SI1331475790: Perbedaan revisi

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari
[revisi terperiksa][revisi terperiksa]
(A. Definisi Sistem Komputer)
(B. Jenis-jenis Hardware)
Baris 577: Baris 577:
 
==== B. Jenis-jenis Hardware ====
 
==== B. Jenis-jenis Hardware ====
 
<p style="text-indent: 3em">Menurut Rita Melina (2016:1)<ref name="[04]"></ref>,Jenis-jenis hardware terdiri dari 9 bagian diantaranya sebagai berikut : </p>
 
<p style="text-indent: 3em">Menurut Rita Melina (2016:1)<ref name="[04]"></ref>,Jenis-jenis hardware terdiri dari 9 bagian diantaranya sebagai berikut : </p>
 
 
<ol>
 
<ol>
 
<li>CPU (Central Processing Unit)<br>
 
<li>CPU (Central Processing Unit)<br>
Baris 606: Baris 605:
 
Perangkat lunak untuk melakukan operasi penulisan, pembacaan dan penyimpanan data diluar komponen utama.  
 
Perangkat lunak untuk melakukan operasi penulisan, pembacaan dan penyimpanan data diluar komponen utama.  
 
</li>
 
</li>
</ol>
 
  
 
=<div style="text-align: center;line-height: 1;">'''DAFTAR PUSTAKA'''</div>=
 
=<div style="text-align: center;line-height: 1;">'''DAFTAR PUSTAKA'''</div>=

Revisi per 10 Agustus 2017 05.37

 

PROTOTYPE SISTEM CONTROLLING KEAMANAN

DENGAN MENGGUNAKAN DRONE QUADCOPTER

BERBASIS ARDUCOPTER PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

 

SKRIPSI

 

Logo stmik raharja.jpg

 

OLEH:

1331475790 Jendi Suryadi

 

JURUSAN SISTEM KOMPUTER

KONSENTRASI COMPUTER SYSTEM

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

TANGERANG

(2016/2017)

 

 

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

 

PROTOTYPE SISTEM CONTROLLING KEAMANAN

DENGAN MENGGUNAKAN DRONE QUADCOPTER

BERBASIS ARDUCOPTER PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

 

Disusun Oleh:

NIM  : 1331475790
Nama  : Jendi Suryadi
Jenjang Studi  : Strata Satu
Jurusan  : Sistem Komputer
Konsentrasi  : Computer System

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, 21 Juli 2017

Ketua         Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA         Jurusan Sistem Komputer
           
           
           
           
(Ir. Untung_Rahardja, M.T.I)         (Ferry Sudarto, S.Kom,, M.Pd)
NIP : 00594         NIP : 079010

 

 

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

 

PROTOTYPE SISTEM CONTROLLING KEAMANAN

DENGAN MENGGUNAKAN DRONE QUADCOPTER

BERBASIS ARDUCOPTER PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

 

Dibuat Oleh :

NIM  : 1331475790
Nama  : Jendi Suryadi

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Komputer

Konsentrasi Computer System

Disetujui Oleh :

Tangerang, 21 Juli 2017

Pembimbing I     Pembimbing II
       
       
       
       
(Fredy Susanto, M.Kom)     (Ignatius Agus Supriyono, , S.kom.,MM)
NID : 04051     NID : 09004

 

 

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

 

PROTOTYPE SISTEM CONTROLLING KEAMANAN

DENGAN MENGGUNAKAN DRONE QUADCOPTER

BERBASIS ARDUCOPTER PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

 

Dibuat Oleh :

NIM  : 1331475790
Nama  : Jendi Suryadi

 

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Komputer

Konsentrasi Computer System

Tahun Akademik 2016/2017

 

Disetujui Penguji :

Tangerang, 29 September 2016

Ketua Penguji   Penguji I   Penguji II
         
         
         
         
(---------,)   (----------, )   (------------,)
NID :------------   NID :---------   NID :---------

 

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

 

Saya yang bertandatangan di bawah ini,

NIM  : 1331475790
Nama  : Jendi Suryadi
Jenjang Studi  : Strata Satu
Jurusan  : Sistem Komputer
Konsentrasi  : Computer System

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 21 Juli 2017
Jendi Suryadi
NIM. 1331475790

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

 

 

ABSTRAKSI

Perkembangan teknologi dari tahun ketahun berkembang dengan pesat dan telah memberikan banyak keuntungan dalam segala kebutuhan atau keperluan manusia, baik dalam bidang informasi, komunikasi, transportasi, dan bidang-bidang lainnya. Salah satu teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah pesawat tanpa awak (Drone) yang dikendalikan dari kejauhan menggunakan remote kontrol. Drone atau pesawat tanpa awak saat ini digunakan untuk kebutuhan foto atau video, untuk memantau suatu wilayah, berbagai keperluan sipil, profesional dan militer. Drone jenis quadcopter merupakan salah satu jenis drone yang banyak digunakan karena memiliki beberapa kelebihan yaitu dapat terbang dengan baik karena memiliki 4 motor brushless yang menjadi penggerak utama dan desain rangka yang sederhana. Dalam penulisan ini, penulis bermaksud untuk merancang sebuah drone dengan jenis quadcopter yang dapat terbang dengan stabil dan jarak tempuh yang jauh sehingga dapat membantu security dalam menjalankan tugasnya. Kontroler yang dipakai pada rancangan ini adalah arducopter. Maka dari itu penulis mengambil judul “Prototype Sistem Controlling Keamanan Dengan Menggunakan Drone Quadcopter Berbasis Arducopter Pada Perguruan Tinggi Raharja. Semoga saja dengan alat ini bisa membantu Perguruan Tinggi Raharja yang saya observasi ini.

Kata Kunci: Drone Quadcopter, Arducopter, Perguruan Tinggi Raharja

 

ABSTRACT

Technological developments from year to year developed rapidly and have provided many advantages in all human needs or needs, communications, transportation, and other fields. One of the fastest growing technologies today is the remote controlled drone (Drone). Drones or drones are currently used for photo or video needs, to monitor a territory, a variety of civil, professional and military needs. Drone type quadcopter is one type of drone that is widely used because it has some advantages that can fly well because it has 4 brushless motor that became the main mover and simple frame design. In this writing, the author intends to design a drone with a quadcopter type that can fly with a stable and a long distance so that it can help the security in carrying out its duties. The controller used in this design is the arducopter. Therefore the author took the title "Prototype Controlling System Security Using Drone Quadcopter Based Arducopter At Higher Education Raharja. Hopefully with this tool can help Higher Education Raharja that I observation this.

Keywords: Drone Quadcopter, Arducopter

 

 

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’aalamin.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan beribu-ribu nikmat kepada kita semua, sejuta langkah serta melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga laporan Skripsi Penulis dapat berjalan dengan baik dan selesai sesuai harapan dengan judul “Prototype Sistem Controlling Keamanan Dengan Menggunakan Drone Quadcopter Berbasis Arducopter Pada Perguruan Tinggi Raharja”

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom) untuk jenjang S1 di Perguruan Tinggi Raharja, Cikokol Tangerang. Sebagai bahan penulisan, Penulis memperoleh informasi berdasarkan hasil observasi dan studi pustaka dari berbagai sumber yang mendukung penulisan laporan ini.

Saya pun menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak penyusunan laporan Skripsi ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pada kesempatan ini, izinkanlah penulis menyampaikan pujian dan terimakasih kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku selaku Ketua STMIK RAHARJA.
  2. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si selaku Direktur STMIK Raharja.
  3. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom selaku Pembantu Ketua I Bidang AkademikSTMIK Raharja.
  4. Bapak Ferry Sudarto, S.Kom,.M.Pd. selaku Kepala Jurusan Sistem Komputer STMIK Raharja.
  5. Bapak Fredy Susanto M.Kom.,CCNA.,MTCNA selaku Dosen pembimbing pertama yang telah membantu serta memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis..
  6. Bapak Ignatius Agus Supriyono,S.Kom.,MM. Selaku Dosen pembimbing kedua, terimakasih atas pengarahan serta saran yang telah diberikan kepada penulis, sehingga dapat menjalani skripsi ini dengan penuh ilmu dan semangat..
  7. Bapak Rusidi sebagai Komandan Regu Security STMIK Raharja sekaligus stakeholder yang telah banyak berkontribusi dan memberikan informasi, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi dengan tepat waktu.
  8. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.
  9. Kepada Orang Tua yang selama ini telah setia memberikan dorongan semangat, perhatian, dan doa.
  10. Semua rekan-rekan mahasiswa/i yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan Skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan sebagai pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Semoga Laporan Skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Tangerang, 24 Juli 2017
Jendi Suryadi
NIM. 1331475790

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perkembangan teknologi dari tahun ketahun berkembang dengan pesat dan telah memberikan banyak keuntungan dalam segala kebutuhan atau keperluan manusia, baik dalam bidang informasi, komunikasi, transportasi, dan bidang-bidang lainnya. Salah satu teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah pesawat tanpa awak (Drone) yang dikendalikan dari kejauhan menggunakan remote kontrol. Drone awalnya digunakan di dunia militer. Drone juga diimplementasikan dalam operasi pencarian dan mengontrol keamanan sebuah wilayah atau aplikasi sipil lainnya, seperti kepolisian, security, pemadam kebakaran dan sekarang banyak digunakan didunia pertanian untuk menyiram tanaman.

Teknologi pesawat tanpa awak (Drone) mengalami perjalanan panjang. Konsep penerbangan udara tak berawak ini pertama kali pada 22 Agustus 1849, ketika Austria menyerang kota Venesia Italia dengan balon tak berawak yang membawa peledak. Beberapa balon diluncurkan dari kapal Austria Vulcano. Beberapa balon mencapai sasarannya dan sebagian besar terbawa angin dan berubah arah.

Di Perguruan Tinggi Raharja sistem keamanan kampus hanya mengandalkan security untuk berkeliling mengontrol keamanan kampus dan kamera pengintai atau biasa disebut kamera CCTV untuk merekam. Karena lemahnya sistem kemanan kampus yang diterapkan timbul ide penulis untuk membuat judul “PROTOTYPE SISTEM CONTROLLING KEAMANAN DENGAN MENGGUNAKAN DRONE QUADCOPTER BERBASIS ARDUCOPTER PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA”.

Dengan prototype atau sistem yang akan penulis buat, Drone akan memudahkan security dalam mengontrol lingkungan sekitar area kampus. Security hanya mengendalikan Drone dari Pos jaga dengan menggunakan remote control dan Drone akan terbang keliling mengontrol lingkungan kampus.

Rumusan Masalah

Beberapa hal yang menjadi perumusan dalam penyusunan laporan ini antara lain:

  1. Bagaimana cara membuat drone quadcopter berbasis arducopter?
  2. Bagaimana cara kerja drone quadcopter berbasis arducopter dengan menggunakan remote kontrol ?
  3. Bagaimana cara mengkonfigurasi kamera untuk mengirim video ke komputer yang ada di departement security?

Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup yang dibatasi pada penulisan penelitian ini yaitu:

  1. Pembuatan Prototype untuk sistem keamanan dengan menggunakan Drone Quadcopter berbasis Arducopter.
  2. Drone hanya digunakan untuk mengontrol lingkungan sekitar kampus.
  3. Drone hanya dapat dikendalikan menggunakan remote control dan Smartphone.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang ingin dicapai dari penulisan laporan ini adalah:

1. Tujuan individual

a. Untuk memenuhi syarat kelulusan jenjang sastra (S1).

b. Mengimplementasikan dan menerapkan ilmu yang didapat selama masa perkuliahan.

c. Sebagai bentuk kontribusi konsep CCIT & COS pada jurusan Sistem Komputer di STMIK Raharja

2. Tujuan Fungsional

a. Hasil dari penelitian dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh Perguruan Tinggi Raharja.

b. Sebagai bahan acuan atau referensi bagi Perguruan Tinggi Raharja dan mahasiswa dimasa yang akan datang.

3. Tujuan Operasional

a.Membantu menyelesaikan masalah sistem keamanan kampus yang diterapkan di Perguruan Tinggi Raharja

b.Mencoba mengimplementasikan sebuah teknologi Drone Quacopter dalam meningkatkan keamanan kampus di Perguruan Tinggi Raharja

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat dihasilkan dari penelitian ini adalah:

1. Manfaat Individual.

a. Dapat mengembangkan ilmu yang penulis dapatkan selama di perkuliahan

b. Menambah wawasan dan memberikan terobosan baru pada tempat perkuliahan.

c. Memberikan kepuasan tersendiri bagi penulis karena dapat menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan meringkan pekerjaan Departement security.

2. Manfaat Fungsional

a. Memperoleh data secara Real Time dan berulang kali untuk mengontrol bidang penelitian sesering yang diperlukan.

b. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan Drone Quadcopter.

3. Manfaat Operasional

a. Drone diharapkan dapat meningkatkan keamanan dilingkungan kampus.

b. Drone diharapkan dapat memberikan kemudahan security dalam mengontrol lingkungan kampus.

Metode Penelitian SDLC (System Development Life Cycle)

Perencanaan

Perencanaan adalah sebuah proses dasar untuk memahami mengapa sebuah sistem itu harus dibangun, dan pada fase ini memang diperlukan analisa kelayakan dengan mencari data atau melakukan proses informasi gathering kepada para pengguna.

Analisa

1. Analisa Sistem

Pada metode ini peneliti menganalisa sistem-sistem yang sudah ada dengan beberapa poin, seperti bagaimana cara kerja sistem, apa saja komponen yang membangun sistem tersebut dan juga kekurangan dari sistem tersebut.

2. Analisa Perancangan program

Metode Analisa Perancangan Program pada penelitian Skripsi ini, peneliti menggunakan bagan alir program (Flowchart Program).

Perancangan

Dalam laporan Skripsi ini perancangan yang digunakan adalah Metode Perancangan Flowchart terlebih dahulu yang didesain sesuai cara kerja sistem. Pada perancangan alat menggunakan Diagram Blok, karena metode ini dimaksudkan untuk alat apa saja yang digunakan dan bagaimana sistem itu dirancang. Pada pembuatan alat ini, penulis menggunakan alat seperti : Arducopter sebagai flightcontrol-nya untuk mengendalikan fungsi drone.

Implementasi

Tahap ini merupakan tahap meletakan sistem supaya siap dioperasikan. Implementasi sistem juga merupakan proses mengganti atau meninggalkan sistem yang lama dengan mengganti sistem yang baru. Untuk menggantikan sistem yang lama ke sistem yang baru perlu adanya pendekatan atau strategi supaya berhasil.

Prototype

Pada Metode ini menggunakan metode prototyping yaitu proses pembuatan model sederhana software yang mengizinkan pengguna memiliki gambaran dasar tentang program serta melakukan pengujian awal.

Metode prototype yang digunakan adalah metode prototype evolutionary karena metode prototype ini secara terus menerus dikembangkan hingga prototype tersebut memenuhi fungsi dan prosedur yang dibutuhkan oleh device system.

Pengujian

Pada Metode Pengujian ini peneliti menggunakan Metode Pengujian 'Black Box Testing, 'Black Box Testing' adalah metode uji coba yang memfokuskan pada keperluan Software. Karena itu, uji coba Black Box memungkinkan pengembangan Software pada arducopter untuk membuat himpunan kondisi input yang melatih seluruh syarat-syarat fungsional suatu program diantaranya drone dapat berbelok kekiri dan kekanan serta beberapa fitur seperti FollowMee dan Lock Position. Metode Pengujian Black Box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya fungsi-fungsi yang salah atau hilang dan kesalahan kinerja.

Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan dan memahami lebih jelas tentang penulisan Skripsi ini, maka penulis mengelompokan materi penulisan menjadi 5 bab yang saling berkaitan antara masing-masing bab dengan yang lainnya sehingga menjadi kesatuan yang utuh. Penulisan laporan terbagi dalam beberapa bab yang berisi urutan secara garis besar dan kemudian dibagi lagi dalam sub bab yang akan membahas dan menguraikan masalah yang lebih terperinci.

BAB I PENDAHULUAN
    Pada Bab ini berisi tentang Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Ruang Lingkup, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Metode Penelitian, dan Sistematika Penulisan yang digunakan dalam penyusunan Laporan..
BAB II LANDASAN TEORI
    Bab ini berisikan tentang Teori Umum yang terdiri dari beberapa definisi, teori, dan istilah-istilah umum yang digunakan dalam penulisan laporan penelitian Skripsi. Teori Khusus berisi definisi, teori, dan istilah-istilah yang bersifat khusus atau mendetail yang memiliki relevansi dengan judul penelitian, dan Literature Review yang merupakan beberapa referensi penelitian sejenis dan relevan dengan judul penelitian.
BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN
    Bab ini menjelaskan tentang gambaran umum Perguruan Tinggi Raharja, sejarah singkat Perguruan Tinggi Raharja, struktur organisasi, permasalahan yang dihadapi, alternatif pemecahan masalah, analisa proses, sistem yang berjalan, serta alternatif pemecahan masalah.
BAB IV HASIL PENELITIAN
    Bab ini berisikan Metode Pengujian Alat, Pengujian Black Box Sistem Yang Diusulkan, Pengujian Prototipe Alat, Konfigurasi Sistem Usulan, Implementasi, Hak Akses, Schedule, dan Estimasi Biaya Penelitian atau Pembuatan Alat.
BAB V PENUTUP
    Bab ini berisi Kesimpulan dari hasil penelitian dan pengujian alat, beberapa Saran untuk pengembangan lebih lanjut, serta Kesan dalam menjalankan Skripsi.

DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka ini berisi studi pustaka yang digunakan sebagai referensi untuk menyusun laporan ini.

LAMPIRAN
Lampiran ini merupakan daftar yang memuat keseluruhan lampiran-lampiran yang melengkapi laporan sebagai lampiran.

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Menurut Rusdiana dan Moch Irfan (2014:29)[1], “Sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai tujuan dari sistem tersebut”.

Menurut Taufiq (2013:2)[2], “Sistem adalah kumpulan dari sub-sub sistem abstrak maupun fisik yang saling terintegrasi dan berkolaborasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”

Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekelompok unsur yang saling terhubung satu sama lain yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.

Karakteristik Sistem

Menurut Hartono (2013:14)[3], bahwa sebuah sistem memiliki paling sedikit sepuluh karakteristik sebagai berikut :

  1. Komponen (Components)
    Komponen Sistem adalah bagian-bagian atau elemen-elemen yang dapat berupa benda atau manusia, berbentuk nyata atau abstrak, dan disebut subsistem
  2. Penghubung antar bagian (Interface)
    Sesuatu yang bertugas menjembatani satu bagian dengan bagian lain, dan memungkinkan terjadinya interaksi/komunikasi antar bagian.
  3. Batas (Boundary)
    Sesuatu yang membedakan antara satu sistem dengan sistem atau dengan sistem-sistem lain.
  4. Lingkungan (Environment)
    Segala sesuatu yang berada diluar sistem dan dapat bersifat menguntungkan atau merugikan sistem yang bersangkutan.
  5. Masukan (Input)
    Sesuatu yang merupakan bahan untuk diolah atau diproses oleh sistem.
  6. Keluaran (Output)
    Berbagai macam bentuk hasil atau produk yang dikeluarkan dari pengolahan.
  7. Tujuan (Goal/Objective)
    Sesuatu atau keadaan yang ingin dicapai oleh sistem, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
  8. Sensor dan Kendali (Sensor and Control)
    Sesuatu yang bertugas untuk memantau dan menginformasikan perubahan-perubahan didalam lingkungan dan dalam diri sistem kepada sistem.
  9. Umpan Balik (Feedback)
    Informasi tentang perubahan-perubahan lingkungan dan perubahan-perubahan (penyimpangan) dalam diri sistem.

Klasifikasi Sistem

Menurut A.Rusdiana dan Moch.Irfan (2014:35)[1], Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya :

  1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik.
    Sistem Abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem Fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akutansi, sistem produksi, dan sebagainya.
  2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia.
    Sistem Alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem Buatan Manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dan mesin disebut dan human-machine system atau ada yang menyebutkan dengan man-machine system. Sistem informasi akutansi merupakan contoh man-machine system karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
  3. Sistem Tertentu dan Sistem Tidak Tentu.
    Sistem Tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat di prediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem Komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem Tidak Tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat di prediksi karena mengandung unsur probabilitas.
  4. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka.
    Sistem Tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem Terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem lainnya. Karena sistem bersifat terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, suatu sistem harus mempunyai sistem pengendalian yang baik.

Tujuan Sistem

Menurut Taufiq (2013:5)[2],“Tujuan Sistem merupakan sasaran atau hasil yang diinginkan. Manusia, tumbuhan, hewan organisasi, lembaga dan lain sebagainya pasti memiliki tujuan yang bermanfaat minimal bagi dia sendiri atau bagi lingkungannya. Tujuan sangatlah penting karena tanpa tujuan yang jelas segala sesuatu pasti akan hancur dan berantakan tapi dengan tujuan yang jelas akan lebih besar kemungkinan akan tercapai sasarannya. Begitu juga sistem yang baik adalah sistem yang memiliki tujuan yang jelas dan terukur yang memungkinkan untuk dicapai dan memiliki langkah-langkah yang terstuktur untuk mencapainya. Dengan tujuan yang jelas dan terukur serta menggunkan langkah-langkah terstruktur kemungkinan besar sistem itu akan tercapai tujuannya sesuai dengan apa yang telah menjadi tujuannya”.

Konsep Dasar Sistem Komputer

A. Definisi Sistem Komputer

Menurut Rita Melina (2016:1)[4],“Sistem komputer adalah elemen-elemen yang terkait menjalankan suatu aktifitas dengan menggunakan komputer. Elemen dari komputer terdiri dari manusianya (brainware) perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

Komponen-komponen dalam sistem komputer terbagi 3, yang tidak bisa terpisahkan satu dengan yang lainnya yaitu:

  1. Hardware (Perangkat Keras)
    • Perangkat output
    • Perangkat input
    • Media penyimpanan
    • Pemrosesan
  2. Software (Perangkat Lunak)
    • Sistem operasi
    • Program aplikasi
    • Bahasa pemograman
  3. Brainware (Orang Yang Mengoperasikan Komputer)
    • Analisa sistem
    • Programmer
    • Operator

    B. Jenis-jenis Hardware

    Menurut Rita Melina (2016:1)[4],Jenis-jenis hardware terdiri dari 9 bagian diantaranya sebagai berikut :

    1. CPU (Central Processing Unit)
      Memproses atau mengeksekusi intruksi atau program. CPU juga akan berkomunikasi dengan perangkat input, output, dan storage.
    2. ALU (Arithmetic Logic Unit)
      Alat yang melakukan operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan. Tujuan menghasilkan keputusan dari operasi logika sesuai dengan intruksi program
    3. CU (Control Unit)
      Mengatur dan mengendalikan semua peralatan yang ada pada sistem komputer. Mengartikan dan mengirimkan intruksi ke ALU. Membawa data dari alat input ke memori utama untuk di olah. Membawa hasil olahan data kembali ke memori utama untuk disimpan.
    4. Register
      Alat penyimpanan berukuran kecil dengan kecepatan akses cukup tinggi. Fungsi penyimpanan data dan intruksi yang sedang di proses, sementara data dan intruksi lainnya menunggu di dalam memori utama.
    5. Input Device
      Perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan perintah ke dalam komputer. Alat : keyboard, Microfont, dll
    6. Output Device
      Berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Alat : monitor, Printer, Speaker, Storage device
    7. RAM (Read Access Memory)
      Menyimpan program yang diolah untuk sementara waktu.
    8. ROM (Read Only Memory)
      Memori yang hanya bisa di baca dan berguna sebagai penyedia informasi pada saat komputer pertama kali digunakan. Berupa sistem operasi yang terdiri dari program.
    9. Storage Eksternal
      Perangkat lunak untuk melakukan operasi penulisan, pembacaan dan penyimpanan data diluar komponen utama.
    10. DAFTAR PUSTAKA

      1. 1,0 1,1 Rusdiana, Irfan. 2014. “Sistem Informasi Manajemen”. Bandung: Pustaka Setia.
      2. 2,0 2,1 Taufiq, Rohmat. 2013 “Sistem Informasi Manajemen”. Yogyakarta : Graha Ilmu Offset
      3. Hartono, Bambang. 2013 “Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer. ”. Jakarta : PT Asdi Mahasatya Offset
      4. 4,0 4,1 Melina, Rita. 2016“Dasar Sistem Komputer.”. Diambil dari https://blog.uad.ac.id

      </div>