SI1511490360

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari
      

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENYEWAAN GEDUNG OLAHRAGA

SEBAGAI SARANA KEGIATAN MASYARAKAT PADA

KELURAHAN PAJANG KOTA TANGERANG


SKRIPSI


Disusun Oleh :

NIM
: 1511490360
NAMA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

KONSENTRASI SISTEM INFORMASI MANAJEMAN

UNIVERSITAS RAHARJA

TA.2018/2019



UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENYEWAAN GEDUNG OLAHRAGA

SEBAGAI SARANA KEGIATAN MASYARAKAT

PADA KELURAHAN PAJANG KOTA TANGERANG


Disusun Oleh :

NIM
: 1511490360
Nama
Fakultas
: Sains dan Teknologi
Program Pendidikan
: Strata Satu
Program Studi
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Disahkan Oleh :

Tangerang, 23 September 2019

Rektor
       
Ketua Program Studi
UNIVERSITAS RAHARJA
       
Program Studi Sistem Komputer
           
           
           
           
       
(Euis Sitinur Aisyah, M.Kom)
NIP : 000594
       
NIP : 078010




UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENYEWAAN GEDUNG OLAHRAGA

SEBAGAI SARANA KEGIATAN MASYARAKAT

PADA KELURAHAN PAJANG KOTA TANGERANG


Dibuat Oleh :

NIM
: 1511490360
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Disetujui Oleh :

Tangerang, 23 September 2019

Pembimbing I
       
Pembimbing II
       
       
       
       
(Ajay Supriadi, M.Kom)
       
NID : 17011
       
NID : 11003




UNIVERSITAS RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENYEWAAN GEDUNG OLAHARAGA

SEBAGAI SARANAN KEGIATAN MASYARAKAT

PADA KELURAHAN PAJANG KOTA TANGERANG


Dibuat Oleh :

NIM
: 15111490360
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Fakultas Sains dan Teknologi

Program Studi Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

TA. 2019/2020

Disetujui Penguji :

Tangerang, 23 September 2019

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :




UNIVERSITAS RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENYEWAAN GEDUNG OLAHRAGA

SEBAGAI SARANA KEGIATAN MASYARAKAT

PADA KELURAHAN PAJANG KOTA TANGERANG

Disusun Oleh :

NIM
: 1511490360
Nama
Fakultas
: Sains dan Teknologi
Program Pendidikan
: Strata 1
Program Studi
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dati Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana baik di lingkungan Universitas Raharja maupun di Universitas lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 19 Juli 2019

 
 
 
 
 
NIM : 1511490360

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;




ABSTRAKSI

Teknologi dan informasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan saat ini. Hal ini terlihat dari proses untuk mendapatkan informasi yang dapat diperoleh secara cepat dengan didukung oleh kemajuan teknologi yang semakin canggih. Kemajuan teknologi ini membuat banyak masyarakat menggunakan teknologi berbasis web untuk membantu menyebarkan infomasi karena bersifat efektif dan efisien. Seperti yang ada saat ini, masyarakat sangat dimudahkan dengan berbagai inovasi teknologi modern yang ada seperti saat ini untuk melakukan berbagai transaksi. Kelurahan Pajang merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kota Tangerang yang memiliki luas wilayah 62 ha, kelurahan ini memiliki sebuah gedung olahraga yang dikelola bersamaan dengan Dinas Olahraga, gedung ini biasa disewakan dan digunakan masyarakat untuk bergai macam acara seperti senam, bulutangkis, rapat dan yang paling sering digunakan adalah acara pernikahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penyewaan gedung olahraga pada kelurahan pajang dan merancang sistem penyewaan gedung olahraga menjadi lebih baik dari yang sebelumya. Metode analisa sistem yang digunakan adalah analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), metode perancangan sistem menggunakan daigram UML (Unified Modelling Language). Dengan adanya sistem informasi penyewaan gedung olahraga sebagai sarana kegiatan mayarakat pada kelurahan pajang ini diharapkan dapat mempermudah dalam proses penyewaan dan pencatatan laporan dapat lebih akurat dan cepat sehingga dapat mengurangi kesalahan pencatatan, serta informasi data penyewaan dapat lebih akurat.


Kata kunci : Sistem, Penyewaan, Gedung, Kelurahan




ABSTRACT

Technology and information are two things that cannot be separated at this time. This can be seen from the process of getting information that can be obtained quickly with the support of increasingly sophisticated technological advances. This technological progress makes many people use web-based technology to help spread information because it is effective and efficient. As is currently the case, the community is greatly facilitated by the various modern technological innovations that exist such as today to conduct various transactions. Pajang Village is one of the urban villages in Tangerang City which has an area of 62 ha, this village has a gymnasium that is managed simultaneously with the Sports Agency, this building is usually rented out and used by the community to meet various kinds of events such as gymnastics, badminton, meetings and most often used is a wedding. The purpose of this study was to find out the process of renting a gymnasium in a display village and designing a gym rental system to be better than the previous one. The system analysis method used is the SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), the system design method using the UML (Unified Modeling Language) daigram. With the existence of information systems for leasing sports buildings as a means of community activities in this urban village, it is hoped that it can simplify the process of leasing and recording reports more accurately and quickly so as to reduce recording errors, and information on rental data can be more accurate.


Keywords : Systems, Renatals, Buildings, Villages





KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr Wb

Alhamdulillah, Puji Syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan Skripsi dengan judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENYEWAAN GEDUNG OLAHRAGA SEBAGAI SARANA KEGIATAN MASYARAKAT PADA KELURAHAN PAJANG KOTA TANGERANG”.

Tujuan dari pembuatan Laporan Skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan Strata 1 Program Studi Sistem Informasi pada Universitas Raharja.

Penulis sadar bahwa tanpa adanya bimbingan, dorongan dan dukungan yang sangat berarti dari Orang Tua, Keluarga serta dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung penulis tidak akan dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Untuk itu dalam kesempatan ini, penulis dengan ketulusan hati ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

  1. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si. selaku Rektor Universitas Raharja.
  2. Bapak Dr. Henderi, S.Kom., M.Kom. selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Raharja.
  3. Bapak Padeli, M.Kom. selaku Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Raharja.
  4. Ibu Euis Sitinur Aisyah, S.Kom., M.Kom. selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi.
  5. Bapak Ajay Supriadi, M.Kom. selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, pengarahan serta masukan kepada penulis sehingga Skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
  6. Ibu Mulyati, S.E., M.M., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu, pikiran, tenaganya untuk membantu dan memberikan bimbingan, masukan dan motivasi kepada penulis sehingga Skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
  7. Ibu Jariyah, S.E selaku stakeholder yang teleh memberikan kontribusi besar di dalam lancarnya proses penelitian Skripsi ini.
  8. Bapak dan Ibu Dosen serta Staff Universitas Raharja yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan dan motivasi kepada penulis.
  9. Keluarga tercinta yang telah memberikan doa, dukungan moril maupun materil sehingga Skripsi ini apat terselesaikan dengan baik
  10. Rekan-rekan mahasiswa/i serta semua pihak yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu yang telah membantu dan memberikan saran kepada penulis dalam menyelesaikan Laporan Skripsi ini.

Laporan Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran yang membangun sebagai pemicu agar berkarya lebih baik lagi. Semoga Laporan Skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih atas perhatian dari pembaca. Semoga Allah SWT memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Dan semoga laporan Skripsi ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi seluruh pembaca sekalian.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Tangerang, 19 Juli 2019
Mohamad Alim Imaduddin
NIM: 1511490360

Daftar isi




BAB I

PENDAHULUAN


Latar Belakang

Teknologi dan informasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan saat ini. Hal ini dapat dilihat dari proses untuk mendapatkan sebuah informasi yang dapat degan mudah diperoleh secara cepat dengan didukung oleh kemajuan teknologi yang semakin canggih. Kemajuan teknologi ini membuat masyarakat menggunakan teknologi berbasis web untuk membantu menyebarkan informasi karena bersifat efektif dan efisien. Seperti yang ada saat ini, mayarakat sangat dimudahkan dengan berbagai inovasi teknologi modern yang ada seperti saat ini untuk melakukan berbagai transaksi.

Di dalam sebuah instansi pemerintahaan seperti kecamatan dan kelurahan hal ini pun turut berperan, dimana mana instansi pemerintahan diminta untuk dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien sehingga dapat memenuhi permintaan masyarakat menjadi lebih baik lagi. Mengingat kembali dimana saat ini masyarakat menginginkan cara yang mudah, cepat dan tidak lagi menggunakan cara konvensional dalam menjalankan berbagai transaksi karena dianggap rumit sehingga tidak efektif dan efisien.


Seiring dengan kemajuan teknologi informasi di era modern, pelayanan pemerintah kepada masyarakat harus menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Kreativitas dan inovasi sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat mutlak dan sangat dibutuhkan dan salah satunya adalah dengan menyediakan layanan-layanan berbasis teknologi informasi.

Akan tetapi pelayanan yang efektif dan efisien tersebut tidak dapat tercipta begitu saja dengan sendirinmya. dibutuhkan sebuah teknolgi dalam menjalankan hal-hal tersebut sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik lagi.

Kelurahan Pajang merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kota Tangerang yang memiliki luas wilayah 62 ha, kelurahan ini memiliki sebuah gedung olahraga yang dikelola bersamaan dengan Dinas Olahraga, gedung ini biasa disewakan dan digunakan masyarakat untuk bergai macam acara seperti senam, bulutangkis, rapat dan yang paling sering digunakan adalah acara pernikahan. Dalam aktifitas penyewaan gedung olahraga tersebut masih melakukan pendaftaran dan pengelolaan informasi gedung secara manual dan dalam pelaporan mengenai penggunaan gedung tersebut ke Dinas Olahraga masih dilakukan dengan cara yang tidak efektif dan efisien karena pihak kelurahan harus mengirim surat laporan tersebut dengan mendatangin Dinas Olahraga setempat. Hal ini dinila tidak efektif dan memperlambat kinerja instansi tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terutama kepada masyarakat di lingkungan kelurahan yang membutuhkan tempat untuk dilaksanakannya sebuah acara.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dari itu penulis tertarik untuk mengambil judul “Perancangan Sistem Informasi Penyewaan Gedung Olahraga Sebagai Sarana Kegiatan Masyarakat pada Kelurahan Pajang Kota Tangerang”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan, penulis merumuskan permasalahannya sebagai berikut:

  1. Bagaimana proses pengelolaan dan penyewaan gedung pada kelurahan pajang yang berjalan saat ini?

  2. Apakah proses pengelolaan dan pelaporan penyewaaan gedung saat ini sudah berjalan dengan akurat dan cepat?

  3. Bagaimana merancang sistem penyewaan gedung pada Kelurahan Pajang sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang ada?

Ruang Lingkup Penelitian

Dalam penulisan penelitian ini, penulis membatasi ruang lingkup penelitian mulai dari transaksi penyewaan gedung, pengelolaan data penyewaan dan pelaporan.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian merupakan jawaban yang ingin ditemukan dalam penelitian tersebut. Oleh karena itu, antara rumusan masalah dan tujuan penelitian harus sejalan. Sedangkan manfaat penelitian perlu dikemukakan agar diketahui yang ingin dicapai dari penelitian.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui bagaimana proses penyewaan gedung olahraga pada Kelurahan Pajang

  2. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem yang berjalan dalam proses penyewaan gedung olahraga pada Kelurahan Pajang

  3. Merancang sistem penyewaan gedung olahraga pada Kelurahan Pajang menjadi lebih efektif dan efisien

Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah :

  1. Dapat menambah pengetahuan, pengalaman dan pengamatan pada sistem penyewaan gedung olahraga pada Kelurahan Pajang.

  2. Mengidentifikasi hambatan yang ada pada proses penyewaan gedung dan pelaporannya yang dijadikan dasar untuk menghasilkan poroses penyewaan dan pelaporan yang efektif dan efisien

  3. Dapat membuat sebuah sistem informasi penyewaan gedung yang baru dan menggantikan sistem penyewaan gedung yang lama pada Kelurahan Pajang.


Metode Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Penulis menggunakan beberapa metode dalam pengumpulan data, yaitu:</p>
  1. Observasi

    Merupakan metode pengumpulan data dan pengamatan langsung mengenai Gedung Olahraga Kelurahan Pajang yang beralamat di Jl. Adi Sucipto RT. 003/003 No.21 Kel. Pajang Kec. Benda Kota Tangerang Telepon (021) 55799953 dan kemudian melakukan pencatatan hasil obsevasi

  2. Wawancara

    Pengambilan data melalui wawancara secara lisan ibu Jariyah yang bertugas mengurus penyewaan gedung olahraga

  3. Study Pustaka

    Metode studi pustaka merupakan pengambilan data melalui buku-buku, jurnal, ataupun artikel dari situs-situs diinternet yang berkaitan dengan perancangan design web, serta instansi instansi yang terkait.

Metode Analisa Sistem

Setelah data-data penelitian terkumpul, langkah selanjutnya metode analisis dengan menggunakan metode analisis SWOT dan metode analisis perancangan program

  1. Metode Analisa SWOT

    SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Analisis SWOT merupakan metode yang digunakan untuk melihat kondisi perusahaan baik internal maupun eksternal yang untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman terhadap perusahaan sehingga dapat membantu dalam pembuatan keputusan (strategi pelayanan).

  2. Metode Analisis Perancangan Program

    Untuk menganalisa program yang dirancang, penulis menggambarkannya dengan menggunakan UML (Unified Modeling Language) sebagai salah satu alat bantu yang berorientasi objek. Untuk rancangan sistem yang diusulkan peneliti menggunakan elisitasi, yaitu elsitasi tahap I, tahap II, tahap III, dan draft final elisitas.

Metode Perancangan Sistem

  1. Model

    Metode rancangan model yang berorientasi objek dengan menggunakan UML (Unified Modeling Lenguage).

  2. Database

    Database yang digunakan adalah MySQL, MySQL merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (DBMS) yang multithread, dan multi-user.

  3. Pemrograman

    Pemrograman yang digunakan adalah PHP dan menggunakan aplikasi XAMPP.

Metode Testing

DMetode testing yang digunakan yaitu dengan black box testing, untuk mengetahui apakah perangkat lunak yang dibuat dapat berfungsi dan telah sesuai dengan yang diharapkan.

Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas laporan ini, penulisan laporan penelitian ini dikelompokkan menjadi beberapa subbab dengan sistematika penyampaian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian,ruang lingkup penelitian, metode analisa, metode perancangan, metode testing, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi tentang landasan teori yang berupa definisi yang diambil dari kutipan buku dan jurnal yang berkaitan dengan penyusunan laporan skripsi serta beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian.</i>.

BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Bab ini berisi tentang analisa Gedung Olahraga Kelurahan Pajang, sistem yang berjalan, permasalahan yang dihadapi, alternatif pemecahan masalah, user requirement yang terdiri dari elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan final draft elisitasi.

BAB IV RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Bab ini berisi tentang pembahasan hasil penelitian pada bab sebelumnya, perancangan sistem yang diusulkan dengan menggunakan UML (Unified Modelling Language), serta tampilan web setelah dilakukan perancangan..

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang berdasarkan dengan analisa sistem yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN


BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Menurut Tyoso (2016:1) [1] “Sistem merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen yang membentuk satu kesatuan”,sedangkan Ageng Setiani dalam Jurnal CCIT Vol.8 No.3 (2015:49) [2]mendefinisikan sistem adalah “Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran atau tujuan tertentu”.

Sementara definisi sistem menurut Ruli Supriati dkk dalam Jurnal Sensi (2018:91)[3]Sistem dapat didefinisikan dengan cara mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu. Seperti sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, intruksi) dan output (laporan, kalkulasi)”.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu


Karakteristik Sistem

Menurut Priyo Sutopo dkk dalam Jurnal Informatika Mulawarman (2016:24)[4] menyatakan bahwa sebuah sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu . Adapun karakteristik nya sebagai berikut :

  1. Komponen Sistem (Components)

    Suatu Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

  2. Batasan Sistem (boundary)

    Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem yang satu dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

  3. Lingkungan Luar Sistem (Environments)

    Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut dengan lingkungan luar system. Lingkungan luar sistem ini dapat menguntungkan dan dapat juga merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar tersebut harus selalu dijaga dan dipelihara. Sementara, lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup sistem tersebut.

  4. Penghubung Sistem (interface)

    Penghubung merupakan suatu media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya yang membentuk satu kesauan, sehingga sumber-sumber daya mengalir dari subsistem yang satu ke subsistem yang lainnya. Dengan kata lain, melalui penghubung, output dari subsistem akan menjadi input bagi subsistem lainnya.

  5. Masukan Sistem (Input)

    Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).

  6. Keluaran Sistem (output)

    Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan

  7. Pengolah Sistem (procces)

    Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

  8. Sasaran Sistem (objective)

    Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran yang pasti. Jika suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

Klasifikasi Sistem

Menurut Rohmat Taufiq yang dikutip oleh Harfizar, dkk dalam Jurnal SENSI (2017:193),[5], sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya :

  1. Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system)

    Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologi, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem computer, sistem produksi dan sistem transportasi.

  2. Sistem Dapat Dipastikan dan Sistem Tidak Dapat Dipastikan

    Sistem dapat dipastikan merupakan suatu sistem yang input, proses dan ouput sudah ditentukan sejak awal. Sudah dideskripsikan dengan jelas apa inputnya seperti apa. Sedangkan sistem tidak dapat dipastikan atau sistem probabilistik merupakan sebuah sistem yang belum terdefinisi dengan jelas salah satu dari input-proses-output atau ketiganya belum terdefinisi dengan jelas.

  3. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka

    Sistem tertutup dan sistem terbuka yang membedakan adalah ada factor-faktor yang mempengaruhi dari luar sistem atau tidak, jika ada factor-faktor yang mempengaruhi dari luar bisa disebut dengan sistem tertutup tapi jika ada pengaruh komponen dari luar disebut sistem terbuka.

  4. Sistem Manusia dan Sistem Mesin

    Sistem manusia dan sistem mesin merupakan sebuah klasifikasi sistem jika dipandang dari pelakunya. Pada zaman yang semakin global dan semuanya serba maju ini tidak semua sistem dikerjakan oleh manusia tapi beberapa sistem dikerjakan oleh mesin tergantung dari kebutuhannya. Sistem manusia adalah suatu sistem yang proses kerjanya dilakukan oleh manusia sebagai contoh pelaku sistem organisasi, sistem akademik yang masih manual, transaksi jual beli dipasar tradisional, dll. Adapun sistem mesin merupakan sebuah sistem yang proses kerjanya dilakukan oleh mesin, sebagai contoh sistem motor, mobil, mesin industry dan lain-lain.

  5. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks

    Sistem dilihat dari tingkatan kekomplekan masalahnya dibagi menjadi 2 (dua) yaitu sistem sederhana dan sistem kompleks. Sistem sederhana merupakan sistem yang sedikit subsistemnya dan komponenkomponennya pun sedikit. Adapun sistem kompleks adalah sistem yang banyak sub-sub sistemnya sehingga proses dari sistem itu sangat rumit.

  6. Sistem Bisa Beradaptasi dan Sistem Tidak Bisa Beradaptasi

    Sistem yang bisa beradaptasi terhadap lingkungannya merupakan sebuah sistem yang mampu bertahan dengan adanya perubahan lingkungan. Sedangkan sistem yang tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan merupakan sebuah sistem yang tidak mampu bertahan jika terjadi perubahan lingkungan.

  7. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System).

    Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem tata surya. Sistem buatan manusia adalah sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebuat human machine system. Misalnya sistem telekomunikasi.

  8. Sistem Sementara dan Sistem Selamanya

    Sistem sementara dan sistem selamanya merupakan klasifikasi jika dilihat dari pemakainya. Sistem sementara merupakan sebuah sistem yang dibangun dan digunakan untuk waktu sementara, sebagai contoh sistem pemilihan presiden, setelah proses pemilihan presiden sudah tidak dipakai lagi untuk pemilihan 5 (lima) tahun mendatang kemungkinan sitem selamanya merupakan sistem yang dipakai untuk jangka Panjang atau digunakan selamanya, misalnya sistem pencernaan saja.

Konsep Dasar Perancangan Sistem

Definisi Perancangan Sistem Informasi

Dalam membuat sistem, perlu dibuatnya suatu perancangan sistem. Berikut ini ada tiga definisi perancangan sistem, yaitu:

Menurut Indraswuri, I. D, yang dikutip Mulyati dkk dalam Jurnal CCIT (2018:119)[6] "Perancangan sistem adalah termasuk bagaimana mengorganisasi sistem ke dalam subsistem-subsistem, perangkat keras, perangkat lunak serta prosedur-prosedur”.

Selain itu menurut Verzello dan John Reuter III dalam Puput Puspito dkk (2016: 63)[7] “Perancangan sistem adalah tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem, pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional, dan persiapan untuk rancang bangun implementasi (menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk)”

Menurut Alison McKay et al dalam International Journal of Computer Integrataed Manufacturing Vol.29 No.3 (2016:237),[8] “Engineering design is an important early stage of the inno-vation processes that deliver new products to markets where societal challenges are addressed and wealth generated. High-quality engineering design information is critical to the effective and efficient manufacture, production and through-life support of such products. The emerging discipline of engineering design informatics brings together ICT (Information and Communications Technology) and engineering design to support the creation of well-founded engineering information support systems”

Artinya Rekayasa merancang proses penting untuk mengantarkan produk baru ke pasar di mana tantangan masyarakat diatasi dan kekayaan dihasilkan. Informasi desain teknik berkualitas tinggi sangat penting untuk pembuatan, produksi, dan dukungan seumur hidup yang efektif dan efisien dari produk tersebut. Teknologi Informasi dan Komunikasi (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan desain teknik untuk mendukung penciptaan sistem pendukung informasi teknik yang beralasan.

Dari ketiga definisi tersebut peneliti dapat berkesimpulan bahwa perancangan sistem adalah membuat/mengembangan sebuah sistem yang dapat mengatasi masalah pada sistem terdahulu yang telah dianalisis sebelumnya.

Konsep Dasar Data dan Informasi

Definisi Data

Menurut Tyoso (2016:41),[9] “Data adalah fenomena yang dapat dirasakan dan dilihat”, Data terdiri atas fakta-fakta dan angka-angka yangsecara relatif tidak berarti bagi pemakai atau fakta mentah yang belum diolah”.

Menurut Roby Yanto (2016:10),[10] “Data adalah fakta yang mewakili suatu objek seperti manusia, barang, hewan, peristiwa, keadaan dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, simbol, huruf, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya”.

Sementara Menurut Nia Sari Ratna Wardani (2015:55),[11] “Dataadalah segala sesuatu yang diketahui yang merupakan hasil pengukuran yang memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan”.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat di tarik kesimpulan bahawa data adalah fakta yang mewakili suatu objek yang memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan.

Definisi Informasi

Menurut Djahir (2015:10),[12] informasi adalah hasil dari pengolahan data mejadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.

Menurut P. Nithya, G.Lakshmipriya on Juornal of An Overview of Data Mining and Warehousing–Architecture, Techniques and Applications (2015:3),[13]The patterns, associations, or relationships among all this data can provide information. For example, analysis of retail point of sale transaction data can yield information on which products are selling and when”. Artinya Pola, asosiasi, atau hubungan diantara semua ini, data dapat menyediakan informasi. Misalnya, analisis ritel titik data transaksi penjualan dapat menghasilkan informasi yang mana produk menjual dan kapan.”.

Pernyataan yang dikemukakan oleh Romney dan Steinbart (2015:4)[14] “informasi adalah data yang telah dikelola dan di proses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan.”.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat di tarik kesimpulan bahawa informasi merupakan data yang telah di kelola dan di proses yang menggambarkan suatu kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.

Kualitas Informasi

Menurut Sutabri dalam Muhammad Muslihudin dan Oktafianto (2016:10)[15], Kualitas suatu informasi mempunyai 3 (tiga) hal, yaitu informasi harus akurat, tepat waktu, dan relevan. Penjelasan tentang kualitas informasi tersebut dipaparkan di bawah ini :

  1. Akurat (Accurate)

    Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena biasanya dari sumber informasi sampai ke penerima informasi mungkin banyak mengalami gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.

  2. Tepat waktu (Timelines)

    Informasi yang sampai kepada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah using tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat maka dapat berakibat fatal bagi organisasi. Dewasa ini informasi bernilai mahal karena harus cepat dikirim dan didapat sehingga memerlukan teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkannya.

  3. Relevan (Relevance)

    Infromasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi untuk setiap orang, satu dengan yang lainnya adalah berbeda.

Berdasarkan dengan pendapat yang dikemukakan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa informasi dapat dikatakan berkualitas apabila informasi tersebut akurat, tepat waktu, dan relavan.


Nilai Informasi

Fungsi informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan terkadang diperlukan dengan proses yang cepat dan tidak terduga. Hal itu mengakibatkan penggunaan informasi hanya berdasarkan perkiraanperkiraan serta informasi yang apa adanya. Suatu informasi memiliki nilai karena informasi tersebut dapat menjadikan keputusan yang baik serta menguntungkan (memiliki nilai informasi yang tepat

Menurut Azizah, dkk dalam Jurnal SENSI (2017:17)[16], ada 10 sifat yang dapat menentukan nilai informasi yaitu sebagai berikut :

  1. Kemudahan dalam memperoleh (Accesibility) informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah.

  2. Sifat luas dan kelengkapannya (Comprehenshiveness) informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup atau cakupan yang luas dan lengkap.

  3. Ketelitian (Accuracy) informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi.

  4. Kecocokan dengan pengguna (Relavance) informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

  5. Ketepatan waktu (Timelines) informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat.

  6. Kejelasan (Clarity) informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi.

  7. Fleksibilitas (Flexibility) nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi.

  8. Dapat dibuktikan (Verified) nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya.

  9. Dapat diukur (Measurable) informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.

  10. Tidak ada prasangka nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Terdapat beberapa pendapat menurut para ahli yang menjelaskan mengenai definisi sistem informasi, diantaranya sebagai berikut :

Menurut Nina dkk dalam Prosiding Semnasteknomedia Vol.5No.1–Februari 2017. (2017:1.2-193)[17]“Sistem informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima”.

Menurut Krismiaji dalam Ilamsyah dkk (2016:201)[18]“sistem informasi adalah cara-cara yang diorganisasi untuk menggumpulkan, memasukkan dan mengolah serta menyimpan data dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.

Menurut Giandari Maulani, dkk dalam Jurnal CCIT (2018:157)[19]mendefinisikan bahwa “ Sistem informasi adalah suatu sistem yang berhubungan dengan pengumpulan, penyimpanan dan pemrosesan data, baik yang dilakukan secara manual,maupun berbantuan computer, untuk menghasilkan informasi yang sangat berguna bagi proses pengambilan keputusan”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Sistem Informasi adalah sekumpulan data yang diolah menjadi lebih berguna yang menyediakan informasi untuk pegambilan suatu keputusan.

Komponen Sistem Informasi

Menurut Menurut Sri Mulyani Dkk (2018:63)[20] dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen, seperti:

  1. Perangkat keras (Hardware)

    Mencangkup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.

  2. Perangkat lunak (software) atau program

    Sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data

  3. Prosedur

    Sekumpulan aturan yang digunakan untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki

  4. Orang / manusia

    Semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi

  5. Basis data (database)

    Sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.

  6. Jaringan komputer dan komunikasi data

    Penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersamaan atau diakses oleh sejumlah pemakaian.

Tujuan Sistem Informasi

Suatu sistem informasi pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Jika suatu sistem informasi tidak memiliki tujuan, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan oleh sistem serta keluaran yang akan dihasilkan. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya. Menurut Rangkuti F yang dikutip oleh Nina Rahayu, dkk dalam Jurnal STMIK AMIKOM Yogyakarta (2017:44)[21] dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen, seperti:

  1. Kegunaan (Usefulness)

    Sistem harus menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan untuk pengambilan keputusan manajemen dan personil operasi di dalam

  2. organisasi Ekonomi (Economic)

    Semua bagian komponen sistem termasuk laporan-laporan, pengendalian-pengendalian, mesin-mesin harus menyumbang suatu nilai manfaat setidak-tidaknya sebesar biaya yang dibutuhkan.

  3. Keandalan (Realibility)

    Sistem harus menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan untuk pengambilan keputusan manajemen dan personil operasi di dalam

  4. Pelayanan Langganan (Customer Service)

    Sistem harus memberikan pelayanan dengan baik atau ramah kepada para pelanggan. Sehingga sistem tersebut dapat diminati oleh para pelanggannya.

  5. Kesederhanaan (Simplicity)

    Sistem harus cukup sederhana, sehingga terstruktur dan operasinya dapat dengan mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti.

  6. Fleksibilitas (Fleksibility)

    Sistem harus cukup fleksibel, untuk menangani perubahan-perubahan yang terjadi, kepentingannya cukup beralasan dalam kondisi dimana sistem beroperasi atau dalam kebutuhan yang diwajibkan oleh organisasi.

Konsep Dasar Analisa Sistem

Definisi Analisa Sistem

Terdapat beberapa pendapat dari para ahli yang menjelaskan mengenai definisi analisis sistem, diantaranya adalah sebagai berikut :

Definisi analisa sistem menurut Dede Bachtiar (2015:72),[22]adalah “Langkah-langkah melakukan analisa sistem yang akan dirancang, serta melakukan penelitian terhadap kebutuhan-kebutuhan sistem, dan apa sajakekurangannya", Sedangkan menurut Mulyani (2016:38)[23]“Analisis sistem merupakan suatu teknik penelitian terhadap sebuah sistem dengan menguraikan komponen-komponen pada sistem tersebut dengan tujuan untuk mempelajari komponen itu sendiri serta keterkaitannya dengan komponen lain yang membentuk sistem sehingga didapat sebuah keputusan mengenai sistem tersebut”.

Abi Burrahman (2017:36)[24]mengatakan bahwa “Analisa sistem meliputi analisis dan perancangan sistem, metode analisis data, analisa kebutuhan sistem seperti kebutuhan perangkat lunak, kebutuhan perangkat keras dan kebutuhan pengguna”.

Berdasarkan dari pendapat beberapa para ahli yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berkaitan dengan komponen lainnya untuk mengolah data sehingga memiliki nilai tambah dalam pengambilan keputusan.

Prinsip-prinsip Analisa Sistem

Adapun prinsip-prinsip analisis sistem menurut Jaluanto Sunu Panjul Tyoso (2016:18)[25]adalah:

  1. Mendefinisikan masalah. Masalah yang akan dipecahkan dengan sistem diatur berkenan dengan lingkungan tempat sistem berinteraksi.

  2. Menyatakan sasaran sistem. Tujuan umum dan khusus yang ingin dicapai yang berkaitan dengan keefektifan ditetapkan dan diumumkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

  3. Menetapkan batasan sistem (system Boundaries). Pembatas antara sistem yang baru dengan lingkungannya harus diperinci, hubungan sistem (interface) yang berkaitan dengan masukan dan keluaran harus ditegaskan.

  4. Menetapkan kendala sistem. Kendala pada sistem dan proses pengembangannya, seperti biaya dan jangka waktu untuk pengembangan sistem harus dipastikan.

  5. Dekomposisi sistem. Sistem dipecah kedalam subsistem yang saling terkait dan berhubungan dengan lingkungannya. Hubungan antar subsistem ditentukan sehingga seorang analisis sistem mampu melihat sistem terinci. Subsistem yang berada pada tingkat bawahlah yang nantinya dirancang dan menjadi bagian sistem yang ditetapkan.


Teori Khusus

Teori yang berkaitan dengan sejumlah fakta-fakta partikular tertentu. Menjelaskan fakta-fakta dalam hubungannya yang satu dengan yang lainnya, hanya dapat di aplikasikan suatu macam masalah saja.

Konsep Dasar Penyewaan

Terdapat beberapa pendapat dari para ahli yang menjelaskan mengenai definisi Penyewaan, diantaranya adalam sebagai berikut:

Menurut Reza Fauzi Bastaman dalam jurnal algoritma (2015:2)[26] “Penyewaan adalah persetujuan dimana sebuah pembayaran dilakukan atas penggunaan suatu barang atau properti secara sementara oleh orang lain. Keanekaragaman barang yang dapat disewakan tergantung dari kebutuhan pemakai jasa sewa dan stok barang sewaan yang dimiliki oleh pemilik”

Menurut Dadang Prasetyo Jatmiko (2015:137)[27] “Sewa adalah kontrak. Istilahnya, pemilik aset (lessor) memberikan hak eksklusif kepada pihak lain (lessee) untuk menggunakan aset tersebut, biasanya untuk jangka waktu tertentu, sebgai imbalan atas pembayaran uang sewa".

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas penyewaan adalah penggunaan suatu barang atau properti secara sementara kepada pihak lain dan mendapatkan hak ekslusif sebagai imbalan atas pembayaran uang sewa.

Konsep Dasar Gudang

Menurut Lanti Annistyaningrum dkk dalam jurunal Kesehatan Masyarakat (2015:495) [28]“Gedung merupakan hasil cipta karya manusia yang fungsi utamanya adalah sebagai tempat manusia beraktivitas sekaligus pembatas atau pelindung dari pengaruh lingkungan luar”.

Menurut peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 24/PRT/M/2008 yang dikutip oleh Dano Quinta Revana dkk dalam jurnal Rekayasa Sipil (2018:72),[29]““gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atu tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegitan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas gedung adalah suatu tempat manusia melakukan aktivitas seperti tempat tingggal, kegiatan usaha, kegiatan keagamaan dan merupakan pembatas dari lingkungan luar.

Konsep Dasar Unified Modelling Language (UML)

Definisi Unified Modelling Language (UML)

Terdapat beberapa pendapat dari para ahli yang menjelaskan mengenai definisi Unified Modeling Language (UML), diantaranya adalah sebagai berikut :

Menurut Yusuf dkk. dalam jurnal CCIT Vol.8 No.2 (2015:29)[30]“UML (Unified Modelling Language) adalah himpunUan struktur dan teknik untuk permodelan desain program berorientasi objek (OOP) serta aplikasinya. UML adalah metodologi untuk mengembangkan sistem OOP dan seperangkat tool untuk mendukung pengembangan sistem tersebut”.

Dalam Penelitian Sunguk Lee yang berjudul “Unified Modeling Language (UML) for Database Systems and Computer Applications”Pada International Journal of Database Theory and Application Vol.5 No.1 (2016:158-159)[31],Mengatakan “Unified Modeling Language atau UML didefinisikan sebagai bahasa pemodelan general purpose standar di bidang rekayasa perangkat lunak berorientasi objek”. UML adalah alat untuk menentukan dan digunakan untuk menentukan, memvisualisasikan, memodifikasi, membangun dan mendokumentasikan artefak dari sistem perangkat lunak intensif yang berorientasi objek dalam pengembangan.

Menurut Adi N yang dikutip Maimunah, dkk (2017:1)[32]“UML (Unified Modelling Language) adalah perangkat lunak yang berparadigma ‘berorientasi objek’. Pemodelan (modelling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami”.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Unified Modelling Language (UML) adalah standar bahasa yang banyak digunakan dalam industri untuk visualisasi, merancang, mendokumentasi sistem piranti lunak dan membangun sistem pengembangan perangkat lunak berbasis objek (Object OrientedProgramming).

Jenis-jenis UML (Unified Modeling Language)

Menurut Yasin dalam Muhammad Iqbal Hanafri dkk (2017:7)[33]terdapat empat jenis perancangan diagram model data antara lain:

  1. Usecase Diagram

    Usecase Diagram adalah gambar dari beberapa atau seluruh aktor dan use case dengan tujuan mengenali interaksi mereka dalam suatu sistem.

  2. Activity Diagram

    ActivityDiagram menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas,digunakan untuk aktivitas lainnya seperti use case atau interaksi.Activity diagram berupa flow chart yang digunakan untuk memperlihatkan aliran kerja dari sistem.

  3. Sequence Diagram

    Sequence diagram menggambarkan kolaborasi dinamis antara sejumlah objek dan untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antar objek juga interaksi antar objek, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem. Sequence diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu. Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu dengan use case<i> diagram. Dalam <i>sequence diagram terdapat 2 model, yaitu: Actor dan Lifeline.

  4. Class Diagram

    Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package, dan objek beserta hubungan satu, antara lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain.

Langkah-langkah Penggunaan Unified Modelling Language (UML)

Menurut Henderi (2017:6) [34] langkah-langkah penggunaan Unified Modeling Language (UML) sebagai berikut :

  1. Buatlah daftar business process dari level tertinggi untuk mendefinisikan aktivitas dan proses yang mungkin muncul.

  2. Petakan use case untuk setiap business process untuk mendefinisikan dengan tepat fungsional yang harus disediakan oleh sistem, kemudian perhalus use case diagram dan lengkapi dengan requirement, constraints, dan catatan-catatan lain.

  3. Buatlah deployment diagram secara kasar untuk mendefinisikan arsitektur fisik sistem.

  4. Definisikan requirement lain non fungsional, security dan sebagainya yang juga harus disediakan oleh sistem.

  5. Berdasarkan use case diagram, mulailah membuat activity diagram.

  6. Definisikan obyek-obyek level atas package atau domain dan buatlah sequence dan atau collaboration untuk tiap alur pekerjaan, jika sebuah use case memiliki kemungkinan alur normal dan error, buat lagi satu diagram untuk masing-masing alur.

  7. Buatlah rancangan user interface model yang menyediakan antar muka bagi pengguna untuk menjalankan skenario use case.

  8. Berdasarkan model-model yang sudah ada, buatlah class diagram. Setiap package atau domian dipecah menjadi hierarki class lengkap dengan atribut dan metodenya. Akan lebih baik jika untuk setiap class dibuat unit test untuk menguji fungsionalitas class dan interaksi dengan class lain.

  9. Setelah class diagram dibuat, kita dapat melihat kemungkinan pengelompokkan class menjadi komponen-komponen karena itu buatlah component diagram pada tahap ini. Juga, definisikan test integrasi untuk setiap komponen bereaksi dengan baik.

  10. Perhalus deployment diagram yang sudah dibuat. Detailkan kemampuan dan requirement piranti lunak, sistem operasi, jaringan dan sebagainya. Petakan komponen ke dalam node.

  11. Mulailah membangun sistem. Ada dua pendekatan yang tepat digunakan:

    1. Pendekatan use case dengan mengassign setiap use case kepada tim pengembang tertentu untuk mengembangkan unit kode yang lengkap dengan test.

    2. Pendekatan komponen yaitu mengassign setiap komponen kepada tim pengembang tertentu.

  12. Lakukan uji modul dan uji integrasi serta perbaiki model beserta codenya. Model harus selalu sesuai dengan code yang aktual.

  13. Perangkat lunak siap dirilis.

Konsep Dasar Database

Terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai definisi database yaitu sebagai berikut

Menurut Menurut Maimunah,dkk (2017:26)[35] dalam Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia, Database adalah sebuah struktur yang umumnya dikategorikan dalam 2 (dua) hal, sebuah database flat dan sebuah database relasional. Database relasional lebih disukai karena lebih masuk akal dibandingkan database flat.dicari secara cepat”.

Menurut Syahrial Chan (2017:161)[36],“Database adalah tempatmenyimpan koleksi data yang terorganisir yang terdiri dari skema, table,view, query, store procedure dan objek-objek lainnya”.

Dari pengertian diatas peneliti menyimpulkan Database adalah sekumpulan data yang tersimpan didalam media penyimpanan, yang memungkinkan dapat diakses dengan mudah dan cepat.


Konsep Dasar PHP

Definisi PHP

Berikut adalah beberapa definisi PHP menurut para ahli diantaranya :

menurut Tim EMS (2016:1)[37],PHP adalah bahasa script artinya ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. Untuk membedakan PHP dengan kode HTML sebagai wadahnya, digunakan tag-tag PHP”. PHP sangan populer dan dapat dipakai untuk mem- program situs web dinamis tipe apapun, bahkan PHP dapat digunakan untuk membangun CMS

Menurut Anhar yang dikutip Aris, dkk dalam jurnal STMIK AMIKOM Yogyakarta (2016:4)[38] : PHP singkatan dari Programming Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman yang dinamis (up to date).

Menurut Shinta Maria (2018:53)[39]“PHP singkatan dari Personal Home Page Tools, adalah sebuah bahasa scripting yang dibundel dengan HTML, yang dijalankan disisi server. Sebagian besar perintahnya berasal dari C, Java dan Perl dengan beberapa tambahan fungsi khusus PHP. Bahasa ini memungkinkan para pembuat aplikasi web menyajikan halaman HTML dinamis dan interaktif dengan cepat dan mudah, yang dihasilkan server.

Cara Kerja PHP

Menurut Budi Raharjo (2016:39)[40]Cara kerja aplikasi web yang ditulis dengan PHP yaitu :

  1. User menulis www.abcd.com/catalog.php ke dalam address bar dari web browser (IE, Mozila Firefox, Opera, dll).

  2. Web browser mengirimkan pesan diatas kekomputer server (www.abcd.com) melalui internet, meminta halaman catalog.php

  3. Web server (misalnya Apache), program yang berjalan di komputer server, akan menangkap pesan tersebut, lalu meminta interpreter PHP (program lain yang juga berjalan dikomputer server) untuk mencari file catalog.php dalam disk drive.

  4. interpreter PHP membaca File catalog.php dari disk drive.

  5. interpreter PHP akan menjalankan perintah-perintah atau kode PHP yang ada dalam file catalog.PHP. Jika kode dalam file catalog.php melibatkan akses terhadap database (misalnya MySQL) maka interpreter PHP juga akan berhubungan dengan MySQL untuk melaksanakan perintah-perintah yang berkaitan dengan database.

  6. interpreter PHP mengirimkan halaman yang di peroleh dari interpreter PHP ke komputer user sebagai respon atas permintaan yang diberikan.

  7. Melalui internet, Apache mengirimkan halaman yang diperoleh dari interpreter PHP ke komputer user sebagai respon atas permintaan yang di berikan.

  8. Web browser dalam komputer user akan menampilkan halaman yang dikirim oleh Apache.

Konsep Dasar Analisa SWOT

Menurut Erwin Suryatama dikutip oleh Cahyono dalam jurnal penelitian Ilmu Manajemen (2016:130-131)[41] Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan atau Strengths, kelemahan atau Weaknesses, peluang atau Opportunities, dan ancaman atau Threast dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Dan dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya

Menurut mulyati, dkk dalam jurnal ICIT Vol. 04 No. 02 (2018:118)[42], SWOT (Strenghts – Weaknesses – Opportunities - Treats) merupakan metode perancanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuataan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari suatu proyek.

Sedangkan menurut Menurut Edy Susena dkk dalam jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta (2015:6)[43],“SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), Threats (tantangan). Analisis SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan dalam memasarkan. Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran)”.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan hambatan/ancaman bagi perusahaan..

Langkah-Langkah Menyusun SWOT

Menurut Freddy Rangkuti (2015:8)[21] langkah-langkah mudah penyusunan SWOT yaitu sebagai berikut :

  1. Melakukan proses input untuk menyusun SWOT

    Tujuannya adalah untuk mengetahui informasi strategis apa saja yang harus dikumpulkan sebelum menyusun SWOT.

  2. Mengembangkan timeline (Ketepatan waktu)

    Tujuannya adalah untuk menentukan target berapa lama menyusun SWOT ini dibutuhkan sampai selesai.

  3. Membentuk teamwork berdasarkan metode OCAI

    Tujuannya adalah untuk menentukan isu penting yang harus dimiliki oleh setiap anggota dalam teamwork dengan nilai-nilai budaya organisasi yang sesuai dan tepat.

  4. Kuisoner riset SWOT

    Tujuannya adalah untuk menyusun formulasi strategis, berdasarkan faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman).

  5. Identifikasi penyebab masalah

    Tujuannya adalah untuk menentukan masalah yang sebenarnya dan tidak terjebak dengan fenomena.

  6. Menentukan tujuan dan sasaran strategis

    Tujuannya adalah untuk menentukan tujuan strategi berikut sasaran strategi secara tepat, sehingga dapat mengatasi masalah yang sedang dan akan dihadapi perusahaan.

  7. Menyusun isu strategis, formulasi strategis, tema srategis, dan pemeteran strategis

    Tujuannya adalah untuk pengujian apakah isu strategis dan tema strategis yang akan dipakai dalam SWOT sudah cukup baik dan mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan.

  8. Menentukan ukuran yang dipakai dalam SWOT

    Tujuannya adalah untuk menentukan ukuran apa saja yang ingin dipakai dalam SWOT, berikut bagaimana cara mengukurnya.

  9. Merumuskan starategi initiatives dan key performance indicators dalam bentuk tag dan lead indicator

    Tujuannya adalah untuk merumuskan strategic initiative dan menyusun key performance indicator dalam bentuk log dan lead

  10. Memberikan bobot dan nilai untuk mengukur kinerja

    Tujuannya adalah untuk mengkualifikasi semua persoalan pengukuran kinerja kedalam ukuran yang mudah dipahami.

  11. Melakukan cascading SWOT

    Tujuannya adalah untuk mengukur objectivies (O), cara pengukuran atau meansurement (M), cara menentukan target (T), serta cara menentukan program (P) yang menjadi prioritas, selanjutnya OMTP ini didistribusikan mulai dari tingkat atas, unit bisnis, sampai tingakat individual dalam bentuk kartu individu.

  12. Analisis risiko menggunakan key risk indicators

    Tujuannya adalah untuk mengukur besarnya risiko serta melakukan antisipasi penanggulangannya.

  13. Analisis anggaran dan model keuangan

    Tujuannya adalah untuk membuat anggaran berbagai program yang sudah disusun sebelumnya berikut perkiraan rasio-rasio keuangan yang akan diperoleh dalam rencana anggaran perusahaan.

  14. Analisis kasus carporate strategi menggunakan SWOT

    Pada bagian ini akan diberikan contoh penerapan SWOT pada suatu perusahaan, sehingga mendapat gambaran tentang betapa mudah menerapkan SWOT dalam bisnis yang sedang dijalankan.

Konsep Dasar XAMPP

Menurut Dadan Dkk. (2015:28)[44]XAMPP adalah salah satu aplikasi web server apache yang terintegrasi dengan MYSQL dan PHPMyadmin, XAMPP adalah singkatan dari X, Apache Server, MYSQL, PHPMyadmin, dan Phyton.” Huruf X didepan menandakan XAMPP bisa diinstal di berbagai operating system. XAMPP dapat diinstal pada Windows, Linux, MacOS, dan Solaris.

Chetan Bulla dkk dalam International Journal of Engineering Science and Computing (2017:12632)[45]mengemukakan bahwa “XAMPP is a free and open source cross-platform web server solution stack package developed by Apache Friends, consisting mainly of the Apache HTTP Server, MariaDB database, and interpreters for scripts written in the PHP and Perl programming languages”. Yang artinya XAMPP adalah web server platform cross-platform gratis dan open source yang dikembangkan oleh beberapa Apache, yang sebagian besar terdiri dari Apache HTTP Server, database MariaDB dan bahasa untuk skrip yang ditulis dalam bahasa pemrograman PHP dan Perl.

Menurut Hilmi Fuad,dkk (2018:2)[46]dalam JURNAL SISFOTEK GLOBAL,“XAMPP adalah sebuah software yang berfungsi untuk menjalankan website berbasis PHP dan menggunakan pengelolah data MySQL di computer lokal. XAMPP berperan sebagai server web pada komputer anda. XAMPP juga dapat disebut sebuah Cpanel server virtual, yang dapat membantu anda melakukan preview sehingga dapat memodifikasi website tanpa harus online atau terakses dengan internet)”.

Berdasarkan pendapat di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa dengan menginstall Xampp merupakan salah satu aplikasi web server apache yang terintegrasi dengan MYSQL dan PHPMyadmin yang berperan sebagai server web di komputer anda

Konsep Dasar MySQL

Berikut adalah beberapa definisi MySQL menurut para ahli, diantaranya MYSQL menurut Enterprise (2018:2)[47]“MYSQL adalah database yang terkenal karena hampir sebagian besar aplikasi berbasis website seperti wordpress, dilengkapi dengan MYSQL”. MYSQL juga ditawarkan dalam berbagai versi termasuk versi geratis,

sedangkan menurut Mundzir MF (2018:217)[48].“MYSQL adalah sistem manajemen database SQL yang sifatnya open source (terbuka)dan paling banyak digunakan saat ini”.

Sementara Menurut Santoso dan Yulianti dalam Jurnal SENIATI (2016:333)[48].“MySQL merupakan software yang tergolong sebagai DBMS (Database Management System) yang bersifat open source. Open source menyatakan bahwa software ini dilengkapi dengan source code (code yang dipakai untuk membuat MySQL)”.

Berdasarkan pendapat diatas, bahwa dapat disimpulkan MySQL merupakan sebuah software database yang dilengkapi dengan source code yang bersifat open source yang banyak digunakan saat ini

Konsep Dasar HTML

Berikut beberapa pendapat mengenai definisi HTML menurut para ahli, sebagai berikut :

Menurut Gisma Gerry Kurniawan (2018:1)[49]“HTML adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet dan formating hypertext sederhana yang ditulis kedalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi”.

Sementara Rini Sovia dan Jimmy Febio (2017:43)[50]dalam jurnal proccesor, HTML (Hypertext Markup Language) adalah bahasa dasar untuk web scripting bersifat client side yang memungkinkan untuk menampilkan informasi dalam bentuk teks, grafik, serta multimedia dan juga untuk menghubungkan antartampilan web page (hyperlink).

Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa HTML (Hypertext Markup Language) adalah adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halama n web untuk menampilkan informasi dalam bentuk teks, grafik, serta multimedia.


Konsep Dasar Sublime Text

Vidiandry & Putratama Supono (2016:14)[51] menjelaskan bahwa, “Sublime Text merupakan perangkat lunak text editor yang digunakan untuk membuat atau meng-edit suatu aplikasi. Sublime Text mempunyai fitur plugin tambahan yang memudahkan programmer”.

Sementara menurut Geofanni dkk. dalam jurnal Teknologi Informasi dan pendidikan Vol.11 No.2 (2018:58) [52] Sublime Text adalah aplikasi editor untuk kode dan teks yang dapat berjalan di berbagai platform operating system dengan menggunakan teknologi Phyton API. terciptaiptanya aplikasi ini terinspirasi dari aplikasi Vim, Aplikasi ini sangatlah fleksibel dan powerful. Fungsionalitas dari aplikasi ini dapat dikembangkan dengan menggunakan sublime-packages

Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa sublime text adalah perangkat lunak text editor yang digunakan untuk kode dan teks yang dapat berjalan di berbagai platform operating system

Konsep Dasar Webiste

Menurut Ika Zufria dan M. Hasan Azhari (2017:52)[53]"Website merupakan sebuah komponen yang terdiri dari teks, gambar, suara animasi sehingga menjadi media informasi yang menarik untuk dikunjungi oleh orang lain maka dari makna itu, bisa kita fahami bahwa definisi website secara sederhana adalah informasi apa saja yang bisa diakses dengan menggunakan koneksi jaringan internet.

Menurut Wiga Ariyani, dkk dalam International Journal of Science and Research (USR) (2015:380) [52]Website is a location on the internet which presents a collection of information with respect to the profile of the site owner”. Yang artinya Website adalah lokasi internet yang menyajikan kumpulan informasi berkenaan dengan profil pemilik situs.

Sedangkan menurut Al-Husain, dkk dalam jurnal CERITA (2016:134)[54] mengemukakan bahwa “Web atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masingmasing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman”.

Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa website adalah kumpulan halaman yang digunakan untuk menampilkan teks, gambar sehingga dapat menampilkan informasi yang menaraik

Konsep Dasar Black Box Testing

Menurut Asrin Hosseini Amir Sheikh-Ahmadi dalam Predicting Fault in the Process of Producing Important Android Aplications using data Mining Techniques. International Journal of Computer Applications.Vol.131, No.13 (2015:44),[55] “mengemukakan "The black box test is a test that does not pay attention to the inner mechanism of a system or tool ; it is only focused on the produced outputs based on the selected inputs and running conditions" Artinya Blackbox Testing adalah pengujian yang mengabaikan mekanisme internal sistem atau komponen dan fokus semata-mata pada output yang dihasilkan yang merespon input yang dipilih dan kondisi eksekusi).

Menurut Warsito (2015:32)[56]“Blackbox testing adalah metode uji coba yang memfokuskan pada keperluan software. Metode pengujian black box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya: fungsi-fungsi yang salah atau hilang, kesalahan interface, kesalahan dalam struktur data atau akses database, kesalahan performa dan kesalahan validasi data”.

Menurut Manish Kumar dkk, dalam International Journal of Advamce Research in Computer Science and Management Studies (ISSN: 2321-7782)Volume 3 Issue 10, October 2015 [57]“Blackbox testing adalah pengujian tanpa pengetahuan tentang kerja internal dari aplikasi yang diuji (AUT). Dikenal juga sebagai pengujian fungsional atau input output berbasis pengujian”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa metode pengujian black box digunakan untuk pengujian yang mengabaikan mekanisme internal sistem atau komponen tentang kerja internal dari aplikasi yang diuji.

Konsep Dasar Elisitasi

Definisi Elisitasi

Menurut Abas Suryana, dkk dalam Jurnal Innovative Creative and Information Technology (ICIT) (2015:18)[58]“Elisitasi adalah rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi”.

Sedangkan elisitasi menurut Ariawan dan Wahyuni dalam Jurnal Sisfotek Global (2015:63)[59] yaitu berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh peneliti untuk dieksekusi.

Berdasarkan dua pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Elisitasi adalah sebuah rancangan dari kebutuhan suatu sistem baru yang akan dibuat sesuai keinginan pihak terkait.

Tahapan Dalam Elisitasi

Menurut Amrullah, dkk dalam Jurnal Teknologi Informasi (2016:27)[60], Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui 3 (tiga) tahap, sebagai berikut :

  1. Elisitasi Tahap I

    Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

  2. Elisitasi Tahap II

    Merupakan hasil prngklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

    1. M pada MDI itu artinya Mandatory. Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

    2. D pada MDI itu artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

    3. I pada MDI itu artinya Inessential. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

  3. Elisitasi Tahap III

    Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu sebagai berikut:

    1. T artinya Technical. Maksudnya bagaimana tata cara/teknik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.

    2. O artinya Operational. Maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan.

    3. E artinya Economy. Maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem.

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

      • High (H) yaitu sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.

      • Middle (M) yaitu mampu untuk dikerjakan.

      • Low (L) yaitu mudah untuk dikerjakan.

  4. Final Draft Elisitasi

    Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Konsep Dasar Literature Review

Definisi Literature Review

Menurut Setyosari Punaji (2016:117-118),[61]“ Pengertian kajian pustaka secara umum adalah bahasa atau bahan-bahan bacaan yang terkait dengan suatu topic atau temuan dalam penelitian”,

sedangkan definisi literature review menurut Ariawan dan Sri Wahyuni dalam Jurnal Sisfotek Global (2015:62)[62]“Studi kepustakaan adalah mempelajari teori-teori dan mencari informasi yang berhubungan dengan permasalahan sesuai dengan judul penelitian ini”. Kajian pustaka disebut juga kajian literature , atau literature review. Tinjauan pustaka membantu peniliti untuk melihat ide-ide, pendapat, dan kritik tentang topik tersebut yang sebelum dibangun dan dianalisis oleh para ilmuwan sebelumnya. Pentingnya tinjauan pustaka untuk melihat dan menganalisa nilai tambah penelitian ini dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya.

Sementara menurut Adhista, dkk dalam Jurnal Stategic of Education In Information System (SENSI) Vol.3 No.2 (2017:18)[63]berpendapat bahwa “Literature review adalah suatu Tindakan memeriksa dan meninjau kembali suatu kepustakaan”.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan literature review adalah menganalisis tentang topik yang hendak diteliti untuk membantu peneliti melihat ide-ide.

Definisi Literature Review

Menurut Fitrah dan Luthfiyah (2017:142), Tujuan kajian pustaka adalah:

  1. Memperlihatkan mengapa literature itu perlu dilakukan

  2. Memperlihatkan bagaimana sampai pada keputusan memilih metodologi atau teori tertentu yang digunakan

  3. Menambah informasi terhadap penelitian yang telah ada

  4. Meringkas karya yang dibaca

  5. Memutuskan gagasan atau informasi yang penting bagi penelitian itu, dan mengabaikan gagasan mana yang kurang penting.

Literature Review

Dilakukan studi pustaka sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian. Berikut adalah penelitian yang telah dilakukan dan memiliki kolerasi searah dengan penelitian yang akan dibahas dalam penulisan, antara lain :

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Andreas Prasetya dari STIKOM AKAKOM pada tahun 2016[64]. yang berjudul “Sistem Informasi Penyewaan Mobil Berbasis Web di Satrio Langit G-zOne Information System Web Based Car Rental In Satrio Langit G-Zone” sistem yang di gunakan pada Satrio Langit G-zOne belum terkomputerisasi secara optimal seperti input data yang masih dilakukan secara manual, untuk itu dibutuhkan sebuah sistem informasi melalui internet yang dapat mempermudah transaksi penyewaan sehingga lebih efektif dan efisien.

  2. Penelitian yang dilakukan oleh Ryan Kusuma Ramadhan dari Universtas Andalas pada tahun 2018[65]yang berjudul “ Rancang Bangun Apliasi Booking Online Penyewaan Wisma dan Gedung Aula PT. Kereta Api Indonesia Divisi Regonal II Sumatra Barat Berbasi Web dan Mobile” Sistem penyewaan yang digunakan disana hanya di lakukan dengan cara menghubungi telepon pegawai atau datang langsung ke lokasi. Dari permasalahan yang ada penulis maka penulis membuat Aplikasi Booking Online Penyewaan Wisma dan Gedung Aula PT.Kereta Api Indonesia dengan tujuan untuk memudahkan pihak penyedia dalam mengelola usahanya dan menganalisanya berdasarkan tanggapan yang diberikan pelanggan.

  3. Penelitian yang dilakukan oleh Yudha Juniardi dkk tahun 2018[66]yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Penyewaan Gedung Balai Komando Kopasus Berbasis Web”. Perosedur penyewaan yang terapkan disana masih di lakukan secara manual dan terdapat kendala dalam melakukan pendaftaran dimana terdapat duplikasi pemesanan dalam waktu dan tempat yang sama. Untuk itu dibutuhkan sistem yuang dapat menangani permasalahan tersebut dengan membantu konsumen dalam melihat informasi

  4. Penelitian yang dilakukan oleh Aditya Akbar Nugraha dan Sugiono 2017[67] yang berjudul “ Sistem Informasi Penyewaan Gedung Olahraga Indoor Kabupaten Brebes” sistem dalam pembuatan laporan yang ada disana masih terbilang lambat dan sulitnya mendapatkan informasi tentang keadaan dan fasilitas Gedung. Berdasarkan permasalahan tersubut penulis merancang sebuah sistem informasi penyewaan gedung yang mampu memberikan informasi yang akurat, efektif dan efisien, serta kinerja pengelolaan penyewaan Gedung Olahraga Indoor Kabupaten Brebes.

  5. Penelitian yang dilakukan oleh Ulya Wahyu Hidayah 2018[68] yang berjudul “Sistem Informasi Portal Penyewaan Gedung Serbaguna Di Kabupaten Kudus Berbasis Web” terdapat kurangnya pengelolaan yang baik dari sisi pelayanan seperti pencatatan data sewa masih dilakukan pada buku catatan dan laopran. Informasi gedung masih disampaikan antar pelanggan secara lisan. Dengan permasalah yang ada disana penulis membuat sebuah sistem yang dapat membantu pelanggan dalam melakukan penyewaan gedung dan pengelola dapat lebih mudah dalam melakukan pendataan dan laporan.

  6. Penelitian yang dilakukan oleh Taiga Saito dkk dengan judul“ Application of online booking data to hotel revenue management”dalam International Journal of Information Management (2019).[69]. Penelitian ini membahas mengenai pembangunan model pemindahbukuan kuantitatif untuk sistem pemesanan online yang dikombinasikan dengan prilkau pilihan yang diperkirakan dari data Metode ini, yang memanfaatkan data pemesanan online yang tersedia dengan merangkak dari situs web pemesanan, membantu hotel mendapatkan biaya kamar yang optimal dan tingkat pemesan berlebih memaksimalkan penjualan yang diharapkan.

  7. Penelitian yang dilakukan oleh G Van der Heide dkk 2018[70] yang berjudul “Optimizing stock levels for rental systems with a support warehouse and partial backordering” dalam jurnal European Journal of Operational Research. penelitian ini membahas sistem sewa mengenai backordering parsial yaitu sejumlah permintaan dipesan-tunggak sementara permintahaan tambahan hilang. backordering parsial merupakan cara yang efektif untuk mengurangi permintaan yang hilang bahkan dengan tingkat backorder parsial terbatas.

  8. Penelitian yang dilakukan P.Coelho dkk 2018[71]yang berjudul “Operationalimprovement of an industrial equipment rental system using discrete event simulation” dalam IFAC-PapersOnLine. Jurnal ini membahas tentang ini menyajikan studi tentang penggunaan simulasi peristiwa diskrit untuk meningkatkan kinerja operasional bisnis penyewaan peralatan. Dengan tujuan mengurangi turndown karena kurangnya peralatan.


BAB III

PEMBAHASAN


Gambaran Umum Kelurahan Pajang

Sejarah Singkat Kelurahan

Kelurahan pajang adalah sebuah kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten, kelurahan ini terdiri atas 13 Rukun Tetangga dan 4 Rukun Warga. Kelurahan Pajang mencakup seluruh Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta. Kelurahan ini merupakan satu-satunya kelurahan di Kecamatan Benda yang terdapat gedung olahraga di dalamnya.

  1. Kode Pos :15126
  2. Luas : 0,32 km2
  3. Jumlah Penduduk : 4.422 Jiwa

Visi, Misi Kelurahan Pajang

  1. Visi

    Terdepan dalam pelayanan prima menuju Kelurahan perdagangan jasa dan pemukiman yang berakhlakul karimah

  2. Misi
    1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas sumber daya aparatur
    2. Meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan
    3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik
    4. Meningkatkan ketentraman dan ketertiban masyarakat

Struktur Organisasi Kelurahan Pajang

Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau instansi dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan diinginkan. Berikut ini struktur organisasi Kelurahan Pajang

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Kelurahan Pajang

Tugas dan Tanggung Jawab

Berdasarkan pada struktur organisasi yang ada, berikut ini fungsi dari masing-masing bagian yang ada pada Kelurahan Pajang Kota Tangerang :

  1. Lurah
    1. Lurah mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan tata pemerintahan, ekonomi dan pembangunan, serta kemasyarakatan dalam lingkup kelurahan sesuai dengan visi dan misi Walikota sebagaimana dijabarkan dalam rencana pembangunan jangka menengah Daerah.
    2. Pemberdayaan masyarakat
    3. Melaksanakan pelayanan masyarakat
    4. Memelihara ketenteraman dan ketertiban umum
    5. Memelihara prasarana dan fasilitas pelayanan umum
    6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat dan.
    7. Melaksanakan tugs lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
  2. Sekretaris
    1. Sekretaris kelurahan mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan pembinaan, mengarahkan dan mengendalikan penyelenggaraan bidang kesekretariatan yang meliputi administrasi keuangan, kepegawaian, rumah tangga, perlengkapan umum ketatausahaan serta membantu mengkoordinasikan kegiatan di kelurahan.
    2. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sekretaris Kelurahan mempunyai fungsi tugas :
      • Pelakasanaan penyusunan program dan rencana kerja serta anggaran kelurahan;
      • 'Pelaksanaan kebijakan dibidang kesekretariatan meliputi pengelolaan administrasi umum, kepagawaian keuangan dan perlengkapan serta rumah tangga kelurahan;
      • Pelaksanaan pengawasan dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi perangkat kelurahan;
      • Pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pegawai di lingkungan kelurahan;
      • Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pengendalian kegiatan dilingkup kelurahan;
      • Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
      • Dalam elaksanakan tugasnya Sekretaris Lurah berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Lurah.
  3. Jabatan Fungsional
    1. Jabatan Fungsional ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
    2. Pemegang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada lurah
    3. Dalam hal pemegang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) lebih dari seorang dibentuk kelompok jabatan fungsional
    4. Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dipimpin oleh Pemegang Jabatan Fungsional yang paling senior
    5. Jumlah pegawai negeri sipil yang memangku setiap jenis Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai peraturan perundang-undangan.
  4. Seksi Tata Pemerintahan
  5. Seksi Tata Pemerintah mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian tugas dan fungsi kelurahan dalam penyelenggaraan kewenangankewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh walikota kepada lurah dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan tata pemerintahan

  6. Seksi Pemberdayaan Masyarakat
  7. Seksi Kemasyarakatan mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian tugas dan fungsi Kelurahan dalam penyelenggaraan kewenangankewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Lurah dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan kemasyarakatan

  8. Seksi Ekonomi dan Pembangunan
  9. Seksi Ekonomi dan Pembangunan mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian tugas dan fungsi Kelurahan dalam penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Lurah dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan ekonomi dan pembangunan

Tatalaksana Sistem yang Berjalan

Prosedur Sistem yang Berjalan

  1. Wakif, nadzir dan saksi-saksi datang ke Kepala KUA Kecamatan sebagai PPAIW untuk mendaftarkan harta benda yang akan di wakafkan.
  2. PPAIW memeriksa surat-surat (dokumen asli) harta benda yang akan di diwakafkan dan persyaratan wakaf lainnya.
  3. Wakif mengucapkan ikrar wakaf kepada nadzir di hadapan PPAIW dan saksi-saksi.
  4. PPAIW membuat akta ikrar wakaf/akta pengganti akta ikrar wakaf (AIW/APAIW)
  5. PPAIW mengesahkan nadzir.
  6. PPAIW atas nama nadzir mendaftarkan wakaf ke Kantor Kementrian Agama.
  7. Kantor Kementrian Agama mendaftarkan wakaf ke kantor pertanahan.
  8. Kantor Pertanahan memberikan serifikat tanah wakaf ke nadzir.

Rancangan Prosedur Sistem Berjalan

Berikut ini merupakan sistem proses perwakafan tanah wakaf yang berjalan pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa:

  1. Use Case Diagram
  2. Sebuah use case mempresentasikan sebuah interaksi antara actor dengan sistem. Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem dan bukan “bagaimana”. Use case diagram sistem yang berjalan saat ini yang ada pada prosedur perwakafan tanah wakaf pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa dapat dilihat seperti gambar 3.2 .

    Gambar 3.2 Use Case Diagram Sistem Yang Berjalan


    Berdasarkan gambar 3.2 Use Case Diagram sistem perwakafan tanah wakaf yang berjalan saat ini, terdapat :

    1. Satu sistem yaitu pendaftaran tanah wakaf.
    2. Enam actor yang melakukan kegiatan, diantaranya wakif, saksi-saksi, nadzir, PPAIW, Kepala Kantor Kementrian Agama, Kepala Kantor Pertanahan.
    3. Enam use case diagram, diantaranya mendaftarkan harta benda wakaf, memeriksa keaslian dokumen, mengucapkan ikrar wakaf kepada nadzir dihadapan PPAIW, membuat AIW/APAIW, mengesahkan nadzir, mendaftarkan wakaf, mendaftarkan wakaf ke kantor pertanahan, memberikan sertifikat tanah.

  3. Aktivity Diagram
  4. Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sisem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Activity diagramsistem yang berjalan saat ini pada perwakafan tanah wakaf Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa dapat dilihat seperti gambar 3.3.

    Gambar 3.3 Activity Diagram Sistem yang Berjalan


    Berdasarkan gambar 3.3 Activity Diagram sistem perwakafan tanah wakaf yang berjalan saat ini, terdapat :

    1. Satu initial node, yaitu sebagai objek yang diawali.
    2. Lima swimline, diantaranya wakif, saksi, nadzir, PPAIW, Kepala Kantor Kementrian Agama dan Kantor Pertanahan.
    3. Sebelas action dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi, diantaranya mendaftarkan harta benda wakaf. Mendaftarkan harta benda wakaf, memeriksa keaslian dokumen, mengucapkan ikrar wakaf, membuat AIW/APAIW, mengesahkan nadzir, mendaftarkan ke Kantor Kementrian Agama, memproses pendaftaran, mendaftarkan ke Kantor Pertanahan, membuat sertifikat wakaf, menerima sertifikat wakaf.
    4. Satu final state, yaitu sebagai objek yang di akhiri.

  5. Sequence Diagram
  6. Sequence Diagram secara grafis menggambarkan bagaimana objek berinteraksi satu sama lain melalui pesan pada sekuensi sebuah use case atau operasi. Sequence Diagram sistem yang berjalan saat ini pada Pendaftaran tanah wakaf pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa dapat dilihat seperti gambar 3.4

    Gambar 3.4 Sequence Diagram Sistem yang Berjalan

    Berdasarkan gambar 3.4 Sequence Diagram sistem perwakafan tanah yang berjalan saat ini terdapat :

    1. Empat actor yang melakukan kegiatan yaitu : wakif, nadzir, saksi, PPAIW.
    2. Tiga life line antarmuka yaitu : AIW/APAIW, Kantor kementrian Agama dan Kantor Pertanahan.
    3. Enam belas Message, yaitu spesifikasi komunikasi antar objek yang memuat informasi dari aktivitas yang terjadi.

Analisa Sistem yang Berjalan

Metode Analisis SWOT

Tahapan analisis terhadap suatu sistem atau aplikasi dilakukan sebelum tahapan perancangan dilakukan. Metode analisis sistem yang digunakan adalah metode analisis SWOT dimana pada analisis ini mengidentifikasi faktor lingkungan internal yaitu kekuatan (stength) dan kelemahan (weakness) serta faktor lingkungan eksternal yaitu kesempatan (opportunities) dan ancaman (threat).

Berikut adalah tabel analisis SWOT pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa


Tabel 3.1 Analisis SWOT Sistem Berjalan

Kemudian setelah mengidentifikasi dari tabel diatas dengan menggunaan metode SWOT , selanjutnya akan dilakukan analisa untuk mencari strategi dengan menggunakan matriks SWOT. Matrik Swot ini dapat mengambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi KUA dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan 4 set kemungkinan alternatif strategi. Yaitu strategi S-O (Kekuatan-Peluang), strategi W-O (Kelemahan-Peluang), strategi S-T (Kekuatan-Ancaman), strategi W-T (Kelemahan-Ancaman).

Tabel 3.2 Matriks SWOT Sistem Berjalan

Analisa Masukan, Analisa Proses, Analisa Keluaran

Analisis Masukan

  1. Nama Masukan : Akta Ikrar Wakaf (AIW)
  2. Fungsi : Ikrar Wakaf

    Sumber : PPAIW

    Tujuan : Wakif, nadzir dan saksi

    Media : Kertas

    Frekuensi : Setiap melakukan ikrar wakaf

    Format : Lampiran Bentuk W.1.

    Keterangan  : Berisi data dari wakif, data nadzir, data saksi dan data tanah wakaf

Analisis Proses

  1. Nama Modul` : Pembuatan AIW
  2. Masukan : Data dari wakif, data nadzir, data saksi dan data tanah wakaf

    Keluaran : AIW

    Ringkasan Proses : Menghasilkan AIW yang dibutuhkan sebagai bukti keabsahan tanah wakaf

Analisis Keluaran

  1. Nama Keluaran : AIW
  2. Fungsi : Untuk menjaga keabsahan dan kemaslahatan harta benda wakaf

    Media : Kertas

    Distribusi  : Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW)

Konfigurasi Sistem Berjalan

Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware)

Adapun konfigurasi perangkat keras (Hardware) pada sistem yang berjalan adalah sebagai berikut :

  1. Processor : Intel Core i5
  2. Monitor  : 15 Inch
  3. Mouse : Wireless
  4. Keyboard : USB
  5. RAM : 4 GB
  6. Harddisk  : 500 GB
  7. Printer  : Catridge

Spesifikasi Perangkat Lunak (Software)

Adapun konfigurasi perangkat lunak (Software) pada sistem yang berjalan adalah sebagai berikut :

  1. Windows 10
  2. Microsoft Office 2010
  3. Google Chrome

Hak Akses (Brainware)

Untuk mengoperasikan sistem, dapat diakses oleh kepegawaian dengan sistem yang berjalan saat ini yaitu :

  1. Kepala Kantor Urusan Agama/PPAIW
  2. Wakif
  3. Nadzir
  4. Saksi
  5. Masyarakat

Permasalahan yang Dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

Permasalahan yang Dihadapi

Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan terhadap sistem yang berjalan saat ini pada proses pendaftaran tanah wakaf yang ada pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa, didapatkan beberapa permasalahan yang dihadapi, yaitu :

  1. Pengolahan data masih menggunakan kertas sehingga memungkinkan banyak berkas-berkas yang tercecer dan data mudah sekali untuk hilang.
  2. Aktivitas pemetaan wakaf yang dilakukan di dalam Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa masih belum ada, dikhawatirkan pada saat pencarian lokasi wakaf masih sulit dilakukan sehingga masyarakat yang ingin melihat lokasi kemungkinan resiko tersesat besar.
  3. Pencarian data membutuhkan waktu yang lama sehingga menjadi tidak efektif dan efisien.

Alternatif Pemecahan Permasalahan

Setelah dijabarkan permasalahan yang dihadapi diatas, maka penulis akan memberikan alternatif pemecahan masalah. Alternatif pemecahan masalah yang dihadapi adalah sebagai berikut :

  1. Membangun sistem aplikasi agar memudahkan dalam berbagai aktivitas yang dilakukan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa.
  2. Membangun suatu sistem yang dapat menghasilkan data-data dan informasi yang lebih akurat, cepat dan informatif, juga meningkatkan kinerja yang optimal.
  3. Sistem terkomputerisasi sehingga dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang terjadi, mencegah hilangnya data tanah wakaf dengan melakukan backup pada data yang telah diinput dan mengurangi penggunaan atau penyimpanan kertas yang berlebihan.

User Requirement

Untuk menanyakan apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem yang dapat menjadikan suatu kegiatan menjadi mudah diperlukannya suatu metode yang berisi tentang rancangan dari kebutuhan suatu sistem baru yang akan dibuat yaitu dengan metode elisitasi.

Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap 1 yang disusun berdasarkan hasil wawancara dan analisa pada bagian dan pihak yang mempunyai hubungan langsung dalam pengumpulan data mengenai kekurangan dari sistem yang sedang berjalan dan kebutuhan sistem yang belum terpenuhi.

Tabel 3.3 Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap II

Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasikan lagi dengan menggunakan metode Mandatory, Desirable, dan Inessential (M.D.I). Sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka semua requirement yang diberi opsi inessential (I) harus dieliminasi :

Tabel 3.4 Elisitasi Tahap II

Keterangan : M (Mandatory) : Dibutuhkan/penting, D (Desirable) : Diinginkan/tidak terlalu penting, I (Inessential) : Diluar sistem/dieliminasi

Elisitasi Tahap III

Berdasarkan Elisitasi Tahap II di atas, dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode Technical, Operational, dan Economic (T.O.E) dengan opsi High Middle Low (H.M.L). Requirements yang opsinya High (H) di kolom TOE harus dieliminasi.

Tabel 3.5 Elisitasi Tahap III

Final Draft Elisitasi

Final draft elisitasi merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikerjakan.

Tabel 3.6 Final Draft Elisitasi


BAB IV

RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Rancangan Sistem yang Diusulkan

Setelah melakukan observasi dan analisa terhadap hal-hal berkaitan dengan perwakafan yang ada di Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa maka dapat diketahui bahwa pemetaan tanah wakaf belum ada, hanya sebatas menampilkan banyaknya luas jumlah tanah wakaf yang diwakafkan. Proses ketika akan melihat lokasi tanah wakaf masih sulit dan belum efektif dikarenakan harus mencari lokasi secara manual sehingga resiko tersesat besar. Berdasarkan hal ini peneliti memiliki pemikiran untuk mengimplementasikan kedalam sebuah sistem yang telah terkomputerisasi dan berbasis sistem informasi geografis sehingga dalam melakukan pencarian informasi tanah wakaf akan lebih mudah dan efektif untuk dilakukan.

Selama melakukan analisa peneliti telah menemukan kebutuhan serta sistem yang dapat dipergunakan untuk merancang sistem informasi geografis untuk pemetaan tanah wakaf pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa. Untuk merancang sistem tersebut peneliti menggunakan UML (Unified Modeling Language) dengan Software Visual Paradgm.

Terdapat beberapa prosedur sistem usulan baru yang bertujuan untuk memperbaiki prosedur yang telah berjalan sebelumnya. Prosedur sistem yang diusulkan yaitu sebagai berikut:


  1. Admin
    1. Melakukan Login
    2. Masuk ke Dashboard
    3. Menampilkan menu data tanah wakaf. Dalam menu ini admin dapat menginput, mengedit, delete, view dan search.
    4. Menampilkan menu data tanah wakaf. Dalam menu ini admin dapat menginput, mengedit, delete, view dan search.
    5. Menampilkan menu data wakif. Dalam menu ini admin dapat mengedit, delete, view dan search.
    6. Menampilkan menu data nazhir. Dalam menu ini admin dapat mengedit, delete, view dan search.
    7. Menampilkan menu data Desa / Kelurahan. Dalam menu ini admin dapat menginput, mengedit, delete, view dan search.
    8. Menampilkan menu profile KUA. Dalam menu ini admin dapat menginput, mengedit, delete, view dan update.
    9. Menampilkan menu tentang wakaf. Dalam menu ini admin dapat menginput, mengedit, delete, view dan update.
    10. Melakukan Logout
  2. Kepala Kantor Urusan Agama / PPAIW
    1. Melakukan Login.
    2. Masuk ke Dashboard PPAIW
    3. Menampilkan menu data tanah wakaf. Dalam menu ini PPAIW dapat view, search dan print.
    4. Menampilkan menu data wakif. Dalam menu ini PPAIW dapat view, search dan print.
    5. Menampilkan menu data nazhir. Dalam menu ini PPAIW dapat view, search dan print.
    6. Menampilkan menu data admin. Dalam menu ini PPAIW dapat menginput, mengedit, delete, view dan search.
    7. Dapat melakukan Logout.
  3. User
    1. Menampilkan peta digital. Dalam peta digital ini user dapat melihat titik lokasi tanah wakaf yang ada.
    2. Menampilkan grafik wakaf. Dalam menu ini user dapat melihat grafik jumlah dan luas tanah wakaf.
    3. Menampilkan tabel wakaf. Dalam menu ini user dapat melihat, mencari dan mencetak daftar tanah wakaf.
    4. Menampilkan menu informasi tentang wakaf. Dalam menu ini user dapat melihat informasi tentang wakaf.
    5. Menampilkan menu profil KUA. Dalam menu ini user dapat melihat profil KUA.

Prosedur Sistem Usulan

Use Case Diagram Sistem yang Diusulkan

Use Case Diagram User

Gambar 4.1 Use Case Diagram User

Berdasarkan gambar 4.2 Use Case Diagram Admin diatas terdapat:

  1. Satu sistem yang mencakup proses pemetaan tanah wakaf
  2. Satu aktor yang melakukan kegiatan didalam sistem yaitu admin
  3. Delapan use case sebagai berikut : login, dashboard admin, input data wakaf, input data wakif, input data nazhir, update profile KUA, update tentang wakaf dan logout.
  4. Lima extend yang berisi : data wakaf, data wakif, data nazhir, profile KUA dan tentang wakaf.
  5. Satu include.

Use Case Diagram Admin

Gambar 4.2 Use Case Diagram Admin

Berdasarkan gambar 4.2 Use Case Diagram Admin diatas terdapat:

  1. Satu sistem yang mencakup proses pemetaan tanah wakaf
  2. Satu aktor yang melakukan kegiatan didalam sistem yaitu admin
  3. Delapan use case sebagai berikut : login, dashboard admin, input data wakaf, input data wakif, input data nazhir, update profile KUA, update tentang wakaf dan logout.
  4. Lima extend yang berisi : data wakaf, data wakif, data nazhir, profile KUA dan tentang wakaf.
  5. Satu include.

Use Case Diagram PPAIW

Gambar 4.3 Use Case Diagram PPAIW

Berdasarkan gambar 4.3 Use Case Diagram PPAIW diatas terdapat:

  1. Satu sistem yang mencakup hasil pemetaan tanah wakaf oleh PPAIW
  2. Satu aktor yang melakukan kegiatan didalam sistem yaitu PPAIW
  3. Delapan use case sebagai berikut : login, dashboard PPAIW, view data wakaf, cetak data wakaf, cetak data wakif, cetak data nazhir, tambah admin dan logout.
  4. Empat extend yang berisi : data wakaf, data wakif, data nazhir dan data admin
  5. Satu include.

Activity Diagram yang Diusulkan

Activity Diagram Input Data Tanah Wakaf

Gambar 4.4 Activity Diagram Input Data Tanah Wakaf

Berdasarkan gambar 4.4 Activity Diagram Input Data Tanah Wakaf diatas terdapat:

  1. Satu initial node, yang mengawali objek.
  2. Sembilan action node, yaitu menggambarkan eksekusi kegiatan.
  3. Satu decision node, yaitu menjelaskan dua kemungkinan proses.
  4. Satu final node, yang mengakhiri objek.

Activity Diagram User Cetak Data Wakaf

Gambar 4.4 Activity Diagram User Cetak Data Wakaf

Berdasarkan gambar 4.5 Activity Diagram User Cetak Data Wakaf diatas terdapat:

  1. Satu initial node, yang mengawali objek.
  2. Tujuh action node, yaitu menggambarkan eksekusi kegiatan.
  3. Satu final node, yang mengakhiri objek.

Activity Diagram PPAIW Cetak Data Wakaf

Gambar 4.6 Activity Diagram PPAIW Cetak Data Wakaf

Berdasarkan gambar 4.6 Activity Diagram PPAIW Cetak Data Wakaf diatas terdapat:

  1. Satu initial node, yang mengawali objek.
  2. Enam action node, yaitu menggambarkan eksekusi kegiatan.
  3. Satu final node, yang mengakhiri objek.

Activity Diagram PPAIW Tambah Admin

Gambar 4.7 Activity Diagram PPAIW Tambah Admin

Berdasarkan gambar 4.7 Activity Diagram Tambah Admin diatas terdapat:

  1. Satu initial node, yang mengawali objek.
  2. Sembilan action node, yaitu menggambarkan eksekusi kegiatan.
  3. Satu decision node, yaitu menjelaskan dua kemungkinan proses.
  4. Satu final node, yang mengakhiri objek.

Sequence Diagram yang Diusulkan

Sequence Diagram Input Data Tanah Wakaf

Gambar 4.8 Sequence Diagram Input Data Tanah Wakaf

Berdasarkan gambar 4.8 Sequence Diagram Input Data Tanah Wakaf terdapat keterangan sebagai berikut :

  1. Satu aktor yang melakukan kegiatan, yaitu Admin.
  2. Sebelas message yang merupakan urutan kegiatan input yaitu memilih menu data tanah wakaf, proses data tanah wakaf, cek data tanah wakaf, menampilkan data tanah wakaf, menampilkan data tanah wakaf, memilih tambah data tanah wakaf, menampilkan form tambah data wakaf dan klik simpan, proses input data tanah wakaf, menyimpan data tanah wakaf, menampilkan hasil input data tanah wakaf.
  3. Dua boundary lifeline yaitu data tanah wakaf dan input data tanah wakaf.
  4. Dua control lifeline yaitu proses select dan proses input.
  5. Satu entity lifeline yaitu tabel tb_wakaf

Sequence Diagram User Cetak Data Wakaf

Gambar 4.9 Sequence Diagram User Cetak Data Wakaf

Berdasarkan gambar 4.9 Sequence Diagram User Cetak Data Wakaf terdapat keterangan sebagai berikut :

  1. Satu aktor yang melakukan kegiatan, yaitu User.
  2. Sebelas message yang merupakan urutan kegiatan input yaitu memilih menu data wakaf, proses seleksi data wakaf, cek data wakaf, hasil data wakaf, menampilkan data wakaf, memilih menu cetak data wakaf, menerima file data wakaf.
  3. Dua boundary lifeline yaitu data wakaf dan cetak data wakaf
  4. Satu control lifeline yaitu proses select.
  5. Satu entity lifeline yaitu tabel tb_wakaf

Sequence Diagram PPAIW Cetak Data Wakaf

Gambar 4.10 Sequence Diagram PPAIW Cetak Data Wakaf

Berdasarkan gambar 4.10 Sequence Diagram PPAIW Cetak Data Wakaf terdapat keterangan sebagai berikut :

  1. Satu aktor yang melakukan kegiatan, yaitu PPAIW.
  2. Sebelas message yang merupakan urutan kegiatan input yaitu memilih menu data wakaf, proses seleksi data wakaf, cek data wakaf, hasil data wakaf, menampilkan data wakaf, memilih menu cetak data wakaf, menerima file data wakaf.
  3. Dua boundary lifeline yaitu data wakaf dan cetak data wakaf
  4. Satu control lifeline yaitu proses select.
  5. Satu entity lifeline yaitu tabel tb_wakaf

Sequence Diagram PPAIW Tambah Admin

Gambar 4.11 Sequence Diagram PPAIW Tambah Admin

Berdasarkan gambar 4.11 Sequence Diagram PPAIW Tambah Admin terdapat keterangan sebagai berikut :

  1. Satu aktor yang melakukan kegiatan, yaitu PPAIW.
  2. Dua belas message yang merupakan urutan kegiatan input yaitu memilih menu admin, proses seleksi data admin, cek data admin, menampilkan data admin, menampilkan data admin, memilih menu tambah admin, menampilkan form tambah admin, mengisi form tambah admin dan klik simpan, proses input, menyimpan data admin, menampilkan hasil input, menampilkan hasil input.
  3. Dua boundary lifeline yaitu data admin dan input data admin.
  4. Dua control lifeline yaitu proses select dan proses input.
  5. Satu entity lifeline yaitu tabel tb_user


Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

Tabel 4.1 Perbedaan Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

Rancangan Basis Data

Adapun rancangan basis data yang diusulkan dalam sistem informasi geografis pemetaan tanah wakaf adalah sebagai berikut :

Class Diagram yang Diusulkan

Gambar 4.12 Class Diagram Sistem Usulan

Spesifikasi Basis Data

Spesifikasi basis data merupakan desain basis data yang telah dianggap normal. Spesifikasi basis data menjelaskan media penyimpanan yang digunakan seperti: nama tabel, media, isi yang disimpan, primary key, dan panjang record. Spesifikasi database yang digunakan dalam sistem yang akan dibangun adalah sebagai berikut:

  1. Nama Tabel : tb_dokumen

    Media : Hard Disk

    Isi : ( id_dokumen + id_wakaf + status + no_sertifikat + tgl_ sertifikat + no_aiw + tgl_aiw )

    Primary Key : id_dokumen

    Panjang Record : 150


    Tabel 4.2 Spesifikasi Tabel tb_dokumen

  2. Nama Tabel : tb_gambar

    Media : Hard Disk

    Isi : ( id_gambar + id_wakaf + gambar + keterangan )

    Primary Key : id_gambar

    Panjang Record : 270

    Tabel 4.3 Spesifikasi Tabel tb_gambar

  3. Nama Tabel : tb_kelurahan

    Media : Hard Disk

    Isi : ( id_kelurahan + nama_kelurahan + warna )

    Primary Key : id_kelurahan

    Panjang Record : 190

    Tabel 4.4 Spesifikasi Tabel tb_kelurahan

  4. Nama Tabel : tb_lokasi

    Media : Hard Disk

    Isi : ( id_lokasi + id_wakaf + lokasi + lat + lng + luas_tanah + luas_bangunan )

    Primary Key : id_lokasi

    Panjang Record : 470

    Tabel 4.5 Spesifikasi Tabel tb_lokasi

  5. Nama Tabel : tb_nazhir

    Media : Hard Disk

    Isi : ( id_nazhir + nama_nazhir + tpt_lahir + tgl_lahir + agama + pekerjaan + jabatan + kwn + tpt_tinggal )

    Primary Key : id_nazhir

    Panjang Record : 420

    Tabel 4.6 Spesifikasi Tabel tb_nazhir

  6. Nama Tabel : tb_wakaf

    Media : Hard Disk

    Isi : ( id_wakaf + nama_kelurahan + penggunaan + id_wakif + id_nazhir + timestamp )

    Primary Key : id_wakaf

    Panjang Record : 180

    Tabel 4.7 Spesifikasi Tabel tb_wakaf

  7. Nama Tabel : tb_wakif

    Media : Hard Disk

    Isi : ( id_ wakif + nama_ wakif + tpt_lahir + tgl_lahir + agama + pekerjaan + jabatan + kwn + tpt_tinggal )

    Primary Key : id_wakif

    Panjang Record : 170

    Tabel 4.8 Spesifikasi Tabel tb_wakif

  8. Nama Tabel : tb_user

    Media : Hard Disk

    Isi : ( id_user + user + pass + level + first_name + middle_name + last_name + gender + email + phone + foto )

    Primary Key : id_user

    Panjang Record : 931

    Tabel 4.9 Spesifikasi Tabel tb_user

  9. Nama Tabel : tb_options

    Media : Hard Disk

    Isi : ( option_name + option_value )

    Primary Key : option_name

    Panjang Record : 16

    Tabel 4.10 Spesifikasi Tabel tb_options

  10. Nama Tabel : tb_profile

    Media : Hard Disk

    Isi : ( id + title + isi + gambar )

    Primary Key : id

    Panjang Record : 260

    Tabel 4.11 Spesifikasi Tabel tb_profile

  11. Nama Tabel : tb_penggunaan

    Media : Hard Disk

    Isi : id_penggunaan + nama_penggunaan

    Primary Key : id_penggunaan

    Panjang Record : 60

    Tabel 4.12 Spesifikasi Tabel tb_penggunaan

Rancangan Prototype

  1. Tampilan Prototype Beranda

    Gambar 4.13 Rancangan Prototype Beranda

  2. Tampilan Prototype Jumlah Grafik Tanah Wakaf

    Gambar 4.14 Rancangan Prototype Grafik Jumlah Tanah Wakaf

  3. Tampilan Prototype Daftar Tanah Wakaf

    Gambar 4.15 Prototype Daftar Tanah Wakaf

  4. Tampilan Prototype Login Admin

    Gambar 4.16 Rancangan Prototype Login Admin

  5. Tampilan Prototype Data Lokasi Wakaf

    Gambar 4.18 Prototype Data Lokasi Wakaf

  6. Tampilan Prototype Input Wakaf

    Gambar 4.18 Prototype Input Wakaf

Rancangan Program

  1. Tampilan Halaman Utama

    Gambar 4.19 Tampilan Halaman Utama

  2. Tampilan Grafik Tanah Wakaf

    Gambar 4.20 Tampilan Grafik Tanah Wakaf

  3. Tampilan Tabel Tanah Wakaf

    Gambar 4.21 Tampilan Tabel Tanah Wakaf

  4. Tampilan Login Pengguna

    Gambar 4.22 Tampilan Login Pengguna

  5. Tampilan Tambah Data Wakif

    Gambar 4.23 Tampilan Tambah Data Wakif

  6. Tampilan Tambah Data Nazhir

    Gambar 4.24 Tampilan Tambah Data Nazhir

  7. Tampilan Tambah Data Wakaf

    Gambar 4.25 Tampilan Tambah Data Wakaf

  8. Tampilan Tambah Desa/Kelurahan

    Gambar 4.26 Tampilan Tambah Desa/Kelurahan

  9. Tampilan Data Tanah Wakaf PPAIW

    Gambar 4.27 Tampilan Data Tanah Wakaf PPAIW

  10. Tampilan PPAIW Tambah Admin

    Gambar 4.27 Tampilan PPAIW Tambah Admin

Konfigurasi Sistem Usulan

Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware)

Adapun konfigurasi perangkat keras (Hardware) pada sistem yang berjalan adalah sebagai berikut :

  1. Processor : Intel Core i5
  2. Monitor : 15 Inch
  3. Mouse : Wireless
  4. Keyboard : Standart
  5. RAM : 4 GB
  6. Harddisk : 500 GB
  7. Printer : Catridge

Spesifikasi Perangkat Lunak (Software)

Adapun konfigurasi perangkat lunak (Software) pada sistem yang berjalan adalah sebagai berikut :

  1. Windows 10
  2. Microsoft Office 2010
  3. XAMPP
  4. Sublime Text
  5. Web Browser (Google Chrome)
  6. Visual Paradigm
  7. Balsamic

Hak Akses (Brainware)

Untuk mengoperasikan sistem, dapat diakses oleh kepegawaian dengan sistem yang berjalan saat ini yaitu :

  1. Admin
  2. Kepala Kantor Urusan Agama/ PPAIW
  3. User

Pengujian (Testing)

Blackbox Testing

Metode Blackbox Testing hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsionalitas dari sebuah program tanpa melihat dan mengetahui yang terjadi dalam prosesnya, melainkan hanya berupa input dan ouput.

Tabel 4.13 Pengujian Blackbox Testing

Evaluasi

Setelah dilakukan pengujian sistem menggunakan metode Blackbox Testing, dengan memberikan sejumlah input pada program seperti contoh pada pengujian menu login, tambah data dan logout. Apabila input yang diberikan tidak lengkap atau tidak sesuai maka sistem akan memberikan pemberitahuan tampilan pesan sehingga membantu pengguna dalam mencari dan mengetahui letak kesalahan saat penginputan. Dari beberapa pengujian sudah dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing, seluruhnya menunjukan pengujian yang valid atau berhasil.

Jadwal Penelitian

Perancangan sistem yang diusulkan pada penelitian diperkirakan memakan waktu kurang lebih 5 bulan yang meliputi kegiatan persiapan pelaksanaan dan penyusunan laporan penelitian. Berikut merupakan kegiatan yang dilakukan antara lain:

Tabel 4.14 Jadwal Penelitian

Estimasi Biaya

Agar terlaksananya penelitian dengan lancar dan sesuai dengan waktu yang direncanakan pada jadwal penelitian, maka di perlukan dana yang dapat menunjang seluruh kegiatan yang diperkirakan. Rincian biaya dari penulis sesuai kebutuhan penelitian antara lain sebagai berikut:

Tabel 4.15 Estimasi Biaya

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa, maka dapat ditarik kesimpulan dari rumusan masalah mengenai sistem informasi geografis pemetaan tanah wakaf yaitu sebagai berikut :

  1. Sistem yang berjalan saat ini pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa masih kurang optimal. Pengendalian dalam sistem sangatlah diperlukan, yaitu digunakan untuk meningkatkan kinerja sistem, mencegah atau mendeteksi penyalahgunaan atau kesalahan sistem serta untuk menjamin keamanan data dan informasi. Kontrol sistem dalam mengisi data pendaftaran wakif, saksi dan nadzir dan pendaftaran tanah wakaf yaitu masih menggunakan formulir pendaftaran sehingga hal tersebut masih kurang efektif dan belum adanya pemetaan tanah wakaf melalui peta digital untuk mengetahui titik koordinat yang akurat untuk membantu pihak yang ingin mengetahui lokasi tanah wakaf.
  2. Pengolahan sistem informasi geografis pematauan tanah wakaf yang dapat menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintergrasikan, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis yang memiliki kekuatan lebih fleksibel dari pada lembaran peta kertas.
  3. Rancangan sistem informasi geografis pemantauan tanah wakaf menggunakan bahasa pemrograman php, java script dan database MySql. Navigasi dan interaksi sistem aplikasi dengan browser menggunakan Google Maps API untuk menampilkan dan menggambarkan informasi berujuk pada lokasi geografis objek wakaf sehingga dapat menampilkan lokasi wakaf secara akurat dan cepat.

Saran

Setelah melakukan analisa yang berkaitan dengan kesimpulan diatas maka penulis memberi saran yang dapat dijadikan gambaran untuk mengatasi permasalahan yang ada pada sistem perwakafan tanah pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikupa sebagai berikut :

  1. Agar proses pendaftaran lebih efektif dan efisien, perlu diciptakan sistem yang berbasis web sig sehingga dokumen yang di perlukan dari pihak lain pun bisa langsung diakses dengan mudah.
  2. Pengolahan tanah wakaf yang berjalan dengan terkomputerisasi yang lebih kompleks dapat memberikan informasi yang bertujuan untuk mempermudah mendapatkan informasi yang cepat dan akurat sesuai dengan kebutuhan user.
  3. Merancang suatu sistem informasi geografis pemantauan tanah wakaf yang dapat mengolah, menyimpan dan memantau data tanah wakaf dengan cepat dan akurat serta dapat meminimalisasi kesalahan-kesalahan yang terjadi.


DAFTAR PUSTAKA

  1. Tyoso dan Jaluanto Sunu Punjul. 2016. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Deepublish,
  2. Rafika, Ageng Setiani. Mukti Budiarto dan Wahyu Budianto. 2015. “Aplikasi Monitoring Absensi Sidik Jari Sebagai Pendukung Pembayaran Biaya Pegawai Terpusat Dengan SAP”. Tangerang : Jurnal CCIT STMIK Raharja. http://ejournal.raharja.ac.id/index.php/ccit/article/view/165
  3. Supriati, Ruli., Salim, Agus S., Shuhaibatul, Islamiah S. 2018. “Aplikasi Sistem Pengiriman Barang Ekspor Berbasis Web Pada PT. Tuntex Garment Indonesia Tangerang Guna Meningkatkan Mutu Proses Pengiriman Ekspor Barang”. Jurnal Sensi. Vol. 4 nomor 1, Februari 2018. https://sensi.ilearning.me/2018/05/07/februari-2018-vol-4-no-1/
  4. Sutopo, Priyo. dkk. 2016. Sistem Informasi Eksekutif Sebaran Penjualan Kendaraan Bermotor Roda 2 di Kalimantan Timur Berbasis Web. Jurnal Informatika Mulawarman Vol.11 No.1-Februari 2016.
  5. Harfizar, Khozin Yuliana dan Muh Afiffudin. 2017. “Perancangan Sistem Informasi Pendataan Karyawan Pada Perusahaan Jasa Berbasis Web”. Tangerang: Jurnal SENSI Vol.3 No.2. Diambil dari :https://sensi.ilearning.me/2018/02/07/agustus-2017-vol-3-no-2/
  6. Mulyati, Tarmizi, R., & Panugali, A. (2018). Sistem Informasi Absensi Berbasis Web pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang. Jurnal ICIT. Vol. 04 No. 02, agustus 2018, 117-127. Diambil dari : http://ejournal.raharja.ac.id/index.php/icit/article/view/558/412
  7. Puput Puspito Rini Dkk.2016. Rancangan Sistem Informasi Konversi Nilai Mahasiswa Pindahan Dan Lanjutan. Tangerang: STMIK Global. Jurnal Sisfotek Global Vol. 6 No 1.
  8. Mckay,Alison. dkk. 2016. Principles For The Definition Of Design Structures. International Journal Of Computer Integrated Manufacturing. Vol.29 Issue.3 , 237-250 . ISSN: 0951-192X (P) 1362-3052 (O).
  9. Tyoso, dan Jaluanto Sunu Punjul. 2016. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Deepublish,
  10. Yanto, Roby. 2016. Manajemen Basis Data Menggunakan MySQL. Yogyakarta : Deepublish Publisher.
  11. Wardani, Nia Sari Ratna. 2015. Pengolahan dan Analisa Pengolahan Data Statistika. Yogyakarta : Deepublish Publisher.
  12. Djahir, Y., & Pratita, D. 2015. Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta:Deepublish.
  13. Nithya, P.., dan G. Lakshmipriya. 2015. An Overview of Data Mining and Warehousing – Architecture, Techniques and Applications. International Journal of Computer Science Trends and Technology (IJCST). Vol. 3 nomor 1, Februari 2015. Diambil dari: https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=an+overview+of+data+mining+and+warehousing+-.
  14. Romney, M. B., Steinbart, P. J., & Cushing, B. E. (2000). Accounting information systems (pp. 638-641). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
  15. Muslihudin, Muhammad dan Oktavianto. (2016). “Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Model Terstruktur dan UML”. Yogyakarta: CV. Andi Offset
  16. Azizah, N., Lina Yuliana dan Elsa Juliana. (2017). Rancang Bangun Sistem Informasi Penggajian Karyawan Harian Lepas pada PT. Flex Indonesia. Jurnal SENSI Vol.3 No.1-Februari 2017, 14 - 21. Diambil dari : http://ejournal.raharja.ac.id/index.php/sensi/article/view/647/490 (diakses 26 Juni 2019).
  17. Rahayu, Nina. dkk. 2017. “SWOT Analysis Recruitment: PT Indo Taichen Textile Industry”. Jurnal Semnasteknomedia . Vol 5 No 1. ISSN : 2302-3805. Diambil dari: https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1643
  18. Ilamsyah, Desy Wiriyanty, dan Eva Setiawati. 2016. Rancang Bangun Sistem Informasi Akuntansi Atas Siklus Pendapatan Pada PT. GMF AERO ASIA. ISSN: 2461-1409. Jurnal SENSI Vol.2 No.2-Agustus 2016. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
  19. Maulani, G., Septiani, D., & Sahara, P. N. 2018. Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory Fasilitas Maintenance Pada PT. PLN (PERSERO) TANGERANG. ICIT Journal, 4(2), 156 – 167.
  20. mulyani, s. Dkk(2018). Sistem Informasi Akuntansi : Aplikasi Disektor Publik . bandung: Unpad Press
  21. 21,0 21,1 Rangkuti, Freddy. 2015. “Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis”. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  22. Bchtiar, Dede, Atikah. 2015. Sistem Informasi Dashboard Kependudukan di Kelurahan Manis Jaya Kota Tangerang. ISSN: 2088-1762. Jurnal SISFOTEK GLOBAL Vol.5 No.1-Maret 2015. Tangerang: Bina Sarana Global.
  23. mulyani, s. Dkk(2018). Sistem Informasi Akuntansi : Aplikasi Disektor Publik . bandung: Unpad Press
  24. Burrahman, Abi. 2017. Membangun Sistem Informasi Akademik Berbasis Web pada Pondok Pesantren Salafiyah Al-Baqiyatussa’diyyah Tembilahan. Jurnal Sistemasi. Vol.6 No.1-Januari 2017. ISSN : 2302-8149
  25. Tyoso, dan Jaluanto Sunu Punjul. 2016. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Deepublish,
  26. Bastaman, R. F. (2015). Perancangan Aplikasi Penyewaan Sarana Dan Prasarana Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Garut. Garut : Jurnal Algoritma, Vol. 12 No.1 : 1-12
  27. Jatmiko, D. P. (2007). Pengantar Manajeman Keuangan : Diandra Kreatif. Yogyakarta: Diandra Kreatif.
  28. Annistyaningrum, L. (2015). EVALUASI INSTALASI SISTEM HIDRAN PADA GEDUNG KANTOR PT. PERTAMINA LUBRICANTS JAKARTA UTARA . JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT , 495-502.
  29. Revana. Dano Quinta, Wisnumurti, dan Nugroho. Agung Murti. 2018. “Kinerja Efisiensi Energi Terhadap Manajemen Biaya Operasional Gedung”Jurnal Rekayasa Sipil. Universitas Brawijaya. Vol.12 No.1 2018 ISSN 1978 - 5658
  30. Yusuf, Muhammad, Ary Budi Warsito, Moh Iqbal Awi Makaram. 2015. “Perancangan SIS+ Menggunakan Metode YII Framework Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Jurnal CCIT Vol. 8 No. 2 Januari 2015
  31. Lee, Sunguk. “Unified Modeling Language (UML) for Database Systems and Computer Applications”. International Journal of Database Theory and Application Vol.5 No.1 (2016:158-159) 2016.
  32. Maimunah, David Ericson Manalu dan Dian Budi Kusuma. 2017. “Perancangan Prototype Visual pada Bagian Desain Sebagai Media Informasi dan Promosi pada PT Sulindafin”. Yogyakarta: Universitas Amikom Yogyakarta.Jurnal Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2017. Vol 5 No 1, ISSN : 2302-3805 diambil dari: (https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1795
  33. Hanafri, Muhammad Iqbal, Siti Maisaroh Mustafa, Arip Hidayat. 2017. Proses Perakitan Trafo Dengan Menggunakan Animasi Multimedia. ISSN : 2088 – 1762. JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol.7 No.1-Maret 2017 Tangerang: SRMIK Bina Saran Global.diambil dari: http://stmikglobal.ac.id/journal/index.php/sisfotek/article/view/117/114.
  34. Henderi. 2017. Diktat Object Modelling With Unified Modelling Language (UML). Tangerang: STMIK Raharja.
  35. Maimunah, David Ericson Manalu dan Dian Budi Kusuma. 2017. “Perancangan Prototype Visual pada Bagian Desain Sebagai Media Informasi dan Promosi pada PT Sulindafin”. Yogyakarta: Universitas Amikom Yogyakarta.Jurnal Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2017. Vol 5 No 1, ISSN : 2302-3805 diambil dari:(https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1795
  36. Chan, Syahrial. 2017. Membuat Aplikasi Database Dengan Power Builder 12.6 Dan MySQL. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
  37. Tim EMS. 2016. PHP 5 Dari Nol. Jakarta: Elex Media Computindo.
  38. Aris, Fadillah, M. A., Muttaqin, F. Z., & Marbun, A. M. (2016). Aplikasi Sistem Informasi Simpan Pinjam pada Koperasi Usaha Bersama Syari’ah At-Tahwil Kota Tangerang. Jurnal STMIK AMIKOM Yogyakarta , 6-7 Februari 2016, 4-12. Diambil dari : https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1322/1244 (diakses 19 Juni 2019).
  39. Maria, Sinta. 2018. Perancangan aplikasi CRM Reservasi Kamar Berbasis Web Pada Hotel Mariani. Jurnal Intra-Tech Vol 2 No 1
  40. Raharjo, Budi. 2016. Pemrograman Web (HTML, PHP & MySQL). Edisi Ketiga. Bandung : Modula.
  41. Cahyono, Puguh. 2016. “Implementasi Strategi Pemasaran Dengan Menggunakan Metode SWOT Dalam Upaya Meningkatkan Penjualan Produk Jasa Asuransi Kecelakaan Dan Kematian Pada PT. Prudential Cabang Lamongan”. Lamongan: Universitas Islam Lamongan. Volume I No.02, Februari 2016 ISSN : 2502-3780.
  42. Mulyati, Tarmizi, R., & Panugali, A. (2018). Sistem Informasi Absensi Berbasis Web pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang. Jurnal ICIT. Vol. 04 No. 02, agustus 2018, 117-127. Diambil dari : http://ejournal.raharja.ac.id/index.php/icit/article/view/558/412 (diakses 16 Juni 2019).
  43. Susena, Edy . Ema Utami, Andi Sunyoto. 2015. Perencanaan Strategis Sistem Informasi Smart Campus Untuk Meningkatkan Pelayanan Di Politeknik Indonusa Surakarta. Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta : Vol. 1 , Nomor 3 ISSN : 2355-5009
  44. Dadan, dan Krendi Developer. 2015. Membuat CMS Multifitur. Cava Media. Jakarta: Elex Media Computindo.
  45. Bulla, Chetan. dkk. 2017. My Campus Android Application. International Journal of Engineering Science and Computing (IJESC). Vol. 7 Issue No. 6.
  46. Fuad,Hilmi ,Sutarman,Yayah.2018.”Perancangan Sistem Infomasi Customer Relationship Management Pelayanan Berbasis Web Di PT Sahabat Kreasi Muda”. JURNAL SISFOTEK GLOBAL.Vol. 8 No. 1.ISSN : 2088 – 1762
  47. Enterprise Jubilee. 2018. Pemrograman Database Dengan Python dan MYSQL. Jakarta: Elex Media Computindo.
  48. 48,0 48,1 Mundzir MF. 2018. Buku Sakti Pemrograman. Yogyakarta : Start Up.
  49. Gerry, Kurniawan Gisma. 2018. Implementasi Teknologi Framework YII Untuk Sistem Penjualan Online di Toko Passion Yogyakarta. Yogyakarta. Skripsi (Thesis) : STMIK Akakom.
  50. Sovia, Rini dan Febio, Jimmy.2017.”Membangun Aplikasi E-Library Menggunakan Html, Php Script, Dan Mysql Database” Jurnal PROCESSOR Vol. 6, No.2
  51. Vidiandry & Supono Putratama, Pemrograman Web dengan menggunakan Framework Codeigniter. Yogyakarta: Deepublish, 2016.
  52. 52,0 52,1 Geovanne, H. I. (2018). “Rancang Bangun Sistem Informasi Pengarsipan Surat Menyurat(Studi Kasus Fakultas Teknik UNP)”. Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan, Vol. 11, No.2 P-ISSN: 2086 – 4981
  53. Zufria,Ilka dan M.Hasan Azhari. 2017. Web-Based Applications in Calculation of Family Heritage (Science of Faroidh). QUERY:Jurnal Sistem Informasi. Vol.1 No.1:50-60
  54. Husain, A., & Ariyanti, F. 2016. Perancangan Database Relational Pada Toko Buku Online. CERITA Journal, 2(2), 133-141
  55. Hosseini, Asrin. Ahmadi, Amir Sheikh. 2015. Predicting Fault in the Process of Producing Important Android Applications using data Mining Techniques. International Journal of Computer Applications. Vol.131, No.13, December2015. diambil dari : https://pdfs.semanticscholar.org/af13/94064d6b422ab02c906dbfd777a16131d457.pdf
  56. Yusuf, Muhammad, Ary Budi Warsito, Moh Iqbal Awi Makaram. 2015. “Perancangan SIS+ Menggunakan Metode YII Framework Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Jurnal CCIT Vol. 8 No. 2 Januari 2015
  57. Kumar, Manish, et al. 2015, “A Comparative Study of Black Box Testing and White Box Testing Techniques”. International Journal of Advance Research in Computer Science and Management Studies. Vol.3, No.33.
  58. Suryana, Abas. dkk. 2015. Requirement Elicitation dan Pembuatan Program dalam Penelitian Teknologi Informasi. Jurnal ICIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
  59. Ariawan Jesa, Sri Wahyuni. 2015. Aplikasi Pengajuan Lembur Karyawan Berbasis Web. ISSN : 2088 – 1762. Jurnal SISFOTEK GLOBAL. Vol.5 No.1 Maret 2015.
  60. Amrullah, Agit., Rifda Faticha Alfa., Danang Sutedjo., Renna Yanwastika Ariyana., Hendi S dan Eri Sasmita Susanto. (2016). Kajian Kebutuhan Perangkat Lunak Sistem Informasi Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Pada Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Yogyakarta: Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia, 25-30. Diambil dari : https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1344/1263 (diakses 26 Juni 2019).
  61. Setyosari Punaji. 2016. Metode Penelitian Pendidikan Dan Pengembangan cetakan ke-5 2016 . Jakarta : Prenadamedia Grroup.
  62. Ariawan Jesa, Sri Wahyuni. 2015. Aplikasi Pengajuan Lembur Karyawan Berbasis Web. ISSN : 2088 – 1762. Jurnal SISFOTEK GLOBAL. Vol.5 No.1 Maret 2015
  63. Adhista, Nova. dkk. 2017. Perancangan Sistem Informasi Penilaian Kinerja Karyawan SPG Berstatus Kontrak pada PT. Softex Indonesia Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW). Jurnal Stategic of Education In Information System (SENSI). Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Vol.3 No.2.
  64. Prastya, Andreas. 2016. “Sistem Informasi Penyewaan Mobil Berbasis Web Di Satrio Langit G-Zone, Stmik Akakom Yogyakarta. 19 September 2016
  65. Ramadhan, Ryan Kusuma. 2018. “Aplikasi Booking Online Penyewaan Wisma dan Gedung Aula PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumatra Barat Berbasis Web dan Mobile. Universitas Andalas. 27 Maret 2018
  66. Juniardi, Yudha dkk. 2018. “Perancangan Sistem Informasi Penyewaan Gedung Pada Gedung Balai Komando Kopassus Berbasis Web”. Informatika Jurnal Ilmu Komputer Vol. 1 No.1- April 2018
  67. Nugraha, Aditya Akbar dan Sugiono. 2017. “Sistem Informasi Penyewaan Gedung Olahraga Indoor Kabupaten Brebes”. Junral Komputer AMIK YMI Tegal, Vol.1 No.1 48-60. Maret 2017. ISSN 2548-5768
  68. Ulya, Wahyu Hidayah. 2018. “Sistem Informasi Portal Penyewaan Gedung Serbaguna Di Kabupaten Kudus Berbasis Web”. Universitas Maria Kudus. 23 Agustus 2018
  69. Saito, Taiga. Akihiko Takahashia, NoriakiKoideb dan YuIchifuji 2019. “Application of online booking data to hotel revenue management”. International Journal of Information Management. Vol.46 37-53. Juni 2019
  70. G.Van der heide, N.D.Van Foreest, K.J.Roodbergen .2018.” Optimizing stock levels for rental systems with a support warehouse and partial backordering”. European Journal of Operational Research. Volume 265, Issue 1, 16 February 2018, Pages 107-118
  71. P. Coelho, C.silva, L.M.Ferreira, dan B.franca. 2018. “Operational improvement of an industrial equipment rental system using discrete” IFAC PapersOnLine. 51-11 (2018) 478–483


Contributors

Admin, Alimimaduddin