SI1611493966: Perbedaan revisi

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari
[revisi tidak terperiksa][revisi tidak terperiksa]
(Tampilan Sistem Yang Diusulkan)
(7 revisi antara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 150: Baris 150:
 
|  ||   ||   ||  
 
|  ||   ||   ||  
 
|-
 
|-
| <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center"><u>([[Janu Ilham Saputro]], S.Kom,. MM)</u></div>|| &nbsp; || &nbsp; || <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center"><u>([[Rano Kurniawan]], M.Kom)</u></div>
+
| <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center"><u>([[Rosmawati Dwi]], S.T., M.Kom)</u></div>|| &nbsp; || &nbsp; ||<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center"><u>([[Janu Ilham Saputro]], S.Kom,. MM)</u></div>
 
|-
 
|-
| <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center">NID : 16001</div> || &nbsp; || &nbsp; || <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center">NID : 09013</div>
+
| <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center">NID : 17013</div> || &nbsp; || &nbsp; || <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center">NID : 16001</div>
 
|}
 
|}
  
Baris 253: Baris 253:
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;"><p style="line-height: 1">
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;"><p style="line-height: 1">
Teknologi informatika semakin cepat berkembang segala kegiatan ataupun aktifitas yang ada di dunia ini menjadi sangat penting dalam menentukan kemajuan perusahaan, baik dalam kegiatan operasional maupun kegiatan non-operasional salah satunya yaitu laporan persediaan barang yang mana harus menghasilkan laporan yang tepat dan akurat. Dalam penyusunan laporan persediaan barang dibutuhkan sistem yang terkomputerisasi, sehingga setiap proses yang berjalan dalam pembuatan laporan dapat berjalan secara efektif dan efisien. PT Instaprint Jaya Primatama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang digital printing. Permasalahan pada PT. Instaprint Jaya Primatama adalah belum memiliki sistem yang mencakup stok barang, sistem yang berjalan saat ini masih memiliki banyak masalah seperti memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengetahui jumlah persediaan barang karena admin stok harus menghitung secara langsung jumlah stok fisik setiap hari dan juga pembuatan laporan persediaan masih menggunakan Ms. Excel sehingga terjadi keterlambatan dalam kinerja perusahaan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat menghasilkan laporan persediaan barang yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode analisa PIECES, permodelan sistem dengan menggunakan <i> Unified Modelling Language </i> (UML) untuk menggambarkan secara visualisasi, yang selanjutnya diimplementasikan dengan bahasa pemrograman <i> Hypertext Preprocessor </i> (PHP) dengan basis data MySQL-Server sebagai database yang digunakan. Dengan adanya sistem persediaan barang, dapat mempermudah admin stok untuk menghasilkan laporan yang akurat dengan waktu yang cepat sehingga dapat menciptakan kinerja yang efektif dan efisien.</p></div>
+
PT.BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang merupakan merupakan lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah memberikan pinjaman dana kepada masyarakat untuk kebutuhan serta menyimpan dana . Pada sistem berjalan yang saat ini diterapkan, dirasa kurang efektif dalam menentukan kelayakan kredit. Untuk  dapat  menjalankan  kegiatan  pemberian kredit dengan baik diperlukan peranan dari sistem informasi  yang handal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi pustaka. Metode tersebut dipilih agar dapat mengetahui kekurangan sistem, kebutuhan sistem dan mengumpulkan data secara langsung dari objek dan subjek penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat menghasilkan suatu rancangan sistem informasi dalam menentukan kelayakan kredit berdasarakan prinsip kredit 5c yang di harapkan dapat memudahkan kinerja lebih efektif serta membantu pengolahan data menjadi informasi yang berguna dalam bentuk laporan maupun dokumen dalam penunjangn komite kredit. </p></div>
  
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: left"><p style="line-height: 2">''Kata Kunci : Persediaan Barang, Admin Stok, Sistem Persediaan.''</p></div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: left"><p style="line-height: 2">''Kata Kunci : Kelayakan Kredit, Prisip Kredit 5C ''</p></div>
  
  
Baris 263: Baris 263:
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;"><p style="line-height: 1">
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;"><p style="line-height: 1">
  
''<i> Information technology is rapidly developing all activities in the world become very important in determining the progress of the company, both in operational and non-operational activities, one of which is the inventory report which must produce accurate and accurate reports. In preparing the inventory report needed a computerized system, so that every process that runs in making the report can run effectively and efficiently. PT Instaprint Jaya Primatama is a company engaged in the field of digital printing. Problems at PT. Instaprint Jaya Primatama is not yet having a system that includes stock of goods, the current system still has many problems such as requiring a long time to find out the amount of inventory because the stock admin must calculate directly the amount of physical stock every day and also making inventory reports still use Ms. Excel so there is a delay in the company's performance. Therefore we need a system that can produce a more effective and efficient inventory report. This study uses the PIECES analysis method, system modeling using Unified Modelling Language (UML) to visualize, which is then implemented with the Hypertext Preprocessor (PHP) programming language with the MySQL-Server database as the database used. With the inventory system, it can facilitate the stock admin to produce accurate reports in a fast time so as to create effective and efficient performance. </i>''</p></div>
+
''PT.BPR Duta Pakuan Mandiri Tangerang Branch is a financial institution whose main activity is providing loan funds to the public for needs and saving funds. In the current system that is currently being implemented, it is considered to be less effective in determining credit worthiness. To be able to carry out lending activities properly the role of reliable information systems is needed. Data collection methods used were observation, interview and literature study. The method was chosen to be able to find out the system deficiencies, system requirements and collect data directly from objects and research subjects. The purpose of this study is to produce an information system design in determining credit worthiness based on the 5c credit principle which is expected to facilitate more effective performance and help processing data into useful information in the form of reports and documents in support of the credit committee.''</p></div>
  
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: left"><p style="line-height: 2">''<i> Keywords: Inventory, Stock Admin, Inventory System.</i>''</p></div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: left"><p style="line-height: 2">''Keywords: Credit Worthiness, Credit Principle 5C''</p></div>
  
  
Baris 282: Baris 282:
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Ibu Desy Apriani S. Kom., M.T.I selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas Raharja</li>
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Ibu Desy Apriani S. Kom., M.T.I selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas Raharja</li>
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Bapak Janu Ilham Saputro, S.Kom., MM selaku pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan serta motivasi & dukungan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.</li>
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Ibu Rosmawati Dwi, S.T., M.Kom selaku Dosen Pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan serta motivasi & dukungan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat menyelesaikan dengan baik.</li>
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Bapak Rano Kurniawan, M.Kom., selaku pembimbing II yang telah berkenan memberikan berbagai masukan, bimbingan dan pengarahan kepada penulis.</li>
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Bapak Janu Ilham Saputro, S.Kom., MM selaku pembimbing II yang telah berkenan memberikan berbagai masukan, bimbingan dan pengarahan kepada penulis.</li>
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Kepada Ibu Adinda Esa Putri, SE. selaku Supervisor Finance yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di PT. Instaprint Jaya Primatama</li>
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Kepada bapak Budi selaku pimpinan cabang yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang</li>
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Kepada Ibu Retno Wulan Ningsih selaku stakeholder yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.</li>
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Kepada bapak rohimudin selaku stakeholder yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.</li>
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Bapak dan Ibu Dosen Universitas Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.</li>
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Para pegawai PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang yang telah membantu penulis dan memberikan dukungan selama melakukan penelitian.</li>
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Kedua Orang Tua, Adik, dan Keluarga yang telah memfasilitasi dan selalu memberikan perhatian penuh yang begitu besar kepada penulis untuk selalu bersemangat dalam mencari ilmu, dan memberikan begitu banyak arahan yang positif bagi kehidupan penulis.</li>
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Bapak dan Ibu Dosen Universitas Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat kepada penulis.</li>
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Para pegawai PT. Instaprint Jaya Primatama yang telah membantu penulis dan memberikan dukungan selama melakukan penelitian.</li>
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Kedua Orang Tua, Kakak, Adik, dan Keluarga yang telah memberikan dukungan baik materi maupun moral dan selalu memberikan perhatian penuh yang begitu besar kepada penulis untuk selalu bersemangat dalam mencari ilmu, dan memberikan begitu banyak arahan yang positif bagi kehidupan penulis.</li>
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Special thanks to Ade Sochibul Fahri, Restu Adi Pradana, Hurdjanto Wibisono, Firda Evilya Arifin, Silvia Permatasari, Dewi Nur Khasanah, Ratna Nur Aulia, Dzakwan Taqiyyudin Al Fatah, dan Ridhoi Ridwan) yang telah memberikan dukungan dan masukan kepada penulis. .</li></ol>
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Special thanks to (Dwiana Octavia, Nur Adjie Pratama, Jihan Fahira,Yosa Auzadina ,Vera Widya,Dian Astuti, dan Budi Setiawan Syafitri) yang telah memberikan dukungan dan masukan kepada penulis. </li>
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">Penulis menyadari bahwa dalam menulis laporan penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun, sebagai pemicu agar berkarya lebih baik lagi. Semoga laporan penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak khususnya bagi Universitas Raharja.</p></div>
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify; line-height: 2;">Teman -  teman yang selalu menyemangati dan memberikan dukungan kepada penulis.</li></ol>
  
&nbsp;&nbsp;<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: right;text-indent: 0.5in">Tangerang, Januari 2020</div>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: right;text-indent: 0.5in">'''([[Dewi Nur Khasanah]])'''</div><div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: right;text-indent: 0.5in">'''NIM : 1611493966'''</div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify ;text-indent: 0.5in"></div><div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">Penulis menyadari bahwa dalam menulis laporan penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun, sebagai pemicu agar berkarya lebih baik lagi. Semoga laporan penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak khususnya bagi Universitas Raharja.</p></div>
 +
 
 +
&nbsp;&nbsp;<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: right;text-indent: 0.5in">Tangerang, Mei 2020</div>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: right;text-indent: 0.5in">'''([[Dewi Nur Khasanah]])'''</div><div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: right;text-indent: 0.5in">'''NIM : 1611493966'''</div>
  
 
{{pagebreak}}<hr/>
 
{{pagebreak}}<hr/>
Baris 323: Baris 325:
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.2 Master Data Divisi</p></li>
+
Tabel 4.2 Master Data User</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.3 Master Data Supplier</p></li>
+
Tabel 4.3 Master Data Transaksi Pemohon</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.4 Master Data Barang</p></li>
+
Tabel 4.4 Transaksi Pengajuan Kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.5 Master Data Unit</p></li>
+
Tabel 4.5 Master Data Penilaian Survey 5C</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.6 Master Data Kategori Detail</p></li>
+
Tabel 4.6 Master Data Upload Dokumen</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.7 Master Data PO Detail</p></li>
+
Tabel 4.7 Master Survey Penilaian Tetangga</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.8 Transaksi Request Order</p></li>
+
Tabel 4.8 Transaksi Penilaian Tempat Kerja/Usaha</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.9 Transaksi Purchase Order</p></li>
+
Tabel 4.9 Transaksi Survey Penilaian Rumah</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.10 Transaksi Barang Keluar</p></li>
+
Tabel 4.10 Transaksi Survey Penghasilan</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.11 Transaksi Barang Masuk</p></li>
+
Tabel 4.11 Transaksi Survey Tanah dan Bangunan </p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.12 Master Data Menu</p></li>
+
Tabel 4.12 Transaksi Persetujuan</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.13 Master Data User</p></li>
+
Tabel 4.13 Transaksi Pekerjaan</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.14 Master Data Role</i></p></li>
+
Tabel 4.14 Transaksi Informasi Kotak Darurat</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.30 Time Schedule</p></li>
+
Gambar 4.15 Time Schedule</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Tabel 4.31 Estimasi biaya</p></li>
+
Tabel 4.16 Estimasi biaya</p></li>
  
 
</ol>
 
</ol>
Baris 377: Baris 379:
 
<div style="font-size: 14pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center; text indent: 0.5"><p style="line-height: 2">'''DAFTAR GAMBAR'''</p></div>
 
<div style="font-size: 14pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center; text indent: 0.5"><p style="line-height: 2">'''DAFTAR GAMBAR'''</p></div>
 
<ol>
 
<ol>
 
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 3.1. Produk PT Instaprint Jaya Primatama</p></li>
+
Gambar 4.1 Use Case Diagram Kelayakan Pemberian Kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 3.2 Alur Produksi Online Instaprint</i></p></li>
+
Gambar 4.2 Activity Diagram Pengajuan Kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 3.3 Alur Produksi Offline Instaprint</p></li>
+
Gambar 4.3 Activity Diagram Input Survey</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 3.4 Struktur Organisasi PT. Instaprint Jaya Primatama</p></li>
+
Gambar 4.4 Activity Diagram Persetujuan Akhir</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 3.5 Use Case Diagram Persediaan Sistem Yang Berjalan</p></li>
+
Gambar 4.5 Sequence Diagram Pengajuan Kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 3.6 Activity Diagram Persediaan Barang </p></li>
+
Gambar 4.6 Sequence Diagram Admin Kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 3.7 Sequence Diagram Persediaan Barang</p></li>
+
Gambar 4.7 Sequence Persetujuan Kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.1 Use Case Diagram Persediaan Barang</p></li>
+
Gambar 4.8 Class Diagram Sistem Kelayakan Pemberian Kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.2 Activity Diagram Barang Keluar</p></li>
+
Gambar 4.9 Rancangan Halaman Login</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.3 Activity Diagram Request Order</p></li>
+
Gambar 4.10 Rancangan Halaman Dashboard</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.4 Activity Diagram Purchase Order</p></li>
+
Gambar 4.11 Rancangan Tampilan Menu User</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.5 Activity Diagram Barang Masuk</p></li>
+
Gambar 4.12 Rancangan Tampilan Pengajuan Kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.6 Sequence Diagram Operator</p></li>
+
Gambar 4.13 Rancangan Tampilan Menu Data Pemohon</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.7 Sequnece Diagram Admin Stok</p></li>
+
Gambar 4.14 Rancangan Tampilan Penilaian Survey 5C</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.8 Sequence Diagram Purchasing</p></li>
+
Gambar 4.15 Rancangan Tampilan Menu Data Survey</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.9 Sequence Diagram Pimpinan Finance</p></li>
+
Gambar 4.16 Rancangan Tampilan Persetujuan Kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.10 Class Diagram Persediaan Barang</p></li>
+
Gambar 4.17 Rancangan Tampilan Data Laporan</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.11 Rancangan Halaman Login</p></li>
+
Gambar 4.18 Tampilan Halaman Login</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.12 Rancangan Halaman Dashboard</p></li>
+
Gambar 4.19 Tampilan Halaman Dashboard</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.13 Rancangan Tampilan Stock Menu Request Order</p></li>
+
Gambar 4.20 Tampilan Halaman Pengajuan Kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.14 Rancangan Tampilan Stock Menu Purchase Order</p></li>
+
Gambar 4.21 Tampilan Halaman Data Pemohon</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.15 Rancangan Tampilan Stock Menu Barang Masuk</p></li>
+
Gambar 4.22 Tampilan Halaman Report Data Pemohon</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.16 Rancangan Tampilan Stock Menu Barang Keluar</p></li>
+
Gambar 4.23 Tampilan Halaman Dashboard</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.17 Rancangan Tampilan Menu Divisi</p></li>
+
Gambar 4.24 Tampilan Halaman User</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.18 Rancangan Tampilan Menu Supplier</p></li>
+
Gambar 4.25 Tampilan Halaman User</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.19 Rancangan Tampilan Menu Barang</i></p></li>
+
Gambar 4.26 Tampilan Halaman Form Survey Penilaian 5C</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.20 Rancangan Tampilan Menu Kategori Detail</p></li>
+
Gambar 4.27 Tampilan Halaman Data Survey</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.21 Rancangan Tampilan Menu User</p></li>
+
Gambar 4.28 Tampilan Halaman Data Pengajuan Kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.28 Tampilan Halaman Login Stock</p></li>
+
Gambar 4.29 Tampilan Halaman Dashboard Pimpinan Cabang</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.29 Tampilan Halaman Dashboard Stock</p></li>
+
Gambar 4.30 Tampilan Halaman Data Persetujuan</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.30 Tampilan Halaman Stock</p></li>
+
Gambar 4.31 Tampilan Halaman Persetujuan</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.31 Tampilan Halaman Request Order Stock</p></li>
+
Gambar 4.32 Pengujian login apabila mengosongkan username dan password</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.32 Tampilan Halaman Purchase Order Stock</p></li>
+
Gambar 4.33 Hasil pengujian login apabila mengosongkan username dan password</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.33 Tampilan Halaman Barang Masuk Stock</p></li>
+
Gambar 4.34 Pengujian login apabila username dan password salah</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.34 Tampilan Halaman Barang Keluar Stock</p></li>
+
Gambar 4.35 Hasil pengujian login apabila username dan password salah</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.35 Tampilan Halaman Divisi Stock</p></li>
+
Gambar 4.36 Pengujian Menu Form Pengajuan Kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.36 Tampilan Halaman Supplier Stock</p></li>
+
Gambar 4.37 Hasil pengujian menu form pengajuan kredit</p></li>
  
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
 
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
Gambar 4.37 Tampilan Halaman Barang Stock</p></li>
+
Gambar 4.38 Hasil pengujian menu persetujuan apabila input data tidak lengkap</p></li>
 
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
+
Gambar 4.38 Tampilan Halaman Kategori Detail Stock</p></li>
+
 
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
+
Gambar 4.65 Pengujian login apabila mengosongkan username dan password</p></li>
+
 
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
+
Gambar 4.66 Hasil pengujian login apabila mengosongkan username dan password</p></li>
+
 
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
+
Gambar 4.67 Pengujian login apabila username dan password salah</p></li>
+
 
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
+
Gambar 4.68 Hasil pengujian login apabila username dan password salah</p></li>
+
 
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
+
Gambar 4.69 Pengujian menu request order apabila input data lengkap</p></li>
+
 
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
+
Gambar 4.70 Hasil pengujian menu request order apabila input data lengkap</p></li>
+
 
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
+
Gambar 4.71 Hasil pengujian menu request order apabila input data tidak lengkap</p></li>
+
 
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
+
Gambar 4.72 Pengujian Eksport Data Report Stock</p></li>
+
 
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
+
Gambar 4.73 Hasil pengujian eksport data report stock</p></li>
+
 
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
+
Gambar 4.74 Pengujian menu logout</p></li>
+
 
+
<li style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify"><p style="line-height: 2">
+
Gambar 4.75 Hasil pengujian menu logout</p></li>
+
 
+
 
</ol>
 
</ol>
  
Baris 565: Baris 529:
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan bagian dari sistem perbankan yang berada dibawah naungan Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BPR berfungsi melakukan usaha menerima dan penyaluran dana masyarakat dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lainnya. Dimana yang menjadi sasaran utama BPR yaitu melayani kebutuhan semua finansial masyarakat seperti petani, peternak, nelayan, pedagang, pengusaha, karyawan swasta untuk bisa menunjang pertumbuhan dan modernisasi ekonomi pedesaan, pemerataan kesempatan berusaha dan pemerataan pendapatan. Sebagai bagian dari sistem Perbankan yang bernaung dibawah Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BPR juga harus sempurna, sehingga bisa berkontribusi dengan maksimal dalam menggerakkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan. Peranan bank khususnya Bank Perkreditan Rakyat, sebagai lembaga keuangan tidak pernah lepas dari masalah kredit, bahkan pemberian kredit merupakan salah satu kegiatan utamanya. Besarnya jumlah kredit yang disalurkan akan menentukan keuntungan bank.</p></div>
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan bagian dari sistem perbankan yang berada dibawah naungan Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BPR berfungsi melakukan usaha menerima dan penyaluran dana masyarakat dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lainnya. Dimana yang menjadi sasaran utama BPR yaitu melayani kebutuhan semua finansial masyarakat seperti petani, peternak, nelayan, pedagang, pengusaha, karyawan swasta untuk bisa menunjang pertumbuhan dan modernisasi ekonomi pedesaan, pemerataan kesempatan berusaha dan pemerataan pendapatan. Sebagai bagian dari sistem Perbankan yang bernaung dibawah Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BPR juga harus sempurna, sehingga bisa berkontribusi dengan maksimal dalam menggerakkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan. Peranan bank khususnya Bank Perkreditan Rakyat, sebagai lembaga keuangan tidak pernah lepas dari masalah kredit, bahkan pemberian kredit merupakan salah satu kegiatan utamanya. Besarnya jumlah kredit yang disalurkan akan menentukan keuntungan bank.</p></div>
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">Bank perlu mengelola dan menganalisis pemberian kredit dengan sebaik-baiknya dengan memperhatikan unsur 5C (character, capacity, collateral, capital, dan condition of economy) yang merupakan indikator penting dalam melakukan penilaian kelayakan kredit. Proses pemberian kredit yang berjalan saat ini di PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang yang masih manual. Namun sistem ini hanya membantu proses input data nasabah dan menunjang proses pemberian kredit secara optimal. Berdasarkan prosedur pemberian kredit yang saat ini berjalan juga terlihat kurangnya pengendalian internal dan tidak diimplementasikannya aspek 5C dalam penilaian kelayakan kredit secara maksimal. Hal inilah yang menyebabkan PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang masih mengalami kendala dalam mengelola transaksi pemberian kredit yang ada, sehingga masih dinilai kurang efisien dan efektif.  Peranan sistem informasi pengajuan kredit khususnya dalam hal pemberian kredit diperlukan untuk mendukung penyediaan transaksi yang handal dan akurat, yang dapat memperkecil terjadinya redudansi data (duplikasi data), menyediakan kapasitas penyimpanan data yang baik dan mudah diakses, mendukung pengambilan keputusan khususnya dalam melakukan analisa kelayakan kredit, serta mendukung pemrosesan data menjadi informasi yang berguna untuk pihak manajemen dalam bentuk laporan atau dokumen. </p></div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">Bank perlu mengelola dan menganalisis pemberian kredit dengan sebaik-baiknya dengan memperhatikan unsur 5C (''character, capacity, collateral, capital, dan condition of economy'') yang merupakan indikator penting dalam melakukan penilaian kelayakan kredit. Proses pemberian kredit yang berjalan saat ini di PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang yang masih manual. Namun sistem ini hanya membantu proses input data nasabah dan menunjang proses pemberian kredit secara optimal. Berdasarkan prosedur pemberian kredit yang saat ini berjalan juga terlihat kurangnya pengendalian internal dan tidak diimplementasikannya aspek 5C dalam penilaian kelayakan kredit secara maksimal. Hal inilah yang menyebabkan PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang masih mengalami kendala dalam mengelola transaksi pemberian kredit yang ada, sehingga masih dinilai kurang efisien dan efektif.  Peranan sistem informasi pengajuan kredit khususnya dalam hal pemberian kredit diperlukan untuk mendukung penyediaan transaksi yang handal dan akurat, yang dapat memperkecil terjadinya redudansi data (duplikasi data), menyediakan kapasitas penyimpanan data yang baik dan mudah diakses, mendukung pengambilan keputusan khususnya dalam melakukan analisa kelayakan kredit, serta mendukung pemrosesan data menjadi informasi yang berguna untuk pihak manajemen dalam bentuk laporan atau dokumen. </p></div>
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">Berdasarkan penjelasan latar belakang diatas, maka dari itu penulis  mengangkat judul penelitian yaitu : '''“PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT BERDASARKAN PRINSIP 5C PADA PT. BPR DUTA PAKUAN MANDIRI CABANG TANGERANG”'''.</p></div>
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">Berdasarkan penjelasan latar belakang diatas, maka dari itu penulis  mengangkat judul penelitian yaitu : '''“PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT BERDASARKAN PRINSIP 5C PADA PT. BPR DUTA PAKUAN MANDIRI CABANG TANGERANG”'''.</p></div>
 
<br>
 
<br>
Baris 2.689: Baris 2.653:
 
<ol>
 
<ol>
 
<p><li>Processor : Minimal 2,1 GHz</p>
 
<p><li>Processor : Minimal 2,1 GHz</p>
<p><li>Monitor : Minimal VGA</p>
+
<p><li>Monitor : Minimal VGA 15 inch</p>
 
<p><li>RAM : Minimal 2 GB</p>
 
<p><li>RAM : Minimal 2 GB</p>
 
<p><li>Modem USB : Minimal Kecepatan 14,4 Mbps</p>
 
<p><li>Modem USB : Minimal Kecepatan 14,4 Mbps</p>
<p><li>Peripheral : Minimal Mouse dan Keyboard</p>
+
<p><li>Peripheral : Minimal Mouse, Keyboard dan Printer</p>
 
</ol>
 
</ol>
 
</div>
 
</div>
Baris 2.699: Baris 2.663:
 
<p>Selain itu hal yang menjadi pendukung berjalannya sebuah sistem adalah Perangkat lunak merupakan penghubung antara instruksi-instruksi yang dibutuhkan oleh brainware untuk menjalankan hardware sehingga dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Berikut adalah spesifikasi yang dibutuhkan: </p>
 
<p>Selain itu hal yang menjadi pendukung berjalannya sebuah sistem adalah Perangkat lunak merupakan penghubung antara instruksi-instruksi yang dibutuhkan oleh brainware untuk menjalankan hardware sehingga dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Berikut adalah spesifikasi yang dibutuhkan: </p>
 
<ol>
 
<ol>
<p><li>Sistem operasi yang dapat digunakan bisa berupa Windows.</p>
+
<p><li>Windows.</p>
<p><li>Browser yang dapat digunakan antara lain Google Chrome, Mozila Firefox, dan Internet Explorer.</p>
+
<p><li>Xampp</p>
 +
<p><li>Database server : MySQL</p>
 +
<p><li>Mozila Firefox, Google Chrome</p>
 +
<p><li>Notepad++</p>
  
 
</ol>
 
</ol>
Baris 2.708: Baris 2.675:
 
<p> Dalam sistem yang dikembangkan yaitu pada sistem Persediaan Barang harus memiliki user untuk menjalankan sistem tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan beberapa user yang dapat mengakses Persediaan Barang, diantaranya: </p>
 
<p> Dalam sistem yang dikembangkan yaitu pada sistem Persediaan Barang harus memiliki user untuk menjalankan sistem tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan beberapa user yang dapat mengakses Persediaan Barang, diantaranya: </p>
 
<ol>
 
<ol>
<p><li>Admin Stock.</p>
+
<p><li>Admin Kredit</p>
<p><li>Purchasing.</p>
+
<p><li>Marketing</p>
<p><li>Finance.</p>
+
<p><li>Pimpinan Cabang</p>
<p><li>Operator.</p>
+
<p><li>Admin.</p>
+
 
</ol>
 
</ol>
  
Baris 2.722: Baris 2.687:
  
 
<div style="font-size: 12pt; font-family: 'times new roman'; text-align: justify;"></div>
 
<div style="font-size: 12pt; font-family: 'times new roman'; text-align: justify;"></div>
<p style="line-height: 2; text-indent: 0.5in">Berikut ini adalah tabel pengujian Black box untuk fungsi menu login, yaitu:</p>
+
<p style="line-height: 2; text-indent: 0.5in">Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode Black Box Testing. Black Box Testing merupakan metode uji coba yang memfokuskan pada keperluan software. Karena itu uji coba Black box memungkinkan pengembangan software untuk mengetahui kondisi input yang akan melatih seluruh syarat-syarat fungsional suatu program. Metode pengujian Black Box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori diantaranya fungsi-fungsi yang salah atau hilang, kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal, kesalahan tampilan, kesalahan inisialisasi, dan terminasi.</p>
 
<ol>
 
<ol>
 
<li>Skenario pengujian : Tampilan awal sistem yaitu halaman Login</li>
 
<li>Skenario pengujian : Tampilan awal sistem yaitu halaman Login</li>
  
  
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/zvJgnGqW/skenario-login.png"></div>
+
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/8Cm9XkKw/login.png"></div>
  
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.65 Pengujian login apabila mengosongkan username dan password'''</div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.32 Pengujian login apabila mengosongkan username dan password'''</div>
  
 
<ol type='a'>
 
<ol type='a'>
<p><li>Hasil yang diharapkan : Sistem menolak untuk masuk menu login dan menampilkan pesan error (validation is failed).</p>
+
<p><li>Hasil yang diharapkan : Sistem menolak untuk masuk menu login dan menampilkan pesan error (''validation is failed'').</p>
 
<p><li>Gambar pengujian :.</p>
 
<p><li>Gambar pengujian :.</p>
  
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/gJyhXZbm/hasil-login-wrong.png"></div>
+
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/1zQbKVHf/pengujian-login-error.png"></div>
  
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.66 Hasil pengujian login apabila mengosongkan username dan password'''</div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.33 Hasil pengujian login apabila mengosongkan username dan password'''</div>
  
<p><li>Kesimpulan : Hasil pengujian VALID</p>
+
<p><li>Kesimpulan : Hasil pengujian ''VALID''</p>
 
</ol>
 
</ol>
  
Baris 2.745: Baris 2.710:
 
<li>Skenario Pengujian : Tampilan awal sistem yaitu halaman Login</li>
 
<li>Skenario Pengujian : Tampilan awal sistem yaitu halaman Login</li>
  
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/mDWMgSqm/login2.png"></div>
+
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/8Cm9XkKw/login.png"></div>
  
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.67 Pengujian login apabila username dan password salah'''</div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.34 Pengujian login apabila username dan password salah'''</div>
  
 
<ol type='a'>
 
<ol type='a'>
<p><li>Hasil yang diharapkan : Sistem menolak untuk masuk menu login dan menampilkan pesan error (username or password wrong).</p>
+
<p><li>Hasil yang diharapkan : Sistem menolak untuk masuk menu login dan menampilkan pesan error (''username or password wrong'').</p>
 
<p><li>Gambar pengujian :.</p>
 
<p><li>Gambar pengujian :.</p>
  
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/kGftwP5H/hasil-login2.png"></div>
+
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/1zQbKVHf/pengujian-login-error.png"></div>
  
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.68 Hasil pengujian login apabila username dan password salah'''</div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.35 Hasil pengujian login apabila username dan password salah'''</div>
  
 
<p><li>Kesimpulan : Hasil pengujian VALID</p>
 
<p><li>Kesimpulan : Hasil pengujian VALID</p>
Baris 2.761: Baris 2.726:
  
  
<li>Skenario Pengujian : Input data request order</li>
+
<li>Skenario Pengujian : Input data pengajuan kredit</li>
  
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/xd8XbJnm/DATA-RO.png"></div>
+
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/wT3ztNfz/form-pengajuan-kredit.png"></div>
  
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.69 Pengujian menu request order apabila input data lengkap'''</div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.36 Pengujian Menu Form Pengajuan Kredit'''</div>
  
 
<ol type='a'>
 
<ol type='a'>
<p><li>Hasil yang diharapkan : Jika mengisi form dengan lengkap akan tampil alert Successfully add data.</p>
+
<p><li>Hasil yang diharapkan : Jika mengeklik form pengajuan kredit makan akan muncul tampilan formulir untuk pendaftaran kredit.</p>
 
<p><li>Gambar pengujian :.</p>
 
<p><li>Gambar pengujian :.</p>
  
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/G3GHY1wX/HASIL-INPUT-DATA-RO-SUCCES.png"></div>
+
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/59s1Ngmp/form-pengajuan-kredit-valid.png"></div>
  
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.70 Hasil pengujian menu request order apabila input data lengkap'''</div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.37 Hasil pengujian menu form pengajuan kredit'''</div>
  
 
<p><li>Kesimpulan : Hasil pengujian VALID</p>
 
<p><li>Kesimpulan : Hasil pengujian VALID</p>
<p><li>Hasil yang diharapkan : Jika mengisi form tidak lengkap akan tampil alert error.</p>
+
<p><li>Hasil yang diharapkan : Jika mengisi form tidak lengkap akan tampil ''alert error''.</p>
 
<p><li>Gambar pengujian :</p>
 
<p><li>Gambar pengujian :</p>
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/ZqQCPb5M/PENGUJIAN-INPUT-DATA-RO-FAILED.png"></div>
+
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/rpG26Nm1/form-pengajuan-kredit-error.png"></div>
  
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.71 Hasil pengujian menu request order apabila input data tidak lengkap'''</div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.38 Hasil pengujian menu request order apabila input data tidak lengkap'''</div>
 
<p><li>Kesimpulan : Hasil pengujian VALID</p>
 
<p><li>Kesimpulan : Hasil pengujian VALID</p>
 
</ol>
 
</ol>
  
<li>Skenario Pengujian : Eksport Data Report Stock</li>
+
<li>Skenario Pengujian : Double Input Data Pengajuan Kredit </li>
  
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/yx4x5L9h/MELAKUKAN-EKSPORT-DATA.png"></div>
+
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/brVjCYv4/double-input-form-pengajuan-kredit.png"></div>
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.72 Pengujian Eksport Data Report Stock'''</div>
+
  
 +
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.39 Pengujian Double Input Data Pengajuan'''</div>
 
<ol type='a'>
 
<ol type='a'>
<p><li>Hasil yang diharapkan : Sistem menghasilkan laporan sesuai dengan yang dibutuhkan.</p>
+
<p><li>Hasil yang diharapkan : Jika mengisi form sudah dilakukan akan ''tampil alert''</p>
<p><li>Gambar pengujian :.</p>
+
<p><li>Kesimpulan : Hasil pengujian VALID</p></ol>
 
+
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/C5G5VbH3/HASIL-EKSPORT-DATA-PDF.png"></div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.73 Hasil pengujian eksport data report stock'''</div>
+
 
+
<p><li>Kesimpulan : Hasil pengujian VALID</p>
+
</ol>
+
 
+
<li>Skenario Pengujian : Melakukan Logout</li>
+
 
+
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/PJgNSfj2/logout.png"></div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.74 Pengujian menu logout'''</div>
+
 
+
<ol type='a'>
+
<p><li>Hasil yang diharapkan : Dapat keluar dari sistem setelah memilih Log out pada profil user.</p>
+
<p><li>Gambar pengujian :.</p>
+
 
+
<div align="center"><img width="500" height="250" style="margin: 0px" src="https://i.postimg.cc/2jMqkGZh/hasil-logout.png"></div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Gambar 4.75 Hasil pengujian menu logout'''</div>
+
 
+
<p><li>Kesimpulan : Hasil pengujian VALID</p>
+
</ol>
+
  
 
</ol>
 
</ol>
  
 
==<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: left;">''' Implementasi'''</div>==
 
==<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: left;">''' Implementasi'''</div>==
===<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: left;">''' Time Schedule'''</div>===
+
===<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: left;">'''Time Schedule'''</div>===
  
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Tabel 4.30 Time Schedule '''</div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Tabel 4.15 Time Schedule'''</div>
  
<div align="center"><img width="550" height="450" style="margin:0px" src="https://i.postimg.cc/MZ7yFg4X/time-schedule.png"/></div>
+
<div align="center"><img width="550" height="450" style="margin:0px" src="https://i.postimg.cc/sDM31LKK/time-schedule.png"/></div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
Baris 2.832: Baris 2.772:
 
==<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: left;">'''Estimasi Biaya '''</div>==
 
==<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: left;">'''Estimasi Biaya '''</div>==
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
<p> Estimasi biaya digunakan sebagai penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian yang diusulkan. Dibawah ini adalah rincian biaya yang diperlukan peneliti untuk menyelesaikan penelitian yang berjudul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT BERDASARKAN PRINSIP 5C PADA PT. BPR DUTA PAKUAN MANDIRI CABANG TANGERANG". </p>
+
<p>Biaya penelitian digunakan sebagai penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian yang diusulkan. Dibawah ini adalah rincian biaya yang diperlukan peneliti untuk menyelesaikan penelitian yang berjudul “Perancangan Sistem Kelayakan Pemberian Kredit Berdasarkan Prinsip 5C Pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang”.</p>
  
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Tabel 4.31 Estimasi Biaya '''</div>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: center;">'''Tabel 4.16 Biaya Penelitian'''</div>
  
<div align="center"><img width="550" height="450" style="margin:0px" src="https://i.postimg.cc/7Yqg8m89/estimasi-biaya.png"/></div>
+
<div align="center"><img width="550" height="450" style="margin:0px" src="https://i.postimg.cc/sf8tHg99/estimasi-biaya.png"/></div>
 
</div>
 
</div>
  

Revisi per 28 Juni 2020 16.44


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT

BERDASARKAN PRINSIP 5C PADA PT. BPR DUTA PAKUAN

CABANG TANGERANG


SKRIPSI



Disusun Oleh :

NIM : 1611493966

NAMA : DEWI NUR KHASANAH


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

UNIVERSITAS RAHARJA

TANGERANG

TA (2019/2020)



UNIVERSITAS RAHARJA

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT

BERDASARKAN PRINSIP 5C PADA PT. BPR DUTA PAKUAN MANDIRI

CABANG TANGERANG


Disusun Oleh :

NIM
: 1611493966
Nama
Fakultas
Program Pendidikan
: Strata Satu
Program Studi
Konsentrasi



Disahkan Oleh :

Tangerang, Agustus 2020

Rektor         Dekan Fakultas       Ketua Program Studi
Universitas Raharja         Sains Dan Teknologi         Sistem Informasi
           
           
           
           
(Dr. Po. Abas Sunarya,M.Si)         (Sugeng Santoso M.Kom)         ( Desy Apriani, S.Kom.,M.T.I)
NIP : 000603         NIP :006095       NIP :010814


UNIVERSITAS RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT

BERDASARKAN PRINSIP 5C PADA PT. BPR DUTA PAKUAN MANDIRI

CABANG TANGERANG



Dibuat Oleh :

NIM
: 1611493966
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Tahun Akademik 2019/2020


Disetujui Oleh :

Tangerang, Agustus 2020

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Rosmawati Dwi, S.T., M.Kom)
   
(Janu Ilham Saputro, S.Kom,. MM)
NID : 17013
   
NID : 16001




UNIVERSITAS RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT

BERDASARKAN PRINSIP 5C PADA PT. BPR DUTA PAKUAN MANDIRI

CABANG TANGERANG



Dibuat Oleh :

NIM
: 1611493966
Nama

 

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Tahun Akademik 2019/2020


Disetujui Penguji :

Tangerang, Agustus 2020

Ketua Penguji
   
Penguji I
   
Penguji II
       
       
       
       
(_____________)
   
(_____________)
   
(_____________)
NID :
   
NID :
   
NID :




UNIVERSITAS RAHARJA

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT

BERDASARKAN PRINSIP 5C PADA PT. BPR DUTA PAKUAN MANDIRI

CABANG TANGERANG


Disusun Oleh :

NIM
: 1611493966
Nama
Program Pendidikan
: Strata Satu
Program Studi
Konsentrasi

   

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana baik di lingkungan Universitas Raharja maupun di Universitas lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

  
Tangerang, Agustus 2020
   
(Dewi Nur Khasanah)
NIM : 1611493966

 

)*Tanda tangan dibubuhi materai 6.000;




ABSTRAKSI

PT.BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang merupakan merupakan lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah memberikan pinjaman dana kepada masyarakat untuk kebutuhan serta menyimpan dana . Pada sistem berjalan yang saat ini diterapkan, dirasa kurang efektif dalam menentukan kelayakan kredit. Untuk dapat menjalankan kegiatan pemberian kredit dengan baik diperlukan peranan dari sistem informasi yang handal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi pustaka. Metode tersebut dipilih agar dapat mengetahui kekurangan sistem, kebutuhan sistem dan mengumpulkan data secara langsung dari objek dan subjek penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat menghasilkan suatu rancangan sistem informasi dalam menentukan kelayakan kredit berdasarakan prinsip kredit 5c yang di harapkan dapat memudahkan kinerja lebih efektif serta membantu pengolahan data menjadi informasi yang berguna dalam bentuk laporan maupun dokumen dalam penunjangn komite kredit.

Kata Kunci : Kelayakan Kredit, Prisip Kredit 5C


ABSTRACT


PT.BPR Duta Pakuan Mandiri Tangerang Branch is a financial institution whose main activity is providing loan funds to the public for needs and saving funds. In the current system that is currently being implemented, it is considered to be less effective in determining credit worthiness. To be able to carry out lending activities properly the role of reliable information systems is needed. Data collection methods used were observation, interview and literature study. The method was chosen to be able to find out the system deficiencies, system requirements and collect data directly from objects and research subjects. The purpose of this study is to produce an information system design in determining credit worthiness based on the 5c credit principle which is expected to facilitate more effective performance and help processing data into useful information in the form of reports and documents in support of the credit committee.

Keywords: Credit Worthiness, Credit Principle 5C




KATA PENGANTAR


Puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Skripsi ini dengan judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT BERDASARKAN PRINSIP 5C PADA PT. BPR DUTA PAKUAN MANDIRI CABANG TANGERANG".

Tujuan penulisan laporan Skripsi ini sebagai syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan Strata 1 Program Studi Sistem Informasi pada Universitas Raharja.

Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak, penulis tidak dapat menyelesaikan laporan penelitian ini dengan baik dan tepat pada waktu yang telah ditentukan. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu serta mendukung penulis dalam menyelesaikan laporan penelitian ini, diantaranya:

  1. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si selaku Rektor Universitas Raharja
  2. Bapak Sugeng Santoso, M. Kom selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Raharja
  3. Ibu Desy Apriani S. Kom., M.T.I selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas Raharja
  4. Ibu Rosmawati Dwi, S.T., M.Kom selaku Dosen Pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan serta motivasi & dukungan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat menyelesaikan dengan baik.
  5. Bapak Janu Ilham Saputro, S.Kom., MM selaku pembimbing II yang telah berkenan memberikan berbagai masukan, bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  6. Kepada bapak Budi selaku pimpinan cabang yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang
  7. Kepada bapak rohimudin selaku stakeholder yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  8. Para pegawai PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang yang telah membantu penulis dan memberikan dukungan selama melakukan penelitian.
  9. Bapak dan Ibu Dosen Universitas Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat kepada penulis.
  10. Kedua Orang Tua, Kakak, Adik, dan Keluarga yang telah memberikan dukungan baik materi maupun moral dan selalu memberikan perhatian penuh yang begitu besar kepada penulis untuk selalu bersemangat dalam mencari ilmu, dan memberikan begitu banyak arahan yang positif bagi kehidupan penulis.
  11. Special thanks to (Dwiana Octavia, Nur Adjie Pratama, Jihan Fahira,Yosa Auzadina ,Vera Widya,Dian Astuti, dan Budi Setiawan Syafitri) yang telah memberikan dukungan dan masukan kepada penulis.
  12. Teman - teman yang selalu menyemangati dan memberikan dukungan kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa dalam menulis laporan penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun, sebagai pemicu agar berkarya lebih baik lagi. Semoga laporan penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak khususnya bagi Universitas Raharja.

  
Tangerang, Mei 2020
   
(Dewi Nur Khasanah)
NIM : 1611493966

Daftar isi



DAFTAR TABEL

  1. Tabel 3.1 Analisa Pieces

  2. Tabel 3.2 Elisitasi Tahap I

  3. Tabel 3.3 Elisitasi Tahap II

  4. Tabel 3.4 Elisitasi Tahap III

  5. Tabel 3.5 Final Draft Elisitasi

  6. Tabel 4.1 : Perbedaan Sistem Berjalan Dengan Sistem Usulan

  7. Tabel 4.2 Master Data User

  8. Tabel 4.3 Master Data Transaksi Pemohon

  9. Tabel 4.4 Transaksi Pengajuan Kredit

  10. Tabel 4.5 Master Data Penilaian Survey 5C

  11. Tabel 4.6 Master Data Upload Dokumen

  12. Tabel 4.7 Master Survey Penilaian Tetangga

  13. Tabel 4.8 Transaksi Penilaian Tempat Kerja/Usaha

  14. Tabel 4.9 Transaksi Survey Penilaian Rumah

  15. Tabel 4.10 Transaksi Survey Penghasilan

  16. Tabel 4.11 Transaksi Survey Tanah dan Bangunan

  17. Tabel 4.12 Transaksi Persetujuan

  18. Tabel 4.13 Transaksi Pekerjaan

  19. Tabel 4.14 Transaksi Informasi Kotak Darurat

  20. Gambar 4.15 Time Schedule

  21. Tabel 4.16 Estimasi biaya




DAFTAR GAMBAR

  1. Gambar 4.1 Use Case Diagram Kelayakan Pemberian Kredit

  2. Gambar 4.2 Activity Diagram Pengajuan Kredit

  3. Gambar 4.3 Activity Diagram Input Survey

  4. Gambar 4.4 Activity Diagram Persetujuan Akhir

  5. Gambar 4.5 Sequence Diagram Pengajuan Kredit

  6. Gambar 4.6 Sequence Diagram Admin Kredit

  7. Gambar 4.7 Sequence Persetujuan Kredit

  8. Gambar 4.8 Class Diagram Sistem Kelayakan Pemberian Kredit

  9. Gambar 4.9 Rancangan Halaman Login

  10. Gambar 4.10 Rancangan Halaman Dashboard

  11. Gambar 4.11 Rancangan Tampilan Menu User

  12. Gambar 4.12 Rancangan Tampilan Pengajuan Kredit

  13. Gambar 4.13 Rancangan Tampilan Menu Data Pemohon

  14. Gambar 4.14 Rancangan Tampilan Penilaian Survey 5C

  15. Gambar 4.15 Rancangan Tampilan Menu Data Survey

  16. Gambar 4.16 Rancangan Tampilan Persetujuan Kredit

  17. Gambar 4.17 Rancangan Tampilan Data Laporan

  18. Gambar 4.18 Tampilan Halaman Login

  19. Gambar 4.19 Tampilan Halaman Dashboard

  20. Gambar 4.20 Tampilan Halaman Pengajuan Kredit

  21. Gambar 4.21 Tampilan Halaman Data Pemohon

  22. Gambar 4.22 Tampilan Halaman Report Data Pemohon

  23. Gambar 4.23 Tampilan Halaman Dashboard

  24. Gambar 4.24 Tampilan Halaman User

  25. Gambar 4.25 Tampilan Halaman User

  26. Gambar 4.26 Tampilan Halaman Form Survey Penilaian 5C

  27. Gambar 4.27 Tampilan Halaman Data Survey

  28. Gambar 4.28 Tampilan Halaman Data Pengajuan Kredit

  29. Gambar 4.29 Tampilan Halaman Dashboard Pimpinan Cabang

  30. Gambar 4.30 Tampilan Halaman Data Persetujuan

  31. Gambar 4.31 Tampilan Halaman Persetujuan

  32. Gambar 4.32 Pengujian login apabila mengosongkan username dan password

  33. Gambar 4.33 Hasil pengujian login apabila mengosongkan username dan password

  34. Gambar 4.34 Pengujian login apabila username dan password salah

  35. Gambar 4.35 Hasil pengujian login apabila username dan password salah

  36. Gambar 4.36 Pengujian Menu Form Pengajuan Kredit

  37. Gambar 4.37 Hasil pengujian menu form pengajuan kredit

  38. Gambar 4.38 Hasil pengujian menu persetujuan apabila input data tidak lengkap



DAFTAR SIMBOL

Simbol Use Case Diagram

Simbol Activity Diagram

Simbol Sequence Diagram




BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan bagian dari sistem perbankan yang berada dibawah naungan Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BPR berfungsi melakukan usaha menerima dan penyaluran dana masyarakat dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lainnya. Dimana yang menjadi sasaran utama BPR yaitu melayani kebutuhan semua finansial masyarakat seperti petani, peternak, nelayan, pedagang, pengusaha, karyawan swasta untuk bisa menunjang pertumbuhan dan modernisasi ekonomi pedesaan, pemerataan kesempatan berusaha dan pemerataan pendapatan. Sebagai bagian dari sistem Perbankan yang bernaung dibawah Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BPR juga harus sempurna, sehingga bisa berkontribusi dengan maksimal dalam menggerakkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan. Peranan bank khususnya Bank Perkreditan Rakyat, sebagai lembaga keuangan tidak pernah lepas dari masalah kredit, bahkan pemberian kredit merupakan salah satu kegiatan utamanya. Besarnya jumlah kredit yang disalurkan akan menentukan keuntungan bank.

Bank perlu mengelola dan menganalisis pemberian kredit dengan sebaik-baiknya dengan memperhatikan unsur 5C (character, capacity, collateral, capital, dan condition of economy) yang merupakan indikator penting dalam melakukan penilaian kelayakan kredit. Proses pemberian kredit yang berjalan saat ini di PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang yang masih manual. Namun sistem ini hanya membantu proses input data nasabah dan menunjang proses pemberian kredit secara optimal. Berdasarkan prosedur pemberian kredit yang saat ini berjalan juga terlihat kurangnya pengendalian internal dan tidak diimplementasikannya aspek 5C dalam penilaian kelayakan kredit secara maksimal. Hal inilah yang menyebabkan PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang masih mengalami kendala dalam mengelola transaksi pemberian kredit yang ada, sehingga masih dinilai kurang efisien dan efektif. Peranan sistem informasi pengajuan kredit khususnya dalam hal pemberian kredit diperlukan untuk mendukung penyediaan transaksi yang handal dan akurat, yang dapat memperkecil terjadinya redudansi data (duplikasi data), menyediakan kapasitas penyimpanan data yang baik dan mudah diakses, mendukung pengambilan keputusan khususnya dalam melakukan analisa kelayakan kredit, serta mendukung pemrosesan data menjadi informasi yang berguna untuk pihak manajemen dalam bentuk laporan atau dokumen.

Berdasarkan penjelasan latar belakang diatas, maka dari itu penulis mengangkat judul penelitian yaitu : “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT BERDASARKAN PRINSIP 5C PADA PT. BPR DUTA PAKUAN MANDIRI CABANG TANGERANG”.


Rumusan Masalah

Latar belakang masalah penelitian diatas, maka dapat ditarik beberapa masalah yaitu sebagai berikut :

  1. Bagaimana sistem kelayakan kredit yang berjalan saat ini pada PT.BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang?
  2. Apakah sistem kelayakan kredit saat ini sudah menunjang pengambilan keputusan pengajuan kredit pada PT.BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang?
  3. Bagaimana merancang sistem informasi kelayakan kredit agar dapat memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan pengajuan kredit pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang?


Ruang Lingkup

Berdasarkan pada permasalahan yang ada pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang, penulis membatasi laporan ini hanya pada proses pengajuan kredit untuk modal usaha dan konsumtif dengan anggunan sertifikat, yang dimulai dari proses pengajuan kredit, mengelola data survei pengajuan kredit nasabah sampai disetujui atau di tolaknya kredit sesuai dengan prinsip kredit.


Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan rumusan kalimat yang menunjukkan adanya hasil, sesuatu yang diperoleh setelah penelitian selesai, sesuatu yang akan dituju atau dicapai dalam sebuah penelitian yang dilakukan.

Tujuan Operasional

Adapun tujuan operasional dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui mengenai sistem permohonan kredit apakah sudah berjalan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan yang dibutuhkan pegawai dalam melayani pengajuan kredit calon nasabah pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang.
  2. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem yang sedang berjalan pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang saat ini.
  3. Merancang sistem informasi kelayakan pemberian kredit supaya memudahkan pegawai dalam menentukan serta memiliki database yang tersistem yang dapat memberikan informasi yang akurat .

Tujuan Fungsional

Adapun tujuan fungsional dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan laporan pengajuan kredit yang akurat dan cepat dalam menyampaikan hasil persetujuan kredit yang diberikan oleh kepala cabang.
  2. Untuk menganalisa sistem informasi kelayakan pemberian kredit pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang.
  3. Untuk mengetahui target pencapaian kredit sesuai dengan hasil yang diperoleh masing – masing account officer.

Tujuan Individual

Adapun tujuan individual dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Menerapkan ilmu yang telah didapat dibangku kuliah pada Universitas Raharja.
  2. Menambah pengalaman secara langsung bagi penulis untuk menghadapi dunia kerja di bidang IT.
  3. Mendapatkan ilmu pengetahuan baru yang di dapat pada saat penelitian.

Manfaat Penelitian

Dari penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang baik diantaranya :

Manfaat Penulis

  1. Membantu penulis melakukan perancangan sistem informasi pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang.
  2. Menambah pengetahuan dan pengalaman bagi penulis serta memperluas wawasan mengenai kelayakan pemberian kredit.
  3. Mengembangkan kreatifitas penulis khususnya dan pembaca pada umumnya dalam menganalisa sistem infromasi kelayakan pemberian kredit.

Manfaat Perusahaan

  1. Perusahaan dapat mengatasi kelemahan dan masalah yang teridentifikasi pada sistem informasi pemberian kredit yang dapat membantu menjadi lebih efektif dan efisien perusahaan dalam meningkatkan produktifitas kredit untuk semakin bersaing di sektor ekonomi daerah.
  2. Memudahkan calon debitur dalam melakukan pengajuan peminjaman pada PT BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang.
  3. Memberikan suatu sistem handal dan akurat, memperkecil yang dapat mengurangi terjadinya redudansi data, menyediakan kapasitas penyimpanan data yang baik dan mudah diakses.

Manfaat Universitas

  1. Menambah ilmu pengetahuan terhadap Mahasiswa/i Universitas Raharja.
  2. Dapat memberikan referensi bagi Mahasiswa/i Universitas Raharja untuk penelitian selanjutnya.
  3. Membuat Universitas Raharja dikenal oleh instansi – instansi yang dijadikan objek penelitian Mahasiswa/i.


Metodologi Penelitian

Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam pembuatan skripsi, maka peneliti menggunakan tiga metode yaitu metode pengumpulan data, metode analisis, dan metode perancangan.

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis, diantaranya :

  1. Observasi
  2. Pada metode ini penulis melakukan pengamatan langsung di PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang serta melakukan pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang diteliti dengan pengamatan langsung di PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang.

  3. Wawancara
  4. Yaitu metode tanya jawab secara langsung dengan pimpinan dan karyawan pada divisi yang berkaitan dengan proses pemberian kredit seperti pihak Komite Kredit, dan IT (Information Technology) pada PT.BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang .

  5. Studi Pustaka
  6. Untuk mendapatkan informasi yang terkait dengan penelitian ini, penulis mendapatkannya dengan cara mengunjungi perpustakaan untuk membaca dan mempelajari buku-buku, jurnal dan hasil penelitian lain yang relevan terkait dengan judul yang diambil, sehingga penulis mendapatkan gambaran untuk menaganalisa dan membuat perancangan pada penulisan ini.

Metode Perancangan

Dalam penelitian ini digunakan metode pengembangan sistem dengan metode Iterative model SDLC (System Development Life Cycle) yang memiliki 5 tahapan pengerjaannya yaitu :

  1. Perencanaan (Planning)
  2. Tahap perencanaan adalah tahap awal pengembangan sistem yang mendefinisikan perkiraan kebutuhan-kebutuhan sumber daya, seperti : perangkat fisik, metode dan anggaran yang sifatnya masih umum. Didalam tahapan ini juga terdapat beberapa aktivitas pada pengembangan sistem yaitu : Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan, mengidentifikasi kendala-kendala sistem, menentukan serta evaluasi strategi yang akan digunakan dalam pengembangan.

  3. Analisis (Analysis)
  4. Dalam metode analisa penulis menggunakan metode analisa PIECES yaitu salah satu metode yang digunakan untuk menganalisa yang melihat system dari performance, information, economic, control, efficiency dan service. Sementara untuk analisa data terkait penilaian kelayakan kredit menggunakan prinsip 5C (Character, Capital, Capacity, Collateral, Condition of Economy).

  5. Desain (Design)
  6. Untuk model penulis menggambarkannya dengan menggunakan UML (Unified Modelling Language) sebagai salah satu alat bantu yang berorientasi objek. Diagram yang digunakan diantaranya adalah Use Case Diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram untuk membuat suatu sistem perlu sebuah tools untuk dapat membangun suatu sistem baru yaitu menggunan bahasa pemrogramannya PHP , menggunakan Framework CodeIgniter, MySQL untuk pembuatan database, Xampp sebagai server penghubung antara bahasa pemrogram dan database . Sebagai sebuah aplikasi browsing yang dipakai penulis menggunakan Mozilla Firefox. Tahapan ini akan menghasilkan sebuah dokumen yang disebut software requirement. Dokumen inilah yang digunakan untuk melakukan sebuah aktivitas dalam pembuatan sistemnya, konfigurasi sistem dan menyampaikan usulan implementasi.

  7. Implementasi (Implementation)
  8. Tahap implementasi adalah tahap dimana rancangan sistem yang sudah jadi lalu dibentuk menjadi suatu kode (program) yang siap untuk dioperasikan. Langkah-langkahnya yaitu menyiapkan fasilitas fisik dan melakukan simulasi. Pengujian yang digunakan pada tahap implementasi yaitu Blackbox Testing. Blackbox Testing adalah metode uji coba yang memfokuskan pada keperluan software.

  9. Pemeliharaan (Maintenance)
  10. Tahapan selanjutnya diperlukan adanya pemeliharaan secara berkala terhadap pemakaian program, audit sistem, penjagaan, perbaikan dan pengembangan sistem. Agar program aplikasi yang sudah dibuat dapat diperbaiki dan dikembangkan dengan baik sesuai kebutuhan perusahaan seiring dengan kemajuan teknologi.

Metode Testing

Dalam penelitian ini metode testing yang digunakan adalah Black Box Testing yaitu metode uji coba yang memfokuskan kepada keperluan software, Karena itu uji coba Black Box memungkinkan pengembangan software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih seluruh syarat-syarat fugnsional suatu program. Metode pengujian Black box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya: fungsi - fungsi yang salah atau hilang, kesalahan dalam struktur data atas akses database eksternal, kesalahan performa kesalahan inisialisasi, dan terminasi.

Sistematika Penulisan

Agar pemahaman tentang penelitian Skripsi ini menjadi lebih mudah maka, penulis mengelompokkan beberapa materi menjadi sub bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut :  :

BAB I PENDAHULUAN

Bab I menjelaskan antara lain latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode penelitian, metode analisa, metode perancangan, metode pengujian dan, sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab II ini berisikan landasan teori yang berhubungan dengan pembahasan masalah antara lain definisi ilmu berupa teori umum dan teori khusus serta beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian..

BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Bab III menjelaskan tentang gambaran umum PT. Instaprint Jaya Primatama, sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian, serta visi dan misi perusahaan. Selanjutnya, dijelaskan juga tata laksana sistem yang berjalan, permasalahan yang dihadapi, alternative pemecahan masalah, user requirement yang terdiri dari 4 (empat) tahap elisitasi, yaitu elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan final draft elisitasi yang merupakan final elisitasi yang diusulkan.

BAB IV RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Bab IV berisikan rancangan sistem yang akan diusulkan pada PT. Instaprint Jaya Primatama, UML yang diusulkan, rancangan basis data, rancangan tampilan layar, tampilan output program, pengujian dengan black box testing, prototype sistem dan rancangan implementasi, estimasi biaya.

BAB V PENUTUP

Bab V berisi tentang kesimpulan dari hasil analisa yang dilakukan, selain itu pada bab ini juga berisi saran yang berhubungan dengan penelitian skripsi.

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN

 




BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Menurut Sitohang dalam Jurnal Informatik Pelita Nusantara Vol 3 No 01 (2018:7),[1]”Sistem merupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedurnya yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”.

Menurut Sitohang dalam Jurnal Informatik Pelita Nusantara Vol 3 No 01 (2018:7),[1]”Sistem merupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedurnya yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu komponen antara satu dengan yang lain saling berhubungan atau bekerja sama untuk menjalakan satu tujuan yang sama demi tercapainya tujuan.

Karakteristik Sistem

Menurut Bambang Hartono yang dikutip oleh Harfizar, dkk dalam Jurnal SENSI Vol 3 No 02 (2017:192)[2]karakteristik terdiri dari 10 yaitu :

  1. Komponen Sistem (Componen System)

    Bagian-bagian atau elemen-elemen, yang dapat berupa benda atau manusia, berbentuk nyata atau abstrak, dan disebut subsistem.

  2. Penghubung antarbagian (Interface)

    Suatu yang bertugas menjembatani satu bagian dengan bagian lain, dan memungkinkan terjadinya interaksi/komunikasi antarbagian.

  3. Batas (boundary)

    Sesuatu yang membedakan antara satu sistem dengan sistem atau sistem- sistem lain.

  4. Lingkungan (Environment)

    Segala sesuatu yang berada diluar sistem dan dapat bersifat menguntungkan atau merugikan sistem yang bersangkutan.

  5. Masukan (Input)

    Sesuatu yang merupakan bahan diolah atau diproses oleh sistem.

  6. Mekanisme Pengolahan (Processing)

    Perangkat dan prosedur untuk mengubah masukan menjadi keluaran dan menampilkannya.

  7. Keluaran Sistem (Output)

    Berbagai macam bentuk hasil atau produk yang dikeluarkan dari pengolahan.

  8. Tujuan (Goal/objective)

    Sesuatu atau keadaan yang ingin dicapai oleh sistem, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

  9. Sensor dan Kendali (Sensor & Control)

    Sesuatu yang bertugas memantau dan mengifornasikan perubahan-perubahan di dalam lingkungan dan dalam diri sistem kepada sistem.

  10. Umpan Balik (Feedback)

    Informasi tentang perubahan-perubahan lingkungan dan perubahan-perubahan (penyimpanan) dalam diri sistem mengembalikannya ke kondisi normal.

Klasifikasi Sistem

Menurut Rohmat Taufiq yang dikutip oleh Harfizar, dkk dalam Jurnal SENSI Vol 3 No 02 (2017:193)[2]Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya:

  1. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System).
  2. Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologi, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem produksi dan sistem transportasi.

  3. Sistem Dapat Dipastikan dan Sistem Tidak Dapat Dipastikan
  4. Sistem dapat dipastikan merupakan suatu sistem yang input, proses dan output sudah ditentukan sejak awal. Sudah dideskripsikan dengan jelas apa inputnya seperti apa. Sedangkan sistem tidak dapat dipastikan atau sistem probabilistik merupakan sebuah sistem yang belum terdefinisi dengan jelas salah satu dari input-proses-output atau ketiganya belum terdefinisi dengan jelas.

  5. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
  6. Sistem tertutup dan sistem terbuka yang membedakan adalah ada faktor-faktor yang mempengaruhi dari luar sistem atau tidak, jika tidak ada faktor-faktor yang mempengaruhi dari luar itu bisa disebut dengan sistem tertutup tapi jika ada pengaruh komponen dari luar disebut sistem terbuka.

  7. Sistem Manusia dan Sistem Mesin
  8. Sistem manusia dan sistem mesin merupakan sebuah klasifikasi sistem jika dipandang dari pelakunya. Pada zaman yang semakin global dan semuanya serba maju ini tidak semua sistem dikerjakan oleh manusia tapi beberapa sistem dikerjakan oleh mesin tergantung dari kebutuhannya. Sistem manusia adalah suatu sistem yang proses kerjanya dilakukan oleh manusia sebagai contoh pelaku sistem organisasi, sistem akademik yang masih manual, transaksi jual beli dipasar tradisional, dll. Adapun sistem mesin merupakan sebuah sistem yang proses kerjanya dilakukan oleh mesin, sebagai contoh sistem motor, mobil, mesin industri dan lain-lain.

  9. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks
  10. Sistem dilihat dari tingkat kekomplekan masalahnya dibagi menjadi 2 (dua) yaitu sistem sederhana dan sistem kompleks. Sistem sederhana merupakan sistem yang sedikit subsistemnya dan komponen-komponennya pun sedikit. Adapun sistem kompleks adalah sistem yang banyak sub-sub sistemnya sehingga proses dari sistem itu sangat rumit.

  11. Sistem Bisa Beradaptasi dan Sistem Tidak Bisa Beradaptasi)
  12. Sistem yang bisa beradaptasi terhadap lingkungannya merupakan sebuah sistem yang mampu bertahan dengan adanya perubahan lingkungan. Sedangkan sistem yang tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan merupakan sebuah sistem yang tidak mampu bertahan jika terjadi perubahan lingkungan.

  13. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System).
  14. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem tata surya. Sistem buatan manusia adalah sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human machine system. Misalnya sistem telekomunikasi.

  15. Sistem Sementara dan Sistem Selamanya
  16. Sistem sementara dan sistem selamanya merupakan klasifikasi sistem jika dilihat dari pemakainya. Sistem sementara merupakan sebuah sistem yang dibangun dan digunakan untuk waktu sementara, sebagai contoh sistem pemilihan presiden, setelah proses pemilihan presiden sudah tidak dipakai lagi dan untuk pemilihan 5 (lima) tahun mendatang kemungkinan sistem selamanya merupakan sistem yang dipakai untuk jangka panjang atau digunakan selamanya, misalnya sistem pencernaan.

Konsep Dasar Data dan Informasi

Definisi Data

Menurut Putra dalam Jurnal Publikasi & Penelitian Teknik Informatika Vol 02 No 02 (2018:62),[3]Data merupakan “Bahan mentah untuk diolah yang hasilnya menjadi informasi.”

Menurut Rahayu, dkk dalam Jurnal ICIT Vol 5 No 1 (2019:3), [4] Data merupakan “Fakta – Fakta yang menggambarkan suatu kejadian yang sebenarnya pada waktu tertentu”.

Berdasarkan pendapatan diatas dapat di ambil kesimpulan, data adalah Bahan mentah yang diolah menjadi informasi fakta yang menggambarkan kejadian yang sebenarnya.

Definisi Informasi

Menurut Tohari Hamimim yang dikutip oleh Harfizar, dkk Jurnal SENSI Vol 3 No 02 (2017:192),[2] “Informasi adalah data yang telah di proses sedemikian rupa sehingga memiliki arti yang lebih bermanfaat bagi penggunanya.”

Menurut Sitohang dalam Jurnal Informatik Pelita Nusantara Vol 3 No 01 (2018:7), [1]“Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yg menerima”.

Berdasarkan pendapat diatas maka dapat di simpulkan informasi adalah suatu hasil pengolahan data yang menjadi kejadian yang nyata , memiliki arti penting dan bermanfaat yang dapat dijadikan dalam pengambilan keputusan.

Kualitas Informasi

Menurut Tata Sutabri yang dikutip oleh Azizah, dkk dalam Jurnal SENSI Vol 3 No 01 (2017:16) [5] kualitas suatu informasi tergantung dari 3 (tiga) hal, yaitu informasi harus akurat, tepat waktu dan relevan. Penjelasan tentang kualitas informasi tersebut dijelaskan di bawah ini :

  1. Akurat (Accurate), Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena biasanya dari sumber informasi sampai penerima informasi ada kemungkinan terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.
  2. Tepat Waktu (Timelines), Informasi yang datang pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan suatu landasan dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat maka dapat berakibat fatal bagi organisasi.
  3. Relevan (Relevance), Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya, dimana relevansi informasi untuk tiap-tiap individu berbeda tergantung pada yang menerima dan yang membutuhkan.Nilai informasi ditentukan oleh dua hal yaitu manfaat dan biaya. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.

Berdasarkan dengan pendapat yang dikemukakan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa informasi dapat dikatakan berkualitas jika memenuhi syarat akurat, tepat waktu, dan relavan.

Nilai Informasi

Menurut Azizah, dkk dalam Jurnal SENSI Vol.3 No.1(2017:17), [5] Suatu informasi dikatakan bernilai bila informasi lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran suatu nilai informasi biasanya dihubungkan dengan Analysis Cost Effectiveness atau Cost Benefit. Adapun 10 (sepuluh) sifat yang dapat menentukan nilai informasi yaitu sebagai berikut:

  1. Kemudahan dalam Memperoleh (Accesibility), Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh.
  2. Sifat Luas dan Kelengkapannya (Comprehensiveness) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup atau cakupan yang luas dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat digunakan secara baik.
  3. Ketelitian (Accuracy) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat karena akan mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.
  4. Kecocokan dengan Pengguna (Relevance) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.
  5. Ketepatan Waktu (Timelines) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima atau usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan.
  6. Kejelasan (Clarity) Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh bentuk danformat informasi.
  7. Fleksibilitas (Flexibility) Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas informasi diperlukan oleh para manager atau pimpinan pada saat pengambilan keputusan.
  8. Dapat Dibuktikan (Verified) Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya.Tidak Ada Prasangka (Unprejudiced) Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.
  9. Dapat Diukur (Measurable) Informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.
  10. Tidak ada prasangka nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Menurut Taufiq Rohmat yang dikutip oleh Harfizar, dkk dalam Jurnal SENSI Vol 3 No 02(2017:195) bahwa,[2] Sistem Informasi adalah kumpulan dari sub-sub sistem yang saling terintegrasi dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah tertentu dengan cara mengolah data dengan alat yang namanya komputer sehingga memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi pengguna.

Menurut Giandari,dkk dalam CCIT Journal Vol 4 No 02 (2018:157) [6]Sistem informasi adalah suatu sistem yang berhubungan dengan pengumpulan, penyimpanan dan pemrosesan data, baik yang dilakukan secara manual,maupun berbantuan computer, untuk menghasilkan informasi yang sangat berguna bagi proses pengambilan keputusan.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan sistem informasi adalah sekumpulan sub – sub sistem yang saling terintegrasi untuk menghasilkan suatu data yang dapat menghasilkan informasi yang sangat berguna.

Komponen Sistem Informasi

Menurut Jogiyanto yang dikutip oleh Sutopo, dkk dalam Jurnal Informatika Mulawarman Vol 11 No 1 (2016:24). [7]Sistem Informasi memiliki beberapa komponen yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Blok Masukan (Input Block). Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi, input yang dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
  2. Blok Model (Model Blok). Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi dari input dan data yang tersimpan dibasis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
  3. Blok Keluaran (Techology Block). Teknologi merupakan “toolbox” dalam sistem informasi, teknologi digunakan menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian, dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 (tiga) bagian utama, yaitu teknisi (brainware). Perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware).
  4. Blok Basis Data (Database Block). Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain,tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak memanipulasinya. Data didalam basis data perlu diorganisasikan sedimikian rupa agar informasi yang dihasilkan berkualitas.
  5. Blok Kendali (Control Block). Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alama, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efesienan, sabotase, dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung diatasi.

Konsep Dasar Analisis Sistem

Definisi Analisa Sistem

Menurut Luthfie dan Sutrisno dalam Jurnal Idealis Vol 2 No 1 (2019:62),[8] mendefinisikan bahwa “analisa sistem adalah suatu proses yang secara umum digunakan sebagai landasan koseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam suatu sistem tertentu”.

Menurut Bachtiar dan Atikah dalam Jurnal Sisfotek Global Vol 5 No 01 (2015:72), [9] mendefinisikan bahwa “analisa sistem adalah langkah-langkah melakukan analisa sistem yang akan dirancang, serta melakukan penelitian terhadap kebutuhan-kebutuhan sistem, dan apa saja kekurangannya”.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa “analisis sitem adalah suatu proses sistem yang secara umum digunakan sebagai landasan dengan mengidentifikasi suatu masalah yang bertujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam suatu sistem tertentu”.

Teori Khusus

Konsep Dasar Kredit

Definisi Kredit

Menurut Kasmir yang dikutip oleh Samsudin, dkk dalam Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika Vol 2 No 01 (2019:15), [10] mengatakan bahwa “kredit Dalam bahasa latin disebut“credere”artinya kepercayaan pihak bank (kreditur) kepada nasabah (debitur), bank percaya nasabah pasti akan mengembalikan pinjamannya sesuai kesepakatan yang telah dibuat”.

Menurut Iskandar yang dikutip oleh Ganda Wijaya dan Melza Sari dalam Indonesia Journal on Software Enginerring Vol 3 No 02 (2015:100)[11]mengatakan “bahwa kredit merupakan Piutang bagi bank , maka pelunasanya (repayment) merupakan kebijakan yang harus di lakukan oleh debitur terhadap utangnya sehingga resiko kredit macet dapat dihindarkan”.

Berdasarkan pendapat menurut para ahli yang di kemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kredit adalah kepercayaan piutang yang di berikan oleh bank kepada nasabah,maka nasabah dapat melakukan pelunasan pinjamannya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

Tujuan Kredit

Menurut Kasmir yang dikutip oleh Safari,dkk dalam Cerita Jurnal Vol 2 No 2 (2016:239) [12] Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai tujuan tertentu. Tujuan pemberian kredit tersebut tidak akan terlepas dari misi bank tersebut didirikan. Adapun tujuan utama pemberian suatu kredit adalah sebagai berikut:

  1. Mencari Keuntungan
  2. Yaitu bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit tersebut. Hasil tersebut terutama dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah. Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank. Jika bank terus menerus menderita kerugian, maka besar kemungkinan bank tersebut akan dilikuidasi (dibubarkan).

  3. Membantu Usaha Nasabah
  4. Disamping unsur percaya di dalam kredit juga mengandung unsur kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian di mana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing.

Jenis - Jenis Kredit

Menurut Ismail yang dikutip oleh Zefriyenni dan Yuliana dalam Jurnal Edik Informatika (2017:73), [13]secara umum jenis kredit yang disalurkan oleh bank dapat dilihat dari berbagai segi yaitu:

  1. Berdasarkan Penggunannya

    1. Kredit Investasi
    2. Kredit invertasi ini merupakan kredit yang diberikan oleh bank kepada debitur untuk pengadaam barang – barang modal yang mempunyai nilai ekonomis lebih dari satu tahun.

    3. Kredit Modal Kerja
    4. Kredit Modal Kerja merupakan kredit yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang biasanya habis dalam satu siklus usaha. Kredit modal kerja ini, biasanya diberikan dalam jangka pendek

    5. Kredit Komsumtif
    6. Kredit Komsumtif adalah kredit yang diberikan kepada nasabah untuk membeli barang atau jasa untuk keperluan pribadi dan untuk digunakan keperluan usaha.

  2. Berdasarkan Jangka Waktu

    1. Kredit Jangka Pendek
    2. Kredit ini merupakan kredit yang diberikan dengan jangka waktu maksimal satu tahun. Kredit tersebut biasanya diberikan oleh bank untuk membiayai modal kerja perusahaan yang mempunyai siklus usaha dalam satu tahun.

    3. Kredit Jangka Menengah
    4. Kredit jangka menengah merupakan kredit yang diberikan dengan jangka waktu antara satu tahun sampai tiga tahun.

    5. Kredit Jangka Panjang
    6. Kredit jangka panjang adalah kredit yang jangka waktunya lebih dari tiga tahun, Kredit ini diberikan untuk kredit investasi.

  3. Berdasarkan Cara Penarikan

    1. Kredit sekaligus kredit sekaligus bias disebut dengan aflopend credit merupakan kredit yang dicairkan sekaligus sesuai dengan Plafon kredit yang disetujui. Kredit tersebut bisa dicairkan secara tunai.
    2. Kredit bertahap kredit bertahap merupakan kredit yang pencairannya tidak sekaligus akan tetapi dilakukan secara bertahap 2,3,4, kali pencairan dalam masa kredit.
    3. Kredit rekening koran Kredit rekening koran merupakan kredit yang menyediakan dananya dilakukan melalui pemindah bukuan.
  4. Berdasarkan Dari Sektor Usaha

    1. Sektor industri Kredit yang diberikan kepada nasabah yang bergerak dalam sektor industri.
    2. Sektor perdagangan. Kredit ini, diberikan kepada pengusaha yang bergerak dalam bidang perdagangan, baik perdagangan kecil, menengah, dan perdagangan besar.
  5. Berdasarkan Dari Segi Jaminan

    1. Kredit dengan jaminan Kredit dengan jaminan merupakan jenis kredit yang didukung dengan jaminan (agunan).
    2. Kredit tanpa jaminan Kredit tanpa jaminan merupakan kredit yang diberikan kepada debitur tanpa dukungan dan jaminan.
  6. Berdasarkan Dari Jumlahnya

    1. Kredit UMKM Kredit UMKM merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha dengan sekala usaha kecil. Kredit UKM merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha dengan batasan antara Rp 50.000.000,- dan tidak melebihi Rp 350.000.000,- sehingga bank dapat memberikan kepada pemohon kreditnya. Kredit UKM antara lain kredit untuk koperasi, pengusaha kecil (perdagangan, toko, grosir).
    2. Kredit koporasi Jenis kredit ini merupakan kredit yang diberikan kepada debitur dengan jumlah besar dan diperuntukkan kepada debitur besar (koporasi).

Tujuan Pengelolaan Persediaan

Tujuan pengelolaan persediaan menurut Agus Ristono dalam penelitian oleh Luciana Andrawina (2017:3)[14] adalah :

  1. Untuk dapat memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen dengan cepat (memuaskan konsumen).

  2. Untuk menjaga kontinuitas produksi atau menjaga agar perusahaan tidak mengalami kehabisan persediaan yang mengakibatkan terhentinya proses produksi.

  3. Untuk mempertahankan dan bila mungkin meningkatkan penjualan dan laba perusahaan.

  4. Menjaga agar pembelian secara kecil-kecil dapat dihindari, karena dapat mengakibatkan ongkos pesan menjadi besar.

  5. Menjaga supaya penyimpanan dalam emplacement tidak besar-besaran, karena akan mengakibatkan biaya menjadi besar.

Konsep Dasar Bank

Definisi Bank

Menurut Ottay dan Alexander dalam Jurnal Emba Vol 3 No 1 ( 2015:924),[15] mengatakan bahwa bahwa Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan dan deposito. Kemudian bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang ( kredit ) bagi masyarakat yang membutuhkan. Bank dikenal sebagai tempar untuk menukar uang, memindahkan uang atau menerima segala macam bentuk pembayaran dan setoran seperti pembayaran listrik, telepon, air, pajak uang kuliah dan pembayaran lainnya.

Definisi Bank Pengkreditan Rakyat (BPR)

Menurut Ottay dan Alexander dalam Jurnal Ekonomi, Bisnis,Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No 1 ( 2015:925),[15] “Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran”.

Jenis - Jenis Bank

Menurut Ottay dan Alexander dalam Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntasi Vol 3 No 1 ( 2015:925), [15] berdasarkan jenis lembaga usaha keuangan yang terdiri dua jenis Bank Umum dan Bank Pengkreditan Rakyat (BPR).

  1. Bank Umum
  2. Bank Umum adalah bank yang lembaga usaha keuangan yang melaksakan aktivitas usaha secara konvensional berdasarkan prinsip syariah dalam kegiatannya memberikan jasa dalam pembayaran.

  3. Bank Pengkreditan Rakyat
  4. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Konsep Dasar Nasabah

Menurut Sunarno yang dikutip oleh Samsudin, dkk dalam Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika Vol 2 No 01 (2019: 15),[10]Nasabah adalah Suatu badan perorangan yang melakukan kredit/pinjaman dengan pihak lain , dalam hal ini dalam hal ini yang telah disepakati antara kedua belah pihak dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan berdasarkan hukum yang berlaku.

Konsep Dasar Prinsip Kredit 5C

Menurut Kasmir yang dikutip oleh Zefriyenni dan Yuliani dalam Jurnal Edik Informatika Vol 1 No 01 (2017: 74),[13]Dalam melakukan penilaian kriteria-kriteria serta aspek penilaiannya tetap sama. Begitu pula dengan ukuran-ukuran yang ditetapkan sudah menjadi standar penilaian setiap bank. Biasanya criteria penilaian yang harus dilakukan oleh bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar menguntungkan dilakukan dengan analisis 5C yaitu:

  1. Watak (Character)

  2. Suatu keyakinan bahwa sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit benar-benar dapat dipercaya

  3. Kemampuan (Capacity) untuk melihat nasabah dalam kemampuannya dalam bidang bisnis yang dihubungkan dengan pendidikannya.

  4. Modal (Capital) untuk melihat penggunaan modal apakah efektif, dilihat laporan keuangan (neraca dan laporan laba rugi) dengan melakukan pengukuran seperti dari segi likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan ukuran lainnya.

  5. Jaminan (Collateral)

  6. Merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun non fisik.

  7. Kondisi Ekonomi (Condition of Economic)

  8. Dalam menilai kredit hendaknya juga dinilai kondisi ekonomi dan politik sekarang dan dimasa yang akan datang sesuai sektor masing-masing, serta prospek usaha dari sektor yang ia jalankan.

Konsep Dasar Redundasi

Menurut Chaer yang dikutip oleh Ayuningtiyas, dkk dalam Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 6 No 01 (2016:10)[16],definisi redudansi adalah “Istilah redundansi biasanya diartikan sebagai berlebih-lebihannya penggunaan unsur segmental dalam sebuah bentuk ujaran.”

Konsep Dasar Analisis PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency dan Service)

Menurut Nurjamiyah dan Rafika Dewi dalam Jurnal Sistem Infromasi Vol 2 No 02 (2018:39),[17]Metode pieces adalah “metode analisis sebagai dasar untuk memperoleh pokok – pokok permasalahan yang lebih spesifik. Bebarapa aspek diantaranya PIECES (Perfomance, Information, Economic, Control, Efficiency and Service)”. Adapun pengertiannya antara lain :

  1. Kehandalan (Perfomance)

  2. Analisa ini dapat menguji kehandalan suatu sistem dalam memproses suatu data untuk menghasilkan tujuan yang diinginkan.

  3. Informasi (Information)

  4. Analisis informasi bermanfaat untuk mendapatkan suatu informasi yang akurat .Evaluasi terhadap kemampuan sistem informasi yang bermanfaat perlu dilakukan untuk menyikapi peluang dan menangani masalah yang muncul.

  5. Ekonomi (Economic)

  6. Proses pengolahan suatu sistem yang bermanfaat (nilai gunanya) atau diturunkan biaya penyelenggaraannya.

  7. Pengendalian (Control)

  8. Prosedur yang saat ini masih dapat ditingkatkan sehingga kualitas pengendaliannya semakin baik dan kemampuan untuk mendeteksi suatu kesalahan menjadi semakin baik.

  9. Efisiensi (Efficiency)

  10. Efisiensi menyangkut bagaimana menghasilkan output sebanyak-banyaknya dengan input yang sekecil mungkin. Berikut adalah suatu indikasi bahwa suatu sistem dapat dikatakan tidak efisien:

    1. Banyak waktu yang terbuang pada aktivitas sumber daya manusia, mesin,atau komputer.
    2. Data dimasukkan atau disalin secara berlebihan.
    3. Data diproses secara berlebihan.
    4. Informasi dihasilkan secara berlebihan.
    5. Usaha yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan.
    6. Material yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan.
  11. Layanan (Service)

  12. Meningkatkan prosedur layanan yang user friendly untuk pengguna sehingga mendapatkan kualitas yang baik.

Konsep Dasar UML (Unified Modelling Language)

Definisi UML

Menurut Amak Yunus dan Achmad Rohman dalam jurnal SMARTICS Journal (2018:2)[18] UML (Unified Modeling Language) adalah metode permodelan secara visual sebagai sarana untuk merancang dan atau membuat sistem pendukung keputusan berorientasi objek. UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem pendukung keputusan.

Menurut Giandari dkk dalam ICIT Jornal (2018:2)[19] UML merupakan sintesis dari tiga metode analisis dan perancangan berbasis objek serta ditambah dengan keunggulan metode-metode berorientasi objek lainnya (fushion, shlaermellon, coad-yourdom) yang juga disintesiskan dalam UML menawarkan pendekatan yang cukup baik yang sudah digunakan diindustri perangkat lunak.

Menurut Putra dalam Jurnal Publikasi & Penelitian kan Teknik Informatika Vol 02 No 02 (2018:69),[3] menyatakan Uml adalah “Bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram teks – teks pendukung.”

Berdasarkan pendapat menurut para ahli yang di kemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa UML adalah suatu metode – metode pemdoelan mengenai sebuah sistem dengan visual diagram teks –teks pendukung.

Jenis - Jenis UML

Menurut Hanafri dkk dalam jurnal SISFOTEK GLOBAL Vol.7 No.1 (2017:2)[20] terdapat empat jenis perancangan diagram model data antara lain :

  1. Use Case Diagram

  2. Use case diagram adalah gambar dari beberapa atau seluruh aktor dan use case dengan tujuan mengenali interaksi mereka dalam suatu sistem.

  3. Activity Diagram

  4. Activity Diagram menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk aktivitas lainnya seperti use case atau interaksi. Activity diagram berupa flow chart yang digunakan untuk memperlihatkan aliran kerja dari sistem.

  5. Sequence Diagram

  6. Sequence diagram menggambarkan kolaborasi dinamis antara sejumlah objek dan untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antar objek juga interaksi antar objek, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem. Sequence diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu. Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu dengan use case diagram. Dalam sequence diagram terdapat 2 model, yaitu: Actor dan Lifeline.

  7. Class Diagram

  8. Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package, dan objek beserta hubungan satu dengan yang lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain.

Konsep Dasar Elisitasi

Menurut Bachtiar dan Atikah dalam Jurnal Sisfotek Global Vol 5 No 01 (2015:74),[21]menyatakan bahwa “Elisitasi berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.” Elisitasi dilakukan 3 tahap antara lain:

  1. Elisitasi Tahap I

  2. Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.
  3. Elisitasi Tahap II

  4. Merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.
    1. “M” pada MDI itu artinya Mandatory (penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

    2. “D” pada MDI itu artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

    3. “I” pada MDI itu artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.

  5. Elisitasi Tahap III

  6. Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu sebagai berikut:
    1. T artinya Technical, maksudnya bagaimana tata cara/teknik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.

    2. O artinya Operational, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan.

    3. E artinya Economy, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem. Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

      1. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena tehnik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.

      2. Middle (M) : Mampu untuk dikerjakan

      3. Low (L) : Mudah untuk dikerjakan

  7. Final Draft Elisitasi

  8. Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Konsep Dasar XAMPP

Menurut Betha Sidik yang dikutip oleh Samsudin, dkk dalam Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika Vol 02 No 01 (2019:16) [10] Xampp adalah “Paket server web PHP dan database MYSQL yang paling populer dikalangan pengembangan web dengan menggunakan PHP

Menurut Sitohang dalam jurnal Informatik Pelita Nusantara Volum 3 No 01 (2018: 8),[1] menyatakan XAMPP adalah “salah satu paket instalasi apache , PHP dan MYSQL secara instant yang dapat digunakan untuk membantu proses instalasi ketiga produk tersebut.”

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan XAMPP adalah paket server web apache, PHP dan MYSQL.

Konsep Dasar Bahasa Pemrograman

Definisi PHP

Menurut Putra dalam Jurnal Publikasi & Penelitian kan Teknik Informatika Vol 02 No 02 (2018:69),[3], PHP adalah “bahasa server-side scripting yang bisa menyatu dengan tag–tag HTML. Server–side scripting adalah sintaks dan perintah–perintah yang dijalankan pada server dan disertakan pada dokumen HTML.”

Menurut Saputra dan Agustin yang dikutip oleh Rini,dkk dalam Jurnal Sisfotek Global Vol 6 No 01(2016:64), [22]Menyatakan bahwa PHP (Hypertext Prepocessor) adalah “suatu bahasa pemrograman yang difungsikan untuk membangun suatu website yang dinamis.”

Berdasarkan pendapat menurut para ahli yang di kemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa PHP adalah bahasa pemrograman yang gunakan uuntuk membuat suatu website.

Konsep Dasar MySQL

Menurut Rosa dan Shalahuddin yang dikutip oleh Rini, dkk dalam Jurnal Sisfotek Global Vol 6 No 01 (2016:64),[22] MYSQL adalah “Bahasa yang digunakan untuk megelola data pada Relational Database Management System. MYSQL adalah aplikasi untuk mengelola suatu database atau manajemen data.”

Menurut Putra dalam Jurnal Publikasi & Penelitian kan Teknik Informatika Vol 02 No 02 (2018:70),[3] menyatakan MYSQL adalah “ Salah satu aplikasi DBMS (Database Management System) yang sudah sangat banyak digunakan oleh para pemrogram aplikasi web.”

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan MYSQL adalah suatu aplikasi untuk megelola database dalam membangun suatu sistem.

Konsep Dasar Black Box Testing

Menurut Rizky yang dikutip oleh Rini,dkk dalam Jurnal Sisfotek Global Vol 6 No. 1 (2016:64 )[22] Testing “merupakan bagian dari proses rekayasa perangkat lunak secara terintegrasi demi memastikan kualitas dari perangkat lunak serta memenuhi kebutuhan teknis yang telah di sepakati.”

Menurut Ika Yuniva dan Dany Hestiyanto yang dikutip oleh Giandari ,dkk dalam CCIT Jurnal Vol 12 No 1 (2019 : 3),[19] Black Box Testing/pengujian kotak hitam adalah “menguji perangkat lunak dari sisi spesifikasi fungsionalnya saja, tidak menguji desaind an kode programnya”.

Berdasarkan pendapat diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa defini Blackbox Testing adalah rekayasa pengujian suatu perangkat lunak yang dilihat dari sisi fungsionalnya saja.

Konsep Dasar Web

Menurut Priyo Sutopo dkk dalam Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 11 No. 1 (2016:25)[23] Web adalah “Terobosan baru sebagai teknologi ystem informasi yang menghubungkan data dari banyak sumber dan layanan yang beragam macamnya di internet, web cepat sekali ystem di lingkungan pengguna internet, karena kemudahan yang diberikan kepada pengguna internet untuk melakukan penelusuran, penjelajahan, dan pencarian informasi”.

Menurut Imam Samsudin dan Muhamad Muslihudin dalam Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi Vol. 1 No. 2 (2018:11),[24] Web adalah satu aplikasi yang berisikan dokumen-dokumen multimedia (teks, gambar, video, suara, animasi) di dalamnya yang menggunakan protocol HTTP (hypertext transfer protocol) dan untuk mengaksesnya menggunakan perangkat lunak yang disebut browser.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan Web adalah kumpulan halaman yang berisikan dokumen-dokumen (teks, gambar, video, suara, animasi) dan didalamnya berisi protocol HTTP sehingga pengguna internet melakukan penelusuran, penjelajahan, dan pencarian informasi secara mudah.

Konsep Dasar Notepad++

Menurut MADCOMS yang dikutip oleh Ayu dan Permatasari dalam Jurnal Intra-Tech (2018: 21)[25] “Notepad++ adalah sebuah text editor yang sangat berguna dalam membuat program. Notepad++ menggunakan komponen Scintilla untuk menampilkan teks dan berkas kode sumber berbagai bahasa pemrograman tang berjalan diatas sistem operasi M. Windows”.

Konsep Dasar Literature Review

Definisi Literature Review

Menurut Untung Rahardja dkk dalam Jurnal Technomedia Journal (TMJ) Vol.2 No.2 (2018:5),[26] Literature review adalah serangkaian teori, temuan dan penelitian terdahulu atau sudah pernah ada yang di jadikan landasan kegiatan penelitian selanjutnya dalam menyusun kerangka pemikiran dari masalah yang sedang di teliti.

Menurut Hasibuan dalam penelitian Ageng Setiani Rafika, dkk di Jurnal CCIT Vol.8 No.3 (2015:5),[27] “Literature review berisi tentang uraian teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Uraian dalam literature review ini diarahkan untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas tentang pemecahan masalah yang diuraikan sebelumnya pada perumusan masalah”.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan Literature Review adalah uraian teori, temuan, dan penelitian yang sudah pernah ada dan dijadikan landasan kegiatan penelitian selanjutnya.

Studi Pustaka Literature Review

Dalam upaya menyempurnakan penelitian maka perlu dilakukan studi pustaka (Literature Review), diantaranya yaitu :

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Dine Agustine Sukma , OlehSoleh ,dkk dalam Jurnal Seminar Nasional Informatika (2017). Penelitian ini berjudul “Analisis Kelayakan Penilaian Kredit Menggunakan Metode Analisa 5C Sebagai Penunjang Keputusan Kredit Pada PT. BPR Hariarta Sedana”. [28] Penelitian ini membahas Sistem pengajuan kredit pada PT. BPR Hariarta Sedana masih manual dalam pengisian form nya yaitu dengan menggunakan proses catat mencatat pada formulir pengajuan kredit, Dalam penentuan kelayakan pemberian kredit kepada calon debitur terdapat beberapa kriteria yang menjadi penilaian. Penilaian ini berdasarkan analisa kualitatif yakni analisa 5C (character, capital, capacity, collateral, condition of economy). Untuk memudahkan dalam penentuan kelayakan kredit maka dibuat sebuah model sistem penunjang keputusan penilaian kelayakan kredit. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode observasi, studi kepustakaan dan wawancara kepada karyawan PT. BPR Hariarta Sedana. Metode analisa menggunakan Balanced Scorecard. maka penulis membuat rancangan Dengan aplikasi berbasis web ini tentunya dapat memudahkan calon nasabah yang ingin melakukan pengajuan kredit tidak lagi harus datang langsung ke bank melainkan cukup memanfaatkan web yang telah disediakan, selain itu sistem berbasis web ini pun dapat membantu komite kredit dalam membeikan penilaian kredit terkait keputusan kredit yang akan diberikan secara cepat, tepat dan akurat. Serta, tidak lagi membutuhkan sumber daya manusia secara berlebihan, dengan kata lain user yang dibutuhkan untuk mengakses sistem berbasis web ini hanya akan diberikan kepada bagian-bagian terkait saja.

  2. Penelitian dalam sebuah Journal International yang dilakukan oleh Valbona Cinaj dan Bashkim Ruseti (2017) dari University Of Tirana, Albania, yang berjudul “Credit Information System in Albania”. [29]Penilitian ini membahas Efek dari sistem informasi kredit untuk mengurangi asimetri informasi antara pemberi pinjaman dan peminjam, lebih bisa menilai dengan lebih hati-hati risiko dari masing-masing peminjam dan meningkatkan kualitas portofolio mereka, Dengan menggabungkan informasi dari register mengenai penilaian penilaian masing-masing peminjam, penurunan biaya operasional dan dengan demikian meningkatkan profitabilitas.

  3. Penilitian yang dilakukan oleh Ganda Wijaya dan Melza Sari dalam Indonesian Journal on Software Engineering (2015),[11] Penelitian ini yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Pengajuan Kredit Berbasis Web Pada PT. BPR Kredit Mandiri Indonesia Cabang Bekasi”. Penelitian ini membahas proses pencatatan pengajuan kredit yang masih menggunakan formulir yang dapat menyebabkan data kurang terkontrol sehingga dapat memperlambat analis dalam proses pengambilan keputusan.

  4. Penelitian dalam sebuah Journal International Vol 15 No 4l yang dilakukan oleh Ioannis Diavatis, Evgenia A, Georgios Drogalas dan Theofanis Karagiorgos (2016) dari University Of Macedonia, Greece.[30] Penelitian ini yang berjudul “The interaction effect of accounting information systems user satisfaction and Activity-Based Costing use on hotel financial performance: Evidence from Greece”. Interaksi antara Teknologi Informasi (TI) dan sistem akuntansi manajemen kontemporer merupakan bidang penelitian yang sedang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh interaksi antara kepuasan pengguna Sistem Informasi Akuntansi (AIS) dan Activity-Based Costing (ABC) terhadap kinerja keuangan hotel. Dengan menggunakan analisis regresi hirarkis telah dampak positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja keuangan hotel. , hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika ABC berinteraksi dengan kepuasan pengguna AIS, kinerja keuangan hotel meningkat.

  5. Penelitian dalam Jurnal Konfrensi Nasional Sistem Informasi yang dilakukan oleh Sugeng Santoso, Nur Azizah , dan Afrilia Astari (2018).[31]Penelitian ini yang berjudul “ Aplikasi Sistem Informasi Pengajuan Kredit Berbasis Web Pada PD. BPR KERTA RAHARJA CABANG BALARAJA” penelitian ini mebahas pendaftaran kredit yang masih manual, dan penginputan data yg masih belum terkontrol , dengan dibuatnya sistem berupa web dapat mempermudah proses penginputan data secara form online dan memudahkan analis dalam menentukan suatu keputusan persetujuan kredit yang cepat dan akurat. Perancangan sistem ini menggunakan metode analisan PIECES danmenggunakan bahasa pemrograman PHP juga menggunakan MYSQL sebagai database yang di bangun.

  6. Penelitian dalam Jurnal Sistem Informasi Vol 8 No 1 yang dilakukan oleh Lasminiasih, Sandi, dkk (2016),[32]Penelitian ini yang berjudul “ Perancangan Sistem Informasi Kredit Mikro Mahasiswa Berbasis Web”. Penelitian ini membahas proses kegiatan kredit mikro dengan mendaftarkan dan mencatat data berupa laporan keuangan dan keanggotaannya.sistem ini menggunakan alur diagram DFD sebagai alat pembuatan model untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan yang dihubungkan antara satu dengan yang lain berupa alur data.

  7. Penelitian dalam SENSI Jurnal Vol 3 No 1 yang dilakukan oleh Janu Ilham Saputro, dkk (2017) Penelitian ini yang berjudul “ Rancang Bangun Sistem Informasi Persedian ATK Pada BANK Pengkreditan Rakyat Kerta Raharja Kabupaten Tangerang”[33] Penelitian ini membahas proses persedian barang yang berjalan pada PD Bank Pengkreditan Rakyat Kerta Raharja yang masih manual di Microsoft Excel menyebabkan informasi serig terjadi kesalah karena adanya perbedaan stok barang antara data dengan fisiknya , sistem ini di rancang dengan metode object oriented programming dengan menggunakan tool UML (Unified Modelling Language) dengan bahasa pemrograman PHP dan database MYSQL.Sistem ini memudahkan karyawan dalam memperoleh informasi. penulis membuat rancangan sistem aplikasiyang dapat mengontrol keluar masuknya barang dan dapat mengupdate jumlah stok barang secara otomatis jika terjaditransaksi penerimaan dan pengeluaran barang.

  8. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Rahayu, dkk dalam Jurnal ICIT Vol 5 No 1 (2019),[4] Penelitian ini berjudul “Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pengolahan Data Pembuatan Akta Tanah Pada Kantor Desa Cangkudu Tangerang” penelitian ini membahas pengolahan data pembuatan akta tanah yang berjalan saat ini masih bersifat semi komputerisasi pada Kantor Desa Cangkudu Kabupaten Tangerang masih membutuhkan waktu pengolahan data yang cukup lama. Metode analisa sitem yang digunakan yaitu metode SWOT (Strength Weakness Opportunities Threats) enulis menggunakan metode rancangan berbasis obyek dengan tahapan UML (Unified Modelling Language) yaitu use case, sequence, dan class diagramsebagain metode perancangan sistem. Program yang digunakan untuk membuat UML yaitu Visual Paradigm 13.2. Penulis merancang sistem usulan yang dapat membantu sekretaris desa dalam melakukan pengolahan data sehingga proses pendataan menjadi lebih cepat. Proses pencarian data pemohon pembuatan akta tanah yang telah lama dibuat menjadi lebih cepat. Serta penyusunan laporan menjadi lebih efisien.

  9. Penelitian yang dilakukan oleh Maimunah, dkk dalam Jurnal Cerita Vol 2 No 1 ( 2016 ), [34] penelitian ini yang berjudul “ Rancang Bangun Sistem Aplikasi Simpan Pinjam Pada Koperasi Sami Berbasis Web” penelitian ini membahas dalam sistem simpan pinjam pada Koperasi Satya Ardhia Mandiri (KOSAMI) masih menggunakan manual sering terjadi keterlambatan data atau laporan dalam sistem manual sistem pengolahan datanya ysng tidak up to date dan tidak tepat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif yang berusaha menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat. Dalam membangun program aplikasi simpan pinjam pada koperasi SAMI berbasis web diperlukan sistem informasi yang berbasis komputerisasi dengan menggunakan bahasa pemograman seperti PHP Hypertext Preprocessoryaitu bahasa pemrograman web server-sideyang bersifat open source, agar dapat menyelesaikan laporan-laporan simpan pinjam koperasi demi terciptanya laporan yang efektif dan efisien.

  10. Penelitian yang di lakukan oleh Safari, dkk dalam Cerita Jurnal Vol 2 No 2 ( 2016 ),[12] Penelitian ini yang berjudul “ Perancangan Sistem Pengkreditan Pada Showroom Mobil Alya Motor”. Penelitian ini membahas showroom ini masih menggunakan manual dalam perhitungan potongan harga dan perhitungan pengkreditan, sedangkan pengolahan data penjualan dan pengkreditan mobil pada showroom ini masih mencatat di dalam buku dan juga pembuatan laporan masih secara manual. Hal ini mengakibatkan keterlambatan dalam memberi pelayanan kepada pelanggan, dengan melakukan pembuatan secara manual juga menimbulkan pemborosan waktu dalam membuat laporan perhitungan pengkreditan. Dengan sistem operasional Showroom tersebut resiko akan terjadi kesalahan perhitungan pada saat transaksi dengan pelanggan juga sangat besar. Menggunakan sistem simulasi perhitungan kredit. Hasil yang didapatkan setelah tahapan uji coba implementasi terhadap system cukup memuaskan karena dapat memenuhi kebutuhan user sekaligus mempermudahkan proses transaksi kredit oleh pelanggan.

BAB III

PEMBAHASAN

Gambaran Umum Perusahaan

Sejarah Perusahaan PT.BPR Duta Pakuan Mandiri

PT. BPR Duta Pakuan Mandiri atau lebih dikenal dengan BANK DPM adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa keuangan/perbankan, berdiri dan telah beroperasi sejak tahun 1993.

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebenarnya sudah ada sejak jaman sebelum kemerdekaan yang dikenal dengan sebutan Lumbung Desa, Bank Desa, Bank Tani, Bank Dagang Desa atau Bank Pasar. BPR merupakan lembaga perbankan resmi dan mendapatkan landasan hukum yang jelas sebagai salah satu jenis bank selain Bank Umum berdasarkan Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, sebagaimana kemudian telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 tahun 1998.

Sejalan dengan Undang-Undang No. 10 tahun 1998 Pasal 1, BPR memiliki fungsi yang sama dengan Bank Umum yaitu menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, kemudian menyalurkan kembali dana simpanan masyarakat tersebut dalam bentuk pinjaman atau kredit, dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.

Sebagai salah satu Bank Perkreditan Rakyat yang telah berpengalaman, BANK DPM hingga saat ini masih sangat konsisten dengan visi dan misinya dalam meningkatkat perekonomian masyarakat lewat usaha mikro, kecil dan menengah. Dengan didukung oleh kepercayaan masyarakat yang kuat pada integritas dan sumber daya yang mumpuni, BANK DPM bertekad menghasilkan kinerja dan produktivitas tinggi dalam membantu perekonomian masyarakat ekonomi golongan menengah ke bawah.

Pada tahun awal pengoperasian, BANK DPM hanya menyewa sebuah rumah sederhana yang dijadikan sebagai kantornya. Kemudian seiring pertumbuhan yang begitu pesat, kurang dari 3 (tiga) tahun awal beroperasi hingga tepatnya tahun 1996, BANK DPM sudah memiliki gedung sendiri dan sekaligus menjadi kantor pusat yang cukup strategis dan prestisius di wilayah Kota Bogor. Kemudian dalam upaya meningkatkan kemampuan pengembangan bisnis melalui perluasan jangkauan, eksistensi BANK DPM saat ini telah memiliki 9 (sembilan) kantor yang terkonsentrasi di wilayah Bogor, Karawang, Tangerang, Pamulang dan sekitarnya. Selanjutnya kedepan secara perlahan dan pasti, BANK DPM tetap terus berusaha untuk memaksimalkan cakupan wilayah, potensi, kinerja dan daya saing, demi menjangkau serta mewujudkan kemitraan yang lebih baik dan bersahabat.

Pencapaian target serta pertumbuhan yang maksimal bagi BANK DPM, merupakan pencerminaan dinamika bisnis perbankan yang berpredikat sehat sesuai penilaian Bank Indonesia kepada BANK DPM. Hal ini semakin menantang optimisme BANK DPM untuk tetap dan semakin eksis dalam meraih peluang-peluang bisnis ditengah ketatnya persaingan global hingga saat ini.

Visi Dan Misi PT. BPR Duta Pakuan Mandiri

Visi

Idealisme kami adalah menjadi “Bank Terpercaya” sebagai agen perubah (Change Agent) bagi sendi-sendi ekonomi masyarakat menengah kebawah, dalam konteks masyarakat madani dan mencetak produktivitas dalam pencapaian laba maksimal, seimbang, dan merajuk pada pemegang saham.

Misi

  1. Menciptakan kualitas ekonomi masyarakat yang mempunyai nilai saing dan nilai jual.

  2. Menjadi “Bank Profesional” dalam memperantarai masyarakat yang memiliki kelebihan dan kekurangan likuiditas (fungsi intermediasi) bagi pengembangan kebutuhan usaha mikro.

  3. Memberikan nilai lebih bagi pemegang saham secara konsisten unggul, serta mempunyai kepedulian sosial untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat

  4. Kompetitif dan berkesinambungan

Tujuan Perusahaan PT. BPR Duta Pakuan Mandiri

  1. Memberikan pelayanan cepat, ramah, mudah dan terpercaya.

  2. Menghasilkan laba yang kompetitif stabil bagi perusahaan.

  3. Menjaga etika profesionalisme yang tinggi guna mengembangkan strategi pertumbuhan yang terpadu, efisien serta unggul dalam produk perbankan.

Produk Usaha PT. BPR Duta Pakuan Mandiri

Simpanan

  1. Tabungan Mandiri DPM

  2. Tabungan Mandiri DPM adalah produk tabungan BPR Duta Pakuan Mandiri untuk nasabah perorangan, dengan berbagai kemudahan transaksi untuk menunjang aktivitas keuangan anda. Persyaratan mudah dan ringan guna menumbuhkan budaya menabung serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  3. Deposit Berjangka DPM

  4. Deposito Berjangka adalah produk simpanan berjangka BPR Duta Pakuan Mandiri untuk nasabah perorangan dalam bentuk mata uang rupiah, dengan bunga yang menarik dan banyak keuntungan lainnya.

Pinjamana

Terdapat beberapa macam macam jenis pinjaman diataranya:

  1. Kredit Fix

  2. Pinjaman Kredit FIX adalah fasilitas pinjaman yang diberikan oleh BPR Duta Pakuan Mandiri kepada debitur dengan agunan berupa Sertifikat Hak Kepemilikan atau Hak Guna (Tanah, Rumah, Bangunan) atau Kenderaan roda-4 (Mobil, Angkutan) dengan suku bunga rendah dan cicilan ringan.

  3. Kredit FIM

  4. Pinjaman Kredit FIM adalah fasilitas pinjaman yang diberikan oleh Bank BPR Duta Pakuan Mandiri kepada debitur dengan agunan khusus berupa BPKB kepemilikan kenderaan roda 4 (Mobil), dengan suku bunga rendah dan cicilan ringan.

  5. Kredit PTAB

  6. Pinjaman Kredit PTAB adalah fasilitas pinjaman yang diberikan oleh BPR Duta Pakuan Mandiri kepada debitur dengan hanya membayar angsuran bunga tiap bulannya. Pelunasan pinjaman dilakukan di akhir masa pinjaman sesuai dengan dengan tenggat waktu yang telah disepakati.

Struktur Organisasi Perusahaan PT. BPR Duta Pakuan Mandiri

Struktur Organisasi merupakan kerangka yang menggambarkan hubungan antar bagian yang terkait dalan suatu organisasi seperti pembagian kerja ke dalam kelompok-kelompok tugas dan tanggung jawab. Berikut merupakan struktur organisasi dari PT.BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang:

Struktur Organisasi

Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang

Tugas dan Tanggung Jawab

Berikut adalah tugas serta tanggung jawab yang ada pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang :

  1. Kepala Cabang

  2. Fungsi utama kepala cabang adalah mengkoordinasikan, membina dan memantau seluruh kegiatan kerja, operasional dan karyawan agar semua berjalan dengan baik pada kantor cabang.

    Tugas dan Tanggung Jawab :

    1. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pada setiap bagian.

    2. Melakukan koordinasi dengan kantor pusat dan kantor cabang lain dalam rangka monitoring percapaian target perkembangan bisnis.

    3. Melakukan rapat dengan dereksi dalam hubungan dengan cabang lainnya dalam upaya menyampaikan pencapaian misi kantor cabang masing masing

    4. Menetapkan pembagian tugas serta penegakan disiplin kepada pegawai yang menjadi tanggung jawab.

    5. Melakukan persetujuan atau keputusan kredit yang sesuai dengan kebijakan kewenangan dan keputusan atau kebijakan direksi.

  3. Ka. Sub Bagian Operasional

  4. Fungsi bagian operasional yaitu bertanggung jawab atas kebenaran kepatuhan dan akurasi dalam pencatatan dan laporan serta validasi di setiap transaksi.

    Tugas dan Tanggung Jawab :

    1. Mengelola transaksi tunai dan non tunai di kantor cabang sesuai kewenangan.

    2. Mengelola pembuatan surat keterangan/dukungan bank.

    3. Mengelola operasional bank agar berjalan baik dan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku.

    4. Melaksanakan rekonsiliasi baik dengan pihak ekternal maupun intern.

    5. Menetapkan pembagian tugas serta penegakan disiplin pada bagian operasional yang menjadi tanggung jawabnya.

    6. Melakukan penilaian kinerja secara objektif dan memberikan feedback,baik yang posistf maupun negative untuk meningkatkan kinerja karyawan

    7. Menyampaikan rekomendasi pengembangan karyawan bawahannya.

    8. Melakukan verifikasi dan pencocokan data data nasabah

    9. Melakukan verifikasi dan pencocokan atas kesesuaian transaksi setiap sore hari

    10. Memantau dan menggkoordinasi secara aktif dan melakukan pengarahan langsung sesuai dengan wewenang atas seluruh jalannya transaksi yang ditangani teller (setoran, penarikan, pemindah bukuan).

    11. Memastikan semua laporan (Neraca dan Laba atau Rugi, Daftar Nominatif Tabungan, Deposito, Kredit) sudah dibuat dengan lengkap dan benar serta disampaikan kepada yang berkepentingan (Direksi, Komisaris, BI, LPS, Kantor Pajak dan Instansi lain ) tepat waktu

  5. Staff Administrasi Kredit & Aset Dokumen

  6. Tugas dan tanggung jawab :

    1. Melaksanakan terselenggaranya administrasi dan menyediakan laporan secara benar, lengkap, tepat waktu dan akurat.

    2. Menjaga dan memelihara asli surat-surat jaminan sampai kredit lunas.

    3. Melakukan pelayanan yang baik kepada nasabah.

    4. Membuat order notaris sesuai dengan persetujuan kredit yang telah disetujui oleh nasabah.

    5. Menyiapkan surat perjanjian kredit dan berkas lainnya untuk keperluan realisasi kredit berdasarkan keputusan komite kredit dan data-data yang diterima dari AO dan merapikan berkas-berkas/ dokumen kredit.

    6. Mengatur jadwal pencairan kredit atau melakukan konfirmasi kepada nasabah kredit dan notaris yang akan melakukan pencairan kredit minimal 1 (satu) hari sebelum tanggal realisasi.

    7. Melakukan konfirmasi kepada bagian keuangan mengenai jumlah nominal pencairan kredit yang akan dilakukan minimal 1 (satu) hari sebelum pencairan kredit.

    8. Melakukan pencairan kredit sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

    9. Membuat perhitungan atas pembayaran angsuran dan biaya biaya yang dibutuhkan dalam memo pencairan kredit.

    10. Menyimpan dengan rapih dokumen-dokumen kredit (surat perjanjian kredit, jaminan kredit, daftar kredit macet, daftar nasabah black list dan lain-lain) sehingga memudahkan dalam pencarian data atau dokumen tersebut.

    11. Membuat laporan realisasi pemasaran kredit AO setiap bulan dan disampaikan kepada kapala cabang.

    12. Menginput jaminan kredit milik debitur dan menyimpanan dengan rapih agar mudah di cari saat pengambilan jaminan pada saat pelunasan kredit.

    13. Menyiapkan daftar pembayaran dan pengurusan klaim asuransi (jiwa dan kendaraan) dan dimintakan persetujuan kepada kepala cabang dan kasub bagian operasional.

    14. Mencetak daftar nominatif kredit, daftar tagihan kredit, perkembangan kredit yang diberikan menurut penggolongannya, sumber dana dan lain-lain.

    15. Melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan SID BI.

    16. Melaksanakan tata usaha kegiatan dalam lingkup wewenang dan tanggung jawabnya.

  7. Staff Analis Kredit

  8. Tugas dan tanggung jawab :

    1. Melakukan survey lapangan tehadap pemohon kredit termasuk usaha dan anggunan pemohon.

    2. Meninjau kondisi calon debitur dengan memperhatikan pertimbangan prinsip 5C.

    3. Mencatatkan hasil penilaian analisa calon debitur sesuai dengan prinsip 5C.

    4. Memberikan rekomendasi persetujuan atau penolakan kredit berikut pertimbangan kepada Pimpinan Cabang .

  9. Staff Teller

  10. Fungsi teller yaitu memberikan layanan transaksi tunai atau non tunai kepada nasabah. Tugas dan tanggung jawab antara lain :

    1. Melayani penerimaan setoran tunai dari nasabah tabungan, deposito dan kredit, kemudian memastikan bahwa uang yang diterima sesuai dengan jumlah yang ada dalam slip setoran dan memeriksa keaslian uangnya melalui sarana yang ada

    2. Menyiapkan uang setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pencairan kredit, pengambilan tabungan dan deposito.

    3. Melaksanakan pembayaran atas biaya-biaya operasional atau non operasional yang dikeluarkan perusahaan serta disertai dengan bukti yang sah dan telah mendapat persetujuan dari kasub bagian operasional atau kepala cabang contohnya pembayaran listrik, pembayaran premi asuransi, perbaikan atau pemeliharaan.

    4. Menginput transaksi atas biaya biaya operasional atau non operasional kedalam laporan sesuai dengan jenis kode laporan yang yang ada.

    5. Melakukan pemindah-bukuan sesuai dengan jenis rekening, berdasarkan perintah dari nasabah kemudian memastikan bahwa jumlah saldo nasabah memungkinkan untuk dilakukannya transaksi tersebut.

    6. Meminta persetujuan kepada atasan dalam melakukan pembayaran jika ada transaksi diatas jumlah limit wewenangnya.

  11. Staff Accounting

  12. Tugas dan tanggung jawab :

    1. Membuat pembukuan semua transaksi keuangan yang mempengaruhi harta kekayaan perusahaan.

    2. Setiap hari melakukan backup data, proses data dan mencetak laporan keuangan harian (neraca dan laba rugi) beserta lampirannya kemudian meminta persetujuan dari kepala cabang kemudian menyimpannya ditempat yang aman yang telah disediakan.

    3. Setiap hari mencocokkan rekapitulasi harian (kredit, tabungan, deposito dan kas) yang ada di bagian pembukuan dengan rekapitulasi transaksi harian teller kemudian dicetak.

    4. Membuat rekapitulasi atas rekening angsuran diterima dimuka dan amortisasi pendapatan provisi kredit.

    5. Melaksanakan tata usaha kegiatan dalam lingkup wewenang dan tanggung jawabnya.

    6. Setiap bulan membuat dan mengirimkan laporan keuangan Neraca dan Laba atau Rugi, Laporan Bulanan BI, Laporan BMPK (Batas Maksimal Pemberian Kredit), Laporan Rincian ABA(Antar Bank Aktiva atau ABP (Antar Bank Pasiva), Laporan Dana Pihak ketiga dan SSP PPh 21/23/25) ke Direksi, Komisaris, BI, Pajak dan instansi terkait lainnya dan membuat laporan keuangan publikasi, kemudian disampaikan ke BI dan ditempel di papan pengumuman BPR dan membuat laporan triwulan pajak dan laporan nominatif dana pihak ketiga.

  13. Staff Kordinator Pemasaran dan Account Officer

  14. Tugas dan tanggung jawab :

    1. Melakukan pemasaran kredit secara aktif dan selektif dengan mengacu pada asas-asas perkreditan yang sehat serta melakukan pemasaran produk bank lainnya (tabungan dan deposito).

    2. Membuat analisa kredit berdasarkan data-data yang diterima dari calon debitur maupun yang diperoleh saat on the spot kelapangan.

    3. Melakukan pembinaan dan pelayanan yang baik kepada nasabah.

    4. Menguasai wilayah pemasaran dan melakukan pemasaran kredit secara aktif dan selektif dengan mengacu pada asas-asas perkreditan yang sehat serta melakukan pemasaran produk bank lainnya (tabungan dan deposito) sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

    5. Menerima dan memeriksa dengan teliti kelengkapan dokumen dan melayani calon debitur atau debitur perpanjangan yang memerlukan informasi perbankan (tabungan, deposito dan kredit).

    6. Menyusun rencana kunjungan dan melakukan kunjungan atau survey ke tempat usaha dan lokasi jaminan untuk memeriksa dan meneliti kebenaran dari dokumen-dokumen yang diserahkan kemudian dicocokan dengan bukti fisik aslinya.

    7. Bersama-sama dengan Kordinator Pemasaran membuat laporan hasil kunjungan dan analisa untuk dibahas dalam rapat komite kredit.

    8. Memberikan konfirmasi atau membuat surat pemberitahuan penolakan terhadap permohonan kredit yang tidak disetujui dengan alasan tertentu sesuai dengan keputusan rapat komite kredit atau membuat surat persetujuan dengan persyaratan yang diperlukan terhadap permohonan kredit yang disetujui.

    9. Menjaga dan memelihara kualitas aktiva produktif khususnya kredit dengan membuat rencana kunjungan, melakukan monitoring, pembinaan, penagihan dan pengawasan secara intensif terhadap kredit-kredit yang sudah disalurkan.

  15. Staff Penagihan

  16. Tugas dan tanggung jawab :

    1. Mengingatkan jatuh tempo angsuran kepada nasabah

    2. Melaporkan kepada pimpinan cabang atas bukti setoran yang tidak tertagih beserta alasan dan tindakan yang telah diambil

    3. Melakukan penarikan barang jaminan apabila nasabah belum bayar yang seharusnya sudah tanggal jatuh tempo.

    4. Melakukan penyetoran tagihan angsuran yang dilakukan baik tunai maupun tranfer kepada teller.

    5. Membuat laporan kunjungan harian (call report)

    6. Membina hubungan yang baik dan harmonis kepada calon debitur

    7. Melaksanakan penagihan sesuai target yang ditetapkan oleh PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang.

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Prosedur Sistem Yang Berjalan

  1. Proses pertama calon debitur mengisi form pengajuan kredit.

  2. Setelah itu calon debitur memberikan berkas pengajuan kredit kepada account officer.

  3. Account officer menerima berkas persyaratan kredit dari calon debitur

  4. Account officer menyerahkan berkas kepada admin kredit untuk permohonan bi checking.

  5. Setelah admin kredit menerima berkasnya lalu memeriksa kelengkapan berkas persyaratan kredit

  6. Lalu setelah data calon debitur sudah lengkap, admin kredit menginput form permohonan bi checking pada sistem data calon nasabah

  7. Selanjutnya admin kredit akan memberikan info hasil bi checking kepada account officer

  8. Account officer menyerahkan hasil bi checking dan berkas persyaratan kredit ke analis kredit untuk di survei ke rumah calon debitur .

  9. Lalu analis kredit melakukan survei lapangan dan interview kepada calon debitur

  10. Setelah analis kredit selesai survei selanjutnya membuat analisa data yang telah di survei.

  11. Setelah analisa dibuat, maka analis menyerahkan hasil analisa dan berkas persyaratan kredit kepada kepala cabang

  12. Lalu kepala cabang melakukan rapat bersama analis kredit untuk memutuskan hasil survey layak atau tidaknya pemberian kredit.

  13. Setelah data sudah di seleksi, maka kepala cabang dan analis kredit memberikan persetujuan atau penolakan dan memutuskan nominal persetujuan kredit yang diberikan kepada calon debitur

  14. Lalu analis kredit memberikan hasil keputusan kepada account officer

  15. Account officer memberikan informasi kepada calon debitur terhadap persetujuan dan nominal pengajuan kredit yang telah di setujui oleh kepala cabang dan analis kredit.

Rancangan Prosedur Sistem Yang Berjalan

Use Case Diagram Sistem Kelayakan Pemberian Kredit

Gambar 3.2 Use Case Diagram Kelayakan Pemberian Kredit

Berdasarkan gambar 3.2 Use Case Diagram diatas terdapat :

  1. 1 system yang mencakup seluruh kegiatan sistem pemberian kelayakan kredit.

  2. 4 actor yang melakukan kegiatan diantaranya: Calon debitur, Account Officer, Admin kredit, Analis kredit dan Kepala Cabang

  3. 15 usecase yang biasa dilakukan oleh actor-actor tersebut diantaranya: mengisi form pendaftaran pengajuan kredit, menyerahkan berkas pengajuan kredit, menerima berkas pengajuan kredit,memeriksa kelengkapan berkas dan data persyaratan kredit, menginput permohonan Bi Checking, memberikan informasi hasil bi checking, menyerahkan hasil bi checking dan berkas persyaratan kredit, survei dan interview, membuat analisa kredit, rapat pengajuan kredit,memberikan keputusan pengajuan kredit, memberikan informasi hasil keputusan kredit, menerima status pengajuan.

Activity Diagram

Gambar 3.3 Activity Diagram Kelayakan Pemberian Kredit

Berdasarkan gambar 3.3 Activity Diagram diatas terdapat

  1. 1 initial node, objek yang diawali

  2. 20 action, sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

  3. 5 vertical swimline yang mencerminkan jalur atau arus dari action.

  4. 1 final state, objek yang diakhiri.

Sequence Diagram

Gambar 3.4 Sequence Diagram Kelayakan Pemberian Kredit

Berdasarkan Gambar 3.4 Sequence Diagram diatas terdapat :

  1. 7 life line, yaitu : pendaftaran, berkas,data, laporan analisa, survei,rapat seleksi calon debitur.

  2. 5 actor, yaitu : calon debitur, analis kredit, admin kredit, account officer, dan kepala cabang.

Analisis Sistem Yang Berjalan

Metode Analisis Sistem

Metode analisa system yang penulis gunakan yaitu metode PIECES (Perfomace, Information, Economy, Control, Service) dan dengan prinsip 5C Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition)Untuk mendukung proses kelayakan pemberian kredit.

Tabel 3.1 Analisis PIECES

Prinsip – Prinsip Kelayakan Kredit 5C

Untuk menghindari maupun memperkecil resiko kredit yang mungkin terjadi dalam kelayakan pemberian kredit maka permohonan kredit harus dinilai dengan pedoman analisa kredit yang mengandung unsur 5C yang dilakukan oleh analis kredit, untuk penentuan pemberian kredit yang diimplementasikan melalui pertanyaan - pertanyaan sesuai dengan kategori-kategori sebagai berikut:

  1. Character (Karakter)

    • Apakah riwayat kredit debitur bagus ?

    1. Ya

    2. Tidak

    • Apakah debitur koperatif ?

    1. Ya

    2. Tidak

    • Apakah penilaian informasi warga sekitar baik?

    1. Ya

    2. Tidak

    • Apakah respon debitur baik ?

    1. Ya

    2. Tidak

  2. Capacity ( Kemampuan)

    • Apakah prospek usaha bagus ?

    1. Ya

    2. Tidak

    • Apakah omset pendapatan stabil setiap bulannya ?

    1. Ya

    2. Tidak

    • Apakah ada tenaga lain selain debitur yang dapat mengelola usaha?

    1. Ya

    2. Tidak

  3. Capital ( Modal )

    • Apakah debitur tidak memiliki pinjaman di bank lain ?

    1. Ya

    2. Tidak

    • Apakah peminjaman digunakan untuk pengembangan usaha ?

    1. Ya

    2. Tidak

    • Apakah pendapatan usaha lebih besar dari nilai pinjaman ?

    1. Ya

    2. Tidak

  4. Condition of economy ( Kondisi ekonomi)

    • Apakah usaha debitur diketahui oleh tetangga sekitar?

    1. Ya

    2. Tidak

    • Apakah telah memiliki pelanggan tetap ?

    1. Ya

    2. Tidak

    • Apakah pasang surut harga mempengaruhi kelancaran usaha ?

    1. Ya

    2. Tidak

    • Apakah tidak ada larangan pemerintah terhadap produk / tempat usaha?

    1. Ya

    2. Tidak

  5. Collateral (Jaminan)

    • Status kepemilikan jamian milik sendiri?

    1. Ya

    2. Tidak

    • Besarnya nilai taksasi jaminan lebih besar dari nilai pinjaman ?

    1. Ya

    2. Tidak

    • Apakah jaminan tidak merupakan tanah sengketa?

    1. Ya

    2. Tidak

Untuk menentukan calon debitur berhak atau tidak mendapatkan kredit ditentukan berdasarkan kategori-kategori yang telah ditentukan oleh Bank 5 kategori tersebut yaitu Character, Capital, Capacity, Collateral, Condition. Hasil dari jawaban masing-masing telah diberikan bobot diantaranya:

Penilaian ini terdiri atas baik, cukup baik dan kurang. Hasil dari penilaian ini yaitu didapat nilai dari setiap calon peminjam yang kemudian dibandingkan antar peminjam dengan peminjam yang lain. Nilai dari tiap-tiap item pertanyaan ini berdasarkan rumus:

Hasil yang didapat yaitu bobot nilai dari setiap pertanyaan jawaban pilihan “ Ya ” dari setiap pertanyaan akan menghasilkan sebuah nilai yang kemudian dijumlahkan. Hasil yang didapat dicocokan dengan rentang penilaian untuk dijadikan dasar apakah nilai tersebut termasuk baik, cukup baik atau kurang. Apabila nilai cukup baik atau baik, kredit dapat diproses, sedangkan jika nilai kurang maka kredit tidak dapat diproses.

Metode Analisa Masukan, Analisa Proses, Analisa Keluaran

  1. Analisa Masukan

  2. Data yang masuk adalah sebagai berikut :

    1. Form Aplikasi Pengajuan Kredit

    2. Berkas Persyatan Kredit

  3. Analisa Proses

  4. Pada analisa proses memuat tentang semua proses yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Berikut analisa proses dari sistem yang berjalan :

    1. Nama Modul : Pendaftaran Kredit
      Masukan : Form pengajuan kredit
      Keluaran : Hasil Bi Checking
      Ringkasan Proses : Proses ini sebagai penentuan nasabah cek riwayat kredit yang digunakan sebagai penentuan awal kelayakan kredit

  5. Analisa Keluaran

  6. Pada analisa proses memuat tentang semua informasi dari proses yang dijalankan dan sudah sesuai dengan format tertentu. Berikut analisa proses dari sistem yang berjalan.

    1. Nama Keluaran : Form Survey
      Fungsi : Sebagai bukti hasil survey kerumah debitur
      Media : Kertas
      Rangkap : Lembar disesuaikan dengan hasil.
      Distribusi : Admin kredit

    2. Nama Keluaran : Laporan analisa kredit
      Fungsi  : Untuk mengetahui laporan nominal persetujuan yang akan di terima oleh calon debitur
      Media : Kertas
      Rangkap : Lembar Disesuaikan
      Distribusi : Analis Kredit

Konfigurasi Sistem Berjalan

  1. Spesifikasi Hardware

    1. Processor : AMD APU E1-1200 Dual-Core (1,4GHz)

    2. Harddisk : 320 GB SATA

    3. RAM  : 2 GB DDR3 Memory

    4. Scanner : Canon LiDE 110

    5. Printer  : Canon iP2770

  2. Spesifikasi Software

    1. Windows 7

    2. Microsoft Office 2007

    3. Microsoft Excel

    4. Google Chrome

Permasalahan Yang Dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

Permasalahan Yang Dihadapi

Dari hasil penelitian, penulis dapat menyimpulkan beberapa permasalahan yang dihadapi pada PT BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang diantaranya sebagai berikut:

  1. Kecenderungan tidak akurat dan kurang lengkap dalam pengisian form aplikasi pengajuan kredit

  2. Pengumpulan berkas-berkas calon nasabah pengajuan kredit yang kurang rapih. Sementara jumlah calon nasabah yang mengajukan kredit sangat banyak, kehilangan berkas dan kekurangan berkas mungkin terjadi.

  3. Penginputan data calon nasabah yang cukup rumit dan menghabiskan banyak waktu

  4. Kurang detail dalam memberikan informasi persetujuan kredit yang diberikan.

  5. Belum mendukung adanya informasi data sistem kelayakan pemberian kredit yang disetujui maupun di tolak sesuai dengan prinsip 5C.

Alternatif Pemecahan Masalah

Setelah melaksanakan penelitian, Penulis mencoba memberikan alternatif pemecahan masalah erhadap permasalahan yang dihadapi oleh PT BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang yaitu:

  1. Penulis menyarankan untuk membuat sistem pengajuan kredit yang dihasilkan dapat mempermudah calon nasabah dan admin dalam melakukan kegiatan pengisian pengajuan kredit sampai proses persetujuan pengajuan kredit hingga laporan. Sehingga dapat mengurangi kesalahan data, data yang hilang dan proses pencarian datanya tidak memerlukan waktu lama terutama dalam persetujuan kredit. Dengan perancangan sistem informasi kelayakan kredit dapat menghasilkan informasi data dan informasi yang leih cepat dan akurat. Sehingga tidak ada keterhambatan dalam proses kredit dan bisa mempercepat waktu dalam survey.

  2. Penulis menyarankan agar dilakukannya pengontrolan dan maintenance secara rutin terhadap sistem proses pengajuan kredit gunanya menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan pada sistem dalam penginputan data dan dapat dilakukan perbaikan sesuai dengan perkembangan dan perubahan pada PT BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang dan Perlu dilakukan dan diadakan backup database secara rutin, hal ini sangat penting jika terjadi kesalahan atau error pada komputer ataupun disebabkan ganguan listrik secara menyeluruh, maka dengan adanya fitur backup tersebut data menjadi lebih aman.

User Requirment

Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap I, berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

Tabel 3.1 Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap II

Elisitasi tahap II merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Berikut lampiran elisitasi tahap II yang telah dibuat.


Tabel 3.3 Elisitasi Tahap II

Keterangan :

  1. M (Mandatory) : Penting atau dibutuhkan

  2. D (Desirable) : Diinginkan tapi tidak terlalu penting.

  3. I (Inessential) : Bukanlah bagian dari sistem dan dieliminasi

Elisitasi Tahap III

Berdasarkan elisitasi tahap II diatas, dibentuklah suatu elisitasi tahap ke III yang kemudian diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan option HML.

Tabel 3.4 Elisitasi Tahap III

Keterangan :

  1. T artinya Technical Technical (Bagaimana tata cara / teknik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan)

  2. O artinya Operational (Bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan)

  3. E artinya Economy (Berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem)

Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

  1. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena tehnik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal, sehingga requirement tersebut harus diimplementasi.

  2. Middle (M) : Mampu untuk dikerjakan.

  3. Low (L) : Mudah untuk dikerjakan.

Final Draft Elisitasi

Final Draft merupakan hasil final yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Tabel 3.4 Final Elisitasi

BAB IV

RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Rancangan Sistem yang Diusulkan

Setelah melakukan analisis dan penelitian sistem yang sedang berjalan pada sistem informasi kelayakan pemberian kredit, maka selanjutnya akan dibahas mengenai rancangan usulan sistem yang akan dibangun. Ada beberapa usulan prosedur yang bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi sistem informasi kelayakan pemberian kredit yang sedang berjalan saat ini, yaitu merubah sistem pengolahan persediaan barang yang semula dilakukan secara semi komputerisasi menjadi sistem sistem informasi kelayakan pemberian kredit yang terkomputerisasi dan berbasis web. Maka langkah-langkah berikutnya yaitu perancangan atau design sistem usulan yang bertujuan untuk menyempurnakan sistem yang lama dengan memberi gambaran atau pandangan yang jelas menurut proses design sistem dari awal hingga akhir penelitian. Dalam menganalisa usulan prosedur yang baru pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML Enterprise Edition Ver. 8.0 Enterprise Edition untuk menggambarkan use case diagram, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram.

Prosedur Sistem Usulan

Terdapat beberapa usulan prosedur baru, prosedur yang bertujuan untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem yang ada sekarang. Prosedur yang diusulkan yaitu:

  1. Account Officer

    1. Melakukan login pada sistem

    2. Menampilkan menu dashboard.

    3. Melakukan input form pengajuan kredit

    4. Melakukan input data data calon nasabah

  2. Admin Stok

    1. Melakukan login pada sistem

    2. Menampilkan menu dashboard

    3. Menampilkan data user

    4. Menampilkan data pemohon

    5. Memeriksa berkas dan penginputan data calon debitur

    6. Menampilkan menu data survey

    7. Menampilkan menu data survey

    8. Melakukan input form survey

    9. Menentukan persetujuan kredit

    10. Melakukan logout pada sistem

  3. Pimpinan Cabang

    1. Melakukan login pada sistem

    2. Menampilkan menu dashboard

    3. Menampilkan menu data pemohon

    4. Meriksa pengisian data calon debitur

    5. Menampilkan data survey

    6. Memeriksa hasil penilaian survey dan persetujuan awal

    7. Menampilkan data persetujuan

    8. Memberikan keputusan pengajuan kredit

Diagram Rancangan Sistem

Use Case Diagram yang Diusulkan

Berdasarkan gambar 4.1 Use Case Diagram Kelayakan Pemberian Kredit diatas terdapat:

Gambar 4.1 Usecase Diagram Kelayakan Pemberian Kredit yang Diusulkan

Berdasarkan gambar 4.1 Use Case Diagram sistem yang diusulkan terdapat :

  1. Terdapat 3 aktor yaitu Account Officer, Admin Kredit dan Pimpinan Cabang

  2. Terdapat 19 usecase.

  3. Terdapat 15 extends yaitu Validasi Berhasil, Validasi Gagal, Dashboard, Stock, Master Data, Divisi, Supplier, Barang, Kategori Detail, User, Transaksi, Request Order, Purchase Order, Barang Masuk, dan Barang Keluar.

Activity Diagram yang Diusulkan

Activity Diagram Pengajuan Kredit

Gambar 4.2 Activity Diagram Activity Diagram Pengajuan Kredit

Berdasarkan gambar 4.2 Activity Diagram Pengajuan Kredit diatas terdapat:

  1. 1 Initial Node, objek yang diawali

  2. 9 Action, dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

  3. 1 Decesion Node yang merupakan pemilihan ya atau tidak

  4. 1 Activity Final Node, objek yang diakhiri.

Activity Diagram Pada Input Data Survey dan Persetujuan Awal

Gambar 4.3 Activity Diagram Input Data Survey dan Persetujuan Awal yang Diusulkan

Berdasarkan gambar 4.3 Activity Diagram Input Survey diatas terdapat:

  1. 1 Initial Node, objek yang diawali

  2. 7 Action, dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

  3. 2 Decesion Node yang merupakan pemilihan ya atau tidak

  4. 1 Activity Final Node, objek yang diakhiri.

Activity Diagram Persetujuan Akhir

Gambar 4.4 Activity Diagram Persetujuan Akhir yang Diusulkan

Berdasarkan gambar 4.4 Activity Diagram Persetujuan Akhir diatas terdapat:

  1. 1 Initial Node, objek yang diawali

  2. 7 Action, dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

  3. 1 Decesion Node yang merupakan pemilihan ya atau tidak

  4. 1 Activity Final Node, objek yang diakhiri.

Sequence Diagram Persediaan Barang Yang Diusulkan

Sequence Diagram Pengajuan Kredit

Gambar 4.5 Sequence Diagram Pengajuan kredit

Berdasarkan gambar 4.5 Sequence Diagram Pengajuan Kredit terdapat:

  1. 1 actor yang melakukan kegiatan yaitu Marketing.

  2. 5 life line, objek entity antar muka yang saling berinteraksi.

  3. 7 mesangge, spesifikasi dari komunikasi antar objek yang membuat informasi-informasi aktifitas yang terjadi.

Sequence Diagram Sistem Data Survey

Gambar 4.6 Sequence Diagram Admin Kredit

Berdasarkan gambar 4.6 Sequence Diagram Admin Kredit terdapat :

  1. 1 actor, yang melakukan kegiatan yaitu Admin Kredit

  2. 7 life line, objek entity antar muka yang saling berinteraksi

  3. 8 mesangge, spesifikasi dari komunikasi antar objek yang membuat informasi-informasi aktifitas yang terjadi

Sequence Diagram Sistem Persetujuan Kredit

Gambar 4.7 Sequence Diagram Persetujuan Kredit

Berdasarkan gambar 4.7 Sequence Diagram Persetujuan Kredit terdapat :

  1. 1 actor, yang melakukan kegiatan persetujuan kredit

  2. 6 life line, objek entity antar muka yang saling berinteraksi.

  3. 8 mesangge, spesifikasi dari komunikasi antar objek yang membuat informasi-informasi aktifitas yang terjadi.

Perbedaan Prosedur Antara Sistem Yang Berjalan dan Sistem Usulan

Berikut ini adalah perbedaan sistem yang berjalan dan sistem usulan:

Tabel 4.1 : Perbedaan Sistem Berjalan Dengan Sistem Usulan

Rancangan Basis Data

Class Diagram Yang Diusulkan

Class Diagram dapat membantu untuk memvisualisasikan kelas dari suatu sistem, karena class digram memiliki kelompok objek dengan atribut (property) dan relasi yang sama. Berikut merupakan class diagram yang diusulkan pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang:

Gambar 4.8 Class Diagram Sistem Kelayakan Pemberian Kredit

Berdasarkan gambar 4.11 class diagram yang diusulkan terdapat :

  1. 13 (tiga belas) class, himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi.

  2. 12 (dua belas) assosiation, hubungan antara objek satu dengan objek yang lainnya.

Spesifikasi Basis Data

Rancangan basis data digunakan untuk mempermudah dalam menggambarkan tabel-tabel yang ada di dalam database, serta dapat membantu pemrograman dalam mengambil atau menampilkan data. Salah satunya untuk menggambarkan spesifikasi tabel-tabel yang ada di dalam database, berikut ini merupakan spesifikasi tabel pada sistem yang diusulkan.

  1. Tabel Master Data User

  2. Tabel 4.2 Master Data User

  3. Tabel Transaksi Data Pemohon

  4. Tabel 4.3 Master Transaksi Pemohon

  5. Tabel Transaksi Data Pengajuan Kredit

  6. Tabel 4.4 Transaksi Pengajuan Kredit

  7. Tabel Transaksi Penilaian Survey 5C

  8. Tabel 4.5 Master Penilaian Survey 5C

  9. Tabel Transaksi Data Upload Dokumen

  10. Tabel 4.6 Master Data Upload Dokumen

  11. Tabel Transaksi Data Survey Penilaian Tetangga

  12. Tabel 4.7 Master Survey Penilaian Tetangga

  13. Tabel Transaksi Data Survey Penilaian Tempat Kerja/Usaha

  14. Tabel 4.8 Transaksi Penilaian Tempat Kerja / Usaha

  15. Tabel Transaksi Survey Penilaian Rumah

  16. Tabel 4.9 Transaksi Survey Penilaian Rumah

  17. Tabel Transaksi Survey Penghasilan

  18. Tabel 4.10 Transaksi Survey Penghasilan

  19. Tabel Transaksi Survey Tanah dan Bangunan

  20. Tabel 4.11 Transaksi Survey Tanah dan Bangunan

  21. Tabel Transaksi Data Persetujuan

  22. Tabel 4.12 Transaksi Persetujuan

  23. Tabel Transaksi Pekerjaan

  24. Tabel 4.13 Transaksi Pekerjaan

  25. Tabel Transaksi Data Informasi Kontak Darurat

  26. Tabel 4.14 Transaksi Informasi Kontak Darurat

Rancangan Prototype Sistem Kelayakan Kredit

Rancangan Halaman Login

Halaman ini berfungsi sebagai sistem keamanan bagi pengguna untuk memastikan apakah pengguna (user) memiliki hak akses untuk masuk kedalam sistem atau tidak. Menu login berisi username dan password dan berfungsi untuk menjaga data pada sistem.

Gambar 4.9 Rancangan Halaman Login

Rancangan Halaman Dashboard

Halaman ini berfungsi untuk menampilkan menu utama untuk operator, admin stok, purchasing, finance, dan administrator pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang. Menu beranda berisi chart bar.

Gambar 4.10 Rancangan Halaman Dashboard

Rancangan Halaman Data User

Halaman ini berfungsi untuk menampilkan data user yang dibuat oleh admin kredit.

Gambar 4.11 Rancangan Tampilan Menu User

Rancangan Halaman Pengajuan Kredit

Halaman ini berfungsi untuk menampilkan form pengajuan kredit yang dibuat oleh marketing.

Gambar 4.12 Rancangan Tampilan Pengajuan Kredit

Rancangan Halaman Data Pemohon

Halaman ini berfungsi untuk menampilkan data pemohon yang dibuat oleh marketing.

Gambar 4.13 Rancangan Tampilan Menu Data Pemohon

Rancangan Halaman Penilaian Survey 5C

Halaman ini berfungsi untuk menampilkan data penilaian kredit 5c yang dibuat setelah pengajuan kredit sudah diisi oleh marketing.

Gambar 4.14 Rancangan Tampilan Penilaian Survey 5C

Rancangan Halaman Data Survey

Halaman ini berfungsi untuk menampilkan data disurvey yang dibuat admin kredit.

Gambar 4.15 Rancangan Tampilan Menu Data Survey

Rancangan Halaman Data Persetujuan

Halaman ini berfungsi setelah admin mengisi form survey maka selanjutnya pimpinan cabang persetujuan kredit.

Gambar 4.16 Rancangan Tampilan Persetujuan Kredit

Rancangan Halaman Data Laporan

Halaman ini berfungsi untuk menampilkan data laporan rekap data debitur dan status pengajuannya.

Gambar 4.17 Rancangan Tampilan Data Laporan

Tampilan Sistem Yang Diusulkan

Tampilan Halaman Login

Tampilan diatas merupakan tampilan awal sebelum masuk kedalam sistem, setiap user harus melakukan login dengan memasukan username dan password yang benar agar dapat masuk kedalam sistem.

Gambar 4.18 Tampilan Halaman Login

Tampilan Halaman Dashboard Marketing

SSetelah user melakukan proses login dengan benar, maka akan tampil dashboard marketing yang mana didalamnya menggambarkan nilai setiap transaksi, data status pengajuan kredit, Halaman ini dapat diakses oleh semua user.

Gambar 4.19 Tampilan Halaman Dashboard Marketing


Tampilan Halaman Pengajuan Kredit

Tampilan diatas merupakan tampilan menu form pengajuan kredit untuk pendaftaran kredit. Halaman ini hanya dapat diakses oleh marketing.

Gambar 4.20 Tampilan Halaman Pengajuan Kredit

Tampilan Menu Data Pemohon

Tampilan diatas merupakan halaman data pemohon yang digunakan untuk memeriksa status data calon debitur dan mencetak hasil laporan survey.halaman ini hanya dapat di akses oleh marketing.

Gambar 4.21 Tampilan Halaman Data Pemohon

Menu Report Data Pemohon

Tampilan diatas merupakan halaman report data pemohon sebagai file untuk marketing.

Gambar 4.22 Tampilan Halaman Report Data Pemohon

Tampilan Menu Dashboard Admin Kredit

Tampilan diatas merupakan tampilan dashboard admin kredit yang mana didalamnya menggambarkan nilai setiap transaksi, data status pengajuan kredit, Halaman ini dapat diakses oleh semua user.

Gambar 4.23 Tampilan Halaman Dashboard

Tampilan Menu Data Master User

Tampilan diatas merupakan tampilan halaman master data user. Dimana berisi user yang menggunakan sistem tersebut. Didalamnya berisi tabel nomor, id user, username, password, dan level.

Gambar 4.24 Tampilan Halaman User

Tampilan Menu Tambah Data User

Tampilan diatas merupakan tampilan halaman tambah data user untuk Data Master Kategori. Dimana berisi User dapat melakukan tambah data user melalui form yang disediakan.

Gambar 4.25 Tampilan Halaman User

Tampilan Menu Penilian Form Survey

Tampilan diatas merupakan halaman penilaian survey untuk menentukan kelayakan kredit pertama melalui form yang telah disediakan dan hanya bisa dilakukan oleh admin kredit.

Gambar 4.26 Tampilan Halaman Form Survey Penilaian 5C

'Tampilan Menu Data Survey

Tampilan diatas adalah halaman data survey yang sudah diisi dari formulir survey oleh admin kredit dan datanya akan di proses ke pimpinan cabang untuk persetujuan akhir kredit.

Gambar 4.27 Tampilan Halaman Data Survey

Tampilan Menu Dashboard Pimpinan Cabang

Tampilan diatas merupakan tampilan dashboard pimpinan cabang yang mana didalamnya menggambarkan nilai setiap transaksi, data status pengajuan kredit, Halaman ini dapat diakses oleh semua user.

Gambar 4.29 Tampilan Halaman Dashboard Pimpinan Cabang

Tampilan Menu Data Persetujuan

Tampilan diatas merupakan tampilan data persetujuan. Pada halaman ini merupakan hasil persetujuan kredit yang telah di approve oleh pimpinan cabang serta bisa menambah data, dan dapat mengapus data . Halaman ini hanya dapat diakses oleh pimpinan cabang.

Gambar 4.30 Tampilan Halaman Data Persetujuan

Tampilan Menu Persetujuan

Tampilan diatas merupakan tampilan menu tambah persetujuan. Pada halaman ini digunakan untuk memberikan hasil persetujuan akhir kredit yang di berikan oleh pimpinan cabang. Halaman ini hanya dapat diakses oleh pimpinan cabang.

Gambar 4.31 Tampilan Halaman Persetujuan

Konfigurasi Sistem Usulan

Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras merupakan salah satu bagian peting di dalam berjalannya sebuah sistem. Perangkat keras memiliki banyak jenis yang dapat digunakan seperti, PC, Laptop, Handphone, dll semua jenis perangkat lunak tersebut dapat bekerja membantu brainware dalam menggunakan sistem yang dirancang ini. Berikut ini konfigurasi sistem perangkat keras yang dibutuhkan:

  1. Processor : Minimal 2,1 GHz

  2. Monitor : Minimal VGA 15 inch

  3. RAM : Minimal 2 GB

  4. Modem USB : Minimal Kecepatan 14,4 Mbps

  5. Peripheral : Minimal Mouse, Keyboard dan Printer

Spesifikasi Perangkat Lunak (Software)

Selain itu hal yang menjadi pendukung berjalannya sebuah sistem adalah Perangkat lunak merupakan penghubung antara instruksi-instruksi yang dibutuhkan oleh brainware untuk menjalankan hardware sehingga dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Berikut adalah spesifikasi yang dibutuhkan:

  1. Windows.

  2. Xampp

  3. Database server : MySQL

  4. Mozila Firefox, Google Chrome

  5. Notepad++

Hak Akses (Brainware)

Dalam sistem yang dikembangkan yaitu pada sistem Persediaan Barang harus memiliki user untuk menjalankan sistem tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan beberapa user yang dapat mengakses Persediaan Barang, diantaranya:

  1. Admin Kredit

  2. Marketing

  3. Pimpinan Cabang

Testing

Blackbox Testing

Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode Black Box Testing. Black Box Testing merupakan metode uji coba yang memfokuskan pada keperluan software. Karena itu uji coba Black box memungkinkan pengembangan software untuk mengetahui kondisi input yang akan melatih seluruh syarat-syarat fungsional suatu program. Metode pengujian Black Box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori diantaranya fungsi-fungsi yang salah atau hilang, kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal, kesalahan tampilan, kesalahan inisialisasi, dan terminasi.

  1. Skenario pengujian : Tampilan awal sistem yaitu halaman Login

  2. Gambar 4.32 Pengujian login apabila mengosongkan username dan password

    1. Hasil yang diharapkan : Sistem menolak untuk masuk menu login dan menampilkan pesan error (validation is failed).

    2. Gambar pengujian :.

      Gambar 4.33 Hasil pengujian login apabila mengosongkan username dan password

    3. Kesimpulan : Hasil pengujian VALID


  3. Skenario Pengujian : Tampilan awal sistem yaitu halaman Login
  4. Gambar 4.34 Pengujian login apabila username dan password salah

    1. Hasil yang diharapkan : Sistem menolak untuk masuk menu login dan menampilkan pesan error (username or password wrong).

    2. Gambar pengujian :.

      Gambar 4.35 Hasil pengujian login apabila username dan password salah

    3. Kesimpulan : Hasil pengujian VALID


  5. Skenario Pengujian : Input data pengajuan kredit
  6. Gambar 4.36 Pengujian Menu Form Pengajuan Kredit

    1. Hasil yang diharapkan : Jika mengeklik form pengajuan kredit makan akan muncul tampilan formulir untuk pendaftaran kredit.

    2. Gambar pengujian :.

      Gambar 4.37 Hasil pengujian menu form pengajuan kredit

    3. Kesimpulan : Hasil pengujian VALID

    4. Hasil yang diharapkan : Jika mengisi form tidak lengkap akan tampil alert error.

    5. Gambar pengujian :

      Gambar 4.38 Hasil pengujian menu request order apabila input data tidak lengkap

    6. Kesimpulan : Hasil pengujian VALID

  7. Skenario Pengujian : Double Input Data Pengajuan Kredit
  8. Gambar 4.39 Pengujian Double Input Data Pengajuan

    1. Hasil yang diharapkan : Jika mengisi form sudah dilakukan akan tampil alert

    2. Kesimpulan : Hasil pengujian VALID

Implementasi

Time Schedule

Tabel 4.15 Time Schedule

Dalam melakukan penelitian ini tentu memerlukan proses dan kegiatan yang banyak memakan waktu dalam penyelesaiannya, dibawah ini merupakan jadwal dari kegiatan yang dilakukan selama penelitian berlangsung.

Estimasi Biaya

Biaya penelitian digunakan sebagai penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian yang diusulkan. Dibawah ini adalah rincian biaya yang diperlukan peneliti untuk menyelesaikan penelitian yang berjudul “Perancangan Sistem Kelayakan Pemberian Kredit Berdasarkan Prinsip 5C Pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang”.

Tabel 4.16 Biaya Penelitian

BAB V

PENUTUP


Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang mengenai perancangan sistem informasi kelayakan pemberian kredit berdasarkan prinsip 5c dapat disimpulkan bahwa :

  1. Sistem pengajuan kredit pada PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang masih manual dalam pengisian formulir pengajuan kredit sehingga prosesnya yang cukup lambat dan masih cenderung banyak salah dalam penulisan dan data kurang terkontrol.

  2. Dengan adanya sistem kelayakan pemberian kredit berbasis web dapat memudahkan dalam menentukan persetujuan kredit sesuai dengan prinsip kredit dan megurangi kecurangan dalam menentukan persetujuan kredit.

  3. Merancangan sistem kelayakan pemberian kredit yang lebih terintegrasi mengenai pencatatan dan menentukan kreditt serta pembuatan laporan yang sudah terdatabase.sehingga dengan ada sistem web diharapkan mampu membatu seluruh aktifitas pegawai dan perusahaan.

Saran

Berikut ini adalah beberapa saran yang dapat peneliti berikan sebagai bahan pertimbangan bagi PT. BPR Duta Pakuan Mandiri Cabang Tangerang antara lain :

  1. Perlu adanya sosialisasi terhadap sistem usulan yang telah dibuat kepada user agar user dapat memaksimalkan kinerjanya dengan baik.

  2. Rutin adanya maintenance dan control sistem agar tidak terjadi kerusakan pada sistem.

  3. Perlu adanya pengembangan sistem supaya lebih baik lagi dan meminimalisir terjadinya error yang tentunya dapat mengakibatkan kerugian bagi penggunanya dan perusahaanya.

DAFTAR PUSTAKA

  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 Sitohang, H. T. (2018). Sistem Informasi Pengagendaan Surat Berbasis Web Pada Pengadilan Tinggi Medan. Journal Of Informatic Pelita Nusantara, 3(1). 1.
  2. 2,0 2,1 2,2 2,3 Harfizar, Khozin Yuliana dan Muh Afiffudin. 2017. “Perancangan Sistem Informasi Pendataan Karyawan Pada Perusahaan Jasa Berbasis Web”. Tangerang: Jurnal SENSI. Vol.3 No.2, ISSN: 1978-8282
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 Putra, H. N. (2018). Implementasi Diagram UML (Unified Modelling Language) dalam Perancangan Aplikasi Data Pasien Rawat Inap pada Puskesmas Lubuk Buaya. SinkrOn, 2(2), 67-77.
  4. 4,0 4,1 Rahayu, S., Alfeno, S., & Wahyono, K. (2019). Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pengolahan Data Pembuatan Akta Tanah Pada Kantor Desa Cangkudu Tangerang. Icit Journal, 5(1), 1-11.
  5. 5,0 5,1 Azizah, Nur; Lina Yuliana; Elsa Juliana;. (2017). ”Rancang Bangun Sistem Informasi Penggajian Karyawan Harian Lepas Pada PT Flex Indonesia;. Jurnal SENSI, Vol 3 No 1, ISSN : 2461-1409.
  6. Maulani, G., Septiani, D., & Sahara, P. N. F. Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory Fasilitas Maintenance Pada PT. PLN (Persero) Tangerang. Innovative Creative and Information Technology, 4(2), 156-167.
  7. Sutopo, Priyo; , Dedi Cahyadi; , Zainal Arifin;. (2016). “Sistem Informasi Eksekutif Sebaran Penjualan Kendaraan Bermotor Roda 2 Di Kalimantan Timur Berbasis Web”. Jurnal Informatika Mulawarman, Vol 11 No 1.
  8. Luthfie, M. and Sutrisno, J. (2019) “Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Penjualan Dan Jasa Service Aksesoris Motor Berbasis Web Pada Auto39 Bike Shop Menggunakan Unified Modeling Language
  9. Bachtiar, Dede., Atikah. 2015 : 72. “Sistem Informasi Dashboard Kependudukan Di Kelurahan Manis Jaya Kota Tangerang”. Jurnal Sisfotek Global. Vol 5 No 1. Stmik Bina Sarana Global. Issn : 2088 - 1762.
  10. 10,0 10,1 10,2 Samsudin, M., Abdurahman, M., & Abdullah, M. H. (2019). Sistem Informasi Pengkreditan Nasabah Pada Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Baru Kota Ternate Berbasis Web. Jurnal Ilmiah ILKOMINFO-Ilmu Komputer & Informatika, 2(1).
  11. 11,0 11,1 Wijaya, G., & Mandiri, M. S. S. N. (2017). Perancangan Sistem Informasi Pengajuan Kredit Berbasis Web Pada PT. BPR Kredit Mandiri Indonesia Cabang Bekasi. IJSE-Indonesian Journal on Software Engineering, 3(2).
  12. 12,0 12,1 Safari, M. I., Marviyana, M., & Setiawan, I. Perancangan Sistem Pengkreditan Pada Showroom Mobil Alya Motor. Journal Cerita, 2(2), 236-246
  13. 13,0 13,1 Zefriyenni, Z. (2017). Kebijakan Pemberian Kredit Terhadap Penetapan Jumlah Kredit (Studi Khasus Pada Ued-Sp Amanah Sejahtera Sungai Buluh Kecamatansingingi Hilirkabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riau). Edik Informatika, 1(1), 72-80.
  14. Andrawina, L., & Santosa, B. (2017). Kebijakan Pengendalian Persediaan Produk Kategori Sub Part Sepeda Motor Dengan Menggunakan Metode Probabilistik Continuous Review (s, s) Dan Continuous Review (s, q) Untuk Meminimasi Biaya Persediaan Di Pt Xyz Bandung. eProceedings of Engineering, 4(2).
  15. 15,0 15,1 15,2 Ottay, M. C., & Alexander, S. W. (2015). Analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja keuangan pada PT. BPR Citra Dumoga Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 3(1)
  16. Ayuningtias, S. U. (2016). PENGGUNAAN ISTILAH BAHASA ARAB OLEH AKTIVIS ROHIS DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (ANALISIS SEMANTIS DAN SOSIOLINGUISTIK) (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang).
  17. Nurjamiyah, N., & Dewi, A. R. (2018). Analisis Sistem Informasi Pengolahan Data Nilai Mahasiswa Menggunakan PIECES pada Prodi Sistem Informasi STTH-Medan. Query: Journal of Information Systems, 2(2).
  18. Yunus, A., & Rohman, A. C. (2018). Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Lahan Pertanian, Pertambangan, Dan Perindustrian (Softplet) Dengan Menggunakan Metode Smarter. SMARTICS Journal, 4(1), 5-10.
  19. 19,0 19,1 Maulani1G., Septiani, D., & Sahara, P. (2018). RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INVENTORY FASILITAS MAINTENANCE PADA PT. PLN (PERSERO) TANGERANG. ICIT Journal, 4(2), 156-167. Retrieved from http://ejournal.raharja.ac.id/index.php/icit/article/view/90.
  20. Hanafri, Muhammad Iqbal, Siti Maisaroh Mustafa, Arip Hidayat. 2017. Proses Perakitan Trafo Dengan Menggunakan Animasi Multimedia. ISSN : 2088 – 1762. JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol.7 No.1-Maret 2017 Tangerang: SRMIK Bina Saran Global.
  21. Bachtiar, Dede., Atikah. 2015 : 72. “Sistem Informasi Dashboard Kependudukan Di Kelurahan Manis Jaya Kota Tangerang”. Jurnal Sisfotek Global. Vol 5 No 1. Stmik Bina Sarana Global. Issn : 2088 - 1762.
  22. 22,0 22,1 22,2 Rini, P. P., Iqbal, M., & Astuti, D. P. (2016). Rancangan Sistem Informasi Konversi Nilai Mahasiswa Pindahan dan Lanjutan (Studi Kasus di STMIK Bina Sarana Global). Jurnal SISFOTEK Global, 6(1).
  23. Sutopo, P., Cahyadi, D., & Arifin, Z. (2017). Sistem Informasi Eksekutif Sebaran Penjualan Kendaraan Bermotor Roda 2 di Kalimantan Timur Berbasis Web.
  24. Samsudin, I., & Muslihudin, M. (2018). Implementasi web government dalam meningkatkan potensi produk unggulan desa berbasis android. Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi, 1(2), 10-16.
  25. Ayu, F., & Permatasari, N. (2018). PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PKL (PRAKTEK KERJA LAPANGAN) DI DEVISI HUMAS PADA PT PEGADAIAN. Jurnal Intra Tech, 2(2), 12-26.
  26. Rahardja, U., Harahap, E. P., & Pratiwi, S. (2018). Pemanfaatan Mailchimp Sebagai Trend Penyebaran Informasi Pembayaran Bagi Mahasiswa Di Perguruan Tinggi. Technomedia Journal, 2(2), 41-54.
  27. Rafika, A. S., Budiarto, M., & Budianto, W. (2015). Aplikasi Monitoring sistem absensi sidik jari sebagai pendukung pembayaran biaya pegawai terpusat dengan SAP. CCIT Journal, 8(3), 134-146.
  28. Sukma, D. A., Soleh, O., & Yusrina, Y. (2017, November). Analisis Kelayakan Penilaian Kredit Menggunakan Metode Analisa 5C Sebagai Penunjang Keputusan Kredit Pada PT. BPR Hariarta Sedana. In Seminar Nasional Informatika (SNIf) (Vol. 1, No. 1, pp. 395-401).
  29. Valbona Çinaj , Bashkim Ruseti . "Credit Information System in Albania." Advances in Economics and Business 5.2 (2017) 60 – 68
  30. Diavastis, I., Anagnostopoulou, E., Drogalas, G., & Karagiorgos, T. (2016). The interaction effect of accounting information systems user satisfaction and Activity-Based Costing use on hotel financial performance: Evidence from Greece. Accounting and Management Information Systems, 15(4), 757.
  31. Santoso, S., Azizah, N., & Astari, A. (2018). Aplikasi Sistem Informasi Pengajuan Kredit Berbasis Web Pada PD. BPR Kerta Raharja Cabang Balaraja. Konferensi Nasional Sistem Informasi (KNSI) 2018.
  32. Lasminiasih, L., Akbar, A., Andriansyah, M., & Utomo, R. B. (2016). Perancangan Sistem Informasi Kredit Mikro Mahasiswa Berbasis Web. Sriwijaya Journal of Information Systems, 8(1), 131627.
  33. Saputro, J., Roza, C., & Ekawati, M. (2017). RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN ATK PADA PD. BANK PERKREDITAN RAKYAT KERTA RAHARJA KAB. TANGERANG. SENSI Journal, 3(1), 1-13
  34. Maimunah, M., Isnaeni, D., & Ferdiansyah, A. Rancang Bangun Aplikasi Simpan Pinjam pada Koperasi Sami Berbasis Web. Journal Cerita, 2(1), 23-34.

Contributors

Dewinurkhasanah123