SI1512489877: Perbedaan revisi

Dari Widuri
Lompat ke: navigasi, cari
[revisi tidak terperiksa][revisi tidak terperiksa]
(49 revisi antara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 485: Baris 485:
 
:# Gambar 2.3 Model Struktur Hirarki
 
:# Gambar 2.3 Model Struktur Hirarki
 
:# Gambar 3.1 Logo Pemerintah Kota Tangerang
 
:# Gambar 3.1 Logo Pemerintah Kota Tangerang
:# Gambar 3.2 Struktur Organisasi UPTD TPA Rawa Kucing
+
:# Gambar 3.2 Struktur Organisasi PT. Iron Wire Works Indonesia
 
:# Gambar 3.3 Usecase Diagram Sistem Berjalan
 
:# Gambar 3.3 Usecase Diagram Sistem Berjalan
 
:# Gambar 3.4 Activity Diagram Sistem Berjalan
 
:# Gambar 3.4 Activity Diagram Sistem Berjalan
Baris 583: Baris 583:
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
Sebagaimana yang telah dijelaskan pada latar belakang di atas, maka peneliti menemukan 3 rumusan masalah sebagai berikut : </div>
 
Sebagaimana yang telah dijelaskan pada latar belakang di atas, maka peneliti menemukan 3 rumusan masalah sebagai berikut : </div>
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<ol type="1">
 
<li> Bagaimana proses penyediaan suku cadang yang berjalan saat ini pada PT. Iron Wire Works Indonesia ?</li>  
 
<li> Bagaimana proses penyediaan suku cadang yang berjalan saat ini pada PT. Iron Wire Works Indonesia ?</li>  
 
<li> Apakah proses penyediaan suku cadang saat ini sudah efektif dan efisien ?</li>  
 
<li> Apakah proses penyediaan suku cadang saat ini sudah efektif dan efisien ?</li>  
Baris 592: Baris 592:
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
Dari rumusan masalah yang ditemukan, maka peneliti membatasi ruang pembahasan pada penginputan data master, yang meliputi: </div>
 
Dari rumusan masalah yang ditemukan, maka peneliti membatasi ruang pembahasan pada penginputan data master, yang meliputi: </div>
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<ol type="1">
 
<li> Data Petugas</li>  
 
<li> Data Petugas</li>  
 
<li> Data Supplier</li>  
 
<li> Data Supplier</li>  
Baris 599: Baris 599:
  
 
Selain itu juga membahas proses transaksi yang meliputi:
 
Selain itu juga membahas proses transaksi yang meliputi:
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<ol type="1">
 
<li> Kartu Pemeriksaan (KP)</li>  
 
<li> Kartu Pemeriksaan (KP)</li>  
 
<li> Surat Permintaan Barang (SPB)</li>
 
<li> Surat Permintaan Barang (SPB)</li>
Baris 611: Baris 611:
 
Tujuan penelitian yaitu uraian yang menjelaskan secara detail maksud yang hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan.
 
Tujuan penelitian yaitu uraian yang menjelaskan secara detail maksud yang hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan.
 
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
 
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<ol type="1">
 
<li>Untuk mengetahui proses penyediaan suku cadang yang berjalan saat ini. </li>  
 
<li>Untuk mengetahui proses penyediaan suku cadang yang berjalan saat ini. </li>  
 
<li>Untuk menciptakan sistem penyediaan suku cadang yang efektif dan efisien. </li>  
 
<li>Untuk menciptakan sistem penyediaan suku cadang yang efektif dan efisien. </li>  
Baris 619: Baris 619:
 
==Manfaat Penelitian==
 
==Manfaat Penelitian==
 
Berikut beberapa manfaat yang diharapkan dari penelitian ini :
 
Berikut beberapa manfaat yang diharapkan dari penelitian ini :
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<ol type="1">
 
<li>Adanya sistem penyediaan suku cadang sebagai penunjang produksi. </li>  
 
<li>Adanya sistem penyediaan suku cadang sebagai penunjang produksi. </li>  
 
<li>Adanya sistem penyediaan suku cadang yang efektif dan efisien. </li>  
 
<li>Adanya sistem penyediaan suku cadang yang efektif dan efisien. </li>  
Baris 695: Baris 695:
 
====Karakteristik Sistem ====
 
====Karakteristik Sistem ====
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Dalam buku konsep sistem informasi, Hutahaean (2014:3-5) <ref name="Hutahaean"> Hutahaean, Jeperson. 2015. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.</ref>mengatakan bahwa “Supaya sistem itu dikatakan sistem yang baik, maka harus memiliki karakteristik". </div>
+
Model umum sebuah sistem adalah input, proses dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Karakteristik sistem menurut Hutahaean (2015:3)<ref name="Hutahaean"> Hutahaean, Jeperson. 2015. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.</ref>, terdiri dari: </div>
Karakteristik sistem yang dimaksud adalah sebagai berikut:
+
 
<ol type="1">
 
<ol type="1">
  
Baris 706: Baris 705:
  
 
<li>Lingkungan luar sistem ''(Environment)''</li>
 
<li>Lingkungan luar sistem ''(Environment)''</li>
Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem.Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara.Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem tersebut.
+
Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem.Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara.
  
 
<li>Penghubung Sistem ''(Interface)''</li>
 
<li>Penghubung Sistem ''(Interface)''</li>
Baris 712: Baris 711:
 
<li>Masukan Sistem ''(Input)''</li>
 
<li>Masukan Sistem ''(Input)''</li>
 
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Maintenance inputadalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
 
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Maintenance inputadalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
 +
 +
<li>Keluaran Sistem ''(Output)''</li>
 +
Hasil energi diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsitem lain.
  
 
<li>Pengolah Sistem ''(Processing System)''</li>
 
<li>Pengolah Sistem ''(Processing System)''</li>
 
Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.
 
Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.
  
<li>Keluaran Sistem ''(Output)''</li>
+
<li> Sasaran Sistem ''(Objective)'' dan Tujuan ''(Goals)''</li>
Hasil energi diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsitem lain.
+
<li> Sasaran Sistem ''(Objective)'' Dan Tujuan ''(Goals)''</li>
+
 
Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya.Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.
 
Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya.Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.
 
</ol>
 
</ol>
Baris 725: Baris 725:
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Dalam buku Konsep Sistem Infromasi (2015:6-7)<ref name="Hutahaean"> Hutahaean, Jeperson. 2015. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.</ref> Hutahaean mengatakan bahwa sistem dapat diklasifikasikan dalam beberapa sudut pandang sebagai berikut :</div>
+
Menurut Hutahaean (2015:6)<ref name="Hutahaean"> Hutahaean, Jeperson. 2015. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.</ref> Hutahaean sistem memiliki beberapa klasifikasikan dalam sudut pandang :</div>
  
 
<ol>
 
<ol>
<li>Klasifikasi sistem sebagai : </li>
 
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
 
<li> Abstrak ''(Abstract)''</li>
 
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.
 
<li>Fisik (''Physical)'' </li>
 
Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.
 
</ol>
 
 
<li> Sistem diklasifikasikan sebagai :</li>  
 
<li> Sistem diklasifikasikan sebagai :</li>  
 
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
 
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
Baris 765: Baris 758:
 
</ol>
 
</ol>
  
====Elemen – Elemen Sistem====
+
====Definisi Analisis Sistem====
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Elemen sistem adalah bagian terkecil sistem yang dapat diidentifikasi. Jika sebuah sistem cukup besar yang terdiri dari subsistem-subsistem, maka elemen sistem terdapat pada tingkatan yang paling rendah yang dapat dikategorikan sebagai individu.</div>
+
Menurut Hanif Al Fatta, Robert Marco dalam jurnal Telematika Vol. 8 No. 2 (2015:69)<ref name="Hanif"> Al Fatta, Hanif Dan Robert Marco. 2015. Analisis Pengembangan Dan Perancangan Sistem Informasi Akademin Smart Berbasis Cloud Computing Pada Sekolah Menengah Umum Negeri (Smun) Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta:Jurnal Telematika. Vol.8 No.2:63-91.</ref>, “Suatu analisis sistem merupakan penguraian dari sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengindentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya”.</div>
Elemen-elemen sistem terdiri dari :
+
Berikut langkah-langkah dasar dari analisis sistem:
 
<ol>
 
<ol>
<li>Energi : Memiliki atribut yaitu julmah dan ongkos energi. </li>  
+
<li>Indentify, yaitu mengindentifikasi masalah. </li>  
<li>Tenaga Kerja : Memiliki atribut, yaitu jumlah tenaga kerja dan upah. </li>  
+
<li>Understand, yaitu memahami kerja sistem yang ada. </li>  
<li>Mesin atau Peralatan : Memiliki atribut, yaitu jenis, jumlah, dan kapasitas. </li>
+
<li>Analyze, yaitu menganalisa sistem. </li>  
<li>Bahan Baku : Memiliki atribut, yaitu harga bahan baku, jumlah bahan baku dan ongkos. </li>
+
<li>Bahan Produk : Memiliki atribut jumlah permintaan, jumlah produk dan harga jual. </li>  
+
 
</ol>
 
</ol>
  
Baris 781: Baris 772:
 
====Definisi Data====
 
====Definisi Data====
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Elisabet dalam buku pengantar sistem informasi (2017:12) <ref name="Anggraeni"> Anggraeni, Elisabet Yunaeti dan Rita Irviani. 2017. Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset.</ref> mengatakan bahwa “Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi, yang mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara lansung kepada pemakai.</div>
+
Data adalah sekumpulan informasi yang dapat berupa dokumen atau laporan yang terkumpul dalam sebuah tempat yang telah tersimpan dengan struktur yang sengaja tertata ataupun teracak disuatu tempat, data dapat digunakan untuk menjadi sebuah alternatif solusi dalam menganalisa suatu masalah.</div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Erna Astriyani (2018:206), <ref name="Taufiq">Permana, Handy Januar, Erna Astriyani, dan Tanti Mayang Sari. 2018. Perancangan Sistem Informasi Manajemen Layout Bahan Baku Berbasis Web Pada PT. Sanichem Tunggal Pertiwi. Jurnal SENSI Vol. 4 No. 2 Hal: 205-219. </ref>“Data adalah fakta dari hasil pengukuran atau pengamatan. Data dapat berupa huruf-huruf, angka, simbol-simbol khusus, atau gabungan darinya.” </div>
+
Menurut Erna Astriyani (2018:206)<ref name="Taufiq"> Permana, Handy Januar, Erna Astriyani, dan Tanti Mayang Sari. 2018. Perancangan Sistem Informasi Manajemen Layout Bahan Baku Berbasis Web Pada PT. Sanichem Tunggal Pertiwi. Jurnal SENSI Vol. 4 No. 2 Hal: 205-219. </ref>, “Data adalah fakta dari hasil pengukuran atau pengamatan. Data dapat berupa huruf-huruf, angka, simbol-simbol khusus, atau gabungan darinya.” </div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Berdasarkan pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa data merupakan fakta yang berupa deskripsi tentang kejadian-kejadian, aktivitas, dan transaksi yang mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung dan data dapat berupa simbol khusus, huruf, angka atau gabungan dari yang sudah disebutkan.</div>
+
Menurut Adyanata Lubis (2016:1)<ref name="Lubis"> Lubis, Adyanata. 2016. Basis Data Dasar. Yogyakarta: Deepublish </ref>, “Data adalah fakta dari hasil pengukuran atau pengamatan. Data dapat berupa huruf-huruf, angka, simbol-simbol khusus, atau gabungan darinya.</div>
  
 
====Definisi Informasi====
 
====Definisi Informasi====
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Fujiyati (2015:3), <ref name="Sukadi"> Sukadi, One Yunita Fujiyati. 2015. Sistem Informasi Pengolahan Data Kependudukan Desa Purwoasri. Jurnal Speed Vol. 7 No.1 Hal: 1-8.</ref> “Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.</div>
+
Informasi adalah sekumpulan data yang saling berhubungan antara satu sama lain yang dapat dikumpulkan menjadi bentuk yang bernilai dan bermanfaat bagi pengambil informasi tersebut ataupun penerimanya.</div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Elisabet (2017:13), <ref name="Anggraeni">Anggraeni, Elisabet Yunaeti dan Rita Irviani. 2017. Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset. </ref>“Informasi adalah sekumpulan data atau fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerima. </div>
+
Menurut Nur Azizah, Astriyani, dan Ningsih dalam Jurnal Cerita Vol.1 No.1 (2015:64-73)<ref name="Azizah"> Azizah, N., Astriyani, E., & Ningsih, L. N. (2015). Optimalisasi Aplikasi E-Commerce Untuk Penjualan Pada Toko Desfa Bogor. Cerita Journal, 1(1), 64-73. </ref> “Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang  berarti bagi penggunanya, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber infomasi”. </div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Seperti yang sudah dijelaskan oleh beberapa ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa Informasi adalah fakta yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berguna, bermanfaat dan mempunyai arti bagi penerima informasi.</div>
+
Menurut Informasi Sunarya, P. A., & Anisah, L dalam jurnal Cerita Vol.4 No.1 (2018:76)<ref name="Sunarya"> Sunarya, P. A., & Anisah, L. (2018). Desain Komunikasi Visual Sebagai Media Informasi Pada Ditjen Aptika Kementerian Komunikasi Dan Informatika Jakarta. Cerita Journal, 4(1), 76-85.</ref> dapat  diartikan sebagai “Informasi merupakan  data  yang diproses  dalam bentuk yang mempunyai nilai nyata dan bermanfaat bagi penerimanya.</div>
  
 
====Manfaat Informasi====
 
====Manfaat Informasi====
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Fujiyati (2015:3) <ref name="Anggraeni">Anggraeni, Elisabet Yunaeti dan Rita Irviani. 2017. Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset. </ref> Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Untuk mendapatkan informasi maka diperlukan adanya data yang akan diolah oleh unit pengolah.</div>
+
Dikutip dari buku Dr. H. A. Rusdiana MM (2015: 85)<ref name="Rusdiana">Rusdiana, Irfan. 2015. Sistem Informasi Management. (Sumber: Pengantar Sistem Informasi Umm.Ac.Id). </ref> Menurut Deni Darmawan menyatakan 6 ciri informasi yang dapat memberikan arti untuk pengguna, diantaranya: </div>
Informasi dikatakan bermanfaat dan berharga bila memenuhi syarat sebagai berikut :
+
  
 
<ol>
 
<ol>
<li>Informasi harus akurat, sehingga mendukung pihak manajemen dalam mengambil keputusan. </li>  
+
<li>Kuantitas Informasi, adalah informasi yang diproses oleh suatu aturan dalam pengolahan informasi yang mampu memberikan sebuah kebutuhan guna banyaknya informasi yang di perlukan. </li>
<li>Informasi harus relevan, benar-benar terasa manfaatnya bagi yang membutuhkan. </li>  
+
<li>Kualitas Informasi, adalah informasi yang diproses oleh sebuah sistem pengolahan data tertentu yang mampu memenuhi kebutuhan dalam kualitas informasi yang bermanfaat. </li>
<li>Informasi harus tepat waktu, jadi tidak ada keterlambatan pada saat dibutuhkan. </li>  
+
<li>Informasi Aktual, adalah informasi yang diproses oleh sebuah sistem pengolahan data tertentu yang bisa memenuhi kebutuhan informasi baru. </li>
 +
<li>Informasi relevan, adalah informasi yang dapat diolah oleh sebuah sistem pengolahan data tertentu yang bisa memenuhi kebutuhan suatu informasi. </li>
 +
<li>Ketepatan Informasi adalah informasi yang diproses oleh sebuah sistem yang mampu memenuhi suatu kebutuhan tertentu. </li>
 +
<li>Kebenaran Informasi, adalah informasi yang dikelola oleh sebuah sistem pengolahan tertentu yang bisa memenuhi suatu informasi yang dibutuhkannya. </li>
 
</ol>
 
</ol>
  
===Kualitas Informasi===
+
===Fungsi Informasi===
 
+
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Dalam buku pengantar sistem informasi (2017:15-16) Raymond Mc. Leod mengatakan bahwa ciri-ciri informasi yang berkualitas adalah  sebagai berikut : </div>
+
Menurut Hutahaean (2015:9)<ref name="Hutahaean"> Hutahaean, Jeperson. 2015. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish</ref> fungsi utamanya yaitu menambah pengetahuan atau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi, karena informasi berguna memberikan gambaran tentang suatu permasalahan sehingga pengambil keputusan dapat menentukan keputusan lebih cepat, informasi juga memberikan standar, ataupun maupun indikator bagi pengambil keputusan. </div>
 
+
<ol>
+
<li>Akurat </li>
+
Informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya dan informasi tersebut harus bebas dari kesalahan-kesalahan.
+
<li>Tepat Waktu </li>
+
Informasi harus tersedia atau ada pada saat informasi tersebut diperlukan dan tidak terhambat.
+
<li>Relevan </li>
+
Informasi yang diberikanharus sesuai dengan yang dibutuhkan.
+
<li>Lengkap </li>
+
Informasi harus diberikan secara lengkap karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan memengaruhi dalam mengambil keputusan.
+
<li>Correctness </li>
+
Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.
+
<li>Security </li>
+
Informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat ditaksir keungtungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir dengan nilai efektivitasannya.
+
</ol>
+
 
+
===Karakteristik Data dan Informasi===
+
<center><b> Tabel 2.1 Karakteristik Informasi menurut Bodnar dan Hopwood</b></center>
+
<div align="center"><img width="40%" height="40%" style="margin:0px" src="https://lh3.googleusercontent.com/-9FH0y7ACo6w/XE5GS-2HS1I/AAAAAAAAE5Q/cFGUU6vi6x8SWAY7_Z6j-rujiHCWYyThgCJoC/w530-h429-n-rw/1.JPG"/></div>
+
 
+
<center><b>Tabel 2.2 Karakteristik Data menurut Alter </b></center>
+
<div align="center"><img width="40%" height="40%" style="margin:0px" src="https://lh3.googleusercontent.com/-s35S8oZ3gKI/XE5GcKryUEI/AAAAAAAAE5g/6ySzdx5uAVA54W_eZzUgVg2Y54uxO-OwQCJoC/w530-h275-n-rw/2.JPG"/></div>
+
<ol>
+
<li>Akurasi dan Presisi </li>
+
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<li>Akurasi  menyatakan derajat kebenaran terhadap informasi dan menentukan kehandalan/realibilitas informasi. Akurat berarti informasi yang benar-benar bebas kesalahan. </li>
+
<li>Presisi berkaitan dengan tingkat keringcian suatu informasi. </li>
+
</ol>
+
<li>Usia dan Rentang Waktu </li>
+
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<li>Usia informasi menyatakan lama waktu sejak informasi dihasilkan hingga saat sekarang. </li>
+
<li>Rentang Waktu  menyatakan usia data yang sesuai dengan upaya pengambilan keputusan. </li>
+
</ol>
+
<li>Tingkat Keringkasan dan Kelengkapan </li>
+
Informasi harus diringkas agar sesuai dengan kebutuhan penerima informasi. Informasi yang penting bagi pengambilan keputusan haruslah lengkap (tak ada yang hilang) sehingga dapat mengurangi faktor ketidakpastian.
+
 
+
<li>Kemudahan Akses </li>
+
Informasi bisa diterima dengan lancara kemudahan akses terhadapa informasi harus terjamin. Informasi biasanya dilengkapi dengan komputer pribadi yang terhubung ke server yang menyimpan data untuk memudahkan pengaksesan informasi.
+
<li>Sumber </li>
+
Sumber informasi bersifat internal dan eksternal. Sumber internal berasal dari perusahaan itu sendiri dan sumber eksternal berasal dari lingkungan luar.
+
<li>Relevansi dan Nilai </li>
+
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<li>Relevansi berarti bahwa infrmasi benar-benar memberikan manfaat bagi pemakai. </li>
+
<li>Nilai informasi ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkan.  </li>
+
</ol>
+
</ol>
+
  
 
==Konsep Dasar Sistem Informasi==
 
==Konsep Dasar Sistem Informasi==
 
===Definisi Sistem Informasi===
 
===Definisi Sistem Informasi===
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Dede dan Jendra (2018:48), <ref name="Putra">Putra, Dede Wira Trise dan Jendra Jonika Putra. 2018. Perancangan Sistem Informasi Pencarian Lowongan Pekerjaan. Jurnal Teknoif Vol. 6 No.1 Hal: 48-54. </ref> “Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam sebuah organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolah data transaksi harian yang mendukung operasi dan bersifat manajerial dan kegiatan strategis yang diperlukan bagi pihak luar tertentu”</div>
+
Menurut Muhammad, Muslihudin, dan Oktafianto (2016:11)<ref name="Muslihudin">Muslihudin, Muhammad Dan Oktavianto. 2016. “Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Model Terstruktur Dan Uml”. Yogyakarta: Cv. Andi Offset </ref> menjelaskan bahwa, "Sistem informasi merupakan perangkat prosedur yang terorganisasi dengan sistematik, bila dilaksanakan akan menyediakan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan keputusan”</div>
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Menurut Fujiyati (2015:3), <ref name="Sukadi">Sukadi, One Yunita Fujiyati. 2015. Sistem Informasi Pengolahan Data Kependudukan Desa Purwoasri. Jurnal Speed Vol. 7 No.1 Hal: 1-8. </ref>“Sistem Informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.” </div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Merujuk pada pengertian yang telah dijabarkan oleh beberapa ahli maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang mempertemukan kebutuhan pengolah data transaksi harian yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.</div>
+
  
 
====Komponen Sistem Informasi====
 
====Komponen Sistem Informasi====
Baris 884: Baris 824:
 
</ol>
 
</ol>
  
====Tujuan Sistem Informasi====
+
==Konsep Dasar Database==
 +
===Definisi Database===
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Eka (2015:72) <ref name="Iswandy"> Iswandy, Eka. 2015. Sistem Penunjang Keputusan Untuk Menentukan Penerimaan Dana Santunan Sosial Anak Nagari Dan Penyaluran Bagi Mahasiswa Dan Pelajar Kurang Mampu Di Kenagari Barung – Barung Balantai Timur. Jurnal Teknoif Vol. 3 No.2 Hal: 70-79.</ref>pada umumnya tujuan melakukan suatu perancangan sistem informasi adalah : </div>
+
Menurut Spits Warnars, dalam Jurnal CCIT Vol.8 No.1 (2015:84)<ref name="Warnars">Warnars, H. L. H. S. (2015). Perbandingan Penggunaan Database Oltp (Online Transactional Processing) Dan Data Warehouse. Creative Communication And Innovative Technology (Ccit) Journal, 8(1), 83-100.</ref> “Database baik dalam bentuk database terstruktur dan tidak terstruktur dibutuhkan sebagai tempat penyimpanan tetap untuk merekam kegiatan proses transaksi bisnis. Database terstruktur merupakan organisasi kumpulan data yang menggunakan system manajemen database yang didukung konsep DML (Data Manipulation Language) dan DDL (Data Definition Language). Dimana DML merupakan proses manipulasi yang menggunakan perintah sql seperti select, insert, update, delete, dan lain-lain sedangkan DDL merupakan proses pendefinisian database yang menggunakan perintah sql seperti create, table, drop table, dan lain-lain”</div>
Untuk memenuhi kebetuhan pemakai sistem informasi.
+
<ol>
+
<li>Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun lengkap kepada pemrograman komputer dan ahli teknik lain terlibat. </li>
+
<li>Untuk mendukung pengolahan pelaporan manajemen dan mendukung perusahaan. </li>
+
</ol>
+
==Konsep Dasar Analisis Sistem==
+
===Tahapan – Tahapan Analisis Sistem===
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Menurut Hanif dalam buku analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern (2017:47) <ref name="Al-Fatta">, Hanif. 2017. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta: CV Andi Offset. </ref>Tahapan analisis sitem terdiri dari : </div>
+
<ol>
+
<li>Analisis Kelemahan </li>
+
Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kelemahan-kelemahan pada proses-proses bisnis yang ada dan memastikan sistem baru bisa mengatasi kelemahan-kelemahan ini.
+
<li>Analisis Kebutuhan Sistem Baru </li>
+
Analisis kebutuhan baru didefinisika dan diajukan.
+
<li> Studi Kelayakan</li>
+
Kebutuhan yang sudah disusun dan didefinisikan diuji kelayakannya dengan beberapa uji kelayakan seperti kelayakan eknis, operasional, ekonomi, hukum, organisasional dan jadwal.
+
</ol>
+
  
===Basis Data===
 
====Definisi Basis Data====
 
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Rahmat dkk (2017:177), <ref name="Hidayat"> Hidayat, Rahmat, Siti Marlina dan Lila Dini Utami. 2018. Perancangan Sistem Informasi Penjualan Barang Handmade Berbasis Website Dengan Metode Waterfall. Simposium Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, ISBN: 978-602-61268-4-9.</ref> “Basis data adalah sekumpulan data yang saling berhubungan secara logis dan terorganisir dengan baik.</div>
+
Sri Rahayu, dkk dalam Jurnal CCIT (2015:54)<ref name="Rahayu">Rahayu, S., Yusup, M., & Dewi, S. P. (2015). Perancangan Aplikasi Absensi Peserta Bimbingan Belajar Berbasis Web Dengan Menggunakan Framework Yii. Ccit Journal, 9(1), 51-59.</ref> mengatakan bahwa “Database adalah kumpulan data yang teintegrasi dan diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dimanipulasi, diambil, dan dicari secara cepat”.</div>
 +
Dari beberapa definisi para ahli peneliti menyimpulkan database ialah kumpulan data yang umumnya terintegrasi dan bersifat rasional.
  
 +
====Manfaat Database====
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Lubis (2017:3), <ref name="Lubis"> Lubis, Adyanata. 2016. Basis Data Dasar. Yogyakarta: Deepublish.</ref>“Basis data adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data secara lengkap pada sebuah organisasi/perusahaan, sehingga mampu menyediakan informasi yang opimal yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan”. </div>
+
Menurut Imam Heryanto (2017:4) (2017:31-32)  <ref name="Heryanto">Heryanto, Imam. 2017. Membuat Database dengan Microsoft Access. Edisi Revisi. Bandung : Informatika.</ref> salah satu manfaat database yang paling utama adalah untuk memudahkan dalam mengakses data, kemudian pengaksesan data ini adalah sebagai implikasi dari keteraturan data yang merupakan syarat mutlak dari suatu database yang baik.</div>
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Dapat ditarik kesimpulan bahwa basis data merupakan sekupulan data yang dikelola menggunakan komputer dengan tujuan untuk menyimpan, merekam serta memelihara data sehingga mampu menyediakan informasi yang saling berhubungan dan terorganisir dengan baik. </div>
+
 
+
  
 
== Teori Khusus==  
 
== Teori Khusus==  
===Konsep Dasar Kinerja dan Penilaian Kinerja ===
+
===Konsep Dasar Perancangan Sistem===
====Definisi Kinerja ====
+
====Definisi Perancangan Sistem====
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Hakim  (2015:166) “Kinerja merupakan suatu pencapaian berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Informasi tentang kinerja organisasi adalah hal yang sangat penting yang digunakan untuk mengevaluasi apakah proses kinerja yang dilakukan organisasi selama ini sudah sejalan dengan tujuan yang diharapkan atau belum”.</div>
+
Menurut McKay, dkk dalam International Journal of computer intergrated manufacturing (2016:237)<ref name="Mckay">Mckay, A., Stiny, G. N., & De Pennington, A. (2016). Principles For The Definition Of Design Structures. International Journal Of Computer Integrated Manufacturing, 29(3), 237-250. Issn: 0951-192x.</ref> “Engineering design is an important early stage of the innovation processes that deliver new product to markets where societal challenges are addressed and wealth generated. Hight-quality engineering design information is critical to the effective and efficient manufacture, production and throught-life support of such product. The emerging discipline of engineering design informatic brings together ICT (Information and Communications Technology) and engineering design to support the creation of well-founded engineering information support systems”. Desain Konfigurasi komputer untuk menerapkan sistem.</div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Sementara menurut Fattah (2017:11) <ref name="Fattah">Fattah, Hussein. 2017. Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai : Budaya Organisasi, Perilaku Pemimpin, dan Efikasi Diri. Yogyakarta: Penerbit Elmatera. </ref> “Kinerja adalah perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas organisasi sesuai dengan wewenang yang telah ditetapkan”.</div>
+
Wahyu Hidayat dkk dalam jurnal CERITA (2016:49)<ref name="Wahyu">Hidayat, Wahyu, Fauzi Maaruf, Saeful Bahari. Perancangan Media Video Desain Interior Sebagai Salah Satu Penunjang Promosi Dan Informasi Di Pt. Wans Desain Group. Jurnal Cerita Vol. 2 No. 1 – Februari 2016"</ref> “Perancangan adalah proses merencanakan segala sesuatu terlebih dahulu. Perancangan merupakan wujud visual yang dihasilkan dari bentuk-bentuk kreatif yang telah direncanakan. Langkah awal dalam perancangan desain bermula dari hal-hal yang tidak teratur berupa gagasan atau ide-ide kemudian melalui proses penggarapan dan pengelolaan akan menghasilkan hal-hal yang teratur, sehingga hal-hal yang sudah teratur bisa memenuhi fungsi dan kegunaan secara baik”.”.</div>
  
 +
===Konsep Dasar Persediaan===
 +
==== Definisi Persediaan====
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Di lain pihak, menurut Indria (2015:166) <ref name="Rani">Rani, Indria Hangga dan Mega Mayasari. 2015. Pengaruh Penilaian Kinerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Motivasi Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis, Vol.3 No.2 Hal: 164-170. </ref>Kinerja adalah sebagai hasil dari pekerjaan yang terkait dengan tujuan organisasi seperti : </div>
+
Dikutip dalam buku menurut Fees (2015:398)<ref name="Fees">Reeve. Waren, Fees. 2015. Accounting (Pengantar Akuntansi).
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
Jakarta : Salemba Empat.</ref> “Persediaan barang merupakan barang-barang yang tersedia untuk dijual yaitu jika perusahaan itu berbentuk dagang dan juga bahan yang disimpan untuk digunakan dalam proses produksi”.</div>
<li> Kualitas</li>  
+
Persediaan digunakan untuk :
<li> Efisiensi</li>
+
<ol type="1">
<li>Kriteria Efektivitas Lainnya </li>  
+
<li>Barang dagangan yang disimpan untuk kemudian dijual dalam operasi bisnis perusahaan.</li>
 +
<li>Bahan yang digunakan dalam proses produksi atau yang disimpan.</li>
 
</ol>
 
</ol>
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 
Dari penjabaran teori diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja merupakan hasil kegiatan dalam rangka mencapai tujuan yang ingin diraih. </div>
 
  
====Definisi Penilaian Kinerja====
 
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Penilaian kinerja menurut Indria (2015:166) <ref name="Rani">Rani, Indria Hangga dan Mega Mayasari. 2015. Pengaruh Penilaian Kinerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Motivasi Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis, Vol.3 No.2 Hal: 164-170. </ref> adalah proses mengevaluasi seberapa baik karyawan melakukan pekerjaan mereka dibandingkan dengan seperangkat standar, dan kemudian mengkomunikasikan informasi tersebut kepada karyawan.</div>
+
Menurut Stice (2015:571)<ref name="Stice">Stice dan Skousen. 2015. Akuntansi Intermediate. Edisi 16.
 +
Jakarta: Salemba Empat.</ref>, persediaan ditujukan untuk barang-barang yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan bisnis normal, dan dalam kasus perusahaan manufaktur maka persediaan ditujukan untuk barang dalam proses produksi atau yang ditempatkan dalam kegiatan produksi”.</div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Budiharjo (2015:15) <ref name="Budiharjo"> Budiharjo, M. 2015. Panduan Praktis Penilaian Kinerja Karyawan. Jakarta: Raih Asa Sukses.</ref>“Penilaian Kinerja pada dasarnya merupakan upaya guna mengadakan pengukuran atas kinerja dari setiap pegawai yang dikaitkan dengan tingkat produktivitas dan efetivitas kinerja dari pegawai dalam menghasilkan karya tertentu sesuai dengan job description  yang diberikan kepada pegawai terkait”. </div>
+
Menurut Hongren dan Harrison (2015:244)<ref name="Horngren">Horngren, Charles T., Harrison Jr, Walter T 2015. Akuntansi jilid Satu.
 +
Edisi Tujuh. Jakarta: Penerbit Erlangga. </ref>, menjelaskan persediaan (inventory) adalah barang dagang yang disimpan oleh perusahaan untuk dijual kepada pelanggan”.</div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Berdasarkan pengertian beberapa ahli mengenai penilaian kinerja, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penilaian kinerja merupakan upaya perusahaan dalam mengevaluasi kinerja seorang pegawai terkait produktivitas dan efektivitas dalam melakukan tanggung jawab yang diberikan.</div>
+
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa persediaan merupakan barang-barang disimpan utuk dijual kepada pembeli atau barang yang disimpan untuk proses produksi bagi perusahaan.</div>
  
===Manfaat Penilaian Kinerja===
+
====Jenis-jenis Persediaan====
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Sehubungan dengan teori yang disampaikan mengenai definisi penilaian kinerja, Budiharjo (2015:16)<ref name="Budiharjo">Budiharjo, M. 2015. Panduan Praktis Penilaian Kinerja Karyawan. Jakarta: Raih Asa Sukses. </ref> juga mengatakan bahwa penilaian kinerja sendiri memiliki manfaat terhadap pegawai yang menyebabkan terpicunya semangat berkompetisi untuk menjadi lebih baik ke depannya. Salah satunya ditandai dengan peningkatan etos kerja para pegawai itu sendiri. Sementara itu, bagi organisasi akan berdampak pada adanya peningkatan produktivitas organisasi.</div>
+
Di dalam persediaan barang ada beberapa jenis-jenisnya menurut R.Agus Sartono (2015:4)<ref name="Agus"> Agus, Sartono. 2015. Manajemen Keuangan: Teori dan Aplikasi. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.</ref> ialah sebagai berikut: </div>
<div align="center"><img width="40%" height="40%" style="margin:0px" src="https://lh3.googleusercontent.com/-vbUYRIJ6dtY/XE5GeQSIeVI/AAAAAAAAE5w/jSzw0CdaWnUdmvWtg71EPS9ZScM5u2_lwCJoC/w530-h402-n-rw/3.jpg"/></div>
+
<ol type="1">
<center><b>Gambar 2.1 Manfaat Penilaian Kinerja </b></center>
+
<li>Perusahaan jasa persediaan yang biasanya timbul misalkan seperti persediaan bahan pembantu atau juga persediaan habis pakai, yang termasuk ke dalammnya ialah kertas, karton, stempel, tinta, buku, kwitansi dan juga materai. </li>  
 
+
<li>Perusahaan manufaktur jenis persediaan ialah meliputi persediaan bahan pembantu, persediaan barang jadi, dan juga persediaan barang dalam proses serta persediaan bahan baku. </li>
===Konsep Dasar Sistem Penunjang Keputusan ===
+
==== Definisi Sistem Penunjang Keputusan====
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Menurut Adhar (2014:17)<ref name="Adhar">Adhar, Deny. 2014. Sistem Pendukung Keputusan Pengangakatan Jabatan Karyawan Pada PT Ayn Dengan Menggunakan Metode Profile Matching. Jatisi Vol. 1 No. 1 Hal: 16-29. </ref> “Sistem pendukung keputusan (Decision  Support Systems  disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan) yang dipakai  untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi perusahaan atau lembaga pendidikan”.</div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
+
Menurut Farouq dan Miftahus Sholihin (2014:604) <ref name="Farouq">Farouq, Kemal dan Miftahus Sholihin. 2014. Penerapan uzzy Tsukamoto Dalam Pengangkatan Jabatan Pegawai Di BKD Lamongan. Jurnal Teknika, Vol. 6 No. 2 Hal: 603-607. </ref> “Sistem pengambilan keputusan merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya smi terstruktur maupun tidak terstruktur”. </div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Menurut Nasution dkk (2016:105) <ref name="Nasution">Nasution, Muhammad Dharma Tuah Putra dkk. 2018. Decision Support Rating System with Analytical Hierarchy Process Method. International Journal Of Engineering and Technology Hal: 105-108 </ref> ''“Decision Support System is a computer-based interactive  appli-cation that combines data and mathematical models to help managers in better decision making”. ''</div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Berdasarkan definisi sistem penunjang keputusan dari beberapa ahli, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem penunjang keputusan merupakan bagian dari sistem informasi berbasis komputer yang interaktif dan dapat memberikan informasi guna penunjang dalam pengambilan keputusan melalui penggunaan data yang sudah diolah.</div>
+
 
+
====Karakteristik Sistem Penunjang Keputusan====
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Seperti yang dijabarkan dalam buku Konsep data mining vs sistem penunjang keputusan Nofriasyah (20:1-2) <ref name="Nofriansyah"> Nofriansyah, Dicky. 2017. Konsep Data Mining Vs Sistem Penunjang Keputusan. Yogyakarta: Deepublish.</ref> mengatakan bahwa karakteristik dari sistem penunjang keputusan adalah sebagai berikut :</div>
+
 
+
<ol>
+
<li>Mendukung proses pengambilan keputusan suatu organisasi atau perusahaan. </li>  
+
<li>Adanya interface  manusia/mesin dimana manusia(user) tetap memegang kontrol proses pengambilan keputusan. </li>
+
<li>Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi terstruktur, serta mendukung beberapa keputusan yang saling berinteraksi. </li>
+
<li>Memiliki kapasitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan. </li>
+
<li>Memiliki subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai kesatuan sistem. </li>
+
<li>Memiliki dua komponen utama yaitu data dan model. </li>  
+
 
</ol>
 
</ol>
  
====Tahapan Dalam Pengambilan Keputusan====
+
===Definisi Suku Cadang===
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Dalam menentukan keputusan diperluan beberapa tahap sebagai berikut (Fakultas Sains dan Tenologi Universitas Ma Chung 2017:10) :<ref name="Univ"> Univ. Ma Chung. 2017. Studi Kasus Sistem Penunjang Keputusan membahas SAW dan TOPSIS. Malang: Prodi SI Univ. Ma Chung.</ref> </div>
+
Menurut Ilham Prawira (2017:11)<ref name="Prawira"> Prawira, Ilham. 2017. “Sistem informasi persediaan suku cadang barang berbasis web pada bengkel mobil auto rizal palembang”. Palembang.UIN Raden Fatah. </ref> dalam bukunya, manajemen persediaan menyatakan definisi suku cadang adalah sebagai berikut: “Suku cadang atau Spare part adalah suatu alat yang mendukung pengadaan barang untuk keperluan peralatan yang digunakan dalam proses produksi”. Berdasarkan definisi diatas, suku cadang merupakan faktor utama yang menentukan jalannnya proses produksi dalam suatu perusahaan. Sehingga dapat dikatakan suku cadang ini mempunyai peranan yang cukup besar dalam serangkaian aktivitas perusahaan.</div>
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<li> Penelusuran ''(Intelligence)'' </li>
+
<li> Perancangan ''(Design)''</li>
+
<li> Pemilihan ''(Choice)''</li>
+
<li> Implementasi ''(Implementation)''</li>
+
</ol>
+
 
+
<div align="center"><img width="40%" height="40%" style="margin:0px" src="https://lh3.googleusercontent.com/-_q7i7-KwkKc/XE5Ggzf4MoI/AAAAAAAAE6A/Aekol6bRLEcwspN8FZAdFhXIITEWEdUTgCJoC/w530-h292-n-rw/4.jpg"/></div>
+
<center><b>Gambar  2.2 Tahapan Pengambilan Keputusan </b></center>
+
  
===Konsep Dasar Model ''Analitycal Hierarchy Process'' (AHP) ===
+
===Definisi Produksi===
==== Definisi Model ''Analitycal Hierarchy Process'' (AHP)====
+
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Abadi dkk (2018:238) <ref name="Abadi">Abadi, Satria dkk. 2018. Implementation of fuzzy analytical hierarchy process on notebook selection. International Journal Of Engineering and Technology Hal: 238-243 </ref>''“AHP is a practical approach to solving complex decision problems that include alternative comparisons. AHP also allows decision making to present a hierarchical relationship between factors, attributes, characteristics or alternatives in the decision-making environment. With special features, the hierarchy it possesses, unstructured complex problems solved in groups”.'' </div>
+
Menurut Samsubar Saleh (2015:25)<ref name="Samsubar">Samsubar Saleh. 2015. Data Envelopment Analysis (DEA): Konsep Dasar dalam Metodologi Empiris Data Envelopment Analysis (DEA). Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.</ref>, proses produksi adalah proses yang dilakukan oleh perusahaan berupa kegiatan mengkombinasikam input (sumber daya) untuk menghasilkan output. Dengan kata lain produksi merupakan proses perubahan dari input menjadi output. </div>
  
 +
===Definisi Codeigniter===
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Herjanto (2015:253),<ref name="Herjanto"> Herjanto, Eddy. 2015. Sains Manajemen : Analisis Kuantitatif Untuk Pengambilan Keputusan.Jakarta: Grasindo.</ref>”AHP adalah suatu metode yang sederhana dan fleksibel yang menampung kreativitas dalam pendekatannya terhadap suatu masalah. Metodi ini menstruktur masalah dalam bentuk hirarki dan memasukkan pertimbangan untuk menghasilkan skala prioritas relatif. </div>
+
Menurut Basuki (2018:4)<ref name="Basuki">Basuki, Rokhman. 2018. Semarang: Journal of Management Vol.4 No.4.</ref>, “''Codeigniter'' adalah sebuah framework yang kecil, sederhana dan mudah digunakan dan cukup handal untuk membangun aplikasi berbasis web”.</div>
 
+
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Metode ''analitycal hierarchy process'' merupakan salah satu metode dalam sistem pendukung kwputusan yang memiliki keunikan dibandingkan yang lainnya. Hal ini dikarenakan dalam pembobotan kriteria, bobot dari setiap kriteria bukan ditentukan di awal tetapi ditentukan menggunakan rumus dari metode ini berdasarkan skala prioritas (tingkat kepentingan) yang bersumber dari tabel saaty. Berikut ini adalah tabel tingkat kepentingan yang digunakan yaitu :</div>
+
Menurut Raharjo dan Okviandi dalam Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer Vol.2 No.1 (2015:3)<ref name="Raharjo">Raharjo, S., & Okviandi (2015). Penerapan Metode Waterfall Pada Desain Sistem Informasi Geografis Industri. Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, 2(1), 6-12.</ref>, “Codeigniter (CI) adalah framework pengembangan aplikasi dengan menggunakan PHP yang lebih sistematis”. CodeIgniter adalah framework web untuk bahasa pemrograman PHP, yang dibuat oleh Rick Ellis pada tahun 2006, penemu dan pendiri EllisLab”.</div>
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
<center><b> Tabel 2.3 Tingkat Kepentingan I</b></center>
+
Jadi CodeIgniter adalah sebuah framework buatan Rick Ellis yang digunakan untuk mempermudah pada developer dalam mengembangkan suatu aplikasi web.</div>
<div align="center"><img width="40%" height="40%" style="margin:0px" src="https://lh3.googleusercontent.com/-51iRuIOcWpk/XE5GsYLcX3I/AAAAAAAAE6Y/84HKIXkpNicM2c3DHqDzvZkpIRKL7UScwCJoC/w530-h262-n-rw/5.JPG"/></div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Dan metode ini terdapat nilai ''consistency indeks''. Adapun tabel nilai ''consistency ratio'' dari metode ''analythical hierarchy process'' ini yaitu sebagai berikut: </div>
+
 
+
<center><b>Tabel 2.4 Angka pada CI </b></center>
+
<div align="center"><img width="40%" height="40%" style="margin:0px" src="https://lh3.googleusercontent.com/-DkDFxr39qKI/XE5GvEb0vQI/AAAAAAAAE6s/i8gg6qGdgMcCciMVEKsxii-6cbpqKQ9agCJoC/w530-h461-n-rw/6.JPG"/></div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Dinamakan metode ''analythical hierarchy process'' dikarenakan dalam metode ini proses penyelesaian dengan cara menyelesaikan setiap kasus dengan menyelesaikan terlebih dahulu matrix bobot kriteria, kemudia alternatifnya. Keunikan metode ini dibandingkan metode lainnya yaitu metode ini didalam menentukan bobot kriteria (Wj) berdasarkan hasil evaluasi matrix bobo kriteria bukan ditentukan di awal oleh stakeholder dibandingkan metode lainnya. Terdapat 3 (tiga) elemen dalam metode AHP yaitu : </div>
+
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<li>Masalah : ini merupakan tingkat tertinggi hirarki yag terdiri hanya atas satu elemen yaitu sasaran secara menyeluruh. </li>
+
<li>Kriteria : berada dipertengahan yang merupakan aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam mengambil keputusan atas fokus masalah. </li>
+
<li>Alternatif  : tingkat terendah yang merupakan berbagai tindakan akhir atau rencana-rencana alternatif. Alternatif merupakan pilihan keputusan dari penyelesaian masalah yang dihadapi. </li>
+
</ol>
+
====Prinsip Dasar Model ''Analitycal Hierarchy Process'' (AHP)====
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Menurut Herjanto (2015:254) <ref name="Herjanto">Herjanto, Eddy. 2015. Sains Manajemen : Analisis Kuantitatif Untuk Pengambilan Keputusan.Jakarta: Grasindo. </ref> dalam proses pengambilan keputusan dengan menggunakan analisis hirarki ada beberapa prinsip dasar yang perlu diketahui sebagai berikut :</div>
+
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<li>Menyusun secara hirarkis, yaitu memecah persoalan menjadi unsur-unsur yang terpisah. </li>
+
<li> Menetapkan prioritas, yaitu menentukan peringkat elemen-elemen menurut relatif pentingnya.</li>
+
<li>Mengukur konsistensi logis, yaitu menjamin bahwa semua elemen dikelompokkan secara logis dan diperingatkan secara konsisten sesuai dengan kriteria yang logis. </li>
+
</ol>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Sementara itu menurut Mulyono dalam Hasanudin (2018:92) <ref name="Mulyono"> Mulyono,Sri. 2007. Riset Operasi Edisi Revisi 2007. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.</ref> prinsip yang perlu dipahami ketika menghadapi masalah dan menggunakan AHP sebagai metode penyelesaiannya diantaranya adalah : “decomposition, comparative judgement, synthesis of priority dan logical consistency”</div>
+
<ol>
+
<li>''Decompositions'' </li>
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Setelah persoalan didefinisikan, maka perlu dilakukan decomposition yaitu memecah persoalan yang utuh menjadi unsur-unsurnya. Jika ingin mendapatkan hasil yang akurat, pemecahan juga dilakukan terhadap unsur-unsurnya sampai tidak mungkin dilakukan pemecahan lebih lanjut, sehingga didapatkan beberapa tingkatan dari persoalan tadi. Karena alasan ini, maka proses analisisini dinamakan hirarki (hierarchy). Ada dua jenis hirarki yaitu lengkap dan tak lengkap. Dalam hirarki lengkap, semua elemen pada suatu tingkat memiliki semua elemen yang ada pada tingkat berikutnya.Jika tidak, dinamakan hirarki tak lengkap. </div>
+
<div align="center"><img width="40%" height="40%" style="margin:0px" src="https://lh3.googleusercontent.com/-_34gjwYmf50/XE5GypbllWI/AAAAAAAAE7A/dbj3IIlo9KALL-ubSs-LH9olnBs4sWmOQCJoC/w530-h264-n-rw/7.jpg"/></div>
+
<center><b>Gambar 2.3  Model Struktur Hirarki </b></center>
+
<li>''Comparative Judgement''</li>
+
Prinsip ini berarti membuat penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada suatu tingkat tertentu dalam kaitannya dengan tingkat di atasnya. Penilaian ini merupakan inti dari AHP, karena ia akan berpengaruh terhadap prioritas elemen- elemen. Dalam penyusunan skala kepentingan ini, digunakan acuan seperti pada tabel 2. Yang sudah dibeutkan sebelumnya.
+
<li>''Synthesis of Priority'' </li>
+
Dari setiap pairwise comparison kemudian dicari eigen vectornya untuk mendapatkan local priority. Karena matriks pairwise comparison terdapat pada setiap tingkat, maka untuk mendapatkan global priority harus dilakukan sintesa diantara local priority. Prosedur melakukan sintesis berbeda menurut bentuk hirarki. Pengurutan elemen-elemen menurut kepentingan relatif melalui prosedur sintesa dinamakan priority setting.
+
<li>''Logical Consistency'' </li>
+
Konsistensi memiliki dua makna. Pertama adalah bahwa objek-objek yang serupa dapat dikelompokkan sesuai dengan keseragaman. Kedua adalah menyangkut tingkat hubungan antara objek-objek yang didasarkan pada kriteria tertentu.
+
</ol>
+
 
+
====Tahapan – Tahapan Pengambilan Keputusan Dalam Metode AHP====
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Dalam metode AHP diperlukan tahapan-tahapan dalam pengambilan keputusan sebagai berikut : </div>
+
#Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan.
+
#Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan umum, dilanjutkan dengan kriteria yang ingin di rangking.
+
#Membentuk matriks perbandingan berpasangan. Perbandingan dilakukan berdasarkan pilihan atau judgement dari pembuat keputusan dengan menilai tingkat-tingkat kepentingan suatu elemen dibandingkan elemen lainnya.
+
#Menormalkan data yaitu dengan membagi nilai dari setiap elemen di dalam matriks yang berpasangan dengan nilai total dari setiap kolom.
+
#Menghitung nilai eigen vector dan menguji konsistensinya, jika tidak konsisten maka pengambilan data (preferensi) perlu diulangi. Nilai eigen vector yang dimaksud adalah nilai eigen vector maksimum yang diperoleh dengan menggunakan matlab maupun dengan manual.
+
#Mengulangi langkah, 3, 4, dan 5 untuk seluruh tingkat hirarki.
+
#Menghitung '' eigen vector'' dari setiap matriks perbandingan berpasangan. Nilai '' eigen vector'' merupakan bobot setiap elemen. Langkah ini untuk mensintetis pilihan dalam penentuan prioritas elemen pada tingkat hirarki terendah sampai pencapaian tujuan.
+
#Menguji konsistensi hirarki. Jika tidak memenuhi dengan CR 0,100 maka penilaian harus diulangi kembali.
+
 
+
====Kelemahan dan Kelebihan Metode ''Analytical Hierarchy Process'' (AHP)====
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Seperti metode pengambilan keputusan pada umumnya yang memiliki kelemahan dan kelebihan, berikut kelemahan serta kelebihan menggunakan metode analytical hierarchy process dalam penyelesaian masalah:</div>
+
Kelemahan model ''Analytical Hierarchy Process'' (AHP) :
+
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<li> Ketergantungan model AHP pada input utamanya. Input utama ini berupa persepsi seorang ahli sehingga dalam hal ini melibatkan subyektifitas sang ahli selain itu model menjadi tidak berarti jika ahli tersebut memberikan penilaian yang keliru.</li>
+
<li> Metode AHP ini hanya metode matematis tanpa ada pengujian secara statistik sehingga tidak ada batas kepercayaan dari kebenaran model yang terbentuk.</li>
+
</ol>
+
Kelebihan model AHP terletak pada :
+
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
+
<li>Kesatuan ''(Unity)'' </li>
+
AHP membuat permasalahan yang luas dan tidak terstruktur menjadi suatu model yang fleksibel dan mudah dipahami.
+
<li>Kompleksitas ''(Complexity)'' </li>
+
AHP memecahkan permasalahan yang kompleks melalui pendekatan sistem danpengintegrasian secara deduktif.
+
<li>Saling ketergantungan ''(Inter Dependence)'' </li>
+
AHP dapat digunakan pada elemen-elemen sistem yang saling bebas dan tidak memerlukan hubungan linier.
+
<li>Struktur Hirarki ''(Hierarchy Structuring)'' </li>
+
AHP mewakili pemikiran alamiah yang cenderung mengelompokkan elemen sistem ke level-level yang berbeda dari masing-masing level berisi elemen yang serupa.
+
<li>Pengukuran (''Measurement'') </li>
+
AHP menyediakan skala pengukuran dan metode untuk mendapatkan prioritas.
+
<li>Konsistensi (''Consistency)'' </li>
+
AHP mempertimbangkan konsistensi logis dalam penilaian yang digunakan untuk menentukan prioritas.
+
<li>Sintesis ''(Synthesis)'' </li>
+
AHP mengarah pada perkiraan keseluruhan mengenai seberapa diinginkannya masing-masing alternatif.
+
<li>''Trade Off'' </li>
+
AHP mempertimbangkan prioritas relatif faktor-faktor pada sistem sehingga orang mampu memilih alternatif terbaik.
+
<li>Penilaian dan Konsensus ''(Judgement and Consensus)'' </li>
+
AHP tidak mengharuskan adanya suatu konsensus, tapi menggabungkan hasil penilaian yang berbeda.
+
<li>Pengulangan Proses ''(Process Repetition'') </li>
+
AHP memecahkan permasalahan yang kompleks melalui pendekatan sistem dan pengintegrasian secara deduktif.
+
</ol>
+
 
+
====Penghitungan Metode ''Analytical Hierarchy Process'' (AHP)====
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
+
Elemen-Elemen pada setiap baris dari matriks persegi merupakan hasil perbandingan berpasangan. Setiap matriks pairwise comparison dicari eigen vektornya untuk mendapat local priority. Skala perbandingan berpasangan didasarkan pada nilai-nilai fundamental Analitycal Hierarcy Process dengan pembobotan dari 1 untuk sama penting, sampai dengan 9 untuk sama penting sekali. Penyimpanan dari konsistensi dinyatakan dalam indeks konsistensi yang didapat dari rumus:</div>
+
Menghitung nilai maksimum eigen / maximum Eigen Value ( λ max), sebagai berikut :
+
<div align="left"><img width="30%" height="30%" style="margin:0px" src="https://lh3.googleusercontent.com/-Y0RcyF0w1L0/XE5G1T0OFLI/AAAAAAAAE7U/kPjIvM7fl9I4e6VsYEutp8Mofw2rS9aPgCJoC/w530-h107-n-rw/8.jpg"/></div>
+
Menghitung nilai ''Consistency Index'' (CI)
+
<div align="left"><img width="30%" height="30%" style="margin:0px" src="https://lh3.googleusercontent.com/-VUeQExaHeO8/XE5G4DCoprI/AAAAAAAAE7o/_XzYm7LdgsYRr9GU316wOWXXUgZ91wGZQCJoC/w530-h239-n-rw/9.jpg"/></div>
+
Menghitung nilai ''Consistency Ratio'' (CR)
+
<div align="left"><img width="30%" height="30%" style="margin:0px" src="https://lh3.googleusercontent.com/-J9j4QCsqP3Q/XE5G7DDh-FI/AAAAAAAAE74/dWAk368s98UNG0cYPfMxZKsuEdgb-q-XwCJoC/w530-h244-n-rw/10.jpg"/></div>
+
 
+
'''Keterangan :'''
+
<br>λ Max = (Maximum Eigen Value)
+
<br>N = (Ukuran matriks)
+
<br>CR = ''(Consistency Ration)''
+
<br>CI = ''(Consistency Index)''
+
<br>λ = (Jumlah elemen pada matriks)
+
  
 
===Konsep Dasar Unified Modelling Language (UML)===
 
===Konsep Dasar Unified Modelling Language (UML)===
 
====Definisi Unified Modelling Language (UML)====
 
====Definisi Unified Modelling Language (UML)====
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Nasril Sany (2018:246) <ref name="Suwarto"> Suwarto, Nasril Sany dan Eka Indriani. 2018. Sistem Informasi Tabungan Siswa Berbasis Web Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nusa Putra Kota Tangerang. Jurnal SENSI Vol. 4 No. 2 Hal:244-256.</ref>''Unified Modelling Language'' merupakan diagram dan teks-teks pendukung mengenai sebuah sistem yang menggunakan bahasa visual sebagai pemodelan dan komunikasi. </div>
+
UML (Unified Modeling Language) merupakan konsolidasi dari praktek-praktek terbaik yang telah ditetapkan selama bertahun-tahun dalam penggunaan bahasa pemodelan. UML memungkinkan kita untuk menyajikan aspek yang sangat beragam dari sistem perangkat lunak (persyaratan, struktur data, arus data, dan arus Informasi) dalam kerangka tunggal dengan menggunakan konsep ''object-oriented''. Pendapat yang dikemukakan oleh Seidl dkk (2015:1).<ref name="Seidl"> Seidl, M., Scholz, M., Huemer, C., & Kappel, G. (2015). [email protected]: An Introduction To Object-Oriented Modeling. Springer.</ref></div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Erna Astriyani (2018:207) <ref name="Permana">Permana, Handy Januar, Erna Astriyani, dan Tanti Mayang Sari. 2018. Perancangan Sistem Informasi Manajemen Layout Bahan Baku Berbasis Web Pada PT. Sanichem Tunggal Pertiwi. Jurnal SENSI Vol. 4 No. 2 Hal: 205-219. </ref>UML ''“Unified Modelling Language)'' adalah bahasa permodelan sistem paradigma berorientasi objek untuk menspesifikasi, memvisualisasikan sistem perangkat lunak, termasuk melibatkan permodelan aturan-aturan bisnis.</div>
+
Pernyataan dari Imbar dan Hartanto (2015:130)<ref name="Imbar">Imbar, R. V., & Hartanto, B. S. (2015). 10. Aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Dengan Fitur Dss Menggunakan Metode Topsis Pada PT. X. Jurnal Informatika. </ref>, ''Unified Modelling Language'' adalah bahasa spesifikasi standar untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membangun sistem perangkat lunak.</div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Berdasarkan penuturan teori diatas dapat diambil kesimpulan bahwa UML merupakan bahasa permodelan yang berisi tentang diagram dan teks-teks pendukung untuk menspeksifikasi, memvisualisasikan dan melibatkan permodelan aturan bisnis.</div>
+
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas maka dapat disimpulkan bahwa UML merupakan sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis Objek (''Object Oriented programming'').</div>
  
====Diagram Unified Modelling Language (UML)====
+
====Diagram-Diagram Unified Modelling Language (UML)====
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
Erna Astriyani dkk mendefinisikan usecase, activity dan sequence diagram pada UML sebagai berikut :<ref name="Permana"> Permana, Handy Januar, Erna Astriyani, dan Tanti Mayang Sari. 2018. Perancangan Sistem Informasi Manajemen Layout Bahan Baku Berbasis Web Pada PT. Sanichem Tunggal Pertiwi. Jurnal SENSI Vol. 4 No. 2 Hal: 205-219.</ref> </div>
 
Erna Astriyani dkk mendefinisikan usecase, activity dan sequence diagram pada UML sebagai berikut :<ref name="Permana"> Permana, Handy Januar, Erna Astriyani, dan Tanti Mayang Sari. 2018. Perancangan Sistem Informasi Manajemen Layout Bahan Baku Berbasis Web Pada PT. Sanichem Tunggal Pertiwi. Jurnal SENSI Vol. 4 No. 2 Hal: 205-219.</ref> </div>
Baris 1.133: Baris 921:
 
</ol>
 
</ol>
  
===Konsep Dasar XAMPP===
+
===Definisi Analisa PIECES===
====Definisi XAMPP====
+
 
+
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Mawaddah dan Mukhtar (2018:2)<ref name="Mukhtar"> Mawaddah, Ukhdiati dan Muchtar Fauzi. 2018. Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Dosis Obat Pada Anak Menggunakan Metode Forward Chaining (Studi Kasus Di Klinik Dokter Umum Karanggayan – Srenget). Jurnal Antivirus, Vol.12 No.1 Hal:1-10.</ref> menyampaikan pandangan bahwa XAMPP adalah software web server apache yang di dalamnya tertanam server MySQL yang didukung dengan bahasa pemrograman PHP untuk membuat website yang dinamis.</div>
+
Pernyataan yang dikemukakan oleh Tri Munfarida dan Yuli Astuti dalam Jurnal Mantik Penusa (2017:16)<ref name="Munfarida"> Munfarida, Tri Dan Yuli Astuti. 2017. Implementasi Daily Activity Monitoring System (Dams) Pada Cv. Jogja Media Telematika. Jurnal Mantik Penusa. Issn: 2088-3943. Vol.21 No.1-Juni 2017.</ref> “Analisis PIECES merupakan analisis yang melihat sistem dari Kinerja (''Performance''), Informasi (''Information''), Ekonomi (''Economic''), Kontrol (''Control''), Efisiensi (''Efficiency'') dan Pelayanan (''Service'')”.</div>
 +
<ol type="1">
 +
<li>Analisis Kinerja (''Performance'').</li>
 +
Kinerja merupakan bagian pendukung dalam kelancaran proses kerja dalam suatu perusahaan. Kinerja perusahaan sangat tergantung pada sumber daya manusia dan sumber daya alat atau sarana dan prasarana yang ada dalam perusahaan. Kinerja yang dimaksud adalah kinerja sistem. Kinerja dapat diukur dari throughput dan respons time. Throughtput adalah jumlah dari pekerjaan yang dilakukan suatu sistem tertentu. Respon time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua pekerjaan ditambah dengan waktu respon untuk menangani pekerjaan tersebut.
 +
<li>Analisis Informasi (''Information'').</li>
 +
Informasi merupakan salah satu faktor yang penting, karena informasi merupakan titik awal untuk mengoreksi keadaan dalam organisasi. Kualitas dari sebuah informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat (acurat), tepat pada waktunya (timely basis), dan relevan (relevance. Jika informasi yang diproses bisa lebih cepat, akurat, dan relevan tentunya akan memberikan keputusan bisnis yang baik untuk kemajuan perusahaan.
 +
<li>Analisis Ekonomi (''Economic'').</li>
 +
Analisis ekonomi merupakan sistem dalam pengurangan dan keuntungan yang akan didapat dari sistem yang baru. Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomis mempengaruhi pengendalian biaya dan peningkatan manfaat. Dilihat dari pemanfaatan biaya sistem lama tersebut dinilai kurang ekonomis.
 +
<li>Analisis Efisiensi (''Effisiency'').</li>
 +
Efisiensi ini erat hubunganya dengan input yaitu bagaimana sumber daya yang ada dapat digunakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pemborosan waktu, energi serta menekan biaya pengeluaran.
 +
<li>Analisis Kendali (''Control'').</li>
 +
Analisis kendali yaitu bagaimana sistem tersebut dapat mencegah atau mendeteksi kesalahan sistem, menjamin keamanan data dari akses yang tidak diijinkan, dan pengamanan dari kerusakan. Di dalam proses monitoring/pencatatan perlu adanya kontrol yang dilakukan oleh pihak pemilik terhadap semua proses yang dilakukan oleh karyawannya.
 +
<li>Analisis Pelayanan (''Service'').</li>
 +
Fokus dari analisis pelayanan adalah peningkatan terhadap pelayanan yang dihasilkan sistem dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam menyelesaikan pekerjaan untuk memperoleh informasi.
 +
</ol>
  
 +
===Definisi ''Hypertext Preprocessor'' (PHP)===
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Sedangkan Nasril Sany dkk (2018:247) <ref name="Suwarto">Suwarto, Nasril Sany dan Eka Indriani. 2018. Sistem Informasi Tabungan Siswa Berbasis Web Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nusa Putra Kota Tangerang. Jurnal SENSI Vol. 4 No. 2 Hal:244-256. </ref> memiliki pandangan bahwa XAMPP adalah salah satu paket installer yang berisi Apache yang merupakan web server tempat menyimpan file-file yang diperlukan website dan phpmyadmin sebagai aplikasi yang digunakan untuk perancangan database MySQL.</div>
+
Menurut Betha Sidik yang dikutip oleh Fahmi Risky Nugraha dalam Jurnal SINERGI (2018:11)<ref name="Fahmi"> Nugraha Fahmi Rizky , Abdul Harits, dan Renenata Ardilesmana Siregar. 2018. Implementasi Big Data Menggunakan Metode Waterfall Dan Metode Oline Analitical Processing (Olap) Untuk Summary Report Management Pada Pt.Matahari Departemen Store. Jurnal UNISMA. Tangerang : STMIK Raharja</ref> ”PHP adalah dikenal dengan sebagai salah satu bahasa pemrograman yang dapat membentuk HTML dan dapat di jalankan ''server web'', Code HTML yang dihasilkan dari suatu aplikasi bukan ''Code'' HTML yang dibentuk dengan editor teks atau editor, dikenal juga sebagai bahasa pemrograman ''server side''”.</div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Sementara itu Hidayat dkk (2017:177) <ref name="Hidayat">Hidayat, Rahmat dkk. 2015. Perancangan Sistem Informasi Penjualan Barang Handmade Berbasis Website Dengan Metode Waterfall. Jurnal Simnasiptek ISBN: 978-602-61268-4-9 Hal: 175-183. </ref> memiliki pendapat bahwa xampp adalah sebuah paket kumpulan software yang terdiri dari Apache, MySQL, phpMyAdmin, PHP, Perl, Filezilla dan lain-lain yang berfungsi untuk memudahkan instalasi lingkungan PHP, dimana biasanya lingkungan pengembangan web memerlukan PHP, Apache, MySQL, dan phpMyAdmin serta software lainnya yang terkait dengan pengembangan web.</div>
+
Menurut Taufik(2013:51) <ref name="Muslih"> Muslih, Muhammad Taufiq dan Bambang Eka Purnama. 2013. Pengembangan Aplikasi Sms Gateway Untuk Informasi Pendaftaran Peserta Didik Baru Di Sman 1 Jepara. Indonesian Journal on Networking and Security, Vol.2 No.1 Hal: 50-55.</ref> “PHP adalah singkatan dari PHP: ''Hypertext Preprocessor'', yang merupakan sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HyperText Markup Language (HTML). Sebagian besar sintaks mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik. Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamik dengan cepat”.</div>
 
+
Dari beberapa definisi para ahli, peneliti menyimpulkan PHP ialah bahasa program yang akan diterjemahkan menjadi kode mesin yang dimengerti yang dilakukan di server, kemudian hasilnya akan dikirim ke browser.
===Konsep Dasar MySQL===
+
====Definisi MySQL====
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Menurut Pratama dkk (2018:15) “SQL yaitu kependekan dari Structured Query Language yang merupakan bahasa atau kumpulan perintah standar yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database. </div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Menurut Yuniva dan Dany (2018:25) <ref name="Yuniva">Yuniva, Ika dan Dany Hestiyanto. 2018. Perancangan Web E-Commerce Untuk Penjualan Sepatu Dengan Pendekatan Model Classic Life Cycle. Creative Education of Research In Information Technology and Artificial Informatics Journal, Vol. 4 No. 1 Hal: 24-33. </ref> “MySQL merupakan database yang dikembangkan dari bahasa SQL (Structure Query Language), SQL juga merupakan bahasa terstruktur yang digunakan untuk interaksi antara script program dengan database sever dalam hal pengolahan data”.</div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Menurut Nofyat dkk (2018:13) <ref name="Nofyat">Nofyat, Adelina Ibrahim dan Arisandy Ambarita. 2018. Sistem Informasi Pengaduan Pelanggan Air Berbasis Website Pada PDAM Kota Ternate. Indonesian Journal On Information System, Hal: 10-19. </ref> “MySQL merupakan software RDBMS (atau software database) yang dapat mengelola database dengan sangat cepat, dapat menampung data dalam jumlah sangat besar, dapat diakses oleh banyak user (multi-user), dan dapat melakukan suatu proses secara sinkron atau berbarengan (multi-treaded)”.</div>
+
 
+
===Konsep Dasar ''Hypertext Preprocessor'' (PHP)===
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Yuniva dan Dany (2018:25) <ref name="Yuniva"> Yuniva, Ika dan Dany Hestiyanto. 2018. Perancangan Web E-Commerce Untuk Penjualan Sepatu Dengan Pendekatan Model Classic Life Cycle. Creative Education of Research In Information Technology and Artificial Informatics Journal, Vol. 4 No. 1 Hal: 24-33.</ref> menjelaskan bahwa “Hypertext Preprocessor (PHP) merupakan sebuah bahasa pemrograman web berbasis server (server side) yang mampu mem-parshing kode php dari kode web dengan ekstensi php, sehingga menghasilkan tampilan website yang dinamis di sisi client (browser)”.</div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Menurut Taufik (2013:51) <ref name="Muslih"> Muslih, Muhammad Taufiq dan Bambang Eka Purnama. 2013. Pengembangan Aplikasi Sms Gateway Untuk Informasi Pendaftaran Peserta Didik Baru Di Sman 1 Jepara. Indonesian Journal on Networking and Security, Vol.2 No.1 Hal: 50-55.</ref> “PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor, yang merupakan sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HyperText Markup Language (HTML). Sebagian besar sintaks mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik. Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamik dengan cepat”.</div>
+
 
+
===Konsep Dasar Black Box Testing===
+
====Definisi Black Box Testing====
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Menurut Yuniva dan Dany (2018:26) <ref name="Yuniva"> Yuniva, Ika dan Dany Hestiyanto. 2018. Perancangan Web E-Commerce Untuk Penjualan Sepatu Dengan Pendekatan Model Classic Life Cycle. Creative Education of Research In Information Technology and Artificial Informatics Journal, Vol. 4 No. 1 Hal: 24-33.</ref>“Black Box Testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan”. </div>
+
 
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
+
Menurut Fitri Purwaningsih dan Badru (2017:62) <ref name="Purwaningsih">Purwaningsih, Fitri dan Mohammad Badrul. 2017. Penerapan Algoritma Huffman Untuk Aplikasi Pengaman SMS Berbasis Android. Jurnal PROSISKO, Vol.4 No.2 Hal: 60-66. </ref>“Pengujian black box sering disebut juga dengan pengujian tingkah laku yang lebih terfokus kepada kebutuhan fungsional dari perangkat lunak. Pengujian black box memungkinkan pembuat perangkat lunak untuk menentukan kondisi yang terjadi untuk suatu masukan yang akan menjalankan semua kebutuhan fungsional”. </div>
+
  
 
===Konsep Dasar Elisitasi===
 
===Konsep Dasar Elisitasi===
 
====Definisi Elisitasi====
 
====Definisi Elisitasi====
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Sudaryono (2015:183) <ref name="Sudaryono"> Sudaryono. 2015. Metodologi Riset Di Bidang TI (Panduan Praktis, Teori dan Contoh Kasus). Yogyakarta: CV. Andi Offset.</ref>“Elisitasi kebutuhan (requirement elicitation) adalah proses untuk menemukan atau mendapatkan kebutuhan-kebutuhan sistem melalui komunikasi dengan pelanggan, pengguna sistem dan pihak lainnya yang berhubungan dengan sistem yang akan dikembangkan”. </div>
+
Menurut Ariawan dan Wahyuni dalam Jurnal Sisfotek Global (2015:63)<ref name="Ariawan"> Ariawan, J., & Wahyuni, S. (2015). Aplikasi Pengajuan Lembur Karyawan Berbasis Web. Jurnal Sisfotek Global, 5(1).</ref>, “Elisitasi berisi ulasan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi”. </div>
  
 
====Tahapan Elisitasi====
 
====Tahapan Elisitasi====
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 +
Menurut Sudaryono (2015:183)<ref name="Sudaryono"> Sudaryono. 2015. Metodologi Riset Di Bidang TI (Panduan Praktis, Teori dan Contoh Kasus). Yogyakarta: CV. Andi Offset.</ref> “Elisitasi kebutuhan (requirement elicitation) adalah proses untuk menemukan atau mendapatkan kebutuhan-kebutuhan sistem melalui komunikasi dengan pelanggan, pengguna sistem dan pihak lainnya yang berhubungan dengan sistem yang akan dikembangkan”.
 
Elisitasi didapat melalui proses wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap yaitu:</div>
 
Elisitasi didapat melalui proses wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap yaitu:</div>
 
<ol>
 
<ol>
Baris 1.200: Baris 977:
 
</ol>
 
</ol>
  
==Konsep Dasar Studi Pustaka (Literature Review)==
+
===Definisi XAMPP===
===Definisi Studi Pustaka (Literature Review)===
+
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Martono (2018:182), “Studi pustaka (literature review) adalah bahan yang tertulis berupa buku, jurnal yang membahas tentang topic yang akan diteliti. </div>
+
Mawaddah dan Mukhtar (2018:2)<ref name="Mukhtar"> Mawaddah, Ukhdiati dan Muchtar Fauzi. 2018. Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Dosis Obat Pada Anak Menggunakan Metode Forward Chaining (Studi Kasus Di Klinik Dokter Umum Karanggayan – Srenget). Jurnal Antivirus, Vol.12 No.1 Hal:1-10.</ref> menyampaikan pandangan bahwa XAMPP adalah software web server apache yang di dalamnya tertanam server MySQL yang didukung dengan bahasa pemrograman PHP untuk membuat website yang dinamis.</div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Menurut Safitri (2017:1041),<ref name="Henda">Henda Safitri, R., & Aulia, B. (2017). Optimalisasi Peran Behavioral Accounting Guna Penerapan Dalam Praktik Transfer Pricing. Proceedings Profesionalisme Akuntan Menuju Sustainable Business Practice Bandung, 1(102), 1038-1044. </ref> “Studi literature adalah mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Referensi tersebut dapat di temukan di buku, jurnal, artikel laporan penelitian, dan situs – situs di internet.</div>
+
Sedangkan Nasril Sany dkk (2018:247) <ref name="Suwarto">Suwarto, Nasril Sany dan Eka Indriani. 2018. Sistem Informasi Tabungan Siswa Berbasis Web Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nusa Putra Kota Tangerang. Jurnal SENSI Vol. 4 No. 2 Hal:244-256. </ref> memiliki pandangan bahwa XAMPP adalah salah satu paket installer yang berisi Apache yang merupakan web server tempat menyimpan file-file yang diperlukan website dan phpmyadmin sebagai aplikasi yang digunakan untuk perancangan database MySQL.</div>
  
===Studi Pustaka (Literature Review)===
+
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 +
Sementara itu Menurut Sidik dalam Astuti dan Joni (2017:516)<ref name="Astuti"> Astuti, D., & Devitra, J. (2017). Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Simpan Pinjam Pada Koperasi Pegawai Negeri Iain Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Jurnal Manajemen Sistem Informasi, 2(2), 513-531. </ref> “XAMPP merupakan paket server web PHP dan database MySQL yang paling populer di lingkungan pengembang web dengan memakai PHP dan MySQL sebagai databasenya”.</div>
 +
 
 +
===Definisi MySQL===
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Pencarian informasi terkait penelitian yang serupa dinilai cukup penting, maka dari itu peneliti mengumpulkan beberapa literasi serupa yang telah dibuat oleh beberapa orang agar dapat dijadikan pembelajaran pustaka sebagai berikut :</div>
+
Menurut Koshti dan Sanjay dalam ''International Journal of Innovative Research in Science, Engineering and Technology'' (2016:891)<ref name="Koshti"> Koshti, M., Ganorkar, S., & Chiari, L. (2016). Iot Based Health Monitoring System By Using Raspberry Pi And Ecg Signaly. International Journal Of Innovative Research In Science, Engineering And Technology, 5(5). Issue 5 Issn: 2319-8753 </ref>, “''MySQL is a small, compact database server ideal for small and not so small applications''”. Yang artinya MySQL adalah server database kecil yang ringkas dan ideal untuk aplikasi kecil dan tidak begitu kecil. </div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Penelitian yang dilakukan oleh Sandro Alfeno, Ferry Sudarto dan Ihsan Maulana pada Jurnal SENSI Vol.2 No.2 (2016). <ref name="Alfeno"> Alfeno, Sandro, Ferry Sudarto dan Ihsan Maulana. 2016. Penerapan Analytical Hierarchy Process (Ahp) Sebagai Model Penunjang Keputusan Penerimaan Mahasiswa Program Studi Ground Handling Airlines Pada Universitas Muhammadiyah Tangerang. Jurnal SENSI Vol. 2 No. 2 Hal: 139-153.</ref>Penelitian yang berjudul “Penerapan Analytical Hierarchy Process (Ahp) Sebagai Model Penunjang Keputusan Penerimaan Mahasiswa Program Studi Ground Handling Airlines Pada Universitas Muhammadiyah Tangerang” membahas tentang proses penilaian dalam penerimaan mahasiswa baru pada Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif Universitas Muhammadiyah Tangerang. Dimana terdapat Empat kriteria dasar yang digunakan dalam perhitungan analytical hierarchy process yaitu nilai hasil ujian nasional, nilai wawancara yang mencakup dari penilaian fisik (Wajah,Tubuh, Postur, Kebersihan), kemampuan berkomunikasi (Bahasa Inggis, Bahasa Indonesia, Percaya Diri), Orientasi Layanan (Inisiatif, keramahan, teamwork, tanggungjawab, kemandirian), wawasan (Penerbangan, Garuda, Geography, Mata Uang, Time Diffrencee), serta presentasi dan organisasi dan prestasi akademik atau non akademik. </div>
+
Menurut Amin (2017:115)<ref name="Amin"> Amin, Ruhul. 2017. Rancang Bangun Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Pada Smk Budhi Warman 1 Jakarta. Jakarta Selatan: Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Komputer. Vol. 2, No. 2, E-Issn: 2527-4864</ref> “MySQL merupakan perangkat lunak yang tergolong database server dan bersifat ''OpenSource''”.</div>
  
 +
===Definisi HTML===
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Penelitian yang dilakukan oleh Junaidi, M. Yusuf Effendy, dan Hamzah Hartono pada Jurnal CERITA Vol. 1 No. 1 (2015). <ref name="Junaidi"> Junaidi, M. Yusuf Effendy dan Hamzah Hartono. 2015. Rekayasa Model Aplikasi Sistem Product Knowladge Untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Dalam Menentukan Kinerja Karyawan. Jurnal CERITA Vol.1 No. 1 Hal: 46-55.</ref> Penelitian ini berjudul “Rekayasa Model Aplikasi Sistem Product Knowladge Untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Dalam Menentukan Kinerja Karyawan”. Penelitian ini membahas tentang kuis product knowledge yang dipergunakan untuk mengetahui apakah pekerja sudah berada di posisi pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Sistem tersebut bekerja dengan cara memberikan random atau sharing soal sesuai kebutuhan posisi untuk mengetahui tingkat kecocokan pekerja dengan posisi yang diemban saat ini, sehingga sistem dapat memproses penilaian yang cepat dan akurat serta tersimpan di database dengan baik yang kemudian hasilnya dapat dijadikan sebagai penunjang pengambilan keputusan bagi pimpinan.</div>
+
Menurut Fauzan Masykur, Fiqiana Prasetiyowati dalam Jurnal Sains Teknologi dan Industri Vol. 14 No.1 (2016:95)<ref name="Masykur"> Masykur, F., & Prasetiyowati, F. (2016). Aplikasi Rumah Pintar (Smart Home) Pengendali Peralatan Elektronik Rumah Tangga Berbasis Web). Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer (Jtiik) Vol, 3, 51-58.</ref> “HTML (''Hypertext Markup Language'') merupakan kumpulan dari simbol atau tag-tag yang dituliskan dalam sebuah file yang dimaksudkan untuk penampilan halaman pada web browser”.</div>
  
 +
===Definisi Visual Paradigm===
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Penelitian yang dilakukan oleh Sri Rahayu, Tuti Nurhaeni dan Malidah Rohmah pada Jurnal CCIT Vol.8 No.2 (2015). <ref name="Rahayu"> Rahayu, Sri, Tuti Nurhaeni dan Malidah Rohmah. 2015. Sistem Persediaan Alat Tulis Kantor Sebagai Penunjang Pengambilan Keputusan Bagian Logistik Di Perguruan Tinggi Raharja. Jurnal CCIT Vol.8 No. 2 Hal: 91-101.</ref> Penelitian yang berjudul “Sistem Persediaan Alat Tulis Kantor Sebagai Penunjang Pengambilan Keputusan Bagian Logistik Di Perguruan Tinggi Raharja” membahas tentang sistem persediaan barang ATK pada Perguruan Tinggi Raharja, dimana sistem ini dapat mempermudah untuk melihat stok persediaan barang terutama untuk jenis alat tulis kantor, sehingga informasi yang dihasilkan dapat menjadi penunjang dalam pengambilan keputusan untuk pengadaan barang alat tulis kantor bagi bagian logistik Perguruan Tinggi Raharja.</div>
+
Menurut Musrifah dan Ega (2017:30-31)<ref name="Musrifah"> Ai dan Ega. 2017. Pembuatan Aplikasi Pengelolaan Proposal di Unit Kegiatan Pengelola (UPK) Kecamatan Mande Berbasis Desktop. Cianjur: Media Jurnal Informatika. Vol. 9, No. 1, p-ISSN: 2088-2114 e-ISSN: 2477-2542.</ref> menyimpulkan bahwa “Visual Paradigm merupakan aplikasi untuk merancang sebuah aplikasi atau biasa disebut aplikasi rekayasa perangkat lunak. Dengan visual paradigm sebuah aplikasi dapat digambarkan dalam sebuah rancangan simbol dan gambar tanpa koding yang menjelaskan bagaimana aplikasi tersebut akan berjalan setelah selesai nantinya”.</div>
 +
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 +
Menurut Pressman dalam Musrifah dan Ega (2017:31)<ref name="Musrifah"> Ai dan Ega. 2017. Pembuatan Aplikasi Pengelolaan Proposal di Unit Kegiatan Pengelola (UPK) Kecamatan Mande Berbasis Desktop. Cianjur: Media Jurnal Informatika. Vol. 9, No. 1, p-ISSN: 2088-2114 e-ISSN: 2477-2542.</ref> “''Visual Paradigm'' adalah salah satu alat bantu Unified Modeling Language (UML) yang digunakan untuk membuat ''Use Case Diagram'', ''Activity Diagram'', ''Class Diagram'', dan ''Sequence Diagram''”.</div>
  
 +
===Definisi Black Box Testing===
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Penelitian yang dilakukan oleh Alfian Nugraha Saefulloh, Putiri B Katili dan Suparno pada Jurnal Teknik Industri Vol. 5 No. 2 (2017).<ref name="Saefulloh"> Saefulloh, Alfian Nugraha.,  Putiri B Katili dan Suparno. 2017. Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Karyawan PKWT di PT Agung Mandalika Dengan Metode Analytical Hierarchy Process &  Fuzzy Simple Additive Weighted. Jurnal Teknik Industri Vol. 5 No. 2 Hal: 184-189.</ref> Penelitian ini berjudul “Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Karyawan PKWT di PT Agung Mandalika dengan Metode Analytical Hierarchy Process & Fuzzy Simple Additive Weighted”. Penelitian yang dilakukan membahas tentang penilaian kinerja karyawan PKWT dengan menggunakan metode perkalian matrik perbandingan berpasangan dalam menentukan kriteria penilaian dan menggunakan penilaian terbobot dalam penilaian karyawan. </div>
+
Menurut Yuniva dan Dany (2018:26) <ref name="Yuniva"> Yuniva, Ika dan Dany Hestiyanto. 2018. Perancangan Web E-Commerce Untuk Penjualan Sepatu Dengan Pendekatan Model Classic Life Cycle. Creative Education of Research In Information Technology and Artificial Informatics Journal, Vol. 4 No. 1 Hal: 24-33.</ref> “Black Box Testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan”. </div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Penelitian yang dilakukan oleh Muhaimin Hasanudin, Yansen Marli dan Beni Hendriawan pada Seminar Teknologi Informasi dan Multimedia (2018). <ref name="Hasanudin">Hasanudin, Muhaimin dkk. 2018. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus Pada PT. Bando Indonesia). Semnasteknomedia Vol. 6 No. 1 Hal: 91-96 </ref> Penelitian ini berjudul Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus Pada PT. Bando Indonesia)”. Penelitian yang dilakukan membahas tentang penilaian kinerja dengan perkalian matrik perbandingan berpasangan yang menggunakan hasil checking, jam kerja, shift kerja, data afkir dan data klaim sebagai kriteria penilaian.</div>
+
Menurut Jan dkk dalam ''International Journal of Scientific Research in Science, Engineering and Technology'' (IJSRSET) (2016:683)<ref name="Jan">Jan, Syed Roohullah, Syed Tauhid Ullah Shah, Zia Ullah Johar, Yasin Shah Dan Fazlullah Khan. 2016. An Inovative Approach To Investigate Various Software Testing Techniques And Strategies. International Journal Scientific Research In Science Engineering Technology (Ijsrset) Vol. 2 Issue 2, Print Issn: 2395-1990 Online Issn: 2394-4099. </ref> “''Blackbox testing is a software testing technique which play an important role in software testing''”. Yang artinya ''Blackbox testing'' adalah pengujian perangkat lunak yang memainkan peran penting dalam pengujian perangkat lunak”.</div>
  
 +
===Definisi Notepadd++===
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Penelitian yang dilakukan oleh Ting Kwei Wang dkk <ref name="Wang">Wang, Ting Kwei dkk. (2017). Integrated Supplier Selection Framework in a Resilient Construction Supply Chain: An Approach via Analytic Hierarchy Process (AHP) and Grey Relational Analysis (GRA). Sustainability, Volume 9 Issue 2. </ref> dengan judul  ''“Integrated Supplier Selection Framework in a Resilient Construction Supply Chain: An Approach via Analytic Hierarchy Process (AHP) and Grey Relational Analysis (GRA)”'' membahas tentang pemilihan manajemen pemasok konstruksi dengan menggunakan harga, pelayanan, fleksibilitas jumlah dan jarak pelayanan sebagai bobot kriteria yang ditentukan, serta menggunakan analytical hierarchy process method sebagai metode perhitungan.</div>
+
Menurut Yosef Murya (2016:8)<ref name="Yosef"> Murya, Yosef (2016). Framework PHP yii 2: Develop Aplikasi Web Dengan Cepat dan Mudah.Jakarta: Jasakom.</ref> “Notepad++ merupakan aplikasi gratis yang memiliki fitur yang sangat berguna bagi programmer atau developer dalam membuat program. Notepad++ menggunakan komponen Scintila untuk dapat menampilkan dan menyunting teks dan berkas kode sumber berbagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada sistem operasi Microsoft Windows”.</div>
 +
 
 +
==Konsep Dasar Studi Pustaka (Literature Review)==
 +
===Definisi Studi Pustaka (Literature Review)===
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Penelitian yang dilakukan oleh Satria Abadi dkk <ref name="Abadi"> Abadi, Satria dkk. 2018. Implementation of fuzzy analytical hierarchy process on notebook selection. International Journal Of Engineering and Technology Hal: 238-243</ref> dengan judul ''“Implementation of fuzzy analytical hierarchy process on notebook selection”'' membahas tentang perhitungan matriks untuk pemilihan notebook dengan menggunakan harga, berat notebook, processor, ram, memory, dan hardisk sebagai bobot kriteria dalam perhitungan analytical hierarchy process.</div>
+
Menurut Warsito, dkk (2015:29)<ref name="Warsito"> Warsito, Ary Budi, Dkk. 2015. Perancangan Sis+ Menggunakan Metode Yii Framework Pada Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang: Ccit Journal. Vol.8, No.2.</ref> ”Metode study pustaka dilakukan untuk menunjang metode survei dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi- referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.” Literature Review ini dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui landasan awal dan sebagai pendukung bagi kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, sehingga dapat menghindari pengulangan hal yang sama dalam penelitian dan dapat melakukan pengembangan ketingkat yang lebih tinggi dalam rangka menyempurnakan atau melengkapi penelitian yang nantinya akan dikembangkan lagi untuk kedepannya.</div>
  
 +
===Studi Pustaka (Literature Review)===
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Dharma Tuah Putra Nasution <ref name="Nasution"> Nasution, Muhammad Dharma Tuah Putra dkk. 2018. Decision Support Rating System with Analytical Hierarchy Process Method. International Journal Of Engineering and Technology Hal: 105-108</ref> dengan judul ''“Decision Support Rating System with Analytical Hierarchy Process Method”'' membahas tentang penilaian kinerja karyawan dengan menggunakan metode analytical hierarchy process dalam perhitungan matriks dan menetapkan disiplin, pencapaian, pengalaman, serta perilaku karyawan sebagai bobot kriteria yang dinilai dan disusun berdasarkan peringkat tertinggi hingga terendah.</div>
+
Berikut penelitian yang telah dilakukan dan memiliki korelasi yang searah dengan penelitian yang akan dibahas dalam tugas akhir ini, antara lain :</div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Penelitian yang dilakukan oleh P. Etraj dan J. Jayaprakash <ref name="Etraj"> Etraj, P dan J. Jayaprakash. 2017. An Integrated DEMATEL and AHP approach Multi Criteria Green Supplier Selection Process for Public Procurement. International Journal Of Engineering and Technology Vol. 9 No.1 Hal: 113-124</ref> dengan judul ''“An Integrated DEMATEL and AHP approach Multi Criteria Green Supplier Selection Process for Public Procurement”'' membahas tentang perusahaan yang sedang mencari rekan kerjasama yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Dimana price, quality, delivery, environtment, public procurement policy, technical, financial dan managerial dimension digunakan sebagai kriteria yang ditentukan dalam oleh perusahaan dan menggunakan analytical hierarchy process sebagai metode perhitungan analisa.</div>
+
Penelitian yang dilakukan oleh Dedeh Supriyanti, Yudo Bangun Romadhon dan Dedy Iskandar dalam Jurnal CERITA (2015)<ref name="Dedeh"> Supriyanti, Dedeh, Yudo Bangun Romadhon, Dedy Iskandar. 2015. Sistem Informasi Persediaan Barang Pada Pt. Hankook Ceramic Indonesia. Jurnal CERITA. Tangerang : STMIK Raharja. ISSN : 2461-1417 Vol.1 No.1 – Agustus 2015.</ref> yang berjudul “Sistem Informasi Persediaan Barang Pada PT. Hankook Ceramic Indonesia”. Menjelaskan tentang masalah yang dihadapi pada sistem informasi persediaan barang di PT. Hankook Ceramic Indonesia adalah kurang adanya sistem informasi yang akurat, cepat, dan tepat walaupun sistem persediaan barang yang ada pada PT. Hankook Ceramic Indonesia masih menggunakan microsoft office, penelitian yang dilakukan penulis adalah melakukan analisa terhadap sistem informasi yang berjalan pada PT. Hankook Ceramic Indonesia. Metodologi yang digunakan yaitu dengan pendekatan siklus hidup pengembangan sistem mulai dari menganalisa sistem yang berjalan melalui UML (''Unified Modeling Languange''). </div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">  
Penelitian yang dilakukan oleh Putu Alit Suthanaya<ref name="Suthayana"> Suthayana, Putu Alit. 2017. Road Maintenance Priority Based On Multi-Criteria Approach (Case Study of Bali Province, Indonesia). International Journal Of Engineering and Technology, Vol.9 No.4 Hal: 3191-3196.</ref>dengan judul ''“Road Maintenance Priority Based On Multi-Criteria Approach (Case Study of Bali Province, Indonesia)'' membahas tentang pemilihan jalanan yang diprioritaskan untuk diperbaiki pada provinsi Bali dengan menilai dari segi kondisi jalanan, kondisi keramaian, budaya masyarakat dan juga aspek intuisi serta menggunakan metode perhitungan matrik pada AHP. </div>
+
Penelitian yang dilakukan oleh Erna Astriyani, Rahmadi Ahmad dan Ricky Alfariz dalam Jurnal CERITA (2017)<ref name="Erna"> Astriyani, Erna, Rahmadi, Ahmad Ricky Alfariz. 2017. Rancangan Sistem Pengadaan Stok Barang Pada Pt. Laju Karunia Jaya. Jurnal CERITA. Tangerang : STMIK Raharja. ISSN : 2461-1417 Vol 3 No 1 – Februari 2017..</ref> yang berjudul “Rancangan Sistem Pengadaan Stok Barang Pada PT. Laju Karunia Jaya”, tentang Bagian pengadaan barang berperan sangat penting dalam menunjang terlaksananya pekerjaan proyek, Terdapat kekurangan dan kendala pada sistem yang berjalan yaitu penerapannya masih menggunakan semi komputerisasi dan manual dimana barang yang masuk digudang diinput dari nota pembelian kedalam Microsoft excel serta barang yang akan keluar dari gudang masih menerapkan pencatatan manual dengan memo pada kertas. Hal ini menyebabkan lemahnya pengontrolan stok barang yang ada digudang yang berdampak kepada kekurangan stok barang maupun kelebihan stok barang serta sering terjadi ketidaksesuaian pelaporan barang, Dimana menyulitkan dalam proses mengadakan barang kembali pada gudang.</div>
 +
 
 +
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 +
Penelitian dilakukan oleh Euis Siti Nur Aisyah, Ninis Khoirunisa dan Sara Devi dalam Jurnal Konferensi Nasional Sistem & Informatika (2015), <ref name="Euis"> Siti Nur Aisyah, Euis, Ninis Khoirunisa dan Sara Devi. 2015. Rancang Bangun Sistem Persediaan Bahan Baku Pada PT. Victory Chingluh Indonesia. Jurnal Konferensi Nasional Sistem & Informatika. Bali. STMIK STIKOM. 10 Oktober 2015.</ref> dengan judul “Rancang Bangun Sistem Persediaan Bahan Baku Pada PT. Victory Chingluh Indonesia”. Pada bagian gudang proses pengolahan datanya saat ini masih menggunakan kartu stock barang, catatan buku besar dalam penulisan barang keluar masuk gudang, ''stock'' keseluruhan barang yang tersedia di gudang, ketersediaan barang jika barang sudah menipis dan menyebabkan keterlambatan pembuatan laporan. Persediaan bahan baku serta penerimaan dan pengeluaran barang, kurang rapihnya data-data, proses pencarian barang lama mendapatkan informasi. Sistem persediaan bahan baku dirancang dengan pemodelan ''Unified Modeling Language'' (UML), menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net dan database ''SQL Server''.</div>
 +
 
 +
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 +
Penelitian yang dijalankan oleh Khanna Tiara, Dewi Immaniar, Fiqih Arzia (2015)<ref name="Khanna"> Tiara, K., Immaniar, D., & Arzia, F. (2015). PENERAPAN SISTEM INVENTORY LABOTARIUM DIGITAL DENGAN METODE CRITICAL SUCCES FACTOR PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA. CCIT Journal, 9(1), 33-43.</ref> Proses pencatatan data inventory peralatan Lab. Digital yang masih dilakukan secara manual memiliki beberapa kekurangan yaitu dalam hal penyimpanan dan pencarian. Jika barang yang ada pada Lab. Digital tidak terawat dengan benar maka barang-barang akan hilang dan banyak yang tidak terawat, dalam hal ini juga tidak terekam dengan baik pada Lab. Digital Perguruan Tinggi Raharja yang akan mengalami kerugian akibat monitoring persedian tidak berjalan dengan baik. Hal ini menjadi dasar pemikiran bagaimana membuatkan sebuah sistem inventory sehingga memudahkan Perguruan Tinggi Raharja untuk monitoring pengumpulan data barang, monitoring peminjaman barang dan pembuatan laporan di dalam Lab Digital. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan kombinasi menggunakan Metode Analisa CSF (Critical Success Factor) sebagai upaya untuk menginterpretasikan objektif secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang harus dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan. Dan dengan membuatkan sistem inventory dapat di lihat 4 kondisi barang apakah barang tersebut hilang, rusak, bagus atau habis sehingga dapat memonitoring persediaan barang di Lab Digital pada Perguruan Tinggi Raharja.</div>
 +
 
 +
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 +
Penelitian yang dijalankan oleh Gunawan Putrodjojo & Helen Tan (2016)<ref name="Gunawan"> Putrodjojo, Gunawan, and Helen Tan. "APLIKASI SISTEM PEMBELIAN PADA PT. HINGS SUBUR MAKMUR." CERITA Journal 2, no. 2 (2016): 151-164.</ref>. Penulis membuat penelitian yang berjudul “Aplikasi Sistem Pembelian Pada PT. Hings Subur Makmur” Penelitian ini menjelaskan sistem pembelian yang sedang berjalan pada PT. Hings Subur Makmur menggunakan sistem manual, seperti pembuatan form permintaan  barang, purchase order, penerimaan barang, retur pembelian sampai  dengan pembuatan laporan pembelian, laporan purchase order, laporan pembayaran dan laporan retur. Masalah yang timbul dari sistem berjalan yang ada pada PT. Hings Subur Makmur adalah terjadi kesalahan penulisan dan terjadi keterlambatan dalam pemberian  informasi  pembelian. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi yang dirancang menggunakan bahasa pemrograman Visual Besic.Net dengan SQL Server 2008 sebagai database. Agar keamanan data yang telah direkam mendapatkan perlindungan dan dapat mengurangi terjadinya kesalahan pencatatan dalam transaksi pembelian.</div>
 +
 
 +
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 +
Penelitian yang dijalankan oleh Titik Misriati (2015)<ref name="Misriati"> Misriati, T. (2015). Rancang bangun sistem pelayanan jasa pengecatan suku cadang kendaraan bermotor. Jurnal Teknik Komputer, 1(1), 123-133.</ref> Penulis membuat penelitian yang berjudul “Rancang Bangun Sistem Pelayanan Jasa Pengecatan Suku Cadang Kendaraan Bermotor Pada CV. Bertindo”. Pencatatan data masih pada perusahaan ini masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan data yang tidak konsisten. Penyimpanan data pada perusahaan ini masih berupa berkas arsip yang berupa kertas sehingga data mudah rusak atau hilang karena musibah atau kesalahan. Pada saat penagihan sering terjadi kesalahan perhitungan tagihan sehingga dapat mengakibatkan kerugian pada pelanggan atau perusahaan. Untuk mengatasi masalah seperti itu, maka peneliti bermaksud untuk menangani proses pengolahan data pada CV. Bertindo dan merancang suatu sistem informasi pelayanan jasa dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0.</div>
 +
 
 +
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 +
Penelitian yang dilakukan oleh Sri Rahayu, Tuti Nurhaeni dan Malidah Rohmah pada Jurnal CCIT Vol.8 No.2 (2015)<ref name="Rahayu"> Rahayu, Sri, Tuti Nurhaeni dan Malidah Rohmah. 2015. Sistem Persediaan Alat Tulis Kantor Sebagai Penunjang Pengambilan Keputusan Bagian Logistik Di Perguruan Tinggi Raharja. Jurnal CCIT Vol.8 No. 2 Hal: 91-101.</ref> Penelitian yang berjudul “Sistem Persediaan Alat Tulis Kantor Sebagai Penunjang Pengambilan Keputusan Bagian Logistik Di Perguruan Tinggi Raharja” membahas tentang sistem persediaan barang ATK pada Perguruan Tinggi Raharja, dimana sistem ini dapat mempermudah untuk melihat stok persediaan barang terutama untuk jenis alat tulis kantor, sehingga informasi yang dihasilkan dapat menjadi penunjang dalam pengambilan keputusan untuk pengadaan barang alat tulis kantor bagi bagian logistik Perguruan Tinggi Raharja.</div>
 +
 
 +
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 +
Penelitian yang dijalankan oleh Mohit Chaudhari and Atul Wankhede (2016)<ref name="Mohit"> Chaudhari, Mohit and Atul Wankhede. 2016. “Inventory Management System using STRUTS Framework Architecture”. International Journal of Innovative Science, Engineering & Technology. Vol.3, No.6.</ref> Penelitian ini berjudul “Inventory Management System Using STURTS Framework Architecture”. Penelitian ini membuat sistem persediaan untuk melacak dan memonitor penjualan serta persediaan yang tersedia tanpa masalah dari sistem bisnis dengan menggunakan Bahasa pemrograman JAVA dan MySQL sebagai tempat menyimpan dan update data dalam mengelola. Peneliti mengadopsi untuk menggunakan MySQL sebagai tempat menyimpan dan update data dalam mengelola persediaan.</div>
 +
 
 +
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 +
Penelitian yang dijalankan oleh Peter Nsofwa and Jackson Phiri (2016)<ref name="Nsofwa"> Nsofwa, Peter and Jackson Phiri. 2016. “Developing An E-Chain Of Custody And Inventory System For The Zambia Police Force”. International Journal of Advanced Studies in Computers, Science and Engineering. Vol.5, No.4.b</ref> Penelitian ini berjudul “Developing An E-Chain Of Custody And Inventory System For the Zambia Police Force”. Penelitian ini merancang sistem persediaan bukti tahanan kepolisian secara online. Sistem ini berfungsi sebagai tempat pendokumentasian terhadap bukti-bukti TKP untuk memudahkan penyajian bukti saat di pengadilan. Peneliti mengadopsi konsep sister persediaan yang digunakan sebagai tempat pendokumentasian untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan persediaan.</div>
 +
 
 +
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 +
Penelitian yang dijalankan oleh Michael Essig dalam International Journal Of Enterprise Information Management (2015)<ref name="Michael"> Essig, Michael. 2015. Procurement of a supply information system: Lessons learned from the purchase of an inventory management system for C-part. International Journal of Enterprise Information Management. Volume28,Issue3.</ref> yang berjudul “''Procurement of a supply information system: Lessons learned from the purchase of an inventory management system for C-parts''”. Mengingat pentingnya sistem informasi untuk pengadaan, secara mengejutkan ada sedikit upaya untuk menganalisis proses dan alasan yang relevan untuk keputusan pengadaan sistem tersebut dari perspektif yang penting. Tujuan makalah ini adalah untuk mengeksplorasi aspek-aspek ini dalam konteks data pembelian kebutuhan barang. </div>
 +
 
 
</div>
 
</div>
 
<!-- ***************************************** -->{{pagebreak}}<!-- ***************************************** -->
 
<!-- ***************************************** -->{{pagebreak}}<!-- ***************************************** -->
Baris 1.316: Baris 1.130:
 
<li>Kekeluargaan </li>  
 
<li>Kekeluargaan </li>  
 
Menjadikan TPA Rawa Kucing sebagai keluarga ke dua agar dapat saling menghargai dan juga saling memberikan solusi positif dalam menghadapai masalah selayaknya keluarga.  
 
Menjadikan TPA Rawa Kucing sebagai keluarga ke dua agar dapat saling menghargai dan juga saling memberikan solusi positif dalam menghadapai masalah selayaknya keluarga.  
</ol>
 
 
===Arti Logo===
 
<div align="center"><img width="40%" height="40%" style="margin:0px" src="https://lh3.googleusercontent.com/-DVsRIge6tTs/XE5G94bxRcI/AAAAAAAAE8M/gxZnRG3c_Csr-cLaJ8825ahSJee8vk6SACJoC/w530-h599-n-rw/11.png"/></div>
 
<center><b>Gambar 3.1 Logo Pemerintah Kota Tangerang </b></center>
 
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in">
 
Didalam lambang tersebut terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur-unsur sebagai berikut :</div>
 
<ol>
 
<li>Bintang : </li>
 
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
 
<li>Melambangkan keagamaan. </li>
 
<li>Melambangkan pula bahwa masyarakat Kotamadya Dati II Tangerang adalah agamis.  </li>
 
</ol>
 
<li>Roda Mesin : </li>
 
Melambangkan bahwa Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang adalah merupakan roda industri.
 
<li>Landasan Pacu (Run Way) : </li>
 
Melambangkan adanya Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang sekaligus melambangkan semangat pacu untuk mencapai cita-cita Pembangunan yang luhur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negeri RI.
 
<li>Riak Air : </li>
 
Melambangkan adanya Sungai Cisadane yang memberikan manfaat dan kesuburan bagi masyarakat Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang.
 
<li>Gerigi Roda Besi, Padi dan Kapas : </li>
 
Melambangkan Tanggal, Bulan dan Tahun Proklamasi Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dengan penjelasan sebagai berikut :
 
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
 
<li>Tujuh belas gerigi roda besi melambangkan tanggal tujuh belas. </li>
 
<li>Delapan Bunga Kapas melambangkan bulan delapan. </li>
 
<li>Empat puluh lima butir padi melambangkan tahun empat lima. </li>
 
<li>Dua Lingkaran didalam Roda Besi melambangkan tahun lahirnya. </li>
 
<li>Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang pada bulan Februari. </li>
 
</ol>
 
<li>Jumlah Gelombang, Riak Air, Dua buah lingkaran dalam roda mesin, tanda batas landasan dan lampu landasan : </li>
 
Melambangkan tanggal, bulan dan tahun Hari Jadi Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang yaitu pada tanggal 28 Februari 1993 dengan penjelasan sebagai berikut :
 
<ol style="list-style-type:lower-alpha">
 
<li>Dua puluh delapan gelombak riak air melambangkan tanggal dua puluh delapan. </li>
 
<li>Dua buah lingkaran dalam roda mesin melambangkan bulan dua. </li>
 
<li>Sembilan tanda batas di dalam Run Way segi tiga lampu landasan melambangkan tahun sembilan puluh tiga. </li>
 
</ol>
 
 
</ol>
 
</ol>
  

Revisi per 14 Juni 2019 15.07

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENYEDIAAN SUKU

CADANG SEBAGAI PENUNJANG PRODUKSI PADA

PT. IRON WIRE WORKS INDONESIA


SKRIPSI


Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :


NIM
: 1512489877
NAMA


JURUSAN SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI BUSINESS INTELLIGENCE

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

2019/2020


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENYEDIAAN SUKU

CADANG SEBAGAI PENUNJANG PRODUKSI PADA

PADA PT. IRON WIRE WORKS INDONESIA


Disusun Oleh :

NIM
: 1512489877
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intelligence

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, September 2019

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan SIstem Informasi
           
           
           
           
       
(Euis Sitinur Aisyah., M.Kom)
NIP : 000594
       
NIP : 060003


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENYEDIAAN SUKU

CADANG SEBAGAI PENUNJANG PRODUKSI PADA

PADA PT. IRON WIRE WORKS INDONESIA


Dibuat Oleh :

NIM
: 1512489877
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Business Intelligence

Disetujui Oleh :

Tangerang, September 2019

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
   
NID : 17013
   
NID : 05062


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENYEDIAAN SUKU

CADANG SEBAGAI PENUNJANG PRODUKSI PADA

PADA PT. IRON WIRE WORKS INDONESIA


Dibuat Oleh :

NIM
: 1512489877
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Business Intelligence

Tahun Akademik 2019/2020

Disetujui Penguji :

Tangerang, September 2019

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

Universitas RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENYEDIAAN SUKU

CADANG SEBAGAI PENUNJANG PRODUKSI PADA

PADA PT. IRON WIRE WORKS INDONESIA

Disusun Oleh :


NIM
: 1512489877
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intelligence


 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.


Tangerang, September 2019

 
 
 
 
NIM : 1512489877

 

*Tandatangan dibubuhi materai 6.000


ABSTRAKSI

Pemerintah Kota Tangerang mendelegasikan sejumlah ±156 pegawai tenaga harian lepas untuk ditugaskan pada UPTD TPA Rawa Kucing dalam membantu pemerintah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan banyaknya jumlah pekerja yang berada pada instansi tersebut diperlukannya koordinator untuk mengawasi kinerja pada masing-masing divisi yang berada di UPTD TPA Rawa Kucing. Kualitas sumber daya manusia yang memadai dan berkompetensi tinggi merupakan kebutuhan utama yang harus dimiliki oleh seorang pengawas. Namun, hal ini belum berlaku pada pemilihan pengawas di UPTD TPA Rawa kucing karena dalam pemilihan pengawas saat ini hanya mengacu pada absensi pegawai yang memiliki rekapitulasi absensi lebih dari 80% setiap tahunnya. Sehingga, hal ini seringkali menimbulkan penilaian yang bias karena hanya mengacu pada absensi dan tidak melihat kemampuan serta kualitas dari masing-masing pegawai. Metode penelitian yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process, melalukan wawancara terhadap stakeholder, melakukan observasi secara langsung dan studi pustaka terhadap data-data yang sudah ada. Perancangan alur model yang diusulkan menggunakan UML (Unified Modelling Language) yang kemudian diimplementasikan dengan bahasa pemrograma PHP (Prepocessor Hypertext Language) dan menggunakan MySQL sebagai database. Manfaat dari penelitian ini untuk memudahkan perhitungan dalam penilaian kinerja pada UPTD TPA Rawa Kucing sehingga informasi yang dihasilkan dari pengolahan data dapat dijadikan sebagai penunjang pengambilan keputusan dalam menentukan pengawas pada UPTD TPA Rawa Kucing.

Kata Kunci : Penilaian Kinerja, Analytical Hierarchy Process, UPTD TPA Rawa Kucing.


ABSTRACT

The Tangerang City Government delegated ± 156 employees of freelance workers to be assigned to the UPTD TPA Rawa Kucing in helping the government to achieve its stated objectives. With the large number of workers in the agency, a coordinator is required to oversee the performance of each division in the UPTD TPA Rawa Kucing. The quality of adequate human resources and high competency is the main requirement that must be owned by a supervisor. However, this does not apply to the selection of supervisors at the UPTD TPA Rawa Kucing because the selection of supervisors currently only refers to employee absenteeism which has a recapitulation of attendance of more than 80% each year. Thus, this often leads to biased judgments because it only refers to absenteeism and does not see the ability and quality of each employee. The research method used is Analytical Hierarchy Process, conducting interviews with stakeholders, making direct observations and literature studies on existing data. The design of the proposed model flow uses UML (Unified Modeling Language) which is then implemented with the programming language PHP (Hypertext Language Prepocessor) and uses MySQL as a database. The benefits of this study are to facilitate the calculation of performance appraisal at the UPTD TPA Rawa Kucing so that the information generated from data processing can be used as a support for decision making in determining supervisors at the UPTD TPA Rawa Kucing.

Keywords: Performance Assessment, Analytical Hierarchy Process, UPTD TPA Rawa Kucing.


KATA PENGANTAR


Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat dan iman serta senantiasa melimpahkan rahmat-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan laporan penelitian ini dengan baik.

Dalam menyusun laporan penelitian Skripsi ini yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Penyediaan Suku Cadang Sebagai Penunjang Produksi Pada PT. Iron Wire Works Indonesia”. Mengenai penulisan laporan ini peneliti menyadari masih banyak kekurangan dan tidak lepas dari kesalahan yang jauh dari sempurna. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati selaku peneliti mengharapkan saran dan kritik dari pembaca dengan melengkapi dan menyempurnakan penulisan dalam laporan skripsi ini.

Pada akhirnya laporan penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih dari berbagai pihak yang telah mendukung dari berbagai aspek, khususnya kepada:

  1. Bapak Dr. Ir. Untung Rahardja, M.T.I., MM selaku Ketua Universitas Raharja.
  2. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom selaku Pembantu Ketua 1 Universitas Raharja.
  3. Ibu Euis Sitinur Aisyah, M.Kom selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi Universitas Raharja.
  4. Ibu Rosmawati Dwi, ST, M.Kom selaku dosen Pembimbing I yang senantiasa memberikan arahan dan bimbingan dengan sangat baik serta masukan dan semangat kepada peneliti untuk menyelesaikan laporan skripsi ini.
  5. Bapak Junaidi, M.Kom, selaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaganya untuk memberikan masukan dan motivasi peneliti dalam menyusun penulisan laporan skripsi ini.
  6. Bapak/Ibu Dosen pada Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat.
  7. Bapak Mahfud selaku stakeholder yang telah memberikan banyak arahan, masukan, dan bimbingan kepada peneliti.
  8. Kepada keluarga tercinta khususnya Ayah dan Ibu serta Adik yang selalu memberikan semangat dan dukungan moril maupun materil serta doa untuk keberhasilan peneliti.
  9. Sahabat-sahabat dan kawan-kawan seperjuangan yang telah banyak memberikan dukungannya, serta membagi pengetahuan dan pengalamannya ketika peneliti melaksanakan proses penulisan Laporan Skripsi ini.

Penulis menyadari banyaknya kekurangan serta kesalahan yang dilakukan dalam penulisan ini, maka dari itu dengan sangat lapang dada penulis menerima kritik maupun saran yang membangun demi kebaikan penulis untuk di kemudian hari.

Tangerang, September 2019
Kurnia Damayanti
NIM. 1512489877

Daftar isi


DAFTAR GAMBAR

  1. Gambar 2.1 Manfaat Penelitian
  2. Gambar 2.2 Tahapan Pengambilan Keputusan
  3. Gambar 2.3 Model Struktur Hirarki
  4. Gambar 3.1 Logo Pemerintah Kota Tangerang
  5. Gambar 3.2 Struktur Organisasi PT. Iron Wire Works Indonesia
  6. Gambar 3.3 Usecase Diagram Sistem Berjalan
  7. Gambar 3.4 Activity Diagram Sistem Berjalan
  8. Gambar 3.5 Sequence Diagram Sistem Berjalan
  9. Gambar 3.6 Model Struktu Hirarki pada AHP
  10. Gambar 4.1 Usecase Diagram Usulan
  11. Gambar 4.2 Activity Diagram Admin
  12. Gambar 4.3 Activity Diagram Pimpinan
  13. Gambar 4.4 Sequence Diagram Admin
  14. Gambar 4.5 Sequence Diagram Pimpinan
  15. Gambar 4.6 Class Diagram Usulan
  16. Gambar 4.7 Tampilan Halaman Login
  17. Gambar 4.8 Tampilan Menu Pegawai
  18. Gambar 4.9 Tampilan Menu Kriteria
  19. Gambar 4.10 Tampilan Menu Hasil Analisa Kriteria
  20. Gambar 4.11 Tampilan Menu Hasil Analisa Alternatif


DAFTAR TABEL

  1. Tabel 2.1 Karakterisik Informasi Menurut Bodnar dan Hopwood
  2. Tabel 2.2 Karakteristik Data Menurut Alter
  3. Tabel 2.3 Tingkat Kepentingan
  4. Tabel 2.4 Angka pada CI
  5. Tabel 3.1 Skala Prioritas AHP
  6. Tabel 3.2 Perbandingan Berpasangan Terhadap Kriteria
  7. Tabel 3.3 Perhitungan Normalisasi Terhadap Kriteria
  8. Tabel 3.4 Uji Kompetensi
  9. Tabel 3.5 Pencarian Lambda, CI, RI dan CR
  10. Tabel 3.6 Perbandingan Berpasangan Nilai Kejujuran
  11. Tabel 3.7 Normalisasi Nilai Kejujuran
  12. Tabel 3.8 Perbandingan Berpasangan Nilai Pengetahuan
  13. Tabel 3.9 Normalisasi Nilai Pengetahuan
  14. Tabel 3.10 Perbandingan Berpasangan Nilai Ketelitian
  15. Tabel 3.11 Normalisasi Nilai Ketelitian
  16. Tabel 3.12 Perbandingan Berpasangan Nilai Inisiatif
  17. Tabel 3.13 Normalisasi Nilai Inisiatif
  18. Tabel 3.14 Hasil Perhitungan Seluruh Alternatif Terhadap Kriteria
  19. Tabel 3.15 Elisitasi Tahap I
  20. Tabel 3.16 Elisitasi Tahap II
  21. Tabel 3.17 Elisitasi Tahap III
  22. Tabel 3.18 Elisitasi Tahap Final
  23. Tabel 4.1 Perbedaan Sistem Berjalan dan Usulan
  24. Tabel 4.2 BlackBox Testing
  25. Tabel 4.3 Jadwal Penelitian
  26. Tabel 4.4 Estimasi Biaya Penelitian


DAFTAR SIMBOL

Gambar 1. Simbol Use Case Diagram


Gambar 3. Simbol Sequence Diagram
Gambar 4. Simbol Activity Diagram

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya suatu perusahaan, pengelolaan terhadap informasi merupakan hal yang sangat penting. Informasi yang dikumpulkan dapat digunakan untuk membantu dalam mengelola, memperbaiki dan mengoptimalkan kinerja perusahaan, terutama pada perusahaan yang bergerak dibidang industri. Dari perkembangan teknologi yang demikian pesat berdampak bagi seluruh kehidupan khususnya penyediaan informasi bagi suatu instansi atau perusahaan yang membutuhkan sistem pengelolaan data secara cepat, tepat dan akurat. Untuk menunjang efektifitas, produktifitas dan efisiensi dalam suatu instanti atau perusahaan dalam menyelesaikan pekerjaan, memberikan pelayanan penyediaan suku cadang dengan tepat waktu dan sesuai target yang di rencanakan, maka perlu menyusun suatu sistem penyediaan suku cadang secara terkomputerisasi dengan baik dan berdaya guna. Sistem tersebut diharapkan dapat menyelesaikan tugas-tugas rutin yang berguna dalam pengambilan keputusan oleh instansi atau perusahaan tersebut terutama pada Penyediaan Suku Cadang Sebagai Penunjang Produksi di PT. Iron Wire Works Indonesia secara terkomputerisasi bertujuan untuk menciptakan kinerja yang efektif dan efisien, karena lebih mudah mendapatkan informasi dan tidak perlu membuang banyak waktu. Pengelolaan informasi penyediaan suku cadang yang terkomputerisasi dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dan memudahkan para karyawan dalam pengerjaannya.
Hasil pengamatan yang didapat di PT. Iron Wire Works Indonesia di Bidang Maintenance untuk melakukan penyediaan suku cadang belum ada sistem terkomputerisasi dan penyimpanan data masih manual atau berbentuk buku besar sehingga sulit untuk melakukan pencarian. Dari sisi keamanan data masih belum sepenuhnya optimal, sehingga pegawai yang tidak berwenang bisa membuka data dan merubah data. Serta dari sisi keakuratan data dan relevensi data masih belum terverifikasi dengan baik.
Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti akan melakukan penelitian tentang “Perancangan Sistem Informasi Penyediaan Suku Cadang Sebagai Penunjang Produksi PT. Iron Wire Works Indonesia”.
Dengan mengangkat judul diatas diharapkan dapat terealisasinya suatu sistem yang informatif, up-to-date, valid serta dapat menunjang kebutuhan produksi di PT. Iron Wire Works Indonesia dengan lebih baik.

Rumusan Masalah

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada latar belakang di atas, maka peneliti menemukan 3 rumusan masalah sebagai berikut :
  1. Bagaimana proses penyediaan suku cadang yang berjalan saat ini pada PT. Iron Wire Works Indonesia ?
  2. Apakah proses penyediaan suku cadang saat ini sudah efektif dan efisien ?
  3. Apakah proses pembuatan laporan penyediaan suku cadang dapat diciptakan dengan akurat ?

Ruang Lingkup Penelitian

Dari rumusan masalah yang ditemukan, maka peneliti membatasi ruang pembahasan pada penginputan data master, yang meliputi:
  1. Data Petugas
  2. Data Supplier
  3. Data Mesin Produksi

Selain itu juga membahas proses transaksi yang meliputi:

  1. Kartu Pemeriksaan (KP)
  2. Surat Permintaan Barang (SPB)
  3. Permohonan Pembelian Barang (PPB)
  4. Suku Cadang
  5. Delivery Order (DO)
  6. Purchase Order (PO)

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yaitu uraian yang menjelaskan secara detail maksud yang hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui proses penyediaan suku cadang yang berjalan saat ini.
  2. Untuk menciptakan sistem penyediaan suku cadang yang efektif dan efisien.
  3. Untuk menciptakan sistem penyediaan suku cadang yang mampu menampilkan laporan dengan akurat.

Manfaat Penelitian

Berikut beberapa manfaat yang diharapkan dari penelitian ini :

  1. Adanya sistem penyediaan suku cadang sebagai penunjang produksi.
  2. Adanya sistem penyediaan suku cadang yang efektif dan efisien.
  3. Adanya sistem penyediaan suku cadang yang mampu menampilkan laporan dengan akurat.

Metode Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penyusunan Skripsi ini, maka digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut, yaitu:

  1. Metode Obervasi (Observation Research)
  2. Metode ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan langsung di PT. Iron Wire Works Indonesia yang beralamat di Jl. Daan Mogot KM.18, Batuceper, Kota Tangerang untuk mengumpulkan data guna menunjang proses penelitian.

  3. Metode Wawancara (Interview Research)
  4. Wawancara adalah suatu metode untuk mendapatkan data dan keterangan mengenai suatu hal dengan wawancara atau tanya jawab terhadap pihak- pihak yang terkait di PT. Iron Wire Works Indonesia dengan maksud memperoleh data yang akurat dan relevan yang dilakukan oleh peneliti, yaitu melakukan wawancara secara langsung kepada Bapak Mahfud. selaku leader maintenance. Sehingga peneliti dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada di PT. Iron Wire Works Indonesia.

  5. Metode Studi Pustaka (Literature Study)
  6. Selain melakukan observasi peneliti juga melakukan pencarian data dengan cara studi pustaka dalam metode ini peneliti berusaha untuk melengkapi data-data yang diperoleh dari beberapa sumber (Literature) seperti browsing internet, jurnal, artikel dan lain sebagainya yang berkaitan dengan penelitian sebagai bahan referensi dalam penyusunan penelitian skripsi ini.

Metode Analisis Data

Analisis data merupakan salah satu langkah penting untuk memperoleh temuan-temuan hasil penelitan. Hal ini disebabkan, data akan menuntun kita ke arah temuan ilmiah, bila di analisis dengan teknik-teknik yang tepat. Analisis sistem dilakukan menggunakan Metode analisis PIECES (Performance, Information/Data. Economic, Control/Secruity, Efficiency, dan Service).
Metode Analisis PIECES peneliti gunakan untuk mengidentifikasi masalah, maka harus dilakukan analisis terhadap kinerja, informasi, ekonomi, keamanan aplikasi, dan efisiensi. Dari analisis ini biasanya didapatkan beberapa masalah utama, hal ini penting karena biasanya yang muncul dipermukaan bukan masalah utama, tapi hanya gejala dari masalah utama saja.
Alasan mengapa peneliti menggunakan metode PIECES pada penelitian skripsi ini, karena untuk memperbaiki performa dalam penyediaan data suku cadang menjadi lebih baik, dan untuk mengurangi pemborosan biaya dalam penggunaan kertas dan alat-alat tulis, untuk memperbaiki keamanan sehingga orang yang tidak berwenang tidak bisa mengakses dan merubah data, dan mempercepat perolehan data yang dibutuhkan oleh instansi.

Metode Perancangan

Pada penelitian ini, peneliti mengguakan metode perancangan berorientasi objek dengan menggunakan Visual Paradigm for UML 8.0 . Enterprise Edition dalam pembuatan 3 (tiga) macam diagram UML yang terdiri dari use case diagram, activity diagram dan sequence diagram. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan menggunakan framework yaitu menggunakan database MySQL. Rancangan basis data digambarkan dengan menggunakan ERD (Entity Relationship Diagram) melalui MySQL Workbench. Dalam hal perancangan sistem ini peneliti menggunakan bootstrap sebagai template yang bisa diaplikasikan dan memberikan tampilan yang menarik. Sedangkan pembuatan program disesuaikan berdasarkan kebutuhan stakeholder yang terangkum pada elisitasi.

Metode Pengujian

Metode testing ini digunakan untuk menganalisa suatu identitas sistem untuk mendeteksi, mengevaluasi kondisi serta fitur-fitur yang diinginkan dan mengetahui kualitas dari suatu sistem yang dilakukan untuk mengeleminasi kesalahan yang terjadi saat sistem diterapkan. Peneliti menggunakan metode Black Box karena metode Black Box dapat mengetahui apakah perangkat lunak yang dibuat dapat berfungsi dengan benar dan telah sesuai dengan yang diharapkan.

Sistematika Penulisan

Penulisan terbagi menjadi 5 (lima) Bab dan setiap bab terbagi dalam sub bab-sub bab dengan urutan pembahasan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang penelitian, rumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, metode analisa data, metode perancangan, metode pengujian serta sistematika penulisan yang menjadi penjabaran penting dalam satu kesatuan bab.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini menguraikan tentang ilmu yang membahas teori yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku sebagai pendukung penganalisaan yang berkaitan dengan penyusunan laporan Skripsi serta beberapa literature review yang berkaitan dengan penelitian.

BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Bab ini berisikan gambaran umum kantor PT. Iron Wire Works Indonesia, tata laksana sistem berjalan meliputi prosedur sistem berjalan yang berjalan, use case diagram, activity diagram, sequence diagram, analisa sistem yang berjalan meliputi metode analisa PIECES, metode analisa berdasarkan prosedur sistem yang berjalan meliputi analisa masukan, analisa proses, analisa keluaran, konfigurasi sistem yang berjalan meliputi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), hak akses (brainware), permasalahan yang dihadapi dan alternatif pemecahan masalah, serta user requirement yang terdiri dari 4 (empat) tahap elisitasi meliputi elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan final draft elisitasi yang merupakan elisitasi yang diusulkan.

BAB IV RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Dalam bab ini peneliti menguraikan rancangan sistem yang diusulkan meliputi prosedur sistem yang diusulkan, use case diagram, activity diagram, sequence diagram, perbedaan prosedur antara sistem yang berjalan dengan sistem yang diusulkan, rancangan basis data meliputi ERD (Entity Relationship Diagram), spesifikasi basis data, konfigurasi sistem yang diusulkan meliputi spesifikasi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) yang digunakan, hak akses (brainware), testing dengan menggunakan metode black box testing, evaluasi, serta implementasi meliputi implementasi sistem yang diusulkan berupa tampilan layar, schedule dan estimasi biaya.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam bab ini merupakan bab penutup berisikan kesimpulan dari hasil analisa penelitian dan saran yang dapat peneliti berikan agar permasalahan-permasalahan yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik hasil laporan skripsi ini.

DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka ini berisi studi pustaka yang digunakan sebagai referensi untuk menyusun laporan ini.

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran ini merupakan daftar yang memuat keseluruhan lampiran-lampiran yang melengkapi laporan.

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Menurut Maniah (2017:1), [1] “Sistem adalah sebagai elemen-elemen berupa data, jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, sumber daya manusia, teknologi baik hardware maupun software yang saling berinteraksi sebagai satu kesatuan untuk mencapai tujuan/sasaran tertentu yang sama”.”
Menurut Harfizar (2017), [2] “Sistem adalah sekelompok elemen yang saling terhubung dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan”.
Menurut Oleh Soleh dkk (2018:128), [3] “Sistem adalah suatu rangkaian yang terdiri dari dua atau lebih komponen yang saling berhubungan dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dimana sistem biasanya terbagi dalam sub sistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar.”
Berdasarkan beberapa pendapat diatas mengenai sistem dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan bagian-bagian atau elemen-elemen yang saling berkaitan dan dirancang untuk mencapai suatu tujuan.

Karakteristik Sistem

Model umum sebuah sistem adalah input, proses dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Karakteristik sistem menurut Hutahaean (2015:3)[4], terdiri dari:
  1. Komponen (Components)
  2. Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

  3. Batasan sistem (Boundary System)
  4. Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

  5. Lingkungan luar sistem (Environment)
  6. Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem.Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara.

  7. Penghubung Sistem (Interface)
  8. Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

  9. Masukan Sistem (Input)
  10. Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Maintenance inputadalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

  11. Keluaran Sistem (Output)
  12. Hasil energi diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsitem lain.

  13. Pengolah Sistem (Processing System)
  14. Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

  15. Sasaran Sistem (Objective) dan Tujuan (Goals)
  16. Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya.Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

Klasifikasi Sistem

Menurut Hutahaean (2015:6)[4] Hutahaean sistem memiliki beberapa klasifikasikan dalam sudut pandang :
  1. Sistem diklasifikasikan sebagai :
    1. Abstrak (Abstract)
    2. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

    3. Fisik (Physical)
    4. Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.

  2. Sistem diklasifikasikan sebagai :
    1. Alamiyah (Natural)
    2. Sistem alamiyah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia.

    3. Buatan Manusia (Human Made)
    4. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin.

  3. Sistem diklasifikasikan sebagai :
    1. Tertentu (Deterministic)
    2. Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan.

    3. Tak Tentu (Probabilistic)
    4. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistik.

  4. Sistem diklasifikasikan sebagai :
    1. Tertutup (Close)
    2. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh dan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem bekerja otomatis tanpa ada turut campur lingkungan luar.

    3. Terbuka (Open)
    4. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

Definisi Analisis Sistem

Menurut Hanif Al Fatta, Robert Marco dalam jurnal Telematika Vol. 8 No. 2 (2015:69)[5], “Suatu analisis sistem merupakan penguraian dari sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengindentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya”.

Berikut langkah-langkah dasar dari analisis sistem:

  1. Indentify, yaitu mengindentifikasi masalah.
  2. Understand, yaitu memahami kerja sistem yang ada.
  3. Analyze, yaitu menganalisa sistem.

Konsep Dasar Data dan Informasi

Definisi Data

Data adalah sekumpulan informasi yang dapat berupa dokumen atau laporan yang terkumpul dalam sebuah tempat yang telah tersimpan dengan struktur yang sengaja tertata ataupun teracak disuatu tempat, data dapat digunakan untuk menjadi sebuah alternatif solusi dalam menganalisa suatu masalah.
Menurut Erna Astriyani (2018:206)[6], “Data adalah fakta dari hasil pengukuran atau pengamatan. Data dapat berupa huruf-huruf, angka, simbol-simbol khusus, atau gabungan darinya.”
Menurut Adyanata Lubis (2016:1)[7], “Data adalah fakta dari hasil pengukuran atau pengamatan. Data dapat berupa huruf-huruf, angka, simbol-simbol khusus, atau gabungan darinya.”

Definisi Informasi

Informasi adalah sekumpulan data yang saling berhubungan antara satu sama lain yang dapat dikumpulkan menjadi bentuk yang bernilai dan bermanfaat bagi pengambil informasi tersebut ataupun penerimanya.
Menurut Nur Azizah, Astriyani, dan Ningsih dalam Jurnal Cerita Vol.1 No.1 (2015:64-73)[8] “Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penggunanya, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber infomasi”.
Menurut Informasi Sunarya, P. A., & Anisah, L dalam jurnal Cerita Vol.4 No.1 (2018:76)[9] dapat diartikan sebagai “Informasi merupakan data yang diproses dalam bentuk yang mempunyai nilai nyata dan bermanfaat bagi penerimanya.”

Manfaat Informasi

Dikutip dari buku Dr. H. A. Rusdiana MM (2015: 85)[10] Menurut Deni Darmawan menyatakan 6 ciri informasi yang dapat memberikan arti untuk pengguna, diantaranya:
  1. Kuantitas Informasi, adalah informasi yang diproses oleh suatu aturan dalam pengolahan informasi yang mampu memberikan sebuah kebutuhan guna banyaknya informasi yang di perlukan.
  2. Kualitas Informasi, adalah informasi yang diproses oleh sebuah sistem pengolahan data tertentu yang mampu memenuhi kebutuhan dalam kualitas informasi yang bermanfaat.
  3. Informasi Aktual, adalah informasi yang diproses oleh sebuah sistem pengolahan data tertentu yang bisa memenuhi kebutuhan informasi baru.
  4. Informasi relevan, adalah informasi yang dapat diolah oleh sebuah sistem pengolahan data tertentu yang bisa memenuhi kebutuhan suatu informasi.
  5. Ketepatan Informasi adalah informasi yang diproses oleh sebuah sistem yang mampu memenuhi suatu kebutuhan tertentu.
  6. Kebenaran Informasi, adalah informasi yang dikelola oleh sebuah sistem pengolahan tertentu yang bisa memenuhi suatu informasi yang dibutuhkannya.

Fungsi Informasi

Menurut Hutahaean (2015:9)[4] fungsi utamanya yaitu menambah pengetahuan atau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi, karena informasi berguna memberikan gambaran tentang suatu permasalahan sehingga pengambil keputusan dapat menentukan keputusan lebih cepat, informasi juga memberikan standar, ataupun maupun indikator bagi pengambil keputusan.

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Menurut Muhammad, Muslihudin, dan Oktafianto (2016:11)[11] menjelaskan bahwa, "Sistem informasi merupakan perangkat prosedur yang terorganisasi dengan sistematik, bila dilaksanakan akan menyediakan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan keputusan”

Komponen Sistem Informasi

Dalam buku pengantar sistem informasi yang ditulis oleh Elisabet dan Rita (2017:31-32) [12] suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti :
  1. Perangkat Keras (Hardware) : Mencakup piranti fisik seperti komputer dan printer.
  2. Perangkat Lunak (Software) : Sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
  3. Prosedur: Sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
  4. Orang : Semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi.
  5. Basis Data (Database) : Sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
  6. Jaringan Komputer dan Komunikasi Data : Sistem penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

Konsep Dasar Database

Definisi Database

Menurut Spits Warnars, dalam Jurnal CCIT Vol.8 No.1 (2015:84)[13] “Database baik dalam bentuk database terstruktur dan tidak terstruktur dibutuhkan sebagai tempat penyimpanan tetap untuk merekam kegiatan proses transaksi bisnis. Database terstruktur merupakan organisasi kumpulan data yang menggunakan system manajemen database yang didukung konsep DML (Data Manipulation Language) dan DDL (Data Definition Language). Dimana DML merupakan proses manipulasi yang menggunakan perintah sql seperti select, insert, update, delete, dan lain-lain sedangkan DDL merupakan proses pendefinisian database yang menggunakan perintah sql seperti create, table, drop table, dan lain-lain”
Sri Rahayu, dkk dalam Jurnal CCIT (2015:54)[14] mengatakan bahwa “Database adalah kumpulan data yang teintegrasi dan diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dimanipulasi, diambil, dan dicari secara cepat”.

Dari beberapa definisi para ahli peneliti menyimpulkan database ialah kumpulan data yang umumnya terintegrasi dan bersifat rasional.

Manfaat Database

Menurut Imam Heryanto (2017:4) (2017:31-32) [15] salah satu manfaat database yang paling utama adalah untuk memudahkan dalam mengakses data, kemudian pengaksesan data ini adalah sebagai implikasi dari keteraturan data yang merupakan syarat mutlak dari suatu database yang baik.

Teori Khusus

Konsep Dasar Perancangan Sistem

Definisi Perancangan Sistem

Menurut McKay, dkk dalam International Journal of computer intergrated manufacturing (2016:237)[16] “Engineering design is an important early stage of the innovation processes that deliver new product to markets where societal challenges are addressed and wealth generated. Hight-quality engineering design information is critical to the effective and efficient manufacture, production and throught-life support of such product. The emerging discipline of engineering design informatic brings together ICT (Information and Communications Technology) and engineering design to support the creation of well-founded engineering information support systems”. Desain Konfigurasi komputer untuk menerapkan sistem.”
Wahyu Hidayat dkk dalam jurnal CERITA (2016:49)[17] “Perancangan adalah proses merencanakan segala sesuatu terlebih dahulu. Perancangan merupakan wujud visual yang dihasilkan dari bentuk-bentuk kreatif yang telah direncanakan. Langkah awal dalam perancangan desain bermula dari hal-hal yang tidak teratur berupa gagasan atau ide-ide kemudian melalui proses penggarapan dan pengelolaan akan menghasilkan hal-hal yang teratur, sehingga hal-hal yang sudah teratur bisa memenuhi fungsi dan kegunaan secara baik”.”.

Konsep Dasar Persediaan

Definisi Persediaan

Dikutip dalam buku menurut Fees (2015:398)[18] “Persediaan barang merupakan barang-barang yang tersedia untuk dijual yaitu jika perusahaan itu berbentuk dagang dan juga bahan yang disimpan untuk digunakan dalam proses produksi”.

Persediaan digunakan untuk :

  1. Barang dagangan yang disimpan untuk kemudian dijual dalam operasi bisnis perusahaan.
  2. Bahan yang digunakan dalam proses produksi atau yang disimpan.
Menurut Stice (2015:571)[19], persediaan ditujukan untuk barang-barang yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan bisnis normal, dan dalam kasus perusahaan manufaktur maka persediaan ditujukan untuk barang dalam proses produksi atau yang ditempatkan dalam kegiatan produksi”.
Menurut Hongren dan Harrison (2015:244)[20], menjelaskan persediaan (inventory) adalah barang dagang yang disimpan oleh perusahaan untuk dijual kepada pelanggan”.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa persediaan merupakan barang-barang disimpan utuk dijual kepada pembeli atau barang yang disimpan untuk proses produksi bagi perusahaan.

Jenis-jenis Persediaan

Di dalam persediaan barang ada beberapa jenis-jenisnya menurut R.Agus Sartono (2015:4)[21] ialah sebagai berikut:
  1. Perusahaan jasa persediaan yang biasanya timbul misalkan seperti persediaan bahan pembantu atau juga persediaan habis pakai, yang termasuk ke dalammnya ialah kertas, karton, stempel, tinta, buku, kwitansi dan juga materai.
  2. Perusahaan manufaktur jenis persediaan ialah meliputi persediaan bahan pembantu, persediaan barang jadi, dan juga persediaan barang dalam proses serta persediaan bahan baku.

Definisi Suku Cadang

Menurut Ilham Prawira (2017:11)[22] dalam bukunya, manajemen persediaan menyatakan definisi suku cadang adalah sebagai berikut: “Suku cadang atau Spare part adalah suatu alat yang mendukung pengadaan barang untuk keperluan peralatan yang digunakan dalam proses produksi”. Berdasarkan definisi diatas, suku cadang merupakan faktor utama yang menentukan jalannnya proses produksi dalam suatu perusahaan. Sehingga dapat dikatakan suku cadang ini mempunyai peranan yang cukup besar dalam serangkaian aktivitas perusahaan.

Definisi Produksi

Menurut Samsubar Saleh (2015:25)[23], proses produksi adalah proses yang dilakukan oleh perusahaan berupa kegiatan mengkombinasikam input (sumber daya) untuk menghasilkan output. Dengan kata lain produksi merupakan proses perubahan dari input menjadi output.

Definisi Codeigniter

Menurut Basuki (2018:4)[24], “Codeigniter adalah sebuah framework yang kecil, sederhana dan mudah digunakan dan cukup handal untuk membangun aplikasi berbasis web”.
Menurut Raharjo dan Okviandi dalam Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer Vol.2 No.1 (2015:3)[25], “Codeigniter (CI) adalah framework pengembangan aplikasi dengan menggunakan PHP yang lebih sistematis”. CodeIgniter adalah framework web untuk bahasa pemrograman PHP, yang dibuat oleh Rick Ellis pada tahun 2006, penemu dan pendiri EllisLab”.
Jadi CodeIgniter adalah sebuah framework buatan Rick Ellis yang digunakan untuk mempermudah pada developer dalam mengembangkan suatu aplikasi web.

Konsep Dasar Unified Modelling Language (UML)

Definisi Unified Modelling Language (UML)

UML (Unified Modeling Language) merupakan konsolidasi dari praktek-praktek terbaik yang telah ditetapkan selama bertahun-tahun dalam penggunaan bahasa pemodelan. UML memungkinkan kita untuk menyajikan aspek yang sangat beragam dari sistem perangkat lunak (persyaratan, struktur data, arus data, dan arus Informasi) dalam kerangka tunggal dengan menggunakan konsep object-oriented. Pendapat yang dikemukakan oleh Seidl dkk (2015:1).[26]
Pernyataan dari Imbar dan Hartanto (2015:130)[27], Unified Modelling Language adalah bahasa spesifikasi standar untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membangun sistem perangkat lunak.
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas maka dapat disimpulkan bahwa UML merupakan sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis Objek (Object Oriented programming).

Diagram-Diagram Unified Modelling Language (UML)

Erna Astriyani dkk mendefinisikan usecase, activity dan sequence diagram pada UML sebagai berikut :[28]
  1. Usecase Diagram
  2. Usecase diagram adalah diagram yang bersifat usecase dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini memiliki 2 fungsi, yaitu mendefinisikan fitur apa yang harus disediakan sistem dan menyatakan sifat sistem user.

  3. Activity Diagram
  4. Activity diagram merupakan diagram yang bersifat dinamis. Activity diagram adalah tipe khusus dari diagramstate yang berfungsi untuk menganalisa proses.

  5. Sequence Diagram
  6. Sequence diagram dibuat berdasarkan activity diagram dan class diagram. Aliran pesan yang terjadi antar kelas yang dideskripsikan pada class diagram.

    Sedangkan Sugeng Santoso dkk dalam Jurnal SENSI (2018:262) [29] mendefinisikan class diagram sebagai berikut :
  7. Class Diagram
  8. Class diagram dapat membantu untuk memvisualisasikan kelas dari suatu sistem, karena class diagram memiliki kelompok objek dengan atribut (property) dan relasi yang sama.

Definisi Analisa PIECES

Pernyataan yang dikemukakan oleh Tri Munfarida dan Yuli Astuti dalam Jurnal Mantik Penusa (2017:16)[30] “Analisis PIECES merupakan analisis yang melihat sistem dari Kinerja (Performance), Informasi (Information), Ekonomi (Economic), Kontrol (Control), Efisiensi (Efficiency) dan Pelayanan (Service)”.
  1. Analisis Kinerja (Performance).
  2. Kinerja merupakan bagian pendukung dalam kelancaran proses kerja dalam suatu perusahaan. Kinerja perusahaan sangat tergantung pada sumber daya manusia dan sumber daya alat atau sarana dan prasarana yang ada dalam perusahaan. Kinerja yang dimaksud adalah kinerja sistem. Kinerja dapat diukur dari throughput dan respons time. Throughtput adalah jumlah dari pekerjaan yang dilakukan suatu sistem tertentu. Respon time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua pekerjaan ditambah dengan waktu respon untuk menangani pekerjaan tersebut.

  3. Analisis Informasi (Information).
  4. Informasi merupakan salah satu faktor yang penting, karena informasi merupakan titik awal untuk mengoreksi keadaan dalam organisasi. Kualitas dari sebuah informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat (acurat), tepat pada waktunya (timely basis), dan relevan (relevance. Jika informasi yang diproses bisa lebih cepat, akurat, dan relevan tentunya akan memberikan keputusan bisnis yang baik untuk kemajuan perusahaan.

  5. Analisis Ekonomi (Economic).
  6. Analisis ekonomi merupakan sistem dalam pengurangan dan keuntungan yang akan didapat dari sistem yang baru. Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomis mempengaruhi pengendalian biaya dan peningkatan manfaat. Dilihat dari pemanfaatan biaya sistem lama tersebut dinilai kurang ekonomis.

  7. Analisis Efisiensi (Effisiency).
  8. Efisiensi ini erat hubunganya dengan input yaitu bagaimana sumber daya yang ada dapat digunakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pemborosan waktu, energi serta menekan biaya pengeluaran.

  9. Analisis Kendali (Control).
  10. Analisis kendali yaitu bagaimana sistem tersebut dapat mencegah atau mendeteksi kesalahan sistem, menjamin keamanan data dari akses yang tidak diijinkan, dan pengamanan dari kerusakan. Di dalam proses monitoring/pencatatan perlu adanya kontrol yang dilakukan oleh pihak pemilik terhadap semua proses yang dilakukan oleh karyawannya.

  11. Analisis Pelayanan (Service).
  12. Fokus dari analisis pelayanan adalah peningkatan terhadap pelayanan yang dihasilkan sistem dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam menyelesaikan pekerjaan untuk memperoleh informasi.

Definisi Hypertext Preprocessor (PHP)

Menurut Betha Sidik yang dikutip oleh Fahmi Risky Nugraha dalam Jurnal SINERGI (2018:11)[31] ”PHP adalah dikenal dengan sebagai salah satu bahasa pemrograman yang dapat membentuk HTML dan dapat di jalankan server web, Code HTML yang dihasilkan dari suatu aplikasi bukan Code HTML yang dibentuk dengan editor teks atau editor, dikenal juga sebagai bahasa pemrograman server side”.
Menurut Taufik(2013:51) [32] “PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor, yang merupakan sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HyperText Markup Language (HTML). Sebagian besar sintaks mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik. Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamik dengan cepat”.

Dari beberapa definisi para ahli, peneliti menyimpulkan PHP ialah bahasa program yang akan diterjemahkan menjadi kode mesin yang dimengerti yang dilakukan di server, kemudian hasilnya akan dikirim ke browser.

Konsep Dasar Elisitasi

Definisi Elisitasi

Menurut Ariawan dan Wahyuni dalam Jurnal Sisfotek Global (2015:63)[33], “Elisitasi berisi ulasan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi”.

Tahapan Elisitasi

Menurut Sudaryono (2015:183)[34] “Elisitasi kebutuhan (requirement elicitation) adalah proses untuk menemukan atau mendapatkan kebutuhan-kebutuhan sistem melalui komunikasi dengan pelanggan, pengguna sistem dan pihak lainnya yang berhubungan dengan sistem yang akan dikembangkan”.

Elisitasi didapat melalui proses wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap yaitu:
  1. Elisitasi Tahap I
  2. Elisitasi tahap I berisi tentang keseluruhan kebutuhan rancangan sistem yang usulan yang diperoleh dari hasil wawancara dengan stakeholder.

  3. Elisitasi Tahap II
  4. Merupakan hasil dari pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI, Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem. Berikut penjelasan mengenai metode MDI:

    1. “M” pada MDI berarti Mandatory (penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat pembuatan sistem baru.
    2. “D” pada MDI berarti Desireable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan, namun jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.
    3. “I” pada MDI berarti Inessential. Maksudnya requirement tersebut bukanlah termasuk bagian sistem dibahas.
  5. Elisitasi Tahap III
  6. Merupakan penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali dengan metode TOE, yaitu:

    1. “T” artinya Technical, maksudnya bagaimana tata cara/ teknik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan?
    2. “O” artinya Operational, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirementtersebut dalam sistem yang akan dikembangkan?
    3. “E” artinya Economi, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem?
  7. Draf Final Elisitasi
  8. Draf final merupakan hasil akhir yang dicapai dari proses elisitasi dan dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Definisi XAMPP

Mawaddah dan Mukhtar (2018:2)[35] menyampaikan pandangan bahwa XAMPP adalah software web server apache yang di dalamnya tertanam server MySQL yang didukung dengan bahasa pemrograman PHP untuk membuat website yang dinamis.
Sedangkan Nasril Sany dkk (2018:247) [36] memiliki pandangan bahwa XAMPP adalah salah satu paket installer yang berisi Apache yang merupakan web server tempat menyimpan file-file yang diperlukan website dan phpmyadmin sebagai aplikasi yang digunakan untuk perancangan database MySQL.
Sementara itu Menurut Sidik dalam Astuti dan Joni (2017:516)[37] “XAMPP merupakan paket server web PHP dan database MySQL yang paling populer di lingkungan pengembang web dengan memakai PHP dan MySQL sebagai databasenya”.

Definisi MySQL

Menurut Koshti dan Sanjay dalam International Journal of Innovative Research in Science, Engineering and Technology (2016:891)[38], “MySQL is a small, compact database server ideal for small and not so small applications”. Yang artinya MySQL adalah server database kecil yang ringkas dan ideal untuk aplikasi kecil dan tidak begitu kecil.
Menurut Amin (2017:115)[39] “MySQL merupakan perangkat lunak yang tergolong database server dan bersifat OpenSource”.

Definisi HTML

Menurut Fauzan Masykur, Fiqiana Prasetiyowati dalam Jurnal Sains Teknologi dan Industri Vol. 14 No.1 (2016:95)[40] “HTML (Hypertext Markup Language) merupakan kumpulan dari simbol atau tag-tag yang dituliskan dalam sebuah file yang dimaksudkan untuk penampilan halaman pada web browser”.

Definisi Visual Paradigm

Menurut Musrifah dan Ega (2017:30-31)[41] menyimpulkan bahwa “Visual Paradigm merupakan aplikasi untuk merancang sebuah aplikasi atau biasa disebut aplikasi rekayasa perangkat lunak. Dengan visual paradigm sebuah aplikasi dapat digambarkan dalam sebuah rancangan simbol dan gambar tanpa koding yang menjelaskan bagaimana aplikasi tersebut akan berjalan setelah selesai nantinya”.
Menurut Pressman dalam Musrifah dan Ega (2017:31)[41]Visual Paradigm adalah salah satu alat bantu Unified Modeling Language (UML) yang digunakan untuk membuat Use Case Diagram, Activity Diagram, Class Diagram, dan Sequence Diagram”.

Definisi Black Box Testing

Menurut Yuniva dan Dany (2018:26) [42] “Black Box Testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan”.
Menurut Jan dkk dalam International Journal of Scientific Research in Science, Engineering and Technology (IJSRSET) (2016:683)[43]Blackbox testing is a software testing technique which play an important role in software testing”. Yang artinya Blackbox testing adalah pengujian perangkat lunak yang memainkan peran penting dalam pengujian perangkat lunak”.

Definisi Notepadd++

Menurut Yosef Murya (2016:8)[44] “Notepad++ merupakan aplikasi gratis yang memiliki fitur yang sangat berguna bagi programmer atau developer dalam membuat program. Notepad++ menggunakan komponen Scintila untuk dapat menampilkan dan menyunting teks dan berkas kode sumber berbagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada sistem operasi Microsoft Windows”.

Konsep Dasar Studi Pustaka (Literature Review)

Definisi Studi Pustaka (Literature Review)

Menurut Warsito, dkk (2015:29)[45] ”Metode study pustaka dilakukan untuk menunjang metode survei dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi- referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.” Literature Review ini dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui landasan awal dan sebagai pendukung bagi kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, sehingga dapat menghindari pengulangan hal yang sama dalam penelitian dan dapat melakukan pengembangan ketingkat yang lebih tinggi dalam rangka menyempurnakan atau melengkapi penelitian yang nantinya akan dikembangkan lagi untuk kedepannya.”

Studi Pustaka (Literature Review)

Berikut penelitian yang telah dilakukan dan memiliki korelasi yang searah dengan penelitian yang akan dibahas dalam tugas akhir ini, antara lain :
Penelitian yang dilakukan oleh Dedeh Supriyanti, Yudo Bangun Romadhon dan Dedy Iskandar dalam Jurnal CERITA (2015)[46] yang berjudul “Sistem Informasi Persediaan Barang Pada PT. Hankook Ceramic Indonesia”. Menjelaskan tentang masalah yang dihadapi pada sistem informasi persediaan barang di PT. Hankook Ceramic Indonesia adalah kurang adanya sistem informasi yang akurat, cepat, dan tepat walaupun sistem persediaan barang yang ada pada PT. Hankook Ceramic Indonesia masih menggunakan microsoft office, penelitian yang dilakukan penulis adalah melakukan analisa terhadap sistem informasi yang berjalan pada PT. Hankook Ceramic Indonesia. Metodologi yang digunakan yaitu dengan pendekatan siklus hidup pengembangan sistem mulai dari menganalisa sistem yang berjalan melalui UML (Unified Modeling Languange).
Penelitian yang dilakukan oleh Erna Astriyani, Rahmadi Ahmad dan Ricky Alfariz dalam Jurnal CERITA (2017)[47] yang berjudul “Rancangan Sistem Pengadaan Stok Barang Pada PT. Laju Karunia Jaya”, tentang Bagian pengadaan barang berperan sangat penting dalam menunjang terlaksananya pekerjaan proyek, Terdapat kekurangan dan kendala pada sistem yang berjalan yaitu penerapannya masih menggunakan semi komputerisasi dan manual dimana barang yang masuk digudang diinput dari nota pembelian kedalam Microsoft excel serta barang yang akan keluar dari gudang masih menerapkan pencatatan manual dengan memo pada kertas. Hal ini menyebabkan lemahnya pengontrolan stok barang yang ada digudang yang berdampak kepada kekurangan stok barang maupun kelebihan stok barang serta sering terjadi ketidaksesuaian pelaporan barang, Dimana menyulitkan dalam proses mengadakan barang kembali pada gudang.
Penelitian dilakukan oleh Euis Siti Nur Aisyah, Ninis Khoirunisa dan Sara Devi dalam Jurnal Konferensi Nasional Sistem & Informatika (2015), [48] dengan judul “Rancang Bangun Sistem Persediaan Bahan Baku Pada PT. Victory Chingluh Indonesia”. Pada bagian gudang proses pengolahan datanya saat ini masih menggunakan kartu stock barang, catatan buku besar dalam penulisan barang keluar masuk gudang, stock keseluruhan barang yang tersedia di gudang, ketersediaan barang jika barang sudah menipis dan menyebabkan keterlambatan pembuatan laporan. Persediaan bahan baku serta penerimaan dan pengeluaran barang, kurang rapihnya data-data, proses pencarian barang lama mendapatkan informasi. Sistem persediaan bahan baku dirancang dengan pemodelan Unified Modeling Language (UML), menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net dan database SQL Server.
Penelitian yang dijalankan oleh Khanna Tiara, Dewi Immaniar, Fiqih Arzia (2015)[49] Proses pencatatan data inventory peralatan Lab. Digital yang masih dilakukan secara manual memiliki beberapa kekurangan yaitu dalam hal penyimpanan dan pencarian. Jika barang yang ada pada Lab. Digital tidak terawat dengan benar maka barang-barang akan hilang dan banyak yang tidak terawat, dalam hal ini juga tidak terekam dengan baik pada Lab. Digital Perguruan Tinggi Raharja yang akan mengalami kerugian akibat monitoring persedian tidak berjalan dengan baik. Hal ini menjadi dasar pemikiran bagaimana membuatkan sebuah sistem inventory sehingga memudahkan Perguruan Tinggi Raharja untuk monitoring pengumpulan data barang, monitoring peminjaman barang dan pembuatan laporan di dalam Lab Digital. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan kombinasi menggunakan Metode Analisa CSF (Critical Success Factor) sebagai upaya untuk menginterpretasikan objektif secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang harus dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan. Dan dengan membuatkan sistem inventory dapat di lihat 4 kondisi barang apakah barang tersebut hilang, rusak, bagus atau habis sehingga dapat memonitoring persediaan barang di Lab Digital pada Perguruan Tinggi Raharja.
Penelitian yang dijalankan oleh Gunawan Putrodjojo & Helen Tan (2016)[50]. Penulis membuat penelitian yang berjudul “Aplikasi Sistem Pembelian Pada PT. Hings Subur Makmur” Penelitian ini menjelaskan sistem pembelian yang sedang berjalan pada PT. Hings Subur Makmur menggunakan sistem manual, seperti pembuatan form permintaan barang, purchase order, penerimaan barang, retur pembelian sampai dengan pembuatan laporan pembelian, laporan purchase order, laporan pembayaran dan laporan retur. Masalah yang timbul dari sistem berjalan yang ada pada PT. Hings Subur Makmur adalah terjadi kesalahan penulisan dan terjadi keterlambatan dalam pemberian informasi pembelian. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi yang dirancang menggunakan bahasa pemrograman Visual Besic.Net dengan SQL Server 2008 sebagai database. Agar keamanan data yang telah direkam mendapatkan perlindungan dan dapat mengurangi terjadinya kesalahan pencatatan dalam transaksi pembelian.
Penelitian yang dijalankan oleh Titik Misriati (2015)[51] Penulis membuat penelitian yang berjudul “Rancang Bangun Sistem Pelayanan Jasa Pengecatan Suku Cadang Kendaraan Bermotor Pada CV. Bertindo”. Pencatatan data masih pada perusahaan ini masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan data yang tidak konsisten. Penyimpanan data pada perusahaan ini masih berupa berkas arsip yang berupa kertas sehingga data mudah rusak atau hilang karena musibah atau kesalahan. Pada saat penagihan sering terjadi kesalahan perhitungan tagihan sehingga dapat mengakibatkan kerugian pada pelanggan atau perusahaan. Untuk mengatasi masalah seperti itu, maka peneliti bermaksud untuk menangani proses pengolahan data pada CV. Bertindo dan merancang suatu sistem informasi pelayanan jasa dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0.
Penelitian yang dilakukan oleh Sri Rahayu, Tuti Nurhaeni dan Malidah Rohmah pada Jurnal CCIT Vol.8 No.2 (2015)[14] Penelitian yang berjudul “Sistem Persediaan Alat Tulis Kantor Sebagai Penunjang Pengambilan Keputusan Bagian Logistik Di Perguruan Tinggi Raharja” membahas tentang sistem persediaan barang ATK pada Perguruan Tinggi Raharja, dimana sistem ini dapat mempermudah untuk melihat stok persediaan barang terutama untuk jenis alat tulis kantor, sehingga informasi yang dihasilkan dapat menjadi penunjang dalam pengambilan keputusan untuk pengadaan barang alat tulis kantor bagi bagian logistik Perguruan Tinggi Raharja.
Penelitian yang dijalankan oleh Mohit Chaudhari and Atul Wankhede (2016)[52] Penelitian ini berjudul “Inventory Management System Using STURTS Framework Architecture”. Penelitian ini membuat sistem persediaan untuk melacak dan memonitor penjualan serta persediaan yang tersedia tanpa masalah dari sistem bisnis dengan menggunakan Bahasa pemrograman JAVA dan MySQL sebagai tempat menyimpan dan update data dalam mengelola. Peneliti mengadopsi untuk menggunakan MySQL sebagai tempat menyimpan dan update data dalam mengelola persediaan.
Penelitian yang dijalankan oleh Peter Nsofwa and Jackson Phiri (2016)[53] Penelitian ini berjudul “Developing An E-Chain Of Custody And Inventory System For the Zambia Police Force”. Penelitian ini merancang sistem persediaan bukti tahanan kepolisian secara online. Sistem ini berfungsi sebagai tempat pendokumentasian terhadap bukti-bukti TKP untuk memudahkan penyajian bukti saat di pengadilan. Peneliti mengadopsi konsep sister persediaan yang digunakan sebagai tempat pendokumentasian untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan persediaan.
Penelitian yang dijalankan oleh Michael Essig dalam International Journal Of Enterprise Information Management (2015)[54] yang berjudul “Procurement of a supply information system: Lessons learned from the purchase of an inventory management system for C-parts”. Mengingat pentingnya sistem informasi untuk pengadaan, secara mengejutkan ada sedikit upaya untuk menganalisis proses dan alasan yang relevan untuk keputusan pengadaan sistem tersebut dari perspektif yang penting. Tujuan makalah ini adalah untuk mengeksplorasi aspek-aspek ini dalam konteks data pembelian kebutuhan barang.

BAB III

ANALISA SISTEM BERJALAN

Gambaran Umum TPA Rawa Kucing

Sejarah Singkat TPA Rawa Kucing

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Tangerang beroperasi sejak tahun 1990 di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum-Sub Dinas Kebersihan. Dan pada tahun 2008 hingga kini TPA Rawa Kucing sudah di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup. Luas area TPA pada tahun 1990 sekitar 18,49 Ha dan memperluas menjadi 34,80 Ha pada tahun 2014.

Batas wilayah TPA Kota Tangerang yaitu :

  1. Utara : Kelurahan Kedaung Baru
  2. Barat : Kelurahan Kedaung Baru / Kali Cisadane
  3. Timur : Kedaung Wetan
  4. Selatan : Kelurahan Neglasari
Sistem Pengelolaan Sampah Pada TPA Rawa Kucing Sampai tahun 2005 dioperasikan secara open dumping (menumpuk sampah terus hingga tinggi tanpa dilapisi dengan lapisan geotekstil dan saluran lindi). Kemudian secara bertahap metode operasional ditingkatkat agar menjadi controlled landfill (sampah yang telah tertimbun ditutup dengan lapisan tanah untuk mengurangi potensi gangguan lingkungan yang ditimbulkan).
Pada tahun 2008 mulai mengoperasikan sistem sanitary landfill (sistem pengelolaan sampah yang mengembangkan lahan cekung). Pengelolaan sampah dikenal dengan konsep 3R (Reduce,Reuse,Recycle) atau 3M (Mengurangi,Menggunakan Kembali,dan Mendaur Ulang).

Dampak yang diakibatkan oleh sistem open dumping :

  1. Dampak bagi lingkungan
    1. Lindi (merupakan limbah cair yang berasal dari sampah basah atau sampah organik yang terkena air hujan).
    2. Penyumbatan badan air.
    3. Cairan yang dihasilkan akibat proses penguraian dapat mencemari sumber air.
    4. Lahan yang luas akan tertutup oleh sampah dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lain.
    5. Gas yang dihasilkan dalam proses penguraian akan terperangkap di dalam tumpukan sampah dapat menimbulkan ledakan jika mencapai kadar dan tekanan tertentu.
    6. Sungai dan pipa air minum mungkin karena bereaksi dengan zat-zat atau polutan sampah.
  2. Dampak bagi manusia
    1. Lindi (mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh seperti adanya kandungan Hg, H2S, tergantung jenis sampah yang dibuang di TPA tersebut.
    2. Merupakan sumber dan tempat perkembangbiakan organisme penyebar penyakit.
Armada Pengangkutan yang mengangkut sampah ke TPA Rawa Kucing ialah berjumlah 166 armada terhitung mulai tahun 2014, dari 166 armada terbagi menjadi 129 Dump Truck, 21 Amrol, 6 Kijang, 5 STR, 5 L300,dan 1 NG. Total sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing ±2.250 m3 per hari pada tahun 2007 dan terhitung mulai tahun 2014 sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing ±1.500 m3 per hari.

Visi dan Misi

Visi :
Menjadikan Kota Tangerang yang bersih, indah, hijau dan nyaman dalam masyarakat yang berakhlaqul karimah.
Misi :
  1. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik, akuntabel, dan transparan didukung dengan struktur birokrasi yang berintegitas, kompeten, dan profesional.
  2. Meningkatkan pembangunan sarana perkotaan yang memadai dan berkualitas.
  3. Mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
  4. Meningkatkan pelayanan kebersihan lingkungan yang bersinergi dengan partisipasi aktif masyarakat.
  5. Meningkatkan daya guna sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi.

Nilai Budaya

Sebagai salah satu Unit Pelaksanaan Teknis Daerah dari Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Tangerang UPTD TPA Rawa Kucing mempunyai suatu budaya kerja yang harus dimiliki oleh setiap pegawai yang berada di lingkungan TPA Rawa kucing yaitu :
  1. Loyalitas
  2. Dengan dimilikinya visi untuk menjadikan Kota Tangerang sebagai kota yang bersih, hijau, dan nyaman dari sampah, maka para pegawai TPA Rawa Kucing diharapkan untuk memiliki rasa kesetiaan yang tinggi untuk tetap ikhlas dalam bekerja dan juga membantu Pemerintah Kota Tangerang agar dapat mencapai visi yang sudah ditetapkan bersama.

  3. Apresiasi
  4. Menghargai partisipasi setiap individu dalam menjalankan pekerjaan untuk mencapai ujuan bersama.

  5. Respek dan Bertanggung Jawab
  6. Menghormati, mendukung dan bekerja sama sebagai sebuah tim global, dan dengan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diemban.

  7. Kekeluargaan
  8. Menjadikan TPA Rawa Kucing sebagai keluarga ke dua agar dapat saling menghargai dan juga saling memberikan solusi positif dalam menghadapai masalah selayaknya keluarga.

  1. Warna Hijau
  2. Mempunyai arti kemakmuran dan kesuburan.

  3. Warna Kuning
  4. Mempunyai arti keadilan, kekuasaan, kewibawaan dan keagungan.

  5. Warna Hitam
  6. Mempunyai arti keteguhan dan ketabahan.

  7. Warna Biru
  8. Mempunyai arti kesetiaan dan kebijaksanaan.

  9. Warna Putih
  10. Mempunyai arti kesucian dan kebersihan

  11. Warna Merah
  12. Mempunyai arti keberanian

Struktur Organisasi UPTD TPA Rawa Kucing

Gambar 3.2 Struktur Organisasi UPT TPA Rawa Kucing

Tugas dan Tanggung Jawab

  1. Kepala UPTD
    1. Melakukan pengaturan, pengawasan, dan melakukan pengelolaan prasarana dan sarana dinas.
    2. Melakukan upaya-upaya untuk memperpanjang.
    3. Melakukan upaya-upaya dalam rangka mencegah.
    4. Menyusun jadwal pemusnahan sampah pada TPA.
    5. Merancang proses pemusnahan sampah pada TPA.
    6. Melakukan upaya-upaya pemanfaatan potensi.
    7. Melaksanakan pengaturan distribusi bahan bakar.
    8. Melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan.
    9. Mendistribusikan tugas-tugas kedinasan lainnya.
    10. Optimalisasi TPA.
  2. KTU
    1. Menyelenggarakan kegiatan ketatausahaan.
    2. Mendistribusikan administrasi umum.
    3. Melakukan administrasi keuangan.
    4. Melakukan penyusunan rencana kegiatan UPT.
    5. Mendistribusikan tugas pengendalian surat masuk.
    6. Menyusun pengelolaan arsip.
    7. Melakukan kegiatan kerumahtanggaan.
    8. Mendistribusikan tugas pengurusan kebutuhan.
    9. Melakukan pengurusan administrasi kepegawaian.
    10. Melakukan pembukuan dan penyetoran.
    11. Melakukan pengelolaan keuangan UPT .
    12. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya.
  3. Kebersihan
  4. Menyapu/membersihkan di Lingkungan TPA dan sekitar.

  5. Taman
  6. Melakukan pembibitan, penyiraman tanaman serta pemangkasan pada rumput dan ranting pohon.

  7. Pengendalian Air Lindi dan Kolam
  8. Mengontrol pergerakan aerator (alat penggerak untuk air limbah) dan membersihkan kolam dari sampah yang berada di permukaan.

  9. Kompos dan Pirolisis
    1. Kompos
    2. Menampung sampah pasar (Organik), mencacah, fermentasi, pengeringan, pengayakan, pengemasan pupuk kompos.
    3. Pirolisis
  10. Umum dan Kepegawaian
    1. Umum
    2. Mengajukan alat tulis kantor,pengarsipan : surat keluar; surat masuk; dokumen kegiatan.

    3. Kepegawaian
    4. Membuat daftar absen, merekap absensi, menyiapkan surat tugas, pengarsipan dokumen data pegawai.

  11. Pengendalian Armada dan Jembatan Timbang
  12. Mengatur lalu lintas armada sampah dan mencatat volume armada sampah.

  13. Sarana dan Prasarana
  14. Menyiapkan dan memperbaiki kelistrikan, pencahayaan serta bangunan.

  15. Land Fill dan Alat Berat
  16. Mengatur arah pembuangan sampah di tempat semestinya dan mengelola buangan sampah menjadi tertata dengan baik.

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Agar dapat menganalisa sistem yang sedang berjalan saat ini, peneliti menggunakan program Unified Modelling Language (UML) untuk menggambarkan rancangan prosedur yang berjalan.

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Agar dapat menganalisa sistem yang sedang berjalan saat ini, peneliti menggunakan program Unified Modelling Language (UML) untuk menggambarkan rancangan prosedur yang berjalan.

Prosedur Sistem Yang Berjalan

Saat ini prosedur penilaian kinerja Tenaga Harian Lepas (THL) dalam menetukan pengawas pada UPTD TPA Rawa Kucing adalah sebagai berikut :
  1. Kepala Pengawas merekapitulasi absensi pegawai Tenaga Harian Lepas (HL) pada akhir bulan.
  2. Kepala Pengawas merekomendasikan pegawai yang memiliki tingkat kehadiran diatas 80% dari kehadiran seharusnya, dan dianggap mampu menjadi pengawas kepada Pimpinan.
  3. Pimpinan menyetujui rekomendasi yang diajukan Kepala Pengawas.
  4. Kepala Pengawas membuat surat tugas untuk pegawai yang disetujui menjadi pengawas.
  5. Kepala Pengawas memberikan surat tugas kepada pegawai yang dijadikan sebagai pengawas.
  6. Pegawai menerima surat tugas yang diberikan Kepala Pengawas.

Use Case Diagram Sistem Yang Berjalan

Gambar 3.3 Use Case Diagram Sistem Berjalan
Berdasarkan pada gambar Use Case Diagram yang ada, sistem penilaian kinerja Tenaga Harian Lepas (THL) dalam menentukan pengawas saat ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
  1. Terdapat 1 sistem yang mencakup keseluruhan kegiatan penilaian kinerja Tenaga Harian Lepas (THL) dalam menentukan pengawas pada UPTD TPA Rawa Kucing.
  2. Terdapat 4 actor yang menjadi bagian dalam sistem penilaian pegawai yang berjalan saat ini, diantaranya adalah Pegawai, Admin, Kepala Pengawas, Kepala UPT TPA Rawakucing.
Prosedur sistem yang tergambar pada Use Case Diagram diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pegawai melakukan absensi setiap harinya yang kemudian direkapitulasi oleh Admin. Setelah itu data rekapitulasi absensi diberikan kepada Kepala Pengawas untuk kemudian direkapitulasi kembali absensi pegawai untuk melihat siapa saja yang sekiranya pantas untuk dijadikan pengawas. Kemudian data tersebut dikembalikan ke Admin untuk direkapitulasi ulang agar mendapatkan daftar calon pengawas yang kemudian diberikan kepada Kepala UPT untuk disetujui. Setelah Kepala UPT menyetujui daftar calon pengawas tersebut, maka daftar calon pengawas diberikan kembali kepada Admin agar dibuatkan surat tugas menjadi pengawas. Setelah itu, surat tugas diberikan kepada pegawai yang disetujui untuk menjadi pengawas dengan tembusan Kepala Pengawas dan Kepala UPT. Setelah semua proses tersebut selesai, maka Admin harus membuat laporan bulanan mengenai pegawai yang diangkat menjadi pengawas dalam 1 bulan tersebut.
Kepala Pengawas merekapitulasi absensi pegawai Tenaga Harian Lepas pada akhir bulan, kemudian memberikan rekomendasi kepada pimpinan, selanjutnya setelah rekomendasi disetujui oleh Pimpinan, Kepala Pengawas dan membuat surat tugas yang nantinya akan diberikan kepada pegawai yang telah disetujui untuk menjadi pengawas pada UPTD TPA Rawa Kucing.

Activity Diagram

Gambar 3.4 Activity Diagram Sistem Berjalan
Berdasarkan pada gambar Activity Diagram yang ada, sistem penilaian kinerja Tenaga Harian Lepas (THL) dalam menentukan pengawas saat ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
  1. Terdapat 1 Initial Node, sebagai lambang pengawal kegiatan.
  2. Terdapat 7 Action State dari sistem yang menggambarkan eksekusi dari suatu aksi.
  3. Terdapat 1 Final State, sebagai lambang pengakhir kegiatan.

Sequence Diagram

Gambar 3.5 Sequence Diagram Sistem Berjalan
Berdasarkan pada gambar Sequence Diagram yang ada, sistem penilaian kinerja Tenaga Harian Lepas (THL) dalam menentukan pengawas saat ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
  1. Terdapat 4 actor yang menjadi bagian dalam sistem penilaian pegawai yang berjalan saat ini diantaranya adalah Pegawai, Admin, Kepala Pengawas dan Kepala UPT TPA Rawakucing
  2. Terdapat 7 Message spesifikasi yang tergambarkan dan memuat informasi dari aktifitas yang terjadi.

Analisa Sistem Yang Berjalan

Analisa Masukan, Analisa Proses, Analisa Keluaran

  1. Analisa Masukan
  2. Analisa masukan yang digunakan untuk mengolah data hasil kinerja tenaga harian lepas dalam menentukan pengawas yang berjalan saat ini berupa :
    1. Nama Masukan : Lembar absensi
    2. Fungsi : Sebagai data untuk merekapitulasi absensi
    3. Sumber : Petugas absensi
    4. Media : Lembar kertas absensi
    5. Frekuensi : Setiap tanggal 25 pada akhir bulan
    6. Format : Lampiran
    7. Keterangan : Berisi data absensi pegawai
  3. Analisa Proses
  4. Analisa proses pada sistem yang berjalan saat ini sebagai berikut :
    1. Merekapitulasi absensi
    2. Nama Proses  : Merekapitulasi absensi pegawai
      Masukan  : Absensi pegawai
      Keluaran  : Absensi pegawai
      Ringkas Proses: Proses ini berlangsung sebagai tahap awal untuk penilaian kinerja pegawai.

    3. b. Memberikan rekomendasi
    4. Nama Proses  : Memberikan rekomendasi
      Masukan : Nama pegawai yang direkomendasikan
      Keluaran  : Nama pegawai yang direkomendasikan
      Ringkas Proses : Kepala pengawas memberikan data nama pegawai yang direkomendasikan kepada staff administrasi unuk diteruskan kepada Kepala UPT.

    5. c. Penyetujuan rekomendasi
    6. Nama Proses  : Penyetujuan rekomendasi nama pegawai
      Masukan  : Nama pegawai yang direkomendasikan
      Keluaran  : Nama pegawai yang disetujui
      Ringkas Proses: Proses ini dilakukan oleh Kepala UPT yang selanjutnya diberikan kepada staff administrasi untuk membuakan surat tugas bagi pegawai yang diangkat menjadi pengawas.

  5. Analisa Keluaran
  6. Keluaran yang dihasilkan oleh proses pengolahan data hasil kinerja tenaga harian lepas yang berjalan saat ini sebagai berikut :

    1. Nama Keluaran : Surat tugas kerja
    2. Fungsi : Sebagai surat pengangkatan kerja
    3. Sumber : Staff administrasi
    4. Media : Lembar kertas surat tugas
    5. Rangkap : 2 lembar
    6. Frekuensi : Setiap 1 tahun sekali
    7. Format : Cetakan manual (kertas)
    8. Keterangan : Berisi nama pengawas yang disetujui

Analisa Analytical Hierarchy Process (AHP)

Pada penelitian ini menggunakan Analytical Hierarchy Process sebagai analisa model penelitian. Analisa model ini dipilih sebagai metode penghitungan untuk menemukan skala rasio dengan melakukan perbandingan berpasangan antar faktor. Berikut ini merupakan model struktur hirarki dan nilai skala prioritas yang ditetapkan dalam penilaian perbandingan berpasangan pemilihan pengawas pada divisi kepegawaian.

Model Struktur Hirarki

Gambar 3.6 Model Struktur Hirarki pada AHP

Skala Prioritas Dalam Perhitungan Analytical Hierarchy Process

Ketika menggunakan perhitungan AHP, diperlukan nilai skala prioritas untuk memudahkan input nilai dalam tahap perbandingan kriteria ataupun alternatif sebagai berikut:
Tabel 3.1 Skala Prioritas AHP

Analisa Perhitungan Analytical Hierarchy Process (AHP)

Sebelum melakukan penilaian perbandingan berpasangan antar alternatif, terlebih dahulu melakukan perbandingan berpasangan terhadap masing-masing kriteria sebagai berikut :
  1. Kriteria
  2. Setiap poin perbandingan yang sama diberi nilai 1. Contohnya kejujuran dibandingkan kejujuran memiliki nilai yang sama pentingnya, maka poin kejujuran terhadap kejujuran diberi nilai 1. Sedangkan untuk perbandingan menyilang, diberi nilai 1/nilai yang lebih penting. Contohnya pengetahuan dibandingkan kejujuran lebih penting poin kejujuran, maka nilai yang didapatkan dari perbandingan pengetahuan terhadap kejujuran adalah 1/5 (nilai yang lebih penting) = 0,200. Yang kemudian hasil dari masing-masing perbandingan dijumlah secara vertikal berdasarkan poin kriteria, contohnya untuk penjumlahan vertikal poin kejujuran (1 + 0,200 + 0,200 + 0,143 = 1,543). Bisa kita lihat penghitungannya pada tabel di bawah sebagai berikut :
    Tabel 3.2 Perbandingan Berpasangan Terhadap Kriteria
    Setelah melakukan perbandingan masing-masing kriteria maka kita dapat melakukan tahap selanjutnya yaitu normalisasi nilai pada tabel sebelumnya. Nilai normalisasi didapatkan dari pembagian antara hasil perbandingan antar kriteria dengan nilai jumlah vertikal pada masing-masing kriteria. Contohnya (1 / 1,543 = 0,648) penjumlahan ini akan menghasilkan angka minimum 0 dan angka maksimum 1. Setelah itu nilai yang dihasilkan dari pembagian, dijumlah secara horizontal untuk menemukan nilah jumlah masing masing kriteria contohnya (0,648 + 0,750 + 0,536 + 0,500 = 2,186). Penjumlahan ini dilakukan agar dapat menentukan nilai priority vector pada masing masing kriteria dengan rumus (2,434 / 4 = 0,608) pada tabel berikut ini.
    Tabel 3.3 Perhitungan Normalisasi Terhadap Kriteria
    Tahapan selanjutnya adalah melakukan uji konsistensi terhadap nilai yang dihasilkan dengan cara perkalian matrik sebagai berikut ((1*0,608) + (5*0,204) + (5*0,125) + (7*0,062) = 2,691). Kemudian hasil kali uji konsistensi dibagi priority vector (2,691 / 0,608 = 4,423), seperti pada tabel di bawah ini.
    Tabel 3.4 Uji Konsistensi

    Keterangan : K (Kejujuran), P (Pengetahuan), K (Ketelitian), I (Inisiatif), P.V (Priority Vector).

    Lalu tahap selanjutnya adalah mencari nilai rata-rata hasil kali / priority vector untuk menghasilkan nilai lambda yang kemudian dipakai untuk mencari nilai CI, RI serta CR dengan rumus AHP sebagai berikut :

    Keterangan :
    λ Max = (Maximum Eigen Value)
    N = (Ukuran matriks)
    CR = (Consistency Ration)
    CI = (Consistency Index)
    Y = (Jumlah elemen pada matriks)


    Tabel 3.5 Pencarian Lambda, CI, RI, dan CR
    Perhitungan perbandingan matriks berpasangan dianggap konsisten jika memiliki nilai CR ≤ 0,1. Dan nilai CR yang dihasilkan dari uji konsistensi diatas adalah 0,079, maka perhitungan perbandingan matriks berpasangan dianggap konsisten.
    Setelah melakukan seluruh tahapan perbandingan kriteria, maka sudah dapat diketahui nilai kriteria tertinggi untuk dimasukan ke dalam rumus perbandingan alternatif dalam pemilihan pengawas pada divisi kepegawaian. Setelah itu lakukan penilaian perbandingan serupa terhadap alternatif sebagai berikut :
  3. Alternatif
    1. Penilaian Poin Kejujuran
    2. Tabel 3.6 Perbandingan Berpasangan Nilai Kejujuran

      Proses selanjutnya setelah pemberian nilai berdasarkan skala prioritas AHP, maka dilanjutkan dengan proses normalisasi untuk mencari priority vector pada poin Kejujuran.

      Tabel 3.7 Normalisasi Nilai Kejujuran
    3. Penilaian Poin Pengetahuan
    4. Tabel 3.8 Perbandingan Berpasangan Nilai Pengetahuan

      Proses selanjutnya setelah pemberian nilai berdasarkan skala prioritas AHP, maka dilanjutkan dengan proses normalisasi untuk mencari priority vector pada poin Pengetahuan.

      Tabel 3.9 Normalisasi Nilai Pengetahuan
    5. Penilaian Poin Ketelitian
    6. Tabel 3.10 Perbandingan Berpasangan Nilai Ketelitian

      Proses selanjutnya setelah pemberian nilai berdasarkan skala prioritas AHP, maka dilanjutkan dengan proses normalisasi untuk mencari priority vector pada poin Ketelitian.

      Tabel 3.11 Normalisasi Nilai Ketelitian
    7. Penilaian Poin Inisiatif
    8. Tabel 3.12 Perbandingan Berpasangan Nilai Inisiatif

      Proses selanjutnya setelah pemberian nilai berdasarkan skala prioritas AHP, maka dilanjutkan dengan proses normalisasi untuk mencari priority vector pada poin Inisiatif.

      Tabel 3.13 Normalisasi Nilai Inisiatif
  4. Hasil Perhitungan Akhir
  5. Setelah melalui semua tahapan perbandingan alternatif, maka dilanjutkan ke tahap akhir dari proses AHP yaitu mencari Decision Priority dengan rumus (nilai kejujuran*priority vector kejujuran + nilai pengetahuan*priority vector pengetahuan+ nilai ketelitian*priority vector ketelitian + nilai inisiatif*priority vector inisiatif) dan berlaku untuk seterusnya. Contohnya (0,380*0,608 + 0,581*0,204 + 0,520*0,125 + 0,508*0,062 = 0,446) seperti yang tertera pada tabel berikut ini.
    Tabel 3.14 Hasil Perhitungan Seluruh Alternatif Terhadap Kriteria
    Berdasarkan hasil perhitungan penilaian kinerja menggunakan analytical hierarchy process maka dapat disimpulkan bahwa April, layak untuk dijadikan sebagai pengawas pada divisi kepegawaian UPT TPA Rawa Kucing.

Konfigurasi Sistem Yang Berjalan

  1. Spesifikasi Perangkat Kertas (Hardware)
    1. Processor : AMD A10-8700P Radeon R6, 10 Compute Cores 4C+6G 1.80 GHz
    2. RAM : 4,00 GB
    3. Hardisk : 1 TB
    4. Keyboard : MK Logitech
    5. Mouse : MK Logitech
  2. Spesifikasi Perangkat Lunak (Software)
    1. Microsoft Windows 7 Ultimate
    2. Microsoft Office 2010
  3. Hak Akses (Braiware)
  4. Hak akses diberikan kepada admin IT untuk dapat menjalankan sistem dan mengolah data yang diperlukan.

Permasalahan Yang Dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

  1. Permasalahan Yang Dihadapi
  2. Dalam proses penilaian terhadap hasil kinerja pegawai yang berjalan saat ini hanya mengacu pada absensi harian yang direkapitulasi setiap akhir bulan. Dimana pegawai yang memiliki rekapitulasi absensi lebih dari 80% setiap tahunnya akan terpilih menjadi kandidat yang diajukan kepada pimpinan. Namun hal tersebut dinilai akan menimbulkan penilaian yang bias karena hanya mengacu pada absensi dan tidak melihat kemampuan serta kualitas dari masing-masing pegawai yang diajukan untuk menjadi pengawas. Sehingga pimpinan seringkali bingung dalam menentukan pegawai yang layak atau tidak untuk dijadikan sebagai pengawas pada UPTD TPA Rawa Kucing.
  3. Alternatif Pemecahan Masalah
  4. Maka dari itu adapun alternatif pemecahan masalah yang dapat diajukan adalah dengan membuat sistem penilaian kinerja Tenaga Harian Lepas (THL) yang sudah terkomputerisasi dan berbasis Web Server agar mampu menghasilkan informasi yang dapat menjadi penunjang pengambilan keputusan bagi pimpinan dalam menentukan pengawas pada UPTD TPA Rawa Kucing.

User Requirement

  1. Elisitasi Tahap I
  2. Elisitasi tahap pertama berisi daftar keinginan stakeholder yang ingin diimplementasikan pada sistem rancangan. Data ini diperoleh langsung dari Bpk. Teguh Suripto selaku stakeholder dengan mendatangi dan melakukan wawancara pada UPT Tpa Rawa Kucing.
    Tabel 3.15 Elisitasi Tahap I
  3. Elisitasi Tahap II
  4. Pada elisitasi tahap dua berisi komponen yang sama dengan elisitasi tahap pertama, namun pada tahap kedua ini ada pengklasifikasian kategori terhadap keinginan stakeholder untuk perancangan sistem. Dimana pengklasifikasian dibagi menjadi 3 yaitu : Mandatory, Desirable dan Inessential.
    Tabel 3.16 Elisitasi Tahap II
  5. Elisitasi Tahap III
  6. Setelah melalui pengklasifikasian kategori berdasarkan kepentingan, elisitasi memasuki tahap ketiga yaitu pengklasifikasian berdasarkan teknis, operasi, dan efisiensi sebagai berikut :
    Tabel 3.17 Elisitasi Tahap III
  7. Elisitasi Tahap Final
  8. Setelah melalui semua tahap pemilihan dari tahap pertama hingga tahap ketiga, maka terbentuklah elisitasi final yang nantinya akan diimplementasikan pada perancangan sistem yang diusulkan kepada UPTD TPA Rawa Kucing.
    Tabel 3.18 Elisitasi Final

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN

    Rancangan Sistem Usulan

    Prosedur Sistem Usulan

    Menindak lanjuti hasil analisa dan penelitian pada UPTD TPA Rawa Kucing tentang pengolahan data hasil kinerja tenaga harian lepas dalam menentukan pengawas saat ini, maka tindakan selanjutnya membahas rancangan sistem usulan yang akan dikembangkan. Dimana rancangan sistem yang diusulkan dapat mempermudah pengolahan data hasil kinerja tenaga harian lepas dan memberikan keakuratan data untuk menunjang keputusan dalam menentukan pengawas pada UPTD TPA Rawa Kucing.
    Terkait dengan hal tersebut, perlu adanya rangkaian tindakan untuk merancang sistem yang baru. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan yang diperlukan dalam rancangan sistem usulan. Dalam menganalisa prosedur sistem yang diusulkan ini menggunakan UML (Unified Modelling Language) dan metode perhitungan AHP (Analytical Hierarchy Process).

    Use Case Diagram Sistem Usulan

    Berikut ini merupakan usecase diagram sistem usulan untuk menjelaskan alur program.
    Gambar 4.1 Usecase Diagram Usulan

    Berdasarkan gambar di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :

    1. Terdapat 1 buah sistem yang mencakup seluruh kegiatan pada alur sistem.
    2. Terdapat 2 aktor yang terlibat dalam alur program yaitu Admin dan Pimpinan. Admin melakukan login pada sistem kemudian menginput data master dimana data master meliputi input data pegawai, input data kriteria, input data nilai, upload absensi, dan proses penentuan alternatif. Kemudian berlanjut input nilai untuk analisa kriteria dan analisa alternatif, yang hasilnya dapat dicetak pada menu laporan, melakukan logout. Pimpinan melakukan login mengakses menu laporan hasil kriteria, hasil alternatif, rangking dan juga hasil absensi.
    3. Terdapat 52 usecase diantaranya 21 include, 30 exclude dan 1 usecase yang dilakukan oleh 2 aktor yaitu Admin dan Pimpinan. Dimana terdapat 7 usecase utama yang terdiri login, home, master, analisa, laporan, utility, dan logout. Admin dapat mengakses seluruh menu pada sistem, sedangkan Pimpinan hanya dapat mengakses beberapa menu pada sistem diantaranya melakukan login, akses menu laporan dan utility kemudian logout.

    Activity Diagram Sistem Usulan

    Activity Diagram Usuluan Admin

    Berikut ini activity diagram sistem usulan untuk menjelaskan alur program.
    Gambar 4.2 Activity Diagram Admin

    Berdasarkan gambar di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :

    1. Terdapat 1 initial node sebagai tanda untuk mengawali aksi pada proses sistem.
    2. Terdapat 1 decision node sebagai tanda keputusan untuk kembali login ketika gagal untuk masuk ke menu pada sistem.
    3. Terdapat 20 join node sebagai penghubung dengan login pada masing-masing menu home, master, analisa, laporan, utility dan logout.
    4. Terdapat 52 action state sebagai alur proses pada program sistem usulan.
    5. Terdapat 1 final state yang berfungsi sebagai tanda pengakhir dari alur proses program sistem usulan.

    Activity Diagram Usulan Pimpinan

    Gambar 4.3 Activity Diagram Pimpinan

    Berdasarkan gambar di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :

    1. Terdapat 1 initial node sebagai tanda untuk mengawali aksi pada proses sistem.
    2. Terdapat 1 decision node sebagai tanda keputusan untuk kembali login jika gagal masuk ke menu pada sistem.
    3. Terdapat 9 join node sebagai penghubung dengan login pada masing-masing menu home, laporan, utility kemudian logout.
    4. Terdapat 17 action state sebagai alur proses pada program sistem usulan.
    5. Terdapat 1 final state yang berfungsi sebagai tanda pengakhir dari alur proses pada sistem usulan.

    Sequence Diagram Sistem Usulan

    Sequence Diagram Usulan Admin

    Berikut ini activity diagram sistem usulan untuk menjelaskan alur program.
    Gambar 4.4 Sequence Diagram Admin

    Berdasarkan gambar di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :

    1. Terdapat 1 aktor yang melakukan rangkaian proses pada sistem usulan.
    2. Terdapat 7 objek yang saling berhubungan yaitu : Login, Home, Master, Analisa, Laporan, Utility, dan Logout. Dimana Login digunakan untuk memasuki sistem dan mengakses menu Home, kemudian mengakses menu Master untuk menginput beberapa data master, selain itu mengakses menu Analisa untuk dapat input nilai perbandingan, setelah itu menu Laporan untuk melihat hasil perbandingan pada kriteria dan juga alternatif, kemudian Utility untuk mengubah profil dan reset password dan yang terakhir Logout.
    3. Terdapat 35 message dari komunikasi antar objek yang berisi tentang informasi aktifitas yang sedang terjadi. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan oleh aktor, yaitu : melakukan login kemudian masuk ke menu home lalu masuk ke menu master untuk input data pegawai, kriteria, nilai, upload absensi, dan mencari alternatif. Kemudian mengakses menu analisa untuk input nilai perbandingan antar kriteria dan antar alternatif yang hasilnya dapat diakses pada menu laporan begitu juga dengan hasil absensi. Selain itu dapat mengakses menu utility untuk mengubah profil atau mereset password , dan yang terakhir logout.

    Sequence Diagram Usulan Pimpinan

    Gambar 4.5 Sequence Diagram Pimpinan

    Berdasarkan gambar di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :

    1. Terdapat 1 aktor yang melakukan rangkaian proses pada sistem usulan.
    2. Terdapat 5 objek yang saling berhubungan yaitu : Login, Home, Utility, dan Logout. Dimana Login digunakan untuk memasuki sistem dan mengakses menu Home, kemudian mengakses menu Laporan untuk melihat hasil perbandingan pada kriteria dan juga alternatif, kemudian Utility untuk mengubah profil dan reset password dan yang terakhir Logout.
    3. Terdapat 17 message dari komunikasi antar objek yang berisi tentang informasi aktifitas yang sedang terjadi. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan oleh aktor, yaitu : melakukan login kemudian masuk ke menu home lalu masuk ke menu laporan untuk melihat hasil perhitungan perbandingan antar kriteria dan antar alternatif begitu juga dengan hasil absensi. Selain itu dapat mengakses menu utility untuk mengubah profil atau mereset password , dan yang terakhir logout.

    Class Diagram Sistem Usulan

    Berikut ini adalah class diagram yang diusulkan pada sistem informasi pengolahan data hasil kinerja tenaga harian lepas pada UPTD TPA Rawa Kucing :
    Gambar 4.6 Class Diagram Usulan

    Berdasarkan gambar di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :

    1. Terdapat 8 class diantaranya adalah absensi, pegawai, kriteria, nilai, alternatif, alternatif analisa, alternatif nilai dan kriteria analisa yang menggambarkan himpunan objek saling terkait antar atribut serta operasi yang sama.
    2. Terdapat 7 association yang menunjukkan hubungan antar objek.

    Perbedaan Proseder Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

    Tabel 4.1 Perbedaan Sistem Berjalan dan Usulan

    Rancangan Basis Data

    Spesifikasi Basis Data

    Selama proses perancangan sistem pengolahan data hasil kinerja tenaga harian lepas dalam menentukan pengawas menggunakan komputer dengan spesifikasi hardware sebagai berikut :

    1. Nama file : Pegawai
    2. Media : Hardisk
      Primary Key : nip
      Panjang Record : 173

    3. Nama file : Nilai
    4. Media : Hardisk
      Primary Key : no_nilai
      Panjang Record : 61,3

    5. Nama file : Kriteria
    6. Media : Hardisk
      Primary Key : no_kriteria
      Panjang Record : 294,9

    7. Nama file : Form
    8. Media : Hardisk
      Primary Key : id_form
      Panjang Record : 241

    9. Nama file : User
    10. Media : Hardisk
      Primary Key : user_login
      Panjang Record : 240

    11. Nama file : Absensi
    12. Media : Hardisk
      Primary Key : no_absensi
      Panjang Record : 59

    13. Nama file : Alternatif
    14. Media : Hardisk
      Primary Key : no_alternatif
      Panjang Record : 79,3

    15. Nama file : Alternatif Analisa
    16. Media : Hardisk
      Primary Key : no_kriteria, alternatif_pertama, altenatif_kedua
      Panjang Record : 27,3

    17. Nama file : Alternatif Nilai
    18. Media : Hardisk
      Primary Key : no_alternatif, no_kriteria
      Panjang Record : 22,3

    19. Nama file : Kriteria Analisa
    20. Media : Hardisk
      Primary Key : kriteria_pertama, kriteria_kedua
      Panjang Record : 30,6

    Rancangan Program

    1. Tampilan Halaman Login
    2. Gambar 4.7 Halaman Login
    3. Tampilan Menu Pegawai
    4. Gambar 4.8 Menu Pegawai
    5. Tampilan Menu Kriteria
    6. Gambar 4.9 Menu Kriteria
    7. Tampilan Menu Hasil Analisa Kriteria
    8. Gambar 4.10 Menu Hasil Analisa Kriteria
    9. Tampilan Memu Hasil Analisa Alternatif
    10. Gambar 4.11 Menu Hasil Analisa Alternatif

    Konfigurasi Sistem

    Spesifikasi Hardware

    Selama proses perancangan sistem pengolahan data hasil kinerja tenaga harian lepas dalam menentukan pengawas menggunakan komputer dengan spesifikasi hardware sebagai berikut :
    1. Spesifikasi Operasi : Windows 7 Ultimate
    2. Processor : AMD Quad-Core Processor A10-8700P (3,2 GHz)
    3. Monitor : 14,0” HD LED LCD
    4. System Type : 64 Bit
    5. RAM : 4 GB
    6. Storage : 1 TB

    Spesifikasi Software

    Di bawah ini merupakan beberapa software yang digunakan selama proses perancangan sistem pengolahan data hasil kinerja tenaga harian lepas dalam menentukan pengawas sebagai berikut :
    1. Microsoft Windows 7 Ultimate
    2. XAMPP
    3. Notepad++
    4. Google Chrome
    5. WinRAR

    Hak Akses (Brainware)

    Sistem pengolahan data hasil kinerja tenaga harian lepas hanya dapat diakses oleh beberapa orang sebagai berikut :
    1. Admin (Divisi IT)
    2. Pimpinan

    Testing

    Tabel 4.2 Blackbox Testing

    Implementasi

    Jadwal Penelitian

    Di bawah ini merupakan jadwal kegiatan yang dilakukan selama penelitian berlangsung. Diantaranya persiapan, pelaksanaan serta penyusunan laporan hasil penelitian sebagai berikut :
    Tabel 4.3 Jadwal Penelitian

    Estimasi Biaya Penelitian

    Tabel 4.4 Estimasi Biaya Penelitian

    BAB V

    PENUTUP

    Kesimpulan

    1. Sistem pengolahan data hasil kinerja tenaga harian lepas dalam menentukan pengawas yang berjalan saat ini masih bias dalam metode penetuan kriterianya, karena belum adanya parameter khusus yang ditentukan dalam pemilihan pengawas. Selain itu, pemilihan pengawas masih menggunakan sistem manual yang harus merekapitulasi data absensi secara satu persatu menggunakan kertas yang dapat memungkinkan terjadinya human error, atau kehilangan data akibat bencana alam.
    2. Sistem pengolahan data hasil kinerja tenaga harian lepas dalam menentukan pengawas yang berjalan saat ini dinilai belum efektif dan efisien karena ketika merekapitulasi data absensi secara manual seringkali membutuhkan waktu yang lama dan berulang agar dapat memastikan jumlah absensi pegawai sesuai dengan data yang ada.
    3. Sistem pengolahan data hasil kinerja tenaga harian lepas dalam menentukan pengawas yang berjalan saat ini belum mampu menciptakan laporan dengan cepat dan akurat karena masih sering terjadi kurangnya kesesuaian kompetensi yang dibutuhkan sebagai pengawas.
    4. Sistem pengolahan data hasil kinerja yang diusulkan sudah terkomputerisasi sehingga dapat menciptakan laporan secara efektif dan efisien karena tidak perlu lagi merekapitulasi data absensi secara berulang, dapat meminimalisir terjadinya human error dan terjadinya kehilangan data akibat bencana alam. Selain itu sistem yang diusulkan dapat menciptakan laporan secara cepat dan akurat sehingga pemilihan pegawai Tenaga Harian Lepas untuk dijadikan pengawas tepat sasaran dan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.

    Saran

    1. Sistem yang diusulkan mengambil data absensi berupa excel, kedepannya dapat dikembangkan dengan menambahkan fungsi input data absensi.
    2. Sistem yang diusulkan mengambil data absensi berupa excel, kedepannya dapat ditambahkan fungsi impor data langsung dari file excel yang dikirim oleh bagian kepegawaian.
    3. Kedepeannya jika absensi menggunakanaplikasi khusus dapat diintegrasikan secara langsung.
    4. Agar dilakukan pelatihan terhadap user dalam menggunakan sistem yang diusulkan.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Maniah, (2017:1), Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish
    2. Harfizar, H., & Albar, F. M. (2017). Rancang Bangun Sistem Informasi Penyalur Dana Bantuan Siswa (Bos) Berbasis Web. Cerita Journal, 3(2), 228-244.
    3. Soleh, Oleh dkk. 2018. Aplikasi Monitoring Jumlah Bibit Tanaman Menggunakan Analisa Balance Score Card pada UPTD TPA Rawa Kucing Kota Tangerang. Jurnal Semnasteknomedia Vol.6 No.1 Hal: 128-132.
    4. 4,0 4,1 4,2 Hutahaean, Jeperson. 2015. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.
    5. Al Fatta, Hanif Dan Robert Marco. 2015. Analisis Pengembangan Dan Perancangan Sistem Informasi Akademin Smart Berbasis Cloud Computing Pada Sekolah Menengah Umum Negeri (Smun) Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta:Jurnal Telematika. Vol.8 No.2:63-91.
    6. Permana, Handy Januar, Erna Astriyani, dan Tanti Mayang Sari. 2018. Perancangan Sistem Informasi Manajemen Layout Bahan Baku Berbasis Web Pada PT. Sanichem Tunggal Pertiwi. Jurnal SENSI Vol. 4 No. 2 Hal: 205-219.
    7. Lubis, Adyanata. 2016. Basis Data Dasar. Yogyakarta: Deepublish
    8. Azizah, N., Astriyani, E., & Ningsih, L. N. (2015). Optimalisasi Aplikasi E-Commerce Untuk Penjualan Pada Toko Desfa Bogor. Cerita Journal, 1(1), 64-73.
    9. Sunarya, P. A., & Anisah, L. (2018). Desain Komunikasi Visual Sebagai Media Informasi Pada Ditjen Aptika Kementerian Komunikasi Dan Informatika Jakarta. Cerita Journal, 4(1), 76-85.
    10. Rusdiana, Irfan. 2015. Sistem Informasi Management. (Sumber: Pengantar Sistem Informasi Umm.Ac.Id).
    11. Muslihudin, Muhammad Dan Oktavianto. 2016. “Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Model Terstruktur Dan Uml”. Yogyakarta: Cv. Andi Offset
    12. Anggraeni, Elisabet Yunaeti dan Rita Irviani. 2017. Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset.
    13. Warnars, H. L. H. S. (2015). Perbandingan Penggunaan Database Oltp (Online Transactional Processing) Dan Data Warehouse. Creative Communication And Innovative Technology (Ccit) Journal, 8(1), 83-100.
    14. 14,0 14,1 Rahayu, S., Yusup, M., & Dewi, S. P. (2015). Perancangan Aplikasi Absensi Peserta Bimbingan Belajar Berbasis Web Dengan Menggunakan Framework Yii. Ccit Journal, 9(1), 51-59.
    15. Heryanto, Imam. 2017. Membuat Database dengan Microsoft Access. Edisi Revisi. Bandung : Informatika.
    16. Mckay, A., Stiny, G. N., & De Pennington, A. (2016). Principles For The Definition Of Design Structures. International Journal Of Computer Integrated Manufacturing, 29(3), 237-250. Issn: 0951-192x.
    17. Hidayat, Wahyu, Fauzi Maaruf, Saeful Bahari. Perancangan Media Video Desain Interior Sebagai Salah Satu Penunjang Promosi Dan Informasi Di Pt. Wans Desain Group. Jurnal Cerita Vol. 2 No. 1 – Februari 2016"
    18. Reeve. Waren, Fees. 2015. Accounting (Pengantar Akuntansi). Jakarta : Salemba Empat.
    19. Stice dan Skousen. 2015. Akuntansi Intermediate. Edisi 16. Jakarta: Salemba Empat.
    20. Horngren, Charles T., Harrison Jr, Walter T 2015. Akuntansi jilid Satu. Edisi Tujuh. Jakarta: Penerbit Erlangga.
    21. Agus, Sartono. 2015. Manajemen Keuangan: Teori dan Aplikasi. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.
    22. Prawira, Ilham. 2017. “Sistem informasi persediaan suku cadang barang berbasis web pada bengkel mobil auto rizal palembang”. Palembang.UIN Raden Fatah.
    23. Samsubar Saleh. 2015. Data Envelopment Analysis (DEA): Konsep Dasar dalam Metodologi Empiris Data Envelopment Analysis (DEA). Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
    24. Basuki, Rokhman. 2018. Semarang: Journal of Management Vol.4 No.4.
    25. Raharjo, S., & Okviandi (2015). Penerapan Metode Waterfall Pada Desain Sistem Informasi Geografis Industri. Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, 2(1), 6-12.
    26. Seidl, M., Scholz, M., Huemer, C., & Kappel, G. (2015). [email protected]: An Introduction To Object-Oriented Modeling. Springer.
    27. Imbar, R. V., & Hartanto, B. S. (2015). 10. Aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Dengan Fitur Dss Menggunakan Metode Topsis Pada PT. X. Jurnal Informatika.
    28. Permana, Handy Januar, Erna Astriyani, dan Tanti Mayang Sari. 2018. Perancangan Sistem Informasi Manajemen Layout Bahan Baku Berbasis Web Pada PT. Sanichem Tunggal Pertiwi. Jurnal SENSI Vol. 4 No. 2 Hal: 205-219.
    29. Santoso, Sugeng dkk. 2018. Pengontrolan Pengecekan Kualitas Barang Hasil Produksi Dengan Aplikasi Sistem Pakar Menggunaka Metode Backward Chainning. Jurnal SENSI, Vol. 4 No. 2 Hal: 257-267
    30. Munfarida, Tri Dan Yuli Astuti. 2017. Implementasi Daily Activity Monitoring System (Dams) Pada Cv. Jogja Media Telematika. Jurnal Mantik Penusa. Issn: 2088-3943. Vol.21 No.1-Juni 2017.
    31. Nugraha Fahmi Rizky , Abdul Harits, dan Renenata Ardilesmana Siregar. 2018. Implementasi Big Data Menggunakan Metode Waterfall Dan Metode Oline Analitical Processing (Olap) Untuk Summary Report Management Pada Pt.Matahari Departemen Store. Jurnal UNISMA. Tangerang : STMIK Raharja
    32. Muslih, Muhammad Taufiq dan Bambang Eka Purnama. 2013. Pengembangan Aplikasi Sms Gateway Untuk Informasi Pendaftaran Peserta Didik Baru Di Sman 1 Jepara. Indonesian Journal on Networking and Security, Vol.2 No.1 Hal: 50-55.
    33. Ariawan, J., & Wahyuni, S. (2015). Aplikasi Pengajuan Lembur Karyawan Berbasis Web. Jurnal Sisfotek Global, 5(1).
    34. Sudaryono. 2015. Metodologi Riset Di Bidang TI (Panduan Praktis, Teori dan Contoh Kasus). Yogyakarta: CV. Andi Offset.
    35. Mawaddah, Ukhdiati dan Muchtar Fauzi. 2018. Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Dosis Obat Pada Anak Menggunakan Metode Forward Chaining (Studi Kasus Di Klinik Dokter Umum Karanggayan – Srenget). Jurnal Antivirus, Vol.12 No.1 Hal:1-10.
    36. Suwarto, Nasril Sany dan Eka Indriani. 2018. Sistem Informasi Tabungan Siswa Berbasis Web Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nusa Putra Kota Tangerang. Jurnal SENSI Vol. 4 No. 2 Hal:244-256.
    37. Astuti, D., & Devitra, J. (2017). Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Simpan Pinjam Pada Koperasi Pegawai Negeri Iain Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Jurnal Manajemen Sistem Informasi, 2(2), 513-531.
    38. Koshti, M., Ganorkar, S., & Chiari, L. (2016). Iot Based Health Monitoring System By Using Raspberry Pi And Ecg Signaly. International Journal Of Innovative Research In Science, Engineering And Technology, 5(5). Issue 5 Issn: 2319-8753
    39. Amin, Ruhul. 2017. Rancang Bangun Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Pada Smk Budhi Warman 1 Jakarta. Jakarta Selatan: Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Komputer. Vol. 2, No. 2, E-Issn: 2527-4864
    40. Masykur, F., & Prasetiyowati, F. (2016). Aplikasi Rumah Pintar (Smart Home) Pengendali Peralatan Elektronik Rumah Tangga Berbasis Web). Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer (Jtiik) Vol, 3, 51-58.
    41. 41,0 41,1 Ai dan Ega. 2017. Pembuatan Aplikasi Pengelolaan Proposal di Unit Kegiatan Pengelola (UPK) Kecamatan Mande Berbasis Desktop. Cianjur: Media Jurnal Informatika. Vol. 9, No. 1, p-ISSN: 2088-2114 e-ISSN: 2477-2542.
    42. Yuniva, Ika dan Dany Hestiyanto. 2018. Perancangan Web E-Commerce Untuk Penjualan Sepatu Dengan Pendekatan Model Classic Life Cycle. Creative Education of Research In Information Technology and Artificial Informatics Journal, Vol. 4 No. 1 Hal: 24-33.
    43. Jan, Syed Roohullah, Syed Tauhid Ullah Shah, Zia Ullah Johar, Yasin Shah Dan Fazlullah Khan. 2016. An Inovative Approach To Investigate Various Software Testing Techniques And Strategies. International Journal Scientific Research In Science Engineering Technology (Ijsrset) Vol. 2 Issue 2, Print Issn: 2395-1990 Online Issn: 2394-4099.
    44. Murya, Yosef (2016). Framework PHP yii 2: Develop Aplikasi Web Dengan Cepat dan Mudah.Jakarta: Jasakom.
    45. Warsito, Ary Budi, Dkk. 2015. Perancangan Sis+ Menggunakan Metode Yii Framework Pada Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang: Ccit Journal. Vol.8, No.2.
    46. Supriyanti, Dedeh, Yudo Bangun Romadhon, Dedy Iskandar. 2015. Sistem Informasi Persediaan Barang Pada Pt. Hankook Ceramic Indonesia. Jurnal CERITA. Tangerang : STMIK Raharja. ISSN : 2461-1417 Vol.1 No.1 – Agustus 2015.
    47. Astriyani, Erna, Rahmadi, Ahmad Ricky Alfariz. 2017. Rancangan Sistem Pengadaan Stok Barang Pada Pt. Laju Karunia Jaya. Jurnal CERITA. Tangerang : STMIK Raharja. ISSN : 2461-1417 Vol 3 No 1 – Februari 2017..
    48. Siti Nur Aisyah, Euis, Ninis Khoirunisa dan Sara Devi. 2015. Rancang Bangun Sistem Persediaan Bahan Baku Pada PT. Victory Chingluh Indonesia. Jurnal Konferensi Nasional Sistem & Informatika. Bali. STMIK STIKOM. 10 Oktober 2015.
    49. Tiara, K., Immaniar, D., & Arzia, F. (2015). PENERAPAN SISTEM INVENTORY LABOTARIUM DIGITAL DENGAN METODE CRITICAL SUCCES FACTOR PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA. CCIT Journal, 9(1), 33-43.
    50. Putrodjojo, Gunawan, and Helen Tan. "APLIKASI SISTEM PEMBELIAN PADA PT. HINGS SUBUR MAKMUR." CERITA Journal 2, no. 2 (2016): 151-164.
    51. Misriati, T. (2015). Rancang bangun sistem pelayanan jasa pengecatan suku cadang kendaraan bermotor. Jurnal Teknik Komputer, 1(1), 123-133.
    52. Chaudhari, Mohit and Atul Wankhede. 2016. “Inventory Management System using STRUTS Framework Architecture”. International Journal of Innovative Science, Engineering & Technology. Vol.3, No.6.
    53. Nsofwa, Peter and Jackson Phiri. 2016. “Developing An E-Chain Of Custody And Inventory System For The Zambia Police Force”. International Journal of Advanced Studies in Computers, Science and Engineering. Vol.5, No.4.b
    54. Essig, Michael. 2015. Procurement of a supply information system: Lessons learned from the purchase of an inventory management system for C-part. International Journal of Enterprise Information Management. Volume28,Issue3.

Contributors

Kurniadamayanti, Niadmy