SI1511489695: Perbedaan revisi

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari
[revisi tidak terperiksa][revisi terperiksa]
(3 revisi antara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 752: Baris 752:
  
 
===<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: left;">'''Konsep Dasar Data'''</div>===
 
===<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: left;">'''Konsep Dasar Data'''</div>===
====<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: left;">'''Definis Data'''</div>====
+
====<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: left;">'''Definisi Data'''</div>====
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in;">
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in;">
Baris 761: Baris 761:
 
<p style="line-height:2">Menurut Suprihadi dkk dalam Jurnal CCIT Vol.6 No.3 (2013:310)<ref name="Suprihadi">Suprihadi, Rini Kartika Hudiono dan Lina Sinatra Wijaya. 2013. Rancang Bangun Sistem Jejaring Klaster Berbasis Web Menggunakan Metode Model Controller. Tangerang:Jurnal CCIT. Vol.6 No.3:308-331.</ref>
 
<p style="line-height:2">Menurut Suprihadi dkk dalam Jurnal CCIT Vol.6 No.3 (2013:310)<ref name="Suprihadi">Suprihadi, Rini Kartika Hudiono dan Lina Sinatra Wijaya. 2013. Rancang Bangun Sistem Jejaring Klaster Berbasis Web Menggunakan Metode Model Controller. Tangerang:Jurnal CCIT. Vol.6 No.3:308-331.</ref>
 
, “Data adalah sekumpulan keterangan atau bukti mengenai suatu kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri-sendiri, belum diorganisasikan, dan belum diolah”.</p></div>
 
, “Data adalah sekumpulan keterangan atau bukti mengenai suatu kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri-sendiri, belum diorganisasikan, dan belum diolah”.</p></div>
 +
 +
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in;">
 +
<p style="line-height:2">Sri Rahayu, dkk dalam Jurnal CCIT (2015:54)<ref name="rahayu">Rahayu, Sri., Muhamad Yusup dan Sinta Puspita Dewi. 2015. Perancangan Aplikasi Absensi Peserta Bimbingan Belajar Berbasis Web dengan menggunakan Framework YII. Jurnal CCIT. Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja. Vol.9 No.1- September 2015. ISSN: 1978-8282.</ref> “Data adalah kumpulan data yang teintegrasi dan diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dimanipulasi, diambil, dan dicari secara cepat”.</p></div>
  
 
===<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: left;">'''Konsep Dasar Informasi'''</div>===
 
===<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman'; text-align: left;">'''Konsep Dasar Informasi'''</div>===
Baris 859: Baris 862:
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in;">
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in;">
<p style="line-height:2">Menurut Bella dalam Giandari Maulani (2018:430)<ref name="Maulan">Maulan, Giandari, Kartika Chandra Buana Sejati . 2018. Sistem Informasi Pendaftaran dan Monitoring Pelayanan Jasa dam PPAT Rosita Yuwanasari,SH,M.Kn.</ref>
+
<p style="line-height:2">Giandari, dkk dalam Jurnal CCIT (2018:157) <ref name="Maulan">Maulani, Giandari, Devi Septiani dan Putri Noer Fauziyah Sahara. 2018. Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory Fasilitas Maintance pada PT. PLN (Persero) Tangerang. Jurnal CCIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Vol.4 No.2 – Agustus 2018. ISSN : 2356-5195.</ref>
 
, “Informasi merupakan bahan pokok dalam pemberitaan. informasi bukan hanya fakta ataupun kenyataan, melainkan lebih luas lagi mengenai proses dan penggunaan informasi itu sendiri”.
 
, “Informasi merupakan bahan pokok dalam pemberitaan. informasi bukan hanya fakta ataupun kenyataan, melainkan lebih luas lagi mengenai proses dan penggunaan informasi itu sendiri”.
 
</p></div>
 
</p></div>
Baris 994: Baris 997:
 
<p style="line-height:2">Definisi UML (Unified Modeling Language) menurut Rosa dan Shalahuddin yang dikutip oleh Rachmat Agusli, dkk dalam Jurnal SISFOTEK GLOBAL (2017:22)<ref name="Agusli">Agusli, Rachmat, Sutarman dan Suhendri. 2017. Sistem Pakar Identifikasi Tipe Kepribadian Karyawan Menggunakan Metode Certainty Factor. Tangerang: Jurnal SISFOTEK GLOBAL Vol.7 No.1..</ref>
 
<p style="line-height:2">Definisi UML (Unified Modeling Language) menurut Rosa dan Shalahuddin yang dikutip oleh Rachmat Agusli, dkk dalam Jurnal SISFOTEK GLOBAL (2017:22)<ref name="Agusli">Agusli, Rachmat, Sutarman dan Suhendri. 2017. Sistem Pakar Identifikasi Tipe Kepribadian Karyawan Menggunakan Metode Certainty Factor. Tangerang: Jurnal SISFOTEK GLOBAL Vol.7 No.1..</ref>
 
  adalah “Bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung”.</p></div>
 
  adalah “Bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung”.</p></div>
 +
 +
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in;">
 +
<p style="line-height:2">Menurut Yusuf dkk. dalam jurnal CCIT Vol.8 No.2 (2015:29)<ref name="ary">Ary Budi Warsito, Muhamad Yusup, Moh. Iqbal Awi Makaram. 2015. “Perancangan Sis+ Menggunakan Metode Yii Framework Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Tangerang: STMIK Raharja. Jurnal CCIT Vol.8 No.2 – Januari 2015. ISSN : 1978 – 8282. Hal. 24-33.</ref> “UML (Unified Modelling Language) adalah himpunan struktur dan teknik untuk permodelan desain program berorientasi objek (OOP) serta aplikasinya. UML adalah metodologi untuk mengembangkan sistem OOP dan seperangkat tool untuk mendukung pengembangan sistem tersebut”.</p></div>
  
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in;">
 
<div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: justify;text-indent: 0.5in;">

Revisi per 13 September 2019 14.05


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN

POIN PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA

BERBASIS WEBSITE PADA

SMK YP KARYA 1

TANGERANG




Disusun Oleh :

NIM : 1511489695
NAMA : Nova Sania




 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN

POIN PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA

BERBASIS WEBSITE PADA

SMK YP KARYA 1

TANGERANG



Disusun Oleh :

NIM : 1511489695
Nama : Nova Sania
Fakultas : Sains dan Teknologi
Program Pendidikan : Strata 1
Program Studi : Sistem Informasi
Konsentrasi : Sistem Informasi Manajemen


Disahkan Oleh :

Tangerang, 15 Juli 2019

Rektor         Ketua Program Studi
Universitas Raharja         Program Studi Sistem Informasi
           
           
           
           
(Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si)         (Euis Sitinur Aisyah, M.Kom.)
NIP : 000603         NIP : 060003


 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN

POIN PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA

BERBASIS WEBSITE PADA

SMK YP KARYA 1

TANGERANG

Dibuat Oleh :

NIM
: 1511489695
Nama


Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen



Disetujui Oleh :

Tangerang, 15 Juli 2019

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
( Haryanto, S.kom.,M.M)
   
(Harfizar, M.kom)
NID : 16018
   
NID : 15028




LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN

POIN PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA

BERBASIS WEBSITE PADA

SMK YP KARYA 1

TANGERANG


Disusun Oleh :


NIM
: 1511489695
Nama


Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen


Tahun Akademik 2018/2019

Disetujui Penguji :

Tangerang, 15 Juli 2019

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :__________
 
NID :__________
 
NID :__________



LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN

POIN PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA

BERBASIS WEBSITE PADA

SMK YP KARYA 1

TANGERANG

Disusun Oleh :

NIM : 1511489695
Nama : Nova Sania
Fakultas : Sains dan Teknologi
Program Pendidikan : Strata 1
Program Studi : Sistem Informasi
Konsentrasi : Sistem Informasi Manajemen


Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Universitas Raharja maupun di Universitas lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 19 Juli 2019
Nova Sania
NIM. 1511489695


)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;



ABSTRAKSI

Pada saat ini penggunaan media internet menciptakan suasana sekolah yang tertib dan disiplin sangatlah penting, oleh karena itu perlu adanya sebuah peraturan tatatertib yang akan mengatur pola tingkah laku siswa di sekolah. Namun seiring berkembangnya pola tingkah laku siswa, pelanggaran terhadap peraturan tatatertib sekolahpun sering terjadi khususnya di SMK Yp Karya 1 Tangerang. Sebagai guru yang bertugas memberikan pelayanan dan bimbingan konseling kepada siswa, sudah menjadi tanggungjawab guru budi pekerti untuk memberikan pembinaan terhadap siswa yang bermasalah. Belum banyak sekolah yang menyadari pentingnyapemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sehingga proses pencatatan poin pelanggaran, pembinaan sampai pemberian sanksi terhadap siswa yang melanggar tata tertib masih dilakukan dengan sistem yang manual. Hal tersebut mengakibatkan guru budi pekerti membutuhkan waktu yang cukup lama dalam hal penanganan siswa yang bermasalah sehingga hasil penanganannyapun sering tidak valid. Dengan menggunakan metodologi penelitian berupa analisis SWOT, maka diharapkan perancangan sistem informasi tersebut dapat mempermudah dan mempercepat proses pencatatan poin pelanggaran, pembinaan, sampai pemberian sanksi kepada siswa yang melanggar tata tertib, serta penyampaian informasi kepada orangtua atau wali murid mengenai perilaku siswa akan lebih cepat. Selain itu, kepala sekolah juga dapat mengetahui laporan kedisiplinan siswa kelas dan jurusannya.

Kata Kunci : Perancangan Sistem Informasi, Pencatatan, Poin Pelanggaran


ABSTRACT

At present the use of internet media creates an orderly and disciplined school atmosphere that is very important, therefore there is a need for a regulation that will regulate students' behavior patterns in schools. However, along with the development of students' behavior patterns, violations of the school's rules of regulation often occur especially in Yp Karya 1 Tangerang. As a teacher in charge of providing services and counseling to students, it has become the responsibility of character teachers to provide guidance to students who have problems. Not many schools are aware of the importance of the use of information and communication technology so that the process of recording violation points, fostering sanctions against students who violate discipline is still done with a manual system. This resulted in the character teacher needing a considerable amount of time in handling problematic students so that the handling results were often invalid. By using a research methodology in the form of a SWOT analysis, it is expected that the design of the information system can simplify and accelerate the process of recording violation points, guidance, and giving sanctions to students who violate the order, and delivering information to parents or guardians about student behavior faster. In addition, the principal can also find out the discilpinary reports of class students and majors.

Keywords: Designing Information Systems, Recording, Violation Points



KATA PENGANTAR

Allhamdulillah puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi dengan judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN POIN PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA BERBASIS WEBSITE PADA SMK YP KARYA 1 TANGERANG ”.

Tujuan penulisan Laporan Skripsi sebagai syarat menyelesaikan Program Pendidikan Strata 1 Program Studi Sistem Informasi pada Universitas Raharja.

Penulis menyadari bahwa skripsi tanpa adanya bimbingan dan dorongan dari banyak pihak penulis tidak akan dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktuya. Pada kesempatan ini pula penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

  1. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si. selaku Rektor Universitas Raharja.
  2. Bapak Dr. Henderi, S.Kom., M.Kom. selaku Dekan Fakultas Universitas Raharja.
  3. Bapak Padeli, M.Kom. selaku Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Raharja
  4. Ibu Euis Sitinur Aisyah, M.Kom. selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi.
  5. Bapak Haryanto S.Kom.,M.M sebagai Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis sehingga Skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
  6. Bapak Harfizar M.Kom sebagai Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan masukan dan motivasi kepada penulis.
  7. Ibu Mariam selaku Stakeholder di SMK YP Karya 1 Tangerang yang telah memberikan kontribusi besar di dalam lancarnya proses penelitian skrispi ini.
  8. Bapak dan Ibu Dosen serta Staff Universitas Raharja yang telah ememberikan bekal ilmu pengetahuan dan motivasi kepada penulis.
  9. Keluarga tercinta yang telah memberikan doa, dukungan moril maupun materl sehingga Skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
  10. Teman – teman seperjuangan yang selalu ada dan memberikan semnagat.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun, penulis harapkan sebagai pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Semoga Laporan ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Tangerang, 15 Juli 2019
Nova Sania
NIM. 1511489695

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Siklus Informasi

Gambar 2.2. XAMPP

Gambar 3.1. Struktur Organisasi SMK YP Karya 1 Tangerang

Gambar 3.2. Kategori Poin Pelanggaran

Gambar 3.3. Use Case Diagram Yang Berjalan

Gambar 3.4. Activity Diagram Pencatatan Yang Berjalan

Gambar 3.5. Sequence Diagram Laporan Yang Berjalan

Gambar 3.6. Buku besar atau Pelanggaran

Gambar 3.7. Buku Pencatatan Pelanggaran Siswa

Gambar 4.1. Use Case Diagram Yang Diusulkan

Gambar 4.2. Activity Diagram Sistem Yang diusulkan

Gambar 4.3. Activity Diagram Sistem Yang diusulkan

Gambar 4.4. Sequence Diagram yang Diusulkan

Gambar 4.5. Sequence Diagram yang Diusulkan

Gambar 4.6. Class Diagram Yang Diusulkan

Gambar 4.7. Tampilan Program Halaman Login

Gambar 4.8. Tampilan Program Menu Dashboard

Gambar 4.9. Tampilan Program Menu Kategori Detil Pelanggaran

Gambar 4.10. Tampilan Program Halaman Poin Pelanggaran Siswa

Gambar 4.11. Tampilan Program Input Poin Pelanggaran Siswa



DAFTAR TABEL


DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL FLOWCHART


DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM


DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM


DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM


DAFTAR SIMBOL CLASS DIAGRAM


Daftar isi


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pendidikan merupakan peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia yang sangat berpengaruh dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Disertai lembaga pendidikan yaitu sekolah yang merupakan lembaga pendidikan formal tempat dimana para anak menggali potensi diri dan mendapatkan ilmu yang berguna di masa depan. Semakin tinggi pendidikan kualitas seseorang maka akan semakin banyak mengetahui wawasan dan pengetahuannya. Dalam sekolah terdapat peran guru merupakan seseorang yang sangat penting dalam dunia pendidikan dan mempunyai pengaruh besar dalam lembaga sekolah menjadi pendidik yang profesional yang sangat berpengaruh dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Peranan guru di sekolah sangat penting dapat menjadikan kepribadian para siswa yang lebih baik dan memberi ilmu pendidikan untuk siswa agar bermanfaat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi Oleh karena itu dengan adanya pendidikan sekolah diharapkan para siswa agar dapat meningkatkan kualitas siswa yang sangat penting dikembangkan secara terus menerus serta menggali potensi diri agar para siswa membentuk dan membina kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma- norma yang berlaku dalam masyarakat dan menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari. Dalam upaya mengoptimalkan kepribadian peserta didik, maka sekolah diperlukan menanamkan tata tertib terhadap siswa dapat berfungsi sebagai pedoman bagi siswa dilingkungan sekolah dalam setiap perilakunya. Salah satu seiring berkembangnya pola pikir dan perilaku siswa khususnya SMK YP Karya 1 Tangerang merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan sebagai lanjutan dari sekolah menengah pertama. Dalam hal kegiatan sekolah khususnya SMK YP Karya 1 adanya para siswa yang melanggar aturan dan tata tertib sekolah. Adapun pelanggaran-pelanggaran yang biasa dijumpai di sekolah pada umumnya cukup beragam yaitu diantaranya datang terlambat, tidak mengerjakan tugas rumah (PR), tidak mengikuti upacara, membolos, merokok, berkelahi, serta tindakan kriminal yaitu membawa atau memakai atau mengedarkan miras dan narkoba serta masih banyak pelanggaran-pelanggaran lainnya. Tentu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab guru, yaitu khususnya guru budi pekerti (BP) untuk memberikan arahan pembinaan serta sanksi yang sudah tercantum bagi para siswa yang melanggar. Sistem komputerisasi merupakan penunjang keputusan dalam aktivitas pekerjaan yang menghemat waktu dan mempermudah dalam proses pengolahan data mengurangi adanya kesalahan.

Namun saat ini di beberapa sekolah khususnya SMK YP Karya 1 Tangerang, terkait pencatatan pelanggaran tata tertib masih menggunakan secara manual yaitu pencatatan setiap pelanggaran siswa dalam sebuah buku besar yang mengakibatkan proses penindaklanjutan sering terlambat serta terjadi kerusakan dokumen tertukar dan pencarian data yang memakan waktu, sehingga sering terjadi kesalahan dalam pencatatan merekapitulasi dan sistem saat ini apakah mempermudah dalam pencatatan pelanggaram tata tertib serta akurat dan mempersingkat waktu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian SMK YP Karya 1 dengan menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan penelitian survei yaitu melakukan wawancara dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara akurat. Dalam rangka untuk membantu kinerja guru BP dalam menangani para siswa bermasalah penerapan metode komputerisasi merupakan cara yang dapat diterapkan untuk menghasilkan sistem kerja yang efisien dan serta mengurangi kendala dalam sistem pencatatan poin pelanggaran tata tertib. Dengan kemajuan teknologi saat ini serta pengembangan sistem informasi yang lebih akurat dan mempermudah yaitu mengenai sistem pemberian saksi pada siswa yang melanggar. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka untuk penulisan skripsi yang akan dilakukan, Penulis memilih dengan judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN POIN PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA BERBASIS WEBSITE PADA SMK YP KARYA 1 TANGERANG”

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan pada pembahasan sebelumnya, maka dirumuskan 3 (tiga) pokok permasalahan sebagai berikut:

  1. Bagaimana sistem pemberian sanksi pada siswa yang melanggar tata tertib pada SMK YP Karya 1 Tangerang
  2. Bagaimana rancangan pencatatan poin pelanggaran tata tertib pada SMK YP Karya 1 Tangerang
  3. Apakah sistem yang berjalan saat ini sudah mampu menciptakan pencatatan poin pelanggaran tata tertib bagi siswa yang cepat dan akurat

Ruang Lingkup

Agar dalam pembahasan lebih jelas dan terarah dalam ruang lingkup yang akan dibahas dalam masalah ini adalah mengenai sistem informasi pencatatan poin pelanggaran berbasis web pada SMK YP Karya 1 sebagai metode guru BP dan dimulai dengan pencatatan yang masih manual serta untuk mendukung proses pencatatan poin pelanggaran tata tertib yang mendukung proses secara online dalam pelaksanaan.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang didapat dalam penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui bagaimana sistem pencatatan poin pelanggaran tata tertib yang berjalan saat ini pada SMK YP Karya 1.
  2. Untuk mengetahui kendala dan mengurangi resiko sistem pencatatan poin pelanggaran tata tertib yang efisien.
  3. Memberikan hasil analisa pada SMK YP Karya 1 yang berupa masukan positif serta langkah apa saja yang ditingkatkan terhadap ssitem yang dikaji lebih baik

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang didapat dalam penelitian ini adalah:

  1. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan
  2. Dapat memberikan implementasi untuk meningkatkan kinerja pada SMK YP Karya 1 yang efesien
  3. Memberikan solusi pada SMK YP Karya 1 yang cepat dan akurat

Metode Penelitian

penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian deskriptif, Merupakan permasalah yang signifikan secara jelas berdasarkan penyajian dan pengumpulan data-data, menganalisa kejelasan permasalahan.

Metode Pengumpulan Data

Guna dalam membantu dalam penyusunan skripsi maka menggunakan beberapa metode pengumpulan data untuk mendapatkan data yang akurat dan jelas secara rinci, sehingga dapat diperoleh keakuratan suatu hasil seperti yang diharapkan.

  1. Observasi

    Adalah peneliti melakukan kegiatan dengan cara mengamati kinerja secara langsung yaitu objek-objek penelitian yang ditemukan di lapangan serta mengumpulkan data dan mencatat gejala-gejala yang ditemukan sebagai acuan yang berkenan untuk topik penelitian.

  2. Wawancara

    Adalah peneliti mengumpulkan data dengan cara mengadakan pertanyaan secara langsung bertatap muka antara pewawancara dengan orang yang terlibat di wawancara dalam keterkaitan objek yang sedang diteliti untuk mendapatkan penjelasan informasi yang sangat lebih jelas serta memperkuat data yang diperoleh pada SMK YP Karya 1.

  3. Studi Pustaka

    Adalah metode memperoleh informasi berdasarkan membaca berbagai buku-buku atau sumber (literature) yang ada pada setiap daftar pustaka, meliputi bahan yang di dapat dan mempelajari yang terkait objek yang akan diteliti

Metode Analisis Sistem

Metode analisa dilakukan setelah proses pengumpulan data, selanjutnya data akan diolah dan dianalisis agar mendapat hasil akhir yang bermanfaat bagi yang bersangkutan. Maka langkah yang selanjutnya pada penelitian ini penulis menggunakan metode analisa SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada sistem pencatatan poin pelanggaran yang sedang berjalan pada SMK YP Karya 1. Dengan melakukan metode analisa SWOT peneliti dapat mengevaluasi seberapa besar potensi perkembangan komputerisasi yang dimiliki oleh SMK YP Karya 1 untuk menerapkan sistem yang akan dirancang.

Metode Perancangan

Untuk perancangan sistem yang akan diusulkan penulis menggunakan alat bantu UML (Unified Modeling Language) untuk visualisasi, diagram yang digunakan diantaranya adalah Use Case Diagram, Sequence Diagram, Activity Diagram dan lain-lain

Metode Pengujian

Pengujian adalah sebuah proses eksekusi program guna mencari dan menemukan kesalahan (error) sebelum digunakan oleh pengguna akhir (end-user) salah satu metode pengujian yang digunakan adalah metode Black Box Testing

Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah dalam membaca dan pemahaman, maka penulis dikelompokan laporan skripsi ini menjadi beberapa bab yang secara ringkas dapat dijabarkan dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I   PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis menguraikan latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup, maksud dan tujuan penelitian, dengan metode penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II   LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan dari beberapa landasan teori baik berupa definisi sistem klasifikasi pengertian analisis, informasi dan teori – teori yang mendukung dan sesuai dengan judul ini yang dikutip dari buku, jurnal, skripsi dan internet serta berisi literature review.

BAB III   ANALISA SISTEM BERJALAN

Bab ini membahas analisa dan perancangan sistem baru yang lebih sistematis yang akan dijelaskan dalam bentuk Unified Modelling Language (UML) yang diusulkan dengan menggunakan (Use Case Diagram, Activity Diagram, Class Diagram, Sequence Diagram dan State Diagram ), spesifikasi hardware dan software, rancangan basis data dan tampilan layer.

BAB IV   RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Bab ini berisi tentang kesimpulan yang didapat selama penulisan laporan skripsi dan berisi saran-saran dan dapat penulis ambil dari bab-bab yang telah dibahas.

BAB V   PENUTUP

Pada bab ini berisikan beberapa kesimpulan dari hasil penelitian serta saran yang diberikan agar penelitian ini dapat dikembangkan dan diperbaiki dikemudian hari oleh para peneliti lainnya.


BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Menurut Ageng dkk dalam Jurnal CCIT (2015:134-146)[1] , “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran atau tujuan tertentu.

Menurut Mulyadi yang dikutip oleh Halomoando Ezra, Siti Ragil Handayani, Dwiatmanto (2017:68)[2] , “Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.

Menurut Harfizar, H., & Albar, F. M. Dalam jurnal Cerita Vol.3 No.2 (2017:228)[3] . “Sistem adalah sekelompok elemen yang saling terhubung dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai suatu ujua tertentu yang telah ditetapkan”.

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan penulis bahwa sistem adalah sekumpulan elemen-elemen yang saling berhubungan erat dan berkerjasama untuk membangun sebuah jaringan prosedur suatu objek yang mencapai tujuan tertentu.

Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai ciri-ciri karakteristik yang terdapat pada sekumpulan elemen yang harus dipahami dalam mengidentifikasikan pembuatan sistem. Adapun karakteristik menurut (Hutahaean, 2015:3)[4] , adalah sebagai berikut:

  1. Komponen (Components)

    Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk membentuk suatu kesatuan. Komponen sistem dapat bekerja sub sistem atau bagian-bagian dari sistem.

  2. Batasan Sistem (Boundary)

    Daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luar dinamakan dengan batasan sistem. Batasan sistem ini memungkinkan sistem dipandang sebagai satu kesatuan dan juga menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.

  3. Lingkungan Luar Sistem (Evinronment)

    Apapun yang berada di luar batas dari sistem dan mempengaruhi sistem tersebut dinamakan dengan lingkungan luar sistem. Lingkungan luar yang bersifat menguntungkan wajib dipilihara dan yang merugikan harus dikendalikan agar tidak mengganggu kelangsungan sistem.

  4. Penghubung Sistem (interface)

    Media penghubung diperlukan untuk mengalirkan sumber-sumber daya dari sub sistem ke sub sistem lainnya dinamakan dengan penghubung sistem.

  5. Masukan Sistem (input)

    Energi yang dimasukkan ke dalam sistem dinamakan dengan masukan sistem (input) dapat berupa perawatan dan masukan sinyal. Perawatan ini berfungsi agar sistem dapat beroperasi dan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk menghasilkan keluaran (output).

  6. Keluaran Sistem (output)

    Hasil dari energi yang telah diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dinamakan dengan keluaran sistem (output). Informasi merupakan contoh keluaran sistem.

  7. PengolahAN Sistem (Process)

    Untuk mengolah masukan menjadi keluaran diperlukan suatu pengolah yang dinamakan dengan pengolah sistem.

  8. Sasaran Sistem (Objective)

    Sistem pasti memiliki tujuan atau sasaran yang sangat menentukan input yang dibutuhkan oleh sistem dan keluaran yang dihasilkan.

Klasifikasi Sistem

Menurut Ruhul Amin (2017) mengutip dari Mustakini (2005:6)[5] , Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologis, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi, dan lain sebgainya.
  2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine sistem atau ada yang menyebut dengan man-machine sistem. Sistem informasi merupakan contoh machine sistem, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
  3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu dan sistem tak tentu (probabilitas sistem). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti. Sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem interaksi yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksikan karena mengandung unsur probabilitas.
  4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (close system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed sistem (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.


Konsep Dasar Data

Definisi Data

Menurut Mia Andini dkk dalam Jurnal Sains dan Informatika Vol. 1 No. 2 (2015:48)[6] , “Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang atau sifat”.

Menurut Suprihadi dkk dalam Jurnal CCIT Vol.6 No.3 (2013:310)[7] , “Data adalah sekumpulan keterangan atau bukti mengenai suatu kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri-sendiri, belum diorganisasikan, dan belum diolah”.

Sri Rahayu, dkk dalam Jurnal CCIT (2015:54)[8] “Data adalah kumpulan data yang teintegrasi dan diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dimanipulasi, diambil, dan dicari secara cepat”.

Konsep Dasar Informasi

Definisi Informasi

Menurut Harfizar dalam jurnalnya (2017) mengutip Tohari Hamim (2014:7)[3] , “Informasi adalah data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga memiliki arti yang lebih bermanfaat bagi penggunanya”.

Menurut Ageng Setiani Rafika dalam jurnalnya (2018) mengutip dari Hutahean (2015:2)[1] . “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya.”

Menurut Nur Azizah, Astriyani, dan Ningsih dalam Jurnal Cerita Vol.1 No.1 (2015:64-73)[9] , “Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penggunanya, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber infomasi”.

kesimpulan bahwa definisi informasi adalah “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”.

Kualitas Informasi

Sebuah informasi yang berkualitas adalah informasi yang secara umum bisa dikatakan memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pengguna, sedangkan secara umum pengguna membutuhkan sebuah informasi yang lengkap, saat dibuthkan selalu ada, tepat waktu dan lain-lain tergantung dari personalnya.

Menurut Delone Mc Lean dalam penelitian Eko (2016:2)[10] , “Kualitas Informasi harus didukung dengan indikator-indikator berikut” :

  1. Completeness. Suatu Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat dikatakan berkualitas jika informasi yang dihasilkan lengkap.
  2. Relevance. Kualitas Informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut mempunyai manfaat bagi penggunanya.
  3. Accurate. Informasi yang dihasilkan oleh sistem harus akurat karena sangat berguna bagi pengguna dalam hal pengambilan keputusan.
  4. Timeliness. Informasi yang datang kepada penerima tidak boleh
  5. terlambat.
  6. Format. Maksudnya agar memudahkan pengguna untuk memahami informasi yang disediakan oleh sistem informasi mencerminkan kualitas informasi yang baik.

Nilai Informasi

Menurut Jogiyanto, H.M. dalam Boyke (2014:20)[11] , “Suatu informasi dikatakan bernilai bila informasi lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya”. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi hal ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya.

Informasi dalam konteks sistem informasi akan menjadi bernilai, semakin formal, dan ideal apabila didasarkan pada sepuluh sifat menurut Burch dan Strater dalam Sri Ati dkk, (2014: 6) berikut :

  1. Mudah diakses (Accesibility): sifat ini menunjukkan mudah dan cepatnya diperoleh keluaran informasi.
  2. Luas dan lengkapnya (Comprehensiveness): sifat ini menunjukkan lengkapnya suatu informasi. Hal ini tidak berarti mengenai volumenya, tetapi juga mengenai output informasinya.
  3. Ketelitian (Accuracy): berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan pengeluaran informasi.
  4. Kecocokan (Appropriateness): sifat ini menunjukkan seberapa jauh keluaran infromasi berhubungan dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus berhubungan dengan masalah.
  5. Ketepatan waktu (Timeliness): berhubungan dengan waktu yang dilalui dan yang lebih pendek pada saat diperolehnya informasi.
  6. Kejelasan (Clarify): atribut ini menunjukkan tingkat keluaran informasi dan bebas dari istilah-istilah yang sulit dipahami.
  7. Keluwesan (Flexibility): sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi.
  8. Dapat dibuktikan (Veriflability): atribut ini menunjukkan kemampuan beberapa pengguna informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
  9. Tidak ada prasangka (Freedom from bias): sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
  10. Dapat diukur (Quantifiable): sifat ini menunjukkan hakikat informasi yang dihasilkan pada sistem informasi formal.

Jenis-jenis Informasi

Menurut Lusyani Sunarya dkk. (2015:80) dalam Jurnal CCIT Vol.9 No.1[12] , Informasi dalam manajemen diklasifikasikan berdasarkan aspek-aspek, yang diantaranya adalah :

  1. Informasi berdasarkan persyaratan. Suatu Informasi harus memenuhi persyaratan sebagaimana dibutuhkan oleh manajer dalam rangka pengambilan keputusan yang harus segera dilakukan.
  2. Informasi berdasarkan dimensi waktu dibagi menjadi dua, yaitu :
    1. Informasi masa lalu.

      Informasi jenis ini adalah mengenai peristiwa lampau yang meskipun jarang dipergunakan, namun dalam penyimpanan pada data storage perlu disusun secara rapi dan teratur.

    2. Informasi Masa Kini

      Dari istilahnya sendiri adalah jelas bahwa makna dari informasi masa kini ialah informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi sekarang.

Siklus Informasi

Menurut Hutahaen (2014:10-11)[13] , “Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan model proses yang tertentu. Misalkan suhu dalam fahrenheit diubah ke celcius”. Dalam hal ini digunakan model matematik berupa rumus konversi dari derajat Fahrenheit menjadi satuan derajat celcius. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, kemudian penerima menerima informasi tersebut, yang berarti menghasilkan keputusan dan melakukan tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya yang disebut dengan siklus informasi (information cycle). Siklus ini juga disebut dengan siklus pengolahan data (data processing cycles).

Gambar 2.1 Siklus Informasi


Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Giandari, dkk dalam Jurnal CCIT (2018:157) [14] , “Informasi merupakan bahan pokok dalam pemberitaan. informasi bukan hanya fakta ataupun kenyataan, melainkan lebih luas lagi mengenai proses dan penggunaan informasi itu sendiri”.

Menurut Elisabet Yunaeti Anggraeni dan Rita Irviani (2017:12)[15] , “secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Komponen Sistem Informasi

Menurut Hutahaean (2015:13-14)[4] , Sistem informasi terdiri dari beberapa komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block) yaitu :

  1. Blok masukan (input blok)

    Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.

  2. Blok model (model block)

    Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan metode matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang sudah diinginkan

  3. Blok keluaran (output block)

    Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem

  4. Blok teknologi (technology block)

    Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian din secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari unsur utama :

    1. Teknisi (human ware atau brainware)
    2. Perangkat lunak (software)
    3. Perangkat keras (hardware)
  5. Blok basis data (database block)

    Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

  6. Blok kendali (control block)

    Banyak faktor yang dapat merusak sistem informasi, misalnya bencana alam, api, temperatur tinggi, air, debu, kecurangan-kecurangan, kejanggalan sistem itu sendiri, kesalahan-kesalahan ketidak efisienan, sabotase dan sebagainya. Beberapa pengendalian pedu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.

Konsep Dasar Perancangan Sistem

Menurut Maimunah, dkk (2017:38)[16] menjelaskan bahwa, “Perancangan sistem informasi adalah setiap rancangan harus memenuhi kebutuhan penggunanya dan dapat berfungsi dengan baik, fungsi timbul sebagai akibat dari adanya kebutuhan manusia dalam usaha untuk mempertahankan serta mengembangkan hidup dan kehidupannya di alam semesta ini”.

Selain itu menurut Verzello dan John Reuter III dalam Puput Puspito dkk (2016:63)[17] , “Perancangan sistem adalah tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem, pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi (menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk)”. Dari ketiga definisi tersebut peneliti dapat berkesimpulan bahwa perancangan sistem adalah membuat/mengembangkan sebuah sistem yang dapat mengatasi masalah pada sistem terdahulu yang telah di analisis sebelumnya.

Konsep Dasar Analisa

Definisi Analisa Sistem

Menurut Sri Mulyani (2016:38)[18] , “Suatu teknik penelitian terhadap sebuah sistem dengan menguraikan komponen-komponen pada sistem tersebut dengan tujuan untuk mempelajari komponen itu sendiri serta keterkaitannya dengan komponen lain yang membentuk sistem sehingga didapat sebuah keputusan atau kesimpulan mengenai sistem tersebut baik itu kelemahan ataupun kelebihan sistem”.

Tahap Analisis Sistem

Tahapan analisis sistem termasuk kedalam tahapan yang penting, karna hasil pada tahapan ini, dapat mempengaruhi kinerja atau hasil dari tahap selanjutnya. Menurut Jogiyanto dalam Susilowati (2017:17), langkah-langkah dasar dalam menganalisis sistem yaitu:

  1. Identify, mengindentifikasi masalah
  2. Understand, memahami alur sistem yang di analisa.
  3. Analyze, menganalisis sistem.
  4. Report, membuat laporan akhir dari hasil sistem yang di analisa

Prinsip-prinsip Analisa Sistem

Menurut Tyoso J (2016:18)[19] , “analisis sistem memiliki contoh yang baik dari pendekatan sistem yang bertujuan untuk memecahkan masalah”. Prinsip-prinsip analisis sistem yaitu untuk:

  1. Mengidentifikasi masalah, masalah yang akan dipecahkan dengan sistem yang diatur berkenaan dengan lingkungan tempat sistem berinteraksi.
  2. Menyatakan sasaran sistem, tujuan umum dan khususnya ingin dicapai yang berkaitan dengan keefektifannya ditetapkan dan diumumkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam sistem.
  3. Menetapkan batasan sistem, pembatas antara sistem yang baru dengan lingkungannya harus terperinci. Hubungan sistem (interface) yang berkaitan dengan masukan dan keluaran harus ditegaskan.
  4. Menetapkan kendala sistem, kendala yang dihadapi pada sistem dan pengembangannya, seperti biaya dan jangka waktu untuk pengembangan sistem harus dipastikan.
  5. Dekomposisi sistem, sistem dipecahkan ke dalam sub sistem yang saling berkaitan dan berhubungan dengan lingkungannya. Hubungan antara sub sistem ditentukan sehingga seorang analis mampu melihat sistem dengan terperinci. Sub sistem yang berada pada tingkat bahwa yang nantinya dirancang dan menjadi bagian sistem yang ditetapkan

Teori Khusus

Konsep Dasar Pencatatan

Definisi Pencatatan

Menurut Masswetu (2018)[20] , “Pencatatan adalah kegiatan atau proses pengdokumentasian suatu aktifitas dalam bentuk tulisan. Pencatatan dilakukan diatas kertas, disket, pita nam, pita film. Bentuk catatan dapat berupa tulisan, grafik, gambar dan suara. Selanjutnya untuk melengkapi pencatatan setiap kegiatan diakhiri dengan pembuatan laporan”.

Konsep Dasar Pelanggaran

Definisi Pelanggaran

Menurut Apriyani (2015:2)[21] , “Sistem poin merupakan pemberian sejumlah poin kepada siswa yang melanggar tata tertib. Jumlah poin yang diberikan berbeda-beda sesuai jenis pelanggaran yang dilakukan dengan range poin antara dua sampai 100 poin”.

Konsep Dasar Siswa

Definisi Siswa

Menurut Nata (dalam Aly) dikutip oleh Anita Dewi Susanti, dkk, dalam Jurnal Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia (2017:3.5)[22] ”Siswa diartikan sebagai orang yang menghendaki untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kepribadian baik sebagai bekal hidupnya agar bahagia dunia dan akhirat dengan belajar sungguh-sungguh.

Menurut Abdur Rochman dalam Jurnal SISFOTEK GLOBAL (2018:52)[23] , menjelaskan bahwa “Siswa atau peserta didik adalah mereka yang secara khusus diserahkan oleh kedua orang tuanya untuk mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah,, dengan tujuan untuk menjadi manusia yang berilmu pengetahuan, berketerampilan, berpengalaman, berkepribadian, berakhlak mulia dan mandiri”.

Konsep Dasar Unified Modeling Language (UML)

Definisi Unified Modeling Language (UML)

Definisi UML (Unified Modeling Language) menurut Rosa dan Shalahuddin yang dikutip oleh Rachmat Agusli, dkk dalam Jurnal SISFOTEK GLOBAL (2017:22)[24] adalah “Bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung”.

Menurut Yusuf dkk. dalam jurnal CCIT Vol.8 No.2 (2015:29)[25] “UML (Unified Modelling Language) adalah himpunan struktur dan teknik untuk permodelan desain program berorientasi objek (OOP) serta aplikasinya. UML adalah metodologi untuk mengembangkan sistem OOP dan seperangkat tool untuk mendukung pengembangan sistem tersebut”.

Menurut Fergus. U. Onu dkk dalam International Journal of Computer Applications Technology and Research (2016:506)[26] , “A UML is a standard modeling Language to model the real world in the field of software engineering. A UML diagram is a partial graphical view of a model of a system under design, implementation, or already in existence. UML diagram is made up of graphical elements, UML nodes connected with edges (flows) that represent elements system model. The UML model of the system might also contain other documentation such as use cases written as texts”.

Jenis-Jenis UML (Unified Model Language)

Berikut ini dijelaskan jenis-jenis UML (Unified Model Language) oleh Tri Hartati dalam jurnal Teknik dan Ilmu Komputer (2017:185)[27] , CSF (Critical success Factor) memiliki tipe dan sumber sebagai berikut :

  1. Use Case Diagram

    Use Case Diagram atau diagram use case merupakan gambar dari beberapa atau seluruh aktor dengan tujuan mengenali interaksi mereka dalam suatu sistem.

  2. Activity Diagram
    Diagram aktivitas atau Activity Diagram menggambarkan workflow (alur kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.

  3. Class Diagram
    Diagram kelas atau Class Diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi.

    1. Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas.
    2. Atribut mendeskripsikan properti dengan sebaris teks didalam kotak kelas tersebut.
    3. Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.
    Diagram kelas mendeskripsikan jenis-jenis objek dalam sistem dan berbagai hubungan dengan statis yang terdapat diantara mereka. Diagram kelas juga menunjukan properti dan operasi sebuah kelas dan batasan-batasan yang terdapat dalam hubungan-hubungan objek tersebut. Diagram kelas menggambarkan struktur dan deskripsi kelas, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti contaiment, pewaris, asosiasi dan lain-lain.

  4. Sequence Diagram

    Sequence Diagram atau diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada Use Case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambar diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang di intansiasi menjadi objek itu.

Konsep Dasar Website

Definisi Website

Menurut Ika Zufria dan M. Hasan Azhari (2017:52)[28] , "Website merupakan sebuah komponen yang terdiri dari teks, gambar, suara animasi sehingga menjadi media informasi yang menarik untuk dikunjungi oleh orang lain maka dari makna itu, bisa kita pahami bahwa definisi website secara sederhana adalah informasi apa saja yang bisa diakses dengan menggunakan koneksi jaringan internet”.

Definisi website menurut Wiga Ariyani, dkk dalam "International Journal of Science and Research" (USR) (2015:380)[29] adalah “Website is a location on the internet which presents a collection of information with respect to the profile of the site owner”. (Website adalah lokasi di internet yang menyajikan kumpulan informasi berkenaan dengan profil pemilik situs)”.

Jenis-jenis Website

Menurut Arief yang dikutip oleh Untung Rahardja, dkk dalam Jurnal CCIT (2015:249)[30] , ditinjau dari aspek content atau isi, web dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu web statis dan web dinamis. Selain dari sisi content atau isi, web statis dan web dinamis dapat dilihat dari aspek teknologi yang digunakan untuk membuat jenis web tersebut. Adapun jenis-jenis web:

  1. Web statis adalah web yang isinya atau content tidak berubah-ubah. Maksudnya adalah isi dari dokumen web tersebut tidak dapat diubah secara cepat dan mudah. Ini karena teknologi yang digunakan untuk membuat dokumen web ini tidak memungkinkan dilakukan perubahan isi atau data. Teknologi yang digunakan untuk web statis adalah jenis client side scripting seperti HTML, Cascading Style Sheet (CSS). Perubahan isi atau data halaman web statis hanya dapat dilakukan dengan cara mengubah langsung isinya pada file mentah web tersebut.
  2. Web dinamis adalah jenis web yang content atau isinya dapat berubah-ubah setiap saat. Web yang banyak menampilkan animasi flash belum tentu termasuk web dinamis karena dinamis atau berubah-ubah isinya tidak sama dengan animasi. Untuk melakukan perubahan data, user cukup mengubahnya langsung secara online di internet melalui halaman control panel atau administrasi yang biasanya telah disediakan untuk user administrator sepanjang user tersebut memiliki hak akses yang sesuai.

Konsep Dasar MySql

Definisi MySql

Menurut Loka Diartara dalam Nur dkk (2017:57)[31] , “MySQL merupakan database yang dapat menyimpan berbagai informasi dengan membaginya berdasarkan kategori-kategori tertentu. Dimana informasi-informasi tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya. MySQL bersifat RDBMS (Relational Database Management System) yang memungkinkan seorang admin dapat menyimpan banyak informasi ke dalam tabel-tabel, dimana table tersebut saling berkaitan satu sama lain. Keuntungan RDBMS sendiri adalah kita dapat memecah database kedalam tabel-tabel yang berbeda. Setiap tabel memiliki informasi yang berkaitan dengan tabel lainnya. Pasangan yang cocok dengan PHP. Wajar jika banyak hosting saat ini mendukung adanya PHP dan MySQL karena kecepatan, gratis, dan dapat dijalankan di sistem operasi manapun.

Menurut Rosa A.S dan M. Shalahudin dalam Puput Puspito dkk (2016:64)[17] , “MySQL adalah bahasa yang digunakan untuk mengelola data pada RDBMS (Relational Database Management System).” SQL tidak terbatas hanya untuk mengambil data (Query), tetapi juga dapat digunakan untuk membuat tabel, menghapus tabel, menambahkan data ke tabel, menghapus data pada tabel, mengganti data pada tabel, serta operasi lainnya. MySQL merupakan aplikasi untuk mengelola database atau manajemen data.

Dari pengertian diatas, peneliti berkesimpulan bahwa yang dimaksud dengan MySQL adalah sebuah database yang sifatnya RDBMS (Relational Database Management System) yang berisi tabel-tabel yang saling berhubungan. MySQL ini gratis dan dapat dijalankan diberbagai jenis sistem operasi.

Konsep Dasar XAMPP

Definisi XAMPP

Menurut Santoso, Radna Nurmalina dalam Jurnal Integrasi Vol.9 No.1 (2017:86)[32] , “Xampp merupakan alat bantu yang menyediakan paket perangkat lunak ke dalam satu buah paket”.

Menurut Wahana Komputer dalam Jurnal Sisfotek Global Vol.6 No.1 (2016:7) , “XAMPP adalah salah satu pake instalasi Apache, PHP, dan MySQL secara instan yang dapat digunakan untuk membantu proses instalasi instan.”

Gambar 2.2 XAMPP


Konsep Dasar PHP

Definisi PHP

Menurut Nugroho Dalam Jurnal Sains dan Informatika Vol.1 No.2 (2015:49)[33] , “PHP adalah bahasa pemogramannya, dalam membuat website ataupun aplikasi berbasis web, bukan hanya kode PHP saja yang kita dibutuhkan, tapi kita juga akan menggunakan kode HTML (Hyper Text Markup Language) form. Selain itu kita juga akan butuh CSS (Cascading Style Sheets) sebagai kode pemanis web, juga bisa jadi pengganti HTML. dalam membuat web, kita pasti akan menggunakan kode HTML dan PHP”.

Menurut Agus Saputra dan Feni Agustin dalam Puput Puspito dkk (2016:64)[17] , “PHP (Hypertext Preprocessor) adalah suatu bahasa pemrograman yang difungsikan untuk membangun suatu website yang dinamis”.

Jadi, PHP ini adalah sebuah bahasa pemrograman yang berguna untuk membuat sebuah website yang dinamis. PHP ini merupakan open source yang dapat dipakai dihampir semua web server yang ada

Konsep Dasar SWOT

Definisi SWOT

Susilawati dan Muhammad Harun (2017 :113)[34] , menjelaskan bahwa “analisis SWOT adalah untuk mendapatkan informasi dari analisis situasi dan memisahkan dalam pokok permasalahan internal (kekuatan dan kelemahan) dan pokok persoalan eksternal (peluang dan ancaman). Analisis SWOT tersebut akan menjelaskan apakah informasi tersebut berindikasi sesuatu yang akan membantu sebuah organisasi mencapai tujuannya atau memberikan indikasi bahwa terdapat rintangan yang harus dihadapi atau diminimalkan untuk memenuhi pemasukan yang diinginkan.”

Sedangkan Hermuningsi, dkk (2016 :148) , “Analisis SWOT adalah analisa kondisi internal maupun eksternal suatu organisasi yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi dan program kerja. Analisis internal meliputi penilaian terhadap faktor kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness). Sementara analisis eksternal meliputi faktor peluang (Opportunity) dan tantangan (Threaths).”

Konsep Dasar Black Box Testing

Definisi Black Box Testing

Menurut Rizky dalam Puput Puspito dkk (2016:64)[17] , “Testing adalah sebuah proses yang disebut sebagai siklus hidup dan merupakan bagian dari proses rekayasa perangkat lunak secara terintegrasi demi memastikan kualitas dari perangkat lunak serta memenuhi kebutuhan teknis yang telah disepakati dari awal”.

Black box testing ditunjukan untuk berusaha menemukan kesalahan dalam beberapa kategori yaitu :

Menurut Shihab dalam Mutiara (2015:22)[35] , “Black Box Testing merupakan pengujian yang berfokus pada spesifikasi fungsional dari perangkat lunak. Tester dapat mendefinisikan kumpulan kondisi input dan melakukan pengetesan pada spesifikasi fungsional program”.

Ciri-ciri Black Box Testing

Selanjutnya Shihab[35], mengemukakan ciri-ciri Black box testing, yaitu :

Pada black box testing terdapat jenis teknik desain tes yang dapat dipilih berdasarkan tipe testing yang digunakan, diantaranya sebagai berikut :

Konsep Dasar Elisitasi

Dalam penelitian Dade Bachtiar dan Atikah yang berjudul “Sistem Informasi Dashboard Kependudukan di Kelurahan Manis Jaya Kota Tangerang” pada JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol. 5 No.1 ( 2015:71 )[36] Elisitas berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.” Elisitasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu sebagai berikut :

  1. Elisitasi Tahap I

    Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

  2. Elisitasi Tahap II

    Merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

    1. “M” pada MDI itu artinya Mandatory (penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.
    2. “D” pada MDI itu artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembuatan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.
    3. “I” pada MDI itu artinya inessential. Maksudnya bahw requirement tersebut bukanlah bagian dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.
  3. Elisitasi Tahap III

    Merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

    1. T artinya Technical, maksudnya bagaimana tata cara/teknik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.
    2. O artinya Operational, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan. artinya Economy, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem.
    3. E artinya Economy, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem.
  4. Final Draft Elisitasi

    Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Konsep dasar Literature Review

Menurut Hasibuan dalam Jurnal CCIT Vol. 8 No. 3 (2015:138) Literatur review berisi tentang uraian teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Uraian dalam literature review ini diarahkan untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas tentang pemecahan masalah yang diuraikan sebelumnya pada rumusan masalah.

Literatur Review

Berikut adalah penelitian yang telah dilakukan dan memiliki korelasi yang searah dengan penelitian yang akan dibahas, yaitu :

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Chevin Rifan Pratama dan Lauw Li Hin (2018) [37] Penelitian ini membahas mengenai “Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Poin Pelanggaran Pada SMP NEGERI 3 TANGERANG dengan Metodologi Berbasis Obyek”. Dalam penulisan penelitian ini, penulis melakukan peneltian bagaimana proses pelanggaran dan poin yang diberikan kepada siswa siswinya karena SMP NEGERI 3 TANGERANG merupakan sekolah ternama yang berada di pusat kota Ciledug yang berada di Jalan Raden Fatah no 52 Sudimara Barat. Sekolah tersebut memiliki Permasalahan yang ada yaitu kesuliatan dalam menentukan besarnya poin siswa dalam setiap melaukan pelanggaran, terjadinya kesalahan dalam pencatatan poin siswa yang melanggar, salah dalam perhitungan poin siswa dan tidak tersedianya database untuk menyimpannya. Pada penelitian ini,penulis menggunakan metode wawancara, kepustakaan, observasi dan membangun sistem menggunakan metode waterfall. Penulis juga menggunakan metode perancangan berbasis object oriented seperti UMl (Unified Modeling Language). Untuk perancangan sistem yang akan di buat digunakan relasi table dan ERD (Entity Relationship Diagram). Dalam sistem yang akan dibuat, penulis menggunakan Visual Studio sebagai sistem dan MySql Font sebagai tempat penyimpanan data, hasil penelitian yang di laukan oleh penulis di harapkan dapat membantu sekolah SMP NEGERI 3 TANGERANG dapat mendidik siswa siswinya lebih baik lagi.
  2. Penelitian yang dijalankan oleh Erdi Risnandar (2015)[38] . Penelitian ini membahas mengenai “Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Monitoring Kegiatan Mahasiswa Berbasis Web dan Android Client”. Dalam penelitian ini aplikasi dikembangkan dengan menggunakan metode prototipe, dengan proses pengembangan perangkat lunak mencakup kegiatan analisa kebutuhan desain, implementasi, dan pengujian. Pengujian aplikasi dilakukan dengan simulasi kepada setiap perwakilan lembaga kemahasiswaan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang untuk mengakses sistem informasi monitoring kegiatan mahasiswa yang kemudian dilanjut dengan mengisi kuesioner. Simpulan yang diperoleh adalah aplikasi dapat terimplementasi dengan baik untuk dijadikan sebagai aplikasi pendukung dalam pelaporan kegiatan dan anggaran, sehingga dapat mempermudah pengontrolan dan monitoring kegiatan mahasiswa. Peneliti menyarankan bahwa aplikasi sistem informasi monitoring kegiatan mahasiswa dapat dikembangkan lebih kompleks baik fitur dari android dan web, sehingga aplikasi dapat menyajikan informasi monitoring secara lengkap.
  3. Penelitian yang dilakukan oleh Dwianto Nova Nugroho[21] pada tahun 2014 dari Universitas Muria Kudus yang berjudul “Sistem Informasi Perhitungan Point Pelanggaran dan Pemberian Sanksi Pada Siswa SMK PGRI 1 Mejobo Kudus Berbasis Web dan SMS Gateway”. Penelitian ini bertujuan untuk untuk merancang dan membangun suatu Perhitungan Poin Pelanggaran dan Pemberian Sanksi Pada Siswa SMK PGRI 1 Mejobo Kudus melalui sms guna memudahkan guru BK atau penanggungjawab dalam mengelola data siswa yang melakukan pelanggaran. Konsep yang diterapkan dalam tahap perancangan sistem tersebut adalah dengan menggunakan metode Rekayasa perangkat lunak. Sedangkan bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP.
  4. Penelitian yang dilakukan oleh Apriyani[9] pada tahun 2015 dari Universitas Negeri Yogyakarta yang berjudul “Pengembangan Dan Analisis Kualitas Sistem Pengelolaan Poin Pelanggaran Tata Tertib Siswa Berbasis Web Di SMK Muhammadiyah 1 Bantul”. Penelitian ini termasuk kedalam jenis Research and Development (R&D), sistem dikembangkan dengan model pengembangan Waterfall dan analisis kualitas sistem menggunakan beberapa instrumen penelitian sesuai dengan standar ISO 9126. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan sistem pengelolaan poin pelanggaran tata tertib siswa berbasis web yang sesuai dengan kebutuhan di SMK Muhammadiyah 1 Bantul dan mengetahui kualitas sistem pengelolaan poin pelanggaran tata tertib siswa berbasis web di SMK Muhammadiyah 1 Bantul berdasarkan standar ISO 9126.
  5. Penelitian yang dijalankan oleh Bekti Marga Ningsih dan Chr. Argo Widiharto (2014)[39] Penelitian ini membahas mengenai “Peningkatan Informasi Kedisipllinan Siswa dengan Media Film”. Tujuan penelitian ini adalah untuk: untuk mengetahui untuk mengetahui efektif tidaknya layanan informasi media film terhadap peningkatan disiplin siswa yang mampu menunjang di SMA Negeri I Pulokulon, melakukan metodologi dengan populasi sampel dan sampling dan metode-metode skala psikologis Syarifudin Azwar (2005:3-4).
  6. Penelitian yang dijalankan Patmi Kasih dan Yuni Lestari (2015)[40] . Penelitian ini mengenai “Aplikasi Penghitung Point Pelanggaran Siswa Sebagai Sistem Pendukung Keputusan Bagi Badan Konseling Sekolah Dengan Simple Additive Weighting”. Aplikasi penghitung point kesalahan ini dirancang dengan menggunakan berbasis web dengan harapan dapat mempermudah hak akses yang dituju. Aplikasi ini dirancang sebagai sistem pendukung keputusan bagi guru dan badan bimbingan konseling sekolah dengan tujuan untuk mempermudah Guru Bimbingan Konseling dalam penanganan siswa bermasalah guna menentukan point kesalahan dan memperoleh data-data yang valid dengan menerapkan Fuzzy Multi Attribute Decision Making (FMADM), dan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode FMADM ini adalah cara memberikan keputusan dengan menyeleksi alternatif pada semua atribut. Diharapkan dengan dirancangnya program ini kinerja badan konseling pada Sekolah Menengah Kejuruan, khususnya pada SMK N 1 Tanah Grogot semakin efisien serta tepat sasaran dalam menentukan siswa dan kelas bermasalah dan dinilai pantas untuk mendapatkan konseling dan penanganan selanjutnya.
  7. Penelitian yang dilakukan oleh Ellen Ershinta Putri dan Azis Ahmadi pada tahun 2015[41] dari Universitas Yudharta Pasuruan yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Poin Pelanggaran Dan Prestasi Siswa Berbasis Sms Gateway Pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Pacitan”. Penelitian ini menjelaskan bahwa sistem pencatatan poin pelanggaran siswa masih menggunakan sistem yang konvensional sehingga membutuhkan waktu dan ketelitian dan mengakibatkan tindakan pelanggaran yang di ambil sering terlambat dan tidak sesuai dengan buku tata tertib siswa, kesalahan dalam rekapitulasi poin dan menimbulkan masalah baru yang akan memperlambat pembuatan laporan untuk pihak sekolah maupun orangtua siswa. sehingga untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut maka dirancang sebuah sistem informasi poin pelanggaran dan prestasi siswa berbasis sms gateway pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Pacitan yang diharapkan dapat mempermudah orang tua mengetahui pelanggaran-pelanggaran anaknya secara cepat sehingga dapat memperkecil tingkat kenakalan siswa disekolah.[
  8. Penelitian yang dilakukan oleh Ali Mulyanto dan Lia Ristina (2018)[42] Penelitian yang berjudul “Penentuan Pelanggaran Tata Tertib Sekolah Menggunakan Metode Simple Multi Attribute Rating Techanique (Smart) Berbasis Php dan Msql”. Ketersedian informasi yanga kurat mampu mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan cepat pada berbagai hal yang menyangkut kedisiplinan. SMPN 10 Tambun Selatan merupakan sekolah menengah pertama yang masih menggunakan sistem perhitungan point pelanggaran dan menentukan sanksi pelanggaran secara manual yaitu dengan mencatat seluruh pelanggaran siswa ke dalam buku. Untuk mengatasi permasalahan yang ada pada SMPN 10 Tambun Selatan, maka akan dibangun suatu sistem penentuan sanksi berbasis desktop. Sistem menggunakan metode Simple Multi Attributte Rating Technique (SMART). PHP merupakan bahasa OOP yang digunakan, sementara aplikasi back end (database) dibangun menggunakan MySQL.
  9. Penelitian yang dilakukan oleh Hadi Sauri Kondo (2016)[43] Penelitian yang berjudul “Sistem Monitoring Pelanggaran Siswa Berbasis PHP” Sistem Monitoring Pelanggaran Siswa rutin dilaksanakan setiap saat dimana setiap siswa melakukan pelanggaran kedisiplinan di SMPN 2 Bungkal”. Pengumpulan data pada kegiatan pencatatan pelanggaran siswa masih dilakukan secara manual dengan menggunakan kertas sehingga informasi yang didapatkan tidak terdokumentasi dengan baik dan banyak data pelanggaran siswa yang harus dicetak sehingga menyebabkan penggunaan kertas yang berlebihan. Masalah tersebut dapat dikurangi dengan membuat sistem yang mampu menyimpan data pelanggaran dalam bentuk digital, sehinga dapat mengurangi pengunaan kertas yan berlebihan dalam pencatatan. Aplikasi berbasis web yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa aplikasi yang dibuat dapat menyimpan data pelanggaran dan poin siswa sehingga dapat menyimpan data dalam bentuk digital dan fungsi pencatatan dalam bentuk kertas.
  10. Rifqia Sandra Nastiti Universitas Negeri Yogyakarta 2015[44] yang berjudul “Sistem Informasi Pelanggaran Siswa Berbasis Web Pada Sma Negeri 1 Bawang Banjarnegara”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengelolaan data pelanggaran di SMA Negeri 1 Bawang masih dikelola secara konvensional. Data-data pelanggaran siswa masih disimpan dalam lembaran-lembaran kertas dan ditumpuk begitu saja sehingga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan bahkan kehilangan data. Selain itu, orangtua atau wali siswa sulit memantau atau mengontrol anaknya karena kurang maksimalnya ketersampaian informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis kualitas sistem informasi pelanggaran siswa pada SMA N 1 Bawang Banjarnegara. Sistem ini diharapkan mampu membantu proses pengelolaan data pelanggaran siswa dan mengoptimalkan ketersampaian informasi. Metode yang digunakan adalah Research & Development (R&D) dengan metode pengembangan sistem waterfall.

BAB III

Analisa Sistem Berjalan

Gambaran Sekolah

Sejarah Singkat Sekolah

Yayasan Pendidikan Karya Tangerang mulai berdiri pada tahun 1977, tepatnya pada tanggal 10 Februari 1977 yang dahulu beralamat di jalan Babakan Ledeng Kabupaten Tangerang. Yayasan Pendidikan Karya ini bergerak dalam bidang pendidikan yang dulunya hanya bersifat dalam lembaga kursus- kursus seperti; kursus Tata Buku, kursus Bahasa Inggris, dan kursus Mengetik. Yayasan Pendidikan Karya mulanya hanya menyelenggarakan pendidikan seperti kursus -kursus yang disebutkan diatas. selanjutnya dalam perkembangannya, yayasan ini membuka program pendidikan untuk tingkat menengah dan atas yaitu SMP (kini SLTP), SMEA (kini SMK), SMA (kini SMU). Lembaga Pendidikan yang bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Karya ini telah berdiri sendiri dan dipimpin oleh masing-masing personil yang telah ditetapkan oleh Pengurus Yayasan. Dalam operasionalnya, mereka diberikan kebebasan untuk mengatur program pendidikan yang sesuai dengan kebijakan pemerintah yang selanjutnya harus dilaporkan kepada pihak Yayasan. Laporan ini disampaikan sejak awal dan akhir tahun pelajaran. Yayasan Pendidikan Karya ini akan terus selalu mengembangkan sayapnya dalam dunia pendidikan.

Visi dan Misi Sekolah

Visi

Dengan iman serta taqwa unggul alam kecerdasaan dan keterampilan

Misi

  1. Menjunjung Nilai Agama dan Budaya Bangsa
  2. Mengembangkan Multi Kecerdasaan secara berimbang
  3. Membina peningkatan keterampilan selaras dengan berkembangan jaman
  4. Menumbuhkan semangat dalam sikap dan mental

Struktur organisasi Sekolah

Gambar 3.1 Struktur Organisasi SMK YP KARYA 1 TANGERANG


Wewenang dan Tanggung Jawab

Pekerjaan tiap bagian di SMK YP Karya 1 diuraikan secara jelas sehingga mempermudah manager untuk melaksanakan tanggung jawab dan wewenangnya. Berikut ini adalah uraian pekerjaan pada SMK YP Karya 1 :

  1. Kepala sekolah
    1. Menyusun program kerja sekolah.
    2. Mengawasi proses belajar mengajar, pelaksanaan dan penilaian terhadap proses dan hasil belajar serta bimbingan dan konseling.
    3. Sebagai pembina kesiswaan.
    4. Pelaksanaan bimbingan dan penilaian bagi para guru serta tenaga kependidikan lainnya.
    5. Penyelenggaraan administrasi sekolah yaitu meliputi administrasi ketenagaan, keuangan, kesiswaan, perlengkapan dan kurikulum.
    6. Pelaksanaan hubungan sekolah dengan lingkungan sekitar dan atau masayarakat.
  2. Wakil Kepala sekolah
    1. Wakil Kepala Sekolah membantu Kepala Sekolah dalam segala kegiatan di sekolah
    2. Menyusun rencana, pembuatan program kegiatan dan program pelaksanaan
    3. Pengorganisasian
    4. Ketenagakerjaan
    5. Pengkoordinasian
    6. Penilaian
    7. Pengawasan
    8. Pengidentifikasi dan pengumpulan data
  3. Kesiswaan
    1. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuker.
    2. Perngadaan pengarahan dan pembina kegiatan OSIS.
    3. Penginventarisasian absensi dan pelanggaran – pelanggaran.
    4. Pembina sekaligus pelaksana kegiatan 5-K.
    5. Penilaian terhadap semua siswa yang mewakili sekolah terhadap kegiatan diluar sekolah.
    6. Perencanaan kegiatan setelah siswa lulus
  4. Kurikulum
    1. Menyusun pembagian tugas para guru.
    2. Mengelola semua kegiatan belajar mengajar.
    3. Menyusun jadwal evaluasi.
    4. Menyusun kriteria untuk kenaikan kelas dan kurikulum.
    5. Menyusun pelaksanaan UAS dan UAN.
    6. Menyusun instrumen untuk kegiatan belajar mengajar.
    7. Menyusun kegiatan ekstrakulikuler.
  5. Humas
    1. Membina kerjasama dengan masyarakat sekitar sekolah.
    2. Membantu pelaksanaan tugas BP3
  6. Sarana dan Prasarana
    1. Mencatat semua alat atau barang yang masuk.
    2. Mencatat alat laboratorium yang telah masuk.
    3. Mencatat alat peraga olahraga.
    4. Pengadaan sarana dan prasarana olahraga.
    5. Penyusunan aturan anggaran sekolah.
  7. Pendidik
    1. Melaksanakan kegiatan Penilaian Proses Belajar, Ulangan (Harian, Umum, dan Akhir)
    2. Melaksanakan penilaian dan analisis hasil ulangan harian
    3. Melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
    4. Mengisi daftar nilai siswa
    5. Membuat catatan tentang kemajuan dari hasil belajar
    6. Mengisi daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran

Tata Laksana Sistem Berjalan

Pada analisa ini terdiri dari beberapa Unified Modellig Language (UML) diagram untuk menggambarkan sistem yang berjalan saat ini, diantaranya :

  1. Guru yang menemukan pelanggaran terhadap siswa langsung melapor ke kantor bagian Guru Budi Pekerti
  2. Bagian Guru Budi Pekerti memberikan sanksi kepada siswa yang melanggar.
  3. Bagian Guru Budi Pekerti membuat laporan data siswa yang melanggar secara manual
  4. Bagian Guru Budi Pekerti mencatat data pelanggaran siswa.
  5. Bagian Guru Budi Pekerti memberikan catatan laporan pelanggaran siswa ke Kepala Sekolah sebagai bahan laporan dan juga pertimbangan siswa saat kenaikan kelas.

Berikut beberapa kategori pelanggaran dan sanksi poin



Gambar 3.2 Berikut beberapa kategori pelanggaran dan sanksi poin


Rancangan Sistem Berjalan

Untuk menganalisa sistem yang berjalan, pada penelitian ini digunakan program Unified Modelling Language (UML) untuk menggambarkan prosedur dan proses yang berjalan saat ini, pada penggambar kali ini digunakan use case, activity, dan sequence diagram yaitu sebagai berikut :

  1. Use case Diagram
    Gambar 3.3 Use Case Diagram Sistem Yang Berjalan


    1. 4 actor, yaitu guru, guru budi pekerti, siswa, kepala sekolah.
    2. 4 use case, yaitu : Temui Pelanggaran, Memberikan Sanksi, mencatat Laporan, Laporan.
  2. Activity Diagram
    Gambar 3.4 Activity Diagram Sistem Yang Berjalan


    1. 1 Initial Node dimana objek pertama dimulai.
    2. Terdapat 5 Action State dimulai dari temukan pelanggaran oleh guru hingga memberikan lapora kepada kepla sekolah.
    3. Satu Final Node, aktivitas akhir menunjukkan akhir dari semua aliran kontrol dalam kegiatan terakhir.
  3. Sequence Diagram
    Gambar 3.5 Sequence Diagram Sistem Yang Berjalan


    1. 4 actor melakukan aktivitas, yaitu guru, guru budi pekerti, siswa, kepala sekolah.
    2. 5 message spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktivitas yang terjadi.

    Analisa Kebutuhan Sistem

    Berdasarkan hasil observasi atau pengamatan pada SMK Yp Karya 1 Tangerang maka diperoleh beberapa hasil analisa diantaranya:

    1. Sistem perhitungan nilai poin pelanggaran tata tertib untuk memberikan pembinaan dan sanksi pada siswa yang melakukan pelanggaran masih menggunakan sistem yang konvensional.
    2. Proses pencatatan pelanggaran yang dilakukan siswa masih ditulis dalam sebuah buku besar sanksi masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama.

    Oleh karena itu, perlu dibuatnya sebuah sistem informasi yang dapat mencatat poin pelanggaran siswa, yan terkomputerisasi sehingga dapat mempercepat proses penindaklanjutan siswa yang melakukan pelanggaran. dapat memberikan laporan kepada kepala sekolah berupa grafik berdasarkan tingkatan kelas dan jurusannya.

    Analisa Masukan, Analisa Proses, Analisa Keluaran

    Analisa Masukan

    1. Nama Masukan : Buku Besar atau Pembukuan Pelanggaran
      Akronim : Buku Besar atau Pembukuan Pelanggaran
      Fungsi  : Mencatat siswa yang melakukan pelanggaran
      Sumber : Guru Budi Pekerti Sekolah
      Tujuan : Pencatatan Poin Pelanggaran Tata tertib Siswa
      Media : Kertas
      Keterangan : Berisi data siswa yang melakukan pelanggaran
      Frekuensi : Setiap ada siswa yang melakukan pelanggaran
      Format : Buku
      Gambar 3.6 Buku Besar atau Pelanggaran Siswa


    2. Nama Masukan : Buku Besar
      Akronim : Buku Besar
      Fungsi : Mencatat pelanggaran dan poin pelanggaran
      Sumber : Guru Budi Pekerti
      Tujuan : Pencatatan Poin Pelanggaran Tata tertib Siswa
      Media : Kertas
      Keterangan : Berisi data pelanggaran dan poin pelanggaran yang dilakukan oleh siswa
      Frekuensi : Setiap ada siswa yang melakukan pelanggaran
      Format : Buku
    Gambar 3.7 Buku Pencatatan Pelanggaran Siswa


    Analisa Proses

    1. Nama Proses : Data Siswa
      Fungsi : Pencatatan Pelanggaran
      Sumber : Siswa
      Media : Kertas
      Keterangan : Data siswa
      Frekuensi : Siswa yang melakukan pelanggaran
      Masukan : Data siswa yang melakukan pelanggaran
      Keluaran : Data-data siswa yang melakukan pelanggaran
    2. Nama Proses : Perhitungan poin
      Fungsi : Perhitungan
      Sumber : Siswa
      Media : Kertas
      Keterangan : Pehitungan poin pelanggaran siswa
      Frekuensi : Siswa yang melakukan pelanggaran
      Masukan : Pencatatan poin pelanggaran
      Keluaran : Sanksi yang akan diberikan pada siswa sesuai dengan jumlah poin pelanggaran.

    Analisa Keluaran

    1. Nama Keluaran : Surat Peringatan
      Akronim : Surat Peringatan
      Fungsi  : Sebagai Sanksi Bagi Siswa Yang Melakukan
      Sumber  : Pencatatan Poin Pelanggaran Siswa
      Tujuan  : Wali Murid
      Media  : Kertas
      Distribusi  : Guru Budi Pekerti
      Rangkap  : 1 (satu) lembar
      Frekuensi : Setiap Melakukan Pelanggaran Bobot Poin Besar
      Format : Suatu Peringatan Poin Pelanggaran Bobot Besar
      Deskripsi : Sebagai Laporan untuk wali murid
    2. Nama Keluaran : Laporan Tata Tertib Siswa
      Akronim : Laporan Tata Tertib Siswa
      Fungsi  : Memberikan Laporan Tata Tertib Siswa Kepada
      Kepala Sekolah
      Tujuan : Kepala Sekolah
      Media  : Kertas
      Distribusi : Guru Budi Pekerti
      Frekuensi : Setiap Tahun
      Format : Data Siswa Dapat Dilihat Pada Pencatatan Tata Tertib
      Deskripsi : Suatu laporan Data Untuk Kepala Sekolah

    Analisa SWOT

    Pada metode ini, penulis mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi instansi. Analisa ini didasarkan pada hubungan antara unsur-unsur internal, yaitu kekuatan (strengths), dan kelemahan (weakness) terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang (oppotunities) dan ancaman (threats).

    Tabel 3.1 Hasil Analisa SWOT

    Konfigurasi Sistem Berjalan

    Spesifikasi Hardware

    Saat ini komputer yang digunakan oleh pihak sekolah mempunyai spesifikasi sebagai berikut :

    1. Prosessor : AMD SEMPRON 210U (1,5GHz)
    2. Monitor : BenQ
    3. Memory : 1GB, DDR2 RAM
    4. Harddisk : 160GB SATA II 54000 RPM
    5. Keyboard : Logistec
    6. Printer : EPSON
    7. Mouse : Logistec

    Spesifikasi Software

    1. Operating System : Microsoft Windows 7.
    2. Office Program : Microsoft Office 2007.
    3. Browser  : Google Chrome Version 46.0.2490.80 m.

    Hak Akses (Brainware)

    1. Guru Budi Pekerti
    2. Kepala Sekolah

    Permasalahan yang dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

    Permasalahan yang dihadapi

    Penggunaan sistem yang masih manual dalam melakukan pencatatan poin pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa di sekolah memang cukup merepotkan guru bimbingan Budi Pekerti hampir setiap hari guru budi pekerti harus menangani siswa yang melakukan berbagai jenis pelanggaran mulai dari pelanggaran dengan kategori kecil, sedang, sampai kepada pelanggaran besar yang harus ditangani secara cepat dan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

    Setiap pelanggaran tata tertib di sekolah memiliki poin-poin tersendiri sesuai dengan jenis pelanggarannya. Untuk memberikan pembinaan sanksi kepada siswa yang melanggar maka guru budi pekerti harus mencatat terlebih dahulu setiap pelanggaran siswa ke dalam sebuah buku besar maka guru budi pekerti baru dapat memberikan tindakan kepada siswa yang melanggar dan memberikan sanksi sesuai dengan nilai poin pelanggarannya mulai dari diberikan peringatan oleh wali kelas dan guru budi pekerti, membuat surat peringatan yang dibubuhi tanda tangan diatas materai sampai pada tingkat yang paling tinggi dengan bobot atau nilai poin pelanggaran paling besar yaitu dikembalikan kepada orang tua atau wali.

    Tentunya hal tersebut membutuhkan waktu yang lama karena harus membuat beberapa arsip pembukuan pelanggaran dan mengisi buku pelanggaran tersebut secara manual sehingga hasil penanganannya pun sering tidak valid. Selain itu penyampaian informasi kepada orangtua atau wali murid mengenai baik buruk perilaku siswa mengalami kesulitan.

    Alternatif Pemecahan Masalah

    Setelah meneliti dan mengamati beberapa permasalahan yang terjadi di dalam sistem perhitungan poin pelanggaran tata tertib di SMK Yp Karya 1 Tangerang, penulis memberikan beberapa alternatif pemecahan masalahan yang dihadapi sistem yang berjalan yaitu :

    1. Membuat sebuah sistem yang dapat mempercepat proses pencatatan poin pelanggaran terhadap siswa sehingga dapat mempermudah kinerja guru budi pekerti dalam menangani siswa-siswa bermasalah.
    2. Sistem yang dirancang dapat dalam memantau secara langsung kedisiplinan siswa di sekolah.
    3. Sistem tersebut dapat memberikan laporan yang akurat serta mudah dalam penyimpanan data kepada sekolah mengenai tingkat kedisiplinan siswa di sekolah berdasarkan tingkatan kelas dan masing-masing jurusan.

    User Requirment

    Elisitasi I

    Elisitasi tahap I merupakan daftar yang diperoleh dari hasil pengumpulan data di lapangan yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mengenai kekurangan dari sistem yang sedang berjalan dan kebutuhan pengguna sistem yang belum terpenuhi.

    Gambar 3.2 Elisitasi Tahap I


    Elisitasi II

    Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan elisitasi tahap I yang kemudian diklasifikasikan lagi dengan menggunakan metode MDI. Sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka requirement di atas diberi opsi I (inessential) yang dapat terlihat.

    Gambar 3.3 Elisitasi Tahap II


    Elisitasi III

    Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu sebagai berikut :

    1. T artinya Tehnical, maksudnya bagaimana tata cara /teknik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan
    2. O artinya Operational, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan
    3. E artinya Economic, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem 90 Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, Yaitu
      1. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena tehnik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.
      2. Middle (M) : Mampu untuk dikerjakan
      3. Low (L) : Mudah untuk dikerjakan
    Gambar 3.4 Elisitasi Tahap III


    Final Draft Elisitasi

    Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan. Berikut lampiran Final Draft Elisitasi yang telah dibuat

    Gambar 3.5 Final Draft Elisitasi


    BAB IV

    Rancangan Sistem Usulan

    Prosedur Sistem Usulan

    Setelah melakukan penelitian dan analisa sistem berjalan pada SMK YPK Karya 1 Tangerang, maka selanjutnya akan dibahas rancangan usulan sistem yang akan diusulkan. Ada beberapa usulan prosedur baru, yang bertujuan untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem yang kurang efektif dan efisien pada sistem yang berjalan saat ini.

    Prosedur yang diusulkan melakukan proses kinerja admin dalam mengolah data yang masih manual menjadi terkomputerisasi, melakukan perancangan sebuah perancangan sistem pencatatan poin pelanggaran siswa yang terkomputerisasi sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien, dan dapat diakses secara online sehingga mempermudah dalam proses pembuatan laporan pendaftaran yang ditujukan kepada kepala sekolah.

    Berdasarkan perancangan sistem informasi pencatatan poin pelanggaran tata tertib siswa pada sekolah SMK YP Karya 1 Tangerang yang baru telah ditentukan, maka alur berikutnya yaitu perancangan atau desain sistem usulan yang bertujuan untuk mendukung sistem yang lama dengan memberi gambaran atau pandangan yang jelas menurut proses desain sistem dari awal hingga akhir penelitian. Dalam menganalisa pembuatan rancangan sistem usulan pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML untuk menggambarkan Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram dan Class Diagram yang sekaligus menggambarkan rancangan database.

    Prosedur Sistem Usulan

    1. Guru Budi Pekerti yang bertindak sebagai admin yaitu :
      1. Admin atau Guru Budi Pekerti login dengan menginputkan username dan password yang telah dibuat.
      2. Guru Budi Pekerti menginputkan data-data siswa dan siswa yang melakukan pelanggaran.
      3. Guru Budi Pekerti menginputkan poin pelanggaran, jenis pelanggaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan di sekolah.
      4. Guru Budi Pekerti menginputkan data-data pelanggaran siswa pada halaman pelanggaran
      5. Guru Budi Pekerti menginputkan detail pelanggaran dan sanksi yang diterima oleh siswa sesuai dengan poin pelanggaran.
      6. Guru Budi Pekerti menginputkan data-data pelanggaran siswa pada halaman pelanggaran
      7. Guru Budi Pekerti menginputkan detail pelanggaran dan sanksi yang diterima oleh siswa sesuai dengan poin pelanggaran.
    2. Kepala Sekolah
      1. Kepala sekolah hanya login
      2. Kepala sekolah dapat langsung melihat laporan tata tertib kedisiplinan siswa di sekolah berdasarkan kategori yang telah disediakan.

    Tata Laksana Sistem Yang Diusulkan

    Untuk menganalisa sistem yang diusulkan pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm For UML 6.4. untuk menggambarkan Use Case Diagram, Sequence Diagram, Activity Diagram dan Class Diagram.

    Use case Diagram yang diusulkan

    Use Case Diagram atau diagram use case merupakan gambar dari beberapa atau seluruh aktor dengan tujuan mengenali interaksi mereka dalam suatu sistem.

    Gambar 4.1 Use Case Diagram Yang Diusulkan



    Berdasarkan gambar use case Diagram yang diusulkan pada SMK YP Karya 1 Tangerang terdiri atas:

    1. 1 sistem yang mencangkup seluruh kegiatan pencatatan poin pelanggaran tata tertib siswa pada SMK YP Karya 1 Tangerang
    2. 3 actor melakukan kegiatan yaitu Guru BP, Siswa, Kepala Sekolah
    3. 11 use case yang bisa dilakukan oleh actor yaitu, Master berisi: data siswa, tahun ajaran, kategori detil, kategori poin pelanggaran. Data Transaksi berisi poin pelanggaran siswa. Laporan berisi Laporan data poin pelanggaran siswa.

    Activity Diagram

    Diagram aktivitas atau Activity Diagram menggambarkan workflow (alur kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.

    1. Activity Diagram Untuk Guru Budi Pekerti
      Gambar 4.2 Activity Diagram Yang Diusulkan


      Berdasarkan gambar 4.2 Activity Diagram yang diusulkan pada SMK YP Karya 1 Tangerang, terdiri atas

      1. Initial node, objeknya yang mengawali kegiatan.
      2. 1 swimlame yaitu Guru BP,
      3. 28 action sale : yang menggambarkan esksekusi kegiatan proses diare guru BP.
      4. 1 final node yang menandakan aktivitas selesai.
    2. Activity Diagram Untuk Kepala Sekolah
      Gambar 4.3 Activity Diagram Yang Diusulkan


      Berdasarkan gambar 4.3 Activity Diagram yang diusulkan pada SMK YP Karya 1 Tangerang, terdiri atas

      1. Initial node, objeknya yang mengawali kegiatan.
      2. 1 swimlame yaitu Kepala Sekolah
      3. 5 action sale : yang menggambarkan esksekusi kegiatan proses di area kepala sekolah.
      4. 1 final node yang menandakan aktivitas selesai.

    Sequence Diagram yang diusulkan

    Sequence Diagram atau diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada Use Case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambar diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diintansiasi menjadi objek itu.

    1. Sequence Diagram yang diusulkan untuk Guru Budi Pekerti
      Gambar 4.4 Sequence Diagram Yang Diusulkan untuk Guru Budi Pekerti


      Berdasarkan gambar 4.4 Sequence Diagram yang yang diusulkan untuk

      admin terdapat :

      1. 5 LifeLine antarmuka yang saling berinteraksi.
      2. 1 actor yang melakukan kegiatan.
      3. 9 message berkomunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi.
      4. Sequence diagram yang diusulkan untuk proses pencatatan poin pelanggaran tata tertib siswa
    2. Sequence Diagram yang diusulkan untuk Kepala Sekolah
      Gambar 4.5 Sequence Diagram Yang Diusulkan untuk Kepala Sekolah



      Berdasarkan gambar 4.5 Sequence Diagram yang yang diusulkan untuk

      admin terdapat :

      1. 4 LifeLine antarmuka yang saling berinteraksi.
      2. 1 actor yang melakukan kegiatan.
      3. 4 message berkomunikasi antar objek yang memuat informasi informasi tentang aktifitas yang terjadi.
      4. Sequence diagram yang diusulkan untuk proses pencatatan poin pelanggaran tata tertib siswa

    Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

    Tabel 4.1 Tabel Prosedur Sistem Berjalan dan Sistem Usulan


    Rancangan Basis Data

    Spesifikasi basis data merupakan desain baris data yang dianggap telah normal. Desain data base menjelaskan media penyimpanan yang digunakan, isi yang disimpan primary key, panjangnya record dan struktur spesifikasi data base yang digunakan dalam system yang akan dibangun pada data base penilaian adalah sebagai berikut :

    Class Diagram yang diusulkan

    Diagram kelas atau Class Diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi.

    1. Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas.
    2. Atribut mendeskripsikan properti dengan sebaris teks didalam kotak kelas tersebut.
    3. Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.

    Diagram kelas mendeskripsikan jenis-jenis objek dalam sistem dan berbagai hubungan dengan statis yang terdapat diantara mereka. Diagram kelas juga menunjukan properti dan operasi sebuah kelas dan batasan-batasan yang terdapat dalam hubungan-hubungan objek tersebut. Diagram kelas menggambarkan struktur dan deskripsi kelas, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti contaiment, pewaris, asosiasi dan lain-lain

    Gambar 4.6 Class Diagram Yang Diusulkan untuk Kepala Sekolah


    Spesifikasi Basis Data

    1. Nama File  : m_jurusan
      Fungsi  : Untuk memasukkan jenis jurusan siswa
      Isi  : (id_jurusan, nama_jurusan)
      Media  : Harddisk
      Primary Key  : id_jurusan
      Panjang Record : 50
      Tabel 4.2 Tabel Jurusan


    2. Nama File  : m_kategori
      Fungsi  : Untuk memasukkan nama kategori pelanggaran
      Isi  : (id_kategori, nama_kategori)
      Media  : Harddisk
      Primary Key  : id_kategori
      Panjang Record  : 60
      Tabel 4.3 Tabel Kategori


    3. Nama File  : m_kategori _detil
      Fungsi  : Untuk memasukkan nama kategori detil Pelanggaran
      Isi  : (katdet_id, katdet_nama, katdet_sanksi, id_kategori, poin)
      Media  : Harddisk
      Primary Key  : id_jurusan
      Panjang Record  : 50
      Tabel 4.4 Tabel Kategori Detil


    4. Nama File  : m_siswa
      Fungsi  : Untuk memasukkan data siswa yang melakukan Pelanggaran
      Isi  : (id + nama + jurusan + kelas +jenis kelamin )
      Media  : Harddisk
      Primary Key  : id_siswa
      Foreign Key  : jurusan, kelas
      Panjang Record  : 36
      Tabel 4.5 Tabel Siswa


    5. Nama File  : m_tahun_ajaran
      Fungsi  : Untuk memasukkan jurusan siswa
      Isi  : (id_jurusan, id_siswa, kelas, id_jurusan,
      tahun_ajaran, semester)
      Media  : Harddisk
      Primary Key  : id_jurusan
      Panjang Record  : 65
      Tabel 4.6 Tabel Tahun Ajaran


    6. Nama File  : tbl_point
      Fungsi  : Untuk memasukkan data point pelanggaran siswa yang melakukan pelanggaran
      Isi  : (point_id, id_siswa, id_kategori, katdet_id, point_tgl)
      Media  : Harddisk
      Primary Key  : point_id
      Panjang Record  : 51
    Tabel 4.7 Tabel Point


    Rancangan Basis Data

    Tampilan Menu Login

    Pada gambar dibawah ini menampilkan halaman utama login. Kegunaan menu login tersebut agar tidak sembarangan orang dapat mengakses atau menggunakan sistem pendaftaran sekolah untuk monitoring pemetaan wilayah sebagai penujang keputusan penerimaan siswa baru .Yang dapat mengkases program ini adalah admin Petugas ata usaha dan Guru BP yang telah memiliki username dan password. Berikut tampilan programnya :

    Gambar 4.7 Tampilan Program Halaman Login


    Tampilan Menu Dasboard

    Pada gambar dibawah dimana user yang telah login akan otomatis masuk kedalam dashboard, pada dashboard terdapat beberapa pilihan menu yaitu : Data Master, Data Transaksi dan Data Laporan.

    Gambar 4.8 Tampilan Program Menu Dashboard


    Tampilan Menu Kategori Detil pelanggaran

    Tampilan menu kategori detil pelanggaran merupakan halaman yang di akses saat ingin memperbarui atau melihat detil pelanggaran dan sanksi melakukan secara online melalui website pada SMK YP Karya 1 Tangerang.

    Gambar 4.9 Tampilan Program Menu Kategori Detil Pelanggaran


    Tampilan Menu Poin Pelanggaran Siswa

    Tampilan menu kategori detil pelanggaran merupakan halaman yang di akses saat ingin memperbarui atau melihat detil pelanggaran dan sanksi melakukan secara online melalui website pada SMK YP Karya 1 Tangerang.

    Gambar 4.10 Tampilan Program Halaman Poin Pelanggaran Siswa


    Tampilan Halaman Add Data Poin Pelanggaran Siswa

    Tampilan halaman add data poin pelanggaran siswa merupakan halaman yang diakses apabila ingin menambahkan sisiwa yang bermasalah pada SMK YP Karya 1 Tangerang

    Gambar 4.11 Tampilan Program InputPoint Pelanggaran Siswa


    Konfigurasi Sistem yang Diusulkan

    Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware)

    1. Processor : Dual Core
    2. Monitor  : 14 Inci
    3. Mouse  : Standard Mouse
    4. Keyboard : Standard
    5. RAM  : 8 GB
    6. Harddisk : 100 GB
    7. Printer  : Inkjet / Laserjet (Opsional)

    Aplikasi Yang Digunakan

    Aplikasi yang digunakan diusulkan untuk pengguna yang menggunakan sistem ini adalah sebagai berikut :

    1. Mozilla firefox 3.7.0.1 (x86 en US)
    2. XAMPP Version 3.0.12 (Apache 2.2.14, PHP 5.2.8, MySQL Client version : 5.0.51a)
    3. Windows XP Profesional version 2007
    4. Visual Paradigm for UML 9.0 Enterprize Edition
    5. Word 207
    6. Dreamweaver Version CS.6

    Hak Akses

    1. Guru BP (Full Access)
    2. Kepala Sekolah (Full Access)

    Black Box Testing

    Untuk menyelesaikan tahap testing, pada pengujian sistem ini saya menggunakan metode Black Box Testing, digunakan untuk menemukan kesalahan fungsi pada program sehingga dapat mengetahui apakah perangkat lunak yang dibuat dapat berfungsi dengan benar dan telah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.

    Tabel 4.8 Tabel Pengujian BlackBox Testing Login


    Tabel 4.9 Tabel Pengujian BlackBox Testing Pengolahan Data


    Evaluasi

    Setelah melakukan pengujian sistem dengan menggunakan metode black box testing, dengan cara memberikan inputan pada program yang akan dijalankan seperti pengujian tes login dan pengolahan data nilai yaitu jika ada data yang tidak valid maka sistem akan memunculkan pesan, hal ini bisa sangat membantu user dalam menggunakan aplikasi untuk pengolahan data pendaftaran yang benar dalam sistem untuk selanjutnya diproses agar dapat menghasilkan informasi yang benar, efektif dan akurat.

    Implementasi

    Schedule

    Setelah melakukan pengujian sistem dengan menggunakan metode black box testing, dengan cara memberikan inputan pada program yang akan dijalankan seperti pengujian tes login dan pengolahan data nilai yaitu jika ada data yang tidak valid maka sistem akan memunculkan pesan, hal ini bisa sangat membantu user dalam menggunakan aplikasi untuk pengolahan data pendaftaran yang benar dalam sistem untuk selanjutnya diproses agar dapat menghasilkan informasi yang benar, efektif dan akurat.

    Tabel 4.10 Tabel Schedule


    Estimasi

    Tabel 4.11 Tabel Estimasi Biaya


    BAB V

    Kesimpulan dan Saran

    Kesimpulan

    Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, maka dalam penelitian ini penulis menyimpulkan sebagai berikut:

    1. Setelah dianalisa, Pada SMK YP Karya 1 Tangerang ini masih menggunakan sistem pencatatan poin pelanggaran tata tertib siswa secara manual. Oleh karena itu penulis berniat Perancangan Sistem Informasi Pencatatan Poin Pelanggaran Tata Tertib Siswa Berbais Website.
    2. Sistem Pencatatan Poin Pelanggaran Tata Tertib Siswa Berbasis Website akan dibuat untuk membantu kepala sekolah dan beserta jajarannya dalam pencatatan poin bagi siswa.
    3. Sistem Pencatatan Poin Pelanggaran ini mampu memberikan laporan pencatatan poin pelanggaran secara langsung sehingga memudahkan dalam membuat laporan data dan pencarian data.

    Saran

    Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan untuk meningkatkan dan menanggulangi masalah yang terjadi pada proses pencatan poin pelanggaran tata tertib siswa pada SMK Yp Karya 1 Tangerang, maka penulis bermaksud memberikan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan bagi pihak koperasi, sebagai berikut:

    1. Diperlukan adanya pengembangan sebuah sistem poin pelanggaran yang dapat menyempurnakan sebuah sistem pencatatan yang ada pada saat ini.
    2. Untuk memaksimalkan sistem yang dirancang diperlukan adanya pelatihan kepada karyawan yang terkait untuk memudahkan mengakses program.
    3. Perlu meningkatkan ketelitian pada user untuk menghindari human eror. dengan adanya sistem ini pihak instansi dapat lebih memperhatikan website.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. 1,0 1,1 Rafika Ageng Setiani. 2018. “Sistem Informasi Pembelian Barang Menggunakan Metode Value Chain”. Tangerang : Sensi Journal Vol.4 No.1 – Februari 2018.
    2. Ezra, Halomoando, Siti Ragil Handayani, Dwiatmanto. 2017. “Evaluasi Pengendalian Intern Atas Sistem Akuntansi Penjualan Tunai Dan Penerimaan Kas.” (Studi Kasus Pada Grup Salon Tiger Barbershop Group). Vol. 50 No.1-September 2017. 2.
    3. 3,0 3,1 Harfizar, H., & Albar, F. M. (2017). RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENYALUR DANA BANTUAN SISWA (BOS) BERBASIS WEB. CERITA Journal, 3(2), 228-244.
    4. 4,0 4,1 Hutahaen, J. (2015). Konsep Sistem Informasi. Deepublish.
    5. Amin Ruhul. 2017. Rancang Bangun Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Pada Smk Budhi Warman 1 Jakarta: Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Komputer.
    6. Andini, Mia dan, Khairul Anwar Hafizd. 2015. Perencanaan Dan Pembuatan Aplikasi Alumni Siswa:Studi Kasus SMK-SPP Negeri Pelaihari. Kalimantan Selatan. Jurnal Sains Dan Informatika. Vol.1 No.2:48-57.
    7. Suprihadi, Rini Kartika Hudiono dan Lina Sinatra Wijaya. 2013. Rancang Bangun Sistem Jejaring Klaster Berbasis Web Menggunakan Metode Model Controller. Tangerang:Jurnal CCIT. Vol.6 No.3:308-331.
    8. Rahayu, Sri., Muhamad Yusup dan Sinta Puspita Dewi. 2015. Perancangan Aplikasi Absensi Peserta Bimbingan Belajar Berbasis Web dengan menggunakan Framework YII. Jurnal CCIT. Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja. Vol.9 No.1- September 2015. ISSN: 1978-8282.
    9. 9,0 9,1 Ooe, Ajibola, Sunday Oo dan Eyehorua Do. 2018. Development of Automated Intravenous Blood Infusion Monitoring System using Load Cell Sensor. Journal of Applied Sciences and Environmental Management Vol. 22, No. 10.
    10. Eko budi setiawan.2015.analisis pengaruh nilai teknologi informasi terhadap keunggulan bersaing perusahaan.jurnal sains, teknologi dan industri. Vol 12 No.2
    11. Boyke, Fitriadi. 2014. Tinjauan Atas Sistem Informasi Akuntansi Pada Transaksi Pembelian Bahan Baku Pada Pt. Bumi Bersama. Bandung : Universitas Komputer Indonesia
    12. Sunarya,Lusyani. dkk. 2015. Keefektifan Media Komunikasi Visual Sebagai Penunjang Promosi Pada Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang : STMIK Raharja. Jurnal CCIT Vol.9 No.1:80-81.
    13. Hutahean, Japerson. 2014. “Perancangan Sistem Penerimaan Calon Siswa Baru Berbasis Web Pada Smk Putra Rifara Tangerang”. Stmik Raharja. Tangerang.
    14. Maulani, Giandari, Devi Septiani dan Putri Noer Fauziyah Sahara. 2018. Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory Fasilitas Maintance pada PT. PLN (Persero) Tangerang. Jurnal CCIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Vol.4 No.2 – Agustus 2018. ISSN : 2356-5195.
    15. Yunaeti, Elisabet., Rita Irviani. 2017. “Pengantar Sistem Informasi”. Yogyakarta: CV Andi Offset.
    16. Maimunah, Supra dan Anwar. 2017. Rancang Bangun Sistem SMS Gateway Sebagai Fasilitas Permohonan Cuti Karyawan. Tangerang: Jurnal CERITA.Vol. 3, No. 1, ISSN: 2461-1417
    17. 17,0 17,1 17,2 17,3 Puput, Puspito Rini Dkk.2016. Rancangan Sistem Informasi Konversi Nilai Mahasiswa Pindahan Dan Lanjutan. Tangerang: STMIK Global. Jurnal Sisfotek Global Vol. 6 No 1.
    18. Mulyani, Sri. 2016. Analsis dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah. Edisi Kedua. Bandung : Abdi Sistematika.
    19. Tyoso, Jaluanto Sunu Punjul. 2016. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Deepublish
    20. Massweetu, 2018. Pengertian Pencatatan dan Pelaporan
    21. 21,0 21,1 Apriyani. 2015. “Pengembangan Dan Analisis Kualitas Sistem Pengelolaan Poin Pelanggaran Tata Tertib Siswa Berbasis Web Di SMK Muhammadiyah 1 Bantul”. Laporan Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
    22. Susanti Anita Dewi, Muslihudin Muhamad, Sri Hartati. 2017. “Sistem Pendukung Keputusan Perankingan Calon Siswa Baru Jalur Undangan Menggunakan Simple Additive Weighting. Wonosobo.
    23. Rochman, A., Sidik, A., & Nazahah, N. (2018). Perancangan Sistem Informasi Administrasi Pembayaran SPP Siswa Berbasis Web di SMK Al-Amanah. JURNAL SISFOTEK GLOBAL, 8(1).
    24. Agusli, Rachmat, Sutarman dan Suhendri. 2017. Sistem Pakar Identifikasi Tipe Kepribadian Karyawan Menggunakan Metode Certainty Factor. Tangerang: Jurnal SISFOTEK GLOBAL Vol.7 No.1..
    25. Ary Budi Warsito, Muhamad Yusup, Moh. Iqbal Awi Makaram. 2015. “Perancangan Sis+ Menggunakan Metode Yii Framework Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Tangerang: STMIK Raharja. Jurnal CCIT Vol.8 No.2 – Januari 2015. ISSN : 1978 – 8282. Hal. 24-33.
    26. U., Onu, Fergus dan Umeakuka, Chinelo V. 2016. Object Oriented Programming (OOP) Approach to the Development of Student Information Management System. Nigeria: International Journal of Computer Applications Technology and Research Vol.5 No.8.
    27. Hartati,Tri. Perencanaan Master Plan Metodologi Tozer Pada Lembaga Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Studi Kasus PT Pesona Edu Solution Jakarta). Jurnal Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 6 No. 22-April-Juni 2017. Jakarta Pusat : Akademi Manajemen dan Informatika Bina Sarana Informatika. Juni 2017
    28. Zufria, Ilka dan M. Hasan Azhari. 2017. Jurnal Sistem Informasi
    29. Ariyani,Wiga,Djoko Hanantjo, Bambang Eka Purnama.2015.E-Commerce Web Development in Wiga Art. Surakarta: International Journal of Science and Research (USR) Vol.4 No.5.
    30. Rahardja, Untung, Khanna Tiara dan Imam Prayogi. 2015. Peningkatan Website Ranking Exist-Club Pada PB Exist Jakarta. Tangerang: Jurnal CCIT Vol.8 No.3.
    31. Aristania, Nur dan Indah Uly Wardati. 2017. Pembuatan Sistem Informasi Pengelolaan Persediaan Barang Dan Data Proyek Gypsum Pada Utomo Gypsum. Journal Speed Vol 9 No 1.
    32. Santoso dan Radna Nurmalina. 2017. Perencanaan dan Pengembangan Aplikasi Absensi Mahasiswa Menggunakan Smart Card Guna Pengembangan Kampus Cerdas:Studi Kasus Politeknik Negeri Tanah Laut.Kalimantan Selatan:Jurnal Integrasi. Vol.9 No.1:84-91.
    33. Nugroho, Dwianto Nova. 2014. “Sistem Informasi Perhitungan Point Pelanggaran dan Pemberian Sanksi Pada Siswa SMK PGRI 1 Mejobo Kudus Berbasis Web dan SMS Gateway”. Laporan Skripsi. UNIVERSITAS MURIA KUDUS.
    34. Susilawati, Iis Mei dan Muhammad Harun. 2017. Analisis SWOT Sebagai Dasar Strategi Branding Pada Madrasah Ibtidaiyah Alhidayah, Cireunde, Ciputat. Jakarta : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gotong Royong. Jurnal Tarbawi. ISSN: 2442-8809. Vol. 3. No. 01: 113.
    35. 35,0 35,1 Rifta, Mutiara. 2015. Pengembangan Aplikasi Mobile Learning Berteknologi Android Pada Sma Negeri 6 Palembang. Palembang: Politeknik Negeri Sriwijaya.
    36. Bachtiar, Dede dan Atikah. 2015. Sistem Informasi Dashboard Kependudukan di Kelurahan Manis Jaya Kota Tangerang . Jurnal Sisfotek Global.Vol.5 No.1:74.
    37. Chevin Rifan Pratama, Lauw Li Hin 2018 Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Poin Pelanggaran Pada SMP NEGERI 3 TANGERANG dengan Metodologi Berbasis Obyek. Jurnal Idealis Vol.1 N0.2.
    38. Edi Risnandar 2015. Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Monitoring Kegiatan Mahasiswa Berbasis Web dan Android Client, laporan skripsi Universitas Negeri Semarang
    39. Bekti Marga Ningsih, Chr. Argo Widiharto 2014. Peningkatan Disiplin Siswa Dengan Layanan Media Film pulokulon Grobongan. Journal Upgris. Vol.1 No 1
    40. Kasih, Patmi dan Yuni Lestari. 2015. “Aplikasi Penghitung Point Pelanggaran Siswa Sebagai Sistem Pendukung Keputusan Bagi Badan Konseling Sekolah Dengan Simple Additive Weighting (Studi Kasus: SMK N 1 Tanah Grogot-Kaltim)”. Jurnal Nusantara of Engineering. Universitas Nusantara PGRI Kediri . Vol.2 No.1,2015.
    41. Putri, Ellen Ershinta dan Aziz Ahmadi. 2015. “Perancangan Sistem Informasi Poin Pelanggaran Dan Prestasi Siswa Berbasis Sms Gateway Pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Pacitan”. IJNS–Indonesian Journal on Networking and Security. Universitas Yudharta Pasuruan – Vol.4 No. 1, Januari 2015
    42. Ali, Mulyanto, Lia Ristina 2018. Penentuan Sanksi Pelanggaran Tata tertib Seklah Menggunakan Metode Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) Berbasis PHP dan MYSQL Studi Kasus SMPN10 Tambun Selatan. Jurnal Informatika SIMANTIK. Vol.3 No.1
    43. Hadi Sauri kondo 2016. Sistem Monitoring Pelanggaran Siswa Berbasis PHP” Sistem Monitoring Pelanggaran Siswa rutin dilaksanakan setiap saat dimana setiap siswa melakukan pelanggaran kedisiplinan di SMPN 2 Bungkal. Laporan Skripsi Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.
    44. Nastiti. Rifqia Sandra. 2015. Sistem Informasi Pelanggaran Siswa Berbasis Web Pada SMA Negeri 1 Bawang Banjarnegara. Laporan Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta .


Contributors

Nova sania

Diperoleh dari "https://widuri.raharja.info/index.php?title=SI1511489695&oldid=345315"