SI1511489686: Perbedaan revisi

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari
[revisi tidak terperiksa][revisi tidak terperiksa]
Baris 97: Baris 97:
 
|  ||   ||   ||   ||   ||  
 
|  ||   ||   ||   ||   ||  
 
|-
 
|-
| <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center"><u>(Dr. Po. [[Abas Sunarya]], M.Si)</u></div>|| &nbsp; || &nbsp; || &nbsp; || &nbsp; || <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center"><u>([[Eusi Sitinur Aisyah]], M.Kom.)</u></div>
+
| <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center"><u>(Dr. Po. [[Abas Sunarya]], M.Si)</u></div>|| &nbsp; || &nbsp; || &nbsp; || &nbsp; || <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center"><u>([[Euis_Siti_Nur_Aisyah|Eusi Sitinur Aisyah]], M.Kom.)</u></div>
 
|-
 
|-
 
| <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center">NIP : 000603</div> || &nbsp; || &nbsp; || &nbsp; || &nbsp; || <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center">NIP : 078010</div>
 
| <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center">NIP : 000603</div> || &nbsp; || &nbsp; || &nbsp; || &nbsp; || <div style="font-size: 12pt;font-family: 'times new roman';text-align: center">NIP : 078010</div>

Revisi per 13 September 2019 12.09


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN PASIEN

RAWAT INAP PADA RSIA PRATIWI

KOTA TANGERANG


SKRIPSI






Disusun Oleh :

NIM : 1511489686

NAMA : PAD ASALUM


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

UNIVERSITAS RAHARJA

TANGERANG

(2018/2019)



UNIVERSITAS RAHARJA

 


LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN PASIEN

RAWAT INAP PADA RSIA PRATIWI

KOTA TANGERANG

Disusun Oleh :

NIM
: 1511489686
Nama
Fakultas
: Sains dan Teknologi
Program Pendidikan
: Strata Satu
Program Studi
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

   

Disahkan Oleh :

Tangerang, Juli 2019

Rektor
       
Ketua Program Studi
Universitas Raharja
       
Program Studi Sistem Informasi
           
           
           
           
(Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si)
       
NIP : 000603
       
NIP : 078010




UNIVERSITAS RAHARJA


LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN PASIEN

RAWAT INAP PADA RSIA PRATIWI

KOTA TANGERANG


Dibuat Oleh :

NIM
: 1511489686
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen


Disetujui Oleh :

Tangerang, Juli 2019

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
( Saryani, S.Kom.,M.T.I.)
   
(Harfizar, M.Kom)
NID : 08167
   
NID : 15028




UNIVERSITAS RAHARJA


LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN PASIEN

RAWAT INAP PADA RSIA PRATIWI

KOTA TANGERANG


Disusun Oleh :

NIM
: 1511489686
Nama
Program Pendidikan
: Strata Satu
Program Studi
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

   

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

  
Tangerang, Juli 2019
   
(Pad Asalum)
NIM : 1511489686

 

)*Tanda tangan dibubuhi materai 6.000;




ABSTRAK

Perkembangan teknologi informasi dari tahun ke tahun yang berbasis komputerisasi selalu mengalami perkembangan yang sangat pesat kepada beberapa instansi pemerintahan, intansi pendidikan, organisasi, perusahaan, dan juga instansi kesehatan serta industri lainnya. Karena perkembangan teknologi informasi yang berbasis komputerisasi ini mampu memegang peranan penting sebagai alat bantu dalam, layanan kesehatan, pengolahan data, serta dapat membantu memecahkan masalah yang kecil sampai dengan masalah yang sangat kompleks ataupun dalam penunjang keputusan. Pelayanan dibidang kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang paling sering dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. salah satu sarana pelayaanan kesehatan yang mempunyai peran sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah rumah sakit khusus nya disini rumah sakit ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sistem layanan kesehatan masyarakat yang sedang berjalan pada RSIA Pratiwi. Proses layanan kesehatan pada RSIA Pratiwi masih bersifat semi-komputerisasi yaitu masih menggunakan buku besar dan Microsoft Office, sehingga dalam melakukan pendataan pasien rawat inap sering terjadi kesalahan data yang kurang akurat, serta memakan waktu cukup lama untuk mencari arsip data pasien rawat inap dan juga masih bersifat manual untuk pengecekan kamar rawat inapnya dimana pasien harus datang kerumah sakit langsung sehingga kurang efektif dan efisien. Metode penelitian yang dilakukan dengan cara observasi langsung di RSIA Pratiwi dan menganalisa prosedur pada sistem berjalan yang berkaitan dengan layanan kesehatan masyarakat yaitu pengecekan kamar rawat inap dan pengolahan data pasien rawat inap, metode analisa sistem yang diguanakan adalah PIECES yang terdiri dari Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service. Unified Modeling Language (UML) sebagai alat bantu untuk menganalisa prosedur sistem yang berjalan. Penelitian ini diharapakan perlu adanya sistem informasi berbasis online untuk mengelolah data dengan baik agar dapat membantu pekerjaan para Staff dengan mudah dalam menghasilkan informasi yang efektif dan efisien, sehingga dapat berguna untuk pengambilan keputusan

Kata kunci : Teknologi, informasi, sistem informasi, rumah sakit, layanan kesehatan, UML, Metode PIECES.


ABSTRACT


The development of information technology from year to year based on computerization has always experienced very rapid development to several government agencies, educational institutions, organizations, companies, and also health agencies and other industries. Because the development of computerized based information technology is able to play an important role as a tool in, health services, data processing, and can help solve small problems up to very complex problems or in supporting decisions. Service in the field of health is one form of service that is most often needed by the people today. one of the health care facilities that has a very important role in providing health services to the community is a special hospital here, a mother and child hospital. This study aims to analyze the public health service system currently underway at the Sepatan Mulia Hospital. The health service process at RSIA Sepatan Mulia is still semi-computerized, which is still using general ledgers and Microsoft Office, so that in collecting inpatients data errors often occur that are less accurate, and take a long time to search for inpatient data archives and also still manual for checking inpatient rooms where patients must come to the hospital directly so that it is less effective and efficient. The research method was carried out by direct observation at RSIA Sepatan Mulia and analyzing the procedures in the running system related to public health services, namely checking inpatient rooms and inpatient data processing, the system analysis method used was PIECES which consisted of Performance, Information, Economy, Control, Efficiency and Service. Unified Modeling Language (UML) as a tool to analyze system procedures that are running. This research is expected to need an online-based information system to manage data properly so that it can help the work of staff easily in producing information that is effective and efficient, so that it can be useful for decision making

Keywords: Technology, information, information systems, hospitals, health services, UML, PIECES Method.




KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tesis/ Skripsi/ Tugas Akhir (Disesuaikan) dengan judul "PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN PASIEN RAWAT INAP PADA RSIA PRATIWI KOTA TANGERANG”.

Tujuan penulisan Laporan Skripsi ini adalah sebagai syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan Strata 1 Program Studi Sistem Informasi pada Universitas Raharja.

Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bimbingan dan dorongan dari banyak pihak penulis tidak akan dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini pula penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

  1. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si. selaku Rektor Universitas Raharja.
  2. Bapak Dr. Henderi, S.Kom., M.Kom. selaku Dekan Fakultas Universitas Raharja.
  3. Orang Tua tercinta yang telah memberikan dukungan moril maupun materil serta doa untuk keberhasilan penelitian kepada peneliti.
  4. Bapak Padeli, M.Kom. selaku Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Raharja.
  5. Ibu Euis Sitinur Aisyah, M.Kom. selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi.
  6. Ibu Saryani, S.kom. MTI. sebagai Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis sehingga Skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
  7. Bapak Harfizar, M.Kom sebagai Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, masukan dan motivasi kepada penulis.
  8. Ibu dr. Yulitha Firdaus selaku stakeholder yang telah memberikan kontribusi besar di dalam lancarnya proses penelitin skripsi ini.
  9. Bapak dan Ibu Dosen serta Staff Universitas Raharja yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan dan motivasi kepada penulis.
  10. Keluarga tercinta yang telah memberikan doa, dukungan moril maupun materil sehingga Skripsi ini apat terselesaikan dengan baik.
  11. Teman - teman seperjuangan yang selalu ada dan memberikan semangat.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun, penulis harapkan sebagai pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Semoga Laporan ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

  
Tangerang, Juli 2019
   
(Pad Asalum)
NIM : 1511489686



Daftar isi



DAFTAR GAMBAR

  1. Gambar 3.1. Logo RSIA Pratiwi
  2. Gambar 3.2. Struktur Orgaisasi RSIA Pratiwi
  3. Gambar 3.3. Use Case Diagram Sistem Yang Berjalan
  4. Gambar 3.4. Use Case Diagram Sistem yang berjalan
  5. Gambar 3.5. Activity Diagram Sistem Yang Berjalan
  6. Gambar 3.6. Activity Diagram Sistem Pelayanan pelanggan
  7. Gambar 3.7. Sequence Diagram Sistem Yang Berjalan
  8. Gambar 3.8. Sequence Diagram Pengolahan Data Pasien Rawat Inap
  9. Gambar 4.1. Use Case Diagram Sistem yang diusulkan
  10. Gambar 4.2. Squence Diagram Sistem Pasien yang diusulkan
  11. Gambar 4.3. Squence Diagram Sistem Admin yang diusulkan
  12. Gambar 4.4. Activity Diagram Sistem Pasien yang diusulkan
  13. Gambar 4.5. Activity Diagram Sistem Pasien yang diusulkan
  14. Gambar 4.6. Class Diagram Sistem yang diusulkan
  15. Gambar 4.7. Halaman Utama Tabel 4.5. Tabel Tindakan
  16. Gambar 4.8. Halaman Menu Ketersediaan Kamar Rawat Inap
  17. Gambar 4.9. Halaman Menu Login Admin
  18. Gambar 4.10. Halaman Menu Master Admin
  19. Gambar 4.11. Halaman Menu Laporan Admin

DAFTAR TABEL

  1. Tabel 3.1. Hasil Analisa Kinerja
  2. Tabel 3.2. Hasil Analisa Informasi
  3. Tabel 3.3. Hasil Analisa Ekonomi
  4. Tabel 3.4. Hasil Analisa Pengendalian
  5. Tabel 3.5. Hasil Analisa Efisiensi
  6. Tabel 3.6. Hasil Analisa Pelayanan
  7. Tabel 3.7. Elisitasi Tahap I
  8. Tabel 3.8. Elisitasi Tahap II
  9. Tabel 3.9. Elisitasi Tahap III
  10. Tabel 4.1. Perbedaan Sistem Berjalan dengan Sistem Usulan
  11. Tabel 4.2. Tabel User
  12. Tabel 4.3. Tabel Pasien
  13. Tabel 4.4. Tabel kamar
  14. Tabel 4.5. Tabel Tindakan
  15. Tabel 4.6. Tabel Dokter
  16. Tabel 4.7. Tabel Registrasi
  17. Tabel 4.8. Tabel Perawatan
  18. Tabel 4.9. Tabel Pembayaran
  19. Tabel 4.10. Tabel Regis Kamar
  20. Tabel 4.11. Tabel Black Box Testing
  21. Tabel 4.12. Schedule
  22. Tabel 4.13. Estimasi Biaya

DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM


DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM



BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam era globalisasi sekarang ini, perkembangan teknologi yang semakin pesat, terutama dalam bidang komputer. Dengan adanya teknologi komputer akan mempermudah dalam melancarkan kegiatan dalam mengolah suatu data. Oleh karena itu untuk memberikan informasi yang cepat, tepat dan efisien diperlukan suatu sistem pengolahan data yang bisa menyediakan berbagai informasi dengan cepat dan akurat dalam ketepatan data. Mengingat semakin pesatnya teknologi sekarang ini terutama di bidang sistem informasi, maka didalam lembaga rumah sakit juga perlu menyediakan system komputerisasi untuk mempermudah dan mengefesiensikan pekerjaan tersebut terutama dalam sistem pengolahan data atau informasi.

Salah satu sarana pelayanan kesehatan yang mempunyai peran sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah rumah sakit. Rumah sakit merupakan lembaga yang mengemban tugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. Tidak mengherankan apabila bidang kesehatan perlu untuk selalu dibenahi agar bisa memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat. Rumah sakit adalah suatu tempat pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara lengkap yang meyediakan beberapa pelayanan diantaranya pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

RSIA Pratiwi adalah salah satu rumah sakit swasta yang sistem pengecekan ketersedian kamar rawat inap dan pengolahan data pasien rawat inapnya masih menggunakan cara manual yaitu dengan pembukuan, sehingga sering terjadi kesalahan dalam pengolahan data. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang sudah terkomputerisasi agar dalam proses pembuata laporan tentang pasien rawat inap dan pengecekan kamar rawat inap lebih cepat, tepat dan efisien. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut maka penulis bermaksud memberikan solusi dengan merancang sebuah aplikasi berbasis web dengan judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN PASIEN RAWAT INAP PADA RSIA PRATIWI”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat disimpulkan atau dirumuskan beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini, diantaranya :

  1. Apakah sistem layanan kesehatan pada RSIA Pratiwi sudah berjalan dengan baik?
  2. Apakah sistem pengolahan data pasien pada RSIA Pratiwi yang berjalan saat ini sudah mampu memberikan laporan secara cepat dan akurat?
  3. Bagaimanakah proses layanan kesehatan masyarakat pada RSIA Pratiwi yang berjalan saat ini?

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang dapat diperoleh dengan dilakukannya tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui ketersedian kamar rawat inap.
  2. Agar dapat menghasilkan data dan informasi pasien dan kamar rawat pasien Rumah sakit yang lebih cepat dan akurat.
  3. Mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah :

  1. Dapat menambah wawasan dan kemampuan berfikir mengenai penerapan teori yang telah didapatkan dari berbagai mata kuliah yang telah diterima dari bangku kuliah sekarang ini.
  2. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat pada RSIA Pratiwi.
  3. Dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ruang Lingkup Penelitian

Bedasarkan permasalahan yang ada, penulis menyadari akan luasnya permasalahan yang ada dan untuk membatasi ruang lingkup penelitian, sehingga penulis hanya membahas tentang permasalahan yang terfokus pada sistem pelayanan kesehatan masyarakat pada RSIA Pratiwi. Pembahasan yang akan dilakukan adalah pngecekan ketersediaan kamar rawat inap dan pengolahan data pasien rawat inap.

Metodelogi Penelitian

Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam rangka penyusunan penelitian laporan Kuliah Kerja Praktek (KKP), penulis menggunakan beberapa metode yang digunakan sebagai berikut :

Pengumpulan Data

  1. Metode Observasi (Observation Research)

    Pada metode ini penulis untuk mendapatkan data dengan melakukan observasi atau pengamatan langsung terhadap sistem yang dipakai. Sehingga penulis dapat melihat langsung permasalahan yang ada saat ini. Observasi dilakukan di Jalan RMH Noeradji No.42, Sumur Pacing, Karawaci, Kota Tangerang Banten - 15114.

  2. Metode Wawancara (Interview Research)

    Pada metode wawancara ini penulis melakukan kegiatan tanya jawab dan diskusi secara langsung dengan orang-orang yang terlibat atau dengan pihak yang terkait mengenai informasi yang dibutuhkan dalam proses penelitian. Wawancara dilakukan kepada Bapak Rendra Kusuma, S.E. selaku bagian IT. Penulis bertanya mengenai bagaimana sistem yang sedang berjalan saat ini dan apa kendala yang sering dihadapi.

  3. Metode Studi Pustaka (Library Research)

    Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data tambahan dengan mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas pada laporan yang penulis sedang teliti saat ini. Dalam metode ini digunakan dan diterapkan teori-teori dari buku-buku referensi, internet dan sebagainya.

Metode Analisa Sistem

Pada metode analisa sistem informasi ini, penulis menggunakan analisa PIECES (Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Service), karena analisa PIECES adalah metode analisa sebagai dasar untuk memperoleh pokok-pokok permasalahan yang lebih spesifik mengenai kinerja, informasi, ekonomi, pengendalian, efisisensi serta pelayanan yang dimiliki Koperasi Tirta Cisadane. Penulis juga melakukan analisa terhadap prosedur sistem berjalan dan menggambarkannya menggunakan alat bantu berupa UML (Unified Modeling Language) yang dibuat dengan menggunakan software Visual Paradigm.

Metode Analisa Rancangan

pada metode analisa rancangan sistem informasi untuk melakukan analisa terhadap prosedur yang berjalan penulis menggunakan alat bantu (tools) berupa UML (Unified Modeling Language) yang dibuat dengan menggunakan software visual paradigm yaitu sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar, menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan piranti lunak berbasis Object Orientied Programming melalui tahap : Use Case Diagram, Activity Diagram, dan Sequence.

Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas tentang laporan penelitian ini, maka sistematika penulisan laporan skripsi ini dikelompokkan menjadi beberapa sub-sub dengan rincian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, metodelogi penelitian, metode analisa sistem, metode perencanaan yang diusulkan dan sistematika penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan menguraikan landasan teori yang menjelaskan tentang hal-hal yang berkaitan dengan konsep dasar sistem informasi yang berlaku umum dan beberapa istilah maupun konsep yang berkaitan dengan objek penelitian.

BAB III PEMBAHASAN

Pada bab ini merupakan hasil penelitian lapangan terhadap sistem yang berjalan dan yang ingin dijelaskan adalah mengenai tentang uraian umum, tinjauan perusahaan, sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi, penjelasan tentang wewenang dan tanggung jawab, analisa proses dan sistem yang diusulkan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisikan tentang analisa, dan hasil perancangan sistem informasi

BAB V PENUTUP

Pada bab ini penulis membuat kesimpulan dan saran dari pembahasan bab-bab sebelumnya yang telah dibahas atas dasar pertimbangan kelebihan dan kekurangan yang saat ini sedang berjalan.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Perancangan Sistem

Definisi Perancangan Sistem

Menurut Kausar, dkk (2015:22)[1], menjelaskan bahwa, “Perancangan merupakan pengembangan sistem dari sistem yang sudah ada atau sistem yang baru, dimana masalah-masalah yang terjadi pada sistem lama diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru”.

Menurut Rianti dan Pratama dalam jurnal ICIT (2018:2019) “Perancangan sistem adalah termasuk bagaimana mengorganisasi sistem kedalam subsistem-subsistem, perangkat keras, perangkat lunak serta prosedur-prosedur.

According to Alison McKay et al in International Journal of Computer Integrated Manufacturing Vol.29 No.3 (2016:237)[2] , “Engineering design is an important early stage of the innovation processes that deliver new products to markets where societal challenges are addressed and wealth generated. High-quality engineering design information is critical to the effective and efficient manufacture, production and through-life support of such product. The emerging discipline of engineering design informatics brings together ICT (Information and Communications Technology) and engineering design to support the creation of well-founded engineering information support system”. Artinya desain teknik merupakan tahap awal yang penting dari proses inovasi yang mengantarkan produk awal yang penting dari proses inovasi yang mengantarkan produk baru ke pasar dimana tantangan sosial ditangani dan kekayaan dihasilkan.

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disimpulkan, perancangan adalah pembuatan sistem baru atau pengembangan sistem yang telah ada dengan tujuan sistem yang baru dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada menjadi lebih baik lagi.

Tahap perancangan sistem

Menurut Sophan Sophian (2014)[3], tahapan perancangan sistem yaitu:

  1. Mendefinisikan masalah, yaitu menentukan hal-hal apa saja sebenarnya yang menjadi masalah dalam perusahaan sehingga kita dapat menentukan pemecahan yang sesuai.
  2. Analisis masalah, yaitu meneliti dengan sebaik mungkin masalah yang sudah ditentukan dan memikirkan alternatif yang terbaik dalam pemecahan terhadap perancangan sistem yang baru saja digambarkan.
  3. Perancangan global, yaitu melakukan perancangan global terhadap sistem yang baru dengan menggunakan metode-metode perancangan secara garis besar.
  4. Perancangan detail, yaitu dengan menentukan bentuk-bentuk perancangan secara terperinci, dengan menggunakan metode-metode perancangan yang sering digunakan apakah itu desain output, desain input, desain file, struktur program.
  5. Program, yaitu membuat rancangan sistem yang baru dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu sesuai dengan aplikasi yang dibutuhkan.
  6. Testing, yaitu mengandalkan pengujian terhadap sistem program yang dirancang sesuai dengan keinginan yang dikehendaki dalam perancangan sebelumnya.
  7. Implementasi, yaitu menetapkan program yang telah dibuat kedalam sistem untuk menggunakan program tersebut, apakah sesuai dengan yang diinginkan.
  8. Evaluasi, operasi dan perawatan, yaitu melakukan operasi terhadap program dan juga melakukan penawaran secara umum untuk memelihara program yang ada.
  9. Dokumentasi, yaitu melakukan penduplikasian data melalui program yang dibuat sehingga apabila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka kita dapat mengantisipasinya.

Tujuan Perancangan Sistem

Menurut Sophan Sophian (2014)[3], tahap rancangan sistem mempunyai tujuan utama yaitu:

  1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem.
  2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap pada pemograman komputer dan ahli-ahli teknik yang lainya yang terlihat.

Kedua tujuan tahap rancangan sistem tersebut lebih cenderung pada rancangan sistem yang terinci yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap yang nantinya digunakan untuk mencapai tujuan analisis sistem.

Konsep Dasar Sistem

Untuk mendukung dalam pembuatan laporan penelitian, maka perlu dikemukakan hal-hal atau teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai landasan dalam pembuatan laporan penelitian ini.

Definisi Sistem

Berikut ini adalah beberapa definisi sistem menurut beberapa ahli bersumber dari buku dan jurnal, di antaranya :

Menurut Hengki Tamando Sitohang dalam jurnal Informatik Pelita Nusantara (2018:7)[4], “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur- prosedurnya yang saling berhubungan, berukmpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.”

Menurut Mulyati dkk dalam Jurnal ICIT (2018:119)[5], “Sistem didefinisikan sebagai serangkaian tindakan yang saling berhubungan dan berkaitan untuk melakukan dan mencapai tugas bersama-sama”.

Menurut Aris dkk dalam Jurnal CICES (2016:90)[6], “sistem adalah kumpulan bagian-bagian atau subsistem-subsistem yang disatukan dan dirancang untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Sistem adalah suatu komponen yang berkumpul untuk saling bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu.

Karakteristik Sistem

Menurut Rusdiana (2014:30)[7], “Inti di dalam model umum sistem ialah input, proses dan output, hal tersebut merupakan konsep sederhana yang terdapat di sebuah sistem, sebab sebuah sistem mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain model sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang mencirikan bahwa hal tersebut dapat dikatakan sebuah sistem”.

Berikut ini adalah penjelasan dari karakteristik sistem :

  1. Komponen
  2. Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

  3. Batasan sistem (boundary)
  4. Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

  5. Lingkungan luar sistem (Environment)
  6. Lingkungan luar sistem adalah di luar batas dari sistem yang memengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan di kendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

  7. Penghubung sistem (Interface)
  8. Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lain melalui penghubung.

  9. Masukan sistem (Input)
  10. Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenance input), dan masukkan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh dalam sistem komputer program adalah maintenance input sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

  11. Keluaran sistem (output)
  12. Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan klasifikasi menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. contoh komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

  13. Pengolah sistem (Process)
  14. Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan mengubah masukkan menjadi keluaran. Sistem produksi akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, sistem akuntansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan keuangan.

  15. Sasaran sistem (Goal)
  16. Sasaran sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Klasifikasi sistem sebagai :
    1. Sistem Abstrak (Abstract System)
    2. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

    3. Sistem Fisik (Physical System)
    4. Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.

  2. Klasifikasi sistem sebagai :
    1. Sistem Alamiah (Natural System)
    2. Sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia.

    3. Sistem Buatan Manusia (Human Made System)
    4. Sistem yang dibuat oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (human machine system).

  3. Klasifikasi sistem sebagai :
    1. Sistem Tertentu (Deterministic System)
    2. Sistem beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diperkirakan, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan.

    3. Sistem Tidak Tentu (Probabilistic System)
    4. Sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistic.

  4. Klasifikasi sistem sebagai :
    1. Sistem Tertutup (Close System)
    2. Sistem yang tidak terpengaruh dan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem bekerja secara otomatis tanpa ada turut ikut campur dari luar.

    3. Sistem Terbuka (Open System)
    4. Sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar sistem.

Konsep Dasar Informasi

Menurut Sutabri (2016:25)[8] “Sistem pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi atau tepatnya mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penerimanya. Nilai informasi berhubungan dengan keputusan. Bila tidak ada pilihan atau keputusan, maka informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat berkisar ulang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang.“

Definisi Informasi

Menurut Abidin dalam Sutopo dkk (2016:24)[9] "Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi penerimanya. kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan.”

Menurut Djahir (2015:10)[10], informasi adalah hasil dari pengolahan data mejadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.

Menurut George H.B & William S.H dalam Maulani dkk. (2016:3)[11] “informasi adalah data diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan."

Menurut Maimunah dkk dalam Sunarya dkk. (2015:80)[12] “informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya, dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan.”

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sekumpulan data yang telah melalui suatu proses dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan di masa yang akan datang.

Jenis-Jenis Informasi

Menurut Sunarya dkk. (2015:80)[13] Informasi dalam manajemen diklasifikasikan berdasarkan aspek-aspek, yang diantaranya adalah :

  1. Informasi berdasarkan persyaratan. Suatu Informasi harus memenuhi persyaratan sebagaimana dibutuhkan oleh manajer dalam rangka pengambilan keputusan yang harus segera dilakukan.
  2. Informasi berdasarkan dimensi waktu dibagi menjadi dua, yaitu:
    1. Informasi masa lalu
    2. Informasi jenis ini adalah mengenai peristiwa lampau yang meskipun jarang di pergunakan, namun dalam penyimpanan pada data storage perlu disusun secara rapi dan teratur.

    3. Informasi masa kini
    4. Dari istilahnya sendiri adalah jelas bahwa makna dari informasi masa kini ialah informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi sekarang.

Fungsi Informasi

Menurut Sutabri (2016:27)[14] Fungsi Informasi adalah memberikan suatu dasar kemungkinan untuk menanggapi seleksi kepada pengambilan keputusan. Fungsi informasi tidak mengarahkan pengambil keputusan mengenai apa yang harus dilakukan, tetapi mengurangi keanekaragaman dan ketidakpastian sehingga dapat diambil suatu keputusan yang baik. Suatu fungsi informasi yang penting lainnya adalah memberikan standar-standar, aturan-aturan ukuran, dan aturan-aturan keputusan untuk penentuan dan penyebaran tanda-tanda kesalahan dan umpan balik guna mencapai tujuan kontrol. Dengan kata lain, dengan menganggap bahwa pengambil keputusan menanam modal dalam suatu proyek, informasi diperlukan untuk membantu mengontrol pelaksanaan proyek.

Siklus Pengolahan Informasi

Menurut Irwansyah dkk. (2014:3)[15] Komputer mengolah data (input) menjadi informasi (output). Komputer melakukan proses menggunakan instruksi atau langkah-langkah secara berurutan yang memberitahu komputer bagaimana melakukan tugas tertentu. Sebuah kumpulan instruksi ini saling terkait untuk membentuk sebuah informasi baru (output).

Sebuah komputer menyimpan data, informasi dan instruksi di dalam penyimpanan yang berguna untuk digunakan di masa depan. Rangkaian input, proses dan output merupakan siklus pengelolaan informasi. Sebagian besar komputer saling terhubung dan berkomunikasi dengan komputer lain. Sehingga komunikasi juga telah menjadi elemen penting dari siklus pengolah informasi.

Kualitas Informasi

Menurut Jogiyanto dalam Sunarya dkk. (2015:81)[13] kualitas informasi terkadang juga dipakai untuk menyatakan informasi yang baik, kualitas informasi seringkali diukur berdasarkan :

  1. Relevansi yaitu informasi benar-benar memberikan manfaat bagi pemakai.
  2. Ketepatan waktu (Timeless) adalah menyatakan usia data yang sesuai dengan upaya pengambilan keputusan. Artinya, informasi tersebut tidak usang atau kadaluwarsa ketika sampai ke penerima, sehingga masih ada waktu untuk menggunakan informasi tersebut sebagai bahan pengambilan keputusan
  3. Akurasi yaitu menyatakan derajat kebenaran terhadap informasi dan menentukan kehandalannya atau rehabilitas informasi. informasi yang benar- benar bebas kesalahan dinyatakan sangat akurat.

Nilai Informasi

Menurut Sutabri yang dikutip oleh Rusdiana dan Irfan, dalam bukunya (2014:77)[16] dihubungkan dengan effectiveness dan cost benefit sehingga nilai informasi didasarkan pada sepuluh sifat sebagai berikut :.

  1. Mudah diperoleh Yaitu mudah dan cepatnya informasi dapat diperoleh.
  2. Luas dan lengkap Yaitu volume dan keluaran informasi.
  3. Ketelitian Yaitu bebas dari kesalahan.
  4. Kecocokan Yaitu informasi memiliki hubungan dengan masalah yang dihadapi.
  5. Ketepatan waktu Informasi teredia pada saat dibutuhkan.
  6. Kejelasan Yaitu informasi yang ada sangat jelas dan dimengerti oleh pemakai.
  7. Keluwesan Yaitu informasi dapat disesuaikan oleh beberapa pengguna dalam pengambilan keputusan.
  8. Dapat dibuktikan Yaitu pemakai informasi dapat menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan sama.
  9. Tidak ada prasangka Yaitu informasi tidak dapat diubah untuk mendapatkan keputusan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
  10. Dapat diukur Yaitu keputusan dihasilkan dari informasi formal.

Definisi Data

Menurut Hartono dalam Maulani dkk. (2016:3)[11] “Data adalah hasil pengukuran dan pencatatan data terhadap fakta tentang sesuatu, keadaan, tindakan atau kejadian.”

Menurut Aris dkk. (2016:74)[17] “Sumber informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata (fact and entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda, dan orang yang betul – betul ada dan terjadi.”

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa data adalah kumpulan dari suatu fakta yang belum bernilai jika belum diolah dan tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur dalam mengambil keputusan.

Pengolahan Data

Pengolahan data harus dilaksanakan dalam proses yang cepat dan akurat. Dalam pengolahan data harus dilakukan secara rinci dan teliti. Data harus di sesuaikan terhadap informasi yang nantinya akan dihasilkan. Pengolahan data harus menggunakan suatu sistem untuk membantu pekerjaan yang diharuskan cepat dalam pengerjaan-nya. Data sangat berguna untuk olah menjadi suatu informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan di masa yang akan datang. Data tanpa diolah tidak akan berguna, namun setelah diolah menjadi sebuah informasi akan menjadi lebih berharga.

Menurut Yakub dalam Maulani dkk. (2016:3)[18] “Sistem Informasi dalam organisasi biasanya terdiri atas berbagai metode pengelolaan data.” Metode pengolahan data terdiri dari :

  1. Metode manual, merupakan pengelolaan data yang semua operasi data dilakukan dengan tangan dan bantuan alat-alat.
  2. Metode electromechanical, yang merupakan pengolahan data dengan menggabungkan semua orang dan mesin.
  3. Metode punched card equipment, merupakan pengelolaan data yang menggunakan semua alat yang disebut sistem merekam unit (unit record system).
  4. Metode electronic computer, merupakan pengolahan data dengan menggunakan komputerisasi. Maulani (2016:3)[18]

Konsep Dasar Sistem Informasi

Menurut Sutabri (2016:40)[8] Sistem Informasi Manajemen bukan merupakan hal baru, yang baru adalah komputerisasi. Sebelum ada komputer, teknik SIM telah ada untuk memberikan informasi kepada manajer sehingga dapat merencanakan serta mengandalikan operasi. Sistem Informasi Manajemen merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan.

Definisi Sistem Informasi

Menurut Sutabri (2016:40)[8] “Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.”

Menurut Harfizar dkk, dalam Jurnal SENSI (2017:195) “Sistem informasi adalah komponen-komponen yang membentuk sistem yang menghasilkan suatu informasi yang berfungsi sebagai penyedia informasi atau laporan.

Maka sistem informasi adalah suatu sistem untuk pengolahan data/transaksi harian yang dilakukan dalam sebuah organisasi untuk pengambilan keputusan perusahaan di masa yang akan datang.

Komponen Sistem Informasi

Menurut Sutabri (2016:40)[8] Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building block), yang terdiri dari blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali. Sebagai suatu sistem, maka keenam blok tersebut saling bersinergi dan berinteraksi untuk membentuk suatu kesatuan untuk mencapai target atau sasaran.Berikut merupakan penjelasan mengenai komponen sistem informasi :

  1. Blok Masukan
  2. Suatu input yang mewakili data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi. Input di sini termasuk ke dalam metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

  3. Blok Model
  4. Blok model terdiri dari prosedur, logika dan model matematis yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang sesuai dengan tujuan.

  5. Blok Keluaran
  6. Produk dari suatu sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajer dan pemakai sistem.

  7. Blok Teknologi
  8. Blok teknologi merupakan tool box dalam suatu sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

  9. Blok Basis Data
  10. Basis data atau database merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain, tersimpan pada perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanilulasi. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data dalam suatu basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan agar dapat berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi dalam kapasitas penyimpanan. Basis data dimanipulasi menggunakan perangkat lunak yang disebut Data Base Management System (DBMS).

  11. Blok Kendali
  12. Banyak hal yang dapat merusak suatu sistem informasi seperti bencana alam, temperatur, air, api, debu, kecurangan dan kegagalan dari sistem itu sendiri. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Teori Khusus

Konsep Dasar Pelayanan

Definisi Pelayanan

Pelayanan dapat didefinisikan oleh Arviantama, dkk (2017 : 2)[19] “Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri”.

Sedangkan pelayanan menurut Rini, dkk (2017 : 16)[20] “Definisi pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat tidak kasat mata yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksud untuk memecahkan permasalahan konsumen atau pelanggan”.

Jadi, Pelayanan pada Dinas Kesehatan yang meliputi puskesmas ini merupakan suatu aktivitas da interaksi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan ataupun Puskemas kepada pasien, seperti penyuluhan gizi, ibu hamil, posyandu, Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Sistem Jejaring Rujukan (SIJARIEMAS), Pelayanan Obstetri Neonatus Esensial Dasar (PONED), dan sebagainya yang disediakan untuk para pasien demi kepuasan pasien itu sendiri.

Pelayanan Kesehatan

Farich mengatakan dalam Semendawai dan Wahyono (2014 : 119)[21] “Pelayanan kesehatan adalah upaya yang diselenggarakan sendiri/secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah, dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, atau masyarakat”.

Adapun pengertian menurut Wulandari (2017 : 1)[22] “Pelayanan kesehatan adalah segala kegiatan yang secara langsung berupaya untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau yang dituntut oleh mastarakat untuk mengatasi kesehatannya.”

Pelayanan kesehatan (health care service) merupakan hak setiap orang yang dijamin dalam Undang Undang Dasar 1945 untuk melakukan upaya peningkatkan derajat kesehatan baik perseorangan, maupun kelompok atau masyarakat secara keseluruhan.5 Defenisi Pelayanan kesehatan menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2009 (Depkes RI) yang tertuang dalam UndangUndang Kesehatan tentang kesehatan ialah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan, perorangan, keluarga, kelompok ataupun masyarakat. Berdasarkan Pasal 52 ayat (1) UU Kesehatan, pelayanan kesehatan secara umum terdiri dari dua bentuk pelayanan kesehatan yaitu:

  1. Pelayanan kesehatan perseorangan (medical service) Pelayanan kesehatan ini banyak diselenggarakan oleh perorangan secara mandiri (self care), dan keluarga (family care) atau kelompok anggota masyarakat yang bertujuan untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan 5 Veronika komalawati. Op,Cit. hlm. 77 9 kesehatan perseorangan dan keluarga. Upaya pelayanan perseorangan tersebut dilaksanakan pada institusi pelayanan kesehatan yang disebut rumah sakit, klinik bersalin, praktik mandiri.
  2. Pelayanan kesehatan masyarakat (public health service) Pelayanan kesehatan masyarakat diselenggarakan oleh kelompok dan masyarakat yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang mengacu pada tindakan promotif dan preventif. Upaya pelayanan masyarakat tersebut dilaksanakan pada pusat-pusat kesehatan masyarakat tertentu seperti puskesmas. Kegiatan pelayanan kesehatan secara paripurna diatur dalam Pasal 52 ayat (2) UU Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yaitu:
    1. Pelayanan kesehatan promotif, suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan.
    2. Pelayanan kesehatan preventif, suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan/penyakit.
    3. Pelayanan kesehatan kuratif, suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pengobatan yang ditujukan untuk penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit, pengendalian penyakit, pengendalian kecacatan agar kualitas penderita dapat terjaga seoptimal mungkin.
    4. Pelayanan kesehatan rehabilitatif, kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan untuk mengembalikan bekas penderita ke dalam masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya dan masyarakat, semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya.

Dapat Disimpulkan bahwa pelayanan kesehatan merupakan upaya kegiatan yang diselenggarakan dari, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, Porli, ataupun TNI dalam memulihkan, menolong, mencegah, dan menyembuhkan masyarakat dari penyakit.

Kualitas Pelayanan Kesehatan

Muhith, dkk mengemukakan tentang kualitas pelayanan (2017 : 78)[23] “kualitas layanan adalah menunjukkan segala bentuk aktualisasi kegiatan pelayanan yang memuaskan orang-orang yang menerima pelayanan sesuai dengan daya tanggap (responsiveness), menumbuhkan adanya jaminan (Assurance), menunjukkan bukti fisik (tangible) yang dapat dilihatnya, menurut empati (Empathy) dari orang-orang yang memberikan pelayanan sesuai dengan keandalannya (Reliability) menjalankan tugas pelayanan yang diberikan secara konsekuen untuk memuaskan yang menerima pelayanan”.

Yang dimaksud dengan Kualitas Pelayanan adalah “kualitas pelayanan atau jasa berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan pelanggan” Menurut Umar Husen dalam Fajar dan Hasibuan (2016 : 4)[24]

Jadi yang dimaksud dengan kualitas pelayanan dari definisi diatas adalah kegiatan yang dapat memenuhi kebutuhan pasien dipuskesmas serta rumah sakit yang dinaungi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dengan responsive, adanya jaminan asuransi, sebuah pembuktian, empati, dan sesuai dengan keadaannya, untuk memuaskan pasien tersebut.

Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Semendawai dan Wahyono mengatakan jenis fasilitas pelayanan kesehatan (2014 : 120)[21] “fasilitas kesehatan adalah suatu bagian dari fasilitas umum yang merupakan aktivitas atau materi yang berfungsi melayani kebutuhan baik individu atau kelompok individu dalam bidang pelayanan kesehatan pada suatu lingkungan kehidupan”.

Sedangkan menurut Hardadi, dkk[25] “Fasilitas merupakan sarana bantu bagi instansi dan tenaga kesehatan dalam menyelenggarakan pelayanan kepada pasien. Keadaan fasilitas yang memadai akan membantu terhadap penyelenggaraan pelayanan kepada pasien.”

Dapat disimpulkan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan merupakan sarana umum yang digunakan untuk penyelenggaraan pelayanan pasien yang memadai dibidang kesehatan.

Konsep Dasar Rumah Sakit

Definisi Rumah Sakit

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 340/MENKES/PER/III/2010 “Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat”.

Tugas Dan Fungsi Rumah Sakit

  1. Tugas Rumah Sakit
  2. Tugas rumah sakit adalah melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemeliharaan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan rujukan. Jika menurut Undang-Undang Republik Indonesia No 44 tahun 2009 pasal 4 tugas Rumah Sakit adalah memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna.

  3. Fungsi Rumah Sakit
  4. Untuk menjalankan tugas, Rumah Sakit mempunyai fungsi yang terdapat dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 44 tahun 2009:

    1. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.
    2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis.
    3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan.
    4. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan.

Klasifikasi Rumah Sakit

Menurut Pasal 24 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Klasifikasi Rumah Sakit adalah pengelompokan kelas Rumah Sakit berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanan.

  1. Rumah Sakit Umum
  2. Berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanan, Rumah Sakit Umum diklasifikasikan menjadi :

    1. Rumah Sakit Umum Kelas ( A )
    2. Rumah Sakit Umum Kelas A harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 (empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar, 5 (lima) Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, 12 (dua belas) Pelayanan Medik Spesialis Lain dan 13 (tiga belas) Pelayanan Medik Sub Spesialis. Kriteria fasilitas dan kemampuan Rumah Sakit Umum Kelas meliputi Pelayanan Medik Umum, Pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Medik Spesialis Dasar, Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, Pelayanan Medik Spesialis Lain, Pelayanan Medik Spesialis Gigi Mulut, Pelayanan Medik Subspesialis, Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan, Pelayanan Penunjang Klinik, dan Pelayanan Penunjang Non Klinik. Jumlah tempat tidur minimal 400 (empat ratus) buah.

    3. Rumah Sakit Umum Kelas ( B )
    4. Rumah Sakit Umum Kelas B harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 (empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar, 4 (empat) Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, 8 (delapan) Pelayanan Medik Spesialis Lainnya dan 2 (dua) Pelayanan Medik Subspesialis Dasar. Kriteria fasilitas dan kemampuan Rumah Sakit Umum Kelas B meliputi Pelayanan Medik Umum, Pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Medik Spesialis Dasar, Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, Pelayanan Medik Spesialis lain, Pelayanan Medik Spesialis Gigi Mulut, Pelayanan Medik Subspesialis, Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan, Pelayanan Penunjang Klinik dan Pelayanan Penunjang Non Klinik. Jumlah tempat tidur minimal 200 (dua ratus) buah.

    5. Rumah Sakit Umum Kelas ( C )
    6. Rumah Sakit Umum Kelas C harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 (empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar dan 4 (empat) Pelayanan Spesialis Penunjang Medik. Kriteria fasilitas dan kemampuan Rumah Sakit Umum Kelas C meliputi Pelayanan Medik Umum, Pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Medik Spesialis Dasar, Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, Pelayanan Medik Spesialis Gigi Mulut, Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan, Pelayanan Penunjang Klinik dan Pelayanan Penunjang Non Klinik. Jumlah tempat tidur minimal 100 (seratus) buah.

    7. Rumah Sakit Umum Kelas ( D )
    8. Rumah Sakit Umum Kelas D harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 2 (dua) Pelayanan Medik Spesialis Dasar. Kriteria fasilitas dan kemampuan Rumah Sakit Umum Kelas D meliputi Pelayanan Medik Umum, Pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Medik Spesialis Dasar, Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan, Pelayanan Penunjang Klinik dan Pelayanan Penunjang Non Klinik. Jumlah tempat tidur minimal 50 (lima puluh) buah.

  3. Rumah Sakit Khusus
  4. Jenis Rumah Sakit khusus antara lain Rumah Sakit Ibu dan Anak, Jantung, Kanker, Othopedia, Paru, Jiwa, Kusta, Mata, Ketergantungan Obat, Stroke, Penyakit Infeksi, Besalin, Gigi dan Mulut, Rehabilitasi Medik, Telinga Hidung Tenggorokan, Bedah, Ginjal, Kulit dan Kelamin. Berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanan, Rumah Sakit Khusus diklasifikasikan menjadi :

    1. Rumah Sakit Khusu Kelas A
    2. Rumah Sakit Khusu Kelas B
    3. Rumah Sakit Khusu Kelas C

    Klasifikasi Rumah Sakit Khusus ditetapkan berdasarkan :

    1. Pelayanan,
    2. Sumber Daya Manusia
    3. Peralatan
    4. Sarana dan Prasarana
    5. Administrasi dan Manajemen.

Konsep Dasar UML (Unified Modeling Language)

Definisi UML (Unified Modeling Language)

Menurut Munawir dikutip oleh Syafriadi (2015:22)[26] “Unified Modelling Language (UML) adalah suatu bahasa yang digunakan untuk menentukan, menvisualisaikan, membangun, dan mendokumentasikan suatu sistem informasi. Unified Modelling Language (UML) dikembangkan sebagai suatu alat untuk analisis dan desain berorientasi objek oleh Grady Booch, Jim Rumbaugh, dan Ivar jacobson. Proses pemodelan data menggambarkan keseluruhan proses bisnis yang akan dilakukan oleh sebuah sistem. Salah satu pemodelan data adalah UML (Unified Modelling Language)”.

Menurut Wijaya (2017:37)[27] “UML Merupakan sebuah standar bahasa pemodelan yang digunakan untuk menggambarkan sebuah sistem informasi yang akan dibangun. UML dapat bersifat platform-independent atau platform-spesific tergantung pada pilihan perancangan sistem.”

Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa Unified Modeling Language (UML) adalah suatu bentuk pemodelan yang menterjemahkan sebuah sistem perangkat lunak dalam memperbarui sistem atau mengembangkan sistem berbasis object oriented menjadi suatu bentuk visual sehingga dapat mudah dipahami.

Tujuan UML (Unified Modelling Language)

Menurut M. Safii dalam Jurnal Sains Komputer dan Informatika (2017:98)[28], ada bebeapa tujuan dari penggunaan UML (Unified Modeling Language) yakni:

  1. Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum.
  2. Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa.
  3. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam bahasa pemodelan.

Jenis-Jenis Diagram UML (Unified Modelling Language)

Terdapat beberapa jeni-jenis dalam UML (Unified Modelling Language), Menurut Martin Fowler dikutip oleh Dahlan Susilo dkk dalam Jurnal Gaung Informatika (2018:117)[29], beberapa jenis UML (Unified modeling Language) yaitu:

  1. Usecase Diagram
  2. Use Case diagram adalah teknik untuk merekam persyaratan fungsional sebuah sistem. Use case mendeskripsikan interaksi tipikal antara para pengguna sistem dengan sistem itu sendiri, Use Case Diagram dibuat untuk memvisualisasikan atau menggambarkan hubungan antara Actor dan Use Case.

  3. Class Diagram
  4. Class Diagram mendeskripsikan jenis-jenis objek dalam sistem dan berbagai macam hubungan statis yang terdapat diantara mereka. Class Diagram juga menunjukkan properti dan operasi sebuah class dan batasan-batasan yang terdapat dalam hubungan-hubungan objek tersebut.

  5. Activity Diagram
  6. Activity Diagram adalah teknik untuk menggambarkan logika prosedural, proses bisnis, dan jalur kerja, dalam beberapa hal, diagram ini memainkan peran mirip sebuah diagram alir, tetapi perbedaan prinsip antara diagram ini dan notasi diagram alir adalah diagram ini mendukung behavior parallel.

  7. Sequence Diagram
  8. Sequence diagram adalah penjabaran behavior sebuah skenario tunggal. Sequence diagram menunjukkan sejumlah objek contoh dan pesan-pesan yang melewati objek-objek ini di dalam use case.

  9. Component Diagram
  10. Component merupakan bagian fisik dari sebuah sistem, karena menetap di komputer tidak berada di analis. Component terhubung melalui antarmuka yang digunakan dan dibutuhkan

  11. Deployment Diagram
  12. Deployment Diagram menujukkan susunan fisik sebuah sistem, menunjukkan bagian perangkat lunak mana yang berjalan pada perangkat keras mana.

Definisi Analisis PIECES

Analisis PIECES

Menurut Istiningsih dalam Jurnal Pendidikan Matematika Vol:4 No:2 (2015:31), Pengertian PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, and Service) adalah:

  1. Performance Kehandalan
  2. Peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) system yang baru sehingga menjadi lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari throughput dan response time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut.

  3. Information Informasi
  4. Peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan.

  5. Economic Ekonomi
  6. Peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungan-keuntungan atau penurunan-penurunan biaya yang terjadi.

  7. Control Kendali
  8. Peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi.

  9. Efficiency fisiensi
  10. Peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis. Bila ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan, efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut digunakan dengan pemborosan yang paling minimum. Efisiensi dapat diukur dari outputnya dibagi dengan inputnya.

  11. Service Pelayanan
  12. Peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.

Konsep Dasar Database

Definisi Database

Terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai definisi database yaitu sebagai berikut :

Menurut Budi R yang dikutip Sri Rahayu, dkk dalam Jurnal CCIT (2015:54)[30] “Database adalah kumpulan data yang teintegrasi dan diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dimanipulasi, diambil, dan dicari secara cepat”.

Menurut Syahrial Chan (2017:161)[31] “Database adalah tempat menyimpan koleksi data yang terorganisir yang terdiri dari skema, table, view, query, store procedure dan objek-objek lainnya”.

Sementara Faridi, dkk dalam Jurnal CERITA (2016:192)[32] mendefinisikan bahwa “Database adalah sebuah struktur yang umumnya dikategorikan dalam 2 hal: sebuah database flat dan sebuah database relasional. Database relasional lebih disukai karena lebih masuk akal dibandingkan database flat”.

Dari pengertian diatas peneliti menyimpulkan Database adalah sekumpulan data yang tersimpan didalam media penyimpanan, yang memungkinkan dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Pengguna Database

Menurut Anhar (2016:20)[33], Berdasarkan cara berinteraksi dengan system, pengguna basis data dibedakan sebagai berikut :

  1. Database Administrator adalah orang yang mendefiniskan basis data, mengatur hak-hak akses, melakukan perawatan, koreksi terhadap basis data.
  2. Programmer Aplikasi adalah pengguna yang berinteraksi dengan basis data, dengan membuat antarmuka yang digunakan untuk manipulasi basis data.
  3. Sophisticated User. Pengguna yang ahli, maksudnya adalah pengguna yang mengakses langsung ke mesin basis data menggunakan bahasa non-prosedural.
  4. Specialized User. Pengguna yang mempunyai keahlian dibidang tertentu. Maksudnya pengguna ini memakai basis data untuk membangun program aplikasi sesuai bidang keahliannya.
  5. Naveuser. Pengguna yang memilki pengetahuan komputasi dan basis data terbatas. Pengguna ini berinteraksi dengan basis data melalui program aplikasi yang sudah disediakan

Konsep Dasar PHP (Programming Hypertext Processor)

Definisi PHP (Programming Hypertext Processor)

Berikut adalah beberapa definisi PHP menurut para ahli diantaranya :

Menurut Anhar yang dikutip Aris, dkk dalam jurnal STMIK AMIKOM Yogyakarta (2016:4)[33] “PHP singkatan dari Programming Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman yang dinamis (up to date)”.

Menurut Megha Koshti dan Sanjay Ganorkar dalam International Journal of Innovaive Research in Science, Engineering and Technology (2016:8981)[34], mendefinisikan bahwa “The PHP Hypertext Pre-processor (PHP) is a programming language that allows web developers to create dynamic content that interacts with databases”. Yang artinya PHP adalah bahasa pemrograman yang memungkinkan pengembang web membuat konten dinamis yang berinteraksi dengan database.

Menurut B. Permana yang dikutip Rahayu, dkk dalam jurnal Creative Communication and Innovative Technology (CCIT) Vol.7 No.2 (2015:53)[30] “PHP (Hypertext Preprocessing) adalah Bahasa server side scripting yang menyatu pada HTML untuk membuat halaman web yang dinamis”.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa PHP adalah bahasa pemrograman untuk membuat aplikasi web yang menyatu dengan HTML dan berada pada server.

Kelebihan PHP (Programming Hypertext Processor)

Menurut Wiwenty Lula Alaika (2018:15)[35], kelebihan PHP yaitu sebagai berikut :

  1. Membuat website menjadi tidak statis atau membuat website menjadi dinamis.
  2. PHP dapat dipakai secara gratis atau open source.
  3. Program atau aplikasi yang dibuat dengan php dapat berjalan di semua web browser.
  4. Mendukung banyak database.
  5. Berbagai script sudah tersedia dengan gratis.

Kekurangan PHP (Programming Hypertext Processor)

Menurut Wiwenty Lula Alaika (2018:15)[35], Selain kelebihan PHP, PHP juga mempunyai kekurangan. Diantaranya yaitu :

  1. Sering terjadi permasalahan pada Register Global.
  2. Perlu encoding agar PHP dapat dibaca semua orang.
  3. Tidak mengenal package.
  4. Berorientasi objek yang tidak sesungguhnya.

Definisi MySQL

Berikut adalah beberapa definisi MySQL menurut para ahli, diantaranya :

Menurut Santoso dan Yulianti dalam Jurnal SENIATI (2016:333)[36], “MySQL merupakan software yang tergolong sebagai DBMS (Database Management System) yang bersifat open source. Open source menyatakan bahwa software ini dilengkapi dengan source code (code yang dipakai untuk membuat MySQL)”.

Menurut Kusuma Ardhana dalam Jurnal Sisfotek Global Vol. 6 No. 1 (2016:77), “MySQL merupakan turunan konsep utama dalam basis data, yaitu SQL. SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basis data, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan input data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah”.

Menurut Prashant Ramchandra Desai dalam International Journal of Computer Sciences and Engineering (2016:57)[37], menjelaskan bahwa, “MySQL is a relational database that can be used to stress the memory, file system, networking and inter-process communication subsystems”. Yang artinya MySQL adalah database relasional yang dapat digunakan untuk menekankan memori, sistem file, jaringan dan subsistem komunikasi antar proses.

Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa MySQL merupakan sebuah software database yang dilengkapi dengan source code yang digemari di kalangan programmer web

Definisi XAMPP

Beberapa definisi XAMPP menurut para ahli, diantaranya :

Menurut Riyanto dalam Jurnal Lentera ICT Vol.3 No.1 (2016:49), “XAMPP (X Apache MySQL PHP Perl) merupakan paket PHP dan Mysql berbasis open source yang dapat digunakan sebagai tool pembantu pengembangan aplikasi berbasis PHP”.

Chetan Bulla dkk dalam International Journal of Engineering Science and Computing (2017:12632)[38], mengemukakan bahwa “XAMPP is a free and open source cross-platform web server solution stack package developed by Apache Friends, consisting mainly of the Apache HTTP Server, MariaDB database, and interpreters for scripts written in the PHP and Perl programming languages”. Yang artinya XAMPP adalah web server platform cross-platform gratis dan open source yang dikembangkan oleh beberapa Apache, yang sebagian besar terdiri dari Apache HTTP Server, database MariaDB dan bahasa untuk skrip yang ditulis dalam bahasa pemrograman PHP dan Perl.

Menurut Wahana Komputer dalam Jurnal Sisfotek Global Vol.6 No.1 (2016:77), “XAMPP adalah salah satu pake instalasi Apache, PHP, dan MySQL secara instan yang dapat digunakan untuk membantu proses instalasi instan”.

Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa XAMPP merupakan alat bantu yang menyediakan paket perangkat lunak maka tidak perlu lagi menginstal perangkat lunak seperti PHP, MySQL, Apache, PhpMyAdmin, dan lain-lain secara manual.

Definisi HTML

Berikut beberapa pendapat mengenai definisi HTML menurut para ahli, sebagai berikut :

Menurut Gisma Gerry Kurniawan (2018:1)[39], “HTML adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet dan formating hypertext sederhana yang ditulis kedalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi”.

Sementara, Fauzan Masykur dan Fiqiana Prasetiyowati dalam Jurnal STI (2016:95)[40], “HTML (Hypertext Markup Language) merupakan kumpulan dari symbol atau tag-tag yang dituliskan dalam sebuah file yang dimaksudkan untuk penampilan halaman pada web browser”.

Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa HTML (Hypertext Markup Language) merupakan bahasa untuk membuat halaman-halaman pada web dengan membentuk dokumen agar dapat ditampilkan pada program web browser.

Definisi Sublime Text

Vidiandry Putratama Supono (2016:14)[41], menjelaskan bahwa, “Sublime Text merupakan perangkat lunak text editor yang digunakan untuk membuat atau meng-edit suatu aplikasi. Sublime Text mempunyai fitur plugin tambahan yang memudahkan programmer”.

Miftah Faridi (2015:3)[42], mendefinisikan bahwa, “Sublime Text 3 adalah editor berbasis python, sebuah text editor yang elegan, kaya akan fitur, cross platform, mudah dan simple yang cukup terkenal di kalangan developer (pengembang), penulis dan desainer”.

Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa sublime text ialah text editor yang digunakan untuk untuk membuat program aplikasi yang secara otomatis untuk mempermudah programmer dalam mengetikkan kode editor.

Definisi Black Box Testing

Menurut M. Sidi Mustaqbal, dkk yang dikutip oleh Giandari Maulani, dkk. Vol.4 No.2 (2015:157), “Black Box Testing berfokus pada spesifikasi fungsional dari perangkat lunak. Tester dapat mendefinisikan kumpulan kondisi input dan melakukan pengetesan pada spesifikasi fungsional program”.

Menurut Sukamto dan Shalahuddin dalam Amin (2017:115)[43], “Black Box Testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan”.

Sementara, Syed Roohillah Jan dalam International Journal Scientific Research in Science Engineering Technology (IJSRSET) (2016:683)[44], mengatakan bahwa “Black Box Testing is a software testing technique which play an important role in software testing”. Yang artinya Black box testing adalah pengujian perangkat lunak yang memainkan peran penting dalam pengujian perangkat lunak.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa metode pengujian black box digunakan untuk menguji sistem dari segi user yang dititik beratkan pada pengujian kinerja, spesifikasi dan antarmuka sistem tersebut tanpa menguji kode program yang ada.

Konsep Dasar Elisitasi

Definisi Elisitasi

Beberapa definisi elisitasi menurut para ahli, diantaranya :

Menurut Suryana, dkk dalam Jurnal Innovative Creative and Information Technology (ICIT) (2015:18)[45], “Elisitasi adalah rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi”.

Menurut Agit Amrullah, dkk (2016:27)[46], “Elisitasi merupakan rancangan dibuat berdasarkan sistem yang baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi”.

Berdasarkan definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa elisitasi adalah sebuah rancangan dari kebutuhan suatu sistem baru yang akan dibuat sesuai keinginan pihak terkait.

Tahapan Dalam Elisitasi

Menurut Amrullah dkk dalam Jurnal Teknologi Informasi (2016:27), Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui 3 (tiga) tahap, sebagai berikut :

  1. Elisitasi Tahap I
  2. Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

  3. Elisitasi Tahap II
  4. Merupakan hasil prngklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

    • “M” pada MDI itu artinya Mandatory (penting).
    • Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

    • “D” pada MDI itu artinya Desirable
    • Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

    • “I” pada MDI itu artinya Inessential
    • Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

  5. Elisitasi Tahap III
  6. Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu sebagai berikut:

    • “T” artinya Technical
    • Maksudnya bagaimana tata cara/teknik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.

    • “O” artinya Operational
    • Maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan.

    • “E” artinya Economy
    • Maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem.

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

    • (H) yaitu sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.
    • (M) yaitu mampu untuk dikerjakan.
    • (L) yaitu mudah untuk dikerjakan.
  7. Final Draft Elisitasi
  8. Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Konsep Dasar Literature Review

Definisi Literature Review

Menurut Nur Azizah dalam Jurnal SENSI Vol. 3 No. 2 tahun 2017[47] dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Penilaian Kinerja Karyawan SPG Berstatus Kontrak Pada PT Softe Indonesia Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)”. Literature adalah kesusatraan atau kepustakaan sedangkan review adalah kegiatan penulis dalam meninjau dan memeriksa kembali suatu hal yang sudah dilakukan sebelummnya, sehingga literature review dapat disimpulkan suatu tindakan untuk meninjau dan memeriksa kembali sebuah kepustakaan atau kesusastraan. Literature review berisi tanggapan, rangkuman, dan pemikiran penulis yang dikutip dari sumber pustaka (dapat berupa artikel, buku, slide, informasi dari internet, dan lain-lain) tentang topik yang dibahas, dan ditempatkan pada bab awal.

Literature Review

Berikut ini adalah penelitian yang telah dilakukan dan memiliki korelasi yang searah dengan penelitian yang akan dibahas dalam kkp ini, antara lain :

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Yulistia, Amran Razak, dan Haeruddin, 2017 “Pengaruh Kualitas Layanan Dan Citra Terhadap Kepuasan Dan Minat Kembali Untuk Memanfaatkan Pelayanan Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makasar Tahun 2017”. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pasien, menganalisis pengaruh citra terhadap kepuasan pasien, menganalisis pengaruh kepuasan pasien terhadap minat kembali, menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap minat kembali, menganalisis pengaruh citra terhadap minat kembali, menganalisis pengaruh kualitas layanan dan citra terhadap minat kembali melalui kepuasan pasien.
  2. [48]
  3. Penelitian yang dilakukan oleh Puspa Yudha Utama, Apriatni E.P, dan Sari Listyorini 2014 berjudul “Analisa Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Dilihat Dari Dimensi Kualitas Pelayanan”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien rawat inap RSI Sultan Agung Semarang dilihat dari dimensi kualitas pelayanan.
  4. [49]
  5. Penelitian yang dilakukan oleh Dian Febrina Hutauruk dkk tahun 2017 berjudul “Analisis Responsiveness Pelayanan Kesehatan Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang". Penelitian ini dilakukan bertujuan agar sistem dapat terintegrasi dengan baik dan menghasilkan solusi yang lebih baik dalam Responsiveness antara perawat dangan dokter. Analisa ini di harapkan agar dapat bermanfaat dan membantu dalam proses pelayanan kesehatan antara pihak Rumah Sakit dan pasien. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectionaldengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan didukung pendekatan kualitatif.
  6. [50]
  7. Penelitian yang dilakukan oleh Aditya Kurniawan tahun 2017 berjudul “Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Tingkat IV Slamet Riyadi Surakarta” Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Slamet Riyadi Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif analitik, yakni menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan dengan pendekatan secara “cross sectional” pada bulan Maret 2015 dengan sampel sejumlah 94 responden.
  8. [51]
  9. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Deka Rizky, Ady Widjaja tahun 2018 berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Administrasi Rawat Jalan Pada Klinik Andalan” Tujuan dari penulisan secara umum diharapakan memperbaiki sistem yang telah ada sebelumnya, dalam pengolahan data dan penyajian informasi yang selama ini masih belum terkomputerisasi.
  10. [52]
  11. Penelitian dalam sebuah International Journal yang dilakukan oleh Maya Dewi Hanggraningrum, Tita Hariyanti, Achmad Rudijanto, 2017 dari Universitas Brawijaya Malang, yang berjudul “The Effect Of Service Quality On Outpatient satisfaction Of Dr. Soegiri General Hospital Lamongan” Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Dr. Soegiri Lamongan secara bersamaan dan sebagian.
  12. [53]
  13. Penelitian dalam sebuah International Journal yang dilakukan oleh Muh. Ishaq Jayabrata, Ida Aju Brahmasari, Ida Aju Brahma Ratih, 2016 dari Universitas 17 Agustus 1945, yang berjudul “Analysis of The Influence Patient Safety, Service Quality, Marketing Mix, Toward Patient Satisfaction and Patient Loyalty for Inpatients of Private Hospitals in Surabaya” Penelitian ini termasuk penelitian penjelasan (explanatory research) adalah kausalitas itu menjelaskan hubungan antar variabel dengan menguji hipotesis yang ada. Populasi dari penelitian ini adalah pasien yang telah menerima pelayanan kesehatan rawat inap dengan unit analisis bersifat pribadi rumah sakit di Surabaya. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan metode accidential sampling.
  14. [54]
  15. Penelitian dalam sebuah International Journal yang dilakukan oleh Sadegh Ahmadi Kashkoli, Ehsan Zarei, Abbas Daneshkohan and Soheila Khodakarim, 2017 dari University Of Medical Sciences, yang berjudul “Hospital responsiveness and its effect on overall patient satisfaction A cross-sectional study in Iran. International Journal of Health Care Quality Assurance”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara delapan dimensi responsif dan keseluruhan kepuasan pasien di rumah sakit umum dan swasta di Teheran, Iran.
  16. [55]
  17. Penelitian dalam sebuah International Journal yang dilakukan oleh Nutmeg Hallett, Geoffrey L. Dickens, 2015 dari University of Northampton, yang berjudul “De-escalation: A survey of clinical staff in a secure mental health inpatient service. International Journal of Mental Health Nursing” tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana staf klinis mendefinisikan dan membuat konsep de-eskalasi, yang mana intervensi de-eskalasi akan mereka gunakan secara agresif skenario, dan keyakinan mereka tentang kemanjuran intervensi de-eskalasi.
  18. [56]
  19. Penelitian dalam sebuah International Journal yang dilakukan oleh Si Dung Chu, Minh Thi Tran, Khanh Quoc Pham, Dung Tien Vu, Anh Quoc Nguyen, 2018 dari Vietnam national university, yang berjudul “The New Tool and Relationship Between Service Quality and Inpatient Satisfaction In Measuring Healthcare Quality” Tujuan penelitian ini untuk menunjukkan bahwa ada korelasi antara layanan kesehatan kualitas layanan (SQ) dan kepuasan rawat inap (PS / IPS) dengan signifikan melalui model penelitian yang baru, memastikan metode menilai kualitas dengan alat baru berdasarkan harapan pelanggan.
  20. [57]

BAB III

ANALISA SISTEM BERJALAN

Gambaran Umum Perusahaan

Sejarah Singkat Berdirinya RSIA Pratiwi

Rumah Sakit Ibu Dan Anak Pratiwi pertama kali beroperasional pada tanggal 5 Mei 2009. Didirikan oleh ibu Bd.Hj.Sutiyah dengan pengelolaanya dibawah naungan PT.Soeti Pratiwi. Jauh sebelum menjadi Rumah Sakit Ibu Dan Anak, fasilitas kesehatan ini sudah beroperasional sebagai Bidan Praktik Mandiri (BPM) dan Rumah Bersalin yang dirintis oleh pemilik sejak awal tahun 1980. Terletak di Jalan RHM.Noeradjie No.42 Kelurahan Sumur Pacing, Kecamatan karawaci, Kota Tangerang. Rumah Sakit Ibu dan Anak PRATIWI Tangerang memiliki 4 lantai dan banguan lantai 3 & 4 yang dibangun secara bertahap. Total luasan bangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak PRATIWI kurang lebih 1.945,8M² , dan berdiri diatas lahan seluas 2.448 M². Lahan parkir tersedia disamping kanan Rumah Sakit Ibu dan Anak PRATIWI dengan Luas Lahan kurang lebih 390 M². Rumah Sakit Ibu dan Anak PRATIWI juga memiliki lahan tebuka hijau dengan luas 248,8 M².

Dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengikuti regulasi pemerintah dalam pelayanan kesehatan khususnya di bidang pelayanan kesehatan Ibu Dan Anak, maka ditahun 2009 klinik BPM Bd.Hj.Sutiyah berubah status menjadi Rumah Sakit Ibu Dan Anak dengan klasifikasi sebagai rumah sakit khusus kelas C. Beroperasional dengan 25 tempat tidur perawatan juga dilengkapi fasilitas dan sarana prasarana yang sesuai klasifikasi rumah sakit khusus Ibu dan Anak seperti instalasi bedah , High Care Unit (HCU), ruang isolasi, dan ruang perawatan dari mulai VIP, kelas utama, kelas 1, 2 dan 3. Sebagai rumah sakit ibu dan anak yang ingin memberikan kenyamanan serta suasana “homey” bagi pasien maka ruang-ruang khusus seperti ruang bersalin, ruang observasi kala 1 dan ruang menyusui dibuat dengan kesan “seperti dirumah sendiri”. Seiring berjalannya waktu dan ada program dari pemerintah perihal kesehatan masyarakat atau yang disebut dengan BPJS Kesehata Rumah sakit Ibu dan Anak Pratiwi menjadi provider BPJS Kesehtan pada tanggal 09 April tahun 2017 dan pada tanggal 02 Juli tahun 2018 Rumah Sakit Ibu dan Anak Pratiwi menjadi An- Nisa Group untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dari awal pendirian logo RSIA pratiwi dengan gambar sebagai berikut :

Gambar 3.1 Logo RSIA Pratiwi

Menurut pendiri RSIA Pratiwi, Logo dengan gambar janin yang terletak dalam “dekapan tangan wanita” menganalogikan janin dalam Rahim sang ibu, yang artinya setiap elemen dari RSIA Pratiwi harus melindungi, menghormati, dan mengayomi manusia bahkan sejak masih janin didalam rahim sang Ibu. Itulah mengapa RSIA Pratiwi sangat peduli kepada kesehatan dan kesejahteraan seorang wanita hamil dan bayinya bahkan semenjak belum dilahirkan.

VISI & MISI

Visi

Menjadi Rumah Sakit Yang bermutu dan terjangkau di wilyah Kota Tangerang dan sekitarnya.

Misi

  1. Memberikan pelaanan kepada pasien dengan sentuhan kekeluargaan.
  2. Mewujudkan sumber daya manusia yang handal, bekerja keras, belajar, dan mengembangkan diri .
  3. Harga terjangkau yang berpihak kepada masyarakat dengan tetap mengedepankan standar pelayanan medis yang bermutu dan terakreditasi.
  4. Orientasi pelayanan bertujuan untuk kepuasan pelanggan.

Struktur Organisasi dan Fungsi

Gambar 3.2 Struktur Organisasi RSIA Pratiwi

Wewenang dan Tanggung Jawab

  1. Direktur
    1. Direktur Mempunyai tugas sebagai berikut :
      1. Bertanggung jawab atas keseluruhan kinerja RSIA PRATIWI sesuai visi, misi serta perundangan yang berlaku
      2. Melakukan fungsi – fungsi menajeman secara terpadu, efisiensi, efektif dak kreatif
      3. Penyelenggaraan medis, keperawatan, penunjang medis dan non medis, dan pelayanan rujukan
      4. Pengelolan urusan kepegawaian, hokum, hubungan kemasyarakatan, oganisasi dan tata laksana, serta rumah tangga, perlengkapan dan umum
      5. Perumusan kebijakan operasional dibidang pelayanan
      6. Penyusunan rencana dan program, monitoring, evaluasi, dan pealporan di bidang pelayanan
    2. Direktur Mempunyai Wewenang Sebagai Berikut :
      1. Menetapkan kebijakan operasional
      2. Menetapkan peraturan operasional, pedoman petunjuk teknis dan prosedur tetap
      3. Mengangkat dan memberhentikan karyawan waktu tertentu sesuai dengan ketentuan rumah sakit
      4. Merumuskan lingkup kewanangan klinik kepada staff medis, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku
      5. Memberikan perlindungan kepada staff professional dan karyawan sesuai ketentuan dan kemampuan rumah sakit
      6. Menetapkan hal – hal yang berkaitan dengan hak dan kewajiban staff professional dan karyawan rumah sakit
      7. Memberikan sangsi administratif kepada staff dan karyawan rumah sakit
      8. Mengangkat pejabat non struktural dan memberhentikan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku
      9. Mendatangkan ahli, konsultan atau lembaga indipenden apabila diperlukan
      10. Mengusulkan struktur organisasi rumah sakit serta perubahnnya
  2. Manajer Sumber Daya Manusia dan Umum
    1. SDM Mempunyai Tugas sebagai berikut :
      1. Memastikan seluruh kegiatan operasional di Unit Umum berjalan sesuai dengan aturannya
      2. Membuat program kerja tahunan
      3. Membina hubungan baik dengan perusahaan rekanan baik yang lama maupun yang baru
      4. Memonitoring serta memecahkan permasalahan yang terjadi dan tidak dapat dipecahkan oleh staff
      5. Melakukan monitoring dan pengecekan secara rutin fasilitas sarana prasarana serta peralatan kesehatan di rumah sakit
      6. Mengikutsertakan staff Umum dalam pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja karyawan
      7. Mengevaluasi kerjasama dengan pihak ke – 3 dan melaporkannya kepada atasan
      8. Memonitoring dan pengawasan terhadap kebersihan di rumah sakit serta mengevaluasi kinerja kebersihan guna menciptakan hasil kerja yang optimal
      9. Memonitoring dan mengurus serta perpanjangan perijinan – perijinan rumah sakit
      10. Membangun team building di unit SDM & Umum (GA)
      11. Memonitoring laporan bulanan diantaranya laporan kegiatan/kunjungan
    2. Wewenang SDM sebagai berikut :
      1. Menilai, menegur dan memotivasi seluruh karyawan RSIA PRATIWI
      2. Mengatur rencana kegiatan penyelenggaraan SDM & Umum
      3. Meminta arahan dari atasan
      4. Meminta masukan dari bawahan dan unit kerja lain yang terkait
      5. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan
  3. Manajer Keperawatan
    1. Mempunyai Tugas sebagai berikut :
      1. Menetapkan kebijakan operasional dan perencanaan operasional pelayanan keperawatan sesuai visi, misi, falsafah dan tujuan pelayanan keperawatan.
      2. Mengkaji kebijakan intern dan ekstern Rumah Sakit dalam berbagai aspek yang terkait dengan profesi keperawatan.
      3. Melaksanakan pengorganisasian dan pengendalian serta pengawasan yang berkait dengan aktifitas sumber daya profesi keperawatan Rumah Sakit.
      4. Melakukan koordinasi dengan Bagian yang lain dalam kegiatan operasional Rumah Sakit.
      5. Mengarahkan segala kegiatan pelayanan keperawatan menjadi lebih berdaya guna dan berhasil guna.
      6. Membina dan memotivasi jajaran structural dan non structural demi terwujudnya Tujuan divisi keperawatan dan institusi Rumah Sakit.
      7. Mewawancarai, menyeleksi dan menempatkan staf keperawatan pada jabatan atau posisi yang sesuai.
      8. Bertanggung jawab atas tercapainya mutu pelayanan keperawatan secara optimal.
      9. Bertanggung jawab atas kelancaran pelayanan administrasi keperawatan dan pelayanan keperawatan
      10. Aktif berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan fasilitas bisnis dan membantu dalam pengembangan strateginya.
      11. Bekerjasama dengan agen dan organisasi lain di masyarakat untuk meningkatkan perluasan dan pertumbuhan ketrampilan dan pengetahuan staf secara profesional, dan meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit.
      12. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab lain yang diinstruksikan.
    2. Manajer Keperawatan mempunyai wewenang sebagai berikut :
      1. Memberikan pengarahan dan bimbingan pelaksanaan tugas keperawatan.
      2. Melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan.
      3. Mengkoordinasikan, mengawasi & mengendalikan pelaksanaan dan penggunaan peralatan keperawatan.
      4. Meminta informasi & pengarahan kepada atasan.
      5. Menandatangani surat dan dokumen yang ditetapkan menjadi wewenang Manager Keperawatan.
      6. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan yang berkaitan dengan pelayanan keperawatan.
  4. Manajer Pelayanan dan Penunjang Medis
    1. Mempunyai Tugas antara lain :
      1. Mengkoordinasi, mengatur, mengendalikan kegiatan penunjang medis.
      2. Pemenuhan kebutuhan perlengkapan dan fasilitas penunjang medis.
      3. pembinaan dan bimbingan pelaksanaan penunjang medis meliputi kegiatan di Unit Farmasi, Unit Laboratorium, Unit Radiologi, Unit Rekam medis, dan Unit Gizi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    2. Dan mempunyai wewenang sebagai berikut :
      1. Menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Penunjang Medis.
      2. Menyusun rencana jumlah, jenis pergantian peralatan penunjang medis sesuai sumber daya dan sumber dana rumah sakit.
      3. Melaksanakan pencegahan infeksi nosokomial.
      4. Menjamin ketersediaan peralatan untuk mempermudah pelayanan medis.
      5. Mengembangkan sistem pencatatan dan pelaporan yang tepat sehingga tercipta sistem informasi yang akurat.
      6. Mengendalikan pendayagunaan tenaga secara efektif dan efisien.
      7. Menilai mutu pelayanan.

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Prosedur Sistem Yang Berjalan

Adapun prosedur sistem yang berjalan saat ini yaitu sebagai berikut:

  1. Pengecekan kamar rawat inap:
    1. Pasien datang ke rumah sakit
    2. Pasien menuju ke bagian pendaftaran.
    3. Pasien diantar oleh perawat mengecek kamar.
    4. Jika setuju pasien kebagian pendaftaran.
    5. Bagian pendaftaran memberikan form dan diisi oleh pasien.
  2. Prosedur sistem pengolahan data pasien rawat inap:
    1. Pasien datang ke rumah sakit pratiwi
    2. Pasien ke bagian pendaftaran untuk di cek apakah id sudah terdaftar
    3. Jika belum terdaftar pasien meminta dan mengisi from pendaftaran.
    4. Bagian pendaftaran menerima from pendaftaran yang sudah di isi pasien.
    5. Pasien melakukan diaknosa dan konsul dengan dokter.
    6. dokter menyatakan pasien harus di rawat
    7. Bagian pedaftaran membuat daftar pasien rawat inap dan kamar pasien.
    8. pasien dalam perawatan di periksa secara berkala oleh dokter.
    9. dokter memberikan resep obat.
    10. pasien menerima dan menebus resep obat ke bagian apoteker.
    11. apoteker meracik obat dan memberikan ke pasien
    12. setelah beberapa hari pasien di cek lagi oleh dokter.
    13. dokter menyatakan pasien sembuh.
    14. bagian pendaftaran menerima rekam medis pasien dari pihak rekam medis.
    15. setelah melakukan pembayaran pasien pulang.
    16. kasir mencatat dan membuat laporan hasil pembayaran pasien rawat inap
    17. pimpinan menerima laporan dari admin.

Rancangan Prosedur Sistem yang Berjalan

Untuk menganalisa sistem berjalan, penelitian ini menggunakan program Unified Modelling Language (UML) untuk menggambarkan prosedur dan proses yang berjalan saat ini.

Berikut ini merupakan sistem proses pengecekan kamar rawat inap pada RSIA Pratiwi:

Analisa Sistem Pada Use Case Diagram

Sebuah use case mempresentasikan sebuah interaksi antara actor dengan sistem . use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem dan bukan “bagaimana”. Use case diagram sistem yang berjalan saat ini yang ada pada prosedur pengecekan kamar rawat inap dapat dilihat seperti gambar 3.2 .

  1. Sistem Pengecekan Kamar Rawat Inap
  2. Gambar 3.3Use Case Diagram Sistem Yang Berjalan

    Berdasarkan gambar 3.2 Use Case Diagram sistem pengecekan kamar rawat inap yang berjalan saat ini, terdapat :

    1. 1 sistem yaitu sistem pengecekan kamar rawat inap
    2. 3 Actor yang melakukan kegiatan, diantaranya : Pasien, Resepsionis, dan Perawat.
    3. 3 Use Case Diagram, diantaranya : Datang kerumah Sakit, Menuju Bagian Pendaftaran, dan Mengisi Form Penginapan.
    4. 3 include, yaitu : setuju, tidak, dan pasien diantar oleh perawat.
  3. Sistem Pengolahan Data Pasien Rawat Inap
  4. Gambar 3.4Use Case Diagram Sistem Yang Berjalan

    Gambar 3.3 Use Case diagram Sistem yang Sedang berjalan Berdasarkan gambar 3.3 Use Case Diangram diatas terdapat:

    1. 1 sistem yaitu sistem pengolahan data pasien rawat inap
    2. 6 actor yang melakukan kegiatan yaitu pasien, bagian pendaftaran, dokter, apoteker, admin, pimpinan
    3. 20 use case yang bisa dilakukan oleh actor diantaranya : Datang kerumah sakit, cek id pendaftaran pasien, cek pasien sudah terdaftar atau belum, mengisi form pendaftaran, diagnosa dan konsul, membuat keputusan rawat, dalam perawatan, mendapat fasilitas dan kontrol, memberi resep obat, menerima resep obat, menebus obat, meracik obat dan memberikan obat, menyatakan pasien sembuh, rekam medis, melakukan pembayaran, memproses pembayaran, pasien pulang, membuat laporan, memberikan laporan, menerima laporan.

Analisa Sistem Pada Activity Diagram

Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sisem yang sedang dirancan, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Activity diagram sistem yang berjalan saat ini pada pengecekan kamar rawat inap dan pengolahan data pasien rawat inap dapat dilihat digambar berikut.

  1. Sistem Pengecekan Kamar Rawat Inap
  2. Gambar 3.5Activity Diagram Sistem yang Berjalan

    Berdasarkan gambar 3.4 Activity Diagram sistem pengecekan kamar rawat inap yang berjalan saat ini terdapat :

    1. 1 Initial Node, yaitu sebagai objek yang diawali.
    2. 3 Swimline, diantaranya : Pasien, Resepsionis, Perawat.
    3. 6 Action dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi, diantaranya : Datang Kerumah Sakit, Menuju Ke Resepsionis, Diantar Oleh Perawat, Menyetujui Kamar, Mengisi Form Penginapan, Menyimpan Form Penginapan.
    4. 1 Final State, yaitu sebagai objek yang di akhiri.
  3. Sistem Pengolahan Data Pasien Rawat Inap
  4. Gambar 3.6 Activity Diagram Sistem Pelayanan Pelanggan

    Berdasarkan gambar 3.5 Activity Diagram diatas terdiri dari :

    1. 1 Initial node, objek yang diawali dari pasien datang dan mendaftar.
    2. 6 swimline, diantarnya : pasien, bagian pendaftaran, dokter, apoteker, kasir dan pimpinan.
    3. 27 Action, dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu akses dintaranya : Datang kerumah sakit, cek id pasien sudah terdaftar atau belum, form pendaftaran pasien, mengisi form pendaftaran, diagnosa dan konsul, penyakit kemungkinan fasilitas, rujuk, membuat surat rujukan, pendaftaran pasien rawat inap, pendaftaran kamar untuk pasien, dalam perawatan, pengontrolan dokter, menulis resep obat, memberikan resep obat, menerima resep, menebus resep, meracik obat, memberikan obat, menerima obat, pengontrolan pasien, memeriksa kembali pasien, menyatakan pasien sembuh, rekam medis, pasien pulang, menghitung pembayaran, membuat laporan, menerima laporan.
    4. 2 Decision Node dari sistem yang mencerminkan percabangan dari suatu aksi, diantaranya : ya dan tidak.
    5. 1 Activity Final Node, aktivitas yang diakhiri.

Analisa Sistem Pada Sequence Diagram

Sequence Diagram merupakan secara grafis menggambarkan bagaimana objek berinteraksi satu sama lain melalui pesan pada sekuensi sebuah use case atau operasi. Sequence Diagram sistem yang berjalan saat ini pada pengecekan kamar rawat inap dan pengolahan pasien rawat inap.

  1. Sistem Pengecekan Kamar Rawat Inap
  2. Gambar 3.7Sequence Diagram Sistem yang Berjalan

    Berdasarkan gambar 3.6 Sequence Diagram sistem pengecekan kamar rawat inap yang berjalan saat ini terdapat :

    1. 3 Actor yang melakukan kegiatan yaitu : Pasien, Resepsionis, dan Perawat.
    2. 4 Life Line antarmuka yaitu : rumah sakit, ruang pendaftaran, form pendaftaran dan kamar pasien.
    3. 6 Message, yaitu spesifikasi komunikasi antar objek yang memuat informasi dari aktivitas yang terjadi, diantaranya : datang kerumah sakit, menuju kebagian pendaftaran, mengantarkan pasien, mengisi form pendaftaran, menerima form pendaftran, menyimpan form pendaftaran.
  3. Sistem Pengolahan Data Pasien Rawat Inap
  4. Gambar 3.8 Sequence diagram pengolahan data pasien rawat inap

    Berdasarkan gambar 3.3 sequence diagram diatas terdapat:

    1. 3 Lifeline: yaitu, perawatan, penebusan obat, laporan
    2. 6 aktor, yaitu : pasien, bagian pendaftaran, dokter, apoteker, admin dan pimpinan.
    3. 21 message yang memuat informasi- informasi tentang aktifitas yang terjadi, kegiatan yang bisa di lakukan oleh aktor tersebut diantaranya : melakukan pendaftaran, memberikan form pendaftaran, memberikan form pendaftran telah di isi, diagnosa dan konsul dengen dengan dokter, menyatakan pasien harus dirawat, pendaftaran rawat inap, pendaftaran kamar rawat inap, dalam perawatan, kontrol pasien, menulis resep obat, menerima resep obat, memberikan resep obat dan menebus oabat, menerima resep obat, meracik dan memberikan obat hasil racikan, menerima obat, memeriksa kembali pasien, menyatakan pasien sembuh, rekam medis, pasien pulang, membuat laporan, dan, menerima laporan.

Analisa Sistem Yang Berjalan

Metode Analisis PIECES

Tahapan analisis terhadap suatu sistem atau aplikasi dilakukan sebelum tahapan perancangan dilakukan. Tujuan diterapkannya analisis terhadap suatu sistem adalah untuk mengetahui alasan mengapa sistem tersebut diperlukan, merumuskan kebutuhan-kebutuhan dari sistem tersebut untuk membantu merencanakan penjadwalan pembentukan sistem, meminimalisir permasalahan yang mungkin terdapat didalam sistem tersebut sehingga fungsi yang terdapat di dalam istem tersebut bekerja secara optimal. Salah satu metode analisa yang digunakan peneliti adalah menggunakan PIECES yaitu:

  1. Performance (Kinerja)
  2. Analisis Kinerja adalah kemampuan dalam menyelesaikan tugas bisnis dengan cepat sehingga sasaran dapat segera tercapai. Kinerja diukur dengan jumlah produksi (throughput) dan waktu tanggap (response time) dari suatu sistem.

    Tabel 3.1 Hasil Analisa Kinerja

  3. Information ( Informasi)
  4. Informasi merupakan komoditas terpenting bagi seorang pengguna akhir pada suatu sistem dalam pengambilan keputusan. Dengan sistem informasi yang baik maka akan menghasilkan informasi yang bermanfaat sebagai pendukung dalam menanggapi masalah dan peluang yang ada.

    Tabel 3.2 Hasil Analisa Informasi

  5. Economy ( Ekonomi )
  6. Pada sistem yang ada saat ini masih membutuhkan biaya, dilihat dari segi ekonomisnya sistem yang ada saat ini masih mengeluarkan biaya yang tidak sedikit setiap akan melakukan pencatatan data aset, sehingga sistem yang sedang berjalan saat ini masih kurang ekonomis.

    Tabel 3.3 Hasil Analisa Ekonomi

  7. Control ( Pengendalian )
  8. Pengendalian dalam sistem sangatlah diperlukan, yaitu digunakan untuk meningkatkan kinerja sistem, mencegah atau mendeteksi penyalahgunaan atau kesalahan sistem serta untuk menjamin keamanan data dan informasi.

    Tabel 3.4 Hasil Analisa Pengendalian

  9. Efficiency ( Efisiensi )
  10. Efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya yang ada dapat digunakan dengan sebaik dan sehemat mungkin dengan pemborosan/biaya yang paling minimum.

    Tabel 3.5 Hasil Analisa Efisiensi

  11. Service ( Pelayanan )
  12. Pelayanan yang diberikan sangat mendukung dalam peningkatan kualitas. Pelayanan Merupakan faktor yang menentukan apakah lembaga dapat mencapai tujuan dari pembentukan kebijakan atau tidak. Karena perkembangan dipicu kepuasan pelayanan yang baik.

    Tabel 3.6 Hasil Analisa Pelayanan

Analisa Masukan, Analisa Proses, Analisa Keluaran

  1. Analisa Masukan
  2. Nama Masukan : Form pendaftaran pasien rawat inap

    Fungsi : Untuk pendataan pasien

    Sumber : Admin

    Media : Kertas

    Frekuensi : Setiap dibutuhkan

    Format : Lampiran

    Keterangan : Berisi data dari calon pasien

  3. Analisa Proses
  4. Nama Modul : Pembuatan buku pasien rawat inap

    Masukan : Data pasien rawat inap

    Keluaran : Buku laporan pasien rawat inap

    Ringkasan Proses  : Menghasilkan buku pasien rawat inap yang dibutuhkan resepsionis untuk pembuatan laporan.

  5. Analisa keluaran
  6. Nama Keluaran : Buku laporan pasien rawat inap

    Fungsi : Untuk pembuatan laporan pasien rawat inap

    Media : Kertas

    Distribusi : Pimpinan dan Arsip

    Frekuensi : Setiap dibutuhkan

    Deskripsi :Laporan data pengecekan kamar rawat inap pasien dan laporan data pasien rawat inap.

Konfigurasi Sistem Berjalan

Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware)

Adapun konfigurasi perangkat keras (Hardware) pada sistem yang berjalan adalah sebagai berikut :

  1. Processor : Intel Core i7
  2. Monitor : Asus Republic Of Gamers (ROG)
  3. Mouse : Wireless
  4. Keyboard : USB
  5. RAM : 8 GB
  6. Hardisk : 1 Terra
  7. Printer : Cannon

Spesifikasi Perangkat Lunak (Software)

Adapun konfigurasi perangkat lunak (Software) pada sistem yang berjalan adalah sebagai berikut :

  1. Windows 10
  2. Microsoft Excel 2010
  3. Microsoft Word 2010
  4. Google Chrome

Hak Ases ( Brainware)

Untuk mengoperasikan sistem, dapat diakses oleh kepegawaian dengan sistem yang berjalan saat ini yaitu :

  1. Admin
  2. Ketua

Permasalahan Yang Dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

Permasalahan Yang Dihadapi

Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan terhadap sistem yang berjalan saat ini pada proses layanan kesehatan masyarakat pada RSIA Pratiwi, didapatkan beberapa permasalahan yang dihadapi, yaitu :

  1. Pengecekan kamar rawat inap harus datang kerumah sakit sehingga kurang efektif.
  2. Pengecekan kamar rawat inap dan pengolahan data pasien rawat inap masih menggunakan kertas dan melalui prosedur yang panjang.
  3. Segala aktivitas yang dilakukan di dalam RSIA Pratiwi masih semi komputerisasi, di khawatirkan terjadinya duplikasi atau inkonsistensi pada data dan tidak ada backup (cadangan) data.
  4. Pengolahan datanya kurang maksimal karena masih menggunakan kertas sehingga banyak berkas-berkas anggota yang tercecer sehingga data mudah sekali untuk hilang. Serta Pada saat akan mencari berkas anggota yang diperlukan membutuhkan waktu yang lama dikarenakan berkas yang menumpuk begitu banyak.

Alternatif Pemecahan Masalah

Setelah dijabarkan permasalahan yang dihadapi diatas, maka penulis akan memberikan alternatif pemecahan masalah. Alternatif pemecahan masalah yang dihadapi adalah sebagai berikut :

  1. Membangun sistem aplikasi agar memudahkan dalam berbagai aktivitas yang dilakukan di RSIA Sepatan Mulia. Dengan membangun suatu sistem berbasis web yang dapat menghasilkan data-data dan informasi yang lebih akurat, cepat dan informatif, juga meningkatkan kinerja yang optimal.
  2. Sistem terkomputerisasi sehingga dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang terjadi, mencegah hilangnya data anggota dengan melakukan backup pada data anggota yang telah diinput dan mengurangi penggunaan atau penyimpanan kertas yang berlebihan.

User Requiremens

Elisitasi Tahap I

Elisitasi tahap I merupakan daftar yang diperoleh dari hasil pengumpulan data dari lapangan yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Dan berikut adalah tabel Elisitasi Tahap I.

Gambar 3.9 Elisitasi tahap I

Elisitasi Tahap II

Elisitasi tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi tahap I yang kemudian diklasifikasikan lagi dengan menggunakan metode MDI.

M = Mandatory (yang digunakan)

D = Desirable (yang diinginkan)

I = Inessential (yang tidak mutlak digunakan)

Gambar 3.10 Elisitasi Tahap II

Elisitasi Tahap III

Berdasarkan Elisitasi Tahap II di atas, dibetuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan metode TOE dengan opsi HML. Requirement yang opsinya High (H) harus deliminasi. Berikut adalah requirement tersebut :

Keterangan:

T = Technical H = High

O = Operational M = Middle

E = Economic L = Low

Gambar 3.11 Elisitasi Tahap III

Final Draft Elisitasi

Final Draft Elisitasi merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan digunakan. Hasil dari wawancara dan analisa dapat disusun pada tabel 3.6 sistem kenaikan pangkat pegawai yang final seperti berikut :

Final Draft Elisitasi Tahap

BAB IV

PERANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Rancangan Sistem Usulan

Setelah mengadakan penelitian dan analisa sistem yang berjalantahap selanjutnya akan dibahas mengenai rancangan sistem yang akan dibangun. Ada beberapa ulasan prosedur baru, yang bertujuan memperbaiki dan menyempurnakan sistem yang ada sekarang. Prosedur yang di usulkan yaitu merubah proses kinerja admin dalam mengolah data yang masih manual menjadi lebih terkomputerisasi. Berdasarkan perubahan sistem yang terjadi, maka setelah kebutuhan-kebutuhan sistem yang baru di tentukan langkah-langkah berikutnya adalah perancangan atau desain sistem usulan yang bertujuan untuk perbaikan atau penggantian sistem lama serta memberikan gambaran yang jelas tentang proses desain sistem dari awal hingga akhir, penelitian sistem usulan ini menggunakan program Visual Paradigm for UML 6.4 untuk menggambarkan Use Case Diagram, Class Diagram, Sequence Diagram, State Machine Diagram, dan Activity Diagram. Adapun diagram-diagram usulan yang saya gambarkan dalam program Visual Paradigm for UML 6.4 adalah sebagai berikut.

Prosedur Sistem Usulan

Berikut beberapa prosedur yang dilakukan dalam menjalankan sistem layanan pasien rawat inap berbasis website.

  1. Pasien
    1. Masuk ke halaman utama
    2. Melihat dan mengecek ketersedian kamar rawat inap
    3. Melakukan registrasi jika kamar tersedia
    4. Cetak form registrasi untuk daftar ulang
  2. Admin
    1. Melakukan login
    2. Menampilkan menu home
    3. Menampilkan menu master
    4. Mengubah dan menghapus data pasien
    5. Mengubah dan menghapus data dokter
    6. Mengubah dan menghapus data kamar
    7. Menampilkan menu laporan
    8. Membuat laporan registrasi pasien rawat inap
    9. Membuat laporan perawatan pasien rawat inap
    10. Membuat laporan pembayaran Pasien rawat inap
    11. LogOut
  3. Kasir
    1. login
    2. Menampilkan menu home
    3. Menampilkan menu pembayaran
    4. Input data pembayaran pasien
    5. Logout
  4. Pimpinan
    1. login
    2. Menampilkan menu home
    3. Menampilkan menu laporan
    4. Melihat data pasien registrasi
    5. Melihat data pasien melakukan perawatan
    6. Melihat data pembayaran pasien rawat inap
    7. Logout

Rancangan Use Case Diagram Sistem Yang Diusulkan

Gambar 4.1 Use Case Diagram Sistem yang diusulkan

Berdasarkan gambar 4.1 Use Case Diagram Sistem yang diusulkan diatas terdapat :

  1. 1 sistem yang mencakup seluruh kegiatan sistem layanan pasien rawat inap RSIA Pratiwi
  2. 5 (lima) actor yang melakukan kegiatan didalam sistem, yaitu admin, bagian pendaftaran, kasir dan pimpinan.
  3. Terdapat 11 use casedan 7 include yang dilakukan oleh actor tersebut.

Berdasarkan Gambar 4.1 Deskripsi Usecase yang diusulkan terdapat :

  1. Nama Usecase : Halaman utama
  2. Actor :Pasien, Admin, Bagian pendaftaran, Kasir dan Pimpinan

    Scenario :Pasien, Admin, Bagian pendaftaran, Kasir dan Pimpinan masuk ke menu halaman utama

  3. Nama Usecase: Pengecekan ketersedian kamar
  4. Actor: Pasien

    Scenario: Pasien melakukan pengecekan kamar

  5. Nama Use Case: Registrasi
  6. Actor: Pasien

    Scenario : setelah melakukan pengecekan pasien melakukan registrasi jika kamar tersedia

  7. Nama Use Case: Cetak form
  8. Actor :Pasien

    Scenario: Setelah melakukan registrasi pasien cetak form untuk pendaftaran ulang ke rumah sakit

  9. Nama use case: Login
  10. Actor: Admin, Bagian pendaftaran, Kasir dan pimpinan

    Scenario: login dengan menggunakan username dan password yang sudah ada

  11. Nama use case: Menu master
  12. Actor: admin

    Scenario: Setelah melakukan login admin masuk ke menu master

  13. Nama use case: pasien
  14. Actor : Admin

    Scenario: setelah masuk ke menu master admin bisa mengakses menu pasien

  15. Nama use case: dokter
  16. Actor : Admin

    Scenario: setelah masuk ke menu master admin bisa mengakses menu dokter

  17. Nama use case: kamar
  18. Actor : Admin

    Scenario: setelah masuk ke menu master admin bisa mengakses menu kamar

  19. Nama use case: tindakan
  20. Actor : Admin

    Scenario: setelah masuk ke menu master admin bisa mengakses menu tindakan

  21. Nama use case: Registrasi
  22. Actor: user :bagian pendaftaran

    Scenario: bagian pendaftaran menginput registrasi pasien rawat inap

  23. Nama use case: perawatan
  24. Actor: Bagian Pendaftaran

    Scenario: Bagian pendaftaran menginput data-data perawatan dari pasien rawat inap

  25. Nama use case: Pembayaran
  26. Actor: Kasir

    Scenario: kasir menerima input dari bagian perawatan untuk mengecek pembayaran pasien dan menginputnya

  27. Nama use case: Laporan
  28. Actor: Admin dan Pimpinan

    Scenario: masuk ke menu laporan untuk melihat laporan

  29. Nama use case: registrasi
  30. Actor: Admin dan Pimpinan

    Scenario: masuk ke menu laporan untuk melihat laporan registrasi dari menu laporan

  31. Nama use case: Perawatan
  32. Actor: Admin dan Pimpinan

    Scenario: masuk ke menu laporan untuk melihat laporan perawatan dari menu laporan

  33. Nama use case: pembayaran
  34. Actor: Admin dan Pimpinan

    Scenario: masuk ke menu laporan untuk melihat laporan pembayaran dari menu laporan

  35. Nama use case: Logout
  36. Actor: Admin, Bagian pendaftaran, kasir dan pimpinan

    Scenario: Melakukan logout setelah menggunakan website

Rancangan Squence Diagram Sistem yang diusulkan

Squence Diagram sistem Pasien yang diusulkan

Gambar 4.2 Squence Diagram Sistem Pasienyang diusulkan

Berdasarkan gambar 4.2 sequence diagram sistem yang diusulkan, terdapat:

  1. 1 (satu) aktor yang melakukan satu kegiatan yaitu: Pasien
  2. Terdapat 1 boundary, 1 control dan satu entitylifeline yaitu: halaman rawat inap, controller rawat inap dan data base
  3. 6 massage spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi–informasi tentang aktifitas yang terjadi

Rancangan Sequence DiagramSistem Admin yang diusulkan

Gambar 4.3Squence Diagram Sistem Admin yang diusulkan

Berdasarkan pada gambar 4.3 Sequence Diagram admin terdapat:

  1. 2 (dua) aktor yang melakukan satu kegiatan yaitu: admin dan pimpinan
  2. Terdapat 2 boundary, 1 controller dan 1 entitylifeline yaitu: halaman login, create menu master, data base dan halaman logout.
  3. Terdapat 10 massage spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi–informasi tentang aktifitasyang terjadi

Rancangan Activity Diagram Sistem yang diusulkan

Activity Diagram untuk pasien

Gambar 4.4 Activity Diagram Sistem pasienyang diusulkan

Berdasarkan pada gambar 4.4 Activity Diagram sistem yang diusulkan, terdapat:

  1. 1 initial node, sebagai objek yang diawali
  2. 8 action, state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi pada sistem yang diusulkan
  3. Terdapat 1 final state yang melambangkan sebagai suatu kegiatan yang diakhiri

Rancangan Activity Diagram Sistem yang diusulkan

Activity Diagram untuk admin dan pimpinan

Gambar 4.5Activity Diagram Sistem pasien yang diusulkan

  1. 1 initial node, sebagai objek yang diawali
  2. 34 action, state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi pada sistem yang diusulkan
  3. Terdapat 1 final state yang melambangkan sebagai suatu kegiatan yang diakhiri

Rancangan Class Diagram Sistem yang diusulkan

Gambar 4.6Class Diagram Sistem yang diusulkan

Berdasarkan gambar 4.6 Class Diagram Sistem Layanan Pasien Rawat Inap yang di usulkan yaitu terdapat:

  1. Terdapat 9 (sembilan) Class yaitu, regis_kamar, users, pasien, data_kamar, tindakan, dokter, registrasi, perawatan dan pembayaran.

Perbedaan Sistem yang Berjalan dan Sistem yang diusulkan

Tabel 4.1 perbedaan sistem berjalan dengan sistem usulan

Rancangan Basis Data

Rancangan database dipakai untuk mempermudah dalam proses penyeleksian data, serta membantu pemrograman dalam mengambil dan mengambil data, pada database digunakan table-tabel, dan pada table-tabel ini akan dijelaskan nama field, type, size mengenai data tersebut.

Spesifikasi basis data (database) menjelaskan media penyimpanan yang digunakan, isi yang disimpan, primary key (PK), dan panjang record. Pada sistem yang memiliki spesifikasi database sebagai berikut :

Spesifikasi Basis Data

  1. Nama File : User
  2. Media : Hardisk

    Isi : (id_user + nama_user + password + level)

    Panjang record : 61

    Primary key : id_user

    Tabel 4.2 tabel user

  3. Nama File : Pasien
  4. Media : Hardisk

    Isi : (id_pasien+ nama_pasien + alamat + jenis_kelamin + no_telp)

    Panjang record: 156

    Primary key : Id_pasien

    Tabel 4.3 tabel pasien

  5. Nama File : data kamar
  6. Media : Hardisk

    Isi : (id_kamar + nama_kamar+ kapasitas+tarif_kamar) Panjang record: 31

    Panjang record: 31

    Primary key : Id_kamar

    Tabel 4.4 tabel kamar

  7. Nama File : tindakan
  8. Media : Hardisk

    Isi : (id_tindakan+ nama_tindakan+tarif_tindakan)

    Panjang record: 117

    Primary key : Id_tindakan

    Tabel 4.5 tabel tindakan

  9. Nama File : dokter
  10. Media : Hardisk

    Isi : (id_dokter+ nama_dokter+spesialis+tarif_dokter)

    Panjang record: 74

    Primary key : Id_dokter

    Tabel 4.6 tabel dokter

  11. Nama File : registrasi
  12. Media : Hardisk

    Isi : (no_registrasi+ tgl_registrasi+ id_pasien+nama_pasien+ id_kamar+ nama_kamar)

    Panjang record: 220

    Primary key : no_registrasi

    Tabel 4.7 tabel registrasi

  13. Nama File : perawatan
  14. Media : Hardisk

    Isi : (no_perawatan + tgl_perawatan + no_registrasi + id_pasien +nama_pasien + id_kamar + nama_kamar + nama_dokter + tarif_dokter + nama_tindakan + tarif_tindakan)

    Panjang record: 145

    Primary key : no_perawatan

    Tabel 4.8 perawatan

  15. Nama File : Pembayaran
  16. Media : Hardisk

    Isi : (no_pembayaran + tgl_pembayaran + no_regis + tgl_regis + id_pasien + nama_pasien + id_kamar + nama_kamar + tarif_kamar+ lama_inap + total_biaya_kamar + total_tarif_tindakan + total_tarif_dokter + total_biaya + dibayar + kembali)

    Panjang record: 149

    Primary key : no_pembayaran

    Tabel 4.9 tabel Pembayaran

  17. Nama File : regis kamar
  18. Media : Hardisk

    Isi : (no_ktp + nama + alamat + no_telp)

    Panjang record : 170

    Primary key : no_ktp

    Tabel 4.10 tabel regis kamar

Testing

Metode testing yang digunakan pada sistem yang diusulkan ini menggunakan metode testing menggunakan blackbox testing. Blackbox testing merupakan pengujian yang dilakukan hanya mengamati hasil fungsional dari perangkat lunak.

Metode black box testing dapat diterapkan pada semua tingkat pengujian perangkat lunak: unit, integrasi, fungsional, sistem dan penerimaan. Pengujian black box testing berusaha menemukan masalah seperti:

  • Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang
  • Kesalahan interface
  • Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal
  • Kesalahan kinerja

Berikut adalah hasil dari pengujian menggunakan metode Black Box Testing:

Tabel 4.11 Black Box Testing

Konfigurasi Sistem

Konfigurasi sistem yang diusulkan

  1. Spesifikasi perangkat keras/hardware:
    1. Procesor : Core i3-2328M
    2. Monitor : LCD 16 Inci
    3. Mouse : Optik
    4. Hardisk : 500 GB
    5. Keyboard : USB
    6. Printer : Inkjet
  2. Spesifikasi Perangkat lunak/software:
    1. Windows Seven
    2. Microsoft Office 2007
    3. Hak Akses (Brainware)

Evaluasi

Setelah melakukan testing implementasi menggunakan metode black box testing yang dilakukan dengan cara memberikan sejumlah input pada program form seperti contoh pengujian pada masing-masing menu dan sub menu. Jika saat login salah atau berhasil menmbahkan data, maka sistem akan menampilkan pesan dan menyampaikan pesan yang sangat membantu user mendapati kesalahan saat melakukan login atau menambahkan data, selanjutnya yang kemudian akan diproses sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya dan dapat menghasilkan output yang sesuai dengan yang diinginkan oleh RSIA.

Implementasi

  1. Tampilan menu halaman utama
  2. Gambar 4.7 halaman utama

    Berdasarkan pada gambar 4.12 halaman utama. Terdapat visi dan misi rumah sakit serta beberapa menu untuk memulai masuk ke halaman website berikutnya.

  3. Tampilan menu halaman ketersediaan kamar rawat inap
  4. Gambar 4.8 halaman menu ketersediaan kamar rawat inap

    Sesuai pada gambar 4.13 yaitu tampilan menu ketersediaan kamar rawat inap untuk mempermudah pasien melakukan pengecekan kamar rawat.

  5. Tampilan menu login admin
  6. Gambar 4.9 halaman menu login admin

    sesuai pada gambar 4.14 yaitu halaman menu login admin dengan memaukan username dan password.

  7. Tampilan menu master admin
  8. Gambar 4.10 halaman menu master admin

    Sesuai pada gambar 4.15 halaman menu master admin yaitu terdapat menu pasien, dokter, kamar dan tindakan.

  9. Tampilan menu laporan admin
  10. Gambar 4.11 halaman menu laporan admin

    Sesuai pada gambar 4.16 halaman menu pasien baru. Menjelaskan laporan dari menu registrasi , menu perawatan dan menu pembayaran.

Schedule

Schedule merupakan jadwal rencana yang menggambarkan segala sesuatu mengenai aktivitas dan rencana-rencana pembuatan sistem yang dibutuhkan untuk sistem yang diimplementasikan, langkah-langkah yang dilakukan dalam usaha mewujudkan sistem yang direncanakan ini dalam bentuk tabel dari schedule yang dapat dijelaskan pada tabel berikut :

Tabel 4.12 Schedule

Estimasi Biaya

Setelah adanya perancangan sistem yang dihasilkan, maka jika dilihat dari sudut pandang segi biaya memang cukup tinggi akan tetapi jika dipandang dari segi manfaat dan keguaan, manfaat yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang dihasilkan. Biaya penelitian rinci sesuai kebutuhan penelitian antara lain sebagai berikut.

Tabel 4.13 Estimasi Biaya

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian, mempelajari sistem yang ada dan masalah yang dihadapi, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dan solusi untuk pemecahan masalah yang di tawarkan, yaitu :

  1. Sitem pelayanan kesehatan pada RSIA Pratiwi belum berjalan dengan baik hal ini karena belum adanya suatu sistem yang terintegrasi untuk menginput data pasien rawat inap sehingga berkas hanya tersimpan dalam bentuk fisik, tentunya kurang aman dalam penyimpanan, dapat terjadi kehilangan berkas dan harus di cari satu-persatu ketika dibutuhkan. Kemudian tidak adanya suatu sistem untuk pengecekan kamar rawat inap sehingga pasien harus datang langsung kerumah sakit yang membuat kurang efektif dan efisien.
  2. Sistem pengolahan data pasien rawat inap belum mampu memberikan laporan secara cepat dan akurat dengan dibuktikannya masih bersifat semi-komputerisasi dikarenakan masih ada yang menggunakan sistem pembukuan dan memerlukan banyak waktu untuk membuat laporan yang akan diberikan ke pimpinan, serta sistem pengecakan kamar rawat inap yang masih bersifat manual dimana pasien harus datang kerumah sakit sakit sehingga tidak efektif dan efisien.
  3. Proses pelayanan kesehatan masyarakat pada RSIA Pratiwi saat ini adalah masih bersifat manual untuk pengecekan kamar rawat inapnya sedangkan untuk pengolahan data pasien kamar rawat inap masih bersifat semi-komputerisasi. Sistem pengolahan data pasien rawat inap yang pada saat ini sudah mampu memberikan laporan, namun masih terasa lambat dan data yang di hasilkan kurang akurat.

Saran

  1. Perlu adanya sistem aplikasi layanan kesehatan masyarakat yang terkomputerisasi sebab dengan pengunaan aplikasi berbasis web ini akan lebih cepat, efektif dan efisien.
  2. Sistem pemeliharaan aplikasi diperlukan agar berbasis web ini dapat bertahan lama efektif dan efesien, serta pengaman terhadap data harus ditingkatkan lagi agar kerusakan data atau kesalahan-kesalahan dapat diminimalisir.
  3. Untuk admin, di butuhkan pelatihan agar admin mengerti dengan sistem yang baru. Dan perawatan secara berkala agar sistem bisa tetap berjalan dengan baik.

Daftar Pustaka

  1. Kausar ,Sutiawan, Y.F. dan Vidila Rosalina. 2015. “Perancangan V ideo Company Profile Kota Serang Dengan Teknik Editing Menggunakan Adobe Premiere PRO CS 5”. PROSISKO Vol. 2 No. 1. ISSN: 2406-7733
  2. Mckay, Alison . George N Stiny, dan Alan de Penningtoon. 2016. Principles For The Definition Of Design Structures. International Journal Of Computer Integrated Manufacturing : Vol.29, No.3: 237-250.
  3. 3,0 3,1 Sophian, Sophan. 2014. “Pengimplementasian Dan Perancangan Sistem Informasi Penjualan Dan Pengendalian Stok Barang Pada Toko Swastika Servis (SS) Bangunan Dengan Menggunakan Bahasa Pemograman Visual Basic 6.0 Didukung Dengan Database MySQL”. STMIK Indonesia Padang. Jurnal Momentum Vol. 16 No. 2.
  4. Tamando, Hengki Sitohang. 2018. Sistem informasi pengagendaan surat berbasis web pada pengadilan negeri medan. Jurnal informatik pelita nusantara : Vol.3, No.1 Maret 2018.
  5. Mulyati, M., Tarmizi, R., & Panugali, A. (2018). SISTEM INFORMASI ABSENSI BERBASIS WEB PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA TANGERANG. ICIT Journal, 4(2), 117-127.
  6. Aris, A., Anggara, R., & Zamzami, Z. A. (2016). PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU BERBASIS WEB PADA PKBM BHAKTI SEJAHTERA. CICES Journal, 2(1), 87-98.
  7. Rusdiana, dan Moch. Irfan. 2014. “Sistem Informasi Manajemen”. Bandung: Pustaka Setia.
  8. 8,0 8,1 8,2 8,3 Sutabri, Tata. 2016. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta:CV Andi Offset.
  9. Sutopo Priyono, Dedi Cahyadi, dan Zainal Arifin. 2016. Sistem Informasi Eksekutif Sebaran Penjualan Kendaraan Bermotor Roda 2 di Kalimantan Timur Berbasis Web". Jurnal Informatika Mulawarman. Kalimantan Timur : Universitas Mulawarman. Vol. 11 No. 1 - Februari 2016).
  10. Djahir, Y., & Pratita, D. 2015. Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta:Deepublish.
  11. 11,0 11,1 Maulani Giandari, Kartika Chandra Buana Sejati, Siti Pujianingsih. 2016. ICIT. Sistem Informasi Pengelolaan Data Pembinaan Kegiatan Kerja Narapidana Berbasis Website pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pemuda Tangerang. Tangerang:Perguruan Tinggi Raharja. (Vol. 2 No. 1. Feb.2016).
  12. Maimunah,David Ericson Manalu,Dian Budi Kusuma.2017. Perancangan Prototype Visual pada Bagian Desain Sebagai Media Informasi dan Promosi pada PT.Sulindafin. Seminar Nasional
  13. 13,0 13,1 Sunarya Abas, Ely Nuryani, dan Mochamad Yusuf Romdoni. 2015. Sistem Informasi Manajemen Program Keluarga Harapan Pada Dinas Sosial Kabupaten Serang. Jurnal CICES. Tangerang:Perguruan Tinggi Raharja. (Vol. 1 No. 1 – Agustus 2015).
  14. Sutabri, Tata. 2016. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta:CV Andi Offset.
  15. Irwansyah Edi, dan Jurike V. Moniaga. 2014. Pengantar Teknologi Informasi. Yogyakarta:Deepublish.
  16. Rusdiana, dan Moch. Irfan. 2014. “Sistem Informasi Manajemen”. Bandung: Pustaka Setia..
  17. Aris, Donatus Agus Andriyanto, Yudha Surya Putra. 2016. Aplikasi Sistem Penjualan Perlengkapan Taekwondo Berbasis Online Pada Toko Sport Taekwondo Mawar Hitam Kab. Tangerang. Tangerang:Perguruan Tinggi Raharja (Vol. 2 No. 1 - Februari 2016).
  18. 18,0 18,1 Maulani Giandari, Kartika Chandra Buana Sejati, Siti Pujianingsih. 2016. ICIT. Sistem Informasi Pengelolaan Data Pembinaan Kegiatan Kerja Narapidana Berbasis Website pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pemuda Tangerang. Tangerang:Perguruan Tinggi Raharja. (Vol. 2 No. 1. Feb.2016).
  19. Arviantama, Arka. Leonardo Budi Hasiholan. Edward Gagah Purwana. Dan, Darsin. 2017. Peningkatan Kualitas Pelayanan, Fasilitas Dan Harga Untuk Kepuasan Pelanggan Agar Tercipta Loyalitas Pelanggan. Jawa Barat : Universitas Padjadjaran. Journal Of Management Vol. 3 No. 3 : 2.
  20. Rini, Erma Sulistyo. Dian Pramana. Dan, Edwar Ridwan. 2017. Pemanfaatan Teknologi Informasi Sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan Dalam Pengelolaan Taman Pendidikan Al Quran Di Bali. Yogyakarta: Universitas AMIKOM. Journal SYSTEM SEMNASTEKNOMEDIA ONLINE Vol. 5 No. 1 : 16.
  21. 21,0 21,1 Semendawai, Tangguh L. Hadi Wahyono. 2014. Pelayanan Kesehatan Lintas Batas Daerah Puskesmas Mranggen Iii Di Kawasan Perbatasan Kota Semarang Dan Kabupaten Demak. Semarang : Universitas Diponegoro. Journal Teknik PWK Vol. 3 No. 1 : 119-120.
  22. Wulandari, Citra. La Ode Ali Imran Ahmad. Dan, Syawal.K.Saptaputra. 2016. Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Di Uptd Puskesmas Langara Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan Tahun 2016. Sulawesi Tenggara : Universitas Halu Oleo. Journal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 : 1.
  23. Muhith, Abdul. Sandu Siyoto dan Risna Elvina Rahmah. 2017. Hubungan Karakteristik Pasien Pengguna Kartu Bpjs Dengan Persepsi Tentang Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Deket Kabupaten Lamongan. Mojokerto: STIKES Majapahit . Journal Ilmiah Kesehatan Medica Majapahit Vol. 9 No. 1 : 78.
  24. Fajar, Muhammad Ibnu. Dan Rahmah Hasibuan. 2016. Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Pasien Terhadap Loyalitas Pasien Rawat Jalan Dan Rawat Inap Di Rumah Sakit Embung Fatimah Batam. Riau: Universitas Riau Kepulauan Batam. Journal E2 UILIBIRIA Vol. 3 No. 2 : 4.
  25. Hardadi, Isma Mulia. Antonius Margono. Dan, Suarta Djaja. 2017. Studi Tentang Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Pada Pusat Kesehatan Masyarakat di Teluk Dalam Kabupaten Kutai Kartanegara. Samarinda : Universitas Mulawarman. Journal JAR Vol. 1 No. 2 : 460.
  26. Syafriadi. (2015). “Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Surat Pada Universitas Cokroaminoto Palopo”. Journal Speed – Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi. Palopo: Universitas Cokroaminoto Palopo (Volume 7 No 4 ‐ 2015 ISSN : 1979-9330.
  27. Wijaya, Tony. (2017). “Perancangan Middleware Untuk Menghubungkan Sistem Informasi Dagang dengan Aplikasi E-faktur dari Derektorat Jendral Pajak”. Jurnal CCIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. (Vol. 10 No. 1 - Februari 2017).
  28. Safii, M. (2017). Implementasi Web Commerce Sebagai Media Pelatihan Kewirausahaan Mahasiswa. J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika), 1(1), 95-106.
  29. Susilo, D., & Charolina, A. (2018). DESAIN APLIKASI KAMUS ISTILAH KOMPUTER BERBASIS ANDROID. JURNAL GAUNG INFORMATIKA, 8(2).
  30. 30,0 30,1 Rahayu, Sri., Muhamad Yusup dan Sinta Puspita Dewi. 2015. Perancangan Aplikasi Absensi Peserta Bimbingan Belajar Berbasis Web dengan menggunakan Framework YII. Jurnal CCIT. Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja. Vol.9 No.1- September 2015. ISSN: 1978-8282.
  31. Chan, Syahrial. 2017. Membuat Aplikasi Database Dengan Power Builder 12.6 Dan MySQL. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
  32. Faridi., Peni Aripianti dan Retno Widuri. 2016. Perancangan Sistem Informasi E-Jurnal pada Perguruan Tinggi Berbasis Web. Jurnal CERITA. Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja. Vol.2 No.2-Agustus 2016. ISSN: 2461-1417.
  33. 33,0 33,1 Anhar. 2016. Kumpulan Sourch Code Visual Basic 6.0 untuk Skripsi. PT Elex Media Komputindo: Jakarta
  34. Koshti, Megha and Sanjay Ganorkar. 2016. IoT Based Health Monitoring System by Using Raspberry Pi and ECG Signal. International Journal of Innovaive Research in Science, Engineering and Technology (IJIRSET) Vol. 5 Issue.5 ISSN: 2319-8753.
  35. 35,0 35,1 Lula, Alaika Wiwnety. 2018. Virtual Dressing Room Dengan Metode Augmented Reality Untuk Pemasaran Fashion (Studi Kasus : Wla New Innovation Collection Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor Jawa Barat). Skripsi Thesis, Stmik Akakom Yogyakarta.
  36. Santoso dan Wan Yuliyanti. 2016. “Perencanaan Dan Pembuatan Aplikasi Absensi Dosen Menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) (Studi Kasus Politeknik Negeri Tanah Laut)”. Jurnal Seniati (Seminar Nasional Inovasi Dan Aplikasi Teknologi Di Industri). Politeknik Negeri Tanah Laut: Kalimantan Selatan. Issn : 2085-4218.
  37. Desai, Prashant Ramchandra. A Survey of Performance Comparison between Virtual Machines and Containers. International Journal of Computer riwiSciences and Engineering (IJCSE) Vol.4 Issue.7. E-ISSN: 2347-2693. https://www.researchgate.net/profile/Prashant_Desai13/publication/306248698_A_Survey_of_Performance_Comparison_between_Virtual_Machines_and_Containers/links/57b45c0808aede8a665a4bf0.pdf
  38. Bulla, Chetan., Sachin Bakanetti., Jayant Bhosale., Kiran Patil and Poornima Gujanal. 2017. My Campus Android Application. International Journal of Engineering Science and Computing (IJESC). Vol. 7 Issue No. 6. http://ijesc.org/upload/319c9dc1d363d5730c2d2e8e5f9a13f6.My%20Campus%20Android%20Application.pdf
  39. Gerry, Kurniawan Gisma. 2018. Implementasi Teknologi Framework YII Untuk Sistem Penjualan Online di Toko Passion Yogyakarta. Yogyakarta. Skripsi (Thesis) : STMIK Akakom.
  40. Masykur, Fauzan dan Fiqiana Prasetiyowati. 2016. Aplikasi Rumah Pintar (Smart Home) Pengendalian Peralatan Elektronik Rumah Tangga Berbasis Web. Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Jurnal Sains, Teknologi dan Industri. Vol.14 No.1. ISSN Online: 2407-0939.
  41. Supono dan Virdiandry Putratama. 2016. Pemrograman Web dengan Menggunakan PHP dan Framework Codeigniter. Yogyakarta : Deepublish.
  42. Faridi, Miftah. 2015. Fitur Dahsyat Sublime Text 3 Surabaya: Stikom Surabaya.
  43. Amin, Ruhul. 2017. Rancang Bangun Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Pada SMK Budhi Warman 1 Jakarta. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer Vol.2 No.2-Februari 2017. E-ISSN : 2527-4864. Jakarta: STMIK Nusa Mandiri. http://ejournal.nusamandiri.ac.id/ejurnal/index.php/jitk/article/view/282.
  44. Jan, Syed Roohullah., Syed Tauhid Ullah Shah.,Zia Ullah Johar., Yasin Shah and Fazlullah Khan. 2016. An Inovative Approach to Investigate Various Software Testing Techniques and Strategies. International Journal Scientific Research in Science Engineering Technology (IJSRSET) Vol.2 Issue.2 . ISSN: 2394-4099.
  45. Suryana, Abas., Sudaryono dan Sugeng Santoso. 2015. Requirement Elicitation dan Pembuatan Program dalam Penelitian Teknologi Informasi. Jurnal ICIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
  46. Amrullah, Agit., Rifda Faticha Alfa., Danang Sutedjo., Renna Yanwastika Ariyana., Hendi S dan Eri Sasmita Susanto. 2016. Kajian Kebutuhan Perangkat Lunak Sistem Informasi Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Pada Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Yogyakarta: Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia. ISSN : 2302-3805
  47. Azizah, Nur., Sri Rahayu., dan Nova Adhista. (2017). “Perancangan Sisstem Informasi Penilaian Kinerja Karyawan SPG Berstatus Kontrak Pada PT Softex Indonesia Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)”. Jurnal SENSI. Tangerang : STMIK Raharja. (Vol. 3 No. 2 Agustus 2017 ISSN 2461-1409)
  48. Yulistia, Amran Razak, dan Haeruddin, 2017. Pengaruh Kualitas Layanan Dan Citra Terhadap Kepuasan Dan Minat Kembali Untuk Memanfaatkan Pelayanan Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makasar Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis. Makassar : Universitas Muslim Indonesia. (Vol. 11 No. 4 2017) eISSN : 2302-2531.
  49. Puspa Yudha Utama, Apriatni E.P, dan Sari Listyorini, 2103. Analisa Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Dilihat Dari Dimensi Kualitas Pelayanan. Diponegoro Journal Of Social And Politic. Semarang : Universitas Diponegoro.
  50. Dian Febrina Hutauruk, Septo Pawelas Arso, Dan Putri Asmita Wigati 2017. Analisis Responsiveness Pelayanan Kesehatan Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. (Vol. 5 No. 1 Januari 2017) ISSN: 2356-3346.
  51. Aditya Kurniawan, 2017. Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Tingkat IV Slamet Riyadi Surakarta. INFOKES Jurnal. Surakarta : UNIVERSITAS DUTA BANGSA SURAKARTA. (Vol. 7 No. 1 2017) ISSN : 2086-2628.
  52. Muhammad Deka Rizky, Ady Widjaja, 2018. Rancang Bangun Sistem Informasi Administrasi Rawat Jalan Pada Klinik Andalan. Jurnal IDEALIS. Jakarta Selatan : Universitas Budi Luhur.
  53. Maya Dewi Hanggraningrum, Tita Hariyanti, Achmad Rudijanto, 2017. The Effect Of Service Quality On Outpatient satisfaction Of Dr. Soegiri General Hospital Lamongan. Journal Of Applied Manajemen. Malang : Universitas Brawijaya Malang.
  54. Muh. Ishaq Jayabrata, Ida Aju Brahmasari, Ida Aju Brahma Ratih, 2016. Analysis of The Influence Patient Safety, Service Quality, Marketing Mix, Toward Patient Satisfaction and Patient Loyalty for Inpatients of Private Hospitals in Surabaya. International Journal Of Business and Management Invention. Surabaya : Universitas 17 Agustus 1945. ISSN : 2319-8028.
  55. Sadegh Ahmadi Kashkoli, Ehsan Zarei, Abbas Daneshkohan and Soheila Khodakarim, 2017. Hospital responsiveness and its effect on overall patient satisfaction A cross-sectional study in Iran. International Journal of Health Care Quality Assurance. Tehran, Iran : University Of Medical Sciences. (Vol. 30 No. 8 2017).
  56. Nutmeg Hallett, Geoffrey L. Dickens, 2015. De-escalation: A survey of clinical staff in a secure mental health inpatient service. International Journal of Mental Health Nursing. St Andrew, Northampton, Inggris : University of Northampton.
  57. Si Dung Chu, Minh Thi Tran, Khanh Quoc Pham, Dung Tien Vu, Anh Quoc Nguyen, 2018. THE NEW TOOL AND RELATIONSHIP BETWEEN SERVICE QUALITY AND INPATIENT SATISFACTION IN MEASURING HEALTHCARE QUALITY. International Journal of Public Health and Clinical Sciences. Hanoi, Vietnam : Vietnam National University. (Vol 6 No. 1 2018) e-ISSN : 2289-7577.

Contributors

Pad Asalum