SI1214473092

Dari Widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

PERSEDIAAN BAHAN BAKU

BERBASIS DASHBOARD SISTEM

PADA PT.TRIJAYA UNION TANGERANG

SKRIPSI

Stmik raharja.jpg

Disusun Oleh :

NIM : 1214473092

NAMA : Sri Wulaningsih

JURUSAN SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI KOMPUTER AKUNTANSI

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

(2013/2014)

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI


PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU

BERBASIS DASHBOARD SISTEM

PADA PT. TRIJAYA UNION


Disusun Oleh :

NIM
: 1214473092
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: KOMPUTER AKUNTANSI

   

Disahkan Oleh :

Tangerang, Juni 2014

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Maimunah, M.Kom)
NIP : 00594
       
NIP : 007002


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING


PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU

BERBASIS DASHBOARD SISTEM

PADA PT. TRIJAYA UNION TANGERANG


Dibuat Oleh :

NIM
: 1214473092
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi komputer akuntansi


Disetujui Oleh :

Tangerang, 19 Juni 2014

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
( Dina Fitria Murad, M.Kom)
   
(Meta Amalya Dewi, M.Kom)
NID : 02026
   
NID : 05065

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI


PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU

BERBASIS DASHBOARD SISTEM

PADA PT. TRIJAYA UNION TANGERANG


Disusun Oleh :

NIM
: 1214473092
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Komputer Akuntansi

   

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 19 Juni 2014

 
 
 
 
 
NIM : 1214473092

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRAKSI

Pada dasarnya setiap perusahaan apapun bentuk dan jenis usahanya mempunyai tujuan yang relatif sama,yaitu menjalankan segala kegiatan operasional perusahaan secara berurutan guna tercapainya tujuan perusahaan yang telah ditentukan. Tercapainya tujuan perusahaan harus memperhatikan berbagai aspek yang dapat berupa : kekuatan, kelemahan , peluang dan ancaman. PT. Trijaya Union Tangerang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Industri manufaktur yang memproduksi karoseri bus dan bangku kendaraan bus penumpang, PT. Trijaya Union Tangerang juga merupakan perusahaan yang tanggap akan kemajuan teknologi dan sangat memperhatikan kenyamanan para karyawannya dalambekerja khususnya pada bagian gudang/warehouse. Pada bagian tersebut proses pengolahan datanya saat ini sudah menggunakan sistem aplikasi tapi masih belum optimal dan belum terintegrasi sehingga sering mengalami redudansi data dan keterlambatan dalam pembuatan laporan Persediaan Bahan Baku serta penerimaan dan pengeluaran barang, kurang rapihnya data-data yang mengakibatkan data-data tidak sama, tidaksingkron , proses search lama mendapatkan informasi. Dengan adanya komputerisasi, maka diharapkan proses pengadaan dan pemakaian Bahan baku dalam pengolahan datanya dapat berjalan dengan lancar, dimana tingkatketelitian akan lebih tinggi sehingga proses perencanaan produksi dapat lebihakurat, pencarian data akan lebih mudah dan keamanan data pun akan lebihterjamin dalam proses pengambilan keputusan oleh manajemen dalam menunjangkelancaran proses produksi, Hal inilah yang melatarbelakangi penulis memilihjudul “PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU BERBASIS DASHBOARDSISTEM PADA PT. TRIJAYA UNION TANGERANG”.

Kata Kunci : Persediaan Bahan baku, Warehouse, Redudansi


div style="font-size: 14pt;font-family: 'times new roman';text-align: center">

ABSTRACT

</div>

Basically every companyof any shape and type of business has relatively the same goal, which is to runall the company's operations in sequence in order to achieve predeterminedobjectives of the company. Achievement of company objectives must considervarious aspects that can be: strengths, weaknesses, opportunities and threats. PT. Trijaya Union Tangerang is a company engagedin the manufacturing industry that produces body of a bus and a bus passengerseat vehicle, PT. Trijaya Union Tangerang is also a company that is responsiveto advances in technology and very attentive to the comfort of the employees inthe work, especially in the warehouse / warehouse. On the part of the dataprocessing system are now using the application but still not optimal and oftenhave not been integrated so that data redundancy and delay in making the reportand the Raw Material Inventory receipts and expenditures, less rapihnya dataresulting data are not the same , not synchronous, the long search to get theinformation. With the computerization, it is expected that the process ofprocurement and use of raw materials in the processing of data can be runsmoothly, which would be a higher level of accuracy so that the process can bemore accurate production planning, data search will be easier and the securityof the data would be more secure in the decision-making process by themanagement in the smooth production process, It is what lies behind the authorchose the title "DEVELOPMENT INFORMATION SYSTEM BASED DASHBOARD RAWMATERIAL INVENTORY SYSTEM IN. TRIJAYA TANGERANG UNION ".

Kata Kunci : Raw material inventory, Warehouse, Redudansis

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim

Segala puji syukur dan pujian bagi Allah SWT yang memiliki keluasan ilmu dan atas rahmat dan ridho-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Skripsi ini dengan baik, adapun judul yang penulis uraikan dalam laporan ini adalah “PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU BERBASIS DASHBOARD SISTEM PADA PT. TRIJAYA UNION TANGERANG”

Tujuan dari pembuatan Laporan Skripsi ini antara lain memenuhi salah satu persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Strata Satu (S1) Jurusan Sistem Informasi (SI) pada Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer (STMIK) Raharja, juga berguna untuk memperdalam kemampuan penulis dalam merancang suatu sistem agar dapat diterapkan dengan baik.

Dalam kesempatan ini penulis juga ingin mengucap kan terima kasih bahwa tanpa bimbingan, bantuan dan dorongan semua pihak maka penulis tidak dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik dan tepat waktu. Penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada khususnya kepada orang tua tercinta dan keluarga yang telah memberikan banyak do'a, dukungan moril dan materil kepada penulis.Dan penulis pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih khususnya kepada Ayah, Ibu dan keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan moril maupun materil serta doa untuk keberhasilan, penulis juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu seperti berikut :

  1. Ir. Untung Rahardja., M.T.I, selaku Ketua STMIK Raharja.
  2. Sugeng Santoso, M.Kom, selaku Pembantu Ketua I STMIK Raharja.
  3. Maimunah, M.Kom, selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi STMIK Raharja.
  4. Dina Fitria Murad, M.Kom selaku Dosen Pembimbing Pertama yang telah memberikan banyak masukan dan motivasi kepada penulis sehingga laporan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.
  5. Meta Amalya Dewi, M.Kom selaku pembimbing kedua yang juga telah banyak memberikan bantuan masukan dan ilmu kepada penulis untuk menyelesaikan laporan skripsi ini.
  6. Bpk Supriyadi,S.H sebagai Stakeholder yang telah banyak membantu penulis dalam penyelesaian Skripsi.
  7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu penyusunan laporan ini.
  8. Suami dan teman-teman satu bimbingan yang saling memberikan dukungan dan bantuan dalam penyelesaian laporan ini.

Penulis menyadari dalam penyelesaian laporan ini masih terdapat banyak kekurangan sehingga memerlukan banyak perbaikan dan penyempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan laporan ini.

Akhir kata penulis berharap agar laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya, dan juga orang lain yang membaca dapat memperoleh ilmu dari laporan ini.

  
Tangerang, 19 Juni 2014
   
(Sri Wulaningsih)
NIM : 1214473092

DAFTAR TABEL

Tabel.2.1 Tabel Versi star UmlI

Tabel 2.2 Tabel Kekurangan dan Kelebihan MYSQL

Tabel 2.3 Tabel Tipe data numerik

Tabel 2.4 Tipe data string

Tabel 2.5 1 Tabel letak perbedaan jumlah memori

Tabel 2.6 Tabel Tipe data tunggal

Tabel 2.7 Tabel operator aritmatika MYSQL

Tabel 2.8 Tabel Operator pembanding MYSQL '

Tabel 2.9 Tabel Operator logika aritmatika MYSQL

Tabel 2.10Tabel Operator Karakter

Tabel 2.11Tabel Operator Lain-lain

Tabel 2.12 Tabel Fungsi Agregat

Tabel 3.1 Tabel Tujuan utama CSF PT. Trijaya Union Tangerang

Tabel 3.2Tabel Identifikasi kebutuhan sistem informasi

Tabel 3.3 Tabel Analisa Faktor strategis internal

Tabel 3.4 Tabel Analisa Faktor Strategis Exsternal

Tabel 3.5 Tabel Strategi S-O

Tabel 3.6 Tabel Strategi S-T

Tabel 3.7 Tabel Strategi W-O

Tabel 3.8 Tabel Strategi W-T

Tabel 3.9 Tabel Value Chain

Tabel 3.10 Tabel Diagram Elisitasi tahap I

Tabel 3.11 Tabel Diagram Elisitasi tahap 1 wawancara admin support

Tabel 3.12 Tabel Diagram Elisitasi tahap 1 wawancara manager PPIC

Tabel 3.13 Tabel Diagram Elisitasi tahap II

Tabel 3.14 Tabel Diagram Elisitasi Tahap III

Tabel 3.15 Tabel Diagram final Draft Elisitasi

Tabel 4.1 Tabel perbedaan antara sistem yang berjalan an sistem usulan

Tabel 4.2 Tabel Barang

Tabel 4.3 Tabel jenis

Tabel 4.4 Tabel Keluar

Tabel 4.5 Tabel masup

Tabel 4.6 Tabel Operator

Tabel 4.8 Tabel Supplier

Tabel 4.9 Tabel Time Schedule penelitian

Tabel 4.10 Tabel Rencana Biaya

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1Karakteristik suatu sistem

Gambar 2.2Ruang kerja Adobe dreamweaver CS3

Gambar 2.3Skrip dalam php

Gambar 2.4 Penggambaran umum Dashboard

Gambar 3.1 Struktur organisasi perusahaan

Gambar 3.2 Use case diagram

Gambar 3.3 Activity Diagram

Gambar 3.4 Langkah-langkah elaborasi tujuan organisasi

Gambar 4.1 Use case Diagram sistem yang diusulkan

Gambar 4.2 Activity Diagram sistem yang diusulkan

Gambar 4.3 Sequence Diagram admin & user pada tampilan menu login yang diusulkan

Gambar 4.4 Sequence Diagram Admin& user pada tampilan menu utama home yang diusulkan

Gambar 4.5 Sequence diagram admin pada tampilan menu master barang yang usulkan

Gambar 4.6 Sequence diagram admin pada tampilan Menu Operator yang Diusulkan

Gambar 4.7 Sequence diagram admin pada tampilan menu produksi yang Diusulkan

Gambar 4.8 Sequence diagram admin pada tampilan menu Supplier yang diusulkan

Gambar 4.9 Sequence diagram admin & user pada menu laporan yang diusulkan

Gambar 4.10 Sequence diagram admin & user pada tampilan Dashboard yang diusulkan

Gambar 4.11 Sequence diagram admin pada menu Daftar stok barang yang diusulkan

Gambar 4.12 Sequence diagram admin pada menu form pengeluaran Bahan yang diusulkan

Gambar 4.13 Sequence diagram admin pada menu form penerimaan bahan yang diusulan

Gambar 4.14 Sequence diagram admin pada menu Daftar bahan masuk yang diusulkan

Gambar 4.15 sequence diagram admin pada menu Daftar bahan keluar yang diusulkan

Gambar 4.16 Sequence diagram admin pada menu Log out yang diusulkan

Gambar 4.17 Rancangan sistem yang diusulkan pada class diagram

Gambar 4.18 Tampilan Prototype menu Login Admin

Gambar 4.19 Tampilan Prototype menu Login user

Gambar 4.20 Tampilan prototype menu utama admin

Gambar 4.21 Tampilan prototype menu utama User

Gambar 4.22 Tampilan prototype Menu home

Gambar 4.23 Tampilan Prototype Menu Master barang

Gambar 4.24 Tampilan prototype menu operator

Gambar 4.25 Tampilan prototype menu produksi

Gambar 4.26 Tampilan prototype menu supplier

Gambar 4.27 Tampilan prototype menu Laporan

Gambar 4.28 Tampilan prototype menu Daftar stok bahan baku

Gambar 4.29 Tampilan prototype menu pengeluaran bahan

Gambar 4.30 karyawan prototype Menu form penerimaan bahan

Gambar 4.31 Tampilan prototype menu Daftar Bahan masuk

Gambar 4.32 Tampilan prototype Daftar bahan keluar

Gambar 4.33 Tampilan prototype menu Login

Gambar 4.34 Tampilan prototype menu home

Gambar 4.35 Tampilan prototype Menu master barang

Gambar 4.36 Tampilan Prototype Menu Operator

Gambar 4.37 Tampilan Prototype Menu Produksi

Gambar 4.38 Tampilan Prototype Menu Supplier

Gambar 4.39 Tampilan Prototype Menu Laporan

Gambar 4.40 Tampilan Prototype Menu Dashboard

DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

Simbol jokosi.JPG

DAFTAR SIMBOL CLASS DIAGRAM

Class jokosi.JPG

DAFTAR SIMBOL SQUENCE DIAGRAM

Squence jokosi.JPG


DAFTAR SIMBOL STATE CHART DIAGRAM

State jokosi.JPG


DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM

Activity jokosi.JPG

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang


Semakin maju perkembangan sektor industri perdagangan, perbankan dan perkembangan di berbagai sektor lain sekarang ini menuntut adanya suatu akses sistem informasi yang cepat, tepat serta keakuratan informasi guna menentukan tujuan strategis baik jangka panjang maupun jangka pendek. Informasi merupakan sarana dalam penyusunan strategi bagi manajemen perusahaan untuk menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin ketat. Sistem informasi yang didukung oleh perangkat program komputerisasi dengan kemampuan melakukan pengelompokan, perhitungan, penyimpanan dan pelaporan, apabila diterapkan secara optimal sangat bermanfaat untuk mengolah data menjadi informasi yang diperlukan dalam rangka proses untuk pengambilan keputusan manajemen perusahaan. Komputer merupakan alat bantu manusia yang sekarang ini memegang peranan yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dunia kerja. Mengingat begitu besarnya peranan informasi dalam pengambilan keputusan manajemen yang tepat di berbagai sektor tersebut, termasuk di dalamnya sistem informasi dalam pengolahan data yang ada di Bagian Gudang, harus mendapatkan perhatian yang serius dari waktu ke waktu.PersediaanBahan Baku merupakan salah satu unsur kekayaan Perusahaan Manufaktur, di sisilain, digunakan dalam rangka proses produksi dari bahan mentah diolah menjadi barang jadi (finish gods), Production Plan and Inventory Control (PPIC) dan Gudang/warehouse, adalah dua divisi dalam industri manufaktur yang berperandalam perencanaan produksi dan mengontrol persediaan Bahan Baku, dan mempunyaiperanan sangat penting dalam menjalankan operasional produksi sehari-hari.

PT. Trijaya Union Tangerang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Industri manufaktur yang memproduksi Karoseri bus dan bangku kendaraan bus penumpang, PT. Trijaya Union Tangerang juga merupakan perusahaan yang tanggap akan kemajuan teknologi dan sangat memperhatikan kenyamanan para karyawannya dalam bekerja khususnya pada bagian gudang/warehouse. Pada bagian tersebut proses pengolahan datanya saat ini sudah menggunakan sistem aplikasi, tapi masih belum optimal dan belum terintegrasi sehingga sering mengalami masalah redudansi dan keterlambatan dalam pembuatan laporan Persediaan Bahan Baku serta penerimaan dan pengeluaran barang, kurang rapihnya data-data yang mengakibatkan data-data tidak sama, tidak singkron, proses search lama mendapatkan informasi. sehingga sulitnya pencarian data bahan baku bila sewaktu-waktu data diperlukan. Maka dari itulah diperlukan perangkat lunak yang khusus dalam mengolah bahan baku. Denganadanya komputerisasi, maka diharapkan proses pengadaan dan pemakaian Bahan baku dalam pengolahan datanya dapat berjalan dengan lancar, dimana tingkatketelitian akan lebih tinggi sehingga proses perencanaan produksi dapat lebihakurat, pencarian data akan lebih mudah dan keamanan data pun akan lebihterjamin dalam proses pengambilan keputusan oleh manajemen dalam menunjangkelancaran proses produksi,

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dalam penyusunan Skripsi ini judul yang dirumuskan penulis adalah “PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU BERBASIS DASHBOARDSISTEM PADA PT. TRIJAYA UNION TANGERANG”.

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian dan latar belakang diatas maka penulis menetapkan perumusan masalah yang timbul pada objek penelitian yaitu:

  1. Bagaimanakah pelaksanaan sistem atau aplikasi yang berjalan saat ini alam melakukan aktivitas persediaan bahan baku pada PT. Trijaya Union Tangerang? .
  2. Bagaimanakah merancang aplikasi berbasis Dashboard sistem agar menunjang sistem persediaan bahan baku pada PT.Trijaya Union Tangerang sehingga berjalan secara efektif dan efiesien?
  3. Bagaimanakah menghasilan sistem aplikasi untu melakukan Aktifitas persediaan bahan baku yang menunjang sistem pengambilan keputusan?

Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup dari penelitian ini adalahmengembangkan sistem yang berjalan saat ini dengan membuat sistem PersediaanBahan Baku pada PT. Trijaya Union Tangerang mulai dari input purchasing order,surat jalan, input Pengeluaran barang, sampai dengan pembuatan laporan gunalebih teratah dan berjalan dengan baik.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Dalampenulisan laporan Skripsi ini, penulis mempunyai tujuan antara lain:  :.

A.Tujuan Penelitian

1.Untuk mengetahui pelaksanaan sistem yang berjalan saat ini dalam melakukan aktivitas Persediaan bahan baku pada PT. Trijaya UnionTangerang..

2.Untuk merancang sistem aplikasi Persediaan bahan baku berbasis dashboard sistem pada PT. Trijaya Union Tangerang sehingga berjalan secara efektif dan efiesien.

3.Untuk menghasilkan sistem aplikasi untuk melakukan aktifitasPersediaan bahan baku pada PT. Trijaya Union Tangerang yang menunjang sistem pengambilan keputusan.

Manfaat Penelitian

adapun manfaat adalah sebagai berikut:

  1. Dapat Mengetahui pelaksanaan sistem yang berjalan saat ini melakukan aktivitas persediaan bahan baku.
  2. Dapat merancang sistem aplikasi berbasis dashboard sistem pada PT.Trijaya Union Tangerang sehingga berjalan secara efektif dan efiesien.
  3. Dapat menghasilkan sistem aplikasi untuk melakukan aktifitas persediaan bahan baku yang menunjang sistem pengambilan keputusan.

Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah dan memperjelas pembuatan Laporan Skripsi ini, maka penulis membagi laporan menjadi V (lima) bab sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan tentang definisi ilmu yangberkaitan dengan penelitian ini, seperti landasan teori yang membahas tentang konsep dasar sistem, konsep dasar informasi, literature review serta membahas teori-teori pendukung lainnya pada laporan ini.

BAB III ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

Berisikan gambaran umum instansi, sejarah singkat, struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab serta analisis sistem yang berjalan dengan menggunakan tools UML (Unified Modeling Language) yang meliputi Use Case Diagram, Activity Diagram, Elisitasi tahap I, II, III dan Draf Final.

BAB IV RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Berisi tentang perancangan dan implementasi aplikasi, perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) yang diperlukan, sumber daya manusia, cara pengoperasian dan implementasi sistem yang diusulkan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi mengenai kesimpulan yang diperoleh penulis dari hasil penganalisisan pada bab-bab terdahulu dan saran yang akan diberikan penulis.

DAFTAR PUSTAKA


BAB II


LANDASAN TEORI

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Berikut adalah definisi sistem menurut beberapa ahli, di antaranya :Menurut Mustakini , sistem mengandung dua pengertian yaitu pengertian sistem yang dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur yaitu "Kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu" (Mustakini, 2009:34)[1]

.Pengertian sistem berdasarkan pendekatan komponen yaitu "Kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu" (Mustakini, 2009:34)[1]. Definisi lain menyebutkan "Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankansuatu proses pencapaian suatu tujuan utama" Sutarman(2012:13),[2].

Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik. Karakteristik sistem adalah sebagai berikut, (Mustakini, 2009:54)[1]:

1.Suatu sistem mempunyai komponen-komponen sistem (components) atau subsistem-subsistem.

2.Suatu sistem mempunyai batas sistem (boundary).

3.Suatu sistem mempunyai lingkungan luar (environment).

4.Suatu sistem mempunyai penghubung (interface).

5.Suatu sistem mempunyai tujuan (goal).

Konsep Dasar Informasi

Definisi Data

“Data adalah things known or assumed, yang berarti bahwa data sesuatu yang diketahui ataudianggap”.Diketahui artinya yang sudah terjadi merupakan fakta (bukti).Datadapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau personal.”(Mulyanto, 2009:15)[3] Dengankata lain, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dankesatuan yangnyata.Datamerupakanmaterial atau bahan baku yang belummempunyai makna atau belum berpengaruh langsung kepada pengguna sehingga perludiolah untuk dihasilkan sesuatu yang lebih bermakna.


“Data adalah fakta dari sesuatu pernyataanyang berasal dari kenyataan, di mana pernyataan tersebut merupakan hasilpengukuran atau pengamatan. Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf,simbol-simbol khusus, atau gabungan darinya”.(sutarman, 2012:13)[2]

Definisi Informasi

"Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya" (Mustakini, 2008:36) [1]. Menurut Kristanto "Informasi didefinisikan sebagai kumpulan data yang diolah menjadi yang lebih baik berguna dan lebih berarti bagi penerimanya" (Kristanto, 2008:7)< ref name=""kristanto"/>. Sementara menurut Goal "Informasi adalah data telah diproses atau ke dalam bentuk yang berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya" (Goal, 2008:8)[4].

Nilai Informasi

"Nilai dari informasi ditentukan oleh dua hal yaitu, manfaat dan biaya mendapatkannya" (Sutabri, 2009:31)[5]

Kualitas Informasi

Kualitas dari suatu informasi tergantung dari 3 hal yaitu, (Sutabri, 2009:35)[5]:

1.Akurat

Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan.

2.Tepat pada waktunya

Berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.

3.Relevan

Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.


Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Manusia hidup di dunia yang penuh dengan sistem, dan apa yang kita lihat disekeliling kita adalah kumpulan dari sistem-sistem (Mustakini, 2008:34)[1].

"Sebuah sistem informasi merupakan kumpulan dari perangkat keras dan perangkat lunak komputer serta perangkat manusia yang akan mengolah data menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak tersebut" (Kristanto, 2008:12)[6].


Analisa Sistem

Definisi Analisa Sitem

Menurut Mulyato (2009:125) [7], Analisa sistem adalah teori sistem umum yang sebagai sebuah landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam sistem yang sedang berjalan agar menjadi lebih efisien, mengubah sasaran sistem yang sedang berjalan, merancang/mengganti output yang sedang digunakan, untuk mencapai tujuan yang sama dengan seperangkat input yang lain (biasa jadi lebih sederhana dan lebih interatif) atau melakukan beberapa perbaikan serupa.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis sitem adalah suatu proses sistem yang secara umum digunakan sebagai landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam suatu sistem tertentu.

Tujuan Analisa Sistem

Dikutip dalam Jurnal CCIT, tujuan utama "Tahap analisis adalah untuk memahami dan mencatatkan keperluan-keperluan dalam pengajaran erat pengolahan permintaan-permintaan yang terur menerus berubah" (Tanti, 2009:208)[8].

Fungsi Analisa Sistem

Adapun fungsi analisis sistem adalah, (Goal, 2008:74)[4]:

1. Mengidentifikasi masalah-masalah kebutuhan pemakai (user).

2.Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

3.Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah yang paling tepat.

4.Merencanakan dan menerapkan rancangan sistem.

Tahap - Tahap Analisa Sistem

Tahap analisis sistem terdiri dari beberapa kegiatan-kegiatan sebagai berikut, (Mustakini, 2008:435)[1] yaitu:

1.Studi pendahuluan

Kegiatan awal dari analisis sistem adalah studi awal atau studi pendahuluan tentang jenis, ruang lingkup dan pemahaman awal dari proyek.

2. Studi kelayakan

Studi kelayakan terdiri dari lima macam kelayakan yang disebut dengan TELOS.

3.Memahami sistem yang ada

Memahami sistem yang ada dapat dilakukan dengan melakukan penelitian untuk mendapatkan data tentang sistem yang ada. Penelitian dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a.Menentukan jenis penelitiannya.

b.Merencanakan jadwal penelitian.

c.Membuat penugasan penelitian.

d. Melakukan hasil penelitian.

e.Mengumpulkan hasil penelitian.

4.Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan informasi pemakaiMengidentifikasi masalah di sistem lama agar dapat diperbaiki di sistem yang baru. Mengidentifikasi masalah dilakukan dengan mengidentifikasi penyebab masalahnya.

5. Menganalisa hasil penelitianMenganalisa hasil penelitian terdiri dari menganalisa kelemahan sistem yang lama dan menganalisa kebutuhan informasi pemakai.


Perancangan Sistem

Definisi Perancangan

"Perancangan sistem adalah suatu fase dimana diperlukan suatu keahlian perencanaan untuk elemen-elemen komputer yang akan menggunakan sistem baru. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan sistem yaitu pemilihan peralatan dan program komputer untuk sistem yang baru". (Kristanto, 2008:61)[6].

Menurut Siti Aisyah dan Nawang Kalbuana dalam jurnal CCIT (2011:197)[9] Pada metode analisa sistem dan perancangan yang menggunakan metode yang dikenal dengan nama System Develoment Life Cycle (SDLC). SDLC merupakan metodelogi umum dalam pengembangan sistem yang menandai kemajuan dai usaha analisa dan desain. Langkah-langkah SDLC meliputi fase-fase sebagai berikut:

1. Perancangan Sistem

Dalam tahapan perencanaan sistem ini dijelaskan bagaimana langkah-langkah dalam perancangan aplikasi kemahasiswaan dengan teknologi mobile.

2. Analisa Sistem

Melakukan analisa sistem yang akan dirancang, serta melakukan penelitian terhadap kebutuhan-kebutuhan sistem, apa saja kekurangannya.

3. Perancangan

Yaitu tahapan untuk melakukan perancangan aplikasi mobile, terdapat tiga tahapan perancangan, yaitu: perancangan interface, perancangan isi, dan perancangan program.

4. Testing

Setelah sistem berhasil dirancang, langkah selanjutnya adalah pengujian untuk melihat apakah sistem telah dibuat sesuai dengan kebutuhan. Dalam tahap ini, juga dilakukan penyesuaian-penyesuaian akhir.

5. Implementasi

Pada tahap ini, program yang telah diuji secara offline kemudian diimplementasikan online dan dipublish secara resmi.

6. Maintenance

Langkah terakhir dari SDLC yaitu maintenance dimana pada tahap ini sistem secara sistematis diperbaiki dan ditingkatkan

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan sistem yaitu pemilihan peralatan dan program komputer untuk sistem yang baru. Perancangan sistem meliputi kegiatan sebagai berikut, (Kristanto, 2008:65):

1. Menyiapkan disain terinci sistem.

2. Identifikasi konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak.

3. Evaluasi konfigurasi sistem alternative.

4. Memiliki konfigurasi hardware dan software.

5. Laporan ke manajemen.

Unifield Modeling Language (UML)

Definisi Unifield Modeling Language (UML)

Menurut Nugroho (2010:6)[10], "UML (Unified Modeling Language) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma (berorientasi objek)." Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.

Menurut Padeli dkk dalam jurnal CCIT (2008:70)[11], "UML (Unified Modeling Language) adalah salah satu alat bantu yang sangat handal dalam bidang pengembangan sistem yang berorientasi objek". Hal ini disebabkan karena UML menyediakan bahasa pemodelan visual yang memungkinkan pengembang sistem untuk membuat cetak biru atas visi mereka dalam bentuk yang baku. Sebagai sebuah sketsa, UML berfungsi sebagai jembatan dalam mengkomunikasikan beberapa aspek dari sistem.

Konsep Pedoman Penggunaan UML

Menurut Nugroho (2010:10)[10], Sesungguhnya tidak ada batasan yag tegas diantara berbagai konsep dan konstruksi dalam UML, tetapi untuk menyederhanakannya, kita membagi sejumlah besar konsep dan dalam UML menjadi beberapa view. Suatu view sendiri pada dasarnya merupakan sejumlah konstruksi pemodelan UML yang merepresentasikan suatu aspek tertentu dari sistem atau perangkat lunak yang sedang kita kembangkan. Pada peringkat paling atas, view-view sesungguhnya dapat dibagi menjadi tiga area utama, yaitu: klasifikasi struktural (structural classification), perilaku dinamis (dinamic behaviour), serta pengolahan atau manajemen model (model management).

Langkah - Langkah Penggunaan UML ( Unifield Modeling Language )

Langkah-langkah penggunaan Unified Modeling Language (UML) sebagai berikut ( Henderi, 2010 : 6 )[12] :

1. Buatlah daftar business process dari level tertinggi untuk mendefinisikan aktivitas dan proses yang mungkin muncul.

2. Petakan use case untuk setiap business process untuk mendefinisikan dengan tepat fungsional yang harus disediakan oleh sistem, kemudian perhalus use case diagram dan lengkapi dengan requirement, constraints dan catatan-catatan lain.

3. Buatlah deployment diagram secara kasar untuk mendefinisikan arsitektur fisik sistem.

4. Definisikan requirement lain non fungsional, security dan sebagainya yang juga harus disediakan oleh sistem.

5. Berdasarkan use case diagram, mulailah membuat activity diagram.

6. Definisikan obyek-obyek level atas package atau domain dan buatlah sequence dan/atau collaboration utuk tiap alir pekerjaan, jika sebuah use case memiliki kemungkinan alir normal dan error, buat lagi satu diagram untuk masing-masing alir.

7. Buatlah rancangan user interface model yang menyediakan antamuka bagi pengguna untuk menjalankan skenario use case.

8. Berdasarkan model-model yang sudah ada, buatlah class diagram. Setiap package atau domian dipecah menjadi hirarki class lengkap dengan atribut dan metodenya. Akan lebih baik jika untuk setiap class dibuat unit test untuk menguji fungsionalitas class dan interaksi dengan class lain.

9. Setelah class diagram dibuat, kita dapat melihat kemungkinan pengelompokkan class menjadi komponen-komponen karena itu buatlah component diagram pada tahap ini. Juga, definisikan test integrasi untuk setiap komponen meyakinkan ia bereaksi dengan baik.

10. Perhalus deployment diagram yang sudah dibuat. Detilkan kemampuan dan requirement piranti lunak, sistem operasi, jaringan dan sebagainya. Petakan komponen ke dalam node.

11. Mulailah membangun sistem. Ada dua pendekatan yang tepat digunakan:

A. Pendekatan use case dengan mengassign setiap use case kepada tim pengembang tertentu untuk mengembangkan unit code yang lengkap dengan test.

B. Pendekatan komponen yaitu mengassign setiap komponen kepada tim pengembang tertentu.

12. Lakukan uji modul dan uji integrasi serta perbaiki model beserta codenya. Model harus selalu sesuai dengan code yang aktual.

13. Perangkat lunak siap dirilis.


Teori Khusus

Konsep Dasar Analisis CSF (Critical Success Factor)

1.Definisi Analisis CSF (Critical Success Factor)

AnalisaCSF (Critical Succes Factor) terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

a.Menurut Ward (2002:209)[13], berpendapat bahwa “CSF sebagai area tertentu dalam perusahaan, dimana jika hasil dari area tersebut memuaskan, maka akan menjamin keberhasilan perusahaan dalam bersaing. Area tersebut adalah area kunci dimana ‘sesuatu harus berjalan dengan baik dan benar’. Sehingga keberhasilan bisnis dapat dicapai dan terus berkembang”.

b.Menurut Mcleod (2001:109)[14], berpendapat bahwa “CSF adalah suatu bentuk aktivitas perusahaan yang memiliki pengaruh kuat terhadap kemampuan perusahaan itu sendiri untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. CSF dapat pula diartikan dengan beberapa area kunci dimana segala sesuatunya harus berjalan dengan benar agar bisnis dapat berkembang”.

Berdasarkanbeberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis CSF adalah sebuah teknik yang terkenal tidak hanya dalam mengembangkan strategi IS/IT tetapi juga dalam pengembangan strategi bisnis. CSF digunakan untuk menginterpretasikan tujuan bisnis dan memunculkan aktivitas yang diperlukan untuk mencapainya, serta kebutuhaninformasi yang nantinya digunakan.

2.Manfaat Analisis CSF (Critical Success Factor)

Manfaat dari analisa CSF menurut adalah sebagai berikut: (Ward, 2002:209)[13]

a.Analisa CSF merupakan teknik yang paling efektif dalam melibatkan manajemen senior dalam mengembangkan strategi sistem informasi. Karena CSF secara keseluruhan telah berakar pada bisnis dan memberikan komitmen bagi manajemen puncak dalam menggunakan sistem informasi, yang diselaraskan dengan pencapaian tujuan perusahaan melalui area bisnis yang kritis.

b.Analisa CSF menghubungkuan proyek SI yang akan diimplementasikan dengantujuannya, dengan demikian sistem informasi nantinya akan dapat direalisasikan agar sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.

c.Dalam wawancara dengan manajemen senior, analisa CSF dapat menjadi perantara yang baik dalam mengetahui informasi apa yang diperlukan oleh setiap individu.

d.Dengan menyediakan suatu hubungan antara dengan kebutuhan informasi, analisa CSF memegang peranan penting dalam memprioritaskan investasi modal yang potensial.

e.Analisa CSF sangat berguna dalam perencanaan sistem informasi pada saat strategi bisnis tidak berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan, dengan memfokuskan pada masalah – masalah tertentu yang paling kritis.

f.Analisa CSF sangat berguna apabila digunakan sejalan dengan analisa value chain dalam mengidentifikasi proses yang paling kritis, serta memberikan fokus pada pencapaian tujuan melalui kegiatan – kegiatan yang paling tepat untuk dilaksanakan.

Konsep Dasar Analisis SWOT

Konsep Dasar Analisis SWOT

1.Definisi Analisis SWOT

Analisis SWOT terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

a.Menurut Freddy Rangkuti (2011:64)[15], berpendapat bahwa “SWOT adalah dengan menggabungkan berbagai indikator yang terdapat dalam kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman”.

b.Menurut Suyatno Risza (2010:174)[16], berpendapat bahwa “SWOT adalah suatu penelaahan yang dimulai dengan pemantauan perubahan lingkungan baik di dalam maupun di luar perusahaan sehingga kita dapat memahami gambaran yang tepat tentang keadaan perusahaan yang sebenarnya”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Analisis SWOT adalah salah satu metode untuk menggambarkan kondisidan mengevaluasi suatu masalah, proyek, atau konsep bisnis/ usahanya yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar).

2.Tujuan Analisis SWOT

MenurutMeta Amalia Dewi dan Henderi (2011)[17], berpendapat bahwa “Analisis SWOT igunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari bisnis yang dilakukan oleh organisasi”.

3.Tipe-tipe Strategi SWOT

Menurut Freddy Rangkuti (2011:64)[15], berpendapat bahwa “Matriks Threats - Opportunities– Weakness - Strenghts (TOWS) merupakan penggabungan berbagai indikator untuk membantu manajer mengembangkan yang terdapat empat tipe strategi: kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Model penggabungannya menggunakan TOWS Matriks. Namun tidak semua rencana strategi yang disusun dari TOWS Matriks ini digunakan seluruhnya. Strategi yang di pilih adalah strategi yang dapat memecahkan isu strategi perusahaan”.

a.S-Ostrategies adalah strategi yang disusun dengan cara menggunakan semua kekuatan untuk merebut peluang.

b.W-Ostrategies adalah strategi yang disusun dengan cara meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

c.S-Tstrategies adalah strategi yang disusun dengan cara menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman.

d.W-Tstrategies adalah strategi yang disusun dengan cara meminimalkan kelemahan untuk menghindari ancaman.

Konsep Dasar Analisis Value Chain

1. Definisi Value Chain

Analisis Value Chain terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

a.Turban (2006)[18], berpendapat bahwa “Analisis Value Chain adalah tool analisis strategi yang digunakan untukmemahami keunggulan kompetitif, yang mencangkup identifikasi peningkatan nilai pelanggan dapat ditingkatkan, penurunan biaya operasional dan hubungan perusahaan dengan pemasok atau supplier, pelanggan serta perusahaan lain dalam industri”.

b.Menurut Donelan (2000)[19], berpendapat bahwa “Analisis Value Chain adalah tool yang digunakan untuk menjelaskan organisasi sebagai sebuah jaringan dari komponen-komponen utama dan saling keterkaitannya. Tujuan utama analisis adalah untuk menyajikan/ menampilkan aktifitas-aktifitas utama dalam organiasasi dan hubungan dari aktifitas-aktifitas tersebut. Selanjutnya dari proses analisis ini akan diperoleh bagaimana hal-hal tersebut menambahkan nilai sehingga dapat memuaskan pelanggan dan memperoleh sumberdaya dari suplier. Selain itu dalam analisis ini akan teridentifikasi tahap-tahap meningkatkan keunggulan kompetitif organisasisehingga organisasi dapat meningkatkan value untuk pelanggan atau untuk menurunkan biaya. Penurunan biaya operasional dan peningkatan nilai tambah (value added) dapat meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa value chain adalah tool analisis strategi yang digunakan untuk memahami keunggulan kompetitif sebagai sebuah jaringan dari komponen-komponen utama dan saling keterkaitannya.

Konsep Dasar Elisitasi

"Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap yaitu:

1. Elisitasi tahap I

Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

2. Elisitasi tahap II

Merupakan hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

Berikut penjelasan mengenai Metode MDI:

a. M pada MDI berarti Mandatory (Penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkaan pada saat membuat sistem baru.

b. D pada MDI berarti Desirable. Maksudnya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembuatan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

c. I pada MDI berarti Inessential. Maksudnya, requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas tetapi bagian dari luar sistem.

3. Elisitasi tahap III

Merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap I dengan cara mengeleminasi semua requirement dengan option I pada Metode MDI. Selanjutnya, semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE,yaitu:

a. T artinya Teknikal, bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem usulkan?

b. O artinya Operasional, bagaimana tata cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan?

c. E artinya Ekonomi, berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement di dalam sistem?

Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

a. High (H)

Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus dieliminasi.

b. Middle (M)

Mampu dikerjakan.

c. Low (L)

Mudah di kerjakan

4. Final draft elisitasi

Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Definisi Dreamweaver

Dreamwaver merupakan software aplikasi yang digunakan sebagai HTML editor profesional untuk mendesain web secara visual, aplikasi ini juga yang biasa dikenal dengan istilah WYSIWYG (What You See What You Get) , yang intinya adalah bahwa user tidak harus berurusan dengan tag-tag HTML untuk membuat sebuah situs. Selain itu, dreamwaver juga memberikan keleluasaan kepada user untuk menggunakannya sebagai media penulisan bahasa pemrograman web. Dengan kemampuan fasilitas yang optimal dalam jendela desain membuat program ini memberikan kemudahan untuk mendesain web meskipun untuk para web desainer pemula sekalipun (Madcom, 2010:1)[20].

Dikutip dari Jurnal CCIT,menurut Untung Raharja dkk "Macromedia Dreamwaver yaitu sebuah program web editor yang dapat digunakan untuk membuat dan mendesain web". Dreamwaver mempunyai kehandalan dalam membuat dan desain web tanpa harus menuliskan tag-tag HTML satu persatu, dreamwaver juga memiliki kemampuan untuk mendukung pemrograman Server Side dan Client Side. ( Raharja dkk, 2009:223)[21].

Definisi PHP

Menurut Anhar PHP mengandung beberapa pengertian, yaitu :"PHP (Hypertext Preprocessor) yaitu bahasa pemrograman web server, side yang bersifat open source. merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (Server Side HTML Embedded Scripting)." (Anhar, 2010:3). "PHP adalah Script yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis." (Anhar, 2010:3)[22].

Definisi Database

"Database merupakan sekumpulan tabel-tabel yang berisi data dan merupakan kumpulan field atau kolom." (Anhar, 2010:45)[22], Sedangkan Menurut Untung Raharja dkk dalam jurnal CCIT (20011:238)[23] "Database adalah kumpulan fakta-fakta sebagai respresentasi dari dunia nyata yang saling berhubungan dan mempunyai arti tertentu."

Definisi MySql

Berikut adalah definisi Mysql menurut beberapa ahli, di antaranya : "Mysql merupakan software yang tergolong sebagai DBMS (Database Management System) yang bersifat open source, dilengkapi dengan source code (kode yang dipakai untuk membuat MySQL)" (Abdul, 2008: 2)[24].

"Mysql adalah sebuah perangkat lunak sistem mengenai basis data SQL (Database Management System) atau DBMS dari sekian banyak DBMS, seperti Oracle, MySQL, Postagre SQL, dll" (Anhar, 2010:21)[22].

XAMPP

XAMPP adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program.

Menurut Bunafit Nugroho (2008 : 2)[10] XAMPP adalah suatu bundel web server yang populer digunakan untuk coba - coba di Windows karena kemudahan instalasinya. Bundel program open source tersebut berisi antara lain server web Apache, interpreter PHP, dan basis data MySQL. Setelah menginstall XAMPP, kita bisa memulai pemrograman PHP di komputer sendiri maupun mencoba menginstall aplikasi - aplikasi web



Definisi Persediaan

MenurutRistono(2009)[25] Persediaan adalah dapat diartikan sebagai barang-barang yang disimpan, untuk digunakan atau dijual pada masa atau periode yang akan datang.Menurut Ristono(2009) inventory atau persediaan adalah suatu teknik untuk manajemenmaterial yang berkaitan dengan persediaan. Manajemen material dalam inventory dilakukan dengan beberapa input yang digunakan.

Menurut Ristono(2009) beberapa pengertian persediaan menurut para ahli adalah sebagai berikut:, yaitu;

1).Suatu kegiatan untuk menentukan tingkat dan komposisi dari part atau bagian, bahan baku dan barang hasil produksi, sehingga perusahaan dapat melindungi kelancaran produksi dan penjualan serta kebutuhan pembelanjaan perusahaan dengan efektifdan efisien..

2)Serangkaian kebijakan dengan sistem pengedalian yang memonitor tingkat persediaan yang harus dijaga kapan persediaan harus diisi dan berapa pesanan yang harus dilakukan..

Definisi Dashboard

Dalam Jurnal CCIT (Henderi,2011)[26] ada beberapa definisi dashboard antara lain :

a.Dashboard merupakan papan penunjuk instrumen. MenurutEjaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Dashboard ditulis dengan dasbor, yang berarti papan penunjuk..

b. Dashboard adalah suatu model antar muka sistem informasi yang di analogikan upaya untuk meng-otomatisasikan proses pengelolaan kinerja perusahaan melalui instalasi software yang didesain khusus agar dapatmengkomunikasikan informasi penting dengan cepat & dapat berfungsi menampilkan grafik dengan efek animasi dan memungkinkan interaksi penggunauntuk melakukan kustomisasi layout tampilan informasi..

c. Dashboard merupakan sebuah koleksi visualisasi data yang ditampilkan dengan cepat dalam bentuk visualisasi untuk mendapatkan gambaran bagaimana sebuah organisasi atau seksi organisasi perusahaan mengalami perubahan performansi. Dashboard mengijinkan seorang pengguna untuk memonitoraktifitas bisnis dan proses bisnis yang sedang berlangsung sehingga memberikan wawasan terhadap aktifitas perusahaan tersebut. Dashboard mengijinkan pengguna untuk menganalisa penyebab kasus dasar perubahan performansi dari berbagai macam perspektif/sudut pandang. Sekali penyebab utama diketahui, maka hal ini akan memudahkan organisasi/perusahaan untuk melakukan penyelarasan kebijakan yang akan ditempuh.

Dashboard mempunyai fungsidalam membantu mengidentifikasi elemen-elemen kunci dalam sebuah perusahaan sehingga dashboard sangat berguna bagi perusahaan berdasarkam KPI (Key Performance Indicator) yang telah ditentukan. Sebagai contoh sebuah tool yang digunakan oleh dashboard adalah KPI yang memberikan kepada manajemen perusahaan tentang sebuah ide yangakurat tentang bagaimana sebuah unit sedang mengalami perubahan performansi tanpa harus melakukan analisa yang lebih dalam. KPI sangat cepat dan efisienuntuk menyampaikan informasi dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dashboard. .

Literature Review

Definisi Literature Review

Literature review adalah analisa sistem berupa kritik (membangun maupun menjatuhkan) dari peneliti yang sedang dilakukan terhadap suatu bagian keilmuan.

Dibawah ini merupakan sumber literature review yang penulis dapatkan:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Sri wulaningsih, 2011

[27]

Penelitian yang telah dilakukan oleh Sri wulaningsih yang berjudul "Perancangan sistem informasi persediaan bahan baku pada PT. Trijaya Union Tangerang" penelitian ini,membahas tentang persediaan bahan baku terdiri dari proses barang masuk, pemesanan barang, pemakaian barang sampai dengan menghasilkanlaporan-laporan dari berita acara serah terima perusahaan. Penelitian ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan diintegrasikan dengan database MySQL kekurangan dari sistem yang dikembangkan belum dapat berjalan secara optimal, sistem ini hanya menjelaskan tentang proses persediaan bahan baku tanpa menjelaskan lebih terperinci proses awal hingga akhir. Terdapat kesamaan dalam penggunaan software untuk mengembangkan sistem namun penelitian ini hanya sebatas perancangan dan belum dapat melakukantransaksi secara online. Korelasi penelitian dengan yang penulis lakukan adalah penelitian sistem yang akandibuat menggunakan aplikasi web, HTML,dan My SQL.Bahasa pemoggraman Xampp PHP dan Macromedia Dreamweaver Cs 3 sebagai wadah-wadah dalam mengolah PHP..

Karena pada penelitian masih banyak kekurangan dan belum dapat berjalan secara optimal, maka penulis merasa perlu melakukan penelitian di level selanjutnya dengan mengembangkan sistem menggunakan sistem yang berbasis web agar lebih memudahkan karayawan dalam pengolahan data.. (Sri wulaningsih:2011).

2.Penelitian yang telah dilakukan oleh Dewi Octa Syafutri,2010

[17]

penelitian yang berjudul "Perancangan Sistem Pembelian Barang Dagangan Pada PT. Duta Bangunan , Penelitianini dilakukan untuk dapat membantu perusahaan dalam penginputan data pembelian. Perusahaan sudah menggunakan komputer di dalam hal penginputan data pembelian barang dagangan, dengan menggunakan aplikasi komputer yang sangatsederhana akan banyak memberikan kemudahan dalam hal penanganan bisnis dan usaha yang tengah berjalan, tetapi masih juga terjadi kesalahan dalam memasukkan data kedalam komputer .Peneliti ingin memberikan solusi dalam hal pendataan pembelian barang dagang dengan cara perancangan sistem pembelian yang lebih modern agar proses berjalannya pembelian barang secara cepat dan tepat waktu sebagai mana yang diharapkan oleh perusahaan.Penelitian ini membahas tentang pembelian barang dagang terdiri dari proses barang masuk, pemesanan barang, penjualan barang sampai dengan menghasilkan laporan-laporan dari berita acara serah terima perusahaan.Pada penelitian ini terdapat kesamaan dalam hal metode analisa perancangansistemnya yaitu SDLC ( System DevelopmentLive Cycle ) namun penelitian sebelumnya ini baru menghasilkan sebuah aplikasi menggunakan Penelitian ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan diintegrasikan dengan database MySQL.dan masih terdapat kekurangan dalam perancangan sistem yang diusulkan, yaitu:Sistem yang dikembangkan belum dapat berjalan secara optimal, karena terbatas dalam pengolahan data, sistem ini juga belum dapat melakukan transaksi secara online, karena masih menggunakan PHP .Sehingga penulis merasa perlu melakukan penelitian di level selanjutnya dengan mengembangkan sistem menggunakan sistemyang berbasis web agar lebih terarah dengan baik.(Dewi octa syafutri:2010).

3. Penelitian yang dilakukan oleh Dhita Rukmianti,2009

[28]

Penelitian yang telah dulakukan oleh Dhita Rukmianti yang berjudul "Pengembangan Sistem Informasi Absensi Pegawai Pada Perguruan Tinggi Raharja" , ini diusulkan untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada sistem yang berjalan dimana sistem belum mampu menyediakan informasi yang dibutuhkan dengan cepat karena masih menggunakan system manual. Proses absensi yang diusulkan menggunakan system terpusat sehingga hasil dari proses system informasi dapat sesuai dengan yang diharapkan, dan dapat lebih meningkatkan manajemen dalam kedipsilan pegawai berdasarkan data absensinya ( Rukmianti Dhita:2009 )

4. Penelitian Kuliah Kerja Praktek (KKP) yang dilakukan oleh Ummi Hanny Sholina (0633357456) 2009/2010

[29]

Penelitian yang berjudul "Perancangan Sistem Informasi Absensi Pegawai Pada Rumah Sakit Ibu & Anak Keluarga Ibu Tangerang" ini, diusulkan untuk memperbaiki kekurangan pada sistem yang sudah ada Sistem Absensi sebelumnya dapat dikatakan kurang efektif, karena masih dilakukan secara manual, mulai dari pendataan pegawai, pengolahan absensi hingga pnanganan laporan. Oleh sebab itu pengaksesan ini belum memiliki suatu sistem absensi pegawai yang baik, hal tersebut sering mengakibatkan hasil yang kurang teliti, keakuratan waktu sangat diragukan dan lamanya waktu untuk penyajian laporan sehingga mempengaruhi sistem-sistem yang lain dalam melaksanakan tugas dan kegiatannya. Penelitian ini diusulkan untuk membantu memudahkan dalam mengambi suatu keputusan memperlancar tugas dan kegiatan masing-masing instansi yang terkait di dalam sistem tersebu. Maka pada penelitian ini menggunakan aplikasi Visual Basik 6.0 dengan database My-SQL

5. Penelitian Kuliah Kerja Praktek (KKP) yang dilakukan aleh Abdul Rohman (04114544394) 2007/2008

[30]

Penelitian berjudul "Analisa Sistem Informasi Absensi Pegawai DPRD Kota Tangerang" ini, diusulkan untuk mengembangkan penelitian sebelumnya, maka penelitian ini menggunakan teknologi PHP dengan menggunakan database MySQL server. Dengan ini akan mempermudah dalam proses pengabsenan pegawai yang masuh menggunakan sistem manual yakni dengan menggunakan catatan pada buku absensi pegawai sehingga belum optimal dalam penanganannya.

6. Penelitian yang dilakukan oleh Reski Martha Utami (Rezki, 2007)

[31]

Penelitian yang dilakukan oleh Reski Martha Utami dengan judul "Analisa Absensi Online Mahasiswa Menggunakan Swipe Card pada Perguruan Tinggi Raharja" . Sistem Absensi online merupakan kemajuan tekhnologi, khususnya tekhnologi informasi, dimana informasi tersebut tentu saja tidak dapat maksimal di serap dengan hanya mengandalkan perangkat-perangkat yang masih kuno dan serba manual. Maka dari itu kegunaan komputer sangatlah penting dalam memberikan solusi dan merupakan alat bantu yang cukup baik dalam memperbaiki sistem yang belum optimal

Korelasinya dengan KKP yang penulis lakukan, bahwa perlunya sebuah terobosan baru yang lebih baik di berbagai bidang. seperti waktu, maupun output serta ketepatan dan keakuratan data dalam melakukan sistem Absensi secara online.

Hasil studi pustaka (literature review) ini mendemontrasikan (platform) yang kokoh serta alasan yang kuat untuk mengembangkan Sistem Informasi absensi Mahasiswa menjadi lebih baik lagi dengan pertimbangan yang sudah matang. Kesenjangan telah terindentifikasi dengan baik sehingga tidak terjadi pembuatan ulang (reinterview the whell). Pinjaman telah dilakukan dengan matang. Sehingga dipastikan akan menghasilkan project yang maksimal, dan membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif memudahkan manajemen dalam menerima informasi untuk mengambil suatu kebijakan atau keputusan, serta Mahasiswa (stakeholder) merasa termotivasi dan terlayani dengan baik (service excellence)

BAB III

ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Analisa Perusahaan

Gambaran Umum Perusahaan

PT.Trijaya Union merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yang memproduksi karoseri (mobil bus, mobil angkutan barang dan kendaraan khusus), perakitan chassis bus,pembuatan komponen/part chassis bus dan bangku/seat bus dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar otomotif. Ada beberapa customer yang memesan produkkaroseri bus di PT. Trijaya Union, antara lain :1) PO Komara,2) PO Arimbi,3) PO Bulan Jaya,4) PO Benteng Jaya,5) PO Hiba,6) PO Pahala Kencana,dll

Dalam rangka menjaga kualitas produksinya, PT. Trijaya Union telah menerapkan Sistem pre-treatment, dengan proses kimiawi surface conditioning berupa Pencelupan Anti Karat ( Phospating ) pada komponen. Di samping body pre-treatment PT. Trijaya Union dikenal merakit Rangka Konstruksi Body yang sangat stabildan kuat sehinga mampuberoperasi dalam segala medan rintangan maupun cuaca.

Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Trijaya Union sejakberdirinya pada tanggal 15 Nopember 1978 sampai saat ini, telah tumbuh dan berkembang serta tetap konsisten sebagai perusahaan yang bergerak di bidangindustri kendaraan bermotor (otomotif). dan perusahaan tersebut merupakan salah satu karoseritertua di Indonesia dan sangat berpengalaman di bidang industri karoseri.Perkembangan yang cukup significant semenjak krisis multi dimensi di Indonesia, terjadi sejak tahun 2005 dengan ditandai meningkatnya kuantitas produksi karoseri dan perakitan chassis bus serta dibukanya usaha baru dibidang industri komponen/part chassis bus dan pembuatan bangku/seat bus. PT. Trijaya Union focus pada kepuasankonsumen. Oleh karena itu Perusahaan ini secara terus menerus berusaha untuk meningkatkan kualitas produk, melakukan pengembangan produk dengan merek /brand TJU (Trijaya Union) yang didukung oleh SDM yang professional, kreatif dan inovatif sejalan dengan trend pasar otomotif masa kini.

Visi PT. Trijaya Union

Terwujudnya produk berkualitas berbasis standar industri Indonesia dan memenuhi kebutuhan dengan kualitas melebihi harapan customer serta dapat memenuhi kebutuhan pasar industri otomotif.

Misi PT.Trijaya Union

.Membuat produk yang berkualitas berbasis pada standar industri yang di tetapkan oleh Pemerintah.:

Melakukan pengembangan produk melalui SDM yang professional, kreatif dan inovatif untuk merancang design,teknik rancang bangun & rekayasa produk dengan merek/brand TJU sertadidukung oleh perangkat sistim engineering, spesifikasi teknis kendaraan danprosedur kerja baku..

.Melakukan harmonisasi dan sinergi kepentingan antara kepentingan perusahaan dan pekerjaguna memupuk semangat dan disiplin kerja, kesatuan dan persatuan dalam bersikapdan bertindak dalam rangka tercapainya tugas pokok, visi dan misi perusahaan..

.Mengutamakan pelayanan dan kepuasan konsumen.

. Terwujudnya efisiensi dan produktifitas, dalam menjalankan produksi sehingga memberikan manfaat bagi Pemerintah, pemilik usaha, karyawan,pemasok serta konsumen..


Tujuan Organisasi

PT.Trijaya Union Mempunyai tugas memproduksi karoseri (mobil bus, mobilangkutan barang dan kendaraan khusus), perakitan chassis bus, pembuatan komponen/part chassis dan bangku/seat busdalam rangka memenuhi kebutuhan pasar industri otomotif..

Struktur Organisasi Perusahaan

Sebuah Organisasi perusahaan harus mempunyai suatu struktur organisasi yang mempunyai peranan penting dalam mendukung pengkoordinasian dan penyatuan usaha, untuk menunjukkan kerangka-kerangka hubungan di antara fungsi, bagian-bagianmaupun tugas dan wewenang serta tanggung jawab. Di samping itu, organisasi perusahaan menggambarkan rantai(garis) perintah dan perangkapan fungsi yang diperlukan dalam suatu organisasi.Struktur organisasi merupakan tempat semua kegiatan administrasi dan manajemen yang dijalankan dengan mengadakan pembagian pekerjaan, sehingga memungkinkan diantara pegawai untuk bekerja sama dalam mecapai tujuan bersama. Untuk mempermudah pengontrolan kerja serta mempertegas kosekuensi kerja dari setiap karyawan, maka dibentuklah suatu wadah yang dapat membantu kepentingan-kepentingan. disamping itu, juga dapatmemberikan bantuan dalam hubungan kerja. Jumlah tenaga kerja (karyawan)pada PT. Trijaya Union adalah sebagaiberikut : 1. Laki– laki = 205 orang2. Wanita = 11 orang

Total tenaga kerja 216 orang

.

STRUKTUR ORGANISASI PT. Trijaya union

Gambar 3.1.STRUKTUR ORGANISASI PT. Trijaya union

Wewenang Dan Tanggung jawab

Berdasarkan organisasi diatas, berikut ini uraian dari wewenang dan tanggung jawab masing-masing divisi pada PT.Trijaya Union Tangerang,

  1. TUGAS DIREKTUR

    Adapun tugas pokok yang harus dilakukan oleh Direktur Utama diantaranya:

    a. Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan di perusahaan dan mengkoordinir semua departemen.

    b. Memberhentikan dan mengangkat karyawan untuk menjabat sesuai struktur di organisasi.

    c. Memimpin rapat (meeting) manajerial.

    d. Memotorisasi setiap pengeluaran uang perusahaan.

  2. Tugas General Manager

    Pada umunya Tugas General Manager mempunyai tugas antara lain:

    a. Membawahi seluruh aktivitas perusahan dari mulai perencanaan sampai dengan pengawasan

    b. Ikut serta dalam proses ’recruitment & selection’ untuk staff di hotel

    c. Berkordinasi dengan Human Capital dan General Manager Hotel dalam proses orientasi dan pelatihan

    d. Berkordinasi dengan General Manager korporasi dan Finance & Accounting korporasi dalam proses pengadaan

    e. Berkordinasi dengan General Manager Hotel dalam menentukan ’work flow’ yang efisien dan efektif di bagian operasional (front liner)

    f. Melakukan MOR (Management Operation Review) secara berkala dan melakukan perbaikan bilamana diperlukan

    g. Secara konsisten dan berkala melakukan kunjungan guna memonitor implementasi dari seluruh kinerja hotel

    h. Memberikan laporan berkala atas kinerja seluruh unit usaha (hotel) kepada atasan

  3. Planning Manager

    a. Melakukan dan mengakomodasi kebutuhan management dari sisi desain dan menerapkannya dalam bentuk konsep dan desain.

    b. Melakukan pemilihan konsultan sesuai kriteria yang telah diarahkan oleh pimpinan / management.

    c. Melakukan koordinasi dan kontrol pengawasan desain terhadap konsultan yang terpilih.

    d. Melakukan analisa-analisa teknis dan perubahan desain yang sesuai dengan konsep kebutuhan management yang tetap berpegang pada kaidah-kaidah arsitektur.

    e. Mempelajari regulasi dan aturan-aturan yang berlaku tentang aturan membangun didaerah setempat.

    f. Mengarahkan dan memberi masukan-masukan terhadap perubahan-perubahan desain kepada konsultan, yang sesuai dengan kebutuhan management.

    g. Memberi laporan kepada pimpinan / management tentang kondisi perencanaan arsitektur yang berjalan.

    h. Melakukan pengawasan jadwal pekerjaan desain terhadap konsultan dalam kaitannya dengan progress dan pembayaran.

    i. Memeriksa hasil pekerjaan desain dari konsultan berupa gambar kerja dan detail-detail.

    j. Mengundang beberapa kontraktor atau pelaksana proyek untuk dipilih menjadi pelaksana proyek (menyelenggarakan tender ).

    k. Memberikan penjelasan pada Aanweijzing dihadapan para kontraktor tentang proyek yang akan dikerjakan.

    l. Memberikan laporan dan mendiskusikan hasil Aanwijzing kepada pimpinan.

    m. Melakukan pemilihan kontraktor sesuai dengan kriteria yang ada di management.

  4. Sales & Marketing Manager

    a. Melakukan analisa strategi bisnis guna memfasilitasi data secara akurat dan berguna dalam penyusunan perencanaam dengan mengikut sertakan ’Person In Charge’ dimasing masing unit usaha (hotel)

    b. Bertanggung jawab dalam proses pemilihan Brand hotel dan ’Brand Communication’

    c. Melakukan evaluasi atas ’Brand Communication’ yang telah dijalankan dan melakukan tindakan perbaikan bilamana diperlukan

    d. Secara konsisten melakukan evaluasi atas ’Brand Implementation’ di masing masing unit usaha (hotel)

    e. Menentukan standarisasi ’Sales & Marketing’ dan ’Promotional Collateral’ <p style="line-height: 2">f. Menentukan ’Customer Profile’, ’target Market’, Target Segmentation’ dan ’Positioning’ yang akan diimplementasikan di setiap unit usah (hotel)

    g. Harus selalu mengetahui kondisi terkini atas situasi politik, bisnis faktor sosial dan lain lain yang berguna untuk mengantisipasi perubahan strategi Marketing

    h. Memastikan seluruh aktifitas sales di unit usaha (hotel) sudah sesuai dengan Strategi Marketing

    i. Melakukan monitor dan evaluasi atas kinerja tim di unit usaha (hotel) dan secara aktif melakukan ’meeting’ kordinasi dengan tim Sales & Marketing di unit usaha

    j. Memastikan kontrak kerjasama dengan pihak lain dalam hal promosi, pemasaran, GDS (Global Distribution System) maupun dengan ’potential client’ sesuai dengan aturan dan prosedur hotel

    k. Mengikuti pertemuan, konferensi dan atau eksebisi yang berkaitan dengan Sales & Marketing dan promosi

    l. Memberikan laporan berkala atas kinerja seluruh unit usaha (hotel) kepada atasan

  5. Executive Office Secretary

    a. Memastikan seluruh dokumen maik masuk maupu keluar selalu tercatat

    b. Bertanggung jawab atas agenda kerja harian General Manager

    c. Menjaga tempat kerja dalam keadaan bersih dan rapi

    d. Selalu mengikuti peraturan perusahaan yang berlaku

    e. Selalu menjaga kerahasiaan seluruh dokumen, jangan mempublikasikan tanpa persetujuan dari General Manager

    f. Memiliki pemahaman yang baik terhadap aturan dan tata tertib kantor pusat

    g. Memberikan bantuan administrasi kepada departemen lain

    h. Bertanggung jawab atas sistem penyimpanan informasi baik dalam bentuk ‘hard copy’ atau ‘soft copy

    i. Hadir dalam setiap pertemuan di divisi Hotel dan membuat risalah pertemuan

    j. Menjaga penampilan individual dan kebersihan

  6. Finance& Accounting

    a. Membuat laporan keuangan Estate Modernland, dan mengirimkan hasil laporan keuangan Estate yang sudah ditandatangani oleh Manager Estate ke Accounting Dept. MLR pusat.</p.> <p style="line-height: 2">b. Merekonsialisasi Bank Estate.</p.> <p style="line-height: 2">c. Membuat laporan Actual pendapatan Estate.</p.> <p style="line-height: 2">d. Membuat laporan Actual biaya rutin dan biaya non rutin Estate.</p.> <p style="line-height: 2"> e. Membuat pengajuan PO untuk permintaan ATK Estate dan mengontrol persediaan ATK Estate.</p.> <p style="line-height: 2">f. Membuat pengajuan PO untuk permintaan kebutuhan dapur Estate dan mengontrol pemakaiannya setiap bulan.</p.> </li>

  7. Legal, Permit & Human Capital Manager <p style="line-height: 2"> a. Legal & Permit :

      - Bertanggung jawab dalam proses permohonan perizinan bangunan dengan bekerja sama dengan bagian teknis dalam memenuhi semua kelengkapan persyaratan

      - Bertanggung jawab dalam proses permohonan perizinan usaha perhotelan

      - Melakukan kordinasi dengan pihak pemerintah daerah dalam pengimplementasian peraturan dan tata tertib yang berlaku

      - Melakukan kordinasi dengan pihak pemerintah daerah dalam melakukan perpanjangan seluruh perizinan

      - Menjadi perwakilan perusahaan dalam hal hal yang berhubungan dengan perizinan dan kepegawaian

      - Bertanggung jawab dalam melakukan pemeriksaan kontrak kerjasama dengan pihak luar baik kontrak kerja maupun kontrak pelayanan

      - Memberikan rekomendasi hukum kepada atasan dalam kaitannya dengan perjanjian kerjasama

      - Betanggung jawab dalam hal sistim dokumentasi baik perizinan, perjanjian kerja maupun kepegawaian

    b.Human Capital

      - Bertanggung jawab dalam proses ‘recruitment & selection’ untuk unit usaha (hotel)

      - Melakukan pemeriksaan atas standar kualifikasi karyawan untuk masing masing tingkatan pada masing masih unit usaha (hotel)

      - Betanggung jawab dalam hal sistim dokumentasi kepegawaian

      - Bertanggung jawab dalam pembuatan standar pengupahan unit masing masing unit usaha (hotel)

      - Bertanggung jawab dalam penyusunan standar fasilitas kepegawaian

      - Betanggung jawab dalam penyusunan program “training & development” untuk unit usaha (hotel)

      - Bertanggung jawab berkordinasi dengan kantor pusat dalam penyusunan perjanjian kerja bersama

      - Memonitor secara berkala terhadap unit usaha (hotel) mengenai implementasi dari standar Human Capital

      - Melakukan pemeriksaan berkala terhadap implementasi SOP di masing masing unit usaha dan memberikan hasil evaluasi kepada unit usaha untuk ditindak lanjuti

      - Memastikan semuaperaturan tata tertib, program pengembangan dan lain lain terkait dengan Human Capital dilaksanakan dimasing masing unit usaha.

      - Memberikan laporan berkala kepada atasan langsung terhadap kinerja masing masing unit usaha

  8. IT ( Informasi Teknologi )

    a. Mengembangkan sistem sirkulasi kerja, prosedur operasi

    b. Betanggung jawab dalam memberikan pelatihan, bimbingan dan dukungan kepada pengguna sistem komputer

    c. Memastikan sistim di hotel bekerja dengan baik

    d. Melakukan pengecekan dan memonitor seluruh perangkat keras computer dan memastikan seluruh sistim bekerja dan terinstalasi sesuai dengan semestinya

    e. Memastikan seluruh kontrak kerja “PMS’ dan pemeliharaan sudah sesuai dengan semestinya

    f. Responsible for designing selected individual for each approved PMS to train the user.

    g. Melakukan seleksi terhadap staf hotel yang akan bertanggung jawab atas sistem PMS

    h. Melakukan kontrol terhadap semua pengguna secara berkala

    i. Installed and test of all software approved by Management.

    j. Melakukan pemeliharaan atas perangkat keras komputer

    k. Melakukan pekerjaan khusus yang masih berhubungan dengan komputerisasi

  9. Estate Management Dept Head

    a. Melakukan pendataan penghuni perumahan lingkungan PT Modernland Realty, Tbk. secara berkala untuk mendapatkan data yang akurat dan tepat.

    b. Memberikan informasi kepada penghuni / pemilik property tentang :

      - Tata tertib sebagai penghuni

      - Kewajiban yang harus dilakukan penghuni

      - Teknis dan besaran penarikan / pemungutan iuran IPKL dan,

      - Hak berupa jasa yang diberikan Dept.Estate kepada penghuni untuk memberikan keamanan dan kenyamanan dilingkungan perumahan.

    c. Mengatursistem penagihan unit-unit kavling, perumahan dan unit-unit komersial secara terkendali.

    d. Mengontrol penanganan iuran IPKL meliputi :

      - pelaksanaan penagihan sesuai jadwal

      - keakuratan jumlah tagihan regular yang diperoleh sesuai data tagihan

      - biaya operasional rutin / pengeluaran

      - keakuratan dan keseimbangan neraca keuangan cash in – cash out

    e. Mengontrol kegiatan fungsi-fungsi perawatan infrastruktur dan penanganan kebersihan meliputi :

      - jadwal inspeksi rutin yang dibuat kepala seksi

      - hasil inspeksi rutin

      - penanganan ketidaksesuaian, kerusakan,

      - tindaklanjut perbaikan yang harus dilakukan, biaya, alat dan SDM yang dibutuhkan.

    f. Mengkoordinasikan peningkatkan kinerja dept. Estate dalam rangka memberikan jasa secara optimal kepada penghuni diantaranya pengembangan sistim perawatan, waktu, tenaga, kualitas hasil kerja dan biaya .

    g. Melakukan pengontrolan atas lokasi kavling yang dimiliki pelanggan, memberikan informasi dan sosialisasi agar kavling tersebut segera dibangun sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh pengembang PT.Moderland Realty, Tbk.

    h. Melakukan koordinasi dengan para agent-agent property dalam upaya menstabilkan nilai jual secondary di tingkat secondary lingkungan perumahan PT.Modernland Realty, Tbk.

    i. Mengatur strategy program kerja yang telah dibuat oleh division Head Estate secara benar dan tepat.

    j. Mengusulkan pengadaan sarana & prasarana kerja bagian dept. Estate.

    k. Mereview laporan-laporan yang dibuat bawahan lingkup dept Estate.

    l. Memberi advise, saran-saran dan masukan penting kepada atasan

    m. Melaksanakan tugas khusus dari atasan.

  10. Infrastructure & ME Supervisore

    a. Membuat rencana kerja inspeksi rutin berdasarkan lokasi-lokas infrastruktur, mekanikal dan elektrikal, pemeriksaan meliputi:

      - Kondisi infrastruktur, mekanikal dan elektrikal yang ada.

      - Area perumahan yang sedang diperbaiki/ renovasi dan kavling yang sedang dibangun.

      - Pemasangan iklan dari luar. ( spanduk, billboard dll ).

    b. Membuat rencana kerja perbaikan infrastruktur, mekanikal dan elektrikal berdasarkan hasil inspeksi meliputi :

      - Area / media yang akan diperbaiki : jalan , jembatan, pagar, trotoar, shelter, pos jaga, marka – marka, saluran pembuangan dan penerangan jalan berikut tiangnya.

      - Besaran biaya .

      - Material, peralatan dan SDM yang dibutuhkan.

      - Waktu pengerjaan.

      - Hasil yang akan dicapai.

    c. Melakukan pengontrolan rutin fungsi – fungsi infrastruktur, mekanikal dan elektrikal serta proses pengerjaan perbaikan dan hasil / output kerja yang dilakukan bawahan.

    d. Membantu departemen Marketing & Sales dalam menangani pameran-pameran / promosi yang berkaitan dengan fungsi seksi Infrastruktur, Mekanikal dan Elektrikal.

    e. Memonitor regulasi pembangunan dan renovasi kota modern.

    f. Memberi saran dan masukan penting kepada atasan.

    g. Melaksanakan tugas khusus dari atasan.

  11. Maintenance Environment

    a. Membuat rencana kerja inspeksi rutin berdasarkan lokasi-lokasi pemeriksaan meliputi :

    - Kondisi kebersihan lingkungan umum perumahan.

    - Kebersihan area perumahan yang sedang diperbaiki/ renovasi dan kavling yang sedang dibangun (area kavling).

    - Rutinitas pengangkutan sampah.

    b. Membuat rencana kerja rutin penanganan kebersihan lingkungan perumahan berdasarkan hasil inspeksi meliputi :

    - Pembagian area pembersihan : jalan , jembatan, trotoar, shelter, pos jaga, saluran pembuangan, kebersihan taman, pemangkasan dan perapihan dahan / cabang pohon.

    - Besaran biaya yang dibutuhkan untuk pengangkutan.

    - Material, peralatan dan Sumber Daya yang dibutuhkan.

    - Waktu pengerjaan.

    - Hasil yang akan dicapai.

    c. Mengkoordinir teknis pembuangan sampah dari mulai pengangkatan, pengangkutan ke area TPS dan pengambilan / pengangkutan oleh dinas kebersihan.

    d. Melaksanakan kegiatan pemeliharaan terhadap sarana & prasarana / peralatan yang digunakan.

    e. Memberi saran dan masukan penting kepada atasan.

    f. Melaksanakan tugas khusus dari atasan.

  12. Collection

    a. Melakukan penerimaan IPKL,

    b. Melakukan print out kuitansi,

    c. Mengontrol IPKL rumah dan komersial,

    d. Membuat laporan pendapatan IPKL,

    e. Memeriksa IPKL komersial,

    f. Melakukan solving problem, apabila dibutuhkan.

  13. Administration

    a. Membuat notulen rapat,

    b. Membuat laporan harian pekerjaan lapangan,

    c. Membuat dokumentasi foto/ pekerjaan lapangan,

    d. Menjaga keberlangsungan kondisi office (rapat, mading, control AC, dan computer pada saat istirahat),

    e. Melakukan filing,

    f. Membuat laporan bulanan,

    g. Membuat surat dan internal office memo (IOM) .


Kesalahan pengutipan: Tag <ref> ditemukan, tapi tag <references/> tidak ditemukan

Contributors

Admin, Wulaningsih