SI1512483326: Perbedaan revisi

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari
[revisi tidak terperiksa][revisi tidak terperiksa]
Baris 1.096: Baris 1.096:
 
<br>
 
<br>
  
==='''Tugas Dan Tanggung Jawab'''===
+
===Tugas Dan Tanggung Jawab===
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">Berikut adalah wewenang serta tanggung jawab bagian-bagian yang terkait pada PT Sinar Property Group, yaitu sebagai berikut :</p></div>
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in"><p style="line-height: 2">Berikut adalah wewenang serta tanggung jawab bagian-bagian yang terkait pada PT Sinar Property Group, yaitu sebagai berikut :</p></div>
  

Revisi per 16 Agustus 2019 08.54


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI E-BUDGETING

RENCANA ANGGARAN PROYEK PADA

PT.SINAR PROPERTY GROUP

SKRIPSI



Disusun Oleh :

NIM
: 1512483326
NAMA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI BUSINESS INTELLEGENCE

UNIVERSITAS RAHARJA

TANGERANG

2019/2020




UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI E-BUDGETING

RENCANA ANGGARAN PROYEK PADA

PT SINAR PROPERTY GROUP

 

Disusun Oleh :

NIM
: 1512483326
Nama
Fakultas
: Sains Dan Teknologi
Program Pendidikan
: Strata Satu
Program Studi
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intelligence

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, Juli 2019

Rektor
       
Ketua Program Studi
Universitas Raharja
       
Sistem Informasi
           
           
           
           
(Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si)
       
NIP : 000594
       
NIP : 060003




UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI E-BUDGETING

RENCANA ANGGARAN PROYEK PADA

PT SINAR PROPERTY GROUP

 

Dibuat Oleh :

NIM
: 1512483326
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Business Intellegence


Disetujui Oleh :

Tangerang, Juli 2019

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
( Oleh Soleh, S.Kom., M.MSi.)
   
(Mulyati, S.E., M.M., M.Pd)
NID : 04043
   
NID : 11003


UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI E-BUDGETING

RENCANA ANGGARAN PROYEK PADA

PT SINAR PROPERTY GROUP

 

Dibuat Oleh :

NIM
: 1512483326
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Business Intellegence

Tahun Akademik 2019/2020


Dewan Penguji :

Tangerang, Juli 2019

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :




 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI E-BUDGETING

RENCANA ANGGARAN PROYEK PADA

PT SINAR PROPERTY GROUP

 

Bahwa saya yang bertanda tangan dibawah ini :

NIM
: 1512483326
Nama
Fakultas
: Sains dan Teknologi
Program Pendidikan
: Strata Satu
Program Studi
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intellegence

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Universitas Raharja maupun di Universitas lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, Juli 2019

 
 
 
 
NIM : 1512483326

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;




ABSTRAK

Meningkatnya perkembangan teknologi, mengharuskan banyak perusahaan untuk terus melakukan adaptasi agar bisa terus mempertahankan bisnis yang di jalani. PT Sinar Property Group yang bergerak dalam bidang bisnis property agent, sangatlah perlu untuk beradaptasi dan memahami perkembangan teknologi yang pesat saat ini, banyak sekali aplikasi dan sistem informasi yang dibuat untuk menunjang dan menciptakan kemajuan diberbagai bidang dalam segala aktifitas yang dilakukan oleh manusia. Itupula yang perlu diterapkan dalam perencanaan anggaran pada PT Sinar Property Group terutama anggaran proyek yang masih membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama. Dalam pelaksanaannya sudah terkomputerisasi yaitu dengan menggunakan Ms. Excel dan proses pengajuan yang harus memerlukan file Excel saat rapat pembahasan rencana anggaran, yang terkadang terselip atau hilangnya laporan yang telah dibuat. Dari hasil analisa penulis menggunakan metode Balance Scorecard didukung dengan observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk pengumpulan datanya, serta analisa UML (Unified Modelling Language) untuk merancang sebuah sistem yang dapat mengatasi masalah tersebut. Dari analisa tersebut penulis menemukan kendala pada pengolahan data informasi anggaran. Oleh karena itu penulis ingin membangun sebuah sistem E-Budgeting yang mudah digunakan, efektif, dan efisien dalam mengolah data serta mengurangi terjadinya human error serta dapat diakses secara realtime dan dimanapun sehingga memudahkan dalam mengambil sebuah keputusan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem yang dapat membantu untuk melakukan pengajuan anggaran proyek. Sistem ini dapat digunakan untuk melakukan pengajuan anggaran proyek dan juga sebagai informasi pendukung saat rapat.


Kata Kunci: Balance, Scorecard, Anggaran, Proyek, Pengajuan, E-Budgeting



ABSTRACT

Increased technological development, requires many companies to continue to adapt so that they can continue to maintain their business sectors that are carried out. PT Sinar Property Group which is engaged in the property agent, is very necessary to adapt and understand the rapid technological development at this time, many applications and information systems are made to support and create progress in various fields in all activities undertaken by humans. It also needs to be applied in budget planning in PT Sinar Property Group especially the project budget, which still requires a long time and process. In the implementation it is computerized namely by using Ms. Excel and the submission process that must require Excel files during meetings discussing the budget plan, which is sometimes tucked or the loss of the report that has been created. From the results of the analysis the author uses the Balance Scorecard method supported by observation, interviews, and literature studies for data collection. And the author tries to build an E-Budgeting system that is easy to use, effective, and efficient in processing data and reduces the occurrence of human error and can be accessed in realtime and anywhere, making it easier to take a Decision.


Keywords: Balance, Scorecard, Budget, Project, Submisson, E-Budget




KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga dapat menyelesaikan Skripsi dengan judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI E-BUDGETING RENCANA ANGGARAN PROYEK PADA PT SINAR PROPERTY GROUP”.

Tujuan penulisan Laporan Skripsi ini adalah sebagai syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan Strata 1 Program Studi Sistem Informasi pada Universitas Raharja.

Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bimbingan dan dorongan dari banyak pihak penulis tidak akan dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini pula penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

  1. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si. selaku Rektor Universitas Raharja.
  2. Bapak Dr. Henderi, S.Kom., M.Kom. selaku selaku Dekan Fakultas Univeritas Raharja.
  3. Bapak Padeli, M.Kom. selaku Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Raharja.
  4. Ibu Euis Sitinur Aisyah, M.Kom. selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi.
  5. Bapak Oleh Soleh, S.Kom., M.MSi. selaku Pembimbing I yang telah telah meluangkan waktu dan pikirannya untuk memberikan bimbingan, saran dan masukan kepada penulis dan memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis untuk kelancaran penyusunan skripsi ini.
  6. Ibu Mulyati, S.E.,M.M.,M.Pd. selaku Pembimbing II yang telah meluangkan waktu, memberikan saran kritik dan arahan yang membangun kepada penulis an memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis untuk kelancaran penyusunan skripsi ini.
  7. Bapak Imam Fahmi, selaku stakeholder di lapangan yang telah banyak membantu dalam penyelesaian pembuatan program.
  8. Bapak Ery Barka yang telah banyak membantu penulis dan memberikan arahan – arahan di lapangan dan staff maupun pegawai serta kepada General Manager yang telah mengizinkan untuk melakukan observasi dan memberikan pengalaman dalam proses penyelesaiannya laporan skripsi ini.
  9. Bapak dan Ibu Dosen serta Staff Universitas Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan motivasi kepada penulis.
  10. Kedua orang tua, kakak dan adik, serta keluarga yang telah memberikan dukungan, baik moril, materil maupun doa untuk keberhasilan penulis.
  11. Untuk sahabat, teman seperjuangan di Universitas Raharja dan juga pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak memberikan bantuan saran dan masukan yang berguna bagi penulis dalam proses penyelesaian laporan Skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun penulis harapkan sebagai pemicu untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi. Semoga Laporan Skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Tangerang, Juli 2019
Angga Nurcahyanto
NIM. 1512483326

Daftar isi



DAFTAR TABEL
  1. Tabel 3.1 Tabel Analisis Balance Scorecard
  2. Tabel 3.2 Tabel Analisa Masukan
  3. Tabel 3.3 Tabel Analisa Proses
  4. Tabel 3.4 Tabel Analisa Keluaran
  5. Tabel 3.5 Elisitasi Tahap I
  6. Tabel 3.6 Elisitasi Tahap II
  7. Tabel 3.7 Elisitasi Tahap III
  8. Tabel 3.8 Final Draft Elisitasi
  9. Tabel 4.1 Perbedaan Sistem yang Berjalan dan Diusulkan
  10. Tabel 4.2 Table User
  11. Tabel 4.3 Table RAP_Detail
  12. Tabel 4.4 Table RAP_Post
  13. Tabel 4.5 Table RAPP_Detail
  14. Tabel 4.6 Table RAPP_Post
  15. Tabel 4.7 Table RAB_Detail
  16. Tabel 4.8 Table RAB_Post
  17. Tabel 4.9 Table FASUM_Detail
  18. Tabel 4.10 Table FASUM_Post
  19. Tabel 4.11 Table DHUB_Detail
  20. Tabel 4.12 Table DHUB_Post
  21. Tabel 4.13 Table Testing Log In
  22. Tabel 4.14 Table Testing Input Pengajuan
  23. Tabel 4.15 Table Testing View Data Pengajuan
  24. Tabel 4.16 Table Testing Log Out
  25. Tabel 4.17 Table Time Schedule
  26. Tabel 4.18 Table Estimasi Biaya


DAFTAR GAMBAR
  1. Gambar 3.1 Stuktur Organisasi
  2. Gambar 3.2 Use Case Diagram yang Berjalan
  3. Gambar 3.3 Activity Diagram yang Berjalan
  4. Gambar 3.4 Sequence Diagram yang Berjalan
  5. Gambar 3.5 Analisis Balance Scorecard
  6. Gambar 4.1 Use Case Diagram Sistem yang Diusulkan
  7. Gambar 4.2 Activity Diagram Product Development yang Diusulkan
  8. Gambar 4.3 Activity Diagram Finance yang Diusulkann
  9. Gambar 4.4 Activity Diagram General Manager yang Diusulkan
  10. Gambar 4.5 Sequence Diagram Product Development yang Diusulkan
  11. Gambar 4.6 Sequence Diagram Finance yang Diusulkan
  12. Gambar 4.7 Sequence Diagram General Manager yang Diusulkan
  13. Gambar 4.8 Class Diagram yang Diusulkan
  14. Gambar 4.9 Tampilan Halaman Log In
  15. Gambar 4.10 Tampilan Dashboard
  16. Gambar 4.11 Tampilan Menu
  17. Gambar 4.12 Tampilan Input Pengajuan
  18. Gambar 4.13 Tampilan View Hasil Input


DAFTAR SIMBOL


Simbol Use Case Diagram
Simbol Activity Diagram
Simbol Sequence Diagram
Simbol Class Diagram



BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, diimbangi dengan perkembangan kecepatan informasi pada setiap tempat. Anggaran merupakan aspek yang paling penting dalam perusahaan dan menjaga kestabilan antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan dan operasional perusahaan.

Alokasi anggaran merupakan suatu hal yang biasa dilakukan perusahaan atau badan usaha untuk mengatur pengeluaran yang dilakukan perusahaan. Penggunaan teknologi pada bidang ini sudah banyak dilakukan perusahaan untuk meraih target yang ingin dicapai. Sistem Informasi anggaran ini mempelajari anggaran perusahaan.

Perencanaan strategis sistem informasi bagi kemajuan bisnis, sangat penting guna mendorong perusahaan untuk mengadakan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi yang digunakan. Ada beberapa kegiatan dan sistem yang berjalan dalam sebuah perusahaan yaitu salah satunya perencanaan penyusunan anggaran perusahaan. Pentingnya perencanaan tersebut sangat berkaitan dengan kegiatan perusahaan selanjutnya. Sistem informasi yang berhubungan dengan anggaran perusahaan atau disebut dengan budgeting sudah dilakukan oleh banyak perusahaan untuk mengatur pengeluaran perusahaan.

Dengan sistem budgeting, pengeluaran anggaran dapat dipantau dan dikontrol sehingga perusahaan dapat menggunakan anggaran secara efisien. Alur penyusunan anggaran tiap perusahaan berbeda, secara garis besar diawali dari identifikasi variabel external, pengembangan tujuan dan sasaran, kemudian dilakukan perhitungan, perencanaan, lalu dibuat rencana anggaran.

Termasuk yang dilakukan PT Sinar Property Group, adalah perusahaan yang bergerak di bidang Property Agent, menggunakan sistem budgeting untuk mengontrol anggaran proyek perusahaan. Namun dalam pelaksanaannya sudah terkomputerisasi yaitu dengan menggunakan Ms. Excel dan proses pengajuan yang harus memerlukan file Excel saat rapat pembahasan rencana anggaran, yang terkadang terselip atau hilangnya laporan yang telah dibuat. Keterbatasan waktu dan terlalu lamanya proses, maka perusahaan menginginkan inovasi dalam proses penyusunan kegiatan perencanaan tanpa mengurangi keakuratan data serta ketepatan waktu yang diberikan.

Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem yang memiliki tampilan user friendly dan mudah dipahami terutama untuk bagian top management (General Manager) sampai staff perusahaan dan dapat mengolah alokasi anggaran yang ditampilkan dalam bentuk dashboard sehingga diharapkan dapat memudahkan dalam pengambilan keputusan.

Berdasarkan permasalahan yang ditemukan pada PT Sinar Property Group, penulis tertarik membuat sebuah "Perancangan Sistem Informasi E-Budgeting Rencana Anggaran Proyek pada PT Sinar Property Group".


Rumusan Masalah

BBerdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis mengambil beberapa rumusan masalah yang ada pada objek penelitian antara lain :

  1. Bagaimana proses anggaran yang berjalan saat ini?
  2. Apa saja kelebihan dan kekurangan sistem yang berjalan saat ini?
  3. Bagaimana kelebihan system yang akan diusulkan?
  4. Bagaimana merancang system yang diusulkan?


Ruang Lingkup Penelitian

Untuk dapat menghasilkan penelitian yang lebih lengkap dan tidak menyimpang dan berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka ruang lingkup yang akan penulis bahas dalam skripsi ini adalah perancangan sistem informasi e-budgeting rencana anggaran proyek pada PT Sinar Property Group. Dimulai dari tentang sistem budgeting anggaran proyek, dan pengajuan budgeting rencana anggaran proyek.


Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian dari permasalahan ini yaitu :

  1. Mengetahui proses anggaran rencana anggaran proyek yang berjalan saat ini pada PT Sinar Property Group.
  2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sistem yang berjalan.
  3. Menjelaskan kelebihan sistem yang diusulkan dan sistem yang berjalan.
  4. Merancang sistem e-budgeting rencana anggaran proyek yang dapat membantu proses perencanaan anggaran.


Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini juga terbagi menjadi beberapa yaitu :

Manfaat bagi penulis :

  1. Meningkatkan wawasan dan ilmu seputar teknologi sistem informasi.
  2. Mengetahui bagaimana kegiatan diskusi pelajaran yang masih dilakukan.
  3. Mengimplementasikan meteri yang dipelajari saat perkuliahan kedalam bentuk suatu project sehingga bisa dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

Manfaat bagi perusahaan :

  1. Perusahaan dapat menggunakan teknologi sistem informasi rencana bisnis.
  2. Perusahaan dapat meningkatkan kinerja karyawannya, dan memaksimalkan perkembangan teknologi.
  3. Memaksimalkan dan mengikuti perkembangan teknologi yang sudah berkembang, dan menentukan strategi sistem informasi dan teknologi informasi pada perusahaan.

Manfaat bagi kampus :

  1. Menjadikan Perguruan Tinggi Raharja sebagi perguruan tinggi yang mampu bersaing dalam hal mendidik mahasiswa unggul dalam ilmu teknologi informasi.
  2. Menciptakan lulusan yang dapat menganalisa dan merancang sebuah sistem dan di buat dalam bentuk laporan penelitian.
  3. Menciptakan Lulusan mahasiswa Raharja yang dapat berkontribusi bagi instansi maupun masyarakat langsung.


Metode Penelitian

Pada penelitian ini, metode yang digunakan sangat berpengaruh. Penulis mengumpulkan data yang mengenai keadaan secara langsung. Untuk mendapatkan data secara efektif dan akurat penulis mencari dan mengumpulkan data untuk diolah menjadi informasi yang diperlukan dengan beberapa metode. Adapun metode yang digunakan antara lain :

  1. Metode Observasi
  2. Penulis melakukan pengamatan langsung ke langsung ke PT Sinar Property Group. Bertemu langsung pada bagian yang berhubungan dengan penelitian guna memperoleh data dan informasi yang diperlukan.

  3. Metode Wawancara
  4. Pada metode ini penulis melakukan tanya jawab langsung dengan pihak yang berkepentingan dengan ruang lingkup penelitian. Penulis menanyakan langsung pada Pak Eri Barka dari divisi marketing dan bapak Imam Fahmi dari divisi Manager Support sebagai stakeholder penulis. Beliau juga sebagai perantara penulis kepada divisi keuangan maupun General Manager. Guna memenuhi pengumpulan data yang lebih spesifik yang akan dianalisa, dan untuk mengetahui hal apa saja yang diteliti untuk memperoleh informasi yang diperlukan.

  5. Studi Pustaka
  6. Penulis mencari dari berbagai sumber dengan mempelajari buku-buku atau referensi dari literatur review dan berbagai sumber yang ada. Yang tentunya harus berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.


Metode Analisa

Setelah melakukan proses pengumpulan data, selanjutnya data yang sudah diperoleh dapat diolah dan dianalisis. Dalam melakukan analisis sistem perencanaan kerja pada PT Sinar Property Group, penulis menggunakan metode analisa sistem yang dilakukan yaitu, Analisa Balanced Scorecard (BSC).

Analisa Balanced Scorecard (BSC) dapat digunakan sebagai suatu metode analisa terhadap sistem untuk pengukuran kinerja yang secara terus menerus yang akan memantau keberhasilan penerapan strategi suatu instansi dan mengukur kinerja sumber daya manusia secara komprehensif dan seimbang, yang berfokus pada kepentingan kuantitas dan kualitas. Untuk mendapatkan persepektif dalam perusahaan secara berimbang, yakni dari aspek finansial dan non finalsial. Dengan menemukan mendapatkan perspektif yang berimbang, perusahaan dapat melihat kinerja dan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, sehingga kinerja perusahaan bisa meningkat.

Selain itu penulis menggunakan Unified Modeling Language (UML) sebagai salah satu alat bantu untuk memodelkan secara visual yang dapat digunakan dalam bahasa pemograman yang berorientasi objek. UML terdiri dari beberapa diagram yang saling berkaitan, antara lain usecase diagram, activity diagram, dan sequence diagram.

Kemudian penulis menggunakan metode elisitasi untuk mengumpulkan dan menyeleksi kebutuhan sistem yang diharapkan stakeholder. Elisitasi merupakan rancangan sistem yang diusulkan sesuai dengan keinginan atau kebutuhkan user. Elisitasi yang dilakukan melalui tiga tahap, yaitu elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III dan draft final elisitasi.


Metode Perancangan

Metode perancangan yang digunakan untuk menjabarkan BAB IV yaitu dengan menggunakan model Unified Modeling Language (UML). Model ini sangat membantu penulis dalam membuat spesifikasi, konstruksi, visualisasi serta dokumentasi dari sebuah system software. Aplikasi yang digunakan adalah Visual Paradigm. XAMPP merupakan tools yang menyediakan perangkat lunak kedalam satu buah paket. MySQL merupakam database yang akan digunakan. Lalu beberapa software penunjang lainnya yaitu Windows 10 sebagai sistem operasi, Google Chrome sebagai browser.


Metode Pengujian (Testing)

Metode testing yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode Black Box Testing. Alasan penulis menggunakan metode Black Box Testing, adalah dikarenakan sifat testing dari metode ini yang hanya berfokus pada hasil output (keluaran) dari input (masukan) dan mencari kesalahan utama program dengan waktu yang efisien.


Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas laporan ini, penulisan laporan skripsi ini dikelompokkan menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penyampaian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang informasi umum yaitu, latar belakang penelitian, rumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisikan teori yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku yang berkaitan dengan penyusunan laporan skripsi serta beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian ini dan penelitian sebelumnya.

BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN
Bab ini menjelaskan gambaran umum perusahaan, sejarah singkat perusahaan, visi, misi, struktur organisasi serta wewenang dan tanggung jawab pada perusahaan, UML (Unifed Modeling Language) meliputi use case diagram, sequence diagram dan activity diagram.

BAB IV RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN
Bab ini penulis menguraikan sistem yang akan diusulkan seperti usulan rancangan sistem yang baru. Meliputi use case diagram, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram, spesifikasi basis data, kebutuhan stakeholder, dan rancangan implementasi program.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini membahas mengenai kesimpulan dari pembuatan sistem e-budgeting anggaran terkait dengan tujuan dan permasalahan yang ada, serta saran untuk pengembangan sistem dimasa mendatang.

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN



BAB II
LANDASAN TEORI

TEORI UMUM

Konsep Perancangan Sistem

Definisi Perancangan Sistem

Menurut Zohrahayati, (2013), “Perancangan Sistem adalah suatu kegiatan membuat desain teknis berdasarkan kegiatan pada waktu proses analisis. Perancangan disini dimaksudkan suatu proses pemahaman dan perancangan suatu sistem informasi berbasis komputer.”

Menurut Ahmad Arifin, Fenina Adline Twince Tobing & Apriliani dalam jurnalnya (2015), mengutip dari Hendri (2012:12), “Perancangan sistem adalah proses konfigurasi dan penggambaran elemen-elemen sistem yang ingin diterapkan atau diimplementasikan sebagai kesatuan sistem yang utuh dan berfungsi setelah menganalisa sistem yang ingin dicapai.”

Berdasarkan pengertian atau definisi diatas dapat disimpulkan bahwa perancangan sistem adalah suatu proses pengembangan sistem baru dan membuat desain teknis berdasarkan spesifikasi umum dari hasil analisis sistem yang berjalan.


Tujuan Perancangan Sistem

Menurut Haerudin, Ruli Supriati dan Abdul Hakim (2013:117)3, tahap perancangan sistem mempunyai maksud atau tujuan utama, yaitu sebagai berikut :

  1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem (user).
  2. Untuk memberikan gambaran yang jeas dan menghasilkan rancangan bangun yang lengkap kepada pemrograman komputer dan ahl teknik lainnya yang terlibat dalam pembangunan atau pembuatan sistem.


Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Terdapat beberapa definisi sistem, diantaranya :

  1. Menurut Suprihadi dalam Jurnal CCIT (2013:310) sistem adalah “sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan”.
  2. Menurut Gang Liang, Wenbo He, Chun Xu. Rumor Identification in Microblogging Systems Based on Users' Behavior. In International JournalIEEE Trans On Computational Social System, Vol 2(2015:65-76) Berpendapat Bahwa, “A system is a network made up of users and their have relationship for information sharing.”(Sebuah sistem adalah jaringan yang terdiri dari pengguna dan mereka memiliki hubungan untuk berbagi informasi).
  3. Sedangkan menurut Azhar Susanto (2013) Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/ bagian/ komponen apapun baik phisik atau pun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.

Berdasarkan definisi sistem diatas penulis menyimpulkan bahwa sistem ialah sekumpulan komponen-komponen yang saling berkaitan dan bergantung serta berinteraksi untuk mencapai tujuan utama.


Karakteristik Sistem

Menurut Tata Sutabri (2012:20)7, sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  1. Komponen Sistem (Components System)
  2. Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

  3. Batasan Sistem (Boundary System)
  4. Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

  5. Lingkungan Luar Sistem(Environment System)
  6. Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem tersebut.

  7. Penghubung Sistem (Interface System)
  8. Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

  9. Masukan Sistem (Input System)
  10. Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

  11. Pengolahan Sistem (Processing System)
  12. Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistemakuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

  13. Keluaran Sistem (Output System)
  14. Hasil energi diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukanbagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsitem lain.

  15. Sasaran Sistem (Objective)dan tujuan (Goals)
  16. Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidakmemiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

Klasifikasi Sistem

Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiapkasus yang terjadi dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya (Tata Sutabri, 2012:22) :

  1. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System)
  2. Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologi, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistemakuntansi, dan sistem persediaan barang.

  3. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)
  4. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human machine system. Misalnya sistem informasi berbasis komputer.

  5. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)
  6. Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi. Sebagai contoh adalah hasil pertadingan sepak bola. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Misalnya kematian seseorang.

  7. Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System)
  8. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya campur tangan dari pihak di luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi pada kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup. Contohnya adalah sistem adat masyarakat Baduy. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Misalnya sistem musyawarah.

Syarat-syarat Sistem

Berikut merupakan syarat-syarat dari sistem menurut Putu Agus (2014), diantaranya :

  1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan.
  2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
  3. Adanya hubungan diantara elemen sistem.
  4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energy dan material) lebih penting dari elemen sistem.
  5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan.

Konsep Dasar Informasi

Definisi Informasi

  1. Menurut H. A. Rusdiana dan Moch. Irfan dalam buku Sistem Informasi Manajemen (2014:74-75) “Informasi adalah suatu data atau objek yang diproses terlebih dahulu sedemikian rupa sehingga dapat tersusun dan terklasifikasi dengan baik sehingga memiliki arti bagi penerimanya, yang selanjutnya menjadi pengetahuan bagi penerima tentang suatu hal tertentu yang membantu pengambilan keputusan secara cepat”.
  2. Maimunah, Lusyani Sunarya, & Nina Larasati dalam jurnal CCIT (2012:57) berpendapat bahwa ”Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil suatu keputusan”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil pengolahan data yang memiliki nilai tambah, makna dan berguna bagi penggunanya.

Kualitas Informasi

Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh tiga hal pokok, diantaranya yaitu (Agus Mulyanto, 2009 : 247) :

  1. Akurasi (Accuracy)
  2. Sebuah informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi tersebut menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau mengubah data-data asli tersebut.Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah :

    1. Informasi yang akurat harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian tentunya akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.
    2. Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut.
    3. Informasi harus aman dari segala gangguan (noise) dapat mengubah atau merusak akurasi informasi tersebut dengan tujuan utama.
  3. Tepat Waktu (Timeliness)
  4. Informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan berakibat fatal bagi perusahaan. Mahalnya informasi disebabkan harus cepat dan tepat informasi tersebut didapat. Hal itu disebabkan oleh kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan bantuan teknologi-teknologi terbaru. Dengan demikian diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan informasi tersebut.

  5. Relevansi (Relevancy)
  6. Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda. Misalnya, informasi mengenai kerusakan infrastruktur laboratorium komputer ditujukan kepada rektor universitas. Tetapi akan lebih relevan apabila ditujukan kepada penanggung jawab laboratorium.

Nilai Informasi

Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost). Namun, dalam kenyataannya informasi yang biaya untuk mendapatkannya tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. (Agus Mulyanto, 2009 : 247-248).

Fungsi Informasi

Fungsi informasi menurut Putu Agus (2012:9)8, adalah memberikan nilai dan pemahaman kepada pengguna. Pengguna dalam hal ini mencakup pembaca, pendengar, penonton, bergantung pada bagaimana pengguna tersebut menikmati sajian dan dalam media apa informasi tersebut disajikan.

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Ada beberapa pengertian tentang sistem informasi menurut beberapa ahli diantaranya sebagai berikut :

  1. Menurut Agus Mulyanto (Mulyanto, 2009:29), “Sistem informasi merupakan suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan.”
  2. Menurut Tata Sutabri (2012:46)7, Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari pengumpulan, pemasukan, pemrosesan data, penyimpanan, pengolahan, pengendalian dan pelaporan sehingga tercapai sebuah informasi yang mendukung pengambilan keputusan didalam suatu organisasi untuk dapat mencapai sasaran dan tujuannya”.

Komponen Sistem Informasi

Sebuah sistem informasi memiliki komponen didalamnya. Komponen-komponen ini memiliki fungsi dan tugas masing-masing yang saling berkaitan satu sama lain. Keterkaitan antar komponen ini membentuk suatu kesatuan kerja, yang menjadikan sistem informasi dapat mencapai tujuan dan fungsi yang ingin dicapai oleh pengguna dan pengembang.

Menurut Putu Agus (2014:10)8, komponen-komponen yang terdapat di dalam sistem informasi mencakup tujuh point, yaitu :

  1. Masukan (input)
  2. Sebuah informasi berasal dari data yang telah diolah dan diverifikasi sehingga akurat, bermanfaat, dan memiliki nilai. Komponen input ini berfungsi untuk menerima input (masukan) dari pengguna. Inputan yang diterima dalam bentuk data. Data ini berasal dari satu maupun beberapa sumber.

  3. Keluaran (Output)
  4. Sebuah sistem informasi akan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi. Komponen output berfungsi untuk menyajikan hasil akhir ke pengguna sistem informasi. Informasi yang disajikan ini merupakan hasil dari pengolahan data yang telah di inputkan sebelumnya.

  5. Perangkat Lunak (Software)
  6. Komponen Software (Perangkat Lunak) mencakup semua perangkat lunak yang digunakan dalam sistem informasi. Adanya komponen-komponen lunak ini akan membantu sistem informasi di dalam menjalankan tugasnya dan untuk dapat dijalurkan sebagimana mestinya. Komponen perangkat lunak ini melakukan proses pengolahan data, penyajian informasi, penghitungan data. Komponen perangkat lunak mencakup sistem operasi, aplikasi, dan driver.

  7. Perangkat Keras (Hardware)
  8. Komponen Hardware (perangkat Keras) mencakup semua perangkat keras yang digunakan secara fisik didalam sistem informasi, baik di computer server maupun dikomputer client.

  9. Basis Data (Database)
  10. Komponen basis data berfungsi untuk menyimpan semua data dan informasi ke dalam satu atau beberapa table. Setiap table memilii field masing-masing. Setiap table memiliki fungsi penyimpanan masing-masing, serta antar tabel dapat juga terjadi relasi (hubungan).

  11. Kontrol dan Prosedur
  12. Kontrol dan prosedur adalah dua buah komponen menjadi satu. Komponen kontrol berfungsi untuk mencegah terjadinya beragam gangguan dan ancaman terhadap data dan informasi yang ada di dalam sistem informasi, termasuk juga sistem informasi itu sendiri beserta fisiknya (dalam hal ini computer server). Komponen prosedur mencakup semua prosedur dan aturan yang harus dilakukan dan wajib ditaati bersama, guna mencapai tujuan yang di inginkan.

  13. Teknologi dan jaringan komputer
  14. Komponen teknologi dan jaringan computer, memegang peranan terpenting untuk sebuah sistem informasi. Komponen teknologi mengatur software, hardware, database, kontrol dan prosedur input dan output, sehingga sistem dapat berjalan dan terkendali dengan baik. Komponen jaringan computer berperan didalam menghubungkan sistem informasi dengan sebanyak mungkin pengguna, baik melalui kabel jaringan (Wired) maupun tanpa kabel (Wireles).

Konsep Dasar PHP

Definisi PHP

Betha yang dikutip Triyono, Rosiana Safitri, Taufik Gunawan dalam SENSI JOURNAL Vol 4 No 2 (2018)12, PHP merupakan secara umum dikenal sebagai bahasa pemrograman script yang membuat dokumen HTML secara on the fly yang dieksekusi diserver web, dokumen HTML yang dihasilkan dari suatu aplikasi bukan dokumen HTML yang dibuat dengan menggunakan editor teks atau editor HTML. Dikenal juga sebagai bahasa pemrograman server side.

Menurut Supono yang dikutip oleh Sri Rahayu dalam SENSI JOURNAL Vol 4 No 1 (2018)13 “PHP (Hypertext Preprocessor) adalah suatu bahasa pemrograman yang digunakan untuk menerjemahkan baris kode program menjadi kode mesin yang dapat dimengerti oleh komputer yang bersifat server-side yang dapat ditambahkan kedalam HTML”.

Keunggulan PHP

Menurut Anggaeni dan Sujatmiko (2013 : 40)14, PHP memiliki kelebihan yaitu sebagai berikut :

  1. PHP mudah dibuat dan kecepatan akses tinggi.
  2. PHP dapat berjalan dalam web server yang berbeda pula.
  3. PHP dapat berjalan disistem operasi Unix, Windows 98 dan NT, Machintosh.
  4. PHP diedarkan secara gratis.
  5. PHP juga dapat berjalan pada web server Microsoft Personal Web Server, Apache, IIS, Xitami dan sebagainya.
  6. PHP termasuk bahasa yang embeded (bisa diletakkan atau ditempel di HTML).
  7. PHP termasuk server-side programming.

Konsep Dasar Mysql

Definisi Mysql

Menurut Anggaeni, Puspita Aritias dan Bambang Sujatmiko, (2013:39)14, MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia.

Keunggulan Mysql

Menurut M. Rudyanto Arief dalam Puspita Aritias Anggaeni dan Bambang Sujatmiko (2013:39-40), MySQL memiliki keunggulan dalam penggunaannya yaitu sebagai berikut :

  1. Struktur Direktori MySQL. Software MySQL secara default akan diletakkan pada direktori C:\MySQL jika diinstall pada system operasi windows. Apabila instalasi dilakukan dengan menggunakan software PHP Triad (paket software yang menggabungkan tiga aplikasi : Apache Web Server, PHP, dan MySQL), maka software MySQL terletak dalam direktori C:\Apache\MySQL.
  2. Fleksibel. MySQL dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi desktop maupun aplikasi web. MySQL memiliki fleksibilitas terhadap teknologi yang akan digunakan sebagai pengembang aplikasi, seperti PHP, JSP, Java, Delphi, C++, maupun yang lainnya.
  3. Bersifat opensource atau gratis.
  4. Proteksi data yang handal . MySQL menyediakan mekanisme yang powerfull untuk menangani perlindungan terhadap keamanan, yaitu dengan menyediakan fasilitas manajemen user, enkripsi data, dan lain sebagainya.

TEORI KHUSUS

Konsep Dasar E-Budgetng

Definisi E-Budgetng

  1. Menurut Hendra Wijayanto (2015)15, “informasi data-data keuangan melalui teknologi guna membantu meningkatkan keterbukaan dan akuntabilitas pemerintah.”
  2. Sedangkan menurut Farhan Permaqi menjelaskan16 bahwa secara umum, Business Budget atau Budget (Anggaran) adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan (yang menimbulkan penerimaan/hak dan juga pengeluaraan/kewajiban), yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlakuk untuk jangka waktu / periode tertentu yang akan datang.
  3. Sementara menurut Dimas Rizky Gunawan(2016)17, E-Budgeting merupakan sistem informasi yang digunakan untuk penyusunan anggaran guna meningkatkan efisiensi dan efekticitas dalam proses penganggaran, sistem tersebut mampu mempersingkat waktu yang diperlukan dalam proses pembuatan anggaran karena dilakukan secara online dan dapat diakses dimana saja dan sistem ini juga berfungsi sebagai alat pengawasan kerja yang dapat memantau proses dalam penyusunan anggaran.

Unsur - unsur E-Budgeting

Menurut Farhan Permaqi (2015)16, unsur-unsur dari pada budgeting suatu perusahaan pada umumnya adalah antara lain :

  1. Rencana, penentuan terlebih dahulu tentang berbagai aktivitas yang akan dilakukan di waktu yang akan datang. Rencana tersebut memiliki spesifikasi-spesifikasi tertentu, seperti : disusun secara sistematis, mencakup seluruh kegiatan perusahaan dan dinyatakan dalam satuan moneter / uang.
  2. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan :
    1. Fungsi produksi
    2. Fungsi pembelanjaan / keuangan
    3. Fungsi administrasi
    4. Fungsi pemasaran
    5. Fungsi personalia
  3. Untuk waktu yang akan datang.
  4. Menurut Farhan Permaqi (2015), Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan budget yang terdapat pada perusahaan antara lain :

    1. Faktor – faktor Intern
      1. Penjualan tahun – tahun yang lalu.
      2. Kebijaksanaan perusahaan yag berhubungan dengan masalah harga jual syarat pembayaran barang yang dijual, pemilihan saluran distribusi dan sebagainya.
      3. Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan.
      4. Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan.
      5. Modal kerja perusahaan.
      6. Fasilitas – fasilitas perusahaan.
      7. Kebijaksanaan- kebijaksanaan perusahaan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi -fungsi perusahaan, baik dibidang pemsaran, produksi, pembelanjaan, administrasi maupun personalia.
    2. Faktor – faktor Extern
      1. Keadaan persaingan.
      2. Tingkat pertumbuhan penduduk.
      3. Tingkat penghasila masyarakat.
      4. Tingkat pendidikan masyarakat.
      5. Tingkat penyebaran penduduk.
      6. Agama, adat istiadat dan kebiasaan – kebiasaan masyarakat.
      7. Berbagai kebijaksanaan pemerintah, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya maupun keamanan.
      8. Keadaan perekonomian nasional maupun internasional, kemajuan teknologi dan sebagainya.

Konsep Dasar Balance Scorecard ( BSC)

Definisi Balance Scorecard ( BSC)

Menurut Mulyadi (2014:3), menyatakan bahwa Balanced Scorecard merupakan alat manajemen kontemporer yang didesain untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melipatgandakan kinerja keuangan luar biasa secara berkesinambungan (sustainable outstanding financial performance).

Jika mengacu dari buku yang ditulis Moeheriono (2012:90)19 mengatakan bahwa balanced scorecard terdiri dari 2 kata yaitu balanced (berimbang) dan scorecard (kartu skor). Balanced (berimbang) menunjukan bahwa kinerja perusahaan itu seimbang maksudnya dinilai dari sisi finansial dan non finansial. Scorecard atau kartu skor digunakan untuk membandingkan hasil kinerja perusahaan sebenarnya dengan skor yang hendak dicapai perusahaan. Apakah hasil kinerja sebenarnya kurang dari atau lebih dari skor yang hendak dicapai.

Berdasarkan beberapa definisi diatas penulis menyimpulkan bahwa Balanced Scorecard adalah sebuah strategi analisa yang dapat membantu perusahaan untuk sukses mencapai tujuannya dari beberapa perspektif yaitu perspektif keuangan, pelanggan/konsumen, proses internal bisnis, serta pembelajaran dan pertumbuhan.

Fungsi Balance Score Card ( BSC )

Mengacu dari buku yang ditulis Moeheriono (2012:90)20, Balanced Scorecard terdiri dari 2 kata yaitu balanced (berimbang) dan scorecard (kartu skor). Balanced (berimbang) menunjukan bahwa kinerja perusahaan itu seimbang maksudnya dinilai dari sisi finansial dan non finansial. Scorecard atau kartu skor digunakan untuk membandingkan hasil kinerja perusahaan sebenarnya dengan skor yang hendak dicapai perusahaan. Apakah hasil kinerja sebenarnya kurang dari atau lebih dari skor yang hendak dicapai. Dari pengertian 2 kata di atas maka Balanced Scorecard berfungsi untuk menilai apakah perusahaan sudah mencapai target yang ditetapkan atau belum yang dinilai dari sisi finansial dan non finansial.

Dengan demikian, Balanced Scorecard dapat menjadi alat komunikasi bagi semua orang di dalam perusahaan/organisasi, setiap orang dalam organisasi dapat mencapai rencana strategis, karyawan dapat memahami apabila rencana-strategis dinyatakan dalam bentuk pengukuran dan target serta dapat menjadikan perusahaan melaksanakan rencana strategis ke arah yang lebih baik.

Perspektif Balance Score Card ( BSC )

Perspektif Dalam Balanced Scorecard Ada 4 Perspektif dalam Balanced Scorecard yaitu (Atkinson,et al 2012:113)21 :

  1. Perspekitif Keuangan. Balanced scorecard berisi tujuan dan pengukuran yang mewakli pegukuran kesuksesan akhir penjualan pencari laba. Pengukuran kinerja keuangan seperti pendapatan operasi dan tingkat pengembalian investasi, menunjukan apakah strategi perusahaan dan penerapannya dapat meningkatkan nilai pemegang saham kinerja keuangan meningkat melalui dua pendekatan dasar: pertumbuhan pendapatan dan produktivitas.
  2. Perspektif Pelanggan. Dalam perspektif ini perhatian perusahaan harus ditujukan pada kemampuan internal untuk peningkatan kinerja produk, inovasi dan teknologi dengan memahami selera pasar. Dalam perspektif ini peran riset pasar sangat besar. Suatu produk atau jasa harus bernilai bagi pelanggan atau potensial pelanggan, artinya memberikan manfaat yang lebih besar dan apa yang dikorbankan pelanggan untuk mendapatkannya.
  3. Perspektif Proses Bisnis Internal. Dalam perspektif ini, perusahaan melakukan pengukuran terhadap semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan baik manajer maupun karyawan untuk menciptakan suatu produk yang dapat memberikan kepuasan tertentu bagi pelanggan dan juga para pemegang saham.
  4. Perspektif proses pembelajaran dan pertumbuhan, Krismiaji dan Aryani (2011:371) menjelaskan dalam Perspektif proses pembelajaran dan pertumbuhan, perusahaan melihat tiga faktor utama yaitu orang, sistem, dan prosedur organisasi, yang berperan dalam pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Konsep Dasar Unified Modeling Language

Definisi Unified Modeling Language

Menurut Padeli dkk dalam jurnal CCIT (2008)22, ”UML (Unified Modeling Language) adalah salah satu alat bantu yang sangat handal dalam bidang pengembangan sistem yang berorientasi objek”. Hal ini disebabkan karena UML menyediakan bahasa pemodelan visual yang memungkinkan pengembang sistem untuk membuat cetak baru atas visi mereka dalam bentuk yang baku. Sebagai sebuah sketsa, UML berfungsi sebagai jembatan dalam mengkomunikasikan beberapa aspek dari sistem.

Kemudian berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahawa Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah teknik permodelan menggunakan yang digambarkan kedalam bentuk visual yang biasa digunakan dalam menggambarkan sebuah rancangan sistem tertentu.

Model Unified Modeling Language

Menurut Widodo (2011:10), beberapa literature menyebutkan bahwa UML menyediakan sembilan jenis diagram, yang lain menyebutkan delapan karena ada beberapa diagram yang digabung, misalnya diagram komunikasi, diagram urutan dan diagram pewaktuan digabung menjadi diagram interaksi. Namun demikian model-model itu dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya yaitu statis atau dinamis. Jenis diagram itu antara lain :

  1. Diagram kelas (Class diagram)
  2. Bersifat statis, Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolaborasi-kolaborasi, serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada pemodelan sistem berorientasi objek. Meskipun bersifat statis, sering pula diagram kelas memuat kelas-kelas aktif.

  3. Diagram paket (Package Diagram)
  4. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan kumpulan kelas-kelas, merupakan bagian dari diagram komponen.

  5. Diagram use-case
  6. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan use-case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.

  7. Diagram interaksi dan sequence (urutan)
  8. Bersifat dinamis. Diagram urutan adalah interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam suatu waktu tertentu.

  9. Diagram komunikasi (communication diagram)
  10. Bersifat dinamis. Diagram sebagai pengganti diagram kolaborasi UML 1.4 yang menekankan organisasi struktural dari objek-objek yang menerima serta mengirim pesan.

  11. Diagram statechart (statechart diagram)
  12. Bersifat dinamis. Diagram status memperlihatkan keadaan-keadaan pada sistem, memuat status (state), transisi, kejadian serta aktivitas.

  13. Diagram aktivitas (activity diagram)
  14. Bersifat dinamis. Diagram aktivitas adalah tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan aliran dari suatu suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem. Diagram ini terutama penting dalam pemodelan fungsi-fungsi suatu sistem dan memberi tekanan pada aliran kendali antar objek.

  15. Diagram komponen (component diagram)
  16. Bersifat statis. Diagram komponen ini memperlihatkan organisasi serta kebergantungan sistem/perangkat lunak pada komponen-komponen yang telah ada sebelumnya.

  17. Diagram deployment (deployment diagram)
  18. Bersifat statis. Diagram inimemperlihatkan konfigurasi saat aplikasi dijalankan (run-time). Memuat simpul-simpul beserta komponen-komponen yang di dalamnya.

Kesembilan diagram ini tidak mutlak harus digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, semuanya dibuat sesuai kebutuhan. Pada UML dimungkinkan kita menggunakan diagram-diagram lainnya misalnya data flowdiagram, entity relationship diagram, dan sebagainya.

Tujuan Unified Modelling Language (UML)

Menurut Yasin (2012:268)24 bahwa tujuan dari UML adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan model yang telah jadi, bahasa visual yang menggambarkan sistem yang berbasis objek, agar dapat cepat dimengerti secara umum.
  2. Memberikan bahasa permodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa.
  3. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan.

Konsep Dasar Sublime Text 3

Definisi Sublime Text 3

Sublime Text 3 adalah sebuah text editor yang dapat diandalkan untuk proses edit, modify pada prses programming yang di bangung berdasarkan bahasa Python API (Bayu, 2017).

Sublime text 3 banyak popular, karna sifatnya yang open source dan juga memiliki fitur-fitur menarik sebagai pembantu penulis / programmer dalam menyelesaikan tugas mereka yang tidak kalah dengan aplikasi berbayar lainnya. Juga didukung oleh komunitas yang luas serta tersedianya lisensi dari aplikasi juga.

Beberapa fungsionalitas dari text editor ini yang popular dari editor sublime text 3 adalah sebagai berikut (Sublime HQ Pty Ltd, n.d. https://www.sublimetext.com/, 17 Oktober 2018):

  1. Go To Anything
  2. Fungsi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan navigasi untuk mencari simbol, baris atau bahasa dimanapun dengan mudah.

  3. Goto Definition
  4. Fungsi ini memudahkan pengguna untuk mencari metode-metode dan fungsi-fungsi setelah di generate otomatis oleh sublime.

  5. Multiple Selections
  6. Memungkinkan pengguna untuk memilih (select) lebih dari satu kata atau kalimat sekaligus.

  7. Command Palette
  8. Dapat membuat template dari perintah shortcut key dengan mudah.

  9. Powerful API and Package Ecosystem
  10. API python yang digunakan, telah memiliki banyak komunitas, sehingga banyak akses untuk plugin yang variatif.

  11. Customize Anything
  12. Tampilan yang menarik dengan kustomisasi tampilan.

  13. Split Editing
  14. Dapat memisahkan layar hingga beberapa bagian.

  15. Cross Platform
  16. Editor text Sublime, dapat berjalan di banyak platform seperti Mac, Windows dan Linux.

Konsep Dasar XAMPP

Definisi XAMPP

  1. Menurut Hidayatullah dan Jauhari (2014:125), XAMPP adalah sebuah tempat untuk menguji apakah sebuah aplikasi web berjalan dengan lancar atau tidak, sekaligus menjadi tempat penyimpanan yang dapat diakses melalui internet.
  2. Menurut Nugroho dalam Yunni (2014: 24), “XAMPP adalah paket program web lengkap yang dapat Anda pakai untuk belajar pemrograman web, khususnya PHP dan MySQL”.
  3. Menurut Walia dan Gill (2014:26), “XAMPP stands for Cross-Platform (X), Apache (A), MySQL (M), PHP (P), and Perl (P). It is a simple, lightweight Apache distribution that makes it extremely easy for developers to create a local web server for testing purposes”.

Konsep Dasar Elisitasi

Definisi ELisitasi

Menurut Bachtiar dan Atikah (2015:74), “Elisitasi berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi”, sedangkan definisi elisitasi menurut Sommerville, dalam Prastomo (2014:166), adalah serangkaian kegiatan komunikasi yang terdokumentasi untuk memudahkan pihak yang berkepentingan dalam mengembangkan suatu produk aplikasi baru mereka.

Tahapan Elisitasi

Terdapat 3 tahapan elisitasi menurut Bachtiar dan Atikah (2015:74), yaitu :

  1. Elisitasi Tahap I
  2. Pada tahap pertama, tabel elisitasi berisi daftar permintaan dari pihak customer dari segi fungsional sistem maupun non fungsional terhadap pembuatan atau pengembangan sistem yang akan dibuat.

  3. Elisitasi Tahap II
  4. Setelah tabel permintaan pada tahap pertama sudah tersedia, maka pada tahap ini dilakukan pengklasifikasian untuk menyeleksi mana kebutuhan sistem yang memang penting, cukup penting dan kurang penting. Di anotasikan dengan lambang MDI.

    1. Mandatory (M), yang berarti penting. Maksud penting adalah, apabila salah satu dari kebutuhan sistem ini dihilangkan, maka akan membuat fungsi utama sistem rusak / cacat.
    2. Desireable (D), yang berarti diinginkan. Maksudnya adalah, apabila kebutuhan ini dapat diwujudkan, maka tentunya akan membuat sistem semakin baik dan bagus.
    3. Inessential (I), yang berarti kurang penting. Pengklasifikasian ini dikategorikan kurang penting karna apabila dilihat dari hasil analisa, maka biaya waktu dan tenaga yang dikeluarkan/diperlukan tidak sebanding dengan manfaat yang di dapat.
  5. Elisitasi Tahap III
  6. Pada tahap ini adalah tahap pengkategorian dari sisi technical, operational dan economical (TOE). Tahap ini mengkelaskan setiap kebutuhan berdasarkan bidang pengerjaannya dimulai dari sisi teknisnya, biayanya, maupun operasionalnya.

    1. Technical (T), maksudnya adalah bagaimana penyelesaian kebutuhan tersebut dilihat dari sisi teknis.
    2. Operational (O), artinya bagaimana kebutuhan tersebut di lihat dari sisi pengoperasiannya.
    3. Economy (E), adalah sisi dimana berapa banyak biaya yang dibutuhkan dalam rangka mewujudkan kebutuhan tersebut.

      Sedangkan pengkelasan TOE dibagi lagi berdasarkan tingkat kesulitannya dimulai dari sisi high, medium dan low.

    1. High (H), berarti sukar untuk di wujudkan. Bisa dikarenakan membutuhkan skill teknis yang tinggi, maupun tehnik yang kompleks.
    2. Middle (M), artinya mampu untuk dikerjakan.
    3. Low (L), artinya mudah untuk dikerjakan
  7. Final Draft Elisitasi
  8. Adalah hasil akhir dari sekian rangkaian penyeleksian kebutuhan sistem sebagai dasar untuk proses pengerjaan sistem yang akan dilakukan.

Konsep Dasar Black Box Testing

Definisi Black Box Testing

  1. Black box testing adalah pengujian yang fokus pada fungsionalitas suatu perangkat lunak. Penguji (tester) dapat mendeklarasikan kumpulan kondisi input-an untuk proses pengetesan. Hasil yang di dapat dari suatu pengujian hanyalah proses input dan hasil output yang terlihat. (Maulani dkk, 2018:156).
  2. “Black Box adalah cara pengujian yang di lakukan dengan hanya menjalankan atau mengeksekusi unit atau model kemudian diamati apakah hasil dari unit itu sesuai dengan proses yang di inginkan.” (Arie, 2014:42).
  3. “Pengujian Black-Box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak. Dengan demikian, pengujian Black-Box memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi masukan yang menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program”. (Pressman, dalam Pratiwi, 2014:99).

Definisi Black Box Testing

Menurut Shihab dalam Mutiara (2015:22), ciri-ciri black box testing, diantaranya ialah :

  1. Pengujian Black box testing, berfokus pada kinerja fungsional system, sesuai kebutuhan dari system.
  2. Black box testing bukanlah teknik alternatif dari white box testing. Ia adalah metode pendekatan yang bersifat pelengkap, kepada error – error yang ada dengan kelas yang berbeda.

Literatur Review

Literature adalah kesusasteraan atau kepustakaan, sedangkan review adalah suatu tindakan meninjau, memeriksa kembali suatu hal yang telah dikerjakan sebelumnya sehingga dalam literature review dapat disimpulkan sebagai suatu tindakan memeriksa dan meninjau kembali suatu kepustakaan. Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai pembelian suatu barang atau penelitian lain yang berkaitan. Berikut beberapa penelitian yang berhubungan dengan sistem informasi sumber daya manusia, diantaranya :

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Mohammad Syarwani, Dedi Dharmawan, Mohammad Okki Hardian, yang berjudul “Simulasi Perencanaan Produksi Jangka Panjang Menggunakan SAP-ERP”. Pada penelitian ini mencoba mengenalkan fungsi sub-modul LTP dan berbagai fitur yang dimilikinya. Tulisan ini berusaha membuktikan kehandalan algoritma perhitungan dibalik SAP-ERP.dalam perencanaanjangka panjang dibandingkan dengan perhitungan perencanaan secara manual. Dalam penelitian ini akan dilakukan simulasi perhitungan perencanaan untuk mengetahui akurasi perhitungan menggunakan SAP-ERP sekaligus mempelajari mekanisme perencanaan menggunakan sub-modul LTP tersebut. Simulasi dalam penelitian ini difokuskan pada perencanaan kebutuhan material dan perencanaan kapasitas yang dihasilkan dari perencanaan jangka panjang tersebut.
  2. Penelitian yan dilakukan oleh Oktaviani Ari Wardhaningrum , Hendrawan Santosa Putra, Andriana, Tahun 2014 yang berjudul “Overview Implementasi Accrual-Based Budgeting pada Entitas Pemerintahan : Studi Literatur”. Dapat disimpulkan bahwa masih terdapat perdebatan mengenai manakah basis yang terbaik dalam penerapan di pemerintahan, khususnya sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Apakah basis yang sama antara akuntansi dan anggaran atau apakah basis yang berbeda yang terbaik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana implementasi accrual-based budgeting di beberapa negara, perbedaan antara accrual-based budgeting dan cash-based budgeting, kelebihan dan kekurangan accrual-based budgeting, jenis pengambilan keputusan apa yang dapat diambil dengan menggunakanaccrual-based budgeting pada entitas pemerintahan, dan bagaimana accrual-based budgeting dapat diimplementasi di entitas pemerintahan Indonesia.
  3. Penelitian yang dilakukan Farhan Permaqi, Tahun 2015, yang berjudul “E-Budgeting Dalam Keuangan Negara Dan Keuangan Daerah”. E-budgeting saat ini merupakan salah satu topik utama yang hangat dan up to date untuk diperbincangkan, setelah diterapkan di Surabaya dan DKI Jakarta serta kemungkinan nanti akan diterapkan pula di Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam hal penyusunan APBN. Begitu besar reaksi masyarakat dalam menanggapi penerapan e-budgeting tersebut dengan berbagai alasan dasar, seperti bahwa e-budgeting membuat keuangan daerah menjadi transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan bebas dari penyelewengan.
  4. Penelitian yang dilakukan Siyanbola, Trimisiu Tunji, Tahun 2013, yang berjudul “The Impact Of Budgeting And Budgetary Control On The Performance Of Manufacturing Company In Nigeria”. Penelitian ini, dampak dari penganggaran dan pengendalian anggaran terhadap kinerja perusahaan manufaktur di Nigeria, dilakukan dengan menggunakan Cadbury Nigeria Plc, sebagai studi kasus. Sejak keinginan banyak sementara sumber daya yang terbatas, setiap ORGANISASI-tion cenderung untuk menemukan cara-cara yang bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan sumber daya yang terbatas di pembuangan. Oleh karena itu, perusahaan berusaha untuk mengadopsi konsep penganggaran dan pengendalian anggaran untuk memenuhi kebutuhan mereka pada biaya serendah mungkin dan pada saat yang sama memenuhi kewajiban pelayanan mereka ke berbagai pemangku kepentingan. Kami mengadopsi desain penelitian deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. alat non-parametrik chi square digunakan untuk menganalisis data. Hipotesis diuji dan dianalisis pada tingkat signifikansi 5% dan terungkap bahwa anggaran adalah alat yang berguna yang memandu perusahaan untuk mengevaluasi apakah tujuan dan sasaran mereka aktualisasikan. Mengingat berubah environ-ment di mana perusahaan sekarang beroperasi, dapat disimpulkan bahwa anggaran, yang merupakan kegiatan manajemen terus-menerus, harus beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang dinamis.
  5. Penelitian yang dilakukan Mr. G. Srinivasan, Dr. R. Ganapathi dengan judul Impact Of Budgeting And Budgetary Control On The Performance Of Manufacturing Industry In India, Pada tahun 2014. Penelitian ini, dampak dari penganggaran dan pengendalian anggaran terhadap kinerja manufaktur Industri India dilakukan dengan menggunakan Borosil Kaca bekerja Ltd sebagai studi kasus. Sejak keinginan banyak sementara sumber daya yang terbatas, setiap organisasi cenderung untuk menemukan cara-cara yang bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan sumber daya yang terbatas di pembuangan. Oleh karena itu, perusahaan berusaha untuk mengadopsi konsep penganggaran dan pengendalian anggaran untuk memenuhi kebutuhan mereka setidaknya mungkin biaya dan pada saat yang sama memenuhi kewajiban pelayanan mereka ke berbagai pemangku kepentingan. Kami mengadopsi desain penelitian deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. Nonparametrik alat chi square digunakan untuk menganalisis data. Hipotesis diuji dan dianalisis pada 5% tingkat signifikansi dan terungkap bahwa anggaran adalah alat yang berguna yang memandu perusahaan untuk mengevaluasi apakah mereka tujuan dan sasaran yang diaktualisasikan. Mengingat perubahan lingkungan di mana perusahaan sekarang beroperasi, bisa menyimpulkan bahwa anggaran, yang merupakan kegiatan manajemen terus menerus, harus beradaptasi dengan perubahan dalam dinamika lingkungan bisnis.
  6. Penelitian yang dilakukan oleh Samar Alamri, Noura Almutiri, Hanaa Ballahmar, dan Aasim Zafar pada tahun 2016, yang berjudul “ Strategic Information System Planning : A Case Study of a Service Delivery Company”. Strategic Information System Planning (SISP) is a critical task that enables organizations to establish crucial IT tools and align a company’s strategic plan with reliable IT solutions with the aim of attaining the objectives and goals of the company. At present, improved strategic information planning is one of the vital issues that face current information systems. Thus, the planning of strategic information technology solutions plays a critical role that contributes to the business and success of an organization. This paper offers an overview of Strategic Information Systems Planning (SISP) in an IT service company of KSA. The paper reviews a case study of the Saudi Telecommunications Company (STC). STC applies SISP strategies to increase its internationall operations, increase customer satisfaction and help the company to offer its convergence solutions to all centres across the globe. The paper briefly describes the role and importance of SISP, the primary phases and success factors, a service company, the service delivery process in the company, the role of SISP in enhancing a service delivery model in the IT services company and a conclusion.
  7. Penelitian yang dilakukan Hugo Rego, Armando B. Mendes, dan Helia Guerra dari Universidade dos Acores dan Camara Municipal da Lagoa pada tahun 2015 yang berjudul “A Decision Support System for Municipal Budget Plan Decision” this paper describe a Decision Support System to provide indicators to support budget plan decision, in a local government organization, the municipality, using the UML notation, the development of a MySQL relational database, algorithms for data collection using PHP, and forecasting models using R functions, such as exponential smoothing, classical decomposition with linear trend, and ARIMA models, users have access to predictions made by different models for several indicators, being suggested to use the models with closest to zero errors. From teh analysis performed considering 12 years data, it is conclude that for most successful. However, for some indicators, it was found that the two error measures used are not consistent. In these cases, the final decisions is left to the decision-maker, taking advantage of his domain knowledge.
  8. Penelitian yang dilakukan oleh Bens Pardamean dari Bina Nusantara Univeristy dalam bentuk Jurnal Ilmiah pada tahun 2014 yang berjudul “Information System Model of A Model Work-Plan Budget” as a form of accountability in carrying out its duties, function, and authority, a government agency must prepare a budget and work plan. The budgeting process in many government agencies utilitize manual processes with various documents, resulting in long processing time, numerous errors, and difficulty in data searching. Furthermore, the lack of data integration interferes with the need to meet requirements, standards, and budget-planning deadlines. The research methods were conducted trough field observations, interviews, and models based on literature review. The proposed model was designed with the UML, class diagram, use-case diagram, sequence diagram, and activity diagram. The results is an information system model of work -plan budget that can succesfully support the management performance of a government agency in performance-based budgeting. This system model is both integrated and computerized to accomodate the requirements and support for the agency’s internal management performance.
  9. Penelitian yang dilakukan oleh Purwohandoko dan Sanaji dari Departemen of Management State University of Surabaya, Indonesia dalam bentuk jurnal ilmiah pada tahun 2015 yang berjudul “The Succesful Implementation of E-Budgeting In Public University: A Study at Individual Level” : The study aims at investigating the relationship of organizational support, supervisor support, and user prior experience on the implementation of successful e-budgeting, that mediated perceived ease of use (PeoU) and perceive usefulness (PU) of ATM. A survey from the users of e-budgeting indicated that supervisor support gave the most contribution on the success of the program. Finally, user satisfaction, user commitment, and user performance were positively influence by PeoU and PU.
  10. Penelitian yang dilakukan oleh Abd Rahman Taufik, Ali Djamhuri, Erwin Saraswati dari Brawijaya University, yang berjudul “Performance Measurement Using Balanced Scorecard (BSC) (Study at Hospitals in Pasuruan)” pada tahun 2018 : Balanced scorecard (BSC) is a performance measurement method which is applied to private organizations to balance between financial and nonfinancial aspects. However, in this case, the financial measure of BSC application to non-profit public sector organizations is very different from private organizations. This study aims at measuring the performance of hospitals in Pasuruan based on four BSC perspectives (financial perspective, customer perspective, internal business process perspective, and learning and growth perspective). This study was conducted at the hospital using secondary data in the form of financial reports and non-financial reports. The object of this research was the hospitals in Pasuruan. The results showed that the performance of the three hospitals in Pasuruan in using BCS gauge is good. This reflects that the three hospitals in Pasuruan always strive to realize the achievement of vision, mission, and goals as one of the optimal public health services in Pasuruan and surrounding areas.



BAB III
ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Gambaran Umum Perusahaan

Sejarah Singkat Perusahaan

Sinar Property Group adalah perusahaan yang bergerak di bidang Property Agent yang saat ini berdomisili di wilayah Tangerang. Beranjak dari pengalaman di bidang property sejak tahun 2008 dan akhirnya meresmikan diri menjadi Perseroan Terbatas (PT) di tahun 2014. Sampai dengan saat ini tim SPG sudah berpengalaman memasarkan lebih dari 50 perumahan baik perumahan dengan fasilitas subsidi (FLPP) maupun perumahan komersil dan cluster eksklusif.

Berbekal pengalaman membantu masyarakat luas khususnya di wilayah sekitar Jabodetabek yang ingin berinvestasi di dunia property maupun yang mencari rumah untuk tempat tinggal. Sinar Property Group menyediakan layanan konsultasi pembelian rumah secara gratis tanpa dipungut biaya, layanan survey lokasi perumahan baik perorangan maupun kolektif perusahaan, serta layanan pengurusan persyaratan pengajuan KPR Bank. Dan pada akhirnya berharap agar masyarakat Indonesia bisa hidup lebih sejahtera, diawali dengan bisa memiliki asset property yaitu rumah milik sendiri.

Visi dan Misi Perusahaan

Visi

Meningkatkan kinerja perusahaan dalam membangun property dengan memperhatikan keseimbangan sumber daya disekitarnya. Serta menjadi agen Properti yang terdepan dalam segala aspek manajemen yang berkualitas dan berintegritas serta mampu bersaing bersama dalam menghadapi era globalisasi.

Misi

  1. Mengembangkan kualitas pelayanan terbaik dalam aspek memasarkan properti yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  2. Berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan bisnis properti di Tanah Air.
  3. Menjadi wadah komunikasi untuk menghasilkan tenaga marketing profesional guna memenuhi kebutuhan para pengembang.
  4. Sinar Property Group akan terus memperhatikan kebutuhan serta pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan kualitas kenyamanan masyarakat.

Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan susunan tingkatan manajemen yang berada pada organisasi mulai dari top sampai dengan lower manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Gambar dibawah ini merupakan susunan struktur organisasi PT Sinar Property Group.

Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT Sinar Property Group.


Tugas Dan Tanggung Jawab

Berikut adalah wewenang serta tanggung jawab bagian-bagian yang terkait pada PT Sinar Property Group, yaitu sebagai berikut :

  1. General Manager :
  2. Wewenang :

    1. Memutuskan dan menentukan peraturan dan kebijakan tertinggi perusahaan
    2. Merencanakan serta mengembangkan sumber-sumber pendapatan dan pembelanjaan kekayaan perusahaan
    3. Bertindak sebagai perwakilan perusahaan dalam hubungannya dengan dunia luar perusahaan
    4. Menetapkan strategi-strategi stategis untuk mencapakai visi dan misi perusahaan
    5. Mengkoordinasikan dan mengawasi semua kegiatan di perusahaan, mulai bidang administrasi, kepegawaian hingga pengadaan barang.
    6. Mengangkat dan memberhentikan karyawan perusahaan

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab dalam memimpin dan menjalankan perusahaan
    2. Bertanggung jawab atas kerugian yang dihadapi perusahaan termasuk juga keuntungan perusahaan


  3. Manager Keuangan :
  4. Wewenang :

    1. Manajer Keuangan bekerja sama dengan manajer lain, bertugas merencanakan dan meramalkan beberapa aspek dalam perusahaan termasuk perpencanaan umum keuangan perusahaan
    2. Manajer keuangan bertugas mengambil keputusan penting investasi dan berbagai pembiayaan serta semua hal yang terkait dengan keputusan tersebut
    3. Manajer keuangan bertugas dalam menjalankan dan mengoperasikan roda kehidupan perusahaan seefisien mungkin dengan menjalin kerja sama dengan manajer lainnya
    4. Manajer keuangan bertugas sebagai penghubung antara perusahaan dengan pasar keuangan sehingga bisa mendapatkan dana dan memperdagangkan surat berharga perusahaan
    5. Secara ringkas dari empat tugas utama manager keuangan di atas dapat kita simpulkan bahwa tugas utama manager keuangan berhubungan dengan keputusan investasi dan pembiayaan perusahaan yang berpengaruh terhadap laju pertumbuhan perusahaan.

    Tanggung Jawab :

    1. Mengambil keputusan yang berkaitan dengan pembelanjaan
    2. Mengambil keputusan yang berkaitan dengan deviden
    3. Merencanakan, mengatur dan mengontrol perencaaan, laporan dan pembiayaan perusahaan
    4. Merencanakan, mengatur dan mengontrol arus kas perusahaan
    5. Merencanakan, mengatur dan mengontrol anggaran perusahaan
    6. Merencanakan, mengatur dan mengontrol pengembangan sistem dan prosedur keuangan perusahaan
    7. Merencanakan, mengatur dan mengontrol analisis keuangan
    8. Merencanakan, mengatur dan mengontrol untuk memaksimalkan nilai perusahaan


  5. Manager Marketing :
  6. Wewenang :

    1. Menetapkan tujuan dan sasaran jalannya operasional perusahaan dan strategi penjualan kepada konsumen.
    2. Membuat analisa terhadap pangsa pasar dan menentukan strategi penjualan terhadap konsumen atau pelanggan.
    3. Menganalisis laporan yang dibuat oleh staff penjualan dan staff promosi.
    4. Mengoptimalkan kerja staff penjualan dan promosi dibawah wewenangnya untuk mencapai tujuan perusahaan.
    5. Memberikan pelayanan yang prima kepada setiap konsumen atau pelanggan.

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab terhadap Manager Umum.
    2. Bertanggung jawab terhadap strategi pemasaran yang telah disusun.
    3. Bertanggung jawab atas efisiensi dan efektivitas kerja di Departemen Marketing.
    4. Bertanggung jawab dalam membina hubungan baik dengan konsumen.
    5. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas-tugasnya kepada General Manager.
    6. Bertanggung jawab atas konsistensi pelaksanaan prosedur yang berlaku di Bagian Marketing dan melakukan analisa atas efisiensi prosedur tersebut.
    7. Bertanggung jawab atas kedisiplinan kerja bawahan sesuai dengan ketentuan perusahaan yang berlaku.


  7. Human Resource Development :
  8. Wewenang :

    1. Menyusun, merencanakan, mengawasi dan mengevaluasi anggaran biaya kegiatan secara efektif dan efisien serta bertanggung jawab terhadap setiap pengeluaran hasil kegiatan.
    2. Melaksanakan seleksi, promosi, transfering, demosi terhadap karyawan yang dianggap perlu.
    3. Melaksanakan kegiatan-kegiatan pembinaan, pelatihan dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pengembangan mental, keterampilan dan pengetahuan karyawan sesuain dengan standard perusahaan.

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab di dalam pengelolaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia, yaitu dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan sumber daya manusia, termasuk pengembangan kualitasnya dengan berpedoman pada kebijaksanaan dan prosedur yang berlaku di perusahaan.
    2. Bertanggung jawab terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan government & industrial serta mempunyai kewajiban memelihara dan menjaga citra perusahaan.
    3. Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang berhubungan dengan rekapitulasi absensi karyawan,perhitungan gaji, tunjangan dan bonus.


  9. Manager Support :
  10. Wewenang :

    1. Menerima, memprioritaskan dan menyelesaikan permintaan bantuan untuk penunjang bisnis, dan pengembangan project.
    2. Instalasi, perawatan dan penyediaan dukungan harian baik untuk hardware & software, peralatan termasuk printer, scanner, hard-drives external, dll.
    3. Mengatur penawaran harga barang dan tanda terima dengan supplier untuk kebutuhan project.

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab atas keperluan, dan tugas yang diberikan kepada staff dibawahnya.


  11. Staff Penjualan :
  12. Wewenang :

    1. Mengkoordinir penjualan agar memenuhi target
    2. Menyusun rencana penjualan.
    3. Mengikuti dan menganalisa perkembangan pasar.
    4. Menganalisa laporan penjualan dan mengadakan evaluasi.
    5. Memberikan saran dalam rangka peningkatan penjualan.

    Tanggung Jawab :

    1. Memberikan kebijakan-kebijakan atas rencana penjualan.</il


  13. Staff Promosi :
  14. Wewenang :

    1. Menerima dan memahami setiap keluhan pelanggan
    2. Membuat rencana “costumer visit” dan “costumer call” untuk periode tertentu
    3. Menetapkan cara mempromosikan barang ke pelanggan

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab atas kegiatan promosi.


  15. Product Development :
  16. Wewenang :

    1. Menerima, dan melaksanakan terhadap pembangunan maupun pengembangan sebuah project.
    2. Mengkoordinir project pembangunan, dan menyusun rencana pembangunan.
    3. Meningkatkan kualitas product, dan membuat inovasi design baru.

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab terhadap kualitas rumah yang dijual.
    2. Bertanggung jawab menganalisa pasar dan bahan baku yang akan digunakan.
    3. Bertanggung jawab untuk mengetahui selera pasar.


  17. IT Support :
  18. Wewenang :

    1. Menerima, memprioritaskan dan menyelesaikan permintaan bantuan IT.
    2. Membeli hardware IT, software dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut.
    3. Instalasi, perawatan dan penyediaan dukungan harian baik untuk hardware & software Windows & Macintosh, peralatan termasuk printer, scanner, hard-drives external, dll.
    4. Korespondensi dengan penyedia jasa eksternal termasuk Internet Service Provider, penyedia jasa Email, hardware, dan software supplier, dll.
    5. Menyediakan data / informasi yang dibutuhkan untuk pembuatan laporan department regular.

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab atas keperluan yang berkaitan dengan IT, sesuai dengan job desk yang diberikan perusahaan.
    2. Bertanggung jawab atas pemeliharaan alat – alat seperti komputer, pengkabelan jaringan internet dan lainnya.

    Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

    Prosedur Sistem Yang Berjalan

    Prosedur Pengajuan Budgeting

    Prosedur sistem pengajuan budgeting yang berjalan saat ini pada PT. Sinar Property Group, sebagai berikut :

    1. Product Development mengajukan rencana anggaran proyek yang telah disusun.
    2. Keuangan menerima rencana anggaran tersebut.
    3. Jika sudah akan dikumpulkan rencana anggaran tersebut untuk diberikan kepada General Manager.
    4. General Manager bersama management mengadakan rapat rencana anggaran.
    5. Jika diterima General Manager, rencana anggaran tersebut akan di ACC bersama.
    6. Jika ditolak akan dibahas rencana anggaran yang baru.
    7. Apabila disetujui akan mendapat Persetujuan/ACC.

Contributors

Angga Nurcahyanto