TA1311377516

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN

RAPAT KUNJUNGAN KERJA PADA DIREKTORAT JENDRAL

SUMBER DAYA AIR JAKARTA SELATAN


TUGAS AKHIR

Disusun Oleh :

NIM
: 1311377516
NAMA


KONSETRASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

TANGERANG

2015/2016

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA INFORMATIKA

 

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN

RAPAT KUNJUNGAN KERJA PADA DIREKTORAT JENDRAL

SUMBER DAYA AIR JAKARTA SELATAN

Disusun Oleh :

NIM
: 1311377516
Nama
Jenjang Studi
: Diploma
Jurusan
: Manajemen Informatika
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, 23 Agustus 2016

Ketua
       
Kepala Jurusan
AMIK RAHARJA
       
Jurusan Manajemen Informatika
           
           
           
           
(Drs. Po Abas Sunarya, M. Si)
       
(Ruli Supriati, S.Kom, M.T.I)
NIP : 000603
       
NIP : 073009

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN

RAPAT KUNJUNGAN KERJA PADA DIREKTORAT JENDRAL

SUMBER DAYA AIR JAKARTA SELATAN

Dibuat Oleh :

NIM
: 1311377516
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Manajemen Informatika

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Disetujui Oleh :

Tangerang,23 Agustus 2016

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN

RAPAT KUNJUNGAN KERJA PADA DIREKTORAT JENDRAL

SUMBER DAYA AIR JAKARTA SELATAN

Dibuat Oleh :

NIM
: 1311377516
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Manajemen Informatika

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Tahun Akademik 2015/2016

Disetujui Penguji :

Tangerang, ....... 2016

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN TUGAS AKHIR

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN

RAPAT KUNJUNGAN KERJA PADA DIREKTORAT JENDRAL

SUMBER DAYA AIR JAKARTA SELATAN

Disusun Oleh :

NIM
: 1311377516
Nama
Jenjang Studi
: Diploma
Jurusan
: Manajemen Informatika
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Menyatakan bahwa Tugas Akhir ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Tugas Akhir yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 23 Agustus 2016

 
 
 
 
 
'NIM : 1311377516

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;


ABSTRAKSI

Perkembangan teknologi dan informasi di zaman era globalisasi saat ini sangat membantu manusia dalam menyelesaikan segala pekerjaan. Namun pada saat ini masih ada yang menggunakan sistem semi komputerisasi untuk menyelesaikan pekerjaan, salah satunya pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang hingga saat ini mekanisme yang digunakan masih semi komputerisasi dalam proses penyampaian bahan informasi penjadwalan. Penyampaian bahan informasi dan penjadwalan yang sedang berjalan saat ini pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air masih dilakukan secara semi komputerisasi (cetak), sehingga penyajiannya membutuhkan waktu yang lebih lama dan mekanismenya menjadi kurang efektif baik dari sisi waktu maupun sumber daya. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem informasi penjadwalan rapat yang akan menjembatani penyampaian informasi kepada pimpinan agar lebih cepat, efektif dan akurat. Untuk memperoleh data yang diperlukan selama penelitian, penulis menggunakan beberapa metode, antara lain : observasi, wawancara, studi pustaka. Pada penulisan ini juga akan diterangkan tahapan pengerjaan, mulai dari proses analisa, perencanaan, perancangan dengan menggunakan bahasa pemograman PHP dan database MySQL, hingga tahap pengimplementasian dengan pendekatan berorientasi objek menggunakan UML (Unified Modeling Language). Sehingga dengan adanya sistem informasi penjadwalan yang telah terkomputerisasi, maka dapat menjembatani penyampaian informasi kepada pimpinan agar lebih cepat, efektif dan akurat.


Kata Kunci : perancangan, penjadwalan, kunjungan kerja

ABSTRACT

Development of technology and information in the age of globalization is now a very helpful man in completing all the work. But at the moment there is still using semi-computerized system to complete the work, one of them on the Directorate General of Water Resources, which until now the mechanism is still semi computerized band is used in the process of delivering materials scheduling information. Submission materials and scheduling information that is currently running on the Directorate General of Water Resources still done semi computerized (print), so that the presentation takes longer and the mechanism becomes less effective both in time and resources. That requires a meeting scheduling information system which will bridge the delivery of information to the leadership to more quickly, effectively and accurately. To obtain the data needed for the study, the authors used several methods, among others: observation, interviews, library research. At this writing will also be explained stages of processing, from the process of analysis, planning, design using the programming language PHP and MySQL database, up to the stage of implementation of the object-oriented approach using UML (Unified Modeling Language). So with the scheduling information system has been computerized, it can bridge the delivery of information to the leadership to more quickly, effectively and accurately.


Keywords: Planning, Scheduling, Working visits

KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT atas ridho dan rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada penulis sehingga dapat menyusun dan menyelesaikan Tugas Akhir (TA) ini dengan baik. Dimana tugas ini penulis buat dan sajikan dalam bentuk buku yang sederhana, adapun judul yang penulis ambil dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir (TA) ini adalah “Perancangan Sistem Informasi Penjadwalan Rapat Kunjungan Kerja pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Jakarta Selatan”.

Tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh pihak akademik kepada mahasiswa dalam rangka penerapan ilmu, dan merupakan salah satu syarat menyelesaikan program pendidikan Diploma Tiga (D3) jurusan Manajemen Informatika di Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Raharja Informatika Tangerang.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat kekurangan, karena keterbatasan kemampuan dalam mendapatkan berbagai sumber yang menjadi bahan acuan dalam penyusunan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun agar dapat dimanfaatkan pada masa yang akan datang. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada :

  1. 1. Bapak Drs. Po. Abas Sunarya, M.Si selaku Direktur AMIK Raharja Informatika.
  2. 2. Bapak Padeli, M.Kom selaku Pembantu Direktur I AMIK Raharja Informatika.
  3. 3. Ibu Ruli Supriati, S.Kom,.M.T.I selaku Kepala Jurusan Manajemen Informatika AMIK Raharja Informatika.
  4. 4. Bapak Junaidi, M.Kom selaku Pembimbing 1 Tugas Akhir.
  5. 5. Bapak Triyono, S.Kom selaku Pembimbing 2 Tugas Akhir.
  6. 6. Bapak Ismail Widadi, K.M.Eng.Phd selaku KaSubDit Sistem Informasi dan Data SDA.
  7. 7. Ibu Dian Ardani,ST,M.Eng selaku Kepala Seksi Sub Direktorat Sistem Informasi dan Data SDA dan Pembimbing lapangan.
  8. 8. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja atas segala ilmu pengetahuan dan pelayanan yang diberikan.
  9. 9. Ayah, Ibu dan keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan moril maupun materil serta doa untuk keberhasilan penulis.
  10. 10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu penyusunan laporan ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan Tugas Akhir (TA) ini, masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun, dalam penyusunan laporan ini sangat penulis harapkan.

Akhir kata penulis berharap penulisan laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan acuan yang bermanfaat dikemudian hari.


Tangerang, Agustus 2016
Susi Ariswara
NIM. 1311377516


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan di segala bidang pada saat ini begitu pesat, terutama dalam bidang teknik komputer yang makin maju dan modern seiring dengan kebutuhan user untuk memperoleh suatu kemudahan dalam segala hal aktivitas untuk mencapai suatu tujuan terutama untuk instansi pemerintahan.

Suatu sistem informasi harus dapat memenuhi kebutuhan user akan informasi yang berkualitas serta memberikan pelayanan yang terbaik bagi user yang menggunakan sistem tersebut. Karena itu sistem informasi harus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi. Dengan adanya sistem yang terkomputerisasi, pekerjaan manual yang tidak efektif dan efisien akan teratasi. Salah satunya pada proses penyiapan bahan informasi dan penjadwalan rapat untuk pimpinan. Pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air tepatnya pada Sub Direktorat Sistem Informasi dan Data SDA Direktorat Pengembangan Jaringan Sumber Daya Air terdapat permasalahan penyajian bahan informasi dan penjadwalan rapat untuk pimpinan yang masih bersifat semi komputerisasi (cetak) sehingga penyajiannya membutuhkan waktu yang lebih lama dan mekanismenya menjadi kurang efektif baik dari sisi waktu maupun sumber daya. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem informasi penjadwalan rapat yang akan menjembatani penyampaian informasi kepada pimpinan agar lebih cepat, efektif dan akurat.

Oleh karena itu, sebagai instansi pemerintahan maka perlu diadakan pembuatan sebuah sistem yang baik agar hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan maksimal. Dari latar belakang tersebut penulis mengambil judul “Perancangan Sistem Informasi Penjadwalan Rapat Kunjungan Kerja Pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Jakarta Selatan”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat di ambil pokok permasalahannya, yaitu:

Berdasarkan dari uraian diatas maka penulis mengambil beberapa pokok permasalahan :

  1. Bagaimana mekanisme penyampaian bahan informasi dan pejadwalan rapat kunker pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air berjalan saat ini?

  2. Apakah mekanisme tersebut sudah berjalan efektif dan efisien?

  3. Apakah mekanisme tersebut dapat menghasilkan informasi yang cepat, tepat dan akurat?

  4. Apakah diperlukan sebuah sistem untuk memfasilitasi agar mekanisme yang ada saat ini menjadi sistematis, efektif dan efisien?

Ruang Lingkup Penelitian

Berdasarkan identifikasi masalah diatas agar lebih terarah dan memenuhi sasaran yang diharapkan. Ruang lingkup permasalahan ini terbatas pada kebutuhan pembuatan sistem informasi penjadwalan rapat kunjungan kerja (kunker) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

1) Untuk mengetahui mekanisme yang berjalan saat ini.
2) Untuk menciptakakan sistem informasi manajemen penjadwalan rapat kunker yang efektif dan efisien.
3) Untuk menciptakan sistem web based yang cepat, tepat dan akurat.


Manfaat Penelitian

1) Menghasilkan sistem informasi penjadwalan rapat kunker pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Jakarta.
2) Menghasilkan sistem informasi penjadwalan rapat kunker yang efektif dan efisien pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Jakarta.
3) Menghasilkan sistem informasi penjadwalan rapat kunker yang cepat, tepat dan akurat.

Metode Penelitian

Untuk mendapatkan data yang diperlukan sebagai bahan penulisan laporan Tugas Akhir ini, penulis menggunakan beberapa metode yang digunakan, diantaranya adalah sebagai berikut :

Metode Pengumpulan Data

Ada beberapa cara dalam mengumpulkan data yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

  1. Observasi (Pengamatan)

    Pada metode ini penulis mengumpulkan data dengan cara mengadakan penelitian dengan menganalisa dan melaksanakan pencatatan secara sistematis. Penulis melakukan tinjauan langsung melalui stakeholder yaitu bagian Sistem Informasi dan Data SDA pada Direktorat Pengembangan Jaringan Sumber Daya Air Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang beralamat di Jl. Patimura No. 20 G, SDA Lt.4 Keb. Baru, Jakarta Selatan 12042.

  2. Wawancara

    Dalam metode ini penulis mewawancarai langsung pihak-pihak yang terlibat dalam topik yang dibahas, yaitu pada Sub Direktorat Sistem Informasi dan Data SDA yang menangani proses penyusunan laporan, dengan cara tanya jawab secara lisan kepada ibu Dian Ardani,ST,.M.Eng selaku Kepala Seksi Pengembangan Sistem Informasi pada Sub Direktorat Sistem Informasi dan Data SDA.

  3. Studi Pustaka

    Selain melakukan observasi dan wawancara penulis juga melakukan pengumpulan data dengan cara studi pustaka. Didalam metode ini penulis berusaha melengkapi data-data yang di peroleh dengan membaca dan mempelajari buku dan data-data yang relevan dalam pemilihan judul yang penulis ajukan. Buku dan data tersebut penulis pergunakan untuk membantu perancangan yang dilakukan dalam upaya pengembangan dan penyempurnaan objek yang diteliti.

Sistematika Penulisan


Untuk memperoleh dan memperjelas dalam pembahasan masalah, penulis menulis laporan Tugas Akhir menjadi beberapa bagian dengan sistematika penyampaian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaaat penelitian, metode penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan mengenai konsep-konsep yang diambil dari kutipan buku yang berhubungan dengan judul penyusunan Tugas Akhir (TA) ini serta penelitian-penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya.

BAB III PEMBAHASAN DAN HASIL
Bab ini terdiri dari beberapa gambaran umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air meliputi: struktur organisasi, visi dan misi serta pembahasan secara khusus yang meliputi tujuan dibuatnya laporan Perancangan Sistem Informasi Penjadwalan Rapat Kunjungan Kerja Pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan implementasi sistem yang diusulkan.

BAB IV PERANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN DAN IMPLEMENTASI
Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan bab-bab yang telah diuraikan sebelumnya, serta saran yang diberikan sebagai tindak lanjut yang diperlukan untuk melakukan generalisasi perbaikan dimasa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

1. Definisi Sistem

Menurut Tata Sutabri (2012:22), Menurut Sutabri (2012:16) menarik kesimpulan bahwa “suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya dengan yang lain yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.

Definisi tersebut dapat dirinci lebih lanjut tentang pengertian secara umum, yaitu:


1) Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur, seperti sistem pernafasan kita terdiri dari suatu kelompok unsur yang terdiri dari hidung, saluran pernafasan, paru-paru dan darah. Unsur-unsur yang membentuk subsistem tersebut.

2) Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan, unsur-unsur sistem berhubungan erat satu dengan yang lain dan sifat serta kerjasama antara unsur sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu.

3) Unsur sistem tersebut bekerjasama untuk mencapai tujuan sistem, setiap sistem mempunyai tujuan tertentu. Seperti sistem pernafasan kita bertujuan menyediakan oksigen dan pembuangan karbon dioksida dari tubuh kita yang berupa hidung, saluran pernafasan, paru-paru dan bekerjasama satu dengan yang lain dengan proses tertentu untuk mencapai tujuan tersebut.

4) Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar, sistem pernafasan kita merupakan bagian dari sistem metabolisme tubuh.


2. Karakteristik Sistem

Menurut Sutabri (2012:20) “Model umum sebuah sistem adalah input, process, output, hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran”.

Selain itu, sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan suatu sistem. Adapun karakteristik yang di maksud adalah sbb:



a. Komponen Sistem (components) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem-subsistem atau bagian dari sistem. Setiap subsistem memiliki sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem.

b. Batas Sistem (boundary) Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai sebagai satu kesatuan, batas sistem menujukan ruang lingkup dari sistem tersebut.

c. Lingkungan Luar Sistem (environment) Lingkungan luar sistem dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan juga merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan suatu energi dari sistem, sehingga harus dijaga dan dipelihara, sedangkan lingkungan luar sistem yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan agar tidak menganggu kelangsungan hidup dari sistem.

d. Penghubung Sistem (interface) Penghubung merupakan media penghubung antara subsistem dengan subsistem yang lain. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem akan menjadi masukan bagi subsistem yang lain melalui penghubung ini, sehingga satu subsistem dapat berinteraksi dengan subsistem lain dan membentuk satu kesatuan.

e. Masukan Sistem (input) Masukan sistem adalah energi yang dimasukan kedalam sistem. Masukan dapat berupa perawatan dan masukan sinyal. Maintenance input adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi, sedangkan signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluarannya.

f. Keluaran Sistem (output) Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang di proses atau diolah kemudian diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sebagai sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem lain atau kepada supra sistem.

g. Pengolahan Sistem (process) Pengolahan sistem adalah sebuah sistem yang memiliki suatu bagian pengolah yang merubah masukan menjadi pengeluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa bahan jadi.

h. Sasaran atau Tujuan Sistem (objective) Jika suatu sistem tidak mempunyai suatu sasaran, maka operasi sistem tidak akan berjalan. Sasaran sistem sangat menentukan masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem. Suatu sistem bisa berhasil apabila mengena terhadap sasaran atau tujuannya.

Konsep Dasar Informasi



Definisi Informasi

Sistem informasi manajemen berhubungan dengan informasi. Informasi dapat berupa data mentah, data tersusun, kapasitas sebuah saluran komunikasi dan lain sebagainya. Informasi merupakan suatu hal yang sangat penting didalam suatu organisasi.

Menurut Sutabri (2012:29) informasi adalah data yang telah diklasifikasi atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambil keputusan.

Nilai Informasi

Menurut Sutabri (2012:29) nilai informasi didasarkan atas 10 sifat, yaitu:

1) Mudah diperoleh Sifat ini menunjukan informasi dapat diperoleh dengan mudah dan cepat, kecepatan memperoleh dapat diukur misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi beberapa nilainya bagi pemakai informasi sulit mengukurnya.

2) Luas dan lengkap Sifat ini menunjukan lengkapnya isi informasi, hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat kabur, karena itu sulut mengukurnya.

3) Ketelitian Sifat ini menunjukan minimnya kesalahan dalam informasi, dalam hubungannya dengan volume data yang besar terjadi dua kesalahan, yakni kesalahan pencatatan dan kesalahan perhitungan.

4) Kecocokan Sifat ini menunjukan seberapa baik keluaran informasi dalam hubungan dengan perminaan para pemakai, isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi semua keluaran lainnya tidak berguna tetapi mahal persiapannya, sifat ini sulit mengukurnya.

5) Ketepatan waktu Menunjukan tak ada keterlambatan jika ada yang sedang ingin mendapatkan informasi masukan, pengolahan, dan pelaporan keluaran kepada pemakai biasanya tepat waktu.

6) Kejelasan Sifat ini menunjukan keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas, membetukan laporan dapat memakan biaya yang besar.

7) Keluwesan Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak hanya dengan beberapa keputusan, tetapi juga dengan beberapa pengambilan keputusan. Sifat ini sulit diukur, tetapi dalam banyak hal dapat diberikan nilai yang dapat diukur.

8) Dapat dibuktikan Sifat ini menunjukan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.

9) Tidak ada prasangka Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.

10) Dapat diukur Sifat ini menunjukan hakikat informasi yang dihasilkan dari sistem informasi formal.

Konsep Dasar Sistem Informasi


Definisi Sistem Informasi

Menurut Sutabri (2012:46) sistem informasi adalah “suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan laporan-laporan yang diperlukan”.

Komponen Sistem Informasi Menurut Sutabri (2012:47) sistem informasi terdiri dari beberapa komponen-komponen, diantaranya:

1) Blok Masukan (input block) Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi, input yang dimaksud adalah metode untuk menangkap data yang akan dimasukan yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2) Blok Model (model block) Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan dibasis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3) Blok Keluaran (technology block) Teknologi merupakan ‘tool box” dari sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 (tiga) bagian utama , yakni teknisi (brainware), perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware).

4) Blok Basis Data (database block) Basis data (database) merupakan kumpulan dari data-data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, yang disimpan dalam perangkat keras komputer dan akan diolah menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data dalam organisasi basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa agar informasi yang dihasilkan berkualitas.

5) Blok Kendali (control block) Kendali dalam hal ini merupakan sebuah tindakan yang diambil untuk menjaga sistem informasi tesebut agar bisa berjalan dengan lancar dan tidak mengalami gangguan.

Konsep Dasar Teknologi Informasi



Definisi PHP


Menurut Anhar dalam Esa Wijayanti (2014:32), “PHP singkatan dari Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemograman web server-side yang bersifat open source”. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embeded scripthing). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client.

Dreamweaver CS3

Menurut Puspitasari dan Heni dalam Esa Wijayanti (2014:33), “Dreamweaver CS3 adalah salah satu HTML Editor Professional yang berfungsi untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau halaman web”.

APPSERV Menurut Arief M Rudyanto dalam Esa Wijayanti (2013:34), “AppServ merupakan salah satu peralatan pondasi dasar untuk membangun aplikasi berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL. AppServ merupakan tool yang menyediakan paket perangkat lunak kedalam satu buah paket. Dengan menginstal AppServ maka tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi web server, apache, PHP dan MySQL secara manual. AppServ akan menginstall dan mengkonfigurasikannya secara otomatis.

1) PHP PHP merupakan bahasa pemograman untuk membuat web yang bersifat server-side scripting, PHP juga bersifat open source. Sistem management database yang sering digunakan bersama PHP adalah MySQL, namun PHP juga mendukung sistem management database oracle, ms. Acces, interbase, d-base dan postgreSQL.

2) MySQL SQL kepanjangan dari Structured Query Language. SQL merupakan bahasa terstruktur yang khusus digunakan untuk mengolah database, MySQL juga bersifat opensource dan relational yang artinya data-data yang dikelola dalam database akan diletakkan pada beberapa tabel yang terpisah sehingga manipulasi data akan menjadi lebih cepat. MySQL dapat digunakan untuk membuat dan mengolah database beserta isinya, serta untuk menambahan, mengubah dan menghapus data yang berada dalam database.



Konsep Dasar Database

Definisi Database

Menurut Chr. Jimmy L. Gaol dalam Lindawati (2014:38) “Database adalah kumpulan datanya, sedangkan program pengelolaannya berdiri sendiri dalam satu paket program yang komersial untuk membaca data, menghapus data dan melaporkan data dalam database. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record. Adapun struktur database adalah : File atau Table.

Record adalah elemen data atau field. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
1) Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
2) Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
3) Dapat dikembangkan denga mudah, baik volume maupun strukturnya.
4) Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah.
5) Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa database adalah kumpulan informasi yang disimpan dalam komputer sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program kompuer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

Elisitasi

Menurut Raharja, dkk Jurnal CCIT Vol.04 No.3 (2011:302), “Elisitasi berisi usulan rancangan sistem baru yang di inginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi”. Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap yaitu sebagai berikut:

1) Elisitasi Tahap 1

Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

2) Elisitasi Tahap II

Merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Berikut penjelasan mengenai Metode MDI :

a. “M” pada MDI itu artinya Mandatory (Penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

b. “D” pada MDI itu artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih perfect.

c. “I” pada MDI itu artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.

3) Elisitasi Tahap III

Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu sebagai berikut :

a. T artinya Tehnikal, maksudnya bagaimana tata cara / tehnik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan?

b. O artinya Operasional, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan ?

c. E artinya Ekonomi, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut didalam sistem?



Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu :

a. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena tehnik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.

b. Middle (M) : Mampu untuk dikerjakan

c. Low (L) : Mudah untuk dikerjakan

4) Final draft elisitasi

Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Teori Khusus

1. Definisi

Literature Review

BAB III

ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Gambaran Umum Perusahaan

Sejarah Singkat Perusahaan


Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Tugas dan Tanggung Jawab

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan


Rancangan Prosedur

Analisa Masukan, Analisa Proses, Analisa Keluaran

User Requirement

Rancangan Basis Data

Normalisasi

Spesifikasi Basis Data

Flowchart

Rancangan Program

Rancangan Prototipe

Konfigurasi Sistem Usulan

Spesifikasi Hardware

Aplikasi Yang Digunakan

Hak Akses

Testing

Evaluasi

Implementasi

Schedule

Penerapan

Estimasi Biaya

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Kesimpulan Terhadap Rumusan Masalah

Kesimpulan Terhadap Tujuan dan Manfaat Penelitian

Kesimpulan terhadap metode penelitian

Saran

Kesan

DAFTAR PUSTAKA


DAFTAR LAMPIRAN

Contributors

Susi Ariswara