SI1133468559

Dari widuri
Revisi per 7 Maret 2016 07.42 oleh Abdulfatah14 (bicara | kontrib) (Testing)

(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Lompat ke: navigasi, cari

PROTOTYPE SISTEM KEAMANAN TERSEMBUNYI PADA KENDARAAN

RODA EMPAT MENGGUNAKAN REMOTE TRANSMITTER BERBASIS

ARDUINO UNO PADA CV. MANDIRI BAROKAH


SKRIPSI


Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NIM
: 1133468559
NAMA


JURUSAN SISTEM KOMPUTER

KONSENTRASI CREATIVE COMMUNICATION AND INNOVATIVE TECHNOLOGY (CCIT)

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

2015/2016

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 


LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PROTOTYPE SISTEM KEAMANAN TERSEMBUNYI PADA KENDARAAN

RODA EMPAT MENGGUNAKAN REMOTE TRANSMITTER BERBASIS

ARDUINO UNO PADA CV. MANDIRI BAROKAH

Disusun Oleh :

NIM
: 1133468559
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Komputer
Konsentrasi
: Creative Communication and Innovative Technology

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, ..... 2016

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Komputer
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Ferry Sudarto, S.Kom., M.Pd)
NIP : 000594
       
NIP : 079010

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PROTOTYPE SISTEM KEAMANAN TERSEMBUNYI PADA KENDARAAN

RODA EMPAT MENGGUNAKAN REMOTE TRANSMITTER BERBASIS

ARDUINO UNO PADA CV. MANDIRI BAROKAH


Dibuat Oleh :

NIM
: 1133468559
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Komputer

Konsentrasi Creative Communication And Innovative Technology (CCIT)

Disetujui Oleh :

Tangerang,.... 2016

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Ignatius Agus Supriyono, S.Kom., MM.)
   
(Haryanto M.Kom)
NID : 09004
   
NID : 09010

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PROTOTYPE SISTEM KEAMANAN KENDARAAN TERSEMBUNYI PADA KENDARAAN

RODA EMPAT MENGGUNAKAN REMOTE TRANSMITTER BERBASIS

ARDUINO UNO PADA CV.MANDIRI BAROKAH

Dibuat Oleh :

NIM
: 1133468559
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Komputer

Konsentrasi Creative Communication And Innovative Technology (CCIT)

Tahun Akademik 2015/2016

Disetujui Penguji :

Tangerang, .... 2016

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PROTOTYPE SISTEM KEAMANAN TERSEMBUNYI PADA KENDARAAN

RODA EMPAT MENGGUNAKAN REMOTE TRANSMITTER BERBASIS

CARDUINO UNO PADA CV.MANDIRI BAROKAH

Disusun Oleh :

NIM
: 1133468559
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Komputer
Konsentrasi
: Creative Communication and Innovative Technology

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja, maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab serta bersedia menerima sanksi jika ternyata pernyataan di atas tidak benar.

Tangerang, ..... 2016

 
 
 
 
 
NIM : 1133468559

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;


ABSTRAK

Kemajuan teknologi mendorong pola hidup masyarakat yang cenderung semakin praktis hal tersebut juga dirasakan oleh para pengguna roda empat sebagai contoh dalam lingkup kecil adalah menggunakan sistem keamanan yang masih sederhana dengan gembok dan kunci ganda. Sistem pengamanan kendaraan inventaris secara manual masih sangat kurang efisian, tidak efektif, dan sering menyebabkan kehilangan kendaraan inventaris pada CV. MANDIRI BAROKAH. Sehingga perlu dirancang suatu sistem yang mampu mengamankan kendaraan roda empat secara otomatis. Dalam perancangan ini menggunakan fasilitas REMOTE 4 CHANNEL yang ada pada media TRANSMITTER untuk memberikan perintah pada mikrokontroller ATMega328 yang berbasis ArduinoUno. Pengguna hanya perlu menekan tombol “A” untuk menghidupkan sistem kemanan, dan menekan tombol ”B” untuk mematikan sistem keamanan, maka alarm sepeda motor penggunakan akan hidup dan mati secara otomatis.


Kata Kunci: Kata kunci : Remote 4 Channel, Transmitter, ATMega328, ArduinoUno

ABSTRACT

Technological advances encourage lifestyle of the people who tend to be the more practical it is also perceived by users as an example four wheels in a small scope is to use security system is still simple with a lock and a double lock. Vehicle security system manually inventory is still very less fuel-efficient, ineffective, and often lead to loss of vehicle inventory on the CV. SELF BAROKAH. So the need to design a system that is able to secure a four-wheeled vehicle automatically. In this design uses 4 CHANNEL REMOTE facilities that exist in the media TRANSMITTER to give commands to the microcontroller ATmega328-based ArduinoUno. Users only need to press "A" to turn on the security system, and pressing the button "B" to turn off the security system, then the use of motorcycle alarm will turn on and off automatically.


Keywords: Remote 4 Channel Transmitter, ATmega328, ArduinoUno

KATA PENGANTAR


Segala puji serta syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan beribu-ribu nikmat,rahmat dan anugerah-Nya serta senantiasa melimpahkan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya.

Hanya karena kasih sayang dan kekuatan-Nya lah penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “PROTOTYPE SISTEM KEAMANAN TERSEMBUNYI PADA KENDARAAN RODA EMPAT MENGGUNAKAN REMOTE TRANSMITTER BERBASIS ARDUINO UNO PADA CV. MANDIRI BAROKAH”.

Penulis menyadari dengan sepenuh hati bahwa tersusunnya skripsi ini bukan hanya atas kemampuan dan usaha penulis semata,namun juga berkat bantuan berbagai pihak,oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Presiden Direktur Perguruan Tinggi Raharja Tangerang.
  2. Bapak Sugeng Santoso , M.Kom selaku puket 1 STMIK Raharja.
  3. Bapak Ferry Sudarto, S.Kom, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Sistem Komputer.
  4. Bapak Ignatius Agus Supriyono, S.Kom., MM. selaku dosen pembimbing I yang juga telah banyak membantu memberikan waktu, bimbingan dan pengarahan yang sangat berarti selama penyusunan Skripsi .
  5. Bapak Haryanto, M.Kom. selaku dosen pembimbing II yang juga telah banyak membantu memberikan waktu, bimbingan dan pengarahan yang sangat berarti selama penyusunan Skripsi .
  6. Kedua Orangtua ku tercinta, yang telah memberikan dorongan moral maupun materil serta do’anya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan Skripsi.
  7. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmunya sehingga dapat di terapkan dalam skripsi ini.
  8. Sahabat - sahabatku dan teman - teman seperjuangan Skripsi CHIMRIN FAMILY, THE WOLF & RAHARJA FC yang telah banyak membantu terselesaikannya Skripsi ini, dan juga yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.
  9. Semua pihak Instansi terkait yang bekerjasama membantu dan memberi masukan.

Namun demikian penulis menyadari sepenuhnya masih ada kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Akhir kata penulis berharap laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan acuan yang bermanfaat dikemudian hari.


Tangerang, Juni 2016
Abdul Fatah
NIM. 1133468559
Daftar Gambar

1. Gambar.2.1 Karakteristik Sistem

2. Gambar 2.2. Sistem Pengendali Loop terbuka

3. Gambar 2.3. sistem pengendalian loop tertutup

4. Gambar 2.4. Bagan Alir Sistem (System Flowcharts)

5. Gambar 2.5. Bagan Alir Dokumen (Document Flowchart)

6. Gambar 2.6. Bagan Alir Skematik (Schematic Flowchart)

7. Gambar 2.7. Bagan Alir Program (ProgramFlow Chart)

8. Gambar 2.8. Bagan Alir Proses (Process Flowchart)

9. Gambar 2.9. Contoh Variasi Aplikasi Flowchart

10. Gambar 2.10. Arduino Uno

11. Gambar 2.11 Motivasi Arduino Uno

12. Gambar 2.12. Arduino USB

13. Gambar 2.13. Arduino Serial

14. Gambar 2.14. Arduino Mega

15. Gambar 2.15. Arduino Fio

16. Gambar 2.16. Arduino Lilypad

17. Gambar 2.17. Arduino BT

18. Gambar 2.18. Arduino Nano

19. Gambar 2.19. Lampu Led

20. Gambar 2.20. Table baca resistor

21. Gambar 2.21. Bentuk fisik dan symbol resistor tetap

22. Gambar 2.22. Bentuk fisik dan symbol resistor tidak tetap

23. Gambar 2.23. Rangkaian power-on reset

24. Gambar 2.24. Sprectum Gelombang Electromagnetic

25. Gambar 2.25. Remote wireless 4 channel wireless

26. Gambar 2.26. Module remote 4 channel wireless

27. Gambar 2.27. Elemen Komunikasi Data

28. Gambar 2.28. Bentuk fisik dioda

29. Gambar 2.29. Rangkaian dasar IC regulator tegangan positif 78xx

30. Gambar 2.30. Rangkaian IC regulator

31. Gambar 2.31. Bentuk dan Simbol Relay

32. Gambar 2.32. Struktur Sederhana sebuah Relay

33. Gambar 2.33. Jenis-jenis Pole dan Throw Relay

34. Gambar 2.34. Cara Kerja Motor DC 71

35. Gambar 3.1. Struktur Organisasi CV Mandiri Barokah

36. Gambar 3.2. Flowchart Sistem yang Berjalan

37. Gambar 3.3 Flowchart Sistem yang diusulkan

38. Gambar 3.4. Diagram blok rangkaian

39. Gambar 3.5. Rangkaian sistem minimum mikrokontroller ATmega328

40. Gambar 3.6. Rangkaian catu daya

41. Gambar 3.7. Rangkaian Transmitter

42. Gambar 3.8. Rangkaian lampu LED

43. Gambar 3.9. Rangkain driver motor (Motor DC)

44. Gambar 3.10. Skema rangkaian sistem keseluruhan

45. Gambar 3.11. Membuka program Arduino 1.0

46. Gambar 3.12. Library-library yang digunakan pada Arduino 1.0

47. Gambar 3.13. Proses kompilasi listing program

48. Gambar 3.14. Hasil kompilasi listing program

49. Gambar 3.15. Rangkaian board Arduino dengan internal clock

50. Gambar 3.16. Pemilihan Arduino board

51. Gambar 3.17. Mengupload program kedalam mikrokontroller ATmega328

52. Gambar 3.18. Proses upload listing program sukses

53. Gambar 3.19. Desain Alur Keseluruhan

54. Gambar 4.1. Pengujian Rangkaian Catu Daya

55. Gambar 4.2. Listing pengujian rangkaian lampu led

56. Gambar 4.3. Listing program pengujian lampu led blink

57. Gambar 4.4. Listing program pengujian lampu led saat menyala

58. Gambar 4.5. Pengujian rangkaian motor dc dengan driver L293D

59. Gambar 4.6. Pengujian Motor DC

60. Gambar 4.7. Listing program keseluruhan

61. Gambar 4.8. Flowchart sistem yang di usulkan

62. Gambar 4.9. Tampilan listing program pada Ide Arduino

63. Gambar 4.10. Proses upload program kedalam arduino

64. Gambar 4.11. Pengujian Remote pada Lampu LED


Daftar Tabel

1. Tabel 2.1 Kelebihan dan Kelemahan Black Box

2. Table 2.2. Sprectum Frekuensi ISM Band

3. Table 2.3. Tabel ISM Band

4. Table 2.4 Channel Frekuensi versi Wifi

5. Tabel 2.5. Karakteristik IC regulator tegangan positif 78xx

6. Tabel 3.1 Elisitasi Tahap I

7. Tabel 3.2 Elisitasi Tahap II

8. Tabel 3.3. Elisitasi tahap III

9. Tabel 3.4. Final Draft Elisitasi

10. Tabel 4.1. Pola pemberian pada driver motor DC L293

11. Tabel 4.2. Pengolahan Jadwal proses pembuatan system

12. Tabel 4.3. Pengolahan jadwal penerapan

13. Tabel 4.4. Estimasi biaya yang dikeluarkan


Daftar isi


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan memungkinkan praktisi untuk selalu terus melakukan pemikiran-pemikiran baru yang berguna antara lain untuk membantu keamanan kendaraan, oleh karena itu dalam rangka penulisan Skripsi ini dibuat keamanan kendaraan menggunakan Arduino UNO. Arduino UNO sebenarnya adalah salah satu kit microkotroller yang berbasis pada ATmega328. Modul ini sudah dilengkapi dengan berbagai hal yang dibutuhkan untuk mendukung mikrokontroler untuk bekerja.

Berawal dari pengalaman pribadi penulis pernah kehilangan kendaraan roda empat (mobil), sehingga menginspirasikan untuk membuat sebuah pengamanan berlapis di sebuah kendaraan roda empat. Selain itu penulis merancang sistem keamanan roda empat berbasis Arduino UNO adalah solusi dari permasalahan tersebut. Sistem pengamanan ini dikendalikan menggunakan RF Remote Module Wireless untuk mengatur system yang ditanamkan di kendaraan roda empat. Sehingga, pemilik kendaraan roda empat dapat mengontrol alat pengamannya ketika ditinggalkan olehnya.

Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi saat ini ditandai dengan bermunculannya alat-alat yang menggunakan menggunkan sistem digital dan otomatis. Elektronika adalah salah satu dari teknologi yang membantu kehidupan manusia agar menjadi lebih mudah.

Maka dari itu dalam kesempatan ini penulis mencoba mempersembahkan sebuah karya dengan judul “PROTOTYPE SISTEM KEAMANAN TERSEMBUNYI PADA KENDARAAN RODA EMPAT MENGGUNAKAN REMOTE TRANSMITTER BERBASIS ARDUINO UNO PADA CV. MANDIRI BAROKAH”. Hal ini penulis lakukan dalam rangka memberikan kontribusi terhadap jurusan Sistem Komputer di Perguruan Tinggi Raharja.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan berdasarkan pengamatan yang dilakukan, maka dapat diurutkan permasalahan yang dihadapi, antara lain:

1. Bagaimana cara membuat sebuah prototype system pengamanan kendaraan roda empat menggunakan Arduino UNO ?

2. Bagaimana membuat input control pada sebuah system pengaman kendaraan berbasis Arduino UNO?

3. Bagai mana membuat RF Remote Module Wireless mejadi pengontrol sistem keamanan tersebut?

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Memberikan keamanan menggunakan Arduino Uno.

2. Dengan menggunakan Arduino sebagai contol uatama yang deprogram melalui Arduino IDE.

3. Memberikan kemudahan ketika mengaktifkan atau menonaktifkan sistem keamanan

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dihasilkan dari penelitian ini adalah:

1. Memberikan keamanan ganda yang di program melalui Arduino Uno.

2. Memberikan input yang mudah melalui Arduino Uno.

3. Lebih mudah, efektif dan efisien ketika mengaktifkan atau menonaktifkan sistem keamanan.

Ruang Lingkup

Sebagai pembatasan atas penyusunan laporan ini untuk tetap fokus dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, maka penulis memberikan ruang lingkup penelitian sebagai berikut:

1. Permasalahan pada Arduino UNO untuk keamanan kendaraan.

2. Permasalahan untuk mengontrol kendaraan agar tetap aman.

3. Teknologi pengapian pada kendaraan roda empat.

Metode Penelitian

Metode Pengumpulan Data

a. Observasi

Melalui pengamatan dan pengalaman yang didapat dari CV.MANDIRI BAROKAH yang dilaksanakan selama 1 bulan, penulis menyimpulkan bahwa para instansi menginginkan keamanan yang murah dan efisien.

b. Studi Pustaka

Metode ini di lakukan untuk mencari dan mendapatkan sumber-sumber kajian. Landasan teori yang mendukung, data-data, atau informasi sebagai acuan dalam melakukan perencanaan, percobaan, pembuatan, dan penyusunan laporan.

c. Wawancara

Melakukan kegiatan tanya jawab dengan Supervisor Security CV.Mandiri Baokah yaitu Rina Anggraini yang berperan sebagai stakeholder pada penelitian ini, guna memperoleh informasi agar data yang diperoleh lebih akurat. Dari hasil wawancara dengan stakeholder, stakeholder menginginkan sistem keamanan yang lebih efisian, efektif dengan estimasi biaya yang murah.

Metode Analisa

Pada metode ini penulis menganalisa suatu sistem pemantauan melalui Arduino uno apakah kekurangan dari sistem tersebut. Pada sistem sekarang pengamanan masih kurang efektif.

Metode Perancangan

Dalam melakukan perancangan penulis menggunakan metode Sistem Flowchart dimana tahap demi tahap proses pembuatan prtotype pengontrolan keamanan kendaraan roda empat menggunakan remote transmitter pada CV.MANDIRI BAROKAH.

Metode Prototype

Prototype yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah pendekatan evolutionary, di mana penulis melakukan pengembangan terhadap motor DC secara terkontrol melalui media RF Remote Module Wireless.

Skematik Penulisan

Untuk memahami lebih jelas tentang penulisan SKRIPSI ini, maka penulis mengelompokan materi penulisan menjadi beberapa bab yang yang masing-masing saling berkaitan antara bab satu dengan yang lainya, sehingga menjadi kesatuan yang utuh, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang uraian latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Berisi tentang uraian mengenai teori-teori dasar yang akan mendukung pembahasan masalah yang berkaitan dengan judul penelitian.

BAB III PEMBAHASAN

Berisi tentang cara kerja Prototype System Keamanan tersembunyi pada Kendaraaan roda empat menggunakan Remote Module Transmitter Berbasis Arduino Uno.

BAB IV UJI COBA DAN ANALISA

Menjelaskan uji coba rangkaian dan analisa “Prototype Sistem Keaman Tersembunyi pada Kendaraan Roda Empat Menggunakan Module Transmitter berbasis Arduino Uno Pada CV. MANDIRI BAROKAH”.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran dari pembuatan alat dan laporan sebagai upaya untuk perbaikan kedepan.


BAB II

LANDASAN TEORI

Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal-hal atau teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai landasan dalam pembuatan laporan ini.

Teori Umum

Teori – Teori umum yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Konsep Dasar Sistem

2. Konsep Dasar Pengontrolan

3. Konsep Dasar Flowchart

Konsep Dasar Sistem

1. Definisi Sistem

Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem atau bagian dari sistem-sistem. Komponen atau subsistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri sendiri, melainkan saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Ada banyak definisi mengenai sistem diantaranya adalah:

Menurut Sutarman (2012:13), “Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama”.

Menurut Taufiq (2013:2),“Sistem adalah kumpulan dari sub-sub sistem abstrak maupun fisik yang saling terintegrasi dan berkolaborasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.

Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran/tujuan tertentu.

2. Klasifikasi Sistem

Menurut Sutabri (2012:15) sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang. Klasifikasi tersebut di antaranya: sistem abstrak, sistem fisik, sistem tertentu, sistem tak tentu, sistem tertutup, dan sistem terbuka.

1. Sistem Abstrak (Abstract System)

Sistem abstrak merupakan adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem yang berisi gagasan tentang hubungan manusia dengan Tuhan.

2. Sistem Fisik (Physical System)

Sistem Fiksi adalah sistem yang ada secara fisik. Contohnya sistem komputerisasi, sistem akuntansi, siste produksi, sistem pendidikan, sistem sekolah, dan lain sebagainya.

3. Sistem Tertentu (Deterministic System)

Sistem Tertentu adalah sistem dengan operasi tingkah laku yang dapat diprediksi, interaksi antara bagian dapat di deteksi dengan pasti sehingga keluaranya dapat diramalkan.

4. Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)

Sistem Tak Tertentu adalah suatu sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsure probabilitas.

5. Sistem Tertutup (Closed System)

Sistem Tertutup adalah sistem yang tidak dapat bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingungan. Sistem ini tidak berintraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan.

6. Sistem Terbuka (Open System)

lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan. Contohnya sistem perdagangan.

Menurut Sutabri (2012:13), sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2. Batas Sistem (Boundary System)

Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment System)

Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem.Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem tersebut.

4. Penghubung Sistem (Interface System)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

5. Masukan Sistem (Input System)

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

6. Pengolahan Sistem (Processing System)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

7. Keluaran Sistem (Output System)

Hasil energi diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsitem lain.

8. Sasaran Sistem (Objective) dan Tujuan (Goals)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.


Gambar.2.1 Karakteristik Sistem

4. Pengertian Sistem Komputer

Pengertian Sistem Komputer adalah suatu jaringan elektronik yang terdiri dari Software dan Hardware yang melakukan tugas tertentu (menerima input, memproses input, menyimpan perintah-perintah, dan menyediakan output dalam bentuk informasi). Selain itu dapat pula diartikan sebagai elemen-elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktivitas dengan menggunakan komputer. Jika Anda tertarik untuk memperdalam masalah tersebut, maka jurusan yang sangat cocok untuk Anda adalah jurusan sistem komputer.

Komputer dapat membantu manusia dalam pekerjaan sehari-harinya, pekerjaan itu seperti: pengolahan kata, pengolahan angka, dan pengolahan gambar.

Elemen sistem komputer terdiri dari manusianya (brainware), perangkat lunak (software), set instruksi (instruction set), dan perangkat keras (hardware). Dengan demikian komponen tersebut merupakan elemen yang terlibat dalam suatu sistem komputer. Tentu saja hardware tidak berarti apa-apa jika tidak ada salah satu dari dua lainnya (software dan brainware).

a. Komponen Sistem Komputer

Komponen sistem komputer terdiri dari central processing unit (CPU), module memory, slot tambahan (expansion slot) dan sirkuit elektronik seperti kartu yang menempati expansion slot dimana semua perangkat tersebut terpasang di dalam papan utama (main board) bersama dengan disk drive, kipas dan power supply. Semua perangkat di luar sistem unit seperti monitor, keyboard, mouse dan sebagainya secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan unit sistem membantu kinerja unit sistem. Selain membantu kinerja unit sistem, komponen ini juga bisa membantu sistem operasi untuk berjalan secara normal dan stabil.

Bagian-bagian dari Unit Sistem

1. Bagian Depan Unit Sistem

Bagian depan dari unit sistem biasanya ditempati oleh tempat drive yang dapat dipergunakan dari depan, internal driver seperti hard disk drive yang terinstall secara internal di dalam slot tempat kosong dan sebagainya. Biasanya unit sistem memiliki tipe dan style yang beragam tergantung dari kebutuhan penggunaan hardware yang akan menempatinya. Pengertian unit sistem secara umum disamakan juga dengan “casing” komputer walaupun sebenarnya tidak benar.

2. Motherboard

Motherboard adalah sebuah papan integrasi dimana terdapat kumpulan chip yang mengatur segala kegiatan dalam PC dan terdapat satu chip utama yang dinamakan microprocessor (biasa disebut processor saja). Motherboard dibagi menjadi lima daerah fungsional yakni sub sistem processor dan chip pendukungnya, sub sistem ROM, sub sistem RAM, adaptor terintegrasi I/O (Input/Output) dan I/O yang meliputi slot ekspansi. Chip-chip tersebut disusun secara vertikal dengan pin 1 terletak di kiri atas. Masing-masing komponen ditandai dengan kode identifikasi dari printed circuit board dan memberi nomor lokasi chip dalam penambahan order dari kiri ke kanan serta dari atas ke bawah sehingga memungkinkan secara cepat dapat menempatkan IC pada board. Generasi dari motherboard dibedakan berdasarkan atas kecepatan transfer data dalam satuan bit (Binary Digit). Generasi pertama memiliki kecepatan 8 bit kemudian muncul generasi 16 bit serta 32 bit.

3. BIOS

BIOS merupakan kepanjangan dari Basic Input Output System dan bentuk aplikasi paling rendah di dalam komputer untuk mengintegrasikan kinerja antar hardware dan sistem operasinya. Chip BIOS mudah dikenali, umumnya berada di permukaan chip BIOS diberi stiker yang menyatakan merk BIOS seperti AMI atau AWARD. Untuk komputer lama yang belum menggunakan bus PCI sehingga BIOS dipasang permanen pada motherboard. Saat ini sebagian besar motherboard sudah menggunakan Flash BIOS dimana isi dari BIOS dapat diganti. BIOS jenis ini merupakan ROM dengan tipe EEPROM (Electrically Erasable Read Only Memory). Beberapa chip ROM yang bukan EEPROM menghapusnya bukan dengan listrik tetapi dengan sinar UV sehingga chip ini diberi satu jendela kecil pada permukaan chip. Stiker penutup jendela digunakan untuk melindungi chip ini dari sengatan sinar matahari. Untuk melepas BIOS harus hati-hati agar pin tidak ada yang bengkok atau patah. Gunakan obeng kecil untuk membantu mengangkatnya.

4. Processor

Processor Merupakan bagian utama yang menjadi otak dari PC. Pada bagian ini semua kegiatan dalam PC dikontrol sehingga disebut sebagai Central Processing Unit (CPU). Processor terletak pada motherboard dengan ciri satu chip yang paling besar dan umumnya selalu diberi fan kecil yang berfungsi sebagai pendingin. Generasi processor antara lain : 286, 386 (SX, DX), 486 (SX, DX, DX2, DX4), Pentium (60, 75, 90, 100, 120, 133, 166, 180, 200, 233) biasa disebut Super AT, Pentium Pro untuk Server jaringan (150,180,200), Pentium Multi Media Extended (133, 166, 200, 233), Power AT yaitu generasi Pentium II MMX (Celeron,300, 333, 350, 400, 450), Pentium III (400, 450, 500, 600) dan generasi terbaru lainnya. Angka-angka yang mengikuti jenis processor menunjukkan kecepatan transfer data dalam satuan MHz atau GHz.

5. Memory

Merupakan bagian penting pada setiap sistem PC. Fungsi memory adalah sebagai terminal data dimana data yang dikirim dari dan ke processor terlebih dahulu disimpan dalam memory. Ada dua jenis memory yaitu ROM (Read Only Memory) dan RAM (Random Access Memory). ROM merupakan chip yang hanya dapat dibaca dan tak dapat ditulis. Data-data dalam ROM adalah data yang pre-programmed (telah diprogram oleh vendor) sebelum dipasang. ROM ini biasanya digunakan dalam BIOS komputer.

6. Cache Memory

Ada dua tipe bentuk chip cache memory yaitu cache memory yang terdiri dari beberapa chip atau IC pada soket khusus dengan besar 256 Kb dan untuk meng-upgrade menjadi 512 Kb ditambahkan chip yang terpasang pada slot khusus. Sedangkan yang kedua adalah cache memory yang terpasang pada 2 chip melekat pada motherboard dengan ukuran 512 Kb. Chip yang sering dipakai adalah merk Tech dan Winbond. Fungsi dari Cache memory adalah bertindak sebagai buffer dari memory (RAM) sehingga proses transfer data dapat berlangsung lebih cepat dimana tidak sampai terjadi antrian panjang data pada RAM.

7. Expansion Slot dan Expansion Card

Expansion slots adalah sockets yang dipergunakan untuk melakukan koneksi secara langsung ke dalam electrical bus dan dapat ditambahkan sebagai circuit board di dalam motherboard. Jenis Expansion Cards diantaranya adalah Video Cards, Sound Cards, Modem Cards, Network Interface Cards (NIC). Laptops and portable computer biasanya memiliki PC Cards sendiri, yaitu credit-card yang tipis yang dipergunakan untuk menambahkan memory, disk drives dan sebagainya. Beberapa slot yang bisa dipergunakan untuk menghubungkan dengan perangkat tambahan diantaranya Peripheral Component Interconnect (PCI), Accelerated Graphics Port (AGP), Industry Standard Architecture (ISA), Universal Serial Bus (USB), Small Computer System Interface (SCSI) dan Integrated Drive Electronics (IDE).

8. Port

Port adalah soket yang dapat dipergunakan untuk menempelkan perangkat dengan konektornya untuk bisa berhubungan dengan motherboard dimana perangkat keras tersebut tergantung dari perubahan teknologi yang berkembang. Biasanya ports dapat ditemukan pada belakang dari sebuah unit sistem namun atau juga terdapat di depannya.

1. CISC dan RISC

1. CISC (Complex Instructions Set Computer).

Definisi CISC

CISC adalah Complex instruction-set computing atau Complex Instruction-Set Computer (CISC; “Kumpulan instruksi komputasi kompleks”) adalah sebuah arsitektur dari set instruksi dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memory, operasi aritmetika, dan penyimpanan ke dalam memory, semuanya sekaligus hanya di dalam sebuah instruksi. Karakteristik CISC dapat dikatakan bertolak-belakang dengan RISC.

2. RISC (Reduce Instructions Set Computer)

DEFINISI RISC

RISC, yang jika diterjemahkan berarti “Komputasi Kumpulan Instruksi yang Disederhanakan”, merupakan sebuah arsitektur komputer atau arsitektur komputasi modern dengan instruksi-instruksi dan jenis eksekusi yang paling sederhana. Arsitektur ini digunakan pada komputer dengan kinerja tinggi, seperti komputer vektor. Selain digunakan dalam komputer vektor, desain ini juga diimplementasikan pada prosesor komputer lain, seperti pada beberapa mikroprosesor Intel 960, Itanium (IA64) dari Intel Corporation, Alpha AXP dari DEC, R4x00 dari MIPS Corporation, PowerPC dan Arsitektur POWER dari International Business Machine. Selain itu, RISC juga umum dipakai pada Advanced RISC Machine (ARM) dan StrongARM (termasuk di antaranya adalah Intel XScale), SPARC dan UltraSPARC dari Sun Microsystems, serta PA-RISC dari Hewlett-Packard.

Contoh-contoh RISC dan CISC:

- RISC :

1. Komputer vektor

2. Mikroprosesor Intel 960

3. Itanium (IA64) dari Intel Corporation

4. Power PC dari International Business Machine, dll.

- CISC :

1. Prosesor system/360

2. Prosesor VAX

3. Prosesor PDP-11

4. CPU AMD

5. Intel x86, dll.

Perbedaan CISC dan RISC

A. CISC ( Complex Instruction Set Computing )

Complex Instruction Set Computing (CISC) atau kumpulan instruksi komputasi kompleks. Adalah suatu arsitektur komputer dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memori (load), operasi aritmatika, dan penyimpanan ke dalam memori (store) yang saling bekerja sama.

Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu instruksi cukup dengan beberapa baris bahasa mesin yang relatif pendek sehingga implikasinya hanya sedikit saja RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. Arsitektur CISC menekankan pada perangkat keras karena filosofi dari arsitektur CISC yaitu bagaimana memindahkan kerumitan perangkat lunak ke dalam perangkat keras.

o Karakteristik CISC

Sarat informasi memberikan keuntungan di mana ukuran program-program yang dihasilkan akan menjadi relatif lebih kecil, dan penggunaan memory akan semakin berkurang. Karena CISC inilah biaya pembuatan komputer pada saat itu (tahun 1960) menjadi jauh lebih hemat.

Dimaksudkan untuk meminimumkan jumlah perintah yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan. (Jumlah perintah sedikit tetapi rumit) Konsep CISC menjadikan mesin mudah untuk diprogram dalam bahasa rakitan

- Ciri-ciri

• Jumlah instruksi banyak

• Banyak terdapat perintah bahasa mesin

• Instruksi lebih kompleks

• Pengaplikasian CISC yaitu pada AMD dan Intel

B. RISC (Reduced Instruction Set Computer)

RISC singkatan dari Reduced Instruction Set Computer. Merupakan bagian dari arsitektur mikroprosessor, berbentuk kecil dan berfungsi untuk negeset istruksi dalam komunikasi diantara arsitektur yang lainnya.

o Sejarah RISC

Proyek RISC pertama dibuat oleh IBM, stanford dan UC –Berkeley pada akhir tahun 70 dan awal tahun 80an. IBM 801, Stanford MIPS, dan Barkeley RISC 1 dan 2 dibuat dengan konsep yang sama sehingga dikenal sebagai RISC.

RISC mempunyai karakteristik :

o One cycle execution time : satu putaran eksekusi. Prosessor RISC mempunyai CPI (clock per instruction) atau waktu per instruksi untuk setiap putaran. Hal ini dimaksud untuk mengoptimalkan setiap instruksi pada CPU.

o Pipelining : adalah sebuah teknik yang memungkinkan dapat melakukan eksekusi secara simultan.Sehingga proses instruksi lebih efiisien

o Large number of registers: Jumlah register yang sangat banyak. RISC di Desain dimaksudkan untuk dapat menampung jumlah register yang sangat banyak untuk mengantisipasi agar tidak terjadi interaksi yang berlebih dengan memory.

o Ciri-ciri

• Instruksi berukuran tunggal

• Ukuran yang umum adalah 4 byte

• jumlah pengalamatan data sedikit.

• Tidak terdapat pengalamatan tak langsung

• Tidak terdapat operasi yang menggabungkan operasi load/store dengan operasi aritmatika.

• Tidak terdapat lebih dari satu operand beralamat memori per instruksi

• Tidak mendukung perataan sembarang bagi data untuk operasi load/ store.

• Jumlah maksimum pemakaian memori manajemen bagi suatu alamat data adalah sebuah instruksi.

Konsep Dasar Pengontrolan

1. Definisi Pengeontrolan

Menurut Erinofiradi (2012:261), “Suatu system control otomatis dalam suatu proses kerja berfungsi mengendalikan proses tanpa adanya campur tangan manusia (otomatis).

Kontrol otomatis memounyai peran penting dalam dunia industri modern saat ini. Seiring perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, system, control otomatis telah mendorong manusia untuk berusaha mengatasi segala permasalah yang timbul di sekitarnya dengan cara yang lebih mudah, efisien dan efektif. Adanya kontrol otomatis secara tidak langsung dapat menggantikan peran manusia dalam meringankan segala aktifitasnya.

Berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pengontrolan beraasal dari kata kontrol. Kontrol sama dengan pengawasan, pemeriksaan dan pengendalian. Pada industri besar dan modern sangat memerlukan tenaga ahli perancangan system pengendali dan perancangan desain sistem pengendalian yang menuntut kecepatan dan ketelitian yang tinggi dengan hasil output yang optimal. Dalam sistem pengendali kita mengenal adanya sistem pengendali Loop Terbuka ( Open-loop Control System ) dan sistem pengendalian Loop tertutup ( Closed-loop Control System ).

2. Jenis – Jenis Pengontrolan

A. Sistem Kontrol Loop Terbuka

Menurut Erinofiardi (2012:2610) sistem kontrol terbuka adalah “suatu sistem kontrol yang keluarannya tidak berpegaruh terhadap aksi pengontrolan” dengan demikian pada sistem pengontrolan ini, nilai keluaran tidak di umpan-balikkan ke parameter pengendalian.

Gambar 2.2. Sistem Pengendali Loop terbuka

Gambar diagram blok diats menggambarkan bahwa didalam sistem tersebut tidak ada proses umpan balik untuk memperbaiki keadaan alat terkendali jika terjadi kesalahan. Jadi tugas dari elemen pengendali hanyalah memproses sinyal masukan kemudian mengirimnya kev alat terkendali.

B. Sistem Kontrol Loop Tertutup

Menurut Erinofiardi (2012:261) sistem loop tertutup adalah “suatun sistem kontrol yang sinyal keluaran memiliki pengaruh langsung terhadap aksi pengendalian yang dilakukan”

Yang menjadi cirri dari sistem pengendali tertutup adalah adanya sinyal umpan balik. Sinyal umpan balik merupakan sinyal keluaran atau suatu fungsi keluaran dan turunannya, yang diumpamakan ke elemen kendali yang memperkecil kesalahan dalam membuat keluaran sistem mendekati hasil yang diinginkan.

Gambar 2.3. sistem pengendalian loop tertutup

Gambar diatas menyatakan hubungan antara masukan dan keluaran dari suatu sistem tertutup. Sinyal input yangsudah dibandingkan dengan sinyal umpan balik menghasilkan sinya selisi atau sinyal kesalahan yang akan dikirimkan ke elemen dalam elemen pengendali sehingga kemudian menghasilkan sebuah sinyal keluaran yang akan dikirim ke alat terkendali.

Sinyal input berupa masukan refrensi yangakan menentukan suatu nilai yang diharapkan bagi sistem yang dikendalikan tersebut. Dalam berbagai sustem pengendalian, sinyal dihasilkanoleh mikrokontroller.

Konsep Dasar Flowchart

1. Definisi Flowchart

Menurut Sulindawati (2010:8), "Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan-urutan prosedur dari suatu program".

Menurut Adelia (2011:116), "Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program".

Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan Flowchart adalah bentuk gambar/diagram yang mempunyai aliran satu atau dua arah secara sekuensial. Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan di evaluasi lebih lanjut. Bila seorang analisi dan programmer akan membuat flowchart, ada beberapa petunjuk yang harus diperhatikan.

2. Cara Membuat Flowchart

Menurut Sulindawati (2010:8), Ada beberapa petunjuk dalam pembuatan Flowchart, yaitu:

1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan kiri ke kanan.

2. Aktifitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.

3. Kapan aktifitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas.

4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja.

5. Setiap langkah dari aktifitas harus berada pada urutan yang benar.

6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hati-hati.

7. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar.

3. Jenis-Jenis Flowchart

Ada lima macam bagan alir yang akan dibahas di modul ini, yaitu sebagai berikut : Sulindawati (2010:8)

1. Bagan Alir Sistem (System Flowchart)

Merupakan bagan yang menunjukkan alur kerja atau apa yang sedang dikerjakan di dalam system secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada dalam sistem.

Gambar 2.4. Bagan Alir Sistem (System Flowcharts)


2. Bagan Alir Dokumen (Document Flowchart)

Menelusuri alur dari data yang ditulis melalui sistem. Fungsi utamanya untuk menelusuri alur form dan laporan sistem dari satu bagian ke bagian yang lain.


Gambar 2.5. Bagan Alir Dokumen (Document Flowchart)


3. Bagan Alir Skematik (Schematic Flowchart)

Mirip dengan Flowchart sistem yang menggambarkan suatu sistem atau prosedur.


Gambar 2.6. Bagan Alir Skematik (Schematic Flowchart)


4. Bagan Alir Program (Program Flowchart)

Merupakan keterangan yang lebih rinci tentang bagaimana setiap langkah program atau prosedur dilaksanakan.


Gambar 2.7. Bagan Alir Program (ProgramFlow Chart)


5. Bagan Alir Proses (Process Flowchart)

Merupakan teknik penggambaran rekayasa industrial yang memecah dan menganalisis langkah selanjutnya dari sebuah sistem.


Gambar 2.8. Bagan Alir Proses (Process Flowchart)

Gambar 2.9. Contoh Variasi Aplikasi Flowchart


Konsep Dasar Pengujian

1. Definisi Pengujian

Menurut Rizky (2011:237), “Testing adalah sebuah proses yang diejawantahkan sebagai siklus hidup dan merupakan bagian dari proses rekayasa perangkat lunak secara terintegrasi demi memastikan kualitas dari perangkat lunak serta memenuhi kebutuhan teknis yang telah disepakati dari awal.

Menurut Simarmata (2010:301) [10], “Pengujian adalah proses eksekusi suatu program untuk menemukan kesalahan dan segala kemungkinan yang akan menimbulkan kesalahan sesuai dengan spesifikasi perangkat lunak yang telah ditentukan sebelum aplikasi tersebut diserahkan kepada pelanggan.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengujian adalah prose terhadap aplikai yang saling terintegrasi guna untuk menemukan kesalahan dan segala kemungkinan yang akan menimbulkan kesalahan.

Secara teoritis, testing dapat dilakukan dengan berbagai jenis tipe dan teknik. Namun secara garis besar, terdapat dua jenis tipe testing yang paling umum digunakan di dalam lingkup rekayasa perangkat lunak. Dua jenis tersebut adalah Black box dan White box testing.

2. Definisi Black Box

Menurut Simanjuntak, dkk (2010:1), black box pengujian adalah metode pengujian perangkat lunak yang tes fungsionalitas dari aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau kerja (lihat pengujian white-box). pengetahuan khusus dari kode aplikasi / struktur internal dan pengetahuan pemrograman pada umumnya tidak diperlukan. Uji kasus dibangun di sekitar spesifikasi dan persyaratan, yakni, aplikasi apa yang seharusnya dilakukan.

Menurut Shiddiq (2012:4), “Pengujian black box adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar.

Menurut Budiman (2012:4), Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak diuji apakah telah sesuai dengan yang diharapkan.

Dari ketiga definisi di atas dapat disimpulkan bahwa metode pengujian Black Box digunakan untuk menguji sistem dari segi user yang dititik beratkan pada pengujian kinerja, spesifikasi dan antarmuka sistem tersebut tanpa menguji kode program yang ada.

Black Box Testing tidak membutuhkan pengetahuan mengenai, alur internal (internal path), struktur atau implementasi dari software under test (SUT). Karena itu uji coba Black Box memungkinkan pengembang software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih seluruh syarat-syarat fungsional suatu program.

Uji coba Black Box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya:

1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang.

2. Kesalahan interface

3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal

4. Kesalahan performa

5. kesalahan inisialisasi dan terminasi

Uji coba Black Box diaplikasikan dibeberapa tahapan berikutnya. Karena uji coba Black Box dengan sengaja mengabaikan struktur kontrol, sehingga perhatiannya difokuskan pada informasi domain. Uji coba didesain untuk dapat menjawab pertanyaan pertanyaan berikut:

1. Bagaimana validitas fungsionalnya diuji?

2. Jenis input seperti apa yang akan menghasilkan kasus uji yang baik?2. Jenis input seperti apa yang akan menghasilkan kasus uji yang baik?

3. Apakah sistem secara khusus sensitif terhadap nilai input tertentu?

4. Bagaimana batasan-batasan kelas data diisolasi?

5. Berapa rasio data dan jumlah data yang dapat ditoleransi oleh sistem?

6. Apa akibat yang akan timbul dari kombinasi spesifik data pada operasi sistem?

Sehingga dalam uji coba Black Box harus melewati beberapa proses sebagai berikut:

1. Menganalisis kebutuhan dan spesifikasi dari perangkat lunak.

2. Pemilihan jenis input yang memungkinkan menghasilkan output benar serta jenis input yang memungkinkan output salah pada perangkat lunak yang sedang diuji.

3. Menentukan output untuk suatu jenis input.

4. Pengujian dilakukan dengan input-input yang telah benar-benar diseleksi.

5. Melakukan pengujian.

6. Pembandingan output yang dihasilkan dengan output yang diharapkan.

7. Menentukan fungsionalitas yang seharusnya ada pada perangkat lunak yang sedang diuji.

3. Metode Pengujian dalam Black Box

Ada beberapa macam metode pengujian Black Box, berikut diantaranya:

a. Equivalence Partioning

Equivalence Partioning merupakan metode uji coba Black Box yang membagi domain input dari program menjadi beberapa kelas data dari kasus uji coba yang dihasilkan. Kasus uji penanganan single yang ideal menemukan sejumlah kesalahan (misalnya: kesalahan pemrosesan dari seluruh data karakter) yang merupakan syarat lain dari suatu kasus yang dieksekusi sebelum kesalahan umum diamati.

b. Boundary Value Analysis

Sejumlah besar kesalahan cenderung terjadi dalam batasan domain input dari pada nilai tengah. Untuk alasan ini boundary value analysis (BVA) dibuat sebagai teknik uji coba. BVA mengarahkan pada pemilihan kasus uji yang melatih nilai-nilai batas. BVA merupakan desain teknik kasus uji yang melengkapi Equivalence partitioning. Dari pada memfokuskan hanya pada kondisi input, BVA juga menghasilkan kasus uji dari domain output.

c. Cause-Effect Graphing Techniques

Cause-Effect Graphing merupakan desain teknik kasus uji coba yang menyediakan representasi singkat mengenai kondisi logikal dan aksi yang berhubungan. Tekniknya mengikuti 4 tahapan berikut:

1. Causes (kondisi input), dan Effects (aksi) didaftarkan untuk modul dan identifier yang dtujukan untuk masing-masing.

2. Pembuatan grafik Causes-Effect graph.

3. Grafik dikonversikan kedalam tabel keputusan.

4. Aturan tabel keputusan dikonversikan kedalam kasus uji.

d. Comparison Testing

Dalam beberapa situasi (seperti: aircraft avionic, nuclear Power plant control) dimana keandalan suatu software amat kritis, beberapa aplikasi sering menggunakan software dan hardware ganda (redundant). Ketika software redundant dibuat, tim pengembangan software lainnya membangun versi independent dari aplikasi dengan menggunakan spesifikasi yang sama. Setiap versi dapat diuji dengan data uji yang sama untuk memastikan seluruhnya menyediakan output yang sama. Kemudian seluruh versi dieksekusi secara parallel dengan perbandingan hasil real-time untuk memastikan konsistensi. Dianjurkan bahwa versi independent suatu software untuk aplikasi yang amat kritis harus dibuat, walaupun nantinya hanya satu versi saja yang akan digunakan dalam sistem. Versi independent ini merupakan basis dari teknik Black Box Testing yang disebut Comparison Testing atau back-to-back Testing.

e. Sample and Robustness Testing

1. Sample Testing

Melibatkan beberapa nilai yang terpilih dari sebuah kelas ekivalen, seperti Mengintegrasikan nilai pada kasus uji. Nilai-nilai yang terpilih mungkin dipilih dengan urutan tertentu atau interval tertentu.

2. Robustness Testing

Pengujian ketahanan (Robustness Testing) adalah metodologi jaminan mutu difokuskan pada pengujian ketahanan perangkat lunak. Pengujian ketahanan juga digunakan untuk menggambarkan proses verifikasi kekokohan (yaitu kebenaran) kasus uji dalam proses pengujian.

f. Behavior Testing dan Performance Testing

1. Behavior Testing

Hasil uji tidak dapat dievaluasi jika hanya melakukan pengujian sekali, tapi dapat dievaluasi jika pengujian dilakukan beberapa kali, misalnya pada pengujian struktur data stack.

2. Performance Testing

Digunakan untuk mengevaluasi kemampuan program untuk beroperasi dengan benar dipandang dari sisi acuan kebutuhan. Misalnya: aliran data, ukuran pemakaian memori, kecepatan eksekusi, dll. Selain itu juga digunakan untuk mencari tahu beban kerja atau kondisi konfigurasi program. Spesifikasi mengenai performansi didefinisikan pada saat tahap spesifikasi atau desain. Dapat digunakan untuk menguji batasan lingkungan program.

g. Requirement Testing

Spesifikasi kebutuhan yang terasosiasi dengan perangkat lunak (input/output/fungsi/performansi) diidentifikasi pada tahap spesifikasi kebutuhan dan desain.

1. Requirement Testing melibatkan pembuatan kasus uji untuk setiap spesifikasi kebutuhan yang terkait dengan program.

2. Untuk memfasilitasinya, setiap spesifikasi kebutuhan bisa ditelusuri dengan kasus uji dengan menggunakan traceability matrix.

h. Endurance Testing

Endurance Testing melibatkan kasus uji yang diulang-ulang dengan jumlah tertentu dengan tujuan untuk mengevaluasi program apakah sesuai dengan spesifikasi kebutuhan. Contoh: Untuk menguji keakuratan operasi matematika (floating point, rounding off, dll), untuk menguji manajemen sumber daya sistem (resources) (pembebasan sumber daya yang tidak benar, dll), input/output (jika menggunakan framework untuk memvalidasi bagian input dan output). Spesifikasi kebutuhan pengujian didefinisikan pada tahap spesifikasi kebutuhan atau desain.

4. Kelebihan dan Kelemahan Black Box

Dalam uji coba Black Box terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan. Berikut adalah keunggulan dan kelemahannya:


Tabel 2.1. Kelebihan dan Kelemahan Black Box


5. Definisi White Box

Menurut Archarya (2013)[14], White box testing is testing beyond the user interface and into the nitty-gritty of a system. This method is named so because the software program, in the eyes of the tester, is like a white/transparent box; inside which one clearly sees. White Box Testing is contrasted with Black Box Testing.

(White Box adalah pengujian di luar antarmuka pengguna dan menjadi intisari dari sistem. Metode ini dinamakan demikian karena program perangkat lunak, di mata tester, seperti kotak putih / transparan; dalam yang satu jelas melihat. Pengujian White Box adalah kontras dengan Black Box Testing).

Keuntungan pengujian White Box :

1. Peningkatan Efektivitas : silang keputusan desain dan asumsi terhadap kode sumber dapat menguraikan kuat.

2. Desain, tapi pelaksanaannya mungkin tidak sejajar dengan maksud desain.

3. Kode penuh Pathway Mampu : semua jalur kode yang mungkin dapat diuji termasuk penanganan error, dependensi, dan tambahan kode logika / aliran intern.

4. Awal Cacat Identifikasi : Menganalisis kode sumber dan mengembangkan tes berdasarkan rincian pelaksanaan memungkinkan.

5. penguji untuk menemukan kesalahan pemrograman dengan cepat.

6. Mengungkapkan Kode Tersembunyi Cacat : akses modul program.

7. Tidak ada Waiting : Pengujian dapat dimulai pada tahap awal. Satu tidak perlu menunggu GUI akan tersedia).

Menurut Rizky (2011:262) [13], “White Box Testing secara umum merupakan jenis testing yang lebih berkonsentrasi terhadap isi dari perangkat lunak itu sendiri. Jenis ini lebih banyak berkonsentrasi kepada source code dari perangkat lunak yang dibuat.

1. Decision (Branch) Coverage

Sesuai dengan namanya, teknik testing ini fokus terhadap hasil dari tiap skenario yang dijalankan terhadap bagian perangkat lunak yang mengandung percabangan (if...then...else).

2. Condition Coverage

Teknik ini hampir mirip dengan teknik yang pertama, tetapi dijalankan terhadap percabangan yang dianggap kompleks atau percabangan majemuk. Hal ini biasanya dilakukan jika dalam sebuah perangkat lunak memiliki banyak kondisi yang dijalankan dalam satu proses sekaligus.

3. Path Analysis

Merupakan teknik testing yang berusaha menjalankan kondisi yang ada dalam perangkat lunak serta berusaha mengoreksi apakah kondisi yang dijalankan telah sesuai dengan alur diagram yang terdapat dalam proses perancangan.

4. Executive Time

Pada teknik ini, perangkat lunak berusaha dijalankan atau dieksekusi kemudian dilakukan pengukuran waktu pada saat input dimasukkan hingga output dikeluarkan. Waktu eksekusi yang dihasilkan kemudian dijadikan bahan evaluasi dan dianalisa lebih lanjut untuk melihat apakah perangkat lunak telah berjalan sesuai dengan kondisi yang dimaksud oleh tester.

5. Algorithm Analysis

Teknik ini umumnya jarang dilakukan jika perangkat lunak yang dibuat berjenis sistem informasi. Sebab teknik ini membutuhkan kemampuan matematis yang cukup tinggi dari para tester, karena di dalamnya berusaha melakukan analisa terhadap algoritma yang diimplementasikan pada perangkat lunak tersebut.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengujian white box adalah suatu pengujian di luar antarmuka pengguna dan menjadi intisari dari sistem, dengan seperti pengujian dapat diketahui secara cepat.

Teori Khusus

Definisi Mikrokontroler

Menurut Sumardi (2013:1), “mikrokontroler merupakan suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler adalah sebuah sistem mikroprosesor dalam chip tunggal yang dimana didalam nya terdapat CPU, ROM, RAM, I/O, Clock dan peralatan internal lainnya, dan juga mempunyai masukan da keluaran serta kendali yang difungsikan untuk membaca data, dan dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus.

1. Karakteristik Mikrokontroler

Menurut Sumardi (2013:2), mikrokontroler memiliki karakteristik sebagai berikut :

a. Memiliki program khusus yang disimpan didalam memori untuk aplikasi tertentu, tidak seperti PC yang multifungsi karena mudahnya masukan program. Program mikrokontroler relatif lebih kecil dari pada program-program pada PC.

b. Konsumsi daya lebih kecil.

c. Rangkaiannya lebih sederhana dan kompak.

d. Harganya murah, karena komponennya sedikit.

e. Unit I/O yang sederhana, misalnya LCD, LED, Latch.

f. Lebih tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrim, misalanya temperature tekanan, kelembaban, dan sebagainya.

g. Klasifikasi mikrokontroler

Mirokontroler memiliki beberapa klasifikasi yaitu sebagai berikut :

1. ROM (Flash Memory) dengan kapsitas 1024 byte (1KB).

2. RAM berkapasitas 68 byte.

3. EEPROM (memori data) berkapsitas 64 byte.

4. Total 13 jalur I/O (Port B 8 bit).

5. Timer/Counter bbit dengan prescaler.

6. Fasilitas pemrograman di dalam sistem (ISCP = In Circuit Serial Programming).

2. Fitur-Fitiur Mikrokontroler

Menurut Malik dan Mohammad Unggul Juwana (2009:3), ada beberapa fitur yang pada umumnya ada dalam mikrokontroler adalah sebagai berikut :

1. RAM

RAM digunakan oleh mikrokontroler untuk tempat penyimpanan variable. Memori ini bersifat volatile yang artinya akan kehilangan semua data nya jika tidak mendapatkan catu daya.

2. ROM

ROM disebut sebgaia kode memori karena berfungsi untuk temat penyimpanan program yang akan diberikan oleh user.

3. Register

Register merupakan tempat penyimpanan nilai-nilai yangdigunakan dalam proses yang telah disediakan oleh mikrokontroler.

4. Special Function Register

Merupakan register khusus yang berfungsi untuk mengatur jalannya mikrokontroler dan register ini terletak di RAM.

5. Input dan Output Pin

pin input adalah bagian yang berfungsi sebagai penerima signal dari luar dan pin ini dihubungkan ke berbagai media inputan seperti keypad, sensor, keyboard, dan sebagainya. Pin Output adalah bagian yang berfungsi untuk mengeluarkan signal dari hasil proses algoritma mikrokontroler.

6. Interrupt.

Interrupt merupakan bagian dari mikrokontroler yang berfungsi sebagai bagian yang dapat melakukan intrupsi, sehingga ketak program sedang dijalankan, program tersebut dapat diinterupsikan terlebih dan menjalakan program interupsi terlebih dahulu.

Interrupt bagian dari mikrokontroler yang berfungsi sebagai bagian yang ‎dapat melakukan interupsi, sehingga ketika program utama sedang ‎berjalan, program utama tersebut dapat diinterupsi dan menjalankan ‎program interupsi terlebih dahulu. Adapun beberapa interrupt yang ‎terdapat pada mikrokontroler adalah sebagai berikut :

1. Interrupt Eksternal

Interrupt ini akan terjadi ketika ada inputan dari pin interrupt.

2. Interrupt Timer

Interrupt ini akan terjadi ketika waktu tertentu telah tercapai.

3. Interrupt Serial

Interrupt ini akan terjadi ketika ada penerima telah tercapai.

Konsep Dasar Arduino

1. Aduino

Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.

2. Sejarah Dan Perkembangan Arduino

Proyek ini berawal di Ivrea, Italia pada tahun 2005. Sekarang telah lebih dari 120.000 unit terjual. Pendirinya adalah Massimo Banzi dan David Cuartielles.Arduino dikembangkan oleh sebuah tim yang beranggotakan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Anggota inti dari tim ini adalah:

 Massimo Banzi Milano, Italy

 David Cuartielles Malmoe, Sweden

 Tom Igoe New York, US

 Gianluca Martino Torino, Italy

 David A. Mellis Boston, MA, USA

Profil mengenai anggota tim tersebut dan kontribusinya bisa diakses pada situs webhttp://www.arduino.cc/playground/Main/People.Saat ini komunitas Arduino berkembang dengan pesat dan dinamis di berbagai belahan dunia.Bermacam-macam kegiatan yang berkaitan dengan projek-projek Arduino bermunculan dimana-mana, termasuk di Indonesia.

Untuk memahami Arduino, terlebih dahulu kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan physical computing. Physical computing adalah membuat sebuah sistem atau perangkat fisik dengan menggunakan software dan hardware yang sifatnya interaktif yaitu dapat menerima rangsangan dari lingkungan dan merespon balik. Physical computing adalah sebuah konsep untuk memahami hubungan yang manusiawi antara lingkungan yang sifat alaminya adalah analog dengan dunia digital. Pada prakteknya konsep ini diaplikasikan dalam desaindesain alat atau projek-projek yang menggunakan sensor dan microcontroller untuk menerjemahkan input analog ke dalam sistem software untuk mengontrol gerakan alat-alat elektro-mekanik seperti lampu, motor dan sebagainya. Pembuatan prototype atau prototyping adalah kegiatan yang sangat penting di dalam proses physical computing karena pada tahap inilah seorang perancang melakukan eksperimen dan uji coba dari berbagai jenis komponen, ukuran, parameter, program komputer dan sebagainya berulang-ulang kali sampai diperoleh kombinasi yang paling tepat. Dalam hal ini perhitungan angka-angka dan rumus yang akurat bukanlah satu-satunya faktor yang menjadi kunci sukses di dalam mendesain sebuah alat karena ada banyak faktor eksternal yang turut berperan, sehingga proses mencoba dan menemukan/mengoreksi kesalahan perlu melibatkan hal-hal yang sifatnya non-eksakta. Prototyping adalah gabungan antara akurasi perhitungan dan seni. Proses prototyping bisa menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan atau menyebalkan, itu tergantung bagaimana kita melakukannya. Misalnya jika untuk mengganti sebuah komponen, merubah ukurannya atau merombak kerja sebuah prototype dibutuhkan usaha yang besar dan waktu yang lama, mungkin prototyping akan sangat melelahkan karena pekerjaan ini dapat dilakukan berulang-ulang sampai puluhan kali – bayangkan betapa frustasinya perancang yang harus melakukan itu. Idealnya sebuah prototype adalah sebuah sistem yang fleksibel dimana perancang bisa dengan mudah dan cepat melakukan perubahan-perubahan dan mencobanya lagi sehingga tenaga dan waktu tidak menjadi kendala berarti. Dengan demikian harus adasebuah alat pengembangan yang membuat proses prototyping menjadi mudah.

Pada masa lalu (dan masih terjadi hingga hari ini) bekerja dengan hardware berarti membuat rangkaian menggunakan berbagai komponen elektronik seperti resistor, kapasitor, transistordan sebagainya. Setiap komponen disambungkan secara fisik dengan kabel atau jalur tembagayang disebut dengan istilah “hard wired” sehingga untuk merubah rangkaian maka sambungan-sambungan itu harus diputuskan dan disambung kembali. Dengan hadirnya teknologi digital dan microprocessor fungsi yang sebelumnya dilakukan dengan hired wired digantikan dengan program-program software. Ini adalah sebuah revolusi di dalam proses prototyping. Software lebih mudah diubah dibandingkan hardware, dengan beberapa penekanan tombol kita dapat merubah logika alat secara radikal dan mencoba versi ke-dua, ke-tiga dan seterusnya dengan cepat tanpa harus mengubah pengkabelan dari rangkaian. Saat ini ada beberapa alat pengembangan prototype berbasis microcontroller yang cukup populer, misalnya:

 Arduino _ http://www.arduino.cc

 I-CubeX _ http://www.infusionsystems.com

 Arieh Robotics Project Junior _ http://www.arobotineveryhome.com

 Dwengo _ http://www.dwengo.org

 EmbeddedLab _ http://www.embedded.arch.ethz.ch

 GP3 _ http://www.awce.com/gp3.htm

Di antara sekian banyak alat pengembangan prototype, Arduino adalah salah satunya yangpaling banyak digunakan.Arduino dikatakan sebagai sebuah platform dari physical computing yang bersifat open source.Pertama-tama perlu dipahami bahwa kata “platform” di sini adalah sebuah pilihan kata yangtepat. Arduino tidak hanya sekedar sebuah alat pengembangan, tetapi ia adalah kombinasi darihardware, bahasa pemrograman dan Integrated Development Environment (IDE) yang canggih.

IDE adalah sebuah software yang sangat berperan untuk menulis program, meng-compilemenjadi kode biner dan meng-upload ke dalam memory microcontroller. Ada banyak projek danalat-alat dikembangkan oleh akademisi dan profesional dengan menggunakan Arduino, selainitu juga ada banyak modul-modul pendukung (sensor, tampilan, penggerak dan sebagainya) yang dibuat oleh pihak lain untuk bisa disambungkan dengan Arduino. Arduino berevolusi menjadi sebuah platform karena ia menjadi pilihan dan acuan bagi banyak praktisi.Salah satu yang membuat Arduino memikat hati banyak orang adalah karena sifatnya yang opensource, baik untuk hardware maupun software-nya. Diagram rangkaian elektronik Arduino digratiskan kepada semua orang. Anda bisa bebas men-download gambarnya, membeli komponen-komponennya, membuat PCB-nya dan merangkainya sendiri tanpa harus membayarkepada para pembuat Arduino. Sama halnya dengan IDE Arduino yang bisa di-download dandiinstal pada komputer secara gratis. Kita patut berterima kasih kepada tim Arduino yang sangat dermawan membagi-bagikan kemewahan hasil kerja keras mereka kepada semua orang. Saya pribadi betul-betul kagum dengan desain hardware, bahasa pemrograman dan IDE Arduino yang berkualitas tinggi dan sangat berkelas.Yang membuat Arduino dengan cepat diterima oleh orang-orangadalah karena:

 Murah, dibandingkan platform yang lain. Harga sebuah papan Arduino tipe Uno asli buatan Italia yang saya beli di tahun 2011 seharga Rp 290.000,-. Sebuah investasi yang sangat murah untuk berbagai keperluan projek. Harganya akan lebih murah lagi jika pengguna membuat papannya sendiri dan merangkai komponen-komponennya satu persatu.


Gambar 2.10. Arduino Uno


 Lintas platform, software Arduino dapat dijalankan pada system operasi Windows,Macintosh OSX dan Linux, sementara platform lain umumnya terbatas hanya padaWindows.

 Sangat mudah dipelajari dan digunakan. Processing adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk menulis program di dalam Arduino. Processing adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dialeknya sangat mirip dengan C++ dan Java, sehinggapengguna yang sudah terbiasa dengan kedua bahasa tersebut tidak akan menemui kesulitan dengan Processing. Bahasa pemrograman Processing sungguh-sungguh sangat memudahkan dan mempercepat pembuatan sebuah program karena bahasa ini sangat mudah dipelajari dan diaplikasikan dibandingkan bahasa pemrograman tingkat rendah seperti Assembler yang umum digunakan pada platform lain namun cukup sulit. Untuk mengenal Processing lebih lanjut, silakan mengunjungi situs web-nya dihttp://www.processing.org.

 Sistem yang terbuka, baik dari sisi hardware maupun software-nya.Sangat menarik ketika membuka kotak pembungkus papan Arduino terdapat tulisan bahwaArduino diperuntukan bagi seniman, perancang dan penemu. Sungguh membesarkan hati dan membangkitkan semangat bahwa penggunanya tidak harus teknisi berpengalaman atau ilmuwan berotak jenius. Anda tertarik untuk menjadi seniman digital?


Gambar 2.11 Motivasi Arduino Uno


1. Hardware > papan input/output (I/O)

2. Software >Software Arduino meliputi IDE untuk menulis program, driver untuk koneksi dengan komputer, contoh program dan library untuk pengembangan program.

Jenis - Jenis Papan Arduino

Saat ini ada bermacam-macam bentuk papan Arduino yang disesuaikan dengan peruntukannya seperti diperlihatkan berikut ini:

ARDUINO USB


Gambar 2.12. Arduino USB


Menggunakan USB sebagai antar muka pemrograman atau komunikasi komputer. Berikut contoh nya:

• Arduino Uno

• Arduino Duemilanove

• Arduino Diecimila

• Arduino NG Rev. C

• Arduino NG (Nuova Generazione)

• Arduino Extreme dan Arduino Extreme v2

• Arduino USB dan Arduino USB v2.0

Arduino Serial


Gambar 2.13. Arduino Serial


Menggunakan RS232 sebagai antar muka pemrograman atau komunikasi komputer.Contoh: Arduino Serial dan Arduino Serial v2.0.

Arduino Mega


Gambar 2.14. Arduino Mega


Papan Arduino dengan spesifikasi yang lebih tinggi, dilengkapi tambahan pin digital, pin analog,port serial dan sebagainya. Contoh:

• Arduino Mega

• Arduino Mega 2560

Arduino Fio


Gambar 2.15. Arduino Fio


Ditujukan untuk penggunaan nirkabel.

Arduino Lilypad


Gambar 2.16. Arduino Lilypad


Papan dengan bentuk yang melingkar. Contoh: LilyPad Arduino 00, LilyPad Arduino 01,LilyPad Arduino 02, LilyPad Arduino 03, LilyPad Arduino 04.

Arduino BT


Gambar 2.17. Arduino BT


Arduino Nano Dan ArduinoMini


Gambar 2.18. Arduino Nano


Papan berbentuk kompak dan digunakan bersama breadboard. Contoh:

o Arduino Nano 3.0, Arduino Nano 2.x

o Arduino Mini 04, Arduino Mini 03, Arduino Stamp 02

CATATAN:

Dengan begitu beragamnya papan Arduino yang ada di pasaran wajar jika seorang pemula akan kebingungan untuk menentukan tipe papan apa yang sebaiknya digunakan. Sebagai sama-sama pemula yang ingin berbagi pengalaman, saya akan menganjurkan untuk memulai dengan tipe Duemilanove atau Uno mengingat kedua tipe papan ini yang paling banyak digunakan oleh para aktivis Arduino saat ini. Arduino Uno adalah generasi yang terakhir setelah Duemilanove dan dari sisi harganya sedikit lebih mahal karena memiliki spesifikasi yang lebih tinggi (microcontroller: Atmega328 dan flash memory: 32 KB).Komponen utama di dalam papan Arduino adalah sebuah microcontroller 8 bit dengan merkATmega yang dibuat oleh perusahaan Atmel Corporation. Berbagai papan Arduino menggunakan tipe ATmega yang berbeda-beda tergantung dari spesifikasinya, sebagai contoh Arduino Uno menggunakan ATmega328 sedangkan Arduino Mega 2560 yang lebih canggih menggunakan ATmega2560.Untuk memberikan gambaran mengenai apa saja yang terdapat di dalam sebuah microcontroller, pada gambar berikut ini diperlihatkan contoh diagram blok sederhana dari microcontroller ATmega328 (dipakai pada Arduino Uno).

Blok-blok di atas dijelaskan sebagai berikut:

o Universal Asynchronous Receiver/Transmitter (UART) adalah antar muka yang digunakan untuk komunikasi serial seperti pada RS-232, RS-422 dan RS-485.

o 2KB RAM pada memory kerja bersifat volatile (hilang saat daya dimatikan), digunakanoleh variable-variabel di dalam program.

o 32KB RAM flash memory bersifat non-volatile, digunakan untuk menyimpan program yang dimuat dari komputer. Selain program, flash memory juga menyimpan bootloader.

Bootloader adalah program inisiasi yang ukurannya kecil, dijalankan oleh CPU saat daya dihidupkan. Setelah bootloader selesai dijalankan, berikutnya program di dalam RAM akan dieksekusi.

• 1KB EEPROM bersifat non-volatile, digunakan untuk menyimpan data yang tidak boleh hilang saat daya dimatikan. Tidak digunakan pada papan Arduino.

• Central Processing Unit (CPU), bagian dari microcontroller untuk menjalankan setiap instruksi dari program.

• Port input/output, pin-pin untuk menerima data (input) digital atau analog, dan mengeluarkan data (output) digital atau analog.Setelah mengenal bagian-bagian utama dari microcontroller ATmega sebagai komponen utama,selanjutnya kita akan mengenal bagian bagian dari papan Arduino itu sendiri.

Komponen Elektronika

1. Lampu LED

Lampu LED atau kepanjangannya (light emitting diode) adaah suatu lampu indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukan status dari perangkat elektronika tersebut. Misalnya pada sebuah komputer, terdapat lampu led power dan power saving. Lampu led terbuat dari plastic dan diode semikonduktor yang dapat menyala apabila dialiri tegangan listrik rendah (sekitar 1.5 volt DC). Bermacam-macam warna dan bentuk dari lampu led, disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya. Bentuk fisik dari lampu led dapat dilihat pada gambar 2.19 sebagai berikut :

Gambar 2.19. Lampu Led


1. Fungsi Lampu Led

Led (light emitting diode) merupakan lampu yang akhir-akhir ini muncul dalam kehidupan kita. Led dulu umumnya digunakan pada gadget seperti ponsel serta komputer. Sebagai pesaing lampu bolham dan nen, saat ini aplikasinya mulai meluas dan bahkan kita bisa temukan pada korek api yang kita gunakan. Led sebagai model lampu masa kedepan dianggap dapat menekan pemanasan global karena efisiennya.

2. Resistor

Resistor atau tahanan adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi untuk mengatur serta menghambat arus listrik. Resistor adalah komponen dasar elektronika yang dipergunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Sesuai dena resistor bersifat resitif dan biasanya komponen ini terbuat dari bahan karbon. Berdasarkan Ohm bahwa resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari resistor disebut Ohm atau dilambangkan symbol W (Omega). Untuk menghitung hambatan pada resistor dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

GAMBAR KECIL

Keterangan :

V = tegangan listrik (volt)

I = arus yang mengalir (ampere)

R = tahanan (Ohm)

Untuk mengetahui nilai resistor berdasarkan warnanya dapat dilihat pada gambar 2.20 sebagai berikut :


Gambar 2.20. Table baca resistor


Penjelasan dari kode warna resistor pada gambar 2.13. sebagai berikut :

Kode I, menyatakan angka ke satu

Kode II, menyatakan angka ke dua

Kode III, menyatakan factor pengali

Kode IV, menyatakan nilai toleransi atau batas anatara nilai tahanan terbesar dengan nilai tahanan terkecil.

Misalnya diketrahui warna tahanan terdiri dari merah,-hijau-orange-emas, berarti nilai resistansinya = 25.000 ohm ± 5% = 25 K ohm ±5%.

Nilai maksimal dari resistansinya = 25.000 + (25.000X5%)=26.250 ohm.

Nilai maksimal dari resistansinya = 25.000 - (25.000X5%)=26.250 ohm.

Menurut macamnya resistor terbagi dua macam yaitu :

1. Resistor Tetap (Fixed Resistor)

Resistor tetap adalah resistor yang memliki nilai hambatan yang tetap tidak dapat diubah-ubah. Apabila nilai tahannya semakin besar, maka arus semakin kecil. Sebaliknya bila nilai tahanannya kecil, maka arus yang mengalir semakin besar. Resistor sesuai dengan kemampuan dayanya. Adapun resistor tidak tetap dapat dilihat pada gambar 2.21. :

Gambar 2.21. Bentuk fisik dan symbol resistor tetap

2. Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor)

Ialah resisitor yang nilai hambatannya atau resistansinya dapat diubah-ubah. Jenisnya antara lain : hambatan geser, trimpot dan potensiometer. Yang banyak digunakan ialah trimpot dan potensiometer.

a. Tahanan Variable adalah jenis tahanan yang resistensinya bisa diubah-ubah, seperti Potensiometer dengan cara diputar dan Trimpot (trimer potensiometer).

b. LDR (Light Dependent Resistence) adalah tahanan yang nilai resistansinya dipengaruhi oleh cahaya, nilai tahannya akan mengecil apabila terkena cahaya dan membesar apabila tidak terkena cahaya.

c. NTC (Negative Thermal Coeffisien) dan PTC (Positivethermal Coeffisien) adalah jenis tahanan yang nilai tahannya dipengaruhi oleh perubahan suhu.NTC pada suhu yang tinggi nilai tahannya turun dan pada suhu rendah nilai tahannya naik, sedangkan PTC kebalikan pada suhu yang tinggi nlai tahanannya naik dan pada suhu yang rendag nilai tahannya turun.

Adapun resistor yang tidak tetap seperti pada gambar 2.22. :


Gambar 2.22. Bentuk fisik dan symbol resistor tidak tetap


3. Kapasitor

Kapasitor adalah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan electron-electron selama waktu yang tidak tertentu. Kapasitor berbeda dengan akumulator dalam menyimpan muatan listrik terutama tidak terjadi perubahan kimia pada bahan kapasitor dinyatakan dalam farad.7

Pengertian lain kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menympan dan melepas muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umu dikenal misalnya vakum, keramik, gelas, elektrolit dan lain-lain.

Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnyadan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat megalir menuju ujung kutup negatif dan sebaiknya negate tidak bisa menuju ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-kondukktif.

4. Tombol Reset

Proses reset merupakan proses untuk mengembalikan sistem ke kondisi semula. Power-on reset merupakan peroses reset yangberlangsung secara otomatis pada saat sistem pertama kali diberi daya. pinreset juga dapatdiberi rangkaian manual reset. beberapa rangkaian yang umum digunakanterdapat pada gambar 2.23. pemberian rangkaianini membuat sistem dapat di-reset oleh user setiap saatdengan menekan tombol reset.

Gambar 2.23. Rangkaian power-on reset

Konsep Dasar Frekuensi

A. Konsep Dasar Gelombang

Gelombang adalah getaran (atau osilasi yaitu suatu gerakan bolak-balik secara periodek) yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Contohnya seperti gelombang ombak di pantai.

B. Macam-macam Gelombang

Pada umumnya gelombang dibagi menjadi dua yaitu:

• Gelombang mekanis.

Yaitu gelombang yang memerlukan medium atau perantara, contohnya diantaranya adalah gelombang air laut, gelombang pda tali dan gelombang bunyi.

• Gelombang Electromagnetik.

Adalah gelombang yang tidak memerlukan medium atau perantara dalam perambatannya. Contohnya adalah sinar gamma, sinar x, sinar ultra violet, cahaya infra merah dan gelombang radio.

C. Frekuensi dan Panjang Gelombang

Dalam gelombang elektromagnetik ada beberapa parameter yang dapat diukur, yaitu panjang gelombang (wave length), frekuensi dan kecepatan.

• Panjang gelombang (λ) adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam 1 periode. Atau besarnya jarak satu bukit satu lembah. Gelombang air laut saat mendekati pantai akan berubah panjang gelombangnya.

• Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Misalkan untuk mencapai suatu jarak tertentu, semakin panjang gelombang, semakin rendah frekuensinya. Dan sebaliknya, semakin pendek gelombang, semakin tinggi frekuensi yang diperlukan.

• Kecepatan = Frekuensi * Panjang Gelombang

Kecepatan biasanya diukur dalam meter per detik, frekuensi biasanya di ukur dalam getaran per detik (atau Hertz, yang di singkat Hz), dan panjang gelombang biasanya di ukur dalam meter.

D. Sprectum Gelombang Electromagnetic

Gelombang elektromagnetik meliputi frekuensi, maupun panjang gelombang, yang sangat lebar. Wilayah frekuensi dan panjang gelombang ini sering di sebut sebagai spektrum elektromagnetik. Bagian spektrum elektromagnetik banyak di kenali oleh manusia adalah cahaya, yang merupakan bagian spektrum elektromagnetik yang terlihat oleh mata.


Gambar 2.24. Sprectum Gelombang Electromagnetic


E. Radio Band dan ISM Band

Radio menggunakan bagian dari spektrum elektromagnetik dimana gelombangnya dapat di bangkitkan dengan memasukan arus bolak balik ke antenna.

Band adalah bagian kecil dari Spectrum frekuensi komunikasi radio. Nama-nama band yang terdapat dalam spectrum frekuensi radio ini dapat dilihat pada gambar dibawah:


Table 2.2. Sprectum Frekuensi ISM Band


Spectrum frekuensi yang berada dalam band yang dibuat terbuka untuk penggunaan umum dikenal dengan sebagai ISM Band (singkatan dari Industrial, Scientific, and Medical).

F. Gelombang Radio Untuk Wireless LAN (802,11x)


Table 2.3. Tabel ISM Band


Frekuensi yang digunakan dalam standar Wireless LAN adalah adalah 2.400 - 2.495 GHz, yang digunakan oleh standard radio 802.11b and 802.11g (panjang gelombang frekuensi tersebut sekitar 12.5 cm) dan frekuensi 5.150 - 5.850 GHz yang digunakan pada standard 802.11a (panjang gelombang frekuensi tersebut sekitar 5 sampai 6 cm). Frekuensi ini juga dibagi menjadi channel-channel seperti pembagian frekuensi untuk stasiun radio.

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:


Table 2.4. Channel Frekuensi versi Wifi

Konsep Dasar Remote Kontrol Wireless

Remote Control Wireless RF 4 Channel atau Remote Control Wireless RF 4 Channel Tombol Receiver Arduino 2262 2272 Modul ini memiliki 4 wireless channel yang bekerja pada frekuensi 315/433Mhz menggunakan PT2262 dan PT2272. Modul receiver menggunakan sirkuit LC oscilator yang membentuk sebuah penguat. Sinyal output decode, memiliki bandwidth receive yang lebar, sekitar 10Mhz, namun secara default 433.92Mhz dengan daya 5V DC.


Gambar 2.25. Remote wireless 4 channel wireless


Tombol remote ada 4pcs, masing-masing berhubungan dengan port D0, D1, D2, D3. Jika salah satu tombol pada remote ditekan, port yang bersangkutan akan menghasilkan sinyal high, dapat menjalankan relay. Jika tombol dilepas, sinyal kembali low.


Gambar 2.26. Module remote 4 channel wireless


Definisi Pin:

Pin---Nama---Fungsi

1 --- VT --- Output status indication

2 --- D3 --- Data output

3 --- D2 --- Data output

4 --- D1 --- Data output

5 --- D0 --- Data output

6 --- 5v --- Positive power

7 --- GND --- Negative power

8 --- ANT --- Antenna side

Konsep Dasar Transmitter

komunikasi data adalah pengiriman data menggunakan transmisi elektronik dari terminal atau computer satu ke terminal atau komputer lain. Sistem yang memungkinkan terjadinya transmisi data disebut jaringan komunikasi data. Jaringan komunikasi data merupakan komponen penting bagi peradaban masyarakat di abad ini, yaitu peradaban yang didominasi oleh komputer dan yang menjadikan informasi menjadi komoditas utama.

Jaringan dalah seri atau deratan dari beberapa poin "node" yang dihubungkan oleh beberapa jenis saluran komunikasi sedangkan jaringan komputer merupakan kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang saling terhubung. Informasi dan data bergerak melalui media transmisi sehingga memungkainkan pengguan jaraningan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data. Kumpulan jaringan komunikasi data dan orang yang mengirim, menerima serta mengolha dan mengendalikan jraingan, membentuk sistem komunikasi data.

contoh terminal data (yang umum) yaitu : printer, monito PC, Keyboard, Plotter, Scanner dan masih banyak lagi.

Elemen-elemen komunikasi data yaitu:

• Source (Sumber data)

• Transmitter (Media Transmisi)

• Transmisi System (Sistem Transmisi)

• Recevier (Penerima Data)

• Destination (Tujuan)

Sumber Data adalah elemen yang bertugas mengirim informasi atau data kepada media transmisi. Sumber data pada umumnya dilengkapi dengan alat antarmuka atau transducer yang dapat mengubah infotrmasi yang akan dikirimkan menjadi bentuk yang sesuai dengan transmisi yang di gunakan, misalnya menjadi :

• Pulsa listrik

• Gelombang electromagnet

• Pulsa digital seperti PCM (Pulsa Code Modulation)

Media Transmisi merupakan proses pengiriman data dari satu sumber ke penerima data. beberapa medai transmisi dapat digunakan chanel (jalus) transmisi atau caarier dariu data yang dikirimkan, dapat berupa kabel, gelombang elektromagnetik dan lai-lain. Dalam hal ini media transmisi bertugas menerima berita yang dikirim oleh sumber data. Sedangkan proses pengubahan informasi menjadi bentuk yang sesuai dengan media transmisi disebut modulasi. bila sinyal dimodulasi, maka sinyal akan mampu menempuh jarak yang jauh. dan proses sebaliknya disebut demodulasi. Media transmisi dapat berbentuk :

• Twisted Pair

• Kabel Coaxial

• Kabel FO

• Gelombang Elektromagnetik, dll

Untuk mengetahui mengenai transmisi data lebih jauh, maka kita perlu mengetahui beberapa hal yang berhubungan dengan proses media transmisi data. hal tersebut menyangkut:

• Media transmisi

• Kapasasitas chanel transmisi

• Tipe dari chanel transimi

• Kode transmisi yang digunakan

• Metode transmisi

• Protokol

• Penanganan kesalah transmisi

Pengertian penerima data adalah alat yang menerima data atau informasi, misalkan pesawat telepon, terninal komputer, dan lain-lain. Berfungsi menerima data yang dikirimkan oleh suatu sumber informasi yang melalui terminal data. Perima merupakan suata alat yang disebut receiver yang fungsinya untuk menerima sinyal dari sistem transmisi dan menggabungkannya ke dalam bentuk tertentu yang dapat ditangkap dan digunakan oleh penerima. Sebagai contoh modem yang berfungsi sebagai receiver yang menerima sinyal analog yang dikirim melalui kabel telepon dan mengubahnya menjadi suatu bit stream agar dapat ditangkap oleh komputer penerima.


Gambar 2.27. Elemen Komunikasi Data


Tujuan utama sebuah sistem komunikasi adalah pertukaran data antara dua entitas. Unsur-unsur model ini adalah sebagai berikut:

• Source. Perangkat ini bertugas untuk membangkitkan atau menentukan data yang akan ditransmisikan, misalnya telepon atau komputer personal.

• Transmitter. Biasanya, data dibangkitkan oleh sistem source dan tidak langsung ditransmisikan secara langsung dalam bentuk sebagaimana data itu dibuat. Sebuah transmitter akan mentransformasikan dan mengkodekan informasi tersebut dalam bentuk sinyal elektormagnetik yang dapat dirambatkan pada sistem transmisi. Misalnya, sebuah modem mengambil bit stream dari sebuah komputer dan mentrasformasikannya dalam bentuk sinyal analog yang dapat dirambatkan pada jaringan telepon.

• Sistem Transmisi. Ini dapat berupa media transmisi atau jalur komunikasi atau sebuah jaringan kompleks yang menghubungkan source dan destination.

• Receiver : Receiver menerima sinyal dari sistem transmisi dan mengkonversinya ke dalam bentuk yang dikenali oleh perangkat destination. Misalnya, sebuah modem akan menerima sinyal analog yang datang dari jaringan atau jalur transmisi dan mengkonversinya ke dalam bentuk digital stream.

• Destination. Merupakan tujuan akhir dari pengiriman data yang menerima data dari receiver.

Konsep Dasar Dioda

1. Definisi Dioda

Menurut widodo (2010:41) dioda adalah komponen semikonduktor yang mengalirkan arus satu arah saja. Dioda terbuat dari germanium atau silikon yang lebih dikenal dengan dioda function. Sturktur dari dioda ini sesuai dengan namanya, adalah sambungan antara semikonduktor tipe P dan semikonduktor tipe N. semikonduktor tipe P berperan sebagai anoda dan semikondkutor tipe N berperan sebagai katoda. Dengan struktur ini arus hanya dapat mengalir dari sisi P ke sisi N.

Ada tiga kalimat kunci yang membedakan dioda dengan komponen lain:

1. Memiliki dua terminal seperti halnya resistor.

2. Arus yang mengalir tergantung pada beda potensial antara kedua terminal.

3. Tidak mematuhi hukum OHM.


Gambar 2.28. : Bentuk fisik dioda

Konsep Dasar IC Regulator

Salah satu tipe regulator tegangan tetap adalah 78XX. Regulator tegangan tipe 78XX adalah salah satu regulator tegangan tetap dengan tiga terminal, yaitu terminal VIN, GND dan VOUT. Tegangan keluaran dari regulator 78XX memungkinkan regulator untuk dipakai dalam sistem logika, instrumentasi dan Hifi. Regulator tegangan 78XX dirancang sebagai regulator tegangan tetap, meskipun demikian dapat juga keluaran dari regulator ini diatur tegangan dan arusnya melalui tambahan komponen eksternal. Pada umumnya catu daya selalu dilengkapi dengan regulator tegangan. Tujuan pemasangan regulator tegangan pada catu daya adalah untuk menstabilkan tegangan keluaran apabila terjadi perubahan tegangan masukan pada catu daya. Fungsi lain dari regulator tegangan adalah untuk perlindungan dari terjadinya hubung singkat pada beban.

Untuk melihat karakteristik regulator tegangan positif 78xx dapat dilihat pada tabel 2.25. sebagai berikut:


Tabel 2.5. Karakteristik IC regulator tegangan positif 78xx


Angka xx pada bagianterakhir penulisan tipe regulator78xx merupakan besarnya tegangan outputdari regulator tersebut. Kemudianhuruh L, M merupakan besarnya arus maksimum yang dapat dialirkan pada terminal output regulator tegangan positif tersebut. Untuk penulisan tanpa huruf Lataupun M (78(L/M)xx) pada regulator tegangan positif 78xx maka arus maksimal yang dapat dialirkan pada terminal outputnya adalah 1 ampere. Karakteristik dan tipe-tipe kemampuan arus maksimal output dari regulator tegangan positif 78xx dapat dilihat pada tabel diatas.Kode huruf pada bagian depan penulisan tipe regulator78xx merupakan kode produsen (AN78xx, LM78xx, MC78xx) regulator tegangan positif 78xx. Cara pemasangan dari regulatortegangan tetap 7805pada catu daya dapat dilihat pada gambar 2.29 sebagai berikut.


Gambar 2.29. Rangkaian dasar IC regulator tegangan positif 78xx


1. Penggunaan IC regulator dalam rangkaian

IC 7805 merupakan IC peregulasi,dimana IC 7805 bekerja pada sumber arus searah yang menghasilkan keluaran 5 volt sedangkan pada rangkaian IC inidigunakan untuk memaksa keluaran yang kita berikan diatas 5 volt menjadi 5 volt dengan hasil positif, sesuai dengan data IC 7805 bekerja efektif antara range 7V-20V. IC 7805 terdapat beberapa macam mulai dari komponen SMD (surface mount device) sampai aplikasi umum dengan keluaran arus sampai dengan 1A.


Gambar 2.30. Rangkaian IC regulator

Konsep Dasar Relay

1. Definisi Reley

Reley adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi.

Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A. Berikut gambar Reley dan symbol relay :


Gambar 2.31. Bentuk dan Simbol Relay


2. Prinsip Kerja Relay

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai Prinsip Kerja atau Cara Kerja sebuah Relay, kita perlu mengetahui Komponen-komponen dasar pembentuk sebuah Relay pada dasarnya, Di sebuah Relay sederhana terdiri dari 4 komponen dasar yaitu:

1. Electromagnet (Coil)

2. Armature

3. Switch Contact Point (Saklar)

4. Spring

Berikut ini merupakan gambar dari bagian-bagian Relay (Struktur Sederhana sebuah Relay) Konstruksi dan Struktur dasar Relay :


Gambar 2.32. Struktur Sederhana sebuah Relay


Kontak Poin (Contact Point) Relay terdiri dari 2 jenis yaitu :

1. Normally Close (NC) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi CLOSE (tertutup)

2. Normally Open (NO) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi OPEN (terbuka)

Berdasarkan gambar diatas, sebuah Besi (Iron Core) yang dililit oleh kumparan Coil yang berfungsi untuk mengendalikan Besi tersebut. Apabila Kumparan Coil diberikan arus listrik, maka akan timbul gaya Elektromagnet yang kemudian menarik Armature untuk berpindah dari Posisi sebelumnya (NC) ke posisi baru (NO) sehingga menjadi Saklar yang dapat menghantarkan arus listrik di posisi barunya (NO). Posisi dimana Armature tersebut berada sebelumnya (NC) akan menjadi OPEN atau tidak terhubung.

Pada saat tidak dialiri arus listrik, Armature akan kembali lagi ke posisi Awal (NC).

Coil membutuhkan arus listrik yang relatif kecil untuk mengaktifkan electromagnet dan menarik Contact Poin ke posisi Close

3. Arti Pole dan Throw

Karena Relay merupakan salah satu jenis dari Saklar, maka istilah Pole dan Throw yang dipakai dalam Saklar juga berlaku pada Relay. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai Istilah Pole and Throw :

Pole : Banyaknya Kontak (Contact) yang dimiliki oleh sebuah relay

Throw : Banyaknya kondisi yang dimiliki oleh sebuah Kontak (Contact).

Berdasarkan penggolongan jumlah Pole dan Throw-nya sebuah relay, maka relay dapat digolongkan menjadi :

1. Single Pole Single Throw (SPST) : Relay golongan ini memiliki 4 Terminal, 2 Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil.

2. Single Pole Double Throw (SPDT) : Relay golongan ini memiliki 5 Terminal, 3 Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil.

3. Double Pole Single Throw (DPST) : Relay golongan ini memiliki 6 Terminal, diantaranya 4 Terminal yang terdiri dari 2 Pasang Terminal Saklar sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil. Relay DPST dapat dijadikan 2 Saklar yang dikendalikan oleh 1 Coil.

Double Pole Double Throw (DPDT) : Relay golongan ini memiliki Terminal sebanyak 8 Terminal, diantaranya 6 Terminal yang merupakan 2 pasang Relay SPDT yang dikendalikan oleh 1 (single) Coil. Sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil.

Selain Golongan Relay diatas, terdapat juga Relay-relay yang Pole dan Throw-nya melebihi dari 2 (dua). Misalnya 3PDT (Triple Pole Double Throw) ataupun 4PDT (Four Pole Double Throw) dan lain sebagainya.

Untuk lebih jelas mengenai Penggolongan Relay berdasarkan Jumlah Pole dan Throw, silakan lihat gambar dibawah ini :


Gambar 2.33. Jenis-jenis Pole dan Throw Relay


4. Fungsi Relay

Beberapa fungsi Relay yang telah umum diaplikasikan kedalam peralatan Elektronika diantaranya adalah :

1. Relay digunakan untuk menjalankan Fungsi Logika (Logic Function)

2. Relay digunakan untuk memberikan Fungsi penundaan waktu (Time Delay Function)

3. Relay digunakan untuk mengendalikan Sirkuit Tegangan tinggi dengan bantuan dari Signal Tegangan rendah.

4. Ada juga Relay yang berfungsi untuk melindungi Motor ataupun komponen lainnya dari kelebihan Tegangan ataupun hubung singkat (Sh si power/ daya.

Konsep Dasar Motor Searus (DC)

1. Definisi Motor DC

Menurut Syahrul (2014:593), Motor bekerja berdasarkan prinsip induksi magnetik. Sirkuit internal motor DC terdiri dari kumparan/lilitan konduktor. Setiap arus yang mengalir dibentuk menjadi sebuah loop sehingga ada bagian konduktor yang berada didalam magnet pada saat yang sama, Konfigurasi konduktor seperti ini akan menghasilkan distorsi pada medan magnet utama menghasilkan gaya dorong pada masing-masing konduktor. Pada saat konduktor ditempatkan pada rotor, gaya dorong yang timbul akan menyebabkan rotor berputar searah jarum jam.


Gambar 2.34. Cara Kerja Motor DC

Requirement Elicitation

1. Definisi Elisitasi

Menurut Guritno, Sudaryono dan Untung Rahardja (2010:302), “Elisitasi (elicitation) berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi”.

Menurut Nugroho (2010:10), Akuisisi informasi dari seseorang atau kelompok dengan cara yang tidak mengungkapkan maksud dari wawancara atau percakapan. Sebuah teknik pengumpulan intelijen sumber manusia, umumnya terbuka.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa elisitasi adalah akuisi informasi dari seorang kelompok atay usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

2. Jenis-jenis Elisitasi

Guritno, Sudaryono dan Untung Rahardja (2010:302), Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut:

1. Elisitasi Tahap I

Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

2. Elisitasi Tahap II

Merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi untuk dieksekusi.

a. M pada MDI itu artinya Mandatory. Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

b. D pada MDI itu artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih perfect.

c. I pada MDI itu artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.

3. Elisitasi Tahap III

Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE.

a. T artinya Technical, maksudnya bagaimana tata cara / tehnik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.

b. O artinya Operasional, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan.

c. E artinya Economic, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut di dalam sistem.

Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu sebagai berikut:

a. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena tehnik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.

b. Middle (M) : Mampu untuk dikerjakan.

c. Low (L) : Mudah untuk dikerjakan.

4. Final Draft Elisitasi

Final draft merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Literature Review

Literature Review ini dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui landasan awal dan sebagai pendukung bagi kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, sehingga dapat menghindari pengulangan hal yang sama dalam penelitian dan dapat melakukan pengembangan ketingkat yang lebih tinggi dalam rangka menyempurnakan/melengkapi penelitian yang nantinya akan dikembangkan lagi untuk kedepannya. Penelitian ini yang saya tulis dengan judul “PROTOTYPE SISTEM KEAMANAN TERSEMBUNYI PADA KENDARAAN RODA EMPAT MENGGUNAKAN REMOTE MODULE TRANSMITTER BERBASIS ARDUINO UNO PADA CV.MANDIRI BAROKAH”.

Adapun Literature Review sebagai landasan dalam mendukung penelitian adalah sebagai berikut:

Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai sistem keamanan pintu dan pengenalan wajah. Dalam upaya pengembangan pengamanan pintu ini perlu dilakukan studi pustaka sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian penelitian yang akan dilakukan. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan, meneruskan penelitian sebelumnya, serta mengetahui orang lain yang spesialisasi dan area penelitiannya sama dibidang ini. Beberapa Literature review tersebut adalah sebagai berikut:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Mohamad Daud (2015) yang berjudul “PEMBANGUNAN PROTOTYPE SYSTEM LOCK AND CONTROLLING CLASS ROOM DENGAN INTERFACE ANDROID BERBASIS ARDUINO UNO DI PERGURUAN TINGGI RAHARJA” penelitian ini membahas tentang pengontrol pintu masuk menggunakan sensor ultrasonic dan menggunakan bluethoot yang di control melalui aplikasi yang berada di handphone android.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Arfa (2013) yang berjudul “AKSES KONTROL KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT MENGGUNAKAN PASSWORD DAN SENSOR INFRARED BERBASIS MIKROKONTROLLER ATmega328” penelitian ini membahas tentang pengontrolan dan kemanan yang menggunakan keypad membrane dan sensor infrared untuk memberikan intruksi. Jadi ketika si pengguna ingin mengoperasikan kendaraan roda empat bisa menggunakan keypad membrane dengan memasukan beberapa password yang sesuai dengan intruksinya dan kendaraan itu akan merespon perintah yang telah dikirim melalui keypad membrane.

4. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Khiabani Fakhri (2015) yang berjudul “PENGUKUR TINGGI BADAN MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328 DUAL MODE PADA SDIT AL-ISTIQOMAH” penelitian ini membahas tentang mengukur tinggi badan siswa SDIT Al-istiqomah yang masih menggunakan alat yang masih manual, dan mengganti menggunakan sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan siswa dan mempunyai output di handphone dan juga speker yang dihubungkan dengan sensor ultrasonik.

5. Penelitian yang telah dilakukan oleh Reza Amar Juliansyah (2014) dari ‎STMIK RAHARJA sebagai bentuk skripsi dengan judul ‎‎“PERANCANGAN SISTEM KONTROL ROBOT PEMINDAH ‎BARANG MENGGUNAKAN APLIKASI ANDROID BERBASIS ‎ARDUINO UNO”. Pada skripsi ini penulis bertujuan Membuat ‎mekanisme pengontrolan robot yang dapat bekerja secara baik yang ‎mampu memindahkan dan memposisikan suatu barang dari satu tempat ‎ke tempat lain, yang terhubung dan dikendalikan dengan aplikasi ‎smartphone android.

6. Penelitian yang dilakukan oleh Ryan Satria (2015) yang berjudul “Sistem Kontrol Rolling Door Dengan Menggunakan Smartphone Berbasis Android OS Pada PT. STANLEY INDONESIA ELECTRIC”. Pada penelitian ini dibuat prototype perangkat sistem pengendali Rolling Door otomatis menggunakan kontrol Smartphone berbasis Android yang dihubungkan dengan program yang ditanamkan dari mikrokontroller ATMega8 dengan menggunakan jaringan Bluetooth. Pada sistem mekanik terdapat motor DC yang befungsi untuk menggerakan Rolling Door, sistem switch menggunakan proximity switch untuk menentukan titik berhenti sistem. Untuk sistem elektronik menggunakan rangkaian relay 12 volt dc, dan menggunakan modul bluetooth HC-05. Dengan sistem tersebut user dapat mengoperasikan alat untuk membuka dan menutup Rolling Door melalui Smartphone,disamping digunakan sebagai alat komunikasi tapi juga digunakan sebagai perangkat yang dikomunikasikan untuk mengendalikan sebuah perangkat keras.

7. Penelitian yang dilakukan oleh Eka Purwandari (2015) yang berjudul “Prototipe Pengontrolan Pintu Guna Mengamankan Soal Naskah Ujian Nasional Pada SMA 11 Tangerang”. Penilitian ini akan memberikan gambaran umum tentang mekanisme yang kompleks seperti bagaimana sebuah pintu akan mengunci dengan aman menggunakan sebuah aplikasi pada smarthphone android sebagai kuncinya. Prototipe pengontrolan pintu ini menggunakan basic 4 android sebagai interface antara pengguna. Dengan menggunakan bluetooth sebagai sensor pengirim sinyal ke personal computer (PC) untuk memanggil database dan ditambah arduino uno sebagai pengendali motor DC. Prototipe pengontrolan pintu ini dapat menjadi acuan untuk jurusan dalam menangani permasalahan keamanan nashkah ujian nasional (UN).

8. Penelitian yang dilakukan oleh Afridha Septian (2015) yang berjudul “Pengaman Brankas menggunakan Voice Dengan media Bluetooth Berbasis Mikrokontrller ATmega 328”. Penelitian tentang sebuah pengaman brankas dengan menggunakan motor servo sebagai output pergerakan pintu pada brankas, mikrokontroller sebagai otak, bluetooth sebagai media komunikasi untuk megirimkan data atau inputan dari aplikasi, smarthphone android yang berperan sebagai perangkat untuk mengendalikan sebuah brankas secara jarak jauh.

BAB III

PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN

Analisa Organisasi

Gambaran Umum Perusahaan

CV Mandiri Barokah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyewaan tranportasi yang kegiatannya memberikan jasa penyewaan kendaraan bagi pelanggan yang ingin berpergian jauh atau pun dekat.

CV Mandiri Barokah sudah memiliki pengalaman selama 4 tahun dalam jasa penyewaan mobil, yang berawal hanya 1 unit mobil dan sekarang sudah memiliki hampir 30 unit mobil untuk di sewakan kepada para pelanggan. Setiap kendaraan di sediakan menurut kebutuhan pelanggan demi memberikan kepuasan dan kenyamanan untuk semua pelanggan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bisnis penyewaan mobil, jenis kendaraan yang disediakan oleh rental mobil CV Mandiri Barokah yaitu seperti, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Toyota Innova, dan Suzuki APV.

Maksud dan Tujuan perusahaan tersebut untuk membantu masyarakat yang memerlukan bantuan jasa peminjaman kendaraan mobil untuk kebutuhan pribadi, keluarga, kantor atau sekolah dengan melalui suatu proses atau prosedur penyewaan yang mudah, nyaman, aman dan tidak berbelit – belit.

Sejarah Singkat Perusahaan

CV Mandiri Barokah didirikan pada tanggal 09 Januari 2011, yang beralamat di Pengayoman Dept. Kehakiman Jl. Banding I D.2 No. 2 Rt 008 Rw 008, Sukasari – Tangerang dan Jl. H. Mansur, Komplek Taman Pinang indah (TPI) Blok J No. 20, Pinang – Kota Tangerang. Pemilik CV Mandiri Barokah adalah Ibu Rina Anggraini. CV Mandiri Barokah adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyewaan mobil, didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 09 tanggal 11 April 2010 dari Notaris Thomas Wio Waluyo S.H. yang berkedudukan di Tangerang, dengan nomor Pokok Wajib Pajak 89.886.077.0-416.000.

A. Visi Perusahaan

Menjadi perusahaan berkelas dan profesional di dalam bidang transportasidarat serta menciptakan nilai terhadap karyawan dan perusahaan, dalam hal ini tidak hanya dari sisi pemilik bisnis semata, akan tetapi diperluas dalam kelompok yang lebih luas.

B. Misi Perusahaan

1. Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan kualitas layanan yang terbaik.

2. Berusaha meningkatkan kemampuan laba perusahaan.

3. Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan bekerja secara profesional.

4. Kendaraan di sediakan menurut kebutuhan pelanggan demi memberikan kenyamanan untuk semua pelanggan.

5. Kepuasan pelanggan adalah yang paling utama bagi kami.

Struktur Orgnisasi

Gambar 3.1. Struktur Organisasi CV Mandiri Barokah

Wewenang dan Tanggung Jawab

Berikut ini uraian dari wewenang dan tanggung jawab masing – masing bagian pada CV Mandiri Barokah :

1. Pemilik Rental

a. Menentukan tarif atau harga sewa mobil dan denda sewa mobil.

b. Menandatangani laporan dan surat- surat penting.

c. Bertangggungg jawab terhadap maju dan mundurnya perusahaan yang dipimpinnya.

d. Bertugas mengawasi, mengamati dan mengatur setiap karyawan dalam melakukan pekerjaannya.

2. Administrasi

a. Melakukan pencatatan pengolahan data administrasi, seluruh transaksi penyewaan pada saat pelanggan datang menyewa dan mengembalikan mobil sewa.

b. Memberikan mobil, kunci mobil dan stnk serta kuitansi tanda serah terima penyewaan kepada pelanggan yang telah melakukan perjanjian sewa.

c. Menerima dokumen seluruh persyaratan penyewaan dari pelanggan, berupa foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), foto kopi Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Kartu Keluarga (KK) asli sebagai jaminan.

d. Seluruh bukti transaksi berupa kuitansi tanda serah terima penyewaan mobil dan dokumen seluruh persyaratan penyewaan dari pelanggan, setiap hari dikumpulkan dan diarsipkan untuk kebutuhan yang akan datang apabila diperlukan.

3. Supir

a. Bertugas mengendarai mobil.

4. Pelanggan

a. Orang atau masyarakat yang akan menyewa mobil pada rental CV Mandiri Barokah.

Tata Laksana Sistem yang Berjalan

Prosedur Sistem Yang Berjalan

Prosedur pengaktif sistem keamanan yang berjalan saat ini terdiri dari

1. Pemilik kendaraan mencari tombol on/off.

2. Pemilik kendaraan menyalakan / mematikan system keamanan.

3. Pemilik kendaraan mengunci pintu mobil.

Rancangan Prosedur Sistem Yang Berjalan

1. Flowchart Sistem Yang Berjalan

Berikut adalah flowchart sistem keamanan tersembunyi yang berjalan pada gambar berikut :


Gambar 3.2. Flowchart Sistem yang Berjalan


Dapat dijelaskan gambar Flowchart Sistem keamanan yang berjalan pada CV.Mandiri Barokah diatas yaitu terdiri dari:

1. 2 (dua) simbol terminal, yang berperan sebagai “Mulai” dan “Selesai” pada aliran proses flowchart sistem keamanan yang berjalan.

2. 3 (satu) simbol manual operation yang menyatakan proses pengolahan yang tidak dilakukan oleh komputer.

3. 1 (satu) simbol proses yang menyatakan sebuah proses mengaktifkan/ menonaktifkan sistem keamanan.

4. 1 (satu) simbol data, yang menyatakan proses input atau output tanpa tergantung jenis peralatannya, yaitu: proses mengaktifkan/ menonaktifkan sistem keamanan.

5. 1 (satu) simbol decision, yang berperan untuk menunjukan sebuah langkah pengambilan keputusan jika “ya” dan “tidak”, yaitu: Apakah sistem keamanan akan aktif sesuai atau tidak. Jika "Tidak" maka akan dicek kembali, jika "Ya" maka system keamaan akan aktif dan mengaktifkan atau menonaktifkan sistem.

2. Flowchart Sistem Yang Diusulkan

Berikut adalah flowchart sistem keamanan tersembunyi yang diusulkan pada gambar berikut :


Gambar 3.3. Flowchart Sistem yang diusulkan


1. Dapat dijelaskan gambar Flowchart Sistem keamanan yang berjalan pada CV.Mandiri Barokah diatas yaitu terdiri dari:

2. 2 (dua) simbol terminal, yang berperan sebagai “Mulai” dan “Selesai” pada aliran proses flowchart sistem pengukur tinggi badan yang berjalan.

3. 1 (satu) simbol proses, yang menyatakan sebuah proses yang dimulai dari menekan tombol, mencari objek kemudian melakukan proses untuk mengaktifkan /menonaktiskan system keamanan.

4. 1 (satu) simbol proses manual, yang akan memulai dengan menekan tombol remote untuk mengaktifkan / menonaktifkan sistem keamanan dan mengunci / membuka mobil.

5. 3 (tiga) simbol data, yang menghasilkan output dari perintah untuk mengaktifkan atau menonaktfkan system keamanan dan mengunci atau membuka mobil lau akan mengasilkan output suara ketika mobil terkunci maupun tidak terkunci.

6. 1 (satu) simbol decision, yang berperan untuk menunjukan sebuah langkah pengambilan keputusan jika “ya” dan “tidak”, yaitu: Sistem keamanan akan memberikan perintah untuk meng aktif / nonaktif dan mobil akan terkunci maupun terbuka lalu akan menghasilkan output berupa suara.

Konsep dan Pembahasan

Pada perancangan di sini yang di maksudkan meliputi perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras yang akan di gunakan meliputi motor servo, Remote Module, buzzer, motor DC, lampu led, arsitektur mikrokontroller ATmega328, serta rangkaian sistem keamanan kendaraan roda empat menggunakan remote transmitter dan berbasis mikrokontroller ATmega328 dan mekaniknya. Perancangan perangkat kerasnya menggunakan Arduino Uno sebagai media untuk menanamkan program ke dalam mikrokontroller dan perancangan perangkat lunak di lakukan dengan menggunakan program Arduino 1.0.

Secara umum pada perancangan alat ini adalah seperti yang di tunjukkan pada diagram Blok pada gambar 3.1. Alat yang dirancang akan membentuk suatu sistem “PROTOTYPE SISTEM KEAMANAN TERSEMBUNYI PADA KENDARAAN RODA EMPAT MENGGUNAKAN RF REMOTE MODULE BERBASIS ARDUINO UNO PADA CV.MANDIRI BAROKAH”.

Perancangan sistem secara keseluruhan memerlukan beberapa alat dan bahan yang di gunakan dengan deskripsi alat dan bahan sebagai berikut :

Alat yang di gunakan meliputi :

1. Personal Computer (PC).

2. Solder timah.

3. Software Arduino 1.0.

4. Arduino Uno sebagai bootloader untuk upload program.

Sedangkan bahan-bahan yang di gunakan adalah :

1. Mikrokontroller ATmega328

2. Remote Module RF

3. Motor Direct Current.

4. IC regulator (LM7805)

5. Kapasitor Elco 2200 microFarad/35volt, 100 microFarad/16volt

6. Kapasitor keramik 22 pf.

7. Resistor 10 kohm, 330 ohm.

8. Lampu led merah, led hijau, led biru.

9. Heatshink (alumunium pendingin).

10. Switch On/Off.

11. Timah solder.

12. Kabel konektor.

13. Pin header.

14. Relay

15. Buzzer.

16. Socket 28 kaki.

17. Tombol reset.

18. Printed circuit board.

Konsep dan Perancangan Perangkat Keras (Hardware)

Agar mempermudah penulis dalam menjelaskan perancangan perangkat keras, maka di gambarkan alur dan cara kerja perangkat keras pada rangkaian diagram blok pada gambar 3.4 bawah ini:


Gambar 3.4. Diagram blok rangkaian


Pada gambar 3.1 merupakan alur dari diagram blok, yang dimana terdapat konfigurasi seluruh rangkaian yang digunakan. Prinsip dari kerja sistem yang di rancang adalah remote member perintah kepada transmitter yang menjadi media untuk memberikan inputan pada mikrokontroller, ketika mikrokontroller menerima inputan dari remote maka inputan tersebut akan menjadi perintah untuk motor DC agar bisa berfungsi atau tidak berfungsi. Dan ketika mikrokontroller menerima inputan dari transmitter yang berupa empat tombol, maka inputan tersebut akan menjadi perintah baik itu untuk motor servo maupun motor DC, tergantung tombol mana yang di tekan pada remote. Lalu mikrokontroller akan interface ke lampu LED dan menjadi output ke Buzzer sebagai tanda sistem telah diaktifkan atau di nonaktifkan.

Rangkaian Sistem Minimum ATmega328

Agar mikrokontroller ATmega328 dapat digunakan sebagai sistem kontrol perlu di buat sistem minimumnya. Gambar 3.5 adalah gambar sistem minimum dari mikrokontroller ATmega328.


Gambar 3.5. Rangkaian sistem minimum mikrokontroller ATmega328


Rangkaian sistem minimum ATmega328 pada gambar 3.5 sudah dapat bekerja secara baik dengan memberikan tegangan sebesar 12 volt lalu tegangan tersebut di turunkan lagi menjadi 5 volt dengan menggunakan IC regulator LM7805.

Rangkaian Power Supply

Agar alat yang dibuat dapat bekerja sesuai dengan fungsinya, maka di perlukan sumber tegangan listrik sebagai catu daya. Rangkaian catu daya yang digunakan mendapatkan sumber tegangan dari adaptors switching dengan output 12 volt. Tegangan tersebut kemudian diturunkan menjadi 5 volt tegangan DC, melalui IC regulator LM7805. Arus yang masuk dari adaptor switching akan melalui kapasitor yang bertujuan untuk mengurangi noise pada tegangan DC.

Setelah itu keluaran dari kapasitor tersebut masuk ke IC regulator yang fungsinya adalah untuk menstabilkan tegangan. IC regulator ini terdiri dari dua buah IC, yaitu LM7805 yang menghasilkan tegangan +5 volt. Keluaran dari IC regulator ini kemudian akan masuk kembali ke kapasitor agar tegangan DC yang dikeluarkan dapat lebih halus lagi (smooth).


Gambar 3.6. Rangkaian catu daya


Pada rangkaian catu daya ini menggunakan empat buah sumber catu daya, yang akan digunakan terpisah untuk memberikan tegangan kerja pada masing - masing rangkaian. Rangkaian yang menggunakan tegangan sebesar +5 Volt DC adalah rangkaian kontrol L293, rangkaian motor DC, rangkaian transmitter dan rangkaian sistem mikrokontroller, sedangkan untuk menggerakan motor servo digunakan tegangan +5 volt DC.

Rangkaian Remote Transmitter

Remote merupakan salah satu peripheral yang sangat penting dalam pengontrolan. Berbagai macam remote bisa kita jumpai, misalnya untuk aplikasi sederhana dapat digunakan RF Remote Module yang pada dasarnya merupakan konfigurasi saklar/tombol yang disusun berdasarkan 4 tombol.


Gambar 3.7. Rangkaian Transmitter


Tombol remote ada 4, masing-masing berhubungan dengan port D0, D1, D2, D3. Jika salah satu tombol pada remote ditekan, port yang bersangkutan akan menghasilkan sinyal high, dapat menjalankan relay. Jika tombol dilepas, sinyal kembali low

Rangkaian Lampu LED

Pada rangkaian di bawah ini menunjukan dua buah lampu led dengan masing-masing berfungsi sebagai indikator sebuah inputan dari remote, cara kerjanya pada saat menekan huruf A pada data tersebut akan dikirim ke mikrokontroller dan akan memberikan inputan ke lampu indicator kiri pada kondisi HIGH (“1”). Artinya lampu indikator untuk mengaktifkan motor, dan Ketika menekan Huruf B pada remote akan memberikan inputan ke lampu indikator kanan pada kondisi LOW (“1”). artinya lampu indikator untuk menonaktifkan motor, pada pin 2 akan menyala.


Gambar 3.8. Rangkaian lampu LED


Ragkaian Motor DC

Agar motor DC dapat dikontrol dua arah diperlukan driver motor yaitu IC l293. Pada IC l293 terdapat 16 pin yaitu dua pin enable berfungsi untuk mengijinkan driver menerima perintah untuk menggerakan motor DC, empat pin input adalah pin input sinyal kendali motor DC, empat pin output adalah jalur output masing-masing driver yang dihubungkan ke motor DC, dua pinVCC adalah jalur input tegangan sumber driver motor DC, dimana VCC1 adalah jalur input sumber tegangan rangkaian kontrol driver dan VCC2 adalah jalur input sumber tegangan untuk motor DC yang dikendalikan. dan empat pin ground adalah jalur yang harus dihubungkan ke ground, pin GND ini yang berdekatan dan dapat dihubungkan ke sebuah pendingin kecil.

Rangkaian di atas baru akan bekerja ketika mendapat inputan dari Remote, tombol remote yang digunakan adalah tombol A untuk mengaktifkan motor DC, tombol B untuk mengnonaktifkan motor dc dengan, dan tombol C akan menyalakan motor DC pada posisi mati, dan tombol D untuk mematikan motor DC pada posisi nyala. Cara kerja rangkaian di atas adalah dengan memberikan tegangan 5 volt sebagai Vcc pada pin 16 dan 5 volt pada pindelapan untuk tegangan motor, maka IC l293 siap digunakan. Jika terdapat tegangan input satu dan input dua maka dengan memberikan logika HIGH pada enable1 maka output 1 dan output 2 akan aktif. Sedangkan enable1 berlogika rendah, meskipun terdapat tegangan pada input 1 dan input 2, output tetap nol (tidak aktif). Hal ini juga berlaku untuk input 3, 4 dan output 3, 4 serta enable 2. Konfigurasi pin IC L293 di atas, rangkaian di atas dapat digunakan untuk mengontrol dua motor DC sekaligus, dan juga dapa mengontrol motor DC secara kontinu dan dengan teknik PWM (Pulse-Width Modulation).


Gambar 3.9. Rangkain driver motor (Motor DC)


Rangkaian Sistem Keseluruhan

Setelah melakukan perancangan perangkat keras dari seluruh komponen dan bahan yang digunakan, maka rangkaian sistem keseluruhan akan terlihat seperti gambar 3.10 sebagai berikut:

Gambar 3.10. Skema rangkaian sistem keseluruhan


Keterangan dari jalur-jalur diatas:

a. Jalur merah sebagai arus positif (+).

b. Jalur hitam sebagai arus negatif ( - ).

c. Jalur biru sebagai jalur data.

d. Jalur kuning sebagai jalur PWM untuk motor DC.

Konsep dan Perancangan Perangkat Lunak (Software)

Perancagan perangkat lunak adalah melakukan penulisan listing program ke dalam software Arduino 1.0 dengan menggunakan bahasa C, dimana perintah - perintah program tersebut akan di eksekusi oleh hardware atau sistem yang dibuat.

Penulisan Listen Program Bahasa C

Pada perancangan perangkat lunak mengumpulkan program arduino 1.0 digunakan untuk menuliskan listing program dan menyimpannya dengan file yang berektensi. Pde dan bootlloader ArduinoUno sebagai media yang digunakan mengupload program ke dalam mikrokontroller, sehingga mikrokontroller dapat bekerja sesuai dengan yang diperhatikan.

Adapun langkah-langkah untuk memulai menjalankan software Arduino 1.0 dapat dilihat seperti pada gambar 3.1.1 sebagai berikut :


Gambar 3.11. Membuka program Arduino 1.0


Adapun langkah-langkah untuk memulai menjalankan software Arduino 1.0 dapat dilihat seperti pada gambar 3.1.0 sebagai berikut : Adapun langkah-langkah untuk memulai menjalankan software Arduino 1.0 dapat dilihat seperti pada gambar 3.12 sebagai berikut :


Gambar 3.12. Library-library yang digunakan pada Arduino 1.0


Setelah langkah pada gambar di atas dilakukan, agar sistem dapat bekerja sesuai dengan yang dinginkan, selanjutnya lakukan penulisan listing program secara keseluruhan.


Gambar 3.13. Proses kompilasi listing program


Setelah listing program ditulis semua, langkah selanjutnya proses kompilasi untuk mengecek apakah listing program yang ditulis terjadi kesalahan atau tidak, proses kompilasi dapat dilihat pada gambar 3.14 diatas.


Gambar 3.14. Hasil kompilasi listing program


Pada gambar 3.14. menunjukan hasil dari kompilasi listing program dan hasil dari proses kompilasi tidak terjadi error, artinya proses penulisan listing program sudah benar, hasil dari kompilasi inilah yang nantinya akan ditanamkan ke dalam sistem mikrokontroller ATmega328.

Pengisian program ke dalam IC ATmega328 Mikrokontroller bisa bekerja jika di dalamnya sudah dimasukkan listing program, program yang akan dimasukan ke dalam mikrokontroller ATmega328 yaitu program aplikasi yang dibuat dengan aplikasi Arduino 1.0. Untuk melakukan pengisian program menggunakan perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software) dapat dilihat pada gambar 3.15 berikut:


Gambar 3.15. Rangkaian board Arduino dengan internal clock


Dengan menggunakan arduino sebagai media untuk memasukan program ke dalam mikrokontroller ATmega328, maka program yang ditulis pada Arduino1.0 dapat langsung di masukan kedalam mikrokontroller ATmega328. Langkah selanjutnya sebelum listing program dimasukan ke dalam mikrokontroller, yang perlu di perhatikan yaitu jenis board yang akan digunakan pada saat memasukan listing program, proses pemilihan board yang digunakan untuk memasukan listing program dapat dilihat pada gambar 3.16. sebagai berikut:


Gambar 3.16. Pemilihan Arduino board


Setelah jenis board sudah dipilih, langkah selanjutnya adalah memasukan program ke dalam mikrokontroller dengan menggunakan internal clock, arti dari internal clock adalah dengan memanfaatkan board Arduino sebagai board untuk berkomunikasi dengan komputer, dan mikrokontroller yang ada pada arduino board tersebut dilepas, agar IC ATmega328 yang akan digunakan dapat terbaca oleh Arduino board.


Gambar 3.17. Mengupload program kedalam mikrokontroller ATmega328


Pada tampilan pemrograman Arduino 1.0 diatas, dilakukan dengan mengklik tombol upload yang ada pada Arduino 1.0, pada saat mengupload listing program secara otomatis akan menampilkan pesan bahwa proses upload program tidak terjadi error atau sukses. Proses upload listing program yang tidak terjadi error dapat dilihat pada gambar 3.18 sebagai berikut:


Gambar 3.18. Proses upload listing program sukses


Setelah langkah upload listing program selesai, maka sistem mikrokontroller ATmega328 yang berjudul “Prototype Sistem Keaman Tersembunyi pada Kendaraan Roda Empat Menggunakan RF Module Wireless berbasis Arduino Uno Pada CV. MANDIRI BAROKAH”.

Desain Alur Keseluruhan

Pada pembuatan sebuah sistem kontrol diperlukan sebuah gambar yang dapat menjelaskan alur lagkah-langkah dari cara kerja sebuah sistem yang dibuat, sehingga dapat memberikan penjelasan dalam bentuk gambar. Penjelasan yang berupa gambar proses kerja sebuah sistem merupakan gambar dari design yang akan dibuat. Tujuan dari pembuatan design adalah untuk mempermudah pembaca dan membuat sistem itu sendiri untuk memahami langkah-langkah serta cara kerja sebuah sistem yang dibuat. Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan sistem sebagai pada gambar berikut :

Gambar 3.19. Desain Alur Keseluruhan

Permasalahan yang Dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

Permasalahan yang Dihadapi

1. Permasalahan Yang Dihadapi

Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan pada penggurus waduk dikelurahan, perlunya sistem yang dapat memudahkan dan menambah sistem kemanan ganda.

Dikarenakan dari kebanyakan kendaraan yang masih menggunakan kunci ganda manual tapi masih dapat di rusak oleh pencuri. Maka beberapa pemilik kendaraan ingin mempunyai kunci ganda yang tersembunyi dan tidak merepotkan pemilik ketika menggunakannya, seperti menggunakan remote kunci kendaran roda emapat.

Setelah mengamati dan meneliti permasalahan yang ada dapat dirincikan sebagai berikut:

1. Proses penguncian kendaraan masih mengunakan cara manual.

2. Memperlambat waktu dan membuang-buang tenaga.

3. Pada saat ini alat keamanan tersmbunyi masih kurang efektif dan masih terbilang mudah untuk pencuri.

Alternatif Pemecahan Masalah

Setelah mengamati dan meneliti dari beberapa permasalahan yang ada, terdapat beberapa alternatif pemecahan dari permasalahan yang dihadapi, antara lain:

1. Membuat sistem yang dapat dikontrol melalui remote kendaraan roda empat sehingga dapat memudahkan dalam penggunaannya.

2. Sistem ini dapat dikontrol secara otomatis dengan menggunakan remote w.via wireless transmitter.

3. Membuat sistem keamanan baru yang belum di ketahui oleh pencuri sehingga menyulitkan pencuri untuk mencuri kendaraan.

Requirement Elicitation

Pada User Requirement ini berisi tabel Elisitasi 1, 2, 3 dan final. Pembuatan elisitasi dapat dibuktikan / berdasarkan pada observasi dan wawancara.

Elisitasi Tahap I

Tabel 3.1. Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap II

Tabel 3.2. Elisitasi Tahap II


Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasi menggunakan metode MDI. Requirement yang diberi opsi I (Inessential) akan dieliminasi.

Elisitasi Tahap III

Elisitasi tahap III merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya "I" pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali dengan metode TOE. Berikut ini adalah penjelasan mengenai TOE :

1. T artinya Technical. Maksudnya adalah pertanyaan perihal bagaimana tata cara/teknik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan ?

2. O artinya Operational. Maksudnya adalah pertanyaan perihal bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan ?

3. E artinya Economy. Maksudnya adalah pertanyaan perihal berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut di dalam sistem ?

Metode tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, antara lain :

1. H (High) : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan penggunaannya sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.

2. M (Middle) : Mampu untuk dikerjakan.

3. L (Low) : Mudah untuk dikerjakan.


Tabel 3.3. Elisitasi tahap III

Final Draft Elisitasi

Final Draft Elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar untuk mengimplementasikan Prototype sistem keamanan tersembunyi kendaraan roda menggunakan RF remote module wireless berbais Arduino Uno pada CV.Mandiri Barokah. Berdasarkan Elisitasi Tahap III di atas, dihasilkan Final Draft Elisitasi yang diharapkan dapat mempermudah penulis dalam mengimplementasikan prototype sistem keamanan tersembunyi kendaraan roda menggunakan RF remote module wireless berbais Arduino Uno pada CV.Mandiri Barokah.

Tabel 3.4. Final Draft Elisitasi

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Perancangan Sistem Usulan

Flowchart Sistem yang diusulkan

Dalam pembuatan sistem dan perancangan program dapat digambarkan dalam bentuk flowchart sehingga dapat mempermudah dalam melakukan dan merancang langkah-langkah atau proses dengan benar. Adapun bentuk dari flowchart keseluruhan dari sistem yang dibuat dapat dilihat pada gambar berikut :


Gambar 4.8. Flowchart sistem yang di usulkan


Dapat dijelaskan gambar Flowchart Sistem keamanan yang berjalan pada CV.Mandiri Barokah diatas yaitu terdiri dari:

1. 2 (dua) simbol terminal, yang berperan sebagai “Mulai” dan “Selesai” pada aliran proses flowchart sistem pengukur tinggi badan yang berjalan.

2. 1 (satu) simbol proses, yang menyatakan sebuah proses yang dimulai dari menekan tombol, mencari objek kemudian melakukan proses untuk mengaktifkan /menonaktiskan system keamanan.

3. 1 (satu) simbol proses manual, yang akan memulai dengan menekan tombol remote untuk mengaktifkan / menonaktifkan sistem keamanan dan mengunci / membuka mobil.

4. 3 (tiga) simbol data, yang menghasilkan output dari perintah untuk mengaktifkan atau menonaktfkan system keamanan dan mengunci atau membuka mobil lau akan mengasilkan output suara ketika mobil terkunci maupun tidak terkunci.

5. 1 (satu) simbol decision, yang berperan untuk menunjukan sebuah langkah pengambilan keputusan jika “ya” dan “tidak”, yaitu: Sistem keamanan akan memberikan perintah untuk meng aktif / nonaktif dan mobil akan terkunci maupun terbuka lalu akan menghasilkan output berupa suara.

Rancangan Program

Tahap pertama untuk pembuatan suatu alat dan program, yang pertama kali harus dilakukan adalah tahap perancangan, sebagai tolak ukur perancangan yang pertama kali harus sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian hasil perancangan akan di jadikan sebagai acuan untuk perakitan alat dan pembuatan program.

Pada dasarnya tujuan dari perancangan program adalah untuk mempermudah didalam merealisasikan pembuatan alat dan program yang sesuai dengan apa yang diharapkan, adapun tahapan tersebut dapat di gambarkan dalam bentuk navigasi sebagai berikut.

Perancangan Perangkat Lunak untuk Arduino

Sistem perangkat lunak yang dimaksud adalah Ide Arduino yang merupakan perangkat lunak untuk menuliskan listing program arduino, sehingga sistem arduino yang di buat dapat bekerja sesuai dengan apa yang di inginkan.

Pada perancangan perangkat lunak untuk arduino menggunakan bahasa pemrograman C yang dimana listing programnya dapat di compile dan di upload langsung kedalam arduino dengan Ide Arduino, adapun tampilan jendela Ide Arduino pada saat lsiting program ditulis seperti yang terlihat pada gambar 4.9 berikut :


Gambar 4.9. Tampilan listing program pada Ide Arduino


Adapun tahap yang dilakukan adalah menulis listing program -> mengecek keslahan terhadap listing program yang ditulis -> mengupload listing program kedalam arduino. Adapun langkah-langkah tersebut dapat di lihat seperti gambar 4.10 berikut :


Gambar 4.10. Proses upload program kedalam arduino

Konfigurasi Sistem

Pada perancangan sistem usulan ini terdapat beberapa hardware atapun Software yang digunakan yaitu untuk melakukan perancangan dan membuat program, baik untuk sisem arduino maupun Interface nya. Adapun perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang digunakan dapat di lihat pada sub bab berikut ini.

Spesifikasi Harwdware

Pada spesifikasi perangkat keras (hardware) dibawah ini merupakan perangkat keras atau modul yang digunakan, dan memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing, dan dapat digambarkan secara garis besar saja tidak secara detail dalam pembuatan suatu modul tersebut. Adapun perangkat keras (Hardware) yang digunakan meliputi sebagai berikut:

1. Arduino uno.

2. Laptop : Acer Core i3 14 inch, 2 Gb DDR3 of RAM, 500 GB of Hardisk

3. Printer Cannon PIXMA MP237

4. Motor dc

5. Rangkaian Elektronika

6. Remote 4 Channel

7. Module Transmitter

8. Adaptor baterai

9. Motor DC

Spesifikasi Software

Pada spesifikasi perangkat lunak (software) dibawah ini merupakan Aplikasi yang digunakan untuk membuat program, merancang alur diagram, mengedit program, sebagai interface, media untuk mengupload program dan mengedit suatu gambar. Adapun perangkat lunak (software) yang digunakan meliputi sebagai berikut:

1. Mozilla Firefox

2. Microsoft Office 2007

3. Notepad++

4. IDE Arduino 1.0.5

5. Paint

6. Fritzing.2013.12.17

Hak Akses

Dalam membuat sebuah aplikasi perangkat lunak (software) ataupun perangkat keras (hardware) harus dan perlu adanya sebuah hak akses baik oleh petugas yang berwenang atau seseorang yang menjabat sebagai pemegang hak akses sangat diperlukan untuk keamanan dari sistem perangkat lunak (software) ataupun perangkat keras (hardware) yang dirancang, karena aplikasi perangkat lunak (software) ataupun perangkat keras (hardware) yang tidak memiliki hak akses akan sangat tidak aman. Adapun sistem ini memiliki satu hak akses user yaitu menggunakan Remote 4 Chennel yang menjadi remote untuk mengunci dan mengaktifkan system yang ditatamkan pada kendaraan roda 4.

Testing

Pada tahap testing dilakukan pengujian terhadap sistem yang dibuat yaitu dengan menggunakan metode BlackBox testing, adapun pengujian dilakukan melalui interface blueterm dan arduino, dimana pengujian tersebut agar dapat mengetahui fungsionalitas dari suatu interface, adapun tahapannya tersebut untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Rancangan Prototype

Pada bagian ini merupakan hasil rancangan dari Remote 4 Chennel yang digunakan dalam pembuatan alat ini, adapun hasil dari prototype interface Remote 4 Chennel dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 4.11. Pengujian Tabel Remote Transmitter

Gambar 4.12. Tabel Pengujian Blacx Box


Gambar 4.11. Pengujian Remote pada Lampu LED

1. Pengujian Rangkaian Catu Daya


Catu daya sebagai power supply adalah sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk piranti lain yang sangat penting. Dalam realisasi perangkat keras yang berupa motor DC, driver L293 dan keseluruhan rangkaian sistem keseluruhan arduino disini membutuhkan catu daya. Gambar 4.1 adalah merupakan gambar rangkaian catu daya yang terhubung dalam suatu rangkaian sistem. Uji coba dilakukan dengan menggunakan lampu led (light-emitting diode), sebagai output dari tegangan kerja pada sebuah rangkaian catu daya, uji coba rangkaian catu daya dapat di lihat pada gambar 4.1 sebagai berikut:


Gambar 4.1. Pengujian Rangkaian Catu Daya


Dari hasil pengujian pada rangkaian diatas didapatkan hasil yang terukur sebenarnya adalah sebagai berikut :

1. Hasil pengukuran pada IC regulator satu yang merupakan output untuk mesin pendorong berupa tegangan DC sebesar +5 volt. Setelah dilakukan pengukuran adalah sebesar 4.82 volt DC.

2. Hasil pengukuran keluaran dari IC regulator dua yaitu merupakan tegangan untuk driver motor IC L293 sebagai Vcc pada pin 16 dan tegangan untuk motor DC yang di pasang pada IC L293 di pin 8 sebasar 4.82 volt.

3. Hasil pengukuran keluaran dari IC regulator tiga yaitu merupakan tegangan untuk sensor ultrasonik sebesar 4.82 volt.

4. Hasil pengukuran keluaran dari IC regulator empat yaitu merupakan tegangan input untuk motor servo sebesar 4.82 volt.

Dari hasil pengujian rangkaian catu daya didapatkan hasil yang cukup stabil untuk membuat sistem dapat bekerja seperti yang diharapkan, sehingga pada rangkaian catu daya ini sudah dapat digunakan dengan baik.

2. Prosedur Pengujian Lampu Indikator

Lampu led adalah suatu komponen elektronika yang dapat mengeluarkan cahaya yang biasanya digunakan sebagai indikator dari sebuah rangkaian elektronika, pada pengujian lampu led disini menggunakan sebuah program yang terdapat pada program arduino yaitu dengan tipe lampu blink , uji coba dilakukan dapat dilihat pada gambar 4.2 sebagai berikut:


Gambar 4.2. Listing pengujian rangkaian lampu led

Adapun listing Program yang digunakan dalam uji coba dari rangkaian di atas adalah sebagai berikut:


Gambar 4.3. Listing program pengujian lampu led blin


Program diatas akan dijalankan secara terus menerus selama arus listrik mengalir, dikarenakan program yang dipakai adalah tipe blink tampa ada device yang mengontrolnya. Dan adapun hasil ujicobanya dapat dilihat pada gambar 4.4 sebagai berikut :


Gambar 4.4. Listing program pengujian lampu led saat menyala


3. Pengujian Rangkaian Motor DC

Rangkaian pengendali motor DC digunakan untuk mengendalikan motor DC untuk melakukan perputaran ke arah kanan dan kiri. Pengujian yang akan dilakukan pada rangkaian pengendali motor DC menggunakan IC L293, hanya untuk mengetahui dan memastikan bahwa arah putaran dan besar tegangan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan sistem tersebut. Langkah pertama yang dilakukan adalah memberikan tegangan pada rangkaian L293 untuk menentukan tegangan yang sesuai dengan tenaga ( torsi ) yang dihasilkan dan tidak terlalu cepat perputarannya untuk motor DC. Berikut adalah merupakan hasil pengujian perbandingan antara tegangan dengan torsi yang dihasilkan.

1. Motor DC diberikan tegangan sebesar 12 volt, torsi yang dihasilkan terlalu cepat, sehingga IC regulator akan cepat panas.

2. Motor DC diberikan tegangan sebesar 9 volt, torsi yang dihasilkan dapat menggerakan motor dc , tetapi kecepatan motor dc masih terlalu tinggi sehingga terlalu cepat panas.

3. Motor DC diberikan tegangan sebesar 5 volt, torsi yang dihasilkan mampu menggerakkan motor dc pada kecepatannya yang diinginkan.


Tabel 4.1. Pola pemberian pada driver motor DC L293


Setelah melakukan beberapa tahapan pengujian pada rangkaian pengendali motor DC, hasil pengujian yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan sistem. Sehingga tegangan 5 volt yang digunakan sudah cukup untuk mengendalikan motor DC tersebut, sedangkan lampu led digunakan sebagai penanda arah dari putaran motor dc. Lampu led berwarna merah menyala ketika motor dc berputar kearah kiri sedangkan lampu hijau menyala ketika motor dc berputar kearah kanan. Adapun gambar rangkaian pengujian motor dc dapat dilihat seperti gambar 4.5 sebagai berikut:


Gambar 4.5. Pengujian rangkaian motor dc dengan driver L293D


Dalam pengujian motor dc dengan driver L293D menggunakan listing program seperti terlihat pada gambar 4.6 sebagai berikut :


Gambar 4.6. Pengujian Motor DC

2. Analisa Listing Program

Proses analisa dilakukan untuk mendapatkan kesesuaian antara perangkat keras (hardware) yang sudah di uji coba dengan perangkat lunak (software) yang berupa listing program yang telah di masukan ke dalam sistem arduino.


Gambar 4.7. Listing program keseluruhan


Setelah melakukan penulisan listing program pada Arduino 1.0 di lakukan maka dapat dijelaskan seperti berikut:

penulisan listing program harus diawali dengan kode:

#include < >

Kode di atas merupakan fungsi libraries yang ada pada software Arduino yang didalamnya terdapat fungsi-fungsi yang untuk digunakan pada motor servo.

Sedangkan motor DC tidak dikontrol langsung menggunakan arduino, kerena motor DC hanya berputar searah dengan jarum jam, maka dari itu dengan memanfaatkan driver motor L293D untuk mengontrol motor DC, maka motor DC dapat dikontrol dua arah yaitu searah dengan jarum jam dan sebaliknya bisa di kontrol dengan arah berlawanan jarum jam. Adapun listing program yang digunakan sebagai berikut:

#include "TM1637.h"

int ledhijau=13;

int ledmerah=12;

int relay=11;

int m1p1=7;

int m1p2=8;

int enabel=9;


#define CLK 3

#define DIO 4

TM1637 tm1637(CLK,DIO);


void setup(){

tm1637.init(); // Reset Display nya

tm1637.set(BRIGHT_TYPICAL);

delay(1500); // UNTUK KEMBALI KE TOMBOL SEMULA

Serial.begin(9600);

pinMode();

pinMode();

pinMode();

pinMode();

pinMode();

pinMode();

digitalWrite();

}


void loop(){


while (digitalRead(9) == LOW &&

digitalRead(10) == LOW &&

digitalRead(11) == LOW &&

digitalRead(12) == LOW) {

tm1637.display(3,0); // Looping sampai tombol ditekan

}


tm1637.clearDisplay(); //hapus data


while (digitalRead(9) == HIGH) { // tekan tombol 1

tm1637.display(0,1);

digitalWrite();

digitalWrite();

}


while (digitalRead(10) == HIGH) { // Btekan tombol 2

tm1637.display(1,2);

digitalWrite();

digitalWrite();

}


while (digitalRead(11) == HIGH) { // tekan tombol 3

tm1637.display(2,3);

digitalWrite();

digitalWrite();

}


while (digitalRead(12) == HIGH) { // tekan tombol 4

tm1637.display(3,4);

digitalWrite();

digitalWrite();

}


tm1637.clearDisplay();

}


Barisan program diatas akan dijalankan berulang kali selama arus listrik mengalir.

1. Penjelasan struktur listing program

Setiap program yang menggunakan bootloader Arduino biasa disebut sketch mempunyai dua buah fungsi yang harus ada yaitu:

1. Void setup(){}

yaitu semua kode didalam kurung kurawal akan dijalankan hanya satu kali ketika program dijalankan untuk pertama kalinya.

2. Void loop(){}

yaitu fungsi ini akan dijalankan setelah fungsi setup (void setup () { }) selesai. Setelah dijalankan satu kali fungsi ini akan dijalankan lagi, dan lagi secara terus menerus sampai catu daya (power) dilepaskan.

Berikut ini adalah elemen bahasa C yang dibutuhkan dalam format penulisan.

1. pinMode

digunakan dalam void setup() untuk mengkonfigurasi pin apakah sebagai input atau output. Untuk output digital pin secara default di konfigurasi sebagai input sehingga untuk merubahnya harus menggunakan operator pinMode (pin, mode) dan digunakan untuk menetapkan mode dari suatu pin, pin adalah nomor pin yang akan digunakan dari 0-19 (pin analog 0-5 adalah 14-19). Mode yang bisa digunakan adalah INPUT atau OUTPUT.

2. digitalWrite

digunakan untuk mengset pin digital. Ketika sebuah pin ditetapkan sebagai output, pin tersebut dapat dijadikan HIGH (ditarik menjadi 5 volts) atau LOW (diturunkan menjadi ground).

Evaluasi

Berdasarkan uji coba dari keseluruhan sistem yang dibuat terdapat dua metode pengujian yang dilakukan baik secara software maupun secara hardware, pada saat melakukan pengujian pada aplikasi blueterm hanya kendala saat terkoneksi dengan device lainnya, masalah tersebut tidak terpengaruh terhadap program karena bukan kesalahan dalam program melainkan faktor dari Remote.

Lalu uji coba dilakukan lagi secara hardware yaitu dengan melakukan kontroling pada interface remote. Hasil dari evaluasi baik secara Software dan Hardware mendapat hasil yang cukup baik sehingga sudah dapat diterapkan dalam bentuk Prototype.

Implementasi

Pada tahap ini merupakan tahap-tahap utnuk merealisasikan dari sistem yang dirancang yang dimulai dari tahap pengumpulan data-data yang diharapkan dapat membantu dan mendukung sehingga sampai tercapainya dalam penerapannya.

Schedul

Berdasarkan data yang dikumpulkan, sehingga keamanan tersembunyi menggunakan remote 4 channel dapat bekerja dengan baik, penulispun melakukan pendekatan terhadap pihak yang berkaitan yang merupakan tempat observasi penulis, hal ini dilakukan demi kepentingan pengguna yang dimana pengguna menginginkan suatu sistem yang dapat membantu dalam melakukan pekerjaan, sedangkan penulis sangat perlu melakukan pendekatan tersebut karena ada beberapa hal yang mungkin akan menjadi kendala ketika dalam proses perancangan dan pembuatan. Adapun jadwal yang dilakukan dalam proses mulai hingga selesai disajikan dalam tabel 4.2 sebagai berikut.


Tabel 4.2. Pengolahan Jadwal proses pembuatan system

Penerapan

Pada bagian ini hal yang dilakukan adalah bagian untuk menerapkan sistem yang dibuat agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan baik bagi penulis maupun oleh instansi yang bersangkutan, instansi dimana tempat melakukan riset.


Tabel 4.3. Pengolahan jadwal penerapan

Estimasi Biaya

Berikut adalah rincian dalam pembuatan prototype Sistem Keamanan Tersembunyi pada Kendaraan Roda Empat Menggunkan Remote Transmitter pada CV. Mandiri Barokah adalah :


Tabel 4.4. Estimasi biaya yang dikeluarkan


BAB V

PENUTUP

KESIMPULAN

1. Dengan menggunakan Arduino UNO yang telah di program untuk menerima perintah melalui transmitter yang dikirim dari remote 4 Channel sebagai media pengontrol prototype.

2. Metode ini mampu membuat sistem kontrol pada kendaraan roda empat (mobil) menggunakan Arduino UNO (Mikrokrontroller ATMega 328) dengan menggunakan bantuan dari Remote Transmitter 4 Channel.

3. Dengan menggunakan Remote Transmitter sebagai media input ke arduino uno untuk mengaktifkan atau menonaktifan prototype.

SARAN

1. Sistem ini mempunyai kelemahan apabila jarak antara remote dan mikrokontroller lebih dari 20 meter maka koneksi pada transmitter akan terputus dan pengguna tidak dapat mengontrol mobil tersebut.

2. Module yang terpasang dalam box mesin kendaraan di pasang ditempat yang aman agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

3. Metofe transmitter memudahkan pengguna ketika mengoprasikan sistem. Tapi masih sebtas jaringan radio.

DAFTAR PUSTAKA

Adelia, dan Jimmy Setiawan. 2011. “Implementasi Customer Relationship Management (CRM) pada Sistem Reservasi Hotel berbasisi Website dan Desktop”. Bandung: Universitas Kristen Maranatha. Vol. 6, No. 2, September 2011:113-126.

Amar, Reza 2014. “Sistem Kontrol Robot Peminah Barang Menggunakan Aplikasi Android Berbasis ArduinoUNO”. (Jurnal CCIT).

Arfa 2013. “AKSES KONTROL KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT MENGGUNAKAN PASSWORD DAN SENSOR INFRARED BERBASIS MIKROKONTROLLER ATmega328”.

Daud, Mohammad 2015. “Protoype System Lock and Controlling Class Room Dengan Interface Android Berbasis ArduinoUNO”. (Jurnal CCIT).

Erinofiardi,Nurul Iman Supardi. Redi. 2012. “Penggunaan PLC Dalam Pengontrolan Temperatur, Simulasi Pada ProtorypeRuangan”. Jurnal Mekanikal, Vol.3 No.2-Juli 2012.

Fakhri, Khiabani, Muhammad 2015. "PENGUKUR TINGGI BADAN MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328 DUAL MODE PADA SDIT AL-ISTIQOMAH". (Jural CCIT)

Guritno. Suryo, Sudaryono, dan R. Untung. 2011. “Theory and Application of IT Research Metodologi Penelitian Teknologi Informasi”. Yogyakarta: Andi.

Prisany, Raka, Achmad 2013. "Alat Palang Pintu Kereta Api Otomatis Menggunakan Sensor Infra merah Berbasis Mikrokontroller Arduino".

Purwandari, Eka 2015. “Prototipe Pengontrolan Pintu Guna Mengamankan Soal Naskah Ujian Nasional Pada SMA 11 Tangerang”. (Jurnal CCIT).

Septian, Afridha 2015. “Pengaman Brankas menggunakan Voice Dengan media Bluetooth Berbasis Mikrokontrller ATmega 328”. (Jurnal CCIT)

Rizky. Soetam. 2011. “Konsep Dasar Rekayasa Perangkat Lunak. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Satria, Ryan 2015. “Sistem Kontrol Rolling Door Dengan Menggunakan Smartphone Berbasis Android OS Pada PT. STANLEY INDONESIA ELECTRIC.” (Jurnal CCIT).

Simartama, Janner. 2010. “REKASA PERANGKAT LUNAK”. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.

Sutabri, Tata.2012. “Analisis Sistem Informasi”.Yogyakarta: Andi.

Sutarman. 2012. “Buku Pengantar Teknologi Informasi”. Jakarta: Bumi Aksara

Sumardi. 2013. “Mirokontroler : Belajar AVR Mulai dari Nol”. Yogyakarta : Graha Ilmu

Sulindawati dan Muhammad Fathoni. 2010. “Pengantar Analiasa Sistem”. JurnalSAINTIKOM Vol. 9, No. 2 Agustus 2010:2-19.

Suryo Guritno, Sudaryono, dan Untung Rahardja. 2011. “Teory and Application of IT Research: Metodelogi Penelitian Teknologi Informasi”. Yogyakarta: CV ANDI OFFSET

Syahrul,2014, “Pemrograman Mikrokontroler AVR Bahasa Assembly dan C”. Informatika, Bandung

Syahwil, Muhammad. 2014. "Panduan Mudah Simulasi Dan Praktek Mikrokontroler Arduino". Andi Publisher

Taufiq, Rohmat.2013. “Sistem Informasi Manajemen”. Yogyakarta : Graha ilmu.

Widodo, 2010, “Embedded System Menggunakan Mikrokontroler Dan Pemrogaman C”. Yogyakarta: Penerbit Andi

DAFTAR LAMPIRAN


LAMPIRAN A:

A.1. Surat Keterangan Observasi

A.2. Form Penggantian Judul

A.3. Kartu Bimbingan

A.4. Kartu Study Tetap Final (KSTF)

A.5. Form Validasi Skripsi

A.6. Kwitansi Pembayaran Skripsi, Raharja Career dan Sidang

A.7. Daftar Mata Kuliah Yag Belum Diambil

A.8. Daftar Nilai

A.9. Sertifikat TOEFL

A.10. Sertifikat Prospek 2011

A.11. Sertifikat IT Internasional

A.12. Sertifikat IT Nasional

A.13. Sertifikat Pelatihan REC

A.14. Ijazah

A.15. Curriculum Vitae (CV)

A.16. Formulir Seminar Proposal

A.17. Formulir Pertemuan Stakeholder

A.18. Formulir Final Presentasi A.19. Jurnal Sensi

LAMPIRAN B :

B.1. Form Wawancara CV. Mandiri Barokah

B.2. Form Uraian Pekerjaan

B.3. Surat Keterangan Implementasi

LAMPIRAN C :

C.1. Foto Alat