SI1233472815: Perbedaan revisi

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari
[revisi tidak terperiksa][revisi tidak terperiksa]
Baris 15: Baris 15:
  
 
<div style="font-size: 14pt;font-family: 'times new roman';text-align: center;">
 
<div style="font-size: 14pt;font-family: 'times new roman';text-align: center;">
<p style="line-height: ">'''NAMA : [[Taupan Fauzi SudarmawanN]]'''</P></div>
+
<p style="line-height: ">'''NAMA : [[Taupan Fauzi Sudarmawan]]'''</P></div>
 
<div style="font-size: 14pt;font-family: 'times new roman';text-align: center;">
 
<div style="font-size: 14pt;font-family: 'times new roman';text-align: center;">
 
<p style="line-height: 2">'''NIM : 1233472815'''</P></div>
 
<p style="line-height: 2">'''NIM : 1233472815'''</P></div>

Revisi per 22 Februari 2017 11.55

PENERAPAN ALAT PENGUKUR KADAR AIR

ZAT KIMIA BERBASIS ARDUINO UNO

PADA BADAN LINGKUNGAN HIDUP

DAERAH KAB.CIREBON


LAPORAN SKRIPSI


jpg


OLEH :

NAMA : Taupan Fauzi Sudarmawan

NIM : 1233472815


JURUSAN SISTEM KOMPUTER

KONSENTRASI Creative Communication and Innovative Technology

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

(2016/2017)

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI


PENERAPAN ALAT PENGUKUR KADAR AIR ZAT KIMIA

BERBASIS ARDUINO UNO PADA BADAN LINGKUNGAN

HIDUP DAERAH KAB. CIREBON


Disusun Oleh :

NIM
: 1233472815
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
Konsentrasi


   

Disahkan Oleh :

Tangerang, 2017

Ketua
       
Kepala Jurusan
       
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
( Ferry Sudarto, S.Kom., M.Pd)
NIP : 99001
       
NIP : 079010

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING


PENERAPAN ALAT PENGUKUR KADAR AIR ZAT KIMIA

BERBASIS ARDUINO UNO PADA BADAN LINGKUNGAN

HIDUP DAERAH KAB. CIREBON


Dibuat Oleh :

NIM
: 123347815
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Komputer

Konsentrasi Creative Communication and Innovative Technology

Tahun Akademik 2016/2017


Disetujui Oleh :

Tangerang, Januari 2017

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
( Moch. Ibnu Safari, M.Kom., MM)
   
( Sudaryono, Dr.,Ir.,M.Pd)
NID : 14009
   
NID : 09006

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI


PENERAPAN ALAT PENGUKUR KADAR AIR ZAT KIMIA

BERBASIS ARDUINO UNO PADA BADAN LINGKUNGAN

HIDUP DAERAH KAB. CIREBON


Disusun Oleh :

NIM
: 1233472815
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Komputer

Konsentrasi Creative Communication and Innovative Technology

Tahun Akademik 2016/2017

Disetujui Penguji :

Tangerang, Januari 2017

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_____________)
 
(_____________)
 
(_____________)
NID : _______
 
NID : _______
 
NID : ________


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini, :

NIM
: 1233472815
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
Konsentrasi

   

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, Januari 2017

 
 
 
 
 
NIM : 1233472815

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRAKSI

Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat terpisahkan adalah Air. Tidak hanya penting bagi manusia Air merupakan bagian yang penting bagi makhluk hidup baik hewan dan tubuhan. Tanpa air kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia inti karena semua makhluk hidup sangat memerlukan air untuk bertahan hidup. Seiring dengan perkembangan teknologi tersebut, peranan peralatan pembantu dalam mempermudah kegiatan manusia dan peralatan kontrol sebagai penunjang dalam peningkatan kebutuhan masyarakat yang semakin besar. Proses penanganan pencemaran air pada lingkungan, terutama pada kawasan industri masih minim dilakukan oleh pihak Badan Lingkungan Hidup (BLHD), karena kurangnya fasilitas yang memadai, maka dibuatlah suatu alat “Perancangan Alat Pengukur Tingkat Pencemaran Zat Kimia Menggunakan Sensor PH Berbasis Arduino” pengukur tingkat pencemaran air menggunakan arduino sebagai otak dari alat serta dapat dirancang dengan komponen pendukung alat yang meliputi : menggunakan arduino uno, PH Sensor, rangkaian elektronika dan LCD Display 16x2

Kata Kunci : Arduino uno, PH Sensor, rangkaian elektronika dan LCD Display

ABSTRACT

One of the basic needs of daily living things in this world that can not be separated is water. Not only is it important for people Water is a necessary part of living beings both animals and tubuhan. Without water there is no possibility of life on earth core because all living beings are in need water to survive. Along with the development of these technologies, the role of auxiliary equipment to facilitate human activity and control equipment as a support in the improvement of society's growing needs. Handling process water pollution in the environment, particularly in the industrial area is still minimal carried out by the Environment Agency (BLHD), due to the lack of adequate facilities, then they invented a tool "Design Gauges Level of Contamination Chemical Sensor Using the PH-Based Arduino" measuring pollution levels water use arduino as the brain of the device and can be designed with a tool supporting components include : using arduino uno, PH sensor, electronic circuit and LCD Display

Keywords : Arduino Uno, PH sensor, electronic circuit and LCD Display

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Skripsi ini dengan baik. Laporan ini disajikan dalam bentuk buku. Adapun judul yang diambil dalam penyusunan Skripsi ini adalah "Penerapan Alat Pengukur Kadar Air Zat Kimia Berbasis Arduino Uno Pada Badan Lingkungan Hidup Daerah Kab.Cirebon".

Tujuan pembuatan laporan Skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom) di Perguruan Tinggi Raharja. Sebagai bahan penulisan, data dikumpulkan berdasarkan hasil observasi, wawancara dan sumber literature yang mendukung penulisan ini

Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan banyak pihak, maka penulis tidak akan dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik dan tepat waktu. Oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan Skripsi ini, antara lain:

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Presiden Direktur Perguruan Tinggi Raharja
  2. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom selaku pembantu Ketua I Bidang Akademik STMIK Raharja.
  3. BapakFerry Sudarto, S.Kom., M.Pd selaku Kepala Jurusan Sistem Komputer STMIK Perguruan Tinggi Raharja.
  4. Bapak Moch. Ibnu Safari, M.Kom. sebagai Dosen Pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis
  5. Bapak Sudaryono, Dr.,Ir.,M.Pd selaku Dosen Pembimbing II, yang telah meluangkan waktunya dan memberikan arahan serta saran-saran kepada penulis sehingga Laporan Skripsi ini bisa penulis selesaikan
  6. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis
  7. Bapak Tata, selaku Stakeholder dalam penyusunan Skripsi ini
  8. Kedua orang tua, dan adik yang telah memberikan dukungan, baik moril, materil, maupun doa untuk keberhasilan kepada penulis
  9. Terimakasih kepada Teman seperjuangan novi, fijay, saeful, agung, danang, ato, Ryan Septian yang telah memberikan saya semangat dan motivasi
  10. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah ikut membantu dalam penyusunan Laporan Skripsi ini

Penulis menyadari bahwa dalam penyajian dan penyusunan laporan Skripsi ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, baik dalam penulisan, penyajian ataupun isinya. Oleh karena itu, penulis senantiasa menerima kritik dan saran yang bersifat membangun agar dapat dijadikan acuan untuk menyempurnakannya dimasa yang akan datang.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih atas perhatian dari pembaca. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Dan semoga laporan Skripsi ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi seluruh pembaca sekalian.


Tangerang, Januari 2017
Taupan Fauzi Sudarmawan

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Perubahan besar bangsa Indonesia khususnya pada lingkungan, sebagian besar lingkungan hidup di Indonesia telah tercemar di sebabkan oleh aktivitas manusia modern. Perilaku manusia modern tersebut tidak mau berfikir panjang pada pencemaran air yang berdampak pada sumber daya alam (SDA), pencemaran air ini merupakan masalah global utama yang membutuhkan evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat internasional hingga sumber air pribadi dan sumur).

Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, sehingga tidak ada kehidupan seandainya tidak ada air di bumi. Namun, air dapat menjadi bencana jika air sudah tercemar oleh bahan komponen – komponen anorganik, diantaranya berbagai logam berat yang sangat berbahaya. Komponen – komponen logam berat ini berasal dari kegiatan industri, pada kegiatan industri ini yang melibatkan penggunaan logam berat antara lain industri tekstil, pelapisan logam, cat / tinta warna, dan percetakan. Beberapa logam berat ternyata telah mencemari air dan melebihi batas yang sangat berbahaya.

Adanya logam berat dalam lingkungan dapat mempengaruhi beberapa kerusakan pada kehidupan air. Disamping itu terdapat fakta bahwa logam berat membunuh mikro organisme. Hampir semua garam logam berat dapat larut dalam air membentuk larutan sehingga tidak dapat dipisahkan dengan pemisahan fisik.

Dalam tata kehidupan manusia, air sangatlah dibutuhkan pada kehidupan sehari – hari, maka air memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan kepentingan lainnya. Di samping itu air yang kita gunakan harus berstandart 3B yaitu tidak berwarna, tidak berbau dan tidak beracun. Tetapi banyak kita lihat air yang berwarna keruh dan berbau sering kali bercampur dengan benda – benda sampah seperti plastik, sampah organik, kaleng dan sebagainnya. Pemandangan seperti ini sering kita jumpai pada aliran sungai, selokan maupun kolam- kolam. Air yang demikian disebut air kotor atau air yang terpolusi. Air yang terpolusi mengandung zat- zat yang berbahaya yang dapat menyebabkan dampak buruk dan merugikan kita bila di konsumsi.

Air dengan berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata. Dengan dipergunakannya danau sungai dan lautan sebagai objek wisata sudah tentu akan menguntungkan masyarakat yang tinggal disekitar daerah tersebut. Namun, jika air itu tercemar, masyarakat pula yang akan rugi. Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia dalam kehidupan sehari – hari akan mengalami pergeseran dengan ditandai bau air tersebut. Dalam upaya ini mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan maka akan terjaga populasinya. Dengan adanya fenomena alam seperti gunung berapi, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air.

Seiring dengan perkembangan teknologi tersebut, peranan peralatan pembantu dalam mempermudah kegiatan manusia dan peralatan kontrol sebagai penunjang dalam peningkatan kebutuhan masyarakat yang semakin besar. Proses penanganan pencemaran air pada lingkungan, terutama pada kawasan industri masih minim dilakukan oleh pihak Badan Lingkungan Hidup (BLHD), karena kurangnya fasilitas yang memadai, maka dibuatlah suatu alat “Penerapan Alat Pengukur Kadar Air Zat Kimia Berbasis Arduino Uno Pada Badan Lingkungan Hidup Daerah Kab. Cirebon”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan tersebut dapat di rumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana cara menganalisa kadar zat kimia berbahaya yang terkandung di dalam air dengan menggunakan sensor ph?

  2. Bagaimana cara pengujian tingkat pencemaran air dengan mikrokontroler arduino uno dan ph sensor?

  3. Bagaimana cara melihat hasil tes uji kadar zat kimia berbahaya yang terkandung dalam air?

Ruang Lingkup Penelitian

Berdasarkan ruang lingkup penelitian batasan batasan penelitian yang dilakukan. Agar penelitian tetap fokus dan terarah, maka penulis memberikan ruang lingkup penelitian sebagai berikut :

  1. Perangkat atau alat yang digunakan adalah Sensor PH untuk mengukur tingkat pencemaran air dengan menggunakan arduino uno.

  2. Hasil Sensor PH yang ditampilkan pada laptop tersebut akan menampilkan hasil kandungan air yang sudah tercemar air oleh limbah.

  3. Pada pengolahan data sensor PH di gunakan database visual basic sebagai pemogramannya.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan pokok dari penelitian ini adalah sebagai berikut untuk mengetahui faktor- faktor tercemarnya air dan menjelaskan suatu pokok – pokok permasalahan yang masih belum dapat dilakukan secara berkala oleh pihak pemerintah dan menerangkan berbagai teori yang telah di dapatkan serta merealisasikan sistem untuk mengukur tingkat pencemaran air dengan menggunakan arduino. Tujuan dari alat ini adalah sebagai berikut :

1. Tujuan Individual

  1. Untuk menciptakan hasil karya serta meningkatkan kreatifitas dalam membuat suatu program.

  2. Menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon.

  3. Untuk menambah ilmu pengetahuan, pengalaman, dan pengamatan pada lingkungan sekitar.

2. Tujuan Fungsional

  1. Sebagai alat yang dapat digunakan sebagai pengukur tingkat pencemaran air.

  2. Dapat menampilkan secara akurat dalam lcd display hasil dari pengukuran pencemaran air.

  3. Untuk mengetahui hasil database sehingga data yang di dapat lebih akurat.

3. Tujuan Operasional

  1. Memudahkan bagi masyarakat untuk mengetahui air yang layak dikonsumsi.

  2. Sebagai alat yang dapat digunakan sebagai pengukur tingkat pencemaran air.

  3. Dapat menampilkan secara akurat dalam lcd display hasil dari pengukuran pencemaran air.

Manfaat Penelitian

  1. Untuk mengetahui bagaimana merancang dan mendeteksi pencemaran zat kimia dengan visual basic, sehingga ditemukan sebuah sistem kadar pencemaran zat kimia yang dapat mengetahui pencemaran air untuk masyarakat.

  2. Membangun sistem dengan menggunakan arduino uno dan ph sensor.

  3. Dapat mengetahui secara langsung hasil pengukuranya. Pembacaan hasil yang didapat lebih akurat.

Metode Penelitian

Metode Pengumpulan Data

1. Wawancara

Merupakan metode pengumpulan data dengan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan tujuan penelitian. Para metode ini penulis melakukan proses tanya jawab kepada beberapa narasumber pada objek penelitian yaitu Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Cirebon.Tanya jawab ini di lakukan langsung kepada stakeholder di kantor instansi tersebut.

2. Pengamatan (Observation) atau Magang

Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan selama 2 bulan, Melalui pengamatan secara langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan bahwa masih adanya pengambilan sempel zat kimia secara manual.

3. Studi Pustaka

Merupakan cara untuk mencari dan mendapatkan sumber-sumber kajian. Dalam landasan teori metode ini untuk mendapatkan informasi, data-data, pembuatan laporan, dan penyusunan laporan dengan melalui teknologi internet.

Metode Analisa

Merupakan cara untuk mengindentifikasi masalah masalah pada system yang telah ada dan mencari solusi yang akan digunakan selanjutnya.

Metode Perancangan

Dalam melakukan perancangan penulis mengunakan metode sistem Flowchart dimana tahap demi tahap proses pembuatan “PENERAPAN ALAT PENGUKUR KADAR AIR ZAT KIMIA BERBASIS ARDUINO UNO”. dijabarkan dengan tujuan.

Metode Pengujian

Metode ini di testing untuk digunakan menganalisa suatu identitas sistem untuk mendeteksi, dan dapat mengetahui kualitas dari suatu sistem yang dilakukan memperbaiki kesalahan yang terjadi pada sistem di terapkan. Dengan metode pengujian black box penulis dapat mengetahui apakah perangkat lunak yang dibuat dapat berfungsi dengan benar atau sudah sesuai standar perangkat tersebut.

Metode Prototipe

Metode yang dipakai adalah metode prototyping evolutionary, karena dengan adanya sistem atau produk yang sebenernya dipandang sebagai evolusi dari versi awal yang sangat terbatas menuju produk final atau sampai akhir.

Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan dalam memahami masalah yang akan diungkapkan, maka penulisan SKRIPSI ini dibagi menjadi lima BAB dan beberapa lampiran dengan sistematika yang tersusun sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini berisi tentang latar belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi tentang uraian mengenai teori-teori dasar elektronika yang akan mendukung pembahasan, serta penulisan dalam penyusunan SKRIPSI ini. Uraian tersebut menjelaskan tentang konsep dasar arduino dan komponen-kompenen elektronika pendukung lainnya.

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Pada bab ini merupakan pembahasan laporan penulisan SKRIPSI, yang berisi tentang : Analisa blok rangkaian, fungsi diagram blok rangkaian yang didalamnya meliputi : Unit pengendali, catu daya, prosedur sistem pengontrolan, konfigurasi sistem dan flowchart program serta sistem yang dibuat serta berisi tentang merupakan penjelasan mengenai uji coba serta analisa pengoperasian dari sistem yang dibuat.

BAB IV HASIL PENELITIAN

Bab ini menjelaskan rancangan sistem yang diusulkan,rancangan basis data, flowchart sistem yang diusulkan, rancangan prototype, konfigurasi sistem yang berjalan, melakukan testing, evaluasi dan implementasi. Dijabarkan secara berurut dengan menerapkan konsep sesuai sistem.

BAB V PENUTUP

Berisi tentang kesimpulan dan saran yang diberikan dari hasil pengamatan dan penelitian yang telah dilakukan

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal-hal atau teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai landasaan dalam pembuatan laporan ini.

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

1. Definisi Sistem

Suatu konsep dasar sistem sangat diperlukan sebelum melakukan perancangan sistem. Untuk itu sebaiknya kita mengetahui konsep dasar sistem terlebih dahulu. Dimana pada definisi sistem terdapat 2 kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sistem, yaitu dengan menekankan pada prosedurnya dan menekankan pada elemennya.

Dari pengertian konsep dasar sistem, terdapat beberapa pengertian menurut para ahli :

Menurut Taufiq (2013:2), “Sistem adalah kumpulan dari sub – sub sistem abstrak maupun fisik yang saling terintegrasi dan berkolaborasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.

Menurut Darmawan (2013:4), “Sistem adalah kumpulan atau grup dari bagian atau komponen apa pun baik fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai tujuan”.

Berdasarkan beberapa definisi sistem yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah sekumpulan komponen atau elemen yang berkerja sama sesuai fungsinya dan saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan.

2. Definisi Perancangan Sistem

Menurut Darmawan (2013:227), “Perancangan Sistem adalah tahap setelah analisis dari siklus pengembangan system : pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi: “menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk”.

Menurut Subhan (2012:109), “Perancangan sistem adalah proses pengembangan spesifikasi baru berdasarkan rekomendasi hasil analisis sistem”.

Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan perancangan sistem adalah suatu tahapan perencanaan untuk membentuk suatu sistem agar dapat berfungsi.

3. Tujuan Perancangan Sistem

Menurut Darmawan (2013:228), Tahap Perancangan/Desain Sistem mempunyai 2 tujuan utama, yaitu:

  1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem.

  2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap pada pemograman komputer dan ahli-ahli teknik yang terlihat (lebih condong pada disain sistem yang terperinci)

4. Tahap-Tahap Rancangan Sistem

Menurut Darmawan (2013:228), Tahap Perancangan/Desain Sistem mempunyai 2 tujuan utama, yaitu:

  1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem.

  2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap pada pemograman komputer dan ahli-ahli teknik yang terlihat (lebih condong pada disain sistem yang terperinci).

Konsep Dasar Data

1. Definsi data

Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data atau data item.

Dari pengertian konsep dasar data, terdapat beberapa pengertian data menurut beberapa ahli, diantaranya.

Menurut Taufiq, (2013:13), “Data adalah sesuatu yang diberikan untuk kemudian diolah”.

Menurut Darmawan, (2013:1), “Data adalah fakta atau apa pun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi”.

Dari poin-poin diatas mengenai data dapat disimpulkan bahwa data merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan bermanfaat. Proses pengolahan data yang disebut siklus pengolahan data (Data Processing Cycle) terdiri dari tiga proses yaitu:

  1. Tahapan Input
    Dilakukan dengan pemasukan data ke dalam proses komputer lewat alat input (input device).

  2. Tahapan Process
    Dilakukan proses pengolahan data yang sudah dimasukkan yang dilakukan oleh data pemroses (process device) yang dapat berupa proses perhitungan, pengendalian, atau pencarian pada storage.

  3. Tahapan Output
    Dilakukan proses penghasilan output dari hasil pengolahan data ke alat output (output device) yaitu berupa informasi.

2. Sumber Data

Menurut Yakub (2012:6), “Sumber data dapat diperoleh dari berbagai sumber untuk memperolehnya. Sumber data diklasifikasikan sebagai sumber data internal, sumber data personal, dan sumber data eksternal”.

Dari definisi sumber data diatas, sumber data dijelaskan :

  1. Data Internal yaitu : Orang, produk, dan proses. Data internal umumnya disimpan dalam basis data perusahaan dan biasanya dapat diakses.

  2. Data Personal yaitu : Sumber data yang tidak hanya berupa fakta saja, tetapi dapat juga mencakup konsep, pemikiran dan opini.

  3. Data Eksternal yaitu : Sumber data yang berbasis data komersial pada sensor dan satelit. Data ini biasanya tersedia di compact disk, flashdisk atau media lainya dalam bentuk film, suara gambar, dan televisi.

Konsep Sistem Informasi

1. Definisi Sistem Informasi

suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen pengambilan keputusan/kebijakan dan menjalankan operasional dari kombinasi user, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang terorganisasi.

Dari pengertian konsep sistem infomasi, terdapat beberapa definisi sistem informasi menurut para ahli :

Menurut Taufiq (2013:17), “Sistem informasi adalah Kumpulan dari sub – sub sistem yang saling terintegrasi dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah tertentu dengan cara mengolah data dengan alat yang namanya komputer sehingga memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi pengguna”.

Menurut Sutarman (2012:13), “Sistem informasi adalah “Sistem dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memperoses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data,instrksi) dan output (laporan, kalkulasi)”

Dari pendapat yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah gabungan dari user, hardware, software, jaringan, komunikasi, sumber daya data atau komponen – komponen yang saling berhubungan untuk mengolah data sehingga memiliki nilai tambah untuk membantu seseorang dalam mengambil keputusan.

2. Komponen sistem informasi

Menurut Sutarman (2012:14), “Komponen – komponen dasar dari sistem informasi antara lain sebagai berikut :

  1. Hardware
    Kumpulan peralatan seperti Perangkat keras, processor, monitor, keyboard, dan printer yang menerima data dan informasi, memproses data tersebut, mengolahnya dan menampilkan data tersebut.

  2. Software
    Kumpulan program – program komputer yang memungkinkan hardware, memperluas data.

  3. Database
    Sekumpulan file yang saling berhubungan dan terorganisasi atau kumpulan record – record yang menyimpan data dan hubungan diantaranya.

  4. Network
    Sebuah sistem yang terhubung yang menunjang adanya pemakaian bersama sumber di antara komputer – komputer yang berbeda.

  5. People
    Elemen yang paling penting dalam sistem informasi, termasuk orang – orang yang bekerja dengan sistem informasi atau menggunakan output-nya

Konsep Dasar Analisa Sistem

1. Definisi Analisa Sistem

Penguraian dari suatu system informasi yang utuh ke dalam bagian – bagian komponennya dengan maksud untuk mengindentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan – permasalahan, kesempatan – kesempatan, hambatan – hambatan yang terjadi dan kebutuhan – kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan – perbaikannya.

Dari pengertian konsep dasar analisa sistem, terdapat beberapa definisi analisa sistem menurut para ahli :

Menurut Yakub (2012:142), “Analisa sistem dapat diartikan sebagai suatu proses untuk memahami sistem yang ada, dengan menganalisa jabatan dan uraian tugas (business rule) masalah dan mencari solusinya (business problem and business soulution), dan rencana - rencana ”.

Menurut Darmawan (2013:210), “Analisa sistem adalah suatau proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan – kenyataan yang ada, mendiagnosis persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem”.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis sistem yang secara umum digunakan sebagai landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam suatu sistem tertentu.

2. Fungsi Analisa Sistem

Adapun fungsi analisa sistem adalah sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi masalah – masalah kebutuhan pemakai (user).

  2. Menyatakan secara fisik spesifikasi sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

  3. Memilih alternatif – alternatif metode pemecahan masalah yang paling tepat.

  4. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya. Pada tugas atau fungsi terakhir dari analisa sistem menerapkan rencana rancangan sistemnya yang telah disetujui oleh pemakai.

Konsep Dasar Perancangan Sistem

Contributors

Siti Nurhayati, Taupan27