SI1014465463

Dari Widuri
Lompat ke: navigasi, cari

IMPLEMENTASI SISTEM INTEGRATED RAHARJA

MULTIMEDIA E-PORTFOLIO (IRME) SEBAGAI CV

ONLINE PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

LAPORAN SKRIPSI

Logo stmik raharja.jpg

Disusun Oleh :

NIM
: 1014465463
NAMA

 

JURUSAN SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI KOMPUTER AKUNTANSI

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

(2013/2014)

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

ABSTRACT

Curriculum Vitae ( CV ) is very important in applying for a job. Usually people make in one page, so it is not appealing to HRD. At this time the system is running, job applicants collect their personal data by making a Curriculum Vitae (CV) manually so it is difficult to collect important documents such as transcript grades, diplomas, and awards. Therefore, Perguruan Tinggi Raharja designing a program student portfolio that is "Integrated Raharja Multimedia E-portfolio (iRME)" to facilitate Pribadi Raharja in making the CV. In this study, there were identified three (3) problems encountered regarding makes CV. Alternative treatment is by applying iRME system, the system makes an online CV that is expected to be medium to Pribadi Raharja in making a quality CV. There are 10 (ten) literature review on the use of student portfolios and there are 15 (fifteen) elicitation the final stages to enhance iRME system. There are also 5 (five) goals and 4 (four) the benefits of the proposed new system. iRME can be implemented as the media makes CV on Perguruan Tinggi Raharja which can be accessed online anytime and anywhere. And with this study it is expected that the application of the system can be further enhanced iRME and its use can be more efficient.

Keywords : e-portfolio, curricurum vitae, iRME


ABSTRAKSI

Curriculum Vitae (CV) sangat penting dalam melamar pekerjaan. Biasanya orang membuat dalam satu lembar saja, sehingga tidak menarik bagi HRD. Pada sistem berjalan saat ini, pelamar kerja mengumpulkan data-data pribadi mereka dengan membuat Curriculum Vitae (CV) secara manual sehingga sulit untuk mengumpulkan dokumen-dokumen penting seperti transkip nilai, ijazah, dan penghargaan. Maka dari itu, Perguruan Tinggi Raharja merancang program portofolio mahasiswa yaitu “Integrated Raharja Multimedia E-portfolio (iRME)” untuk memfasilitasi Pribadi Raharja dalam membuat CV. Dalam penelitian ini, diidentifikasikan ada 3 (tiga) masalah yang dihadapi perihal membuat CV. Alternatif penanganannya adalah dengan menerapkan sistem iRME, sistem membuat CV online yang diharapkan dapat menjadi media untuk Pribadi Raharja dalam membuat CV yang berkualitas. Terdapat 10 (sepuluh) literature review tentang penggunaan portofolio mahasiswa dan terdapat 15 (lima belas) tahapan final elisitasi untuk menyempurnakan sistem iRME. Terdapat pula 5 (lima) tujuan dan 4 (empat) manfaat dari sistem baru yang diusulkan. iRME dapat diimplementasikan sebagai media membuat CV pada Perguruan Tinggi Raharja yang dapat diakses secara online kapanpun dan dimanapun. Dan dengan adanya penelitian ini diharapkan agar penerapan sistem iRME dapat lebih ditingkatkan dan penggunaanya dapat lebih efisien.

Kata kunci : e-portfolio, curricurum vitae, iRME

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillahirabbil’alamin. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya penulis berhasil menyelesaikan Skripsi dengan judul Implementasi Sistem Integrated Raharja Multimedia E-portfolio (IRME) Sebagai CV Online Pada Perguruan Tinggi Raharja.

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom) untuk jenjang S1 di Perguruan Tinggi Raharja, Cikokol Tangerang. Sebagai bahan penulisan, penulis mengambil data berdasarkan hasil observasi, wawancara, survey serta studi pustaka yang mendukung penulisan ini.

Dalam penyusunan Skripsi ini, penulis banyak dibantu oleh berbagai pihak, baik berupa dorongan moril maupun materil, serta bimbingan dan semangat yang diberikan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan semua pihak, maka penulis tidak akan dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih secara tulus dan ikhlas khususnya kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Ketua STMIK Raharja.
  2. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Dosen Pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  3. Ibu Hani Dewi Ariessanti, M.Kom selaku Dosen Pembimbing II yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  4. Ibu Maimunah, M.Kom selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi.
  5. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada kami.
  6. Kedua orang tua dan keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan moril maupun materil serta doa untuk keberhasilan penulis.
  7. Rekan-rekan Group Elis seperjuangan (Ana Nurmaliana, Bunga Pertiwi, Ceria Marcelina, Citra Destianty, Erni Astuti, Indri handayani).
  8. Rekan-rekan Group Fantasy8.
  9. Seluruh anggota REC yang telah memberikan bantuan, dorongan, dukungan, dan masukan yang sangat berarti untuk menyelesaikan laporan Skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyajian dan penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya.

Akhir kata penulis berharap laporan Skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan acuan yang bermanfaat dikemudian hari.

   

Tangerang, 17 Januari 2014

     

 

(Erni Astuti)
NIM : 1014465463

Daftar isi

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Simbol Usecase Diagram

Tabel 1.2 Simbol Activity Diagram

Tabel 1.3 Simbol Sequence Diagram

Tabel 3.1 Jurusan atau Program Studi pada STMIK Raharja

Tabel 3.2 Jurusan atau Program Studi pada AMIK Raharja

Tabel 3.3 Elisitasi tahap I

Tabel 3.4 Elisitasi tahap II

Tabel 3.5 Elisitasi tahap III

Tabel 3.6 Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1 Struktur tabel mahara_institution_registration

Tabel 4.2 Struktur tabel mahara_institution

Tabel 4.3 Struktur tabel mahara_application

Tabel 4.4 Struktur tabel mahara_artefact_resume_personal_information

Tabel 4.5 Struktur tabel mahara_artefact_resume_education

Tabel 4.6 Struktur tabel mahara_artefact_resume_employment

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Curriculum Vitae (CV)

Gambar 1.2 Perkembangan Teknologi Informasi

Gambar 1.3 Skema iLearning

Gambar 2.1 Logo FileZilla

Gambar 2.2 Logo 10 Pillar iLearning

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.2 Struktur Organisasi Akademik Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.3 Usecase Diagram Sistem Membuat CV Manual

Gambar 3.4 Activity Diagram Sistem Membuat CV Manual

Gambar 3.5 Sequence Diagram Sistem Membuat CV Manual

Gambar 3.6 Register Spam

Gambar 3.7 Email Upload File PDF

Gambar 3.8 iDuHelp! Offline Link iRME Public

Gambar 3.9 Tampilan Akses Profile Page Harus Login

Gambar 3.10 iDuHelp! Offline Themes iRME

Gambar 3.11 Themes User di Mahara

Gambar 3.12 Email Link iDuHelp!

Gambar 3.13 Email keluhan deny register user

Gambar 3.14 Email Terms & Conditions iRME

Gambar 3.15 Email Logo Project dan Filosofi

Gambar 3.16 Tiket ROOSTER Forgot Password

Gambar 3.17 Email iDuHelp! Forgot Password

Gambar 3.18 Email Mekanisme iRME

Gambar 4.1 Coding Default Register iRME

Gambar 4.2 Tampilan Peringatan Register iRME

Gambar 4.3 Data Sampel File PDF di RPU

Gambar 4.4 Content Files

Gambar 4.5 Pilih File PDF

Gambar 4.6 Proses Upload File PDF

Gambar 4.7 Laporan File PDF KKP di iRME

Gambar 4.8 Display Name iRME

Gambar 4.9 Share Page iRME

Gambar 4.10 Tampilan Akses Profile Page Tanpa Login

Gambar 4.11 Akses Ganti Tema iRME

Gambar 4.12 Themes iRME

Gambar 4.13 Edit Menus di iRME

Gambar 4.14 Tampilan Link iDuHelp! di iRME

Gambar 4.15 Deny Register User

Gambar 4.16 Pesan Deny Register User

Gambar 4.17 Coding Terms & Conditions

Gambar 4.18 Tampilan Terms & Conditions

Gambar 4.19 Coding Terms & Conditions

Gambar 4.20 Favicon iRME

Gambar 4.21 Logo iRME

Gambar 4.22 Resume

Gambar 4.23 Logo Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 4.24 Orang

Gambar 4.25 Tulisan iRME

Gambar 4.26 Setting Password User

Gambar 4.27 Email dari User Sudah Bisa Login

Gambar 4.28 Artikel iRME di iRAN

Gambar 4.29 Survey iRME

Gambar 4.30 Hasil Survey iRME

Gambar 4.31 Grafik Hasil Survey iRME

Gambar 4.32 List User iRME

Gambar 4.33 Data Statistik iRME

Gambar 4.34 Grafik User iRME

Gambar 4.35 Grafik Pages iRME

Gambar 4.36 Email Merapikan iRME Pak UR

Gambar 4.37 Tampilan iRME Pak UR

Gambar 4.38 Usecase Diagram Sistem Pembuatan CV Online

Gambar 4.39 Activity Diagram Sistem Pembuatan CV Online

Gambar 4.40 Sequence Diagram Sistem Pembuatan CV Online

Gambar 4.41 Class Diagram Sistem Pembuatan CV Online

Gambar 4.42 Prototype Home iRME

Gambar 4.43 Prototype Dashboard iRME

Gambar 4.44 Prototype Content Profile

Gambar 4.45 Prototype Content Resume

Gambar 4.46 Prototype Profile Page

Gambar 4.47 Tampilan Home iRME

Gambar 4.48 Tampilan Dashboard iRME

Gambar 4.49 Tampilan Content Profile

Gambar 4.50 Tampilan Content Resume

Gambar 4.51 Tampilan Profile Page iRME

DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

Daftar Simbol Use Case Diagram.png

Tabel 1.1 Simbol Usecase Diagram

DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM

Daftar Simbol Activity Diagram.png

Tabel 1.2 Simbol Activity Diagram

DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

Daftar Simbol Sequence Diagram.png

Tabel 1.3 Simbol Sequence Diagram

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kehidupan manusia modern tidak dapat lepas dari data, apapun profesi dan jenis bisnisnya sehari-hari bergelut dengan data, begitu juga dengan data diri. Seseorang pastilah membutuhkan Curriculum Vitae (CV) pada saat ingin melamar pekerjaan di suatu perusahaan maupun instansi pemerintah. Bagi kebanyakan lulusan S1 maupun S2 pekerjaan yang dilakukan setelah atau bahkan sesaat sebelum lulus adalah melamar pekerjaan.

Saat seseorang melamar pekerjaan tentu dia akan membawa surat lamaran pekerjaan atau CV. Tidak hanya memiliki kecerdasan dan kepercayaan diri, CV para pelamar kerja juga menjadi salah satu penilaian yang penting agar bisa diterima kerja di suatu perusahaan. CV merupakan hal yang pertama dinilai saat kita melamar pekerjaan. Di situlah kesan pertama diri kita dinilai. Dengan cara manual seringkali kita membuat CV yang sama berulang kali sehingga banyak memakan waktu dan sarana lain, pencarian data diri maupun penyajian informasi sering terlambat sehingga kemajuan perusahaan terhambat pula.

Banyak pelamar berharap tidak perlu menulis surat lamaran kerja untuk melengkapi resume atau CV, karena menurut mereka menyusun resume saja sudah menghabiskan banyak waktu dan usaha. Selain itu resume seringkali dianggap sudah memberikan semua informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Namun demikian surat lamaran ternyata berperan penting dalam mengarahkan petugas rekrutmen & seleksi untuk membaca resume pelamar, jika difokuskan pada bagaimana dan mengapa kemampuan khusus, pengalaman, prestasi, dan kepribadian pelamar akan menguntungkan bagi perusahaan yang dituju.

Curriculum vitae iStock 000017677382XSmall.jpg

Gambar 1.1 Curriculum Vitae (CV)

Paradigma dalam membuat resume bagi kebanyakan fresh graduate adalah untuk mendapat pekerjaan. Paradigma ini tidak salah tetapi kalau kita menggesernya menjadi untuk dipanggil wawancara atau seleksi maka seluruh usaha kita akan fokus pada bagaimana supaya kita out of the crowd diantara banyaknya pelamar untuk suatu posisi di sebuah perusahaan. Dalam kompetisi memperebutkan pekerjaan ditengah-tengah situasi ekonomi yang tidak menggembirakan saat ini, di tambah lagi dengan banyaknya jumlah pencari kerja, tidak jarang para pengusaha harus meluangkan banyak waktu untuk menyeleksi para calon pekerja yang berkualitas. Mengingat bahwa satu jabatan yang kosong dapat dilamar oleh ratusan bahkan ribuan pelamar, maka pengusaha sangat mengandalkan resume pelamar untuk menyaring / menyeleksi mereka untuk dipanggil wawancara atau test dalam proses berikutnya.

Dengan kondisi demikian maka pelamar yang tidak membuat resume yang bertujuan menggambarkan kualitas dirinya dalam bentuk resume yang menarik, padat, dan lugas akan sangat kecil kemungkinannya untuk dipanggil. Alangkah sayangnya jika pelamar ternyata sangat menguasai bidang yang dilamarnya tetapi gagal hanya karena resume yang dibuatnya tidak berkenan di hati pengusaha / pembaca. Pelamar kerja harus fokus pada untuk dipanggil wawancara atau seleksi akan membawa kita kepada usaha-usaha kreatif dan sistematis agar resume yang telah dibikin dapat membuat prospective employer (calon pemberi kerja) sangat ingin mengenal kita lebih jauh yang akan berujung dengan telepon atau surat panggilan untuk wawancara atau ikut seleksi. Jadi sejak awal membuat CV atau resume buang jauh-jauh pikiran mendapat pekerjaan. Fokuslah pada bagaimana usaha kita untuk membuat employer tertarik akan diri kita. Representasi diri kita hanya diwakili oleh 1 atau 2 lembar kertas dan kata-kata sementara tidak jarang satu posisi dilamar oleh lebih dari seribu orang.

Dalam membuat CV juga dibutuhkan dokumen pendukung. Meskipun tidak ada keharusan bagi pelamar untuk menyertakan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam resume, seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dan lain-lain. Namun mengingat kondisi di Indonesia maka sebaiknya pelamar menyertakan dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy. Hal ini penting untuk meyakinkan pembaca bahwa anda benar-benar menulis resume berdasarkan fakta yang ada. Namun jangan sampai dokumen pendukung tersebut menjadi terlalu banyak. Untuk itu harus menyeleksi / menyortir dokumen mana yang paling pantas dan relevan untuk dilampirkan. Dengan semakin baik CV yang dibuat maka semakin besar pula kesempatan untuk diterima kerja.

Dengan perkembangan teknologi informasi yang sedemikian cepatnya telah membawa dunia memasuki era baru yang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan sebelumnya. Perkembangan teknologi ini membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Salah satu hasil dari kemajuan teknologi adalah dihasilkannya komputer sebagai alat bantu manusia dalam melakukan pekerjaan dan juga internet sebagai sarana komunikasi penghubung yang digunakan melalui komputer. Teknologi akan terus berkembang. Teknologi informasi yang kuat akan menjadi competitive edge bagi perusahaan dan sekaligus menjadi entry barrier. Bagi organisasi yang ingin maju dan berkembang, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan teknologi sepanjang hal itu dapat mempermudah perusahaan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Images (12).jpg

Gambar 1.2 Perkembangan Teknologi Informasi

Pada saat ini, Perguruan Tinggi Raharja adalah sebuah perguruan tinggi swasta di Tangerang, Indonesia, dengan konsentrasi pengajaran manajemen dan ilmu komputer. Semboyannya adalah “Get the Better Future by Computer Science”. Perguruan Tinggi yang bergerak di bidang Teknologi Informatika yang mempersiapkan SDM yang dapat bersaing di dunia perindustrian IT di dunia.

Sistem pembelajaran di Perguruan Tinggi Raharja telah menciptakan dan menerapkan teknologi iLearning dalam proses pembelajaran bagi seluruh Pribadi Raharja. Pada dasarnya istilah iLearning (Integrated Learning) berasal dari pemikiran perkembangan teknologi iPad di Perguruan Tinggi Raharja. Dengan teknologi iLearning tersebut, proses pembelajaran di Perguruan Tinggi Raharja dapat dilaksanakan dengan menggunakan iPad, smart phone, mobile computing dan gadget lainnya yang mendukung cara kerja mobile communication dan edutainment. iLearning merupakan suatu metode sistem pembelajaran dalam upaya memberikan pelayanan prima kepada seluruh mahasiswa/i dalam bentuk service excellence sebagai kampus unggulan. iLearning dikemas secara khusus untuk kegiatan proses pembelajaran secara online. Dari sistem belajar online, maka dapat diperoleh manfaat yaitu seperti fleksibilitas, jangkauan lebih luas, menghemat biaya, mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran.

Ilearning.jpg

Gambar 1.3 Skema iLearning

Pada gambar diatas, menunjukkan skema iLearning. Menurut Ir. Untung Rahardja, M.T.I (2011) [1] dalam iLearning terdapat istilah 4B, yaitu Belajar, Bekerja, Berdoa dan Bermain. Pelaksanaan 4B tersebut dapat menjalankan langsung 2 fungsi otak manusia, yaitu otak kiri dan otak kanan. Melalui metode iLearning ingin menunjukkan konsep paperless yang mampu mengurangi penggunaan kertas dalam kegiatan belajar mengajar. Maka berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengambil judul tentang “Implementasi Sistem Integrated Raharja Multimedia E-portfolio (iRME) Sebagai CV Online Pada Perguruan Tinggi Raharja.

Perumusan Masalah

Rumusan masalah adalah tahap awal dimulainya setiap penelitian yang akan dilanjutkan dengan pemecahan masalah. Rumusan masalah ini dikategorikan sebagai pertanyaan utama yang dicari dan yang akan dijawab melalui sebuah penelitian. Rumusan masalah muncul karena adanya gap (kesenjangan) antara (real life condition) kondisi realitas atau nyata dengan (future expected condition) kondisi yang akan diharapkan nantinya. Uraian rumusan masalah ini harus didukung dengan teori, survey, standar, dan juga data yang relevan.

Sesuai dengan latar belakang 1.1 yang telah diuraikan pada bahasan sebelumnya, penelitian ini secara jelas berkaitan dengan konsultasi pada Perguruan Tinggi. Beberapa hal akan dikemukakan dan dijelaskan tentang konsultasi yang ada pada sistem pelayanan perguruan tinggi. Pada laporan skripsi ini akan diberikan contoh tentang konsultasi yang berjalan saat ini, serta adanya masalah-masalah yang terjadi pada sistem pelayanan.

Selanjutnya, akan dinyatakan dan dijelaskan mengapa masalah ini penting dan menarik untuk dipecahkan. Dan akan dinilai juga dari kerugian yang akan muncul apabila masalah ini tidak terpecahkan, atau keuntungan yang akan didapatkan jika masalah ini terpecahkan. Studi elisitasi akan dilakukan dalam rangka pembuktian dan inventarisasi terhadap masalah-masalah yang muncul pada sistem konsultasi ini. Kemudian akan dibuktikan melalui literature review bahwa belum ada solusi atau jawaban yang tepat atau pemecahan masalah yang memuaskan atas penelitian yang akan dilakukan ini.

Observasi lapangan melalui studi survey menggunakan iSur juga dilakukan demi mengukuhkan akar permasalahan dari sistem konsultasi ini. Berdasarkan pedoman-pedoman rumusan masalah yang telah disebut diatas, ditimbulkan uraian rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apakah dengan adanya CV online ini dapat mengurangi penggunaan media kertas saat membuat CV?

2. Apakah dengan diterapkannya CV online di Perguruan Tinggi Raharja dapat memudahkan Pribadi Raharja dalam membuat CV yang benar dan berkualitas?

3. Bagaimana cara agar CV online yang dibuat oleh Pribadi Raharja bisa diakses secara publik?

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan rumusan kalimat yang menunjukkan adanya hasil, sesuatu yang diperolah setelah penelitian penelitian selesai, sesuatu yang akan dicapai/dituju dalam sebuah penelitian. Rumusan tujuan mengungkapkan keinginan peniliti untuk memperoleh jawaban atas permasalahan penelitian yang diajukan. Oleh karena, rumusan tujuan harus relevan dengan identitas masalah yang ditemukan, rumusan masalah 1.2 dan mencerminkan proses penelitian.

Tujuan dan manfaat yang akan dicapai dalam Laporan Skripsi ini adalah :

  1. Integrated Raharja Multimedia E-portfolio (iRME) ini adalah untuk memfasilitasi Pribadi Raharja dalam upaya lifetime pengumpulan portofolio pribadi. Sehingga memudahkan Pribadi Raharja dalam membuat Curriculum Vitae (CV) secara online.

  2. Untuk melakukan identifikasi terhadap kebutuhan Pribadi Raharja perihal membuat CV.

  3. Mengurangi penggunaan media kertas saat membuat CV.

  4. Menerapkan sistem pembelajaran dengan iLearning.

Tujuan Individual

Adapun tujuan dari Skripsi ini secara individual sebagai berikut:

  1. Untuk menambah ilmu pengetahuan, pengalaman, pengenalan dan pengamatan sebuah sistem informasi pembuatan CV Online pada Perguruan Tinggi Raharja sehingga penulis melakukan penelitian untuk menyelesaikan Skripsi.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan dan terjawabnya rumusan masalah secara akurat. Manfaat penelitian harus dapat dibedakan antara manfaat teoritis dan manfaat praktisnya. Karena laporan skripsi ini selalu dibuat dengan dukungan beberapa kajian teoritis dan temuan sebelumnya, maka akan mempunyai manfaat teoritis. Manfaat teoritis baik bagi penulis maupun pembaca karya ilmiah tersebut. Sedangkan manfaat praktisnya tergantung pada bentuk penelitian yang dilakukan, terutama untuk penelitian evaluasi dan eksperimen. Dalam penulisan laporan skripsi ini dikemukakan beberapa manfaat, yaitu :

  1. Sebagai sarana belajar untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan dengan terjun langsung sehingga dapat melihat, merasakan, apakah teori dan praktek yang telah diperoleh penulis selama mengikuti perkuliahan di Perguruan Tinggi Raharja sudah efektif dan efisien.

  2. Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai CV online (e-portofolio).

  3. Membuat CV menjadi lebih mudah

  4. Bagi pembaca, penelitian ini dapat memberikan informasi secara tertulis maupun sebagai referensi mengenai CV online (e-portofolio) yang ada di Perguruan Tinggi Raharja.

  5. Bagi jurusan Sistem Informasi, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi study/kajian dalam membuat Curriculum Vitae (CV).

Ruang Lingkup

Untuk mempermudah penulisan laporan skripsi ini dan lebih terarah, maka perlu kiranya dibuat suatu batasan masalah. Adapun ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas dalam sistem portofolio mahasiswa atau Curriculum Vitae (CV) online ini yaitu:

1. Diimplementasikan hanya pada Perguruan Tinggi Raharja

2. Hanya pada lingkup seputar 10 Pillar IT iLearning

3. Implementasi berdasarkan sistem pada Elisitasi Final

4. Waktu pengerjaan selama 6 bulan semenjak skripsi

5. Pribadi Raharja yang menggunakan akun email ECO dan rinfo

6. Batas waktu approve register baru dalam kurun waktu 1x24 jam

Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi. Suatu penelitian mempunyai rancangan penelitian (research design) tertentu. Rancangan ini menggambarkan prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan kondisi arti apa data dikumpulkan dan dengan cara bagaimana data tersebut dihimpun dan diolah untuk digunakan dalam pembuatan Laporan Skripsi. Adapun metode yang digunakan penulis dalam menyusun laporan penelitian sebagai berikut:

Metode Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam laporan skripsi ini, digunakan metode sebagai berikut:

Metode Observasi (Pengamatan)

Pengamatan (observasi) adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Dalam hal ini, peneliti dengan berpedoman kepada desain penelitiannya perlu mengunjungi lokasi penelitian untuk mengamati berbagai hal atau kondisi yang ada di lapangan dan meminta data yang diperlukan sebagai bahan untuk menulis laporan penelitian. Maksudnya, dalam hal ini peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap sistem penggunaan media informasi kampus yang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja. Kemudian dari pengamatan tersebut, peneliti mengumpulkan data yang diperlukan didalam media informasi tersebut untuk dilakukan pengamatan terhadap sistem yang akan dikembangkan.

Metode Studi Pustaka

Studi Pustaka adalah segala upaya yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh dan menghimpun segala informasi tertulis yang relevan dengan masalah yang diteliti. Informasi ini dapat diperoleh dari buku-buku, laporan penelitian, karangan ilmiah, tesis/ disertasi, ensiklopedia, buku tahunan, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan dan sumber-sumber lain. Serta melakukan searching pada internet. Dalam hal ini seorang peneliti berkewajiban mempelajari teori-teori yang mendasar masalah dan bidang penelitiannya. Selain itu, peneliti juga perlu memanfaatkan hasil penelitian dan pemikiran yang relevan dengan masalah penelitiannya untuk menghindari terjadinya pengulangan penelitian serupa atau duplikasi yang tidak diinginkan. Melalui metode studi pustaka ini penulis mencari teori-teori yang berkaitan dengan ruang lingkup penelitian dan mempelajari referensi yang ada di dalam CCIT journal dan laporan skripsi dari kampus lain.

Metode Survei

Metode ini dilakukan melalui proses survei disebuah sistem yang telah disediakan iSur (iLearning Survey), dimana metode ini dilakukan secara online oleh responden yang diberikan pertanyaan-pertanyaan atas apa saja yang dia rasakan selama menggunakan iRME. Survei ini dilakukan agar memudahkan kegiatan pengambilan keputusan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat serta data yang tersimpan tidak akan hilang.

Metode Studi Elisitasi

Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Elisitasi dilakukan melalui tiga tahap, yaitu elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan elisitasi final. Dan dengan menggunakan metode elisitasi final, peneliti diharapkan dapat fokus meneliti sesuai dengan permintaan dari stakeholder.

Metodologi Implementasi atau Penerapan

Implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan dengan penerapan atau pelaksanaan, penerapan merupakan kemampuan menggunakan materi yang telah dipelajari kedalam situasi konkret atau nyata. Metode implementasi sistem adalah cara / pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan efisien dan efektivitas serta kemudahan operasional yang dijalankan oleh pemakai yang akan mengoperasikan aplikasi tersebut.[2]

Implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap implementasi sistem dapat terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Merencanakan rencana implementasi
  2. Melakukan kegiatan implementasi
  3. Tindak lanjut implementasi

Lokasi Penelitian

Penelitian yang berjudul Perancangan Sistem Integrated Raharja Multimedia E-portfolio (iRME) CV Online Pada Perguruan Tinggi Raharja, yang dilakukan di REC (Raharja Enrichment Centre) pada Perguruan Tinggi Raharja, Tangerang.

Sistematika Penulisan

Penyusunan laporan skripsi ini terdiri dari 5 (lima) bab, masing-masing bab mempunyai pembahasan yang berbeda tapi merupakan satu kesatuan. Sistematika penulisan ini digunakan untuk mengetahui hal-hal yang akan dibahas pada masing-masing bab secara garis besarnya, yaitu:

BAB I  : PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang informasi umum yaitu latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penelitian.

BAB II  : LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan teori yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku yang berkaitan dengan penyusunan laporan kuliah kerja praktek serta beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian.

BAB III  : PEMBAHASAN DAN ANALISA MASALAH

Pada bab ini berisikan gambaran tentang sejarah Perguruan Tinggi Raharja, struktur organisasi, analisa keluaran, konfigurasi sistem dan Unified Modelling Language (UML) sistem yang berjalan, serta elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan final draft elisitasi.

BAB IV  : RANCANGAN SISTEM DAN IMPLEMENTASI

Bab ini menjelaskan analisa sistem yang diusulkan dengan menggunakan flowchart dan mind map dari sistem yang diimplementasikan, serta pembahasan secara detail Final Elisitasi yang ada di bab sebelumnya, di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sesudah adanya sistem yang diusulkan.

BAB V  : PENUTUP

Bab ini berisikan kesimpulan dan saran berdasarkan tujuan penelitian yang dilakukan oleh penulis.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN


BAB II

LANDASAN TEORI

Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal-hal atau teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai landasan dalam pembuatan laporan ini.

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Berikut adalah beberapa definisi sistem menurut beberapa ahli, diantaranya :

Menurut Tata Sutabri (2012:10)[3], secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu.

Menurut Agus Mulyanto (2009:1)[4] “Sistem secara umum sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu sebagai satu kesatuan.”.

Menurut Mustakini (2009:34)[5] “Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu”.

Berdasarkan definisi di atas dapat di simpulkan bahwa sistem adalah sekumpulan komponen kompleks dengan unsur tertentu yang dapat menerima input menjadi output untuk mencapai tujuan yang di inginkan.

Karakteristik Sistem

Menurut Agus Mulyanto (2009:2)[4] Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (component), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), pengolahan (process) keluaran (output) dan sasaran (objektif) atau tujuan (goals). ”

Karakteristik sistem mempunyai beberapa komponen diantarannya yaitu :

  1. Komponen Sistem (Components).

  2. Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu sub sistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sub-sub sistem mempunyai sifat-sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

  3. Batas Sistem (Boundary).

  4. Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan lainnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

  5. Lingkungan Luar Sistem (Environments).

  6. Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dengan demikian harus dijaga dan dipelihara, sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.

  7. Penghubung Sistem (Interface System).

  8. Penghubung merupakan media penghubung antara subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) pada sistem lainnya dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem lainnya membentuk satu kesatuan.

  9. Masukan Sistem (Input System).

  10. Masukan sistem adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluarannya.

  11. Keluaran Sistem (Output System).

  12. Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

  13. Pengolahan Sistem (Process System).

  14. Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

  15. Sasaran Sistem (Objectives System) dan Tujuan (Goal).

  16. Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objektif). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila megenai sasaran aturan tertentu.

Klasifikasi Sistem

Menurut Agus Mulyanto (2009 : 8)[6] mengatakan bahwa sistem pun dapat diklasifikasikan dalam beberapa sudut pandang, sebagai berikut :

  1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
  2. a. Sistem Abstrak (abstact system) adalah sistem yang berupa pemikiran atau gagasan yang tidak tampak secara fisik. Misalnya, sistem agama/ teologi.

    b. Sistem Fisik (physical system) adalah sistem yang ada secara fisik dan dapat dilihat dengan mata. Misalnya, sistem komputer, sistem akuntansi, dan sistem transportasi.

  3. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan
  4. a. Sistem alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi karena proses alam, bukan buatan manusia. Misalnya, sistem tatasurya, sistem rotasi bumi.

    b. Sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang terjadi melalui rancangan atau campur tangan manusia. Misalnya, sistem komputer, sistem transportasi.

  5. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system)
  6. a. Sistem tertentu (deterministic system) adalah sistem yang operasinya dapat diprediksi secara cepat dan interaksi di antara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti. Misalnya, sistem komputer karena operasinya dapat diprediksi berdasarkan program yang dijalankan.

    b. Sistem tak tentu (probabilistic system) adalah sistem yang hasilnya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Misalnya, sistem persediaan.

    c. Sistem Tertutup Dan Sistem Terbuka

    d. Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan di luar sistem. Sebenarnya sistem tertutup tidak ada, yang ada adalah relatif tertutup.

    e. Sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan luar dan dapat terpengaruh dengan keadaan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan output untuk subsistem yang lain.

Konsep Dasar Data dan Informasi

Definisi Data

Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau item. Menurut McLeod dalam bukunya Yakub (Yakub,2012: 5)[7]“ Data adalah deskripsi kenyataan yang menggambarkan adanya suatu kejadian (event), data terdiri dari fakta (fact) dan angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai”. Data dapat berbentuk nilai yang terformat, teks, citra, audio, dan video.

  1. Teks, adalah sederetan huruf, angka, dan simbol-simbol yang kombinasinya tidak tergantung pada masing masing item secara individual misalnya, artikel koran, majalah dan lain-lain.
  2. Data yang terformat, adalah data dengan suatu format tertentu, misalnya data yang menyatakan tanggal atau jam, dan nilai mata uang.
  3. Citra (image), adalah data dalam bentuk gambar, citra dapat berupa, grafik, foto, hasil ronsten, dan tanda tangan.
  4. Audio, adalah data dalam bentuk suara misalnya, instrumen musik, suara orang, suara binatang, detak jantung, dan lain-lain.
  5. Video, adalah data dalam bentuk gambar yang bergerak dan dilengkapi dengan suara misalnya, suatu kejadian dan aktivitas-aktivitas dalam bentuk film.

Menurut Tata Sutabri (2012:2) [3], data adalah bahan mentah yang diproses untuk menyajikan informasi.

Menurut The Liang Gie dalam Tata Sutabri (2012:2) [3], bahwa data adalah hal, peristiwa, atau kenyataan lain apapun yang mengandung sesuatu pengetahuan untuk dijadikan dasar guna penyusunan keterangan, pembuatan kesimpulan, atau penetapan keputusan.

Definisi Informasi

Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, maksud dari kalimat tersebut yaitu bahwa informasi sangat penting pada suatu organisasi. Informasi (information) dapat didefinisikan sebagai berikut:

  1. Menurut Mustakini (2009:36)[5], ”Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi pemakainya”.
  2. Menurut McLeod dalam Yakub (2012:8)[7], “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi penerimanya”.
  3. Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.

 

Kualitas Informasi

Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh tiga hal pokok, yaitu akurasi (accuracy), relevansi (relevancy), dan tepat waktu (timeliness). (Agus Mulyanto, 2009 : 247)[6].

a. Akurasi (accuracy)

Sebuah informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.

Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau mengubah data-data asli tersebut.

Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah:

  1. Informasi yang akurat harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian tentunya akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.
  2. Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut.
  3. Informasi harus aman dari segala gangguan (noise) dapat mengubah atau merusak akurasi informasi tersebut dengan tujuan utama.
  4. b. Tepat Waktu (timeliness)

    Informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan berakibat fatal bagi perusahaan. Mahalnya informasi disebabkan harus cepat dan tepat informasi tersebut didapat. Hal itu disebabkan oleh kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan bantuan teknologi-teknologi terbaru. Dengan demikian diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan informasi tersebut.

    c. Relevansi (relevancy)

    Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda. Misalnya, informasi mengenai kerusakan infrastruktur laboratorium komputer ditujukan kepada rektor universitas. Tetapi akan lebih relevan apabila ditujukan kepada penanggung jawab laboratorium.

Nilai Informasi

Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost). Namun, dalam kenyataannya informasi yang biaya untuk mendapatkannya tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.(Agus Mulyanto, 2009 : 247).[6]

   

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Terdapat berbagai macam pengertian sistem informasi menurut beberapa ahli, diantaranya sebagai berikut :

Menurut Mulyanto (2009:29)[6], “Sistem informasi adalah suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan”.

Menurut Jogiyanto HM (2009:33)[8], “Sistem informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan informasi.”

Dari pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah gabungan dari orang, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber daya data, dan kebijakan dan prosedur yang menyimpan, mengumpulkan (mendapatkan kembali), memproses, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan dan pengontrolan keputusan dalam suatu organisasi.

Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi terdiri dari lima sumber daya yang dikenal sebagai komponen sistem informasi. Kelima sumber daya tersebut adalah manusia, hardware, software, data, dan jaringan. Kelima komponen tersebut memainkan peranan yang sangat penting dalam suatu sistem informasi. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua sistem informasi mencakup kelima komponen tersebut. Misalnya, sistem informasi pribadi yang tidak mencakup jaringan telekomunikasi. (Mulyanto, 2009 : 247)[6].

  1. Sumber Daya Manusia

  2. Manusia mengambil peranan yang penting bagi sistem informasi. Manusia dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem informasi. Sumber daya manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pengguna akhir (end user) dan pakar sistem informasi. Pengguna akhir (end user) adalah orang-orang yang menggunakan informasi yang dihasilkan dari sistem informasi, misalnya pelanggan, pemasok, teknisi, mahasiswa, dosen, dan orang-orang yang berkepentingan dengan informasi dari sistem informasi tersebut. Sedangkan pakar sistem informasi adalah orang-orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi, misalnya sistem analis, developer, operator sistem, dan staf administrasi lainnya.

  3. Sumber Daya Hardware

  4. Sumber daya hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam pemrosesan informasi. Sumber daya hardware tidak hanya sebatas komputer saja, melainkan semua media data seperti lembaran kertas dan disk magnetik atau optikal.

  5. Sumber Daya Software

  6. Sumber daya software adalah semua rangkaian perintah (instruksi) yang digunakan untuk memproses informasi. Sumber daya software tidak hanya berupa program saja, tetapi juga berupa prosedur. Program merupakan sekumpulan instruksi untuk memproses informasi. Sedangkan prosedur adalah sekumpulan aturan yang digunakan untuk mewujudkan pemrosesan informasi dan mengoperasikan perintah bagi orang-orang yang akan menggunakan informasi.

  7. Sumber Daya Data

  8. Sumber daya data bukan hanya sekedar bahan baku untuk masukan sebuah sistem informasi, melainkan sebagai dasar membentuk sumber daya organisasi. Seperti yang dijelaskan sebelumnya data dapat berbentuk teks, gambar, audio, maupun video.

  9. Sumber Daya Jaringan

  10. Sumber daya jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan komputer, pemroses komunikasi, dan peralatan lainnya, serta dikendalikan melalui software.

Konsep Dasar Database

Definisi Database

Database sebagai kumpulan data dari penempatan tenaga kerja yang saling terkait dan mempengaruhi sesuai dengan tingkat kepentingannya sehingga data tersebut terintegrasi dan independence. (Aris Martono, 2009:307 )[9]

Definisi Tabel

Tabel adalah komponen paling utama dalam membuat website, pada saat pembuatan sebuah halaman web, tabel dijadikan sebagai media yang berfungsi sebagai kerangka untuk meletakkan komponen-komponen isi web. Sehingga dapat meninggalkan pengguna tabel dalam sebuah design web. (Anhar, 2010 : 45)[10]

Selain sebagai kerangka kerja, tabel juga dijadikan sebagai media untuk merapihkan semua content (isi web) yang ada di dalam halaman web. Jadi sebagai seorang web master atau designer web kita tidak akan dapat meninggalkan tabel, karena tabel dapat dikatakan sebuah komponen HTML yang diharuskan dalam pembuatan website.

Definisi Record

Record adalah data yang isinya merupakan satu kesatuan seperti nama User dan Password. Setiap keterangan yang mencakup nama User dan Password dinamakan satu record. Setiap record diberi nomor yang disebut nomor record (Record Number). (Anhar, 2010 : 45).[10].

Peralatan Pendukung (Tools System)

Merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, diagram-diagram yang menunjukan secara tepat arti dan fungsinya. Adapun peralatan pendukung (tools system) yang dijelaskan sebagai model sistem yang akan dirancang adalah sebagai berikut :

Konsep dasar UML (Unified Modeling Language)

Definisi Unified Modelling Language (UML)

Menurut Adi Nugroho (2010:6)[11], ”UML (Unified Modeling Language) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma (berorientasi objek).” Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa UML adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis Objek (Object Oriented programming).

 

Model Unified Modeling Language (UML)

Menurut Widodo (2011:10)[12] “Beberapa literature menyebutkan bahwa UML menyediakan sembilan jenis diagram, yang lain menyebutkan delapan karena ada beberapa diagram yang digabung, misanya diagram komunikasi, diagram urutan dan diagram pewaktuan digabung menjadi diagram interaksi”. Namun demikian model-model itu dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya yaitu statis atau dinamis. Jenis diagram itu antara lain:

  1. Diagram kelas.

  2. Bersifat statis, Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolaborasi-kolaborasi, serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada pemodelan sistem berorientasi objek. Meskipun bersifat statis, sering pula diagram kelas memuat kelas-kelas aktif.

  3. Diagram paket (Package Diagram).

  4. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan kumpulan kelas-kelas, merupakan bagian dari diagram komponen.

  5. Diagram use case.

  6. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan use-case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.

  7. Diagram interaksi dan sequence (urutan).

  8. Bersifat dinamis. Diagram urutan adalah iterasiksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam suatu waktu tertentu.

  9. Diagram komunikasi (communication diagram).

  10. Bersifat dinamis. Diagram sebagai pengganti diagram kolaborasi UML 1.4 yang menekankan organisasi struktural dari objek-objek yang menerima serta mengirim pesan.

  11. Diagram statechart (statechart diagram).

  12. Bersifat dinamis. Diagram status memperlihatkan keadaan-keadaan pada sistem, memuat status (state), transisi, kejadian serta aktivitas.

  13. Diagram aktivitas (activity diagram).

  14. Bersifat dinamis. Diagram aktivitas adalah tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan aliran dari suatu suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem. Diagram ini terutama penting dalam pemodelan fungsi-fungsi suatu sistem dan memberi tekanan pada aliran kendali antar objek.

  15. Diagram komponen (component diagram).

  16. Bersifat statis. Diagram komponen ini memperlihatkan organisasi serta kebergantungan sistem/perangkat lunak pada komponen-komponen yang telah ada sebelumnya.

  17. Diagram deployment (deployment diagram).

  18. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan konfigurasi saat aplikasi dijalankan (run-time). Memuat simpul-simpul beserta komponen-komponen yang di dalamnya.

Kesembilan diagram ini tidak mutlak harus digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, semuanya dibuat sesuai kebutuhan. Pada UML dimungkinkan kita menggunakan diagram-diagram lainnya misalnya data flow diagram, entity relationship diagram, dan sebagainya.

Jenis-jenis diagram UML (Unified Modeling Language)

Berikut ini adalah definisi mengenai 5 diagram UML:
  1. Use Case Diagram secara grafis menggambarkan interaksi antara sistem, sistem eksternal dan pengguna. Dengan kata lain use case diagram secara grafis mendeskripsikan siapa yang akan menggunakan sistem dan dalam cara apa pengguna (user) mengharapkan interaksi dengan sistem itu. Use case secara naratif digunakan untuk secara tekstual menggambarkan sekuensi langkah-langkah dari setiap interaksi.
  2. Class Diagram menggambarkan struktur object sistem. Diagram ini menunjukkan class objectyang menyusun sistem dan juga hubungan antara class object tersebut.
  3. Sequence Diagram secara grafis menggambarkan bagaimana objek berinteraksi dengan satu sama lain melalui pesan pada sekuensi sebuah use case atau operasi.
  4. State Chart Diagram digunakan untuk memodelkan behaviour objek khusus yang dinamis. Diagram ini mengilustrasikan siklus hidup objek berbagai keadaan yang dapat diasumsikan oleh objek dan event-event (kejadian) yang menyebabkan objek beralih dari satu state ke state yang lain.
  5. Activity Diagram secara grafis digunakan untuk menggambarkan rangkaian aliran aktivitas baik proses bisnis maupun use case. Activity diagram dapat juga digunakan untuk memodelkan actionyang akan dilakukan saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil

Konsep Dasar Adobe Dreamweaver

Macromedia Dreamweaver CS5 adalah sebuah HTML editor profesional untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau halaman web. Saat ini terdapat software dari kelompok Adobe yang belakangan banyak digunakan untuk mendesain suatu web. Versi terbaru dari Adobe Dreamwever CS5 memiliki beberapa kemampuan bukan hanya sebagai software untuk desain web saja, tetapi juga menyunting kode serta pembuatan aplikasi web. Antara lain: JSP, PHP, ASP, XML, dan ColdFusion. (Christianus Sigit, 2010 : 1)[13]

Dreamweaver merupakan software utama yang digunakan oleh Web Designer dan Web Programmer dalam mengembangkan suatu situs web. Hal ini disebabkan oleh ruang kerja, fasilitas, dan kemampuan Dreamwever yang mampu meningkatkan produktivitas dan efektifitas, baik dalam desain maupun membangun suatu situs web. Dalam perkembangannya, Adobe Dreamweaver telah mencapai versinya yang terbaru atau lebih dikenal dengan Adobe Dreamweaver CS5. Fitur-fitur yang dimiliki semakin lengkap dan handal, untuk membuat pengguna Dreamwever CS5 semakin dapat berkreasi dan berinovasi dengan bebas dalam mendesain web.

Fitur baru yang semakin handal untuk versi terbaru ini dimunculkan, diantaranya adalahIntegrated CMS Support, CSS Inspection, PHP Custom Class Code Hinting, dan Site-Specific Code Hinting. Semua fitur baru tersebut semakin memantapkan pengguna Adobe Dreamwever CS5 untuk semakin mengeksplorasi dan mengeksploitasi ide kreasi pengolahan website.

Processor Hypertext Protocol (PHP)

Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source.

Menurut Anhar (2010:3)[14], PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu yang terbaru/up to date. Semua script PHP dieksekusi pada server dimana script tersebut dijalankan.

Berikut contoh umum penggunaan script PHP untuk menjelaskan tentang PHP sebagai script yang disisipkan dalam bentuk HTML.

<head>

<title>

Contoh

</title>

</head>

</body>

<?

Echo “Hello, World”

?>

</body>

</html>

Contoh script diatas berbeda dengan script yang ditulis dengan bahasa lain seperti bahasa C. Programmer tidak harus menuliskan semua dokumen HTML sebagai bagian dari keluaran dari script PHP, cukup menuliskan bagian mana saja yang berupa tag html dan bagian mana saja yang harus ditulis atau dihasilkan dari program script PHP, kode diapit dengan menggunakan tag awal tag akhir yang khusus yang memungkinkan pemprograman untuk masuk dan keluar dari mode script PHP.

Filezilla

Logo-Filezilla.jpg

Gambar 2.1 Logo FileZilla

FileZilla Wiki[15] adalah basis dokumentasi yang bertujuan membantu mereka yang ingin men-download, menginstal, mengkompilasi dan menggunakan Client FileZilla dan software FileZilla Server untuk mentransfer file di Internet. FileZilla Client adalah gratis, open source klien FTP. Mendukung FTP, SFTP, dan FTPS (FTP over SSL / TLS). Klien tersedia di bawah banyak platform, binari untuk Windows, Linux dan Mac OS X disediakan. FileZilla Server adalah server FTP yang didukung oleh proyek yang sama. Mendukung FTP dan FTP melalui SSL / TLS. Kode sumber FileZilla dan download di-host di SourceForge. SourceForge fitur FileZilla sebagai Project of the Month pada bulan November 2003 dan juga sebagai program jaringan terbaik di 2006 Penghargaan SourceForge.net Community Awards.

Definisi Yang Berhubungan

Konsep Dasar Internet

Menurut Wikipedia, “internet kependekan dari interconnection-networking, ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Internet adalah jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer regional diseluruh dunia” [16].

iPad

iPad ini adalah sebuah produk komputer tablet buatan Apple Inc (AI). iPad memiliki bentuk tampilan yang hampir serupa dengan iPod Touch dan iPhone, hanya saja ukurannya lebih besar dibandingkan kedua produk tersebut dan memiliki fungsi-fungsi tambahan seperti yang ada pada sistem operasi Mac OS X.

Definisi Online

Secara umum, sesuatu dikatakan online adalah bila ia terkoneksi/terhubung dalam suatu jaringan ataupun sistem yang lebih besar. Beberapa arti kata online lainnya yang lebih spesifik yaitu:

  1. Dalam percakapan umum, jaringan/network yang lebih besar dalam konteks ini biasanya lebih mengarah pada internet, sehingga online lebih pada menjelaskan status bahwa ia dapat diakses melalui internet.
  2. Secara lebih spesifik dalam sebuah sistem yang terkait pada ukuran dalam satu aktivitas tertentu, sebuah elemen dari sistem tersebut dikatakan online jika elemen tersebut beroperasional. Sebagai contoh, Sebuah instalasi pembangkit listrik dikatakan online jika ia dapat menyediakan listrik pada jaringan elektrik.
  3. Dalam telekomunikasi, istilah online memiliki arti lain yang lebih spesifik. Suatu alat diasosiasikan dalam sebuah sistem yang lebih besar dikatakan online bila berada dalam kontrol langsung dari sistem tersebut. Dalam arti jika ia tersedia saat akan digunakan oleh sistem (on-demand), tanpa membutuhkan intervensi manusia, namun tidak bisa beroperasi secara mandiri di luar dari sistem tersebut.
  4. Dengan internet kita dapat menerima dan mengakses informasi dalam berbagai format dari seluruh penjuru dunia. Kehadiran internet juga dapat memberikan kemudahan dalam dunia pendidikan, hal ini terlihat dengan begitu banyaknya situs web yang menyediakan media pembelajaran yang semakin interaktif serta mudah untuk dipelajari.

Konsep Dasar iLearning

Pada dasarnya istilah iLearning (Integrated Learning) berasal dari pemikiran perkembangan Teknologi iPad di Perguruan Tinggi Raharja, Belajar, Bermain, Berdoa dan Bekerja menurut Rahardja (2012)[17]. Pembelajaran secara efisien, praktis dan menyenangkan sehingga membuat mahasiswa/i menjadi lebih menarik dan semangat dalam belajar dengan di dukung teknologi yang mempermudah jangkauan mahasiswa/i dalam melakukan interaksi. Dengan demikian, pengertian terhadap keempat unsur-unsur pokok ini akan sangat membantu dalam memahami iLearning.

Istilah iLearning mengandung pengertian bahwa: “Merupakan suatu metode sistem pembelajaran yang sedang disiapkan oleh Perguruan Tinggi Raharja dengan upaya memberikan pelayanan prima kepada seluruh mahasiswa/i dalam bentuk service excellence sebagai kampus unggulan”. “Perguruan Tinggi Raharja dalam mengembangkan konsep proses pembelajaran berbasis multimedia secara online yang dikemas secara entertainment, sehingga menghadirkan konsep Interactive Education Learning yang menyentuh dalam proses belajar mengajar kepada seluruh civitas akademika dan secara terus menerus melakukan perbaikan (continues improvement) menuju kesempurnaan dalam materi bahan ajar yang selalu berkembang seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi”.

Media audio visual dalam iLearning merupakan media yang sangat tepat untuk meningkatkan minat belajar mahasiswa. Pembelajaran lebih cepat ditangkap serta durasi informasi lebih lama diingat karena melibatkan dua sensor indera sekaligus yaitu audio visual dan visual menurut (Rahardja, 2012).[17]

Definisi Ten Pillar IT iLearning

TPi.png

Gambar 2.5 10 Pillar IT iLearning


Untuk memudahkan pengelolaan dan meningkatkan kepuasan pelayanan kepada sivitas akademika Perguruan Tinggi Raharja terutama dalam mendukung perkuliahan menggunakan metode iLearning maka perlu adanya 10 Pillar IT iLearning Perguruan Tinggi Raharja. Output yang diperoleh adalah merupakan hasil dari penelitian Tridarma Perguruan Tinggi antara dosen dengan mahasiswa yang diwadahi oleh Raharja Enrichment Centre. Sistem Arsitektur pada Perguruan Tinggi Raharja terdiri dari 10 Pillar IT iLearning, meliputi [18]:

  1. iRME (Integrated Raharja Multimedia e-Portfolio) adalah media penyimpanan CV Pribadi Raharja dalam bentuk online (e-portfolio). Pribadi Raharja bisa membangun CV mereka dengan praktis kapanpun dan dimanapun dengan konsep paperless yang ditunjang dengan kemajuan teknologi membuat iRME ini adalah bukti bahwa Raharja mendukung Go Green.
  2. Rinfo (Email.co) Rinfo atau yang biasa disebut dengan email raharja.info adalah sebuah fasilitas email online bawaan dari google atau sering disebut gmail yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk Pribadi Raharja secara cuma-cuma yang berguna untuk memudahkan komunikasi, sharing ilmu, bahkan bisa juga untuk mengirim tugas yang di berikan oleh dosen. Tampilannya sama seperti gmail dan terdapat fitur untuk chatting kepada sesama pengguna email Rinfo bahkan email google (gmail). Lihat pula ECO
    1. Materi RCO
    2. Login
  3. iDu (iLearning Education) adalah media pembelajaran online untuk mendukung perkuliahan iLearning yang dijalankan secara onsite class dan offsite class.
  4. iRAN (iLearning Raharja Ask & News) adalah sistem yang menampilkan berita dan FAQs yang berkaitan tentang kampus.
  5. iDuHelp! adalah Sistem penerapan campus service system dengan bentuk layanan secara in site dan off site dalam mendukung kegiatan iLearning Education (iDU).
  6. Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning) adalah media sharing dan kolaborasi untuk membangun sebuah project dan setiap orang dapat berkontribusi didalamnya.
  7. Rooster (Role Online System Ticketing Raharja) merupakan sistem pelayanan yang melayani secara online dengan menggunakan sistem e-ticket atau ticketing online.
  8. iMe (iLearning Media) adalah ada official portal blogging yang dipersembahkan untuk Pribadi Raharja dan setiap Pribadi Raharja akan mendapatkan subdomain sebagai media dokumentasi segala bentuk aktifitas tridarma.
  9. Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services) magics adalah media penyimpanan gambar, podcast dan video untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Setiap Pribadi Raharja berhak mendapatkan account magics yang bisa mereka gunakan sebagai tempat penyimpanan.
  10. iSur (iLearning Survey) adalah sistem survey berbasis web yang digunakan untuk Pribadi Raharja melakukan survey kegiatan penelitian dan kegiatan akademik lainnya secara online.

Definisi iRME

Istilah iRME (Integrated Raharja Multimedia E-portfolio) dicetuskan untuk mengakomodir dan memfasilitasi Pribadi Raharja dalam upaya lifetime pengumpulan portofolio pribadi. Orientasi surat lamaran kerja atau CV, dengan adanya iRME ini mulai bergeser. CV bukan lagi sesuatu yang kita butuhkan sesaat pada waktu sedang melamar pekerjaan. CV adalah sebuat perjalanan seumur hidup (CV is a lifetime pursuit).

Pada umumnya, CV dibutuhkan pada saat seseorang ingin melamar pekerjaan. Ketika seseorang yang baru lulus kuliah atau seseorang yang baru saja kehilangan pekerjaan lama, dia akan dengan tergesa gesa, secepatnya mencari sebuah computer untuk dia mulai mengetik selembar lamaran kerja; dengan kewalahan mencari cari ijazah, ktp, surat kepolisian, sertifikat kompetensi dan sebagainya, untuk di fotokopi dan disertai didalam sebuah amplop; yang dikirim melalui POS atau diantar langsung ketempatnya. Belum lagi pada saat kita punya sertifikat memang ada berpuluh puluh, dan perusahaan yang mau dilamar juga ada belasan, kita akan merasa kewalahan untuk fotokopi sebanyak itu. Apakah memang harus seperti itu untuk mendapatkan pekerjaan? Bagaimana yang kita sebut sebut blue ocean; yang katanya pekerjaan akan mencari kita, bukan kita yang mencari pekerjaan. Jawabannya ada di iRME. (Untung Rahardja, 2013)[19].

Definisi Curriculum Vitae

Menurut Wikipedia[16], Curriculum vitae (CV; juga ditulis curriculum vitæ) adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman sesorang dan kualifikasi lainnya. Di beberapa negara, suatu CV biasanya merupakan hal utama yang dijumpai seorang majikan potensial tentang pencari kerja dan sering digunakan untuk menyaring aplikan (orang-orang yang melamar kerja secara daring) ketika mencari pekerjaan, biasanya dilanjutkan dengan wawancara.

Curriculum Vitae disingkat CV atau dalam bahasa Indonesia disebut daftar riwayat hidup adalah sebuah dokumen yang menerangkan secara detail mengenai diri seseorang, apa yang sudah dilakukakannya yang mempunyai hubungan dengan pekerjaan atau kegiatan yang ingin dilakukan, sehingga akan terlihat apakah seseorang dianggap tepat untuk melakukan pekerjaan atau kegiatan tersebut. Biasanya sebuah CV memuat berbagai informasi pokok mengenai seorang pelamar pekerjaan diantaranya data pribadi seperti nama, tempat, tanggal lahir, jenis kelamin, agama, kewarganegaraan, alamat, telepon. Selain data pribadi juga mencantumkan latar belakang pendidikan, kursus-kursus, skil atau kemampuan kerja, pengalaman kerja dan informasi lain yang dibutuhkan. Secara keseluruhan cv merupakan informasi lengkap gambaran pribadi seseorang untuk digunakan melamar pekerjaan atau untuk keperluan lainnya seperti melanjutkan studi, diklat dan lain sebagainya. Oleh karena itu dalam membuat cv harus dilakukan secara hati-hati dan benar jangan sampai informasi yang diberikan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, hal ini tentu saja akan membuat citra yang tidak baik bagi diri sendiri.

Definisi Multimedia Pembelajaran

Mayer (2009: 3)[20] mendefinisikan multimedia sebagai presentasi materi dengan menggunakan kata-kata sekaligus gambar-gambar yang dimaksud dengan kata disini adalah materinya disajikan dengan verbal form atau bentuk verbal.

Model Multimedia Pembelajaran

Smaldino, Lowther & Russell (2011: 32-47) mengungkapkan strategi pembelajaran dalam memadukan teknologi dan media ke dalam jenis demonstrasi, latihan, tutorial, diskusi, simulasi dan penyelesaian masalah.

Daryanto (2010: 54)[21] menjelaskan multimedia pembelajaran dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok sebagai berikut: 1) tutorial, 2) drill dan practice, 3) simulasi, 4) percobaan atau eksperimen, dan 5) permainan. Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bentuk model multimedia yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran.

Definisi 'E-portfolio

E-portfolio adalah kumpulan informasi dan dokumen yang menjelaskan prestasi yang telah dicapai oleh seseorang. Portofolio digunakan untuk banyak tujuan yang berbeda seperti: akreditasi dalam pekerjaan, pencarian kerja, pengembangan profesional berkelanjutan, sertifikat kompetensi.

J. Elizabeth Clark (2009)[22] mengungkapkan e-portofolio adalah unsur utama dalam sebuah "pergeseran tektonik" dalam pendidikan tinggi.

E-portfolio sebagai alat online andan proses reflektif individu untuk membangun sebuah e-portfolio yang mengambil makna sebagai portal, atau menengah. E-portfolio memiliki potensi untuk proses kreatif mengekspresikan diri dalam hubungan dengan yang lain dan menggambarkan identitas melalui narasi. Dalam pengertian yang lebih diterapkan, sebuah e-portfolio berfungsi sebagai "portal hidup," melalui dimana siswa dapat terus kembali mengartikulasikan ide-diri mereka kepada orang lain, membawa tentang pemahaman baru dan niat etis (Nguyen, 2013)[23].

E-portfolios bergerak di luar disiplin ilmu dengan riwayat penggunaan portofolio, banyak tertarik untuk menginformasikan praktek mereka dengan penelitian sering ditantang untuk menemukan artikel yang berarti menangani kebutuhan mereka atau berhubungan dengan pekerjaan mereka.(Watson & Doolittle, 2011)[24].

Elisitasi

Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu :

  1. Elisitasi tahap I, berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.
  2. Elisitasi tahap II, merupakan hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Berikut penjelasan mengenai MDI :
    1. “M” pada MDI berarti Mandatory (penting). Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.
    2. “D” pada MDI berarti Desirable. Maksudnya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.
    3. “I” pada MDI berarti Inessential. Maksudnya, requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.
  3. Elisitasi tahap III, merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya, semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu:
    1. Technical (T) : bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem yang diusulkan.
    2. Operational (O) : bagaimana tata cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan.
    3. Economic (E) : berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement di dalam sistem.

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

    1. High (H)  : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus dieliminasi.
    2. Middle (M) : Mampu dikerjakan.
    3. Low (L) : Mudah dikerjakan.
  4. Final draft elisitasi, merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Literature Review

Definisi Literature Review

Metode study pustaka dilakukan untuk menunjang metode wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.

Manfaat dari study pustaka (Literature Review) ini antara lain :

1. Mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps) dari penelitian ini.

2. Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel) sehingga banyak menghemat waktu dan juga menghindari kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.

3. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan yang relevan terhadap penelitian ini.

4. Meneruskan apa yang penelitian sebelumnya telah dicapai sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat membangun di atas landasan (platform) dari pengetahuan atau ide yang sudah ada.

Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai portofolio elektronik (e-portfolio) mahasiswa. Dalam upaya mengembangkan dan menyempurnakan portofolio elektronik (e-portfolio) mahasiswa ini perlu dilakukan studi pustaka (literature review) sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya yaitu:

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Kelly A. Parkes, Katie S. Dredger & David Hicks yang berjudul “e-portfolio as a Measure of Reflective Practice” tahun 2013. Penelitian ini menguraikan instruksional kualitas e-portfolios efektif dan bagaimana refleksi dan perkembangan siswa diukur. Eksemplar siswa dan rubrik penilaian menunjukkan bagaimana, meskipun mengubah alat dan berkembang standar, berkelanjutan kolaborasi dan pembinaan mahasiswa hasil praktisi reflektif di daerah konten dan pengetahuan teknologi. Sebagai bagian dari penilaian sumatif dalam program persiapan guru, calon guru menyiapkan e-portfolio untuk menunjukkan praktek reflektif dan pertumbuhan dalam belajar di seni mereka dan program humaniora. Penelitian ini menggambarkan pentingnya mengistimewakan meta-kognitif praktik yang memfasilitasi kepemilikan siswa pembelajaran dan pertumbuhan mereka sendiri. Digunakan bukan sebagai kompilasi artefak, e-portfolios malah diposisikan sebagai ruang pedagogis di mana pengajaran dan pembelajaran yang setransparan mungkin. Dengan demikian, contoh e-portfolio dan praktek yang dicontohkan dan dibahas dalam konten pedagogis mengetahui dan teknologi kerangka pengetahuan konten pedagogi.[25]
  2. Penelitian yang dilakukan oleh Rajendra Bhika, Andrea Francis, and Dionne Miller yang berjudul “Faculty Professional Development: Advancing Integrative Social Pedagogy Using ePortfolio” tahun 2013. Penelitian ini membahas tentang karya tiga anggota fakultas di dua seminar pengembangan profesional yang berbeda di LaGuardia Community College. Ini menggambarkan bagaimana pekerjaan mereka dipandu dan dihubungkan oleh benang merah penggunaan ePortfolio untuk mendorong pedagogi sosial integratif sebagai akibat dari partisipasi mereka dalam seminar tersebut. Koneksi ini menyoroti hubungan saling tergantung yang ada antara pengembangan profesional dan mahasiswa dosen belajar di dalam kelas. Sifat dari seminar pengembangan profesional dibahas dalam penelitian ini Art of Advising: Belajar dan Menerapkan holistik nasihat keterampilan dan pembelajaran connected: ePortfolio dan Integrative Pedagogi bersandar kuat pada ajaran sosial integratif dan pengalaman belajar bahwa anggota fakultas berusaha untuk menyediakan bagi siswa. Pada penelitian ini, dua anggota fakultas membahas bagaimana mereka mampu melokalisasi dan mengintegrasikan ide-ide dieksplorasi dalam Seni Advising: Belajar dan Menerapkan seminar Holistic Keterampilan nasihat dalam dua Prinsip Akuntansi I program untuk mendorong nasihat sebagai pedagogi sosial integratif . Anggota fakultas lain menggambarkan menggabungkan ide-ide diperiksa dalam Pembelajaran Connected: ePortfolio dan Integrative Pedagogi seminar di bagian General Chemistry I program untuk memfasilitasi refleksi sebagai pedagogi sosial integratif. Kegiatan dan praktik kelas yang digunakan untuk memfasilitasi interaksi, keterlibatan, dan belajar di kalangan mahasiswa dalam mata kuliah dijelaskan. Melalui analisis survei mahasiswa dan tulisan-tulisan reflektif, hasil pelaksanaan praktek-praktek tersebut juga dibahas.[26]
  3. Penelitian yang dilakukan oleh Trent Batson dari The Association for Authentic, Experiential and Evidence-Based Learning (AAEEBL) yang berjudul “12 Important Trends in the ePortfolio Industry for Education and for Learning” tahun 2012. Penelitian ini membahas tentang sebuah portofolio elektronik milik pelajar: sebuah aplikasi berbasis web yang dapat meng-upload dan menyimpan setiap jenis file untuk melayani sebagai bukti dalam presentasi dari e-portfolio, seperti untuk kelulusan atau untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan demikian catatan elektronik dari prestasi yang dapat terus disortir dan dimusnahkan dari waktu ke waktu. Ini adalah repositori aktif dengan alat manajemen banyak yang dapat menghasilkan presentasi web untuk tujuan tertentu, itu adalah resume pembuat dengan bukti terkait. E-portfolios memungkinkan bergerak dari pendidikan (pendidik sebagai agen aktif) untuk belajar. “Dalam waktu pengetahuan stabil, mengajar, dalam waktu pengetahuan cepat berubah, belajar. Ini adalah waktu untuk belajar: Mulai semua pemikiran berdasarkan pertimbangan tentang belajar. Pendidikan menganggap satu set bidang pengetahuan, membatasi penemuan pelajar itu, bidang di mana semua pengetahuan telah ditemukan dan dianalisa, melainkan menganggap siswa akan ditindaklanjuti oleh pendidik bukan mahasiswa / pelajar bertindak atas pengetahuan,. itu menganggap satu jalur untuk semua peserta didik fokus pada belajar, e-portfolios memungkinkan pendidik untuk melakukan, membuka pengalaman belajar.[27]
  4. Penelitian yang dilakukan oleh Serra T. De Arment, Angela P. Wetzel, and Evelyn Reed dari Virginia Commonwealth University yang berjudul “ePortfolios: Promoting Special Educator Adaptive Expertise ThroughReflection in a Web-Based Learning Community” pada tahun 2013. Penelitian ini membahas tentang dalam era akuntabilitas, guru harus siap untuk beradaptasi dengan variabilitas yang mereka hadapi di kelas hari ini. Alih-alih hanya mengetahui tanggapan rutin terhadap tantangan praktek, guru perlu repertoar yang ditandai dengan keahlian adaptif. Persiapan pra-layanan dapat memupuk keahlian adaptif calon guru melalui penggunaan ePortfolios sebagai komunitas pembelajaran berbasis web dibangun di atas refleksi dan umpan balik. Penelitian ini meninjau literatur tentang keahlian adaptif dan menggunakan belajar mengajar dalam rangka masyarakat untuk menjelaskan nilai ePortfolios untuk mendukung pengembangan keahlian adaptif. Selanjutnya, desain dan evaluasi rencana disajikan untuk komunitas pembelajaran berbasis ePortfolio di mana calon guru pendidikan khusus melatih keterampilan dan disposisi yang diperlukan untuk keahlian adaptif melalui prompt refleksi yang didasarkan pada kasus kelas dunia nyata dan menerima umpan balik dari fakultas program dan berlatih pendidik khusus.[28]
  5. Penelitian yang dilakukan oleh Rano Kurniawan, Henderi, dan Fitria Nursetianingsih yang berjudul “Penggunaan Ipad Mendukung Pembelajaran Pada Mahasiswa iLearning” pada tahun 2012 di Perguruan Tinggi Raharja. Penelitian ini membahas tentang iLearning (Integrated Learning) dapat diartikan sebagai metode pembelajaran yang menyeimbangkan antara otak, gerakan dan kecerdasan. iLearning berkaitan dengan 4B (Belajar, Bermain, Bekerja, Berdoa) dan realisasinya menyatu dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung keefektifan metode pembelajaran iLearning perlu akan adanya sarana pendukung sebagai standarisasinya. Di dalam iPad terdapat berbagai aplikasi yang mendukung kegiatan belajar, bermain, bekerja, maupun berdoa. Dengan adanya sarana iPad hal ini dapat memudahkan pembelajaran iLearning dan menciptakan integritas yang baik untuk metode pembelajaran. Dengan adanya sarana pendukung ini diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan lebih dan selalu up to date dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berpartisipasi menuangkan ide-ide kreatif untuk pengembangan teknologi kearah yang lebih maju lagi.[29]
  6. Penelitian yang dilakukan oleh Untung Rahardja, Nur Azizah, dan Santika Dewi dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia pada tahun 2013 yang berjudul “Sistem Pelayanan Dukungan Role Online System Ticketing Raharja (ROOSTER) Dengan Menggunakan E-ticket”. Penelitian ini menjelaskan tentang perkembangan jaman yang semakin maju mendukung keinginan untuk menyediakan berbagai jenis layanan yang dapat diakses dengan berbagai cara secara mudah, cepat, efisien, kapan pun dan di mana pun. Interaksi yang dulunya dilakukan secara fisik (person to person direct contact) mulai bergeser ke elektronik (communication through technology innovations) karena komunikasi secara elektronik relatif dapat dilakukan secara efisien, efektif, akurat, aman, nyaman, dan berkualitas. Oleh karena itu, pembuatan sebuah aplikasi sistem pelayanan dukungan yang tepat dan akurat sangat disarankan. Dengan metode sistem berbasis online, sistem pelayanan dukungan tersebut akan sangat mudah untuk didapatkan. Adapun ROOSTER merupakan sebuah aplikasi sistem pelayanan dukungan berbasis online yang sangat praktis.Dalam artikel ini di jelaskan mengenai masalah-masalah yang timbul serta pemecahan masalah yang diteliti. Selain itu terdapat 3 (tiga) ciri khas dan 5 (lima) keunggulan dari aplikasi ini. Pada implementasinya ditampilkan tampilan prototype dari aplikasi ROOSTER. Maka dapat disimpulkan bahwa kontribusi sistem ROOSTER dapat memaksimalkan berbagai bentuk pelayanan, serta dapat dijadikan media sistem pelayanan dukungan yang valid bagi seluruh civitas perguruan tinggi dan masyarakat secara umum.[30]
  7. Penelitian yang dilakukan oleh Aris Martono, Padeli, dan Dina Fitria Murad dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia pada tahun 2009 yang berjudul “Pengembangan Sistem Database Penempatan Tenaga Kerja Berbasis Web”. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan penempatan para pencari kerja pada perusahaan yang membutuhkan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan sehingga perusahaan mendapatkan tenaga kerja profesional siap pakai sesuai dengan profesinya melalui internet. Penelitian ini untuk memudahkan pihak pengguna untuk mengakses secara mobile, penyedia lowongan kerja mempunyai banyak pilihan para pencari kerja, para pencari kerja memiliki banyak pilihan lowongan kerja yang diharapkan, lembaga penyedia tenaga kerja perguruan tinggi, jasa tenaga kerja swasta dll akan mudah memantau informasi pasar kerja secara aktual. Lembaga pemerintah terkait selaku pembuat kebijakan akan menciptakan kebijakan ketenagakerjaan yang bersifat kompetitif, menciptakan budaya baru yang menghargai dan menghormati teknologi informasi sebagai alat untuk aktivitas bisnis, diperlukan investasi awal untuk mengembangkan sistem database penempatan tenaga kerja berbasis web dan dibentuk organisasi dan para personil yang bertugas dan bertanggung-jawab serta diperlukan biayaoverhead maupun operasionalnya.[31]
  8. Penelitian yang dilakukan oleh Untung Rahardja, Muhamad Yusup, dan Ari Asmawati dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia pada tahun 2013 yang berjudul “Digital Signature : Best Prectice Solution For The Distribution Of Letters To College”. Penelitian ini menjelaskan tujuan diterapkannya sistem informasi berbasis web yaitu untuk mempermudah pengguna dalam mengakses informasi dimanapun dan kapanpun. Terutama dalam membuat surat-surat keluar masih menggunakan tanda tangan basah.Sehingga belum mampu menyediakan informasi yang cepat dan akurat. Diidentifikasikan terdapat 7(tujuh) point permasalahan terhadap penanganan dan pengolahan surat-surat saat ini. Namun, masalah tersebutdapat terselesaikan dengan membangun sebuah Perancangan Digital Signature dan bersifat online, sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan dan informasi yang diperoleh benar-benar tepat, akurat dan sesuai dengan kebutuhan. Tentunya dengan metodologi deskripsi alur yang terarah, mulai dari Figure ilustrasi proses Digital Signature, Alur sub bagian pendistribusian Digital Signature, Flowchart Digital Signature, siklus Digital Signature dan Use CaseDigital Signature. Dari Literature Review, telah banyak penelitian mengenai Digital Signature Algorithm maupun Digital Signature Scheme. Pada tahapan implementasi dijabarkan secara detail prototype dari perancangan Digital Signature ini, listing program yang ditampilkan sampai tampilan surat yang telah disetujui dan sudah di tandatangani. Maka dapat dihasilkan pula sistem otentikasi yang disebut tanda tangan digital yang merupakan cara untuk menjamin keaslian suatu dokumen elektronik dan menjaga supaya pengirim dokumen dalam suatu waktu tidak dapat menyangkal bahwa dirinya telah mengirimkan dokumen tersebut.[32]
  9. Penelitian yang dilakukan oleh Prabowo Pudjo Widodo, Maimunah, Henderi dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia pada tahun 2009 yang berjudul “Kajian Persepsi Pengguna Teknologi Pembelajaran Raharja Multimedia Edutainment (RME) Menggunakan Metode Technology Acceptance Model”. Penelitian ini membahas tentang produk teknologi informasi yang telah diciptakan dan digunakan oleh Perguruan Tinggi Raharja tersebut adalah Raharja Multimedia Edutainment (RME). Teknologi ini digunakan untuk mendukung dan memperlancar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, dan memenuhi kebutuhan informasi yang berhubungan dengannya. Sehubungan dengan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi diterima dengan baik atau tidaknya RME oleh penggunanya. Juga ingin diketahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan RME. Model yang digunakan untuk mengetahui penerimaan RME pada penelitian ini adalah model TAM (Technology Acceptance Model). Model TAM secara rinci menjelaskan penerimaan teknologi informasi (TI) dengan dimensi-dimensi tertentu yang dapat mempengaruhi penerimaan teknologi oleh pengguna. Model ini menempatkan faktor sikap dan tiap-tiap perilaku pengguna dengan menggunakan dua variabel utama yaitu kemanfaatan (usefulness) dan kemudahan penggunaan (easy of use).[33]
  10. Penelitian yang dilakukan oleh Celeste Fowles Nguyen dari Stanford University yang berjudul “The ePortfolio as a Living Portal: A Medium for Student Learning, Identity, and Assessment”. Penelitian ini menguji pengaruh portofolio elektronik mahasiswa (yaitu, ePortfolios) pada pembelajaran, identitas, dan penilaian. Studi ini menciptakan narasi pengalaman siswa dengan ePortfolios yang mengintegrasikan teori hermeneutik kritis. Temuan menunjukkan beragam pengalaman peserta penelitian yang digunakan ePortfolios untuk menasihati dan mentoring tujuan atau untuk menyajikan sebuah identitas akademik untuk pengusaha atau fakultas. Penelitian ini menyajikan ePortfolios sebagai cara untuk terlibat dengan orang lain tentang identitas, untuk memperluas pemahaman sebelum dan cara-cara, dan untuk menciptakan koherennarasi dari masa lalu, sekarang, dan masa depan. Implikasi dapat memandu para pendidik dalam mengembangkan program ePortfolio yang mempersiapkan siswa untuk otentik, hidup etis dalam dunia global dan terus berubah.[23]

Dari sepuluh Literature Review yang ada, telah banyak penelitian mengenai e-portfolio as a Measure of Reflective Practice, Faculty Professional Development: Advancing Integrative Social Pedagogy Using ePortfolio, 12 Important Trends in the ePortfolio Industry for Education and for Learning, ePortfolios: Promoting Special Educator Adaptive Expertise ThroughReflection in a Web-Based Learning Community, Penggunaan Ipad Mendukung Pembelajaran Pada Mahasiswa Ilearning, Sistem Pelayanan Dukungan Role Online System Ticketing Raharja (ROOSTER) Dengan Menggunakan E-ticket, Pengembangan Sistem Database Penempatan Tenaga Kerja Berbasis Web, Raharja Multimedia Edutainment (RME) Menunjang Proses Belajar Mengajar di Perguruan Tinggi Raharja, Digital Signature : Best Prectice Solution For The Distribution Of Letters To College, Kajian Persepsi Pengguna Teknologi Pembelajaran Raharja Multimedia Edutainment (RME) Menggunakan Metode Technology Acceptance Model, The ePortfolio as a Living Portal: A Medium for Student Learning, Identity, and Assessment. Namun dapat disimpulkan pula bahwa belum ada peneliti yang secara khusus membahas mengenai portofolio mahasiswa dengan menggunakan e-portfolio pada perguruan tinggi.

Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti penelitian sebelumnya seperti yang dikemukakan diatas, maka dilakukan penelitian iRME (e-portfolio) untuk mengakomodir dan memfasilitasi mahasiswa dalam upaya lifetime pengumpulan portofolio pribadi, serta menjadi tempat untuk para mahasiswa membangun CV yang baik agar mudah untuk diakses oleh siapapun dan kapanpun.

BAB III

PEMBAHASAN

Analisa Organisasi

Gambaran Umum Perguruan Tinggi Raharja

Dengan semakin banyaknya Perguruan Tinggi di daerah Tangerang, khususnya dalam bidang pendidikan komputer ternyata hal tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh data secara terkomputerisasi di setiap bidang.

Dunia komputer dan alat-alat canggih serta otomatis lainnya dalam dunia perkantoran, baik instansi pemerintah maupun swasta sangat pesat sekali perkembangannya, sehingga selalu berubah setiap saat. Oleh karena itu Perguruan Tinggi Raharja dalam pendiriannya mempunyai misi untuk ikut membantu program pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi era globalisasi.

Telah menjadi tekad para pendiri Perguruan Tinggi ini untuk membantu pemerintah dan masyarakat kota Tangerang dalam pendirian Perguruan Tinggi Raharja yang diselenggarakan oleh Yayasan Nirwana Nusantara (YNN) yang didirikan pada tahun 2001 dan merupakan pendidikan yang terbaik dalam bidang pendidikan komputer.

Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja

Perguruan Tinggi Raharja bermula dari sebuah lembaga kursus komputer yang bernama LPPK (Lembaga Pendidikan dan Penelitian Komputer) Raharja yang terletak di Jl. Gatot Subroto km.2 Harmoni Mas Cimone Tangerang.LPPK Raharja diresmikan pada tanggal 3 Januari 1994 oleh bapak walikota Tangerang Drs. H. Zakaria Mahmud, Raharja telah terdaftar pada Depdiknas Kotamadya Tangerang dengan nomor 201/PLSM/02.4/L.93. Lembaga inilah yang mempelopori penggunaan operating system windows dan aplikasinya diwilayah Tangerang dan sekitarnya, hal tersebut mendapat respon positif dan jumlah peminatnya pun meningkat pesat seiring dengan kerjasama yang di lakukan oleh lembaga ini dengan sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang ada di Tangerang.

Karena semakin pesatnya perkembangan dan pertumbuhan akan komputerisasi dan meningkatnya peminat masyarakat Tangerang maka pada tanggal 24 Maret 1999 LPPK Raharja berkembang menjadi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Raharja Informatika yang diresmikan melalui surat keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 56/D/O/1999 yang diserahkan langsung dari Bapak Prof. Dr. Udju D. Rusdi selaku Koordinator KOPERTIS wilayah IV Jawa Barat kepada ketua yayasan Nirwana Nusantara Ibu Kasarina Sudjono. Pada tanggal 2 Februari 2000 dengan menyelenggarakan jurusan Manajemen Informatika.

Pada tanggal 2 Februari 2000 AMIK Raharja Informatika menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang menjalankan studi formal untuk program Diploma I (DI) dengan memberikan gelar Ahli Pratama dan Program Diploma II (DII) dengan memberikan gelar Ahli Muda dan Diploma III (DIII) dengan memberikan gelar Ahli Madya kepada lulusannya, sesuai dengan surat keputusan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta wilayah IV Jawa Barat dengan Nomor 3024/004/KL/1999.

Kemudian pada tanggal 7 September 2000 sesuai dengan surat keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 354/Dikti/Kep/2000 menambah 2 program yakni D3 Teknik Informatika dan D3 Komputer Akuntasi.

Kini AMIK Raharja Informatika mempunyai 3 (tiga) program studi Diploma III dengan jurusan Manajemen Informatika (MI), Teknik Informatika (TI), dan Komputer Akuntansi (KA) yang masing-masing jurusan memberikan gelar Ahli Madya (A.md), Ahli Muda (AM), Ahli Pratama (AP) kepada lulusannya.

Pada tanggal 20 Oktober 2000 dalam usahanya untuk meningkatkan mutu dan kualitas dari pada lulusan AMIK RAHARJA INFORMATIKA meningkatkan statusnya dengan membuka Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) RAHARJA. Dengan surat keputusan Nomor 42/01/YNN/PR/II/200. ketua Yayasan Nirwana Nusantara mengajukan permohonan pendirian STMIK RAHARJA kepada Mendiknas KOPERTIS Wilayah IV jawa barat dengan 3 (tiga) program studi SI Jurusan Sistem Informasi (SI), Teknik Informatika(TI), dan Sistem Komputer (SK), hal tersebut telah mendapat tanggapan dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi dengan surat keputusan Nomor 5706/D/T/2000. Tidak hanya sampai disini, dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas lulusan RAHARJA sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Raharja, bahwa dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 tahun sudah berdiri Universitas RAHARJA.

Pada saat ini, Perguruan Tinggi Raharja pun telah meningkatkan mutu dan kualitasnya melalui sertifikat Akreditasi, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Pada tanggal 5 April 2006 dengan sertifikat Akreditasi Nomor 00117/Ak-1-DIII-03/DFXMEI/IV/2002 yang berisi Badan Akreditasi nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK Raharja Informatika Terakreditasi B.
  2. Pada tanggal 4 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08479/Ak-X-SI-001/CAGTLF/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa studi Strata 1 Teknik Informatika di STMIK Raharja terakreditasi B.
  3. Pada tanggal 11 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08523/Ak-X-S1-002/CAGSIM/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Strata 1 Sistem Informasi di STMIK Raharja terakreditasi B.
  4. Pada tanggal 3 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 006/BAN-PT/AK-VIII/DPI-III/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK Raharja Informatika terakreditasi B.
  5. Pada tanggal 25 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 019/BAN-PT/AK-X/SI/VIII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program Strata 1 Sistem Komputer di STMIK Raharja terakreditasi B.
  6. Pada tanggal 29 Desember 2007 sesuai surat keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 017/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/XII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Teknik Informatika di AMIK Raharja Informatika dengan terakreditasi B.
  7. Pada tanggal 18 Januari 2008 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 019/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/I/2008 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma Tiga Komputerisasi Akuntansi di AMIK Raharja Informatika terakreditasi A.
  8. Pada tanggal 08 Juli 2011 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 010/BAN-PT/Ak-XIV/S1/VII/2011, menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Raharja, Tangerang terakreditasi B.
  9. Pada tanggal 23 September 2011 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 025/BAN-PT/Ak-XIV/S1/IX/2011, menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Raharja, Tangerang terakreditasi B.

1. Jurusan / Program Studi pada STMIK Raharja

Tabel 1.JPG

Tabel 3.1 Jurusan atau Program Studi pada STMIK Raharja

 

2. Jurusan / Program Studi pada AMIK Raharja Informatika

Tabel amik.JPG

Tabel 3.2 Jurusan atau Program Studi pada AMIK Raharja

   

Visi, Misi dan Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

Visi Perguruan Tinggi Raharja

Visi Perguruan Tinggi Raharja adalah menjadi perguruan tinggi swasta yang secara berkesinambungan meningkatkan kualitas pendidikannya, memberikan pelayanan dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, memiliki daya saing tinggi dalam era kompetisi globalisasi, terutama dibidang teknologi informasi dan komputer. Menjadikan pribadi raharja sebagai sumber daya manusia terampil dan ahli, mampu bersaing dalam dunia bisnis maupun non bisnis, menghasilkan tenaga intelektual dan professional, serta mampu berkembang dalam cakrawala yang lebih luas.

 

Misi Perguruan Tinggi Raharja

  1. Menyelenggarakan pendidikan komputer (Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Sistem Komputer) yang menghasilkan lulusan bermoral, terampil, dan kreatif serta memiliki daya saing tinggi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
  2. Menyelenggarakan program-program penelitian dan pengembangan guna menghasilkan keterkaitan dan relevansi seluruh kegiatan akademis dengan kebutuhan pembangunan sosial-ekonomi dan industri Indonesia, serta mengantisipasi semakin maraknya globalisasi kehidupan masyarakat.
  3. Melaksanakan dan mengembangkan program-program pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.

 

Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan dapat menerapkan, mengembangkan serta memperluas informatika dan komputer secara profesional.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengadakan penelitian dalam bidang informatika dan komputer, yang hasilnya dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan.
  3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengabdikan pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang informatika dan komputer secara profesional kepada masyarakat.

 

Visi, Misi dan Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

Visi dan Misi

Visi Raharja adalah menjadi perguruan tinggi swasta yang secara berkesinambungan meningkatkan kualitas pendidikannya, memberikan pelayanan dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, memiliki daya saing tinggi dalam era kompetisi globalisasi, terutama dibidang teknologi informasi dan komputer. Menjadikan pribadi raharja sebagai sumber daya manusia terampil dan ahli, mampu bersaing dalam dunia bisnis maupun non bisnis, menghasilkan tenaga intelektual dan professional, serta mampu berkembang dalam cakrawala yang lebih luas. Dalam rangka mencapai visi yang digariskan, Raharja senantiasa akan berupaya untuk melaksanakan misinya sebagai berikut :

  1. Menyelenggarakan program-program studi yang menunjang perkembangan dan penerapan teknologi informasi dalam berbagai bidang ilmu.

  2. Menyediakan saran dan lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar yang efektif dan efisien, sehingga terbentuk lulusan-lulusan yang bermoral, terampil dan kreatif.

  3. Menjaga keterkaitan dan relevansi seluruh kegiatan akademis dengan kebutuhan pembangunan sosial-ekonomi dan industri Indonesia serta mengantisipasi semakin maraknya globalisasi kehidupan masyarakat.

  4. Melangsungkan kerjasama dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga ilmu dan teknologi yang diberikan selalu mutakhir serta dapat diterapkan secara berhasil guna dan tepat guna.

Visi dan misi tersebut diatas, dipahami dan didekati dengan kesadaran komitmen pada kualitas yang menjadi target dalam manajemen dan system pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja. Kualitas sebagai suatu dimensi yang merupakan bagian dari apa yang disebut “Total Qualitas Manajemen”. Konsep berpikir kualitas terdiri dari : performance (kinerja), feature (fasilitas), durability (daya tahan), reliability (kehandalan), conformity (kesesuaian),esthetic (keindahan), dan easy to be repaired (kemudahan perbaikan). Ketujuh elemen itu merupakan perhatian utama manajemen dan sistem pendidikan Perguruan Tinggi Raharja yang dituangkan dalam ISO 9001 : 2000 (sistem manajemen Mutu Raharja).

Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan dapat menerapkan, mengembangkan serta memperluas informatika dan komputer secara profesional.

  2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengadakan penelitian dalam bidang informatika dan komputer, yang hasilnya dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dilapangan.

  3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengabdikan pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang informatika dan komputer secara profesional kepada masyarakat.

Arti Nama Raharja

Raharja. Kata ini diinspirasikan dari motto kota dan kabupaten Tangerang, yaitu “Bhakti Karya Adhi Kerta Raharja” dan “Setya Karya Kerta Raharja” yang berarti “kesejahteraan” yang dalam arti luasnya adalah keinginan dan niat para pendiri untuk membantu pemerintah ikut serta dalam membangun masyarakat yang sejahtera melalui penguasaan dibidang teknologi informasi dan komputer. Sedangkan Raharja sendiri memiliki motto “Get The Better Future By Computer Science” (meraih sukses yang gemilang dengan ilmu komputer).

Arti Green Campus

Green Campus, yang berarti Kampus Hijau memiliki makna yang luas “Green” atau dengan sebutan “Green Leaves” sering diartikan dengan masih hijau generasi muda Indonesia adalah bibit-bibit unggul yang masih hijau dan green campus berpotensi melahirkan generasi pribadi yang matang dan berguna bagi bangsa dan Negara.

“Green” dalam konteks “Green Power” berarti kekuatan financial. Green Campus sebagai kampus yang dapat memberikan power untuk menipang seluruh aktifitas perkuliahan bertujuan menciptakan pribadi raharja yang dapat mandiri secara financial (financially independent).

Strk.jpg

Gambar 3.1 Stuktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Analisa Sistem Berjalan

Proses dalam sistem membuat portofolio atau Curriculum Vitae (CV) saat ini dapat dikatakan masih belum optimal, hal tersebut dikarenakan pendataan yang masih manual. Adapun penjelasan lebih rinci mengenai sistem yang sedang berjalan terdapat pada Unified Modelling Language (UML).

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Prosedur Sistem Yang Berjalan

Saat ini proses dalam sistem membuat portofolio atau Curriculum Vitae (CV) saat ini dapat dikatakan masih belum optimal, hal tersebut dikarenakan pendataan yang masih manual. Dikarenakan dalam pembuatan CV masih menggunakan kertas dan harus melakukan print out. Hal ini tentu sangat merepotkan dan membutuhkan biaya yang cukup besar, sementara itu setelah proses pengirim CV ke sebuah instansi pemerintahan maupun swasta melalui paper telah selesai dilaksanakan maka, paper tersebut diabaikan bahkan hanya menjadi arsip saja. Dengan cara manual pula seringkali kita membuat CV yang sama berulang kali sehingga banyak memakan waktu dan sarana lain. Tentu hal ini termasuk kedalam sifat paperless (pemborosan). Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa pada poin permasalahan pertama tidak mencerminkan campus IT, yang notabenenya segala sesuatu bersifat online, praktis, dan mencerminkan green campus.

 

Use Case Diagram Sistem Yang Berjalan

Untuk menganalisa sistem yang berjalan, pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML 6.4. Enterprise Edition untuk menggambarkan use case diagram, activity diagram dan sequence diagram.

Usecase irme1.jpg

Gambar 3.3 Use Case Diagram sistem membuat CV manual

Usecase irme1.jpg

Gambar 3.3 Use Case Diagram sistem membuat CV manual

Berdasarkan Gambar 3.3 Use Case Diagram sistem membuat CV manual diatas terdapat :

1. Usecase : membuat curriculum vitae (cv)

Actor : User

Deskripsi :

User membuat CV dengan tulis tangan atau menggunakan Ms. Word

2. Usecase : mencetak dan fotokopi cv

Actor : User

Deskripsi :

User mencetak dan memperbanyak (fotokopi) CV

3. Usecase : mengumpulkan dokumen-dokumen penting

Actor : User

Deskripsi :

User mengumpulkan dokumen-dokumen penting, seperti: ijazah, sertifikat yang dilegalisir, sertifikat penghargaan, fotokopi KTP, pas foto, SKCK, Surat keterangan sehat, kartu kuning, dll.

4. Usecase : fotokopi dokumen-dokumen

Actor : User

Deskripsi :

Memperbanyak (fotokopi) dokumen-dokumen yang akan dilampirkan dalam CV

5. Usecase : Mengirimkan berkas CV ke perusahaan

Actor : User dan Perusahaan

Deskripsi :

User mengirimkan berkas CV dengan cara melalui pos, melalui email atau datang langsung ke perusahaan.

6. Usecase : Menerima dan menyeleksi CV

Actor : Perusahaan

Deskripsi :

Petugas perusahaan menerima dan menyeleksi CV pelamar kerja.

Activity Diagram Sistem yang Berjalan

Activity Diagram ini untuk menggambarkan rangkaian aliran aktifitas baik proses bisnis maupun use case. Dapat juga digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action tersebut.

Activity.jpg

Gambar 3.4 Activity Diagram sistem yang berjalan

Berdasarkan Gambar 3.4 Activity Diagram Sistem yang berjalan terdapat :

1. Initial Node, sebagai objek yang diawali.

2. 2 Action yang mencerminkan eksekusi dari sistem membuat cv manual yang dilakukan oleh user.

3. Final State, sebagai objek yang diakhiri.

Sequence Diagram Sistem yang Berjalan

Dari keterangan di atas dapat digambarkan dengan sequence diagram mengenai informasi sistem yang berjalan saat ini, sehingga dengan diagram ini dapat menggambarkan pergerakan sebuah objek dan pesan yang terjadi di dalam sistem penyampaian informasi.

Sequence cv manual.jpg

Gambar 3.5 Sequence Diagram sistem yang berjalan

Berdasarkan gambar 3.5 sequence diagram pembuatan curriculum vitae (cv) yang berjalan terdapat :

a) 2 actor yang melakukan kegiatan, yaitu user, dan petugas perusahaan

b) 6 message yang merupakan urutan kegiatan sistem pembuatan cv manual.

Konfigurasi Sistem

Di dalam membuat analisa program untuk penulisan laporan Skripsi, penulis menggunakan komputer dengan konfigurasi minimal sebagai berikut:

1. Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware)

a. Processor : Intel® Atom™ Processor N280 (1.66 GHz)

b. Monitor : 10,1”

c. Mouse : Standard Optic

d. RAM : 1024 MB DDR3

e. Hardisk : 320 GB SATA

2. Spesifikasi Perangkat Lunak (Software)

a. Windows 7

b. Adobe Dreamweaver CS

c. Visual Paradigm

d. AAA Logo 2008

3. Sistem Pendukung

10 Pillar IT iLearning

Permasalahan yang dihadapi

Analisa Permasalahan

Berdasarkan analisa yang dilakukan peneliti, sistem pembuatan portofolio mahasiswa atau Curriculum Vitae (CV) online kepada Pribadi Raharja di Perguruan Tinggi Raharja yang berjalan saat ini, ada beberapa masalah yang dihadapi dalam menjalankan sistem yang sedang berjalan seperti :

  1. Belum tersedia sistem pembuatan portofolio mahasiswa atau Curriculum Vitae (CV) online pada Perguruan Tinggi Raharja yang khusus secara online melalui internet.
  2. Pembuatan portofolio mahasiswa atau Curriculum Vitae (CV) dilakukan secara manual dengan cara menggunakan paper. Namun apabila pada sistem online, Pribadi Raharja bisa langsung membuat portofolio atau Curriculum Vitae (CV) mereka pribadi melalui Integrated Raharja Multimedia E-portfolio (iRME) sehingga menjadi lebih mudah dan praktis.
  3. Membutuhkan waktu dan biaya yang banyak dalam membuat Curriculum Vitae (CV) dengan menggunakan kertas dan membutuhkan banyak kertas untuk mencetak CV sehingga tidak mencerminkan green campus.

Analisa Kebutuhan

Dari hasil analisa penelitian sebelumnya, penulis dapat menyimpulkan bahwa kebutuhan dari sistem yang sedang berjalan adalah belum adanya sistem baru yang dapat menggantikan sistem yang ada, misalnya dengan menggunakan sistem pembuatan portofolio mahasiswa atau Curriculum Vitae (CV) berbasis online yang lebih baik, yang akan digunakan untuk membuat sebuah Curriculum Vitae (CV) yang berkualitas. Selain itu, dengan penerapan sistem pembuatan portofolio mahasiswa atau Curriculum Vitae (CV) berbasis online untuk para Pribadi Raharja akan memberikan kemudahan kepada Pribadi Raharja dalam membuat CV dan sebagai media untuk membuat CV yang berkualitas.

Proses Pencapaian

Berdasarkan penelitian dari analisa kekurangan dan kebutuhan perihal pembuatan portofolio mahasiswa atau Curriculum Vitae (CV) online Pribadi Raharja di Perguruan Tinggi Raharja saat ini, sistem yang berjalan belum dapat diimplementasikan secara efisien sehingga memberikan alternatif pemecahan masalahnya dengan cara:

  1. Membuat sistem untuk pembuatan portofolio atau CV secara online.
  2. Menjadi media untuk Pribadi Raharja membangun CV yang berkualitas.
  3. Adanya tempat penyimpanan portofolio mahasiswa agar pencarian data lebih mudah dan tidak terjadi kehilangan data serta menghindari pemborosan kertas.

User Requirement

Elisitasi Tahap I

Functional

No

Analisa Kebutuhan
Saya ingin sistem dapat

1

Register hanya untuk email eco atau rinfo

2

Upload file PDF laporan KKP & Skripsi

3

Link profile page menjadi public

4

Menambahkan fitur untuk ganti themes

5

Menambahkan link iDuHelp! di Home iRme

6

Mengirim deny register ke user yang tidak menggunakan email eco atau rinfo

7

Mengubah bahasa menjadi bahasa Inggris di “Terms & Condition” register iRME

8

Menambahkan Favicon iRme

9

Filosofi dan Logo iRme

10

Memperbaiki account users yang tidak bisa login

11

Menampilkan data users

12

Menghapus account users

13

Menampilkan inbox di dashboard iRME

14

Menampilkan icon-icon di dashboard iRME

15

Menampilkan pages users lain dan pages pribadi di dashboard iRME

16

Menampilkan topik perbincangan di dashboard iRME

17

Menampilkan box search users

18

Menampilkan list users online di dashboard iRME

19

Mengedit profile users

20

Memasukkan profile pictures users

21

Mengedit contact information users

22

Menampilkan display name users

23

Menyimpan profile users

24

Mengedit profile page users

25

Terdapat menu login

26

Terdapat menu register

27

Terdapat menu lost username / password

28

Terdapat menu logout

29

Mengganti profile picture users

30

Mengkoneksikan profile picture melalui Gravatar

31

Mengupload files gambar/foto

32

Mengupload files musik / lagu

33

Mengupload files dokumen

34

Mengupload files video

35

Mengupload files hibah

36

Mempublish postingan jurnal ilmiah

37

Memasukkan dan menyimpan profile information users

38

Memasukkan dan menampilkan education history users

39

Memasukkan dan menampilkan employment history users

40

Memasukkan dan menampilkan achievements users

41

Memasukkan dan menampilkan certificates

42

Memasukkan dan menampilkan personal goals users

43

Memasukkan dan menampilkan personal skills users

44

Membuat pages

45

Mengexport portfolio users

46

Mengkoneksikan iMe ke iRME melalui RSS Feed

47

Menambahkan dan menghapus teman

48

Menampilkan data my friends di profile page

49

Menampilkan foto berbentuk slide show di profile page

50

Memainkan musik secara otomatis di profile page

51

Mengkoneksikan link musik, video dan foto dari MAGICS ke dalam iRME

52

Memasukkan external content dari youtube ke dalam iRME

53

Menampilkan profile page users lain

54

Menampilkan menu settings

55

Mengganti password baru

56

Share pages

57

Mengganti username baru

58

Menampilkan wall di profile page

59

Mengirim pesan di wall users lain

60

Membuat dan mengedit folder files
Non Functional
NoSaya ingin sistem dapat

1

Terdapat artikel iRme di iRan

2

Terdapat survey iRme

3

Target users mencapai 600 users

4

Terdapat laporan statistik setiap bulan

5

Merapikan iRme Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I

Tabel 3.3 Elisitasi tahap I

Elisitasi Tahap II

Functional

M

D

I

No.

Analisa Kebutuhan
Saya ingin sistem dapat

1

Register hanya untuk email eco atau rinfo

2

Upload file PDF laporan KKP & Skripsi

3

Link profile page menjadi public

4

Menambahkan fitur untuk ganti themes

5

Menambahkan link iDuHelp! di Home iRme

6

Mengirim deny register ke user yang tidak menggunakan email eco atau rinfo

7

Mengubah bahasa menjadi bahasa Inggris di “Terms & Condition” register iRME

8

Menambahkan Favicon iRme

9

Filosofi dan Logo iRme

10

Memperbaiki account users yang tidak bisa login

11

Menampilkan data users

12

Menghapus account users

13

Menampilkan inbox di dashboard iRME

14

Menampilkan icon-icon di dashboard iRME

15

Menampilkan pages users lain dan pages pribadi di dashboard iRME

16

Menampilkan topik perbincangan di dashboard iRME

17

Menampilkan box search users

18

Menampilkan list users online di dashboard iRME

19

Mengedit profile users

20

Memasukkan profile pictures users

21

Mengedit contact information users

22

Menampilkan display name users

23

Menyimpan profile users

24

Mengedit profile page users

25

Terdapat menu login

26

Terdapat menu register

27

Terdapat menu lost username / password

28

Terdapat menu logout

29

Mengganti profile picture users

30

Mengkoneksikan profile picture melalui Gravatar

31

Mengupload files gambar/foto

32

Mengupload files musik / lagu

33

Mengupload files dokumen

34

Mengupload files video

35

Mengupload files hibah

36

Mempublish postingan jurnal ilmiah

37

Memasukkan dan menyimpan profile information users

38

Memasukkan dan menampilkan education history users

39

Memasukkan dan menampilkan employment history users

40

Memasukkan dan menampilkan achievements users

41

Memasukkan dan menampilkan certificates

42

Memasukkan dan menampilkan personal goals users

43

Memasukkan dan menampilkan personal skills users

44

Membuat pages

45

Mengexport portfolio users

46

Mengkoneksikan iMe ke iRME melalui RSS Feed

47

Menambahkan dan menghapus teman

48

Menampilkan data my friends di profile page

49

Menampilkan foto berbentuk slide show di profile page

50

Memainkan musik secara otomatis di profile page

51

Mengkoneksikan link musik, video dan foto dari MAGICS ke dalam iRME

52

Memasukkan external content dari youtube ke dalam iRME

53

Menampilkan profile page users lain

54

Menampilkan menu settings

55

Mengganti password baru

56

Share pages

57

Mengganti username baru

58

Menampilkan wall di profile page

59

Mengirim pesan di wall users lain

60

Membuat dan mengedit folder files

Non Functional

No.

Saya ingin sistem dapat

1

Terdapat artikel iRme di iRan

2

Terdapat survey iRme

3

Target users mencapai 600 users

4

Terdapat laporan statistik setiap bulan

5

Merapikan iRme Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I

Keterangan:
M = Mandatory
D = Desirable
I = Inessential

 


Tabel 3.4 Elisitasi tahap II

Elisitasi Tahap III

Functional
T
O
E

No.

Analisa Kebutuhan
Saya ingin sistem dapat
L
M
H
L
M
H
L
M
H

1

Register hanya untuk email eco atau rinfo

2

Upload file PDF laporan KKP & Skripsi

3

Link profile page menjadi public

4

Menambahkan fitur untuk ganti themes

5

Menambahkan link iDuHelp! di Home iRme

6

Mengirim deny register ke user yang tidak menggunakan email eco atau rinfo

7

Mengubah bahasa menjadi bahasa Inggris di “Terms & Condition” register iRME

8

Menambahkan Favicon iRme

9

Filosofi dan Logo iRme

10

Memperbaiki account users yang tidak bisa login

11

Menampilkan data users

12

Menghapus account users

13

Menampilkan inbox di dashboard iRME

14

Menampilkan icon-icon di dashboard iRME

15

Menampilkan box search users

16

Mengedit profile users

17

Memasukkan profile pictures users

18

Terdapat menu login

19

Terdapat menu register

20

Terdapat menu lost username / password

21

Terdapat menu logout

22

Mengkoneksikan profile picture melalui Gravatar

23

Mengkoneksikan link musik, video dan foto dari MAGICS ke dalam iRME

24

Menampilkan menu settings

25

Share pages
Non Functional

No.

Saya ingin sistem dapat

1

Terdapat artikel iRme di iRan

2

Terdapat survey iRme

3

Target users mencapai 600 users

4

Terdapat laporan statistik setiap bulan

5

Merapikan iRme Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I
Keterangan:
T = Technical
O = Operasional
E = Economic
L = Low
M = Middle
H = High

 

Tabel 3.5 Elisitasi tahap III

Final Elisitasi Yang Diusulkan

Pembahasan detail functional elisitasi dijabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sebelum adanya sistem yang diusulkan, sebagai berikut:

Functional Analisa Kebutuhan

Register hanya untuk email eco atau rinfo

Deskripsi sebelumnya :

Sebagai pengguna sistem yang terhubung dengan internet, pasti pernah terdapat spam sehingga sangat tidak nyaman sekali apabila sistem tersebut terus-menerus terkena spam. Awalnya pada iRME belum terdapat pembatasan dalam register akun pengguna yang harus diterima. Sehingga terjadi banyaknya user yang melakukan register iRME tidak hanya Pribadi Raharja saja, terlihat dari email yang mereka gunakan untuk melakukan register iRME. Maka register akun iRME harus dibatasi agar register akun untuk new user di iRME, hanya untuk email eco saja yang menjadi tanda bahwa pengguna tersebut merupakan Pribadi Raharja.

Register irme deny.jpg

Gambar 3.6 Register Spam

Upload file PDF laporan KKP & Skripsi

Deskripsi sebelumnya :

Pada tgl 20 Mei 2013, terdapat permintaan melalui email dari pak UR untuk membuat tutorial upload laporan KKP, TA, Skripsi dan IS dalam bentuk pdf agar dimasukkan ke dalam iRme.

Printscreen elisitasi pdf.jpg

Gambar 3.7 Email upload file PDF

Link profile page menjadi public

Deskripsi sebelumnya :

Terdapat permintaan user melalui iDuHelp! offline yang bertanya tentang bagaimana cara supaya Curriculum Vitae (CV) kita yang ada di iRme bisa dilihat oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja? Dikarenakan jika membuat CV secara online seharusnya dapat diakses tanpa harus login di iRme terlebih dulu. Sehingga setelah lulus nanti saat ingin melamar pekerjaan akan lebih mudah jika kita hanya tinggal memberikan link yang ada di iRme lalu akan ditampilkan semua CV lengkap yang sudah kita buat di iRME.

Link publik.jpg

Gambar 3.8 iDuHelp! offline Link iRme public

 

Link pp login.jpg

Gambar 3.9 Tampilan akses profile page harus login

Pada Gambar 3.10 adalah tampilan profile page yang harus login terlebih dulu untuk bisa mengakses CV online yang telah dibuat di iRME, sehingga dengan cara seperti itu hanya user yang sudah terdaftar sebagai user iRME saja yang bisa mengakses untuk melihat CV online tersebut.

Menambahkan fitur untuk ganti themes

Deskripsi sebelumnya :

Berdasarkan kebutuhan dari user melalui iDuHelp! menginginkan adanya fitur untuk mengganti themes yang ada di iRme. Dikarenakan pada website Mahara juga sudah terdapat fitur untuk mengganti themes, terlihat seperti akun salah satu user di Mahara yang menggunakan themes jenis sunset. Maka perlu ditambahkan fitur tersebut agar tampilan profile page user iRme menjadi semakin menarik.

Printscreen elisitasi thema.jpg

Gambar 3.10 iDuHelp! offline themes iRme

Themes mahara.jpg

Gambar 3.11 Themes user di Mahara

Pada gambar 3.12 adalah tampilan CV user yang ada di Mahara, user tersebut menggunakan themes jenis "Sunset".

Menambahkan link iDuHelp! di Home iRme

Deskripsi sebelumnya :

Sebelumnya jika ada customer yang ingin bertanya di iDuHelp! hanya mengandalkan 1 tempat saja untuk penggunaannya yaitu di iMe iDuHelp! (iduhelp.ilearning.me). Saat iMe sedang terjadi maintenance, iDuHelp! pun sulit untuk diakses. Maka ada permintaan melalui email dari pak UR bahwa setiap PIC project dapat menyertakan link iDuHelp! di halaman utama project masing-masing begitu pula pada halaman utama iRME.

Printscreen elisitasi link iduhelp.jpg

Gambar 3.12 Email link iDuHelp!

Mengirim deny register ke user yang tidak menggunakan email eco atau RINFO

Deskripsi sebelumnya :

Dikarenakan banyak register yang berupa spam, maka langsung dilakukan deny register terhadap user yang bukan menggunakan email eco maupun RINFO. Terkadang ada user yang bertanya mengapa register iRME mereka ditolak? Padahal mereka adalah Pribadi Raharja yang ingin membuat CV online, namun tidak ada pemberitahuan alasan mengapa register mereka ditolak. Maka dari itu perlu adanya pesan deny register kepada user yang melakukan register iRME bukan menggunakan email eco atau RINFO menjelaskan alasan penolakan register tersebut.

Email maylan.jpg

Gambar 3.13 Email keluhan deny register user

Mengubah bahasa menjadi bahasa Inggris di “Terms & Condition” register iRME

Deskripsi sebelumnya :

Terdapat email keluhan dari pak Ary yang melihat kejanggalan pada saat melakukan register di iRME. Pada Terms and Conditions masih menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan yang lainnya menggunaka bahasa Inggris. Jadi perlu adanya keseragaman bahasa pada Terms and Conditions ini.
Printscreen elisitasi terms.jpg

Gambar 3.14 Email Terms and Condition iRME

Menambahkan Favicon iRme

Deskripsi sebelumnya :

Dikarenakan seringnya membuka beberapa tab website pada browser, sehingga sulit untuk menuju pada tab iRME yang diinginkan. Terkadang karena terlalu banyak membuka tab browser, mengharuskan membuka satu persatu tab pada browser tersebut.

Filosofi dan Logo iRme

Deskripsi sebelumnya :

Logo adalah sebuah simbol atau lambang yang menggambarkan ciri dari sesuatu baik itu barang, lembaga, perusahaan, instansi ataupun website atau Blog. Logo juga adalah sebuah simbol yang mangandung banyak arti dan filosofi. Logo menjadi sebuah pengakuan, loyalitas dan keunggulan yang tersirat ke dalam suatu bentuk atau gambar. Namun di iRME belum terdapat logo atau icon yang ditampilkan dalam sebuah sistem karena hal ini juga termasuk dalam suatu kebutuhan dalam sistem. Sehingga hal ini memunculkan permintaan melalui email dari Pak UR, agar iRME terdapat logo dan filosofinya.

Printscreen elisitasi filosofi logo.jpg

Gambar 3.15 Email Logo Project dan Filosofi

Memperbaiki account users yang tidak bisa login

Deskripsi sebelumnya :

Dikarenakan ada user iRME yang tidak bisa melakukan login iRME, sehingga ada beberapa keluhan mengenai hal ini melalui iDuHelp, Rooster, maupun secara lisan.

Elisitasi forgot password.jpg

Gambar 3.16 Tiket Rooster forgot password

Pada gambar diatas adalah contoh keluhan dari user yang disampaikan melalui Rooster perihal tidak bisa login iRME.

Elisitasi forgot password2.jpg

Gambar 3.17 Email iDuHelp! offline forgot password

Dan gambar berikut ini adalah contoh keluhan dari user yang disampaikan melalui iDuHelp! offline perihal tidak bisa login iRME.

Non Functional Analisa Kebutuhan

Terdapat artikel iRme di iRan

Deskripsi sebelumnya :Setiap suatu sistem pasti terdapat prosedur yang berbeda-beda dari sistem yang lainnya. Begitu pula dengan sistem untuk membuat sebuah CV secara online di iRME, terkadang masih banyak user yang tidak mengetahui bagaimana cara untuk membuat CV mereka di iRME. Terdapat email permintaan dari Iz yang ingin agar dibuatkan artikel tentang mekanisme penggunaan iRME.

Elisitasi artikel.jpg

Gambar 3.18 email mekanisme iRME

Berdasarkan email tersebut, maka dari itu sangat diperlukan adanya petunjuk dalam penggunaan sistem iRME untuk memudahkan user dalam membuat CV online mereka di iRME.

Terdapat survey iRme

Deskripsi sebelumnya : Penilaian terhadap sistem sangat penting karena untuk melngetahui seberapa efisien atau seberapa optimalkah sistem tersebut. Sistem iRME merupakan sistem untuk membuat CV secara online di Perguruan Tinggi Raharja. Maka dibutuhkan survey untuk mengukur tingkat keefisienan sistem iRME tersebut.

Target users mencapai 600 users

Deskripsi sebelumnya :iRME diluncurkan pada bulan Januari 2013, saat pertama kali diluncurkan pada Perguruan Tinggi Raharja hanya ada account admin. Maka perlu ditingkatkan jumlah users iRME agar Pribadi Raharja dapat memiliki account iRME untuk membuat CV secara online.

Terdapat laporan statistik setiap bulan

Deskripsi sebelumnya :

Perkembangan dari suatu sistem baik itu perkembangan mengenai jumlah users atau pages yang telah dibuat dalam iRME sangat penting. Dari jumlah tersebut akan muncul grafik statistik terhadap transaksi penggunaan sistem. Ada baiknya setiap sistem memiliki sebuah laporan statistik secara continue. Saat ini sistem iRME belum memiliki laporan statistik yang continue, sehingga muncul permasalahan dalam mengetahui sejauh mana perkembangan iRME dan ada email permintaan dari Iz agar PIC project membuat laporan statistik tersebut.

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 3. Email request data statistik project

Merapikan iRme Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I

Deskripsi sebelumnya :

Pada saat bimbingan Jcelicious, pak UR menyampaikan secara lisan kepada saya untuk merapihkan dan melengkapi data-data yang ada pada akun iRme milik beliau.

Printscreen elisitasi irme pak ur1.jpg

Gambar 3. Email dari pak UR

Printscreen elisitasi irme pak ur2.jpg

Gambar 3. Email penjelasan tugas iRme pak UR

Printscreen elisitasi irme pak ur3.jpg

Gambar 3. Email dari pak UR


BAB IV

RANCANGAN SISTEM DAN IMPLEMENTASI

Final Elisitasi Yang Diusulkan

Pembahasan detail functional final elisitasi di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sebelum adanya sistem yang diusulkan, adalah sebagai berikut :

Functional Analisa Kebutuhan

Register hanya untuk email eco atau rinfo

Deskripsi sesudahnya :

Untuk mengurangi adanya spam register maka perlu dibatasi user yang dapat melakukan register di iRME hanyalah Pribadi Raharja yang memiliki akun email eco atau RINFO. Maka dari itu, ditambahkan coding pada register.php seperti berikut ini:

Coding default email.jpg

Gambar 4.1 Coding default register iRme

Pada gambar diatas penambahan coding if(s.indexOf(\'@raharja.info\') == -1) dan coding if(s.indexOf(\'@raharja.co\') == -1) menunjukkan bahwa yang diizinkan register iRME hanya dengan menggunakan email eco atau RINFO.

Register irme.jpg

Gambar 4.2 Tampilan peringatan register iRme

Pada gambar 4.2 ditambahkan coding {alert(\'just emails from raharja.info and raharja.co are allowed to register\');. Sehingga pada saat user melakukan register bukan menggunakan email eco atau RINFO akan tampil peringatan seperti pada gambar diatas.

Upload file PDF laporan KKP & Skripsi

Deskripsi sesudahnya : Berdasarkan email dari pak UR mengenai laporan KKP, TA, Skripsi yang dimasukkan ke dalam iRME, maka saya datang ke RPU untuk mendapatkan data sampel tentang rata-rata jumlah besaran file PDF laporan KKP, TA, Skripsi yang ada di RPU.

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 4.3 Data sampel file PDF dari RPU

Dari data sampling di atas ada 24 files PDF dengan berbagai size. Ada yang sekitar 12MB, 22MB, bahkan ada yang mencapai 134MB. Dan dari data sampling tersebut rata-rata besaran file skripsi adalah 19,3MB. Ini diperoleh dari membagi jumlah nilai data dengan banyaknya data. (464,43 : 24) = 19,3MB. Sistem berjalan untuk mengupload file KKP, TA, Skripsi melalui PESSTA.

Proses upload file PDF KKP, TA, Skripsi di iRME yaitu dengan melakukan login iRME, setelah itu klik Content > Files

Content files.jpg

Gambar 4.4 Content Files

Kemudian pilih file KKP/Skripsi/IS dalam format PDF. Quota maximum di iRme adalah 50.0 MB.

Plh file.jpg

Gambar 4.5 Pilih file PDF

Setelah memilih file yang akan di upload, langkah selanjutnya adalah menunggu sampai proses upload file selesai.

Proses upload.jpg

Gambar 4.6 Proses upload file PDF

Setelah proses upload file selesai, maka files laporan skripsi sudah sukses tersimpan di iRME.

Pdf kkp irme.jpg

Gambar 4.7 Laporan file PDF KKP di iRME

Link profile page menjadi public

Deskripsi sesudahnya : Untuk memudahkan Pribadi Raharja yang ingin melamar suatu pekerjaan di sebuah perusahaan, namun tidak ingin repot dalam membuat dan membawa CV mereka saat melamar kerja. Maka, link profile page CV mereka yang ada di iRME pun dapat diakses secara publik, yaitu dengan cara melakukan login iRME, lalu klik display name.

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 4.8 Dispaly name iRME

Kemudian di Profile page klik "Edit this page", lalu klik "Share Page".

Share pages.jpg

Gambar 4.9 Share page iRME

 

Link pp publik.jpg

Gambar 4.10 Tampilan akses profile page tanpa login

Pada gambar di atas adalah tampilan profile page user iRME yang sudah dishare secara publik, sehingga untuk melihat CV mereka yang ada di iRME tidak perlu melakukan login terlebih dulu sehingga dapat diakses kapanpun.

Menambahkan fitur untuk ganti themes

Deskripsi sesudahnya : Untuk membuat tampilan profile page user di iRME semakin menarik seperti dengan menambahkan fitur untuk ganti themes, cara yang saya lakukan adalah dengan mengaktifkan akses untuk user dapat memilih tema di iRME seperti yang tampil dibawah ini.

Checklist themes.jpg

Gambar 4.11 Akses ganti tema iRME

Dengan diaktifkannya akses untuk user memilih themes di iRME yang mereka suka maka tampilan profile page menjadi lebih menarik. Jenis-jenis themes yang tersedia di iRME yaitu: Aqua, Default, Primary School, Raw, Fresh, Sunset, Ultima.

Themes irme.jpg

Gambar 4.12 Themes iRME

Menambahkan link iDuHelp! di Home iRme

Deskripsi sesudahnya : Untuk mengatasi masalah mengenai link iDuHelp! yang harus disertakan pada masing-masing project begitu pula dengan iRME. Maka, saya tambahkan menus external link pada configure site iRME. Terdapat 2 link iDuHelp! yaitu link iduhelp.raharja.info adalah untuk chat customer dan link operator.raharja.info adalah link untuk login operator iDuHelp!

Menus link irme.jpg

Gambar 4.13 Edit menus di iRME

 

Link iduhelp.jpg

Gambar 4.14 Tampilan link iDuHelp! di iRME

Pada gambar di atas adalah tampilan link iDuHelp! yang sudah tersedia pada Home iRME.

Mengirim deny register ke user yang tidak menggunakan email eco atau rinfo

Deskripsi sesudahnya : Untuk mengatasi masalah pendaftar baru yang tidak mengetahui kenapa register mereka di iRME ditolak, maka saya buatkan pesan deny register kepada mereka yang memberitahukan bahwa register iRME hanya bisa dilakukan oleh Pribadi Raharja yang mempunyai email eco atau rinfo.

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 4.15 Deny register user

 

Deny message.jpg

Gambar 4.16 Pesan deny register user

Setelah mengisi pesan pemberitahuan kepada pendaftar baru mengenai hal tersebut, maka mereka akan mendapatkan email dari iRME dan bisa melakukan register kembali menggunakan email eco atau rinfo.

Mengubah bahasa menjadi bahasa Inggris di “Terms & Condition” register iRME

Deskripsi sesudahnya : Berdasarkan email permintaan dari Pak Ary yang menginginkan agar bahasa yang ada pada Terms & Conditions iRME sesuai dengan peraturan lainnya yang menggunakan bahasa inggris, maka ditambahkan coding seperti ini:

Coding terms.jpg

Gambar 4.17 Coding Terms & Condition

 

Terms&cond eng.jpg

Gambar 4.18 Tampilan Terms & Condition berbahasa Inggris

Menambahkan Favicon iRme

Deskripsi sesudahnya :

Berdasarkan kebutuhan diatas, maka saya tambahkan shortcut / favicon supaya memudahkan user menuju pada tab iRME jika user membuka banyak tab. Favicon adalah icon utama yang muncul pada address bar suatu website dan merupakan logo dari website tersebut. Juga dikenal sebagai shortcut icon, web site icon, URL icon, atau bookmark icon.

Cara yang saya lakukan adalah, mengidentifikasi nama dan tempat untuk meletakkan favicon tsb pada potongan source code iRME seperti yang tampil dibawah ini.

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 4.19 Coding Favicon iRME

 

Favicon irme.jpg

Gambar 4.20 Favicon iRME

 

Filosofi dan Logo iRme

Deskripsi sesudahnya :

Untuk menjawab permasalahan diatas mengenai belum terdapatnya logo pada sistem iRME, maka dibuatlah logo iRME beserta filosofinya.

Logo irme.png

Gambar 4.21 Logo iRME

Resume.gif

Gambar 4.22 Resume

Gambar resume seperti gulungan kertas ini mengilustrasikan sebuah lembaran CV.

200px-Raharja pt1.jpg

Gambar 4.23 Logo Perguruan Tinggi Raharja

Logo Perguruan Tinggi Raharja, yang berarti iRME adalah gagasan CV online dari Perguruan Tinggi Raharja.

Orang.png

Gambar 4.24 Orang

Gambar orang seperti sedang membuat CV online di komputer.

Irme.png

Gambar 4.25 Tulisan iRME

Tulisan iRME yang berwarna hijau sesuai dengan Green Campus, dan tulisannya pun sangat simple, sama halnya dengan membuat CV online di iRME yang simple, mudah, dan praktis.

Memperbaiki account users yang tidak bisa login

Deskripsi sesudahnya :

Untuk menjawab pertanyaan berapa banyak users yang tidak bisa melakukan login di iRME yang disampaikan melalui iDuHelp!, Rooster, email ataupun secara lisan. Berikut ini adalah data-data mengenai lost password iRME:

  1. Secara lisan ada 5 orang yang bertanya tentang lost password yaitu: Ana, Iz, kak Nofia, kak Ari, Susan.
  2. Secara email itu ada Irwan.
  3. Secara iDuHelp! ada Deny Pangestu dan Dwi yang kemudian operator iDuHelp membuat tiket di rooster.
  4. Secara rooster ada 4 tiket yaitu:

a) Tiket dengan nomor #1117 dan #1116 adalah pertanyaan dari orang yag sama yaitu a.n Khadafi, namun Eni membuatkan tiketnya double.

b) Tiket dengan #578 adalah tiket yang dibuat a.n Deni Pangestu. Pada saat dicari account iRme nya tidak ada account dengan nama Deny Pangestu, saat itu dia pakai username nya Deny Gunawan. Makanya tidak bisa login karena salah username.

c) Tiket dengan nomor #1594 adalah tiket yang dibuatkan oleh operator iDuHelp! dikarenakan account user masih menggunakan email eco, namun sekarang email eco tidak bisa digunakan lagi. Jadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut, diganti email user menggunakan email rinfo.

Setting change password.jpg

Gambar 4.26 Setting password user

Sebelumnya saya memperbaiki account user yang tidak bisa login dengan cara membuatkan account baru sama hal nya dengan kejadian Ana pada saat itu. Namun, sekarang jika ada yang lost password, sudah saya perbaiki password nya tanpa harus membuatkan account baru lagi untuk mereka yaitu dengan cara menyeting password user seperti pada gambar diatas. Penulisan huruf besar / kecil sangat berpengaruh pada saat login.

 

Email dr dwi.jpg

Gambar 4.27 Email dari user sudah bisa login

Dari gambar diatas adalah email yang dikirimkan oleh user memberitahukan bahwa account iRME dia sudah bisa login. Dan dari masalah lost password ini, sekarang semuanya sudah bisa login kembali.

Non Functional Analisa Kebutuhan

Terdapat artikel iRme di iRan

Deskripsi sesudahnya :Untuk memudahkan Pribadi Raharja dalam membuat CV online di iRME, maka dibuatkan petunjuk (tutorial) dalam menggunakan iRME. Detail petunjuk penggunaan iRME bisa diakses di iRAN. Terdapat 39 artikel mengenai petunjuk penggunaan iRME di iRAN.

40ppx

Gambar 4.28 Artikel iRME di iRAN

Terdapat survey iRme

Deskripsi sesudahnya : Untuk mengetahui apakah sistem iRME efisien untuk digunakan Pribadi Raharja dalam membuat CV online, maka dibuatlah survey mengenai hal tersebut.

Survey irme 1.jpg

Gambar 4.29 Survey iRME

Pada gambar di atas adalah survey tentang seberapa efisien penyimpanan CV Pribadi Raharja pada sistem iRME dibandingkan CV berupa kertas. Dan berikut ini adalah hasil survey tersebut:

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 4.30 Hasil survey iRME

Hsl survey1.jpg

Berdasarkan hasil survey terdapat beberapa jawaban dari para responden, yaitu: 35 responden memberi jawaban sangat efisien, 49 responden efisien, 24 responden cukup efisien, 2 responden kurang efisien, 2 responden tidak efisien.

Gambar 4.31 Grafik hasil survey iRME

Target users mencapai 600 users

Deskripsi sesudahnya : Untuk meningkatkan jumlah users di iRME maka dilakukan dengan cara mengajak Pribadi Raharja untuk melakukan register di iRME dan melalui assignment yang diberikan oleh Pak UR mengenai Personal iRME. Sejak diluncurkan pada bulan Januari 2013 sampai dengan Januari 2014, users iRME sudah mencapai 647 users.

User irme.jpg

Gambar 4.32 List users iRME

Terdapat laporan statistik setiap bulan

Deskripsi sesudahnya :

Berdasarkan permintaan dari email mengenai statistik masing-masing program, maka dibuatlah laporan statistik iRME setiap bulan. Dengan adanya laporan statistik tersebut, kita dapat mengetahui perkembangan jumlah users, jumlah pages yang dibuat oleh users, user dengan jumlah teman terbanyak dan lain-lain.

statistic+irme+february.jpg

Gambar 4.33 Data statistik iRme

 

graph+user+february.jpg

Gambar 4.34 Grafik users iRME

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa terhitung dari bulan Januari 2013 ada 155 users, Februari 408 users, Maret 426 users, April 433 users, Mei 498 users, Juni 556 users, Juli 606 users, Agustus 616 users, September 618 users, Oktober 637 users, November 643 users, Desember 644 users, Januari ada 656 users dan pada bulan Februari 2014 ada 670 users.

graph+pages+february.jpg

Gambar 4.35 Grafik pages iRME

Pada bulan Januari ada 379 pages, Februari 972 pages, Maret 1044 pages, April mengalami penurunan menjadi 1038 pages, Mei terjadi peningkatan kembali menjadi 1194 pages, Juni 1300 pages, Juli 1406 pages, Agustus 1456 pages, September 1469 pages, Oktober 1518 pages, November 1533 pages dan Desember 1536 pages, Januari ada 1565 pages dan pada bulan Februari 2014 ada 1600 pages.

Merapikan iRme Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I

Deskripsi sesudahnya :Berdasarkan permintaan sebelumnya dari Pak UR agar dilengkapi data-data pribadi beliau di iRME, maka sudah saya rapikan dan melengkapi data-data beliau.

Printscreen elisitasi irme pak ur.jpg

Gambar 4.36 email merapikan iRME pak UR

Irme pak ur.jpg

Gambar 4.37 iRME pak UR

Gambar di atas adalah iRME milik pak UR yang sudah dilengkapi data-datanya seperti menambahkan about me, visitors, contact information, curriculum vitae, pages, dsb. iRME beliau juga sudah dishare publik sehingga bisa diakses kapanpun.

Tujuan dan Manfaat Sistem

Tujuan

Terdapat 5 (lima) tujuan jika permasalahan terpecahkan:

1. Mengubah pembuatan Curriculum Vitae (CV) menjadi secara online

2. Memudahkan dalam pengaksesan secara online karena Curriculum Vitae (CV) disimpan dalam bentuk digital

3. Menghilangkan penggunaan kertas karena Curriculum Vitae (CV) disimpan dalam bentuk digital

4. Menjadi media bagi Pribadi Raharja dalam membuat Curriculum Vitae (CV) online

5. Memudahkan Pribadi Raharja yang ingin melamar kerja menjadi tidak perlu membawa berkas-berkas Curriculum Vitae (CV) yang banyak, cukup menyertakan link profile page mereka di iRME maka akan dapat diakses secara publik.

Manfaat

Terdapat 4 (empat) manfaat jika permasalahan terpecahkan:

  1. Pembuatan dan penyimpanan Curriculum Vitae (CV) yang memanfaatkan internet sebagai medianya dapat memudahkan dalam pengaksesan membuat CV secara online.
  2. Menghilangkan penggunaan kertas dan meminimalkan biaya untuk mencetak CV.
  3. Membantu Pribadi Raharja dalam membuat CV yang berkualitas.
  4. Memudahkan Pribadi Raharja dalam mengakses CV mereka karena dapat diakses secara kapanpun dan dimanapun.

Rancangan Sistem Yang Diusulkan

Diagram Rancangan Sistem Yang Diusulkan

Untuk menganalisa sistem yang diusulkan, pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML 6.4 Enterprise Edition untuk menggambarkan Use Case Diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram. Use Case Diagram menggambarkan kebutuhan sistem dari sudut pandang User dan memfokuskan pada proses komputerisasi. Sebuah Use Case dapat menggambarkan hubungan antara Use Case dengan Actor. Secara umum Use Case adalah pola perilaku sistem dan ukuran transaksi yang berhubungan yang dilakukan oleh satu Actor.

Use Case Diagram yang Diusulkan

Use Case Diagram Pembuatan CV Online di iRME

Use Case Diagram menggambarkan kebutuhan sistem dari sudut pandang user dan memfokuskan pada proses komputerisasi. Sebuah use case dapat menggambarkan hubungan antara use case dengan actor. Secara umum use case adalah pola perilaku sistem dan ukuran transaksi yang berhubungan yang dilakukan oleh satu actor.

Usecase irme new.jpg

Gambar 4.38 Use Case Diagram Sistem Pembuatan CV Online

Berdasarkan Gambar 4.38 Usecase Diagram Sistem Pembuatan CV Online diatas terdapat :

1. Usecase : Mengunjungi website iRME

Actor : Pribadi Raharja

Deskripsi :

Pribadi Raharja mengunjungi website iRME untuk melakukan register.

2. Usecase : Register account iRME

Actor : Pribadi Raharja

Deskripsi :

Pribadi Raharja melakukan register account di iRME.

3. Usecase : Approve register iRME

Actor : Admin

Deskripsi :

Admin meng-approve register user yang menggunakan email eco maupun rinfo.

4. Usecase : Deny register user

Actor : Admin

Deskripsi :

Admin deny register user yang bukan menggunakan email eco maupun rinfo.

5. Usecase : Menerima email konfirmasi

Actor : Pribadi Raharja

Deskripsi :

Pribadi Raharja menerima email konfirmasi dari iRME untuk melengkapi register di iRME.

6. Usecase : Terdaftar sebagai user

Actor : Pribadi Raharja

Deskripsi :

Setelah melakukan konfirmasi maka sudah terdaftar sebagai user di iRME.

7. Usecase : Login iRME

Actor : Pribadi Raharja

Deskripsi :

Pribadi Raharja melakukan login untuk membuat CV Online di iRME.

8. Usecase : Membuat CV Online

Actor : Pribadi Raharja

Deskripsi :

Pribadi Raharja membuat CV online yang berisi data-data pribadi mereka, seperti: profile information, personal information, contact information, education history, employment history, certification, accreditation and awards.

9. Usecase : Menyimpan CV Online

Actor : Pribadi Raharja

Deskripsi :

Pribadi Raharja menyimpan data-data CV yang telah dibuat.

10. Usecase : Menampilkan CV di profile page

Actor : Pribadi Raharja

Deskripsi :

Setelah CV disimpan kemudian ditampilkan di profile page.

11. Usecase : Share public CV

Actor : Pribadi Raharja

Deskripsi :

Pribadi Raharja share CV online yang ada di iRME agar bisa diakses secara publik.

Activity Diagram yang Diusulkan

Activity diagram menggambarkan proses bisnis dan urutan aktifitas dalam sebuah proses, yang mana dipakai pada business modelling untuk memperhatikan urutan aktifitas proses bisnis karena bermanfaat untuk membantu memahami proses secara keseluruhan dalam memodelkan sebuah proses. Activity diagram mempunyai peran seperti halnya flowchart, akan tetapi perbedaannya dengan flowchart adalah activity diagram bisa mendukung perilaku pararel sedangkan flowchart tidak bisa. Activity diagram dibuat berdasarkan sebuah atau beberapa use case pada use case diagram, atau bahkan tanpa menggunakan use case diagram.

Activity diagram iRme new.jpg

Gambar 4.39 Activity Diagram Pembuatan CV Online

Berdasarkan Gambar 4.39 Activity Diagram Pembuatan CV Online, terdapat :

1 initial node, sebagai objek yang diawali.

10 action state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi di antaranya: mengunjungi iRME, membuat account iRME, approve register Pribadi Raharja, menerima konfirmasi email iRME, terdaftar sebagai user, login, membuat CV online, simpan, menampilkan CV di profile page, share public CV.

1 final state, sebagai objek yang diakhiri.

Sequence Diagram yang Diusulkan

Sequence Diagram (diagram urutan) menggambarkan interaksi antara objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu.

Sequence diagram irme.jpg

Gambar 4.40 Sequence Diagram Pembuatan CV Online

Berdasarkan Gambar 4. Sequence Diagram Pembuatan CV Online, terdapat :

- 2 actor, yaitu user dan admin

- 1 lifeline, yaitu iRME.

- 11 message yang ada didalam sistem iRME dalam membuat CV Online.

- 1 message yang dilakukan oleh user untuk mengunjungi website iRME

- 1 message yang dilakukan oleh user untuk register account iRME.

- 1 message yang dilakukan oleh admin untuk melakukan approve register user.

- 1 message yang dilakukan oleh admin untuk melakukan deny register user.

- 1 message yang dilakukan oleh user menerima email konfirmasi dari iRME.

- 1 message yang dilakukan oleh iRME bahwa user sudah terdaftar di iRME.

- 1 message yang dilakukan oleh user untuk melakukan login.

- 1 message yang dilakukan oleh user untuk membuat CV Online di iRME.

- 1 message yang dilakukan oleh user untuk menyimpan CV.

- 1 message yang dilakukan oleh user untuk menampilkan CV di profile page.

- 1 message yang dilakukan oleh user untuk meng-share public CV agar dapat diakses secara umum.

Class Diagram Yang Diusulkan

Diagram Kelas (class diagram) sangat membantu dalam visualisasi kelas dari suatu sistem. Hal ini di sebabkan karena class adalah deskripsi kelompok objek-objek dengan atribut (property) dan relasi yang sama. Disamping itu class diagram bisa memberikan pandangan global atas sebuah sistem. Hal tersebut tercermin dari class-class yang ada dan relasinya satu dengan yang lain. Berikut ini menggambarkan struktur dan deskripsi class pada sistem iRME.

class+diagram+irme.jpg

Gambar 4.41 Class Diagram iRME

Rancangan Database

Rancangan database dipakai untuk mempermudah dalam proses penyeleksian data, serta membantu pemprograman dalam mengambil dan menampilkan data. Pada database digunakan tabel-tabel, dan pada tabel-tabel ini akan dijelaskan nama field, type dan size mengenai data tersebut.

1. Nama File : mahara_institution_registration

Media : Hard Disk

Isi  : id + time + institution

Primary Key  : id

Panjang Record  : 265

Tabel 4.1 Struktur tabel mahara_institution_registration

mahara+regis.jpg

2. Nama File : mahara_institution

Media : Hard Disk

Isi  : name + displayname + registerallowed + theme + defaultmembershipperiod + maxuseraccounts + expiry + expirymailsent + suspended + priority + defaultquota + showonlineusers + allowinstitutionpublicviews + registerconfirm + logo + style

Primary Key  : name

Panjang Record : 840

Tabel 4.2 Struktur tabel mahara_institution

mahara+institution.jpg

3. Nama File : mahara_application

Media : Hard Disk

Isi  : name + displayname + xmlrpcserverurl + ssolandurl

Primary Key  : name

Panjang Record : 630

Tabel 4.3 Struktur tabel mahara_application

mahara+application.jpg

4. Nama File : mahara_artefact_resume_personal_information

Media : Hard Disk

Isi  : artefact + dateofbirth + placeofbirth + citizenship + visastatus + gender + maritalstatus

Primary Key  : artefact

Panjang Record : 10

Tabel 4.4 Struktur tabel mahara_artefact_resume_personal_information

mahara+personal+info.jpg

5. Nama File : mahara_artefact_resume_education

Media : Hard Disk

Isi  : id + artefact + startdate + enddate + qualtype + qualname + institution + institutionaddress + qualdescription + displayorder

Primary Key  : id

Panjang Record : 30

Tabel 4.5 Struktur tabel mahara_artefact_resume_education

mahara+education.jpg

6. Nama File : mahara_artefact_resume_employment

Media : Hard Disk

Isi  : id + artefact + startdate + enddate + employer + employeraddress + jobtitle + positiondescription + displayorder

Primary Key  : id

Panjang Record : 30

Tabel 4.6 Struktur tabel mahara_artefact_resume_employment

mahara+employment.jpg

Rancangan Prototype Tampilan

Tampilan Home iRME

Sebuah aplikasi untuk merancang suatu sistem, atau menggambarkan usulan rancangan sistem baru yang akan dibuat (sejenis prototype).

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 4.42 Prototype Home iRME

Tampilan Dashboard iRME

Prototype dashboard irme.jpg

Gambar 4.43 Prototype Dashboard iRME

Tampilan Content Profile

Prototype profile.jpg

Gambar 4.44 Prototype Content Profile

Tampilan Content Resume

Prototype resume.jpg

Gambar 4.45 Prototype Content Resume

Tampilan Profile Page

Prototype profile page.jpg

Gambar 4.46 Prototype Profile Page

Tampilan Layar

Tampilan Home iRME

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 4.47 Tampilan Home iRME

Tampilan Dashboard iRME

Dashboard irme.jpg

Gambar 4.48 Tampilan Dashboard iRME

Tampilan Content Profile

Content profile.jpg

Gambar 4.49 Tampilan Content Profile

Tampilan Content Resume

Gambar 4.50 Tampilan Content Resume

Resume.jpg

Tampilan Profile Page

Profile page.jpg

Gambar 4.51 Tampilan Profile Page iRME

Implementasi Sistem Yang Diusulkan

Di dalam menggunakan sistem ini, pengguna menggunakan komputer dengan konfigurasi minimal sebagai berikut:

1. Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware)

a. Processor : Intel® Atom™ Processor N280 (1.66 GHz)

b. Monitor : 10,1”

c. Mouse : Standard Optic

d. RAM : 1024 MB DDR3

e. Hardisk : 320 GB SATA

2. Spesifikasi Perangkat Lunak (Software)

a. Adobe Dreamweaver CS5

b. Web Browser

3. Hak Akses (Brainware)

Untuk mengakses iRME dapat dilakukan oleh seluruh Pribadi Raharja yang memiliki akun email eco maupun rinfo.

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Berikut kesimpulan perihal rumusan masalah mengenai Implementasi Integrated Raharja Multimedia E-portfolio (iRME) Sebagai CV Online Pada Perguruan Tinggi Raharja adalah sebagai berikut :

  1. Sistem untuk membuat Curriculum Vitae (CV) yang ada saat ini masih manual, karena dalam membuat CV masih menggunakan kertas dan harus melakukan print out. Sehingga membutuhkan banyak waktu dan biaya yang terbuang untuk memperbanyak (photocopy) CV pada saat ingin melamar pekerjaan dan pemborosan kertas yang tidak mencerminkan kampus green campus. Selain itu pada sistem penyeleksian CV yang berjalan saat ini membutuhkan banyak tenaga sumber daya manusia (SDM) untuk menyortir ratusan bahkan ribuan CV para pelamar kerja yang ada di sebuah perusahaan, sehingga pelayanan yang ada saat ini masih belum optimal. Untuk itu, perlu adanya sebuah sistem baru yang dapat memudahkan Pribadi Raharja dalam membuat sebuah CV. Salah satu teknologi komputer yang dapat menjembatani masalah tersebut adalah dengan merancang Integrated Raharja Multimedia E-portfolio (iRME). Dengan memanfaatkan internet, Perguruan Tinggi Raharja mencoba untuk membuat terobosan dengan membuat sistem pembuatan Curriculum Vitae (CV) secara online.
  2. Dengan adanya iRME berfungsi untuk mengakomodir dan memfasilitasi Pribadi Raharja dalam upaya lifetime pengumpulan portofolio pribadi. Orientasi surat lamaran kerja atau CV, dengan adanya iRME ini mulai bergeser. CV bukan lagi sesuatu yang kita butuhkan sesaat pada waktu sedang melamar pekerjaan. CV adalah sebuat perjalanan seumur hidup (CV is a lifetime pursuit). Sehingga iRME adalah tempat yang tepat untuk Pribadi Raharja dalam membuat CV yang berkualitas.
  3. Curriculum Vitae (CV) online yang telah dibuat oleh Pribadi Raharja di iRME dapat diakses secara publik yaitu dengan cara meng-share profile page mereka. Jika ada Pribadi Raharja yang ingin melamar suatu pekerjaan di perusahaan tidak perlu repot untuk membawa berkas-berkas CV mereka yang banyak, hanya dengan memberikan link profile page mereka, maka akan tampil secara keseluruhan CV pribadi mereka di iRME. Sehingga menjadi lebih praktis karena dapat diakses oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun.

Saran

Saran yang dapat disampaikan oleh penulis adalah agar peneliti berikutnya bisa mengembangkan sistem ini lebih baik lagi, sehingga kekurangan yang ada bisa dilengkapi dan diperbaiki. Saran yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi Perguruan Tinggi Raharja yaitu sebagai berikut :

  1. Untuk dapat lebih memaksimalkan lagi dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa untuk membuat Curriculum Vitae (CV) online di Perguruan Tinggi Raharja. Dan agar dapat dilakukan pengembangan dan perbaikan secara berkesinambungan pada penelitian berikutnya.
  2. Penerapan iRME dalam proses pembuat CV online dapat dilakukan oleh seluruh Pribadi Raharja agar lebih efektif dan efisien dalam membuat sebuah CV yang berkualitas.
  3. Semoga sistem iRME sebagai media untuk membuat CV secara online dapat bermanfaat sesuai dengan yang diharapkan.

Daftar Pustaka

  1. R. Untung, D.I. Dewi, M. Reni. 2012. Audio Visual as One of The Teaching Resources on iLearning. CCIT Journal Vol.5 No.2, Perguruan Tinggi Raharja: Tangerang
  2. Simrs. Metodologi Implementasi Sistem. [1]. (Diakses tanggal 11 November 2013)
  3. 3,0 3,1 3,2 Sutabri, Tata. 2012. "Konsep Dasar Informasi". Yogyakarta: Andi
  4. 4,0 4,1 Mulyanto, Agus. 2009. Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  5. 5,0 5,1 Mustakini, Jogiyanto Hartono. 2009. Sistem Informasi Teknologi, Yogyakarta: Andi Offset.
  6. 6,0 6,1 6,2 6,3 6,4 Mulyanto, Agus. 2009. Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  7. 7,0 7,1 Yakub. 2012. Pengantar Sistem Informasi, Yogyakarta: Graha Ilmu.
  8. Jogiyanto, Hartono. 2009. Analisis dan Desain Sistem Informasi, Edisi III. Yogyakarta: ANDI.
  9. M. Aris, M.F Dina, Padeli. 2009. Desain dan Implementasi Data Warehouse Sebagai Pengukuran Kinerja. CCIT Journal Vol.2 No.3, Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja.
  10. 10,0 10,1 Anhar. 2010. Panduan Menguasai PHP & MySQL Secara Otodidak. Jakarta:Mediakita.
  11. Nugroho, Adi. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak Menggunakan UML dan Java, Yogyakarta:Andi Offset.
  12. Herlawati, Widodo, Prabowo Pudjo. 2011. "Menggunakan UML". Bandung: Informatika.
  13. C. Sigit. 2010. “Pengantar Manajemen Proyek Berbasis Internet”. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.
  14. .Anhar. 2010. “Panduan Menguasai PHP & MySQL Secara Otodidak”. Mediakita. Jakarta.
  15. FileZilla Wiki. "Mainpage FileZilla Wiki" [2] (Tanggal Akses 30 November 2013)
  16. 16,0 16,1 Wikipedia. "Pengertian Internet". [3]. Tanggal Akses 13 September 2013.
  17. 17,0 17,1 R. Untung, D.I. Dewi, M. Reni, “Audio Visual as One of The Teaching Resources on iLearning”. CCIT Journal Vol.5 No.2, Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja.2012
  18. RoadMap Pilar iLearning
  19. iRME. "Definisi iRME".[4] (Tanggal Akses 22 January 2013)
  20. Mayer, Richard E. (2009). Multimedia learning: Prinsip-prisip dan aplikasi. Penerjemah: Teguh Wahyu utomo. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  21. Daryanto. 2010. Media Pembelajaran (Peranannya sangat penting da- lam tujuan pembelajaran). Gava Media.. Yogyakarta
  22. Clark, J.E. & Bret Eynon, B. 2009 E-portfolios at 2.0—Surveying the Field. Peer Review, vol.11, no.1, pp. 18-23.
  23. 23,0 23,1 N. F. Celeste. 2013. The ePortfolio as a Living Portal: A Medium for Student Learning, Identity, and Assessment. International Journal of e-portfolio ISSN 2157-622X, Vol.3, No. 2, pp.135-148.
  24. Watson, Doolittle. 2011. International Journal of ePortfolio. USA: Virginia Tech.
  25. P. Kelly, D. Katie, H. David. 2013. E-portfolio as a Measure of Reflective Practice. International Journal of e-portfolio ISSN 2157-622X, Vol.3, No. 2, pp.99-115.
  26. B. Rajendra, F. Andrea, M. Dionne. 2013. Faculty Professional Development: Advancing Integrative Social Pedagogy Using ePortfolio. International Journal of e-portfolio ISSN 2157-622X, Vol.3, No. 2, pp.117-133.
  27. B. Trent. 2012. 12 Important Trends in the ePortfolio Industry for Education and for Learning. USA: The Association for Authentic, Experiential and Evidence-Based Learning (AAEEBL).
  28. D. T. Serra, W. P. Angela, R. Evelyn. 2013. ePortfolios: Promoting Special Educator Adaptive Expertise Through Reflection in a Web-Based Learning Community. International Journal of e-portfolio ISSN 2157-622X, Vol.3, No. 2, pp.149-160.
  29. K. Rano, Henderi, N. Fitria. 2012. Penggunaan Ipad Mendukung Pembelajaran Pada Mahasiswa Ilearning. CCIT Journal ISSN : Vol. 6 No. 1. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
  30. R. Untung, A. Nur, D. Santika. 2013. Sistem Pelayanan Dukungan Role Online System Ticketing Raharja (ROOSTER) Dengan Menggunakan E-ticket. CCIT Journal ISSN : 1978-8282 Vol.7 No. 1. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
  31. M. Aris, Padeli, M. F. Dina. 2009. Pengembangan Sistem Database Penempatan Tenaga Kerja Berbasis Web. CCIT Journal ISSN : 1978-8282 Vol. 2 No. 3. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
  32. R. Untung, Y. Muhamad, A. Ari. 2013. Digital Signature : Best Prectice Solution For The Distribution Of Letters To College. CCIT Journal ISSN : 1978-8282.Vol. 6 No. 3. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
  33. W. P. Prabowo, Maimunah, Henderi. 2009. Kajian Persepsi Pengguna Teknologi Pembelajaran Raharja Multimedia Edutainment (RME) Menggunakan Metode Technology Acceptance Model. CCIT Journal ISSN : 1978-8282 Vol. 2 No. 3. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.

Daftar Lampiran

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A

1. Kartu Bimbingan Skripsi (Pembimbing 1 dan II)

2. Validasi Skripsi

3. Form Pergantian Judul

4. Kartu Studi Tetap Final

5. Formulir Seminar Proposal

6. Formulir Pertemuan Stakeholder

7. Formulir Final Presentasi

8. Formulir Pendaftaran Mengikuti Sidang Skripsi

9. Pengantar Observasi Skripsi

10. Surat Keterangan Penugasan Kerja

11. Daftar Riwayat Hidup

12. Special Contribution

13. Katalog Produk

14. Kwitansi Pembayaran Skripsi,Raharja Career dan Sidang

15. Poster Session dan Kwitansi Pembayaran Poster Session

16. Sertifikat Pelatihan REC

17. Sertfikat Seminar IT

18. Sertifikat Internasional

19. Sertifikat TOEFL

20. Sertifikat Prospek

21. Sertfikat Raharja Career

22. Sertifikat Tri Dharma

24. Surat Tanda Terima Pengajuan Proposal Hibah

25. Surat Implementasi Program

26. Validasi Sidang

27. Undangan Pertemuan Stakeholder

28. Slide Final Presentasi

LAMPIRAN B

1. PO iDu Skripsi

Contributors

Admin, Bunga, Erni, Indri, Kiki Amalia, Nina