SI0921463172

Dari Widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PERANCANGAN VIDEO STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KERJA

OPERATOR MESIN PADA PLANT MIXING CENTER

PT. GAJAH TUNGGAL Tbk GUNA MENINGKATKAN

PRODUKTIVITAS KERJA


SKRIPSI



Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NIM : 0921463172

NAMA : Toton Mugiono



JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

KONSENTRASI MULTIMEDIA AUDIO VISUAL AND BROADCASTING

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

(2013/2014)




Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Suatu perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya, baik perusahaan yang bergerak dibidang industry, perdagangan maupun jasa akan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Satu hal yang penting yaitu bahwa keberhasilan berbagai aktivitas didalam perusahaan dalam mencapai tujuan bukan hanya tergantung pada keunggulan teknologi, dana operasi yang tersedia, sarana ataupun prasarana yang dimiliki, melainkan juga tergantung pada aspek sumber daya manusia. Faktor sumber daya manusia ini merupakan elemen yang harus diperhatikan oleh perusahaan, terutama bila mengingat bahwa era perdagangan bebas akan segera dimulai, dimana iklim kompetisi yang dihadapi akan sangat berbeda. Hal ini memaksa setiap perusahaan harus dapat bekerja dengan lebih efisien, efektif dan produktif. Tingkat kompetisi yang tinggi akan memacu tiap perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan memberikan perhatian pada aspek sumber daya manusia. Jadi manusia dapat dipandang sebagai faktor penentu karena ditangan manusialah segala inovasi akan direalisir dalam upaya mewujudkan tujuan perusahaan.Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang diharapkan oleh perusahaan, setiap karyawan diharapkan memiliki kompetensi kerja yang sesuai sehingga nantinya akan meningkatkan produktivitas yang tinggi. Kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kompetensi kerja merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pihak managemen, bila mereka menginginkan setiap karyawan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian tujuan perusahaan. terkait dengan kompetensi kerja yang sesuai standar untuk itu tentunya setiap perusahaan memiliki pelatihan mengenai standar operasional prosedur yang benar kepada karyawan sebelum ditempatkan pada posisinya, Agar nantinya nilai efisiensi, efektivitas, dan pencapaian produktivitas dapat meningkat. Bagaimana tingkat keefektivitasannya dari standar operasional yang ada saat ini, apakah pesan yang disampaikan pihak managemen untuk mencapai tujuan perusahaan sudah dapat di wujudkan. maka sangat menarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai keefektivan dari standar operasional prosedur yang ada di perusahaan saat ini.PT. Gajah Tunggal Tbk. merupakan salah satu perusahaan manufakturing swasta di Indonesia yang bergerak di bidang industri ban, untuk berbagai jenis kendaraan dan kegunaan. Untuk proses produksi perusahaan ini beroperasi setiap harinya 24 jam tanpa henti. Dengan jumlah karyawan yang mencapai 12600 orang, tentunya menjadi pekerjaan yang tidak mudah bagi managemen agar semua karyawan memiliki kompetensi kerja yang sesuai dibidangnya. Pelatihan mengenai standar operasional prosedur kerja yang ada di PT. Gajah Tunggal Tbk. diberikan selama tiga bulan pada saat masa percobaan atau orientasi karyawan baru. Dimana setelah masa percobaan tersebut selesai, karyawan sudah diperbolehkan bekerja di masing-masing bagian. Media penyampaian standar operasional prosedur kerja yang ada saat ini masih menggunakan media cetak, dan penyampaiannya dinilai masih kurang efektif, terlihat dari beberapa masalah yang disebabkan faktor sumber daya manusia yang kurang kompeten, antara lain kesalahan penggunaan material, kesalahan seting parameter proses, kecelakaan kerja yang masih tinggi yang disebabkan bekerja tidak sesuai standar operasional prosedur yang ditetapkan. Melihat hal ini tentunya untuk dapat membuat proses produksi lebih efisien, efektif serta untuk mencapai produktivitas yang lebih tinggi akan semakin sulit.Plant Mixing Center merupakan dapur dari PT. Gajah Tunggal, yang mana pada proses produksi di bagian ini sangat memerlukan ketelitian dan keakuratan yang lebih. Terdapat dua jenis mesin yang digunakan pada saat proses produksi, yaitu mesin mixer dan batch off. Untuk proses pada mesin mixer, operator akan mencampurkan bahan-bahan seperti rubber, oil, chemical dan filler sesuai spesifikasi jenis yang akan dibuat. Untuk proses pada mesin batch off operator bertugas mengeluarkan hasil dari mesin mixer yang sudah berupa lembaran, yang nantinya akan di tempatkan pada pallet besi. Hasil dari Plant Mixing Center ini berupa lembaran compound yang selanjutnya akan diproses di bagian lain hingga menjadi ban. Tingkat ketelitian dan keakuratan sangat dibutuhkan pada plant ini, karena jika terjadi kesalahan pada proses ini, kerugian yang akan ditanggung perusahaan sangat besar, dimana proses ini merupakan proses awal dari pembuatan ban. Sehubungan dengan hal diatas, maka kompetensi karyawan merupakan masalah yang sangat penting didalam suatu perusahaan, karena dapat meningkatkan produktivitas kerja. Sehingga kemampuan manajemen dalam memberikan pelatihan mengenai standar operasional prosedur akan sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan perusahan.Keadaan demikian yang melatar belakangi penulis membuat program perancangan standar operasional prosedur yang berbasis video yang diberi judul “PERANCANGAN VIDEO STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KERJA OPERATOR MESIN PADA PLANT MIXING CENTER PT. GAJAH TUNGGAL Tbk GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA”. Video ini akan diputar sebagai program refreshment training yang mana jadwal pemutarannya mengikuti kebutuhan perusahaan. Selain itu video ini juga akan diupload pada web local atau intranet perusahaan. Setelah perancangan media video standar operasional prosedur ini diimplementasikan besar harapan penulis dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja karyawan PT. Gajah Tunggal Tbk khususnya plant Mixing Center, yang mana nantinya dapat membantu manajemen untuk mencapai tujuan perusahaaan. Dan pesan atau informasi yang ditampilkan mengenai standar operasional prosedur kerja dapat diterima lebih jelas oleh karyawan.

Rumusan Masalah

Tingkat kompetisi yang tinggi akan memacu tiap perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan

memberikan perhatian pada aspek sumber daya manusia. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang diharapkan oleh perusahaan, setiap karyawan diharapkan memiliki kompetensi kerja yang sesuai sehingga nantinya akan meningkatkan produktivitas yang tinggi. Penerapan standar operasional prosedur kerja yang ada di PT. Gajah Tunggal saat ini masih menggunakan media cetak dan penyampaiannya dinilai masih kurang efektif, terlihat dari beberapa masalah yang disebabkan faktor sumber daya manusia yang kurang kompeten, antara lain kesalahan penggunaan material, kesalahan seting parameter proses, kecelakaan kerja yang masih tinggi yang disebabkan bekerja tidak sesuai standar operasional prosedur yang ditetapkan.


Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut :


1. Apakah semua karyawan di PT. Gajah Tunggal mengetahui standar operasional prosedur kerja yang benar?


2. Apakah dengan karyawan memiliki kompetensi kerja yang sesuai dan dapat bekerja sesuai standar operasional prosedur kerja yang benar, sehingga mampu meningkatkan produktivitas kerja, dan target perusahaan dapat tercapai?


3. Apakah dengan dirancangannya media video penunjang peningkatan produktivitas kerja yang akan diputar sebagai program refreshment training dapat mengurangi masalah yang disebabkan faktor sumber daya manusia?

Ruang Lingkup

Agar pembahasan permasalahan lebih terarah dan berjalan dengan baik, maka penulis membatasi ruang lingkup pembahasan masalah. Adapun yang akan dibahas oleh Penulis adalah mengenai “PERANCANGAN VIDEO STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KERJA OPERATOR MESIN PADA PLANT MIXING CENTER PT. GAJAH TUNGGAL Tbk GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA” Maka Penulis hanya melakukan pembahasan masalah yang diimplementasikan dalam video standar operasional prosedur kerja pada PT. Gajah Tunggal Tbk. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses studi akademis dan syarat kelulusan. Penyusunan skipsi ini dibuat dengan menggunakan metode kuesioner, wawancara, observasi lapangan dan studi kepustakaan.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui sejauh mana karyawan di PT. Gajah Tunggal mengetahui standar operasional prosedur kerja yang benar.


2. Untuk mengetahui dengan karyawan memiliki kompetensi kerja yang sesuai dan dapat bekerja sesuai standar operasional prosedur kerja yang benar, sehingga mampu meningkatkan produktivitas kerja, dan target perusahaan dapat tercapai.


3. Untuk mengetahui dengan dirancangannya media video penunjang peningkatan produktivitas kerja yang akan diputar sebagai program refreshment training dapat mengurangi masalah yang disebabkan faktor sumber daya manusia.

Manfaat Penelitian

Bagi PT. Gajah Tunggal Tbk.


1. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna dan menjadi masukan serta bahan pertimbangan mengenai penerapan perancangan video standar operasional prosedur yang akan digunakan sebagai program refreshment training dalam upaya peningkatan produktivitas kerja karyawan.


2. Dengan menggunakan media audio visual, diharapkan penyampaian manajemen mengenai standar operasional prosedur kerja yang benar dapat diterima lebih jelas oleh karyawan.


Bagi penulis


1. Sebagai salah satu syarat penulis untuk mencapai gelar Sarjana Jurusan Teknik Informatika Konsentrasi MAVIB (Multimedia Audio Visual and Broadcasting) Perguruan Tinggi Raharja.


2. Menambah wawasan serta pengalaman penulis dalam membuat media audio visual dan menambah kreatifitas penulis dalam mengerjakan suatu proyek.


Bagi pihak lain


1. Sebagai tambahan referensi bagi rekan-rekan yang memerlukan sumber data dalam melakukan penelitian dengan tajuk dan objek tugas akhir yang sama.

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini metode-metode yang digunakan penulis adalah :

1. Metode Analisa Permasalahan


2. Metode Pengumpulan Data


3. Metode Analisa Perancangan


4. Metode Konsep Produksi Media


Analisa Permasalahan

Setelah penulis mengumpulkan data melalui metode kuesioner dan interview di lingkungan Plant Mixing Center, penulis mempunyai keinginan untuk membuat media video Standar Operasional Prosedur kerja yang nantinya dapat diputar pada saat refreshment training karyawan.

Pengumpulan Data

Data-data yang akan digunakan sebagai pendukung hasil laporan penelitian, sebagai berikut :


1. Metode Kuesioner

Merupakan suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan penulis untuk mengumpulkan data.


2. Metode Observasi

Merupakan cara pengumpulan data secara langsung ke lapangan melalui pengamatan dan melakukan pencatatan secara sistematis terhadap sejumlah objek penelitian dan sejumlah individu yang bersangkutan.


3. Metode Wawancara

Merupakan metode untuk mendapatkan data melalui proses tanya jawab dengan beberapa narasumber yang bersangkutan.


4. Metode Studi Pustaka

Metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi dan data dari beberapa sumber-sumber literatur seperti buku, majalah, internet, hasil seminar, artikel, jurnal dan lain sebagainya yang berkaitan dengan penelitian sebagai bahan dalam penyusunan laporan penelitian ini.

Analisa Perancangan

Perancangan media komunikasi visual sebagai penunjang media informasi dirancang berdasarkan analisa terhadap media yang telah digunakan pada media sebelumnya, selain dari itu juga terhadap analisa kebutuhan yang di ajukan kepada stakeholder, selanjutnya dirancang menggunakan aplikasi program computer grafis. Media-media yang akan digunakan sebagai sarana penunjang informasi SOP kerja pada PT. Gajah Tunggal Tbk. dirancang dengan menggunakan aplikasi Adobe Illustrator, Adobe Premiere Pro, Adobe After Effect, Corel Video Studio X5, dan Adobe Photoshop.

Metode Konsep Produksi Media

Dalam konsep produksi media akan disampaikan tahapan-tahapan proses produksi media yaitu :

a. Tahap Preproduction

b. Tahap Production

c. Tahap Postproduction

Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah dalam membaca dan mengikuti penulisan, maka dalam laporan skripsi ini, penulis membagi menjadi beberapa bab yang secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut :


BAB I PENDAHULUAN

Bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang masalah penelitian, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.


BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini membahas mengenai definisi dari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan topik pembahasan dalam penyusunan Laporan Skripsi.


BAB III IDENTIFIKASI MASALAH

Bab ini membahas mengenai gambaran umum perusahaan, sejarah singkat perusahaan, wewenang dan tanggung jawab, struktur organisasi, informasi tentang produk, market analisis, potensial market, segmentasi pemasaran, strategi pemasaran, dan analisa masalah.


BAB IV KONSEP PRODUKSI MEDIA

Konsep produksi media dalam penelitian ini menggunakan Konsep Produksi Media MAVIB, atau konsep produksi media yang berbasis video. Adapun dalam konsep produksi tersebut terdapat tahapan-tahapan diantaranya:- Tahap Preproduction- Tahap Production- Tahap Postproduction.


BAB V PENUTUP

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang dapat diberikan oleh penulis dari hasil penelitian yang dilakukan.


DAFTAR PUSTAKA


LAMPIRAN

BAB II LANDASAN TEORI

Konsep Dasar Perancangan

Pengertian Perancangan

Menurut Binanto, Iwan dalam bukunya Multimedia digital (ANDI 2010:260) Perancangan adalah pembuatan spesifikasi mengenai arsitektur program, gaya, tampilan, dan kebutuhan material/bahan untuk program. Spesifikasi dibuat serinci mungkin sehingga pada tahap berikutnya, yaitu material collecting dan assembly, pengambilan keputusan baru tidak diperlukan lagi, cukup menggunakan keputusan yang sudah ditentukan pada tahap ini. Meskipun demikian, pada praktiknya, pengerjaan proyek pada tahap awal masih akan sering mengalami penambahan bahan atau pengurangan bagian aplikasi, atau perubahan-perubahan lain.


Menurut Soepadmo Gatoet dalam buku panduan mudah merancang bangunan (Niaga Swadaya 2013:10) perancangan adalah setiap rancangan harus memenuhi kebutuhan penggunanya dan dapat berfungsi dengan baik, fungsi timbul sebagai akibat dari adanya kebutuhan manusia dalam usaha untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya dialam semesta ini.


Menurut Pujiriyanto (2009:87-91) Perancangan adalah wujud visual yang dihasilkan dari bentuk-bentuk kreatif yang telah direncanakan. Langkah awal dalam perancangan desain bermula dari hal-hal yang tidak teratur berupa gagasan atau ide-ide kemudian melalui proses penggarapan dan pengelolaan akan menghasilkan hal-hal yang teratur, sehingga hal-hal yang sudah teratur bisa memenuhi fungsi dan kegunaan secara baik.


Dilihat dari penjelasan diatas, maka penulis menarik kesimpulan bahwa perancangan adalah pewujudan dari ide yang telah direncanakan lalu dituangkan kedalam sebuah konsep sehingga membentuk sebuah objek yang mempunyai fungsi dan kegunaan secara baik.

Proses Perancangan Secara Umum

Menurut Hendratman, Hendi dalam bukunya Tips n Trix computer graphic design (Informatika Bandung 2010:09-12) :

1. Persiapan DataData dapat berupa teks atau gambar yang terlebih dahulu diseleksi, apakah data tersebut sangat penting sehingga harus ditampilkan atau data kurang penting sehingga dapat ditampilkan lebih kecil, samar atau ditiadakan sama sekali. Data dapat berupa data informatif yaitu berupa foto atau teks dan judul serta data estetis yaitu berupa bingkai, background, efek grafis garis atau bidang.


2. IdeUntuk mencari ide yang kreatif diperlukan studi banding, wawancara dan lain-lain agar desain yang dibuat bisa efektif diterima dan membangkitkan kesan tertentu yang sulit dilupakan.


3. KonsepHasil kerja berupa pemikiran yang menentukan tujuan-tujuan, kelayakan dan segmen yang dituju. Oleh karena itu, desain grafis menjadi desain komunikasi visual agar dapat bekerja untuk membantu pihak yang membutuhkan solusi secara visual.


4. MediaUntuk mencapai kriteria ke sasaran atau segmen yang dituju diperlukan studi kelayakan yang cocok dan efektif untuk mencapai tujuannya. Media bisa berupa cetak, elektonik, luar ruang dan lain-lain.


5. VisualisasiMenentukan komponen desain, pemilihan warna, layout sampai finishing.


6. ProduksiSetelah desain dan coding yang dibuat selesai, sebaiknya terlebih dahulu diuji coba (testing) untuk memastikan sistem atau produk tidak ada kesalahan.

Konsep Dasar Video

Pengertian Video

Menurut Ayunityas, Melvy (2011:7) video merupakan gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam suatu waktu dengan kecepatan tertentu. Gambar-gambar yang digabung tersebut dinamakan frame dan kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate, dengan satuan fps (frame per second). Karena dimainkan dalam kecepatan yang tinggi maka tercipta ilusi gerak yang halus, semakin besar nilai frame rate maka akan semakin halus pergerakan yang ditampilkan. Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital.


Menurut Binanto,Iwan dalam bukunya Multimedia Digital (ANDI 2010:179) kata video berasal dari kata latin, yang berarti “saya lihat”. Video adalah teknologi pemrosesan sinyal elektronik yang mewakilkan gambar bergerak. Aplikasi umum dari teknologi video adalah televisi. Video juga dapat digunakan dalam aplikasi teknik, keilmuan, produksi, dan keamanan. Istilah video juga digunakan sebagai singkatan videotape, perekam video dan pemutar video.


Video dapat disimpulkan sebagai gambar bergerak yang digabung dalam satu waktu dengan kecepatan tertentu dan memiliki alur cerita sehingga menghasilkan sebuah tampilan audio visual yang bisa dipahami.

Kategori Video

Menurut Binanto,Iwan (2010:179-182) video terbagi dalam dua kategori video, yaitu video analog dan video digital.

1. VIDEO ANALOG

Video analog mengodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum video digital dapat dikategorikan sebagai video analog.


2. VIDEO DIGITAL

Video digital dapat disebut array 3 dimensi dari pixel berwarna, 2 dimensi melayani arah spesial dari gambar bergerak (horizontal dan vertikal) dan satu dimensinya akan mempresentasikan domain waktu.

Format Video

Menurut Hendratman, Hendi dalam buku “The magic of Adobe Premier Pro” (Informatika Bandung 2012:401-406) berbagai format yang sering dipakai dalam video editing, pertelevisian dan multimedia.


1. AVI

AVI merupakan singkatan dari Audio Video Interleaved. Format media yang dapat menyimpan data gambar bergerak / video dan suara / audio. AVI dikembangkan oleh Microsoft untuk digunakan pada Operating System Windows. Sebuah file AVI dapat menggunakan bermacam-macam format kompressor / codecs. File AVI tidak mempunyai standar ukuran / resolusi, bitrate dll sehingga anda bebas mengaturnya.


2. MOV, QT

Standar format digital video yang dikembangkan oleh Apple Computer for Macintosh (Mac Os) saingan Microsoft. Namun dapat dijalankan pula di Windows. Tetapi anda harus menginstal drivernya terlebih dahulu yaitu Quicktime for Windows atau Quicktime Alternative. Salah satu kelebihan format ini adalah adanya codec Animation kemampuannya untuk menyimpan Alpha Chanel, sehingga video/render animasi yang dibuat di 3D Studio Max atau After Effects dapat diganti backgroundnya.


3. MPEG-1

Standar Internasional untuk kompresi video kualitas sedang / medium, yang dikenal dengan Motion Picture Expert Group (MPEG-1) yang digunakan untuk Video CD/ VCD. Format yang berjaya di tahun 901n sampai awal 2000 ini mempunyai kompresi 50 banding 1 sampai 100 banding 1 sehingga file yang dihasilkan jauh lebih kecil dibnadingkan aslinya yang tanpa kompresi.


4. MPEG-2

Pengembangan dari MPEG-1 adalah MPEG-2 sehingga dapat mentransfer data lebih dari 4,5 Mb/s dan bisa digunakan untuk dunia broadcast pertelevisian dan DVD Video. Format MPEG-2 juga mendukung multichanel surround sound seperti PCM, Dolby Digital dan DTS.


5. ASF

ASF merupakan singkatan dari Advanced Streaming Format. Format ini Khusus dibuat untuk jaringan internet. Dengan demikian video yang dijalankan melalui internet akan berjalan mulus tanpa harus menunggu sampai data selesai diunduh / download. Teknik tersebut disebut steraming . Format ini dikembangkan oleh Microsoft. Penggunaan teknologi ASF ini digunakan pada format video lain seperti Windows Media Audio (WMA) dan Windows Media Video (WMV). ASF juga dapat menyimpan data text / metadata artist, title, album dan genre untuk audio atau sutradara pada file video track seperti file ID3 tags pada MP3 files.


6. WMV

WMV adalah singkatan dari Windows Media Video. Format video ini dikembangkan oleh Microsoft. Keuntungan format video ini adalah kompresi yang tinggi dan tanpa banyak mengurangi kualitas video. WMV sama seperti ASF (Advanced Sysytems Format) yang mempunyai teknologi streaming agar bisa dijalankan dengan mulus di internet.


7. MP4

MP4 dapat menampung berbagai format multimedia dan video stream ke sebuah file. Format yang dapat ditampung antara lain AVI (.avi), MPEG(.mpg, .mpeg), Matroska (.mkv, .mka), OGM (.ogm) Quicktime (.mov) atau Realmedia (.rm, .rmvb). MP4 telah menjadi standar (ISO 14496-14) sehingga dapat dijalankan di berbagai hardware seperti handpone, mp4 player dan multimedia player dikomputer.


8. Flash Video (FLV)

FLV (Flash Video Files) sesuai namanya adalah format Flash yang khusus untuk menampung vide format bitmap. Teknologi ini mulai ada sejak Macromedia Flash version 7. Tidak seperti format SWF, kelebihan format FLV adalah tidak ada batasan maksimum 16000 frames sehingga cocok untik video dengan durasi panjang.


9. Real Media

RealMedia is adalah kontainer multimedia yang dibuat oleh RealNetworks yang dapat menampung data Video dan Audio. Akhiran filenya adalah *.rm dan biasanya digunakan untuk menampilkan video online secara streaming.


10. 3GP

3GP adalah video dengan teknologi dan kompresi tinggi seperti mpeg4, namum lebih khusukan untuk Handphone. Biasanya kualitas yang dihasilkan tidak begitu baik jika dijalankan dikomputer atau televisi, karena bitrate, resolusi, chanel audio yang rendah (mono) juga processor handphone yang jauh lebih lambat dari komputer PC.


11. Matroska

Matroska adalah format multimedia open source gratis dari rusia. Format inisering digunakan untuk menyimpan data video kualitas HD (786) dan Full HD (1080) dengan kualitas yang sangat tinggi. Karena format ini open source maka format ini berkembang pesat dan dijuluki ‘format masa depan’. Matroska bukanlah video codec (seperti Cinepak atai Indeo) tetapi sebuah format penampung berbagai codec video seperti DivX, Xvid, RV9 dll fan codec audio seperti MP3, MP2, Ogg, AC3, AAC, DTS, PCM, juga dapat mengenal teks penterjemah / subtitles (SRT, ASS, SSA, USF dll) dalam sebuah file. Untuk mainkan file MKV diperlukan software player multimedia khusus seperti GOM Player,KMPlayer dll. Dan kini sudah ada pula alat / hardware yang dapat menjalankan format MKV tersebut.

Konsep Dasar Informasi

Pengertian Informasi

Menurut Kristanto (2008:6) mengemukakan bahwa “informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima”.


Menurut Maimunah dalam jurnal CCIT (Maimunah dkk, 2012 : 284) ”Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya, dan bermanfaat dalam mengambil sebuah keputusan”.


Berdasarkan teori diatas maka penulis menyimpulkan bahwa informasi adalah sebuah data yang telah diolah kedalam bentuk yang dapat dimengerti dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

Jenis-jenis Informasi

1. Informasi Penyejuk

Informasi keadaan sekarang yang merangkum keadaan umum bisnis atau organisasi.


2. Peringatan

Berisi penunjuk terhadap sesuatu yang tidak biasa atau barangkali memerlukan tindakan manajerial atau perubahan-perubahan rencana.


3. Indikator Kunci

Berisi ukuran aspek-aspek penting yang berkaitan dengan kinerja organisasi.


4. Informasi Situasional

Informasi terkini tentang proyek, masalah, atau isu penting yang memerlukan perhatian manager.


5. Gosip

Informasi informal yang berasal dari sumber seperti pihak industri yang terkadang berguna untuk menangani suatu masalah.


6. Informasi Eksternal

Informasi yang berasal dari luar departemen atau perusahaan. Kadangkala informasi ini masih hangat dan berjangka pendek (misalnya adanya penandatanganan kontrak oleh kompetitor), tetap kadangkala berjangka panjang (misalnya studi lingkungan yang dilakukan lima tahun terakhir).

Kualitas Informasi

Menurut Kadir, Abdul dalam buku Pengenalan Sistem Informasi (2011:32-38) Istilah kualitas informasi (quality of information) terkadang juga dipakai untuk menyatakan informasi yang baik, kualitas informasi sering kali diukur berdasarkan :

1. Relevansi

Informasi benar-benar memberikan manfaat bagi pemakai.


2. Ketepatan Waktu (timeless)

Menyatakan usia data yang sesuai dengan upaya pengambilan keputusan. Artinya, informasi tersebut tidak usang/kadaluarsa ketika sampai ke penerima, sehingga masih ada waktu untuk menggunakan informasi tersebut sebagai bahan pengambilan keputusan.


3. Akurasi

Menyatakan derajat kebenaran terhadap informasi dan menentukan kehandalan atau rehabilitas informasi. Informasi yang benar-benar bebas kesalahan dikatakan sangat akurat.

Nilai Informasi

Menurut Kriyantono, Rachmat dalam buku Teknis Praktis, Riset Komunikasi (Kencana Jakarta 2011:43-46) Nilai informasi (value of information) ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dianggap bernilai kalau manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Pada kenyataanya, nilai informasi tidak mudah untuk dinyatakan dengan ukuran yang bersifat kuantitatif. Namun, nilai informasi dapat dijelaskan menurut skala relatif. Misalnya, jika suatu informasi dapat menghasilkan hal yang mengurangi ketidakpastian bagi pengambil keputusan, maka nilai informasinya tinggi. Sebaliknya, sekiranya informasi kurang memberikan relevansi bagi pengambil keputusan, informasi tersebut dikatakan kurang bernilai atau nilai informasinya rendah.

Konsep Dasar Media

Pengertian Media

Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berati perantara atau pengantar. Jadi dapat dipahami media adalah perantara atau pengantar dari pengirim ke penerima pesan.

Sifat dan Bentuk Media

Menurut Nova, Firsan (2009 : 205) berdasarkan sifatnya media terdiri dari dua, yaitu media cetak dan media elektronik. Media cetak dapat diartikan segala barang cetak seperti surat kabar, majalah, brosur, pamflet, buletin, dan lain-lain. Contoh, media elektronik adalah televisi, radio, website dan lain-lain. Media terdiri dari dua bentuk, yaitu media internal dan media eksternal. Media internal dalam suatu organisasi atau perusahaan dapat berbentuk majalah, tabloid, buletin, newsletter, website perusahaan, intranet perusahaan, company profile, financial report dan masih banyak lagi jenisnya. Media eksternal adalah media masa baik berbentuk cetak maupun elektronik.


Menurut Nova, Firsan (2009 : 205) media dapat diartikan sebagai alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak.


Menurut Maimunah dalam jurnal CCIT (Maimunah dkk, 2010 : 284) Media adalah sarana untuk menyimpan pesan atau informasi kepada public dengan menggunakan berbagai unsur komunikasi grafis seperti teks atau gambar atau foto.


Menurut Dewi Immaniar Desrianti dalam jurnal CCIT (Dewi dkk, 2012) Media adalah segala bentuk yang digunakan untuk menyalurkan informasi.


Media dapat disimpulkan sebagai sarana perantara yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim pesan kapada penerima pesan.

Alternatif Media

Secara umum media yang tersedia dapat dikelompokkan menjadi media cetak, media elektronik, media luar ruang, dan media lini bawah.


a. Media Cetak

Yaitu media yang statis dan mengutamakan pesan-pesan dengan jumlah kata, gambar, atau foto, baik dalam tata warna maupun hitam putih. Jenis-jenis media cetak terdiri atas surat kabar, buku profil, majalah, tabloid, brosur dan lain-lain.


b. Media Elektronik

Yaitu media dengan teknologi dan hanya bisa digunakan bila ada transmisi siaran. Bentuk-bentuk iklan dalam media elektronik biasanya berupa sponsorship, iklan partisipasi (disisipkan ditengah-tengah film atau acara), pengumuman acara, iklan layanan masyarakat, jingle, sandiwara dan lain-lain. Jenis-jenis media elektronik terdiri atas : televisi dan radio.


c. Media Luar Ruang

Yaitu media iklan yang biasa dipasang di tempat-tempat terbuka seperti pinggir jalan, di pusat keramaian, atau di tempat-tempat khusus lainnya seperti di dalam bis, gedung, pagar, tembok, dan sebagainya. Jenis-jenis media luar ruang meliputi Billboard, Baliho, Poster, Spanduk umbul-umbul, dan lain-lain.


d. Media Lini Bawah

Yaitu media-media minor yang digunakan untuk mengiklankan produk. Umumnya ada 4 macam media yang digunakan pada media lini bawah seperti pameran, direct mail, point of purchase, merchandise schemes, kalender.

Konsep Dasar Desain

Pengertian Desain

Menurut Supriyono, Rakhmat dalam buku Desain Komunikasi Visual dan Aplikasi (ANDI 2010:136) Desain merupakan art direction, yaitu penampilan visual secara menyeluruh dari iklan. Hasil kerja sama antara art direction dan copywriter (berupa konsep verbal dan visual) dipadukan secara sinergis ke dalam desain melalui proses standar, yaitu membuat sketsa-sketsa kasar, menentukan alternatif desain, hingga final artwork (FAW).


Maka Desain dapat disimpulkan sebagai sebuah tampilan yang menarik dari penuangan ide kedalam bentuk visual dengan menampilkan corak maupun ciri khas dengan sesuai dengan tujuan pemvisualisasian ide tersebut.

Fungsi-fungsi Desain

1. Fungsi Informasi

Desain selalu menyampaikan informasi dan pengirim pesan secara visual.


2. Fungsi Identifikasi

Desain selalu menyiratkan atau menyuratkan identitas pengirim pesannya lewat karakter visual.


3. Fungsi Persuasi

Desain mampu mengekspresikan isi dari pesan dan menghadirkan resonansi atau getaran emosi lewat bahasa visualnya (seperti emosi dalam bahasa musikal) sehingga dapat menimbulkan persuasi.

Unsur-unsur Desain

Menurut Rakhmat, Supriyono dalam buku Desain Komunikasi Visual dan Aplikasi (ANDI 2010:57-85) Ada beberapa unsur visual yang perlu anda kenal terlebih dahulu sebelum mendesain. Ibarat ingin menjadi juru masak, anda perlu mengenal bahan dan bumbu masakan kemudian tahu cara meramu dan mengolahnya menjadi sajian masakan yang lezat dan bisa dinikmati oleh orang banyak. Belajar desain komunikasi visual terlebih dahulu perlu mengenal materi-materi dasar dan tahu cara penataannya sehingga dapat menghasilkan komposisi desain yang harmonis, menarik, komunikatif, dan menyenangkan pembaca.

1. Garis (line)

Garis di definisikan sebagai sekumpulan titik yang dideretkan memanjang. Setiap garis menimbulkan kesan psikologis atau persepsi sendir. Misalnya garis yang membentuk ‘S’, sering dirasakan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. Bandingkan garis yang membentuk ‘Z’, terkesan tegas dan kaku.


2. Bentuk (shape)

Bentuk disebut juga shape, dihasilkan dari garis-garis yang tersusun semedikian rupa. Bentuk ada yang berbentuk 2 dimensi (dwimatra) dan 3 dimensi (trimatra). Setiap bentuk mempunyai arti sendiri, tergantung budaya, geografis dan lain-lain. Contoh : segitiga bisa melambangkan konsep trinitas (ayah, ibu, anak), tetapi di mesir segitiga melambangkan simbol feminimitas (kewanitaan).


3. Ilustrasi /Gambar /Image


Gambar di desain grafis bisa terbagi dari metodenya :


a. Manual / Hand Drawing / gambar tangan. Dengan menggunakan alat seperti pensil, airbrush, kuas, cat, spidol dan lain-lain. Cocok untuk pembuatan konsep, sketsa, ide, karikatur, komik, lukisan dan lain-lain.


b. Computerized. Menggunakan komputer, anda dapat membuat gambar secara vektor atau bitmap. Format vektor yang terdiri dari koordinat-koordinat, cocok untuk pembuatan logo dan gambar line-art. Format bitmap terdiri dari pixel-pixel, cocok untuk foto.


4. Ruang (Space)

Dengan ruang, kita dapat merasakan jauh-dekat, tinggi-rendah, panjang-pendek, kosong-padat, besar-kecil dan lain-lain. Ukuran tersebut sifatnya relatif. ‘Besar’ menurut anda belum tentu sama dengan ‘besar’ menurut orang lain. Ukuran-ukuran tersebut muncul karena ada pembanding.


a. Teks /Tipografi
Merupakan seni memilih dan menata huruf pada ruang untuk menciptakan kesan khusus, sehingga akan pembaca dapat membaca semaksimal mungkin.


b. Warna (Color)
Setiap warna mempunyai karakteristik tersendiri. Dengan warna kita dapat mengkomunikasikan desain kita kepada audience secara efektif.

Definisi Typography

Menurut Supriyono, Rakhmat dalam buku Desain Komunikasi Visual dan Aplikasi (ANDI 2010:19-20) Tipografi (typography) adalah cara memilih dan mengelola huruf dalam desain grafis. Bahkan saat ini pengertian tipografi sudah berkembang lebih luas lagi, yaitu mengarah pada disiplin ilmu yang mempelajari spesifikasi dan karakteristik huruf, bagaimana memilih dan mengelola huruf untuk tujuan-tujuan tertentu.

Definisi Tentang Psikologi Warna

Pengertian Warna

Diktat Mata Kuliah Nirmana (2010:14-17) secara obyektif warna adalah sifat cahaya yang dipancarkan dan terurai sebagai warna pelangi (merah, jingga, kuning, ungu). Jenis warna yang demikian disebut spectrum atau warna cahaya. Secara subyektif warna adalah bagian dari pengalaman indra penglihat (mata) yang diterima dari pantulan sinar atau cahaya pada suatu obyek atau benda tertentu.

Dimensi Warna

Secara garis besar dikenal adanya 2 dasar teori tentang warna :

1. Munsell system


2. Prang system, menurut teori Prang system warna dapat dibagi :


a. HUE (nama warna) : panas atau dinginnya warna
- Menunjukkan nama-nama warna : merah, biru, hijau
- Perbedaan warna adalah perbedaan HUE
- Bila hijau menjadi kebiruan dapat dikatakan berubah HUEnya


b. VALUE : terang atau gelapnya warna


c. INTENSITY : cerah atau suramnya warna

Jenis/Bentuk Warna

1. Warna Primer

Warna primer adalah warna-warna yang tidak dapat dibuat dari warna lain, tetapi dapat untuk membuat warna lain. Disebut juga warna pokok atau warna pertama. Warna primer terdiri dari beberapa warna, antara lain: merah (Magenta), Kuning (Yellow), Biru (Cyan Blue). Komposisi warna-warna : kuat dan kontras.


2. Warna Sekunder

Warna-warna yang merupakan hasil pencampuran dua warna primer, dengan perbandingan yang sama akan mendapatkan tiga warna pula, yaitu jingga, (merah + kuning), hijau (kuning + biru), dan ungu (merah + biru).


3. Warna Quarter

Warna yang merupakan hasil percampuran dua warna sekunder, yaitu coklat jingga adalah hasil percampuran warna coklat, kuning dan coklat merah, sedangkan coklat hijau adalah hasil percampuran warna coklat, kuning dan coklat biru.


4. Warna tersier

Warna pada tingkat ketiga sebagai hasil percampuran warna–warna sekunder yang menghasilkan tiga warna, yaitu orange – jingga, orange – hijau, dan hijau – jingga.


5. Warna Complementer

Dua warna yang dianggap saling berlawanan, seperti ungu dan kuning, merah dan hijau, biru dan jingga, dan lain sebagainya. Warna-warna ini di anggap dapat menghasilkan “gangguan optis“ bila digoyang sepertinya dapat bergerak.

Makna Simbolik Warna

1. Warna Merah : semangat, keberanian, amarah, bahaya, kekerasan, kekejaman, kesakitan.


2. Warna Kuning : Kegembiraan, keceriaan, kecemerlangan, keagungan, ciptaan


3. Warna Kuning Emas : kemewahan, kejayaan, kemenangan, kemulyaan, kekuatan spiritual.


4. Warna Hijau : pertumbuhan, kesuburan, keremajaan, keyakinan, pengharapan, kesanggupan, kehidupan, penelitian.


5. Warna Biru : kebenaran, keteguhan, ketenangan, kesejukan, kesetiaan, kemurahan hati.


6. Warna Putih : kesucian, kebenaran, perdamaian, kemurnian, kejujuran, ketentraman.


7. Warna Hitam : ketabahan, kekuatan, ketegasan, kejantanan, kesengsaraan.


8. Warna Abu-abu : ketaatan, rendah hati, kesholihan, modern.


9. Warna Orange : kemajuan, semangat, perkembangan, energi.


10. Warna Violet : kemulyaan, kebesaran jiwa, kelembutan.

Definisi Tentang Simbolisasi Bentuk

Menurut Tjiptono, Fandy dalam buku Strategi Pemasaran (ANDI 2008:30) Simbolisasi bentuk adalah bentuk bangun, rupa, figure, sosok suatu objek terungkap dalam kountur atau outline atau garis keliling dari objek yang bersangkutan.

Teori Desain Komunikasi Visual

Menurut Supriyono, Rakhmat dalam buku Desain Komunikasi Visual dan Aplikasi (ANDI 2010:9) Desain grafis belakangan lebih sering disebut “desain komunikasi visual” (DKV) karena memiliki peran mengomunikasikan pesan atau informasi kepada pembaca dengan berbagai kekuatan visual, seperti tipografi, ilustrasi warna, garis, layout dan sebagainya dengan bantuan teknologi. Dalam beberapa kasus, istilah DKV dianggap lebih dapat menampung perkembangan desain grafis yang semakin luas, tidak terbatas dengan penggunaan unsur-unsur grafis (visual). Meski demikian, istilah Desain Grafis (Graphic Desain) masih sering digunakan. DKV dikatagorikan sebagai Commercial Art kerena merupakan paduan antara seni rupa (Visual Art) dan keterampilan komunikasi untuk tujuan bisnis. Ketatnya tujuan bisnis dibidang industri barang dan jasa, ditambah perkembangan teknologi dan komunikasi, menjadikan DKV berkembang pesat.

Tidak dapat dihindari karya–karya desain karya komunikasi visual saat ini sudah merampok sebagian waktu dan perhatian manusia. Setiap hari mata kita dipaksa untuk melihat iklan. Ketika membuka halaman majalah, surat kabar, internet, atau televisi mata kita segera disergap iklan. Saat melintas dijalan raya kita pun selalu dikepung media outdoor berupa poster, bilboard, spanduk, baliho, banner, papan nama, dan bentuk-bentuk iklan lainnya. Di ruangan kantor mata kita masih dijejali brosur, katalog, kop surat, kartu nama, kalender, dan barang cetak lainnya.Tidak berhenti sampai disitu, iklan cetak berupa leaflet atau brosur bahkan sering dibagikan di traffic light saat lampu merah, disebar di perumahan, dipusat perbelanjaan dan ditempat–tempat publik lainnya. Semua media iklan tersebut berusaha keras merebut perhatian konsumen dengan menggunakan elemen-elemen visual, seperti logo, tipografi, dan warna.

Maraknya karya-karya desain komunikasi visual menuntut desainer untuk lebih kreatif. Desain yang “biasa-biasa saja” dapat dipastikan kalah bersaing dan kurang diperhatikan pembaca. Desainer kini semakin dituntut mampu memunculkan gagasan–gagasan besar, ide-ide segar yang tidak terduga.

Konsep Standar Operasional Prosedur

Definisi SOP

Standard Operating Procedure (SOP) adalah dokumen tertulis yang memuat prosedur kerja secara rinci, tahap demi tahap dan sistematis. SOP memuat serangkaian instruksi secara tertulistentang kegiatan rutin atau berulang-ulang yang dilakukan oleh sebuah organisasi. Untuk itu SOP juga dilengkapi dengan referensi, lampiran, formulir, diagram dan alur kerja (flow chart ).SOP sering juga disebut sebagai manual SOP yang digunakan sebagai pedoman untuk mengarahkan dan mengevaluasi suatu pekerjaan. Implementasi SOP yang baik, akan menunjukkan konsistensi hasil kinerja, hasil produk dan proses pelayanan yang kesemuanya mengacu pada kemudahan karyawan dan kepuasan pelanggan.

Tujuan Dari Penerapan SOP

SOP banyak diimplementasikan terutama di perusahaan, lembaga atau organisasi yang memerlukan kualitas pekerjaan sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu SOP dapat juga digunakan sebagai standar kualitas untuk menuju ke standar internasional (ISO). Penulisan dokumen dalam SOP perlu diterapkan untuk menghasilkan sistem kualitas dan teknis yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan dan untuk mendukung kualitas data informasi pada perusahaan. Penerapan SOP ini akan membantu perusahaan untuk mempertahankan kualias control dan kualitas proses sehingga membawa perusahaan untuk tetap bertahan di persaingan dunia bisnis. Keteraturan dan kesistematisan dari prosedur ini, akan memudahkan antar satuan kerja yang ada dalam melaksanakan tanggung jawab dan tugasnya. hubungan timbal balik yang lancar akan mewujudkan keseimbangan kerja yang baik bagi karyawan dan mewujudkan performansi yang handal.

Konsistensi terhadap system dapat terjamin meskipun kunci utama pemegang kerja resign maupun digantikan dengan orang lain. Peraturan tertulis SOP memudahkan seseorang melakukan suatu kerja dengan selamat tanpa adanya masalah terhadap keselamatan diri ataupun pada peralatan yang digunakan tanpa bantuan orang lain.Tujuan utama dari penerapan SOP adalah agar tidak terjadi kesalahan dalam pengerjaan suatu proses kerja yang dirancang dari SOP. Dari setiap teori telah dikemukakan, diketahui bahwa tujuan dari SOP adalah untuk memudahkan dan menyamakan persepsi semua orang yang memanfaatkannya dan untuk lebih memahami setiap langkah kegiatan yang harus dilaksanakannya.


Adapun tujuan - tujuan dari Standard Operating Procedure antara lain sebagai berikut :

1. Agar pekerja dapat menjaga konsistensi dalam menjalankan suatu prosedur kerja.


2. Agar pekerja dapat mengetahui dengan jelas peran dan posisi mereka dalamperusahaan.


3. Memberikan keterangan atau kejelasan tentang alur proses kerja, tanggung jawab,dan staff terkait dalam proses tersebut.


4. Memberikan keterangan tentang dokumen - dokumen yang dibutuhkan dalamsuatu proses kerja


5. Memepermudah perusahaan dalam mengetahui terjadinya inefisiensi proses dalam suatu prosedur kerja.

Manfaat SOP

Jika SOP dijalankan dengan benar maka perusahaan akan mendapat banyak manfaat daripenerapan SOP tersebut, adapun manfaat dari SOP adalah sebagai berikut :

1. Memberikan penjelasan tentang prosedur kegiatan secara detail dan terinci dengan jelasdan sebagai dokumentasi aktivitas proses bisnis perusahaan


2. Meminimalisasi variasi dan kesalahan dalam suatu prosedur operasional kerja.


3. Memepermudah dan menghemat waktu dan tenaga dalam program training karyawan.


4. Menyamaratakan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh semua pihak


5. Membantu dalam melakukan evaluasi dan penilaian terhadap setiap proses operasionaldalam perusahaan.


6. Membantu mengendalikan dan mengantisipasi apabila terdapat suatu perubahan kebijakan.


7. Mempertahankan kualitas perusahaan melalui konsistensi kerja karena perusahaan telahmemilki sistem kerja yang sudah jelas dan terstruktur secara sistematis

Definisi Produktivitas Kerja

Setiap perusahaan selalu berusaha agar karyawan bisa berprestasi dalam bentuk memberikan produktivitas kerja yang maksimal. Produktivitas kerja karyawan bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha. Karena semakin tinggi produktivitas kerja karyawan dalam perusahaan, berarti laba perusahaan dan produktivitas akan meningkat. International Labour Organization (ILO) yang dikutip oleh Malayu S.P Hasibuan (2005: 127) mengungkapkan bahwa secara lebih sederhana maksud dari produktivitas adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang dipergunakan selama produksi berlangsung. Sumber tersebut dapat berupa:

1. Tanah.


2. Bahan baku dan bahan pembantu.


3. Pabrik, mesin-mesin dan alat-alat.


4. Tenaga kerja.


Menurut Haryono sudriamunawar dalam bukunya Kepemimpinan, peran serta dan produktivitas (2006:66) produktivitas mengandung sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Secara umum produktivitas mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan.

Menurut sedarmayanti dalam bukunya Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja (2001:57) produktivitas adalah bagaimana menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien.

Menurut Sinungan, Muchdarsyah dalam bukunya Produktivitas Apa dan Bagaimana (2008:16) pengertian produktivitas dibagi menjadi tiga kelompok yaitu

1. Rumusan tradisional bagi seluruh produktivitas tidak lain adalah ratio daripada apa yang dihasilkan (output) terhadap keseluruhan peralatan produksi yang dipergunakan


2. Produktivitas pada dasarnya adalah suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.


3. Produktivitas merupakan interaksi terpadu secara serasi dari tiga faktor esensial yaitu : investasi termasuk penggunaan pengetahuan dan teknologi serta riset manajemen dan tenaga kerja.Berdasarkan pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dengan sumber daya yang digunakan dan suatu usaha atau upaya untuk menghasilkan atau meningkatkan hasil produksi baik itu barang atau jasa dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efisien.


Faktor yang Mendasar Dalam Produktivitas

Faktor yang mendasar dalam produktivitas menurut Muchdarsyah Sinungan dalam bukunya Produktivitas Apa dan Bagaimana (2008: 18-20) yaitu: Telah dinyatakan bahwa produktivitas adalah interaksi terpadu antara tiga faktor yang mendasar adalah sebagai berikut:

1. Investasi,


2. Manajemen,


3. Tenaga kerja.


Penjelasan mengenai faktor yang mendasar dalam produktivitas adalah sebagai berikut:

1.Investasi

Komponen pokok dari investasi ialah modal, karena modal merupakan landasan gerak suatu usaha, namun modal saja tidaklah cukup, untuk itu harus ditambah dengan komponen teknologi. Untuk berkembang menjadi bangsa yang maju kita harus dapat menguasai teknologi, terutama teknologi yang bisa memberi dukungan kepada kemajuan pembangunan nasional, ditingkat mikro tentunya teknologi yang mampu mendukung kemajuan usaha atau perusahaan. Berkaitan erat dengan penguasa teknologi ini ialah adanya riset, melalui riset maka akan dapat dikembangkan penyempurnaan produk atau bahkan dapat menghasilkan formula-formula baru yang sangat penting artinya bagi kemajuan suatu usaha. Karena itu keterpaduan antara modal teknologi dan riset akan membawa perusahaan berkembang dan dengan perkembangan itu maka outputnya pun akan bertambah pula.


2. Manajemen

Kelompok manajemen dalam organisasi bertugas pokok menggerakkan orang-orang lain untuk bekerja sedemikian rupa sehingga tujuan tercapai dengan baik. Hal-hal yang kita hadapi dalam manajemen, terutama dalam organisasi modern, ialah semakin cepatnya cara kerja sebagai pengaruh langsung dari kemajuan-kemajuan yang diperoleh dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempengaruhi seluruh aspek organisasi seperti proses produksi distribusi, perusahaan dan lain-lain. Kemajuan teknologi yang berjalan cepat maka harus diimbangi dengan proses yang terus-menerus melalui pengembangan sumber daya manusia, yakni melalui pendidikan dan pengembangan. Dari pendidikan, latihan dan pengembangan tersebut maka antara lain akan menghasilkan tenaga skill yang menguasai aspek-aspek teknis dan aspek-aspek manajerial.

a. Technical SkillTenaga kerja yang mempunyai kualifikasi tertentu, terampil dan ahli dibidang teknis.
b. Managerial SkillKemampuan dan keterampilan dalam bidang manajemen tertentu, mampu mengadakan atau melakukan kegiatan-kegiatan analisa kuantitatif dan kualitatif dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi organisasi.


3. Tenaga Kerja

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam kaitannya dengan faktor-faktor tenaga kerja ini ialah:

a. Motivasi pengabdian, disiplin, etos kerja produktivitas dan masa depannya.
b. Hubungan industrial yang serasi dan harmonis dalam suasana keterbukaan.


Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: meskipun ada sejumlah perbedaan mengenai definisi produktivitas yang tergantung pada keadaan yang nyata dan tujuan-tujuan yang ada pendekatan umum (bukan definisi) bagi menyusun pola dari model produktivitas adalah mengidentifikasikan output dan komponen-komponen input yang benar dan sesuai dengan tujuan jangka panjang, menengah dan pendek perusahaan, sektor maupun pembangunan negara.

Definisi Multimedia Audio Visual dan Broadcasting

Definisi Multimedia

Menurut Untung Rahardja dalam jurnal CCIT (Untung dkk, 2010 : 190) Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video(Rosch, 1996) atau multimedia secara umum merupakan penggabungan tiga elemen yaitu suara, gambar dan teks (Mc Cormiks, 1996).

Menurut Vaughan dalam buku Multimedia Digital Dasar Teori+Pengembangannya (Iwan Binanto,2010:2) Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menampilkan teks, grafik, video, animasi dan suara dalam bentuk terpadu. Multimedia adalah gabungan antara visual, audio, grafik dan teks dalam suatu produksi bertingkat berbasis komputer yang dapat dialami secara interaktif. Ada tiga jenis multimedia, yaitu :

1. Multimedia interaktif

Pengguna dapat mengontrol apa dan kapan elemen-elemen multimedia akan dikirimkan atau ditampilkan.


2. Multimedia hiperaktif

Multimedia jenis ini mempunyai suatu struktur dari elemen-elemen terkait dengan pengguna yang dapat mengarahkannya. Dapat dikatakan bahwa multimedia jenis ini mempunyai banyak tautan (link) yang menghubungkan elemen-elemen multimedia yang ada.


3.Multimedia linear

Pengguna hanya menjadi penonton dan menikmati produk multimedia yang disajikan dari awal hingga akhir.

Definisi Audio Visual

Menurut Atmohoetomo (2010:24-33) perkembangan teknologi dunia audio visual telah banyak mewarnai kehidupan manusia dari berbagai aspek kehidupan. Modernisme yang dianggap sebagai puncak peradaban manusia dengan di kumandangkan rasionalisme, ternyata dengan ditemukannya “teknologi digital” menggeser “logika matematis”. Dengan demikian akan terjadi ketidak jelasan antara “akal manusia” dengan “akal buatan” dan yang terjadi adalah jarak “rohani” yang terjadi sebatas dari layar monitor ke mata, kini lebih dekat sampai ke lensa mata, dan semakin dekat lagi hingga “diri kita” masuk ke mesin-mesin canggih melalui perangkat lunak Cyber dan Virtual. Teknologi digital mulai dari perangkat perekaman gambar dan pengeditan melalui komputer grafis telah menguji kreatifitas para kreator film untuk mengukir imajinasinya melalui dunia maya, perkembangan audio visual mengalami pendekatan dengan para pemirsanya ketika diciptakannya film 3Dimensi dengan bantuan kaca mata untuk menciptakan bentuk dimensinya disertai tata audio yang menggelegar memutar disekelilingi penonton melalui efek surround sound, seolah-olah kejadian tersebut berada ditengah-tengah mereka.

Audio (Suara)

Keberadaan audio (suara) dalam media massa seperti film, video dan televisi merupakan unsur penunjang untuk mempertegas informasi yang disampaikan melalui bahasa gambar, karena tidak semua bahasa gambar dapat tersampaikan kepada penonton tanpa bantuan suara. Perkembangan teknologi audio dewasa ini telah mampu menghadirkan suara yang terjadi persis di lapangan yang sebenarnya. Berbagai macam efek suara dapat diciptakan dengan sempurna seperti suara aslinya hingga penonton seolah-olah terlibat dalam peristiwa tersebut.


1. Definisi Audio

Kamus Komputer dan Istilah Teknologi Informasi (2012) Arti istilah audio dalam sistem komunikasi bercirikan video, sinyal elektrik digunakan untuk membawa unsur bunyi. Istilah ini juga dapat digunakan untuk menerangkan sistem-sistem yang berkaitan dengan proses perekaman dan transmisi yaitu sistem pengambilan atau penangkapan suara, sambungan transmisi pembawa bunyi, amplifer dan lainnya.Menurut Untung Rahardja dalam jurnal CCIT (Untung dkk : 2010) audio adalah elemen yang wajib ada pada setiap menampilkan video karena jika tidak ada audio nantinya video yang ditampilkan terasa kurang menarik audience maka dari itu perancangan audio mempunya faktor penting dalam menentukan menarik atau tidaknya media periklanan yang dihasilkan.


2. Bentuk Audio

Menurut Teguh Imanto (2011:6-12) Bentuk ini adalah bentuk audio sesuai perkembangan tata suara, diantaranya :

a. Mono yaitu suara tunggal dengan menggunakan satu speaker.

b. Stereo yaitu suara ganda dengan menggunakan dua speaker dikiri dan dikanan sehingga suaranya berada di tengah.

c. Dolby Stereo yaitu suara yang menyebar dengan menggunakan empat speaker.

d. DolbyPro Logic yaitu suaranya menyebar dan berputar tanpa ada pemisahan antara suara depan dan belakang sehingga suara menyatu di tengah dengan menggunakan lima speaker.

e. Doldy Digital (5.1) yaitu suaranya berputar mengelilingi ruangan dengan suara terpisah, masing-masing speaker berfungsi sendiri-sendiri yang terbagi menjadi dua speaker dikiri dan kanan, speaker center ditengah, dua speaker surround dikiri dan kanan belakang ditambah satu sub Woover.

f. DTS (5.1) yaitu suara berputar mengelilingi ruangan, masing-masing speaker berfungsi sendiri-sendiri terbagi menjadi dua speaker dikiri dan kanan, speaker center ditengah depan, speaker surround dikiri dan kanan belakang ditambah sub Woover, pada tahap ini karakteristik efek suara lebih jernih dan jelas.


3. Peran Audio

Menurut Teguh Imanto (2011:15-18) Dilihat dari pengertian serta bentuk audio, maka audio berperan penting dalam dunia teknologi digital mulai dari perangkat perekaman gambar dan pengeditan melalui komputer grafis. Audio juga berperan menambahkan kreatifitas para kreator film untuk mengukir imajinasinya melalui dunia maya, keberadaan suara dalam sebuah karya film maupun video merupakan unsur penunjang untuk mempertegas informasi yang disampaikan melalui bahasa gambar, karena tidak semua bahasa gambar dapat disampaikan kepada penonton tanpa bantuan suara.

Visual (Gambar)

Menurut Teguh Imanto (2011:18-20) Sebuah peristiwa yang terbias dalam layar kaca, bagaimanapun hebatnya kisah atau peristiwa yang diangkat sebagai berita tidak akan menarik perhatian pemirsa televisi apabila tidak disampaikan dengan kemasan bahasa yang baik, kalimat yang jelas, informasi yang akurat, dan disajikan dengan gambar yang memiliki karakter yang kuat. Gambar atau visual merupakan kunci penting dalam menyajikan sebuah paket berita dan merupakan unsur paling menjual dalam menarik massa untuk melihatnya.

1. Definisi Visual

Pengertian visual menurut kamus Onon, Uchjana (2011:20-22) yaitu sifat sesuatu yang berkaitan dangan penglihatan. Visual berasal dari bahasa latin ”visual (is)” atau ”visual (s)” yang berarti penglihatan. Jadi, pengertian visual adalah sesuatu hal yang berkaitan dengan penglihatan misalnya gambar, foto dan lain sebagainya.Kualitas ketajaman gambar ditentukan dengan frame size yang ada pada kamera, salah satu bentuk visual dalam dunia broadcasting diantaranya :

• Frame size 320 pixel x 240 pixel setara kualitas VCD
• Frame size 576 pixel x 480 pixel setara kualitas super VCD
• Frame size 720 pixel x 480 pixel setara kualitas super DVD
• Frame size 1440 pixel x 1080 pixel setara kualitas super HDTV2. Bentuk Visual

Menurut Atmohoetomo (2011:9-14) Bentuk visual dapat dibedakan berdasarkan kegunaannya dan karakteristiknya, masing-masing bentuk memiliki lingkup kerja yang berbeda, yaitu sebagai berikut :

a. Media visual yang tidak bergerak
Visual atau gambar diam adalah visual yang statis atau tidak bergerak, tidak bersuara dan tidak melakukan aktifitas apa-apa, contoh : foto, lukisan.
b. Media visual yang bergerak
Visual atau gambar bergerak adalah visual yang non auditif atau tidak mengeluarkan suara namun dapat bergerak secara fleksibel dilihat dari segi bentuk dan komposisinya baik teratur atau tidak namun dapat mengungkapkan suatu makna. Kelebihan media ini ialah karena gerakannya dapat menjelaskan proses secara kontinyu, misalnya : animasi, website, gif, animasi flash, film 88mm yang tidak bersuara (film bisu).


3. Peran Visual

Menurut Teguh Imanto (2011:14-17) Gambar merupakan biasan dari sebuah naskah suatu acara yang merupakan unsur utama, oleh karena itu segala sesuatu yang berkaitan dengan pengambilan gambar harus dirancang sedemikian menarik sehingga merangsang khalayak untuk bertahan menontonnya. Faktor-faktor yang menentukan kualitas sebuah gambar sangat ditentukan oleh kamera yang dipakai, tata cahaya, type of shot, dan angle. Demikian juga dengan kualitas ketajaman gambar harus terjaga, karena dengan gambar yang tajam, mata tidak mudah lelah dibandingkan dengan gambar yang berbintik. Banyak yang menganggap berita tanpa gambar bagaikan orang yang berjalan dikegelapan malam tanpa cahaya yang meneranginya.

Definisi Broadcasting

Menurut Eva Arifin (2011:9) Broadcasting adalah kegiatan dalam cara menyampaikan pesan, ide, hasrat, kepada khalayak dengan menggunakan fasilitas frequency, dengan kata lain dunia broadcasting adalah merupakan suatu kegiatan penyiaran yang dilakukan oleh seorang penyiar. Broadcasting merupakan dunia penyiaran, dan ini dapat dikatakan suatu kegiatan yang senantiasa selalu menarik perhatian khalayak masyarakat luas, baik secara audio dan visual.

Pengertian Sinopsis

Menurut Keraf dalam jurnal CCIT (Untung dkk, 2010 : 186) Sinopsis adalah ringkasan cerita media periklanan atau film, merupakan bentuk atau pendekatan dari sebuah periklanan atau film dengan tetap memperhatikan unsur-unsur pencerminan dari sebuah periklanan atau film tersebut.

Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya satu atau dua halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang film. Tujuan membuat sinopsis adalah sebagai suatu usaha bagaimana cara meningkatkan minat audience. Cara membuat sinopsis adalah sebagai berikut :

• Mencatat ide utama dengan menggaris bawahi ide yang penting.
• Meringkas cerita gagasan utama sebagaimana dicatat pada langkah pertama.
• Gunakanlah kalimat yang padat, efektif dan menarik untuk merangkai jalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang menggambarkan cerita.
• Dialog dan monolog tokoh cukup ditulis garis besarnya saja.
• Sinopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita atau naskah yang dibuat.

Pengertian Naskah

Menurut Untung Rahardja dalam jurnal CCIT (Untung dkk, 2010 : 186) Naskah (Script Writting) adalah membuat rancangan secara rinci yang mengembangkan gagasan pada sinopsis menjadi sebuah cerita yang menarik.

Menurut Robert Penulis Naskah (Script Writting) mempunyai perinsip-perinsip umum sebagai berikut :

• Script Writting sebagai pembicaraan (terdapat dua karakter atau lebih).
• Dialek, aksen, intonasi, diksi (sangat fonetik yang mengarahkan pitch, loudness, timbre).
• Tidak hanya apa yang dikatakan tetapi bagaimana cara mengatakannya.
• Bahasa tubuh dan karakter (karena dialog menempel padanya).

Pengertian StoryBoard

Menurut Indah Rahmawati (2011 : 72) Story Board adalah rangkaian gambar ilustrasi yang berusaha menjelaskan bahasa tulisan scenario kedalam bahasa visual.

Menurut Untung Rahardja dalam jurnal CCIT (Untung dkk, 2010 : 187) Story Board adalah rancangan berupa sket gambar yang dilengkapi dengan petunjuk atau catatan pengambilan gambar untuk kebutuhan shooting.Selama proses praproduksi, perancangan yang berhubungan dengan visualisasi yang akan dibuat membutuhkan Story Board sebagai media terpadu.

Dilihat dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan Multimedia audio visual and broadcasting adalah penggabungan 3elemen dari unsur-unsur penyampaian ide imajinasi menjadi satu kesatuan untuk menghasilkan sebuah keluaran berupa tampilan gambar dan suara yang menarik.

Tahapan Produksi Audio Visual

Menurut Untung Rahardja dalam jurnal CCIT (Untung dkk, 2010 : 185) Tahap produksi audio visual terdiri dari :

Preproduction/Pra Produksi

Pra produksi adalah sebuah proses produksi yang merupakan tahapan awal dari seluruh kegiatan yang akan datang atau juga disebut sebagai tahapan perencanaan.

1. Penemuan IdeIde atau gagasan yang telah tercipta kemudian dikembangkan lagi dengan mengumpulkan data-data atau dengan research, selanjutnya dengan data yang telah diperoleh dituangkan kedalam sinopsis yang dibuat oleh script writer atau dilanjutkan dengan melakukan rapat untuk membahas ide atau gagasan secara keseluruhan kemudian membuat rundown.


2. PerencanaanTahapan ini meliputi penetapan jangka waktu kerja (time schedule), penyempurnaan sinopsis, pemilihan artis, lokasi, dan crew. Selain persiapan biaya dan rencana lokasi merupakan bagian dari perencanaan yang dibuat secara hati-hati dan teliti.


3. PersiapanTahapan ini meliputi pemberesan semua kontrak, perjanjian, dan surat menyurat. Latihan para artis dan pembuatan setting, meneliti dan melengkapi peralatan yang diperlukan, semua persiapan ini paling baik diselesaikan menurut jangka waktu yang sudah ditetapkan.

Production/Produksi

Produksi adalah suatu upaya merubah bentuk sinopsis menjadi Audiovisual seperti yang telah diketahui bahwa pelaksanaan produksi sebuah program acara tergantung pada tuntutan sinopsis hal tersebut dikarenakan sinopsis merupakan hasil dari penemuan ide atau gagasan mengenai suatu program acara.

Postproduction/Pasca Produksi

Setelah tahap produksi selesai maka dilakukan tahap pasca produksi yang meliputi banyak hal, seperti offline editing yaitu merangkai alur konsep tersebut menjadi sesuatu yang tersusun rapi namun masih kasar atau belum menggunakan efek-efek tertentu, baru kemudian dilanjutkan ke online editing dengan pemberian effect gambar agar lebih bernuansa bagus, diberikan narasi (dubbing) bila diperlukan, kemudian dilakukan mixing atau suara efffect yang disesuaikan dengan program yang sedang diproduksi seperti suara musik serta pemberian tulisan-tulisan (titling) bila program tersebut memerlukan informasi berupa tulisan atau terjemahan.

Dilihat dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan Konsep produksi terdiri dari tiga tahapan yaitu preproduction atau langkah dimana dimulainya sebuah ide, perancangan konsep pembuatan Video. Production yaitu tahapan pengambilan gambar atau shooting video oleh pemain dan crew. dari tahap preproduction dalam bentuk skenario, naskah, dan storyboard yang telah dibuat. Postproduction yaitu proses finishing menjadi video yang sesuai dengan konsep perancangan sehingga dapat menyampaikan sebuah cerita atau pesan kepada audience.

Program Aplikasi Penunjang Video

Pengertian Adobe Premiere Pro CS3

Menurut Ayuningtyas (2011:23) Adobe Premiere CS3 merupakan program untuk menyunting dan mendesain film dan video, disamping juga dapat digunakan untuk membuat desain iklan. Dengan sistem pengolahan dan daya kreasi yang tinggi, dapat menciptakan karya desain iklan dengan animasi yang indah dan eksklusif.


1. Standar penyiaran SECAM dipergunakan dinegara-negara di Perancis, Timur Tengah dan Afrika, dengan Frame Rate 25 frame/detik.


2. Standar penyiaran PAL banyak dipergunakan dinegara-negara Inggris, Indonesia, Australia, Eropa dan China, dengan Frame Rate 25 frame/detik.


3. Standar Penyiaran NTSC sering dipergunakan oleh negara-negara Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Meksiko dan Korea, dengan Frame Rate 30 frame/detik.


Secara garis besar jendela Adobe Premiere Pro terdiri dari enam jendela, yaitu: Jendela Project, Source, Panel effect, Jendela Monitor, Jendela Timeline dan Jendela Tools.

1. Jendela Project berguna sebagai tempat menyimpan clip/footage yang berupa image, audio, title dan video yang akan digunakan dalam proses editing. Jendela project memiliki 2 bagian yaitu tab project yang berisi daftar clip dan tab effect yang berisikan daftar efek audio, transisi audio, efek video, dan transisi video.


2. Source adalah panel dimana bisa mengatur trimming dan clip-clip sebelum masuk ke timeline dan di sebelahnya ada pengaturan untuk effect control dan audio mixer untuk clip-clip.


3. Panel Effect berguna untuk tempat pemilihan effect yang bisa di aplikasikan kedalam video, juga terdapat audio effect dan transisi untuk video, di sebelahnya terdapat panel history dan panel info.


4. Jendela Monitor terdiri dari Source Monitor Window dan Sequence Monitor Window, sedangakan sebelah kanan merupakan Sequnce Monitor Window. Source Monitor Window sangat berguna dalam proses trimming video, dan Sequnce Monitor Window digunakan untuk melihat preview hasil editing pada Timeline.


5. Jendela Timeline adalah tempat untuk menyusun dan menempatkan clip/footage yang akan di edit.


6. Jendela Tools berisikan tombol Selection tool, Track Selection Tool, Ripple Edit Tool, Rate Scratch Tool, Razor Tool, Slip Tool, Slide Tool, Pen Tool, Hand Tool, Zoom Tool yang nantinya banyak digunakan dalam proses editing video.

Pengertian Adobe After Effect CS3

Menurut Hendratman, Hendi, ST (2009:3) Adobe After Effect merupakan software motion graphics yang dapat digunakan sebagai software compositing, animasi dan video effect. Adobe After Effect adalah software animasi bukan image editing sehingga untuk image editing perlu menggunakan photoshop. after effect pun bukan software video editing, sehingga untuk merangkai video dengan durasi relative panjang perlu menggunakan Adobe Premiere. after effect pun bukan software animasi 3D, sehingga untuk membuat animasi 3Dlebih powerfull akan lebih baik jika menggunakan 3Dstudiomax.

Adobe After Effect awalnya didesain oleh CoSA (Company of Sciene and Art) sebagai software mention graphics pada desktop. Setelah di akuisisi oleh Aldus dan kemudian oleh Adobe, dibuat integrasi yang baik antara software ini dengan Adobe Premiere, Photoshop dan Ilustrator. Oleh karena itu pada saat ini Adobe After Effect merupakan salah satu software multimedia terbaik, yang menyediakan semua hal yang dibutuhkan oleh para amatir dan professional untuk motion graphics / animasi dan visual effect, yang merupakan bagian proses kreatif dari animasi multimedia.

Saull bass adalah orang yang pertama kali mencoba mengkomunikasikan pesan melalui permainan grafik di awal pembuatan film. Dengan pendekatan simbolis, film yang dibuatnya menyampaikan esensi dan representasi dari seluruh film. Beberapa karyanya adalah Anatomy Of Murder, Vertigo dan The Age Of Innocence. R/GA (Robert And Richard Greenbreg Associates) menjadikan mention graphics sebagai industri melalui film-film seperti Wolf, Rising Sun, True Lies dan The Untouchables.After effect merupakan aplikasi grafis dengan format bitmap. Dengan format bitmap maka perlakuan pada file sumber harus disesuaikan. Karena jika file bitmap diperbesar ukurannya maka akan terlihat kasar dan pecah.

After effect biasa dipakai untuk :

- animasi pembuka / opening tune acara TV & Opening CD Interaktif- movie intro game
- bumper / animasi jeda
- video efek dan animasi teks untuk video
- video efek untuk film layar kaca atau layar lebar

Format-format yang mendukung penciptaan suatu karya kreatif dengan menggunakan Adobe After Effect adalah :

- Avi
Avi video (*.avi) merupakan format standar dari file video dengan kualitas terbaik tetapi memerlukan kapasitas hard disk yang besar, karena file yang dihasilkan mempunyai kapasitas yang besar pula.
- Quicktime movie
Quicktime movie (*.mov) yang merupakan format standar apple computer untuk mendistribusikan file video, dulunya format ini hanya digunakan pada komputer Machintosh saja, tetapi kini dipergunakan oleh sebagian pengguna PC untuk distribusi video terkompresi dengan file yang berukuran kecil tapi memiliki kualitas yang bagus.
- Macromedia Flash
Format Macromedia Flash (*.swf) format ini banyak dipergunakan untuk animasi web dan telah menjadi standar baru dalam animasi web, dengan ukuran file yang kcil format ini mudah sekai didistrbusikan dan dijalankan secara real timedi halaman web dengan menggunakan Macromedia Flash Player.

Footage adalah sebutan untuk file-file yang dipakai dalam project untuk membangun composition, dapat berupa file gambar, file video dan file suara. Format file yang didukung oleh after effect adalah : Quicktime, Direct Show (Windows), AVI, WAV, Adobe Photoshop, JPEG, SGI, Softimage PIC, Targa, TIFF, PICT, Cineon, RLA, Electric Image, Filmstrip, FLC/FLI, EPS, Adobe Ilustrator Adobe Premier, GIF89a, SWF dan PDF.

Pengertian Adobe Photoshop CS2

Menurut Sugeng Widada (2008:11) Adobe Photoshop adalah suatu perangkat lunak canggih yang dapat Anda gunakan untuk membuat, menyunting dan memanipulasi tampilan termasuk mengoreksi warna dan memberi efek tampilan atas sebuah gambar atau photo, hasil dari program ini merupakan sebuah gambar / image, di dalam komputer grafis terbagi menjadi 2 kelompok yaitu gambar Bitmap dan gambar Vektor. Kualiatas gambar tergantung pada jumlah pixel yang diperlukan pada gambar tersebut, maka anda harus menentukan dimensi (ukuran) pixel yang dibuat terhadap resolusi gambar yang akan dibuat, serta harap diperhatikan tentang monitor yang resolusinya dapat menunjang untuk tampilan gambar. Adobe Photoshop menyediakan berbagai piranti yang akan membantu dalam membuat gambar, dapat memformat tampilan gambar tersebut dengan menggunakan filter yang telah disediakan, dengan menggunakan filter dapat memberikan efek-efek tertentu untuk obyek gambar atau bahkan memberikan filter pada masing-masing layer sehingga menghasilkan gambar seperti yang diinginkan.

Pengertian Adobe Illustrator CS2

Adobe Illustrator CS2 merupakan program yang digunakan untuk desain dan gambar vektor. Adobe Illustrator CS3 lebih banyak memiliki kemudahan dan keunggulan. Program aplikasi grafis ini menawarkan fasilitas yang lengkap dan bervariasi sehingga memberi kemudahan kepada pengguna dalam mengolah lembar kerja. Program ini memiliki berbagai alat yang memungkinkan untuk membuat dan mengedit vektor grafis dengan presisi tinggi.

Pengertian Corel Video Studio X5

Corel VideoStudio Pro X5 adalah software terlengkap yang menggabungkan beberapa visual efek yang luar biasa. Dengan Corel Videostudio Pro X5 kita bisa membuat video dengan kualitas HD. Penggunaan yang mudah dan sangat menarik untuk digunakan menjadikan Corel Videostudio Pro X5 menjadi daya tarik tersendiri bagi para editor. Atas kelebihan itu Corel Videostudio Pro X5 menduduki peringkat 2 dunia dalam 10 Video editing terbaik di dunia.

Elisitasi

Menurut Hidayati dalam Rahardja (2011: 302), ”Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi”. Penyusunan laporan Skripsi merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang berupa magang atau dilakukan dengan pengambilan data baik melalui cara observasi ataupun wawancara pada perusahaan atau instansi.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa, maka diperoleh hasil yang dicapai pada laporan Skripsi yang akan ditujukan melalui diagram pembentukan sistem. Dalam diagram tersebut akan dijelaskan bahwa elisitasi merupakan hasil yang dicapai guna dijadikan dasar pembentukan dan pengembangan suatu projek. Elisitasi di peroleh melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut :

1.Elisitasi tahap I, yaitu berisi seluruh rancangan media komunikasi visual yang diusulkan oleh pihak penulis melalui proses wawancara.


2. Elisitasi tahap II merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan media yang penting dan harus ada pada rancangan media yang diusulkan tahap I dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Berikut saya jelaskan mengenai Metode MDI :

a. M pada MDI itu artinya Mandatory (Penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat rancangan media yang dibutuhkan.
b. D pada MDI itu artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam rancangan media, akan membuat rancangan media tersebut lebih perfect.
c. I pada MDI itu artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian dari rancangan media yang dibahas dan merupakan bagian dari luar perancangan media.


3. Elisitasi tahap III merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu sebagai berikut :

a. T artinya Tehnikal, maksudnya bagaimana tata cara / tehnik pembuatan requirement tersebut dalam perancangan media yang diusulkan ?
b. O artinya Operasional, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan ?
c. E artinya Ekonomi, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan dalam perancangan media komunikasi visual ?


Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu :

a. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena tehnik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.
b. Middle (M) : Mampu untuk dikerjakan
c. Low (L) : Mudah untuk dikerjakan


4. Final draft elisitasi merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar perancangan media yang akan dikembangkan.

Literature Review

Literature review adalah deskripsi hasil tinjauan pustaka yang dilakukan oleh peneliti [peserta TA/Skripsi] terhadap hasil penelitian yang telah ada dan dilakukan oleh peneliti lain mengenai objek atau tema yang sejenis dengan topik yang hendak diteliti atau dibahas pada sebuah penelitian. Literature review merupakan landasan awal dan pendukung bagi penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti sehingga menghindari pengulangan membuat hal yang sama dan melakukan pengembangan ketingkat yang lebih tinggi dalam rangka menyempurnakan atau melengkapi hal penelitian yang sudah ada sebelumnya.

Dari beberapa hasil tinjauan dari berbagai sumber di internet, penulis mendapatkan beberapa Literature riview, di antaranya sebagai berikut :

1. Penelitian yang dilakukan Wanabakti, Anggih (2011) Universitas Hasanudin Makassar yang berjudul “PENGARUH PELATIHAN, PENERAPAN SOP, REWARD SYSTEM, LINGKUNGAN KERJA DAN PERALATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TEKNISI”. Penelitian yang dilakukan penulis pada Bengkel Toyota Urip PT. Hadji Kalla Makassar. Dengan bertambahnya bengkel-bengkel yang beroperasi di Makassar menyebabkan setiap bengkel harus memiliki cara untuk mempertahankan pelanggannya, melihal hal tersebut tentunya bengkel Toyota Urip PT. Hadji Kalla Makassar harus meningkatkan produktivitas teknisinya. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas teknisi yaitu pelatihan, penerapan SOP, reward system, lingkungan kerja dan perlengkapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap produktivitas teknisi dan untuk mengetahui dan memahami pengaruh penerapan SOP terhadap produktivitas teknisi.


2. Penelitian yang dilakukan Aulia Afrianti Siregar (2011) Universitas Sumatera Utara yang berjudul “PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PDAM TIRTANADI PROVINSI SUMATERA UTARA”. Studi penelitian ini dilakukan pada divisi keuangan dan satuan pengawas internal di PDAM TIRTANADI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sumber daya manusia yang terdiri atas pengetahuan, keterampilan dan perilaku.


3. Penelitian yang dilakukan Reinhard Efraim Murbijanto (2013) Unversitas Diponegoro Semarang yang berjudul “ANALISA PENGARUH KOMPETENSI KERJA FISIK TERHADAP KINERJA PEGAWAI”. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada dinas tenaga kerja kabupaten Bekasi.


4. Penelitian yang dilakukan Melyana, Fitriasari (2013) IKIP PGRI Semarang yang berjudul “PENGARUH LAYANAN INFORMASI DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP KREATIVITAS SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 1 KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2013/2014”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kreativitas siswa yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh layanan informasi dengan video terhadap kreativitas siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dimana populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 105 siswa. Berdasarkan hasil analisis data penelitian setelah mendapatkan perlakuan layanan informasi dengan media video, menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari layanan informasi dengan media video terhadap kreativitas siswa.


5. Penelitian yang dilakukan Widya Chandra Puspita (2010), Universitas Mercu Buana yang berjudul “PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BANK ICB BUMIPUTERA, Tbk”. penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank ICB Bumiputera cabang Jakarta.

BAB III IDENTIFIKASI MASALAH

Gambaran Umum Obyek yang Diteliti

Sejarah Singkat

PT. Gajah Tunggal Tbk. merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufacturing dengan produk ban untuk berbagai kendaraan dan kegunaan. pertama kali didirikan pada tanggal 24 Agustus 1951 di Jakarta dengan nama N.V.Hoek Hin oleh Bapak Syamsul Teksong dan Ibu Itjih Nursalim. Pabrik dengan bangunan seluas 725m2 luas tanah seluas 1,3 ha dan karyawan sekitar 100 orang yang berlokasi di Jl.Bandengan Utara 73-75, Jakarta Utara. Pada mulanya hasil produksi PT. Gajah Tunggal Tbk. hanya berupa ban sepeda dan becak tradisional dimana kedua jenis kendaraan tersebut merupakan alat transportasi utama. Pada tanggal 2 Mei 1961 nama perusahaan ini berubah namanya menjadi PT. Gajah Tunggal Tbk. Perusahaan diakui pemerintah seperti yang tercantum pada pernyataan Menteri Kehakiman RI pada tanggal 7 September 1961. Sejak itu Perusahaan bertumbuh menjadi produsen ban terpadu terbesar di Asia Tenggara.

Saat ini PT. Gajah Tunggal Tbk. memiliki dua lokasi yaitu di Jakarta yang merupakan kantor pusat terletak di Wisma hayam wuruk, lantai 10 Jl. Hayam Wuruk 8, disana Semua kegiatan yang berhubungan dengan administrasi perusahaan dilaksanakan di kantor pusat, sedangkan untuk proses produksi dilaksanakan di perusahaan yang terletak di kota Tangerang yaitu di Jl. Gatot Subroto Km7 Komplek Industri Gajah Tunggal Tbk, Pasir Jaya Tangerang dimana penulis melakukan penelitian. Perusahaan ini memiliki jumlah tenaga kerja sebanyak 12600 karyawan pada bulan maret 2014, yang terbagi kedalam beberapa bagian. Untuk saat ini PT Gajah Tunggal bekerjasama dengan beberapa perusahaan otomotif seperti : AHM, CHERY, DAIHATSU, FOTON, GM, HINO, HYUNDAI, ISUZU, KAWASAKI, MITSUBISHI, NISSAN, PROTON, SUZUKI, TOYOTA, YAMAHA, dan VOLVO.

Visi dan Misi Perusahaan

Visi merupakan suatu pandangan jauh tentang sebuah perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut di masa yang akan datang, dan misi di dalam perusahaan adalah tujuan dan alasan mengapa perusahaan itu ada.

1. Visi

Menjadi Good Corporate Citizen dengan posisi keuangan yang kuat, pemimpin pasar di Indonesia, dan perusahaan dengan reputasi global sebagai produsen ban yang berkualitas.


2. Misi

Menjadi produsen yang memimpin dan terpercaya sebuah portfolio produk ban yang optimal, dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang unggul di saat yang sama terus meningkatkan ekuitas merek produk kami, melaksanakan tanggung jawab sosial kami, dan memberikan profitabilitas/hasil investasi kepada para pemegang saham serta nilai tambah untuk semua stakeholder perusahaan.

Kebijakan Perusahaan

PT. Gajah Tunggal Tbk. sebagai produsen ban terkemuka berkomitmen menjadi perusahaan yang sehat melalui perbaikan berkesinambungan dalam meningkatkan kinerja manajemen, kompetensi sumber daya manusia, inovasi produk serta memberikan pelayanan yang prima untuk memenuhi kepuasan pelanggan, taat terhadap peraturan perundangan & persyaratan yang berlaku, dan selalu berupaya mencegah kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan.

Pengenalan Plant Mixing Center

Plant Mixing Center merupakan dapur produksi dari PT. Gajah Tunggal Tbk. dimana produk yang dihasilkan berupa lembaran compound yang terdiri dari bahan campuran karet alam, karet sintetis, carbon black, oil, dan bahan-bahan kimia untuk bahan dasar pembuatan ban, dengan menggunakan mesin-mesin pencampur (mixer). Terdapat dua mesin yang digunakan pada plant ini, yaitu mesin mixer yang digunakan untuk mencampur material dan mesin batch off yang digunakan untuk proses sheeting sehingga menjadi lembaran compound. Pada proses mixing compound yang dihasilkan memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai jenis dan kegunaannya.

Plant Mixing Center sendiri sebenarnya sudah ada sejak PT. Gajah Tunggal Tbk. dibangun, hanya saja baru memisahkan diri dengan plant lain sejak pertengahan tahun 2008. Plant ini memiliki empat area produksi yaitu : MCA, MCD, MCI, MCG dimana masing-masing area memproduksi compound untuk jenis dan kegunaan yang berbeda-beda. Saat ini plant Mixing Center memiliki 884 karyawan yang dipimpin oleh bapak Tedy Hariadi. Plant ini memiliki lima departemen didalamnya, yaitu departemen produksi yang dikepalai oleh bapak Juni Ashari, departemen PPC (Product Planing Control) yang dikepalai oleh bapak Teguh Prastyo, departemen QC (Quality Control) yang dikepalai oleh bapak Muchlasin, departemen technical yang dikepalai Oleh bapak Fadli Anwar, dan departemen K3L (Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan) Yang di Koordinatori oleh bapak Agus Didik R.

Struktur Organisasi

Wewenang dan Tanggung Jawab

Penjabaran mengenai wewenang dan tanggung jawab setiap departemen yang ada di plant Mixing Center PT. Gajah Tunggal Tbk.

1. Plant Head

Wewenang dan Tanggung Jawab :

a. Bertanggung terhadap seluruh aktivitas yang ada di Plant Mixing Center

b. Memastikan sistem keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan diterapkan dengan konsisten dan secara berkesinambungan di Plant Mixing Center.

c. Memberikan pembinaan, penilaian dan penghargaan karyawan produksi Mixing Center.

d. Bertanggung jawab mengatur formasi kerja antar departemen.


2. Dept. K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan)

Wewenang dan Tanggung Jawab :

a. Mengkoordinir semua aktivitas K3L di Plant Mixing Center.

b. Memastikan sistem keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan diterapkan dengan konsisten dan secara berkesinambungan di Plant Mixing Center.

c. Membina dan mengembangkan pembentukan team atau struktur pelaksanaan di semua departemen.

d. Sebagai penghubung antara Plant dengan HSE (Healty, Safety, Environment) Pusat.

e. Bertanggung jawab atas membuat laporan kepada Plant Head melalui MRM (Meeting Review Managemen).

f. Menegur dan memberi peringatan kepada karyawan yang berpotensi inkonsistensi dalan penerapan K3L.


3. Dept. Produksi Mixing Center

Wewenang dan Tanggung Jawab :

a. Memastikan sistem manajemen mutu, keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan diterapkan dengan konsistensi secara berkesinambungan pada departemen produksi Mixing Center.

b. Mengelola operasional departemen produksi Mixing Center dalam memenuhi target dan standar yang ditetapkan.

c. Mengatur formasi kerja departemen produksi Mixing Center.

d. Bertanggung jawab atas kerjasama dan kelancaran departemen produksi Mixing Center.

e. Merencanakan peningkatan efisiensi dan produktifitas.

f. Menegur dan memberi peringatan kepada karyawan yang berpotensi inkonsistensi dalan penerapan sistem manajemen mutu.

g. Memberikan pembinaan, penilaian dan penghargaan karyawan produksi Mixing Center.


4. Dept. Quality Control Mixing Center

Wewenang dan Tanggung Jawab :

a. Sebagai koordinator pengendalian kualitas di Plant Mixing Center.

b. Sebagai koordinator penerapan sistem manajemen mutu di Plant Mixing Center.

c. Sebagai koorditor continual improvement di Plant Mixing Center.

d. Mengelola sumber daya (manusia, teknologi, infrastruktur) dalam memfasilitasi sistem manajemen mutu di Plant Mixing Center.

e. Memastikan sistem manajemen mutu diterapkan sesuai prosedur yang berlaku.

f. Memprakarsai tindakan perbaikan dan pencegahan untuk pencapaian company target, ketidaksesuaian produk atau parameter proses terhadap pemenuhan quality produk.

g. Menyetop proses produksi yang tidak sesuai dan dapat mangakibatkan kegagalan dalam pemenuhan quality produk.

h. Menolak/memisahkan produk yang tidak sesuai standar dan mendisposisinya.

i. Meminta departemen terkait untuk memperbaiki kualitas produk.j. Menegur dan memberi peringatan kepada karyawan yang berpotensi inkonsistensi dalan penerapan sistem manajemen mutu.


5. Dept. Technical Mixing Center

Wewenang dan Tanggung Jawab :

a. Memastikan sistem manajemen mutu, keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan diterapkan dengan konsistensi secara berkesinambungan pada departemen technical Mixing Center.

b. Sebagai penanggung jawab terhadap semua aktivitas yang dilakukan oleh staff technical.

c. Memberingan pengarahan untuk semua aktivitas yang dilakukan oleh technical Mixing Center.

d. Membuat continual improvement untuk Plant Mixing Center.

e. Membuat panduan PFMEA dan control plan.

f. Memberikan training rubber technology dan proses mixing line.

g. Memutuskan atau memberi rekomendasi tindakan penerapan manajemen mutu di dept. Technical Mixing Center.

h. Memutuskan atau memberi disposisi untuk produk yang abnormal.


6. Dept. PPC (Production Planning Control) Mixing Center

Wewenang dan Tanggung Jawab :

a. Memastikan sistem manajemen mutu, keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan diterapkan dengan konsistensi secara berkesinambungan pada departemen PPC Mixing Center.

b. Sebagai koordinator pengendalian quantity di Plant Mixing Center.

c. Memberingan pengarahan untuk semua aktivitas yang dilakukan oleh departemen PPC Mixing Center.

d. Bertanggung jawab mengatur schedule produksi Plant Mixing Center.

e. Bertanggung jawab untuk mengatur kedatangan material, yang digunakan untuk proses produksi Mixing Center.

Produk Informasi

Produk

PT. Gajah Tunggal Tbk. merupakan produsen ban nasional terkemuka. Produk yang dihasilkan berupa ban luar maupun ban dalam untuk berbagai jenis kendaraan dan kegunaan. Brand atau merek dagang dari perusahaan ini yaitu untuk jenis ban sepeda motor, IRC dan ZENEOS, untuk ban mobil penumpang atau truk dengan muatan ringan yaitu GT RADIAL, sedangkan untuk truk atau kendaraan bermuatan lebih berat lainnya yaitu GT SUPER. Berbagai jenis ban yang diproduksi dipasarkan didalam negeri maupun luar negeri. Untuk pasar ekspor PT. Gajah Tunggal telah mengekspor ke lebih dari 90 negara.

Latar Belakang Produk

Pada mulanya hasil produksi PT. Gajah Tunggal Tbk. hanya berupa ban sepeda dan becak tradisional dimana kedua jenis kendaraan tersebut merupakan alat transportasi utama. Pada tahun 1973 perusahaan ini bekerjasama dengan Inoue Rubber Company Jepang untuk memproduksi ban sepeda motor. PT. Gajah Tunggal Tbk. lalu mulai memproduksi ban bias yaitu untuk kendaraan penumpang dan niaga setelah bekerjasama dengan Yokohama Rubber Company Jepang pada tahun 1981. Makin tingginya tuntutan perusahaan mengenai inovasi produk ban yang dihasilkan, maka dari itu pada tahun 1993 perusahaan ini mulai memproduksi ban radial, yaitu jenis ban untuk mobil berpenumpang dan truk dengan muatan ringan. Aneka ragam produk ban radial perusahaan terdiri dari berbagai jenis ban dengan rentang pilihan yang luas.

Perkembangan Produk

Pada mulanya hasil produksi PT. Gajah Tunggal Tbk. hanya berupa ban sepeda dan becak tradisional dimana kedua jenis kendaraan tersebut merupakan alat transportasi utama. Pada tahun 1973 perusahaan ini bekerjasama dengan Inoue Rubber Company Jepang untuk memproduksi ban sepeda motor. PT. Gajah Tunggal Tbk. lalu mulai memproduksi ban bias yaitu untuk kendaraan penumpang dan niaga setelah bekerjasama dengan Yokohama Rubber Company Jepang pada tahun 1981. Makin tingginya tuntutan perusahaan mengenai inovasi produk ban yang dihasilkan, maka dari itu pada tahun 1993 perusahaan ini mulai memproduksi ban radial, yaitu jenis ban untuk mobil berpenumpang dan truk dengan muatan ringan. Aneka ragam PT. Gajah Tunggal Tbk. terus berinovasi untuk mengembangkan produk yang sudah diproduksinya agar dapat terus bersaing dengan kompetitornya. Produk pertama yang dikembangkan dari perusahaan ini yaitu untuk jenis ban GT Radial jenis Champiro ECO. Champiro ECO adalah ban ramah lingkungan yang diproduksi yang diklaim dapat mengurangi penggunaan bahan bakar karena proses produksinya sangat ramah lingkungan. Produk kedua yang dikembangkan ialah ban salju ( Ban musim dingin ). Ban salju ini diproduksi bukan untuk pasar Indonesia, melainkan untuk diekspor keluar Indonesiakhususnya negara-negara Eropa. Selanjutnya PT. Gajah Tunggal mengembangkan produk bannya untuk kendaraan Off Road yaitu GT Radial Savero Komodo. Produk terakhir yang dikembangkan PT. Gajah Tunggal Tbk. ialah ban multiwarna yang diproduksi untuk olahraga drifting. Ban multiwarna ialah ban yang dapat mengeluarkan asap yang dihasilkan saat ban dipakai memutar, dan asap tersebut akan memunculkan warna.produk ban radial perusahaan terdiri dari berbagai jenis ban dengan rentang pilihan yang luas.

Material Produk

Dalam pembuatan produk ban, baik untuk kendaraan mobil maupun motor, PT. Gajah Tunggal menggunakan beberapa material sebagai bahan baku utama dan beberapa bahan kimia sebagai bahan pelengkap produksi. Material yang digunakan antara lain Natural dan Synthetic Rubber, Carbon Black, Silica, Zinc Oxide, Sulfur, Oli, dan beberapa material kimia lain. Pada tahap awal, proses yang dilakukan adalah pencampuran Natural & Synthetic Rubber dengan Ingredient yang sebelumnya sudah ditimbang sesuai dengan berat yang ditentukan pada spesikasi produk yang ingin dibentuk. Kemudian diberikan tambahan Carbon dan Oli pada saat material tersebut masuk kedalam mesin mixer. Dalam mesin tersebut terdapat alat yang berfungsi untuk menggiling campuran menjadi lapisan yang disebut compound. Sebelum compound tersebut disusun pada rak, terlebih dahulu melewati proses pendinginan dan diberi cairan adhesive agar compound tersebut tidak lengket setelah tersusun.

Spesifikasi Produk

Ban merupakan piranti yang menutupi velg suatu roda. Ban adalah bagian penting dari kendaraan darat, dan digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan jalan, melindungi roda dari keausan dan kerusakaan serta memberikan kestabilan antara kendaran dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah gerakan. Berikut spesifikasi jenis produk ban yang dihasilkan oleh PT. Gajah Tunggal Tbk. antara lain :

No TYPE KEGUNAAN
1 GT RADIAL CHAMPIRO 50 High Performance Tire.
2 GT RADIALCHAMPIRO 75 Comfort Tire.
3 GT RADIAL CHAMPIRO BAX 2 Memberikan pengendalian sempurna, kenyamanan dan kesenangan berkendara dalam berbagai kondisi.
4 GT RADIAL CHAMPIRO BXT Memberikan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan.
5 GT RADIAL CHAMPIRO ECO New Generation Green Tire.
6 GT RADIAL CHAMPIRO GTX-60 High Performance Tire.
7 GT RADIAL CHAMPIRO GTX-65 Untuk performa dan kecepatan tinggi.
8 GT RADIAL CHAMPIRO HPX Memberikan performa terbaik pada lintasan basah dan kering juga mempertahankan pengendalian sempurna pada kecepatan tinggi.
9 GT RADIAL CHAMPIRO HPY Menggabungkan pengendaraan yang dinamis dan sporty
10 GT RADIAL CHAMPIRO SX2 Digunakan untuk Touring Race, Slalom, Drifting
11 GT RADIAL CLASSIRO Comfort Tire


No TYPE KEGUNAAN
1 GT SUPER Didesain untuk diaplikasikan di jalan raya
2 GT SUPER 88N Didesain untuk diaplikasikan di jalan raya


No TYPE KEGUNAAN
1 IRC NR 21 Cocok untuk semua kondisi jalan raya.
2 IRC NR 2 Ban motor klasik.
3 IRC NR 69 Memberikan performa yang sempurna disegala medan.
4 IRC NR 72 Cocok untuk semua kondisi jalan raya.
5 IRC NR 73 Cocok untuk semua kondisi jalan raya.
6 IRC RAZZO 166 Khusus untuk kompetisi balap motor.
7 IRC RAZZO 221 Khusus untuk kompetisi balap motor.

Harga Produk

Untuk harga produk PT. Gajah Tunggal dinilai masih dapat bersaing dengan kompetitor. Karena harga yang ditawarkan sebanding dengan kualitas produk yang dihasilkan. Berikut tabel price list produk ban Gajah Tunggal yang dijual di Indonesia :

No TYPE HARGA
1 GT RADIAL CHAMPIRO 50 Rp.688.000,00 – Rp.890.000,00
2 GT RADIALCHAMPIRO 75 Rp.549.000,00 – Rp.742.000,00
3 GT RADIAL CHAMPIRO BAX 2 Rp.755.000,00 – Rp.814.000,00
4 GT RADIAL CHAMPIRO BXT Rp.443.000,00 – Rp.709.000,00
5 GT RADIAL CHAMPIRO ECO Rp.345.000,00 – Rp.720.000,00
6 GT RADIAL CHAMPIRO GTX-60 Rp.525.000,00 – Rp.867.000,00
7 GT RADIAL CHAMPIRO GTX-65 Rp.493.000,00 – Rp.636.000,00
8 GT RADIAL CHAMPIRO HPX Rp.692.000,00 – Rp.1.299.000,00
9 GT RADIAL CHAMPIRO HPZ Rp.980.000,00 – Rp.1.365.000,00
10 GT RADIAL CLASSIRO 70 Rp.327.000,00 – Rp.603.000,00


No TYPE HARGA
1 GT SUPER Rp.308.000,00 – Rp.2.197.000,00
2 GT SUPER 88N Rp.402.500,00 – Rp.1.371.000,00


No TYPE HARGA
1 IRC NR 21 Rp.97.000,00 – Rp.126.000,00
2 IRC NR 69 Rp.97.000,00 – Rp.126.000,00
3 IRC NR 76 Rp.96.000,00 – Rp.141.000,00
4 IRC NR 72 Rp.92.000,00 – Rp.126.000,00
5 IRC NR 73 Rp.97.000,00 – Rp.126.000,00
6 IRC RAZZO 166 Rp.97.000,00 – Rp.126.000,00
7 IRC RAZZO 221 Rp.97.000,00 – Rp.126.000,00

Market Analisis

Market analisis merupakan investigasi terdokumentasi dari pasar yang digunakan untuk menginformasikan kegiatan perencanaan perusahaan atau instansi terutama sekitar keputusan persediaan, pembelian, perluasan tenaga kerja / kontraksi, fasilitas, pembelian peralatan modal, kegiatan promosi, dan banyak aspek lain dari perusahaan. Didalam market analisis terdapat dua aspek yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan.

Market Positioning

Saat ini pasar PT. Gajah Tunggal sudah menembus ke seluruh benua dengan lebih dari 90 negara. Untuk pasar ekspor yang paling diutamakan yaitu benua Amerika dan Eropa, dimana 60% dari produk yang diekspor menuju ke dua benua tersebut. Distribusi untuk pasar ekspor melalui kerjasama dengan importir diberbagai Negara, sedangkan untuk dalam negeri atau pasar lokal, melalui distributor dan daeler resmi TIREZONE.

Kondisi Pesaing

PT. Gajah Tunggal Tbk. merupakan perusahaan dalam negeri yang bergerak dalam industry karet, lebih spesifiknya ialah dalam memproduksi ban untuk kendaraan roda dua, roda empat maupun truk dan bus. Perusahaan sendiri mempunyai perusahaan pesaing yang bergerak di industri yang sejenis untuk memproduksi ban kendaraan yang digunakan oleh masyarakat umum. Berikut ini ialah beberapa perusahaan pesaing yang mempunyai segmen produk yang sejenis dengazn PT. Gajah Tunggal Tbk.

- PT. Goodyear Indonesia Tbk.
- PT. Multistrada Arah Sarana Tbk.
- PT. Bridgestone Indonesia

Perusahaan diatas tersebut mempunyai produk yang bersaing dengan PT. Gajah Tunggal Tbk. khususnya produk ban yang digunakan oleh masyarakat umum. ( mobil dan motor pribadi ). Contoh produk yang bersaing dalam persaingan perusahaan ini seperti pada PT. Gajah Tunggal mempunyai produk unggulan untuk kendaraan roda empat yaitu jenis Champiro HPY dan Champiro HPX dalam berbagai ukuran. Pada PT. Multistrada Arah Sarana produk yang difokuskan ialah Achilles ATR Sport dan Achilles Platinum, PT. Goodyear Indonesia mempunyai produk unggulan yaitu Goodyear Duraplus dan Goodyear NCT5 untuk kendaraan penumpang. Untuk pasar ban motor PT. Gajah Tunggal Tbk. mempunyai produk IRC yang terdiri dari beberapa macam produk dan ukuran, sedangkan PT. Multistrada Arah Sarana mempunyai produk ban motornya yaitu Corsa yang terdiri dari beberapa varian ukuran.

NAMA PERUSAHAAN BRAND/MERK KELEBIHAN KEKURANGAN
PT. Goodyear Indonesia Tbk. Goodyear Menggunakan teknologi Tredlife yang dapat membuat produk ban bertahan 30% lebih lama. Permukaannya cepat tidak rata dan jika terjadi problem, komplain dipersulit.
PT. Multistrada Arah Sarana Tbk. Achilles dan Corsa Harga Murah. Umur ban tidak lama.
PT. Bridgestone Indonesia Bridgestone Suara yang dihasilkan hening, lebih halus. Harga tinggi.

Potensial Market

Potensi pasar untuk produk yang dihasilkan oleh PT. Gajah Tunggal sendiri lebih tinggi masih dari pasar domestik, dari pada pasar impor. Seiring dengan banyaknya permintaan kendaraan didalam negeri, untuk tahun 2015 mendatang penjualan produk ban perusahaan ini ikut meningkat. Penjualan juga dipengaruhi dengan adanya mobil dengan kadar emisi rendah atau Low Cost Green Car ( LCGC) keluaran PT. Toyota Astra Motor dan PT. Astra Daihatsu Motor. Untuk pasar ekspor Amerika menjadi contributor terbesar saat ini, hampir 43% produk yang diekspor ke Negara Paman Sam tersebut.

Market Segmentation

Geografi :

  •  :: Pasar Domestik (Indonesia)
  •  :: Pasar Ekspor ( Amerika )

Demografi :

  •  :: Jenis Kelamin : Pria & Wanita
  •  :: Kelas Ekonomi : Menengah Keatas
  •  :: Sasaran :
1. Pengusaha
2. Perusahaan
3. Agen atau Distributor.

Marketting Objective (Tujuan Pemasaran)

Secara objective perusahaan akan menetapkan kebijakan terhadap target pengembangan pasar ekspor yang lebih luas lagi. Kedepannya PT. Gajah Tunggal menargetkan penjualan pasar ekspor juga dapat ditingkatkan di benua Asia dan Timur Tengah. Perusahaan ini juga berencana akan menjajaki beberapa Negara sebagai pasar ekspor baru, seperti Afrika Selatan.


Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, pada proses produksi sudah adanya peningkatan fasilitas dan penambahan mesin-mesin untuk kebutuhan produksi, hal ini tentunya membuat kualitas semakin baik dan kuantitas yang semakin banyak. Ditambah pelayanan yang optimal membuat pelanggan tetap akan terus menjalin hubungan bisnis yang berkesinambungan, dan pelanggan baru tertarik untuk melakukan kerjasama bisnis dengan perusahaan ini. Selain itu persiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi juga mempengaruhi terhadap produk yang dihasilkan PT. Gajah Tunggal Tbk.

Marketting Strategi (Strategi Pemasaran)

Untuk menghadapi persaingan dengan produk-produk pesaingnya, perusahaan melakukan pemasaran dengan berbagai macam promosi yang dilakukan, selain menggunakan media peiklanan konvensional seperti billboard, koran, radio dan televisi, PT. Gajah Tunggal juga secara teratur menggunakan program promosi yang menarik bagi para distributor maupun pelanggan, termasuk diantaranya adalah lucky draw dengan hadiah kendaraan roda empat maupun roda dua. PT. Gajah Tunggal juga aktif mengorganisir beberapa acara otomotif di Indonesia. Berikut beberapa acara yang pernah diadakan oleh PT. Gajah Tunggal Tbk.


1. Berkendara aman dengan menggunakan ban GT Radial. Pada acara ini, perwakilan dari perusahaan memberikan pemeriksaan ban secara gratis dan konsultasi mengenai ban-ban yang digunakan oleh konsumen serta mendengarkan saran-saran dari konsumen mengenai ban GT Radial.


2. Pada ban sepeda motor, perusahaan mempromosikan ban dengan cara berkendara yang aman pada siswa-siswi SMA dengan nama program IRC Goes To School untuk mendorong siswa menunjukkan tanggung jawab dalam berkendara dan meningkatkan kesadaran terhadap produk IRC.


3. Selain itu PT. Gajah Tunggal Tbk juga aktif mengorganisir aktivitas-aktivitas balap motor dan mobil dari tahun ke tahun. Acara ini meliputi GT Radial Car Championship, GT Radial Jakdrift, BMW Touring Championship, Mercedes Benz Touring Championship dan motorprix. Pada acara tersebut semua kendaraan yang diikutsertakan dalam lmba wajib menggunakan produk ban PT. Gajah Tunggal.

Promosi dengan program seperti ini dilakukan agar memberikan kesadaran yang kuat terhadap suatu merk terutama GT Radial sebagai ban mobil dan IRC sebagai ban motor. Hal ini juga bertujuan untuk mendorong pada sektor penjualan produk.

Selanjutnya untuk pengembangan pasar, perusahaan memastikan distribusi produknya dengan mengadakan hubungan jangka panjang dengan distributor. Disamping itu perusahaan memiliki saluran distribusi ban milik perusahaan sendiri, yaitu TIREZONE.


Budget Produksi Media

Untuk membuat video Standar Operasional Prosedur kerja, penulis membutuhkan dana yang cukup besar. Berikut rincian dana yang akan digunakan.

No KEGUNAAN KETERANGAN BIAYA
1 Perencanaan Ide Kreatif Rp. 10.000.000,-
2 Camera Semi SLR Sewa 10 Hari (Nikkon Coolpix P520 @ Rp.100.000/hari Rp. 1.000.000,-
3 Tripod dan Monopod Sewa 10 Hari @ Rp.50.000/hari Rp. 500.000,-
4 MMC V-GEN 8GB 1 Buah Rp. 100.000,-
5 Konsumsi / Kepentingan crew pada saat pengambilan gambar Konsumsi 10 Hari @ Rp. 30.000/hari Rp. 300.000,-
6 Dubbing Jasa Rp. 100.000,-
TOTAL Rp. 12.000.000,-

Konfigurasi Hardware

Spesifikasi Hardware

Perancangan video standar operasional prosedur ini menggunakan satu unit Notebook Komputer dengan spesifikasi sebagai berikut :

a. Monitor : 14.0" 16:9 HD (1366 x 768) LED Backlight.

b. Processor : Intel CORE i5-3317U, 1.7 GHz.

c. RAM : 4 GB.

d. Harddisk : 500 GB.

e. Keyboard : QWERTY 82 Keys.

f. Mouse : Logitech B100.

g. Speaker : Simbadda CST 6100 N.

Software yang digunakan

Dalam konsep media video informasi tersebut, penulis menggunakan beberapa software pendukung yang digunakan dalam proses editing, diantaranya sebagai berikut :

a. Adobe Premier Pro Cs3.

b. Adobe After Effect Cs3.

c. Adobe Photoshop Cs3.

d. Adobe Illustrator Cs2.

e. Corel Videostudio Pro x5

BAB IV KONSEP PRODUKSI MEDIA (KPM)

Video SOP kerja ini nenggunakan Konsep Produksi MAVIB dengan melalui tahapan-tahapan untuk mencapai efisiensi produk, dengan menggunakan teknik MAVIB (Multimedia Audio Visual dan Broadcasting) yang merupakan bidang ilmu design dua dimensi, tiga dimensi dan penggabungan dari dua dengan tiga dimensi. Kemajuan dari MAVIB akan menghasilkan suatu media audio visual yang menarik untuk disajikan kepada audience. Dengan Konsep Produksi MAVIB media video yang dibuat akan menjadi lebih baik dalam segi produksi maupun teoritisnya. Langkah dari Konsep Produksi MAVIB dimulai dari Preproduction, Production dan Postproduction.


Preproduction

Preproduction adalah step atau langkah dimana dimulainya ide, perencanaan dan persiapan dari Konsep Produksi MAVIB. Ada tujuh langkah Preproduction dalam Konsep Produksi MAVIB, dimulai dari Ide yang dituangkan secara sistematis, lalu diikuti dengan pembuatan sinopsis, Script Writting dan Storyboard. Dua tahapan terakhir adalah pemilihan pemain dan crew dan Setting Alat. Semua tahapan yang ada harus sesuai Time Schedule yang ditetapkan. Untuk lebih jelasnya di ilustrasikan pada bagan berikut ini :

Observasi

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi keefektivan penyampaian standar operasional prosedur kerja yang ada di PT. Gajah Tunggal khususnya Plant Mixing Center dinilai masih kurang efektif. Maka dari itu hal ini menjadi pertimbangan penulis untuk merancang video standar operasional prosedur kerja sebagai penunjang penyampaian informasi terhadap operator pada Plant Mixing Center PT. Gajah Tunggal Tbk.

Pengumpulan Data

Pengumpulan data dan materi penunjang video diambil dari standar operasional prosedur mesin Mixer dan Batch Off yang ada di Plant Mixing Center PT. Gajah Tunggal Tbk. ditambah beberapa materi dari intranet perusahaan.

Analisis Data

Berdasarkan analisa data yang diperoleh dari perusahaan, penulis menggunakan beberapa aplikasi program komputer grafis antara lain Adobe Premiere Pro, Adobe Photoshoo, Adobe Ilustrator dan Corel Video Studio.

Ide atau Gagasan

Media informasi yang sering kita nikmati merupakan realisasi dari sebuah ide pemikiran dan gagasan yang telah dituangkan kedalam media dalam hal ini media audio dan visual (video). Media informasi yang dibuat mengambil ide Standar Operasional Prosedur kerja di PT. Gajah Tunggal Tbk. Dimana nantinya video ini dijadikan media penyampaian pada saat program refreshment training yang bertujuan meningkatkan produktivitas kerja perusahaan.

Pesan yang disampaikan

Dalam perancangan video SOP kerja ini terdapat beberapa pesan yang disampaikan oleh penulis, seperti dampak yang akan ditimbulkan akibat bekerja tidak sesuai SOP kerja, pentingnya pengecekan emergency mesin, penempatan material produksi, hingga mengenai kinerja perusahaan di tahun-tahun berikutnya.

Visualisasi Berdasarkan Konteks

Dalam hal ini bentuk visualisasi dari media Video informasi yang dirancang, akan ditampilkan secara audio visual (video) dengan durasi sekitar 7 menit. Visual yang ingin disampaikan merupakan SOP kerja mesin Mixer dan Batch Off berupa video dan beberapa gambar yang digabungkan. Diharapkan dengan durasi video yang tidak terlalu panjang, karyawan dapat memahami mengenai SOP kerja dengan baik.

Sinopsis

Sinopsis merupakan ringkasan cerita/film, menjadi bentuk pemendekan dari sebuah feature documenter dengan tetap memperhatikan unsur-unsur cerminan feature documenter tersebut. Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya satu atau dua halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang feature documenter. Sinopsis perancangan video standar operasional procedure kerja mesin pada Plant Mixing Center PT. Gajah Tunggal Tbk. adalah :

“PT. Gajah Tunggal Tbk. Merupakan produsen ban, memiliki dua lokasi yang dijadikan sebagai kantor pusat dan area produksi. Plant Mixing Center merupakan dapur dari PT. Gajah Tunggal, dimana produk yang dihasilkan berupa lembaran compound yang terdiri dari beberapa material penysun produk seperti : Natural rubber, synthetic rubber, carbon Black, silica, Zinc Oxide, Sulfur, Oli, dan beberapa material kimia lainnya. Terdapat beberapa standar operasional prosedur untuk dapat mengoperasikan mesin mixer dan batch off yang ada di plant tersebut. SOP kerja mesin ini menceritakan awal proses pembuatan compound, mulai dari kedatangan material, mengangkat material menggunakan hoist, penimbangan material, setting parameter, SOP pengoperasian mesin mixer, SOP mesin batch off dan pergantian marking compound, SOP pencampuran promol (cairan adhesive) agar compound tidak lengket hingga sampai compound tersebut siap untuk dipakai di next proses. Dampak yang akan ditimbulkan jika kita tidak bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku seperti : Kecelakaan kerja, produktivitas menurun, kerugian perusahaan hingga PHK sepihak untuk karyawan".

Storyboard

Storyboard adalah rancangan berupa sket gambar yang dilengkapi dengan petunjuk atau catatan pengambilan gambar untuk kebutuhan shooting. Selama proses pra produksi, perencanaan yang berhubungan dengan visualiasasi yang akan dibuat membutuhkan Storyboard sebagai media bantuannya.

Script Breakdown Sheet

Membuat rancangan penulisan naskah secara rinci yang mengembangkan gagasan pada sinopsis menjadi sebuah cerita yang menarik.Script Writing dalam video ini adalah :

No VISUAL AUDIO
1 Menampilkan Logo PT. Gajah Tunggal Tbk. Musik
2 Menampilkan kegiatan di Plant Mixing Center.
3 Menampilkan judul video Standar Operasional Prosedur mesin Mixer dan Batch Off
4 Menampilkan video penggunan APD di area kerja Gunakanlah perlengkapan safety / Topi / Masker / Sarung tangan / Sepatu safety / dan Helm untuk operator hoist//
5 Menampilkan serah terima mesin dengan shift sebelumnya Serah terimakan mesin dengan shift sebelumnya / Informasikan jika ada problem yang tertinggal //
6 Menampilkan cek safety seluruh mesin Cek seluruh tombol dan tali emergency yang ada pada mesin / pastikan semua berfungsi dengan baik / Informasikan kepada leader jika terdapat emergency mesin yang tidak berfungsi / Ingat jangan jalankan mesin sebelum semua emergency berfungsi //
7 Menampilkan pengecekan material yang akan dimixing, apakah sudah sesuai dengan spec yang akan dibuat ? termasuk pengecekan barcode. cek size compound yang akan dibuat / Ubah display panel sesuai size / cek material yang akan digunakan / dan scan barcode sebelum material tersebut di mixing //
8 Menampilkan operator setting proses di panel mesin dan start produksi. Setup mesin sesuaikan dengan spec compound yang akan dibuat //
9 Menampilkan cara pengangkatan material menggunakan hoist. Jepit material dengan hoist / pastikan garpu hoist menancap sempurna / ketinggian hoist tidak lebih dari atas kepala / turunkan material secara perlahan ke atas conveyor weighing / buka penjepit hoist / dan bawa kembali //
10 Menampilkan cara pemotongan karet menggunakan cutter. Tekan kedua tombol turun / setelah material terpotong sempurna tekan tombol kedua tombol naik //
11 Menampilkan pengecekan penimbangan material di mesin Cek hasil penimbangan material dan chemical / pastikan semua sudah sesuai dengan spec / jalankan conveyor //
12 Menampilkan SOP pemasangan marking Pastikan pemasangan marking sesuai dengan display size yang sedang diproses //
13 Menampilkan SOP menjalankan mesin batch Off (Roll Die) Jalankan screw secara manual / lihat indikasi compound sudah siap dikeluarkan / jalankan roll die manual sampai compound keluar lalu tekan tombol auto / jangan lupa turunkan dancing roll //
14 Menampilkan SOP Booking Compound pada pallet Angkat palet menggunakan liftor / jalankan autopallet / jalankan wig-wag //
15 pengisian TAG/Identitas jenis compound Isi tag atau identitas penulisan compound / tulis kembali identitas jenis compound dengan menggunakan kapur //
16 Menampilkan pengiriman compound menggunakan forklift, closing video SOP Compound siap dikirim ke proses berikutnya / Musik
17 Menampilkan foto-foto dampak yang ditimbulkan akibat bekerja tidak sesuai SOP kerja Dampak yang akan terjadi akibat bekerja tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur / Kecelakaan kerja / kesalahan penggunaan material / Produktivitas perusahaan menurun / Kerugian Perusahaan / Hingga PHK Sepihak//
18 Closing (Menampilkan karyawan perusahaan saat pulang kerja Mari budayakan kerja sehat, kerja selamat //

Time Schedule

Peralatan yang Digunakan

Secara umum alat yang dibutuhkan adalah Camera, Tripod, Microphone dan Lighting. Dalam pembuatan video ini penulis menggunakan alat Camera, Tripod, dan Mic com. Untuk Camera yang digunakan penulis menggunakan Camera semi SLR Nikkon Coolpix P520. Untuk pencahayaan menggunakan penerangan yang ada di area perusahaan.

Produksi Team (Crew) dan Talent

Production

Production adalah proses pengambilan gambar atau shooting video dengan bekerjasamanya antara pemain dan crew untuk pewujudan rumusan dari tahap preproduction dalam bentuk Naskah, Storyboard dan tepatnya Time schedule yang telah dibuat. Pada tahap production semua unsur teknis dan kreatif seperti naskah, actor, dan suara bergabung dibawah pengawasan kreatif sutradara. Dalam menjalankan proses production pengambilan gambar atau shooting video ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dengan baik, diataranya : desain produksi termasuk storyboard yang bisa menjadi panduan yang baik tentang hal-hal yang harus dikerjakan selama shooting, kesiapan crew dalam menjalankan perannya masing-masing dan kesiapan perlengkapan yang juga merupakan tanggung jawab masing-masing crew.

Perencanaan Multimedia

Tujuan Multimedia

Strategi Multimedia

Program Multimedia

Perencanaan Audio

Tujuan Audio

Strategi Audio

Program Audio

Perencanaan Visual

Tujuan Visual

Strategi Visual

Program Visual

Perencanaan Broadcasting

Tujuan Broadcasting

Strategi Broadcasting

Program Broadcasting

Postproduction

Digitizing

Editing

Mixing

Finishing

Tahap Keluaran

BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Kesimpulan terhadap tujuan dan manfaat penelitian

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis mencoba mengajukan saran, yang mudah – mudahan dapat diterima dan membantu mengurangi permasalahan yang disebabkan oleh faktor sumber dayan manusia pada PT. Gajah Tunggal Tbk. adapun saran – saran tersebut adalah sebagai berikut :

1. Disarankan kepada perusahaan agar program refreshment training dapat terus dijalankan sesuai jadwal yang telah ditentukan, Hal ini dapat berpengaruh terhadap pengetahuan karyawan mengenai SOP kerja yang ada.


2. Sebaiknya perusahaan mulai memberikan sanksi apabila terdapat karyawan yang tidak menjalankan SOP kerja yang benar dan mulai memberikan beberapa training tambahan mengenai motivasi kerja, karena hal ini berpengaruh terhadap produktivitas kerja sehingga untuk mencapai tujuan dan target perusahaan akan lebih sulit.


3. Dengan dirancangnya video standar operasional prosedur mesin di Plant Mixing Center, diharapkan manajemen akan menerapkan perancangan video serupa pada Plant lain yang ada di PT. Gajah Tunggal Tbk

Kesan

Selama melakukan penelitian skripsi, penulis merasa nyaman dan berterima kasih kepada seluruh bagian-bagian yang telah memberikan pengalaman yang berharga selama pelaksanaan skripsi pada Plant Mixing Center PT. Gajah Tunggal Tbk.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Contributors

Admin, Toton