SI1013465500

Dari Widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PERANCANGAN EXECUTIVE INFORMATION

SYSTEM (EIS) PENJUALAN DI PT. TIRTA

VARIA INTIPRATAMA

SKRIPSI

Logo stmik raharja.jpg

Disusun Oleh :

NIM : 1013465500

NAMA : Mutia Anisa Novianti

JURUSAN SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI E-COMMERCE

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

(2013/2014)


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERANCANGAN EXECUTIVE INFORMATION

SYSTEM (EIS) PENJUALAN DI PT. TIRTA

VARIA INTIPRATAMA

Disusun Oleh :

NIM
: 1013465500
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: E-Commerce

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, Juni 2014

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Maimunah, M.Kom)
NIP : 00594
       
NIP : 007002


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERANCANGAN EXECUTIVE INFORMATION

SYSTEM (EIS) PENJUALAN DI PT. TIRTA

VARIA INTIPRATAMA

Dibuat Oleh :

NIM
: 1013465500
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Disetujui Oleh :

Tangerang, Juni 2014

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
   
NID : 05065
   
NID : 02026


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PERANCANGAN EXECUTIVE INFORMATION

SYSTEM (EIS) PENJUALAN DI PT. TIRTA

VARIA INTIPRATAMA

Dibuat Oleh :

NIM
: 1013465500
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi E-Commerce

Tahun Akademik 2013/2014

Disetujui Penguji :

Tangerang, 08 Oktober 2014

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PERANCANGAN EXECUTIVE INFORMATION

SYSTEM (EIS) PENJUALAN DI PT. TIRTA

VARIA INTIPRATAMA

Disusun Oleh :

NIM
: 1013465500
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: E-Commerce

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, Juni 2014

 
 
 
 
 
NIM : 1013465500

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRAKSI

Sistem informasi eksekutif merupakan salah satu sistem informasi yang sangat diperlukan untuk perusahaan, karena sangat membantu pihak eksekutif untuk menganalisis dan memberikan informasi dalam bentuk ringkas dan menampilkan data sesuai kebutuhan. Begitu juga pada PT. Tirta Varia Intipratama yang dirasa perlu adanya Executive Information System (EIS) khususnya bidang penjualan karena PT. Tirta Varia Intipratama yang merupakan salah satu perusahaan distributor air minum dalam kemasan (AMDK)yaitu merk AQUA, MIZONE dan VIT. Yang memiliki 12 depo yang tersebar pada daerah Jakarta dan Tangerang. Maka penting untuk cepat dan tanggap dalam memperoleh informasi penjualan demi memantau keadaan penjualan dengan penyajian informasi penjualan yang sesuai dengan kebutuhan pihak eksekutif Sales Development Manager, Sales Manager, Channel Manager, Branch Manager dan Sales Supervisor. Yaitu guna sebagai bahan pertimbangan untuk menganalisis serta memberikan gambaran apa yang akanmenjadi strategi penjualan kedepannya demi tercapainya sebuah target penjualan pada perusahaan. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu analisis dengan menggunakan tools CSF (Critical Success Factor), SWOT dan Value Chain sehingga dapat diketahui kondisi PT. Tirta Varia Intipratama secara keseluruhan baik dari dalam maupun dari luar dan perancangan yang terstrukur mulai dari sistem yang diusulkan melalui UML (Unified Modeling Language) dan pengujian program yang diusulkan menggunakan Blackbox Testing. Ada pun perancangan aplikasinya menggunakan bahasa pemrograman PHP(PHP Hypertext Preprocessor) dengan Framework CodeIgniter (CI) dan pembuatan database pada MySQL. Hasil dari penelitian ini dapat memudahkan pihak eksekutif dalam menganalisis hasil penjualan dari proses bisnis yang berjalan.

Kata kunci : Executive Information System (EIS), Analisis, Penjualan

ABSTRACT

Executive system information is one of the system information which is needed for the company, because it’s very helpful for the executive to analyze and give an information in its simpleform and show the desired data. In Tirta Varia Intipratama as well, it’snecessary to use Executive Information System (EIS) especially in sales area. Because of Tirta Varia Intipratama is one of the packaged mineral water distributor company (AMDK) which its brand are AQUA, MIZONE, VIT. It has 12 branches in Jakarta and Tangerang. So it’s important to quick and perceptive inacquiring the sales information for supervising the sales condition with theproper sales information presentation that suits with the executive Sales Development Manager, Sales Manager, Channel Manager, Branch Manager and Sales Supervisor needs. To in order for consideration to analyze and provide anoverview of what will be the future sales strategy for the achievement of asales target on the company. The research methodology used is the analysis byusing the tools CSF (Critical Success Factor), SWOT and Value Chain so as toknow the condition of the PT. Tirta Varia overall Intipratama both from withinand from the outside and the design is structured from the proposed system through UML (Unified Modeling Language) and the proposed testing program using Blackbox Testing. There are also designing applications using the programming language PHP (PHP Hypertext Preprocessor) with CodeIgniter Framework (CI) andthe MySQL database creation. The results of this study may facilitate the executives in analyzing the results of the sale of the business processes running.

Keywords : Executive Information System (EIS), Analysis, Sales.

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan anugerah-Nya serta senantiasa melimpahkan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya..

Hanya karena kasih sayang dan kekuatan-Nya lah penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “PERANCANGAN EXECUTIVE INFORMATION SYSTEM (EIS) PENJUALAN DI PT. TIRTA VARIA INTIPRATAMA”.

Penulis menyadari dengan sepenuh hati bahwa tersusunnya skripsi ini bukan hanya atas kemampuan dan usaha penulis semata, namun juga berkat bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I, selaku Ketua STMIK Raharja.
  2. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom, selaku Pembantu Ketua I STMIK Raharja.
  3. Ibu Maimunah,M.Kom, selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi STMIK Raharja.
  4. Ibu Meta Amalya Dewi, M.Kom, selaku Dosen Pembimbing 1 yang telah meluangkan waktu membimbing penyusunan skripsi.
  5. Ibu Dina Fitria Murad, M.Kom, selaku pembimbing 2 yang telah memberikan banyak masukan dalam penyusunan skripsi.
  6. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmunya.
  7. Orangtua tercinta yang tanpa lelah selalu memanjatkan doa dan memberikan segala dukungan moril, materil dan spritual.“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan limpahan rahmat kepada Beliau, Amin“.
  8. Sahabat yang selalu memberikan dukungan serta ilmunya yaitu Jazuli Nugroho, Lili Amalia, Siti Nurochmah, Erna Astriyani dan Sumasih .
  9. Keluarga besar PT. Tirta Varia Intiprtama khususnya Depo Alam Sutera yang selalu memberikan semangat dan do’anya.
  10. Rekan-rekan seperjuangan yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Sistem Informasi (KOMASI) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (FUMMRI).
  11. Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan penulis semangat dalam menyelesaikan laporan skripsi ini.

Akhir kata penulis berharap laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan acuan yang bermanfaat dikemudian hari.

 

 

Tangerang, Juni 2014

 

 

 

(Mutia Anisa Novianti)
NIM : 1013465500

Daftar isi

DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

Daftar Simbol Use Case Diagram.png

DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM

Daftar Simbol Activity Diagram.png


DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

Daftar Simbol Sequence Diagram.png


DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kelebihan dan Kekurangan MySQL

Tabel 3.1 Tujuan Utama dan CSF PT. Tirta Varia Intipratama

Tabel 3.2 Identifikasi Kebutuhan Sistem Informasi (SI)

Tabel 3.3 Faktor – Faktor Strategi Internal

Tabel 3.4 Faktor – Faktor Strategi Ekternal

Tabel 3.5 Strategi S-O

Tabel 3.6 Strategi S-T

Tabel 3.7 Strategi W-O

Tabel 3.8 Strategi W-T

Tabel 3.9 Elisitasi Tahap I

Tabel 3.10 Elisitasi Tahap I

Tabel 3.11 Elisitasi Tahap I

Tabel 3.12 Elisitasi Tahap II

Tabel 3.13 Elisitasi Tahap III

Tabel 3.14 Final Elisitasi

Tabel 4.1 Perbedaan Sistem Berjalan dengan Sistem Usulan

Tabel 4.2 Tabel Data Penjualan

Tabel 4.3 Tabel Depo

Tabel 4.4 Tabel Driver

Tabel 4.5 Tabel Pelanggan

Tabel 4.6 Tabel Position

Tabel 4.7 Tabel Produk

Tabel 4.8 Tabel Schedule

Tabel 4.9 Tabel Target

Tabel 4.10 Tabel User

Tabel 4.11 Blackbox Testing

Tabel 4.12 Time Schedule

Tabel 4.13 Time Schedule

Tabel 4.14 Estimasi Biaya


DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Data Penjualan Yang Pelu Diolah Kembali

Gambar 2.1 Karakteristik Sistem

Gambar 2.2 Model Analisis Value Chain

Gambar 2.3 Ruang Kerja Adobe Dreamweaver CS3

Gambar 2.4 Model Executive Information System

Gambar 2.5 Rancangan Executive Information System

Gambar 3.1 PT. Tirta Varia Intipratama

Gambar 3.2 Struktur Organisasi PT. Tirta Varia Intipratama

Gambar 3.3 Struktur Organisasi Depo PT. Tirta Varia Intipratama

Gambar 3.4 Prosedur Sistem Yang Berjalan

Gambar 3.5 Use Case Diagram Prosedur Yang Berjalan

Gambar 3.6 Activity Diagram Prosedur Yang Berjalan

Gambar 3.7 Langkah-langkah Elaborasi Tujuan Organisasi

Gambar 3.8 Gambar Aktivitas Value Chain

Gambar 4.1 Use Case Diagram Prosedur Sistem Yang Diusulkan

Gambar 4.2 Activity Diagram Prosedur Sistem Yang Diusulkan

Gambar 4.3 Sequence Diagram Prosedur Sistem Yang Diusulkan Admin

Gambar 4.4 Sequence Diagram Prosedur Sistem Yang Diusulkan Pihak Eksekutif

Gambar 4.5 State Machine Prosedur Sistem Yang Diusulkan Admin

Gambar 4.6 State Machine Prosedur Sistem Yang Diusulkan Pihak Eksekutif

Gambar 4.7 Class Diagram Prosedur Sistem Yang Diusulkan

Gambar 4.8 Tampilan Login

Gambar 4.9 Tampilan Home

Gambar 4.10 Tampilan User

Gambar 4.11 Tampilan Create User

Gambar 4.12 Tampilan Target Penjualan

Gambar 4.13 Tampilan Create Target Penjualan

Gambar 4.14 Tampilan List Schedule

Gambar 4.15 Tampilan Create Schedule

Gambar 4.16 Tampilan Calender Schedule

Gambar 4.17 Tampilan Sales All Depo

Gambar 4.18 Tampilan Daily Sales

Gambar 4.19 Tampilan Monthly Sales

Gambar 4.20 Tampilan Favorite Product

Gambar 4.21 Tampilan Sales Volume

Gambar 4.22 Tampilan Active Outlet

Gambar 4.23 Tampilan Numeric Distibution

Gambar 4.24 Tampilan Data Customer

Gambar 4.25 Tampilan Menu Login

Gambar 4.26 Tampilan Menu Home

Gambar 4.27 Tampilan Menu User

Gambar 4.28 Tampilan Menu Create User

Gambar 4.29 Tampilan Menu Target Penjualan

Gambar 4.30 Tampilan Menu Create Target Penjualan

Gambar 4.31 Tampilan Menu List Schedule

Gambar 4.32 Tampilan Menu Create Schedule

Gambar 4.33 Tampilan Menu Calender Schedule

Gambar 4.34 Tampilan Menu Daily Sales

Gambar 4.35 Tampilan Menu Monthly Sales

Gambar 4.36 Tampilan Menu Active Outlet

Gambar 4.37 Tampilan Menu Data Customer


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dunia teknologi berkembang begitu pesatnya di Indonesia. Hal ini memotivasi banyak orang untuk dapat mengiringi kemajuan dunia teknologi. Kecepatan memperoleh informasi merupakan suatu tanda meningkatnya teknologi informasi saat ini. Teknologi informasi juga merupakan hal yang penting pada suatu perusahaan. Karena keberhasilan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan tersebut mengembangkan teknologi informasi sebagai penunjang berjalannya proses bisnis.

Begitu pun dengan PT. Tirta Varia Intipratama yang merupakan salah satu perusahaan distributor air minum dalam kemasan (AMDK) yaitu merk AQUA, MIZONE dan VIT. Yang memiliki 12 depo yang tersebar pada daerah Jakarta dan Tangerang. Saat ini volume penjualan adalah lebih dari 1,4 milyar liter per tahun. Yang berusaha menjadi solusi distribusi nomor 1 untuk AMDK melalui pelayanan dan kinerja kelas dunia.

Dengan demikian, penting untuk cepat dan tanggap dalam memperoleh informasi demi memantau keadaan penjualan dengan penyajian informasi penjualan yang sesuai dengan kebutuhan pihak eksekutif yaitu Sales Development Manager, Sales Manager, Channel Manager, Branch Manager dan Sales Supervisor. Yaitu guna sebagai bahan pertimbangan untuk menganalisis serta memberikan gambaran apa yang akan menjadi strategi penjualan kedepannya demi mencapai target penjualan pada perusahaan.

Namun saat ini, proses pengolahan data penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama cenderung rumit yaitu dengan mengolah data dari beberapa data penjualan dalam format Ms. Excel dengan memanfaatkan rumus fungsi sum, average, if, countif, vlookup dan pivot table sampai menjadi laporan penjualan yang sesuai dengan kebutuhan pihak eksekutif.

Gambar 1.1 Data Penjualan Yang Perlu Diolah Kembali

Oleh karena itu admin yang mengolah data penjualan membutuhkan waktu yang cukup lama dan ketelitian yang lebih dalam proses pengerjaannya sedangkan deadline waktu pengerjaan laporan yang singkat, menyebabkan laporan yang disajikan belum selalu akurat. Sehingga laporan harus direvisi kembali, sedangkan laporan penjualan tersebut dibutuhkan secepatnya. Dengan demikian, pihak eksekutif pun terhambat dalam penerimaan laporan penjualan yang digunakan sebagai media informasi untuk memantau hasil penjualan harian maupun untuk bahan meeting hasil penjualan bulanan. Maka dengan seiringnya perkembangan teknologi, PT. Tirta Varia Intipratama memerlukan sebuah sistem informasi yang memiliki fasilitas informasi penjualan yang memungkinkan pihak eksekutif untuk mengakses informasi penjualan dengan mudah dan tepat, sehingga dapat cepat untuk melakukan pengidentifikasian masalah, pengeksplorasian solusi dan menjadi dasar dalam proses perencanaan yang sifatnya strategis dibidang penjualan. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka dalam penulisan Laporan Skripsi ini, penulis mengambil judul Perancangan Executive Information System (EIS) Penjualan Di PT. Tirta Varia Intipratama.

Perumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan pernyataan rinci dan lengkap mengenai ruang lingkup permasalahan penelitian berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana pengolahan data penjualan yang ada pada database menjadi Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama?
  2. Bagaimana merancang Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama yang mudah diakses pihak eksekutif?
  3. Bagaimana merancang Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama yang dapat menghasilkan informasi penjualan yang mudah dipahami pihak eksekutif?

Ruang Lingkup Penelitian

Agar penelitian ini tidak melebar, maka perlu kiranya dibuat suatu batasan masalah. Adapun ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas pada Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama yaitu mulai dari dapat mengolah data penjualan harian, penjualan bulanan, penjualan per sales, penjualan per SKU (Stock Keeping Unit), penjualan produk terlaris, estimasi penjualan, active outlet, numeric distribution dan data pelanggan. Pada sistem ini hanya fokus pada data penjualan.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan uraian yang menyebutkan secara spesifik maksud atau tujuan yang hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Untuk pengolahan data penjualan yang ada pada database menjadi Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama.
  2. Untuk merancang Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama yang mudah diakses pihak eksekutif.
  3. Untuk merancang Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama yang dapat menghasilkan informasi penjualan yang mudah dipahami pihak eksekutif.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan dampak dari pencapaiannya tujuan. Setiap hasil penelitian pada prinsipnya harus berguna sebagai penunjuk praktek pengambilan keputusan dalam artian yang cukup jelas. Manfaat tersebut baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan, manfaat bagi obyek yang diteliti maupun manfaat bagi peneliti sendiri.

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian dan perancangan sistem ini adalah sebagai berikut:

  1. Dapat pengolahan data penjualan yang ada pada database menjadi Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama.
  2. Dapat merancang Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama yang mudah diakses pihak eksekutif.
  3. Dapat merancang Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama yang dapat menghasilkan informasi penjualan yang mudah dipahami pihak eksekutif.

Metodelogi Penelitian

Metodologi penelitian merupakan cara alamiah untuk memperoleh data dengan kegunaan dan tujuan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis.

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan 3 (tiga) metodologi penelitian yaitu:

Metodologi Pengumpulan Data

1. Metodologi Observasi

Merupakan cara pengumpulan data dengan melakukan tinjauan langsung dengan melakukan pengamatan dan melaksanakan pencatatan sistematis terhadap unsur yang diteliti di PT. Tirta Varia Intipratama - Depo Alam Sutera yang berlokasi di Komplek Pergudangan Alam Sutera Jl. Techno 8 No.1 Tangerang Selatan untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan.

2. Metodologi Wawancara

Merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab secara lisan kepada stakeholder Bpk Kim Hon selaku Branch Manager, Bpk Agung Arifin selaku Sales Supervisor dan Ibu Yuli Widya selaku Admin Support di PT. Tirta Varia Intipratama - Depo Alam Sutera.

3. Studi Pustaka

Pengumpulan data dengan membaca serta mempelajari dokumen-dokumen, literatur, jurnal dan buku-buku yang berhubungan dengan obyek penelitian. Agar mendapatkan teori atau konsep yang dapat digunakan sebagai landasan teori dan kerangka pemikiran dalam penelitian, dan untuk mencari metodologi yang sesuai serta membandingkan antara teori yang ada dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Metodologi Analisis

Setelah proses pengumpulan data dilaksanakan melalui beberapa tehnik, maka data yang sudah ada akan diolah dan dianalisis supaya mendapatkan suatu hasil akhir yang bermanfaat bagi peneliti. Dalam merancang Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama penulis menggunakan analisis CSF (Critical Success Factor) dengan menginterpretasikan objektif secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang harus dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan, analisis SWOT dengan didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis dan analisis Value Chain dengan melakukan pendekatan sistematik untuk mengembangkan keunggulan kompetitif sebuah perusahaan.

Selain itu, menggunakan UML (Unified Modeling Language) sebagai salah satu alat bantu yang dapat digunakan dalam bahasa pemograman yang berorientasi objek serta menggunakan elisitasi yang dilakukan melalui 3 (tiga) tahap, yaitu elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III dan elisitasi final dengan membuat rancangan yang dibuat berdasarkan sistem yang baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

Metodologi Perancangan

Proses perancangan Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama meliputi pembuatan model dengan menggunakan tools atau alat bantu alat bantu UML (Unified Modeling Language) yaitu Use Case Diagram, Sequence Diagram, Activity Diagram, State Machine Diagram dan Class Diagram dengan software Visual Paradigm. Serta menggunakan bahasa pemrogramman PHP (PHP Hypertext Preprocessor) dengan Framework CodeIgniter (CI) dan pembuatan database pada MySQL.

Metodologi Testing

Dalam hal ini proses pengujian Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama, peneliti menggunakan Metodologi Blackbox Testing. Blackbox Testing adalah metodologi uji coba yang memfokuskan pada keperluan fungsional perangkat lunak. Pengujian blackbox berusaha menemukan fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang, kesalahan interface, kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal, kesalahan kinerja dan inisialisasi dan kesalahan terminasi.

Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah dan memperjelas pembuatan Laporan Skripsi ini, maka penulis membagi laporan menjadi V (lima) bab sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan tentang definisi ilmu yang berkaitan dengan penelitian ini, seperti landasan teori yang membahas tentang konsep dasar sistem, konsep dasar informasi, literature review serta membahas teori-teori pendukung lainnya pada laporan ini.

BAB III ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

Berisikan gambaran umum instansi, sejarah singkat, struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab serta analisis sistem yang berjalan dengan menggunakan tools UML (Unified Modeling Language) yang meliputi Use Case Diagram, Activity Diagram, Elisitasi tahap I, II, III dan Draf Final.

BAB IV RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Berisi tentang perancangan dan implementasi aplikasi, perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) yang diperlukan, sumber daya manusia, cara pengoperasian dan implementasi sistem yang diusulkan.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi mengenai kesimpulan yang diperoleh penulis dari hasil penganalisisan pada bab-bab terdahulu dan saran yang akan diberikan penulis.

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

1. Definisi Sistem

Sistem terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Yakub (2012:1)[1], berpendapat bahwa “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau tujuan tertentu”.
  2. Menurut Tata Sutabri (2012:10)[2], berpendapat bahwa “Suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah suatu kumpulan dari sub-sub sistem dengan unsur, komponen atau variabel yang saling berinteraksi untuk melakukan suatu kegiatan atau tujuan tertentu.

2. Karakteristik Sistem

Menurut Tata Sutabri (2012:20)[2], berpendapat bahwa “Model umum sebuah sistem adalah input, proses, dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu, sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai seuatu sistem”. Adapun karakteristik yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

a. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar atau sering disebut "supra sistem".

b. Batasan Sistem (Boundary)

Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

c. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan mengganggu kelangsungan hidup sistem tersebut.

d. Penghubung Sistem (Interface)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsitem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

e. Masukan Sistem (Input)

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, "program" adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan "data" adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

f. Keluaran Sistem (Output)

Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukkan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsistem lain.

g. Pengolah Sistem (Proses)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

h. Sasaran Sistem (Objective)

Suatu sistem mempunyai tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

Gambar 2.1 Karakteristik Sistem

Sumber : Sutabri (2012:14)[3]

3. Klasifikasi Sistem

Bahwa sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang. Klasifikasi sistem tersebut antara lain sebagai berikut: (Yakub, 2012:4)[1]

  1. Sistem tak tentu (probabilistic system), adalah suatu sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat di prediksi karena mengandung unsur probabilitas. Sistem arisan merupakan contoh probabilistic system karena sistem arisan tidak dapat di prediksi dengan pasti.
  2. Sistem abstrak (abstract system), adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem teologia yang berisi gagasan tentang hubungan manusia dengan Tuhan merupakan contoh abstrac system.
  3. Sistem fisik (physichal system), adalah sistem yang ada secara fisik. Sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi, sistem sekolah, dan sistem transportasi merupakan contoh phisical system.
  4. Sistem tertentu (deterministic system), adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi, interaksi antar bagian dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan. Sistem komputer sudah diperogramkan, merupakan contoh deterministic system.
  5. Sistem tertutup (closed system), sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan. Sistem ini tidak berintraksi dan tidak dipengaruhi dengan lingkungan, misalnya reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi.
  6. Sistem terbuka (open system), adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan. Sistem perdagangan merupakan contoh open system, karena dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Konsep Dasar Data dan Informasi

1. Definisi Data

Data terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Sutarman (2012:3)[4] berpendapat bahwa “Data adalah fakta dari sesuatu pernyataan yang berasal dari kenyataan, di mana pernyataan tersebut merupakan hasil pengukuran atau pengamatan. Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan darinya”.
  2. Menurut Situmorang (2010:1)[5], berpendapat bahwa “Data adalah things known or assumed, yang berarti bahwa data sesuatu yang diketahui atau dianggap”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa data adalah fakta dari sesuatu, kejadian, aktifitas dan transaksi yang dicatat, diklasifikasikan dan disimpan berupa angka, tulisan, gambar, suara ataupun tokoh namun belum diorganisasikan dalam bentuk yang dapat dimengerti.

2. Definisi Informasi

Informasi terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Sutarman (2012:14)[4], berpandapat bahwa “Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima”.
  2. Menurut Maimunah (2012:26)[6], berpendapat bahwa “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil suatu keputusan”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah sekumpulan fakta yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berguna bagi dalam pendukung pengambilan keputusan.

3. Kualitas Informasi

Kualitas suatu informasi tergantung dari 3 (tiga) hal, antara lain sebagai berikut : (Sutabri, 2012:41)[2]

a. Akurat (Accurate)

Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena biasanya dari sumber informasi sampai penerima infromasi ada kemungkinan terjadi gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.

b. Tepat waktu (Timeline)

Informasi yang datang pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat maka dapat berakibat fatal bagi organisasi. Dewasa ini, mahalnya informasi disebabkan karena harus cepatnya informasi tersebut dikirim atau didapat sehingga diperlukan teknologi mutakhir untuk mendapat, mengolah, dan mengirimkannya.

c. Relevan (Relevance)

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya. Relevansi informasi untuk orang satu dengan yang lain berbeda, misalnya informasi sebab musabah kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan apabila ditunjukan kepada ahli teknik perusahaan. Sebaliknya, informasi mengenai harga pokok produksi untuk ahli teknik merupakan informasi yang kurang relevan, tetapi akan sangat relevan untuk seorang akuntan perusahaan. Fungsi informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan terkadang diperlukan dengan proses yang cepat dan tidak terduga. Hal itu mengakibatkan penggunaan informasi hanya berdasarkan perkiraan-perkiraan serta informasi yang apa adanya. Dengan perlakuan seperti ini mengakibatkan keputusan yang diambil tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu untuk memperbaiki keputusan yang telah diambil maka pencarian informasi yang lebih tepat perlu dilakukan. Suatu Informasi memiliki nilai karena informasi tersebut dapat menjadikan keputusan yang baik serta menguntungkan (memiliki nilai informasi yang tepat).

4. Nilai Informasi

Nilai dari informasi ditentukan oleh 5 (lima) hal, antara lain sebagai berikut: (Sutarman, 2012:14)[4]

  1. Memperoleh pemahaman dan manfaat.
  2. Untuk mendapatkan pengalaman.
  3. Pembelajaran yang terakumulasi sehingga dapat diaplikasikan dalam pemecahan masalah atau proses bisnis tertentu.
  4. Untuk mengekstrak inplikasi kritis dan merfleksikan pengalaman masa lampau yang menyedikan pengetahuan yang terorganisasi dengan nilai yang tinggi. Nilai ini bisa menghindari seorang menajer darimembuat kesalahan yang sama yang dilakukan oleh manajer lain sebelumnya.
  5. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Sebagian besar informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan suatu nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

5. Ciri-ciri Informasi

Informasi dalam lingkup sistem informasi memiliki beberapa ciri yaitu sebagai berikut: (Yakub, 2012:10)[1]

  1. Benar atau salah,informasi berhubungan dengan kebenaran terhadap kenyataan. Bila penerima informasi yang salah mempercayainya, akibatnya sama seperti yang benar.
  2. Baru, informasi yang diberikan benar-benar baru bagi si penerima informasi.
  3. Tambahan, informasi dapat memperbarui atau memberikan perubahan bahan terhadap informasi yang telah ada.
  4. Korektif, informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar.
  5. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.

6. Jenis-jenis Informasi

Menurut Yakub (2012:15)[1], berpendapat bahwa “Informasi jika dilihat dari sifat dan sumbernya dapat dibedakan dari beberapa jenis. Jenis-jenis informasi tersebut dibedakan menjadi informasi manajerial, sumber dan rutinitas, serta fisik”.

  1. Informasi manajerial, yaitu informasi strategis untuk manajerial tingkat atas, informasi taktis untuk manajerial tingkat menengah, dan informasi operasional untuk manajerial tingkat bawah.
  2. Sumber informasi,dibagi menjadi informasi internal dan eksternal. Informasi internal adalah informasi yang menggambarkan keadaan (profile) sedangkan informasi eksternal adalah informasi yang menggambarkan ada tidaknya perubahan di luar organisasi. Informasi ini biasanya lebih banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan manajerial tingkat atas.
  3. Informasi rutinitas, dibagi menjadi informasi rutin dan insendentil. Informasi rutin digunakan secara periodik terjadwal dan digunakan untuk penanggulangan masalah rutin, sedangkan informasi insendentil diperlukan untuk penanggulangan masalah khusus.
  4. Informasi fisik,dapat diartikan susunan yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak dan tenaga pelaksananya yang secara bersama-sama saling mendukung untuk menghasilkan suatu produk, dan sistem informasi dari segi fungsi merupakan suatu proses berurutan dimulai dari pengumpulan data dan diakhiri dengan komunikasi.

Konsep Dasar Sistem Informasi

1. Definisi Sistem Informasi

Sistem informasi terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Tata Sutabri (2012:46)[2], berpendapat bahwa “Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.
  2. Menurut Sutarman (2012:13)[4], berpendapat bahwa “Sistem informasi adalah sistem dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memperoses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi)”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Sistem informasi merupakan gabungan dari manusia, hardware, software, jaringan komunikasi dan data yang saling berinteraksi untuk menyimpan, mengumpulkan, memproses, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.

2. Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building block), dan blok kendali. Sebagi suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran yaitu: (Sutabri, 2012:47)[2]

a. Blok Masukan (Input Block)

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input yang dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

b. Blok Model (Model Block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

c. Blok Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

d. Blok Teknologi (Technology Block)

Teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian sistem secara keseluruhan. Pada blok ini, teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

e. Blok Basis Data (Database Block)

Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan lebih berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. basis data diakses atai dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).

f. Blok Kendali (Controls Block)

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

3. Infrastruktur Informasi

Infrastruktur informasi terdiri atas fasilitas-fasilitas fisik, layanan, dan manajemen yang mendukung semua sumber daya komputer dalam suatu organisasi. Terdapat 5 (lima komponen utama dari infrastruktur, yaitu sebagai berikut: (Sutarman, 2012:15)[4]

a. Hardware (perangkat keras).

b. Software (perangkat lunak).

c. Network (fasilitas jaringan dan komunikasi).

d. Database (basis data).

e. Information management personnel (manajemen informasi personal).

4. Arsitektur Informasi

Menurut Sutarman (2012:15)[4], berpendapat bahwa “Arsitektur informasi adalah perencanaan kebutuhan informasi dalam organisasi dan bagaimana proses pemenuhan kebutuhan tersebut”. Dalam mempersiapkan arsitektur informasi, perancangan (designer) membutuhkan informasi yang dapat dibagi atas dua bagian, yaitu:

a. Kebutuhan bisnis akan informasi.

b. Infrastruktur informasi yang telah ada dan yang direncanakan.

Konsep Dasar Analisa Sistem

1. Definisi Analisa Sistem

Menurut Henderi (2011:322)[7], berpendapat bahwa “Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga sehingga dapat dibuat rancangan sistem yang baru yang sesuai dengan kebutuhan”.

2. Tahap Analisa Sistem

Menurut Henderi (2011:322)[7], berpendapat bahwa “Tahap analisa sistem adalah tahap penguraian dari suatu sistem yang utuh kedalam bagian-bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat dibuat rancangan sistem yang baru sesuai dengan kebutuhan”.

Konsep Dasar UML (Unified Modeling Language)

1. Definisi UML (Unified Modeling Language)

UML (Unified Modelling Languege) terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Widodo (2011:6)[8], berpendapat bahwa “UML (Unified Modelling Language) adalah bahasa pemodelan standar yang memiliki sintak dan semantik”.
  2. Menurut Adi Nugroho (2010:6)[9], berpendapat bahwa “UML (Unified Modelling Language) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma berorientasi objek”. Pemodelan sesunguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa UML (Unified Modelling Language) adalah sebuah bahasa pemodelan standar yang memiliki sintak dan semantik dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis Objek (Object Oriented Programming).

2. Model UML (Unified Modelling Language)

Beberapa literature menyebutkan bahwa UML menyediakan sembilan jenis diagram, yang lain menyebutkan delapan karena ada beberapa diagram yang digabung, misalnya diagram komunikasi, diagram urutan dan diagram pewaktuan digabung menjadi diagram interaksi. Namun demikian model-model itu dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya yaitu statis atau dinamis. Jenis diagram itu antara lain: (Widodo, 2011:10)[8]

a. Diagram kelas (Class diagram)

Bersifat statis, Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolaborasi-kolaborasi, serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada pemodelan sistem berorientasi objek. Meskipun bersifat statis, sering pula diagram kelas memuat kelas-kelas aktif.

b. Diagram paket (Package Diagram)

Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan kumpulan kelas-kelas, merupakan bagian dari diagram komponen.

c. Diagram use-case

Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan use-case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.

d. Diagram interaksi dan sequence (urutan)

Bersifat dinamis. Diagram urutan adalah interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam suatu waktu tertentu.

e. Diagram komunikasi (communication diagram)

Bersifat dinamis. Diagram sebagai pengganti diagram kolaborasi UML 1.4 yang menekankan organisasi struktural dari objek-objek yang menerima serta mengirim pesan.

f. Diagram statechart (statechart diagram)

Bersifat dinamis. Diagram status memperlihatkan keadaan-keadaan pada sistem, memuat status (state), transisi, kejadian serta aktivitas.

g. Diagram aktivitas (activity diagram)

Bersifat dinamis. Diagram aktivitas adalah tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan aliran dari suatu suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem. Diagram ini terutama penting dalam pemodelan fungsi-fungsi suatu sistem dan memberi tekanan pada aliran kendali antar objek.

h. Diagram komponen (component diagram)

Bersifat statis. Diagram komponen ini memperlihatkan organisasi serta kebergantungan sistem/perangkat lunak pada komponen-komponen yang telah ada sebelumnya.

i. Diagram deployment (deployment diagram)

Bersifat statis. Diagram inimemperlihatkan konfigurasi saat aplikasi dijalankan (run-time). Memuat simpul-simpul beserta komponen-komponen yang di dalamnya. Kesembilan diagram ini tidak mutlak harus digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, semuanya dibuat sesuai kebutuhan. Pada UML dimungkinkan kita menggunakan diagram-diagram lainnya misalnya data flowdiagram, entity relationship diagram, dan sebagainya.

3. Konsep Pemodelan Menggunakan UML (Unified Modeling Language)

Menurut Adi Nugroho (2010:10)[9], berpendapat bahwa “Sesungguhnya tidak ada batasan yag tegas diantara berbagai konsep dan konstruksi dalam UML, tetapi untuk menyederhanakannya, kita membagi sejumlah besar konsep dan dalam UML menjadi beberapa view. Suatu view sendiri pada dasarnya merupakan sejumlah konstruksi pemodelan UML yang merepresentasikan suatu aspek tertentu dari sistem atau perangkat lunak yang sedang kita kembangkan. Pada peringkat paling atas, view-view sesungguhnya dapat dibagi menjadi tiga area utama, yaitu: klasifikasi struktural (structural classification), perilaku dinamis (dinamic behaviour), serta pengolahan atau manajemen model (model management)”.

4. Langkah-langkah penggunaan UML (Unified Modeling Language)

Langkah-langkah penggunaan Unified Modeling Language (UML) diantaranya sebagai berikut: (Nugroho, 2010:16)[9]

  1. Buatlah daftar business process dari level tertinggi untuk mendefinisikan aktivitas dan proses yang mungkin muncul.
  2. Petakan use case untuk setiap business process untuk mendefinisikan dengan tepat fungsional yang harus disediakan oleh sistem, kemudian perhalus use case diagram dan lengkapi dengan requirement, constraints dan catatan-catatan lain.
  3. Buatlah deployment diagram secara kasar untuk mendefinisikan arsitektur fisik sistem.
  4. Definisikan requirement lain non fungsional, security dan sebagainya yang juga harus disediakan oleh sistem.
  5. Berdasarkan use case diagram, mulailah membuat activity diagram.
  6. Definisikan obyek-obyek level atas package atau domain dan buatlah sequence dan/atau collaboration utuk tiap alir pekerjaan, jika sebuah use case memiliki kemungkinan alir normal dan error, buat lagi satu diagram untuk masing-masing alir.
  7. Buatlah rancangan user interface model yang menyediakan antamuka bagi pengguna untuk menjalankan skenario use case.
  8. Berdasarkan model-model yang sudah ada, buatlah class diagram. Setiap package atau domian dipecah menjadi hirarki class lengkap dengan atribut dan metodenya. Akan lebih baik jika untuk setiap class dibuat unit test untuk menguji fungsionalitas class dan interaksi dengan class lain.
  9. Setelah class diagram dibuat, kita dapat melihat kemungkinan pengelompokkan class menjadi komponen-komponen karena itu buatlah component diagram pada tahap ini. Juga, definisikan test integrasi untuk setiap komponen meyakinkan ia bereaksi dengan baik.
  10. Perhalus deployment diagram yang sudah dibuat. Detilkan kemampuan dan requirement piranti lunak, sistem operasi, jaringan dan sebagainya. Petakan komponen ke dalam node.
  11. Mulailah membangun sistem. Ada dua pendekatan yang tepat digunakan:
  12. 1. Pendekatan use case dengan mengassign setiap use case kepada tim pengembang tertentu untuk mengembangkan unit kode yang lengkap dengan test.

    2. Pendekatan komponen yaitu mengassign setiap komponen kepada tim pengembang tertentu.

  13. Lakukan uji modul dan uji integrasi serta perbaiki model beserta codenya. Model harus selalu sesuai dengan code yang aktual.
  14. Perangkat lunak siap dirilis.

Teori Khusus

Konsep Dasar Analisis CSF (Critical Success Factor)

1. Definisi Analisis CSF (Critical Success Factor)

Analisa CSF (Critical Succes Factor) terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Ward (2002:209)[10], berpendapat bahwa “CSF sebagai area tertentu dalam perusahaan, dimana jika hasil dari area tersebut memuaskan, maka akan menjamin keberhasilan perusahaan dalam bersaing. Area tersebut adalah area kunci dimana ‘sesuatu harus berjalan dengan baik dan benar’. Sehingga keberhasilan bisnis dapat dicapai dan terus berkembang”.
  2. Menurut Mcleod (2001:109)[11], berpendapat bahwa “CSF adalah suatu bentuk aktivitas perusahaan yang memiliki pengaruh kuat terhadap kemampuan perusahaan itu sendiri untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. CSF dapat pula diartikan dengan beberapa area kunci di mana segala sesuatunya harus berjalan dengan benar agar bisnis dapat berkembang”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis CSF adalah sebuah teknik yang terkenal tidak hanya dalam mengembangkan strategi IS/IT tetapi juga dalam pengembangan strategi bisnis. CSF digunakan untuk menginterpretasikan tujuan bisnis dan memunculkan aktivitas yang diperlukan untuk mencapainya, serta kebutuhan informasi yang nantinya digunakan.

2. Manfaat Analisis CSF (Critical Success Factor)

Manfaat dari analisa CSF menurut adalah sebagai berikut: (Ward, 2002:209)[10]

  1. Analisa CSF merupakan teknik yang paling efektif dalam melibatkan manajemen senior dalam mengembangkan strategi sistem informasi. Karena CSF secara keseluruhan telah berakar pada bisnis dan memberikan komitmen bagi manajemen puncak dalam menggunakan sistem informasi, yang diselaraskan dengan pencapaian tujuan perusahaan melalui area bisnis yang kritis.
  2. Analisa CSF menghubungkuan proyek SI yang akan diimplementasikan dengan tujuannya, dengan demikian sistem informasi nantinya akan dapat direalisasikan agar sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.
  3. Dalam wawancara dengan manajemen senior, analisa CSF dapat menjadi perantara yang baik dalam mengetahui informasi apa yang diperlukan oleh setiap individu.
  4. Dengan menyediakan suatu hubungan antara dengan kebutuhan informasi, analisa CSF memegang peranan penting dalam memprioritaskan investasi modal yang potensial.
  5. Analisa CSF sangat berguna dalam perencanaan sistem informasi pada saat strategi bisnis tidak berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan, dengan memfokuskan pada masalah-masalah tertentu yang paling kritis.
  6. Analisa CSF sangat berguna apabila digunakan sejalan dengan analisa value chain dalam mengidentifikasi proses yang paling kritis, serta memberikan fokus pada pencapaian tujuan melalui kegiatan – kegiatan yang paling tepat untuk dilaksanakan.

Konsep Dasar Analisis SWOT

Konsep Dasar Analisis SWOT

1. Definisi Analisis SWOT

Analisis SWOT terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Freddy Rangkuti (2011:64)[12], berpendapat bahwa “SWOT adalah dengan menggabungkan berbagai indikator yang terdapat dalam kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman”.
  2. Menurut Suyatno Risza (2010:174)[13], berpendapat bahwa “SWOT adalah suatu penelaahan yang dimulai dengan pemantauan perubahan lingkungan baik di dalam maupun di luar perusahaan sehingga kita dapat memahami gambaran yang tepat tentang keadaan perusahaan yang sebenarnya”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Analisis SWOT adalah salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek, atau konsep bisnis/ usahanya yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar).

2. Tujuan Analisis SWOT

Menurut Meta Amalia Dewi dan Henderi (2011)[14], berpendapat bahwa “Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari bisnis yang dilakukan oleh organisasi”.

3. Tipe-tipe Strategi SWOT

Menurut Freddy Rangkuti (2011:64)[12], berpendapat bahwa “Matriks Threats - Opportunities – Weakness - Strenghts (TOWS) merupakan penggabungan berbagai indikator untuk membantu manajer mengembangkan yang terdapat empat tipe strategi: kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Model penggabungannya menggunakan TOWS Matriks. Namun tidak semua rencana strategi yang disusun dari TOWS Matriks ini digunakan seluruhnya. Strategi yang di pilih adalah strategi yang dapat memecahkan isu strategi perusahaan”.

  1. S-Ostrategies adalah strategi yang disusun dengan cara menggunakan semua kekuatan untuk merebut peluang.
  2. W-Ostrategies adalah strategi yang disusun dengan cara meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang yang ada.
  3. S-Tstrategies adalah strategi yang disusun dengan cara menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman
  4. W-Tstrategies adalah strategi yang disusun dengan cara meminimalkan kelemahan untuk menghindari ancaman.

Konsep Dasar Analisis Value Chain

1. Definisi Value Chain

Analisis Value Chain terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Turban (2006)[15], berpendapat bahwa “Analisis Value Chain adalah tool analisis strategi yang digunakan untuk memahami keunggulan kompetitif, yang mencangkup identifikasi peningkatan nilai pelanggan dapat ditingkatkan, penurunan biaya operasional dan hubungan perusahaan dengan pemasok atau supplier, pelanggan serta perusahaan lain dalam industri”.
  2. Menurut Donelan (2000)[16], berpendapat bahwa “Analisis Value Chain adalah tool yang digunakan untuk menjelaskan organisasi sebagai sebuah jaringan dari komponen-komponen utama dan saling keterkaitannya. Tujuan utama analisis adalah untuk menyajikan/ menampilkan aktifitas-aktifitas utama dalam organiasasi dan hubungan dari aktifitas-aktifitas tersebut. Selanjutnya dari proses analisis ini akan diperoleh bagaimana hal-hal tersebut menambahkan nilai sehingga dapat memuaskan pelanggan dan memperoleh sumberdaya dari suplier. Selain itu dalam analisis ini akan teridentifikasi tahap-tahap meningkatkan keunggulan kompetitif organisasisehingga organisasi dapat meningkatkan value untuk pelanggan atau untuk menurunkan biaya. Penurunan biaya operasional dan peningkatan nilai tambah (value added) dapat meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa value chain adalah tool analisis strategi yang digunakan untuk memahami keunggulan kompetitif sebagai sebuah jaringan dari komponen-komponen utama dan saling keterkaitannya.

2. Model Analissi Value Chain

Gambar 2.2 Model Analisis Value Chain

Sumber: Turban (2006)[15]

Konsep Dasar Black Box Testing

1. Definisi Black Box Testing

Black box testing terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Soetam Rizky (2011:264)[17], berpendapat bahwa “Black box testing adalah tipe testingyang memperlakukan perangkat lunak yang tidak diketahui kinerja internalnya.Sehingga para tester memandang perangkat lunak seperti layaknya sebuah “kotakhitam” yang tidak penting dilihat isinya, tapi cukup dikenai proses testing di bagian luar”.
  2. Menurut Agustiar Budiman (2012:4)[18], berpendapat bahwa “Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak diuji apakah telah sesuai dengan yang diharapkan.”

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa metode pengujian Black box digunakan untuk menguji sistem dari segi user yang dititik beratkan pada pengujian kinerja, spesifikasi dan antarmuka sistem tersebut tanpa menguji kode program yang ada.

Berbeda dengan white box testing, black box testing tidak membutuhkan pengetahuan mengenai, alur internal (internal path), struktur atau implementasi dari software under test (SUT). Karena itu uji coba black box memungkinkan pengembang software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih seluruh syarat-syarat fungsional suatu program. Uji coba black box bukan merupakan alternatif dari uji coba white box, tetapi merupakan pendekatan yang melengkapi untuk menemukan kesalahan lainnya, selain menggunakan metode white box testing. Black Box Testing dapat dilakukan pada setiap level pembangunan sistem. Mulai dari unit, integration, system, dan acceptance.

Uji coba black box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya:

a. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang

b. Kesalahan interface

c. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal

d. Kesalahan performa

e. kesalahan inisialisasi dan terminasi

Tidak seperti metode white box yang dilaksanakan diawal proses, uji coba black box diaplikasikan dibeberapa tahapan berikutnya. Karena uji coba black box dengan sengaja mengabaikan struktur kontrol, sehingga perhatiannya difokuskan pada informasi domain. Uji coba didesain untuk dapat menjawab pertanyaan pertanyaan berikut:

a. Bagaimana validitas fungsionalnya diuji?

b. Jenis input seperti apa yang akan menghasilkan kasus uji yang baik?

c. Apakah sistem secara khusus sensitif terhadap nilai input tertentu?

d. Bagaimana batasan-batasan kelas data diisolasi?

e. Berapa rasio data dan jumlah data yang dapat ditoleransi oleh sistem?

f. Apa akibat yang akan timbul dari kombinasi spesifik data pada operasi sistem?

Sehingga dalam uji coba Black Box harus melewati beberapa proses sebagai berikut:

a. Menganalisis kebutuhan dan spesifikasi dari perangkat lunak.

b. Pemilihan jenis input yang memungkinkan menghasilkan output benar serta jenis input yang memungkinkan output salah pada perangkat lunak yang sedang diuji.

c. Menentukan output untuk suatu jenis input.

d. Pengujian dilakukan dengan input-input yang telah benar-benar diseleksi.

e. Melakukan pengujian.

f. Pembandingan output yang dihasilkan dengan output yang diharapkan.

g. Menentukan fungsionalitas yang seharusnya ada pada perangkat lunak yang sedang diuji.

2. Metode Pengujian Dalam Black Box

Ada beberapa macam metode pengujian Black Box, berikut diantaranya:

a. Equivalence Partioning

Equivalence Partioning merupakan metode uji coba Black Box yang membagi domain input dari program menjadi beberapa kelas data dari kasus uji coba yang dihasilkan. Kasus uji penanganan single yang ideal menemukan sejumlah kesalahan (misalnya: kesalahan pemrosesan dari seluruh data karakter) yang merupakan syarat lain dari suatu kasus yang dieksekusi sebelum kesalahan umum diamati.

b. Boundary Value Analysis

Sejumlah besar kesalahan cenderung terjadi dalam batasan domain input dari pada nilai tengah. Untuk alasan ini boundary value analysis (BVA) dibuat sebagai teknik uji coba. BVA mengarahkan pada pemilihan kasus uji yang melatih nilai-nilai batas. BVA merupakan desain teknik kasus uji yang melengkapi Equivalence partitioning. Dari pada memfokuskan hanya pada kondisi input, BVA juga menghasilkan kasus uji dari domain output.

c. Cause-Effect Graphing Techniques

Cause-Effect Graphing merupakan desain teknik kasus uji coba yang menyediakan representasi singkat mengenai kondisi logikal dan aksi yang berhubungan. Tekniknya mengikuti 4 tahapan berikut:

1. Causes (kondisi input), dan Effects (aksi) didaftarkan untuk modul dan identifier yang dtujukan untuk masing-masing.

2. Pembuatan grafik Causes-Effect graph.

3. Grafik dikonversikan kedalam tabel keputusan.

4. Aturan tabel keputusan dikonversikan kedalam kasus uji

d. Comparison Testing

Dalam beberapa situasi (seperti: aircraft avionic, nuclear Power plant control) dimana keandalan suatu software amat kritis, beberapa aplikasi sering menggunakan software dan hardware ganda (redundant). Ketika software redundant dibuat, tim pengembangan software lainnya membangun versi independent dari aplikasi dengan menggunakan spesifikasi yang sama. Setiap versi dapat diuji dengan data uji yang sama untuk memastikan seluruhnya menyediakan output yang sama. Kemudian seluruh versi dieksekusi secara parallel dengan perbandingan hasil real-time untuk memastikan konsistensi. Dianjurkan bahwa versi independent suatu software untuk aplikasi yang amat kritis harus dibuat, walaupun nantinya hanya satu versi saja yang akan digunakan dalam sistem. Versi independent ini merupakan basis dari teknik Black Box Testing yang disebut Comparison Testing atau back-to-back Testing.

e. Sample and Robustness Testing

1. Sample Testing

Melibatkan beberapa nilai yang terpilih dari sebuah kelas ekivalen, seperti Mengintegrasikan nilai pada kasus uji. Nilai-nilai yang terpilih mungkin dipilih dengan urutan tertentu atau interval tertentu.

2. Robustness Testing

Pengujian ketahanan (Robustness Testing) adalah metodologi jaminan mutu difokuskan pada pengujian ketahanan perangkat lunak. Pengujian ketahanan juga digunakan untuk menggambarkan proses verifikasi kekokohan (yaitu kebenaran) kasus uji dalam proses pengujian.

f. Behavior Testing dan Performance Testing

1. Behavior Testing

Hasil uji tidak dapat dievaluasi jika hanya melakukan pengujian sekali, tapi dapat dievaluasi jika pengujian dilakukan beberapa kali, misalnya pada pengujian struktur data stack.

2. Performance Testing

Digunakan untuk mengevaluasi kemampuan program untuk beroperasi dengan benar dipandang dari sisi acuan kebutuhan. Misalnya: aliran data, ukuran pemakaian memori, kecepatan eksekusi, dll. Selain itu juga digunakan untuk mencari tahu beban kerja atau kondisi konfigurasi program. Spesifikasi mengenai performansi didefinisikan pada saat tahap spesifikasi atau desain. Dapat digunakan untuk menguji batasan lingkungan program.

g. Requirement Testing

1. Spesifikasi kebutuhan yang terasosiasi dengan perangkat lunak (input/output/fungsi/performansi) diidentifikasi pada tahap spesifikasi kebutuhan dan desain.

2. Requirement Testing melibatkan pembuatan kasus uji untuk setiap spesifikasi kebutuhan yang terkait dengan program.

3. Untuk memfasilitasinya, setiap spesifikasi kebutuhan bisa ditelusuri dengan kasus uji dengan menggunakan traceability matrix.

h. Endurance Testing

Endurance Testing melibatkan kasus uji yang diulang-ulang dengan jumlah tertentu dengan tujuan untuk mengevaluasi program apakah sesuai dengan spesifikasi kebutuhan.

Contoh: Untuk menguji keakuratan operasi matematika (floating point, rounding off, dll), untuk menguji manajemen sumber daya sistem (resources) (pembebasan sumber daya yang tidak benar, dll), input/outputs (jika menggunakan framework untuk memvalidasi bagian input dan output). Spesifikasi kebutuhan pengujian didefinisikan pada tahap spesifikasi kebutuhan atau desain.

Konsep Dasar Adobe Dreamweaver

1. Definisi Adobe Dreamweaver

Adobe Dreamweaver terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Alexander F. K. Sibero (2011:384)[19], berpendapat bahwa “Dreamweaver adalah sebuah produk web developer yang dikembangkan oleh Adobe Systems Inc., sebelumnya produk Dreamweaver dikembangkan oleh Macromedia Inc, yang kemudian sampai saat ini perkembangannya diteruskan oleh Adobe Systems Inc, Dreamweaver dikembangkan dan dirilis dengan kode nama Creative Suite (CS)”.
  2. Menurut Milician (2012:5)[20], berpendapat bahwa “Dreamweaver CS3 is a powerful Hypertext Markup Language (HTML) editor used by professionals, as well as beginners. (Dreamweaver CS3 adalah Hypertext Markup Language (HTML) editor yang digunakan oleh professional serta pemula”.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan dreamweaver adalah suatu aplikasi yang digunakan untuk membangun atau membuat sebuah web oleh kalangan professional atau pemula.

2. Ruang Kerja Adobe Dreamweaver

Ruang Kerja atau Workspace adalah bagian keseluruhan tampilan Adobe Dreamweaver. Ruang kerja Dreamweaver terdiri dari Welcome Screen, Menu, Insert Bar, Document Window, CSS Panel, Aplication Panel, Tag Inspector, Property Inspector, Result Panel, dan Files Panel. Masing-masing dari komponen tersebut memiliki fungsi dan aturan. Berikut di bawah ini penjelasannya:

Gambar 2.3 Kerja Adobe Dreamweaver CS3

Sumber : Sibero (2012:384)[19]

Keterangan Gambar 2.3:

a. Document Window berfungsi menampilkan dokumen yang sedang dikerjakan.

b. Insert Bar mengandung tombol-tombol untuk menyisipkan berbagai macam objek seperti image, table dan layer ke dalam dokumen.

c. Document Toolbar berisikan tombol-tombol dan menu pop-up yang menyediakan tampilan berbeda dari Document Window.

d. Panel Groups adalah kumpulan panel yang saling berkaitan satu sama lainnya yang dikelompokkan dibawah satu judul.

e. Tag Selector berfungsi menampilkan hirarki tag disekitar pilihan yang aktif pada Design View.

f. Property Inspector digunakan untuk melihat dan mengubah berbagai properti objek atau teks.

g. Files Panel digunakan untuk mengatur file-file dan folder-folder yang membentuk situs.

Konsep Dasar PHP (PHP Hypertext Preprocessor)

PHP terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Agus Saputra (2012:2)[21], berpendapat bahwa “PHP memiliki kepanjangan PHP Hypertext Preprocessor merupakan suatu bahasa pemrograman yang difungsikan untuk membangun suatu website dinamis. PHP menyatu dengan kode HTML, maksudnya adalah beda kondisi, HTML digunakan sebagai pembangun atau pondasi dari kerangka layout web, sedangkan PHP difungsikan sebagai prosesnya, sehingga dengan adanya PHP tersebut, sebuah web akan sangat mudah dimaintenance”.
  2. Menurut Alexander F. K. Sibero (2011:49)[19], berpendapat bahwa “PHP adalah pemrograman interpreter yaitu proses penerjemahan baris kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat baris kode dijalankan atau sering disebut suatu bahasa dengan hak cipta terbuka atau yang juga dikenal dengan istilah Open Source yaitu pengguna dapat mengembangkan kode-kode fungsi PHP sesuai dengan kebutuhannya”.
  3. Menurut Anhar (2010:3)[22], berpendapat “PHP (PHP Hypertext Preprocessor) adalah bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu yang terbaru/up to date. Semua script PHP dieksekusi pada server dimana script tersebut dijalankan”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa PHP adalah suatu bahasa pemrograman script yang dimengerti oleh komputer secara langsung dengan hak cipta terbuka (open source) yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis.

Berikut contoh umum penggunaan script PHP untuk menjelaskan tentang PHP sebagai script yang disisipkan dalam bentuk HTML:

<html>

<head>

<title>

Contoh

</title>

</head>

</body>

<?

Echo“Hello,World”

?>

</body>

</html>

Contoh script diatas berbeda dengan script yang ditulis dengan bahasa lain seperti bahasa C. Programmer tidak harus menuliskan semua dokumen HTML sebagai bagian dari keluaran dari script PHP, cukup menuliskan bagian mana saja yang berupa tag html dan bagian mana saja yang harus ditulis atau dihasilkan dari program script PHP, kode diapit dengan menggunakan tag awal tag akhir yang khusus yang memungkinkan pemprograman untuk masuk dan keluar dari mode script PHP.

Konsep Dasar OOP (Object Oriented Programming)

Menurut Ibnu Daqiqil (2011:10)[23], berpendapat bahwa “OOP (Object Oriented Programming) adalah paradigma pemrogramman yang berorientasikan kepada obyek. Semua data dan fungsi pada paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau obyek-obyek. Bandingkan dengan logika pemrogramman terstuktur, setiap obyek dapat menerima pesan, memproses data dan mengirim pesan ke obyek lainnya. OOP diciptakan untuk mengatasi keterbatasan pada bahasa pemrogramman tradisional. Konsep dari OOP sendiri adalah semua pemecahan masalah dibagi ke dalam obyek. Dalam konsep OOP data dan fungsi-fungsi yang akan mengoperasikannya digabungkan menjadi satu kesatuan yang dapat disebut obyek”.

Konsep Dasar Framework CodeIgniter (CI)

1. Definisi Framework CodeIgniter (CI)

Menurut Ibnu Daqiqil (2011:1)[23], CodeIgniter adalah sebuah framework PHP yang dapat mempercepat pengembang untuk membuat sebuah aplikasi web. Ada banyak library dan helper yang berguna didalamnya dan tentunya mempermudah proses development. Ibarat ingin membangun rumah maka Anda tidak perlu membuat semen, memotong kayu menjadi papan, mengubah batu menjadi porselen dan lain-lain.

2. Kelebihan Framework CodeIgniter (CI)

CodeIgniter sangat ringan, terstruktur, mudah dipelajari, dokumentasi lengkap dari dukungan yang luar biasa dari forum CodeIgniter. Selain itu CodeIgnite juga memiliki fitur-fitur lainnya yang sangat bermanfaat, antara lain: (Daqiqil, 2011:3)[23]

  1. Menggunakan Pattern MVC. Dengan menggunakan pattern MVC ini, struktur kode yang dihasilkan menjadi lebih terstuktur dan memiliki standar yang jelas.
  2. URL friendly. URL yang dihasilkan sangat URL friendly. Pada CodeIgniter minimalisasi penggunaan $_GET dan digantikan dengan URL.
  3. Kemudahan. Kemudahan dalam mempelajari, membuat library dan helper, memodifikasi serta meng-integrasikan library dan helper.

Jika kita membandingkan antara CodeIgniter dengan framework-framework lainnya maka beberapa poin yang membuat CodeIgniter unggul adalah:

  1. Kecepatan. Berdasarkan hasil benchmark CodeIgniter merupakan salah satu framework PHP tercepat yang ada saat ini.
  2. Mudah dimodifikasi dan beradaptasi. Sangat mudah memodifikasi behavior framework ini. Tidak membutuhkan server requirement yang macam-macam serta mudah mengadopsi library lainnya.
  3. Dokumentasi lengkap dan jelas.
  4. Learning Curve rendah. CodeIgniter sangat mudah dipelajari. Dalam pemilihan framework hal ini sangat penting diperhatikan karena harus memperhatikan skill dari seluruh anggota team. Jika sebuah framework sangat sulit dipelajari maka akan beresiko untuk menghambat team development.

Konsep Dasar Database

1. Definisi Database

Database terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Yeni Kustiyaningsih (2011:146)[24], berpendapat bahwa “Database adalah Struktur penyimpanan data. Untuk menambah, mengakses dan memperoses data yang disimpan dalam sebuah database komputer, diperlukan sistem manajemen database seperti MYSQL Server”.
  2. Menurut Anhar (2010:45)[25], berpendapat bahwa “Database adalah sekumpulan tabel-tabel yang berisi data dan merupakan kumpulan dari field atau kolom.

Dari definisi di atas terdapat tiga hal yang berhubungan dengan basis data (database), yaitu sebagai berikut :

  1. Data itu sendiri yang diorganisasikan dalam bentuk basis data (database).
  2. Simpanan permanen (storage) untuk menyimpan basis data tersebut. Simpanan ini merupakan bagian teknologi perangkat keras yang digunakan di sistem informasi. Simpanan permanen yang umumnya digunakan berupa hard disk.
  3. Perangkat lunak untuk memanipulasi basis datanya. Perangkat lunak ini dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bahas pemrograman komputer atau dibeli dalam bentuk suatu paket. Banyak paket perangkat lunak ini disebut dengan DBMS (Data Base Management System).

2. Istilah-istilah dalam Database

Istilah-istilah yang ada didalam database:

1. Table

Kumpulan data dalam record-record yang disatukan untuk kepentingan tertentu.

2. Field

Jenis atau tipe data dari suatu item data beserta batasannilainya.

3. Record

Kumpulan field-field yang disatukan dalam satu baris.

Untuk dapat mengelola data di dalam database, diperlukan bahasa yang dimengerti oleh pengguna dan database yang dikelola. SQL (Structure Query Language) merupakan bahasa yang telah distandarisasi dan digunakan dalan pengolahan semua database yang ada. Di dalam SQL terdapat 3 sub bahasa, yaitu:

1. DDL (Data Definition Language) yang digunakan untuk membangun objek-objek dalam database seperti table dan index.

2. DML (Data Manipulation Language) yang digunakan untuk menambah, mencari, mengubah dan menghapus baris dan table.

3. DCL (Data Control Language) yang digunakan untuk menangani masalah security dalam database. Ketiga sub bahasa ini dapat diakses setelah database dipanggil.

Konsep Dasar MySQL

1. Definisi MySQL

MySQL terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Alexander F. K. Sibero (2011:97)[19], berpendapat bahwa “MySqL atau dibaca “My Sekuel” adalah suatu RDBMS (Relational Data-base Management System) yaitu aplikasi sistem yang menjalankan fungsi pengolahan data”.
  2. Menurut Budi Raharjo (2011:21)[26], berpendapat bahwa “MySQL adalah RDBMS atau server database yang mengelola database dengan cepat menampung dalam jumlah sangat besar dan dapat di akses oleh banyak user”.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa MySQL adalah suatu software atau program yang bersifat open source yang digunakan untuk membuat sebuah database.

2. Kelebihan dan Kekurangan MySQL

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan MySQL antara lain sebagai berikut:

Tabel 2.1 Kelebihan dan Kekurangan MySQL

3. Perintah Dasar Database MySQL

Menurut Budi Raharjo (2011:22)[26], dalam menjalan MySQL diperlukan berbagai perintah untuk membuat suatu database, berikut ini disebutkan beberapa perintah dasar dalam menggunakan MySQL. Untuk menjalankan MySQL pertama kali cukup dengan mengetikkan mysql pada Command Prompt. Perintah-perintahnya adalah sebagai berikut:

a. Menampilkan database : SHOW DATABASE;

b. Membuat database baru : CREATE DATABASE database;

c. Memilih database yang akan digunakan : USE database;

d. Menampilkan tabel : SHOW TABLE;

e. Membuat tabel baru: CREATE TABLE (field spesifikasi_field,...);

f. Menampilkan struktur tabel: SHOW COLUMNS FROM tabel atau DESCRIBE tabel;

g. Mengubah struktur tabel: ALTER TABLE tabel Jenis_Pengubahan;

h. Mengisikan data: INSERT INTO table(kolom1, ) VALUES („data_kolom1,); atau INSERT INTO table SET kolom1 = „data_kolom1, ;

i. Menampilkan data: SELECT kolom FROM tabel WHERE kriteria ORDER BY kolom atau SELECT * FROM tabel;

j. Mengubah data: UPDATE tabel SET kolom = pengubahan_data WHERE kriteria;

k. Menampilkan data dengan kriteria tertentu: SELECT kolom1,... FROM table WHERE kriteria;

l. Menghapus data: DELETE FROM tabel WHERE kriteria;

m. Menghapus tabel: DROP tabel;

n. Menghapus database: DROP database;

o. Keluar dari MySQL: QUIT; atau EXIT;

Konsep Dasar XAMPP

Menurut Puspitasari (2011:1)[27], berpendapat bahwa “XAMPP adalah sebuah softwarewebserver apache yang didalamnya sudah tersedia database server mysql dan support php programming. xampp merupakan software yang mudah digunakan gratis dan mendukung instalasi di linux dan windows. Keuntungan lainya adalah cuma menginstal 1 kali sudah tersedia apache web server, mysql database server, php support (php4 dan php5) dan beberapa modul lainya hanya bedanya kalau versi windows selalu dalam bentuk instalasi grafis dan yang linux dalam bentuk file terkompresi tar.gz. kelebihan lain yang berbeda dari versi untuk windows adalah memeliki fitur untuk mengaktifkan sebuah server secara grafis, sedangkan linux masih berupa perintah-perintah didalam console. oleh karena itu versi untuk linux sulit untuk dioperasikan”.

Konsep Dasar Sistem Informasi Eksekutif

Sistem Informasi Ekasekutif terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

1. Definisi Sistem Informasi Eksekutif

  1. Menurut Tarigan (2010:47)[28], berpendapat bahwa “Executive Information System (EIS) merupakan aplikasi sistem informasi yang terdapat dalam manajemen puncak. Dalam level manajemen puncakakan melihat hasil dari analisa dalam level MIS yang telah diringkas”.
  2. Menurut Richardus Eko Indrajit (2012:1)[29], berpendapat bahwa “Executive Information System (EIS) merupakan salah satu feature yang banyak ditawarkan parapembuat perangkat lunak kepada perusahaan”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Sistem Informasi Eksekutif (SIE) adalah sistem informasi yang memudahkan pihak eksekutif dalam mengambil keputusan dengan berbagai informasi yang tersedia dengan akses yang mudah.

Gambar 2.4 Model Executive Information System

Sumber: (Supriatna, 2010:2)[30]

2. Implementasi Executive Information System (EIS)

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjamin efektivitas sistem yang diharapkan yaitu: Indrajit (2012:3)[29]

  1. Hal yang pertama berhubungan dengan hakekat atau nature dari EIS itu sendiri. Dalam hirarki sistem informasi, EIS merupakan suatu alat (tool) yangdapat menghasilkan suatu sistem pelaporan informasi yang tertinggi dalam perusahaan. Yang dilakukan oleh perangkat EIS adalah melakukan penarikan data (data extraction) dan mensarikannya (data summarizing) dari suatu sumber data tertentu atau database yang ada di bawahnya. Dengan kata lain, perusahaan yang ingin membeli atau membuat perangkat EIS sudah harus memiliki suatu gudang data (data warehouse) terlebih dahulu. Pastikan bahwa sistem EIS yang akan dikembangkan dapat dengan mudah mengakses sistem basis data (database system) yang ada. Jika tidak, terpaksa harus dikembangkan suatu sistem antarmuka (interface) tertentu untuk menjembatani kedua hal tersebut.
  2. Hal kedua adalah sehubungan dengan features yang harus tersedia dalam suatu paket EIS. Setiap eksekutif memiliki caranya masing-masing yang unik dalam mengambil suatu keputusan, sehingga bentuk penyajian informasi pada EIS harus disesuaikan dengan karakteristik eksekutif tersebut. Ada diantara mereka yang menyukai bentuk grafik (batang, garis, lingkaran, dsb) dan ada yang lebih memilih bentuk angka-angka sederhana.
  3. Hal ketiga masih berkaitan dengan features EIS yaitu kemampuan untuk melakukan customization (pembuatan bentuk sajian informasi dalam bentuk gambar dan angka-angka yang informative secara cepat. Seorang Direktur terkadang dihadapkan pada suatu hal-hal yang bersifat prioritas pada masa-masa tertentu. Bentuk laporan EIS yang diinginkan diakhir bulan mungkin tidak sama dengan yang dibutuhkan per hari atau pada suatu saat tertentu. Disinilah diperlukan fasilitas-fasilitas pada modul EIS yang mempermudah pembuatan laporan-laporan bagi eksekutif secara cepat dan variatif. Tidak jarang seorang eksekutif dihadapkan pada suatu keadaan dimana yang bersangkutan harus mengontrol beberapa hal pada saat yang bersamaan. Sistem EIS yang baik harus tetap mempertahankan kesederhanaan dalam pembuatan laporan walaupun data yang dipergunakan atau masalah yang dihadapi terasa kompleks. Fasilitas customizable ini juga dibutuhkan berkaitan dengan keperluan eksekutif yang dapat berubah-ubah dengan cepat dari waktu ke waktu, terutama di dalam kondisi bisnis yang serba dinamik saat ini.

Gambar 2.5 Rancangan Excutive Informasi System

Sumber: Christian (2010:110)[31]

Konsep Dasar Penjualan

1. Definisi Penjualan

Penjualan terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Rita Hanafie (2010:210)[32], berpendapat bahwa “…penjualan merupakan bagian integral dari fungsi pertukaran. Bagi produsen, memutuskan kapan untuk menjualmerupakan bahan pertimbangan pokok dalam pemasaran”.
  2. Menurut Prananingrum (2013:10-7)[33], berpendapat bahwa “Penjualan adalah proses pertukaran barang atau jasa yang bernilai sama atau sehargadengan barang atau jasa yang ditukarkan”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penjualan adalah proses transaksi jual beli yang bernilai atau atau sehargadengan barang atau jasa yang ditukarkan.

Konsep Dasar Elisitasi

1. Definisi Elisitasi

Elisitasi terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Suryo Guritno (2011:302)[34], berpendapat bahwa “Elisitasi (elicitation) berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi”.
  2. Menurut Adi Nugroho (2010:10)[9], berpendapat bahwa “Akuisisi informasi dari seseorang atau kelompok dengan cara yang tidak mengungkapkan maksud dari wawancara atau percakapan. Sebuah teknik pengumpulan intelijen sumber manusia, umumnya terbuka”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa elisitasi adalah usulan rancangan sistem baru yang diinginkan dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

2. Jenis-jenis Elisitasi

Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut: (Guritno, 2010:302) [34]

a. Elisitasi Tahap I

Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

b. Elisitasi Tahap II

Merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi untuk dieksekusi.

  1. (M) pada MDI itu artinya Mandatory. Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

    (D) pada MDI itu artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih perfect.

  2. (I) pada MDI itu artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.

c. Elisitasi Tahap III

Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang option-nya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE.

  1. (T) artinya Technical, maksudnya bagaimana tata cara / tehnik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.

  2. (O) artinya Operasional, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan.

  3. (E) artinya Ekonomi, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut di dalam sistem.

Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu sebagai berikut:

  1. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena tehnik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.

  2. Middle (M) : Mampu untuk dikerjakan.

  3. Low (L) : Mudah untuk dikerjakan.

d. Final Draft Elicitation

Menurut Suryo Guritno (2010:304)[34], berpendapat bahwa “Final draft merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Literatur Review

Literatur Review terdapat beberapa pandangan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Suryo Guritno (2010:86)[34], berpendapat bahwa “Literature Review dalam suatu penelitian adalah mengetahui apakah para peneliti lain telah menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitian yang kita rumuskan jika dapat menemukan jawaban pertanyaan penelitian tersebut dalam berbagai pustaka atau laporan hasil penelitian yang paling actual, maka kita tidak perlu melakukan penelitian yang sama”.
  2. Menurut Mulyandi (2013:17-153)[35], berpendapat bahwa “Penelitian sebelumnya literature review merupakan survey literature tentang penemuan-penemuan yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya (empirical fiding) yang berhubungan dengan topik penelitian”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa literature review adalah pengadaan survey tentang penelitian yang sebelumnya dilakukan oleh peneliti lain sebagai bahan pendukung penelitian. Berikut ini adalah penelitian yang telah dilakukan dan memiliki korelasi yang searah dengan penelitian yang akan dibahas dalam skripsi ini, antara lain:

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Nina Rahayu (STMIK Raharja, 2013)[36]. Penelitian ini berjudul “Perancangan Executive Information System (EIS) Dalam Bidang Penjualan Pada Karinda Cafe dan Resto”. Penelitian tersebut menghasilkan aplikasi Executive Information System (EIS) yang dapat mengolah data penjualan (permenu perkategori, per item, jumlah pembeli selama sehari atau perminggu, perbulan maupun pertahun, menu terfavorit, menu yang kurang diminati) menu yang dipesan dan laporan kinerja pelayanan. Namun dalam penelitian yang dilakukan oleh Nina Rahayu terdapat kekurangan sistem yaitu belum adanya growt realisasi penjualan bulan berjalan dengan bulan yang sama tahun lalu. Untuk itu pada penelitian ini dimana aplikasi EIS terdapat growt realisasi penjualan bulan berjalan dengan bulan yang sama tahun lalu, sehinggga dapat membantu dalam pengontrolan penjualan terdapat kenaikan atau penurunan penjualan dari waktu ke waktu.

  2. Penelitian dilakukan oleh Adi Yulianto (Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011)[37]. Penelitian ini berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Eksekutif Penjualan Pada PT. Penerbitan Pelangi Indonesia”. Dalam penelitian tersebut menghasilkan Penelitian tersebut menghasilkan aplikasi Executive Information System (EIS) yang dapat mengolah laporan penjualan dalam bentuk grafik dan tabel, stok buku, jadwal eksekutif, data pelanggan dan perhitungan estimasi penjualan. Namun dalam penelitian yang dilakukan oleh Adi Yulianto terdapat kekurangan sistem yaitu belum adanya data aktif pelanggan. Untuk itu pada penelitian ini dimana aplikasi EIS terdapat data aktif pelanggan, sehingga dengan adanya data aktif pelanggan dapat membantu untuk melihat pelanggan yang aktif transaksi dan juga pelanggan yang belum transaksi maka dengan demikian pihak eksekutif dapat memberi arahan kepada team untuk menawarkan produk kepada pelanggan yang belum transaksi.

  3. Penelitian dilakukan oleh Syamsul Arifin (Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta, 2010)[38]. Penelitian ini berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Eksekutif Dalam Menganalisis Penjualan Hardware PC Berbasis Web Pada Perusahaan Dr.COM-INDONESIA”. Dalam penelitian tersebut menghasilkan aplikasi Executive Information System (EIS) dengan menfokuskan pada penggunaan metode Fuzzy Logic sebagai bahan prediksi penjualan produk dibulan yang akan datang. Namun dalam penelitian yang dilakukan oleh Syamsul Arifin terdapat kekurangan sistem yaitu dirasa sistem kurang informatif dikarenakan tidak adanya informasi mengenai hasil penjualan. Untuk itu pada penelitian ini dimana aplikasi EIS terdapat pengolahan data penjualan, perhari, perbulan maupun pertahun.

  4. Penelitian dilakukan oleh Rendy Hendrawan (STMIK AMIKOM, 2011)[39]. Penelitian ini berjudul “Sistem Informasi Eksekutif Untuk Pengolahan Data Penjualan Di UD. Waskita Karya”. Dalam penelitian tersebut menghasilkan aplikasi Executive Information System (EIS) yang dapat melakukan penanganan query dalam menampilkan data penjualan dengan berbagai lintas dimensi, dengan adanya fasilitas drill down dalam aplikasi EIS ini mempermudah eksekutif untuk melakukan penangan dimensi yang lebih mendetail. Namun dalam penelitian yang dilakukan oleh Rendy Hendrawan terdapat kekurangan sistem yaitu data administrator dapat dihapus oleh admin itu sendiri. Untuk itu pada penelitian ini dimana aplikasi EIS terdapat menu update data administrator.

  5. Penelitian dilakukan oleh Novianti dan Lusi Oktavia (STMIK GI MDP, 2010)[40]. Penelitian ini berjudul “Sistem Informasi Eksekutif Pembelian dan Penjualan Pada PT Mulya Karya Sejati Palembang”. Dalam penelitian tersebut menghasilkan aplikasi Executive Information System (EIS) terdapat pengolahan data penjualan dalam bentuk grafis untuk informasi pembelian, pembelian dan penjualan perusahaan. Namun dalam penelitian yang dilakukan oleh Novianti dan Lusi Oktavia terdapat kekurangan sistem yaitu pengolahan data hanya berbentuk grafik. Untuk itu pada penelitian ini dimana aplikasi EIS pengolahan data penjualan tidak hanya dalam grafik tetapi dalam bentuk tabel.

  6. Penelitian dilakukan oleh V. Ratna Inggawati (Universitas Katolik Darma Cendika. 2009)[41]. Penelitian ini berjudul “Analisis Sistem Informasi Eksekutif Bidang Pemasaran Pada PT. Indoproperty”. Dalam penelitian tersebut menghasilkan aplikasi Executive Information System (EIS) meliputi informasi properti, informasi klien, informasi calon klien, informasi yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran serta informasi lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan eksekutif sehingga para eksekutif memiliki gambaran tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada masa datang dan mampu menentukan langkah apa saja yang harus dilakukan. Namun dalam penelitian yang dilakukan oleh V. Ratna Inggawati terdapat kekurangan sistem yaitu belum adanya estimasi penjualan bulan berikutnya. Untuk itu pada penelitian ini dimana aplikasi EIS pengolahan data penjualan dilengkapi dengan estimasi penjualan bulan berikutnya.

Dari beberapa riteratur review diatas, penulis memilih penelitian yang dilakukan oleh Adi Yulianto berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Eksekutif Penjualan Pada PT. Penerbitan Pelangi Indonesia”. Penelitian tersebut dilakukan yaitu dengan penggunaan aplikasi EIS (Executive Information System) berbasis desktop yang terhubung dengan jaringan internet. Dalam penelitian tersebut dirasa kurang rinci dalam menampilkan data penjualan sehingga kurang optimal dalam penyajian informasi kepada pihak eksekutif. Untuk itu pada penelitian ini, penulis mengembangkan pembuatan aplikasi EIS (Executive Information System) yang dimana setiap laporan penjualan tidak hanya menampilakan data produk yang terjual tetapi adanya target, growt penjualan maupun +/- antara target dan realisasi penjualan sehingga pihak eksekutif dapat mendapat informasi dengan jelas dan mudah untuk menganalisa strategi penjualan berikutnya.

BAB III

ANALIS SISTEM BERJALAN

Gambaran Umum Perusahaan

Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Tirta Varia Intipratama merupakan salah satu perusahaan distributor air minum dalam kemasan (AMDK) yaitu merk AQUA, MIZONE dan VIT. PT. Tirta Varia Intipratama didirikan pada tahun 1996, oleh Mr. Anton Purnomo, seorang pengusaha lokal yang cerdas dan penuh gairah, yang melihat potensi dalam bisnis distribusi air mineral untuk mendatang.

Selama lebih dari satu dekade kami telah bekerja sama dengan DANONE, bersama-sama membangun merek AQUA, MIZONE dan VIT untuk menjadi produsen air minum dalam kemasan nomor 1 terbesar di dunia, perjalanan dan kesediaan PT. Tirta Varia Intipratama untuk terus meningkatkan dan berinovasi telah ditempa gaya memenangkan dalam melakukan bisnis, yang mana kami telah banyak menerima penghargaan dan prestasi, Sebagai hasil upaya bertahun-tahun, sekarang PT.Tirta Varia Intipratama telah menjadi salah satu distributor air minum dalam kemasan, dengan keunggulan kompetitif. Dengan sistem kerja efektif, pelayanan yang konsisten, distribusi yang tepat waktu, kedekatan gudang atas area distribusi dan sistem informasi yang terpadu.

PT. Tirta Varia Intipratama mengadopsi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Saat ini, volume penjualan PT. Tirta Varia Intipratama adalah melebihi 1.4 milyar liter per tahun. PT. Tirta Varia Intipratama terus memberikan distribusi yang dan layanan yang berkualitas bagi pelanggan dan juga terus berinovasi untuk menjadi distributor air minum dalam kemasan nomor 1 didunia.

Gambar 3.1 PT. Tirta Varia Intipratama

Adapun visi dan misi PT. Tirta Varia Intipratama, diantaranya sebagai berikut:

a. Visi

Menjadi solusi distribusi nomor 1 untuk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) melalui pelayanan dan kinerja kelas dunia.

b. Misi

1. Memberikan layanan yang unggul dengan efektif dan efisien secara konsisten.

2. Membangun kepercayaan yang kokoh dalam bermitra dan berusaha.

3. Mengembangkan tenaga kerja yang produktif dan unggul.

Untuk mendistribusikan produk secara merata diberbagai area yaitu Jakarta dan Tangerang, PT. Tirta Varia Intipratama memiliki 12 Depo antara lain sebagai berikut:

1. Depo Alam Sutera

2. Depo Bintaro

3. Depo Cikokol

4. Depo Cinangka

5. Depo Cirendeu

6. Depo Daan Mogot

7. Depo Lodan

8. Depo Kalibata

9. Depo Kedoya

10. Depo Manis

11. Depo Manggarai

12. Depo Pluit

Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagianserta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankankegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Berikut ini adalah struktur organisasipada PT. Tirta Varia Intipratama yaitu:

Gambar 3.2 Struktur Organisasi PT. Tirta Varia Intipratama

Gambar 3.3 Struktur Organisasi Depo PT. Tirta Varia Intipratama

Tugas dan Tanggung Jawab

1. Branch Manager

Tugas:

a. Mengontrol dan memonitor seluruh personil administrasi yang ada dibawahnya menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan job dan prosedur yang ada.

b. Mengontrol dan memonitor kinerja Depo yang menjadi tanggung jawabnya dapat berjalan secara efisien.

c. Menjaga seluruh asset Depo yang menjadi tanggung jawabnya.

Tanggung Jawab:

a. Memastikan bahwa seluruh kegiatan dan aktifitas personil yang ada dibawahnya telah sesuai dengan job masing-masing dan prosedur yang sudah ditentukan.

b. Memastikan bahwa sistem dan prosedur yang ada di Depo berjalan dengan semestinya.

c. Bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kerja bawahannya dapat berjalan dengan baik dan kondusif.

2. Admin Supervisor

Tugas:

a. Mengontroldan memonitor seluruh personil back endyang ada dibawahnya agar menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan job dan prosedur yang ada.

b. Mengontrol dan memonitor kinerja depo yang menjadi tanggung jawabnya supaya dapat berjalan secara effisien.

c. Menjaga seluruh asset depo yang menjadi tanggung jawabnya.

Tanggung Jawab:

a. Memastikan bahwa seluruh kegiatan dan aktivitas personil administrasi, gudang dan kasir telah sesuai dengan job masing-masing dan prosedur yang sudah ditentukan.

b. Memastikan bahwa sistem dan prosedur di depo berjalan sesuai SOP.

c. Bertanggungjawab atas pencapaian KPI masing-masing jabatan yang di supervisi.

d. Bertanggungjawab untuk menciptakan effisiensi biaya di depo.

3. Sales Supervisor

Tugas:

a. Mengontrol pencapaian target salesman.

b. Menjaga dan merawat availability dan visibility produk di outlet diwilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

c. Menjaga dan mendeteksi kegiatan kompetitor di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab atas pencapaian target sales dan target numeric semua salesman yang menjadi tanggung jawabnya.

b. Bertanggung jawab untuk menjalankan semua program-program promosi yang sedang berjalan.

c. Bertanggung jawab untuk menata dan memajang produk di outlet.

4. CRL(Custumer Relation Line)

Tugas:

a. Menerima / mencari order pelanggan sesuai type pelanggan SO (Star Outlet) via telepon.

b. Memberikan jadwal order pelanggan yang diterima hari ini untuk pengiriman esok hari kepada Sales Supervisor.

c. Menampung komplain, kritik, dan saran, dari pelanggan, dan melakukan tindakan sepanjang masih batas kewenangan. (Apabila diluar kewenangan, CRL Wajib memberitahukan ke Branch Manager dan Sales Manager).

Tanggung Jawab:

a. Bertanggungjawab untuk memberikan citra perusahaan yang positif kepada pelanggan.

b. Bertanggung jawab untuk menyalurkan permintaan dari pelanggan kepada salesman.

c. Bertanggung jawab untuk memberikan feedback daripada komplain, kirtik, dansaran dari pelanggan dengan melakukan tindakan yang sesuai.

5. Admin Support

Tugas:

a. Membuat laporan penjualan standar perusahaan.

b. Membuat laporan program promosi yang sedang berjalan.

c. Membuat laporan analisis distribusi Depo.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawabuntuk menyelesaikan semua laporan dengan benar dan tepat waktu.

b. Bertanggung jawab untuk selalu meng-update data-data Depo(Data Customer Depo)

c. Bertanggung jawab atas kelengkapan dokumen program promosi sebagai syarat pengajuan klaim.

6. Admin Entry

Tugas:

a. Menginput data transaksi penjualan sesuai dengan DO penjualan ke dalam system DMS.

b. Melakukan kontrol SOP sesuai dengan bagiannya masing-masing.

c. Berkoordinasi dengan bagian terkait (Admin Gudang, Kasir) untuk penjualan yang belum settle.

Tanggung Jawab:

a. Menjalankan SOP dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan perusahaan.

b. Memastikan data pelanggan yang diinput ke dalam DMS sesuai dengan ketentuan baik untuk data pelanggan baru maupun untuk pelanggan lama.

c. Bertanggungjawab untuk menyiapkan STD dan DO untuk masing-masing Salesman setiap hari.

7. Admin Warehouse

Tugas:

a. Membuat dan mencetak BKB & BTB sesuai dengan form PB dan form Checker sesuai prosedur yang berlaku.

b. Membuat Surat Jalan keluar atas pengembalian barang BS, pengembalian galon kosong ke Produsen.

c. Membuat Surat Jalan keluar atas permintaan mutasi barang antar depo yang sudah disetujui oleh Dept Supply Chain.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggungjawab atas penginputan dokumen keluar masuk barang DMS harus sesuai dengan dokumen yang sudah ditandatangani oleh Kepala Gudang atau Pengawas Gudang.

b. Bertanggungjawab atas penginputan hasil opname harian gudang.

c. Bertanggungjawab atas kelengkapan dokumen dan pengarsipan BKB, BTB, SA serta Surat Jalan dari Produsen.

8. Admin Invoice


Tugas:

a. Melakukan proses dan cetak invoice baik manual maupun otomatis dan melampirkan DO nya.

b. Melakukan serah terima dokumen penagihan (Invoice, DO, faktur pajak jika ada) dengankolektor.

c. Menghubungi pelanggan mengenai proses penagihan dan pembayaran.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggungjawab terhadap keberadaan Invoice, DO dan Faktur Pajak yang akan dipakai untuk penagihan piutang ke Pelanggan.

b. Mengontrol umur piutang pelanggan dan menginformasikan kepada kolektor mengenai piutang yang sudah dan akan jatuh tempo.

c. Bertanggungjawab terhadap jadwal tagihan kolektor.

9. Admin Manual

Tugas:

a. Mengetahui informasi terbaru mengenai harga, promosi, potongan dan kebijakan-kebijakan perusahaan dari Supervisor Operasional.

b. Melakukan verifikasi tanda tangan Pelanggan di DO dengan Specimen Pelanggan.

c. Memeriksa kebenaran laporan hasil penjualan harian yang di cross cek dengan DO dan bukti transaksi.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggungjawab atas kebenaran dan keakuratan transaksi salesman.

b. Bertanggungjawab atas kelengkapan, pengarsipan, pendistribusian bukti transaksi dan bukti pendukung lainnya.

c. Bertanggungjawab atas pemakaian semua dokumen perusahaan yang dipakai oleh Salesman

10. Cashier

Tugas:

a. Menerima dan menghitung hasil penjualan dan hasil penerimaan piutang sesuai dengan dokumen(DO, kwitansi, cek, giro dll) dan mencocokkannya dengan Laporan Hasil Penjualan.

b. Membuat laporan kas harian untuk dilaporkan ke pusat.

c. Melakukan pengisian kas kecil & Kas Operasional sesuai dengan permintaan kas kecil yang telah disetujui oleh Supervisor Operasional.

Tanggung Jawab:

a. Memastikan jumlah fisik uang yang diterima dan dikeluarkan, tidak selisih dengan laporan baik sistem maupun manual.

b. Bertanggungjawab untuk membuat laporan rincian penerimaan uang yang disetor ke pusat.

c. Memastikan penerimaan dan pengeluaran uang sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan.

11. Petty Cashier

Tugas:

a. Mengeluarkan uang untuk keperluan operasional Depo sesuai dengan dengan bukti dokumen fisik pengeluaran operasional (bon, struk, kwitansi, dll) yang telah mendapat persetujuan (tanda tangan Supervisor Operasional).

b. Mengisi Form pengeluaran kas kecil setiap terjadi transaksi biaya.

c. Menginputan data sesuai dengan pos biaya yang terjadi.

Tanggung Jawab:

a. Memastikan jumlah fisik uang yang diterima dan dikeluarkan, tidak selisih dengan lapora nbaik sistem maupun manual.

b. Bertanggungjawab untuk memberi informasi kepada Supervisor Operasional apabila ada pengeluaran yang tidak wajar, & tidak semestinya.

c. Bertanggungjawab atas nominal yang telah dibayarkan agar sesuai dengan dokumen pendukung.

12. STO (Sales Taking Order)

Tugas:

a. Melakukan penjualan produk all SKU denganmencari pelanggan baru, dan merawat pelanggan yang sudah ada di surat tugasdengan cara taking order.

b. Menjagaavailability, visibility, menata atau memajang produk di outlet yang menjadi tanggung jawabnya.

c. Mengecek expire date (tanggal kadaluarsa) produk di outlet.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggungjawab atas pencapaian target sales.

b. Bertanggungjawab atas keberadaan produk availability,visibility, menata dan memajang produk di outlet. Dan memastikan stock produk di outlet terjaga kebersihannya dan harus layak untuk dijual dan layak untuk dikonsumsi.

c. Bertanggungjawab menjaga kecukupan level stock produk di outlet agar jangan sampai terjadi stock out.

13. Preseller

Tugas:

a. Melakukan penjualan produk ke outlet type Retail (R) dengan cara mencari pelanggan baru dan merawat pelanggan yang sudahada di surat tugas.

b. Menataatau memajang produk di outlet.

c. Mengecek expire date (tanggal kadaluarsa)produk di outlet.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab atas pencapaian target sales dan target numeric.

b. Bertanggung jawab untuk menjalankan semuaprogram-program promosi yang sedang berjalan.

c. Bertanggung jawab untuk mengembangkan potensi penjualan pelanggan.

14. Driver

Tugas:

a. Melakukan bongkar muat barang sesuai dokumen yang sudah disiapkan.

b. Melakukan pengiriman dengan route yang sudah ditentukan.

c. Melakukan transaksi penjualan dan memberikan DO kepada pelanggan sesuai ketentuan yang ada .

Tanggung Jawab:

a. Bertanggungjawab terhadap kelengkapan dokumen product serta sarana.

b. Bertanggungjawab terhadap kebenaran realisasi administrasi & kunjungan.

c. Bertanggungjawab terhadap hasil penjualan.

15. Helper

Tugas:

a. Melakukan bongkar muat barang / produk ke atau dari mobil operasional di Depo maupun di outlet.

b. Menatadan memajang (mendisplay) produk di outlet setelah selesai transaksi.

c. Membantu tugas administrasi penjualan driver.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggungjawab untuk membongkar dan memuat barang / produk.

b. Memastikan bahwa barang / produk yang dikirim ke outlet sesuai jumlah dan jenisnya antara fisik dan dokumen.

c. Memastikan bahwa barang / produk yang akan dikirim ke outlet dalam keadaan baik dan layak.

16. Warehouse Unit Head

Tugas:

a. Bersama Branch Manager Membuat Forecast untuk permintaan barang dari pabrik.

b. Mengontrol jadwal CO (pengiriman barang)dari pabrik dan membandingkan dengan realisasi

c. Memastikan proses penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran barang sesuai dengan prinsip FIFO dan ketentuan penyimpanan(lay-out) serta sesaui dangan prosedur yang benar.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab atas kelancaran operasional di gudang.

b. Bertanggung jawab atas kesesuaian forecast permintaan barang yang sudah dibuat dengan realisasinya.

c. Bertanggung jawab terhadap penyimpanan barang di gudang.

17. Warehouse Leader

Tugas:

a. Mengkoordinasikan dan mengawasi tugas-tugas Checker, Operator forklift dan Pelaksana Gudang untuk kelancaran operasional gudang (sesuai dengan tugasnya masing-masing).

b. Memastikan teamnya hadir secara lengkap dan mencari penggantinya apabila ada yang berhalangan hadir.

c. Mengecek jadwal CO ( pengiriman daripabrik ) dengan realisasi pengirimannya.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab atas kelancaran operasional di gudang.

b. Bertanggung jawab atas kesesuaian barang yang masuk dan yang keluar sesuai dengan dokumen dan sesuai dengan prinsip FIFO.

c. Bertanggung jawab atas keamanan dan posisi stock barang yang ada di gudang.

18. Forkliftman

Tugas:

a. Melakukan kegiatan bongkar muat barang dari dan ke mobil pabrikan yang menggunakan palet diarea gudang dengan mengendarai forklift.

b. Melakukan penataan dan penyusunan barang sesuai dengan aturan penyimpanan di gudang dengan mengendarai forklift.

c. Membantu / menyiapkan barang yang akan dimuat ke mobil operasional sesuai dengan ketentuan FIFO (First in First Out).

Tanggung Jawab:

a. Meminta kepada montir untuk melakukan perbaikan dan perawatan forklift apabila diperlukan.

19. Cheker

Tugas:

a. Memeriksa kualitas barang yang masuk kegudang dari mobil pabrikan sesuai dengan Form Checker dan standar barang.

b. Memeriksa kualitas barang yang keluar dari gudang untuk dikirim ke pabrik sesuai dengan kriteria pabrik.

c. Melaporkan ke pengawas jika ada barang yang tidak layak diterima.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab untuk melaksanakan stock opname dengan teliti.

b. Menjaga / memelihara kelayakan barang yang disimpan di gudang dan seluruh aset perusahaan yang ada digudang.

c. Bertanggung jawab memastikan jumlah barang yang masuk dan yang keluar gudang dengan teliti, sesuai antara penghitungan fisik dan dokumen.

20. Warehouse Operator

Tugas:

a. Membongkar muatan barang dari mobil pabrik dan dari mobil operasional yang masuk ke gudang dengan cara handling yang benar sesuai ketentuan AQC (Aqua Quality Comitment).

b. Memuat barang dari gudang ke mobil pabrik dan ke mobil operasional dengan cara handling yang benar sesuai ketentuan AQC(Aqua Quality Comitment).

c. Memisahkan barang yang kondisinya tidak sesuai dengan standar atau rusak dan tidak bisa dijual (check produk secara kualitas) untuk dipulangkan ke pabrik atau direpacking.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan bongkar muat barang / produk.

b. Bertanggung jawab terhadap repacking barang BS.

c. Menjaga / memeilihara kelayakan barang yang disimpan di gudang dan seluruh aset perusahaan yang ada di gudang.

21. Security

Tugas:

a. Petugas jaga bertanggung jawab ataskeamanan gedung kantor / depo dari tamu yang berniat buruk yang dapat merugikan perusahaan.

b. Petugas jaga harus berada pada tempat /Pos jaga yang telah ditetapkan , jika terpaksa harus meninggalkan pos jaga harus melaporkan / memberitahukan kepada teman jaga yang bertugas .

c. Membuat laporan kegiatan harian serta menyerahkan buku tamu kepada komandan piket untuk dilaporkan secara berkala kepada GA Dept.

Tanggung Jawab:

a. Menjamin keamanan lokasi depo dan lingkungan.

b. Menjamin kondisi gudang dari hal anarkis kriminal dan huruhara.

c. Menjamin pengawasan dan keamanan terpada terhadap kondisi depo.

22. Office Boy

Tugas:

a. Menjaga kebersihaan lokasi perusahaan.

b. Merawat alat-alat kebersihan milik perusahaan.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab atas kebersiahan disetiap bagian lingkungan perusahaan.

b. Bertanggung jawab atas kerapihan lokasi asset /barang milik perusahaan.

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Prosedur Sistem Yang Berjalan

Di PT. Tirta Varia Intipratama, produk yang telah didistribusikan yaitu AQUA, MIZONE dan VIT kepada pelanggan dikelompokan berdasarkan merk dan tipe masing-masing. Kemudian admin entry menginput data penjualan per sales yang mendistribusikannya. Hasil dari penginputan datapenjualan dengan aplikasi yang bernama DMS2yang menghasilkan data penjualan dan di ekportmelalui query dengan hasil dalamformat excel. Kemudian data tersebutdigunakan oleh Admin Support untukdiolah kembali agar menjadi laporan penjualan yang dapat diserahkan kepadapihak eksekutif yaitu Sales DevelopmentManager, Sales Manager, Channel Manager, Branch Manager dan Sales Supervisor.

Gambar 3.4 Prosedur Sistem Yang Berjalan

Adapun prosedur sistem yang berjalan di PT. Tirta Varia Intipratama,diantaranya sebagai berikut:

1. Proses Pendistribusian Produk

Pada proses ini sales menawarkan produk melalui kunjungan secara langsung sesuai route perjalanan yang dimilikimasing-masing sales. Dan sales mencatat pesanan produk sesuai quantity yang diinginkan pelanggan.Kemudian sales membuatPermintaan Barang (PB) dan meminta Bukti Keluar Barang (BKB) kepada admin warehouse agar pruduk pesanandapat keluar dari gudang dan diantar kepada pelanggan. Serta meminta delivery order (DO) kepada admin entry yang akan dijadikan buktitransaksi antara pelanggan dengan sales.Setelah produk sampai kepada pelanggan, untuk pembayaran produk diserahkansecara tunai dan sales menyerahkan delivery order (DO) yang telah diisisusuai quantity pembelian produklengkap dengan tanda tangan sales danpelanggan sebagai tanda bukti pembelian produk.

2. Proses Penginputan Penjualan

Pada proses ini hasil penjualan produk di input oleh admin entry pada sistem DMS 2.Dimana setelah mengirim produk kepada pelanggan, sales menyerahkan setoran penjualan kepada kasir dan menyerahkan delevery order (DO) lembar merah untukdi input sesuai quantity produk yang telah dibeli pelanggan.

3. Proses Laporan Penjualan

Pada proses ini Admin Support mengolah data menjadilaporan yang siap disajikan kepada pihak eksekutif. Dengan menarik rekappenjualan pertanggal maupun perbulan dari Queryversi 1.20, hasil data yang ditarik tersebut masih dalam format excel, selanjutnya data diolah dan laporan disajikan dalam bentuk table dan grafik dengan proses pengolahan data dengan menggunakan rumus pada excel yaitu fungsi sum, average, if, countif, vlookup dan pivot table. Hasil dari pengolahan data yaitu laporan penjualandiserahakan kepada pihak eksekutif dengan dicetak maupun dikirim via email.

Rancangan Prosedur Sistem Yang Berjalan

Pada sistem yang berjalan ini, berdasarkan dari prosedur sistem yang berjalan di PT. Tirta Varia Intipratama dengan menggunakan Unified Modelling Language (UML) antara lain sebagai berikut:

1. Use Case Diagram

Setelah prosedur sistem yang berjalan selesai dijabarkan, maka prosedur tersebut akan digambarkan kedalam bentuk diagram agar dapat mudah dibaca. Digambarkan dalam use case diagram agar dapat menggambarkan mengenai kebiasaan yang terjadi dalam sistem eksekutif yang berjalan. Use case diagram dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.5 Use Case Diagram Prosedur Sistem Yang Berjalan

Berdasarkan gambar 3.6. Use Case Diagram yang ada terdapat:

1. Nama usecase : Menawarkan Produk.

Keterangan  : Sales menawarkan produk kepada pelanggan.

Actor : Sales dan Pelanggan.

2. Nama usecase  : Order.

Actor  : Sales dan Pelanggan.

Keterangan  : Pelanggan memesan produk kepada sales.

3. Nama usecase  : Minta Delevery Order (DO)

Actor  : Sales dan Admin Entry.

Keterangan  :Sales meminta Delevery Order kepada Admin Entry sebagai tanda bukti penjualan.

4. Nama usecase : Buat Permintaan Barang (PB) dan Minta Bukti Keluar Barang (BKB).

Actor  : Sales dan Admin Warehouse.

Keterangan  : Sales membuatpermintaan barang (PB) dan menyerahkan kepada Admin Warehouse kemudian Admin Warehouse membuatkan bukti keluar barang (BKB) untuk Sales yang digunakan untuk mengeluarkan produk dari gudang.

5. Nama usecase  :Antar Order.

Actor  : Sales dan Pelanggan.

Keterangan  : Sales mengantar pesanan produk kepada pelanggan sesuai quantity produk yang dipesan.

6. Nama usecase : Menyerahkan Setoran Penjualan.

Actor  : Sales dan Kasir.

Keterangan  : Sales menyerahkan setoran penjualan kepada kasir sesuai quantity produk yang telah dijual.

7. Nama usecase : Hitung dan Input Setoran Penjualan.

Actor  : Kasir

Keterangan  : Kasir menerima setoran penjualan dari sales kemudian dihitung dan di input sesuai quantity produk yang telah dijual oleh sales.

8. Nama usecase : Menyerahkan DO Lembar Merah.

Actor  : Sales dan Admin Entry.

Keterangan  : Sales menyerahkan Delevery Order (DO) kepada Admin Entry untuk di input sesuai quantity produk yang telah dijual.

9. Nama usecase  : Input DO Lembar Merah.

Actor  : Admin Entry.

Keterangan  : Admin Entry menerima Delevery Order (DO) dari Sales, kemudian Admin Entry menginput DO sesuai quantity produk yang telah dijual.

10. Nama usecase : Minta Laporan.

Actor  : Pihak Eksekutif dan Admin Support.

Keterangan  : Pihak eksekutif meminta laporan penjualan kepada Admin Support dengan mengolah rekapan penjualan menjadi laporan penjualan dalam bentuk tabel dan grafik.

11. Nama usecase : Tarik Rekap Penjualan.

Actor  : Admin Support.

Keterangan  : Admin Support login query untuk menarik rekap penjualan pertanggal maupun perbulan dari Query,hasil data yang ditarik tersebut masih dalam format excel, selanjutnya data diolah dan laporan disajikan dalam bentuk tabledan grafik.

12. Nama usecase : Laporan Penjualan.

Actor  : Admin Support dan Pihak Eksekutif.

Keterangan  : Laporan penjualan diserahakan kepada pihak eksekutif dengan dicetak maupun dikirim via email.

2. Activity Diagram

Activity diagram memodelkan alur kerja sebuah proses dan urutan aktifitas pada suatu proses. Diagram ini sangat mirip dengan flowchart karena kita dapat memodelkan prosedur logika. Perbedaan utamanya adalah flowchart digunakan untuk menggambarkan alur kerja dari sebuah sistem, sedangkan activity diagram dibuat untuk menggambarkan aktifitas dari aktor.

Berdasarkan dari use case diagram diatas dapat kita gambarkan activity diagram dari aktifitas para aktor-aktor yang ada pada sistem yang berjalan di PT.Tirta Varia Intipratama sebagai berikut:

Gambar 3.6 Activity Diagram Sistem Yang Berjalan

Berdasarkan gambar 3.10. Activity Diagram yang ada terdapat:

1. 1 (satu) Initial Node.

2. 24 (dua puluh empat) Activity.

3. 7 (tujuh) Vertical Swimelane.

4. 1 (satu) Final Node.

Alur aktifitas yang digambarkan pada diagram diatas adalah Branch Manager melakukan permintaan laporan kepada bagian Admin Support dengan melakukan penarikan data dari Query terlebih dahulu. Selanjutnya setelah mendapatkan data mentah dalam bentuk excel, Admin Support melakukan olah data dengan memanfaatkan fungsi rumus pada excel hingga menjadi laporan penjualan. Selanjutnya AdminSupport melakukan pengiriman laporan penjualan kepada pihak eksekutif melalui email.

Analisis Sistem Yang Berjalan

Metode Analisis Sistem

1. Analisis Critical Success Factor (CSF)

Dalam kegiatan ini akandielaborasikan visi dan misi menjadi tujuan bisnis PT. Tirta Varia Intipratamayang kemudian akan diaplikasikan menggunakan CSF analisis untuk menemukankebutuhan organisasi. Langkah-langkah elaborasi tersebut dapat dijelaskan pada gambar 3.7 di bawah ini.

Gambar 3.7 Langkah-langkah Elaborasi Tujuan Organisasi

Berdasarkan hasil daripengamatan dokumen di PT. Tirta Varia Intipratama, terutama dari dokumenrencana strategi tahun 2013-2014 didapatkan pernyataan visi dan misi PT. TirtaVaria Intipratama sebagai berikut:

Visi:

Menjadi solusi distribusi nomor 1 untuk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) melaluipelayanan dan kinerja kelas dunia.

Misi:

1. Memberikanlayanan yang unggul dengan efektif dan efisien secara konsisten.

2. Membangun kepercayaan yang kokoh dalambermitra dan berusaha.

3. Mengembangkan tenaga kerja yang produktif dan unggul.

Tabel 3.1 Tujuan Utama dan CSF PT. Tirta Varia Intipratama

Berdasarkantabel di atas, dapat diketahui bahwasanya pencapaian tujuan-tujuan organisasi PT. Tirta Varia Intipratamadipengaruhi oleh business need yang tertuang pada tabel di atas, selanjutnyauntuk mengetahui kebutuhan SistemInformasi (SI) yang mendukung business need organisasi maka perlu dilakukan elaborasi terhadapCSF organisasi dengan menentukan KeyDecision yang berhubungan dengan CSF tersebut dan dari Key Decision tersebut akan diidentifikasi kebutuhan Sistem Informasi (SI) dari organisasi. Hasil elaborasi CSF dapat dilihat padatabel 3.2.di bawah ini.

Tabel 3.2 Identifikasi Kebutuhan Sistem Informasi (SI)

Dari analisis CSF diatas dapat disimpulkan bahwadengan melihat visi dan misi perusahaan yang mengedepankan pelayanan kepadapelanggan maka perlu adanya kelancaran penerimaan informasi denganterwujudnya aplikasi reporting yanginformatif bagi pihak terkait dalam memonitoring penjualan demi terciptanyakesuksesan proses bisnis.

2. Analisis SWOT

Analisa SWOT dilakukan dengan mengidentifikasikekuatan dan faktor-faktor positif yang berasal dari internal organisasi, kelemahan dan faktor-faktor negatif dariinternal, peluang ataukesempatan dan keuntungan dari faktor eksternal dan ancaman atau resiko yang dipengaruhi oleh fakrtoreksternal organisasi.

Analisis untuk mencari strategi dengan menggunakankekuatan yang ada untuk memanfaatkan peluang yang tersedia (strategi S-O) sertamenggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman yang ada (strategiS-T). Selain itu dianalisis pula strategi untuk mengurangi kelemahan yangdimiliki dalam meraih peluang yang ada (strategi W-O) maupun mengatasi ancamanyang ada (strategi W-T). Pemetaan strategi S-O, W-O, S-T dan W-T dapat dilihatpada tabel 3.3 di bawah ini :

Tabel 3.3 Faktor – Faktor Strategi Internal

Tabel 3.4 Faktor – Faktor Strategi Eksternal

Tabel 3.5 Strategi S-O

Tabel 3.6 Strategi S-T

Tabel 3.7 Strategi W-O

Tabel 3.8 Strategi W-T

Hasil dari analisis SWOT diatas dapat teridentifikasinya kekuatan, kelemahan, ancaman danpeluang yang dipengaruhi olehfakrtor internal maupun eksternalorganisasi, dengan demikian dapat disimpulkan strategi yang dapatdiciptakan sebagai berikut:

  1. Memanfaatkan sistem informasi dalam meningkatkan strategi pemasaran.

  2. Meningkatkan sosialisasi pemanfaatan teknologi informasi untuk kepentingan proses bisnis.

  3. Melakukan maintenance database server.

  4. Menyiapkan modem yang digunakan saat ada gangguan jaringan internet.

  5. Menciptakan aplikasi reporting sebagai upaya penyedian informasi kepada pihak terkait untuk dapat memonitoring hasil distibusi dalam Executive Information System (EIS) diberbagai cabang.

3. Analisis Value Chain

Analisis Value Chain merupakan suatu metode untuk merinci suatu rangkaian dari bahan bakuhingga produk akhir yang digunakan, menjadi kegiatan strategi yang relevan untuk memahami perilaku biaya dan perbedaan sumber daya. Analisis Value Chain mengenai penjelasan seluruh aktivitas yang termasuk dalam aktivitas utama dan aktivitas pendukung terhadap organisasi PT. Tirta Varia Intipratama dapat dilihat pada gambar 3.8.

Gambar 3.8 Aktivitas Value Chain

a. Aktifitas Utama

Yang menjadi aktivitas utama yang terdapat pada analisis value chain organisasi PT. Tirta Varia Intipratama adalah sebagai berikut:

1. Penerimaan produk dari pabrik.

2. Proses penyimpanan dan pengontrolan produk pada gudang.

3. Pendistribusian produk ke pelanggan.

4. Sosialisasi, Publikasi, dan Promosi.

5. Pelayanan pada pelanggan.

a. Pelayanan produk dari pabrik

PT. Tirta Varia Intiratama adalah distributor dibidang air minum dalam kemasan (AMDK) yang bertugas mendistribusikan produk kepada pelanggan. Memiliki peran penting dalam mewujudkan pelayanan terbaik. Produk diterima langsung dari pabrik.

b. Proses penyimpanan dan pengontrolan produk pada gudang

Proses ini merupakan kegiatan penyimpanan dan pengontrolan produk dengan sistem FIFO padagudang.

c. Pendistribusian produk ke pelanggan

Tahap ini merupakan kegiatan pendistribusian produk, kegiatan dimulai dari penawaran produk, pemesanan produk sampai dengan pengiriman produk.

d. Sosialisasi, Publikasi dan Promosi

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan produk yang kepada pelanggan guna meningkatkan penyebaran produk disemua kalangan masyarakat.

e. Pelayanan kepada pelanggan

Kegiatan ini adalah rutinitas yang dijalani oleh PT. Tirta Varia Intipratama sebagai distibutor air minum dalam kemasan (AMDK) yang melayani pelanggan.

b. Aktifitas Pendukung

Aktivitas-aktivitas yang menjadi pendukung, yang dihasilkan dari analisis value chain terhadap organisasi PT. Tirta Varia Intipratama adalah:

  1. Keuangan

  2. Kepegawaian

  3. Management Information System (MIS)

  4. Kerjasama antara perusahaan dengan petugas keamanan daerah

a. Keuangan

Aktivitas keuangan adalah aktivitas pengelolaan keuangan perusahaan, yang dilakukan secara efisien, efektif, transparan, akuntabel dan tertib sesuai dengan pendapatan dan pengeluaran perusahaan.

b. Kepegawaian

Aktivitas kepegawaian adalah aktivitas pengelolaan sumber daya manusia, yang melakukan fungsi:

1. Penyusunan rencana kebutuhan, pengembangan dan peningkatan kemampuan SDM dan pendidikan serta pelatihan.

2. Pengelolaan administrasi jabatan fungsional.

c. Management Information System (MIS)

AktivitasManagement Information System (MIS) adalah aktivitas yang melaksanakanpengembangan peralatan, software, hardware, prosedur didalam transformasi produk dari input menjadi output.

Kerjasama antara perusahaan dengan petugas keamanan daerah

d. Aktivitas kerjasama antara perusahaan dengan petugas keamanan setempat yaitu polisi dan satpol PP guna pengontrol tata tertib dalam berkendaraan.

Dari analisis Value Chain diatas dapat disimpulkan bahwa dengan melihat aktifitas utamadan aktifitas pendukung pada perusahaan yaitu aktifitas utama dimulai daripenerimaan produk hingga pendistribusian produk pada pelanggan. Setelahdiketahuinya aktifitas utama dengan diiringinya aktifitas pendukung diharapkanterpenuhinya kebutuhan organisasi dengan tepat sehingga cepat tercapainyatujuan perusahaan.

Analisis Batasan Sistem

Setiap sistem mempunyai batasan sistem (boundary) yang memisahkan sistem dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar merupakan kesatuan diluar sistem yang dapat berupa orang, organisasi, atau sistem lainnya yang memberikan input atau menerima output dari sistem.

Melihat permasalahan yang ada di PT. Tirta Varia Intipratama, maka peneliti membatasi permasalahan perancangan pada Executive Information System di PT. Tirta Varia Intipratama yaitu mulai dari mengolah laporan penjualan per sales, laporan penjualan per SKU (Stock Keeping Unit) dan laporan Active Outlet (AO). Pada sistem inihanya fokus pada data penjualan.

Analisis Kekurangan Sistem Yang Berjalan

Berdasarkan dari analisisyang dilakukan penulis, terhadap sistem yang berjalan di PT. Tirta VariaIntipratama, terdapat beberapa kekurangan sistem yang berjalan diantaranya sebagai berikut:

a. Belum adanya sistem infomasi yang memudahkan pihak eksekutif untuk memantau informasi penjualan perusahaan.

b. Belum adanya sistem informasi yang membantu pihak eksekutif sebagai bahan analisis pendukung perencanaan strategi penjualan.

c. Belum adanya sistem informasi yang mudah diakses pihak eksekutif.

d. Pengolahan data yang menyulitkan Admin Support karena masih menggunakan Microsoft Excel sehingga memakan waktu yang cukup lama.

e. Informasi yang disajikan masih sering direvisi karena Admin Support kurang teliti dalam pengolahan data.

f. Lambatnya laporan yang diterima pihak eksekutif.

Analisis Kontrol

Adanya permasalahan pada sistem yang berjalan disebabkan oleh faktor pengontrolan yang lemah. Pengontrolan pengolahan data belum dilakukan sehingga laporan yang dihasilkan belum selalu akurat. Sementara belum ada pengontrolan terhadap hasil pengolahan data, sehingga laporan yang diterima oleh pihak eksekutif tidak diperiksa ulang dan jika terjadi kesalahan dari hasil pengolahan data mengakibatkan laporan harus direvisi kembali.

Analisis Prosedur

Berdasarkan dari analisis yang dilakukan penulis, dalam hal prosedur yang berjalan saat ini masih belum berjalan baik. Hal ini bisa dilihat dengan kurangnya kontrol dari masing-masing pihak yang bersangkutan. Dimulai dari kurang telitinya Admin Support dalam mengolah data tanpa adanya pengecekan kembali. Hal ini menyebabkan pihak eksekutif mengalami hambatan dalam penerimaan laporan, sehingga dalam memantau dan menganalisis hasil penjualan terhambat.

Analisis Waktu dan Tenaga Kerja

Berdasarkan dari analisis yang dilakukan penulis, waktu yang dibutuhkan saat ini untuk menghasilkan laporan penjualan membutuhkan waktu ± 120 menit. Hal ini dikarenakan data yang akan diolah perlu ditarik dengan query pada aplikasi dan membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu ± 20 menit dan proses pengolahan data hingga menjadi laporan membutuhkan waktu ± 100 menit. Sedangkan untuk menghasilkan laporan penjualan bulanan yang digunakan untuk bahan meeting pihak eksekutif, membutuhkanwaktu ± 2 hari dikarenakan proses pengolahan data yang cukup banyak dan rumit.

Untuk tenaga yang ada pada saat ini yaitu Admin Support sebanyak 1 (satu) orang dirasa kurang cukup karena banyaknya laporan yang diminta oleh pihak eksekutif, terlebih jika mendekati akhir bulan guna membuat analisis kekurangan penjualan agar dapat membuat estimasi kekurangan dari target penjualan dan pada awal bulan sebagai action plan penjualan bulan berikutnya.

Analisis Kebutuhan Sistem

Dalam merancang sebuahsistem perlu adanya analisis kebutuhan sistem. Berikut ini merupakan kebutuhansistem yang diperlukan yaitu sebagai berikut :

1. Dapat menampilkan laporan penjualan harian dan bulanandengan perbandingan target penjualan dan adanya persetase antara target danrealisasi penjualan.

2. Dapat menampilkan laporan pelanggan yang aktiftransaksi pada bulan berjalanan.

3. Dapat menampilkan laporan penjualan per sales sebagai inforamsi untuk pihakeksekutif mana sales yang produktifdan kurang produktif dalam menjual produk perusahaan.

4.Dapat menampilkan laporan dalam bentuk tabel dan grafiksehingga pihak eksekutif lebih mudah dalam membaca hasil penjualan dan menyusunstrategi penjualan.

Konfigurasi Sistem Yang Berjalan

1. Spesifikasi Hardware

a. Processor  : Dual Core 2,8

b. Monitor  : LED 14.0 "

c. RAM  : DDR 3 2 GB

d. Harddisk  : 250 GB

2. Spesifikasi Software

a. Microsoft Windows XP

b. Microsoft Office 2007

c. Database  : SQL Server

d. Aplikasi  : - DMS 2, - Query versi 1.20

3.Hak Akses (Brainware)

Dalam proses penginputan data penjualan dilakukan oleh Admin Entry sedangkan proses pengolahandata oleh Admin Support.

Permasalahan Yang Dihadapi dan Solusi Yang Diberikan

1. Masalah Yang Dihadapi

Berdasarkan dari analisis yang dilakukan penulis dapat diambil kesimpulan bahwa sistem pengolahan data yang sedang berjalan saat ini di PT. Tirta Varia Intipratama belum berjalan dengan baik karena membutuhkan waktu yang cukup lama dalam membuat laporan. Sedangkan penyajian data dengan deadline waktu yang cukup singkat menyebabkan Admin Support tergesah-gesah dalam pengolahan data sehingga laporan yang dihasilkan masih harus direvisi kembali karena masih ada kesalahan. Dengan begitu belum terciptanya kelancaran penerimaan informasi untuk pihak eksekutif.

2. Solusi Yang Diberikan

Berdasarkan analisis terhadap sistem yang berjalan, dapat diambil kesimpulan bahwa perlu diadakan perancangan sistem atas kekurangan dan kebutuhan sistem dengan melakukan analisis terhadap alternatif pemecahan masalah, antara lain sebagai berikut:

  1. Membangun sistem yang dibutuhkan oleh user dengan menciptakan aplikasi berbasis visual karena aplikasi yang berbasis visual sudah familiar dikalangan instansi masyarakat.
  2. Membangun suatu aplikasi sistem yang berbasis web, aplikasi yang dibangun berbasiskan web memungkinkan user dapat menggunakan data secara bersama-sama di dalam waktu yang sama.

Berdasarkan beberapa alternatif pemecahan masalah di atas penulis melakukan suatu kajian untuk permasalahan maka perlu dibangun aplikasi sistem yang berbasis web karena banyak keuntungan yang diperoleh antara lain:

  1. Dapat menjalankan aplikasi berbasis web di manapun kapan pun tanpa harus melakukan penginstalan.
  2. Dapat dijalankan pada sistem operasi mana pun.
  3. Tidak memerlukan spesifikasi komputer yang tinggi untuk dapat menggunakan aplikasi berbasis web.
  4. Terkait dengan isu lisensi (hak cipta), kita tidak memerlukan lisensi ketika menggunakan web-based application, sebab lisensi itu sudah menjadi tanggung jawab dari web penyedia aplikasi.

Penulis akan membuat suatu aplikasi berbasis web yang dapat digunakan oleh pihakeksekutif. Sistem tersebut akan menampilkan laporan yang dibutuhkan oleh pihak eksekutif yang mudah diakses dan mudah dipahami.

Aplikasi yang dirancang merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada pada sistem yang berjalan.Perancangan sistem dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan Framework CodeIgniter (CI) dan MySQL untuk mengelola databasenya.Penulis akan merancang sebuah Executive Information System (EIS) Penjualan yang bermaanfaat untuk pihak eksekutif dalam memperoleh informasi penjualan yang mudah diakses dan mudah dimengerti.

Selain itu dengan dirancangnya Executive Information System (EIS)Penjualan,penulis memberikan solusi kepada manajemen perusahaan untuk tidak perlu menambah tenaga kerja yaitu Admin Support karena dengan dirancangnya sistem ini, pekerjaan Admin Support berkurang karena tidak perlu membuat laporan penjualan dan pihak eksekutif pun mendapatkan informasi penjualan dengan cepat tanpa perlu menunggu Admin Support untuk mengolah data.

User Requirement

Requirement Elicitation Tahap I

Requirement Elicitation Tahap I

Elisitasi tahap I disusun berdasarkan hasil wawancara dengan seluruh perangkat manajemen. Berikut dilampirkan Diagram Elisitasi Tahap I, antara lain sebagai berikut:

Wawancara 1 : Bpk Kim Hon (Branch Manager)

Tabel 3.9 Diagram Elisitasi Tahap I

Wawancara 2 : Bpk Agung Arifin (Sales Supervisor)

Tabel 3.10 Diagram Elisitasi Tahap I

Wawancara 3 : Ibu Yuli Widia (Admin Support)

Tabel 3.11 Diagram Elisitasi Tahap I

Requirement Elicitation Tahap II

Elisitasi tahap II dibentuk berdasarkan elisitasitahap I yang kemudian diklasifikasikan melalui metode MDI. Terdapat beberapa requirement yang diberi optionInessential (I) dan harus dieliminasi. Semua requirement diatas diberi option Ipada Elisitasi Tahap II sesuai dengan Tabel 3.2 karena sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang tedapat pada babsebelumnya.

Tabel 3.12 Diagram Elisitasi Tahap II

Keterangan :

M  :Mandatory

D  : Desirable

I  :Inessential

Requirement Elicitation Tahap III

Berdasarkan elisitasi tahap II diatas, dibentuklahsuatu elisitasi tahap III yang kemudian diklasifikasikan kembali denganmenggunakan metode TOE dengan optionHML.

Tabel 3.13 Diagram Elisitasi Tahap III

Keterangan:

T  : Technical

O  : Operational

E  : Economic

L  : Low

M  : Middle

H  : Hight

Requirement Elicitation Final

Requirement Elicitation Final merupakan bentukakhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasarpengembangan sistem yang akan dibentuk. Berikut saya lampirkan Diagram Final Draft Elisitasi.

Tabel 3.14 Elisitasi Final

BAB IV

RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Rancangan Sistem Usulan

Berdasarkan analisis sistem pada sistem yang berjalan, diketahui bahwa sistem yang lama masih berupa sistem yang belum dapat memenuhi kebutuhan didalam pengolahan data secara cepat dan tepat. Setelah kebutuhan sistem diketahui, langkah selanjutnya adalah perancangan atau desain sistem usulan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak didapat dari sistem yang ada.

Untuk menganalisa sistem yang diusulkan,pada penelitian ini digunakan software Visual Paradigm for UML 6.4. Enterprise Edition untuk menggambarkan Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram, State Machine Diagram dan Class Diagram.

Prosedur Sistem Usulan

a. Admin

1. Melakukan login.

2. Menampilkan home.

3. Membuat user.

4. Membuat target penjualan.

5. Membuat list schedule.

6. Menampilkan calendar schedule.

7. Menampilkan sales all depo.

8. Menampilkan daily sales.

9. Menampilkan monthly sales.

10. Menampilkan favorite product.

11. Menampilkan salesvolume.

12. Menampilakan active outlet.

13. Menampilkan numeric distribution.

14. Menampilkan data customer.

15. Export.

16. Print.

17. Logout.

b. Pihak Eksekutif

1. Melakukan login.

2. Menampilkan home.

3. Menampilkan calendar schedule.

4. Menampilkan sales all depo.

5. Menampilkan daily sales.

6. Menampilkan monthly sales.

7. Menampilkan favorite product.

8. Menampilkan sales volume.

9. Menampilakan active outlet.

10. Menampilkannumeric distribution.

11. Menampilkan data customer.

12. Export.

13. Print.

14. Logout.

Usecase Diagram Sistem Yang Diusulkan

Setelah prosedur sistem yang diusulkan selesai dijabarkan, maka prosedur tersebut akan digambarkan kedalam bentuk diagram agar dapat mudah dibaca. Digambarkan dalam use case diagram agar dapat menggambarkan mengenai kebiasaan yang terjadi dalam Executive Information System (EIS) Penjualan Di PT. Tirta Varia Intipratama yang akan berjalan. Use case diagram dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.1 Use Case Diagram Sistem Yang Diusulkan

Berdasarkan gambar 4.1. Use Case Diagram sistem yang diusulkan terdapat:

  1. 1 (satu) System, mencakup seluruh kegiatan Executive Information System (EIS) Penjualan Di PT. Tirta Varia Intipratama.
  2. 2 (dua) Actor, melakukan kegiatan diantaranya: admin dan pihak eksekutif.
  3. 15 (lima belas) Use Case, yang dilakukan diantaranya: login, home, user, target penjualan, list schedule, calendar schedule, sales all depo, daily sales, monthly sales, favorite product, sales volume, active outlet, numeric distribution, data customer dan logout.

Activity Diagram Sistem Yang Diusulkan

Activity diagram memodelkan alur kerja sebuah proses dan urutan aktifitas pada suatu proses. Diagram ini sangat mirip dengan flowchart karena kita dapat memodelkan prosedur logika. Perbedaan utamanya adalah flowchart digunakan untuk menggambarkan alur kerja dari sebuah sistem, sedangkan activity diagram dibuat untuk menggambarkan aktifitas dari aktor. Activity diagram dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.2 Activity Diagram Sistem Yang Diusulkan

Berdasarkan gambar 4.2. Activity Diagram sistem yang diusulkan terdapat:

  1. 1 (satu) Initial Node, objek yang diawali.
  2. 42 (empat puluh dua) Action State, berawal dari login jika gagal maka akan kembali ke login, jika benar akan masuk pada home yang berisi user, target penjualan, list schedule, calendar schedule, sales all depo, daily sales, monthly sales, favorite product, sales volume, active outlet, numeric distribution, data customer dan logout.
  3. 1 (satu) Activity Final Node, objek yang diakhiri.


Sequence Diagram Sistem Yang Diusulkan

Sequance diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan disekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequance diagram terdiri atas dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek - objek yang terkait). Sequence diagram dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

1. Sequence Diagram Sistem Yang Diusulkan Admin

Gambar 4.3 Sequence Diagram Sistem Yang Diusulkan Admin

Berdasarkan gambar 4.3. Sequence Diagram sistem yang diusulkan terdapat:

  1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan yaitu admin.
  2. 14 (empat belas) Lifeline yaitu login, home, user, target penjualan, list schedule, calendar schedule, daily sales, monthly sales, favorite product, sales volume, active outlet, numeric distribution, data customer dan logout.
  3. 17 (tujuh belas) Message antara lain melakukan melakukan login dengan membuka browser terlebih dahulu, verifikasi, konfirmasi password dan username salah, home, user, target penjualan, list schedule, calendar schedule, view sales all depo, view daily sales, view monthly sales, view favorite product, view sales volume, view active outlet, view numeric distribution, view data customer dan pilih logout.

2. Sequence Diagram Sistem Yang Diusulkan Pihak Eksekutif

Gambar 4.4 Sequence Diagram Sistem Yang Diusulkan Pihak Eksekutif

Gambar 4.4. Sequence Diagram Sistem Yang Diusulkan Pihak Eksekutif

Berdasarkan gambar 4.5. Sequence Diagram sistem yang diusulkan terdapat:

  1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan yaitu pihak eksekutif.
  2. 12 (dua belas) Lifeline yaitu login, home, calendar schedule, sales all depo, daily sales, monthly sales, favorite product, sales volume, active outlet, numeric distribution, data customer dan logout.
  3. 15 (lima belas) Message antara lain melakukan melakukan login dengan membuka browser terlebih dahulu, verifikasi, konfirmasi password dan username salah, home, view calendar schedule, view sales all depo, view daily sales, view monthly sales, view favorite product, view sales volume, view active outlet, view numeric distribution, view data customer dan pilih logout.

State Machine Diagram Sistem Yang Diusulkan

State diagram digunakan untuk medeskripsikan perilaku sistem. State diagram mendeskripsikan semua kondisi yang mungkin muncul sebagai sebuah object begitu pula dengan event. State machine diagram dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.5 State Machine Diagram Sistem Yang Diusulkan Admin

Gambar 4.6 State Machine Diagram Sistem Yang Diusulkan Pihak Eksekutif

Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

Berdasarkan analisis yang dilakukan, perbedaan sistem yang sedang berjalan dengan sistem yang sedang diusulkan adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1. Perbedaan Sistem Berjalan dengan Sistem Usulan

Rancangan Basis Data

Class Diagram

Gambar 4.7 Class Diagram Sistem Yang Diusulkan

Berdasarkan gambar 4.7. Class Diagram sistem yang diusulkan terdapat:

  1. 9 class, himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi yang sama diantaranya depo, pelanggan, data_penjualan, produk, driver, target, user, position dan schedule.

  2. 11 Multiciply, hubungan antara objek satu dengan objek lainnya yang mempunyai nilai.

Spesifikasi Basis Data

Spesifikasi basis data merupakan desain basis data yang dianggap telah normal. Desain basis data menjelaskan media penyimpanan yang digunakan, isi yang disimpan, primary key dan panjang record. Spesifikasi yang digunakan dalam sistem yang akan dibangun adalah sebagai berikut:

1. Nama Field : data_penjualan

Media : harddisk

Isi : tanggal_do+no_do+kode_driver+kode_pelanggan

Primary Key : no_do

Panjang Record : 65

Tabel 4.2 Tabel Data Penjualan

2. Nama Field : depo

Media : harddisk

Isi : kode_depo

Primary key : kode_depo

Panjang Record : 33

Tabel 4.3 Tabel Depo

3. Nama Field : driver

Media : harddisk

Isi : kode_driver+nama_driver+kode_depo

Primary key : kode_driver

Panjang Record : 33

Tabel 4.4 Tabel Driver

Rancangan Prototype

Tampilan Login

Gambar 4.8 Tampilan Login

Tampilan Home

Gambar 4.9 Tampilan Home

Tampilan User

Gambar 4.10 Tampilan User

Tampilan Create User

Gambar 4.11 Tampilan Create User

Tampilan Target Penjualan

Gambar 4.12 Tampilan Target Penjualan

Tampilan Create Target Penjualan

Gambar 4.13 Tampilan Create Penjualan

Tampilan List Schedule

Gambar 4.14 Tampilan List Schedule

Tampilan Create Schedule

Gambar 4.15 Tampilan Create Schedule

Tampilan Calender Schedule

Gambar 4.16 Tampilan Calender Schedule

Tampilan Sales All Depo

Gambar 4.17 Tampilan Sales All Depo

Tampilan Daily Sales

Gambar 4.18 Tampilan Daily Sales

Tampilan Monthly Sales

Gambar 4.19 Tampilan Monthly Sales

Tampilan Favorite Product

Gambar 4.20 Tampilan Favorite Product

Tampilan Sales Volume

Gambar 4.21 Tampilan Sales Volume

Tampilan Active Outlet

Gambar 4.22 Tampilan Active Outlet

Tampilan Numeric Distribution

Gambar 4.23 Tampilan Numeric Distribution

Tampilan Data Customer

Gambar 4.24 Tampilan Data Customer

Konfigurasi Sistem Usulan

Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras (hardware) yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini antara lain sebagai berikut:

  1. Processor : Core i3

  2. Monitor : 14” LCD monitor

  3. RAM : 2 GB

  4. Harddisk : 500 GB

Spesifikasi Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak (software) yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini antara lain sebagai berikut:

  1. Windows XP

  2. Visual Paradigm for UML 6.4 Enterprise Edition

  3. Notepad ++

  4. XAMPP

  5. Framework CodeIgniter (CI)

  6. Mozilla Firefox (Browser)

Black Box Testing

Untuk tahap pengujian penulis menggunakan metode blackbox, untuk memastikan bahwa program atau sistem yang dibuat masih terdapat bug (kesalahan) atau tidak. Dari setiap tes pengujian tidak menutup kemungkinan masih terdapat bug (kesalahan) dari sistem yang telah dites, namun pengujian ini setidaknya dapat meminimalisir bug (kesalahan) yang terdapat didalam sistem.

Tabel 4.11 Blackbox Testing

Implementasi Sistem Yang Diusulkan

Tampilan Menu Login

Gambar 4.25 Tampilan Menu Login

Keterangan:

Tampilan diatas adalah tampilan untuk user jika ingin memasuki sistem dengan memasukan username dan password.

Tampilan Menu Home

Gambar 4.26 Tampilan Menu Home

Keterangan:

Tampilan diatas terdapat pada user yang login yaitu admin dan pihak eksekutif. Tampilan tersebut adalah halaman utama yang akan tampil ketika user memasuki Executive Information System (EIS) Penjualan.

Tampilan Menu User

Gambar 4.27 Tampilan Menu User

Keterangan:

Tampilan diatas terdapat pada user yang login yaitu admin. Tampilan tersebut adalah list user dalam bentuk tabel dengan dilengkapi menu edit dan delete.

Tampilan Menu Create User

Gambar 4.28 Tampilan Menu Create User

Keterangan:

Tampilan diatas terdapat pada user yang login yaitu admin. Menu ini dipilih admin jika ada user baru yaitu pihak eksekutif. Dan data user tersebut akan masuk kedalam list user.

Tampilan Menu Target Penjualan

Gambar 4.29 Tampilan Menu Target Penjualan

Keterangan:

Tampilan diatas terdapat pada user yang login yaitu admin. Tampilan tersebut adalah list target penjualan dalam bentuk tabel dengan dilengkapi menu edit dan delete.

Tampilan Menu Create Target Penjualan

Gambar 4.30 Tampilan Menu Create Target Penjualan

Keterangan:

Tampilan diatas terdapat pada user yang login yaitu admin. Menu ini dipilih admin untuk memasukan target penjualan. Dan data target penjualan tersebut akan otomatis masuk kedalam list target penjualan.

Tampilan Menu List Schedule

Gambar 4.31 Tampilan Menu List Schedule

Keterangan:

Tampilan diatas terdapat pada user yang login yaitu admin dan pihak eksekutif. Menu ini dipilih untuk melihat schedule pihak eksekutif diantaranya schedule meeting maupun kegiatan lainnya. Calender schedule dilengkapi dengan menu search berdasarkan bulan dan tahun. Menu ini membantu pihak eksekutif untuk lebih mudah mengagendakan kegiatan pada calendar schedule baik schedule meeting maupun gathering yang diadakan pihak eksekutif.

Tampilan Menu Create Schedule

Gambar 4.32 Tampilan Menu Create Schedule

Keterangan:

Tampilan diatas terdapat pada user yang login yaitu admin dan pihak eksekutif. Menu ini dipilih admin untuk memasukan schedule pihak eksekutif. Dan data schedule tersebut akan otomatis masuk kedalam calendar schedule.

Tampilan Menu Calender Schedule

Gambar 4.33 Tampilan Menu Calender Schedule

Keterangan:

Tampilan diatas terdapat pada user yang login yaitu admin dan pihak eksekutif. Menu ini dipilih untuk melihat schedule pihak eksekutif diantaranya schedule meeting maupun kegiatan lainnya. Calender schedule dilengkapi dengan menu search berdasarkan bulan dan tahun. Menu ini membantu pihak eksekutif untuk lebih mudah mengagendakan kegiatan pada calendar schedule baik schedule meeting maupun gathering yang diadakan pihak eksekutif.

Tampilan Menu Daily Sales

Gambar 4.34 Tampilan Menu Daily Sales

Keterangan:

Tampilan diatas terdapat pada user yang login yaitu admin dan pihak eksekutif. Menu ini dipilih untuk melihat daily sales. Daily sales adalah informasi penjualan perhari dengan grafik dan tabel dengan menampilkan target, realisasi, persentasi dan +/- penjualan. Menu ini memudahkan Branch Manager dalam memonitoring penjualan karena dapat secara detail melihat hasil penjualan perhari depo yang dipimpin oleh Branch Manager tersebut.

Tampilan Menu Monthly Sales

Gambar 4.35 Tampilan Menu Monthly Sales

Keterangan

Tampilan diatas terdapat pada user yang login yaitu admin dan pihak eksekutif. Menu ini dipilih untuk melihat monthly sales. Monthly sales adalah informasi penjualan bulanan dengan grafik dan tabel yang menampilkan target, realisasi, persentasi dan +/- penjualan. Menu ini dapat digunakan pihak eksekutif untuk bahan meeting bulanan sebagai evaluasi penjualan dan action plan dalam menciptkan strategi penjualan berikutnya.

Tampilan Menu Active Outlet

Gambar 4.36 Tampilan Menu Active Outlet

Keterangan:

Tampilan diatas terdapat pada user yang login yaitu admin dan pihak eksekutif. Menu ini dipilih untuk melihat active outlet. Active outlet adalah informasi pelanggan yang aktif bertransaksi. Dengan menu ini, pihak eksekutif dapat lebih mudah melihat perkembangan pelanggan yang transaksi pada tiap depo yaitu mengalami peningkatan ataupun penurunan.

Tampilan Menu Data Customer

Gambar 4.37 Tampilan Menu Data Customer

Keterangan:

Tampilan diatas terdapat pada user yang login yaitu admin dan pihak eksekutif. Menu ini dipilih untuk melihat data customer. Data customer adalah informasi pelanggan yang dimiliki tiap depo yan dimiliki perusahaan.

Time Schedule

  1. Pembuatan Proposal

    Pada tahap ini dilakukan pembutan latar belakang masalah, tujuan, manfaat dan juga perumusan masalah secara garis besar sebagai acuan awal penelitian yang dilakukan dalam rentang waktu satu minggu.

  2. Seminar Proposal

    Proses presentasi proposal yang telah dibuat berdasarkan data-data yang telah diperoleh yang dilakukan selama satu minggu.

  3. Wawancara

    Pada tahap ini, wawancara dilakukan kepada pihak terkait sebagai bahan pendukung penelitian yang dilakukan selama satu minggu.

  4. Analisis Data

    Melakukan pengkajian terhadap data-data yang telah diperoleh yang dilakukan selama satu minggu.

  5. Elisitasi

    Pada tahap ini, merumuskan elisitasi sistem dengan melakukan wawancara kepada pihak terkait.

  6. Desain Sistem

    Perancangan sistem merupakan penerapan dari suatu hasil analisa yang telah dilakukan oleh seorang analis terhadap data yang dianalisanya, sehingga menghasilkan suatu rancangan sistem program yang mudah dipahami oleh seorang membuat program. Perancangan sistem berlangsung selama dua minggu.

  7. Programming Sistem

    Pada tahap ini merupakan kegiatan menulis kode program yang akan dieksekusi oleh user. Pembuatan program berlangsung selama sebelas minggu.

  8. Testing Program

    Pengujian program dilakukan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang ada dan untuk memastikan kebenaran dalam penulisan kode program kedalam komputer. Pengujian program berlangsung selama dua minggu pada perusahaan yang bersangkutan.

  9. Evaluasi

    Tahap ini, dimana evaluasi dilakukan setelah testing program dilaksanakan, dengan melakukan perbaikan-perbaikan pada sistem. Evaluasi berlangsung dua minggu beriringan dengan testing program.

  10. Pelatihan User

    Pelatihan terhadap user, admin maupun tenaga kerja yang terkait dengan program yang telah dibuat selama dua minggu.

  11. Implementasi Program

    Setelah kelayakan program telah diketahui, maka langkah selanjutnya dilakukan implementasi program pada perusahaan terkait. Implementasi program berlangsung selama dua minggu.

  12. Dokumentasi

    Proses Perekaman terhadap kegiatan yang dilakukan, berlangsung sejak awal, dimulai dari awal kegiatan yaitu pembuatan proposal hingga program diimplementasai pada pihak stakeholder.

Tabel 4.12 Time Schedule

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan identifikasi masalah yang terdapat di PT. Tirta Varia Intipratama, maka ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Sistem informasi pengolahan data penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama yang berjalan saat ini masih menggunakan Ms. Excel sehingga proses pengolahan data penjualan berjalan lambat, belum akurat dan menghambat pihak eksekutif dalam memperoleh informasi penjualan. Dengan dirancangnya Executive Information System (EIS) Penjualan dengan pengolahan data penjualan yang ada pada database. Perancangan dimulai dari penjabaran daftar kebutuhan yang dituangkan dalam elisitasi melalui 4 (empat) tahap, dengan menggunakan teknik MDI pada tahap ke dua, teknik TOE pada tahap ke tiga. Dilanjutkan dengan pembuatan diagram UML, yang terdiri dari lima buah diagram yaitu usecase diagram, sequence diagram, activity diagram, state chart diagram, dan class diagram sebagai awal rancangan sistem yang akan dibuat, selanjutnya dibuatlah programming dengan bahasa pemrograman PHP dengan Framework CodeIgniter (CI) sesuai dengan desain prototype yang ada. XAMPP sebagai pendukung aplikasi yang digunakan sebagai web server dan juga menggunakan MySQL sebagai database yang dibangun. Sebagai media tampilan menggunakan Dreamweaver sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.
  2. PT. Tirta Varia Intipratama sebagai salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang penjualan. Maka penting untuk cepat dan tanggap dalam memperoleh informasi penjualan demi memantau keadaan penjualan dengan penyajian informasi penjualan yang sesuai dengan kebutuhan pihak eksekutif. Maka dengan adanya Executive Information System (EIS) Penjualan ini pihak eksekutif dapat melihat informasi penjualan dengah mudah dimanapun dan kapanpun melalui akses internet.
  3. Untuk merancang Executive Information System (EIS) Penjualan di PT. Tirta Varia Intipratama yang menghasilkan informasi penjualan yang mudah dipahami pihak eksekutif dengan penyajian informasi penjualan melalui grafik dan tabel, dengan hal tersebut maka sangat memudahkan pihak eksekutif dalam memperoleh informasi penjualan secara lebih ringkas dan tepat sesuai kebutuhan sehingga mempermudah proses analisa dan pengambilan keputusan dibidang penjualan oleh pihak eksekutif.

Saran

Berikut ini adalah saran-saran yang perlu menjadi perhatian khusus, yang kemudian menjadi bahan pertimbangan bagi penelitian lebih lanjut serta pengembangan Executive Information System (EIS) Penjualan menjadi lebih baik lagi dikemudian hari yaitu:

  1. Untuk keamanan data yang diperlukan schedule backup data secara rutin, hal ini sangat penting jika terjadi kesalahan / error pada komputer, ataupun disebabkan gangguan listrik secara menyeluruh maka dengan adanya backup data tersebut tidak terpisah atau hilang.
  2. Setelah sistem dapat diterapkan dan diimlementasikan dengan baik maka tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan suatu pengembangan sistem yang baru, agar kekurangan pada sistem ini dapat diperbaiki maupun ditambah serta agar dapat tetap sejalan dengan perkembangan ilmu teknologi yang semakin canggih. Sehingga Executive Information System (EIS) Penjualan ini dapat dikembangkan lagi guna mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam penggunaannya.
  3. Perlu diperhatikan dan dilakukan evaluasi secara berkala terhadap Executive Information System (EIS) Penjualan ini untuk selanjutnya diadakan perbaikan sesuai dengan perubahan dan perkembangan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 Yakub. 2012. Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu
  2. 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 Sutabri, Tata. 2012. Konsep Dasar Informasi. Yogyakarta: Andi
  3. Sutabri. Analisis Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi
  4. 4,0 4,1 4,2 4,3 4,4 4,5 Sutarman. 2012. Buku Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Bumi Aksara
  5. Situmorang. 2010. Buku Analisis Data. Medan: Katalog Dalam Terbitan (KTD)
  6. Maimunah, Lusyani Sunarya, dan Nina Larasati. 2012. Media Company Profile Sebagai Penunjang Informasi dan Promosi. Jurnal CCIT Vol-5 No.3. (Mei 2012)
  7. 7,0 7,1 Henderi, Maimunah, dan Randy Andrian. 2011. Desain Aplikasi E-learning Sebagai Media Pembelajaran Artificial Informatics. Tangerang: Jurnal CCIT. Vol. 4, No.3-Mei 2011
  8. 8,0 8,1 Widodo, Prabowo Pudjo dan Heriawati. 2011. Menggunakan UML. Bandung: Informatika
  9. 9,0 9,1 9,2 9,3 Nugroho, Adi. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek dengan metode USDP. Yogyakarta: Andi Offset
  10. 10,0 10,1 Ward, John, dan Peppard, Joe. 2002. Strategic Planning for Information Systems. John Wiley and Sons Ltd., England.
  11. McLeod, Raymond Jr dan P. Schell, George. 2001. Management Information System. Prentice International Hall, Inc., London.
  12. 12,0 12,1 Rangkuti, Freddy. 2011. SWOT Balanced Scorecard: Teknik Menyusun Strategi Korporat yang Efektif plus Cara Mengelola Kinerja dan Risiko. Jakarta: PT Gramedia PustakaUtama.
  13. Risza,Suyatno. 2010. Masa Depan Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia : Manajemen Perkebunan, Manajemen Proyek Perkebunan, Teknologi Irigasi Perkebunan. Yogyakarta: Kanisius
  14. Dewi, Meta Amalia dan Henderi. 2011. Perencanaan Strategik SI/TI Pemerintah Kota Tangerang Dalam Mewujudkan E-Goverment. Tangerang: Jurnal CCIT. Vol.5,No.1-September 2011
  15. 15,0 15,1 Turban, Leidner, McLean, Wetherbe. 2006. Information Technology For Management 6th Edition. New York: John Wiley & Sons, Inc.
  16. Donelan, JG and Kaplan, EA. 2000. Value Chain Analysis: A Stretegic Approach to Cost Management. New York: Thomson Learning Publising
  17. Rizky, Soetam. 2011. Konsep Dasar Rekayasa Perangkat Lunak. Jakarta: Prestasi Pustaka
  18. Budiman, Agustiar. 2012. "Pengujian Perangkat Lunak dengan Metode Black Box Pada Proses Pra Registrasi User Via Website”, Makalah, halaman: 4
  19. 19,0 19,1 19,2 19,3 Sibero, Alexander F.K. 2011. Kitab Suci Web Programing. Jakarta: Mediakom
  20. Milician. 2012. Dreamweaver CS3 Basic. USA: University Florida
  21. Saputra, Agus. 2012. Membuat Aplikasi Absensi dan Kuisioner Untuk Panduan Skripsi. Jakarta: PT Kompas Gramedia Building
  22. Anhar. 2010. Panduan Menguasai PHP & MySQL Secara Otodidak. Jakarta: Mediakita
  23. 23,0 23,1 23,2 Daqiqil, Ibnu. 2011. Framework CodeIgniter Sebuah Panduan dan Best Practice. Makalah kumpulan tutorial komputer
  24. Kustiyahningsih, Yeni. 2011. “Pemrograman Basis Data Berbasis Web Menggunakan PHP & MySQL”. Jakarta: GrahaIlmu
  25. Anhar. 2010. “Panduan Menguasai PHP &MySQL secara Otodidak”. Jakarta: Mediakita
  26. 26,0 26,1 Raharjo, Budi. 2011. Belajar Otodidak Membuat Database Menggunakan MySQL. Bandung: Informatika
  27. Puspitasari A, Heni. 2011. “Pemrograman Web Database dengan PHP &MySQL”. Jakarta: Skripta
  28. Tarigan, Josua, Onno Purbo dan Ridwan Sanjaya. 2010. Businnes-Driven Information System. Jakarta: PT Elex Media Komoutindo
  29. 29,0 29,1 Indrajit, Richardus Eko. 2012. Seluk Beluk Sistem Informasi Eksekutif. Diambil dari:http://dosen.narotama.ac.id/wp-content/uploads/2012/01/SELUK-BELUK-SISTEM-INFORMASI-EKSEKUTIF.pdf(19 April 2013 14:33 WIB)
  30. Supriyatna, Alam. 2010. Rancang Aplikasi Executive Information System Dengan Pendekatan Struktur Organisasi Untuk Memantau Kinerja Perusahaan.Vol.1 No.01,November2010.Diambildari:http://www.stikombinaniaga.ac.id/journal/594708aa19.pdf.(20 April 2010 14:21 WIB)
  31. Christian, Joko.2010. Model Data Warehouse Dengan Service Oriented Architecture untuk Menunjang Sistem Informasi Eksekutif. Jakarta: Jurnal TELEMATIKA MKOM, Vol.2 No.2 September 2010
  32. Hanafie, Rita. 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. Yogyakarta: ANDI
  33. Prananingrum, Lely, Anggie Sukma D.J, Budi Utami Fahnun, Dionysia Kowanda. 2013. Perancangan Sistem Penjualan Fashion Online Pada TokoMozalea Collection.Yogyakarta: Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia(Semnasteknomedia) 2013. STMIK AMIKOM Yogyakarta 19 Januari 2013
  34. 34,0 34,1 34,2 Guritno, Suryo, Sudaryono, Rahardja Untung. 2010. Teory and Application of IT Research. Yogyakarta: CV Andi Offset. Jurnal CCIT
  35. Mulyandi, Muhammad Rachman, Monica, Ega Mawarni, Arfiah dan Liya Jayanti. 2013. Aplikasi Sistem Informasi Laporan Penggajian Guru Honor Berbasis Web pada SMA Negeri 6 Tangerang. Yogyakarta: Prosiding Seminar NasionalTeknologi Informasi dan Multimedia (Semnasteknomedia) 2013. STMIK AMIKOMYogyakarta 19 Januari 2013
  36. Rahayu, Nina. 2013. Perancangan Executive Information System (EIS) Dalam Bidang Penjualan Pada Karinda Cafe dan Resto. STMIK Raharja
  37. Yulianto, Adi. 2011. Rancang Bangun Sistem Informasi Eksekutif Penjualan Pada PT Penerbitan Pelangi Indonesia. Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta
  38. Arifin, Syamsul. 2010. Rancang Bangun Sistem Informasi Eksekutif Dalam Menganalisis Penjualan Hardware PC Berbasis Web Pada Perusahaan Dr.COM-INDONESIA. Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta
  39. Hendrawan, Rendy. 2011. Sistem Informasi Eksekutif Untuk Pengolahan Data Penjualan Di UD. Waskita Karya. STMIK AMIKOM
  40. Novianti, Lusi Oktivia. 2010. Sistem Informasi Eksekutif Pembelian, Persedian dan Penjualan Pada PT. Mulya Karya Sejati Palembang. STMIK GI MDP
  41. Priyandari, Yusuf. Irwan Iftadi dan Sri Sulandari. 2011. Rancangan Informasi Eksekutif Untuk Bidang Akademik dan Kemahasiswaaan di Universitas Sebelas Maret. Jurnal Peforma (2011) Vol. 10, No. 2:131-140

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A:

Lampiran A.1 : Validasi Skripsi
Lampiran A.2 : Surat Pengantar Skripsi
Lampiran A.3 : Surat Penugasan Kerja
Lampiran A.4 : Kartu Bimbingan I
Lampiran A.5 : Kartu Bimbingan II
Lampiran A.6 : Daftar Nilai
Lampiran A.7 : Kwitansi Pembayaran Skripsi
Lampiran A.8 : Kwitansi Pembayaran Poster Sesion
Lampiran A.9 : Kwitansi Sidang
Lampiran A.10 : Kwitansi Raharja Career
Lampiran A.11 : Formulir Seminar Proposal
Lampiran A.12 : Formulir Seminar Presentasi
Lampiran A.13 : Formulir Pertemuan Dengan Stakeholder
Lampiran A.14 : Formulir Pertemuan Stakeholder
Lampiran A.15 : Daftar Mata Kuliah Yang Belum Diambil Atau Gagal
Lampiran A.16 : Sertifikat Toefl
Lampiran A.17 : Sertifikat Prospek
Lampiran A.18 : Sertifikat Seminar Internasional
Lampiran A.19 : Sertifikat Seminar Nasional

Lampiran B:

Lampiran B.1 : Form Observasi
Lampiran B.2 : Form Wawancara

Lampiran C:

Lampiran C.1 : Berkas Visi dan Misi Perusahaan
Lampiran C.2 : Berkas Laporan Penjualan
Lampiran C.3 : Jurnal
Lampiran C.3 : Hibah
Lampiran C.4 : Raharja Career

Lampiran D:

Lampiran D.1 : Tampilan Halaman Utama EIS
Lampiran D.2 : Tampilan Daily Sales EIS
Lampiran D.3 : Tampilan Monthly Sales EIS