TI1121469889

Dari Widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PERANCANGAN VIDEO PROFILE SEBAGAI PENUNJANG

MEDIA PROMOSI INFORMASI PADA

PT. RIDHO JAYA



SKRIPSI



Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NIM : 1121469889

NAMA : Hendra Sugiman



JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

MULTIMEDIA AUDIO VISUAL AND BROADCASTING

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

(2013/2014)


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 


LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERANCANGAN VIDEO PROFILE SEBAGAI PENUNJANG

MEDIA PROMOSI INFORMASI PADA

PT. RIDHO JAYA

Disusun Oleh :

NIM
: 1121469889
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Teknik Informatika
Konsentrasi
: Multimedia Audio Visual and Broadcasting

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, 2014

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Teknik Informatika
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Junaidi, M.Kom)
NIP : 00594
       
NIP : 001405

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER


PERANCANGAN VIDEO PROFILE SEBAGAI PENUNJANG

MEDIA PROMOSI INFORMASI PADA

PT. RIDHO JAYA

Disusun Oleh :

NIM
: 1121469889
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif


Jurusan Sistem Informasi

Sistem Informasi Manajemen

Tahun Akademik 2013/2014

Disetujui Penguji :

Tangerang, 2014

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :


Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pemanfaatan media informasi dan promosi oleh suatu perusahaan secara garis besar bertujuan untuk memudahkan pengenalan akan profil perusahaan tersebut beserta produk dan jasa yang diperdagangkan. Diantaranya melalui media website, katalog, brosur. Pengenalan profil perusahaan dan jenis produk yang dipasarkan merupakan proses bisnis perusahaan dengan cara promosi dan informasi sehingga dapat memudahkan calon konsumen untuk mudah mengenal perusahaan kita. Untuk itu dengan menggunakan video profile maka perusahaan akan lebih menarik dalam menyampaikan informasi dan promosi suatu produk dan jasa yang di tawarkan.

PT. Ridho Jaya adalah perusahaan yang mempunyai motto kepuasan pelanggan dan kualitas terbaik adalah kebanggan kami PT. Ridho Jaya. Berlokasi di Jl. Jawaringan no 58 Cikupa Tangerang. PT. Ridho Jaya yang didirikan di Tangerang pada tahun 2001, oleh Bapak Sugiman, didasari oleh adanya kebutuhan masyarakat akan produk Plastic dan peluang usaha yang cukup menjanjikan pada saat itu, dimana pada awalnya banyak permintaan sehingga semakin memantapkan PT. Ridho Jaya ini melebarkan sayap dan menambah mesin dan jumlah man power yang sangat profesional yang dibutuhkan.

Saat ini PT. Ridho Jaya, menggunakan media promosi dan informasi dalam bentuk media cetak dan website yaitu masih berupa katalog, terakhir pengembangan katalog produk pada tahun 2009 dan melakukan presentasi ke klien secara lisan, melakukan pemasaran dengan memperlihatkan foto-foto dan fasilitas yang belum di kemas dalam bentuk gambar yang sudah rapi dan terorganisir dengan baik, dan semakin berkembangnya perusahaan dan persaingan yang lebih kompetitif setiap tahun nya, kebutuhan perusahaan akan promosi akan terus bertambah sesuai perkembangan zaman.

Dalam mengembangkan usahanya saat ini PT. Ridho Jaya, sangat membutuhkan sarana media penyampaian informasi dan promosi yang mampu mengemas seluruh aset yang dimiliki perusahaan dalam menjalin relasi atau kerjasama baik dengan klien perseorangan, klien perusahaan, instansi atau lembaga terkait.

Dari hasil analisa kebutuhan yang dilakukan penulis terhadap PT. Ridho Jaya, perusahaan tersebut membutuhkan media promosi yang menarik untuk memperkenalkan seluruh produk dan diharapkan melalui perancangan media komunikasi visual ini dapat meningkatkan omset perusahaan.

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul, “PERANCANGAN VIDEO PROFILE SEBAGAI PENUNJANG MEDIA PROMOSI DAN INFORMASI PADA PT.RIDHO JAYA’’.

Perumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan diangkat dalam topik ini yaitu:
  1. Media dalam bentuk apa yang dapat lebih menjelaskan secara detail mengenai profile perusahaan kepada setiap relasi PT. Ridho Jaya?
  2. Jenis media promosi dan informasi apa yang secara audio visual dapat menarik perhatian para calon konsumen untuk bisa berkerjasama dengan PT. Ridho Jaya?
  3. Media video profile perusahaan seperti apa yang dapat memenangkan persaingan pemasaran produk dan jasa antara PT. Ridho Jaya dengan perusahaan lainnya?

Ruang Lingkup

Agar pembahasan permasalahan lebih terarah, maka penulis membatasi ruang lingkup permasalahan adalah hal-hal yang berhubungan dengan perancangan media komunikasi visual sebagai penunjang media promosi dan informasi dengan video profile pada PT. Ridho Jaya. berjudul, “ PERANCANGAN VIDEO PROFILE SEBAGAI PENUNJANG MEDIA PROMOSI DAN INFORMASI PADA PT.RIDHO JAYA ’’.

Tujuan & Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

  1. Agar dapat memberikan informasi yang lebih menarik, creative dan mengenai produk dan jasa yang di tawarkan perusahaan dengan media video profile.
  2. Sebagai media informasi yang lebih creative, menarik, tentang perusahaan dalam bentuk desain komunikasi audio visual yang menarik untuk memenuhi kebutuhan calon konsumen, dan dapat diterima oleh seluruh kalangan perusahaan dan perseroan, sebagai media untuk menyampaikan tentang profile PT. Ridho Jaya.
  3. Agar mendapatkan kepercayaan dari calon konsumen atau perusahaan yang ingin menjalin kerjasama dengan PT. Ridho Jaya.
  4. Sebagai penunjang program promosi dan informasi PT. Ridho Jaya.

Manfaat Penelitian

Manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah :

a. Bagi Penulis
  1. alah satu syarat untuk mencapai gelar S1 sarjana jurusan Tehnik Informatika konsentrasi MAVIB perguruan tinggi raharja.
  2. Merupakan sarana pembelajaran bagi penulis dalam merancang media penunjang promosi dan informasi.
  3. Mampu mengimplementasikan suatu ide kreatif atau gagasan kedalam bentuk karya nyata.
  4. Memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam menganalisa dan memperluas wawasan secara menerapkan ilmu yang didapat secara teoritis, yang selama ini sudah didapat sebelumnya diperkuliahan.
  5. Sebagai acuan dalam menjalankan dunia kerja yang sesungguhnya dibidang marketing dengan menggunakan keahlian yang sebelumnya sudah di terapkan semasa perkuliahan.
b. Bagi Perusahaan
  1. Merupakan sarana penunjang promosi dan informasi yang lebih baik guna menunjang dalam pemasaran produk maupun jasa, terhadap konsumen dan calon konsumen PT. Ridho Jaya.
  2. Dapat memudahkan divisi marketing dalam mempresntasikan poduk dan jasa kepada calon konsumen.
  3. Agar dapat meyakinkan calon konsumen dan para konsumen tetap, sehingga menjadikan kerjasama yang berlanjut, serta mampu bersaing dengan perusahaan lain.
  4. Menambah daya saing dalam promosi dan informasi tentang perusahaan lebih detail sehingga konsumen atau relasi PT. Ridho Jaya dan memudahkan divisi marketing dalam bekerja.

Metodologi Penelitian

Pelaksanaan penelitian yang penulis lakukan, Adalah melakukan beberapa metode pengumpulan data diantaranya:

Metode Analisa Masalah

Analisa permasalahan didapatkan dari hasil interview yang dilakukan penulis pada hari senin 19 Febuari 2014 di PT. Ridho Jaya.

Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara :

- Metode Observasi

Metode yang dilakukan penulis untuk menganalisa apa yang dibutuhkan oleh perusahaan serta mengumpulkan data dan mendapatkan hal-hal yang diperlukan dalam proses penyusunan laporan penilitian dengan cara mendatangi tempat penelitian secara langsung.

- Metode Interview

Menyiapkan materi-materi yang akan di tanyakan untuk kebutuhan perusahaan agar dapat dipergunakan dalam penyusunan laporan penelitian ini diperoleh dengan bertanya langsung dengan stakeholder Bapak Jerry Rattu.

-Studi pustaka

Materi-materi yang dipergunakan sebagai dasar landasan diperoleh dari berbagai sumber tertulis, yaitu buku-buku panduan yang terkait dan memuat informasi-informasi yang diperlukan untuk digunakan dalam penyusunan laporan penelitian. Buku-buku panduan yang dipergunakan penulis dalam hal ini adalah dari berbagai sumber.

Metode Analisa Perancangan Media

Perancangan media komunikasi visual sebagai penunjang media promosi dan informasi dirancang berdasarkan analisa terhadap media yang telah digunakan pada media sebelumnya, selain dari itu juga terhadap analisa kebutuhan yang diajukan kepada stakeholder, selanjutnya dirancang dengan menggunakan aplikasi program komputer grafis.Media-media yang akan dipergunakan sebagai sarana penunjang promosi PT. Ridho Jaya dirancang dengan menggunakan aplikasi Corel Visual Studio, After Effect, Photoshop, Adobe Illustrator dan proses editing dengan Sony Vegas Pro.

Metode Konsep Desain

Bagian ini menjelaskan mengenai :

- Preproduction

- Production

- Postproduction

Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas laporan penelitian ini, maka penulis mengelompokan materi laporan ini menjadi beberapa bab dengan sistematika penyampainnya disusun sebagai berikut:


BAB I PENDAHULUAN
Bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang masalah penelitian, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.


BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tentang teori-teori dasar seperti pengertian desain, pengertian grafis, pengertian profil perusahaan, definisi interaktif, unsur-unsur komunikasi grafis, dan definisi dari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan penyusunan laporan skripsi.


BAB III IDENTIFIKASI MASALAH
Bab ini berisi tentang gambaran umum perusahaan, sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi, wewenang dan tanggung jawab, informasi mengenai produk, market analisis, potensial market, market segmentation, market objective, marketing strategy.


BAB IV KONSEP DESAIN
Bab ini berisi tentang konsep perancangan dan rancangan mengenai proses pembuatan desain media video yang penulis lakukan.


BAB V PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang dapat diberikan oleh penulis dari hasil penelitian yang dilakukan.


DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB II LANDASAN TEORI

Konsep Dasar Perancangan

Pengertian Perancangan

Perancangan adalah penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi Perancangan sistem dapat dirancang dalam bentuk bagan alir sistem (system flowchart), yang merupakan alat bentuk grafik yang dapat digunakan untuk menunjukan urutan-urutan proses dari sistem (AP Simatupang, 2011: 2).

Proses Perancangan Secara Umum

  1. Ide :
    Untuk mencari ide yang kreatif diperlukan studi banding, wawancara dan lain-lain agar desain yang dibuat bisa efektif diterima audience dan membangkitkan kesan tertentu yang sulit dilupakan.
  2. Persiapan Data :
    Data dapat berupa teks atau gambaran yang terlebih dahulu kita seleksi, apakah data tersebut sangat penting sehingga harus tampil atau kurang penting sehingga dapat ditampilkan lebih kecil, samar atau dibuang sama sekali. Dan data dapat berupa data informative yaitu berupa foto atau teks dan judul serta data estetis yaitu berupa bingkai, background, efek garis atau bidang.
  3. Konsep :
    Hasil kerja berupa pemikiran yang menentukan tujuan-tujuan, kelayakan dan segmen audience yang dituju. Oleh karena itu, desain grafis menjadi desain komunikasi visual agar dapat bekerja untuk membantu pihak yang membutuhkan solusi secara visual.
  4. Produksi :
    Setelah desain yang dibuat selesai, sebaiknya terlebih dahulu di proofing (print preview sebelum cetak mesin). Jika warna dan komponen grafis lain tidak ada kesalahan, maka desain dapat dicetak dan diperbanyak
  5. Visualisasi :
    Menentukan komponen desain, pemilihan warna, layout sampai finishing.
  6. Media :
    Untuk mencapai kriteria ke sasaran/segmen yang dituju diperlukan studi kelayakan yang cocok dan efektif untuk mencapai tujuannya.

Konsep Dasar Promosi

Pengertian Promosi

pengertian promosi menurut Alma (2006 : 179), Promosi adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan dan meyakinkan calon konsumen mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen.

Tujuan Promosi

Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
  1. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit.
  2. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan.
  3. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar.
  4. Membedakan serta mengunggulkan produk dibandingkan produk pesaing.
  5. Membentuk citra produk dimata konsumen sesuai yang diinginkan.

Bentuk Promosi

a.Personal Selling
Djaslim Saladin (2006 : 172), Personal Selling atau Penjualan Pribadi merupakan interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih guna melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan. Penjualan personal adalah alat yang paling efektif-biaya pada tahap proses pembelian lebih lanjut, terutama dalam membangun preferensi, keyakinan, dan tindakan pembeli. Penjualan personal, memiliki tiga ciri khusus:


  1. Konfrontasi personal : Penjualan personal mencakup hubungan yang hidup, langsung dan interaktif antara dua orang atau lebih. Masing-masing pihak dapat mengobservasi reaksi dari pihak lain dengan lebih dekat.
  2. Mempererat : Penjualan personal memungkinkan timbulnya berbagai jenis hubungar mulai dari hubungan penjualan sampai hubungan persahabatan. Wiraniaga biasa¬nya sudah benar-benar mengetahui minat pelanggan yang terbaik.
  3. Tanggapan : Penjualan personal membuat pembeli merasa berkewajiban untuk mendengarkan pembicaraan wiraniaga.

b.Mass Selling
SR Tarihoran (2011 : 51), Merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Metode ini memang tidak sefleksibel personal selling namun merupakan alternatif yang lebih murah untuk menyampaikan informasi ke khalayak (pasar sasaran) yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas. Ada dua bentuk utama mass selling, yaitu periklanan dan publisitas.

  1. Periklanan
    Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya.Paling tidak ini dapat dilihat dari besarnya anggaran belanja iklan yang dikeluarkan setiap perusahaan untuk merek-merek yang dihasilkannya.
  2. Publisitas
    Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang dan jasa secara non personal, yang mana orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu. Publisitas merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan.

Promosi Penjualan

Kotler dan Kevin Lane Keller (2010:179-194), Promosi penjualan terdiri dari kumpulan alat-alat insentif yang beragam, sebagian besar berjangka pendek, dirancang untuk mendorong pembelian suatu produk/jasa tertentu secara lebih cepat dan/ atau lebih besar oleh konsumen atau pedagang.


Sementara iklan menawarkan alasan untuk membeli, promosi penjualan menawarkan insentif untuk membeli. Promosi penjualan mencakup alat untuk promosi konsumen (sampel, kupon, tawaran pengembalian uang, potongan harga, premi, hadiah, hadiah langganan, percobaan gratis, garansi, promosi berhubungan, promosi silang, pajangan dan demonstrasi di toko tempat pembelian); promosi perdagangan (potongan harga, tunjangan iklan dan pajangan, dan barang gratis); dan promosi bisnis dan wiraniaga (misalnya, pameran dan konvensi perdagangan, kontes untuk wiraniaga, dan iklan khusus).

Public Relations

Public Relation atau disebut juga dengan Hubungan Masyarakat, atau sering disingkat HUMAS (bahasa Inggris: public relation) adalah seni menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu / organisasi.Sebagai sebuah profesi seorang Humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi.Seorang humas selanjutnya diharapkan untuk membuat program-program dalam mengambil tindakan secara sengaja dan terencana dalam upaya-upayanya mempertahankan, menciptakan, dan memelihara pengertian bersama antara organisasi dan masyarakatnya.Fungsi Public Relation dikenal juga dengan Humas merupakan suatu organisasi publik umumnya mendapat tugas berbicara melalui berbagai media. Itu tidak salah, tetapi juga tidak lengkap. Teori koorientasi menerangkan bahwa berbicara penting, namun mendengar lebih penting. Kegagalan organisasi publik dapat berawal dari kekurang-mampuannya mendengar secara efektif.

Konsep Dasar Informasi

Pengertian Data

Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. ”Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kajadian-kejadian dan kesatuan yang nyata”.

  1. Data Internal
    Data yang menggambarkan keadaan atau kejadian didalam suatu perusahaan atau organisasi agar mendapatkan beberapa keterangan atau data yang diperlukan.
  2. Data Eksternal
    Data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan diluar perusahaan data organisasi.

Jenis-jenis Informasi

Para ahli Sistem Informasi Manajemen tidak mempunyai pendapat yang sama mengenai jenis-jenis informasi yang dioperasikan dalam manajemen. Dari berbagai pendapat yang berbeda itu dapat disimpulkan bahwa informasi diklasifikasikan berdasarkan aspek-aspek yang dipaparkan berikut ini :

  1. Informasi berdasarkan persyaratan, Suatu informasi harus memenuhi persyaratan sebagaimana yang dibutuhkan oleh seorang manajer dalam rangka pengambilan keputusan yang harus segera dilakukan.
  2. Informasi berdasarkan dimensi waktu, Informasi berdasarkan dimensi waktu diklasifikasikan sebagai berikut :
  3. Informasi masa lalu Informasi jenis ini adalah mengenai peristiwa lampau yang meskipun jarang digunakan, namun dalam penyimpanannya pada data storage perlu disusun secara rapih dan teratur.
  4. Informasi masa kini Dari istilahnya sendiri adalah jelas bahwa makna dari informasi masa kini ialah informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi sekarang.

Kualitas Informasi

Agus Mulyanto (2009 :20). Kualitas dari suatu informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal, yaitu :
  1. Akurat (accurate)
    Akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan yang ada dan tidak menyesatkan. Selain itu juga, informasi yang disampaikan baik kepada seseorang maupun ke suatu organisasi harus betul-betul diyakini kebenarannya.
  2. Tepat pada waktunya (timeles)
    Informasi harus tiba pada waktunya itu ialah bahwa sebuah informasi harus tiba pada manajer sebelum suatu keputusan diambil, sebab informasi adalah bahan pengambilan keputusan.
  3. Relevan (relevance)
    Sebuah informasi yang disampaikan seorang manajer kepada orang lain harus relevan, yakni ada kaitan dengan kepentingan pihak penerima. Baru informasi itu akan mendapat perhatian.Kadar dari relevansi informasi dengan kepentingan pihak penerima itu, tidak akan sama. Ada yang sangat erat kaitannya adapula yang sekedar barkaitan saja. Sebagai konsekuansinya ialah bahwa semakin erat kaitan suatu informasi dengan kepentingan si penerima, akan semakin besar perhatian yang ditimpahkan kepadanya lain hal tidak relevan jelas tidak akan mendapatkan perhatian sama sekali.

Nilai Informasi

Gordon B. Davis dalam bukunya Management Information System : Conceptual Foundation, Structures, and Development. Nilai informasi dikatakan sempurna apabila perbedaan antara kebijakan optimal tanpa informasi yang sempurna dan dapat kebijakan optimal menggunakan informasi yang sempurna dapat dinyatakan dengan jelas. Nilai suatu informasi dapat ditentukaan berdasarkan sifatnya. Tentang 10 sifat yang dapat menentukan nilai informasi, yaitu sebagai berikut :
  1. Kemudahan dalam memperoleh
    Informasi memperoleh nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang sangat penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh.
  2. Sifat luas dan kelengkapannya
    Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup atau cakupan yang luas dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai karena tidak dapat digunakan secara baik.
  3. Ketelitian (accuracy)
    Informasi yang mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi atau akurat. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan. d.kecocokan dengan pengguna (relevan)
    Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.
  4. Ketepatan waktu
    Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan.
  5. Kejelasan (clarity)
    Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.
  6. Fleksibilitas atau keluweasannya
    Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas informasi diperlukan oleh para menajer atau pimpinan pada saat pengambilan keputusan.
  7. Dapat dibuktikan
    Nilai informasi semkain sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang diolah.
  8. Tidak ada prasangkaNilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.
  9. Dapat diukur
    Informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.

Konsep Dasar Media

Pengertian Media

Menurut Arsyad (2009: 3), media adalah semua saluran pesan yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dari seseorang kepada orang lain yang tidak ada dihadapannya. Dari pendapat ini dapat disimpulkan bahwa media adalah segala alat bantu yang dapat digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan bahan yang telah direncanakan oleh penyaji kepada siswa sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran dapat tercapai.Media dapat digunakan dalam proses pembelajaran dengan cara dua arah yaitu sebagai alat bantu mengajar atau yang sering disebut dependent media contoh gambar, foto atau transparansi untuk menerangkan sesuatu, dan sebagai media belajar yang dapat digunakan sendiri oleh siswa yang sering disebut independent media contoh radio, TV, video, film.


Alternatif Media

Secara umum media dapat dikelompokkan menjadi media cetak, media elektronik, media luar ruang dan media lini bawah.
  1. Media Cetak, yaitu media yang statis dan mengutamakan pesan-pesan dengan jumlah kata, gambar atau foto, baik dalam tata warna maupun hitam putih.
  2. Media Elektronik, yaitu media dengan teknologi dan hanya bisa digunakan bila ada transmisi siaran. Bentuk-bentuk iklan dalam media elektronik biasanya dalam sponsorship, iklan partisispasi, iklan layanan masyarakat dan lain-lain.
  3. Media Luar Ruang, yaitu media iklan yang dipasang ditempat-tempat terbuka seperti dipinggir jalan, dipusat keramaian, atau tempat-tempat khusus lainnya. Jenis-jenis media luar ruang meliputi : billboard, baleho, poster, spanduk.
  4. Media Lini Bawah, yaitu media-media minor yang digunakan mengiklankan produk.

Konsep Dasar Desain

Definisi Desain

Sumber dari buku DRAWING & Illustration for Graphic Design, hal 1-5. Desain merupakan rancangan, gagasan, ide-ide yang mengkomposisikan berbagai elemen dan unsur pendukung seperti bentuk, teknik, pengerjaan, keindahan yang dinyatakan dalam bentuk gambar dan warna.Desain adalah produk, atau visual yang mempunyai fungsi dan nilai estetik. Berbeda dengan seni murni yang lebih terfokus pada keindahan semata-mata, desain (seni terapan) lebih berfokus pada keefektifan desain tersebut dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam buku graphic design processes, Kennet J.Hiebert menyebutkan bahwa tujuan utama dari sebuah desain adalah untuk melayani masyarakat melalui bidang komersial dan cultural. Dengan demikian, maka sebuah desain ada karena adanya masyarakat yang membutuhkan.Desain adalah sebuah proses dan juga produk atau solusi dari sebuah masalah. Proses desain dapat juga disebut sebagai visual problem solving yang mencakupi penciptaan, pengorganisasian dan pengevaluasian dalam menghasilkan sebuah karya. Pada dasarnya, desain adalah salah satu manivestasi kebudayaan yang berwujud produk dari nilai-nilai yang berlaku pada kurun waktu tertentu. Sebagai produk kebudayaan, ia terkait dengan sistem ekonomi dan sosial. Disamping itu desain bersahabat dengan sistem nilai yang bersifat abstrak dan spiritual. Desain sangat akrab dengan kehidupan manusia adalah suatu kenyataan yang universal keberadaannya tidak dapat dipisahkan dengan sejarah manusia, karena desain adalah satu upaya manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya.Desain modern merupakan keseluruhan proses pemikiran yang akan membentuk sesuatu, dengan menggabungkan fakta, konstruksi, fungsi dan estetika. Sebagai suatu kagiatan yang menyangkut alam pikiran dan perbuatan manusia untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan ketika berhadapan dengan lingkungannya, menjadikannya sangat erat dengan kebudayaan. Yakni kebudayaan yang benar-benar dihayati, bukan kebudayaan dalam arti sekumpulan sistem bentuk, warna dan gerak dari masa lampau. Pada hakikatnya desain grafis merupakan sebuah rancangan maupun karya desain yang menggunakan desain grafis/tulisan. Untuk kepentingan mengkomunikasikan informasi dalam bentuk visual. Hal ini berguna untuk kepentingan promosi, iklan, publikasi maupun layanan lainnya.

Fungsi-Fungsi Desain

  1. Fungsi Informasi : Menekankan bagaimana komunikasi mendapatkan penjelasan secara objektif dan benar. Tujuan utamanya adalah membuat audience (penerima pesan) mengerti.
  2. Fungsi Identifikasi : Bertujuan meberikan identitas visual untuk menciptakan image atau citra profil atau produk dari perusahaan yang unik sehingga mudah dikenal atau diingat.
  3. Fungsi Persuasi : Ditujukan untuk kepentingan promosi, karena mempengaruhi sikap atau perilaku audience agar membeli produk yang ditawarkan.
  4. Fungsi Rekreasi : Lingkungan yang bertujuan menciptakan suasana tertentu dalam mendukung ilustrasi dalam sebuah media.

Unsur-Unsur Desain Grafis

Desain yang menekankan tanpa keindahan akan tidak menarik sehingga tidak komunikatif. Menarik atau indah bisa dilihat dengan menggunakan mata (lahir) atau dengan hati (batin), maka desain akan menarik apabila indah dipandang atau konsepnya yang kreatf. Keindahan yang dibahas disini lebih ditekankan pada kemampuan mata sebagai penilai. Agar menarik mata (eye catching) diperlukan pengetahuan tentang unsur-unsur dalam desain grafis, antara lain :
  1. Garis (line)
    Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik point dengan tititk point yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain.
  2. Bentuk (shape)
    Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle).
  3. Tekstur (teksture)
    Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, kulit kayu, dan lain sebagainya.
  4. Ruang (space)
    Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya yang pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetik desain. Sebagai contoh, tanpa ruang anda tidak tahu mana harus dilihat terlebih dahulu, kapan harus membaca dan kapan harus berhenti sebentar. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu objek (figure) dan latar belakang (background).
  5. Ukuran (size)
    Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu objek. Dengan menggunakan unsur ini anda dapat menggunakan kontras atau penekanan (emphasis) pada objek desain anda sehingga orang dapat mengetahui mana yang akan dibaca dan dilihat terlebih dahulu.
  6. Warna (color)
    Warna merupakan unsur penting dalam objek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk visual secara jelas. Dalam prakteknya warna dibedakan menjadi dua, yaitu : warna yang ditimbulkan karena sinar (Additive color) yang biasanya digunakan pada warna lampu, monitor, TV dan sebagainya, dan warna yang dibuat dengan unsur-unsur tinta atau cat (Substactive color) yang biasanya digunakan dalam proses pencetakan gambar kepermukaan benda padat seperti kertas, logam, kain plastik.

Prinsip-prinsip Dasar Desain Grafis

Dalam mengkomposisi atau mengatur layout agar menarik menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut :
  1. Keseimbangan (balance), secara keseluruhan komponen-komponen desain harus tampil seimbang.
  2. Irama (Rhytm), pengulangan atau variasi komponen-komponen desain grafis. Pengulangan tersebut bisa dalam bentuk urutan gerakan, pola/pattern tertentu.
  3. Skala dan Proporsi, skala adalah perubahan ukuran tanpa perubahan perbandingan ukuran panjang lebar atau tinggi, sedangkan proporsi adalah perubahan perbandingan antara panjang lebar atau tinggi sehingga gambar dengan perubahan proporsi sering terlihat distorsi.
  4. Fokus, tidak semua komponen grafis sama pentingnya, audience harus fokuskan/arahkan pada satu titik dan kontras pada penekanan karena ada perbedaan drastis/konflik pada komponen desain grafis.
  5. Kesatuan (Unity), semua bagian dan unsur grafis bersatu-padu dan serasi sehingga pembaca memahami sebagai satu kesatuan.

Definisi Tipografi

Dr Purwadi M.Hum. Diktat Kuliah Bahasa Visual, 2006. Tipografi adalah disiplin ilmu yang mempelajari karakter, fungsi karakter, fungsi huruf dan pemakaiannya dalam sebuah desain. Seni pemilihan huruf cetak dan pemakaian huruf tertentu dalam kesesuaian dengan maksud yang khas juga penataan huruf, penyebaran ruang dan pengaturan huruf dapat membantu pembaca secara maksimal serta dapat mempengaruhi suasana hati pembacanya, jarang pembaca menikmati corak sebagai tujuan utamanya. Langkah awal untuk mempelajari tipografi adalah mengenali atau memahami anatomi huruf. Seperti halnya tubuh manusia, huruf memiliki berbagai organ yang berbeda. Gabungan seluruh komponen dari suatu huruf merupakan identifikasi visual yang dapat membedakan antara huruf yang satu dengan yang lain. Apabila kita telah memahami anatomi huruf secara baik, dengan mudah kita dapat mengenal sifat dan karakteristik dari setiap jenis huruf. Berikut ini adalah terminologi yang umum dalam penamaan setiap komponen visual yang terstruktur dalam fisik huruf.
  1. Baseline
    Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari bagian terbawah dari setiap bagian huruf besar.
  2. Capline
    Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari bagian teratas dari setiap huruf besar.
  3. Meanline
    Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari bagian teratas dari setiap huruf terkecil.
  4. X-Height
    Jarak ketinggian dari baseline sampai ke meanline. X-height merupakan tinggi dari badan huruf kecil. Cara yang termudah mengukur ketinggian badan huruf kecil adalah menggunakan huruf’X’.
  5. Ascender
    Bagian huruf kecil yang posisinya tepat berada di antara meanline dan capline.
  6. Descender
    Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada dibawah baseline. Setiap individu dalam huruf, angka, dan tanda baca dalam tifografi disebut sebagai character.

Definisi Tentang Psikologi Warna

Mike Susanto, 2008 : 113-114). Secara obyektif warna adalah sifat cahaya yang dipancarkan dan terurai sebagai warna pelangi (merah, jingga, kuning, ungu). Jenis warna yang demikian disebut spectrum atau warna cahaya. Secara subyaktif warna adalah bagian dari pengalaman indra penglihat (mata) yang diterima dari pantulan sinar atau cahaya dari suatu obyek atau benda tertentu. Kesan yang diperoleh oleh mata dari cahaya yang dipantulkan benda-benda yang dikenainya. Peranan warna sangat dominan pada karya seni rupa, hal ini dapat dikaitkan dengan upaya menyatakan gerak, jarak, tegangan (tension), deskripsi alam (naturalisme), ruang, bentuk, ekspresi atau warna simbolik dan justru berkaitan yang beraneka ragam. Zat warna didapatkan dari paduan dari pigmen yang berupa bubuk halus, yang disatukan dengan binder (zat pengikat) atau paint vehicle (pembawa pigmen).
  1. Warna Komplementer
    Dua warna yang dianggap saling berlawanan, seperti ungu dan kuning, merah dan hijau, biru dan jingga, dan lain sebagainya. Warna-warna ini dianggap dapat menghasilkan gangguan optis bila digoyangkan sepertinya dapat bergerak.
  2. Warna Dingin
    Warna yang dianggap dapat menghasilakan kesan dingin seperti biru, ungu, hijau dan sebagainya.
  3. Warna Panas
    Warna yang dianggap menghasilkan kesan panas atau memiliki kualitas keterangan yang kuat dibanding dengan yang lain, seperti merah, kuning, jingga dan lain sebagainya.
  4. Warna Primer
    Merupakan warna asli dari segala warna, terdiri dari tiga warna yaitu merah (seperti darah), kuning (seperti kuning telur) dan biru (seperti langit atau laut).
  5. Warna Skunder
    Merupakan warna hasil olahan dari warna primer, dengan perbandingan yang sama akan mendapatkan tiga warna pula, yaitu jingga (merah + kuning), hijau (kuning + biru) dan ungu (merah + biru).
  6. Warna Tersier
    Warna pada tingkat ketiga sebagai hasil percampuran warna-warna sekunder yang menghasilkan tiga warna, yaitu orange-jingga, orange-hijau, dan hijau -jingga.

Psikologi Dan Arti Dari Warna-Warna

Menurut Achmad Fazri 2011. Ahli fisiologi dan psikologi menjelaskan ada empat warna primer : merah, hijau, kuning dan biru. Walaupun tidak diketahui secara pasti mengapa orang-orang menyukai warna dan kombinasi warna tertentu. Tetapi yang jelas, setiap warna mempunyai karektor atau sifat yang berbeda-beda. Bahkan sejak dahulu warna diketahui mempunyai pengaruh terhadap manusia, namun baru belakangan ini penggunaannya telah dimanfaatkan secara meluas dalam dunia otomotif, busana, permainan dan sebagainya.


MERAH
Warna ini melambangkan keadaan psikologi yang mengurangkan tenaga, mendorong makin cepatnya denyut nadi, menaikkan tekanan darah dan mempercepat pernafasan. Warna ini mempunyai pengaruh produktiviti, perjuangan, persaingan dan keberanian.
  1. Merah Terang : Warna ini melambangkan kekuatan kemahuan atau cita-cita. Sifatnya : Agresif, Aktif, Eksentrik. Pengaruhnya : Berkemahuan keras, penuh gairah, dominasi, jantan.
  2. Merah Jambu : Warna ini melambangkan romantisme, feminim. Warna ini mempunyai sifat menuntut dalam kepasrahan, menggemaskan dan jenaka.
Catatan: Warna Merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain. Merah dikombinakan dengan Hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan denga Putih, akan mempunyai arti ‘bahagia’ di budaya Oriental

BIRU
Warna ini melambangkan ketenangan yang sempurna. Mempunyai kesan menenangkan pada tekanan darah, denyut nadi, dan tarikan nafas. Sementara semua menurun, mekanisme pertahanan tubuh membangun organisme.
  1. Biru Tua : Warna ini melambangkan perasaan yang mendalam. Sifatnya : Konsentrasi, kooperatif, cerdas, perasa, integratif. Pengaruhnya : Tenang, Bijaksana, Tidak Mudah Tersinggung, Ramai kawan.
  2. Biru Muda : Warna ini melambangkan keanjalan dari cita-cita. Sifatnya : Bertahan, Protektif, Tidak Berubah fikiran. Pengaruhnya : Keras Kepala, Teguh, Sering Bangga Diri, Berpendirian tetap.Respon Psikologi : Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, Tehnologi, Kebersihan, Keteraturan.
Catatan : Banyak digunakan sebagai warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan ‘kepercayaan’


KUNING Warna ini melambangkan kegembiraan. Warna ini mempunyai sifat : Leluasa dan santai, senang menunda-nunda masalah. Berubah-ubah tapi penuh harapan, mempunyai cita-cita setinggi langit dan semangatnya juga tinggi.Kuning Terang : Warna ini melambangkan sifat spontan yang eksentrik. Sifatnya : Toleran, Investigatif, Menonjol. Pengaruhnya : Berubah-ubah sikap, berpengharapan, dermawan, tidak percaya.Respon Psikologi: Optimis, Harapan, Filosofi, Ketidak jujuran, Pengecut (untuk budaya Barat), pengkhianatan.
Catatan : Kuning adalah warna keramat dalam agama Hindu

HIJAU
Warna ini melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan dan kekerasan hati. Mempunyai kepribadian yang keras dan berkuasa. Warna ini mempunyai sifat : meningkatkan rasa bangga, perasaan lebih superior dari yang lain. Orang yang menyukai warna ini umumnya senang dipuji, senang menasihati orang lain.Respon Psikologi : Alami, Sehat, Keberuntungan, Pembaharuan.
Catatan : Warna Hijau tidak terlalu ’sukses’ untuk ukuran Global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna Hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna Hijau sangat disukai
ABU-ABU & HITAM
  1. ABU-ABU : Warna ini tidak menunjukkan arti yang jelas. Tidak terang dan sama sekali bebas dari kecenderungan psikologi. Warna ini cenderung neutral.
    Respon Psikologi : Intelek, Masa Depan (kayak warna Milenium), Kesederhanaan, Kesedihan.
    Catatan : Warna Abu abu adalah warna yang paling gampang/mudah dilihat oleh mata
  2. HITAM : Warna ini melambangkan kehidupan yang terhenti dan kerananya memberi kesan kehampaan, kematian, kegelapan, kebinasaan, kerusakan dan kepunahan.
COKLAT & UNGU
  1. COKLAT :Warna ini seringkali menunjukan ciri-ciri : suka merebut, tidak suka memberi hati, kurang toleran, pesimis terhadap kesejahteraan dan kebahagian masa depan. Respon Psikologi : Tanah/Bumi, Reliability, Comfort, Daya Tahan.
    Catatan : Kemasan makanan di Amerika sering memakai warna Coklat dan sangat sukses, tetapi di Kolombia, warna Coklat untuk kemasan kurang begitu membawa hati.
  2. UNGU :Warna ini adalah campuran warna merah dan biru yang melambangkan sifat Gempuran Keras yang dilambangkan oleh warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus pengertian yang mendalam dan peka. Sifatnya sedikit kurang teliti tetapi selalu penuh harapan. Respon Psikologi: Spiritual, Misteri, Kebangsawanan, Transformasi, Kekasaran, Keangkuhan.
Catatan : Warna Ungu sangat jarang ditemui di alam

Definisi Tentang Simbolisasi Bentuk

Menurut Rustan (2008: 42). Simbolisasi bentuk adalah bentuk bangun, rupa, figure, sosok suatu objek terungkap dalam kountur atau outline atau garis keliling dari objek yang bersangkutan.

Definisi Citra atau Image

Menurut Frank Jefkins (Jefkins & Yadin, 2008), Citra atau image adalah kesan batin atau mental, bayangan visual yang ditimbulkan oleh obyek atau figur dalam karya seni. Citra sangat penting sebagai unsur-unsur yang turut berperan dalam karya, karena dapat membentuk ciri khas tersendiri serta memberikan pengaruh terhadap apa yang dihasilkan dari hasil suatu karya seni yang lebih bersifat karakter atau pesan yang ada didalam hasil karya seni tersebut sebagai nilai keindahan, artistik serta fungsionalisasi dari karya seni tersebut.

Definisi Layout

Menurut Quible (2007). Pengertian Layout adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan kedalam sebuah bidang sehingga membentuk susunan artistik. Hal ini bisa juga disebut manajemen bentuk dan bidang. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.

Jenis-jenis Layout

Banyak sekali kemungkinannya, mungkin tidak terbatas. Tapi intinya yang biasa dipakai adalah layout dengan menggunakan format sumbu : horizontal, diagonal, radial, acak dan kombinasinya.

Elemen/Unsur Desain

Menurut (Sumbo (2009:23). Dalam bentuk geometris dan organis, sebagai berikut :


a.Elemen Konseptual (elemen basic visual : elemen bentuk) yang terdiri dari :
  1. Titik (Dot: point)
  2. Garis (Line)
  3. Bidang (Plane)
  4. Volume
b.Elemen Visual (karakteristik basic visual : karakteristik bentuk) yang terdiri dari:
  1. Ukuran
  2. Shape
  3. Warna; Value (nada) dan color (warna); tone
  4. Teksture
c.Elemen Relasional terbagi menjadi dua diantaranya :
1.Interaksi basic visual : interaksi bentuk yang terdiri dari :
  1. Posisi
  2. Arah
  3. Space
  4. Gravity
2.Elemen interaksi komposisional yang terdiri dari :
  1. Depth
  2. Perspektif

Teori Desain Komunikasi Visual

Menurut (Sanyoto (2006:8). Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis berupa bentuk gambar, huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan gagasan dapat diterima oleh sasarannya.Sedangkan komunikasi visual itu sendiri adalah komunikasi yang mempergunakan mata sebagai alat penglihatan artinya komunikasi menggunakan bahasa visual, dimana unsur dasar visual adalah segala sesuatu yang dapat dilihat dan dipakai untuk menyampaikan arti, makna atau pesan.Sejak zaman dahulu manusi telah mengenal sesuatu yang indah, bagus, menarik dan mengagumkan, sebagian dari dirinya, hanya bobot rasa dari tiap orang berbeda. Namun kesadaran dari hal ini baru diketahui dan disadari oleh manusia setelah para ilmuwan dari yunani mengangkatnya ke permukaan. Mereka menyebut dengan istilah ”estetika” yang dalam bahasa yunani disebut ”Aisthesis” yang berarti tanggapan atau pengawasan.Keindahan yang dipelajari berupa karya-karya seni disebut objek dan proses kreatif dari siperencana sebagai subjek. Menurut kamus webster : School and office Dictionary tertulis Aesthetic sebagai kata benda yang berarti ”The teory of the beautiful in state and art”, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa istilah estetika dapat digunakan untuk menjelaskan masala-masalah yang berkaitan dengan keindahan. Desain pada dasarnya adalah hasil penyusunan pengalaman visual dan emosional dengan memperhatikan elemen-elemen dan prinsip-prinsip desain yang dituangkan dalam satu kesatuan komposisi yang mantap. Komposisi berasal dari kata latin Componere yang artinya penggabungan. Pada dasarnya suatu komposisi yang merupakan penggabungan dari banyak bagian menjadi suatu bentuk yang serasi. Komposisi dianggap sebagai suatu pengorganisasian elemen-elemen desain dengan mengikuti prinsi-prinsip tertentu secara ketat, meskipun sering hanya digunakan sebagai arahan saja tetapi mencapai bentuk abstrak, alamiah, non-objektif, ornamental ataupun struktural.Sehingga desain komunikasi visual sering disebut dengan ilmu yang mempelajari tentang media untuk menyampaikan informasi, konsep, ide, gagasan melalui bentuk lambing dan symbol yang mudah dicerna atau ditangkap dengan indra penglihat dengan menggunakan bahasa visual. Desain komunikasi visual bisa juga disebut dengan Graphic Design keduanya adalah ilmu yang mempelajari tentang media penyampain pesan, ide, ajakan kepada khalayak ramai, gagasan melalui bentuk, lambang dan simbol yang mudah dicerna atau ditangkap dengan indra penglihatan. Desain komunikasi visual dapat juga diartikan sebagai ilmu yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, tehnik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis berupa bentuk dan gambar, huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan gagasan dapat diterima oleh sasarannya, tetapi yang jelas desain grafis erat kaitannya dengan proses cetak. Melalui media ini desain grafis berfungsi sebagai jembatan penghubung antara pihak yang berkepentingan di dalam dunia bisnis dan hal-hal yang berkaitan dengan media komunikasi.Desain komunikasi visual adalah solusi komunikasi yang menjembati antara pembeli informasi dengan publik, baik secara perorangan, kelompok, lembaga maupun masyarakat secara luas yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi visual.Keindahan komunikasi visual mengandung unsur-unsur estetika yang terdiri dari : garis, bentuk, warna, cahaya, ruang, tekstur, keseimbangan, keserasian, proporsi, skala, irama, disamping tehnik fungsi dan pesan yang terkandung.


Proses Desain Komunikasi Visual

  1. Riset : pada tahap ini,desainer mengumpulkan seluas mungkin dan mempelajari informasi.
  2. Analisa : desainer menganalisa isi pesan (subyek) dan karakteristik audiance (obyek)
    Masalah dan tujuan : definisi masalah (kurang informatif, identifikal atau ekspresif) dan tujuan (titik berat fungsi desain).

Pengertian Audio Visual

Winkel dan Hastuti (2006:545). Audio visual merupakan gabungan dari dua kata yaitu audio yang berarti suara dan visual yang berarti gambar, atau dengan kata lain menjelaskan ”Audio Visual adalah alat peraga yang dapat dilihat dan didengar dalam hal ini gambar yang bergerak menimbulkan suara.Sedangkan pendapat lain mengatakan ”Sebuah karya audio visual baik yang berbentuk karya film maupun karya video merupakan rangkaian dari beberapa macam adegan gambar bersuara yang tersusun secara menarik dalam sebuah cerita dengan pembatasan waktu tertentu”.Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa audio visual merupakan unsur yang dimiliki oleh televisi berupa suara dan gambar, baik gambar bergerak maupun gambar mati atau still picture, sehingga menghasilkan suatu pesan yang dapat dimengerti oleh khalayak. Audio visual merupakan sinergi antara gambar, suara dan waktu yang terkait oleh komponen–komponennya baik secara kualitas maupun intensistasnya.Dalam media massa elektronik seperti televisi dan film media yang diandalkan adalah gambar dan suara maka yang perlu diperhatikan dan diutamakan adalah kualitas audio-suara dan kualitas visual-gambar. Berikut ini adalah perkembangan tata suara, diantaranya :

  1. Mono yaitu suara tunggal dengan menggunakan satu speaker.
  2. Stereo yaitu suara ganda dengan menggunakan dua speaker dikiri dan dikanan sehingga suaranya berada ditengah.
  3. Dolby Stereo yaitu suara yang menyebar dengan menggunakan empat speaker.
  4. Dolby Pro Logic yaitu suaranya menyebar dan berputar tanpa ada pemisahan antara suara depan dan belakang sehingga suara menyatu ditengah dengan menggunakan lima speaker.
  5. Dolby Digital (5.1) yaitu suaranya berputar mengelilingi ruangan dengan suara terpisah, masing-masing speaker berfungsi sendiri-sendiri yang terbagi menjadi dua speaker dikiri dan kanan, speaker center ditengah, dua speaker surround dikiri dan kanan belakang ditambah satu sub Woover.
  6. DTS (5.1) yaitu suara berputar mengelilingi ruangan, masing-masing speaker berfungsi sendiri-sendiri terbagi menjadi dua speaker dikiri dan kanan, speaker center ditengah depan, speaker surround dikiri dan kanan belakang ditambah satu sub Woover, pada tahap ini karakter efek suara lebih jernih dan jelas.


Jenis Audio Visual

Karya audio visual mempunyai bentuk dan tujuan berbeda-beda, masing-masing mempunyai ciri khas yang mencerminkan dari bentuk dan tujuan tersebut tercipta. Untuk lebih jelasnya, berikut ini jenis-jenis audio visual Imanto.
  1. Film Dokumenter (Documentary Films)
    Film dokumenter menyajikan realitas melalui berbagai cara dan dibuat untuk berbagai macam tujuan, namun harus diakui film dokumenter tidak lepas dari tujuan dan fungsinya sebagai film yang menyebarkan informasi, pendidikan dan propaganda bagi orang atau kelompok tertentu, contohnya : National Geographic, Animal Planet, dan Discovery Channel.
  2. Film Cerita Pendek (Short Films)
    Film cerita pendek biasanya mempunyai durasi 60 menit. Jenis film cerita pendek sering dilakukan oleh para mahasiswa jurusan film atau kelompok orang yang menyenangi dunia film sebagai tahap latihan, selain itu ada juga yang khusus memproduksi cerita pendek untuk konsumsi acara televisi.
  3. Film Cerita Panjang (Feature-Length Films)
    Film cerita panjang merupakan film yang diputar di gedung bioskop, film ini merupakan film konsumsi masyarakat yang berfungsi sebagai hiburan atau tontonan umum. Film jenis ini mempunyai durasi 60 menit keatas, umumnya berdurasi sekitar
    100-120 menit.
  4. Film Profil Perusahaan (Corporate Profile)
    Film jenis ini diproduksi untuk keperluan tertentu, misalnya memperkenalkan suatu perusahaan tertentu untuk disebarluaskan ke publik, selain itu sering dipakai sebagai sarana pendukung dalam suatu presentasi perusahaan atau kelompok tertentu.
  5. Film Iklan Televisi (TV Commercial)
    Film jenis ini diproduksi dengan fungsi untuk kepentingan penyebaran informasi baik tentang suatu produk (Iklan Produk) maupun layanan masyarakat (Iklan Layanan Masyarakat).
  6. Film Program Televisi (TV Programme)
    Film jenis ini merupakan konsumsi acara program televisi dan biasanya diproduksi oleh stasiun televisi sendiri atau kerjasama dengan Production House.
  7. Film Video Clip (Music Video)
    Film video clip merupakan jenis film yang digunakan oleh para produser musik untuk memasarkan produknya lewat medium televisi, jenis ini berdurasi singkat berdasarkan panjang lagunya.

Fungsi Audio Visual

Audio visual memiliki fungsi yang diinginkan oleh audience yakni gambar dan suara, sehingga kedua hal tersebut menyatu sebagai kesatuan. Televisi adalah merupakan bentuk dari audio visual yang bersifat mengeluarkan suara dan bergerak serta hasil paduan dari karya dan teknologi, khalayak televisi bisa melihat gambar yang bergerak dan menggabungkan unsur yang ada pada radio. Dalam kehidupan akan memperlihatkan kegunaan media audio visual sebagai berikut:

  1. Media audio visual dapat mengatasi batasan ruang. Dimana pun khalayak bertempat tinggal dapat melihat karya audio visual.
  2. Media audio visual dapat mengatasi batasan waktu. Masa lampau atau masa yang akan datang dapat dipertunjukkan lewat media audio visual secara lebih kongkrit
  3. Media audio visual dapat menyederhanakan objek yang terlalu rumit. Objek yang terlalu rumit dapat disederhanakan dengan menghilangkan atau memudarkan bagian lain yang kurang penting dari objek tersebut, sehingga hanya bagian tertentu saja nampak menonjol.
  4. Media audio visual dapat memperbesar ukuran objek dan dapat pula memperkecilnya. Barang yang besar dapat diperkecil sebagai miniatur, model dan benda yang besar dapat diperbesar seperti bakteri.
  5. Bunyi-bunyi yang halus dapat diperkeras sehingga dapat didengar dengan telinga biasa. Suara detak jantung, suara pernafasan manusia dapat diperkeras dengan soundsystem hingga terdengar jelas dengan telinga biasa.

Karakteristik Audio Visual

Audio visual merupakan unsur yang audible (dapat didengar) dan visible (dapat dilihat), sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa karakteristik atau unsur yang dimiliki audio visual adalah suatu perpaduan atau kombinasi antara gambar dan suara baik bergerak maupun diam sehingga menghasilkan suatu pesan yang dapat dimengerti oleh khalayak.

Pengertian Video

Herry (2007:6.31). Video adalah teknologi untuk menangkap, merakam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital. Video juga dikatakan sebagai gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam suatu waktu dengan kecepatan tertentu. Gambar-gambar yang digabung tersebut dinamakan frame dan kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate, dengan satuan fps (frame per second). Kerena dimainkan dalam kecepatan yang tinggi maka tercipta ilusi gerak yang halus, semakin besar nilai frame rate maka akan semakin halus pergerakan yang ditampilkan.


(Morrisan, 2011 : 209). Definisi Video adalah adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital. Video juga bisa dikatakan sebagai gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam suatu waktu dengan kecepatan tertentu. Gambar-gambar yang digabung tersebut dinamakan frame dan kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate, dengan satuan fps (frame per second). Karena dimainkan dalam kecepatan yang tinggi maka tercipta ilusi gerak yang halus, semakin besar nilai frame rate maka akan semakin halus pergerakan yang ditampilkan.

  1. Video Analog merupakan produk dari industri pertelevisian dan oleh sebab itu dijadikan sebagai standar televisi.
  2. Video Digital adalah produk dari industri computer dan oleh sebab itu dijadikan standar data digital.
  3. Video Analog

Meskipun banyak video yang diproduksi hanya untuk platform display digital (untuk Web, CD-ROM, atau sebagai presentasi HDTV DVD), video analaog (kebanyakan masih digunakan untuk penyiaran televisi) masih merupakan platform yang paling banyak diinstal untuk mengirim dan melihat video.

Standar Penyiaran Video Analog
Tiga standar penyiaran video analog yang paling banyak digunakan di dunia adalah NTSC, PAL, dan SECAM. Di Amerika Serikat, standar NTSC sudah tidak digunakan lagi, digantikan oleh standar Televisi Digital ATSC. Karena standar dan format ini tidak dapat saling menggantikan, maka sangat penting untuk mengetahui di mana proyek multimedia Anda akan digunakan. Kaset Video yang direkam di Amerika Serikat (menggunakan NTSC) dan tidak diputar ditelevisi Negara Eropa manapun (yang menggunakan PAL atau SECAM), meskipun metode dan style recording kaset menggunakan “VHS”. Demikian juga tape yang direkam di Eropa dalam format PAL ata SECAM tidak akan diputar di recorder kaset video NTSC. Masing-masing sistem didasarakan pada standar yang berbeda yang mendefinisikan cara informasi diekode ntuk menghaslkan sinyal elekronik, yang pada akhirnya membentuk gambar televisi VC mulormast dapat memutar ketiga standar tersebut, namun biasanya tidak dapat dubbing dari satu standar ke standar yang lain; dubbing antar standar membutuhkan perlengkapan khusus terkemuka.

a.NTSC
NTSC adalah sistem televisi analog yang digunakan di Amerika Serikat dan banyak negara lainnya, termasuk Amerika dan beberapa bagian Asia Timur. Namanya diambil dari National Television System(s) Committee, badan industri pembuat standar yang menciptakannya. NTSC dikembangkan pada tahun 1950, yang mendefinisikan standar video yang dibuat sampai 525 garis scan horizontal setiap 1/30 detik.Amerika serikat, Kanada, Meksiko, Jepang, dan banyak Negara lain menggunakan system penyiaran dan pemutaran video berdasarkan spesifikasi yang dibuat pada tahun 1952, National Television Standar Comitee. Standar ini mendefinisikan sebuah metode untuk mengenkode informasi kedalam sinyal video terbuat dari 525 garis Horizontal yang di-scan dan digambar ke dalam wajah dalam tabung gambar berfosfor setiap 1/30 detik dengan electron yang bergerak cepat. Gambar tersebut muncul dengan cepat sehingga mata Anda menangap image yang stabil. Gerakan electron sebenarnya membuat dua lintasan ketika ia menggambar satu frame video, pertama meletakkan semua garis berangka ganjil, kemudian semua garis berangka genap. Masing-masing lintasn ini (yang terjadi dalam kecepatan 60 perdetik, atau 60 Hz) melukis sebuah field dan dua field dikombinasikan untuk menciptakan satu frame dengan kecepatan 30 fps (frame per second). ( Secara teknis, kecepatan sebenarnya adalah 29.97 Hz.) Proses pembuatan satu frame dari dua field disebut interlacing, sebuah teknik yang membantu mencegah kedipan pada layer televisi. Monitor computer menggunakan teknologi scan progresif yang berbeda dan menggambar daris dari seluruh frame dalam satu lintasan, tanpa menggabungkannya dan tanpa kedipan.

b.PAL
Kependekan dari phase-alternating line, phase alternation by line atau untuk phase alternation line (bahasa Indonesia: garis alternatif fase), adalah sebuah encoding berwarna digunakan dalam sistem televisi broadcast, digunakan di seluruh dunia kecuali di kebanyakan Amerika, beberapa di Asia Timur (yang menggunakan NTSC), sebagian Timur Tengah dan Eropa Timur, dan Prancis (yang menggunakan SECAM, walaupun kebanyakan dari mereka telah memulai proses menggunakan PAL). PAL dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch, yang bekerja di Telefunken, dan pertama kali diperkenalkan pada 1967. Catatan bahwa Thomson Prancis, di mana Henri de France mengembangkan SECAM, kemudian membeli Telefunken. Thomson juga berada di belakang merk RCA untuk produk elektronik konsumen, dan RCA menciptakan standar TV berwarna NTSC (sebelum Thomson terlibat).Sistem Phase Alternate Line (PAL) digunakan di Inggris, Eropa Barat, Australia, Afrika Selatan, Cina, dan Amerika Selatan. PAL meningkatkan resolusi layer menjadi 625 garis Horizontal, namun memperlamabta kecepatan scan menjadi 25 frame per detik. Sama seperti saat penggunaan NTSC, garis genap dan ganjil digabungkan, setiap field memerlukan 1/50 detik untuk menggambar (50Hz).

c.SECAM
Sistem Sequantial Color and Memory (SECAM, diambil dari bahasa Perancis, Systeme Electronic pour Couleur Avec Memoire atau Sequentiel Couleur Avec Memoire) digunakan di Perancis. Eropa timur, USSR (sekarang Rusia), dan beberapa Negara lai. Meskipun SECAM merupakan system dengan 625 garis, 50 Hz, namun berbeda jauh dari system warna NTSC dan PAL dalam hal dasar teknologi dan metode penyiaran. Terkadang TV yang dijual di Eropa memanfaatkan dual komponen dan dapat menggunakan system PAL dan SECAM.

d.ATSC
High Definition Television (HDTV) dari komisi komunikasi federal pada tahun 1980-an, pertama-tama berubah menjadi Advanced Television, kemudian berakhir menjadi Digital Television (DTV) seperti diumumkan FCC pada 1996. Standar,yang diubah sedikit demi sedikit dari Digital Televisons Standard ( ATSC Doc. A/53) dan Digital Audio Compression Standard (ATSC Doc. A/52), mengubah televisi amerika dari standar analog ke standar digital dan menyediakan bagi stasiun televisi bandwidth cukup untuk mempresentasikan empat atau lima sinyal Standard Television (STV, menyediakan resolusi NTSC 525 garis dengan aspek rasio 3:4, namun dalam bentuk sinyal digital) atau satu sinyal HDTV (menyediakan garis 1080 garis resolusi dengan layer bioskop dengan aspek rasio 16:9). Hal penting untuk produser multimedia , standar tersebut mengizinkan adanya transmisi data ke komputer dan untuk layanan ATV interaktif yang baru. Sampai bulan Mei 2003, 1587 stasiun TV di Amerika Serikat (94 %) telah memiliki Izin atau lisensi konstruksi DTV. Diantara jumlah itu, 1081 stasiun benar-benar menyiarkan sinyal DTV, hamper semuanya men-simulcast sinyal TV mereka. Berdasarkan jadwal terbaru, semua stasiun televise meninggalkan siaran dalam channel analog dan secara penuh adan berpindah ke sinyal digital pada tahun 2006 ini.High Definition Television (HDTV) menyediakan resolusi tinggi dengan aspek rasio 16:9. aspek rasio ini mengizinkan melihat film dalam Cinemascope dan Panavision.terdapat perdebatan antara indusri penyiaran dn indstri ompter apakah akan mengunakan teknologi interlacing atau scan progresif. Industri penyiaran telah mengumumkan secara resmi format interlaced 1920 x 1080 resolusi ultra-high sebagai batu penjuru generasi baru dari pusat hiburanterkemuka, namun industri komputer lebih senang memakai sistem scan progresif 1280 x 720 untuk HDTV. Karena format 1920 x 1080 menyediakan lebih banyak piksel dibanding standar 1280 x 720, kecepatan refresh-nya juga akan berbeda. Format dengan interlace resolusi lebih tinggi mengirimkan hanya setengah gambar setiap 1/60 dalam satu detik dank arena interlacing tersebt, dalam image dengan detail ebih ingi terdapat edipacuup besar setiap 30 Hz. Orang-orang yang berkecimpung dibidang computer berpendapat bahwa kualitas gambar dalam 1280×720 lebih superior dan stabil. Kedua format telah dimasukkan dalam standar HDTV oleh Advanced Television Systems Committee (ATSC, http://www.atsc.org)

b.Video Digital
Integrasi Penuh dari video digital dalam kamera dan komputer mengurangi nemtuk televisi analog dari video dari produksi multimedia dan platform pengiriman, jika kamera video anda menggerakkan sinyal output digital, anda dapat merekam video Anda langsung ke disk, yang siap untuk diedit. Jika sebuah video klip disimpan sebagai data pada hard disk, CD-ROM atau perangkat penyimpanan massal lain, klip tersebut dapat memainkannya kembali dimonitor tanpa perangkat keras khusus. Dunia video kini telah mengalami perubahan dari analog ke digital. Perubahan ini terjadi pada setiap tingkatan industri. Pada konsumen rumahan dan perkantoran kita dapat menikmati kualitas video digital yang prima lewat hadirnya teknologi VCD dan DVD (Digital Versatile Disc), sedangkan dunia broadcasting kini juga lambat laun mengalihkan teknologinya kearah DTV (Digital Television). Sebagian besar rumah tangga di Amerika Serikat telah menggunakan penerimaan sinyal kabel digital dan sinyal satelit digital untuk menikmati siaran televisi digital.Arsitektur Video Digital tersusun atas sebuah format untuk mengenkode dan memainkan kembali file video dengan komputer dan menyertakan sebuah player yang dapat mengenali dan membuka file yang dibuat untuk format tersebut. Arsitektur video digital yang utama adalah Apple Quicktime, Microsoft Windows Media Format, dan Real Network RealMedia. Format file video yang terkait adalah QuickTime movie (.mov), Audio Video Interleaved(.AVI), Windows Media Video (.wmv), dan RealMedia (.rm). Beberapa player mengenali dan memainkan lebih dari satu format file video. Video, seperti halnya audio juga mengalami proses yang serupa yaitu biasanya direkam dan dimainkan sebagai sinyal analog. Untuk itulah harus dikonversi menjadi digital terlebih dahulu agar dapat diproses menjadi sebuah multimedia title. Sebuah sumber video seperti Kamera Video, VCR, TV, atau videodisk, dikoneksikan ke sebuah kartu penangkap video (video capture card ) yang terdapat dalam sebuah computer. Ketika sumber Video tersebut dimainkan, sinyal analog dikirim ke kartu video dan dikonversi menjadi data digital yang kemudian disimpan kedalam harddisk. Dalam waktu yang bersamaan, suara dari sumber video juga didigitalisasi.

Broadcasting

Astuti,2008:6. Jika di lihat dari kamus bahasa inggris broadcast berarti siarm siaran. sedangkan broadcasting adalah Proses pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara bersamaan baik melalui satelit, radio, televisi dan media lainnya. Dalam broadcasting juga memperdalam ilmu kemasyarakatan, artinya bagaimana cara kita untuk terjun langsung dan berhadapan dengan masyarakat luas.
Ruang lingkup broadcast meliputi :

  1. Presenter
  2. Kameramen
  3. Wartawan media
  4. Dunia perfilman, seperti: sutradara, produser, editing dll

Sekarang kita akan bahas presenter, apa sih presenter itu? presenter itu adalah orang yang mempresenkan atau membawakan acara. Orang yang membawakan acarapun berbeda-beda ada penyiar radio, presenter TV, MC dll. Seorang presenter harus mempunyai wawasan yang luas dan yang terpenting adalah dia faham dengan acara yang akan di bawakannya. Apalagi seorang news presenter, dia harus pintar dan mempunyai wawasan yang luas . Kita akan coba membahas presenter TV, tapi kita titik beratkan pada news presenter.


Newspresenter

Secara Umum, adalah orang yang mempresentasikan sebuah program berita di TV, Radio, atau Internet. Istilah ini tidak digunakan secara umum oleh orang di dalam industri (pertelevisian), karena mereka cenderung menggunakan istilah yang lebih terdeskripsi atau kadang-kadang khusus (sesuai negara). Contohnya adalah “newsreader“, “newscaster“, dan “newsanchor“.

Newscaster

Newscaster adalah presenter berita yang dia sendiri adalah sebagai reporter aktif, yang juga berperan dalam proses pembuatan naskah berita bagi bulletin berita tersebut.Sebelum era televisi, siaran berita radio sering mencampurkan antara berita dengan opini di mana masing-masing presenter memiliki gaya yang berbeda-beda. Presenter semacam ini sering pula disebut sebagai komentator. Presenter berita terakhir dalam tipe ini adalah Paul Harvey. Istilah newscaster menjadi umum untuk membedakan antara presenter dari berita umum dengan komentator.Akan tetapi, di Inggris, presenter yang bekerja di ITN sering disebut sebagai newscaster (sudah dimulai semenjak 1950-an), sementara yang bekerja di BBC menyebut diri dengan newsreader.

Newsanchor

Di Amerika Serikat dan Kanada, presenter dari program berita, lebih sering disebut sebagai newsanchor (kadang kala disebut anchorperson, anchorman, atau anchorwoman), dan bukan sebagai “newscaster“. Anchorman adalah orang yang mempresentasikan materi yang telah dipersiapkan untuk program berita, dan, kadang kala, harus pula berimprovisasi komentar untuk presentasi langsung. Banyak newsanchor yang terlibat juga dalam proses pembuatan atau pengeditan berita.Istilah “anchorman” pertama kali dikemukakan oleh produser Don Hewitt, dan PBS mencatat penggunaan pertama kali pada tanggal 7 Juli 1952, untuk mendeskripsikan peran Walter Cronkite dalam Konvensi Partai Republik dan Partai Demokrat. Menurut Hewitt, istilah ini mengacu pada “anchor leg” dalam balapan relay.

Pembawa Berita

Presenter berita adalah orang yang membawakan atau mengantarkan acara berita di televisi atau radio. Istilah ini biasa dipakai di industri televisi di Indonesia dan merupakan padanan penyiar berita yang juga banyak dipakai di radio. Secara internasional dikenal tiga kategori yakni pembaca berita (newsreader), penyiar berita (newscaster), dan jangkar berita (anchor).

Pembaca Berita

Pembaca berita adalah pembawa acara yang berperan membacakan berita. Dalam dunia modern, teknologi memungkinkan para jurnalis melakukan siaran langsung dari lokasi kejadian, sehingga mengurangi peran utama sang pembaca berita.Sejak tahun 1980an banyak lembaga penyiaran yang berpindah dari sekedar memakai pembaca berita, yang kebanyakan adalah aktor yang sekedar membacakan naskah yang ditulis orang lain dan tidak punya peran dalam peliputan berita. Stasiun seperti TVRI juga berpindah menggunakan penyiar berita yang terlibat dalam pembuatan berita dan bukan sekedar membacakannya.

Penyiar Berita

Penyiar berita adalah orang yang menyiarkan program berita dan ia juga bekerja sebagai jurnalis dan ikut dalam peliputan berita atau produksi berita, yakni aktif ikut serta dalam membuat naskah berita yang akan dibacakannya. Istilah ini diperkenalkan di tahun 1980an untuk membedakan jurnalis aktif dari pembaca berita, jenis presenter berita sebelumnya.

Jangkar Berita

Jangkar berita atau news anchor, adalah jurnalis televisi atau radio yang membawakan materi berita, dan sering terlibat memberikan improvisasi komentar dalam siaran langsung. Istilah ini utamanya dipakai di Amerika Serikat dan Kanada. Banyak news anchor terlibat dalam penulisan dan/atau penyuntingan berita bagi program mereka sendiri. News anchor juga mewawancara narasumber di studio atau memandu program diskusi. Banyak juga yang menjadi komentator dalam berbagai program berita.

Konsep Dasar Naskah

Pengertian Naskah

(Sudjiman, 1984 : 4) diartikan sebagai "jenis wacana yang sifatnya bercerita baik berdasarkan pengamatan maupun berdasarkan rekaan".(Mulyono, 1986 : 23) berpendapat narasi adalah suatu tulisan (karangan) yang berisi cerita tentang suatu peristiwa dengan tujuan mempeluas pengalaman orang lain. Bagaimana berlangsungnya peristiwa tersebut, disusun secara terperinci sesuai dengan sistematika kewaktuan.jika peristiwa itu mengetengahkan beberapa peristiwa, maka peristiwa-peristiwa tersebut antara satu dengan yang lainnya memiliki sebab akibat.Dari beberapa situasi di atas, dapat dijelaskan bahwa karangan narasi merupakan tulisan yang berusaha menyajikan suatu peristiwa, baik kenyataan atau rekaan secara menarik dengan urutan kronologis kewaktuan dan tempat, sehingga pembaca dapat mengetahui seolah-olah dapat merasakan atau memahami mengapa peristiwa itu terjadi.Sebuah karangan narasi bukan hanya sekedar menyajikan serangkaian peristiwa atau kejadian, tetapi harus mengandung suatu makna secara keseluruhan, artinya rangkaian kejadian atau peristiwa tersebut harus terbentuk dalam suatu alur ceritayang dramatik dan mengandung konflik yang saling berhubungan sampai klimaksnya. Karangan akan terwujud apabila bahasa yang digunakan efektif, baik yang mencakup system bunyi, system bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis) maupun system struktur kalimat, isi, ejaan yang tepat dan benar.

Program Aplikasi Penunjang Design

Adobe Premiere CS 6

Definisi Adobe Premiere CS 6
Dimasa lalu pengeditan dan memenipulasi video untuk membuat sebuah film, membutuhkan berbagai macam peralatan video editing yang haranya relatif sangat mahal, tapi saat ini dengan komputer multimedia dan program aplikasi video editing seperti Pinnacle Studio, Ulead Video atau Adobe Premiere pengeditan dan memanipulasi sebuah video dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan murah.Dalam dasar-dasar pengolahan video perlu adanya pemahaman mengenai video, standar penyiaran telavisi, video digital, format data video digital, rasio aspek, timecode, frame size, bit depht, bit rate, metode kompresi, kelebihan dan kekurang video digital dan keunggulan video digital. Adobe Premier merupakan program aplikasi video editing yang dikembangkan oleh Adobe. Didalam Adobe Premiere terdapat Frame Rate dan Standar Penyiaran (broadacating), yang dapat diatur sesuai kebutuhan dalam proses pengeditan, yaitu:
  1. Standar penyiaran SCAM.
    Standar penyiaran ini dipergunkan dinegara-negara di Eropa, Timur Tengah dan Afrika, dengan Frame Rate 25 frame/detik.
  2. Standar penyiaran PAL
    Standar penyiaran ini banyak dipergunkan dinegara-negara Asia, Autralia, Uni Eropa dan Amerika Selatan, dengan Frame Rate 25 frame/detik.
  3. Standar Penyiaran NTSC.
    Standar penyiaran ini sering dipergunkan oleh negara-negara amerika, jepang, kanada, meksiko dan korea, dengan Frame Rate 29.97 frame/detik.
Secara garis besar jendela Adobe Premier terdiri dari enam jendela, yaitu: Jendela Project, Jendela Monitor, Bar Tool, Jendela Timeline, Jendela Info dan Jendela History.


  1. Jendela Project berguna sebagai tempat sementara penyimpanan klip sebelum disusun atau diedit pada jendela timeline
  2. Jendela Monitor berguna untuk menjalankan dan menampilkan klip pada Jendela Project atau poject film atau video pada Jendela Timeline. Bagian Jendela Monitor sebelah kiri, digunakan untuk menjalankan, menampilakan klip pada Jendela Project dan pada bagian jendela monitor sebelah kanan, menampilkan project film pada Jendela Timeline.
  3. Jendela Timeline berguna untuk menyusun dan mengedit klip-klip yang digunakan pada project video atau film yang dibuat.
  4. Bar Tool menyediakan alat untuk mengedit klip pada project.
  5. Jendela Info memberikan informasi klip pada project.
  6. Jendela History menampilkan daftar perintah yang dilaksanakan pada project.


Gambar 2.1.
Tampilan Pada Adobe Primere Pro CS 6

Adobe After Effects CS 6

Definisi Adobe After Effects CS 6

Adobe After Effects merupakan software motion graphics yang dapat digunakan sebagai software compositing, animasi dan video effect. Saull bass adalah orang yang pertama kali mencoba mengkomunikasikan pesan melalui permainan grafik di awal pembuatan film. Dengan pendekatan simbolis, film yang dibuatnya menyampaikan esensi dan representasi dari seluruh film. Beberapa karyanya adalah Anatomy Of Murder, Vertigo dan The Age Of Innocence. R/GA (Robert And Richard Greenbreg Associates) menjadikan mention graphics sebagai industri melalui film-film seperti Wolf, Rising Sun, True Lies dan The Untouchables.Adobe After Effect awalnya didesain oleh CoSA (Company of Sciene and Art) sebagai software mention graphics pada desktop. Setelah di akuisisi oleh Aldus dan kemudian oleh Adobe, dibuat integrasi yang baik antara software ini dengan Adobe Premier, Photoshop dan Ilustrator. Oleh karena itu pada saat ini Adobe After Effect merupakan salah satu software multimedia terbaik, yang menyediakan semua hal yang dibutuhkan oleh para amatir dan professional untuk motion graphics atau animasi dan visual effect, yang merupakan bagian proses kreatif dari animasi multimedia.Adobe After Effect adalah software animasi bukan image editing sehingga untuk image editing perlu menggunakan photoshop after effects merupakan aplikasi grafis dengan format bitmap. After effect biasa dipakai untuk :

  1. animasi pembuka / opening tune acara TV & Opening CD Interaktif
  2. movie intro game
  3. bumper / animasi jeda
  4. video efek dan animasi teks untuk iklan
  5. video efek untuk film layar kaca atau layar lebar


    Format-format yang mendukung penciptaan suatu karya kreatif dengan menggunakan Adobe After Effect adalah :
  1. Avi
    Avi video (*.avi) merupakan format standar dari file video dengan kualitas terbaik tetapi memerlukan kapasitas hard disk yang besar, karena file yang dihasilkan mempunyai kapasitas yang besar pula.
  2. Quicktime movie
    Quicktime movie (*.mov) yang merupakan format standar apple computer untuk mendistribusikan file video, dulunya format ini hanya digunakan pada komputer Machintosh saja, tetapi kini dipergunakan oleh sebagian pengguna PC untuk distribusi video terkompresi dengan file yang berukuran kecil tapi memiliki kualitas yang bagus.
  3. Macromedia Flash
    Format Macromedia Flash (*.swf) format ini banyak dipergunakan untuk animasi web dan telah menjadi standar baru dalam animasi web, dengan ukuran file yang kcil format ini mudah sekai didistrbusikan dan dijalankan secara real timedi halaman web dengan menggunakan Macromedia Flash Player.Footage adalah sebutan untuk file-file yang dipakai dalam project untuk membangun composition, dapat berupa file gambar, file video dan file suara. Format file yang didukung oleh after effect adalah : Quicktime, Direct Show (Windows), AVI, WAV, Adobe Photoshop, JPEG, SGI, Softimage PIC, Targa, TIFF, PICT, Cineon, RLA, Electric Image, Filmstrip, FLC/FLI, EPS, Adobe Ilustrator Adobe Premier, GIF89a, SWF dan PDF.
Gambar 2.2.
Tampilan Pada Adobe After Effect CS 6


Corel Visual Studio Pro X5

Definisi Corel Visual Studio Pro X5

Corel Visual Studio adalah Perusahan yang didirikan tahun 1985 dan memiliki markas di Ottawa, Kanada.Berdasarkan data, pengguna produk Corel telah mencapai lebih dari 40 juta dan produk Corel telah dijual di lebih dari 75 negara. perangkat lunak yang dibuat untuk gambar vektor atau pembuatan vektor. yaitu Corel Graphic Suite, yang didalamnya terdiri dari Corel Draw, Corel R.A.V.E, Corel PhotoPaint, Corel Trace, Corel Capture, Corel update, Font Navigator, dan SB profiler. Seiring ketatnya persaingan antara corel dengan adobe. Pada tahun 90-an corel telah menambah produknya dengan software aplikasi video editing yang dikembangkan oleh perusahaan Corel yaitu software video editing berbasis graphic design. Sehingga Corel Visual Studio dihadirkan untuk melengkapi editing pada pada grafis di media video editor. Di corel visual studio terdapat Frame Rate dan Standar Penyiaran (broadacating), serta dilengkapi dengan feature yang sangat memuaskan dalam imajinasi dan mudah dalam penggunaannya. yang dapat diatur sesuai kebutuhan dalam proses pengeditan motion graphics yang dapat digunakan sebagai software compositing, animasi dan video effect.

  1. Dasar Editing
    Perangkat lunak ini memungkinkan baik storyboard dan mengedit waktu-oriented. Format yang berbeda yang didukung untuk klip sumber, dan video yang dihasilkan dapat diekspor ke DVD, AVCHD, HD-DVD dan AVI. Video Studio juga mendukung DV langsung dan HDV menangkap ke disk.
    •Transisi oVideoStudio menyediakan beberapa kategori transisi video, termasuk
    oFX berisi berbagai macam - macam efek video
    o3D menyediakan berbagai macam efek transisi 3D
    oAlbum efek slideshow mirip dengan album foto.
    •Overlay
    oPengguna dapat overlay animasi Flash, gambar , atau teks pada video. Namun, jumlah lapisan yang diizinkan adalah terbatas. Pengguna harus menghapus warna tertentu dari video overlay sehingga latar belakang atau gambar yang diperlukan dapat muncul di latar depan
    •Fitur lain
    oVideoStudio dapat mengubah kecepatan pemutaran video jelas, membalikkannya, dan memodifikasi warna dan saturasi. Ini menyediakan alat yang memungkinkan pengguna trim, tanaman , dan trek membagi video . Soundtrack dapat dipisahkan dari jalur video, yang memungkinkan audio untuk bermain pada kecepatan yang berbeda dari video . Sebuah fitur yang memanggil Corel " SmartRender " membuat hanya bagian diedit dari video, sehingga pengguna dapat melihat rekaman diedit tanpa VideoStudio menciptakan file-file sementara . Fitur ini juga membuat akhir render lebih cepat .
    •Proxy File Video
    oVideo Studio mendukung editing video high-definition. File proxy adalah versi yang lebih kecil dari sumber video yang berdiri di untuk sumber resolusi penuh saat mengedit untuk meningkatkan kinerja


Gambar 2.3.
Tampilan Pada Corel Visual Studio Pro X5

Elisitasi

Penyusunan laporan Skripsi merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang berupa magang atau dilakukan dengan pengambilan data baik melalui cara observasi ataupun wawancara pada perusahaan atau instansi.Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa, maka diperoleh hasil yang dicapai pada laporan Skripsi yang akan ditujukan melalui diagram pembentukan sistem. Dalam diagram tersebut akan dijelaskan bahwa elisitasi dan Prototipe merupakan hasil yang dicapai guna dijadikan dasar pembentukan dan pengembangan suatu projek.


Elisitasi Tahap I

Elisitasi tahap I merupakan daftar yang diperoleh dari hasil pengumpulan data dari lapangan yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mengenai kekurangan dari rancangan yang sedang dibuat.

Elisitasi Tahap II

Elisitasi tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi tahap I yang kemudian diklasifikasikan sesuai dengan keinginan Stakeholder

Elisitasi Tahap III

Berdasarkan Elisitasi tahap II diatas, dibentuklah Elisitasi tahap III yang diklasifikasikan kembali oleh stakeholder.

Final Draft Elisitasi

Final draft elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar perancangan Sign System yang akan dibentuk.

Literatur Review

Berdasarkan studi pustaka pada Perpustakaan Perguruan Tinggi Raharja dan Perpustakaan Universitas Esa Unggul . Maka penulis melakukan literature review terhadap penelitian-penelitian sebelumnya sebagai berikut :

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Fitriyah berjudul ”PERANCANGAN MEDIA IKLAN SEBAGAI PENUNJANG PROMOSI PERGURUAN TINGGI RAHARJA” .Iklan merupakan pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Dan setelah penulis melakukan analisa terhadap permasalahan yang ada maka terwujudlah sebuah usulan kepada Perguruan Tinggi Raharja untuk membuat sebuah media iklan, yaitu suatu karya desain yang dikemas dalam bentuk audio visual yang merupakan sebagai media promosi untuk menarik minat masyarakat untuk menjadi Pribadi Raharja.
  2. Penelitian yang dilakukan oleh Sonny Adi Purnomo berjudul “PERANCANGAN VIDEO PROFIL WAFE PRODUCTION” (Universitas Mercu Buana 2010). Dengan Terus Berkembangnya Event Organizer di Jakarta dan gaya hidup masyarakat yang semakin berkembang juga,dan seiring dengan tumbuhnya berbagai pusat bisnis khususnya tempat hangout di Jakarta, bias dilihat sebagai salah satu bentuk peluang bisnis. Oleh karena itu Wave Production sangat bergairah dan selalu bersemangat untuk mengadakan event-eventyang dikenal dibeberapa tempat hangout dengan crowd yang selalu penuh. Dapat dilihat dari segi usia yang baru 2 tahun tapi sudah mampu manghasilkan event-event dengan skala besar. Selain itu kinerja tim Wave Production bias diandalkan, terbukti dengan dipercayanya Wave Production sebagai coordinator EO di beberapa club dijakarta. Sebagai EO yang besar, Wave Production juga selalu menghasilkan event- event yang besar dan happening.
  3. Penelitian yang dilakukan oleh Suharnianti berjudul “PERANCANGAN COMPANY PROFILE INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN PROMOSI PADA CV. GLOBAL MULTIMEDIA”.
    Media promosi merupakan sarana yang sangat penting dalam penyampaianinformasi yang lengkap dan terperinci mengenai CV. Global Multimedia.Mulai dari sejarah mutu kualitas, fasilitas sampai dengan kelebihan yang terdapat pada CV. Global Multimedia. Dalam hal ini akan dirancang sebuahmedia company profile dalam suatu desain grafis yang dikemas dalam bentuk web profile dan cd interaktif yang setiap saat siap dipergunakan oleh pihak pemasaran. Dari media tersebut diharapkan dapat lebih menarik perhatian masyarakat akan adanya media promosi yang berbentuk web profile dan cd interaktif pada CV. Global Multimedia.
  4. Penulisan yang dilakukan oleh Subandi Asep yang berjudul “PERANCANGAN VIDEO PROFIL JURUSAN KOMPUTER AKUNTANSI DIPLOMA TIGA SEBAGAI MEDIA PENUNJANG PROMOSI DAN INFORMASI PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA”.Penelitian ini dilakukan penulis untuk menjelaskan mengenai profil Jurusan Komputer Akuntansi Diploma Tiga dalam media promosinya yang masih sederhana berupa brosur, dan media cetak lainnya. Sehingga penulis mengusulkan untuk membuat video promosi kepada staff ahli jurusan Komputer Akuntansi Diploma Tiga agar dapat lebih menarik dalam mempromosikan jurusannya dan dapat menjadi media interaktif untuk mengenalkan profil jurusan Komputer Akuntansi Diploma Tiga kepada calon mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja.

BAB III IDENTIFIKASI MASALAH

Sejarah Singkat PT Ridho Jaya

PT. Ridho Jaya adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri plastik yang dikenal pada tahun 2001 bermula dari penjualan material bahan baku plastik. kemudian melihat peluang bisnis yang sangat menjanjikan di pasar industry khususnya dibidang plastik maka pemilik dari PT. Ridho Jaya membeli second 3 unit mesin Plastic Injection dan menyewa rukan yang terletak di Pasar Kemis Tangerang. Beberapa tahun kemudian seiring semakin banyak permintaan barang dan banyaknya pelanggan maka pemilik dari PT. Ridho Jaya mengembangkan perusahaan dengan membeli tanah dan bangunan yang terletak di Cikupa Tangerang. serta membeli 4 unit mesin Injection plastik dan 2 unit mesin Extruder lalu menjadikan perusahaan yang menspesialisasikan produk-produk yang dibuat oleh mesin Plastic Injection dan Extrusion. Dengan dukungan tenaga ahli dan alat-alat yang lengkap untuk menunjang produksi sehingga PT. Ridho Jaya berkembang menjadi perusahaan yang mencoba memenuhi kebutuhan pasar akan barang-barang yang terbuat dari macam-macam material bahan baku plastik. Dengan mengutamakan kualitas terbaik dan kepuasaan pelanggan.

PT. Ridho Jaya didukung oleh tenaga-tenaga ahli dan profesional bidangnya, yang selalu siap memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Produk-produk yang diproduksi dengan mesin-mesin Injection & Extruder sebagian besar masuk dalam katagori seperti : Part Automotive, Property, Garment, Electrical, Peralatan Rumah Tangga, Packaging. PT. Ridho Jaya memiliki mesin-mesin produksi yang cukup lengkap mulai dari mesin Injection Molding dan Extruder, dan untuk mendukung proses produksi agar tetap berjalan dengan baik setiap mesin memiliki operator yang dapat menjadi Quality Control.

PT. Ridho Jaya telah menghasilkan banyak produk, baik yang berdasarkan pesanan pelanggan maupun yang diciptakan sendiri. Seperti telah diuraikan sebelumnya bahwa semakin berkembangnya kondisi perusahaan, maka semakin banyak pekerjaan atau pelayanan jasa yang dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan yang diminta oleh klien, bidang-bidang produk dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan tidak hanya sebatas pada sisi produksi plastik tetapi juga melayani produk-produk plastik diantaranya berkatagori sebagai berikut :

  1. Pembuatan molding / Cetakan Plastik
  2. Electrical
  3. Part Automotive
  4. Housewares
  5. Packaging
  6. Buillding
  7. Property
  8. Garment

Visi Misi dan Tujuan

Visi PT Ridho Jaya

Visi PT. Ridho Jaya yaitu untuk menjadi yang pertama terdepan dan kesetiaan yang tiada hentinya untuk pelanggan di dunia industri dengan menerapkan prinsip itu, dan berusaha untuk satu langkah didepan serta menjadi produsen plastik terbaik dan berkualitas di dunia.

Misi PT Ridho Jaya

Dengan menggunakan teknologi-teknologi canggih dan modern ditambah oleh tenaga ahli yang berpengalaman serta terampil yang menghasilkan suatu manfaat dan kepuasan kepada pelanggan melalui inovasi yang terdepan. Sehingga membuat pelanggan mendapatkan hasil yang sempurna. Dan memberikan produk dan pelayanan dengan kualitas terbaik guna memenuhi atau melebihi kebutuhan konsumen melalui :


a. Fokus kepada konsumen dan kualitas

b. Inovasi

c. Teknologi

d. Perbaikan yang berkesinambungan

e. Kerjasama tim

Tujuan PT. Ridho Jaya

  1. Memberikan kualitas yang tinggi dalam produk dan jasa kami, menghargai nilai uang anda, baik yang bersumber dari dalam perusahaan atau dari luar
  2. Menyerahkan produk dan service dengan selalu memberikan mutu yang baik sekali dan menambah nilai-nilai lain untuk hubungan yang langgeng kepada konsumen.
  3. Memberikan pelayanan jasa terbaik bagi setiap konsumen kami yang berbeda-beda tentunya dalam upaya pengembangan pribadi serta perusahaan.
  4. Dengan visi dan misi yang diterapkan ini diharapkan terciptanya etos kerja yang baik, terjalin kerjasama yang lebih luas lagi dengan pelanggan, sehingga perusahaan mampu bersaing.

Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan pemisahan fungsi tugas-tugas, wewenang dan jabatan dari suatu organisasi sehingga jelas pembagian dari masing-masing tanggung jawab yang diberikan kepadanya, seperti yang tergambar dibawah ini adalah struktur organisasi PT. Ridho Jaya



Gambar 3.1.
Struktur Organisasi Pada PT. PT Ridho Jaya

Wewenang dan Tanggung Jawab

Tugas dan Kewajiban tiap Departemen :

  1. Direktur

a.Menyelenggarakan program kerja yang berpedoman pada Visi, Misi, fungsi dan tujuan pendirian PT. Ridho Jaya.

b.Menyelesaikan masalah dan Memberikan solusi.

c.Menetahui semua pekerjaan semua Divisi.

d.Merencanakan pembagian tugas yang akan diberikan kepada seluruh Department.

e.Melakukan tugas pengawasan terhadap Divisi didalam pelaksanaan tugas agar project dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

f.Bertanggung jawab penuh atas perkembangan perusahaan serta peningkatan kualitas kerja.

g.Melakukan promosi kepada klien baik secara langsung maupun tender.

h.Memonitoring laporan pekejaan semua Divisi

i.Memonitoring jawab terhadap anggaran keuangan, realisasi dan pengawasan.

j.Menerima, menyimpan, mengeluarkan cek atau giro sesuai dengan kebijakan perusahaan.

k.Bertanggung jawab terhadap penanganan faktur pajak.

l.Memonitoring pekerjaan pelaksanaan kegiatan akutansi yang telah ditetapkan secara keseluruhan.

m.Melakukan pengawasan terhadap laporan keuangan, analisis keuangan dan pengembangan sumber daya perusahaan.

n.Mengatur pelaksanaan pembukuan, administrasi perpajakan, keuangan, persediaan dan administrasi umum.

  1. Manager Operational

a.Tanggung jawab terhadap proyek

b.Seorang Manager Operational harus mengontrol proyek yang ditanganinya. Proyek harus selesai sesuai dengan budget, sesuai dengan spesifikasi, dan waktu.

c.Seorang Manager Operational juga mempunyai tanggung jawab terhadap organisasi

d.Memiliki jiwa kepemimpinan dan wibawa terhadap bawahannya.

e.Mampu mengambil keputusan dalam keadaan apapun.

f.Membuat ide-ide dan program untuk kemajuan perusahaan.

g.Memiliki mental kuat dan tahan banting.

  1. Department Marketing.

a.Memasarkan hasil produk kepada klien/customer.

b.Mengusulkan kepada pimpinan tentang strategi layanan baru yang akan diterapkan terhadap klien.

c.Bertanggung jawab atas penyusunan anggaran pendanaan yang dibutuhkan dalam promosi.

d.Mencapai target persales.

e.Menjaga customer-customer tetap menjadi (maintained customer).

f.Menerima keluhan terhadap produk dari customer (customer care).

g.Memberi pelayanan yang terbaik dan berkualitas.

  1. Department Pembelian Barang (purchising).

a.Membeli semua kebutuhan danm keperluan prusahaan PT. Ridho Jaya.

b.Menurunkan PO (purchasing order) ke Supplier.

c.Mengevaluasi supplier perbulan.

d.Setelah pemesanan bahan-bahan, lalu dicek apakah bahan itu sudah datang apa belum.

e.Pembuatan dan pengecekan bon dari tranksaksi pembayaran customer.

f.Penginputan data bon ke komputer.

g.Merekap data kwitansi pembelian barang.

  1. Department Accounting and finance.

a.Mengevaluasi laporan keuangan.

b.Mengetahui sistem penggajian.

c.Mengecek kebenaran laporan keuangan.

d.Mengetahui Purchasing Order

e.Mengetahui serta mengelola keluar masuk uang.

f.Membuat dan menyimpan kwitansi dan atau tanda bukti tranksaksi pesanan atau juga bukti pembelian bahan baku tiap bulannya.

g.Bertanggung jawab terhadap anggaran keuangan, realisasi dan pengawasan.

h.Bertanggung jawab antara kebenaran saldo kas dan bank.

i.Menerima, menyimpan, mengeluarkan cek atau giro sesuai dengan kebijakan perusahaan.

j.Bertanggung jawab terhadap penanganan faktur pajak.

k.Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan akutansi yang telah ditetapkan secara keseluruhan.

l.Bertanggung jawab terhadap hasil penagihan yang telah dilakukan.

m.Membuat laporan keuangan, analisis keuangan dan pengembangan sumber daya perusahaan.

n.Mengatur pelaksanaan pembukuan, administrasi perpajakan, keuangan, persediaan dan administrasi umum.

  1. PPIC (Planing Product Inventory Control)

a.Mengetahui jenis-jenis produk dan material

b.Membuat planing produksi yang aka diproses

c.Merekap data permintaan barang dari produksi

d.Menjaga kualitas produk

e.Melaporkan data stok ke bagian gudang.

f.Memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas kepada customer.

g.Menjaga customer-customer agar tetap dipercaya (maintance customer).

h.Memenuhi perlengkapan kebutuhan produksi

i.Mengetahui stok material bahan baku dan barang jadi.

  1. Workshop & Design Mold Maker

a.Menerima file desain atau produk jadi dari marketing.

b.Mengecek file dari marketing.

c.Membuat molding sesuai dengan pesanan

d.Mendesain mold / dies sesuai permintaan customer.

e.Kordinasi dengan departmen produksi dan marketing

f.Mengeprint file sesuai permintaan customer lalu meminta approve kepada customer dan memastikan tidak bermasalah saat naik produksi.

g.Bertanggung jawab atas hasil yang telah diajukan oleh klien.

  1. Department QC (Quality Control)

a.Menjaga kualitas produk dengan baik

b.Berhak menghentikan produksi ketika produk riject lebih dari 3%

c.Membuat data standarisai produk

d.Merekap data barang riject dan bagus.

e.Menganalisa produk baru dan menganalisa produk riject

f.Wajib memberikan training produk-produk kepada operator produksi.

  1. Department Produksi.

a.Menerima Desain molding dari Workshop.

b.Mengawasi setiap project pengerjaan dan mengawasi pekerjaan karyawan

c.Menerapkan SOP (standart operating system) pada perusahaan.

d.Menerima SO (Sales Order) dari Admin Officer untuk pengerjaan spesifikasi dan quantity barang.

e.Menjaga barang dengan kualitas yang bagus.

f.Memastikan Quantity barang dengan benar.

g.Mengetahui produk-produk dan material.

  1. Warehouse & Pengiriman Barang/Delivery.

a.Membuat surat jalan untuk pengiriman barang.

b.Mengkordinasikan kepada Departemen produksi.

c.Menjaga stok barang untuk pengiriman ke customer

d.Menjaga kerapihan gudang dan kualitas.

e.Mendata perlengkapan keperluan produksi

f.Menyimpan barang dengan baik yang telah dibeli Department purchasing maupun dari Department Produksi.

g.Memastikan barang yang akan dikirim mulai dari Spesifikasi dan Quantity barang dengan baik dan benar.

h.Saling komunikasi dengan Customer.

i.Mengantarkan hasil produksi kepada customer dengan tepat waktu.

Produk Informasi

Produk

Perancangan media audio visual merupakan produk promosi dan informasi yang banyak diminati perusahaan sekarang ini, dalam proses perancangan media audio visual ini dibuat semenarik mungkin agar keuntungan dapat diperoleh dari media ini. Menggunakan media audio visual sebagai alat promosi sangatlah baik karena dapat menghemat waktu dalam penyampaian informasi sehingga calon customer dapat mengerti bagaimana tentang produk dan jasa yang telah ditawarkan.

Latar Belakang Produk

Pada saat ini media informasi yang digunakan oleh PT. Ridho Jaya sebagai promosi institusi atau lembaga perusahaan yaitu, masih berupa brosur, katalog, website dan melakukan presentasi ke klien secara lisan, melakukan pemasaran dengan memperlihatkan foto-foto hasil pemasangan yang belum di kemas secara rapi dan terorganisir dengan baik.

Perkembangan Produk

Oleh sebab itu, agar lebih lengkap dan menarik perhatian serta dapat memudahkan divisi marketing dalam memasarkan produk sehingga dapat membangun image atau citra PT. Ridho Jaya, maka dirancanglah sebuah media promosi dan informasi dalam bentuk media video profile yang menarik, hasil karya media tersebut dirancang untuk memberikan nilai lebih pada saat penyusunan strategi pemasaran. Maksud dari strategi tersebut dapat diartikan sebagai program untuk menentukan dan mencapai tujuan dalam menerapkan promosinya.

Material Produk

Dalam karyanya penulis menggunakan produk berupa Media Visual yang didalamnya terdapat media sebagai berikut : (Terlampir)

Spesifikasi Produk

Agar lebih lengkap dan menarik perhatian serta dapat membangun image atau citra PT. Ridho Jaya, maka dirancanglah sebuah media promosi dan informasi dalam bentuk desain komunikasi visual yang menarik, hasil karya media tersebut dirancang untuk memberikan nilai lebih pada saat penyusunan strategi pemasaran. Maksud dari strategi tersebut dapat didefinisikan sebagai program untuk menentukan dan mencapai tujuan dalam mengimplementasikan promosinya. Didalam proses pembuatanya terdapat manfaat, kelebihan dan kekurangannya.

a.Manfaat
  1. Dapat menjadi media promosi dan informasi yang efektif serta dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat.
  2. Memperoleh kemitraan dengan relasi dan masyarakat.
  3. Lebih dikenal para calon Customer
  4. Meningkatkan citra PT. Ridho Jaya
b.Kelebihan
  1. Menghemat waktu dalam proses penyampaian informasi.
  2. Mudah dimengerti oleh konsumen.
  3. Memudahkan dalam presentasi produk maupun jasa
  4. Tampilan lebih menarik karena dikemas secara baik
c.Kekurangan
  1. Mudah rusak
  2. Proses produksi yang sulit.
  3. Proses produksi yang cukup lama

Harga Produk

Pembuatan video profile ini membutuhkan biaya yang cukup besar dan cukup sulit dalam proses produksinya, didalam proses pembuatanya dibutuhkan beberapa alat pendukung diantaranya Dslr, Tripod, Mononpod, Lighting, Mic Jagung. untuk mendapatkan objek gambar dan komposisi dalam pembuatan video profile yang akan di editing oleh editor.

Market Analisis

Market analisis adalah investigasi terdokumentasi dari pasar yang digunakan untuk menginformasikan kegiatan perencanaan instansi terutama sekitar keputusan persediaan, pembelian, perluasan tenaga kerja, fasilitas, pembelian peralatan modal, kegiatan informasi dan banyak aspek lain dari instansi.

Market Positioning

PT. Ridho Jaya yang terletak di kawasan Tangerang merupakan salah satu perusahaan yang sedang berkembang dengan pesat, Hal ini dapat dilihat dari pelanggan yang datang tidak hanya berada di lingkungan Tangerang tetapi juga yang berada diluar wilayah Kota Tangerang. Perusahaan ini, memiliki banyak sekali pelanggan tetap, pelanggan perusahaan melingkupi semua kalangan baik dari kalangan personal maupun instansi pemerintah ataupun swasta. Cara pendistribusiannya dengan media katalog produk, spanduk ke Wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya, atau datang langsung ke kantor perusahaan. Perusahaan tersebut memiliki citra atau image yang baik, hal ini dibuktikan dengan adanya kepercayaan dari relasi atau perusahaan yang sudah melakukan kerja sama dengan perusahaan.

Kondisi Perusahaan Pesaing

Persaingan bisnis di bidang Industri Plastik sangat banyak sekali dengan ini media periklanan dapat digunakan untuk membangun citra jangka panjang bagi suatu produk, khususnya disekitar wilayah Tangerang juga sangat ketat. Hal ini dapat dibuktikan eksisnya perusahaan lama serta dengan masuknya perusahaan-perusahaan baru yang juga bermain dalam bisnis ini. Dari survei yang pernah dilakukan oleh penulis, berikut tabel pesaing dari PT. Ridho Jaya.


Gambar 3.3.
Tabel Pesaing PT Ridho Jaya

Potensial Market

Potensi pasar dari lembaga ini berada diwilayah pulau jawa dan sekitarnya dan luar pulau jawa, dengan pasar yang cukup menjanjikan. Targetmarket pada tahun-tahun berikutnya diperkirakan akan meningkat, karena pertumbuhan ekonomi yang pesat pada saat ini dan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan yang baru berdiri. Biasanya perusahaan-perusahaan yang baru berdiri tersebut memerlukan suatu bentuk kegiatan promosi yang dapat menunjang citra atau image perusahaan dengan pembuatan desain promosi produk.

Selain itu dengan semakin banyaknya pesaing yang ada, maka PT. Ridho Jaya berusaha menarik konsumen dengan membuat desain media promosi yang menarik. Sasaran PT. Ridho Jaya kini mulai dikembangkan untuk kalangan menengah ke atas. Kota Tangerang dianggap sebagai pasar potensial dikarenakan tingkat pendapatan penduduknya sudah berada di atas propinsi lain, disamping itu dari tingkat pendidikan, sosial dan budayanya juga sudah mengalami kemajuan sehingga akan mudah menerima informasi yang disampaikan.

Market Segmentation

Geografi  : Wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan.

Demografi :

- Jenis Kelamin : Pria & Wanita

- Kelas Ekonomi : Menengah keatas

- Sasaran : 1. Pengusaha 2. Pabrik 3. Agen Distributor

Psikografi : Relasi dan Masyarakat yang ingin lebih mengetahui informasi mengenai profil PT. Ridho Jaya.

Marketing Objective (Tujuan Pemasaran)

Secara objective Perusahaan menetapkan kebijakan terhadap target pengembangan pasar yang lebih luas lagi dengan cakupan wilayah di Jawa, dan kira-kira omset penghasilan pertahunnya sudah mencapai Rp. 5.000.000.000 pertahunnya.Perusahaan manargetkan tingkat penjualan pada tahun 2015 harus meningkat paling sedikit 85% dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2014. Hal ini dikarenakan sudah ada peningkatan fasilitas dengan menambah mesin-mesin untuk kebutuhan produksi dan permintaan customer yang semakin banyak, sehingga diharapkan proses produksi kualitas dan kuantitasnya akan semakin baik dan bertambah banyak lagi. Dan untuk pelanggan tetap, perusahaan meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih optimal agar terjalin hubungan bisnis yang berkesinambungan.

Market Strategi

PT. Ridho Jaya adalah perusahaan yang bergerak dibidang Industri Plastik. Karena banyaknya competitor, selain menggunakan bentuk-bentuk media promosi yang sudah ada, PT. Ridho Jaya menambah jenis media dalam bentuk video profile dari media tersebut akan lebih detail dan lebih menarik untuk menampilkan hasil yang berhubungan kualitas produk dan proses produksi. Adapun harga dari masing-masing produk disesuaikan dengan jenis material yang digunakan. Dengan video profile ini customer dapat memahami pesan-pesan dengan mudah dan membantu memberikan gambaran mengenai media iklan yang akan di gunakan sebagai media promosi dan informasi untuk memasarkan produk maupun jasa. Sekaligus mendapatkan customer serta menambah mitra kerja.Dengan adanya media video profile yang akan diajukan diharapkan akan memudahkan divisi marketing dalam mendukung promosi dan informasi juga dapat menunjukkan image atau citra perusahaan.

Konfigurasi Hardware

Perangkat Keras Yang Dibutuhkan

Perancangan Video Profile tersebut menggunakan 1 unit komputer dengan spesifikasi sebagai berikut:

a.Processor  : Core i7

b.Monitor  : LED 14 inc

c.Mouse  : Optik

d.RAM  : 8 Gb

e.Harddisk  : 1 Tb

g.Printer  : Inkjet Printer

Spesifikasi Software

Perancangan Video Profile tersebut menggunakan beberapa hardware dengan spesifikasi sebagai berikut :
  1. Sony Vegas Pro 12
  2. Adobe Premiere CS6
  3. Adobe After Effect CS6
  4. Adobe Photoshop CS6
  5. Adobe Corel Visual Studio Pro X5
  6. Windows 8 Ultimate

Biaya Produksi Media


Tabel 3.3.
Biaya Produksi

BAB IV KONSEP PRODUKSI MEDIA (KPM)

Dengan Konsep Produksi Media adalah tahapan – tahapan yang harus dilakukan untuk mencapai efisiensi produk yang diharapakan dengan menggunakan teknik MAVIB. Dengan Konsep Produksi Media video yang akan dibuat akan menjadi lebih baik, baik dari produksi maupun teoritisnya. Adapun langkah – langkah pada Konsep Produksi Media adalah sebagai berikut :




Preproduction

Untuk Preproduction adalah step atau langkah dimana dimulainya ide, perencanaan dan persiapan dari Konsep Produksi MAVIB. Ada tujuh langkah Preproduction dalam Konsep Produksi MAVIB, dimulai dari Ide yang dituangkan secara sistematis, lalu diikuti dengan pembuatan sinopsis, Script Writting dan Storyboard. Dua tahapan terakhir adalah pemilihan pemain dan crew dan Setting Alat. Semua tahapan yang ada harus sesuai Time Schedule yang ditetapkan. Untuk lebih jelasnya di ilustrasikan pada bagan berikut ini :

Observasi

Pengertian Observasi merupakan teknik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.


Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan oleh penulis dengan kejadian dan kasus yang berbeda di PT Ridho Jaya, yaitu kasus paling utama untuk media informasi dan promosi, kemudian melihat kondisi marketing yang kesulitan dalam menjelaskan tentang PT Ridho Jaya. Data data tersebut kemudian dijadikan untuk penulis sebagai acuan untuk pembuatan video profile pada PT Ridho Jaya.


Analisis Data

Penulis mengambil data-data tentang PT Ridho Jaya khususnya tentang promosi dan informasi yang berada pada PT Ridho Jaya. Dalam analisis ini sebelumnya media promosi dan informasi berupa katalog dan web, oleh karena itu penulis mengajukan proposal untuk pembuatan Video Profile, dengan mengumpulkan data yang berupa informasi dan promosi produk-produk, kegiatan karyawan, proses produksi, pemasaran produk.


Ide

Media informasi yang sering kita nikmati merupakan realisasi dari sebuah ide pemikiran dan gagasan yang telah dituangkan kedalam media dalam hal ini media audio dan visual (video). Media informasi yang dibuat mengambil ide dari profile PT. Ridho Jaya. Multimedia yang menampilkan fasilitas-fasilitas dan memaparkan segala sesuatu tentang PT. Ridho Jaya. Media informasi yang dibuat mengambil garis besar dari ide tersebut.


Pesan Yang Disampaikan

Pesan yang dapat disampaikan dalam video profile PT Ridho Jaya adalah penjelasan tentang PT Ridho Jaya yang dapat mudah dimengerti oleh customer. Dari segi pemasaran produk juga dapat memudahkan divisi marketing dalam mempresetasikan produk maupun jasa yang ada di PT Ridho Jaya. Oleh karena itu dengan adanya media video profile ini dapat mengangkat promosi yang lebih mengikuti perkembangan teknologi. Sehingga dapat bersaing dengan kompetitor lainnya.


Visualisasi Baerdasarkan Konteks

Berdasarkan visualisasi atau gambar, pada visualisasi ini menyampaikan bagaimana perusahaan dapat menjelaskan tentang produk maupun jasa yang ada pada PT Ridho Jaya, sehingga media Informasi dan Promosi dapat mudah di mengerti oleh para customer. Pada video profile ini terdapat pesan menarik yang dapat disajikan terhadap para calon customer.


Sinopsis

Adalah ringkasan cerita/film, menjadi bentuk pemendekan dari sebuah feature documenter dengan tetap memperhatikan unsur-unsur cerminan feature documenter tersebut. Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya ½, satu atau dua halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang feature documenter.Sinopsis pengembangan media video profile sebagai sarana penunjang informasi dan promosi pada PT. Ridho Jaya:

Storyboard

Storyboard adalah rancangan berupa sket gambar yang dilengkapi dengan petunjuk atau catatan pengambilan gambar untuk kebutuhan shooting. Selama proses pra produksi, perencanaan yang berhubungan dengan visualiasasi yang akan dibuat membutuhkan Storyboard sebagai media bantuannya.


Script Breakdown Sheet

Time Schedule

Gambar 4.2.
Time Schedule

Anggaran

Pembuatan video profile PT Ridho Jaya yang telah kami rancang dapat memerlukan anggaran / budget yang cukup relatif mahal karena menggunakan alat berupa Dslr, Mic Clip On, Tripod, Konsumsi Crew, Laptop. Dimana perlengkapan untuk membuat video profile ini dengan menyewa alat-alat tersebut dengan biaya yang terlampir pada tabel 3.4. Budget produksi media.


Peralatan Yang Digunakan

Secara umum alat yang dibutuhkan adalah Camera DSR, Tripod dan Lighting, Mic Clip On. Dalam pembuatan video audio visual menggunakan alat Camera, Tripod, Microfon, Kamera foto dan. Untuk Camera yang digunakan penulis menggunakan Camera Dsr Nikon D5200. Dalam Video audio visual ini banyak digunakan dilokasi dalam Perusahaan. Sedangkan pengambilan suara untuk wawancara menggunakan audio yang ada pada kamera video.


Produksi Crew (Team) & Talent

Pemain dicari sesuai dengan karakter dari tokoh yang terdapat pada Storyline. Pemain yang tidak sesuai akan mengurangi kualitas dari feature documenter yang dibuat. Sedangkan untuk Crew secara garis besar dibutuhkan Sutradara, Cameramen, Editor, Script Writting, Humas.Adapun Pemain dan Crew yang terlibat dalam pembuatan video informasi antara lain:


Gambar 4.3.
Tabel Pemain dan Crew


Production

Production adalah bekerjasamanya pemain dan crew untuk pewujudan dari Naskah, Storyboard dan tepatnya Time schedule yang telah dibuat. Di tahap ini pengambilan gambar/shooting dibuat. Dari pengambilan gambar di lokasi yang sesuai hingga selesainya Take Script sesuai Time schedule.



Perancangan Multimedia

Perencanaan Multimedia merupakan rancangan mengkombinasi tiga elemen yaitu, suara, gambar dan teks untuk menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif dalam hal ini berupa video.Konsep Multimedia yang diajukan guna menjangkau masyarakat dengan program media prosedur yang efektif serta efisien, yaitu dalam bentuk media informasi audio visual (video) yang berisi teks, gambar, dan suara dan sertakan beberapa Spesial efek.Untuk mensukseskan Perencanaan Multimedia ini diperlukan Tiga tahapan sistematis, dimulai dari Tujuan Multimedia, Strategi Multimedia dan Program Multimedia, seperti diilustrasikan pada gambar Gambar 4.22. Perencanaan Multimedia ditujukan guna menarik masyarakat agar menjangkau lebih luas dengan menggunakan input yang telah diolah ( teks, gambar, suara ). Dengan dibuatnya Strategi Multimedia perancangan, multimedia mempunyai arahan untuk dapat mencapai target Tujuan Multimedia. Sedangkan untuk Program Multimedia berisi jabaran hasil Project dalam mewujudkan Tujuan dan Strategi Multimedia.


Tujuan Multimedia

Tujuan Multimedia dari pembuatan media audio visual ini adalah sebagai sebagai media promosi dan informasi Perusahaan untuk display yang dimasukkan kedalam perentasi dan ditampilkan setelah presentasi dari petugas selesai, agar informasi yang disampaikan dapat mudah dipahami dan memudahkan presentasi produk mauipun jasa yang ditawarkan.


Strategi Multimedia

Media audio visual yang menyampaikan informasi dan promosi tentang PT. Ridho Jaya, proses pengenalan perusahaan, serta dapat mempromosikan produk dan jasa yang ditawarkan. Sebelum masuk proses produksi, terlebih dahulu merumuskan Strategi Multimedia. Dalam perencanaan strategi Multimedia yang digunakan adalah bentuk media audio visual (video) didalamnya terdapat Visual Effects sehingga lebih efektif dan efisien mencapai masyarakat dan pengaruh persuasi kepada masyarakat lebih menarik. Adapun stategi yang digunakan dengan membuat video yang tidak terlalu lama, namun menarik dan jelas tujuanya.


Program Multimedia

Program Multimedia Media informasi video yang dibuat ada tiga tahapan yaitu :

  1. Teks Teks dalam video ini memakai AvantGarde Bk BT, Helvetica, Dinn diterapkan dalam script tertentu pada media informasi dengan beberapa efek.
  2. Picture Gambar yang dipakai dalam media informasi ini memakai gambar dalam bentuk jpg dan Avi untuk videonya.
  3. Sound Suara digunakan untuk background musik, suara manusia sebagai dubbing pada video tersebut. Penerapan tempat suara ditentukan dimana video sedang berjalan dan disesuaikan dengan suasana video tersebut.

Perencanaan Audio

Audio adalah elemen yang wajib ada pada setiap kali menampilkan video karena jika tidak ada audio nantinya video yang ditampilkan terasa kurang menarik masyarakat maka dari itu Perencanaan Audio mempunyai faktor penting dalam menentukan menarik atau tidaknya media informasi berupa video yang dihasilkan. Dalam konsep produksi ini Audio memiliki tujuan Audio, Strategi Audio dan Program Audio.


Tujuan Audio

Tujuan dari elemen Audio yang diberikan dalam pembuatan media informasi ini nantinya dapat memberikan interest kepada sesama perusahaan hingga mengena sehingga dapat mengerti dan mudah dipahami oleh calon Customer. PT. Ridho Jaya telah memasuki tahap persaingan (competitive stage) maka tujuan Audio adalah dalam rangka meyakinkan konsumen akan kelebihan mutu produk. Audio digunakan untuk menerangkan dan menjelaskan gambar bergerak yang sedang diputar sehingga media informasi berupa video ini akan lebih hidup dan memberikan interest dihati masyarakat hingga mempengaruhi masyarakat untuk dapat bergabung di tentang PT. Ridho Jaya. Audio dalam video ini akan lebih banyak menerangkan tentang profile Perusahaan, kegiatan belajar mengajar, dan promosi. Sehingga masyarakat luas dapat melihat dan tertarik untuk bergabung di PT. Ridho Jaya.


Strategi Audio

Dalam hal ini strategi yang ditampilkan ialah setiap video yang ditampilkan akan diiringi suara musik, dan suara manusia sebagai dubbing yang intinya menjelaskan profil PT. Ridho Jaya dan menyampaikan pesan untuk menarik masyarakat hingga dapat bergabung di PT. Ridho Jaya. Dari suara musik akan ditampilkan maupun ketika orang sedang berbicara.


Program Audio

Setiap Audio yang diterapkan untuk mengisi suara diambil dari video yang sudah dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan dari media informasi yang dirancang, diambil dari musik mp3, dicari sound efek yang sesuai dan karakter PT. Ridho Jaya. Adanya program editing memudahkan untuk membuat audio kemudian dilakukan proses penyesuaian rancangan video yang akan disuguhkan kepada masyarakat. Audio yang diambil sebelumya dicari yang sesuai, seperti untuk Audio musik mp3, karakter PT. Ridho Jaya yang sesuai dengan peristiwa yang ditampilkan, untuk dubbing suara manusia disesuaikan dengan gambar yang sedang berjalan dengan durasi yang disamakan. Pengambilan Audio yang sesuai diperlukan proses editing dari cutter video dan penyesuaian penempatan dengan gambar yang ditampilkan. Proses besar kecilnya suara audio dibuat dari Volume Mixing Audio


Perencanaan Visual

Bentuk visualisasi yang dihasilkan nantinya akan berupa karya visual atau dalam bentuk video yang disusun secara rapih dengan menampilkan video, gambar-gambar yang interaktif dan di edit sedemikian rupa agar menarik masyarakat yang melihatnya serta Perencanaan visual ditujukan guna memberikan kesan dan image dalam video yang ditampilkan.


Tujuan Visual

Media informasi yang dirancang berupa sebuah karya visual yang didalamnya terdapat visual effects yakni bola dunia berputar, efek perpindahan gambar menggunakan beberapa tipe seperti slide, sehingga dapat menciptakan suatu bentuk visulisasi yang terkesan menarik. Kesan yang ditampilkan dalam visual effect video tersebut dengan menggabungkan tiga buah hasil video yang berbeda menjadi dalam satu frame.


Gambar 4.4.
Tabel Kesan Visual Effect

Strategi Visual

Visual Effects dapat diciptakan dengan bantuan teknologi komputer yang sudah sangat maju sekarang ini, sehingga memberikan suatu bentuk pencitraan riil atau benar – benar nyata terhadap gambaran visualisasi pada video tersebut. Visualisasi tampilan video yang berbeda-beda dengan menampilkan beberapa unsur seperti : Bumper, opening, suasana perjalanan menuju tempat Perusahaan, aktifitas Perusahaan, wawancara Manager Perusahaan, serta kegiatan karyawan/ti PT. Ridho Jaya dan sarana prasarana didukung dengan kegiatan non formal dan promosi. Semua dirancang dan disajikan dengan tepat, tegas, efisien dan efektif.


Program Visual

Didalam proses produksi inilah perancangan Spesial Effects dibuat menggunakan aplikasi – aplikasi yang merupakan hasil dari kemajuan teknologi CGI, diantaranya animatrix yaitu semacam slide showdari Storyboard yang diisi dengan dialog yangbbelum diedit.


Perencanaan Broadcasting

Perencanaan broadcasting yang diajukan guna menjangkau masyarakat dengan program pendistribusian efektif serta efisien. Perencanaan broadcasting ditujukan guna menjangkau masyarakat lebih luas. Dengan dibuatnya tujuan broadcasting suatu media informasi atau media informasi menjadi arahan untuk dapat mencapai target jangkauan masyarakat. Perencanaan broadcasting terdiri dari tujuan broadcasting, strategi broadcasting dan program broadcasting.


Tujuan Broadcasting

Broadcasting menjangkau khalayak luas tanpa ada filter khalayak mana yang cocok untuk media informasi yang dibuat. Tujuan broadcasting pembuatan media informasi ini diharapkan akan menjangkau 90% dari khalayak masyarakat luas. Tujuan broadcasting yaitu menyiarkan atau mendistribusikan video informasi yang dibuat dalam berbagai bentuk pendistribusian hingga mencapai target informasi dan promosi yang ditetapkan.


Strategi Broadcasting

Strategi yang akan dilakukan dalam hal ini yaitu contohnya pemanfaatan fasilitas ditempat OPP (Open Plan Presentation) berada, strategi Broadcasting yang dibuat memanfaatkan fasilitas DVD atau CD dan website.


Program Broadcasting

Hasil rancangan yang media video yang dihasilkan oleh peneliti direncanakan oleh bagian pemasaran pada PT. Ridho Jaya, sesuai dengan kebutuhan bahwa media video tersebut akan diputar atau ditampilkan pada setiap penyelenggaraan kegiatan-kegiatan promosi yang diselenggarakan oleh perusahaan.


Postproduction

Sesuai dengan program broadcasting yang direncanakan bahwa rancangan media ini nantinya akan dipublikasikan melalui pemutaran secara langsung pada acara – acara kegiatam promosi, pada tahapan ini adalah menentukan format yang dibutuhkan, yakni format yang digunakan adalah : Format AVI atau MPEG4 agar lebih mudah disaat proses produksi dan pemutarannya.


Digitizing

Menjelaskan Bagaimana capturing tersebut setelah pembuatan karya yakni dari kamera video ditransfer ke komputer dengan menggunakan firewire dibantu dengan software Corel Visual Studio Pro X5 dengan hasil format Avi.


Editing

Menjelaskan Bagaimana editing video, gambar, suara yang dipadukan menjadi satu video yang menarik dengan menggunakan adobe premier CS6 dan After Effect CS6.


Mixing

Adalah tahapan pencampuaran antara gambar dan suara, narasi yang sudah direkam dan ilustrasi music dimasukan ke dalam hasil editing gambar sesuai dengan naskah. Setelah proses mixing selesai data di kspor ke format file tertentu untuk proses penyiaran ke publik.


Finishing

Adalah suatu tahapan final dimana pada tahapan – tahapan awal telah dikerjakan dari mulai Digitizing, Editing, Mixing dan hasil terakhir adalah penyimpanan serta format video yang harus ditentukan baik format AVI atau MPEG4 untuk digunakan nantinya.


Tahap Keluaran

Adalah proses dimana finishing video telah melakuan penggabungan antara video, foto, audio kemudian pada saat tahapan ini telah selesai lalu proses selanjutnya adalah menyimpan hasil video ke format AVI, MP4, MPEG.


Segmen Pasar

Ini adalah tahap akhir, di mana video profile ini dirilis, diupload dan didistribusikan, media yang di pakai untuk mempromosikan video profile ini adalah Youtube, dan Website dan media sosial lainnya, pendistribusian video profile ini bisa melalui link yang disebarkan melalui email kepada calon customer dan mitra bisnis. Selain itu video profile ini akan di promosikan di jejaring sosial seperti facebook dan twitter yang bertujuan agar customer bisa lebih mudah melihat dan download video profile PT. Ridho Jaya. Video profile ini juga akan ditayangkan pada meeting client yang akan dipresentasikan divisi marketing oleh PT. Ridho Jaya.


BAB V PENUTUP

Kesimpsulan

Berdasarkan hasil yang didapat selama penelitian dengan metode pengumpulan data dan analisis yang dilakukan oleh penulis tentang media promosi dan informasi pada PT. Ridho Jaya, maka penulis mengutarakan kesimpulan sebagai berikut :


Kesimpulan Terhadap Rumusan Masalah

  1. Untuk memperkenalkan perusahaan kepada customer maka dibuatkan media berupa video profile sehingga perusahaan dapat dikenal secara keseluruhan tentang produknya.
  2. Agar produk perusahaan lebih dikenal maka video profile ini di publish di media sosial seperti youtube, website, facebook sehingga dapat luas dikenal oleh masyarakat.
  3. Dalam persaingan untuk memikat customer baru maka dengan media video profile ini akan lebih baik dan menarik diberikan efek-efek yang elegan tetapi sederhana.


Kesimpulan Terhadap Tujuan dan Manfaat

  1. Dengan media video profile ini bertujuan untuk dapat menjadikan perkembangan pada media-mdeia sebelumnya berupa katalog dan website. Sehingga promosi dapat maksimal dengan media video ini untuk pemasaran bisa semakin luas.

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis memberikan saran,yang mudah – mudahan dapat diterima dan membantu mengurangi permasalahan dalam penyampaian promosi dan informasi pada PT. Ridho Jaya. adapun saran – saran tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Dengan adanya media berupa Video Profile ini maka para divisi marketing harus menguasai isi dari video tersebut. Agar penyampainnya bisa di menegrti oleh para customer.
  2. Agar dapat mempromosikan produk dan jasa pada PT Ridho Jaya maka para marketing harus lebih kreatif lagi memikat para calon customer dengan media yang sudah ada.
  3. Untuk memberikan informsdi promosi pada karyawan/ti baru. Sehingga para calon karyawan/ti dapat mengerti visi dan misi perusahaan.


Kesan

Kesan penulis yang telah melakukan observasi di perusahaan terkesan sangat menantang. Karena suatu saat penulis dapat menjabarkan di tempat kerja yang berbidang sama dengan keahlian. Sehingga penulis baik dalam melakukan penelitian dan analisa dapat menambah ilmu secara pembelajaran dan juga mental.

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN