SI1133469304

Dari Widuri
Lompat ke: navigasi, cari



SISTEM KEAMANAN RUANGAN MENGGUNAKAN IP KAMERA

BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 32U4 PADA RUANG

SERVER PERGURUAN TINGGI RAHARJA


SKRIPSI


Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NIM
: 1133469304
NAMA


JURUSAN SISTEM KOMPUTER

KONSENTRASI CREATIVE COMMUNICATION AND INNOVATIVE TECHNOLOGY

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER


STMIK RAHARJA


TANGERANG

2015/2016


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

SISTEM KEAMANAN RUANGAN MENGGUNAKAN IP KAMERA

BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 32U4 PADA RUANG

SERVER PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Disusun Oleh :

NIM
: 1133469304
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Komputer
Konsentrasi
: Creative Communication And Innovative Technology

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, 20 Januari 2016

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Komputer
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Ferry Sudarto,S.Kom., M.Pd)
NIP : 000594
       
NIP : 079010

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

SISTEM KEAMANAN RUANGAN MENGGUNAKAN IP KAMERA

BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 32U4 PADA RUANG

SERVER PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Dibuat Oleh :

NIM
: 1133469304
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Komputer

Konsentrasi Creative Communication And Innovative Technology

Disetujui Oleh :

Tangerang,7 Juni 2016

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Zakaria, Ir )
   
(Fredy Susanto, M.Kom., CCNA.,MTCNA)
NID : 00002
   
NID : 04051

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

SISTEM KEAMANAN RUANGAN MENGGUNAKAN IP KAMERA

BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 32U4 PADA RUANG

SERVER PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Dibuat Oleh :

NIM
: 1133469304
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Komputer

Konsentrasi Creative Communication And innovative Technology

Tahun Akademik 2015/2016

Disetujui Penguji :

Tangerang, 3 Maret 2016

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

SISTEM KEAMANAN RUANGAN MENGGUNAKAN IP KAMERA

BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 32U4 PADA RUANG

SERVER PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Disusun Oleh :

NIM
: 1133469304
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Komputer
Konsentrasi
: Creative Communication And Innovative Technology

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 7 Januari 2016

 
 
 
 
 
NIM : 1133469304

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRAKSI

Ruang server adalah suatu tempat dimana terdapat orang-orang yang saling berkepentingan akan bertemu dan melakukan perbaikan jaringan internet yang terhubung baik untuk keperluan pekerjaan atau sekedar menyampaikan informasi tentang kendala yang terjadi pada jaringan komputer. Banyaknya orang yang memasuki ruangan tersebut tidak dapat diketahui berapa lama dan kapan orang tersebut berada didalam ruangan tersebut. Dan tidak jarang pula seseorang pegawai memasuki ruang server ketika pada saat pegawai tidak berada pada ruang tersebut. Pentingnya pengawasan lebih terhadap ruang server itu sangat penting. Peran seorang penjaga dan pegawai sangat diandalkan dalam hal pengawasan ruangan tersebut, dan tidak sepenuhnya seorang penjaga bisa melihat secara terus menerus apakah ada orang atau tidak dalam ruangan server tersebut. Seiring makin berkembangnya ilmu pada bidang sains dan teknologi semakin banyak pula sistem yang dapat digunakan untuk mengendalikan sesuatu yang bersifat perangkat hardware maupun software dan yang mulai dikembangkan untuk diterapkan. Dengan memanfaatkan suatu sistem yang dapat dibuat dengan arduino, maka dapat dibuat sistem monitoring ruangan yang dapat dikomunikasikan dengan handphone dengan menggunakan sensor gerak sebagai sensor pendeteksi keberadaan seseorang didalam ruangan server. Alat ini akan bekerja ketika pada saat sensor gerak (PIR) mendeteksi seseorang yang berada didalam ruang server tersebut, dan proses-proses yang dilakukan oleh arduino secara otomatis akan melakukan panggilan dan mengirim sms ke handphone penjaga ataupun pegawai yang bertugas diruangan server tersebut dengan menggunakan modul GSM Shield.

Kata Kunci: Arduino, GSM Shield, Sensor Gerak (PIR).

ABSTRACT

The server room is a place where there are people who are interest will meet and make the improvement of internet network which are connected either for work or simply give the information about the problems that occur on a computer network. The number of people who enter the room can not be known how long and when the person is in the room. And not often an employee enters the server room at a time when the other employees are not at that room. The importance of the supervision over the server space is very important. The role of a guard and employees are very reliable in terms of supervision of the room. With the increasing development of science and technology, more systems that can be used to control something which is hardware and software and the device that was developed to be applied. By utilizing a system that can be made with arduino, then it may be possible to make a room monitoring system that can be communicated by mobile phone using motion sensor detect the presence of someone inside the room. This tool will work at a time when a motion sensor (PIR) detects someone who inside the server room is, and the processes that undertaken by arduino automatically make calls and send message to the guard’s mobile or employee who is on duty in the room of the server by using GSM Shield modules.

Keywords : Arduino, GSM Shield, Motion Sensor (Passive Infra Red).

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan seribu jalan, sejuta langkah serta melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga laporan Skripsi Penulis dapat berjalan dengan baik dan selesai dengan semestinya.

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom) untuk jenjang S1 di Perguruan Tinggi Raharja, Cikokol Tangerang. Sebagai bahan penulisan, penulis mengambil data berdasarkan hasil observasi, wawancara, survey serta studi pustaka yang mendukung penulisan ini.

Hati kecil ini pun menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak penyusunan laporan Skripsi ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pada kesempatan yang singkat ini, izinkanlah penulis menyampaikan selaksa pujian dan terimakasih kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Presiden Direktur Perguruan Tinggi Raharja.
  2. Bapak Drs. PO. Abas Sunarya, M.Si selaku Direktur Perguruan Tinggi Raharja.
  3. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom selaku Pembantu Ketua I Bidang Akademik.
  4. Bapak Ferry Sudarto, S.Kom., M.Pd. selaku Kepala Jurusan Sistem Komputer.
  5. Bapak Zakaria, Ir dan Bapak Fredy Susanto, M.Kom., CCNA.,MTCNA yang telah bersedia menjadi pembimbing I dan II pada penelitian ini.
  6. Kedua Orang Tua tercinta, yang telah memberikan dukungan baik moral maupun material.
  7. Untuk teman-teman tercinta, yang tiada hentinya memberikan saya semangat dan dukungan penuh kepada saya
  8. Bapak Aris, S.Kom yang telah bersedia menjadi stakeholder bagi penelitian skripsi saya ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun, penulis harapkan sebagai pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Semoga Laporan Skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Tangerang, 7 Januari 2016
Choirul Anwar
NIM. 1133469304

Daftar isi

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Ruang server adalah ruangan yang sangat penting karena diruangan tersebut tersimpan komputer server yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan ataupun instansi yang menggunakan banyak komputer yang saling terhubung antara komputer satu dan komputer lainnya baik secara jaringan lokal ataupun yang berbasis jaringan internet.

Perlunya pengawasan yang ekstra pada ruangan tersebut sangat dibutuhkan sehingga seseorang yang dipercaya dapat menjaga dan merawat jaringan server yang ada pada ruangan tersebut. Besarnya anggaran yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar gaji karyawan yang harus selalu berada pada ruangan tersebut menjadi kendala perusahaan untuk selalu memantau dan mengawasinya.

Pada masa perkembangan ilmu sains dan teknologi, hal diatas tidak menjadi lagi kendala dikarenakan suatu sistem monitoring yang berbasis SMS dan teknologi ip kamera wireless yang dapat dikonfigurasi dalam suatu kesatuan embedded system. Masalah tersebut bisa diatasi dengan ”Sistem keamanan ruangan berbasis sms dan menggunakan ip kamera wireless” sebagai media untuk dapat memonitoring ketika pada saat seseorang memasuki ruangan server dan dengan memanfaatkan arduino sebagai otak dari sistem maka akan bisa diketahui langsung ketika seseorang memasuki ruangan server dengan cara mengirim sms pada nomer handphone kepala IT, hal ini bisa terjadi dikarenakan sistem keamanan ini dipasang sensor pendeteksi pergerakan manusia.

Dalam kesempatan ini penulis mencoba mempersembahkan sebuah karya dengan judul : “SISTEM KEAMANAN RUANGAN MENGGUNAKAN IP KAMERA BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 32U4 PADA RUANG SERVER PERGURUAN TINGGI RAHARJA”. Hal ini penulis lakukan dalam rangka memberikan kontribusi terhadap perkembangan CCIT (Creative Communication and Information Technology) yang merupakan salah satu program unggulan dari jurusan Sistem Komputer di Perguruan Tinggi Raharja.

Rumusan Masalah

Beberapa hal yang menjadi perumusan dalam penyusunan tulisan ini antara lain :

  1. Bagaimana membuat sistem keamanan yang dapat mendeteksi pergerakan manusia?

  2. Apakah system embedded pada arduino dapat mengirim pesan kepada kepala IT bahwa sedang ada orang yang memasuki ruangan server?

  3. Bagaimanakah kepala IT bisa mengetahui keadaan ruangan server ketika seseorang memasuki ruangan tersebut?

Ruang Lingkup

Sebagai batasan pembahasan atas penyusunan tulisan ini untuk tetap fokus pada tujuan yang ditetapkan, maka penulis memberikan ruang lingkup sebagai berikut:

  1. Sensor gerak digunakan sebagai media untuk mendeteksi seseorang yang memasuki ruangan.

  2. Hanya dapat mengirim sms dan menampilkan gambar video.

  3. Implementasi dilakukan pada ruangan untuk mengetahui seseorang yang sedang berada didalam ruangan.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Tujuan Individual

a. Menerapkan ilmu secara terpadu dan terperinci sehingga berguna bagi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi khususnya dilingkungan akademis.

b. Persyaratan untuk kelulusan mata kuliah Skripsi.

2. Tujuan Fungsional

a. Untuk membantu pengembangan teknologi mengembangkan sistem keamanan ruangan dengan menggunakan IP kamera berbasis mikrokontroller Atmega32u4 dan sms.

b. Untuk menjaga keamanan yang lebih praktis dan efisien tanpa harus adanya security (satpam) yang menjaga pada ruangan server.

3. Tujuan Operasional

Merupakan keinginan yang ada dalam diri sendiri dan mengukur kemampuan yang didapat selama menjalani kuliah dan menerapkan ilmu yang didapat.

Manfaat Penelitian

Sebuah karya yang baik adalah karya yang memiliki banyak manfaat. Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :

1. Manfaat Individual

a. Bentuk apresiasi dan kontribusi bagi pengembang teknologi aplikasi dibidang teknologi informasi dan hardware.

b. Memaksimalkan sensor gerak untuk mengetahui apakah ada seseorang atau tidak didalam ruangan tersebut.

2. Manfaat Fungsional

Dapat memonitoring ruangan secara berkala dengan sistem yang dapat bekerja secara otomatis.

3. Manfaat Operasional

Dapat membantu menghemat waktu dalam memantau dan memonitor keberadaan orang didalam ruangan dengan menggunakan IP kamera dan sms yang dapat digunakan sebagai media komunikasi jaringan.

Metode Penelitian

Pada penelitian ini penulis menggunakan metode:

Metode Pengumpulan Data

a. Observasi:

  • Melalui pengamatan dan pengalaman yang didapat untuk mengetahui proses pengerjaan untuk menghasilkan prototipe aplikasi dan rancangan device yang digunakan sebagai alat untuk memonitoring ruangan.

  • Melalui pengamatan lapangan untuk memperoleh informasi tentang jenis bahan atau peralatan apa saja yang dibutuhkan, tentunya ekonomis dan terjangkau, namun tetap memenuhi kriteria.

  • b. Studi Pustaka:

    Untuk mendapatkan informasi dengan mencatat dan mempelajari buku-buku atau literature review yang berhubungan dengan penelitian dari berbagai sumber yang tertulis maupun elektronik. Sebagian besar penulis melakukan pengumpulan data dan metode diambil dari situs-situs internet, dan sisanya dari buku cetak.

    c. Diskusi Ilmiah:

    Mengumpulkan data dengan melakukan serangkaian diskusi dengan pihak lain yang lebih memahami dan menguasai, sehingga didapat pemecahan masalah yang dihadapi.

    Metode Analisa

    Pada metode ini, penulis menganalisa suatu sistem yang sudah ada, bagaimana sistem itu berjalan dan apakah kekurangan dari sistem tersebut.

    Metode Perancangan

    Dalam metode perancangan ini penulis dapat mengetahui bagaimana sistem itu dirancang dan alat apa saja yang dibutuhkan.

    Sistematika Penulisan

    Untuk memahami lebih jelas mengenai laporan skripsi, penulis mengelompokan laporan ini menjadi beberapa sub-sub dengan sistematika penulisan. Penulisan ini terdiri dari lima bab dan beberapa lampiran.

    BAB I PENDAHULUAN

    Bab ini berisi uraian latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup, metode penelitian, tujuan perancangan, manfaat perancangan, dan sistematika penulisan.

    BAB II LANDASAN TEORI

    Bab ini berisi tentang teori dan literature review yang sesuai dan akurat sehingga bisa mendukung penelitian dalam penulisan sehingga menghasilkan karya tulis yang bernilai ilmiah.

    BAB III PEMBAHASAN

    Bab ini berisikan gambaran dan sejarah singkat Perguruan Tinggi Raharja, Struktur Organisasi, Tujuan Perancangan, Cara Kerja Alat, Diagram Blok, Permasalahan yang dihadapi, Alternatif pemecahan masalah, Pembuatan alat, Software, Hardware, Elisitasi.

    BAB IV HASIL DAN UJI COBA

    Dalam bab ini membahas tentang sistem yang akan diusulkan seperti usulan prosedur sistem berjalan, sistem yang diusulkan, rancangan prototipe, konfigurasi sistem, pengujian, evaluasi, implementasi, dan estimasi biaya.

    BAB V PENUTUP

    Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

    DAFTAR PUSTAKA

    DAFTAR LAMPIRAN

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    Teori Umum

    Konsep Dasar Sistem

    1. Definisi Sistem

    Sistem dapat terdiri dari beberapa bagian yang menjadi satu kesatuan tertentu dan dibagi beberapa subsistem atau sistem-sistem bagian. Elemen-elemen atau subsistem-subsistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri sendiri-sendiri, namun saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran dapat tercapai. Berikut ini beberapa pengertian tentang sistem menurut beberapa ahli yang dijabarkan dibawah ini.

    Menurut Taufiq (2013:2)[1], “Sistem adalah kumpulan dari sub-sub sistem abstrak maupun fisik yang saling terintegrasi dan berkolaborasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.

    Menurut Sutarman (2012 :13)[2],”Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan interaksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama”.

    Menurut Hartono (2013:9) [3],”Sistem adalah suatu himpunan dari berbagai bagian atau elemen, yang saling berhubungan secara teroganisasi berdasar fungsi-fungsinya, menjadi satu kesatuan”.

    Berdasarkan beberapa definisi sistem yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah sekumpulan komponen yang berinteraksi dengan satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan.

    2. Karakteristik Sistem

    Menurut Sutabri (2012:20)[4], sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

    1. Komponen Sistem (Components)
      Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar atau sering disebut “supra sistem”.
    2. Batasan Sistem (Boundary)
      Ruang lingkup sistem yang merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
    3. Lingkungan Luar Sistem (Evinronment)
      Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan mengganggu kalangsungan hidup dari sistem tersebut.
    4. Penghubung Sistem (Interface)
      Media yang menghubung sistem dengan subsistem yang lainya disebut penghubung sistem. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.
    5. Masukan Sistem (Input)
      Energi yang dimasukan kedalam sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Contoh, didalam suatu unit sistem komputer, “program” adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan “data” adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
    6. Pengolahan Sistem (Process)
      Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.
    7. Keluaran Sistem (Output)
      Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsitem lain.
    8. Sasaran Sistem (Objective)
      Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Jika suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.
    3. Klasifikasi Sistem

    Menurut Sutabri (2012:22)[4] “sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut”. Oleh karena itu , sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya:

    1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
      Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide – ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan, sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia, dan lain sebagainya.
    2. Sistem alamiah dan Sistem buatan manusia
      Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi, terjadinya siang malam, dan pergantian musim. Sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human machine sistem. Sistem informasi berbasis komputer merupakan merupakan contoh human machine sistem karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
    3. Sistem Determinasi dan Sistem Probabilistic (interface)
      Sistem yang berinteraksi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministic. Sistem komputer adalah contoh dari sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program – program komputer yang dijalankan. Sedangkan sistem yang bersifat probabilistic adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsure probabilistic.
    4. Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup
      Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pihak luar. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem lainnya.

    5. Konsep Dasar Kontrol

      1. Definisi Kontrol

      Menurut Erinofiardi (2012 : 261)[5], “Suatu sistem kontrol otomatis dalam suatu proses kerja berfungsi mengendalikan proses tanpa adanya campur tangan manusia (otomatis)”.

      Kontrol otomatis mempunyai peran penting dalam dunia industry modern saat ini. Seiring perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sistem kontrol otomatis telah mendorong manusia untuk berusaha mengatasi segala permasalahan yang timbul disekitarnya dengan cara yang lebih mudah, efisien dan efektif. Kontrol otomatis secara tidak langsung dapat menggantikan peran manusia dalam meringankan segala aktifitasnya.

      Berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) pengontrolan berasal dari kata kontrol. Kontrol sama dengna pengawasan, pemeriksaan dan pengendalian. Pada industri besar dan modern sangat memerlukan tenaga ahli perencanaan sistem pengendali dan perangcangan desain sistem pengendali termasuk teknisi professional sebagai operator. Tidak menutup kemungkinan bahwa pengontrolan berasal dari berbagai disiplin ilmu yang saling berhubungan karena teori sistem pengendali modern dikembangkan guna mengatasi kerumitan yang dijumpai pada berbagai sistem pengendalian yang menuntut kecepatan dan ketelitian yang tinggi dengan hasil output yang optimal.

      2. Jenis-jenis Sistem Kontrol

      Dalam sistem pengendali kita mengenal adanya sistem pengendali Loop Terbuka ( Open-loop Control System ) dan Sistem Pengendali Loop Tertutup ( Closed-loop Control System ).

      1. Sistem Kontrol loop terbuka
        Menurut Erinofiardi (2012:261)[5], sistem kontrol loop terbuka adalah ”suatu sistem kontrol yang keluarannya tidak berpengaruh terhadap aksi pengontrolan. Dengan demikian pada sistem kontrol ini, nilai keluaran tidak di umpan-balikkan ke parameter pengendalian.”
      2. Gambar21_zpsb677172b.png

        Sumber: Erinofiardi (2012:261) [5]

        Gambar 2.1 Sistem Terbuka

        Pada Gambar diagram blok 2.1. diatas menggambarkan bahwa didalam sistem tersebut tidak ada proses umpan balik untuk memperbaiki keadaan alat terkendali jika terjadi kesalahan. Jadi tugas dari elemen pengendali hanyalah memproses sinyal masukan kemudian mengirimkannya ke alat terkendali.

      3. Sistem Kontrol loop tertutup
        Menurut Erinofiardi (2012:261)[5], sistem kontrol loop tertutup adalah “Suatu sistem kontrol yang sinyal keluarannya memiliki pengaruh langsung terhadap aksi pengendalian yang dilakukan”.
      4. Yang menjadi ciri dari sistem pengendali tertutup adalah adanya sinyal umpan balik. Sinyal umpan balik merupakan sinyal keluaran atau suatu fungsi keluaran dan turunannya, yang diumpankan ke elemen kendali untuk memperkecil kesalahan dan membuat keluaran sistem mendekati hasil yang diinginkan.

        Gambar22looptertutup_zpsf190e891.png

        Sumber: Erinofiardi (2012:261) [5]

        Gambar 2.2 Sistem Tertutup

      Gambar 2.2. diatas menyatakan hubungan antara masukan dan keluaran dari suatu loop sistem tertutup. Sinyal input yang sudah dibandingkan dengan sinyal umpan balik menghasilkan sinyal selisih atau sinyal kesalahan yang akan dikirimkan ke dalam elemen pengendali sehingga kemudian menghasilkan sebuah sinyal keluaran yang akan dikirim ke alat terkendali.

      Sinyal input berupa masukan referensi yang akan menentukan suatu nilai yang diharapkan bagi sistem yang dikendalsikan tersebut. Dalam berbagai sistem pengendalian, sinyal input dihasilkan oleh mikrokontroler.

      Konsep Dasar Prototype

      1. Definisi Prototype

      Menurut Simarmata(2010 : 64)[6],” Prototype adalah perubahan cepat didalam perancangan dan pembangunan prototype.

      Menurut Wiyancoko (2010 : 120)[7],” prototype adalah model produk yang mewakili hasil produksi yang sebenarnya”. Dari beberapa pendapat yang dikembangkan diatas disimpulkan bahwa prototype adalah proses pembuatan produk dalam perancangan.

      1. Prototype Jenis I
        Prototype jenis I sesungguhnya akan menjadi sistem operasional. Pendekatan ini hanya mungkin jika peralatan prototyping memungkinkan prototype memuat semua elemen penting dari sistem baru. Langkah-langkah pengembangan prototype jenis 1 adalah sebagai berikut:
        1. Mengidentifikasi kebutuhan pemakai
        2. Mengembangkan prototype
        3. Menentukan apakah prototype dapat diterima
        4. Menggunakan prototype
      2. Prototype Jenis II
        Prototype jenis II merupakan suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai alat cetak biru bagi sistem operasional. Pendekatan ini dilakukan jika protorype tersebut hanya dimaksudkan untuk tampilan seperti sistem operasional dan tidak dimaksudkan untuk memuat semua elemen penting. Empat langkah pertama dalam pengembangan prototype jenis II sama seperti untuk prototype jenis I. Langkah-langkah selanjutnya adalah sebagai berikut:
        1. Mengidentifikasi kebutuhan pemakai
        2. Mengembangkan prototype
        3. Menentukan apakah prototype dapat diterima
        4. Menggunakan prototype

      2. Pendekatan Prototype

      Menurut Sasankar dan Vinay Chavan(2011 : 139)[8],terdapat tiga pendekatan prototyping, yaitu :

      a) THROW-AWAY
      Prototype dibuat dan dites. Pengalaman yang diperoleh dari pembuatan prototype digunakan untuk membuat produk akhir (final), kemudian prototype tersebut dibuang (tak dipakai).

      b) INCREMENTAL
      Produk finalnya dibuat sebagai komponen-komponen yang terpisah. Desain produk finalnya secara keseluruhan ada satu tetapi dibagi dalam komponen-komponen lebih kecil yang terpisah ( independent ).

      c) EVOLUTIONARY
      Pada metode ini, prototype nya tidak dibuang tetapi digunakan untuk interasi berikutnya. Dalam hal ini, sistem atau produk yangsebenarnya dipandang sebagai evolusi dari versi awal yang sangat terbatas menuju produk final atau produk akhir. Berikut ini adalah kelebihan prototype :

    Berikut ini adalah kelebihan prototype :

    1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang user.
    2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan user.
    3. User berperan aktif dalam pengembangan sistem
    4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem
    5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.

    Berikut ini adalah kekurangan prototype :

    1. User kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.
    2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograan yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem.
    3. Hubungan user dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.

    Konsep Dasar Analisa Sistem

    1. Definisi Analisis Sistem

    Menurut Taufiq (2013:156)[1],“Analisis Sistem adalah suatu kegiatan mempelajari sistem (baik sistem manual ataupun sistem yang sudah komputerisasi) secara keseluruhan mulai dari menganalisa sistem, analisa masalah, desain logic, dan memberikan keputusan dari hasil analisa tersebut”.

    Menurut Rosa (2013:18) [9],“Analisis Sistem adalah kegiatan untuk melihat sistem yang sudah berjalan, melihat bagian mana yang bagus dan tidak bagus, dan kemudian mendokumentasikan kebutuhan yang akan dipenuhi dalam sistem yang baru”.

    Menurut Henderi (2011:322)[10],“Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat dibuat rancangan sistem yang baru yang sesuai dengan kebutuhan”.

    Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan analisis sistem adalah suatu kegiatan dalam mengidentifikasi permasalahan yang terjadi agar kebutuhan dapat dipenuhi dalam sistem baru.

    2. Langkah-langkah Analisa sistem

    Menurut Taufiq (2013:159)[1], untuk melakukan analisis sistem, supaya hasil analisis bisa maksimal maka langkah-langkah yang dilakukan juga harus terstruktur agar tidak tumpang tindih antara hasil analisa yang satu dengan hasil analisa yang lain. Atau dengan tujuan hasil analisa sistem yang dilakukan bisa dikelompokkan sesuai dengan langkah yang dilakukan sehingga mudah untuk dipelajari atau dikembangkan lagi ke dalam rancang bangun sistem informasi.

    Beberapa urutan langkah yang bisa digunakan dalam analisa sistem Menurut Whitten L. Jeffery (2004) dalam Taufiq, Rohmat.2013 :

    1. Definisi Lingkup
      Definisi lingkup (scope definition) adalah langkah pertama proses pengembangan sistem. Dalam metodologi-metodologi lain hal ini mungkin disebut (preliminary investigation phase), fase studi awal (initial study phase), fase survey (survey phase), atau fase perencanaan (planning phase), komunikasi (communication) atau inisiasi proyek atau pengumpulan kebutuhan.
    2. Analisis Masalah
      Analisis masalah menyediakan analisis dengan pemahaman, kesempatan dan atau perintah lebih mendalam yang memicu proyek. Analisa masalah menjawab pertanyaan, “Apakah masalah-masalah tersebut layak untuk dipecahkan!” dan “Apakah sistem yang baru layak untuk dibangun?”. Dalam metodologi lain langkah analisis masalah mungkin dikenal sebagai langkah studi, studi sistem saat ini, langkah penyelidikan terinci, atau langkah analisis kelayakan.
      Tujuan analisis masalah adalah mempelajari dan memahami bidang masalah dengan cukup baik untuk secara menyeluruh menganalisis masalah, kesempatan, dan batasannya.
    3. Analisis Persyaratan
      Beberapa analisis yang kurang pengalaman membuat kesalahan yang fatal sesudah melalui langkah analisis masalah. Godaan pada titik ini adalah mulai melihat berbagai solusi alternatif, khususnya solusi teknis. Salah satu kesalahan yang kerap terjadi di dalam sistem informasi terbaru ditunjukkan dalam pernyataan, “Memastikan sistem bekerja dan secara teknis mengesankan, tapi ia harus tidak melakukan apa yang kita inginkan untuk dilakukan oleh sistem.” Langkah analisis persyaratan menentukan persyaratan bisnis bagi sitem yang baru.
    4. Desain Logic
      Tidak semua proyek mencakup pengembangan model-driven, tapi kebanyakan masukkan beberapa pemodelan sistem. Desain logic lebih lanjut mendokumentasikan persyaratan bisnis dengan menggunakan model-model sistem yang menggambarkan struktur data, proses bisnis, aliran data dan antarmuka pengguna. Dalam hal tertentu, desain logic mensahkan persyaratan yang dibuat pada langkah sebelumnya.
    5. Analisa Kebutuhan
      Dengan adanya persyaratan bisnis, maka kita akhirnya dapat menekankan bagaimana sistem baru termasuk altenatif-alternatif berbasis komputer dapat diimplementasikan dengan teknologi. Maksud dari analisa keputusan adalah unutk mengenali solusi kandidat, menganalisa solusi kandidat tersebut dan merekomendasi sebuah sistem target yang akan dirancang, dibangun dan diimplementasikan. Peluang muncul saat ada seseorang yang telah mendapatkan sebuah visi terhadap solusi teknik. Tetapi hamper selalu ada solusi alternatif yang mungkin merupakan solusi yang lebih baik. Selama analisis keputusan memang penting untuk mengenali berbagai pilihan, menganalisa beberapa pilihan tersebut dan menjual solusi terbaik berdasarkan analisis tersebut.

    Konsep Dasar Perancangan Sistem

    1. Definisi Perancangan Sistem

    Menurut Verzello/John Reuter III dalam Darmawan (2013:227)[11], “Perancangan Sistem adalah tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem: Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi: “menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk”.

    Menurut Al-Jufri (2011:141)[12], “Rancangan Sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru.

    Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan perancangan sistem adalah suatu proses perencanaan untuk membentuk suatu sistem agar dapat berfungsi dan digunakan.

    2. Tujuan Perancangan Sistem

    Menurut Darmawan (2013:228)[11] , Tahap Perancangan/Desain Sistem mempunyai 2 tujuan utama, yaitu:

    1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem.
    2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap pada pemograman komputer dan ahli-ahli teknik yang terlihat (lebih condong pada disain sistem yang terperinci).

    3. Tahap-tahap Perancangan Sistem

    Menurut Al Jufri (2011:141)[12] , Langkah-langkah tahap rancangan yaitu :

    1. Menyiapkan Rancangan Sistem Yang Terinici, Analis bekerja sama dengan pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem baru denagan alat-alat yang dijelaskan dengan modul teknis. Bebrapa alat memudahkan analis untuk menyiapkan dokumentasi secara top down, dimulai dengan gambaran besar dan secara bertahap mengarah lebih rinci. Pendekatan top down ini merupakan ciri rancangan terstruktur (structured design), yaitu rancangan bergerak dari tingkat sistem ke tingkat subsistem. Alat-alat dokumentasi yang popular yaitu:
      1. Diagram arus data (data flow diagram).
      2. Diagram hubungan entitas (entity relathionship diagram)
      3. Kamus data. (Data dictionary)
      4. Flowchart.
      5. Model hubungan objek.
      6. Spesifikasi Kelas.
    2. Mengidentifikasi Berbagai Alternatif Konfigurasi Sistem, Analis mengidentifikasi konfigurasi, bukan merek atau model peralatan komputer yang akan memberikan hasil yang terbaik bagi sistem dalam menyelesaikan pemrosesan.
    3. Mengevaluasi berbagai Alternatif Konfigurasi Sistem, Analis bekerjasama dengan manager mengevaluasi berbagai alternatif. Alternatif yang dipilih adalah yang paling memungkinkan subsistem memenuhi kriteria kinerja, dengan kendala-kendala yang ada.
    4. Memilih Konfigurasi Terbaik, Analis mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dan mnyesuaikan kombinasi peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal. Setelah selesai analis membuat rekomendasi kepada manager untuk disetujui. Bila manager menyetujui konfigurasi tersebut, persetujuan selanjutnya dilakukan oleh MIS.
    5. Menyiapkan Usulan Penerapan, Analis menyiapkan usulan penerapan (implementation proposal) yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerpan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya.
    6. Menyetujui atau Menolak Penerapan Sistem, Keputuasan untuk terus pada tahap penerapan sangatlah penting, karena usaha ini akan sangat meningkatkan jumlah orang yang terlibat. Jika keuntungan yang diharapkan dari sistem melebihi biayanya, maka penerapan akan disetujui

    4. Flowchart

    Menurut Adelia di dalam Jurnal Sistem Informasi (2011:116)[13],“Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program”.

    Pada pembuatan sebuah sistem kontrol diperlukan sebuah gambar yang akan dapat menjelaskan alur atau langkah-langkah dari sebuah kerja sistem yang dibuat,sehingga dapat memberikan penjelasan dalam bentuk gambar. Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan di evaluasi lebih lanjut. Bila seorang analisi dan programmer akan membuat flowchart, ada beberapa petunjuk yang harus diperhatikan,yaitu:

    1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan kiri ke kanan.
    2. Aktifitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.
    3. Kapan aktifitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas
    4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja.
    5. Setiap langkah dari aktifitas harus berada pada urutan yang benar.
    6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hati-hati.
    7. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standart.

    Teori Khusus

    Konsep Dasar Mikrokontroller Arduino

    1. Definisi Mikrokontroller

    Menurut Sumardi dkk dalam journal CCIT Vol.2 No.3 (2013:1), “Mikrokontroler merupakan suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data.

    Mikrokontroler adalah sebuah sistem mikroprosesor dalam chip tunggal yang dimana didalamnya terdapat CPU, ROM, RAM, I/O, Clock dan peralatan internal lainnya, dan juga mempunyai masukan dan keluaran serta kendali yang difungsikan untuk membaca data, dan dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus.

    a. General Purpose Computing

    Arduino bisa digunakan untuk mengembangkan objek interaktif, mengambil masukan dari berbagai switch atau sensor, dan mengendalikan berbagai lampu, motor, dan hasil fisik lainnya. Proyek Arduino dapat berdiri sendiri, atau mereka dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak yang berjalan pada komputer ( misalnya Flash, Pengolahan, MaxMSP ).

    b. Learning to Program

    Arduino uno merupakan papan mikrokontroller yang didalamnya tertanam mikrokontroller dengan merk ATMega yang dibuat oleh perusahaan Atmel Corporation. Berbagai papan Arduino menggunakan tipe ATMega yang berbeda-beda tergantung dari spesifikasinya.

    c. Project Platform

    Raspberry Pi membedakan dirinya dari komputer pada umumnya bukan darisegi harga dan ukurannya saja, tapi juga karena kemampuannya berintegrasi dengan proyek-proyek elektronik.

    Berdasarkan Gambar 2.3 Raspberry Pi mempunyai beberapa bagian antara lain adalah sebagai berikut :

    1. CPU dan GPU
    2. Prosessor yang digunakan pada Raspberry PI adalah ARM1176JZF-S dengan kecepatan Clock sebsar 700 Mhz dan GPU atau Graphic Processing Unit yang dipakai adalah Video Core IV.

    3. Memory (RAM)
    4. Raspberry Pi model B+ ini menggunakan RAM sebesar 512 MB. RAM ini diletakkan menyatu dengan Prosessor.

    5. Power
    6. Untuk Catu Daya, Raspberry Pi menggunakan konektor Micro USB yang biasa digunakan pada Charger Smartphone Android, catu daya ini bekerja pada tegangan 5V dengan arus minimal 1A agar Raspberry Pi bekerja secara maksimal.

    7. SD Card
    8. Bagian ini berfungsi untuk tempat memasukkan SD-Card yang sudah diisi dengan salah satu OS Raspberry Pi. OS tersebut adalah Raspbian, Pidora, Arch Linux, Raspbmc, OpenELEC, dll.

    9. Port HDMI
    10. Port ini berfungsi untuk menampilkan OS Raspberry pada TV yang mempunyai port HDMI.

    11. Port RCA.
    12. Sama seperi port HDMI, port ini berfungsi untuk menampilkan OS Raspberry Pi namun menggunakan Port Video untuk TV model lama.

    13. Konektor Audio.
    14. Berfungsi sebagai konektor untuk Speaker atau Headset.

    15. LED indikator
    16. Terdapat 5 Led yang masing-masing berfungsi sebagai Indikator catu daya, proses kerja CPU, dan proses kerja jaringan.

    17. Port USB.
    18. Selayaknya penggunaan pada komputer, port ini berfungsi untuk menyambungkan berbagai macam perangkat USB seperti Flash Disk, USB Dongle, USB Webcam, Card Reader, dll.

    19. Port LAN (RJ 45).
    20. Untuk menghubungkan Raspberry Pi ke Jaringan melalui konektor RJ 45 dan kabel UTP.

    21. GPIO (General Purpose Input Output)
    22. Bagian ini merupakan salah satu keunggulan Raspberry Pi dengan Komputer mini sebelumnya, karena pengguna bisa memprogram pin-pin GPIO ini sesuai dengan kebutuhan mereka.

    Konsep Dasar Mikrokontroler

    1. Definisi Mikrokontroler

    Menurut Sumardi (2013:1), [14],“Mikrokontroler merupakan suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data”.

    Menurut Dipranoto (2010:3) [15], bahwa “Mikrokontroller adalah sebagai “single chip computer yang memiliki kemampuan untuk diprogram dan digunakan untuk tugas-tugas yang berorientasi control”.

    Dari beberapa definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Mikrokontroler sebagai otak/pengatur suatu sistem terkomputerisasi yang didalamnya terdapat beberapa komponen-kompenen yang memiliki fungsi tertentu seperti RAM, ROM, CPU, I/O, Clock dan komponen lainnya dalam sebuah keping tunggal, serta mempunyai input dan output serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data.

    2. Karakteristik Mikrokontroler

    Menurut Malik dan Mohammad Unggul Juwana (2009:2) [16],karakteristik mikrokontroler mempunyai beberapa komponen-komponen yaitu:

    1. CPU (Central Procesing Unit)
    2. RAM (Read Only Memory)
    3. I/O (Input/Output)

    Adapun ketiga komponen tersebut secara bersama-sama membentuk sistem komputer dasar. Beberapa mikrokontroler memiliki tambahan komponen lain, misalnya ADC (Analog Digital Converter), Timer/Counter, dan lain-lain.

    Menurut Sumardi (2013:2) [14],mikrokontroler memiliki karakteristik sebagai berikut :

    1. Memiliki program khusus yang disimpan dalam memori untuk aplikasi tertentu, tidak seperti PC yang multifungsi karena mudahnya memasukkan program. Program mikrokontroler relatif lebih kecil daripada program-program pada PC.
    2. Konsumsi daya kecil.
    3. Rangkaiannya sederhana dan kompak.
    4. Harganya murah , karena komponennya sedikit.
    5. Unit I/O yang sederhana, misalnya LCD, LED, Latch.
    6. Lebih tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrim, misalnya temperature tekanan, kelembaban, dan sebagainya.
    7. Klasifikasi Mikrokontroler.

    Menurut Malik dan Mohammad Unggul Juwana (2009:3) [16], Mikrokontroler memiliki beberapa klasifikasi yaitu sebagai berikut:

    1. ROM (Flash Memory) dengan kapasitas 1024 byte (1 KB).
    2. RAM berkapasitas 68 byte.
    3. EEPROM (memori data) berkapasitas 64 byte.
    4. Total 13 jalur I/O (Port B 8 bit).
    5. Timer/Counter 8 bit dengan prescaler.
    6. Fasilitas pemrograman di dalam sistem (ICSP = In Circuit Serial Programming).

    3. Fitur-fitur Mikrokontroler

    Menurut Malik dan Mohammad Unggul Juwana (2009:3)[16] , ada beberapa fitur yang pada umumnya ada di dalam mikrokontroler adalah sebagai berikut :

    a. RAM (Random Access Memory)

    RAM digunakan oleh mikrokontroler untuk tempat penyimpanan variable. Memori ini bersifat volatile yang artinya akan kehilangan semua datanya jika tidak mendapatkan catu daya.

    b. ROM (Read Only Memory)

    ROM disebut sebagai kode memori karena berfungsi untuk tempat penyimpanan program yang akan diberikan oleh user.

    c. Register

    Register merupakan tempat penyimpanan nilai-nilai yang akan digunakan dalam proses yang telah disediakan oleh mikrokontroler.

    d. Special Function Register.

    Merupakan register khusus yang berfungsi untuk mengatur jalannya mikrokontroler dan register ini terletak di RAM.

    e. Input dan Output pin

    Pin Input adalah bagian yang berfungsi sebagai penerima signal dari luar dan pin ini dihubungkan ke berbagai media inputan seperti keypad, sensor, keyboard, dan sebagainya. Pin Output adalah bagian yang berfungsi untuk mengeluarkan signal dari hasil proses algoritma mikrokontroler.

    f. interrupt

    Interrupt merupakan bagian dari mikrokontroler yang berfungsi sebagai bagian yang dapat melakukan interupsi, sehingga ketika program sedang dijalankan, program tersebut dapat diinterupsikan dan menjalankan program interupsi terlebih dahulu.

    Menurut Malik dan Mohammad Unggul Juwana (2009:3)[16] , ada beberapa interrupt yang terdapat pada mikrokontroler adalah sebagai berikut:

    1. Interrupt Eksternal, Interrupt ini akan terjadi ketika ada inputan dari pin interrupt.
    2. Interrupt Timer, .Interrupt ini akan terjadi ketika waktu tertentu telah tercapai.
    3. Interrupt Serial, Interrupt ini akan terjadi ketika ada penerimaan data dari komunikasi serial.

    Konsep Dasar Komponen Elektronika

    1. Definisi Elektronika

    Menurut Chandra (2011:9)[17] , “Komponen-komponen elektronika dibagi dalam jenis komponen pasif dan komponen aktif”.

    Menurut Rusmadi (2009:10)[18] , komponen elektronika dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:

    a. Komponen Pasif

    Menurut Rusmadi (2009:10)[18] , “Komponen pasif adalah komponen-komponen elektronika yang apabila dialiri aliran listrik tidak menghasilkan tenaga seperti: perubahan tegangan, pembalikan fasa, penguatan dan lain-lain”.

    ada beberapa komponen yang termasuk dalam komponen pasif di antaranya adalah:

    1. Resistor atau Tahanan
    2. Kapasitor atau Kondensator
    3. Trafo atau Transformator

    b. Komponen Aktif

    Menurut Rusmadi (2009:33)[18] , “Komponen aktif adalah komponen yang apabila dialiri aliran listrik akan menghasilkan sesuatu tenaga baik berbentuk penguatan maupun mengatur aliran listrik yang melaluinya”. ada beberapa yang termasuk komponen aktif antara lain adalah:

    1. Dioda
    2. Transistor
    3. IC ( Integrated Circuit )
    4. Thyristor atau SCR (Silicon Controller Recifier)

    Konsep Dasar Resistor

    Menurut John (2010:21) [19] , “Tahanan atau dikenal juga tahanan listrik, resistor atau dengan istilah lain yakni werstan. Besarnya nilai tahanan dinyatakan dalam Ohm ( )”.

    Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi memberikan tahanan atau hambatan arus listrik.

    Resistor (hambatan listrik) berfungsi sebagai mengendalikan arus listrik dan membagi tegangan (voltage divider) dalam suatu rangkaian tertutup. Satuan dari resistor adalah ohm, hokum ohm menyatakan bahwa “tegangan yang mengalir pada berbagai jenis penghantar adalah berbanding lurus dengan arus yang mengalir pada penghantar tersebut”. Dalam rumusanya dapat ditulis sebagai berikut :".

    V = I . R

    Keterangan :

    V = Tegangan listrik (volt)

    I = Arus yang mengalir (ampere)

    R = Tahanan (ohm)

    Untuk mengetahui nilai resistor berdasarkan warnanya dapat dilihat pada table 2.1. sebagai berikut:

    Tabel 2.1 Tabel baca Resistor

    tabel21resistor_zpsdb317abf.png

    Sumber: Rusmadi (2009:13)[18]

    Menurut macamnya resistor terbagi atas dua macam yaitu:

    1. Resistor Tetap ( Fixed Resistor)

    Menurut Rusmadi (2009:11) [18] , “bahwa Resistor tetap adalah resistor yang memiliki nilai hambatan yang tetap tidak dapat diubah-ubah. Apabila nilai tahanannya semakin besar, maka arus semakin kecil. Sebaliknya bila nilai tahanannya kecil, maka arus yang mengalir semakin besar.”.

    Gambar23resistortidaktetap_zps2dc43855.png

    Gambar 2.4 Bentuk fisik dan Simbol resistor tetap

    2. Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor)

    Menurut Rusmadi (2009:16) [18] , bahwa “Resistor tidak tetap adalah resistor yang nilai resistansinya (tahananya) dapat dirubah-rubah sesuai dengan keperluan dan perubahannya dapat dilakukan dengan jalan mengeser atau memutar pengaturnya”. Jenisnya antara lain : hambatan geser, trimpot dan potensiometer. Dimana trimpot dan potensimeter adalah yang paling sering digunakan.

    a) Tahanan Variabel adalah jenis tahanan yang resistansinya bisa diubah-ubah, seperti Potensiometer dengan cara diputar dan Trimpot (trimer potensiometer).

    b) LDR (Light Dependent Resistance) adalah tahanan yang nilai resistansinya dipengaruhi oleh cahaya, nilai tahananya akan mengecil apabila terkena cahaya dan membesar apabila tidak terkena cahaya.

    c) NTC (negative thermal coeffisien) dan PTC (positive thermal coeffisien) adalah jenis tahanan yang nilai tahanannya dipengaruhi oleh perubahan suhu. NTC pada suhu yang tinggi nilai tahanannya turun dan pada suhu yang rendah nilai tahananya naik, sedangkan PTC kebalikannya pada suhu yang tinggi nilai tahanannya naik dan pada suhu yang rendah nilai tahanannya turun. Adapun resistor tidak tetap dapat dilihat seperti pada gambar 2.4. sebagai berikut:

    </ol>

    Gambar24simbolresistornontetap_zps128645b0.png

    Sumber: http://elektronika-dasar.web.id

    Gambar 2.5 Bentuk fisik dan Simbol resistor tidak tetap

    Konsep Dasar Kapasitor

    Menurut John (2010:61) [19] , “Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat digunakan untuk menyimpan muatan listrik”.

    Pengertian lain kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas, elektrolit dan lain-lain.

    Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebuat dengan kapasitansi atau kapasitas. Untuk melihat kontruksi dari kapasitor, dapat dilihat pada gambar 2.5. sebagai berikut:

    Gambar25Lapisankapasitor_zps5c0527ef.png

    Sumber: http://elektronika-dasar.web.id

    Gambar 2.6 Susunan Lapisan Kapasitor

    Berikut ini adalah prinsip pembentukan kapasitor :

    1. Jika dua buah plat atau lebih yang berhadapan dan dibatasi oleh isolasi, kemudian plat tersebut dialiri listrik maka akan terbentuk kondensator (isolasi yang menjadi batas kedua plat tersebut dinamakan dielektrikum).
    2. Bahan dielektrikum yang digunakan berbeda-beda sehingga penamaan kapasitor berdasarkan bahan dielektrikum. Luas plat yang berhadapan bahan dielektrikum dan jarak kedua plat mempengaruhi nilai kapasitansinya.
    3. Pada suatu rangkaian yang tidak terjadi kapasitor liar. Sifat yang demikian itu disebutkan kapasitansi parasitic. Penyebabnya adalah adanya komponen-komponen yang berdekatan pada jalur penghantar listrik yang berdekatan dan gulungan-gulungan kawat yang berdekatan.

    Gambar26Lapisandalamkapasitor_zps6270a354.png

    Sumber: http://elektronika-dasar.web.id

    Gambar 2.7 Lapisan dalam Kapasitor

    Gambar 2.6 diatas menunjukan bahwa ada dua buah plat yang dibatasi udara. Jarak kedua plat dinyatakan sebagai d dan tegangan listrik yang masuk. Besaran Kapasitansi Kapasitas dari sebuah kapasitor adalah perbandingan antara banyaknya muatan listrik dengan tegangan kapasitor dapat ditulis menggunakan rumus sebagai berikut: C = Q / V Jika dihitung dengan rumus C= 0,0885 D/d. Maka kapasitasnya dalam satuan piko farad.

    D = luas bidang plat yang saling berhadapan dan saling mempengaruhi dalam satuan cm2.

    d = jarak antara plat dalam satuan cm. Bila tegangan antara plat 1 volt dan besarnya muatan listrik pada plat 1 coulomb, maka kemampuan menyimpan listriknya disebut 1 farad. Dalam kenyataannya kapasitor dibuat dengan satuan dibawah 1 farad. Kebanyakan kapasitor elektrolit dibuat mulai dari 1 mikrofarad sampai beberapa milifarad.

    Kapasitor seperti juga resistor nilai kapasitansinya ada yang dibuat tetap dan ada yang variabel. Kapasitor dielektrikum udara, kapasitansinya berubah dari nilai maksimum ke minimum. Kapasitor variabel sering kita jumpai pada rangkaian pesawat penerima radio dibagian penala dan osilator. Agar perubahan kapasitansi di dua bagian tersebut serempak maka digunakan kapasitor variabel ganda. Kapasitor variabel ganda adalah dua buah kapasitor variabel dengan satu pemutar. Berdasarkan dielektrikum kapasitor dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

    1. kapasitor keramik
    2. kapasitor film / kapasitor elektrolit
    3. kapasitor tantalum
    4. kapasitor kertas

    Berdasarkan polaritas kutup pada elektroda kapsitor dapat dibedakan dalam 2 jenis yaitu :

    1. Kapasitor Non-Polar, kapasitor yang tidak memiliki polaritas pada kedua elektroda dan tidak perlu dibedakan kaki elektrodanya dalam pesangannya pada rangkaian elektronika.
    2. Kapasitor Bi-Polar, yaitu kapasitor yang memiliki polaritas positif dan negatif pada elektrodanya, sehingga perlu diperhatikan pesangannya pada rangkaian elektronika dan tidak boleh terbalik. Kapasitor elektrolit dan kapasitor tantalum adalah kapasitor yang mempunyai kutub atau polar, sering disebut juga dengan nama kapasitor polar. Kapasitor film terdiri dari beberapa jenis yaitu polyester film, poly propylene film.

    Konsep Dasar Dioda

    1. Definisi Dioda

    Menurut John (2010:143) [19] ,“Dioda merupakan alat yang hanya bisa mengalirkan arus DC dalam satu arah, sedang pada arah yang berlawanan ia tidak bisa menghantarkannya. Kalau ia dialiri arus AC maka akan berhasil didapatkan arus DC dari arus AC ini. Karenanya pada sifat yang demikian maka dioda bisa digunakan sebagai perata arus yang biasa dipasang di adaptor”.

    Komponen elektronika dengan dua terminal, yang terbentuk dari dua jenis semikonduktor, yaitu type P yang biasa disebut dengan anoda dan type N yang biasa disebut dengan katoda, dimana kemudian kedua semikonduktor ini digabungkan.

    gambar27dioda_zpsbd4ef929.png

    Gambar 2.8. Dioda

    Sumber: Rusmadi (2009:33)[18]

    Perlu diketahui bahwa komponen dioda ini pada umumnya hampir selalu dipergunakan dalam rangkaian, terutama pada rangkaian Power Supply.

    Menurut Rusmadi (2009:34) [18] ,Fungsi diode dalam suatu rangkaian adalah:

    1. Penyearah tegangan listrik.
    2. Pengaman tegangan listrik.
    3. Memblokir tegangn listrik.

    Konsep Dasar Transistor

    1. Definisi Transistor

    Menurut Budiharto (2009:3) [20] ,bahwa “Transistor adalah memiliki 3 terminal biasanya dibuat dari bahan silicon atau germanium”.

    Menurut Rusmadi (2009:42) [18],bahwa “Transistor adalah merupakan komponen dasar yang paling penting dan banyak dipergunakan dalam setiap rangkaian”.

    Alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

    Gambar28Transistor_zpsfd1d62e5.png

    Gambar 2.9. Transistor

    Sumber: Rusmadi (2009:40)[18]

    Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor. Transistor disusun menggunakan sambungan dioda. Berdasarkan jenis sambungan transistor dibedakan menjadi dua jenis sebagai berikut.

    1. NPN (Negative Positive Negative)
    2. Transistor NPN terdiri dari 1 lapisan semikondutor tipe-P di antara 2 lapisan semikonduktor tipe-n. Arus kecil yang memasuki basis pada emitter dikuatkan di keluran kolektor. Dengan kata lain, transistor NPN hidup ketika tegangan basis lebih tinggi dari pada tengan emitter.

      Gambar29transistorNPN_zps6d18fe41.png

      Gambar 2.10. Simbol Transistor NPN

      Sumber: Rusmadi (2009:41)[18]

    3. PNP (Positive Negative Positive)
    4. Transistor PNP terdiri dari 2 lapisan semikonduktor tipe-n di antara 2 alpisan semikonduktor tipe-p. arus kecil yang meninggalkan basis pada moda tunggal emitter dikuatkan dikeluran kolektor. Dengan kata lain, transistor PNP hidup ketika tegangan basis lebih rendah dari pada tegangan emitter.

      Gambar210transistorPNP_zpsf7ae1ab2.png

      Gambar 2.11. Simbol Transistor PNP

      Sumber: Rusmadi (2009:41)[18]

      Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat).

    Konsep Dasar Modem GSM

    Pengertian Modem merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mendapatkan akses internet secara langsung di komputer tentunya dengan data internet dari penyedia layanan internet seperti 3G-Net, CBN, Telkomselnet Instant, Indosat M2 dan lain sebagainya.

    SIM900A GSM Module

    SIM900A adalah modul SIM yang digunakan pada penelitian ini. Modul SIM900 GSM/GPRS adalah bagian yang berfungsi untuk berkomunikasi antara pemantau utama dengan Handphone. ATCommand adalah perintah yang dapat diberikan modem GSM/CDMA seperti untuk mengirim dan menerima data berbasis GSM/GPRS, atau mengirim dan menerima SMS. SIM900 GSM/GPRS dikendalikan melalui perintah AT (GSM 07.07, 07.05, dan SIMCOM).

    AT+Command adalah sebuah kumpulan perintah yang digabungkan dengan karakter lain setelah karakter ‘AT’ yang biasanya digunakan pada komunikasi serial. Dalam penelitian ini ATcommand digunakan untuk mengatur atau memberi perintah modul GSM/CDMA. Perintah ATCommand dimulai dengan karakter “AT” atau “at” dan diakhiri dengan kode (0x0d). Berikut adalah beberapa perintah ATcommand yang digunakan dalam penelitian ini.

    IP Camera Wireless

    Ip Camera adalah camera yang menggunakan internet protokol atau Web untuk mengirimkan data image dan control signal. Data yang dikirimkan berupa format digital melalui koneksi Ethernet. Beberapa IP camera sering ditemukan saling terkoneksi ke digital video recorder (DVR) atau nework video recorder (NVR). Keberadaan IP camera ini sering digunakan untuk video security atau untuk pengawasan demi keamanan. Jika alat ini dihubungkan dengan jaringan komputer, maka video ini bisa dilihat dan dikendalikan dari tempat mana saja anda berada di seluruh dunia.

    IP Camera ini cuma membutuhkan akses dari Web browser. Tiap unit IP camera dalam jaringan mempunyai alamat unik networknya dan fungsinya masing masing sebagai video server. Ada berbagai protokol berdasarkan jenis kamera, termasuk HTTP dan TCP / IP. IP camera juga disebut dengan IP network camera. Alat ini bisa di install secara individu atau dalam group dan kualitas gambarnya lebih bagus dari analog.

    Sebelum IP Camera, kebanyakan video security dilakukan pada CCTV (Closed Circuit Television). Sistim ini menggunakan camera analog, video cassette recorders (VCR) dan kabel coaxial.

    Sensor Gerak (PIR)

    Sensor PIR (Passive Infra Red) adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya pancaran sinar infra merah. Sensor PIR (Passive Infra Red) bersifat pasif, artinya sensor ini tidak memancarkan sinar infra merah tetapi hanya menerima radiasi sinar infra merah dari luar. Berikut adalah gambaran dari sensor PIR.

    Sensor ini biasanya digunakan dalam perancangan detektor gerakan berbasis PIR (Passive Infra Red). Karena semua benda memancarkan energi radiasi, sebuah gerakan akan terdeteksi ketika sumber infra merah dengan suhu tertentu (misal: manusia) melewati sumber infra merah yang lain dengan suhu yang berbeda (misal: dinding), maka sensor akan membandingkan pancaran infra merah yang diterima setiap satuan waktu, sehingga jika ada pergerakan maka akan terjadi perubahan pembacaan pada sensor.

    Relay SPDT

    Relay adalah komponen listrik yang bekerja berdasarkan prinsip induksi medan elektromagnetis. Jika sebuah penghantar dialiri oleh arus listrik, maka di sekitar penghantar tersebut timbul medan magnet. Medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik tersebut selanjutnya diinduksikan ke logam ferromagnetis.

    Logam ferromagnetis adalah logam yang mudah terinduksi medan elektromagnetis. Ketika ada induksi magnet dari lilitan yang membelit logam, logam tersebut menjadi "magnet buatan" yang sifatnya sementara. Cara ini kerap digunakan untuk membuat magnet non permanen. Sifat kemagnetan pada logam ferromagnetis akan tetap ada selama pada kumparan yang melilitinya teraliri arus listrik. Sebaliknya, sifat kemagnetannya akan hilang jika suplai arus listrik ke lilitan diputuskan.

    Konsep Dasar Elisitasi

    1. Definisi Elisitasi

    Menurut Sommerville and Sawyer (1997) dalam Siahaan (2012:66) [21] , “Elisitasi kebutuhan adalah sekumpulan aktivitas yang ditunjukkan untuk menemukan kebutuhan suatu sistem melalui komunikasi dengan pelanggan, pengguna sistem, dan pihak lain yang memiliki kepentingan dalam pengembangan sistem”.

    Menurut Guritno (2011:302)[22], “Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

    Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa elisitasi adalah suatu rancangan pada sebuah sistem yang diinginkan pengguna dan pihak yang terkait untuk dilakukan pengembangan.

    2. Tahap-Tahap Elisitasi

    Menurut Guritno dan kawan-kawan (2011:302)[22] elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu :

    a. Elisitasi Tahap I

    Elisitasi tahap I, berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

    b. Elisitasi Tahap II

    Elisitasi tahap II, merupakan hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan Metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

    Berikut penjelasan mengenai Metode MDI :

    1. (M) pada MDI berarti Mandatory (Penting). Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.
    2. (D) pada MDI berarti Desirable. Maksudnya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.
    3. (I) pada MDI berarti Inessential. Maksudnya, requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.

    c. Elisitasi Tahap III

    Elisitasi tahap III, merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya, semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu :

    1. T artinya Teknikal, bagaimana tata cara atauteknik pembuatan requirement dalam sistem diusulkan ?
    2. O artinya Operasional, bagaimana tata cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan ?
    3. E artinya Ekonomi, berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement di dalam sistem ?

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu :

    1. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus dieleminasi.
    2. Middle (M) : Mampu dikerjakan.
    3. Low (L) : Mudah dikerjakan.

    d. Final Elisitasi

    Final Draft elisitasi, merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangakan.

    Konsep Dasar Literature Riview

    1. Definisi Literature Riview

    Menurut Guritno, Sudaryono dan Untung Rahardja (2010:86) [22] , “Literature review dalam suatu penelitian adalah mengetahui apakah para peneliti lain telah menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitian yang kita rumuskan jika dapat menemukan jawaban pertanyaan penelitian tersebut dalam berbagai pustaka atau laporan hasil penelitian yang paling actual, maka kita tidak perlu melakukan penelitian yang sama”.

    Jadi kesimpulannya, Literatur Review dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui landasan awal dan sebagai pendukung bagi kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, sehingga dapat melakukan pengembangan ketingkat yang lebih tinggi dalam rangka menyempurnakan atau melengkapi penelitian yang telah ada.

    Literature Review

    Beberapa literature review yang menjadi acuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

    1. Penelitian yang telah dilakukan oleh Kurniawan (2010) yang berjudul ”Pengontrolan Alat Elektronik Rumah Tangga Menggunakan Mikrokontroler AT89S52 berbasis WEB” diusulkan untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada penelitian sebelumnya, dimana kekurangan pada penelitian sebelumnya tersebut masih belum terintegrasi dengan baik. Untuk memperbaiki dan mengembangkan sistem pada penelitian sebelumnya, maka pada penelitian ini menggunakan metode berbasis Internet Protocol (IP) dengan aplikasi Visual Basic. Namun, upaya tersebut masih belum dapat diimplementasikan dan belum optimal karena pada sistem ini masih menggunakan beberapa alat, sehingga proses pengontrolan kurang efisien. Penelitian ini juga melakukan pengendalian motor servo sebagai tindak lanjut dari penelitian yang peneliti lakukan.
    2. Penelitian yang dilakukan oleh Nurdansyah dari STMIK Raharja yang berjudul “HOME APPLIANCES CONTROLING WITH MOBILE DEVICE BASED ON ANDROID OS” pada tahun 2013. Penelitian ini membahas tentang pengendalian peralatan rumah menggunakan smartphone android menggunakan media jaringan wireless. Kelebihannya alat tersebut menggunakan wireless sehingga bisa dikendalikan jarang yang cukup jauh dan bisa menggunakan mobile based device. Kelemahannya gangguan dalam hal jaringan.
    3. Penelitian yang dilakukan oleh Haerul Nurdiana dari Perguruan Tinggi Raharja yang berjudul “PEMANTAUAN RUANG KOMPUTER MENGGUNAKAN KOMPUTER MINI RASPBERRY PI B PADA SMPN 1 PASARKEMIS” pada tahun 2013. Penelitian ini menjelaskan tentang pemantauan sebuah ruangan komputer menggunakan web browser. Kelebihannya alat tersebut menggunakan wireless sehingga bisa dikendalikan oleh jarak yang cukup jauh. Kelemahannya gangguan dalam jaringan.
    4. Penelitian yang dilakukan oleh Ilham Janu Saputro (2010) yang berjudul “Robot Internet Nirkabel”. Penelitian ini membahas tentang mengendalikan robot secara remote lokal, yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan protokol TCP/IP. Robot Internet Nirkabel ini juga dapat dikendalikan melalui jaringan internet dengan menggunakan Web Browser yang membuka Interface web robot melalui internet. Akan tetapi dibutuhkan sebuah teknologi Port Forwarding untuk bisa menghubungkan jaringan robot internal dengan jaringan ip publik yang diberikan oleh Internet Service Provider (ISP). Teknologi Port Forwarding dilakukan dengan cara menyamakan port dari router yang terhubung dengan IP publik dengan port yang berada pada wireless robot. Kemudian akan didapatkan sebuah kombinasi IP publik dengan port yang akan menjadi IP publik dari robot.
    5. Penelitian yang dilakukan oleh Indra Pati Andhika Pribadidari Universitas Gunadarma yang berjudul “ROBOT PENGINTAI MENGGUNAKAN PC BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51” pada tahun 2012. Jurnal ini membahas tentang pengintaian yang dilakukan oleh robot dan di kontrol oleh pengguna melalui sebuah komputer untuk memantau keadaan sekitar melalui kamera yang terpasang. Kelebihannya mengurangi resiko bahaya bagi manusia dan alat tersebut menggunakan wireless sehingga bisa dikendalikan jarang yang cukup jauh. Kelemahannya gangguan dalam jaringan.

    Dari beberapa sumber literature review di atas, dapat diketahui bahwa penelitian tentang mikrokontroler, Web browser dan pengontrolan secara nirkabel sudah banyak dibahas. Tapi belum ada penelitian membuat kontrol alat pemantau yang mampu berjalan diatas air. Untuk itu saya melakukan penelitian untuk kemajuan teknologi yang sekarang ini sudah berkembang dengan pesat. Sehingga pengontrolan dapat dilakukan lebih mudah dengan menggunakan web browser .

    BAB III

    PEMBAHASAN

    Gambaran Umum Perusahaan

    Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja

    Dengan semakin maraknya perguruan-perguruan Tinggi di daerah Tangerang khususnya dalam bidang komputer ternyata hal tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh data secara terkomputerisasi di setiap bidang.

    Dunia komputer dan alat-alat canggih serta otomatis lainnya dalam dunia perkantoran, baik instansi pemerintah maupun swasta sangat cepat sekali perkembangannya, sehingga selalu berubah setiap saat. Oleh karena itu Perguruan Tinggi Raharja dalam pendiriannya mempunyai misi untuk untuk ikut membantu program pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi era globalisasi.

    Telah menjadi tekad para pendiri Perguruan Tinggi ini untuk membantu pemerintah dan masyarakat kota Tangerang dalam pendiran Perguruan Tinggi Raharja yang di selenggarakan oleh Yayasan Nirwana Nusantara (YRI) yang didirikan pada tahun 2001 dan merupakan pendidikan yang terbaik dalam bidang pendidikan komputer.

    Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

    SSebuah Organisasi atau perusahaan harus mempunyai suatu struktur organisasi yang digunakan untuk memudahkan pengkoordinasian dan penyatuan usaha, untuk menunjukkan kerangka-kerangka hubungan di antara fungsi, bagian-bagian maupun tugas dan wewenang serta tanggung jawab. Serta untuk menunjukan rantai (garis) perintah dan perangkapan fungsi yang diperlukan dalam suatu organisasi. Sama halnya dengan Perguruan Tinggi Raharja yang mempunyai struktur organisasi manajemen.

    Tugas dan Tanggung Jawab

    Organisasi merupakan suatu kerjasama antara dua orang / sekelompok orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Dimana selalu terdapat dua macam hubungan antara sekelompok orang yang disebut atasan dan sekelompok orang lain yang disebut bawahan yaitu yang menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan jabatannya.

    Dalam struktur organisasi Perguruan Tinggi Raharja dapat dijabarkan dengan pembagian tugas, tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing departemen/section. Secara garis besar adalah sebagai berikut :

    1. Presiden Director
      1. Bertanggung jawab dalam program peningkatan kualitas perusahaan.
      2. Bertanggung jawab atas segala hubungan administrasi seperti, kebijaksanaan personal, akuntansi, serta hubungan dengan masyarakat.
    2. Sales
      1. Bertanggung jawab dalam hal promosi produk perusahaan ke costumer ataupun supplier
      2. Bertanggung jawab dalam lalu lintas penerimaan order dan bertanggung jawab atas segala pemasukan order yang diterima oleh perusahaan.
    3. Accounting
      1. Bertanggung jawab atas semua transaksi baik pemasukan ataupun pengeluaran yang dilakukan perusahaan.
      2. Bertanggung jawab dalam penagihan setiap invoice yang dikeluarkan ke costumer.
    4. Profile Manager
      1. Membawahi dan mengawasi sistem kerja pada Manajemen Departemen Profile.
      2. Mempertanggung jawabkan seluruh pekerjaan yang dilakukannya pada Presiden Director
      3. Membawahi setiap sub section yang ada di Profile departemen dan mengawasi kinerja Produksi pada profile departemen.
    5. Manager PPIC Profile
      1. Bertanggung jawab atas scheduling produksi dan pengiriman barang/profile.
      2. Bertanggung jawab atas pengeluaran surat DO ( Delivery Order ) dan dokumen yang berhubungan dengan order produksi dan pengiriman.
      3. Mempertanggung jawabkan setiap kegiatan yang berhubungan dengan penerimaan order hingga pengiriman kepada manager profile departemen.
    6. Manager Produksi
      1. Bertanggung jawab atas berjalannya proses poduksi dilapangan.
      2. Bertanggung jawab setiap proses produksi kepada Manager Profile Departemen.
    7. Shipping/Delivery
      1. Bertanggung jawab atas semua pengiriman profile dan sampai keterangan costumer
      2. Bertanggung jawab mengeluarkan surat surat kiriman seperti S/P ( Spesification of Packing ). Yang kemudian akan diproses pada bagian PPIC profile dan dilanjutkan ke bagian Accounting.

    Tujuan Perancangan

    Adapun tujuan dari perancangan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

    1. Fungsional
      1. Membuat mekanisme pengontrolan kapal yang bekerja secara baik serta mampu dihubungkan dan dikendalikan dengan web browser yang ada pada android.
      2. Membuat prototype kapal yang dapat memantau sumbatan pada aliran air.
    2. Operasional
      1. Membantu mengetahui masalah yang ada di lingkungan masyarakat khususnya di bidang industri.
      2. Merancang sistem kontrol pada web browser smartphone android untuk mengendalikan pergerakan kapal.

    Analisa Sistem

    Metode Analisa Sistem

    Sistemyangberjalan_zpsd4e1bbcd.png

    Gambar 3.3. Flowchart Sistem yang Berjalan

    Untuk menganalisa sistem yang berjalan, pada penelitian ini digunakan teknik pembacaan melalui Flowchart diagram untuk mempermudah pembacaan sistem yang berjalan. Berdasarkan flowchart pada gambar 3.3, pada saat masuk ke saluran air bawah tanah masih manual, dengan menggunakan tenaga manusia sehingga menguras tenaga dan mempunyai resiko terjadi kecelakaan

    Observasi ini dilakukan langsung di PT. YKK AP Indonesia yang beralamat di Jl. Manis Raya No.23 Desa Kadu, Tangerang-Banten 15810. Observasi dilakukan dengan melihat saluran air bawah tanah yang ada. Berdasarkan analisa, alat ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan diantaranya sebagai berikut :

    a) Kelebihan Alat

    1. Alat ini mampu menangkap gambar apa yang dilihatnya, lalu menampilkannya pada web browser sehingga dapat dilakukan pemantauan.
    2. Kapal ini dapat dikendalikan melalui semua perangkat yang mempunyai web browser sehingga memudahkan penggunanya dalam menggunakannya.

    b) Kelemahan Alat

    1. Kapal ini tidak bisa digunakan saat keadaan saluran air bawah tanah dalam keadaan penuh dan tidak ada air.
    2. Kapal ini tidak bisa digunakan jika mengalami gangguan terhadap jaringan nya.

    Diagram Blok

    Dalam perancangan perangkat keras atau Hardware ini dibutuhkan beberapa komponen elektronika, perlengkapan mekanik dan device penunjang agar sistem dapat bekerja dan berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya. Agar mudah dipahami maka penulis membuat diagram blok dan alur kerjanya.





    Diagram%20Blok_zpscowvrlj0.jpg

    Gambar 3.4. Diagram Blok





    Keterangan dan penjelasan Diagram Blok diatas adalah sebgai berikut :

    1. Web browser Smartphone android merupakan perangkat yang digunakan untuk menjalankan dan mengendalikan alat.
    2. TP Link WN722N merupakan perangkat yang dapat menerima dan mengirim sinyal untuk komunikasi antara smartphone android dengan mikrokontroler.
    3. Raspberry Pi B+ sebagai platform untuk memasukkan program ke dalam mikroSD yang merupakan pusat pengontrolan alat yang terdapat program didalamnya.
    4. MikroSD sebagai tempat menyimpan program yang dibuat, mikro SD ini diletakkan didalam Raspberry Pi.
    5. Power Bank merupakan catu daya untuk memberikan tegangan.
    6. Motor DC merupakan alat penggerak yang bergerak sesuai perintah mikrokontroler.

    Cara Kerja Alat

    Alat ini dibuat untuk dikendalikan secara remote darimana pun pengguna berada. Berikut adalah cara kerja alat ini berdasarkan Input, Proses, dan Output yang diinginkan :

    1. Input
    2. Pengguna menjalankan browser internet bisa dalam aplikasi Google chrome, FireFox, Safari, dan opera mini yang sudah terinstall Java Plugin. Di halaman browser user membuka IP kapal yang sudah diatur sebelumnya. Lalu pengguna akan diminta untuk memasukkan id dan password. Saat pengguna telah berhasil login maka pengguna sudah siap untuk mengendalikan kapal.

    3. Proses
    4. Proses yang terjadi pada alat ini dibagi menjadi pengendalian dan tampilan kamera. Dalam proses pengendalian, pada saat salah satu tombol perintah ditekan, maka tombol tersebut akan mengaktifkan JavaScript yang berjalan pada halaman web. Kemudian javascript tersebut akan mengekseskusi program python pada webserver yang akan mengaktifkan salah satu GPIO pada Raspberry Pi. GPIO tersebut akan mengalirkan tegangan listrik ke modul L298n dan modul tersebut akan menggerakkan motor DC sesuai dengan perintah yang diberikan user. Sedangkan untuk tampilan kamera, Webcam yang telah terpasang akan mengambil gambar secara terus menerus yang kemudian akan ditampilkan pada halaman web. Setelah itu user tinggal melakukan pengontrolan dari web tersebut.


    5. Output
    6. Dalam proses output, motor akan bergerak sesuai dengan perintah pada web interface kontrol. robot akan bergerak maju, mundur, kanan dan kiri. Masing-masing pin GPIO mempunyai tegangan keluar sebesar 3,3v. Tegangan tersebut cukup untuk mengaktifkan pin output pada motor driver. Pin-pin tersebutlah yang akan menggerakkan dua motor DC dan membuat alat bergerak. Sedangkan untuk kamera nya, data-data yang ditangkap oleh webcam adalah data gambar jpg. Data jpg ini dikirimkan ke halaman web. Kemudian membuat gambar-gambar tersebut menjadi sebuah output video.


    Pembuatan Alat

    Perancangan yang dimaksudkan pada sistem kontrol ini meliputi perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Secara umum pada perancangan alat ini adalah seperti yang di tunjukkan pada diagram Blok pada gambar 3.4. Alat yang dirancang akan membentuk suatu perancangan sistem kontrol alat pemantau sumbatan air dengan menggunakan android. Perancangan sistem secara keseluruhan memerlukan beberapa alat dan bahan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam pembuatan sistem, adapun deskripsi alat dan bahan sebagai berikut:

    a) Alat yang digunakan meliputi :

    1. Personal Computer (PC) atau Laptop
    2. Kabel USB
    3. Router Wifi
    4. Solder
    5. Obeng

    b) Sedangkan Bahan-bahan yang digunakan :

    1. Raspberry Pi B+
    2. TP link WN722N (Wireless)
    3. Motor DC
    4. Webcam Logitech C170
    5. Micro SD
    6. Motor Driver (L289n)
    7. Timah
    8. Kabel jumper
    9. Baut dan mur 3 mm
    10. Power Bank (catu daya)
    11. Battery Pack
    12. Botol minuman
    13. kawat
    14. Double tip




    Perangkat Keras ( Hardware )

    1. Perancangan Fisik


    2. perancangan%20fisik_zpslpxgzwjf.jpg

      Gambar 3.5. Perancangan Fisik





      Dalam perancangan ini dibutuhkan beberapa komponen elektronika dan device penunjang seperti Raspberry Pi B+, TP Link WN722N, Kamera Logitech T710, Power Bank, Kabel Data, Lampu LED, motor driver dan sebagainya, agar sistem dapat berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya. Agar lebih mudah dalam memahami rancangan gambar 3.5. diatas dan cara kerjanya, dibawah ini merupakan table 3.1. keterangan dan penjelasannya.





      Tabel 3.1. Keterangan cara kerja masing-masing komponen

      perancangan%20fisik%202%20new_zpsat1zploh.jpg





    3. Rangkaian Keseluruhan
    4. Pada alat pemantau sumbatan air ini raspberry pi merupakan tempat penyimpanan program dalam hal mengolah data dan pengoperasian sistem yang dibuat. Raspberry pi ini juga berfungsi sebagai otak dari seluruh sistem rancangan yang bisa disesuaikan dengan perintah yang akan dijalankan dan dikendalikan oleh User. Adapun deskripsi pemasangan bahan – bahan seperti kontrol lampu atau perangkat pada raspberry pi yang dibuat melalui aplikasi fritzing sehingga terbentuk suatu skematik rangkaian dapat dilihat dalam gambar 3.6, 3.7 dan 3.8 sebagai berikut :





    Breadboard%20skematik_zpsuzee8tjy.jpg

    Gambar 3.6. Rangkaian Alat





    Skematic%20alat_zpsmh0uw33r.jpg

    Gambar 3.7 Rangkaian Skematik Alat pemantau sumbatan air


    rangkaian%20lampu_zps79rd92ed.jpg

    Gambar 3.8. Rangkaian Lampu Kapal

    Perangkat Lunak ( Software )

    1. Instalasi Raspberry Pi
    2. Raspbian adalah sistem operasi berbasis Debian (Linux) yang dapat digunakan pada Raspberry Pi. Raspbian tersebut merupakan seperangkat program dasar dan utilitas yang membuat Raspberry Pi berjalan. Dibutuhkan software Win32 Disk Imager untuk menginstal Raspbian yang berektensi .img. Win 32 Disk Imager merupakan sebuah aplikasi free yang memiliki antar muka, dan berfungsi sebagai writing image pada SD Card.Langkah – langkah dalam instalasi Raspbian adalah sebagi berikut :

      1. Menginstal Raspbian menggunakan Win32 Disk Imager.
      2. Windisk32_zps254c1c62.jpg

        Gambar 3.9 Win 32 Disk manager

      3. Masukan SD Card kedalam Raspberry Pi.
      4. sdcard_zps90c5a97b.jpg

        Gambar 3.10 Masukan SD card

      5. Setting Wifi Raspberry Pi menggunakan Ubuntu di PC/Laptop.
      6. raspilogin_zps86fc5bc7.jpg

        Gambar 3.11 setting wifi

      7. Cari IP Address Raspberry Pi menggunakan Wireless Network Watcher.
      8. watcher_zps7bea8982.png

        Gambar 3.12 Wireless network watcher

      9. Klik Putty (SSH, Telnet Rlogin Client), Kemudian login dengan IP Address Raspberry Pi.
      10. putty_zpsa62cbbb4.jpg

        Gambar 3.13 Tampilan Putty Configuration

      11. Kemudian klik finist dan klik starx.
      12. 2012-10-14-195617_1824x984_scrot_Desktop3_zps164cfade.png

        Gambar 3.14 Tampilan awal Raspberry Pi

    3. Instalasi WebIOPi
    4. WebIOPi adalah aplikasi open source yang dibuat untuk membuat mengontrol GPIO melalui web browser. Aplikasi ini dapat diunduh langsung melalui Raspberry Pi dengan perintah wget. Untuk dapat mengunduh WebIOPI, pastikan Raspberry Pi sudah terhubung dengan internet dan pada command line Raspberry Pi kita mengetikkan, $ wget http://webiopi.googlecode.com/files/WebIOPi-0.6.0.tar.gz




      Instalasi%20Webiopi%201%20Unduh_zpszpllvoii.jpg

      Gambar 3.15 Perintah Untuk mengunduh WebIOPi




      Data yang diunduh adalah berupa data berformat .tar.gz yang merupakan kumpulan data yang harus di ekstrak. Untuk mengekstrak data tersebut digunakan perintah tar zxvf.



      Instalasi%20Webiopi%202%20Ekstrak_zpslyya13t9.jpg

      Gambar 3.16 Mengekstrak WebIOPi-0.6.0.tar.gz




      Data yang sudah diekstrak adalah berupa data-data mentah untuk instalasi WebIOPi yang sudah berada dalam satu folder. Maka untuk selanjutnya kita masuk kedalam folder tersebut.




      Instalasi%20Webiopi%203%20masuk%20folder%20webiopi_zpsnt7tqkth.jpg

      Gambar 3.17 Masuk ke Dalam Folder WebIOPi




      Jika kita sudah masuk ke dalam folder maka aplikasi WebIOPi sudah siap untuk di instal dengan perintah “sudo ./setup.sh”



      instalasi%20Webiopi%204%20Install%20webiopi_zpsjwips9yn.jpg

      Gambar 3.18 Menginstal WebIOPi



      Jika sudah selesai dengan benar maka kita bisa memeriksa apakah aplikasi ini sudah terinstall dengan benar perintah “ls –l”.jika aplikasi ini sudah terinstal dengan benar maka aplikasi ini pun siap digunakan.

    5. Instalasi Mjpg-streamer
    6. Instalasi Mjpg-streamer tidak jauh berbeda dengan instalasi WebIOPi, yaitu dengan cara mengunduh langsung data yang diperlukan melalui internet.




      Install%20mjpg%20streamer%201%20unduh_zpspfhpvqne.jpg

      Gambar 3.19 mengunduh Instalasi mjpg streamer


      Install%20mjpg%20streamer%202%20install_zpsymqmnjry.jpg

      Gambar 3.20 Instalasi mjpg streamer



      Jika sudah terinstal pastikan maka mjpg-streamer sudah siap dipakai dan dieksekusi. Untuk menjalankan aplikasi ini, pastikan USB webcam sudah terpasang di Raspberry Pi, setelah itu lakukan baris perintah sebagai berikut:



      Install%20mjpg%20streamer%203%20eksekusi%20mjpg_zpsgf5kd2ah.jpg

      Gambar 3.21 Mengeksekusi Mjpg-Streamer


      Untuk lebih memahaminya berikut ini adalah tabel keterangan dari baris perintah eksekusi Mjpg streamer


      Tabel 3.2. Keterangan baris perintah Mjpg streamer

      Baris%20perintah%20mjpg%20streamer_zps5ejxxlu8.jpg



    7. Software Pendukung
    8. Dalam pebuatan alat ini diperlukan beberapa software pendukung yang digunakan untuk membuat web interface adalah gabungan dari tiga bahasa pemrograman yang disebut dengan WebIOPi. Bahasa-bahasa tersebut adalah Python, Java, dan HTML. Aplikasi ini digunakan karena mampu membuat web server dan mengendalikan GPIO secara langsung dalam satu data. Dan aplikasi ini juga bisa ber-interface dengan bahasa javascript yang merupakan bahasa pemrograman penting dalam pembuat aplikasi web. Untuk penjelasan lebih jelasnya sebagai berikut :

      1. Phyton : bahasa phyton disini berfungsi sebagai Web server dan GPIO kontrol yang mempunyai tugas untuk mengatur pergerakan alat
      2. Java : Java disini berguna untuk mengeksekusi perintah phyton yang ada pada halaman web.
      3. HTML : HTML berfungsi untuk menampilkan layout aplikasi yang dibuat sehingga menampilkan web interface pengendali alat.

      Perancangan Web Interface

      Alat ini dikendalikan secara langsung melalui media nirkabel (tanpa kabel) dengan interface sebuah halaman web. Tampilan web ini dibuat secara sederhana agar mudah digunkan oleh pengguna nya. Berikut adalah gambar tampilan web interface alat ini.



      tampilan%20web%20mjpg%20streamer_zpsbh9ngfen.jpg

      Gambar 3.22 Tampilan Web interface



      Fungsi dari masing-masing kolom web interface dapat dijelaskan melalui tabel keterangan tampilan kontrol alat sebagai berikut :


      Tabel 3.3. Keterangan Tampilan kontrol alat

      perintah%20dari%20web%20interface_zps0rpkgs6n.jpg



      Flowchart sistem

      Pada pembuatan sebuah sistem pengontrolan diperlukan sebuah gambar atau aluryang dapat menjelaskan langkah-langkah dari suatu system yang akan dibuat. Sehingga dapat memberikan penjelasan dalam bentuk gambar dibawah ini adalah gambaran diagram system flowchart.




      FLOWCHART%20KAPAL_zpsssxoiit0.jpg

      Gambar 3.23 Flowchart sistem




      Permasalahan yang dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

      Permasalahan yang dihadapi

      Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan, user tidak dapat mengawasi ada atau tidaknya sumbatan pada gorong-gorong aliran air secara langsung dikarenakan untuk melakukan pengecekan manual itu sangat rumit dan kurang aman.

      Setelah mengamati dan meneliti permasalahan yang ada dapat dirincikan sebagai berikut:

      1. Belum adanya sebuah sistem yang praktis dan aman untuk digunakan.
      2. 2. Pengecekan yang dilakukan secara manual itu kurang aman dan cukup rumit sehingga menguras tenaga manusia.

      Alternatif Pemecahan Masalah

      Setelah mengamati dan meneliti dari beberapa permasalahan yang ada, terdapat beberapa alternatif pemecahan dari permasalahan yang dihadapi, antara lain:

      1. Membuat sistem yang dapat digunakan secara aman dan praktis.
      2. 2. Membuat sebuah kapal berkamera yang dapat digunakan dan dikendalikan melalui web browser.

      Proses pengendalian diawali dengan pembukaan URL atau IP address jika alamat tersebut bisa dibuka maka user akan dilanjutkan ke form login namun jika tidak dibuka user diminta untuk mengecek kembali koneksi jaringan komputer yang ada. Setelah berhasil login, tampilan halaman kontrol akan terbuka. Untuk lebih jelasnya bisa diperhatikan flowchart diagram sistem pada gambar 3.22 diatas.


      User Requirement

      Elisitasi Tahap I

      Elisitasi tahap I disusun berdasarkan wawancara dengan stakeholder mengenai seluruh rancangan sistem alat yang akan dibuat. Berikut penulis lampirkan gambaran Elisitasi Tahap I:

      Tabel 3.4 Elisitasi Tahap I

      Elisitasi Tahap II

      Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasikan lagi dengan menggunakan metode MDI.

      Tabel 3.5 Elisitasi Tahap II

      Keterangan :

      1. M= Mandatory
      2. D= Desirable
      3. I= Innesential

      Elisitasi Tahap III

      Berdasarkan Elisitasi Tahap II di atas, dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi HML. Berikut tabel elisitasi tahap III tersebut:

      Keterangan :

      1. T : Technical / Proses pembuatan
      2. O : Operasional / Manfaat
      3. E : Economic / Harga
      4. L : Low
      5. M : Middle
      6. H : High

      Tabel 3.6 Elisitasi Tahap III

      Final Elisitasi

      Final elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar pengembangan sistem kontrol prototype pemantau sumbatan aliran air bawah tanah. Berdasarkan elisitasi tahap III diatas, dihasilkanlah 13 fucntional dan 1 nonfucntional final elisitasi yang diharapkan dapat mempermudah dalam membuat suatu sistem pengontrolannya. Berikut tabel final elisitasi tersebut:

      Tabel 3.7 Final Elisitasi

      BAB IV

      HASIL DAN UJI COBA


      Prosedur Sistem

      Sistem pengontrolan pemantau sumbatan air bawah tanah dengan simulasi prototype ini mampu memantau sumbatan air yang ada dengan jarak paling jauh 8 sampai 10 meter dengan pengontrolan menggunakan web browser yang ada pada smartphone android, ipad, PC dan laptop. Alat ini bekerja berdasarkan masukan atau input yang dikirim melalui pin GPIO yang ada pada raspberry pi B+ dengan jaringan wireless.


      1. Jika rangkaian motor driver modul L289n diberikan catu daya dengan tegangan sebesar 6,5 maka motor driver telah siap digunakan sebagai pengendali motor DC.

      2. Memberikan tegangan sebesar 5 v pada raspberry pi untuk menghidupkannya.

      3. Alat akan bisa dikontrol jika raspberry pi dan smartphone android sudah terhubung ke dalam sebuah wireless yang sama.

      4. Masing-masing pin GPIO akan bekerja sesuai dengan instruksi yang diberikan pada halaman kontrol.

      5. Webcam akan menampilkan gambar sesuai dengan gerakan alat.

      6. Lampu LED pada kapal akan aktif bekerja apabila menerima perintah dari halaman kontrol.

      7. Maksimal jarak yang mampu ditempuh adalah 8 sampai 10 meter.


      Perbedaan Prosedur Antara Sistem yang Berjalan dan Sistem Usulan

      Adapun perbedaan prosedur antara sistem yang berjalan dan sistem yang akan diusulkan, bisa dilihat pada table 4.1. dibawah ini :



      Tabel 4.1. Perbedaan Prosedur Sistem yang berjalan dan Sistem Usulan





      Konfigurasi Sistem Usulan

      Spesifikasi hardware

      Adapun spesifikasi hardware yang digunakan adalah sebagai berikut :


      1. Laptop atau PC

      2. Motor Driver L289n

      3. Motor DC

      4. Raspberry Pi b+

      5. Webcam logitech C170

      6. TP link WN722N

      7. Router wifi

      8. Kabel USB

      9. Catu Daya


      Aplikasi yang Digunakan

      Adapun aplikasi yang digunakan adalah sebagai berikut :


      1. Software Idle Python

      2. Putty

      3. paint

      4. Snipping tool

      5. Fritzing

      6. Wnet watcher



      Uji Coba

      Setelah melakukan berbagai tahapan perancangan dan pemasangan komponen, selanjutnya adalah melakukan serangkaian uji coba pada masing masing blok rangkaian yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Tujuan dari pengujian ini adalah proses komunikasi data antara web interface dengan alat yang akan dikendalikan, melalui perangkat wifi sebagai media komunikasi.


      Pengujian Motor driver

      Pengujian modul pengendali motor L298n dilakukan dengan cara menghubungkan dua buah motor DC pada pin output yang ada di sebelah kiri dan kanan, dan 4 buah pin GPIO raspberry pi yang sudah diprogram sebagai inputnya. Berikut adalah tabel hasil pengujiannya :




      Tabel 4.2. Arah Perputaran Motor DC


      Pengujian Kendali melalui perangkat

      Pengontrolan alat ini adalah sebuah aplikasi berbasis web. Pengontrolan ini dibuat agar nantinya dapat dijalankan dengan menggunakan perangkat apapun yang mempunyai web browser. Perangkat-perangkat tersebut seperti Handphone Android, Laptop/PC, dan iPad. Berikut ini merupakan hasil pengujian dari perangkat-perangkat tersebut.




      Tabel 4.3 Pengujian Kontrol Melalui berbagai perangkat





      Berdasarkan tabel 4.3 pengontrolan alat yang dibuat bisa dibuka dengan berbagai perangkat dan web browser.


      Pengujian Jarak Kendali Lokal

      Untuk pengujian jarak kendali ini penulis menggunakan sebuah Mobile Wireless sebagai penghubung antara perangkat kontrol dengan alat. Pengujian yang dilakukan adalah dengan cara melihat langsung pergerakan alat ketika dijauhkan dari mobile wireless.

      Berikut adalah hasil pengujian jarak berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan oleh peneliti :




      Tabel 4.4 Pengujian Jarak Jaringan Lokal




      Dari tabel pengujian jarak kendali diatas dapat disimpulkan bahwa jika jarak alat lebih dari 12 meter maka alat tidak dapat berjalan dengan baik selain itu gerak gambar yang ditampilkan akan terlihat buram dan delay.


      Pengujian Live streaming mjpg

      Langkah ini adalah menguji apakah kamera sudah bisa diakses melalui jaringan local atau localhost. Cara mengujinya yaitu dengan mengetik IP address dari raspberry pi pada browser.




      Gambar 4.1 Streaming mjpeg streamer




      Gambar diatas terlihat bahwa raspberry pi sudah dapat menampilkan gambar dari kamera c170. Hal tersebut menunjukkan bahwa raspberry pi sudah dapat diakses dan sudah dapat melakukan live streaming menggunakan aplikasi mjpg streamer.


      Pengujian Catu daya

      Catu daya sebagai sumber tegangan pergerakan alat merupakan bagian yang sangat penting. Dalam merealisasi sistem alat ini dibutuhkan dua buah catu daya. Satu untuk Raspberry Pi dan satu lagi untuk pengendali motor DC. Hal ini perlu diperhatikan karena motor DC membutuhkan tegangan dan arus yang cukup besar untuk melakukan pergerakan. Raspberry Pi hanya membutuhkan tegangan sebesar 5v untuk dapat bekerja, sedangkan untuk pengendali motor membutuhkan minimal 6v dan bisa menerima tegangan sampai dengan 12v.


      Pengujian Catu Daya untuk Raspberry Pi dilakukan dengan cara menggunakan multitester. Ujung multitester berwarna merah dihubungkan ke pada pin positif pada soket USB dan ujung multitester berwarna hitam dihubungkan ke pin negatif pada soket USB.




      Gambar 4.2. Pengujian Catu Daya untuk Raspberry Pi




      Setelah dilakukan pengujian sesuai gambar 4.2 didapatkan hasil tegangan yang keluar dari Catu Daya sebesar 5v dengan arus 1 Ampere. Hasil ini bisa dikatakan cukup untuk menghidupkan Raspberry Pi. Sedangkan untuk pengendali motor DC alat ini menggunakan sebuah baterai mobil remot kontrol. Untuk pengujiannya alat ini pernah menggunakan beberapa baterai. Berikut adalah tabel pengujian pemakaian baterai hingga daya baterai habis.





      Tabel 4.5 Pengujian Catu Daya pengendali motor L298n




      Dari hasil pengujian tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa 4 buah baterai ABC alkaline merupakan yang paling stabil namun akan lebih boros pengeluaran biaya karena daya baterai ABC alkaline ini tidak dapat diisi ulang. Sedangkan untuk 4 buah baterai RC car mampu memberi daya yang cukup besar dan stabil. Selain itu baterai ini pun dayanya dapat diisi kembali. Membuat pemakaian baterai ini lebih efisien dari segi biaya.

      Pengujian Lampu Kapal

      Lampu merupakan bagian yang cukup penting sebagai penerangan kapal ketika masuk kedalam saluran air bawah tanah. Dengan adanya penerangan dari lampu ini tentunya dapat memudahkan user untuk melihat gambar yang ditampilkan webcam sehingga terlihat lebih jelas jenis sumbatan yang ada. Berikut ini merupakan gambar hasil uji coba tampilan kamera webcam ketika menggunakan lampu sebagai penerangannya.



      Gambar 4.3 Pengujian Lampu kapal




      Analisa Program

      Proses analisa ini dilakukan untuk mendapatkan kesesuaian antara perangkat keras yang sudah di uji coba dengan perangkat lunak yang telah diprogram ke dalam Raspberry Pi maupun aplikasi web yang di buat dengan WebIOPi.


      Pembuatan aplikasi Web

      Daftar program berikut adalah pengontrolan pada framework Raspberry Pi yang akan mengontrol jalannya alat seperti yang telah direncanaka pada BAB III.




      Gambar 4.4. Tampilan kontrol Pada Web Browser




      Layer ini merupakan interface pengontrolan pada web browser. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah penjelasan listing program yang penting dalam pembuatan tampilan ini.


      1. webIOPi

      2. Dalam membuat aplikasi web ini penulis menggunakan library python webiopi yang dapat menjadi web server dan mengatur GPIO sesuai dengan keperluan.



        Gambar 4.5 Import Webiopi



      3. Mengatur GPIO

      4. GPIO yang akan digunakan untuk pengendalian sebanyak 5 pin, yaitu GPIO pin 17, 18, 22, 23, dan 24. Pin-pin tersebut diwakilkan dengan variabel-variabel agar lebih mudah untuk pemrogramannya.



        Gambar 4.6 Pin GPIO yang digunakan



      5. Membuat Fungsi GPIO

      6. Setelah variabel untuk pin dibuat, maka selanjutnya membuat fungsi-fungsi untuk variabel tersebut. Fungsi yang dibuat masing-masing untuk mengaktifkan motor dc mana yang akan aktif dan motor dc mana yang akan diam pada saat fungsi ini dipanggil.



        Gambar 4.7 Fungsi GPIO motor DC



      7. Membuat fungsi macro

      8. Untuk membuat alat ini mampu bergerak sesuai dengan keinginan, maka dibuat fungsi baru yang menggabungkan fungsi-fungsi sebelumnya sudah dibuat. Fungsi baru ini lah yang akan membuat alat bergerak maju, mundur, belok kanan, belok kiri dan berhenti. Fungsi ini adalah go_forward, go_backward, turn_left, turn_right, dan stop. Dan fungsi-fungsi inilah yang nantinya akan ditambahkan ke Macro untuk Javascript.



        Gambar 4.8 Definisi Macro untuk Java script



      9. Inisialisasi GPIO

      10. Pada bagian ini GPIO diatur sebagai output. Bagian ini perlu ditambahkan karena GPIO bisa diatur dengan berbagai fungsi dan fungsi awalnya bukan sebagai output.



        Gambar 4.9 Inisialisasi GPIO



      11. Konfigurasi Web server

      12. Pada aplikasi webiopi sudah terinstall web server apache, dan disini web server tersebut bisa kita atur pada port berapapun yang kita inginkan dengan id dan password login yang juga bisa kita atur. Pada saat ini penulis mengatur aplikasi agar berjalan pada port 8000 dengan id: “syarif” dan password:”cambot”. Setelah server dikonfigurasi maka kita sudah dapat mendaftarkan fungsi macro mana saja yang kita ingin untuk dapat dipanggil pada Javascript di layout halaman web nantinya.



        Gambar 4.10 setting id dan password




      13. Looping Program

      14. Baris kode ini berfungsi untuk menjalankan pengulangan program. Pengulangan program ini akan terus berjalan hingga kita menekan tombol keyboard CTRL+C. Atau jika mesin dimatikan secara paksa dan jaringan komputer dihentikan.



        Gambar 4.11 Looping Program




      15. Menghentikan Program

      16. Jika pengulangan program sudah berhenti, maka GPIO harus difungsikan pada keadaan awalnya tanpa harus reboot raspbian. Hal ini diperlukan karena GPIO yang sudah dipakai tidak dapat dipanggil kembali jika sistem operasi raspbian masih berjalan



        Gambar 4.12 Stop Program


      Pembuatan Layout Halaman Web

      Setelah listing program python dibuat, selanjutnya adalah pembuatan layout halaman web dengan menggunakan HTML. Pada data HTML ini akan ditambahkan JavaScript agar program python yang sudah dibuat bisa dieksekusi pada halaman web.


      1. Kepala Judul Halaman

      2. Bagian ini adalah tentang pembuatan kepala dan judul halaman



        Gambar 4.13 Pembuatan kepala judul halaman



      3. Tombol Fungsi Javascript

      4. Javascript dibuat dengan cara memanggil library webiopi.js yang sudah ada pada framework webiopi. Setelah webiopi.js didapat, maka fungsi-fungsi untuk pembuatan tombol sudah dapat dijalankan. Pada halaman web kita akan menggunakan 5 buah tombol untuk pergerakan robot. Masing-masing tombol akan memanggil fungsi macro yang sebelumnya sudah dibuat pada listing kode python. Dan memposisikan tombol-tombol tersebut sesuai dengan perancangan layoot halaman yang sudah dibuat pada BAB III.



        Gambar 4.14 tombol fungsi javascript



      5. Memanggil macro dari python

      6. Pada bagian ini kita membuat fungsi javascript untuk memanggil fungsi-fungsi macro pada listing kode python serta membuat fungsi-fungsi itu siap untuk di eksekusi secara realtime.



        Gambar 4.15 memanggil macro dari python



      7. Bentuk Ukuran Tombol

      8. Bentuk tombol yang dibuat adalah berupa persegi, dengan ukuran lebar 80 pixel dan tinggil 70 pixel. Pengaturan ukuran ini dibuat agar halaman web ini tidak terlalu besar untuk dibuka ada browser Handphone nantinya.



        Gambar 4.16 mengatur ukuran tombol



      9. Memanggil MJPG Streamer

      10. Disini kita memanggil aplikasi MJPG-Streamer yang sudah berjalan sebagai visualisasi. Ukuran yang diatur juga dibuat agar visualisasi ini tidak terlalu besar untuk browser pada Handphone.



        Gambar 4.17 memanggil mjpeg streamer




      11. Menampilkan Background
      12. Untuk menampilkan background kita perlu mendownload gambar yang kita inginkan agar tersimpan didalam raspberry pi. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut :



        Gambar 4.18 menyimpan gambar ke dalam Raspberry Pi



        dari gambar diatas menjelaskan bahwa untuk menyimpan gambar ke dalam Raspberry Pi diperlukan perintah “sudo wiget” selanjutnya diikuti link gambar yang user inginkan dan tekan enter hingga prosesnya selesai. Setelah gambar tersimpan ke dalam raspberry pi diperlukan sebuah perintah untuk emanggil gambar yang tersimpan tadi kedalam web interface. Berikut ini adalah script yang digunakan untuk menampilkan background.



        Gambar 4.19 perintah untuk menampilkan background

      Menjalankan Aplikasi pada jaringan Lokal

      Setelah konfigurasi dan pembuatan aplikasi web berbasis python selesai. Maka langkah selanjutnya adalah mengaktifkan aplikasi web tersebut agar bisa diakses melalui web browser dengan perintah sebagai berikut:



      Setelah perintah tersebut tereksekusi maka user/client hanya tinggal membuka web browser dan memasukkan IP dari raspberry pi dan port IP yang digunakan untuk aplikasi tersebut.


      Rancangan Prototype

      Prototype robot dibuat berdasarkan gambar rancangan yang ada pada BAB 3. Alat ini dapat bergerak maju, mundur, belok kiri dan kanan. Dengan menggunakan putaran motor DC kanan dan kiri nya.




      Gambar 4.20 Tampak samping




      Gambar 4.21 Tampak depan


      Webcam untuk Kapal diposisikan diatas lampu agar tampilan gambar tidak terhalang oleh bagian lainnya selain itu memberikan gambar tampilan yang lebih jelas karena dibantu oleh penerangan lampu.

      Implementasi

      Schedule

      1. Mengumpulkan Data

      2. Proses pengumpulan data dilakukan untuk mencari sumber dan mengetahui beberapa teori yang digunakan dalam pembuatan sistem dilakukan selama 4 minggu.


      3. Perancangan Sistem

      4. Dalam perancangan sistem ini terbagi menjadi dua, perancangan hardware dan software merupakan proses yang dilakukan agar dapat menghasilkan suatu rancangan yang mudah dipahami oleh user.


      5. Pengujian Sistem

      6. Pengujian sistem dilakukan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang ada, dan untuk memastikan pemasangan hardware dan Software.


      7. Perbaikan Sistem

      8. Penambahan atau pengurangan pada point-point tertentu yang tidak diperlukan, sehingga program benar-benar dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan user.


      9. Training User

      10. Percobaan alat yang sudah di buat apakah benar-benar dapat berjalan atau tidak.


      11. Implementasi Sistem

      12. Setelah diketahui kelayakan dari program yang dibuat, maka akan dilakukan implementasi program.


      13. Dokumentasi Sistem

      14. Sistem yang dibuat didokumentasikan selama penelitian dan perancangan berlangsung.



      Tabel 4.6. Tabel Rencana Implementasi Program



      Implementasi Sistem

      Berikut ini merupakan tabel hasil uji coba implementasi yang telah dilakukan di PT. YKK AP Indonesia.



      Tabel 4.7 Tabel hasil uji coba Implementasi




      Setelah melakukan uji coba implementasi alat berikut ini merupakan kebutuhan web interface dan alat untuk sistem yang akan diimplementasikan adalah sebagai berikut :


      1. Kebutuhan Web interface

      2.  Sebuah smartphone atau ipad atau PC atau laptop yang memiliki aplikasi google chrome/modzila.


      3. Kebutuhan alat

      4. Dalam perancangan sistem ini terbagi menjadi dua, perancangan hardware dan software merupakan proses yang dilakukan agar dapat menghasilkan suatu rancangan yang mudah dipahami oleh user.


         Raspberry Pi : sebagai platform untuk memasukan program dan mengolah data serta merupakan otak dari alat ini.


         Motor DC : 2 motor DC sebagai mesin untuk menggerakan alat / baling-baling.


         TPlink WN722N : 1 buah untuk menerima sinyal wifi yang ada.


         Webcam C170 : 1 buah untuk mengambil gambar secara realtime dengan bantuan raspberry pi.


         Power Supply : Sebagai catu daya untuk memberikan tegangan pada alat.


         Body RC kapal  : Sebagai bentuk dasar alat.


         Lampu LED : lampu LED sebagai penerangan kapal ketika berada disaluran air bawah tanah.


         Motor Driver modul L289n : 1 buah sebagai perantara kendali antara raspberry dengan motor DC.


      Untuk pengontrolannya, alat ini dapat diakses pengguna melalui berbagai perangkat seperti smartphone, komputer, laptop, Tablet Android, iPad dan sebagainya. Spesifikasi perangkat untuk pengguna yaitu :


      1. Memiliki fitur koneksi ke internet
      2. Memiliki browser seperti google chrome, modzilla, opera mini, atau program browser lainnya.

      Estimasi Biaya

      Adapun estimasi biaya sistem keseluruhan yang dibuat dan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :


      Tabel 4.7. Estimasi Biaya




      BAB V

      PENUTUP

      Kesimpulan

      Dari perancangan, pembuatan dan implementasi yang telah dilakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain:

      1. Alat pemantau sumbatan air bawah tanah ini dapat dikontrol melalui jaringan lokal dengan memanfaatkan protokol TCP/IP. Alat ini terlebih dahulu dikoneksikan ke jaringan wifi lokal dan siap untuk dikontrol oleh web browser yang terkoneksi pada jaringan yang sama.
      2. Alat ini dibuat dengan bentuk seperti kapal dan memiliki webcam untuk memantau keadaan saluran air bawah tanah secara realtime serta memaanfaatkan raspberry pi untuk perancangan dan pengembangan prototype.
      3. Dengan pembuatan kontrol berbasis web, alat ini dapat dikendalikan melalui semua perangkat yang mempunyai web browser sehingga memudahkan penggunanya dalam mengoperasikannya.


      Saran

      Berdasarkan perancangan dan kesimpulan yang dibuat, ada beberapa saran untuk pengembangan yaitu :

      1. Alat ini dapat ditambahkan sensor untuk mengukur seberapa jauh jarak saluran air bawah tanah.
      2. Pengendalian alat ini bisa dilakukan secara online dengan menambahkan modem gsm atau cdma pada alat tersebut sehingga dapat digunakan dari jarak yang sangat jauh.
      3. Penambahan motor servo pada bagian kamera sehingga dapat berputar dan lebih luas dalam menampilkan visualisasi.
      4. Penambahan robot tangan yang dapat membuat kapal ini bisa memindahkan suatu objek dari satu titik ke titik lainnya.

      Kesan

      Adapun kesan yang didapatkan setelah melakukan penelitian dan penulisan skripsi ini, diantaranya :

      1. Mendapat banyak wawasan dan ilmu pengetahuan yang tidak didapat dalam perkuliahan.
      2. Menambah ilmu sosial terhadap masyarakat, dan instansi terkait.
      3. Belajar bagaimana menanggapi permasalahan dilingkungan masyarakat khususnya dibidang teknologi.





      DAFTAR PUSTAKA


      1. 1,0 1,1 1,2 Taufiq , Rohmat. 2013. Sistem Informasi Manajemen.Yogyakarta: Graha Ilmu.
      2. Sutarman. 2012. Buku Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Bumi Aksara.
      3. Hartono,Bambang.2013. Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer. Jakarta: PT . Rineka Cipta
      4. 4,0 4,1 Sutabri, Tata. 2012. Konsep Sistem Informasi.Yogyakarta: CV. Andi Offset.
      5. 5,0 5,1 5,2 5,3 5,4 Erinofiardi, Nurul Iman Supardi, Redi. 2012. Penggunaan PLC Dalam Pengontrolan Temperatur, Simulasi Pada Prototype Ruangan. Jurnal Mekanikal, Vol.3 No.2–Juli 2012
      6. Simarmata, Janner. 2010. “REKASA PERANGKAT LUNAK”. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET
      7. Wiyancoko, Dudy. 2010. “Desain Sepeda Indonesia”. Jakarta: PT Dumedia Desain.
      8. Sasankar dan Vinay Chavan. 2011. International Journal of Computer Science & Technology
      9. Rosa, A.S., dan M. Shalahuddin. 2013. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Bandung: Informatika.
      10. Henderi, Maimunah, dan Randy Andrian. 2011. Desain Aplikasi E-learning Sebagai Media Pembelajaran Artificial Informatics. Tangerang: Jurnal CCIT. Vol. 4, No.3-Mei 2011
      11. 11,0 11,1 Darmawan, Deni. 2013. Sistem Informasi Manajemen. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset
      12. 12,0 12,1 Al-Jufri, Hamid. 2011. Sistem Infromasi Manajemen Pendidikan. Jakarta: PT. Smart Grafika.
      13. Adelia dan Jimmy Setiawan. 2011. Implementasi Customer Relationship Management (CRM) pada Sistem Reservasi Hotel berbasisi Website dan Desktop”. Bandung. Jurnal Sistem Informasi, Vol. 6, No.2.
      14. 14,0 14,1 Sumardi. 2013. Mikrokontroler ATMega328.
      15. Dipranoto, Alfan Rachman 2010. PENGHITUNGAN JUMLAH KENDARAAN PADA AREA PARKIR DENGAN MIKROKONTROLLER AT89S51
      16. 16,0 16,1 16,2 16,3 Malik, Ibnu dan Mohammad Unggul Juwana. 2009. ANEKA PROYEK Mikrokontroler PIC16F84/A. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
      17. Chandra dan Deni. 2011. Jago Elektronika Rangkaian Sistem Otomatis. Jakarta: PT Kawan Pustaka.
      18. 18,00 18,01 18,02 18,03 18,04 18,05 18,06 18,07 18,08 18,09 18,10 18,11 Rusmadi, Dedy. 2009. Mengenal Komponen Elektronika. Bandung: Pionir Jaya.
      19. 19,0 19,1 19,2 Bird John. 2010. Electrical And Electronic Principles And Technology. Oxford: PT. Elsevier & Technology.
      20. Budiharto, Widodo. 2009.10 Proyek Robot Spektakuler. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
      21. Siahaan, Daniel. 2012. Analisa Kebutuhan dalam Rekayasa Perangkat Lunak. Yogyakarta: CV. Andi Offset
      22. 22,0 22,1 22,2 Guritno, Sudaryono dan Untung Rahardja. theory and application of IT Research. April 2010Guritno, Suryo, Sudaryono dan Untung Rahardja.2011. Theory and Application of IT Research Metodologi Penelitian Teknologi Informasi. Yogyakarta: CV. Andi Offset.




      Daftar Lampiran

    Contributors

    Choirulanwar