Si1111469867: Perbedaan revisi

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari
[revisi tidak terperiksa][revisi tidak terperiksa]
(Analisa sistem yang berjalan pada Use Case Diagram)
(Analisa Sistem yang berjalan pada Activity Diagram)
Baris 1.122: Baris 1.122:
 
</p></div>
 
</p></div>
  
 +
<div align="center"><img width="500" height="550" style="margin:0px" src="https://lh3.googleusercontent.com/5XYexgiFFD8efwkMi33Vw5ZDw7kXG1u41UHkBUYNcb72mcLOSzGBwrAC0qNej54_7dTemT7T-nX-kl9sFV3QowVBWWgAxrRT1ubTglZNhIcsNoijYh2uyeIXVxeMMK_sooXF9OhmIMKMW6Mb0lJqytRI2FxLddR-tP9uOETnExl-NdXzN70Xkf0Vd6KuunVbEzeHf5B9Lm9qokBHr3SNKpyKJfRzgc8nwu1BoZr7Fffd6t3yFnngWH5mv04NMwF0K3b5-QACMWpQA4KIFwnBQoSfdBAv_c7pSo8R0oso3YJMsJuPM2sXwsk7E7vwxBF1je2M7PRS__37xF4w8vQEGQ4n7dCthkqQM_mxRZnJagMElWENt2o6P1HLkFS_jypVjJVfMNvpYBq81SIX8nv-crcZpVrbNBYypuIfbF-6pJlB-rrJRzT7aukRIhuJP8PeBHwdZRrkaQ9_eFC0MxS8Oob1v4FW1H_h7Frlna1nm_0hntPXK8VELP0yW4FcWrOUbp-vm89hCKYvCt0pNTPVvM7vZkP8HMYENujf2JPVMzc=w534-h449-no"/></div>
  
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">''Gambar 3.3. Activity Diagram sistem yang berjalan pada sistem Pendataan Perawatan Peralatan dan salvage''</p></div>
 
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">Berdasarkan gambar 3.3. Activity Diagram yang berjalan saat ini terdapat : </p></div>
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">Berdasarkan gambar 3.3. Activity Diagram yang berjalan saat ini terdapat : </p></div>
 
<ol>
 
<ol>
Baris 1.130: Baris 1.130:
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.0in"><p style="line-height: 2">1 (satu) Activity Final Node, aktivitas yang diakhiri.</p>
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.0in"><p style="line-height: 2">1 (satu) Activity Final Node, aktivitas yang diakhiri.</p>
 
</li></ol>
 
</li></ol>
 +
 
===Analisa sistem berjalan pada Sequence Diagram===
 
===Analisa sistem berjalan pada Sequence Diagram===
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">''Sequence diagram'' menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).</p></div>
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">''Sequence diagram'' menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).</p></div>

Revisi per 20 September 2015 08.03

PERANCANGAN SISTEM PENDATAAN PERAWATAN

PERALATAN DAN SALVAGE DIVISI PKP-PK

PADA PT. ANGKASA PURA II (PERSERO)


SKRIPSI


Logo stmik raharja.jpg

Disusun Oleh:


NIM
: 1111469867
NAMA



JURUSAN SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

(2014/2015)




SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM PENDATAAN PERAWATAN

PERALATAN DAN SALVAGE DIVISI PKP-PK

PADA PT. ANGKASA PURA II (PERSERO)

Disusun Oleh:

NIM
: 1111469867
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Disahkan Oleh:

Tangerang, 29 Mei 2015

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Nur Azizah, M.Akt, M.Kom)
NIP : 99001
       
NIP : 078010




SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERANCANGAN SISTEM PENDATAAN PERAWATAN

PERALATAN DAN SALVAGE DIVISI PKP-PK

PADA PT. ANGKASA PURA II (PERSERO)

Dibuat Oleh:

NIM
: 1111469867
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Disetujui Oleh:

Tangerang, 29 Mei 2015

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Saryani, S.Kom)
   
(Dedy Iskandar, S.Kom)
NID : 99001
   
NID : 05060




SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PERANCANGAN SISTEM PENDATAAN PERAWATAN

PERALATAN DAN SALVAGE DIVISI PKP-PK

PADA PT. ANGKASA PURA II (PERSERO)

Dibuat Oleh:

NIM
: 1111469867
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Tahun Akademik 2014/2015

Disetujui Penguji :

Tangerang, Oktober2015

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :




SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM PENDATAAN PERAWATAN

PERALATAN DAN SALVAGE DIVISI PKP-PK

PADA PT. ANGKASA PURA II (PERSERO)

Disusun Oleh:

NIM
: 1111469867
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 29 Mei 2015

 
 
 
 
 
NIM : 1111469867

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;




ABSTRAKSI

Kebutuhan teknologi informasi yang berkembang saat ini merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi ditengah pesatnya perkembangan dunia usaha. Teknologi informasi sebagai unsur terpenting untuk menjalankan suatu usaha maka sistem komputerisasi adalah salah satu penunjang keberhasilan suatu usaha. PT. Angkasa Pura II (Persero) memfokuskan diri untuk meningkatkan mutu pelayanan jasa dibidang kebandaraudaraan dan layanan lalu lintas udara demi memberikan kepuasan bagi pelanggan. Dimana di tiap bandar udara memiliki unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) sebagai salah satu syarat berdirinya sebuah bandar udara oleh Organisasi Penerbangan Sipil Dunia (International Civil Aviation Organization/ICAO) serta merupakan salah satu sistem penunjang keselamatan penerbangan. Untuk menunjang sistem kinerja karyawan dalam menyiapkan peralatan dan salvage maka terdapat bagian unit perawatan (maintenance) dimana bertugas untuk menjaga kualitas peralatan dan memperbaiki peralatan dan salvage jika terdapat kerusakan. Oleh karena itu, sistem yang dipergunakan tidak lepas dari pada sistem komputerisasi, mulai dari pendataan perawatan peralatan dan salvage sampai dengan pendataan laporan lainnya yang memang sangat diperlukan sehingga harus dilakukan dengan komputer. Akan tetapi sistem yang berjalan saat ini masih sederhana dimana laporan pendataan dilakukan secara manual sehingga menimbulkan masalah dalam proses pengolahan datanya dan juga masih belum terintegrasi dengan baik antara masih-masing bagian dengan yang lainnya dan itu merupakan menjadi kendala dalam sistemnya. Dengan melihat situasi tersebut penulis bertujuan diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat dalam penyempurnaan pada sistem pendataan perawatan peralatan dan salvage divisi PKP-PK berbasis web. Selama penelitian penulis menggunakan beberapa metode antara lain: observasi, wawancara dan studi pustaka. Data yang diperoleh dianalisis dalam bentuk Uniefied Modeling Language (UML) dan merancang website menggunakan adobe dreamweaver, PHP, MySQL dan didukung dengan software lainnya. Berdasarkan latar belakang diatas maka pada laporan skripsi ini penulis memberi judul ”Perancangan Sistem Pendataan Perawatan Peralatan dan Salvage Divisi PKP-PK Pada PT. Angkasa Pura II (Persero) ”

Kata Kunci: Perancangan Sistem, Perawatan (maintenance),Peralatan,Salvage, website, UML,




ABSTRACT

<p style="line-height:

Evolving information technology needs today is a requirement that must be met amid the rapid development of the business world. Information technology as an important element to running a business then the computerized system is one of supporting the success of a business. PT. Angkasa Pura II (Persero) to focus on improving the quality of services in the field of airport and air traffic services in order to give satisfaction to the customer. Wherein at each airport has a unit Relief Flight Accident and Fire (PKP-PK) as a condition of the establishment of an airport by the World Civil Aviation Organization (International Civil Aviation Organization / ICAO) and is one of the supporting system of aviation safety. To support the system of employee performance in preparing the equipment and salvage then there care units (maintenance) which served to maintain the quality of equipment and equipment repair and salvage if there is damage. Therefore, a system used can not be separated from the computerized system, ranging from data collection and salvage equipment maintenance to other report data which are necessary and should be done with a computer. But the current system is still simple where the report data collection is done manually, causing problems in the processing of the data and also still not well integrated between still one part to another and it is a constraint in the system. By looking at the situation of the author aims expected to provide the right solution in improving the data collection system equipment maintenance and salvage division of PKP-PK-based web. During the study the authors used several methods such as: observation, interviews and literature. Data were analyzed in the form Uniefied Modeling Language (UML) and designing websites using Adobe Dreamweaver, PHP, MySQL and supported by other software. Based on the above background, in this paper the authors report entitled "Data Collection System Design Maintenance and Salvage Division PKP-PK In. Angkasa Pura II (Persero)"

</p>

Keywords : System Design, Maintenance (maintenance), Equipment, Salvage, website, UML,




KATA PENGANTAR


Segala puji syukur dan pujian bagi Allah SWT yang memiliki keluasan ilmu dan atas rahmat dan ridho-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini, dengan judul “Perancangan Sistem Pendataan Perawatan Peralatan dan Salvage Divisi PKP-PK Pada PT. Angkasa Pura II (Persero)”.

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah sebagai syarat untuk memenuhi persyaratan kelulusan akademik. Serta sebagai bahan penulisan, penulis mengambil berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan beberapa sumber literatur yang telah dikumpulkan dalam penulisan Kuliah Kerja Praktek sebelumnya yang mendukung penulisan ini.

Dalam penyusunan Skripsi ini, penulis banyak dibantu oleh berbagai pihak, baik berupa dorongan moril maupun materil, serta bimbingan dan semangat yang diberikan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan semua pihak, maka penulis tidak akan dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih secara tulus dan ikhlas khususnya kepada:

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I, selaku Ketua STMIK Raharja.
  2. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom, selaku Pembantu Ketua 1 Bidang Akademik STMIK Raharja.
  3. Ibu Nur Azizah, M.Kom,M.Akt, selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi.
  4. Ibu Saryani, S.Kom, sebagai Dosen Pembimbing I dan Bapak Dedy Iskandar, S.Kom sebagai Pembimbing II, yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  5. Bapak. Bobi Aristio Ibrahim, sebagai Pembimbing Lapangan.
  6. Bapak. Hasan Basri, A.Md, selaku Kepala Dinas Perawatan Peralatan dan Salvage.
  7. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada kami.
  8. Kedua orang tua dan keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan moril maupun materil serta doa untuk keberhasilan penulis.
  9. Rekan-rekan PKP-PK khususnya Pleton Charlie 1 (satu), PT. Angkasa Pura II (Persero) yang selalu memberikan dukungan dan semangatnya.
  10. Rekan-rekan mahasiswa STMIK Raharja yang telah memberikan dorongan, dukungan, dan masukan yang sangat berarti untuk menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyajian dan penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya.

Akhir kata penulis berharap laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan acuan yang bermanfaat dikemudian hari.


Tangerang, 06 Januari 2015
Bingah Nanto Fajrin
NIM. 1111469867

Daftar isi



DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

Daftar Simbol Use Case Diagram.png

DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM

Daftar Simbol Activity Diagram.png


DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

Daftar Simbol Sequence Diagram.png




DAFTAR TABEL

Gambar 1. Simbol Use Case Diagram

Gambar 2. Simbol Activity Diagram

Gambar 3. Simbol Sequence Diagram




DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. 4B iLearning

Gambar 1.2. iTunes U

Gambar 2.1. Siklus Proses Data

Gambar 2.2. Siklus Informasi

Gambar 3.1. Struktur Organisasi

Gambar 3.2. Tampilan awal iTunes U

Gambar 3.3. Usecase Diagram

Gambar 3.4. Activity Diagram

Gambar 3.5. Sequence Diagram


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kebutuhan teknologi informasi yang berkembang saat ini merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi ditengah pesatnya perkembangan dunia usaha. Teknologi informasi sebagai unsur terpenting untuk menjalankan suatu usaha maka sistem komputerisasi adalah salah satu penunjang keberhasilan suatu usaha. Karena dengan sistem komputerisasi segala jenis pekerjaan dapat dikerjakan dengan cepat dan tepat, terlebih dalam suatu perusahaan yang besar dan maju.

Semua kegiatan perusahaan tidak lepas dari pada sistem komputerisasi, mulai dari pendataan perawatan peralatan dan salvage, pendataan peralatan baru dan peralatan rusak, pendataan peralatan yang sudah diperbaiki atau belum diperbaiki, pendataan peralatan yang tidak layak digunakan sampai dengan pendataan laporan lainnya yang memang sangat diperlukan sehingga harus dilakukan dengan komputer. Apabila semua pekerjaan itu dilakukan dengan cara proses manual maka jelas akan banyak waktu yang terbuang, biaya yang dikeluarkan besar hanya untuk pembuatan data saja, belum lagi pembuatan laporan-laporan yang lainnya.

Beberapa alasan kenapa komputer saat ini sangat dibutuhkan dalam kebutuhan informasi yaitu, adanya keinginan user untuk mendapatkan informasi secara cepat dan akurat, mampu menangani sistem informasi yang memiliki database yang sangat besar.

PT. Angkasa Pura II (Persero) merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang Jasa Pelayanan Bandar Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Udara yang melayani wilayah bagian barat Indonesia, yang memfokuskan diri untuk meningkatkan mutu pelayanan jasa di bidang kebandarudaraan dan layanan lalu lintas udara demi memberikan kepuasan bagi pelanggan dan komunitas penerbangan pada umumnya. PT. Angkasa Pura II (Persero) memiliki 13 kantor cabang yang mengelola 13 bandar udara di wilayah bagian barat Indonesia, dimana di tiap bandar udara memiliki unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) sebagai salah satu syarat berdirinya sebuah bandar udara oleh Organisasi Penerbangan Sipil Dunia (International Civil Aviation Organization/ICAO) serta merupakan salah satu sistem penunjang keselamatan penerbangan.

Peralatan dan Salvage yang di perlukan dalam operasi penunjang keselamatan penerbangan di divisi PKP-PK Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pentingnya sebuah peralatan dan salvage maka perlu adanya pendataan peralatan dan salvage yang memadai bahkan sampai dengan pendataan perawatan peralatan dan salvage sebagai bentuk laporan. Karena Laporan tersebut akan dibuat oleh staff gudang peralatan dan salvage, bilamana terjadi kerusakan peralatan maka akan dilaporkan ke staff perawatan peralatan dan salvage, Sehingga sistem pendataan bisa berjalan dengan baik dan dibuat dengan sistem komputerisasi.

Selain staf administrasi, staf gudang maupun staf perawatan peralatan dan Salvage pada Divisi PKP-PK Bandara Soekarno-Hatta terdapat karyawan operasional yang menunjang kebutuhan operasional PKP-PK. Dalam kegiatan operational berupa kegiatan pendataan atau pemasukan data maupun pencetakan laporan sangat membutuhkan komputer untuk mempermudah mengorganisasikan data-data yang masuk maupun keluar baik itu peralatan yang telah diperbaiki maupun sedang dalam perbaikan. Dengan penggunaan komputer di dalam suatu aktivitas setiap instansi atau perusahaan, setiap orang dituntut untuk mampu berinteraksi dengan komputer atau dengan kata lain mampu untuk mengoperasikannya. Sehingga apabila dalam suatu instansi atau perusahaan yang sedang berkembang mengalami perubahan suatu sistem, dari sistem manual menjadi sistem komputerisasi maka kita dapat langsung beradaptasi dengan kondisi tersebut. Karena dalam perkembangannya perusahaan akan menggunakan sistem yang semakin canggih, yang didukung dengan teknologi yang semakin canggih pula. Kecanggihan teknologi sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu perusahaan, karena teknologi sangat melekat pada setiap kegiatan dalam bidang apapun di suatu perusahaan. Dengan adanya permasalahan yang ada, penulis menemukan sistem pendataan peralatan dan salvage sampai dengan perawatannya di divisi PKP-PK yang dimiliki oleh PT. Angkasa Pura II (Persero) masih belum terkomputerisasi (manual), dan masih banyak terdapat kesalahan-kesalahan dalam pencatatan atau pendataan data baik kesalahan berupa kerangkapan data, keabsahan data dalam bentuk salah pencatatan, dan lain sebagainya. Dengan penerapan sistem yang terkomputerisasi divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero), maka akan sangat membantu untuk menghasilkan informasi yang diperlukan dengan cepat, tepat, akurat dan terjamin keamanannya.

Untuk itu, berdasarkan latar belakang permasalahan yang ada di divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero) saat ini, penulis dapat melakukan analisa, perancangan, sekaligus implementasi dalam bentuk penulisan Skripsi dan Program terhadap sistem yang berjalan dengan judul “Perancangan Sistem Pendataan Perawatan Peralatan dan Salvage Divisi PKP-PK Pada PT. Angkasa Pura II (Persero)”.


Rumusan Masalah

Dengan adanya sistem informasi yang belum terkomputerisasi, sistem pendataan perawatan peralatan dan salvage yang berjalan saat ini pada PT. Angkasa Pura II (Persero) tentu masih memiliki banyak kekurangan di berbagai aspek, dan masih sangat memungkinkan untuk terjadi kesalahan yang dapat menghambat sistem ketika sistem tersebut berjalan. Hal ini yang memotivasi penulis untuk melakukan perancangan sistem informasi pendataan perawatan peralatan dan salvage divisi PKP-PK pada PT. Angaksa Pura II (Persero).

Beberapa perumusan masalah yang telah diidentifikasi oleh penulis diantaranya yaitu:

  1. Bagaimana tingkat keakuratan, ketepatan, dan relevansi sistem informasi pendataan perawatan peralatan dan salvage yang telah berjalan dalam lingkungan perusahaan divisi PKP-PK?

  2. Apakah sistem informasi di pendataan perawatan peralatan dan salvage divisi PKP-PK pada PT.Angkasa Pura II (Persero) sudah efektif dan efisien?

  3. Bagaimana merancang sistem pendataan perawatan peralatan dan salvage yang akan diimplementasi dengan baik?


Tujuan dan Manfaat Penulisan

Tujuan Penulisan

Kegunaan dari penulisan ini adalah agar memiliki hasil yang nanti dapat dimanfaatkan oleh suatu lembaga, departemen atau siapapun baik sebagai pengetahuan maupun sebagai dasar untuk mengambil suatu kebijakan.

Agar penulisan dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat, tentunya harus ada tujuan-tujuan yang jelas, yang telah ditetapkan sebelum pelaksanaan tersebut.

Begitu dengan penulisan ini, tentunya memiliki tujuan-tujuan yang sudah ditentukan untuk dijadikan acuan dan pedoman dalam pelaksanaan penulisan yang nantinya akan menjadi suatu bentuk hasil akhir yang diusahakan dapat dicapai dari pelaksanaan penulisan ini.

Adapun tujuan dari penulisan ini antara lain:

  1. Merancang sistem informasi pendataan perawatan peralatan dan salvage divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero) untuk memudahkan proses pembuatan laporan secara tepat, akurat, dan relevan.

  2. Memberikan sistem informasi yang mampu menunjang pengambilan keputusan secara efektif dan efisien serta dapat meningkatkan kecepatan pengolahan data.

  3. Untuk mengetahui kebutuhan informasi dalam proses pendataan peralatan dan salvage setelah ada perawatan maupun setelah digunakan untuk keperluan operasional.


Manfaat Penulis

Manfaat penulisan bagi perusahaan dan bagi penulis pribadi yang didapatkan dari penulisan ini, yaitu:

  1. Memberikan kemudahan ketepatan, serta keakuratan kepada staf-staf bagian gudang untuk mengetahui perawatan peralatan dan salvage yang telah perbaiki maupun telah digunakan dalam operasional.

  2. Membantu untuk memperoleh informasi yang cepat dan efesien dalam penggunaan waktu dan memberikan kemudahan yang efektif dan akurat dalam menangani aktifitas pendataan perawatan peralatan dan salvage divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero).

  3. Memudahkan dalam pembuatan laporan peralatan dan salvage masuk dan keluar yang diberikan kepada Kepala bagian gudang.

  4. Sebagai pengalaman dan kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas serta dalam menjalankan pengabdian diri sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi STMIK Raharja kepada masyarakat.

  5. Sebagai sarana dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan serta wawasan yang telah didapat selama ini di Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer Raharja.


Ruang lingkup Penulisan

Agar dalam pembahasan ruang lingkup menjadi lebih terarah serta berjalan baik dan lancar, ruang lingkup dan pembatasan masalah yang dibahas oleh penulis hanya mengenai pendataan perawatan peralatan dan salvage yang meliputi proses data peralatan dan salvage yang telah diperbaiki atau sedang dalam proses perbaikan maupun data peralatan dan salvage yang telah digunakan atau belum digunakan oleh pengguna (user) untuk kebutuhan operasional serta Pembuatan Laporan Pendataan Perawatan peralatan dan Salvage divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero).

Metode Penelitian

Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penulisan laporan Skripsi, penulisan menggunakan beberapa metode, adapun metode yang digunakan adalah sebagai berikut:

Metode Pengumpulan Data

Yaitu untuk mengumpulkan data primer dan sekunder meliputi:

  1. Metode Observasi

    Metode yang dilakukan penulis untuk mengumpulkan data dan mendapatkan hal-hal yang diperlukan untuk proses penulisan perancangan sistem informasi pendataan perawatan peralatan dan salvage divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero) dengan cara mendatangi objek secara langsung.

  2. Metode Pustaka

    Bahan-bahan yang dipergunakan didalam landasan teori dalam laporan penulisan ini diperoleh dan didapatkan dari berbagi sumber tertulis, yaitu buku-buku panduan yang terkait dan memuat informasi-informasi yang diperlukan untuk dipergunakan dalam penyusunan laporan penulisan. Buku panduan yang dipergunakan penulis dalam hal ini adalah dari berbagai sumber.

  3. Wawancara

    Bahan-bahan yang dipergunakan didalam landasan teori dalam laporan penulisan ini diperoleh dan didapatkan dari berbagi sumber tertulis, yaitu buku-buku panduan yang terkait dan memuat informasi-informasi yang diperlukan untuk dipergunakan dalam penyusunan laporan penulisan. Buku panduan yang dipergunakan penulis dalam hal ini adalah dari berbagai sumber.

    Nama : Bobi Aristio Ibrahim bagian perawatan peralatan dan salvage.

    Tanya jawab:

    Saya: bagaimana system yang berjalan saat ini dalam pendataan perawatan peralatan dan salvage?

    Bobi: system yang berjalan saat ini dalam pendataan perawatan peralatan dan salvage masih dalam bentuk manual artinya bahwa system data yang diinput dalam bentuk laporan itu ditulis dalam buku atau log book.

    Saya: Kendala-kendala apa yang terjadi saat pelaporan data perawatan peralatan dan salvage?

    Bobi: kendala-kendala yang terjadi diantaranya seperti:

    1. Laporan data sering terjadi keterlambatan karena penginputan data masih dalam bentuk manual.

    2. Terjadi ketidaksesuai data dengan laporan yang dibuat karena terjadi kesalahan dalam penulisan data.

    3. Arsip laporan bulanan tidak tersimpan secara rapih dan bisa terjadi kehilangan arsip.

Metode Analisa

Pada penelitian ini, metode analisis dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Melakukan evaluasi yang luas serta logis terhadap sistem yang berjalan saat ini.

Evaluasi ini dilakukan dengan 5 (lima) tahapan kegiatan yaitu:

a. Menentukan objektif maupun tujuan

b. Mempelajari organisasi

c. Menganalisis input yang sudah ada

d. Menyelidiki sistem dan prosedur yang berjalan saat ini, dan

e. Menyelidiki kebutuhan input

2. Melakukan analisis terhadap sasaran dan masalah, analisis dampak teknologi, pandangan sistem yang strategis, dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML).

3. Menentukan urutan-urutan analisis sistem informasi pendataan perawatan peralatan dan salvage dan menetapkan cakupannya.

Metode Perancangan

Dalam skripsi ini metode perancangan yang digunakan adalah metode perancangan terstruktur melalui tahapan pembuatan UML, pembuatan database dan pembuatan program yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan adminstrasi pada elisitasi.

Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP serta database yang digunakan MySQL, sedangkan software pendukung yang digunakan dalam merancang dan membuat program adalah Macromedia Dreamwever, serta pemodelan rancangannya menggunakan UML dan Visual Paradigm 6.4.


Metode Implementasi

Dalam metode implementasi melakukan proses yang secara bertahap untuk melengkapi perancangan dalam sistem.

Implementasi dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Pengumpulan data (Collecting Data).

  2. Perancangan sistem (System Design).

  3. Pembuatan program (Program Establishment)

  4. Testing program (Program Testing)

  5. Evaluasi program (Program Evaluating)

  6. Perbaikan program (Program Maintenance)

  7. Training user (User Training)

  8. Implementasi program (Program Implementation)

  9. Dokumentasi (Documentation)

Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas penulisan ini, maka materi-materi yang tertera pada laporan Skripsi ini dikelompokkan menjadi beberapa sub bab dengan penyampaian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini merupakan pendahuluan yang akan membahas latar belakang masalah, perumusan masalah, ruang lingkup penulisan, tujuan dan manfaat penulisan, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan tentang definisi ilmu yang berkaitan dengan permasalahan pada penulisan tersebut, seperti landasan teori yang membahas tentang konsep dasar sistem, konsep dasar informasi, serta membahas teori-teori pendukung lainnya pada laporan.

BAB III SISTEM YANG BERJALAN

Bab ini menguraikan gambaran umum dan sejarah singkat mengenai divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero), struktur organisasi lengkap dengan tugas dan wewenang masing–masing bagian, spesifikasi perangkat keras, spesifikasi perangkat lunak komputer, Unified Modeling Language (UML) dan Elisitasi.

BAB IV RANCANGAN SISTEM USULAN

Bab ini merupakan rancangan yang diusulkan dalam bentuk Unified Modeling Language (UML) yang terdiri dari Use Case Diagram, Activity Diagram, Class Diagram, Sequence Diagram, Spesifikasi Basis Data, dan Prototype Sistem yang akan dibuat, serta Implementasi Sistem yang diusulkan.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisikan tentang kesimpulan yang didapat dalam penulisan dan saran-saran yang yang akan diberikan sebagai tindak lanjut yang diperlukan untuk melakukan perbaikan di masa mendatang.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN


BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Ada beberapa pendapat para ahli mengenai definisi sistem, diantaranya :

  1. Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. (Kadir, 2011:2)

  2. Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berhubungan, berkumpul bersama-sama melakukan semua kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. (Jogiyanto H.M., 2009:2)

  3. Sistem dapat diartikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu sebagai suatu kesatuan. (Mulyanto, 2009:1)

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa “Sistem adalah sekumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi yang bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.


Teori Khusus

Pendataan Perawatan Peralatan dan Salvage

Definisi Pendataan Perawatan Peralatan

Pendataan merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh data atau informasi serta penatausahaan yang dilakukan oleh petugas atau karyawan yang bersangkutan. Pendataan perawatan yang akan dilakukan dalam menerapkan sebuah data dibutuhkan ketelitian agar data yang dihasilkan bisa diimplementasikan dengan baik.

Perawatan juga merupakan suatu kegiatan untuk mencegah sejak dini kerusakan–kerusakan yang akan terjadi dengan memeriksa equipment secara periodik menggunakan indera maupun alat canggih.

Kata perawatan di ambil dari bahasa yunani yakni terein yang artinya merawat, menjaga dan memelihara. Adapun mengenai pengertian perawatan menurut beberapa ahli yaitu:

  1. Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2011), dalam bukunya “operations Management” perawatan atau pemeliharaan adalah: “all activities involved in keeping a system’s equipment in working order”. Artinya: segala kegiatan yang di dalamnya adalah untuk menjaga sistem peralatan agar bekerja dengan baik.

  2. Menurut M.S Sehwarat dan J.S Narang (2011), dalam bukunya “ Production Management ” perawatan atau pemeliharaan (maintenance) adalah sebuah pekerjaan yang dilakukan secara berurutan untuk menjaga atau memperbaiki fasilitas yang ada sehingga sesuai dengan standar (sesuai dengan standar fungsional dan kualitas).

  3. Menurut Sofy an Assauri (2011), pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas/peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian atau penggantian yang diperlukan agar supaya terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan.

Secara umum maintenance atau perawatan dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang diperlukan untuk mempertahankan dan menjaga suatu produk atau sisten tetap berada dalam kondisi yang aman, ekonomis, efisien, dan pengoperasian yang optimal. Aktivitas pemeliharaan dalam perusahaan sangat diperlukan karena:

  1. Setiap peralatan mempunyai umur penggantian (useful life) dimana suatu saat dapat mengalami kegagalan atau kerusakan.

  2. Kerusakan (failure) dari suatu peralatan atau mesin tidak dapat diketahui secara pasti.

  3. Manusia selalu berusaha untuk meningkatkan umur penggunaan dengan melakukan perawatan (maintenance).

Definisi Salvage

Menurut Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan No. 018 Tahun 2012: Peralatan Salvage adalah peralatan yang digunakan untuk memindahkan pesawat udara yang rusak akibat kecelakaan pesawat udara di daerah pergerakan dan sekitarnya yang keberadaannya mengganggu operasional penerbangan.

Personel Salvage

Pemindahan pesawat udara yang mengalami kerusakan didaerah pergerakan Bandar udara dan sekitarnya akibat kecelakaan dan atau mengganggu operasi penerbangan dibandar udara yang menggunakan peralatan salvage dilakukan oleh personel salvage atau tim salvage yang dibentuk oleh penyelenggara Bandar udara.

Menurut Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan No. 018 Tahun 2012: Personel Salvage adalah personel yang bertugas dan bertanggung jawab mengoperasikan dan merawat atau memelihara peralatan pemindah pesawat udara.


Tujuan Perawatan

Kegiatan perawatan peralatan dan salvage tentu memiliki beberapa tujuan. Tujuan utama untuk melakukan perawatan menurut Patrick (2001. P407) antara lain:

  1. Mempertahankan kemampuan alat atau fasilitas lainnya guna memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan target dan tujuannya.

  2. Mengurangi pemakaian dan penyimpanan diluar batas dan menjaga modal yang diinvestasikan dalam perusahaan selama jangka waktu yang ditentukan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan

  3. Menjaga agar kualitas (produk) peralatan dan salvage berada pada tingkat yang diharapkan guna memenuhi apa yang dibutuhkan produk itu sendiri dan menjaga agar kegiatan produksi tidak mengalami gangguan.

  4. Memperhatikan dan menghindari kegiatan-kegiatan operasi mesin serta peralatan yang dapat membahayakan kegiatan kerja.

  5. Mencapai tingkat biaya serendah mungkin, dengan melaksanakan kegiatan maintenance secara efektif dan efisien untuk keseluruhannya.

  6. Mengadakan suatu kerjasama yang erat dengan fungsi-fungsi utama lainnya dari suatu perusahaan, dalam rangka untuk mencapai tujuan utama perusahaan yaitu tingkat keuntungan atau return of investment yang sebaik mungkin dan total biaya yang serendah mungkin.

Secara umum bahwa tujuan dari melakukan perawatan (maintenance) yaitu untuk memperpanjang usia kegunaan aset yang ada seperti peralatan dan salvage, menjamin ketersedian peralatan dan salvage serta kesiapan operasional perlengkapan maupun peralatan yang dipasang untuk kegiatan operasional, dan menjaga kualitas pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produk itu sendiri dan kegiatan operasi yang tidak terganggu.



BAB III

SISTEM YANG BERJALAN

Gambaran Umum PT. Angkasa Pura II (Persero)

Adalah Unit Pelaksana dari Badan Usaha Kebandarudaraan PT. Angkasa Pura II (Persero) berdasarkan Keputusan Direksi PT. Angkasa Pura II Nomor KEP.470/OM.00/1998-AP II tahun 1998 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Cabang Utama PT. Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Internasional Jakarta Soekarno-Hatta yang mempunyai tugas sebagai berikut :

  1. Merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan pengaturan serta pengawasan kegiatan pelayanan penanggulangan keadaan darurat terutama di dalam kawasan Bandar Udara Soekarno-Hatta.

  2. Merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan pengaturan dalam upaya menunjang kelancaran operasi penerbangan.

Sejarah Singkat PT.Angkasa Pura II (Persero)

Pada awalnya merupakan Perusahaan Negara (PN) Angkasa Pura Kemayoran, yang lebih dikenal sebagai PN Kemayoran. Didirikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1962, tanggal 15 November 1962 bertugas mengelola Pelabuhan Udara Kemayoran. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1965, tanggal 17 Mei 1965 nama PN Angkasa Pura Kemayoran ditetapkan menjadi PN Angkasa Pura. Status perusahaan negara ini kemudian dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1974 tanggal 21 Oktober 1974 dijadikan Perusahaan Umum (PERUM), yaitu Perum Angkasa Pura. Disamping mengelola pelabuhan udara Kemayoran juga diserahi mengelola Pelabuhan Udara International Halim Perdanakusuma pada tahun 1974, dan Pelabuhan Udara International Ngurah Rai Denpasar, Bali tahun 1980. Sampai saat itu, Perum Angkasa Pura berbentuk Otorita Pelabuhan Udara (Airports Authority), dimana fungsi penguasaan ada di Pemerintah dan pengusahaan berada di satu tangan, yaitu pihak otorita.

Dalam perkembangan selanjutnya, Perum Angkasa Pura lebih mengarahkan kepada fungsi Pengusahaan Pelabuhan Udara, sedangkan fungsi Penguasaan dalam hal ini Pemerintah kembali kejajaran Departemen Perhubungan. Dengan selesainya pembangunan Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng yang kemudian diubah namanya menjadi Bandar Udara International Soekarno-Hatta pada tanggal 13 agustus 1984 dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1984 didirikan suatu Badan Usaha Kebandarudaraan yang bernama Perum Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng yang diserahi untuk mengelola pelabuhan udara yang baru tersebut.

Disamping mengelola Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng, Perum Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng juga bertugas untuk mengelola Pelabuhan Udara Halim Perdanakusuma yang sebelumnya dikelola oleh Perum Angkasa Pura sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 171/HK 208/PHB-85 tanggal 11 September 1985, kemudian dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1992 tanggal 19 Februari 1992. Untuk keseragaman, pada tahun 1986 Pemerintah menetapkan nama:

  1. Perum Angkasa Pura menjadi “Perum Angkasa Pura I”

  2. Perum Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng menjadi “Perum Angkasa Pura II”.

Khusus untuk Perum Angkasa Pura II, ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1986 tanggal 19 mei 1986.

Pelayanan keselamatan lalu lintas udara yang dilakukan oleh Senopen dialihkan kepada Perum Angkasa Pura I dan Perum Angkasa Pura II, sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 19 Tahun 1988 dan kemudian dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1989 tanggal 30 Maret 1989. Perum Angkasa Pura I mengusahakan Bandara Ngurah Rai, Juanda, Polonia, Hasanuddin, Sepinggan, Sam Ratulangi, Frans Kasiepo, Adi Sutjipto, Adi Sumarmo dan Syamsuddin Noor. Sementara Perum Angkasa Pura II mengusahakan Bandara di Jakarta (Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma), S. M. Badaruddin II – Palembang dan Supadio – Pontianak, Bandar Udara S. M. Badaruddin II dan Bandara Udara Supadio dikelola oleh Perum Angkasa Pura II sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1991 tanggal 8 Februari 1991. Pemerintah merencanakan memasukkan beberapa lagi Bandar Udara lainnya kedalam pengelolaan Badan Usaha Kebandarudaraan tersebut dan menata pembagian wilayah kerja kedua BUMN sejenis ini, yaitu Indonesia Bagian Barat untuk Perum Angkasa Pura II dan wilayah Indonesia Bagian Timur untuk Perum Angkasa Pura I.

Pada awal tahun 1992, kedua BUMN yang berstatus “Perum” tersebut, ditetapkan oleh Pemerintah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) berdasarkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1992. Maksud dari perubahan status adalah dalam rangka lebih meningkatkan efisiensi dan efektifitas usaha. Dengan Akta Notaris Muhani Salim, SH. Nomor 3 Tahun 1993 tanggal 2 Januari 1993 didirikan Perseroan Terbatas (Persero) PT Angkasa Pura II, nama tersebut disingkat menjadi PT. (Persero) Angkasa Pura II. Untuk Bandar Udara Polonia terhitung mulai tanggal 1 Januari 1994 dikelola oleh PT. (Persero) Angkasa Pura II berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-33/MK-016/1994 tanggal 22 Januari 1994. Kemudian tanggal 9 April 1994 dilakukan serah terima Pengoperasian Bandar Udara Simpang Tiga (Pekan Baru), Tabing (Padang), Blang Bintang (Banda Aceh), Husein Sastranegara (Bandung) dan Senopen Pekan Baru dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kepada PT. (Persero) Angkasa Pura II. Serah terima itu dilakukan berdasarkan Surat Menteri Perhubungan Nomor A.278/AU.001/SKL tanggal 5 April 1994. Masuknya Bandar Udara Polania (Medan) dan empat Bandar Udara lainnya itu dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1994 tentang penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia kedalam modal saham Perusahaan PT. (Persero) Angkasa Pura II. Dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 20 Tahun 1995 tanggal 11 Mei 1995, nama Bandar Udara “Blang Bintang” dirubah menjadi Bandar Udara Sultan Iskandar Muda. Sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor SK.2/AU.106//PHB.99 tanggal 18 November 1999, nama Bandar Udara Simpang Tiga dirubah menjadi Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II. Pada tanggal 22 Maret 2000, dilakukan serah terima Operasi Bandar Udara Kijang (Tanjung Pinang) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kepada PT. (Persero) Angkasa Pura II, dengan berita acara serah terima operasi Nomor AU/837/OM.147/2000 dan BA.DU.002/KU207.1/2000.

Tepatnya Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 18 November 2008 kata Persero pada PT. (Persero) Angkasa Pura II diubah susunannya di belakang nama perusahaan menjadi PT. Angkasa Pura II (Persero) sesuai Akta Notaris Silvia Abbas Sudrajat, SH, Spn Nomor 38 Tahun 2008.Dan saat ini PT. Angkasa Pura II (Persero) telah mengelola 13 Bandara, antara lain yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang) dan Silangit (Tapanuli Utara).

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi merupakan kerangka yang menggambarkan hubungan antar bagian yang terkait dalan suatu organisasi seperti pembagian kerja ke dalam kelompok-kelompok tugas dan tanggung jawab.Struktur organisasi akan tergantung pada tujuan tahap perkembangan organisasi dan kemampuan sumber-sumbernya yang mendukung pada bidang-bidang pekerjaan masing-masing dalam kesatuan fungsional. Dalam suatu perusahaan ataupun organisasi struktur organisasi merupakan hal yang sangat penting karena dengan memiliki struktur organisasi yang baik, fungsi-fungsi managemen akan dapat dijalankan dengan baik dan lancar. Organisasi merupakan kesatuan aktifitas dimana para pemimpin mempunyai wewenang untuk mengkoordinasikan kegiatan dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi.

Dengan organisasi yang efektif, maka setiap bagian organisasi mengetahui wewenang dan tugas yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing. Dengan demikian hubungan kerja dalam organisasi akan dapat dikoordinasikan dengan baik. Struktur organisasi tercermin dalam suatu bagan organisasi yang menunjukkan adanya pembagian tugas dan wewenang serta aturan dan prosedur yang ada termasuk komunikasi dan arus kerja. Divisi PKP-PK Pada PT Angkasa Pura II (Persero) dapat dilihat pada gambar di halaman berikut ini :

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Divisi PKP-PK PT. Angkasa Pura II (Persero)


Wewenang dan Tanggung Jawab

Wewenang dan Tanggung Jawab

Dari struktur organisasi di atas maka dapat kita lihat tugas maupun fungsi dari masing-masing bagian sesuai dengan Keputusan Direksi PT. Angkasa Pura II (Persero) Nomor : KEP. 12 .03 . 03. / 03 / 2009 tentang Peraturan Perusahaan Nomor 14 tahun 2009 mengenai Petunjuk Pelaksanaan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam kebakaran (PKP-PK) , yaitu sebagai berikut :

1. Kepala Divisi PKP-PK

Tugas dan Tanggungjawab:

  1. Membuat usulan rencana kerja dan anggaran Divisi PKP-PK untuk disampaikan kepada Kepala Bidang Pelayanan Keselamatan Bandara.
  2. Merencanakan, menyiapkan dan mengawasi kegiatan operasi PKP-PK di daerah lingkungan kerja Bandara Soekarno-Hatta.
  3. Merencanakan, menyiapkan dan memastikan kesiapan seluruh peralatan dan sarana yang digunakan dalam operasi PKP-PK.
  4. Merencanakan dan melaksanakan program latihan pencegahan bahaya kebakaran dan operasi penanggulangan kecelakaan pesawat udara baik dalam skala kecil, menengah maupun sekala besar, baik di dalam lingkungan internal unit PKP-PK maupun dengan melibatkan unit kerja/ instansi lainnya yang terkait.
  5. Merencanakan, menyiapkan dan memonitor pelaksanaan perbaikan kendaraan dan peralatan PKP-PK.
  6. Merencanakan peningkatan ketrampilan dan pengembangan serta pemberdayaan personil PKP-PK.
  7. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan unit kerja dan instansi lainnya dalam rangka penanggulangan dan pencegahan bahaya kebakaran.
  8. Menyampaikan laporan pelaksanaan kerja kepada atasan, baik laporan khusus ( laporan kejadian ) maupun laporan berkala lainnya.
  9. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

2. Kepala Dinas Peralatan dan Salvage PKP-PK

Tugas dan Tangggung Jawab:

  1. Bertanggung jawab kepada kepala unit PKP-PK;
  2. Membantu menyiapkan standar prosedur teknik pemeliharaan PKP-PK.
  3. Melaksanakan bimbingan bidang teknik pemeliharaan PKP-PK.
  4. Memimpin pelaksanaan teknik pemeliharaan PKP-PK.
  5. Menyiapkan program kerja teknik pemeliharaan unit PKP-PK.
  6. Melakukan pengawasan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan teknik pemeliharaan PKP-PK.
  7. Menentukan pelaksana tugas kerja harian apabila berhalangan.
  8. Menyiapkan laporan teknik pemeliharaan PKP-PK.
  9. Melaksanakan urusan administrasi.
  10. Melaksanakan tugas lain yang ditugaskan oleh atasan langsung.

Kepala Dinas Operasi dan Latihan PKP-PK

Tugas dan Tangggung Jawab:

  1. Memimpin Dinas Operasi dan Latihan dan bertanggunggjawab kepada Kepala Divisi PKP-PK.
  2. Memimpin dan mengatur pelaksanaan kegiatan operasi PKP-PK serta pelaksanaan kegiatan operasi lainnya termasuk pemeriksaan kesiapan kendaraan operasi dan fasilitasnya.
  3. Merencanakan dan melaksanakan program latihan pencegahan bahaya kebakaran dan operasi penanggulangan kecelakaan pesawat udara, baik dalam skala kecil, menengah maupun skala besar, baik dalam lingkungan internal PKP-PK maupun dengan melibatkan unit kerja/ instansi terkait lainnya.
  4. Menyusun formasi tugas personil untuk melaksanakan tugas harian.
  5. Membuat usulan rencana kerja dan anggaran Dinas Operasi dan Latihan untuk disampaikan kepada Kepala Divisi PKP-PK.
  6. Melakukan pembinaan personil secara rutin dan berkesinambungan.
  7. Menyampaikan laporan pelaksanaan kerja kepada atasan, baik laporan khusus (laporan kejadian) maupun laporan berkala lainnya.
  8. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.


Komandan Unit Perawatan (Maintenance).

Tugas dan Tanggung Jawab:

  1. Mertanggungjawab kepada kepala teknik pemeliharaan.
  2. Melaksanakan pembagian tugas harian kegiatan pemeliharaan.
  3. Melakukan komando kegiatan pemeliharaan.
  4. Memimpin kegiatan pemeliharaan.
  5. Melaksanakan koordinasi kegiatan pemeliharaan;
  6. Melaksanakan pengawasan kegiatan pemeliharaan.
  7. Membuat laporan kegiatan pemeliharaan.
  8. Membantu urusan administrasi.
  9. Melaksanakan tugas lain yang ditugaskan oleh atasan langsung.

Komandan Unit Operasi

Tugas dan Tanggung Jawab:

  1. Merencanakan, menyiapkan dan mengawasi kegiatan operasi, perawatan dan latihan PKP-PK.
  2. Merencanakan,menyiapkan dan memonitor kesiapan seluruh peralatan dan sarana yang yang dipergunakan di dalam operasi PKP-PK.
  3. Merencanakan, menyiapkan dan memonitor pelaksanaan perbaikan kendaraan dan peralatan PKP-PK.
  4. Merencanakan peningkatan keterampilan serta pengembangan dan pemberdayaan personil PKP-PK.
  5. Merencanakan, menyiapkan dan memantau perlaksanaan kegiatan pencegahan bahaya kebakaran.
  6. Menyusun jadwal cuti pegawai unit PKP-PK dan
  7. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.
    1. Komandan Latihan Dan Pencegahan

      Tugas dan Tanggung Jawab:

      1. Bertanggungjawab kepada kepala pelatihan dan kendali mutu.
      2. melaksanakan pembagian tugas harian kegiatan latihan dan pencegahan.
      3. Melakukan komando kegiatan latihan dan pencegahan.
      4. Memimpin kegiatan latihan dan pencegahan.
      5. Melaksanakan koordinasi kegiatan latihan dan pencegahan.
      6. Melaksanakan pengawasan kegiatan latihan dan pencegahan
      7. Membuat laporan kegiatan latihan dan pencegahan.
      8. Membantu urusan administrasi.
      9. Melaksanakan tugas lain yang ditugaskan oleh atasan langsung.

      Komandan Jaga Operasi

      Tugas dan Tanggung Jawab:

      1. Mengatur dan memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan operasi PKP-PK.
      2. Mengatur operasi pertolongan dan pemadaman dalam satuan jaga.
      3. Melaporkan kesiapan personil, kendaraan dan peralatan operasi kepada komandan unit/ kepala dinas.
      4. Membuat laporan kegiatan operasi dan menandatangani berita acara/ log book.
      5. Menyusun jadwal tugas dalam satuan jaga.
      6. Mengatur dan mengawasi pelaksanaan stasiun routine dalam satuan jaga.
      7. Mengatur personil dalam pelaksanaan operasi lain/ tugas tambahan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya.
      8. Memimpin pelaksanaan latihan dalam satuan jaga.
      9. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

      Komandan Manara saat ini

      Tugas dan Tanggung Jawab:

      1. Memonitor, mengawasi dan mencatat semua pergerakan pesawat udara (take off dan landing) dan pergerakan kendaraan operasi PKP-PK.
      2. Menerima, mencatat dan menyampaikan informasi adanya suatu tingkatan keadaan siaga/ darurat.
      3. Menghubungi unit terkait (internal atau eksternal) bila terjadi keadaan siaga atau darurat.
      4. Memonitor informasi mengenai sistem pencegahan (prevention system) di semua sektor bangunan di sekitar Bandara melalui prevention panel atau visual.
      5. Menginformasikan jadwal kerja rutin kepada anggota PKP-PK serta panggilan-panggilan lainnya.
      6. Bertanggung jawab serta melaporkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan kepada komandan unit/ komandan jaga.
      7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

      Komandan Regu Operasi

      Tugas dan Tanggung Jawab:

      1. Memimpin operasi dalam regunya.
      2. Bertanggung jawab terhadap kesiapan kendaraan dan peralatan operasi serta anggota yang menjadi tanggung jawabnya.
      3. Mengoperasikan kendaraan dan peralatan operasi.
      4. Memimpin latihan dalam regu.
      5. Membuat laporan kegiatan
      6. Bertanggung jawab semua kegiatan kepada komandan jaga.
      7. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan atasannya.

      Pelaksana Operasi

      Tugas dan Tanggung Jawab:

      1. Melaksanakan tugas kerja harian yang ditentukan.
      2. Memeriksa dan merawat semua peralatan/perlengkapan operasi yang di gunakan dalam regunya.
      3. Melaporkan kerusakan-kerusakan serta kekurangan kepada menjaga disiplin dan memupuk kerjasama sesama anggota dalam menjalankan tugas operasi/latihan/pemeliharaan.
      4. Melaksanakan tugas lain yang ditugaskan oleh atasan langsung.

      Pelaksana Latihan dan Pencegahan

      Tugas dan Tanggung Jawab:

      1. Melaksanakan tugas kerja harian yang ditentukan.
      2. Memeriksa dan merawat semua peralatan atau perlengkapan.
      3. Melaporkan kerusakan-kerusakan serta kekurangan kepada atasan.
      4. Menjaga disiplin dan memupuk kerjasama sesama anggota dalam menjalankan tugas latihan dan pencegahan.
      5. Melaksanakan tugas lain yang ditugaskan oleh atasan langsung.

      Pelaksana Perawatan

      Tugas dan Tanggung Jawab:

      1. Melaksanakan tugas kerja harian yang ditentukan.
      2. Memeriksa dan merawat semua kendaraan/peralatan.
      3. Melaporkan kerusakan kendaraan/peralatan kepada atasan serta melakukan tindakan perbaikan.
      4. Menjaga disiplin dan memupuk kerjasama sesama anggota dalam menjalankan tugas pemeliharaan.
      5. Melaksanakan tugas lain yang ditugaskan oleh atasan langsung.


      Petugas Ruang Jaga

      Tugas dan Tanggung Jawab:

      1. Mengawasi dan memonitor setiap pergerakan pesawat udara daerah pergerakan.
      2. Menerima informasi keadaan siaga atau darurat pesawat udara, bangunan gedung, terminal, instansi lain dan atau keadaan siaga atau darurat (yang dapat mengganggu operasi penerbangan) diarea lokasi Bandar Udara Soekarno-Hatta.
      3. Menyampaikan informasi keadaan siaga atau darurat pesawat udara, bangunan gedung, terminal, instalasi lain dan atau keadaan siaga atau darurat lain yang dapat mengganggu kelancaran operasi penerbangan di area atau sekitar Bandar Udara Soekarno-Hatta kepada Komandan Jaga dan Watch Room.
      4. Memberitakan adanya suatu keadaan siaga pelayanan khusus, kepada komandan jaga atau komandan regu dan watch room.
      5. Memonitor dan melaksanakan pembicaraan menggunakan radio komunikasi.
      6. Menerima atau menjawab setiap panggilan telepon dan radio komunikasi.
      7. Tidak meninggalkan ruang jaga tanpa seijin dari komandan jaga.
      8. Memeriksa, mendata, mengetes dan melaporkan peralatan inventaris yang ada diruang jaga atau SPK pada setiap kali pergantian tugas jaga (masuk atau pulang) dan melaporkan kepada komandan jaga.
      9. Mencatat semua kegiatan di Fire Station pada log book.

      Analisa Batasan Sistem

      Setiap sistem pasti mempunyai batasan sistem (boundary) yang memisahkan sistem dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar merupakan kesatuan di luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luar yang memberikan input atau menerima output dari sistem.

      Melihat permasalahan yang ada pada divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero), maka dibatasi permasalahan mengenai pelayanan sistem yaitu:

      1. Mempermudah mendapatkan laporan data yang diberikan staff gudang kepada Perawatan (Maintenance) dengan sistematis sesuai dengan sistem yang berjalan saat ini guna meningkatkan kecepatan dan ketepatan data yang telah dilakukan sesuai dengan sistem operasi prosedur.

      2. Melakukan analisa dan pengecekan terhadap sistem informasi pendataan perawatan peralatan dan salvage yang telah ada. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya informasi atau data yang telah usang ataupun data yang redundan yang terdapat dalam sistem dan membuat kualitas dari sistem menjadi buruk dikarenakan tidak dapat memberikan informasi yang relevan.

      Analisa Kebutuhan Sistem

      Berdasarkan hasil pengamatan yang penulis lakukan, pada sistem Pendataan Perawatan Perawatan dan Salvage Divisi PKP-PK masih terdapat kesalahan pencatatan dalam pendataan perawatan peralatan dan salvage diantaranya dalam hal laporan data pendataan perawatan peralatan dan salvage yang menyebabkan data kurang tertata dengan baik. Selain itu, proses pengolahan datanya masih belum optimal karena aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi dasar atau masih bersifat manual sehingga mengurangi efektifitas dan efisiensi kerja.

      Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang lebih baik lagi agar keakuratan dari informasi dapat diterima dengan cepat dan tidak mengurangi efektifitas dan efisiensi kerja.

      Urutan Prosedur

      Proses yang ada pada sistem yang berjalan adalah sebagai berikut:

      1. a. Proses Memberikan Data Peralatan dan salvage </n>Pihak Staff Gudang memberikan data peralatan dan Salvage kepada Pihak Perawatan (Maintenance) sebagai laporan untuk dilakukan perawatan atau perbaikan.

      2. Proses Pengecekan Peralatan dan SalvagePihak Perawatan (Maintenance) melakukan pengecekan Peralatan dan Salvage tujuannya untuk memastikan bahwa perlatan dan salvage perlu perbaikan atau perawatan jika ditemukan terjadi kerusakan.

      3. Proses Perbaikan Peralatan dan SalvagePihak perawatan (maintenance) melakukan perawatan atau perbaikan peralatan dan salvage tujuannya untuk mengembalikan kualitas peralatan dan salvage agar bisa dipergunakan kembali oleh karyawan (user).

      4. Proses Pembuatan Laporan Perbaikan Peralatan dan SalvageMembuat laporan perbaikan peralatan dan salvage setelah dilakukan perawatan atau perbaikan dan juga ditujukan kepada pihak staff gudang.

      5. Proses Menyiapkan Peralatan dan SalvagePihak staff gudang menerima laporan perbaikan peralatan dan salvage dari pihak perawatan (maintenance), kemudian menyiapkan peralatan dan salvage yang sudah dilakukan perawatan atau perbaikan, sehingga peralatan dan salvage selalu siap untuk dipergunakan oleh karyawan (user).

      6. Proses Laporan ke PimpinanPihak Staff gudang membuat laporan dan memberikan laporan tersebut kepada pimpinan sebagai bukti bahwa peralatan dan salvage telah diperbaiki dan telah siap dipergunakan untuk kebutuhan operasional karyawan (user).


      Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

      Untuk menganalisa sistem yang berjalan, pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML 6.4. Enterprise Edition untuk menggambarkan use case diagram, activity diagram dan sequence diagram.

      Analisa sistem yang berjalan pada Use Case Diagram

      Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”.

      Berdasarkan gambar 3.2. Use Case Diagram yang berjalan saat ini terdapat:

      1. 1 (satu) system yang mencakup seluruh kegiatan prosedur pendataan perawatan peralatan dan salvage divisi PKP-PK.

      2. 4 (empat) actor yang melakukan kegiatan diantaranya : Staff Gudang, Perawatan (Maintenance), Karyawan (user), Pimpinan.

      3. 6 (enam) use case yang biasa dilakukan oleh actor-actor, dimana 6 (enam) use case yang digunakan oleh User.

      Analisa Sistem yang berjalan pada Activity Diagram

      Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alur berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.

      Berdasarkan gambar 3.3. Activity Diagram yang berjalan saat ini terdapat :

      1. 1 (satu) Initial node, objek yang diawali dari Staff Gudang melakukan pengecekan peralatan dan salvage.

      2. 9 (sembilan) Action, dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

      3. 1 (satu) Activity Final Node, aktivitas yang diakhiri.

      Analisa sistem berjalan pada Sequence Diagram

      Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).

      Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Diawali dari apa yang men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan.

      Gambar 3.4. Sequence Diagram sistem yang berjalan pada sistem Pendataan Perawatan Peralatan dan Salvage

      Berdasarkan gambar 3.4. Sequence Diagram yang berjalan saat ini terdapat :

      1. 6 (enam) LifeLine antarmuka yang saling berinteraksi yaitu pendataan laporan.

      2. 4 (empat) actor yang melakukan kegiatan, yaitu Staff Gudang, Perawatan (maintenance), Karyawan (user), Pimpinan.

      3. 10 (sepuluh) message spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi.

      Permasalahan yang dihadapi

      Di dalam penelitian yang dilakukan penulis dalam sistem yang sedang berjalan, penulis menemukan beberapa masalah yang dihadapi dalam menjalankan sistem yang sedang berjalan seperti:

      1. Sistem Pendataan Perawatan Peralatan dan Salvage yang berjalan saat ini masih menggunakan proses pencatatan peralatan secara manual. Sebagian besar data masih berupa buku besar, sehingga dalam pembuatan laporan sering ditemui kesalahan.

      2. Proses yang masih manual tersebut menjadi penyebab kesalahan dan kerangkapan data.

      3. Adanya tuntutan waktu yang mendesak, seiring dengan besarnya volume transaksi yang harus dipenuhi. Dikarenakan sistem yang digunakan masih bersifat manual, maka kecepatan dan kinerja kerja karyawan masih jauh dari apa yang dikehendaki oleh pimpinan.

      4. Masih minimnya kesadaran akan kebutuhan dokumentasi segala bentuk transaksi Pendataan Perawatan Peralatan dan Salvage secara spesifik dan masih minimnya pengetahuan dokumentasi yang baik dan benar di kalangan para pegawai.

      Alternatif Pemecahan Masalah

      Setelah mengamati dan meneliti dari beberapa permasalahan yang terjadi pada sistem yang berjalan, penulis mengusulkan beberapa alternatif pemecahan dari permasalahan yang dihadapi, antara lain:

      1. Adanya user level agar pihak yang tidak berkepentingan tidak dapat mengakses data-data peralatan dan salvage tanpa persetujuan dari pihak terkait.

      2. Membuat sistem aplikasi pendataan perawatan peralatan dan salvage berbasis web yang merupakan sebuah paradigma baru, dimana user menginput data-data kedalam sistem dengan cepat dan aman.

      3. Menggunakan bahasa pemrograman berbasis web (PHP) dalam pembuatan sistem informasi persediaan barang untuk lebih dinamis.

      4. Perlu adanya pemberitahuan dan pemberian pengetahuan akan pentingnya kebutuhan dokumentasi yang baik dan benar khususnya untuk segala bentuk transaksi pendataan perawatan peralatan dan salvage secara spesifik di kalangan para pegawai.


      Elisitasi

      Elisitasi Tahap I

      Elisitasi tahap I merupakan daftar yang diperoleh dari hasil pengumpulan data dari lapangan yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mengenai kekurangan dari sistem yang sedang berjalan, dan kebutuhan pengguna sistem yang belum terpenuhi.

      Berikut gambaran Elisitasi Tahap I pada Tabel 3.1:


      Elisitasi Tahap II

      Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I pada Tabel 3.1 yang kemudian diklasifikasikan melalui metode MDI (Mandatory, Desirable, and Inessential). Berikut penjelasan dari beberapa requirement yang diberi opsi Inessential (I) dan harus dieliminasi.

      Gambaran Elisitasi Tahap II digambarkan pada Tabel 3.2 berikut ini:



      Elisitasi Tahap III

      Berdasarkan Elisitasi Tahap II pada Tabel 3.2, dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi HML. Terdapat requirements yang opsinya High (H) dan harus dieliminasi. Requirements yang terdapat pada Elisitasi Tahap III tersebut digambarkan pada Tabel 3.3 berikut ini:





      Final Draft Elisitasi

      Final Draft Elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar pengembangan sistem informasi Purchase Order yang akan dibentuk. Berdasarkan Elisitasi Tahap III pada Tabel 3.3, dihasilkan final draft requirements yang diharapkan dapat mempermudah penulis dalam membuat suatu Sistem Informasi Persediaan Barang. Hasilnya adalah Final Draft Elisitasi pada tabel 3.4 berikut ini:

      Tabel 3.4. Final Draft Elisitasi



      BAB VI

      RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

      Usulan Prosedur Yang Baru

      Berdasarkan analisa sistem yang berjalan sekarang dan elisitasi yang telah dilakukan dengan stakeholder, terdapat beberapa usulan prosedur baru dalam sistem pendataan perawatan peralatan dan Salvage divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero). Prosedur baru yang diusulkan bertujuan untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem yang berjalan saat ini, serta mempermudah dalam pelaksanaan pekerjaan. Prosedur yang diusulkan yaitu pendataan peralatan dan salvage, pendataan peralatan dan salvage yang rusak, perawatan peralatan dan salvage yang diperbaiki, dan pembuatan laporan yang dilakukan secara berbasis web.

      Produser usulan yang pertama adalah tugas admin yang terdiri dari membuka website persediaan peralatan dan salvage, melihat beranda, dan dapat menginput data-data barang masuk dan keluar dan serta membuat laporan.

      Dalam menganalisa usulan prosedur yang baru, pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML 10.2. Community Edition untuk menggambarkan Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram, State Diagram dan Class Diagram.

      Diagram Rancangan Sistem

      Use Case Diagram Yang Diusulkan

      Use Case Diagram Usulan yaitu Use Case Diagram yang menggantikan Use Case Diagram yang saat ini sedang berjalan di divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero). Use Case Usulan berikut ini melibatkan 3 actor yang berperan dalam melakukan aktifitas yaitu Staff gudang Peralatan dan Salvage, Staf Perawatan (Maintenance) dan Pimpinan. Dan kemudian di bagi menjadi 2 use Case yang diusulkan yaitu Use Case yang di usulkan untuk Staf Gudang Peralatan dan Salvage dan Use Case untuk Staf Perawatan (maintenance). Berikut gambaran dari Use Case Diagram Usulan di divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero) pada Gambar 4.1 dan Gambar 4.2:

      a) Use Case Diagram Staf Gudang Peralatan dan Salvage

      Gambar 4.1. Use Case Diagram Yang Diusulkan Staff Gudang Peralatan dan Salvage

      Berdasarkan gambar 4.1. Use Case Diagram yang diusulkan terdapat:

      1. 1 System yang menampung kegiatan.

      2. 2 Actor yang melakukan kegiatan, yaitu staf Gudang dan Pimpinan.

      3. 7 Use Case yang biasanya dilakukan oleh actor-actor .

      4. 6 include yang meliputi input karyawan, input peralatan, input karyawan, input salvage, input karyawan, dan input peralatan dan salvage yang mengalami kerusakan.

      b) Use Case Diagram Staf Perawatan

      Gambar 4.2. Use Case Diagram Yang Diusulkan Staf Perawatan (maintenance)

      Berdasarkan gambar 4.2. Use Case Diagram yang diusulkan terdapat:

      1. 1 System yang menampung kegiatan.

      2. 2 Actor yang melakukan kegiatan, yaitu Staf Perawatan (maintenance) dan Pimpinan.

      3. 5 Use Case yang biasanya dilakukan oleh actor-actor.

      4. 2 include yang meliputi input karyawan, input peralatan dan input peralatan dan salvage yang sudah diperbaiki.

      Activity Diagram Yang Diusulkan

      Activity Diagram Usulan yang diusulkan sebagai pengganti Activity Diagram yang saat ini sedang berjalan di Divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero) meliputi 2 actor yang diwakili dalam bentuk swimlane dan beberapa action yang menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan di dalam sistem. Dan Activity Diagram ini di bagi menjadi 2 (dua) untuk menjelaskannya yaitu Staff Gudang Peralatan dan Salvage dan Staff Perawatan (maintenance). Berikut gambaran dari Activity Diagram Usulan Divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero) pada Gambar 4.3 dan Gambar 4.4:

      a) Activity Diagram Staf Gudang Peralatan dan Salvage

      Gambar 4.3. Activity Diagram Yang Diusulkan Staf Gudang Peralatan dan Salvage

      Berdasarkan gambar 4.3. Activity Diagram yang diusulkan terdapat:

      1. 1 Initial Node, objek yang diawali.

      2. 2 Swimlane, yaitu Staff Gudang Peralatan dan Salvage dan Staff

      3. 4 Fork node.

      4. 4 Join anode,

      5. 18 Action, state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

      6. 2 Decision Node sebagai pemilihan kondisi.

      7. 1 Final Node, objek yang di akhiri.

      b) Activity Diagram Staf Perawatan

      Gambar 4.4. Activity Diagram Yang Diusulkan Staf Perawatan

      Berdasarkan gambar 4.4. Activity Diagram yang diusulkan terdapat:

      1. 1 Initial Node, objek yang diawali.

      2. 2 Swimlane, yaitu Staff Perawatan dan Pimpinan

      3. 10 Fork node.

      4. 4 Join anode,

      5. 17 Action, state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

      6. 2 Decision Node sebagai pemilihan kondisi.

      7. 1 Final Node, objek yang di akhiri.

      Sequence Diagram Yang Diusulkan

      Sequence Diagram Usulan berikut ini merupakan gambaran dari aktifitas yang dilakukan oleh 2 actor, yang mana Sequence Diagram dibagi menjadi 2 (Dua) yaitu Staf Gudang dan Pimpinan, serta Staf Perawatan dan Pimpinan. Beberapa lifeline yang membantu dalam jalannya sistem. Sequence diagram memiliki message yang menghubungkan antara satu actor ke actor yang lainnya, atau satu actor ke satu lifeline, atau satu lifeline ke satu actor, atau satu lifeline ke lifeline yang lainnya. Message tersebut berisi tentang informasi-informasi maupun aktifitas yang dilakukan oleh para actor maupun lifeline. Berikut gambaran dari Sequence Diagram Usulan Divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero) pada Gambar 4.5 dan Gambar 4.6:

      a) Sequence Diagram Staf Gudang Peralatan dan Salvage


      Gambar 4.5. Sequence Diagram Yang Diusulkan Staf Gudang Peralatan dan Salvage


      Berdasarkan Gambar 4.5. Sequence Diagram yang diusulkan terdapat :

      1. 8 (delapan) Lifeline yaitu Halaman Utama, Login, menu data peralatan, menu data salvage, Transaksi, Form Transaksi, Laporan, Logout.

      2. 2 (Dua) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu Staf Gudang dan Pimpinan.

      3. 24 (dua Puluh empat) Message yang menspesifikasikan dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang dilakukan oleh Staf Gudang dan pimpinan.


      b) Sequence Diagram Staf Perawatan

      Gambar 4.6. Sequence Diagram

      1. 7 (tujuh) Lifeline yaitu Halaman Utama, Login, menu data perawatan, Transaksi, Form Transaksi, Laporan, Logout.

      2. 2 (Dua) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu Staf Perawatan dan Pimpinan.

      3. 19 (dua Puluh empat) Message yang menspesifikasikan dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang dilakukan oleh Staf Gudang dan pimpinan.

      State Diagram Yang Diusulkan

      b) Sequence Diagram Staf Perawatan

      Gambar 4.6. Sequence Diagram Yang Diusulkan Staf Perawatan

      Berdasarkan Gambar 4.6. Sequence Diagram yang diusulkan terdapat :

      1. 7 (tujuh) Lifeline yaitu Halaman Utama, Login, menu data perawatan, Transaksi, Form Transaksi, Laporan, Logout.

      2. 2 (Dua) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu Staf Perawatan dan Pimpinan.

      3. 19 (dua Puluh empat) Message yang menspesifikasikan dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang dilakukan oleh Staf Perawatan dan pimpinan.

      State Diagram Yang Diusulkan

      State Diagram atau State Machine Diagram atau State Chart Diagram merupakan salah satu diagram yang mendeskripsikan tentang tingkah laku suatu sistem. State Diagram Usulan berikut ini dibagi menjadi dua yaitu staf gudang peralatan dan salvage, serta staf perawatan dan pimpinan. State Diagram menggambarkan tentang prosedur atau tingkah laku di dalam sistem pendataan perawatan peralatan dan salvage dan langkah-langkah dalam mengoperasikan sistem pendataan perawatan peralatan dan salvage yang diusulkan. Berikut gambaran dari State Diagram Usulan di divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero) pada Gambar 4.7 dan Gambar 4.8:

      a) State Diagram Staf Peralatan dan Salvage

      Gambar 4.7. State Diagram yang diusulkan Staf Gudang Peralatan dan Salvage


      Berdasarkan Gambar 4.7. State Diagram yang diusulkan terdapat:

      1. Initial Pseudo State, objek yang diawali.

      2. 8 (delapan) State, yaitu Login, Menu Halaman Utama, Menu Data Gudang Peralatan, Menu Data Gudang Salvage, Data Transaksi, Laporan, Logout.

      3. 1 (satu) Decision Node, sebagai pemilihan kondisi.

      4. 1 Final State, objek yang di akhiri.

      b) State Diagram Staf Perawatan

      Gambar 4.8. State Diagram yang diusulkan Staf Perawatan

      Berdasarkan Gambar 4.8. State Diagram yang diusulkan Staf Perawatan yang diusulkan terdapat:

      1. Initial Pseudo State,' objek yang diawali.

      2. 7 (tujuh) State, yaitu Login, Menu Halaman Utama, Menu Data Perawatan, Data Transaksi, Laporan, dan Logout

      3. 1 (satu) Decision Node, sebagai pemilihan kondisi.

      4. 1 (satu) Final State, objek yang di akhiri.

      Class Diagram Yang Diusulkan

      Class Diagram merupakan gambaran dari kelas-kelas dalam sebuah sistem dan hubungannya (relationship) antara satu dengan yang lain, serta dimasukkan pula atribut dan operasi dalam tiap-tiap kelasnya. Adapun beberapa tahapan-tahapan dalam pembangunan Class Diagram yaitu; mengidentifikasikan objek serta menyimpulkan kelas-kelasnya, menentukan jenis dari tiap-tiap kelas, mengidentifikasikan atribut pada masing-masing kelas, mulai mengkonstruksikan kamus-kamus data, mengidentifikasikan operasi pada tiap-tiap kelas, menentukan kunci pada tiap-tiap kelas, membangun hubungan (relationship) antar kelas, dan seterusnya. Berikut gambaran dari Class Diagram Usulan Divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero) pada Gambar 4.9:

      Gambar 4.9. Class Diagram yang diusulkan

      Berdasarkan Gambar 4.5.Class Diagram yang diusulkan terdapat :

      1. 8 (delapan) Class, himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi yang sama yaitu Data Bahan Baku, Supplier, Customer, Admin, Warehouse Bahan Baku, Warehouse Barang Jadi, Produksi, Data Barang Jadi.

      2. 6 (delapan) Association, hubungan antara objek satu dengan objek lainnya yang mempunyai nilai.

      3. 39 (tiga puluh sembilan) Attribute, definisi data untuk sebuah contoh dari sebuah classifier.

      4. 3 (tiga) jenis operasi, yaitu Input, Edit, dan Delete.

      Rancangan Basis Data

      Spesifikasi basis data merupakan desain basis data yang dianggap telah normal. Desain basis data menjelaskan media penyimpanan yang digunakan, isi yang disimpan, primary key, dan panjang record. Spesifikasi basis data yang digunakan dalam sistem yang diusulkan adalah sebagai berikut :

      1. File User

      Nama File : user

      Media : Hardisk

      Isi : id_login+Username+Password+Level_User

      Primary Key : id_login

      Panjang Record : 11

      Struktur :


      1. File Gudang Peralatan

      Nama File : gudang_peralatan

      Media : Hardisk

      Isi : kode_gp+nama_gp+Merck_gp+jenis_gp+jumlah_gp

      Primary Key : kode_gp

      Panjang Record : 50

      Struktur :

      1. File Gudang Salvage

      Nama File : gudang_salvage

      Media : Hardisk

      Isi : kode_gs+nama_gs+Merk_gs+jenis_gs+jumlah_gs

      Primary Key : kode_gp

      Panjang Record : 50

      Struktur :

      2. File Karyawan

      Nama File : Karyawan

      Media : Hardisk

      Isi : kode_k+nama_k+pleton_k+no_HP_k

      Primary Key : kode_sp

      Panjang Record : 250

      Struktur :

      3. File Transaksi Peralatan dan Salvage

      Nama File : Transaksi_Peralatan_Salvage

      Media : Hardisk

      Isi : kode_ps+nama_ps+tanggal_ps+jenis_ps+kondisi_ps+Jenis_pr+keterangan_ps+jumlah_ps

      Primary Key : Kode_ps

      Panjang Record: 255

      Stuktur :

      4. File Transaksi Perawatan

      Nama File : Transaksi_Perawatan

      Media : Hardisk

      Isi : kode_pr+nama_pr+tanggal_pr+jenis_pr+kondisi_pr+Jenis_pr+keterangan_ps+jumlah_ps

      Primary Key : Kode_pr

      Panjang Record: 255

      Stuktur :



      Rancangan Prototype / Tampilan

      Tahap ini merupakan gambaran secara jelas mengenai rancang bangun yang lengkap kepada para pengguna dan website yang diteliti, juga sebagai pemenuhan kebutuhan dari pada para pengguna sistem. Berikut merupakan prototype atau tampilan dari perancangan sistem informasi persediaan barang yang akan dibuat.

      Gambar 4.10 Rancangan Halaman Login

      Gambar 4.11 Rancangan Halaman Utama Staf Gudang

      Gambar 4.12 Rancangan Halaman input Data Karyawan

      Gambar 4.13 Rancangan Halaman input Data Karyawan

      Gambar 4.14 Rancangan Halaman input Data Peralatan dan Salvage(2)


      Gambar 4.15 Rancangan Halaman Data Transaksi Peralatan dan Salvage

      Gambar 4.16 Rancangan Halaman Laporan Data Peralatan dan Salvage

      Rancangan Prototype

      Rancangan prototype yang akan dibuat untuk halaman website Persediaan Barang Divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero) digambarkan pada Gambar 4.10 sampai 4.15 berikut ini:

      Gambar 4.21. Tampilan Halaman Login

      Gambar 4.22. Tampilan Halaman Utama Staf Gudang Peralatan dan Salvage

      Gambar 4.23. Tampilan Input Kayawan Staf Gudang Peralatan dan Salvage


      Gambar 4.24. Tampilan Input Peralatan dan Salvage


      Gambar 4.25. Tampilan Transaksi Peralatan dan Salvage


      Gambar 4.26. Tampilan Halaman Laporan Peralatan dan Salvage

      Gambar 4.27. Tampilan Halaman Utama Staf Perawatan (maintenance)


      Gambar 4.28. Tampilan Input Karyawan Staf Perawatan (maintenance)


      Gambar 4.29. Tampilan Input Karyawan Transaksi Perawatan (maintenance)


      Gambar 4.30. Tampilan Input Transaksi Perawatan (maintenance)

      Gambar 4.31. Tampilan Laporan-Laporan Perawatan (maintenance)

      Pengujian Sistem

      Pengujian

      Pengujian Sistem dilakukan untuk memeriksa kekompakan atau kinerja antar komponen sistem yang diimplementasikan. Tujuan utama dari pengujian sistem adalah untuk memastikan bahwa elemen-elemen atau komponen-komponen dari sistem telah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Metode pengujian yang di ambil adalah metode pengujian Black Box. Pengujian Black Box adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini di gunakan untuk mengetahui apakan perangkat lunak berfungsi dengan benar. Pengujian Black Box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji di bangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak di cek apakah sudah sesuai dengan yang di harapkan.

      Rencana Pengujian

      Adapun rancangan pengujian sistem yang akan diuji dengan teknik pengujian Black Box akan penulis kelompokan dalam tabel dibawah ini Tabel 4.7. Rencana Pengujian :

      Kasus dan Hasil Pengujian

      Berikut ini adalah kasus untuk menguji perangkat lunak yang sudah dibangun menggunakan metode Black Box berdasarkan Tabel 4.7. Rencana Pengujian yang telah dibuat sebelumnya yaitu dilihat pada tabel 4.8. kasus dan hasil pengujian :




      Kesimpulan Hasil Pengujian

      Berdasarkan pengujian kasus perangkat lunak diatas maka penilis menarik kesimpulan bahwa perangkat lunak ini sudah berjalan secara fungsional dan mengeluarkan informasi sesuai dengan yang diharapkan.

      Desain Implementasi yang diusulkan

      Desain Implementasi dapat digambarkan sebagai berikut :

      1. Mengumpulkan Data

        Proses pengumpulan data digunakan sebagai perancangan sistem, sehingga data apa saja yang diperlukan dapat dianalisa dan dibuatkan sistem programnya. Kegiatan ini dilakukan selama 4 minggu.

      2. Analisa Sistem

        Penganalisaan sistem dilakukan karena merupakan hal yang sangat esensial bagi keberhasilan perancangan sistem. Karena perancangan sistem diterapkan berdasarkan dari data-data yang diperoleh dengan cara menganalisa segala kekurangan yang ada dan didokumentasikan untuk menjadi referensi perancangan dan pengembangan sistem ke depannya. Kegiatan ini dilakukan selama 4 minggu.

      3. Perancangan Sistem

        Perancangan sistem merupakan penerapan dari suatu hasil analisa yang telah dilakukan oleh seorang analisa terhadap data yang dianalisanya, sehingga menghasilkan suatu rancangan sistem program yang mudah dipahami oleh seorang pembuat program. Kegiatan ini dilakukan selama 3 minggu.

      4. Pembuatan Program

        Pembuatan program adalah kegiatan menulis kode program yang akan dieksekusi oleh komputer sesuai dengan yang dibutuhkan oleh user. Kegiatan ini dilakukan selama 4 minggu.

      5. Test Program

        Pengetesan program dilakukan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang ada, dan untuk memastikan kebenaran dalam penulisan kode program ke dalam komputer. Kegiatan ini dilakukan selama 2 minggu.

      6. Evaluasi Program

        Untuk mengetahui kesalahan dan kekurangan dari program yang dibuat maka perlu dilakukan evaluasi program. Kegiatan ini dilakukan selama 2 minggu.

      7. Perbaikan Program

        Penambahan atau pengurangan pada point-point tertentu yang tidak diperlukan, sehingga program benar-benar dapat dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan user. Kegiatan ini dilakukan selama 2 minggu.

      8. Training User

        Pelatihan terhadap tenaga kerja dilakukan kurang lebih 2 minggu dari program yang dibuat.

      9. Implementasi Program

        Setelah diketahui kelayakan dari program yang dibuat akan dilakukan implementasi program selama 2 minggu.

      10. Dokumentasi

        Pengumpulan dokumentasi-dokumentasi yang diperlukan untuk melengkapi persyaratan yang belum terlengkapi dan sebagai acuan untuk pengembangan dan perancangan sistem yang lainnya. Kegiatan ini dilakukan sepanjang aktifitas pembangunan implementasi program.

      Jadwal Pengolahan

      Perancangan sistem yang diusulkan diperkirakan memakan waktu kurang lebih 4 bulan, dan kegiatan yang dilakukan adalah:



      BAB V

      PENUTUP

      Kesimpulan

      Berdasarkan hasil analisa dan perancangan sistem yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya. Perancangan pendataan perawatan peralatan dan salvage divisi PKP-PK penulis menyimpulkan bahwa sistem yang berjalan dan pada pelaksanaanya belum efisien karena sistem pendataan perawatan peralatan dan salvage masih bersifat konvensional atau belum terkomputerisasi.

      Adapun permasalahan pokok pada sistem tersebut antara lain masalah penanganan data dalam proses pengolahanya masih menggunakan sistem manual sehingga sering menyebabkan kesulitan dalam proses perekaman segala bentuk informasi dan aktivitas harian, begitu juga pada saat pengecekan ulang informasi pendataan perawatan dan salvage maupun aktivitasnya sehingga berakibat pada lambatnya mutu pelayanan atau kinerja karyawan dalam proses pendataan perawatan peralatan dan salvage akibat dari :

      1. Sistem pendataan perawatan peralatan dan salvage divisi PKP-PK yang sedang berjalan saat ini masih menggunakan sistem manual sehingga tingkat keakuratan, ketepatan, dan relevansi informasi yang dibutuhkan dalam lingkungan perusahaan sangat minim.

      2. Sistem yang berjalan saat ini masih belum efektif dan efesien karena bersifat manual sehingga dalam proses pencatatan laporan data kegiatan operasional untuk melakukan pendataan perawatan peralatan dan salvage, sering terjadi miss komunikasi dalam mendata laporan.

      3. Sistem pendataan perawatan peralatan dan salvage divisi PKP-PK yang berjalan saat ini perlu adanya perancangan sistem yang terkomputerisasi berbasis web agar memudahkan dalam proses pendataan laporan, memberikan informasi secara cepat dan tepat dan semua keperluan dalam menunjang operasional bisa terpenuhi.

      Saran

      Adapun beberapa saran yang dapat dijadikan masukan untuk meningkatkan kinerja sistem yang berjalan dalam perancangan sistem pendataan perawatan dan salvage divisi PKP-PK pada PT. Angkasa Pura II (Persero) adalah sebagai berikut:

      1. Mengganti sistem yang berjalan saat ini dengan sistem terkomputerisasi sehingga tidak ada lagi kesalahan atau kekeliruan dalam pendataan untuk membuat berbagai laporan, dengan begitu waktu pemrosesan dan akurasi data bisa lebih optimal.

      2. Diperlukan dokumentasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem komputer yang akan dijadikan sebuah pengolahan data, penyimpanan data sehingga komputer tersebut tetap terawat dengan baik dan mampu memberikan informasi cepat dan akurat.

      3. Perlu back up data untuk menjamin keamanan data.

Contributors

Bingah Nanto Fajrin