Cara membuat karya ilmiah

Dari Widuri
Ini adalah revisi disetujui dari halaman ini; bukan revisi terkini. Lihat revisi terbaru.
Lompat ke: navigasi, cari

Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dilakukan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.


Karakteristik Karya Ilmiah

Mengacu kepada teori, berdasarkan fakta, logis, objektif, sistematis, sahih/Valid, jelas, seksama, tuntas, bahasanya baku, dan penulisan sesuai dengan aturan standar (nasional/ internasional).


Persyaratan Menulis Karya Ilmiah

Menguasi teori, memiliki pengalaman, bersifat terbuka, bersifat objektif, dan memiliki kemampuan berbahasa.


Tahapan Penulisan Ilmiah

1.Tahap Pemilihan Topik atau Pokok Bahasan

Topik adalah pokok masalah yang akan dibahas dengan syarat berikut ini.

  • Problematis

Artinya menuntut pemecahan masalah, tidak hanya membicarakan sesuatu tetapi harus mencari pemecahan masalah. Dengan kata lain, sebuah topik tidak hanya dideskripsikan, tetapi dianalisis dan dicari solusinya sampai pada akhirnya ditegaskan pada simpulan dan bila perlu diusulkan dengan saran.

Misalnya, topik meningkatkan kesadaran hidup sehat. Di sini kita tidak hanya berbicara apa dan bagaimana hidup sehat itu. Akan tetapi, kita harus mencari upaya apa yang harus ditempuh untuk dapat meningkatkan kesadaran hidup sehat sebagai salah satu bentuk kegiatan sehari-hari yang harus dijalankan.

  • Terbatas

Maksudnya pokok bahasan tidak terlalu melebar jauh sehingga penulis tidak mungkin mengkajinya dan data tak mungkin diperoleh. Topik yang terlalu luas harus dibatasi dengan pembatasan substansi, lokasi, waktu dsb.

Misalnya, urusan hidup sehat harus dibatasi hidup sehat apa, misalnya, menjaga kebersihan, lalu kebersihan apa misalnya kebersihan lingkungan……….dll .

Pada judul dapat dibatasi lagi dengan menambahkan lokasinya dimana. Dengan pembatasan demikian, penulis dapat mengkaji dan membahas masalah tersebut secara mendalam dan tuntas dengan data yang jelas dapat diperoleh. Dengan demikian, karangan itu memenuhi salah satu ciri karangan ilmiah.

Syarat lain yang tak kurang pentingnya adalah topik itu menarik, penting, aktual, dan data dapat diperoleh baik data literatur maupun lapangan.

  • Pemilihan Tema

Tema merupakan pokok masalah yang akan diuraikan dalam sebuah tulisan. Tema harus ditentukan sebelum mulai mengarang, karena tanpa tema tidak akan dihasilkan tulisan yang baik. Tema dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti pengalaman, hasil penelitian, survei, pengamatan, wawancara, kreasi imajinatif dll.

Untuk lebih meningkatkan keterampilan dan memudahkan dalam upaya mencari tema tulisan upayakan banyak mendengar, berdiskusi, mengamati, membaca buku, jurnal dan sumber-sumber lainnya, kembangkan imjinasi dan kreatiitas.

Pilihlah tema yang menarik, sederhana, mudah digarap, tidak terlalu melebar/luas tetapi juga tidak terlalu sempit

  • Pemilihan Judul

Setelah menentukan tema pokok dan kerangka tulisan langkah selanjutnya adalah membuat judul. Judul harus menarik, perhatian pembaca juga harus mencerminkan tema tulisan, judul harus harus relevan dengan isi tulisan, judul sebaiknya juga tidak terlalu pendek atau terlalu panjang, sebuah judul akan lebih baik lagi dibuatkan synopsis agar diperoleh gambaran keseluruhan isi artikel.

  • Dari topik dan tema dapat diangkat menjadi judul karangan ilmiah. Judul karangan ilmiah harus memenuhi syarat, yaitu : menggambarkan isi, singkat, menarik minat pembaca, dan tidak provokatif.

Contoh : Peranan masyarakat dalam upaya menurunkan tingkat kematian karena penyakit demam berdarah.


2.Tahap Pengumpulan Informasi dan Bahan

Mencari informasi/data dari kepustakaan, menyusun daftar angket, melakukan wawancara, melakukan pengamatan di lapangan, melakukan percobaan di laboratorium.


3.Tahap Evaluasi Informasi dan Bahan

Penyusunan data dapat diartikan menyeleksi, mengolah, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik-teknik atau metode yang telah ditentukan.


4.Tahap Pengelolaan Pokok-pokok Pikiran

Setelah menentukan tema, buatlah kerangka tulisan (karangan) yang gunanya agar tulisan yang dibuat tidak menyimpang dari tema. Kerangka tulisan ini berguna untuk menghindari kemungkinan terlupa dan bermanfaat untuk mengkaji sekali lagi point-point yang penting secara kritis. Catat segala ide/gagasan yang timbul dari perkiraan atau yang didapat dari kumpulan sumber-sumber yang dipercaya, mengatur/mengorganisir gagasan-gagasan yang telah diperoleh,kaji ulang gagasan yang telah dikelompokkan dalam bab-bab dan pasal-pasal dalam tulisan yang akan dibuat kerangka tulisan harus mengandung pokok-pokok bahasan yang cukup mendalam, dan kerangka tulisan disusun secara cermat dan logis


5.Tahap Penulisan

Kerangka karangan adalah rencana karangan secara garis besar yang memuat pokok-pokok bahasan yang disusun menurut tingkat kepentingan dan relevansinya. Fungsi kerangka bagi penulis agar ia dapat mengungkapkan idenya secara terinci, sistematis, dan lengkap.


6.Tahap Penyuntingan

Ada tiga tahap penyusunan kerangka yang dapat dijadikan pedoman yaitu:

1.Curah ide atau inventarisasi ide, maksudnya semua ide yang berkaitan ditulis tanpa penyaringan secara cermat.

2.Pengoreksian dan penyempurnaan ide, maksudnya ide yang ditulis, dikoreksi ditambah, dikurang, diganti dsb. sesuai dengan ide baru yang lebih baik.

3.Pengelompokan ide, artinya semua ide dikelompokkan menurut jenis dan tingkatannya dan disusun menurut bab, pasal, subpasal dst.