SI1414478791

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PENGEMBANGAN SISTEM VALIDASI BERKAS RAHARJA

CAREER DAN POSTER SESSION PADA PO SIDANG

PESSTA+ BERBASIS PHP FRAMEWORK

DI PERGURUAN TINGGI

SKRIPSI


Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NIM
: 1414478791
NAMA
: SITI ISLAMIYAH


JURUSAN SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI KOMPUTER AKUNTANSI

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

2016/2017

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI


PENGEMBANGAN SISTEM VALIDASI BERKAS RAHARJA

CAREER DAN POSTER SESSION PADA PO SIDANG

PESSTA+ BERBASIS PHP FRAMEWORK

DI PERGURUAN TINGGI

Disusun Oleh :

NIM
: 1414478791
Nama
: SITI ISLAMIYAH
Jenjang Studi
: Strata I
Jurusan
: SISTEM INFORMASI
Konsentrasi
: KOMPUTER AKUNTANSI

 

 

Disahkan Oleh :

20 Juni 2017

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan SISTEM INFORMASI
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I.))
       
(Nur Azizah M.Akt, M.Kom)
NIP : 000594
       
NIP : 078010

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING


PENGEMBANGAN SISTEM VALIDASI BERKAS RAHARJA

CAREER DAN POSTER SESSION PADA PO SIDANG

PESSTA+ BERBASIS PHP FRAMEWORK

DI PERGURUAN TINGGI

Dibuat Oleh :

NIM
: 1414478791
Nama
: SITI ISLAMIYAH

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan SISTEM INFORMASI

Konsentrasi KOMPUTER AKUNTANSI

Disetujui Oleh :

20 Juni 2017

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Indri Handayani, S.Kom.,M.T.I)
   
(Eka Purnama Harahap, S.Kom)
NID : 14018
   
NID : 16008

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI


PENGEMBANGAN SISTEM VALIDASI BERKAS RAHARJA

CAREER DAN POSTER SESSION PADA PO SIDANG

PESSTA+ BERBASIS PHP FRAMEWORK

DI PERGURUAN TINGGI

Dibuat Oleh :

NIM
: 1414478791
Nama
: SITI ISLAMIYAH

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan SISTEM INFORMASI

Konsentrasi KOMPUTER AKUNTANSI

Tahun Akademik 2016/2017

Disetujui Penguji :

20 Juni 2017

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
( )
 
( )
 
( )
NID :
 
NID :
 
NID :

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI


PENGEMBANGAN SISTEM VALIDASI BERKAS RAHARJA

CAREER DAN POSTER SESSION PADA PO SIDANG

PESSTA+ BERBASIS PHP FRAMEWORK

DI PERGURUAN TINGGI

Disusun Oleh :

NIM
: 1414478791
Nama
: SITI ISLAMIYAH
Jenjang Studi
: Strata I
Jurusan
: SISTEM INFORMASI
Konsentrasi
: KOMPUTER AKUNTANSI

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

20 Juni 2017

 
 
 
 
 
(SITI ISLAMIYAH )
NIM : 1414478791

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRACT

Raharja University has a system for objective assessment (PO) trial that is PESSTA +. PESSTA + is present to provide convenience especially for board of examiners and trial participants so that at the time of execution of the session, the board of examiners no longer need to check the objective assessment file (PO). However, in the application of PESSTA + system applied only for validation of Journal, Grant, Thistle, and Certificate only. While for the validation of File Raharja Career and Poster Session is still manual, and found some problems that is still manual and spend time Therefore the purpose of this research is to develop the validation of the file raharja career and poster session for the objective assessment of the session, especially on the form submit Bundle of career career which is categorized into 2 (two) types namely form submit (cv, business card, guest book, presence of stakeholder) and visitor response to result of research body work to match with which stated in objective assessment point of the session. System analysis method in this study using SWOT analysis and obtained a description of 15 (fifteen) strategies that proved the implementation of achievement. The results of the analysis and implementation test obtained the results of the PESSTA + system, especially in the validation file raharja career and poster sesionsudah can be applied to all students in Raharja Higher Education and form submit file raharja career and poster has been in accordance with the objective assessment of the session.

PESSTA +, File Validation Raharja Career, Poster Session Validation

ABSTRAK

Perguruan Tinggi Raharja memiliki sistem untuk penilaian objektif (PO) sidang yaitu PESSTA+. PESSTA+ hadir untuk memberikan kemudahan terutama untuk dewan penguji dan peserta sidang agar pada saat pelaksanaan sidang, dewan penguji tidak perlu lagi mengecek berkas penilaian objektif (PO). Namun pada penerapannya sistem PESSTA+ yang diterapkan hanya untuk validasi Jurnal, Hibah, Widuri, dan Sertifikat saja. Sementara untuk validasi Berkas Raharja Career dan Poster Session masih manual, dan ditemukan beberapa permasalahan yaitu pada masih manual dan menghabiskan waktu Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan pada validasi berkas raharja career dan poster session untuk penilaian objektif sidang, terutama pada bagian form submit berkas raharja career yang dikategorikan menjadi 2 (dua) jenis yaitu form submit (cv, kartu nama, buku tamu, kehadiran stakeholder) dan tanggapan pengunjung terhadap hasil karya badan penelitian agar sesuai dengan yang tertera pada poin penilaian objektif sidang. Metode analisis sistem pada penelitian ini menggunakan analisis SWOT dan didapatkan gambaran 15 ( lima belas ) strategi yang dibuktikan implementasi pencapaiannya. Hasil penelitian dari uji analisis dan implementasi diperoleh hasil yaitu sistem PESSTA+ terutama pada validasi berkas raharja career dan poster sesionsudah dapat diterapkan kepada seluruh mahasiswa di Perguruan Tinggi Raharja serta form submit berkas raharja career dan poster telah sesuai dengan penilaian objektif sidang.

PESSTA+, Validasi Berkas Raharja Career,Validasi Poster Session

KATA PENGANTAR


Puji Syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan dengan baik penulisan Laporan Skripsi dengan judul "PENGEMBANGAN SISTEM VALIDASI BERKAS RAHARJA CAREER DAN POSTER SESSION PADA PO SIDANG PESSTA+ BERBASIS PHP FRAMEWORK DI PERGURUAN TINGGI".

Penulisan laporan Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat guna melengkapi kurikulum perkuliahan dan mengikuti Skripsi. Sebagai bahan penulisan, Penulis memperoleh informasi berdasarkan hasil observasi dan studi pustaka dari berbagai sumber yang mendukung penulisan laporan ini.

Hati kecil ini pun menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak penyusunan laporan Skripsi ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pada kesempatan yang singkat ini, izinkanlah penulis menyampaikan selaksa pujian dan terimakasih kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I.,MM selaku Ketua STMIK Raharja.

  2. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si selaku Ketua AMIK Raharja

  3. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom selaku Pembantu Ketua I Bidang Akademik STMIK Rahaja.

  4. Ibu Nur Azizah, M.Kom.,M.Akt selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi.

  5. Ibu Indri Handayani, S.Kom.,M.T.I selaku pembimbing I yang telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaganya untuk membantu dan memberikan bimbingan serta pengarahan kepada penulis.

  6. Bapak Ary Budi Warsito, M.Kom selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaganya untuk membantu dan memberikan bimbingan serta pengarahan kepada penulis.

  7. Bapak Padel, M.Kom selaku ketua PESSTA+ dan pembimbing lapangan.

  8. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.

  9. Kedua orang tua, Adik, yang telah memberikan dukungan, baik moril, materil maupun doa untuk keberhasilan kepada penulis.

  10. GEN Team yang sudah membantu dan memberi dukungan.

  11. Rekan-rekan Grup Timur 3

  12. Sahabat-sahabat yang sudah membantu dan memberi dukungan selama Skripsi.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun, penulis harapkan sebagai pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Semoga Laporan Skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

20 Juni 2017
SITI ISLAMIYAH
NIM. 1414478791

Daftar isi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.2. Alur Penilaian Validasi Berkas Raharja Career

Gambar 1.3. Alur Penilaian Validasi postr session

Gambar 2.2.4 10 Pillar IT Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 2.2.5 Logo Rinfo

Gambar 2.2.6.3 Logo PESSTA+

Gambar 3.1 Green Campus

Gambar 3.2 Pribadi Raharja

Gambar 3.3 Struktur Organisasi Divisi Akademik Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.4 Flowchart Berkas Raharja Career

Gambar 3.5 Flowchart Poster Session

Gambar 3.6 Use Case Yang Berjalan Validasi Berkas Raharja Career

Gambar 3.7 Use Case Yang Berjalan Validasi Berkas Raharja Career

Gambar 3.8 Activity Diagram Yang Berjalan Validasi Berkas Raharja Career

Gambar 3.9 Activity Diagram Yang Berjalan Validasi Poster Session

Gambar 3.10 Sequence Diagram Yang Berjalan

Gambar 4.1 Use Case Diagram Proses Submit Berkas Raharja Career

Gambar 4.2 Use Case Diagram Proses Submit Poster Session

Gambar 4.3 Use Case Diagram Kelola Berkas Raharja Career Oleh Admin

Gambar 4.4 Use Case Diagram Kelola Poster session Oleh Admin

Gambar 4.5 Activity Diagram Proses Submit Berkas Raharja Career

Gambar 4.6 Activity Diagram Proses Submit Poster Session

Gambar 4.7 Activity Diagram Kelola Berkas Raharja Career Oleh Admin

Gambar 4.8 Activity Diagram Kelola Poster Session Oleh Admin

Gambar 4.9 Sequence Diagram Proses Berkas Raharja Career

Gambar 4.10 Sequence Diagram Proses Poster Session

Gambar 4.11 Sequence Diagram Proses Kelola Oleh Admin

Gambar 4.12 Flowchart Prosedur Submit Berkas Raharja Career

Gambar 4.13 Flowchart Prosedur Submit Poster Session

Gambar 4.14 Flowchart Prosedur Kelola Berkas Raharja Career Oleh Admin

Gambar 4.15 Flowchart Prosedur Kelola Poster Session Oleh Admin

Gambar 4.16 Rancangan Program (HIPO)

Gambar 4.17 Tampilan Halaman Login

Gambar 4.18 Tampilan Halaman FormSubmit Berkas Raharja Career (CV, Kartu Nama, Buku Tamu, dan Kehadiran Stakeholder)

Gambar 4.19 Halaman Form Submit Berkas Raharja Career (Tanggapan Pengunjung Terhadap Hasil Karya)

Gambar 4.20 Halaman My Berkas Raharja Career

Gambar 4.21 Halaman Validasi Berkas Raharja Career

Gambar 4.22 Halaman Kelola Berkas Raharja Career

Gambar 4.23 Halaman Form Submit Poster Session

Gambar 4.24 Halaman My Berkas Raharja Career

Gambar 4.25 Halaman Validasi Poster Session

Gambar 4.26 Halaman Kelola Poster Session

Gambar 4.27 Pembuktian Strategi 1

Gambar 4.28 Pembuktian Strategi 2

Gambar 4.29 Pembuktian Strategi 3

Gambar 4.30 Pembuktian Strategi 4

Gambar 4.31 Pembuktian Strategi 5

Gambar 4.32 Pembuktian Strategi 6

Gambar 4.33 Pembuktian Strategi 7

Gambar 4.34 Pembuktian Strategi 8

Gambar 4.35 Pembuktian Strategi 9

Gambar 4.36 Pembuktian Strategi 10

Gambar 4.37 Pembuktian Strategi 11

Gambar 4.38 Pembuktian Strategi 12

Gambar 4.39 Pembuktian Strategi 13

Gambar 4.40 Pembuktian Strategi 14

Gambar 4.41 Pembuktian Strategi 15


DAFTAR TABEL


Tabel 3.1 Jurusan/Prodi Pada STMIK Raharja

Tabel 3.2 Jurusan/Prodi Pada AMIK Raharja Informatika

Tabel 3.3 Analisa SWOT Sistem Berjalan

Tabel 3.4 Matriks Analisa SWOT yang Berjalan

Tabel 3.5 Elisitasi Tahap I

Tabel 3.6 Elisitasi Tahap II

Tabel 3.7 Elisitasi Tahap III

Tabel 3.8 Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1 Perbedaan Prosedur

Tabel 4.2 Testing

Tabel 4.3 Pengujian Login Sistem PESSTA+ Skenario 1

Tabel 4.4 Pengujian Login Sistem PESSTA+ Skenario 2

Tabel 4.5 Pengujian Penyisipan File PDF Skenario 1

Tabel 4.6 Pengujian Penyisipan File PDF Skenario 2

Tabel 4.7 Pengujian Menyisipkan Selain Link pada Form Submit

Skenario 1

Tabel 4.8 Pengujian Menyisipkan Link pada Form Submit Skenario 2

Tabel 4.9 Time Schedule

Tabel 4.10 Estimasi Biaya

DAFTAR SIMBOL

Gambar 1. Daftar Simbol Use Case Diagram

 

Gambar 2. Daftar Simbol Activity Diagram

 

Gambar 3. Daftar Simbol Sequence Diagram

 

Gambar 4. Daftar Simbol ERD (Entity Relation Diagram)

 

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perguruan Tinggi Raharja memiliki sistem penilaian objektif yaitu PESSTA+ atau penilaian sidang skripsi plus yang dapat mahasiswa lakukan secara mandiri danonline dapat di akses di pesstaplus.raharja.ac.id. PESSTA+ mempunyai fasilitas untuk mempermudah mahasiswa agar melakukan submit penilaian objektif sesuai dengan ketentuan yang ada pada perguruan tinggi. Berdasarkan surat keputusan Direktur Perguruan Tinggi Raharja Nomor : 784/SK-PENILAIAN/PT/VI/217 tentang ketentuan penelitian objektif sidang komperhensif di Perguruan Tinggi Raharja poin satu yaitu komposisi penilaian sidang komperhensif terdiri dari pembimbing 30% penilaian objektif 20% dan penguji 50%, jadi sesuai dengan SK tersebut, penilaian objektif (po) memiliki bobot penilaian sebesar 20% dari keseluruhan penilaian sidang komperhensif tugas akhir atau skripsi.

Penilaian objektif artinya yang menilai dan yang dinilai akan mengerti dan memahami bahwa penilaian objektif mempunyai tujuan yang jelas antara lain mengetahui kemampuan, keterampilan, kompetensi, prestasi dan lain-lain. Keduanya memiliki kesamaan dan kesatuan dalam pemikiran bahwa objektivitas penilaian itu senantiasa berlandaskan pada aturan yang baku (standar) bukan keluar dari aturan pribadi (pendidik) dan aturan itu akan selalu mengikuti keteraturan berkelanjutan, penilaian dikatakan objektif jika senantiasa memiliki kejelasan tujuan yang ingin dicapai, penilaian objektif akan selalu mengacu pada aturan dan keteraturan, penilaian objektif harus berpangkal pada adanya keinginan untuk menciptakan/meningkatkan prestasi dan penilaian objektif tentunya harus dapat menciptakan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan (harmonisasi) (Endang: 2014).

Validasi adalah suatu kegiatan yang membuktikan bahwa suatu metode yang dapat memberikan hasil yang konsisten atau tidak berubah-ubah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan terdokumentasi dengan baik. Dilakukannya validasi yaitu untuk memastikan bahwa metode pengujian tersebut sesuai dengan penggunaannya dan mampu menghasilkan data yang valid.

Sistem yang berjalan saat ini hanya terdapat empat penilaian objektif dan ada enam penambahan penilaian objektif terdiri atas berkas raharja career, kutipan jurnal, bimbingan konsultasi, poster session, tridharma dan berkas sidang ke enam penilaian objektif tersebut masih manual, mahasiswa masih membawa dokumen pada saat sidang berlangsung dan penguji mengecek keabsahan nya. Untuk itu dapat menyita waktu dan membuat kurang efektif.

Kekurangan pada sistem yang berjalan saat ini validasi berkas raharja career dan validasi poster session peguji langsung melakukan pengecekan pada saat sidang berlangsung. Setelah selesai maka persetta sidang akan memperoleh poin pada penilaian objektif, sehingga untuk pengecekan sistem validasi dokumentasi raharja career dan validasi poster session akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan menyebabkan tidak efektif nya proses sidang berjalan.

Yii adalah framework (kerangka kerja) PHP berbasis-komponen, berkinerja tinggi untuk pengembangan aplikasi web berskala-besar. Yii adalah free software dengan lisensi BSD licence, aplikasi web framework open-source yang ditulis dengan PHP5. Yii menyediakan reusability maksimum dalam pemrograman web dan mampu meningkatkan kecepatan pengembangan secara signifikan.

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kendala-kendala dan meminimalisir apa saja yang ada pada sistem PESSTA+ yang sedang berjalan pada saat ini dan melakukan pembuatan sistem yang memudahkan mahasiswa yang sedang melakukan skripsi/tugas akhir serta memudahkan dewan penguji dala memberikan nilai PO sidang.

Maka hal ini yang melandasi penulis untuk melakukan penelitian dan mendokumentasikannya dalam sebuah laporan skripsi dengan judul “Pengembangan Sistem Validasi Dokumentasi Raharja Career dan Poster Session pada PO sidang PESSTA+ Berbasis PHP Framework di Perguruan Tinggi”.


Rumusan Masalah

Setiap penelitian di mulai dari rumusan masalah. Rumusan masalah berbeda dengan masalah. Masalah merupakan kesengajaan antara yang di harapkan dengan yang terjadi, maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan di proses jawaban melalui pengumpulan data dari rumusan masalah tersebut dengan pemecahan masalah.

Gambar 1.1 Alur Penilaian Validasi Dokumentasi Raharja Career

Pada gambar 1.1 di atas menjelaskan tentang bagaimana alur pelaksanaan sidang pada penilaian validasi dokumentasi raharja career. Seperti tahun-tahun sebelumnya mahasiswa membawa berkas validasi dokumentasi raharja career dengan beberapa berkas seperti katalog raharja caareer, buku tamu, dan kartu nama. Lalu penguji memeriksa keabsahan berkas yang mahasiswa berikan, setelah pengui memeriksa dokumen lalu memberikan poin validasi dokumentasi raharja career pada mahasiswa lalu sidang bisa di mulai.

Gambar 1.2 Alur Penilaian Validasi Poster Session

Pada gambar 1.2 di atas menjelaskan tentang bagaimana alur pelaksanaan sidang pada penilaian validasi poster session. Seperti tahun-tahun sebelumnya mahasiswa membawa berkas validasi poster session dengan beberapa berkas seperti benner atau kwitansi pembayaran poster session. Lalu penguji memeriksa keabsahan berkas yang mahasiswa berikan, setelah pengui memeriksa dokumen lalu memberikan poin validasi poster session pada mahasiswa lalu sidang bisa di mulai.

Dan berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditarik 3 (tiga) permasalahan sebagai berikut:

  1. Apakah proses validasipenilaian objektif (PO) pada poin dokumentasi raharja career saat ini sudah efektif dan optimal ?

  2. Apakah proses validasi penilaian objektif (PO) pada poin poseter session saat ini sudah efektif dan optimal ?

  3. Bagaimana merancang sistem validasi penilaian objektif (PO) pada poin dokumentasi raharja career dan poster session secara online di PESSTA+?

Melihat permasalahan diatas Peneliti tuangkan kedalam sebuah laporan ilmiah dengan judul “Pengembangan Sistem Validasi Dokumentasi Raharja Career dan Poster Session pada Penilaian Objektif Sidang Berbasis PHP Framework di Perguruan Tinggi”

Ruang Lingkup Penelitian

Untuk mempermudah penulisan laporan skripsi ini, maka harus ada yang namanya batasan atau ruang lingkup masalah. Berikut merupakan ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas diantaranya :

  1. Ruang lingkup penelitian ini fokuskan pada mahasiswa yang sedang melakukan tugas akhir dan skripsi di Perguruan Tinggi Raharja

  2. Penelitian ini fokuskan pada kajian kebutuhan sistem PESSTA+ yang sedang dikembangkan di Perguruan Tinggi untuk memudahkan mahasiswa dalam mendapatkan nilai PO sidang terutama pada PO dokumentasi raharja career dan poster session.

  3. Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana proses submit validasi dokumentasi raharja career dan validasi poster sessionpada sistem PESSTA+ sebagai bentuk pelayanan kampus terhadap mahasiswa maupun dewan penguji sehingga mempermudah dalam mendapatkan nilai PO dan penguji tidak perlu menginput nilai PO Karena sudah terekan otomatis pada sistem PESSTA+.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah aspek-aspek yang ingin diperoleh dalam melakukan penelitian. Oleh karena itus sangat erat kaitannya dengan jenis penelitian yang dilakukan. Tujuan penelitian juga dapat berbeda karna bedanya masalah yang diteliti. Dengan memahami masalah dengan baik dan merumuskan tujuan akan dapat dilalui dengan baik pula. Sebaliknya jika masalah yang akan di teliti masih masih kabur, maka akan sulit bagi calon peneliti untuk merumuskan tujuan penelitian yang akan diteliti.

Tujuan penelitian sangat besar pengaruhnya terhadap komponen-komponen penelitian lain seperti metode, teknik, alat maupun generalisasi yang di peroleh. Tujuan penelitian yang menguraikan secara tegas dan jelas tujuan dilaksanakan penelitian objek penelitian yang dipilih tersebut untuk objek penelitian atau organisasi. Tujuan berkaitan jelas dengan rumusan masalah yang di tetapkan dan jawabannya ada pada kesimpulan penelitian. Adapun 3 tujuan dari penelitian ini adalah :

  1. Mengetahui bagaimana sistem validasi dokumentasi raharja career pada penilaian objektif yang berjalan saat ini pada Perguruan Tinggi Raharja.

  2. Mengetahui bagaimana sistem validasi poster session pada penilaian objektif yang berjalan saat ini pada Perguruan Tinggi Raharja.

  3. Mengetahui cara untuk merancang sistem validasi penilaian objektif (PO) pada point dokumentasi raharja careerdan Poster Session secara online di PESSTA+.


Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan sebuah hasil dari terlaksananya suatu tujuan dan terjawabnya dari sebuah rumusan masalah yang secara akurat. Dalam manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu masukan yang sangat bermanfaat untuk informasi dan komunikasi yang belakangan ini banyak yang mendapatkan pelajaran dari beragam ilmu. Dan di dalam pemanfaatan praktis ini praktis penelitian ini diharapkan dapat merekondisikan kebutuhan - kebutuhan guna meningkatkan sistem PESSTA+ pada Perguruan Tinggi Raharja.

Ada tiga manfaat dari penelitian ini adalah:

  1. Dapat menerapkan sistem validasi dokumentasi raharja career session pada penilaian objektif di dalam sistem PESSTA+ sehingga menjadi lebih efektif dan optimal.

  2. Dapat menerapkan sistem validasi poster sessionpada penilaian objektif di dalam sistem PESSTA+ sehingga menjadi lebih efektif dan optimal.

  3. Dapat merancang sistem validasi penilaian objektif (PO) pada point dokumentasi raharja career dan poster session secara online di PESSTA+

Metode Penelitian

Metode penelitian adalah kumpulan dari beberapa tahap atau kegiatan yang dilandasi oleh definisi, ideologis, dan gagasan yang menjadi acuan dalam penelitian yang akan dihadapi. Dalam penelitian ini memiliki prosedur dan langkah-langkah yang mesti diikuti, dengan mengetahui deskripsi yang akan dimulai dari sumber data, lokasi, dan waktu penelitian yang akan di himpun menjadi sebuah laporan dalam penelitian, dan akan menjadi pencapaian laporan atas tujuan pada penelitian tersebut.

Metode Pengumpulan Data

Metode penelitian merupakan kumpulan peraturan, prosedur dan kegiatan yang digunakan agar dapat disiplin. Penelitian merupakan suatu penyelidikan untuk mendapatkan sebuah pengetahuan, juga suatu penyelidikan agar mendapatkan sebuah masalah yang terdapat jawabannya. Rancangan ini menggambarkan peraturan dan langkah-langkah yang akan ditempuh, diolah, dikumpulkan yang nantinya akan di buat dalam bentuk laporan.

Pada metode pengumpulan data, penulis melakukan sejumlah tahapan adalah sebagai berikut:

  1. Metode Observasi (Pengamatan)

    Peneliti sudah melakukan peninjauan secara langsung selama empat bulan pada proses pemberian nilai validasi dokumentasi raharja career dan poster session, data submit validasi dokumentasi raharja career dan poster session yang terdapat pada Perguruan Tinggi Raharja. Lalu dari peninjauan yang sudah dilakukan, peneliti dapat menghimpun data sebagai sumber informasi dalam hal membantu dalam proses pengamatan untuk pembentukan sistem tersebut.

  2. Metode Wawancara

    Metode ini dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab dengan pihak terkait pada Perguruan Tinggi Raharja secara langsung, dan metode wawancara ini dilakukan bersama Bapak Padeli, M.Kom selaku stakeholder.

  3. Metode Studi Pustaka

    Metode ini berguna untuk memperoleh informasi dan juga data dari sejumlah sumber (literature), buku, dan beberapa jurnal untuk keperluan pengamatan serta perancangan yang terkait dalam laporan ini.

Metode Analisis Sistem

Setelah melalui metode pengumpulan data, metode analisis sistem merupakan salah satu bagian dari sebuah penelitian penting untuk dilakukan. Melanjutkan proses dari pengumpulan data, dimana data yang di dapatkan dari beberapa metode pengumpulan data dikumpulkan dan dijadikan sebagai sebuah strategi. Untuk mencapai sebuah strategi, perlu di dasari atas adanya sebuah pengelompokan yang ditinjau dari beberapa hal. Pengelompokan tersebut terekam dalam sebuah elisitasi kebutuhan dari tahap satu hingga final draft elisitasi yang diambil untuk mendapatkan sebuah strategi. Terdapat dua tinjauan dalam penyusunan elisitasi, yaitu tinjauan dari segi fungsional sistem dan non fungsional sistem.

Selain itu peneliti juga menggunakan metode analisa sistem yang digunakan yaitu berupa analisis SWOT. SWOT adalah sebuah metode prosedur analisis kondisi yang mengklarifikasi kondisi objek dalam empat kategori strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (faktor pendukung) dan threat (faktor penghambat atau ancaman), sedangkan faktor analisis SWOT dibagi menjadi dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal.

Metode Prototype

Untuk mempermudah sebuah pembuatan sistem yang diusulkan, maka perlu dilakukan proses perancangan sistem untuk tampilan dari sistem tersebut. Maka peneliti memilih metode prototype untuk menggambarkan bagaimana sistem yang akan di usulkan.

Metode Perancangan Sistem

Pada metode ini peneliti melakukan pengembangan berdasarkan hasil analisa yang telah didapat berisi dengan merancang sistem yang diusulkan yang peneliti gambarkan melalui UML (unified modelling language), flowchart dan hipo (hirarchy plus input process output). UML yang terdiri dari activity diagram, sequence diagram, use case diagram dan class diagram.

Metode Testing

Metode testing yang peneliti gunakan adalah black box testing, metode ini berguna dalam proses pengujian sistem usulan yang baru yaitu sistem perekrutan dan seleksi calon karyawan secara online. Metode ini menekankan kepada pengujian fungsional yang berada dalam sebuah sistem, untuk menemukan sebuah kesalahan fungsional dalam sebuah sistem, seperti kesalahan tampilan luar (interface), fungsi-fungsi yang error, kesalahan output dan kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal dan kesalahan performa.

Sistematika Penulisan

Untuk kelancaran dalam membuat penyusunan laporan dan pembahasannya secara sistematis, maka penulisan laporan skripsi ini terdiri dari beberapa sub bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang penelitian, ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penyusunan laporan skripsi dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini berisi tentang teori yang mendasari sebuah penulisan laporan yang dilakukan oleh Peneliti sesuai dengan penugasan yang diberikan kepada setiap mahasiswa yang sedang melakukan skripsi.

BAB III PEMBAHASAN

Pada bab ini menjelaskan mengenai sejarah Perguruan Tinggi Raharja, sistem validasi Berkaas Raharja Career dan Poster Session yang sedang berjalan saat ini, struktur organisasi, permasalahan pada sistem penilaian objektif (PO) di sistem PESSTA+ dan solusi atas permasalahan yang ada.

BAB IV RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Bab ini berisikan tentang sistem usulan yang digambarkan menggunakan UML, prototype sebagai model desain rancangan program, spesifikasi database, tampilan output program, pengujian sistem, schedule penelitian, dan biaya penelitian (hibah).

BAB V PENUTUP

Pada bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran yang berhubungan dengan hasil penelitian peneliti dalam skripsi beserta dari bab-bab sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN


BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Definisi Pengembangan

Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin. (2013)[1], “Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang beruntuk menggantikan sistem lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada”. Sistem lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal yaitu sebagai berikut:

  1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama. permasalahan tersebut dapat berupa ketidakberesan pada sistem yang lama tidak dapat berjalan atau berfungsi sebagaimana diharapkan pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya suatu sistem yang baru. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas dan volume pengolahan data yang semakin meningkat.

  2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan. Organisasi mulai merasakan bahwa teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan di lakukan oleh manajemen.

  3. Adanya instruksi atau desakan dari organisasi. Penyusunan sistem yang baru dapat pula terjadi karena adanya intruksi-instruksi delapan dari pimpinan atau dari luar organisasi karena adanya permasalahan, kesempatan atau instruksi. Sistem yang baru perlu dikembangkan untuk memecahkan permasalahan yang timbul ,meraih kesempatan yang ada atau memenuhi instruksi yang diberikan dengan adanya sistem yang baru diharapkan terjadi peningkatan-peningkatan sebagai berikut :

    1. Informasi peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan kinerja peningkatan terhadap kinerja sistem sehingga menjadi lebih efektif.

    2. Efisiensi peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut digunakan dengan pemborosan yang paling minimum.

    3. Pengendalian peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang akan terjadi. Pelayanan Peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.

Dari definisi diatas pengembangan adalah suatu proses untuk menciptakan produk atau sistem baru dengan mengembangkan sistem yang telah ada dengan tujuan untuk mencapai target tertentu.

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Menurut Sutarman (2012:13)[2], sistem informasi adalah sistem dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, informasi dengan tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instuksi) dan output (laporan, kalkulasi).

Menurut Atyanto Mahatmyo (2014:6)[3], “Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke pembina”.

Menurut Taufiq (2013:17)[4], “Sistem informasi adalah kumpulan dari sub-sub sistem yang paling terintegrasi dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah tertentu dengan cara mengolah data dengan alat yang namanya komputer sehingga memiliki nilai tambah yang bermanfaat bagi pengguna”.

Dari tiga definisi diatas yang dikemukakan oleh para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu data yang dihimpun, dikategorikan, dan diproses sampai menjadi satu kesatuan informasi yang saling berkesinambungan satu sama lain dan saling mendukung sampai menjadi sebuah informasi yang bermanfaat bagi sipenerimanya.

Definisi Media

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media adalah alat, alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk; yang terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dan sebagainya) wayang bisa dipakai sebagai – pendidikan; perantara; penghubung; -- cetak sarana media massa yang dicetak dan diterbitkan secara berkala seperti surat kabar, majalah; sebagai contoh :

  1. Elektronik, sarana media massa yang mempergunakan alat-alat elektronik modern, misalnya radio, televisi, dan film;

  2. Film, sarana media massa yang disiarkan dengan menggunakan peralatan film (film, proyektor, layar), alat penghubung yang berupa film;

  3. Massa,sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas;

  4. Pendidikan, alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengajaran atau pembelajaran;

  5. Periklanan, sarana komunikasi massa yang menyediakan beberapa bentuk periklanan, misalnya surat kabar, televisi, dan radio

Kemudian berdasarkan pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang telah disebutkan diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah sebuah sarana yang digunakan untuk melakukan sesuatu, dapat juga dikatakan sebagai wadah atau perangkat yang menampung dimana dalam penelitian ini validasi dokumentasi raharja career dan validasi poster session dimaksudkan sebagai media bagi mahasiswa untuk dapat melakukan submit validasi dokumentasi raharja career dan validasi poster session untuk penilaian objektif sidang tugas akhir atau skripsi.

Konsep Dasar Validasi

Definisi Validasi

Istilah validasi pertama kali dicetuskan oleh Dr. Benard T. Loftus, direktur food and drug aministrastion (FDA) Amerika Serikat pada akhir tahun 1970 an, sebagai bagian penting dari upaya untuk meningkatkan mutu produk industri farmasi. Hal ini dilatar belakangi adanya berbagai masalah mutu yang timbul pada saat itu yang mana masalah-masalah tersebut tidak terdeteksi dari pengujian rutin yang dilaksanakan oleh industri farmasi yang bersangkutan. Selanjutnya, validasi juga diadopsi oleh negara-negara yang tergabung dalam the Pharmaceutical Inspection Coperation/Scheme (PIC/S), Uni Eropa (EU) dan World Health Organization (WHO). Bahkan, validasi merupakan aspek kritis (substantial aspect) dalam penilaian kualitas industri farmasi yang bersangkutan. Terdapat banyak definisi dan pengertian tentang validasi. US FDA (Badan pengawasan Obat dan Makanan, Amerika Serikat) dalam The FDA’s 1987 Guidelinemendefinisikan validasi sebagai “Establishing documented evidence, which provides a high degree of assurance that a spesific process will consistently produce a product meeting its predetermined spesifications and quality characteristics.” Sedangkan WHO mendefinisikan sebagai: “A documented act of providing that any procedure, process, equipment, material, activity or system, actually leads to the expected result.” (Samuel, 2011). Badan POM RI (Anonim, 2006) memberikan definisi validasi sebagai “Tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa tiap bahan, proses, prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan atau mekanisme yang digunakan dalam produksi maupun pengawasan mutu akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan.” (CPOB:2006). Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil kesimpulan Validasi adalah tindakan pembuktian yang dilakukan sesuai dengan prosedur bahwa suatu data/dokumen benar-benar sesuai dengan data atau dokumen asli yang sah. Validasi diartikan sebagai suatu tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa tiap bahan, proses, prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan atau mekanisme yang digunakan dalam produksi dan pengawasan akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan.

Dari definisi-definisi tersebut diatas membawa pengertian, bahwa:

  1. Validasi adalah suatu tindakan pembuktian, artinya validasi merupakan suatu pekerjaan “dokumentasi”.

  2. Tata cara atau metode pembuktian tersebut harus dengan “cara yang sesuai”, artinya proses pembuktian tersebut ada tata cara atau metodenya, sesuai dengan prosedur yang tercantum dalam CPOB.

  3. “Obyek” pembuktian adalah tiap-tiap bahan, proses, prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan atau mekanisme yang digunakan dalam produksi dan pengawasan mutu (ruang lingkup).

  4. Sasara atau target dari pelaksanaan validasi ini adalah bahwa seluruh obyek pengujian tersebut akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan secara terus menerus (konsisten).

Langkah-langkah Pelaksanaan Validasi

Begitu luasnya cakupan validasi, terkadang membingungkan kalangan praktisi di industri farmasi untuk melaksanakan validasi. FDA dalam “Guideline on General Principles of Process Validation”, memberika panduan langkah-langkah dalam pelaksanaan validasi, yang tertuang dalam “validation life cycle” berikut ini, yaitu:

  1. Membentuk validation comitee (komite validasi) yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan validasi di industri farmasi yang bersangkutan.

  2. Menyusun validation master plan (rencana induk validasi), yaitu dokumen yang menguraikan (secara garis besar) pedoman pelaksanaan validasi di industri farmasi yang bersangkutan.

  3. Membuat dokumen validasi, yaitu protap (prosedur tetap), protokol serta laporan validasi.

  4. Pelaksanaan validasi.

  5. Melakukan peninjauan periodik, change control dan validasi ulang (revalidation).

Definisi Penilaian Objektif

Penilaian dikatakan objektif, jika senantiasa memiliki kejelasan tujuan yang ingin dicapai penilaian objektif akan selalu mengacu pada aturan dan ket-eraturan, penilaian objektif harus berpangkal pada adanya keinginan untuk mencapai/meningkatkan prestasi dan penilaian objektif tentunya harus dapat menciptakan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan (harmonisasi). Dilihat dari sudut pandang sebagai seseorang pendikik (guru, dosen) hal pertama jelas dalam melakukan penelitian harus ada satu tujuan (goal) yang akan dicapai artinya seorang pendidik harus memiliki sense of goal. Pendidik harus sudah tahu tujuan penilaian itu adalah mengukur kemampuan atau kompetensi peserta didik setelah dilaksanakannya proses pembelajaran. Hal kedua dalam melakukan penilaian, pendidik di tuntut harus menyadari adanya sense of regulation (keteraturan), sebagai contoh adanya aturan memberikan dan membuat soal (dalam bentuk pilihan ganda dan esay)misalnya ada batasan waktu penyelesaian tugas dan lainnya yang harus ditepati. Proses penilaian yang objektif juga harus mampu membuat setiap peserta didik (murid atau mahasiswa) untuk berprestasi dan menemukan potensi unik yang dimiliki oleh masing-masing perserta didik. Hal lain yang ketiga adalah seorang pendidik dituntut memiliki sense of achievement, sebagai contoh ketika perserta didiknya mengalami masalah dalam pembelajarannya, maka seorang pendidik harus memiliki kemauan dan kemampuan melakukan Achievement Motivation Training (AMT) memberikan motivasi dan semangat kepada mereka. Dan yang terakhir pendidik harus memiliki sense of harmony yang akan menciptakan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. Ketika telah ada standar penilaian yang baku, maka peserta didik akan merasakan keadilan dari nilai yangdidapatkannya, dengan sistem penilaian yang berlandaskan pada objektivitas akan sama-sama menguntungkan kedua belah pihak, bahwa pendidik bisa melihat kemampuan setiap peserta didiknya dan peserta didikpun merasakan kemampuan apa yang telah dikuasainya. Penilaian objektif artinya menilai dan yang dinilai akan mengerti dan memahami bahwa penilaian objektif mempunyai tujuan yang jelas antara lain mengetahui kemampuan, keterampilan kompetisi, prestasi dan lain-lain, yang menilai dan yang dinilai memiliki kesamaan dan kesatuan dalam pemikiran bahwa objektivitas penilaian itu senantiasa berlandaskan pada aturan yang baku (standar) bukan keluar dari aturan pribadi (pendidik) dan aturan itu akan selalu mengikuti ketentuan berkelanjutan.

Definisi Sidang

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)[5], sidang adalah pertemuan untuk membicarakan sesuatu, rapat –itu dihadiri oleh semua anggota, segenap anggota dewan dan sebagainya (hakim, pengarang, pengurus) orang banyak, publik, para (untuk menyatakan banyak), sekalian jemaah, pembaca (pendengar). Persidangan adalah perihal bersidang: - kemarin dianggap selesai; pertemuan untuk membicarakan sesuatu.

Kemudian berdasarkan pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang telah disebutkan diatas dapat disimpulkan bahwa sidang adalah sebuah media diskusi yang melibatkan belih dari dua orang dengan materi pembahasan yang telah disepakati bersama, dan merupakan pertemuan formal untuk menghasilkan suatu putusan dengan menggunakan aturan-aturan yang jelas.

Teori Khusus

Definisi Website

Menurut Murad (2013:49)[6], “Web adalah sistem dengan informasi yang disajikan dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lainnya yang tersimpan dalam sebuah server web internet yang disajikan dalam bentuk hypertext”.

Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan website adalah sebuah tempat di internet, yang menyajikan informasi dengan berbagai macam format data seperti text, image, bahkan video dan dapat diakses menggunakan berbagai aplikasi client sehingga memungkinkan penyajian informasi yang lebih menarik dan dinamis dengan pengelolaan yang terorganisasi.

Definisi PHP

Menurut Munawaroh (2014:3), PHP adalah singkatan dari Personal Home Page yang merupakan bahasa standar yang digunakan dalam dunia website. PHP adalah bahasa yang hanya dapat berjalan pada server yang hasilnya dapat ditampilkan pada klien. Interpreter PHP dalam mengeksekusi kode PHP pada sisi server disebut serversid.

Sedangkan menurut Eko, Dalam Journal of Informatics and Technology (2012:76)[7]. "PHP (Hypertext Preprocessor) merupakan bahasa scripting yang tergabung menjadi satu dengan HTML dan dijalankan pada server side atau semua perintah yang diberikan akan secara penuh dijalankan pada server, sedangkan yang dikirimkan ke klien (browser) hanya berupa hasil tampilan output berupa script html."

Berdasarkan dua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa PHP merupakan bahasa pemrograman yang digunakan dalam membuat sebuah website dijalankan pada server side.

Definisi Yii Framework

Yii adalah framework (kerangka kerja) PHP berbasis-komponen, berkinerja tinggi untuk pengembangan aplikasi web berskala-besar. Yii adalah free software dengan lisensi BSD licence, aplikasi web framework open-source yang ditulis dengan PHP5. Yii menyediakan reusability maksimum dalam pemrograman web dan mampu meningkatkan kecepatan pengembangan secara signifikan. Nama Yii (dieja sebagai /i:/) singkatan dari “Yes It Is!”[8].

Yii mengimplementasikan pola desain model-view-controller (MVC), yang diadopsi secara luas dalam pemrograman web. MVC bertujuan untuk memisahkan logika bisnis dari pertimbangan antarmuka pengguna agar para pengembang bisa lebih mudah mengubah setiap bagian tanpa mempengaruhi yang lain. Dalam MVC, model menggambarkan informasi (data) dan aturan bisnis; view (tampilan) berisi elemen antar muka pengguna seperti teks, input form,sementara controller mengatur komunikasi antar model dan view.

Selain implementasi MVC, Yii juga memperkenalkan front-controller (controller-depan), yang disebut application, yang mengenkapsulasi konteks eksekusi untuk memproses sebuah request applicationmengumpulkan beberapa informasi mengenai request pengguna dan kemudian mengirimnya ke controller yang sesuai untuk penanganan selanjutnya. Diagram berikut memperlihatkan struktur statis sebuah aplikasi Yii :

Menurut pengembsngsn dan komunitas Yii framework dari situs web resminya, berikut ini adalah fitur yang terdapat pada Yii : (Yii: 2014)

  1. Menggunakan pola MVC. Yii mengadopsi pola standar pengembangan aplikasi yang memisahkan tampilan (view), logika program (controller), dan modelnya (model).

  2. Data Access Objects (DAO),query builder, active record, dan DB migration. Yii memungkinkan pengembangan menggunakan berbagai model database dengan objek yang dapat mengurani kompleksitas menulis pernyataan SQL berulang serta memudahkan interaksi antar database.

  3. Form input dan validasi. Yii menyediakan form dan validasi yang memudahkan pengembang untuk berkerja dengan from dan melakukan validasi input dari form.

  4. AJAX widget. Yii menyediakan AJAX widget yang terintegrasi dengan jQuery, berupa kontrol yang memiliki fungsi seperti auto complate, treeview, data grid dan lain-lain.

  5. Authentication dan authorization. Dukungan autentikasi dan autorisasi internal sehingga memudahkan pengembangan aplikasi dengan fitur autentikasi dan autorisasi.

  6. Skin dan theme. Yii mengimplementasikan skin dan theme yang memudahkan pengembangan aplikasi dalam meranang tampilan aplikasi.

  7. Internationalization (I18N) dan localization (L10N) Yii men-dukung pengembangan aplikasi dalam multi bahasa dan lokasi seperti penggunaan waktu

Definisi Raharja Career

Raharja Career merupakan pameran hasil karya penelitian oleh pribadi Raharja yang telah menyelesaikan TA/SKRIPSI-nya di Perguruan Tinggi Raharja. Raharja career dilaksanakan sebelum pribadi raharja melakukan sidang komprehensip. Kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam tahun, yang berarti diadakan setiap semester. Hasil karya yang dipamerkan berupa demo program, alat, robotik, maupun video presentasi.

Raharja career ini bertujuan agar mahasiswa yang akan melakukan sidang komprehensip berlatih menjawab pertanyaan dari pribadi Raharja lain yang melakukan wawancara terhadap produk yang mereka hasilkan. Dan kegiatan ini dapat juga memberikan gambaran bagi pribadi Raharja yang akan melaksanakan tugas akhir atau skripsi memberikan wawasan mengenai produk atau proyek yang akan mereka hasilkan nanti.

Definisi Poster Session

Menurut Musfiqon (2012:85) poster merupakan penggambaran yang di tunjukan sebagai pemberitahuan, peringatan maupun penggugah selera yang biasanya berisi gambar-gambar.

Poster adalah sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna. Dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menangkap gagasan yang berarti di dalam ingatannya (nana sudjana dan Ahmad Rivai, 200:51).

Menurut Said (2015:187) mengemukakan bahwa metode poster session atau juga di sebut metode menggambarkan imajinatif adalah membuat atau menciptakan gambar yang berasal dari imajinasi daya pikir berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Metode pembelajaran Poster Session adalah metode presentasi alternatif yang merupakan sebuah cara yang tepat untuk menginformasikan kepada peserta didik secara cepat, menangkap imajinasi mereka, dan mengundang pertukaran ide di antara mereka. Teknik ini juga merupakan sebuah cara cerita dengan grafik yang memungkinkan peserta didik meng-ekspresikan persepsi dan perasaan mereka tentang topik yang sekarang sedang didiskusikan dalam sebuah lingkungan yang tidak menakutkan. Metode pembelajaran poster sessionini hanya bisa digunakan untuk materi yang bergambar.

Dari dua definisi diatas poster sessionmerupakan sebuah cara cerita dalam gambar yang memungkinkan perserta didik mengekspresikan persepsi dan perasaan mereka tentang topik yang ada.

Definisi Ten Pilar iLearning

Gambar 2.1 10 Pillar IT Perguruan Tinggi Raharja

(Sumber: http://roadmap.ilearning.me/10-pillar-it-ilearning/)

Dikutip dari iMe Roadmap, untuk memudahkan pengelolaan dan meningkatkan kepuasan pelayanan kepada civitas akademika Perguruan Tinggi Raharja terutama dalam mendukung perkuliahan menggunakan metode iLearning maka perlu adanya sepuluhPillar ITiLearning Perguruan Tinggi Raharja. Output yang diperoleh adalah merupakan hasil dari penelitian Tridharma Perguruan Tinggi antara dosen dengan mahasiswa yang diwadahi oleh (REC) Raharja Enrichment Centre. sistem arsitektur pada Perguruan Tinggi Raharja terdiri dari sepuluh pilar IT iLearning, meliputi iRme, Rinfo, iDu, iRan, iDuHelp!, widuri, Rooster, iMe, Magics, iSur.

Definisi Rinfo

Gambar 2.2 Logo Rinfo

(Sumber : http://eco.ilearning.me)

Menurut (Rahardja, 2014:104)[9], Rinfo (Email Rahaja.Info) adalah layanan komunikasi email yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk semua pribadi Raharja, alat komunikasi utama dan paling vital untuk para pribadi Raharja. Setiap user Rinfo diberikan kapasitas sampai dengan 30 GB. Selain itu juga banyak tersedia aplikasi canggih seperti RH (RinfoHangout). Semua kegiatan yang dilakukan akan mustahil tanpa adanya Rinfo ini. Selain itu, bisa juga dikatakan bahwa Rinfo terintegrasi dengan semua pillar-pillar yang ada pada TPi (Ten Pilar IT iLearning). Rinfo menggunakan platform google yang memiliki banyak fasilitas free yang bisa dimanfaatkan. Selain itu Rinfo bisa dijadikan potensi untuk dapat single sign on dengan sistem TPi.

Manfaat dari penggunaan akun Rinfo tersebut sebagai akun resmi kampus, bisa dilihat dari segi keamanan yaitu akan mencegah orang dari luar institut sembarangan mengakses sepuluh pilar IT di Perguruan Tinggi Raharja. Dengan adanya Rinfo ini, maka terciptalah sebuah konsep baru bernama RiDu (Rinfo for Education), yaitu pembelajaran iLearning menggunakan email Rinfo sebagai media utamanya.

===Definisi Future IT Raharja (FIR)

FIR adalah kepanjangan dari Future IT Raharja, yang berisi kumpulan dari project-project IT masa depan yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi Raharja yang bermanfaat untuk menunjang kegiatan perkuliahan serta pembelajaran para Pribadi Raharja. Tak hanya itu FIR juga menopang jalannya kegiatan TPi (Ten Pilar IT iLearning).Project FIR juga terus di lakukan pengembangan demi penyempurnaan untuk setiap project nya agar bisa bergabung menjadi salah satu dari anggota TPi. Future IT Raharja (FIR) terdiri dari empat belasmeliputi SiS+, RhjFox, magics channel, PEN+, airzone, FGR (First Generation Resources), GO+ (Green Orchestra Plus), Virtual Account, ZPreneur, ZFord, iLearningPlus, DID (Dream Innovation Day), PESSTA+, HKI (Hak Kekayaan Intelektual).

Konsep Dasar PESSTA+

Definisi PESSTA+

PESSTA+(Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Plus) merupakan sebuah perkembangan dari sistem PESSTA. PESSTA+ adalah sebuah sistem validasi dokumentasi raharja career dan poster session yang dilakukan oleh mahasiswa secara online dan mandiri. Guna membuktikan bahwa mahasiswa atau Pribadi Raharja telah membuat dokumentasi raharja career dan poster session penelitian yang telah diterima atau valid untuk penilaian objektif yang diakui di Perguruan Tinggi Raharja maka perlu dilakukan validasi dokumentasi raharja career dan poster session di PESSTA+.

Keistimewaan PESSTA+

PESSTA+ menjadi sangat istimewa karena hal-hal yang terdapat pada sistem PESSTA+ membuat pelaksanaan sidang menjadi lebih efektif karena nilai validasi jurnal sudah tidak perlu dicek manual oleh penguji melainkan penguji hanya perlu mengakses sistem PESSTA+ dan mencari nama peserta sidang tersebut apakah sudah layak atau belum. Peserta sidang bisa submit sendiri validasi jurnalnya kapanpun dan dimanapun tanpa perlu menunggu pelaksanaan sidang berlangsung.

Dengan hadirnya PESSTA+ maka ketentuan jurnal ilmiah yang diakui pada Perguruan Tinggi Raharja pun diterapkan kembali, karena sistem PESSTA+ hanya meloloskan jurnal yang diakui di Perguruan Tinggi Raharja.

Logo PESSTA+

Logo adalah sebuah gambar atau sekedar sketsa yang memiliki arti tertentu, dan juga mewakili arti dari perusahaan, organisasi, daerah, lembaga, negara, produk, dan hal lainnya yang membutuhkan sesuatu yang singkat dan juga mudah diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya.

Logo harus mempunyai kerangka dasar dan filosofi berupa konsep dengan tujuan membentuk sifat yang berdiri sendiri atau mandiri. Logo pada umumnya dikenal oleh penglihatan atau visual, seperti ciri khas berbentuk warna dan rupa logo tersebut.

Gambar 2.3 Logo PESSTA+

(Sumber: http://pesstaplus.raharja.me/)

PESSTA+ terdiri dari empat warna yaitu hijau, biru, coklat, dan emas.

  1. Filosofi warna hijau merupakan warna pertumbuhan, berhubungan dengan kehidupan yang baru dan pembaharuan. Membantu dalam hal pengambilan keputusan, membantu dalam melihat semua sisi dengan jelas. Warna hijau juga melambangkan kampus Raharja.

  2. Filosofi warna emas memiliki arti kesan aktif, kemakmuran dan dinamis. Seperti PESSTA+ yang sangat dinamis.

  3. Filosofi warna biru menghadirkan kesan kekuatan teknologi, air, udara, kebersihan.

  4. Warna hitam memiliki arti warna misteri karena sangat susah untuk didefinisikan secara pasti, yaitu mempunyai dua makna yang tidak selaras dan bertentangan. Dalam satu sisi, hitam menjadi warna yang solid, tegas, dan kuat, yang menggambarkan tentang kekuatan dan kecanggihan sistem PESSTA+ tersebut.

Konsep Dasar Analisa SWOT

Definisi Analisa SWOT

Menurut Rangkuti (2011: 199)[10], penelitian memastikan bahwa kinerja perusahaan bisa ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal Kedua faktor tersebut perlu dipertimbangkan dalam analisis SWOT.SWOT adalah singkatan dari lingkungan internal strengths dan weakness dan juga lingkungan eksternal opportunities dan threats yang berada di dunia bisnis.Analisa SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dengan faktor internal kekuatan (strengths) dan kelemahan (weakness). Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :

  1. Kuadran Satu

    Merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Organisasi atau perusahaan tersebut mempunyai peluang dan kekuatan sehingga bisa memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang perlu ditetapkan dalam situasi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy).

  2. Kuadran Dua

    Walaupun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan/organisasi masih mempunyai kekuatan dari segi internal. Strategi yang perlu diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diverifikasi (produk atau pasar).

  3. Kuadran Tiga

    Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain pihak menghadapi beberapa kendala atau kelemahan internal. Kondisi bisnis pada kuadran tiga ini serupa dengan question mark pada BCG matriks. Fokus dari strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga bisa merebut peluang pasar yang lebih baik. Misalnya, apple menggunakan strategi penelitian kembali teknologi yang digunakan dengan cara menawarkan produk-produk baru dalam industri microcomputer.

  4. Kuadran Empat

    Ini merupakan kondisi yang sangat tidak menguntungkan, perusahaan tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.

Menurut Kadir (2014: 416)[11] Analisa SWOT mengandung empat bagian :1) strengths (S) atau kekuatan, 2) weaknesses (W) atau kelemahan, 3) opportunities (O) atau peluang, 4) threats (T) atau ancaman.

  1. Kekuatan menyatakan karakteristik yang memberi keuntungan untuk organisasi.

  2. Kelemahan menyatakan karakteristik yang harus diperbaiki supaya memberikan keuntungan bagi organisasi.

  3. Peluang menyatakan karakteristik yang apabila dimanfaatkan bisa memberikan.

  4. Ancaman menyatakan karakteristik yang memberikan masalah bagi organisasi sehingga perlu dilakukan penanganan untuk mengatasinya.

Dari definisi diatas mengenai Analisa SWOT, dapat disimpulkan bahwa SWOT merupakan sebuah analisis yang terdiri dari strength, weakness, opportunities dan Treath yang bertujuan untuk mengukur suatu kinerja dari sistem.

Tujuan Analisa SWOT

Menurut Rangkuti (2011: 197)[10], tujuan analisis SWOT yaitu membandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan sehingga dari analisis tersebut dapat diambil suatu keputusan strategis suatu organisasi.

Konsep Dasar UML (Unified Modeling Language)

Definisi UML

Menurut Alim (2012:30)[12], “Unified Modeling Language(UML) adalah bahasa standar yang digunakan untuk menulis blueprint perangkat lunak. UML dapat digunakan untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun dan mendokumentasikan artifak dari sistem perangkat lunak”.

Jenis-jenis Diagram UML

  1. Use Case

    Menurut Murad (2013:57)[6], “Diagram Use Case adalah diagram yang bersifat status yang memperlihatkan himpunan use case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini memiliki dua fungsi, yaitu mendefinisikan fitur apa yang harus disediakan oleh sistem dan menyatakan sifat sistem dari sudut pandang user”.

    Menurut Triandini (2012:18)[13], langkah-langkah membuat diagram use case:

    1. Mengidentifikasi aktor. Perhatikan bahwa aktor sebenarnya adalah peran yang dimainkan oleh pengguna. Alih-alih menyusun daftar aktor sebagai Bob, Maria, atau Tuan Hendricks, sebaiknya identifikasi peran spesifik yang dimainkan oleh orang-orang tersebut. Ingatlah orang yang sama mungkin memainkan berbagai peran karena ia menggunakan sistem. Sistem lain juga dapat menjadi aktor dari sistem.

    2. Setelah peran aktor teridentifikasi, langkah berikutnya adalah menyusun tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh peran-peran tersebut dalam penggunaan sistem. Tujuan tersebut merupakan tugas yang dilakukan oleh aktor untuk mencapai beberapa fungsi bisnis yang memberikan nilai tambah bagi bisnis.

    Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa use case diagram dibuat berdasarkan pengguna sistem serta fungsi-fungsi yang ditangani oleh sistem informasi pemesanan dan penjualan barang yang didapatkan pada tahap analisis sistem.

  2. Activity Diagram

    Menurut Murad (2013:53)[14], “Activity diagram merupakan diagram yang bersifat dinamis. Activity diagram adalah tipe khusus dari diagram state yang memperlihatkan aliran dari suatu aktifitas ke aktifitas lainnya dalam suatu sistem dan berfungsi untuk menganalisa proses”.

    Menurut Vidia (2013:20)[15], “Activity diagram dibuat berdasarkan aliran dasar dan aliran alternatif pada skenario use case diagram. Pada activity diagram digambarkan interaksi antara aktor pada use casediagram dengan sistem”.

    Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa activity diagram dibuat berdasarkan use case diagram yang telah dibuat sebelumnya, maka dapat digambarkan activity diagram yang menggambarkan alur kerja untuk setiap use case yang telah dibuat.

  3. Sequence Diagram

    Menurut Vidia (2013:21)[15], ”Sequence diagram dibuat berdasarkan activity diagram dan class diagram. Sequence diagram menggambarkan aliran pesan yang terjadi antar kelas yang dideskripsikan pada class diagram dengan menggunakan operasi yang dimiliki kelas tersebut. Untuk aliran pesan, sequence diagram merujuk pada alur sistem activity diagram yang telah dibuat sebelumnya”.

    Menurut Wijayanto (2013:35)[16], ”Sequence diagram dibuat berdasarkan activity diagram dan class diagram yang telah dibuat, maka digambarkan sequence diagram yang menggambarkan aliran pesan yang terjadi antar kelas dengan menggunakan operasi yang dimiliki kelas tersebut”.

    Berdasarkan dua pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan sequence diagram merupakan diagram yang bersifat dinamis, sequence diagram (diagram urutan) adalah iterasiksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam suatu waktu tertentu.

Definisi Elisitasi

Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem yang baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk di eksekusi (Saputra, 2012:51)[17]. Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:

  1. Elisitasi Tahap I

    Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

  2. Elisitasi Tahap II

    Hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk di eksekusi.

    1. M pada MDI berarti Mandatory (penting). Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

    2. D pada MDI berarti Desirable. Maksudnya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

    3. I pada MDI berarti Inessential. Maksudnya, requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.

  3. Elisitasi Tahap III

    Merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu:

    1. T artinya Teknikal, bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem diusulkan.

    2. O artinya Operasional, bagaimana tata cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan.

    3. E artinya Ekonomi, berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement di dalam sistem.

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

    1. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus di eliminasi.

    2. Middle (M): Mampu dikerjakan.

    3. Low (L): Mudah dikerjakan

  4. Final Draft Elisitasi

    Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Definisi Flowchart

Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah- langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analyst dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian. Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut. (Adelia & Setiawan, 2012)[18].

Menurut Rachmat Hidayat (2014:42), Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program.

Definisi HIPO

“HIPO(Hirarchy Plus Input Process Output) yaitu alat bantu yang digunakan untuk membuat spesifikasi program yang merupakan struktur yang berisi diagram dimana di dalam program ini berisi input yang diproses dan menghasilkan output” (Praptingsih, 2012:03).

Definisi Blackbox Testing

Menurut Sukamto dan Shalahudin (2013:275), menyebutkan bahwa “Black-Box Testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pengujian kotak hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Menurut Agustiar Budiman (2012:4), berpendapat bahwa “Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak diuji apakah telah sesuai dengan yang diharapkan.”

Dari dua definisi diatas, black box adalah suatu metode pengujian sistem yang digunakan untuk menguji sebuah sistem dari segi tampilan serta kinerja dari sistem tersebut, tanpa menguji bagian dalam (kode program) tersebut.

Literature Review

Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai sistem validasi. Dalam upaya penerapan sistem validasi hibah ini perlu dilakukan studi pustaka sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya ada sepuluh yaitu :

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Ulrich Schmitt, InformingSciJ, Volume 20, 2017[19]. Penelitian yang berjudul “Devising Enabling Spaces and Affordances for Personal Knowledge Management System Design” Tujuan: Manajemen Pengetahuan Pribadi (PKM) telah dipertimbangkan sebagai alat penting untuk mengembangkan kelas kreatif pekerja pengetahuan, namun solusi teknologi yang memadai belum diumumkan. Latar belakang: Berdasarkan publikasi yang terkait dengan pengeluaran sebelumnya (terutama terkait dengan berbagi pengetahuan, community-building, kolaborasi, dan sosial), narasi umum dan berbeda dalam kaitannya dengan PKM diselidiki untuk memberi saran kemampuan dan kelayakan PKM lebih lanjut yang perlu dilakukan. Diberikan.
    Metodologi: Makalah atau peper ini menindaklanjuti serangkaian publikasi terkait PKM, yang berakar kuat pada metode penelitian sains desain (rancangan penelitian ilmiah) dan ditujukan untuk menciptakan sistem konsep dan prototipe PKM yang inovatif.
    Kontribusi: Tawaran yang ditawarkan menawarkan pengguna sistem PKM sarana untuk mempertahankan dan membangun pengetahuan yang diperoleh untuk mempertahankan pertumbuhan pribadi dan memfasilitasi kolaborasi produktif antara sesama peserta didik dan / atau kenalan profesional.
    Temuan: Hasilnya meminta perpanjangan konsep SECI dan konsep 'ba' milik Nonaka dan memberikan argumen dan bukti yang mendukung klaim bahwa konsep dan sistem PKM dapat memfasilitasi ketertelusuran pengetahuan dan praktik KM yang lebih baik. Rekomendasi dan Dampak terhadap Masyarakat: Bersama dengan publikasi sebelumnya, makalah ini menunjukkan kekurangan KM saat ini dan menyajikan pendekatan trans-disiplin baru yang menawarkan kesempatan menarik bagi pemangku kepentingan yang terlibat dalam konteks kurasi, pendidikan, penelitian, pengembangan, bisnis, dan kewirausahaan. Potensinya untuk mengatasi kesenjangan kesempatan telah ditangani melalui Kerangka Kerja PKM untuk Pembangunan (PKM4D). Kegiatan DSR Masa Depan: Setelah menyelesaikan tahap uji coba prototipe, transformasi menjadi sistem PKM yang layak dan server berbasis awan berdasarkan platform pengembangan yang cepat dan database noSQL diperkirakan memakan waktu 12 bulan.

  2. Penelitian yang dilakukan oleh Sonja H Bickford, Angela K Hollman, Marina Nenasheva, Pamela Lesser, Timo Koivurova. InformingSciJ, Volume 19 2016[20], penelitian yang berjudul “Assessment of Project Website Sustainability: Case of the Arctic EIA Project”.
    Dalam banyak kasus, situs web sementara mungkin sederhana, solusi mudah diakses untuk pengelolaan pengetahuan dan penyebaran informasi. Namun, situs semacam itu mungkin sudah usang karena dana berakhir, namun dalam banyak kasus, masih tersedia untuk umum melalui Internet. Isu keberlanjutan situs web adalah topik yang relevan untuk semua organisasi yang memiliki situs web. Siklus hidup situs web, manajemen pengetahuan, dan isu keberlanjutan situs web dibahas melalui tinjauan literatur berbasis teori. Isu-isu ini kemudian dirangkum dan digunakan sebagai pelajaran untuk pendekatan studi kasus pada makalah ini. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi solusi untuk mengatasi kehidupan dan umur panjang sebuah situs web, memposting proyek. Penilaian studi kasus praktis mengenai masalah keberlanjutan situs web proyek diperlukan untuk menangani proyek pasca umur panjang-situs web - karena penciptaan sering dilakukan melalui usaha sementara. Rekomendasi untuk situs web proyek masa depan dibuat sebagai hasil dan hasil penelitian ini dan dinyatakan dalam bentuk praktik yang disarankan untuk keberlanjutan situs web proyek di proyek-proyek masa depan.

  3. Penelitian yang dilakukan oleh Andrew S Targowski InformingSciJ, Volume 18 2015[21]. Penelitian yang berjudul “Informing Systems as the Transformers of Information Wave into Virtual Civilization and Their Ethics Question”.
    Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk menentukan isi utama dan isu-isu dampak sistem informasi mengenai peningkatan dan perkembangan virtual civilization. Metodologi ini didasarkan pada pandangan besar-besaran interdisipliner tentang unsur-unsur pembangunan peradaban virtual dan saling ketergantungan mereka. Di antara temuan tersebut adalahvirtual civilization memiliki karakteristik infrastruktur, sebuah ruang kerja dan hiburan yang tidak terbatas secara keseluruhan, dibangun secara sosial di dunia maya, dan dapat berlangsung berabad-abad atau ribuan tahun - selama sistem informasinya beroperasi. Implikasi praktis misi virtual civilization adalah mengendalikan kebijakan publik peradaban nyata untuk menjamin kebaikan bersama dalam masyarakat nyata. Implikasi sosial: Pencarian kebaikan bersama oleh masyarakat virtual dapat membatasi atau bahkan mengganti demokrasi perwakilan dengan demokrasi langsung yang, walaupun secara positif memecahkan beberapa masalah, pada akhirnya dapat memicu kekacauan politikpermanen dalam peradaban nyata. Orisinalitas penyelidikan ini, dengan memberikan pendekatan interdisipliner dan peradaban pada tingkat besar menggambarkan masalah etika tentang peran sistem informasi dalam pengembangan Virtual Civilization.

  4. Penelitian yang dilakukan oleh April H. Reed, Linda V. Knight InformingSciJ, Volume 16, 2013[22]. Penelitian yang berjudul “Exploring the Role of Communication Media in the Informing Science Model: An Information Technology Project Management Perspective”.
    Penyelidikan ini memperluas pemahaman tentang peran media atau saluran komunikasi dalam kerangka Ilmu Pengetahuan Menginformasikan dengan memeriksa domain risiko proyek Teknologi Informasi. Proyek TI menyediakan domain yang kaya untuk mengeksplorasi dan memperluas pemahaman kami tentang Pengetahuan Informal karena anggota tim proyek TI sering kali memiliki sedikit atau bahkan riwayat kerja sebelumnya dan karena itu hanya sedikit atau tidak ada hubungan sosial yang ada sebelumnya dan pola komunikasi yang mapan. Melalui eksplorasi domain ini, kami memperluas model informing sciencetradisional untuk komunikasi rou-tine untuk memasukkan pertimbangan lebih menyeluruh tentang peran saluran komunikasi atau media. Dalam prosesnya, kami juga mengurangi kesenjangan antara model pengenalan informasi tradisional dan model terkait untuk komunikasi non-rutin yang kompleks.

  5. Penelitian yang dilakukan oleh Natalya Prokofyeva dan Victoria Boltunova Procedia Computer Science, Volume 104, 2017[23], Pages 51-56. Penelitian yang berjudul “Analysis and Practical Application of PHP Frameworks in Development of Web Information Systems”. Kerangka kerja pemrograman PHP (CakePHP2, CodeIgniter, Symfony2, Yii dan PhalconPHP) dan perbandingan dengan berbagai kriteria. Berdasarkan data yang diperoleh selama studi dua kerangka dipilih untuk analisis lebih dalam - Symfony2 dan PhalconPHP. Artikel ini menawarkan deskripsi arsitektur dan fitur utama kerangka kerja yang dipilih (routing, engine template, dll.). Selama perbandingan kerangka, uji kinerja dikembangkan dengan tujuan untuk menentukan kinerja dan efektivitas kerangka kerja selama tugas yang sama. Untuk menguji kinerja bagian daftar kasir "Tiket Reserving System" dipilih. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat ab.exe (Apache Benchmark) yang disertakan dengan server Web Apache. Berdasarkan hasil perbandingan rekomendasi dibuat yang memungkinkan pengembang Web memilih kerangka kerja untuk menciptakan proyek Web dunia nyata. Rencananya untuk memperluas kemampuan sistem Web yang dikembangkan menggunakan layanan Web yang didasarkan pada standar dan protokol terbuka (SOAP, XML-RPC, REST, dll.).

  6. Penelitian yang dilakukan oleh Ritika Bansal, Sonal Chawla, Perspectives in Science Volume 8, September 2016, Pages 330-333[24]. Penelitian yang berjudul “Design and development of semantic web-based system for computer science domain-specific information retrieval”
    Dalam sistem berbasis web semantik, konsep Ontologi digunakan untuk hasil pencarian input dengan makna kontekstual dari query bukan pencocokan kata kunci. Dari literatur penelitian, tampaknya ada kebutuhan untuk alat yang dapat provice di antarmuka yang mudah untuk query yang kompleks dalam bahasa alami yang dapat mengambil informasi domain-spesifik dari Ontologi. makalah penelitian ini mengusulkan sistem IRSCSD (Informasi sistem pencarian untuk domain ilmu komputer) sebagai solusi. Sistem ini menawarkan penjelajahan canggih dan query data terstruktur dengan hasil penelusuran teragregasi dan secara otomatis Eorope diberikan dalam user-interface yang konsisten, sehingga mengurangi upaya manual pengguna. Jadi, tujuan utama dari penelitian ini adalah desain dan pengembangan sistem berbasis web semantik untuk mengintegrasikan dukungan pengambilan domain-spesifik terhadap Ontologi. Diikuti metodologi berikut ini adalah penelitian sedikit demi sedikit yang melibatkan tahap. Tahap pertama melibatkan perancangan kerangka untuk sistem berbasis web semantik. tahap kedua membangun prototipe untuk kerangka menggunakan alat Anak didik. penawaran Tahap ketiga dengan konversi query bahasa alami ke dalam SPARQL bahasa query menggunakan berbasis python kerangka quepy. Keempat tahap melibatkan penembakan query sparql dikonversi ke Ontologi melalui Jena API Apache untuk mengambil hasil. Terakhir, evaluasi prototipe telah dilakukan dalam rangka ensurer untuk efisiensi dan kegunaan. Demikian, makalah penelitian ini melempar cahaya pada pengembangan kerangka kerja untuk sistem berbasis web semantik yang Membantu dalam pengambilan efisien informasi domain-spesifik, alam bahasa query interpretasi ke dalam bahasa web semantik, penciptaan ontologi domain-spesifik dan pemetaan dengan ontologi terkait. Laporan penelitian ini juga Menyediakan pendekatan dan metrik untuk evaluasi ontologi ontologi prototype yang dikembangkan untuk mempelajari aksesibilitas kinerja yang diperlukan berdasarkan informasi yang berhubungan dengan domain.

  7. Penelitian yang dilakukan oleh Riyandika Andhi Saputra, Suhartono, Priyo Sidik Sasongko, Volume 3, No. 6, ISSN 2086-4930[25]. Penelitian yang berjudul “APLIKASI VALIDASI CITRA DOKUMEN MENGGUNAKAN CHAOS DAN STEGANOGRAFI”
    Perkembangan teknologi yang pesat memberikan pengaruh pada pengiriman dokumen dari yang semula secara fisik menjadi dalam format citra digital. Namun citra digital tersebut dapat dengan mudah dimodifikasi atau dimanipulasi, serta belum tersedianya aplikasi yang dapat memastikan keaslian citra tersebut. Chaos memiliki sifat yang berharga untuk keamanan data, yaitu kepekaan terhadap perubahan kecil pada kondisi awal sistem. Steganografi digunakan untuk menyembunyikan keberadaan tanda keaslian citra dokumen. Dengan menggabungkan kedua metode di atas dibuatlah sebuah aplikasi yang dapat memberikan tanda dan membaca tanda tersebut untuk mengetahui keaslian citra dokumen. Beberapa percobaan yang dilakukan pada aplikasi validasi citra menggunakan Chaos dan steganografi berhasil mengenali citra asli dan citra yang sudah dimanipulasi. Didapatkan juga bahwa aplikasi mampu menghasilkan citra dengan PSNR terendah 82,615 dB.

  8. Penelitian yang dilakukan oleh Jazi Eko Istiyanto, Edhy Sutanta, Jurnal Tehnologi Technoscientia ISSN: 1979-8415 Volume 4 No. 2 Februari 2012[7]. Penelitian yang berjudul “MODEL INTEROPERABILITAS ANTAR APLIKASI E-GOVERNMENT”
    Interoperabilitas antar aplikasi sistem informasi menjadi tuntutan mendesak dalam pengembangan e-Gov di Indonesia saat ini. Hal ini disebabkan oleh adanya kebutuhan data multisektoral yang semakin meningkat dalam rangka pengambilan kebijakan untuk mengatasi problem yang melibatkan data dari antar sektor terkait. Sementara kondisi aplikasi di lingkungan pemerintah saat ini, umumnya masih bersifat sektoral, terpisah-pisah, tidak dapat saling berkomunikasi, dan heterogen. Interoperabilitas antar aplikasi e-Gov menjadi hal penting yang perlu segera dicari solusinya agar problem pengembangan e-Gov di Indonesia tidak berlarut-larut. Makalah ini merupakan hasil review pustaka yang mengungkap perkembangan e-Gov di Indonesia, problem interoperabilitas yang dihadapi, dan bagaimana model interoperabilitas antar aplikasi e-Gov dapat dibangun dengan mengimplementasikan model web services.

  9. Penelitian yang dilakukan oleh Rizza Untsa Nuzulia, Slamet Suyanto, Heru Nurcahyo, Volume 5 No.6 2016[26]. Penelitian yang berjudul “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI MEKANISME KERJA SISTEM SARAF UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 3 YOGYAKARTA”
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kelayakan media pembelajaran interaktif berbasis pendekatan saintifik, (2) mengetahui keefektifan media pembelajaran interaktif berbasis pendekatan saintifik untuk meningkatkan minat belajar siswa, dan (3) mengetahui keefektifan media pembelajaran interaktif berbasis pendekatan saintifik untuk meningkatkan hasil Belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D).Prosedur pengembangan media pembelajaran terdiri dari tiga tahap yaitu analysis, design, dan development. Instrumen penelitian berupa angket penilaian kualitas kelayakan media pembelajaran, angket tanggapan siswa, angket minat belajar siswa, pedoman wawancara, dan soal tes pemahaman konsep. Analisis data kualitas dan kelayakan media pembelajaran didasarkan atas kategori frekuensi penilaian terbanyak dari ahli materi, ahli media, guru, dan tanggapan siswa. Analisis data keefektifan meningkatkan minat belajar siswa didasarkan pada persentase dan kategori minat belajar. Analisis data keefektifan meningkatkan hasil belajar siswa didasarkan pada kategori gain score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) media pembelajaran interaktif berbasis pendekatan saintifik dikatakan baik menurut ahli dan guru biologi, serta baik menurut tanggapan siswa, (2) media pembelajaran efektif meningkatkan minat belajar siswa dari kategori sedang menjadi sangat tinggi, (3) media pembelajaran efektif meningkatkan hasil belajar siswa dalam kategori sedang dengan gain score 0,68. Simpulan menunjukkan media pembelajaran interaktif berbasis pendekatan saintifik pada materi mekanisme kerja sistem saraf layak digunakan sebagai media pembelajaran dan efektif untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.

  10. Penelitian yang dilakukan oleh Diah Fitri Mawarni pada tahun 2015 dengan judul “Sistem Informasi Validasi Proposal Penelitian Pada Program Studi Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia”.
    Penelitian ini membahas tentang sistem informasi untuk memvalidasi proposal penelitian yang dapat membantu untuk menentukan persentase kesamaan antara pengajuan proposal penelitian dengan tesis yang ada yang berada di dalam database. Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini mendekati adalah metode berorientasi objek. Metode pengembangan sistem ini mengacu pada model pengembangan prototipe, yang terdiri dari tiga tahap pembangunan, yaitu (1) tahap mendengarkan keluhan konsumen, (2) Merancang dan membuat sistem, (3) Pengujian dan verifikasi sistem . Sistem ini dirancang sebagai aplikasi berbasis web yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, menggunakan alat-alat yang termasuk UML, Sublime Text 3, MySQL, dan XAMPP.


BAB III

ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Gambaran Umum Perguruan Tinggi Raharja

Perguruan Tinggi Raharja adalah kampus modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis yang mencakup disiplin ilmu. Perguruan Tinggi saat ini secara simultan selalu berusaha menjadi salah satu Perguruan Tinggi riset. upaya-upaya pencapaian tertinggi dalam hal penemuan, pengembangan dan difusi pengetahuan secara regional dan global selalu dilakukan. Sementara itu, Perguruan Tinggi Raharja juga memperdalam komitmen dalam upayanya di bidang pengembangan akademik dan aktifitas penelitian melalui sejumlah disiplin ilmu yang ada dilingkupnya. Perguruan Tinggi Raharja berdiri pada tahun 1994. Perguruan Tinggi raharja secara kontinyu melanjutkan peran pentingnya di level nasional. Secara geografis, letak kampus Perguruan Tinggi Raharja yang berada di Tengah Kota sehingga kampus Perguruan Tinggi Raharja mudah diakses dari mana saja.

Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja

Pada tahun 1994 Yayasan Nirwana Nusantara mendirikan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Komputer (LPPK) Raharja yang diresmikan oleh Walikota Tangerang pada waktu itu Drs.H.Djakaria Machmud dan lembaga inilah yang mempelopori penggunaan operating sistem Windows dan aplikasinya di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Tahun 1999 Berkembang menjadi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Raharja Informatika dengan diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No:56/D/O/1999, dengan menyelenggarakan Jurusan Manajemen Informatika (MI) jenjang D3.

Tahun 2000 AMIK Raharja Informatika menambah Jurusan Teknik Informatika (TI) dan Komputerisasi Akuntansi (KA) berdasarkan Surat Keputusan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IV Nomor:3024/004/KL/1999, AMIK Raharja Informatika secara resmi menyelenggarakan program Diploma I (D1) dengan gelar Ahli Pratama,Diploma II (D2) dengan gelar Ahli Muda, dan Diploma III (D3) dengan gelar Ahli Madya.

Tahun 2000 terwujudlah Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer (STMIK) Raharja melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 74/D/O/2001, STMIK Raharja menjadi Perguruan Tinggi Komputer yang memiliki program studi terlengkap di Propinsi Banten.

Tahun 2002 AMIK Raharja Informatika mendapatkan status Akreditasi B untuk Jurusan Manajemen Informatika (MI) berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor: 003/BAN-PT/AK-1/DPL/IV/2002.

Tahun 2006 dengan tekad yang bulat dan keyakinan untuk mempunyai harapan bahwa kini Program Studi yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja mendapatkan predikat terakreditasi,yaitu Strata Satu Program Studi Sistem Informasi No.SK.002/BAN-PT/Ak-X/S1/V/2006 dengan nilai "314" mendapatkan peringkat "B" dan Teknik Informatika No.SK.001/BAN-PT/Ak-X/S1/V/2006 dengan nilai "335" mendapatkan peringkat "B".

Tahun 2007 Terakreditasinya Program Studi Sistem Komputer Strata Satu No.SK.019/BAN-PT/Ak-X/S1/VIII/2007 dengan nilai "352" mendapatkan peringkat "B",untuk Diploma Tiga Program Studi Manajemen Informatika No.SK.006/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/VII/2007 dengan nilai "320" mendapatkan peringkat "B". Teknik Informatika No.SK.017/BAN-PT/Ak-VII/Dpl-III/XII/2007 dengan nilai "358" mendapatkan peringkat "B".

Pada tahun 2008 Program Studi Diploma Tiga, yaitu Komputerisasi Akuntansi No.SK.019/BAN-PT/Ak-VII/Dpl-III/I/2008 dengan nilai "381" mendapatkan peringkat "A".Kini seluruh Program Studi yang ada pada AMIK Raharja Informatika dan STMIK Raharja statusnya telah terakreditasi.

Pada tahun 2009 Perguruan Tinggi Raharja berhasil dalam Verifikasi dan Tersertifikasi ISO 9001:2008 (Sistem Manajemen Mutu Raharja) dari Lloyd Register Quality Assurance (LRQA-UKAS). Untuk menambah wawasan dibidang IT serta memperkenalkan AMIK Raharja Informatika dan STMIK Raharja terhadap dunia luas, pada tahun 2009 diselenggarakan International Conference on Creative Communication and Innovative Technology 2009 (ICCIT) yang diikuti oleh para kandidat Doktor dibidang IT dari dalam dan luar negeri. Dan pada tahun ini pun Perguruan Tinggi Raharja mendapatkan penghargaan Juara II tingkat Provinsi Banten untuk Kategori Penghijauan dan Kebersihan.

Pada tahun 2011 Program Studi Teknik Informatika Jenjang Sarjana sesuai dengan SK BAN-PT 010/BAN-PT/Ak-XIV/S1/VII/2011 mendapatkan peringkat "B" dan pada tahun yang sama Program Studi Sistem Informasi jenjang Sarjana sesuai dengan SK BAN-PT 025/BAN-PT/Ak-XIV/S1/IX/2011 mendapatkan peringkat "B". Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, Perguruan Tinggi Raharja membuat terobosan baru dengan membuka perkuliahan iLearning.

Pada tahun 2012 Program Studi Diploma Tiga Manajemen Informatika sesuai dengan SK BAN-PT No. SK.019/BAN-PT/Ak-XII/Dpl-III/III/2012 dengan nilai mendapatkan peringkat "A". Perguruan Tinggi Raharja terus berupaya menyiapkan sarana penunjang kebutuhan Infornasi dan pengembangan Teknologi Informasi guna mendukung layanan Civitas Perguruan Tinggi Raharja, atas dedikasi ini Perguruan Tinggi Raharja mendapatkan menghargaan TESCA 2012, peringkat 60 besar perguruan tinggi skala nasional.

Tahun 2013 upaya untuk menjaga mutu, dengan diperolehnya ISO 9001:2008 pada tahun 2009 dan renewal tahun 2013 dengan Approval Certificate No: JKT6007007. Pada Tahun ini Perguruan Tinggi Raharja memperoleh penghargaan TESCA 2013, peringkat 3 besar kategori Sekolah Tinggi skala nasional.

Pada tahun 2014 diselenggarakan MMSP 2014 di Perguruan Tinggi Raharja. MMSP 2014 merupakan workshop Internasional ke-16 Multimedia Signal Processing yang diselenggarakan oleh IEEE Signal Processing Society pada tanggal 22 – 24 September 2014.

Pada tahun 2014 Perguruan Tinggi Raharja membuka perkuliahan iLearning Plus dan kelas Executive dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin bergabung bersama Perguruan Tinggi Raharja karena keterbatasan waktu kuliah.

Pada tahun 2015 Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi Raharja (AIPT) dengan Peringkat B, Oktober 2015. Kerja sama dengan Sun Moon University, Korea, yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding untuk kerja sama dalam bidang pendidikan, Riset dan Pertukaran Budaya, Oktober 2015. Renewal Sertifikasi ISO 9001:2008 Ketika, Nopember 2015

Pada Tahun 2016 adanya pembentukan TUK (Tempat Uji Kompetensi) Raharja. Terlah ditanda-tangani MoU (Memorendung of Understanding) antara LSP INFORMATIKA (Lembaga Sertifikasi Profesi) dengan Perguruan Tinggi Raharja. Pada tanggal 5 Ferbruari tentang program pembentukan dan penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Perguruan Tinggi Raharja. Nomor : 003/MOU/LSP-INFORMATIKA-PT/II/2016

Pada Tahun 2016 ,Selain mulai menjalin hubungan kerjasama dengan luar negeri, Perguruan Tinggi Raharja juga menjalin hubungan kerjasama dalam negeri dengan beberapa universitas atau instansi pendidikan di antaranya yaitu : PRENEIXUS, STMIK ATMA LUHUR, LIFT (Lombok Institute Of Flight Technology), STT Ibnu Sina Batam serta menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Selain menjalin hubungan kerjasama dengan instansi pendidikan Perguruan Tinggi Raharja juga menjalin hubungan kerjasama dengan institusi pemerintahan ,antara lain dengan: DETIKDA Kota Tangerang, APTIKOM Pusat, APTISI Komisariat III Tangerang, dan INDOCEIS

Pada 26 Januari 2017, Perguruan Tinggi Raharja mengikuti acara Piksi Internasional Conference On Knowledge and Sciences ( PICKS ) 2017 yang meliputi kegiatan konferensi internasional, Penandatanganan kerjasama, dan workshop Penulisan Standar Jurnal Internasional yang di adakan oleh Seamolec AIC Indonesia dengan Politeknik Piksi Ganesha Bandung bertempat di Grand ASRILIA Hotel Bandung. Pada acara tersebut, Perguruan Tinggi Raharja berhasil menjalin kerjasama luar negeri di antaranya dengan 100 MoU (Memorandum of Understanding) yang telah di tanda tangani.

Jurusan/Program Studi Perguruan Tinggi Raharja

  1. Jurusan/Prodi STMIK Raharja

    Tabel 3.1. Jurusan/Prodi STMIK Raharja

    Tabel 3.1 Merupakan tabel jurusan/prodi STMIK Raharaja dengan jenjang S1 dan Perguruan Tinggi Raharja memiliki 3 jurusan yaitu, Sistem Informasi, Teknik Informatika, dan Sistem Komputer.

  2. Jurusan/Prodi AMIK Raharja

    Tabel 3.2. Jurusan/Prodi AMIK Raharja

    Tabel 3.2 merupakan tabel jurusan/prodi AMIK Raharja dengan jenjang Diploma 3 (D3) yang terdapat di Perguruan Tinggi Raharja, memiliki 3 jurusan yaitu, Manajemen Informatika, Komputer Akutansi, dan Teknik Informatika.

Visidan Misi Perguruan Tinggi Raharja

Visi Perguruan Tinggi Raharja

Pada Tahun 2020 Perguruan Tinggi Raharja siap menjadi pelopor di bidang keilmuan yang berbasis IT dan membuka peluang bagi lulusan yang berprestasi mendapatkan kesempatan mengembangkan keilmuannya pada tingkat lanjutan serta turut memfasilitasi memasuki dunia kerja pada perusahaan di tingkat ASEAN.

Misi Perguruan Tinggi Raharja

Manajemen Kampus siap mengawal dan memfasilitasi seluruh program kerja yang dilaksanakan oleh Direktur AMIK RAHARJA INFORMATIKA dan Ketua STMIK RAHARJA mulai dari peningkatan mutu akademik sampai dengan pengembangan program kerja sesuai dengan RENSTRA yang telah ditetapkan dalam Rapat Kerja Manajemen dengan Yayasan.

Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

Adapun tujuan dari Perguran Tinggi Raharja adalah sebagai berikut :

  1. 1. Pada tahun akdemik 2015-2016 Manajemen Kampus akan menerapkan 10 Prinsip Kerja yang dilandasi niat yang kuat untuk mengawal Kerja Terencana, Kerja Terukur, dan Kerja Terealisasi untuk dapat dipertanggungjawabkan.

  2. 2. Pada tahun akademik 2015-2016 Manajemen Kampus akan mengawal dan memfasilitasi Pelaksanaan Tugas Tepat Waktu, Tercapai Target dan Tepat Sasaran sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan.

  3. 3. Pada tahun akademik 2015-2016 Manajemen kampus akan mengawal dan menfasilitasi seluruh pengembangan fisik dan keilmuan yang dilakukan oleh AMIK RAHARJA INFORMATIKA dan STMIK RAHARJA sesuai program kerja yang telah ditetapkan.

  4. 4. Pada tahun akademik 2015-2016 Manajemen Kampus akan melakukan pelatihan, pengembangan sumber daya pelaksana dalam rangka mempersiapkan tenaga pelaksana yang lebih profesional di masa yang akan datang.

  5. 5. Pada tahun akademik 2015-2016 Manajemen Kampus akan menguatkan keanggotaan APTISI, APTIKOM dan Program Kerjasama Dalam dan Luar Negeri untuk mendapatkan peningkatan mutu akademik pada AMIK RAHARJA INFORMATIKA dan STMIK RAHARJA.

  6. 6. Pada tahun Akademik 2015-2016 Manajemen Kampus akan memperluas jaringan kerjasama dengan masyarakat secara Nasional dalam rangka meningkatkan bobot TRIDARMA PERGURUAN TINGGI.

Arti Nama Perguruan Tinggi Raharja

Arti kata Raharja diinspirasikan dari motto kota dan kabupaten Tangerang, yaitu Bhakti Karya Adhi Kerta Raharja dan Setya Karya Kerta Raharja yang artinya adalah kesejahteraan dan dalam arti luas adalah keinginan dan niat pendiri untuk membantu pemerintah ikut serta dalam membangun masyarakat yang sejahtera melalui penguasaan teknologi informasi dan komputer. Get The Better Future By Computer Science (meraih sukses yang gemilang dengan ilmu komputer) merupakan motto dari Perguruan Tinggi Raharja.

Arti Green Campus

Sesuai dengan namanya, Green Campus berarti Kampus Hijau. Hingga makna dari Kampus Hijau itu sendiri terbagi menjadi Green atau biasa disebut dengan “Green Leaf” yang dapat diartikan ‘masih hijau’. Dalam arti luasnya menjadi generasi muda Indonesia adalah bibit unggul yang masih hijau dan Green Campus memberi potensi untuk melahirkan generasi pribadi yang matang serta berguna bagi bangsa dan Negara.

Gambar 3.1. Green Campus

Sedangkan Green dalam konteks Green Power memiliki arti financial. Sebagai instansi pendidikan, Green Campus dapat memberi power untuk menopang seluruh aktifitas perkuliahan demi menciptakan pribadi raharja yang dapat mandiri secara financial (financially independent).

Arti Pribadi Raharaja

Pribadi Raharja merupakan cerminan almamater Perguruan Tinggi Raharja yang wajib memiliki keyakinan bahwa perguruan tinggi benar-benar harus merupakan lembaga ilmiah dan kampus benar-benar harus merupakan masyarakat ilmiah. Perguruan tinggi sebagai almamater (ibu asuh) merupakan suatu kesatuan yang bulat dan mandiri.

Pribadi Raharja mencakup empat unsur Civitas Akademika, yaitu Dosen, Staff/Karyawan Administratif, mahasiswa serta alumni. Dimana civitas tersebut harus manunggal melalui almamater, berbakti kepada almamater dan mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara melalui almamter dengan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Struktur Organisasi

Sebuah organisasi atau perusahaan harus mempunyai suatu struktur organisasi yang digunakan untuk memudahkan pengkoordinasian dan penyatuan usaha, untuk menunjukkan kerangka-kerangka hubungan diantara fungsi, bagian-bagian maupun tugas dan wewenang serta tanggung jawab. Perguruan Tinggi Raharja yang mempunyai struktur organisasi manajemen sebagai berikut :

Gambar 3.2. Struktur Organisasi Akademik Perguruan Tinggi Raharja

Serta untuk menunjukan rantai (garis) perintah dan perangkapan fungsi yang diperlukan dalam suatu organisasi.

Tugas dan Tanggung Jawab

Seperti halnya di dalam sebuah perusahaan, Perguruan Tinggi Raharja di dalam manajemen akademiknya terdapat bagian-bagian yang mempunyai tugas dan kewajiban dalam menyelesaikan semua pekerjaannya.

Berikut adalah wewenang serta tanggung jawab bagian-bagian yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, yaitu sebagai berikut :

1. Presiden Direktur

Wewenang :

  1. Menyelenggarakan program kerja yang berpedoman pada visi, misi, fungsi dan tujuan pendirian Perguruan Tinggi Raharja.
  2. Menyelenggarakan kegiatan dan pengembangan pendidikan, penelitian serta pengabdian pada masyarakat.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan administrasi.
  4. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menunjang terwujudnya Tri Darma Perguruan Tinggi.

Tanggung Jawab :

  1. Pemimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga edukatif, mahasiswa, tenaga administrasi dan terhadap lingkungan.

2. Direktur

Wewenang:

  1. Merupakan wakil presiden direktur.
  2. membantu presiden direktur dalam berbagai kegiatan.

3.Pembantu (Bidang Akademik)

Wewenang :

  1. Menjalankan program kebijaksanaan akademik.
  2. Mengawasi dan membina serta mengembangkan program studi sesuai kebijaksanaan yang telah digariskan.
  3. Membina dan mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
  4. Mengadakan afiliasi.
  5. Membina dan mengembangkan kelembagaan.

Tanggung Jawab :

  1. Membantu ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.


4.Pembantu Direktur II (Administrasi)

Wewenang :

  1. Melaksanakan dan mengelola seluruh kegiatan administrasi dan keuangan.
  2. Membina dan mengembangkan kepegawaian.
  3. Mengadakan sarana dan prasarana kepegawaian.

Tanggung Jawab :

  1. Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang keuangan dan administrasi.

5. Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)

Wewenang :

  1. Membina kegiatan kemahasiswaan.
  2. Membina kehidupan mahasiswa dalam kampus sehingga dapat mengembangkan penalaran.
  3. Membina dan mengawasi kegiatan lembaga mahasiswa serta unit kegiatan khusus akademik.

Tanggung Jawab :

  1. Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang kemahasiswaan serta pelayanan kesejahteraan mahasiswa.

6.Asisten Direktur Akademik

Wewenang :

  1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan proses belajar mengajar.
  2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staff binaannya.
  3. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
  4. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya.
  5. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.
  6. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.
  7. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan JRS yang efektif dan efisien, pengimplementasian pelaksanaan proses belajar mengajar, kemajuan kualitas pelayanan akademik yang berkesinambungan, dan kelancaran proses belajar mengajar.

7. Kepala Jurusan

Wewenang:

  1. Mengusulkan kepada Assisten Direktur Akademik tentang perubahan mata kuliah dan materi kuliah yang dianggap telah kadaluarsa bahkan perubahan kurikulum jurusan.
  2. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang kenaikan honor dosen binaannya.
  3. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pengadaan seminar, pelatihan, penambahan kelas perkuliahan pengangkatan dosen baru dan pemberhentian dosen.
  4. Memberikan kebijakan administratif Akademik seperti cuti kuliah, perpindahan jurusan, ujian susulan, dan pembukaan semester pendek.
  5. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pembukaan peminatan/konsentrasi baru dalam jurusannya.
  6. Memberikan sanksi Akademik kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib Perguruan Tinggi Raharja.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan pengimplementasian kurikulum, SAP dan bahan ajar, monitoring kehadiran dosen dalam perkuliahan, jam konsultasi dan tugas-tugas yang disampaikan ke dosen, terlaksananya penelitian, seminar, pembinaan prestasi akademik mahasiswa dan peningkatan jumlah mahasiswa dalam jurusannya.

8. Asisten Direktur Finansial

Wewenang:

  1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pembuatan budget pada setiap bagian dan pelaksanaan pemakaian dana.
  2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor, pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
  3. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya dan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan budgeting pada setiap bagian, dan tersedianya dana atas budget yang telah disetujui.
  2. Bertanggung jawab atas kemajuan kualitas pendanaan aktifitas yang berkesinambungan.
  3. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

9. Layanan Keuangan Mahasiswa(LKM)

Wewenang:

  1. Mengusulkan prosedur layanan keuangan kepada Asisten Direktur Finansial
  2. Mengusulkan tentang unit baru yang dibutuhkan kepada Asisiten Direktur Finansial.

Tanggung Jawab:

  1. Bertanggung jawab atas kelancaran proses penerimaan keuangan mahasiswa
  2. Bertanggung jawab atas penagihan tunggakan mahasiswa.


10. Asisten Direktur Operasional(ADO)

Wewenang :

  1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan pelayanan proses belajar mengajar
  2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staff binaannya.
  3. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
  4. Memberikan kebijaksanaan pelaksanaan layanan pada bidangnya.
  5. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.
  6. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan kalender akademik tahunan.
  2. Bertanggung jawab atas pengimplementasian pelaksanaan dan kualitas pelayanan yang berkesinambungan pada bidangnya.
  3. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

11. Registrasi Perkuliahan dan Ujian(RPU)

Bagian registrasi perkuliahan dan ujian terdiri dari dua bagian antara lain:

A. Layanan Registrasi Mahasiswa (LRM)

Wewenang :

  1. Berwenang memberikan kebijakan yang berhubungan dengan proses registrasi mahasiswa.
  2. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya
  3. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan
  4. Mengusulkan kepada ADO untuk pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.

Tanggung Jawab:

  1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan registrasi POM mulai dari persiapan hingga pada penutupan setiap semesternya.
  2. Bertanggung jawab atas pelaksanaan registrasi batal tambah dan jumlah mahasiswa yang melakukan POM.
  3. Bertanggung jawab atas seluruh informasi mengenai registrasi mahasiswa.

B. Perkuliahan dan Ujian (PU)

Wewenang :

  1. Mengusulkan kepada ADO atas prosedur pelaksanaan pelayanan proses belajar mengajar serta kebijakan yang diambil.
  2. Mengusulkan kepada ADO tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
  3. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang dianggap telah melanggar tata tertib karyawan.
  4. Mengusulkan kepada kepala jurusan untuk kelas perkuliahan yang dapat dibuka.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pendokumentasian perkuliahan dan ujian.

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Prosedur Sistem Yang Berjalan

Dalam melakukan analisis sistem yang berjalan pada saat ini, penulis melakukan penelitian menggunakan analisa deskriptif sebagai penggambaran sistem yang berjalan tersebut. Pada penialaian validasi berkah raharja career dan validasi poster session di Perguruan Tinggi Raharja saat ini masih dilakukan secara manual. Saat sidang berlangsung mahasiswa harus membawa berkas raharja career dan poster session yang diberikan pada dewan penguji untuk dicek keabsahannya. Pengecekan validasi berkas raharja career dan validasi poster session membutuhkan ketelitian dan juga waktu yang cukup lama. Hingga saat ini masih belum adanya kemudahan dalam melakukan validasi berkas raharja career dan validasi poster session pada saat pelaksanaan sidang berlangsung. Sehingga mahasiswa tidak mengetahui apakah validasi berkas raharja career dan validasi poster session yang mereka kumpulkan sesuai dengan PO sidang atau tidak.

Dengan adanya permasalahan tersebut, maka hal ini menyebabkan kurang efektifnya pemberian nilai validasi berkas raharja career dan validasi poster session pada saat pelaksanaan sidang. Hal ini juga menyulitkan Dewan Penguji dalam memberikan nilai validasi berkas raharja career dan validasi poster session dan Dewan Penguji masih harus input nilai validasi berkas raharja career dan validasi poster session tersebut ke dalam sistem PESSTA (pessta.ilearning.me).

Karean pada kenyataan nya proses sidang yang berlangsung tidak efektif maka memerlukan sebuah wadah atau sistem yang menampung berkas raharja career dan poster session untuk dicek secara otomatis dan bisa memberikan nilai secara otomatis apabila hasil validasi berkas raharja career dan validasi poster session itu sesuai dengan prosedur yang ada, dan secara otomatis menolak hasil validasi berkas raharja career dan validasi poster session yang tidak sesuai syarat dan ketentuan tanpa perlu pengecekan pada saat berjalannya sidang.

Rancangan Prosedur Sistem Yang Berjalan

Flowchart Sistem Yang Berjalan

Flowchart Berkas Raharja Career

Gambar 3.3. Flowchart Berkas Raharja Career


Dapat dijelaskan gambar 3.3. flowchart yang berjalan, yaitu terdiri dari:

  1. Dua simbol terminal, yang berperan sebagai “start” dan “finish” pada aliran proses flowchart program pada menu search validasi.

  2. Satu simbol data, yang menyatakan proses input atau output tanpa tergantung jenis peralatannya, yaitu "Input Poin Berkas Raharja Career”.

  3. Satu simbol proses yaitu menyatakan suatu tindakan (proses) yang dilakukan oleh komputer. Simbol proses tersebut adalah “Pengecekan Berkas Raharja Career ”.

  4. Satu simbol decision, sebagai simbol untuk menunjukkan sebuah langkah pengambilan suatu keputusan untuk mengecek validasi Berkas Raharja Career yang dinyatakan valid.

Flowchart Poster Session

Gambar 3.4. Flowchart Poster Session


Dapat dijelaskan gambar 3.4. flowchart sistem yang berjalan, yaitu terdiri dari:

  1. Dua simbol terminal, yang berperan sebagai “start” dan “finish” pada aliran proses flowchart program pada menu search validasi.

  2. Satu simbol data, yang menyatakan proses input atau output tanpa tergantung jenis peralatannya, yaitu "Input Poin Poster Session”.

  3. Satu simbol proses yaitu menyatakan suatu tindakan (proses) yang dilakukan oleh komputer. Simbol proses tersebut adalah “Pengecekan Berkas Poster Session ”.

  4. Satusimbol decision, sebagai simbol untuk menunjukkan sebuah langkah pengambilan suatu keputusan untuk mengecek validasi poster sessionyang dinyatakan valid.

Usecase Diagram Sistem Yang Berjalan

Usecase Diagram Proses Submit Berkas Raharja Career

Gambar 3.5. Use Case Diagram Yang Berjalan Dalam Validasi Berkas Raharja Career


Dapat dijelaskan gambar 3.5. Use Case diagram yang berjalan, yaitu terdiri dari dua actor yaitu mahasiswa dan penguji,dan juga mempunyai 4 behavior atau kebiasaan diantaranya:

  1. Mahasiswa mengikuti Raharja Career yang diselenggarakan di Perguruan Tinggi Raharja

  2. Mahasiswa mengumpulkan dokumentasi Raharja Career

  3. Penguji mengecek dokumen Raharja Career

  4. Penguji menginput nilai dan poin berkas Raharja Career terpenuhi


Usecase Diagram Proses Submit Poster Session

Gambar 3.6. Use Case Diagram Yang Berjalan Dalam Validasi Poster Session


Dapat dijelaskan gambar 3.5. Use Case diagram yang diusulkan, yaitu terdiri dari duaactor, yaitu mahasiswa dan penguji, dan juga mempunyai empatbehavior atau kebiasaan diantaranya :

  1. Mahasiswa memiiki poster session atau banner.

  2. Mahasiswa membawa poster session atau benner pada saat sidang berlangsung

  3. Penguji memeriksa poster session atau benner

  4. Penguji menginput nilai dan poin poster session terpenuhi

Activity Diagram Sistem Yang Berjalan

Activity Diagram Proses Submit Berkas Raharja Career

Gambar 3.7. Activity Diagram Yang Berjalan Dalam Validasi Berkas Raharja Career


Dapat dijelaskan Gambar 3.6. diatas activity diagram yang berjalan, yaitu sebagai berikut :

  1. Satuinitial node sebagai objek yang di awali.

  2. Empatactivity sebagai state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi diantaranya, yaitu mahasiswa mengikuti Raharja Career yang di selenggarakan di Perguruan Tinggi Raharja, mahasiswa mengumpulkan dokumentasi raharja career,penguji mengecek dokumen raharja career , penguji menginput nilai dan poin berkas raharja career terpenuhi.

  3. Satuinitial final node yang merupakan aktifitas akhir kegiatan.


Activity Diagram Proses Submit Poster Session

Gambar 3.8. Activity Diagram Yang Berjalan Dalam Validasi Poster Session


Dapat dijelaskan Gambar 3.7. diatas activity diagramyang berjalan, yaitu sebagai berikut :

  1. Satuinitial node sebagai objek yang di awali.

  2. Empatactivity sebagai state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi diantaranya, yaitu mahasiswa memiiki poster session atau benner, membawa poster session atau benner pada saat sidang berlangsung, Penguji,memeriksa poster session atau benner, penguji menginput nilai dan poin poster session terpenuhi.

  3. Satuinitial final node yang merupakan aktifitas akhir kegiatan.

Sequence Diagram Sistem Yang Berjalan

Gambar 3.9. Sequence Diagram Yang Berjalan


Gambar 3.9. sequence diagram yang berjalan diatas menggambarkan sequence diagram yang berjalan, yaitu sebagai berikut :

  1. Duaactor yang melakukan kegiatan, yaitu mahasiswa dan penguji.

  2. Dualifeline yaitu sistem berkas raharja career dan PESSTA.

  3. Message yang menggambarkan pengiriman pesan, yaitu :

    1. Mahasiswa membawa dokumen berkas raharja career pada saat sidang.

    2. Penguji menerima dokumen berkas raharja career.

    3. Penguji mengecek dokumen berkas raharja career.

    4. Input nilai PO berkas raharja career.

    5. Poin berkas raharja career terpenuhi.

Analisis SWOT Berjalan

Metode Analisis SWOT

Berikut ini akan dijelaskan analisis SWOT dimana pada analisis ini mengidentifikasi kekuatan (strenght) dan kelemahan (weakness) yang merupakan faktor lingkungan internal serta faktor lingkungan eksternal yaitu kesempatan (opportunities) dan ancaman (threat).

Berikut ini tabel analisis SWOT pada sistem validasi validasi berkas Raharja Career dan Poster Session di Perguruan Tinggi Raharja :


Untuk mendapatkan strategi yang akan dilaksanakan mengatasi ancaman dan memanfaatkan peluang yang dimiliki sebaik mungkin dengan strategi S-O, strategi menggunakan kekuatan yang dimiliki yakni strategi S-T, analisis strategi mengurangi kelemahan internal supaya bisa meraih peluang yang ada yaitu strategi W-O serta mengatasi ancaman yang ada di eksternal, strategi W-T. Berikut adalah matriks analisis SWOT sistem validasi berkas Raharja Career dan Poster Session di Perguruan Tinggi Raharja:



Analisa Batasan Sistem

  1. Analisa Masukan

    Analisa masukan merupakan penguraian masalah yang dilakukan terhadap semua data/informasi yang berfungsi sebagai data input sehingga menghasilkan proses dan kemudian akan mendapatkan hasil dari sebuah proses itu sendiri. Admin akan memproses validasi kutipan jurnal dan validasi bimbingan konsultasi yang masuk setelah submit.

    
    Nama masukan	:  Validasi Berkas Raharja Career dan Validasi Poster Session
    Fungsi		:  Sebagai pembuktian bahwa perserta sidang telah mempunyai berkas raharja career dan poster session.
    Sumber		:  Dewan Penguji
    Media		:  Berkas raharja career dan poster session.
    Distribusi	: Peserta Sidang kepada Dewan Penguji
    Frekuensi	:  Setiap pelaksanaan sidang berlangsung
    Keterangan	:  Dewan penguji mengecek keabsahannya validasi berkas raharja career dan validasi poster session.
    
  2. Analisa Proses

    Analisa proses merupakan penguraian yang dilakukan pada proses sebagai suatu hasil respect balik karena adanya input di dalam proses inilah semua data/informasi yang masuk akan diolah dengan menggunakan pengolahan sistem yang ada.

    
    Nama modul (proses)	: Pengolahan nilai
    Masukan			: Submit validasi berkas raharja career dan poster session
    Keluaran		: Nilai berupa 15 poin (validasi berkas raharja career) dan 
    		        : nilai berupa 10 poin (validasi poster session)
    Ringkasan proses	: Pada proses ini akan menghasilkan nilai validasi raharja career dan 
    		        : validasi poster session berupa poin mutu yang akan disampaikan kepada peserta sidang.
    
  3. Analisa Keluaran

    Analisa keluaran merupakan penguraian masalah yang dilakukan pada hasil dari keseluruhan proses yang terjadi mulai dari penginputan data sampai terjadi proses pengolahan data melalui sistem pengolahan data yang ada.

    
    Nama keluaran	: Nilai validasi berkas raharja career dan nilai validasi poster session disistem PESSTA+
    Sumber 		:  Admin
    Fungsi		:  Menampilkan nilai
    Media		:  Sistem PESSTA+
    Keterangan	:  Poin validasi berkas raharja career dan poin validasi poster 
    		:  session perserta sidang sudah di input ke dalam sistem PESSTA+.
    
    

Permasalahan Yang Dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

Permasalahan Yang Dihadapi

Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan terhadap sistem yang sedang berjalan adalah pada saat awal pelaksanaan sidang berlangsung, Penguji harus mengecek berkas-berkas raharja career dan poster session, menghabiskan waktu kurang lebih 10 menit untuk proses pengecekan.

Prosedur sistem yang berjalan saat ini dalam proses penilaian validasi berkas raharja career dan poster session yang ada di Perguruan Tinggi Raharja masih menggunakan jaringan lokal yaitu hanya dapat dilakukan pada saat pelaksanaan sidang berlangsung sehingga penilaian poin validasi berkas raharja career dan poster session dirasa masih kurang efektif dan efisien. Tidak adanya wadah untuk memberikan hasil penilaian validasi berkas raharja career dan poster session yang valid di Perguruan Tinggi Raharja. sehingga Penguji tidak mengetahui secara otomatis penilaian objektif sidang berkas raharja career dan poster session.

Alternatif Pemecahan Masalah

Setelah dilakukannya observasi dari berbagai permasalahan yang sedang dihadapi saat ini, maka dicari alternatif pemecahan masalah yang seumpama bisa mendukung dan bisa menjadi referensi bagi Perguruan Tinggi Raharja. Terdapat tiga alternatif pemecahan masalah, diantaranya:

  1. Dengan dibuatnya sistem validasi berkas raharja career dan poster session di PESSTA+ diharapkan mahasiswa bisa submit berkas raharja career dan poster session secara mandiri dan online kapanpun dan dimanapun mereka inginkan tanpa perlu menunggu pelaksanaan sidang berlangsung dan juga memudahkan dewan penguji dalam melihat validasi berkas raharja career dan poster session tanpa perlu mengecek berkas-berkas raharja career dan poster session.

  2. Dengan hadirnya validasi berkas raharja career dan poster session di PESSTA+, seluruh berkas raharja career dan poster session mahasiswa di Perguruan Tinggi Raharja akan terdokumentasi dan tervalidasi dengan baik di PESSTA+.

  3. Dan dengan dibuatnya data mahasiswa TA atau Skripsi validasi berkas raharja career dan poster session dapat menghasilkan data yang valid dan mempermudah penguji, peserta sidang, maupun mahasiswa dalam mengecek laporan pada validasi berkas raharja career dan poster session di PESSTA+.

User Requirement

Requirement adalah sifat-sifat sistem atau product yang akan dikembangkan sesuai dengan keinginan pemakai (Guritno, 2011: 301).


Elisitasi Tahap I

Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem yang baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk di eksekusi (Saputra, 2012:51)[17]. Elisitasi Tahap I yaitu berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh piihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

Wawancara pada elisitasi ini dilakukan Bersama stakeholder dengan menghasilkan 55 (lima puluh lima) kebutuhan functional dan 5 (lima) kebutuhan non-functional

Tabel 3.5 Elisitasi Tahap I

Functional
Analisis Kebutuhan
No. Saya ingin sistem dapat :
1. Sistem dapat menampilkan tiga sub menu validasi berkas raharja career yaitu submit, my raharja career dan validasi
2. Sistem dapat menampilkan kalender
3. Terdapat falisitas live chat
4. Terdapat halaman kritik dan saran
5. Sistem memiliki fasilitas menu site map
6. Terdapat fasilitas akses forum RhjFox
7. Sistem dapat menampilkan siapa saja yang sedang online
8. Sistem memiliki roadmap Tpi
9. Sistem dapat menampilkan QR code pada validasi poster session
10. Sistem dapat edit foto profile
11. Sistem memiliki informasi live video dari magics channel
12. Sistem dapat menampilkan tiga sub menu validasi poster session yaitu submit, my poster session dan validasi
13. Sistem dapat menampilkan secara otomatis pada form submit untuk tiga field yaitu nim, nama lengkap dan alamat email
14. PESSTA+ dapat SSO dengan facebook
15. PESSTA+ dapat SSO dengan twitter
16. PESSTA+ dapat SSO dengan linkedIn
17. PESSTA+ dapat SSO dengan tumblr
18. Sistem dapat menampilkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
19. Terdapat Bilingual (Bahasa Indonesia dan English)
20. Terdapat fitur subsciber
21. Terdapat shortcut SiS+
22. Terdapat shortcut OJRS+
23. Menampilkan QRCode
24. Sistem dapat melakukan print halaman validasi
25. Terdapat fasilitas akses halaman iDu
26. Sistem dapat menampilkan dua jenis kategori dokumentasi raharja career yaitu submit cv, kartu nama, buku tamu dan kehadiran stakeholder dan tanggapan pengunjung
27. Sistem dapat melakukan print halaman validasi dokumentasi raharja career
28. Terdapat fitur share ke sosial media
29. Adanya fasilitas akses ke widuri
30. Terdapat menu untuk menampilkan berita mengenai validasi validasi dokumentasi raharja career
31. Terdapat visi dan misi PESSTA+
32. Terdapat tampilan waktu tanggal
33. Terdapat tampilan waktu jam
34. Sistem memiliki fasilitas zoom in dan zoom out
35. Sistem dapat menampilkan reward pada mahasiswa yang berhasil submit validasi dokumentasi raharja career
36. Sistem dapat menampilan Google Maps Location mahasiswa
37. Sistem dapat menampilkan form submit dokumentasi raharja career yang terdiri dari empatfield pada submit Tanggapan pengunjung
38. Sistem dapat menampilkan menu kelola dokumentasi raharja career untuk admin memberikan keputusan validasi dokumentasi raharja career diterima atau ditolak
39. Memiliki kolom komentar
40. Memiliki slider
41. Terdapat shorcut Alexa rank
42. Terdapat shortcut Zford
43. Memiliki fitur search
44. Menampilkan informasi mengenai Perguruan Tinggi Raharja
45. Terdapat tampilan informasi cuaca dengan tampilan gambar animasi
46. Terdapat menu my profile
47. Sistem dapat menampilkan menu edit validasi
48. Sistem dapat menampilkan audio music
49. Sistem dapat menampilkan popup greeting setelah berhasil login
50. Sistem dapat menampilkan nama user yang sedang login
51. Sistem dapat menampilkan menu kelola poster session untuk admin memberikan keputusan validasi poster session diterima atau ditolak
52. Sistem dapat menampilkan lima puluhuser tidak valid
53. Sistem dapat menampilkan QR Codepada validasi berkas Raharja Career
54. Memiliki fitur insert gambar
55. Notifikasi aktivitas terkoneksi melalui email
56. Menampilkan kontak pencarian google
57. Sistem memiliki fasilitas change username
58. Sistem dapat menampilkan kalimat terima kasih pada tampilan setelah log out
59. Sistem dapat menampilkan kalimat selamat datang pada tampilan setelah login
60. Sistem dapat menampilkan foto admin
Non Functional
No Saya ingin sistem dapat:
1. Mengirim mailchimp kepada 146 mahasiswa TA/Skirpsi
2. Memiliki empat artikel tutorial validasi poster session pada iRan
3. Memiliki empat artikel tutorial validasi berkas raharja career pada iRan
4. Memiliki target Approved sebanyak 70 pada validasi berkas raharja career
5. Memiliki target Approved sebanyak 70 pada validasi berkas raharja career
Penyusun,




(Siti Islamiyah)
NIM : 1414478791
Stakeholder,




(Padeli, M. Kom)
NIP : 03002

Elisitasi Tahap II

Elisitasi tahap II merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi (Saputra, 2012: 51)[17].

Berikut ini adalah penjelasan mengenai metode MDI yang dipakai dalam elisitasi tahap II:

  1. M pada metode MDI yaitu disebut Mandatory (penting). Artinya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan saat pembuatan sistem yang baru.

  2. D pada metode MDI yaitu disebut Desirable. Artinya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut ada untuk pembentukan sistem yang baru maka akan membuat sistem tersebut menjadi sempurna.

  3. I pada metode MDI yaitu disebut Inessential. Artinya, requirement tersebut bukanlah bagian dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.

Berikut ini adalah tabel 3.22. yang berisikan elisitasi tahap II berdasarkan klasifikasi metode MDI. Pada elisitasi tahap II ini berisikan 60 (enam puluh) kebutuhan functional dan 5 (lima) kebutuhan non functional.

Tabel 3.6. Elisitasi Tahap II

ANALISA KEBUTUHAN
FUNGSIONAL
SAYA INGIN SISTEM DAPAT:
No. Keterangan M D 1
1. Sistem dapat menampilkan 3 sub menu validasi berkas raharja career yaitu submit, my raharja career dan validasi
2. Sistem dapat menampilkan kalender
3. Terdapat falisitas live chat
4. Terdapat halaman kritik dan saran
5. Sistem memiliki fasilitas menu site map
6. Terdapat fasilitas akses forum RhjFox
7. Sistem dapat menampilkan siapa saja yang sedang online
8. Sistem memiliki roadmap Tpi
9. Sistem dapat menampilkan QR Code pada validasi poster session
10. Sistem dapat edit foto profile
11. Sistem memiliki informasi live video dari magics channel
12. Sistem dapat menampilkan tiga sub menu validasi poster session yaitu submit, my poster session dan validasi
13. Sistem dapat menampilkan secara otomatis pada form submit untuk 3 filed yaitu nim, nama lengkap dan alamat email
14. PESSTA+ dapat SSO dengan facebook
15. PESSTA+ dapat SSO dengan twitter
16. PESSTA+ dapat SSO dengan linkedin
17. PESSTA+ dapat SSO dengan tumblr
18. Sistem dapat menampilkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
19. Terdapat Bilingual (Bahasa Indonesia dan English)
20. Terdapat fitur subsciber
21. Terdapat shortcut SiS+
22. Terdapat shortcut OJRS+
23. Menampilkan QRCode
24. Sistem dapat melakukan print halaman validasi
25. Terdapat fasilitas akses halaman iDu
26. Sistem dapat menampilkan dua jenis kategori dokumentasi raharja career yaitu submit cv, kartu nama, buku tamu dan kehadiran stakeholder dan tanggapan pengunjung
27. Sistem dapat melakukan print halaman validasi dokumentasi raharja career
28. Terdapat fitur share ke sosial media
29. Adanya fasilitas akses ke widuri
30. Terdapat menu untuk menampilkan berita mengenai validasi dokumentasi raharja career
31. Terdapat Visi dan Misi PESSTA+
32. Terdapat tampilan waktu tanggal
33. Terdapat tampilan waktu jam
34. Sistem memiliki fasilitas zoom in dan zoom out
35. Sistem dapat menampilkan reward pada mahasiswa yang berhasil submit validasi dokumentasi raharja career
36. Sistem dapat menampilan Google Maps Location mahasiswa
37. Sistem dapat menampilkan form submit dokumentasi raharja career yang terdiri dari empat field pada submittanggapan pengunjung
38. Sistem dapat menampilkan menu kelola dokumentasi raharja career untuk admin memberikan keputusan validasi dokumentasi raharja career diterima atau ditolak
39. Memiliki kolom komentar
40. Memiliki slider
41. Terdapat shorcut Alexa rank
42. Terdapat shortcut Zford
43. Memiliki fitur search
44. Menampilkan informasi mengenai Perguruan Tinggi Raharja
45. Terdapat tampilan informasi cuaca dengan tampilan gambar animasi
46. Terdapat menu my profile
47. Sistem dapat menampilkan menu edit validasi
48. Sistem dapat menampilkan audio music
49. Sistem dapat menampilkan popup greeting setelah berhasil login
50. Sistem dapat menampilkan nama user yang sedang login
51. Sistem dapat menampilkan menu kelola poster session untuk admin memberikan keputusan validasi poster session diterima atau ditolak
52. Sistem dapat menampilkan lima puluh user yang status validasi berkas raharja career dan poster session nya tidak valid
53. Sistem dapat menampilkan QR code pada validasi berkas raharja career
54. Memiliki fitur insert gambar
55. Notifikasi aktivitas terkoneksi melalui email
56. Menampilkan kontak pencarian google
57. Sistem memiliki fasilitas change username
58. Sistem dapat menampilkan kalimat terima kasih pada tampilan setelah log out
59. Sistem dapat menampilkan kalimat selamat datang pada tampilan setelah login
60. Sistem dapat menampilkan foto admin
FUNCTIONAL
SAYA INGIN SISTEM DAPAT :
No. Keterangan M D I
1. Mengirim mailchimp kepada 146 mahasiswa TA/Skirpsi
2. Memiliki empat artikel tutorial validasi poster session pada iRan
3. Memiliki empat artikel tutorial validasi berkas raharja career pada iRan
4. Memiliki target Approved sebanyak 70 pada validasi berkas raharja career
5. Memiliki target Approved sebanyak 70 pada validasi berkas raharja career
Penyusun,




(Siti Islamiyah)
NIM : 1414478791
Stakeholder,




(Padeli, M. Kom)
NIP : 03002

Elisitasi Tahap III

Elisitasi tahap III merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya "I" pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali dengan metode TOE (Saputra, 2012: 51)[17]. Dan tahap selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE seperti keterangan berikut:

  1. T artinya Teknikal, bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem diusulkan.

  2. O artinya Operasional, bagaimana tata cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan.

  3. E artinya Ekonomi, berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement di dalam sistem.

Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

  1. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus di eliminasi.

  2. Middle (M): Mampu dikerjakan.

  3. Low (L): Mudah dikerjakan


Berikut ini adalah tabel yang berisikan elisitasi tahap III berdasarkan klasifikasi metode TOE. Pada elisitasi tahap III ini menghasilkan tiga puluh kebutuhan functional dan lima kebutuhan non functional.

Tabel 3.7 Elisitasi Tahap III

Functional
No. Analisa Kebutuhan T O E
Saya ingin sistem dapat: L M H L M H L M H
1 Sistem dapat menampilkan tiga sub menu validasi berkas raharja career yaitu submit, my raharja career dan validasi
2 Terdapat halaman kritik dan saran
3 Sistem memiliki fasilitas menu site map
4 Sistem dapat menampilkan siapa saja yang sedang online
5 Sistem dapat edit biodata
6 Sistem dapat edit foto profile
7 Sistem dapat menampilkan QR Codepada validasi poster session
8 Sistem dapat menampilkan tiga sub menu validasi poster session yaitu submit, my poster session dan validasi
9 Sistem dapat menampilkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
10 Terdapat fitur subsciber
11 Sistem dapat menampilkan secara otomatis pada form submit untuk tigafiled yaitu nim, nama lengkap dan alamat email
12 Sistem dapat menampilkan dua jenis kategori dokumentasi raharja career yaitu submit cv, kartu nama, buku tamu dan kehadiran stakeholder dan tanggapan pengunjung
13 Sistem dapat melakukan print halaman validasi dokumentasi raharja career
14 Terdapat menu untuk menampilkan berita mengenai validasi berkas raharja career
15 Terdapat visi dan misi PESSTA+
16 Sistem dapat menampilkan reward pada mahasiswa yang berhasil submit validasi berkas raharja career
17 Sistem dapat menampilan Google Maps Location mahasiswa
18 Sistem dapat menampilkan form submit dokumentasi raharja career yang terdiri dari empatfield pada submit tanggapan pengunjung
19 Sistem dapat menampilkan menu kelola dokumentasi raharja career untuk admin memberikan keputusan validasi dokumentasi raharja career diterima atau ditolak
20 Memiliki fitur search
21 Terdapat menu my profile
22 Sistem dapat menampilkan menu edit validasi
23 Sistem dapat menampilkan popup greeting setelah berhasil login
24 Sistem dapat menampilkan nama user yang sedang login
25 Sistem dapat menampilkan menu kelola poster session untuk admin memberikan keputusan validasi poster session diterima atau ditolak
26 Sistem dapat menampilkan QR Codepada validasi berkas raharja career
27 Sistem dapat menampilkan foto admin
28 Memiliki fitur insert gambar
29 Sistem dapat menampilkan kalimat terima kasih pada tampilan setelah log out
30 Sistem dapat menampilkan kalimat selamat datang pada tampilan setelah login
Non Functional
No. Analisa Kebutuhan T O E
Saya ingin sistem ini: L M H L M H L M H
1. Mengirim mailchimp kepada 146 mahasiswa TA/Skirpsi
2. Memiliki empat artikel tutorial validasi poster session pada iRan
3. Memiliki empat artikel tutorial validasi berkas raharja career pada iRan
4. Memiliki target Approved sebanyak 70 pada validasi berkas raharja career
5. Memiliki target Approved sebanyak 70 pada validasi berkas raharja career
Penyusun,




(Siti Islamiyah)
NIM : 1414478791
Stakeholder,




(Padeli, M. Kom)
NIP : 03002


Final Draft Elisitasi

Final draft elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar untuk penerapan PESSTA+ berbasis Yii framework sebagai media validasi validasi berkas raharja career dan poster session untuk penilaian objektif sidang di Perguruan Tinggi. Berikut ini merupakan tabel yang berisikan final draft elisitasi yang berisikan sepuluh kebutuhan functional dan lima kebutuhan non functional.

Tabel 3.8 Final Draft Elisitasi

Functional
Analisa Kebutuhan
No. Saya ingin sistem ini dapat :
1. Sistem dapat menampilkan tiga sub menu validasi dokumentasi raharja career yaitu submit, my raharja career dan validasi
2. Sistem dapat menampilkan tiga sub menu validasi poster session yaitu submit, my poster session dan validasi
3. Sistem dapat menampilkan secara otomatis pada form submit untuk tiga filed yaitu nim, nama lengkap dan alamat email
4. Sistem dapat menampilkan dua jenis kategori dokumentasi raharja career yaitu submit cv, kartu nama, buku tamu dan kehadiran stakeholder dan tanggapan pengunjung
5. Sistem dapat melakukan print halaman validasi dokumentasi raharja career
6. Sistem dapat menampilkan form submit dokumentasi raharja career yang terdiri dari empatfield pada submit tanggapan pengunjung
7. Sistem dapat menampilkan menu kelola dokumentasi raharja career untuk admin memberikan keputusan validasi dokumentasi raharja career diterima atau ditolak
8. Sistem dapat menampilkan menu kelola poster session untuk admin memberikan keputusan validasi poster session diterima atau ditolak
9. Sistem dapat menampilkan QR Codepada validasi berkas raharja career
10. Sistem dapat menampilkan QR Codepada validasi ¬poster session
Non Functional
Analisa Kebutuhan
No. Saya ingin sistem ini:
1. Mengirim mailchimp kepada 146 mahasiswa TA/Skirpsi
2. Memiliki empat artikel tutorial validasi poster session pada iRan
3. Memiliki empat artikel tutorial validasi berkas raharja career pada iRan
4. Memiliki target Approved sebanyak 70 pada validasi berkas raharja career
5. Memiliki target Approved sebanyak 70 pada validasi berkas raharja career
Penyusun,




(Siti Islamiyah)
NIM : 1414478791
Mengetahui
          Pembimbing I                                        							 Pembimbing II 


 (Indri Handayani, S.Kom., M.T.I )                          						(Eka Purnama Harahap, S.Kom)
          NID: 14018                                              						NID: 
Menyetujui
          Pembimbing I                                        						       Pembimbing II 


       (Padeli, M. Kom)                          						      (Nur Azizah, M.Akt., M.Kom)
          NID: 03002                                              						NID: 10002

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

Rancangan Sistem Usulan

Prosedur Sistem Yang Diusulkan

Pada sistem yang diusulkan akan dijelaskan bagaimana proses submit validasi berkas raharja career yang terdapat 2 (dua) kategori yaitu submit Dokumentasi Raharja Career (CV, Kartu Nama, Buku Tamu, dan Kehadiran Stakeholder) dan Submit Dokumentasi Raharja Career (Tanggapan Pengunjung terhadap hasil karya penelitian oleh pengunjung). Adapun validasi poster session. kegiatan-kegiatan mulai dari submit validasi berkas raharja career dan validasi poster session sampai proses kelola validasi berkas raharja career dan validasi poster session oleh admin yang akan dilakukan pada satu media yang sama yaitu PESSTA+.

Proses Submit Berkas Raharja Career

Proses submit validasi berkas raharja career yang akan dilakukan dengan sistem PESSTA+ adalah sebagai berikut :

  1. Mahasiswa harus memiliki email Raharja.info atau Rinfo untuk dapat login di PESSTA+, karena login PESSTA+ Single Sign On menggunakan email Rinfo.

  2. Pada halaman setelah login, mahasiswa memulai proses submit validasi berkas raharja career dengan memilih menu berkas raharja career. Terdapat 2 (dua) jenis submit Dokumentasi Raharja Career (CV, Kartu Nama, Buku Tamu, dan Kehadiran Stakeholder) dan Submit Berkas Raharja Career (Tanggapan Pengunjung terhadap hasil karya penelitian oleh pengunjung).. Untuk itu mahasiswa memilih jenis Berkas Raharja Career sesuai dengan apa yang telah dimiliki.

  3. Mahasiswa mengisi field-field yang ada.

  4. Mahasiswa melakukan konfirmasi submit validasi berkas raharja career.

  5. Mahasiswa akan mendapatkan email setelah melakukan submit validasi berkas raharja career yang berisi mengenai validasi berkas raharja career akan diproses maksimal 2x24 jam.

  6. Proses submit validasi berkas raharja career dan validasi poster session selesai.

Proses Submit Poster Session

Proses submit validasi poster session yang akan dilakukan dengan sistem PESSTA+ adalah sebagai berikut :

  1. Mahasiswa harus memiliki email Raharja.info atau Rinfo untuk dapat login di PESSTA+, karena login PESSTA+ Single Sign On menggunakan email Rinfo.

  2. Pada halaman setelah login, mahasiswa memulai proses submit validasi poster session dengan memilih menu poster session. Yang terdapat submit poster session. Untuk itu mahasiswa memilih poster session atau benner sesuai dengan apa yang telah dimiliki.

  3. Mahasiswa mengisi field-field yang ada.

  4. Mahasiswa melakukan konfirmasi submit validasi poster session.

  5. Mahasiswa akan mendapatkan email setelah melakukan submit validasi poster session. yang berisi mengenai validasi poster session. akan diproses maksimal 2x24 jam.

  6. Proses submit validasi poster session selesai.

Proses Kelola Berkas Raharja Career dan Poster Session Oleh Admin

Proses kelolah berkas raharja career dan poster session yang dilakukan oleh admin dengan menggunakan sistem PESSTA+ adalah sebagai berikut :

  1. Admin menerima email notifikasi adanya submit validasi berkas raharja career dan validasi poster session yang masuk.

  2. Adminlogin single sign on(SSO) dengan email Rinfo.

  3. Kemudian masuk ke halaman kelola berkas raharja career atau poster session yang berisi daftar submit validasi validasi berkas raharja career atau validasi poster session yang masuk.

  4. Setelah itu admin mengecek keabsahan validasi berkas raharja career atau validasi poster session yang telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, admin akan membuat keputusan valid/tidak valid.

  5. Mahasiswa akan menerima email notifikasi validasi validasi berkas raharja career atau validasi poster session dinyatakan valid atau tidak valid. Dan jika valid maka otomatis mahasiswa akan mendapatkan poin untuk penilaian objektif sidang.

Usecase Diagram Yang Diusulkan

Usecase Diagram Proses Submit Berkas Raharja Career

Gambar 4.1 Use Case Diagram Proses Submit Berkas Raharja Career

Berdasarkan gambar diatas menunjukkan use case diagram proses submit yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 1 (satu) sistem proses submit berkas raharja career

  2. 2 (dua) actoryang melakukan kegiatan diantaranya : Mahasiswa dan Admin

  3. 7 (tujuh) use case yang dilakukan oleh actor-actor tersebut diantaranya : login SSO, submit berkas raharja career, pilih submit cv, kartu nama, kehadiran stakeholder atau tanggapan pengunjung. isi field, konfirmasi submit berkas raharja career, menerima email akan diproses 2x24 jam.


Usecase Diagram Proses Submit Poster Session

Gambar 4.2 Use Case Diagram Proses Submit Poster Session

Berdasarkan gambar diatas menunjukkan use case diagram proses submit yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 1 (satu) sistem proses submit poster session

  2. 2 (dua) actoryang melakukan kegiatan diantaranya : Mahasiswa dan Admin

  3. 6 (enam) use case yang dilakukan oleh actor-actor tersebut diantaranya : login SSO, submit poster session, isi field, konfirmasi submit poster session, menerima email akan diproses 2x24 jam.

Usecase Diagram Proses Kelola Berkas Raharja Career Oleh Admin

Gambar 4.3 Use Case DiagramProses Kelola Berkas Raharja Career Oleh Admin

Berdasarkan gambar diatas menunjukkan use case diagram proses kelola berkas raharja career yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 1 (satu) sistem proses kelola berkas raharja career oleh admin

  2. 2 (dua) actor yang melakukan kegiatan diantaranya : Admin dan Mahasiswa

  3. 5 (lima) use case yang dilakukan oleh actor-actor tersebut diantaranya : login PESSTA+, mengecek keabsahan berkas raharja career, membuat keputusan dan menerima email keputusan berkas raharja career valid/tidak valid, cek hasil validasi berkas raharja career di PESSTA+.

Usecase Diagram Proses Kelola Poster Session Oleh Admin

Gambar 4.4 Use Case DiagramProses Kelola Poster Session Oleh Admin

Berdasarkan gambar diatas menunjukkan use case diagram proses kelola poster session yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 1 (satu) sistem proses kelola Berkas Raharja Career oleh admin

  2. 2 (dua) actor yang melakukan kegiatan diantaranya : Admin dan Mahasiswa

  3. 5 (lima) use case yang dilakukan oleh actor-actor tersebut diantaranya : login PESSTA+, mengecek keabsahan poster session, membuat keputusan dan menerima email keputusan poster session valid/tidak valid, cek hasil validasi poster session di PESSTA+.

Activity Diagram Yang Diusulkan

Activity Diagram Proses Submit Berkas Raharja Career

Gambar 4.5 Activity Diagram Proses Submit Berkas Raharja Career

Berdasarkan gambar diatas menunujukkan activity diagram proses submit berkas raharja career yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 1 (satu) initial node, obyek yang diawali.

  2. 2 (dua) vertical swimlane, mencerminkan pihak yang terlibat meliputi Mahasiswa dan Admin.

  3. 6 (enam) action state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

  4. 1 (satu) decision node, yang mencerminkan sebagai pilihan eksekusi.

  5. 1 (satu) final state, obyek yang diakhiri.


Activity Diagram Proses Submit Poster Session

Gambar 4.6 Activity Diagram Proses Submit Poster Session

Berdasarkan gambar diatas menunujukkan activity diagram proses submit poster session yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 1 (satu) initial node, obyek yang diawali.

  2. 2 (dua) vertical swimlane, mencerminkan pihak yang terlibat meliputi Mahasiswa dan Admin.

  3. 6 (enam) action state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

  4. 1 (satu) final state, obyek yang diakhiri.

Activity Diagram Proses Kelola Berkas Raharja Career Oleh Admin

Gambar 4.7 Activity Diagram Proses Kelola Berkas Raharja Career oleh Admin

Berdasarkan gambar diatas menunjukan activity diagram proses kelola berkas raharja career oleh admin yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 1 (satu) initial node, obyek yang diawali.

  2. 2 (dua) vertical swimlane, mencerminkan pihak yang terlibat meliputi Admin dan Mahasiswa.

  3. 7 (tujuh)action state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

  4. 1 (satu) decision node, yang mencerminkan sebagai pilihan eksekusi.

  5. 1 (satu) final state, obyek yang diakhiri.

Activity Diagram Proses Kelola Poster Session Oleh Admin

Gambar 4.8 Activity Diagram Proses Kelola Poster Session oleh Admin

Berdasarkan gambar diatas menunjukan activity diagram proses kelola poster session oleh admin yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 1 (satu) initial node, obyek yang diawali.

  2. 2 (dua) vertical swimlane, mencerminkan pihak yang terlibat meliputi Admin dan Mahasiswa.

  3. 7 (tujuh)action state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

  4. 1 (satu) decision node, yang mencerminkan sebagai pilihan eksekusi.

  5. 1 (satu) final state, obyek yang diakhiri.

Sequence Diagram Yang Diusulkan

Sequence Diagram Proses Submit Berkas Raharja Career

Gambar 4.9 Sequence Diagram Proses Submit Berkas Raharja Career

Berdasarkan gambar diatas menunjukan sequence diagram proses submit berkas raharja career yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 2 (dua) actor yang melakukan diantaranya : Mahasiswa dan Admin

  2. 8 (delapan) massage spesifikasi dari komunitas antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktivitas yang terjadi.

  3. 4 (empat) boundary lifeline yang menggambarkan sistem PESSTA+.


Sequence Diagram Proses Submit Poster Session

Gambar 4.10 Sequence Diagram Proses Submit Poster Session

Berdasarkan gambar diatas menunjukan sequence diagram proses submit berkas raharja career yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 2(dua) actor yang melakukan diantaranya : Mahasiswa dan Admin

  2. 8 (delapan) massage spesifikasi dari komunitas antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktivitas yang terjadi.

  3. 4 (empat) boundary lifeline yang menggambarkan sistem PESSTA+.

Sequence Diagram Proses Kelola Oleh Admin

Gambar 4.11 Sequence Diagram Proses Kelola oleh Admin

Berdasarkan gambar diatas menunjukan sequence diagram proses kelola berkas raharja career dan poster session oleh admin yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 2 (dua) actor yang melakukan diantarnya : Mahasiswa dan Admin

  2. 7 (tujuh) massage spesifikasi dari komunitas antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktivitas yang terjadi.

  3. 3 (tiga) boundary lifeline yang menggambarkan sistem PESSTA+.

Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

Berikut ini adalah tabel perbedaan prosedur antara sistem yang berjalan dengan sistem yang diusulkan :

Tabel 4.1 Perbedaan Prosedur

No. Sistem yang berjalan Sistem yang diusulkan
1. Pada sistem yang berjalan mahasiswa masih membawa-bawa berkas Raharja Career pada saat pelaksanaan sidang berlangsung. Pada sistem yang diusulkan terdapat 2 (dua) jenis Berkas Raharja Career yaitu Submit Dokumentasi Raharja Career (CV, Kartu Nama, Buku Tamu, dan Kehadiran Stakeholder) dan Submit Dokumentasi Raharja Career (Tanggapan Pengunjung terhadap hasil karya penelitian oleh pengunjung), sesuai dengan penilaian objektif sidang.
2. Pada sistem yang berjalan admin harus mengecek sistem PESSTA+ terlebih dahulu untuk mengetahui ada submit validasi yang masuk atau tidak. Pada sistem yang diusulkan, jika ada mahasiswa yang telah submit validasi berkas Raharja Career maka akan secara otomatis masuk ke email admin, jadi admin tidak perlu mengecek sistem terlebih dahulu.
3. Pada sistem yang berjalan mahasiswa masih membawa-bawa berkas Poster Session pada saat pelaksanaan sidang berlangsung. Pada sistem yang diusulkan terdapat submit poster session yang terdiri atas poster session atau benner, sesuai dengan penilaian objektif sidang.
4. Pada sistem yang berjalan admin harus mengecek sistem PESSTA+ terlebih dahulu untuk mengetahui ada submit validasi yang masuk atau tidak. Pada sistem yang diusulkan, jika ada mahasiswa yang telah submit validasi poster session maka akan secara otomatis masuk ke email admin, jadi admin tidak perlu mengecek sistem terlebih dahulu.

Flowchart Rancangan Prosedur Sistem Usulan

Prosedur Submit Berkas Raharja Career

Gambar 4.12 Flowchart ProsedurSubmit Berkas Raharja Career

Gambar diatas merupakan flowchart prosedur submit berkas raharja career menggunakan sistem PESSTA+, pada gambar diatas proses dimulai dari mengunjungi sistem PESSTA+, kemudian login SSO menggunakan email Rinfo, kemudian masuk ke halaman utama, lalu mahasiswa masuk ke halaman submit berkas raharja career, terdapat 2 (dua) jenis submit katergori berkas raharja career yaitu Submit Dokumentasi Raharja Career (CV, Kartu Nama, Buku Tamu, dan Kehadiran Stakeholder) dan Submit Dokumentasi Raharja Career (Tanggapan Pengunjung terhadap hasil karya penelitian oleh pengunjung), mengisi setiap field yang tersedia dengan benar, kemudian klik button submit untuk mengkonfirmasi submit validasi Berkas Raharja Career.

Prosedur Submit Poster Session Career

Gambar 4.13 Flowchart Prosedur Submit Poster Session

Gambar diatas merupakan flowchart prosedur submit poster session menggunakan sistem PESSTA+, pada gambar diatas proses dimulai dari mengunjungi sistem PESSTA+, kemudian login SSO menggunakan email Rinfo, kemudian masuk ke halaman utama, lalu mahasiswa masuk ke halaman submit poster session, kemudian klik button submit untuk mengkonfirmasi submit validasi Poster Session.

Prosedur Kelola Berkas Raharja Oleh Admin Career

Gambar 4.14 Prosedur Kelola Berkas Raharja Career Oleh Admin

Gambar diatas merupakan flowchart proses kelola berkas raharja career oleh admin dengan menggunakan sistem PESSTA+, pada bagian ini dimulai dengan Admin menerima email notifikasi ketika ada submit validasi berkas raharja career yang masuk, selanjutnya admin melakukan login ke sistem, kemudian Admin masuk ke halaman daftar kelola berkas raharja career, selanjutnya Admin akan melakukan pengecekanberkas raharja career, jika validasi berkas raharja career telah sesuai dengan ketentuan maka admin akan menerima atau approved validasi berkas raharja career dan otomatis mahasiswa akan mendapatkan poin untuk penilaian objektif sidang, tapi jika validasi berkas raharja career tidak sesuai maka akan di tolak atau reject dan mahasiswa harus submit ulang validasi berkas raharja careernya.

Prosedur Kelola Poster Session Oleh Admin Career

Gambar 4.15 Prosedur Kelola Poster Session Oleh Admin

Gambar diatas merupakan flowchart proses kelola berkas raharja career oleh admin dengan menggunakan sistem PESSTA+, pada bagian ini dimulai dengan Admin menerima email notifikasi ketika ada submit validasi berkas raharja career yang masuk, selanjutnya admin melakukan login ke sistem, kemudian Admin masuk ke halaman daftar kelola berkas raharja career, selanjutnya Admin akan melakukan pengecekan berkas raharja career, jika validasi berkas raharja career telah sesuai dengan ketentuan maka admin akan menerima atau approved validasi berkas raharja career dan otomatis mahasiswa akan mendapatkan poin untuk penilaian objektif sidang, tapi jika validasi berkas raharja career tidak sesuai maka akan di tolak atau reject dan mahasiswa harus submit ulang validasi berkas raharja careernya.

Rancangan Program (HIPO)

HIPO (Hirarchy Plus Input Process Output) yaitu alat bantu yang digunakan untuk membuat spesifikasi program yang merupakan struktur yang berisi diagram dimana di dalam program ini berisi input yang diproses dan menghasilkan output (Praptiningsih, 03:2012).

Bagain HIPO (Hirarchy Plus Input Proses Output) aslinya dibuat oleh IBM (International Business Machines) sebagai alat untuk mendokumentasikan program. Bagan HIPO secara jelas memperagakan apa yang dikerjakan suatu program, data apa yang digunakan, dan keluaran yang dihasilkannya. Bagan HIPO lebih mudah dibaca dibanding dengan bagan arus, sangat rinci, fleksibel, mudah dimodifikasi, dan dikelola. Dalam membuat bagan HIPO, terdapat tiga jenis diagram, yaitu : daftar isi visual (the visualtable o contents /VTOC), diagram peninjauan, dan rincian diagram (Amsyah, 284:2008).

Dalam membuat sistem PESSTA+ maka dibutuhkan rancangan program yang akan menjelaskan penggunaan dari sistem tersebut. Rancangan program yang digunakan pada sistem yang akan diusulkan yaitu menggunakan HIPO (Hirarchy Plus Input Process Output). HIPO merupakan teknik pendokumentasian program yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk membuat spesifikasi program yang merupakan struktur yang berisi diagram dimana di dalam diagram program ini berisi input yang akan diproses dan akan menghasilkan output. Spesifikasi program akan menjelaskan mengenai cara penggunaan aplikasi program yang diusulkan, seperti yang tertera pada gambar 4. Berikut ini :

Gambar 4.16 Rancangan Program (HIPO)

Berikut ini merupakan spesifikasi program, yaitu :

  1. Menu Login

    Fungsi Program : untuk masuk ke dalam sistem PESSTA+

    Hak Akses : seluruh Pribadi Raharja

    Proses Program :

    1. Masuk ke http://pesstaplus.raharja.me/

    2. Arahkan kursor ke menu login.

    3. Jika berhasil akan menampilkan halaman utama.

  2. Menu Utama

    Nama Program : Menu utama.

    Fungsi : Untuk menampilkan tampilan utama yang ada pada program.

    Proses : Pada Menu Utama terdapat 4(empat) menu pilihan yaitu:

    1. Berkas Raharja Career

      Nama Program : Berkas Raharja Career

      Fungsi : Untuk melakukan submit, mengecek My Raharja Career dan dapat menampilkan hasil validasi Pribadi Raharja.

      Proses : Pada menu utama arahkan kursor pada bagian berkas raharja career.

    2. Poster Session

      Nama Program : Poster Sessin

      Fungsi : Untuk melakukan submit, mengecek my poster session dan dapat menampilkan hasil validasi Pribadi Raharja.

      Proses : Pada menu utama arahkan kursor pada bagian poster session

    3. Viewboard

      Nama Program : Viewboard

      Fungsi : Untuk menampilkan seluruh rank.

      Proses : Pada Halaman Utama, arahkan kursor pada cek viewboard.

    4. Log Out

      Nama Program : Kelola PESSTA+

      Fungsi : Untuk keluar dari dalam sistem PESSTA.

      Proses : Pada menu utama, arahkan kursor pada Logout PESSTA.

Konfigurasi Sistem Yang Diusulkan

Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistem adalah suatu unit personal komputer. Perangkat keras yang diusulkan ini dibuat berdasarkan kebutuhan sistem saat ini dan antisipasi kebutuhan di masa yang akan datang. Konfigurasi yang dibutuhkan pada design sistem yang diusulkan, yaitu :

  1. Processor : Intel Core i7

  2. Monitor : 14”

  3. RAM : 2 GB

  4. Hardisk :500 GB

Spesifikasi Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak merupakan penunjang dari peralatan komputer yang akan digunakan sebagai penghubung dalam instruksi yang diinginkan, agar komputer dapat menghasilkan informasi yang diharapkan, maka perangkat lunak yang diusulkan dalam rancangan sistem ini sebagai berikut :

  1. Microsoft Windows 8

  2. Google Chrome

  3. Yii Framework

  4. Sublime Text 3

Hak Akses (Brainware)

Hak akses yang terdapat pada sistem PESSTA+ terdapat 3 (tiga) hak akses yaitu PIC, Admin dan Mahasiswa. Untuk PIC dapat mengakses seluruh sistem. Untuk Admin dapat mengakses seluruh menu yang terdapat pada sistem, dan juga terdapat menu tambahan yaitu menu kelola berkas raharja career dan poster session untuk mengakses daftar mahasiswa yang telah melakukan submit berkas raharja career dan poster session untuk diproses dan diperiksa keabsahannya. Untuk mahasiswa dapat mengakses seluruh menu yang terdapat pada sistem kecuali menu kelola berkas raharja career dan poster session.

Testing

Blackbox Testing

Pengujian yang dilakukan terhadap sistem PESSTA+ ini memakai metode pengujian black box atau yang biasa disebut dengan pengujian fungsional. Pengujian black box berfokus pada persyaratan fungsionalitas perangkat lunak. Berikut ini merupakan beberapa pengujian yang dilakukan dengan kotak hitam (black box).

Berikut ini terdapat 3 (tiga) pengujian sistem yang dilakukan dengan menggunakan black box testing meliputi :


Login Sistem PESSTA+

  1. Login sistem PESSTA+

    Berikut ini adalah tabel pengujian black box testing berdasarkan pengembangan sistem PESSTA+ pada Perguruan Tinggi. Login pada sistem PESSTA+ menggunakan email Rinfo dan pengujian ini dilakukan dengan skenario sebagai berikut :

    1. Login tanpa menggunakan email Rinfo


    2. Login menggunakan email Rinfo



  2. Menyisipkan Link Berkas Raharja Career pada Form Submit

    Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa keabsahan menu submit Berkas Raharja Career. Dimana setiap Pribadi Raharja yang ingin melakukan submit Berkas Raharja Career bisa langsung memasukan hasil link gambar Berkas Raharja Career pada field yang tersedia. Pengujian menu submit Berkas Raharja Career ada 2 (dua) Kategori yaitu 1. submit (cv, kartu nama, buku tamu, kehadiran stakeholder) 2. Submit tanggapan pengunjung terhadap hasil karya yang dilakukan dengan skenario sebagai berikut:


  3. Menyisipkan Link Poster Session pada Form Submit

    Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa keabsahan menu submit Berkas Raharja Career. Dimana setiap Pribadi Raharja yang ingin melakukan submit Berkas Raharja Career bisa langsung memasukan hasil link gambar Berkas Raharja Career pada field yang tersedia. Pengujian menu submit Berkas Raharja Career ada 2 (dua) Kategori yaitu 1. submit (cv, kartu nama, buku tamu, kehadiran stakeholder) 2. Submit tanggapan pengunjung terhadap hasil karya yang dilakukan dengan skenario sebagai berikut:


  4. Log Out

    Pengujian ini bertujuan untuk menguji keabsahan menu log out. Dimana ketika Pribadi Raharja mengklik log out otomatis akan kembali ke halaman awal dengan keadaan tidak login. Pengujian logout dilakukan dengan skenario sebagai berikut:


Evaluasi

Setelah dilakukan pengujian dengan metode black box testing yang dilakukan dengan cara memberikan sejumlah input pada program seperti contoh pengujian pada login single sign on (sso) yang menggunakan email Rinfo. Jika login tidak menggunakan email Rinfo maka sistem akan menampilkan pesan, sehingga yang dapat masuk ke dalam sistem PESSTA+ khusus Pribadi Raharja yang mempunyai akun email Rinfo. Contoh lainnya adalah pengujian pada saat menyisipkan Menyisipkan Link Berkas Raharja Career pada Form Submit dan menyisipkan link Poster Session pada form submit yang sesuai dengan hasil yang diharapkan. Lalu contoh lainnya logout dan langsung otomatis ter-logout. Sehingga dapat menghasilkan output yng sesuai dengan yang di inginkan oleh Pribadi Raharja.

Implementasi

  1. Tampilan Halaman Login

    Gambar 4.17. Tampilan Halaman Login

    Gambar 4.17. Merupakan tampilan dari halaman login yang hanya dapat diakses oleh user yang memiliki akun email Rinfo. Pada halaman login juga terdapat button “Get Started for PESSTA+” yang berisi tutorial-tutorial mengenai validasi PESSTA+. Kemudian pada bagian footer terdapat link daftar 54 jurnal yang diakui di Perguruan Tinggi Raharja, serta terdapat shortcut iDuHelp! Dan juga iRAN. Serta untuk mengukur jumlah pengunjung atau visitor terdapat fitur unique visitor yang dapat menghitung jumlah pengunjung per IP Address.

  2. Tampilan Halaman Utama

    Gambar 4.18. Tampilan Halaman Utama

    Gambar 4.18. merupakan tampilan halaman utama setelah user berhasil login sistem PESSTA+. Pada halaman utama langsung menuju validasi jurnal yang menampilkan data Pribadi Raharja itu sendiri serta status validasi Layak atau Tidak Layak. Kemudian disebelah kanan user dapat melihat status validasi keseluruhan yaitu status validasi berkas raharja career, kutipan jurnal, widuri, bimbingan konsultasi, hibah, tridharma pengabdian, poster session, berkas sidang, sertifikat, jurnal.

  3. Tampilan Halaman Form Submit Berkas Raharja Career (CV, Kartu Nama, Buku Tamu, dan Kehadiran Stakeholder)

    Gambar 4.19. Tampilan Halaman FormSubmit Berkas Raharja Career (CV, Kartu Nama, Buku Tamu, dan Kehadiran Stakeholder)

    Gambar 4.19. diatas merupakan tampilan dari form submit hibah badan negara yang dapat diakses melalui menu Berkas Raharja Career kemudan klik submit, pilih Submit Berkas Raharja Career (CV, Kartu Nama, Buku Tamu, dan Kehadiran Stakeholder). Form submit Submit Berkas Raharja Career (CV, Kartu Nama, Buku Tamu, dan Kehadiran Stakeholder) digunakan untuk melakukan proses submit berkas Submit Berkas Raharja Career (CV, Kartu Nama, Buku Tamu, dan Kehadiran Stakeholder) serta bukti tanda terima Berkas Raharja Career. Pada bagian nama serta alamat email tidak perlu diisi karena sudah terisi secara otomatis. Setelah klik “submit” maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

  4. Tampilan Halaman Form Submit Berkas Raharja Career (Tanggapan Pengunjung Terhadap Hasil Karya )

    Gambar 4.20. Halaman Form Submit Berkas Raharja Career (Tanggapan Pengunjung Terhadap Hasil Karya )

    Gambar 4.20. diatas merupakan tampilan dari form submit Berkas Raharja Career (Tanggapan Pengunjung Terhadap Hasil Karya) yang dapat diakses melalui menu Berkas Raharja Career kemudan klik submit, pilih Berkas Raharja Career (Tanggapan Pengunjung Terhadap Hasil Karya ). Formsubmit Berkas Raharja Career (Tanggapan Pengunjung Terhadap Hasil Karya )digunakan untuk melakukan proses submitlink Tanggapan Pengunjung Terhadap Hasil Karya dan bukti tanda terima Berkas Raharja Career (Tanggapan Pengunjung Terhadap Hasil Karya ). Pada bagian nama serta alamat email tidak perlu diisi karena sudah terisi secara otomatis.

  5. Halaman My Berkas Raharja Career

    Gambar 4.21. Halaman My Berkas Raharja Career

    Pada gambar 4.21. diatas merupakan halaman my Berkas Raharja Career untuk melihat status Berkas Raharja Career Pribadi Raharja tersebut, serta untuk melihat link Berkas Raharja Career.

  6. Halaman Validasi Berkas Raharja Career

    Gambar 4.22. Halaman Validasi Berkas Raharja Career

    Pada gambar 4.22. diatas merupakan tampilan halaman validasi yang berisi foto serta data Pribadi Raharja, serta menampilkan poin Berkas Raharja Career yang dimiliki dan juga status Berkas Raharja Career Layak atau Tidak Layak.

  7. Halaman Kelola Berkas Raharja Career

    Gambar 4.23. Halaman Kelola Berkas Raharja Career

    Pada gambar 4.23. diatas merupakan tampilan dari menu kelola Berkas Raharja Career untuk admin, jadi hanya admin yang terdapat menu kelola Berkas Raharja Career ini, halaman kelola Berkas Raharja Career untuk melihat daftar submit validasi Berkas Raharja Career yang masuk, serta untuk mengecek keabsahan validasi Berkas Raharja Career, jika telah sesuai maka di approved jika tidak sesuai maka di reject.

  8. Tampilan Halaman Form Submit Poster Session

    Gambar 4.24. Halaman Form Submit Poster Session

    Gambar 4.24. diatas merupakan tampilan dari form submit Poster Session yang dapat diakses melalui menu Poster Session kemudian klik submit, pilih Form submit Poster Session digunakan untuk melakukan proses submit link Poster Session atau Benner. Pada bagian nama serta alamat email tidak perlu diisi karena sudah terisi secara otomatis.

  9. Halaman My Poster Session

    Gambar 4.25. Halaman My Berkas Raharja Career

    Pada gambar 4.25. diatas merupakan halaman my Poster Session untuk melihat status Poster Session Pribadi Raharja tersebut, serta untuk melihat link Poster Session.

  10. Halaman Validasi Poster Session

    Gambar 4.26. Halaman Validasi Poster Session

    Pada gambar 4.26. diatas merupakan tampilan halaman validasi yang berisi foto serta data Pribadi Raharja, serta menampilkan poin Poster Session yang dimiliki dan juga status Poster Session Layak atau Tidak Layak.

  11. Halaman Kelola Poster Session

    Gambar 4.27. Halaman Kelola Poster Session

    Pada gambar 4.27. diatas merupakan tampilan dari menu kelola Poster Sessin untuk admin, jadi hanya admin yang terdapat menu kelola Berkas Raharja Career ini, halaman kelola Poster Sessin untuk melihat daftar submit validasi Poster Sessin yang masuk, serta untuk mengecek keabsahan validasi Poster Sessin, jika telah sesuai maka di approved jika tidak sesuai maka di reject.

Strategi

Sebagai salah satu upaya untuk proses pengembangan terhadap sistem, dibuatlah beberapa strategi yang dibuat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pembuatan list strategi ini juga berguna bagi penulis sebagai sebuah batasan atas beberapa hal yang dapat dikerjakan. Pembahasan strategi ini dijadikan sebagai penjabaran dari apa yang sudah dilakukan dan butir-butir tersebut sudah tercantum di dalam final draft elisitasi. Pembuatan sub bab ini juga dijadikan sebagai gambaran mengenai pencapaian yang sudah dicapai di dalam final draft elisitasi. Dibawah ini merupakan beberapa bukti pencapaian yang sudah didapatkan dan sudah tercantum di dalam final draft elisitasi.

  1. Strategi 1 : Sistem dapat menampilkan 3 sub menu validasi berkas raharja career yaitu submit, my raharja career dan validasi.

    1. Pada sistem PESSTA+ terdapat 3 (tiga) sub menu validasi berkas raharja career yaitu submit, my raharja career dan validasi agar dapat memudahkan mahasiswa dan user friendly. Pada menu submit berfungsi untuk mengisi form submit berkas raharja career, untuk menu my raharja career berfungsi untuk mengecek status validasi berkas raharja career, dan untuk menu validasi berkas raharja career berfungsi untuk menampilkan hasil validasi hibah Layak atau Tidak Layak.

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.28. Pembuktian Strategi 1

  2. Strategi 2 : Sistem dapat menampilkan 3 sub menu validasi poster session yaitu submit, my poster session dan validasi.

    1. Pada sistem PESSTA+ terdapat 3 (tiga) sub menu validasi poster session yaitu submit, my poster session dan validasi agar dapat memudahkan mahasiswa dan user friendly. Pada menu submit berfungsi untuk mengisi form submit poster session, untuk menu my poster session berfungsi untuk mengecek status validasi poster session, dan untuk menu validasi poster session berfungsi untuk menampilkan hasil validasi poster session Layak atau Tidak Layak.

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.29. Pembuktian Strategi 2

  3. Strategi 3 : Sistem dapat menampilkan secara otomatis pada form submit untuk 3 filed yaitu nim, nama lengkap dan alamat email.

    1. Pada halaman form submit Berkas raharja career sumit (cv, kartu nama, buku tamu, dan kehadiran stakeholder) maupun submit (Tanggapan pengunjung terhadap hasil karya) terdapat nipm, nama lengkap dan email yang sudah terisi secara otomatis, jadi user atau mahasiswa tidak perlu lagi input data diri.

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.30. Pembuktian Strategi 3

  4. Strategi 4 : Sistem dapat menampilkan 2 jenis kategori dokumentasi raharja career yaitu submit cv, kartu nama, buku tamu dan kehadiran stakeholder dan tanggapan pengunjung.

    1. Pada berkas raharja career terdapat 2 (dua) kategori submit Berkas raharja career sumit (cv, kartu nama, buku tamu, dan kehadiran stakeholder) maupun submit (Tanggapan pengunjung terhadap hasil karya).

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.31 Pembuktian Strategi 4

  5. Strategi 5 : Sistem dapat melakukan print halaman validasi Berkas raharja careeer.

    1. Pada halaman validasi di PESSTA+ terdapat button print yang memudahkan mahasiswa jika ingin print out validasi berkas raharja career.

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.32. Pembuktian Strategi 5

  6. Strategi 6 : Sistem dapat menampilkan form submit dokumentasi raharja career yang terdiri dari 4 field pada submit Tanggapan pengunjunga.

    1. Pada halaman form submit hibah badan negara terdapat 4 field yang teridiri dari Nim, nama lengkap, alamat email, link gambar.

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.33. Pembuktian Strategi 6

  7. Strategi 7 : Sistem dapat menampilkan menu kelola dokumentasi raharja career untuk admin memberikan keputusan validasi dokumentasi raharja career diterima atau ditolak.

    1. Pada sistem PESSTA+ Sistem memiliki menu untuk admin atau secret chamber dalam mengelola dokumentasi raharja career dan memeriksa dokumentasi raharja career diterima atau ditolak.

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.34 Pembuktian Strategi 7

  8. Strategi 8 : Sistem dapat menampilkan menu kelola poster session untuk admin memberikan keputusan validasi poster session diterima atau ditolak.

    1. Pada sistem PESSTA+ dapat memiliki menu untuk admin atau secret chamber dalam mengelola poster session dan memeriksa poster session diterima atau ditolak

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.35. Pembuktian Strategi 8

  9. Strategi 9 : Sistem dapat menampilkan QR Code Pada Validasi Berkas Raharja Career.

    1. Pada sistem PESSTA+ memiliki QR Code pada tampilan Validasi Berkas Raharja Career yang bertujuan untuk melihat keabsahan dari data mahasiswa yang telah melakukan submit, serta bertujuan untuk mengurangi kecurangan dalam memalsukan data validasi.

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.36. Pembuktian Strategi 9

  10. Strategi 10 : Sistem dapat menampilkan QR Code Pada Validasi Poster Session.

    1. Pada sistem PESSTA+ memiliki QR Code pada tampilan Validasi Poster Session yang bertujuan untuk melihat keabsahan dari data mahasiswa yang telah melakukan submit, serta bertujuan untuk mengurangi kecurangan dalam memalsukan data validasi.

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.37. Pembuktian Strategi 10

  11. Strategi 11 : Memiliki 4 artikel tutorial pada iRan

    1. Sistem PESSTA+ memiliki artikel tutorial pada iRAN yang berfungsi untuk memberikan tutorial penggunaan sistem PESSTA+ dengan mengikuti langkah-langkah yang ada pada artikel tutorial tersebut. Dan dari target 4 artikel saat ini telah melebihi dari yang ditargetkan yaitu terdapat 2 artikel tutorial submit berkas raharja career di PESSTA+.

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.38 Pembuktian Strategi 11

  12. Strategi 12 : Memiliki 4 artikel tutorial pada iRan

    1. Sistem PESSTA+ memiliki artikel tutorial pada iRAN yang berfungsi untuk memberikan tutorial penggunaan sistem PESSTA+ dengan mengikuti langkah-langkah yang ada pada artikel tutorial tersebut. Dan dari target 4 artikel saat ini telah melebihi dari yang ditargetkan yaitu terdapat 2 artikel tutorial submit poster session di PESSTA+.

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.39. Pembuktian Strategi 12

  13. Strategi 13: Mengirim mailchimp kepada 146 mahasiswa bahwa submit validasi kutipan jurnal dan validasi berkas raharja career secara mandiri dan online di PESSTA+.

    1. Mengirim mailchimp sangat penting untuk memberitahukan mahasiswa di Perguruan Tinggi Raharja terutama mahasiswa yang sedang TA/Skripsi bahwa saat ini bisa submit validasi berkas raharja career dan poster session secara mandiri dan online di PESSTA+

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.40 Pembuktian Strategi 13

  14. Strategi 14 : Memiliki Target Approved sebanyak 70 validasi berkas raharja career secara mandiri dan online di PESSTA+

    1. Jumlah mahasiswa TA/Skripsi semester genap tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 146 mahasiswa, pada validasi berkas raharja career mempunyai target Approved sebanyak 70 mahasiswa TA/Skripsi.

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.41. Pembuktian Strategi 14

  15. Strategi 15 : Memiliki Target Approved Validasi Poster Sesion sebanyak 70 mahasiswa TA/Skripsi.

    1. Jumlah mahasiswa TA/Skripsi semester genap tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 146 mahasiswa, pada validasi poster session mempunyai Target Approved sebanyak 70 mahasiswa TA/Skripsi.

    2. Pembuktian berupa gambar dari hasil pencapaian strategi yang telah dijalankan.

      Gambar 4.41 Pembuktian Strategi 15

Time Schedule

Dalam melakukan penelitian ini tentunya banyak proses dan kegiatan yang dilakukan yang tentunya banyak memakan waktu dalam menyelesaikannya, dibawah ini merupakan jadwal dari kegiatan yang dilakukan selama penelitian ini :

Tabel 4.9 Time Schedule

Estimasi Biaya

Estimasi biaya digunakan sebagai penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian yang diusulkan. Dibawah ini adalah rincian biaya yang diperlukan peneliti untuk menyelesaikan penelitian yang berjudul “Pengembangan PESSTA+ Berbasis Yii Framework Sebagai Media Validasi Hibah Untuk Penilaian Objektif Sidang Di Perguruan Tinggi”.

Tabel 4.10 Estimasi Biaya

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Dari hasil penelitain yang telah dilakukan, adanya 3 (tiga) kesimpulan yang dapat dikemukakan sebagai berikut:

  1. Sebelumnya penilaian validasi berkas raharja career dan poster session di Perguruan Tinggi Raharja masih manual dan saat ini dengan dikembangkannya sistem PESSTA+ terutama pada penelitian ini berfokus pada validasi berkas raharja career dan poster session di PESSTA+, maka seluruh Pribadi Raharja dapat melakukan submit validasi berkas raharja career di PESSTA+ untuk penilaian objektif sidang dan dapat memenuhi persyaratan sidang yaitu memenuhi PO sidang.

  2. Sistem PESSTA+ hadir sebagai wadah untuk mendokumentasikan serta menyimpan dokumentasi seluruh mahasiswa di Perguruan Tinggi Raharja.

  3. Jika sebelumnya hanya terdapat 4 (Empat) penilaian objektif sidang maka sekarang menjadi 10 (sepuluh), pada bagian berkas raharja career terdapat 2 kategori yaitu submit (cv, kartu nama, buku tamu, kehadiran stakeholder) dan submit (tanggapan pengunjung terhadap hasil karja¬) dan bagian poster session hanya terdapat poster session atau banner.

Saran

untuk memajukan sistem tersebut diperoleh beberapa saran yang kemungkinan besar bisa dijadikan sebagai referensi demi memajukan sistem tersebut, diantaranya:

  1. Dalam proses pengembangan yang dapat dilakukan pada sistem PESSTA+ untuk selanjutnya dapat disempurnakan lagi dengan adanya viewboard dari masing-masing validasi agar dapat menghasilkan laporan yang update dan akurat mengenai sistem PESSTA+.

  2. Demi menaikkan mutu pelaksanaan sidang alangkah baiknya menggunakan sistem terkomputerisasi yang memiliki kemampuan menyimpan inventaris seluruh proposal hibah mahasiswa di Perguruan Tinggi Raharja agar dapat terdokumentasi dengan baik.

  3. Mensosialisasikan sistem PESSTA+ kepada seluruh mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja agar dapat mengetahui informasi mengenai submit validasi untuk penilaian objektif sidang di PESSTA+.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Al-Bahra Bin Ladjamudin. 2013. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta:Graha Ilmu.
  2. Sutarman. 2012. Buku Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Bumi Aksara.
  3. Mahatmyo, Atyanto. (2014). Sistem Informasi Akuntansi Suatu Pengantar. Yogyakarta : Deepublish.
  4. Taufiq. 2013. Analisis Sistem adalah pembelajaran sebuah sistem dan komponen-komponennya sebagai prasyarat sistem desain sistem, spesifikasi sebuah sistem yang baru dan diperbaiki. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Sidang. Diakses pada tanggal 24 Juli 2017. Tersedia di http://kbbi.web.id/sidang
  6. 6,0 6,1 Murad, Dina Fitria, Kusniawati. Nia, Asyanto. Agus. 2013. Aplikasi Intelligence Website Untuk Penunjang Laporan PAUD Pada Himpaudi Kota Tangerang. Jurnal CCIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Vol. 7, No. 1, September 2013.
  7. 7,0 7,1 Jazi Eko Istiyanto, Edhy Sutanta, Jurnal Tehnologi Technoscientia ISSN: 1979-8415 Volume 4 No. 2 Februari 2012. Penelitian yang berjudul “MODEL INTEROPERABILITAS ANTAR APLIKASI E-GOVERNMENT”
  8. Website Yii Framework. 2014. Fitur Yii Framework. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2016. Tersedia di http://www.yiiframework.com/features/
  9. Rahardja. Untung, Khanna Tiara, Ray Indra Taufik Wijaya 2014. Penerapan Rinfo Sebagai Media Pendukung Untuk Proses Pembelajaran Pada Perguruan Tinggi Raharja. Jurnal CCIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Vol. 8, No. 1, September 2014.
  10. 10,0 10,1 Rangkuti. Freddy. 2011. Teknik Menyusun Strategi Korporat Yang Efektif Plus Cara Mengelola Kinerja Dan Risiko. SWOT Balanced Scorecard. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  11. Kadir, Abdul. 2014. Pengenalan Sistem Informasi. Edisi Revisi. Yogyakarta: Andi.
  12. Alim.Yadanur, dkk. 2012. Pengembangan Sistem Informasi Administrasi Pemeriksaan Pasien Di Instalasi Radiologi Rsud Kajen Dengan Unified Process.Semarang: Universitas Diponegoro. Vol. 2, No. 4, ISSN 2086-4930.
  13. Triandini. Evi dan Suardika. I Gede. 2012. Step by Step Desain Proyek Menggunakan UML. Yogyakarta: Andi.
  14. Murad. Dina Fitria, Kusniawati. Nia, Asyanto. Agus. 2013. Aplikasi Intelligence Website Untuk Penunjang Laporan PAUD Pada Himpaudi Kota Tangerang. Jurnal CCIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Vol. 7, No. 1, September 2013.
  15. 15,0 15,1 Vidia. Dhanada, dkk. 2013. Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Rawat Jalan Di Rumah Sakit Hewan Universitas Airlangga Surabaya Dengan Metode Berorientasi Objek. Surabaya: Universitas Airlangga.
  16. Wijayanto. Tegar, dkk. 2013. Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjualan Barang Dengan Metode Berorientasi Objek Di U.D. Aneka Jaya Surabaya. Surabaya: Universitas Airlangga.
  17. 17,0 17,1 17,2 17,3 Saputra. Alhadi. 2012. Kajian Kebutuhan Perangkat Lunak Untuk Pengembangan Sistem Informasi Dan Aplikasi Perangkat Lunak Buatan LAPAN Bandung. Bandung: LAPAN
  18. Adelia, & Setiawan, J. (2012). Implementasi Customer Relationship Management (CRM) pada Sistem Reservasi Hotel berbasisi Website dan Desktop. Jurnal Sistem Informasi, 6(2).
  19. Ulrich Schmitt, InformingSciJ, Volume 20, 2017 yang berjudul “Devising Enabling Spaces and Affordances for Personal Knowledge Management System Design”
  20. Sonja H Bickford, Angela K Hollman, Marina Nenasheva, Pamela Lesser, Timo Koivurova. InformingSciJ, Volume 19, 2016 penelitian yang berjudul “Assessment of Project Website Sustainability: Case of the Arctic EIA Project”
  21. Andrew S Targowski InformingSciJ, Volume 18 2015. Penelitian yang berjudul “Informing Systems as the Transformers of Information Wave into Virtual Civilization and Their Ethics Question”
  22. April H. Reed, Linda V. Knight InformingSciJ, Volume 16, 2013. Penelitian yang berjudul “Exploring the Role of Communication Media in the Informing Science Model: An Information Technology Project Management Perspective”
  23. Natalya Prokofyeva & Victoria Boltunova Procedia Computer Science, Volume 104, 2017, Pages 51-56. Penelitian yang berjudul “Analysis and Practical Application of PHP Frameworks in Development of Web Information Systems”
  24. Ritika Bansal, Sonal Chawla, Perspectives in Science Volume 8, September 2016, Pages 330-333. Penelitian yang berjudul “Design and development of semantic web-based system for computer science domain-specific information retrieval”
  25. Riyandika Andhi Saputra, Suhartono, Priyo Sidik Sasongko, Volume 3, No. 6, ISSN 2086-4930. Penelitian yang berjudul “APLIKASI VALIDASI CITRA DOKUMEN MENGGUNAKAN CHAOS DAN STEGANOGRAFI”
  26. Rizza Untsa Nuzulia, Slamet Suyanto, Heru Nurcahyo, Volume 5 No.6 2016. Penelitian yang berjudul “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI MEKANISME KERJA SISTEM SARAF UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 3 YOGYAKARTA”

Contributors

Siti Islamiyah