SI1212472728

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DASHBOARD AIRCRAFT MAINTENANCE

ENGINEER LICENSE (AMEL) PADA PT. GMF

AEROASIA CENGKARENG


SKRIPSI


Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NIM
: 1212472728
NAMA


JURUSAN SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI BUSINESS INTELLIGENCE

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

2015/2016

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DASHBOARD AIRCRAFT MAINTENANCE

ENGINEER LICENSE (AMEL) PADA PT. GMF

AEROASIA CENGKARENG

Disusun Oleh :

NIM
: 1212472728
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intelligence

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, 23, Februari 2016

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Nur Azizah, M.Akt., M.kom)
NIP : 000594
       
NIP : 10002

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DASHBOARD AIRCRAFT MAINTENANCE

ENGINEER LICENSE (AMEL) PADA PT. GMF

AEROASIA CENGKARENG

Dibuat Oleh :

NIM
: 1212472728
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Business Intelligence

Disetujui Oleh :

Tangerang, 23, Februari 2016

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Nur Azizah, M.Akt., M.kom)
   
(Sri Rahayu, ST., MMSI)
NID : 10002
   
NID : 08182

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DASHBOARD AIRCRAFT MAINTENANCE

ENGINEER LICENSE (AMEL) PADA PT. GMF

AEROASIA CENGKARENG

Dibuat Oleh :

NIM
: 1212472728
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Business Intelligence

Tahun Akademik 2015/2016

Disetujui Penguji :

Tangerang, ------------ 2016

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DASHBOARD AIRCRAFT MAINTENACE

ENGINEER LICENSE (AMEL) PADA PT. GMF

AEROASIA CENGKARENG

Disusun Oleh :

NIM
: 1212472728
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intelligence

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, ------------ 2016

 
 
 
 
 
NIM : 1212472728

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRAKSI

PT. GMF AeroAsia merupakan aircraft maintenance terbesar di Indonesia, beroperasi untuk perawatan pesawat, perbaikan overhaul, serta menyediakan layanan teknis pendukung lainnya dalam industri penerbangan. Oleh karena itu pentingnya pelatihan serta penyediaan tenaga ahli dibidang aircraft maintenance sangat dibutuhkan, karena kompeten atau tidaknya tenaga ahli tersebut mempengaruhi segala aspek keselamatan, tenaga ahli atau Engineer tersebut harus mempunyai sertifikat Amel, sertifikat Amel adalah surat izin bagi engineer untuk memperbaiki pesawat maupun menaikan type rating, namun banyak kendala yang terjadi, pengajuan sertifikat Amel ini masih manual sehingga memakan waktu yang cukup lama, karena syarat-syarat serta ketentuannya pun cukup banyak dan dalam proses pembuatannya pun masih membutuhkan waktu yang cukup lama selain itu Aircraft Maintenance Engineer license (Amel) ini hanya bisa melakukan Oneuser tidak bisa Multuser, datanya pun masih menggunakan aplikasi yang belum optimal, serta data-data yang ada tidak realtime, dan oleh karena itu penulis berencana akan merancang sebuah Website Application Amel guna untuk membantu para Engineer.

Kata kunci: Engineer, Amel

ABSTRACT

PT. GMF AeroAsia is Indonesia's largest aircraft maintenance, operations for aircraft maintenance, repair overhaul, as well as providing technical services supporting the aviation industry. Hence the importance of training and provision of experts in the field of aircraft maintenance is needed, because competent experts whether or not they affect all aspects of safety, experts or Engineer must have a certificate Amel, Amel certificate is licensed engineer to repair and raise the aircraft type rating , but many obstacles that occur, filing certificates of Amel is still manual so it neede a long time, because certificate Amel have a lot of terms and provions and then in the manufacturing process still requires a long time in addition to the Aircraft Maintenance Engineer License (Amel) can only doing oneuser not multiuser, and in data Amel still using an not optimal application, so that makes a data not realtime, therefore the author plans to design a Website Application Amel in order to assist the Engineer.

Keywords: Engineer, Amel


KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi robbil alamin, Segala Puji Bagi Allah, syukur kami panjatkan, berkat Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan seluruh rangkaian pelaksanaan dan pembuatan laporan Skripsi ini dengan baik, adapun judul yang penulis uraikan dalam laporan ini adalah “PERANCANGAN DASHBOARD SISTEM INFORMASI AIRCRAFT MAINTENANCE ENGINEER LICENSE PADA PT GMF AEROASIA CENGKARENG”

Penyusunan laporan skripsi ini guna melengkapi sebagian syarat untuk mengikuti syarat kelulusan pada Jurusan Sistem Informasi STMIK Raharja.

Penulisan laporan ini disusun dengan sebaik-baiknya menurut pengetahuan yang penulis pernah dapatkan dibangku perkuliahan, walaupun demikian penulis sangat mengharap saran dan masukan yang bersifat membangun demi kesempurnaan penyusunan Skripsi ini.

Penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bantuan yang sifatnya material dan non material dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I, Selaku Ketua STMIK Raharja

  2. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom, selaku pembantu Direktur Bidang Akademik STMIK Raharja

  3. Ibu Nur Azizah, M.Akt., M.Kom, Selaku kepala Jurusan Sistem Informasi STMIK Raharja, sekaligus menjadi Dosen pembimbing 1 yang telah dengan sabarnya memberi arahan kepada penulis.

  4. Ibu Sri Rahayu, ST., MMSI Selaku Dosen Pembimbing 2 yang telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaganya untuk memberikan masukan dan motivasi penulis dalam penulisan laporan Skripsi ini.

  5. Para Dosen dan Staf Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.

  6. Bapak Hermawan selaku Manager Unit TW PT GMF AeroAsia.

  7. Pak Gofar Ismail Selaku Pembimbing lapangan selaku pembimbing lapangan tempat penulis melaksanakan Skripsi.

  8. Semua Staff unit TW PT GMF AeroAsia yang telah membantu penulis, mengumpulkan data-data yang diperlukan selama melakukan Skripsi.

  9. Kepada Bapak dan Ibu tercinta, dan kelima saudara penulis (Kakak dan Adik) yang telah mendukung penulis baik secara moral atau materiil.

  10. Kepada Azizah Handayani, Serly Ovtavia Ningrum, dan Ifoh Basaria yang selalu memberikan semangat serta dukungan kepada penulis.

  11. Kepada semua teman-teman mahasiswa yang selalu berbagi ilmu dan dukungan motivasi sehingga laporan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

Akhir kata semoga laporan skripsi ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi semua pembaca. Penulis pun sangat mengharapkan ide, saran dan masukan untuk kesempurnaan dalam penyusunan skripsi ini.

Tangerang, 25 Januari 2016
YUNIAR PUTRI DIAN SAPITRI
NIM. 1212472728

Daftar isi

DAFTAR SIMBOL

Gambar 1. Simbol Use Case Diagram
Gambar 2. Simbol Activity Diagram
Gambar 3. Simbol Sequence Diagram
Gambar 4. Simbol Class Diagram

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Perbedaan Sistem Berjalan Dengan Sistem Usulan

Tabel 4.2 Tabel Data Desk Assesment Additional

Tabel 4.3 Tabel Data Basic License Desk Assesment

Tabel 4.4 Tabel Data Initial Desk Assesment

Tabel 4.5 Tabel Data Karyawan

Tabel 4.6 Tabel Data Lookup

Tabel 4.7 Tabel Data Master Airframe

Tabel 4.8 Tabel Data Master Electrical

Tabel 4.9 Tabel Data Master Engine

Tabel 4.10 Tabel BlackBox

Tabel 4.11 Tabel Time Scedhule

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Karakteristik Sistem

Gambar 2.2 Contoh Dashboard

Gambar 2.3 Kerja Adobe Dreamweaver CS3

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Dan Management Perusahaan

Gambar 3.2 Hangar 1

Gambar 3.3 Hangar 2

Gambar 3.4 Hangar 3

Gambar 3.5 Engine Tes Cell

Gambar 3.6 Usecase Sistem Berjalan

Gambar 3.7 Sequence Diagram Sistem Berjalan

Gambar 3.8 Activity Diagram

Gambar 3.9 Activity Diagram

Gambar 4.1 Usecase Diagram yang diusulkan untuk Pengajuan Pendaftaran Amel

Gambar 4.2 Activity Diagram yang Diusulkan Untuk Engineer

Gambar 4.3 Activity Diagram Yang Diusulkan Untuk Admin

Gambar 4.4 Sequence Diagram Yang Diusulkan

Gambar 4.5 Class Diagram Yang DIusulkan

Gambar 4.6 Tampilan Pendaftaran

Gambar 4.7 Tampilan Login

Gambar 4.8 Tampilan Home User

Gambar 4.9 Tampilan Home Admin

Gambar 4.10 Tampilan List Data Initial

Gambar 4.11 Tampilan Pendaftaran

Gambar 4.12 Tampilan Login

Gambar 4.13 Tampilan Home User

Gambar 4.14 Tampilan Menu Form Initial

Gambar 4.15 Tampilan Menu Form Additional

Gambar 4.16 Tampilan Menu Form Basic License

Gambar 4.17 Tampilan Home Admin

Gambar 4.18 Tampilan List Data Initial

Gambar 4.19 Tampilan List Data Additional

Gambar 4.20 Tampilan List Data Basic License

Gambar 4.21 Tampilan Master data Type Airframe

Gambar 4.22 Tampilan Data Karyawan

Gambar 4.23 Tampilan Data Master Example

Gambar 4.24 Tampilan Report


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pada zaman era globalisasi ini teknologi berkembang sangat cepat, banyak aplikasi atau sistem yang bermunculan guna demi membantu manusia dalam proses kesehariannya, salah satu fenomena yang terjadi adalah begitu pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. keberhasilan perusahaan maupun industri dalam menghadapi tantangan saat ini terletak pada kemampuan perusahaan dalam pengolahan dan apeningkatan sistem informasi tersebut.


Dengan Meluasnya kegiatan serta kebutuhan manusia terhadap komputer guna memperoleh penyelesaian masalah dengan tepat dan akurat sehingga pekerjaan yang dihasilkan akan produktif, efektif dan efisien. beberapa alasan mengapa komputer saat ini sangat dibutuhkan dalam pemenuhan-pemenuhan kebutuhan informasi yaitu, adanya keinginan user untuk mendapatkan informasi dengan efektif dan efisien serta mempermudah kegiatan para user disetiap harinya, selain itu komputer juga bisa menangani sistem informasi yang memiliki database yang sangat besar, serta keinginan agar data tidak hilang atau rusak.

Berdasarkan pengamatan penulis, dalam proses pengajuan AMEL (Aircraft Maintenance Enginers License) di PT. GMF AeroAsia ini masih menggunakan proses manual yang pada akhirnya proses registrasi AMEL (Aircraft Maintenance Enginers License)ini memakan waktu yang cukup lama, karena syarat-syaratnya cukup banyak dan prosesnya pun memakan waktu yang cukup lama, selain itu AMEL (Aircraft Maintenance Enginers License) ini hanya bisa melakukan oneuser tidak bisa multiuser, datanya pun masih menggunakan aplikasi yang belum optimal, serta data-data yang ada tidak realtime. Masalah-Masalah tersebut akan menyebabkan terhambatnya proses kerja didalam instansi ini (PT.GMF AeroAsia) akan menjadi kurang produktif. untuk membantu dan mempermudah serta mempercepat proses pengajuan AMEL (Aircraft Maintenance Enginers License)maka diperlukan suatu sistem yang dapat memenuhi kebutuhan para Engineers serta berbasis komputerisasi. dengan penelitian ini akan diperoleh gambaran yang jelas mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan permasalahan sistem yang ada. untuk mencapai maksud diatas maka penulis menjadikan permasalahan ini sebagai objek penelitian SKRIPSI dengan judul "Perancangan Sistem Informasi Dashboard Aircraft Maintenance Engineers License (AMEL)Pada PT.GMF AeroAsia Cengkareng"

Perumusan Masalah

  1. Bagaimana sistem AMEL yang sudah berjalan di PT. GMF Aeroasia?
  2. Bagaimana caranya untuk menjadikan data pengajuan AMEL menjadi lebih terstruktur dalam prosesnya ?
  3. Bagaimana merancang sistem Dashboard Amel agar menjadi efisien dan akurat ?

Ruang Lingkup Penelitian

    Karena luasnya permasalahan yang ada dan untuk membatasi ruang lingkup penelitian, penulis hanya membahas tentang permasalahan yang terfokus pada sistem Amel . pembahasan yang dilakukan mulai dari proses pendaftaran, proses mengisi form, proses penyimpanan data para Engineers, pengumpulan data yang diperlukan sampai laporan.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian ini yaitu memudahkan para Engineers untuk proses pengajuan AMEL (Aircraft Maintenance Engineers License) dalam pembuatan AMEL (Aircraft Maintenance Engineers License) itu tersendiri maupun menaikan type ratingnya, sehingga dapat mempermudah serta mempersingkat waktu pendaftaran bagi para Engineers maupun staff yang bertanggung jawab, memaksimalkan pelayanan terhadap karyawan atau para Engineers sehingga proses pekerjaannya bisa lebih produktif.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penulis melakukan penelitian diatas yaitu sebagai berikut :
  1. Tujuan Operasional
    Tujuan operasional dari penelitian ini adalah untuk mempermudah para Engineers dalam proses pembuatan AMEL serta pengajuan Type Rating di PT GMF AeroAsia.
  2. Tujuan Fungsional
    Tujuan fungsional dari penelitian ini yaitu agar hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh PT. GMF AeroAsia sebagai dasar untuk mempermudah proses pengajuan Amel untuk para Engineers sehingga proses penginputan data bisa lebih cepat, serta bisa menghasilkan data yang akurat dan efisien.
  3. Tujuan Individual
    Tujuan individual ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan, pengalaman, pengenalan dan pengamatan pada sebuah sistem informasi pengajuan Amel pada PT. GMF AeroAsia sehingga penulis bisa melakukan penelitian untuk menyelesaikan Tugas Skripsi.

Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat yang diperoleh penulis dalam penelitian ini adalah:
  1. Manfaat Operasional
    Manfaat operasional dari penelitian ini adalah membuat para engineer maupun staff yang bersangkutan lebih produktif.
  2. Manfaat Fungsional
    Membantu para Engineers untuk proses pengajuan Amel, serta untuk pengajuan Type Rating, membantu memersingkat waktu pengajuan pendaftaran untuk para Engineers dalam proses pembuatan Amel, membantu staff yang bertanggung jawab sehingga bisa melakukan multiuser untuk pembuatan Amel.
  3. Manfaat Individual
    Memperluas wawasan mahasiswa serta memberikan kesempatan untuk menerapkan teori yang telah didapat dibangku kuliah sekarang ini, Memaksimalkan dan meningkatlan inovasi dan kreatifitas dalam menciptakan sebuah sistem yang mengimplementasikan ilmu sistem informasi. Bentuk apresiasi dan kontribusi bagi pengembangan sistem di bidang sistem informasi.

Metode Penelitian

Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam rangka penyusunan laporan SKRIPSI ini penulis mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan untuk membangun penelitian dengan metode, antara lain :

Metode Pengumpulan Data

Dalam hal ini peneliti menggunakan metode penelitian yaitu metode pengumpulan data meliputi :
  1. Observasi
    Peneliti melakukan pengamatan langsung selama 2 bulan terhadap proses pengajuan AMEL yang berjalan pada PT. GMF AeroAsia. kemudian dari pengamatan tersebut, peneliti mengumpulkan data yang merupakan sumber informasi yang sangat penting yang dapat membantu menganalisis sistem tersebut.
  2. Wawancara
    Metode ini dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab dengan narasumber secara langsung pada perusahaan tempat skripsi berlangsung yaitu pada PT. GMF AeroAsia. Metode ini dilakukan guna memperoleh data yang lebih detail serta memperkuat data sebelumnya saat melakukan pengamatan langsung.
  3. Study Pustaka
    Studi pustaka adalah segala upaya yang dilakukan oleh penulis untuk memperoleh dan menghimpun segala informasi tertulis yang relevan dengan masalah yang diteliti. informasi dan data ini diperoleh dari beberapa sumber (literature) atau buku untuk kebutuhan penganalisaan yang terkait dengan laporan ini.

Metode Analisa

Analisa data merupakan salah satu langkah penting dalam rangka memperoleh temuan-temuan hasil pnelitian. Hal ini disebabkan, data akan menuntun kita kearah temuan ilmiah, bila dianalisis dengan teknik yang tepat. Pada penelitian ini digunakan teknik analisis berupa pendekatan Object Oriented Analysis (OOA) atau analisis obyek dengan UML. Proses analisis dilakukan terhadap hasil tahapan pengumpulan data dengan wawancara, observasu, dan studi pustaka untuk mendapatkan spesifikasi kebutuhan sistem yang akan dikembangkan, Pada proses analisis,teknik analisis yang dilakukan adalah :
  1. Analisis Pengguna
    Dilakukan analisis terhadap user-user yang akan menggunakan aplikasi dan juga fungsi-fungsi apa saja yang bisa didapatkan oleh masing-masing user.
  2. Analisis Kebutuhan Fungsional, non fungsonal dan pengguna
    Pemodelan kebutuhan fungsional untuk menggambarkan fungsi sistem dan pengguna yang terlibat serta fungsi-fungsi apa saja yang bisa didapatkan oleh masing-masing pengguna dengan Use Case Diagram.
  3. Analisis Perilaku Sistem
    Pada tahapan ini, dilakukan analisis perilaku sistem yang dikembangkan dan dimodelkan dengan Activity Diagram dan Sequence Diagram. Activity Diagram untuk memodelkan proses use case yang berjalan di dalam sistem, sedangkan sequence diagram untuk memodelkan pengiriman pesan (message) antar object dan kronologinya.
  4. Analisis Sistem Berjalan saat ini.

Metode Perancangan Sistem

Proses perancangan Dashboard Aircraft Maintenance Engineer License di PT. GMF AeroAsia Cengkareng meliputi pembuatan modal dengan menggunakan tools atau alat bantu UML (Unified Modeling Language) yaitu Use Case Diagram, Sequence Diagram, Activity Diagram, State Machine Diagram dan Class Diagram dengan software Visual Paradigm. Serta menggunakan bahasa pemograman PHP (Hypertext Processor) dengan Framework CodeIgneter (CI) dan pembuatan database pada MySql. Skripsi.

Metode Pengujian

Dalam skripsi ini metode pengujian yang digunakan yaitu Blackbox Testing. Blackbox Testing adalah metode uji coba yang memfokuskan pada keperluan software. karena itu uji coba blackbox memungkinkan pengembangan software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih seluruh syaraf-syaraf fungsional suatu program. Metode pengujian blackbox berusaha untuk menemkan kesalahan dalam bebeapa kategori, diantaranya : fungsi-fungsi yang salah atau hilang, kesalahan interface, kesalahan dlam struktur data atau akses database eksternal, kesalahan performa, kesalahan inisialisasi, dan terminasi.

Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas laporan ini, maka materi-materi yang tertera pada Laporan Skripsi ini dikelompokkan menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penyampaian sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan teori yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku yang berkaitan dengan penyusunan Laporan Skripsi.

BAB III : PEMBAHASAN

Bab ini berisikan gambaran dan sejarah singkat Perguruan Tinggi Raharja, struktur organisasi, permasalahan yang dihadapi, alternatif pemecahan masalah, analisa proses, UML (Unified Modelling Language) sistem yang berjalan, serta elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan final draft elisitasi, serta pembahasan secara detail final elisitasi yang ada di bab sebelumnya, di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sebelum adanya sistem yang diusulkan.</b>

BAB IV : PERANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Bab ini menjelaskan perancangan sistem yang diusulkan dengan menggunakan metode pengembangan elisitasi. Final draft elisitasi yang ada di bab sebelumnya, di jabarkan secara rinci dengan menerapkan konsep sesudah adanya sistem yang diusulkan.

BAB V : PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Sistem terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Yakub (2012:1)[1], berpendapat bahwa “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau tujuan tertentu”.

  2. Menurut Tata Sutabri (2012:10)[2], berpendapat bahwa “Suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah suatu kumpulan dari sub-sub sistem dengan unsur, komponen atau variabel yang saling berinteraksi untuk melakukan suatu kegiatan atau tujuan tertentu.

  1. Karakteristik Sistem ( Elemen Sistem )

  2. Menurut Tata Sutabri (2012:20)[2], berpendapat bahwa “Model umum sebuah sistem adalah input, proses, dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu, sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai seuatu sistem”. Adapun karakteristik yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

    1. Komponen Sistem (Components)

    2. Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar atau sering disebut "supra sistem".

    3. Batasan Sistem (Boundary)

    4. Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

    5. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

    6. Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan mengganggu kelangsungan hidup sistem tersebut.

    7. Penghubung Sistem (Interface)

    8. Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsitem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

    9. Masukan Sistem (Input)

    10. Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, "program" adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan "data" adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

    11. Keluaran Sistem (Output)

    12. Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukkan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsistem lain.

    13. Pengolah Sistem (Proses)

    14. Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

    15. Sasaran Sistem (Objective)

    16. Suatu sistem mempunyai tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

    Gambar 2.1 Karakteristik Sistem
    Sumber : Sutabri (2012:14)
  3. Klasifikasi Sistem

  4. Bahwa sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang. Klasifikasi sistem tersebut antara lain sebagai berikut: (Yakub, 2012:4)[1]

    1. Sistem tak tentu (probabilistic system), adalah suatu sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat di prediksi karena mengandung unsur probabilitas. Sistem arisan merupakan contoh probabilistic system karena sistem arisan tidak dapat di prediksi dengan pasti.

    2. Sistem abstrak (abstract system), adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem teologia yang berisi gagasan tentang hubungan manusia dengan Tuhan merupakan contoh abstrac system.

    3. Sistem fisik (physichal system), adalah sistem yang ada secara fisik. Sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi, sistem sekolah, dan sistem transportasi merupakan contoh phisical system.

    4. Sistem tertentu (deterministic system), adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi, interaksi antar bagian dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan. Sistem komputer sudah diperogramkan, merupakan contoh deterministic system.

    5. Sistem tertutup (closed system), sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan. Sistem ini tidak berintraksi dan tidak dipengaruhi dengan lingkungan, misalnya reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi.

    6. Sistem terbuka (open system), adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan. Sistem perdagangan merupakan contoh open system, karena dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Konsep Dasar Informasi

  1. Definisi Data

  2. Menurut Taufiq (2013:13)[3], asal mula kata Data, data berasal dari bahasa latin yang berarti sesuatu yang diberikan. Dari asal mula kata tersebut bisa disimpulkan bahwa sesuatu yang diberikan untuk kemudian diolah.”

    Menurut Suprihadi dkk dalam Jurnal CCIT (2013:310)[4] , “Data merupakan sekumpulan keterangan atau bukti mengenai sesuatu kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri, belum diorganisasikan, dan belum diolah.”

    Data dapat berupa angka, ukuran, kata, kalimat, tulisan-tulisan, uraian cerita, gambar, simbol, tanda, yang belum memiliki ciri-ciri informatif dan belum diinformasikan keberadaannya, sehingga diperlukan pengolahan. Dengan demikian untuk dapat memahaminya maka diperlukan prosedur pengolahan misalnya perhitungan, pengukuran, terhadap data-data yang dimilikinya.

    Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa data merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan bermanfaat

  3. Definisi Informasi

  4. Informasi sangat diperlukan di dalam suatu sistem. Berikut ini adalah definisi informasi menurut pendapat para ahli:

    1. “Informasi adalah hasil pengolahan sebuah model, formasi, organisasi atau suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya.” (Noersasongko dan Pulung, 2010:34)[5]

    2. “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi para penerimanya.” (Prahasta dalam Endah dan Eny, 2013:14-12)[6]

    3. Menurut Maimunah dkk dalam Jurnal CCIT (2012:57) “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berarti bagi penerimannya dan bermanfaat dalam mengambil suatu keputusan”.

    Dari definisi di atas, bisa disimpulkan bahwa Informasi adalah data-data yang diolah sehingga memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi pengguna.

  5. Kualitas Informasi

    1. Akurat

    2. Sebuah Data yang dimasukkan dan proses yang digunakan dalam sistem harus sesuai dengan prosedur sehingga informasi yang dihasilkan bisa benar-benar akurat. Misalkan informasi Kualitas Sebuah informasi yang berkualitas adalah informasi yang secara umum bisa dikatakan memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pengguna, sedangkan secara umum pengguna membutuhkan sebuah informasi yang lengkap, saat dibuthkan selalu ada, tepat waktu dan lain-lain tergantung dari personalnya.

      Ciri-ciri informasi yang berkualitas Menurut Raymond Mc Load dalam Taufiq (2013:15-16)[3], adalah sebagai berikut :

      yang berkenaan dengan akuntansi/matematik kalau 5 x 5 = 25 maka jika nilai 5 diganti dengan 10 yang akhirnya menjadi 10 x 10 maka hasilnya harus 100, selain contoh diatas akurasi bisa diasumsikan misalkan jumlah pegawai keseluruhan 100 dan pegawai itu yang 20 pindah tugas maka jumlah pegawai terbaru di kantor tersebut menjadi 80 pegawai. Intinya akurasi merupakan tingkat keakuratan sebuah informasi.

    3. Relevansi

    4. Informasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi, data yang digunakan untuk diproses seharusnya ada hubungannya dengan masalahnya sehingga informasi yang diberikan bisa sesuai dengan masalah yang dihadapi.

    5. Ketepatan Waktu

    6. Kalau saat ini kita membutuhkan suatu informasi maka informasi yang kita butuhkan itu bisa kita dapatkan saat ini juga karena informasi yang kita butuhkan saat ini bisa jadi sudah tidak kita butuhkan 1 menit yang akan datang, karena pentingnya suatu informasi hampir semua pengguna membutuhkan informasi yang update (terkini) maka dari itu informasi yang dihasilkan dari sistem tersebut sebisa mungkin bisa disajikan saat itu juga.

    7. Kelengkapan

    8. Kelengkapan informasi bisa ditunjukkan dari menjawab informasi tersebut terhadap pertanyaan atau kebutuhan pengguna. Jika informasi bisa menjawab apa yang dibutuhkan secara lengkap oleh pengguna maka informasi tersebut bisa dikatakan lengkap dan informasi seperti itulah yang benar-benar dibutuhkan oleh pengguna.

  6. Nilai Informasi

  7. Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Menurut Tata Sutabri (2012:38)[2], “Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan.”

    Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan Analisa cost effectiveness atau cost benefit. Nilai informasi ini didasarkan atas 10 sifat, yaitu :

    1. Mudah diperoleh

    2. Sifat ini menunjukkan mudahnya dan cepatnya informasi dapat di peroleh. Kecepatan memperoleh dapat diukur, misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi beberapa nilainya bagi pemakai informasi sulit mengukurnya.

    3. Luas dan Lengkap

    4. Sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat kabur dan karena itu sulit mengukurnya.

    5. Ketelitian

    6. Sifat ini berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan keluaran informasi. Dalam hubungannya dengan volume data yang besar biasanya terjadi dua jenis kesalahan, yakin kesalahan pencacatan dan kesalahan perhitungan.

    7. Kecocokan

    8. Sifat ini menunjukkan betapa Baik keluaran informasi dalam hubungannya dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi. Semua keluaran lainnya tidak berguna, tetapi mempersiapkannya. Sifat ini sulit mengukurnya.

    9. Ketepatan Waktu

    10. Sifat ini berhubungan dengan waktu yang dilalui yang lebih pendek dari pada siklus untuk mendapatkan informasi. Masukan, pengolahan, dan laporan keluaran kepada para pemakai biasanya tepat waktu. Dalam beberapa hal ketepatan waktu dapat diukur.

    11. Kejelasan

    12. Sifat ini berhubungan dengan tingkat keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas. Membetulkan laporan dapat memakan biaya yang benar.

    13. Keluasan

    14. Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak hanya dengan lebih dari satu keputusan, tetapi juga dengan lebih dari seorang pengambilan keputusan, sifat ini sulit diukur tetapi dalam banyak hal dapat memberikan nilai yang dapat diukur.

    15. Dapat dibuktikan

    16. Sifat ini menunjukkan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.

    17. Tidak ada prasangka

    18. Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.

    19. Dapat diukur

    20. Sifat ini menunjukkan hakekat informasi yang dihasilkan dari sistem informasi formal.

Konsep Dasar Sistem Informasi

  1. Definisi Sistem Informasi

  2. Sistem informasi terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

    1. Menurut Tata Sutabri (2012:46)[2], berpendapat bahwa “Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.

    2. Menurut Sutarman (2012:13)[7], berpendapat bahwa “Sistem informasi adalah sistem dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memperoses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi)”.

    Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Sistem informasi merupakan gabungan dari manusia, hardware, software, jaringan komunikasi dan data yang saling berinteraksi untuk menyimpan, mengumpulkan, memproses, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.

  3. Komponen Sistem Informasi

  4. Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building block), dan blok kendali. Sebagi suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran yaitu: (Sutabri, 2012:47)

    1. Blok Masukan (Input Block)

    2. Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input yang dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

    3. Blok Model (Model Block)

    4. Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

    5. Blok Keluaran (Output Block)

    6. Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

    7. Blok Teknologi (Technology Block)

    8. Teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian sistem secara keseluruhan. Pada blok ini, teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

    9. Blok Basis Data (Database Block)

    10. Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan lebih berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. basis data diakses atai dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).

    11. Blok Kendali (Controls Block)

    12. Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

  5. Infrastruktur Informasi

  6. Infrastruktur informasi terdiri atas fasilitas-fasilitas fisik, layanan, dan manajemen yang mendukung semua sumber daya komputer dalam suatu organisasi. Terdapat 5 (lima komponen utama dari infrastruktur, yaitu sebagai berikut: (Sutarman, 2012:15)[8]

    1. Hardware (perangkat keras).

    2. Software (perangkat lunak).

    3. Network (fasilitas jaringan dan komunikasi).

    4. Database (basis data).

    5. Information management personnel (manajemen informasi personal).

  7. Arsitektur Informasi

  8. Menurut Sutarman (2012:15)[9], berpendapat bahwa “Arsitektur informasi adalah perencanaan kebutuhan informasi dalam organisasi dan bagaimana proses pemenuhan kebutuhan tersebut”. Dalam mempersiapkan arsitektur informasi, perancangan (designer) membutuhkan informasi yang dapat dibagi atas dua bagian, yaitu:

    1. Kebutuhan bisnis akan informasi.

    2. Infrastruktur informasi yang telah ada dan yang direncanakan.

Konsep Dasar Analisa Sistem

  1. Definisi Analisa Sistem

  2. Menurut Henderi (2011:322)[10], berpendapat bahwa “Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat dibuat rancangan sistem yang baru yang sesuai dengan kebutuhan”.

  3. Tahap Analisa Sistem

  4. Menurut Henderi (2011:322)[11], berpendapat bahwa “Tahap analisa sistem adalah tahap penguraian dari suatu sistem yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat dibuat rancangan sistem yang baru sesuai dengan kebutuhan”.

Konsep Dasar Perancangan Sistem

  1. Definisi Perancangan Sistem

  2. Perancangan sistem (design system) merupakan tahap selanjutnya setelah analisa sistem agar mendapatkan gambaran dengan jelas tentang apa yang akan dikerjakan pada tahap analisa sistem, maka dilanjutkan dengan memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut.

    Menurut Humisar Hasugian (2012:2)[12], “ Perancangan sistem merupakan pengembangan sistem baru dari sistem lama yang ada, dimana masalah-masalah yang terjadi pada sistem lama diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru”.

Teori Khusus

Konsep Dasar UML (Unified Modeling Language)

  1. Definisi UML (Unified Modeling Language)

  2. UML (Unified Modelling Languege) terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

    1. Menurut Widodo (2010:6)[13], berpendapat bahwa “UML (Unified Modelling Language) adalah bahasa pemodelan standar yang memiliki sintak dan semantik”.

    2. Menurut Adi Nugroho (2010:6)[14], berpendapat bahwa “UML (Unified Modelling Language) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma berorientasi objek”. Pemodelan sesunguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.

    Berdasarkan pendapat yang dikemukakan para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa UML (Unified Modelling Language) adalah sebuah bahasa pemodelan standar yang memiliki sintak dan semantik dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis Objek (Object Oriented Programming).

  3. Model UML

  4. Beberapa literature menyebutkan bahwa UML menyediakan sembilan jenis diagram, yang lain menyebutkan delapan karena ada beberapa diagram yang digabung, misalnya diagram komunikasi, diagram urutan dan diagram pewaktuan digabung menjadi diagram interaksi. Namun demikian model-model itu dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya yaitu statis atau dinamis. Jenis diagram itu antara lain: (Widodo, 2011:10)[13]

    1. Diagram kelas (Class diagram)

    2. Bersifat statis, Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolaborasi-kolaborasi, serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada pemodelan sistem berorientasi objek. Meskipun bersifat statis, sering pula diagram kelas memuat kelas-kelas aktif.

    3. Diagram paket (Package Diagram)

    4. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan kumpulan kelas-kelas, merupakan bagian dari diagram komponen.

    5. Diagram use-case

    6. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan use-case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.

    7. Diagram interaksi dan sequence (urutan)

    8. Bersifat dinamis. Diagram urutan adalah interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam suatu waktu tertentu.

    9. Diagram komunikasi (communication diagram)

    10. Bersifat dinamis. Diagram sebagai pengganti diagram kolaborasi UML 1.4 yang menekankan organisasi struktural dari objek-objek yang menerima serta mengirim pesan.

    11. Diagram statechart (statechart diagram)

    12. Bersifat dinamis. Diagram status memperlihatkan keadaan-keadaan pada sistem, memuat status (state), transisi, kejadian serta aktivitas.

    13. Diagram aktivitas (activity diagram)

    14. Bersifat dinamis. Diagram aktivitas adalah tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan aliran dari suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem. Diagram ini terutama penting dalam pemodelan fungsi-fungsi suatu sistem dan memberi tekanan pada aliran kendali antar objek.

    15. Diagram komponen (component diagram)

    16. Bersifat statis. Diagram komponen ini memperlihatkan organisasi serta kebergantungan sistem/perangkat lunak pada komponen-komponen yang telah ada sebelumnya.

    17. Diagram deployment (deployment diagram)

    18. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan konfigurasi saat aplikasi dijalankan (run-time). Memuat simpul-simpul beserta komponen-komponen yang di dalamnya. Kesembilan diagram ini tidak mutlak harus digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, semuanya dibuat sesuai kebutuhan. Pada UML dimungkinkan kita menggunakan diagram-diagram lainnya misalnya data flowdiagram, entity relationship diagram, dan sebagainya.

Definisi Black Box Testing

Black box testing terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Soetam Rizky (2011:264)[15], berpendapat bahwa “Black box testing adalah tipe testingyang memperlakukan perangkat lunak yang tidak diketahui kinerja internalnya.Sehingga para tester memandang perangkat lunak seperti layaknya sebuah “kotakhitam” yang tidak penting dilihat isinya, tapi cukup dikenai proses testing di bagian luar”.

  2. Menurut Agustiar Budiman (2012:4)[16], berpendapat bahwa “Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak diuji apakah telah sesuai dengan yang diharapkan.”

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa metode pengujian Black box digunakan untuk menguji sistem dari segi user yang dititik beratkan pada pengujian kinerja, spesifikasi dan antarmuka sistem tersebut tanpa menguji kode program yang ada.

Berbeda dengan white box testing, black box testing tidak membutuhkan pengetahuan mengenai, alur internal (internal path), struktur atau implementasi dari software under test (SUT). Karena itu uji coba black box memungkinkan pengembang software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih seluruh syarat-syarat fungsional suatu program. Uji coba black box bukan merupakan alternatif dari uji coba white box, tetapi merupakan pendekatan yang melengkapi untuk menemukan kesalahan lainnya, selain menggunakan metode white box testing. Black Box Testing dapat dilakukan pada setiap level pembangunan sistem. Mulai dari unit, integration, system, dan acceptance.

Uji coba black box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya:

  1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang

  2. Kesalahan interface

  3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal.

  4. Kesalahan performa

  5. Kesalahan inisialisasi dan terminasi.

Tidak seperti metode white box yang dilaksanakan diawal proses, uji coba black box diaplikasikan dibeberapa tahapan berikutnya. Karena uji coba black box dengan sengaja mengabaikan struktur kontrol, sehingga perhatiannya difokuskan pada informasi domain.

Definisi Implementasi Sistem

Menurut Aisyah dkk dalam Jurnal CCIT (2011:203)[17], “Implementasi sistem adalah tahapan selanjutnya dari program yang telah diuji secara offline kemudian di implementasikan online dan di publish secara resmi.”

Menurut Sutabri (2012:229), setelah sistem dianalisis dan dirangcang dengan menggunakan teknologi yang sudah diseleksi dan dipilih maka tiba saatnya bagi sistem tersebut untuk diimplementasikan. Adapun tujuan utama dari tahap implementasi sistem ini adalah sebagai berikut:

  1. Pengkajian mengenai rangkaian sistem, perangkat lunak, dan perangkat keras dalam bentuk sistem jaringan informasi terpusat agar dapat diperoleh sebuah bangunan atau arsitektur sistem informasi.

  2. Melakukan uji coba perangkat lunak sistem sebagai pengolah data sekaligus penyaji informasi yang dibutuhkan.

Definisi Elisitasi

Menurut Hidayati dkk dalam Jurnal CCIT (2011:302)[18], ”Elisitasi berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.” Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap yaitu sebagai berikut:

  1. Elisitasi Tahap I

  2. Elisitasi tahap I, berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

  3. Elisitasi Tahap II

  4. Elisitasi tahap II, merupakan hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan Metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

    Berikut penjelasan mengenai Metode MDI :

    1. M pada MDI berarti Mandatory (Penting). Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

    2. D pada MDI berarti Desirable. Maksudnya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

    3. I pada MDI berarti Inessential. Maksudnya, requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.

    4. Elisitasi Tahap III

    Elisitasi tahap III, merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya, semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu :

    1. T artinya Teknikal, bagaimana tata cara atauteknik pembuatan requirement dalam sistem diusulkan ?

    2. O artinya Operasional, bagaimana tata cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan ?

    3. E artinya Ekonomi, berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement di dalam sistem ?

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu :

    1. High (H): Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus dieleminasi.

    2. Middle (M): Mampu dikerjakan.

    3. Low (L): Mudah dikerjakan.

  5. Final Draft Elisitasi

  6. Final Draft elisitasi, merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Konsep Dasar Dashboard Information System

Menurut Jurnal CCIT Vol 5 No 1. Henderi, Rahayu, Sri, Mukti, Prasetyo (2011:43), “DIS (Dashboard Information System) dikembangkan menggunakan metodologi data URL dalam database yang sudah ada pada sistem yang lain sebagai data warehouse. Dalam implementasinya, dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP untuk membuat aplikasi front office sebagai interface, dan software fusionchart sebagai aplikasi pembuat grafik”.[19]

Dashboard mempunyai fungsi dalam membantu mengidentifikasi elemen-elemen kunci dalam sebuah perusahaan sehingga dashboard sangat berguna bagi perusahaan berdasarkan KPI (Key Performance Indicator) yang telah ditentukan. KPI sangat cepat dan efisien untuk menyampaikan informasi dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dashboard.

Di bawah ini merupakan jenis-jenis dari dashboard berdasarkan kegunaanya:

  1. Dashboard strategis, untuk mendukung keselarasan (aligment) organisasi dengan tujuan strategis organisasi.

  2. Dashboard taktis, yang mengukur pendukung pencapaian proyek atau suatu kebijakan.

  3. Dashboard operasional, yang mendukung pengendalian aktivitas bisnis tertentu.

Gambar 2.2 Contoh Dashboard

Penggunaan dashboard jelas memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan, Manfaat memiliki sebuah dashboard /control panel adalah :

  1. Presentasi visual dari ukuran kinerja.

  2. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki tren negatif.

  3. Mengukur efisiensi/inefisiensi.

  4. Kemampuan untuk menghasilkan laporan rinci yang menampilkan tren baru.

  5. Kemampuan untuk membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan dikumpulkan Business Intelligence.

  6. Menyelaraskan strategi dan tujuan organisasi.

  7. Menghemat waktu dibandingkan dengan berjalan beberapa laporan.

  8. Memperoleh visibilitas total dari semua sistem langsung.

Konsep Dasar Pengontrolan

  1. Definisi Control

  2. Dalam penelitian Erinofiard (2014), “Suatu sistem control otomatis dalam suatu proses kerja berfungsi mengendalikan proses tanpa adanya campur tangan manusia (otomatis)”.

    Berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pengontrolan berasal dari kata kontrol. Kontrol sama dengan pengawasan, pemeriksaan dan pengendalian. Sedangkan pengontrolan itu sendiri adalah proses, cara pembuatan mengontrol (mengawasi, memeriksa), pengawasan, pemeriksaan.

  3. Jenis-Jenis Pengontrolan

  4. Dalam sistem pengendali kita mengenal adanya sistem pengendali Loop Terbuka ( Open-loop Control System ) dan Sistem Pengendali Loop Tertutup ( Closed-loop Control System ) yaitu :

    1. Sistem Kontrol Loop Terbuka

    2. Menurut Erinofiardi (2012:261)[20] dalam penelitian Nursalim (2014), “Sistem kontrol loop terbuka adalah suatu sistem kontrol yang keluarannya tidak berpengaruh terhadap aksi pengontrolan. Dengan demikian pada sistem kontrol ini, nilai keluaran tidak di umpan-balikkan ke parameter pengendalian”.

    3. Sistem Kontrol Loop Tertutup

    4. Menurut Erinofiardi (2012:261)[20] dalam penelitian Nursalim (2014), “Sistem kontrol loop tertutup adalah suatu sistem kontrol yang sinyal keluarannya memiliki pengaruh langsung terhadap aksi pengendalian yang dilakukan”.

Definisi Website

Dalam jurnal Sovia (2011:87)[21], Website adalah keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi. Sebuah website biasanya dibangun atas banyak halaman web yang saling berhubungan. Hubungan antara satu halaman web dengan halaman web lainnya disebut dengan hiperlink, sedangkan teks yang dijadikan media penghubung disebut hypertext. Menurut Sovia (2011:87-88)[21], dalam pengelompokan jenis web, lebih diarahkan pada :

  1. Jenis-jenis web berdasarkan sifatnya adalah :

    1. Website dinamis, merupakan sebuah website yang menyediakan content atau isi yang selalu berubah-ubah setiap saat. Misalnya website berita, seperti, www.republika.co.id , www.google.com

    2. Website statis, merupakan website yang content-nya sangat jarang diubah. Misalnya web profil organisasi, seperti, www.yptk.ac.id

  2. Ditinjau dari segi bahasa pemrograman, website terbagi atas :

    1. Server side, merupakan website yang menggunakan bahasa pemrograman yang tergantung kepada tersedianya server. Seperti, PHP, ASP dan sebagainya. Jika tidak ada server, website yang dibangun menggunakan bahasa pemograman diatas tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

    2. Client side, adalah website yang tidak membutuhkan server dalam menjalankannya, cukup diakses melalui browser saja. Misalnya, html.

  3. Berdasarkan tujuannya, website dibagi atas :

    1. Personal web, website yang berisi informasi pribadi seseorang.

    2. Corporate web, website yang dimiliki oleh sebuah perusahaan.

    3. Forum web, sebuah web yang bertujuan sebagai media diskusi.

    4. Portal web, website yang mempunyai banyak layanan, mulai dari layanan berita, email, dan jasa-jasa lainnya.

Konsep Dasar Dreamweaver CS3

Menurut Sibero (2013:384)[22], “Ruang Kerja atau Workspace adalah bagian keseluruhan tampilan Adobe Dreamweaver. Ruang kerja Dreamweaver terdiri dari Welcome Screen, Menu, Insert Bar, Document Window, CSS Panel, Aplication Panel, Tag Inspector, Property Inspector, Result Panel, dan Files Panel. Masing-masing dari komponen tersebut memiliki fungsi dan aturan. Berikut di bawah ini penjelasannya:

Gambar 2.3 Kerja Adobe Dreamweaver CS3
Sumber : Sibero (2012:384)[22]

Konsep Dasar Perangkat Lunak Pendukung

  1. Konsep Dasar PHP (PHP Hypertext Preprocessor)

  2. Menurut Agus Saputra (2012:2)[23], berpendapat bahwa “PHP memiliki kepanjangan PHP Hypertext Preprocessor merupakan suatu bahasa pemrograman yang difungsikan untuk membangun suatu website dinamis. PHP menyatu dengan kode HTML, maksudnya adalah beda kondisi, HTML digunakan sebagai pembangun atau pondasi dari kerangka layout web, sedangkan PHP difungsikan sebagai prosesnya, sehingga dengan adanya PHP tersebut, sebuah web akan sangat mudah dimaintenance”.

    Menurut Alexander F. K. Sibero (2011:49)[22], berpendapat bahwa “PHP adalah pemrograman interpreter yaitu proses penerjemahan baris kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat baris kode dijalankan atau sering disebut suatu bahasa dengan hak cipta terbuka atau yang juga dikenal dengan istilah Open Source yaitu pengguna dapat mengembangkan kode-kode fungsi PHP sesuai dengan kebutuhannya”.

  3. Konsep Dasar Framework CodeIgniter (CI)

    1. Definisi Framework CodeIgniter (CI)

    2. Menurut Ibnu Daqiqil (2011:1)[24], CodeIgniter adalah sebuah framework PHP yang dapat mempercepat pengembang untuk membuat sebuah aplikasi web. Ada banyak library dan helper yang berguna didalamnya dan tentunya mempermudah proses development. Ibarat ingin membangun rumah maka Anda tidak perlu membuat semen, memotong kayu menjadi papan, mengubah batu menjadi porselen dan lain-lain.

  4. Konsep Dasar Database

    1. Definisi Database

    2. Menurut Yeni Kustiyaningsih (2011:146)[25], berpendapat bahwa “Database adalah Struktur penyimpanan data. Untuk menambah, mengakses dan memperoses data yang disimpan dalam sebuah database komputer, diperlukan sistem manajemen database seperti MYSQL Server”.

      Menurut Anhar (2010:45)[26], berpendapat bahwa “Database adalah sekumpulan tabel-tabel yang berisi data dan merupakan kumpulan dari field atau kolom.

  5. Konsep Dasar MySQL

    1. Definisi MySQL

    2. Menurut Alexander F. K. Sibero (2011:97)[22], berpendapat bahwa “MySqL atau dibaca “My Sekuel” adalah suatu RDBMS (Relational Data-base Management System) yaitu aplikasi sistem yang menjalankan fungsi pengolahan data”.

      Menurut Budi Raharjo (2011:21)[27], berpendapat bahwa “MySQL adalah RDBMS atau server database yang mengelola database dengan cepat menampung dalam jumlah sangat besar dan dapat di akses oleh banyak user”.

  6. Konsep Dasar XAMPP

  7. Menurut Puspitasari (2011:1)[28], berpendapat bahwa “XAMPP adalah sebuah softwarewebserver apache yang didalamnya sudah tersedia database server mysql dan support php programming. xampp merupakan software yang mudah digunakan gratis dan mendukung instalasi di linux dan windows. Keuntungan lainya adalah cuma menginstal 1 kali sudah tersedia apache web server, mysql database server, php support (php4 dan php5) dan beberapa modul lainya hanya bedanya kalau versi windows selalu dalam bentuk instalasi grafis dan yang linux dalam bentuk file terkompresi tar.gz. kelebihan lain yang berbeda dari versi untuk windows adalah memeliki fitur untuk mengaktifkan sebuah server secara grafis, sedangkan linux masih berupa perintah-perintah didalam console. oleh karena itu versi untuk linux sulit untuk dioperasikan”.

Konsep Dasar Aircraft Maintenance Engineer License

  1. Definisi Aircraft Maintenance Engineer License

  2. Aircraft Maintenance Engineer License atau yang biasa disebut dengan AMEL adalah sebuah sertifikat dasar yang mungkin dikeluarkan untuk orang diatas umur 19 tahun yang memenuhi persyaratan yang berlaku. Licensi mungkin dikeluarkan untuk orang yang telah memenuhi usia, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman persyaratan.

    Untuk menjadi Engineer diharuskan mengikuti pelatihan Basic Aircraft Maintenance, jika lulus maka dia baru mendapat Basic License (A1, A4) untuk Airframe Powerplant (AP), C1, C2, C4 untuk Electrical Avionic (EA).

    Setelah para Engineer mempunyai Basic Licence pengalaman kerja minimal 1 tahun, kemudian Engineer diharuskan sekolah TYPE (salah satu type pesawat) jika lulus baru Engineer tersebut diberikan AMEL (Aircraft Maintenance Engineer License) untuk type peswat tersebut.

    Orang luar yang bekerja tanpa General license atau Basic License mereka bisa atau diperbolehkan bekerja di PT. GMF AeroAsia akan tetapi statusnya bukan Engineer melainkan helper teknisi (helper mechanic) bekerja dibawah supervisi oleh pemegang License.

    Manajemen sistem Amel dikontrol melalui SOE Summary of Employee dan Personal list kopetensi oleh Quality Control secara sistem dalam personel kompetensi database untuk dilakukan perpanjangan lisence dalam kurun waktu 2 tahun. dimana dalam kurun waktu tersebut minimal selama 6 bulan dia melakukan pekerjaan atau mengajar maupun mensertifikasi kelaikan pesawat atau gabungan dari ketiga hal tersebut dengan dibuktikan lewat Personnel Experience Log (PEL) serta training mandatari yang merupakan kewajiban persyaratan untuk perpanjangan AMEL tersebut (Human factor training, SMS, Fuel Tank Safety). jika selama 2 tahun dia tidak melakukan hal tersebut diatas. AMEL dapat di bekukan, ditunda atau di cabut licensinya.

  3. Persyaratan Aircraft Maintenance Engineer License

  4. Berdasarkan definisi diatas, berikut lampiran persyaratan Aircraft Maintenence Engineer License, yaitu :

    1. Seseorang yang telah berumur 21 tahun atau lebih.

    2. Telah lulus ujian tertulis, atau ujian yang setara, termasuk pemeriksaan hukum udara, yang dapat diterima oleh direktur umum dan relevan dengan tugas dan tanggung jawab pemegang izin dalam kategori lisensi yang dicari.

    3. Telah lulus ujian lisan meliputi pemahaman seseorang dan aplikasi praktis dari tugas dan tanggung jawab yang dilakukan oleh pemegang lisensi.

    4. Telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam pengalaman sub bagian ini.

    5. Mampu membaca, menulis, berbicara dan memahami baik dari bahasa indonesia ke bahasa inggris, dan untuk membaca, menulis, dan memahami teknis bahasa inggris seperti yang digunakan dalam produsen manual.

Literature Review

Literature review terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut :

  1. Menurut Suryo Guritno (2010:86), berpendapat bahwa “Literature Review dalam suatu penelitian adalah mengetahui apakah para peneliti lain telah menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitian yang kita rumuskan jika dapat menemukan jawaban pertanyaan penelitian tersebut dalam berbagai pustaka atau laporan hasil penelitian yang paling actual, maka kita tidak perlu melakukan penelitian yang sama”.

  2. Menurut Mulyandi (2013:17-153), berpendapat bahwa “Penelitian sebelumnya literature review merupakan survey literature tentang penemuan-penemuan yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya (empirical fiding) yang berhubungan dengan topik penelitian”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa literature review adalah pengadaan survey tentang penelitian yang sebelumnya dilakukan oleh peneliti lain sebagai bahan pendukung penelitian. Berikut ini adalah penelitian yang telah dilakukan dan memiliki korelasi yang searah dengan penelitian yang akan dibahas dalam skripsi ini, antara lain:

  1. Penelitian yang dilakukan oleh febri dermawan (2012)[29]

  2. Penelitian yang telah dilakukan febri dermawan pada tahun 2012 dengan judul “perlindungan hukum dan tanggung jawab terhadap penumpang sipil pada kecelakaan pesawat udara dalam lingkup hukum internasional”, dalam jurnalnya menyimpulkan bahwa aircraft maintenance engineer license merupakan salah satu faktor-faktor yang menentukan dan menunjang keselamatan penerbangan. Walaupun masih banyak faktor-faktor yang menentukan dan menunjang keselamatan penerbangan perlengkapan pesawat terbang juga menjadi faktor pendukung demi keselamatan penerbangan.

  3. Penelitian yang dilakukan oleh Oki Nurhadi dan Zulfa fitri Ikatrinarsi (2013)[30].

  4. Penelitian yang dilakukan oleh Oki Nurhadi dan Zulfa Fitri Ikatrinasi pada tahun 2013 dengan judul “Perbaikan Program Maintenance Dengan Pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) Untuk Mengurangi Aircraft On Grounded (AOG) Di PT. Nusantara Buana Air”dalam jurnalnya menyimpulkan bahwa banyak akar masalah yang timbul dalam perbaikan pesawat sehingga rencana perbaikan keluar dari schedule yang ditentukan, maka dari itu Penerapan Reability Centered Maintenance (RCM) yang diterapkan pada PT. Nusantara Buana Air dapat mengurangi waktu AOG (Aircraft On Grounded). Pada Maintenance Program (Inspection c6) dalam waktu 40 hari dapat tercapai.

  5. Penelitian yang dilakukan oleh Sigit Hermawan dan Silvia Herlina (2013)[31]

  6. Penelitian yang dilakukan oleh Sigit Hermaan dan Silvia Herlina pada tahun 2013 dengan judul “Studi Intepretif Identifikasi dan Interaksi Intellectual Capital Terhadap Kinerja Perusahaan” dalam jurnalnya menyimpulkan bahwa hasil penelitian dapat diindetifikasi kunci HC, RC, dan SC di SBU MMF, yakni model framwork, education, dan vocational qualitfication untuk komponen RC. selanjutnya, bahwa interaksi komponen IC dapat terjadi, saling berperan, dan berkontribusi baik untuk setiap komponen IC ataupun juga IC secara keseluruhan. Akhirnya, dengan mengetahui komponen kunci HC, RC, dan SC yang paling berperan danberkontribusi serta saling berinteraksi dengan baik akan sangat membantu kelancaran operasional kegiatan SBU MMF sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan baik untuk aspek kinerja keuangan maupun non keuangan.


BAB III

PEMBAHASAN

Analisa Organisasi

Gambaran Umum PT.Garuda Maintenance Facility AeroAsia

PT.GMF Maintenance Facility AeroAsia yang selanjutnya disebut dengan PT.GMF AeroAsia adalah sebuah perusahaan berskala internasional yang merupakan anak perusahaan PT. Garuda Indonesia, Tbk. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1984 sebagai Garuda Maintenance Facility Support Center yang berfungsi sebagai tempat maintenance atau perbaikan berbagai pesawat. Selanjutnya pada tahun 2002, PT. GMF AeroAsia berdiri secara terpisah dari PT. Garuda Indonesia dan membuka layanan ke maskapai penerbangan lainnya.

Saat ini, PT. GMF AeroAsia telah disertifikasi di banyak Negara dan mendapatkan banyak penghargaan serta melayani berbagai maskapai penerbangan baik domestic maupun internasional. Pelanggan utama PT. GMF AeroAsia adalah PT. Garuda indonesia. Sedangkan maskapai penerbangan lainnya yang juga menjadi klien perusahaan ini adalah Lion Air, Sriwijaya Air, Air Asia, KLM, CathayPasific, Sky Aviation dan masih banyak lagi maskapai penerbangan lainnya. PT. GMF AeroAsia memiliki sekitar 3865 karyawan yang tersebar baik di kantor pusat maupun di outstation-outstation (cabang-cabang) di berbagai wilayah yang strategis.


Sejarah Singkat PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia

GMF berawal dari Unit Kerja Teknik Garuda Indonesia pada tahun 1949 dan bertransformasi pada tahun 1984 menjadi Divisi Maintenance dan Engineering, Garuda indonesia yang kemudian dikembangkan menjadi unit bisnis mandiri agar mampu menjadi profit center untuk menghasilkan pendapatan dan mengurangi beban biaya operasional Perusahaan. Pada tahun 1998, Divisi Maintenance and Engineering berubah menjadi Strategic Business Unit Garuda Maintenance Facility (SBU-GMF) yang menangani seluruh aktifitas perawatan armada Garuda Indonesia. Hal ini bertujuan agar Garuda Indonesia sebagai perusahaan Airlines pada saat itu dapat memfokuskan diri pada bisnis intinya sebagai operator penerbangan.

Sebagai Unit bisnis, GMF mengembangkan diri dengan meningkatkan fasilitas perawatan pesawat, infrastruktur dan kompetensi personil yang mampu mendukung on time performance dalam melaksanakan perawatan dan perbaikan pesawat terbang dengan roundtime minimum dan tingkat efisiensi yang tinggi sehingga dapat bersaing dalam memperoleh kepercayaan maskapai penerbangan lainnya.

Kemampuan GMF semakin diakui dengan keberhasilannya meraih sertifikat DKU-PPU (Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara), FAA (Federal Aviation and Administration) dan EASA (European Aviation Safety Agency). Sejak tahun 1974, GMF sudah mampu merawat pesawat F-28 dan DC-9. Pada akhir tahun 1990, GMF sudah dapat melaksanakan overhaul pesawat A300, DC10, dan B747. Lalu pada akhir tahun 1993, GMF juga mampu merawat D-check untuk pesawat B737.

Pada tahun 2002, manajemen Garuda Indonesia melakukan ‘spin-off’ dan SBU-GMF resmi menjadi anak Perusahaan dengan nama PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia dengan Akte Pendirian No.93 tanggal 26 April 2002 oleh Notaris Arry Soepratno,S.H. dan diberitakan dalam Tambahan Berita Negara RI No. 78 tanggal 27 September 2002. Bisnis utama GMF adalah penyediaan jasa perawatan dan perbaikan pesawat terbang yang mencakup rangka pesawat, mesin komponen dan jasa pendukung lainnya secara terintegrasi atau dikenal dengan bisnis Maintenance, Repairand Overhaul (MRO).

GMF mampu melaksanakan perawatan dan perbaikan pesawat terbang mulai dari perawatan Line Maintenance sampai overhaul, perawatan serta perbaikan mesin serta komponen, proses modifikasi dan cabin refurbishment. Kemampuan tersebut telah mendapat pengakuan yang ditandai dengan keberhasilan GMF dalam meraih sertifikat nasional maupun internasional yang mengukuhkan kemampuan perawatan pesawat terbang GMF sesuai standar internasional.

Tahun 2003, GMF melakukan ekspansi kedalam bisnis modifikasi pesawat terbang. Bisnis ini mengangkat posisi GMF menjadi salah satu perusahaan perawatan pesawat yang mampu melaksanakan modifikasi besar pesawat dengan teknologi tinggi.

Sejak tahun 2012, GMF mulai memberikan jasa perawatan Industrial Gas Turbine Engine (IGTE) serta perawatan Industrial Generator Overhaul, yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru disamping mengoptimalkan sumber daya dan kompetensi yang dimiliki sebelumnya. Pada akhirnya, GMF dapat menjadi perusahaan yang memberikan jasa total solution untuk perawatan, baik di bidang aviasi maupun non-aviasi.

Pada tahun 2013, GMF terus melakukan pengembangan usaha yang antara lain dilakukan melalui penambahan 2 bidang usaha baru yaitu SBU Engine Maintenance SBU IGTE serta pembangunan Hangar4.


Visi dan Misi Perusahaan, dan Budaya Perusahaan

  1. VISI

  2. Sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan, GMF membagi visi yang akan dicapai kedalam tiga tahap selama 15 tahun (2003-2018), yang dikenal dengan ‘GlobalChallenge’, sebagai berikut:

    1. Visi Tahap Pertama (2003-2008) dan telah tercapai adalah: “membangun pondasi GMF untuk dominasi di regional.”

    2. Visi Tahap Kedua (2011-2015) adalah: “GMF menjadi MRO kelas dunia pilihan customer.”

    3. Visi Tahap Ketiga (2016-2018) adalah: “GMF menjadi pemain dominan dipasar dunia.”

  3. MISI

  4. Menyediakan solusi perawatan pesawat terbang yang terpadu dan handal sebagai kontribusi dalam mewujudkan lalu lintas udara yang aman dan menjamin kualitas kehidupan umat manusia. (“To Provide integrated and reliable mainenance, repair and overhaul solutions for a safer sky and secured quality of life of man kind”).

Budaya peusahaan yang tercermin dalam nilai dasar (GMF Core Value) menjadi pedoman insane GMF dalam menjalankan praktik bisnis. GMF telah melakukan tinjauan ulang terhadap nilai-nilai perusahaan. Adapun nilai-nilai Perusahaan yang berlaku saat ini adalah:

  1. Concern For People

  2. Insan GMF harus saling menghargai, peduli, memberikan kesempatan serta membangun hubungan yang tulus dan saling percaya antar insan GMF melalui sistem perekrutan, penempatan, pengembangan, dan pemberdayaan SDM secara terbuka adil, obyektif dan proposional.

  3. Intergrity

  4. Insan GMF harus memiliki ketulusan dan kelurusan hati, yang diekspresikan melalui satu kata dengan perbuatan dalam menerapkan nilai-nilai, etika bisnis dan profesi serta peraturan perusahaan scara konsisten meskipun dalam keadaan yang sulit untuk melakukannya, sehingga dapat dipercaya.

  5. Profesional

  6. Insan GMF harus piawai dan sungguh-sungguh dalam menuntaskan tugas sesuai standar teknis, bisnis dan etika yang berlaku.

  7. Teamwork

  8. Insan GMF harus senaniasa bekerja sama secara kompak yang dilandasi oleh rasa saling menghormati, saling memahami fungsi dan peran masing-masing agar dapat menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas dengan memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan perusahaan.

  9. Customer Focused

  10. Insan GMF harus senantiasa melakukan segala upaya dan tindakan untuk memenuhi kebutuhan bahkan lebih dari yang diharapkan pelanggan, secara tulus dan penuh semangat.

Tujuan Perusahaan

Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan Pasal 3 ayat (1), GMF didirikan untuk melaksanakan bidang jasa perawatan, reparasi dan overhaul pesawat terbang serta pendukungnya, dengan standar kualitas tinggi secra tepat waktu dengan biaya kompetitif serta menyelenggarakan bidang usaha lain yang terkait dan sebagai aktualisasi profesionalisme sumber daya manusia dalam bisnis perawatan pesawat, serta memaksimalkan keuntungan dengan menerapkan prinsip-prinsip perseroan terbatas.


Strategi Perusahaan

Sesuai dengan Visi 2003-2018, saat ini GMF telah berada pada tahap kedua (2011-2015) dari Program Global Challenge yaitu “menjadi MRO kelas dunia pilihan pelanggan” (World Class MRO of Customer Choice). Tahun 2013 merupakan penguatan landasan untuk “menjadi MRO kelas dunia pilihan pelanggan.

Strategic Initiative dan milestones yang ditetapkan di 2013 terdiri dari 4 Strategic Initiative dan 16 milestones sebagai berikut:

  1. Business Portofolio Management

    1. Cabinas SBU

    2. Base Maintenance SBU

    3. Component Maintenance as SBU

    4. Full domestic logistic coverage

    5. IPO

  2. Capability and Capacity Development

  3. CFM56-7B Test Cell Readiness

  4. Capability of B777 Line Maintenance

  5. Capability of B777 Component Fast Moving

  6. CFM56-7B Engine Capability

  7. Support GA Multi Base Operation

  8. Denpasar as Second Home Base Wide Body

  9. Capability of A320 APU

  10. APU CRJRE220 Capability-Partnership

  11. Business and Work Process Improvement

    1. IQA: good Performence (score>525)

    2. TAT Meets Industrial Standard

    3. Material Coverage 95%

    4. On Time Leased-Aircraft Redelivery

  12. People and Organitazation Development

    1. GMF Culture Strengthening (A95, U85, B75, O65)

    2. Career Path Revisit Implementation

    3. EASA 147 Approval For Type Training

    4. Remote Airbus Training School

Produk dan Jasa Perusahaan

Berdasarkan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki selama ini dan dikaitkan dengan bidang usaha dalam Anggaran Dasar Perusahaan, GMF terus memposisikan diri sebagai perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat terintegrasi yang didukung oleh 8 unit produksi yaitu:

  1. Unit Line Maintenance

  2. Berpusat di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Unit Line Maintenance memiliki beberapa kantor perwakilan didalam dan luar negeri yang melaksanakan perawatanan pesawat seperti Pre-Flight Check, Transit Check, Daily Check, A Check (perawatan smapai dengan 600 jam terbang), serta berbagai jenis perawatan lainnya. Selain dapat A330, DC10, MD80, dan F28, Unit Line Maintenance juga menangani layanan overnight transit dan emergency AOG (Aircraft On Ground). Fasilitas MCC (Maintenance Control Center) pada Unit Line Maintenance juga bertujuan untuk mengurangi perawatan yang tidak terjadwal dan keterlambatan teknis.

  3. Unit Base Maintenance

  4. Dengan fasilitas dua hangar, cabin workshop dan metalsheet workshop, unit Base Maintenance mampu melakukan heavy check rutin, modifikasi besar, pengecatan eksterior pesawat hingga finishing dekoratif, modifikasi cabin refurbishment and reconfiguration, in-flight entertainment, perbaikan struktur besar, serta perawatan dan overhaul pesawat. Jenis pesawat yang telah mendapatkan sertifikasi dar DKU-PPU, FAA, EASA, dan otoritas penerbangan Negara lain adalah pesawat 100/200/300/400, seri MD80 dan DC10, serta F28.

  5. Unit Engine and APU Maintenance

  6. Unit Component Maintenance memiliki beberapa workshop seperti Avionics Workshop, Electro Mechanical and Oxygen Workshop, Ground Support Equipment Workshop, serta Calibration and Non Descruktive Test (NDT) workshop. Selain dilengkapi dengan peralatan tes berteknologi tinggi seperti ATEC (Automatic Test Equipment Complex), IRIS, dan INS (Inertial Navigation System),workshop tersebut merupakan fasilitas penting dalam perawatan komponen untuk pesawat seri B737, B747, A320, A330, A300, DC10, seri MD80, dan F28. Unit Component Maintenance juga memperoleh sertifikasi dari DKU-PPU, FAA, dan EASA, serta ISO 9000. Kapabilitas Unit Component Maintenance termasuk repair and overhaul untuk instrument pesawat, kontrol elektronik, radar, dan navigasi flight data recorders, dan gyros.

  7. Unit Component Maintenance

  8. Dengan fasilitas Engine Workshop dan Engine APU Test Cell, Unit Engine Maintenance mampu melakukan perawatan mesin pesawat dan Auxiliary Power Unit (APU) seperti jenis mesin Spey 555 yang terpasang diseri F28, mesin CFM56-3 yang terpasang diseri B737-300/400/500, APU dari jenis GTCP85 yang terpasang diseri B737-300/400/500, APU dari jenis TSCP700 yang terpasang diseri F28. Saat ini, Unit Engine Maintenance juga telah meningkatkan kapabilitasnya dalam melakukan overhaul mesin CFM56-5 dan CFM56-7.

  9. Unit Engineering Services

  10. Unit Engineering Services memberikan pelayanan program perawatan standar, modifikasi dan pengontrolannya, reliability control program, pelayanan data komunikasi dari pesawat ke darat, menajemen dan distribusi buku panduan perawatan pesawat, serta pelayanan jasa tenaga ahli. Sejak tahun 2010 GMF telah mendapatkan sertifikasi DOA (Design Organization Approval) dari DKU-PPU.

  11. Unit Asset Management and Material Services

  12. Unit Asset Management and Material Services menawarkan pelayanan penyediaan suku cadang, pengelolaan komponen pesawat, pergudangan, logistik dan distribusi, penjualan dan pembelian material, AOG services, serta fasilitas kawasan berikat.

  13. Unit Learning Services

  14. Merupakan pelatihan dan penyediaan tenaga ahli dibidang perawatan pesawat, komponen dan mesin. Untuk memperkuat posisi GMF dalam industri MRO, dikembangkan kurikulum training bekerja sama dengan industry aviasi kelas dunia dan beberapa pabrik pesawat Boeing, Airbus, General Electric, Rolls-Royce dan EASA, GMF Learning Services juga telah mendapatkan approval dari DKU-PPU, yaitu AMTO (Aircraft Maintenance Training Organization) dengan sertifikasi CASR147. Lulusan GMF Learning Services ini diharapkan dapat siap dipekerjakan di industri MRO dunia.

  15. Unit GMF Power Services

  16. Jasa perawatan Industrial Gas Turbine Engine (IGTE) serta perawatan Industrial Generator Overhaul. GMF telah mengembangkan produk dan jasa IGTE dan Industrial Generator Overhaul yang dilakukan oleh SBU GPS (GMF Power Services).

    GMF Power Services adalah unit bisnis di GMF yang melayani sector non penerbangan. GMF Power Services memberikan pelayanan perawatan overhaul mesin turbin gas untuk industri.


Struktur Organisasi

Struktur organisasi pada PT. GMF AeroAsia dipimpin oleh seorang Executife Officer membawahi 2 functional yaitu :

  1. Service functional organization

  2. Business functional organization

struktur Organisasi dan Management Perusahaan pada gambar 3.1


Gambar 3.1 Struktur Organisasi dan management Perusahaan.

Dari bagan system Organisasi tersebut, jelas bahwa PT GMF AeroAsia memilki :

  1. 1 orang CEO (Chief Executive officer) atau Direktur Utama

  2. 1 orang COO (Chief Operating Officer)

  3. 4 orang EVP (Excecutif Vice President)

  4. EVP Corporate Development & Marketing

  5. EVP Finance

  6. EVP Base Operation

  7. EVP Human Capital & Corporate Affair

  8. 16 orang VP (Vice President)


Tugas dan Tanggung Jawab

Pada pola struktur Perusahaan GMF AEROASIA ini banyak berbagai tugas dan tanggung jawab di masing-masing divisi berdasarkan dari struktur yang penulis teliti ini yaitu:

  1. CEO (Chief Executive Officer) atau Direktur Utama yaitu pucuk pimpinan tertinggi yang mengatur jalannya perusahaan GMF AEROASIA.

  2. COO (Chief Operating Officer) yaitu wakil seorang CEO atau yang membantu pekerjaan CEO dalam pengambilan keputusan dalam mengelola perusahaan.

  3. EVP (Excecutif Vice President)

  4. EVP Corporate Development & Marketing yaitu kepala pimpinan dalam tata aturan yang mengatur pengembangan perusahaan dan pemasaran dari produk/jasa perusahaan.

  5. EVP Finance yaitu kepala pimpinan dalam tata aturan keuangan perusahaan.

  6. EVP Base Operation yaitu kepala pimpinan dalam tata aturan basis pengoperasian proses produksi perusahaan.

  7. EVP Human Capital & Corporate Affair yaitu kepala pimpinan pengaturan SDM dan pemposisiannya dalam rangka proses pengaturan dan pembangunan perusahaan.

  8. VP (Vice President) yaitu turunan dari EVP yang membantu mengatur dari pekerjaan EVP dalam proses pengaturan perusahaan yang posisinya berada langsung diatas pimpinan unit.

  9. GM Base Maintenance Material yaitu pucuk pimpinan dari suatu unit dimana penulis mengadakan penelitian.

  10. Manager Purchaser + Matco dan Manajer Gudang yaitu kepala atau pengatur dari suatu para pekerja atau biasa disebut leader dari unit TBM ini.

  11. Senior Purchaser yaitu senior karyawan yang bertugas dalam pembelian material-material Pesawat dimana penulis mangadakan penelitian.

  12. Purchaser yaitu karyawan yang bertugas dalam pembelian material-material untuk Pesawat Terbang.

  13. Material Coordinator yaitu karyawan yang bertugas dalam pengaturan atau pengelolaan dalam material agar bisa sampai dalam pemakaian ke Pesawat.

  14. Senior Technical Warehousing yaitu senior karyawan yang bertugas dalam mengatur pengelolaan material di dalam gudang, dan

  15. Inventory analyst yaitu karyawan yang bertugas dalam pengecekan atau penginventaris dari material-material yang masuk ke gudang.

Fasilitas PT. GMF AeroAsia

PT GMF AeroAsia memiliki lahan seluas 115 Ha dengan fasilitas sebagai berikut :

  1. Hangar

  2. Dalam wilayah GMF terdapat 3 hangar.

    1. Hangar 1

    2. Hangar ini diselesaikan pada tahun 1991 dan digunakan untuk heavy maintenance Boeing 747-200 dan Boeing 747-400.Hangar ini mempunyai luas 21.540 m2, peralatan-peralatannya meliputi purpose builtscffol, Contoh hangar 1 bisa dilihat pada gambar 3.2.

      Gambar 3.2 Hangar 1
    3. Hangar 2

    4. Hangar ini dipergunakan untuk perawatan ringan seperti a-check dan daily check, semua tipe Pesawat. Hangar ini mempunyai luas 22.500 m2 , contoh gambar hangar 2 dapat dilihat di gambar 3.3.

      Gambar 3.3 Hangar 2.
    5. Hangar 3

    6. Hangar 3 luas area 23.000 m2. Hangar ini juga terdiri dari tiga tempat utama untuk pemeliharaan berat Pesawat, Tata ruang hangar ini dapat mengakomodasi satu wide body dan satu narrow body Pesawat Terbang pada setiap tempat. Hangar ini mempunyai 6 roof mounted dan satu tempat secara khusus yang dilengkapi dengan purpose build dan platform untuk memudahkan bekerja pada model MD11/DC10 wide body pada Pesawat Terbang, contoh hangar 3 dapat dilihat pada gambar 3.4.

      Gambar 3.4 Hangar 3.

    Dari ketiga hangar tersebut semuanya dilengkapi dengan :

    1. Sistem alarm dan pemadaman kebakaran

    2. Penerangan hangar

    3. Suplay listrik 400 Hz

    4. Overhead Crane untuk hangar 3

    5. Aircraft Docking

    6. Regulated air pressure

    7. Aircraft tools and equipment

    8. Stock room

    9. Air conditioned office areas

  3. Engine Shop

  4. Dioperasikan pertama kali pada tahun 1994 diperuntukkan untuk overhaul Engine SPEY, TD8D, JT9D-7Q, CF680C2, APU dan CFM 56-3BI.

  5. Engine test Cell

  6. Bangunan ini digunakan untuk pengetesan Engine. Selesai pada tahun 1989, peralatannya meliputi system control untuk semua type Engine dan APU (Auxiliary Power Unit). Engine-Engine yang telah diuji pada Test Cell ini diantaranya : SPEY MK-555-15H, CFM56-3BI, CF6-80C2, JT8D-9D, JT9D-59/7Q, GTCP36-4A, GTC85-98D, dan GTCP-700, contoh Engine Tes Cell dapat dilihat pada gambar 3.5.

    Gambar 3.5 Engine Tes Cell
    1. Special Store

    2. Bangunan ini mempunyai luas 2.268 M2

    3. Work Shop Building

    4. Ground Support Equipment (GSE) Center

    5. Apron Area

    6. Utility Building

    7. Material Departement

    8. Surrounding Property

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Prosedur Sistem Yang Berjalan

Pada analisa prosedur sistem yang berjalan ini terdiri dari beberapa prosedur diantaranya prosedur Pengajuan Formulir, Prosedur Pengisian Formulir, Prosedur Perlengkapan Data, Prosedur License dan Prosedur Persetujuan oleh DKU.

  1. Prosedur Pengajuan Formulir

  2. Dalam proses ini ada tahapan-tahapan awal yang harus dilalui yaitu proses pengajuan formulir yang dilakukan oleh seorang Engineer, pengajuan bisa dilakukan setelah melewati tahap-tahap atau peraturan yang sudah diterapkan.

  3. Prosedur Pengisian Formulir

  4. Setelah Engineer mengajukan sebuah pengajuan untuk mendapatkan Aircraft Maintenance Engineer License maka Engineer tersebut diharuskan mengisi data-data yang diperlukan.

  5. Prosedur Perlengkapan Data

  6. Untuk prosedur Perlengkapan data, Engineer diwajibkan melengkapi syarat-syarat yang diajukan dan melengkapi data sesuai prosedur yang ada.

  7. Prosedur License

  8. Setelah melewati tahap prosedur perlengkapan data, Engineer yang sudah mempunyai Aircraft Maintenance Engineer License diharuskan mengikuti sebuah Basic License untuk mengetahui Basic Engineer tersebut, sedangkan yang belum mempunyai Aircraft Maintenance Engineer License tidak diharuskan mengikuti Basic License.

  9. Prosedur Persetujuan DKU

  10. setelah melewati prosedur ditahap awal, tahap selanjutnya yaitu Admin membawa data para Engineer ke DKU untuk diproses lebih lanjut, proses yang biasa dilakukan membutuhkan waktu sekitar seminggu, setelah itu Admin datang kembali ke DKU untuk mengambil Certificate Of Aircraft Maintenance Engineer License.


Analisa Sistem Yang Berjalan

Metode Analisa Sistem

Dalam metode untuk memperjelas dari pengaturan sistem pembelian maka akan dijelaskan lebih lanjut dengan memakai tools UML (Unified Modelling Language) yaitu sebagai berikut:

  1. Use Case

  2. Usecase sistem berjalan ditujukan pada gambar 3.6

    Gambar 3.6 Usecase Sistem Berjalan

    Dalam diagram Use Case terdapat keterangan antara lain :

    1. Terdapat 4 Actor yaitu antara lain : Engineer, Admin, DKU dan Manager.

    2. Terdapat 9 use case yaitu : daftar, isi form, lengkapi data, cek data, approval, memberi data, proses data, dan menerbitkan sertifikat Amel, Penerimaan Laporan dan Memonitoring Amel.

    3. Dan untuk penjelasan dari gambar diatas yaitu :

      1. Untuk seorang Engineer bisa melakukan pendaftaran sertifikat Amel atau pengajuan untuk penambahan Type rating Amel.

      2. Untuk Admin bisa mengecek data yang diajukan oleh Engineer, menyetujui pengajuan data dan memberi data ke DKU.

      3. Untuk DKU (Direktorat Kelaikan Udara) bisa memproses data dan menerbitkan sertifikat Amel.

      4. Untuk Manager bisa Menerima laporan serta Memonitoring Amel.

  3. Sequence Diagram

  4. Sequence Diagram sistem berjalan ditujukan pada gambar 3.7

    Gambar 3.7 Sequence Diagram Sistem Berjalan

    Dalam diagram Sequence Diagram diatas terdapat keterangan antara lain :

    1. Terdapat 4 Actor yaitu Engineer, Admin, DKU, dan Manager

    2. Terdapat 3 Life Line yaitu Amel, data-data, dan Approval

    3. Dan untuk penjelasan dari gambar diatas yaitu :

      1. Untuk Engineer melakukan pengajuan pendaftaran kepada Admin, lalu Admin memberikan dokumen untuk dilengkapi.

      2. Untuk sequence selanjutnya yaitu dari Engineer untuk melengkapi dokumen yang telah diberikan oleh Admin.

      3. Sequence selanjutnya yaitu dari Admin memberikan persetujuan pengajuan yang diajukan oleh Engineer, kemudian Admin memberikan data-data yang telah disetujui tersebut kepada DKU untuk diproses.

      4. Untuk sequence selanjutnya yaitu dari DKU memproses data-data yang telah diberikan oleh Admin, kemudian setelah data diproses lalu diterbitkan menjadi sebuah sertifikat Amel.

      5. Dan untuk sequence selanjutnya yaitu dari Admin mengambil sertifikat yang telah diterbitkan oleh DKU, kemudian Admin memberikan sertifikat Amel ke Engineer.

      6. Dan untuk sequence selanjutnya yaitu dari Manager menerima laporan yang diberikan oleh Admin, dan Manager juga bisa memonitoring sistem Amel yang sedang berjalan.

  5. Activity Diagram

  6. Activity Diagram sistem berjalan ditujukan pada gambar 3.8

    Gambar 3.8 Activity Diagram Sistem Berjalan

    Dalam untuk diagram Activity Diagram diatas terdapat keterangan antara lain :

    1. Terdapat 3 Swim Lane yaitu yaitu Engineer, Admin,dan DKU.

    2. Dan untuk penjelasan dari gambar diatas yaitu :

      1. Diawali dari initial node pada Engineer yang memflow process pada saat daftar lalu memflow process lagi untuk lengkapi data, kemudian memflow process kembali ke admin untuk cek data.

      2. Dari Admin pada saat cek data lalu bisa Approval data, kemudian dari Admin mengirim decision node untuk tidak setuju atau setuju.

      3. Dari Admin jika tidak setuju maka flow process akan kembali ke Engineer untuk lengkapi data kembali, dan untuk flow process yang setuju maka akan dilanjut ke proses data oleh DKU. Dan dari DKU sendiri memflow process untuk menerbitkan sertifikat.

      4. Dari DKU jika sudah menerbitkan sertifikat maka DKU hanya menunggu Admin memflow process untuk mengambil sertifikat Amel.

      5. Setelah Admin memflow process mengambil sertifikat, kemudian Admin memflow process untuk memberi sertifikat Amel ke Engineer,dan dari sinyal untuk siap digunakan. Dan dari sinyal tersebut menampilkan ke Engineer kembali kalau activity final node.

      Gambar 3.9 Activity Diagram Sistem Berjalan

      Dalam untuk diagram Activity Diagram diatas terdapat keterangan antara lain :

      1. Terdapat 2 Swim Lane yaitu yaitu Admin, Dan Manager.

      2. Dan untuk penjelasan dari gambar diatas yaitu :

        1. Diawali dari initial node pada Admin yang memflow process pada saat mengirimkan laporan ke Manager.

        2. Dari Manager jika sudah menerima laporan maka Manager bisa Memonitor Amel, dan dari sinyal tersebut menampilkan bahwa activity final node.

User Requirement

Tahap Elisitasi

Elisitasi tahap 1 merupakan daftar yang diperoleh dari hasil pengumpulan data dari lapangan yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mengenai kekurangan dari sistem yang sedang berjalan dan kebutuhan pengguna sistem yang belum terpenuhi.

Tabel 3.1 Elisitasi Tahap I

Requirement Elicitation Tahap II

Elisitasi tahap II dibentuk berdasarkan elisitasi tahap I yang kemudian diklasifiasikan melalui metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancagan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

M = Mandatory

D = Desirable

I = Inessential

Tabel 3.2 Elisitasi Tahap II

Elisitasi Tahap III

Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode Technical, Operational dan Economy (TOE) terdiri dari 3 (tiga) option yaitu High, Middle dan Low (HML).

Tabel 3.3 Elisitasi Tahap III

Requirement Elicitation Final

Requirement Elicitation Final merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar pengembangan sistem yang akan dibentuk. Berikut saya lampirkan Diagram Final Draft Elisitasi.

Tabel 3.4 Final Draft Elisitasi

BAB IV

RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN


Rancangan Sistem Usulan

Berdasarkan analisis sistem pada sistem yang berjalan, diketahui bahwa sistem yang lama masih berupa sistem yang belum dapat memenuhi kebutuhan didalam pengolahan data secara cepat dan tepat. Setelah kebutuhan sistem diketahui, langkah selanjutnya adalah perancangan atau design sistem usulan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak didapat dari sistem yang ada.

Untuk menganalisa sistem yang diusulkan, pada penelitian ini digunakan Software Paradigm For UML 6.4. Enterprise Edition untuk menggambarkan Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram, State Machine Diagram dan Class Diagram.

Prosedur Sistem Usulan

  1. Admin

    1. Melakukan Login

    2. Menampilkan Home

    3. Menampilkan Data Engineer

    4. Menampilkan Menu Master Data

    5. Menampilkan Menu Karyawan

    6. Menampilkan Contoh Form Example

    7. Menampilkan Laporan Dalam Bentuk Grafik

    8. Menampilkan Menu Add, Edit, Hapus dan Reject

    9. Print

    10. Logout

  2. Engineer

    1. Melakukan Login

    2. Menampilkan Home

    3. Menampilkan Menu Inital

    4. Menampikan Menu Additional

    5. Menampilkan Menu Basic License

    6. Menampilkan Desk Assesment

    7. Upload

    8. Logout

Use Case Diagram Sistem Yang Diusulkan

Setelah prosedur sistem yang diusulkan selesai dijabarkan, maka prosedur tersebut akan digambarkan kedalam bentuk diagram agar dapat mudah dibaca, digambarkan dalam use case diagram agar dapat menggambarkan mengenai kebiasaan yang terjadi dalam Aircraft Maintenance Engineer License Di PT. GMF AeroAsia yang akan berjalan. Use case diagram dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.1 Use Case Diagram yang diusulkan untuk Pengajuan Pendaftaran Amel

Berdasarkan gambar 4.1. UseCase Diagram berikut ini adalah penjelasan skenario sistem yang diusulkan :

  1. Usecase Pendaftaran

  2. Actor : Engineer

    Main Success Scenario : Untuk melakukan pendaftaran, Engineer dapat memasukan ID number yang akan secara otomatis memunculkan nama serta Unit dari Engineer itu sendiri.

  3. Usecase Login

  4. Actor : Engineer dan Admin

    Main Success Scenario : Admin dan Engineer dapat Login halaman Amel setelah memiliki akun Amel.

  5. Usecase Menampilkan Home Engineer

  6. Actor : Engineer

    Main succes scenario : Untuk masuk ke halaman Home Engineer, Engineer dapat melakukan Login dengan memasukan Email dan password.

  7. Usecase Menu Initial

  8. Actor : Engineer

    Main Succes Scenario : Engineer dapat mengakses Menu Initial yang berisi Desk Assesment untuk pendaftaran dalam membuat Amel.

  9. Usecase Menu Additional

  10. Actor : Engineer

    Main Succes Scenario : Engineer dapat mengakses Menu Additional yang berisi Desk Assesment untuk pendaftaran dalam menaikan Type Rating.

  11. Usecase Menu Basic License

  12. Actor : Engineer

    Main Succes Scenario : Engineer dapat mengakses Menu Basic License yang berisi Desk Assesment untuk pendaftaran mengikuti Ujian.

  13. Usecase Menampilkan Home Admin

  14. Actor : Admin

    Main Success Scenario : Admin dapat mengakses Halaman Home Admin setelah melakukan login dengan memasukan email dan password.

  15. Usecase Menampilkan List Data Initial

  16. Actor : Admin

    Main Success Scenario : Admin bertugas untuk mengapprove ataupun mereject data Engineer yang masuk dengan melakukan edit, delete serta reject.

  17. Usecase Menampilkan List Data Additional

  18. Actor : Admin

    Main Success Scenario : Admin bertugas untuk mengapprove ataupun mereject data Engineer yang masuk dengan melakukan edit, delete serta reject.

  19. Usecase Menampilkan List Data Basic License

  20. Actor : Admin

    Main Success Scenario : Admin bertugas untuk mengapprove ataupun mereject data Engineer yang masuk dengan melakukan edit, delete serta reject.

  21. Usecase Menampilkan Master Data

  22. Actor : Admin

    Main Success Scenario : Admin bertugas untuk mengupdate Master Data dengan melakukan add, edit, dan delete.

  23. Usecase Menampilkan Menu Karyawan

  24. Actor : Admin

    Main Success Scenario : Admin bertugas untuk mengupdate data karyawan dengan melakukan add, edit, dan delete.

  25. Usecase Menampilkan Menu Master Form Example

  26. Actor : Admin

    Main Success Scenario : Admin bertugas mengupdate data dalam Master Form Example dengan melakukan add, edit dan delete.

  27. Usecase Menampilkan Report

  28. Actor : Admin

    Main Success Scenario : Admin dapat melihat jumlah laporan keseluruhan list data engineer yang melakukan pendaftaran dengan periode perbulan dan pertahun.

Activity Diagram Sistem Yang Diusulkan

Activity diagram memodelkan alur kerja sebuah proses dan urutan aktifitas pada suatu proses. Diagram ini sangat mirip dengan flowchart karena kita dapat memodelkan prosedur logika. Perbedaan utamanya adalah flowchart digunakan untuk menggambarkan alur kerja dari sebuah sistem, sedangkan activity diagram dibuat untuk menggambarkan aktifitas dari aktor.

  1. Activity Diagram Untuk Engineer.

  2. Gambar 4.2. Activity Diagram yang diusulkan untuk Engineer.

    Berdasarkan gambar 4.2. activity Diagram yang diusulkan terdapat

    1. 1 Initial Node, objek yang diawali.

    2. 10 action, sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi, diantaranya : Menu Registrasi, Menu Login, Verifikasi login, Masuk Halaman Home Enginer, Mengakses Initial, Mengisi Desk Assesment Initial, Mengakses Additional, Mengisi Desk Assesment Additional, Mengakses Basic License, Mengisi Desk Assesment Basic License.

    3. 2 fork node, satu aliran yang pada tahap tertentu berubah menjadi beberapa aliran.

    4. 1 Decision Node, untuk membuat keputusan.

    5. 1 activity Final Node, objek yang diakhiri.

  3. Acivity Diagram Untuk Admin

  4. Gambar 4.3. Activity Diagram yang diusulkan untuk Admin.

    Berdasarkan gambar 4.3. Activity Diagram yang diusulkan terdapat :

    1. 1 Initial Node, objek yang diawali.

    2. 16 action, sistem yang mencerminkan eksekusi suatu aksi.melakukan login, verifikasi login, memasuki halaman home admin, mengedit list data initial, melakukan edit dan delete, mengedit list data additional, mengedit list data basic license, mengupdate master data, mengupdate data karyawan, megupdate form example, mengakses report.

    3. 2 Fork Node , satu aliran yang pada tahap tertentu berubah menjadi beberapa aliran.

    4. 1 Decision Node, untuk membuat keputusan.

    5. 1 Activity Final Node, objek yang di akhiri.

Sequence Diagram Sistem yang Diusulkan

Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek didalam dan disekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atas dimensi vertical (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).

  1. Sequence Diagram Yang Diusulkan

  2. Gambar 4.4. Sequence Diagram yang diusulkan

    Berdasarkan gambar 4.4. sequence diagram sistem yang diusulkan terdapat :

    1. 2 Actor yang melakukan kegiatan yaitu Engineer dan Admin.

    2. 7 Lifeline yaitu life lineForm Registrasi untuk melakukan pendaftaran pada sistem. Life line Menu Login untuk melakukan login dengan memasukan email dan password bagi engineer dan admin. Life line Menu Home untuk melakukan aktifitas pada sistem bagi engineer dan admin dengan tampila yang berbeda didalam sistem. Life line Menu Initial yaitu engineer isi desk assesment initial pada web Amel. Life line Menu Additional yaitu engineer isi desk assesment additional pada web Amel. Life line Menu basic License yaitu engineer isi desk assesment basic license pada web Amel. Life line Menu List Data yaitu data yang sudah dimasukan oleh engineer masuk kedalam menu list data. Life line Menu Report yaitu meihat laporan jumlah keseluruhan list data engineer dalam melakukan pendaftaran Amel dengan periode perbulan dan pertahun. Life line dan Logout yaitu Enginer dan Admin dapat keluar dari sistem.

    3. 20 message yang ada dalam sistem website application Amel, diantaranya :

      • 9 message yang dilakukan oleh Engineer, yaitu message melakukan registrasi yaitu engineer yang belum mempunyai akun harus melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum melakukan aktifitas login. Message melakukan login guna untuk mengakses website application Amel sebagai engineer. Message memasukan email yaitu dalam proses login engineer diharuskan memasukan email guna untuk melakukan login. Message memasukan password yaitu selain memasukan email engineer juga diharuskan memasukan password dalam prosesnya. Message mengakses menu home engineer yaitu engineer dapat mengakses halaman home engineer setelah melakukan login. Message isi desk assesment yaitu engineer dapat mengisi form desk assesment yang ada di menu yang terdapat pada menu home. Message logout yaitu untuk keluar dari sistem setelah engineer selesai mengakses sistem.

      • 7 message yang dilakukan oleh admin, yaitu message melakukan login guna untuk mengakses website application Amel sebagai admin. Message memasukan email yaitu dalam proses login admin diharuskan memasukan email guna untuk melakukan login. Message memasukan password yaitu selai memasukan email admin diharuskan memasukan password dalam prosesnya untuk dapat login website application amel. Message mengakses menu home admin yaitu admin dapat mengakses halaman home admin setelah melakukan login. Message view, edit dan delete yaitu admin dapat mengedit list data yang telah masuk ke dalam sistem website application Amel. Message view and print report yaitu admin dapat melihat jumlah keseluruhan list data engineer yang telah melakukan pendaftaran maupun memprint out data dalam periode perbulan dan pertahun. Message logout yaitu admin dapat keluar dari sistem ketika sudah mengedit data engineer.

      • 1 message yang dilakukan oleh life line Menu login, yaitu message verifikasi dapat memberikan verifikasi jika engineer dan admin salah memasukan email ataupun password.

      • 1 message yang dilakukan oleh life line menu initial, yaitu message data engineer masuk kedalam menu list data pada admin.

      • 1 message yang dilakukan oleh life line menu additional, yaitu message data engineer masuk kedalam menu list data pada admin.

      • 1 message yang dilakukan oleh life line menu basic license, yaitu message data engineer masuk ke dalam menu list data pada admin.

Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan Dengan Sistem Usulan

Berdasarkan analisis yang dilakukan, perbedaan sistem yang sedang berjalan dengan sistem yang sedang diusulkan adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1 Perbedaan Sistem Berjalan dengan Sistem Usulan

Rancangan Basis Data

Class Diagram

Gambar 4.5 Class Diagram Yang Diusulkan.

Berdasarkan gambar 4.5. Class Diagram sistem yang diusulkan terdapat :

  1. 7 class, Himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi yang sama diantaranya Additional desk assesment, basic license desk assesment, initial desk assesment, master engine, master airframe, user, dan karyawan.

  2. 26 multiciply, hubungan antara objek satu dengan objek lainnya yang mempunyai nilai.

Spesifikasi Basis Data

Spesifikasi basis data merupakan desain basis data yang dianggap telah normal. Desain basis data menjelaskan media penyimpanan yang digunakan, isi yang disimpan, primary key dan panjang record. Spesifikasi yang digunakan dalam sistem yang akan dibangun adalah sebagai berikut :

  1. Nama Field : Additional_desk_assesment

  2. Media  : Hardisk

    Isi : id_additional_desk_assesment,nomor_id, interofice_leter, form_daao, copy_basic_license, ste_book, ptl, pel, amel_book, current_human_factor, category, sub_category, cost, rating, engine_1, engine_2, airframe, certificate_legalisir, cost_check, tanggal_dibuat, tanggal_diproses, done, dibuat_oleh, tanggal_diperbarui, diperbarui_oleh, tanggal_send, status.

    Primary Key : id_additional_desk_assesment

    Panjang Record : 11

    Tabel 4.2 Tabel Data Desk Assesment Additional
  3. Nama Field : basic_license_desk_assesment

  4. Media : Hardisk

    Isi : id_basic_license_desk_assesment, nomor_id, form, curiculum_vitae, form_dac, application_request, certificate_legalisir, cost, category, sub_category, rating, engine_1, engine_2, airframe, cost_check, tanggal_dibuat, tanggal_diproses, done, tanggal_selesai, dibuat_oleh, tanggal_diperbarui, tanggal_send diperbarui_oleh, status.

    Primary Key : id_basic_license_desk_assesment

    Panjang Record : 11

    <bTabel 4.3 Tabel Data Basic License Desk Assesment.</b>
  5. Nama Field : initial_desk_assesment

  6. Media : Hardisk

    Isi  : id_initial_desk_assesment, nomor_id,interoffice_letter, form_daao, copy_basic_license, ste_book, ptl, pel, photo, copy_ktp, copy_kk, current_human_factor, category, sub_category, cost, rating, engine_1, engine_2, airframe, certificate_legalisir, cost_check, tanggal_dibuat, tanggal_diproses, done, dibuat_oleh, tanggal_diperbarui, diperbarui_oleh, tanggal_send, status.

    Primary Key : id_initial_desk_assesment

    Panjang Record : 11

    Tabel 4.4 Tabel Data Initial Desk Assesment
  7. Nama Field : Karyawan

  8. Media : Hardisk

    Isi  : nomor_id, nama, unit, job_title.

    Primary Key : nomor_id

    Panjang Record : 15

    Tabel 4.5 Tabel Data Karyawan.
  9. Nama Field : Look up

  10. Media : Hardisk

    Isi  : id_lookup, code, value, description, created_date, created_by, modified_date, modified_by.

    Primary Key : id_lookup

    Panjang Record : 11

    Tabel 4.6 Tabel Data Lookup.
  11. Nama Field : Master Airframe

  12. Media : Hardisk

    Isi  : id_master_airframe, tipe_airframe.

    Primary Key : id_master_airframe

    Panjang Record : 11

    Tabel 4.7 Tabel Data Master Airframe.
  13. Nama Field : Master Engine

  14. Media : Hardisk

    Isi  : id_master_engine, tipe_airframe.

    Primary Key : id_master_engine

    Panjang Record : 11

    Tabel 4.8 Tabel Data Master Engine
  15. Nama Field : User

  16. Media : Hardisk

    Isi  :nama_user, no_telp, username, password, level, tglcreate, nomor_id, idlogin.

    Primary Key : idlogin

    Panjang Record : 11

.

Tabel 4.9 Tabel User.

Rancangan Prototype

  1. Tampilan Pendaftaran

  2. Gambar 4.6 Tampilan Pendaftaran
  3. Tampilan Login

  4. Gambar 4.7 Tampilan Login.
  5. Tampilan Home User

  6. Gambar 4.8 Tampilan Home User.
  7. Tampilan Home Admin

  8. Gambar 4.9 Tampilan Home Admin
  9. Tampilan List Data Initial

  10. Gambar 4.10 Tampilan List Data Initial

Konfigurasi Sistem Usulan.

Spesifikasi Perangkat Keras

Perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistem aplikasi berbasis web ini adalah suatu unit personal komputer atau suatu unit laptop, untuk spesifikasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar, cukup dengan spesifikasi dibawah ini:

  1. Processor pentium IV.

  2. Karena aplikasi sistem yang digunakan berbasis web jadi spesifikasi yang dibutuhkan tidak perlu terlalu besar

  3. Memori (RAM) 1 GB.

  4. Agar mendapatkan proses yang stabil memory dapat dipasang sebesar 1 Gb atau lebih.

  5. Hard Disk 1 GB.

  6. Untuk penampung data cukup menggunakan kapasitas hardisk 1 Gb

  7. Monitor Life Good (LG) 15”.

  8. Monitor ini sangat baik untuk pemakai komputer dikarenakan monitor ini memiliki radiasi yang cukup rendah.

  9. UPS (Uninterrupuble Power Suply)

  10. Sangat berguna untuk menjaga agar apabila suatu saat listrik padam, maka dapat diselamatkan dulu untuk beberapa saat.

Spesifikasi Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak merupakan penunjang dari peralatan komputer yang akan digunakan sebagai penghubung dalam instruksi yang diinginkan, agar komputer dapat menghasilkan informasi yang diharapkan, maka perangkat lunak yang diusulkan dalam rancangan sistem ini adalah sebagai berikut:

  1. Sistem Operasi Windows XP Profesional atau Windows 7.

  2. XAMPP untuk Windows Version 1.8.0

  3. Mozilla Firefox 8.0.1 dan Google Chrome

Blaxbox Testing

Untuk tahap pengujian penulis menggunakan metode blackbox, untuk dapat memastikan bahwa program atau sistem yang dibuat masih terdapat bug (kesalahan) atau tidak. Dari setiap tes pengujian tidak menutupi kemungkinan masih terdapat bug (kesalahan) dari sistem yang telah dites, namun pengujian ini setidaknya dapat meminimalisir bug (kesalahan) yang terdapat didalam sistem.


Tabel 4.10 Tabel Blaxbox Testing

Implementasi Sistem Yang Diusulkan

  1. Tampilan pendaftaran

  2. Gambar 4.11 Tampilan Pendaftaran

    Keterangan :

    Tampilan diatas adalah tampilan untuk user jika ingin melakukan pendaftaran dengan memasukan data diri secara lengkap.

    Gambar 4.12 Tampilan login

    Keterangan :

    Tampilan diatas adalah tampilan untuk user dan admin jika ingin memasuki sistem dengan memasukan username dan password.


  3. Tampilan Home User

  4. Tampilan Login

  5. Gambar 4.13 Tampilan Home User

    Keterangan :

    Tampilan diatas terdapat pada user yang sudah melakukan login yaitu Engineer. Tampilan tersebut merupakan halaman utama yang akan tampil ketika user telah melakukan login.

  6. Tampilan Menu Form Initial

  7. Gambar 4.14 Tampilan Menu Form Initial

    Keterangan :

    Tampilan diatas merupakan tampilan salah satu menu di tampilan home. Tampilan tersebut adalah sebuah halaman Desk Assestment untuk para Engineer yang ingin mendaftar Amel.

  8. Tampilan menu Form Additional

  9. Gambar 4.15 Tampilan Menu Form Additional

    Keterangan :

    Tampilan diatas merupakan tampilan salah satu menu di tampilan home. Tampilan tersebut adalah sebuah halaman Desk Assestment untuk para Engineer yang ingin menaikan type rating.


  10. Tampilan Menu Form Basic License

  11. Gambar 4.16 Menu Tampilan Form Basic License

    Tampilan diatas merupakan tampilan salah satu menu di tampilan home. Tampilan tersebut adalah sebuah halaman Desk Assesment untuk para Engineer yang ingin mengikuti ujian.

  12. Tampilan Home Admin

  13. Gambar 4.17 Tampilan Home Admin

    Keterangan :

    Tampilan diatas terdapat pada admin yang login. Tampilan tersebut adalah tampilan home utama yang berisikan menu-menu dalam sistem admin.

  14. Tampilan List Data Initial

  15. Gambar 4.18 Tampilan List Data Initial

    Keterangan :

    Tampilan diatas terdapat pada Admin yang login. Tampilan tersebut adalah list user dalam bentuk tabel dengan dilengkapi menu edit dan delete.

  16. Tampilan List Data Additional

  17. Gambar 4.19 Tampilan List Data Additional

    Keterangan :

    Tampilan diatas terdapat pada Admin yang login. Tampilan tersebut adalah list user dalam bentuk tabel dengan dilengkapi menu edit dan delete.

  18. Tampilan List Data Basic License

  19. Gambar 4.20 Tampilan List Data Basic License

    Tampilan diatas terdapat pada Admin yang login. Tampilan tersebut adalah list user dalam bentuk tabel dengan dilengkapi menu edit dan delete.

  20. Tampilan Master Data Type Airframe

  21. Gambar 4.21 Tampilan Master Data Type Airframe

    Keterangan :

    Tampilan diatas terdapat pada admin yang login. Tampilan tersebut adalah salah satu list type rating yang dilengkapi dengan menu tambah, edit dan hapus.

  22. Tampilan Data Karyawan

  23. Gambar 4.22 Tampilan Data Karyawan

    Keterangan :

    Tampilan diatas terdapat pada admin yang login. Tampilan tersebut merupakan data karyawan yang berisikan ID number, Nama, Unit, dan jabatan pada karyawan tersebut.

  24. Tampilan Data Master Example

  25. Gambar 4.23 Tampilan Data Master Example

    Keterangan :

    Tampilan diatas terdapat pada admin yang login. Tampilan tersebut merupakan data berupa form example sebagai petunjuk atau contoh tata cara pengisian formulir yang bersangkutan.

  26. Tampilan Report

  27. Gambar 4.24 Tampilan Report

    Keterangan :

    Tampilan diatas terdapat pada admin yang login. Tampilan tersebut merupakan data laporan para Engineer.

Time Schedule

  1. Penyerahan Surat Observasi

  2. Wawancara

  3. Analisis data

  4. Elisitasi

  5. Desain sistem

  6. Programming Sistem

  7. Testing program

  8. Evaluasi

  9. Implementasi Program

  10. Sosialisasi

  11. Dokumentasi

  12. Tabel 4.11 Time Scedhule

BAB V

PENUTUP


Kesimpulan

Berdasarkan Penelitian yang telah dijalankan dan pembahasan yang dituangkan, maka peneliti menyimpulkan sebagai berikut :

  1. Proses sistem yang sedang berjalan saat ini yaitu masih belum terkomputerisasi, masih menjalankan proses manual, karena banyaknya persyaratan yang telah ditetapkan dan lamanya proses pengajuan data Amel menjadikan data pengajuan Amel menjadi kurang produktif.

  2. Karena proses sistem pengajuan pendaftaran Amel yang berjalan saat ini masih manual dan masih menggunakan software yang belum optimal, oleh sebab itu proses pengajuan pendaftaran Amel yang sedang berjalan tidak sistematis dan tidak tersusun dengan baik, perihal masalah waktu pengajuan pendaftaran pun masih belum tepat, oleh karena itu penulis mencari cara untuk menjadikan data pengajuan Amel menjadi lebih terstruktur yakni dijadikannya Sistem Amel menjadi sistem yang terkomputerisasi, sehingga susunan dalam tahap-tahap pengajuan pendaftaran Amel lebih sistematis dan tersusun dengan baik.

  3. Sistem yang diusulkan merupakan proses terkomputerisasi berbasis web aplikasi dan dibangun menggunakan bahasa pemograman PHP yang mampu menyimpan data pengajuan pendaftaran Amel para Engineer untuk Admin, memonitoring data bagi Manager, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan pengajuan Amel ataupun menaikan type rating Amel dalam merawat ataupun memperbaiki pesawat pada PT. GMF AeroAsia sehingga menghasilkan informasi yang efisien dan akurat bagi Engineer, Admin maupun Manager.

Saran

Berikut ini saran yang peneliti berikan untuk perancangan sistem yang ada :

  1. Sistem informasi yang dibuat diharapkan dapat membantu karyawan PT. GMF AeroAsia dalam pengajuan pendaftaran Amel.

  2. Diharapkan sistem dashboard Amel dapat membantu mempermudah Engineer dalam proses pengajuan pendaftaran maupun admin dalam proses cek data, pengajuan ke DKU serta mempermudah manager untuk melihat report.

  3. Setelah sistem dapat diterapkan dan diimplementasikan dengan baik maka tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan suatu pengembangan sistem yang baru, agar kekurangan pada sistem ini dapat diperbaiki maupun ditambah.


DAFTAR PUSTAKA

  1. 1,0 1,1 Yakub. 2012. Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha ilmu.
  2. 2,0 2,1 2,2 2,3 Tata Sutabri. 2012. “Konsep Sistem Informasi”. Yogyakarta: Graha ilmu.
  3. 3,0 3,1 Taufiq, Rohmat. 2013. Sistem Informasi Manajemen.Yogyakarta: Graha Ilmu.
  4. Suprihadi, Rini Kartika Hudiono, Lina Sinatra Wijaya. 2013. “Rancang Bangun Sistem Jejaring View Controller”. Vol.6 No.3-Mei 2013 ISSN: 1978-8282STMIK Raharja.
  5. Noersasongko,Edi dan pulung N. Andono. 2010. Mengenal Dunia Komputer. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
  6. Endah, Marselinadan Eny Maria.2013. Sistem Informasi Geografis Pemetaan Penyebaran Pelayanan Jemaat (studi Kasus : Gereja Huria Kristen Batak (HKBP di pulau jawa). Yogyakarta: Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia (Semnasteknomedia)2013. STMIK AMIKOM Yogyakarta 19 Januari 2013.
  7. Sutarman. 2012. "Buku Pengantar Teknologi Informasi". Jakarta: Bumi Aksara
  8. Sutarman. 2012. "Buku Pengantar Teknologi Informasi". Jakarta: Bumi Aksara
  9. Sutarman. 2012. "Buku Pengantar Teknologi Informasi". Jakarta: Bumi Aksara
  10. Henderi,Maimunah, Randy Andrian. 2011. "Desain aplikasi E-Learning Sebagai Media Pembelajaran Artificial Informatics". Journal CCIT Vol-4 No.3 – Mei 2011 ISSN: 1978-8282 STMIK Raharja.
  11. Henderi,Maimunah, Randy Andrian. 2011. "Desain aplikasi E-Learning Sebagai Media Pembelajaran Artificial Informatics". Journal CCIT Vol-4 No.3 – Mei 2011 ISSN: 1978-8282 STMIK Raharja.
  12. Hasugian, Humisar, 2012. “Rancang Bangun Sistem Informasi Industri Kreatif Bidang Penyewaan Sarana Olahraga”. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur Jakarta.
  13. 13,0 13,1 Widodo,Prabowo Pudjo, dan Herlawati. 2011. Menggunakan UML. Bandung: Informatika Bandung.
  14. Adi Nugroho.2010. Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek dengan Metode USDP. Andi. Yogyakarta
  15. Rizky, Soetam. 2011 Konsep Dasar Rekayasa Perangkat Lunak. Jakarta: Prestasi Pustaka.
  16. Budiman, Agustiar. 2012. Pengujian Perangkat Lunak dengan Metode Black Box Pada Proses Pra Registrasi User Via Website. Makalah, Halaman 4.
  17. Aisyah, sity, Nawang Kalbuana. 2011. “Perancangan Aplikasi Akademik Teknologi Mobile Menggunakan J2ME”. Vol.4 No.2-Januari 2011 ISSN: 1978-8282
  18. Hidayati, Untung Raharja, Mia /novalia. 2011. “Peningkatan Kinerja Distributed Melalui Metode DMQ Base Level”. Journal CCIT Vol-4 No. 3 –Mei 2011 ISSN : 1978-8282 STMIK Raharja.
  19. Henderi,Maimunah, Randy Andrian. 2011. "Desain aplikasi E-Learning Sebagai Media Pembelajaran Artificial Informatics". Journal CCIT Vol-4 No.3 – Mei 2011 ISSN: 1978-8282 STMIK Raharja.
  20. 20,0 20,1 Erinofiardi,Nurul Iman Supardi, Redi. 2012. “Penggunaan PLC Dalam Pengontrolan Temperatur,Simulasi Pada Prototype Ruangan”. Jurnal Mekanikal, Vol.3 No.2 – Juli 2012.
  21. 21,0 21,1 Sovia, Rini. Jimmy Febio. 2011. Membangun Aplikasi e-Library Menggunakan HTML, PHP Script, Dan MYSQL Database. Jakarta: Jurnal Teknologi Informasi & Pendidikan. Vol. 3, No. 1 Maret 2011. ISSN: 2086 - 4981.
  22. 22,0 22,1 22,2 22,3 Sibero,Alexander F.K, 2011, Kitab Suci Web Programing. Yogyakarta:MediaKom.
  23. Saputra, Agus, Feni Agustin, CV ASFA Solusion. 2013 “Menyelesaikan Website 12 Juta Secara Proesional”.Jakarta: PT Alex MediaKomutindo.
  24. Daqiqil, Ibnu. 2011. Framework CodeIgniter Sebuah Panduan dan Best Practice. Makalah kumpulan tutorial komputer
  25. Kustiyahningsih, Yeni. 2011. “Pemrograman Basis Data Berbasis Web Menggunakan PHP & MySQL”. Jakarta: GrahaIlmu
  26. Anhar. 2010. “Panduan Menguasai PHP &MySQL secara Otodidak”. Jakarta: Mediakita
  27. Raharjo, Budi. 2011. Belajar Otodidak Membuat Database Menggunakan MySQL. Bandung: Informatika
  28. Puspitasari A, Heni. 2011. “Pemrograman Web Database dengan PHP &MySQL”. Jakarta: Skripta
  29. Dermawan, Febri. 2012. “Perlindungan Hukum Dan Tanggung Jawab Terhadap Penumpang Sipil Pada Kecelakaan Pesawat Udara Dalam Lingkup Hukum Internasional, Medan : Hukum.
  30. Oki Nurhadi dan Zulfa Fitri Ikatrinarsi, 2013. ” Perbaikan Program Maintenance Dengan Pendekatan Realibility Centered Maintenance (RCM) untuk mengurangi Aircraft On Grounded (AOG) Di PT. Nusantara Buana Air.” Mercu Buana, Jakarta.
  31. Sigit Hermawan dan Silvia Herlina, 2013. “Studi Intepretif Indentifikasi Dan Interaksi Intellectual Capital Terhadap Kinerja Perusahaan ”.Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Surabaya.

Contributors

Yuniar putri