Nadia Mawarni Putri

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari

About Me

Nadia Mawarni Putri

Nadia Mawarni Putri



Latar Belakang

Nama Lengkap
Nadia Mawarni Putri
Lahir
Tangerang, 1 Agustus 1992
Asal
Tangerang, Indonesia
Status
Mahasiswa TI-MAVIB
Tahun Masuk
2012
Situs Webhttp://nadiamawarniputri18.ilearning.me/
Perkenalkan nama saya Nadia Mawarni Putri , saya seorang mahasiswi dari Perguruan Tinggi Raharja, jurusan teknik informatikaberkonsentrasi multimedia audio visual and broadcasting. Saya lahir di Tangerang pada tanggal 1 Agustus 1992, saya anak ketiga dari tiga bersaudara. Saya bertempat tinggal di daerah cimone, asal sekolah saya SMK Islamic Village. Pekerjaan papa saya seorang karyawan swasta sedangkan mama hanya ibu rumah tangga. Saya ingin berbagi sedikit pengalaman hidup saya.Di semester 5 ini saya sedang menjalani KKP dengan pembimbing Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I dan dengan kelompok bernama NASEBANARU (NARU) dengan anggota:


1. Ayu Wanda Lestari
2. Cahyo Anggoro Seto
3. Edy Bill Stephen
4. Imam Prayogi
5. Lalita Tri Adila
6. Lia Suci Wulandari
7. Nadia Mawarni Putri
8. Noval Jindan
9. Nurul Komaeni
10. Yessy Oktavyanti

Profil

Nama Lengkap Nadia Mawarni Putri
NIM 1221474146
Status Mahasiswa S1 Perguruan Tinggi Raharja
Tempat, Tanggal Lahir Tangerang, 1 AGUSTUS 1992
Alamat Rumah Cimone Permai Jl.BETA 3 NO. 221 Tangerang
Golongan Darah O


Kontak

Website my site
Email RINFO [email protected]

Pendidikan

2000 SD STRADA SLAMET RYADI 2 Tangerang
2006 SMP STRADA SLAMET RYADI Tangerang
2009 SMK ISLAMIC VILLAGE Tangerang
2012 - sekarang S1 MAVIB PT Raharja



Mungkin saya bukan anak yang sempurna seperti anak- anak pada umumnya, saya mempunyai banyak keterbatasan sejak saya lahir, saya baru dapat berdiri dan berjalan umur 3 tahun, saya baru dapat berbicara umur 4 tahun. saya tahu benar bagaimana orang tua saya berjuang demi membangun saya sejak nol yang mengeluarkan banyak biaya untuk menghidupi saya sampai sekarang pun saya belum dapat berbicara layaknya orang pada umumnya, saya harus berfikir terlebih dahulu sebelum saya mengeluarkan kata-kata dalam mulut saya agar semua orang mengerti dan memahami semua perkataan yang saya keluarkan. Saya masuk sekolah pada umur 4 tahun, tapi saya baru masuk SD umur 7 tahun karena waktu saya kelas nol kecil saya tidak naik kelas karena saya di anggap belum dapat menerima dan memahami pelajaran dengan baik. Waktu itu orang tua mengetes IQ saya dan ternyata hasil tes IQ di atas rata-rata dan saya dapat bersekolah di sekolah umum bukan sekolah luar biasa. Saya bersekolah di SD Strada Slamet Ryadi 2 Perum 1.
Saya sekolah layak orang pada umumnya tapi waktu saya kelas 1 SD lagi- lagi mengalami kegagalan yang sama waktu saya duduk di TK, saya tidak naik kelas kembali dan saya mengulang. Di situ terlihat bagaimana perjuangan kedua orang tua dan para guru saya untuk mengajari saya dan membuat saya mengerti arti dari sekolah yang sebenarnya dan Alhamdulilah dari hasil pengulangan hasilnya memuaskan sekali pada akhirnya saya dapat naik kelas 2. Di kelas 2 SD saya bersama mama dan kedua kakak saya pindah ke solountuk melindungi keluarga karena papa saya sedang mengalami masalah yang cukup besar, papa saya terkena kasus penipuan dalam menjalankan sebuah bisnis. Papa saya harus mengembalikan uang kepada teman dan saudaranya dalam jumlah yang cukup besar.


Di solo kami tinggal di sebuah kontrakan selama dua tahun. Ketika saya sedang mencari sekolah di solo, mama saya sempat di buat kecewa dengan suatu perkataan seorang suster kepala sekolah di salah satu sekolah swasta bahwa menurut dia, saya tak bisa dan tak mampu bersekolah di sekolah umum karena melihat kondisi saya waktu itu, dia menyarankan kepada mama saya untuk memasukan saya ke sekolah luar biasa. Jelas mama saya tidak menerimanya karena menurut mama saya, saya mampu dan dapat menerima pelajaran dengan baik dan hasil pengulangan waktu kelas 1 SD itu tidak rekayasa dan real itu dari usaha saya sendiri. Tapi suster tersebut tak mempercayainya dan tak mau menerima saya sebagai murid di sekolah itu.
Karena rasa penasaran mama saya akhirnya membawa saya ke sekolah luar biasa, mama menceritakan dan menjelaskan semua dari maksud kedatangannya ke sekolahtersebut. Syukur Alhamdulilah ternyata sekolah itu tak dapat menerima saya karena saya di anggap tak layak bersekolah di sekolah luar biasa karena saya mempunyai IQ yang tinggi di atas rata- rata anak pada umumnya dan termasuk anak yang cerdas, dapat menerima dan memahami semua pelajaran sekolah umum, akan terasa sangat merugikan dan menjadi penghambat perkembangan otak saya jika saya di sekolahkan di sekolah tersebut.
Akhirnya setelah mama dan saya mencari-cari sekolah yang pantas dan mau menerima saya, kami mendapatkan sebuah sekolah swasta yaitu SD Pangudi Luhur 3. Kehidupan saya di sana tak begitu menyenangkan karena di sana banyak anak-anak yang suka mengejek karena kekurangan yang saya mlliki. Kedua orang tua saya yang menguatkan saya dan pada suatu hari saya menuliskan sebuah puisi untuk papa yang berjudul “Ayah”dan mengirimkan puisi saya ke sebuah majalah anak-anak sekolah di solo. Dan ternyatapuisi yang saya buat masuk ke dalam majalah tersebut, senangnya hati saya saat itu lalu saya menjadikan itu sebagai penyemangat belajar dan cita-cita saya. Saya ingin menjadi seorang penulis terkenal di dunia. Di kelas 2 SD pertama kali saya mengenal komputerdan saya bermain dengan komputer.
Setelah dua tahun saya tinggal di solo dan kakak pertama saya lulus SMP dan saya kelas 4 SD, saya berserta keluarga pindah kembali ke Tangerang. Saya kembali bersekolah di Sekolah lama saya yaitu SD Strada Slamet Ryadi 2. Di sekolah saya sangat sering menggunakan perpustakaan untuk membaca buku-buku cerita anak-anak dan saya juga sering membuat puisi-puisi dengan komputer lalu saya masukan di mading-mading kelas dan sekolah, prestasi saya di pelajaran komputer sangat memuaskan. Saya juga aktif di luar pelajaran sekolah yaitu pramuka.
Lulus SD saya bersekolah di SMP Strada Slamet Ryadi masih satu kawasan dengan SD saya. Dunia saya di SMP tak jauh berbeda dengan dunia SD saya. Tapi saya lebih jauh lagi dalam memahami dan mempelajari komputer. Saya juga masih membuat puisi tapipuisi yang saya buat bukan puisi bertema anak-anak lagi tapi sudah sedikit bergeser pada dunia remaja dan saya mulai menulis sebuah buku novel remaja, akan tetapi saya belum pernah menerbitkan di karenakan semua file di komputer saya hilang sehingga saya tak dapat melanjutkan perjuangan saya di novel saya. Pengetahuan akan komputersaya bertambah luas dan nilai di pelajaran komputer saya bertambah lebih memuaskan dari pada nilai saya di SD.
Saya ingin bercerita sedikit pada saat saya liburan sekolah di kenaikan kelas 1 SMP saya mengunjungi daerah Wonogiri. Di sana daerahnya masih sangat murni perdesaan. Di daerah tersebut perkembangan komputer masih sangat sempit dan pelajaran dasar komputer yang harusnya di berikan oleh anak-anak sekolah dasar ternyata baru di berikan kepada anak-anak sekolah menengah pertama. Sangat memprihatinkan jika kejadian ini terus terjadi, karena saya berfikir akan sangat tertinggal jauh oleh globalisasi saat ini. Di mata global teknologi komputer sangat meningkat dengan cepat, jika masyarakat dipinggiran gunung atau di kedalaman daerah tidak mendapat akses yang di terima di kota-kota besar. Maka negara kita tak akan menjadi negara yang maju. Saya juga prihatin dengan perkembangan bahasa Indonesia yang berada di daerah tersebut. Masih banyak warga dan masyarakat di sana yang tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bahkan para orang tua yang paruh baya pun masih banyak yang belum dapat membaca dan menulis dengan baik. Sedangkan di daerah perkotaan sudah menjamurnya bahasa Inggris. Akan sangat tertinggal jauh. Demikianlah cerita yang saya ingin bagikan kepada pembaca, saya akan menlanjutkan cerita tentang diri saya sendiri.
Setelah saya lulus dari SMP dengan hasil UAN yang menurut saya kurang memuaskan dan karena itu saya tak dapat masuk sekolah favorit yang diTangerang. Sejak saya kelas 2 SMP memang saya ingin sekolah kejuruan karena saya ingin mencari pengalaman yang berbeda dengan kedua kakak saya. Dan di prediksi setelah saya 2 tahun lulus sekolah, papa saya akan mengalami pensiun maka karena itu saya tidak memilih SMA. Karena saya ingin berkerja dahulu sebelum saya menlanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Lalu orang tua saya memutuskan saya sekolah di SMK Islamic Village.
Sebenarnya pada awalnya saya setengah hati bersekolah di sekolah tersebut karena saya sudah mempunyai sekolah pilihan yang saya inginkan, tapi orang tua saya ingin saya mengenal agama saya sendiri, karena saya dari SD hingga SMP saya bersekolah disekolah katolik sedangkan saya beragama Islam. Sungguh perjuangan yang tidak mudah bersekolah di sekolah yang berbeda agama dengan keyakinan sendiri. Bahkan waktu saya SD saya pernah berniat pindah agama dari Islam menjadi Katolik karena saya terbiasa dengan lingkungan sekolah, tapi orang tua saya memberikan pengertian dan pengarahan kepada saya. Dan akhirnya saya mengerti, orang tua saya memasukkan saya ke sekolah dengan berbeda agama karena sekolah Katolik lebih displin dan lebih terartur sekaligus lebih memahami keadaan saya yang punya keterbatasan di bandingkan sekolah negeri atau sekolah Islam pada saat itu. Kalau masalah agama saya belajar sendiri dari guru-guru mengaji di rumah. Saya mengalami cobaan yang cukup berat di masa-masa SD saya, ketika saya harus berpuasa di tengah-tengah orang- orang yang tak berpuasa, saya berjuang sendirian menahan segala tantangan di sekitar pada saat itu. Tapi saya punya iman yang kuat untuk melawan itu semua. Alhamdulilah saya melewati itu semua dengan suka cita. Saya bersekolah di sekolah Islam pun sungguh sebuah tantangan yang baru dan menegakkan karena saya harus mengejar pelajaran agama saya yang sangat tertinggal jauh dengan teman-teman saya yang lain. Tapi guru-guru agama saya mengerti dan memahami keterbatasan saya. Saya mulai mengerti tentang agama Islam danpengetahuan Islam. Insyallah saya akan menjaga dan melaksanakan semua perintah agama karena menurut saya agama itu adalah sebuah pedoman hidup dan peraturandalam hidup setiap manusia.
SMK Islamic Village
Lulus dari SMK saya mendapatkan pengalaman yang banyak dan berharga, saya mendapatkan pengalaman bagaimana saya berkerja pada saat saya menjalaniPKL di kantor pajak. Dan saya juga mendapatkan banyak sertifikat dari berbagai perusahaan yang saya jalankan dengan berjualan produk yang mereka berikan. Pengalaman saya yang paling seru pada saat mengikuti kegiatan Pramuka yang di selenggarakan oleh kabupaten tangerang dalam acara hari Pramuka seindonesia, saya bersaing dengan banyak sekolah di kabupaten tangerang dan tempat pelaksanaannya cukup jauh dari rumah dan belum pernah saya kunjungi sebelumnya, akan tapi saya berserta teman-teman sekelompok saya belum beruntung, kami tak mendapatkan kemenangan dan menjadi juara di sana. Tapi saya tetap senang dan bangga saya dapat mengikutinya dan saya mendapatkan piagam dan sebuah penghargaan. Saya juga mendapat pelajaran komputer karena jurusan yang saya ambil adalah multimedia, saya dapat membuat website, menggambar 2 Demensi dan 3 Demensi dan ahli dalam membuat surat menyurat, membuat poster dan tugas terakhir saya membuat sebuahiklan yang saya buat sendiri. Lalu saya mendapatkan nilai UAN yang cukup memuaskan dan saya dapat membuktikan kepada semua orang yang telah merendahkan saya selama ini.
STMIK Raharja
Jujur sejak saya kecil hingga sekarang saya jarang menemukan sahabat yang benar-benar mengerti dan menerima saya apa adanya. Saya dapat menerima semua orang akan tetapi tidak semua orang dapat menerima saya. Banyak orang yang ketika melihat saya bertanya-tanya di fikiran mereka masing-masing. Memang waktu kecil saya sering sedih jika ada orang melihat saya dengan pandangan berbeda, tapi saya tak boleh menujukkan kelemahan saya. Saya bertekad untuk menujukkan kelebihan saya.
Saya fikir dengan nilai UAN yang memuaskan saya dapat melanjutkan belajar di Universitas Negeri, saya ingin masuk UNS (Universitas Negri Surakrata) tapi saya gagal pada saat mengikuti SNMPTN, pada saat itu saya sangat bingung memilih perguruan tinggi swasta yang akan saya masuki. Saya sebenarnya sudah di terima di perguruan tinggi Raharja dari bulan febuari dan saya mendapat potongan harga di grade B tapi masa berlakunya hanya sampai bulan maret jadi saya harus di uji kembali dan hasilnya saya hanya mendapatkan grade C yang potongan harganya lebih rendah di bandingkan grade B, saya menerimanya dengan sedikit penyesalan karena saya mendapatkan grade C.
Saya berkuliah di Perguruan Tinggi Raharja mendapatkan pengalaman baru, sahabat-sahabat baru dan pembelajaran komputer yang lebih canggih di bandingkan di sekolah. Saya memasuki kelas iLearning yang menggunakan iPad dan iMac sebagai sumber pembelajran saya di kampus.
Pada awalnya saya bersama sahabat-sahabat saya di kelas iLearning E 2012 mengalami kesulitan dan kerepotan dalam mengerti dan memahami iLearning,Tapi setelah kami mencari lebih jauh dan merasakan lebih lama, kami menjadi mengerti dan merasakan manfaat dari pembelajran iLearning yang telah di ajarkan di kampus. Pertama-tama kami belajar cara menggunakaniPad kemudian kami belajar menggunakan iMac lalu kami di ajarkan menggunkan box SIS untuk menunjang pembelajran kami di kampus. Tugas-tugas kami sangat beragam dan mudah di kerjakan, kami medapatkan tugas dari membuat iDu sampe dengan membuat iMe.
Saya juga merasakan keuntungan dari iLearning dan dapat anda baca di arikel saya yang lain, berikut linknya Pengalaman iLearning dengan wiki, Keunikan dan Keunggulan iLearning dan bisa juga My Experience with iLearning
Dari cerita di atas saya ingin membagi pengalaman saya tentang dunia saya. Melalui cerita ini saya sebenarnya mengajukan untuk mendapatkan beasiswa., saya ingin meringankan beban orang tua saya dan membuat mereka bangga punya anak yang seperti saya. Saya juga ingin mewujudkan semua mimpi dan cita-cita saya, saya ingin memperkenalkan kepada mata dunia atau internasional dan membudayakan kembali di wilayah Indonesia tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar, karena saya prihatin dengan perkembangan bahasa Indonesia di kalangan anak muda pada zaman sekarang dan sekolah internasional di Indonesia, mereka lebih bangga dan lebih tertarik menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari mereka, sedangkan mereka bertanah air dan tinggal di Indonesia, seharusnya kita harus bangga dan membudayakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan kebudayaan Indonesia yang kaya akan beraneka ragam. Saya ingin membuktikan kepada semua orang, khususnya kedua orang tua saya yang sampai saat ini masih meragukan kemampuan saya, saya ingin membuktikan kalau saya dapat hidup mandiri dengan kemampuan saya sendiri.

Contributors

Nadia, Winiarti Prastiwi