Pembelajaran

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PEMANFAATAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Fenomena globalisasi yang ditandai perkembangan arus informasi dan teknologi berlangsung sangat pesat dan tiada batas. Tingkat persaingan di antara individu maupun negara sangat tinggi. Kondisi inilah, menuntut adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang seimbang. Peningkatan kualitas tersebut salah satunya dapat ditingkatkan melalui pendidikan. Pendidikan tidak lepas dari proses belajar dan pembelajaran. Pembelajaran merupakan proses pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok, dan lembaga.

Penyelenggaraan proses pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah masih cenderung bersifat teacher centered. Guru menyampaikanpemaparan materi menggunakan metode ceramah atau membaca materi yang disajikan dalam slide powerpoint kemudian melakukan tanya jawab pada siswa. Peran aktif siswa yang kurang dalam pembelajaran mengakibatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi cenderung lamban dan hasil belajar bahasa Indonesia yang dicapai siswa masih kurang. Tidak bisa dinafikan bahwa pendekatan pendidikan sangat dinamis bukan jalan di tempat, demikian pula gaya belajar yang dialami oleh siswa sudah mengalami perubahan akibat kemajuan teknologi dan masyarakat yang maju. Pembelajaran dapat dilakukan oleh siswa tanpa harus bertatap muka denganguru, demikian sebaliknya guru dapat melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan sumber belajar lainnya yang pada setiap saat dapat diakses tanpa mengenal waktu, lingkungan, dan kondisi. Oleh sebab itu, pembelajaran membutuhkan penggunaan teknologi yang dapat memberikan informasi dengan mudah dan cepat. Penggunaan teknologi tersebut dilingkungan pendidikan dikenal dengan E-learning (pembelajaran berbasis komputer).

E-learning dapat diartikan sebagai pembelajaran tanpa adanya batas ruang dan waktu. Materi pembelajaran dapat di-download secara bebas sebagai sumber referensi pembelajaran. Menurut Panen (2007:2) teknologi informasi (e-learning) adalah solusi bagi beragam masalah pendidikan. Hartoyo (2012:129) mengatakan pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran dipercaya akan memberikan: (1) kenyamanan dan fleksibilitas; (2) kesempatan danpengalaman belajar yang lebih efektif dan efisien; (3) sistem pendidikan berkualitas dan dinamis; dan (4) meningkatkan kualitas pribadi dan institusi.

Saat ini, ketergantungan dunia pendidikan terhadap e-learning sudah makin nyata. Hal ini terbukti dengan banyaknya lab bahasa yang menggunakan elektronik sebagai media utamanya. Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu subsistem yang tidak terlepas dari arah perubahan yang disebabkan oleh kehadiran e-learning. Berbagai macam strategi dan metode pembelajaran sudah dilakukan tetapi belum tercapai pembelajaran yangmemerdekakan siswa. Luasnya penguasaan ilmu pengetahuan pada siswa perlu terus dikembangkan secara mandiri. Dengan ditrapkannya e-learning di dunia pendidikan diharapkan akan menjadi alternatif untuk siswa untuk mengembangkan ilmu dan pengetahuannya secara lebih luas. Siswa dapat belajar lebih bebas dan mandiri sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik.


B. Rumusan Masalah

Fokus yang menjadi kajian dan perhatian di sini adalah

1. Bagaimana dampak e-learning terhadap pembelajaran bahasa Indonesia?

2. Bagaimana strategi pemanfaatan e-learning dalampembelajaran bahasa Indonesia?


C. Tujuan

Berdasarkanlatar belakang masalah, maka tujuan yang diharapkan adalah

1. Mengetahui dampak penerapan e-learning terhadap pembelajaran bahasaIndonesia dan

2. Mengetaui strategi pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran bahasa Indonesia.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


Pada bagian ini akan dibahas mengenai teori-teori yang berkaitan dengan e-learning dan pembelajaran bahasa Indonesia.


A. E-learning

1. Pengertian E-learning

Banyak orang menggunakan istilah e-learning yangberbeda-beda, tetapi pada prinsipnya e-learning adalah pembelajaran yangmenggunakan jasa elektronik sebagai alat bantunya. Untuk menyederhanakanistilah, maka electronic learning disingkat menjadi e-learning.Kata ini terdiri dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronic’dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. Departemen Pendidikan New Zealand dalam Hartoyo (2012: 112 )mendefinisikan e-learning sebagai: “Learningthat is enabled or supported by the use of digital tools and content. Ittypically involves some form of interactivity, which may include on-line interactionbetween the learner and their teacher or peers. E-learning opportunities areusuall accessed via the internet, though other technologies such as CD-ROM arealso used.”

Dengan kata lain, e-learning merupakan proses pembelajaran yang dilaksanakan atau didukung dengan penggunaan sarana atau materi pembelajaran digital. Dalam pelaksanaannya, terdapat interaksi on-line antara siswa dan guru mereka maupun dengan teman mereka sendiri. E-learning pada umumnyadilaksanakan melalui internet, meski ada pula yang menggunakan teknologi lain seperti CD-ROM. Jadi, e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakanjasa bantuan perangkat elektronik seperti audio, videotape, transmisi satelit atau komputer.


2. Tujuan E-learning

Teknologi merupakan salah satu media pendukung sebagaisarana untuk menyampaikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang bertujuanuntuk memudahkan siswa dalam belajar dan meningkatkan kualitas kegiatanpembelajaran. Bates dalam Hartoyo (2012: 116) mengemukakan bahwa tujuanditerapkannya pendekatan e-learning sebagai berikut.

a. Meningkatkanakses terhadap kesempatan belajar (increase access to learning opportunity)dan fleksibelitas siswa dalam belajar. Dalam hal ini, e-learning mampu meningkatkan kesempatan belajar dan fleksibilitas siswa dalam belajar melalui berbagai sarana dan metode pembelajaran yang digunakan. b. Meningkatkankualitas pembelajaran (enhance general quality). c. Mengembangkan keterampilan dan kompetensi (develop skills and competencies) yang diperlukan siswa serta memberikan bekal kecakapan digital yang diperlukan dalam bidang ilmu, profesi, atau karir mereka. d. Mengakomodasi beragamnya gaya atau cara belajar (to meet the learning sytles/needs)siswa. e. Meningkatkan efektivitas dana (cost effectivinees), terutama pada tataran pendidikanmenengah.


3. Karakteristik E-learning

Karakteristik e-learning ini antara lain :

a. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik. Guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang bersifat protokoler. b. Memanfaatkan keunggulan komputer(digital media dan computer networks) Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya c. Memanfaatkan jadwal pembelajaran,kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

Pengembangan e-learning tidak semata-mata hanya menyajikanmateri pelajaran secara on-line saja, tetapi harus komunikatif danm enarik. Materi pelajaran didesain seolah peserta didik belajar di hadapan pengajar melalui layar komputer yang dihubungkan melalui jaringan internet.Untuk dapat menghasilkan e-learning yang menarik dan diminati, Onno W.Purbo (2002) mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi dalam merancang e-learning,yaitu “sederhana, personal, dan cepat”. Sistem yang sederhana akan memudahkanpeserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahanpada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan sistem e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar menggunakan sistem elearning-nya.

4. Aspek-aspek dalam Pengembangan E-learning

Susanto dalam Mukmin dalam Hartoyo (2012: 132-133)mengatakan bahwa keberhasilan pemanfaatanteknologi ditentukan oleh empat komponen yang saling berkaitan, ketidakhadiran atau kurang optimalnya kualitas salah satu komponen saja dapat menyebabkan keseluruhan sistem tidak dapat berfungsi dengan baik. Keempat komponen itu adalah:

a. Technoware (object-embodied technology).Komponen ini berkaitan dengan wujud peralatan seperti manual, peralatanelektronik, mesin-mesin, serta fasilitas lain yang terintegrasi. b. Humanware(person-embodied technology).Komponenini berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia serta kemampuan pemasangan,pengoperasian, perbaikan, dan pemeliharaan. c. Orgaware (intution-embodied technology).Komponen ini berkaitan dengan wujud organisasi atau institusi pendidikanseperti keterkaitan hubungan individual, kolektif, departemental, ataulingkungan yang lebih jauh lagi yaitu industri, nasional, internasional, danlain-lain. d. Infoware(document-embodied technology).Komponen yang berkaitan dengan wujud informasi serta spesifikasi, penggunaan,generalisasi, cara-cara memperoleh data dan informasi, serta kegiatan lainnyayang berkaitan dengan usaha untuk menghasilkan informasi yang akurat secaraefektif dan efisien.


B. Pembelajaran Bahasa Indonesia

1. Pengertian Pembelajaran

Dalam penggunaan sehari-hari, istilah pembelajaran seringkali disamakan dengan istilah pengajaran. Padahal kedua kata tersebut memilikiasal kata yang berbeda. Pembelajaran berasal dari ‘belajar’ sedangkanpengajaran berasal dari kata ‘mengajar’. Dengan demikian istilah pembelajaran lebih berfokus pada proses belajar yang terjadi pada diri siswa, sedangkan istilah pengajaran lebih berorientasi pada proses mengajar yang guru.Menurut Yusuf Hadi Miarso (2004: 528) pembelajaran adalah usaha mengelola lingkungan belajar dengan sengaja agar seseorang membentuk diri secara positif dalam kondisi tertentu, sedangkan pengajaran adalah usaha membimbing dan mengarahkan pengalaman belajar kepada siswa yang biasanya berlangsung dalam situasi formal.

Smith dan Ragan dalam Martinus Yamin (2012: 66) menyatakanbahwa pembelajaran adalah desain dan pengembangan penyajian informasi danaktivitas-aktivitas yang diarahkan pada hasil belajar tertentu. Pembelajaran bukanmenitik beratkan pada ‘apa yang dipelajari’ melainkan pada ‘bagaimana membuatsiswa mengalami proses belajar, yaitu cara-cara yang dilakukan untuk mencapaitujuan yang berkaitan dengan cara pengorganisasian materi, cara penyampaianpelajaran, dan cara mengelola pembelajaran. Walter dan Reiser dalam MartinusYamin (2012: 66) mengemukakan pembelajaran yang efektif adalah pembelajaranyang dapat membuat siswa mendapat keterampilan-keterampilan, pengetahuan, atausikap-sikap, dan siswa senang belajar dalam pembelajaran tersebut.

2. PembelajaranBahasa Indonesia

Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi.Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuansiswa dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan (Depdikbud, 1995: 34). Halini relevan dengan kurikulum 2004 bahwa kompetensi siswa bahasa diarahkan kedalam empat subaspek yaitu membaca, berbicara, menyimak, dan mendengarkan.

Tujuan pembelajaran bahasa menurut Basiran (1999) adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks komunikasi. Kemampuan yangdikembangkan adalah daya tangkap makna, peran, daya tafsir, menilai, danmengekspresikan diri dengan berbahasa. Kesemuannya itu dikelompokkan menjadikebahasaan, pemahaman, dan penggunaan. Sementara itu, dalam kurikulum 2004 disebutkan bahwa tujuan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia secara umummeliputi: 1) siswa menghargai dan membanggakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (bahasa nasional) dan bahasa negara; 2) siswa memahami bahasaIndonesia dari segi bentuk, makna, dan fungsi, serta menggunakannya dengantepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, keperluan, dan keadaan; 3) siswamemiliki kemampuan menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan intelektual,kematangan, emosional, dan kematangan sosial; 4) siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa (berbicara dan menulis); 5) siswa mampu menikmati danmemanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa; dan 6) siswa menghargai dan membanggakan satra Indonesia sebagai khasanah budaya danintelektual manusia Indonesia., Untuk mencapai tujuan di atas, pembelajaran bahasa harus mengetahui prinsip-prinsip belajar bahasa yang kemudian diwujudkan dalam kegiatan pembelajarannya, serta menjadikan aspek-aspek tersebut sebagai petunjuk dalam kegiatan pembelajarannya. prinsip-prinsip belajar bahasa dapat disarikansebagai berikut. Siswa akan belajar bahasa dengan baik bila: a) diperlakukan sebagai individu yang memiliki kebutuhan dan minat; b) diberi kesempatan berpartisipasi dalam penggunaan bahasa secara komunikatif dalam berbagai macamaktivitas; c) bila ia secara sengaja memfokuskan pembelajarannya kepada bentuk,keterampilan, dan strategi untuk mendukung proses pemerolehan bahasa; d) ia disebarkan dalam data sosiokultural dan pengalaman langsung dengan budayamenjadi bagian dari bahasa sasaran; e) jika menyadari akan peran dan hakikat bahasa dan budaya; f) jika diberi umpan balik yang tepat menyangkut kemajuan mereka;dan g) jika diberi kesempatan untuk mengatur pembelajaran mereka sendiri(Aminudin, 1994: 67)


C. E-learning sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia

Media merupakan sarana komunikasi bagi masyarakat. media inibisa berupa koran, majalah, TV, radio, telepon, dan internet (Fajri, 2006:556). Media dapat dikelompokkan berdasarkan bentuknya, yaitu media cetak danmedia elektronik. Media cetak berupa alat komunikasi massa yang diterbitkandalam bentuk cetakan seperti koran dan majalah. Media elektronik merupakansarana yang berupa media elektronik seperti TV, radio, dan internet sertatermasuk di dalamnya e-learning.

Untuk memilih media pendidikan, ada beberapa hal yang perludiperhatikan yaitu (a) harus memahami usia yang akan menggunakan, lingkungansosial budaya, dan karakteristik subjek didik; (b) kemudahan mendapatkan media;(c) membantu kelancaran pengajaran atau sekedar suplemen; dan (d) menariktidaknya bagi siswa (Endaswara, 2003: 30) Peranan media dalam pendidikan sangat penting. mediapendidkan sedikit banyaknya akan meningkatkan intensitas kemampuan pemahamansiswa. siswa akan termotivasi untuk lebih dekat dalam menggauli suatu hal dantentunya pembelajaran akan semakin menarik dan interaktif.

Menurut Arsyad (1997: 25) fungsi media pendidikan adalah :(1) materi pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga pemahaman danpenguasaan siswa akan lebih mudah; (2) metode mengajar akan lebih bervariasi,tidak hanya komunikasi verbal yang monoton sehingga siswa tidak bosan dan guruakan lebih kreatif saat pembelajaran; dan (30 siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar-mengajar sebab tidak hanya mendengarkan guru, tetapi siswaakan selalu mendengar, mengamati, dan mendeskripsikan.

Menurut Kempt dan Dayton (1995: 28) media pembelajaranmemenuhi tiga fungsi utama, yaitu (1) memotivasi minat atau tindakan; (2)menyajikan informasi. ; dan (3) memberi intruksi, sedangkan menurut Roestiyah (2000: 67) fungsimedia pendidikan ada tiga. pertama, fungsi edukatif, aritnya mediapendidikan yang mengandung nilai-nilai pendidikan dapat memberikan pengaruh baik. Kedua, fungsi sosial, artinya dengan pendidikan hubungan antara guru dan siswa menjadi lebih baik sebab mereka dapat bersama-sama menggunakan media tersebut. Ketiga, fungsi ekonomi, artinya dengan satu macam alat atau media sudah dapat dinikmati oleh sejumlah siswa dan dapat digunakan sepanjang waktu. Penerapan e-learning sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia membutuhkan rancangan pembelajaranyang efektif, efisien, dan sistematik. Persiapan itu dapat dilakukan sejak awaluntuk menghindari pemanfaatan e-learning yang sekedar aksesoris atau tambahan yang kurang memberikan andil dalam pembelajaran. Perencanaan pembelajaran perludijelaskan tentang kompetensi/skill yang hendak dicapai dengan mediae-learning. Kemudian perlu dirumuskan tentang partisipasi siswa, efisiensi waktu, strategi pembelajarannya, dan evalusi pembelajaran. Hal tersebut harus dipersiapkan dengan matang sehingga saat pembelajaran berlangsung guru dan siswa akan terjalin komunikasi yang baik dan tujuan pembelajaran akan tercapai.

Keterampilan berbahasa beraneka ragam. Pada keterampilan membaca dapat berbentuk membaca cepat, membaca komprehensi, skimming,scanning, dan analisis wacana. Keterampilan menulis dapat berupa ragamjenis tulisan, seperti surat, sinopsis, karya ilmiah, puisi, cerpen, rangkuman,esai. Untuk keterampilan menyimak dapat dilakukan dengan mendengarkan berbagaisitus radio, televisi, tayangan iklan atau film. Keterampilan berbicara dapatberupa latihan diskusi, pengambilan keputusan, pidato, wawancara.

Tercapainya pembelajaran keterampilan dalam bahasa Indonesiaseperti menulis, membaca, menyimak, dan berbicara dapat dilakukan melalui e-learning. Untuk keterampilan menulis,membaca, dan menyimak guru mudah untuk melakukan inovasi-inovasi saatpembelajaran. Hal tersebut dikarenakan program-program dan sofware yangmendukung pembelajaran, di internet sudah tersedia lengkap. Akan tetapi, untukketerampilan menyimak, guru masih sangat terbatas melakukan inovasi-inovasi saat pembelajaran. Keterbatasan tersebut dikarenakan media elektronik dalam bentuk practice pistening belum memadai dan belum lengkap. Sofware untuk menunjang kegiatan pembelajaran tersebut masih sangat terbatas sehingga guru masih menggunakan metode lama saat pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran seperti kesusatraan, kosakata,kebahasaan, dan tata bahasa di dalam program e-learning dapat dimanfaatkansecara optimal. Program-program yang mendukung seperti kamus, thesaurus,glosarium, search engine, dan encyclopedia semuanya dapat diakses dan dimanfaatkan. Apabila guru dan siswa mau menggunakan fasilitas tersebut secara optimal, tentunya komunikasi dua arah akan tercapai dengan bak.


BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Dampak Penerapan E-learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Agar iklim pendidikan yang berbudaya dapat tercapai, adabeberapa hal atau komponen dalam pendidikan yang perlu recovery danperubahan secara cepat dan tepat. Seiring dengan perubahan penggunaan media E-learningtersebut, bukan berarti secara keseluruhan sistem pendidikan menggunakanelektronik. Akan tetapi, sistem pembelajaran yang sudah ada masih digunakanjika diperlukan dan masih up-to-date. Guru maupun siswa dapat mengkombinasikansistem pembelajaran yang sudah ada dengan sistem pembelajaran berbasis e-learrning.

Di dalam pembelajaran bahasa Indonesia perubahan terjadiseiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, beragam kebutuhan masyarakat,serta kemajuan teknologi. Perubahan tersebut, jika dapat mendukung danmempermudah guru atau siswa dalam proses tranfer ilmu, perlu disikapi secara positif.Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi dapat dilakukan tanpaharus bertatap muka, dan tidak terbatas dalam ruang dan waktu. Sistempembelajaran e-learning adalah proses pembelajaran maya (virtuallearning). Proses pembelajaran maya terjadi pada kelas maya (virtualclassroom) yang berada dalam cyberspace (website) melaluijaringan internet. Aktivitas antara guru dan siswa dapat dilakukan kapan sajadan di mana saja. Guru dapat memberikan informasi, materi, penugasan, diskusi,refleksi, dan tanya jawab kepada siswa melalui website. Selain itu,tugas-tugas siswa dapat dikirimkan melalui website dengan mudah tanpaharus mengeluarkan biaya, tenaga, dan waktu yang lebih.

Pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan media e-learningdapat menjadi sistem pembelajaran tersendiri atau digabung dengan prosespembelajaran langsung (tatap muka di kelas) yang mengandalkan kehadiran guru.Jika guru mampu mengemas antara pengajaran dengan media e-learningdengan pertemuan langsung, maka transfer ilmu akan lebih mudah sampai padasiswa. Selain itu, secara psikologis siswa tetap akan mendapat perhatian yangbersifat intern dari guru sehingga akan terjalin komunikasi yang kondusif saatpembelajaran berlangsung.

Menurut Sarwadi (1992: 20) keuntuntungan menggunakan media dalampembelajaran antara lain: a) pembelajaran lebih produktif, artinya denganmemberikan pengalaman belajar pada siswa seperti melihat, mendengar, danmemanfaatkan media elektronik; b) pendidikan lebih individual dengan kehadiran berbagaialternatif penggunaan media, baik media dengar, media pandang, media pandangdengar, kebutuhan siswa secara individual akan semakin terlayani. Pembelajaran berbasis media e-learning akan membawaperubahan tradisi atau budaya pembelajaran, dari pembelajaran yang berfokuskepada guru atau materi (teacher centered atau content centered) menujubudaya pembelajaran yang berfokus pada siswa dan kompetensi atau pengalamanbelajar. Dalam pembelajaran berbasis e-learning, peran guru akan menjadifasilitator bagi siswa untuk berinteraksi dengan berbagai sumber belajar danbersama siswa menemukan berbagai sumber belajar dan informasi. Jikapembelajaran sudah berfokus pada siswa, maka tujuan pembelajaran akan tercapaidengan baik dan siswa akan siap bersaing di era sekarang ini.

Pembelajaran berbasis elektronik akan menciptakan suasanapembelajaran yang efektif, efisien, dan meningkatkan mutu pendidikan. Akan tetapi, e-learning bukanlah tujuan pembelajaran itu sendiri sehingga kemudahan yang terdapat di dalamnya jangan melupakan esensi utamanya. Tujuanutama untuk keberhasilan kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh materi pembelajaran itu sendiri. E-leraning merupakan salah satu media yang digunakan untuk menunjang kesuksesan pembelajaran.

Menurut Matthew Comerchero (2006) dalam tulisannya E-learning Concepts and Techniques menyebutkan bahwa e-learning merupakan sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi,dan teknologi. E-learning akan membentuk kebiasaan siswa untuk belajarmandiri, keterampilan berkomunikasi (comunication skill), kemampuanbernalar, dan bersosialisasi. Selain itu, siswa akan mampu melakukan komunikasidengan baik secara lisan maupun tertulis dengan orang lain. Tindakan yangdilakukan ialah berburu berbagai macam referensi sumber pembelajaran yang dapatdi download dan dipelajari secara mandiri oleh siswa sehingga kemandirian belajar akan tercipta dengan sendirinya.

Pengajaran berbasis e-learning dalam bahasa Indonesia dapat dilakukan ketika proses pembelajaran di laboratorium bahasa. Untuk mengajarkan keterampilan berbicara dapat menggunakan program audio yang terkoneksi satu dengan yang lainnya. Guru hanya mengawasi dan membimbing siswa ketika proses pembelajaran berlangsung. Misalnya, ketika siswa praktik membaca berita lewat program audio, siswa yang lain akan menyimak, mencermati, danmencatat apa yang dianggap penting. setelah itu siswa akan saling berinteraksi(tanya jawab) melali microphone yang sudah terkoneksi dengan dipandu oleh guru. siswa akan lebih antuias dan respon terhadap pembelajaran dilaboratorium bahasa tersebut.

Contoh lain pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan e-learning adalah berdiskusi (group)dengan temannya. Kelompok belajar ini dapat membentuk komunitas, berkolaborasi,dan membentuk jaringan online yang dapat dilakukan secara langsung dan tidaklangsung. Siswa dapat selalu berkomunikasi dengan temannya membahas pembelajaran bahasa Indonesia yang sudah dilakukan di sekolah, apapun yangmendukung pembelajaran bahasa Indonesia dapat dibahas dalam jaringan.

Penerapan sistem e-learning dirancang untuk meningkatkan keaktifan dan kekreatifan siswa dalam pembelajaran, serta kemampuan untuk menggunakan teknologi dengan baik. Dalam pelaksanaannya, program website e-learning dapat dikemas sesuai dengantujuan, sasaran, materi, metode, keterbukaan, dan output yang akan dihasilkan.Di dalam program e-learning dapat berisi forum refleksi, tanya jawab,diskusi, penugasan (share file), pengumuman, dan informasi lainnya.Setiap forum tersebut digunakan berdasarkan tujuan dan hasil yang akandiperoleh oleh guru ataupun siswa. Misalnya, forum refleksi dapat digunakansiswa untuk mengungkapkan apa yang dirasakan ketika mengikuti pembelajaran dengan memberikan kritikan, saran, pendapat, argumen, dan masukan secaratertulis. Masukan dan pendapat yang ditulis secara tidak langsung dan bermanfaat sebagai media pembelajaran keterampilan menulis. Siswa akan lebih terbuka dengan guru dalam menjalin interaksi terhadap sistem pembelajaran yangsudah dilaksanakan. Mereka akan terbiasa menulis terhadap sesuatu yang menjadimasalah ata ide yang ada dalam pikiran masing-masing untuk disampaikan kepadaguru.

Forum ‘tanya jawab’ dapat digunakan sebagai ajang tanyajawab antara guru dengan murid mengenai segala hal yang berkaitan denganpembelajaran. siswa akan lebih leluasa bertanya melalui website tentangtema yang sudah ditentukan. siswa akan lebih dominan dalam memberikan pendapatdan gagasan. guru hanya bertugas mengarahkan pada tema yang yang didiskusikanagar tidak melenceng dari tema. siswa akan berlomba-lomba memberikan solusi yang terbaik terhadap tema yang dibahas sehingga diperoleh proses didkusi yanginteraktif dan kreatif di dalam website. Forum ‘share file‘ dimanfaatkan untuk pengirimantugas siswa yang berbentuk nonpaper kepada guru yang mengampu mata pelajaranbahasa Indonesia. Tugas-tugas siswa dapat dikirimkan melalui forum sharefile dengan waktu yang relatif singkat. selain itu, forum ini dapatdigunakan guru dan siswa untuk upload maupun download materipelajaran bahasa Indonesia.


B. Strategi Pemanfaatan E-learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran bahasaIndonesia perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut.

1. Pengembangan kreativitas guru tentange-learning

Pengembangan kemampuan guru tentang e-learning sangatdiperlukan setiap saat. Upaya pengembangan tersebut dapat berupa pelatihan, workshop,dan seminar-seminar yang berkaitan dengan e-learning. pelaksanaan pelatihan e-learning dilaksanakan secara continue dan aplikatif.Setelah guru mendpatkan pelatihan tentang e-learning hendaknya diterapkan dan dilaksanakan di sekolah atau instansinya masing-masing.

2. Peningkatan kemampuan siswa tentang e-learning

Kemampuan siswa tentang pemanfaatansangat mendukung pelaksanaan pembelajaran yang komunikatif. untuk itu,upaya-upaya yang perlu dilakukan adalah memberikan pelatihan, kursus danpraktik kepada siswa tentang cara memanfaatkan elektronik (komputer) dan program-program(internet) yang mendukung pembelajaran. Siswa perlu diarahkan dan dibimbing oleh guru setiap pembelajaran untuk dapat mengakses materi atau bahan,pengiriman tugas, download, upload, dan penggunaan fasilitas softwarelainnya.

3. Penyediaan media e-learningdi lembaga yang bersangkutan

Media pembelajaran adalah sarana pembelajaran yang digunakanoleh guru sebagai proses transfer ilmu kepada siswa. pemanfaatan mediapembelajaran yang relevan tentunya akan mempengaruhi proses pembelajaran karena dapat meningkatkan efektivitas dan kekondusifan pembelajaran. begitu juga dengan pembelajaran berbasis e-learning, ketersedian media elektronik di sekolah merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Pihak sekolah harus menyediakan media tersebut sesuai kebutuhan dan jumlah siswa yangada. selain itu, media pendukug lainnya juga perlu diperhatikan agar pembelajaran dapat berjalan dengan kondusif.


BAB IV


KESIMPULAN


Pemanfaatan e-learning di institusi pendidikanterbukti memberikan andil dan peran yang sangat penting di dalamnya. Hal tersebut salah satunya dapatdilihat dalam pembelajaran bahasa Indonesia, yang sekarang ini sudahsangat membutuhkan media teknologi elektronik sebagai media. berbagai macamjenis materi dan penugasan sudah menggunakan media elektronik (internet). Peran dan fungsi tersebut untuk mempermudah, mempercepatpelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Salah satu contoh pemanfaatan media pembelajaran berbasis e-learningdapat dimulai dari pengumpulan tugas oleh siswa kepada guru. kemudian siswamengirimkan melalui website matapelajaran yang berkatan di mana pun dan kapan pun sehingga hasil tulisantersebut dapat diakses dan dibaca oleh semua siswa serta dapat diketahuikelebihan dan kelemahan tugas dari masing-masing siswa. Kemudahan dankeberagaman model pembelajaran e-learning dapat meningkatkan mutu pembelajaranbahasa Indonesia pada khususnya dan pembelajaran lain pada umumnya. pembelajaranberbasis e-learning bersifat terbuka yang dapat diakses siapa saja. haltersebut bertujuan agar terjalin pertukaran informasi dengan orang lainsehingga pengetahuan yang diperoleh akan lebih beragam. Upaya dunia pendidikan untuk meningkatkan mutu pembelajaranharus selalu diperhatikan. Salah satu upaya tersebut yaitu pemanfaatan media e-learning sebagai media alternatifmemperoleh pengetahuan dan informasi yang seluas-luasnya. Media e-learningyang sudah di diterapkan di instansi pendidikan, khususnya padapembelajaran bahasa Indonesia seharusnya diterima dengan pikiran terbuka.

Penerapan e-learning sekarang ini, sudah dapatdirasakan manfaatnya sehingga guru dan siswa merasa perlu untuk mengajimempelajarinya secara mendalam. Segala upaya perlu dibenahi agar pembelajaran berbasis e-learning dapat terlaksana dengan baik. Pembenahan tersebutdapat dilakukan pada sumber daya manusia, sarana prasarana, kurikulum, dan kebijakan-kebijakan yang berlaku. Jika pembenahan pada aspek-aspek tersebut sudah terlaksana, pastilah pembelajaran bahasa Indnesia berbasis e-learning akan tercapai dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA

Arsyad,A. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo

Basiran, Mokh. 1999. Apakah yang Dituntut GBPP Bahasa Indonesia Kurikulum 1994?. Yogyakarta: Depdikbud

Endaswara, S. 2003. Membaca, Menulis, Mengajarkan Sastra Berbasis Kompetensi. Yogyakarta: Kota Kembang

Fajri,Zul Em. 2006. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta: Diva Publisher

Kemp, J.E. dan Dauton, D.K. 1985. Planning dan Intructional Media. New York: Harper & Row, Publisher.

Matthew Comercero. 2005. “E-learning Concept and Technoloques”. http:-//www. 9 Februari 2013.

Hartoyo. 2012. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Bahasa. Semarang: Pelita Insani.

Panen, P, dkk. 2006. “Pemanfaatan Teknologi Informasi dalamPeningkatan Mutu Pembelajaran Bahasa Indonesia.

Yogyakarta”. http://www.Artikel [email protected] 9 Februari 2013.

Roestiyah.2000. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Adil Mahasatya.

Yamin, Martinis. 2012. Desain baru Pembelajaran Kontruktivistik. Jakarta: Referensi.

Yusufhadi, Miarso. 2007. Menyemai Benih TeknologiPendidikan. Jakarta: Kencana Persada Group.

Sarwadi.1994. Pengantar Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Contributors

Mulyati