TA1311376132

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN

ORTOTIK DAN PROSTETIK BERBASIS WEB PADA

PT. PRATAMA SENTRA REHABILITASI


TUGAS AKHIR

Disusun Oleh :

NIM
: 1311376132
NAMA
: Windy Yuliardi


KONSENTRASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN ILMU KOMPUTER

TANGERANG

2015/2016

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN ILMU KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN

ORTOTIK DAN PROSTETIK BERBASIS WEB PADA

PT. PRATAMA SENTRA REHABILITASI

Disusun Oleh :

NIM
: 1311376132
Nama
: Windy Yuliardi
Jenjang Studi
: Diploma Tiga
Jurusan
: Manajemen Informatika
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, Oktober 2016

Direktur
       
AMIK RAHARJA INFORMATIKA,
AMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si)
       
(Ruli Supriati, S.Kom., M.T.I)
NIP : 000603
       
NIP : 073009

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN ILMU KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN

ORTOTIK DAN PROSTETIK BERBASIS WEB PADA

PT. PRATAMA SENTRA REHABILITASI

Dibuat Oleh :

NIM
: 1311376132
Nama
: Windy Yuliardi

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Manajemen Informatika

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Disetujui Oleh :

Tangerang, 20 Juni 2016

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Padeli, M.Kom)
   
(Ignatius Joko Dewanto, Dr., S.Kom., MM)
NID : 03002
   
NID : 15022

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN ILMU KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN

ORTOTIK DAN PROSTETIK BERBASIS WEB PADA

PT. PRATAMA SENTRA REHABILITASI

Dibuat Oleh :

NIM
: 1311376132
Nama
: Windy Yuliardi

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Manajemen Informatika

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Tahun Akademik 2015/2016

Disetujui Penguji :

Tangerang, Oktober 2016

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
( Djoko Soetarno, Ir., Dr., D.E.A )
 
( Rosdiana, M.Kom)
 
( Arief Saptono, S.Pt., MM )
NID : 07131
 
NID : 03035
 
NID : 14006

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN ILMU KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN

ORTOTIK DAN PROSTETIK BERBASIS WEB PADA

PT. PRATAMA SENTRA REHABILITASI

Disusun Oleh :

NIM
: 1311376132
Nama
: Windy Yuliardi
Jenjang Studi
: Diploma Tiga
Jurusan
: Manajemen Informatika
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Menyatakan bahwa Tugas Akhir ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Tugas Akhir yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Ahli Madya Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 20 Juni 2016

 
 
 
 
 
(Windy Yuliardi)
NIM : 1311376132

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRAKSI

Kemajuan teknologi serta menyambut era perdagangan bebas AFTA (Asean Free Traede Area) menuntut kita untuk selalu mengembangkan diri serta mengikuti perkembangan tersebut. Demikian pula dengan PT Pratama Sentra Rehabilitasi bergerak dalam bidang pelayanan jasa kesehatan unit rehabilitasi medik (Orthotic dan Prosthetic), dituntut untuk selalu berinovasi dalam menghadapi era persaingan yang semakin pesat saat ini. Seiring dengan kemajuan teknologi, maka sistem pelayanan pemasaran yang dapat diakses oleh seluruh calon konsumen dan pembeli guna mendukung proses penjualan dengan tepat dan akurat, sangat diperlukan. Berdasarkan analisa sistem yang sedang berjalan diperoleh hasil bahwa sistem yang ada saat ini masih terdapat beberapa kekurangan dan masih memerlukan banyak pengembangan-pengembangan lagi. Untuk memperoleh data-data yang diperlukan selama penelitian, penulis menggunakan beberapa metode, antara lain: wawancara, observasi yang dikumpulkan, studi pustaka, disusun dan dianalisis agar dapat menemukan strategi pemasaran yang tepat guna dalam peningkatan penjualan pada PT Pratama Sentra Rehabilitasi serta solusi sebagai pemecahan masalah yang dibahas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat pada umumnya, maupun pihak manajemen PT Pratama Sentra Rehabilitasi pada khususnya.

Kata kunci: Pengembangan, Sistem, Pemasaran

ABSTRACT

The advancement of technology and the acknowledgement of the free trade area AFTA (Asean Free Trade Area) is demanding us to always develop ourselves and follow it. Thus, PT Pratama Sentra Rehabilitasi which actives in a healthy services; the unit of medical rehabilitation (Orthotic and Prosthetic) is strived to always make innovations in coping the rivalry era that rapidly developed nowadays. Along with the development of technology, the marketing service system which can be accessed by the consumer and the seller in order to support the divest processes accurately is needed. According to the analytical system, it is found that there are some deficiencies of the system so that it needs some further developments. The researcher use some methods to gain the data such as interviews, observations and literature reviews which are rearranged and analysed to find a good marketing strategy in increasing the disposal at PT Pratama Sentra Rehabilitasi and the solution as the problem solving. The result of this study is expected to give benefits to the readers and PT Pratama Sentra Rehabilitasi.

Keywords: Development, System, Marketing

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir (TA) ini dengan baik. Adapun judul yang diambil dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini adalah “Pengembangan Sistem Informasi Pemasaran Ortotik dan Prostetik berbasis web pada PT Pratama Sentra Rehabilitasi”.

Tujuan dari pembuatan laporan tugas akhir ini adalah sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Pendidikan Diploma Tiga (D3) Jurusan Manajemen Informatika di Perguruan Tinggi Raharja Tangerang.

Dalam pembuatan Laporan Tugas Akhir (TA) ini masih banyak kekurangan-kekurangan dan jauh sekali dari sempurna. Oleh karenaa itu penulis mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan dimasa yang akan datang.

Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak, maka penulisan laporan Tugas Akhir (TA) ini tidak akan lancar. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini, antara lain :

  1. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si selaku Direktur AMIK Raharja Informatika.

  2. Bapak Padeli, M.Kom selaku Pembantu Direktur I AMIK Raharja Informatika

  3. Ibu Ruli Supriati, S.Kom., M.T.I selaku Kepala Jurusan Manajemen Informatika.

  4. Bapak Padeli, M.Kom selaku Dosen pembimbing I.

  5. Bapak Ignatius Joko Dewanto, Dr., S.Kom., MM selaku Dosen pembimbing II.

  6. Ibu Kristin Rosiana, SE selaku Pimpinan PT. Pratama Sentra Rehabilitasi.

  7. Bapak Anggoro Prakoso, MM selaku Pembimbing Lapang serta karyawan PT. Pratama Sentra Rehabilitasi yang telah memberikan dukungan dan masukkan yang sangat berarti kepada penulis dalam menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini.

  8. Kepada kedua orang tua saya tercinta, saudara dan keluarga yang telah memberikan dukungan, baik moril, materil maupun do’a untuk keberhasilan kepada penulis.

  9. Kepada teman-teman kampus saya yang selalu memberikan semangat dalam setiap penulisan Laporan Tugas Akhir ini.

Akhir kata besar harapan penulis Laporan Kuliah Tugas Akhir ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Tangerang, Oktober 2016
PENULIS

Daftar isi

DAFTAR GAMBAR

  1. Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. Pratama Sentra Rehabilitasi

  2. Gambar 3.2 Use case Diagram sistem pemasaran yang berjalan

  3. Gambar 3.3 Activity Diagram sistem pemasaran yang berjalan

  4. Gambar 3.4 Sequence Diagram sistem pemasaran yang berjalan

  5. Gambar 3.5 Use Case Diagram yang diusulkan

  6. Gambar 3.6 Activity Diagram yang diusulkan

  7. Gambar 3.7 Sequence Diagram yang diusulkan

  8. Gambar 3.8 Class Diagram yang diusulkan

  9. Gambar 3.9 Rancangan Tampilan Home

  10. Gambar 3.10 Rancangan Tampilan Profil

  11. Gambar 3.11 Rancangan Tampilan Produk

  12. Gambar 3.12 Rancangan Tampilan Pembelian

  13. Gambar 3.13 Rancangan Tampilan Berita dan Karir

  14. Gambar 3.14 Rancangan Tampilan Kontak

  15. Gambar 3.15 Rancangan Tampilan Buku Tamu

  16. Gambar 3.16 Tampilan Home

  17. Gambar 3.17 Tampilan Profil

  18. Gambar 3.18 Tampilan Produk

  19. Gambar 3.19 Tampilan Pembelian

  20. Gambar 3.20 Tampilan Berita dan Karir

  21. Gambar 3.21 Tampilan Kontak

  22. Gambar 3.22 Tampilan Bukutamu

DAFTAR TABEL

  1. Tabel 3.1 : Elisitasi Tahap I

  2. Tabel 3.2 : Elisitasi Tahap II

  3. Tabel 3.3 : Elisitasi Tahap III

  4. Tabel 3.4 : Final Elisistasi

  5. Tabel 3.5 : Spesifikasi Basis Data tabel admin

  6. Tabel 3.6 : Spesifikasi Basis Data tabel bank

  7. Tabel 3.7 : Spesifikasi Basis Data tabel banner

  8. Tabel 3.8 : Spesifikasi Basis Data tabel berita

  9. Tabel 3.9 : Spesifikasi Basis Data tabel bukutamu

  10. Tabel 3.10 : Spesifikasi Basis Data tabel download

  11. Tabel 3.11 : Spesifikasi Basis Data tabel hubungi

  12. Tabel 3.12 : Spesifikasi Basis Data tabel katagori

  13. Tabel 3.13 : Spesifikasi Basis Data tabel komentar

  14. Tabel 3.14 : Spesifikasi Basis Data tabel konfirmasi

  15. Tabel 3.15 : Spesifikasi Basis Data tabel kota

  16. Tabel 3.16 : Spesifikasi Basis Data tabel kustomer

  17. Tabel 3.17 : Spesifikasi Basis Data tabel modul

  18. Tabel 3.18 : Spesifikasi Basis Data tabel mo_ym

  19. Tabel 3.19 : Spesifikasi Basis Data tabel orders

  20. Tabel 3.20 : Spesifikasi Basis Data tabel order ditel

  21. Tabel 3.21 : Spesifikasi Basis Data tabel order temp

  22. Tabel 3.22 : Spesifikasi Basis Data tabel produk

  23. Tabel 3.23 : Spesifikasi Basis Data tabel shoutbox

  24. Tabel 3.24 : Spesifikasi Basis Data tabel statistik

  25. Tabel 3.25 : Spesifikasi Basis Data tabel video


BAB I

PENDAHULUAN


Latar Belakang Masalah

Dalam era globalisasi dan moderenisasi saat ini dan terutama dalam rangka perdagangan bebas AFTA (Asean Free Trade Area) dan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) banyak perusahaan yang bergerak baik dalam bidang jasa maupun barang mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan industri yang akan semakin ketat.

Pada era ini segala sesuatunya membutuhkan kecepatan, ketepatan dan yang terpenting kemudahaan bagi masyarakat untuk memperolehkan barang dan jasa.

Seiring dengan kemudahan dan perkembangan teknologi saat ini, berdampak juga terhadap sistem pemasaran dan informasi yang diterapkan oleh perusahaan untuk menjual produk dan jasanya. Jika kita bandingkan dengan 2 (Dua) tahun kebelakang sistem penjualan secara online sudah mulai berkembang.

Pada saat ini perusahaan menggunakan sistem pemasaran konvensional dimana tenaga pemasaran menyebarkan brosur kerumah sakit untuk dokter dan perusahaan belum memiliki informasi produk Ortotik dan Prostetik melalui website.

Sistem online sendiri saat ini berkembang sangat pesat dan mulai beragam jenisnya, bahkan media sosial yang awalnya hanya dimanfaatkan sebagai sarana untuk mencari teman saat ini sudah banyak digunakan sebagai sarana untuk menjual barang dan jasa.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini juga didukung dengan sarana dan prasarana baik hardware dan software serta didukung dengan kecepatan data dengan teknologi 4G (Fourth – Generation Technology), sehingga pada saat ini Internet atau sambungan secara online sudah menjadi kebutuhan utama khususnya bagi perusahaan dan masyarakat pada umumnya.

Hal tersebut di atas menjadi pertimbangan dan perhatian dari PT. Pratama Sentra Rehabilitasi, distributor resmi produk Ottobock (German) di Indonesia yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa kesehatan unit rehabilitasi medik (Ortotik dan Prostetik).

Penggunaan sistem informatika dalam proses pemasaran Ortotik dan Prostetik merupakan langkah tepat untuk mencapai hasil yang maksimal, jika ditinjau dari efisiensi waktu serta biaya proses pemesanan / penjualan, serta efektivitas kerja dibandingkan dengan menggunakan cara yang manual.

Berdasarkan masalah-masalah yang dikemukakan diatas maka penulis memilih judul “ Pengembangan Sistem Informasi Pemasaran Ortotik dan Prostetik Berbasis Web Pada PT. Pratama Sentra Rehabilitasi ’’ .

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dirumuskan beberapa masalah, yaitu :

  1. Bagaimana sistem pemasaran Ortotik dan Prostetik pada PT. Pratama Sentra Rehabilitasi yang sedang berjalan pada saat ini ?

  2. Bagaimana menganalisis sistem pemasaran yang mendukung PT.Pratama Sentra Rehabilitasi ?

  3. Bagaimana cara mengimplementasi sistem pemasaran website pada PT.Pratama Sentra Rehabilitasi ?

Ruang Lingkup

Karena luasnya permasalahan yang ada dan untuk membatasi ruang lingkup penelitian penulis hanya membahas tentang permasalahan yang terfokus pada sistem pemasaran Ortotik dan Prostetik yang ada pada PT. Pratama Sentra Rehabilitasi, pembahasan akan dimulai dari sistem pemasaran, dan pengolahan data yang dilakukan sampai pengumpulan dan pembuatan laporan data tersebut.

Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penulis melakukan penelitian diatas yaitu sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasikan sistem pemasaran PT. Pratama Sentra Rehabilitasi

  2. Menghasilkan analisis sistem pemasaran PT. Pratama Sentra Rehabilitasi

  3. Untuk mengimplementasikan sistem pemasaran PT. Pratama Sentra Rehabilitasi

Manfaat Penelitian

Dari penelitian diharapkan bisa bermanfaat bagi penulis dan pihak lain diantaranya:

  1. Memberikan efisiensi waktu dalam pelayanan pemasaran.

  2. Memberikan kemudahan dalam pencarian informasi data Ortotik dan Prostetik.

Metode Penelitian

Penulis menggunakan beberapa metode penelitian untuk mendapatkan data, yaitu:

  1. Metode Observasi

  2. adalah pengamatan yang di lakukan dengan cara mengambil data secara langsung pada PT. Pratama Sentra Rehabilitasi. Metode ini sangat efektif dan efisien untuk mendapatkan data dengan jalan pengamatan untuk mencari sumber informasi terhadap masalah yang ada dan melaksanakan catatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang diteliti, yaitu mempelajari prosedur informasi mengenai sistem pemasaran serta kendala dalam pemasaran.

  3. Metode Interview

  4. Adalah suatu metode untuk mendapatkan data dan keterangan mengenai data suatu hal dengan cara wawancara atau tanya jawab terhadap pihak - pihak yang terkait. Dalam hal ini penulis melakukan wawancara dengan pimpinan perusahaan serta manager bidang pemasaran agar memperoleh data yang jelas dan akurat.

  5. Studi Kepustakaan

  6. Selain melakukan observasi dan wawancara penulis juga melakukan pengumpulan data dengan cara studi pustaka, dalam hal ini penulis berusaha melengkapi data - data yang diperoleh dengan cara membaca buku - buku atau literatur - literatur yang ada. Penulis juga melakukan studi pustaka malalui sumber -sumber yang berhubungan dengan judul yang diajukan untuk membantu penganalisaan dan sebagai bahan acuan yang dilakukan penulis.

Sistematika Penulisan

Untuk memahami dan memperjelas dalam pembahasan masalah, penulis menyusun laporan Tugas Akhir ini menjadi beberapa sub - bab dengan sistematika penyampaian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian, serta sistematis penulisan.

BAB II LANDASAN DAN TEORI

Pada bab ini berisikan teori yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku yang berkaitan dengan objek penelitian dan literatur riview.

BAB III PEMBAHASAN DAN HASIL

Bab ini membahas sejarah singkat PT. Pratama Sentra Rehabilitasi, Struktur Organisasi dan fungsinya, prosedur sistem yang berjalan menggunakan Unified Modeling Language (UML), dan alternative penyelesaian permasalahan dengan pendekatan Sistem Development Life Cycle (SDLC), user requirement, elisitasi tahap I, II, III dan draft final.

Serta membahas tentang kejelasan mengenai rancangan sistem yang dituangkan antara lain, sistem yang diusulkan menggunakan Unified Modeling Language (UML), Sistem Development Life Cycle (SDLC), rancangan tampilan sistem yang diusulkan, rancangan kontrol sistem diusulkan, serta pengolahan data rancangan, rancangan prototype.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan kesimpulan dari serta saran berdasarkan tujuan penelitian yang telah dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI


Teori Umum

Konsep dasar sistem

Dalam kehidupan sehari-hari di era teknologi dan komputerisai saat ini, kita sering mendengar istilah mengenai sistem. Sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sistem sistem bagian. Komponen atau subsistem-subsistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri lepas sendiri, melainkan saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai.

Definisi sistem

Berikut ini adalah definisi sistem menurut para ahli :

Menurut I Putu Agus Eka Pratama (2014:7) “Sistem didefinisikan sebagai sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan saling terhubung untuk melakukan suatu tugas bersama-sama”.

Menurut Sutarman (2012:13) ”Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama”.

“Sistem merupakan suatu kumpulan komponen-komponen yang saling berhubungan dan mempunyai ketergantungan satu sama yang lain, sistem dapat berjalan jika komponen-komponen yang ada didalamnya bisa bekerja sama membentuk suatu lingkaran yang tidak dapat dipisahkan”.(Jurnal CCIT Vol.6 No, 2013:226-227)

Berdasarkan beberapa definisi yang dikemukakan diatas ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah kumpulan bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan.

Karakteristik sistem

Model umum sebuah sistem adalah input, process dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sederhana, sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu pula sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu. Adapun karakteristik yang dimaksud antara lain :

  1. Komponen Sistem (Component)

  2. Suatu sitem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang berarti saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem tersebut dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

  3. Batas Sistem (Boundary)

  4. Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Tanpa adanya batas sistem, maka sangat sulit untuk menjelaskan suatu sistem. Batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

  5. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

  6. Adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan sistem dapat menguntungkan ataupun merugikan. Umumnya, lingkungan yang menguntungkan akan selalu dipertahankan untuk menjaga keberlangsungan sistem. Sedangkan lingkungan sistem yang merugikan akan diupayakan agar mempunyai pengaruh seminimal mungkin bahkan jika mungkin ditiadakan.

  7. Penghubung Sistem (Interface)

  8. Penghubung sistem merupakan media penghubung antara sistem dengan sub sistem lainnya disebut dengan interface . Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari sub sistem ke sub sistem lain. Keluaran (output) dari sub sistem akan menjadi masukan (input) untuk sub sistem lain melalui penghubung. Dengan demikian terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk kesatuan.

  9. Masukan Sistem (Input)

  10. Merupakan segala sesuatu yang perlu dimasukan kedalam sistem sebagai bahan yang akan diolah lebih lanjut untuk menghasilkan keluaran yang berguna. Dalam sistem informasi manajemen, masukan disebut sebagai data.

  11. Pengolahan Sistem (Processing)

  12. Komponen sistem yang mempunyai peran utama mengolah masukan agar menghasilkan keluaran yang berguna bagi para pemakainya. Dalam sistem informasi manajemen, contohnya berupa program aplikasi komputer yang dikembangkan untuk keperluan khusus. Program aplikasi tersebut mampu menerima masukan, mengolah masukan, dan menampilkan hasil olahan sesuai dengan kebutuhan para pemakai.

  13. Keluaran Sistem (Output)

  14. Komponen sistem yang berupa berbagai macam bentuk keluaran yang dihasilkan oleh komponen pengolahan. Dalam sistem informasi manajemen.

  15. Sasaran dan Tujuan Sistem (Objective Goal)

  16. Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). sistem perlu dijaga agar saling bekerja sama dengan harapan agar mampu mencapai sasaran dan tujuan sistem. Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan. Dalam hal ini, sasaran merupakan hasil pada setiap tahapan yang mendukung upaya pencapaian tujuan.

  17. Kendali Sistem (Control)

  18. Sistem perlu selalu dijaga agar tetap bekerja sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Hal ini bisa dilakukan jika ada bagian yang berperan menjaganya, yaitu bagian kendali. Bagian kendali mempunyai peran utama menjaga agar proses dalam sistem dapat berlangsung secara normal sesuai batasan yang telah ditetapkan sebelumnya.

  19. Umpan balik Sistem (Feed Back)

  20. Diperlukan oleh bagian kendali (control) sistem untuk mengecek terjadinya penyimpanan proses dalam sistem dan mengembalikannya ke dalam kondisi normal.

    Maka dapat disimpulkan secara umum sistem merupakan sekelompokan kegiatan atau elemen atau subsistem yang saling bekerja sama atau saling berhubungan dengan cara tertentu untuk melaksanakan fungsi guna mencapai suatu tujuan.

Klasifikasi sistem

Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya, karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara, diantaranya yaitu :

  1. Sistem Fisik (Physical System) dan Sistem Abstrak (Abstract System).

  2. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau gagasan yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologi, yaitu sistem yang berupa pemikiran tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sedangkan sistem fisik adalah yang memang nampak oleh mata kita seperti sistem televisi, sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia dan lain sebagainya.

  3. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System).

  4. Sistem alamiah adalah sistem yang keberadaannya terjadi secara alami/natural tanpa campur tangan manusia. Contohnya perputaran bumi, terjadinya siang dan malam, tata surya yang terdiri atas planet dan lainnya. Sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin (Human Machine System). Sistem informasi yang berbasis komputer merupakan contoh Human Machine System, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.

  5. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tidak Tentu (Probabilistic System).

  6. Sistem tertentu adalah sistem yang tingkah lakunya dapat ditentukan/diprediksi sebelumnya. Contohnya program aplikasi komputer dirancang dan dikembangkan oleh manusia dengan menggunakan prosedur yang jelas, terstruktur, dan baku. Sedangkan sistem tidak tentu tingkah lakunya tidak dapat ditentukan/diprediksi sebelumnya. Contohnya sistem perkonomian dalam suatu negara termasuk klasifikasi sistem tidak tentu, karena tidak diketahui dengan pasti apa yang akan terjadi terhadap kondisi perekonomian tersebut apabila terjadi suatu kejadian tertentu.

  7. Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System).

  8. Sistem tertutup merupakan sistem yang tingkah lakunya tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sedangkan sistem terbuka mempunyai perilaku yang dipengaruhi oleh lingkungannya. Di dalam kenyataannya hampir tidak ada suatu sistem yang benar-benar tertutup. disimpulkan sistem yang relatif tertutup, yaitu sistem yang relatif tidak dipengaruhi oleh lingkungannya. Contohnya sistem aplikasi komputer merupakan sistem relatif tertutup, karena tingkah laku sistem aplikasi komputer tidak dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi diluar sistem. Sekalipun sistem aplikasi komputer akan berhenti apabila satu daya listrik ke komputer mengalami gangguan/padam.

Tujuan sistem

Menurut Mustakini (2012:13) “Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi (information) adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya”.

Tujuan sistem itu sendiri terdiri dari :

  1. Kegunaan (Usefulness)

  2. Sistem harus menghasilkan informasi yang tepat waktu dan relevan untuk mengambil keputusan manajemen dan personil operasi di dalam organisasi.

  3. Ekonomi (Economic)

  4. Semua bagian komponen sistem termasuk laporan-laporan, pengendalian-pengendalian, mesin-mesin harus menyumbang suatu nilai manfaat setidak-tidaknya sebesar biaya yang dibutuhkan.

  5. Keandalan (Realibility)

  6. Keluaran sistem harus mempunyai tingkatan ketelitian yang tinggi dan sistem itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif bahkan pada waktu komponen manusia tidak hadir atau saat komponen mesin tidak beroperasi secara temporer.

  7. Pelayanan Langganan (Customer Service)

  8. Sistem harus memberikan pelayanan dengan baik atau ramah kepada pelanggan.

  9. Kesederhanaan (Simplicity)

  10. Sistem harus cukup sederhana, sehingga terstruktur dan operasinya dapat dengan mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti.

  11. Fleksibilitas (Fleksibility)

  12. Sistem harus cukup fleksibel, untuk menangani perubahan-perubahan yang terjadi, kepentingannya cukup beralasan dalam kondisi dimana sistem beroperasi atau dalam kebutuhan yang diwajibkan oleh organisasi.

Konsep dasar data

Pengertian data

Data adalah fakta atau apapun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi. Data bisa berupa bahan untuk diskusi, pengambil keputusan, penghitungan, atau pengukuran. Data saat ini tidak harus berupa dalam bentuk huruf, kata, atau kalimat tapi bisa juga dalam bentuk suara, dan gambar.

Definisi data

Berikut ini adalah definisi data menurut para ahli :

Menurut Taufiq (2013:13) “Data adalah sesuatu yang diberikan untuk kemudian diolah”.

Menurut Tata Sutabri (2012:1) “Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata”.

Maka dapat disimpulkan data adalah bahan mentah yang diolah untuk dijadikan informasi yang menunjukan fakta nyata.

Klasifikasi Data

Menurut Tata Sutabri (2012:3) data dapat diklasifikasikan menurut jenis, sifat dan sumber :

  1. Klasifikasi data menurut jenis data:

    1. Data Hitung (Enumeration/Counting data)

    2. Data hitung adalah hasil perhitungan atau jumlah tertentu

    3. Data Ukur (Measurement data)

    4. Data ukur adalah data yang menunjukkan ukuran mengenai nilai sesuatu

  2. Klasifikasi data menurut sifat data :

    1. Data Kuantitatif (Quantitative data)

    2. Data kuantitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan.

    3. Data Kualitatif (Qualitative data)

    4. Data kualitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat sesuatu.

  3. Klasifikasi data menurut sumber data:

    1. Data Internal (Internal data)

    2. Data internal adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil observasi yang dlakukan sendiri, bukan data hasil karya orang lain.

    3. Data Eksternal (External data)

    4. Data eksternal adalah datahasil observasi orang lain. Seseorang boleh saja mengunakan data untuk suatu keperluan, meskipun data tersebut hasil kerja orang lain. Data eksternal ini terdiri dari 2 jenis yaitu:

      1. Data Eksternal Primer (Primary External data)

      2. Data eksternal primer adalah data dalam bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemiliknya sendiri, yakni orang yang melakukan observasi sendiri.

      3. Data Eksternal Sekunder (Secondary External data)

      4. Data eksternal sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi melainkan melalui seseorang atau sejumlah orang lain.

Konsep dasar informasi

Pengertian informasi

Informasi merupaka hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan tersebut bisa menjadi informasi, hasil pengolahan data yang tidak memberikan makna atau arti serta tidak bermanfaat bagi seseorang bukanlah merupakan informasi bagi orang tersebut.

Definisi informasi

Berikut ini adalah definisi informasi menurut para ahli :

Menurut I Putu Agus Eka Pratama (2014:9) “Pengolahan data dari satu atau berbagai sumber, yang kemudian diolah, sehingga memberikan nilai, arti, dan manfaat”.

Menurut Dermawan (2012:2) “Informasi dapat dikatakan sebagai sejumlah data yang sudah diolah atau diproses melalui prosedur pengolahan data dalam rangka menguji tingkat kebenarannya, keterpakaiannya sesuai dengan kebutuhan”.

Menurut Maimunah, dkk (2012:57) Informasi adalah data yang diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya, dan bermanfaat dalam mengambil suatu keputusan”.

Berdasarkan beberapa definisi yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah Data yang sudah diolah kebenarannya dan bermanfaat bagi penggunanya.

Klasifikasi informasi

Menurut Tata Sutabri (2012:34) Informasi dalam manejemen diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Informasi berdasarkan persyaratan

  2. Suatu informasi harus memenuhi persyaratan sebagaimana dibutuhkan oleh seorang manajer dalam rangka pengambilan keputusan yang harus segera dilakukan.

  3. Informasi yang tepat waktu

  4. Sebuah informasi yang tiba pada manajer sebelum suatu keputusan diambil sebab seperti telah diterangkan dimuka, informasi adalah bahan pengambilan keputusan.

  5. Informasi yang relevan

  6. Sebuah informasi yang disampaikan oleh seorang menajer kepada bawahannya harus relevan, yakni ada kaitannya dengan kepentingan pihak penerima sehingga informasi tersebut akan mendapatkan perhatian.

  7. Informasi yang bernilai

  8. Informasi yang berharga untuk suatu pengambilan keputusan.

  9. Informasi yang dapat dipercaya

  10. Suatu informasi harus dapat dipercaya dalam manajemen karena hal ini sangat penting menyangkut citra organisasi, terlebih bagi organisasi dalam bentuk perusahaan yang bergerak dalam persaingan bisnis.

Berdasarkan pengertian klasifikasi informasi diatas, penulis menyimpulkan bahwa informasi yang didapat sesuai persyaratan, tepat waktu, relevan, bernilai serta akurat dalam memberikan informasi yang berkualitas dan memiliki nilai juga dapat dipercaya.

Mutu informasi

Menurut Sutarman (2012:14), kesalahan informasi disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :

  1. Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat.

  2. Tidak dapat mengikuti prosedur pengolahan yang benar.

  3. Hilang/tidak terolah sebagai data.

  4. Pemeriksaan/pencatatan data yang salah.

  5. Dokument induk yang salah.

Penyebab kesalahan tersebut dapat diatasi dengan cara-cara sebagai berikut :

  1. Kontrol sistem untuk menemukan kesalahan.

  2. Pemeriksaan internal dan eksternal.

  3. Penambahan batas ketelitian data.

Berdasarakan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa informasi dikatakan bermutu apabila tidak ada kesalahan dalam pengolahan data misalnya kehilangan data, keslahan yang disengaja ataupun tidak disengaja.

Konsep dasar sistem informasi

Definisi sistem informasi

Berikut ini adalah definisi sistem informasi menurut para ahli:

Menurut Tata Sutabri (2012:2) “Sistem informasi adalah suatu sistem diadalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada puhak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Menurut Sutarman (2012:13) “Sistem Informasi adalah sistem dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, intruksi) dan output (laporan, kalkulasi).

Berdasarakan definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Sistem Informasi merupakan kumpulan dari informasi-informasi yang terdiri dari input dan output untuk dapat menyediakan kepada pihak luar dengan informasi yang dibutuhkan.

Komponen sistem informasi

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, model, keluaran, teknologi (hardware dan software), basis data, dan kendali. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. Berikut adalah beberapa definisinya :

  1. Blok Masukan (Input Block)

  2. Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi.

  3. Blok Model (Model Block)

  4. Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

  5. Blok Keluaran (Output Block)

  6. Output adalah hasil keluaran dari sistem informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.

  7. Blok Teknologi (Technology Block)

  8. Teknologi adalah “tool box” dala sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirim keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

  9. Blok Basis data (Database Block)

  10. Database merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama yang lainnya, tersimpan pada perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

  11. Blok Kendali (Controls Block)

  12. Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem, dicegah ataupun bila terlanjur terjadi keslahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Perancangan sistem

Pengertian perancangan sistem

Perancangan sistem adalah tahapan lanjutan setelah analisa sistem. Setelah melakukan identifikasi masalah, memahami cara kerja, melakukan analisa dan membuat laporan maka pembentukan dari sistem yang akan dibuat merupakan langkah selanjutnya.

Definisi perancangan sistem

Menurut Henderi dkk dalam jurnal CCIT (2011:322) “Tahap analisa sistem adalah tahap penguraian dari suatu sistem yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengindetifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat dibuat rancangan sistem yang baru sesuai dengan kebutuhan”.

Menurut Siti Aisyah dan Nawang Kalbun dalam jurnal CCIT (2011:197) “Pada metode analisa sistem dan perancangan yang menggunakan metode yang dikenal dengan nama System Develoment Life Cycle (SDLC). SDLC merupakan metodelogi umum dalam pengembangan sistem yang menangani kemajuan dari usaha analisa dan desain”.

Jadi Perancangan sistem dan analisa sistem merupakan satu kesatuan tahapan lanjutan yang tidak terpisahkan, karena perancangan sistem itu sendiri harus memenuhi kebutuhan pengguna, diharapkan user friendly, dapat memberikan gambaran jelas mengenai sistem yang akan dibentuk, memiliki rincian dari masing-masing komponen yang akan menjadi isi dari sistem itu sendiri, antara lain sistem informasi yang terdiri dari data-data yang akan diubah menjadi suatu informasi yang nantinya akan digunakan untuk pengambilan kebutusan. Dalam tahap perancangan sistem, alat batu yang digunakan dalam mendesain program komputer antara lain bagan terstruktur.

Konsep dasar analisa sistem

Definisi analisa sistem

Berikut ini adalah analisa sistem menurut para ahli :

Menurut Taufiq (2013:156) “Analisis Sistem adalah suatu kegiatan mempelajari sistem (baik sistem manual ataupun sistem yang sudah komputerisasi) secara keseluruhan mulai dari menganalisa sistem, analisa masalah, desain logic, dan memberikan keputusan dari hasil analisa tersebut”.

Menurut Rosa (2013:18) “Analisis sistem adalah kegiatan untuk melihat sistem yang sudah berjalan, melihat bagian mana yang bagus dan tidak bagus, dan kemudian mendokumentasikan kebutuhan yang akan dipenuhi dalam sistem yang baru”.

Berdasarkan beberapa definisi yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa analisa sistem adalah tahap mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan yang ada pada suatu sistem, sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan dalam sistem baru.

Tujuan analisa sistem

Adapun sebagai tujuan analisa sistem adalah sebagai berikut:

  1. Untuk memahami kinerja sistem yang ada atau sedang berjalan.

  2. Mengidentifikasikan masalah-masalah kebutuhan pemakai (user) dengan mempelajari bentuk formulir, laporan-laporan yang telah dihasilkan oleh sistem yang sedang berjalan.

  3. Untuk mengetahui informasi-informasi yang dibutuhkan oleh pemakai (user) sistem yang tidak dapat dihasilkan dari sistem yang sedang berjalan.

Tahap-tahap analisa sistem

Menurut Taufiq (2013:159) “Untuk melakukan analisis sistem, supaya hasil analisis bisa maksimal maka langkah-langkah yang dilakukan juga harus terstruktur agar tidak tumpang tindih antara hasil analisa yang satu dengan hasil analisa yang lain. Atau dengan tujuan hasil analisa sistem yang dilakukan bisa dikelompokkan sesuai dengan langkah yang dilakukan sehingga mudah untuk dipelajari atau dikembangkan lagi ke dalam rancang bangun sistem informasi”.

  1. Definisi Lingkup

  2. Definisi lingkup (scope definition) adalah langkah pertama proses pengembangan sistem. Dalam metodologi-metodologi lain hal ini mungkin disebut (preliminary investigation phase), fase studi awal (initial study phase), fase survey (survey phase), atau fase perencanaan (planning phase), komunikasi (communication) atau inisiasi proyek atau pengumpulan kebutuhan.

  3. Analisis Masalah

  4. Analisis masalah merupakan analisis dengan pemahaman, kesempatan dan atau perintah lebih mendalam yang memicu proyek. Tujuan analisis masalah adalah mempelajari dan memahami bidang masalah dengan cukup baik untuk secara menyeluruh menganalisis masalah, kesempatan, dan batasannya.

  5. Analisis Persyaratan

  6. Beberapa analisis yang kurang pengalaman membuat kesalahan yang fatal sesudah melalui langkah analisis masalah. Godaan pada titik ini adalah mulai melihat berbagai solusi alternative, khususnya solusi teknis.Salah satu kesalahan yang kerap terjadi di dalam sistem informasi terbaru ditunjukkan dalam pernyataan, “Memastikan sistem bekerja dan secara teknis mengesankan, tapi ia harus tidak melakukan apa yang kita inginkan untuk dilakukan oleh sistem”. Langkah analisis persyaratan menentukan persyaratan bisnis bagi sistem yang baru.

  7. Desain Logic

  8. Tidak semua proyek mencakup pengembangna model-driven, tapi kebanyakan masukkan beberapa pemodelan sistem. Desain logic lebih lanjut mendokumentasikan persyaratan bisnis dengan menggunakan model-model sistem yang menggambarkan struktur data, proses bisnis, aliran data dan antarmuka pengguna.Dalam hal tertentu, desain logic mensahkan persyaratan yang dibuat pada langkah sebelumnya.

  9. Analisis Keputusan

  10. Dengan adanya persyaratan bisnis, maka kita akhirnya dapat menekankan bagaimana sistem baru termasuk altenatif-alternatif berbasis komputer dapat diimplementasikan dengan teknologi. Maksud dari analisa keputusan adalah untuk mengenali solusi kandidat, menganalisa solusi kandidat tersebut dan merekomendasi sebuah sistem target yang akan dirancang, dibangun dan diimplementasikan. Peluang muncul saat ada seseorang yang telah mendapatkan sebuah visi terhadap solusi teknik. Tetapi hamper selalu ada solusi alternatif yang mungkin merupakan solusi yang lebih baik. Selama analisis keputusan memang penting untuk mengenali berbagai pilihan, menganalisa beberapa pilihan tersebut dan menjual solusi terbaik berdasarkan analisis tersebut.

Fungsi analisis sistem

Adapun fungsi analisis sistem adalah sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi masalah–masalah kebutuhan pemakai (user).

  2. Memilih alternatif–alternatif metode pemecahan masalah yang paling tepat.

  3. Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

  4. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistem. Pada tugas atau fungsi terakhir dari anlisa sistem menerapkan tencana rancangan sistem yang telah dipakai dan disetujui.

  5. Pengertian analisa masukan pada sistem adalah data yang diterima dan akan diproses oleh sistem.

  6. Pengertian analisi proses pada sistem adalah data suatu kegiatan yang dihasilkan oleh suatu proses dari masukan yang diterima oleh proses.

  7. Pengertian analisa keluaran pada sistem adalah data dihasilkan oleh suatu proses dari masukan yang diterima.

Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya. Pada tugas atau fungsi terakhir dari analisa sistem menerapkan rencana rancangan sistemnya yang telah disetujui oleh pemakai.


Teori khusus

Konsep dasar pemasaran

Pengertian pemasaran

Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi, mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai sasaran pasar tujuan dari perusahaan.

Konsep dasar pemasaran

Menurut Danang Sunyoto (2014:27) “Dasar pemikiran bagaimana caranya aktivitas pemasaran dapat dilaksanakan berdasarkan suatu filsafat yang mantap, yang mengungkap pemasaran yang tanggap dan bertanggung jawab”. Ada beberapa konsep dalam pemasaran berikut penjelasannya:

  1. Konsep produksi (Production concept)

  2. Konsep produksi adalah suatu orientasi manajemen yang menganggap bahwa konsumen akan menyenangi produk-produk yang telah dapat tersedia dan dapat dibeli. Oleh karena itu tugas utama manajemen adalah mengadakan perbaikan dalam produksi dan distribusi sehingga lebih efisien.

  3. Konsep produk (product concept)

  4. Konsep produk adalah merupakan orientasi manajemen yang menganggap konsumen akan lebih tertarik pada produk-produk yang ditawarkan dengan mutu terbaik pada tingkat hara tertentu.

  5. Konsep penjualan (selling concept)

  6. Konsep penjualan adalah orientasi manajemen yang menganggap konsumen akan melakukan atau tidak melakukan pembelian produk-produk perusahaan didasarkan atas pertimbangn usaha-usaha nyata yang dilakukan untuk menggugah atau mendorong minat akan produk tersebut.

  7. Konsep pemasaran (marketing concept)

  8. Konsep pemasaran merupakan dorongan orientasi manajemen yang menekankan bahwa kunci pencapai tujuan organisasi terdiri dari kemampuan organisasi (perusahaan) menentukan kebutuhan dan keinginan pasar yang dituju dan kemampuan organisasi tersebut memenuhinya dengan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisiensi dari para pesaing.

  9. Konsep pemasaran kemasyarakatan (the societal marketing concept)

  10. Pemasaran kemasyarakatan adalah suatu orientasi manajemen yang menekankan tugas utama perusahaan adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan kepentingan dari pasar yang dituju dan mengusahakan agar perusahaan dapat menyerahkan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan lebih efisien dari para pesaingnya dalam meningkatkan dan melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

  11. Konsep pemasarana global (the global marketing concept)

  12. Konsep ini manajer eksekutif berupaya memahami faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi pemasaran melalui manajemen strategiknya yang mantap.

Definisi pemasaran

Berikut ini adalah definisi pemasaran menurut para ahli :

Menurut Fandy Tjiptono (2014:4) “Sejumlah aspek ditekankan, seperti pengembangan kontak atau jejaring bisnis dengan berbagai pihak, penyaluran produk, baruan pemasaran (marketing mix), relationship marketing, keunggulan kompetitif, proses manajerial, proses sosial, hubungan pertukaran, pemuasan kebutuhan, dan keingian konsumen, dan seterusnya.

Menurut Danang Sunyoto (2014:18) “Pemasaran merupakan ujung tombak perusahaan. Dalam dunia persaingan yang semakin ketat, perusahaan dituntut agar tetap bertahan hidup dan berkembang. Oleh karena itu seorang pemasar dituntut untuk memahami permasalahan pokok dibidangnya dan menyusun strategi agar dapat mencapai tujuan perusahaan”.

Berdasarkan beberapa definisi yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa suatu proses untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan akan tetapi memperhatikan semua kepentingan pihak-pihak yang terlibat didalamnya seperti : karyawan, masyarakat dan pemegang saham.


Perbedaan pemasaran dan penjualan

Menurut Danang Sunyoto (2014:25) Pemasaran dan Penjualan memiliki perbedaan dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pemasaran

  2. Pemasaran bukan sekedar menjual barang, melainkan segala aktivitas yang berhubungan dengan arus barang sejak dari tangan produsen sampai ke tangan konsumen akhir. Bidang pemasaran meliputi: saluran distribusi, kebijaksanaan produk, periklanan, seni menjual, promosi penjualan, penyimpanan, dan transportasi.

    Pada intinya kegiatan pemasaran meliputi :

    1. Tekannanya pada keinginan pelanggan

    2. Perusahaan pertama-tama menentukan apa yang diinginkan konsumen dan kemudian membuat atau mencari jalan keluarnya bagaimana membuat dan menyerahkan produk untuk memenuhi keinginan konsumen

    3. Majanemen berorientasi ke laba usaha.

    4. Perancangan berorientasi ke hasil jangka panjang, berdasarkan produk-produk baru, pasar esok dan pertumbuhan yang akan datang

    5. Tekanannya pada keinginan pembeli.

  3. Penjualan

  4. Penjualan merupakan salah satu kegiatan pemasaran. adanya penjualan dapat terciptanya suatu proses pertukaran barang atau jasa antara penjual dengan pembeli.

    Pada intinya kegiatan penjualan antara lain:

    1. Tekannanya pada produk

    2. Perusahaan pertama-tama membuat produk dan kemudian bagaimana menjualnya.

    3. Manajemen berorientasi laba volume penjualan

    4. Perencanaan berorientasi ke jangka pendek, berdasarkan produk dan pasar.

    5. Tekanannya pada kebutuhan penjual.

Konsep dasar Sistem Development Life Cycle (SDLC)

Pengertian Sistem Development Life Cycle

Menurut Ensiklopedia online wikipedia.org, “SDLC adalah proses pengembangan piranti lunak, meskipun SDLC digunakan oleh para system analyst untuk mengembangkan sebuah sistem informasi termasuk kebutuhan, validasi, pelatihan, dan kepemilikan pengguna melalui investigasi, analisis, perancangan, implementasi, dan perawatan SDLC juga dikenal sebagai pengembangan sistem informasi atau pengembangan aplikasi. Maka SDLC harus menghasilkan sistem berkualitas tinggi yang memenuhi atau bahkan melebihi harapan pelanggan dalam hal perikraan waktu, dan harga, dapat bekerja dengan efektif dan efisien dalam infrastruktur teknologi informasi yang ada sekarang atau yang sedang dirancang, serta membutuhkan biaya yang rendah dalam perawatannya dan cost-effective dalam pengembangan selanjutnya (Anonim, Software Development Life Cycle)”.

Langkah-langkah SDLC meliputi sebagai berikut :

  1. Analisa Sistem

  2. Melakukan analisa sistem yang akan dirancang, serta melakukan penelitian terhadap kebutuhan-kebutuhan sistem tersebut, apa saja kekurangannya.

  3. Perancangan

  4. Tahapan untuk melakukan perancangan aplikasi mobile, terdapat beberapa tahapan perancangan, yaitu : perancangan interface, perancangan isi, dan perancangan program.

  5. Testing

  6. Setelah sistem berhasil dirancang, langkah selanjutnya adalah pengujian untuk melihat apakah sistem telah dibuat sesuai dengan kebutuhan. Dalam tahap ini, dilakukan penyesuaian-penyesuaian akhir.

  7. Impelementasi

  8. Pada tahap ini, progaram yang telah diujikan secara offline kemudian diimplementasikan secara online dan dipublikasikan secara resmi.

  9. Perawatan

  10. Langkah terakhir yaitu Perawatan dimana pada tahap ini sistem secra sistematis diperbaiki dan ditingkatkan.

Konsep dasar Unified Modeling Language (UML)

Definisi Unified Modeling Language (UML)

Menurut Ginting (2013:9) “Unified Modeling Language (UML) bahasa pemodelan secara grafis untuk menspesifikasikan, memvisualisasikan, membangun dan mendokumentasikan seluruh artifak sistem perangkat lunak. Penggunaan modelini bertujuan untuk mengindetifikasikan bagian-bagian yang termasuk dalam lingkup sistem yang dibahas dan bagaimana hubungan antara sistem dengan subsitem maupun sistem lain diluarnya”.

Menurut Nugroho (2011:6) ”Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma (berorientasi objek). Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami”.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Unified Modeling Language (UML) adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan bentik logika model dari suatu sistem dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, diagram-diagram yang menunjukan secara tepat arti dan fungsinya.

Definisi diagram-diagram Unified Modeling Language (UML) :

  1. Use Case diagram merupakan gambaran perilaku fungsional sistem yang diekspresikan sebagai transaksi-transaksi yang terjadi antara actor dan system.

  2. Activity diagram digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah oprasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action tersebut.

  3. Sequence diagram perilaku dinamis antara objek dari sistem secara grafis menggambarkan cara objek berinteraksi dengan satu sama lain melalui pesan pada sequence sebuah oprasi.

  4. Class diagram struktur object system diagram ini menunjukan struktur statis class object, atribut, Asosiasi yang menyusun sistem dan juga hubungan antara class object tersebut.

  5. State Chart diagram untuk memodelkan behaviour objek khusus yang dinamis. Diagram ini mengilustrasikan siklus hidup objek berbagai keadaan yang dapat diasumsikan oleh objek dan event-event (kejadian) yang menyebabkan objek beralih dari satu state yang lain.

Ada 4 (Empat) macam relationship dalam Unified Modeling Language (UML), yaitu:

  1. Pengklasifikasian (Classifer)

  2. Pengklasifikasi (classifer) pada prinsipnya merupakan konsep diskret dalam model yang memiliki identitas (identity), state, perilaku (behavior), serta relasi dengan mengklasifikasi yang lainnya (relationship).

  3. Asosiasi (Asociation)

  4. Asosiasi pada dasarnya mendeskripsikan koneksi diskret antara objek atau antar instance lain dalam sistem atau perangkat lunak yang sedang dikembangkan.

  5. Generalisasi

  6. Menggambarkan hubungan antara use case yang bersifat umum dengan use case-use case yang bersifat lebih spesifik.

  7. Realisasi (Realitation)

  8. Realisasi menghubungkan elemen-elemen model, misalnya kelas, ke elemen-elemen model lainnya, seperti suatu antarmuka, yang menyediakan spesifikasi perilaku tetapi bukan strukturnya atau implementasinya.

Konsep dasar Database

Menurut Raharjo (2011:3) “Database adalah kumpulan data yang terintregitas dan diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dimanipulasi, diambil, dan dicari”.

Menurut Kustyaningsih (2011:146) “Database adalah struktur penyimpanan data. Untuk menambah, mengkases, dan memproses data yang disimpan dalam sebuah database komputer, diperlukan sistem manajemen database seperti MYSQL Server”.

Berdasarkan beberapa definisi yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa database adalah sekelompok data yang mempunyai ciri-ciri khusus dan dapat dikelola sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan sebuah format data.

Konsep dasar Web

Definisi Web

Menurut Murad (2013:49) “Web adalah sistem dengan informasi yang disajikan dalam bentuk teks, gambar, suara dan lainnya yang tersimpan dalam sebuah server web internet yang disajikan dalam bentuk Hypertext”.

Menurut Arif (2011:7) “Web adalah salah satu aplikasi yang berisikan dokumen-dokumen multimedia (teks, gambar, suara, animasi, video) didalamnya yang menggunakan protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan untuk mengaksesnya mengunakan perangkat lunak yang disebut browser”.

Berdasarkan beberapa definisi yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa Website adalah suatu aplikasi yang berisikan dokumen-dokumen yang tersimpat oleh server serta untuk mengaksesnya dibutuhkan perangkat lunak yang disebut browser.

Jenis Website

Menurut Arief (2011:8) dilihat dari aspek content dan isi Web dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu web statis dan web dinamis. Selain dari content atau isi, web statis dan web dinamis dapat dilihat dari aspek teknologi yang digunakan untuk membuat jenis web tersebut. Adapun jenis-jenis web “

  1. Web statis adalah web yang content atau isinya tidak berubah-ubah. Karena teknologi yang digunakan untuk membuat dokument web ini tidak memungkinkan dilakukan perubahan isi atau data. Web statis menggunakan jenis client side scripting seperti (HTML), Cascading Style Sheet (CSS). Untuk perubahan web statis dilalukan dengan cara merubah langsung isi file mentah web tersebut.

  2. Web dinamis adalah web yang content atau isinya dapat berubah-ubah setiap saat. Web yang banyak menampilkan animasi flash belum tentu termasuk dari web dinamis sebab dinamis atau berubah-ubah isinya belum tentu sama dengan animasi. Untuk merubah data user cukup mengubah langsung secara online di internet melalui control panel atau administrasi yang biasanya telah disediakan untuk user administrator sepanjang user tersebut memiliki hak akses yang sesuai.

Web Browser

Web Browser merupakan perangkat lunak yang dijalankan di sistem oprasi pada komputer server maupun dekstop, yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) dalam bentuk protokol, misalnya HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) dan HTTPS (Hyper Text Transfer Protocol Secure).

Web browser adalah program aplikasi yang digunakan untuk menampilkan halaman World Wibe Web (WWW).

Apache Web server

Menurut kurniawan (2010:9) dalam penelitian Siti Ainiyah (2015) “Apache web server atau HTTP, Apache merupakan server web yang dapat dijalankan dibanyak sistem oprasi seperti Linux, Unix, Microsoft Windows dan Novell Netware serta berguna untuk melayani dan mengfungsikan situs web. Apache sendiri adalah perangkat lunak sumber terbuka (Open source) yang dikembangkan dibawah naungan Apache Software Foundation. Web server inilah yang nantinya digunakan untuk belajar pemograman PHP”.

Pengertian MySQL

Menurut Raharjo (2011:45) “MySQL adalah bahasa standar yang digunakan untuk mengakses data dalam database relational. Setiap Server Database Relational atau Relational Database Management System (RDBMS) mendukung semua SQL untuk mengatur dalam menelola data”.

XAMPP

Xampp merupakan tools yang menyediakan paket perangkat lunak ke dalam satu buah paket. Dengan menginstal Xampp maka tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP dan MySQL secara manual. Xampp akan menginstalasi dan mengkonfigurasinya secara otomatis.

Gambar 2.1 XAMPP

Adobe Dreamwever

Macromedia Dreamwever adalah sebuah HTML editor profesional untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau halaman web. Saat ini terdapat software dari kelompok adobe yang belakangan banyak digunakan untuk mendesain suatu web. Antara lain: JSP, PHP, ASP, CSS maupun kode program lainnya.

Gambar 2.2 Adobe Dreamweaver

Processor Hypertext Protocol (PHP)

PHP adalah suatu bahasa pemograman yang berjalan dalam sebuah web server dan berfungsi sebagai pengolah data pada server, dengan menggunakan program PHP, sebuah website interaktif dan dinamis.

Berikut contoh umum penggunaan script PHP untuk menjelaskan tentang PHP sebagai script yang disisipkan dalam bentuk HTML.

<head>

<title>

Contoh

</title>

</head>

</body>

<?

Echo “Hello, World”

 ?>

</body>

</html>

Contoh script diatas berbeda dengan script yang ditulis dengan bahasa lain seperti bahasa C. Programmer tidak harus menuliskan semua dokumen HTML sebagai bagian dari keluaran dari script PHP, cukup menuliskan bagian mana saja yang berupa tag html dan bagian mana saja yang harus ditulis atau dihasilkan dari program script PHP, kode diapit dengan menggunakan tag awal tag akhir yang khusus yang memungkinkan pemprograman untuk masuk dan keluar dari mode script PHP.

Gambar 2.3 PHP

Elisitasi

Menurut Alhadi Saputra (2012:51) “Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem yang baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, diantaranya :

  1. Elisitasi tahap 1

  2. Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

  3. Elisitasi tahap II

  4. Merupakan hasil pengklasifikasikan elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disangupi oleh penulis untuk dieksekusi. Berikut penjelasnya mengenai MDI :

    1. M berarti Mandatory (Penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

    2. D berarti Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan dibuat sistem tersebut lebih sempurna.

    3. I berarti Inessential. Maksudnya requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian luar sistem.

  5. Elisitasi tahap III

  6. Merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya, semua requiretment yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, Berikut penjelasan TOE :

    1. T artinya Teknikal, bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem yang diusulkan ?

    2. O artinya Oprasional, bagaimana tata cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan ?

    3. E artinya Economi, berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement didalam sistem ?

    Metode TOE tersebut dibagi menjadi beberapa option, yaitu :

    1. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut dieliminasi.

    2. Middle (M) : Mampu dikerjakan.

    3. Low (L) : Mudah dikerjakan.

  7. Final draft elisitasi

  8. Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Study Pustaka (Literature Review)

Metode study pustaka dilakukan untuk menunjang metode wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Manfaat dari study pustaka (Literature Review) ini antara lain :

  1. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan yang relevan terhadap penelitian ini.

  2. Mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps) dari penelitian ini.

  3. Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel) sehingga banyak menghemat waktu dan juga menghindari kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.

  4. Meneruskan apa yang penelitian sebelumnya telah dicapai sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat membangun di atas landasan (platform) dari pengetahuan atau ide yang sudah ada.

Belum banyak penelitian yang dilakukan mengenai pemasaran Produk Ortotik dan Prostetik secara online. Dalam penelitian ini penulis merujuk kepada metodologi penelitian yang serupa dan berhubungan dengan tema yang akan diteliti. Dalam upaya pemasaran produk dan untuk menyampaikan informasi (product knowledge) secara online kepada pengguna akhir product (enduser), perlu dilakukan studi pustaka (literature review) sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya yaitu:

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Bayu Angga Prakoso (2014)

  2. Penelitian yang berjudul “Perancangan sistem informasi penjualan pada PT.Medikon Prima Laboratories Tangerang”. Penelitian ini dilakukan untuk membantu permasalahan membuat laporan data. Menggunakan CSS dan PHP. Metode aplikasi pada web dengan menggunakan windows 7, dengan aplikasi XAMPP, Macromedia Dreamweaver, Adobe Photoshop, browser Google, database MySQL.

  3. Penelitian yang dilakukan oleh Tri Irianto Tjendrowaseno (2013)

  4. Penelitian yang berjudul “Pembangunan Sistem Penjualan Online Pada Toko Indah Jaya Furniture Surakarta”. Tujuan membangun sistem e-commerce penjualan memudahan kepada konsumen untuk mendapatkan informasi tentang produk toko Indah Jaya Furniture. Sistem ini dibuat menggunakan program php dan database MySQL dan editornya menggunakan notepad++.

  5. Penelitian yang dilakukan oleh Vini Mariani (2013)

  6. Penelitian yang berjudul “Analisa pemasaran melalui web”. Tujuan penelitian ini mengevaluasi dan menguji kehandalan sistem penjualan online agar dapat membantu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam penjualan.

  7. Penelitian yang dilakukan oleh Andriyanto (2012)

  8. Penelitian yang berjudul “Analiasa pengaruh internet marketing” penelitian ini menjelaskan tentang eksperimen untuk merancang sistem informasi penjualan secara online web yang dapat diakses melalui web browser.

  9. Penelitian dilakukan oleh Eva Dwi Nila Sari (2012)

  10. Penelitian yang berjudul “Sistem Informasi Pemasaran dan Pemesanan Meubel Berbasis Web pada CV. Jati Agung Furniture Bareng Kudus. Tujuan untuk menghasilkan sebuah sistem pemasaran dan pemesanan meubel berbasis web, yang nantinya diharapkan agar dapat menghasilkan informasi yang cepat dan akurat sehingga dalam pengelolaannya menjadi lebih maksimal untuk meningkatkan pelayanan pada pelanggan. Menggunakan pemodelan dengan UML. Sedangkan bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan database MySQL.

BAB III

PEMBAHASAN DAN HASIL

Analisa Organisasi

Gambaran umum PT. Pratama Sentra Rehabilitasi

Indonesia memiliki jumlah penduduk ke 5 (lima) terbesar di dunia, dan merupakan negara kepulauan yang terbanyak jika dibadingkan dengan negara lainnya. Jumlah penduduk disabilitis (Kebutuhan khusus) umumnya adalah 10% (sepuluh perseratus) dari total jumlah penduduk di suatu negara.

Pengertian dasar dari disabilitas adalah keterbatasan pada kondisi tertentu dan disabilitas memiliki beberapa tingkatan dari yang ringan, sedang sampai berat. Dimana disabilitas tingkat sedang dan berat pada umumnya membutuhkan alat bantu.

Dalam era moderenisasi ini secara sadar atau tidak sadar kemajuan teknologi serta dinamika kehidupan yang sangat dinamis dalam satu sisi memberikan kontribusi terhadap kualitas hidup masyarakat dimana teknologi dapat menjadikan segala sesuatu lebih mudah dan cepat jika kita bandingkan dengan 10 (sepuluh) tahun kebelakang. Namun kemajuan teknologi juga menimbulkan dampak yang kurang baik jika tidak segera disadari. Dampak dari perkembangan jaman ini memberikan tekanan psikologis yang cukup besar yang mengakibatkan pola hidup yang kurang teratur, tingkat stess yang lebih tinggi, dan sebagainya.

Beberapa faktor tersebut diatas juga memberikan kontribusi meningkatnya tingkat disabilitasi khususnya di Indonesia seperti : stroke, flat foot (yang banyak disebabkan oleh makanan dan minuman), syaraf terjepit, Cerebal palsy (CP) yang bukan disebabkan karena faktor keturunan atau genetik. Dan meningkatnya kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja.

Hal ini juga dapat dilihat dimana tingkat disabilitas pada usia dini lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sebagai salah satu contoh penyakit diabetes militus dan stroke saat ini banyak yang terjadi pada usia yang relatif muda sehingga stroke, radang sendi dan tulang serta diabetes tidak lagi dikenal sebagai “penyakit orang tua”

Rehabilitasi medik adalah salah satu cabang ilmu kedokteran dan kesehatan yang menitikberatkan pada memaksimalkan fungsi kerja anggota tubuh yang menurun akibat faktor tertentu. Rehabilitasi medik dapat memiliki cabang ilmu dan pelayanan antara lain :

  1. Orthotic dan Prosthetic : yaitu unit yang memberikan pelayanan untuk membuat alat ganti dan alat bantu tubuh.

  2. Fisioterapy : yaitu unit yang memberikan pelayanan untuk membantu fungsi gerak tubuh.

  3. Ocupasiterapy : yaitu unit yang memberikan pelayanan untuk melatih dan memaksimalkan gerak dasar harian seperti menulis, memegang benda dan sejenisnya.

  4. Speachterapy : yaitu unit yang memberikan pelayanan untuk melatih berbicara.

  5. Hydroterapy : yaitu unit yang memberikan pelayanan untuk membantu fungsi gerak tubuh dengan menggunakan media kolam air.

Meningkatkanya kebutuhan alat bantu sebagai dampak meningkatnya kebutuhan atas alat bantu ini yang merupakan salah satu faktor utama tumbuhnya usaha dan perusahaan yang bergerak dibidang rehabilitasi medik.

Sejarah singkat PT.Pratama Sentra Rehabilitasi

PT Pratama Sentra Rehabilitasi adalah perusahaan swasta yang utamanya bergerak dalam bidang pelayanan jasa kesehatan khususnya dalam bidang Rehabilitasi Medik (Orthotic dan Prosthetic). Perusahaan mulai didirikan dari tahun 2005.

PT Pratama Sentra Rehabilitasi merupakan distriburtor resmi untuk produk Ottobock di Indonesia, dimana produk Ottobock berasal dari German dan dapat dikatakan bahwa perusahaan Ottobock yang didirikanmerupakan pionir dalam bidang Orthotik dan Prosthetic.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas penulis mencoba untuk memberikan informasi secara garis besar mengenai produk dan kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan sebagai berikut :

  1. Prosthesa : Secara umum prosthesa adalah alat ganti tubuh yaitu alat yang dibuat sebagai pengganti salah satu anggota tubuh yang hilang seperti tangan dan kaki. Kehilangan anggota tubuh bisa disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

    1. Bawaan sejak lahir

    2. Penyakit (saat ini yang merupakan penyebab utama adalah Diabetes militus)

    3. Kecelakaan Lalu Lintas

    4. Kecelakaan Kerja

    5. Peperangan / Konflik

    6. Bencana Alam

    7. Dan faktor lainnya.

  2. Orthosa : adalah alat yang digunakan sebagai alat bantu tubuh seperti, Ankle Foot Orthoses (AFO), Boston Brace, Long Leg Brace, corset, insole dan lain-lain. Pengguna alat-alat ini umumnya memiliki kendala kesehatan yang mengakibatkan kurang berfungsinya salah satu anggota tubuh misalnya, Stroke, Flat Foot (kaki Bebek), Scliolisis (Tulang belakang yang bengkok) dan Polio.

    1. Mobility : Mobility adalah kelompok produk yang digunakan untuk membantu orang untuk berjalan seperti : tongkat, kursi roda, dan peralatan sejenis lainnya.

    2. Mesin dan Material : Selain menjual dan mebuat peralatan tersebut di atas perusahaan juga menjual serta mensuply mesin-mesin serta bahan baku yang digunakan untuk membuat peralatan baik prosthesa maupun orthosa.

    3. Perencanaan dan konseptor : dalam perkembangannya perusahaan tidak hanya menjual produk tersebut diatas kepada rumah sakit, namun perusahaan juga membantu membuatkan perencanaan gambar, anggaran dan alur pelayanan pasien kepada rumah sakit yang membutuhkan.

    4. Pelatihan : Selain hal tersebut perusahaan secara rutin dan berperan aktif melakukan transfer teknologi melalui pelatihan yang rutin diselenggarakan baik secara Nasional maupun Internasional, dimana hal ini merupakan sumbangsih perusahaan untuk membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang diharapkan mampu memberikan suatu peningkatan kualitas produk dan pelayanan yang lebih baik kepada pasien (pengguna akhir produk).

Akhir-akhir ini sejalan dengan perkembangan teknologi dan kemudahan dalam perdagangan, banyak beredar produk sejenis baik yang berasal dari negara Amerika, Eropa, Inggris, Asia dan yang paling banyak dipasaran adalah produk yang berasal dari Cina dengan harga jual yang murah dengan bentuk produk yang relatif sama (mirip) dengan produk Ottobock.

Seperti yang telah penulis sampaikan sebelumnya produk Ottobock adalah produk yang berasal dari German dan merupkan perusahaan Pionir dalam bidang ini, selain memiliki produk dengan kualitas yang baik, juga memiliki jenis (varian) produk yang lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya, dimana Ottobock memiki produk dari jenis yang standard, menegah sampai dengan Advance dari harga kisaran jutaan sampai dengan miliyaran rupiah.

Oleh karena itu banyak orang yang ingin menggunakan produk Ottobock selain karena kualitas yang baik, banyaknya pilihan produk yang dapat disesuaikan dengan budget serta kegunaannya.

Kondisi ini pula yang banyak dimanfaatkan oleh perusahaan maupun penjual perseorangan dimana tidak sedikit perusahaan maupun perseorangan yang mengaku sebagai distributor resmi, atau mengaku sebagai orang dari perusahaan Ottobock dengan tujuan agar pembeli percaya untuk membeli produk Ottobock melalui mereka.

Perbedaan utama dari perusahaan yang benar-benar distributor resmi yang utama adalah :

  1. Harga : dimana perusahaan resmi memiliki harga jual yang jauh lebih murah dibandingan dengan perusahaan atau perseorangan karena umumnya mereka mengambil produk (barang) melaui distributor resmi atau dengan kata lain mereka adalah reseller.

  2. Teknik pembuatan : dimana perusahaan resmi selalu meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya melalui pelatihan internal dan eksternal yang dilakukan oleh perusahaan Ottobock sebagai principal.

  3. Update produk : dimana perusahaan resmi memiliki informasi produk terbaru yang di keluarkan oleh principal, sehingga pengguna benar-benar dapat memutuskan untuk membeli produk yang ter update.

  4. Kepastian Produk : produk yang diperoleh melalui perusahaan resmi adalah produk yang asli (tidak dicampur), harga yang pasti serta pelayanan purna jual yang pasti dikarenakan perusahaan resmi didukung penuh oleh principal baik secara teknik maupun service.

PT. Pratama Sentra Rehabilitasi memiliki Motto yaitu “Your trust rehabilitation Partner” dimana perusahaan menjadikan Principal dan konsumen sebagai partner dan teman serta memberikan pelayanan yang baik (harga dan produk) kepada konsumen.

Visi, Misi dan Tujuan dari Perusahaan PT. Pratama Sentra Rehabilitasi

Visi

Terdepan dalam inovasi, teknologi, informasi, serta pelayanan yang maksimal dalam mencapai kepuasan konsumen dan penjadi Leader Market dalam bidang usaha terkait.

Misi

Meningkatkan kualitas hidup baik klien, karyawan dan perusahaan serta memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat pada umumnya

Tujuan

Berperan serta aktif dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang cacat (Difabel) pada khususnya dan konsumen pada umumnya. Dimana peningkatan kualitas hidup ini mencakup berbagai macam bagian antara lain :

  1. Produk dan Hasil : dimana perusahaan menyediakan produk dengan kualitas dan standarisasi produk yang baik dengan harga yang terjangkau, sehingga saat ini masyarakat memungkinkan untuk menggunakan produk German dengan harga lokal. Serta hasil produk yang memperhatikan anatomi tubuh, sehingga produk yang digunakan benar-benar dapat membantu penggunanya,

  2. Pelatihan : dimana perusahaan berperan aktif dalam melakukan pelatihan dan pendidikan bagi tenaga pembuat (Teknisi), pelatihan selenggarakan baik di dalam maupun diluar negri.

  3. Informasi : Perusahaan selalu memberikan informasi kepada pengguna produk terlebih dahulu, sehingga pengguna mengetahui persis produk yang dibutuhkan baik terkait dengan harga dan spesifikasi produk.

Struktur organisasi dan Wewenangnya

PT Pratama Sentra Rehabilitasi memiliki karyawan sebanyak 15 orang dengan sistem penjualan secara kemitraan baik melalui rumah sakit (pemerintah dan swasta) juga melalui toko dan personal. Perusahaan didukung dengan tenaga ahli serta memiliki dukungan penuh dari prinsipal dan pabrik.

Gambar 3.1 Struktur organisasi PT.Pratama Sentra Rehabilitasi

Wewenang dan tanggung jawab

  1. Komisaris

  2. Wewenang :

    Menyelengarakan program kerja yang berpedoman pada visi, misi, fungsi dan tujuan pendirian PT. Pratama Sentra Rehabilitasi

    1. Menyelenggarakan kegiatan dan Penelitian.

    2. Menyelenggarakan kegiatan pengembang pemasaran.

    Tanggung Jawab : Memimpin penyelenggaraan penelitian, penjualan di PT. Pratama Sentra Rehabilitasi

  3. Direktur

  4. Wewenang :

    1. Melaksanakan dan mengelola seluruh kegiatan.

    2. Mambina dan mengambangkan kepegawaian.

    3. Mengadakan sarana dan prasarana kepegawaian.

    Tanggung Jawab : Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang Pejualan.

  5. Finance & Administration

  6. Wewenang :

    1. Mengusulakn kepada Direktur atas prosedur pembuatan budget pada setiap bagian dan pelaksanaan pamakaian dana.

    2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor, pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.

    3. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya dan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

    Tanggung Jawab : Bertanggung jawab atas penyusunan budgeting pada setiap bagian, dan tersedianya dana atas budget yang telah disetujui.

  7. Sales and Marketing

  8. Wewenang :

    1. Mengimplementasikan strategi pemasaran dan penjualan sesuai dengan budget perusahaan yang telah ditentukan.

    2. Memberikan laporan penjualan dan pemasaran.

    3. Memberikan perkembangan serta analisa serta perbandingan hasil antara actual dan budget.

    4. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

    Tanggung Jawab : Bertanggung jawab atas pengimplementasian pelaksanaan dan kualitas pelayanan yang berkesinambungan pada bidangnya.

  9. Medical Advisor

    1. Memberikan program pelatihan dan pengembangan kepada teknisi.

    2. Memberikan bantuan, saran, serta teknical support terthadap permasalahan seputar produk.

    3. Memberikan masukan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan teknik dan produk yang baru.

Taat Letak Sistem Berjalan

Analisa sistem yang berjalan saat ini

Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini berdasarkan pengamatan event list atau kejadian saat proses pemasaran secara offline dan juga wawancara kepada user tentang harapan sistem yang akan dikembangkan. Setelah diamati dan dianalisa, alur pembelian di PT. Pratama Sentra Rehabilitasi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Marketing membawa katalog / menawarkan produk ke dokter (door to door)

  2. Calon konsumen datang ke dokter untuk memeriksa kesehatannya

  3. Dokter memberi rekomendasi alat medis yang digunakan calon konsumen

  4. Calon konsumen datang ke kantor untuk menyesuaikan kebutuhan alat kesehatan yang akan digunakan

  5. Marketing mencatat kebutuhan calon konsumen akan alat kesehatan yang akan digunakan dan menyampaikannya ke bagian Medical analyst

  6. Konsumen membayar uang tanda jadi sebelum barang yang dipesan dibuat

  7. Medical analyst menyiapkan alat kesehatan sesuai dengan spesifikasi yang telah diukur

  8. Barang yang sudah dipesan dikirim kepada konsumen oleh marketing, bila ada yang tidak sesuai marketing akan kembali ke medical analyst

  9. Barang yang sudah direvisi dikirim kembali kepada konsumen

  10. Konsumen melakukan pelunasan atas barang yang dipesan.

Rancangan Sistem Berjalan

Use Case Diagram

Sebuah Use Case merpresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use Case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”.

Gambar 3.2 Use case Diagram sistem pemasaran yang berjalan

Berdasarkan gambar 3.2 Use case diagram yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 1 sysetm yang mencakup seluruh kegiatan pemasaran

  2. 4 Actor yang dilakukan, konsumen, marketing, dokter dan medical analyst.

  3. 8 user yaitu marketing memberikan katalog kedokter, dokter merekomendasikan konsumen, konsumen konsultasi dan ukur kebutuhan kemarketing, konsumen bayar Dp (uang muka), marketing memberi data konsumen ke medical analyst, dari medical analyst barang siap kirim ke marketing, marketing mengirim barang kekonsumen, konsumen melunasi pembayaran kemarketing.

Activity Diagram

Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.

Gambar 3.3 Activity Diagram sistem pemasaran yang berjalan

Berdasarkan Gambar 3.3 Actifity Diagram yang berjalan terdapat :

  1. 1 Initial Node, objek yang diawali.

  2. 14 action state yaitu marketing datang kedokter memberikan katalog, konsumen memeriksa kedokter, dokter memberikan rekomendasi kepada konsumen, konsumen datang kemarketing untuk konsultasi dan ukur kebutuhan, membayar Dp (uang muka), ukuran dikasih kemedical analyst oleh marketing, peroses pembuatan dan barang siap kirim oleh medical analyst, marketing kirim barang ke konsumen dan menyocokan pesanan, apabila ada revisi marketing mengembalikan barang ke medical analyst untuk dicocokan, jika pesanan cocok konsumen tinggal melakukan pelunasan pemesanan.

  3. 1 Final State objek yang di akhiri.

Sequence Diagram

Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Diawali dari apa yang men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan.

Gambar 3.4 Sequence Diagram sistem pemasaran yang berjalan

Berdasarkan gambar 3.4 Sequence Diagram : Pemasaran yang berjalan saat ini terdapat :

  1. 4 actor yang melakukan kegiatan

  2. 2 LifeLine antarmuka yang saling berinteraksi

  3. 8 message yang merupakan komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktivitas yang terjadi.

Permasalahan yang dihadapi
  1. Banyaknya penjual baik perusahaan maupun pribadi yang mengambil keuntungan dari situasi (menjual dengan harga mahal dan atau barang yang tidak sesuai)

  2. Kurangnya informasi yang bersifat luas misalnya melalui media cetak maupun electronic dan sosial media kepada masyarakat (baik mengenai produk dan harga) secara umum dan konsumen/pasien pada khususnya.

  3. Website yang belum baik atau dinamis dalam artian website belum mengakomodir hal tersebut diatas (point 1 dan 2).

Alternatif pemecahan masalah
  1. Merancang dan mengembangkan sistem berbasis Sistem Development Life Cycle (SDLC).

  2. Menghemat waktu, tenaga, biaya khususnya dalam hal pendataan pembeli, pemesanan, dan transaksi mengunakan media website dinamis (icon tanya jawab dan feedback), serta kemudahan untuk mendapatkan informasi kepada konsumen.

  3. Design informasi E-katalog Produk yang dapat memudahkan kosumen untuk mencari kebutuhan barang yang akan di beli serta memudahkan konsumen untuk bertransaksi secara cepat melalui online (E-Commerce).

User Requirment

Elisitasi Tahap I

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan pihak stakeholder mengenai sistem yang akan diusulkan, adapun beberapa kebutuhan yang diperlukan untuk membangun sistem yang diinginkan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut disusun ke dalam tabel Elisitasi Tahap I sebagai berikut :

Tabel 3.1 Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap II

Elisitasi tahap II merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

Tabel 3.2 Elisitasi Tahap II


Keterangan :

M (Mandatory)  : Dibutuhkan atau penting

D (Desirable)  : Diinginkan atau tidak terlalu penting

I (Imnessential)  : Diluar sistem atau dieliminasi

Elisistasi Tahap III

Elisitasi tahap III merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya "I" pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali dengan metode TOE. Berikut ini adalah penjelasan mengenai TOE :

  1. T artinya Technical. Maksudnya adalah pertanyaan perihal bagaimana tata cara/teknik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan ?

  2. O artinya Operational. Maksudnya adalah pertanyaan perihal bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan ?

  3. E artinya Economy. Maksudnya adalah pertanyaan perihal berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut di dalam sistem ?

Metode tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, antara lain :

  1. H (High)  : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan penggunaannya sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.

  2. M (Middle)  : Mampu untuk dikerjakan.

  3. L (Low)  : Mudah untuk dikerjakan.

Tabel 3.3 Elisitasi Tahap III

Final Elisitasi

Tabel 3.4 Final Elisistasi

Tata Letak Sistem Yang Diusulkan

Berdasarkan analisa maka diketahui sistem yang lama masih bersifat manual sehingga tidak memenuhi kebutuhan dalam pengolahan data secara cepat dan efektif.

Setelah kebutuhan sistem diketahui, langkah selanjutnya adalah perancangan atau desain sistem usulan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pemasaran yang tidak bisa didapat dari sistem yang ada. Pada dasarnya sistem yang diusulkan adalah sebuah sistem baru yang didapat dari proses analisis pada sistem lama yang bertujuan untuk memperbaiki kelemahan pada sistem yang lama, untuk mengurangi permasalahan yang terjadi. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam pembuatan sistem karena bila terjadi kesalahan dalam menganalisa dan mengidentifikasi masalah dari sistem yang lama, maka usulan untuk memperbaiki sistem akan menjadi tidak efektif.

Keuntungan dengan dibangunnya sistem ini akan memperluas area pemasaran dan mempermudah pelanggan untuk dapat melakukan transaksi pembelian secara cepat dan efektif serta memudahkan admin untuk membuat laporan penjualan.

Diagram Rancangan Sistem

Untuk menganalisa sistem yang diusulkan, pada penelitian ini digunakan UML (Unified Modeling Language) dengan software Visual Paradigm melalui tahap : Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram, Class Diagram.

Use Case Diagram yang diusulkan pada sistem pemasaran

Gambar 3.5 Use Case Diagram yang diusulkan

Berdasarkan Gambar 3.5 Use case diagran yang diusulkan terdapat:

  1. 1 sistem yang mencakup seluruh kegiatan pemasaran

  2. 2 actor yang melakukan kegiatan, adalah konsumen dan admin

  3. 6 Use case yang dilakukan actor-actor tersebut diantaranya:

    1. Login, dilakukan oleh admin untuk bisa melakukan verifikasi pembayaran dan sunting produk.

    2. View produk, admin dan konsumen bisa melihatproduk yang ada di perancangan ini. Untuk admin, melihat produk dapat memastikan bahwa produk yang ada adalah benar.

    3. Order, konsumen yang memasuki use case order untuk mulai melakukan pemesanan dan bersiap melakukan pembayaran.

    4. Pembayaran, konsumen yang telah selesai melakukan pemasanan, akan melakukan proses pembayaran dan melakukan konfirmasi pembayaran. Pada use case ini, admin juga berperan dalam memverifikasi pembayaran dan meneruskan ke proses pengiriman barang kepada konsumen.

    5. Admin, dapat melakukan tambah, sunting, atau hapus produk untuk ditampilkan kedalam website.

    6. View laporan, admin dapat menerima hasil dari laporan penjualan.

Activity Diagram yang diusulkan pada sistem pemasaran

Gambar 3.6 Activity Diagram yang diusulkan

Berdasarkan Gambar 3.6 Activity Diagram yang diusulkan terdapat :

  1. 1 Initial Node, sebagai awal objek.

  2. 16 Action, state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi diantaranya yaitu : konsumen melakukan view produk, konsumen beli produk, konsumen melakukan transaksi, login konsumen, konsumen isi data pemesan, konsumen masuk verifikasi data pemesan, konsumen order, konsumen mendapat list order, konsumen check out, admin menerima order dari konsumen, admin cek status order, konsumen menerima invoice dari admin, konsumen melakukan pembayaran, admin verifikasi order status, admin kirim barang, laporan dilakukan oleh admin, dan cetak dilakukan oleh admin.

  3. 1 final state, objek yang diakhiri.

Sequence Diagram yang diusulkan pada sistem pemasaran

Gambar 3.7 Sequence Diagram yang diusulkan

Berdasarkan Gambar 3.7 Sequence Diagram yang diusulkan terdapat:

  1. 2 actor yang melakukan kegiatan

  2. 6 LifeLine antarmuka yang saling berinteraksi

  3. 12 message yang merupakan komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktivitas yang terjadi yaitu:

    1. Dua message oleh konsumen yaitu lihat produk, dan lihat status pembayaran.

    2. Lima message oleh admin yaitu login, lihat produk, verifikasi pembayaran, sunting produk, sunting laporan.

    3. Satu message life line dari view produk adalah pesan produk.

    4. Satu message life line dari order adalah bayar.

    5. Dua self message life line dari pembayaran adalah konfirmasi, dan cetak invoice. Serta satu message yaitu pengiriman barang.

Class Diagram yang diusulkan

Gambar 3.8 Class Diagram yang diusulkan

Spesifikasi Basis Data

Spesifikasi database merupakan desain basis data yang dianggap telah normal. Desain database menjelaskan media penyimpanan yang digunakan, isi yang disimpan, primery key, panjang record, dan struktur. Spesifikasi database yang digunakan dalam sistem yang akan dibangun adalah senagai berikut :

  1. Nama File  : TBL_Admin

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (username, pasword, namalengkap, email, no_telp , level, blokir)

    Primery key  : username

    Panjang Record  : 50

    TABEL 3.5 Spesifikasi Basis Data tabel admin
  1. Nama File  : TBL_Bank

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_bank, nama_bank, no_rekening, pemilik, gambar)

    Primery key  : id_bank

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.6 Spesifikasi Basis Data tabel bank
  1. Nama File  : TBL_Banner

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_banner, judul, url, gambar, tgl_posting)

    Primery key  : id_banner

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.7 Spesifikasi Basis Data tabel banner
  1. Nama File  : TBL_Berita

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_berita, id_katagori, username, judul, judul_seo, Headline, isi_berita, hari, tanggal, jam, gambar, Dibaca, tag)

    Primery key  : id_berita

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.8 Spesifikasi Basis Data tabel berita
  1. Nama File  : TBL_Bukutamu

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_bukutamu, nama, website, pesan, tanggal, jam aktif)

    Primery key  : id_bukutamu

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.9 Spesifikasi Basis Data tabel bukutamu
  1. Nama File  : TBL_Download

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_download, judul, nama_file)

    Primery key  : id_download

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.10 Spesifikasi Basis Data tabel download
  1. Nama File  : TBL_Hubungi

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_hubungi, nama, email, subjek, pesan, tanggal)

    Primery key  : id_hubungi

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.11 Spesifikasi Basis Data tabel hubungi
  1. Nama File  : TBL_Katagori

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_katagori, nama_katagori, katagori_seo)

    Primery key  : id_katagori

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.12 Spesifikasi Basis Data tabel katagori
  1. Nama File  : TBL_Komentar

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_komentar, id_berita, nama_komentar, url, isi_komentar, tgl, jam_komentar, aktif)

    Primery key  : id_komentar

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.13 Spesifikasi Basis Data tabel komentar
  1. Nama File  : TBL_Konfirmasi

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (no_pesanan, id_kustomer, bayar, sumber, tujuan status, tgl_bayar)

    Primery key  : no_pesanan

    Panjang Record  : 8

    TABEL 3.14 Spesifikasi Basis Data tabel konfirmasi
  1. Nama File  : TBL_Kota

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_kota, nama_kota, ongkos_kirim)

    Primery key  : id_kota

    Panjang Record  : 3

    TABEL 3.15 Spesifikasi Basis Data tabel kota
  1. Nama File  : TBL_Kustomer

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_kustomer, password, nama_lengkap, alamat, email, telpon, id_kota)

    Primery key  : id_kustomer

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.16 Spesifikasi Basis Data tabel kustomer
  1. Nama File  : TBL_Modul

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_modul, nama_modul, link, static_content, gambar, status, aktif, urutan, nama_toko, meta_deskripsi, meta_keyword, email_pengelola, nomer_rekening, nomer_hp)

    Primery key  : id_modul

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.17 Spesifikasi Basis Data tabel modul
  1. Nama File  : TBL_Mod_ym

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id, nama, username)

    Primery key  : id

    Panjang Record  : 11

    TABEL 3.18 Spesifikasi Basis Data tabel mo_ym
  1. Nama File  : TBL_Orders

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_orders, status_order, tgl_order, jam_order, id_kustomer)

    Primery key  : id_orders

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.19 Spesifikasi Basis Data tabel orders
  1. Nama File  : TBL_Orders_Ditail

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_orders, id_produk, jumlah)

    Primery key  : id_orders

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.20 Spesifikasi Basis Data tabel order ditel
  1. Nama File  : TBL_Orders_temp

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_orders_temp, id_produk, id_session, jumlah, tgl_order_temp, jam_order_temp, stok_temp) Primery key  : id_orders_temp

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.21 Spesifikasi Basis Data tabel order temp
  1. Nama File  : TBL_Produk

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_produk, id_katagori, nama_produk, produk_seo, deskripsi, harga, stok, berat, tgl_masuk, gambar, dibeli, diskon)

    Primery key  : id_produk

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.22 Spesifikasi Basis Data tabel produk
  1. Nama File  : TBL_Shoutbox

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_shoutbox, nama, website, pesan, tanggal, jam aktif)

    Primery key  : id_shoutbox

    Panjang Record  : 5

    TABEL 3.23 Spesifikasi Basis Data tabel shoutbox
  1. Nama File  : TBL_Statistik

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (ip, tanggal, hits, online)

    Primery key  : ip

    Panjang Record  : 20

    TABEL 3.24 Spesifikasi Basis Data tabel statistik
  1. Nama File  : TBL_Video

  2. Media  : Harddisk

    Isi  : (id_video, id_katagori, username, judul, judul_seo, Headline, isi_video, hari, tanggal, jam, gambar, dibaca, tag)

    Primery key  : id_video

    Panjang Record  : 5

TABEL 3.25 Spesifikasi Basis Data tabel video

Pengembangan Metode Sistem Devlopment Life Cycle (SDLC)

Sistem Development Life Cycle (SDLC) merupakan sebuah siklus hidup pengembangan perangkat lunak yang terdiri dari beberapa tahapan - tahapan penting dalam membangun perangkat lunak yang dilihat dari segi pengembangannya.

Siklus Hidup Pengembangan Sistem

Tahapan - tahapan dalam metode SDLC adalah:

  1. Analisis sistem (system analysis)

    • Studi pendahuluan

    • Studi kelayakan

    • Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pemakai

    • Memahami sistem yang ada

    • Menganalisis hasil penelitian.

  2. Perancangan sistem (system design)

    • Perancangan awal

    • Perancangan rinci

  3. Implementasi sistem (system implementation)

  4. Operasi dan perawatan sistem (system operation and maintenance).

Penjelasannya adalah sebagai berikut :

  1. Analisis Sistem

  2. Analis sistem (system analyst) adalah orang yang di didik khusus untuk mengembangkan sistem secara profesional.

  3. Perancangan Sistem

  4. Tahap perancangan sistem mempunyai dua tujuan utama :

    1. Memberikan gambaran secara umum tentang kebutuhan informasi kepada pemakai sistem secara logika.

    2. Memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya.

    Tujuan perancangan sistem :

    1. Perancangan sistem secara logika (logical system design) atau perancangan sistem secara umum (general system design)

    2. Perancangan sistem secara terinci (detail system design)

  5. Implementasi Sistem

  6. Implementasi sistem (system implementation) adalah tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan.

    Tahap implementasi sistem terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut:

    1. Mempersiapkan rencana implementasi.

    2. Melakukan kegiatan implementasi.

      1. Memilih dan melatih personil.

      2. Memilih dan mempersiapkan tempat dan lokasi sistem.

      3. Mengetes sistem.

      4. Melakukan konversi sistem.

    3. Meninjak – lanjuti implementasi

      1. Implementasi sistem juga merupakan proses mengganti atau meninggalkan sistem yang lama dengan sistem yang baru.

    4. Operasi dan Perawatan Sistem

    5. Setelah sistem diimplementasi dengan berhasil, sistem akan dioperasikan dan dirawat. Tahap ini disebut dengan operasi dan perawatan sistem (system operation and maintenance).

      Sistem perlu dirawat karena :

      1. Sistem mengandung kesalahan yang dulunya belum terdeteksi, sehingga kesalahan – kesalahan sistem perlu diperbaiki.

      2. Sistem mengalami perubahan-perubahan karena permintaan baru dari pemakai sistem.

      3. Sistem mengalami perubahan karena perubahan lingkungan luar.

      4. Sistem perlu ditingkatkan.

Kelebihan dan Kekurangan Metode SDLC

Kelebihan-kelebihan dari metode ini adalah:

  1. Menyediakan tahapan yang dapat digunakan sebagai pedoman mengembangkan sistem.

  2. Akan memberikan hasil sistem yang lebih baik karena sistem dianalisis dan dirancang secara keseluruhan sebelum diimplementasikan.

Kekurangan – kekurangan dari metode ini adalah:

  1. Hanya menyediakan tahapan – tahapan saja, tetapi tidak menyediakan metodologi (cara dan alat-alat).

  2. Hasil dari SDLC sangat tergantung dari hasil ditahap analisis, sehingga jika terdapat kesalahan analisis, akan terbawa terus dengan hasil sistem yang kurang memuaskan.

  3. Dibutuhkan waktu yang lama untuk mengembangkannya karena sistem harus dikembangkan sampai selesai semua terlebih dahulu.

  4. Dibutuhkan biaya yang relatip lebih besar dibandingkan dengan metode lainnya.

  5. Hasil dari sistem tidak luwes untuk dimodifikasi karena perlu dilakukan analisis kembali.

Rancangan Prototype atau tampilan

Tahap ini merupakan gambaran yang jelas mengenai rancangan bangunan yang lengkap kepada para konsumen, dan juga sebagai pemenuhan kebutuhan dari pada para pengguna sistem. Berikut merupakan Prototype dari perancangan sistem pemasaran yang akan dibuat.

  1. Rancangan Tampilan Home

  2. Gambar 3.9 Rancangan tampilan home
  3. Rancangan Tampilan Profil

  4. Gambar 3.10 Rancangan tampilan profil
  5. Rancanagn Tampilan Produk

  6. Gambar 3.11 Rancangan tampilan produk
  7. Rancangan Tampilan Pembelian

  8. Gambar 3.12 Rancangan tampilan pembelian
  9. Rancangan Tampilan Berita & karir

  10. Gambar 3.13 Rancangan Tampilan berita dan karir
  11. Rancangan Tampilan Kontak

  12. Gambar 3.14 Rancangan tampilan kontak
  13. Rancangan Tampilan Buku Tamu

  14. Gambar 3.15 Rancangan tampilan buku tamu

Rancangan Program

Gambar Tampilan Home

Gambar 3.16 Tampilan Home

Gambar Tampilan Profil

Gambar 3.17 Tampilan Profil

Gambar Tampilan Produk

Gambar 3.18 Tampilan Produk

Gambar Tampilan Pembelian

Gambar 3.19 Tampilan Pembelian

Gambar Tampilan Berita & Karir

Gambar 3.20 Tampilan Berita dan Karir

Gambar Tampilan Kontak

Gambar 3.21 Tampilan Kontak

Gambar Tampilan Buku Tamu

Gambar 3.22 Tampilan Bukutamu

Rancangan Implementasi Yang Diusulkan

Dalam merancang, mempersiapkan, menguji dan mengimplementasikan sistem membutuhkan satuan waktu dalam periode tertentu sehingga dapat berjalan dengan benar, berikut adalah tahapan dalam pengembanagan sistem tersebut yaitu :

  1. Tahap pengumpulan data

  2. Kegiatan pengumpulan data merupakan tahap pertama yang dilakukan, hal ini berguna untuk memenuhi semua kebutuhan data yang diperlukan.

  3. Analisa Sistem

  4. Tahap analisa sistem dilakukan dengan meneliti sistem yang sedang berjalan, tahap ini berguna untuk mengetahui segala permasalahan yang terjadi untuk mempermudahkan menentukan tahap selanjutnya yaitu tahap perancangan sistem.

  5. Perancangan Sistem

  6. Perancangan Sistem dilakukan berdasarkan data yang diperoleh serta analisa pada sistem yang berjalan.

  7. Pembuatan Program

  8. Tahap pertama dalam pembuatan program yaitu pembuatan database pada phpmyadmin berdasarkan data yang didapat, lalu merancang design tampilan di layar.

  9. Testing Program

  10. Bertujuan untuk mengetahui hasil dari program yang telah dibuat pada tahap implementasi.

  11. Evaluasi Program

  12. Kegiatan ini dilakukan setelah tes program, tujuannya untuk mengetahui kesalahan serta kekurangan pada program yang telah dibuat.

  13. Perbaikan Program

  14. Tahap ini dilakukan jika ditemukan kekurangan dan kelemahan pada program yang tekah dibuat.

  15. Pelatihan

  16. Setelah diketahui sudah tidak ada lagi kesalahan dan kekurangan, tahap sealnjutnya dilakukan pelatihan terhadap karyawan, maka perancangan sistem pada usulankan dapat segera diimplementasikan.

  17. Dokumentasi

  18. Pengarsipan file yang tersusun rapih sangat membatu memudahkan pencaraian data jika terdapat kesalahan nantinya.

Tabel 3.26 Time Schedule

Konfigurasi Sistem Usulan

Rancangan Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistem aplikasi berbasis web ini adalah suatu unit personal komputer atau suatu unit laptop, untuk spesifikasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar, cukup dengan spesifikasi di bawah ini:

  1. Processor pentium IV.

  2. Karena aplikasi sistem yang digunakan berbasis web jadi spesifikasi yang dibutuhkan tidak perlu terlalu besar, tetapi penggunaan database dengan berorientasi subjek dan banyaknya redudansi data karena denormalisasi, prosessor dengan teknologi terkini seperti Intel Pentium I3 lebih dianjurkan.

  3. Memory (RAM) 2 GB.

  4. Agar mendapatkan proses yang stabil memory dapat dipasang sebesar 1 Gb atau lebih

  5. Hard Disk 128 GB.

  6. Untuk menampung data cukup menggunakan kapasitas hardisk 128 Gb atau lebih.

  7. Monitor 15” LCD.

  8. Monitor ini sangat baik untuk pemakai komputer dikarenakan monitor ini memiliki radiasi yang cukup rendah.

  9. Printer inkjet/infuse Canon MP230 series.

  10. Untuk mencetak dokumen, dengan kelebihan kecepatan dan polusi suara yang ditimbulkan rendah.

Desain Perangkat Lunak (Software)

Perangkat Lunak merupakan penunjang dari peralatan komputer yang akan digunakan sebagai penghubung dalam intruksi yang diinginkan. Agar komputer dapat menghasilkan informasi yang diharapkan, perangkat lunak yang diusulkan dalam rancangan sistem ini adalah sebagai berikut:

  1. Sistem Operasi Windows Vista atau versi yang lebih baru.

  2. XAMPP untuk Windows Version 3.2.1 atau yang lebih baru.

  3. Web Browser (ex: Mozilla Firefox 8.0.1 dan Google Chrome 40.0.0.0, atau yang lebih baru).

Instalasi Perangkat Lunak (Software)

Dalam pembuatan program ini peneliti menggunakan menggunakan software berikut :

  1. Sistem Operasi Windows 7

  2. XAMPP for Windows Version 3.2.1

  3. Adobe Photoshop CS

  4. Macromedia Dreamweaver 8

  5. Notepad

  6. Web browser

  7. Visual Paradigm for UML Versi 6.4 Enterprise Edition

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal :

  1. Berdasarkan identifikasikan sistem pemasaran yang berjalan pada saat ini belum terlaksana secara optimal baik input, proses dan keluaran untuk mendukung pemasaran.

  2. Analisis sistem pemasaran dikembangkan sistem pemasaran berbasis web PT. Pratama Sentra Rehabilitasi untuk meningkatkan pemasaran secara online.

  3. Implementasi sistem pemasaran PT. Pratama Sentra Rehabilitasi baru dilakukan tahap uji coba, sedangkan untuk berjalannya perlu dikoordinasikan pihak pemasaran PT. Pratama Sentra Rehabilitasi.

Saran

Berdasarkan hasil yang telah dilakukan pada pengembangan sistem informasi pemasaran ortotik dan prostetik berbasis web pada PT.Pratama Sentra Rehabilitasi terdapat beberapa saran yang dapat dijadikan masukkan untuk meningkatkan kinerja penjualan, yaitu sebagai berikut :

  1. Melakukan pengembangan terhadap implementasi sistem penjualan yang selama ini dipakai dimana informasi produk dan harga merupakan salah satu faktor terpenting yang perlu diketahui oleh pembeli dan atau calon pembeli.

  2. Perlu dilakukan pengembangan sistem dan pembaharuan secara berkesinambungan terutama terhadap informasi produk serta kemudahan pelayanan penjualan dengan mengimplementasikan sistem development life cycle (SDLC) yang disesuaikan dengan perkembangan produk.

  3. Sistem komunikasi dengan pelanggan merupakan hal penting yang perlu dikembangkan terus oleh perusahaan sehingga selain pembeli mengenal perusahaan baik secara produk maupun individu sehingga memudahkan perusahaan untuk meningkatkan rapid dan repeat order.


DAFTAR PUSTAKA

  1. Aisyah, Siti. Nawang Kalbuana. 2011. Perancangan Aplikasi Akademik Teknologi Mobile Menggunakan J2ME. Jurnal CCIT Vol.4 No.2. Tangerang.

  2. Arief, M.Rudy. 2011. Pemograman Web Dinamis Menggunakan PHP & My SQL. Andi Offset. Yogyakarta.

  3. Dermawan, Deni. 2012. Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi. Rosda. Bandung.

  4. Ginting, Elizaandayani. 2013. Aplikasi Penjualan Berbasis Web (E-Commerce) Menggunakan Joomla Pada Mutiara Fashion. Universitas Widyatama. Bandung.

  5. Henderi, Maimunah, Randy Andrian. 2011. Desain Aplikasi E-Learning Sebagai Media Pembelajaran Artifical Informatics. Jurnal CCIT Vol.4 No.3. Tangerang.

  6. Kustiyaningsih, Yeni. 2011. Pemograman Basis Data Berbasis Web Menggunakan PHP & My SQL. Graha Ilmu. Jakarta.

  7. Maimunah, Sunarya. Nina. Lusyana, Larasati. 2012. Media Company Profile Sebagai Penunjang Informasi dan Promosi. Jurnal CCIT Vol.5 No.3. Tangerang.

  8. Murad, Dina Fitria, Nia Kusniawati, Agus Asyanto. 2013. Aplikasi Intelligence Website Untuk Penunjang Laporan PAUD Pada Himpaudi. Jurnal CCIT. Tangerang.

  9. Mustakini. 2012. Sistem Informasi Teknologi. Andi Offset. Yogyakarta.

  10. Nugroho, Adi. 2011. Rekayasa Perangkat Lunak Menggunakan UML dan Java. Andi Offset. Yogyakarta.

  11. Pratama, Eka, Agus, Putu I. 2014. Sistem Informasi dan Implementasi. Informatika. Bandung.

  12. Raharjo, Budi. 2011. Belajar Otodidak Membuat Database Menggunakan My SQL. Informatika. Bandung.

  13. Raharjo, Budi. 2011. Belajar Otodidak Pemograman Web dengan PHP+Oracle. Informatika. Bandung.

  14. Rosa, dan Shalahuddin.M. 2013. Rekayasa Piranti Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Informatika. Bandung.

  15. Samsie Indra, Djafar Imran, Nasaruddin. 2013. Perancangan Sistem Informasi Supplay Chain Management (SCM) Pada CV. Rajawali Multi Niaga Makasar. Jurnal CCIT Vol.6 No.2, 226-227. Tangerang.

  16. Saputra, Alhadi. 2012. Kajian Kebutuhan Perangkat Lunak Untuk Pengembangan Sistem Informasi Dan Aplikasi Perangkat Lunak Buatan. Lapan. Bandung.

  17. Siti, Aniyah. 2015. Perancangan Sistem Informasi Sebagai Sarana Pembayaran Perlengkapan Sekolah Pada Koprasi SMAN6 Tangerang. STMIK Raharja. Tangerang.

  18. Sunyoto, Danang. 2014. Dasar – Dasar Manajemen Pemasaran Edisi Tiga, Caps ( Centra of Academic Publishing Service). Yogyakarta.

  19. Sutabri, Tata. 2012. Konsep Sistem Informasi. Andi Offset. Yogyakarta.

  20. Sutabri, Tata. 2012. Pemrograman Aplikasi Web. Informatika. Yogyakarta.

  21. Sutarman. 2012. Pengantar Teknologi Informasi. Bumi Aksara. Jakarta.

  22. Taufiq. 2013. Sistem Informasi Konsep Dasar. Analisis Desain Dan Implementasi Edisi ketiga. Graha Ilmu. Yogyakarta.

  23. Tjiptono, Fandy. 2014. Pemasaran Jasa – Prinsip, Penerapan, dan Penelitian. Andi Offset. Yogyakarta.

Contributors

Fitria.sari, Windy