Tinggi Raharja, atas dedikasi ini Perguruan Tinggi Raharja mendapatkan penghargaan TESCA 2012, peringkat 60 besar perguruan tinggi skala nasional.
2013 Upaya untuk menjaga mutu, dengan diperolehnya ISO 9001:2008 pada tahun 2009 dan renewal tahun 2013 dengan Approval Certificate No: JKT6007007. Pada Tahun ini Perguruan Tinggi Raharja memperoleh penghargaan TESCA 2013, peringkat 3 besar kategori Sekolah Tinggi skala nasional.
2014 Pada tahun ini diselenggarakan MMSP 2014 di Perguruan Tinggi Raharja. MMSP 2014 merupakan workshop Internasional ke-16 Multimedia Signal Processing yang diselenggarakan oleh IEEE Signal Processing Society pada tanggal 22 – 24 September 2014. Pada tahun ini Perguruan Tinggi Raharja membuka perkuliahan iLearning Plus dan kelas Executive dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin bergabung bersama Perguruan Tinggi Raharja karena keterbatasan waktu kuliah.
2015 Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dengan Peringkat B, Oktober 2015.
Kerja sama dengan Sun Moon University, Korea, yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding untuk kerja sama dalam bidang Pendidikan, Riset, dan Pertukaran Budaya, Oktober 2015.
Renewal Sertifikasi ISO 9001:2008 Ketiga, Nopember 2015.
2016 Pada tahun ini adanya pembentukan TUK (Tempat Uji Kompetensi) Raharja, telah ditanda tangani MoU (Memorandum of Understanding) antara LSP INFORMATIKA (Lembaga Sertifikasi Profesi) dengan PERGURUAN TINGGI RAHARJA pada tanggal 5 Februari tentang PROGRAM PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN TEMPAT UJI KOMPETENSI (TUK) PERGURUAN TINGGI RAHARJA, Nomor : 003/MOU/LSP-INFORMATIKA-PT/II/2016.
Visitasi Akreditasi S1 – Sistem Informasi.
2017 Perguruan Tinggi Raharja pada Tahun ini mengikuti kegiatan atau acara Piksi Internasional Conference On Knowledge and Sciences (PICKS) 2017 kegiatan yang dilakukan antara lain: kegiatan konferensi internasional. Penandatangan kerja sama dan workshop penulisan standar Jurnal Internasional yang diselenggarakan oleh Seamolec AIC Indonesia dengan Politeknik Piksi Ganesha Bandung tepatnya di Gran ASRILIA Hotel Bandung. Perguruan Tinggi Raharja berhasil menjalin kerjasama dengan luar negeri dengan 100 MoU (Memorandum Of Understanding) yang telah ditandatangani pada tanggal 296 Januari 2017.

Visi, Misi, dan Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

Visi Perguruan Tinggi Raharja

Visi Perguruan Tinggi Raharja adalah menjadi perguruan tinggi swasta yang secara berkesinambungan meningkatkan kualitas pendidikannya, memberikan pelayanan dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, memiliki daya saing tinggi dalam era kompetisi globalisasi, terutama di bidang teknologi informasi komputer. Menjadikan pribadi raharja sebagai sumber daya manusia terampil dan ahli, mampu bersaing dalam dunia bisnis maupun non bisnis, menghasilkan tenaga intelektual dan profesional, serta mampu berkembang dalam cakrawala yang lebih luas.

Misi Perguruan Tinggi Raharja

Dalam rangka untuk mencapai visi yang sudah digariskan, Perguruan Tinggi Raharja senantiasa akan berupaya untuk melaksanakan misinya yaitu sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan program-program studi yang menunjang pengembangan dan penerapan Teknologi Informasi dalam berbagai bidang ilmu.

  2. Menyediakan sarana dan lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan kegiatan belajar - mengajar yang efektif dan efisien, sehingga terbentuk lulusan - lulusan yang bermoral, terampil, dan kreatif.

  3. Menjaga keterkaitan dan relevansi seluruh kegiatan akademis dengan kebutuhan pembangunan sosial ekonomi dan industri indonesia, serta mengantisipasi semakin maraknya globalisasi kehidupan masyarakat.

  4. Melangsungkan kerjasama dengan berbagai pihak dari dalam maupun luar negeri, sehingga Ilmu dan Teknologi yang diberikan selalu mutakhir serta dapat diterapkan secara berhasil guna dan tepat-guna.

Visi dan misi tersebut, dipahami dan didekati dengan kesadaran komitmen pada kualitas yang menjadi target dalam manajemen, dan sistem pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja. Kualitas sebagai suatu dimensi yang merupakan bagian dari apa yang disebut "Total Quality Management". Konsep berpikir kualitas terdiri dari : Performance (Kinerja), Feature (Fasilitas), Durability (Daya tahan), Reliability (Kehandalan), Conformance (Kesesuaian), Aesthetic (Keindahan), dan Easy to be Repaired (Kemudahan perbaikan). Ketujuh elemen itu merupakan perhatian utama manajemen dan sistem pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja yang dituangkan di dalam ISO 9001:2008 (Sistem Manajemen Mutu Raharja).


Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan dapat menerapkan, mengembangkan serta memperluas informatika dan komputer secara profesional.

  2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengadakan penelitian dalam bidang informatika dan komputer, yang hasilnya dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan.

  3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengabdikan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang informatika dan komputer secara profesional kepada masyarakat.

Moto Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.1. Moto Perguruan Tinggi Raharja

"Get the Better Future by Computer Science" yang artinya "Meraih Sukses yang Gemilang melalui ilmu Komputer". Motto Raharja ini terinspirasi dari keyakinan Pribadi Raharja bahwa di zaman atau era informasi ini, tuntutan komputerisasi di seluruh sektor kehidupan menjadi semakin nyata.

Arti Nama Raharja

Gambar 3.2. Logo Perguruan Tinggi Raharja

(Sumber: raharja.ac.id)

Kata Raharja berawal dari Motto kota kabupaten Tangerang ialah Bhakti yang artinya Adhi Kerta Raharja dan Setya Kerta Raharja yang mempunyai arti kesejahteraan dalam arti luas adalah keinginan dan niat pendiri agar mampu membantu pemerintah untuk ikut serta dalam membangun masyarakat yang sejahtera dalam menguasai teknologi.

Arti Green Campus

Gambar 3.3. Logo Green Campus

Green Campus, yang berarti Kampus Hijau memiliki makna yang luas "Green" atau dengan sebutan "Green Leaves" sering diartikan dengan masih hijau generasi muda Indonesia adalah bibit-bibit unggul yang masih hijau dan green campus berpotensi melahirkan generasi pribadi yang matang dan berguna bagi bangsa dan Negara. Green dalam konteks Green Power berarti kekuatan financial. Green Campus sebagai kampus yang dapat memberikan power untuk menopang seluruh aktifitas perkuliahan bertujuan menciptakan pribadi raharja yang dapat mandiri secara financial (financially independent).

Arti Pribadi Raharja

Gambar 3.4. Pribadi Raharja

Pribadi Raharja merupakan cerminan almamater Perguruan Tinggi Raharja yang wajib memiliki keyakinan bahwa perguruan tinggi merupakan lembaga ilmiah dan kampus merupakan masyarakat ilmiah. Perguruan tinggi sebagai almamater (ibu asuh) adalah suatu satu kesatuan yang bulat dan mandiri.

Pribadi Raharja mencakup empat unsur Civitas Akademika, yaitu Dosen, Staff/Karyawan Administratif, mahasiswa serta alumni. Dimana civitas tersebut harus manunggal melalui almamater, berbakti kepada almamater dan mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara melalui almamater dengan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Di dalam organisasi, instansi, maupun perusahaan harus memiliki sebuah struktur organisasi yang dapat digunakan untuk memudahkan pengkoordinasian dan penyatuan usaha yang berguna menunjukkan kerangka hubungan antara fungsi, bagian maupun tugas dan wewenang serta tanggung jawab anggota organisasi. Di samping hal tersebut, juga untuk menunjukkan rantai (garis) perintah dan kerangkapan fungsi yang diperlukan dalam suatu organisasi. Hal tersebut serupa dengan Perguruan Tinggi Raharja yang memiliki struktur organisasi manajemen sebagai berikut:

Gambar 3.5 Struktur Organisasi

(Sumber: raharja.ac.id)

Tugas dan Tanggung Jawab

Seperti halnya di dalam sebuah perusahaan, Perguruan Tinggi Raharja di dalam manajemen akademiknya juga terdapat bagian-bagian yang mempunyai tugas dan kewajiban dalam menyelesaikan semua pekerjaannya. Berikut ini merupakan wewenang serta tanggung jawab bagian-bagian yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, yaitu sebagai berikut :


  1. Presiden Direktur

  2. Tabel 3.2 Tugas dan Tanggung Jawab Presiden Direktur

  3. Direktur

  4. Tabel 3.3 Tugas dan Tanggung Jawab Direktur

  5. Pembantu (Bidang Akademik)

  6. Tabel 3.4 Tugas dan Tanggung Jawab Pembantu (Bidang Akademik)

  7. Pembantu Direktur II (Administrasi)

  8. Tabel 3.5 Tugas dan Tanggung Jawab Pembantu Direktur II (Administrasi)

  9. Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)

  10. Tabel 3.6 Tugas dan Tanggung Jawab Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)

  11. Asisten Direktur Akademik

  12. Tabel 3.6 Tugas dan Tanggung Jawab Asisten Direktur Akademik

  13. Kepala Jurusan

  14. Tabel 3.7 Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Jurusan

  15. Asisten Direktur Finansial

  16. Tabel 3.8 Tugas dan Tanggung Jawab Asisten Direktur Finansial

  17. Layanan Keuangan Mahasiswa (LKM)

  18. Tabel 3.9 Tugas dan Tanggung Jawab Layanan Keuangan Mahasiswa (LKM)

  19. Asisten Direktur Operasional (ADO)

  20. Tabel 3.10 Tugas dan Tanggung Jawab Asisten Direktur Operasional

  21. Registrasi Perkuliahan Ujian (RPU)

  22. Bagian dari Registrasi Perkuliahan Ujian (RPU) terdiri dari:

    1. Layanan Registrasi Mahasiswa (LRM)

    2. Tabel 3.11 Tugas dan Tanggung Jawab Layanan Registrasi Mahasiswa

    3. Perkuliahan dan Ujian (PU)

    4. Tabel 3.12 Tugas dan Tanggung Jawab Perkuliahan dan Ujian


Pencapaian Perguruan Tinggi Raharja

Berikut pencapaian yang sudah didapatkan oleh Perguruan Tinggi Raharja :

Sertifikat Akreditasi Manajemen Informatika (B)

Sertifikat Akreditasi Komputerisasi Akuntansi(A)

Sertifikat Akreditasi Teknik Informatika (B)

Sertifikat Akreditasi Teknik Informatika(B)

Sertifikat Akreditasi Sistem Komputer (B)

Sertifikat Akreditasi Sistem Informasi (B)

Certificate No : JKT 6007007 Approved by Lloyd's Register Quality Assurance to the following Quality Management System Standards : ISO 9001:2008

Gambar 3.5. Hasil Pencapaian Perguruan Tinggi Raharja

(Sumber: http://raharja.ac.id/acid/tentangraharja/pencapaian_raharja)


Keunggulan Perguruan Tinggi Raharja

Di bawah ini merupakan gambaran wujud dari komitmen kampus yang sudah direncanakan dan dilaksanakan secara konsisten, dari seluruh pelaksanaan sudah memiliki semangat tinggi untuk berkompetisi secara sehat dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas dan bersaing secara tinggi pada era global saat ini.

Gambar 3.7. Keunggulan yang ada di Perguruan Tinggi Raharja

Dengan pola kerja manajemen Perguruan Tinggi Raharja yang Terencana, Terealisasi dan Terukur dengan baik sehingga tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu yang semuanya itu dapat dituangkan dalam Renstra Manajemen, maka tidak heran berbagai pengakuan telah diraih mulai dari Pengakuan ISO 9001:2008 sampai dengan pengakuan mutu akademik oleh Badan Akreditasi Nasional pada level terbaik.

Pengakuan mutu pelayanan yang baik oleh manajemen kampus digambarkan dengan terealisasinya target yang telah ditetapkan dan terwujudnya kerjasama di dalam menata perkembangan Kampus Raharja sekarang dan dimasa yang akan datang.

Gambaran tersebut diatas wujud dari komitmen manajemen kampus dalam perencanaan yang ditetapkan serta dilaksanakan secara konsisten, sehingga seluruh pelaksana pada jajaran manajemen memiliki semangat tinggi serta memiliki kemampuan untuk berkompetensi secara sehat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing tinggi memasuki era global.


Kerjasama Perguruan Tinggi Raharja

Kerjasama Dalam Negeri

Gambar 3.7. Kerjasama Dalam Negeri

(Sumber: http://raharja.ac.id/acid/tentangraharja/kerjasama_raharja)

Perguruan Tinggi Raharja memiliki kerja sama dengan beberapa perusahaan ada kerjasama dalam negeri dan luar negeri. Kerjasama Dalam Negeri yang dijalin oleh Perguruan Tinggi Raharja.

Kerjasama Luar Negeri

Kerjasama Luar Negeri yang dijalin oleh Perguruan Tinggi Raharja antara lain:

Gambar 3.8. Kerjasama Luar Negeri

(Sumber: http://raharja.ac.id/acid/tentangraharja/kerjasama_raharja)

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

  1. Prosedur Dosen Pada RME Local

  2. Proses Dosen melakukan upload materi perkuliahan yaitu : dosen datang ke kampus lalu request kepada ketua administrasi untuk di tambahkan kode kelas untuk mata kuliah yang sedang di ampuh lalu mengakses RME menggunakan jaringan local dan menggunggah materi perkuliahan.

  3. Prosedur Mahasiswa Pada RME Local

  4. Prosedur mahasiswa untuk melihat materi perkuliahan yaitu : mahasiswa datang ke kampus lalu menyambungkan device dengan jaringan local, kemudian mengakses RME dan memilih nama dosen yang ingin di lihat materi bahan ajarnya.

Prosedur Sistem yang Berjalan

Flowchart sistem yang berjalan

Gambar 3.9 Flowchart Sistem Yang Berjalan

Gambar 3.9 diatas merupakan flowchart program untuk Dosen dalam proses mengupload materi perkuliahan pada sistem RME yang terdiri dari:

  1. 2 (dua) simbol terminal, berperan sebagai “start” dan “finish” pada aliran pada proses input materi perkuliahan di upload oleh Dosen sampai dengan mengakses materi perkuliahan oleh mahasiswa.

  2. 2 (dua) simbol input/output yang menunjukan bahwa admin menangani request yang di lakukan oleh dosen dan dosen mengupload materi perkuliahan.

  3. 1 (satu) simbol decision, sebagai simbol untuk menunjukkan langkah pengambilan keputusan untuk mengecek validasi kebenaran username dan password, jika “ya’ dapat masuk ke dalam sistem, jika “tidak” akan kembali ke halaman login.

  4. 5 (lima) simbol proses, dimana proses yang berjalan masih dalam local saja mulai dari dosen melakukan request pada admin untuk menambahkan kode matakuliah yang sedang di ampuh, kemudian dosen harus menghubungkan perangkat yang digunakan dengan jaringan local, setelah itu dosen mengakses RME dan login, setelah berhasil login kemudian dosen upload materi perkuliahan pada RME dan mahasiswa harus datang ke kampus serta menghubungan device dengan jaringan local jika ingin mengakses materi yang telah di upload oleh dosen.

  5. 8 (delapan) Simbol Arus/Flow yang berfungsi untuk menghubungkan antara proses yang satu dengan proses yang selanjutnya.

Usecase Diagram Sistem Yang Berjalan

Gambar 3.11 Usecase Diagram Sistem Yang Berjalan

Dapat dijelaskan dari gambar 3.11 Use Case proses penyimpanan materi perkuliahan sampai mahasiswa dapat melihat materi perkuliahan, yang berjalan pada Perguruan Tinggi yaitu terdapat 6 ( enam) proses:

  1. 3 (Tiga) actor yang terkait dalam proses penyimpanan materi perkuliahan diantaranya adalah dosen, admin (ketua administrasi) dan mahasiswa.

  2. 6 (Enam) usecase, dosen request menambahkan kode kelas pada admin, pihak admin menambahkan kode kelas pada menu dosen, dosen mengakses RME dengan wifi local, dosen melakukan login dengan memasukkan username dan password kemudian mengupload materi perkuliahan, setelah itu mahasiswa dapat mengakses materi perkuliahan.

Activity Diagram Sistem Yang Berjalan

Gambar 3.12 Activity Diagram Sistem Yang Berjalan

Dapat dijelaskan dari gambar 3.12 di atas adalah Activity diagram proses penyimpanan materi perkuliahan sampai mahasiswa dapat mengakses materi bahan ajar dosen, yang berjalan pada Perguruan Tinggi yaitu:

  1. 1 (satu) initial node sebagai objek yang diawali.

  2. 6 (enam) activity proses awal Dosen melakukan request menambahkan kode kelas, kemudian admin menambahkan kode kelas pada menu dosen, setelah itu dosen mengakses RME menggunakan wifi local, kemudia dosen login dengan memasukkan username dan password lalu mengupload materi perkuliahan setelah itu mahasiswa dapat mengakses materi perkuliahan.

  3. 1 (satu) initial final node yang merupakan aktifitas akhir kegiatan.

Sequence Diagram Yang Berjalan

Gambar 3.13 Sequence Diagram Sistem Yang Berjalan

Dapat dijelaskan dari gambar 3.13 di atas adalah Sequence diagram proses penyimpanan materi perkuliahan sampai mahasiswa dapat mengakses materi bahan ajar dosen, yang berjalan pada Perguruan Tinggi yaitu:

  1. 3 (tiga) actor yang melakukan kegiatan yaitu Dosen, Admin dan Mahasiswa.

  2. 1 (satu) Entity lifeline yang menggambarkan suatu hubungan kegiatan yang akan dilakukan. 1 (satu) entity lifeline tersebut yaitu RME Local.

  3. 1 (satu) boundary lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran yaitu login.

  4. 6 (enam) messages yang menggambarkan komunikasi, yaitu:

  1. Dosen request menambahkan kode kelas

  2. Admin menambahkan kode kelas pada menu dosen

  3. Dosen mengakses RME dengan menggunakan wifi local

  4. Dosen melakukan login dengan memasukkan username dan password

  5. Dosen mengupload/menggunggah materi perkuliahan

  6. Mahasiswa dapat mengakses materi perkuliahan

Analisa Sistem Yang Berjalan

Metode Analisis SWOT

Penelitian ini menggunakan metode analisa SWOT untuk mengevaluasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) pada sistem yang mampu menyampaikan informasi yang diinginkan pada Perguruan Tinggi Raharja yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.14. Analisis SWOT Yang Berjalan

Langkah selanjutnya yaitu melakukan analisa untuk menemukan strategi yang sesuai dengan yang telah dijabarkan di dalam tabel dengan menggunakan Matriks SWOT yang merupakan proses pencocokan terhadap identifikasi SWOT yang telah dilakukan untuk memberikan gambaran guna menemukan 4 strategi. 4 strategi tersebut yaitu:

  1. Strategi S-O (Strength-Opportunity), digunakan untuk mencari peluang kekuatan yang telah dimiliki oleh sebuah project.

  2. Strategi S-T (Strength-Threats), digunakan untuk mengatasi ancaman yang ada menggunakan kekuatan yang dimiliki oleh project.

  3. Strategi W-O (Weakness-Opportunity), digunakan untuk mengatasi kelemahan supaya dapat mencapai sebuah peluang.

  4. Strategi W-T (Weakness-Threats), digunakan untuk mengurangi kelemahan sistem dan menghindari ancaman dari sebuah sistem

Tabel 3.15. Matriks Analisis SWOT Yang Berjalan

Metode Analisa Masukan, Analisa Proses, Analisa Keluaran

  1. Analisa Masukan

  2. Analisa masukan merupakan penguraian dari masalah yang di lakukan terhadap semua data/informasi yang berfungsi sebagai data input sehingga menghasilkan 5 proses dibawah ini yaitu :

    1. Nama masukkan : Tabel daftar materi perkuliahan pada menu dosen

    2. Fungsi : menampilkan materi perkuliahan

    3. Sumber : Dosen pengajar

    4. Media : Sistem RME

    5. Distribusi : Notifikasi email dari dosen ke mahasiswa

  3. Analisa Proses

  4. Analisa proses merupakan penguraian yang dilakukan pada proses sebagai suatu hasil respect balik karena adanya data input di dalam proses inilah semua data/informasi yang masuk akan di olah dengan menggunakan pengolahan system yang ada terdapat 4 proses dibawah ini yaitu :

    1. Nama masukan : Pengolahan materi perkuliahan

    2. Masukan : Materi Perkuliahan

    3. Keluar : Slides Presentasi

    4. Ringkasan proses: Proses ini akan menghasilkan slides presentasi materi perkuliahan sehingga mahasiswa dapat melihat dan mengunduh materi perkuliahan.

  5. Analisa Keluaran

  6. Analisa keluaran merupakan penguraian masalah yang dilakukan pada hasil dari keseluruhan proses yang terjadi dari mulai penginputan nilai sampai terjadi proses pengolahan data melalui system pengolahan data terdapat 4 proses yang ada dibawah ini yaitu :

    1. Nama Keluaran : Materi Perkuliahan, berupa slides presentasi

    2. Fungsi : Menampilkan materi perkuliahan berdasarkan nama dosen

    3. Media : Sistem RME

    4. Keterangan : Mahasiswa dapat mengakses RME tanpa login

Permasalahan Yang Dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

Permasalahan Yang Dihadapi

Prosedur yang berjalan pada saat ini yaitu pada system RME yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja dapat menampilkan materi perkuliahan berdasarkan nama dosen namun untuk bisa mengunggah materi pada RME dosen harus datang ke kampus dan harus request untuk menambahkan kode kelas terlebih dahulu pada admin. Selain itu untuk dapat mengakses RME, perangkat yang digunakan harus terhubung dengan wifi local yang hanya terdapat pada setiap ruang kelas sehingga untuk mengakses RME hanya dapat dilakukan saat di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja.

Dari permasalahan yang telah dijabarkan diatas, dapat diambil kesimpulan yaitu system RME yang sedang berjalan masih belum bisa di akses pada lingkungan luar kampus sehingga menyulitkan dosen dan juga mahasiswa yang ingin mengakses materi perkuliahan.

Analisa Batasan Sistem

Setiap system mempunyai batasan (boundary) yang memisahkan system dengan lingkungan di luarnya. Kesatuan luar merupakan kesatuan system yang dapat berupa orang, organisasi atau system lainnya yang memberikan input atau menerima output dari system. Melihat permasalahan yang terjadi, maka dibatasi permasalahan dalam pengembangan system. Dalam hal ini yang dibahas yaitu “ Pengembangan RME (Raharja Multimedia Edutainment) Berbasis iLearning Media Sebagai Media Penyimpanan Materi Perkuliahan Pada Perguruan Tinggi”

Analisa Kelebihan dan Kekurangan Sistem Yang Berjalan

Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan dari system yang sedang berjalan :

  1. Kelebihan pada system yang sedang berjalan yaitu telah menampilkan materi perkuliahan dosen secara keseluruhan

  2. Kekurangan pada system yang sedang berjalan yaitu untuk mengakses materi perkuliahan, dosen dan mahasiswa harus terhubung dengan jaringan local yang hanya terdapat pada lingkungan Perguruan Tinggi Raharja.

Alternatif Pemecahan Masalah

Setelah peneliti melakukan observasi dari berbagai permasalahan yang sedang dihadapi saat ini. Maka dicarikan alternatif pemecah masalah yang diharapkan dapat mendukung serta bisa menjadi referensi bagi Perguruan Tinggi Raharja. Terdapat 4 alternatif pemecah masalah, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Dengan mengembangkan system RME berbasis iLearning Media banyak memberikan keuntungan kepada pihak yang terkait, salah satunya Admin tidak perlu lagi menginput Daftar Kode Kelas yang di ampuh dosen.

  2. Dosen tidak perlu lagi datang ke kampus untuk melakukan upload materi perkuliahan

  3. Mahasiswa tidak perlu mengganti jaringan wifi dengan jaringan local untuk bisa mengakses materi perkuliahan.

  4. Dengan mengembangkan system RME berbasis iLearning Media merupakan media penyimpanan materi perkuliahan yang dapat di akses oleh dosen dan mahasiswa tanpa perlu datang ke kampus

User Requirement

Pada User Requirement ini terdapat Elisitasi Tahap I, Elisitasi Tahap II, Elisitasi Tahap III, dan Final Draft Elisitasi.

Elistasi Tahap I

Elisitasi Tahap I merupakan daftar yang diperoleh dari hasil pengumpulan data yang berasal dari lapangan yang didapatkan dari hasil observasi dan hasil wawancara mengenai kekurangan sistem yang sedang berjalan dan sesuai dengan kebutuhan pengguna yang belum terpenuhi sesuai dengan keinginan stakeholder pada saat wawancara berlangsung. Hasil wawancara merupakan permintaan untuk rancangan sistem baru yang terdiri dari 60 (enam puluh) kebutuhan fungsional dan 10 (sepuluh ) kebutuhan non fungsional.

Tabel. 3.16. Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap II

Elisitasi tahap II adalah hasil dari pengklasifikasian dari elisitasi tahap I dengan menggunakan metode MDI. Terdapat 60 ( enam puluh) kebutuhan functional dan 10 (sepuluh) kebutuhan non fungsional

Tabel. 3.17. Elisitasi Tahap II


Keterangan:
M - Mandatory : Dibutuhkan atau penting
D - Desirable : Diinginkan atau tidak terlalu penting
I - Innessential : Di luar sistem atau di eliminasi

Elisitasi Tahap III

Elisitasi tahap III merupakan penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa akan diklasifikasikan kembali dengan metode TOE. Dalam Elisitasi Tahap III ini terdapat 30 (tiga puluh ) kebutuhan Functional dan 5 (lima) kebutuhan Non Functional.

Tabel. 3.18. Elisitasi Tahap III

Final Draft Elisitasi

Tabel. 3.19. Final Draft Elisitasi


BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

Rancangan Sistem Yang Diusulkan

Prosedur Sistem Yang Diusulkan

Setelah penulis melakukan analisa serta penelitian yang dilakukan dalam sistem RME yang berjalan saat ini ternyata belum adanya media peyimpanan bahan ajar dosen yang bisa di akses secara online dimana saja dan kapan saja sehingga dosen hanya bisa menggunggah materi bahan ajar menggunakan komputer local yang tersedia pada lingkungan Perguruan Tinggi Raharja dan juga mahasiswa tidak bisa mengakses materi bahan ajar yang sudah di upload jika tidak terhubung dengan wifi local. Maka tahap selanjutnya yang peneliti lakukan adalah membahas mengenai sistem usulan untuk melakukan pengembangan pada sistem RME yaitu menerapkan RME berbasis iLearning media yang bertujuan agar dapat mempermudah dosen dalam melakukan upload materi bahan ajar dan mempermudah mahasiswa dalam mengakses materi bahan ajar tanpa harus datang ke kampus. Adapun sistem yang diusulkan untuk prosedur yang baru ini yaitu dengan menggunakan Draw.io untuk menggambarkan Flowchart serta UML untuk menggambarkan Use Case Diagram, Activity Diagram dan Sequence Diagram.

Flowchart Yang Diusulkan

Gambar 4.1. Flowchart Dosen Yang Diusulkan

Dapat dijelaskan dari gambar di atas yang merupakan flowchart sistem penyimpanan bahan ajar online yang diusulkan terdiri dari :

  1. 2 (dua) symbol terminal, berperan sebagai “start” dan “end” pada aliran proses flowchart untuk dapat mengakses iMe RME.

  2. 1 (satu) simbol decision, sebagai simbol untuk menunjukkan langkah pengambilan keputusan untuk mengecek validasi kebenaran username dan password, jika “ya’ dapat masuk ke dalam sistem, jika “tidak” akan kembali ke halaman login.

  3. 5 (lima) simbol proses, menyatakan suatu tindakan (proses) yang dilakukan oleh komputer, diantaranya “akses rme.ilearning.me” yang kemudian menuju “halaman dashboard RME” untuk membuat post setelah itu menuju post “daftar materi perkuliahan” setelah link ditambahkan maka mahasiswa bisa akses menu daftar nama dosen” kemudian bisa “ pilih materi bahan ajar”.

  4. 3 (tiga) simbol input/output yaitu “Add new post” untuk membuat postingan baru kemudian “Embed materi dari RinfoDrive” setelah selesai kemudian menuju post daftar materi perkuliahan untuk “menambahkan link materi”.

Use Case Diagram Yang Diusulkan

Gambar 4.2 Use Case Diagram Yang Diusulkan

Gambar diatas merupakan use case diagram yang menunjukkan proses sistem yang diusulkan, yang terdiri dari 2 (dua) actor, yaitu: dosen dan mahasiswa. Dan juga mempunyai 2 (dua) behavior atau kebiasaan diantaranya yaitu:

  1. Prosedur Dosen.
    Use Case : Upload Bahan Ajar
    Actor : Dosen
    Skenario : Dosen melakukan login di iran.ilearning.me kemudian membuat post baru lalu meng-embed materi dari RinfoDrive kemudian membuka post materi perkuliahan dan menambahkan link materi yang sudah dibuat.

  2. Prosedur Mahasiswa
    Use case : Melihat Bahan Ajar
    Actor : Mahasiswa
    Skenario : Mahasiswa mengakses RME kemudian masuk pada menu daftar nama dosen setelah itu bisa search nama dosen yang ingin di lihat bahan ajarnya kemudian pada menu daftar matakuliah yang diampuh pilih matakuliah yang di inginkan. Pada materi perkuliahan yang sudah di embed pada iMe RME terdapat sebuah link yang mengarah pada materi yang disimpan pada RinfoDrive sehingga mahasiswa bisa melihat materi dengan lebih jelas dan bisa men-downloadnya.

Activity Diagram Yang Diusulkan

Gambar 4.3 Activity Diagram Yang Diusulkan

Gambar diatas merupakan activity diagram yang menunjukkan proses sistem yang diusulkan, yang terdapat:

  1. 1 (satu) initial node, obyek diawal.

  2. 2 (dua) vertical swimlane, mencerminkan pihak yang berpartisipasi atau terlibat yaitu Dosen dan Mahasiswa.

  3. 10 (sepuluh) action state dari sistem yang mewakili langkah eksekusi dari suatu kegiatan.

  4. 1 (satu) final node, obyek yang diakhiri.

Sequence Diagram Yang Diusulkan

Gambar 4.4 Sequence Diagram Yang Diusulkan

Gambar diatas merupakan activity diagram yang menunjukkan proses sistem yang diusulkan, yang terdapat:

  1. 2 (dua) actor yang melakukan kegiatan yaitu Dosen dan Mahasiswa.

  2. 2 (dua) Entity lifeline yang menggambarkan suatu hubungan kegiatan yang akan dilakukan. 2 (dua) entity lifeline tersebut yaitu: RME dan Materi Perkuliahan.

  3. 1 (satu) boundary lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran login.

  4. 9 (sembilan) messages yang menggambarkan komunikasi, yaitu

    1. Dosen akses rme.ileaning.me

    2. Melakukan login SSO akun rinfo.

    3. Dosen masuk ke dalam dashboard RME.

    4. Dosen add new post dan publish.

    5. Dosen embed materi dari RinfoDrive

    6. Dosen mengedit post materi perkuliahan.

    7. Dosen menambahkan link materi.

    8. Mahasiswa mengakses menu daftar nama dosen.

    9. Mahasiswa memilih materi bahan ajar

Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

Berikut ini merupakan tabel perbedaan prosedur antara sistem yang sedang berjalan dan sistem yang diusulkan :

Tabel. 4.1 Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan 

Analisa SWOT Yang Diusulkan

Berikut ini merupakan penjelasan analisis SWOT yang diusulkan dimana pada analisis ini mengidentifikasi strenght (kekuatan) dan weakness (kelemahan) yang merupakan faktor internal dan Opportunities (Peluang) dan Threats (Ancaman) yaitu merupakan faktor eksternal. Berikut ini merupakan tabel analisa SWOT yang diusulkan :

Tabel. 4.2 Analisis SWOT Yang Diusulkan

Berdasarkan identifikasi analisis SWOT yang dilakukan, maka selanjutnya melakukan analisa untuk mencari strategi menggunakan tabel matriks SWOT. Matriks SWOT yaitu matriks yang menggambarkan secara jelas peluang yang tersedia dengan menggunakan strategi S-O dan kekuatan untuk mengatasi sebuah ancaman dengan menggunakan strategi S-T, lalu analisis strategi yang bertujuan untuk mengurangi kelemahan yang dimiliki sistem dan untuk meraih sebuah peluang yang ada dengan menggunakan strategi W-O, mengatasi ancaman dengan menggunakan strategi W-T. Berikut ini merupakan tabel Matriks SWOT :

Tabel 4.3. Matriks SWOT Yang Diusulkan

Langkah selanjutnya yaitu melakukan analisa untuk menemukan strategi S-O (Strength-Opportunity), yang digunakan untuk mencari peluang kekuatan, strategi S-T (Strength-Threats), yang digunakan untuk mengatasi ancaman yang ada menggunakan kekuatan, strategi W-O (Weakness-Opportunity), yang digunakan untuk mengatasi kelemahan supaya dapat mencapai sebuah peluang dan strategi W-T (Weakness-Threats), digunakan untuk mengurangi kelemahan sistem dan menghindari ancaman.

Rancangan Program

Pada saat mengembangkan sistem RME local menjadi RME Online/iMe RME, maka diperlukannya rancangan program yang menjabarkan setiap menu yang terdapat pada sistem dengan rancangan program yang menggunakan HIPO ( Hirarchy Plus Input Process Output ) Dibawah ini merupakan spesifikasi RME Online yang merupakan pengembangan sistem RME yang diusulkan.

Gambar 4.5 Rancangan Program HIPO RME Online

Berikut ini merupakan spesifikasi program, yaitu:

  1. Menu Home
    Nama Program : Menu Home
    Fungsi : Untuk menampilkan yang mencerminkan isi dari keseluruhan RME Online
    Proses :

    1. Masuk ke http://rme.ilearning.me/

    2. Jika berhasil maka masuk halaman utama RME Online

    3. Pada menu home terdapat tujuh menu pilihan yaitu :

  2. Daftar Nama Dosen
    Nama Program : Daftar Nama Dosen
    Fungsi : Untuk menampilkan etalase daftar nama dosen Perguruan Tinggi Raharja
    Proses : Pada menu home arahkan kursor pada Daftar Nama Dosen

  3. Daftar Kode Kelas
    Nama Program : Daftar Kode Kelas
    Fungsi : Untuk mengakses tabel daftar kode kelas
    Proses : Pada menu home, arahkan kursor pada Daftar Kode Kelas

  4. Form Request
    Nama Program : Form Request
    Fungsi : untuk mengakses form request author, form request update etalase dan form update cv dosen.
    Proses : Pada menu home, arahkan kursor pada Form Request

  5. Template
    Nama Program : Template
    Fungsi : Untuk mengakses template silabus, template daftar matakuliah yang diampuh dan tempalate materi perkuliahan.
    Proses : Pada menu home, arahkan kursor pada Template

  6. ViewBoard
    Nama Program : ViewBoard
    Fungsi : Untuk mengakses dan mengetahui informasi mengenai jumlah response 3 (tiga) form request. v Proses : Pada menu home, arahkan kursor pada ViewBoard

  7. FAQ
    Nama Program : FAQ
    Fungsi : Untuk mengakses FAQ berupa artikel dan video tutorial mengenai RME online
    Proses : Pada menu home, arahkan kursor pada FAQ

  8. Testimoni
    Nama Program : Testimoni
    Fungsi : Untuk mengakses data testimoni dari Dosen dan Mahasiswa.

Konfigurasi Sistem yang Diusulkan

Spesifikasi Hardware

Perangkat keras atau hardware yang dibutuhkan oleh sistem yaitu smartphone, komputer. Perangkat keras atau hardware yang diusulkan ini dibuat berdasarkan kebutuhan sistem untuk mengakses sistem. Berikut ini merupakan konfigurasi sistem perangkat keras atau hardware yang dibutuhkan :

  1. Processor : Intel(R) Celeron(R) CPU B815 @ 1.60GHz 1.60 GHz

  2. Monitor : Minimal VGA

  3. RAM : 2.00 GB

  4. Hardisk : Minimal 320GB HDD

Spesifikasi Software

Perangkat lunak atau software merupakan penunjang peralatan computer yang digunakan untuk menghubungkan instruksi-instruksi yang diinginkan oleh brainware pada saat mengakses sistem tersebut agar menghasilkan sebuah informasi. Konfigurasi sistem yang dibutuhkan :

  1. Operasi sistem yang digunakan yaitu Android, Linux, Windows, MacOS dan IOS

  2. Browser yang digunakan, Opera Mini, Safari, Google Chrome, UC Browser dan Mozila Firefox

  3. Wifi, Visual Paradigm for UML 10.0

Hak Akses (Brainware)

Dalam sistem RME ini harus memiliki user untuk menjalankan sistem tersebut. Maka dari penjelasan tersebut, user yang dapat mengakses sistem RME ini terdiri dari:

  1. Dosen

  2. Pribadi Raharja

Strategi

Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Strategi bersifat kuantitatif sebagai cara untuk menentukan banyaknya pencapaian yang akan dicapai dalam menyelesaikan suatu masalah atau memecahkan permasalahan tersebut. Didapatkan 15 (lima belas) strategi yang dijadikan sebagai pembuktian atas pencapaian yang telah dilakukan dan sudah tercantum di dalam Final Elisitasi.

  1. Sistem dapat menampilkan halaman home dengan 100 views

    1. Halaman home yang informatif sangat dibutuhkan dan juga sebagai pembuktian bawa sistem bermanfaat dengan mendapatkan 100 unique viewers/visitor.

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 1 (satu) yaitu dapat dilihat pada menu home terdapat total 853 views dari 100 views yang ditargetkan.

    3. Gambar 4.6 Sistem dapat menampilkan halaman home dengan 100 views

  2. Sistem dapat menampilkan 20 nama pada menu daftar nama dosen

    1. Daftar nama dosen dibutuhkan untuk merangkum keseluruhan bahan ajar yang diakses melalui nama dosen

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 2 (dua) yaitu pada menu daftar nama dosen terdapat 30 nama dari target 20 nama dosen yang dapat diklik.

    3. Gambar 4.7. Sistem dapat menampilkan 20 nama pada menu daftar nama dosen

  3. Sistem dapat menampilkan 5 widget pada sidebar

    1. Widget pada sidebar dibutuhkan untuk menambah fungsi dari sistem

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 3 (tiga) yaitu terdapat 5 widget pada sidebar yaitu.

    3. Gambar 4.8. Sistem dapat menampilkan 5 widget pada sidebar

  4. Sistem mendapatkan 1000 pengunjung keseluruhan

    1. Jumlah visitor dibutuhkan untuk mengetahui seberapa manfaat sistem.

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 4 (empat) yaitu pada RME Online terdapat total 7714 visitor dari target 1000 visitors yang artinya 7 kali lipat dari target yang ditentukan.

    3. Gambar 4.9 Sistem mendapatkan total 1000 pengunjung keseluruhan

  5. Sistem dapat menampilkan total 10 response untuk form request author

    1. Form request author dibutuhkan sebagai media untuk dosen melakukan request untuk menjadi author pada sistem.

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 5 (lima) yaitu pada sistem dapat menampilkan form request author dan mendapat total 33 response yang artinya tercapai 3 kali lipat dari target yang ditentukan.

    3. Gambar 4.10 Sistem dapat menampilkan total 10 respons untuk form request author

  6. Sistem dapat menampilkan total 100 kelas pada menu daftar kode kelas

    1. Daftar kode kelas dibutuhkan mahasiswa yang ingin mengikuti kelas pengganti sehingga bisa mendapatkan informasi mengenai dosen mana yang mengampuh kelas yang sama.

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 6 (enam) yaitu pada menu Daftar kode kelas terdapat total 402 dari 100 kelas yang ditargetkan.

    3. Gambar 4.11 Sistem dapat menampilkan total 100 kelas pada menu daftar kode kelas.

  7. Sistem Dapat Menampilkan Daftar Matakuliah Yang Diampuh Berdasarkan 5 Dosen

    1. Daftar matakuliah yang di ampuh dosen dibutuhkan untuk merangkum matakuliah yang di ampuh dosen.

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 7 (tujuh) yaitu Sistem Dapat Menampilkan Daftar Matakuliah Yang Diampuh Berdasarkan 30 Dosen

    3. Gambar 4.12. Sistem Dapat Menampilkan Daftar Matakuliah Yang Diampuh Berdasarkan 5 Dosen

  8. Sistem dapat menampilkan total 10 response untuk form request update cv

    1. Form request update cv dibutuhkan sebagai media untuk dosen melakukan request untuk menambahkan link CM pada etalase daftar nama dosen..

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 8 (delapan) yaitu pada sistem dapat menampilkan form request update dan mendapat total 3O respons yang artinya 3 kali lipat dari target yang ditentukan.

    3. Gambar 4.13 Sistem dapat menampilkan total 10 response untuk form request update cv

  9. Sistem dapat menampilkan 5 menu dan mendapat 50 pengunjung

    1. Sistem dapat menampilkan 5 menu yang dibutuhkan dan mendapatkan total 50 pengunjung.

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 9 (sembilan) yaitu sistem dapat menampilkan 5 menu dengan masing masing 50 pengunjung.

    3. Gambar 4.14. Sistem dapat menampilkan 5 menu dan mendapatkan 50 pengunjung

  10. Sistem mendapatkan total 100 subscriber

    1. Dengan menjadi subscriber pada RME Online mahasiswa bisa mendapatkan informasi terbaru dari website RME.

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 10 (sepuluh) yaitu terdapat total 256 subscriber pada RME.

    3. Gambar 4.15. Sistem mendapatkan total 100 subscriber

  11. Terdapat total 5 artikel tutorial pada iRan yang di komentari sebanyak 100

    1. Artikel Tutorial RME pada iRan berguna untuk menjawab pertanyaan yang sering diajukan mengenai sistem.

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 11 (sebelas) yaitu terdapat total 5 artikel tutorial dan mendapatkan total 505 komentar.

    3. Gambar 4.16 Terdapat Total 5 Artikel Tutorial Pada iRan dan mendapatkan total 100 komentar

  12. Terdapat 200 view pada artikel tutorial di iRan

    1. Terdapat 200 view pada artikel tutorial di iRan

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 12 (dua belas) yaitu Terdapat total 1721 dari 200 unieqe view pada artikel tutorial RME di iRan.

    3. Gambar 4.17. Terdapat Total 200 view pada artikel tutoria di iRAN

  13. Sistem memiliki 100 pengunjung pada etalase artikel pada iRan

    1. Sistem memiliki 100 pengunjung pada etalase artikel pada iRan

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 13 (tiga belas) yaitu terdapat 221 dari target 100 unique visitor.

    3. Gambar 4.18 Sistem memiliki 100 pengunjung pada etalase artikel pada iRan

  14. Melakukan sosialisasi kepada 10 dosen

    1. Mendapatkan pertanyaan

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 14 (empat belas) yaitu sudah dilakukan sosialisasi kepada 30 dosen.

    3. Gambar 4.19 Melakukan sosialisasi kepada 10 dosen

  15. Terdapat total 3 video tutorial dan mendapat 300 view dan 100 komentar

    1. Terdapat total 3 video tutorial dan mendapat 300 view dan 100 komentar

    2. Pembuktian tercapai strategi ini terdapat pada final draft elisitasi pada nomor 15 (lima belas) yaitu terdapat total 980 view dan 371 komentar dari 300 views dan 100 komentar yang ditargetkan.

    3. Gambar 4.20. Terdapat total 3 video tutorial dan mendapatkan 300 view dan 100 komentar

Testing

Blackbox Testing

Berikut ini merupakan tabel pengujian black box testing berdasarkan pengembangan RME (Raharja Multimedia Edutainment) berbasis iLearning media sebagai etalase bahan ajar online pada perguruan tinggi.


  1. Login SSO pada web browser menggunakan email Rinfo

  2. Tabel 4.4 Blackbox Testing Login SSO pada web browser menggunakan email Rinfo

  3. Melihat materi bahan ajar berdasarkan nama dosen

  4. Pengujian ini bertujuan untuk menguji kolom search yaitu ketika mahasiswa mengetikkan nama dosen untuk melihat daftar matakuliah yang diampuh.

    Tabel. 4.5 Blackbox Testing Melihat materi bahan ajar berdasarkan nama dosen

  5. Pengujian 3 (tiga) Form Request

  6. Pengujian ini bertujuan untuk menguji 3 (tiga) form request yaitu form request author, form request update cv dan form request update etalase yaitu Dosen mengisi form request maka akan terkirim email notifikasi kepada dosen yang submit form.

    Tabel 4.6 Blackbox Testing Pengujian 3 (tiga) Form Request

Evaluasi

Setelah melakukanya pengujian dengan menggunakan tahapan black box testing dengan menerapkan sistem RME materi perkuliahan online dimulai dari menguji apakah dosen dapat login SSO menggunakan Rinfo, pengujian selanjutnya dilakukan untuk mengetahui apakah pribadi raharja dapat mengakses materi bahan ajar yang telah di upload dosen dari etalase dan yang terakhir pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah ketika dosen mengisi ketiga form request setelahnya akan mendapatkan notifikasi atau tidak.


Implementasi

Tampilan Layar

Pada tahapan ini akan menampilkan mengenai side bar yang terdapat pada menu biaya berjalan RME terdapat 7 tampilan diantaranya adalah:


  1. Tampilan Home

  2. Gambar 4.21 Tampilan Home

    Gambar di atas merupakan tampilan halaman home atau halaman awal dari iMe RME, pada bagian ini terdiri dari beberapa bagian. Pribadi Raharja dapat mengaksesnya melalui http://rme.ilearning.me/

  3. Tampilan halaman dashboard

  4. Gambar 4.22. Tampilan Dashboard

    Dari gambar di atas dijelaskan yaitu tampilan layar dashboard yang dirancang agar setiap dosen bisa berkontribusi dalam membuat postingan yang berisi materi bahan ajar

  5. Tampilan Daftar Nama Dosen

  6. Gambar 4.23. Tampilan menu Daftar Nama Dosen

    Dari gambar di atas dijelaskan yaitu tampilan layar Daftar Nama Dosen yang dirancang agar setiap mahasiswa dapat melihat materi bahan ajar berdasarkan nama dosen.

  7. Tampilan Form Request Author

  8. Gambar. 4.24 Tampilan Form Request Author

    Gambar di atas merupakan tampilan Form Request Author yang diterapkan ke dalam iMe RME, yang digunakan oleh dosen untuk bisa masuk ke dalam sistem dengan menjadi author.

  9. Tampilan Template Materi Perkuliahan

  10. Gambar 4.25. Tampilan Template Materi Perkuliahan

    Gambar di atas merupakan tampilan Template Materi Perkuliahan yang diterapkan ke dalam iMe RME, yang dirancang agar mempermudah dosen dalam membuat materi perkuliahan.

  11. Tampilan halaman viewboard

  12. Gambar 4.26. Tampilan halaman viewboard

    Gambar di atas merupakan tampilan halaman viewboard yang di rancang agar dapat menampilkan informasi mengenai data respons form request.

Time Schedule

Pada tahap ini dibutuhkan rencana implementasi yang berguna dalam pelaksanaan langkah-langkah kegiatan penerapannya. Langkah-langkah yang dilakukan dalam usaha mewujudkan sistem yang direncanakan ini dalam bentuk time table yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.7 Time Schedule Pengembangan Sistem

Estimasi Biaya

Estimasi biaya digunakan sebagai penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian yang diusulkan. Dibawah ini adalahrincian biaya yang diperlukan peneliti untuk menyelesaikan penelitian yang dilakukan:

Tabel 4.7 Estimasi Biaya


BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan mengenai Pengembangan RME (Raharja Multimedia Edutainment) berbasis iLearning Media Sebagai Etalase Bahan Ajar Online Pada Perguruan Tinggi sebagai berikut :

Sistem yang berjalan saat ini masih belum bisa dikatakan optimal dikarenakan sifatnya yang masih semi-online dengan menggunakan jaringan local sehingga dosen dan mahasiswa hanya bisa mengaksesnya pada lingkungan Perguruan Tinggi Raharja. Dengan adanya RME berbasis iLearning Media (iMe), tentunya dapat memudahkan dosen dalam hal menyediakan materi bahan ajar dan jug memudahkan mahasiswa dalam mengakses bahan ajar tanpa harus datang ke kampus.

Sistem yan g berjalan saat ini belum optimal dalam menyediakan materi bahan ajar karena masih berbasis local maka mahasiswa hanya bisa mengakses bahan ajar ketika sedang berada di kampus dan harus menyambungkan device yang digunakan dengan wifi local. Dengan adanya iMe RME tentunya dapat memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan materi bahan ajar tanpa harus datang ke kampus dan juga dapat menggunakan device apa saja asalkan terhubung dengan jaringan internet.

Pada sistem yang berjalan sebelumnya, untuk mendapatkan materi bahan ajar mahasiswa harus mengganti device dengan jaringan wifi local dan harus memasukkan username dan password sehingga kurang efektif. Dengan adanya iMe RME mahasiswa dapat langsung mendapatkan materi bahan ajar dengan mengunjungi url http://rme.ilearning.me tanpa harus repot mengganti jaringan wifi sehingga proses mendapatkan materi bahan ajar menjadi lebih efektif.

Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan , maka terdapat beberapa saran yang juga sebagai harapan ke depan terhadap iMe RME ini diantaranya :

  1. Diharapkan lebih banyak mengembangkan tampilan iMe RME agar lebih menarik dan informatif.

  2. Diharapkan terdapat pengembangan untuk Viewboard yang ada pada sistem yang dapat menampilkan jumlah author, author dengan postingan terbanyak serta jumlah komentator terbanyak.

Diharapkan iMe RME ini dapat digunakan secara maksimal oleh dosen sehingga memudahkan mahasiswa dalam mengakses bahan aja


DAFTAR PUSTAKA

  1. BSNP.(2016). Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah. Diakses pada tanggal 10-11-2017.
  2. Wikipedia. “WordPress”. Di akses pada tanggal 10-11-2017. Tersedia di https://id.wikipedia.org/wiki/WordPress
  3. Rahardja, U., Yusup, M., & Aini, Q. (2014). Aplikasi Campus Learning System iOU (integrated Online Ujian) Dalam Mendukung Kegiatan iLearning Education (iDu) Pada Perguruan Tinggi. CCIT Journal, 7(3), 368-383.
  4. Ainia Prihantini, S.Hum. 2015. Master Bahasa Indonesia. Yogyakarta: B first.
  5. Muharto.2016. Metode Penelitian Sistem Informasi: Mengatasi Kesulitan Mahasiswa dalam Menyusun Proposal Penelitian. Yogyakarta: Deepublish
  6. Alfianika Ninit.2016. Cara Ajar Metode Penelitian Pengajaran Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Deepublish
  7. Rozalena, A & Dewi, S.K. 2016. Panduan Praktis Menyusun Pengembangan Karier Dan Pelatihan Karyawan. Jakarta: Raih Asa Sukses (Penebar Swadaya Group).
  8. Djahir, Y dan Pratita, D. (2015). Bahan Ajar Sistem Infomasi Manajemen Ed.1,Cet. 1—Yogyakarta,Deepublish.
  9. Sidharta, I., & Wati, M. (2015). Perancangan Dan Implementasi Sistem Informasi Urunan Desa (URDES) Berdasarkan Pada Pajak Bumi Dan Bangunan. Jurnal Computech & Bisnis, 9(2), 95-107. Vol 9, No 2, ISSN 2442-4943.
  10. Tyoso, J. S. P. (2016). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Deepublish.
  11. Mulyani, S. (2017). Metode Analisis dan Perancangan Sistem. Bandung: ABDI SISTEMATIKA
  12. Muslihudin,Muhammad dan Oktofianto. (2016). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Model Terstruktur dan UML. Yogyakarta : Andi.
  13. Muharto dan Arisandi Ambarita. 2016. Metode Penelitian Sistem Informasi : Mengatasi Kesulitan Mahasiswa Dalam Menyusun Proposal Penelitian. Ed.1 Cet.1 - Yogyakarta : Deepublish.
  14. Suprihadi. 2013. "Rancang Bangun Sistem Jejaring Klaster Berbasis Web Menggunakan Metode Model View Controller". Journal CCIT Vol.6 No.3 - Mei 2013 ISSN: 1978 – 8282. STMIK Raharja. Tangerang
  15. Fitriyani dan Karnita. (2015). Big Book Matematika & IPA SMP Kelas 1, 2, & 3 Edisi Bundling. Cmedia.
  16. 16,0 16,1 Hutaehan, Jeperson. 2015. Konsep Sistem Informasi, Yogyakarta: Deepublish
  17. Muslihudin dan Oktafianto.(2016). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Model Terstruktur dan UML. Andi
  18. I Putu Agus Swastika, M.Kom dan I Gusti Lanang Agung Raditya Putra, S.Pd., M.T. 2016. Audit Sistem Informasi dan Tata Kelola Teknologi Informasi : Implementasi dan Studi Kasus. Yogyakarta: ANDI.
  19. Bajdor, P., & Grabara, I. (2014). The Role of Information System Flows in Fulfilling Customers’ Individual Orders. Journal of Studies in Social Sciences, 7(2).
  20. Martono, A., Sudarto, F., Rustiana, D. and Rahayu, N. 2013. Rancang-Bangun Business Intelligence Pada Perpustakaan Sekolah Studi Kasus di SMP Negeri 1 Cisoka. Semnasteknomedia Online, 1(1), pp.18-33.
  21. Arifin, Muhammad. 2014. Business Intelligence Untuk Prediksi Customer Churn Telekomunikasi. Universitas Muria Kudus
  22. Abbas, W. (2013). Analisa Kepuasan Mahasiswa terhadap Website Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Prosiding SNST Fakultas Teknik,
  23. Murad. Dina Fitria, Kusniawati. Nia, Asyanto. Agus. 2013. Aplikasi Intelligence Website Untuk Penunjang Laporan PAUD Pada Himpaudi Kota Tangerang. Jurnal CCIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Vol. 7, No. 1, September 2013.
  24. Ginanjar, T. (2014). Rahasia Membangun Website Toko Online Berpenghasilan Jutaan Rupiah
  25. Hendrianto, D. E. (2013). Pembuatan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Website Pada Sekolah Menegah Pertama Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan. IJNS-Indonesian Journal on Networking and Security, 4(3).
  26. Yunanda, A. B., & Siregar, F. (2015). Sistem Informasi E-LEARNING Program Studi Teknik Informatika di Universitas 17 Agustus 1945 Surabay. KONVERGENSI, 11(02).
  27. Anhar. (2016). Panduan Bijak Belajar Internet untuk Anak. Adamssein Media
  28. Rahardja, U., Yusup, M., & Nurmaliana, A. (2013). Penerapan iLEARNING SURVEY (iSur) dalam Meningkatkan Kualitas Sistem Informasi Selama Proses Pembelajaran Di Perguruan Tinggi raharja.Vol.7.No.3.ISSN:1978-8282
  29. Tiara, K., & Nurhaeni, T. (2016). Penerapan Viewboard GO+ Berbasis Yii Sebagai Media Monitoring Pembayaran Mahasiswa. Technomedia Journal, 1(1), 65-77.E-ISSN: 2528-6544
  30. Wicaksono Wiji dan Eko Supri Murtiono. 2016. Pengembangan Modul Pembelajaran Online sebagai Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran Gambar Teknik Kelas X Teknik Gambar Bangunan Di Smk Negeri 2 Sukoharjo. Pendidikan Teknik Bangunan. Vol. 8. No. 8
  31. Aminudin. 2014. Implementasi Single Sign On (SSO) Untuk Mendukung Interaktivitas Aplikasi E-Commerce Menggunakan Protocol Oauth. Jurnal Gamma. Vol.10, No.1.
  32. Ramadhani, E. (2015). Desain E-Health: Sistem Keamanan Aplikasi E-health Berbasis Cloud Computing Menggunakan Metode Single Sign On. In Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) (No. VI, pp. 50-57).
  33. Telnoni, Patric., Rinaldi Munir dan Yusep Rosmansyah. 2014. Pengembangan Protokol Single Sign On SAML dengan Kombinasi Speech dan Speaker Recognition. Jurnal Cybermatika. Vol.2 No.2
  34. Aini, Q., Rahardja, U., & Naufal, R. S. (2018). Penerapan Single Sign On dengan Google pada Website berbasis YII Framework. SISFOTENIKA, 8(1), 57-68.
  35. Krisianto, Andy. 2014. Jago Wordpress. Jakarta: Elex Media Komputindo
  36. Saluky, S. (2016). Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis Web Dengan Menggunakan Wordpress. Eduma: Mathematics Education Learning and Teaching, 5(1)
  37. Faleddo, G. R., Martanto, C. T., Muhammad, H., & Widowati, F. U. (2014). Pembuatan Web-Api Dan Plugin Cms Untuk Konten Fitering Pada Web Menggunakan Algoritma Levenhstein Distance. Pkm-Kc.
  38. Sidik, Betha; Pohan, Husni I. (2012). Pemrograman Web dengan HTML. Bandung: Informatika.
  39. Fatah, A. N., Kurniawan, D., & Irawati, A. R. (2016). Pengembangan Plugin Penjadwalan Seminar Pada Web Jurusan Ilmu Komputer Berbasis Wordpress. Jurnal Komputasi
  40. IT Roadmap. 2013. Ten Pillar IT. Diakses pada tanggal 19 januari 2018. Tersedia di http://roadmap.ilearning.me/10-pillar-it-ilearning/
  41. Widuri. “ime”. Di akses pada tanggal 19 januari 2018. Tersedia di http://widuri.raharja.info/index.php/IMe
  42. Widuri. “Rinfo”. Di akses pada tanggal 19 januari 2018. Tersedia di http://widuri.raharja.info/index.php/Rinfo
  43. Rahardja, Untung, Khanna Tiara, and Ray Indra Taufik Wijaya. (2014). "Penerapan Rinfo Sebagai Media Pendukung Untuk Proses Pembelajaran Pada Perguruan Tinggi Raharja." Jurnal CCIT 8.1
  44. 44,0 44,1 Handayani, I., Aini, Q., & Oktavyanti, Y. (2015). Penggunaan Rinfocal Sebagai Aplikasi Pengingat (Reminder) Kegiatan Akademik Pada Perguruan Tinggi. CCIT Journal, 9(1), 13-26. Retrieved from http://ejournal.raharja.ac.id/index.php/ccit/article/view/153
  45. Widuri. “widuri”. Di akses pada tanggal 19 januari 2018. Tersedia di http://widuri.raharja.info/index.php/widuri
  46. IT Roadmap. "Ten Pillar IT". RoadMap Pilar iLearning http://roadmap.ilearning.me/10-pillar-it-ilearning/ (Tanggal Akses 19 januari 2018)
  47. U., Handayani, I., & Pahad, B. A. (2016). Pemanfaatan Rinfo Form Sebagai Media Request Update Artikel Pada iRAN. CSRID (Computer Science Research and Its Development Journal), 8(3), 191-200
  48. Rahardja, U., Murad, D. F., & Prabawati, B. P. (2013). Penerapan Sistem iLearning Raharja Ask And News (iRAN) Dalam Mendukung Media Informasi Kampus Pada Perguruan Tinggi Raharja. CCIT Journal, 7 (2)
  49. Roadmap.ilearning.me. FIR (Future IT Raharja). Diakses pada tanggal 18 Desember 2017. Tersedia di http://roadmap.ilearning.me/fir/
  50. Jindan, Noval. (2015, September). Pengembangan Forum Rhjfox Sebagai Media Diskusi Dan Pembelajaran Pada Perguruan Tinggi Raharja. Tersedia di http://widuri.raharja.info/index.php?title=TA1214372948
  51. Roadmap.ilearning.me. FIR (Future IT Raharja). Diakses pada tanggal 18 Desember 2017. Tersedia di http://roadmap.ilearning.me/4-pillar-it-structure/
  52. Widuri. “RME”. Di akses pada tanggal 19 januari 2018. Tersedia di http://widuri.raharja.info/index.php/rme
  53. Wikipedia. “Google Drive”. Di akses pada tanggal 19 januari 2018. Tersedia di https://id.wikipedia.org/wiki/Google_Drive
  54. Ni'matussholiha, A. (2016) Google Drive for Storing Archives: Mengoptimalisasi Penggunaan Google Drive sebagai Tempat Penyimpanan Arsip bagi Pelajar. Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan, 9(1), 11-22.
  55. Fita Fatria, L. (2017). PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARANGOOGLE DRIVE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA. Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(1)
  56. Rahardja, U., Handayani, I., & Firmansyah, R. A. L. (2016). Penerapan SPB Online Menggunakan Rinfo Transformation Pada Bagian Pengadaan Perguruan Tinggi. CogITo Smart Journal, 2(1), 69-81.
  57. 57,0 57,1 Handayani, I., Aini, Q., & Alfiansah, R. (2016). Fitur Form Emailer Dalam Memaksimalkan Penggunaan Rinfo Form Pada Perguruan Tinggi. Technomedia Journal, 1(1), 1-10.
  58. Rahardja, U., Tiara, K., & Wijaya, R. I. T. (2014). Penerapan Rinfo Sebagai Media Pendukung Untuk Proses Pembelajaran Pada Perguruan Tinggi Raharja. Jurnal CCIT, 8(1).
  59. Google.com. Google Apps Script. Diakses pada tanggal 19 Januari 2018. Tersedia di https://www.google.com/script/start/
  60. Wikipedia. “Etalase”. Di akses pada tanggal 19 januari 2018. Tersedia di https://id.wikipedia.org/wiki/Etalase
  61. I K Darnita, A.A.I.N. Marhaeni, Made Candiasa (2014). Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Online Terhadap Prestasi Belajar Tikom Dengan Kovariabel Aktivitas Belajar Siswa Kelas VIII Smp Dwijendra Gianyar. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi Pendidikan Dasar (Volume 4 Tahun 2014)
  62. Prastowo, Andi. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Terpadu Implementasi Kurikulum 2013 Untuk SD/MI. Jakarta. Penerbit Kencana. Cetakan ke 2. Januari 2017
  63. 63,0 63,1 Ramdani, ilyas. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (Pmri) Untuk Memfasilitasi Pencapaian Literasi Matematika Siswa Kelas Vii. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta
  64. Maryani, Sri. 2011. Pengembangan bahan ajar berbasis multimedia interaktif Mata kuliah komputerisasi akuntansi. Tesis, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadharma
  65. Noor, M. Mahdian, Nataniel Dengen, and Edy Budiman. "Repository Tugas Dan Bahan Ajar Menggunakan Layanan Cloud Storage Pada Fakultas Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi." Prosiding Seminar Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi (Sakti). Vol. 2. No. 1. 2017.
  66. . Date accessed: 20 jan. 2018">LESTARI, Etty Puji; NUPIKSO, Gunoro; RIYANI, Etik Ipda. PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR ONLINE TERHADAP PRESTASI MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA.Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh, [S.l.], v. 16, n. 1, p. 1-9, sep. 2015. ISSN 2442-2266. Available at: <http://jurnal.ut.ac.id/index.php/JPTJJ/article/view/224>. Date accessed: 20 jan. 2018
  67. Chasanah, S. U. (2015). Pemasaran Sosial Kesehatan. Deepublish.
  68. Lukman, P. B. (2016). Perancangan media promosiJateng Fair 2016untuk meningkatkan Minat pengunjung. Skripsi, Fakultas Ilmu Komputer.
  69. Adryanita, N. (2015). Identifikasi Strategi Pemasaran Circle Shop Dengan Menggunakan Analisis Swot (Doctoral Dissertation, Politeknik Negeri Sriwijaya).
  70. Prastomo, A. (2015). Prototipe Sistem E-Learning Dengan Pendekatan Elisitasi Dan Framework Codeigniter: Studi Kasus Smp Yamad Bekasi. Faktor Exacta, 165-175.
  71. Dzulhaq, M. I., Tullah, R., & Nugraha, P. S. (2017). Sistem Informasi Akademik Sekolah Berbasis Kurikulum 2013. Jurnal Sisfotek Global.
  72. Ariawan, Jesadan dan Sri Wahyuni. 2015. Aplikasi Penjualan Lembur Karyawan Berbasis Web. Jurnal Ssifotek Global, 5(1)
  73. Prastomo, A. (2015). Prototipe Sistem E-Learning Dengan Pendekatan Elisitasi Dan Framework Codeigniter: Studi Kasus Smp Yamad Bekasi. Faktor Exacta, 7(2), 165-175.
  74. Wijayanto, R. (2014). Perancangan Animasi Interaktif Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Kelas 2 Pada Mi Nurul Falah Ciater. Evolusi, 2(1).
  75. Mustaqbal, M. S., Firdaus, R. F., & Rahmadi, H. (2016). PENGUJIAN APLIKASI MENGGUNAKAN BLACK BOX TESTING BOUNDARY VALUE ANALYSIS (STUDI KASUS: APLIKASI PREDIKSI KELULUSAN SMNPTN). Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan, 1(3).
  76. Wahyudi, M. J., & Fadlil, A. (2013). Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Penyakit Udang Galah Dengan Metode Theorema Bayes. Jurnal Sarjana Teknik Informatika, 1(1).
  77. Hasan, M. A., Saptomo, W. L. Y., & Siswanti, S. (2014). Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Sertifikasi Guru Dengan Metode GAP/Profile Matching. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIKomSiN), 2(2)
  78. Wahyudi, J., & Utami, F. H. (2015). PENERAPAN BAHASA PEMROGRAMAN VISUAL BASIC DALAM PEMBUATAN SISTEM PENDATAAN DIAGNOSA JENIS PENYAKIT DARI HASIL TEST SAMPEL DARAH PADA LABORATORIUM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH M. YUNUS BENGKULU. Media Infotama, 8(1).
  79. Suciningtyas, Utomo, A. P., & Setiaji, P. (2014). VISUALISASI PRODUK BERPOTENSI HKI BERBASIS WEB GIS DI KABUPATEN KUDUS. Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer, 5(2), 115-120.
  80. Kholiani, W., & Rosyadi, I. (2016). Media Pembelajaran Tenses Bahasa Inggris Pada English Club Berbasis Adobe Flash Cs 3. Jurnal Surya Informatika
  81. Imbar, R. V., & Hartanto, B. S. (2015). 10. Aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia dengan Fitur DSS Menggunakan Metode Topsis pada PT. X. Jurnal Informatika,
  82. Seidl, M., Scholz, M., Huemer, C., & Kappel, G. (2015). [email protected] classroom: An introduction to object-oriented modeling. Springer.
  83. Aini, Q., Irwin, R. H., & Marjayanti, E. (2017). Notifikasi Pembelajaran iLearning Melalui Media Aplikasi iDu dengan Menggunakan E-mail Rinfo. Technomedia Journal, 1(2), 1-12.
  84. 84,0 84,1 Murad, D. F., Kusniawati, N., & Asyanto, A. (2013). Aplikasi Intelligence Website Untuk Penunjang Laporan PAUD Pada HIMPAUDI Kota Tangerang. Jurnal CCIT, 7(1).
  85. WIJAYANTO, T. (2012). ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN DAN PENJUALAN BARANG DENGAN METODE BERORIENTASI OBJEK DI UD ANEKA JAYA SURABAYA (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).
  86. Dewi, Z. R. A. T., Ahmadi, C., & Suardika, I. G. (2015). Dashboard Executive Information System Pada Banjar Berbasis Web. JOSINFO: Jurnal Online Sistem Informasi
  87. Hadi, M. S., Karim, A. K. A., & Hidayat, Y. (2017). SISTEM INFORMASI KONSULTASI KESEHATAN ONLINE DENGAN MySQL DI BALAI PENGOBATAN AZZAINIYAH NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO. Jurnal Teknik Informatika, 5(02).
  88. Nur Azizah, R. O. H. M. A. T. U. L. (2017). Sistem Informasi Mengklasifikasi Pemilihan Jurusan Di Perguruan Tinggi Bagi Lulusan Sma Berbasis Web Menggunakan Algoritma K-Mean(Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Ponorogo).
  89. Mulyandi, Muhammad Rachman, Monica, Ega Mawarni, Arifah dan Liya Jayanti. 2013. Aplikasi Sistem Informasi Laporam Penggajian Guru Honor Berbasis Web Pada SMA Negeri 6 Tangerang. Yogyakarta: STMIK AMIKOM. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia (Semnasteknomedia).
  90. Warsito. Ary Budi, Muhamad Yusup, Yulianto. 2014. Kajian YII Framework Dalam Mengembangkan Website Perguruan Tinggi. Jurnal CCIT STMIK Raharja Tangerang: Tangerang. Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja. Vol 7, No. 1, Mei 2014.
  91. Semiawan, Conny. R. 2013. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Grasindo.
  92. R. Untung, B.W. Ary, N.S. Dini. 2012. Penerapan Aplikasi iDINI Sebagai Media Penyimpanan Materi Perkuliahan iLearning Pada Perguruan Tinggi. CCIT Journal ” jurnal CCIT Vol 6, No 1. Perguruan Tinggi Raharja; Indonesia.
  93. Warsito, A. B., & Yuliandini, E. (2017). Penerapan Google Drive Untuk Efisiensi Penyimpanan Bahan Ajar Yang Dapat Mendukung Sistem Informasi Bahan Ajar Pada Perguruan Tinggi Berbasis Mobile Aplikasi. SISFOTENIKA, 7(2), 219-228.
  94. Yulianti Tien, Herpratiwi dan Sukirlan . "Pengembangan Bahan Ajar Mandiri Melalui Media Online Untuk Meningkatkan Kemampuan Public Speaking." Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (Old) 2.3 (2015).
  95. Noor, M. Mahdian, Nataniel Dengen, and Edy Budiman. "Repository Tugas Dan Bahan Ajar Menggunakan Layanan Cloud Storage Pada Fakultas Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi." Prosiding Seminar Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi (Sakti). Vol. 2. No. 1. 2017.
  96. I K Darnita, A.A.I.N. Marhaeni dan Made Candiasa (2014) yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Online Terhadap Prestasi Belajar Tikom Dengan Kovariabel Aktivitas Belajar Siswa Kelas Viii Smp Dwijendra Gianyar” Jurnal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Vol 4
  97. Díaz, F. J., Schiavoni, M. A., Osorio, M. A., Amadeo, A. P., & Charnelli, M. E. (2015). Integrating a learning management system with a student assignments digital repository: a case study. International Journal of Continuing Engineering Education and Life Long Learning, 25(2), 138-150.
  98. Anshari, M., Alas, Y., & Guan, L. S. (2016). Developing online learning resources: Big data, social networks, and cloud computing to support pervasive knowledge. Education and Information Technologies, 21(6), 1663-1677.
  99. Stephen Kutay (2014) yang berjudul “Advancing Digital Repository Services for Faculty Primary Research Assets: An Exploratory Study” .The Journal of Academic Librarianship Volume 40, Issue 6.
  100. Mohamed Abd Allah, Abd Allah aalYateem a, Nawaf Bandr Bn Hameed (2015). “Digital repositories in the Arab universities: A comparative analytical study”. Jurnal Procedia Computer Science 65. 768 – 777
  101. Lipuma, J., Reich, J. & Mayalil, L. (2016). The CLAS Network: A Repository for Digital Learning Objects and a Network for Educational Stakeholders to Communicate and Collaborate. In Proceedings of Global Learn-Global Conference on Learning and Technology (pp. 466-472).

Contributors

Dwianjani