TA1223372958

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari

Perancangan Sistem Informasi Layanan Keuangan

Pada SMK Negeri 1 Kab.Tangerang


TUGAS AKHIR

Disusun Oleh :

NIM
: 1223372958
NAMA


KONSENTRASI WEB BASED ACCOUNTING SYSTEM

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

TANGERANG

2015/2016

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN KEUANGAN

PADA SMK NEGERI 1 KAB.TANGERANG

Disusun Oleh :

NIM
: 1223372958
Nama
Jenjang Studi
: Diploma Tiga
Jurusan
: Komputerisasi Akuntansi
Konsentrasi
: We Based Accounting System

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, ..... 2016

Ketua
       
Kepala Jurusan
AMIK RAHARJA
       
Jurusan Komputerisasi Akuntansi
           
           
           
           
(Drs.Po.Abbas Sunarya,M.Si.)
       
(EUIS SITI NURAISYAH,M.KOM.)
NIP : 000603
       
NIP : 060003

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN KEUANGAN

PADA SMK NEGERI 1 KAB.TANGERANG

Dibuat Oleh :

NIM
: 1223372958
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Komputerisasi Akuntansi

Konsentrasi Web Based Accounting System

Disetujui Oleh :

Tangerang, JANUARI 2016

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(SUNAR ABDUL WAHID,Dr.M.S.Ir)
   
(PADELI,M.KOM)
NID :03002
   
NID : 03035

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN KEUANGAN PADA SMK NEGERI 1 KAB.TANGERANG

DI SMK NEGERI 1 KAB.TANGERANG

Dibuat Oleh :

NIM
: 1223372958
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Komputerisasi Akuntansi

Konsentrasi Web Based Accounting System

Tahun Akademik 2015/2016

Disetujui Penguji :

Tangerang, JANUARI 2016

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(AMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN KEUANGAN

PADA SMK NEGERI 1 KAB.TANGERANG

Disusun Oleh :

NIM
: 1223372958
Nama
Jenjang Studi
: Diploma Tiga
Jurusan
: Komputerisasi Akuntansi
Konsentrasi
: Web Based Accounting System

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, ..... 2016

 
 
 
 
 
NIM : 1223372958

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;


ABSTRAKSI

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat khususnya ilmu komputer menumbulkan berbagai dampak mulai dari bermunculannya sekolah-sekolah baru sampai dengan penggunaan teknologi informasi sistem komputer, sistem terintegrasi. Saat ini hampir semua orang melakukan pengaksesan melalui web dalam konteks sistem sistem informasi merupakan sebuah rangkaian proses untuk menghubungkan beberapa sistem-sistem komputerisasi dan software aplikasi baik secara fisik maupun secara fungsional, namun belum semua sistem disekolah melakukan perencanaan yang baik terhadap informasi layyanan keuangan. Salah satu komponen tersebut adalah keuangan.

Setiap sekolah pasti ada pembukuan yang merupakan sebuah hal yang dapat dijadikan sebagai bukti kegiatan pembayaran sekolah dan layanan keuangan lainnya selama 1 bulan, laporan keuangan adalah pembukuan yang dimiliki oleh setiap sekolah yang biasanya terdiri dari berbagai bentuk yang menunjukan hasil pembayaran dari suatu sekolah serta seluruh serta perubahan dalam laporan keuangan siswa. Masalah yang dihadapi sekolah saat ini adalah belum terintegrasinya sistem layanan keuangan denga sistem-sistem lain yang menyebabkan sulitnya mendapatkan informasi layanan keuangan yang berhubungan dengan pembayaran siswa. Oleh Karena itu perlu dibuatnya suatu sistem layanan keuangan sehingga dapat memudahkan untuk proses pengolahan pembayaran siswa.


Kata Kunci: sistem layanan pembayaran keuangan pada siswa.


KATA PENGANTAR


Puji syukur alhamdulilah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan kuliah kerja praktek dengan ini baik. Laporan ini disajikan dalam bentuk buku. Adapun judul yang diambil dalam penyusunan Tahun Ajaran (TA) ini adalah “ PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN KEUANGAN PADA SMK NEGERI 1 KAB.TANGERANG”.

Laporan ini merupakan hasil kerja praktek penulis di Perguruan Tinggi Raharja. Laporan ini merupakan salah satu syarat yang ditempuh oleh mahasiswa sebelum melaksanakan Tugas Akhir/Skripsi. Sebagai bahan penulisan, data dikumpulkan berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan sumber literature yang mendukung penulisan ini. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan banyak pihak, maka penulis tidak akan dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat waktu.

Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga terlaksananya penulisan Laporan Kuliah Kerja Praktek ini. Ucapan terima kasih terutama kepada :

  1. Bapak Drs. Po. Abas Sunarya, M.Si., selaku ketua AMIK Raharja Informatika.
  2. Ibu Euis Sitinur Aisyah, S.Kom selaku Kepala Jurusan Komputerisasi Akuntansi.
  3. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.
  4. Kedua orang tua, keluarga dan teman-teman seperjuangan yang telah memberikan dukungan, baik moril, materil, maupun doa untuk keberhasilan kepada penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir (TA)
  5. Penulis menyadari bahwa penulisan tugas Kuliah Kerja Praktek ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, penulis mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan di masa yang akan datang.

    Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih atas perhatian dari pembaca. Semoga Allah SWT memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Dan semoga laporan Tugas Akhir (TA) ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi seluruh pembaca sekalian.


    Tangerang, ..... 2016
    FITRIYANI
    NIM. 1223372958

    Daftar isi


    BAB I

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Perkembangan teknologi yang begitu pesat di era globalisasi dan modernisasi saat ini, berbagai bidang bias dipandang sangat canggih berhubungan dengan computer, dan sangat berpengaruhnya komputer terhadap kemajuan zaman, baik segi kuantitas dan kualitas bagi kepentingan manusia saat ini.

    Dunia pendidikan saat ini yang berkembang sangat cepat, salah satu yang menjadi sorotan semua siswa/i adalah system keuangan bulanan maupun tahunan sekolah, karna dalam sistem ini dapat melakukan pendataan siswa pada sekolah tersebut. Ketepatan, keakuratan dan kecepatan dalam layanan pembayaran merupakan faktor utama untuuk mendapatkan hasil yang cepat, system komputer adalah salah satu media atau tempat untuk menunjang kebutuhan tersebut, sehingga tugas-tugas yg sulit akan menjadi mudah, cepat dan tepat.

    Sebelum adanya system komputer layanan pembayaran dilakukan secara manual. Dengan cara manual pengolahan data yang dilakukan memerlukan waktu yang lama, kadang terjadi kesalahan dalam proses pekerjaannya. Dengan adanya system komputer ini diharapkan bisa melakukan pekerjaan dengan mudah, cepat, tepat dan dengan mudah terjaga keamanan datanya.

    Karna alasan tersebut, maka penulis mengambil judul “Perancangan Sistem Informasi Layanan Keuangan Pada SMK Negeri 1 Kab.Tangerang” Tujuannya untuk memberikan pelayanan yang mudah dalam mengakses data-data yang dilakukan oleh pihak-pihak yang membutuhkannya.

    Rumusan Masalah

    Berdasakan latar belakang di atas, maka dirumuskan beberapa masalah,yaitu:

    1. Bagaimana proses pengolahan data pembayaran siswa/i?

    2. Bagaimana proses penyimpanan keuangan siswa/i agar tetap aman dan dapat dengan mudah diakses?

    3. Bagaimana mengatasi kesalahan dalam pemprosesan data, sehingga data menjadi akurat?

    Tujuan dan Manfaat Penelitian

    Tujuan Penelitian

    Tujuan penelitian dalam penulisan laporan Tugas Akhir ini, adalah:

    1. Untuk mengetahui sistem layanan pembayaran yang berjalan di SMK Negeri 1 Kab.TANGERANG.

    2. Untuk mengetahui proses pengolahan data tentang siswa/i yang tepat waktu dalam melakukan pembayaran.

    3. Untuk mengetahui prosedur dan pelaksanaan sistem pembayarannya.

      Untuk memberikan sistem informasi keuangan pada SMK Negeri 1 Kab.TANGERANG yang cepat dan tepat bagi yang membutuhkannya.

    Manfaat Penelitian

    Ini adalah manfaat penelitian

    1. Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada pada sistem laporan keuangan pada SMK Negeri 1 Kab.Tangerang.
    2. Mampu memberikan informasi yang cepat dan akurat.
    3. Dapat mengetahui pentingnya sistem informasi layanan keuangan dalam mengambil suatu keputusan.
    4. Dapat mengetahui sejauh mana integritas sistem tersebut.

    Ruang Lingkup Penelitian

    Dalam pembahasan untuk menjadi lebih baik dan lancar, maka ruang lingkup yang akan diteliti oleh penulis. yaitu Perancangan Sistem Informasi Layanan Keuangan Pada SMK Negeri 1 Kab.TANGERANG hanya sebatas layanan keuangan pada siswa/i. Yaitu dimulai dari pengolahan data pembayaran siswa/i, yang meliputi pembayaran siswa/i baru, pembayaran spp, pembayaran tour sampai pembayaran ujian akhir sekolah sampai lulus dari SMK Negeri 1 Kab.TANGERANG.

    Metode Penelitian

    Penulis menggunakan beberapa metode penelitian untuk mendapatkan data. yaitu:

    Metode Pengumpulan Data

    1. Observasi

      Penulis mendapatkan data dengan cara melakukan riset pada SMK Negeri 1 Kab.TANGERANG melaksanakan pencatatan sistematis pada objek yang diteliti dan menganalisa sistem yang sedang berjalan, yang berhubungan dengan sistem laporan keuangan, untuk mendapatkan data-data tentang sistem laporan keuangan.

    2. Wawancara

      Penulis juga berusaha mewawancara atau tanya jawab secara lisan kepada narasumber atau pegawai yang terkait langsung dengan judul yang diteliti sehingga penulis mendapatkan data yang akurat sesuai dengan yang diharapkan.

    3. Studi Pustaka

      Pada metode ini penulis berusaha mendapatkan data dengan cara, membaca dan mencari data mengenai sistem informasi yg berhubungan dengan judul penelitian, penulis mendapatkannya dari buku-buku sebagai bahan penelitian di lapangan.

    Sistematika Penulisan

    Sebelum membahas mengenai “PERANCANGAN SISTEM LAYANAN KEUANGAN PADA SMK NEGERI 1 KAB.TANGERANG” penulis akan mengemukakan secara garis besar brntuk isi Tugas Akhir (TA) ini sebagai berikut:

    BAB I PENDAHULUAN

    Bab ini menjelaskan secara umum tentang latar belakang pembahasan masalah, metode penelitian ruang lingkup, manfaat dan tujuan serta sistematika penulisan.

    BAB II LANDASAN TEORI

    Pada bab ini membahas mengenai pengertian-pengertian tentang sistem informasi yang ada serta teori-teori yang lain sebagai pendukung laporan ini.

    BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

    Pada bab ini membahas mengenai gambaran umum SMKN 1 Kab.Tangerang, sejarah singkat perusahaan, Visi misi dan tujuan, Logo, Struktur Organisasi Wewenang dan Tanggung jawab, Tugas dan fungsi organisasi, Tata laksana sistem yang berjalan, Permasalahan yang dihadapi.

    Pada bab ini berisikan tentang usulan procedure yang baru, diagram rancangan sistem menggunakan UML (Use Case Diagram, Activity diagram, Sequence diagram, dan State diagram),rancangan basis data menggunakan Class diagram.

    BAB IV PENUTUP

    Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran-saran yang diberikan penulis sebagai tindak lanjut yang diperlukan untuk melakukan generalisasi perbaikan dimasa yang akan dating.

    DAFTAR PUSTAKA

    DAFTAR LAMPIRAN

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    2.1 Teori Umum

    2.1.1 Definisi Sistem

    Ada beberapa pendapat para ahli mengenai definisi system, diantaranya:

    Sistem adalah suatu kerangka kerja dari kumpulan prosedur yang saling berhubungan dalam melakukan dalam suatu kegiatan atau aktivitas dengan mengkoordinasikan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu sasaran dan tujuan yang tertentu dengan mengubah masukan menjadi keluaran.

  6. 2. Menurut Kadir (2011:2), “Sistem adalah sekumpulan elemenyang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai satu tujuan.

  7. 2. Menurut Sutabri (2012:10), “Sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau variable yang teroganisir saling berinteraksi, saling bergantung atau sama lain dan terpadu.

    2.1.2 Karakteristik Sistem

    Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertent,yaitu:

    1. Komponen Sistem (Components) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.

    2. Batas sistem (Boundary). Batas sistem merupakan suatu daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya, yang menunjukan ruang lingkup.

    3. Lingkungan Luar (Environment). Lingkungan luar dari suatu sistem adalah segala sesuatu di luar batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem, dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut..

    4. Masukan sistem (Input). Masukan adalah energi yang dimasukan kedalam sistem dan menentukan keluaran sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).

    5. Keluaran sistem (Output).Perangkat dan prosedur untuk mengubah masukan menjadi keluaran dan menampilkannya.

    6. Pengolahan sistem (Process). Pengolahan merupakan bagian yang merubah masukan menjadi pengeluaran.

    2.1.3 Klasifikasi Sistem

    Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang [Jogi 2012:05], diantaranya :

    1. Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system) Sistem abstrak adalah sistem berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

    2. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system) Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia melibatkan interaksi antara manusia dan mesin.

    3. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system) Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

    4. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system) Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem inibekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Sebaliknya, sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya..

    2.2 Konsep Dasar Informasi

    2.2.1 Definisi Informasi

    Menurut Mc leod (2012:08) “Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.

    Menurut Sutarman (2012:14), “Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima”.

    Menurut Davis dikutip oleh Butdieman (2011:2), “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi satu bentuk yang penting baagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang akan datang.

    2.2.2 Kualitas Informasi

    Kualitas informasi quality of information (Tata Sutabri, 2012) diantaranya ditentukan oleh beberapa hal yaitu:

    Menurut Sutarman (2012:3) “Data adalah fakta dari sesuatu pernyataan yang berasal dari kenyataan, di mana pernyataan tersebut merupakan hasil pengukuran atau pengamatan. Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan darinya”

    1. Akurasi (Accuracy)

    2. Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan yang tidak menyesatkan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguam yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.

    3. Tepat Waktu (Timeliness)

    4. Informasi yang dibutuhkan oleh si pemakai tidak dalam hal penyampaiannya boleh tidak terlambat karena informasi yang terlambat maka informasi tersebut tidak mempunyai nilai yang baik dan kualitasnya pun menjadi buruk sehingga tidak berguna lagi. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk organisasi. Dewasa ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutahir untuk mendapatkan.

    5. Relevansi (Relevancy)

    6. Dalam hal ini informasi yang diterima harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-sebab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan. Sebaiknya informasi mengenai harga pokok produksi untuk nilai teknik merupakan informasi yang kurang levan, tetapi relevan untuk akuntan.

    2.2.3 Fungsi Informasi

    Beberapa fungsi informasi adalah sebagai berikut:

    1. menambah pengetahuan atau mengurangi ketidak pastian pemakai

    2. aturan-aturan keputusan

    3. umpan balik atas keputusan


    2.2.4 Nilai Informasi

    Nilai informasi ini di dasarkan atas 10 (sepuluh) sifat yang dapat menentukan nilai informasi yaitu sebagai berikut:

    1. Kemudahan dalam Memperoleh (Accessibility)

    2. Sifat ini menunjukan mudah dan cepatnya informasi dapat diperoleh.

    3. Luas dan Kelengkapannya (Comprehensiveness)

    4. Sifat ini menunjukan lengkapnya isi informasi.

    5. Ketelitian (Accuracy)

    6. Sifat ini berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan keluaran informasi.

    7. Kecocokan dengan Pengguna (Relevance)

    8. Sifat ini menunjukan betapa baik keluaran informasi dalam hubungannya dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi.

    9. Ketepatan Waktu (Timeliness)

    10. Sifat ini berhubungan dengan waktu yang dilalui yang lebih pendek dari pada siklus untuk mendapatkan informasi. Masukan, pengolahan, dan pelaporan keluaran kepada para pemakai biasanya tepat waktu.

    11. Kejelasan (Clarity)

    12. Sifat ini menunjukan keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas.

    13. Dapat Dibuktikan (Verified)

    14. Sifat ini menunjukan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.

    15. Tidak ada Prasangka (Unprejudiced)

    16. Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.

    17. Dapat Diukur (Measurable)

    18. Sifat ini menunjukan hakekat informasi yang dihasilkan dari sistem informasi formal.

    19. Fleksibilitas (Flexibility)

    20. Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi.


    2.2.5 Pengolahan Data

    Pengolahan data adalah suatu proses mengubah even tanpa nilai apapun kemudian dilakukan suatu kegiatan sehingga even tersebut dapat memberikan suatu yang berharga bagisuatu organisasi sehingga organisasi tersebut dapat mengambil suatu keputusan.


    2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi

    2.3.1 Definisi Sistem Informasi

    Menurut (Jugianto HM, 1989) ada 5 (lima) definisi dari berbagai peneliti, yaitu:

    1. Sistem informasi adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan yang berkaitan dan susunan prosedur yang saling berhubungan, yang melaksanakan dan mempermudah kegiatan-kegiatan utama suatu organisasi. Informasi adalah data yang telah diproses/diolah sehingga memiliki arti atau manfaat yang berguna.

    2. Sistem informasi menurut Bodnar dan Hoopwood adalah informasi adalah data yang berguna diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengabil keputusan yang tepat.

    3. Sistem informasi menurut kusrini adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolah transaksi harian yang mendukung fungsi operasi, bersifat manajerial, dan merupakan kegiatan strategi dari suatu organisasi, serta menyediakan laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak luar.

    4. Sistem informasi menurut Weygandt yang mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan ekonomi dari suatu organisasi dari pihak-pihak yang berkepentingan.

    5. Sistem informasi menurut Jones dan Rama adalah sistem informasi akuntansi berarti suatu subsistem dari sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi


    2.3.2 Komponen sistem Informasi

    Sistem informasi mempunyai 6 (enam) buah komponen yaitu:


    1. Komponen Masukan (Input)

    2. Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

    3. Komponen Keluara (Output)

    4. Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.

    5. Komponen Basis Data (Data Base)

    6. Basis data (Data base) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan diperangkat keras computer dan mengguanakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

    7. Komponen Model

    8. Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan dibasis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

    9. Komponen Teknologi)

    10. Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu mengendalikan dari sistem secara keseluruhan.

    11. Komponen Kontrol

    12. Banyak hal yang merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperature, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya.


    2.3.3 Tujuan Sistem Informasi

    Tujuan dari sistem informasi adalah untuk menyajikan informasi kepada berbagai pihak yang membutuhkan informasi tersebut, baik pihak internal maupun eksternal.

    Tujuan sistem informasi adalah sebagai berikut:


    a. Kegunaan (Usefulness)

    Sistem harus menghasilkan informasi yang tepat waktu dan relevan untuk pengambilan keputusan manajemen dan personil didalam organisasi.



    b. Ekonomi (Economic)

    Semua bagian sistem termasuk laporan-laporan, pengendalian-pengendalian, mesin-mesin dan lainnya harus memberikan suatu nilai manfaat setidak-tidaknya sebesar biayanya.


    c. Kesederhanaan (Simplicity)

    Sistem harus cukup sederhana sehingga struktur dan operasinya dapat dengan mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti..


    d. Fleksibilitas (Flexibility)

    Suatu sistem informasi menunjukan bahwa sistem informasi yang diterapkan tersebut memiliki kualitas yang baik. Fleksibilitas yang dimaksud adalah kemampuan sistem informasi dalam melakukan perubahan-perubahan kaitannya dengan memenuhi kebutuhan pengguna.


    2.4 Analisa Sistem

    2.4.1 Pengertian Analisa Sistem

    Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikandan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.

    Menurut Jimmy (2008:73), “Analisa sistem adalah sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponen dengan maksud untuk mengidentifikasikan dengan mengevaluasi permasalahan-permasalahan.

    2.4.2 Tahap-Tahap Analisa Sistem

    Tahap analisa sistem merupakan kegiatan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.

    1. Mengidentifikasi Masalah

    2. Identifikasi masalah merupakan langkah awal dari analisa sistem. Dalam tahap ini di depinisikan masalah yang harus dipecahkan dengan munculnya pertanyaan yang dipecahkan.

    3. Memahami Kerja Sistem yang Ada

    4. Langkah ini dilakukan dengan mempelajari secara rinci bagaimana sistem yang udah ada berjalan. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan melakukan penelitian terhadap sistem.

    5. Menganalisis Sistem

    6. Berdasarkan data yang sudah diperoleh maka dilakukan analisa hasil penelitian yang sudah dilakukan untuk mendapatkan pemecahan masalah yang akan dipecahkan.

    7. Membuat Laporan

    8. Laporan perlu dibuat sebagai dokumentasi dari penelitian. Tujuan utamanya adalah sebagai buktisecara tertulis tentang hasil analisa yang sudah dilakukan..


    2.5 LAPORAN KEUANGAN

    2.5.1. Definsisi Laporan Keuangan

    Laporan keuangan adalah merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan, dan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku yang bersangkutan. [ Zaki Baridwan ]

    Kemudian, pengertian di dalam standar akuntansi keuangan, laporan keuangan adalah merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan dan laporan keuangan lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara, seperti sebagai laporan arus kas), catatan, llaporan keuangan lain, dan materi penjelasan yang bagian integral dari laporan keuangan.

    2.5.2 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

    Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif dasar yaitu:

    1. Relevan

    2. Andal

    3. Dapat dibandingkan

    4. Dapat dipahami


    2.6 Teori Khusus

    2.6.1 Konsep Dasar UML (Unified Modeling Language)

    Menurut Nugroho (2010:4), “UML (Unified Modeling Language) adalah Metodologi kolaborasi antara metoda-metoda Booch, OMT (Object Modeling Technique), serta OOSE (object Oriented Software Enggineering) dan beberapa metoda lainnya, merupakan metodologi yang paling sering digunakan saat ini untuk analisa dan perancangan sistem dengan metodologi berorientasi objek mengadaptasi maraknya penggunaan bahasa “pemrograman berorientasi objek” (OOP)”.

    UML adalah salah satu alat bantu yang sangat handal dalam bidang pengembangan system yang berorientasi objek. Hal ini di sebsbkan karena UML menyediakan bahasa pemodelan visual yang memungkinkan pengembangan system untuk membuat cetak biru atas visi mereka dalam bentuk yang baku. (Padeli dkk, 2010:7)

    2.6.2 Bangunan dasar Metodologi Unified Modeling Language

    Bangunan dasar metodologi Unified Modeling Language (UML) menggunakan tiga bangunan dasar untuk mendeskripsikan sistem atau perangkat lunak yang akan dikembangkan [Nugroho, 2009:117] yaitu :

    1. Sesuatu (things)

    2. Ada 4 (empat) things dalam Unified Modeling Language (UML), yaitu:


      A. Structural things

      Merupakan bagian yang relatif statis dalam model Unified Modeling Language (UML). Bagian yang relatif statis dapat berupa elemen-elemen yang bersifat fisik maupun konseptual.


      B. Behavioral things

      Merupakan bagian yang dinamis pada model Unified Modeling Language (UML), biasanya merupakan kata kerja dari model Unified Modeling Language (UML), yang mencerminkan perilaku sepanjang ruang dan waktu.


      C. Grouping things

      Merupakan bagian pengorganisasi dalam Unified Modeling Language (UML). Dalam penggambaran model yang rumit kadang diperlukan penggambaran paket yang menyederhanakan model. Paket-paket ini kemudian dapat didekomposisi lebih lanjut. Paket berguna bagi pengelompokkan sesuatu, misalnya model-model dan subsistem-subsistem.


      C. Annotational things

      Merupakan bagian yang memperjelas model Unified Modeling Language (UML) dan dapat berupa komentar-komentar yang menjelaskan fungsi serta ciri-ciri setiap elemen dalam Unified Modeling Language (UML)

    3. Relasi (Relationship)

    4. Ada 4 (empat) macam relationship dalam Unified Modeling Language (UML), yaitu :


      a. Kebergantungan (Dependention)

      Merupakan hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen mandiri (independent) akan mempengaruhi elemen yang bergantung padanya


      b. Asosiasi (Association)

      Merupakan apa yang menghubungkan antara objek satu dengan objek lainnya, bagaimana hubungan suatu objek dengan objek lainnya. Suatu bentuk asosiasi adalah agregasi yang menampilkan hubungan suatu objek dengan bagian-bagiannya.


      c. Generalisasi (Generalization)

      Merupakan hubungan dimana objek anak (descendent) berbagi perilaku dan struktur data dari objek yang ada diatasnya objek induk (ancestor).


      d. Realisasi

      Merupakan operasi yang benar-benar dilakukan oleh suatu objek.


    2.6.3 Langkah-Langkah Penggunaan Unified Modeling Language (UML)

    Adapun langkah-langkah penggunaan Unified Modeling Language (UML) [Hendri, 2010:6] diantaranya sebagai berikut :

    1. Buatlah daftar business process dari level tertinggi untuk mendefinisikan aktivitas dan proses yang mungkin muncul.
    2. Petakan use case untuk setiap business process untuk mendefinisikan dengan tepat fungsional yang harus disediakan oleh sistem, kemudian perhalus use case diagram dan lengkapi dengan requirement, constraints dan catatan-catatan lain.
    3. Buatlah deployment diagram secara kasar untuk mendefinisikan arsitektur fisik sistem.
    4. Definisikan requirement lain non fungsional, security dan sebagainya yang juga harus disediakan oleh sistem.
    5. Berdasarkan use case diagram, mulailah membuat activity diagram.
    6. Definisikan obyek-obyek level atas package atau domain dan buatlah sequence dan/atau collaboration untuk tiap alur pekerjaan, jika sebuah use case memiliki kemungkinan alur normal dan error, buat lagi satu diagram untuk masing-masing alur.
    7. Buatlah rancangan user interface model yang menyediakan antarmuka bagi pengguna untuk menjalankan skenario use case.
    8. Berdasarkan model-model yang sudah ada, buatlah class diagram. Setiap package atau domain dipecah menjadi hirarki class lengkap dengan atribut dan metodenya. Akan lebih baik jika untuk setiap class dibuat unit test untuk menguji fungsionalitas class dan interaksi dengan class lain.
    9. Setelah class diagram dibuat, kita dapat melihat kemungkinan pengelompokkan class menjadi komponen-komponen karena itu buatlah component diagram pada tahap ini. Selain itu, definisikan test integrasi setiap komponen untuk meyakinkan bahwa komponen dapat bereaksi dengan baik.
    10. Perhalus deployment diagram yang sudah dibuat. Detailkan kemampuan dan requirement piranti lunak, sistem operasi, jaringan dan sebagainya. Petakan komponen ke dalam node.

    Mulailah membangun sistem. Ada dua pendekatan yang tepat digunakan:

    • Pendekatan use case dengan mengassign setiap use case kepada tim pengembang tertentu untuk mengembangkan unit kode yang lengkap dengan test.
    • Pendekatan komponen yaitu mengassign setiap komponen kepada tim pengembang tertentu.

    2.6.4 Konsep Pemodelan Menggunakan UML (Unified Modeling Language)

    Menurut Nugroho (2010:10) sesungguhnya tidak ada batasan yang tegas diantara beberapa konsep dan konstruksi dalam UML, tetapi untuk menyederhanakannya, kita membagi sejumlah besar konsep dan dalam UML menjadi beberapa view. Suatu view sendiri pada dasarnya merupakan sejumlah konstruksi pemodelan UML yang merepresentasikan suatu aspek tertentu dari sistem atau perangkat lunak yang sedang kita kembangkan. Pada peringkat paling atas view-view sesungguhnya dapat dibagi menjadi 3 (tiga) area utama yaitu: klasifikasi struktual, prilaku dinamis serta pengolahan atau manajemen model.

    2.6.5 Fokus UML (Unified Modeling Language)

    Menurut Nugroho (2009:26) Dalam rangka spesifikasi, Unified Modeling Language (UML) menyediakan model-model yang tepat, tidak mendua arti (ambigu) serta lengkap.

    Pemetaan (mapping) unified modeling language (UML) bersifat 2 (dua) arah, yaitu:

    1. Generasi kode bahasa pemograman tertentu dari Unified Modeling Language (UML) forward engineering.

    2. Generasi kode belum sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna, pengembang dapat melakukan langkah baik bersifat iterative dari implementasi ke Unified Modeling Language (UML) hingga didapat sistem/piranti lunak yang sesuai dengan harapan pengguna dan pengembang.

    2.6.6 Diagram-Diagram UML (Unified Modeling Language)

    Menurut Widodo (2011:10), Beberapa literature menyebutkan bahwa UML menyediakan sembilan jenis diagram, yang lain menyebutkan delapan karena ada beberapa diagram yang digabung, misanya diagram komunikasi, diagram urutan dan diagram pewaktuan digabung menjadi diagram interaksi. Namun demikian model-model itu dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya yaitu statis atau dinamis. Jenis diagram itu antara lain :

    1. Diagram kelas.

    2. Bersifat statis, Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolaborasi-kolaborasi, serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada pemodelan sistem berorientasi objek. Meskipun bersifat statis, sering pula diagram kelas memuat kelas-kelas aktif.

    3. Diagram paket (Package Diagram).

    4. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan kumpulan kelas-kelas, merupakan bagian dari diagram komponen.

    5. Diagram use-case..

    6. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan use-case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.

    7. Diagram interaksi dan sequence (urutan)..

    8. Bersifat dinamis. Diagram urutan adalah iterasiksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam suatu waktu tertentu.

    9. Diagram komunikasi (communication diagram).

    10. Bersifat dinamis. Diagram sebagai pengganti diagram kolaborasi UML 1.4. yang menekankan organisasi struktural dari objek-objek yang menerima serta mengirim pesan.

    11. Diagram statechart (statechart diagram).

    12. Bersifat dinamis. Diagram status memperlihatkan keadaan-keadaan pada sistem, memuat status (state), transisi, kejadian serta aktivitas.

    13. Diagram aktivitas (activity diagram).

    14. Bersifat dinamis. Diagram aktivitas adalah tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan aliran dari suatu suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem. Diagram ini terutama penting dalam pemodelan fungsi-fungsi suatu sistem dan memberi tekanan pada aliran kendali antar objek.

    15. Diagram komponen (component diagram).

    16. Bersifat statis. Diagram komponen ini memperlihatkan organisasi serta kebergantungan sistem/perangkat lunak pada komponen-komponen yang telah ada sebelumnya.


    17. Diagram deployment (deployment diagram).

    18. Bersifat statis. Diagram inimemperlihatkan konfigurasi saat aplikasi dijalankan (run-time). Memuat simpul-simpul beserta komponen-komponen yang di dalamnya.

    2.7 Konsep Dasar Basis Data

    2.7.1 Pengertian Basis Data

    Menurut Parta Setiawan, “Basis data atau Database merupakan kumpulan dari informasi yang disimpan pada komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data (database). Perangkat lunak yang difungsikan untuk mengelola serta memanggil kueri (query) basis data disebut DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS).

    2.7.2 Sistem Basis Data

    Menurut Parta Setiawan, sebuah sistem database adalah sekumpulan dari komponen-komponen database-database yang meliputi:

    1. Database

    2. Database server

    3. Komponen client software

    4. Aplikasi databas

    2.8 Konsep Dasar MySQL

    2.8.1. Pengertian MySQL

    MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial.

    1. DDL (Data Definition Language)

    2. Digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya table, view, user dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunkan adalah:


      a. Create, untuk membuat objek baru
      b. Use, untuk menggunakan objek
      c. Alter, untuk mengubah objek yang sudah ada
      d. Drop, untuk menghapus objek

    3. DML (Data Menipulation Language)

    4. Merupakan bahasa basis data yang berguna untuk melakukan modifikasi dan pengambilan data pada suatu basis data. Modifikasi data terdiri dari:


      a. Insert, pembaruan data (Update) pada sebuah table
      b. Update, penghapusan data (delete) pada sebuah table
      c. Delete, penghapusan data pada table
      d. DCL (Data Control Language)

    Adalah bagian inti dari SQL (Structured Query Language) yang mempunyai kemampuan untuk mengatur hak akses terhadap sebuah basis data (database). DCL terbagi 2:

    1. Grant, digunakan oleh administrator untuk menambah izin baru kepada pengguna database

    2. Revoke, digunakan untuk menghapus akses database dari pengguna sebelumnya yang diberikan akses grant tersebut.

    2.9 Study Pustaka (Literature Review)

    2.9.1 Definisi Literature Review

    Literature adalah kesusastraan atau kepustakaan, sedangkan review adalah suatu kegiatan meninjau, memeriksa kembali suatu hal yang telah dikerjakan sebelumnya.

    Literature review adalah uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti.

    2.9.2 Literatur Review

    Manfaat dari studi pustaka (literature review) ini antara lain:

    1. Mengidentifikasikan kesenjangan (identifity gaps) dari penelitian ini.
    2. Menghindari membuat ulang (reinveting the wheel) sehingga banyak menghemat waktu dan juga menghindari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.
    3. Mengidentifikasi metode yang pernah dilakukan dan yang relevan terhadap penelitian ini.
    4. Meneruskan apa yang penelitian sebelumnya telah capai sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang dilakukan dapat membangun di atas platform dari pengetahuan atau ide yang sudah ada.
    5. Untuk mendapatkan informasi tentang orang lain yang melakukan penelitian di area yang sama, sehingga dapat terjaring dalam komunitas yang dapat member kontribusi sumber daya yang berharga

    Oleh karena itu, penulis mengambil (Literature Review) berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan dimiliki kolerasi yang searah dengan penelitian yang akan dibahas dalam Kuliah Kerja Praktek ini. Seperti penelitian yang dilakukan oleh:

    1. Bahrul Ulum (2010), penelitian yang membahas mengenai analisa sistem informasi layanan spp pada sman 1 cikupa, pada tahun 2010. Metode yang diusulkan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan program visual basic 6.0. pembahasannya hanya dibatasi pada layanan keuangan saja, hal tersebut untuk membantu divisi keuangan. Sistem ini dirancang untuk dijadikan solusi awal untuk memberikan kemudahan dalam menghasilkan data yang akurat dan juga meningkatkan kinerja optimal khusunya pada bagian administrasi. Program yang dibuat dalam bentuk object oriented tetapi masih harus dilakukan evaluasi agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan dalsm penginputan data siswa dan agar tidak terjadi kerangkapan data.
    2. I Gusti Ayu Srihartini (2010). Penelitian ini berjudul “Analisa Sistem Informasi Layanan Keuangan Pada SMK Panca Karya”. Dalam laporannya penulis memaparkan masalah yang terjadi adalah di sistem pembayaran yang masih menggunakan cara manual sehingga sering terjadi keterlambatan dalam menginput data dan mengakibatkan lamanya proses tersebut.
    3. Agys Maulana (2010). penelitian ini membahas tentang analisa layanan keuangan pada SMK Karya Bangsa Tangerang. Dalam laporan penelitiannya, penulis menyebutkan bahwa masalah yang dihadapi adalah pengolahan data yang masih manual sehingga menyebabkan laporan keuangan yang lambat dan memakan waktu yang lama.
    4. Penelitian oleh Ismanto (2011). Penelitian ini membahs tentang analisa sistem informasi Layanan Keuangan pada SMK Gema Bangsa Cisoka. Pembahasannya hanya dibatasi pada pengolahan datanya yang masih menggunakan program Microsof Excel sehingga menyebabkan sistem tidak bisa diakses dimana saja.
    5. Penelitian oleh Muhammad Damyati (2010). Penelitian ini dilakukan di SMP PGRI Sukadiri, penelitian ini mempunyai kekurangan seperti dalam sistem olah data siswa yang sedang berjalan telah menggunakan komputer, namun sistem yang ada belum tertata dengan baik, sedang kelebihannya yaitu prosedur data selama ini yang digunakan telah memenuhi kebutuhan olah data siswa.


    BAB III

    PEMBAHASAN

    3.1 Analisa Organisasi

    3.1.1 Gambaran Umum Sekolah SMK Negeri 1 Kab. Tangerang

    SMK Negeri 1 Kab.Tangerang adalah salah satu sekolah nomer satu di tangerang, dan sekolah ini adalah pelopor berdirinya sekolah yang berada di daerah desa peusar.

    Sebagai sekolah negeri, sekolah ini menjadi unggulan di daerah tangerang, selain itu sekolah ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap demi memenuhi kebutuhan para siswa – siswi yang setiap tahun terus bertambah banyak, diantaranya memiliki gedung-gedung tinggi, perpustakaan, labolatorium kompuer dan internet, lab multimedia, lab teknik kejuruan komputer, lab listrik, lab elektro dan lab tata udara, masjid, kantin, koperasi, rung UKS/PMR, ruang osis, ruang guru, ruang BP/BK, ruang kurikulum, kreasi seni dan ruang TU serta sarana olah raga dll.

    3.1.2 Sejarah Singkat SMK Negri 1 Kab. Tangerang

    SMK Negeri 1 Kab. Tangerang berdiri pada tanggal 05 Februari 1996 dengan nama SMK Negeri 2 Tangerang memiliki NSS : 321522301202 yang berupa unit gedung baru, berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional No. 675/K/Kep.VI-2/kej/JB/SPP/1996. Pada Tahun 2003 berubah namanya menjadi SMK Negeri 1 Kab. Tangerang. Pembangunan gedung SMK Negeri 1 Kab. Tangerang bersumber dari dana DIP proyek SMK Jawa Barat 1995/1996 No.328/XXIII/3/1995 tanggal 28 Maret 1995 dan ADB LOAN No. 1050-INO, dengan menggunakan tanah fasilitas sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang seluas 19.698 m¬¬2 berupa pemberian dari PT. Citra Land Estate.

    Gedung SMK Negeri 1 Kab. Tangerang yang berada di Jalan Ds. Peusar Perum Mekar Asri Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang. Dengan melaksanakan Program pendidikan dan pelatihan teknik (Vocational Technology) terdiri atas tiga program keahlian pada awalnya yaitu Teknik Listrik Instalasi, Teknik Elektonika Industri, Serta Teknik Pendingin dan Tata Udara.

    Pada Tahun 2008 SMK Negeri 1 Kab. Tangerang mendapat bantuan berupa Rehab ruang kelas sebanyak 4 (empat) ruangan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang dan bantuan sarana prasarana peralatan praktik Elektro.

    Pada Tahun 2009 mendapat bantuan pembuatan ruang kegiatan belajar (RKB) dari Pemerintah Pusat berupa ruang kelas sebanyak 2 (dua) ruangan, dan 4 (empat) ruang kegiatan belajar (RKB) dari Pemerintah Kabupaten Tangerang (APBD). Disamping itu pada tahun 2009 juga memperoleh bantuan peralatan praktik Teknik Pendingin dan Tata Udara dari Provinsi Banten serta dari Pemerintah Pusat bantuan pelaksanaan penerapan Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Sehingga tiap tahun SMK Negeri 1 Kabupaten Tangerang mendapat subsidi pembuatan ruang teori untuk memenuhi proses belajar mengajar. Dalam perjalanannya SMK Negeri 1 Kab. Tangerang telah dipimpin oleh enam orang kepala Sekolah diantanya adalah sebagai berikut :

    1. Perioda 1997-1998 oleh PYMT Drs. Sudirman

    2. Perioda 1998-2001 oleh Drs. Supriyadi

    3. Perioda 2001-2002 oleh Drs. Wahyu

    4. Perioda 2002-2005 oleh Drs. Kalsudin Lingga

    5. Perioda 2005-2008 oleh Drs. Wahyono, M.Pd

    6. Perioda 2008-2011 oleh Drs.H. Jamas Sopiandi, M.Pd

    7. Perioda 2011 sampai sekarang oleh Drs. Mahpudin M.A, M.M., M.Pd

    3.1.3 Visi dan Misi SMK Negeri 1 Kab. Tangerang

    Visi SMK Negeri 1 Kab. Tangerang

    Pada tahun 2019, Menjadi sebuah unggulan bersetandar internasional, menghasilkan lulusan yang memiliki IMTAQ, IPTEK, Kompetitif, Berkarakter Bangsa dan Berwawasan Lingkungan.

    Misi SMK Negeri Kab.Tangerang
    1. Menghasilkan taruna/I yang berakhlakul karimah

    2. Meningkatkan kompetensi taruna/I yang siap memasuki dunia kerja di pasar internasional

    3. Menghasilkan taruna/I yang selalu mengikuti perkembangan teknologi terkini

    4. Menghasilkan taruna/I yang aktif dalam pelestarian lingkungan

    5. Menghasilkan tamatan yang memiliki kecakapan hidup untuk membuka usaha mandiri

    6. Meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kerja pendidikan yang bersertifikasi

    7. Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan untuk mendukung proses pembelajaran yang optimal

    8. Meningkatkan pelayanan untuk memenuhi kepuasan pelanggan

    3.1.4 Struktur Organisasi

    Struktur sangat penting bagi sebuah organisasikarna berfungsi untuk menunjukan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi, tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing individu pada sebuah organisasi.

    Dalam menjalankan tugasnya SMK Negeri 1 Kab. Tangerang mempunyai struktur organisasi sebagai berikut :

    strukturorganisasismk_zpsmvfr083j.jpg

    Gambar 3.1 Struktur Organisasi

    3.1.5 Pembagian Tugas Struktur Organisasi

    Seperti halnya dengan sebuah perusahaan atau lembaga organisasi lainnya, SMK Negeri 1 Kab. Tangerang dalam manajemen akademiknya terdapat bagian-bagian yang mempunyai tugas masing-masing dalam menyelesaikan semua pekerjaannya.

    Tugas dari bagian-bagian yang ada pada SMK Negeri 1 Kab. Tangerang adalah sebagai berikut:

    1. Kepala Sekolah

    2. Mempunyai tugas sebagai berikut:


      a. Menunjuk beberapa guru yang ditugasi untuk melaksanakan kegiatan tertentu.
      b. Mengatur, mengarahkan,membimbing dan mengawasi semua kegiatan kependidikan.
      c. Menjalin hubungan baik dengan instansi pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan.
      d. Mengadakan rapat-rapat dinas sekolah, rapat-rapat rutin awal bulan dan menentukan keputusan melalui musyawarah baik rapat dinas staf maupun dalam rapat pembantu urusan)staf TU)

    3. Komite Sekolah

    4. Mempunyai tugas sebagai berikut:


      a. Diperlukan untuk memberi dukungan (supporting agency) dan memenuhi kebutuhan sekolah
      b. Pertimbangan pengambilan keputusa, pengawasan manajemen sekolah
      c. Mediator antara pemerintah dengan masyarakat, dan lain sebagainya secara transparan dan demokratis serta etika yang kuat.

    5. Kepala Urusan Tata usaha (Kaur TU)

    6. Mempunyai tugas sebagai berikut:


      a. Menyusun program tata usaha dan menyusun program ketata usahaan sekolah
      b. Mengesahkan pembagian tata usaha sekolah SMK Negeri 1 Kab. tangerang
      c. Membantu kepala sekolah dalam menjalankan tugas karna tidak ada wakil kepala sekolah di SMK Negeri 1 Kab. Tangerang.

    7. Kurikulum ( Kurikulum 2013)

    8. Mempunyai tugas sebagai berikut:


      a. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kurikulum bersama bagian pengajaran
      b. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pelatihan dan pengembangan SDM
      c. Mengatur pelaksanaan remedial (remedi bahan dan remidi soal)
      d. Mengevaluasi kurikulum setiap tahun ajaran
      e. Menyusun jadwal pelajaran.

    9. Sarana

    10. Mempunyai tugas sebagai berikut:


      a. Melaksanakan dan menyusun program pengembangan dan pemeliharaan sarana prasarana
      b. Merencanakan dan melaksanakan program pengembangan dan pemeliharaan sarana prasana
      c. Mengkoordinir lab komputer, multimedia, lapangan olahraga.

    11. Humas

    12. Mempunyai tugas sebagai berikut:


      a. Mengatur dan menyelnggarakan pertemuan orangtua dan komite sekolah
      b. Membina hubungan sekolah atau komite

    13. Bimbingan konseling (BP)

    14. Mempunyai tugas sebagai berikut:


      a. Menyusun program dan melaksanakan bimbingan
      b. Melaksanakan koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa
      c. Mengadakan koordinasi dengan orang tua atau wali murid yang anaknya mempunyai kasus
      d. Memberikan layanan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar

    15. Guru

    16. Mempunyai tugas sebagai berikut:


      a. Membuat program pengajaran atau rencana kegiatan belajar mengajar
      b. Membuat satuan pe9lajaran
      c. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar
      d. Melaksanakan analisis hasil belajar.

    17. Wali kelas

    18. Mempunyai tugas sebagai berikut:


      a. Mengadiminstrasikan biodata siswa kelas perwaliannya
      b. Mengisi nilai KHS (Kartu Hasil Studi) siswa kelas perwaliannya
      c. Membentuk organisasi kelas
      d. Membentuk jadwalpiket kelas
      e. Mengkoordinasikan penanganan siswa berprestasi dengan guru BP, BK, dan kesiswaan
      f. Menangani/mengatasi dan mengadministrasikan penanganan siswa bermasalah
      g. Mengkoordinasikan penanganan siswa bermasalah dengan BP/BK dan kesiswaan
      h. Mengadakan kunjungan rumah (home visit) dalam rangka klarifikasi dan musyawarah
      i. Memotivasi dengan siswa perwaliannya agar perwaliannya agar giat belajar, mematuhi tata tertib, berakhlak, beretika, dan berprestasi
      j. Berkomunikasi dengan kelas perwaliannya mengenai hambatan dan kendala dalam hal KBM remedial serta penyaluran bakat dan minat
      k. Membuat laporan bulanan tentang keadaan siswa kelas perwaliannya
      l. Mengisi dan membagi buku rapot setiap akhir semester

    19. Guru Piket

    20. Mempunyai tugas sebagai berikut:


      a. Hadir lebih awal 15 menit sebelum KBM dimulai
      b. Menyiapkan dan memantau absensi kehadiran guru dan tata usaha
      c. Menyiapkan perlengkapan piket, buku, surat izin masuk/keluar, sound system
      d. Mengatasi dan mengondisikan siswa pada kelas yang belum/tidak ada guru
      e. Mengodisikan siswa terlambat pada kegiatan di perpustakaan
      f. Mencatat guru yang tidak hadir atau tidak melaksanakan KBM
      g. Mencatat kejadian-kejadian penting paeda hari tersebut

    3.2 Masalah Yang Dihadapi

    Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh peneliti, sistem keuangan yang berjalan saat ini dilingkungan SMK Negeri 1 Kab. Tangerang sudah berjalan baik namun masih memiliki beberapa masalah, karna proses pembayaran yang masih menggunakan pencatatan sederhana yaitu dengan menggunakan buku besar sehingga membuat data-data keuangan semakin menumpuk dan menyulitkan petugas, dalam proses pencarian data, maka sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan atas informasi mengenai keuangan, sistem ini memerlukan peningkatan lebih baik lagi sehingga mencapai sistem yang benar-benar handal dan berfungsi semaksimal mungkin untuk memberikan informasi kepada pihak tata usaha dan pimpinan sekolah.

    Oleh karena itu, berdasarkan analisa dari segi kekurangan serta kebutuhan saat ini maka kebutuhan pengembangan terhadap sistem hendaknya:

    1. Teknologi baru atau program baru yang dapat meningkatkan kinerja pegawai dan efisiensi waktu.

    2. Dapat memberikan informasi yang akurat dan Up To date sehingga informasi yang didapatkan oleh petugas tata usaha, pihak keuangan, maupun pimpinan sekolah agar lebih relevan. Selain itu informasi yang didapatkan juga dapat cepat, tepat dan akurat sesuai dengan kebutuhan.

    3.3 Analisa Batasan Sistem

    Analisa batasan ini hanya dibatasi sistem pembayaran.

    Batasan analisa sistem pembayaran pada SMK Negeri 1 Kab.Tangerang sebagai berikut:

    1. Memperbaiki sistem pembayaranguna meningkatkan kualitas pelayanan keuangan yang diberikan kepada seluruh siswa.

    2. Memperbaiki proses pengolahan data dimulai dari pengimpulan data sampai dengan pembuatan laporan yang masih lama karena data belum akurat dan belum terkomputerisasi

    3. Melakukan pengecekan terhadap informasi keuangan yang telah ada. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya informasi atau data-data yang telah usangyang terdapat dalam sistem dan membuat kualitas dari sistem menjadi buruk dikarenakan tidak dapat memberikan informasi yang relevan.

    3.4 Analisa Proses

    1. Nama Proses : Pendataan Siswa

    2. Masukan : Kartu

      Keluaran : Arsip

      Ringkasan Proses : Proses ini menghasilkan arsip yang wajib dibayarkan oleh siswa

    3. Nama Proses : Olah Pembayaran

    4. Masukan : Arsip

      Keluaran : Data

      Ringkasan Proses : Pada saat pembayaran maka bagian administrasi akan memeriksa dan mencatat kembali data

    5. Nama Proses : Laporan Pembayaran

    6. Masukan : Data

      Keluaran : Laporan keuangan

      Ringkasan Proses : Pada saat siswa membayar sesuai dengan tagihan maka bagian administrasi membuat laporan pembayaran yang akan diberikan kepada Kepala Sekolah

    3.5 Konfigurasi Sistem

    3.5.1 Spesifikasi Hardware

    Sistem tersebut menggunakan satu unit komputer PC dengan spesifikasi sebagai berikut:

    • Processor : Pentium Dual Core
    • Monitor : 14 inch
    • Mouse : Hirex USB
    • RAM : 1 GB
    • HD : 250 GB
    • Keyboard : Komix
    • Printer : Laserjet P1006 Color Canon IP 2700 Color Canon W350
    • Scanner : Canon W 350

    3.5.2 Aplikasi Yang Digunakan (Software)

    • Windows XP
    • Microsoft Word 2007
    • Mouse : Hirex USB
    • Microsoft Excel 2007
    • Microsoft Power Point 2007
    • Microsoft Access Point to XP

    3.5.3 Hak Akses (Brainware)

    Untuk mengoprasikan atau mengolah data hanya dapat dilakukan oleh tiga orang, yaitu:

    • bendahara
    • bank
    • Kepala Sekolah

    3.6 Urutan Prosedur

    3.6.1 Prosedur Pembayaran SPP

    Prosedur pembayaran SPP ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

    1. Siswa membayar uang SPP dan membawa kartu/i?

    2. Siswa membayar kartu spp dan uang

    3. TU mencatat di kwitansi

    4. TU memberikan cap pada kwitansi

    5. TU membuat laporan pembayaran

    6. Kepsek menerima laporan pembayaran spp

    7. TU mengembalikan kartu bayaran pada siswa

    8. Siswa menerima kartu spp

    3.7 Tata Laksana Sistem Yang Berjalan Saat Ini

    Untuk menganalisa sistem yang berjalan pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML 6.4 Enterprice Edition untuk menggambarkan Use Case diagram, Activity diagram Sequencediagram

    3.8 UML (Unified Modeling Language)

    3.8.1 Use Case Diagram

    gambarusecase_zpsugqojyio.png

    Gambar 3.2 Use Case Diagram

    Berdasarkan gambar 3.2 Use Case Diagram yang berjalan diatas terdapat :

    1. Satu sistem yang mencakup seluruh kegiatan dalam pembayaran berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di SMK Negeri 1 Kab. Tangerang

    2. Lima actor yang terlibat, diantaraya :siswa, tata usaha, bendahara, bendahara komite dan kepala sekolah

    3. Enam Use Case yang dilakukan oleh Actor-actor.

    3.8.2 Sequence Diagram

    gambarusecase1_zpsdqfkoduh.png

    Berdasarkan gambar 3.3 Sequence Diagram Diatas Dapat dilihat Bahwa terdapat :

    1. Satu Life Line, yaitu buku laporan.

    2. Lima Actor, yaitu siswa, tata usaha, bendahara, bendahara komite dan kepala sekolah.

    3. Enam Message yang menjelaskan bagaimana alur komunikasi antara Actor

    3.8.3 Activity Diagram

    usescase_zpscl7hnzht.png

    Gambar 3.4 Activity Diagram Pembayaran

    Berdasarkan gambar 3.4 Activity Diagram pembayaran SPP diatas dapat dilihat bahwa terdapat

    1. Satu Initial Node, objek yang diawali.

    2. Tujuh Action, statedari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

    3. Satu Activity Final Node, menandakan bahwa berakhirnya aktivitas.

    usecase1_zps9sfa2q7r.png

    Gambar 3.5 Activity Diagram Laporan

    Berdasarkan gambar 3.5 ActivityDiagram Laporan diatas dapat dilihat bahwa terdapat :

    1. Satu Initial Node, objek yang diawali.

    2. Tiga Action, state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

    3. Satu Activity Final Node, menandakan berakhirnya aktivitas.

    3.9 User Requirement

    3.9.1 Elistasi Tahap 1

    ELISITASI_zpsjsm86syu.png

    ELISITASI1_zps5ozijmug.png

    3.9.2 Requirement Elistasi Tahap – II

    Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasikan melalui metode MDI. Berikut penjelasan dari beberapa requirement yang diberi opsi Inessential (I) dan harus dieliminasi

    Tabel 3.2 Elisitasi Tahap II

    ELISITASI2_zpspkwzhqaq.png

    ELISITASI3_zpsmlqbnjeb.png

    Keterangan :

    M (Mandatory) = Penting

    D (Desirable) = Tidak terlalu penting

    I (Inessential) = Tidak penting

    3.9.3 Requirement Elistasi Tahap – III

    Berdasarkan Elisitasi Tahap II diatas, dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi LMH. Berikut adalah requirement tersebut:

    Tabel 3.3 Elisitasi Tahap III

    ELISITASI4_zpszoysj8u2.png

    ELISITASI5_zpsgqsaf4oq.png

    Keterangan :

    Metode Option

    T  : Tehnikal L  : Low

    O  : Operasional M  : Middle

    E  : Ekonomi H  : High

    3.9.4 Requirement Elistasi Final

    Requirement Elititation - Final Draft

    Tabel 3.4 Final Draft Elisistasi

    ELISITASI6_zpsyd3yqgkc.png

    ELISITASI7_zpsv8gbpjil.png

    3.10 Rancangan Sistem Usulan

    3.10.1 Prosedur Sistem Usulan

    Usulan prosedur ini berisikan urutan proses input data siswa

    1. Prosedur Siswa

    2. Siswa melakukan pembayaran kepada kasir yang akan di data oleh tata usaha

      Prosedur Admin

      Admin melakukan pendataan siswa yang ingin melakukan pembayaran

      Prosedur Input Data Pembayaran

      Input data pembayaran dilakukan setelah admin melakukan pendataan untuk dilakukan ketahap selanjutnya

      Prosedur Cetak Slip Pembayaran

      Slip pembayaran dapat dicetak setelah proses penginputan dan pembayaran yang dilakukan oleh siswa

    3. Prosedur Laporan

    4. Laporan pembayaran didapat setelah penginputan dan pembayaran selesai dan dapat dicetak yang nantinya akan diberikan kepada Kepala Sekolah.

    3.11 Rancangan Program

    3.11.1 Use Case Diagram Sistem yang diusulkan

    Berikut ini adalah Use Case Diagram rancangan sistem layanan keuangan pada SMKN 1 Kab.Tangerang

    usecasefix1_zpsj7vdicfz.png

    Gambar 4.1 Use case Diagram Yang Disuslkan

    Berdasarkan Gambar 4.1 Use Case Diagram terdiri atas:

    1. 1 system yang mencakup kegiatan sistem pembayaran spp/bayar lainnya.


    2. 3 Actor yang melakukan kegiatan didalam system yaitu : Siswa, Bagian Tata Usaha, dan Kepala Sekolah.


      22 usecase, meliputi usecase :

    1. Login
    2. Home mempunyai extend usecase yaitu :
      1. Master terdapat lima extend yaitu pengguna, siswa, jurusan, kelas, biaya
      2. Pembayaran terdapat dua extend yaitu spp dan bayar lainnya
      3. Laporan terdapat dua extend yaitu spp lunas dan spp belum lunas
    3. Logout

    3.11.2 Activity Diagram Yang Diusulkan

    Activity diagram menggambarkan berbagai alur aktifitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alur, dicision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram yang diusulkan

    usecasefix_zpslpaqarvh.png

    Gambar 4.2 Activity Diagram Yang Diusulkan

    1. 1 (satu) Initial Node, objek yang diawali..
    2. 1 (satu) Decision Node, untuk membuat keputusan.
    3. 16 (enam belas) action state yang menggambarkan Kegiatan proses pembayaran spp
    4. 1 (satu) final node, objek yang diakhiri.

    3.11.3 Sequence Diagram Yang Diusulkan

    Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek didalam dan disekitar sistem berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri antar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait) berisi rancangan sequence diagram sistem yang anda usulkan

    usecasefix2_zpsk8egxkmt.png

    Gambar 4.3 Sequence Diagram Yang Diusulkan

    Berdasarkan gambar 3.7 Sequence Diagram pada sistem admin terdapat:

    1. 3 (tiga) actor yang melakukan kegiatan.
    2. 9 (Sembilan) life line spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi.
    3. 12 (dua belas) message yang memuat informasi tentang aktifitas yang terjadi

    3.11.4 State Marchine Diagram Sistem Yang Diusulkan

    usecasefix3_zpslatjch7s.png

    Gambar 4.4 State Machine Diagram yang diusulkan

    Berdasarkan pada Gambar 4.4 State Machine Diagram Sistem yang diusulkan terdapat :

    1. 15 State yang berjalan
    2. 1 (satu) initial pseudo state
    3. 1 (satu) Final state

    3.11.5 Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

    table_zpshnh4ubhi.png

    Tabel 3.5 Perbedaan Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

    3.12 Rancangan Basis Data

    Rancangan basis data digunakan sebagai media penyimpanan data yang dipergunakan dalam aplikasi dan database membantu pemrograman dalam menampilkan data.

    Hasil analisa pada sistem yang dihasilkan terdapat beberapa rancangan yang diusulkan. Dari rancangan tersebut akan dibentuk rancangan basis data untuk mempermudah melihat bentuk file dan isinya. Berikut ini adalah penjelasan tentang proses perancangan basis data yang menghasilkan class diagram dan spesifikasi basis data.

    3.12.1 Class Diagram Sistem Yang Diusulkan

    Class Diagram adalah sebuah spesifikasi yang jika diinsalisasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class diagram menggambarkan keadaan suatu objek, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut..

    table1_zpsldoqm9ce.png

    Gambar 4.5 Class Diagram Sistem yang Diusulkan

    Berdasarkan gambar 4.5 Class Diagram sistem yang diusulkan terdapat 9 Class yaitu terdiri dari :

    1. Class pengguna

    2. Class siswa

    3. Class tbl_jurusan

    4. Class tbl_kelas

    5. Class biaya_spp

    6. Class bayar_spp

    7. Class detail_bayar_spp

    8. Class kategori_bayar_lain

    9. Class bayar_lain

    3.12.2 Spesifikasi Database

    Spesifikasi basis data merupakan desai basis data yang dianggap telah normal. Desain basis data menjelaskan media penyimpanan yang digunakan, isi yang disimpan, primary key dan panjang record. Spesifikasi yang digunakan dalam sistem yang akan dibangun adalah sebagai berikut :

    table2_zpspkou3bz9.png

    Tabel 4.6 Tabel Pengguna

    Keterangan :

    Nama Tabel : Pengguna

    Media : Hardisk

    Isi : Admin

    Primary Key : user_id

    Panjang Record : 35

    Struktur : id+user_id+nama+password+status

    table3_zps804jiasq.png

    Tabel 4.7 Tabel Siswa

    Keterangan :

    Nama Tabel : Siswa

    Media : Hardisk

    Isi  : Admin

    Primary Key : no_induk

    Panjang Record : 96

    Struktur :No_induk+Tanggal+Nama+ Tempat_lahir+Tanggal_lahir+J_k+Id+Agama+Alamat+No_telp+Foto+Status

    table4_zps2oldpn5b.png

    Tabel 4.8 Tabel Jurusan

    Keterangan :

    Nama Tabel : Jurusan

    Media : Hardisk

    Isi  : Admin

    Primary Key : Id_jurusan

    Panjang Record : 39

    Struktur : Id_jurusan+jurursan

    table5_zpsyhgw50zx.png

    Tabel 4.9 Tabel Kelas

    Keterangan :

    Nama Tabel : Kelas

    Media : Hardisk

    Isi  : Admin

    Primary Key : id__kelas

    Panjang Record : 79

    Struktur  : Id_kelas+kelas

    table6_zpsgpcsscsm.png

    Tabel 4.10 Tabel Biaya Spp

    Keterangan :

    Nama Tabel : Biaya Spp

    Media : Hardisk

    Isi  : Admin

    Primary Key : Id

    Panjang Record : 80

    Struktur  : Id+Id_jurusan+Id_kelas+Besar_biaya+Tahun_ajaran

    table7_zpscqu2sgxp.png

    Tabel 4.11 Tabel Bayar Spp

    Keterangan :

    Nama Tabel : Bayar Spp

    Media : Hardisk

    Isi  : Admin

    Primary Key : Id

    Panjang Record : 25

    Struktur : Id_bayar_spp+Tanggal+No_induk

    table8_zpsxzkl0hjy.png

    Tabel 4.12 Tabel Detail Bayar Spp

    Keterangan :

    Nama Tabel : Detail Bayar Spp

    Media : Hardisk

    Isi  : Admin

    Primary Key : Id_bayar_spp/p> <p style="line-height: 2">Panjang Record : 50

    Struktur  : Id_detail_bayar_spp+Id_bayar_spp+Bulan+tahun

    table9_zpsdk4zgvuf.png

    Tabel 4.13 Tabel Bayar Lain

    Keterangan :

    Nama Tabel : Detail Bayar Lain

    Media : Hardisk

    Isi  : Admin

    Primary Key : Id_bayar_lain

    Panjang Record : 50

    Struktur  : Id_bayar_lain+Tanggal+No_induk+Id+Biaya

    table10_zps6ctklmcx.png

    Tabel 4.14 Tabel Kategori Bayar Lain

    Keterangan :

    Nama Tabel : Detail Bayar Lain

    Media : Hardisk

    Isi  : Admin

    Primary Key : Id_bayar_lain

    Panjang Record :

    Struktur  : Id+Kategori_bayar_lain

    3.13 Rancangan Prototype

    3.12.2 Spesifikasi Database

    proto1_zpsr08loyyg.png

    Gambar 4.15 Tampilan Menu Login

    Berdasarkan gambar 4.15 prototype halaman login admin terdiri dari menu username dan password yang harus diisi agar dapat mengakses sistem.

    3.13.2 Prototype Tampilan Home

    proto2_zps2iicqqrp.png

    Gambar 4.16 Tampilan Home

    Berdasarkan gambar 4.16 prototype halaman home berisi logo, serta terdapat menu Master, Pembayaran, Laporan, dan Logout.

    3.13.3 Prototype Tampilan Data Master (Data Siswa)

    proto3_zps0noym1m9.png

    Gambar 4.17 Tampilan Menu Daftar Siswa

    Berdasarkan gambar 4.17 prototype halaman data master berisi data siswa, pencarian serta input siswa untuk menambah data siswa yang baru.

    3.13.4 Tampilan Bayar Spp

    proto4_zps9udyvfhy.png

    Gambar 4.18 Tampilan Bayar Spp

    Berdasarkan gambar 4.18 prototype Halaman pembayaran spp berisi tanggal dan no induk.

    3.13.5. Tampilan Laporan Spp Lunas

    proto5_zpsucj8wdix.png

    Gambar 4.19 Tampilan Laporan Spp Lunas

    Berdasarkan Gambar 4.19 Tampilan laporan spp lunas berisikan bulan.

    3.14 Konfigurasi Sistem

    3.14.1 Spesifikasi Hardware

    Perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistem adalah suatu unit personal komputer. Perangkat keras yang diusulkan ini dibuat berdasarkan kebutuhan sistem saat ini dan antisipasi kabutuhan di masa yang akan datang. Konfigurasi yang dibutuhkan pada design sistem yang diusulkan, yaitu:

    1. Processor : Intel Core B950

    2. Monitor : ACER 802.11

    3. Mouse : Logitech

    4. RAM : 2GB

    5. Hardisk : 500GB

    3.14.2 Aplikasi yang Digunakan

    Perangkat lunak merupakan penunjang dari peralatan komputer yang akan digunakan sebagai penghubung dalam instruksi yang diinginkan, agar komputer dapat menghasilkan informasi yang diharapkan, maka perangkat lunak yang diusulkan dalam rancangan sistem ini adalah sebagai berikut:

    1. Sistem Operasi Windows 7 Profesional

    2. Microsoft Office 2007

    3. Xampp Control Panel

    4. Notepad ++

    5. Visual Paradigm for UML

    6. Web Browser

    7. Yii FrameworkB

    3.14.3 Hak Akses

    1. Bendahara

    2. Bendahara bertugas untuk mencatat pembayaran spp, pembayaran pendaftaran, pembayaran tour dan pembayaran lainnya

    3. Kepala Sekolah

    4. Kepala Sekolah Bertugas untuk melihat laporan pembayaran siswan

    3.15 Testing

    3.15.1 Tabel Pengujian Black Box Pada Login

    tableuji1_zpstzpkmwvt.png

    tableuji2_zps2pmeoywj.png

    Tabel 4.15 Tabel Pengujian Black box Pada Login

    3.16 Schedulle Implementasi

    Tabel 3.12 Schedulle Implementasi

    tableuji3_zpspqu986sr.png

    3.17 Estimasi Biaya

    Tabel 4.16 Estimasi Biaya

    tableuji4_zpshjzll2ts.png

    tableuji5_zpsvrmossup.png

    BAB IV

    PENUTUP

    4.1 Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan pada sekolah SMK Negeri 1 Kab. Tangerang tentang Perancangan Sistem Informasi Layanan Keuangan Pada SMK Negeri 1 Kab. Tangerang. Maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal yang tentunya sesuai dengan data-data yang sebenarnya, adalah sebagai berikut:

    1. Saat ini SMK Negeri 1 Kab. Tangerang masih menggunakan sistem manual.

    2. SMK Negeri 1 Kab. Tangerang belum memiliki sistem pembayaran yang baik, sehingga menyulitkan keuangan sekolah.

    3. Dengan sistem yang sudah ada saat ini belum maksimal maka pencarian data tentang hasil pembayaran siswa masih ada kekurangannya.

    4.2 Saran

    Agar penerapan sistem informasi keuangan siswa ini dapat terwujud dengan baik maka, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

    1. Diperlukan tingkat ketelitian yang tinggi bagi petugas yang mengentri data.

    2. Perlu adanya sosialisasi lebih pada siswa mengenai cara penggunaan dan fungsinya karena tanpanya sosialisasi lebih lanjut, tujuan dari sistem akan sulit dicapai

    3. Mengembangkan media yang sudah ada menjadi lebih baik lagi agar kekurangan pada sistem ini dapat diperbaiki maupun ditambah agar dapat tetap sejalan dengan perkembangan ilmu teknologi yang semakin canggih.

    DAFTAR PUSTAKA


    DAFTAR LAMPIRAN

Contributors

Fitriyani