TA1631393054

Dari widuri
Revisi per 10 Januari 2020 15.47 oleh Firdha Evilya Arifin (bicara | kontrib) (BAB I)


Lompat ke: navigasi, cari


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN

SISWA BERBASIS WEB PADA SMK NUSA PUTRA KOTA TANGERANG



TUGAS AKHIR



Disusun Oleh :

NIM
: 1631393054
NAMA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

KONSENTRASI SYSTEM ARCHITECTURE

UNIVERSITAS RAHARJA

TANGERANG

2019/2020


UNIVERSITAS RAHARJA

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN

SISWA BERBASIS WEB PADA SMK NUSA PUTRA KOTA TANGERANG


Disusun Oleh :

NIM
: 1631393054
Nama
Fakultas
: Sains dan Teknologi
Program Pendidikan
: Diploma 3
Program Studi
: Teknik Informatika
Konsentasi
: System Architecture

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, Januari 2020

Rektor
       
Ketua Program Studi
Universitas Raharja
       
Program Studi Teknik Informatika
           
           
           
           
       
(Dedeh Supriyanti, S.Kom., M.T.I)
NIP : 000603
       
NIP : 08162




UNIVERSITAS RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN

SISWA BERBASIS WEB PADA SMK NUSA PUTRA KOTA TANGERANG

Dibuat Oleh :

NIM
: 1631393054
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Teknik Informatika

Konsentrasi System Architecture

Disetujui Oleh :

Tangerang, Januari 2020

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Dedy Iskandar, S.Kom., M.T.I)
   
(Mardiana, S.E, M.Ak)
NID : 05060
   
NID : 17005




UNIVERSITAS RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN

SISWA BERBASIS WEB PADA SMK NUSA PUTRA KOTA TANGERANG

Dibuat Oleh :

NIM
: 1631393054
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Teknik Informatika

Konsentasi System Architecture

Tahun Akademik 2019/2020

Disetujui Penguji :

Tangerang, Januari 2020

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(------------------)
 
(-------------------)
 
(--------------------)
NID : -----
 
NID : -----
 
NID : -----




UNIVERSITAS RAHARJA

LEMBAR KEASLIAN TUGAS AKHIR

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN

SISWA BERBASIS WEB PADA SMK NUSA PUTRA KOTA TANGERANG

Disusun Oleh :

NIM
: 1631393054
Nama
Fakultas
: Sains dan Teknologi
Program Pendidikan
: Diploma 3
Program Studi
: Teknik Informatika
Konsentrasi
: System Architecture

 

 

Menyatakan Tugas Akhir ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Tugas Akhir (Disesuaikan) yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Diploma baik dilingkungan Universitas Raharja maupun Universitas lain. Serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, Januari 2020
Firdha Evilya Arifin
NIM. 1631393054

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;




ABSTRAK

(((BELOM)))

Kata Kunci : Perpustakaan, Pelayanan, Komputerisasi.


ABSTRACT

(((BELOM)))

Keywords:






KATA PENGANTAR


Puji syukur, Alhamdulillah penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan jalan serta melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat berjalan dengan baik dan selesai dengan semestinya..

Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah sebagai syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan Diploma 3 Program Studi Komputerisasi Akuntansi pada Universitas Raharja.

Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak penyusunan laporan Tugas Akhir ini tidak akan berjalan ssuai yang di harapkan. Oleh karena itu pada kesempatan yang singkat ini, izinkanlah penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada

  1. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si. selaku Rektor Universitas Raharja.

  2. Bapak Dr. Henderi, S.Kom., M.Kom. selaku Dekan Fakultas Universitas Raharja

  3. Bapak Padeli, M.Kom. selaku Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Raharja.

  4. Ibu Dedeh Supriyanti, S.Kom., M.TI. selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika konsentrasi System Architecture.

  5. Dedy Iskandar, S.Kom., M.T.I. sebagai Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis sehingga Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik.

  6. Mardiana, S.E, M.Ak. sebagai Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis sehingga Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik.

  7. Kepada kedua Orang Tua dan keluarga yang telah memberikan semangat dan juga dukungannya, baik moral, materil maupun doa.

  8. Kepada Pak Indra Gunawan, S.kom sebagai pembimbing lapangan serta Mas Yan Agung Alfiansyah sebagai pembina perpustkaan..

  9. Untuk Pilar Adhana Heryanto, Dwiana Octavia, Silvia Permatasari, dan DzakDoy teman seperjuangan di Universitas Raharja yang telah memberikan arahan, masukan dan semangat serta Doa, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.

  10. Kepada SEVENTEEN, Wanna One, BY9, DAY6, especially Ong Seong Wu, Kim Dong Hyun, Keum Dong Hyun, Jeon Won Woo, Cho Seung Youn, dan Yoon Do Woon yang telah memberikan semangat lewat karya musiknya.


Penulis menyadari bahwa dalam penulisan dan penyusunan laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk melakukan perbaikan kedepannya. Akhir kata penulis berharap Laporan Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan acuan yang bermanfaat dikemudian hari.


Tangerang, Januari 2020
Firdha Evilya Arifin
NIM. 1631393054

Daftar isi



DAFTAR TABEL

  1. Tabel 3.1 Elisitasi Tahap I

  2. Tabel 3.2 Elisitasi Tahap II

  3. Tabel 3.3 Elisitasi Tahap III

  4. Tabel 3.4 Final Draft Elisitasi






DAFTAR GAMBAR

  1. Gambar 3.1 Struktur Organisasi

  2. Gambar 3.2 Use Case Diagram Penerimaan Buku





DAFTAR SIMBOL

Simbol Use Case Diagram

Simbol Activity Diagram

Simbol Class Diagram

Simbol Sequence Diagram




Bab I Pendahuluan

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Teknologi

((()))).


Rumusan Masalah

Dari adanya permasalahan yang terjadi pada saat input data serta pada saat proses pencarian buku, maka dengan ini penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana proses sistem informasi perpustakaan yang berjalan pada SMK Nusa Putra Kota Tangerang saat ini?
  2. Apakah sistem informasi perpustakaan yang berjalan saat ini sudah efektif dan efisien?
  3. Bagaimana merancang sistem informasi perpustakaan untuk meningkatkan kualitas perpustakaan pada SMK Nusa Puta Kota Tangerang?


Ruang Lingkup

Ruang lingkup dalam Tugas Akhir (TA) ini meliputi sistem informasi pengolahan data pada perpustakaan SMK Nusa Putra Kota Tangerang. Agar ruang lingkup menjadi terarah dan berjalan dengan baik. Sistem Pengolahan Data tersebut meliputi:

  1. Sistem Pengolahan Data anggota.
  2. Sistem Pengolahan Data Peminjaman Buku.
  3. Sistem Pengolahan Data Pengambalian Buku.
  4. Sistem Pengolahan Data Stok Buku.
  5. Sistem Pengolahan Data Denda.
  6. Sistem pengolahan Data Laporan.


Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penulisan laporan Tugas Akhir ini ialah:

  1. Untuk mengetahui sistem informasi perpustakaan yang sedang berjalan saat ini pada SMK Nusa Putra Kota Tangerang.
  2. Menghasilkan sistem informasi perpustakaan yang terkomputerisasi pada SMK Nusa Putra Kota Tangerang
  3. Untuk memudahkan masyarakat dalam mencari buku yang ingin dipinjam.
  4. Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di Universitas Raharja.
  5. Sebagai syarat kelulusan Tugas Akhir.


Manfaat Penelitian

Dari penelitian ini terdapat beberapa manfaat, yaitu:

  1. Terciptanya sistem informasi perpustakaan pada SMK Nusa Putra Kota Tangerang yang efektif dan efisien.
  2. Terciptanya sistem informasi perpustakaan yang memudahkan petugas pada saat menginput data serta membuat laporan.
  3. Memberikan solusi dari permasalahan pada sistem yang sedang berjalan.
  4. Memberikan pengalaman dan memperluas wawassan mahasiswa serta memberikan kesempatn bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah didapat dari bangku kuliah.


Metode Penelitian

Metedologi penelitian merupakan suatu cara atau sistem dalam melakukan sebuah penelitian. Dalam menyusun Tugas Akhir (TA) ini, penulis menggunakan 3 (tiga) metodologi. Adapun metode pengambilan data yang digunakan penulis dalam menyusun Tugas Akhir (TA) adalah sebagai berikut:

Metode Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam menyusun laporan Tugas Akhir ini, maka metode pengumpulan data yang digunakan ialah sebagai berikut:

  1. Metode Pengamatan Langsung (Observation).
  2. Penulis melakukan pengamatan langsung pada lokasi penelitian yaitu pada perpustakaan SMK Nusa Putra Kota Tangerang yang beralamat di Jl. Teuku Umar No.12, Nusa Jaya, Karawaci, Kota Tangerang, Banten, untuk mendapat data yang di teliti dengan melakukan analisa dan evaluasi terhadap masalah yang berkaitan dengan topik yang akan dibahas.

  3. Metode Wawancara (Interview).
  4. Metode yang dilakukan penulis untuk mendapatkan data dengan cara wawancara atau Tanya jawab secara lisan kepada Bu Fitri, pembina perpustakaan Metode Studi Pustaka.

  5. Studi Pustaka
  6. Metode studi pustaka ini dilakukan sebagai penunjang dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan. Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mencari referensi-referensi yang berkaitan judul yang diambil. Referensi dapat diperoleh dari buku-buku, internet, dan sumber lainnya yang dapat dipercaya. Metode ini dapat mempermudah penulis dalam pembuatan laporan Tugas Akhir.

Metode Analisa Sistem

Selanjutnya data yang telah diperoleh pada saat melakukan observasi dan wawancara dikumpulkan serta di analisis meggunakan metode analisa PIECES (Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Service). Dimana dalam menggunakan metode ini, permasalahan dapat diketahui dari berbagai arah, diantaranya, hasil, informasi, ekonomis, pengawasan, efisiensi, pelayanan. Setelah menganilisis dengan metode tersebut, selanjutnya penulis menggambarkan sistem yang berjalan melalui diagram UML (Unified Modelling Language) yang terdiri dari use case diagram, activity diagram, sequence diagram, class diagram.

Metode Perancangan Sistem

Metode Perancangan Sistem yang digunakan oleh penulis ialah Metode Perancangan terstruktur menggunakan Unified Modeling Language (UML) yang memudahkan user dalam menggambarkan sistem yang berjalan dan sistem yang diusulkan meliputi Use Case Diagram, Activity Diagram, Class Diagram, Sequence Diagram. Untuk memudahkan user dalam perancangan sistem aplikasi menggunakan Elistasi yang dibagi menjadi 3 (Tiga) tahapan, yaitu : Elistasi Tahap I, Elistasi Tahap II, Elistasi Tahap III, dan Final Draft Elistasi.

Metode Pengujian (Testing)

Metode pengujian merupakan tahap akhir sebelum sistem yang telah dibuat diimplementasikan. Metode pengujian ini menggunakan Black Box Testing yaitu pengujian untuk mengetahui fungsi-fungsi perangkat lunak yang telah berjalan sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat memudahkan user untuk mengetahui letak kesalahan pada sistem yang telah dibuat.

Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah dalam memahami lebih jelas tentang penulisan penelitian ini, maka penulis mengelompokkan materi penulisan menjadi empat (IV) bab yang masing - masing saling berkaitan satu sama lainnya, sehingga tulisan menjadi satu kesatuan yang utuh, keempat bab tersebut yaitu:

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis diminta untuk menjelaskan materi yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup, maksud dan tujuan penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini penulis menjelaskan beberapa definisi menurut para ahli berupa kutipan yang bersumber dari berbagai jurnal dan buku. Serta beberapa Literature Review yang searah dengan laporan yang dibuat oleh penulis.

BAB III PEMBAHASAN DAN HASIL

Bab ini berisikan gambaran umum, sejarah singkat dari SMK Nusa Putra Kota Tangerang, struktur organisasi, visi dan misi, analisa sistem yang berjalan, tanggung jawab dan wewenang, analisa sistem yang berjalan dengan menggunakan Unified Modelling language, serta uraian sistem yang diusulkan, seperti UML (Unified Modeling Languange) yang meliputi use case diagram, activity diagram, sequence diagram, class diagram, elisitasi tahap I, II, III, dan draft final, rancangan basis data, rancangan tampilan sistem, hingga implementasi program.

BAB IV PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan yang berkaitan dengan hasil analisa dan rancangan sistem guna menjawab tujuan penelitian yang diajukan, serta saran dari peneliti untuk lebih mengoptimalkan sistem.

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN

 

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Menurut Giandari dkk, Dalam CCIT Journal Vol 12 No 1 (2019:3)[1]Marshall Romney dan JP. Steinbart berpendapat bahwa ; Sistem adalah “Suatu rangkaian yang terdiri dari 2 (dua) atau lebih komponen yang berhubungan dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dimana sistem biasanya terbagi dalam sub-sub sistem yang kecil mendukung sistem yang lebih besar

Menurut Rafika, dkk dalam jurnal CCIT Vol.8 No.3 (2015:2016)[2]menjelaskan bahwa “sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran atau tujuan tertentu”.

Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan kumpulan dari beberapa komponen yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan dari apa yang sistem tersebut inginkan.



Karakteristik Sistem

Menurut Jeperson Hutahaean dalam bukunya yang berjudul “Konsep Sistem Informasi” (2015:3) [3]Supaya sistem dikatakan sistem yang baik maka memiliki karakteristik yang baik yaitu:

  1. Komponen Sistem

    Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem

  2. Batasan Sistem9boundary

    Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

  3. Lingkungan Luar Sistem

    Lingkungan luar adalah diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijeda dan yang merugikan harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

  4. Penghubung (interface) Antar Komponen

    Penghubung. (Interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lain melalui penghubung.

  5. Masukan Sistem

    Masukan atau input merupakan energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input), yaitu bahan yang dimasukkan agar sistem tersebut dapat beroperasi dan masukan sinyal (signal input), yaitu masukan yang diproses untuk mendapatkan keluaran.

  6. Keluaran Sistem (output)

    Keluaran (output) merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembangunan. Contoh komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

  7. Pengolahan Sistem

    Pengolahan sistem. Suatu sistem menjadi bsgian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Sistem produksi akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi.

  8. Sasaran Sistem

    Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objektif). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.


Klasifikasi Sistem

Menurut Jeperson Hutahaean dalam bukunya yang berjudul “Konsep Sistem Informasi” (2015) [4]Suatu sistem dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Sistem abstrak (abstact system) dan sistem fisik (phisical system)
  2. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tempak secara fisik, misalnya sistem teknologi yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sitem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik

  3. Sistem Alami (natural system) dan Sistem Buatan Manusia (human made system).
  4. Sistem alami adalah sistem yang keberadaannya terjadi secara alami/natural tanpa campuran tangan manusia. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sebagai hasil kerja manusia. Contoh sistem alamiah adalah sistem tata surya yang terdiri dari atas sekumpulan planet, gugus bintang dan lainnya. Contoh sistem abstrak dapat berupa sistem komponen yang ada sebagai hasil karya teknologi yang dikembangkan manusia.

  5. Sistem pasti (deterministic system) dan sistem tidak tentu (probobalistic system)
  6. Sistem tertentu adalah sistem yang tingkah lakunya dapat ditentukan/diperkirakan sebelumnya. Sedangkan sistem tidak tentu sistem tingkah lakunya tidak dapat ditentukan sebelumnya. Sistem aplikasi komputer merupakan contoh sistem yang tingkah lakunya dapat ditentukan sebelumnya. Program aplikasi yang dirancangdan dikembangkan oleh manusia dengan menggunakan prosedur yang jelas, terstruktur dan baku.

  7. Sistem Tertutup (closed system) dan Sistem Terbuka (open system)
  8. Sistem tertutup merupakan sistem yang tingkah lakunya tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sebaliknya, sistem terbuka mempunyai prilaku yang dipengaruhi oleh lingkungannya. Sistem aplikasi komputer merupakan sistem relative tertutup, karena tingkah laku sistem aplikasi komputer tidak dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi diluar sistem

Tujuan Sistem

Menurut Eko dan Aneu dalam Jurnal Manajemen dan Teknik Informatika Vol 1, No 1 (2018:13).[5]sistem merupakan suatu alat untuk menghubungkan suatu jaringan kerja dari sekumpulan elmen-elmen yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya, sehingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau direncanakan.

Menurut Prof. Dr. Sri Mulyani, Ak., CA dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit: Analisis dan Perancangan” (2017:9)[6]Selain mempunyai batasan, sistem juga harus mempunyai tujuan. Tujuan sistem merupakan target atau hasil akhir yang sudah dirancang oleh pembuat sistem dimana tujuan ini menjadi titik koordinat komponen-komponen sistem dalam bekerja sehingga tujuan dari sistem tersebut bisa dicapai. Tujuan sistem harus fokus, karena tujuan sistem akan mempengaruhi batasan, komponen sistem dan hubungan kerja dari sistem tersebut.

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari sistem ialah target yang telah dirancang oleh pembuat sistem untuk menentukan fungsi dari sistem tersebut agar sistem yang dibuat dapat digunakan dengan baik.

Konsep Dasar Data

Definisi Data

Menurut Mia Andini dan Khairul Anwar Hafizd dalam Jurnal Sains dan Informatika Vol 1, No 2 (2015:48).[7]Mendefinisikan bahwa “Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang atau sifat”.

Menurut Juanda dan Hayatullah dalam jurnal informatka Vol 8, No 2 (2016:43)[8] data adalah suatu istilah majemuk yang berarti fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, angka- angka, huruf-huruf, atau simbol yang menunjukkan suatu ide, objek, kondisi, atau situasi dan lain-lain.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa, data merupakan kumpulan dari berbagai informasi, data berperan penting terhadap suatu informasi untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat tanpa adanya data maka informasi tersebut tidak akan terbentuk.

Sumber Data

Menurut Sugiyono (2015) [9] menyatakan bahwa terdapat 2(dua) sumber data, antara lain :

  1. Data Primer adalah berupa sumber data yang diberikan langsung kepada pengumpul data.
  2. Data Sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, contohnya lewat orang lain atau lewat dokumen.

Konsep Dasar Informasi

Definisi Informasi

Informasi yang akurat sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah laporan. Maka, definisi informasi memudahkan kita untuk mengetahui apa itu informasi. Definisi informasi dapat diartikan sebagai berikut:

Menurut Ardoni dalam bukunya yang berjudul “ Teknologi Informasi dan Perpustakaan”(2017:1) [10] Informasi adalah sesuatu yang diinformasikan atau disampaikan. Berawal dari data, informasi dapat menghasilkan pengetahuan baik dalam bentuk nyata maupun abstrak. Informasi dapat datang dan tercetus baik secara sengaja maupun tidak, langsung atau tidak langsung. Informasi juga dapat diterjemahkan atau dialihbentukan menjadi berbagai kode atau lambang untuk kemudian dipindahkan atau ditafsirkan.

Menurut Adetria dan Syahril dalam jurnal Indonesian Journal On Information System Vol.2 No.1 (2017:28)[11]Informasi merupakan hasil pemrosesan data (fakta) menjadi sesuatu yang bermakna dan bernilai untuk pengembalian keputusan. Dalam kehidupan sehari-hari, segala aktivitas pengambilan keputusan kita juga nenjadi mudah dengan adanya informasi. Informasi tidak dapat terlepas dari aspek kehidupan manusia. Siapa, kapan, dan di manapun seseorang akan membutuhkan informasi.

Menurut Achmad Sidiq dkk, dalam jurnal Sisfotek Global Vol 8 No.1 (2018:69).[12]Informasi merupakan hasil dari pengolahan data yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan suatu keputusan.

Berdasarkan dari definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan data yang telah diolah yang digunakan untuk mengambil suatu keputusan.

Kualitas Informasi

Menurut Rifma dkk, dalam jurnal ilmiah riset manajemen Vo.8 No.17 (2019:64)[13]Kualitas informasi diartikan sebagai data yang sudah diolah sehingga dapat memberikan makna serta manfaat bagi penerima informasi. Kualitas informasi adalah sejauh mana informasi diperoleh adalah informasi yang dapat terus memenuhi harapan semua pihak yang membutuhkan informasi tersebut untuk melaksanakan operasi mereka.

Untuk menghasilkan data yang akurat dalam suatu informasi, maka informasi tersebut haruslah memiliki kualitas yang baik. Untuk membuat kualitas informasi yang baik, maka diperlukan hal-hal berikut:

  1. Relevan (Relevance)

  2. Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya dan relevansi informasi untuk tiap-tiap orang akan berbeda-beda.

  3. Tepat pada waktunya (Timeliness)

  4. Informasi tersebut datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai guna lagi, karena informasi merupakan landasan di dalampengambilan keputusan.

  5. Akurat (Accuracy)

  6. Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merusak informasi

Nilai Informasi

Bagian terpenting dalam nilai informasi adalah saat seseorang menerima informasi, dia dapat membuat keputusan dari informasi yang diterima. Apabila dia tidak membuat keputusan, maka informasi tersebut tidak relevan untuk melakukan tidakan selanjutnya. Untuk menentukan nilai informasi, harus mimiliki beberapa hal diantaranya:

  1. Kemudahan dalam Memperoleh (Accesibility) Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh.

  2. Sifat Luas dan Kelengkapannya (Comprehensiveness) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup atau cakupan yang luas dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat digunakan secara baik.

  3. Ketelitian (Accuracy) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat karena akan mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.

  4. Kecocokan dengan Pengguna (Relevance) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.

  5. Ketepatan Waktu (Timelines) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima atau usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan.

Mutu Informasi

Menurut Arief dkk, dalam penelitiannya Vol 7. No 1 (2018:184)[14]Informasi merupakan cara menambahkan pengetahuan atau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi. Maka kualitas informasi 3 hal seperti yang dikemukakan oleh Jogiyanto, yaitu sebagai berikut:

  1. Informasi harus akurat, Akurat berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan, sebab dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat mengubah dan merusak informasi tersebut.

  2. Informasi harus relevan, informasi harus memiliki manfaat bagi pemakainya dan relevansi informasi bagi setiap orang akan berbeda.

  3. Informasi harus tepat pada waktunya, perlu dipahami, mahalnya informasi dikarenakan harus cepatnya didapat sehingga diperlukan teknologi informasi untuk mengolah dan mengirimkannya.Informasi yang dikirim atau diterima tidak boleh terlambat diterima si penerima, sebab informasi yang usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Apalagi jika informasi tersebut merupakan dasar untuk dijadikan dalam pengambilan keputusan. Jika pengambilan keputusan terlambat maka berakibat fatal bagi suatu organisasi.

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Dalam jurnalnya Achmad Sidiq dkk, Vol 9 No.1 (2019:7)[15]Permana mengungkapkan bahwa “Sistem informasi dapat didefenisikan sebagai sekumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi

Menurut Ida Nuraida dalam buku karya muslihudin, M. dan Oktavianto (2016:11)[16]sistem informasi merupakan prosedur yang terorganisasi dengan sistematik, bila dilaksanakan akan menyediakan informasi yang akan dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan keputusan.

Menurut Sutrisno dan Rohmawati dalam CERITA Journal Vol. 4 No.2 (2018:131)[17]Definisi sistem informasi sebagai perangkat untuk menyajikan informasi agar bermanfaat bagi penerimanya dengan berbagai cara.Tujuan adanya sistem informasi adalah untuk memberi informasi dalam pengambilan keputusan pada perencanaan, pemrakarsaan, pengorganisasian. Sistem informasi dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memperoses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk mencapai tujuan. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi).

Dari definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan kumpulan dari berbagai komponen dan juga data yang telah diolah menjadi satu kesatuan, untuk mencapai tujuan dari sistem tersebut.

Siklus Sistem Informasi

Menurut Geovanne Farell dkk, dalam Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan Vol. 11 No.2 (2018:56)[18],Siklus Informasi adalah Data yang diolah melalui model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut. Membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, di proses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini oleh Jhon Burch disebut dengan siklus informasi (information cycle) atau ada yang menyebutkan dengan istilah siklus pengolahan data (Data processing cycles).

Konsep Dasar Perancangan

Definisi Perancangan Sistem

Menurut Santoso yang dikutip oleh Sugeng Santoso dkk, dalam jurnal CCIT Vol 5 No 2 ISSN 2461-1409 (2019:166)[19].Perancangan sistem adalah tahap yang dilakukan setalah melakukan analisis sistem,pendefinisian kebutuhan-Kebutuhan sistem yang akan dibangun ,dan persiapan untuk merancang bangun implemantasi sistem dimulai dengan memahami sistem yang sedang berjalan dan kriteria-kriteria sistem yang akan dibangun biasanya menggunakan pemodelan secara terstruktur yang di gambarkan oleh grafik atau diagram.

Menurut Ruli Supriati, Agus Salim Saputra, dkk Vol 4 No 1 (2018): SENSI Journal[20].dalam jurnal berjudul “Aplikasi Sistem Pengiriman Barang Ekspor Berbasis Web Pada Pt Tuntex Garment Indonesia Tangerang Guna Meningkatkan Mutu Proses Pengiriman Ekspor Barang”. “Perancangan sistem adalah sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.

Dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulka bahwa Perancangan sistem dibuat sebagai proses penggambaran sistem yang ingin dibuat untuk memudahkan pengguna dalam mengambil keputusan.

Tujuan Perancangan

Menurut Dadang Haryanto dan Toto dalam Jurnal Manajemen Informatika. Vol. 6 No. 1 (2019:33).[21]Adapun secara umum beberapa tujuan dalam perancangan sistem yaitu:

  1. Kegunaan Sistem harus menghasilkan yang tepat waktu dan relevan untuk pengambilan keputusan manajemen.

  2. Ekonomis Agar elemen-elemen sistem mempunyai nilai manfaat yang lebih besar dari biaya.

  3. Keandalan Keluaran sistem harus mempunyai tingkatan ketelitian yang tinggi dan sistem beroprasi secara efektif.

  4. Pelayanan kangganan Sistem harus memberiakan pelayanan yang baik kepada pihak yang memerlukan.

  5. Kapasitas Sistem harus mempunyai kapasitas yang memadai untuk menangani periode-periode operasi puncak.

  6. Kesederhanaan Sistem harus cukup sederhana sehingga struktur dan operasi dapat dengan mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti.

  7. Fleksibilitas Sistem harus fleksibel untuk menampung perubahan-perubahan kepentingannya

Konsep Dasar Analisa Sistem

Definisi Analisa Sistem

Menurut Gita Triswardani dan Nelly Astuti Hasibuan dalam jurnal Media Informatika Budidarma. Vol. 2 No. 2 (2018:36)[22].Analisa sistem merupakan suatu tahapan untuk membantu memahami sesuatu yang dibutuhkan sistem dan mempelajari permasalahan-permasalahan yang ada untuk kemudian dilakukannya solusi penyelesaian yang didasarkan pada kebutuhan pengguna sistem agar tercipta sebuah sistem yang berguna bagi pengguna. Sehingga nantinya dapat membantu didalam proses perancangan model suatu sistem yang akan diimplementasikan.

Menurut Hari Purwanto dalam jurnal Sistem Informasi Universitas Suryadarma Vol 4 No 1 (2017:69)[23].Analisa sistem adalah usaha untuk memandang keseluruhan persoalan dalam konteks, meneliti secara sistematis sasaran-sasaran sistem dan kriteria untuk efektifitas sistem. Juga untuk menilai pilihan-pilihan dalam hal efektifitas dan biaya.

Berdasarkan kesimpulan diatas dapat dijelaskan bahwa, analisa sistem merupakan tahapan-tahapan yang dilakukan sebelum membuat sebuah sistem, analisa sistem dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif dan efesien sistem yang akan dibangun.


Tahap-Tahap Analisa Sistem

Menurut Tata Sutabri, proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan alternative pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru atau sistem yang akan diusulkan dan dimodifikasi. Adapun tujuan utama dari tahap analisis sitem ini adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi-fungsi manajerial di dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan.

  2. Membantu para pengambil keputusan, yaitu para pemimpin, untuk mendapatkan bahan perbandingan sebagai tolak ukur hasil yang telah dicapainya.

  3. Mengevaluasi sistem-sistem yang telah ada dan berjalan sampai saat ini, baik pengolahan data maupun pembuatan laporannya.

  4. Merumuskan tujuan-tujuan yang ingin dicapai berupa pola pengolahan data dan pembuatan laporan yang baru.

  5. Menyusun suatu tahap rencana pengembangan sistem dan penerapannya serta perumusan langkah dan kebijaksanaan.

Fungsi Analisa Sistem

Adapun fungsi analisa sistem adalah sebagai berikut:

  1. mengidentifikasi masalah-masalah kebutuhan pemakai.

  2. menyatukan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

  3. memilih alternative-alternatif metode pemecahan masalah yang paling tepat.

  4. merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya. Pada tugas atau fungsi terakhir dari anallisa sistem menerapkan rencana rancangan sistemnya yang telah disetujui oleh pemakai

Teori Khusus

Konsep Dasar Perpustakaan

Definisi Perpustakaan

Menurut Drs. Hartono, S.S, M.Hum dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Sistem Informasi Perpustakaan konsep, teori, dan implementasi”[24],pengertian perpustakaan berasal dari kata ”library” dalam bahasa inggris yang artinya perpustakaan, yang berasal dari kata dasar “libri” yang artinya pustaka, buku, atau kitab. Pengertian perpustakaan terus mengalami perkembangan bentuk dan jenis koleksinya. Perubahan perpustakaan tersebut ssesuai dengan perubahan zaman dan teknologi bentuk perpustakaan sebelumnya berupa media kertas kini berubah sebagai pusat sumber ilmu pengetahuan manusia yang direkam dan dimanfaatkan dalam berbagai bentuk media komunikasi, baik media tulisan, rekaman, maupun elektronika.

Menurut Nugroho dalam Jurnal Media Pustakawan, Vol 28 No 4 (2018:5)[25]Perpustakaan umum Sering disebut sebagai perpustakaan masyarakat, perpustakaan umum diharuskan siap sedia memberikan layanan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat. diIndonesia, pada umumnya perpustakaan umum dikelola oleh pemerintah, baik di tingkat provinsi, kabupaten maupun desa. Perpustakaan umum memiliki tugas yang lebih luas dibandingkan perpustakaan perguruan tinggi maupun perpustakaan khusus, sehingga mereka harus mengembangkan koleksi secara lebih luas dan universal. Selain itu, ditinjau dari aspek penggunanya, perpustakaan umum diwajibkan melayani seluruh anggota masyarakat tanpa pembatasan tertentu, seperti latar belakang, agama, kelas sosial maupun suku.

Berdasarkan definisi perpustakaan diatas, dapat disimpulkan bahwa, perpustakaan merupakan salah satu media atau wadah bagi masyarakat, pelajar, maupun mahasiswa untuk mencari berbagai sumber literature baik berupa buku, majalah, katalog, dan lainnya.

Jenis-Jenis Perpustakaan

Menurut Akik Hidayat & Amalyah Nurhasanah dalam jurnal Manajemen Informatika Vol 6 No 1 (2019:4)[26],Jenis – jenis perpustakaan yang ada dan berkembang di Indonesia menurut penyelenggaraan dan tujuannya dibedakan menjadi :

  1. Perpustakaan Digital

  2. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, selanjutnya disebut Perpustakaan Nasional,

  3. Perpustakaan Provinsi

  4. Perpustakaan Kabupaten/Kota

  5. Perpustakaan Umum : Perpustakaan yang ada di bawah lembaga yang mengawasinya. Perpustakaan umum terbagi atas :

    1. Perpustakaan Umum Kecamatan,

    2. Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan

  6. Perpustakaan Khusus

  7. Perpustakaan lembaga Pendidikan

  8. Perpustakaan Lembaga Keagamaan

  9. Perpustakaan Pribadi

Fungsi Perpustakaan

Perpustakaan memiliki fungsi umum yaitu:

  1. fungsi deduktif mencakup semua segala fasilitas dan sarana perpustakaan, terutama koleksi yang dikelolanya, banyak membantu masyarakat untuk belajar dan memperoleh kemampuan dasar dalam mentransfer konsep-konsep pengetahuan.

  2. fungsi Informatif, fungsi ini sangat berhubungan erat dengan mengupayakan penyediaan koleksi perpustakaan yang bersifat “memberi tahu” tentang hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan para siswa dan guru. Bahan-bahan perpustakaan yang sudah maju tidak hanya menyediakan bahan-bahan berupa buku, tetapi juga menyediakan bahan-bahan yang bukan buku, seperti majalah, bulletin, surat kabar, pamphlet, guntingan artikel, peta, bahan-bahan yang dilengkapi audio visual seperti compact disc, slide projector, televise, dan lain sebagainya.

  3. fungsi rekreasi, Perpustakaan berfungsi sebagai saran yang menyediakan bahan-bahan pustaka yang mengandung unsur hiburan yang sehat.

  4. fungsi penelitian, Koleksi Perpustakaan dapat dijadikan bahan untuk membantu dilakukannya kegiatan penelitian sederhana. Dengan adanya fasilitas yang lengkap dalam perpustakaan diharapkan siswa dan guru dapat melakukan riset yaitu mengumpulkan data atau keterangan-keterangan yang dibutuhkan.

  5. fungsi tanggung jawab administrative, Untuk melatih dan mendidik siswa untuk bertanggung jawab pada saat peminjaman buku, juga untuk melatih dan membiasakan mereka bertindak secara administratif.

Konsep Dasar Pustakawan

Menurut Lasa Hs yang dikutip oleh Atin Istiarni dan Triningsih dalam bukunya yang berjudul “Jejak Pena Pustakawan” (2018:38)[27],Pustakawan adalah seseorang yang memiliki keahlian dan keterampilan dibidang ilmu perpustakaan, dokumentasi, dan informasi yang diperoleh melalui pendidikan formaal maupun non formal dan memiliki sikap pengembangan diri, mau menerima dan melaksanakan dan memberikan hal-hal baru dengan jalan memeberikan pelayanan profesional kepada masyarakat dalam rangka melaksanakan UUD 45 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

Menurut Sri Wahyuni dalam jurnal LIBRIA Vol 10 No 2 (2018:2)[28],yang berjudul “Peran Pustakawan Sebagai Agent Of Change Dalam Memberikan Layanan Kepada Pemustaka”.Secara sederhana, pustakawan merupakan salah satu profesi yang ada dalam masyarakat. Pustakawan harus memiliki sikap dan komitmen dalam bekerja berdasarkan standar dan kode etiknya. Tugas pokok pustakawan adalah memberikan layanan kepada pemustaka. Pemustaka berkunjung ke perpustakaan biasanya mencari informasi yang dibutuhkan. Di sini pustakawan dituntut untuk mampu menjawab pertanyaan yang diajukan dan memberikan pemecahan masalah. Oleh sebab itu, seorang pustakawan harus memiliki pengetahuan yang luas mengenai berbagai subyek ilmu pengetahuan. Dengan demikian pustakawan sebagai pelayan informasi harus menjadi agent of change. Dalam artian sebagai pustakawan yang profesional ia harus mampu melakukan pengembangan dalam kebudayaan dan pembangunan negara.

Berdasarkan kesimpulan diatas, dapat disimpulkan bahwa pustakawan merupakan, seseorang yang menguasai kemampuan dibidang perpustakaan, dan membantu masyarakat dalam mencarikan literature yang diinginkan, serta dapat meningkatkan kegemaran membaca dilingkungan masyarakat.

Konsep Dasar UML

Definisi UML

Menurut Maimunah, Padeli, dan Erma dalam jurnal Seminar Nasional Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (2018:105).[29], Unifed Modelling Language (UML) adalah keluarga notasi grafik yang didukung oleh meta-model tunggal yang membantu pendeskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek.

Menurut Bay Haqi dan Heri Satria Setiawan dalam bukunya yang berjudul “Aplikasi Absensi Dosen dengan Java dan Smartphone sebagai Barcode Reader“ (2019:75).[30], Uml merupakan singkatan dariUnifed Modelling Language (UML) yaitu suatu metode pemodelan secara visual untuk sarana perancangan sistem berorientasi obbjek. Definisi lain dari UML yaitu sebagai suatu bahasa yang sudah menjadi standar pada visualisasi, perancangan, dan juga pendokumentasian sistem software. Saat ini UML sudah menjadi bahasa standar dalam penulisan blue print software.

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa, UML merupakan metode perancangan sistem berorientasi objek dengan menggunakan diagram untuk menggambarkan suatu sistem.

Diagram UML

Menurut Indra dan George dalam jurnalnya yang berjudul “Perancangan Aplikasi Koperasi Simpan Pinjam Berbasis Web (Studi Kasus Koperasi Mitra Setia)” Vol. 3 Edisi 10 (2017:141).[31], UML dideskripsikan oleh beberapa diagram diantaranya:

  1. Use Case Diagram, digunakan untuk menggambarkan sistem dari sudut pandang pengguna sistem tersebut (user). sehingga pembuatan use case diagram lebih dititik beratkan pada fungsionalitas yang ada pada sistem, bukan berdasarkan alur atau urutan kejadian. Sebuah use case diagram mempresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem.

  2. Class Diagram adalah spesifikasi yang akan menghasilkan objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut atau properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untu memanipulasi keadaan tersebut (metode atau fungsi). Kelas memiliki tiga area pokok:

    1. Nama (Class Name)

    2. Atribut

    3. Metode (Operation)

  3. Statechart Diagram Menggabungkan semua state (kondisi) yang dimiliki dari suatu objek dari suatu class dan keadaan yang menyebabkan state berubah. Statechart diagram tidak digambarkan untuk semua class, hanya yang mempunyai sejumlah state yang terdefinisi dengan baik dan kondisi class berubah oleh state yang berbeda..

  4. Sequence Diagram Menggambarkan interaksi antara sejumlah objek dalam urutan waktu. Kegunananya untuk menunjukan rangkaian pesan yang dikirim antara objek juga interaksi antar objek yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem

  5. Sequence Diagram 5. Activity Diagram Menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk mendeskripsikan aktifitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktifitas lainnya. Diagram ini sangat mirip dengan flowchart karena memodelkan workflow dari suatu aktifitas ke aktifitas yang lainnya, atau dari aktifitas ke status. Pembuatan activity diagram pada awal pemodelan proses dapat membantu memahami keseluruhan proses. Activity diagram juga digunakan untuk menggambarkan interaksi antara beberapa use case

Manfaat UML

Unified Modeling Language (UML) biasa digunakan untuk:

  1. Menggambarkan batasan sistem dan fungsi-fungsi sistem secara umum, dibuat dengan use case dan actor.

  2. Menggambarkan kegiatan atau proses bisnis yang dilaksanakan secara umum, dibuat dengan interaction diagram.

  3. Menggambarkan reresentasi struktur static sebuah sistem dalam bentuk class diagram.

  4. Membuat model behavior “yang menggambarkan kebiasaan atau sifat sebuah sistem” dengan statetransition diagram.

  5. Menyatakan arsitektur implementasi fisik menggunakan component dan development diagram.

Konsep Dasar Web

Definisi Web

Menurut Anita dkk, dalam jurnal CERITA Vol. 5 No. 1 (2019:16).[32], Web merupakan salah satu sumber daya internet yang berkembang pasif. Pendistribusian informasi web dilakukan melalui pendekatan hyperlink, yang memungkinkan suatu teks, gambar, ataupun objek yang lain menjadi acuan untuk membuka halaman-halaman yang lain. Melalui pendekatan ini, seseorang dapat memperoleh informasi dengan beranjak dari satu halaman ke halaman lain.

Menurut Sudarmaji dalam jurnal manajemen informatika Vol 5 No 2 yang berjudul “Studi Pengembangan Teknologi Informasi Pengolahan Data Nilai Akhir Mahasiswa Berbasis Web Sebagai Sarana Informasi Akhir Pada Program Diploma 3 Manajemen Informatika Universitas Muhammadiyah Metro” (2015:5)[33],Web pada dasarnya adalah database dari jaringan komputer di dunia, yang menggunakan sebuah arsistektur pengambilan informasi yang umum dan berisi tentang kumpulan informasi pada beberapa server komputer yang terhubung satu sama lain dalam jaringan internet.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, web adalah sebuah media atau wadah yang menghubungkan segala informasi yang terhubung menjadi satu yang dapat diakses melalui internet.

Konsep Dasar Analisa PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency dan Service)

Definisi Analisa PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency dan Service)

Menurut Ambar Sri Lestari, Shabrur Rijal Hamka dalam jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2019:115)[34],Kerangka kerja PIECES sebagai suatu alat dalam mengukur kinerja system menjadi panduan untuk dalam menganalisis kerja-kerja dari suatu perusahaan/institusi untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan serta kelebihan sebuah sistem secara menyeluruh. Secara singkat, PIECES merupakan alat evaluasi yang meliputi beberapa komponen diantaranya: kinerja, data dan informasi, nilai ekonomis, keamanan dan pengendalian, serta layanan, dimana komponen tersebut akan dapat memprediksi kemajuan suatu perusahan/institusi dan mendapatkan secara detail permasalahan yang dihadapi untuk dapat mencari solusi.

Menurut M. Noorhansyah dan Adi Pratomo dalam jurnal POSITIF Vol 1 No 2 (2016:29)[35], Analisis PIECES merupakan salah satu metode yang dilakukan untuk mengidentifikasi atau mengetahui kelemahan dari sistem lama. Dalam analisa PIECES digunakan 6 aspek untuk mengetahui kelemahan yang ada pada sistem lama, aspek-aspek tersebut diantaranya aspek kinerja, informasi, ekonomi, kontrol, efisiensi dan pelayanan.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa analisa PIECES merupakan salah satu metode penulisan yang digunakan oleh penulis untuk menggambarkan sistem yang akan dirancang dengan melihat kualitas sistem yang meliputi 6 aspek diantaranya kinerja, informasi, ekonomi, kontrol, efisiensi, dan pelayanan.

Konsep Dasar PHP

Definisi PHP

Menurut Mohamad Rotmianto dalam jurnal Record and Library Vol. 2 No. 1(2016:21).[36], Definisi PHP adalah akronim dari PHP: Hypertext Preprocessor adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML (Hyper Text Markup Language). PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis dan dapat juga digunakan untuk membangun sebuah CMS (Content Management System). PHP mengeksekusi kode yang ditulis dalam pembatas sebagaimana ditentukan oleh dasar sintaks PHP. Apapun di luar pembatas tidak diproses oleh PHP, meskipun teks PHP ini masih mengendalikan struktur yang dijelaskan dalam kode PHP. Pembatas yang paling umum untuk kode PHP adalah “<?php” untuk membuka, dan “?>” untuk menutupnya

Menurut Eri Haryanto dalam jurnal Teknik Vol 5 No 2 yang berjudul “Queuing System Dengan Voice Untuk Rumah Sakit Atau Klinik Menggunakan Php Mysql Dengan Konsep First In First Out” (2015:146).[37],PHP singkatan dari PHP Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang menyatu dengan HTML dan berada pada server. PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu yang terbaru (up-to-date). Semua script PHP dieksekusi pada server dimana script tersebut dijalankan. Sebagian besar sintaksnya mirip dengan bahasa pemrograman C, Java, ASP dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik dan mudah dimengerti.

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa, PHP merupakan bahasa pemrograman berupa script yang bersifat open source, PHP digunakan untuk membuat tampilan halaman web menjadi lebih dinamis.

Konsep Dasar MySQL

Definisi MySQL

Dalam Jurnal Konferensi Nasional Sistem Informasi (KNSI) Abas Sunarya, Euis Siti Nur Aisyah , dan Kiky Rizky Amelia R. (2018:1183).[38], mengatakan “MySQL adalah suatu RDBMS ( Relational Database Management System) yaitu aplikasi sistem yang menjalankan fungsi pengolahan data”. Berdasarkan pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa MySQL adalah aplikasi untuk mengolah data yang saling berhubungan.

Menurut Didik Nugroho dkk, dalam jurnalnya yang berjudul “Marker Berbeda-Beda untuk Sistem Informasi Geografis Menggunakan PHP, Google Map API dan Akses Langsung Ke MySql” Vol 13 No 1 (2017:73)[39]Mysql merupakan salah satu DBMS yang digunakan untuk mengelola database Basis data adalah suatu susunan atau kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan yang diorganisir atau dikelola dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu menggunakan komputer sehingga mampu menyediakan informasi optimal yang diperlukan pemakainya. Sistem basis data adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record-record menggunakan komputer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi atau perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk proses mengambil keputusan.

Dari Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa, MySQL ialah sebuah aplikasi untuk mengolah data yang bertujuan untuk mengakses database dan bersifat open source.

Konsep Dasar XAMPP

Definisi XAMPP

Menurut Dwi Fajar S dkk (2017)[40],dalam jurnal berjudul “Aplikasi Manajemen Perpustakaan Berbasis Web Di SMAN 8 Bandung” berpendapat bahwa XAMPP adalah kompilasi software yang membangun Apache HTTP server, MySQL, PHP dan Perl. Dengan meggunakan XAMPP, instalasi paket software yang dibutuhkan untuk proses pengembangan web dapat dilakukan dengan sangat mudah, tanpa harus dilakukan secara terpisah.

Menurut Adi dan Anggi dalam jurnal Technology Acceptance Model. Vol. 9 No. 2 (2018:129)[41], XAMPP merupakan software web server yang berguna dalam pengembangan website yang berguna dalam pengembangan website yang didalamnya sudah tersedia database server MySQL dan dapat mendukung pemograman PHP, XAMPP merupakan software gratis, dapat dijalankan di sistem operasi Windows, Linux maupun Mac OS.

Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa XAMPP merupakan software yang berguna dalam pengembangan website yang didalamnya sudah tersedia database server MySQL yang mengubungkan database dengan program.

Konsep Dasar Database

Definisi Database

Menurut Rini Sovia dan Jimmy Febio dalam jurnal Processor Vol 6 No 2 yang berjudul “MEMBANGUN APLIKASI E-LIBRARY MENGGUNAKAN HTML, PHP SCRIPT, DAN MYSQL DATABASE” (2017:41)[42], Database merupakan kumpulan file-file yang saling berkaitan dan berinteraksi, relasi tersebut bila ditunjukan dengan kunci dari tiap-tiap file yang ada. Satu database menunjukkan suatu kumpulan data yang dipakai dalam suatu lingkup perusahaan, instansi. Pengolahan database merupakan suatu cara yang dilakukan terhadap file-file yang berada di suatu instansi yang mana file tersebut dapat disusun, diurut, diambil sewaktu-waktu serta dapat ditampilkan dalam bentuk suatu laporan sehingga dapat mengolah file-file yang berisikan informasi tersebut secara rapi.

Menurut Warsito yang dikutip oleh Sugeng Santoso dkk, dalam jurnal Maklumatika Vol 5 No 2 (2019:132)[43],yang berjudul “Aplikasi Monitoring Rumah Kos Berbasis Android Di Kota Tangerang”. Database adalah struktur penyimpanan data untuk menambah, mengakses dan memproses data yang disimpan dalam sebuah database komputer, diperlukan sistem manajemen database seperti MySQL Server.

Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa database merupakan tempan penyimpanan data yang dapat di olah, diakses, dan menambah data yang dibutuhkan sebagai informasi untuk membuat sistem yang dirancang.

Kegunaan Database

Suatu database dibentuk untuk mengatasi masalah yang sering dihadapi di dalam pengolahan data seperti :.

  1. Redudansi dan Inkonsistensi Data Penyimpanan data yang sama pada beberapa tempat atau media penyimpanan yang mengakibatkan terjadinya pemborosan media penyimpanan. Penyimpanan data yang sama dan berulamg-ulang di beberapa file dapat mengakibatkan inkonsistensi (tindak konsisten).

  2. Keamanan Data Dengan database managemen, sistem kemananan data bisa dicapai. Misalnya: data mengenai gaji pengawai hanya boleh dibuka oleh bagian keuangan dan personalia, bagian lain tindak diperbolehkan menggunakannya dengan membuat suatu password dan wewenang atau userautorization.dan bersih

  3. Kesuliltan Mengakses Data Database dapat mengakses kesulitan dalam mengakses data karena mampu mengambil data secara langsung dengan program aplikasi yang mudah digunakan. </i>

  4. Isolasi Data untuk Standarisasi Jika data tersebar dalam bentuk format yang tidak sama, maka ini menyulitkan dalam menulis program aplikasi untuk mengambil dan menyimpan data. Maka suatu database haruslah dibuat suatu format, sehingga mudah dibuat program aplikasinya.

  5. Menyatakan arsitektur implementasi fisik menggunakan component dan development diagram.

Konsep Dasar HTML

Menurut Wahyu Hidayat dan Nugroho, dalam jurnal Prosiding SENDI_U (2018:221).[44], HTML (Hypertext Markup Language) adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk membuat halaman web. Bahasa ini memiliki fungsi untuk menampilkan berbagai jenis informasi dengan melakukan markup pada dokumen sebelumnya menjadi format standar ASCII agar dapat menghasilkan tampilan yang terintegrasi.

Menurut A. Solihin yang dikutip oleh Katarina Astridya dkk, dalam jurnal e-Proceeding of Applied Science Vol 4 No 3 yang berjudul “Aplikasi Pendaftaran dan Transaksi Pasien Klinik Hewan di Bandung Berbasis Web” (2018:1524) [45], HTML merupakan singkatan dari Hypertext Markup Language . HTML merupakan bahasa pemrograman web yang memberitahukan peramban web (web browser) bagaimana menyusun dan menyajikan konten dihalaman web. Dengan kata lain HTML adalah pondasi web. HTML disusun dengan bahasa yang sederhana, sehingga sangat mudah diimplementasikan. HTML dikembangkan pertama kali oleh Tim Berners-Lee bersamaan dengan protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) pada tahun 1989. Tujuan utama pengembangan HTML adalah untuk menghubungkan satu halaman web dengan halaman web lainnya. Tentunya pada awal perkembangannya, halaman web hanya berupa teks, tidak seperti sekarang.

Dari Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa HTML merupakan bahasa pemrograman yang digunakan untuk menyusun halaman web dan menhuhubungkan halaman web yang satu dengan web alinnya.

Konsep Dasar Javascript

Definisi Javascript

Menurut Christian dkk, dalam jurnal Interkom Vol. 12 No.4 (2018:35)[46]JavaScript adalah bahasa yang berbentuk kumpulan skrip berjalan pada suatu dokumen HTML. Bahasa ini adalah bahasa pemrograman untuk memberikan kemampuan tambahan terhadap bahasa HTML dengan mengizinkan pengeksekusian perintah-perintah di sisi user artinya di sisi browser bukan di sisi server web.

Menurut Ali Firdaus dkk, dalam jurnal Informatika Vol 5 No 2 (2019:83)[47], JavaScript merupakan salah satu bahasa script website yang paling banyak digunakan untuk menambah manipulasi script HTML dan CSS pada sisi client/browser. JavaScript mampu memberikan fungsionalitas lebih pada website, seperti validasi form, berkomunikasi dengan server serta membuat website lebih interaktif dan animatif.

Dari Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa javascript merupakan salah satu bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun sebuah program yang didalamnya berisi script HTML dan CSS.

Konsep Dasar Navicat

Definisi Navicat

Menurut Dwi Fajar S dkk (2017)[48], yang berjudul “Sistem Informasi Laboratorium Pada Klinik Mulia Medika Berbasis Lan Menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0” Navicat adalah alat GUI (Grafic User Interface) yang di gunakan untuk mengelola setiap aspek dari MySQL server, seperti mengelola alat visual serta editor kode cerdas untuk handcodi ng SQL dan prosedur yang tersimpan. Sementara fitur-fiturnya yang cukup intuitif, beberapa dari mereka memerlukan bimbingan untuk ditemukan dan dipelajari. Buku ini dimulai dengan menciptakan dasar setup koneksi server, merancang database dari awal, atau mengimpor data yang ada. Kemudian berlanjut dengan menggunaka maju fitur,seperti merancang fungsi dan prosedur yang tersimpan, menciptakan pemicu acara, dan menciptakan dan penjadwalan pekerjaan bacth. Bab–bab yang diperintahkan dalam perkembangan logis, dimana pengguna mulai dari struktur sederhana untuk desain yang komplek, dan diperkenalkan secara bertahap hingga mahir fitur. Pada akhir, pembaca harus mampu menangani setiap aspek administrasi database serta sebagai mengusai kode cerdas editor, dalam kasus kebutuhan pembangunan, seperti fungsi dan prosedur. Untuk tingkat menengah dan lajutan MySQL pengguna dan administrator, buku dapat di gunakan sebagai panduan refrensi, dan bab tidak perlu diikuti dalam urutan apapun.

Konsep Dasar Sublime

Definisi Sublime

Menurut Johan S Pasaribu dalam jurnal JITTER (Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan) ISSN 2407-3911 Vol 3 No 2 dengan judul “Penerapan Framework Yii Pada Pembangunan Sistem Ppdb Smp Bppi Baleendah Kabupaten Bandung”(2017:158)[49], Sublime Text Editor adalah editor teks untuk berbagai bahasa pemograman termasuk pemograman PHP. Sublime Text Editor merupakan editor text lintas platform dengan Python Application Programming Interface (API). Sublime Text Editor juga mendukung banyak bahasa pemrograman dan bahasa markup, dan fungsinya dapat ditambah dengan plugin, dan Sublime Text Editor tanpa lisensi perangkat lunak.

Menurut Fitriana Istiqomah dkk, dalam jurnal eProceedings of Applied Science Vol 1 No 2 yang berjudul “Stem Informasi Pelayanan Data Istiqomah, F., Hafidudin, H., & Aulia, S. (2015).[50], Sublime Text merupakan suatu text editor dalam membuat program ataupun website. Sublime Text memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan text editor lainnya yakni diantaranya, multi platform, dapat dijalankan pada sistem operasi Windows, Linux, MacOS dan memiliki suatu mini map yang merupakan over view dari keseluruhan script program.

Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Sublime merupakan software, yang berfungsi sebagai text editor dalam pembuatan suatu program ataupun web.

Konsep Dasar Codeigniter

Menurut In Wahyu Widodo dalam bukunya yang berjudul “Membangun Web Super Cepat dengan CodeIgniter GroceryCRUD dan TankAuth” (2015)[51]Codeigniter merupakan Framework PHP yang diklain memiliki eksekusi tercepat dibandingkan dengan framework lainnya. Codeigniter bersifat open source dan menggunakan model basis MVC (Model View Controller), yang merupakan model konsep modern framwork yang digunakan saat ini.

Sedangkan menurut Miftahul Ilmi dkk, dalam jurnal VOTEKNIKA Vol 4 No 1 yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Pernikahan Dan Status Pernikahan Kantor Urusan Agama Kecamatan Canduang Agam Berbasis Web Dengan Framework Codeigniter”(2016:83)[52], CodeIgniter adalah sebuah web application framework yang bersifat open source digunakan untuk membangun aplikasi php dinamis. Tujuan utama pengembangan CodeIgniter adalah untuk membantu developer untuk mengerjakan aplikasi lebih cepat daripada menulis semua code dari awal. CodeIgniter menyediakan berbagi macam library yang dapat mempermudah dalam pengembangan.

Dari Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa codeigniter merupakan salah satu framwork dalam pemrograman yang didalamnya berisi PHP dan bersifat open source, framework ini bertujuan untuk membangun suatu sistem agar lebih mudah dan dinamis.

Konsep Dasar MVC (Model, View, Controller)

Definisi MVC (Model, View, Controller)

Menurut Abdullah (2017:3)[53],Konsep MVC merupakan suatu metode dalam pemrograman dengan memisahkan komponen utama yang membangun aplikasi yaitu manipulasi data, user interface dan bagian yang mengontrol aplikasi. Ketiga komponen utama aplikasi tersebut biasa disebut Model, View, dan Controller yang merupakan kepanjangan dari MVC.

Penjelasan lebih lengkap mengenai 3 komponen utama dalam konsep MVC yaitu sebagai berikut:

Konsep Dasar OOP

Definisi OOP

Menurut Rohi Abdulloh dalam bukunya yang berjudul “Membuat Toko Online dengan Teknik OOP, MVC dan AJAX” (2017)[54]OOP (Object Oriented Programming) merupakan teknik pemrograman dengan menggunakan konsep objek. Tujuan dari OOP adalah untuk memudahkan programmer dalam pembuatan program dengan menggunakan konsep objek yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Jadi setiap dari permasalahan adalah objek, dan bjek itu sediri adalah merupakan gabungan dari beberapa objek yang lebih kecil.

Membuat program dengan konsep OOP memiliki beberapa keuntungan dibanding tanpa menggunakan OOP. Beberapa keuntungan tersebut diantanya sebagai berikut:

  1. Mudah dikelola karna kita dapat dengan mudah menemukan sumber kesalahan untuk kemudian diperbaiki

  2. Setiap objek dapat ditambah kemampuannya tanpa mengganggu objek lain

  3. Setiap obbjek dapat dipakai dalam projek yang lain tanpa perlu banyak sesuaian.

Sedangkan menurut Rahmi dkk, dalam jurnal PETIK Vol 2 No 2 yang berjudul “Perancangan Sistem Aplikasi Apotek Menggunakan Pendekatan Berbasis Objek” (2016:29)[55]Pemrograman dengan pendekatan berorientasi objek (object-oriented programming disingkat OOP) merupakan pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus kedalam kelas-kelas atau objek-objek. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. Bahasa pemograman yang mendukung OOP antara lain : Java | C++ | C#. Salah satu tools dan teknik dalam pengembangan system berbasis objek adalah menggunakan UML (Unified Modelling Language).

Konsep Dasar Bootstrap

Definisi Bootstrap

Menurut Erick Febriyanto dkk, dalam Jurnal Ilmiah Teknologi Teknologi Informasi Asia Vol 12 No 2 (2018:126)[56]Bootstrap merupakan sebuah alat bantu (framework) dengan menggunakan bahasa pemrograman HTML dan CSS untuk membuat dan menunjang sebuah halaman website yang menarik serta mendukung berbagai macam device sesuai dengan kebutuhan.

Menurut Ridwan Sanjaya dan Sebri Hesinto dalam jurnal JATI (Jurnal Teknologi dan Informasi) Vol 7 No 2 (2017:60)[57]Bootstrap adalah sebuah framework yang dibuat dengan menggunakan bahasa dari HTML dan CSS, namun juga menyediakan efek javascript yang dibangun dengan menggunakan jquery. Bootstrap telah menyediakan kumpulan komponen class interface dasar yang telah dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan tampilan yang menarik, bersih dan ringan. Selain itu, bootstrap juga memiliki fitur grid yang berfungsi untuk mengatur layout yang bisa digunakan dengan sangat mudah dan cepat. Kita juga diberi keleluasaan dalam mengembangkan tampilan website yang menggunakan bootstrap yaitu dengan mengubah tampilan bootstrap dengan menambahkan class dan CSS sendiri.

Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa Bootstrap merupakan sebuah framework yang didalamnya berisi HTML dan CSS yang berfungsi untuk menciptakan tampilan website yang menarik, dengan menggunakan bootstrap kita juga dapat mengembangkan tampilan website agar lebih baik.

Konsep Dasar CSS

Definisi CSS

Menurut Dewi Immaniar Desrianti dan Achmad Rizal dalam ICIT Journal Vol 4 No. 1 (2018:43)[58]CSS (Cascading Style Sheet) merupakan style yang berguna untuk memperlihatkan elemen sebuah HTML yang dapat mengatur tampilan sebuah web juga memisahkan antar tampilan dan isi sebuah halaman web. Menggunakan CSS dapat mempercantik halaman sebuah web sehingga terlihat lebih menarik.

Menurut Nugroho yang dikutip oleh Imasita dkk, dalam jurnal Prosiding Seminar Hasil Penelitian (SNP2M) yang berjudul “Model Penyimpanan Arsip Kinerja Dosen Berbasis Web”(2017:248)[59],Cascading Style Sheet (CSS) merupakan dokumen yang berguna untuk melakukan pengaturan pada komponen halaman Web. Dokumen ini memformat halaman Web standar menjadi bentuk Web dengan kualitas tampilan yang lebih menarik. CSS secara global melakukan pengaturan yang berkaitan dengan objek tetap, misalnya memberikan warna pada halaman Web, pengaturan lebar dan kecil bagian Web serta menentukan jenis huruf yang digunakan secara menyeluruh pada halaman Web.

Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa CSS merupakan elemen sebuah HTML yang digunakan untuk membuat sebuah tampilan desain web sehingga lebih menarik.

Konsep Dasar Elisitasi

Definisi Elisitasi

Menurut Prastomo dalam penelitiannya yang berjudul “Prototipe Sistem E-Learning Dengan Pendekatan Elisitasi Dan Framework Codeigniter: Studi Kasus Smp Yamad Bekasi” Vol 7 No.2 (2015:166)[60],Elisitasi adalah suatu metode untuk analisa kebutuhan dalam rekayasa perangkat lunak. Menurut Sommerville, Elisitasi adalah sekumpulan aktifitas yang ditujukan untuk menemukan kebutuhan suatu sistem baru melalui komunikasi dengan pelanggan dan pihak yang memiliki kepentingan dalam pengembangan sistem.

Elisitasi didapat melalui proses wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap yaitu:

  1. Elisitasi Tahap I, Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait oleh pihak wawancara.

  2. Elisitasi Tahap II, Merupakan hasil dari pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI, Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem. Berikut penjelasan mengenai metode MDI:

    1. M pada MDI berarti Mandatory (penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat pembuatan sistem baru.

    2. D pada MDI berarti Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan, namun jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

    3. I pada MDI berarti Inessential. Maksudnya requirement tersebut bukanlah termasuk bagian sistem dibahas. .

  3. Elisitasi Tahap III, Merupakan penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali dengan metode TOE, yaitu:

    1. T artinya Technical, maksudnya bagaimana tata cara / teknik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan?

    2. O artinya Operational, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan?

    3. E artinya Economy, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem?.

Konsep Dasar Black Box Testing

Definisi Black Box Testing

Menurut Untung Rahardja dkk, dalam Technomedia Journal (TMJ) Vol. 2 No.2 (2018:79)[61]Blackbox Testing adalah pengujian untuk mengetahui fungsi-fungsi perangkat lunak yang telah berjalan sesuai dengan kebutuhan.

Menurut Giandari dkk, dalam jurnal SENSITEK 2018 yang berjudul “Desain Video Pelayanan Jasa pada IKG Lippo dengan Adobe” (2018:237)[62]Black Box Testing berfokus pada spesifikasi fungsional dari perangkat lunak. Pengujian Black Box Testing bukan solusi alternatif dari pengujian White Box Testing tetapi merupakan pelengkap untuk menguji hal-hal yang tidak dapat dicakup oleh pengujian White Box Testing. Black Box Testing dapat menemukan hal-hal seperti: Fungsi-fungsi yang tidak benar atau fungsi tidak ada, Kesalahan-kesalahan antarmuka, Kesalahan-kesalahan pada struktur data dan akses-akses basis data, Kesalahan-kesalahan Performance serta Kesalahan-kesalahan inisialisasi dan terminasi.

Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa Black Box Testing merupakan salah satu metode pengujian sistem yang telah dibuat untuk mengetahui fungsi dari sistem yang dibuat, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan user. Black Box Testing juga dapat digunakan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem yang dibuat.

Literature Review

Literature review ialah salah satu metode penelitian yang digunakan dalam penelitian laporan Tugas Akhir ini. Terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang telah dilakukan yang memiliki korelasi yang searah dengan penelitian yang akan dibahas, diantaranya:

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Ruli Supriati, Ilamsyah, dan Dwi Adji Prasetyo dalam jurnal ICIT Online ISSN 2654-8704 Vol. 5 No. 1 (2019)[63],yang berjudul “Aplikasi Sistem Pegolahan Data Perpustakaan Berbasis Web Guna Meningkatkan Pelayanan Pada SMKN 2 Kab. Tangerang” penelitian ini dilakukan untuk menangani masalah yang terdapat pada SMKN 2 Kab. Tangerang yang masih bersifat semi computer, dimana terkadang data dan informasi yang tersimpan sering terjadi kehilaangan dan kerusakan. Hal ini dikarenakan mengunakan buku sebagai media penyimpanannya. Dalam pembuatan sistem tersebut peneliti menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai databasenya. Dengan adanya sistem ini diharapkan data perpustakaan dapat tersimpan dengan baik didalam sebuah website, dan memudahkan petugas perpustakaan pada saat mencari data..

  2. Penelitian yang dilakukan oleh Tarun Kumar Roy dkk, dalam jurnal Daffodil International University Library yang berjudul “Online Library Management System & Android Apps”(2018)[64]sistem perpustakaan yang dirancang oleh peneliti bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam mencari buku, dalam sistem tersebut pengguna dapat mengunduh buku, selain itu pengguna dapat memberikan komentar terhadap buku yang tersedia didalam web. Peneliti menggunakan PHP sebagai bahasa pemrogramannya dan terdapat 15 tabel DBMS. Peneliti menggunakan Bootstrap, Javascript, dan Jquery dalam pembuatan tampilan halaman web atau Front-End.

  3. Dalam jurnal Social Science, Education and Human Science yang berjudul “Library Learning Sits Date System in Mobile-Phone Platform” yang itulis oleh Du-yi HE dan Qiang JIANG. ISBN: 978-1-60595-625-1 (2019)[65]dalam penelitian tersebut menjelaskan bahwa masih adanya di Universitas China yang masih kekurangan tempat untuk belajar, hal tersebut yang membuat peneliti membangun sebuah sistem pemesanan tempat duduk pada perpustakaan, dimana pengguna dapat memesan tempat duduk untuk membaca di perpustakaan melalui ponsel kapanpun dan dimanapun. Dalam sistem tersebut mencakup tiga bagian, pengembangan APP, sistem pusat, dan bidang elektronik. Peneliti menggunakan PLC (Program Logic Control) sebagai pengontrol elektronik.

  4. Dalam jurnal Prosiding Seminar Nasional Geotik ISSN 2580-8796 (2019)(2016)[66],dengan judul “Model Analisis Indeks Kecukupan Perpustakaan Berbasis WebGIS” yang ditulis oleh Noval Hidayah dkk, menjelaskan tentang Model Analisis Indeks Kecukupan Perpustakaan Berbasis WebGIS. Pengembangan sistem ini menggunakan metode waterfall yang terdiri dari analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi pengkodean, pengoperasian dan pengujian, serta perbaikan. Output dari Model Analisis Indeks Kecukupan Perpustakaan Berbasis WebGIS ini adalah mengetahui daerah mana saja yang jumlah perpustakaannya kurang, cukup maupun memadai. Sistem ini bermanfaat untuk membantu pemerintah dalam merencanakan pembangunan perpustakaan baru di wilayah yang kurang memadai.

  5. Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Kartubi dan Rita Wahyuni Arifin yang berjudul “Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Website Dengan Framework Laravel” Vol. 3 No. 2 (2019)[67]Dalam penelitian tersebut masalah yang dihadapi ialah mahasiswa harus datang ke perpustakaan kampus untuk membaca buku atau sekedar mencari tugas kuliah, hal tersebut membuat peneliti untuk mebuat sistem perpustakaan berbasis website dengan rancangan Framwork Laravel dan metode SDLC (System Development Life Cycle) dimana tahapannya terdiri dari perencanaan, analisa, perancangan, dan implementasi. Dengan dibuatnya sistem ini mahasiswa dan dosen dapat mengakses informasi mengenai buku kapan dan dimana saja.

  6. Penelitian yang dilakukan oleh Tiara Putri Amanda dkk, yang berjudul “Notifikasi Email Sbagai Pengingat Pengembalian Buku Pada Perpustakaan Berbasis Website Terintegrasi Dengan RFID Dan QR Code” dalam jurnal JURASIK (Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika) (2019).[68]Dalam penelitian tersebut sistem layanan perpustakaan berbasis website yang terintegrasi dengan Radio Frequency Identification (RFID) sebagai kartu identitas pengunjung perpustakaan yang juga dapat digunakan ketika peminjaman dan pengembalian buku, dan Quick Respon Code (QR Code) digunakan sebagai identifikasi buku. Pada aplikasi ini admin dapat mengolah data, melakukan pendaftaran buku dan anggota, melakukan peminjaman dan pengembalian buku, serta melihat laporan transaksi. Aplikasi ini juga memberikan notifikasi email untuk mengatasi permasalahan seperti keterlambatan pengembalian hingga hilangnya buku yang dipinjam

  7. Dalam jurnal SISFOTENIKA Vol 9 No 1 (2019)[69],yang ditulis oleh Siti Nurajizah dengan judul “Implementasi E-CRM berbasis Web pada Perpustakaan Digital Sekolah Gema Nurani” dalam penelitian tersebut, masalah yang dihadapi ialah dengan bertambahnya koleksi buku perpustakaan, tidak diimbangi dengan kesigapan petugas dalam melakukan pembaharuan data, hal ini menyulitkan pengunjung pada saaat melakukan pencarian data. Peneliti ingin membuat sistem informasi perpustakaan menggunakan konsep CRM (Customer Relationship Management) merupakan teknik yang dapat digunakan untuk memperoleh, mengonsolidasi, serta menganalisa data yang digunakan sebagai sarana interaksi dengan customer yaitu anggota/pengunjung.

  8. Penelitian yang dilakukan oleh Dedi Saputra dkk, dalam Jurnal Mantik Penusa yang berjudul “ Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan Berbasis Web” Vol 3 No 1 (2019)[70]masalah yang terjadi dalam penelitian ini ialah, masih menggunakan sistem manual sehingga hal tersebut dirasa kurang efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan, maka peneliti ingin membuat sistem yang terkomputerisasi mengunakan web dengan PHP sebagai bahasa pemrogramannya.

  9. Penelitian yang dilakukan oleh Triyono, Diah Minarsih, dan Dwi Oktavia, dalam jurnal SENSI Vol 4 No1 (2018)[71]dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Booking Buku Berbasis Web Pada Perpustakaan SMK Pancakarya Tangerang” dalam penelitian tersebut masalah yang terjadi ialah sistem yang ada di sekolah masih manual, sehingga peneliti ingin membuat sistem Booking berbasis web untuk memudahkan siswa ketika ingin meminjam buku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah meetode observasi, wawancara, studi pustaka, metode analisa, dan metode perancangan. Bahasa pemrograman yang digunakan ialah PHP.

  10. Penelitian yang dilakukan oleh Syariffudin dkk, dalam jurnal Teknik Ibnu Sina dengan judul “Rancang Bangun Sistem Informasi Perpustakaan Online Pada Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun Menggunakan Metode Waterfall” vol. 3 No. 2 (2018)[72]dalam penelitian tersebut peneliti ingin membuat sistem yang terkomputerisaasi menggunakan metode waterfall dan PHP MySQL sebagai bahasa pemrogramannya. Dengan sistem ini, diharapkan mampu mengatasi berbagai kebutuhan dari user untuk mencari buku dan melakukan pemesanan serta memudahkan administrasi sekolah dalam sirkulasi peminjaman buku dan pembuatan laporan.

Dari 10 (sepuluh) literature review yang ada, banyak penelitian yang berhubungan dengan sistem informasi perpustakaan berbasis web, android, aplikasi, maupun menggunakan QR code untuk meningkatkan kualitas pelayanan sistem informasi perpustakaan, dengan adanya sistem informasi perpustakaan yang terkomputerisasi, diharapkan dapat mempermudah pengunjung perpustakaan dalam mendapatkan informasi.


Kesalahan pengutipan: Tag <ref> ditemukan, tapi tag <references/> tidak ditemukan

Contributors

Firdha Evilya Arifin