Manajemen Proyek (MJ110)

Dari Widuri
Lompat ke: navigasi, cari

BAB I

PENDAHULUAN

Kata “manajemen “ masih kita pakai lafal kata aslinya “management yang artinya wadah untuk proses ketatalaksanaan.Menurut Encylopedia of the Social Sciences Di katakan bahwa “manajemen” adalah suatu proses pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Bila kita tinjau lebih dalam lagi istilah “manajemen” adalah proses dalam suatu aktivasi beberapa pihak dalam pelaksanaan suatu proyek. Dalam hal ini tentunya manusia sebagai sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
manajemen proyek yaitu penerapan ilmu pengetahuan,keahlian dan ketrampilan,cara teknis yang terbaik dan dengan sumber daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja,waktu,mutu dan keselamatan kerja.Dalam manajemen proyek,perlunya pengelolaan yang baik dan terarah karena suatu proyek memiliki keterbatasan sehingga tujuan akhir dari suatu proyek bisa tercapai.Yang perlu dikelola dalam area manajemen proyek yaitu biaya,mutu,waktu,kesehatan dan keselamatan kerja,sumberdaya,lingkungan,resiko dan sistem informasi.


SILABUS

TUJUAN

Agar mahasiswa mampu untuk mengenal, mengerti dan memahami tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan (Proyek-proyek yang berorientasi keuntungan terkait dengan perusahaan, jasa dan properti)bersifat sosial benefit. (Proyek-proyek yang bergerak pada sektor publik atau pemerintahan)berdasarkan tujuan dapat disimpulkan bahwa manajer proyek harus mempertimbangkan kapan proyek dimulai dan kapan proyek dapat diakhiri dalam penjadwalan waktu yang tepat, sehingga proyek akan mempunyai nilai tambah (value added) dan nilai guna (value in use).


BAB II

LANDASAN TEORI

SATUAN ACARA PENGAJARAN

Kode  : MJ110

Mata Kuliah  : Manajemen Proyek

Beban Kredit  : 2 SKS

Jenjang  : S1

Jurusan  : TI/MI

Waktu Tatap Muka  : 2 X 50 Menit

Waktu Tugas Mandiri : 2 ( 2 X 50 Menit )

Metode Kuliah  : Tatap muka,Tugas,Presentasi

Alat  : RME, Multimedia Projector, Komputer dan Whiteboard

Evaluasi  : Kehadiran, Tugas, UTS, UAS

Dosen  : Anita B. Wandanaya

TIU  : Mahasiswa dapat memahami jenis-jenis komputer, sistem kerja komputer, perangkat komputer, arus informasi menggunakan komputer, informasi dalam dunia maya perkembangan hardware dan software terkini, serta prospek pengembangan komputer di masa mendatang.

TIK  : Mahasiswa dapat memahami jenis-jenis komputer, sistem kerja komputer, perangkat komputer, arus informasi menggunakan komputer, informasi dalam dunia maya perkembangan hardware dan software terkini, serta prospek pengembangan komputer di masa mendatang.


?Tujuan Instruksional Umum

?Memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengertian dan konsep-konsep dasar Manajemen Proyek, sehingga dapat diaplikasikan dalam dunia kerja.


?Pokok Bahasan :

  1. Konsep manajemen proyek dan siklus proyek.
  2. Organisasi proyek
  3. Analisa proyek – Pendahuluan & analisa pasar
  4. Analisa proyek – Teknis & finansial, Latihan analisa proyek
  5. Network planning – Pendahuluan
  6. Network planning – PERT
  7. Network planning – CPM dan Peta Gantt
  8. UTS – Ujian Tengah Semester
  9. Network diagram - Simbol dalam network diagram
  10. Network diagram - Elemen Network Diagram dan Latihan soal network diagram
  11. Analisa waktu- SPA dan SPL
  12. Analisa waktu - TF, FF dan IF
  13. Analisa waktu - T<TF, T=TF dan T>TF
  14. Analisa waktu - Syarat dan prosedur mempercepat umur proyek.
  15. Analisa waktu - Probabilitas umur proyek
  16. UAS - Ujian Akhir Semester


DAFTAR PUSTAKA

?Sumber Utama :

  1. Kerzer, Harold V. (1992). Project Management: A System Approach to Planning, Scheduling, and Controlling, (4th ed.). New York, NY: Van Nostrand Reinhold.
  2. Spinner, M Pete. (1992). Elements of Project Management: Plan, Schedule and Control, (2nd ed). Englewood Clif, NJ: Prentice Hall.
  3. Tubagus Heder Ali, (1990) .Prinsip-prinsip Network Diagram, PT. Gramedia, Jakarta .
  4. ?Buku Pendukung:

  5. Turner, J Rodney, (1993). The Handbook of Project-Based Management, London McGraw-Hill Inc.
  6. Turtle, Quentin C. (1994). Implementing Current Project Management, Englewood Clif, NJ: Prentice Hall.

BAB III

PEMBAHASAN MATERI

MATERI Manajemen Proyek

PERTEMUAN 1

KONSEP DASAR PROYEK DAN MANAJEMEN PROYEK

PENGERTIAN PROYEK
  • Menurut D.I. Cleland dan Wr. King (1987)

Proyek merupakan gabungan dari bebagai sumber daya yang dihimpun dalam organisasi sementara untuk mencapai suatu tujuan tertentu
*Suatu kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu, dengan alokasi sumberdaya yang terbatas dan dimaksudkan untuk melaksanakan suatu tugas yang telah digariskan (suharto, I, 1990)

Syarat Dasar Proyek
  1. Membuat batasan proyek
  2. Mengajukan usulan untuk menggunakan waktu & faktor produksi
  3. Mendapatkan persetujuan dari yang berwenang (yang menawarkan proyek)
  4. Kesediaan untuk bekerja sama
  5. Adanya keterbatasan dari orang yang berwenang dalam pelaksanaan proyek
  6. Pemberian informasi terhadap pihak yang terlibat pada proyek.
  7. Pimpinan proyek diserahi dengan tugas yang terbatas dan wewenang yang sah.
  8. Kemungkinan karyawan baru.
  9. Pengawasan dan ruang.
  10. Saham pihak lain.



CIRI – CIRI PROYEK
  1. Sasaran jelas
  2. Sasaran diarahkan pada suatu perubahan atau pembaharuan
  3. Sasaran terjadi satu kali
  4. Adanya batasan awal dan akhir pelaksanaan proyek
  5. Bersifat antar disiplin
  6. Penentuan tanggung jawab yang dibatasi untuk merealisaikan proyek
  7. Adanya batasan tenaga kerja yang tersedia
  8. Adanya anggaran dan batasan terhadap biaya
  9. Pertanggung jawaban yang dibatasi untuk merealisasikan proyek


Atribute dari sebuah Proyek :
  1. Mempunyai Tujuan
  2. Ada waktu mulai dan Waktu Selesai
  3. Membutuhkan sumber daya seperti :
    1. SDM
    2. Uang
    3. Peralatan
    4. Administrasi
  4. Membutuhkan Koordinasi
  5. Memungkinkan Perubahan (Manajemen Perubahan)


TIMBULNYA PROYEK

  1. Berasal dari pemerintah
  2. Berasal dari permintaan pasar
  3. Berasal dari litbang
  4. Berasal dari perusahaan


MACAM MACAM PROYEK

  1. Proyek kapital
  2. Proyek pengembangan produksi baru
  3. Proyek penelitian dan pengembangan
  4. Proyek sistem informasi
  5. Proyek yang berkaitan dengan manajemen perusahaan


?SIKLUS PROYEK

  1. Konsep proyek
    1. Sasaran
    2. Lingkup kerja
    3. Keperluan
    4. Kelayakan
  2. Definisi proyek
    1. Rencana
    2. Anggaran
    3. Jadwal
    4. Dokumen tender
    5. Komitmen manajemen
  3. Penyusunan organisasi
    1. Struktur organisasi
    2. Pembentukan tim
    3. Tanggung jawab / wewenang
    4. Rencana pelaksanaan
  4. Penyelesaian proyek
    1. Penyusunan dokumen
    2. Penugasan kembali
    3. Pembubaran organisasi
    4. Penutupan proyek


PROYEK DAN KEGIATAN

Proyek

Lintasan lintasan kegiatan yang dimulai pada suatu saat awal dan selesai pada suatu saat akhir

Kegiatan

Proses interaksi input (sumber daya keterampilan) untuk menghasilkan out put (produk)


?Hubungan Proyek & Kegiatan

Kegiatan merupakan komponen komponen sistem yang tersusun mebentuk sebuah proyek dan merupakan turunan dari sebuah proyek sedangkan proyek adalah hasil integrasi dari beberapa kegiatan


PERBEDAAN PROYEK & PROGRAM

Proyek

*Bersifat dimanis
  • Berlangsung dalam kurun waktu terbatas
  • Intensitas kegiatan berbeda beda
  • Kegiatan harus selesai sesuai dengan dana
  • Menyangkut kegiatan yang beragam dan perlu klasifikasi tenaga kerja yang bermacam macam
  • Guna memperoleh hasil yang efektif perlu jalur komunikasi dan bertanggung jawab baik vertikal maupun horizontal


Program

  • Bersifat rutin
  • Berlangsung kontinue/ jangka panjang
  • Intensitas kegiatan realtif sama
  • Batasan tidak setajam proyek hanya diatur dalam anggaran tahunan
  • Tidak terlalu banyak mcam macam kegiatan
  • Penekanan pada jalur vertikal


MANAJEMEN PROYEK

Manajemen proyek merupakan suatu usaha merencanakan mengorganisasi, mengarahkan mengkoordinasi dan mengawasi kegiatan dalam proyek sesuai dengan jadwal waktu dan anggaran yang telah ditetapkan.


PENGORGANISASIAN PROYEK

Penyusunan organisasi proyek perlu memperhatikan fungsi fungsi organisasi yang meliputi :

  1. Sebagai sarana kebersamaan untuk mencapai tujuan
  2. Mengatur kerja sama antar komponen
  3. Membagi habis pekerjaan pada semua komponen
  4. Membagi tanggung jawab dan wewenang kepada semua komponen


MACAM MACAM ORGANISASI PROYEK

  1. Organisasi fungsional
  2. Organisasi koordinasi
  3. Organisasi gugus tugas
  4. Organisasi matrix

MENYUSUN TIM PROYEK

Manajer proyek sebagai kepala tim proyek

  1. Mempunyai orientasi yang kuat pada pencapaian tujuan
  2. Bergairah terhadap tantangan
  3. Menguasai aspek hubungan antar manusia Generalisasi dan spesifikasi

Tim proyek bertugas penuh :

  1. Besar kecilnya ukuran lingkup proyek
  2. Kompleksitas suatu proyek

Macam kontrak

a. Kontrak harga tetap

b. Kontrak harga tidak tetap

Pengorganisasian Proyek
  1. Organisasi Fungsional
  2. Organisasi Koordinator
  3. Organisasi Gugus Tugas
  4. Organisasi Matriks

PERTEMUAN 2

ANALISA PROYEK

MAKSUD DAN TUJUAN ANALISA PROYEK

Melakukan perhitungan-perhitungan agar pilihan kita tepat dalam rangka usaha untuk melakukan investasi modal.


TAHAP PERSIAPAN SUATU PROYEK

  1. Tahap identitas ( Brainstormings)
  2. a. Memperbesar kapasitas produksi yang ada

    b. Diservikasi produksi

    c. Membuat barang yang sama sekali baru

  3. Tahap seleksi pendahuluan (Pre selection)

  4. Tahap Pengujian (Appraisal)

  5. Tahap evaluasi


Analisa proyek meliputi :

  1. ANALISA TEKNIS
  2. Analisa teknis dilakukan dengan maksud meninjau kembali kalayakan sebuah rencana proyek dari segi teknisnya.

  3. ANALISA FINANSIAL
  4. Analisa Finansial dilakukan dengan maksud menilai apakah rencana proyek dapat dibiayai dan menguntungkan.

Langkah langkah yang diperlukan dalam proses analisa finansial :
  1. Langkah awal, tentukan :
    • Rencana/target penjualan
    • Hasil/ pendapatan lainnya setiap tahun
    • Biaya-biaya (seperti biaya operasional,biaya penyusutan, pembayaran hutang dan pajak)
  2. Mengidentifikasi biaya dan manfaat :
  3. a. Biaya proyek yang terdiri dari :Investment/initial investmentMerupakan biaya proyek yang dikeluarkan untuk keperluan investasi, seperti tanah, konstruksi, peralatan, dll.


BERBAGAI INVESMENT COST

  1. Engineering dan feasibility study, terdiri dari :
  2. a. Preliminary design

    b. Final design

  3. Tanah
  4. Biaya konstruksi dan pengadaan peralatan
  5. Bunga selama masa kontruksi
  6. Modal kerja


b. Biaya Operasi/produksi dan pemeliharaan (O & M Cost) Merupakan biaya rutin tahunan yang dikeluarkan untuk operasi / produksi dan pemeliharaan.

Yang termasuk biaya biaya rutin ini adalah

  • Bahan baku yang digunakan
  • Bahan penolong
  • Air, Listrik dan telepon
  • Bahan bakar
  • Peralatan kantor
  • Pemeliharaan gedung
  • Gaji / upah


Project Benefit

Manfaat dari sebuah proyek bisa digolongkan menjadi :

  1. DIRECT BENEFIT
  2. Direct benefit disebabkan karena adanya kenaikan nilai output proyek yang dapat disebabkan karena :

    ₠Kenaikan dalam nilai produk fisik

    ₠Perbaikan kualitas produk

    ₠Perubahan lokasi dan waktu penjulan

    ₠Perubahan bentuk

  3. INDIRECT BENEFIT
  4. Benefit yang timbul diluar proyek yang disebabkan adanya proyek lain.

  5. INTANGIBLE BENEFIT
  6. Benefit proyek yang timbul dan sulit atau tidak mungkin diukur dalam bentuk satuan nilai uang.



PERTEMUAN 3

NETWORK PLANNING

DEFINISI

Network planning adalah salah satu model yang digunakan dalam penyelenggaran proyek yang produknya adalah informasi mengenai kegiatan- kegiatan yang ada dalam model tersebut, dimana informasi yang dihasilkan mengenai sumber daya yang digunakan atau dibutuhkan oleh kegiatan-kegiatan beserta jadwal pelaksanaannya.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam membuat network planning :

  1. Model harus lengkap
  2. Model harus cocok
  3. Asumsi yang dipakai tepat
  4. Sikap pelaksana


Tahap tahap aplikasi network planning

  1. Tahap Pembuatan (Desain), terdiri dari :
  2. ₠Inventarisasi kegiatan
    ₠Hubungan antar kegiatan
    ₠Menyusun network diagram
    ₠Data kegiatan
    ₠Analisa waktu dan sumber daya
    ₠Batasan
    ₠Leveling

  3. Pemakaian
  4. Perbaikan

PERTEMUAN 4

PERT, CPM dan Gant Chart

PERT(Program Evaluation and Review Tehnique)

PERT adalah suatu metode yang berfungsi untuk menentukan jadwal dan anggaran dari sumber sumber sehingga suatu pekerjaan yang sudah ditentukan lebih dahulu dapat diselesaikan dengan tepat waktu

Tujuan PERT :

  1. Mengurangi penundaan pekerjaan
  2. Mengurangi gangguan
  3. Mengurangi konflik produksi

Adanya dua konsep yang harus diperhatikan sehubungan dengan PERT :

  1. EVENT
  2. suatu kejadian aktifitas dari suatu keadaan yang terjadi pada saat tertentu

  3. ACTIVITY

suatu aktifitas dari pekerjaan yang dipelukan untuk menyelesaikan suatu kejadian diperlukan untuk menyelesaikan suatu kejadian

METODE CPM (Critical Path Methode)

Metode CPM merupakan suatu metode yang berfungsi untuk merencanakan dan mengendalikan sebuah proyek.


Perbedaan CPM dan PERT

  1. CPM memasukkan konsep biaya dalam proses perencanaan dan pengendalian sebuah proyek sedangkan pada PERT besarnya biaya berubah-ubah sesuai dengan lamanya waktu dari semua aktifitas yang terdapat dalam satu proyek.
  2. Di dalam menentukan perkiraan waktu untuk melaksanakan setiap aktifitas, CPM dianggap lebih memiliki dasar yang lebih kuat

PETA GANTT ( GANTT CHART)

Gantt Chart dibuat oleh H. L. Gantt yang berfungsi untuk menggambarkan pekerjaan yang harus dilaksanakan.
Gantt Chart merupakan visualisasi chart yang digunakan untuk menggambarkan jadwal dari pekerjaan atau proyek.
Gantt Chart menggambarkan tanggal mulai dan berakhir dari terminal elemen dan ringkasan elemen proyek serta menujukan hubungan yang terdapat antara semua fase atau tingkat dari pekerjaan.


Keuntungan menggunakan Gantt chart :

°Sederhana, mudah dibuat dan dipahami, sehingga sangat bermanfaat sebagai alat komunikasi dalam penyelenggaraan proyek.
°Dapat menggambarkan jadwal suatu kegiatan dan kenyataan kemajuan sesungguhnya pada saat pelaporan

°Bila digabungkan dengan metoda lain dapat dipakai pada saat pelaporan

Kelemahan Gantt Chart :

°Tidak menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dan kegiatan yang lain, sehingga sulit untuk mengetahui dampak yang diakibatkan oleh keterlambatan satu kegiatan terhadap jadwal keseluruhan proyek.
°Sulit mengadakan penyesuaian atau perbaikan/pembaharuan bila diperlukan, karena pada umumnya ini berarti membuat bagan balok baru.


PERTEMUAN 5

PENGENALANNETWORK DIAGRAM

PENDAHULUAN

  • Visualisasi proyek berdasarkan network planning.
  • Berupa jaringan kerja yang berisi lintasan lintasan kegiatan dan urutan urutan peristiwa yang ada selama penyelenggaraan proyek

PERSYARATAN

  • Menginventarisasikan kegiatan</br />
  • Menentukan atau mengidentifikasikan pasangan kegiatan yang mempunyai hubungan seri langsung.

Simbol Network Diagram


ANAK PANAH

Melambangkan kegiatan


Melambangkan suatu peristiwa dan dibagi menjadi 3 ruang yaitu :

Ruang sebelah kiri → nomor peristiwa
Ruang sebelah kanan atas → SPA
Ruang sebelah kanan bawah → SPL

ANAK PANAH TERPUTUS

Hubungan antar kegiatan (dummy) tidak membutuhkan waktu sumber daya dan ruangan. Dummy hanya menunjukkan logika ketergantungan kegiatan yang patut diperhatikan.

HUBUNGAN ANTAR KEGIATAN

  1. Hubungan seri
  2. Antara dua kegiatan terdapat hubungan seri bila sebuah kegiatan tidak dapat mulai dikerjakan kalau kegiatan lainnya belum selesai dikerjakan.

  3. Hubungan paralel
  4. Jika sebuah kegiatan bisa dimulai/diselesaikan tanpa perlu menunggu kegiatan lain selesai. Bentuk alternatif hubungan pararel dalam network diagram :

    • Memiliki satu peristiwa akhir bersama
    • Memiliki satu peristiwa awal bersama
    • Memiliki satu peristiwa akhir dan satu peristiwa awal bersama
    • Memiliki peristiwa awal yang berlainan dan peristiwa akhir yang berlainan


HUBUNGAN ANTAR PERISTIWA DAN KEGIATAN

  1. Setiap kegiatan dimulai dari satu posisi dan berakhir pada satu posisi lain
  2. Dari satu posisi dapat dimulai lebih dari satu kegiatan
  3. Pada suatu posisi dapat berakhir bersama lebih dari satu kegiatan
  4. Dua kegiatan yang berurutan digambarkan secara berseri

PERTEMUAN 6

PENGGAMBARAN NETWORK DIAGRAM

Tujuan

Sebagai pengenal atau identitas peristiwa yang bersangkutan untuk membedakan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya Sebagai pengenal kegiatan atau dummy atau penghubung peristiwa.
Dipakai sebagai urut urutan proses perhitungan saat paling awal (SPA) dan perhitungan saat paling lambat.
Untuk mengetahui saat awal dan saat akhir semua kegiatan yang ada dalam sebuah proyek dan untuk mengetahui saat awal dan saat akhir

Syarat nomor peristiwa dalam sebuah network diagram

  • Nomor peristiwa harus berupa angka atau huruf
  • Nomor peristiwa awal sebuah kegiatan atau sebuah dummy harus lebih keil daripada nomor peristiwa akhir
  • Nomor peristiwa awal sebuah network diagram diberi nomor 1
  • Prosedur pemberian nomor peristiwa
  • Nomor awal network diagram diberi nomor 1
  • Bila sebuah peristiwa dianggap sebagai peristiwa akhir dari sebuah atau beberapa kegiatan dan dummy

Penggambaran network diagram

  • Inventarisasikan seluruh kegiatan
  • Buat daftar semua kegiatan
  • Gambarkan satu posisi awal dengan nomor 1
  • Gambarkan kegiatan kegiatan awal
  • Untuk setiap kegiatan yang telah digambarkan, gambarkan semua seccessornya.
  • Semua kegiatan akhir yaitu kegiatan yang bukan predecessor menuju pada satu posisi akhir



PERTEMUAN 7

SPA dan SPL

Saat Paling Awal (SPA)

Syarat syarat yang harus dipenuhi :

  • Network diagram yang tepat telah tersedia
  • Nomor peristiwa dari network diagram tealah ditentukan
  • Semua kegiatan yang ada dalam network diagram tealah ditetapkan lama kegiatan perkiraan
  • Secara formatif untuk menentukan saat paling awal

Keterangan

  • SPAj = SPAi + L
  • x = Kegiatan
  • j = Peristiwa akhir kegiatan x
  • i = Peristiwa awal kegiatan x
  • L = Lama kegiatan x
  • SPAi = Saat Paling awal peristiwa awal
  • SPAj = Saat Paling awal peristiwa akhir


Untuk beberapa kegiatan menuju kesebuah peristiwa ditentukan waktu paling awal yang maksimum

  • SPAj = Maks (SPAi + L)


Prosedur untuk menghitung SPA dalam sebuah network diagram :

  1. Hitung atau tentukan saat paling awal dari peristiwa peristiwa awal dari nomor 1 s/d nomor maximum
  2. Pada posisi awal SPA (1) = 0
  3. Pada setiap posisi j , SPAj = Max (SPAi + L )

Saat Paling Lambat (SPL)

Saat Paling Lambat adalah saat paling lambat suatuperistiwa boleh terjadi dan tidak boleh sesudahnya meskipun itu mungkin) sehingga proyek mungkin selesai pada waktu yang telah direncanakan.

Syarat syarat yang harus dipenuhi :

  1. Network diagram yang tepat telah tersedia
  2. Telah dihitung saat paling awal (SPA) pada network diagram
  3. Jika hanya ada sebuah kegiatan keluar dari sebuah peristiwa maka SPL peristiwa tersebut saat paling lambat mulainya kegiatan

?Secara formatif untuk menentukan saat paling lambat sebuah peristiwa :


Untuk beberapa kegiatan keluar dari sebuah peristiwaditentukan waktu paling lambat yang minimum
SPLi = Minimum (SPLj – L )

Prosedur untuk menghitung saat paling lambatDalam sebuah network diagram

  • Hitung saat paling lambat (SPL) mulai dari nomor maksimum mundur berturut turut sampai dengan posisi awal
  • Saat Paling lambat (SPL ) sama dengan saat Paling Awal (SPA) peristiea akhir (maksimal) , SPLj = SPAj
  • Pada setiap posisi i = SPLi = min ( SPLj – L )
  • Pada Posisi awal SPL(1) = 0
  1. Latihan soal :Tentukan SPA & SPL
  2. Latihan soal :Tentukan SPA & SPL


Soal Latihan Pertemuan IX

  1. Syarat yang harus dipenuhi oleh SPA, adalah
  2. a. Network diagram yang tepat telah tersedia

    b. Nomor peristiwa dari network diagram telah ditentukan

    c. Secara formatif untuk menentukan saat paling awal

    d. semua jawaban benar


  3. Prosedur untuk menghitung SPA adalah ..
  4. a. Hitung atau tentukan saat paling awal dari peristiwa peristiwa awal dari nomor 1 s/d nomor maximum

    b. Pada posisi awal SPA (1) = 0

    c. jawaban a dan b benar

    d. jawaban a dan b salah


  5. Prosedur untuk menghitung SPA adalah ..
  6. a. Hitung atau tentukan saat paling awal dari peristiwa peristiwa awal dari nomor 1 s/d nomor maximum

    b. Pada posisi awal SPA (1) = 0

    c. jawaban a dan b benar

    d. jawaban a dan b salah


  7. Syarat yang harus dipenuhi SPL, adalah
  8. a. Network diagram yang tepat telah tersedia

    b. Nomor peristiwa dari network diagram telah ditentukan

    c. Secara formatif untuk menentukan saat paling awal

    d. semua jawaban benar


  9. Prosedur untuk menghitung SPA adalah ..
  10. a. Network diagram yang tepat telah tersedia

    b. Telah dihitung saat paling awal (SPA) pada network diagram

    c. jawaban a dan b benar

    d. jawaban a dan b salah


  11. Syarat yang harus dipenuhi SPL, adalah mungkin terjadi dan tidak mungkin terjadi sebelumnya adalah …
  12. a. saat paling awal

    b. saat paling akhir

    c. jawaban a dan b benar

    d. tidak ada jawaban yang benar


  13. Saat Paling Awal suatu peristiwa mungkin terjadi dan tidak mungkin terjadi sebelumnya adalah …
  14. a. saat paling awal

    b. saat paling akhir

    c. jawaban a dan b benar

    d. tidak ada jawaban yang benar


  15. SPAj = SPAi + L adalah rumus dari
  16. a. saat paling awal

    b. saat paling akhir

    c. semua jawaban benar

    d. tidak ada jawaban yang benar


PERTEMUAN 8

PENGGAMBARAN NETWORK DIAGRAM

Tujuan

Sebagai pengenal atau identitas peristiwa yang bersangkutan untuk membedakan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya.Sebagai pengenal kegiatan atau dummy atau penghubung peristiwa.Dipakai sebagai urut urutan proses perhitungan saat paling awal (SPA) dan perhitungan saat paling lambat.Untuk mengetahui saat awal dan saat akhir semua kegiatan yang ada dalam sebuah proyek dan untuk mengetahui saat awal dan saat akhir.


Syarat nomor peristiwa dalam sebuah network diagram

  • Nomor peristiwa harus berupa angka atau huruf
  • Nomor peristiwa awal sebuah kegiatan atau sebuah dummy harus lebih keil daripada nomor peristiwa akhir
  • Nomor peristiwa awal sebuah network diagram diberi nomor 1
  • Prosedur pemberian nomor peristiwa
  • Nomor awal network diagram diberi nomor 1
  • Bila sebuah peristiwa dianggap sebagai peristiwa akhir dari sebuah atau beberapa kegiatan dan dummy

Penggambaran network diagram

  • Inventarisasikan seluruh kegiatan
  • Buat daftar semua kegiatan
  • Gambarkan satu posisi awal dengan nomor 1
  • Gambarkan kegiatan kegiatan awal
  • Untuk setiap kegiatan yang telah digambarkan, gambarkan semua seccessornya.
  • Semua kegiatan akhir yaitu kegiatan yang bukan predecessor menuju pada satu posisi akhir



PERTEMUAN 9

SPA dan SPL

Saat Paling Awal (SPA)

Syarat syarat yang harus dipenuhi :

  • Network diagram yang tepat telah tersedia
  • Nomor peristiwa dari network diagram tealah ditentukan
  • Semua kegiatan yang ada dalam network diagram tealah ditetapkan lama kegiatan perkiraan
  • Secara formatif untuk menentukan saat paling awal

Keterangan

  • SPAj = SPAi + L
  • x = Kegiatan
  • j = Peristiwa akhir kegiatan x
  • i = Peristiwa awal kegiatan x
  • L = Lama kegiatan x
  • SPAi = Saat Paling awal peristiwa awal
  • SPAj = Saat Paling awal peristiwa akhir


Untuk beberapa kegiatan menuju kesebuah peristiwa ditentukan waktu paling awal yang maksimum

  • SPAj = Maks (SPAi + L)


Prosedur untuk menghitung SPA dalam sebuah network diagram :

  1. Hitung atau tentukan saat paling awal dari peristiwa peristiwa awal dari nomor 1 s/d nomor maximum
  2. Pada posisi awal SPA (1) = 0
  3. Pada setiap posisi j , SPAj = Max (SPAi + L )

Saat Paling Lambat (SPL)

Saat Paling Lambat adalah saat paling lambat suatuperistiwa boleh terjadi dan tidak boleh sesudahnya meskipun itu mungkin) sehingga proyek mungkin selesai pada waktu yang telah direncanakan.

Syarat syarat yang harus dipenuhi :

  1. Network diagram yang tepat telah tersedia
  2. Telah dihitung saat paling awal (SPA) pada network diagram
  3. Jika hanya ada sebuah kegiatan keluar dari sebuah peristiwa maka SPL peristiwa tersebut saat paling lambat mulainya kegiatan

?Secara formatif untuk menentukan saat paling lambat sebuah peristiwa :


Untuk beberapa kegiatan keluar dari sebuah peristiwaditentukan waktu paling lambat yang minimum
SPLi = Minimum (SPLj – L )

Prosedur untuk menghitung saat paling lambatDalam sebuah network diagram

  • Hitung saat paling lambat (SPL) mulai dari nomor maksimum mundur berturut turut sampai dengan posisi awal
  • Saat Paling lambat (SPL ) sama dengan saat Paling Awal (SPA) peristiea akhir (maksimal) , SPLj = SPAj
  • Pada setiap posisi i = SPLi = min ( SPLj – L )
  • Pada Posisi awal SPL(1) = 0
  1. Latihan soal :Tentukan SPA & SPL
  2. Latihan soal :Tentukan SPA & SPL


Soal Latihan Pertemuan IX

  1. Syarat yang harus dipenuhi oleh SPA, adalah
  2. a. Network diagram yang tepat telah tersedia

    b. Nomor peristiwa dari network diagram telah ditentukan

    c. Secara formatif untuk menentukan saat paling awal

    d. semua jawaban benar


  3. Prosedur untuk menghitung SPA adalah ..
  4. a. Hitung atau tentukan saat paling awal dari peristiwa peristiwa awal dari nomor 1 s/d nomor maximum

    b. Pada posisi awal SPA (1) = 0

    c. jawaban a dan b benar

    d. jawaban a dan b salah


  5. Syarat yang harus dipenuhi SPL, adalah
  6. a. Network diagram yang tepat telah tersedia

    b. Nomor peristiwa dari network diagram telah ditentukan

    c. Secara formatif untuk menentukan saat paling awal

    d. semua jawaban benar



PERTEMUAN 10

ANALISA WAKTU

Alasan dilakukan analisa waktu:

  • Analisa waktu merupakan langkah pertama sebelum melakukan analisa sumber daya dan analisa biaya
  • Memudahkan penyediaan data dalam tahap perencanaan
  • Memudahkan untuk pengumpulan data dalam tahap desain


Tujuan analisa waktu

  • Memudahkan disesuaikan umur perkiraan proyek dengan umur rencana proyek.
  • Umur rencana proyek dapat disesuaikan dengan probabilitas yang dikehandaki
  • Untuk menekan tingkat ketidakpastian dalam waktu pelaksanaan
  • Cara kerja yang efesien bisa diselanggarakan sehingga waktu


Faktor penentu lama kegiatan

  1. Faktor teknis
    Misalnya volume pekerjaan, sumber daya, ruangan, jam kerja perhari dan lain sebagainya.
  2. Faktor Non-teknis
    Misalnya banyaknya hari kerja dalam seminggu, banyaknya hari libur, cuaca, dll.


Cara Menentukan Lama Kegiatan

  1. Cara rata-rata
    Cara relatif mudah namun kurang tepat atau kurang memadai dikarenakan menyama-ratakan tiap kasus meski kenyataanya masing masing kasus sangat berbeda.

  2. Rumus :
    LPER=LK/JK

    Dimana :


    LPER : lama kegiatan perkiraan


    LK : lama kegiatan


    JK : jumlah kegiatan


  3. Cara Pembobotan
    Cara pembobotan relatif tepat dibandingkan cara rata rata karena memperhatikan jumlah dan peran kejadian tiap kasus.

  4. Rumus :
    LPER = Jumlah bobot/jumlah peristiwa

    Dimana :


    bobot : LK*JK


    LK : lama kegiatan


    JK : jumlah kegiatan


  5. Cara lintasan kritis (critical path methode)
    Cara lintasan kritis merupakan cara yang memiliki keuntungan dari kedua cara tersebut diatas, karena membutuhkan data relatif lebih sedikit tetapi tetap memperhatikan peran kejadian tiap kasus.

Rumus :

Dimana :


LO : lama kegiatan optimis


LPER : lama kegiatan most likely (yang paling sering terjadi)


LPER : lama kegitan pesimis


Faktor penentu lama kegiatan

Diketahui tabel di bawah ini. Tentukan lama perkiraan (LPER)dengan metode :


  • Cara rata rata
  • Cara pembobotan
  • Cara lintasan kritis


Jawab :

Cara Rata-rata


Cara Pembobotan


Cara Lintasan Kritis

- Diasumsikan kegiatan awal sebagai keg. Optimis

- Diasumsikan kegiatan akhir sebagai keg. Pesimis

- Sehingga dari tabel sebelumnya didapatkan:


LATIHAN SOAL

Kerjakan Latihan Soal dibawah ini dan dikumpulkan di ADM Dosen

I. Latihan soal (1):

Diketahui tabel di bawah ini. Tentukan lama perkiraan (LPER) dengan metode  :

  • Cara Rata-Rata
  • Cara Pembobotan
  • Cara Lintasan Kritis


Latihan soal (2):

Diketahui tabel di bawah ini. Tentukan lama perkiraan (LPER) dengan metode  :

  • Cara Rata-Rata
  • Cara Pembobotan
  • Cara Lintasan Kritis


Latihan soal (3):

Diketahui tabel di bawah ini. Tentukan lama perkiraan (LPER) dengan metode  :

  • Cara Rata-Rata
  • Cara Pembobotan
  • Cara Lintasan Kritis


II. Latihan Soal Pilihan Ganda

  1. Tujuan dari Analisa Waktu adalah …
  2. a. Memudahkan disesuaikan umur perkiraan proyek dengan umur rencana

    b. Umur rencana proyek dapat disesuaikan dengan probabilitas yang dikehendaki

    c. Untuk menekan tingkat ketidakpastian dalam waktu pelaksanaan

    d. semua jawaban benar


  3. dilakukan Analisa Waktu adalah, kecuali...
  4. a. Memudahkan penyediaan data dalam tahap perencanaan

    b. Memudahkan untuk pengumpulan data dalam tahap desain

    c. Cara kerja yang efisien bisa diselenggarakan

    d. Analisa waktu merupakan langkah pertama sebelum melakukan analisa sumber daya dan analisa biaya

  5. Alasan dilakukan Analisa Waktu adalah, kecuali...
  6. a. Memudahkan penyediaan data dalam tahap perencanaan

    b. Memudahkan untuk pengumpulan data dalam tahap desain

    c. Cara kerja yang efisien bisa diselenggarakan

    d. Analisa waktu merupakan langkah pertama sebelum melakukan analisa sumber daya dan analisa biaya


  7. Faktor Penentu Lama Kegiatan adalah …...
  8. a. cara Rata-Rata

    b. cara Pembobotan

    c. cara Lintasan Kritis

    d. semua jawaban benar


  9. Faktor Penentu Lama Kegiatan adalah …...
  10. a. cara Rata-Rata

    b. cara Pembobotan

    c. cara Lintasan Kritis

    d. semua jawaban benar


  11. Cara yang mudah namun kurang tepat atau kurang memadai dikarenakan menyama-ratakan tiap kasus meski kenyataannya masing masing kasus sangat berbeda, disebut dengan …
  12. a. cara Rata-Rata

    b. cara Pembobotan

    c. cara Lintasan Kritis

    d. semua jawaban benar


  13. Cara yang mudah namun kurang tepat atau kurang memadai dikarenakan menyama-ratakan tiap kasus meski kenyataannya masing masing kasus sangat berbeda, disebut dengan …
  14. a. cara Rata-Rata

    b. cara Pembobotan

    c. cara Lintasan Kritis

    d. semua jawaban benar


  15. Cara yang memiliki keuntungan dari kedua cara tersebut diatas, karena membutuhkan data realtif lebih sedikit, disebut dengan ..

a. cara Rata-Rata

b. cara Pembobotan

c. cara Lintasan Kritis

d. semua jawaban benar



PERTEMUAN 11

PERISTIWA, KEGIATAN, LINTASAN KRITIS & TENGGANG WAKTU KEGIATAN

PERISTIWA, KEGIATAN, LINTASAN KRITIS &
TENGGANG WAKTU KEGIATAN

Peristiwa Kritis

Peristiwa kritis adalah peristiwa yang tidak mempunyai tenggang waktu atau saat paling awal (SPA) sama dengan sat paling akhir (SPL ) nya atau SPL – SPA =0

Kegiatan Kritis

Kegiatan kritis adalah kegiatan yang sangat sensitif terhadap keterlambatan, sehingga bila sebuah kegiatan kritis terlambat satu hari saja maka umur proyek akan mengalami keterlambatan selama satu hari


Suatu kegiatan dikatakan sebagai kegiatan kritis bila :

  • Kegiatan tersebut terletak diantara dua peristiwa kritis
  • Namun antara dua peristiwa kritis belum tentu terdapat kegiatan kritis

Antara dua peristiwa kritis terdapat kegiatan kritis bila

SPAi + L = SPAj atau SPAi + L = SPLj

Lintasan Kritis

Lintasan kritis adalah lintasan yang terdiri dari kegiatan kritis, peristiwa kritis dan dummy (jika ada)

  • Lintasan kritis ini dimulai dari peristiwa awal network diagram sampai dengan akhir network diagram berbentuk lintasan.
  • Tujuan mengetahui lintasan kritis adalah untuk mengetahui pengaruh keterlambatan pelaksanaan proyek sehingga setiap saat dapat ditentukan tingkat prioritas kebijaksanaan proyek

Berdasarkan prosedur dan rumus untuk menghitung umur proyek dan lintasan kritis,maka dapat disimpulkan bahwa :

  • Umur lintasan kritis sama dengan umur proyek
  • Lintasan kritis adalah lintasan yang paling lama umur pelaksanaannya dari semua lintasan yang ada

Tenggang Waktu Kegiatan

  • Tenggang waktu kegiatan (activity float) adalah jangka waktu yang merupakan ukuran batas toleransi keterlambatan kegiatan

Syarat menghitung tenggang waktu kegiatan antara lain :

  • Telah ada network diagram yang tepat
  • Lama kegiatan perkiraan masing masing kegiatan telah ditentukan
  • Berdasarkan network diagram tersebut telah dihitung saat paling awal (SPA) dan saat paling lambat (SPL )

Terdapat tiga macam tenggang waktu kegiatan

  1. Total Float (TF)
  2. Jangka waktu saat paling lambat perisitiwa akhir (SPLj) kegiatan yang bersangkutan dengan saat selesainya kegiatan yang bersangkutan, bila kegiatan tersebut dimulai pada saat awal peristiwa awal (SPAi)
    Rumus TF = SPLj – L – SPAi

  3. Free Float
  4. Jangka waktu saat paling awal peristiwa akhir (SPAj) kegiatan bersangkutan dengan saat selesainya kegiatan yang bersangkutan, bila kegiatan tersebut dimulai pada sat awal peristiwa awal (SPAi)
    Rumus FF = SPAj – L – SPAi

  5. Independent Float
  6. Jangka waktu antara saat paling lambat peristiwa akhir (SPLj) kegiatan yang bersangkutan dengan saat
    Rumus IF = SPAj – L – SPLi

Contoh Soal

Tentukan :

  1. TF
  2. FF
  3. IF


Jawab

  1. TF = SPLj – L - SPAi = 12-5-3 = 4
  2. FF = SPAj – L – SPAi = 8-5-3 = 0
  3. IF = SPAj – L – SPLi = 8-5-4 = -1

Soal Latihan Pertemuan XI

  1. peristiwa yang tidak mempunyai tenggang waktu atau saat paling awal (SPA) sama dengan sat paling akhir (SPL ) nya atau SPL – SPA =0, disebut dengan ..
  2. a. peristiwa kritis

    b. kegiatan krtis

    c. lintasan kritis

    d. Semua Jawaban Benar


  3. Syarat menghitung tenggang waktu kegiatan adalah …
  4. a. Telah ada network diagram yang tepat

    b. Lama kegiatan perkiraan masing masing kegiatan telah ditentukan

    c. Berdasarkan network diagram tersebut telah dihitung saat paling awal dan saat paling lambat

    d. Semua Jawaban Benar


  5. Syarat menghitung tenggang waktu kegiatan adalah …
  6. a. Telah ada network diagram yang tepat

    b. Lama kegiatan perkiraan masing masing kegiatan telah ditentukan

    c. Berdasarkan network diagram tersebut telah dihitung saat paling awal dan saat paling lambat

    d. Semua Jawaban Benar


  7. Dibawah ini adalah Tenggang Waktu Kegiatan, kecuali …
  8. a. total float

    b. free float

    c. independent float

    d. floating point


  9. Dibawah ini adalah Tenggang Waktu Kegiatan, kecuali …
  10. a. total float

    b. free float

    c. independent float

    d. floating point


  11. Kegiatan yang sangat sensitif terhadap keterlambatan, sehingga bila sebuah kegiatan kritis terlambat satu hari saja maka umur proyek akan mengalami keterlambatan selama satu hari , disebut …
  12. a. kegiatan kritis

    b. waktu kritis

    c. total float

    d. semua jawaban benar


  13. Kegiatan yang sangat sensitif terhadap keterlambatan, sehingga bila sebuah kegiatan kritis terlambat satu hari saja maka umur proyek akan mengalami keterlambatan selama satu hari , disebut …
  14. a. kegiatan kritis

    b. waktu kritis

    c. total float

    d. semua jawaban benar


  15. Kegiatan tersebut terletak diantara dua peristiwa kritis, namun antara dua peristiwa kritis belum tentu terdapat kegiatan kritis, adalah ...

a. syarat kegiatan kritis

b. syarat waktu kritis

c. semua jawaban salah

d. semua jawaban benar


PERTEMUAN 12

PENGARUH KETERLAMBATAN SEBUAH KEGIATAN

Pendahuluan

Dalam penyelesaian sebuah proyek kemungkinan besar akan terjadi satu atau beberapa kegiatan terlambat penyelesaiannya, dikareanakan tidak sesuai dengan waktu atau lama kegiatan perkiraan yang telah ditentukan

Faktor yang mempengaruhi keterlambatan kegiatan

  • Umur Proyek
    Merupakan ukuran lamanya waktu dibutuhkan dalam penyelenggaraan auatu proyek dapat ditetukan dengan lintasan kritis
  • Lintasan kritis
    Lintasan kritis dalam suatu network diagram dapat menunjukkan umur proyek
  • Saat mulai kegiatan pengikut (seccsesor)
    Kegiatan yang mengikuti langsung kegiatan yang terlambat penyelesaiannya
  • Pola kebutuhan sumber daya
    Suatu gambaran yang menyatakan hubungan antara kebutuhan sumber daya dengan waktu


Syarat yang harus dipenuhi agar dapat melakukan penilaian pengaruh keterlambatan sebuah kegiatan

  • Network diagram yang tepat dan lengkap telah tersedia, dimana saat apling awl (SPA) dan saat paling Lambat (SPL) tiap peristiwa diketahui
  • Semua tenggang waktu seperti TF, FF, IF telah dihitung


Besarnya keterlambatan kegiatan ( T ) diketahui Jika besar keterlambatan sebesar

  • T< TF
    Pengaruhnya terdapat empat faktor yaitu :

- Umur proyek tetap

- Lintasan kritis tetap

- Saat mulai kegiatan pengikut diundur

- Pola kebutuhan sumber daya berubah


  • T = TF
    Pengaruhnya terdapat empat faktor yaitu

- Umur proyek tetap

- Lintasan kritis tetap

- Saat mulai kegiatan pengikut diundur

- Pola kebutuhan sumber daya berubah


  • T> TF

- Umur proyek tetap

- Lintasan kritis tetap

- Saat mulai kegiatan pengikut diundur

- Pola kebutuhan sumber daya berubah


Kesimpulan dari ketiga kasus diatas adalah

  1. Keterlambatan satu atau beberapa kegiatan.
  2. a. Belum tentu merubah umur proyek

    b. Pasti mengubah pola kebutuhan sumber daya


  3. Perubahan pola kebutuhan sumber daya.
  4. a. Pasti memperlambat satu atau beberapa kegiatan.

    b. Belum tentu mengubah umur proyek

  5. Umur proyek bertambah bila ada satu atau beberapa kegiatan terlambat lebih besar daripada Total Floatnya.

Soal Latihan Pertemuan XII

  1. Faktor yang mempengaruhi keterlambatan kegiatan adalah …
  2. a. Umur

    b. Lintasan Kritis

    c. Saat Mulai kegiatan pengikut

    d. Semua jawaban benar


  3. Akibat Perubahan Pola Kebutuhan Sumber Daya adalah …
  4. a. Pasti memperlambat satu atau beberapa kegiatan.

    b. Belum tentu mengubah umur proyek Umur proyek bertambah bila ada atau beberapa kegiatan telambat lebih dari pada Total Float (TF).

    c. jawaban a dan b benar

    d. semua jawaban benar


  5. Akibat Perubahan Pola Kebutuhan Sumber Daya adalah ...
  6. a. Pasti memperlambat satu atau beberapa kegiatan.

    b. Belum tentu mengubah umur proyek Umur proyek bertambah bila ada kegiatan telambat lebih dari pada Total Float.

    c. jawaban a dan b benar

    d. semua jawaban benar


  7. Jika T > TF maka
  8. a. Umur proyek bertambah

    b. Lintasan kritis berubah

    c. Saat mulai kegiatan pengikut diundur

    d. semua jawaban benar


  9. Jika T > TF maka
  10. a. Umur proyek bertambah

    b. Lintasan kritis berubah

    c. Saat mulai kegiatan pengikut diundur

    d. semua jawaban benar


  11. Kegiatan yang mengikuti langsung kegiatan yang terlambat penyelesaiannya, adalah ..
  12. a. seccsesor

    b. predecessor

    c. semua jawaban benar

    d. semua jawaban salah


  13. Kegiatan yang mengikuti langsung kegiatan yang terlambat penyelesaiannya, adalah ..
  14. a. seccsesor

    b. predecessor

    c. semua jawaban benar

    d. semua jawaban salah


  15. Merupakan ukuran lamanya waktu dibutuhkan dalam penyelenggaraan auatu proyek dapat ditetukan dengan lintasan kritis, adalah ..
  16. a. umur kegiatan

    b. waktu kegiatan

    c. waktu kritis

    d. semua jawaban benar


PERTEMUAN 13

MEMPERCEPAT UMUR PROYEK

PENDAHULUAN

  • Di dalam proyek sering terdapat perbedaan antara UREN dengan UPER.
  • UPER = Umur perkiraan proyek umur berdasarkan hasil perhitungan network diagram.
  • UREN = Umur rencana proyek umur berdasarkan kebutuhan (yang dipercepat).

Syarat yang harus dipenuhi untuk mempercepat umur proyek

  • Network diagram sudah dibuat.
  • Lama perkiraan masing-masing kegiatan telah ditentukan
  • Telah dihitung SPA
  • Telah dihitung SPL
  • Tentukan umur rencana (UREN)

Prosedur mempercepat usia proyek

  • Buat network diagram dengan nomor nomorperistiwa yang telah lengkap
  • Dengan dasar saat paling awal (SPA) = 0 dihitung perisitiwa linnya. Umur perkiraan proyek (UPER) adalah sat paling awal perisitwa akhir
  • Dengan dasar saat paling lambat perisitwa akhir network diagram (SPL m) = umur proyek direncanakan (UREN)
  • Hitung total float (TF) semua kegiatan yang ada, bila tidak ada total float yang berharga negatif proses perhitungan selesai
  • Cari lintasan yang tediri dari kegiatan-kegiatan yang total floatnya (TF)nya masing-masing sebesar :

Total float (TF) = UREN – UPER

Total float (TF) = SPLm – SPAm

Total float (TF) = SPLi – SPAi

TF berharga negatif

  • Lama kegiatan dari setiap kegiatan tersebut dalam satu lintasan, n = 1, 2, 3, .........z
  • Hitung lama kegiatan baru dengan rumus


Keterangan:

  1. Ln (baru) = Lama kegiatan baru
  2. Ln (lama) = Lama kegiatan Lama
  3. Li = Jumlah lama kegiatan pada satu lintsan yang harus dipercepat
  4. UREN = Umur rencana proyek
  5. UPER = Umur perkiraan proyek
  6. Kembali ke langkah 1

Contoh Soal :

Tentukan kegiatan mana saja yang harus dipercepat waktu penyelesaiannya agar proyek tersebut selesai pada hari ke-15?


Jawab

  • Dari soal diketahui bahwa UREN = 15 hari
  • Tentukan TF (Total Float) masing-masing kegiatan. Sehingga didapat :


Jawab (Conth'd)

  • UREN = 15 hari, UPER = 20 hari; UREN-UPER=15-20=-5
  • SPL8 = 20, karena dipercepat maka SPL8 = 15. Maka SPL untuk semua kegiatan dikurangi 5 (-5). Sehingga didapat :


Jawab (Conth'd)

  • Karena SPL semua kegiatan dikurangi 5 (-5), maka TF (Total Float) masing-masing kegiatan juga dikurangi 5 (-5). Sehingga didapat :


Jawab (Conth'd)

  • Terdapat dua kegiatan yaitu C dan D yang memiliki TF = -5.
  • Sehingga Li (Jumlah lama keg.pada lintasan yang dapat dipercepat) = 12+8 = 20.


Jawab (Conth'd)

Rumus: Li = Ln + Ln[Li(UREN-UPER)]
UREN-UPER = 15-20 = -5
Jumlah Keg.C dan Keg.D = 12+8 = 20


Jawab (Conth'd)

  • Maka didapat Network Diagram baru dimana Keg. C = 9 hari dan Keg. D = 6 hari.


Jawab (Conth'd)

  • Tentukan SPA masing-masing kegiatan untuk Network diagram yang sudah dipercepat.


Jawab (Conth'd)

  • Tentukan SPL masing-masing kegiatan untuk Network diagram yang sudah dipercepat.


Jawab (Conth'd)

  • Tentukan TF masing-masing kegiatan untuk Network diagram yang sudah dipercepat.


Artinya

  • Prosedur perhitungan selesai.
  • Network Diagram untuk proyek yang dipercepat seperti di atas.
  • Jika masih ada TF yang negatif, berati ulangi langkah sebelumnya hingga tidak ada satu kegiatan pun yang nilainya NEGATIF.


Soal Latihan Pertemuan XIII

  1. Syarat yang harus dipenuhi untuk mempercepat umur proyek adalah …
  2. a. Network diagram sudah dibuat.

    b. Lama perkiraan masing-masing kegiatan telah ditentukan.

    c. Telah dihitung SPA.

    d. semua jawaban benar.

  3. Prosedur mempercepat usia proyek..
  4. a. Buat network diagram dengan nomor nomor peristiwa yang telah lengkap.

    b. Dengan dasar saat paling awal (SPA) = 0 dihitung perisitiwa linnya. Umur perkiraan proyek adalah saat paling awal perisitwa akhir .

    c. Dengan dasar saat paling lambat perisitwa akhir network diagram (SPL m) = umur proyek direncanaka.

    d. semua jawaban benar.

  5. Prosedur mempercepat usia proyek..
  6. a. Buat network diagram dengan nomor nomor peristiwa yang telah lengkap.

    b. Dengan dasar saat paling awal (SPA) = 0 dihitung perisitiwa linnya. Umur perkiraan proyek adalah saat paling awal perisitwa akhir .

    c. Dengan dasar saat paling lambat perisitwa akhir network diagram (SPL m) = umur proyek direncanaka.

    d. semua jawaban benar.

  7. Umur berdasarkan hasil perhitungan network diagram, disebut …
  8. a. UPER.

    b. UREN.

    d. jawaban a dan b benar.

    d. jawaban a dan b salah.

  9. Umur berdasarkan hasil perhitungan network diagram, disebut …
  10. a. UPER.

    b. UREN.

    d. jawaban a dan b benar.

    d. jawaban a dan b salah.

  11. Dengan dasar saat paling lambat perisitwa akhir network diagram (SPL m) = umur proyek direncanakan (UREN), adalah ...
  12. a. prosedur mempercepat usia proyek.

    b. prosedur memperlambat usia proyek.

    c. Statis.

    d. Semua Jawaban Benar.

  13. Dengan dasar saat paling lambat perisitwa akhir network diagram (SPL m) = umur proyek direncanakan (UREN), adalah ...
  14. a. prosedur mempercepat usia proyek.

    b. prosedur memperlambat usia proyek.

    c. Statis.

    d. Semua Jawaban Benar.

  15. Umur rencana proyek adalah ..
  16. a. UREN.

    d. UREL.

    d. Semua Jawaban Benar.

    d. Semua Jawaban Salah.


PERTEMUAN 14

ANALISA BIAYA DAN SUMBER DAYA

Analisa Biaya dan sumber daya bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui jumlah (kualitas) biaya, tenaga kerja, peralatan, dan bahan yang diperlukan pada setiap hari selama proyek diselenggarakan.

Dua Model yang digunakan :

  1. Grafik Histogram
    Menggambarkan kebutuan sumber daya harian.
  2. Grafik kurva S
    Menggambarkan kebuthan sumber daya kumulatif, mulai hari pertama sampai dengan hari tertentu selama penyelenggaraan proyek.


Syarat yang harus dipenuhi dalam membuat Histogram dan kurva S antara lain:

  • Telah diadakan analisa waktu untuk proyek yang bersangkutan yang berguna untuk pembuatan jadwal yang berupa kumpulan jadwal semua kegiatan.
  • Telah diketahui sumber daya yang akan dianalisa.
  • Telah diketahui kebutuhan sumber daya tersebut perkegiatan maka dapat dengan mudah dihitung.
  • kebutuhan sumber daya kumulatif mulai hari pertama sampai dengan hari tertentu selama pelaksanaan proyek.
  • Telah diketahui distribusi penggunaan sumber daya tersebut per kegiatan.


Penggunaan sumber daya untuk kegiatan

  • Sumber daya langsung

sumber daya yang jumlah pemakaiannya tergantung volume kegiatan atau pekerjaan dan tidak tergantung pada lamanya waktu pelaksanaan kegiatan.

  • Sumber daya tidak langsung

sumber daya yang jumlah pemakaiannya bergantung pada lamanya waktu pelaksanaan kegiatan atau pekerjaan dan tidak bergantung pada besar volume pekerjaan atau kegiatan.


Distribusi sumberdaya mempunyai beberapa alternatif atau kemungkinan

  • Dipakai dengan jumlah yang merata selama proses pelaksanaan kegiatan
  • Dipakai pada hari pertama (hari mulai) pelaksanaan
  • Dipakai pada hari terakhir (hari selesai) pelaksanaan kegiatan
  • Dipakai secara tidak merata selama proses pelaksanaan kegiatan


Kebutuhan sumber daya terbagi atas

  1. Kebutuhan langsung
  2. Kebutuhan sumber daya pada saat mulai
  3. Kebutuhan sumber daya pada saat akhir/selesai
  4. Kebutuhan sumber daya tidak merata


Jadwal kegiatan

  • Alternatif jadwal kegiatan dibatasi oleh dua batas (limit) yaitu:
  • Jadwal terawal yaitu jadwal kegiatan yang dimulai dan diselesaikan seawal mungkin (tipe I )
  • Jadwal paling lambat yaitu jadwal kegiatan yang pelaksanaannya dimulai dan diselesaikan selambat mungkin


Alternatif jadwal kegiatan

Alternatif jadwal kegiatan dengan lama kegiatan konstan

  • Rumus nk = SPLj – 1 – SPAi + 1
  • Alternatif jadwal kegiatan dengan lama kegiatan bervariasi, dengan rumus:


Atau



Limit jadwal kegiatan

  1. Keadaan jadwal terawal
  2. Jadwal kegiatan yang dimulai dan diselesaikan seawal mungkin
    Rumus
    HM1 = SPAi + 1
    HS1 = SPAi + L
    SPAi = Saat paling awal peristiwa mulia
    L = Lama kegiatan atau lama kegiatan minimum

    Limit jadwal kegiatan (Cont’d)

  3. Keadaan jadwal paling lambat
  4. Jadwal kegiatan yang pelaksanaannya dimulai dan diselesaikan selambat mungkin
    Rumus
    HM2 = SPLj – L + 1
    HS2 = SPLj
    SPLj = Saat paling lambat peristiwa selesai
    L = Lama kegiatan atau lama kegiatan minimum

    Limit jadwal kegiatan (Cont’d)

  5. Keadaan jadwal menghabiskan free float

adalah keadaan dimana pelaksanaan kegiatan diselesaikan dengancara menghabiskan free floatnya dan sesuai dengan cara penyelesaiannya kegiatan tersebut dimulai seawal mungkin.

Soal Latihan Pertemuan XV

  1. Penggunaan Sumber Daya Kegiatan adalah untuk kegiatan..
  2. a. Lsumber daya langsung

    b. sumber daya tidak langsung

    c. jawaban a dan b benar

    d. tidak ada jawaban yang salah

  3. Yang termasuk ke dalam Limit Jadwal Kegiatan adalah …
  4. a. keadaan jadwal terawal

    b. keadaan jadwal paling lambat

    c. keadaan jadwal menghabiskan free float

    d. semua jawaban benar

  5. Yang termasuk ke dalam Limit Jadwal Kegiatan adalah …
  6. a. keadaan jadwal terawal

    b. keadaan jadwal paling lambat

    c. keadaan jadwal menghabiskan free float

    d. semua jawaban benar

  7. Kebutuhan Sumber Daya terbagi atas...
  8. a. kebutuhan langsung

    b. kebutuhan sumber daya pada saat mulai

    c. kebutuhan sumber daya pada saat akhir

    d. semua jawaban benar

  9. Kebutuhan Sumber Daya terbagi atas...
  10. a. kebutuhan langsung

    b. kebutuhan sumber daya pada saat mulai

    c. kebutuhan sumber daya pada saat akhir

    d. semua jawaban benar

  11. Keadaan dimana pelaksanaan kegiatan diselesaikan dengancara menghabiskan free floatnya dan sesuai dengan cara penyelesaiannya kegiatan tersebut dimulai seawal mungkin, adalah …
  12. a. Keadaan jadwal menghabiskan free float

    b. keadaan jadwal

    c. keadaan kritis

    d. semua jawaban benar

  13. Keadaan dimana pelaksanaan kegiatan diselesaikan dengancara menghabiskan free floatnya dan sesuai dengan cara penyelesaiannya kegiatan tersebut dimulai seawal mungkin, adalah …
  14. a. Keadaan jadwal menghabiskan free float

    b. keadaan jadwal

    c. keadaan kritis

    d. semua jawaban benar

  15. Jadwal kegiatan yang pelaksanaannya dimulai dan diselesaikan selambat mungkin, adalah ..
  16. a. keadaan jadwal paling lambat

    b. keadaan kritis

    c. jawaban a dan b benar

    d. semua jawaban benar

Contributors

Admin, Yessi Frecilia