SI1013465066

Dari Widuri
Ini adalah revisi disetujui dari halaman ini; bukan revisi terkini. Lihat revisi terbaru.
Lompat ke: navigasi, cari

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ROOSTER SEBAGAI

PENUNJANG KEGIATAN PELAYANAN IDUHELP!

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA


SKRIPSI


Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NAMA
: SITI RAHMAWATI
NIM
: 1013465066


JURUSAN SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI E-COMMERCE

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

(2013/2014)

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ROOSTER SEBAGAI

PENUNJANG KEGIATAN PELAYANAN IDUHELP!

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Disusun Oleh :

NIM
: 1013465066
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: E-COMMERCE

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, 14 Oktober 2014

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Maimunah, M.Kom)
NIP : 00594
       
NIP : 007002

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ROOSTER SEBAGAI

PENUNJANG KEGIATAN PELAYANAN IDUHELP!

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Dibuat Oleh :

NIM
: 1013465066
Nama
: Siti Rahmawati

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi E-COMMERCE

Disetujui Oleh :

Tangerang,17 Juni 2014

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
   
NID : 99001
   
NID : 05065

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ROOSTER SEBAGAI

PENUNJANG KEGIATAN PELAYANAN IDUHELP!

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Dibuat Oleh :

NIM
: 1013465066
Nama
: Siti Rahmawati

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi E-COMMERCE

Tahun Akademik 2013/2014

Disetujui Penguji :

Tangerang, 7 Oktober 2014

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(Muhamad Yusup, M.Kom)
 
(Hani Dewi Ariessanti, M.Kom)
 
(Meta Amalya Dewi, M.Kom)
NID :07132
 
NID :12003
 
NID :05065

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ROOSTER SEBAGAI

PENUNJANG KEGIATAN PELAYANAN IDUHELP!

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Disusun Oleh :

NIM
: 1013465066
Nama
: Siti Rahmawati
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: E-COMMERCE

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 17 Juni 2014

 
 
 
(Siti Rahmawati)
NIM : 1013465066

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRAKSI

ROOSTER (Role Online System Ticketing Raharja) merupakan pelayanan informasi dengan menggunakan ticket online yang sistemnya disediakan sebagai wadah lanjutan untuk menampung pertanyaan yang didapat para operator iDuHelp!. Di ROOSTER (Role Online System Ticketing Raharja) operator iDuHelp! bertindak sebagai customer yang membuat pertanyaan lanjutan yang nantinya akan diterima oleh Staff berdasarkan bidangnya masing-masing. Pertanyaan yang diajukan pun berdasarkan ruang lingkup yang ada. Namun pada pelayanan ROOSTER pun masih terdapat beberapa kekurangan yang mengharuskan menelitinya sehingga dapat disimpulkan dengan berbagai pemecahan masalahnya. Diantara masalah yang ada adalah banyaknya pelayanan yang terabaikan karena kurangnya waktu pada pelayanannya, maka dapat disimpulkan pemecahannya yaitu dengan adanya sistem penambahan waktu dalam pelayanan jika dibutuhkan. Dengan adanya perbaikan sistem di ROOSTER maka kegiatan iDuHelp! di ROOSTER dapat berjalan dengan baik.


Kata Kunci: ROOSTER, iDuHelp!, kegiatan iDuHelp!

ABSTRACT

ROOSTER ( Role Online System Ticketing Raharja) is an online information using the online ticket system which is provided as a container to hold further inquiry operators obtained iDuHelp!. In ROOSTER ( Role Online System Ticketing Raharja) operator iDuHelp! acting as a customer who made a follow-up question that will be accepted by the staff based on their respective fields. The question posed was based on the existing scope. But the service is still ROOSTER certain deficiencies that require researched so it can be concluded with a variety of problem solving. Among the problems that there are many services that neglected due to lack of time in the service, it can be concluded that the solution with the addition of time in the service system if needed. With the improvement of the system in the activity iDuHelp ROOSTER! The ROOSTER can run well.


Keywords : ROOSTER, iDuHelp!, activities iDuHelp

KATA PENGANTAR


Puji syukur alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan seribu jalan, sejuta langkah serta melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga laporan Skripsi Penulis dapat berjalan dengan baik dan selesai dengan semestinya.

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom) untuk jenjang S1 di Perguruan Tinggi Raharja, Cikokol Tangerang. Sebagai bahan penulisan, penulis mengambil data berdasarkan hasil observasi, wawancara, survey serta studi pustaka yang mendukung penulisan ini.

Hati kecil ini pun menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak penyusunan laporan Skripsi ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pada kesempatan yang singkat ini, izinkanlah penulis menyampaikan selaksa pujian dan terima kasih kepada :

  1. Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Presiden Direktur Perguruan Tinggi Raharja dan juga sebagai Dosen Pembimbing yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  2. Sugeng Santoso, M.Kom
  3. Maimunah, M.Kom selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi.
  4. Meta Amalya Dewi, M.Kom selaku dosen Pembimbing II yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  5. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.
  6. Hormat dan bakti penulis khususkan kepada ayahanda tercita, H. Aat Rohaendi, dan juga untuk ibunda tercinta, Hj. Heriyah, yang telah memberikan dukungan moril maupun materil sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.
  7. Galih Dwi Jayanto yang selalu memberikan "energi" tersendiri bagi semangat penulis dalam setiap proses penyusunan laporan Skripsi ini.
  8. Segenap keluarga dan saudara di Tangerang yang tak henti-hentinya memberikan saran dan motivasi kepada penulis.
  9. Rekan-rekan grup Fantasy8 (Erlita Rasdiana, Irwan Nurdin, Fitri Lisnawati, Nida Hanifah, Winiarti Prastiwi, Susan Oktaviani,Yunita Wulansari)yang selalu memberikan semangat dalam setiap perjuangan dari awal KKP hingga Penyusunan Skripsi ini selesai.
  10. Rekan-rekan grup ELIS (Ana Nurmaliana, Bunga Pertiwi, Ceria Marcelina, Citra Destianty, Erni Astuti, Indri Handayani, Khususnya Citra Destianty sebagai partner dalam project yang sama.
  11. Rekan-rekan grup Averrous (Desi Sartika, Siti Fatimah, Devi Rahayu, Fitria Nursetianingsih, Ray Indra Taufik Wijaya, Yessi Frecilia, Iz.
  12. Seluruh anggota REC yang telah memberikan dukungan dan masukan yang berarti kepada penulis dalam menyelesaikan laporan SKRIPSI ini

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan SKRIPSI ini masih jauh dari sempurna. Maka dari itu kritik dan saran yang membangun, penulis harapkan sebagai pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Semoga Laporan Skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.


Tangerang, 11 Januari 2014
Siti Rahmawati
NIM. 1013465066

Daftar isi

DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

Daftar Simbol Use Case Diagram.png

DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM

Daftar Simbol Activity Diagram.png


DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

Daftar Simbol Sequence Diagram.png

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Analisa SWOT

Tabel 3.2 Elisitasi Tahap I

Tabel 3.3 Elisitasi Tahap II

Tabel 3.4 Elisitasi Tahap III

Tabel 3.5 Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1 Perbedaan Sistem Berjalan dengan Sistem Usulan

Tabel 4.2 Struktur tabel ost_departement

Tabel 4.3 Struktur tabel ost_help_topic

Tabel 4.4 Struktur tabel ost_ticket_response

Tabel 4.5 Struktur tabel ost_staff

Tabel 4.6 Struktur Tabel ost_ticket

Tabel 4.7 Pengujian Black Box pada ROOSTER

Tabel 4.8 Pengujian Black Box pada Edit Ticket ROOSTER

Tabel 4.9 Schedulle Implementasi

Tabel 4.10 Estimasi Biaya Sistem

DAFTAR GAMBAR


Gambar 2.1 Ten Pilar IT iLearning

Gambar 2.2 Logo ROOSTER

Gambar 2.3 Logo iDuHelp!

Gambar 2.4 Macromedia Dreamweaver

Gambar 2.5 Filezilla

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.2 Use Case diagram sistem ROOSTER menunjang iDuHelp!

Gambar 3.3 Sequence diagram sistem ROOSTER menunjang iDuHelp!

Gambar 3.4 Activity Diagram pembuatan tiket

Gambar 3.5 Field assign to pada open tiket

Gambar 3.6 Keluhan pada Help Topic

Gambar 3.7 Keluhan pada Staff yang tidak aktif

Gambar 3.8 Keluhan pada Default Departement

Gambar 3.9 Keluhan pada Default di tiket source

Gambar 3.10 Keluhan pada fitur edit tiket

Gambar 3.11 Tampilan login

Gambar 4.1 Statistik pada dashboard ROOSTER

Gambar 4.2 Field Assign to pada open tiket

Gambar 4.3 list come fitur registrasi

Gambar 4.4 Form Registrasi ROOSTER

Gambar 4.5 Tampilan closed by pada closed ticket

Gambar 4.6 List code default help topic

Gambar 4.7 Tampilan open tiket

Gambar 4.8 Nama staff yang telah dinonaktifkan

Gambar 4.9 Tampilan assign to pada pembuatan tiket

Gambar 4.10 List code default departement

Gambar 4.11 List code default pada tiket source

Gambar 4.12 Tampilan edit tiket

Gambar 4.13 Tampilan Tooltip di ROOSTER

Gambar 4.14 Listing Code form login

Gambar 4.15 Tampilan Menu Login

Gambar 4.16 Statistik ROOSTER perbulan di iMe

Gambar 4.17 Ruang lingkup ROOSTER

Gambar 4.18 Tampilan Closed Ticket

Gambar 4.19 Use Case sistem yang diusulkan

Gambar 4.20 Activity diagram sistem yang diusulkan

Gambar 4.21 Sequence diagram sistem yang diusulkan

Gambar 4.22 Class diagram sistem ROOSTER menunjang iDuHelp!

Gambar 4.23 Flowchart customer ROOSTER

Gambar 4.24 Flowchart Staff ROOSTER

Gambar 4.25 Tampilan HIPO ROOSTER

Gambar 4.26 Tampilan form registrasi ROOSTER

Gambar 4.27 Tampilan Form login

Gambar 4.28 Tampilan Form pembuatan tiket

Gambar 4.29 Tampilan statistik pada dashboard

Gambar 4.30 Tampilan edit tiket pada ROOSTER


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Era globalisasi telah melanda berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali pada dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan Teknologi. Disamping itu semua instansi pemerintah maupun pendidikan ingin mengembangkan dan menggunakan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan kinerjanya. Penyebab utama yang paling terasa pada perubahan tersebut adalah pada aspek Teknologi Informasi. Teknologi Informasi yang merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, pemerintahan beserta pendidikan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Teknologi yang memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat. Salah satu contoh paling sederhana dalam hal ini adalah bila pada masyarakat yang masih tradisional dahulu dalam pencapaian informasi dari jarak jauh memerlukan waktu yang begitu lama, karena saat itu masih menggunakan cara pengiriman pesan yang masih sederhana yaitu surat-menyurat, kemudian berkembang menjadi faksimile lalu telepon dan sekarang pada tingkat yang lebih modern telah muncul telepon genggam atau yang biasa disebut hand phone dalam beragam jenis dan fitur-fitur canggih yang mendominasinya serta muncul pula sebuah alat elektronik yaitu komputer yang dapat menginput lalu memproses serta memberikan output berupa data.

Dengan berkembangnya jaman, sekarang teknologi informasi juga mampu melakukan efisiensi di berbagai bidang, antara lain penghematan dalam penggunaan kertas (paperless), sehingga hal tersebut memacu sesuatu yang baru dalam kehidupan kita terutama dalam bidang IT. Kehidupan ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan yang sudah dipengaruhi oleh berbagai aspek kebutuhan secara elektronik. Kehidupan yang sudah di pengaruhi oleh elektronik ini dapat memudahkan kita untuk mendapatkan informasi secara cepat dan akurat. Salah satunya adalah dengan adanya aplikasi yang tersedia didalam komputer, contohnya adalah web browser yang merupakan suatu program atau software yang biasa digunakan untuk menjelajahi internet atau untuk mencari informasi secara cepat dari suatu web yang tersimpan didalam komputer atau pun telepon genggam yang dapat terkoneksi dengan internet.

Kebutuhan informasi dalam mengirimkan sebuah pesan berupa informasi yang akurat serta terarah sangat diharapkan dalam perkembangan teknologi saat ini. Perguruan Tinggi Raharja adalah sebagai salah satu instansi atau lembaga pendidikan yang bergerak di bidang IT (Information Technolgy) dan mempunyai 4 (empat) pilar IT E-learning yang telah dihasilkan dari hasil penelitian, yaitu terdiri dari SIS (Student Information Services), RME (Raharja Multimedia Edutainment), INTEGRAM (Integrated Raharja Marketing), dan GO (Green Orchestra). Keempat pilar tersebut adalah instrumen Perguruan Tinggi Raharja sebagai kampus unggulan yang sesuai dengan visinya yaitu menuju Perguruan Tinggi unggulan yang selalu berinovasi dan memiliki daya saing yang tinggi dalam era globalisasi. Selain itu Perguruan Tinggi Raharja telah menerapkan pembelajaran iLearning untuk pembelajaran para Pribadi Raharja.

Proses pelayanan kampus Pada Perguruan Tinggi Raharja yang sebelumnya terlihat masih banyak dilakukan dengan cara yang masih kurang efesien, sehingga banyak waktu yang terbuang hanya untuk mendapatkan informasi. Salah satu contoh yang paling sederhana adalah mahasiswa hanya untuk mendapatkan informasi harus mengeluarkan banyak waktu dan tenaga, karena saat itu masih menggunakan cara berinteraksi secara fisik (manual), seperti ketika salah satu mahasiswa yang ingin bertanya mengenai perihal seputar lupa username email, mahasiswa tersebut harus mencari pihak yang berkaitan agar mahasiswa tersebut mendapatkan informasi yang dibutuhkannya. Tapi kini dengan memanfaatkan media komputer yang diakses dengan jaringan internet, Perguruan Tinggi Raharja telah mengembangkan sebuah sistem pelayanan yaitu sistem pelayanan iDuHelp!. Sistem pelayanan iDuHelp! merupakan sistem pelayanan informasi yang dapat dilakukan secara insite dan offsite. Pelayanan iDuHelp! yang dilakukan secara insite artinya pelayanan online melalui live chat yang dipandu oleh operator iDuHelp!. Sedangkan pelayanan iDuHelp! secara offsite artinya pelayanan offline yang dilakukan dengan cara mengirimkan isi pesan kemudian terdapat proses tunggu untuk memperoleh informasi[1]. Di dalam pelayanan tersebut terdapat beberapa operator yang siap sedia melayani para mahasiswa untuk mendapatkan sebuah informasi. Namun permasalahan yang sering terjadi pada sistem pelayanan iDuHelp! adalah ketika pertanyaan yang diajukan tidak dapat dijawab oleh operator iDuHelp!, karena operator iDuHelp! tidak dapat memprediksi pertanyaan-pertanyaan yang dibutuhkan oleh para pribadi Raharja, sehingga operator iDuHelp! harus mencari tambahan informasi dari pihak yang terkait secara langsung agar dapat menjawab pertanyaan dari mahasiswa. Hal ini menyebabkan operator iDuHelp! membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan sebuah informasi yang diperlukan. Oleh karena itu, pelayanan sistem iDuHelp! ini sangat membutuhkan sebuah sistem tambahan agar dapat menunjang proses kegiatan pelayanannya. Saat ini telah adanya sistem ROOSTER (Role Online system Ticketing Raharja) yang dapat memaksimalkan kegiatan pelayanan yang ada di iDuHelp!.

Sistem tersebut diharapkan dapat memaksimalkan Perguruan Tinggi Raharja untuk memberikan informasi dan memudahkan para Pribadi Raharja dalam mengakses informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan kampus dan akademik. Dan diharapkan juga dengan berkembangnya sistem ini, proses pelayanan yang ada dapat berjalan lebih optimal dan tentunya meningkatkan kualitas pelayanan kampus. Dari latar belakang tersebut maka penulis mengambil judul “Pengembangan Sistem Informasi ROOSTER Sebagai Penunjang Kegiatan Pelayanan iDuHelp! Pada Perguruan Tinggi Raharja”.

Rumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan salah satu tahap diantara sejumlah tahap penelitian yang memiliki kedudukan penting dalam kegiatan penelitian. Setiap penelitian dimulai dari perumusan masalah yang dilanjutkan dengan pemecahan masalah. Perumusan ini dikategorikan sebagai pertanyaan utama yang dicari dan yang akan dijawab melalui penelitian pada BAB selnjutnya. Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan, berikut ini adalah perumusan masalahnya :

  1. Apakah sistem pelayanan Rooster ini sudah optimal ?

  2. Apakah sistem yang ada mudah untuk digunakan ?

  3. Apakah ekstention waktu berguna untuk para staff ROOSTER ketika menangani tiket dari customer ?

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan rumusan kalimat yang menunjukkan adanya hasil, dan hasil tersebut merupakan sesuatu yang diperoleh setelah penelitian-penelitian selesai, dan sesuatu yang akan dicapai/dituju dalam sebuah penelitian. Tujuan penelitian memuat uraian yang menyebutkan secara spesifik maksud atau tujuan yang hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan. Adanya tujuan penelitan adalah untuk menentukan arah dari suatu penelitian dan merinci apa saja yang ingin diketahui, sehingga jika permasalahan sudah terjawab maka tujuan penelitian sudah tercapai.

Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang ditetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Tujuan penelitian dijabarkan, biasanya menggunakan kata-kata kerja pembuka antara lain: menemukan, menjelaskan, menganalisis, menguraikan, menilai, menguji, membandingkan, menemukan hubungan antara, memperoleh data atau pengetahuan atau keterangan tentang peneliti. Beberapa sifat yang harus dipenuhi sehingga tujuan penelitian dikatakan baik yaitu: spesifik, terbatas, dapat diukur, dan dapat diperiksa dengan melihat hasil penelitian.

Tujuan dari penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengoptimalkan pelayanan ROOSTER agar dapat memaksimalkan Kegiatan-kegiatan iDuHelp! di ROOSTER.

  2. Memudahkan penggunaan sistemnya agar lebih nyaman digunakan.

  3. Untuk menambahkan waktu penanganan tiket jika dibutuhkan.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan dan terjawabnya rumusan masalah secara akurat. Manfaat atau Kegunaan hasil penelitian dapat diklasifikasikan menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis artinya hasil penelitian bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan obyek penelitian. Manfaat praktis bermanfaat bagi berbagai pihak yang memerlukannya untuk memperbaiki kinerja, terutama bagi Perguruan Tinggi Raharja, Dosen dan Mahasiswa serta seseorang untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Dalam penulisan laporan Skripsi ini dikemukakan beberapa manfaat, yaitu :

  1. Dapat meningkatkan pelayanan iDuHelp! guna meningkatkan pelayanan yang ada di Perguruan Tinggi Raharja.

  2. Memudahkan para Customer maupun Staff dalam menggunakan sistem ROOSTER

  3. Dapat mengurangi kemungkinan waktu Overdue tiket agar pelayanan tidak terhambat.

Ruang Lingkup Penelitian

Untuk mempermudah penulisan laporan SKRIPSI ini dan juga agar lebih terarah dan berjalan dengan baik, maka perlu kiranya dibuat suatu batasan masalah penelitian. Adapun ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan laporan SKRIPSI ini yaitu hanya pada lingkup seputar kegiatan pelayanan iDuHelp! di ROOSTER yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja. Berikut ini adalah ruang lingkupnya

  1. Customer ROOSTER

    Pertanyaan Perihal

    1. 10 Pilar IT iLearning (iME, Rooster, iDuHelp!, iDu, Magics, iRan, Widuri, iRme, iSur, dan rinfo)
    2. iPanda, FoX, Youtube Channel, iTracking, Go+, dan iTunesU
    3. REC (Hibah, Jurnal, Traning, RCEP, dan RME ).
    4. iFacility : Komputer REC
  2. Melayani customer hanya menggunakan email Rinfo

Metode Penelitian

Dalam penyusunan Laporan Skripsi ini, metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode mengumpulkan dan menggambarkan data mengenai keadaan sistem yang berjalan menjadi objek penelitian untuk mendapatkan data secara relevan. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan dalam mencari dan mengumpulkan data serta mengolah informasi yang diperlukan menggunakan beberapa metode sebagai berikut :

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data digunakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mecapai tujuan penelitian. Metode pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara, kuesiner, study pustaka dan lain sebagainya. Cara yang dilakukan penulis dalam metode pengumpulan data untuk laporan skripsi ini adalah :

  1. Observasi (Pengamatan)

    Merupakan metode dengan cara melakukan pengamatan secara langsung pada objek yang diteliti sehingga penulis lebih mudah mendapatkan informasi. Untuk mengamati berbagai hal atau kondisi yang ada di lapangan dan meminta data yang diperlukan sebagai bahan untuk menulis laporan skripsi. Kemudian dalam sebuah pelayanan diadakan sebuah pengamatan terhadap sistem yang dikembangkan.

  2. Sudy Pustaka

    Study pustaka adalah suatu pembahasan yang berdasarkan pada buku-buku referensi yang bertujuan untuk memperkuat materi pembahasan maupun sebagai dasar untuk menggunakan rumus-rumus tertentu dalam menganalisa dan pengembangan. study pustaka digunakan untuk memecahkan suatu masalah yang ada baik untuk menganalisa faktor-faktor dan data pendukung maupun untuk merencanakan konstruksi. Dalam hal ini peneliti wajib mempelajari teori-teori yang mendasar , selain itu memanfaatkan hasil penelitian dengan masalah penelitian yang ada untuk menghindari terjadinya penelitian yang serupa. Melalui metode study pustaka ini penulis mencari teori yang berkaitan dengan ruang lingkup penelitian dan mempelajari referensi yang ada pada CCIT jurnal dan Laporan skripsi sebelumnya.

  3. Survey

    Metode ini dilakukan melalui sistem iLearning Survey ( iSur), dimana metode ini dilakukan secara online yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar pelayanan ROOSTER selama menggunakan pelayanan tersebut. Survey ini dilakukan agar dapat mengetahui pelayanan yang diberikan oleh para staff, pelayanan baik maupun buruk dapat terlihat, dan informasi yang didapatkan lebih akurat serta data dapat tersimpan dan tidak hilang.

Metode Analisa

  1. Metode Analisa Sistem

    Metode analisa sistem ini penulis menggunakan metode SWOT .

  2. Metode Analisa Perancangan Program

    Pada metode analia perancangan program akan dijabarkan di BAB IV. Metode perancangan program ini peneliti mengunakan metode UML dan Flowchart.

Metode Pengembangan

Metode pengembangan sistem adalah metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang akan digunakan, dan apa saja yang harus dikerjakan dalam pengembangan ini.Proses pengembangan sistem ROOSTER menggunakan metode prototype, metode ini digunakan untuk mendefinisikan secara jelas kebutuhan yang diperlukan dengan desain aplikasi cepat karena menyederhanakan dan mempercepat desain sistem ROOSTER. Metode prototype dirancang agar dapat menerima perubahan-perubahan dalam menyempurnakan prototype yang sudah ada sehingga dapat mengahasilkan sistem yang dapat diterima dan perubahan yang dilakukan dapat disebut dengan pengembangan sistem

Metode Testing

Metode testing ini digunakan untuk menganalisa suatu identitas sistem untuk mendeteksi, mengevaluasi kondisi dan fitur-fitur yang diinginkan dan mengetahui kualitas dari suatu sistem yang dilakukan untuk mengeleminisi suatu kesalahan yang terjadi saat sistem di terapkan. Penulis menggunakan metode black box karena metode Black Box dapat mengetahui apakah perangkat lunak yang dibuat dapat berfungsi dengan benar dan telah sesuai dengan yang diharapkan.

Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas laporan ini, maka materi-materi yang tertera pada Laporan Skripsi ini dikelompokkan menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penyampaian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan teori umun, tepri khusus serta literature review yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku yang berkaitan dengan penyusunan laporan skripsi yang berhubungan dengan penelitian.

BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Bab ini berisikan gambaran umum instansi, tata laksana sistem yang berjalan, analisa sistem yang berjalan, konfigurasi sistem yang berjalan, permasalahan yang dihadapi dan alternatif pemecahan masalah, dan user requirement yang terdiri dari 4 (empat) tahap elisitasi, yakni elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, serta final draft elisitasi yang merupakan final elisitasi yang diusulkan.

BAB IV HASIL PENELITIAN

Bab ini menjelaskan rancangan sistem yang diusulkan, rancangan basis data, flowchart sistem yang diusulkan, rancangan prototipe, tampilan layar, konfigurasi sistem yang berjalan, testing, evaluasi, implementasi, dan estimasi biaya. Serta pembahasan secara detail final elisitasi yang ada di bab sebelumnya, di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sesudah adanya sistem yang diusulkan.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal-hal atau teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai landasan dalam pembuatan laporan ini.

Konsep Dasar Sistem

1. Definisi Sistem

Menurut Tata Sutabri (2012:22), sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi dalam sistem tersebut.

[2]

Menurut Mustakini (2009:34)[3], sistem merupakan pendekatan prosedur dan pendekatan komponen, sistem juga dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu.

Menurut Agus Mulyanto, (2009 : 1)[4], sistem secara umum didefinisikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu sebagai satu kesatuan.

Dengan demikian pengertian sistem dapat disimpulkan sebagai suatu prosedur atau elemen yang saling berhubungan satu sama lain dimana dalam sebuah sistem terdapat suatu masukan, proses dan keluaran, untuk mencapai tujuan yang diharapkan. (Agus Mulyanto, 2009 : 2)[4]

2. Karakteristik Sistem

Menurut Tata Sutabri (2012:20)[2], sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1 ) Komponen Sistem (Components System)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2 ) Batas Sistem (Boundary System)

Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

3 ) Lingkungan Luar Sistem(Environment System)

Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem tersebut.

4 ) Penghubung Sistem (Interface System)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

5 ) Masukan Sistem (Input System)

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

6 ) Pengolahan Sistem (Processing System)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistemakuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

7 ) Keluaran Sistem (Output System)

Hasil energi diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukanbagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsitem lain.

8 ) Sasaran Sistem (Objective)dan tujuan (Goals)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidakmemiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

3. Klasifikasi Sistem

Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiapkasus yang terjadi dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya (Tata Sutabri, 2012:22)[2]

1 ) Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System)

Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologi, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistemakuntansi, dan sistem persediaan barang.

2 ) Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human machine system. Misalnya sistem informasi berbasis komputer.

3 ) Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)

Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi. Sebagai contoh adalah hasil pertadingan sepak bola. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Misalnya kematian seseorang.

4 ) Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System)

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya campur tangan dari pihak di luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi pada kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup. Contohnya adalah sistem adat masyarakat Baduy. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Misalnya sistem musyawarah.

Konsep Dasar Informasi

1. Definisi Data

Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data atau item. Menurut McLeod dalam bukunya Yakub (Yakub,2012: 5)[5] “ Data adalah deskripsi kenyataan yang menggambarkan adanya suatu kejadian (event), data terdiri dari fakta (fact) dan angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai”. Data dapat berbentuk nilai yang terformat, teks, citra, audio, dan video.

  1. Teks, adalah sederetan huruf, angka, dan simbol-simbol yang kombinasinya tidak tergantung pada masing masing item secara individual misalnya, artikel koran, majalah dan lain-lain.

  2. Data yang terformat, adalah data dengan suatu format tertentu, misalnya data yang menyatakan tanggal atau jam, dan nilai mata uang.

  3. Citra (image), adalah data dalam bentuk gambar, citra dapat berupa, grafik, foto, hasil ronsten, dan tanda tangan.

  4. Audio, adalah data dalam bentuk suara misalnya, instrumen musik, suara orang, suara binatang, detak jantung, dan lain-lain.

  5. Video, adalah data dalam bentuk gambar yang bergerak dan dilengkapi dengan suara misalnya, suatu kejadian dan aktivitas-aktivitas dalam bentuk film.

2. Kualitas Informasi

Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh tiga hal pokok, diantaranya yaitu (Agus Mulyanto, 2009 : 247)[4]:

a.Akurasi (Accuracy)

Sebuah informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi tersebut menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.

Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau mengubah data-data asli tersebut.

Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah:

  1. Informasi yang akurat harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian tentunya akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.
  2. Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut.
  3. Informasi harus aman dari segala gangguan (noise) dapat mengubah atau merusak akurasi informasi tersebut dengan tujuan utama.

b.Tepat Waktu (Timeliness)

Informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan berakibat fatal bagi perusahaan. Mahalnya informasi disebabkan harus cepat dan tepat informasi tersebut didapat. Hal itu disebabkan oleh kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan bantuan teknologi-teknologi terbaru. Dengan demikian diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan informasi tersebut.

c.Relevansi (Relevancy)

Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda. Misalnya, informasi mengenai kerusakan infrastruktur laboratorium komputer ditujukan kepada rektor universitas. Tetapi akan lebih relevan apabila ditujukan kepada penanggung jawab laboratorium.

3. Nilai Informasi

Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost). Namun, dalam kenyataannya informasi yang biaya untuk mendapatkannya tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula.

Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. (Agus Mulyanto, 2009 : 247)[4].

Konsep Dasar Sistem Informasi

1. Definisi Sistem Informasi

Terdapat berbagai macam pengertian sistem informasi menurut beberapa ahli, diantaranya sebagai berikut :

Menurut Agus Mulyanto (Mulyanto, 2009:29)[4], “Sistem informasi merupakan suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan.”

Menurut Sutarman (2012:13)[6], "Sistem informasi adalah sistem yang dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memperoses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi)".

Menurut Sutabri (2012:46)[2], Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari pengumpulan, pemasukan, pemrosesan data, penyimpanan, pengolahan, pengendalian dan pelaporan sehingga tercapai sebuah informasi yang mendukung pengambilan keputusan didalam suatu organisasi untuk dapat mencapai sasaran dan tujuannya”.

2. Komponen Sistem Informasi

Tata Sutabri (2012:47)[2] mengemukakan bahwa “Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (Building Block), yang terdiri dari blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali. Sebagai suatu sistem, keenam blok bangunan tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran”. Blok bangunan itu terdiri dari:

  1. Blok Masukan (Input Block)

    Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

  2. Blok Model (Model Block)

    Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

  3. Blok Keluaran (Output Block)

    Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

  4. Blok Teknologi (Technology Block)

    Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Blok teknologi terdiri dari teknisi (Humanware atau Brainware), perangkat lunak (Software) dan perangkat keras (Hardware).

  5. Blok Basis Data (Database Block)

    Basis data (Database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak paket yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems).

  6. Blok Kendali (Controls Block)

    Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

3. Klasifikasi Sistem Informasi

Sistem informasi dapat dibentuk sesuai kebutuhan organisasi masing-masing. Oleh karena itu, untuk dapat menerapkan sistem yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan, pelaksanaan, pengaturan, dan evaluasi sesuai keinginan masing-masing organisasi. Klasifikasi sistem informasi tersebut sebagai berikut [2]:

  1. Sistem nformasi berdasarkan level organisasi

    Dikelompokkan menjadi level operasional, level fungsional dan level manajerial.

  2. Sistem informasi berdasarkan aktifitas manajemen

    Dikelompokkan menjadi sistem informasi perbankan, sistem informasi akademik, sistem informasi kesehatan, sistem informasi asuransi dan sistem informasi perhotelan.

  3. Sistem informasi berdasarkan fungsionalitas bisnis

    Dikelompokkan menjadi sistem informasi akuntansi, sistem informasi keuangan, sistem informasi manufaktur, sistem informasi pemasaran dan sistem informasi sumber daya manusia.

4. Tujuan Sistem Informasi

Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi (Information) dari bentuk data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. (Jogiyanto H.M., 2010:13) [7]

Tujuan sistem informasi terdiri dari Kegunaan (Usefulness), Ekonomi (Economic), Keandalan (Realibility), Pelayanan Langganan (Customer Service), Kesederhanaan (Simplicity), dan Fleksibilitas (Fleksibility).

  1. Kegunaan (Usefulness)

    Sistem harus menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan untuk pengambilan keputusan manajemen dan personil operasi di dalam organisasi.

  2. Kegunaan (Usefulness)

    Semua bagian komponen sistem termasuk laporan-laporan, pengendalian-pengendalian, mesin-mesin harus menyumbang suatu nilai manfaat setidak-tidaknya sebesar biaya yang dibutuhkan.

  3. Kegunaan (Usefulness)

    Keluaran sistem harus mempunyai tingkatan ketelitian yang tinggi dan sistem itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif bahkan pada waktu komponen manusia tidak hadir atau saat komponen mesin tidak beroperasi secara temporer.

  4. Kegunaan (Usefulness)

    Sistem harus memberikan pelayanan dengan baik atau ramah kepada para pelanggan. Sehingga sistem tersebut dapat diminati oleh para pelanggannya.

  5. Kegunaan (Usefulness)

    Sistem harus cukup sederhana sehingga terstruktur dan operasinya dapat dengan mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti.

  6. Kegunaan (Usefulness)

    Sistem harus cukup fleksibel untuk menangani perubahan-perubahan yang terjadi, kepentingannya cukup beralasan dalam kondisi dimana sistem beroperasi atau dalam kebutuhan yang diwajibkan oleh organisasi.

Konsep Dasar Analisa

1. Definisi Analisa Sistem

Menurut Yakub (2012:142), Analisa sistem dapat diartikan sebagai suatu proses untuk memahami sistem yang ada, dengan menganalisa jabatan dan uraian tugas (business users), proses bisnis (business prosess), ketentuan atau aturan (business rule), masalah dan mencari solusinya (business problem and business soulution), dan rencana-rencana perusahaan (business plan).

Menurut Mulyato (2009:125), Analisa sistem adalah teori sistem umum yang sebagai sebuah landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam sistem yang sedang berjalan agar menjadi lebih efisien, mengubah sasaran sistem yang sedang berjalan, merancang/mennganti output yang sdang digunakan, untuk mencapai tujuan yang sama dengan seperangkat input yang lain (biasa jadi lebih sederhana dan lebih interatif) atau melakukan beberapa perbaikan serupa.


Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis sitem adalah suatu proses sistem yang secara umum digunakan sebagai landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam suatu sistem tertentu.

2. Fungsi Analisa Sistem

Adapun fungsi analisa sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi masalah–masalah kebutuhan pemakai (user).

  2. Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan pemakai

  3. Memilih alternatif–alternatif metode pemecahan masalah yang paling tepat.

  4. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya. Pada tugas atau fungsi terakhir dari analisa sistem menerapkan rencana rancangan sistemnya yang telah disetujui oleh pemakai.

  5. Pengertian Analisa Masukan

  6. Masukan pada sistem adalah data yang diterima dan akan diproses oleh sistem.

  7. Pengertian Analisa Proses

  8. Proses pada sistem adalah suatu kegiatan yang dihasilkan oleh suatu proses dari masukan yang diterima oleh proses

  9. Pengertian Analisa Keluaran

  10. Keluaran pada sistem adalah data yang dihasilkan oleh suatu proses dari masukan yang diterima

Konsep Dasar Database

1. Definisi Database

Database sebagai kumpulan data dari penempatan tenaga kerja yang saling terkait dan mempengaruhi sesuai dengan tingkat kepentingannya sehingga data tersebut terintegrasi dan independence. (Aris Martono, 2009 : 307)


2. Definisi Tabel

Tabel adalah komponen paling utama dalam membuat Website, pada saat pembuatan sebuah halaman web, tabel dijadikan sebagai media yang berfungsi sebagai kerangka untuk meletakkan komponen-komponen isi web. Sehingga dapat meninggalkan pengguna tabel dalam sebuah design web. (Anhar, 2010 : 45).

Selain sebagai kerangka kerja, tabel juga dijadikan sebagai media untuk merapihkan semua content (isi web) yang ada di dalam halaman web. Jadi sebagai seorang web master atau designer web kita tidak akan dapat meninggalkan tabel, karena tabel dapat dikatakan sebuah komponen HTML yang diharuskan dalam pembuatan Website.

3. Definisi Field

Fields adalah sub bagian dari Record. Dari contoh isi record di atas, maka terdiri dari 2 fields, yaitu : fields Nama User dan Password. (Anhar, 2010 : 45).

4. Definisi Record

Record adalah data yang isinya merupakan satu kesatuan seperti Nama User dan Password. Setiap keterangan yang mencakup Nama User dan Password dinamakan satu record. Setiap record diberi nomor yang disebut nomor record (Record Number). (Anhar, 2010 : 45).

Konsep Dasar Teknologi Informasi

Berikut ini adalah pengertian teknologi dan informasi :

Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia mnyelesaikan masalahnya, sedangkan informasi merupakan hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan bagi penggunanya.

Definisi teknologi informasi menurut para ahli :

Menurut Daryanto (2010:3),[8], Teknologi informasi adalah sub sistem atau sistem bagian dari informasi, suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas yaitu informasi yang relavan, tepat dan akurat, yang digunakan untuk kebutuhan pribadi, bisnis dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Teori Khusus

Definisi Ilearning

Pada dasarnya istilah iLearning (Integrated Learning) berasal dari pemikiran perkembangan Teknologi iPad di Perguruan Tinggi Raharja, yang dicetus peratma kali oleh pimpinan STMIK Raharja yaitu Ir. Untung Rahardja, M.T.I (2011), yang berisi 4B: Belajar, Bermain, Berdoa dan Bekerja. Pembelajaran secara efisien, praktis dan menyenangkan sehingga membuat mahasiswa/i menjadi lebih menarik dan semangat dalam belajar dengan di dukung teknologi yang mempermudah jangkauan mahasiswa/i dalam melakukan interaksi. Dengan demikian, pengertian terhadap keempat unsur-unsur pokok ini akan sangat membantu dalam memahami iLearning.

Istilah iLearning mengandung pengertian bahwa: “Merupakan suatu metode sistem pembelajaran yang sedang disiapkan oleh Perguruan Tinggi Raharja dengan upaya memberikan pelayanan prima kepada seluruh mahasiswa/i dalam bentuk service excellence sebagai kampus unggulan”.

“Perguruan Tinggi Raharja dalam mengembangkan konsep proses pembelajaran berbasis multimedia secara online yang dikemas secara entertainment, sehingga menghadirkan konsep Interactive Education Learning yang menyentuh dalam proses belajar mengajar kepada seluruh civitas akademika dan secara terus menerus melakukan perbaikan (continues improvement) menuju kesempurnaan dalam materi bahan ajar yang selalu berkembang seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi”.

Media audio visual dalam iLearning merupakan media yang sangat tepat untuk meningkatkan minat belajar mahasiswa. Pembelajaran lebih cepat ditangkap serta durasi informasi lebih lama diingat karena melibatkan dua sensor indera sekaligus yaitu audio visual dan visual menurut (Rahardja, 2012).

Definisi Ten Pilar IT iLearning

Gambar 2.1 Ten Pilar IT iLearning

Dikutip dari Situs IT Roadmap,[9] untuk memudahkan pengelolaan dan meningkatkan kepuasan pelayanan kepada sivitas akademika Perguruan Tinggi Raharja terutama dalam mendukung perkuliahan menggunakan metode iLearning maka perlu adanya 10 Pillar IT iLearning Perguruan Tinggi Raharja. Output yang diperoleh adalah merupakan hasil dari penelitian Tridarma Perguruan Tinggi antara dosen dengan mahasiswa yang diwadahi oleh Raharja Enrichment Centre.

  1. iRme ( iLearning Raharja Multimedia e-portfolio)
    Media penyimpanan CV Pribadi Raharja dalam bentuk online, dapat membangun CV dengan praktis dimanapun dan kapanpun dengan konsep paperless yang ditunjang dengan kemajuan teknologi membuat iRme ini adalah bukti bahwa Raharja mendukung Go Green.
  2. Rinfo (Email Raharja.info)
    Layanan email yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja, sebagia alat komunikasi untuk Pribadi Raharja. Setiap user Rinfo diberikan kapasitas sampai dengan 30Gb. Semua kegiatan yang dilakukan akan mustahil tanpa adanya Rinfo ini. Selain itu, bisa juga dikatakan bahwa Rinfo terintegrasi semua pillar-pillar yang ada.
  3. iDu (iLearning Education)
    Sistem pembelajaran yang baru dikembangkan oleh Perguruan Tinggi Raharja secara online untuk memudahkan civitas kampus dan mahasiswa dalam menjalankan perkuliahan.iDu dapat digunakan dimanapun dan kapanpun.

  4. iRan (iLearning Raharja Ask & News)
    Media aplikasi yang dirancang untuk memberikan informasi, kejadia, peristiwa umum,maupun berita di Perguruan Tinggi Raharja. News berkaitan dengan pekerjaan wartawan. Wartawan adalah orang yang bekerja, memburu, meliput, kemudian menuliskan berita. Raharja News yang merupakan bagian dari Kumpulan aplikasi iRaharja.

  5. iDuHelp!
    Pelayanan yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk melayani kebutuhan dan memberikan kepuasan kepada Pribadi Raharja seperti menjawab pertanyaan, memberikan informasi, dan penanganan keluhan-keluhan yang berhubungan dengan TPi atau kegiatan yang berhubungan dengan ruang lingkup.

  6. Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning)
    Media sharing yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja yang dapat digunakan oleh Pribadi Raharja. Widuri digunakan untuk pembuatan laporan, CV, dan keperluan lainnya.

  7. Rooster (Role Online System Ticketing Raharja)
    Sistem pelayanan informais dengan menggunakan tiket online yang akan diberikan kepada pihak yang terjait, agar dapat memberikan informasi yang cepat, tepat, dan akurat.Rooster bertujuan untuk menunjang sistem pelayanan chat online dan offline yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, salah satu contohnya adalah pelayanan iDuHelp! yang sedang berjalan saat ini.

  8. iMe (iLearning Media)
    official portal blogging yang dipersembahkan untuk Pribadi Raharja dan setiap Pribadi Raharja akan mendapatkan subdomain sebagai media dokumentasi segala bentuk aktifitas tridarma.

  9. Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services)
    Media penyimpanan gambar, podcast, dan video untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Setiap Pribadi Raharja berhak mendapatkan account magics yang bisa mereka gunakan sebagai tempat penyimpanan.

  10. iSur (iLearning Survey)
    adalah sistem survey berbasis web yang digunakan untuk Pribadi Raharja melakukan survey kegiatan penelitian dan kegiatan akademik lainnya secara online.

Definisi ROOSTER

ROOSTER merupakan sebuah sistem pelayanan informasi dengan menggunakan tiket online yang akan diberikan kepada pihak yang terkait, agar dapat memberikan informasi yang cepat, tepat dan akurat. ROOSTER ini telah digunakan pada perguruan Tinggi Raharja yang bertujuan untuk menunjang sistem pelayanan chat online dan offline yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, salah satu contohnya adalah pelayanan iDuHelp! yang sedang berjalan saat ini[10]

.
Logo rooster.png

Gambar 2.2 Logo ROOSTER

Kinerja ROOSTER saat ini adalah untuk dapat membantu pelayanan iDuHelp!, yaitu jika ada suatu pertanyaan dari mahasiswa yang tidak dapat dijawab oleh operator iDuHelp!, maka operator iDuHelp! harus membuat tiket di ROOSTER yang dapat di tujukan kepada pihak yang berkaitan untuk mendapatkan jawabannya, sehingga pelayanan tetap berjalan dengan baik dan sesuai harapan, namun informasi jawaban yang didapatkan harus menunggu maksimal 2x24 jam dari staff ROOSTER. Hal ini dikarenakan agar informasi yang didapatkan benar-benar valid dan akurat, sehingga pelayanan tersebut dapat menciptakan kepuasan kepada mahasiswa terhadap jawaban yang didapatkan.

ROOSTER dalam menunjang sistem pelayanan iDuHelp! pada Perguruan Tinggi Raharja juga diharapkan dapat memberikan informasi yang terpercaya, sehingga mahasiswa tidak lagi meragukan informasi yang didapatkan dari sistem pelayanan iDuHelp! dan diharapkan mahasiswa tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi mengenai :

1. 10 Pillar IT Learning (iME, Rooster, iDuHelp!, iDu, Magics, iRan,Widuri, iRme, iSur, dan eco/rinfo), REC (Hibah, Jurnal, Traning, RCEP, dan RME)

2. iFacility : Wifi ilearning REC, dan Komputer REC

Definisi E-Ticket

E-Ticket sebenarnya sama saja dengan tiket biasa (paper ticket), dimana dengan menggunakan tiket tersebut (E-Ticket) kita tetap bisa mendapatkan pelayanan sebagaimana halnya jika kita memegang paper ticket. Yang membedakan disini adalah fisik dari tiket tersebut, dimana jika dengan paper ticket, kita dapat melihat fisik tiket tersebut yaitu berupa kertas tiket. Lain halnya dengan E-Ticket, tiket ini tidak berupa kertas sebagaimana halnya paper ticket. E-Ticket ini merupakan tiket yang berupa database yang berisikan data-data permintaan layanan serta sebuah kode yang bisa disebut sebagai kunci dari data tersebut. E-Ticket tersimpan didalam database komputer sistem pelayanan yang menyediakan jasa layanan tersebut dengan sangat aman. Untuk melihat atau membukanya, diperlukan sebuah kunci yang disebut sebagai nomor tiket[11].

Staff ROOSTER

Staff yang terdapat di dalam sistem ROOSTER adalah staff yang bertugas menangani tiket. Selain itu, staff ROOSTER juga dapat membuat tiket, serta memberikan assigned staff kepada pihak yang terkait jika staff ROOSTER tersebut tidak dapat menangani tiket yang diberikan. Dalam hal ini Staff ROOSTER yang bertugas adalah mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja yang sedang melaksanakan TriDharma Perguruan Tinggi, dan beberapa pihak REC yang berkaitan dengan Ruang Lingkup yang ada[12].

Waktu Penanganan

Waktu penanganan di ROOSTER yaitu 2x24 jam, lebih dari waktu yang sudah ditentukan tersebut maka status berubah menjadi overdue.

Tiket Overdue

Tiket overdue adalah tiket yang sudah melewati batas waktu penanganan selama lebih dari 2x24 jam. Tiket tersebut belum dijawab atau ditangani oleh operator yang bersangkutan melebihi waktu penanganan, sehingga tiket tersebut berubah statusnya menjadi overdue.

Definisi Online

Secara umum, sesuatu dikatakan online apabila ia terkoneksi/terhubung dalam jaringan/sistem lebih besar. Beberapa arti kata online lainnya lebih spesifik yaitu:


  1. Dalam percakapan umum, jaringan/network yang lebih besar dalam konteks ini biasanya lebih mengarah pada internet, sehingga 'online' lebih menjelaskan status bahwa ia dapat diakses melalui internet.

  2. Secara lebih spesifik dalam sebuah sistem yang terkait pada ukuran dalam satu aktivitas tertentu, sebuah elemen dari sistem tersebut dikatakan online jika elemen tersebut beroperasional. Sebagai contoh, Sebuah instalasi pembangkit listrik dikatakan online jika ia dapat menyediakan listrik pada jaringan elektrik.

  3. Dalam telekomunikasi, Istilah online memiliki arti lain yang lebih spesifik. Suatu alat diasosiasikan dalam sebuah sistem yang lebih besar dikatakan online bila berada dalam kontrol langsung dari sistem tersebut. Dalam arti jika ia tersedia saat akan digunakan oleh sistem (on-demand), tanpa membutuhkan intervensi manusia, namun tidak bisa beroperasi secara mandiri di luar dari sistem tersebut.

  4. Dengan Internet kita dapat menerima dan mengakses informasi dalam berbagai format dari seluruh dunia. Kehadiran internet juga dapat memberikan kemudahan dalam dunia pendidikan, hal ini terlihat dengan begitu banyaknya situs web yang menyediakan media pembelajaran yang semakin interaktif serta mudah untuk dipelajari.

Definisi Pelayanan

Gronroos ( 2001 : 7) mendefinisikan pelayanan sebagai suatu aktivitas yang bersifat tidak kasat mata yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi atau hal-hal yang disediakan organisasi pemberi pelayanan yang dimaksud untuk memecahkan permasalahan customer yang dilayani.

Kualitas Pelayanan

Feigenbaum (1991) “kualitas merupakan keseluruhan karakteristik produk dan jasa yang meliputi marketing, engineering, manufacture , dan maintenance,dalam mana produk dan jasa tersebut dalam pemakaianya akan sesuai dengankebutuhan dan harapan pelanggan.

Definisi Customer ROOSTER

Customer ROOSTER adalah para operator iDuHelp! yang tidak dapat memecahkan masalah pada saat sedang bertugas dengan cara membuat tiket kepada staff yang terkait.

Definisi Staff ROOSTER

Staff ROOSTER adalah mahasiswa yang bertugas menjawab tiket yang telah ditujukan kepada dia sesuai dengan bidangnya.

Definisi iDuHelp!

Gambar 2.3 Logo iDuHelp!

Sistem penerapan campus service system pelayanan secara in site dan off site dalam mendukung kegiatan iLearning Education (iDU) pada perguruan tinggi diharapkan nantinya bagi para Pribadi Raharja tidak kesulitan dalam mengakses informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan Kampus. Dan diharapkan dengan adanya sistem ini bisa mengetahui perihal fasilitas dan news apa saja yang dimiliki kampus tanpa harus datang langsung ke kampus. Jenis Pelayanan iDuHelp! terbagi menjadi 2. Yaitu secara Online dan Offline.

  1. Online : Customer berinteraksi langsung dengan operator.

  2. Offline : Sekarang untuk iDuHelp! offline dapat diakses hari dan jam kapanpun , tanpa harus menunggu operator iDuHelp! selesai. kemudian pilih field yang offline , isi semua filed yang ada , kemudian klik send. Maka secara otomatis pertanyaan akan masuk ke email R.info iDUhelp! kemudian akan dijawab melalui email R.info juga .Dan untuk para Pribadi Raharja yang kesulitan akan informasi tentang kampus pun dapat menggunakan sistem iDuHelp! ini. Caranya mudah, hanya terhubung jaringan internet lalu mengunjungi situs iDuHelp! dan isi field yang ada untuk melakukan chat sehingga langsung bisa terhubung dengan para operator yang sedang berjaga yang akan melayani anda perihal informasi yang anda ingin tahu atau butuhkan. Selain itu pihak-pihak yang bekerjasama dengan iDuHelp! ada Rooster pihak yang menangani tiket ketika pertanyaan yang di ajukan oleh customer tidak ada jawabannya atau para operator tidak mengetahui jawabannya. Kemudian ada iRan, sistem yang memberikan semua jawaban yang dibutuhkan oleh operator untuk customer, hanya memberikan link jawaban yang ada di iRan untuk di berikan kepada para customer. Kemudian ada iSur atau iLearning Survey, sistem yang digunakan iDuHelp! untuk menilai performance dari operator dan sistem iDuHelp! itu sendiri.


Black Box Test

Menurut Black ( 2007 : 45), Black box merupakan pengujian mengenai apa yang dilakukan oleh sistem, terutama perilakunya dan masalah-masalah bisnis.Black Box Test dilakukan untuk mengidentifikasi bug yang terdapat hasil-hasil, pemrosesan dan perilaku dari sistem Black Box Test yang dilakukan oleh tester.

Definisi HIPO (Hierarchy Plus Input Process Output)

Menurut Amansyah (2008:284)[13], bagan HIP0 dibuat oleh IBM sebagai alat untuk mendokumentasikan program, secara jelas memperagakan apa yang dikerjakan suatu program, data apa yang digunakan, dan keluaran yang dihasilkan. Bagan HIPO lebih mudah dibaca dibanding dengan bagan arus, sangat rinci, fleksibel, mudah dimodifikasi, dan dikelola. Dalam membuat bagan HIPO, terdapat tiga jenis diagram, yaitu: daftar isi visual (the visualtable of contents / VTOC), diagram peninjauan, dan rincian diagram.

Menurut Praptiningsih (2010:3)[14], "HIPO (Hierarchy Plus Input Process Output) adalah alat bantu yang digunakan untuk membuat spesifikasi program yang merupakan struktur yang berisi diagram dimana didalam program ini berisi input yang diproses dan menghasilkan output".

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan HIPO merupakan metodelogi yang dikembangkan dan didukung oleh IBM yangb sebenarnya adalah alat dokumentasi program dan sekarang banyak digunakan sebagai alat design an teknik dokumentasi dalam pengembangan sistem. Berbasis pada fungsi, yaitu tiap-tiap modul didalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya.

Definisi Testing

Menurut Rizky(2011:237)[15], " Testing adalah yang diejeantahkan sebagai siklus hidup dan merupakan bagian dari proses rekayasa perangkat lunak secara terpenuhi kebutuhan teknis yang telah disepakati dari awal".

Detail tahapan yang harus dilampaui dalam kaitan kebutuhan perangkat lunak dari sudut pandang testing perangkat lunak adalah :

  1. Verifikasi
  2. Verifikasi adalah proses pemeriksaan untuk memastikan bahwa perangkat lunak telah menjalankan apa yang harus dilakukan dari kesepakatan awal antara pengembang perangkat lunak dan pengguna.

  3. Validasi
  4. Validasi adalah sebuah proses yang melakukan konfirmasi bahwa perangkat lunak dapat dieksekusi secara baik.

  1. Fiture
  2. Failure adalah kegagalan perangkat lunak dalam melakukan proses yang seharusnya menjadi kebutuhan perangka lunak tesebut.

  3. Fault
  4. Fault adalah akar permasalahan dari kegagalan sebuah perangkat lunak.

  5. Error
  6. Error adalah akibat dari adanya fault atau kerusakan yang kemudian dipicu oleh perilaku pengguna.

  7. Incident
  8. Incident atau kecelakaan merupakan hasil akhir yang terjadi akibat dari error yang berkelanjutan dantidak diperbaiki atau tidak terdeteksi dalam proses pengembangan perangkat lunak.

Konsep Dasar Analisa SWOT

Definisi Analisa SWOT

Menurut Jogianto (2005:46) ,SWOT digunakan untuk menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dari sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan dan kesempatan-kesempatan eksternal dan tantangan-tantangan yang dihadapi

Menurut David (Fred R.David 2008,8), semua organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan dalam area fungsionla bisnis.Tidak ada perusahaan yang sama kuatnya atau lemahnya dalam semua area bisnis.

Menurut Sun Tzu: 1992 Konsep pendekatan SWOT adalah Apabila kita telah mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri, dan mengetahui kekuatan dan kelemahanan lawan, sudah dapat dipastikan bahwa kita akan dapat memenangkan pertempuran. Dalam perkembangannya saat ini analisa SWOT, tidak hanya dipakai untuk menyusun strategi di medan pertempuran, melainkan banyak dipakai dalam penyusunan perencanaan strategi IT.

Menurut Rangkuti (2011:199)[16], penelitian menentukan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT. SWOT adalah singkatan darilingkungan internal strengths dan weakness serta lingkungan eksternal opportunities dan threats yang dihadapi dunia bisnis. Analisa SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dengan faktor internal kekuatan (strengths) dan kelemahan (weakness). Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :

  1. Kuadran 1
    Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang dan yang ada. Strategi yang harus ditetapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy).
  2. Kuadran 2
    Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk atau pasar).
  3. Kuadran 3
    Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain pihak menghadapi beberapa kendala atau kelemahan internal. Kondisi bisnis pada kuadran 3 ini mirip dengan question mark pada BCG matriks. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. Misalnya, Apple menggunakan strategi peninjauan kembali teknologi yang digunakan dengan cara menawarkan produk-produk baru dalam industri microcomputer.
  4. Kuadran 4
    Ini merupakan situasai yang sangat tidak menguntungkan, perusahaan tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.

Menurut Yusmini (2011:68)[17], "Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis dengan mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis terhadap kekuatan-kekuatan (Strengths) dan kelemahan-kelemahan (Weakness) suatu lembaga atau organisasi dan kesempatan-kesempatan (Oportunities) serta ancaman-ancaman (Threats) dari lingkungan untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisa ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weakness) dan ancaman (Threats)."

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakandiatas, maka dapat disimpulkan Analisis SWOT menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan dapat disesuaikandengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan Analisis SWOT menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan dapat disesuaikandengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.

Konsep Dasar Flowchart

Menurut Sulindawati(2010:8), Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan-urutan prosedur dari suatu program”. Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengopersian.


Menurut Adelia (2011:116), Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program”. Flowchart menolong analyst dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian. Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.

UML (Unified Modeling Languange)

1. Definisi UML

Menurut Widodo (2011:6)[18], "UML singkatan dari Unified Modeling Language yang berarti bahasa permodelan standar."

Menurut Chonoles dalam Widodo (2011:6)[18] mengatkan bahwa "sebagai bahasa, berarti UML memiliki sintaks dan semantik".

Menurut Nugroho (2010:6)[19], memberikan pendapat bahwa ”UML (Unified Modeling Language) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma (berorientasi objek).” Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas maka dapat disimpulkan bahwa UML merupakan sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis Objek (Object Oriented programming).

2. Diagram-Diagram UML

Beberapa literature menyebutkan bahwa UML meyediakan sembilan jenis diagram, yang lain menyebutkan delapan karena ada beberapa diagram yang digabung, misalnya diagram komunikasi, diagram urutan dan diagram pewaktuan yang digabung menjadi diagram interaksi. Namun demikian model-model itu dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya yaitu statis atau dinamis. Jenis diagram itu antara lain: (Widodo, 2011:10)[18]

  1. Class Diagram : Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolaborasi-kolaborasi, drts relasi-relasi.
  2. Package Diagram : Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan kumpulan kelas-kelas, merupakan bagian dari diagram komponen.
  3. Use Case Diagram : Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpnan use-case dan aktor- aktor (suatu jenis khusus dari kelas).
  4. Sequence Diagram : Bersifat dinamis. Diagram urutan adalah diagram interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam waktu tertentu.
  5. Communication Diagram : Bersifat dinamis. Diagram sebagai pengganti diagram kolaborasi UML 1.4 yang menekankan organisasi struktural dari objek- objek yang menerima serta mengirim pesan.
  6. State Chart Diagram : Bersifat dinamis. Diagram status memperlihatkan keadaan- keadaan pada sistem, memuat status (state), transisi, kejadian serta aktifitas.
  7. Activity Diagram : Bersifat dinamis. Diagram aktivitas adalah tipe khusus dari diagram status yang memeperlihatkan aliran dari suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem.
  8. Component Diagram : Bersifat statis. Diagram komponen ini memperlihatkan organisasi kebergantungan sistem/ perangkat lunak pada komponen- komponen yang telah ada sebelumnya.
  9. Deployment Diagram : Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan konfigurasi saat aplikasi dijalankan (run-time).

Macromedia Dreamweaver CS5

Gambar 2.4 Macromedia Dreamweaver

Macromedia Dreamweaver CS5 adalah sebuah HTML editor profesional untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau halaman web. Saat ini terdapat software dari kelompok Adobe yang belakangan banyak digunakan untuk mendesain suatu web. Versi terbaru dari Adobe Dreamwever CS5 memiliki beberapa kemampuan bukan hanya sebagai software untuk desain web saja, tetapi juga menyunting kode serta pembuatan aplikasi web. Antara lain: JSP, PHP, ASP, XML, dan ColdFusion. (Christianus Sigit, 2010 : 1)[20]

Dreamweaver merupakan software utama yang digunakan oleh Web Designer dan Web Programmer dalam mengembangkan suatu situs web.Hal ini disebabkan oleh ruang kerja, fasilitas, dan kemampuan Dreamweaver yang mampu meningkatkan produktivitas dan efektifitas, baik dalam desain maupun membangun suatu situs web.

Dalam perkembangannya, Adobe Dreamweaver telah mencapai versinya yang terbaru atau lebih dikenal dengan Adobe Dreamweaver CS5. Fitur-fitur yang dimiliki semakin lengkap dan handal, untuk membuat pengguna Dreamweaver CS5 semakin dapat berkreasi dan berinovasi dengan bebas dalam mendesain web.Fitur baru yang semakin handal untuk versi terbaru ini dimunculkan, diantaranya adalah Integrated CMS Support, CSS Inspection, PHP Custom Class Code Hinting, dan Site-Specific Code Hinting. Semua fitur baru tersebut semakin memantapkan pengguna Adobe Dreamwever CS5 untuk semakin mengeksplorasi dan mengeksploitasi ide kreasi pengolahan website.

Processor Hypertext Protocol(PHP)

Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu yang terbaru/up to date. Semua script PHP dieksekusi pada server dimana script tersebut dijalankan. (Anhar, 2010 : 3)[21].Berikut contoh umum penggunaan script PHP untuk menjelaskan tentang PHP sebagai script yang disisipkan dalam bentuk HTML.

<html>

<head>

<title>

Contoh

</title>

</head>

</body>

<?

Echo“Hello,World”

 ?>

</body>

</html>

Contoh script diatas berbeda dengan script yang ditulis dengan bahasa lain seperti bahasa C. Programmer tidak harus menuliskan semua dokumen HTML sebagai bagian dari keluaran dari script PHP, cukup menuliskan bagian mana saja yang berupa tag html dan bagian mana saja yang harus ditulis atau dihasilkan dari program script PHP, kode diapit dengan menggunakan tag awal tag akhir yang khusus yang memungkinkan pemprograman untuk masuk dan keluar dari mode script PHP.

Filezilla

Gambar 2.5 Filezilla

FileZilla Wiki [22] adalah basis dokumentasi yang bertujuan membantu mereka yang ingin men-download, menginstal, mengkompilasi dan menggunakan Client FileZilla dan software FileZilla Server untuk mentransfer file di Internet.FileZilla Client adalah gratis, open source klien FTP. Mendukung FTP, SFTP, dan FTPS (FTP over SSL / TLS). Klien tersedia di bawah banyak platform, binari untuk Windows, Linux dan Mac OS Xdisediakan.FileZilla Server adalah server FTP yang didukung oleh proyek yang sama. Mendukung FTP dan FTP melalui SSL / TLS.Kode sumber FileZilla dan download di-host di SourceForge. SourceForge fitur FileZilla sebagai Project of the Month pada bulan November 2003 dan juga sebagai program jaringan terbaik di 2006 Penghargaan SourceForge.net Community Awards.

Definisi Elisitasi

Menurut Guritno (2011:32), "Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen yang terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi".

Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu :

  1. Elisitasi tahap I, berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.
  2. Elisitasi tahap II, merupakan hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Berikut penjelasan mengenai MDI :
    1. “M” pada MDI berarti Mandatory (penting). Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.
    2. “D” pada MDI berarti Desirable. Maksudnya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.
    3. “I” pada MDI berarti Inessential. Maksudnya, requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.
  3. Elisitasi tahap III, merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya, semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu:
    1. Technical (T) : bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem yang diusulkan.
    2. Operational (O) : bagaimana tata cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan.
    3. Economic (E) : berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement di dalam sistem.

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

    1. High (H)  : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus dieliminasi.
    2. Middle (M) : Mampu dikerjakan.
    3. Low (L) : Mudah dikerjakan.
  4. Final draft elisitasi, merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Definisi Literature Review

Menurut Hasibuan, Literature review berisi tentang uraian teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Uraian dalam Literature review ini diarahkan untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas tentang pemecahan masalah yang diuraikan sebelumnya pada permusan masalah.

Literature review berisi ulasan, rangkuman, dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka (dapat berupa artikel, buku, slide, informasi dari internet, dan lain-lain) tentang topik yang dibahas, dan biasanya ditempatkan pada bab awal. Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain dapat juga dimasukkan sebagai pembanding dari hasil penelitian yang akan dicobakan disini. Semua pernyataan dan/atau hasil penelitian yang bukan berasal dari penulis harus disebutkan sumbernya, dan tatacara mengacu sumber pustaka mengikuti kaidah yang ditetapkan. Suatu literatur review yang baik haruslah bersifat relevan, mutakhir (tiga tahun terakhir), dan memadai.

Fokus utama suatu tinjauan pustaka atau literature review dalam suatu penelitian adalah mengetahui apakah peneliti lain telah menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitian tersebut dalam berbagai pustaka atau laporan hasil penelitian yang paling aktual, maka kita tidak perlumelakukan oenelitian yang sama.

Metode Literature Review ini dilakukan untuk menunjang metode observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.Dalam melakukan kajian literature review ini, langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps) dari penelitian ini.

  2. Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel) sehingga banyak menghemat waktu dan juga menghindari kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.

  3. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan yang relevan terhadap penelitian ini.

  4. Meneruskan capaian penelitian sebelumnya sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat dibangun di atas platform pengetahuan atau ide yang sudah ada.

  5. Untuk mengetahui orang lain yang spesialis dan mengerjakan di area penelitian yang sama, sehingga dapat terjaring dalam komunitas yang dapat memberi kontribusi sumber daya yang berharga.

Study Pustaka (Literature Review)

Metode study pustaka dilakukan untuk menunjang metode wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Manfaat dari study pustaka (Literature Review) ini antara lain :

  1. Mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps) dari penelitian ini.
  2. Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel) sehingga banyak menghemat waktu dan juga menghindari kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.
  3. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan yang relevan terhadap penelitian ini.
  4. Meneruskan apa yang penelitian sebelumnya telah dicapai sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat membangun di atas landasan (platform) dari pengetahuan atau ide yang sudah ada.

Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai pelayanan secara online dan penelitian lain yang berkaitan. Dalam upaya mengembangkan dan menyempurnakan pelayanan secara online ini perlu dilakukan studi pustaka (literature review) sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya yaitu:

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Cagla Ozen Seneler, Nuri Basoglu, dan Tugrul U. Daim, dari University of York, York Inggris [23], pada tahun 2010 yang berjudul “An empirical analysis of the antecedents of adoption of online services: A prototype-based framework”. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperluas teori adopsi teknologi dengan mengintegrasikan mereka dengan orang-orang menjelajahi inovasi layanan dan upaya untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang membantu atau menghalangi sikap terhadap menggunakan layanan online. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang atribut yang pengembang dan desainer dari layanan tersebut harus memperhatikan. Studi ini menyelesaikan tujuan di atas melalui pengujian kerangka kerja yang dikembangkan sebagai hasil dari literatur review, wawancara dan kelompok ahli yang terfokus serta survei. Satu set prototipe dikembangkan sebagai antarmuka alternatif untuk layanan online. Ada peningkatan minat dalam desain dan pengembangan layanan yang lebih baik. Dalam hal ini layanan online, mengembangkan antarmuka pengguna yang lebih baik dengan teknologi yang berbeda sangat penting, karena kemampuan antarmuka pengguna menambahkan banyak untuk menggunakan Teknologi Informasi ( TI ) proses adopsi. Jadi menempatkan penekanan pada pemasaran dan pengguna pelatihan yang lebih baik akan membantu adopsi layanan online.
  2. Penelitian yang dilakukan oleh Jong Sik Moon, Im-Yeong Lee, dan Kang Bin Yim dari University of Asan, South Korea [24], pada tahun 2010 yang berjudul “An Authentication and Authorization Protocol Using Ticket in Pervasive Environment". Pada penelitian ini menjelaskan protokol AAA. Protokol AAA merupakan teknologi perlindungan informasi yang secara sistematis menyediakan otentikasi, otorisasi dan fungsi akuntansi tidak hanya di jaringan kabel yang sudah ada, tetapi juga di jaringan nirkabel berkembang pesat. Saat ini, standarisasi berbagai layanan diterapkan sedang berlangsung yang melibatkan AAA standarisasi untuk pengguna mobile dalam jaringan nirkabel. Dan berbagai penelitian telah mempertimbangkan menggunakan AAA dengan layanan roaming di jaringan IPv6 mobile, antara jaringan heterogen. Dalam tulisan ini, diusulkan sebuah tiket-ID berbasis otentikasi pengguna dengan perangkat mobile dalam lingkungan di mana-mana. Ada layanan mulus, bahkan ketika perangkat mobile bergerak dari jaringan asal ke jaringan asing. Selain itu, karena tiket baru dari jaringan asing, overhead server otentikasi rumah berkurang, dan ID anonimitas menyediakan cara untuk menjamin anonimitas saat menggunakan layanan.
  3. Penelitian yang dilakukan oleh Maimunah, Kristiana dan Hendra dari Perguruan Tinggi Raharja[25], tahun 2010 yang berjudul "Perancangan Aplikasi Forum Diskusi Pada Media E-Learning Berbasis Web". Penelitian tersebut menjelaskan bahwa pentingnya forum diskusi dalam proses belajar-mengajar. Oleh karena itu dibuatlah aplikasi forum diskusi untuk pembelajaran "e-learning" yang dapat mengkomunikasikan peserta didik dengan pengajar dimana aplikasi ini dapat menghemat waktu belajar-mengajar, mengurangi biaya perjalanan, menghemat biaya pendidikan, dan mampu menjangkau wilayah geografis yang lebih luas serta melatih pelajar agar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
  4. Penelitian yang dilakukan oleh Untung Rahardja, Augury El rayeb, dan Heriyanto dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia [26], pada tahun 2010 yang berjudul “Pengolahan Jurnal Elektronik Dengan Online Jurnal System”. Pada penelitian ini menjelaskan mengenai sistem penampungan hasil-hasil riset. Namun sistem ini masih bersifat manual, belum menggunakan database terstruktur dan perlu melibatkan personil terkait untuk mengendalikan alur sistem serta penggunaan banyak kertas untuk berkas data sebagai pendukungnya. Sehingga sistem tersebut tidak berjalan secara maksimal. Maka perlu adanya sebuah online jurnal system yang dapat dijalankan secara langsung (self service), dapat pula berkomunikasi via-email (intranet), penggunaan sedikit kertas (paper less), serta sudah menggunakan database yang baik karena dapat memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kelangsungan 4 (empat) pilar IT e-learning hasil dari penelitian di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja.
  5. Penelitian yang dilakukan oleh Untung Rahardja, Fery Sudarto dan Linda Octavia dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia [27], pada tahun 2013 yang berjudul “iDuHelp!: Penerapan Campus Service System iDuHelp! Dalam Mendukung Kegiatan iLearning Education (IDU) Pada Perguruan Tinggi”. Penelitian ini menjelaskan pelayanan informasi secara online dan offline. Dengan adanya sistem penerapan campus service system iDuHelp! dalam mendukung kegiatan iLearning Education pada perguruan tinggi ini diharapkan nantinya bagi calon mahasiswa tidak kesulitan dalam mengakses informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan penerimaan mahasiswa baru dan diharapkan juga dengan adanya sistem ini, para calon mahasiswa tidak kesulitan untuk mendaftar dimanapun dan kapanpun, selain itu bisa mengetahui perihal fasilitas dan news apa saja yang dimiliki dari kampus tersebut tanpa harus mengunjungi atau datang langsung ke kampus tersebut. Dalam penelitian ini korelasi yang berhubungan dengan penelitian yang di lakukan adalah pelayanan informasi yang digunakan secara online dan offline.
  6. Penelitian yang dilakukan oleh Untung Rahardja, Nur Azizah dan Santika Dewi dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia [28], pada tahun 2013 yang berjudul“Sistem Pelayanan Dukungan Role Online System Ticketing Raharja (ROOSTER) Dengan Menggunakan E-Ticket”. Penelitian ini menjelaskan sebuah website sebagai media interaksi dengan menggunakan e-Ticket yang bertujuan untuk memudahkan proses pelayanan dukungan, selain itu juga memberikan kemudahan kepada pemakai untuk dilayani. Proses pelayanan dukungan dapat dilakukan dengan cara online sehingga menambah kemudahan dalam proses pelayanan dukungan. Pada Perguruan Tinggi Raharja, sistem pelayanan dukungan ROOSTER (Role Online System Ticketing Raharja) yang diterapkan ditujukan untuk memberikan pelayanan yang efektif dan efesien kepada seluruh civitas akademika Perguruan Tinggi Raharja. Dalam penelitian ini korelasi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan adalah penggunaan ticketing online yang dapat memudahkan sitem pelayanan menjadi terarah dan tersusun secara sistematis dengan adanya penomoran tiket yang terurut.
  7. Penelitian yang dilakukan oleh Henderi dan Padeli dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia [29], pada tahun 2009 yang berjudul “IT Governance-Support for Good Governance”. Penelitian ini menjelaskan bahwa melalui penerapan IT proses bisnis perusahaan dapat dilaksanakan lebih mudah, cepat, efisien dan efektif. IT juga menawarkan banyak peluang kepada perusahaan dan organisasi untuk meningkatkan dan mentransformasi produksi, pelayanan pasar, proses kerja, dan hubungan-hubungan bisnis. Agar dapat mengoptimalkan peranan IT dalam berbagai bidang maka setiap perusahaan dan organisasi hendaknya memiliki IT governance yang baik dan menerapkan prinsip-prinsip dan cara kerja good governance. Untuk dapat menghilangkan kekurangan atau kelemahan pada pelaksanaan kegiatan operasional dan pelayanan kepada customer yang menjadi penghambat kinerja dan inovasi proses dan kegiatan bisnis perusahaan.
  8. Penelitian yang dilakukan oleh Eva Rosyifa dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia [30], pada tahun 2012 yang berjudul “Penerapan Campus Service System iDuHelp! Dalam Mendukung Kegiatan iLearning Education (iDu) Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Penelitian ini digunakan pada sebuah sistem pelayanan chat online dan offline pada perguruan tinggi Raharja, yang nantinya akan digunakan untuk para Pribadi Raharja yang ingin mengetahui informasi seputar akademik, dan calon mahasiswa baru yang ingin mengetahui informasi kampus. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan skripsi ini adalah metode observasi dan studi kepustakaan. Kelebihan sistem yang terdapat pada penelitian ini adalah user friendly dan mudah digunakan, kekurangan masih tidak jelasnya sasaran yang di tuju, dan penghitungan mahasiswa yang menggunakan sistem iDuHelp! masih manual.
  9. Penelitian yang dilakukan oleh Fitri Anggraini dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia [31], pada tahun 2012 yang berjudul “Perancangan ilearning Survey (iSur) Dalam Meningkatkan Sistem Informasi Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Penelitian ini digunakan pada sebuah sistem penilaian secara online pada perguruan tinggi Raharja, yang nantinya akan digunakan oleh para Pribadi Raharja untuk menilai sebuah infrasturktur dan cara ajar mengajar di kelas yang didapatkan selama 1 semester. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan skripsi ini adalah metode observasi dan studi kepustakaan. Kelebihan sistem yang terdapat pada penelitian ini adalah user friendly dan mudah digunakan dan sudah terhubung ke internet yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun, kekurangan hanya mahasiwa iLearning saja yang mengisi dan menggunakan iLearning Survey (iSur).
  10. Penelitian ini dilakukan oleh Santika Dewi dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia [32], pada tahun 2013 yang berjudul "Perancangan Role Online System Ticketing Raharja (ROOSTER) Dalam Mendukung Sistem Pelayanan Pada Perguruan Tinggi Raharja".Penelitian ini membahas pembuatan tiket secara online yang dapat di akses oleh civitas Raharja untuk memenuhi kebutuhan yang ada serta mengidentifikasi dengan baik semua kebutuhan-kebutuhan terkait dengan sistem pelayanan dukungan ticketing online pada Perguruan Tinggi Raharja. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan skripsi ini adalah metode observasi dan studi kepustakaan.

Hasil studi pustaka (literature review) ini mendemonstrasikan landasan (platform) yang kokoh (level 2) serta alasan yang kuat untuk mengembangkan sistem informasi media publikasi penyampaian informasi menjadi lebih baik lagi dengan pertimbangan yang sudah matang. Kesenjangan (gaps) telah teridentifikasi dengan baik sehingga tidak terjadi pembuatan ulang (reinventing the wheel). Peninjauan telah dilakukan dengan matang, sehingga dipastikan akan menghasilkan project yang maksimal, menjadi lebih efektif, memudahkan akademik memberikan informasi kepada mahasiswa (stakeholder) merasa puas serta terlayani dengan baik (service excellence). Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti penelitian sebelumnya seperti yang dikemukakan diatas, maka dilakukan penelitian untuk “Pengembangan Sistem Informasi ROOSTER Sebagai Penunjang kegiatan Pelayanan iDuHelp! Pada Perguruan Tinggi Raharja".

BAB III

ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Gambaran Umum Perusahaan

Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja

Perguruan Tinggi Raharja bermula dari sebuah lembaga kursus komputer yang bernama LPPK (Lembaga Pendidikan dan Penelitian Komputer) Raharja yang terletak di Jl. Gatot Subroto km.2 Harmoni Mas Cimone Tangerang.LPPK Raharja diresmikan pada tanggal 3 Januari 1994 oleh bapak walikota Tangerang Drs. H. Zakaria Mahmud, Raharja telah terdaftar pada Depdiknas Kotamadya Tangerang dengan nomor 201/PLSM/02.4/L.93. Lembaga inilah yang mempelopori penggunaan operating system windows dan aplikasinya diwilayah Tangerang dan sekitarnya, hal tersebut mendapat respon positif dan jumlah peminatnya pun meningkat pesat seiring dengan kerjasama yang di lakukan oleh lembaga ini dengan sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang ada di Tangerang.

Karena semakin pesatnya perkembangan dan pertumbuhan akan komputerisasi dan meningkatnya peminat masyarakat Tangerang maka pada tanggal 24 Maret 1999 LPPK Raharja berkembang menjadi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Raharja Informatika yang diresmikan melalui surat keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 56/D/O/1999 yang diserahkan langsung dari Bapak Prof. Dr. Udju D. Rusdi selaku Koordinator KOPERTIS wilayah IV Jawa Barat kepada ketua yayasan Nirwana Nusantara Ibu Kasarina Sudjono. Pada tanggal 2 Februari 2000 dengan menyelenggarakan jurusan Manajemen Informatika.

Pada tanggal 2 Februari 2000 AMIK Raharja Informatika menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang menjalankan studi formal untuk program Diploma I (DI) dengan memberikan gelar Ahli Pratama dan Program Diploma II (DII) dengan memberikan gelar Ahli Muda dan Diploma III (DIII) dengan memberikan gelar Ahli Madya kepada lulusannya, sesuai dengan surat keputusan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta wilayah IV Jawa Barat dengan Nomor 3024/004/KL/1999.

Kemudian pada tanggal 7 September 2000 sesuai dengan surat keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 354/Dikti/Kep/2000 menambah 2 program yakni D3 Teknik Informatika dan D3 Komputer Akuntasi.

Kini AMIK Raharja Informatika mempunyai 3 (tiga) program studi Diploma III dengan jurusan Manajemen Informatika (MI), Teknik Informatika (TI), dan Komputer Akuntansi (KA) yang masing-masing jurusan memberikan gelar Ahli Madya (A.md), Ahli Muda (AM), Ahli Pratama (AP) kepada lulusannya.

Pada tanggal 20 Oktober 2000 dalam usahanya untuk meningkatkan mutu dan kualitas dari pada lulusan AMIK RAHARJA INFORMATIKA meningkatkan statusnya dengan membuka Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) RAHARJA. Dengan surat keputusan Nomor 42/01/YNN/PR/II/200. ketua Yayasan Nirwana Nusantara mengajukan permohonan pendirian STMIK RAHARJA kepada Mendiknas KOPERTIS Wilayah IV jawa barat dengan 3 (tiga) program studi SI Jurusan Sistem Informasi (SI), Teknik Informatika(TI), dan Sistem Komputer (SK), hal tersebut telah mendapat tanggapan dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi dengan surat keputusan Nomor 5706/D/T/2000. Tidak hanya sampai disini, dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas lulusan RAHARJA sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Raharja, bahwa dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 tahun sudah berdiri Universitas RAHARJA.

Pada saat ini, Perguruan Tinggi Raharja pun telah meningkatkan mutu dan kualitasnya melalui sertifikat Akreditasi, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Pada tanggal 5 April 2006 dengan sertifikat Akreditasi Nomor 00117/Ak-1-DIII-03/DFXMEI/IV/2002 yang berisi Badan Akreditasi nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK Raharja Informatika Terakreditasi A.
  2. Pada tanggal 4 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08479/Ak-X-SI-001/CAGTLF/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa studi Strata 1 Teknik Informatika di STMIK Raharja terakreditasi B.
  3. Pada tanggal 11 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08523/Ak-X-S1-002/CAGSIM/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Strata 1 Sistem Informasi di STMIK Raharja terakreditasi B.
  4. Pada tanggal 3 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 006/BAN-PT/AK-VIII/DPI-III/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK Raharja Informatika terakreditasi B.
  5. Pada tanggal 25 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 019/BAN-PT/AK-X/SI/VIII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program Strata 1 Sistem Komputer di STMIK Raharja terakreditasi B.
  6. Pada tanggal 29 Desember 2007 sesuai surat keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 017/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/XII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Teknik Informatika di AMIK Raharja Informatika dengan terakreditasi B.
  7. Pada tanggal 18 Januari 2008 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 019/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/I/2008 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma Tiga Komputerisasi Akuntansi di AMIK Raharja Informatika terakreditasi A.
  8. Pada tanggal 08 Juli 2011 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 010/BAN-PT/Ak-XIV/S1/VII/2011, menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Raharja, Tangerang terakreditasi B.
  9. Pada tanggal 23 September 2011 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 025/BAN-PT/Ak-XIV/S1/IX/2011, menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Raharja, Tangerang terakreditasi B.

Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan di inginkan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada satu pertanggung jawaban apa yang akan di kerjakan.

Dibawah ini adalah struktur organisasi pada Perguruan Tinggi Raharja:

Strk.jpg

Gambar 3.1. Stuktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Tugas dan Tanggung Jawab

Seperti halnya di dalam sebuah perusahaan, Perguruan Tinggi Raharja di dalam manajemen akademiknya terdapat bagian-bagian yang mempunyai tugas dan kewajiban dalam menyelesaikan semua pekerjaannya.

Berikut adalah wewenang serta tanggung jawab bagian-bagian yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, yaitu sebagai berikut :

1. Presiden Direktur

Wewenang :

  1. Menyelenggarakan program kerja yang berpedoman pada visi, misi, fungsi dan tujuan pendirian Perguruan Tinggi Raharja.
  2. Menyelenggarakan kegiatan dan pengembangan pendidikan, penelitian serta pengabdian pada masyarakat.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan administrasi.
  4. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menunjang terwujudnya Tri Darma Perguruan Tinggi.

Tanggung Jawab :

  1. Pemimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga edukatif, mahasiswa, tenaga administrasi dan terhadap lingkungan.

2. Direktur

Wewenang:

  1. Merupakan wakil presiden direktur.
  2. membantu presiden direktur dalam berbagai kegiatan.

3.Pembantu (Bidang Akademik)

Wewenang :

  1. Menjalankan program kebijaksanaan akademik.
  2. Mengawasi dan membina serta mengembangkan program studi sesuai kebijaksanaan yang telah digariskan.
  3. Membina dan mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
  4. Mengadakan afiliasi.
  5. Membina dan mengembangkan kelembagaan.

Tanggung Jawab :

  1. Membantu ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

4.Pembantu Direktur II (Administrasi)

Wewenang :

  1. Melaksanakan dan mengelola seluruh kegiatan administrasi dan keuangan.
  2. Membina dan mengembangkan kepegawaian.
  3. Mengadakan sarana dan prasarana kepegawaian.

Tanggung Jawab :

  1. Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang keuangan dan administrasi.

5. Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)

Wewenang :

  1. Membina kegiatan kemahasiswaan.
  2. Membina kehidupan mahasiswa dalam kampus sehingga dapat mengembangkan penalaran.
  3. Membina dan mengawasi kegiatan lembaga mahasiswa serta unit kegiatan khusus akademik.

Tanggung Jawab :

  1. Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang kemahasiswaan serta pelayanan kesejahteraan mahasiswa.

6.Asisten Direktur Akademik

Wewenang :

  1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan proses belajar mengajar.
  2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staff binaannya.
  3. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
  4. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya.
  5. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.
  6. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.
  7. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan JRS yang efektif dan efisien, pengimplementasian pelaksanaan proses belajar mengajar, kemajuan kualitas pelayanan akademik yang berkesinambungan, dan kelancaran proses belajar mengajar.

7. Kepala Jurusan

Wewenang:

  1. Mengusulkan kepada Assisten Direktur Akademik tentang perubahan mata kuliah dan materi kuliah yang dianggap telah kadaluarsa bahkan perubahan kurikulum jurusan.
  2. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang kenaikan honor dosen binaannya.
  3. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pengadaan seminar, pelatihan, penambahan kelas perkuliahan pengangkatan dosen baru dan pemberhentian dosen.
  4. Memberikan kebijakan administratif Akademik seperti cuti kuliah, perpindahan jurusan, ujian susulan, dan pembukaan semester pendek.
  5. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pembukaan peminatan/konsentrasi baru dalam jurusannya.
  6. Memberikan sanksi Akademik kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib Perguruan Tinggi Raharja.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan pengimplementasian kurikulum, SAP dan bahan ajar, monitoring kehadiran dosen dalam perkuliahan, jam konsultasi dan tugas-tugas yang disampaikan ke dosen, terlaksananya penelitian, seminar, pembinaan prestasi akademik mahasiswa dan peningkatan jumlah mahasiswa dalam jurusannya.

8. Asisten Direktur Finansial

Wewenang:

  1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pembuatan budget pada setiap bagian dan pelaksanaan pemakaian dana.
  2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor, pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
  3. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya dan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan budgeting pada setiap bagian, dan tersedianya dana atas budget yang telah disetujui.
  2. Bertanggung jawab atas kemajuan kualitas pendanaan aktifitas yang berkesinambungan.
  3. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

9. Layanan Keuangan Mahasiswa(LKM)

Wewenang:

  1. Mengusulkan prosedur layanan keuangan kepada Asisten Direktur Finansial
  2. Mengusulkan tentang unit baru yang dibutuhkan kepada Asisiten Direktur Finansial.

Tanggung Jawab:

  1. Bertanggung jawab atas kelancaran proses penerimaan keuangan mahasiswa
  2. Bertanggung jawab atas penagihan tunggakan mahasiswa.

10. Asisten Direktur Operasional(ADO)

Wewenang :

  1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan pelayanan proses belajar mengajar
  2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staff binaannya.
  3. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
  4. Memberikan kebijaksanaan pelaksanaan layanan pada bidangnya.
  5. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.
  6. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan kalender akademik tahunan.
  2. Bertanggung jawab atas pengimplementasian pelaksanaan dan kualitas pelayanan yang berkesinambungan pada bidangnya.
  3. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

11. Registrasi Perkuliahan dan Ujian(RPU)

Bagian registrasi perkuliahan dan ujian terdiri dari dua bagian antara lain:

A. Layanan Registrasi Mahasiswa (LRM)

Wewenang :

  1. Berwenang memberikan kebijakan yang berhubungan dengan proses registrasi mahasiswa.
  2. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya
  3. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan
  4. Mengusulkan kepada ADO untuk pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.

Tanggung Jawab:

  1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan registrasi POM mulai dari persiapan hingga pada penutupan setiap semesternya.
  2. Bertanggung jawab atas pelaksanaan registrasi batal tambah dan jumlah mahasiswa yang melakukan POM.
  3. Bertanggung jawab atas seluruh informasi mengenai registrasi mahasiswa.

B. Perkuliahan dan Ujian (PU)

Wewenang :

  1. Mengusulkan kepada ADO atas prosedur pelaksanaan pelayanan proses belajar mengajar serta kebijakan yang diambil.
  2. Mengusulkan kepada ADO tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
  3. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang dianggap telah melanggar tata tertib karyawan.
  4. Mengusulkan kepada kepala jurusan untuk kelas perkuliahan yang dapat dibuka.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pendokumentasian perkuliahan dan ujian.

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Prosedur Sistem Yang Berjalan

Saat ini proses kegiatan pada sistem ROOSTER yang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja dimulai dari operator iDuHelp! yang menerima pertanyaan dari customer, kemudian pertanyaan tersebut dilanjutkan dengan membuat tiket ROOSTER yang dilakukan oleh admin iDuHelp!. Didalam pembuatan tiket tersebut terdapat beberapa field yang harus diisi, seperti input nama dan alamat email, memilih help topic dan departemen, inputkan pertanyaan dan memilih staff yang sekiranya dapat menangani tiket sesuai kebutuhan yang diperlukan. Namun sistem ROOSTER yang berjalan saat ini khususnya dalam pembuatan tiket masih belum optimal, dikarenakan dalam pembuatan tiket customer (operator iDuHelp! ) diharuskan memilih sekian banyak pilihan seperti pada departement, help topic maupun ticket source. Lalu waktu penanganannya pun terkadang kurang sehingga memungkinkan banyaknya tiket yang overdue.

Disisi lain terdapat notification email yang akan dikirimkan kepada pembuat tiket, dan notification email yang akan dikirimkan kepada staff ROOSTER sebagai salah satu penerima tiket. Notification email yang dikirimkan kepada staff ROOSTER menugaskan bahwa terdapat sebuah tiket yang harus segera ditangani. Batas waktu penanganan tiket tersebut yaitu 2x24 jam sebelum tiket tersebut berubah menjadi status overdue (tiket yang telah melebihi batas waktu penanganan yang telah ditentukan). Untuk menangani tiket tersebut, Staff ROOSTER harus melakukan login terlebih dahulu. Setelah itu klik My Ticket lalu tangani tiket yang ada, kemudian pilih channed response “close ticket”. Penyelesaian tiket juga dilakukan dengan mengchecklist tiket, sehingga tiket tersebut sudah terselesaikan dan tiket yang telah terselesaikan mendapatkan notification email dimana notification tersebut dikirimkan kepada pembuat tiket bahwa tiket tersebut telah terselesaikan.

Rancangan Prosedur Sistem yang Berjalan

Pada saat ini, untuk menganalisa sistem berjalan, penelitian ini menggunakan program Unified Modelling Language (UML) untuk menggambarkan prosedur dan proses yang berjalan saat ini.

1. Use Case sistem yang berjalan

Use Case Diagram ini menggambarkan kebutuhan sistem dari sudut pandang user dan memfokuskan pada proses penggunaan pembuatan tiket dan penanganan tiket pada sistem ROOSTER dalam menunjang pelayanan kegiatan iDuHelp!. Sebuah use case dapat menggambarkan hubungan antara use case dengan actor.

Usecase yang diusulkan.jpg

Gambar 3.2 Use Case Diagram Sistem ROOSTER menunjang iDuHelp!

Deskripsi Use Case :

1. Use Case : Menerima Pertanyaan

Actor : Operator iDuHelp!

Deskripsi :

a) Operator iDuHelp! menerima pertanyaan melalui email dengan membuka email raharja.info

2. Use Case : Reply Jawaban

Actor : Operator iDuHelp!

Deskripsi :

a) Operator iDuHelp! mereply dengan memberikan jawaban melalui email jika pertanyaan yang diterima dapat terjawab.

3. Use Case : Login ROOSTER

Actor : Operator iDuHelp! dan staff ROOSTER

Deskripsi :

a) Operator iDuHelp diwajibkan melakukan login ROOSTER jika pertanyaan yang diterima tidak dapat terjawab.

b) Staff ROOSTER juga melakukan Login ROOSTER setelah mendapatkan notifiation email dari ROOSTER

4. Use Case : Buat Tiket ROOSTER

Actor : Operator iDuHelp!

Deskripsi :

a) Operator iDuHelp melakukan pembuatan tiket ROOSTER dengan menginput nama, alamat email, memilih departemen, help topic, assigned staff, dan yang terakhir submit tiket.

5. Use Case : Input Jawaban

Actor : Staff ROOSTER

Deskripsi :

a) Staff ROOSTER menginput jawaban pada tiket yang ditujukan, dan jawaban tersebut dituliskan pada kolom post reply yang telah disediakan.

6. Use Case : Ceklist Close Tiket

Actor : Staff ROOSTER

Deskripsi :

a) Setelah menginput jawaban pada kolom post reply, ceklist tiket tersebut agar menandakan bahwa tiket tersebut sudah selesai ditanggani.

7. Use Case : Terima Notification email

Actor : Operator iDuHelp!

Deskripsi :

a) Operator iDuHelp! menerima notification melalui email sebagai jawaban atas tiket dibuat telah selesai ditanggani.

8. Use Case : Kirim Jawaban

Actor : Operator iDuHelp!

Deskripsi :

a) Setelah menerima jawaban dari tiket yang telah terselesaikan, operator iDuHelp! mengirimkan jawaban kepada customer melalui email.

9. Use Case : Monitoring ROOSTER

Actor : Admin ROOSTER

Deskripsi :

a) Admin ROOSTER memonitoring sistem ROOSTER salah satu contohnya adalah mengingatkan staff ROOSTER jika ada tiket yang belum ditanggani.

10. Use Case : Buat Report

Actor : Admin ROOSTER

Deskripsi :

a) Selain memonitoring sistem ROOSTER, admin ROOSTER juga membuat report bulanan agar dapat mengetahui tingkat performa dari staff ROOSTER.

2. Sequence sistem yang berjalan

Dari keterangan di atas dapat digambarkan dengan sequence diagram mengenai informasi sistem yang berjalan saat ini, sehingga dengan diagram ini dapat menggambarkan pergerakan sebuah objek dan pesan yang terjadi di dalam sistem penyampaian informasi.

Sequence Diagram (diagram urutan) menggambarkan interaksi antara objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu, sehingga dengan sequence diagram ini dapat menggambarkan pergerakan sebuah objek dan pesan yang terjadi di dalam sistem Informasi Mahasiswa.

Sequence yang diusulkan .jpg

Gambar 3.3 Sequence Diagram Sistem ROOSTER menunjang iDuHelp!

Berdasarkan Gambar 4.39 Sequence Diagram sistem ROOSTER menunjang iDuHelp! terdapat :

1. 3 actor, yaitu Operator iDuHelp!, Staff ROOSTER, dan Admin ROOSTER.

2. 4 boundary lifeline, yaitu pertanyaan, jawaban, ROOSTER, dan Tiket ROOSTER

3. 2 notes line untuk penjelasan terhadap message yang dilakukan actor.

informasi–informasi tentang aktifitas yang terjadi, di antaranya :

a. 1 message yang dilakukan oleh operator iDuHelp! yaitu menerima pertanyaan melalui email.

b. 1 message yang dilakukan oleh operator iDuHelp! yaitu mereply jawaban melalui email jika pertanyaan yang diterima dapat dijawab.

c. 1 message yang diteruskan oleh operator iDuHelp! yaitu melakukan login ROOSTER jika pertanyaan yang diterima tidak dapat dijawab.

d. 1 message yang diteruskan oleh operator iDuHelp! yaitu setelah melakukan login, membuat tiket ROOSTER.

e. 1 message yang dilakukan oleh staff ROOSTER yaitu melakukan login ROOSTER untuk menangani tiket yang telah dibuat.

f. 1 message yang diteruskan oleh staff ROOSTER yaitu menginput jawaban sebagai tanda bahwa pertanyaan tersebut telah selesai dijawab.

g. 1 message yang teruskan oleh staf ROOSTER yaitu mengcheklist close tiket sebagai tanda bahwa tiket tersebut telah selesai ditangani.

h. 1 message yang dilakukan oleh operator iDuHelp! yaitu menerima notification jawaban melalui email.

i. 1 message yang teruskan oleh operator iDuHelp! yaitu mengirimkan jawaban tersebut kepada customer melalui email.

j. 1 message yang dilakukan oleh admin ROOSTER yaitu memonitoring ROOSTER yaitu mengingatkan staff ROOSTER jika ada tiket yang belum ditanggani.

k. 1 message yang diteruskan oleh admin ROOSTER yaitu membuat report, pembuatan report dilakukan sebulan sekali.

3. Actifity diagram sistem yang berjalan

Activity Diagram ini untuk menggambarkan tata urutan proses aliran aktifitas yang terdapat pada proses komunikasi antara dua pihak yaitu mahasiswa dan pihak kampus (operator). Dapat juga digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah operasi dijalankan dan memodelkan hasil dari action tersebut.

Acvtivity1.jpg

Gambar 3.4 Activity Diagram Pembuatan Tiket

Berdasarkan Gambar 4.37 Activity Diagram Pembuatan Tiket terdapat :

1. Initial Node, sebagai objek yang diawali

2. 10 Action yang mencerminkan dari eksekusi suatu aksi sistem operator iDuHelp dalam melakukan pembuatan tiket ROOSTER.

3. 1 decision node yang mencerminkan pilihan eksekusi

4. 2 notes yang mencerminkan catatan dari action yang ditujukan

5. Final State, sebagai objek yang diakhiri

Analisa Sistem Yang Berjalan

Metode Anlisa Sistem

1. Analisa SWOT


Tabel 3.1 Analisa SWOT

Konfigurasi Sistem Yang Berjalan

Di dalam pembuatan penulisan laporan, penulis menggunakan konfigurasi sistem sebagai berikut :

1.Perangkat Keras ( Hardware )

a. Processor : Intel CORE I3 L640

b. Monitor : 14.0”

c. RAM : 1 GB DDR3 Memory

d. Hardisk : 500 GB

e. Printer : Epson T13

2.Spesifikasi Software

a. Windows 7

b. HTML 4.01

c. CSS 2.1 and partial CSS3

d. Internet Explorer (IE)

e. Mozila Firefox

f. Visual Paradigm

g. Adobe dreamweaver 8

3.Hak Akses (Brainware)

Staff yang berwenang yang hanya mempunyai akun ROOSTER

Permasalahan Yang Dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

Permasalahan yang dihadapi

Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh peneliti terhadap pengembangan sistem Rooster, terdapat beberapa masalah yang dihadapi yaitu :

  1. Tidak adanya Form Registrasi untuk mendaftarkan diri.

  2. Kenyamanan yang di dapat oleh customer (operator iDuHelp!) masih kurang.

  3. Masa pelayanan yang terkadang memerlukan waktu lebih lama sehingga membuat tiket menjadi overdue.

Alternatif Pemecahan Masalah

Berdasarkan analisa masalah yang dihadapi, maka peneliti memberikan sebuah alternatif pemecahan masalah, yaitu:

  1. Membuat Form Registrasi agar para calon staff yang ingin mendaftar tidak kebingungan.

  2. Membuat beberapa perubahan guna memberikan kenyamanan para Staff dan juga customer dalam penggunaan sistem ROOSTER agar kegiatan iDuHelp! dapat berjalan dengan lancar.

  3. Menggunakan media Edit Tiket guna menambahkan waktu penanganan.

User Requirement

Elisitasi Tahap I

Elisitasi tahap I merupakan daftar yang diperoleh dari hasil pengumpulan data dari lapangan yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mengenai kekurangan dari sistem yang sedang berjalan, dan kebutuhan pengguna sistem yang belum terpenuhi.

Functional
Analisa Kebutuhan
Saya ingin system dapat :

NO

URAIAN

1

Menonaktifkan Staff ROOSTER yang Tidak aktif

2

Membuat penggecekan field assigned to pada halaman new ticket

3

Menambahkan fiture picture pada homepage

4

Terdapat penambahan channed Response

5

Membuat Ticket For Staff pada ROOSTER

6

Terdapat fasilitas halaman admin dan staff members

7

Menambahkan notification email jawaban ROOSTER

8

Terdapat fasilitas berita

9

Terdapat menu Tickets pada dashboard

10

Terdapat menu Knowledge Base pada dashboard

11

Terdapat menu Directory pada dashboard

12

Terdapat menu My Account pada dashboard

13

Menampilkan menu comment pada logo

14

Mengganti background pada halaman Login

15

Terdapat durasi pelayanan

16

Terdapat tampilan menu home

17

Terdapat tampilan menu jam pelayanan operator

18

Terdapat tampilan menu group operator

19

Menghilangkan field telephone pada halaman new ticket

20

Terdapat pencarian nomer Tiket

21

Terdapat jumlah email visitor secara otomatis

22

Membedakan Ticket Overdue dengan Perubahan Warna

23

Menambahkan link home pada dashboard

24

Menambahkan new premade reply pada knowledge base

25

Menghilangkan duplicate menu new ticket pada homepage

26

Terdapat header ROOSTER

27

Menghilangkan link My preference pada dashboard

28

Menghilangkan duplicate ticket status pada homepage

29

Terdapat setting language pada halaman Rooster

30

Terdapat kalender akademik

31

Dapat melakukan input foto untuk visitor

32

Dapat melakukan penyimpanan files

33

Menampilkan foto masing-masing staff members

34

Terdapat theme pada halaman Rooster

35

Terdapat notifikasi Overdue tickets

36

Terdapat open ticket pada menu tickets

37

Terdapat closed ticket pada menu ticketcs

38

Terdapat new ticket pada menu tickets

39

Terdapat sound alert of visitor

40

Terdapat catalog Rooster

41

Terdapat member services

42

Terdapat uploaded Picture

43

Terdapat Uploaded Files

44

Terdapat Grade Map Class

45

Terdapat fasilitas Emotion

46

Terdapat fasilitas subyek pertanyaan

47

Menambahkan definisi ROOSTER pada homepage

48

Terdapat pilihan theme pada menu profile

49

Terdapat pilihan warna pada menu pembuatan tiket

50

Menampilkan menu comment pada logo

51

Terdapat perpanjangan waktu penanganan tiket.

52

Terdapat Tooltip yang berisi keterangan tiket pada nomor tiket

53

Mengubah default pada Ticket Source

54

Mengubah default pada Departement</a>

55

Membuat Lost Password pada menu Login

56

Mengubah default pada Help Topic

57

Terdapat Fitur Register pada halaman utama ROOSTER

58

Terdapat Field Closed By pada Closed Ticket

59

Terdapat Field Assign to pada Open Ticket

60

Terdapat Statistik pada Dashboad
Non Functional
Saya ingin sistem dapat :

1

Membuat Form Login pada halaman Utama ROOSTER

2

Membuat Statistik di iMe ROOSTER

3

adanya Ruang Lingkup ROOSTER

4

Memberikan keamanan terhadap sistem ROOSTER

5

Adanya 20 FAQ mengenai ROOSTER di iRan

6

Terdapat minimal 2000 kegiatan Close Tiket

Tabel 3.2 Elisitasi tahap I

Elisitasi Tahap 2

Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasikan lagi dengan menggunakan metode MDI. Berikut penjelasan dari beberapa requirement yang diberi opsi Inessential (I) dan harus dieliminasi:

Functional
Analisa Kebutuhan
Saya ingin system dapat :

NO

URAIAN

M

D

I

1

Terdapat tooltip yang berisi keterangan tiket pada nomor tiket

2

Mengubah default pada Tiket Source

3

Mengubah default pada Departement

4

Mengubah default pada Help Topic

5

Terdapat fitur Register pada halaman utama ROOSTER

6

Terdapat fasilitas halaman admin dan staff members

7

Terdapat Fitur Closed By pada Closed Ticket

8

Terdapat fasilitas berita

9

Terdapat menu Tickets pada dashboard

10

Terdapat menu Knowledge Base pada dashboard

11

Terdapat menu Directory pada dashboard

12

Terdapat menu My Account pada dashboard

13

Menampilkan menu comment pada logo

14

Mengganti background pada halaman Login

15

Terdapat durasi pelayanan

16

Terdapat tampilan menu home

17

Terdapat tampilan menu jam pelayanan operator

18

Terdapat tampilan menu group operator

19

Terdapat statistik pada Dashboard

20

Terdapat Field Assign To pada Open Ticket

21

Terdapat jumlah email visitor secara otomatis

22

Menonaktifkan Staff ROOSTER yang sudah tidak aktif

23

Menambahkan link home pada dashboard

24

Menambahkan new premade reply pada knowledge base

25

Menghilangkan duplicate menu new ticket pada homepage

26

Terdapat header ROOSTER

27

Menghilangkan link My preference pada dashboard

28

Menghilangkan duplicate ticket status pada homepage

29

Terdapat setting language pada halaman Rooster

30

Terdapat kalender akademik

31

Dapat melakukan input foto untuk visitor

32

Dapat melakukan penyimpanan files

33

Menampilkan foto masing-masing staff members

34

Terdapat theme pada halaman Rooster

35

Terdapat pemberitahuan Overdue tickets

36

Terdapat open ticket pada menu tickets

37

Terdapat closed ticket pada menu ticketcs

38

Terdapat new ticket pada menu tickets

39

Terdapat sound alert of visitor

40

Terdapat catalog Rooster

41

Terdapat member services

42

Terdapat uploaded Picture

43

Terdapat Uploaded Files

44

Terdapat Grade Map Class

45

Terdapat fasilitas Emotion

46

Terdapat fasilitas subyek pertanyaan

47

Menambahkan definisi ROOSTER pada homepage

 

48

Terdapat pilihan theme pada menu profile

49

Terdapat pilihan warna pada menu pembuatan tiket

50

Menampilkan menu comment pada logo

51

Terdapat perpanjangan waktu penanganan tiket

 

52

Menampilkan iMe group Elis

53

Menampilkan menu list pertanyaan

54

Terdapat over view ticket Rooster

55

Terdapat link ke REC.

56

Menambahkan pilihan Update Foto

57

Menambahkan pilihan Hapus Profile

58

Terdapat report statistik diagram garis Rooster

59

Menampilkan data All Operator pada menu homepage

60

Dapat mengirim email secara otomatis
Non Functional
Saya ingin sistem dapat :

1

Membuat Form Login pada halaman Utama ROOSTER

2

Terdapat Ruang Lingkup ROOSTER

3

Terdapat Statistik pada iMe ROOSTER

4

Terdapat 20 FAQ mengenai ROOSTER di iRan

5

Terdapat minimal 2000 kegiatan iDuHelp di Closed Tiket

Tabel 3.3. Elisitasi Tahap II

Elisitasi Tahap 3

Berdasarkan Elisitasi Tahap II di atas, dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi LMH.

Functional

T

O

E

No Analisa Kebutuhan
Saya ingin sistem dapat :

L

M

H

L

M

H

L

M

H

1

Terdapat tooltip yang berisi keterangan tiket pada nomor tiket

v

v

v

2

Mengubah default pada Tiket Source

v

v

v

3

Mengubah default pada Departement

v

v

v

4

Mengubah default pada Help Topic

v

v

v

5

Terdapat fitur Register pada halaman utama ROOSTER

v

v

v

6

Menambahkan notification email jawaban ROOSTER

v

v

v

7

Terdapat Fitur Closed By pada Closed Ticket

v

v v

8

Terdapat menu Knowledge Base pada dashboard v v v

9

Terdapat menu Directory pada dashboard

v

v

v

10

Terdapat menu My Account pada dashboard

v

v

v

11

Mengganti background pada halaman Login

v

v

v

12

Terdapat tampilan menu home

v

v

v

13

Menghilangkan field telephone pada halaman new ticket v v

v

14

Terdapat pencarian nomer Tiket v

v

v

15

Membedakan Ticket Overdue dengan Perubahan Warna v v

v

16

Menambahkan link home pada dashboard v v v

17

Menambahkan new premade reply pada knowledge base

v

v

v

18

Menghilangkan duplicate menu new ticket pada homepage v v v

19

Terdapat statistik pada Dashboard v v v

20

Terdapat Field Assign To pada Open Ticket v v v

21

Terdapat perpanjangan waktu penanganan tiket

v

v

v

22

Menonaktifkan Staff ROOSTER yang Tidak aktif v

v

v

23

Terdapat closed ticket pada menu ticketcs

v

v

v

24

Terdapat new ticket pada menu tickets

v

v

v

25

Menambahkan definisi ROOSTER pada homepage

v

v

v
Non Functional
Saya ingin sistem dapat :

1

Membuat Form Login pada halaman Utama ROOSTER vv v

2

Terdapat Ruang Lingkup ROOSTER v v v

3

Terdapat Statistik pada iMe ROOSTER v v v

4

Terdapat 20 FAQ mengenai ROOSTER di iRan v v v

5

Terdapat minimal 2000 kegiatan iDuHelp di Closed Tiket v v v

Tabel 3.4. Elisitasi Tahap III

Final Draft Elisitasi

Functional

No.

Analisa Kebutuhan
Saya ingin sistem dapat

1

Terdapat Statistik pada Dashboad

2

Terdapat Field Assign to pada Open Ticket

3

Terdapat Fitur Register pada halaman utama ROOSTER

4

Terdapat Field Closed By pada Closed Ticket

5

Mengubah default pada Help Topic

6

Menonaktifkan Staff ROOSTER yang Tidak aktif

7

Mengubah default pada Departement

8

Mengubah default pada Ticket Source

9

Terdapat Fitur Edit Tiket

10

Terdapat Tooltip yang berisi keterangan tiket pada nomor tiket
Non Functional
Saya ingin sistem dapat :

1

Membuat Form Login pada halaman Utama ROOSTER

2

Membuat Statistik di iMe ROOSTER

3

Adanya Ruang Lingkup ROOSTER

4

Adanya 20 FAQ mengenai ROOSTER di iRan

5

Terdapat minimal 2000 kegiatan Close Tiket

Penyusun

 


(Siti Rahmawati)

Tabel 3.5 Final Draft Elisitasi

Final Elisitasi Yang Diusulkan

Functional Analisa Kebutuhan

Terdapat statistik pada dashboard

Sebuah sistem dapat dinilai bagus kualitasnya jika terlihat jelas kegiatannya pada sistem tersebut. untuk memperlihatkan sebuah kualitas aktifitas haruslah berada pada 1 tempat. Maka dibutuhkan sebuah statistik yang berguna untuk merangkum kegiatan pada bulan itu. Untuk merangkum hal tersebut admin masih melakukan secara manual.

Terdapat Field Assign to pada Open Ticket

Deskripsi sebelumnya:

Open Ticket adalah tempat dimana tiket yang belum ditangani berkumpul. Disana terdapat beberapa keterangan tentang tiket yang open tersebut. Namun untuk mengetahui tiket tersebut ditujukan kepada staff mana yang harus menangani tidak ada sehingga Staff harus membuka satu persatu tiket tersebut agar mengetahui tiket tersebut ditujukan kepada siapa.

Dibawah ini adalah tampilan awal pada open tiket :

Gambar 3.5 Field Assign to pada Open Ticket

Terdapat Fitur Register pada halaman utama ROOSTER

Deskripsi sebelumnya:

ROOSTER adalah tempat penunjang segala kegiatan yang ada di iDuHelp!. Jadi dapat dipastikan jika Pribadi Raharja menjadi operator iDuHelp! maka dia pun pasti akan menjadi Staff ROOSTER maupun customer ROOSTER. Namun untuk menjadi Staff ROOSTER maka mereka memerlukan suatu alternatif untuk mendaftarkan dirinya. Namun karena tidak adanya wadah alternatif untuk mereka mendaftar maka adminlah yang harus meminta data mereka satu persatu lalu login ke ROOSTER lalu masuk ke admin panel dahulu baru admin dapat mendaftarkan mereka dengan menginputkan data diri yang didapatkan sebelumnya. Hal ini menjadi suatu permasalahan bersama baik pengguna maupun admin sendiri. :

Terdapat Field Closed By pada Closed Ticket

Deskripsi sebelumnya:

Closed Ticket adalah tempat dimana para tiket yang telah ditangani terselesaikan. Pada halaman Closed Ticket terdapat beberapa keterangan seperti nomor tiket, Customer ROOSTER dan sebagainya. Namun untuk mengetahui siapa yang telah menangani tiket tersebut admin harus mengklik tiket tersebut terlebih dahulu dan melihat keterangan yang menanganinya di isi tiket tersebut. Tentunya hal ini sangat membutuhkan banyak waktu.

Mengubah default pada Help Topic

Deskripsi sebelumnya :

Kenyamanan sebuah sistem menjadi suatu point penting yang harus di perhatikan oleh pembuat maupun pengembang sistem yang ada. Jika Staff merasa kurang nyaman dengan sistem tersebut maka hal tersebut akan menjadi dampak yang buruk terhadap penilaian sistem tersebut. Berasal dari email yang diterima sebelumnya mengenai Help Topic pada pembuatan tiket di ROOSTER. Help Topic yang dimaksud disini adalah topik utama dari bantuan yang akan di minta oleh customer. Namun saat ini semua kebutuhan para customer hanya sebatas iDuHelp! saja. Berikut ini adalah keluhan yang dirasakan salah satu customer ROOSTER :


Gambar 3.6 Keluhan pada Help Topic

Menonaktifkan Staff ROOSTER yang Tidak aktif

Deskripsi sebelumnya :

Semakin waktu berjalan semakin banyak pula para Staff yang tidak aktif di dalam sistem. Hal ini membuat banyak nama pada bagian pembuatan tiket lebih tepatnya pada bagian assign staff. Hal ini dapat membuat para staff yang masih aktif bingung dan dapat menimbulkan kesalahan pada pembuatan tiket tersebut

Gambar 3.7 Keluhan pada Staff yang tidak aktif

Mengubah default pada Departement

Deskripsi sebelumnya:

Dalam setiap pelayanan harus diutamakan kenyamanan para penggunanya. Sebuah sistem dapat dikatakan gagal jika tidak dapat memberikan kenyamanan para penggunanya. Di dalam sistem ROOSTER terdapat beberapa Fasilitas yang menunjang kenyamanan penggunanya. Salah satunya pada open Ticket terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan demi memaksimalkan pelayanan. Berasal dari email yang diterima sebelumnya mengenai Departement. Departement yang dimaksud disini adalah bagian dari organisasi. sebelumnya para Customer diharuskan memilih tiket tersebut sesuai dengan departement yang ada Akan tetapi kebutuhan para Customer hanya sebatas pilihan iDuHelp! saja. Berikut ini adalah keluhan yang dirasakan salah satu customer ROOSTER :

Gambar 3.8 Keluhan pada Default Departement

Mengubah default pada Ticket Source

Deskripsi sebelumnya:

Dalam setiap pelayanan harus diutamakan kenyamanan para penggunanya. Sebuah sistem dapat dikatakan gagal jika tidak dapat memberikan kenyamanan para penggunanya. Di dalam sistem ROOSTER terdapat beberapa Fasilitas yang menunjang kenyamanan penggunanya. Salah satunya pada open Ticket terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan demi memaksimalkan pelayanan. Berasal dari email yang diterima sebelumnya mengenai Departement. Departement yang dimaksud disini adalah bagian dari organisasi. sebelumnya para Customer diharuskan memilih tiket tersebut sesuai dengan departement yang ada Akan tetapi kebutuhan para Customer hanya sebatas pilihan iDuHelp! saja. Berikut ini adalah keluhan yang dirasakan salah satu customer ROOSTER :

Gambar 3.9 Keluhan pada Default di tiket source

Terdapat Fitur Edit Tiket

Deskripsi sebelumnya:

Pelayanan tidak dapat dikatakan baik jika pelayanannya tidak memenuhi waktu yang ditentukan. Pelayanan yang ada di ROOSTER berjangka waktu 2*24 jam. Namun terkadang para staff membutuhkan waktu lebih untuk mengatasi permaslaahan yang sulit. Seperti email salah satu staff ROOSTER berikut :

Gambar 3.10 Keluhan pada fitur edit tiket

Terdapat Tooltip yang berisi keterangan tiket pada nomor tiket

Deskripsi sebelumnya:

Keterangan dibutuhkan untuk memperjelas sesuatu yang masih dipertnyakan. Dibutuhkan suatu sistem yang penggunaanya simple tanpa menyulitkan pengguna dikemudian harinya. Keterangan ini juga berfungsi untuk mengetahui isi dari tiket yang ada .


Non Fungtional Analisa Kebutuhan

Membuat Form Login pada halaman Utama ROOSTER

Deskripsi sebelumnya :

Sebuah tampilan utama menjadi salah satu peran penting dalam suatu sistem. Selain tampilannya menarik, kenyamanan nya pun sangat berperan penting. Sebagai contoh pada menu Login. Staff ataupun Customer yang ingin login sebelumnya diharuskan meng-klik menu Login sehingga pada setiap ingin masuk ke sistem mereka diharuskan melakukan banyak klik terlebih dahulu. Berikut ini adalah tampilan sebelumnya :


Gambar 3.11 Tampilan login

Membuat Statistik di iMe ROOSTER

Deskripsi sebelumnya :

Sebuah statistik dipakai untuk mengetahui perkembangan dalam beberapa aspek penilaian yang ada. Penilaian terhadap ROOSTER sangat diperlukan agar pribadi raharja dapat mengetahui kegiatan yang telah dilakukan sampai mana. Hal ini pun dapat mencerminkan jika ROOSTER cukup berperan penting terhadap pelayanan iDuHelp yang ada.Namun hal ini belum diterapkan pada sistem ROOSTER sehingga pengguna tidak dapat mengetahui nilai aktifitas ROOSTER setiap bulannya apakah meningkat atau menurun.

Adanya Ruang Lingkup ROOSTER

Deskripsi sebelumnya :

Pelayanan yang diberikan merupakan hal yang sangat penting, terutama mutu jawaban yang diberikan, dalam hal spesifikasi jawaban juga harus jelas, seperti Ruang Lingkup pelayanan ROOSTER, Banyak Pribadi Raharja yang mengajukan pertanyaan tidak dapat di jawab oleh operator iDuHelp! karena terlalu luasnya masalah-masalah yang dipertanyakan, dan membuat operator bingung. Masalah yang terjadi di pelayanan ROOSTER pun sama, Jika operator iDuHelp! tidak dapat menjawab maka akan dilempar ke ROOSTER. Dengan belum adanya Ruang Lingkup yang jelas atau spesifik, Maka hal ini dapat membuat repot para staff karena tidak adanya batasan ruang lingkup di ROOSTER.


Adanya 20 FAQ mengenai ROOSTER di iRan

Deskripsi sebelumnya :

Pengetahuan mengenai sebuah sistem secara langsung cukup sulit untuk didapat. Hal ini membutuhkan beberapa kali mempraktekkan dengan mencoba sistem tersebut agar terbiasa. Masalah yang ada disini adalah kurangnya kurangnya petunjuk mengenai pemakaian sistem sehingga banyak penggunayang bingung mengenai sistem yang ada.


Terdapat minimal 2000 kegiatan Close Tiket

Deskripsi Sebelumnya :

Sebuah sistem dapat dikatakan berguna jika terlihat kegiatan-kegiatan di dalam sistem tersebut. Jika adanya target dalam penanganan tiket dengan jumlah besar dan dapat dikatakan jika sistem ROOSTER telah cukup berperan penting dalam mendukung setiap kegiatan iDuHelp! selama ini.


BAB IV

HASIL PENELITIAN

Final Elisitasi Yang Diusulkan

Fuctional Analisa Kebutuhan

Terdapat Statistik pada dashboard

Deskripsi sesudahnya:

Dari permasalahan ini dapat disimpulkan bahwa berguna nya sebuah statistik pada sistem Rooster. Statistik ini berguna untuk mengetahui berapa tiket yang ada pada bulannya dan dapat mengidentifikasi penempatannya seperti pembuatan tiket sampai overduenya. Berikut ini adalah tampilan statistik pada Dashboard ROOSTER :

Terdapat Field Assign to pada Open Ticket

Deskripsi sesudahnya:

Dari permasalah diatas, saya melihat ini sebagai suatu masalah yang harus diatasi karena ini cukup penting. Hal ini berguna untuk mengetahui kepada siapa tiket tersebut ditugaskan. Maka tampilannya pun menjadi seperti ini :

Terdapat Fitur Register pada halaman utama ROOSTER

Deskripsi sesudahnya:

Dari permasalahan yang ada, maka dibutuhkan sebuah pemecahan masalah pada sistem ROOSTER. Dengan menggunakan iMe ROOSTER sebagai wadah untuk mengimplementasikan Registrasi ROOSTER maka dengan adanya ini Admin tidak lagi perlu meminta data mereka para calon staff baru secara manual. Mereka hanya tinggal mengisikan data diri mereka seperti nama lengkap, Nim, beserta Password yang diinginkan. Berikut adalah Koding yang ditambahkan pada sistem ROOSTER:

Berikut ini adalah form registernya :

Terdapat Field Closed By pada Closed Ticket

Deskripsi sesudahnya:

Dengan adanya keterangan pada tampilan closed tiket seperti keterangan Closed By maka dapat memudahkan para staff untuk mengetahui siapa yang telah menangani tiket tersebut sampai terclosed tiket tersebut. Berikut adalah tampilan pada Closed ticket :

Mengubah default pada Help Topic

Deskripsi sesudahnya :

Permasalahan diatas merupakan masalah yang harus diatasi. Demi meningkatkan kenyaman para Customer maka admin menjadikan iDuHelp! sebagai satu-satunya yang terdapat pada Help Topic. Dengan begitu Customer tidak usah memilih terus menerus dengan pilihan yang sama pada saat setiap pembuatan tiket di ROOSTER. Berikut adalah list code nya pada ticket-open.inc.php :


Berikut adalah tampilannya :


Menonaktifkan Staff ROOSTER yang Tidak aktif

Deskripsi sesudahnya:

Dari permasalahan ini dapat disimpulkan bahwa pentingnya menonaktifkan para staff yang tidak aktif lagi agar tidak adanya penumpukan nama pada kolom asign staff yang ada. Di bawah ini adalah beberapa nama staff yang telah dinonaktifkan :


Setelah dinonaktifkan maka nama para staff tersebut tidak muncul pada bagian Assign to pembuatan tiket seperti pada gambar berikut :


Mengubah default pada Departement

Deskripsi sesudahnya :

Dengan adanya permasalahan di atas maka hal ini harus segera diatasi. Dengan mengurangi listingCode dan menambahkan juga Code yang diletakan pada newticket.inc.php seperti berikut ini.

Mengubah default pada Ticket Source

Deskripsi sesudahnya :

Dengan adanya permasalahan di atas maka hal ini harus segera diatasi. Dengan mengurangi listingCode yang diletakan pada newticket.inc.php seperti berikut ini.


Terdapat Fitur Edit Tiket

Deskripsi sesudahnya:

Dari permasalahan yang ada, diperlukannya fitur ini staff dapat memaksimalkan pelayanan dan dapat mengurangi kemungkinan tiket yang overdue.dibawah ini adalah tampilannya :

Terdapat Tooltip yang Berisi Keterangan Tiket pada Nomor Tiket

Deskripsi sesudahnya:

Seperti penjabaran masalah sebelumnya Tooltip ini berisi informasi yang terkumpul disana seperti Created Date, Note dan sebagainya. Dibawah ini adalah tampilannya :

Non Functional Analisa Kebutuhan

Membuat Form Login Pada Halaman Utama ROOSTER

Deskripsi Sesudahnya:

Demi meningkatkan kenyamanan maka dibuatnya form login pada halaman utama Rooster sehingga membuat para pengguna lebih nyaman karena mengurangi aktifitas seperti meng-klik menu-menu yang ada. Dibawah ini adalah ListingCode yang ditambahkan pada index.php agar tampilannya dapat berubah :

Berikut ini adalah tampilan menu loginnya :


Membuat Statistik di iMe ROOSTER

Deskripsi Sesudahnya:

Untuk mengetahui setiap perkembangan sistem dapat dilihat dari aktifitasnya. Suatu aktifitas dapat dirangkum dengan baik dengan cara salah satunya yaitu dengan membuatkan statistiknya pada setiap bulannya. Berikut adalah statistik nya:

Adanya Ruang Lingkup ROOSTER

Deskripsi Sesudahnya:

Dari permasalahan yang ada, maka penulis memecahkan masalah ini dengan membatasi ruang lingkup yang lebih spesifik, seperti dibawah ini :

Adanya 20 FAQ Mengenai ROOSTER di iRan

Deskripsi sesudahnya :

Sebuah FAQ sangatkan penting agar para pengguna dapat mengetahui dengan baik apa saja yang harus dilakukan. Sebuah sistem tidak dapat langsung dimengerti oleh pengguna baru maka dari itu admin ROOSTER membuat tutorial artikel yang terdapat di iRan.


Terdapat Minimal 2000 kegiatan Closed Ticket

Deskripsi Sesudahnya

Untuk melihat perkembangan maka dibutuhkan target agar dapat dicapai. Dapat terlihat jika perkembangan ROOSTER telah cukup memuaskan karena terlihat dengan jelas kegiatan yang tercapai dengan jumlah sebanyak 2000 lebih. Berikut adalah gambar tiket yang telah tertangani:

Rancangan Sistem Usulan

Saat ini proses kegiatan pada sistem ROOSTER yang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja dimulai dari operator iDuHelp! yang menerima pertanyaan dari customer, kemudian pertanyaan tersebut dilanjutkan dengan membuat tiket ROOSTER yang dilakukan oleh Customer iDuHelp!.Terdapat pula notification email yang akan dikirimkan kepada pembuat tiket, dan notification email yang akan dikirimkan kepada staff ROOSTER sebagai salah satu penerima tiket. Notification email yang dikirimkan kepada staff ROOSTER menugaskan bahwa terdapat sebuah tiket yang harus segera ditangani. Batas waktu penanganan tiket tersebut yaitu 2x24 jam sebelum tiket tersebut berubah menjadi status overdue (tiket yang telah melebihi batas waktu penanganan yang telah ditentukan). Untuk menangani tiket tersebut, Staff ROOSTER harus melakukan login terlebih dahulu. Setelah itu klik My Ticket lalu tangani tiket yang ada, kemudian pilih channed response “close ticket”. Penyelesaian tiket juga dilakukan dengan mengchecklist tiket, sehingga tiket tersebut sudah terselesaikan dan tiket yang telah terselesaikan mendapatkan notification email dimana notification tersebut dikirimkan kepada pembuat tiket bahwa tiket tersebut telah terselesaikan. Dan apabila terjadi penambahan waktu maka staff ROOSTER dapat mengedit tiket tersebut dengan menambahkan waktunya (due date) dan mengisi field Internal note dan di submit. setelah di submit maka akan ada notification email dimana notification tersebut dikirimkan kepada pembuat tiket bahwa tiket tersebut telah diedit oleh staff.

Use Case Diagram Sistem Yang Diusulkan

1. Use Case ROOSTER

Deskripsi Use Case ROOSTER :

1. Use Case : Login ROOSTER

Actor : Customer dan staff

Deskripsi :

Customer dan staff Login di url rooster.raharja.info.

2. Use Case : Buat Tiket

Actor : Customer

Deskripsi :

Customer membuat tiket

3. Use Case :Open My Ticket

Actor :Staff

Deskripsi :

Staff membuka My Ticket untuk melihat tiket yang ditujukan kepada staff tersebut.

4. Use Case : Edit tiket

Actor : Staff

Deskripsi :

Staff mengedit tiket jika diperlukan.


5. Use Case : Jawab tiket

Actor : staff

Deskripsi :

Staff menjawab pertanyaan yang sesuai bidangnya.


6. Use Case : Closed ticket

Actor : Staff

Deskripsi :

Staff segera meng-closed ticket nya jika telah ditangani.


7. Use Case : Mendapatkan jawaban

Actor : Customer

Deskripsi :

Customer akan mendapatkan jawaban melalui email.


8. Use Case : Logout

Actor : Customer dan Staff

Deskripsi :

Customer dan Staff keluar dari sistem.



9. Use Case : Cek Sistem Rooster

Actor : Admin

Deskripsi :

Admin mengecek sistem ROOSTER apakah sudah berjalan dengan baik.



10. Use Case : Report ROOSTER

Actor : Admin

Deskripsi :

Admin memberikan Report bulanan rooster mengenai kegiatan tiket yang telah diclosed.


Activity Diagram Yang Diusulkan

1. Activity ROOSTER


Berdasarkan Gambar Activity Diagram ROOSTER terdapat :

1. Initial Node, sebagai objek awal

2. 9 action merupakan kegiatan dari sistem ROOSTER.

3. 3 Decision node merupakan pilihan eksekusi

4. 1 Final State, sebagai objek akhir

Sequence Diagram Yang Diusulkan

1. Sequence ROOSTER

Berdasarkan Gambar Sequence Diagram ROOSTER terdapat :

1. 2 actor, yaitu Customer dan Staff.

2. 3 lifeline, yaitu Website, Tiket dan Email Rinfo.

Isi dari kegiatan yang terjadi :

a. 1 message yang dilakukan oleh Customer yaitu Login ROOSTER melalui URL ROOSTER yaitu : rooster.raharja.info

b. 1 message yang dilakukan Customer yaitu membuat tiket.

c. 1 message yang dilakukan Customer Submit Tiket.

d. 1 message yang dilakukan oleh Customer yaitu Logout atau keluar dari sistem.

e. 1 message yang dilakukan Staff yaitu mendapatkan email notifikasi.

f. 1 message yang dilakukan oleh Staff yaitu mengakses ROOSTER untuk login ke rooster.raharja.info.

g. 1 message yang dilakukan Staff yaitu membuka My Ticket

h. 1 message yang dilakukan Staff yaitu mengedit tiket jika membutuhkan waktu yang lebih untuk penanganannya.

i. 1 message yang dilakukan Staff yaitu Jawab tiket.

j. 1 message yang dilakukan Staff yaitu mengClosed tiket.

k. 1 message yang dilakukan Staff yaitu Keluar dari sistem.

h. 1 message yang dilakukan Customer yaitu mengecek email notifikasi jawaban.


Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

Rancangan Basis Data

Rancangan Basis Data dipakai untuk menyimpan seluruh data yang berguna dalam database. Database secara umum yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi terlebih dahulu file-file yang dilakukan oleh sistem informasi.

Class Diagram

Class Diagram citra.jpg

Gambar 4.40 Class Diagram Sistem ROOSTER menunjang iDuHelp!

Spesifikasi Basis Data

Rancangan database dipakai untuk mempermudah dalam proses penyeleksian data, serta membantu pemprograman dalam mengambil dan menampilkan data. Pada database digunakan tabel-tabel, dan pada tabel-tabel ini akan dijelaskan nama field, type dan size mengenai data tersebut.

1. Nama File : ost_department

Media : Hard Disk

Isi  : dept_id + tpl_id + email_id + autoresp_email_id + manager_id + dept_name + dept_signature + message_auto_response

Primary Key  : dept_id

Foreign Key  : dept_id + priority_id + topic_id

Panjang Record  : 84

Ost dept.JPG

Tabel 4.1 Struktur tabel ost_department

2. Nama File : ost_help_topic

Media : Hard Disk

Isi  : topic_id + priority_id + dept_id + topic

Primary Key  : topic_id

Panjang Record : 49

Ost helptopic.JPG

Tabel 4.3 Struktur tabel ost_help_topic

3. Nama File : ost_ticket_response

Media : Hard Disk

Isi  : response_id + msg_id + ticket_id + staff_id + staff_name + response + ip_address

Primary Key  : response_id

Panjang Record : 92

Ost response.JPG

Tabel 4.2 Struktur tabel ost_ticket_response

5. Nama File : ost_staff

Media : Hard Disk

Isi  : staff_id + group_id + dept_id + username + firstname + lastname + passwrd + email + phone + mobile + signature + isadmin + change_psswrd

Primary Key  : staff_id

Panjang Record : 433

Ket  : Tabel Master

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Tabel 4.5 Struktur tabel ost_staff

5. Nama File : ost_ticket

Media : Hard Disk

Isi  : ticket_id + ticketId + dept_id + priority_id + topic_id + staff_id + email + name + subject + helptopic + phone + ip_address + status + isoverdue +isanswered + duedate + reopened + closed

Primary Key  : ticket_id

Panjang Record : 535

Ket  : Tabel Master

Ost tiket.JPG

Tabel 4.4 Struktur tabel ost_ticket

Flowchart Sistem Yang Diusulkan

1. Flowchart Customer ROOSTER


2. Flowchart Staff ROOSTER

Rancangan Program

HIPO merupakan metodologi yang dikembangkan dan didukung oleh IBM. HIPO adalah alat dokumentasi program, yang banyak digunakan sebagai alat desain dan teknik dokumentasi dalam siklus pengembangan sistem yang berbasis pada fungsi, yaitu tiap - tiap modul di dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya.

Visual Table Of Content (VTOC) adalah diagram yang menggambarkan antara hubungan dan fungsi pada sistem berjenjang, yaitu seperti pada gambar dibawah ini :

Gambar 4. Tampilan Hipo ROOSTER

Rancangan Prototype

Pada tampilan menu Register akan nge-link ke iMe ROOSTER dan disana terdapat form register yang harus di isikan jika ingin menjadi pengguna rooster




Pada tampilan layar Utama terdapat form login yang harus di inputkan agar dapat masuk kedalam sistem.



Pada tampilan menu new ticket ada form pembuatan tiket yang akan diisi oleh customer.




Pada tampilan layar Dashboard terdapat statistik tiket perbulannya.




Pada tampilan layar Edit tiket staff dapat menambahkan waktu penanganan pelayanan.



Konfigurasi Sistem Usulan

SPesifikasi Hardware

1. Perangkat Keras (Hardware)

a. Perangkat : iPad 1, iPad 2, ipad 3, iMac, Macbook Pro, laptop dan PC

b. Processor : 1 GHz dual-apple A5

c. Layar : LED Backlit glossy widescreen Multi-Touch display with IPS technology.

d. Storage : 16GB, 32GB, 64GB

e. Baterai : Built in 25 watt lithium polymer

Aplikasi Yang Digunakan

  1. OsTicket

  2. Widuri

  3. ilearning.me

  4. Safari, Mozilla Firefox, Google Chrome

  5. Rinfodocs

  6. iRan

  7. iDuHelp!

Hak Akses

Yang mempunyai hak dalam melakukan pengaksesan ROOSTER ini adalah hanya admin, Staff dan juga Customer ROOSTER yang sudah mempunyai akun ROOSTER saja.

Testing

Pengembangan sistem informasi ROOSTER sebagai penunjang kegiatan pelayanan iDuHelp! Pada Perguruan tinggi Raharja menggunakan metode Black Box testing. Metode Black Box testing merupakan pengujian program yang yang mengutamakan pengujian terhadap kebutuhan fungsi dari suatu program. Tujuan dari metode Black Box testing untuk menemukan kesalahan fungsi pada program. Pengujian dengan menggunakan metode Black Box dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungtional dari perangkat lunak, fungsionalitasnya tanpa mengetahui yang terjadi dalam proses detailnya , hanya mengetahui input dan output.


Pengujian Black Box Pada ROOSTER

Berikut ini adalah tabel pengujian Black Box pada ROOSTER

Pengujian Black Box Pada Edit tiket ROOSTER

Berikut ini adalah tabel pengujian Black Box pada Edit tiket ROOSTER

Evaluasi

Setelah dilakukan pengujian dengan menggunakan metode black box pada ROOSTER dan juga Edit tiket ROOSTER, dengan cara memberikan sejumlah input pada program. Jika input data tidak sesuai, maka akan menampilkan pesan kesalahan, kemudian jika input data telah sesuai, sistem akan menerima input data, yang selanjutnya diproses dengan kebutuhan fungtional yang diinginkan oleh admin.

Implementasi

Implementasi merupakan suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci.Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan yang sudah dianggap benar.Langkah-langkah yang dilakukan dalam mewujudkan sistem yang direncanakan dalam bentuk tabel schedulle berikut ini :

Schedulle

No Nama Kegiatan Februari Maret April Mei
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Pengumpulan Data                              
2 Analisa Data                              
3 Elisitasi 1,2,3 dan final                          
4 Penulisan Laporan                  
5 Perancangan Tampilan dan Database                          
6 Pembuatan Program                          
7 Testing dan implementasi program                          

Penerapan

Estimasi Biaya

NO Uraian Kegiatan
Biaya yang Diusulkan
Anggaran Biaya
1 Pengumpulan Data  
  Analisa data
300.000
  Testing dan implementasi
450.00.000
  Identifikasi requirement
250.000
2 Bahan dan penelitian
  Hardware
  Laptop Toshiba 14"
5.300.000
  Modem
450.000
  Internet
270.000
  Software
  Dreamweaver
200.000
  mySql
200.000
  Filezilla
200.000
  Visual paradigm for UML 6.4 enterprise edition
200.000
3 Perjalanan
  Transportasi seminasi
300.000
  - Ongkos transport dalam kota
4 Administrasi
  kertas A4
35.000
  Tinta printer
200.000
5 Biaya lain-lain
100.000
   
Jumlah
Rp. 8.455.000

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Kesimpulan Terhadap Rumusan Masalah

Berikut ini merupakan kesimpulan terhadap rumusan masalah mengenai PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ROOSTER SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN PELAYANAN IDUHELP! PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA :

  1. Permasalahan yang pertama yaitu apakah sistem pelayanan ROOSTER ini sudah optimal? Sistem pelayanan ROOSTER yang berjalan saat ini pada Perguruan Tinggi Raharja masih dirasakan kurang optimal, dimana sistem tersebut berperan penting pada setiap kegiatan iDuHelp! yang menjadi kunci utama dalam setiap permasalahan atau keluhan yang ada. Untuk mengoptimalkan sistem tersebut maka dibutuhkan beberapa pengembangan guna membuat sistem lebih baik. Seperti Maka dari itu dibuat Form Register yang tentunya memudahkan para calon Staff ROOSTER mendaftarkan dirinya dan juga memudahkan admin untuk mendapatkan data yang dibutuhkan.

  2. Permasalahan kedua adalah mengenai kemudahan sistem yang telah berjalan ini. Dibutuhkan beberapa pengembangan agar sistem ini lebih mudah dan nyaman untuk digunakan. Seperti mengganti default pada tiket source, dpartement dan juga help topic pada saat pembuatan tiket.

  3. Permasalahannya selanjutnya yaitu apakah extention waktu berguna untuk staff ROOSTER ketika menangani tiket dari customer ? Permasalahan waktu ini sangatlah penting untuk dipecahkan. Guna mengurangi tingkat overdue tiket maka admin menggunakan fasilitas edit tiket dengan cara menambahkan waktu yang dibutuhkan dengan syarat memberikan alasan pada internal note yang berisikan penambahan waktu penanganan.

Kesimpulan Terhadap Tujuan Dan Manfaat Penelitian

  1. Sistem ROOSTER masih membutuhkan beberapa pengembangan guna memaksimalkan kualitas agar lebih optimal lagi. Dengan adanya peningkatan sistem nya maka kualitas pelayanannya pun akan lebih baik lagi.


  2. Dibutuhkan pengembangan seperti contohnya pembuatan Form registrasi agar sistem lebih nyaman dan lebih terkomputerisasi. Dengan adanya form ini maka admin pun mendapatkan kenyamanan penggunaan sistem karena tidak perlu lagi secara manual meminta data para calon staff untuk mendaftarkan mereka. Dengan adanya form tersebut data yang diisikan akan secara langsung terhimpun di email admin dan admin hanya tinggal mendaftarkan data mereka di ROOSTER


  3. Dengan menggunakan edit tiket ini dapat mengurangi jumlah tiket yang akan overdue sehingga tiket tidak diabaikan. Lalu hal ini pun sangat berguna untuk para staff yang menangani jika merasa kesulitan dengan pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Karena dengan adanya edit tiket ini maka staff dapat menambahkan waktu penanganan mereka jika hal itu memang diperlukan.

Kesimpulan Terhadap Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan penulis pada sistem ROOSTER terdiri dari lima metode yaitu metode pengumpulan data, metode analisa, metode-metode pengembangan, dan metode testing.

Pada metode pengumpulan data menggunakan observasi, study pustaka, wawancara, dan survei. Melakukan observasi langsung dengan mengamati sistem yang berjalan, yang selanjutnya melakukan pengembangan sistem. Melakukan study pustaka yaitu mencari judul dan sistem yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan, untuk mempelajari teori mendasar, selain itu dapat mencegah terjadinya penelitian yang serupa.Melakukan survei dengan menggunakan iSur. iSur berguna untuk mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan sistem ROOSTER selama ini. Dalam survei ini terdapat statistik responden yang didapat.

Pada metode analisa terdapat metode Analisa Sistem dan analisa perancangan program. Metode analisa sistem menggunakan metode analis SWOT, menggunakan analisa SWOT menggambarkan secara jelas Kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang yang terdapat pada sistem ROOSTER. Selanjutnya metode analisa perancangan program menggunakan UML dan Flowchart, menggambarkan tentang sistem yang berjalan saat ini dan sistem usulan.

Saran

Berikut ini adalah saran yang disampaikan penulis terhadap pengembangan sistem ROOSTER agar menjadi lebih baik lagi, sehingga kekurangan yang terdapat pada sistem ROOSTER dapat diperbaiki lagi dan ditingkatkan kualitas sistemnya :

  1. Untuk dapat ditingkatkan lagi kualitas sistem ROOSTER untuk mengurangi jumlah tiket overdue.

  2. Perlu adanya sistem perekapan agar perekapan setiap bulannya tidak secara manual.

Kesan

Kesan yang dirasakan oleh Penulis rasakan sangat luar biasa. Sangat terasa perjuangannya selama mengerjakan laporan Skripsi ini dari awal hingga rampungnya laporan ini. Walaupun banyak rintangan yang menghadang tetapi dukungan dari orang-orang terdekat membuat penulis sadar bahwa hal itu harus dilalui jika ingin sukses. Tidak pernah terfikirkan sebelumnya oleh penulis kalau akan melakukan penelitian di Perguruan Tinggi Raharja.Banyak hal-hal yang dapat diambil hikmahnya selama penyusunan laporan ini.

DAFTAR PUSTAKA

  1. iDuHelp!. Definisi iDuHelp!. (Tanggal Akses 18 Mei 2014) [1]
  2. 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 Sutabri, Tata. 2012. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset
  3. Mustakini, Jogiyanto Hartono. 2009. Sistem Informasi Teknologi, Yogyakarta: Andi Offset.
  4. 4,0 4,1 4,2 4,3 4,4 Mulyanto, Agus. 2009. Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  5. Yakub. 2012. Pengantar Sistem Informasi, Yogyakarta: Graha Ilmu
  6. Sutarman. 2012. "Buku Pengantar Teknologi Informasi". Jakarta: Bumi Aksara
  7. Jogiyanto, Hartono. 2010. Analisis dan Desain Sistem Informasi, Edisi III. Yogyakarta: ANDI
  8. Daryanto. 2010. Teknologi Jaringan Internet. Bandung:Satu Nusa
  9. IT Roadmap. 2013. "10 Pillar IT iLearning (TPi)". Dikutip dari: http://roadmap.ilearning.me/10-pillar-it-ilearning/ (Tanggal akses 22 Mei 2014).
  10. iME ROOSTER. 2013. About ROOSTER. (Tanggal Akses 3 November 2013) [2]
  11. iME ROOSTER. 2013. E-Ticket. (Tanggal Akses 1 February 2013) [3]
  12. iME ROOSTER. 2013. Staff ROOSTER. (Tanggal Akses 28 April 2013) [4]
  13. Amsyah. Zulkifli. 2008. Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  14. Praptiningsih. Yulia Eka. 2012. Aplikasi Penyewaan Ruangan PT. Simaeru Indonesia Raya Dengan Visual Basic 6.0. Depok: Universitas Gunadarma, UG Jurnal Vol. 6 No. 01, 2012.
  15. Rizky. Soetam. 2011. Konsep Dasar Rekayasa Perangkat Lunak. Jakarta: Prestasi Pustaka..
  16. Rangkuti. Freddy. 2011. Teknik Menyusun Strategi Korporat Yang Efektif Plus Cara Mengelola Kinerja Dan Risiko. SWOT Balanced Scorecard. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  17. Yusmini, dkk. 2011. Analisis Finansial Kud Mandiri Mojopahit Jaya Desa Sari Galuh Kecamatan Tapung Raya Kabupaten Kampar. Pekanbaru: Universitas Riau.
  18. 18,0 18,1 18,2 Widodo, Prabowo Pudjo dan Herlawati. 2011. Menggunakan UML. Informatika. Bandung.
  19. Nugroho, Adi. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak Menggunakan UML & Java. Yogyakarta: Andi Offset.
  20. C. Sigit. 2010 “Pengantar Manajemen Proyek Berbasis Internet”, PT. Elex Media Komputindo. Jakarta
  21. Anhar. 2010 “Panduan Menguasai PHP & MySQL Secara Otodidak”, Mediakita. Jakarta
  22. FileZilla Wiki. Mainpage FileZilla Wiki, (Tanggal Akses 19 Mei 2014)
  23. Seneler. Ozen. Cagla, Basoglu. Nuri, Daim. Tugrul U. 2010. An empirical analysis of the antecedents of adoption of online services: A prototype-based framework. Journal of Enterprise Information Management, Vol. 23 Iss: 4. University of York,Inggris.
  24. Moon. Sik. Jong, Lee. Im-Yeong, Yim. Bin. Kang. 2010. An Authentication and Authorization Protocol Using Ticket in Pervasive Environment. University of Asan, Korea Selatan
  25. Maimunah, Kristiana dan Hendra. 2010 "Perancangan Aplikasi Forum Diskusi Pada Media E-Learning Berbasis Web" CCIT Journal Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang
  26. R. Untung, El Rayeb. Augury, Heriyanto. 2010. Pengolahan Jurnal Elektronik Dengan Online Jurnal System. Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia
  27. R. Untung, Sudarto. Ferry, Octavia. Linda. 2013. iDuHelp!: Penerapan Campus Service System iDuHelp! Dalam Mendukung Kegiatan iLearning Education (IDU) Pada Perguruan Tinggi. Perguruan Tinggi Raharja,Indonesia
  28. R. Untung, Azizah. Nur, Dewi. Santika. 2013. Sistem Pelayanan Dukungan Role Online System Ticketing Raharja (ROOSTER) Dengan Menggunakan E-Ticket. Perguruan Tinggi Raharja,Indonesia
  29. Henderi, Padeli. 2009. IT Governance – Support for Good Governance. Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia
  30. Rosyifa, Eva. 2012. Penerapan Campus Service System iDUHELP! Dalam Mendukung Kegiatan iLearning Education (iDu) Pada Perguruan Tinggi Raharja. Skripsi, Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang
  31. Anggraini, Fitri. 2012. Perancangan ilearning Survey (iSur) Dalam Meningkatkan Sistem Informasi Pada Perguruan Tinggi Raharja. Skripsi, Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang
  32. Dewi, Santika. 2013. Perancangan Role Online System Ticketing Raharja (ROOSTER) Dalam Mendukung Sistem Pelayanan Pada Perguruan Tinggi Raharja. Skripsi, Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A:

Lampiran A.1 : Validasi Skripsi
Lampiran A.2 : Surat Pengantar Skripsi
Lampiran A.3 : Surat Penugasan Kerja
Lampiran A.4 : Kartu Bimbingan
Lampiran A.5 : Kartu Bimbingan Skripsi
Lampiran A.6 : Daftar Nilai
Lampiran A.7 : Kwitansi Pembayaran Skripsi
Lampiran A.8 : Kwitansi Poster Sesion
Lampiran A.9 : Kwitansi Sidang
Lampiran A.10 : Kwitansi Raharja Career
Lampiran A.11 : Formulir Seminar Proposal Skripsi
Lampiran A.12 : Formulir Final Presentasi Skripsi
Lampiran A.13 : Formulir Pertemuan Stakeholder Skripsi
Lampiran A.14 :Daftar mata kuliah yang belum diambil atau gagal
Lampiran A.15 : Sertifikat TOEFL
Lampiran A.16 : Sertifikat Prospek
Lampiran A.17 : Sertifikat Seminar Internasional
Lampiran A.18 : Sertifikat Seminar Nasional
Lampiran A.19 : Daftar Riwayat Hidup

Lampiran B

Lampiran B.1 : Form Observasi
Lampiran B.2 : Form Wawancara

Lampiran C

Lampiran C.1 : Mendapatkan Judul Skripsi
Lampiran C.2 : Widuri + 1 New User
Lampiran C.3 : Why Project
Lampiran C.4 : Jurnal Ilmiah
Lampiran C.5 : iDuHelp! Tahap Pertama
Lampiran C.6 : Penyelesaian Tahap Pertama
Lampiran C.7 : Hibah
Lampiran C.8 :Progres Project
Lampiran C.9 : Latihan Persentasi