TA1331376614

Dari Widuri
Lompat ke: navigasi, cari


APLIKASI MONITORING PERSEDIAAN

BAHAN BAKU BERBASIS WEB PADA

PT. SUMBER CENTRAL TEKNIK


TUGAS AKHIR

Disusun Oleh :


NAMA
: ADE FERDIANSYAH
NIM
: 1331376614



JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

KONSENTRASI SYSTEM ARCHITECTURE

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA INFORMATIKA

TANGERANG

(2016/2017)


 



AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA INFORMATIKA TANGERANG

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

APLIKASI MONITORING PERSEDIAAN

BAHAN BAKU BERBASIS WEB PADA

PT. SUMBER CENTRAL TEKNIK

Disusun Oleh :

NIM
: 1331376614
Nama
: Ade Ferdiansyah
Jenjang Studi
: Diploma
Jurusan
: Teknik Informatika
Konsentrasi
: System Architecture

   


Disahkan Oleh :

Tangerang, 13 Januari 2017

Ketua
       
Kepala Jurusan
AMIK Raharja,
       
Jurusan Teknik Informatika,
           
           
           
           
(Drs. Po. Abas Sunarya, M.Si )
       
(Diah Aryani,ST., M.Kom)
NIP : 000603
       
NIP : 010413


AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA INFORMATIKA TANGERANG

 


LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

APLIKASI MONITORING PERSEDIAAN

BAHAN BAKU BERBASIS WEB PADA

PT SUMBER CENTRAL TEKNIK

Dibuat Oleh :

NIM
: 1331376614
Nama
: Ade Ferdiansyah

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Teknik Informatika

Konsentrasi System Architecture

Tahun Akademik 2016/2017

Disetujui Oleh :


Tangerang, 13 Januari 2017

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Maimunah, M.Kom)
   
(Faridi, M.Kom)
NID : 02012
   
NID : 14020


AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA INFORMATIKA TANGERANG

 

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

APLIKASI MONITORING PERSEDIAAN

BAHAN BAKU BERBASIS WEB PADA

PT. SUMBER CENTRAL TEKNIK

Dibuat Oleh :

NIM
: 1331376614
Nama
: Ade Ferdiansyah

 

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Teknik Informatika

Konsentrasi System Architecture

Tahun Akademik 2016/2017

Disetujui Penguji :


Tangerang, 13 Januari 2017

Ketua Penguji
       
Penguji I
       
Penguji II
       
       
       
       
(_________)
       
(_________)
       
(_________)
NID :
       
NID :
       
NID :


AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(STMIK RAHARJA)

 

LEMBAR KEASLIAN TUGAS AKHIR

APLIKASI MONITORING PERSEDIAAN

BAHAN BAKU BERBASIS WEB PADA

PT SUMBER CENTRAL TEKNIK

Disusun Oleh :

NIM
: 13313766141
Nama
Jenjang Studi
: Diploma Tiga
Jurusan
: Teknik Informatika
Konsentrasi
: System Architecture

 

 

Menyatakan bahwa Tugas Akhir ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Tugas Akhir yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Ahli Madya baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, januari 2017

 
 
 
 
 
NIM : 1331376614

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRAKSI

PT. Sumber Central Teknik merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri Office chair Components, Metal Furniture, Metal press parts, Pipe Swedging dan Powder Coating yang terletak di kota Tangerang. Persediaan bahan baku meupakan salah satu peranan penting bagi proses produksi perusahaan. Untuk mendukung sistem persediaan bahan baku perlu adanya sistem komputerisasi yang lebih akurat, cepat dan efisien dalam mengetahui jumlah persediaan bahan baku yang ada. Namun dalam kenyataannya hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan dan harapan yang hendak dicapai, karena terbatasnya sistem komputerisasi yang digunakan pada perusahaan tersebut. Dalam melakukan monitoring persediaan bahan baku, PT. Sumber Central Teknik telah menggunakan sistem semi komputerisasi yaitu dengan menggunakan Microsoft Excel namun penggunaan aplikasi tersebut belum berfungsi secara optimal. Hal yang menjadi kendala adalah ketika membutuhkan informasi tentang persediaan bahan baku yang habis, admin harus membuka Microsoft Excel yang ada untuk mencari data satu persatu. Proses pencarian tersebut memakan waktu yang lama sehingga sistem yang berjalan saat ini belum berjalan dengan baik. Maka diperlukan sistem yang dapat membantu admin dalam memonitoring stok bahan baku di gudang. Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk mengambil Tugas Akhir dengan judul “Aplikasi Monitoring Persediaan Bahan Baku Berbasis Web pada PT. Sumber Central Teknik“.. Dengan harapan penelitian ini dapat menjadi salah satu kegiatan yang dapat memberikan manfaat positif bagi semua pihak terutama pada PT. Sumber Central Teknik. Tentunya dengan memberikan hasil dari penelitian yang baik dan akurat sebagai solusi dari permasalahan tersebut.




Kata kunci : Persediaan Bahan baku, sistem dan Komputerisasi


ABSTRACTION

PT. Sumber Central Teknik is a company engaged in the field of industry Office chair Components, Metal Furniture, Metal press parts, Pipe Swedging and Powder Coating, located in the city of Tangerang. Inventories of raw materials Brazilians is one important role for the company's production process. To support the system of supply of raw materials necessary to the computerized system is more accurate, fast and efficient in knowing the number of existing raw material inventories. But in reality it is not in accordance with the wishes and expectations to be achieved due to the limitation of computerized systems used in the company. In monitoring the inventory of raw materials, PT. Sumber Central Teknik has been using semi computerized system is by using Microsoft Excel, but the use of the application is not functioning optimally. It obstacle is when in need of information about supplies of raw materials are depleted, the admin must open a Microsoft Excel there is to find the data one by one. The search process takes a long time so that the current system is not run well. It would require a system that can help administrators in monitoring the stocks of raw materials in the warehouse. Based on the above problems, the authors are interested to take a final project titled "Aplikasi Monitoring Persediaan bahan Baku Berbasis Web ". With the hope this study may be one of the activities that can provide positive benefits for all parties, especially the PT. Sources Central Engineering. Of course, with results of good research and accurate as a solution to these problems.


Keywords: Inventories Raw materials, systems and Computerized

KATA PENGANTAR


Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyusun dan menyelesaikan penulisan laporan Tugas Akhir (TA) ini dengan baik, adapun judul yang penulis ambil dalam penyusunan Tugas Akhir ini adalah “APLIKASI MONITORING PERSEDIAAN BAHAN BAKU BERBASIS WEB PADA PT. SUMBER CENTRAL TEKNIK” .

Tujuan penulisan Laporan Kuliah Kerja Praktek ini merupakan salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program pendidikan Diploma (D3) jurusan Teknik Informatika pada Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Raharja Informatika serta untuk membantu mengatasi masalah sistem persediaan bahan baku pada PT. Sumber Central Teknik sehingga proses manajemen dan perencanaan barang dapat terkendali dengan baik.

Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menyadari jika tanpa bimbingan dan dorongan baik moril maupun material dari berbagai pihak, maka Tugas Akhir ini tidak akan terwujud dan selesai tepat waktu, maka dalam kesempatan ini penulisan menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

  1. Bapak Drs. PO. Abas Sunarya, M.Si selaku Direktur AMIK Raharja Informatika.
  2. Bapak Padeli M.Kom selaku Pembantu Direktur bidang Akademik AMIK Raharja Informatika..
  3. Ibu Diah Aryani, ST, M.Kom selaku Kepala Jurusan Teknik Informatika AMIK Raharja Informatika.
  4. Ibu Maimunah, M.Kom, selaku pembimbing I yang telah membantu memberikan kritik, saran, waktu dan masukan-masukan dalam penulisan laporan Tugas Akhir (TA) ini..
  5. Bapak Faridi, M.Kom, selaku pembimbing II yang telah membantu memberikan kritik, saran, waktu dan masukan-masukan dalam penulisan laporan Tugas Akhir (TA) ini..
  6. Dosen dan staff Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan bakal ilmu pengetahuan kepada penulis.
  7. Bapak Sukarman, selaku pembimbing lapangan di PT. Sumber Central Teknik yang telah membantu penulis dalam melakukan penelitian.
  8. Kedua orang tua tercinta yang telah memberikan dukungan moril maupun materil serta doa untuk keberhasilan penulis.
  9. Teman dan sahabat yang telah membantu memberikan motivasi, saran, dan kritik bagi penulis.
  10. Pihak-pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa dalam penyajian dan penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini sangat penulis harapkan. Akhir kata penulis berharap penulisan laporan Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan acuan yang bermanfaat dikemudian hari.


Tangerang, Januari 2017
Ade Ferdiansyah
NIM. 1331376614

Daftar isi

DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM


DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

DAFTAR SIMBOL CLASS DIAGRAM


DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Meningkatkan nilai - nilai stakeholder.................................................82

Tabel 3.2 Identifikasi Kebutuhan Sistem Informasi (SI).......................................83

Tabel 3.3 Elisitasi Tahap I.....................................................................................89

Tabel 3.4 Elisitasi Tahap II....................................................................................94

Tabel 3.5 Elisitasi Tahap III.................................................................................100

Tabel 3.6 Elisitasi Tahap Final.............................................................................106

Tabel 3.7 Spesifikasi Basis Data Tabel User.......................................................147

Tabel 3.8 Spesifikasi Basis Data Tabel Bahan Baku...........................................148

Tabel 3.9 Spesifikasi Basis Data Tabel Supplier.................................................149

Tabel 3.10 Spesifikasi Basis Data Tabel Minta Beli............................................150

Tabel 3.11 Spesifikasi Basis Data Tabel Detil Minta Beli...................................151

Tabel 3.12 Spesifikasi Basis Data Tabel Tanda Terima Barang..........................151

Tabel 3.13 Spesifikasi Basis Data Tabel Detil Tanda Terima Barang.................152

Tabel 3.14 Spesifikasi Basis Data Tabel Retur Pembelian..................................153

Tabel 3.15 Spesifikasi Basis Data Tabel Detil Retur Pembelian.........................154

Tabel 3.16 Spesifikasi Basis Data Tabel Minta...................................................155

Tabel 3.17 Spesifikasi Basis Data Tabel Detil Minta..........................................155

Tabel 3.18 Spesifikasi Basis Data Tabel Pengiriman Bahan Baku.....................156

Tabel 3.19 Spesifikasi Basis Data Tabel Detil Pengiriman Bahan Baku............157

Tabel 3.20 Spesifikasi Basis Data Tabel Retur Permintaan.................................158

Tabel 3.21 Spesifikasi Basis Data Tabel Detil Retur Permintaan........................158

Tabel 3.22 Tabel Pengujian Blackbox Pada Menu Login....................................169

Tabel 3.23 Tabel Pengujian Blackbox Pada Menu Utama...................................170

Tabel 3.24 Tabel Pengujian Blackbox Pada Menu Logout..................................171

Tabel 3.25 Schedulle Estimasi.............................................................................172

Tabel 3.26 Estimasi Biaya...................................................................................173


DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Critical SuccesFactors..........................................................………32

Gambar 2.2. Langkah-langkah Elaborasi Tujuan Organisasi...............……….…33

Gambar 3.1. Struktur Organisasi pada PT Suber Central Teknik..............…........63

Gambar 3.2. Use Case Diagram Sistem yang Sedang Berjalan...........………….73

Gambar 3.3. Activity Diagram Pembelian Bahan Baku……................………....76

Gambar 3.4. Activity Diagram Permintaan Bahan Baku……...........….………...77

Gambar 3.5. Activity Diagram Laporan Bahan Baku……................….………...78

Gambar 3.3. Sequence Diagram Pembelian Bahan Baku………..........………....79

Gambar 3.4. Sequence Diagram Permintaan Bahan Baku…….............………...80

Gambar 3.5. Sequence Diagram Laporan Bahan Baku…….............….………...81

Gambar 3.6. Langkah-langkah Elaborasi Tujuan Organisasi…...............…….…82

Gambar 3.9. Use Case Diagram Sistem yang Diusulkan.....................………...113

Gambar 3.10. Activity Diagram Menu Login Admin......................…….….…..118

Gambar 3.11. Activity Diagram Menu Data User............................…….…......119

Gambar 3.12. Activity Diagram Menu Data Bahan Baku................…….….….120

Gambar 3.13. Activity Diagram Menu Data Supplier......................…….….….121

Gambar 3.14. Activity Diagram Menu Persediaan Bahan Baku................….....122

ambar 3.15. Activity Diagram Menu Permintaan pembelian............….……...123

Gambar 3.16. Activity Diagram Menu Penerimaan Pembelian...........................124

Gambar 3.17. Activity Diagram Menu Retur Pembelian..........................….…..125

Gambar 3.18. Activity Diagram Menu Permintaan Bahan Baku.........…….…...126

Gambar 3.19. Activity Diagram Menu Pengiriman Bahan Baku........…….……127

Gambar 3.20. Activity Diagram Menu Retur Permintaan.......................….…....128

Gambar 3.21. Activity Diagram Laporan Permintaan Bahan Baku................….129

Gambar 3.22. Activity Diagram Laporan Pembelian Bahan Baku.........….…....130

Gambar 3.23. Activity Diagram Logout.................................................….….....130

Gambar 3.24. Sequence Diagram Menu Login Admin...................…….……...131

Gambar 3.25. Sequence Diagram Menu Data User................................….…....132

Gambar 3.26. Sequence Diagram Menu Data Bahan Baku.......................…..…133

Gambar 3.27. Sequence Diagram Menu Data Supplier......................…….…....135

Gambar 3.28. Sequence Diagram Menu Persediaan Bahan Baku..................….136

Gambar 3.29. Sequence Diagram Menu Permintaan pembelian..............……...137

Gambar 3.30. Sequence Diagram Menu Penerimaan Pembelian.............……...138

Gambar 3.31. Sequence Diagram Menu Retur Pembelian......................……....139

Gambar 3.32. Sequence Diagram Menu Permintaan Bahan Baku......................140

Gambar 3.33. Sequence Diagram Menu Pengiriman Bahan Baku.............….…141

Gambar 3.34. Sequence Diagram Menu Retur Permintaan..................…….…..142

Gambar 3.35. Sequence Diagram Menu Laporan Pembelian....................…......143

Gambar 3.36. Sequence Diagram Menu Laporan Permintaan.............…….…..144

Gambar 3.37. Sequence Diagram Menu Logout...................................…….…..145

Gambar 3.38. Class Diagram Sistem Yang Diusulkan.........................…….…..146

Gambar 3.39 Rancangan Tampilan Login ..........................................................159

Gambar 3.40 Rancangan Tampilan Menu Utama................................................159

Gambar 3.41 Rancangan Tampilan Bahan Baku.................................................160

Gambar 3.42 Rancangan Tampilan. Permintaan Pembelian................................160

Gambar 3.43 Rancangan Tampilan. Retur Pembelian.........................................161

Gambar 3.44 Rancangan Tampilan Permintaan Bahan Baku..............................161

Gambar 3.45 Rancangan Tampilan Retur Permintaan Bahan Baku....................162

Gambar 3.46 Halaman Tampilan Login..............................................................163

Gambar 3.47 Halaman Tampilan Menu Utama...................................................163

Gambar 3.48 Halaman Tampilan Bahan Baku....................................................164

Gambar 3.49 Halaman Tampilan Permintaan Pembelian....................................164

Gambar 3.50 Halaman Tampilan Retur Pembelian.............................................165

Gambar 3.51 Halaman Tampilan Permintaan Bahan Baku.................................165

Gambar 3.52 Halaman Tampilan Retur Permintaan Bahan Baku.......................166


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Di era teknologi informasi seperti saat ini, efisiensi waktu dan tenaga, serta kemudahan dalam mendapatkan suatu informasi sangatlah dibutuhkan. Peranan komputer sangatlah diperlukan di berbagai bidang, baik instansi maupun perusahaan. Hal ini disadari mengingat kebutuhan informasi yang cepat dan akurat. Terbukti dengan banyak instansi dan perusahaan yang telah menggunakan komputer yang dilengkapi dengan program aplikasi yang berguna untuk memudahkan pekerjaan agar lebih efektif dan efisien. Salah satunya adalah perusahaan PT Sumber Central Teknik.

Awal mulanya komputer merupakan suatu alat yang berfungsi untuk menghitung yang kemudian pada perkembangannya menjadi sebuah alat kerja yang efisien untuk menyimpan data dan menghasilkan suatu informasi berdaya tepat guna, sistem komputerisasi merupakan penunjang yang sangat berarti dalam aktivitas kerja sebuah instansi dalam menghemat waktu dan tenaga. Hal ini dapat diyakini akan mempermudah proses pengolahan data dan dapat mengurangi adanya kesalahan pada saat pengolahan data.

PT. Sumber Central Teknik merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri Office chair Components, Metal Furniture, Metal press parts, Pipe Swedging dan Powder Coating. Dalam melakukan monitoring persediaan bahan baku, PT Sumber Central Teknik masih dilakukan dengan metode pencatatan dan juga menggunakan sistem semi komputerisasi yaitu dengan menggunakan Microsoft Excel namun penggunaan aplikasi tersebut belum berfungsi secara optimal . Hal yang menjadi kendala adalah ketika membutuhkan informasi tentang persediaan bahan baku yang habis, admin gudang harus membuka Microsoft Excel yang ada untuk mencari data satu persatu. Proses pencarian tersebut memakan waktu yang lama sehingga sistem yang berjalan saat ini belum berjalan dengan baik. Admin gudang mengalami kendala dalam mengontrol sisa stok bahan baku yang ada di gudang karena tidak adanya sistem yang dapat memonitoring stok bahan baku secara otomatis sehingga laporan stok bahan baku yang dihasilkan setiap bulannya tidak sesuai dengan jumlah stok bahan baku yang ada di gudang. Untuk membantu dan mempermudah serta mempercepat proses sistem monitoring persediaan bahan baku, maka diperlukan suatu sistem monitoring persediaan bahan baku yang dapat membantu bagian gudang dalam memonitoring stok bahan baku.

Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk mengambil Tugas Akhir dengan judul “Aplikasi Monitoring Persediaan Bahan Baku Berbasis Web pada PT. Sumber Central Teknik“.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat melakukan perumusan masalah yaitu sebagai berikut :

  1. Bagaimana sistem monitoring persediaan bahan baku yang berjalan saat ini pada PT Sumber Central Teknik?
  2. Kendala-kendala apa saja yang terjadi pada sistem monitoring persediaan bahan baku yang berjalan saat ini?
  3. Bagaimana membuat aplikasi monitoring persediaan bahan baku berbasis web pada PT Sumber Central Teknik?

Ruang Lingkup Penelitian

Untuk memudahkan penulis dalam membuat laporan, maka penulis membatasi pembahasan permasalahan yang akan dibahas meliputi Aplikasi yang akan dibuat hanya sebatas monitoring persediaan bahan baku, yaitu mulai dari kelola data bahan baku, kelola monitoring persediaan bahan baku yang masuk dan keluar, sampai pembuatan laporan.

Tujuan dan Manfaat Penulisan

Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penelitian dan penulisan laporan Tugas Akhir ini, yaitu :

  1. Mengetahui prosedur laporan monitoring persediaan bahan baku pada PT Sumber Central Teknik.
  2. Mengembangkan sistem yang ada ke dalam sistem yang terkomputerisasi, agar sistem monitoring persediaan bahan baku PT Sumber Central Teknik bisa berjalan lebih baik.
  3. Sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Diploma.


Manfaat Penulisan

Adapun manfaat yang diharapkan dan dihasilkan dari penelitian ini adalah :

  1. Mempermudah bagian gudang melakukan monitoring persediaan bahan baku.
  2. Agar hasil dari penelitian yang penulis lakukan dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh PT Sumber Central Teknik sebagai bahan evaluasi dasar untuk memperbaiki sistem monitoring persediaan bahan baku yang berjalan saat ini.
  3. Terciptanya aplikasi monitoring persediaan bahan baku berbasis web yang dapat membantu admin gudang dalam memonitoring stok bahan baku.

Metode Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Metode Observasi

Penulis melakukan pengamatan langsung pada lokasi penelitian yaitu pada PT. SUMBER CENTRAL TEKNIK yang beralamat di kawasan industri Balaraja Barat, Tangerang 15720 dalam bidang industri Office chair Components, Metal Furniture, Metal press parts, Pipe Swedging, Powder Coating. untuk mendapatkan data yang diteliti penulis akan melakukan analisa dan evaluasi terhadap masalah yang berkaitan dengan topik yang akan dibahas.

Metode Wawancara

Untuk melengkapi hasil observasi, penulis melakukan metode wawancara atau tanya jawab untuk mendapatkan suatu data. Penulis juga melakukan tanya jawab secara lisan kepada stake holder dengan pelaksana yang berhubungan langsung dengan sistem gudang dan pembelian untuk memperoleh data informasi yang diperlukan yaitu Bapak andrean selaku pimpinan divisi gudang dan Ibu Anne selaku divisi pembelian (purchasing) di PT. SUMBER CENTRAL TEKNIK.

Metode Studi Pustaka

Selain melakukan observasi dan wawancara penulis juga mencari data dengan cara studi pustaka. Dalam metode ini penulis melakukan studi kepustakaan untuk mendapatkan data yang lebih akurat dengan cara mengumpulkan data teoritis yang bersumber dari hasil kuliah, literatur dari koleksi buku perpustakaan, serta sumber-sumber lain yang berkaitan dengan penyusunan Tugas Akhir tersebut. Sehingga penulis mendapatkan gambaran secara teoritis yang berguna untuk membantu penganalisaan dan perancangan maupun penulisan penelitian ini.

Metode Analisa

Analisis data merupakan salah satu langkah penting dalam rangka memperoleh temuan-temuan hasil penelitian. Hal ini disebabkan, data akan menuntun kita ke arah temuan ilmiah, bila dianalisis dengan teknik-teknik yang tepat. Pada penelitian ini digunakan teknik analisis berupa pendekatan yaitu:

Object Oriented Analysis (OOA)

Object Oriented Analysis (OOA) atau analisis berorientasi obyek dengan UML. Proses analisis dilakukan terhadap hasil tahapan pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi pustaka untuk mendapatkan spesifikasi kebutuhan sistem yang akan dikembangkan.

Pada proses analisis, teknik analisis yang dilakukan adalah :

  1. Analisis Pengguna
  2. Dilakukan analisis terhadap user-user yang akan menggunakan aplikasi dan juga fungsi-fungsi apa saja yang bisa didapatkan oleh masing -masing user.

  3. Analisis kebutuhan Fungsional, non fungsional dan pengguna
  4. Pemodelan kebutuhan fungsional untuk menggambarkan fungsi sistem dan pengguna yang terlibat serta fungsi- fungsi apa saja yang bisa didapatkan oleh masing-masing pengguna dimodelkan dengan Use Case Diagram.

  5. Analisis perilaku sistem
  6. Pada tahapan ini, dilakukan analisis perilaku sistem yang dikembangkan dan dimodelkan dengan Activity Diagram dan Sequence Diagram. Activity Diagram untuk memodelkan proses use case yang berjalan di dalam sistem, sedangkan sequence diagram untuk memodelkan pengiriman pesan (message) antar object dan kronologinya.

  7. Analisis sistem berjalan saat ini

Critical Success Factor (CSF)

Critical success factors (CSF) merupakan sebuah strategi analisa yang membantu seorang manajer untuk mencapai tujuan dari perusahaan, termasuk faktor-faktor yang akan mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan. CSF dapat ditentukan jika objektif atau arah dan tujuan organisasi telah diidentifikasi. Tujuan dari CSF adalah menginterpretasikan objektif secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang harus dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan.

Metode CSF dan analisis CSF telah banyak digunakan dalam berbagai hal diluar bidang teknologi informasi. Dalam riset kegunaan CSF dalam manajemen program pemerintah pusat, James Dobbins dan Richard Donnelly (Dobbins 98) mengidentifikasi kegunaan CSF, antara lain:

  1. Mengidentifikasi konsentrasi utama manajemen
  2. Membantu perancangan strategic plan
  3. Mengidentifikasi fokus area dalam tiap rincian project life cycle dan penyebab utama kegagalan proyek
  4. Mengevaluasi kelayakan sistem informasi
  5. Mengidentifikasi ancaman dan kesempatan bisnis
  6. Mengukur tingkat produktivitas sumber daya manusia

Metode Perancangan

Metode perancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Metode perancangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode SDLC (System Development Life Cycle) dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Perencanaan (Planning)
  2. Tahap perencanaan adalah tahap awal pengembangan sistem yang mendefinisikan perkiraan kebutuhan-kebutuhan sumber daya, seperti : perangkat fisik, metode dan anggaran yang sifatnya masih umum. Dalam tahap ini juga dilakukan langkah-langkah berupa: mendefinisikan masalah, menentukan tujuan sistem, mengidentifikasi kendala-kendala sistem dan membuat studi kelayakan.

  3. Analisis (Analysis)
  4. Tahap analisis merupakan tahap penelitian atas sistem yang berjalan dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru dengan menggunakan tools atau alat bantu UML (Unified Modeling Language) dengan software visual paradigmn yaitu sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar, menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan piranti lunak berbasis “OO” (Object Orientied) melalui tahap : Use Case Diagram, Sequence Diagram, dan Activity Diagram yang dilakukan melalui 4 (empat) tahap, yaitu: (1) Survey terhadap sistem yang berjalan, (2) Analisa terhadap temuan survey, (3) Identifikasi kebutuhan informasi dengan menggunakan alat bantu elisitasi melalui 4 (empat) tahapan, yaitu tahap 1 (satu) mencakup semua kebutuhan sistem, tahap 2 (dua) melakukan pengelompokkan kebutuhan dengan metode MDI (Mandatory, Desirable, Inessential) selanjutnya tahap 3 (tiga) dengan TOE (Technical, Operational dan Economic) serta tahap final, (4) Identifikasi persyaratan sistem. Hasil analisa kemudian dibuat laporan untuk masukan dalam perancangan sistem yang diusulkan.

  5. Disain (Design)
  6. Tahap Design yaitu tahap dalam menentukan proses data yang diperlukan oleh sistem baru dengan tujuan memenuhi kebutuhan user dengan alat bantu UML dengan software visual paradigmn Use Case Diagram, Class Diagram, Sequence Diagram, Statechart Diagram dan Activity Diagram. Proses design akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada : struktur data dengan menggunakan MySQL, arsitektur perangkat lunak, representasi interface dengan menggunakan Dreamweaver CS, dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirement. Dokumen inilah yang akan digunakan programmer untuk melakukan aktivitas pembuatan sistemnya. Langkah-langkah yang dilakukan adalah : menyiapkan rancangan sistem yang rinci, mengidentifikasi alternatif konfigurasi sistem dan menyiapkan usulan implementasi.

  7. Implementasi (Implementation)
  8. Tahap implementasi adalah tahap dimana rancangan sistem yang dibentuk menjadi suatu kode (program) yang siap untuk dioperasikan. Langkah-langkahnya yaitu : menyiapkan fasilitas fisik dan personil, dan melakukan simulasi.

  9. Pemeliharaan (Maintenance)
  10. Setelah melakukan implementasi terhadap sistem baru, tahap berikutnya yang perlu dilakukan adalah pemakaian atau penggunaan, audit sistem, penjagaan, perbaikan dan pengembangan sistem.

Metode Testing

Dalam Penelitian Tugas Akhir ini menggunakan metode Black Box. Black Box Testing adalah metode uji coba yang memfokuskan pada keperluan software. Karena itu uji coba Black Box memungkinkan pengembangan software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih seluruh syarat-syarat fungsional suatu program. Metode pengujian Black Box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa katagori, diantaranya: fungsi-fungsi yang salah atau hilang, kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal, kesalahan performa, kesalahan inisialisasi, dan terminasi.

Sistematika Penulisan

Penulisan Laporan Tugas Akhir ini disusun menjadi beberapa bab. Dalam setiap bab-nya diberikan gambaran mengenai pokok pembahasan yang ada, sehingga dengan demikian dapat memberikan penjelasan yang lengkap mengenai Laporan Tugas Akhir ini. Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis menguraikan latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup, maksud dan tujuan penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini berisikan landasan teori yang berhubungan dengan pembahasan masalah antara lain : definisi sistem informasi, persediaan barang, analisa sistem serta beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian.

BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Pada bab ini menguraikan tentang gambaran umum PT. Sumber Central Teknik, sejarah singkat, visi dan misi, struktur organisasi perusahaan serta wewenang dan tanggung jawab, tata laksana sistem yang berjalan, analisis sistem yang berjalan, permasalahan yang dihadapi, alternatif pemecahan masalah, user requirement yang terdiri dari 4 (empat) tahap elisitasi, yaitu elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan final draft elisitasi yang merupakan final elisitasi yang diusulkan, tata laksana sistem yang diusulkan, perancangan prosedural, perancangan database, perancangan prototype, balckbox testing, evaluasi, implementasi dari sistem yang dibuat dan estimasi biaya.

BAB IV PENUTUP

Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dari bab sebelumnya, selain itu pada bab ini juga berisi saran yang berhubungan dengan penulisan Laporan Tugas Akhir.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Menurut Sucipto (2011:2), “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”. Menurut Sutarman (2012:10) [1], “Sistem adalah elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama”..

Menurut Azhar Susanto (2013:22) [2], ”Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik phisik ataupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu”.

Menurut Ross.D.Arnold & Jon.P.Wade dalam International Conference on Enterprise Information Systems - Procedia Computer Science (2015:675), “Systems : Groups or combinations of interrelated, interdependent, or interacting elements forming collective entities”.

Klasifikasi Sistem

Sistem dapat di klasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya (Tata Sutarbi, 2012:22)

  1. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System)

  2. Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

  3. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)

  4. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin.

  5. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)

  6. Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas

  7. Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System)

  8. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak berpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya campur tangan dari pihak di luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.



Karakteristik Sistem

Menurut Tata Sutabri (2012:20) [3], sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Komponen Sistem (component system)

  2. Suatu komponen terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.

  3. Batasan Sistem (Boundary System)

  4. Batasan sistem (boundary system) merupakan daerah yang membatasi antara sistem yang satu dengan yang lain atau dengan lingkungan lainnya. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

  5. Lingkungan Luar Sistem (External Environment System)

  6. Lingkungan luar (external environment system) adalah segala hal yang berada di luar batas dari sistem yang mempengruhi operasi sistem.

  7. Penghubung Sistem (Interface System)

  8. Penghubung sistem (interface system) merupakan media yang menghubungkan antara suatu subsistem dengan subsistem yang lainnya.

  9. Masukan Sistem (Input System)

  10. Masukan sistem (input system) adalah energi yang dimasukan kedalam sistem. Masukan sistem dapat berupa masukan perawatan (maintanance system) dan masukan sinyal (signal system).

  11. Pengolahan Sistem (processing system)

  12. Suatu sistem mempunyai suatu bagian untuk melakukan pengolahan yang akan mengubah masukan (input) menjadi keluaran (output).

  13. Keluaran Sistem (ouput system)

  14. Keluaran sistem (output system) adalah hasil dari data yang telah diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran.

  15. Sasaran Sistem (Objective dan Tujuan (Goals)

  16. Suatu sistem pasti memiliki tujuan (goal) serta sasaran (objective). Jika suatu sistem tidak memiliki sasaran, maka operasi sistemnya tidak akan berjalan dengan baik.

  17. Kontrol Sistem (control system)

  18. Kontrol sistem (control system) merupakan pengawasan bagi pelaksanaan kegiatan suatu sistem dalam mencapai sasaran dan tujuan sistem. Kontrol sistem dapat berupa kontrol masukan (input control), kontrol proses (process control) maupun kontrol keluaran (output control).

  19. Umpan Balik (feed back)

  20. Umpan balik diperlukan oleh bagian kendali (control) untuk mengecek terjadinya penyimpangan proses dalam sistem dan mengembalikannya ke kondisi normal.


Tujuan Sistem

Menurut Azhar Susanto (2013:23) [2], “Tujuan sistem merupakan target atau sasaran akhir yang ingin dicapai oleh suatu sistem. Agar supaya target tersebut bisa tercapai, maka target atau sasaran tersebut harus diketahui terlebih dahulu ciri-ciri atau kriterianya. Upaya mencapai suatu sasaran tanpa mengetahui ciri-ciri atau kriteria dari sasaran tersebut kemungkinan besar sasaran tersebut tidak akan pernah tercapai. Ciri-ciri atau kriteria dapat juga digunakan sebagai tolak ukur dalam menilai suatu keberhasilan suatu sistem dan menjadi dasar dilakukannya suatu pengendalian”.

Konsep Dasar Informasi

Definisi Informasi

Menurut Bambang Hartono (2013:15) [4], “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yag berguna bagi penerimanya dan memiliki nilai bagi pengambilan keputusan saat ini atau dimasa yang akan datang”.

Menurut Wahyu Hidayat dkk mengutip dari Yakub dalam Jurnal CERITA (2016:32) [5], Informasi (information) dapat didefinisikan sebagai berikut : “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, informasi disebut juga data yang diproses atau data yang memiliki arti”.

Menurut Maimunah, dkk dalam Jurnal CCIT Vol. 5 No. 3 (2012:284) [6], “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya, dan bermanfaat dalam mengambil suatu keputusan. Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan”.

Konsep Dasar Perancangan

Definisi Perancangan

Menurut Wahyu Hidayat dkk dalam jurnal CERITA (2016:49) [5], Perancangan adalah proses merencanakan segala sesuatu terlebih dahulu. Perancangan merupakan wujud visual yang dihasilkan dari bentuk-bentuk kreatif yang telah direncanakan. Langkah awal dalam perancangan desain bermula dari hal-hal yang tidak teratur berupa gagasan atau ide-ide kemudian melalui proses penggarapan dan pengelolaan akan menghasilkan hal-hal yang teratur, sehingga hal-hal yang sudah teratur bisa memenuhi fungsi dan kegunaan secara baik. Perancangan merupakan penggambaran, perencanaan, pembuatan sketsa dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.

Menurut Yoori Koo dalam International journal of Design (2016:49-65) [7], “Designers can be part of the development of a socially responsible business system by providing a sustainable perspective and way to understand production and consumption of products and services. Design’s response to social responsibility, in parallel with business’s response, has reflected the great activist movements. Indeed, it has been a recurring theme; with designers addressing issues relating to social responsibility. As it became recognised that designers can directly and indirectly influence the environmental and social performance of products and service as well as the way in which new processes, services and products are delivered”.

Menurut Alison McKay dkk dalam International journal of computer integrated manufacturing (2016:237-250) [8], “Engineering design is an important early stage of the innovation processes that deliver new products to markets where societal challenges are addressed and wealth generated. High-quality engineering design information is critical to the effective and efficient manufacture, production and through-life support of such products. The emerging discipline of engineering design informatics brings together ICT (Information and Communications Technology) and engineering design to support the creation of well-founded engineering information support systems”.

Konsep Dasar Aplikasi

Definisi Aplikasi

Menurut Listina Nadhia Ningsih yang mengutip dari Nazrudin Safaat.H. dalam Jurnal ICIT (2016:156) [9], Perangkat Lunak Aplikasi adalah suatu sub kelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Biasanya perangkat lunak aplikasi dibandingkan dengan perangkat lunak sistem yang mengintegrasikan berbagai kemampuan komputer, tapi tidak secara langsung menerapkan kemampuan tersebut untuk mengerjakan suatu tugas yang menguntungkan pengguna.

Menurut Indrajani (2014:4), “Aplikasi adalah program yang menentukan aktifitas permrosesan informasi yang dibutuhkan untuk penyelesaian tugas-tugas khusus dari pemakai komputer. Contohnya spreadsheet elektronik dan program word processing”.

Menurut Herul Makmun yang mengutip dari Puntodewo dalam ejurnal.unimaka.ac.id (2015) [10], Aplikasi adalah penggunaan dan penerapan suatu konsep yang menjadi suatu pokok pembahasan. Aplikasi dapat diartikan juga sebagai program komputer yang dibuat untuk menolong manusia dalam melakukan tugas tertentu.

Unified Modelling Language UML

Definisi UML

Menurut Nugroho (2013:19) [11], “Unified Modeling Languege (UML) adalah bahan untuk menspesifikasi, menvisualisasikan, serta kontruksi bangunan dasar sistem perangkat lunak, termasuk melibatkan permodelan aturan-aturan bisnis”.

Menurut Widodo (2012:6) [12], “UML adalah bahasa pemodelan standar yang memiliki sintak dan semantik”.

Menurut Fergus. U. Onu & Chinelo. V. Umeakuka dalam International Journal of Computer Applications Technology and Research (2016:506), “A UML is a standard modeling Language to model thereal world in the fieldof software engineering. A UML diagramis a partial graphical view of a model of a system under design, implementation, or already in existence. UML diagram is made up of graphical elements, UML nodes connected with edges ( flows) that represent elements system model. The UML model of the system might also contain other documentation such as use cases written as texts”.

Tipe-tipe Diagram Unified Modelling Language UML

Menurut Listina Nadhia Ningsih yang mengutip dari Shelly & Rosenblatt dalam Jurnal ICIT (2016:155) [9], “Unified Modeling Language (UML) is a widely used method of visualizing and documenting an information system. You use the UML to develop models”. Artinya, UML adalah salah satu metode yang banyak digunakan dalam menggambarkan dan mendokumentasikan perangkat lunak, dalam merancang suatu sistem.

Menurut Yasin (2012:268) [13], “Tipe-tipe Diagram Unified Modeling Language (UML) merupakan sintak umum untuk model logika dari suatu sistem dan digunakan untuk menggambar sistem agar dapat dipahami selama fase analisis dan desain. UML biasanya disajikan dalam bentuk diagram/gambar yang meliputi class beserta atribut dan operasinya, serta hubungan antar class”. UML terdiri dari banyak diagram yaitu :

  1. Use Case Diagram

  2. Use Case Diagram merupakan gambar dari beberapa atau seluruh actor dan use case dengan tujuan mengenali interaksi mereka dalam suatu sistem dan rangkaian/uraian sekelompok yang saling terkait dan membentuk sistem secara teratur yang dilakukan atau diawasi oleh sebuah aktor. Use case digunakan untuk membentuk tingkah laku benda/thing dalam sebuah mode serta direalisasikan oleh sebuah collaborator, umumnya use case digambarkan dengan sebuah elips dengan garis ynag solid, biasanya mengandung nama. Use case diagram terdiri dari :

    a. Use Case Relationship

    Use Case Relationship adalah suatu hubungan, baik itu antara actor dan use case atau antara use case dan use case. Hubungan antara actor dan use case disebut dengan communication association.

    b. Association / Directed Association

    Asosiasi adalah hubungan statis antar elemen. Ummunya menggambarkan elemen yang memiliki atribut berupa elemen lain, atau elemen yang harus mengetahui eksistensi elemen lain. Tanda panah menunjukan arah query antar elemen

    c. Generalization / pewaris

    Pewaris merupakan hubungan hierarkis antar elemen. Elemen dapat diturunkan dari elemen lain dan mewarisi semua atribut dan metode elemen asalnya dan menambahkan fungsionalitas baru, sehingga disebut anak dari elemen yang diwarisinya. Kebalikan dari pewarisan adalah generalisasi.

  3. Activity Diagram

  4. Activity diagram menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk aktivitas lainnya seperti use case atau interaksi. Activity diagram berupa flow chart yang digunakan untuk memperlihatkan aliran kerja sistem. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Oleh karena itu activity diagram tidak menggambarkan behaviour internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum. Notasi yang digunakan dalam activity diagram adalah sebagai berikut :

    a. Activity

    Notasi yang menggambarkan pelaksanaan dari beberapa proses dari aliran pekerjaan.

    b. Transition

    Notasi yang digunakan untuk memperlihatkan jalan aliran control dari activity ke activity.

    c. Decision

    Notasi yang menandakan control cabang aliran berdasarkan decision point.

    d. Sychromization Bar

    Aliran kerja notasi ini menandakan bahwa beberapa aktivitas dapat diselesaikan secara bersamaan (pararel).

  5. Sequence Diagram

  6. Sequence diagram menggambarkan kolaborasi dinamis antara sejumlah objek dan untuk menunjukan rangkaian pesan yang dikirim antar objek juga interaksi antar objek, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem. Sequence diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu. Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.

    Dalam sequence diagram terdapat 2 model yaitu:

    a. Actor, untuk menggambarkan pengguna sistem.

    b. Lifeline, untuk menggambarkan kelas dan objek.

    Menurut Sunguk Lee dalam International Journal of Database Theory and Application (2012:159-161) [14], “Unified Modeling Language or UML is defided as a standardized general purpose modeling language in the field of object-oriented software engineering”.

    Use-Case Diagram : The functionality provided by a database system or a computer application can be illustrated by a use case diagram. Its main purporse is to visualize the functional requirements of a system, including the relationship of “actors” (human being who will interact with the system) to essential processes, as well as the relationship among different use cases.

    Sequence Diagram : The sequence diagrams show a detailed flow for a specific use cases or even just part of a specific use case.

    Activity Diagram : The procedural flow of control between two or more class objects while processing an activity can be shown with an activity diagrams.

    Statechart Diagram : The statechart diagram is used to visualized and model the different states that a class can be in and how that class transition from state to state.

    Class Diagram : The static structures of a computer application or a database station are shown in a class diagram. It also shows how the different entitas (people, things, and data) relate to each other.

Tujuan Unified Modelling Language UML

Menurut Yasin (2012:270) [13], tujuan UML terdiri dari :

a. Memberikan model yang siap jadi, bahasa permodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan sistem dan yang dapat saling menukar model dengan mudah dan mengerti secara umum.

b. Memberikan bahasa permodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemograman dan proses rekayasa.

c. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam permodelan.



Database

Menurut Yasin (2012:270) [13], tujuan UML terdiri dari :

Menurut Adhi Prasetio (2012:181) [15], Database adalah sebuah struktur yang umumnya dikategorikan dalam 2 (dua) hal, sebuah database flat dan sebuah database relasional. Database relational lebih disukai karena lebih masuk akal dibandingkan database flat.

</div>

Pada database yang memiliki struktur relasional. Ada tabel-tabel yang menyimpan data. Setiap tabel terdiri dari kolom dan baris. Sebuah kolom mendefinisikan jenis informasi apa yang disimpan. Pada database relational membutuhkan kolom khusus untuk setiap jenis informasi yang ingin disimpan.

Menurut Mukhamad Mansur (2016:121) [16], Database adalah sekumpulan file data yang satu sama lainnya saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga memudahkan untuk mendapatkan dan memproses data tersebut.

Menurut Sunguk Lee dalam Internatonal Journals Of Database Theory And Application (2012:158) [14], “A database is an ordered collection of related data elements intended to meet the information needs of an organization and designed to be shared by multiple users”.

PHP

Menurut Betha Sidik (2014:4) [17], PHP secara umum dikenal sebagai bahasa pemrograman script-script yang membuat dokumen HTML secara on the fly yang dieksekusi di server web, dokumen HTML yang dihasilkan dari suatu aplikasi yang bukan dokumen HTML dibuat dengan menggunakan editor tesk atau editor HTML dikenal juga sebagai bahasa pemrograman server side. Dengan menggunakan PHP maka maintenance suatu situs-situs web menjadi lebih mudah. Proses update data dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi yang dibuat menggunakan script PHP.


MySQL

Menurut Betha Sidik (2014:4) [17], PHP secara umum dikenal sebagai bahasa pemrograman script-script yang membuat dokumen HTML secara on the fly yang dieksekusi di server web, dokumen HTML yang dihasilkan dari suatu aplikasi yang bukan dokumen HTML dibuat dengan menggunakan editor tesk atau editor HTML dikenal juga sebagai bahasa pemrograman server side. Dengan menggunakan PHP maka maintenance suatu situs-situs web menjadi lebih mudah. Proses update data dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi yang dibuat menggunakan script PHP.

Menurut Mekhamad Mansur (2016:121) [16], MySQl merupakan salah satu Rational Database Management System bersifat Open Source. Struktur database disimpan dalam tabel-tabel yang saling berelasi. Karena sifat Open Source, MySQL dapat digunakan dan didistribusikan baik untuk kepentingan individu maupun corporate secara gratis tanpa memerlukan lisensi dari pembuatnya. MySQL dapat berjalan dalam berbagai platform sistem operasi antara lain Windows, Linux, Unix, Sun OS dan lain-lain.

Codeigniter

Menurut www.codeigniter.id (2016:1), Codeignitor adalah framework PHP yang kuat dengan footprint yang sangat kecil, dibangun untuk pengembang yang membutuhkan toolkit sederhana dan elegan untuk membuat aplikasi web dengan fitur lengkap.

Menurut D Tri Oktafian mengutip dari Basuki dalam Jurnal TEKNOMATIKA (2015:2-3) [18], Codeigniter adalah sebuah framework PHP yang dapat membantu mempercepat developer dalam pengembangan aplikasi website berbasis PHP dibandingkan jika menulis semua kode program dari awal. Codeigniter menyediakan banyak library untuk mengerjakan tugas-tugas yang umumnya ada pada sebuah aplikasi berbasis web. Selain itu, struktur dan susunan logis dari Codeigniter membuat aplikasi yang dibuat menjadi semakin teratur dan rapi. Dengan demikian developer dapat fokus pada fitur-fitur apa yang dibutuhkan oleh aplikasi dengan membuat kode program seminimal mungkin. Codeigniter pertama kali dibuat oleh Rick Ellis, CEO Ellislab, Inc. (http://ellislab.com), sebuah perusahaan yang memproduksi sebuah CMS (Content Management System) yang cukup handal, yaitu ExpressionEngine (http://www.expressionengine.com). Saat ini, Codeigniter dikembangkan dan dimaintain oleh ExpressionEngine Development Team.

Beberapa keuntungan menggunakan Codeigniter, diantaranya:

  1. Gratis

    Codeigniter berlisensi dibawah Apache/ BSD opensource, sehingga penggunaannya secara bebas.:

  2. Ditulis menggunakan PHP

    Meskipun Codeigniter dapat berjalan pada PHP 5, namun sampai saat ini kode program Codeigniter masih dibuat dengan menggunakan PHP 4. Hal ini dilakukan agar Codeigniter dapat tersebar lebih luas di komunitas PHP. Karena hingga saat ini, sebagian besar web hosting masih menggunakan PHP 4. Jika Codeigniter dibuat dengan PHP 5, tentu saja hasilnya juga akan jauh lebih canggih, karena bisa memanfaatkan teknologi PHP 5 yang saat ini masih belum dapat dilakukan oleh PHP 4, misalnya untuk menerapkan konsep OOP Multiple Inheritance.

  3. Berukuran kecil

    Ukuran Codeigniter yang kecil merupakan keunggulan tersendiri. Dibandingkan framework lain yang berukuran besar, serta membutuhkan resource yang besar pula untuk berjalan. Pada Codeigniter, bisa diatur agar sistem meload library yang dibutuhkan saja, sehingga sistem dapat berjalan ringan dan cepat.

  4. Menggunakan konsep MVC

    Codeigniter menggunakan konsep MVC (Model View Controller) yang memungkinkan pemisahan antara layer application-logic dan presentation.

  5. URL yang sederhana

  6. Secara default, URL yang dihasilkan Codeigniter sangat bersih (clean) dan Search Engine Friendly (SEF).

  7. Memiliki paket library yang lengkap

    Codeigniter memiliki library yang lengkap untuk mengerjakan operasi-operasi yang umum dibutuhkan oleh sebuah aplikasi berbasis web, misalnya mengakses database, mengirim email, memvalidasi form, menangani session dan sebagainya.

  8. Extebsible

    Sistem dapat dikembangkan dengan mudah dengan menggunakan plugin dan helper, atau dengan menggunakan hooks.

  9. Tidak memerlukan template engine

    Meskipun Codeigniter dilengkapi dengan templateparses sederhana yang dapat digunakan, tetapi hal ini tidak mengharuskan untuk menggunakannya. Penggunaan template enggine dapat mengurangi performance dari sistem.

  10. Dokumentasi lengkap dan jelas

    Dari sekian banyak framework, Codeigniter adalah satu-satunya framework dengan dokumentasi yang lengkap dan jelas. Tim pengembang Codeigniter berkomitmen bahwa dokumentasi juga sama pentingnya dengan kode program Codeigniter itu sendiri. Source code Codeigniter juga dilengkapi komentar didalamnya, sehingga memperjelas fungsi sebuah kode program.

  11. Komunitas

    Komunitas penggunaa Codeigniter saat ini berkembang pesat, dan dapat berpartispasi di http://codeigniter.com /forums/.

Bootstrap

Definisi Bootstrap

Menurut Georgius Agusng (2016:1) [19], Bootstrap adalah framework front-end yang intuitif dan powerful untuk pengembangan aplikasi web yang lebih cepat dan mudah. Bootstrap menggunakan HTML, CSS, dan Javascript.

Kelebihan Bootstrap

Menurut Georgius Agung (2016:1) [19], salah satu kelebihan yang dimiliki Bootstrap adalah framework ini berisi kumpulan tool yang gratis untuk membuat layout web yang fleksibel dan responsif. Framework ini juga memiliki komponen interface bagus lainnya.

Berikut ini kelebihan-kelebihan Bootstrap lainnya :

  1. Menghemat waktu – kita dapat menghemat waktu dan tenaga dengan menggunakan berbagai desain template dan kelas yang sudah ada dalam Bootstrap.
  2. Fitur yang responsif – dengan Bootstrap, kita dengan mudah membuat desain yang responsif. Dengan fitur-fitur ini, halaman web akan tampil responsif pada perantkat yang berbeda tanpa perlu adanya perubahan kode markup.
  3. Desain yang konsisten – semua komponen Bootstrap mempunyai desain tempelate dan style yang sama sehingga membuat tampilan web menjadi konsisten.
  4. Mudah digunakan – Bootstrap sangat mudah digunakan. Siapapun dengan pengetahuan dasar HTML dan CSS dapat menggunakan Bootstrap.
  5. Didukung oleh semua browser popular – Bootstrap dapat digunakan pada semua browser modern seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, Safari, Internet Explorer, dan Opera.
  6. Gratis – Bootstrap merupakan framework open source yang dapat digunakan secara gratis.

Online

Menurut Naziha Abderrahim & Sidi Mohamed Benslimane dalam International Journal of Information Systems in the Service Sector / IJISSS (2016:19) [20], “Online social networking has fast become as a popular mode of virtual communication that has fundamentally transformed the ways people interact with each other. In the context of Web-based Social Networks where users are connected together, we need to consider additional factors that can help measure and interpret the similarity between user profiles”.

World Wide Web

Menurut R.Kousalya & J.Rubana Priyanga dalam International journal of Computer Application (2015:57-58) [21], “The World Wide Web has evolved from a simple and static content source into a richly dynamic information deliver channel. Hence, tracking the changes in web pages has become an interesting research problem would solve the problem and facilitate users to efficiently utilize the information that is provided by web pages. The dynamic web page change detection is processed under the web mining concepts, and the web usage mining is the basic component being used to detect changes in web page. Web usage mining is the application of data mining techniques to discover interesting usage patterns from web usage data, in order to understand and better serve the needs of web-based applications. Web usage mining is a process of mining useful information from server logs. Usage data captures the identity or origin of web users along with their browsing behavior at a website”.


Teori Khusus

Definisi Yang Berhubungan Dengan Penelitian

Definisi Persediaan

Menurut Junaidi (2012:10), “Inventory merupakan sebuah konsep yang mencerminkan sumber daya yang dapat digunakan tetapi tidak atau belum dipergunakan”. Pengertian inventory dapat diartikan dalam beberapa hal yang berbeda, yaitu stok yang tersedia pada saat itu juga, daftar perincian barang yang tersedia, atau untuk keuangan dan akunting adalah jumlah stok barang yang dimiliki olehsuatu organisasi pasa suatu waktu.

Menurut Tamodia (2013:23), “Persediaan merupakan barang-barang yang dimiliki untuk kemudiaan dijual atau digunakan dalam proses produksi atau dipakai untuk keperluan non produksi dalam siklus kegiatan yang normal”. Menurut Salangka (2013:1121), “Persediaan merupakan barang-barang yang dimiliki untuk kemudiaan dijual atau digunakan dalam proses produksi atau dipakai untuk keperluan non produksi dalam siklus kegiatan yang normal”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan pengendalian persediaan (inventory control) merupakan pengumpulan atau penyimpanan komoditas yang akan digunakan untuk memenuhi permintaan dari waktu ke waktu. Persediaan memegang peranan penting agar perusahaan dapat berjalan dengan baik.

Fungsi Persediaan

Menurut Divianto (2012:78), Fungsi-fungsi persediaan penting artinya dalam upaya meningkatkan operasi perusahaan, baik yang berupa operasi internal maupun operasi eksternal sehingga perusahaan seolah-olah dalam posisi bebas. Fungsi persediaan pada dasarnya terdiri dari tiga fungsi yaitu:

1. Fungsi Decoupling

Tujuan dari Fungsi ini memungkinkan bahwa perusahaan akan dapat memenuhi kebutuhannya atas permintaan konsumen tanpa tergantung pada suplier barang. Untuk dapat memenuhi fungsi ini dilakukan cara-cara sebagai berikut :

a. Persediaan bahan mentah disiapkan dengan tujuan agar perusahaan tidak sepenuhnya tergantung penyediaannya pada suplier dalam hal kuantitas dan pengiriman.

b. Persediaan barang dalam proses ditujukan agar tiap bagian yang terlibat dapat lebih leluasa dalam berbuat.

c. Persediaan barang jadi disiapkan pula dengan tujuan untuk memenuhi permintaan yang bersifat tidak pasti dari langganan.

2. Fungsi Economic Lot Sizing

Tujuan dari fungsi ini adalah pengumpulan persediaan agar perusahaan dapat berproduksi serta menggunakan seluruh sumber daya yang ada dalam jumlah yang cukup dengan tujuan agar dapat menguranginya biaya perunit produk. Pertimbangan yang dilakukan dalam persediaan ini adalah penghematan yang dapat terjadi saat pembelian dalam jumlah banyak yang dapat memberikan potongan harga, serta biaya pengangkutan yang lebih murah dibandingkan dengan biaya-biaya yang akan terjadi, karena banyaknya persediaan yang dipunyai.

3. Fungsi Antisipasi

Perusahaan sering mengalami suatu ketidakpastian dalam jangka waktu pengiriman barang dari perusahaan lain, sehingga memerlukan persediaan pengamanan (safety stock), atau perusahaan mengalami fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan sebelumnya yang didasarkan pengalaman masa lalu akibat pengaruh musim, sehubungan dengan hal tersebut perusahaan sebaiknya mengadakan seaseonal inventory (persediaan musiman).


Jenis-Jenis Persediaan

Menurut Rusdah (2012:52), persediaan yang terdapat dalam perusahaan dapat dibedakan menurut beberapa cara, dilihat dari fungsinya, dan dilihat dari jenis dan posisi barang dalam urutan pengerjaan produk. Menurut fungsinya, persediaan dibagi menjadi:

a. Batch Stock atau Lot Inventory

Persediaan yang diadakan karena memiliki atau membuat barang dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan saat itu. Mendapatkan keuntungan harga pada harga pembelian efisien produksi dan penghematan biaya akomodasi.

b. Fluctuation Stock

Persediaan yang diadakan untuk melengkapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan.

c. Anticipation Stock

Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola konsumen yang terdapat dalam suatu tahun untuk menghadapi penggunaan atau penjualan (permintaan) yang meningkat. Dilihat dari jenis dan posisi produk dalam urutan pengerjaan produk :

a. Persediaan bahan baku (raw material stock)

b. Persediaan bagian produk atau parts yang dibeli (purchase parts atau component stock)

c. Persediaan bahan-bahan pembantu atau barang-barang perlengkapan (supplier stock)

d. Persediaan barang setengah jadi atau barang dalam proses (work in process atau progress stock)

e. Persediaan barang jadi (finished goods stock)

FIFO (First In Fist Out)

Menurut Tamodia (2013:25), “Metode FIFO mengasumsikan bahwa barang pertama yang dibeli adalah barang pertama yang digunakan (dalam perusahaan manufaktur atau dijual dalam perusahaan dagang), karena itu, persedian yang tersedia merupakan barang yang dibeli paling terakhir”.

Menurut Sangeroki (2013:1187), ”Metode FIFO mengasumsikan bahwa barang-barang yang digunakan (dikeluarkan) sesuai urutan pembeliannya”. Dengan kata lain, metode ini mengasumsikan bahwa barang pertama yang dibeli adalah barang yang pertama digunakan (dalam perusahaan manufaktur) atau dijual (dalam perusahaan dagang). Karena itu persediaan yang tersisa merupakan barang yang dibeli terakhir. Penjadwalan ini merupakan:

1. Penjadwalan non-preemtive (run-to-completon)

2. Penjadwalan tidak berprioritas

Ketentuan penjadwalan FIFO adalah penjadwalan paling sederhana, yaitu:

a. Proses-proses diberi jatah waktu pemrosesan berdasarkan waktu kedatangan.

b. Begitu proses mendapat jatah waktu pemroses, proses dijalankan sampai selesai.

Kelebihan FIFO, yaitu dalam kriteria efisiensi, penjadwalan FIFO sangat efisiensi dalam penggunaan proses, dan algoritma sederhana. Sedangkan kelemahan FIFO, yaitu:

a. Dalam kriteria adil, penjadwalan FIFO adil dalam arti resmi (dalam semantic atau arti antrian) yaitu proses yang pertama datang, akan dilayani pertama juga, tapi dinyatakan tidak adil karena proses-proses yang perlu waktu lama membuat proses-proses yang perlu waktu lama membuat proses-proses pendek menunggu. Proses-proses tidak penting dapat membuat proses-proses penting menunggu.

b. Penjadwalan sangat tidak memuaskan karena proses menunggu lama, waktu tanggapnya sangat jelek.

c. Turn around time tidak bagus

d. Throughput tidak bagus

e. Tidak dapat digunakan untuk sistem waktu nyata.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan FIFO merupakan metode yang beranggapan bahwa barang yang pertama masuk merupakan barang yang pertama keluar.

Tujuan Pengelolaan Persediaan

Menurut Ristono (2013:4-5), tujuan pengelolaan persediaan adalah sebagai berikut :

1. Untuk dapat memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen dengan cepat (memuaskan konsumen).

2. Untuk menjaga agar perusahaan tidak mengalami kehabisan persediaan yang mengakibatkan terhentinya proses produksi. Hal ini dikarenakan alasan :

a. Kemungkinan barang (bahan baku) menjadi langka sehingga sulit untuk diperoleh.

b. Kemungkinan supplier terlambat mengirimkan barang yang dipesan.

3. Untuk mempertahankan dan bila mungkin meningkatkan penjualan dan laba perusahaan.

4. Menjaga agar pembelian secara kecil-kecilan dapat dihindari, karena dapat mengakibatkan ongkos pesan menjadi besar.

Faktor Penentu Safety Stock

Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya safety stock adalah sebagai berikut : (Ristono, 2013:8-9)

a. Risiko kehabisan persediaan.

b. Biaya simpan di gudang dan biaya ekstra bila kehabisan persediaan.

c. Sifat persaingan. Persaingan yang terjadi antar perusahaan dapat ditentukan dari kecepatan pelayanan pemenuhan permintaan pelanggan, maka perusahaan perlu memiliki persediaan yang besar.

Konsep Analisa CSF (Critical Success Factor)

Definisi Analisisa CSF (Critical Success Factor)

Menurut Khanna Tiara dkk mengutip dari Witarto dalam Junal CCIT (2015:34-35) [22], CSF merupakan sejumlah variable yang mempengaruhi aktivitas yang sekarang atau yang akan datang, dalam mencapai target pekerjaannya. Metoda CSF membantu pendefinisian variable. Dengan demikian, manajer akan meningkatkan pemahamannya tentang situasi diruang kendalinya.

Gambar 2.1. Critical Succes Factors

CSFs dalam konteks perencanaan strategis sistem informasi digunakan untuk menafsirkan dengan jelastujuan, taktik, dan kegiatan operasional dalam hal kebutuhan informasi kunci dan manajer dan kekuatan dan kelemahan dari sistemorganisasi yang sudah ada.

Peranan CSFs dalam perencanaan strategis adalah sebagai penghubung antara strategi bisnis organisasidengan strategi sistem informasi yang dimiliki, memfokuskan prosesperencanaan strategis sisteminformasi pada area yang strategis, memprioritaskan usulan aplikasi sistem informasi dan mengevaluasi strategi sistem informasi.

Gambar 2.2. Langkah-Langkah Elaborasi Tujuan Organisasi

Manfaat Analisisa CSF (Critical Success Factor)

Manfaat dari analisa CSF menurut adalah sebagai berikut : (Ward, 2002:209).

a. Analisa CSF merupakan teknik yang paling efektif dalam melibatkan manajemen senior dalam mengembangkan strategi sistem informasi. Karena CSF secara keseluruhan telah berakar pada bisnis dan memberikan komitmen bagi manajemen puncak dalam menggunakan sistem informasi, yang diselaraskan dengan pencapaian tujuan perusahaan melalui area bisnis yang kritis.

b. Analisa CSF menghubungkuan proyek SI yang akan diimplementasikan dengan tujuannya, dengan demikian sistem informasi nantinya akan dapat direalisasikan agar sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.

c. Dalam wawancara dengan manajemen senior, analisa CSF dapat menjadi perantara yang baik dalam mengetahui informasi apa yang diperlukan oleh setiap individu..

d. Dengan menyediakan suatu hubungan antara dengan kebutuhan informasi, analisa CSF memegang peranan penting dalam memprioritaskan investasi modal yang potensial.

e. Analisa CSF sangat berguna dalam perencanaan sistem informasi pada saat strategi bisnis tidak berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan, dengan memfokuskan pada masalah – masalah tertentu yang paling kritis.

Analisa CSF sangat berguna apabila digunakan sejalan dengan analisa value chain dalam mengidentifikasi proses yang paling kritis, serta memberikan fokus pada pencapaian tujuan melalui kegiatan – kegiatan yang paling tepat untuk dilaksanakan.

Black Box Testing

Menurut Simarmata (2012:316) [23], klasifikasi black box testing mencakup beberapa pengujian yaitu:

Pengujian Fungsional functional testing

Pada jenis pengujian ini, perangkat lunak diuji untuk persyaratan fungsional. Pengujian dilakukan dalam bentuk tertulis untuk memeriksa apakah aplikasi berjalan seperti yang diharapkan. Walaupun pengujian fungsional sudah sering dilakukan di bagian akhir dari siklus pengembangan,masing-masing komponen dan proses dapat diuji pada awal pengembangan, bahkan sebelum sistem berfungsi, pengujian ini sudah dapat dilakukan pada seluruh sistem. Pengujian fungsional meliputi seberapa baik sistem melaksanakan fungsinya, termasuk perintah-perintah pengguna, manipulasi data, pencarian dan proses bisnis, pengguna layar, dan integrasi. Pengujian fungsional juga meliputi permukaan yang jelas dari jenis fungsi-fungsi, serta operasi back-end (seperti, keamanan dan bagaimana meningkatkan sistem).

Pengujian tegangan (stress testing)

Pengujian tegangan berkaitan dengan kualitas aplikasi didalam lingkungan. Idenya adalah untuk menciptakan sebuah lingkungan yang lebih menurut aplikasi, tidak seperti saat aplikasi dijalankan pada beban kerja normal. Pengujian ini adalah hal yang paling sulit, cukup kompleks dilakukan,dan memerlukan upaya bersama dari semua tim.

Pengujian tegangan (stress testing)

Pengujian tegangan berkaitan dengan kualitas aplikasi didalam lingkungan. Idenya adalah untuk menciptakan sebuah lingkungan yang lebih menurut aplikasi, tidak seperti saat aplikasi dijalankan pada beban kerja normal. Pengujian ini adalah hal yang paling sulit, cukup kompleks dilakukan,dan memerlukan upaya bersama dari semua tim.

Pengujian beban (load testing)

Pada pengujian beban, aplikasi akan diuji dengan beban berat atau masukan, seperti yang terjadi pada pengujian situs web, untuk mengetahui apakah aplikasi/situs gagal atau kinerjanya menurun. Pengujian beban beroperasi pada tingkat beban standar, biasanya beban tertinggi akan diberikan ketika sistem dapat menerima dan tetap berfungsi dengan baik. Perlu diketahui bahwa pengujian beban tidak bertujuan untuk merusak sistem dengan banyak hal, namun mencoba untuk menjaga agar sistem selalu kuat dan berjalan dengan lancar.

Pengujian khusus (ad-hoc testing)

Jenis pengujian ini dilakukan tanpa penciptaan rencana pengujian (test plan) atau kasus pengujian (test case). Pengujian khusus membantu dalam menentukan lingkup dan durasi dari berbagai pengujian lainnya dan juga mambantu para penguji dalam mempelajari aplikasi sebelum memulai pengujian dengan pengujian lainnya. Pengujian ini merupakan metode pengujian formal yang paling sedikit. Salah satu penggunaan terbaik dari pengujian khusus adalah untuk penemuan. Membaca persyaratan atau spesifikasi (jika ada) jarang memberikan panduan yang jelas mengenai bagaimana sebuah program benar-benar bertindak, bahkan dokumentasi pengguna tidak menangkap “look and feel” dari sebuah program.

Pengujian penyelidikan (exploratory testing)

Pengujian penyelidikan mirip dengan pengujian khusus dan dilakukan untuk mempelajari/mencari aplikasi. Pengujian penyelidikan perangkat lunak ini merupakan pendekatan yang menyenangkan untuk pengujian.

Pengujian usabilitas (usability testing)

Pengujian ini disebut juga sebagai pengujian untuk keakraban pengguna (testing foruser-friendliness). Pengujian ini dilakukan jika antarmuka pengguna dari aplikasinya penting dan harus spesifik untuk jenis pengguna tertentu. Pengujian usabilitas adalah proses yang bekerja dengan pengguna akhir secara langsung maupun tidak langsung untuk menilai bagaimana pengguna merasakan paket perangkat lunak dan bagaimana mereka berinteraksi dengannya. Proses ini akan membongkar area kesulitan pengguna seperti halnya area kekuatan. Tujuan dari pengujian usabilitas harus membatasi dan menghilangkan kesulitan bagi pengguna dan untuk memengaruhi area yang kuat untuk usabilitas maksimum. Pengujian ini idealnya melibatkan masukan dari pengguna secara langsung maupun tidak langsung (mengamati perilaku) dan bila memungkinkan melibatkan komputer yang didukung umpan balik. Komputer yang didukung umpan balik sering kali (jika tidak selalu) dihilangkan untuk proses ini. Komputer yang didukung dengan umpan balik dapat berperan sebagai pengatur waktu (timer) pada dialog untuk memonitor beberapa lama waktu yang diperlukan pengguna untukmenggunakan dialog dan alat penghitung (counter) untuk menentukan seberapa sering kondisi tertentu terjadi (misalnya, pesan eror, bantuan pesan, dan lain-lain).

Pengujian asap (smoke testing)

Jenis pengujian ini disebut juga pengujian kenormalan (sanity testing). Pengujian ini dilakukan untuk memeriksa apakah aplikasi tersebut sudah siap untuk pengujian yang lebih besar dan bekerja dengan baik tanpa cela sampai tingkat yang paling diharapkan. Pada sebuah pengujian baru atau perbaikan peralatan yang terpasang, jika aplikasi “berasap”, aplikasi tersebut tidak bekerja! Istilah ini juga merujuk kepada pengujian fungsi perangkat lunak dasar.

Pengujian pemulihan (recovery testing)

Pengujian pemulihan (recovery testing) pada dasarnya dilakkan untuk memeriksa seberapa cepat dan baiknya aplikasi bisa pulih terhadap semua jenis crash atau kegagalan hardware, masalah bencana, dan lain-lain. Jenis atau taraf pemulihan ditetapkan dalam persyaratan spesifikasi.

Pengujian volume (volume testing)

Pengujian volume dilakukan terhadap efisiensi dari aplikasi. Jumlah data yang besar diproses melalui aplikasi (yang sedang diuji) untuk memeriksa keterbatasan ekstrem dari sistem. Pengujian volume, seperti namanya, adalah pengujian sebuah sistem (baik perangkat keras dan perangkat lunak) untuk serangkaian pengujian dengan volume data yang diproses adalah subjek dari pengujian, seperti sistem yang dapat menangkap sistem pengolahan transaksi penjualan real-time atau dapat membarui basis data atau pengembalian data (data retrieval).

Pengujian domain (domain testing)

Pengujian domain merupakan penjelasan yang paling sering menjelaskan teknik pengujian. Beberapa penulis hanya menulis tentang pengujian domain ketika mereka menulis desain pengujian. Dugaan dasarnya adalah bahwa anda mengambil ruang pengujian kemungkinan dari variable individu dan membaginya lagi ke dalam subset (dalam beberapa cara) yang sama. Kemudian, anda menguji perwakilan dari masing-masing subset.

Pengujian skenario (scenario testing)

Pengujian skenario adalah pengujian yang realistis, kredibel dan memotivasi stakeholders, tantangan untuk program dan mempermudahpenguji untuk melakukan evaluasi. Pengujian ini menyediakan kombinasi variable-variable dan fungsi yang sangat berarti daripada kombinasi buatan yang anda dapatkan dengan pengujian domain atau desain pengujian kombinasi.

Pengujian regresi (regression testing)

Pengujian regresi adalah gaya pegujian yang berfokus pada pengujian ulang (retesting) setelah ada perubahan. Pada pengujian regresi berorientasi risiko (risk-oriented regression testing), daerah yang sama yang sudah diuji, akan kita uji lagi dengan pengujian yang berbeda (semakin kompleks). Usaha pengujian regresi bertujuan untuk mengurangi risiko berikut ini:

a. Perubahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki bug yang gagal.

b. Beberapa perubahan memiliki efek samping, tidak memperbaiki bug lama atau memperkenalkan bug baru.

Penerimaan pengguna (user acceptance)

Pada jenis pengujian ini, perangkat lunak akan diserahkan kepada pengguna untuk mengetahui apakah perangkat lunak memenuhi harapan pengguna dan bekerja seperti yang diharapkan. Pada pengembangan perangkat lunak, user acceptance testing (UAT), juga disebut pengujian beta (beta testing), pengujian aplikasi (application testing),dan pengujian pengguna akhir (end usertesting) adalah tahapan pengembangan perangkat lunak ketika perangkat lunak diuji pada “dunia nyata” yang dimaksudkan oleh pengguna.

Pengujian alfa (alpha testing)

Pada jenis pengujian ini, pengguna akan diundang ke pusat pengembangan. Pengguna akan menggunakan aplikasi dan pengembang mencatat setiap masukan atau tindakan yang dilakukan oleh pengguna. Semua jenis perilaku yang tidak normal dari sistem dicatat dan dikoreksi oleh para pengembang.

Pengujian beta (beta testing)

Pada jenis ini, perangkat lunak didistribusikan sebagai sebuah versi beta dengan pengguna yang menguji aplikasi di situs mereka. Pengecualian/cacat yang terjadi akan dilaporkan kepada pengembang. Pengujian beta dilakukan setelah pengujian alfa. Versi perangkat lunak yang dikenal dengan sebutan versi beta dirilis untuk pengguna yang terbatas di luar perusahaan. Perangkat lunak dilepaskan ke kelompok masyarakat agar dapat memastikan bahwa perangakat lunak tersebut memiliki beberapa kesalahan atau bug.

Elisitasi

Menurut Saputra (2012:51), “Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem yang baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh peneliti untuk di eksekusi”.

Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:


Tahap I

Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

Tahap II

Hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk di eksekusi. M pada MDI berarti mandatory (penting).

Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru. D pada MDI berarti desirable, maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna. I pada MDI berarti inessential, maksudnya requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.

Tahap III

Merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui TOE, yaitu:

a. T artinya teknikal, bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem disusulkan.

b. O artinya operasional, bagaimana tata cara pengguna requirement dalam sistem akan dikembangkan.

c. E artinya ekonomi, berapakah biaya yang diperlukan guna membanguan requirement di dalam sistem.

Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

a. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus di eliminasi.

b. Middle (M) : Mampu dikerjakan.

c. Low (L) : Mudah dikerjakan.

Final Draft Elisitasi

Final draft elisitasi merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Konsep Dasar Literature Review

Konsep Dasar Literature Review

Definisi Literature Review

Menurut Ageng Setiani Rafika dkk yang mengutip dari Warsito dalam Jurnal SENSI (2015:62) [24], Literature adalah kesusasteraan atau kepustakaan, sedangkan Review adalah suatu tindakan meninjau, memeriksa kembali suatu hal yang telah dikerjakan sebelumnya sehingga dalam literature review dapat disimpulkan sebagai suatu tindakan memeriksa dan meninjau kembali suatu kepustakaan”.

Manfaat Literature Review

Menurut Maulani, dkk dalam Jurnal CCIT Vol. 9 No. 2 (2016:231), “Manfaat dari Studi Pustaka (Literature Review) diantaranya untuk mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps), menghindari pembuatan ulang (reinventing the wheel), mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan, meneruskan penelitian sebelumnya, serta mengetahui orang lain yang spesialisasi dan area penelitiannya sama di bidang ini”.

Dibawah ini merupakan Literature Review, yakni penelitian sebelumnya yang digunakan sebagai bahan masukan didalam penelitian Tugas Akhir ini, antara lain :

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Tatik Suliyati, (Skripsi 2012) dengan judul “Perancangan Sistem Simpan Pinjam Koperasi Pada PT. Pratama Abadi Industri” Sistem simpan pinjam koperasi yang berjalan sebelumnya masih mengunakan Mc.Excel, hingga terjadi kendala serta kesalahan diantaranya terjadi selisih pembayaran menjadi ganda, dengan terjadinya permasalahan pada sistem sebelumnya penulis membuat sistem dengan membuat aplikasi dengan Visual basic.NET yang di harapkan dapan membantu mempermudah jalannya usaha simpan pinjam koperasi pada PT. Pratama Abadi Industri, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pembayaran yang ganda.

  2. Penelitian yang dilakukan oleh Yusmarini, (Skripsi : 2012) dengan judul “Analisa Sistem Persediaan Bahan baku Pada PT. Pratama Abadi Industri”. Dalam penelitian ini terdapat kesimpulan bahwa sistem persediaan barang yang ada di PT. Pratama Abadi Industri sudah memanfaatkan komputer, tetapi belum maksimal, dalam perhitungan stock, pemakaian, penyerahan bahan baku sehingga tidak efektif dan efisien dalam pengelolaan datanya.

  3. Penelitian yang dilakukan oleh Yani Yuliana, (Skripsi : 2012) dengan judul “Analisa Sistem Persediaan Barang Spare Part Mobil Pada PT Prima Autoworld”. Disini penulis menjelaskan bahwa agar penerapan sistem persediaan sparepart pada PT Autoworld ini dapat terwujud dengan baik maka, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti, diperlakukan pelatihan dalampenggunaan sistem yang baru. Perlu diadakan sosialisasi tentang pentingnya sistem informasi persediaan sparepart kepada pihak yang yang terlibat dengan sitem terutama pada Admin dan User. Dan agar kekurangan pada sistemnya dapat diperbaiki maupun ditambah serta agar dapat sejalan dengan perkembangan ilmu teknologi yang semakin canggih. Rancangan aplikasi ini dapat dikembangan lagi agar mendapatkan hasil yang maksimal dalam penggunaanya.

  4. Penelitian yang dilakukan oleh Ika Dian Permatasari (Skripsi, 2013), dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Stock Control Material Pada PT. Furukawa Optical Solution Indonesia”, diusulkan untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada sistem yang berjalan. Dan pada perancangan sistem yang diusulkan menggunakan metode SDLC (System Development Life Cycle) dengan melewati tahapan Perencanaan (Planning), Analisis (Analysis), Disain (Design), Implementasi (Implementation), dan Pemeliharaan (Maintenance).

  5. Penelitian yang dilakukan Ahmad Habibi (Skripsi, 2014). Penelitian ini berjudul, “Perancangan Sistem Informasi Inventory Control pada Depot Mesran Harapan Maju”. Penelitian tersebut menghasilkan aplikasi yang dapat mempermudah dalam pendataan barang dan pembuatan stok barang.

  6. Penelitian yang dilakukan Meliza Turnia (Skripsi, 2013). Penelitian ini berjudul, “Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang pada PT. Sinar Asia Perkasa”. Penelitian tersebut menghasilkan aplikasi yang dapat meningkatkan pelayanan terhadap user dalam memberikan informasi secara akurat.

  7. Dari ke enam penelitian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa belum ada peneliti yang meneliti mengenai Sistem Informasi Inventory persediaan barang untuk memberikan kemudahan admin yang berbeda divisi seperti admin gudang, admin produksi, admin Purchasing, dan Pimpinan dalam memonitoring persediaan bahan baku. Maka dengan uraian yang demikian tersebut, peneliti akan meneliti mengenai APLIKASI MONITORING PERSEDIAAN BAHAN BAKU BERBASIS WEB PADA PT SUMBER CENTRAL TEKNIK. Dimana dalam perancangannya menggunakan metode CSF. Sedangkan bahasa pemrograman yang dipakai ialah PHP. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, dapat mendatangkan manfaat.

BAB III

PEMBAHASAN

Gambaran Umum Perusahaan

Sejarah Singkat Perusahaan

Pada tahun 2000 : PT. Sumber Central Teknik dibentuk dan berdiri sebagai produsen alat-alat kantor (Office Equipment) dari bahan baku baja. Produk utamanya saat itu adalah Office Chair Components, Metal Furniture, Metal Press Parts, Pipe Swedging, Powder Coating

Pada tahun 2009 : PT. Sumber Central Teknik memulai penerapan sistem manajemen mutu dan berhasil mendapatkan Sertifikat ISO 9001-2008 di bidang Manajemen dari Badan Sertifkasi WQA. Untuk menjaga konsistensi penerapan sistem manajemen mutu dibentuklah Komite 5R dan QIT sebagai upaya pencapaian sasaran mutu perusahaan.

Pada tahun 2012 : PT. Sumber Central Teknik di Kawasan Industri Cikupa Mas Tangerang Banten dipindahkan ke kawasan Industri Baja Mas Balaraja Barat, Tangerang, dengan tujuan untuk perluasan area dan meningkatkan kinerja perusahaan dalam menghadapi pertumbuhan dan peningkatan kemajuan perusahaan yang pesat.

Pada tahun 2012 : PT. Sumber Central Teknik melakukan perluasan area pabrik dan menambah peralatan mesin-mesin produksi, untuk mengembangkan produktifitas hasil produksi baik secara kuantitas, kualitas, efisiensi dan tepat waktu, serta melakukan inovasi dengan membuat produk varian baru. Mobile File Cabinet dengan sistem penggerak mekanik dan manual untuk penyimpanan file yang lebih efisien penggunaan ruangan dan efisien waktu yang sangat sistematis.

PT. Sumber Central Teknik memiliki visi yaitu menjadikan produknya selalu dekat dan sebagai pilihan utama bagi konsumen dan memiliki misi yaitu menghadirkan produk yang dapat memenuhi harapan konsumen dalam hal kualitas, harga dan layanan waktu pengiriman serta perbaikan yang berkelanjutan.

Visi dan Misi Perusahaan

Visi PT Sumber Central teknik

  1. Menjadi perusahaan metal furniture yang berskala internasional, berdaya saing dan inovatif serta mampu berkembang, sehat dan mandiri.

  2. Menjadikan produknya selalu dekat dan sebagai pilihan utama bagi konsumen

Misi PT Sumber Central teknik

  1. Memenuhi harapan konsumen dalam hal kualitas, harga dan layanan waktu pengiriman serta perbaikan yang berkelanjutan. (“Quality is First”).

Struktur Organisasi

Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT.Sumber Central Teknik

Tugas dan Tanggung Jawab

Berikut di bawah ini adalah divisi-divisi dan tugas serta tanggung jawab yang ada pada PT. Sumber Central Teknik :

a. Tugas dan tanggung jawab Direktur

  1. Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan di perusahaan melakukan dan mengkoordinir semua departemen.
  2. Memberhentikan dan mengangkat karyawan untuk menjabat sesuai struktur di organisasi.
  3. Memimpin rapat (meeting) manajerial.
  4. Memotorisasi setiap pengeluaran uang perusahaan.
  5. Memimpin perusahaan dengan menerbitka nkebijakan-kebijakan perusahaan.

b. Tugas dan tanggung jawab Factory Manager

  1. Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan di perusahaan melakukan dan mengkoordinir semua departemen.
  2. Dapat mengembangkan sistem dan SOP dipabrik sehingga meningkatkan produktivitas.
  3. Memimpin pabrik, memotivasi, dan memimpin para staff produksi dan administrasi.
  4. Membuat dan menjalankan rencana kerja/ production schedule sehingga mencapai target dan deadline pesanan yang diberikan.
  5. Mengawasi kualitas hasil produksi (Quality control).
  6. Membuat pembagian tugas dan performance review semua karyawan pabrik.
  7. Tugas dan tanggung jawab Keuangan

c. Tugas dan tanggung jawab Adm/Personalia

  1. Mengawasi dan melaksanakan tugas yang berhubungan dengan absensi karyawan dan pengolahan data.
  2. Mengusahakan dan memelihara keseimbangan serta suasana kerja yang lebih baik dilingkungan perusahaan.
  3. Mengarsipkan data-data yang berhubungan dengan karyawan.
  4. Bertanggung jawab terhadap masalah perijinan karyawan (Cuti, ijin, sakit, dll), piutang karyawan dan absensi karyawan.

d. Tugas dan tanggung jawab Adm Keuangan

  1. Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat dan tepat waktu.
  2. Membuat , mencetak tagihan dan surat tagihan untuk memastikan tagihan terkirim kepada pelanggan dengan benar dan tepat waktu.
  3. Menerima, memeriksa tagihan dari vendor dan membuat rekapnya untuk memastikan pembayaran terkirim tepat waktu.
  4. Memeriksa rangkuman kas kecil untuk memastikan penggunaan dan ketersediaan kas kecil yang efektif.
  5. Menginput penerimaan pembayaran dari pelanggan, dan pembayaran kesupplier dengan tepat waktu dan akurat untuk memastikan ketepatan waktu dan keakuratan penerimaan maupun pembayaran.
  6. Mengarsip seluruh dokumen transaksi untuk menjaga ketertiban administrasi dan memudahkan penelusuran dokumen.
  7. Melakukan stock opname setiap akhir bulan untuk melihat ada/tidaknya selisih jumlah barang di gudang dan catatan di keuangan.

e. Tugas dan tanggung jawab Inventory/Gudang

  1. Menerima barang dari suplier yang sebelumnya sudah dipesan oleh bagian pembelian.
  2. Mengecek barang yang diterima dari suplier apakah layak diterima atau dikembalikan.
  3. Memastikan penyediaan Raw Material untuk proses produksi.
  4. Melayani setiap customer yang memesan barang, dengan pelayanan informasi yang cepat.
  5. Bertanggung jawab penuh terhadap keluar masuknya barang yang berasal dari gudang.

f. Tugas dan tanggung jawab Delivery

  1. Mengantar pesanan customer
  2. Bertanggung jawab atas kirimannya

g. Tugas dan tanggung jawab Quality Control

  1. Melakukan pengecekan di incoming (area kedatangan material) dan final inspection (Pengecekan terakhir sebelum masuk gudang) serta Out going area (sebelum part dikirim kecustomer).
  2. Bertanggung jawab dalam hal kualitas material/bahan baku dan part yang dihasilkan dalam proses produksi sesuai standard yang telah disepakati bersama.
  3. Disiplin dalam proses pengecekan.
  4. Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja.
  5. Bertanggung jawab terhadap kebersihan alat ukur dan area pengecekan (lingkungan kerjanya).
  6. Bertanggung jawab membuat laporan hasil pengecekan harian, pengecekan di incoming (kedatangan) dan pengecekan di out going (pengiriman).

h. Tugas dan tanggung jawab PPIC

  1. Mengatur program perbaikan berkelanjutan guna mengeliminasi bahan tidak jadi (scrap) dan meningkatkan efisiensi.
  2. Melaksanakan dan membuat dokumen-dokumen Sistem Manajemen mutu yang menjadi tanggung jawabnya.
  3. Bertanggung jawab dalam melakukan fasilitasi supervisi langsung terhadap, kepala regu yang dibawahinya (serta mampu mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya), hal ini termasuk dalam memberikan bimbingan /pelatihan kepada anak buah guna mencapai tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi teamnya dan mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku di perusahaan.
  4. Bertanggung jawab dalam mencapai tingkat kuantitas (output) sesuai standard Manajemen Mutu dan standard Customer.
  5. Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerjadan standard kebersihan lingkungan kerja 5R. (Ringkas, Rapih, Resik, Rawat,Rajin).
  6. Bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi dan membina kerja sama tim yang solid minimal harus ada meeting 5 menit sebelum kerja.
  7. Bertanggung jawab dalam membuat laporan planning produksi, hasil produksi dan pencapaiannya, Pencapaian delivery. secara berkala kepada atasannya atas hasil kerjanya beserta analisa permasalahannya, tindakan-tindakan perbaikan atas permasalahan tersebut serta batas waktu estimasi penyelesaian masalah-masalah tersebut secara singkat, padat dan kongkrit.

i. Tugas dan tanggung jawab Engineering

  1. Memobilisasi semua proses dan berikut sumber daya manusia sehingga dicapai hasil produksi yang optimal.
  2. Mengatur program perbaikan berkelanjutan guna mengeliminasi bahan tidak jadi (scrap) dan meningkatkan efisiensi.
  3. Bertanggung jawab dalam melakukan fasilitasi supervisi langsung terhadap supervisor , kepala regu yang dibawahinya (serta mampu mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada di bawahtanggung jawabnya), hal ini termasuk dalam memberikan bimbingan/pelatihan kepada anak buah guna mencapai tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi teamnya dan mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku di perusahaan
  4. Bertanggung jawab dalam mencapai tingkat kuantitas (output) , kualitas dan schedule produksi serta tingkat utilisasi mesin produksi yang telah ditetapkan dan disepakati.
  5. Bertanggung jawab dalam pemenuhan standard kualitas hasil produksi sesuai dengan tingkat kebutuhan Customer & Schedule pengiriman hasil produksi sesuai PPIC schedule.
  6. Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan standar kebersihan lingkungan kerja (keteraturan/kerapihan lingkungan kerja).
  7. Bertanggung jawab dalam membuat laporan secara berkala kepada atasannya atas hasil kerjanya beserta analisa permasalahannya, tindakan-tindakan perbaikan atas permasalahan tersebut serta batas waktu estimasi penyelesaian masalah-masalah tersebut secara singkat , padat dan kongkrit.

j. Tugas dan tanggung jawab Marketing

  1. Memasarkan produk kepada instansi.
  2. Memastikan customer terlayani dengan baik.
  3. Memastikan aktivitas pesaing termonitor dan dibuat laporannya.
  4. Membuat laporan bulanan SM Customer Support.
  5. Membuat strategi pemasaran dan penjualan distribusi baik dalam jangka pendek (1 tahun) maupun ¬jangka menengah (3 – 5 tahun) untuk memastikan pencapaian tujuan Perusahaan dan pengembangan bisnis yang menguntungkan dalam jangka panjang.
  6. Memonitor pencapaian target sales dan collection, bulanan dan tahunan, melakukan review atas pencapaian target tiap personel tim sales dan mempersiapkan perencanaan untuk mencapai target tersebut.
  7. Penyusunan dan mengembangkan strategi sales & marketing sesuai dengan rencana dan batas waktu yang ditetapkan.

k. Tugas dan tanggung jawab Purchasing

  1. Mengatur semua proses pembelian sehingga dicapai hasil produksi yang optimal.
  2. Mengatur program perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan efisiensi.
  3. Bertanggung jawab dalam melakukan proses pembelian material/bahan baku, tools dan barang-barang penunjang produksi.
  4. Bertanggung jawab dalam mencapai tingkat kuantitas (output) dan kualitas sesuai standard Manajemen Mutu dan standard Customer.
  5. Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan standard kebersihan lingkungan kerja 5R. (Ringkas, Rapih, Resik, Rawat, Rajin).
  6. Bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi dengan semua bagian guna pemenuhan produksi.
  7. Bertanggung jawab dalam membuat laporan Rekap PO Supplier, Monitoring pembelian dll. secara berkala kepada atasannya atas hasil kerjanya beserta analisa permasalahannya, tindakan-tindakan perbaikan atas permasalahan tersebut serta batas waktu estimasi penyelesaian masalah-masalah tersebut secara singkat , padat dan kongkrit.

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Prosedur Sistem Yang Berjalan

Untuk menganalisa sistem yang berjalan, pada penelitian ini digunakan program Unified Modeling Language (UML) untuk menggambarkan prosedur dan proses yang berjalan saat ini.

  1. Proses Pembelian ke Supplier

    Pada proses ini bagian gudang mengecek stok material yang ada di gudang, jika stok material telah mencapai batas minimal, maka bagian gudang akan mengkonfirmasikan stok bahan baku ke bagian purchasing yang nantinya bagian purchasing akan melakukan pemesanan dengan membuat purchase order (PO) yang dikirim via email atau fax kepada supplier.

  2. Prosedur Barang Masuk

    Proses baham baku masuk ke dalam gudang, yaitu: supplier memberikan faktur beli kepada bagian gudang, kemudian karyawan gudang akan menghitung dan menerima bahan baku yang akan dimasukan kedalam gudang dengan membuat laporan penerimaan barang (LPB). lalu bahan baku dimasukan ke dalam gudang menurut penempatannya masing-masing.

  3. Prosedur Barang Keluar

    Dalam proses ini Bagian Produksi membuat form Pengambilan bahan baku sesuai dengan kebutuhan produksi. yang nantinya akan diserahkan ke bagian gudang untuk pengambilan bahan baku sesuai dengan permintaan bagian produksi, dan bagian gudang wajib untuk mencatat stok akhir bahan baku sesuai fisiknya pada form stok bahan baku .

  4. Prosedur Pembuatan Laporan

    Pada proses pemeriksaan atau pencatatan bahan baku di dalam gudang, dilakukan secara fisik oleh karyawan bagian gudang yang akan memeriksa dan menghitung bahan baku secara manual. Setelah itu karyawan bagian gudang akan memasukan data ke komputer menggunakan Ms. Excel dan hasil print outnya akan dilaporkan kepada pimpinan tentang persediaan stok bahan baku yang ada di dalam gudang.

Rancangan Prosedur Sistem Berjalan

Analisa Sistem yang berjalan pada Use Case Diagram

Gambar 3.2 Use Case Diagram Sistem yang Berjalan

Berdasarkan gambar 3.2 Use Case Diagram yang berjalan diatas terdapat  :

1. Nama Use Case : pengajuan pembelian bahan baku

Actor : Gudang dan Purchasing

Keterangan : Bagian Gudang menyerahkan pengajuan pembelian bahan baku kepada bagian purchasing.

2. Nama Use Case : order bahan baku

Actor : Purchasing dan supplier

Keterangan : Bagian Purchasing melakukan order bahan baku ke supplier sesuai dengan permintaan dari bagian gudang.

3. Nama Use Case : Mengirim bahan baku

Actor : Supplier dan gudang

Keterangan : Supplier mengirim bahan baku berdasarkan PO dari bagian Purchasing dan bagian gudang akan mengecek bahan baku yang masuk.

4. Nama Use Case : Mendata bahan baku yang masuk

Actor : Gudang

Keterangan : Bagian gudang akan mendata daftar bahan baku yang dikirim oleh supplier mengggunakan Ms Excel.

5. Nama Use Case : Buat laporan penerimaan bahan baku

Actor : Gudang

Keterangan : Bagian gudang membuat laporan daftar barang-barang yang masuk ke gudang bahan baku untuk diberikan kepada pimpinan.

6. Nama Use Case : Meminta bahan baku

Actor : Produksi dan Gudang

Keterangan : Bagian produksi memberikan form permintaan bahan baku kepada gudang

7. Nama Use Case : mendata permintaan bahan baku

Actor : Gudang

Keterangan : Bagian gudang mendata daftar nama-nama bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi sesuai dengan form permintaan bahan baku

8. Nama Use Case : Memberikan bahan baku sesuai permintaan

Actor : Gudang dan bagian produksi

Keterangan : Bagian gudang memberikan bahan baku yang dibutuhkan ke bagian produksi sesuai dengan daftar form permintaan bahan baku.

9. Nama Use Case : Membuat laporan pengeluaran bahan baku

Actor : Gudang dan Pimpinan

Keterangan : Bagian gudang membuat laporan pengeluaran bahan baku yang ada di gudang dan diserahkan kepada pimpinan.

Analisa Sistem yang berjalan pada Activity Diagram

a. Activity Diagram Pembelian bahan baku

Gambar 3.3 Activity Diagram Pembelian bahan baku Sistem yang sedang berjalan

Berdasarkan gambar 3.3 Activity Diagram diatas terdapat :

  1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
  2. 3 Vertical Swimeline yaitu Gudang, Purchasing, dan Supplier
  3. 11 Activity yang biasa dilakukan oleh actor-actor.
  4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

b. Activity Diagram Permintaan bahan baku

Gambar 3.4 Activity Diagram Permintaan bahan baku Sistem yang sedang berjalan

Berdasarkan gambar 3.4 Activity Diagram diatas terdapat :

  1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
  2. 8 Activity yang biasa dilakukan oleh actor-actor.
  3. 1 Decision untuk menampilkan pilihan.
  4. 1 Join node untuk menggabungkan kegiatan.
  5. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

c. Activity Diagram Laporan penerimaan dan pengeluaran bahan baku

Gambar 3.5 Activity Diagram Laporan Penerimaan dan pengeluaran bahan baku Sistem yang sedang berjalan

Berdasarkan gambar 3.5 Activity Diagram diatas terdapat :

  1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
  2. 2 Vertical Swimeline yaitu Gudang dan pimpinan
  3. 4 Activity yang biasa dilakukan oleh actor-actor.
  4. 1 Decision untuk menampilkan pilihan.
  5. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

Analisa Sistem yang berjalan pada Sequence Diagram

a. Sequence Diagram Pembelian bahan baku

Gambar 3.6 Sequence Diagram Pembelian Sistem yang sedang berjalan

Berdasarkan pada gambar 3.6 Sequence Diagram Pembelian sistem yang berjalan pada PT Sumber Central Teknik saat ini, terdapat :

  1. Terdapat 3 actor yaitu : Gudang, Purchasing, dan Supplier
  2. Terdapat 4 Lifeline Procedure yaitu : Pengajuan bahan baku, order, pembayara dan kirim bahan baku.
  3. Terdapat 11 Message spesifikasi yang berfungsi memberikan informasi komunikasi antara objek dengan subjek sistem yang sedang berjalan.

b. Sequence Diagram Permintaan bahan baku

Gambar 3.7 Sequence Diagram Permintaan Sistem yang sedang berjalan

Berdasarkan pada gambar 3.7 Sequence Diagram Permintaan sistem yang berjalan pada PT Sumber Central Teknik saat ini, terdapat :

  1. Terdapat 2 actor yaitu : Produksi dan Gudang
  2. Terdapat 2 Lifeline Procedure yaitu : Permintaan Bahan Baku dan bahan baku.
  3. Terdapat 1 Self Message yang dilakukan dengan tujuan untuk komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang sedang berlangsung.

c. Sequence Diagram Laporan bahan baku

Gambar 3.8 Sequence Diagram Laporan Sistem yang sedang berjalan

Berdasarkan pada gambar 3.7 Sequence Diagram Laporan Bahan Baku sistem yang berjalan pada PT Sumber Central Teknik saat ini, terdapat :

  1. Terdapat 2 actor yaitu : Gudang dan Pimpinan
  2. Terdapat 1 Lifeline Procedure yaitu : Laporan
  3. Terdapat 6 Message spesifikasi yang berfungsi memberikan informasi komunikasi antara objek dengan subjek sistem yang sedang berjalan.
  4. Terdapat 1 Self Message yang dilakukan dengan tujuan untuk komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang sedang berlangsung.


Metode Analisa Sistem Yang Berjalan

Analisis Critical Success Factor (CSF)

Dalam kegiatan ini akan dielaborasikan visi dan misi menjadi tujuan bisnis PT. Sumber Central Teknik yang kemudian akan diaplikasikan menggunakan CSF analisis untuk menemukan kebutuhan organisasi. Langkah-langkah elaborasi tersebut dapat dijelaskan pada gambar berikut di bawah ini.

Gambar 3.9 Langkah-langkah Elaborasi Tujuan Organisasi


Tabel 3.1. Meningkatkan nilai - nilai stakeholder pada PT Sumber Central Teknik.

Berdasarkan tabel di sebelumnya , dapat diketahui bahwasanya pencapaian tujuan-tujuan organisasi PT Sumber Central Teknik mempunyai batasan sistem (Boundary) tertuang pada tabel di atas, selanjutnya untuk mengetahui kebutuhan Sistem Informasi (SI) yang mendukung. Maka perlu dilakukan elaborasi terhadap CSF organisasi dengan menentukan Key Decision yang berhubungan dengan CSF tersebut dan dari Key Decision tersebut akan diidentifikasi kebutuhan Sistem Informasi (SI) dari organisasi. Hasil elaborasi CSF dapat dilihat pada tabel 3.2. di bawah ini.

Tabel 3.2. Identifikasi Kebutuhan Sistem Informasi (SI)

Dari analisis CSF diatas dapat disimpulkan bahwa dengan melihat visi dan misi perusahaan yang mengedepankan pelayanan kepada konsumen maka perlu adanya kelancaran penerimaan informasi dengan terwujudnya aplikasi monitoring persediaan bahan baku yang informatif bagi pihak terkait dalam memonitoring persediaan bahan baku demi terciptanya kelancaran produksi dan penyediaan bahan baku yang tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan.

Analisa Masukan, Analisa Proses, Analisa Keluaran

  1. Analisa Masukan

    a. Nama Masukan : Permintaan Barang
    Fungsi : Sebagai form permintaan bahan baku ke gudang
    Sumber : Bagian Produksi
    Media  : Kertas
    Frekuensi : Setiap Permintaan
    Format : Format dapat dilihat pada lampiran
    Keterangan : Berisi data permintaan bahan baku untuk produksi

    b. Nama Masukan : Surat Jalan
    Fungsi : Sebagai data yang menunjukkan jumlah stok bahan baku yang diterima digudang.
    Sumber : Supplier
    Media : Kertas
    Frekuensi : Setiap Barang Masuk
    Format : Format dapat dilihat pada lampiran
    Keterangan : Berisi data pemasukan stok bahan baku yang diterima pada saat supplier mengirim bahan baku.

  2. Analisa Proses

    a. Nama proses : monitoring persediaan bahan baku
    Fungsi: memonitoring persediaan bahan baku
    Sumber : gudang
    Media : Komputer Ms Excel
    Frekuensi : Setiap hari
    Format : Format dapat dilihat pada lampiran
    Ringkasan Proses : Proses ini akan menghasilkan data persediaan bahan baku sebagai acuan pembuatan laporan untuk pengajuan permintaan bahan baku ke bagian purchasing.

  3. Analisa Keluaran

    a. Nama Keluaran : Laporan Penerimaan bahan baku
    Fungsi : untuk menginformasikan jumlah stok bahan baku yang diterima gudang.
    Sumber : penerimaan bahan baku
    Media : Kertas
    Frekuensi : Perbulan
    Format : Format dapat dilihat pada lampiran
    Keterangan : Berisi data bahan baku yang diterima gudang.

    b. Nama Keluaran : Laporan Pengeluaran bahan baku
    Fungsi : untuk menginformasikan jumlah bahan baku yang keluar dari gudang.
    Sumber : pengeluaran bahan baku
    Media : Kertas
    Frekuensi : Perbulan
    Format : Format dapat dilihat pada lampiran
    Keterangan : Berisi data bahan baku yang keluar dari gudang.

Konfigurasi Sistem Yang Berjalan

  • Processor : Core To Duo
  • Monitor : LCD 14”
  • Mouse : Ps2
  • RAM : 2 GB
  • Hardisk : 80 GB
  • Keyboard : Compatible Ps2
  • Printer : Canon Ip1800 Series

    Analisa Permasalahan dan Analisa Kebutuhan

    Analisa Permasalahan

    1. Dalam melakukan monitoring persediaan bahan baku, admin gudang pada PT Sumber Central Teknik masih menggunakan metode pencatatan dan juga menggunakan sistem semi komputerisasi. Sehingga adanya kemungkinkan data-data bahan baku tersebut hilang karena terselip dan tercecer.
    2. Lamanya proses pencarian data persediaan bahan baku, karena Admin gudang pada PT Sumber Central Teknik harus membuka dokumen Microsoft Excel yang ada satu persatu untuk mencari data bahan baku tersebut.
    3. Admin gudang juga mengalami kendala dalam mengontrol sisa stok bahan baku yang ada di gudang karena tidak adanya sistem yang dapat memonitoring persediaan bahan baku secara otomatis sehingga laporan stok bahan baku yang dihasilkan setiap bulannya tidak sesuai dengan jumlah stok bahan baku yang ada di gudang.

    Analisa Kebutuhan

    1. Dibutuhkan aplikasi monitoring persediaan bahan baku berbasis web, yang memungkinkan bagian gudang, produksi, purchasing, dan pimpinan untuk mengolah data bahan baku secara bersama-sama di dalam waktu yang bersamaan dalam jaring internet Perusahaan.
    2. Dibutuhkan sistem yang dapat mempermudah admin gudang dalam melakukan monitoring persediaan bahan baku.
    3. Dibutuhkan sistem yang dapat mempermudah bagian produksi dalam melakukan permintaan bahan baku ke bagian gudang.
    4. Dibutuhkan sistem yang dapat mempermudah bagian purchasing dalam menampilkan data bahan baku yang sudah dalam jumlah safety stock, sehingga bagian purchasing dapat membuat daftar order bahan baku kepada supplier.
    5. Dibutuhkan sistem yang dapat mempermudah Pimpinan dalam melihat dalam laporan bahan baku masuk dan laporan bahan baku keluar.

    Alternatif Pemecahan Masalah

    Berdasarkan analisa terhadap sistem yang berjalan, dapat diambil kesimpulan bahwa perlu diadakan pengembangan sistem atas permasalahan dan kebutuhan sistem dengan melakukan analisa terhadap alternatif pemecahan masalah antara lain:

    1. Membangun suatu aplikasi monitoring persediaan bahan baku berbasis web, aplikasi yang dibangun berbasis web memungkinkan user dapat menggunakan data secara bersama-sama di dalam waktu yang bersamaan.
    2. Membangun sistem yang dibutuhkan oleh user dengan menggunakan aplikasi berbasis visual, dikarenakan aplikasi yang berbasis visual sudah familiar dikalangan instansi masyarakat.

    User Requirment

    Requirment Elicitation Tahap I

    Elisitasi tahap I disusun berdasarkan hasil wawancara dengan seluruh perangkat manajemen. Berikut dilampirkan Diagram Elisitasi Tahap I.

    Tabel 3.3 Tabel Elisitasi Tahap I

    Requirment Elicitation Tahap II

    Elisitasi tahap II dibentuk berdasarkan elisitasi tahap I yang kemudian diklasifikasikan melalui metode MDI. Terdapat beberapa requirement yang diberi option Inessential (I) dan harus dieliminasi. Semua requirement di atas diberi option I pada Elisitasi Tahap II sesuai dengan Tabel karena sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang terdapat pada bab sebelumnya.

    Tabel 3.4 Tabel Elisitasi Tahap II

    Keterangan :
    M : Mandatory
    D : Desirable
    I  : Inessential

    Requirment Elicitation Tahap III

    Berdasarkan elisitasi tahap II diatas, dibentuklah suatu elisitasi tahap III yang kemudian diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan option HML.

    Tabel 3.5 Tabel Elisitasi Tahap III

    Keterangan :
    T  : Technical
    O  : Operational
    E  : Economic
    L  : Low
    M  : Middle
    H  : High

    Requirment Elicitation Tahap Final

    Requirement Elicitation Final merupakan bentuk akhir dari tahap – tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar pengembangan sistem yang akan dibentuk. Berikut saya lampirkan Diagram Final Draft Elisitasi.

    Tabel 3.6 Tabel Elisitasi Tahap Final

    Tata Laksana Sistem Yang Diusulkan

    Use Case Diagram Sistem Yang Diusulkan

    Gambar 3.9 Use Case Diagram yang Diusulkan

    Berdasrkan gambar 3.9 Use Case Diagram yang Diusulkan diatas terdapat  :

    1. Nama Use Case : Login

    Actor : Gudang, Produksi, Purchasing, Pimpinan

    Keterangan : Admin melakukan login terlebih dahulu dengan mengisi form username, dan password kemudian klik login.

    2. Nama Use Case  : Data User

    Actor : Gudang

    Keterangan : Admin membuka form data user yang didalamnya terdapat fasilitas tambah data user, edit data user, hapus data user dan cari data user.

    3. Nama Use Case  : Data Bahan Baku

    Actor : Gudang

    Keterangan : Admin membuka form data bahan baku yang didalamnya terdapat fasilitas tambah data bahan baku, edit data bahan baku, hapus data bahan baku, dan cari data bahan baku.

    4. Nama Use Case  : Data Supplier

    Actor : Purchasing

    Keterangan : Admin membuka form data Supplier yang didalamnya terdapat fasilitas tambah data Supplier, edit data Supplier, hapus data Supplier, dan cari data Supplier.

    5. Nama Use Case : Persediaan

    Actor : Gudang

    Keterangan : Admin membuka menu persediaan yang didalamnya terdapat data laporan stok bahan baku yang sudah dalam jumlah minimal stok aman.

    6. Nama Use case : Permintaan bahan baku

    Actor : Gudang, Produksi

    Keterangan : Admin membuka menu Permintaan yang didalamnya terdapat fasilitas tambah data permintaan bahan baku, edit data permintaan bahan baku, hapus data permintaan bahan baku, cari data permintaan bahan baku, view data permintaan bahan baku, dan cetak data permintaan bahan baku.

    7. Nama Use case : Pengiriman permintaan bahan baku

    Actor : Gudang, Produksi

    Keterangan : Admin membuka menu Pengiriman Permintaan yang didalamnya terdapat fasilitas tambah data Pengiriman permintaan bahan baku, edit data Pengiriman permintaan bahan baku, hapus data Pengiriman permintaan bahan baku, cari data Pengiriman permintaan bahan baku, view data Pengiriman permintaan bahan baku dan cetak data Pengiriman permintaan bahan baku.

    8. Nama Use case : Retur Permintaan bahan baku

    Actor : Produksi

    Keterangan : Admin membuka menu Retur Permintaan bahan baku yang didalamnya terdapat fasilitas tambah data Retur permintaan bahan baku, edit data Retur permintaan bahan baku, hapus data Retur permintaan bahan baku, cari data Retur permintaan bahan baku, view data Retur permintaan bahan baku, dan cetak data Retur Permintaan bahan baku.

    9. Nama Use case : Permintaan Pembelian Bahan Baku

    Actor : Gudang, Purchasing

    Keterangan : Admin membuka menu Permintaan Pembelian yang didalamnya terdapat fasilitas tambah data permintaan pembelian bahan baku, edit data permintaan pembelian bahan baku, hapus data permintaan pembelian bahan baku, cari data permintaan pembelian bahan baku, view data permintaan pembelian bahan baku, dan cetak data permintaan pembelian bahan baku.

    10. Nama Use case : Penerimaan Pembelian Bahan Baku

    Actor : Gudang, Purchasing

    Keterangan : Admin membuka menu Penerimaan Pembelian yang didalamnya terdapat fasilitas tambah data Penerimaan pembelian bahan baku, edit data Penerimaan pembelian bahan baku, hapus data Penerimaan pembelian bahan baku, cari data Penerimaan pembelian bahan baku, , view data Penerimaan pembelian bahan baku, dan cetak data Penerimaan pembelian bahan baku.

    11. Nama Use case : Retur Pembelian bahan baku

    Actor : Gudang

    Keterangan : Admin membuka menu Retur Pembelian bahan baku yang didalamnya terdapat fasilitas tambah data Retur Pembelian bahan baku, edit data Retur Pembelian bahan baku, hapus data Retur Pembelian bahan baku, cari data Retur Pembelian bahan baku, cetak data Retur Pembelian bahan baku.

    12. Nama Use case : Laporan pembelian

    Actor : Gudang, Purchasing, Pimpinan

    Keterangan : Admin membuka menu Laporan Pembelian bahan baku yang didalamnya terdapat fasilitas tambah data Laporan Pembelian bahan baku, edit data Laporan Pembelian bahan baku, hapus data Laporan Pembelian bahan baku, cari data laporan Pembelian bahan baku, view data laporan Pembelian bahan baku dan cetak data Laporan Pembelian bahan baku.

    13. Nama Use case : Laporan permintaan

    Actor : Gudang, Purchasing, Pimpinan

    Keterangan : Admin membuka menu Laporan Permintaan bahan baku yang didalamnya terdapat tambah data Laporan Permintaan bahan baku, edit data Laporan Permintaan bahan baku, hapus data Laporan Permintaan bahan baku, cari data laporan Permintaan bahan baku, view data laporan Permintaan bahan baku dan cetak data Laporan Permintaan bahan baku.

    14. Nama Use case : Logout

    Actor : Gudang, Produksi, Purchasing, Pimpinan

    Keterangan : Admin ingin keluar dari Aplikasi dengan klik button logout.

    Activity Diagram Sistem Yang Diusulkan

    Activity Diagram Menu Login Admin

    Gambar 3.10 Activity Diagram Menu Login Admin

    Berdasarkan gambar 3.10 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 3 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Decision untuk menampilkan pilihan.
    5. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram Menu Data User

    Gambar 3.11 Activity Diagram Data User

    Berdasarkan gambar 3.10 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 16 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram Menu Bahan Baku

    Gambar 3.12 Activity Diagram Menu Bahan Baku

    Berdasarkan gambar 3.12 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 16 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram Menu Data Supplier

    Gambar 3.13 Activity Diagram Menu Data Supplier

    Berdasarkan gambar 3.13 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 16 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram Menu Persediaan Bahan Baku

    Gambar 3.14 Activity Diagram Menu persediaan Bahan Baku

    Berdasarkan gambar 3.14 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 3 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram Menu Permintaan Pembelian Bahan Baku

    Gambar 3.15 Activity Diagram Menu Permintaan Pembelian Bahan Baku

    Berdasarkan gambar 3.15 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 16 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram Menu Penerimaan Pembelian Bahan Baku

    Gambar 3.16 Activity Diagram Menu Penerimaan Pembelian Bahan Baku

    Berdasarkan gambar 3.16 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 16 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram Menu Retur Pembelian Bahan Baku

    Gambar 3.17 Activity Diagram Menu Retur Pembelian Bahan Baku

    Berdasarkan gambar 3.17 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 16 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram Menu Permintaan Bahan Baku

    Gambar 3.17 Activity Diagram Menu Retur Pembelian Bahan Baku

    Berdasarkan gambar 3.17 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 16 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram Menu Pengiriman Permintaan Bahan Baku

    Gambar 3.19 Activity Diagram Menu Pengiriman Permintaan Bahan Baku

    Berdasarkan gambar 3.19 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 16 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram Menu Retur Permintaan Bahan Baku

    Gambar 3.20 Activity Diagram Menu Retur Permintaan Bahan Baku

    Berdasarkan gambar 3.20 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 16 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram Menu Laporan Pembelian bahan baku

    Gambar 3.21 Activity Diagram Menu Laporan Pembelian Bahan Baku yang diusulkan

    Berdasarkan gambar 3.21 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 5 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram Menu Laporan Permintaan bahan baku

    Gambar 3.22 Activity Diagram Menu Laporan Permintaan Bahan Baku yang diusulkan

    Berdasarkan gambar 3.22 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 5 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Activity Diagram menu logout

    Gambar 3.23 Activity Diagram Menu Logout yang diusulkan

    Berdasarkan gambar 3.23 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 Initial Node untuk memulai suatu kegiatan.
    2. 2 Vertical Swimeline yaitu Admin dan Sistem
    3. 2 Activity untuk menjelaskan kegiatan Sistem
    4. 1 Final Node untuk mengakhiri kegiatan.

    Sequence Diagram Yang Diusulkan

    Sequence Diagram Menu Login

    Gambar 3.24 Sequence diagram Untuk Prosedur login

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur login yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 2 (satu) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari form menu utama dan form login.
    3. 1 (satu) Control Lifeline untuk menjelaskan proses dari sistem
    4. 1 (sembilan) Entity LifeLine untuk menjelaskan table dari database
    5. 1 (satu) self message untuk menjelaskan kegiatan yang berulang
    6. 4 (empat) message yang menjelaskan kegiatan yaitu: Masukkan username dan password, proses cek username dan password, get user dan view menu utama

    Sequence Diagram Menu Data User

    Gambar 3.25 Sequence diagram Untuk Prosedur data User

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur data pengguna yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 1 (satu) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari form menu utama dan form login.
    3. 1 (satu) Control Lifeline untuk menjelaskan proses dari sistem
    4. 1 (satu) Entity LifeLine untuk menjelaskan table dari database
    5. 3 (tiga) self message untuk menjelaskan kegiatan yang berulang
    6. 4 (empat) message yang menjelaskan kegiatan

    Sequence Diagram Menu Bahan Baku

    Gambar 3.26 Sequence diagram Untuk Prosedur bahan baku

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur Bahan baku yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 1 (satu) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari form menu utama dan form login.
    3. 1 (satu) Control Lifeline untuk menjelaskan proses dari sistem
    4. 1 (satu) Entity LifeLine untuk menjelaskan table dari database
    5. 3 (tiga) self message untuk menjelaskan kegiatan yang berulang
    6. 19 message yang menjelaskan kegiatan

    Sequence Diagram Menu Persediaan Bahan Baku

    Gambar 3.27 Sequence diagram Untuk Prosedur data persediaan

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur data persediaan bahan baku yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 1 (satu) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari form menu utama dan form login.
    3. 1 (satu) Control Lifeline untuk menjelaskan proses dari sistem
    4. 2 (dua) Entity LifeLine untuk menjelaskan table dari database
    5. 5 message yang menjelaskan kegiatan

    Sequence Diagram Menu Sequence Diagram Menu Data Supplier

    Gambar 3.28 Sequence diagram Untuk Prosedur Data Supplier

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur data supplier yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    3. 1 (satu) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari form supplier.
    4. 1 (satu) Control Lifeline untuk menjelaskan proses dari sistem yaitu ctrl supplier
    5. 3 (tiga) self message untuk menjelaskan kegiatan yang berulang yaitu verifikasi data
    6. 19 (sembilan belas) message yang menjelaskan kegiatan

    Sequence Diagram Menu Permintaan Pembelian Bahan Baku

    Gambar 3.29 Sequence diagram Untuk Prosedur Permintaan pembelian

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur Permintaan Pembelian Bahan baku yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 1 (satu) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari Form Penerimaan pembelian .
    3. 1 (satu) Control Lifeline untuk menjelaskan proses dari sistem yaitu ctrl penerimaan pembelian
    4. 4 (empat) Entity LifeLine untuk menjelaskan table dari database yaitu bahan_baku, ttb, detil_ttb, user
    5. 3 (tiga) Self message untuk menjelaskan kegiatan yang berulang
    6. 26 (dua puluh enam) message yang menjelaskan kegiatan

    Sequence Diagram Menu Retur Pembelian Bahan Baku

    Gambar 3.31 Sequence diagram untuk Retur pembelian bahan baku

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur Retur pembelian bahan baku yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 1 (satu) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari form Retur pembelian.
    3. 1 (satu) Control Lifeline untuk menjelaskan proses dari sistem yaitu ctrl retur pembelian
    4. 4 (empat) Entity LifeLine untuk menjelaskan table dari database yaitu bahan_baku, retur_beli, detil_retur_beli, user
    5. 3 (tiga) Self message untuk menjelaskan kegiatan yang berulang
    6. 26 (dua puluh enam) message yang menjelaskan kegiatan

    Sequence Diagram Menu Permintaan Bahan Baku

    Gambar 3.32 Sequence diagram Untuk permintaan bahan baku

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur Permintaan Bahan baku yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 1 (satu) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari form permintaan bahan baku.
    3. 1 (satu) Control Lifeline untuk menjelaskan proses dari sistem yaitu ctrl permintaan bahan baku
    4. 4 (empat) Entity LifeLine untuk menjelaskan table dari database yaitu bahan_baku, minta, detil_minta, user
    5. 3 (tiga) Self message untuk menjelaskan kegiatan yang berulang
    6. 26 (dua puluh enam) message yang menjelaskan kegiatan

    Sequence Diagram Menu Pengiriman Bahan Baku

    Gambar 3.33 Sequence diagram untuk Pengiriman bahan baku

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur Pengiriman Bahan baku yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 1 (satu) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari form pengiriman bahan baku .
    3. 1 (satu) Control Lifeline untuk menjelaskan proses dari sistem yaitu ctrl pengiriman bahan baku
    4. 4 (empat) Entity LifeLine untuk menjelaskan table dari database yaitu bahan_baku, kirim, detil_kirim, user
    5. 3 (tiga) Self message untuk menjelaskan kegiatan yang berulang
    6. 26 (dua puluh enam) message yang menjelaskan kegiatan

    Sequence Diagram Menu Retur Permintaan Bahan Baku

    Gambar 3.34 Sequence diagram untuk Retur permintaan bahan baku

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur Retur pembelian bahan baku yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 1 (satu) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari form Retur pembelian .
    3. 1 (satu) Control Lifeline untuk menjelaskan proses dari sistem yaitu ctrl retur pembelian
    4. 4 (empat) Entity LifeLine untuk menjelaskan table dari database yaitu bahan_baku, retur_beli, detil_retur_beli, user
    5. 3 (tiga) Self message untuk menjelaskan kegiatan yang berulang
    6. 26 (dua puluh enam) message yang menjelaskan kegiatan

    Sequence Diagram Menu Laporan Pembelian Bahan Baku

    Gambar 3.35 Sequence diagram Untuk Prosedur laporan pembelian bahan baku

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur laporan pembelian Bahan baku yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 2 (satu) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari form menu utama dan form laporan pembelian.
    3. 1 (satu) Control Lifeline untuk menjelaskan proses dari sistem yaitu ctrl laporan pembelian
    4. 3 (tiga) Entity LifeLine untuk menjelaskan table dari database yaitu bahan baku, pembelian, detail pembelian
    5. 1 (satu) Self message untuk menjelaskan kegiatan yang berulang
    6. 8 (sembilan) message yang menjelaskan kegiatan

    Sequence Diagram Menu Laporan Permintaan Bahan Baku

    Gambar 3.36 Sequence diagram Untuk Prosedur Laporan permintaan bahan baku

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur Laporan permintaan Bahan baku yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 2 (satu) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari form menu utama dan form laporan permintaan permintaan .
    3. 1 (satu) Control Lifeline untuk menjelaskan proses dari sistem yaitu ctrl laporan permintaan
    4. 3 (tiga) Entity LifeLine untuk menjelaskan table dari database yaitu bahan baku, permintaan, detail permintaan
    5. 1 (satu) Self message untuk menjelaskan kegiatan yang berulang
    6. 9 (sembilan) message yang menjelaskan kegiatan

    Sequence Diagram Menu Logout

    Gambar 3.37 Sequence diagram Untuk Prosedur bahan baku

    Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk prosedur Bahan baku yang diusulkan, yaitu sebagai berikut:

    1. 1 (satu) Actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin.
    2. 3 (tiga) Boundary Lifeline yang menggambarkan sebuah penggambaran dari form login, form menu utama dan form logout.
    3. 3 (tiga) message yang menjelaskan kegiatan yaitu: Masuk menu utama, klik button logout, view form login

    Class Diagram Sistem Yang Diusulkan

    Gambar 3.37 Class Diagram Sistem Yang Diusulkan

    Berdasarkan gambar 3.37 class diagram yang diusulkan terdapat :

    1. 15 (Lima Belas) class, himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi.
    2. 23 (dua puluh tiga) Association, hubungan antara objek satu dengan objek yang lainnya.

    Spesifikasi Basis Data (Database)

    Spesifikasi database merupakan desian basis data yang dianggap telah normal. Desain database menjelaskan media penyimpanan yang digunakan, spesifikasi database yang digunakan dalam sistem yang akan dibangun adalah sebagai berikut :

    1. Nama File : Tabel User

    2. Akronim : User

      Fungsi : untuk informasi detail pengguna

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 180

      Primary key : id_user

      Tabel 3.7 Spesifikasi Basis Data Tabel User

    3. Nama File : Tabel Bahan Baku

    4. Akronim : Bahan Baku

      Fungsi : untuk menginput list bahan baku

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 70

      Primary key : id_bahanbaku

      Tabel 3.8 Spesifikasi Basis Data Tabel Bahan Baku

    5. Nama File : Tabel Supplier

    6. Akronim : Supplier

      Fungsi : untuk informasi detail Supplier

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 160

      Primary key : id_supplier

      Tabel 3.9 Spesifikasi Basis Data Tabel Supplier

    7. Nama File : Tabel Minta Beli

    8. Akronim : minta_beli

      Fungsi : untuk menginput list pemesanan bahan baku untuk dibeli

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 40

      Primary key : no_mintabeli

      Tabel 3.10 Spesifikasi Basis Data Tabel Minta Beli

    9. Nama File : Tabel Detil Minta Beli

    10. Akronim : detil_mintabeli

      Fungsi : untuk menginput list pemesanan bahan baku untuk dibeli

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 40

      Primary key : no_mintabeli

      Tabel 3.11 Spesifikasi Basis Data Tabel Detil Minta Beli

    11. Nama File : Tabel Tanda Terima Barang

    12. Akronim : tandaterimabarang

      Fungsi : untuk menginput list bahan baku yang diterima dari supplier

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 60

      Primary key : no_tandaterima

      Tabel 3.12 Spesifikasi Basis Data Tabel Tanda Terima barang

    13. Nama File : Tabel Detil Tanda Terima Barang

    14. Akronim : detil_tandaterima

      Fungsi : untuk menginput list bahan baku yang diterima dari supplier

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 40

      Primary key : no_tandaterima

      Tabel 3.13 Spesifikasi Basis Data Tabel Detil Tanda Terima Barang

    15. Nama File : Tabel Retur Pembelian

    16. Akronim : retur_beli

      Fungsi : untuk menginput list data bahan baku yang retur saat pengecekan bahan baku dikirim oleh supplier

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 200

      Primary key : no_returbeli

      Tabel 3.14 Spesifikasi Basis Data Tabel Retur Pembelian

    17. Nama File : Tabel Detil Retur Pembelian

    18. Akronim : detil_returbeli

      Fungsi : untuk menginput list data bahan baku yang retur saat pengecekan bahan baku dikirim oleh supplier

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 120

      Primary key : no_returbeli

      Tabel 3.15 Spesifikasi Basis Data Tabel Detil Retur Pembelian

    19. Nama File : Tabel Minta

    20. Akronim : minta

      Fungsi : untuk menginput list pemesanan bahan baku untuk dikirim ke produksi

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 150

      Primary key : no_minta

      Tabel 3.16 Spesifikasi Basis Data Tabel Minta

    21. Nama File : Tabel Detil Minta

    22. Akronim : detil_minta

      Fungsi : untuk menginput list pemesanan bahan baku untuk dikirim ke produksi

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 40

      Primary key : no_minta

      Tabel 3.17 Spesifikasi Basis Data Tabel Detil Minta

    23. Nama File : Tabel pengiriman bahan Baku

    24. Akronim : kirim

      Fungsi : untuk menginput list bahan baku yang dikirim oleh gudang ke produksi

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 150

      Primary key : no_kirim

      Tabel 3.18 Spesifikasi Basis Data Tabel Pengiriman Bahan Baku

    25. Nama File : Tabel Detil Pengiriman Bahan Baku

    26. Akronim : detil_kirim

      Fungsi : untuk menginput list bahan baku yang dikirim oleh gudang ke produksi

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 70

      Primary key : no_kirim

      Tabel 3.19 Spesifikasi Basis Data Tabel Detil Pengiriman bahan baku

    27. Nama File : Tabel Retur Permintaan

    28. Akronim : retur

      Fungsi : untuk menginput list data bahan baku yang retur saat pengecekan atau gagal proses produksi

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 40

      Primary key : no_retur

      Tabel 3.20 Spesifikasi Basis Data Tabel Retur Permintaan

    29. Nama File : Tabel Detil Retur Permintaan

    30. Akronim : detil_retur

      Fungsi : untuk menginput list data bahan baku yang retur saat pengecekan atau gagal proses produksi

      Tipe file : File Master

      Media  : Hardisk

      Panjang Record : 120

      Primary key : no_retur

      Tabel 3.21 Spesifikasi Basis Data Tabel Retur Permintaan

    Rancangan Prototype

    Menu Login

    Gambar 3.39 Tampilan Prototype Menu Login

    Menu Utama

    Gambar 3.40 Tampilan Prototype Menu Utama

    Menu Tambah Data Bahan Baku

    Gambar 3.41 Tampilan Prototype menu tambah data bahan baku

    Menu Tambah Data Permintaan Pembelian Bahan Baku

    Gambar 3.42 Tampilan Prototype tambah data Permintaan Pembelian bahan baku

    Menu Tambah Data Retur Pembelian Bahan Baku

    Gambar 3.43 Tampilan Prototype tambah data Retur Pembelian bahan baku

    Menu Tambah Data Permintaan Bahan Baku

    Gambar 3.44 Tampilan Prototype tambah data Permintaan bahan baku

    Menu Tambah Data Retur Permintaan Bahan Baku

    Gambar 3.45 Tampilan Prototype tambah data Retur Permintaan bahan baku

    Tampilan Sistem Yang Diusulkan

    Halaman Login

    Gambar 3.46 Halaman tampilan menu login

    Halaman Tampilan Menu Utama

    Gambar 3.47 Halaman tampilan menu utama

    Halaman Tampilan Tambah Bahan Baku

    Gambar 3.48 Halaman tampilan menu tambah bahan baku

    Halaman Tampilan Tambah Permintaan Pembelian

    Gambar 3.49 Halaman tampilan menu tambah permintaan pembelian

    Halaman Tampilan Tambah Retur Pembelian

    Gambar 3.50 Halaman tampilan menu tambah permintaan pembelian

    Halaman Tampilan Tambah Permintaan Bahan Baku

    Gambar 3.51 Halaman tampilan menu tambah permintaan bahan baku

    Halaman Tampilan Tambah Retur Permintaan Bahan Baku

    Gambar 3.52 Halaman tampilan menu tambah retur permintaan bahan baku

    Konfigurasi Sistem Usulan

    Spesifikasi Hardware

    Perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistem adalah suatu unit personal computer (PC). Perangkat keras yang diusulkan ini dibuat berdasarkan kebutuhan sistem saat ini dan antisipasi kebutuhan di masa mendatang. Maka peneliti mengelompokannya sebagai berikut:

    1. Processor : Intel Core i3

    2. Monitor : 14 inch LED

    3. RAM : 4GB

    4. Harddisk : 500 GB

    5. Operating System : Windows 7 64-bit

    6. Mouse : Optical Mouse

    7. Printer : Canon iP1900 Series

    Aplikasi Yang Digunakan

    Perangkat lunak merupakan penunjang dari peralatan komputer yang akan digunakan sebagai penghubung dalam instruksi yang diinginkan, agar komputer dapat menghasilkan informasi yang diharapkan. Maka perangkat lunak yang diusulkan dalam rancangan sistem ini adalah sebagai berikut :

    1. Sistem Operasi Microsoft Windows 7

    2. Ms. Office 2010

    3. Google chrome, Mozilla Firefox

    4. Visual Paradigm for UML 6.4 Enterprise Edition

    5. Macromedia Dreamweaver 8

    Hak Akses

    Dalam sistem komputerisasi yang diusulkan User memiliki hak akses yang berbeda. Pengguna (User) Aplikasi ini dapat dilakukan oleh :

    Testing

    Metode Implementasi

    Implementasi program Aplikasi monitoring persediaan bahan baku ini dilakukan dengan menggunakan metode Black Box Testing . Metode Black Box Testing merupakan pengujian program yang mengutamakan pengujian terhadap kebutuhan fungsi dari suatu program. Tujuan dari metode Black Box Testing ini adalah untuk menemukan kesalahan fungsi pada program. Pengujian dengan metode Black Box Testing dilakukan dengan cara memberikan sejumlah input pada program. Input tersebut kemudian diproses sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya untuk melihat apakah program aplikasi dapat menghasilkan output yang sesuai dengan yang diinginkan dan sesuai dengan fungsi dasar dari program tersebut. Apabila dari input yang diberikan proses dapat menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya, maka program yang dibuat sudah benar. Tetapi apabila output yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya, maka masih terdapat kesalahan pada program tersebut. Dan selanjutnya dilakukan penelusuran perbaikan untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.

    Pengujian Balck Box

    Pengujian Black Box Pada Halaman Login

    Tabel 3.22 Tabel Black Box pada halaman login

    Pengujian Black Box Pada Menu Utama

    Tabel 3.23 Tabel Black Box pada menu utama

    Pengujian Black Box Pada Fungsi Logout

    Tabel 3.24 Tabel Black Box pada fungsi logout

    Evaluasi

    Setelah dilakukan pengujian dengan metode BlackBox yang dilakukan dengan cara memberikan sejumlah input pada program seperti contoh pengujian pada masing-masing menu dan sub menu. Jika input data tidak lengkap maka sistem akan menampilkan peringatan yang sangat membantu user jika mendapati kesalahan saat input data yang tidak lengkap. Selanjutnya yang kemudian akan diproses sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya dan dapat menghasilkan output yang sesuai dengan yang diinginkan.

    Schedule Implementasi

    Dibuat jadwal penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan penelitian. Hal ini memberikan rincian kegiatan dan jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Tabel 3.25 Schedulle Implementasi

    Estimasi Biaya

    Agar Anggaran terlaksana penelitian ini dengan baik , lancar dan sesuai dengan target yang direncanakan sesuai dengan jadwal penelitian, maka diperlukan dana yang dapat menunjang seluruh kegiatannya diperkirakan sebagai berikut :

    Tabel 3.26 Estimasi Biaya

    BAB IV

    PENUTUP

    Kesimpilan

    Berdasarkan penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan maka didapatkan beberapa kesimpulan, adalah sebagai berikut:

    Sistem monitoring persediaan bahan baku yang berjalan saat ini pada PT Sumber Central Teknik masih dilakukan dengan cara metode pencatatan pada form stock barang dan menggunakan sistem semi komputerisasi Ms. Excel.

    Dibutuhkan sistem monitoring persediaan bahan baku yang dapat membantu admin gudang dalam memonitoring dan mengontrol persediaan bahan baku dengan baik. Sehingga mengurangi kesalahan dalam pembuatan laporan masuk dan keluar bahan baku.

    Kesimpulan Terhadap Rumusan Masalah

    Berdasarkan analisa yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, penulis menarik kesimpulan sebagai berikut :

    1. Sistem monitoring persediaan bahan baku yang berjalan saat ini pada PT. Sumber Central Teknik sudah dikerjakan secara semi komputerisasi yaitu menggunakan Ms. Excel, namun belum optimal karena saat membutuhkan informasi bahan baku, admin gudang harus membuka semua tabel yang ada. Sehingga membutuhkan proses pencarian yang lama
    2. Kendala yang terjadi pada PT. Sumber Central Teknik yaitu tidak adanya monitoring persediaan bahan baku sehingga admin gudang tidak dapat mengontrol sisa stok bahan baku yang ada di gudang dan laporan stok bahan baku yang dihasilkan setiap bulannya tidak sesuai dengan jumlah stok bahan baku yang ada di gudang.
    3. Berdasarkan permasalahan yang ada maka aplikasi monitoring persediaan bahan baku berbasis web pada PT Sumber Central Teknik dirancang menggunakan MySQL sebagai database, Dreamweaver sebagai tampilan interface dan PHP sebagai coding serta XAMPP sebagai konektor antara database dengan aplikasi.

    Kesimpulan terhadap tujuan dan manfaat penelitian

    Kesimpulan terhadap tujuan penelitian

    1. Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang terjadi dalam proses monitoring persediaan bahan baku serta dapat memberikan masukan-masukan agar mengurangi kesalahan yang terjadi pada saat monitoring persediaan bahan baku.
    2. Dengan adanya Aplikasi Monitoring Persediaan Bahan Baku Berbasis Web yang penulis buat, dapat bermanfaat dan digunakan oleh PT Sumber Central Teknik sebagai referensi untuk memperbaiki sistem monitoring persediaan bahan baku yang berjalan saat ini sehingga lebih baik.
    3. Dengan menyelesaikan Penelitian ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Ahli Madya Komputer.

    Kesimpulan terhadap manfaat penelitian

    1. Dengan adanya Aplikasi Monitoring Persediaan Bahan Baku Berbasis Web diharapkan dapat mempermudah bagian gudang dalam melakukan proses monitoring persediaan bahan baku sehingga proses monitoring dapat terkontrol dan berjalan dengan baik.
    2. Dengan adanya Aplikasi Monitoring Persediaan Bahan Baku Berbasis Web diharapkan mengurangi kesalahan pada saat pengontrolan stok bahan baku dan laporan data bahan baku akan lebih baik dan akurat.
    3. Bagi Penulis, penelitian ini memberikan pengalaman dan wawasan baru dalam menerapkan ilmu yang telah didapat selama Perkuliahan dengan membuat aplikasi monitoring persediaan bahan baku berbasis web pada PT Sumber Central Teknik.

    Kesimpulan terhadap metode penelitian

    Pada kesimpulan ini, semua metode yang digunakan oleh penulis sangat membantu dari awal pengerjaan hingga penyelesaian Tugas Akhir ini pada PT Sumber Central Teknik.

    Berdasarkan metode penelitian yang penulis lakukan ,maka dapat disimpulkan :

    a. Metode pengumpulan data

    Dalam penulisan skripsi ini penulis telah mengumpulkan data dengan tiga metode yaitu :

    1. Metode Observsi (Observasi Research)
    2. Metode Wawancara (Interview Research)
    3. Metode Studi Pustaka (Library Research)

    b. Metode pengembangan/Metode analisa dan rancangan

    Setelah melakukan pengolahan data dan analisa penulis membangun dan merancang aplikasi pembelajaran dengan metode :

    1. Metode analisa
    2. Dalam melakukan analisa terhadap media aplikasi pembelajaran penulis menggunakan metode analisa sistem Object Oriented Analysis (OOA) atau analisis berorientasi obyek dengan UML. Proses analisis dilakukan terhadap hasil tahapan pengumpulan data.

    3. Metode rancangan
    4. Untuk merancang aplikasi pembelajaran penulis menggunakan metode rancangan sebagai alat bantu yang digunakan sebagai pemodelan data.

    Saran

    Adapun saran-saran yang diberikan oleh penulis untuk meningkatkan mutu pelayanan sistem informasi:

    1. Untuk memaksimalkan sistem yang telah dirancang diperlukan adanya pelatihan kepada karyawan yang terkait atau admin yang akan menggunakan program tersebut agar lebih mengerti.
    2. Apabila sistem yang baru sudah berjalan maka perlu di perhatikan dan di lakukan evaluasi secara berkala terhadap sistem untuk selanjutnya diadakan perbaikan sesuai dengan perubahan dan perkembangan sistem yang dibutuhkan.
    3. Dimasa yang akan datang, diharapkan bagi mahasiswa yang mengambil judul Tugas Akhir yang sama untuk dapat mengembangkan sistem ini menjadi jauh lebih baik.

    Kesan

    Kesan yang penulis dapatkan selama proses Tugas Akhir adalah penulis dapat berbagi ilmu yang penulis miliki kepada kawan-kawan di perusahaan maupun di kampus.


    DAFTAR PUSTAKA

    1. Sutarman, 2012. “Buku Pengantar Teknologi Informasi”. Jakarta: Bumi Aksara.
    2. 2,0 2,1 Azhar Susanto. 2013. Sistem Informasi Akuntansi. Bandung: Lingga Jaya.
    3. Sutabri, Tata. (2012). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
    4. Hartono, Bambang. 2013. Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer. Jakarta: Rineka Cipta
    5. 5,0 5,1 Hidayat, Wahyu, Anita B. Wandayana, Recha Fadriansyah. 2016. “Perancangan Video Profile Sebagai Media Promosi Dan Informasi Di SMK Avicena Rajeg Tangerang”. Jurnal CERITA Vol. 2 No. 1 – Februari 2016.
    6. Maimunah, dkk. 2012. Perancangan Aplikasi Forum Diskusi pada Media E-learning Berbasis Web. Jurnal CCIT Vol-3 No.2- Januari 2010.
    7. Koo, Yoori. 2016. “The Role of Designers in Integrating Societal Value in the Product and Service Development Processes”. International Journal of Design. Vol. 10 No. 2 - August 2016 pages 49-65. Dikutip dari http://www.ijdesign.org/ojs/index.php/IJDesign/article/viewFile/2462/735 diakases tanggal 10 Oktober 2016.
    8. McKay, Alison, George N Stiny, Alan de Pennington. 2016 “Principles for the definition of design structures”. International Journal of computer integrated manufacturing. Volume 29, 2016 Issue 3. Pages 237-250. Dikutip dari http://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/0951192X.2014.1003412. diakses pada tanggal 10 Oktober 2016.
    9. 9,0 9,1 Ningsih, Listina Nadhia, Abert Tandilintin, Izza Ilma Insyifani. 2016. “Prototype Aplikasi Mobile Internship Management Aplications System (IMAS) Pada PT. Garuda Maintenace Facility (GMF) Aerosia”. Jurnal CCIT Vol. 2 No. 2 – Agustus 2016
    10. Makmun, Herul, Amak Yunus. 2015. “Aplikasi Pendukung Pengetahuan Peninggalan Sejarah Candi Jawa Dengan Konsep Adventure Game Pada Siswa Sd Al-Falah Kelas V Berbasis Android”. ejurnal.unikama.ac.id 2015/2016
    11. Nugroho, Adi. 2013. “Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek dengan Metode USDP”. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
    12. Widodo, Prabowo Pudjo, Heriawati. 2012. “Menggunakan Uml”. Bandung: Informatika.
    13. 13,0 13,1 13,2 Yasin, Verdi 2012. “Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek”. Jakarta : Mitra Wacana Media.
    14. 14,0 14,1 Lee, Sunguk. 2016. “Unified Modeling Language (UML) for Database Systems and Computer Applications”. International Journal of Database Theory and Application". Vol. 5, No. 1, March, 2012. Dikutip dari http://www.sersc.org/journals/IJDTA/vol5_no1/9.pdf. di akses pada 10 Oktober 2016. Maimunah, dkk. 2012. Perancangan Aplikasi Forum Diskusi pada Media E-learning Berbasis Web. Jurnal CCIT Vol-3 No.2- Januari 2010
    15. Prasetio, Adhi. 2012. “Buku Pintar Pemrograman Web”. Jakarta : MediaKita
    16. 16,0 16,1 Mansur, Mukhamad. 2016. “Pemrograman Web Dinamis Menggunakan Jasa Server Pages Dengan Database Relational MySQL”. Yogjakarta : CV. Andi Offset.
    17. 17,0 17,1 Sidik, Betha. 2014. “Pemrograman Web PHP”. Bandung : Informatika
    18. Oktafian, D Tri. 2015. “Web Multi E-Commerce Berbasis Framework Codeigniter”. Jurnal TEKNOMATIKA Vol. 05 No. 1 – Januari 2015
    19. 19,0 19,1 Agung, Georgius. 2016. “Pemograman Bootstrap Untuk Pemula”. Jakarta. PT. Elex Media Komputindo.
    20. Abderrahim, Naziha, Sidi Mohamed Benslimane. STRESS: A Social Trust-Aware System for Recommending Web Services. International Journal of Information Systems in the Service Sector (IJISSS). Vol. 7 No.3 2015 Pages 19. Dikutip dari http://www.igi-global.com/article/stress/126626. diakses pada tanggal 3 Oktober 2016.
    21. Kausalya, R. , J. Rubana Priyanga. 2015. “Web Page Change Detection hrough Machine Learning Algorithms”. International Journal of Computer Application (2250-1797). Vol. 5 No. 7 - December 2015
    22. Tiara, Khanna, Dewi Immaniar, Fiqih Arzia. 2015. “Penerapan Sistem Inventory Labotarium Digital Dengan Metode Critical Succes Factor Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Jurnal CCIT Vol. 9 No. 1 – Januari 2015.
    23. Simarmata. Janner, 2012. Rekayasa Perangkat Lunak. Yogyakarta : CV. Andi Offset.
    24. Rafika, Ageng Setiani, Nurlaila Suci Rais, Finnike Maysarah. 2015. “Aplikasi Finger Print Absensi Guru pada SMA Yuppentek 1 Tangerang”. Jurnal SENSI Vol. 1 No. 1 – Agustus 2015