SI1022465480

Dari Widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM E-LEARNING

BERBASIS WEB DI SMK KARYA

PEMBANGUNAN JAMBE

SKRIPSI

Logo stmik raharja.jpg

Disusun Oleh :

NIM : 1022465480

NAMA : RUDI

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

KONSENTRASI SOFTWARE ENGINEERING

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

(2014/2015)


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM E-LEARNING

BERBASIS WEB DI SMK KARYA

PEMBANGUNAN JAMBE

Disusun Oleh :

NIM
: 1022465480
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Teknik Informatika
Konsentrasi
: Software Engineering

  

Disahkan Oleh :

Tangerang, Oktober 2014

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Teknik Informatika
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Junaidi, M.Kom)
NIP : 00594
       
NIP : 001405


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM E-LEARNING

BERBASIS WEB DI SMK KARYA

PEMBANGUNAN JAMBE

Dibuat Oleh :

NIM
: 1022465480
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Teknik Informatika

Konsentrasi Software Engineering

Disetujui Oleh :

Tangerang, Oktober 2014

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Aris Martono, S.Kom, M.M.Si)
   
NID : 08197
   
NID : 08206


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI


PERANCANGAN APLIKASI SISTEM E-LEARNING

BERBASIS WEB DI SMK KARYA

PEMBANGUNAN JAMBE

Dibuat Oleh :

NIM
: 1022465480
Nama


Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Teknik Informatika

Konsentrasi Software Engineering

Tahun Akademik 2013/2014

Disetujui Penguji :

Tangerang, Oktober 2014

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :



SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI



PERANCANGAN APLIKASI SISTEM E-LEARNING

BERBASIS WEB DI SMK KARYA

PEMBANGUNAN JAMBE


Disusun Oleh :

NIM
: 1022465480
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Teknik Informatika
Konsentrasi
: Software Engineering

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, Oktober 2014


 
 
NIM : 1022465480

(*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;


ABSTRACT

Along with therapid advancement of globalization , the advances in information technologyhave also increased . From the various results of advances in informationtechnology are the development of the website . Web site has a very importantrole in the development of education . One of the benefits of education websitesin the world is as a medium of information , both for students and teachers .In the field of education also happen that evolution . The Internet itself hascontributed very well in the field of training and education procurement veryfast , with better methods and with shorter preparation . During this learningprocess in vocational Jambe Development work is still conventional , in otherwords that the learning process between students and teachers can only be madeon condition that the meetings between students and teachers in the classroom .If a meeting between students and teachers did not occur or the teacher is notpresent and the limited learning time school , then automatically the learningprocess will be inhibited . Various concepts and new techniques in teaching hasbeen developed to replace the traditional methods that only rely on one -waymethod of teaching in the classroom . One method of teaching emerging in thepresent is e -learning . E-learning can assist teachers in teaching materials todistribute them without having to be in class by using the internet , it canmaximize instructional time in the classroom is limited . With e - learning canhelp the learning process to be optimized . Make it easy for teachers to beable to distribute course materials to students / i in construction work andalso students Jambe / i can easily get the subject matter . Website e -learning can be used as an additional discussion of media to discuss thesubject matter is not yet complete and can work on the problems in the form ofmultiple choice exams and collect the tasks given by the teacher .

Keywords : SMK Karya Pembangunan Jambe, E-learning, Education.

ABSTRAKSI

Seiring dengan semakin majunya era globalisasi, maka kemajuan teknologi informasi juga semakin meningkat. Dari berbagai hasil kemajuan teknologi informasi terdapat perkembangan website. Website mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Salah satu manfaat website dalam dunia pendidikan adalah sebagai media informasi, baik bagi siswa ataupun guru. Dalam bidang pendidikan juga terjadi evolusi tersebut. Internet sendiri telah memberikan kontribusi yang sangat baik dalam bidang pelatihan dan pendidikan yang pengadaannya sangat cepat, dengan metode yang lebih baik dan dengan persiapan yang lebih singkat. Selama ini semua proses pembelajaran di SMK Karya Pembangunan Jambe masih bersifat konvensional, dengan kata lain bahwa proses belajar mengajar antara siswa dengan guru hanya dapat dilakukan dengan syarat terjadinya pertemuan antara siswa dengan guru di dalam kelas. Jika pertemuan antara siswa dengan guru tidak terjadi atau guru yang bersangkutan tidak hadir dan waktu pembelajaran yang dibatasi pihak sekolah, maka secara otomatis proses pembelajaran pun akan terhambat. Berbagai konsep dan teknik baru dalam pengajaran telah banyak dikembangkan untuk menggantikan metode tradisional yang hanya mengandalkan pada metode pengajaran satu arah di kelas. Salah satu metode pengajaran yang sedang berkembang di masa sekarang adalah e-learning. E-learning dapat membantu para pengajar dalam mendistribusikan bahan ajar mereka tanpa harus berada di kelas dengan menggunakan internet, hal ini dapat memaksimalkan waktu pembelajaran di kelas yang terbatas. Dengan adanya e-learning ini dapat membantu proses belajar mengajar agar lebih optimal. Memudahkan para guru untuk dapat mendistribusikan materi pelajaran untuk siswa/i di Karya Pembangunan Jambe dan juga siswa/i dapat dengan mudah mendapat materi pelajaran. Website e-learning ini dapat dijadikan media diskusi tambahan untuk membahas materi pelajaran yang belum tuntas serta dapat mengerjakan soal-soal ujian berupa pilihan ganda dan mengumpulkan tugas-tugas yang di berikan oleh guru.

Kata kunci : SMK Karya Pembangunan Jambe, E-Learning, Pendidikan

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillahirabbil’alamin. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya penulis berhasil menyelesaikan Skripsi dengan judul Perancangan Aplikasi Sistem E-Learning Berbasis Web Di SMK Karya Pembangunan Jambe.

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom) untuk jenjang S1 di Perguruan Tinggi Raharja, Cikokol Tangerang. Sebagai bahan penulisan, penulis mengambil data berdasarkan hasil observasi, wawancara, serta studi pustaka yang mendukung penulisan ini.

Dalam penyusunan Skripsi ini, penulis banyak dibantu oleh berbagai pihak, baik berupa dorongan moril maupun materil, serta bimbingan dan semangat yang diberikan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan semua pihak, maka penulis tidak akan dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih secara tulus dan ikhlas khususnya kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Ketua STMIK Raharja
  2. Bapak Aris Martono, S.Kom, M.M.Si, selaku Dosen Pembimbing Pertama dalam penyusunan Skripsi ini, terima kasih atas saran dan bimbingannya.
  3. Bapak Junaidi, M.Kom, selaku Kepala Jurusan Teknik Informatika.
  4. Bapak Muhaimin Hasanudin, S.T, selaku Dosen Pembimbing II.
  5. Bapak Anggoro Edipriatno, S.Si selaku Pembimbing lapangan pada SMK Karya Pembangunan Jambe.
  6. Kedua Orang tua tercinta, yang selalu memberikan semangat dan dukungan moril, materil serta doanya untuk keberhasilan penulis.
  7. Teman – teman yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu, terima kasih karena telah banyak membantu penulis dalam menulis laporan ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyajian dan penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya.

Akhir kata penulis berharap laporan Skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan acuan yang bermanfaat dikemudian hari.

  
Tangerang, Oktober 2014
    
(Rudi)
NIM : 1022465480

Daftar isi

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Seiring dengan semakin majunya era globalisasi, maka kemajuan teknologi informasi juga semakin meningkat. Dari berbagai hasil kemajuan teknologi informasi terdapat perkembangan website. Website mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Salah satu manfaat website dalam dunia pendidikan adalah sebagai media informasi, baik bagi siswa ataupun guru.

Pengguna website dalam dunia pendidikan merupakan contoh e-Learning yang sering disebut dengan Web Based Training (WBT). Pemanfaatan website tersebut memiliki efisiensi waktu dan kecepatan penyampain informasi yang diinginkan. Tidak terbatasnya oleh waktu dan lingkup sekolah saja. Selain berbasis web, e-Learning juga dapat berbentuk Computer Based Training (CBT) yang biasanya menggunakan software yang digunakan untuk belajar secara interaktif. Pengelompokan e-Learning tersebut berdasarkan atas basis teknologi.

Dalam bidang pendidikan juga terjadi evolusi tersebut. Internet sendiri telah memberikan kontribusi yang sangat baik dalam bidang pelatihan dan pendidikan yang pengadaannya sangat cepat, dengan metode yang lebih baik dan dengan persiapan yang lebih singkat. Maka dari itu aplikasi yang tepat untuk dikembangan dalam dunia pendidikan saat ini adalah e-learning.

Dengan adanya e-learning para pelajar akan mendapatkan wawasan dan ilmu pengetahuan tidak hanya datang ke sekolah, tetapi juga dapat mengakses internet dari rumah maupun tempat yang menyediakan layanan internet. Aplikasi e-learning sendiri mencakup beberapa fitur yang menjadi standarisasi dalam proses pembelajaran seperti pendistribusian materi, forum diskusi ataupun pemberian tugas yang dapat dilakukan oleh guru dan siswa. Oleh sebab itu penulis berfikir untuk membuat Perancangan Aplikasi Sistem e-Learning Berbasis Web Di SMK Karya Pembangunan Jambe sebagai judul pengajuan Skripsi ini.

Perumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah diuraikan, maka penulis mengambil beberapa pokok perumusan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana sistem pembelajaran yang ada di SMK Karya Pembangunan Jambe?
  2. Bagaimana kendala yang ada pada sistem pembelajaran di SMK Karya Pembangunan Jambe saat ini?
  3. Bagaimana merancangan sistem pembelajaran yang diusulkan pada SMK Karya Pembangunan Jambe?

Ruang Lingkup

Karena luasnya permasalahan yang ada di lingkungan SMK Karya Pembangunan Jambe ini, maka penulis membatasinya. Adapun batasan masalah penelitian yang penulis buat yaitu : Sistem belajar-mengajar yang ada di SMK Karya Pembangunan Jambe.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian menguraikan secara jelas tujuan yang dilaksanakan peneliti pada objek penelitian yang dipilih. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang ditetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Dalam menentukan tujuan penelitian, harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang ada. Karena tujuan menentukan arah penelitian. Tujuan merinci apa saja yang ingin diketahui, sehingga jika permasalahan sudah terjawab maka tujuan penelitian sudah tercapai.

Tujuan dari penelitian ini adalah :

Tujuan operasional dari penelitian ini adalah Menerapkan konsep penerapan e-Learning sebagai media belajar dan mengajar pada SMK Karya Pembangunan Jambe.

Tujuan fungsional penelitian dan penulisan ini dapat bermanfaat bagi SMK Karya Pembangunan Jambe dalam upaya memperkenalkan diri dan dalam pemasaran kepada masyarakat dan juga sebagai media belajar dan mengajar lebih interaktif.

Tujuan individual Dapat mengetahui sistem pembelajaran dan merancang sistem pembelajaran yang diusulkan pada SMK Karya Pembangunan Jambe

Manfaat Penelitian

Manfaat Bagi Sekolah

  1. Dapat dijadikan sebagai referensi pengembangan sistem belajar mengajar pada SMK Karya Pembangunan Jambe.
  2. Untuk mempermudah guru dan siswa dalam proses pembelajaran agar menjadi lebih efisien dan interaktif.

Manfaat Bagi Penulis

  1. Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja dengan membuat laporan penelitian secara ilmiah dan sistematis.
  2. Untuk dapat mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam system yang diusulkan ini.

Metode Penelitian

Dalam hal ini metode penelitian yang digunakan adalah metode dengan cara mengumpulkan dan menggambarkan data mengenai keadaan secara langsung dari lapangan atau tepatnya yang menjadi objek penelitian untuk mendapatkan data secara relevan. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, penulis melakukan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

Metode Pengumpulan Data

  1. Metode Observasi

    Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung pada objek yang diteliti dan meminta data yang diperlukan sebagai bahan untuk menulis laporan penelitian.

  2. Metode Wawancara

    Memperoleh keterangan dengan cara memberikan pertanyaan dengan seorang atau beberapa narasumber yang berkaitan dengan penelitian pada SMK Karya Pembangunan untuk mencari kelengkapan dan kebenaran suatu data, yang akan dibuat menjadi suatu data, agar menjadi informasi yang benar dan akurat.

  3. Metode Studi Pustaka

    Mendapatkan informasi dari beberapa sumber-sumber literature seperti buku, internet, artikel, jurnal, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan penelitian sebagai bahan referensi dalam penyusunan laporan Skripsi ini.

Metode Analisa

  1. Metode Analisa Sistem

    Dalam metode ini penulis menggambarkan metode analisa yang menghubungkan alasan kenapa penulis melakukan metode metode tertentu dalam penulisan.

  2. Metode Analisa Perancangan Program

    Dalam metode ini penulis melakukan analisa terhadap struktur struktur bagian yang dapat menggambarkan rancangan program yang penulis buat dengan menggunakan tabel keputusan dan bagian alir program (Flowchart) pada proses aplikasi.

Metode Perancangan Sistem

Dalam metode perancangan sistem yang diusulkan ini, penulis menggunakan metode perancangan Unified Modeling Language (UML) dengan menggunakan alat bantu (tools) berupa visual paradigm for Enteprise Edition. Untuk implementasi menggunakan program PHP dengan control panel Macromedia Dreamweaver dan MySql sebagai databasenya.

Metode Prototipe

Dalam penulisan ini penulis menjabarkan metode yang digunakan yaitu metode evolutionary dalam pembuatan penulisan sehingga setelah rancangan prototipe selesai dapat dikembangkan kembali ke dalam rancangan final program.

Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas laporan ini, maka materi-materi yang tertera pada Laporan Skripsi ini dikelompokkan menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penyampaian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan teori yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku yang berkaitan dengan penyusunan laporan skripsi serta beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian.

BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Bab ini berisikan gambaran dan sejarah singkat SMK Karya Pembangunan Jambe, struktur organisasi, permasalahan yang dihadapi, alternatif pemecahan masalah, analisa proses, UML (Unified Modelling Language) sistem yang berjalan, serta elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan final draft elisitasi, serta pembahasan secara detail final elisitasi yang ada di bab sebelumnya, di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sebelum adanya sistem yang diusulkan.

BAB IV RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Bab ini menjelaskan analisa sistem yang diusulkan dengan menggunakan UML (Unified Modelling Language) dari sistem yang diimplementasikan, serta pembahasan secara detail final elisitasi yang ada di bab sebelumnya, dijabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sesudah adanya sistem yang diusulkan.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN


BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

Berikut ini adalah beberapa definisi sistem menurut beberapa ahli, di antaranya:

  1. Mengemukakan bahwa sistem Mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.(Indrajit, 2009) [1]
  2. Pengertian Sistem Menurut (Jogiyanto, 2009) [2] mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
  3. Pengertian Sistem Menurut (Murdick, R.G, 2009) [3] “Suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.”
  4. Pengertian Sistem Menurut (Davis, G.B. 2009) [4] “Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama sama untuk menyelesaikan suatu sasaran”
  5. Definisi Sistem Menurut (Harijono Djojodihardjo, 2008) [5] “Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.”

Dengan demikian sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagaian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan dari system tersebut. maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran dalam ruang lingkup yang sempit.

Karakteristik Sistem

(Jogianto H.M, 2010) [6] mengemukakan bahwa suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, antara lain:

  1. Komponen Sistem (Component)

    Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem yang saling berinteraksi, artinya elemenelemen tersebut saling berinteraksi membentuk suatu keasatuan.

  2. Batas Sistem (Boundary)

    Batas sistem merupakan suatu daerah yang membatasi anatar suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan.

  3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

    Lingkungan luar dari suatu sistem adalah sesuatu (apa saja) di luar batas sistem yang berpengaruh terhadap proses operasional sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat merugikan atau menguntungkan sistem tersebut.

  4. Penghubung (Interface)

    Interface adalah media penghubung antara satu elemen atau subsistem dengan eleman atau subsistem lain sehingga beberapa elemen atau subsistem dapat terintegrasi. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber daya-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem yang lainnya.

  5. Pengolahan (Process)

    Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

  6. Masukan (Input)

    Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).

  7. Keluaran (Output)

    Merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

  8. Sasaran (Objectives) dan Tujuan (Goal)

    Suatu sistem dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuannya. Jika suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

Klasifikasi Sistem

(Jogianto H.M, 2010 : 3) [7] menyatakan bahwa sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya:

  1. Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system). Sistem abstrak Adalah sistem berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.
  2. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia melibatkan interaksi antara manusia dan mesin.
  3. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
  4. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Sebaliknya, sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

(Husni Iskandar Pohan dan Kusnasriyanti Saiful Bahri, 2009) [8] menjelaskan bahwa pada dasarnya hanya ada dua jenis sistem yaitu:

  1. Sistem alami (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dan lain sebagainya.)
  2. Sistem buatan manusia (sistem hukum, sistem perpustakaan, system transportasi dan lain sebagainya.)

Pelaku dari sistem yang dimaksud terdiri dari tujuh kelompok yaitu:

  1. Pemakai Pada umumnya ada tiga jenis pemakai yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
  2. Manajemen Tiga jenis manajemen yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang diterapkan dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan.
  3. Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran - ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahan sejenis

Konsep Dasar Sistem Informasi

Istilah teknologi dan sistem informasi dapat digunakan secara informal tanpa mendefinisikan istilah tersebut. Penerapan sistem informasi pada prinsipnya lebih rumit, hal tersebut dapat dipahami secara baik dengan melihat perspektif teknologi yang berada dalam suatu organisasi (Kent, 2009) [9].

Definisi Sistem Informasi

Terdapat berbagai macam pengertian sistem informasi menurut beberapa ahli, diantaranya sebagai berikut :

  1. Sistem informasi adalah sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, membantu dan mendukung kegiatan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu mempermudah penyediaan laporan yang diperlukan. (Erwan Arbie, 2008) [10]
  2. Sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya. (Tafri D. Mahyuzir, 2010) [11]
  3. Menurut (O’Brien, J.A. 2008) [12], sistem informasi adalah suatu kombinasi terartur apapun dari people (orang), hardware (perangkat keras), software (piranti lunak), computer networks and data communications (jaringan komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi di dalam suatu bentuk organisasi.
  4. Leitch Rosses (dalam Jogiyanto, 2010 : 11) mengemukakan sistem informasi adalah suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolah transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
  5. Menurut (Lani Sidharta, 2009) [13]“Sebuah sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berisi himpunan terintegrasi dari komponen – komponen manual dan komponen – komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, memproses data, dan menghasilkan informasi untuk pemakai”

Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi terdiri dari lima sumber daya yang dikenal sebagai komponen sistem informasi. Kelima sumber daya tersebut adalah manusia, hardware, software, data, dan jaringan. Kelima komponen tersebut memainkan peranan yang sangat penting dalam suatu sistem informasi. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua sistem informasi mencakup kelima komponen tersebut. Misalnya, sistem informasi pribadi yang tidak mencakup jaringan telekomunikasi. (Mulyanto, 2009 : 247) [14]

  1. Sumber Daya Manusia

    Manusia mengambil peranan yang penting bagi sistem informasi. Manusia dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem informasi. Sumber daya manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pengguna akhir (end user) dan pakar sistem informasi. Pengguna akhir (end user) adalah orang-orang yang menggunakan informasi yang dihasilkan dari sistem informasi, misalnya pelanggan, pemasok, teknisi, mahasiswa, dosen, dan orang-orang yang berkepentingan dengan informasi dari sistem informasi tersebut. Sedangkan pakar sistem informasi adalah orang-orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi, misalnya sistem analis, developer, operator sistem, dan staf dministrasi lainnya.

  2. Sumber Daya Hardware

    Sumber daya hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam pemrosesan informasi.Sumber daya hardware tidak hanya sebatas komputer saja, melainkan semua media data seperti lembaran kertas dan disk magnetik atau optikal.

  3. Sumber Daya Software

    Sumber daya software adalah semua rangkaian perintah (instruksi) yang digunakan untuk memproses informasi. Sumber daya software tidak hanya berupa program saja, tetapi juga berupa prosedur. Program merupakan sekumpulan instruksi untuk memproses informasi. Sedangkan prosedur adalah sekumpulan aturan yang digunakan untuk mewujudkan pemrosesan informasi dan mengoperasikan perintah bagi orang-orang yang akan menggunakan informasi.

  4. Sumber Daya Data

    Sumber daya data bukan hanya sekedar bahan baku untuk masukan sebuah sistem informasi, melainkan sebagai dasar membentuk sumber daya organisasi. Seperti yang dijelaskan sebelumnya data dapat berbentuk teks, gambar, audio atau suara, maupun video.

  5. Sumber Daya Jaringan

    Sumber daya jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan komputer, pemroses komunikasi, dan peralatan lainnya, serta dikendalikan melalui software.

Definisi Perancangan Sistem

Perancangan Sistem merupakan tahap selanjutnya setelah analisa sistem. Setelah mendapatkan gambaran dengan jelas tentang apa yang akan dikerjakan pada analisa sistem.

Menurut Mulyanto (2009:271), “Perancangan terdiri dari dua aktifitas utama, yaitu perancangan perangkat keras meliputi perancangan arsitektur serta perancangan perangkat lunak yang meliputi perancangan database yang berupa ERD dan perancangan sistem yang dapat berupa DFD.”

Menurut Siti Aisyah dan Nawang Kalbuana dalam jurnal CCIT (Aisyah dkk, 2011:203). Pada metode analisa sistem dan perancangan yang menggunakan metode yang dikenal dengan nama ”System Develoment Life Cycle (SDLC). SDLC merupakan metodelogi umum dalam pengembangan sistem yang menandai kemajuan dai usaha analisa dan desain”. Langkah-langkah SDLC meliputi fase-fase sebagai berikut:

  1. Perancangan Sistem

    Dalam tahapan perencanaan sistem ini dijelaskan bagaimana langkahlangkah dalam perancangan aplikasi kemahasiswaan dengan teknologi mobile.

  2. Analisa Sistem

    Analisa sistem yang akan dirancang, serta melakukan penelitian terhadap kebutuhan-kebutuhan sistem, apa saja kekurangannya.

  3. Perancangan

    Yaitu tahapan untuk melakukan perancangan aplikasi mobile, terdapat tiga tahapan perancangan, yaitu: perancangan interface, perancangan isi, dan perancangan program.

Sedangkan menurut Henderi dkk. dalam jurnal CCIT (Henderi dkk, 2011:322) ”Tahap analisis sistem adalah tahap penguraian dari suatu sistem yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhankebutuhan yang diharapkan sehingga dapat dibuat rancangan sistem yang baru sesuai dengan kebutuhan.

Dari definisi di atas dapat diketahui bahwa tujuan dari padaperancangan sistem adalah untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem dan juga untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemprogram komputer dan ahli-ahli tekhnik lainnya yang terlibat.

Untuk mencapai tujuan ini maka perancangan sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan. Perancangan sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi, simpanan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orangorang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern. Dalam tahap perancangan sistem, alat bantu yang digunakan dalam mendesain program komputer adalah bagan terstruktur.

Desain sistem informasi bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang harus dikerjakan, tahap ini menyangkut konfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari system akan benar-benar memuaskan rancangan yang telah ditetapkan.

Tujuan Perancangan Sistem

Adapun tujuan yang hendak dicapai dari tahap perancangan system mempunyai maksud atau tujuan utama, yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem (user)
  2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan menghasilkan rancang

Bangun yang lengkap kepada pemrograman komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat dalam pengembangan atau pembuatan sistem. Untuk mencapai tujuan tersebut analis sistem harus dapat mencapai sasaran- sasaran sebagai berikut :

  1. Perancangan sistem harus berguna, mudah dipahami dan digunakan
  2. Perancangan sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan yang telah didefinisikan pada tahap perencanaan sistem.
  3. Perancangan sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung Pengolahan transaksi, pengolahan informasi, laporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer.

Hal Mendasar Dalam Pengembangan Sistem

Dalam pengembangan dan perancangannya, penganalisa sistem merupakan bagian dari tim yang berfungsi mengembangkan sistem yang memiliki daya guna tinggi dan memenuhi kebutuhan pemakai akhir. Pengembangan dipengaruhi sejumlah hal, yaitu :

  1. Produktifitas

    Saat ini dibutuhkan sistem yang lebih banyak, lebih baik dan lebih cepat. Hal ini membutuhkan lebih banyak programmer dan penganalisa sistem yang berkualitas,kondisi kerja ekstra, kemampuan pemakai untuk mengembangkan sendiri, bahasa pemrograman yang lebih baik, perawatan sistem yang lebih baik (umumnya 50% s.d 70% sumber daya digunakan untuk perawatan sistem), disiplin teknis pemakaian perangkat lunak, dan perangkat pengembangan sistem yang terotomasi.

  2. Reliabilitas

    Waktu yang dihabiskan untuk testing sistem secara umum menghabiskan 50% dari waktu total pengembangan sistem. Dalam kurun waktu 30 tahun sejumlah sistem yang digunakan diberbagai perusahaan mengalami kesalahan dan ironisnya tidak mungkin untuk diubah. Sebagai contoh kasus; untuk setiap program yang dihasilkan dari IBM‟s superprogramer Project punya tiga sampai lima kesalahanun tuk setiap kesalahan untuk setiap sepuluh statement pemrograman.

Siklus Hidup Perancangan Sistem

Pada dasarnya ada dua metode pendekatan dalam membangun sistem, yang pertama yaitu top-down. Pada metode ini sistem yang diturunkan dari pemetaan secara global yang kemudian akan menurun ke arah yang lebih deskriptif. Metode ini dapat dianalogikan sebagai pembuatan rumah yang dimulai dari aspek yang paling mendasar, yaitu pondasi hingga bagian terkecil, misalnya katakanlah sebuah keran pada kamar kecil.

Metode kedua, yaitu bottom-up, dimana sistem dipetakan dari satuan terkecil hingga ke satuan terbesar, misalnya perakitan mobil. Pada perakitan mobil seolah-olah dimulai dari yang terkecil, misalnya sebuah mur pada mesin hingga badan mobilnya sendiri. Pada awal tahun 1980 mulai dikenal tekhnik pendesainan secara terstruktur dengan menggunakan konsep pararel dan siklus, misalnya anatara uji coba prgram dan pemrograman dapat dilakukan kerja pararel dan seandainya ada sesuatu yang salah ketika diimplementasikan maka dilakukan survey, analisa dan desain ulang yang menggantikan metode pendesainan klasik cenderung serial. Aktifitas pendesainan secara terstruktur melingkupi :

  1. Survey

    Berfungsi untuk mengetahui kebutuhan pemakai, kesalahan-kesalahan dalam sistem lama, menetapkan tujuan perancangan, mengajukan usulan otomasi sistem yang layak dan dapat diterima, dan menyiapkan laporan survey.

  2. Analisa Sistem

    Menggabungkan laporan survey dan kebijakan pemakai menjadi spesifikasi yang terstruktur dengan menggunakan pemodelan.

  3. Desain

    Mengimplementasikan model yang diinginkan pemakai.

  4. Implementasi

    Mempresentasikan hasil desain kedalam pemrograman.

  5. Uji Coba Desain

    Menguji coba seluruh spesifikasi terstruktur.

  6. Testing Akhir

    Menguji coba sistem secara keseluruhan.

  7. Deskripsi Prosedur

    Pembuatan laporan teknis tertulis seperti petunjuk pemakaian dan pengoperasian.

  8. Konversi Database

    Mengkonversi data, karena kata “data” sudah berarti jamak pada sistem sebelumnya.

  9. Instalansi

    Aspek terakhir yang mesti dilakukan mencakup serah terima manual, perangkat keras dan pelatihan pemakaian.

Unified Modeling Language (UML)

Berikut ini definisi Unified Modeling Language (UML) menurut para ahli:

  1. “Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa yang telah menjadi standard untuk visualisasi, menetapkan, membangun dan mendokumentasikan artifak suatu sistem perangkat lunak”. Ilham Perdana (2007).
  2. “Unified Modeling Language (UML) adalah alat bantu analisis serta perancangan perangkat lunak berbasis objek”. Adi Nugroho (2007).
  3. “Unified Modeling Language (UML) merupakan standard modeling language yang terdiri dari kumpulan-kumpulan diagram, dikembangkan untuk membantu para pengembang sistem dan software agar bisa menyelesaikan tugastugas seperti: Spesifikasi, Visualisasi, Desain Arsitektur, Konstruksi, Simulasi dan testing serta Dokumentasi”. (Joomla dari http://soetrasoft.com : 2013).

"Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis OO (Object Oriented)”.

“Dalam kerangka spesifikasi, Unified Modeling Language (UML) menyediakan model-model yang tepat, tidak mendua arti (ambigu) serta lengkap” (Adi Nugroho: 2009). Secara khusus, Unified Modeling Language (uml menspesifikasikan langkah-langkah penting dalam pengambilan keputusan analisis, perancangan serta implementasi dalam sistem yang sangat bernuansa perangkat lunak (software intensive system). Dalam hal ini, Unified Modeling Language (UML) bukanlah merupakan bahasa pemprograman tetapi model-model yang tercipta berhubungan langsung dengan berbagai macam bahasa pemprograman, sehingga adalah mungkin melakukan pemetaan (mapping) langsung dari model-model yang dibuat dengan Unified Modeling Language (UML) dengan bahasabahasa pemprograman berorientasi obyek, seperti Java, Borland Delphi, Visual Basic, C++, dan lain-lain.

Teori Khusus

Pengertian Aplikasi Web

Pada awalnya aplikasi web dibangun dengan hanya menggunakan bahasa yang disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya, sejumlah skrip dan objek dikembangkan untuk memperluas kemampuan HTML seperti PHP dan ASP pada skrip dan Apllet pada objek. Aplikasi Web dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu aplikasi web statis dan dinamis. Web statis dibentuk dengan menggunakan HTML. Kekurangan aplikasi seperti ini terletak pada keharusan untuk memelihara program secara terus menerus untuk mengikuti setiap perkembangan yang terjadi. Kelemahan ini diatasi oleh model aplikasi web dinamis. Pada aplikasi web dinamis, perubahan informasi dalam halaman web dilakukan tanpa perubahan program tetapi melalui perubahan data. Sebagai implementasi, aplikasi web dapat dikoneksikan ke basis data sehingga perubahan

Informasi dapat dilakukan oleh operator dan tidak menjadi tanggung jawab dari webmaster. Arsitektur aplikasi web meliputi klien, web server, middleware dan basis data. Klien berinteraksi dengan web server. Secara internal, web server berkomunikasi dengan middleware dan middleware yang berkomunikasi dengan basis data. Contoh middleware adalah PHP dan ASP. Pada mekanisme aplikasi web dinamis, terjadi tambahan proses yaitu server menerjemahkan kode PHP menjadi kode HTML. Kode PHP yang diterjemahkan oleh mesin PHP yang akan diterima oleh klien.(Abdul Kadir, 2010)

Definisi e-Learning

E-Learning (Electronic Learning) adalah sistem pembelajaran elektronik dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-Learning pertama kali diperkenalkan oleh Universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (Computer- Assisted Instruction ) dan komputer bernama PLATO. Berikut ini adalah pengertian e-Learning menurut beberapa ahli:

  1. “e-Learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan”. Jaya Kumar C. Koran (2008)
  2. “e-Learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya”. (Dong Kamarga, 2008).
  3. Rosenberg (2010) menekankan bahwa e-Learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
  4. “e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain” (Darin E. Hartley, 2010).
  5. “e-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone” (Glossary, 2010).
  6. Dalam e-Learning Concepts and Techniques (Bloomsburg, 2006) mendefinisikan: “e-Learning adalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. E-Learning efisien karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi. Jarak dieliminasi karena isi dari e-learning didesain dengan media yang dapat diakses dari terminal komputer yang memiliki peralatan yang sesuai dan sarana teknologi lainnya yang dapat mengakses jaringan atau Internet.”
  7. Dari definisi-definisi yang muncul dapat kita simpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-Learning.

Keuntungan e-learning

Wahono, (2007) Keuntungan menggunakan e-Learning diantaranya sebagai berikut :

  1. Fleksibel karena siswa dapat belajar kapan saja, di mana saja, dan dengan tipe pembelajaran yang berbeda-beda.
  2. Menghemat waktu proses belajar mengajar.
  3. Mengurangi biaya perjalanan.
  4. Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan.
  5. Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.

Kelemahan e-learning

Kelemahan menggunakan e-learning diantaranya sebagai berikut (Rosenberg, 2008):

  1. Karena e-Learning menggunakan teknologi informasi, tidak semua orang terutama orang yang masih awam dapat menggunakannya dengan baik.
  2. Membuat e-Learning yang interaktif dan sesuai dengan keinginan pengguna membutuhkan programming yang sulit, sehingga pembuatannya cukup lama.
  3. E-Learning membutuhkan infrastruktur yang baik sehingga membutuhkan biaya awal yang cukup tinggi.
  4. Tidak semua orang mau menggunakan e-learning sebagai media belajar.

Pengertian Adobe Dreamweaver CS

Dreamweaver CS merupakan software dari adobe yang digunakan sebagai HTML editor professional untuk mendesain web secara visual, dan dapat juga digunakan untuk mengelola situs atau halaman web. Selain itu, Dreamweaver memberikan keleluasaan kepada pengguna untu menggunakannya sebagai media penulisan bahasa pemrograman web. Dalam perkembangannya saat ini Dreamweaver banyak digunakan oleh para desaigner web maupun programmer web. Dengan kemampuan fasilitas yang optimal dalam jendela desaign, membuat program ini memberikan kemudahan untuk mendesaign web. Sedangkan kemampuan Dreamweaver untuk berinteraksi dengan beberapa bahasa pemrograman seperti PHP, ASP, JavaScript dan yang lainya njuga memberikan fasilitas maksimal kepada desaigner web yang menyertakan bahasa pemrograman web.

Pengertian MySQL

MySQL adalah sebuah server database SQL multi user dan multithreded. SQL sendiri adalah salah satu bahasa database yang paling popular di dunia. Implementasi program server database ini adalah program daemon „mysql‟ dan beberapa program lain serta beberapa pustaka. MySQL dibuat oleh TcX dan telah dipercaya mengelola sistem dengan 40 buah database berisi 10,000 tabel dan 500 diantaranya memiliki 7 juta baris (kira-kira 100 gigabyte data). Database ini dibuat untuk keperluan sistem database yang cepat, andal, dan mudah digunakan. Walaupun memiliki kemampuan yang cukup baik, MySQL untuk sistem operasi Unix bersifat feeware, dan terdapat shareware untuk sistem operasi Windows. Menurut pembuatannya, MySQL disebut “my ess que ell” dan bukan my-sequel. Selain itu juga MySQL adalah database server yang sangat ideal untuk data segala ukuran. Dengan kemampuannya yang dapat bekerja di lingkungan Unix maupun Win32 dan sifat yang Open Source Freeware. MySQL menjadi pilihan yang tepat bagi pengembang aplikasi kelas menengah ke bawah dan kelas korporat. Kemampuan paling menonjol MySQL adalah dalam hal kecepatannya yang sangat tinggi dalam melakukan proses data, multi-thread, multi-user. Sebagaimana database sistem yang lain, dalam SQL juga dikenal hierarki server dengan database-database. Tiap-tiap database memiliki tabel-tabel. Tiap-tiap table memiliki field-field.

PHP (Personal Home Page)

PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor. PHP merupakan bahasa pemrograman untuk memebuat web yang bersifat server-side scripting. PHP memungkinkan anda untuk membuat halaman web yang bersifat dinamis. PHP dapat dijalankan pada berbagai macam sistem operasi, misalnya Windows, LINUK, dan Mac OS. Selain Apache, PHP juga mendukung beberapa server lain , misalnya Microsoft IIS, Caudium, PWS, dan lain-lain.

PHP dapat memanfaatkan database untuk menghasilkan halaman web yang dinamis. Sistem manajemen database yang sering digunakan bersama PHP adalah My SQL. Namun, PHP juga mendukung sistem manajemen database Oracle, Microsoft Acces, Interbase, dbase, postegreSQL, dan lain-lain.

Elisitasi

A. Definisi Elisitasi

Menurut Hidayati (2007) : ”Elisitasi berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen/Stake Holder terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.” Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui 3 tahap, yaitu elisitasi tahap 1, elisitasi tahap 2, elisitasi tahap 3, dan final draft elisitasi.

B. Elisitasi tahap I

Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

C. Elisitasi tahap II

Merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

  1. M pada MDI itu artinya Mandatory (penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.
  2. D pada MDI itu artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.
  3. I pada MDI itu artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem
  4. I pada MDI itu artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem

D. Elisitasi tahap III

Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE (Technical Operational Economy), yaitu sebagai berikut:

  1. T artinya Technical, maksudnya bagaimana tatacara / teknik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.
  2. O artinya Operational, maksudnya bagaiman tatacara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan.
  3. E artinya Economy, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem.

E. Final Draft Elisitasi

Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitas yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Tinjauan Pustaka (Literature Review)

Metode studi pustaka dilakukan untuk menunjang metode wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dilakukan dengan mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan, referensi dapat diperoleh dari buku-buku atau internet.

Manfaat dari studi pustaka (Literature Review) ini antara lain :

  1. Tinjauan studi dari penelitian Mawar Ramadhani, (2012), Universitas Negeri Yogyakarta.

    Dalam penelitian yang berjudul Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web Pada Pelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kalasan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran E-Learning berbasis web pada pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap hasil belajar siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kalasan. Teknikpengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simple random sampling (secara acak). Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa efektivitas penggunaan media pembelajaran E-Learning berbasis web lebih tinggi daripada menggunakan media pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh uji hipotesis posttest dan nilai gain ternormalisasi. Hasil uji hipotesis posttest dengan Uji t adalah P (0.006) < ∝ (0.05). (Ramadhani, 2012).

  2. Studi penelitian Tri Darmayanti, Made Yudhi Setiani dan Boedhi Oetojo, (2007), Universitas Terbuka, dalam Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Volume 8, Nomor 2, September 2007, 99- 113.

    Dalam jurnal yang berjudul e- Learning Pada Pendidikan Jarak Jauh: Konsep Yang Mengubah Metode Pembelajaran Di Perguruan Tinggi Di Indonesia (Darmayanti, dkk, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana e-Learning mengubah konsep pembelajaran pada perguruan tinggi melalui teknologi informasi. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa Melalui e-Learning, proses pembelajaran dapat berlangsung di mana pun juga dan kapanpun dikehendaki. Pendidikan tinggi, oleh karenanya, harus mengubah gambaran masyarakat dari institusi yang dianggap eksklusif menjadi institusi yang merakyat yang melayani masyarakat luas. Ada beberapa dimensi yang menyangkut penerapan e-Learning antara lain dimensi organisasi, dimensi infrastruktur, dimensi sumberdana, dan dimensi sumber daya. Keempat dimensi itulah yang harus dipersiapkan dalam mengembangkan e-Learning sehingga e-Learning benar-benar dapat memfasilitasi proses belajar-mengajar. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah bahwa perubahan konsep pembelajaran dari konvensional menjadi e-Learning harus dikaitkan dengan strategi pengembangan akademik dan dengan (mengubah) kebiasaan dan keyakinan para dosen dalam menerapkan e-Learning.

  3. Studi penelitian Zyainuri dan Eko Marpanaji, (2012), Universitas Negeri Yogyakarta, dalam Jurnal Pendidikan Vokasi, Vol 2, Nomor 3, November 2012.

    Dalam jurnal yang berjudul Penerapan e- Learning MOODLE Untuk Pembelajaran Siswa Yang Melaksanakan Prakerin (Zyainuri, dkk, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran siswa yang sedang melakukan prakerin. Penelitian dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada siswa yang sedang melakukan prakerin. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan e-Learning untuk siswa kelas XI Teknik Elektronika SMK Negeri 5 Banjarmasin yang melaksanakan Prakerin efektif meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Hal ini terbukti dengan perbedaan skor peningkatan pretest ke posttest untuk kedua kelas tersebut sebesar 13,24.

  4. Tinjauan studi dari penelitian Ratih Marthadian Eka S, (2011), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”.

    (Eka, 2011) dalam penelitian yang berjudul Persepsi Mahasiswa Dalam Penerapan e-Learning Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan e-Learning dalam meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simple random sampling (secara acak). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji hipotesis kesesuaian model dan uji t. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa progdi akutansi angkatan 2006-2007 yang berjumlah 699 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang ditarik, dapat disimpulan bahwa dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh valid dan faktor- faktor yang digunakan memiliki pengaruh yang sangat simulatan pada kualitas pendidikan.

  5. Studi penelitian Tafiardi, (2005), Universitas Negeri Jakarta, dalam Jurnal Pendidikan Penabur - No.04 / Th.IV / Juli 2005.

    (Tafiardi, 2005) dalam jurnal yang berjudul Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui e-Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan e-Learning dapat meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa e-Learning bukan semata-mata hanya memindahkan semua pembelajaran pada internet. Hakikat e-learning adalah proses pembelajaran yang dituangkan melalui teknologi internet. Di samping itu prinsip sederhana, personal, dan cepat perlu dipertimbangkan. Untuk menambah daya tarik dapat pula menggunakan teori games Oleh karena itu prinsip dan komunikasi pembelajaran perlu didesain seperti layaknya pembelajaran konvensional. Di sini perlunya pengembangan model e-Learning yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

BAB III

ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Analisa Organisasi

Gambaran Umum SMK Karya Pembangunan Jambe

Dilatar belakangi perkembangan Pendidikan di Kabupaten Tangerang dan semakin banyaknya tuntutan tenaga pendidik di sekolah-sekolah dasar, maka pada tahun 2004 berdirilah Sekolah Pendidikan Swasta berlokasi di Jl. Lapangan Bola No.36 Pasir Barat Jambe Tangerang. Berdasarkan surat keputusan kepala dinas pendidikan Nomor : Statistik Sekolah (NSS) : 4022880323001 Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) : 20613772 membuka 3 Program Keahlian.

Program keahlian yang ada di SMK Karya Pembangunan antara lain; Administrasi Perkantoran (AP), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Program Teknik Komputer Jaringan (TKJ). SMK Karya Pembangunan memiliki 7 ruang untuk kelas XII pagi, untuk kelas X dan XI siang memiliki 14 ruangan, 29 orang guru, dan siswa sebanyak 949 siswa.

Sejarah Singkat SMK Karya Pembangunan Jambe

SMK Karya pembangunan Jambe Tangerang mulai berdiri pada tahun pelajaran 2004/2005 dipimpin oleh hj. Rohmanah S.Pd, M.Si yang berlokasi di Jl. Lapangan Bola No.36 Pasir Barat Jambe Tangerang. SMK Karya Pembangunan Jambe sebagai Lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan di bawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan (YPLP) Gema Nusantara Tangerang Banten. Dengan nomor akta pendirian : 053/YPG/III/2006, dengan nomor 34 tahun 2004 dan juga Surat ijin dari Kepala Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tangerang Nomor : 412.5/688/Dis P&K/2006.

Berbagai usaha untuk mencapai tujuan tersebut di atas, telah banyak hal-hal yang dilaksanakan oleh pimpinan, dewan guru dan staf tata usaha, antara – lain :

  1. Penambahan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,
  2. Meningkatkan kedisiplinan tata tertib sekolah
  3. Mendirikan Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Mutiara yang bergerak dalam bidang Pendidikan Komputer, Bahasa Inggris dan Bimbingan Belajar
  4. Peningkatan kegiatan ekstrakurikuler / Pengembangan diri yang dilaksanakan setiap hari minggu atau hari-hari lain sesuai jadwal yang ada.

Visi, Misi, dan Tujuan

  1. Visi SMK Karya Pembangunan Jambe

    Menjadikan SMK Karya Pembangunan sebagai wadah pembentuk tenaga kerja tingkat menengah yang terampil dan siap serta mampu pada bidangnya dipasar global.

  2. Misi SMK Karya pembangunan Jambe

    Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas, profesional mempersiapkan lulusan yang memiliki keahlian. Kemampuan yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan dunia industri dan dunia usaha, Mempersiapkan tenaga kerja, Tingkat menengah yang trampil, disiplin kreatif siap pakai dan berahlak dan berbudi luhur mempersiapkan lulusan yang mampu mandiri dan berwira usaha (usaha sendiri) juga mampu pada bidangnya, mempersiapkan lulusan yang memiliki iptek dan imtaq.

  3. Tujuan SMK Karya Pembangunan Jambe

    Menciptakan lulusan teknologi handal yang profesional dengan berbekal kemampuan keahlian yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Struktur Organisasi SMK Karya Pembangunan Jambe

Sebuah organisasi harus mempunyai suatu struktur organisasi yang digunakan untuk memudahkan pengkoordinasian dan penyatuan usaha, untuk menunjukkan kerangka-kerangka hubungan antara fungsi, bagian-bagian maupun tugas dan wewenang serta tanggung-jawab. Maka untuk menunjang lancarnya pelaksanaan pengelolaan sekolah, diperlukan adanya struktur organisasi sekolah serta rincian tugas yang harus dilaksanakan serta diperlukan koordinasi dari masing-masing bidang. Adapun struktur organisasi dan rincian tugas adalah sebagai berikut :


Gambar 3.1 Struktur Organisasi Smk Karya Pembangunan Jambe

Wewenang dan Tanggung Jawab

Seperti halnya dengan sebuah perusahaan, SMK Karya Pembangunan Jambe Kab.Tangerang dalam manajemennya terdapat bagian-bagian yang mempunyai wewenang serta tanggung-jawab dalam menyelesaikan semua pekerjaannya.

  1. Kepala Sekolah

    a. Dalam melaksanakan tugas menunjuk beberapa guru untuk melaksanakan sesuatu beberapa kegiatan tertentu.

    b. Mengatur, melaksanakan, membimbing, dan mengawasi semua kegiatan pendidikan.

    c. Menjalin hubungan baik dengan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan di lingkungan sekitarnya.

    d. Mengkoordinir semua kegiatan pendidikan sesuai dengan program sekolah dan ketentuan-ketentuan berupa instruksi atasan.

    e. Menyusun laporan, pelaksanaan kegiatan pendidikan sebagai laporan tanggung jawab secara tertulis menurut prosedur yang berlaku.

    f. Mengadakan rapat-rapat rutin awal bulan atau menentukan keputusan melalui musyawarah baik dalm rapat dinas, staf, maupun dalam rapat pembantu urusan (Staf TU).

    g. Menentukan kebijakan-kebijakan yang di anggap perlu sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku demi peningkatan pendidikan.

    h. Mengawasi secara menyeluruh pelaksanaan kurikulum sekolah dan kegiatan kurikuler.

    i. Melaksanakan pembinaan personal baik secara kelompok maupun secara perorangan.

  2. Tata Usaha

    a. Membantu Kepala Sekolah, Kepala Urusan, Wali Kelas dan guru di bidang administrasi.

    b. Mampu bekerjasama dan saling membantu dalam menjalankan tugas administrasi.

    c. Menguasai pekerjaan administrasi dalam hal pengoperasian peralatan administrasi.

    d. Pembuatan surat-surat dan pengarsipan.

    e. Pembuatan data-data dan pengolahannya sehingga menjadi sumber informasi yang baik dan menarik.

    f. Membuat laporan hasil pekerjaan.

    g. Membantu bendahara dalam proyek sekolah.

    h. Membantu tugas-tugas kepala sekolah di bidang administrasi.

    i. Memberikan pelayanan kepada orang tua murid dan guru serta tamu dinas lainya.

    j. Mengangkat dan menerima telepon.

    k. Mengarsipkan surat-surat masuk dan keluar.

    l. Menyediakan notulen setiap ada rapat.

    m. Melayani siswa dalam menyelesaikan administrasi sekolah.

  3. Bimbingan Penyuluhan (BP)

    a. Menyusun program BP

    b. Membantu memecahkan masalah.

    c. Menyelenggarakan program pertemuan dengan wali kelas.

    d. Mengadakan bimbingan kelompok dan penyuluhan secara individu.

    e. Mengadakan psikotes bakat

    f. Mengisi dan mengkoordinasi bakat pribadi siswa.

    g. Memanfaatkan jam kosong untuk konsultasi terhadap siswa.

    h. Melaksanakan bimbingan karier dan membantu penyuluhan serta mendaftarkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

  4. Wakasek Kurikulum

    a. Menyusun program dan jadwal kegiatan belajar.

    b. Mengkoordinir pembagian tugas mengajar bagi guru.

    c. Menyusun jadwal evaluasi.

    d. Menyusun personil wali kelas dan guru piket.

    e. Membimbing dan mengarahkan penyusunan program.

    f. Pembentukan panitia penerimaan siswa-siswi baru.

    g. Menyusun laporan hasil kegiatan belajar mengajar dalam pencapaian target kurikulum dan daya serap siswa setiap semesternya.

  5. Wakasek Kesiswaan

    a. Menuyusun program pendidikan kesiswaan / Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

    b. Menyususn laporan kegiatan secara berkala.

    c. Mengkoordinasikan pelaksanaan pemilihan siswa-siswi teladan.

    d. Mengevaluasi pelaksanaan pembinaan siswa-siswi.

    e. Mengkoordinasikan pelaksanaan kebersihan, keindahaan, keamanan, ketertiban, dan kesehatan sekolah.

    f. Mengkoordinasikan pengarahaan dalam pembinaan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam berorganisasi.

    g. Membina dan mengembangkan keorganisasian siswa-siswi.

  6. Tugas Ketua Jurusan

    a. Penyusunan Program dan penembangan program pilihan / Program Studi.

    b. Koordinasi penggunaan laboratorium / ruang praktek / sanggar.

    c. Peningkatan prestasi dalam jurusan yang bersangkutan.

    d. Merevisi dan evaluasi kemajuan dan kemampuan siswa dalam program pilihan / program studi yang bersangkutan.

    e. Koordinasi kegiatan guru-guru praktek dan guru teori.

    f. Merencanakan dan menyiapkan bahan-bahan sesuai dengan kebutuhan kegiatan praktek.

    g. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan program pilihan/ prpgram studi secara berkala.

    h. Berkoordinasi dengan guru dan mendata siswa untuk mata diklat yang belum tuntas.

  7. Dewan Guru

    a. Membuat program pengajaran atau rencana kegiatan belajar mengajar.

    b. MMembuat satuan pelajaran.

    c. Melaksanakan kegiatan belajar.

    d. Membuat alat peraga atau program.

    e. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.

    f. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah.

  8. Wali Kelas

    a. Mencatat/mengetahui identitas dan keadaan siswa di kelasnya.

    b. Memeriksa buku agenda harian dan absensi siswa.

    c. Bertindak selaku BP/BK serta berkoordinasi dengan orang tua/wali siswa.

    d. Melakukan pemanggilan terhadap orang tua/wali bagi siswa-siswi yang bermasalah.

    e. Melakukan koordinasi dengan pihak BP/BK dan PKS Kesiswaan.

    f. Bertanggung jawab atas kelengkapan kelas serta menciptakan 5 K di kelasnya.

    g. Mengisi buku pelengkap pribadi (catatan khusus siswa) dan laporan pendidikan.

  9. Siswa - Siswi

    a. Mengikuti kegiatan belajar mengajar.

    b. Mengisi absensi setiap mata pelajaran.

    c. Membayar atau melunasi uang pendaftaran, uang bangunan, uang OSIS, uang masa orientasi sekolah, dan uang SPP.

    d. Mengerjakan segala tugas yang di berikan oleh gurunya masing-masing.

    e. Ikut serta dalam memajukan sekolah.

    f. Menjaga tata tertib sekolah dan nama baik sekolah.

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Untuk menganalisis sistem yang berjalan, penelitian ini menggunakan program Visual Paradigm for Unified Modeling Language (UML) Enterprice Edition untuk menggambarkan Use Case diagram, Activity diagram dan Sequence diagram.

Use Case Diagram

Sebuah Use Case mempresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use Case diagram menggamarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem dan bukan “bagaimana”.

Gambar 3.2 Use Case Diagram Sistem Pembelajaran yang berjalan

Berdasarkan gambar 3.2. Use Case diagram yang berjalan saat ini terdapat:

a. 1 system yang mencakup seluruh kegiatan pembelajaran.

b. 2 actor yang melakukan kegiatan diantaranya: Guru, Siswa.

c. 4 Use Case yang biasa dilakukan actor-actor tersebut diantaranya: Absen, Materi, Tugas, Konsultasi.

Analisa sistem yang berjalan pada Activity Diagram

Activity diagram menggambarkan berbagai alur aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alur berawal, decision yang mungkin terjadi, bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.

Gambar 3.3. Activity Diagram Kegiatan Belajar Mengajar yang sedang berjalan

Berdasarkan gambar 3.3. Activity Diagram Kegiatan Belajar Mengajar yang sedang berjalan saat ini terdapat:

a. 1 Initial Node, objek yang diawali.

b. 8 Action State dari sistem diantaranya: melakukan absensi, memberikan materi, menerima materi, memberikan pertanyaan, menjawab pertanyaan, memberikan tugas, mengerjakan tugas.

c. 1 Final State, objek yang diakhiri.

Analisa Sistem yang berjalan pada Sequence Diagram

Dari ketarangan diatas dapat digambarkan dengan sequence diagram. Diagram ini dapat menggambarkan pergerakan sebuah objek dan pesan yang terjadi didalam sistem pembelajaran yang berjalan saat ini.

Gambar 3.4. Sequence Diagram Kegiatan Belajar Mengajar yang sedang berjalan

Berdasarkan gambar 3.4. Sequence Diagram Kegiatan Belajar Mengajar yang sedang berjalan saat ini, terdapat:

a. 2 Actor yang melakukan kegiatan, yaitu siswa dan guru.

b. 8 message spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi. Kegiatan yang biasa dilakukan oleh actor-actor.

c. 4 LifeLine mengidentifikasi kehadiran objek pada saat terakhir/ akhir waktu.

Permasalahan Yang Dihadapi

Berdasarkan analisa yang dilakukan penulis, sistem kegiatan belajar-mengajar (KBM) yang berjalan saat ini di SMK Karya Pembangunan Jambe relatif berjalan dengan baik namun masih memiliki beberapa masalah, karena proses belajar-mengajar yang masih menggunakan pencatatan. Guru yang mengajar masih harus menulis di papan tulis dan kemudian baru menerangkan sehingga membuat siswa mencatat terus menerus setiap kali masuk kelas, sehinga banyak waktu yang terbuang dan ada beberapa siswa yang tidak tertangani. Sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan atas informasi mengenai belajar-mengajar, maka sistem ini memerlukan peningkatan hingga mencapai sistem yang benar-benar handal dan berfungsi semaksimal mungkin untuk memberikan informasi kepada pihak kurikulum.

Untuk itu berdasarkan analisa dari segi kekurangan serta kebutuhan kurikulum saat ini, maka suatu sistem membutuhkan:

  1. Program baru yang dapat meningkatkan kinerja guru dan dapat memberikan semangat lebih untuk para siswa dalam belajar, serta dapat memberikan efisiensi waktu.
  2. Dapat memberikan informasi yang akurat dan up to date sehingga informasi yang didapatkan oleh siswa, dan pihak kurikulum agar lebih relevan. Selain itu informasi yang didapatkan juga cepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Alternatif Pemecahan Masalah

Setelah melaksanakan penelitian, penulis mencoba memberikan alternatif pemecahan masalah kepada SMK Karya Pembangunan Jambe terhadap permasalahan yang dihadapi. Alternatif tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Penulis menyarankan untuk lebih mengefisienkan waktu dengan membuat sistem informasi belajar-mengajar online dengan menggunakan bahasa pemrograman (PHP) agar siswa dapat mengakses informasi dan materi pelajaran kapanpun para siswa membutuhkannya.
  2. Atau penulis menyarankan untuk membuat sistem informasi menggunakan database jaringan lokal.

User requirement

Elisitasi Tahap I

Elisitasi tahap I disusun berdasarkan hasil wawancara dengan bagian kepegawaian. Berikut dilampirkan Diagram Elisitasi Tahap I:

Elisitasi Tahap II

Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasi melalui metode MDI. Berikut penjelasan dari beberapa requirement yang diberi opsi Inessential (I) dan harus dieliminasi :

Elisitasi Tahap III

Berdasarkan Elisitasi Tahap II diatas, dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi HML. Terdapat requirement yang opsinya High (H) dan harus dieliminasi. Berikut adalah requirement tersebut:

Final Draft Elisitasi

Final draft elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap – tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar pengembangan sistem yang akan dibentuk. Berikut saya lampirkan Diagram Final Draft Elisitasi:

BAB IV

RANCANGAN SISTEM YANG DI USULKAN

Tata Laksana Sistem Yang Di Usulkan

Setelah mengadakan penelitian dan analisa sistem yang berjalan, maka selanjutnya akan di bahas mengenai rancangan usulan sistem yang akan dibangun. Ada beberapa usulan prosedur baru yang bertujuan memperbaiki dan menyempurnakan sisem yang ada sekarang. Prosedur yang diusulkan yaitu merubah proses pembelajaran secara konfensional menjadi pembelajaran secara online (e-Learning). Sistem usulan ini menggunakan program Visual Paradigma for UML untuk menggambarkan Use Case Diagram, Sequance Diagram, Activity Diagram dan Class Diagram.

Diagram Rancangan Sistem

Analisa sistem yang diusulkan pada Use Case Diagram

Use Case Diagram menggambarkan fungsional yang diharapkan dari sebuah sistem yang dibangun.

Gambar 4.1 Use Case Diagram Pada Sistem e-learning

Berdasarkan Gambar 4.1 Use Case Diagram terdiri atas:

a. Satu sistem yang mencakup kegiatan sistem e-Learning.

b. Terdapat 3 actor yang melakukan kegiatan didalam sistem, yaitu admin, guru dan siswa.

c. Terdapat 8 use case yang dapat dilakukan oleh actor tersebut, yaitu halaman utama, login, halaman utama admin, halaman utama e-Learning, materi, kuis, konsultasi dan logout.

d. Terdapat 3 include, yaitu rekam daftar guru, rekam daftar siswa, dan tulis berita

Analisa sistem yang diusulkan pada Activity Diagram

Activity Diagram menggambarkan berbagai alur aktifitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alur, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir.

Gambar 4.2 Activity Diagram Pada Sistem e-learning

Berdasarkan Gambar 4.2 Activity Diagram terdiri atas:

a. 1 Initial Node, sebagai awal objek.

b. Terdapat 14 action, state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

c. 1 Final Node, objek yang diakhiri

Analisa sistem yang diusulkan pada Sequence Diagram

Gambar 4.3 Sequnce Diagram Pada Sistem e-learning

Berdasarkan Gambar 4.3 Sequence Diagram pada sistem admin terdapat:

a. 7 lifeline antar muka yang saling berinteraksi

b. 1 actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin

c. 15 message spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi.

d. Decision node, untuk memberi keputusan

Gambar 4.4 Sequnce Diagram Pada Sistem e-learning

Berdasarkan Gambar 4.4 Sequence Diagram pada sistem admin terdapat:

a. 7 lifeline antar muka yang saling berinteraksi

b. 2 actor yang melakukan kegiatan, yaitu guru dan siswa

c. 17 message spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi.

d. 2 decision node, untuk memberi keputusan

Rancangan Basis Data

Rancangan basis data pada sistem usulan e-Learning SMK Karya Pembangunan digambarkan dengan menggunakan class diagram. Selain itu, rancangan basis data ini juga berisi spesifikasi basis data yang dibuat.

Class Diagram

Class diagram merupakan diagram yang menjelaskan hubungan antar class dalam sebuah sistem yang sedang dibuat dan bagaimana caranya agar mereka saling berkolaborasi untuk mencapai sebuah tujuan. Berikut adalah class diagram sistem usulan SMK Karya Pembangunan Jambe :

Gambar 4.5 Class Diagram sistem e-learning

Keterangan :

a. Terdapat 14 class yaitu : admin, guru, siswa, level, materi, konsul_utama, konsultasi, tbl_mapel, tbl_kelas, kuis, soal, jadwal_kuis, nilai_kuis, dan judul_soal.

b. Terdapat 15 association, yaitu relasi yang menghubungkan antar class.

Spesifikasi Basis Data

Dalam merancang sebuah sistem informasi yang baik, perlu adanya perancangan database atau basis data. Berikut merupakan rancangan basis data pada sistem usulan SMK Karya Pembangunan Jambe.

Tabel 4.1. Tabel Admin

Keterangan :

Nama Tabel : admin

Media : Hardisk

Isi : admin

Primary Key : -

Panjang Record : 41

Struktur : id_level, username, password

Tabel 4.2. Tabel Guru

Keterangan :

Nama Tabel : guru

Media : Hardisk

Primary Key : nuptk

Panjang Record : 236

Struktur : alamat, password, no_induk, nuptk, nama, jenis_kelamin, tempat_lahir, tgl_lahir, agama, hp, foto, id_level

Tabel 4.3. Tabel Siswa

Keterangan :

Nama Tabel : siswa

Media : Hardisk

Primary Key : nis

Panjang Record : 138

Struktur : nis, password, nama, alamat, jenis_kelamin, tempat_lahir, tgl_lahir, agama, hp, kelas, id_level

Tabel 4.4. Tabel Level

Keterangan :

Nama Tabel : kelola

Media : Hardisk

Isi : kelola

Primary Key : id_level

Panjang Record : 11

Struktur : id_level, nama_level

Tabel 4.5. Tabel Kuis

Keterangan :

Nama Tabel : kuis

Media : Hardisk

Isi : kuis

Primary Key : id_kuis

Panjang Record : 116

Struktur : id_kuis, id_judul, kelas, judul

Tabel 4.6. Tabel Materi

Keterangan :

Nama Tabel : materi

Media : Hardisk

Isi : materi

Primary Key : id_mapel

Panjang Record : 110

Struktur : id_file, nama_file, id_mapel, kelas, keterangan, nuptk, nis

Tabel 4.7. Tabel Konsultasi

Keterangan :

Nama Tabel : Konsultasi

Media : Hardisk

Isi : konsultasi

Primary Key : -

Panjang Record : 567

Struktur : id, nis, nuptk, komentar, tgl, id_news, id_konsul

Tabel 4.8. Tabel Konsul_Utama

Keterangan :

Nama Tabel : Konsul_utama

Media : Hardisk

Isi : konsul_utama

Primary Key : id_konsul

Panjang Record : 565

Struktur : id_konsul, nis, nuptk, komentar, tgl, id_utama

Tabel 4.9. Tabel Jadwal Kuis

Keterangan :

Nama Tabel : jadwal kuis

Media : Hardisk

Isi : jadwal kuis

Primary Key : id_jadwal

Panjang Record : 158

Struktur : id_jadwal, tanggal, jam, durasi, id_kuis

Tabel 4.10. Soal

Keterangan :

Nama Tabel : soal

Media : Hardisk

Isi : soal

Primary Key : id_judul

Panjang Record : 432

Struktur : id_soal, id_judul, no_soal, pertanyaan, a, b, c, d, jawaban

Tabel 4.11. Nilai kuis

Keterangan :

Nama Tabel : nilai kuis

Media : Hardisk

Isi : nilai kuis

Primary Key : -

Panjang Record : 68

Struktur : id_nilai, nis, tgl, id_kuis, nilai

Tabel 4.12. tbl_kelas

Keterangan :

Nama Tabel : tbl_kelas

Media : Hardisk

Isi : kuis

Primary Key : id

Panjang Record : 32

Struktur : id, id_mapel, kelas, nuptk

Tabel 4.13. tbl_mapel

Keterangan :

Nama Tabel : tbl_mapel

Media : Hardisk

Isi : kuis

Primary Key : id_mapel

Panjang Record : 60

Struktur : id, id_mapel, nama_mapel

Tabel 4.14. tbl judul soal

Keterangan :

Nama Tabel : tbl judul soal

Media : Hardisk

Isi : kuis

Primary Key : id_mapel

Panjang Record : 114

Struktur : id_judul, judul_soal, id_mapel

Rancangan Prototype/Tampilan

  1. Rancangan Halaman Utama

    Halaman ini berisi slide foto-foto sarana dan prasarana SMK Karya Pembangunan, serta hal-hal mengenai SMK Karya Pembangunan.

    Gambar 4.6. Rancangan tampilan hal utama


  2. Rancangan Tampilan Setelah Siswa Berhasil Login

    Setelah berhasil login, siswa akan langsung masuk ke halaman utama e-Learning agar siswa dapat langsung mengakses menu-menu di sistem e-Learning.

    Gambar 4.7. Rancangan tampilan hal e-learning


  3. Rancangan Tampilan Halaman Materi

    Halaman ini berisi materi-materi pelajaran yang bisa di download oleh para siswa. Dimulai dari menu kelas, sub menu guru dan sub menu materi.

    Gambar 4.8. Rancangan tampilan hal materi


  4. Rancangan Tampilan Halaman Kuis

    Halaman ini berisi tugas-tugas yang bisa dikerjakan oleh para siswa. Dimulai dari memilih judul kuis dan mengerjakan kuis.

    Gambar 4.9. Rancangan tampilan hal kuis


  5. Rancangan Tampilan Halaman Konsultasi

    Halaman ini berisi interaksi antara para siswa dan guru.

    Gambar 4.10. Rancangan tampilan hal konsultasi


  6. Rancangan Tampilan Halaman Admin

    Admin yang berhasil login akan langsung masuk ke halaman utama admin.

    Gambar 4.11. Rancangan tampilan hal admin

Implementasi sistem yang diusulkan

Prototype merupakan rancangan visualisasi interface/tampilan pada sistem yang akan dibangun. Setelah dilakukan desain, rancangan sistem yang diusulkan akan ditampilkan seperti di bawah ini :

  1. Tampilan halaman menu utama login
    Gambar 4.12. Tampilan menu utama login


  2. Tampilan halaman menu utama admin
    Gambar 4.13. Tampilan menu utama admin


  3. Tampilan halaman tambah siswa
    Gambar 4.14. Tampilan menu tambah siswa


  4. Tampilan halaman tambah guru
    Gambar 4.15. Tampilan menu tambah guru


  5. Tampilan guru membuat kuis
    Gambar 4.16. Tampilan guru membuat kuis


  6. Tampilan siswa kuis
    Gambar 4.17. Tampilan siswa kuis


  7. Tampilan menu siswa dan guru konsultasi
    Gambar 4.18. Tampilan konsultasi


  8. Tampilan guru upload materi
    Gambar 4.19. Tampilan upload materi


  9. Tampilan siswa materi
    Gambar 4.20. Tampilan siswa materi


Perangkat keras

Perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistem suatu unit personal computer. Perangkat keras yang diusulkan ini dibuat berdasarkan kebutuhan sistem saat ini dan antisipasi kebutuhan dimasa yang akan datang. Konfigurasi yang dibutuhkan pada desain sistem yang diusulkan adalah:

  1. Processor : Pentium Core i3
  2. Monitor : Acer Flatron W1642S 17”
  3. Mouse : Optik
  4. Harddisk : 180 GB
  5. Keyboard : Standar
  6. Printer : Canon ip MP230 Series
  7. RAM : 2048 MB

Perangkat Lunak

  1. Sistem Operasi : Windows 7 Ultimate SP1
  2. Browser : Mozilla Firefox, Internet Explorer, Google Chrome
  3. Wamp server

Brainware

  1. Administrator (Admin)

    Admin sudah semestinya mengerti dengan sistem yang dibuat oleh penulis, minimal user ini mengenal dasar-dasar dari penggunaan sistem ini. Oleh karena itu tenaga-tenaga yang terampil sangat dibutuhkan sebagai admin dan dalam sistem ini yang bertindak sebagai admin adalah bagian kurikulum.

  2. User

    Guru dan siswa.

Schedule implementasi

Rencana implementasi sistem merupakan dasar bagi pengawasan dan penerapan sistem karena rencana implementasi adalah suatu rencana kerja yang menjelaskan segala sesuatu tentang hal-hal ang dibutuhkan dalam proses penerapan sistem.

Rencana implementasi yang diusulkan ini mempunyai kegiatan dan selang waktu pelaksanaan kegiatan tersebut serta urutan-urutan pelaksanaannya, antara lain:

  1. Pembuatan program
  2. Penginstalan software pendukung.
  3. Test program
  4. Evaluasi program
  5. Perbaikan program
  6. Implementasi program
  7. Pelatihan admin
  8. Dokumentasi
Tabel 4.14. Tabel Time Schedule

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan analisa yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya dan juga berdasarkan hasil pengamatan penulis dari rumusan masalah, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Sistem Belajar Mengajar yang berjalan saat ini di SMK Karya Pembangunan Jambe dilakukan satu arah, yaitu guru memberikan bahan belajar mengajar kepada siswa di depan kelas, dan siswa hanya mendengar dan memperhatikan bahan ajar yang diberikan oleh guru.
  2. Kendala dalam proses Belajar Mengajar pada SMK Karya Pembangunan Jambe yang berjalan saat ini belum cukup maksimal karena guru yang mengajar masih harus menulis di papan tulis dan kemudian baru menerangkan sehingga membuat siswa mencatat terus menerus setiap kali masuk kelas.
  3. Perancangan sistem e-Learning yang dibangun, diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan dalam proses belajar-mengajar, sehingga siswa dapat lebih memahami materi yang disampaikan.

Saran

Dalam penerapan sistem yang berjalan penulis ingin mengemukakan saran-saran agar sistem bisa berjalan dengan baik, diantaranya:

  1. Perlu adanya penelitian lanjutan untuk mengimplementasi pengembangan e-Learning sehingga menjadi lebih baik lagi dan setelah sistem dapat diterapkan dan dilaksanakan dengan baik, maka perlu dianalisa kembali sehingga tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan suatu pengembangan sistem yang baru agar lebih baik.
  2. Untuk menjalankan sistem yang terkomputerisasi, perlu dilakukan pelatihan atau training tentang sistem yang akan dipakai.
  3. Pihak manajemen SMK Karya Pembangunan Jambe perlu melakukan sosialisasi kepada seluruh user atau pengguna sistem yang baru diusulkan.


Daftar Pustaka

  1. .Indrajit : Analisis dan Perancangan Sistem Berorientasi Object. Bandung: Informatika, 2009.
  2. .Jogiyanto :Analisis & Desain Sistem Informasi, 2010.
  3. .Murdick, R.G :Sistem Informasi Untuk Manajemen Modern, 2009.
  4. .Davis, G.B :Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian 1, 2009.
  5. .Harijono Djojodihardjo :Pengantar Sistem Komputer, 2008.
  6. .Jogianto H.M :Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, dan Sistem Teknologi Informasi, 2010.
  7. .Jogianto H.M :Pendekatan Terintegrasi Konsep Dasar Teknologi, 2010 : 3.
  8. .Husni Iskandar Pohan dan Kusnasriyanti Saiful Bahri :Pengantar Perancangan Sistem, 2009.
  9. .Kent Dasar Sistem Informasi, 2009
  10. .Erwan Arbie :Definisi dan Informasi : Pendekatan Kegiatan Operasi, 2008.
  11. .Tafri D. Mahyuzir :Sistem Informasi Data : Pendekatan Informasi Manajemen Data, 2010.
  12. .O’Brien, J.A :Pengantar Sistem Informasi: Perspektif Bisnis dan Manajerial, 2008.
  13. .Lani Sidharta :SInternet Informasi Bebas Hambatan, 2009.
  14. .Mulyanto :Komponen Sistem Informasi: Pendekatan Terintegrasi Konsep Hadware, Software, Data dan Jaringan, 2009.

Contributors

Admin, Rudi