SI1514489935: Perbedaan revisi

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari
(←Membuat halaman berisi '<!------------------------------------- Ini Bagian Cover -------------------------------> <br> <div style="font-size: 16pt;font-family: 'times new roman';text-align: c...')
(Tidak ada perbedaan)

Revisi per 13 September 2019 13.45


PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI

PENJUALAN KARTON BOX PADA PT. HORA CITA JAYA



SKRIPSI



Disusun Oleh :

NIM
: 1514489935
NAMA



FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI KOMPUTER AKUNTANSI

UNIVERSITAS RAHARJA

TANGERANG

TA. 2018/2019


UNIVERSITAS RAHARJA


 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI

PENJUALAN KARTON BOX PADA PT. HORA CITA JAYA

Disusun Oleh :

NIM
: 1514489935
Nama
Fakultas
Program Pendidikan
: Strata Satu
Program Studi
Konsentrasi

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, Juli 2019

Rektor
       
Ketua Program Studi
Universitas Raharja
       
Program Studi Sistem Informasi
           
           
           
           
Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si
       
Euis Sitinur Aisyah, M.Kom
NIP : 000603
       
NIP : 060003




UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI

PENJUALAN KARTON BOX PADA PT. HORA CITA JAYA

Dibuat Oleh :

NIM
: 1514489935
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensi

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Komputer Akuntansi

Disetujui Oleh :

Tangerang, Juli 2019

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
   
NID : 10002
   
NID : 15017

UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI

PENJUALAN KARTON BOX PADA PT. HORA CITA JAYA


Disusun Oleh :

NIM
: 1514490348
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Komputer Akuntansi

Tahun Akademik 2018/2019

Disetujui Penguji :

Tangerang, Juli 2019

Ketua Penguji
 
Anggota Penguji I
 
Anggota Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :


UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ARUS KAS DAN

NERACA PADA PT ARBUNCO WIRA PANDEGA


Disusun Oleh :

NIM
: 1514489935
Nama
Fakultas
Program Pendidikan
: Strata 1
Program Studi
Konsentrasi


 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana baik di lingkungan Universitas Raharja maupun di Universitas lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, Juli 2019
Esha Nafis Sumirat
NIM. 1514489935

 

*Tandatangan dibubuhi materai 6.000


ABSTRAKSI

Teknologi informatika semakin cepat berkembang segala kegiatan ataupun akvitas yang ada di dunia ini baik dalam kegiatan operasional maupun kegian non-operasional, salah satunya ialah laporan penjualan perusahaan yang mana harus tepat, akurat dan relavan. Dalam penyusunan laporan penjualan dibutuhkan sistem yang terkomputerisasi, sehingga setiap proses yang berjalan dalam pembuatan laporan pendapatan dapat berjalan secara efektif dan efisien serta di imbangi dengan sumber daya manusia yang memadai. Namun dalam implementasinya, pada PT. Hora Cipta Jaya, belum memiliki sistem yang mencakup seluruh kegiatan, salah satunya pada bagian Marketing dalam pembuatan laporan penjualan masih manual menggunakan Ms. Excel sehingga media yang digunakan masih kurang efektif dan efisien dalam membuat laporan penjualan sehingga dibutuhkan suatu sistem informasi penjualan yang dapat menghasilkan laporan penjualan yang lebih efektif dan efisien dalam proses pembuatan laporan penjualan. Penelitian ini menggunakan metode analisa Value Chain (Rantai Nilai), elisitasi kebutuhan sistem, serta pemodelan sistem dengan menggunakan UML (Unified Modelling Language) untuk menggambarkan secara visualisasi, yang selanjutnya diimplementasikan dengan bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor (PHP) dengan basis data MySQL-Server sebagai database yang digunakan. Dengan adanya perancangan sistem informasi penjualan, dapat mempermudah Marketing untuk menghasilkan laporan penjualan yang akurat dengan waktu yang cepat, sehingga dapat menciptakan kinerja yang efektif dan efisien, serta dapat menunjang evaluasi dalam pengendalian internal bagi pimpinan terhadap laporan.

Kata Kunci: Penjualan, Laporan, Laporan Penjualan


ABSTRACT

Informatics technology is growing rapidly all the activities or akvitas that exist in this world both in operational activities and non-operational, one of which is The company’s sales report which must be accurate and relavan. In the preparation of sales reports computerized system is needed, so that every process that runs in making sales reports can run effectively and efficiently and in balance with adequate human resources. But in its implementation, at PT. Hora Cipta Jaya, does not have a system that covers all activities, one of them is Marketing in making sales report still manual using Ms. Excel so that the media used is still very likely the occurrence of human error so that required a sales information system so that it can reduce sales reports that are more effective and efficient in the process of making income reports. This research uses Value Chain analysis method, system requirement elicitation, and system modeling using UML (Unified Modeling Language) to describe visualization, which is then implemented with Hypertext Preprocessor (PHP) programming language with MySQL-Server database as database used. With the design of sales information system, it can facilitate Marketing of PT. Hora Cipta Jaya to produce accurate sales reports with a fast time, so as to create effective and efficient performance, and can support the evaluation in internal control for the leadership of the report.

Keywords : Revenue, Reports, Sales Report



KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Skripsi ini dengan baik. Adapun judul yang diambil dalam penyusunan laporan skripsi ini adalah "Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi penjualan Karton Box pada PT. Hora Cipta Jaya".

Laporan ini merupakan hasil penelitian pada PT. Hora Cita Jaya Unit Marketing, sebagai salah satu syarat yang ditempuh oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar S.Kompada jenjang Strata Satu Jurusan Sistem Informasi pada Universitas Raharja. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan banyak pihak, maka penulis tidak dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat waktu.

Penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan Skripsi ini, antara lain:

  1. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si selaku selaku Rektor Universitas Raharja.
  2. Bapak Dr. Henderi, S.Kom., M.Kom selaku selaku Dekan Fakultas Universitas Raharja.
  3. Bapak Padeli, M.Kom selaku Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Raharja.
  4. Ibu Euis Sitinur Aisyah, M.Kom. selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi.
  5. Ibu Nur Azizah,M.Akt., M.Kom Selaku Dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis sehingga Skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
  6. Ibu Erna Astriyani, S.Kom., M.T.I sebagai Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, masukan dan motivasi kepada penulis.
  7. Bapak dan Ibu Dosen serta Staff Universitas Raharja yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan dan motivasi kepada penulis.
  8. Ibu Rika Emilasari, yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian di PT. Hora Cipta Jaya.
  9. Semua staff PT. Hora Cita Jayayang telah membantu penulis dan memberikan dukungan selama melakukan penelitian.
  10. Suami, Orang Tua, Mertua Kakak, Adik, dan Keluarga yang telah memfasilitasi dan selalu memberikan perhatian penuh yang begitu besar kepada penulis untuk selalu bersemangat dalam mencari ilmu, dan memberikan begitu banyak arahan yang positif bagi kehidupan penulis.
  11. Serta semua rekan yang tidak dapat disebutkan satu-persatu sehingga terwujudnya penulisan laporan penelitian skripsi ini,penulis ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.

Penulis menyadari bahwa dalam penyajian dan penyusunan laporan penelitian skripsi ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, baik dalam penulisan, penyajian ataupun isinya. Oleh karena itu, penulis senantiasa menerima kritikan dan saran yang bersifat membangun agar dapat dijadikan acuan bagi penulis untuk menyempurnakannya dimasa yang akan datang.

Akhir kata, penulis mengucapkan terimakasih atas perhatian dari pembaca dan semoga laporan penelitian skripsi ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi seluruh pembaca sekalian.


Tangerang, Juli 2019
Esha Nafis Sumirat
NIM. 1514489935

DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL FLOWCHART


DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM


DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM


DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM


DAFTAR SIMBOL CLASS DIAGRAM


DAFTAR TABEL

Tabel 3.1: Elisitasi Tahap I

Tabel 3.2: Elisitasi Tahap II

Tabel 3.3: Elisitasi Tahap III

Tabel 3.4: Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1. Perbedaan Sistem Berjalan Dengan Sistem Usulan

Tabel 4.2. Master Kategori

Tabel 4.3. Master Kategori Detil

Tabel 4.4 Master Data Menu

Tabel 4.5. Master Pelanggan

Tabel 4.6. Master Data Role

Tabel 4.7. Master Sales

Tabel 4.8. Master User

Tabel 4.9. Transaksi Per Order

Tabel 4.10. Time Schedule

Tabel 4.11. Estimasi Biaya


DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Karateristik Sistem

Gambar 3.1. Struktur Organisasi

Gambar 3.2. Usecase Diagram Sistem Yang Berjalan

Gambar 3.3. Activity Diagram

Gambar 3.4. Sequence Diagram Target

Gambar 4.1. Use Case Diagram Sistem Usulan

Gambar 4.2. Activity Diagram Sistem Usulan

Gambar 4.3. Sequence Sistem Usulan

Gambar 4.4. Class Diagram

Gambar 4.5. Tampilan Halaman Login

Gambar 4.6. Tampilan Halaman Dashboard


Daftar isi


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perkembangan teknologi pada saat ini sangat pesat sekali terutama teknologi di bidang informasi komunikasi, baik dari sisi kecepatan maupun kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi yang dibutuhkan juga semakin berkembang.

Sistem Informasi merupakan salah satu hal terpenting dalam suatu perusahaan, Dengan adanya sistem informasi maka suatu organisasi atau perusahaan dapat menjamin kualitas informasi yang disajikan dan dapat mengambil keputusan dari informasi yang disajikan tersebut. Seiring berkembangnya teknologi maka kebutuhan informasi yang cepat, tepat dan akurat sangat diperlukan. Karena itu, keberadaan sistem informasi sangat mutlak bagi perusahaan dalam menjalankan proses bisnisnya.

PT. Hora Cipta Jaya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri karton box. Karton box yang diproduksi mencakup beberapa macam tipe dan proses penjualannya yaitu mengerjakan produk sesuai dengan tipe dan design yang diinginkan oleh pelanggan. Dalam pelaksanaan pengolahan data penjualan pada bagian Marketing, sudah menggunakan alat pengolah data (komputer), namun proses pengolahan datanya dilakukan secara semi komputerisasi, yaitu dengan menginput data penjualan berdasarkan surat jalan yang didapatkan dari bagian gudang menggunakan Microsoft Excel, sehingga dalam menghasilkan laporan penjualan sering terjadi selisih jumlah barang yang dikirim antara data pengiriman dibagian gudang dengan data laporan penjualan dibagian marketing, maka dari itu diperlukan sebuah perancangan sistem informasi yang dapat menghasilkan sebuah laporan penjualan yang dapat menghitung jumlah penjualan secara otomatis baik berdasarkan jumlah barang ataupun jumlah harga, agar naninya dapat meminimalisir terjadinya selisih jumlah barang yang dikirim tersebut sehingga sebuah laporan penjualan penjualan yang disajikan dapat membatu pimpinan dalam mengambil keputusan.

Selain itu laporan penjualan merupakan salah satu hal yang harus dihasilkan secara cepat, tepat dan akurat sehingga diperlukan pengelolaan data yang lebih baik. Karena laporan penjualan merupakan unsur yang penting dalam perusahaan, dan melalui laporan penjualan ini kita dapat mengetahui sudah berapa banyak produk yang terjual, sehingga memudahkan pimpinan dalam pembuatan keputusan yang rasional.

Pembuatan aplikasi sistem informasi penjualan sangat memerlukan dukungan dari setiap bagian yang ada karena perlu penyesuaian dari segi manusia dan sumber daya yang tersedia pada perusahaan. Sebelum tahap pembuatan dan implementasi dilakukan perlu dilakukann tahapan rancangan yang memerlukan banyak dukungan dari pihak manajemen organisasi.

Pada dasarnya semua yang dilakukan bertujuan agar sistem dapat berjalan dengan baik, terutama kebutuhan akan informasi-informasi penting dalam manajemen atau administrasi menjadi lebih terkontrol. Sejalan dengan permasalahan diatas maka penulis mengambil judul “Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Karton Box pada PT. Hora Cipta Jaya”.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka penulis dapat mengambil beberapa pokok permasalahan dari beberapa obyek penelitian sistem informasi penjualan karton box pada PT. Hora Cipta Jaya

  1. Bagaimana sistem informasi penjualan yang berjalan pada PT. Hora Cipta Jaya?
  2. Apakah dengan sistem informasi penjualan yang sedang berjalan data laporan pengiriman barang dari bagian gudang dengan laporan penjualan dibagian marketing sudah sesuai ?
  3. Bagaimana Merancang Sistem informasi penjualan yang dapat membatu Marketing dalam membuat laporan penjualan yang dapat ditampilkan secara otomatis?

Ruang Lingkup Penelitian

Agar dalam pembahasan masalah lebih terarah dan berjalan dengan baik, maka perlu dibuat batasan masalah sehingga tidak menimbulkan kekeliruan pada pembahasan selanjutnya. Adapun penelitian ini akan mendeskripsikan bagaimana proses mulai dari barang jadi yang masuk ke bagian gudang, pengiriman barang jadi ke pelanggan disertai surat jalan, setelah barang dikirim surat jalan asli dikembalikan oleh pelanggan ke bag. Gudang, bagian gudang menginput laporan pengiriman barang, surat jalan masuk kebagian marketing, sampai dengan laporan penjualan yang diinput oleh marketing berdasarkan surat jalan.

Tujuan dan Manfaat

Tujuan Penelitian

  1. Membuat sistem informasi penjualan yang dapat menghasilkan laporan penjualan secara otomatis.
  2. Menjadikan sistem informasi penjualan yang dapat memudahkan Marketing dalam membuat laporan penjualan.
  3. Merancang sistem informasi laporan penjualan yang dapat menhitung jumlah barang yang terjual secara otomatis.

Manfaat Penelitian

  1. Agar data penjualan pada setiap bagian terkait dapat terintegrasi dengan sistem informasi penjualan berbasis web.
  2. Memudahkan Marketing dalam menyusun laporan penjualan yang dapat mengitung data secara otomatis.
  3. Meningkatkan kinerja Marketing dalam penyusunan laporan penjualan secara otomatis dengan sistem usulan yang dibuat.

Metode Penelitian

Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan 3 (tiga) pendekatan yaitu sebagai berikut:

  1. Metode Observasi (Observasi Research)
    Pada metode ini penulis melakukan analisa terhadap masalah yang ada dengan cara mengamati sumber, pengumpulan dan pengolahan data penjualan di bagian Marketing, baik berupa dokumen transaksi, catatan-catatan, maupun laporan.
  2. Metode Wawancara (Interview Research)
    Metode ini dilakukan dengan cara pengumpulan data melalui tanya jawab langsung dengan Ibu Shara Vertriani sebagai Marketing PT. Hora Cita Jaya yang berhubungan dengan data penjualan dan memahami hal yang akan diteliti sesuai dengan tujuan penelitian.
  3. Metode Study Pustaka (Library Research)
    Metode study kepustakaan dilakukan untuk menunjang metode wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dilakukan yaitu dengan membaca dan mempelajari beberapa buku yang berhubungan dengan teori yang dibahas dalam laporan ini, melalui sumber-sumber dari kepustakaan dan diinternet.

Metode Analisa

1. Metode Analisa Sistem

Berkaitan dengan analisa sistem dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Rantai Nilai (Value Chain) Nilai (Value Chain). Rantai nilai (Value Chain) merupakan metode yang menggambarkan seluruh aktifitas didalam perusahaan dalam sebuah nilai. Aktifitas yang didalamnya menjadikan suatu nilai berharga bagi pelanggan untuk dapat memahami keunggulan kompetitatif terhadap keunggulan dari perusahaan lain, dengan Metode Rantai Nilai (Value Chain) dapat membantu menganalisa aktifitas yang ada dalam kinerja Markting di PT. Hora Cipta Jaya, yang dapat meminimalisir kesalahan dalam kinerja seperti pembuatan laporan penjualan salah satunya.

Metode Perancangan Sistem

Untuk menganalisa program yang dirancang, penulis menggambarkannya dengan menggunakan Unified Modelling Language (UML). Setelah pembuatan visualisasi alur program, maka pekerjaan selanjutnya adalah perancangan detail program dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySql.

Metode Prototipe

Metode Prototype adalah proses iteratif dalam pengembangan sistem dimana kebutuhan diubah kedalam sistem yang bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara pengguna (user) dan analis.

Metode prototipe yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode prototipe throw-away karena didalam pendekatan sistem prototipe ini akan dibuang dan sistem finalnya akan dibangun dari awal.

Metode Testing

Pada perancangan sistem informasi ini Penulis menggunakan metode Black Box Testing yaitu cara pengujian dengan melakukan percobaan beberapa operasi terhadap beberapa halaman yang melakukan komunikasi dengan database, kemudian menganalisis apakah ada kesalahan atau tidak. Jika ada modul yang menghasilkan output yang tidak sesuai dengan proses bisnis yang dilakukan, maka penulis segera melakukan perbaikan kode program, kemudian di-compile ulang.

Metode Perancangan Sistem

Perancangan sistem menggunakan metode Unified Modelling Language (UML) yang akan dituangkan dalam tahap : pembuatan Use Case Diagram, Sequence Diagram, Activity Diagram, dan Class Diagram serta penjabaran rancangan basis data dan spesifikasi data, yang menggunakan beberapa software dalam perancangannya antara lain : PHP MyAdmin, Navicat, Apache, MYSQL, Visual Paradigma, dan Chrome.

Sistematika Penulisan

Agar dapat lebih memahami penjelasan dalam Laporan Skripsi ini, maka peneliti mengelompokkan menjadi beberapa sub bab. Dimana antara bab yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan.

Adapun penyusunan bab-bab dengan sistematika penyampaian adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini menjelaskan antara lain yaitu latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat,metode penelitian,dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan dijelaskan definisi-definisi yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas pada bagian sistem yang berjalan saat ini, seperti landasan teori yang membahas tentang konsep dasar sistem laporan penjualan serta membahas teori-teori pendukung lainnya yang berhubungan dengan topik yang akan dibahas dalam penelitan dan literature review.

BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN

Pada bab ini menjelaskan tentang teori-teori dan definisi yang berhubungan dengan penulisan laporan Skripsi yaitu gambaran umum tinjauan organisasi, sejarah organisasi, struktur orga nisasi dan fungsi-fungsinya, penjelasan tentang wewenang dan tanggung jawab, UML yang digunakan seperti Usecase Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram yang menggambarkan analisa sistem yang berjalan dan permasalahan pokoknya dengan menggunakan analisa value chain, serta alternatif pemecahan masalah, elisitasi tahap 1,2,3, dan draft final.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini menjelaskan rancangan sistem yang diusulkan pada PT. Hora Cipta Jaya yang meliputi Usecase Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram, dan Class Diagram, spesifikasi basis data, kebutuhan stakeholder, rancangan layar, dan rancangan implementasi program.

BAB V PENUTUP

Pada bab ini berisi tentang kesimpulan hasil dari penelitian dan menjawab dari tujuan penelitian yang diajukan serta saran-saran seputar pengembangan sistem kedepan sesuai kebutuhan stakeholder yang diperlukan untuk melakukan perbaikan di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB II
LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

a. Definisi Sistem

Menurut Hutahaean (2015:2),[1] “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran yang tertentu. Sistem dikelompokkan menjadi dua bagian yang menekan pada prosedurnya dan ada yang menekankan pada elemennya. Kedua kelompok ini adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya”

Menurut M.Thoha dkk (2015:78),[2]“Sistem berasal dari bahasa latin (sistema) dan bahasa yunani (sustema) adalah satu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energy untuk mencapai suatu tujuan, istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set etitas yang berinteraksi, dimana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Menurut Mulyati, dkk(2018:119), “Sistem didefinisikan sebagai serangkaian tindakan yang saling berhubungan dan berkaitan untuk melkukam dan mencapai tugas bersama-sama. Kata ‘sistem’ mengandung arti kumpulan dari komponen - komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dan lainnya.

Berdasarkan pengertian menurut para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa Sistem adalah suatu kumpulan/grup elemendari komponen-komponen yang saling terhubung, dipergunakan untuksuatu set etitas yang berinteraksiyang mempunyai tujuan yang sama.


Karakteristik Sistem

Menurut Hutahaean (2015:3),[1] Supaya sistem itu dikatakan sistem yang baik memiliki karakteristik sistem yaitu:

  1. Komponen Sistem (components system)
    Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
  2. Batasan Sistem (boundary system)
    Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
  3. Lingkungan Luar Sistem (environment)
    Lingkungan luar sistem (environment) adalah diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
  4. Penghubung Sistem (interface system)
    Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan simber-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukkan (input) untuk subsistem lain dari penghubung.
  5. Masukan Sistem (input system)
    Masukkan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenance input), dan masukkan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Contoh dalam sistem computer program adalah maintenance input sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
  6. Keluaran Sistem (output system)
    Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
  7. Pengolahan Sistem (processing system)
    Sustu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran. Sistem produksi akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, sistem akuntansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan keuangan.
  8. Sasaran Sistem
    Suatu siistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilakn sistem.


Gambar 2.1 : Karateristik Sistem

Klasifikasi Sistem

Menurut Mustakini dalam Amin (2017:114),[3] Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akutansi, sistem produksi dan lain sebagainya.
  2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine sistem atau ada yang menyebut dengan man-machine sistem. Sistem informasi merupakan contoh manmachine sistem, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
  3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu dan sistem tak tentu (probabilitas system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti. Sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem interaksi yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksikan karena mengandung unsur probabilitas.
  4. Sistem diklasisfikasikan sebagai sistem tertutup (close system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sitem yang benarbenar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed sistem (secara relatif tertutup,tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka system harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatip tertututp karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.

Konsep Dasar Data

a. Definisi Data

Definisi data menurut Indriyani dan Humdiana yang dikutip oleh Randy Richi Wuaya Jermias dalam Jurnal EMBA (2016:818),[4] “Fakta-fakta, simbol dan karakter data atau observasi yang menggambarkan suatu fenomena tertentu”.

Menurut Terry dalam buku Hutahaen (2016:8), “Pengolahan data adalah serangkaian operasi atas informasi yang di rencanakan guna mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan”.

8 unsur pokok pengolahan data, yaitu :

  1. Membaca
  2. Menulis, Mengetik
  3. Mencatat atau mencetak
  4. Menyortir
  5. Menyampaikan atau memindahkan
  6. Menghitung
  7. Membandingkan
  8. Menyimpan

Konsep Dasar Informasi

a. Definisi Informasi

Menurut Mulyati dkk (2018:119), “Informasi adalah sebuah nilai, arti atau manfaat yang dihasilkan dari proses pengolahan berbagai sumber data”.

Sedangkan Menurut Lusyani dkk (2015:80),[5] ”Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya, dan bermanfaat dalam mengambil sebuah keputusan”.

Menurut Sitohang dalam Journal Of Informatic Pelita Nusantara Vol. 3 No. 1 (2018:7), mengatakan bahwa, “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerima”

Dari pernyataan para ahli mengenai definisi informasi, dapat disimpulkan, informasi adalah data ataunilaiyang dihasilkandariberbagai cara agar dapat tersusun menjadi sebuah informasi yang baik dan dapat menjadikan informasi tersebut sebagai untukmengambilkeputusan.

b. Kualitas Informasi

Menurut Nur Azizah, dkk dalam Jurnal SENSI (2017:16),[6] kualitas suatu informasi tergantung dari 3 (tiga) hal, yaitu informasi harus akurat, tepat waktu dan relevan. Penjelasan tentang kualitas informasi tersebut dipaparkan di bawah ini :

  1. Relevan (Relevance)
    Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya, dimana relevansi informasi untuk tiap-tiap individu berbeda tergantung pada yang menerima dan yang membutuhkan. Nilai informasi ditentukan oleh dua hal yaitu manfaat dan biaya. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya
  2. Akurat (Accurate)
    Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena biasanya dari sumber informasi sampai penerima informasi ada kemungkinan terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.
  3. Tepat Waktu (Timeliness)
    Informasi yang datang pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan suatu landasan dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat maka dapat berakibat fatal bagi organisasi.

c. Nilai Informasi

Menurut Azizah, dkk dalam Jurnal SENSI (2017:17),[6] ada 10 Sifat yang dapat menentukan nilai informasi yaitu sebagai berikut :

  1. Mudah diperoleh (Accesibility)
    Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah.
  2. Luas dan lengkap (Comprehenshiveness)
    Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup atau cakupan yang luas dan lengkap.
  3. Ketelitian (Accuracy)
    Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi.
  4. Kecocokan dengan pengguna (Relavance)
    Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya.
  5. Ketepatan waktu (Timelines)
    Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat.
  6. Kejelasan (Clarity)
    Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi.
  7. Keluwesan (Flexibility)
    Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi.
  8. Dapat dibuktikan (Verified)
    Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya.
  9. Tidak ada prasangka
    Yaitu informasi tidak dapat diubah untuk mendapatkan keputusan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
  10. Dapat diukur (Measurable)
    Informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

a. Definisi Sistem Informasi

Sistem informasi menurut Khanna dkk dalam Jurnal CCIT (2015:33),[7] “Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.

Menurut Harfizar, dkk dalam Jurnal SENSI (2017:190-207),[8] “Sistem informasi adalah komponen-komponen yang membentuk sistem yang menghasilkan suatu informasi yang berfungsi sebagai penyedia informasi atau laporan”

Menurut Rachmadi, dkk dalam Jurnal SISFOTEK GLOBAL Vol. 7 No. 1 (2015:96),[9] “Sistem informasi merupakan gabungan dari empat bagian utama. Keempat bagian utama tersebut mencakup perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih”

Dari pengertian sistem informasi menurut para ahli, dapat disimpulkan, sistem informasi ialah suatu komponen yang membentuksuatusistem yang ada didalam suatu instansi, yang mengelola suatu sistem tersebut denganmenyediakan informasi untuk mendukung operasi manajemen, dalam suatu organisasi

Unified Modeling Languange (UML)

a. Definisi UML

Menurut Maimunah dalam jurnalnya (2016) “UML(Unified Modeling Language) merupakan bahasa visual dalam permodelan yang memungkinkan pengembang system membuat sebuah blueprint yang dapat menggambarkan visi mereka tentang sebuah sistem dalam format yang standar, mudah dimengerti dan menyediakan mekanisme untuk mudah dikomunikasikan dengan pihak lain”.

Menurut Sutrisno dalam jurnalnya (2017), “UML (Unified Modeling Language) adalah perangkat lunak yang berparadigma “berorientasi objek”. Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami”.

b. Jenis-Jenis Diagram UML

Menurut Mulyani (2017:244)Diagram-diagram yang terdapat pada UML sangat banyak, berikut ini beberapa diagram yang sering digunakan dalam pengembangan sistem.

  1. Use Case Model
    Use Case Model merupakan kumpulan diagram dan text yang saling bekerja sama untuk mendokumentasikan bagaimana user (aktor) berinteraksi dengan sistem.
  2. Class Diagram
    Class Diagram adalah diagram yang digunakan untuk mempresentasikan kelas, komponen-komponen kelas dan hubungan antara masing-masing kelas.
  3. Object Diagram
    Object Diagram adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan dan mempresentasikan objek dan hubungan antar objek tersebut.
  4. Activity Diagram
    Activity Diagram memiliki kemampuan untuk melakukan percabangan aktivitas.
  5. Sequence Diagram
    Sequence Diagram adalah diagram yang menggambarkan interaksi antar objek. SequenceDiagram secara khusus menjabarkan behavior sebuah skenario tunggal.
  6. Collaboration Diagram
    Collaboration Diagram hampir sama dengan sequence diagram, bahkan ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa collaboration diagram merupakan pengganti (substitusi) dari sequence diagram.
  7. Statechart Diagram
    Statechart Diagram adalah teknik umum yang digunakan untuk menggambarkan behavior sebuah sistem. Berbagai bentuk statechart telah ada sejak tahun 1960-an dan pemodelan berorientasi objek adalah yang paling awal mengadopsinya untuk menampilkan behavior.
  8. Component Diagram
    Component Diagram adalah diagram yang menggambarkan dan mempresentasikan model fisik dan implementasi sistem (software) seperti misalnya model arsitektur hardware, integrasi, dan distribusi implementasi software pada arsitektur hardware yang sudah ditetapkan.
  9. Deployment Diagram
    Deployment Diagram adalah diagram yang mempresentasikan model fisik dari hardware serta integrasi dan distribusi software pada arsitektur hardwaretersebut.</distribusi>

Konsep Dasar Elisitasi

a. Definisi Elisitasi

Menurut Sunarya, dkk dalam Jurnal Innovative Creative and Information Technology (ICIT) (2015:18)[10] “Elisitasi adalah Rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi”.

Menurut Siahaan dalam jurnal M.Iqbal Dzulhaq, Rahmat Tullah, dan Putra Satia Nugraha (2017:1),[11] “Elisitasi adalah pengumpulan kebutuhan aktivitas awal dalam rekayasa kebutuhan (Requirements Engineering). Sebelum kebutuhan dapat dianalisis, dimodelkan, atau ditetapkan, kebutuhan harus dikumpulkan melalui proses elisitasi".

    b. Tahapan Elisitasi

    Menurut Dede Bachtiar dan Atikah dalam Jurnal Sisfotek Global (2015:74),[12] “Elisitasi berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Elisitasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu sebagai berikut :

  1. Elisitasi Tahap I.
    Pada tahap ini elisitasi berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.
  2. Elisitasi Tahap II.
    Pada tahap ini elisitasi merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.Berikut penjelasan mengenai Metode MDI (Mandatory Desirable Inessential):
    1. M pada MDI itu artinya Mandatory (Penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.
    2. D pada MDI itu artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih perfect.
    3. I pada MDI itu artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.
  3. Elisitasi Tahap III.
    Pada tahap ini elisitasi merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu sebagai berikut:
    1. T artinya Tehnikal, maksudnya bagaimana tata cara / tehnik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan?
    2. O artinya Operasional, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan?
    3. E artinya Ekonomi, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem? Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:
      1. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena tehnik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.
      2. Middle (M) : Mampu untuk dikerjakan
      3. Low (L) : Mudah untuk dikerjakan
  4. Final draft elisitasi, merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Definisi PHP

Menurut Supono (2016:3), “PHP (Hypertext Prepocessor) adalah suatu bahasa pemrograman yang digunakan untuk menerjemahkan baris kode program menjadi kode mesin yang dapat dimengerti oleh komputer yang bersifat server-side yang dapat ditambahkan kedalam”.

Menurut Jubilee Enterprise (2017:1),“PHP merupakan bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi berasis website”.

Definisi Framework

Menurut Amit S. Thwari dan Dr. S.E. Yedey yang berjudul “STUDY OF CODEIGNITER TECHNOLOGY” dalam International Journal of Research in Computer & Information Vol. 1 No. 2 (2016:2) Mengatakan framework adalah seperangkat perpustakaan yang disusun dalam desain arsitektural untuk memberikan kecepatan, akurasi, kenyamanan dan konsistensi dalam pengembangan aplikasi semacam itu, kerangka kerja tersebut memuat unsur-unsur berikut:Jika kerangka kerja ini dikaitkan dengan kata PHP, maka bisa diartikan sebagai kerangka kerja yang memudahkan pengembangan web dengan menggunakan bahasa PHP.

Definisi Framework Codeigniter

Menurut Shan dan Hua yang dikutip oleh Ahmad Leo Yudanto, dkk dalam Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (2017:629) Framework adalah “Sebuah arsitektur yang terbuka yang dibuat berdasarkan pada standar pengembangan perangkat lunak yang diterima secara umum”.

Sedangkan menurut Betha Sidik yang dikutip oleh Mara Destiningrum dan Qadhli Jafar Adrian dalam Jurnal Teknoinfo (2017:8) mengatakan bahwa “Framework adalah kumpulan intruksi-intruksi yang dikumpulkan dalam class dan function-function dengan fungsi masing-masing untuk memudahkan developer dalam memanggilnya tanpa harus menuliskan syntax program yang sama berulang-ulang serta dapat menghemat waktu”.

Menurut Betha Sidik (2018:2), “Codeigniter (CI) adalah framework pengembangan aplikasi (application development framework) dengan menggunakan PHP, suatu kerangka pembuatan program dengan menggunakan PHP. Pengembangan dapat langsung menghasilkan program dengan cepat, dengan mengikuti kerangka kerja untuk membuat yang telah disiapkan oleh framework CI ini.

Definisi HTML

Menurut Fauzan Masykur dan Fiqiana Prasetiyowati dalam Jurnal STI (2016:95), mengemukakan bahwa “HTML (Hypertext Markup Language) merupakan kumpulan dari symbol atau tag-tag yang dituliskan dalam sebuah file yang dimaksudkan untuk penampilan halaman pada web browser”.

Sedangkan, menurut Priyanto Hidayatullah dan Jauhari K.K (2015:13), HTML (Hypertext Markup Language) adalah “Bahasa standard yang digunakan untuk menampilkan halaman web”. HTML biasa dilakukan :

  1. Mengatur tampilan dari halaman web dan isinya.
  2. Membuat tabel dalam halaman web.
  3. Mempublikasikan halaman web secara online.
  4. Membuat form yang bisa di gunakan untuk menangani registrasi dan transaksi via web.
  5. Menambahkan objek-objek seperti citra, audio, video, animasi, java applet dalam halaman web.
  6. Menampilkan area gambar (canvas) di browser.

Dapat disimpulkan bahwa HTML adalah sebuah Bahasa pemrograman yang terdiri dari teg-teg yang berfungsi untuk membuat sebuah halaman web.

Definisi CSS

Menurut Rohi Abdulloh (2018:7), “CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheet yaitu dokumen web yang berfungsi mengatur elemen HTML dengan berbagai properti yang tersedia sehingga dapat tambil dengan berbagai gaya yang diinginkan”.

Menurut Taryana Suryana dan Koesheryatin (2014:101), “CSS (Cascading Style Sheet) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu website.

Menurut Vivian Siahaan dan Rismon Hasibolan Sianipar (2018:26), “sebuah teknologi W3C yang dinamakan CSS (Cascading Style Sheet) yang memampukan pembuat dokumen untuk menetapkan presentasi elemen-elemen sebuah halaman web (misalnya; jenis huruf, pengaturan spasi, warna dll) yang terpisah dari struktur domumen (bagian kepala, teks tubuh, link dan lainnya)”.

Definisi XAMPP

Menurut Rahman (2015:80), “XAMPP adalah suatu bundel web server yang populer digunakan untuk coba-coba diwindows karena kemudahan instalisasinya. Bundel program open source tersebut berisi antara lain server web Apache, interpreter PHP dan basis data MySQL”.

Menurut Er. Saurabh Walia dan Er. Satinderjit Kaur Gill dalam International Journal of Computer Science and Mobile Computing (IJCSMC) (ISSN 2320-088X) Volume 3, Issue 8, August 2015 XAMPP memiliki 4 (empat) komponen utama, yaitu :

  1. Apache, web server online yang paling populer dengan penggunaan hampir 54% dari seluruh situs. Apache adalah aplikasi web server yang memproses dan memberikan konten web ke komputer.
  2. MySQl, merupakan aplikasi open source yang menyediakan sistem pengaturan database.
  3. PHP, adalah bahasa script di sisi server yang banyak dipakai beberapa situs paling popoler di dunia, termasuk WordPress dan Facebook. PHP banyak digunakan oleh para pengembang aplikasi karena merupakan open source dan mudah dipelajari.
  4. Perl, Perl adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dinamis yang digunakan secara luas dalam pemrograman jaringan, sistem admin, dan lain-lain.

Definisi Notepad++

Menurut Murya (2016:8), “Notepad++ merupakan aplikasi gratis yang memiliki fitur yang sangat berguna bagi programmer atau developer dalam membuat program. Notepad++ menggunakan komponen Scintila untuk dapat menampilkan dan menyunting teks dan berkas kode sumber berbagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada system operasi Microsoft Windows”. <p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:2;">Menurut Murya (2016:8), Dalam notepad++ terdapat beberapa fitur-fitur .Fitur-fitur pada Notepad++ antara lain:

  1. WYSIWYG
  2. User Defined Syntax Highlighting
  3. Multi – Document Tabs
  4. Regular Expression Search/Replace Supported
  5. Full Drag ‘N Drop Supported
  6. Dynamic Position of Views
  7. File Status Auto-Detection
  8. Zoom in and Zoom out
  9. Multi-Language Environtment Supported
  10. Bookmark
  11. Brace and Indent gudeline Highlighting
  12. Marco recording and playback dll

Berdasarkan pendapat yang di kemukakan di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa notepad++ memiliki fitur yang sangat berguna bagi programmer atau developer dalam membuat program.

Teori Khusus

Penjualan

a. Definisi Penjualan

Menurut Abdullah Thamrin dan Francis Tantri dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran (2016:3) “Penjualan adalah bagian dari promosi dan promosi adalah salah satu bagian dari seluruh sistem pemasaran.”

Menurut Ir. FI. Titik Wijayanti, MM (2017:3) “Penjualan adalah suatu sistem kegiatan bisnis yang di rancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai target pasar dan sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan.”

Disimpulkan bahwa penjualan adalah proses promosi suatu produk kepada pelanggan yang dapat menciptakan suatu nilai dan menciptakan hubungan ke pelanggan untuk mencapai suatu taget yang sudah di tentukan oleh perusahaan.

b. Konsep Dasar Penjualan

Menurut Ir. FI. Titik Wijayanti, MM (2017:3) pemasaran merupakan suatu upaya bagaimana kita menyampaikan ide – ide atau produk – produk atau jasa kita kepada orang orang yang menjadi sasaran atau target (pasar). Penyampaian ini bertujuan agar produk – produk atau ide – ide kita dapat diterima oleh pancaindera target secara menyeluruh.

Pesan dari produk itu harus menarik dan menjadi pokok pikiran (top of mind) target sasaran, sehingga pesan akan mendapatkan tanggapan yang sanagat positif dan menghasilkan masukan yang tak terduga dari target.

Pemasaran terdiri dari beberapa komponen penting, komponen tersebut membentuk satu kesatuan yang saling bergantung, yaitu:

  1. Perusahaan
  2. Karyawan
  3. Konsumen

Pengertian Marketing

Kotler dan Keller (2016:27) Marketing is the activity, set of institutions, and processes for creating, communicating, delivering, and exchanging offerings that have value for customers, clients, partners, and society at large. Arti dari definisi tersebut, pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menghantarkan dan memberikan nilai pelanggan yang unggul.

Pengertian gudang

Gudang merupakan salah satu bagian dari suatu organisasi pabrik yang mempunyai peran sangat viral di dalam menjamin kelancaran proses produksi dan distribusi barang ke konsumen. Salah satu hal yang penting dalam mencapai kepuasan pelanggan dan pemasaran adalah tersedianya barang yang diminta oleh konsumen dengan kualitas yang sesuai, harga yang murah dalam waktu yang cepat dan biaya yang serendah mungkin. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola manajemen distribusi, khususnya hal-hal yang berkaitan dengan gudang dan pergudangan.

Menurut Martono (2015:343)[13] “gudang adalah tempat penyimpanan sementara dan pengambilan inventory untuk mendukung kegiatan operasi bagi proses operasi berikutnya, ke lokasi, distribusi, atau kepada konsumen akhir”. 14 Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa gudang adalah lokasi penyimpanan barang-barang dagangan baik secara fisik maupun secara virtual, yang fungsi utamanya adalah menyimpan sisa kuantitas stok barang yang terjadi akibat proses transaksi penjualan, retur, pembelian, dan lain-lain. Gudang dapat didefinisikan sebagai tempat yang dipersiapkan untuk menyimpan barang yang akan digunakan dalam produksi sampai barang diminta sesuai dengan jadwal. Selain itu gudang juga dapat digunakan sebagai sarana tempat jual beli (pasar) hasil produksi. Sejak dulu, gudang juga berfungsi sebagai:

  1. Menyimpan barang untuk sementara waktu sambil menunggu giliran untuk diproses.
  2. Memantau pergerakan dan status barang.
  3. Meminimumkan biaya pergerakan barang, peralatan, dan karyawan.
  4. Menyediakan media komunikasi dengan konsumen mengenai barang.
  5. Titik penyeimbang aliran inventory dan barang.

Jika inventory berlebih, diletakkan digudang setelah itu, bagian gudang harus memastikan bahwa inventory atau barang disimpan dengan baik, terjaga kondisinya, dan tercatat statusnya sehingga tidak ada modal perusahaan yang hilang akibat kesalahan pengawasan digudang. Tujuan manajemen pergudangan adalah dengan mengoptimalkan penggunaan ruang didalam gudang, mengefektif pekerjaan karyawan dan peralatan gudang, menyediakan akses ke inventori terbaik bagi karyawan gudang, dan menjamin efektivitas pergerakan inventori atau barang didalam gudang. Manajemen pergudangan merupakan suatu tatanan untuk mengelola pergudangan dan pendistribusian barang-barang agar barang yang tersimpan tetap dalam 15 keadaan baik dan didistribusikan kepada para peminta pada waktu, spesifikasi, dan jumlah yang tepat.

a. Jenis gudang

Gudang adalah jenis yang paling umum dari tempat penyimpanan meskipun memang ada bentuk-bentuk lain. Jenis gudang menurut Martono (2015:351),[13] diantaranya :

  1. Gudang Umum.
    Gudang tempat menyimpan inventory pada periode waktu yang panjang.Tujuan untuk menjaga kondisi barang tetap baik sampai saat barang digunakan. Fungsinya adalah menyimpan inventory pada proses manufaktur. Kegiatan penanganan dan perpindahan barang didalam gudang relative sedikit. Jenis inventory yang ditempatkan pada gudang umum biasanya inventory untuk antisipasi dan fluktuasi.
  2. Gudang Distribusi.
    Gudang yang menerima barang dalam jenis dan jumlah beragam (bisa dari sumber yang beragam pula), menyimpan barang-barang tersebut, dan menyortir barang sesuai permintaan konsumen yang beragam. Peran dari gudang ini adalah proses penanganan dan pengiriman barang sesuai waktu yang disepakati, bukan menyimpan barang dalam waktu lama. Pada sistem distribusi barang antarlokasi terdapat banyak gudang jenis ini. Ukurannya tidak tergantung pada output dari proses sebelumnya, atau pada jumlah barang yang ditangani, tetapi lebih kepada kapasitas alat penanganan dan pengiriman barang.

b. Aktivitas Gudang

Menurut Martono (2015:356),[14] ada berbagai macam aktivitas dalam pergudangan,diantaranya:

  1. Receiving (Menerima Barang)
    Kegiatannya terdiri dari : penurunan barang dari kendaraan pengiriman (unloading), pembukaan bungkusan material, pemerikasaan kesesuaian material dengan daftar pengiriman barang (packing list), melakukan pemeriksaan kualitas barang, memutuskan kualitas barang, memutuskan kualitas barang (apakah diterima, ditolak, atau diterima dengan syarat), dan penanganan barang untuk disimpan di gudang pada kondisi ‘ditolak’ dan mungkin juga kondisi diterima dengan syarat barang yang diterima perusahaan bisa dikembalikan langsung kepada perusahaan pengirimnya atau disimpan sementara untuk diambil oleh perusahaan pengirim pada periode lain. Selama masa penyimpanan sementara dibutuhkan tempat yang kondusif dan sebaiknya dipisahkan dari inventory lain supaya proses pengambilannya efektif.
  2. Put Away
    Yaitu kegiatan pengiriman barang dari lokasi receiving ke lokasi penempatan inventory. Kegiatan ini bisa dilakukan manual oleh tangan manusia sendiri atau dengan bantuan alat. Pemilihan alat yang digunakan dilakukan berdasarkan ukuran inventory. Keberhasilan kegiatan put away harus melihat berat barang, kecepatan pengiriman, sifat, perlakuan dan berat barang. 17
  3. Storage (penyimpanan)
    Tujuan penyimpanan inventory adalah:
    1. Kecukupan kapasitasdan efisiensi pemakaian tempat penyimpanan.
    2. Pengendalian kualitas dan kuantitas material selama penyimpanan (audit).
    3. Pasokan kebutuhan material untuk pemakai.
    4. Kerapihan danperawatan tempat dan alat penyimpanan.
    5. Keselamatan orangdan lingkungan disekitar tempat penyimpanan.

    Storage bisa dibagi berdasarkan fungsi area didalam gudang. Misalnya, gudang bahan mentah, gudang barang jadi gudang dengan perlakuan khusus terhadap suhu, sifat (cair, padat, gas, mudah terbakar, waktu kadarluwarsa), area yang disewa oleh perusahaan tertentu, area berdasarkan pemasok, atau harga.

  4. Picking (Pengambilan)
    Kegiatan ini mencakup : penerimaan dan pemrosesan order, mencari lokasi penempatan barang, meletakkan barang pada tempat penyimpanan, mengambil barang yang dipesan, pengecekkan kondisi fisik dan jumlah barang, sampai dengan penyerahan barang kepada bagian pengiriman. Perhatikan aturan FIFO (First In First Out), peralatan yang digunakan, pencatatan status barang yang diambil, danaturan lainnya.
  5. Shipping (Pengepakan, Pengemasan)
    Kegiatan ini mencakup pengepakan barang setelah diambil pada proses picking, kemudian barang diserahkan kepada kendaraan pengangkut (loading), konsolidasi pengiriman barang-barang lain yang akan dikirim ke tujuan (sebaiknya barang yang dikirim ke tujuan yang berdekatan menggunakan 18 kendaraan pengiriman yang sama), sampai kegiatan persiapan dokumentasi pengiriman barang. Semakin kecil ukuran kemasan, semakin mudah penanganannya. Disisi lain, perhatian juga ukuran kontainer dan standar volumetric weight untuk pertimbangan biaya dan penanganan pengiriman yang optimum lokasi tujuan konsumen, dan peraturan mengenai penanganan barang.
    Tujuan pengemasan :
    1. Melindungi barang.
    2. Memudahkan proses penanganan.
    3. Menyesuaikan dengan alat penanganan berikutnya. Setelah dikemas, barang dikirim oleh bagian transportasi. Kegiatan pengeluaran danpengiriman material meliputi :
      1. Pemindahan barang dari tempat penyimpanan ke tempat pengemasan.
      2. Pengecekkan fisik, tipe, jumlah dan kondisi barang.
      3. Pemuatan barang.
      4. Pengumpulan barang yang dibutuhkan sesuai permintaan konsumen.
      5. Pengangkutan barang ke tempat tujuan.


Pengertian Surat Jalan

Surat jalan adalah surat penting keberadaannya dalam berbagai surat, contohnya adalah pengiriman barang. Berarti surat jalan adalah dokumen wajib yang mana disertakan dengan suatu barang pengiriman dari suatu tempat yang lain. Dalam dokumen pengiriman tersebut mencantumkan data barang-barang yang dikirim disertai kualitas dan kuantitas barang tersebut. Dengan begitu kita akan merasa aman apabila ada petugas berwajib seperti Polatnas atau dinas lainnnya yang ingin memeriksa barang kiriman tersebut. Selain itu juga dengan adanya surat jalan tersebut urusan kita dengan pihak polisi akan mudah.

Fungsi Surat Jalan dan kegunaannya

Ada beberapa fungsi dan kegunaan surat jalan yang biasanya di negara kita

Memberi kejelasan dan rincian terhadap barang yang akan dikirim

Sebagai bentuk formalitas atau keterangan resmi dari pihak tertentu

Mempermudah urusan kita terhadap pihak birokrasi

Sebagai konfirmasi bahwa barang sudah diterima

Pada lembar pertama digunakan sebagai bukti valid transaksi bahwa barang sudah diterima oleh penerima barang. Nantinya lembar pertama ini dipakai guna pembukuan di bagian akutansi

Untuk lembar kedua dikasih ke penerima barang atau pembeli

Kemudian lembar yang terakhir dipakai sebagai arsip untuk perusahaan yang mengeluarkannya

Pada umumnya surat jalan pengiriman dibuat dalam rangkap tiga. Setiap lembarnya ada kegunaannya masing masing, yaitu :

  1. Lembar pertama sebagai bukti transaksi bahwa barang telah diserahkan. Biasanya lembar pertama ini digunakan untuk pembukuan dibagian akutansi.
  2. Lembar kedua akan diberikan kepada pembeli atau penerima barang
  3. Lembar yang terakhir digunakan sebagai arsip bagi perusahaan yang mengeluarkannya.

Informasi surat jalan pada umumnya ada tiga hal yaitu:

  1. Nama barang.
  2. Jumlah Barang.
  3. Keterangan.

Literarture Review

Menurut Sugiyono (2013:240), “Studi pustaka merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu yang berbentuk dokumen. Studi pustaka bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), cerita, biografi, peraturan, kebijkan. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya, foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.”

Dalam upaya perlu dilakukan studi pustaka sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya adalah mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps), menghindari pembuatan ulang (reinventing the wheel), mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan, serta mengetahui orang lain yang spesialisasi dan area penelitian yang sama dibidang ini.

Berikut beberapa Literature Review yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya sesuai dengan judul penelitian Skripsi ini:

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Irma Wahyuningsih dalam penelitiannya dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Online pada Sandi Komputer”. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa sistem penjualan di Sandi Komputer melakukan kegiatan transaksi menggunakan media telepon, E-mail atau datang untuk bertanya langsung mengenai Sandi Komputer dan terkadang barang yang ingin dipesan tidak selalu ada sehingga Costumer harus menunggu. Hal tersebut menyebabkan ketidakpuasan Costumer terhadap layanan dan berdampak terhadap adanya indikasi omset penjualan yang menurun. Untuk itu diterapkan sebuah sistem pelayanan yang disebut dengan sistem Penjualan Berbasis Online yang dapat diakses oleh Costumer secara Online, guna memberikan pelayanan yang memuaskan bagi Costumer dalam mendapatkan informasi, memudahkan konsumen dalam melakukan pembelian serta memperluas area pemasaran di Sandi Komputer. Untuk memperoleh data-data yang diperlukan selama penelitian, penulis menggunakan beberapa metode, antara lain: wawancara, observasi dan studi pustaka. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan digambarkan dengan menggunakan metode UML (Unified Modeling Language). Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa rancangan sistem Penjualan Berbasis Online yang dapat membantu dalam memudahkan Costumer dalam pembelian yang dapat diakses secara Online. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh Costumer, maupun pihak manajemen di Sandi Komputer.
  2. Penelitian yang dilakukan oleh Windy Lia Safitri dalam penelitiannya dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Persediaan keluar Masuk Barang pada PT. Samat Teknik Mandiri Tangerang”. Sistem persediaan barang di PT Samat Teknik Mandiri, pengolahan data stok barang masih menggunakan Ms. Excel yang berjalan kurang maksimal dikarenakan kesalahan input barang dan kurangnya memperhatikan keadaan stok barang pada saat pemesanan barang ke supplier sehingga terjadinya laporan persediaan barang yang terlalu banyak atau barang terlalu sedikit. Kemudian pencarian stok barang yang terlalu lama karena belum adanya kode barang dan administrasi gudang harus mencari satu persatu nama barang untuk mengetahui data stok barang sehingga akan memperlambat suatu informasi yang dibutuhkan oleh customer. Maka untuk mengatasi hal tersebut diperlukan adanya sistem persediaan barang yang tekomputerisasi dalam menyajikan informasi persediaan barang yang lengkap,dan mempermudah dalam mengetahui jumlah persediaan barang yang tersedia dalam suatu gudang. Penelitian ini menggunakan metode analisa sistem SWOT dan rancangan sistem diimplementasikan dengan Unified Modelling Language (UML). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala pada proses persediaan barang yang berjalan dan mencari alternatif pemecahan masalah, sehingga penelitian akan berguna bagi perusahaan.Hasil akhir yang diharapkan, aplikasi web ini dapat mengatasi permasalahan sistem berjalan diantaranya,lebih maksimal dalam proses pengolahan data, pembuatan laporan persediaan barang dan pencarian stok barang lebih mudah.
  3. Penelitian yang dilakukan oleh Siti Nurani 1111465626 dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Penjualan pada Sony Toko Buku dan Sport”. Aplikasi komputer yang digunakan masih sangat sederhana yaitu Microsoft Excel untuk administrasinya. Sejak berdiri di Serpong tahun 2002 usaha ini dirintis dari modal yang sederhana sampai berkembang menjadi beberapa cabang. Saat ini semua transaksi masih menggunakan bon, kwitansi, faktur yang secara keseluruhan menggunakan kertas. Perhitungan nilai jual yang dihitung berdasarkan harga modal juga dihitung menggunakan media yang sangat sederhana. Terkadang antara satu barang dengan yang lainnya tidak konsisten perhitungan nilai jualnya. Hal ini menjadi kendala karena dari waktu ke waktu sementara jumlah konsumen semakin meningkat dan jumlah suplier juga semakin banyak. Kondisi ini semakin lama membuat pemilik usaha ini mulai berfikir untuk mempermudah proses transaksi mulai dari perhitungan modal, keuntungan, diskon dan lain sebagainya termasuk menambah distribusi area jual ke media yang lebih populer saat ini yaitu internet agar dapat bersaing dengan usaha dagang lainnya. Metodologi yang digunakan yaitu waterfall, metode pengumpulan data menggunakan abservasi, wawancara dan studi pustaka, dengan focus analisis menggunakan metode SWOT, untuk pengujian sistem menggunakan Black Box System, aplikasi ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL untuk disain database, dreamweaver untuk disain illustrator dan UML (Unified Modeling Lnguage) untuk model sistem. Hasil akhir yang diharapkan, selain tetap mempertahankan layanan terhadap konsumen dan supplier juga sekaligus dapat memperluas distribusi dan range area jual usaha dagang ini termasuk terpusatnya pengolahan data transaksi penjualan.
  4. Penelitian yang dilakukan oleh Yoon Min Hwang dan Khun Chaeng Lee, dalam International Journal Of Human – Computer Interaction, Vol. 34, 2018, dengan judul “Using an Eye Tracking Approach to Explore Gender Differences In Visual Attention and Shopping Attitudes in an Online Shopping Environment”. Kelebihannya adalah mengidentifikasi perbedaan gender yang signifikan dalam perhatian visual terhadap informasi belanja online dan sikap belanja dalam produk yang di sajikan kekurangannya adalah terkadang data yang ada kurang akurat dikarenakan kurangnya analisa yang baik. Metologi yang digunakan adalah deskriptif.
  5. Penelitian yang dilakukan oleh Xie Yu, dkk, dalam jurnal Science Journal Of Public Health, 2018; 6(1): 15-20, ISSN: 2328-7950, dengan judul “Exploration Into and Practice in Tracking and Monitoring the Tobacco Industry”. Kelebihannya adalah dapat memantau situasi dan informasi industri tembakau dalam aspek seperti kebijakan, kepemimpinan, produksi, penjualan, budaya tembakau dan tanggung jawab sosial perusahaan dan kekurangannya adalah tidak dapat memantau tentang situsi dan informasi tembakau ilegal sehingga hal tersebut dapat menurunkan harga jual suatu tembakau. Metologi yang digunakan adalah pemantauan jaringan portal utamanya adalah situs – situs administrasi monopoli tembakau di tingkat negara provinsi dan perusahaan tembakau bersar di monitor pada frekuensi setiap tiga hari sekali.
  6. Penelitian yang dilakukan oleh Robert Newberry dan Marriane Collins, dalam jurnal Journal Of Instructional Pedagogies, Vol. 19, dengan judul “Sales Role Play: an Online Simulation”. Kelebihannya adalah memperkenalkan skenario peran bermain online yang dimana baik pembeli dan penjual memiliki peran integral dalam hasil dari proses penjualan dan kekurangannya adalah kurangnya laporan yang dibutuhkan untuk memantau setiap transaksi yang terjadi. Metologi yang digunakan adalah pengiriman secara online memungkinkan instruktur untuk menawarkan suatu produknya.
  7. Penelitian yang dilakukan oleh Dominic M. Baima, dalam jurnal Marketing Management Journal, Vol. 27 Issue 2 Fall 2017. Dengan judul “Skip IT or View IT: The Role Of Video Storytelling in Social Media Marketing”. Kelebihannya adalah cara memasarkan produk yang di punya suatu perusahaan atau organisasi dengan cari memasarkannya di dunia maya dengan cara memasang iklan di youtube menjadi solusi bagi suatu perusahaan yang ingin memasarkan produknya dan kekurangannya adalah kurangnya pemantau terhadap suatu iklan yang dipasang dan pencatatan yang kurang baik sehingga dapat menimbulkan kesalahan dalam suatu data pendapatan.
  8. Penelitian yang dilakukan oleh Puspita Dwi Astuti, dalam jurnal Speed – Sentra penelitian Engineering dan Edukasi, 2017 Dengan judul “Sistem Informasi Penjualan Obat pada Apotek Jati Farma Arjosari”. Apotek ini memiliki permasalahan pada pencatatan transaksi yang bersifat konvensional. Karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang dapat mengatasi hal tersebut. Software yang digunakan untuk pembuatan sistem ini adalah Visual Basic 6.0, Mysql connector odbc, xampp sebagai servernya dan MySql untuk databasenya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem pencatatan obat (pembelian-penjualan) yang bersifat komputerisasi. Manfaatnya adalah agar memudahkan proses pencatatan data obat, baik itu pembelian ataupun penjualan. Metode yang digunakan adalah kepustakaan, observasi, wawancara dan analisis. Dari pembuatan sistem ini, harapannya bisa meringankan tugas asisten apoteker dan membuat kinerja apotek menjadi lebih efektif dan efisien.
  9. Penelitian yang dilakukan oleh Rahmat Hidayat, Siti Marlina, Lila Dini utami, dalam jurnal Simnasiptek 2017, dengan judul “Perancangan Sistem Iformasi Penjualan Barang Handmade Berbasis Website dengan Metode Waterfall”. Banyaknya usaha yang dilakukan setiap manusia dalam berbagai penjualan baik secara tradisional maupun secara modern, membuat orang melakukan berbagai cara dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah dengan menggunakan media internet atau online dalam mengembangkan penjualannya atau lebih dikenal dengan e-commerce, contohnya penjualan barang handmade melalui website. Berdasarkan uraian di atas, penulis m encoba membuat sebuah rancangan website penjualan barang handmade yang bertujuan untuk mempromosikan dan memberikan sebuah informasi seputar produk, harga produk dan detail produk barang handmade dengan cepat dan ter-update. Penggunaan website diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, sehingga dapat meningkatkan penjualan. Sistem penjualan berbasis web ini dikembangkan dengan menggunakan metode pengembangan waterfall, dengan bahasa pemrograman PHP dan database yang digunakan adalah MySQL. Diharapkan dengan sistem penjualan barang handmade yang menggunakan Website ini dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran produk dan promosi serta mampu meningkatkan kegiatan pemasaran dan penjualan barang Handmade menjadi lebih efektif dan efisien tanpa harus ke toko secara langsung.
  10. Penelitian yang dilakukan oleh Syaiful Rizal dalam jurnal Indonesia Jurnal Information System 2018, dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Penjualan PD. TM Jaya Menggunakan Uifed Modeling Language”. PD. TM JAYA merupakan usaha yang bergerak dibidang penjualan bahan bangunan. PD. TM Jaya Menggunakan Unified Modeling Language. Pd. Tm Jaya merupakan pelayanan produk yang dikaitkan dengan kepuasan konsumen. Pengelolaan PD. TM Jaya adalah segala upaya dan kegiatan yang dilakukan oleh seorang pemilik PD. TM Jaya. Namun pencatatan data-data yang masih menggunakan buku menyebabkan pencatatan data jadi tidak akurat.Dan untuk penggambaran perancangan basis datanya akan digambarkan dalam bentuk Relasi Tabel, Entity-Relationship Diagram. Pembuatan sistem informasi penjualan ini menggunakan program VB.NET dan untuk databasenya menggunakan MySQL. Dengan adanya Sistem Informasi penjualan dan ini diharapkan dapat membantu dan mempermudah bagian penjualan dalam proses pencarian data pejualan lebih efektif dan efisien, PD. TM Jaya yang terkomputerisasi, dapat membantu PD. TM Jaya sehingga dapat mendukung perkembangan sistem informasi penjualan pada PD. TM Jaya
  11. Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan diatas sebagian besar perusahaan yang dijadikan objek penelitian masih menggunakan sistem yang manual yaitu cara penginputannya masih menggunakan Microsoft Office yang kemudian dibuatkan sistem usulan dengan sistem yang lebih terkomputerisasi. Maka dari itu, dari beberapa penelitian tersebut penulis dapat mengambil contoh bagaimana cara membuat sistem penjualan yang lebih terkomputerisasi agar dapat mempermudah user dalam melakukan tugasnya, dalam hal ini yaitu Marketing dalam membuat laporan penjualan.

BAB III
ANALISA SISTEM BERJALAN

Gambaran Umum Perusahaan

Sejarah Singkat PT. Hora Cipta Jaya

PT. Hora Cita Jaya adalah perusahaan nasional yang berdiri sejak tahun 1999, perusahaan ini bergerak dibidang corrugated carton box dan offset printing yang terletak di Kp. Rumpak Sinang No. 171, Kel. Pakulonan Barat, Kec. Kelapa Dua, Tangerang - Banten.

Pada awalnya, perusahaan ini dalam proses produksinya hanya menggunakan alat – alat manual. Seiring berjalannya waktu dan semakin meningkatnya permintaan dari pelannggan maka, PT. Hora Cita Jaya dalam proses produksinya mulai didukung oleh peralatan yang modern, tenaga kerja yang terlatih serta komitmen yang kuat dari manajemen untuk memenuhi kepuasan pelanggan dengan menjaga mutu dan memberikan jaminan hasil produksi yang maksimal serta ketepatan waktu pengiriman.

Visi dan Misi PT. Hora Cipta Jaya

  1. Visi
    Menjadi salah satu penyedia layanan kreatif terkemuka di Indonesia
    1. Menjadi erusahaan offset printing dan corrugated karton karton box yang diakui dan dipercaya oleh pelanggan.
  2. Misi
    Untuk menyediakan layanan pembelian media yang membantu klien untuk memenuhi tujuan bisnis mereka secara efektif dan efisien.
    1. Berperan secara aktif dalam produksi dan pengembangan mutu barang – barang cetakan dan karton box yang diperlukan masyarakat luas.
    2. Berperan secara aktif dalam menjaga, memelihara, dan memproduksi barang – barang cetakan dan karton box yang ramah lingkungan.
    3. Bereran secara aktif dalam menciptakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.

Struktur Organisasi

Struktur organisasi dibentuk untuk memperoleh susunan atau hubungan antara bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai suatu tujuan yang di harapkan. Untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan suatu sistem yang dapat mengatur organisasi tersebut.


Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. Hora Cita Jaya

Tugas dan Tanggung Jawab

Untuk pembagian kerja dan jabatan masing-masing bagian memiliki tugas dan wewenang yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan antara lain yaitu:

  1. Direktur
    Merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan PT. Hora Cipta Jaya.
    Perincian tugasnya sebagai berikut :
    1. Memimpin seluruh departemen atau struktur organisasi di perusahaan.
    2. Memastikan semua departemen berjalan dengan baik sesuai tujuan perusahaan.
    3. Mengambil keputusan dalam setiap rapat Top Management.
    4. Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan dalam struktural organisasi di perusahaan.
    5. Merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan perusahaan.
  2. Management Representative
    Merupakan bagian yang mengawasi manajemen PT. Hora Cita jaya.
    Perincian tugasnya sebagai berikut :
    1. Menetapkan, menerapkan dan mengendalikan manajemen mutu di perusahaan.
    2. Memantau atas terlaksananya penerapan sistem manajemen mutu di erusahaan.
    3. Melaorkan kepada direktur kinerja sistem manajemen mutu dan setiap kebutuhan untuk erbaikan.
    4. Merencanakan dan mengkoordinir pelksanaanrapat tinjauan manajemen dan internal audit.
  3. Kepala Departemen Produksi
    Perincian tugasnya sebagai berikut.
    1. Memberikan pengarahan kerja kepada kepala bagian dan mengevaluasi kerja masing-masing bagian.
    2. Mengontrol kegiatan produksi.
    3. Mengecek kualitas produksi.
    4. Monitoring dalam penerapan proses produksi.
    5. Mencari jalan terbaik dan solusi jika ditemukan masalah dalam kegiatan produksi.
  4. Asisten Kepala Departemen Produksi
    1. Memberikan pengarahan kerja kepada kepala bagian dan mengevaluasi kerja masing – masing produksi.
    2. Mengontrol kegiatan produksi
    3. Mengecek kualitas roduksi
    4. Monitoring dan penerapan proses produksi
    5. Mengevaluasi roduksi bulanan.
    6. Mencari solusi jika ditemukan masalah dalam kegiatan produksi.
  5. Kepala Departemen Keuangan dan umum
    Perincian tugasnya sebagai berikut.
    1. Mengontrol kegiatan harian planing, purchasing, personalia, dan marketing.
    2. Membuat rencana dan pembelian barang-barang kebutuhan perusahaan.
    3. Membuat laporan kegiatan bagian umum dan keuangan
    4. Mengatur program pendapatan dan pengeluran keuangan.
  6. Kepala Bagian Marketing
    Perincian tuganya sebagai berikut
    1. Menentukan harga kepada customer.
    2. Mencapai target yang sudah di tetapkan.
    3. Meningkatkan kepuasan pelanggan.
    4. Mencari customer sebanyak-banyaknya.
    5. Menaikan level sesuai dengan aturan yang ada pada data
  7. Kepala Bagian Planning
    Merupakan orang yang menyusun jadwal kegiatan produksi karton box
    Perincian tugasnya sebagai berikut.
    1. Mengatur jadwal produksi.
    2. Mengatur jadwal kedatangan bahan baku.
    3. Mengontrol kesesuaian pengiriman barang.
    4. Mampu membuat perkiraan bahan penunjang produksi.
  8. Kepala Bagian Purchasing
    Perincian tugasnya sebagai berikut.
    1. Mengestimasi harga.
    2. Membuat rencana dan pembelian barang-barang kebutuhan produksi
    3. Menentukan harga pembelian barang.
    4. Membuat laporan pengadaan bahan baku penunjang.
    5. Membuat data stock bahan baku atau bahan penunjang.
    6. Membuat purchase order bahan baku dan bahan penunjang.
    7. Melakukan cross chek jumlah kedatangan barang sesuai purchase order.
  9. Kepala Bagian Keuangan
    Perincian tugasnya sebagai berikut.
    1. Mengontrol pemasukan dan pengeluaran keuangan.
    2. Membuat laporan keuangan bulanan dan tahunan.
    3. Mempersiapkan berkas-berkas pembayaran pajak dan Melakukan pembayaran pajak.
    4. Membuat kas harian.
  10. Kepala Bagian Produksi
    Perincian tugasnya sebagai berikut.
    1. Mengatur dan mengontrol jadwal harian proses produksi.
    2. Mengendalikan barang produksi baik bahan yang sedang dalam proses hingga baranag jadi sebelum diserahkan ke gudang.
    3. Membuat laporan kegiatan produksi harian sampai bulanan
    4. Mampu membuat perkiraan target tercapainya produksi.
  11. Kepala Bagian Quality Control
    Perincian tugasnya sebagai berikut.
    1. Menerima complain dari pelanggan melalui kabag marketing dan melakukan tindakan perbaikan.
    2. Mengontrol kualitas hasil produksi.
    3. Membuat laporan harian quality control.
    4. Menentukan posisi pekerja pada bagian quality control.
  12. Kepala Bagian Gudang
    Perincian tugasnya sebagai berikut.
    1. Mengatur bahan yang akan diproduksi.
    2. Mengatur barang didalam gudang.
    3. Mengatur barang yang akan dikirim.
    4. Memastikan kesesuaian barang yang akan dikirim.
    5. Membuat laporan stock barang jadi dan bahan baku.
    6. Mampu membuat perkiraan bahan penunjang produksi.
    7. Mengontrol dan memastikan waktu penurunan barang sesuai sasaran mutu minimal 90 %.
  13. Kepala Bagian Personalia
    Perincian tugasnya sebagai berikut.
    1. Menginterview calon karyawan.
    2. Mengontrol absensi karyawan.
    3. Memahami penghitungan penggajian, kenaikan pangkat, dan pembinaan karyawan.
    4. Bertanggung jawab atas kesejahteraan dan keselamatan kerja para karyawan.
    5. Mewakili perusahaan dalam kegiatan di luar perusahaan.
  14. Kepala Bagian Maintenance
    Perincian tugasnya sebagai berikut.
    1. Mengotrol mesin per hari untuk proses produksi.
    2. Memantau mesin dan pralatan kantor.
    3. Memperbaiki mesin dan peralatan kantor yang rusak.

Tata Laksana Sistem yang Berjalan

Prosedur Sistem yang Berjalan

Analisa prosedur sistem yang berjalan saat ini di bagian keuangan pada PT Arbunco Wira Pandega sebagian masih menggunakan Microsoft Excel sebagai media dalam pencatatan dan pengolahan dari laporan neraca dan arus kas, dan sebagian sudah menggunakan sistem aplikasi web dalam pengolahan laporan perubahan modal dan laba rugi. Berikut prosedur yang berjalan yaitu meliputi:

  1. Purchase Order In
    Purchase order In ini berasal dari pelanggan berupa, setelah pembuatan sample karton box yang diinginkan sudah sesuai design dan sample sudah di setujui oleh pelanggan.
  2. Penjadwalan Produksi
    Penjadwalan proses produksi dilakukan oleh Bagian Planning, yaitu menjadwalkan pembelian bahan baku untuk selanjutnya proses pembelian bahan baku ini dilakukan oleh bagian purchasing, dan penjadwalan proses produksi sesuai purchase order yang masuk ke perusahaan.
  3. Proses Produksi
    Proses ini dilakukan oleh operator produksi yaitu membuat karton box sesuai pesanan pelanggan menggunakan mesin dan diawasi oleh Kepala Bagian Produksi.
  4. Pengiriman Barang
    Setelah barang yang dipesan selesai diproduksi, maka barang jadi masuk ke bagian gudang untuk dikirim ke pelanggan, kemudian Bag. Gudang membuat laporan pengiriman barang.
  5. Laporan Penjualan
    Data pengiriman yang sudah dibuat oleh bagian gudang / pengiriman berupa surat jalan akan diinput lagi oleh bagian marketing untuk dibuat laporan penjualan.

Rancangan Prosedur Sistem yang Berjalan

Untuk menganalisa sistem berjalan, penelitian ini menggunakan program Unified Modelling Language (UML) untuk menggambarkan prosedur dan proses yang berjalan saat ini.

a. Use Case Diagram Sistem yang Berjalan


Gambar 3.2 Use Case Diagram

Berdasarkan gambar 3.2 Use Case Diagram yaitu :

  1. Terdapat 1 sistem mencakup proses kegiatan yang berjalan.
  2. Terdapat 6 actor dalam proses kegiatan yang berjalan, yaitu, Pelanggan, Marketing, Planning, Purchasing Produksi, Gudang,
  3. 11 use case yang terdiri dari 8 use case pada sistem berjalan dengan aplikasi dan 3 use case pada sistem berjalan tanpa aplikasi
  4. 10 use case kegiatan oleh actor, yaitu : Pelanggan mengirim po melalui email, Marketing melakukan input data Po masuk, Planning mengecek bahan baku dan membuat jadwal produksi, jika stock bahan baku tidak ada purchasing membeli bahan baku dan memberikan data bahan baku ke bagian Planning, Planning memberikan jadwal produksi ke bagian Produksi, bagian Produksi memproduksi bahan baku menjadi barang jadi, Produksi memberikan barang jadi ke bagian Gudang, Bagian Gudang memberikan laporan penjualan ke bagian planning.

b. Activity Diagram Sistem yang Berjalan

Activity diagram ini menggambarkan alur aktifitas dari kegiatan-kegitan yang berjalan saat ini.

  • Activity Diagram Target


Gambar 3.3 Activity Diagram

Berdasarkan gambar 3.3 Acitivity Diagram yaitu :

  1. Terdapat 4 Initial node merupakan awal proses kegiatan.
  2. Terdapat 4 Swimline yaitu Produksi, Gudang, Marketing, Pelanggan.
  3. Terdapat 10 Action dari sistem yang mencerminkan eksekusi suatu aksi.
  4. 4 final node yang merupakan akhir proses kegiatan

c. Sequence Diagram Sistem yang Berjalan

Diagram sequence merupakan gambaran dari kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan diterima antar objek

  • Sequence Digaram Target


Gambar 3.4 Sequance Diagram

Berdasarkan gambar 3.4 Sequance Diagram diatas yaitu :

  1. Terdapat 6 Actor terdiri dari Pelanggan, Marketing, Planning, Purchasing, Produksi dan Gudang.
  2. Terdapat 5 Lifeline terdiri dari urchase Order, Bahan Baku, Jadwal produksi, Barang Jadi, dan Laporan Penjualan.

Analisa Sistem yang Berjalan

Setiap sistem pasti memiliki batasan yang memisahkan antara sistem dengan lingkungan luarnya. Sesuai dengan permasalahan yang diambil oleh peneliti, bahwa hal yang akan dibahas adalah mengenai permasalahaan sistem informasi penjualan. Permasalahan yang diambil yaitu mengenai Laporan Pejualan,

Metode Analisa Sistem

Metode Analisa Sistem PIECES

Metode analisa sistem yang peneliti gunakan ialah metode Rantai Nilai (Value Chain). Rantai nilai (Value Chain) merupakan metode yang menggambarkan seluruh aktifitas didalam perusahaan dalam sebuah nilai. Aktifitas yang didalamnya menjadikan suatu nilai berharga bagi pelanggan untuk dapat memahami keunggulan kompetitatif terhadap keunggulan dari perusahaan lain, dengan Metode Rantai Nilai (Value Chain) dapat membantu menganalisa aktifitas yang ada dalam kinerja Markting di PT. Hora Cipta Jaya, yang dapat meminimalisir kesalahan dalam kinerja seperti pembuatan laporan penjualan salah satunya.

Metode rantai nilai dalam pelaksanaannya terbagi menjadi 3 langkah yaitu Analisis Aktifitas (Activity Analysis), Analisis Nilai (Value Analysis), Evaluasi dan Perencanaan (Evaluation & Planning)

a. Analisis Aktivitas (Activity Analyst)

Analisis aktivitas ini menggambarkan sebuah aktifitas di dalam sebuah perusahaan untuk mengidentifikasi aktifitas tersebut, aktifitas terbagi menjadi dua kategori yaitu Aktifitas Primer dan Aktivitas Pendukung.

  1. Aktivitas Primer (Primary Activities)
    Aktivitas ini berkaitan dengan kegiatan bagian marketing dan gudang seperti pengiriman barang ke pelanggan dan penyusunan laporan penjualan.
  2. Aktivitas Pendukung (Support Activities)
    Membantu perusahaan secara keseluruhan dengan menyediakan dukungan yang diperlukan bagi berlangsungnya aktifitas - aktifitas primer dilakukan secara berkelanjutan.

a. Analisa Nilai (Value Analyst)

Setelah melakukan analisa aktivitas yang ada di bagian marketing, terdapatnya suatu faktor nilai dari hasil laporan yang telah disusun, yaitu berupa informasi mengenai posisi laporan penjualan yang dapat dijadikan acuan pemimpin perusahaan dalam penyelenggaraan anggaran untuk operasional penjualan kedepanya.

b. Evaluasi dan Perencanaan (Evaluation & Planning)

Analisa evalusai dan perencanaan merupakan analisa terakhir yang merupakan evaluasi dari analisa nilai, setalah melakukan perencanaan dan tindakan yang harus dirubah maka banyak ide-ide baik yang dapat meningkatkan faktor nilai pelayanan. Ide-ide tersebut dapat disalurkan melalui :

  1. Adanya pelatihan terhadap karyawan bagian Marketing mengenai laporan penjualan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
  2. Meningkatkan sistem yang ada dengan membuat SOP yang lebih rinci terhadap setiap pekerjaan yang ada dalam setiap bagian terutama bagian Marketing dan Penjualan.
  3. Mengembangkan sistem yang sekarang masih semi komputer atau dapat dikatakan manualisasi menjadi sistem yang terintegrasi secara komputer untuk seluruh pekerjaan bagian marketing khususnya dalam penyusunan laporan penjualan yang dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dan tentunya dapat membantu dalam bekerja yang lebih baik.

Analisa Masukan, Analisa Proses, Analisa Keluaran

a. Analisa Masukan

Pada analisa masukan berisi tentang semua data yang merupakan masukan (input) dimana terdiri dari Nama Masukan, Fungsi, Sumber, Media, Frekuensi, Format, dan Keterangan.

Berikut analisa masukan dari sistem yang berjalan:

  1. Nama Masukan : Data surat Jalan
    Fungsi  : Sebagai data untuk pengiriman barang jadi ke pelanggan, dan sebagai data untum membuat laporan pengiriman
    Sumber  : Gudang
    Frekuensi  : Setiap melakukan pengiriman barang jadi ke pelanggan
    Keterangan  : Nama perusahaan pelanggan, Nomor PO, nama tipe barang, jumlah barang.
  2. Nama Masukan : Laporan pengiriman barang
    Fungsi  : Sebagai data untuk membuat laoran penjualan
    Sumber  : gudang
    Frekuensi  : Setiap bulan (periode tanggal 1-31)
    Keterangan  : Nomor, Nama tie barang, jumlah barang yang dikirim
  3. Nama Masukan : Laporan Penjualan
    Fungsi : Sebagai hasil dari penjualan barang yang dibuat oleh marketing berdasarkan aktifitas enjuaan pertransaksi
    Sumber : Marketing
    Frekuensi : Setiap bulan (periode tanggal 1-31)
    Keterangan : Jumlah penjualan yang daat dilihat per hari, perbulan, pertahun.

b. Analisa Sistem Proses

Menjelaskan semua proses yang akan digunakan untuk membahas suatu permasalahan. Berikut analisa proses dari sistem yang berjalan :

  1. Nama Modul : Proses Penyusunan Laporan Idenfitikasi Masalah dan Tindakan
    Masukan : Data permasalahan dan tindakan
    Keluaran : Laporan Kendala
    Ringkasan Proses : Proses ini dari pencatatan, pengolahan, dan penyusunan laporan Identifikasi Masalah dan Tindakan dari seluruh masukan yang ada untuk dijadikan laporan.
  2. Nama Modul : Proses Laporan Pendapatan
    Masukan : Data harga yang ingin dicapai dan harga yang berhasil dicapai.
    Keluaran : Laporan Penjualan
    Ringkasan Proses : Proses ini dilakukan untuk mengetahui laporan penjualan yang sudah dicapai dan dapat melihat apakah laporan penjualan sudah mencapai target perusahaan.

c. Analisa Sistem Keluaran

Berisi semua informasi yang keluar dari suatu proses, dapat berupa hasil cetakan atau juga dapat berupa tampilan pada layar monitor yang sudah dalam bentuk standar (format) tertentu. Berikut analisa keluaran dari sistem yang berjalan :

  1. Nama Keluaran : Laporan Penjualan
    Fungsi : Sebagai data yang asli yang sudah dicapai perusahaan.
    Media : Ms. Excel
    Rangkap : 1 rangkap
    Distribusi : Marketing

Konfigurasi Sistem Berjalan

Spesifikasi Hardware

  1. Processor : Intel(R) Pentium(R) CPU P6300 @2.27GHz
  2. Monitor : 14 inci
  3. Mouse : USB
  4. RAM : 2,00 GB
  5. Harddisk : 320 GB

Spesifikasi Software

  1. Windows 7 Ultimate 32-bit
  2. Adobe Reader
  3. Internet Explorer

Hak Akses (Brainware)

Untuk mengoperasikan atau mengolah data yang dibutuhkan hanya dapat dilakukan oleh staff Admin.

Permasalahan yang Dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

Permasalahan yang Dihadapi

Permasalahan yang dihadapi sesuai dengan yang telah dijabarkan di BAB I yang akan di bahas yaitu :

  1. Bagaimana sistem informasi penjualan yang berjalan pada PT. Hora Cipta Jaya?
  2. Apakah dengan sistem informasi penjualan yang sedang berjalan data laporan pengiriman barang dari bagian gudang dengan laporan penjualan dibagian marketing sudah sesuai ?
  3. Bagaimana Merancang Sistem informasi penjualan yang dapat membatu Marketing dalam membuat laporan penjualan yang dapat ditampilkan secara otomatis?

Kendala yang dihadapi adalah belum adanya sistem informasi yang dapat membatu bagian marketing dalam membuat laporan penjualan secara akurat tanpa ada selisih jumlah dengan laporan pengiriman barang.

Alternatif Pemecahan Masalah

Setelah mengamati dan menganalisa dari beberapa permasalahan yang terjadi pada sistem pelayanan yang berjalan saat ini, peneliti mengusulkan beberapa alternatif pilihan pemecahan dari permasalahaan yang dihadapi, yaitu antara lain :

  1. Membuat aplikasi berbasis web.
    Dari kedua alternatif tersebut peneliti membuat aplikasi berbasis web karena mempunya kelebihan, yaitu:
    1. File dan database dari perangkat lunak akan terpusat dan hanya perlu melakukan instalasi di server.
    2. Dapat dengan mudah di akses dari jarak jauh dengan menggunakan browser.
    3. Mudah untuk untuk dikembangkan.

User Requirement

Untuk mengetahui atau menyatakan apa saja yang dibutuhkan dalam pembangunan ataupun pembuatan sistem yang dapat menjadikan kegiatan menjadi lebih mudah diperlukannya suatu metode yang berisi tentang rancangan dari kebutuhan sistem yang baru akan dibuat yaitu dengan metode elisitasi.

Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap 1 yang disusun berdasarkan hasil wawancara dan analisa pada bagian dan pihak yang mempunyai hubungan langsung dengan sistem yang akan dikembangkan. Dalam hal ini wawancara dilakukan terhadap Marketing mengenai sistem yang diusulkan. Berikut ini lampiran Elisitasi tahap I yang telah dibuat:

Tabel 3.1 Tabel Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap II

Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasikan lagi dengan menggunakan metode MDI. Sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka semua requirement yang diberi opsi inessential (I) harus dieliminasi :

Tabel 3.2 Tabel Elisitasi Tahap II

Keterangan : M : Mandatory, D : Desirable,

I : Inessential

Elisitasi Tahap III

Berdasarkan Elisitasi Tahap II di atas, dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi HML. Requirements yang opsinya High (H) di kolom TOE harus dieliminasi.

  • T = Technical
  • O = Operational
  • E = Economic

  • H = High
  • M = Middle
  • L = Low
  • Tabel 3.3 Tabel Elsiitasi Tahap III

    Final Draft Elisitasi

    Final draft elisitasi merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikerjakan.

    Tabel 3.4 : Tabel Final Draft Elisitasi

    BAB IV
    RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

    Rancangan Sistem Usulan

    Berdasarkan penelitian dan analisa yang telah dilakukan dalam suatu sistem berjalan pada Marketing PT. Hora Cita Jaya, maka tahap selanjutnya akan membahas sistem yang diusulkan. Sistem yang diusulkan akan merubah proses pembuatan laporan penjualan. Dengan adanya sistem usulan ini akan memppermudah bagian marketing dalam membuat laoran penjualan, yang mana dalam pembuatan laporan penjualan sistem sudah menampilkan secara otomatis laporan penjualan dari data pengiriman barang jadi ke pelanggan.

    Dalam membuat laporan penjualan data yang ada akan diambil oleh bagian marketing sudah terupdate secara lagsung dari data pengiriman barang oleh bagian gudang hingga mendapatkan suatu hasil yang diinginkan.

    Terdapat juga dashboard pada halaman utama yang berguna untuk mempermudah user untuk melihat laporan penjualan per hari, per minggu, per bulan, bahkan pertahun.

    Prosedur Sistem Usulan

    Berikut beberapa prosedur yang dilakukan dalam menjalankan Pengembangan Sistem Informasi Arus Kas dan Neraca pada PT Arbunco Wira Pandega yaitu:

    1. Gudang
      Gudang dapat melakukan kegiatan antara lain:
      1. Gudang dapat melakukan login.
      2. Gudang dapat menginput data barang masuk.
      3. Gudang dapat menginput data barang keluar.
      4. Gudang dapat melakukan logout.
    2. Marketing
      Marketing dapat melakukan kegiatan di dalam aplikasi antara lain:
      1. Marketing dapat melakukan login
      2. Marketing dapat manampilkan menu utama atau dashboard.
      3. Marketing dapat menapilkan laporan penjualan lengkap dengan harga.
      4. Marketing dapat melakukan lihat data, cari data.
      5. Dapat melakukan logout.
    1. Usecase Diagram Sistem Yang Diusulkan
      Diagram usecase yang diusulkan pada sistem pemantauan penjualan adalah sebagai berikut :


      Gambar 4.1 : Usecase diagram Sistem Informasi Penjualan

      Berdasarkan gambar 4.1 dapat dijelaskan :

      1. Terdapat 2 aktor yaitu Gudang dan Marketing
      2. Terdapat 8 usecase.
    2. Activity Diagram Sistem Yang Diusulkan


      Gambar 4.2 : Activity diagram Target

      Berdasarkan gambar 4.2 Activity Diagram Target diatas terdapat:

      1. 2 initial Node, objek yang diawali
      2. 8 Action, dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.
      3. 2 Life Line yang menghubungkan setiap aktifitas dari sistem
      4. 2 Activity Final Node, objek yang diakhiri.
    3. Sequence Diagram Sistem Yang Diusulkan


      Gambar 4.3 : Sequence diagram Admin

      Berdasarkan gambar 4.3 Activity Diagram terdapat :

      1. 2 actor, yang melakukan kegiatan yaitu Admin
      2. 2 life line, objek entity antar muka yang saling berinteraksi.

    Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

    Berikut ini merupakan perbedaan antara sistem yang berjalan dengan sistem yang diusulkan dalam sistem pengolahan laporan penjualan yang ada pada bagian Marketing PT. Hora Cipta Jaya, adapun perbedaannya sebagai berikut :

    Tabel 4.1 : Perbedaan Sistem Berjalan Dengan Sistem Usulan

    Rancangan Basis Data

    Class Diagram

    Class Diagram dapat membantu untuk memvisualisasikan kelas dari suatu sistem, karena class digram memiliki kelompok objek dengan atribut (property) dan relasi yang sama.


    Gambar 4.4 : Class Diagram

    Spesifikasi Basis Database

    Rancangan basis data digunakan untuk mempermudah dalam menggambarkan tabel-tabel yang ada di dalam database, serta dapat membantu pemrograman dalam mengambil atau menampilkan data. Salah satunya untuk menggambarkan spesifikasi tabel-tabel yang ada di dalam database, berikut ini merupakan spesifikasi tabel pada sistem yang diusulkan.

    1. Tabel Master Kategori

    Tabel 4.2 : m_kategori

    2. Tabel Master Kategori Detil

    Tabel 4.3 : m_kategori_detil

    3. Nama Tabel : m_menu

    Tabel 4.4 : m_menu

    4. Tabel Master Pelanggan

    Tabel 4.5 : m_pelanggan

    5. Tabel Master Role

    Tabel 4.6 : m_role

    6. Tabel Master Sales

    Tabel 4.7 : m_sales

    7. Tabel Master User

    Tabel 4.8 : m_user

    8. Tabel Transaksi Perorder

    Tabel 4.9 : m_tpo

    Rancangan Program

    1. Tampilan halaman login


    Gambar 4.5: Tampilan Halaman Login

    Tampilan diatas merupakan tampilan awal sebelum masuk kedalam sistem, setiap user harus melakukan login dengan memasukan username dan password yang benar agar dapat masuk kedalam sistem.

    2. Tampilan halaman Dashboard


    Gambar 4.6: Tampilan Halaman Dashboard

    Setelah user melakukan proses login dengan benar, maka akan tampil dashboard yang mana didalamnya menggambarkan nilai setiap transaksi yang ada, dapat melihat nilai dan detail data ketika klik salah satu grafik yang ada.

    Implementasi

    Time Schedule

    Dalam melakukan penelitian ini tentu memerlukan proses dan kegiatan yang banyak memakan waktu dalam penyelesaiannya, dibawah ini merupakan jadwal dari kegiatan yang dilakukan selama penelitian berlangsung:

    Tabel 4.10: Time Schedule

    Estimasi Biaya

    Estimasi biaya digunakan sebagai penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian yang diusulkan. Dibawah ini adalah rincian biaya yang diperlukan peneliti untuk menyelesaikan penelitian yang berjudul “Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Karton Boc pada PT. Hora Cipta Jaya”.

    Tabel 4.11: Estimasi biaya

    BAB V
    PENUTUP

    Kesimpulan

    Untuk menjawab rumusan masalah 1.2 yang telah dijabarkan pada BAB I, maka penulis mendapatkan hasil:

    1. Sistem informasi penjualan yang berjalan saat ini pada PT. Hora Cipta yaitu mulai dari pelanggan yang memesan barang ke bagian marketing dengan memberikan Purchase Order lalu dilanjutkan ke bagian planning untuk dibuatkan jadwal produksi, setelah itu bagian produksi mulai membuat barang yang dipesan oleh pelanggan, setelah selesai dibuat barang tersebut masuk ke bagian gudang dan dikirim ke pelanggan dan dibuatkan surat jalan. Setelah barang sampai di pelanggan, surat jalan asli yang sudah di tandatangan pelanggan dibawa kembali oleh bagian pengiriman untuk diberikan ke bagian marketing untuk dijadikan acuan dalam membuat laporan penjualan.
    2. Sistem yang berjalan saat ini pada PT. Hora Cipta Jaya dinilai kurang membatu bagian marketing dalam membuat laporan penjualan karena sering terjadi ketidaksesuaian antara jumlah barang yang dikirim pada laporan pengiriman barang dengan jumlah barang yang ada pada laporan penjualan hal tersebut dikarenakan dalam membuat laporan penjualan bagian marketing membuat laporan penjualan berdasarkan surat jalan, bukan berdasarkan laporan pengiriman barang.
    3. Dengan adanya permasalahan diatas maka penulis merancang sebuah sistem berbasis web yang mana didalamnya terdapat sistem perhitungan jumlah barang yang dikirim secara otomatis sehingga sistem tersebut dapat membantu kinerja bagian Marketing dalam melakukan pekerjaannya, sistem ini juga dapat mempermudah bagian Marketing dalam membuat laporan penjualan dari yang masih memakai sistem semi komputer menjadi sistem yang lebih terkmputerisasi. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode obsevasi, metode wawancara dan metode studi pustaka ini sangat berguna untuk menggali apa saja permasalahan yang ada mengenai sistem informasi penjualan. Setelah mendapat data yang berkaitan dengan kendala membuat laporan penjualan penulis menganalisa peran – peran setiap orang yang berkaitan dengan pembuatan laporan penjualan pada PT. Hora Cipta Jaya. Penulis menggunakan metodologi analisa Rantai Nilai (Value Chain) dikarenakan metodologi ini sangat tepat, dikarenakan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas yang harus dicapai dengan sebuah konsep yang dicapai. Penulis juga menggunakan Unified Modeling Language (UML) untuk menggambarkan sistem berjalan dan sistem usulan sehingga pada bahasan selanjutnya dapat menemukan usulan sistem berjalan lebih baik dari sebelumnya.

    Saran

    1. Dapat dilakukan untuk pengembangan agar menjadi sistem yang lebih baik lagi dan meminimalisir kemungkinan terjadinya error atau defect yang tentunya dapat mengakibatkan kerugian bagi penggunanya.
    2. Perlu adanya pengembangan sistem laporan penjualan dimana laporan tersebut dapat diperbarui pada setiap transaksi.
    3. Adanya sosialisasi dan pelatihan terhadap sistem usulan yang telah dibuat kepada staff pada bagian terkait selaku user agar dapat menguasai sistem yang diusulkan tersebut.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. 1,0 1,1 Hutahaean, J. (2015). Konsep Sistem Informasi. Jakarta: Deepublish.
    2. M.Thoha. 2015 Jurnal Prosisko Vol.2, No.1 Aplikasi Pengadaan Kebutuhan Bahan Baku Di Premix Section Pada Pt. Charoen Pokphand Indonesia.
    3. Amin, Rahul. 2017. “Rancang Bangun Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Pada Smk Budhi Warman 1 Jakarta”. Jakarta: Stimik Nusa Mandiri Jakarta. Jurnal Imu Pengetahuan Dan Teknologi Komputer Vol. 2. No. 2 Februari 2017 E-ISSN: 2527-4864.
    4. Jermias, Randy Richi Wuaya. 2016. Analisa Sistem Informasi Akuntansi Gaji dan Upah Pada PT. Bank Sinarmas Tbk. Manado. Manado: Jurnal EMBA Vol.4 No.2.
    5. Sunarya, Lusyani. Mukti Budiarto. Jasmine Darra Assyifa. 2015. Keefektifan Media Komunikasi Visual Sebagai Penunjang Promosi Pada Perguruan Tinggi Raharja. CCIT Journal. Tangerang : STMIK Raharja. Vol. 9. No. 1.
    6. 6,0 6,1 Azizah, Nur, Lina Yuliana dan Elsa Juliana. 2017. Rancang Bangun Sistem Informasi Penggajian Karyawan Harian Lepas Pada PT Flex Indonesia. Tangerang: Jurnal SENSI Vol.3 No.1.
    7. Tiara, Khanna. Muhamad Yusup, Fiqih Arzia.2015. Penerapan Sistem Inventory Laboraturium Digital Dengan Metode Critical Succes Factor Pada Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang: CCIT Journal
    8. Harfizar, H., Yuliana, K. and Afiffudin, M. 2017. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDATAAN KARYAWAN PADA PERUSAHAAN JASA BERBASIS WEB. SENSI Journal. 3, 2 (Aug. 2017), 190-207.
    9. Rachmadi, Basuki, Triono dan Faizah Hanni, “Sistem Informasi Nilai Mata Pelajaran Dengan Metodologi Berbasis Objek”, Jurnal SISFOTEK Global STMIK Bina Sarana Global, vol. 7, no.1, 2017.
    10. Suryana, Abas, Sudaryono, dan Sugeng Santoso, 2015. “Requirement Elicitation dan Pembuatan Program dalam Penelitian Teknologi Informasi”. Tangerang: Jurnal ICIT Perguruan Tinggi Raharja.
    11. Dzulhaq, & M.Iqbal. (2017). Sistem Informasi Akademik Sekolah Berbasis Kurikulum 2013. Jurnal Sisfotek Global, 7. Retrieved May 10, 2019 from http://journal.stmikglobal.ac.id/index.php/sisfotek/article/view/125
    12. Bachtiar, Dede, Atikah. 2015. Sistem Informasi Dashboard Kependudukan Di Kelurahan Manis Jaya Kota Tangerang. JURNAL SISFOTEK GLOBAL, Vol 5 No 1. ISSN : 2088 – 1762.
    13. 13,0 13,1 Martono, Kurniawan Teguh. (2015). Pengembangan Game Dengan Menggunakan Game Engine Game Maker. Jurnal Sistem Komputer, vol. 5, no. 1.
    14. Martono, Kurniawan Teguh. (2015). Pengembangan Game Dengan Menggunakan Game Engine Game Maker. Jurnal Sistem Komputer, vol. 5, no. 1.

    Contributors

    Esha Nafis