SI1011464395

Dari widuri
Ini adalah revisi disetujui dari halaman ini; bukan revisi terkini. Lihat revisi terbaru.
Lompat ke: navigasi, cari

PENGEMBANGAN SIS+ PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

STUDI KASUS : DAFTAR NILAI DAN BIODATA

MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK

SKRIPSI

Logo stmik raharja.jpg

Disusun Oleh :

NIM : 1011464395

NAMA : Yulianto

JURUSAN SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

(2013/2014)



SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PENGEMBANGAN SIS+ PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

STUDI KASUS : DAFTAR NILAI DAN BIODATA

MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK

Disusun Oleh :

NIM
: 1011464395
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, 20 Januari 2014

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK Raharja
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Maimunah, M.Kom)
NIP : 000594
       
NIP : 007002




SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PENGEMBANGAN SIS+ PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

STUDI KASUS : DAFTAR NILAI DAN BIODATA

MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK

Dibuat Oleh :

NIM
: 1011464395
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Disetujui Oleh :

Tangerang, 20 Januari 2014

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
   
(Muhamad Yusup, S.Kom)
NID : 10013
   
NID : 07132




SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PENGEMBANGAN SIS+ PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

STUDI KASUS : DAFTAR NILAI DAN BIODATA

MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK

Dibuat Oleh :

NIM
: 1011464395
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Tahun Akademik 2013/2014

Disetujui Penguji :

Tangerang, 20 Febuari 2014

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
 
(Sri Rahayu, S.T.,MMSI)
 
(Muhamad Yusup, S.Kom)
NID : 99001
 
NID : 08182
 
NID : 07132




SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PENGEMBANGAN SIS+ PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

STUDI KASUS : DAFTAR NILAI DAN BIODATA

MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK

Disusun Oleh :

NIM
: 1011464395
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 20 Januari 2014

 
 
 
 
 
NIM : 1011464395

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;



ABSTRACT

The development of information technology is increasingly rapidly and constantly changing year after year requires us to constantly innovate and make a creative work, as well as Higher Education Prog desperately need information systems that are relevant, accurate, fast, and efficient to support the sustainability of academic activity future. The author conducted research on SIS Information Systems in college Prog. The research method used was observation, library research and documentation. Development method used is the waterfall method. Based on the analysis conducted by the author and the problems encountered in the use of the SIS is still menggukan sweep sweep card card if the card is damaged / lost then the student can not use the SIS, the SIS is still accessing performed locally where the student must come in person to the SIS Box to take care of matters related to the students academic activity and as one of the alternative solutions, then be made to the proposed development of the SIS system itself. SIS+ software is a web-based information systems and made ​​by Yii Framework using the PHP programming language. Database management system (DBMS) used in this software is MySQL. This information system will display the data that include academic values ​​list data, student biographical data form and the form needed by the students, in addition, an information system is also expected to boost the quality and service to students.

Keyword : SIS, Yii Framework, Information systems.

ABSTRAKSI

Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat dan selalu berubah-ubah dari tahun-ketahun menuntut kita untuk selalu berinovasi dan membuat suatu karya yang kreatif, seperti halnya Perguruan Tinggi Raharja sangat membutuhkan sistem informasi yang relevan, akurat, cepat, dan efisien untuk menunjang keberlangsungan aktivitas akademik kedepannya. Penulis mengadakan penelitian pada Sistem Informasi SIS diPerguruan Tinggi Raharja. Metode penelitian yang dipakai adalah observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Metode pengembangan yang dipakai ialah metode waterfall. Berdasarkan analisa yang dilakukan penulis dan masalah-masalah yang dihadapi dalam SIS adalah penggunaannya yang masih menggukan sweep card card jika hal sweep card ini rusak/hilang maka mahasiswa tidak dapat menggunakan SIS, pengaksesan SIS yang masih dilakukan secara lokal dimana mahasiswa harus datang sendiri ke bagian SIS Box untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas akademik mahasiswa tersebut dan sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah, maka dibuatlah usulan sistem pengembangan dari SIS itu sendiri. Perangkat lunak SIS+ merupakan sebuah sistem informasi berbasis web dan dibuat dengan Yii Framework menggunakan bahasa pemrograman PHP. Database management system (DBMS) yang digunakan dalam perangkat lunak ini adalah MySQL. Sistem informasi ini akan menampilkan data akademik yang meliputi data daftar nilai, biodata mahasiswa dan form-form yang dibutuhkan oleh mahasiswa, selain itu, sistem informasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan mutu dan pelayanan kepada mahasiswa.

Kata kunci : SIS, Yii Framework, Sistem Informasi.



KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas ridho dan rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada penulis sehingga dapat menyusun dan menyelesaikan laporan skripsi ini dengan baik yang berjudul "Pengembangan Sis+ Pada Perguruan Tinggi Raharja Studi Kasus : Daftar Nilai Dan Biodata Menggunakan Yii Framework".

Tujuan pembuatan Skripsi ini adalah sebagai syarat untuk menyelesaikan program Strata Satu (S1) Jurusan Sistem Informasi di Sekolah Tinggi Manajemen Dan Ilmu Komputer Raharja. Sebagai bahan penulisan, penulis melakukan beberapa metode seperti observasi, wawancara, serta sumber literature yang mendukung penulisan ini.

Keinginan yang kuat yang dapat mendorong diri sendiri untuk menjadi lebaih baik, yang senantiasa menjadi motivasi bagi penulis sendiri untuk selalu berusaha menyelesaikan tulisan ini. Juga penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan semua pihak, maka penulis tidak akan dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Presiden Direktur Perguruan Tinggi Raharja sekaligus sebagai Ketua STMIK Raharja.
  2. Ibu Maimunah, M.Kom selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi.
  3. Bapak Ary Budi Warsito, M.Kom dan Bapak Muhamad Yusup, S.Kom selaku pembimbing lapangan dari Perguruan Tinggi Raharja dan pembimbing dalam penulisan laporan skripsi ini. Terima kasih sudah meluangkan waktunya sangat banyak dalam membimbing.
  4. Orang tua penulis beserta keluarga tercinta yang terus menerus dan tidak pernah lelah memberikan dorongan semangat, baik itu secara moral maupun materi.
  5. Rekan-rekan mahasiswa/i, khususnya Erlita Rasdiana yang telah membantu dalam penulisan laporan skripsi ini.
  6. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu karena selalu memiliki peran yang telah membantu penyusunan laporan ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyajian dan penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun, dalam penyusunan laporan ini sangat penulis harapkan, agar tulisan ini dapat menuju ke kesempurnaan kelak. Akhir kata penulis berharap penulisan laporan ini dapat memberikan manfaat bagi yang membaca dan dapat menjadi bahan acuan yang berguna dikemudian hari.



Tangerang, 20 Januari 2014
(Yulianto)
NIM. 1011464395

Daftar isi

DAFTAR TABEL

2.1 Literatur Review

3.1 Elisitasi tahap 1

3.2 Elisitasi tahap 2

3.3 Elisitasi tahap 3

3.4 Final Elisitasi

4.1 Struktur Tabel TMMahasiswa

4.2 Struktur Tabel TTMahasiswaJurusan

4.3 Struktur Tabel TMMahasiswaOrangTua

4.4 Struktur Tabel TTMahasiswaPekerjaan

4.5 Struktur Tabel TTMahasiswaPendidikanFormal

4.6 Struktur Tabel TTMahasiswaPendidikanNonFormal

4.7 Struktur Tabel TTMahasiswaPrestasi

4.8 Struktur Tabel TTMahasiswaSeminar

4.9 Struktur Tabel TTMahasiswaSosialMedia

4.10 Struktur Tabel TTMahasiswaStatusUpdate

4.11 Struktur Tabel TTPopulerMenu

4.12 Struktur Tabel TMGrading

4.13 Struktur Tabel TMJurusan

4.14 Struktur Tabel TMKepalaJurusan

4.15 Struktur Tabel TMMataKuliah

4.16 Struktur Tabel TMMataKuliahKelompok

4.17 Struktur Tabel TMMenu

4.18 Struktur Tabel TMMenukategori

4.19 Struktur Tabel TMNilai

4.20 Struktur Tabel TMPrint

DAFTAR GAMBAR

1.1 Bagan Waterfall

2.1 Karakteristik Suatu Sistem

2.2 Komponen Dari Sistem Informasi

2.3 Pilar Pilar Informasi yang Berguna

2.4 Aspek Software Requirement System

2.5 Relasi Antara Analisa dan Perancangan

2.6 Waterfall Life Cycle

2.7 Struktur Statis Aplikasi Yii

3.1 Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

3.2 Usecase diagram sistem berjalan

3.3 Activity diagram sistem berjalan

3.4 Sequence diagram sistem berjalan

4.1 Use Case Diagram untuk mahasiswa

4.2 Use Case Diagram Sis+ untuk admin

4.3 Activity Diagram untuk mahasiswa

4.4 Activity Diagam untuk Admin

4.5 Sequence Diagram untuk Mahasiswa

4.6 Sequence Diagram untuk Admin

4.7 Class Diagram Biodata Mahasiswa

4.8 Class Diagram Daftar Nilai

4.9 Tampilan Home SIS+

4.10 Tampilan Sign SIS+

4.11 Tampilan Halaman Account Rinfo belum aktif

4.12 Tampilan Biodata

4.13 Tampilan Biodata Print PDF

4.14 Tampilan Daftar Nilai

4.15 Tampilan Daftar Nilai Print PDF

DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

Daftar Simbol Use Case Diagram.png

Tabel 1.1 Simbol Usecase Diagram

DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM

Daftar Simbol Activity Diagram.png

Tabel 1.2 Simbol Activity Diagram

DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

Daftar Simbol Sequence Diagram.png

Tabel 1.3 Simbol Sequence Diagram

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pada era globalisasi saat ini, informasi yang cepat dan tepat diperlukan untuk mendukung pendidikan dan berbagai bidang lainnya. Sebuah Perguruan Tinggi membutuhkan penyampaian informasi yang cepat dan efisien untuk mendukung kelangsungan perkembangan dan pengelolaan aktivitas akademik mahasiswa. Teknologi komputer berupa sistem informasi dapat mempermudah pemrosesan informasi yang dibutuhkan sehingga informasi dapat disampaikan secara lebih cepat, jelas, mudah, dan lengkap.

Teknologi web banyak dimanfaatkan sebagai sistem informasi. Dengan menggunakan teknologi web, informasi dapat diakses tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Sistem informasi berbasis web memungkinkan jangkauan penyampaian informasi yang lebih luas dan praktis.

Saat ini Perguruan Tinggi Raharja telah memiliki sebuah sistem informasi mahasiswa, yang menangani data aktivitas akademik mahasiswa yaitu SIS tetapi belum maksimal didalam penggunaan dan pengaksesan. Penggunaannya yang masih menggunakan swipe card jika hal swipe card ini rusak/hilang maka mahasiswa tidak dapat menggunakan SIS dan membutuhkan waktu yang lama untuk pembuatan ''swipe card'' yang baru.

Pengaksesan SIS yang masih dilakukan secara manual dimana mahasiswa harus datang sendiri ke bagian SIS Box untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas akademik mahasiswa tersebut. Hal ini tentu saja kurang praktis dan kurang efisien mengingat banyak mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja yang sudah bekerja. Selain itu, permasalahan lain adalah dalam pembuatan dan pengembangan SIS masih menggunakan cara konvensional yang dapat berakibat pada lamanya waktu pengembangan SIS dan sulit untuk dipelihara kode penyusunnya.

Oleh karena itu maka perlu adanya suatu sistem yang dapat mempermudah pengembangan sistem dan mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan informasi akademik mahasiswa seperti daftar nilai dan biodata pada Perguruan Tinggi Raharja. Maka hal ini yang melandasi penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dalam penulisan Skripsi dengan judul "Pengembangan SIS+ pada Perguruan Tinggi Raharja Studi Kasus : Daftar Nilai dan Biodata menggunakan Yii Framework".

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan menjadi beberapa masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana sistem SIS yang sedang berjalan saat ini di Perguruan Tinggi Raharja ?
  2. Bagaimana membangun sistem SIS+ berbasis web dengan Yii Framework dalam menangani kekurangan pada sistem SIS yang sedang berjalan ?

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian diatas meliputi, antara lain :

  1. Tujuan Operasional adalah mengetahui masalah masalah sistem SIS yang sedang berjalan
  2. Tujuan Sistem adalah dengan membangun sebuah Sistem Ilearning Service (SIS+) berbasis web untuk memudahkan mahasiswa dalam mendapatkan informasi data daftar nilai dan biodata mahasiswa.
  3. Tujuan Individual adalah untuk menambah ilmu pengetahuan, pengalaman, dan pengamatan sebuah sistem SIS+ baru pada Perguruan Tinggi Raharja sehingga penulis melakukan penelitian untuk menyelesaikan Skripsi.
  4. Mengimplementasikan sistem baru di Perguruan Tinggi Raharja dengan mengoptimalkan SIS+ dalam meningkatkan sistem informasi akademik mahasiswa pada Perguruan Tinggi Raharja.

Manfaat Penelitian

Dari penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat bagi penulis dan pihak perguruan tinggi diantaranya :

  1. Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja dengan membuat laporan penelitian secara ilmiah dan sistematis.
  2. Terciptanya sistem SIS+ yang dapat memperkecil kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam sistem yang sedang berjalan.

Ruang Lingkup

Agar pembahasan lebih terarah dan berjalan dengan baik maka perlu adanya ruang lingkup penelitian, diantarnya adalah :

  1. Bagaimana proses SIS yang sedang berjalan mengenai mahasiswa mendapatkan data daftar daftar nilai dan biodata.
  2. Sistem SIS+ ini hanya menampilan data biodata mahasiswa ,daftar nilai dan login menggunakan rinfo berbasis web yang dibuat dengan menggunakan Yii Framework dan basis data My SQL.

Metode Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penulisan laporan Skripsi ini menggunakan beberapa metode, adapun metode yang digunakan adalah :

  1. Pengamatan (Observation Research)
    Yaitu penulis mengadakan pengamatan langsung pada Perguruan Tinggi Raharja. Metode ini dilakukan untuk mengumpulkan dokumen yang merupakan sumber informasi yang sangat penting yang dapat membantu dalam analisa dan untuk langkah selanjutnya dalam rangka pembangunan sistem tersebut.
  2. Dokumentasi
    Metode penelitian dengan cara mengumpulkan data-data dan form yang berkaitan dengan sistem yang sedang berjalan.
  3. Studi Pustaka (Library Research)
    Studi kepustakan yang dilakukan penulis bertujuan untuk memperoleh data melalui buku-buku literatur yang memiliki keterkaitan dengan penelitian sebagai bahan referensi, termasuk bahan-bahan yang diperoleh melalui bangku perkuliahan. Buku referensi maupun buku pegangan umum yang dipakai berhubungan dengan masalah yang dihadapi guna membedakan dan memperoleh pendekatan teoritis juga untuk landasan teori yang mendukung pembahasan, juga melalui media internet untuk memperoleh data yang berkaitan guna menunjang kelengkapan data.

Metode Pengembangan Sistem

Metode Pengembangan adalah sebuah cara yang tersistem atau teratur yang bertujuan untuk melakukan analisa pengembangan suatu sistem agar sistem tersebut dapat memenuhi kebutuhan.

  1. Waterfall
    "Metode waterfall adalah pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara berurutan atau secara linear. Jadi jika langkah satu belum dikerjakan maka tidak akan bisa melakukan pengerjaan langkah 2, 3 dan seterusnya. Secara otomatis tahapan ke-3 akan bisa dilakukan jika tahap ke-1 dan ke-2 sudah dilakukan "(Pressman, 2012:30)[1].
    Jwaterfall.jpg
    Gambar 1.1 Bagan Waterfall


    Secara garis besar metode waterfall mempunyai langkah-langkah sebagai berikut : Analisa, Design, Code dan Testing, Penerapan dan Pemeliharaan.

    a. Analisa
    Langkah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem. Pengumpulan data dalam tahap ini bisa malakukan sebuah penelitian, wawancara atau study literature. Seorang sistem analis akan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari user sehingga akan tercipta sebuah sistem komputer yang bisa melakukan tugas-tugas yang diinginkan oleh user tersebut. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirment atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan sistem. Dokumen ini lah yang akan menjadi acuan sistem analis untuk menterjemahkan ke dalam bahasa pemprogram.

    b. Design
    Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada : struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirment. Dokumen inilah yang akan digunakan proggrammer untuk melakukan aktivitas pembuatan sistemnya.

    c. Coding & Testing
    Coding merupakan penerjemahan design dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Dilakukan oleh programmer yang akan meterjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan ini lah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu sistem. Dalam artian penggunaan komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut dan kemudian bisa diperbaiki.

    d. Penerapan
    Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah sistem. Setelah melakukan analisa, design dan pengkodean maka sistem yang sudah jadi akan digunakan oleh user.

    e. Pemeliharaan
    Perangkat lunak yang sudah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau sistem operasi baru) baru, atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional.

Metode Pengembangan Sistem

Setelah proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik, maka data yang sudah ada akan diolah dan dianalisis agar memberikan hasil akhir yang bermanfaat bagi penelitian ini. Penulis melakukan metode berorientasi objek pada laporan Skripsi ini. Dalam metode analisis sistem, dilakukan melalui empat (4) tahap yaitu :

a. Survey terhadap sistem yang sedang berjalan.

Mengumpulkan data dan informasi langsung dari tempat penelitian, yang dilakukan dengan cara melihat sistem yang sedang berjalan dan interview atau wawancara langsung dengan staff yang berkaitan dengan penelitian.

b. Analisis terhadap temuan survey

Melakukan analisa terhadap hasil yang diperoleh dari survey yang telah dilakukan.
c. Identifikasi temuan survey.

Mengidentifikasikan dan menanyakan kebutuhan informasi yang diperlukan guna menunjang kegiatan akademik perkuliahan.

d. Identifikasi persyaratan sistem.
Mengidentifikasikan persyaratan sistem yang diperlukan untuk perancangan sistem yang diajukan oleh stakeholder.

Metode Perancangan

Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode rancangan berorientasi objek dengan beberapa tahapan pembuatan 4 (empat) macam diagram UML meliputi usecase diagram, class diagram, sequence diagram dan activity diagram dengan menggunakan Visual Paradigm for UML 6.4 Enterprise Edition. Kemudian pembuatan database dan pembuatan program yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan stakeholder yang terangkum pada elisitasi. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan menggunakan Framework YII serta database yang digunakan adalah MySQL.

Sistematika Penulisan

Guna memahami lebih jelas laporan Skripsi ini, dilakukan dengan cara mengelompokan materi menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penulisan berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang informasi umum yaitu latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, ruang lingkup, metodelogi penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bagian ini berisi mengenai beberapa teori yang relevan dengan permasalahan yang dibahas dalam penulisan Skripsi ini.

BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Bab ini berisikan gambaran umum Perguruan Tinggi Raharja , sejarah singkat, struktur organisasi, wewenang dan tanggung jawab yang ada di Perguruan Tinggi Raharja serta analisa sistem yang berjalan menggunakan UML.

BAB IV PERANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan system yang akan diajukan. Perancangan sistem akan dijelaskan dalam bentuk UML, analisa proses, rancangan tampilan sistem yang diusulkan, rancangan kontrol sistem yang diusulkan, sarana pengolahan data, spesifikasi hardware dan software serta rancangan implementasi.

BAB V PENUTUP

Berisi mengenai kesimpulan yang dapat diambil dari penyusunan skripsi serta saran-saran penulis yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk pengembangan lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

Berisikan daftar pustaka atas buku-buku dan referensi yang digunakan dalam menyusun hasil laporan Skripsi.

LAMPIRAN

Lampiran ini merupakan daftar yang berisi keseluruhan lampiran-lampiran yang melengkapi laporan sebagai lampiran.

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Data

Definisi Data

Menurut Sutabri (2012:1)[2], definisi data adalah sebagai berikut :

Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi saat tertentu di dalam dunia bisnis. Bisnis adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi. Kesatuan nyata adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat, benda, dan yang betul-betul ada dan terjadi. Dari definisi dan uraian data tersebut dapat disimpulkan bahwa data adalah bahan mentah yang diproses untuk menyajikan informasi.

Menurut Edi (2009:72), "Data terbentuk dari karakter yang dapat berupa alfabet, angka, maupun simbol khusus dan merupakan bentuk yang masih mentah sehingga perlu diolah lebih lanjut melalui suatu model untuk menghasilkan informasi".

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan data adalah hal, peristiwa, atau kenyataan lainnya yang mengandung suatu pengetahuan untuk dijadikan dasar guna penyusunan keterangan, pembuatan kesimpulan, atau sumber dari informasi.

Klasifikasi Data

Menurut Sutabri (2012:3)[2], data itu sendiri dapat diklasifikasikan menurut jenis, sifat, dan sumber. Mengenai penjelasan klasifikasi data tersebut akan diurai dibawah ini :

  1. Klasifikasi data menurut jenis data, yaitu :
    a. Data Hitung (Enumeration atau Counting Data)
    Data hitung adalah hasil penghitungan atau jumlah tertentu. Yang termasuk data hitung adalah presentase dari suatu jumlah tertentu. Mencatat jumlah mahasiswa dalam suatu kelas atau presentase dari mahasiswa dalam kelas akan menghasilkan suatu data hitung.
    b. Data Ukur (Measurement Data)
    Data ukur adalah data yang menunjukan ukuran mengenai nilai sesuatu. Angka tertentu atau huruf tertentu yang diberikan oleh seorang dosen kepada seorang mahasiswa setelah meriksa hasil tentamennya merupakan data ukur. Angka yang ditunjukan alat barometer atau termometer adalah hasil proses pengukuran.
  2. Klasifikasi data menurut sifat data, yaitu :
    a. Data Kuantitatif (Quantitative Data)
    Data kuantitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan. Jika jumlah universitas negeri di Indonesia dibagi dalam 2 golongan maka ada golongan pertama yang jumlah mahasiswanya lebih dari 5000 orang dan golongan yang lainnya kurang dari 5000 orang. Ini merupakan penggolongan kuantitatif.
    b. Data Kualitatif (Qualitative Data)
    Data kualitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat sesuatu. Penggolongan fakultas-fakultas pada universitas negeri menjadi fakultas exacta dan fakultas non-exacta merupakan pemisahan menurut sifatnya. Penggolongan mahasiswa pada fakultas yang menggunakan sistem kredit kedalam penilaian studi dengan grade A, B, C, D didasarkan pada pemisahan sifat-sifat kualitatifnya.
  3. Klasifikasi data menurut sumber data, yaitu :
    a. Data Internal
    Data internal adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil observasi yang dilakukan sendiri, bukan data hasil karya orang lain.
    b. Data External
    Data external adalah data hasil observasi orang lain. Seseorang boleh saja menggunakan data untuk suatu keperluan, meskipun data tersebut hasil kerja orang lain. Data external ini terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu :
    1) Data External Primary
    Data eksternal primer adalah data dalam bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemiliknya sendiri, yakni orang yang melakukan observasi sendiri.
    2) Data External Secondary
    Data eksternal sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi melainkan melalui seseorang atau sejumlah orang lain.

Pengolahan Data

Data merupakan bahan mentah untuk diolah yang hasilnya kemudian menjadi informasi. Dengan kata lain, data yang telah diperoleh harus diukur dan dinilai baik dan buruk, berguna atau tidak dalam hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai. Pengolahan data terdiri dari kegiatan-kegiatan penyimpanan data dan penanganan data. Menurut Sutabri (2012:6)[2], pengolahan data dapat diuraikan seperti dibawah ini, yaitu :

  1. Penyimpanan Data (Data Storage)
    Penyimpanan data meliputi pekerjaan pengumpulan (filing), pencarian (searching), dan pemeliharaan (maintenance). Data disimpan dalam suatu tempat yang lazim dinamakan "file". File dapat berbentuk map, ordner, disket, tape, hard disk, dan lain sebagainya. Sebelum disimpan, suatu dat diberi kode menurut jenis kepentingannya. Peraturan dilakukan sedemikian rupa sehingga mudah mencarinya. Pengkodean memegang peranan penting. Kode yang salah akan mengakibatkan data yang masuk ke dalam file juga salah yang selanjutnya akan mengakibatkan kesulitan dalam mencari data tersebut apabila diperlukan. Jadi, file diartikan sebagai suatu susunan data yang terbnetuk dari sejumlah catatan (record) yang berhubungan satu sama lain (sejenis) mengenai suatu bidang dalam suatu unit usaha.
    Sistem yang umumnya dalam penyimpanan data (filing) ialah berdasarkan lembaga, perorangan, produksi, atau lain-lainnya, tergantung dari sifat organisasi yang bersangkutan. Kadang-kadang dijumpai kesulitan apabila menghadapi suatu data dalam bentuk surat, misalnya yang menyangkut ketiga klasifikasi tadi. Metode yang terbaik adalah "referensi silang" (cross reference) antara file yang satu dengan file yang lain. Untuk memperoleh kemudahan dalam pencarian data (searching) di dalam file maka file dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu :
    a. File Induk (Master File)
    File induk ini berisi data-data permanen yang biasanya hanya dibentuk satu kali saja dan kemudian digunakan untuk pengolahan data selanjutnya.
    b. File Transaksi (Detail File)
    File transaksi berisi data-data temporer untuk suatu periode atau untuk suatu bidang kegiatan atau suatu periode yang dihubungkan dengan suatu bidang kegiatan.
    Pemeliharaan file (file maintenance) juga meliputi "peremajaan data" (data updating), yaitu kegiatan menambah catatan baru pada suatu data, mengadakan perbaikan,dan lain sebagainya. Misalnya, dalam hubungan dengan file kepegawaian, sudah tentu sebuah organisasi, entah itu perusahaan atau jawatan, akan menambah pegawainya. Ini berarti ada tambahan data baru mengenai pegawai. Sementara itu, ada pula pegawai yang pensiun atau berhenti bekerja sehingga putus hubungan dengan organisasi. Dengan demikian, data mengenai pegawai yang bersangkutan akan dikeluarkan dari file tersebut. Tidak jarang pula harus dilakukan perubahan terhadap data seorang pegawai, misalnya kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, menikah, pindah alamat, dan lain sebagainya.
  2. Penanganan Data (Data Handling)
    Penanganan data meliputi berbagai kegiatan seperti: pemeriksaan, perbandingan, pemilihan, peringkasan, dan penggunaan. Pemeriksaan data mencakup pengecekan data yang muncul pada berbagai daftar yang berkaitan atau yang datang dari berbagai sumber, untuk mengetahui berbagai sumber dan untuk mengetahui perbedaan atau ketidaksesuaian, pemeriksaan ini dilakukan dengan kegiatan pemeliharaan file (file maintenance).
    Pemilihan (sorting) dalam rangka kegiatan penanganan data mencakup peraturan ke dalam suatu urutan yang teratur, misalnya daftar pegawai menurut pangkatnya, dari pangkat yang tertinggi sampai terendah atau daftar pelanggan dengan menyusun namanya menurut abjad dan lain sebagainya. Peringkasan merupakan kegiatan lain dalam penanganan data. Ini mencakup keterangan pilihan, misalnya daftar pegawai yang telah mengabdikan dirinya kepada organisasi atau perusahaan lebih dari 10 tahun atau daftar pelanggan yang memesan beberapa hasil produksi sekaligus dan lain-lain.
    Pengguna data (data manipulation) merupakan kegiatan untuk menghasilkan informasi. Kegiatan ini meliputi komplikasi tabel-tabel, statistik, ramalan mengenai perkembangan, dan lain sebagainya. Tujuan manipulasi ini adalah menyajikan informasi yang memadai mengenai apa yang terjadi pada waktu yang lampau guna menunjang manajemen, terutama membantu menyelidiki alternatif kegiatan mendatang. Jadi, hasil pengolahan data itu merupakan data untuk disimpan bagi pengunaan di waktu yang akan datang, yakni informasi yang akan disampaikan kepada yang memerlukan atau mengambil keputusan mengenai suatu hal.

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Menurut Sutabri (2012:10)[2], "Secara sederhana suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu".

Menurut Mustakini (2009:34)[3], "Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen. Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu".

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan sistem adalah kumpulan komponen-komponen yang terdiri dari sub-sub sistem yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk menghasilkan output yang diinginkan.

Karakteristik Sistem

Menurut Mustakini (2009:54)[3], suatu sistem mempunyai karakteristik. Karakteristik sistem adalah sebagai berikut ini :

a. Suatu sistem mempunyai komponen-komponen sistem (components) atau subsistem-subsistem.

b. Suatu sistem mempunyai batas sistem (boundary).

c. Suatu sistem mempunyai lingkungan luar (environment).

d. Suatu sistem mempunyai penghubung (interface).

e. Suatu sistem mempunyai tujuan (goal).

Sumber : Mustakini (2009:54)

Gambar 2.1 Karakteristik Suatu Sistem

Menurut Sutabri (2012:20)[2], model umum sebuah sistem adalah input, proses, dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu, sebuah sistem dapat mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapaun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  1. Komponen Sistem (Components)
    Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang seling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar atau sering disebut "super sistem".
  2. Batasan Sistem (Boundary)
    Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
  3. Lingkungan Luar Sistem (Environtment)
    Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan mengganggu kelangsungan hidup sistem tersebut.
  4. Penghubung Sistem (Interface)
    Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsitem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integritas sistem yang membentuk satu kesatuan.
  5. Masukan Sistem (Input)
    Energi yang dimasukan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemelihaaran dan sinyal. Contohnya, di dalam suatu unit sistem komputer, "program" adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan "data" adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
  6. Keluaran Sistem (Output)
    Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsitem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untul pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsistem lain.
  7. Pengolah Sistem (Process)
    Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.
  8. Sasaran Sistem (Objective)
    Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

Klasifikasi Sistem

Menurut Sutabri (2012:22)[2], sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya karena sistem memiliki sasaranyang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya :

  1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
    Sistem abstak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan, sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia, dan lain sebagainya.
  2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
    Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi, terjadinya siang malam, dan pergantian musim. Sedangkan sistem buatn manusia merupakan sistemyang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human machine sistem. Sistem informasi berbasis komputer merupakan contoh human machine sistem karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
  3. Sistem Determinasi dan Sistem Probabilistik
    Sistem yang berinterkasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministic. Sistem komputer adalah contoh dari sistem yang tingkah lakuny dapat dipastikan berdasarkan program-program komputer yang dijalankan. Sedangkan sistem yang bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistic.
  4. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
    Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkunagn luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pihak luar. Sedangkan sistem tebuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem lainnya.

Konsep Dasar Informasi

Definisi Informasi

Menurut Sutabri (2012:29)[2], "Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diinterprestasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan".

Menurut Amin (2012:72)[4], "Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerima dan digunakan untuk mengambil keputusan".

Berdasarkan pendapat yang dikemukan di atas dapat ditarik kesimpulan informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu.

Fungsi Informasi

Menurut Sutabri (2012:31)[2], fungsi utama informasi adalah menambah pengetahuan. Informasi yang disampaikan kepada pemakai mungkin merupakan hasil data yang sudah diolah menjadi sebuah keputusan. Akan tetapi, dalam kebanyakan pengambilan keputusan yang kompleks, informasi hanya dapat menambah kemungkinan kepastian atau mengurangi bermacam-macam pilihan. Informasi yang disediakan bagi pengambil keputusan memberi suatu kemungkinan faktor resiko pada tingkat-tingkat pendapatan yang berbeda.

Siklus Informasi

Menurut Sutabri (2012:33)[2], data diolah melalui suatu model informasi, kemudian si penerima akan menangkap informasi tersebut untuk membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan. Tindakan si penerima menjadi sebuah data baru. Data tersebut akan ditangkap sebagai nput dan diproses kembali lewat suatu model, dan seterusnya sehingga membentuk suatu siklus. Siklus inilah yang disebut "Siklus Informasi" (Information Cycle).

Jenis-jenis Informasi

Menurut Sutabri (2012:34)[2], dapat disimpulkan bahwa informasi dalam manajemen diklasifikasikan berdasarkan aspek-aspek seperti yang akan dipaparkan berikut ini :

  1. Informasi berdasarkan persyaratan
    Suatu informasi harus memenuhi persyaratan sebagaimana dibutuhkan oleh seorang manajer dalam rangka pengambilan keputusan yang harus segera dilakukan. Berdasarkan persyaratan itu informasi dalam manajemen diklasifikasikan sebagai berikut :
    a. Informasi yang tepat waktu
    Pada hakekatnya makna informasi yang tepat waktu adalah sebuah informasi yang tiba pada manajer sebelum suatu keputusan diambil sebab seperti telah diterangkan di muka, informasi adalah bahan pengambilan keputusan. Makna "tepat" disini amat relatif. Bagi manajeryang satu, suatu informasi yang akan datang padanya sehari sebelum pengambilan keputusan mungkin dianggap tepat. Akan tetapi, belum tentu demikian bagi manajer yang lainnya. Bagi manajer lain yang lebih sibuk dan lebih besar ruang lingkup organisasinya, mungkin informasi yang tiba seminggu sebelum pengambilan keputusan akan dimilai tepat.
    b. Informasi yang relevan
    Sebuah informasi yang disampaikan oleh seoarang manajer kepada bawahan harus relevan, yakni ada kaitannya dengan kepentingan pihak penerima sehingga informasi tersebut akan mendapat perhatian. Kadar relevansi informasi dengan kepentingan pihak penerima tidak sama. Ada yang sangat erat kaitannya, ada pula yang sekedar berkaitan saja. Konsekuensinya, semakin erat kaitan suatu informasi dengan kepentingan si penerima, semakin besar perhatian yang ditumpahkan kepadanya. Informasi yang tidak relevan jelas tidak akan mendapat perhatian sama sekali dan si penerima informasi.
    c. Informasi yang benilai
    Yang dimaksud informasi yang bernilai adalah informasi yang berharga untuk suatu pengambilan keputusan. Seperti yang telah dijelaskan di depan, suatu keputusan adalah hasil pilihan dari sejumlah alternatif tersebut, informasi ini akan mempunyai nilai pendukung yang amat berharga dan memliki manfaat bagi suatu pengambilan keputusan.
    d. Informasi yang dapat dipercaya
    Suatu informasi harus dapat dipercaya (realiable) dalam manajemen karena hal ini sangat penting menyangkut citra organisasi, terlebih bagi organisasi dalam bentuk perusahaan yang bergerak dalam persaingan bisnis. Masalah kepercayaan ini senantiasa mendapat perhatian yang seksama dari manajer. Informasi yang disampaikan baik kepada seoarang maupun ke suatu organisasi harus betul-betul diyakini kebenarannya.
  2. Informasi berdasarkan dimensi waktu
    Informasi berdasarkan dimensi waktu ini di klasifikasikan menjadi 2 (dua) macam, yaitu :
    a. Informasi masa lalu
    Informasi jenis ini adalah mengenai peristiwa lampau yang meskipun amat jarang digunakan, namun dalam penyimpanannya pada data storage perlu disusun secara rapih dan teratur. Peraturannya harus sedemikian rupa sehingga dapat disajikan kepada yang memerlukan dala waktu secepat-cepatnya dan dalam keadaan selengkap-lengkapnya. Di negara-negara yang sudah maju, informasi mengenai peristiwa-peristiwa mas lalu banyak yang disimpan dalam bentuk mikro film sehingga tidak memerlukan tempat dan ruangan yang banyak dan untuk memperoleh amat mudah.
    b. Informasi masa kini
    Dan sifatnya sendiri sudah jelas bahwa makna dari informasi masa kini ialah informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi sekarang (current event). Berkat teknologi canggih dalam bentuk komputer, pengelolaan informasi jenis ini dapat dilakukan dengan cepat. Meskipun demikian, dalam manajemen tidak selalu informasi masa kini itu merupakan hasil proses komputer. Sarana produk teknologi mutakhir itu hanya digunakan unuk informasi-informasi tertentu saja. Tidak jarang, informasi diperoleh oleh seorang manajer dengan cara lisan dan tidak formal. Informasi tersebut ternyata mengandung nilai yang sangat penting untuk mengambil suatu keputusan.
  3. Informasi berdasarkan sasaran
    Informasi berdasarkan sasaran adalah informasi yang ditunjukan kepada seorang atau kelompok orang, baik yang terdapat di dalam organisasi maupun di luar organisasi. Informasi jenis ini diklasifikasikan sebagai berikut :
    a. Informasi individual
    Informasi individual (individual information) ialah informasi yang ditunjukan kepada seseoarang yang mempunyai fungsi sebagai pembuat kebijaksaan (policy maker) dan pengambil keputusan (decision maker) atau kepad seorang yang diharapkan dari padanya tanggapan terhadap informasi yang diperolehnya. Informasi jenis ini disampaikan secara tatap muka (face to face) atau melalui telepnatau dengan perantara surat,tergantung macam informasi yang disampaikan dan tergantung waktu yang diperlukan untuk memperoleh tanggapan.
    b. Informasi komunitas
    Informasi komunitas (community information) adalah inforomasi yang ditunjukan kepada khalayak di luar organisasi, suatu kelompok tertentu di masyarakat. Informasi komunitas yang disampaikan oabrik rokok Gudang Garam hanya tertuju kepada sekelompok orang yang suka merokok saja, termasuk perokok merk Gudang Garam. Informasi komunitas yang disebarkan PLN mengenai kenaikan tarif listrik ditujukan hanya kepada pelanggannya. Demikian pula, informasuk tentang pemulihan iuran televisi yang pernah dijadikan keputusan Departemen Penerangan tertuju hanya kepada sekelompok orang-orang yang memiliki pesawar televisi saja, tidak seluruh masyarakat.

Nilai Informasi

Menurut Sutabri (2012:37)[2], nilai informasi ditentukan oleh 2 (dua) hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaat lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah tertentu dengan biaya untuk memperolehnya karena sebagian besar informasi dinikmati tidak hanya satu pihak di dalam perusahaan.

Lebih lanjut, sebagian informasi tidak dapat persis ditafsir keuntungannya dengan suatu nilai uang, tetapi dapat ditafsir nilai efektifitasnya.pengukuran nilau informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectivess atau cost benefit. Nilai informasi ini didasarkan atas 10 (sepuluh) sifat, yaitu:

  1. Mudah diperoleh
    Sifat ini menujukan informasi dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Kecepatan memperoleh dapat diukur, misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi, beberapa nilainya bagi pemakai informasi sulit mengukurnya.
  2. Luas dan lengkap
    Sifat ini menujukan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat kabur, karena itu sulit mengukurnya.
  3. Ketelitian
    Sifat ini menunjukan minimnya kesalahan dalam informasi. Dalam hubungannya dengan volumedata yang besar biasanya terjadi dua jenis kesalahan, yakni kesalahan pencatatan dan kesalahan perhitungan.
  4. Kecocokan
    Sifat ini menunjukan seberpa baik keluaran informasi dalam hubungan dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi. Semua keluaran lainnya tidak berguna tetapi mahal mempersiapkan. Sifat ini sulit mengukurnya.
  5. Ketepatan waktu
    Menunjukan tak ada keterlambatan jika ada yang sedang ingin mendapatkan informasi. Masukan, pengolahan, dan pelaporan keluaran kepada pemakai biasanya tepat waktu. Dalam beberapa hal, ketepatan waktu dapat diukur. Misalnya berapa banyak penjualan dapat ditambah dengan memberikan tanggapan segera kepada permintaan langganan mengenai tersediaannya barang-barang inventaris.
  6. Kejelasan
    Sifat ini menunjukan keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas. Membetulkan laporan dapat memakan biaya yang besar. Beberapa biaya yang diperlukan untuk memperbaiki laporan tersebut.
  7. Keluwesan
    Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikan keluaran informasi tidak hanya dengan beberapa keputusan, tetapi juga dengan beberapa pengambilan keputusan. Sifat ini sulit diukur, tetapi dalam banyak hal dapat diberikan nilai yang dapat diukur.
  8. Dapat dibuktikan
    Sifat ini menunjukan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
  9. Tidak ada prasangka
    Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
  10. Dapat diukur
    Sifat ini menunjukan hakikat informasi yang dihasilkan dari sistem informasi formal. Meskipun kabar angin, desas-desus, dugaan-dugaan, dan sebagainya sering dianggap informasi, hal-hal tersebut berada diluar lingkup pembicaraan kita

Kualitas Informasi

Menurut Sutabri (2012:41)[2], kualitas suatu informasi tergantung dari 3 (tiga) hal, yaitu :

  1. Akurat (Accurate)
    Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena biasanya dari sumber informasi sampai penerima informasi ada kemungkinan terjadi gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.
  2. Tepat Waktu (Timeline)
    Informasi yang datang pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat maka dapat berakibat fatal bagi organisasi. Dewasa ini, mahalnya informasi disebabkan karena harus cepatnya informasi tersebut dikirim atau didapat sehingga diperlukan teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan.
  3. Relevan (Relevance)
    Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk orang suatu dengan yang lain berbeda, misalnya informasi sebab musibah kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan apabila ditunjukan kepada ahli teknik perusahaan. Sebaliknya, informasi menenai harga pokok produksi untuk ahli teknik merupakan informasi yang kurang relevan, tetapi akan sangat relevan untuk seorang akuntan perusahaan.

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Menurut Sutabri (2012:46)[2], "Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan".

Menurut Mustakini (2009:33)[3], "Sistem informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan informasi".

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari pengumpulan, pemasukan, pemrosesan data, penyimpanan, pengolahan, pengendalian, dan pelaporan sehingga tercapai sebuah informasi yang mendukung pengambilan keputusan didalam suatu organisasi untuk dapat mencapai sasaran dan tujuannya.

Komponen Sistem Informasi

Menurut Mustakini (2009:43)[3], input merupakan data yang masuk ke dalamsistem informasi. Komponen ini perlu ada karena merupakan bahan dasar dalam pengolahan informasi. Sistem informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi jika tidak mempunyai komponen input. Jika sistem informasi tidakpernah mendapatkan inptu, tetapi dapat menghasilkan output, ini merupakan hal yang ajaib. Input yang masuk ke dalam sistem informasi dapat langsung diolah menjadi informasi atau jika belum dibutuhkan sekarang dapat disimpan terlebih dahulu di storage dalam bentuk database.

SumberMustakini (2009:43)

Gambar 2.2 Komponen Dari Sistem Informasi

Menurut Sutabri (2012:47)[2] sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. Sistem informasi terdiridari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building block), yang terdiri dari:

  1. Blok Masukan (Input Block)
    Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input yang dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
  2. Blok Model (Model Block)
    Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
  3. Blok Keluaran (Output Block)
    Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
  4. Blok Teknologi (Technology Block)
    Teknologi merupakan "tool box" dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mnegirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 (tiga) bagian utama, yaitu teknisi, perangkat lunak, dan perangkat keras.
  5. Blok Basis Data (Database Block)
    Basis data merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).
  6. Blok Kendali (Control Block)
    Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan, kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Tujuan Sistem Informasi

Menurut Mustakini (2009:36)[3], "Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi". Untuk dapat berguna, maka informasi harus didukung oleh tiga pilar, sebagai berikut : tepat kepada orangnya atau relevan (relevance), tepat waktu (timeline), dan tepat nilainya atau akurat (accurate). Keluaran yang tidak didukung oleh ketiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang berguna, tetapi merupakan sampah (garbage).

Sumber Mustakini (2009:36)

Gambar 2.3 Pilar-Pilar Informasi Yang Berguna

Metode Penelitian

Tahapan Pengumpulan Data

Menurut Rapina (2011:15)[5], teknik pengumpulan data, yaitu:

  1. Studi Lapangan
    Yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung pada perusahaan yang bersangkutan untuk memperoleh data primer dan informasi yang dibutuhkan, dengan cara :
    a. Observasi
    Observasi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung ke tempat yang dijadikan objek penelitian.
    b. Wawancara
    Wawancara merupakan salah satu teknik untuk mengumpulkan data dengan cara menanyakan secara langsung kepada pihak yang berkaitan dengan penelitian.
    c. Dokumentasi
    Dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan semua hal yang diperlukan yang dapat menunjang keberhasilan penelitian.
  2. Studi Kepustakaan
    Yaitu mencari dan mengumpulkan bahan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti untuk memperoleh data sekunder dengan membaca, mempelajari, dan mendalami literatur-literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan teknik pengumpulan data, yaitu:

  1. Observasi
    Teknik penelitian yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara langsung dalam perusahaan untuk mendapatkan data-data yang berhubungan dengan pembahasan penelitian yang dilakukan.
  2. Wawancara
    Teknik penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dengan cara menanyakan secara langsung kepada pihak yang berkaitan dengan penelitian.
  3. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
    Penelitian yang di lakukan dengan cara mempelajari dan mengumpulkan bahan-bahan kepustakaan, dan literatur-literatur yang ada kaitannya dengan penulisan skripsi ini.

Tahapan Analisa Sistem

Menurut Murad (2013:51)[6], tahap analisis merupakan tahap dalam mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai sistem yang diteliti dengan melakukan metode-metode pengumpulan data sehingga ditemukan kelebihan dan kekurangan sistem serta user requirement. Selain itu, tahap ini juga dilakukan untuk mencari pemecah masalah dan menganalisa bagaimana sistem akan dibangun untuk memecahkan masalah pada sistem sebelumnya.

Menurut Sutabri (2012:220)[2], proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan alternatif pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru atau sistem yang akan diusulkan dan dimodifikasi. Adapun tujuan utama dari tahap analisis sitem ini adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi-fungsi manajerial di dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan.
  2. Membantu para pengambil keputusan, yaitu para pemimpin, untuk mendapatkan bahan perbandingan sebagai tolak ukur hasil yang telah dicapainya.
  3. Mengevaluasi sistem-sistem yang telah ada dan berjalan sampai saat ini, baik pengolahan data maupun pembuatan laporannya.
  4. Merumuskan tujuan-tujuan yang ingin dicapai berupa pola pengolahan data dan pembuatan laporan yang baru.
  5. Menyusun suatu tahap rencana pengembangan sistem dan penerapannya serta perumusan langkah dan kebijaksanaan.

Selama tahap analisis sistem, analis sistem terus bekerja sama dengan manajer, dan komite pengarah terlibat dalam titik yang penting. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan pada tahap analisis sistem adalah sebagai berikut :

  1. Mengumumkan penelitian sistem
    Ketika perusahaan menerapkan aplikasi komputer baru manajemen mengambil langkah untuk memastikan kerjasama dari para pekerja. Perhatian mula-mula ditunjukan pada kekhawatiran pegarawai mengenai cara komputer mempengaruhi kerja mereka.
  2. Mengorganisasikan tim proyek
    Tim proyek yang akan melakukan penelitian sistem dikumpulkan. Banyak perusahaan mempunyai kebijakan menjadi pemakai dan bukan spesialis informasi sebagai pemimpin proyek. Agar proyek berhasil, pemakai perlu berperan aktif daripada hanya pasif.
  3. Mendefinisikan kebutuhan informasi
    Analisis mempelajari kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam berbagai kegiatan pengumpulan informasi, wawancara perorangan, pengamatan, pencarian catatan, dan survey.
  4. Mendefinisikan kriteria kinerja sistem
    Setelah kebutuhan informasi manajer didefinisikan, langkah selanjutnya adalah menspesifikasikan secara tepat apa yang harus dicapai oleh sistem, yaitu kriteria kinerja sistem.
  5. Menyiapkan usulan rancangan
    Analisis sistem memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan untuk meneruskan atau menghentikan untuk kedua kalinya. Disini manajer harus menyetujui tahap rancangan dan dukungan bagi keputusan itu termasuk di dalam usulan rancangan.
  6. Menyetujui atau menolak rancangan proyek
    Manajer dan komite sistem mengevaluasi usulan rancangan dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak. Dalam beberapa kasus, tim mungkin dimintas melakukan analisis lain dan menyerahkan kembali atau proyek mungkin ditinggalkan. Jika persetujuan diberikan, proyek akan maju ke tahap rancangan.

Menurut Rizky (2011:113)[7], analisa kebutuhan sebuah perangkat lunak atau requirement analysis adalah proses untuk mempelajari kebutuhan pengguna yang datang pada definisi dari sistem, perangkat keras serta kebutuhan perangkat lunak. SRS sebagai hasil analisa kebutuhan perangkat lunak. SRS adalah dokumentasi dari kebutuhan pokok (fungsi, kinerja hambatan desain, dan atribut) dari perangkat lunak dan antar muka eksternal dari perangkat lunak tersebut.

SumberRizky (2011:113)

Gambar 2.4 Aspek Software Requirement System

SRS sendiri sebagai hasil dari analisa kebutuhan perangkat lunak harus memperhatikan lima hal penting didalamnya :

  1. Fungsi dari perangkat lunak
    Apa yang nanti akan dilakukan oleh perangkat lunak tersebut dan apakah fungsi utama yang diharapkan mucul didalam SRS.
  2. Antar muka eksternal
    Bagaimana hubungan perangkat lunak dengan pengguna perangkat keras yang akan digunakan serta pengaruh dengan perangkat lunak lainnya.
  3. Kinerja
    Bagaimana kinerja yang diharapkan dari perangkat lunak tersebut, baik dari sisi keamanan, kecepatan, kemampuan serta waktu respon terhadap masalah yang ditimbulkan.
  4. Atribut
    Apakah dengan atribut yang terkait dalam perangkat lunak tersebut, dari sisi pemeliharaan ataupun kebenaran dari input serta output yang diharapkan.
  5. Kendala desain
    Apakah terdapat batasan khusus yang hasrus ada di dalam desain perangkat luak, seperti masalah kultur, peraturan organisasi dan keterbatasan perangkat keras yang dimiliki.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan analisis sistem dilakukan untuk memproses data yang dikumpulkan sehingga mendapatkan gambaran mengenai pengguna sistem, fungsi yang harus dijalankan oleh sistem, input yang dibutuhkan sistem, serta output yang dihasilkan oleh sistem baru.

Tahapan Perancangan Sistem

Menurut Nasution (2012:118)[8], "Desain atau perancangan adalah tahapan dimana dimulai analisa mengenai bentuk input sistem, rancangan database, output sistem dan skema alur kerja program".

Menurut Sutabri (2012:225)[2], tahap rancangan sistem dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu rancangan sistem secara umum dan rinci. Adapun tujuan utama dari tahap rancangan sistem ini adalah sebagai berikut :

  1. Melakukan evaluasi serta merumuskan pelayanan sistem yang baru secara rinci dan menyeluruh dari masing-masing bentuk informasi yang akan dihasilkan.
  2. Mempelajari dan mengumpulkan data untuk disusun menjadi sebuah struktur data yang teratur sesuai dengan sistem yang akan dibuat yang dapat memberikan kemudahan dalam pemrograman sistem serta keluwesan atau fleksibilitas keluaran informasi yang dihasilkan.
  3. Penyusunan perangkat lunak sistem yang akan berfungsi sebagai sarana pengolahan data dan sekaligus penyaji informasi yang dibutuhkan.
  4. Menyusun kriteria tampilan informasi yang akan dihasilkan secara keseluruhan sehingga dapat memudahkan dalam hal pengindentifikasian, analisis, dan evaluasi terhadap aspek-aspek yang ada dalam permasalahan sistem yang lama.
  5. Penyusunan buku pedoman (manual) tentang pengoperasian perangkat lunak sistem yang akan dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan pelatihan serta penerapan sistem sehingga sistem tersebut dapat dioperasikan oleh organisasi atau instansi yang bersangkutan.

Adapun langkah-langkah umum yang harus dilakukan pada tahap rancangan sistem adalah sebagai berikut :

  1. Menyiapkan rancangan sistem yang terperinci
    Analis bekerja sama dengan pemakai mendokumentasikan rancangan sistem baru dengan alat yang dijelaskan dalam modul teknis. Beberapa alat memudahkan analis untuk menyiapkan dokumentasi secara to-down, dimulai dengan gambaran besar secara bertahap mengarah lebih terinci.
  2. Mengindentifikasikan berbagai alternatif konfigurasi sistem
    Sekarang analis harus mengidentifikasikan konfigurasi (bukan merek atau model) peralatan komputer yang akan memberikan hasil terbaik bagi sistem untuk menyelesaikan pemrosesan. Identifikasi merupakan suatu proses yang berurutan, dimulai dengan identifikasi berbagai kombinasi yang dapat menyelesaikan setiap tugas.
  3. Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem
    Analis bekerjasama dengan manajer, mengevaluasi berbagai alternatif. Alternatif yang dipilih adalah yang paling memungkinkan subsistem memenuhi kriteria kinerja dengan kendala yang ada. Dengan memakai sistem pemasukan pesanan sebagai contoh, anggaplah bahwa pilihannya adalah alternatif tiga. Tiga subsistem yang lain yaitu persediaan, penagihan, dan piutang dievaluasi dengan cara yang sama.
  4. Memilih konfigurasi yang terbaik
    Analis mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dan menyesuaikan kombinasi peralatann sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal. Setelah selesai, analisa membuat rekomendasi kepada manajer untuk disetujui. Saat manajer menyetujui konfigurasi tersebut, persetujuan selanjutnya dilakukan oleh komite pengarah.
  5. Menyiapkan usulan penerapan
    Analis menyiapkan usulan penerapan yang mengikhtisarkan tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan dan biayanya.
  6. Menyetujui atau menolak penerapan sistem
    Keputusan untuk terus pada tahap penerapan ini sangat penting karena usaha ini akan sangat berpengaruh terhadap jumlah orang yang terlibat. Jika keuntungan yang diharapkan dari sistem melebihi biaya, penerapan akan disetujui.

Munurut Rizky (2011:140)[7], "Perancangan adalah sebuah proses untuk mendefinisikan sesuatu yang akan dikerjakan dengan menggunakan teknik yang bervariasi serta didalamnya melibatkan deskripsi mengenai arsitektur serta detail komponen dan juga keterbatasan yang akan dialami dalam proses pengerjaannya".

Perancangan perangkat lunak merupakan sebuah proses yang berkelanjutan dari analisa dan di salamnya melakukan identifikasi hasil analisa serta menghasilkan konsep dasar untuk kepentingan pengembangan perangkat lunak.

SumberRizky (2011:140)

Gambar 2.5RelasiAntara Analisa dan Perancangan

Meski dikatakan bahwa perancangan perangkat lunak adalah sebuah proses kreatif dan dianggap sebagai sebuah "seni" yang dapat memiliki penilaian yang bias, tetapi terdapat beberapa acauan umum untuk dapat mengatakan bahwa hasil perancangan tersebut sebagai hasil perancangan yang baik :

  1. Hasil perancangan harus mengimplementasikan hasil analisa secara eksplisit dan memenuhi kebituhan pengguna secara implisit.
  2. Hasil perancangan harus daat dimengerti oleh pihak pengembang perangkat lunak yang akan mengimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman.
  3. Hasil perancangan harus menyediakan gambaran yang lengkap mengenai perangkat lunak yang akan dibuat, baik dari segi data, fungsi serta perilaku yang akan dijalankan oleh perangkat lunak tersebut.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis sistem, maka dibuat suatu rancangan dalam bentuk diagram-diagram UML, sehingga rancangan sistem lebih mudah dipahami, baik bagi pengembang sistem maupun pengguna sistem.

Tahapan Implementasi Sistem

Menurut Murad (2013:52)[6], "Tahap ini merupakan tahapan dalam pengimplementasikan sistem yang sudah dirancang dan dilakukan pengujian secara unit, agar dapat mengetahui kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam sistem dan segera dilakukan perbaikan".

Menurut Nasution (2012:118)[8], "Implementasi atau pengujian adalah tahapan dimana software yang telah selesai dikembangkan dilakukan pengujian dengan metode blackbox agar semua komponen sistem apakah sesuai dengan analisis kebutuhan pada awal perancangan".

Menurut Sutabri (2012:229)[2], setelah sistem dianalisis dan dirangcang dengan menggunakan teknologi yang sudah diseleksi dan dipilih maka tiba saatnya bagi sistem tersebut untuk diimplementasikan. Adapun tujuan utama dari tahap implementasi sistem ini adalah sebagai berikut :

  1. Pengkajian mengenai rangkaian sistem, perangkat lunak, dan perangkat keras dalam bentuk sistem jaringan informasi terpusat agar dapat diperoleh sebuah bangunan atau arsitektur sistem informasi.
  2. Melakukan uji coba perangkat lunak sistem sebagai pengolah data sekaligus penyaji informasi yang dibutuhkan.

Tahap penerapan merupakan kegiatan untuk memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja secara simultan dan berkesinambungan. Adapun langkah-langkah secara umum yang harus dilakukan pada tahap implementasi sistem adalah sebagai berikut :

  1. Merencanakan penerapan
    Karena hanya tinggal satu tahap pengembangan yang tersisa sebelum sistem baru digunakan, manajer dan spesialis informasi harus memahami dengan baik pekerjaan yang diperlukan untuk menerapkan rancangan sistem. Mereka dapat menggunakan pengertahuan ini untuk mengembangkan rencana penerapan yang sangat rinci.
  2. Mengumumkan penerapan
    Penerapan proyek diumumkan kepada para pegawai dengan cara yang sama seperti pada penelitian sistem. Tujuan pengumuman ini adalah menginformasikan kepad pegawai mengenai keputusan untuk menerapkan sistem baru dan meminta kerjasama pegawai.
  3. Mendapatkan sumber daya perangkat keras
    Rancangan sistem disediakan bagi para pemasok berbagai jenis peralatan komputer yang terdapat pada konfigurasi yang disetujui. Setiap pemasok diberikan Request For Proposal. Penjelasan dari rancangan sistem memungkinkan pemasok untuk memilih unit komputer yang terbaik untuk melakukan tugas tersebut. Ketika para pemasok bersaing untuk mendapatkan pesanan, mereka masing-masing menyiapkan usulan tertulis.
  4. Mendapatkan sumber daya perangkat lunak
    Saat perusahaan memutuskan untuk menciptakan sendiri perangkat lunak aplikasinya, programmer menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sitem sebagai titik awal. Programmer dapat menyiapkan dokumentasi yang lebih rinci, seperti bahasa inggris tersruktur atau bagan arus program. Pengkodean dilakukan dan program diuji. Hasil akhirnya adalah software library dari program aplikasi. Jika perangkat lunak aplikasi jadi dibeli, pemilih pemasok peangkat lunak dapat mengikuti prosedur yang sama seperti yang digunakan untuk memilih pemasok perangkat keras yaitu RFP dan usulan.
  5. Menyiapkan database
    DBA bertanggung jawab untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan data dan ini mencakup persiapan database. Dalam beberapa kasus, perlu dikumpulkan data baru dan dalam kasus ini, data yang telah ada perlu dibentuk kembali sehingga sesuai dengan rancangan sistem baru. Tugas ini dilaksanakan dan data dimasukan dalam database. Jika perusahaan belum menggunakan sistem manajemen database, DBA akan berperan penting dalam pemilihan perangkat lunak itu.
  6. Menyiapkan fasilitas fisik
    Jika perangkat keras dari sistem baru tidak sesuai dengan fasilitas yang ada, perlu dilakukan konstruksi baru atau perombakan. Ruang komputer yang menyimpan mainframe atau komputer mini berskala besar merupakan kombinasi yang rumit. Pembangunan fasilitas tersebut dapat menjadi tugas berar dan harus dijadwalkan sehingga sesuai dengan keseluruhan rencana proyek.
  7. Mendidik peserta dan pemakai
    Sistem baru kemungkinan besar akan mempengaruhi banyak orang. Beberapa orang akan membuat sistem bekerja. Mereka ini disebut dengan peserta, yang meliputi operator pemasukan data, pegawai coding, dan pegawai adaministrasi lainnya. Orang lain akan menggunakan output sistem. Semuanya harus dididik tentang peran mereka dalam sistem. Pendidikan harus dijadwalkan jauh setelah siklus hidup dimulai, tepat sebelum bahan yang dipelajari.
  8. Masuk ke sistem baru
    Proses penghentian penggunaan sistem lama dan memulai penggunaan sistem baru disebut Cut Over. Ada empat pendekatan dasar, yaitu : percontohan, serentak, bertahap, dan paralel.

Teori Khusus

Konsep Dasar Waterfall

Menurut Nasution (2012:118)[8], dalam membangun dan mengembangan aplikasi ini menggunakan metode waterfall. "Waterfall merupakan salah satu metode pengembangan sistem informasi yang bersifat sistematis dan sekuensial, artinya setiap tahapan dalam metode ini dilakukan secara berurutan dan berkelanjutan".

Menurut Rizky (2011:61)[7], waterfall model sebagai salah satu teori dasar dan seakan wajib dipelajari dalam konteks siklus hidup perangkat lunak, merupakan sebuah siklus hidup yang terdiri dari mulai fase hidup perangkat lunak sebelum terjadi hingga pasca produksi. Waterfall model memiliki definisi sendiri bahwa sebuah hidup perangkat lunak memiliki sebuah proses yang linear dan sekuensial.

SumberRizky (2011:61)

Gambar 2.6 WaterfallLife Cycle

Dalam buku ini menganut paham bahwa waterfall model memiliki enam tahapan, yakni :

  1. Definisi kebutuhan (Requirement Definition)
  2. Desain sistem dan perangkat lunak (Software Design and System)
  3. Implementasi dan testing unit (Implementation and Unit Testing)
  4. Integrasi dan testing sistem (Integration and Systen Testing)
  5. Uji coba (Testing)
  6. Operasional dan pemeliharaan (Operation and Maintenance)

Menurut Irwansyah (2012:16)[9], penjelasan dari tahap-tahap waterfall model adalah sebagai berikut :

  1. Perancangan Sistem (SystemEnginering)
    Perancangan sistem sangat diperlukan, karena piranti lunak biasanya merupakan bagian dari suatu sistem yang lebih besar. Pembuatan sebuah piranti lunak dapat dimulai dengan melihat dan mencari apa yang dibutuhkan oleh sistem. Dari kebutuhan sistem tersebut akan diterapkan kedalam piranti lunak yang dibuat.
  2. Analisa Kebutuhan Piranti Lunak (SoftwareRequirementAnalysis)
    Merupakan proses pengumpulan kebutuhan piranti lunak. Untuk memahami dasar dari program yang akan dibuat, seorang analisis harus mengetahui ruang lingkup informasi, fungsi-fungsi yang dibutuhkan, kemampuan kinerja yang ingin dihasilkan dan perancangan antarmuka pemakai piranti lunak tersebut.
  3. Perancangan (Design)
    Perancangan piranti lunak merupakan proses bertahap yang memfokuskan pada empat bagian penting, yaitu: struktur data, arsitektur piranti lunak, detil prosedur, dan karakteristik antarmuka pemakai.
  4. Pengkodean (Coding)
    Pengkodean piranti lunak merupakan proses penulisan bahasa program agar piranti lunak tersebut dapat dijalankan oleh mesin.
  5. Pengujian (Testing)
    Proses ini akan menguji kode program yang telah dibuat dengan memfokuskan pada bagian dalam piranti lunak. Tujuannya untuk memastikan bahwa semua pernyataan telah diuji dan memastikan juga bahwa input yang digunakan akan menghasilkan output yang sesuai. Pada tahap ini pengujian dibagi menjadi dua bagian, pengujian internal dan pengujian eksternal. Pengujian internal bertujuan menggambarkan bahwa semua statement sudah dilakukan pengujian, sedangkan pengujian eksternal bertujuan untuk menemukan kesalahan serta memastikan output yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.
  6. Pemeliharaan (Maintenance)
    Proses ini dilakukan setelah piranti lunak telah digunakan oleh pemakai atau konsumen. Perubahan akan dilakukan jika terdapat kesalahan, oleh karena itu piranti lunak harus disesuaikan lagi untuk menampung perubahan kebutuhan yang diinginkan konsumen.

Yii Framework

Yii adalah framework (kerangka kerja) PHP berbasis-komponen, berkinerja tinggi untuk pengembangan aplikasi Web berskala-besar. Yii adalah free software dengan lisensi BSD licence, aplikasi web framework open-sourceyang ditulis dengan PHP5. Yii menyediakan reusability maksimum dalam pemrograman Web dan mampu meningkatkan kecepatan pengembangan secara signifikan. Nama Yii (dieja sebagai /i:/) singkatan dari "Yes It Is!".

Yii mengimplementasikan pola desain model-view-controller (MVC), yang diadopsi secara luas dalam pemrograman Web. MVC bertujuan untuk memisahkan logika bisnis dari pertimbangan antarmuka pengguna agar para pengembang bisa lebih mudah mengubah setiap bagian tanpa mempengaruhi yang lain. Dalam MVC, model menggambarkan informasi (data) dan aturan bisnis; view (tampilan) berisi elemen antar muka pengguna seperti teks, input form; sementara controller mengatur komunikasi antar model dan view.

Selain implementasi MVC, Yii juga memperkenalkan front-controller(controller-depan), yang disebut Application, yang mengenkapsulasi konteks eksekusi untuk memproses sebuah request. Application mengumpulkan beberapa informasi mengenai request pengguna dan kemudian mengirimnya ke controller yang sesuai untuk penanganan selanjutnya.

Diagram berikut memperlihatkan struktur statis sebuah aplikasi Yii :

Gambar 2.7 Struktur Statis Aplikasi Yii (Yii, 2012)

Fitur Yii Framework

Menurut pengembang dan komunitas Yii Framework dari situs web resminya, berikut ini adalah fitur yang terdapat pada Yii:(Yii, 2013)

  1. Menggunakan pola MVC.Yii mengadopsi pola standar pengembangan aplikasi yang memisahkantampilan (view), logika program (controller), dan modelnya (model).
  2. Data Access Objects (DAO), Query Builder, Active Record, dan DB Migration.Yii memungkinkan pengembangmenggunakanberbagai model database dengan objek yang dapat mengurangikompleksitas menulis pernyataan SQL berulang serta memudahkan interaksi antardatabase.
  3. Form input dan validasi.Yii menyediakan form input dan validasi yang memudahkanpengembang untuk bekerja dengan form dan melakukan validasi input dari form.
  4. AJAX Widget.Yii menyediakan AJAXwidgetyang terintegrasi dengan jQuery,berupa kontrol yang memiliki fungsi seperti auto complete, treeview, data grid danlain-lain.
  5. Authenticationdanauthorization. Dukungan autentikasi dan autorisasi internal sehingga memudahkan pengembanganaplikasi dengan fitur autentikasi dan autorisasi.
  6. Skin dan theme.Yii mengimplementasikan skin dan theme yang memudahkan pengembangan aplikasi dalam merancang tampilan aplikasi.
  7. Internationalization (I18N) danlocalization (L10N).Yii mendukung pengembangan aplikasi dalam multi bahasa dan lokasi sepertipenggunaan waktu dan tanggal dan terjemahan antarmuka.
  8. Web Services. Yii mendukung manajemen penanganan layananweb services.
  9. Skema layer cache. Yii mendukung layer cache untuk cache data, cache halaman, dankeseluruhan aplikasi sehingga dapat meningkatan performa dengan beragam pilihanmedia cache. Penggunaan media cache seperti database, APC, memcache, dansebagainya diatur tanpa melakukan perubahan besar pada kode.
  10. Penanganan error dan logging, sehingga memudahkan pengembangan dalam melakukan debuging aplikasi dalam masapengembangan aplikasi.
  11. Keamanan. Yii dilengkapi dengan langkah-langkah keamanan untuk membantu mencegah aplikasiWeb dari serangan seperti SQL injection,cross-site scripting (XSS), cross-site request forgery (CSRF), dan cookie tampering.
  12. Pengujian unit danfungsional. Yii menyediakan dukungan untuk menulis dan menjalankanpengujian unit serta pengujian fungsional, menggunakan PHPUnit dan Selenium.
  13. Penghasil kode otomatis. Yii menyediakan penggunaan beragam perintah otomatis seperti meng-generate struktur dasar aplikasi,model,dan CRUD.
  14. Librari ekstension. Yii menyediakan dukungan ekstensi dan komponen tambahan sehingga beragam fitur tambahan dapat ditambahkan.

Alur Kerja Pengembangan

Alur kerja umum untuk pengembangan aplikasi web menggunakan Yii framework sebagai berikut:

  1. Membuat kerangka struktur direktori. Tool bernama yiic dapat dipakai untuk mempercepat langkah ini.
  2. Mengkonfigurasi aplikasi. Ini dilakukan dengan memodifikasi file konfigurasi aplikasi. Langkah ini juga memerlukan penulisan beberapa komponen aplikasi (misalnya komponen pengguna).
  3. Membuat sebuah kelas model untuk setiap tipe data yang diatur. Tool Gii dapat digunakan untuk men-generate code kelas active record secara otomatis untuk setiap tabel database.
  4. Membuat kelas controller untuk setiap jenis permintaan pengguna. Bagaimana untuk mengklasifikasikan permintaan pengguna tergantung pada kebutuhan sebenarnya. Secara umum, jika perlu diakses oleh pengguna, kelas model harusmemiliki kelas controller terkait. Piranti Gii dapat mengotomatisasi langkah ini juga.
  5. Mengimplementasikan aksi dan view terkait.
  6. Mengkonfigurasi aksi yang diperlukan filter dalam kelas.
  7. Membuat tema jika fitur tema diperlukan.
  8. Membuat pesan terjemahan jika internasionalisasi diperlukan.
  9. Memilih data dan view yang dapat di-cache dan menerapkan teknik caching yang sesuai.
  10. Terakhir, optimasi dan deployment.

Konsep Dasar UML (Unified Modeling Language)

Definisi UML

Menurut Nugroho (2010:6)[10], "UML (Unified Modeling Language) adalah perangkat lunak yang berparadigma "berorientasi objek". Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami".

Menurut Alim (2012:30), "Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa standar yang digunakan untuk menulis blueprint perangkat lunak. UML dapat digunakan untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan mendokumentasikan artifak dari sistem perangkat lunak".

Menurut Rusdah (2011:53)[11] , "UML adalah bahasa yang digunakan untuk mem-visualisasikan, mendefinisikan, membangun dan membuat dokumen dari arsitektur perangkat lunak. UML dapat digunakan pada semua proses melalui metodologi pengembangan perangkat lunak dan melakukan implementasinya pada teknologi yang berbeda".

Dengan menggunakan UML dapat membantu tim dari sebuah proyek untuk berkomunikasi, memeriksa potensi rancangannya dan menyetujui arsitektur rancangan dari proyek software tersebut. Unified Modeling Language mempunyai beberapa tujuan, yaitu:

  1. Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum.
  2. Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa.
  3. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam permodelan.

Jenis-Jenis Diagram UML

  1. Use Case
    Menurut Murad (2013:57)[6], "Diagram Use Case adalah diagram yang bersifat status yang memperlihatkan himpunan use case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini memiliki 2 fungsi, yaitu mendefinisikan fitur apa yang harus disediakan oleh sistem dan menyatakan sifat sistem dari sudut pandang user".
  2. Activity Diagram
    Menurut Murad (2013:53)[6], "Activity diagram merupakan diagram yang bersifat dinamis. Activity diagram adalah tipe khusus dari diagram state yang memperlihatkan aliran dari suatu aktifitas ke aktifitas lainnya dalam suatu sistem dan berfungsi untuk menganalisa proses".
    Menurut Vidia (2013:20), "Activity diagram dibuat berdasarkan aliran dasar dan aliran alternatif pada skenario use case diagram. Pada activity diagram digambarkan interaksi antara aktor pada use case diagram dengan sistem".
    Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa activity diagram dibuat berdasarkan use case diagram yang telah dibuat, maka dapat digambarkan activity diagram yang menggambarkan alur kerja untuk setiap use case.
  3. Sequence Diagram
    Menurut Vidia (2013:21), "Sequence diagram dibuat berdasarkan activity diagram dan class diagram. Sequence diagram menggambarkan aliran pesan yang terjadi antar kelas yang dideskripsikan pada class diagram dengan menggunakan operasi yang dimiliki kelas tersebut. Untuk aliran pesan, sequence diagram merujuk pada alur sistem activity diagram yang telah dibuat sebelumnya".
  4. Class Diagram
    Menurut Vidia (2013:21), "Class diagram dibuat berdasarkan use case diagram dan activity diagram".
    Berdasarkan pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa class diagram memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolaborasi-kolaborasi, serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada pemodelan sistem berorientasi objek.

Konsep Dasar Database

Definisi Database

Menurut Martono, dkk (2009:307)[12], "Database adalah kumpulan data dari penempatan tenaga kerja yang saling terkait dan mempengaruhi sesuai dengan tingkat kepentingannya sehingga data tersebut terintegrasi dan independence".

Menurut Prasetio (2012:181)[13], "Database adalah sebuah struktur yang umumnya dikategorikan dalam 2 (dua) hal, sebuah database flat dan sebuah database relasional. Database relasional lebih disukai karena lebih masuk akal dibandungkan database flat".

Menurut Mustakini (2009:46)[3], "Database adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yanglainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasi".

Dari definisi ini, terdapat tiga hal yang berhubungan dengan database, yaitu sebagai berikut ini:

  1. Data itu sendiri yang diorganisasikan dalam bentuk database.
  2. Simpanan permanen (storage) untuk menyimpan database tersebut. Simpanan ini merupakan bagian dari teknologi perangkat keras yang digunakan di sistem informasi. Simpanan permanen yang umumnya digunakan berupa hard disk.
  3. 3. Perangkat lunak untuk memanipulasi database. Perangkat lunak ini dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bahasa pemrograman komputer atau dibeli dalam bentuk suatu paket. Banyak paket perangkat lunak yang disediakan untuk memanipulasi databse. Paket perangkat lunak ini disebut dengan DBMS (Database Management System).

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi informasi dari basis data tersebut.

Jenis Database Yang Digunakan

  1. Web server
    Menurut Anhar (2010:4)[14], definisi web server adalah sebagai berikut:
    Web server adalah aplikasi yang berfungsi untuk melayani permintaan pemanggilan alamat dari pengguna melalui web browser, dimana web server mengirimkan kembali informasi yang diminta tersebut melalui HTTP (Hypertext Transfer Protocol) untuk ditampilkan ke layar monitor komputer kita. Agar kita dapat mengubah isi dari website yang dibuat, kita membutuhkan program PHP. Script-script PHP tersebut yang berfungsi membuat halaman website menjadi dinamis. Dinamis artinya pengunjung web dapat memberikan komentar saran atau masukan pada website kita. Website yang kita buat menjadi lebih hidup karena ada komunikasi antara pengunjung dan kita sebagai web masternya..
    Menurut Oktavian (2010:11)[15], "Web Server adalah aplikasi yang berguna untuk menerima permintaan informasi dari pengguna melalui web browser, dan mengirimkan permintaan kembali informasi yang diminta melalui HTTP (HyperText Transfer Protocol). Biasanya web server diletakkan di komputer tertentu pada web hosting".
    Menurut Arief (2011:19)[16], "Web server adalah program aplikasi yang memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan dokumen-dokumen web. Jadi semua dokumen web baik yang ditulis menggunakan client side scripting maupun server scripting tersimpan didalam direktori utama web server (document root)".
    Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan web server merupakan sebuah perangkat lunak yang bertugas menerima permintaan client melalui port HTTP maupun HTTPS dan merubah isi yang ada ke dalam format HTML.
  2. XAMPP
    Menurut Madcoms (2010:341)[17], sekarang ini banyak paket software instalasi webserver yang disediakan secara gratis diantaranya menggunakan XAMPP. Dengan menggunakan paket software instalasi ini, maka sudah dapat melakukan beberapa instalasi software pendukung webserver, yaitu Apache, PHP, phpMyAdmin, dan database MySQL.
    Menurut Wardana (2010:8)[18], "XAMPP adalah paket software yang didalamnya sudah terkandung Web Server Apache, database MySQL dan PHP Interpreter".
    Menurut Nugroho (2009:74)[19], XAMPP merupakan paket PHP yang berbasis Open Source yang dikembangkan oleh sebuah komunitas Open Source. Sebagai informasi, nama XAMPP diambil dari singkatan berikut: X: program ini dapat dijalankan di banyak sistem operasi.
    A: Apache, merupakan aplikasi web server.
    M: MySQL, merupakan aplikasi database server.
    P: PHP, bahasa pemrograman web.
    P: Perl, bahasa pemrograman.
    Beberapa aplikasi pendukung XAMPP, yaitu:
    a. PhpMyAdmin
    Menurut Nugroho (2009:88)[19], "PhpMyAdmin adalah suatu aplikasi Open Source yang berbasis web, aplikasi ini dibuat menggunakan program PHP, fungsi aplikasi ini adalah untuk mengakses database MySQL". Dengan adanya aplikasi ini akan sangat mempermudah dan mempersingkat kerja Kita dalam mengelola database MySQL. Dengan adanya kelebihan yang dimilikinya mengakibatkan para pengguna awam tidak harus mampu untuk mengetahui perintah-perintah MySQL dalam pembuatan database dan tabel.
    Menurut Arief (2011:429)[16], "PhpMyAdmin adalah salah satu aplikasi berbasis GUI (Graphical User Interface) yang digunakan untuk mengeolal database MySQL". Menurut Prasetio (2012:53) [13], "PhpMyadmin merupakan tools berbasis web yang berguna untuk mengelola database MySQL".
    Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan PhpMyAdmin, maka aplikasi ini dapat membantu Anda dalam menavigasi beberapa database, table, log, dan beberapa hal lainnya.
    b. PHP
    Menurut Nugroho (2009:113)[19], "PHP merupakan bahasa standar yang digunakan dalam dunia website, PHP adalah bahasa program yang berbentuk skrip yang diletakkan di dalam serve web".
    Menurut Arief (2011:43)[16], definisi PHP adalah sebagai berikut: PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) adalah bahasa server-side scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamis. Karena merupakan server-side scripting maka sintaks dan perintah-perintah PHP akan dieksekusi di server kemudian hasilnya dikirimkan ke browser dalam format HTML.
    Menurut Wardana (2010:7)[18], "PHP adalah bahasa scripting yang menyatu dengan HTML (kode dasar website) dan dijalankan pada server side. Artinya, semua sintaks PHP yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan pada server, sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya hasilnya saja".
    Menurut Prasetio (2012:122) [13], "PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) adalah bahasa script yang ditanam di sisi server".
    Menurut Oktavian (2010:31)[15], "PHP adalah akronim dari Hypertext Preprocessor, yaitu suatu bahasa pemrograman berbasisikan kode-kode (script) yang digunakan untuk mengolah suatu data dan mengirimkannya kembali ke web browser menjadi kode HTML". Kode PHP mempunyai ciri-ciri khusu, yaitu:
    a) Hanya dapat dijalankan menggunakan web server, misal: Apache.
    b) Kode PHP diletakkan dan dijalankan di web server.
    c) Kode PHP dapat digunakan untuk mengakses database, seperti: MySQL.
    d) Merupakan software yang berdifat open source.
    e) Gratis untuk di-donwload dan digunakan.
    f) Memiliki sifat multipaltform, artinya dapat dijalankan menggunakan sistem operasi apapun, seperti: Linux, Unix, Windows, dan lain-lain.
    Menurut Anhar (2010:3)[14], definisi PHP adalah sebagai berikut: PHP singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu yang terbaru atau up to date. Semua script PHP dieksekusi pada server dimana script tersebut dijalankan
    c. MySQL
    Menurut Nugroho (2009:91)[19], definisi MySQL adalah sebagai berikut: MySQL (My Structured Query Language) atau yang biasa dibaca ,ai-se-kuel adalah sebuah program pembuatan dan pengelola database atau yang sering disebut dengan DBMS (Database Management System). Kelebihan lain dari MySQL adalah menggunakan bahasa query (permintaan) standar SQL (Structured Query Language). SQL adalah suatu bahasa permintaan yang terstruktur.
    Menurut Madcoms (2010:367)[17], penyimpanan data yang fleksibel dan cepat aksesnya sangat dibutuhkan dalam sebuah website yang interaktif dan dinamis. Database sendiri berfungsi sebagai penampungan data yang anda input melalui form website. Selain itu dapat juga di balik dengan menampilkan data yang tersimpan dalam database ke dalam halaman website. Jenis database yang sangat popular dan digunakan pada banyak website di internet sebagai bank data adalah MySQL. MySQL menggunakan SQL dan bersifat gratis, selain itu MySQL dapat berjalan di berbagai platform, antara lain Linux, Windows, dan sebagainya.
    Menurut Anhar (2010:21)[14], definisi MySQL adalah sebagai berikut: MySQL (My Structure Query Languange) adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (Database Management System) atau DBMSdari sekian banyak DBMS, seperti Oracle, MS SQL, Postagre SQL, dan lain-lain. MySQL merupakan DBMNS yang multithread, multi-user yang bersifat gratis di bawah lisensi GNU General Public Licence (GPL).
    Menurut Arief (2011:151)[16], "MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal dan banyak digunakan untuk membangun aplikasi web yang menggunakan database sebagai sumber dan pengelolaan datanya".
    Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, MySQL salah satu jenis database server yang menggunakan SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses databasenya. MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System). Itu sebabnya istilah seperti tabel, baris dan kolom digunakan pada MySQL. Pada MySQL, sebuah database mengandung satu atau sejumlah tabel. Tabel terdiri dari sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom.

Konsep Dasar Website

Definisi Website

Menurut Murad (2013:49)[6], "Web adalah sistem dengan informasi yang disajikan dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lainnya yang tersimpan dalam sebuah server web internet yang disajikan dalam bentuk hypertext".

Menurut Arief (2011:7)[16], "Web adalah salah satu aplikasi yang berisikan dokumen-dokumen multimedia (teks, gambar, suara, animasi, video) di dalamnya yang menggunakan protokol HTTP (hypertext transfer protocol) dan untuk mengaksesnya menggunakan perangkat lunak yang disebut browser".

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan website adalah sebuah tempat di internet, yang menyajikan informasi dengan berbagai macam format data seperti text, image, bahkan video dan dapat diakses menggunakan berbagai aplikasi client shingga memungkinkan penyajian informasi yang lebih menarik dan dinamis dengan pengelolaan yang terorganisasi.

Jenis-Jenis Website

Menurut Arief (2011:8)[16], ditinjau dari aspek content atau isi, web dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu: web statis dan web dinamis. Selain dari sisi content atau isi, web statis dan web dinamis dapat dilihat dari aspek teknologi yang digunakan untuk membuat jebis web tersebut. Adapun jenis-jenis web:

  1. Web statis adalah web yang isinya atau content tidak berubah-ubah. Maksudnya adalah isi dari dokumen web tersebut tidak dapat diubah secara cepat dan mudah. Ini karena teknologi yang digunakan untuk membuat dokumen web ini tidak memungkinkan dilakukan perubahan isi atau data. Teknologi yang digunakan untuk web statis adalah jenis client side scripting seperti HTML, Cascading Style Sheet (CSS). Perubahan isi atau data halaman web statis hanya dapat dilakukan dengan cara mengubah langsung isinya pada file mentah web tersebut.
  2. Web statis adalah web yang isinya atau content tidak berubah-ubah. Maksudnya adalah isi dari dokumen web tersebut tidak dapat diubah secara cepat dan mudah. Ini karena teknologi yang digunakan untuk membuat dokumen web ini tidak memungkinkan dilakukan perubahan isi atau data. Teknologi yang digunakan untuk web statis adalah jenis client side scripting seperti HTML, Cascading Style Sheet (CSS). Perubahan isi atau data halaman web statis hanya dapat dilakukan dengan cara mengubah langsung isinya pada file mentah web tersebut.
  3. Web dinamis adalah jenis wen yang content atau isinya dapat berubah-ubah setiap saat. Web yang banyak menampilkan animasi flash belum tentu termasuk web dinamis karena dinamis atau berubah-ubah isinya tidak sama dengan animasi. Untuk melakukan perubahan data, user cukup mengubahnya langsung secara online di internet melalui halaman control panel atau administrasi yang biasanya telah disediakan untuk user administrator sepanjang user tersebut memiliki hak akses yang sesuai.

Konsep Dasar Normalisasi

Menurut Sarosa (2009:6)[20], bentuk normal suatu basis data relasional dicapai melalui beberapa tahapan yang disebut proses normalisasi. Langkah-langkah normalisasi sampai ke bentuk 3NF akan dibahas dalam bagian berikut ini:

  1. First Normal Form (INF)
    Untuk menjadi 1NF suatu tabel harus memenuhi dua syarat. Syarat pertama tidak ada kelompok data atau field yang berulang. Syarat kedua harus ada primary key atau kunci unik, yaitu field yang membedakan satu baris dengan baris lain dalam satu tabel. Pada dasarnya semua tabel selama tidak ada kolom yang sama merupakan bentuk tabel 1NF. Jadi, langkah normalisasi menuju INF adalah:
    a. Menghilangkan data yang muncul secara berulang dalam satu tabel.
    b. Memnuat tabel tersendiri untuk setiap kelompok data yang berhubungan.
    c. Tentukan PK untuk setiap kelompok data yang berhubungan.
  2. Second Normal Form (2NF)
    Untuk menjadi 2NF suatu tabel harus berada dalam kondisi 1NF dan tidak memiliki partial dependencies. Partial dependencies adalah suatu kondisi jika atribut non kunci tergantung segaian tetapi bukan seluruhnya pada primary key. Langkah normalisasi dari 1NF menuju 2NF adalah:
    a. Membuat tabel tersendiri untuk sekelompok nilai yang berhubungan dengan sekelompok records.
    b. Hubungantabel-tabel yang terbentuk dengan foriegn key.
  3. Third Normal Form (3NF))
    Untuk menjadi 3NF suatu tabel harus berada dalam kondisi 2NF dan tidak memiliki transitive dependencies. Transitive dependencies adalah kondisi dengan adanya ketergantungan fungsional antara dua atau lebih atribut nonkunci.

Konsep Dasar Testing

Definisi Testing

Menurut Rizky (2011:237)[7], "Testing adalah sebuah proses yang diejawantahkan sebagai siklus hidup dan merupakan bagian dari proses rekayasa perangkat lunak secara terintegrasi demi memastikan kualitas dari perangkat lunak secara terpenuhi kebutuhan teknis yang telah disepakati dari awal".

Detail tahapan yang harus dilampaui dalam kaitan kebutuhan perangkat lunak dari sudut pandang testing perangkat lunak adalah:

  1. Verifikasi
    Verifikasi adalah prosespemeriksaa untuk memastikan bahwa perangkat lunak telah menjalankan apa yang harus dilakukan dari kesepakatan awal antara pengembang perangkat lunak dan pengguna.
  2. Validasi
    Validasi adalah sebuah proses yang melakukan konfirmasi bahwa perangkat lunak dapat dieksekusi secara baik.

Definisi dari standart yang harus dipenuhi oleh kebutuhan perangkat lunak adalah pembebasan perangkat lunak dari failure, fault, dan error serta incident dijelaskan dalam detail berikut:

  1. Failure
    Failure adalah kegagalan perangkat lunak dalam melakukan proses yang seharusnya menjadi kebutuhan perangka lunak tesebut.
  2. Fault
    Fault adalah akar permasalahan dari kegagalan sebuah perangkat lunak.
  3. Error
    Error adalah akibat dari adanya fault atau kerusakan yang kemudian dipicu oleh perilaku pengguna.
  4. Incident
    Incident atau kecelakaan merupakan hasil akhir yang terjadi akibat dari error yang berkelanjutan dan tidak diperbaiki atau tidak terdeteksi dalam proses pengembangan perangkat lunak.

Acuan dan Pengukuran Testing

Menurut Rizky (2011:256)[7], "Acuan testing adalah satuan pengukuran secara kuantitatif dari proses testing yang dijalankan. Sedangkan pengukuran testing adalah aktivitas untuk menentukan keluaran testing berdasarkan acuan yang telah ditetapkan dalam proses testing".

Banyak pendapat yang menyatakan tentang panduan membuat acuan dalam proses testing perangkat lunak, meski demikian dari sekian banyak pendapat tersebut ada beberapa pedoman yang dapat digunakan dalam penentuan acuan testing antara lain:

  1. Waktu
    Dalam hal acuan waktu, harus disepakati bersama satuan yang akan digunakan. Apakah akan menggunakan satuan dalam hitungan tahun, bulan, atau hari dari jadwal penyelesaian perangkat lunak yang ada.
  2. Biaya
    Dalam testing juga penting untuk ditetapkan acuan biaya yang akan digunakan. Acuan umum ini didasarkan pada anggaran yang telah ditetapkan dan kemudian diperiksa kembali dengan biaya yang telah dikeluarkan selama pembuatan perangkat lunak.
  3. Kinerja testing
    Yang dimaksud dengan kinerja testing adalah efektivitas dan efiensi dalam pelaksanaan testing. Efektifitas dalam konteks ini dapat diartikan sebagai pencapaian tujuan dari proses testing. Apakah proses testing telah berjalan sebagaimana mestinya, demi mencapai pemenuhan kualitas serta kebutuhan perangkat lunak, atau hanya demi mencari kesalahan sehingga menjatuhkan tim pengembang perangkat lunak.
  4. Kerusakan
    Seperti yang telah dijelaskan di sub bab sebelumnya, bahwa proses testing tidak hanya berupa proses untuk mencari kesalahan maupun kerusakan di dalam sebuah perangkat lunak. Tetapi lebih sebagai upaya bersama untuk mencapai kualitas sebuah perangkat lunak. Meski demikian, kerusakan yang ditemukan pada saat proses testing tetap menjadi acuan dari pelaksanaan testing tersebut. Hanya pada saat sebuah kerusakan ditemukan, maka harus diklasifikasikan terlebih dahulu agar tidak terkesan bahwa proses testing berjalan subyektif.

Tipe dan Teknik Testing

Menurut Rizky (2011:259)[7], "Tipe testing lebih berkonsentrasi terhadap aspek dari perangkat lunak yang akan dikenai proses testing. Teknik testing merupakan metode yang digunakan dalam melakukan testing untuk bagian tertentu dari perangkat lunak".

Secara teoritis, testing dapat dilakukan dengan berbagai jenis tipe dan teknik. Namun secara garis besar, terdapat dua jenis tipe testing yang paling umum digunakan di dalam lingkup rekayasa perangkat lunak. Dua jenis tersebut adalah white box dan black box testing.

  1. White Box Testing
    Menurut Rizky (2011:262)[7], "White Box Testing secara umum merupakan jenis testing yang lebih berkonsentrasi terhadap "isi" dari perangkat lunak itu sendiri. Jenis ini lebih banyak berkonsentrasi kepada source code dari perangkat lunak yang dibuat".
    Beberapa teknik yang terdapat dalam jenis white box testing adalah:
    a. Decision (Branch) Coverage
    Sesuai dengan namanya, teknik testing ini fokus terhadap hasil dari tiap skenario yang dijalankan terhadap bagian perangkat lunak yang mengandung percabangan (if...then...else).
    b. Condition Coverage
    Teknik ini hampir mirip dengan teknik yang pertama, tetapi dijalankan terhadap percabangan yang dianggap kompleks atau percabangan majemuk. Hal ini biasanya dilakukan jika dalam sebuah perangkat lunak memiliki banyak kondisi yang dijalankan dalam satu proses sekaligus.
    c. Path Analysis
    Merupakan teknik testing yang berusaha menjalankan kondisi yang ada dalam perangkat lunak serta berusaha mengoreksi apakah kondisi yang dijalankan telah sesuai dengan alur diagram yang terdapat dalam proses perancangan.
    d. Executive Time
    Pada teknik ini, perangkat lunak berusaha dijalankan atau dieksekusi kemudian dilakukan pengukuran waktu pada saat input dimasukkan hingga output dikeluarkan. Waktu eksekusi yang dihasilkan kemudian dijadikan bahan evaluasi dan dianalisa lebih lanjut untuk melihat apakah perangkat lunak telah berjalan sesuai dengan kondisi yang dimaksud oleh tester. e. Algorithm Analysis
    Teknik ini umumnya jarang dilakukan jika perangkat lunak yang dibuat berjenis sistem informasi. Sebab teknik ini membutuhkan kemampuan matematis yang cukup tinggi dari para tester, karena di dalamnya berusaha melakukan analisa terhadap algoritma yang diimplementasikan pada perangkat lunak tersebut.
  2. Black Box Testing
    Menurut Rizky (2011:265)[7], definisi black box testing adalah sebagai berikut:
    Black box testing adalah tipe testing yang memperlakukan perangkat lunak yang tidak diketahui kinerja internalnya. Sehingga para tester memandang perangkat lunak seperti layaknya sebuah "kotak hitam" yang tidak penting dilihat isinya, tapi cukup dikenai proses testing di bagian luar.
    Beberapa keuntungan yang diperoleh dari jenis testing ini antara lain:
    a. Anggota tim tester tidak harus dari seseorang yang memiliki kemampuan teknis di bidang pemrograman.
    b. Kesalahan dari perangkat lunak ataupun bug seringkali ditemukan oleh komponen tester yang berasal dari pengguna.
    c. Hasil dari black box testing dapat memperjelaskan kontradiksi ataupun kerancuan yang mungkin ditimbulkan dari eksekusi perangkat lunak.
    d. Proses testing dapat dilakukan lebih cepat dibandingankan white box testing.
    Beberapa teknik testing yang tergolong dalam tipe ini antara lain:
    a. Equivalence Partitioning
    Pada teknik ini, tiap inputan data dikelompokan ke dalam grup tertentu, yang kemudian dibandingkan outputnya.
    b. Boundary Value Analysis
    Merupakan teknik yang sangat umum digunakan pada saat awal sebuah perangkat lunak selesai dikerjakan. Pada teknik ini, dilakukan inputan yang melebihi dari batasan sebuah data. Sebagai contoh, untuk sebuah inputan harga barang, maka dapat dilakukan testing dengan menggunakan angka negatif (yang tidak diperbolehkan dalam sebuah harga). Jika perangkat lunak berhasil mengatasi inputan yang salah tersebut, maka dapat dikatakan teknik ini telah selesai dikatakan.
    c. Cause Effect Graph
    Dalam teknik ini, dilakukan proses testing yang menghubungkan sebab dari sebuah inputan dan akibatnya pada output yang dihasilkan. Sebagai contoh, pada sebuah inputan nilai siswa, jika diinputkan angka 100, maka output nilai huruf seharusnya adalah A. Tetapi bisa dilakukan testing, apakah output nilai huruf yang dikeluarkan jika ternyata inputan nilai adalah 67.5.
    d. Random Data Selection
    Seperti namanya, teknik ini berusaha melakukan proses inputan data dengan menggunakan nilai acak. Dari hasil inputan tersebut kemudian disebut sebuah tabel yang menyatakan validasi dari output yang dihasilkan.
    e. Feature Test
    Pada teknik ini, dilakukan proses testing terhadap spesifikasi dari perangkat lunak yang telah selesai dikerjakan. Misalkan, pada perangkat lunak sistem informasi akademik. Dapat dicek dengan fitur untuk melakukan entri nilai telah tersedia, begitu dengan fitur entri data siswa maupun entri data guru yang akan malakukan entri nilai.
    a. Decision (Branch) Coverage
    Sesuai dengan namanya, teknik testing ini fokus terhadap hasil dari tiap skenario yang dijalankan terhadap bagian perangkat lunak yang mengandung percabangan (if...then...else).
    b. Condition Coverage
    Teknik ini hampir mirip dengan teknik yang pertama, tetapi dijalankan terhadap percabangan yang dianggap kompleks atau percabangan majemuk. Hal ini biasanya dilakukan jika dalam sebuah perangkat lunak memiliki banyak kondisi yang dijalankan dalam satu proses sekaligus.
    c. Path Analysis
    Merupakan teknik testing yang berusaha menjalankan kondisi yang ada dalam perangkat lunak serta berusaha mengoreksi apakah kondisi yang dijalankan telah sesuai dengan alur diagram yang terdapat dalam proses perancangan.
    d. Executive Time
    Pada teknik ini, perangkat lunak berusaha dijalankan atau dieksekusi kemudian dilakukan pengukuran waktu pada saat input dimasukkan hingga output dikeluarkan. Waktu eksekusi yang dihasilkan kemudian dijadikan bahan evaluasi dan dianalisa lebih lanjut untuk melihat apakah perangkat lunak telah berjalan sesuai dengan kondisi yang dimaksud oleh tester. e. Algorithm Analysis
    Teknik ini umumnya jarang dilakukan jika perangkat lunak yang dibuat berjenis sistem informasi. Sebab teknik ini membutuhkan kemampuan matematis yang cukup tinggi dari para tester, karena di dalamnya berusaha melakukan analisa terhadap algoritma yang diimplementasikan pada perangkat lunak tersebut.

Elisitasi

Menurut Saputra (2012:51)[21], "Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem yang baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk di eksekusi". Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:

  1. Tahap I
    Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.
  2. Tahap II
    Hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk di eksekusi. M pada MDI berarti mandatory (penting). Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru. D pada MDI berarti desirable, maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna. I pada MDI berarti inessential, maksudnya requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.
  3. Tahap III
    Merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui TOE, yaitu:
    • T artinya teknikal, bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem disusulkan.
    • O artinya operasional, bagaimana tata cara pengguna requirement dalam sistem akan dikembangkan.
    • E artinya ekonomi, berapakah biaya yang diperlukan guna membanguan requirement di dalam sistem.
  4. Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

    • High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus di eliminasi.

    • Middle (M) : Mampu dikerjakan.

    • Low (L) : Mudah dikerjakan.

  5. Final Draft Elisitasi
    Final draft elisitasi merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan

Konsep Dasar Literature Review

Definisi Literature Review

Menurut Hermawan (2009:43)[22], "Tinjauan pustaka adalah menganalisis secara kritis pustaka penelitian yang ada saat ini. Telaah pustaka tersebut perlu dilakukan secara ketat".

Menurut Hermawan (2009:43)[22], "Tinjauan pustaka adalah menganalisis secara kritis pustaka penelitian yang ada saat ini. Telaah pustaka tersebut perlu dilakukan secara ketat".

Menurut Semiawan (2010:104)[23], mendefinisikan Literature Review sebagai berikut:

Literature review adalah bahan yang tertulis berupa buku, jurnal yang membahas tentang topik yang hendak diteliti. Tinjauan pustaka membantu peniliti untuk melihat ide-ide, pendapat, dan kritik tentang topik tersebut yang sebelum dibangun dan dianalisis oleh para ilmuwan sebelumnya. Pentingnya tinjauan pustaka untuk melihat dan menganalisa nilai tambah penelitian ini dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan literature review adalah analisa sistem berupa kritik (membangun maupun menjatuhkan) dari peneliti yang sedang dilakukan terhadap suatu bagian keilmuan.

Tujuan Literature Review

Menurut Hermawan (2009:45)[22], tinjauan pustaka berisi penjelasan secara sistematik mengenai hubungan antara variabel untuk menjawab perumusan masalah penelitian. Tinjauan pustaka dalam suatu penelitian memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. Untuk berbagi informasi dengan para pembaca mengenai hasil-hasil penelitian sebelumnya yang erat kaitannya dengan penelitian yang sedang kita laporkan.
  2. Untuk menghubungkan suatu penelitian ke dalam pembahasan yang lebih luas serta terus berlanjut sehingga dapat megisi kesenjangan-kesenjangan serta memperluas atau memberikan kontribusi terhadap penelitian-penelitian sebelumnya.
  3. Menyajikan suatu kerangka untuk menunjukan atau meyakinkan pentingnya penelitian yang dilakukan dan untuk membandingkan hasil atau temuan penelitian dengan temuan-temuam penelitian lain dengan topik serupa.

Menurut Yuniarti (2012:3)[24], studi pustaka bertujuan untuk mendapatkan landasan teoritis yang berguna sebagai tolok ukur dalam membahas dan menganalisa data serta mengambil kesimpulan dan saran dalam analisis laporan keuangan perusahaan tertentu.

Literature Review

Berikut ini adalah penelitian yang telah dilakukan dan memiliki kolerasi yang searah dengan penelitian yang akan dibahas dalam Skripsi ini diantara lain:

Tabel 2.1. Literatur Review
Judul dan Penulis Hasil Adopsi
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian: Studi Kasus Yayasan Bunda Hati Kudus (Kristanto , Fransiscus Xaverius Eko Budi.2013) Hasil yang di peroleh adalah menjelaskan bagaimana mengembangkan sebuah sistem dengan menggunakan Yii Framework dengan berbasis objek orientied programming Penulis mengambil konsep pengkodingan dengan menggunakan Yii Framework
Single Authentification for Multiple Access with SSO (Single Sig n O n ) (Irsan dkk. 2013) Hasil yang di peroleh adalah Sistem dengan menggunakan SSO, seorang pengguna hanya cukup melakukan proses autentifikasi sekali saja untuk mendapatkan izin akses terhadap semua layanan yang terdapat di dalam jaringan Penulis mengambil konsep single sign on dengan menggunakan Rinfo
Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Akademik menggunakan Framework Prado Studi Kasus Sekolah Tinggi Bahasa Asing Satya Wacana Salatiga (Edwin,2009) Hasil yang di peroleh adalah aplikasi ini menghasilkan sebuah sistem informasi akademik berbasis web yang dapat mengolah registrasi matakuliah dan nilai mahasiswa di StiBA dengan menggunakan framework PRADO Penulis mengambil konsep teknologi yang digunakan dengan konsep model view controller pada framework Prado

Dari studi tiga literatur penelitian sebelumnya dapat diadobsi ke penelitian dengan menyempurnakan lagi agar bisa menampilkan data dengan cepat sehingga perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah sebagai berikut:

a. Mengembangkan sistem yang tedahulu agar dapat menampilkan data dengan store procedure tersebut

b. Mengembangkan sistem yang terdahulu dengan Yii Framework agar lebih mudah dikembangkan.


BAB III

ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Analisa Organisasi

Gambaran Umum Perguruan Tinggi Raharja

Dengan semakin maraknya perguruan-perguruan tinggi di daerah Tangerang khususnya dalam bidang komputer ternyata hal tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh data secara komputerisasi di setiap bidang.

Dunia komputer dan alat-alat canggih serta otomatis lainnya dalam dunia perkantoran, baik instansi pemerintah maupun swasta sangat cepat sekali perkembangannya, sehingga selalu berubah setiap saat. Oleh karena itu Perguruan Tinggi Raharja dalam pendiriannya mempunyai misi untuk ikut membantu program pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi era globalisasi.

Telah menjadi tekad para pendiri Perguruan Tinggi ini untuk membantu pemerintah dan masyarakat kota Tangerang dalam pendirian Perguruan Tinggi Raharja yang diselenggarakan oleh Yayasan Nirwana Nusantara (YRI) yang didirikan pada tahun 2001 dan merupakan pendidikan yang terbaik dalam bidang pendidikan komputer.

Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja

Perguruan Tinggi Raharja bermula dari sebuah lembaga kursus komputer yang bernama LPPK (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Komputer) Raharja yang terletak di Jl. Gatot Subroto Km.2 Harmoni Mas Cimone Tangerang.

LPPK Raharja diresmikan pada tanggal 3 Januari 1994 oleh Bapak Walikota Tangerang Drs. H. Zakaria Machmud, Raharja telahterdaftar pada Depdiknas Kotamadya Tangerang dengan Nomor 201/PLSM/02.4/L.93. Lembaga inilah yang mempelopori penggunaan Operating System Windows danaplikasinya di wilayah Tangerang dan sekitarnya, hal tersebut mendapat respon positif dan jumlah peminatnyapun meningkat pesat seiring dengan kerjasama yang dilakukan oleh lembaga ini dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang ada di Tangerang.

Karena semakin pesatnya perkembangan dan pertumbuhan akan komputerisasi dan meningkatnya peminat masyarakat Tangerang maka pada tanggal 24 Maret 1999 LPPK Raharja berkembang menjadi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Raharja Informatika yang diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 56/D/O/1999 yang diserahkan langsung dari Bapak Prof. Dr. Udju D. Rusdi selaku Koordinator KOPERTIS wilayah IV Jawa Barat kepada Ketua Yayasan Nirwana Nusantara Ibu Kasarina Sudjono. Pada tanggal 2 Februari 2000, denganmenyelenggarakan jurusan Manajemen Informatika.

Pada tanggal 2 Februari 2000 AMIK Raharja Informatika menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang menjalankan studi formal untuk program Diploma I (DI) dengan memberikan gelar Ahli Pratama dan Program Diploma II (DII) dengan memberikan gelar Ahli Muda dan Diploma III (DIII) dengan memberikan gelar Ahli Madya kepada lulusannya. sesuai dengan Surat Keputusan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta wilayah IV Jawa Barat dengan Nomor 3024/004/KL/1999.

Kemudian pada tanggal 7 September 2000 sesuai dengan surat keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 354/Dikti/Kep/2000, menambah 2 program yakni D3 Teknik Informatika dan D3 Komputerisasi Akuntansi.

Kini AMIK Raharja Informatika mempuanyai 3 (tiga) program studi Diploma III dengan jurusan Manajemen Informatika (MI), Teknik Informatika (TI) dan Komputerisasi Akuntansi (KA) yang masing-masing jurusan memberikan gelar Ahli Madya (A.md), Ahli Muda (AM), dan Ahli Pratama (AP) kepa lulusannya.

Pada tanggal 20 Oktober 2000 dalam usahanya untuk meningkatkan mutu dan kualitas daripada lulusan, AMIK RAHARJA INFORMATIKA meningkatkan statusnya dengan membuka Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) RAHARJA. Dengan suratkeputusan Nomor 42/01/YNN/PR/II/200, ketua Yayasan Nirwana Nusantara mengajukan permohonan pendirian STMIK RAHARJA kepada Mendiknas KOPERTIS Wilayah IV Jawa Barat dengan 3 (tiga) program studi SI jurusan Sitem Informasi (SI), Teknik Informatika (TI) dan Sistem Komputer (SK). Hal tersebut telah mendapat tanggapan dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi dengan surat keputusan Nomor 5706/D/T/2000. Tidak hanya sampai disini, dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas lulusan RAHARJA sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Raharja, bahwa dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 tahun sudah berdiri Universitas RAHARJA.

Pada saat ini, Perguruan Tinggi Raharja pun telah meningkatkan mutu dan kualitasnya melalui Sertifikat Akreditasi, diantaranya yaitu sebagai berikut :

  1. Pada tanggal 5 April 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 00117/Ak-I-DIII-03/DFXMEI/IV/2002 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK Raharja Informatika terakreditasi B.
  2. Pada tanggal 4 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08479/Ak-X-S1-001/CAGTLF/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Strata 1 Teknik Informatika di STMIK Raharja terakreditasi B.
  3. Pada tanggal 4 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08479/Ak-X-S1-001/CAGTLF/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Strata 1 Teknik Informatika di STMIK Raharja terakreditasi B.
  4. Pada tanggal 11 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08523/Ak-X-S1-002/CAGSIM/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Strata 1 Sistem Informasi di STMIK Raharja terakreditasi B.
  5. Pada tanggal 3 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 006/BAN-PT/AK-VII/DPI-III/VIII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK Raharja Informatika terakreditasi B.
  6. Pada tanggal 25 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 019/BAN-PT/AK-X/S1/VIII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Strata 1 Sistem Komputer di STMIK Raharja terakreditasi B.
  7. Pada tanggal 29 Desember 2007 sesuai Surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 017/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/XII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma Tiga Teknik Informastika di AMIK Raharja Informatika dengan terakreditasi B.
  8. Pada tanggal 18 Januari 2008 sesuai Surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 019/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/I/2008 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma Tiga Komputerisasi Akuntansi di AMIK Raharja Informatika terakreditasi A.

Visi, Misi, dan Tujuan

Visi Perguruan Tinggi Raharja

Menuju Perguruan Tinggi unggulan pada tahun 2010 yang menghasilkan lulusan kompeten dibidang Sistem Informasi, Teknik Informatika danSistem Komputer serta memiliki daya saing yang tinggi dalam era globalisasi.

Misi Perguruan Tinggi Raharja

  1. Menyelenggarakan pendidikan komputer (Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Sistem Komputer) yang menghasilkan lulusan bermoral, terampil, dan kreatif serta memiliki daya saing tinggi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
  2. Menyelenggarakan program-program penelitian dan pengembangan guna menghasilkan keterkaitan dan relevansi seluruh kegiatan akademis dengan kebutuhan pembangunan sosial-ekonomi dan industri Indonesia, serta mengantisipasi semakin maraknya globalisasikehidupan masyarakat.
  3. Melaksanakan dan mengembangkan program-program pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.

Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan dapat menerapkan,mengembangkan serta memperluas informatika dan komputer secara profesional.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengadakan penelitian dalam bidang informatika dan komputer, yang hasilnya dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dilapangan.
  3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengabdikan pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang informatika dan komputer secara profesional kepada masyarakat.

Struktur Organisasi

Sebuah Organisasi atau perusahaan harus mempunyai suatu struktur organisasi yang digunakan untuk memudahkan pengkoordinasian dan penyatuan usaha, untukmenunjukkan kerangka-kerangka hubungan di antara fungsi, bagian-bagian maupun tugas dan wewenang serta tanggung jawab. Serta untuk menunjukan rantai (garis) perintah dan perangkapan fungsi yang diperlukan dalam suatu organisasi.

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Sama halnya dengan Perguruan Tinggi Raharja yang mempunyai struktur organisasi manajemen sebagai berikut :

Wewenang dan Tanggung Jawab

Seperti halnya dengan sebuah perusahaan, Perguruan Tinggi Raharja dalam manajemen akademiknya terdapat bagian-bagian yang mempunyai wewenang serta tanggung jawab dalam menyelesaikan semua pekerjaannya.

Berikut adalah wewenang serta tanggung jawab bagian-bagian yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, yaitu sebagai berikut:

  1. Ketua
    Wewenang:

    a. Menyelenggarakan program kerja yang berpedoman pada visi, misi, fungsi dan tujuan pendirian Perguruan Tinggi Raharja.

    b. Menyelenggarakan kegiatan dan pengembangan pendidikan, penelitian serta pengabdian pada masyarakat.

    c. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan administrasi.

    d. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menunjang terwujudnya Tri Darma Perguruan Tinggi.

    Tanggung jawab:

    Memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga pendidikan, mahasiswa, tenaga administrasi dan administrasi IK Raharja hubungannya dengan lingkungan.

  2. Pembantu Ketua I (Bidang Akademik)
    Wewenang:

    a. Menjalankan program kebijaksanaan akademik.

    b. Mengawasi dan membina serta mengembangkan program studi sesuai kebijaksanaan yang telah digariskan.

    c. Membina dan mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

    d. Mengadakan afiliasi.

    e. Membina dan mengembangkan kelembagaan.

    Tanggung jawab :

    Membantu Ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

  3. Asisten Direktur Akademik
    Wewenang :

    a. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan proses belajar mengajar.

    b. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staf binaannya.

    c. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan, pemberhentian staf binaannya.

    d. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya.

    e. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.

    f. Memberikan sangsi kepada staf binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

    g. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen.

    Tanggung Jawab :

    a. Bertanggung jawab atas penyusunan JRS yang efektif dan efisien.

    b. Bertanggung jawab atas pengimplementasian pelaksanaan proses belajar mengajar.

    c. Bertanggung jawab atas kemajuan kualitas pelayanan Akademik yang berkesinambungan.

    d. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

  4. Asisten Direktur Operasional
    Wewenang:

    a. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan pelayanan proses belajar mengajar.

    b. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor.

    c. Mengusulkan kepada Direktur tentang kepangkatan, pemberhentian staf binaannya.

    d. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.

    e. Memberikan sanksi kepada staf binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

    Tanggung Jawab:

    a. Bertanggung jawab atas penyusunan kalender akademik tahunan.

    b. Bertanggung jawab atas pengimplementasian pelaksanaan pada bidangnya.

    c. Bertanggung jawab atas kemajuan kualitas pelayanan yang berkesinambungan pada bidangnya.

    d. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

  5. Kepala Jurusan
    Wewenang :

    a. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang perubahan matakuliah dan materi kuliah yang dianggap telah kadaluarsa bahkan perubahan Kurikulum Jurusan.

    b. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang kenaikan honor dosen binaannya.

    c. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pengadaan seminar, pelatihan, penambahan kelas perkuliahan, pengangkatan dosen baru, pemberhentian dosen.

    d. Memberikan kebijakan administratif akademik seperti cuti kuliah, perpindahan jurusan, ujian susulan, pembukaan semester pendek.

    e. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pembukaan peminatan/konsentrasi baru dalam jurusannya.

    f. Memberikan sanksi akademik kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib Perguruan Tinggi Raharja.

    Tanggung Jawab :

    a. Bertanggung jawab atas penyusunan dan pengimplementasian kurikulum, SAP dan Bahan Ajar.

    b. Bertanggung jawab atas monitoring kehadiran dosen dalam perkuliahan, jam konsultasi dan tugas-tugas yang disampaikan ke dosen.

    c. Bertanggung jawab atas terlaksananya penelitian dan pelaksanaan seminar.

    d. Bertanggung jawab atas pembinaan mahasiswa dan dosen binaannya.

    e. Bertanggung jawab atas prestasi Akademik mahasiswa.

    f. Bertanggung jawab atas peningkatan jumlah mahasiswa dalam jurusannnya.

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Untuk menganalisis sistem yang berjalan, pada penelitian ini digunakan program unified modeling language (UML) untuk menggambarkan prosedur dan proses yang berjalan saat ini, pada penggambaran kali ini digunakan use case diagram, sequence diagram, activity diagram, yaitu sebagai berikut :

Analisa Sistem Yang Berjalan Pada Use Case Diagram

Jusecase.jpg

Gambar 3.2 Use Case Diagram sistem berjalan

Pada Gambar 3.2 diatas dapat di jelaskan bahwa untuk dapat mengakses SIS Mahasiswa harus datang ke SIS Box dengan menggunakan PRC Card sebagai login sistem SIS.

Activity Diagram Sistem Yang Berjalan

Jactivity.jpg

Gambar 3.3 Activity Diagram sistem berjalan

Dapat dijelaskan pada gambara 3.3 diatas bahwa untuk mengakses Biodata dan Daftar Nilai Mahasiswa memerlukan login dengan menggunakan prc terlebih dahulu setelah login berhasil sistem akan menampilkan halaman utama yang didalamnyatelah terdapat menu bidata mahasiswa dan daftar nilai.

Sequence Diagram Sistem Yang Berjalan

34sequence.jpg

Gambar 3.4 Sequence Diagram sistem berjalan

Permasalahan Yang Dihadapi

Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, maka penulismemutuskan permasalahan yang dihadapi oleh Pribadi Raharja pada Perguruan Tinggi Raharja pada sistem yang berjalan saat ini, ada beberapa masalah yang dihadapi dalam menjalankan sistem yang sedang berjalan seperti :

  1. Pengaksesan SIS yang masih dilakukan secara manual dimana mahasiswa harus datang sendiri ke bagian SIS Box untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas akademik mahasiswa tersebut.
  2. Penggunaann Login SIS Box yang masih menggukan sweep card jika hal sweep card ini rusak/hilang maka mahasiswa tidak dapat menggunakan SIS.
  3. Database belum normalisasi yang mengakibatkan data redundancy.

Alternatif Pemecahan Masalah

Sebagai salah satu solusi atau alternatif pemecahan masalahnya adalah dengan merancang, membangun, dan menyediakan suatu sistem informasi student berbasis website yang mampu memudahkan proses mahasiswa mendapatkan hasil daftar nilai atau ipkserta sistem yang lebih mudah dikembangkan dan mudah dimaintenance.

Elisitasi Sistem Yang Diusulkan

Requirement Elisitasi Tahap I

Tabel 3.1 Elisitasi Tahap I


Functional
No Saya ingin :
Keterangan
1 Sistem Login terintegrasi dengan Rinfo
2 Sistem dapat Menampilkan Slide Show pada halaman Login
3 Sistem dapat menampilkan Biodata Mahasiswa
4 Sistem dapat menampilkan Daftar Nilai
5 Sistem memiliki Fasilitas Smart Searching
6 Tampilan Sistem Responsive
7 Sistem dapat menampilkan Status Online/Offline Idu Help
8 Sistem memiliki Link Pendaftaran Email Raharja Info
9 Sistem dapat menampilkan Foto Mahasiswa pada biodata
10 Sistem memiliki fasilitas Edit Data pada Biodata Mahasiswa
11 Sisten dapat menampilkan Informasi Pengumuman / Berita
12 Sistem dapat memfilter Login Pribadi Raharja
13 Sistem dapat menampilkan Informasi Halaman yang sering Dikunjungi ( Most Viewed )
14 Sistem menampilkan Logo Animasi
15 Sistem dapat memiliki fasilitas mengirim Email terhadap Kajur masing – masing
16 Sistem dapat menampilkan peringatan / warning jika data tidak sesuai kriteria
17 Sistem dapat memiliki fasilitas Upload Foto Mahasiswa
18 Sistem dapat menampilkan Breadcrumbs
19 Sistem dapat mengetahui User terakhir Login / History Login
20 Sistem dapat memiliki fasilitas user jumlah login dan viewed
21 Sistem dapat memiliki fasilitas pencarian mahasiswa
22 Sistem dapat menampilkan Perubahan Terakhir Biodata
23 Sistem dapat Mencetak Biodata Mahasiswa dalam bentuk PDF
24 SIstem dapat mencetak Data Daftar Nilai dalam bentuk PDF
25 Sistem menampilan Icon Favicon dengan Logo SiS+
26 Sistem dapat menampilkan email sebagai status login
27 Sistem memiliki Navbar Fixed Scrool
28 Sistem dapat menampilkan Foto Kepala Jurusan masing masing
29 Sistem dapat menampilkan informasi Kepala Jurusan masing masing
30 Sistem menampilkan Menu di Fasilitas Smart Searching
31 Sistem dapat menampilkan Jumlah Total Pengunjung
32 Sistem dapat memfilter Email RInfo dan Google
33 Sistem dapat menampilkan Site Map
34 Sistem dapat menampilkan Daftar Team Green Dragon dengan Pop Up Javascript
35 Sistem memiliki fasilitas memberikan saran , pesan dan kritik
36 Sistem dapat menonaktifkan User
37 Sistem dapat menampilkan data riwayat/history user pada page yang dikunjungi
38 Sistem dapat menampilkan tanggal dan waktu
39 Sistem dapat menampilkan ucapan ulang tahun pada user
40 Sistem dapat menampilkan Menu Biodata
41 Sistem dapat menampilkan Menu Daftar Nilai
42 Sistem dapat menampilkan Menu Help
43 Sistem dapat menampilkan jam dan tanggal
44 Sistem dapat mengimport data dari csv
45 Sistem dapat mengimport dari dari excell
46 Sistem dapat mengupdate email Rinfo
47 Sistem dapat menampilkan informasi Contact us
48 Sistem terproteksi dari copy paste
49 Sistem memiliki Hit Counter
50 Sistem memiliki banyak template
51 Sistem dapat menampilkan mahasiswa berdasarkan jurusan
52 Sistem daapt mengetahui statistic jumlah print setiap mahasiswa
53 Sistem dapat menampilkan Barcode QRCode pada PDF
54 Sistem menampilkan Logo SIS+ dengan Animasi
55 Sistem dapat memfilter Login SIS+
56 Sistem menampilkan warning jika account sis+ belum aktif
57 Menampilkan Kalender
58 Menampikan menu registrasi untuk pengguna baru
59 Menampilkan kalimat welcome kepada mahasiswa
60 Menambahkan email notifikasi terhadap pengguna baru
Non Functional
No Saya ingin sistem :
Keterangan
1 Dapat di akses menggunakan we browser
2 Memiliki desain yang simple namun menarik
3 Ringan dijalankan
4 User Friendly
5 Memakai bahasa yang umum


Requirement Elisitasi Tahap II

Tabel 3.2 Elisitasi Tahap II
Functional
No Saya ingin sistem :
Keterangan M D I
1 Sistem Login terintegrasi dengan Rinfo    
2 Sistem dapat Menampilkan Slide Show pada halaman Login    
3 Sistem dapat menampilkan Biodata Mahasiswa    
4 Sistem dapat menampilkan Daftar Nilai    
5 Sistem memiliki Fasilitas Smart Searching    
6 Tampilan Sistem Responsive  √  
7 Sistem dapat menampilkan Status Online/Offline Idu Help    
8 Sistem memiliki Link Pendaftaran Email Raharja Info    
9 Sistem dapat menampilkan Foto Mahasiswa pada biodata    
10 Sistem memiliki fasilitas Edit Data pada Biodata Mahasiswa √   
11 Sisten dapat menampilkan Informasi Pengumuman / Berita √   
12 Sistem dapat memfilter Login Pribadi Raharja    
13 Sistem dapat menampilkan Informasi Halaman yang sering Dikunjungi ( Most Viewed )  √  
14 Sistem menampilkan Logo Animasi    
15 Sistem dapat memiliki fasilitas mengirim Email terhadap Kajur masing – masing  √  
16 Sistem dapat menampilkan peringatan / warning jika data tidak sesuai kriteria  √  
17 Sistem dapat memiliki fasilitas Upload Foto Mahasiswa  √  
18 Sistem dapat menampilkan Breadcrumbs    
19 Sistem dapat mengetahui User terakhir Login / History Login    
20 Sistem dapat memiliki fasilitas user jumlah login dan viewed    
21 Sistem dapat memiliki fasilitas pencarian mahasiswa    
22 Sistem dapat menampilkan Perubahan Terakhir Biodata    
23 Sistem dapat Mencetak Biodata Mahasiswa dalam bentuk PDF    
24 Sistem dapat mencetak Data Daftar Nilai dalam bentuk PDF    
25 Sistem menampilan Icon Favicon dengan Logo SiS+  √  
26 Sistem dapat menampilkan email sebagai status login    
27 Sistem memiliki Navbar Fixed Scrool    √
28 Sistem dapat menampilkan Foto Kepala Jurusan masing masing    
29 Sistem dapat menampilkan informasi Kepala Jurusan masing masing    
30 Sistem menampilkan Menu di Fasilitas Smart Searching  √  
31 Sistem dapat menampilkan Jumlah Total Pengunjung    √
32 Sistem dapat memfilter Email RInfo dan Google    
33 Sistem dapat menampilkan Site Map    
34 Sistem dapat menampilkan Daftar Team Green Dragon dengan Pop Up Javascript    
35 Sistem memiliki fasilitas memberikan saran , pesan dan kritik    
36 Sistem dapat menonaktifkan User √   
37 Sistem dapat menampilkan data riwayat/history user pada page yang dikunjungi  √  
38 Sistem dapat menampilkan tanggal dan waktu    
39 Sistem dapat menampilkan ucapan ulang tahun pada user  √  
40 Sistem dapat menampilkan Menu Biodata    
41 Sistem dapat menampilkan Menu Daftar Nilai    
42 Sistem dapat menampilkan Menu Help    √
43 Sistem dapat menampilkan jam dan tanggal    
44 Sistem dapat mengimport data dari csv   √ 
45 Sistem dapat mengimport dari dari excell    
46 Sistem dapat mengupdate email Rinfo  √  
47 Sistem dapat menampilkan informasi Contact us  √  
48 Sistem terproteksi dari copy paste  √  
49 Sistem memiliki Hit Counter    
50 Sistem memiliki banyak template   √ 
51 Sistem dapat menampilkan mahasiswa berdasarkan jurusan  
52 Sistem daapt mengetahui statistic jumlah print setiap mahasiswa √   
53 Sistem dapat menampilkan Barcode QRCode pada PDF    
54 Sistem menampilkan Logo SIS+ dengan Animasi  
55 Sistem dapat memfilter Login SIS+  √  
56 Sistem menampilkan warning jika account sis+ belum aktif √   
57 Menampilkan Kalender   √ 
58 Menampikan menu registrasi untuk pengguna baru
59 Menampilkan kalimat welcome kepada mahasiswa
60 Menambahkan email notifikasi terhadap pengguna baru
Non Functional      
No Saya ingin sistem :      
Keterangan M D I
1 Dapat di akses menggunakan web browser    
2 Memiliki desain yang simple namun menarik    
3 Ringan dijalankan    
4 User Friendly    
5 Memakai bahasa yang umum    

Keterangan :

M (Mandatory) : Dibutuhkan atau penting

D (Desirable) : Diinginkan atau tidak terlalu penting

I (Innessential) : Di luar sistem atau di eliminasi

Requirement Elisitasi Tahap III

Tabel 3.3 Elisitasi Tahap III
Functional
No Saya ingin sistem : T O E
Keterangan L M H L M H L M H
1 Sistem Login terintegrasi dengan Rinfo  √    √    √  
2 Sistem dapat Menampilkan Slide Show pada halaman Login            
3 Sistem dapat menampilkan Biodata Mahasiswa  √          
4 Sistem dapat menampilkan Daftar Nilai  √          
5 Sistem memiliki Fasilitas Smart Searching √           
6 Tampilan Sistem Responsive            
7 Sistem dapat menampilkan Status Online/Offline Idu Help            
8 Sistem memiliki Link Pendaftaran Email Raharja Info            
9 Sistem dapat menampilkan Foto Mahasiswa pada biodata            
10 Sistem memiliki fasilitas Edit Data pada Biodata Mahasiswa √           
11 Sisten dapat menampilkan Informasi Pengumuman / Berita            
12 Sistem dapat memfilter Login SIS+            
13 Sistem dapat menampilkan Informasi Halaman yang sering Dikunjungi ( Most Viewed )     √     √  
14 Sistem menampilkan Logo SIS+ dengan Animasi  √          
15 Sistem dapat memiliki fasilitas mengirim Email terhadap Kajur masing - masing            
16 Sistem dapat menampilkan peringatan / warning jika data tidak sesuai kriteria            
17 Sistem dapat memiliki fasilitas Upload Foto Mahasiswa            
18 Sistem dapat menampilkan Breadcrumbs √           
19 Sistem dapat mengetahui User terakhir Login / History Login            
20 Sistem dapat memiliki fasilitas user jumlah login dan viewed      √    √  
23 Sistem dapat Mencetak Biodata Mahasiswa dalam bentuk PDF      √    √  
24 Sistem dapat memilki Print Biodata dan Daftar Nilai dalam bentuk PDF            
25 Sistem dapat menampilkan Barcode QRCode pada PDF          
Non Functional
No Saya ingin sistem : T O E
Keterangan L M H L M H L M H
1 Dapat di akses menggunakan web browser            
2 Memiliki desain yang simple namun menarik            
3 Ringan dijalankan            
4 User Friendly            
5 Memakai bahasa yang umum            

Final Draft Elisitasi

Tabel 3.4 Final Elisitasi
Functional
No Saya ingin sistem :
Keterangan
1 Sistem Login terintegrasi dengan Rinfo
2 Sistem dapat Menampilkan Slide Show pada Halaman Login
3 Sistem dapat menampilkan Biodata Mahasiswa
4 Sistem dapat menampilkan Daftar Nilai
5 Sistem memiliki Fasilitas Smart Searching
6 Sistem dapat memilki Print Biodata dan Daftar Nilai dalam output PDF
7 Sistem dapat menampilkan Barcode QRCode pada PDF
8 Sistem memiliki history
9 Sistem dapat memfilter Login SIS+
10 Sistem menampilkan form form kebutuhan mahasiswa
Non Functional
No Saya ingin sistem :
Keterangan
1 Tingkat Keamanan yang tinggi terkait dengan pengaksesan nilai yang bersifat penting
2 Memiliki desain yang simple namun menarik
3 Sistem memiliki konsep MVC
4 User Friendly
5 Memakai bahasa yang umum

BAB IV

RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Rancangan Dan Implementasi Sistem Yang Diusulkan

Diagram Rancangan Sistem Yang Diusulkan

Untuk menganalisa sistem yang diusulkan, pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML 6.4 Enterprise Edition untuk menggambarkan Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram dan Class Diagram.

Use Case Diagram yang Diusulkan

Diagram Use Case adalah sebuah diagram yang digunakan untuk menunjukkan tampilan grafis dari fungsionalitas yang diberikan oleh sistem dilihat dari sisi aktor, tujuan aktor, dan hal yang berkaitan dengan use case yang ada.

41usecasej.jpg
Gambar 4.1. Use Case Diagram untuk mahasiswa

Pada Gambar 4.1 diatas dapat di jelaskan bahwa untuk dapat mengakses Sis+ Mahasiswa harus Register dengan menggunakan email Rinfo dan Dapat melihat Daftar Nilai , Biodata, Form yang sebelumnya harus Login terlebih dahulu dengan menggunakanemail RInfo.

42usecaseadminj.jpg
Gambar 4.2. Use Case Diagram Sis+ untuk admin

Pada Gambar 4.2 diatas dapat di jelaskan bahwa Admin bertugas mengupdateemail Rinfo dan Update Daftar Nilai sebelumnya login terlebih dahulu.

Activity Diagram yang Diusulkan

Diagram Aktivity/aktifitas adalah sebuah teknik penjelasan diagram yang bebas menunjukkan aliran aktifitas dan kegiatan langkah demi langkah.

43aktivitymahasiswa.jpg
Gambar 4.3. Activity Diagram untuk Mahasiswa

Dapat dijelaskan pada gambara 4.3 diatas bahwa untuk mengakses Biodata dan Daftar Nilai Mahasiswa memerlukan login terlebih dahulu setelah login berhasil mahasiswa akan melakukan kegiatan yang terdapat pada menu pencarian berupa melihat menu Biodata dan Daftar Nilai.

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan
Gambar 4.4. Activity Diagram untuk Admin

Pada Gambar 4.4 diatas dapat di jelaskan bahwa untuk melakukan update email rinfo mahasiswa dan daftar nilai di minta untuk login terlebih dahulu. Setelah login dapat melakukan update email rinfo mahasiswa , dan dapat melakukan update daftar nilai.

Sequence Diagram yang Diusulkan

Pada diagram Sequence ini ditunjukkan proses suatu operasi dengan yang lainnya dengan fokus ke arah urutan dari proses mana yang mendahului maupun yang tertinggal dan untuk mejelaskan jalanya sistem SIS+.

A. Sequence Diagram untuk Mahasiswa

45sequencediagrammhsj.jpg
Gambar 4.5. Sequence Diagram untuk Mahasiswa

B. Sequency Diagram untuk Admina

46sequenceadminj.jpg
Gambar 4.6. Sequency Diagram untuk Admin

Class Diagram Yang Diusulkan

Diagram Kelas (class diagram) sangat membantu dalam visualisasi kelas dari suatu sistem. Hal ini di sebabkan karena class adalah deskripsi kelompok objek-objek dengan atribut (property) dan relasi yang sama. Disamping itu class diagram bisa memberikan pandangan global atas sebuah sistem. Hal tersebut tercermin dari class-class yang ada dan relasinya satu dengan yang lain.

47classdiagrambiodataj.jpg
Gambar 4.7. Class Diagram Biodata Mahasiswa


Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan
Gambar 4.8. Class Diagram Daftar Nilai

Rancangan Database

Rancangan database dipakai untuk mempermudah dalam proses penyeleksian data, serta membantu pemprograman dalam mengambil dan menampilkan data. Pada database digunakan tabel-tabel, dan pada tabel-tabel ini akan dijelaskan nama field, type dan size mengenai data tersebut.

1. Nama File : TMMahasiswa
Media : Hard Disk
Isi : NIM+NIPR+NamaDepan+NamaBelakang+NamaPanggilan+TempatLahir+TanggalLahir+KodeNegara+JenisKelamin+StatusPerkawinan+AlamatTinggal+KodePosTingga
l+ProvinsiTinggal+KotaTinggal+AlamatSurat+KodePosSurat+ProvinsiSurat+KotaSurat+AlamatEmail+PersonalWebsite+Agama+TeleponRumah+TeleponKantor+Handphone+GolonganDarah+Hobby
Primary Key : NIM
Panjang Record : 899

Tabel 4.1. Struktur Tabel TMMahasiswa
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 NIM char 10 Primary Key
2 NIPR char 12  
3 NamaDepan varchar 30  
4 NamaBelakang varchar 70  
5 NamaPanggilan varchar 25  
6 TempatLahir varchar 30  
7 TanggalLahir date 10  
8 KodeNegara varchar 5  
9 JenisKelamin char 1  
10 StatusPerkawinan int 1  
11 AlamatTinggal varchar 100  
12 KodePosTinggal char 5  
13 ProvinsiTinggal char 50  
14 KotaTinggal varchar 50  
15 AlamatSurat varchar 100  
16 KodePosSurat char 5  
17 ProvinsiSurat varchar 50  
18 KotaSurat varchar 50  
19 AlamatEmail varchar 100  
20 PersonalWebsite varchar 100  
21 Agama varchar 8  
22 TeleponRumah varchar 10  
23 TeleponKantor varchar 10  
24 Handphone varchar 15  
25 GolonganDarah varchar 2  
26 Hobby varchar 50  

2. Nama File : TTMahasiswaJurusan
Media : Hard Disk
Isi : NIM+Jenjang+Jurusan+Konsentrasi+Id_Kurikulum
Primary Key : NIM
Panjang Record : 23

Tabel 4.2. Struktur Tabel TTMahasiswaJurusan
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 NIM char 10 Primary Key
2 Jenjang varchar 3  
3 Jurusan varchar 3  
4 Konsentrasi varchar 3  
5 Id_Kurikulum varchar 4  

3. Nama File : TTMahasiswaOrangTua
Media : Hard Disk
Isi : KodeOrtu+NIM+NamaPanggilanOrtu+NamaOrtu+PekerjaanOrtu+AlamatTinggakOrtu+AlamatKerjaOrtu+TeleponKerjaOrtu
Primary Key : KodeOrtu
Panjang Record : 295

Tabel 4.3. Struktur Tabel TMMahasiswaOrangTua
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodeOrtu int 11 Primary Key
2 NIM char 10  
3 NamaPanggilanOrtu varchar 4  
4 NamaOrtu varchar 30  
5 PekerjaanOrtu varchar 25  
6 AlamatTinggalOrtu varchar 100  
7 AlamatKerjaOrtu varchar 100  
8 TeleponKerjaOrtu Varchar 15  


4. Nama File : TTMahasiswaPekerjaan
Media : Hard Disk
Isi : KodePekerjaan+NIM+NamaInstansi+Jabatan+TahunMasuk+TahunKeluar
Primary Key : KoePekerjaan
Panjang Record : 111

Tabel 4.4. Struktur Tabel TTMahasiswaPekerjaan
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodePekerjaan int 11 Primary Key
2 NIM char 10  
3 NamaInstansi varchar 40  
4 Jabatan varchar 30  
5 TahunMasuk date 10  
6 TahunKeluar date 10  


5. Nama File : TTMahasiswaPendidikanFormal
Media : Hard Disk
Isi : KodePendFormal+NIM+JenjangPendidikan+NamaInstitusi+Jurusan+TanggalMasuk+TanggalKeluar
Primary Key : KodePendFormal
Panjang Record : 103

Tabel 4.5. Struktur Tabel TTMahasiswaPendidikanFormal
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodePendFormal int 11 Primary Key
2 NIM char 10  
3 JenjangPendidikan char 7  
4 NamaInstitusi varchar 30  
5 Jurusan varchar 25  
6 TanggalMasuk date 10  
7 TanggalKeluar date 10  


6. Nama File : TTMahasiswaPendidikanNonFormal
Media : Hard Disk
Isi : KodePendNonFormal+NIM+NamaInstitusi+NamaKursus+TanggalMasuk+TanggalKeluar
Primary Key : KodePendNonFormal
Panjang Record : 101

Tabel 4.6. Struktur Tabel TTMahasiswaPendidikanNonFormal
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodePendNonFormal int 11 Primary Key
2 NIM char 10  
3 NamaInstansi varchar 30  
4 NamaKursus varchar 30  
5 TahunMasuk date 10  
6 TahunKeluar date 10  


7. Nama File : TTMahasiswaPrestasi
Media : Hard Disk
Isi : KodePrestasi+NIM+NamaPrestasi+NamaPenyelenggara+TahunPrestasi
Primary Key : KodePrestasi
Panjang Record : 75

Tabel 4.7. Struktur Tabel TTMahasiswaPrestasi
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodePrestasi int 11 Primary Key
2 NIM char 10  
3 NamaPrestasi varchar 25  
4 NamaPeyelenggara varchar 25  
5 TahunPrestasi char 4  


8. Nama File : TTMahasiswaSeminar Media : Hard Disk
Isi : KodeSeminar+NIM+JudulSeminar+TempatSeminar+TanggalSeminar
Primary Key : KodeSeminar
Panjang Record : 181

Tabel 4.8. Struktur Tabel TTMahasiswaSeminar
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodeSeminar Int 11 Primary Key
2 NIM char 10  
3 JudulSeminar varchar 100  
4 TempatSeminar varchar 50  
5 TanggalSeminar date -10  


9. Nama File : TTMahasiswaSosialMedia
Media : Hard Disk
Isi : KodeSosialMedia+NIM+JenisSosialMedia+NamaSosialMedia
Primary Key : KodeSosialMedia
Panjang Record : 66

Tabel 4.9. Struktur Tabel TTMahasiswaSosialMedia
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodeSosialMedia int 11 Primary Key
2 NIM char 10  
3 JenisSosialMedia varchar 15  
4 NamaSosialMedia varchar 30  


10. Nama File : TTMahasiswaStatusUpdate
Media : Hard Disk
Isi : NIM+StatusUpdateBiodata+StatusUpdatePembayaran+StatusMahasiswa
Primary Key : NIM
Panjang Record : 13

Tabel 4.10. Struktur Tabel TTMahasiswaStatusUpdate
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 NIM char 10 Primary Key
2 StatusUpdateBiodata int 1  
3 StatusUpdatePembayaran int 1  
4 StatusMahasiswa int 1  


11. Nama File : TTPopulerMenu
Media : Hard Disk
Isi : KodePopulerMenu+KodeMenu+TotalPilihMenu+TanggalUpdate
Primary Key : KodePopulerMenu
Panjang Record : 39

Tabel 4.11. Struktur Tabel TTPopulerMenu
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodePopulerMenu int 11 Primary Key
2 KodeMenu int 11  
3 TotalPilihMenu Int 7  
4 TanggalUpdate date 10  


12. Nama File : TMGrading
Media : Hard Disk
Isi : Grade+Nilai+Ket+Kredi
Primary Key : Grade
Panjang Record : 26,17

Tabel 4.12. Struktur Tabel TMGrading
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 Grade varchar 2 Primary Key
2 Nilai decimal 18,17  
3 Ket varchar 5  
4 Kredit int 1  


13. Nama File : TMJurusan
Media : Hard Disk
Isi : KodeJurusan+KodeLama+Nama+Singkatan+Jenjang+Jurusan+Konsentrasi
Primary Key : KodeJurusan
Panjang Record : 29

Tabel 4.13. Struktur Tabel TMJurusan
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodeJurusan int 3 Primary Key
2 KodeLama int 5  
3 Nama varchar 15  
4 Singkatan varchar 3  
5 Jenjang int 1  
6 Jurusan int 1  
7 Konsentrasi int 1  


14. Nama File : TMKepalaJurusan
Media : Hard Disk
Isi : KodeKajur+NID+NamaKajur+NamaPanggilanKajur+KodeJurusan
Primary Key : KodeKajur
Panjang Record : 63

Tabel 4.14. Struktur Tabel TMKepalaJurusan
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodeKajur int 1 Primary Key
2 NID varchar 10  
3 NamaKajur varchar 30  
4 NamaPanggilanKajur varchar 15  
5 KodeJurusan char 7  


15. Nama File : TMMatakuliah
Media : Hard Disk
Isi : Id_Kurikulum+Kode_Mk+NamaMataKuliah+SKS+KodeKelompok
Panjang Record : 44

Tabel 4.15. Struktur Tabel TMMataKuliah
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 Id_Kurikulum varchar 4  
2 Kode_Mk varchar 5  
3 NamaMataKuliah varchar 30  
4 SKS int 1  
5 KodeKelompok varchar 4  


16. Nama File : TMMatakuliahKelompok
Media : Hard Disk
Isi : KodeKelompok+NamaKelompokMataKuliah
Primary Key : KodeKelompok
Panjang Record : 33

Tabel 4.16. Struktur Tabel TMMataKuliahKelompok
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodeKelompok varchar 3  
2 NamaKelompokMataKuliah varchar 30  


17. Nama File : TMMenu
Media : Hard Disk
Isi : KodeMenu+NamaMenu+KodeMenuKategori+LinkMenu+PictureMenu
Primary Key : KodeMenu
Panjang Record : 196

Tabel 4.17. Struktur Tabel TMMenu
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodeMenu varchar 11  
2 NamaMenu varchar 30  
3 KodeMenuKategori int 5  
4 LinkMenu varchar 100  
5 PictureMenu varchar 50  


18. Nama File : TMMenukategori
Media : Hard Disk
Isi : KodeMenuKategori+NamaMenuKategori
Primary Key : KodeMenuKategori
Panjang Record : 20

Tabel 4.18. Struktur Tabel TMMenukategori
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 KodeMenuKategori int 5  
2 NamaMenuKategori varchar 15  


19. Nama File : TMNilai
Media : Hard Disk
Isi : NIM+Kode_MK+Grade
Panjang Record : 18

Tabel 4.19. Struktur Tabel TMNilai
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 NIM varchar 10  
2 Kode__MK varchar 6  
3 Grade varchar 2  


20. Nama File : TMPrint
Media : Hard Disk
Isi : print_id+tgl+jam+NIM+KodeMenu+rans+key_print
Primary Key : print_id
Panjang Record : 82

Tabel 4.20. Struktur Tabel TMPrint
No Nama Field Type Data Field Size Keterangan
1 print_id int 3  
2 Tgl date 10  
3 Jam varchar 8  
4 NIM char 10  
5 KodeMenu int 11  
6 Rans varchar 10  
7 key_print varchar 30  

 

 

Rancangan Tampilan

Berdasarkan requirements yang terdapat pada Final Draft Elisitasi di atas, kemudian dibangun beberapa prototype SIS+, yaitu:

1. Tampilan Home SIS+
Gambar 4.9. Tampilan Home SIS+
2. Tampilan Sign SIS+
410tampilansignrinfoj.jpg
Gambar 4.10. Tampilan Sign Rinfo
3. Tampilan Halaman Account Rinfo belum aktif
411tampilanrinfobelumaktif.jpg
Gambar 4.11. Tampilan Halaman Account Rinfo belum aktif
4. Tampilan Biodata
412tampilanbiodataj.jpg
Gambar 4.12. Tampilan Biodata
5. Tampilan Biodata Print PDF
413tampilanbiodataprintpdfj.jpg
Gambar 4.13. Tampilan Biodata Print PDF
6. Tampilan Daftar Nilai
414tampilandaftarnilai.jpg
Gambar 4.14. Tampilan Daftar Nilai


415tampilandaftarnilaipdf.jpg
Gambar 4.15. Tampilan Daftar Nilai Print PDF

Implementasi Sistem yang Diusulkan

  1. Perangkat Keras (Hardware)
    Rancangan perangkat keras (hardware) yang diusulkan untuk sistem baru ini adalah sebagai berikut : a. Server Hosting
  2. Perangkat Lunak (Software)
    a. Database : MySQL
    b. Yii Framework
  3. Brainware
    Untuk mengoperasikan SIS+ ini dapat dilakukan oleh seluruh Mahasiswa. Sedangkan untuk mengoperasikan admin SIS+ adalah hanya Pribadi Raharja yang ditunjuk Sebagai Admin SIS+
  4. Hak Akses
    Yang mempunyai hak dalam melakukan pengaksesan SIS+ ini adalah seluruh Mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja. dan admin SIS+
  5. Time Schedule
Tabel 4.30 Time Schedule

No

Kegiatan

Waktu

Oktober
2013

November
2013

Desember
2013

Januari
2014

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

Pengumpulan Data

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Analisa Proses Bisnis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Analisa Database Local

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Perancangan Sistem

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Pembuatan Design Tampilan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

Pembuatan Program

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

Test Program

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

Evaluasi Program

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9

Implementasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan pada sistem yang berjalan SIS, maka penelitu dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Sistem SIS yang berjalan saat ini di perguruan Tinggi Raharja belum mampu menyediakan informasi yang maksimal seperti dalam penggunaannya yang masih menggukan sweep card jika hal sweep card ini rusak/hilang maka mahasiswa tidak dapat menggunakan SIS. Dan pengaksesan SIS yang masih dilakukan secara local dimana mahasiswa harus datang sendiri ke bagian SIS Box untuk mengurus hal-halyang berkaitan dengan aktivitas akademik mahasiswa tersebut sehingga memakan waktu dan tentunya memakan banyak kertas untuk penyimpanan.
  2. Dengan adanya sistem SIS+ yang diusulkan akan lebih mudah dan cepat mahasiswa mengetahui daftar nilai dan biodata sekaligus mempermudah programmer mengembangkan sistem yang lebih komplek tanpa terkendala dengan gaya penulisan source yang berbeda. Pengembangan system SIS+ dimulai dari pembuatan diagram UML yang terdiri dari empat buah diagram yaitu usecase diagram, sequence diagram, dan activity diagram dan class diagram, selanjutnya dibuatlah programming dengan bahasa pemrograman PHP denganmenggunakan Yii Framework sesuai dengan objek orientied programming dan juga menggunakan MySql sebagai database yang dibangun. Sebagai media tampilan menggunakan Bootstrap 2.3.2 sehingga dapat menyelesaikan desain lebih teratur.
  3. Penerapan Login Rinfo dalam sistem informasi SIS+ ini mempermudah mahasiswa dalam menggunakan aplikasi yang ada. Mahasiswa tidak perlu menghapal banyak account, hanya satu account dan tidak perlu berulang kali login, cukup dengan sekali login.

Saran

Agar penggunaan sistem informasi SIS+ dapat terwujud dengan baik, maka ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian agar dapat dikembangkan ke tahap selanjutnya, antara lain :

  1. Untuk memaksimalkan sistem yang telah dirancang diperlukan adanya pelatihan kepada karyawan terkait atau admin yang akan menggunakan program tersebut agar lebih di mengerti dan familiar.
  2. Setelah dilakukan implementasi sistem, tidak menutup kemungkinan pengembangan sistem yang ada seiring dan sesuai kebutuhan yang ada, agar kekurangan sistem yang telah dibuat dapat terlengkapi dengan cara diperbaiki maupun ditambah juga dapat menyesuaikan denganperkembangan teknologi yang akan datang.
  3. Dari beberapa saran dan kekurangan yang telah disebutkan, pada rancangan sistem informasi yang telah dibuat agar dapat dikembangkan kembali supaya menjadilebih baik dan mencakup keseluruhan system.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Pressman, Roger. 2012. Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi. Yogyakarta : Penerbit Andi.
  2. 2,00 2,01 2,02 2,03 2,04 2,05 2,06 2,07 2,08 2,09 2,10 2,11 2,12 2,13 2,14 2,15 2,16 Sutabri, Tata. 2012. Konsep Dasar Informasi. Yogyakarta: Andi
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 3,5 Mustakini. 2009. Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi.
  4. Amin. Zaenal, dan Santoso. Yudi. 2012. Pemodelan Sistem Informasi Persediaan Barang Pada PT. Nutech Pundi Arta. Jakarta: Universitas Budi Luhur.
  5. Rapina, dkk. 2011. Peranan Sistem Pengendalian Internal Dalam Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Kegiatan Operasional Pada Siklus Persediaa dan Pergudangan. Bandung: Univ.Kristen Maranatha.
  6. 6,0 6,1 6,2 6,3 6,4 Murad. Dina. Fitria. 2013. Aplikasi Intelligence Website Untuk Penunjang Laporan PAUD Pada Himpaudi Kota Tangerang. Jurnal CCIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Vol. 7, No. 1, September 2013.
  7. 7,0 7,1 7,2 7,3 7,4 7,5 7,6 7,7 Rizky. Soetam. 2011. Konsep Dasar Rekayasa Perangkat Lunak. Jakarta: Prestasi Pustaka.
  8. 8,0 8,1 8,2 Nasution, Ruslan Efendi. 2012. Implementation Sms Gateway In The Development Web Based Information System Schedule Seminar Thesis. Lampung: Unila.
  9. Irwansyah, Muhammad Azhar, dkk. 2012. Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Apotek Berbasis Client-Server. Pontianak: Universitas Tanjungpura.
  10. Nugroho. Adi. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek Dengan Metode USDP. Yogyakarta: Andi.
  11. Rusdah. 2011. Analisa Dan Rancangan Sistem Informasi Persediaan Obat. Jakarta: Universitas Budi Luhur
  12. Martono. Aris, dkk. 2009. Pengembangan Sistem Database Penempatan Tenaga Kerja Berbasis Web. Jurnal CCIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Vol. 2, No. 3, Mei 2009.
  13. 13,0 13,1 13,2 Prasetio. Adhi. 2012. Buku Pintar Pemrograman Web. Jakarta : Mediakita
  14. 14,0 14,1 14,2 Anhar. 2010. Panduan Menguasai PHP & MySQL Secara Otodidak. Jakarta: Mediakita.
  15. 15,0 15,1 Oktavian. Diar Puji. 2010. Menjadi Programmer Jempolan Menggunakan PHP. Yogyakarta: Mediakom.
  16. 16,0 16,1 16,2 16,3 16,4 16,5 Arief. M. Rudyanto. 2011. Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP & MySQL. Yogyakarta: Andi.
  17. 17,0 17,1 Madcoms. 2010. Kupas Tuntas Adobe Dreamweaver CS5 Dengan Pemrograman PHP & MySQL. Yogyakarta: Andi.
  18. 18,0 18,1 Wardana. 2010. Menjadi Master PHP Dengan Framework Codeigniter. Jakarta: Elex Media Komputindo.
  19. 19,0 19,1 19,2 19,3 Nugroho. Bunafit. 2009. Latihan Memuat Aplikasi Web PHP dan MySQL dengan Dreamweaver MX [6, 7, 2004] dan 8. Yogyakarta: Gava Media.
  20. Sarosa. Samiaji. 2009. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Gramedia.
  21. Saputra. Alhadi. 2012. Kajian Kebutuhan Perangkat Lunak Untuk Pengembangan Sistem Informasi Dan Aplikasi Perangkat Lunak Buatan LAPAN Bandung. Bandung: LAPAN.
  22. 22,0 22,1 22,2 Hermawan. Asep. 2009. Penelitian Bisnis. Jakarta: Grasindo.
  23. Semiawan. Conny. R. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Grasindo.
  24. Yuniarti. Evi, dkk. 2012. Kinerja Laporan Keuangan Untuk Pengambilan Keputusan Pemberian Kredit Modal Kerja. Lampung: Politeknik Negeri Lampung.
DAFTAR LAMPIRAN

Contributors

Admin, Isma, Yuli anto