SI1514488098: Perbedaan revisi

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari
[revisi tidak terperiksa][revisi tidak terperiksa]
Baris 1.538: Baris 1.538:
 
<div style="font-size: 12pt; font-family: 'times new roman';line-height: 2">
 
<div style="font-size: 12pt; font-family: 'times new roman';line-height: 2">
 
<p>1. Tampilan halaman login</p>
 
<p>1. Tampilan halaman login</p>
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/zW6XxeyfT0Ah8UZb5a2mLMDaRpb5pa5imDG8kK4ujJlfGHAspPDN2C9KcIyUwgRaL4ixLRd6OQ9ZkDYw4sbLGgWbvMWpngZRveTh=w421-h220-rw" /><br/>Gambar 4.10: Tampilan Halaman Login <br></p>
+
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/zW6XxeyfT0Ah8UZb5a2mLMDaRpb5pa5imDG8kK4ujJlfGHAspPDN2C9KcIyUwgRaL4ixLRd6OQ9ZkDYw4sbLGgWbvMWpngZRveTh=w421-h220-rw" /><br/>Gambar 4.7: Tampilan Halaman Login<br></p>
<p style="text-align:justify;"> Tampilan diatas merupakan tampilan awal sebelum masuk kedalam sistem, setiap user harus melakukan login dengan memasukan username dan password yang benar agar dapat masuk kedalam sistem. </p>  
+
<p style="text-align:justify;">Tampilan diatas merupakan tampilan awal sebelum masuk kedalam sistem, setiap user harus melakukan login dengan memasukan username dan password yang benar agar dapat masuk kedalam sistem. </p>  
  
<p>2. Tampilan Untuk Master Data Kategori Barang</p>
+
<p>2. Tampilan halaman home</p>
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/3JRZisQIi0QUY0jEk2tMZDR8iCDSvjc5F8a32v8wB7keeOdsBTLiM2kd8IzuOKw2-zlScU5_iMmI3Qifejci5W_NuoeFAmUByyvY=w473-h220-rw" /><br/>Gambar 4.11: Tampilan Halaman Master Data Kategori Barang</p>
+
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/3JRZisQIi0QUY0jEk2tMZDR8iCDSvjc5F8a32v8wB7keeOdsBTLiM2kd8IzuOKw2-zlScU5_iMmI3Qifejci5W_NuoeFAmUByyvY=w473-h220-rw" /><br/>Gambar 4.8: Tampilan Halaman Home</p>
<p style="text-align:justify;"> Tampilan diatas merupakan tampilan menampilkan data kategori barang. </p>
+
<p style="text-align:justify;"> Setelah user melakukan proses login dengan benar, maka akan tampil halaman home yang mana didalamnya menggambarkan jumlah pembangunan fisik dan non fisik yang telah diinput dalam suatu periode tertentu. </p>
  
<p>3. Tampilan Halaman Untuk Menambahkan Data Kategori Barang </p>
+
<p>3. Tampilan table usulan pembangunan fisik dan non fisik</p>
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/cj5zWm96OVLvKJQkOBV6S2--8QLqne3GlYdDop76SSVu1l3POxVoV5z-GOtJuXUaanPbUZR6XL0Jgepx7w2dXTiUvsE1HAAT3M98=w490-h220-rw" /><br/>Gambar 4.12: Tampilan Halaman Menambahkan  Master Data Kategori Barang.</p>
+
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/cj5zWm96OVLvKJQkOBV6S2--8QLqne3GlYdDop76SSVu1l3POxVoV5z-GOtJuXUaanPbUZR6XL0Jgepx7w2dXTiUvsE1HAAT3M98=w490-h220-rw" /><br/>Gambar 4.9: Tampilan Table Usulan Pembangunan Fisik dan Non Fisik</p>
<p style="text-align:justify;"> Tampilan diatas merupakan tampilan menambahkan data kategori barang. </p>
+
<p style="text-align:justify;">Tampilan diatas adalah tampilan dari halaman usulan pembangunan fisik dan non fisik yang menyajikan halaman didalamnya terdapat data yang telah dilakukan input transaksi. Dihalaman ini, user dapat melakukan tambah data, edit data, hapus data.</p>
  
<p>4. Tampilan Halaman Untuk Edit Data Kategori Barang</p>
+
<p>4. Tampilan halaman input data usulan pembangunan fisik dan non fisik</p>
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/ZedUWO9nO4LIneud1UoZDggRnAwT5IH2fQP774ggV7WJMmbHYBRgcrwHGJ583T5KWzD58oBEEEFPRS1tazY4vusq9g3tsER4Hd-i=w450-h220-rw" /><br/>Gambar 4.16: Tampilan Halaman Edit Master Data Kategori Barang</p>
+
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/ZedUWO9nO4LIneud1UoZDggRnAwT5IH2fQP774ggV7WJMmbHYBRgcrwHGJ583T5KWzD58oBEEEFPRS1tazY4vusq9g3tsER4Hd-i=w450-h220-rw" /><br/>Gambar 4.10: Tampilan Halaman Input Data Usulan Pembangunan </p>
<p style="text-align:justify;"> Tampilan diatas merupakan tampilan edit data kategori barang. </p>
+
<p style="text-align:justify;">Tampilan diatas merupakan tampilan form untuk input data usulan pembangunan fisik dan non fisik. Jika inputan yang dimasukkan telah lengkap, maka dalam proses penyimpanannya akan muncul kalimat Success.</p>
  
<p>5. Tampilan Halaman Untuk Menghapus Data</p>
+
<p>5. Tampilan table realisasi pembangunan</p>
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/wTqHFokd4wIWWYbi856WKuBvnWAQKCipd3JGDAvsMI76iZkvbQwiiabqk7B60os11tGbelnEJgugcbuNiYd2CnusazPox5jir_Ef=w451-h220-rw" /><br/>Gambar 4.13: Tampilan Halaman Menghapus Data</p>
+
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/wTqHFokd4wIWWYbi856WKuBvnWAQKCipd3JGDAvsMI76iZkvbQwiiabqk7B60os11tGbelnEJgugcbuNiYd2CnusazPox5jir_Ef=w451-h220-rw" /><br/>Gambar 4.11: Tampilan Realisasi Pembangunan </p>
<p style="text-align:justify;"> Tampilan diatas merupakan tampilan Menghapus Data. </p>
+
<p style="text-align:justify;">Pada tampilan diatas, merupakan halaman yang terdapat pada menu realisasi pembangunan. Menu realisasi pembangunan yaitu pembangunan yang disetujui oleh BAPPEDA, pada tampilan menu realisasi pembangunan hampir sama dengan menu laporan usulan pembangunan fisik dan non fisik namun yang membedakannya adalah usulan biaya menjadi anggaran biaya.</p>
  
<p>6. Tampilan Halaman Suplier </p>
+
<p>6. Tampilan table jenis usulan </p>
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/QKEU7fcWLo-izosi-ZVEOzlm0ALKQraLVe8om5Rj23Lgv4ISOP-2q5XFmVZ76_q6zSQl52rIFBsQT4YbACUyjDjPcKpAtdouFbtE=w493-h220-rw" /><br/>Gambar 4.14: Tampilan Halaman Suplier</p>
+
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/QKEU7fcWLo-izosi-ZVEOzlm0ALKQraLVe8om5Rj23Lgv4ISOP-2q5XFmVZ76_q6zSQl52rIFBsQT4YbACUyjDjPcKpAtdouFbtE=w493-h220-rw" /><br/>Gambar 4.12: Tampilan Jenis Usulan</p>
<p style="text-align:justify;"> Tampilan diatas merupakan tampilan untuk menampilkan data suplier. </p>
+
<p style="text-align:justify;">Tampilan diatas merupakan tampilan halaman jenis usulan pembangunan yang dimana jenis usulan merupakan salah satu dari Master Data. User dapat melakukan tambah data, ubah data, dan hapus data.</p>
  
<p>7. Tampilan Halaman Menambah Data Suplier</p>
+
<p>7. Tampilan table lokasi</p>
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/qzLpewC50xx9anHQPYNb3p6eOAP-IdJvpPvHqH7-SlQsuMWr9VTkFd_a10sjlQzaKqa4YYqZG092WVuRQSDdKXrkIIOgc8ZNFTDA=w455-h220-rw" /><br/>Gambar 4.15: Tampilan Halaman Menambah Data Suplier</p>
+
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/qzLpewC50xx9anHQPYNb3p6eOAP-IdJvpPvHqH7-SlQsuMWr9VTkFd_a10sjlQzaKqa4YYqZG092WVuRQSDdKXrkIIOgc8ZNFTDA=w455-h220-rw" /><br/>Gambar 4.13: Tampilan Table Lokasi</p>
<p style="text-align:justify;"> Tampilan diatas merupakan tampilan untuk menambah data suplier. </p>
+
<p style="text-align:justify;">Tampilan diatas merupakan tampilan halaman lokasi yang dimana lokasi juga merupakan salah satu dari Master Data. User dapat melakukan tambah data, ubah data, dan hapus data.</p>
  
<p>8. Tampilan Halaman Edit Data Suplier</p>
+
<p>8. Tampilan data user</p>
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/2lDSM_5NuW4j8nccZN_8ZEjSIBtzytMxtKdhDuQ69wSbD5hgeb9ws_dJTSwftHgPK1-tm2-zrlWmiTvOKVrGAfTuFEdXdiouBugy=w447-h220-rw" /><br/>Gambar 4.16: Tampilan Halaman Edit Data Suplier</p>
+
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/2lDSM_5NuW4j8nccZN_8ZEjSIBtzytMxtKdhDuQ69wSbD5hgeb9ws_dJTSwftHgPK1-tm2-zrlWmiTvOKVrGAfTuFEdXdiouBugy=w447-h220-rw" /><br/>Gambar 4.14: Tampilan Data User</p>
<p style="text-align:justify;"> Tampilan diatas merupakan tampilan untuk edit data suplier. </p>
+
<p style="text-align:justify;">Tampilan diatas adalah halaman master data user, yang mana pada gambar diatas ada beberapa Nama yang telah didaftarkan sebagai user yang dapat mengakses sistem usulan perencanaan pembangunan. </p>
 
+
<p>9. Tampilan Halaman Data Barang Masuk</p>
+
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/_ueMRP-RX0y7C7cQIGyqZjejLkWCTB0zRfZNkP59hQn17D0-9YFY5HOHvD_CGFGCBm4EoGYYYWatpydTqnmi9dpM6_m9DZiuU7ZF=w466-h220-rw" /><br/>Gambar 4.17: Tampilan Halaman Data Barang Masuk</p>
+
<p style="text-align:justify;"> Tampilan diatas merupakan tampilan untuk menampilkan data barang masuk. </p>
+
 
+
<p>10. Tampilan Halaman Tambah Menambah Data Barang Masuk</p>
+
<p style="text-align:center;line-height:2;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/Ywt02QT3MkkynUL_IeALAj7hqehxjIPgrpEtdgef50_CYP4k0FncxLBE6iww9MBw9pa38eirK2ltj1BLSLl5e1PAs0jO8xukg5iB=w443-h220-rw" /><br/>Gambar 4.18: Tampilan Halaman Menambah Data Barang Masuk</p>
+
<p style="text-align:justify;"> Tampilan diatas merupakan tampilan untuk menambahkan data barang masuk. </p>
+
 
</div>
 
</div>
  

Revisi per 13 September 2019 12.38

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN EKONOMI

PEMBANGUNAN (EKBANG) PADA KELURAHAN

JURUMUDI KOTA TANGERANG


SKRIPSI

Disusun Oleh :

NIM
: 1514488098
NAMA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI KOMPUTER AKUNTANSI

UNIVERSITAS RAHARJA

TANGERANG

(2018/2019)


UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN EKONOMI

PEMBANGUNAN (EKBANG) PADA KELURAHAN

JURUMUDI KOTA TANGERANG

Disusun Oleh :

NIM
: 1514488098
Nama
Fakultas
: Sains dan Teknologi
Program Pendidikan
: Strata Satu
Program Studi
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Komputer Akuntansi

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, Juli 2019

Rektor
       
Ketua Program Studi
Universitas Raharja
       
Program Studi Sistem Informasi
           
           
           
           
Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si
       
Euis Sitinur Aisyah, M.Kom
NIP : 000603
       
NIP : 060003

UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN EKONOMI

PEMBANGUNAN (EKBANG) PADA KELURAHAN

JURUMUDI KOTA TANGERANG

Dibuat Oleh :

NIM
: 1514488098
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensi

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Komputer Akuntansi

Disetujui Oleh :

Tangerang, Juli 2019

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
   
NID : 05066
   
NID : 07133

UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN EKONOMI

PEMBANGUNAN (EKBANG) PADA KELURAHAN

JURUMUDI KOTA TANGERANG


Disusun Oleh :

NIM
: 1514488098
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Komputer Akuntansi

Tahun Akademik 2018/2019

Disetujui Penguji :

Tangerang, Juli 2019

Ketua Penguji
 
Anggota Penguji I
 
Anggota Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN EKONOMI

PEMBANGUNAN (EKBANG) PADA KELURAHAN

JURUMUDI KOTA TANGERANG


Disusun Oleh :

NIM
: 1514488098
Nama
Fakultas
: Sains dan Teknologi
Program Pendidikan
: Strata 1
Program Studi
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Komputer Akuntansi


 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana baik di lingkungan Universitas Raharja maupun di Universitas lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, Juli 2019
Uswatun Hasanah
NIM. 1514488098

 

*Tandatangan dibubuhi materai 6.000


ABSTRAKSI

Usulan pembangunan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sebuah kegiatan pemerintahan karena usulan pembangunan merupakan bentuk untuk memajukan suatu daerah agar daerah tersebut dapat berkembang menjadi lebih baik. Usulan pembangunan merupakan suatu kegiatan utama yang dilakukan oleh seksi Ekonomi Pembangunan (Staff Ekbang) Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang, sistem yang sedang berjalan saat ini masih menggunakan semi komputer (Microsoft Excel) maka dari itu sering terjadi kehilangan data akibat dari media penyimpanan yang terlalu banyak. Oleh karena itu, diperlukannya suatu sistem yang terkomputerisasi dengan database sehingga memudahkan pekerjaan Staff Ekbang dalam melancarkan segala kegiatan penginputan data seperti usulan perencanaan pembangunan fisik dan pembangunan non fisik. Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi dan wawancara dengan pihak-pihak terkait, menggunakan metode analisa PIECES serta Diagram UML (Unified Modeling Language) untuk merancang sebuah sistem yang dapat mengatasi masalah tersebut. Rancangan sistem menggunakan bahasa pemrograman PHP framework, Sublime Text 3 sebagai editor text dan MySQL sebagai database. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem Perencanaan Ekonomi Pembangunan (EKBANG) yang gunanya untuk membantu pekerjaan Staff Ekbang dalam penginputan usulan perencanaan pembangunan fisik dan pembangunan non fisik serta memberikan laporan kepada Lurah secara otomatis.

Kata kunci: Usulan, Perencanaan, pembangunan, pemerintahan.


ABSTRACT

Proposed development is a very important thing in a government activity because the proposed development is a form to advance a region so that the area can develop for the better. The proposed development is a major activity carried out by the Development Economy section (Ekbang Staff) of the Tangerang City Jurassic Village, the system currently running is still using semi-computers (Microsoft Excel), therefore data loss often results from too much storage media. Therefore, a computerized system with a database is needed to facilitate the work of Ekbang staff in launching all data input activities such as proposals for physical development planning and non-physical development. In this study researchers conducted observations and interviews with relevant parties, using the PIECES analysis method and UML Diagram (Unified Modeling Language) to design a system that can overcome these problems. The system design uses the PHP framework programming language, Sublime Text 3 as a text editor and MySQL as a database. The result of this research is a Development Economic Planning system (EKBANG) which is used to assist Ekbang Staff work in inputting proposals for physical development planning and non-physical development and providing reports to the Lurah automatically.

Keywords: Proposal, Planning, development, government.



KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi dengan judul "Perancangan Sistem Informasi Perencanaan Ekonomi Pembangunan (EKBANG) Pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang".

Tujuan penulisan Laporan Skripsi ini adalah sebagai syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan Strata 1 Program Studi Sistem Informasi pada Universitas Raharja.

Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bimbingan dan dorongan dari banyak pihak penulis tidak akan dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini pula penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

  1. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si selaku selaku Rektor Universitas Raharja.
  2. Bapak Dr. Henderi, S.Kom., M.Kom selaku selaku Dekan Fakultas Universitas Raharja.
  3. Bapak Padeli, M.Kom selaku Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Raharja.
  4. Ibu Euis Sitinur Aisyah, M.Kom. selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi dan sebagai Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis sehingga Skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
  5. Bapak Ir. Abdul Hayat, M.T.I sebagai Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, masukan, dan motivasi kepada penulis.
  6. Bapak Sudiman sebagai Lurah Jurumudi Kota Tangerang, yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan observasi di Kantor Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang.
  7. Bapak Tarji Al-fauzan S.IP sebagai Seksi Ekonomi Pembangunan sekaligus Pembimbing Lapangan di Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang yang telah memberikan data dan informasi seputar observasi skripsi ini.
  8. Bapak dan Ibu Dosen serta Staff Universitas Raharja yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan dan motivasi kepada penulis.
  9. Keluarga yang selalu memberikan perhatian penuh yang begitu besar kepada penulis untuk selalu bersemangat dan dukungan moril maupun materil sehingga Skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
  10. Serta teman-teman seperjuangan yang selalu ada dan memberikan semangat.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun, penulis harapkan sebagai pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Semoga Laporan ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.


Tangerang, Juli 2019
USWATUN HASANAH
NIM. 1514488098

Daftar isi


DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Struktur Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang

Gambar 3.2 Use Case Diagram Perencanaan Pembangunan Yang Berjalan

Gambar 3.3 Activity Diagram Perencanaan Pembangunan Yang Berjalan

Gambar 3.4 Sequence Diagram Perencanaan Pembangunan Yang Berjalan

Gambar 4.1 Usecase Diagram Usulan Ekonomi Pembangunan (EKBANG)

Gambar 4.2 Activity Diagram Usulan Ekonomi Pembangunan (EKBANG)

Gambar 4.3 Activity Diagram Usulan Ekonomi Pembangunan (EKBANG)

Gambar 4.4 Sequence Diagram Usulan Ekonomi Pembangunan (EKBANG)

Gambar 4.5 Class Diagram Sistem Usulan Ekonomi Pembangunan (EKBANG)

Gambar 4.6 Tampilan Halaman Login

Gambar 4.7 Tampilan Halaman Home

Gambar 4.8 Tampilan Table Usulan Pembangunan Fisik dan Non Fisik

Gambar 4.9 Tampilan Halaman Input Data Usulan Pembangunan Fisik dan Non Fisik

Gambar 4.10 Tampilan Laporan

Gambar 4.11 Tampilan Table Hasil Dokumentasi

Gambar 4.12 Tampilan Realisasi Pembangunan

Gambar 4.13 Tampilan Jenis Usulan

Gambar 4.14 Tampilan Table Lokasi

Gambar 4.15 Tampilan Data Master (User)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Analisa PIECES

Tabel 3.2 Elisitasi Tahap I

Tabel 3.3 Elisitasi Tahap II

Tabel 3.4 Elisitasi Tahap III

Tabel 3.5 Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1 Perbedaan Sistem Berjalan Dengan Sistem Usulan

Tabel 4.2 Master Data Kategori

Tabel 4.3 Master Data Suplier

Tabel 4.4 Master Data Menu

Tabel 4.5 Master Data Role

Tabel 4.6 Master Data User

Tabel 4.7 Transaksi Barang Masuk

Tabel 4.8 Master Transaksi Cutting

Tabel 4.9 Daftar Pengujian

Tabel 4.10 Pengujian Login

Tabel 4.11 Pengujian Menambah Master Data Ketegori Barang

Tabel 4.12 Pengujian Logout Sistem

Tabel 4.13 Time Schedule

Tabel 4.14 Estimasi biaya



BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dalam memasuki era globalisasi maka perkembangan di bidang informasi pun tidak dapat dihindari, dan kebutuhan manusia di bidang informasi semakin besar dan semakin luas khususnya dalam ilmu komputer. Setiap organisasi sangat membutuhkan informasi yang cepat, akurat dan relevan. Pada perkembangan teknologi saat ini, manusia berusaha untuk membuat sistem informasi yang baik dan mudah agar digunakan user untuk membantu pekerjan.

Instansi pemerintah yaitu Kelurahan merupakan suatu wilayah kerja Lurah sebagai perangkat daerah kota di bawah naungan Kecamatan yang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pemerintahan seperti pemberdayaan masyarakat, pelayanan masyarakat, penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum, serta pembinaan lembaga kemasyarakatan ditingkat Kelurahan. Salah satu aktivitas untuk menjalankan rencana program kerja yang dilimpahkan oleh Pemerintah yaitu musyawarah perencanaan pembangunan (MUSRENBANG), kegiatan musyawarah yang dilakukan secara rutin dari tahun ke tahun oleh Kelurahan menghasilkan suatu aspirasi masyarakat mengenai pembangunan yang dibutuhkan dalam perbaikan atau pembangunan fisik dan pembangunan non-fisik di lingkungan masing-masing pada RW maupun RT.

Terkait dengan rencana pembangunan fisik yaitu perbaikan jalan, pembuatan drainase, pembuatan gorong-gorong, dan lain sebagainya. Sedangkan rencana pembangunan yang bersifat non fisik meliputi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kesehatan, dan lain sebagainya. Hasil dari musyawarah tersebut dilaporkan oleh Kelurahan kepada tingkat Kecamatan, tingkat Kota dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), kemudian data tersebut di input pada sistem yang bernama E-Planning Kota Tangerang. Pada sistem tersebut dapat dilihat rencana pembangunan mulai dari kecamatan dan kelurahan yang berada di Kota Tangerang, dan user memasukkan data mulai dari lokasi pembangunan, RT dan RW, Volume, hingga anggaran pembangunan.

Berdasarkan penelitian, saat ini sistem yang digunakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dalam menginput rencana program kerja yaitu E-Planning Kota Tangerang, sistem tersebut digunakan untuk menginput data pembangunan dan mengetahui program rencana pembangunan yang akan dilakukan pada lingkungan yang mengajukan perbaikan maupun pembangunan di daerah Kota Tangerang. Namun pada sistem tersebut terdapat kendala yaitu tidak dapat menginput program rencana kerja yang bersifat pembangunan non fisik.

Dengan adanya sistem yang lebih baik diharapkan dapat membantu dalam proses kegiatan menginput rencana pembangunan guna memberikan solusi agar pengelolaan data dapat dikelola dengan cepat dan mudah. Oleh karena itu, suatu instansi membutuhkan suatu sistem informasi yang mendukung kebutuhan instansi pemerintahan baik dalam menciptakan efisiensi dan efektifitas kerja pada instansi pemerintahan itu sendiri.

Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan dari permasalahan yang ada maka peneliti mangambil judul Skripsi yaitu “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN EKONOMI PEMBANGUNAN (EKBANG) PADA KELURAHAN JURUMUDI KOTA TANGERANG”

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana sistem yang berjalan saat ini pada proses rencana pembangunan yang dilakukan oleh Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang?
  2. Bagaimana kebutuhan user untuk perancangan sistem informasi dalam pembangunan fisik dan non fisik pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang?
  3. Bagaimana rancangan sistem program rencana pembangunan pembangunan fisik dan non fisik yang akan diusulkan untuk Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang?

Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup dalam penelitian ini hanya difokuskan pada proses sistem pendataan rencana pembangunan yang berada di Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang, yaitu mulai dari rembuk warga, penginputan data yang didapatkan dalam musyawarah rencana pembangunan (MUSRENBANG) tingkat RW dan RT, sampai dengan pembuatan anggaran pembangunan yang direalisasikan oleh Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Berkaitan dengan rumusan masalah yang ditetapkan, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah merancang Sistem Informasi Perencanaan Ekonomi Pembangunan (EKBANG) Pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang, sehingga dapat memudahkan dalam penginputan program rencana pembangunan fisik dan non-fisik agar terlaksanan dengan baik.

  1. Untuk menganalisa sistem informasi rencana pembangunan yang berjalan di Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang.
  2. Untuk mengetahui kebutuhan user pada sistem rencana pembangunan di Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang.
  3. Untuk merancang sistem informasi rencana pembangunan yang diusulkan kepada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang.

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini diantaranya adalah :

  1. Memperoleh informasi mengenai sistem rencana pembangunan yang berjalan di daerah Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang.
  2. Dapat memudahkan stakeholder dalam menginput data baik data yang bersifat fisik maupun data yang bersifat non fisik.
  3. Menghasilkan sebuah rancangan sistem informasi usulan rencana pembangunan yang dibutuhkan oleh stakeholder.

Metodologi Penelitian

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam pembuatan laporan Skripsi, peneliti menggunakan beberapa metode yang digunakan adalah sebagai berikut :

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data digunakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan 3 (tiga) pendekatan yaitu :

  1. Metode Observasi (Observasi Research)

    Melakukan tinjauan langsung ke Kantor Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang yang beralamat di Jalan Halim Perdana Kusuma No. 25 Kelurahan Jurumudi Kecamatan Benda Kota Tangerang untuk mendapatkan data dan informasi mengenai data ekonomi dan pembangunan.

  2. Metode Wawancara (Interview Research)

    Selain observasi, peneliti melakukan wawancara kepada stakeholder yaitu KA. Seksi Ekonomi Pembangunan Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang yang bernama Bapak Tarji Al-fauzan S.IP dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada stakeholder mengenai sistem pelaporan yang berjalan saat ini.

  3. Metode Study Pustaka (Library Research)

    Yaitu metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari beberapa sumber-sumber literature seperti buku, jurnal, makalah, internet, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan penelitian sebagai bahan referensi dalam penyusunan laporan Skripsi.

Metode Analisa

  1. Setelah melakukan proses pengumpulan data, selanjutnya data yang sudah diperoleh dapat diolah dan dianalisa. Dalam melakukan analisa sistem informasi rencana pembangunan pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang, peneliti menggunakan metode yaitu analisa sistem PIECES (Performance, Information/Data, Economic, Control/Security, Efficiency, dan Service). Analisa PIECES digunakan untuk menganalisa sistem yang berjalan dari segi kinerja apakah efisien dalam menghasilkan informasi sehingga dapat memberikan pelayanan yang diinginkan dan juga tidak memakan banyak biaya.
  2. Selain itu, peneliti menggunakan Unified Modeling Language (UML) sebagai salah satu alat bantu untuk memodelkan secara visual yang dapat digunakan dalam bahasa pemograman yang berorientasi objek. UML terdiri dari beberapa diagram yang saling berkaitan, antara lain Usecase Diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram.
  3. Kemudian peneliti menggunakan metode Elisitasi untuk mengumpulkan dan menyeleksi kebutuhan sistem yang diharapkan stakeholder. Elisitasi merupakan rancangan sistem yang diusulkan sesuai dengan keinginan atau kebutuhan user. Elisitasi yang dilakukan melalui 3 (tiga) tahap, yaitu Elisitasi tahap I, Elisitasi tahap II, Elisitasi tahap III dan draft final elisitasi.

Metode Perancangan

Perancangan sistem informasi Rencana Pembangunan Pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang menggunakan metode Unified Modelling Language (UML) yang akan dituangkan dalam tahap : pembuatan Use Case Diagram, Sequence Diagram, Activity Diagram, dan Class Diagram serta penjabaran rancangan basis data dan spesifikasi data, yang menggunakan beberapa software dalam perancangannya.

Metode Pengujian

Metode pengujian digunakan sebagai menganalisa suatu sistem untuk mendeteksi, megevaluasi kondisi (error/defect) serta fitur-fitur yang diinginkan untuk mengetahui kualitas dari sebuah sistem dengan mengeleminasi kesalahan yang terjadi saat sistem dijalankan. Dalam metode pengujian yang digunakan yaitu menggunakan Blackbox Testing, Blackbox Testing dapat digunakan untuk mengetahui dan memastikan masukan data yang diterima dan keluaran data dari perangkat lunak yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan benar sesuai dengan yang diharapkan.

Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah dalam membaca dan mengikuti aturan penelitian yang ada, maka peneliti mengelompokkan laporan Skripsi ini menjadi beberapa bab yang secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan Latar Belakang, Rumusan Masalah, Ruang Lingkup Penelitian, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metode Penelitian, dan Sistematika Penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan teori-teori dasar atau umum dan teori-teori khusus yang berkaitan dengan analisa serta definisi-definisi yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas serta beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian ini.

BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Bab ini menjelaskan tentang gambaran umum Kantor Kelurahan Jurumudi yang terdiri dari sejarah singkat, struktur organisasi, dan tugas serta tanggung jawab. Metode analisa PIECES (Performance, Information/Data, Economic, Control/Security, Efficiency, dan Service), permasalahan yang dihadapi, dan Unified Modelling Language (UML) seperti Usecase Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram serta alternatif pemecahan masalah seperti Elisitasi tahap I, Elisitasi tahap II, Elisitasi tahap III dan draft final elisitasi.

BAB IV RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Bab ini membahas tentang perancangan sistem yang lebih sistematis yang akan dijelaskan dalam bentuk usulan prosedur yang baru. Rancangan yang diusulkan mulai dari perancangan proses Unified Modelling Language (UML) dan Software Visual Paradigm, rancangan database, layout atau tampilan program serta implementasi sistem yang diusulkan.

BAB V PENUTUP

Pada bab ini berisi tentang kesimpulan hasil dari penelitian dan menjawab dari tujuan penelitian yang diajukan, serta saran-saran seputar pengembangan sistem kedepan sesuai kebutuhan stakeholder.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN


BAB II
LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Perancangan

Definisi Perancangan

Menurut Gatoet dalam penelitian Maimunah, dkk (2017:38)[1] yang berjudul Perancangan Prototype Visual Pada Bagian Desain Sebagai Media Informasi dan Promosi Pada PT Sulindafin, “Perancangan adalah setiap rancangan harus memenuhi kebutuhan penggunanya dan dapat berfungsi dengan baik, fungsi timbul sebagai akibat dari adanya kebutuhan manusia dalam usaha untuk mempertahankan serta mengembangkan hidup dan kehidupan di alam semesta ini”.

Menurut Subhan (2012:109) dalam penelitian Nasril, dan Adri (2016:48),[2] yang berjudul Rancang Bangun Sistem Informasi Ujian Online “Perancangan adalah proses pengembangan spesifikasi sistem baru berdasarkan rekomendasi hasil analisis sistem”.

Menurut Hanif Al Fatta (2007) dalam penelitian aris, dkk (2016:26)[3] yang berjudul Perancangan Aplikasi Sistem Informasi Penjualan Tiket Pada PT Nur Rizky Pratama Travel Berbasis Web, “Perancangan adalah proses pengembangan spesifikasi sistem baru berdasarkan rekomendasi hasil analisis sistem”.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa perancangan adalah proses pengembangan spesifikasi sistem baru berdasarkan rekomendasi hasil analisis sistem yang harus memenuhi kebutuhan penggunanya dan dapat berfungsi dengan baik.

Tujuan Perancangan

Menurut Muharto & Arisandy (2016:103)[4], “Tujuan Perancangan sistem yaitu untuk memenuhi kebutuhan pemakai (user). Untuk memberikan gambaran yang jelas dan menghasilkan rancangan bangun yang lengkap kepada pemrograman komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat dalam pengembangan atau pembuatan sistem”.

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Menurut M. Thoha dkk (2015),[5] “Setiap sistem baik sistem skala yang besar maupun dalam skala yang kecil selalu memiliki komponen-komponen atau elemen-elemen sistem. Komponen-komponen ini dapat berupa subsistem atau bagian-bagian yang memiliki sifat dari sistem. Komponen-komponen sistem ini saling berhubungan dan bekerja sama untuk menciptakan satu kesatuan sehingga sistem dapat mencapai tujuannya”.

Menurut Sutarma (2012:13)dalam penelitian Ageng Setiani, dkk (2015:216)[6] dalam jurnlal CCIT yang berjudul Smart Home Automatic Menggunakan Media Bluetooth Berbasis Mikrokontroler Atmega 328, “Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama".

Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan sistem adalah sekelompok elemen yang saling terhubung satu sama lain yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam.proses yang teratur yang dapat mendukung sistem yang lebih besar.

Klasifikasi Sistem

Menurut Hutahaean (2014:6-7),[7] Sistem dapat diklasifikasikan dalam beberapa sudut pandang  :

  1. Sistem diklasifikasikan sebagai  :
    1. Sistem Abstrak (Abstract System)
    2. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau yang tidak tampak secara fisik.

    3. Sistem Fisik (Physical System) (Abstract System)
    4. Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.

  2. Sistem diklasifikasikan sebagai  :
    1. Sistem Alamiah (Natural System)
    2. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Misalnya sistem perputaran bumi.

    3. Sistem Buatan Manusia (Human Made System)
    4. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (human machine system)

  3. Sistem diklasifikasikan sebagai  :
    1. Sistem Tertentu (Deterministic System)
    2. Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan.

    3. Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)
    4. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistik.

  4. Sistem diklasifikasikan sebagai  :
    1. Sistem Tertutup (Close System)
    2. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh dan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem bekerja otomatis tanpa ada turut campur lingkungan luar. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relatively closed system.

    3. Sistem Terbuka (Open System)
    4. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan ouput dari lingkungan luar atau subsistem lainnya. Karena sistem terbuka terpengaruh lingkungan luar maka harus mempunyai pengendali yang baik.

Konsep Dasar Informasi

Definisi Informasi

Menurut Romney dan Steinbart (2015:4)[8] , “Informasi adalah data yang diolah sehingga memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi pengguna”.

Menurut Khozin Yuliyana dkk dalam jurnal SENSI Vol.3 No.2 (2017: 192)[9] , “Informasi adalah fakta yang telah diolah dengan cara tertentu yang menggambarkan suatu kejadian nyata untuk diolah agar dapat dipahami dan digunakan dalam pengambilan suatu keputusan”.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih bermanfaat bagi penerimanya sehingga dapat mendukung dalam pembuatan keputusan.

Ciri-ciri Informasi

Menurut Deni dalam buku Rusdiana dan Moch. Irfan (2014:86)[10] , yang berjudul Sistem Informasi Manajemen, menjelaskan enam ciri dari informasi yang dapat memberikan makna bagi pengguna, di antaranya sebagai berikut :

  1. Amount of information (kuantitas informasi), informasi yang diolah oleh prosedur pengolahan informasi mampu memenuhi kebutuhan banyaknya informasi
  2. Quality of information (kualitas informasi), informasi yang diolah oleh sistem pengolahan tertentu mampu memenuhi kebutuhan kualitas informasi.
  3. Recency of information (informasi aktual), informasi yang diolah oleh sistem pengolahan tertentu mampu memenuhi kebutuhan informasi baru.
  4. Relevance of information (informasi yang relevan atau sesuai), informasi yang oleh sistem pengolahan tertentu mampu memenuhi kebutuhan informasi.
  5. Accuracy of information (ketepatan informasi), informasi yang oleh sistem pengolahan tertentu mampu memenuhi kebutuhan informasi.
  6. Recency of information (informasi aktual), informasi yang diolah oleh sistem pengolahan tertentu mampu memenuhi kebutuhan informasi baru.

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Menurut Krismiaji (2015:16)[11] , “Sistem informasi adalah cara-cara yang diorganisasikan untuk mengumpulkan, memasukan dan mengolah serta menyimpan data dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.

Menurut Sri Rahayu dkk dalam jurnal SENSI Vol.4 No.1 (2018: 3)[12] , “Sistem Informasi merupakan elemen-elemen yang saling berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk menciptakan dan membentuk aliran informasi yang akan mendukung pembuatan keputusan dan melakukan kontrol terhadap jalannya perusahaan”.

Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Informasi merupakan sekumpulan data yang telah diproses sehingga dapat bermanfaat bagi penerima dalam membantu pengambilan keputusan.

Tujuan Sistem Informasi

Menurut F. Rangkuti (2011) dalam penelitian Nina dkk (2017:44)[13] , tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi dari bentuk data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya.

  1. Kegunaan (Usefulness). Sistem harus menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan untuk pengambilan keputusan manajemen dan personil operasi di dalam organisasi.
  2. Ekonomi (Economic). Semua bagian komponen sistem termasuk laporan-laporan, pengendalian-pengendalian, mesin-mesin harus menyumbang suatu nilai manfaat setidak-tidaknya sebesar biaya yang dibutuhkan.
  3. Keandalan (Realibility). Keluaran sistem harus mempunyai tingkatan ketelitian yang tinggi dan sistem itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif bahkan pada waktu komponen manusia tidak hadir atau
  4. Pelayanan Langganan (Customer Service). Sistem harus memberikan pelayanan dengan baik atau ramah kepada para pelanggan. Sehingga sistem tersebut dapat diminati oleh para pelanggannya.
  5. Kesederhanaan (Simplicity). Sistem harus cukup sederhana sehingga terstruktur dan operasinya dapat dengan mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti.
  6. Fleksibilitas (Fleksibility). Sistem harus cukup fleksibel untuk menangani perubahan-perubahan yang terjadi, kepentingannya cukup beralasan dalam kondisi dimana sistem beroperasi atau dalam kebutuhan yang diwajibkan oleh organisasi.

Komponen Sistem Informasi

Menurut Hutahaean (2014:13)[7], sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building blok) yaitu :

  1. Blok Masukan (Input Block)

    Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

  2. Blok Model (Model Block)

    Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

  3. Blok Keluaran (Output Block)

    Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

  4. Blok Teknologi (Technology Block)

    Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

    Teknologi terdiri dari unsur utama:

      1. Teknisi (human ware atau brainware)
      2. Perangkat lunak (software)
      3. Perangkat keras (hardware)
  5. Blok Basis Data (Database Block)

    merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

  6. Blok kendali (control block)

    Banyak factor yang dapat merusak sistem informasi, misalnya bencana alam, api, temperatur tinggi, air, debu, kecurangan-kecurangan, kejanggalan sistem itu sendiri, ketidakefisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Teori Khusus

Konsep Dasar Perencanaan

Definisi Perencanaan

Menurut Wrihatnolo dan Nugroho dalam penelitian Laily (2015:300)[14], yang berjudul Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Partisipatif, “Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan”.

Menurut Kunarjo (2015:14)[15], “Perencanaan merupakan proses penyiapan seperangkat keputusan untuk dilaksanakan pada waktu yang akan datang yang diarahkan pada pencapaian sasaran tertentu”.

Sedangkan menurut Hasibuan (2015:95)[16], “Perencanaan adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan”.

Dari beberapa pengertian diatas mengenai Perencanaan dapat disimpulkan bahwa Perencanaan merupakan proses penyiapan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan pada masa yang akan datang.

Konsep Dasar Pembangunan

Definisi Pembangunan

Menurut Slamet Riyadi dalam penelitian Kurniawan (2015:445) [17]yang berjudul Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Pariwisata Umbul Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang, menyatakan bahwa “Pembangunan adalah suatu proses dinamis yang meliputi berbagai kegiatan yang direncanakan dan terarah dengan melibatkan peran-serta masyarakat banyak sebagai kekuatan pembaharuan untuk menimbulkan perubahan-perubahan sosial / struktur sosial yang mendasar maupun pertumbuhan ekonomi yang dipercepat tetapi terkendalikan dalam ruang lingkup keadilan sosial demi kemajuan dan kualitas hidup dan meningkatkan harkat dan martabat manusiawi”.

Sedangkan menurut Todaro (2007) dalam penelitian Nasution (2017:73)[18] yang berjudul Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Di Kantor Camat Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan, “Pembangunan merupakan proses multi dimensional yang menyangkut perubahan-perubahan yang penting dalam suatu struktur, sistem sosial ekonomi, sikap masyarakat dan lembaga-lembaga nasional dan akselerasi pertumbuhan ekonomi, pengangguran kesenjangan dan pemberantasan kemiskinan”.

Dari beberapa pengertian diatas mengenai Pembangunan dapat disimpulkan bahwa Pembangunan merupakan suatu proses dinamis yang meliputi berbagai kegiatan yang direncanakan dan terarah dengan melibatkan peran-serta masyarakat banyak sebagai kekuatan pembaharuan.

Konsep Dasar Kelurahan

Definisi Kelurahan

Menurut Bagus Muhammad Ariyadi dan Bahar (2016:896)[19], “Kelurahan merupakan suatu instansi pemerintah terkecil yang berhubungan langsung dengan masyarakat dalam hal memberikan jasa pelayanan administrasi kependudukan”.

Konsep Dasar Analisa PIECES

Definisi Analisa PIECES

Menurut Yuli Asbar dan Mochamad Ari Saptari (2017:40)[20], “Analisis PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Eficiency, Services) merupakan teknik untuk mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan yang terjadi”. Analisis PIECES mengidentifikasikan masalah utama dari suatu sistem serta memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Analisis PIECES terdiri dari :

  1. Performance (Kinerja atau Kehandalan)

    Masalah kinerja terjadi ketika tugas-tugas bisnis yang dijalankan tidak mencapai sasaran. Kinerja diukur dengan jumlah produksi dan waktu tanggap. Kinerja pun dapat diukur berdasarkan volume pekerjaan, pangsa pasar yang diraih, atau citra perusahaan.

  2. Information (Informasi)

    Informasi merupakan komoditas krusial bagi pengguna akhir. Evaluasi terhadap kemampuan sistem informasi dalam menghasilakn informasi yang bermanfaat perlu dilakukan untuk menyikapi peluang dan menangani masalah yang muncul. Kurangnya informasi yang relevan dalam mengambil keputusan merupakan situasi yang membutuhkan peningkatan informasi.

  3. Economy (Ekonomi)

    Ekonomi merupakan motivasi paling umum bagi suatu proyek. Pijakan dasar bagi kebanyakan manajer yaitu biaya atau rupiah. Persoalan ekonomis dan peluang berkaitan dengan masalah biaya.

  4. Control (Kontrol atau Keamanan)

    Kontrol dipasang untuk meningkatkan kinerja sistem, mencegah atau mendeteksi kesalahan sistem, menjamin keamanan data, informasi dan persyaratan.

  5. Efficiency (Efisiensi)

    Efisiensi menyangkut bagaimana menghasilkan output sebnayak-banyaknya dengan input yang sekecil mungkin.

  6. Services (Pelayanan)

    Kualitas pelayanan sistem dikatakan buruk apabila sistem tidak menghasilkan produk yang akurat, sistem tidak menghasilkan produk yang konsisten, sistem tidak mudah digunakan dan sistem tidak fleksibel.

Konsep Dasar UML (unified Modelling Language)

Definisi UML (unified Modelling Language)

Menurut Adi N (2010) dalam penelitian Maimunah dkk yang berjudul Aplikasi Sistem Order Online Berbasis Mobile Android Pada Outlet Pizza Hut Delivery (2017:1)[21], “UML (Unified Modeling Language) adalah perangkat lunak yang berparadigma ‘berorientasi objek’. Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami”.

Menurut Rosa dan M.Shalahuddin (2015) yang dikutip oleh Rachmat, dkk dalam Jurnal yang berjudul Sistem Pakar Identifikasi Tipe Kepribadian Karyawan Menggunakan Metode Certainty Factor (2017:22)[22], Definisi UML (Unified Modeling Language) adalah “Bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung”.

Berdasarkan pendapat yang telah dikemukakan oleh para ahli, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa UML (Unified Modelling Language) adalah suatu kumpulan pemodelan yang digunakan untuk menentukan atau menggambarkan atau mendokumentasikan sebuah sistem software yang terkait dengan objek.

Jenis-jenis UML (unified Modelling Language)

  1. Use Case Diagram

    Menurut Untung Rahardja dkk dalam CCIT Journal Vol. 7 No. 3 (2014:491)[23], “Use case pada dasarnya merupakan gambaran dari proses sistem secara keseluruhan yang melibatkan actor dalam hal penggunaan”.

    Menurut Aris dkk dalam Jurnal SENSI Vol.2 No.1 (2016: 75)[24], “Use case diagram merupakan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem”.

    Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Use Case Diagram yaitu diagram yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara sistem dengan aktor. Diagram ini hanya menggambarkan secara global. Karena use case diagram hanya menggambarkan sistem secara global, maka elemen-elemen yang digunakan pun sangat sedikit seperti system, actor, use case, association, dependency, dan generalization.

  2. Activity Diagram

    Menurut Dewa Ayu Eka Yuliani dalam CCIT Journal Vol.10 No.1 (2017: 26)[25], “Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing)”.

  3. Sequence Diagram

    Menurut Sri Mulyani (2017: 249)[26], “Sequence Diagram adalah diagram yang menggambarkan interaksi antar objek. Sequence Diagram secara khusus menjabarkan behavior sebuah skenario tunggal. Diagram tersebut menunjukan sejumlah objek contoh dan pesan-pesan yang melewati objek ini dalam sebuah use case”.

  4. Class Diagram

    Menurut Sri Mulyani (2017: 249)[26], “Class Diagram adalah diagram yang digunakan untuk mempresentasikan kelas, komponen-komponen kelas dan hubungan antara masing-masing kelas. Selain itu class diagram mendeskripsikan jenis-jenis objek dalam sistem dan berbagai macam hubungan statis yang terdapat diantara mereka. Class diagram juga menunjukan property dan operasi sebuah kelas serta batasan-batasan objek tersebut”.

Konsep Dasar Elisitasi

Definisi Elisitasi

Menurut Hidayati (2007) dalam penelitian Abas S, dkk yang berjudul Requirement Elicitation dan Pembuatan Program Dalam Penelitian Teknologi Informasi (2015:3)[27], Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut :

  1. Elisitasi Tahap I. Pada tahap ini elisitasi berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.
  2. Elisitasi Tahap II. Pada tahap ini elisitasi merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.Berikut penjelasan mengenai Metode MDI (Mandatory Desirable Inessential) :
    1. M pada MDI itu artinya Mandatory (Penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.
    2. D pada MDI itu artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih perfect.
    3. I pada MDI itu artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.
  3. Elisitasi Tahap III. Pada tahap ini elisitasi merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu sebagai berikut :
    1. T artinya Tehnikal, maksudnya bagaimana tata cara / tehnik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan?
    2. O artinya Operasional, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan?
    3. E artinya Ekonomi, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem?

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

    1. (H) yaitu sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit
    2. (M) yaitu mampu untuk dikerjakan
    3. (L) yaitu mudah untuk dikerjakan.
  4. Final draft elisitasi, merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Konsep Dasar Database

Definisi Database

Menurut Syahrial Chan (2017:161) dalam penelitian Euis dkk yang berjudul Aplikasi Sistem Pengendalian Internal Terhadap Piutang Pada PT. Mitra Toyotaka Indonesia (2018:1183)[28], “Database adalah tempat menyimpan koleksi data yang teroganisisr dari skema, tabel, view, query, store prosedure dan objek-objek lainnya”.

Menurut Irham Fahmi (2013) dalam penelitian Aris dkk yang berjudul Aplikasi Sistem Informasi Monitoring Capaian Kinerja Berbasis Android Pada Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (2016: 31)[29], “Database adalah sekumpulan tabel-tabel yang berisi data dan merupakan kumpulan dari field atau kolom. Struktur file yang menyusun sebuah database adalah Data Record dan Field”.

Dari beberapa pengertian diatas mengenai database dapat disimpulkan bahwa database merupakan sekumpulan dari semua data yang terbentuk dalam Data Record dan Field.

Konsep Dasar PHP

Definisi PHP

Menurut Sri Rahayu dkk dalam CCIT Journal Vol.9 No.1 (2015: 53)[30], “PHP adalah bahasa server-side scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamis”.

Menurut Megha Koshti dan Sanjay Ganorkar dalam International Journal of Innovative Research in Science, Engineering and Technology Vol 5, Issue 5 (2016: 8981)[31], “The PHP Hypertext Pre-processor (PHP) is a programming language that allows web developers to create dynamic content that interacts with databases”. (PHP adalah bahasa pemrograman yang memungkinkan pengembangan web membuat konten dinamis yang berinteraksi dengan database).

Konsep Dasar XAMPP

Definisi XAMPP

Menurut Bertha Sidik (2018:6)[32], “XAMPP kependekan dari X Apache MySQL PHP and Perl, X mewakili sistem operasi, A untuk Apache adalah server web, M untuk MySQL atau MariDB adalah server database, P yang pertama untuk PHP adalah bahasa pemrograman untuk pembuatan aplikasi, dan P yang kedua untuk Perl adalah bahasa pemrograman untuk pembuatan aplikasi juga. X menyatakan bahwa paket ini bisa untuk Windows ataupun Linux”.

Konsep Dasar Codeigniter

Definisi Codeigniter

Menurut Bertha Sidik (2018:2)[32], “Codeigniter (CI) adalah framework pengembangan aplikasi (application development framework) dengan menggunakan PHP, suatu kerangka pembuatan program dengan menggunakan PHP. Pengembangan dapat langsung menghasilkan program dengan cepat, dengan mengikuti kerangka kerja untuk membuat yang telah disiapkan oleh framework CI ini”.

Konsep Dasar Sublime Text

Definisi Sublime Text

Menurut Adi Tri dalam jurnalnya (2015:723)[33], “Sublime Text adalah editor teks yang dirancang untuk mengolah potongan-potongan kode, plugin, dan markup. Tetapi sublime text juga dapat digunakan untuk menulis artikel dan mengetik dalam prosa normal keunggulan sublime text terletak pada kualitas dan kuantitas fitur-fiturnya seperti blok multi tempat, kursor banyak, dan pengolahan split”.

Konsep Dasar CSS (Cascading Style Sheet)

Definisi CSS (Cascading Style Sheet)

Menurut Diah Puspitasari dalam jurnalnya (2016:228)[34], “Cascading Style Sheet (CSS) adalah suatu bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup. Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML. Walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG dan X. UL. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C)”.

Konsep Dasar Testing

Definisi Testing

Menurut Rizky (2014: 237)[35], “Testing adalah sebuah proses yang diejawantahkan sebagai siklus hidup dan merupakan bagian dari proses rekayasa perangkat lunak secara terintegrasi demi memastikan kualitas dari perangkat lunak secara terpenuhi kebutuhan teknis yang telah disepakati dari awal”.

Definisi Black Box Testing

Menurut Unit Laka (2014) dalam penelitian Arifianto, dkk (2016:192)[36], “Blackbox Testing merupakan pengujian yang berfokus pada persyaratan fungsionalitas perangkat lunak. Pengujian blackbox testing disebut juga pengujian behavioral atau pengujian partisi. Pengujian blackbox memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program”.

Konsep Dasar Literature Review

Definisi Literature Review

Menurut Punaji (2016:117)[37], ”Literature Review atau kajian pustaka merupakan sebuah uraian atau deskripsi tentang literatur yang relevan dengan bidang atau topik yang tertentu. Memberikan tinjauan mengenai apa yang telah dibahas atau dibicarakan oleh peneliti atau penulis, teori dan hipotesis yang mendukung, permasalahan penelitian yang diajukan atau ditanyakan, metode dan metodologi yang sesuai”.

Dalam buku Punaji (2016:117)[37]Setyosari, Punaji. 2016. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta : Prenadamedia.</ref>, Menurut Fraenkel, dkk (2012) “Literature Review adalah suatu kajian khazanah pustaka yang mendukung pada masalah khusus dalam penelitian yang sedang dikerjakan. Kajian ini sangat berguna bagi peneliti, untuk memberikan gambaran masalah yang akan diteliti, memberikan dukungan teoretis konseptual bagi peneliti, dan juga berguna untuk bahan diskusi atau pembahasan dalam penelitian”.

Dalam buku Punaji (2016:118)[37]Setyosari, Punaji. 2016. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta : Prenadamedia.</ref>, Menurut Randolf (2009) mendefinisikan kajian literatur atau kajian pustaka, “As an information analysis and synthesis, focusing on findings and not simply bibliographic citations, summarizing the substance of the literature and drawing conclusions from it.” Kajian literatur itu merupakan suatu analisis dan sintesis informasi, yang memusatkan perhatian pada temuan-temuan dan bukan kutipan bibliografi yang sederhana, meringkas substansi literatur dan mengambil kesimpulan dari suatu isi literatur tersebut.

Literature Review

Berikut ini adalah penelitian yang telah dilakukan dan memiliki korelasi yang searah dengan penelitian yang akan dibahas dalam Skripsi ini, antara lain:

  1. Penelitian dalam sebuah jurnal yang dilakukan oleh Iman A. Prabowo dan Fajar Nugraha (2018)[38] dari Universitas Muria Kudus, yang berjudul “Sistem Informasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Studi Kasus Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pati”. Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun Sistem Informasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Pati yang digunakan untuk pengelolaan perencanaan pembangunan oleh Bappeda dan pihak Satuan Kerja. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Prototype. Perancangan sistem informasi menggunakan Data Flow Diagram (DFD) yang digunakan untuk mendesaian sistem informasi musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) kabupaten pada badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) kabupaten Pati.

  2. Penelitian dalam sebuah jurnal yang dilakukan oleh Adhi Iman Sulaiman, dkk (2015)[39] dari Universitas Jenderal Soedirman, yang berjudul “Komunikasi Stakeholder dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)”. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis hubungan karakteristik stakeholder, aspirasi dan akses media informasi dengan intensitas komunikasi stakeholder dalam Musrenbang desa/kelurahan. Penelitian menggunakan metode campuran sekuensial (sequential mixed methods) yaitu metode kualitatif dengan analisis deskriptif dan metode survei kuantitatif ekplanatif dengan analisis korelasi Pearson. Pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner dengan pengambilan sampel klaster, rumus Slovin dan sampel bertingkat. Data kualitatif dikumpulkan melalui studi literatur, obeservasi langsung, analisis dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan karakteristik stakeholder, aspirasi dan akses media informasi memiliki hubungan nyata dengan intensitas komunikasi stakeholder dalam Musrenbang desa/kelurahan.

  3. Penelitian dalam sebuah jurnal yang dilakukan oleh Lutfhi Nur Fahri (2017)[40] dari Universitas Garut, yang berjudul “Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Dana Desa terhadap Manajemen Keuangan Desa dalam Meningkatkan Efektivitas Program Pembangunan Desa”. Tujuan penulisan penelitian ini adalah membahas pengaruh pelaksanaan kebijakan Dana Desa terhadap manajemen keuangan Desa dalam meningkatkan efektivitas program pembangunan Desa. Metoda analisis yang digunakan dalam pembahasan topik utama menggunakan model analisis causal effectual dengan meninjau hubungan rasional yang menganalisa hubungan sebab akibat antara pelaksanaan kebijakan Dana Desa, manajemen keuangan Desa dan efektivitas program pembangunan Desa. Hasil pembahasan menunjukan bahwa pelaksanaan kebijakan Dana Desa berpengaruh secara nyata dan positif terhadap manajemen keuangan Desa dan efektivitas program pembangunan Desa. Penelitian ini berkesimpulan bahwa untuk penyelenggaraan pelaksanaan kebijakan Dana Desa secara baik dapat dilakukan dengan mewujudkan manajemen keuangan Desa sehingga meningkatkan efektivitas program pembangunan Desa.

  4. Penelitian dalam sebuah jurnal yang dilakukan Hutrianto dan Ade Putra (2017)[41] dari Universitas Bina Darma, yang berjudul “Evaluasi Kualitas Sistem Perencanaan Pembangunan Berbasis E-Musrenbang Kabupaten Musi Banyuasin”. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasi kualitas e-Musrenbang pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Banyuasin dilakukan dengan menggunakan instrumen webqual yang terdiri dari usability quality, information quality dan interaction quality. Webqual digunakan sebagai instrumen penilaian dikarenakan webqual menekankan penilaian sistem informasi dilihat berdasarkan sudut pandang pada pengguna akhir. Adapun hasil dari uji validitas nilai Pearson Corellation dan dengan melihat nilai Corrected Item sampai dengan Total Corellation.

  5. Penelitian dalam sebuah jurnal yang dilakukan oleh Ramadiani, dkk (2017)[42] dari Universitas Mulawarman, yang berjudul “Perancangan E-Government Kelurahan Sempaja Timur Menggunakan Enterprise Architecture Planning”. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perencanaan arsitektur enterprise, menghasilkan arsitektur data untuk pengolahan data untuk membantu kelurahan sempaja timur dalam melakukan aktivitas pelayanan publik. Pada penelitian ini, perancangan arsitektur enterprise dibuat menggunakan metode Enterprise Architecture Planning, perancangan arsitektur ini menghasilkan cetak biru dalam pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi serta roadmap implementasi aplikasi di Kelurahan Sempaja Timur.

  6. Penelitian yang dilakukan Yigitcanlar & Teriman (2015)[43] , pada International Journal of Environmental Science and Technology yang berjudul “Rethinking Sustainable Urban Development: Towards An Integrated Planning And Development Process”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat konsep pembangunan kota yang berkelanjutan mulai dari perencanaan dan integrasi pembangunan untuk menghasilkan wawasan dan arahan baru. Dan penelitian ini melaporkan hasil tinjauan tentang pendekatan perencanaan dan pengembangan yaitu, perencanaan kota, perencanaan ekologis, pembangunan perkotaan, pembangunan perkotaan berkelanjutan dan mengusulkan proses pembangunan baru untuk mendukung upaya mencapai pembangunan perkotaan berkelanjutan.

  7. Penelitian yang dilakukan oleh Asim Zia dan Courtney Hammond Wagner (2015)[44] , pada International Journal of Disaster Risk Science yang berjudul “Mainstreaming Early Warning Systems in Development and Planning Processes: Multilevel Implementation of Sendai Framework in Indus and Sahel”. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi kompleksitas penggunaan EWS hidrometeorologis untuk mempersiapkan bencana kekeringan dan banjir di komunitas padat penduduk di DAS Indus Pakistan, berbeda dengan Sahel di Afrika yang kurang padat. Sistem tata kelola multilevel sering didominasi oleh manajemen top-down, teknosentris, terpusat dan memiliki kesulitan besar dalam menanggapi kebutuhan populasi periferal. Pendekatan yang berpusat dari top-down yang menggabungkan komunitas terpilah dengan pengetahuan lokal ke dalam manajemen risiko bencana multilevel yang seimbang dan struktur tata kelola memiliki peluang yang jauh lebih baik untuk mewujudkan tujuan SFDRR untuk pengurangan risiko bencana.

  8. Penelitian yang dilakukan oleh Ruggero Golini, dkk (2014)[45] , pada International Journal of Project Management yang berjudul “Adoption of Project Management Practices: The Impact on International Development Projects of Non-Governmental Organizations”. Pada penelitian ini Pembangunan Internasional (International Development) yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dianggap sebagai salah satu pilar untuk memberikan bantuan kepada negara-negara berkembang, tetapi proyek ini dilaporkan memiliki tingkat kegagalan yang tinggi dan kinerjanya sering dianggap tidak memuaskan. Penelitian ini mempertimbangkan praktik manajemen proyek untuk melakukan survei skala besar di antara manajer proyek yang bekerja untuk LSM dan berurusan dengan proyek ID untuk menilai sejauh mana adopsi metodologi dan alat. Selain itu, penelitian ini menilai dampak PM praktik kinerja proyek. Kami menyajikan analisis dan diskusi tentang bukti dari survei internasional yang diberikan kepada hampir 500 manajer proyek. Hasil menunjukkan tingkat kematangan yang berbeda dalam adopsi alat PM yang terkait dengan keberhasilan proyek di kedua jangka pendek dan panjang.

  9. Penelitian yang dilakukan oleh Laura G. Willems dan Tooran Alizadeh (2015)[46] , pada International Journal of E-Planning Research yang berjudul “Social Media for Public Involvement and Sustainability in International Planning and Development”. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi potensi media sosial untuk meningkatkan keterlibatan publik dan praktik berkelanjutan skala internasional di seluruh proyek perencanaan dan pengembangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, lembaga internasional Bank Dunia, UN-Habitat, Unilever, dan Dewan Bisnis Dunia untuk pengembangan berkelanjutan penyelidikan. Hubungan antara tuntutan publik dan institusi untuk keberlanjutan diperiksa melalui analisis halaman Facebook, situs web resmi, dan data kuesioner dari administrator media digital institusi. Pada aplikasi ini dapat menghasilkan informasi dalam bentuk alternatif dari keterlibatan publik melalui media sosial yang melampaui batas-batas yang membatasi setiap komunitas lokal, dan menilai proyek-proyek perencanaan dan pengembangan untuk dampak lingkungan yang lebih luas pada platform internasional.

  10. Penelitian yang dilakukan oleh Natalia N. Kulikova, dkk (2016)[47] , pada International Journal of Economics and Financial Issues yang berjudul “Planning of Technological Development of New Products and Its Impact on the Economic Performance of the Enterprise”. Penelitian ini menunjukkan dalam ekonomi pasar ditandai oleh persaingan perusahaan, yang menentukan peningkatan produksi. Peningkatan kegiatan ekonomi perusahaan industri menyiratkan pengembangan metode baru, bentuk dan mekanisme penciptaan dan penguasaan produk kompetitif yang dirancang untuk memastikan posisi dominan perusahaan di pasar domestik dan asing. Pendekatan modern untuk penciptaan dan pengembangan produk-produk kompetitif baru berteknologi tinggi, membutuhkan biaya yang sangat besar. Tetapi di sisi lain pengembangan produk-produk baru memungkinkan perusahaan untuk bertahan dalam lingkungan kompetitif saat ini. Perencanaan untuk produk baru mengacu pada bagian perencanaan strategis. Oleh karena itu, kemampuan perusahaan untuk mengembangkan dan memperkenalkan ke pasar produk barunya tergantung pada kinerja keuangannya. Langkah yang diperlukan dalam perencanaan produksi adalah pengembangan produk baru, yang mewakili beragam proses dan kegiatan dalam proses yang dilakukan inspeksi dan pengujian struktur dan teknologi untuk persyaratan teknis tertentu.

Berdasarkan literature review diatas dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian saat ini dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang” berhubungan erat dengan penelitian yang dijadikan sebagai literature review, namun perbedaannya adalah bahasan yang ditulis dipenelitian kali ini lebih luas dengan merelasikan semua sistem yang ada pada bahasan literature diatas.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metodologi PIECES untuk menilai sistem yang berjalan pada Kelurahan berdasarkan Performance, Information/Data, Economic, Control/Security, Efficiency, serta Service.

BAB III
ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Gambaran Umum Instansi Kelurahan

Sejarah Singkat Kelurahan

Kantor kelurahan Jurumudi berlokasi di Jalan Halim Perdana Kusuma RT 001/06 Kecamatan Benda Kota Tangerang Provinsi Banten adalah suatu kantor kepala desa yang berdiri pada wilayah kerja Lurah sebagai perangakat daerah Kota dalam wilayah kerja Kecamatan. Luas wilayah Kelurahan Jurumudi yaitu 200 Ha.

Kelurahan Jurumudi menangani 8 RW dan 38 RT, Kelurahan Jurumudi dikelilingi oleh beberapa desa atau kelurahan lain yang merupakan batas wilayah yaitu :

  1. Sebelah Utara : Kelurahan Pajang
  2. Sebelah Selatan : Kelurahan Jurumudi Baru
  3. Sebelah Timur : Kelurahan DKI Jakarta
  4. Sebelah Barat : Kelurahan Belendung

Dengan demikian perkembangan Kelurahan Jurumudi berlangsung dengan cepat, karena hal ini merupakan konsenkuensi logis akibat peruntukan Kelurahan Jurumudi sebagai wilayah Perdagangan dan Industri Pengelolaan.

Visi dan Misi Kelurahan

  1. Visi.
  2. Terdepan dalam pelayanan prima menuju kecamatan perdagangan jasa dan pemukiman yang berakhlakul karimah.

  3. Misi :
    1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas sumber daya aparatur.
    2. Meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan.
    3. Meningkatkan kualitas perencanaan layanan publik.
    4. Meningkatkan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Struktur Organisasi Kelurahan

Sebuah organisasi atau Instansi harus mempunyai suatu struktur organisasi untuk menunjukan kerangka-kerangka hubungan diantara fungsi, bagian-bagian maupun tugas dan wewenang serta tanggung jawab.


Gambar 3.1. Struktur Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang

Tugas dan Wewenang

Berdasarkan dalam Peraturan Walikota Tangerang Nomor 83 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Kelurahan.

Adapun tugas dan wewenang adalah sebagai berikut :

  1. Kelurahan
    Kelurahan mempunyai tugas membantu atau melaksanakan sebagian tugas Camat dalam menyelenggarakan urusan tata pemerintahan, ekonomi, dan pembangunan serta kemasyarakatan dalam lingkup kelurahan sesuai dengan visi dan misi Walikota sebagiamana dijabarkan dalam Recana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud pada ayat (1), Lurah mempunyai fungsi :
    1. Melaksanakan kegiaan pemerintahan Kelurahan
    2. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat
    3. Memelihara ketentraman dan ketertiban umum
    4. Memelihara sarana dan prasarana serta fasillitas pelayanan umum
    5. Peningkatan partisipasi dan swadaya gotong royong masyarakat
    6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Camat, dan
    7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Walikota sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.
  2. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah

  3. Sekretariat
    Sekretaris mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan dibidang administrasi umum, kepegawaian, perencanaan dan keuangan. Tugas Sekretaris Kelurahan adalah :
    1. Melakukan penyusunan program dan rencana kegiatan Sekretariat.
    2. Melakukan penyusunan kebijakan umum dan teknis sebagai pedoman pelaksanaan tugas.
    3. Melakukan pembinaan administrasi perencanaan di lingkungan kelurahan.
    4. Melakukan kegiatan monitoring, evaluasi, dan pelaporan terhadap realisasi atau pelaksanaan program dan kegiatan Kelurahan.
    5. Melakukan pengelolaan urusan surat menyurat / tata naskah Dinas.
    6. Melakukan pengelolaan barang / perlengkapan / asset Kelurahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    7. Melakukan penatausahaan anggaran Kelurahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    8. Menyimpan bukti-bukti transaksi keuangan sebagai bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan Kelurahan.
    9. Melakukan penyusuanan laporan keuangan Kelurahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    10. Melakukan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.
  4. Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris Kelurahan yang berada dibawah dan tanggungjawab kepada Lurah.

  5. Seksi Tata Pemerintahan
    Seksi Tata Pemerintahan mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian tugas dan fungsi Kelurahan dalam penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Lurah dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan Tata Pemerintahan. Tugas Seksi Tata Pemerintahan Kelurahan adalah :
    1. Melakukan pembinaan kegiatan pelayanan publik dibidang administrasi kependudukan dan catatan sipil.
    2. Melakukan pelayanan dalam rangka penertiban Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga.
    3. Melakukan pengelolaan Buku Administrasi Kependudukan.
    4. Melakukan kegiatan pemantauan, pengawasan dan pembinaan ketentraman dan ketertiban umum di wilayah kerja Kelurahan.
    5. Melakukan pembinaan kerukunan warga.
    6. Melakukan kegiatan fasilitas dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum ditingkat Kelurahan.
    7. Melakukan kegitan pengawasan terhadap penyaluran bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana.
    8. Melakukan pengelolaan monografi, profil, dan data umum Kelurahan.
    9. Melakukan Monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Seksi Tata Pemerintahan.
    10. Melaksanakan tugas lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.
  6. Seksi Tata Pemerintahan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan tanggungjawab kepada Lurah.

  7. Seksi Ekonomi dan Pembangunan
    Seksi Ekonomi dan Pembangunan mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian tugas dan fungsi Kelurahan dalam penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintah yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Lurah dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan ekonomi dan pembangunan.
    Tugas Seksi Ekonomi dan Pembangunan adalah :
    1. Melakukan penyusunan rencana kegiatan Seksi Ekonomi dan Pembangunan berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi sebagaimana penysunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Kelurahan.
    2. Melakukan fasilitasi dan pembinaan di bidang-bidang koperasi, usaha kecil menengah dan kegitan perekonomian lainnya dalam rangka meningkatkan taraf kehidupan ekonomi masyarakat dan pembangunan di wilayah kerja Kelurahan.
    3. Melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka meningkatkan peran serta dan swadaya masyarakat dalam upaya peningkatan meningkatkan taraf kehidupan ekonomi masyarakat dan pembangunan di wilayah kerja Kelurahan.
    4. Melakukan fasilitasi dan pembinaan dibidang ligkungan hidup di wilayah kerja Kelurahan.
    5. Melakukan inventarisasi terhadap lokasi-lokasi dan jumlah rumah-rumah kumuh yang ada di wilayah kerja Kelurahan untuk dijadikan bahan-bahan masukan yang akan disampaikan oleh Lurah kepada Camat guna mendapatkan bantuan perbaikan.
    6. Melakukan klakukan pendataan bangunan-bangunan dan rumah-rumah yang ada di wilayah kerja Kelurahan dalam rangka pemberian nomor bangunan atau nomor rumah oleh Kecamatan.
    7. Melakukan peliharaan saluran-saluran air pada pinggiran-pinggiran jalan lingkungan.
    8. Melakukan inventarisasi dan pembinaan terhadap rumah-rumah kontrakan yang terdapat di wilayah kerja kelurahan.
    9. Melakukan Monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Seksi Ekonomi dan Pembangunan.
    10. Melaksanakan tugas lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.
  8. Seksi Ekonomi dan Pembangunan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan tanggungjawab kepada Lurah.

  9. Seksi Kemasyarakatan
    Seksi Kemasyarakatan mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian tugas dan fungsi Kelurahan dalam penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintah yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Lurah dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan Kemasyarakatan.
    Tugas Seksi Kemasyarakatan adalah :
    1. Melakukan fasilitasi bagi penyelenggaraan pembinaan di bidang keagamaan, kesehatan, keluarga berencana dan kesejahteraan masyarakat.
    2. Melakukan fasilitasi bagi penyelenggaraan pembinaan di bidang pendidikan dan keolahragaan.
    3. Melakukan fasilitasi bagi instansi-instansi yang terkait dalam penyauran bantuan bagi para anggota masyarakat yang tertimpa bencana.
    4. Melakukan fasilitasi bagi penyelenggaraan pembinaan organisasi sosial kemasyarakatan.
    5. Melakukan pembinaan terhadap karang taruna, organisasi kepemudaan, generasi muda, kegiatan kepramukaan dan peningkatan peranan wanita di wilayah kerja Kelurahan.
    6. Melakukan pelayanan administratif dalam rangka penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu.
    7. Melakukan penyiapan bahan-bahan yang diperlukan dalam rangka pemungutan zakat, infaq dan shadaqah.
    8. Melakukan penyiapan bahan-bahan yang diperlukan dalam rangka pemungutan dan Palang Merah Indonesia (PMI).
    9. Melakukan pembinaan organisasi kesenian.
    10. Melaksanakan tugas lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.
  10. Seksi Kemasyarakatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan tanggungjawab kepada Lurah.

  11. Seksi Jabatan Fungsional
    1. Jabatan Fungsional ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    2. Pemegang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam melaksanakan tugas bertanggungjawab kepada Lurah.
    3. Dalam hal Pemegang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) lebih dari seorang dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional.
    4. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dipimpin oleh Pemegang Jabatan Fungsional yang paling senior.
    5. Jumlah Pegawai Negeri Sipil yang memangku setiap jenis Jabatan Fugsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai peraturan perundang-undangan.

Tata Laksana Sistem yang Berjalan

Untuk menganalisa sistem yang berjalan, penelitian ini menggunakan tool Unified Modelling Language (UML) untuk menggambarkan analisa sistem yang berjalan.

Prosedur Sistem yang Berjalan

Prosedur yang berjalan saat ini dalam melakukan Pencatatan Usulan Pembangunan pada Kelurahan Jurumudi adalah sebagai berikut :

  1. Staff Ekbang membuat surat pemberitahuan kepada masing-masing kepala RW bahwa akan mengadakan rapat musrembang
  2. Staff Ekbang mengadakan rapat kepada RW dan RT setempat
  3. RW dan RT mengajukan pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik
  4. RW dan RT membuat proposal usulan pembangunan untuk lingkungannya dan mengirim ke Staff Ekbang Kelurahan
  5. Staff Ekbang mengumpulkan data yang telah didapat
  6. RW dan RT mengajukan pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik
  7. Staff Ekbang menginput data pada Microsoft Excel
  8. Staff Ekbang membuat proposal yang akan diajukan untuk tingkat Kecamatan kemudian tingkat Kota
  9. Proposal yang telah dibuat, kemudian diserahkan ke Kepala Kelurahan (Lurah) untuk direviu dan disahkan

Rancangan Prosedur Sistem Berjalan

Untuk menganalisa sistem yang sedang berjalan Kelurahan Jurumudi, pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML 6.4 Enterprise Edition untuk menggambarkan use case diagram, activity diagram serta sequence diagram.

Prosedur Sistem Berjalan pada Use Case Diagram


Gambar 3.2. Use Case Diagram Perencanaan Pembangunan Yang Berjalan

Berdasarkan Gambar 3.2. Use Case Diagram Perencanaan Pembangunan yang berjalan pada saat ini terdapat :

  1. 1 (satu) sistem yang mencakup seluruh proses perencanaan pembangunan yang berjalan pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang
  2. 3 (tiga) actor yang melakukan proses perencanaan pembangunan diantaranya: Staff Ekbang, RW dan RT, serta Lurah.
  3. 9 (Sembilan) use case diagram yang dilakukan oleh actor tersebut diantaranya: membuat surat pemberitahuan rapat musrenbang, mengadakan rapat, mengajukan pembangunan fisik dan non fisik, membuat proposal usulan pembangunan lingkungan, mengumpulkan data, menginput data, menghitung biaya, membuat proposal untuk diajukan ke tingkat Kecamatan dan Kota, menyerahkan proposal untuk disahkan.

Prosedur Sistem Berjalan pada Activity Diagram


Gambar 3.3. Activity Diagram Perencanaan Pembangunan Yang Berjalan

Berdasarkan Gambar 3.3. Activity Diagram Perencanaan Pembangunan yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 3 (tiga) Vertical Swimlane yang mencakup seluruh proses perencanaan pembangunan yang berjalan pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang yang dilakukan oleh: Staff Ekabng, RW dan RT, serta Lurah.
  2. 1 (satu) Initial Node, awal dalam melakukan kegiatan.
  3. 8 (delapan) Action state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi diantaranya: Membuat surat rapat musrenbang, mengadakan rapat, mengajukan pembangunan fisik dan non fisik, menerima proposal usulan pembangunan, mengumpulkan data, menginput data dan menghitung rancangan biaya, membuat proposal usulan pembangunan untuk tingkat Kecamatan dan Kota, serta menerima proposal untuk disahkan.
  4. 1 (satu) Activity Final Node, akhiran untuk mengakhiri kegiatan.

Prosedur Sistem Berjalan pada Sequence Diagram


Gambar 3.4. Sequence Diagram Perencanaan Pembangunan Yang Berjalan

Berdasarkan Gambar 3.4. Sequence Diagram Perencanaan Pembangunan yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 3 (tiga) actor yang melakukan proses perencanaan pembangunan diantaranya: Staff Ekbang, RW dan RT, serta Lurah.
  2. 4 (empat) lifeline yaitu: Rapat musrenbang, proposal usulan pembangunan, menginput data, dan proposal pembangunan fisik dan non fisik.
  3. 8 (delapan) message spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-infomasi yang dilakukan oleh actor tersebut diantanya: Membuat surat rapat musrenbang, mengajukan usulan pembangunan, membuat proposal usulan pembangunan, menerima proposal, menginput data dan menghitung anggaran biaya, membuat proposal untuk tingkat Kecamatan dan Kota, serta mengecek proposal untuk disahkan.

Analisa Sistem Yang Berjalan

Analisa Batasan Sistem

Setiap sistem pasti memiliki batasan yang memisahkan antara sistem dengan lingkungan luarnya. Sesuai dengan permasalahan yang diambil oleh peneliti, bahwa hal yang akan dibahas adalah mengenai permasalahaan sistem perencanaan pembangunan pada Kelurahan jurumudi Kota Tangerang. Permasalahan yang diambil yaitu mengenai proses-proses pencatatan usulan pembangunan sampai pembuatan proposal usulan pembangunan yang bersifat pembangunan fisik dan non fisik.

Metode Analisa Sistem

Analisa PIECES dilakukan untuk menilai sistem yang berjalan pada Kelurahan berdasarkan Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, serta Service. Berikut adalah hasil analisa PIECES yang telah dilakukan :

Tabel 3.1 Analisa PIECES


Hasil analisa PIECES ini menyatakan bahwa sistem yang berjalan saat ini berlangsung tidak optimal serta ditambah dengan hasil analisa UML yang memperkuat landasan dirancangnya sistem Perencanaan Pembangunan yang terkomputerisasi untuk memudahkan bagian Seksi Ekonomi dan Pembangunan dalam proses penginputan data pembangunan fisik dan non fisik.

Konfigurasi Sistem Berjalan

Pada konfigurasi sistem ini berisi tentang spesifikasi Hardware, spesifikasi Software dan Hak Ases (Brainware).

Spesifikasi Hardware

  1. Processor : Intel(R) Core™ i5-7200U CPU @2.50GHz 2.71GHz
  2. RAM : 2,00 GB
  3. Hardisk : 500 GB
  4. Monitor : 19,5 inci
  5. System Type : 64-bit Operating System, x64-based processor
  6. Keyboard : Logitec
  7. Mouse : Logitec

Spesifikasi Software

  1. Windows 10 Home
  2. Microsoft Excel
  3. Internet Explorer

Hak Akses (Brainware)

  1. Staff EKBANG
  2. Lurah

Permasalahan Yang Dihadapi Dan Alternatif Pemecahan Masalah

Permasalahan Yang Dihadapi

Berdasarkan sistem perencanaan pembangunan pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang yang telah dianalisa, peneliti menemukan kekurangan-kekurangan pada sistem yang sedang berjalan saat ini, yaitu :

  1. Sistem yang berjalan pada kelurahan Jurumudi masih kurang efektif dan efisien, karena hanya sebatas menggunakan Microsoft Excel sehingga data perencanaan pembangunan berkemungkinan besar mudah hilang.
  2. Sistem perencanaan pembangunan pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang yang berjalan saat ini masih belum optimal, karena sistem yang berjalan hanya untuk menyimpan, pembuatan data dan pembuatan proposal usulan saja.

Alternatif Pemecahan Masalah

Setelah mengamati dan menganalisa dari beberapa permasalahan yang terjadi pada sistem pelayanan yang berjalan saat ini, peneliti mengusulkan beberapa alternatif pilihan pemecahan dari permasalahaan yang dihadapi, yaitu antara lain :

  1. Membuat aplikasi yang terintegrasi dengan database, sehingga pengolahan data lebih cepat.
  2. Aplikasi yang akan dibangun bisa diakses langsung pada aplikasi yang ada pada BAPEDA sehingga memberikan kemudahan bagi user.

User Requirement

Untuk menanyakan apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem yang dapat menjadikan suatu kegiatan menjadi mudah diperlukannya suatu metode yang berisi tentang rancangan dari kebutuhan suatu sistem baru yang akan dibuat yaitu dengan metode elisitasi.

Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap 1 yang disusun berdasarkan hasil wawancara dan analisa pada bagian dan pihak yang mempunyai hubungan langsung dengan sistem yang akan dikembangkan. Dalam hal ini wawancara dilakukan terhadap Seksi Ekonomi dan Pembangunan mengenai sistem yang diusulkan. Berikut ini lampiran Elisitasi tahap I yang telah dibuat :

Tabel 3.2 Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap II

Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasikan lagi dengan menggunakan metode MDI. Sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka semua requirement yang diberi opsi inessential (I) harus dieliminasi :

Tabel 3.3 Elisitasi Tahap II

Elisitasi Tahap III

Berdasarkan Elisitasi Tahap II di atas, dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi HML. Requirements yang opsinya High (H) di kolom TOE harus dieliminasi.

Tabel 3.4 Elisitasi Tahap III

Final Draft Elisitasi

Final draft elisitasi merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikerjakan.

Tabel 3.5 Final Draft Elisitasi

BAB IV
RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Rancangan Sistem Usulan

Berdasarkan analisa serta penelitian yang telah dilakukan dalam sistem yang berjalan di Bagian Ekonomi Pembangunan pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang, maka tahap selanjutnya yaitu membahas sistem yang akan diusulkan. Adapun sistem yang diusulkan akan mengubah proses berjalannya dalam menginput data pembangunan, dimana Staff Ekbang harus mencatat usulan pembangunan secara manual kemudian memindahkan ke semi komputer (Microsoft Excel) sebagai media yang dapat mempercepat dalam proses pengerjaan laporan usulan pembangunan. Maka dari permasalahan tersebut dibuatlah usulan sistem untuk bagian ekonomi pembangunan agar dapat mempermudah dalam proses pelaporan usulan pembangunan secara cepat.

Dalam perancangan sistem usulan ini, penulis menggunakan UML sebagai gambaran dalam bentuk diagram, yang diantaranya penulis menggunakan Usecase Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram, dan Class Diagram.

Prosedur Sistem Usulan

  1. Staff Ekbang
  2. Staff Ekbang dapat melakukan kegiatan di dalam aplikasi antara lain:

    1. Staff dapat melakukan login.
    2. Staff dapat menginput usulan pembangunan fisik yang didalamnya terdapat nama usulan, lokasi, rw, rt, volume, usulan biaya, alasan diusulkan, dan usulan tahun.
    3. Staff dapat menginput usulan pembangunan non fisik yang didalamnya terdapat nama usulan, lokasi, rw, rt, unit, biaya anggaran, alasan diusulkan dan tahun usulan.
    4. Staff ekbang dapat melakukan tambah data, lihat data, ubah data dan hapus data.
    5. Staff Ekbang dapat melakukan logout.
  3. Lurah
  4. Lurah dapat melakukan kegiatan di dalam aplikasi antara lain:

    1. Lurah dapat melakukan login.
    2. Lurah dapat menerima laporan.
    3. Lurah dapat menampilkan hasil penginputan usulan pembangunan fisik dan pembangunan non fisik.
    4. Lurah dapat cetak laporan.
    5. Lurah dapat melakukan logout.

Usecase Diagram Sistem Yang Diusulkan

Use case diagram sistem usulan ekonomi pembangunan (EKBANG) yang diusulkan adalah sebagai berikut :


Gambar 4.1 : Usecase Diagram Usulan Ekonomi Pembangunan (EKBANG)

Berdasarkan gambar 4.1 diatas use case diagram yang diusulkan, terdapat:

  1. 1 (satu) Sistem yang mencakup rancangan sistem usulan pembangunan ekonomi pembangunan (EKBANG).
  2. 2 (dua) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu : Staff Ekbang, dan Lurah.
  3. 13 (tiga belas) Use Case sebagai interaksi aktor-aktor dengan sistem diantaranya:
    1. Prosedur Login
      Use Case : Menampilkan Halaman Login
      Aktor : Staff Ekbang dan Lurah
      Skenario :
      1. Aktor membuka sistem usulan pembaNgunan Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang.
      2. Sistem menampilkan halaman Login
      3. Aktor melakukan Login dengan memasukan username dan password
      4. Sistem menampilkan halaman Home
    2. Prosedur Halaman Home
      Use Case : Menampilkan Halaman Home
      Aktor : Staff Ekbang dan Lurah
      Skenario :
      1. Aktor memasukkan username dan password dengan benar
      2. Aktor masuk ke dalam sistem
      3. Sistem menampilkan halaman Home
      4. Aktor dapat melihat menu menu yang berada dalam sistem
    3. Prosedur Menginput Master Data
      Use Case : Menginput Master Data
      Aktor : Staff Ekbang
      Skenario :
      1. Aktor masuk ke dalam sistem
      2. Aktor memilih Master Data
      3. Sistem menampilkan menu Master Data
    4. Prosedur Menginput Jenis Usulan
      Use Case : Jenis Usulan
      Aktor : Staff Ekbang
      Skenario :
      1. Aktor masuk ke dalam sistem Master Data
      2. Aktor memilih menu Jenis Usulan
      3. Sistem menampilkan halaman Jenis Usulan
      4. Aktor memilih submenu Jenis Usulan untuk menginput data baru atau melihat data dari submenu Jenis Usulan
    5. Prosedur Menginput Lokasi
      Use Case : Lokasi
      Aktor : Staff Ekbang
      Skenario :
      1. Aktor masuk ke dalam sistem Master Data
      2. Aktor memilih menu Lokasi
      3. Sistem menampilkan halaman Lokasi
      4. Aktor memilih submenu Lokasi untuk menginput data baru atau melihat data dari submenu Lokasi
    6. Prosedur Menginput User
      Use Case : Menginput User
      Aktor : Staff Ekbang
      Skenario :
      1. Aktor masuk ke dalam sistem
      2. Aktor memilih menu User untuk menginput user baru
    7. Prosedur Menginput Hasil Dokumentasi Rembuk Warga
      Use Case : Menginput Hasil Dokumentasi Rembuk Warga
      Aktor : Staff Ekbang
      Skenario :
      1. Aktor masuk ke dalam sistem
      2. Aktor memilih menu Hasil Dokumentasi
      3. Aktor menginput data Hasil Dokumentasi
      4. Sistem menampilkan halaman Hasil Dokumentasi Rembuk Warga yang telah di input
    8. Prosedur Menginput Usulan Pembangunan Fisik dan Non Fisik
      Use Case : Menginput Usulan Pembangunan Fisik dan Non Fisik
      Aktor : Staff Ekbang
      Skenario :
      1. Aktor masuk ke dalam sistem
      2. Aktor memilih menu Usulan Pembangunan Fisik
      3. Aktor menginput data Usulan Pembangunan Fisik dan Non Fisik
      4. Sistem menampilkan halaman Usulan Pembangunan Fisik dan Non Fisik
    9. Prosedur Menginput Realisasi Usulan Pembangunan Fisik dan Pembangunan Non Fisik
      Use Case : Menginput Realisasi Usulan Pembangunan Fisik dan Pembangunan Non Fisik
      Aktor : Staff Ekbang
      Skenario :
      1. Aktor masuk ke dalam sistem
      2. Aktor memilih menu Realisasi Usulan Pembangunan Fisik dan Pembangunan Non Fisik
      3. Aktor menginput data Usulan Pembangunan Fisik dan Pembangunan Non Fisik yang akan di realisasikan oleh BAPPEDA
      4. Sistem menampilkan halaman Realisasi Usulan Pembangunan Fisik dan Pembangunan Non Fisik yang telah di input
    10. Prosedur Menampilkan Laporan Usulan Pembangunan Fisik dan Pembangunan Non Fisik
      Use Case : Menampilkan Laporan Usulan Pembangunan Fisik dan Pembangunan Non Fisik
      Aktor : Staff Ekbang dan Lurah
      Skenario :
      1. Aktor masuk ke dalam sistem
      2. Aktor memilih menu Usulan Pembangunan
      3. Sistem menampilkan halaman Usulan Pembangunan
      4. Aktor mengeksport data Usulan Pembangunan untuk dijadikan laporan
      5. Sistem Menampilkan laporan data Usulan Pembangunan
      6. Lurah dapat menerima laporan data Usulan Pembangunan
    11. Prosedur Menampilkan Laporan Pembangunan yang akan di Realisasikan Oleh BAPPEDA
      Use Case : Menampilkan Laporan Pembangunan yang akan di Realisasikan Oleh BAPPEDA
      Aktor : Staff Ekbang dan Lurah
      Skenario :
      1. Aktor masuk ke dalam sistem
      2. Aktor memilih menu Realisasi Pembangunann
      3. Sistem menampilkan halaman Realisasi Pembangunan
      4. Aktor mengeksport data Realisasi Pembangunan untuk dijadikan laporan
      5. Sistem Menampilkan laporan data Realisasi Pembangunan
      6. Lurah dapat menerima laporan data Realisasi Pembangunan
    12. Prosedur Logout
      Use Case : Logout
      Aktor : Staff Ekbang dan Lurah
      Skenario :
      1. Aktor melakukan Logout
      2. Sistem menampilkan halaman Homen
      3. Aktor melakukan logout untuk keluar dari sistem usulan perencanaan pembangunan Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang

Activity Diagram Sistem Yang Diusulkan

Activity Diagram ini menggambarkan alur aktifitas dari kegiatan-kegitan yang berjalan pada sistem usulan

1. Activity Diagram Staff Ekbang


Gambar 4.2 : Activity Diagram Usulan Ekonomi Pembangunan (Staff EKBANG)

Berdasarkan gambar 4.2 diatas activity diagram yang diusulkan, terdapat:

  1. 1 (satu) initial Node, sebagai objek yang diawali.
  2. 13 (tiga belas) Action, dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.
  3. 3 (tiga) fork Node, untuk menjelaskan adanya beberapa aliran.
  4. 1 (satu) Decision Node, untuk menggambarkan pada saat melakukan login ada dua kemungkinan yang pertama apabila login salah maka akan error dan apabila login benar maka akan tampil menu Home.
  5. 1 (satu) Final Node, menjelaskan bahwa alur berakhir.

2. Activity Diagram Lurah


Gambar 4.3 : Activity Diagram Usulan Ekonomi Pembangunan (Lurah)

Berdasarkan gambar 4.3 diatas activity diagram yang diusulkan, terdapat:

  1. 1 (satu) initial Node, sebagai objek yang diawali.
  2. 4 (empat) Action, dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.
  3. 2 (dua) fork Node, untuk menjelaskan adanya beberapa aliran.
  4. 1 (satu) Decision Node, untuk menggambarkan pada saat melakukan login ada dua kemungkinan yang pertama apabila login salah maka akan error dan apabila login benar maka akan tampil menu Home.
  5. 1 (satu) Final Node, menjelaskan bahwa alur berakhir.

Sequence Diagram yang diusulkan

1. Sequence Diagram Staff Ekbang


Gambar 4.4 : Sequence Diagram Usulan Ekonomi Pembangunan (Staff EKBANG)

Berdasarkan gambar 4.4 diatas sequence diagram diusulkan, terdapat:

  1. 1 (satu) actor, yang melakukan kegiatan yaitu Staff Ekbang.
  2. 10 (sepuluh) life line, objek entity antar muka yang saling berinteraksi.
  3. 11 (sebelas) mesangge, spesifikasi dari komunikasi antar objek yang membuat informasi-informasi aktifitas yang terjadi.

2. Sequence Diagram Lurah


Gambar 4.5 : Sequence Diagram Usulan Ekonomi Pembangunan (Lurah)

Berdasarkan gambar 4.5 diatas sequence diagram diusulkan, terdapat:

  1. 1 (satu) actor, yang melakukan kegiatan yaitu Lurah.
  2. 6 (enam) life line, objek entity antar muka yang saling berinteraksi..
  3. 7 (tujuh) mesangge, spesifikasi dari komunikasi antar objek yang membuat informasi-informasi aktifitas yang terjadi.

Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

Berikut ini merupakan perbedaan antara sistem yang berjalan dengan sistem yang diusulkan dalam sistem usulan perencanaan ekonomi pembangunan (EKBANG) pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang, adapun perbedaannya sebagai berikut :

Tabel 4.1 Perbedaan Sistem Berjalan Dengan Sistem Usulan

Rancangan Basis Data

Class Diagram

Class Diagram dapat membantu untuk memvisualisasikan kelas dari suatu sistem, karena class digram memiliki kelompok objek dengan atribut (property) dan relasi yang sama.


Gambar 4.6 : Class Diagram Sistem Usulan Ekonomi Pembangunan (EKBANG)

Spesifikasi Basis Data

Rancangan basis data digunakan untuk mempermudah dalam menggambarkan tabel-tabel yang ada di dalam database, serta dapat membantu pemrograman dalam mengambil atau menampilkan data. Salah satunya untuk menggambarkan spesifikasi tabel-tabel yang ada di dalam database, berikut ini merupakan spesifikasi tabel pada sistem yang diusulkan.

1. Tabel User1

Tabel 4.2 : Struktur Tabel User1

2. Tabel Nama

Tabel 4.3 : Struktur Tabel Nama

3. Tabel Fisik

Tabel 4.4 : Struktur Tabel Fisik

4. Tabel Lokasi

Tabel 4.5 : Struktur Tabel Lokasi

5. Tabel Dokumentasi

Tabel 4.6 : Struktur Tabel Dokumentasi

6. Tabel Realisasi

Tabel 4.7 : Struktur Tabel Realisasi

Rancangan Program

1. Tampilan halaman login


Gambar 4.7: Tampilan Halaman Login

Tampilan diatas merupakan tampilan awal sebelum masuk kedalam sistem, setiap user harus melakukan login dengan memasukan username dan password yang benar agar dapat masuk kedalam sistem.

2. Tampilan halaman home


Gambar 4.8: Tampilan Halaman Home

Setelah user melakukan proses login dengan benar, maka akan tampil halaman home yang mana didalamnya menggambarkan jumlah pembangunan fisik dan non fisik yang telah diinput dalam suatu periode tertentu.

3. Tampilan table usulan pembangunan fisik dan non fisik


Gambar 4.9: Tampilan Table Usulan Pembangunan Fisik dan Non Fisik

Tampilan diatas adalah tampilan dari halaman usulan pembangunan fisik dan non fisik yang menyajikan halaman didalamnya terdapat data yang telah dilakukan input transaksi. Dihalaman ini, user dapat melakukan tambah data, edit data, hapus data.

4. Tampilan halaman input data usulan pembangunan fisik dan non fisik


Gambar 4.10: Tampilan Halaman Input Data Usulan Pembangunan

Tampilan diatas merupakan tampilan form untuk input data usulan pembangunan fisik dan non fisik. Jika inputan yang dimasukkan telah lengkap, maka dalam proses penyimpanannya akan muncul kalimat Success.

5. Tampilan table realisasi pembangunan


Gambar 4.11: Tampilan Realisasi Pembangunan

Pada tampilan diatas, merupakan halaman yang terdapat pada menu realisasi pembangunan. Menu realisasi pembangunan yaitu pembangunan yang disetujui oleh BAPPEDA, pada tampilan menu realisasi pembangunan hampir sama dengan menu laporan usulan pembangunan fisik dan non fisik namun yang membedakannya adalah usulan biaya menjadi anggaran biaya.

6. Tampilan table jenis usulan


Gambar 4.12: Tampilan Jenis Usulan

Tampilan diatas merupakan tampilan halaman jenis usulan pembangunan yang dimana jenis usulan merupakan salah satu dari Master Data. User dapat melakukan tambah data, ubah data, dan hapus data.

7. Tampilan table lokasi


Gambar 4.13: Tampilan Table Lokasi

Tampilan diatas merupakan tampilan halaman lokasi yang dimana lokasi juga merupakan salah satu dari Master Data. User dapat melakukan tambah data, ubah data, dan hapus data.

8. Tampilan data user


Gambar 4.14: Tampilan Data User

Tampilan diatas adalah halaman master data user, yang mana pada gambar diatas ada beberapa Nama yang telah didaftarkan sebagai user yang dapat mengakses sistem usulan perencanaan pembangunan.

Konfigurasi Sistem Usulan

Spesifikasi Hardware

Perangkat keras merupakan salah satu bagian peting di dalam berjalannya sebuah sistem. Perangkat keras memiliki banyak jenis yang dapat digunakan seperti, PC, Laptop, iPad, Tablet, Handphone, dll semua jenis perangkat lunak tersebut dapat bekerja membantu brainware dalam menggunakan sistem yang dirancang ini. Berikut ini konfigurasi sistem perangkat keras yang dibutuhkan:

  1. Processor : Minimal 2,1 GHz
  2. Monitor : Minimal VGA
  3. RAM : Minimal 2 GB
  4. Modem USB : Minimal Kecepatan 14,4 Mbps
  5. Harddisk : 250 GB

Spesifikasi Software

Selain itu hal yang menjadi pendukung berjalannya sebuah sistem adalah Perangkat lunak merupakan penghubung antara instruksi-instruksi yang dibutuhkan oleh brainware untuk menjalankan hardware sehingga dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Berikut adalah spesifikasi yang dibutuhkan:

  1. Sistem operasi yang dapat digunakan bisa berupa Windows.
  2. Browser yang dapat digunakan antara lain Google Chrome dan Mozila Firefox.

Hak Akses Brainware

Dalam sistem yang dikembangkan yaitu pada sistem akuntansi penjualan harus memiliki user untuk menjalankan sistem tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa user yang dapat mengakses sistem akuntansi penjualan, diantaranya:

  1. Staff Ekbang
  2. Lurah

Testing (Pengujian)

Implementasi program pada sistem informasi usulan perencanaan pembangunan dengan menggunakan Black Box Testing adalah pengujian program dengan mengutamakan pengujian terhadap kebutuhan fungsi suatu program. Tujuan dari metode Black Box Testing ini adalah untuk menemukan kesalahan fungsi pada program. Pengujian dengan metode Black Box Testing dilakukan dengan memberikan input pada program. Input tersebut kemudian di proses sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya, untuk melihat apakah program aplikasi dapat menghasilkan output yang sesuai dengan yang diinginkan dan sesuai pula dengan fungsi dasar dari program tersebut. Apabila dari input yang diberikan, proses dapat menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya, maka program yang dibuat sudah benar, tetapi apabila output yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya, maka masih terdapat kesalahan pada program tersebut dan selanjutnya dilakukan penelusuran perbaikan untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.

Black Box Testing

Pengujian yang dilakukan terhadap sistem informasi usulan perencanaan pembangunan ini menggunakan Black Box Testing yang biasa disebut dengan pengujian fungsional. Adapun beberapa pengujian yang dilakukan dengan Black Box Testing sebagai berikut :

Tabel 4.8 Pengujian Black Box Testing

Evaluasi

Setelah dilakukan pengujian pada sistem dengan metode Black Box Testing yang dilakukan dengan cara memberikan sejumlah input pada program form seperti contoh pengujian pada masing-masing menu dan sub menu. Jika saat mengisi form data tidak lengkap, maka sistem akan menampilkan pesan dan menyampaikan pesan yang sangat membantu user mendapati kesalahan saat mengisi form data yang tidak lengkap atau salah mengisi form data, selanjutnya yang kemudian akan diproses sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya dan dapat menghasilkan output yang sesuai dengan yang diinginkan oleh user atau instansi.

Implementasi

Time Schedule

Tabel 4.9 Time Schedule

Dalam melakukan penelitian ini tentu memerlukan proses dan kegiatan yang banyak memakan waktu dalam penyelesaiannya, dibawah ini merupakan jadwal dari kegiatan yang dilakukan selama penelitian berlangsung.

Estimasi Biaya

Estimasi biaya digunakan sebagai penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian yang diusulkan. Dibawah ini adalah rincian biaya yang diperlukan peneliti untuk menyelesaikan penelitian yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Perencanaan Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pada Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang”.

Tabel 4.10 Estimasi Biaya

BAB V
KESIMPULAN

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya terhadap sistem yang berjalan saat ini pada bagian Seksi Ekonomi Pembangunan (Staff Ekbang), khusunya dalam proses sistem usulan perencanaan pembangunan, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa :

  1. Sistem yang berjalan saat ini masih dilakukan secara semi komputerisasi yaitu dengan menggunakan Microsoft Excel, sehingga resiko yang terjadi seperti human error sering terjadi dalam proses penginputan laporan usulan pembangunan.
  2. Kebutuhan user telah diidentifikasi melalui wawacara yang telah dilakukan dengan stakeholder dan dituangkan melalui tahap elisitasi hingga final draft elisitasi yang menghasilkan sebanyak 24 Functional Requirement dan 11 Non Functional Requirement. Sistem usulan perencanaan pembangunan merupakan sistem yang diusulkan untuk memberikan kemudahan dalam menghasilkan laporan sehingga meningkatkan kinerja Staff Ekbang Kelurahan Jurumudi Kota Tangerang menjadi lebih efisien.
  3. Rancangan sistem untuk program usulan perencanaan pembangunan, peneliti membuat Diagram UML (Unified Modeling Language) untuk merancang sebuah sistem yang dapat mengatasi masalah tersebut dan penulis menggunakan bahasa pemrograman PHP framework, Sublime Text 3 sebagai editor text dan MySQL sebagai database. Dalam sistem usulan perencanaan pembangunan terdapat fitur yang akan mempermudah Staff Ekbang dalam melakukan penginputan data dan terdapat fitur dokumentasi seperti risalah, daftar hadir serta terdapat menu realisasi pembangunan yang gunanya untuk menginput data pembangunan yang telah disetujui oleh Dinas BAPPEDA.

Saran

  1. Dapat dilakukan pengembangan agar sistem usulan perencanaan pembangunan dapat terintegrasi dengan sistem E-Planning Dinas BAPPEDA Kota Tangerang.
  2. Dapat dilakukan pengembangan berupa sistem monitoring eksekusi program usulan pembangunan (EKBANG) yang langsung disetujui oleh Dinas BAPPEDA Kota Tangerang.
  3. Dapat dilakukan pengembangan mengikuti perkembangan yang terjadi agar menjadi sistem yang lebih baik lagi dan meminimalisir terjadinya error atau defect yang tentunya dapat mengakibatkan kerugian bagi penggunanya.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Maimunah, David Ericson Manula dan Dian Budi Kusuma. 2017. Perancanagn Prototype Visual Pada Bagian Desain Sebagai Media Informasi dan Promosi Pada PT Sulindafin. Yogyakarta: Jurnal Semnasteknomedia Universitas Amikom Yogyakarta. Vol 5 number 1, Februari 2017. Diambil dari : https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1795 (23 Maret 2019)
  2. Nasril & Yanto Adri Saputra. 2016. Rancang Bangun Sistem Informasi Ujian Online. Jakarta Pusat: Jurnal Lentera ICT. Vol. 3 number 1, Mei 2016. Diambil dari : https://scholar.google.co.id/citations?user=jl-NZnwAAAAJ&hl=en (23 Maret 2019)
  3. Aris, Andriani Dini, Romodor Apriyani dan Eka Sari Dian. 2016. Perancangan Aplikasi Sistem Informasi penjualan Tiket Pada PT Nur Rizky Pratama Travel Berbasis Web. Yogyakarta: Stmik Amikom Yogyakarta. Vol 4. Number 1, Februari 2016. Diambil dari : https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1282 (23 Maret 2019)
  4. Muharto dan Arisandy Ambarita. 2016. Mengatasi Kesulitan Mahasiswa Dalam Menyusun Proposal Penelitian. Yogyakarta: Depublish.
  5. Thoha,M. Miyanto. 2015. Analisis dan Perancangan Sistem Reservasi Hotel D’Griya Serang. Jurnal PROSISKO Vol. 2 No. 2 September 2015 ISSN : 2406-7733.
  6. Ageng Setiani, dkk. 2015. Smart Home Automatic menggunakan media Bluetooth berbasis mikrokontroler atmega 328. Tangerang: Jurnal CCIT Raharja. Vol 8, number 3, Januari 2015. Diambil dari : http://ejournal.raharja.ac.id/index.php/ccit/article/view/173 (23 Maret 2019)
  7. 7,0 7,1 Hutahaean, J. 2014. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta : Deepublish.
  8. Romney,M.B., and P.J. Steinbart. 2015. Accounting Information Systems (13 ed.). Upper Saddle River, New Jersey: Pearson Education, Inc.
  9. Yuliana, Khozin, Harfizar, dan Muh Afiffudin. 2017. “Perancangan Sistem Informasi Pendataan Karyawan Pada Perusahaan Jasa Berbasis WEB”. Jurnal SENSI Vol. 3 No. 2 - Agustus 2017 ISSN: 2461-1409. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Diambil dari : https://sensi.ilearning.me/2018/02/07/agustus-2017-vol-3-no-2/ (23 Maret 2019)
  10. Rusdiana dan Moch. Irfan. 2014. Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Pustaka Setia.
  11. Krismiaji. 2015. Sistem informasi akuntansi. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.
  12. Rahayu, Sri, Ai Ratna Sari, dan Tri Sendra Saputra. 2018. “Analisa Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Pada Upt Dinas Pendidikan Kecamatan Neglasari Kota Tangerang”. Jurnal SENSI Vol. 4 No. 1 - Februari 2018 ISSN: 2461-1409. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Diakses 8 Oktober 2018.) Diambil dari : http://ejournal.raharja.ac.id/index.php/sensi/article/view/512 (23 Maret 2019)
  13. Rahayu, Nina dkk. 2017. SWOT Analysis Recruitment: PT Indo Taichen Textile Industry. Jurnal Semnasteknomedia. Vol. 5, number 1, Februari 2017 . Diambil dari : https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1643 (23 Maret 2019)
  14. Laily, E. I. A. N. (2015). Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan Partisipatif. Kebijakan dan Manajemen Publik, 3(2), 186-190. Vol. 3, Nomor 3, September - Desember 2015 Diambil dari : http://journal.unair.ac.id/filerPDF/kmpe7137ee51bfull.pdf (23 Maret 2019)
  15. Kunarjo, 2015, Perencanaan dan Pengendalian Program Pembangunan, Universitas Indonesia UI Press: Jakarta.
  16. Hasibuan, Malayu, S.P.Drs, 2015, Manajemen: Dasar, Pengertian dan Masalah, CV. Haju Masagung: Jakarta.
  17. Kurniawan, W. (2015). Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Pariwisata Umbul Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Economics Development Analysis Journal, 4(4), 443-451. Diambil dari : https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edaj/article/view/14851 (23 Maret 2019)
  18. Nasution, K. K. (2017). PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KANTOR CAMAT KECAMATAN ARSE KABUPATEN TAPANULI SELATAN. Jurnal LPPM, 7(3). Diambil dari : http://jurnal.ugn.ac.id/index.php/jurnalLPPM/article/view/109 (23 Maret 2019)
  19. Ariyadi, B. M., & Bahar, B. (2017). Model Aplikasi Sistem Pelayanan Terpadu Pada Kantor Kelurahan. JUTISI, 5(1). Diambil dari : http://ojs.stmik-banjarbaru.ac.id/index.php/jutisi/article/view/148 (23 Maret 2019)
  20. Asbar, Yuli, dan Mochamad Ari Saptari. 2017. “Analisa Dalam Mengukur Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Menggunakan Metode PIECES”. Jurnal Visioner & Strategis Vol. 6 Nomor 2, September 2017: 39-47 Universitas Malikussaleh. Diambil dari : https://journal.unimal.ac.id/visi/article/view/301/ (23 Maret 2019)
  21. Maimunah, Dedeh Supriyanti dan Herdian. 2017. Aplikasi Sistem Order Online Berbasis Mobile Android Pada Outlet Pizza Hut Delivery. Yogyakarta: Jurnal SEMNASTEKNOMEDIA ONLINE Universitas AMIKOM Yogyakarta. Vol 5, number 1, Februari 2017. Diambil dari : https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1737 (23 Maret 2019)
  22. Agusli, Rachmat, Sutarman dan Suhendri. 2017. Sistem Pakar Identifikasi Tipe Kepribadian Karyawan Menggunakan Metode Certainty Factor. Tangerang: Jurnal SISFOTEK GLOBAL Vol. 7, number 1, Maret 2017. Diambil dari : http://journal.stmikglobal.ac.id/index.php/sisfotek/article/view/127 (23 Maret 2019)
  23. Rahardja, Untung, Meta Amalya Dewi, dan Winiarti Prastiwi. 2014. implementasi Widuri Sebagai Media Penyimpanan Laporan Dari Referensi Digital Karya Ilmiah. Tangerang : CCIT Journal STMIK Raharja. Vol. 7, number 3, Mei 2014. Diambil dari : http://ejournal.raharja.ac.id/index.php/ccit/article/view/128 (23 Maret 2019)
  24. Aris, Donatus Agus Andriyanto, dan Yudha Surya Putra. 2016. “Aplikasi Sistem Penjualan Perlengkapan Taekwondo Berbasis Online Pada Toko Sport Taekwondo Mawar Hitam Kab. Tangerang”. Jurnal SENSI Vol. 2 No. 1 - Februari 2016 ISSN: 2461-1409. Diambil dari : https://sensi.ilearning.me/2017/10/25/februari-2016-vol-2-no-1/ (23 Maret 2019)
  25. Yuliani, Dewa Ayu Eka, dan Susanti Margaretha Kuway. 2017. Sistem Informasi Pemesanan Dengan Penerapan Konsep Electronic Customer Relation ManagementBerbasis Web. Tangerang : CCIT Journal STMIK Raharja. Vol. 10, number 1, Februari 2017. Diambil dari : http://ejournal.raharja.ac.id/index.php/ccit/article/view/190 (23 Maret 2019)
  26. 26,0 26,1 Mulyani, Sri. 2017. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah. Jakarta: AbdiSistematika.
  27. Sunarya, Abas, Sudaryono, dan Santoso Sugeng. 2015. Requirement Elicitation dan Pembuatan Program Dalam Penelitian Teknologi Informasi. sccit2015 1-17
  28. Sunarya, Abas, Euis Siti Nur Aisyah dan Kiky Rizky Amelia R. 2018. Aplikasi Sistem Pengendalian Internal Terhadap Piutang Pada PT. Mitra Toyotaka Indonesia. Jurnal Konferensi Nasional Sistem Informasi (KNSI). Maret 2018. Diambil dari : http://jurnal.atmaluhur.ac.id/index.php/knsi2018/article/view/511 (23 Maret 2019)
  29. Aris, Ratu Tanti Tanbiroh, Nadia Marwani Putri Dan Diding Maulana Sofyan. 2016. Aplikasi Sistem Informasi Monitoring Capaian Kinerja Berbasis Android Pada Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan. Yogyakarta: Jurnal Semnasteknomedia Universitas Amikom Yogyakarta. Vol. 4, number 1, Februari 2016. Diambil dari : https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1359 (23 Maret 2019)
  30. Rahayu, Sri, Muhamad Yusup, dan Sinta Puspita Dewi. 2015. “Perancangan Aplikasi Absensi Peserta Bimbingan Belajar Berbasis Web Dengan Menggunakan Framework YII”. CCIT Journal Vol. 9 No. 1 – September 2015 ISSN : 1978-8282. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Diambil dari : http://ejournal.raharja.ac.id/index.php/ccit/article/view/157 (23 Maret 2019)
  31. Koshti, Megha dan Sanjay Ganorkar. 2016.“IoT Based Health Monitoring System by Using Raspberry Pi and ECG Signal”. International Journal of Innovative Research in Science, Engineering and Technology Vol 5, Issue 5 May 2016 ISSN(Online) : 2319-8753. Diambil dari : http://www.ijirset.com/upload/2016/may/337_Megha%20Main%20Paper%20for%20International%20Journal.pdf (23 Maret 2019)
  32. 32,0 32,1 Bertha Sidik. 2018. Framework Codeigniter Membangun Pemrograman Berbasis Web dengan Berbagai Kemudahan & Fasilitas Codeigniter 3. Bandung: Informatika.
  33. Tri, Soelistio Adi, Tody Ariefianto Wibowo dan Agus Ganda Permana. 2015. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (Sig) Untuk Pengelolaan Padi Di Pulau Jawa Berbasis Web : e-Proceeding of Applied Science : Vol.1, number 1, April 2015. Diambil dari : https://www.academia.edu/36028989/APLIKASI_SISTEM_INFORMASI_GEOGRAFIS_SIG_UNTUK_PENGELOLAAN_PADI_DI_PULAU_JAWA_BERBASIS_WEB_APPLICATION_OF_GEOGRAPHIC_INFORMATION_SYSTEM_GIS_FOR_MANAGEMENT_PADDY_IN_JAVA_ISLAND_BASED_WEB (23 Maret 2019)
  34. Puspitasari diah. 2016 Sistem informasi perpustakaan sekolah berbasis web. Bekasi : Jurnal Pilar Nusa Mandiri.
  35. Soetam, Rizky. 2014. Konsep Dasar Perangkat Lunak. Jakarta: PT. Prestasi Pustaka Raya.
  36. Arifianto, D, A., Guntur P, K. dan Hanung, N, P. Aplikasi Pencatatan Dan Pelaporan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Pada Direktorat Lalu Lintas Polresta Bandung. E-Proceeding Of Applied Science Vol. 2, number 1, April 2016. Diambil dari : https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/pustaka/107371/aplikasi-pencatatan-dan-pelaporan-kasus-kecelakaan-lalu-lintas-pada-direktorat-lalu-lintas-polrestabes-bandung.html
  37. 37,0 37,1 37,2 Setyosari, Punaji. 2016. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta : Prenadamedia.
  38. Prabowo, I. A., & Nugraha, F. (2018). Sistem Informasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Studi Kasus Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pati. SIMADA (Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen Basis Data), 1(2), 128-139. Diambil dari : https://jurnal.darmajaya.ac.id/index.php/SIMADA/article/view/1137 (23 Maret 2019)
  39. Sulaiman, A. I., Lubis, D. P., Susanto, D., & Purnaningsih, N. (2015). Komunikasi Stakeholder dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). MIMBAR, Jurnal Sosial dan Pembangunan, 31(2), 367-378. Diambil dari : https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mimbar/article/view/1467 (23 Maret 2019)
  40. Fahri, L. N. (2017). Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Dana Desa terhadap Manajemen Keuangan Desa dalam Meningkatkan Efektivitas Program Pembangunan Desa. Jurnal Publik: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara, 11(1), 75-88. Diambil dari : http://journal.uniga.ac.id/index.php/JPB/article/view/109 (23 Maret 2019)
  41. Putra, A. (2017). Evaluasi Kualitas Sistem Perencanaan Pembangunan Berbasis E-Musrenbang Kabupaten Musi Banyuasin. Jurnal Sistem Informasi, 9(2). http://ejournal2.unsri.ac.id/index.php/jsi/article/view/4940 (23 Maret 2019)
  42. Ramadiani, R., Khairina, D. M., & Aziz, A. K. (2017). Perancangan E-Government Kelurahan Sempaja Timur Menggunakan Enterprise Architecture Planning. In Prosiding Seminar Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (SAKTI). Vol. 2, No. 1, Maret 2017. Diambil dari: https://www.researchgate.net/profile/Ramadiani_Ramadiani/publication/324274197_PERANCANGAN_E-GOVERNMENT_KELURAHAN_SEMPAJA_TIMUR_MENGGUNAKAN_ENTERPRISE_ARCHITECTURE_PLANNING/links/5ac897c7aca272abdc5f33dd/PERANCANGAN-E-GOVERNMENT-KELURAHAN-SEMPAJA-TIMUR-MENGGUNAKAN-ENTERPRISE-ARCHITECTURE-PLANNING.pdf (23 Maret 2019)
  43. Yigitcanlar, T., & Teriman, S. (2015). Rethinking sustainable urban development: towards an integrated planning and development process. International Journal of Environmental Science and Technology, 12(1), 341-352. Diambil dari : http://eprints.qut.edu.au/65971/1/Maintext_IJEST_revision2_20131208.pdf (23 Maret 2019)
  44. Zia, A., & Wagner, C. H. (2015). Mainstreaming early warning systems in development and planning processes: Multilevel implementation of Sendai framework in Indus and Sahel. International Journal of Disaster Risk Science, 6(2), 189-199. Diambil dari : https://link.springer.com/article/10.1007/s13753-015-0048-3 (23 Maret 2019)
  45. Golini, R., Kalchschmidt, M., & Landoni, P. (2015). Adoption of project management practices: The impact on international development projects of non-governmental organizations. International Journal of Project Management, 33(3), 650-663. Diambil dari : https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0263786314001434 (23 Maret 2019)
  46. Willems, L. G., & Alizadeh, T. (2015). Social Media for Public Involvement and Sustainability in International Planning and Development. International Journal of E-Planning Research (IJEPR), 4(4), 1-17. Diambil dari : https://www.igi-global.com/article/social-media-for-public-involvement-and-sustainability-in-international-planning-and-development/139309 (23 Maret 2019)
  47. Kulikova, N. N., Smolentsev, V. M., Tikhonov, A. I., Kireev, V. S., & Dikareva, V. A. (2016). Planning of technological development of new products and its impact on the economic performance of the enterprise. International Journal of Economics and Financial Issues, 6(8S), 213-219. Diambil dari : http://dergipark.gov.tr/ijefi/issue/32018/354104 (23 Maret 2019)

Contributors

Uswatun Hasanah