SI1312476552

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari


PENGEMBANGAN OFFICIAL SITE ILEARNING PLUS MENGGUNAKAN STRATEGI

DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PROMOSI



Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NIM
: 1312476552
NAMA


KONSENTRASI BUSINESS INTELLIGENCE

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

TANGERANG

2016/2017

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PENGEMBANGAN OFFICIAL SITE ILEARNING PLUS MENGGUNAKAN STRATEGI

DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PROMOSI

Disusun Oleh :

NIM
: 1312476552
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intelligence

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, Januari 2017

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Nur Azizah, M.Akt., M.Kom)
NIP : 99001
       
NIP : 10002

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PENGEMBANGAN OFFICIAL SITE ILEARNING PLUS MENGGUNAKAN STRATEGI

DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PROMOSI

Disusun Oleh :

NIM
: 1312476552
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intelligence

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, Januari 2017

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Nur Azizah, M.Akt., M.Kom)
NIP : 99001
       
NIP : 10002

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PENGEMBANGAN OFFICIAL SITE ILEARNING PLUS MENGGUNAKAN STRATEGI

DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PROMOSI

Dibuat Oleh :

NIM
: 1312476552
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Business Intelligence

Disetujui Oleh :

Tangerang, Januari 2017

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
   
(Qurotul Aini, S.Kom, M.T.I)
NID : 99001
   
NID : 14012

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PENGEMBANGAN OFFICIAL SITE ILEARNING PLUS MENGGUNAKAN STRATEGI

DIGITAL MARKETING UNTUK MEINGKATKAN PROMOSI


Dibuat Oleh :

NIM
: 1312476552
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Business Intelligence

Tahun Akademik 2016/2017

Disetujui Penguji :

Tangerang, Januari 2017

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PENGEMBANGAN OFFICIAL SITE ILEARNING PLUS MENGGUNAKAN STRATEGI

DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PROMOSI

Disusun Oleh :

NIM
: 1312476552
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intelligence

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain,

serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, Januari 2017

 
 
 
 
 
NIM : 1312476552

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRACT

Digitisation has become a part in improving people's lives, online learning spread in Indonesia, leading to the use of IT concepts in the field of education. Prog College is one of the universities that concentrate in the field of IT or computer science. Currently the College Prog has a new learning method that is a distance learning called iLearning Plus. This is in line with the Regulation of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Number 109 of 2013 on the Implementation of the Distance Education In Higher Education. This learning method is necessary for students difficult to organize their time between work and lectures. Their official site iLearning + Dissemination of information using digital marketing strategy by using SEO (Search Engine Optimization), utilizing social media is expected to increase the sale yanga there on official site viewboard iLearning + and the utilization and development tools that were previously not applied properly. The data were analyzed using SWOT analysis. And equally important is in order to support the expected results, then there are 15 (fifteen) draft final stages of elicitation evidenced by the achievement of the strategy. In designing the system, there are three (3) were found to benefit from a formulation of the problem. As well as two (2) methods of design including program design HIPO (Hirarchy Plus Process Input Output) and Prototype design. The results of this research are created level of popularity iLearning + better.
Keyword: Official Site iLearning+, Digital Marketing Strategy, Promotion.


ABSTRAK

Digitalisasi telah menjadi bagian dalam peningkatan kehidupan masyarakat, pembelajaran online yang tersebar di Indonesia, menyebabkan banyaknya penggunaan konsep IT pada bidang pendidikan. Perguruan Tinggi Raharja adalah salah satu Perguruan Tinggi yang berkonsentrasi dalam bidang IT atau ilmu komputer. Saat ini Perguruan Tinggi Raharja memiliki metode pembelajaran baru yaitu pembelajaran jarak jauh yang bernama iLearning Plus. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Pada Pendidikan Tinggi

[1]. Metode pembelajaran ini sangat dibutuhkan bagi mahasiswa/i yang sulit dalam mengatur waktu antara pekerjaan dan perkuliahan. Adanya official site iLearning+ Penyebaran informasi menggunakan strategi digital marketing dengan menggunakan SEO (Search Engine Optimization), memanfaatkan sosial media diharapkan dapat meningkatkan promosi yanga ada pada official site iLearning+ serta pemanfaatan viewboard dan pengembangan tools yang sebelumnya belum diterapkan dengan baik. Data-data yang dihasilkan dianalisis menggunakan analisis SWOT. Dan tak kalah penting adalah demi menunjang hasil yang diharapkan, maka terdapat 15 (lima belas) tahapan final draft elisitasi yang dibuktikan dengan adanya strategi pencapaian. Dalam perancangan sistem, terdapat 3 (tiga) manfaat yang ditemukan dari sebuah rumusan masalah. Serta 2 (dua) metode rancangan diantaranya rancangan program HIPO (Hirarchy Plus Input Process Output) dan rancangan Prototype. Hasil dari penelitian ini tercipta tingkat popularitas iLearning+ yang lebih baik.

Kata kunci: Official site iLearning+, Strategi Pemasaran Digital, Promosi


Kata Kunci: Kata Kunci : Web Service, Database,API.

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah, penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat ilmu, kesehatan, serta melimpahkan segala rahmat dan karuniaNya. Sehingga penulis dapat membuat dan menyelesaikan laporan Skripsi ini dengan baik dan tepat waktu.

Laporan Skripsi ini di tulis dan tersusun rapi untuk memenuhi salah satu persyaratan lulus pada jenjang Sarjana (S1) dan sekaligus sebagai implementasi ilmu yang di dapat oleh Penulis setelah di pelajari selama masa perkuliahan dan Skripsi.

Hati nurani Penulis pun menyadari bahwa tanpa adanya bimbingan dan dukungan dari semua pihak, penyusunan laporan Skripsi ini kurang berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu pada kesempatan yang di karunia kebahagiaan ini, Penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I., selaku Ketua STMIK Raharja.
  2. Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si., selaku Direktur Perguruan Tinggi Raharja.
  3. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom selaku Pembantu Ketua I Bidang Akademik STMIK Raharja.
  4. Ibu Nur Azizah, M.Akt., M.Kom., selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi STMIK Raharja.
  5. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Pembimbing Pertama yang telah banyak meluangkan waktu memberikan bimbingan dan ilmu kepada Penulis selama Skripsi.
  6. Mamoi atau Qurotul Aini, S.Kom, M.T.I selaku Pembimbing Kedua yang telah banyak memberikan kasih sayang, arahan dan motivasi kepada Penulis selama Skripsi.
  7. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom selaku Stakeholder yang telah memberikan masukan terhadap sistem yang telah dibuat.
  8. Bapak Ferry Sudarto,S.Kom, M.Pd, C.Ht selaku Dosen Pengajar yang mengajarkan berpikir positif untuk seluruh Pribadi Raharja.
  9. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan dukungan kepada Penulis.
  10. Kakak Indri Handayani, S.Kom, M.T.I, Kakak Eka Purnama Harahap, S.Kom, dan Ibu Khanna Tiara, S.Kom, M.T.I yang telah ikut membantu dan mengajarkan Penulis selama Skripsi.
  11. Kedua Orang Tua dan Adik tercinta yang telah memberikan semangat, materil, dan doa untuk keberhasilan Penulis.
  12. Sahabat-sahabat tersayang Nikita Jova T., Nova Adhista, dan Dwi Ayu Yuniarti yang telah menemani selama kuliah di Perguruan Tinggi Raharja.
  13. Teman-teman bimbingan UVO dan Kawaii yang telah berjuang mencapai keberhasilan Skripsi dengan baik.
  14. Teman-teman Lab (Cherry Belle) kak Erick, kak Fajar, DT, Alvega Awanda, Ainul Mutakin, Putra Danan Joyo, Ridwan Kurniaji, Lutfi, dan Aldi Ilham yang telah memberi keceriaan selama kuliah di Perguruan Tinggi Raharja.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan Skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan di dalam pengembangan ataupun isi laporan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu Penulis harapkan kritik dan saran yang membangun untuk memacu agar semakin lebih baik lagi. Semoga laporan Skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.


Tangerang, Januari 2017
Ninda Lutfiani
NIM. 1312476552

Daftar isi

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 20 Besar Pengguna Internet Terbesar tahun 2016

Tabel 2.1 Literature Review

Tabel 3.1 Sejarah Perguruan Tinggi Raharja

Tabel 3.2 Program Studi D3

Tabel 3.3 Program Studi S1

Tabel 3.4 Program Studi S2

Tabel 3.5 Presiden Direktur

Tabel 3.6 Direktur

Tabel 3.7 Pembantu (Bidang Akademik)

Tabel 3.8 Pembantu Direktur II (Administrasi)

Tabel 3.9 Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)

Tabel 3.10 Asisten Direktur Akademik

Tabel 3.11 Kepala Jurusan

Tabel 3.12 Asisten Direktur Finansial

Tabel 3.13 Layanan Keuangan Mahasiswa (LKM)

Tabel 3.14 Asisten Direktur Operasional (ADO)

Tabel 3.15 Layanan Registrasi Mahasiswa (LRM)

Tabel 3.16 Perkuliahan dan Ujian (PU)

Tabel 3.17 Analisa SWOT

Tabel 3.18 Matriks SWOT

Tabel 3.19 Elisitasi Tahap I

Tabel 3.20 Elisitasi Tahap II

Tabel 3.21 Elisitasi Tahap III

Tabel 3.22 Elisitasi Tahap Final

Tabel 4.1 Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Usulan

Tabel 4.2 Black Box Testing Viewboard iLearning+

Tabel 4.3 Black Box Testing Button share social media

Tabel 4.4 Black Box Testing Menu Subscriber

Tabel 4.5 Time Schedule


DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Alur Penyebaran Informasi iLearning+

Gambar 2.1 Arsitektur Business Intelligence

Gambar 2.2 Fleksibilitas belajar iLearning+

Gambar 2.3 Logo iLearning

Gambar 2.4 Logo Wordpress

Gambar 2.5 Wordpress Plugin

Gambar 2.6 Logo iMe

Gambar 2.7 Aktifitas iLearning yang mengusung 4B

Gambar 2.8 Logo iLearning+

Gambar 3.1 Kampus Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.2 Logo Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.3 Arti Pribadi Raharja

Gambar 3.4 Arti Green Campus Raharja

Gambar 3.5 Maskot Raharja

Gambar 3.6 Stuktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.7 Flowchart halaman utama

Gambar 3.8 Use case iLearning+ yang berjalan

Gambar 3.9 Activity Diagram Yang Berjalan

Gambar 3.10 Sequence diagram yang berjalan

Gambar 4.1 Use Case Diagram yang diusulkan

Gambar 4.2 Activity Diagram Admin iLearning+ Yang Diusulkan

Gambar 4.3 Activity Diagram Mahasiswa iLP Yang Diusulkan

Gambar 4.4 Activity Diagram CM iLearning+ Yang Diusulkan

Gambar 4.5 Flowchart Sistem Diusulkan Bagi Admin iLearning+

Gambar 4.6 Flowchart Sistem Diusulkan Bagi CM iLearning+

Gambar 4.7 Flowchart Sistem Diusulkan Bagi Mahasiswa iLP

Gambar 4.8 HIPO Official Site iLearning+

Gambar 4.9 Mind Mapping Project

Gambar 4.10 Visitor Count iLearning+ 1.018

Gambar 4.11 Tayangan laman iLearning+ Pada Google Analytics

Gambar 4.12 iLearning+ Google Review

Gambar 4.13 Subscriber iLearning+

Gambar 4.14 Notifikasi email Pendaftaran Online iLearning+#1

Gambar 4.15 Notifikasi email Pendaftaran Online iLearning+#2

Gambar 4.16 Template Mailchimp

Gambar 4.17 Template Mailchimp

Gambar 4.18 Statistic page view iLearning+

Gambar 4.19 viewboard Top Article dan Top Comment

Gambar 4.20 Tampilan viewboard Top Article dan Top Comment

Gambar 4.21 Tampilan Snippet Grafik Viewboard iLearning+

Gambar 4.22 Tampilan Grafik Viewboard iLearning+

Gambar 4.23 Video iLearning+

Gambar 4.24 Tampilan iLearning+ yang user friendly

Gambar 4.25 Jangkauan kiriman iLearning+

Gambar 4.26 SKuP Modus Residensial iLearning+

Gambar 4.27 Likers Fanpage iLearning+

Gambar 4.28 Setting SEO Option iLearning+

Gambar 4.29 Prototype halaman utama

Gambar 4.30 Prototype Testimonial dan Jumlah Subscriber

Gambar 4.31 Prototype Viewboard iLearning+

Gambar 4.32 Prototype Registrasi Online iLearning+


DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM

   

DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

   

DAFTAR SIMBOL HIPO

 

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Laju perputaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin tinggi, khususnya di era digital seperti sekarang ini telah memberikan pengaruh yang besar terhadap keberlangsungan aktifitas masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan dan proses pemasaran digital yang memanfaatkan teknologi dan internet. Perkuliahan online dimana mahasiswa dapat berkuliah dimana saja dan kapan saja dengan terhubung melalui internet menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap institusi pendidikan atau perguruan tinggi untuk mengembangkan metode pembelajaran tersebut. Dalam konteks lain pemasaran digital dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan promosi melalui internet.

Perguruan Tinggi Raharja sebagai salah satu kampus berlatar belakang ilmu komputer dan teknologi informasi senantiasa menciptakan inovasi dan melakukan pengembangan sistem untuk meningkatkan kualitas, hal ini dapat tercermin melalui metode pembelajaran yang dibuat bervariasi dimulai dari kelas reguler, iLearning dan metode pembelajaran onlie yaitu iLearning+, sebagai solusi kuliah online masa kini dimana mahasiswa dapat kuliah dengan fleksibilitas yang memberikan kemudahan bagi mahasiswa/i untuk dapat kuliah dimanapun dan kapanpun dengan terhubung melalui internet.
Melihat dari tingginya pengguna internet berdasarkan data yang didapatkan pada internet world stats[2] tentang 20 besar negara dengan pengguna internet tertinggi tahun 2016, Indonesia menduduki peringkat ke lima dijelaskan melalui tabel 1.1 berikut ini:

Tabel 1.1 20 Besar Pengguna Internet Terbesar tahun 2016
Sumber : internetworldstats.com

Berdasarkan tabel 1.1 diatas dapat diketahui jumlah pengguna internet yang ada di Indonesia dari 258.316.051 jumlah populasi yang ada terdapat 132.700.000 atau setara dengan 51% pengguna internet. Dengan demikian dapat dilihat bahwa masyarakat Indonesia lebih banyak mengahabiskan sebagian waktunya dalam beraktifitas dengan memanfaatkan internet.

Metode pembelajaran online dapat melatih mahasiswa untuk menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab dalam mengatur waktu bekerja dan kuliah sehingga keduanya berjalan secara seimbang. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Pada Pendidikan Tinggi yang lebih jelas diterangkan dalam pasal 1 ayat 2 Pembelajaran elektronik (e-learning) adalah pembelajaran yang memanfaatkan paket informasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran yang dapat diakses oleh peserta didik kapan saja dan di mana saja.

Menurut Untung Rahardja (2011)[3] dalam bukunya yang berjudul iLearning an Effective Learning Method for Higher Education menjelaskan bahwa iLearning sebagai pembelajaran modern dan terbaru dalam dunia pendidikan yang berbasis 4B yaitu belajar, bermain, bekerja, dan berdoa. Sistem pembelajaran iLearning di tunjang dengan adanya iDu (iLearning eDucation) sebagai media pembelajaran online. Namun mahasiswa/i dan dosen masih harus datang ke kampus dan masuk ke kelas sesuai dengan jadwal masing-masing. Dengan iLearning+ mahasiswa dapat mengikuti kegiatan perkuliahan secara online tanpa harus datang ke kampus, hal ini menjadikan metode pembelajaran ini menarik.


Gambar 1.1 Alur Penyebaran Informasi iLearning+

Sistem pembelajaran online iLearning+, terdapat juga sebuah media informasi berupa official site resmi dari Perguruan Tinggi Raharja untuk penyebaran informasi seputar iLearning+. Selain official site resmi yang digunakan sebagai wadah informasi, alur penyebaran informasi sebelumnya dosen dan mahasiswa mengisi lembar argreement yang telah disiapkan sesuai dengan fungsinya masing-masing, rekam jejak dari postingan dan komentar yang ada belum bisa ditampilkan baik itu dalam bentuk tabel ataupun viewboard interaktif yang bisa dijadikan suatu informasi tingkat keaktifan mahasiswa sehingga mendorong pengunjung pada official site iLearning+ untuk dapat bergabung menjadi pribadi raharja. Tidak berhenti sampai disitu, minimnya informasi seputar promosi pada offisial site iLearning+ sendiri menghambat laju perkembangan iLearning+ untuk dapat dikenal luas mengikuti era digitalisasi. Maka diperlukannya pemasaran secara digital, dengan tampilan yang lebih menarik pada official site iLearning+ melalui metode digital marketing strategy. Hal ini bertujuan sebagai langkah untuk memperluas jangkauan promosi karena perkembangan dunia digital memiliki konsekuensi bagi dunia pemasaran.

Menurut Tuhu Nugraha (2014:20)[4] Pemasaran Digital benar-benar membuka saluran baru untuk berkomunikasi, yang memberikan kesempatan kesempatan untuk bersentuhan langsung dengan konsumennya, serta mengenalnya secara langsung. Dalam penelitian ini penulis ingin mengkaji sejauh mana official site iLearning+ sebagai media untuk mendapatkan informasi bagi mahasiswa/i iLearning+ dan juga dosen. Karena jika dilihat melalaui konteks lain, ini bisa dijadikan sebagai sumber informasi untuk promosi yang kemudian dibagikan melalui jejaring sosial, pemanfaatan Search Engine Optimization (SEO), video dan artikel sehingga iLearning+ dapat dikenal lebih luas dengan metode strategi pemasaran digital atau digital marketing strategy sehingga dapat memperluas jangkauan promosi.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah selalu diperlukan setiap kali mengadakan sebuah penelitian, yang dilanjutkan dengan pemecahan masalah. Sejalan dengan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, penelitian ini sangat jelas berhubungan dengan penerapan digital marketing untuk memperluas penyebaran informasi yang bersumberkan dari official site iLearning+, maka dengan penelitian tersebut penulis mengambil 3(tiga) pokok permasalahan diantaranya :

  1. Bagaimana menyusun Strategi Digital Marketing untuk meningkatkan promosi iLearning+?
  2. Apakah Strategi Digital Marketing yang bersumberkan informasi pada official site iLearning+ dapat memperluas jangkauan informasi?
  3. Bagaimana tingkat keaktifan mahasiswa pada official site iLearning+ untuk menarik perhatian pengunjung official site iLearning+?

Dan berdasarkan permasalahan-permasalahan telah dibahas melalui latar belakang serta perumusan masalah, maka penulis mengambil judul penelitian skripsi PENGEMBANGAN OFFICIAL SITE ILEARNING+ MENGGUNAKAN STRATEGI DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PROMOSI PADA PERGURUAN TINGGI

Ruang Lingkup Penelitian

Dengan adanya permasalahan yang begitu luas, maka untuk mempermudah penulisan laporan skripsi serta menjadikannya lebih terarah serta berjalan dengan baik, maka perlu adanya suatu batasan masalah. Terdapat 6(enam) batasan masalah dalam laporan ini meliputi :

  1. Penelitian ini berfokus pada metode pembelajaran iLearning+.
  2. Penelitian ini berfokus pada proses penyebaran informasi yang bersumberkan pada official site iLearning+.
  3. Mengetahui jangkauan informasi melalui Google Analytics yang terdapat pada Official site iLearning+.
  4. Dibatasi pada 3(tiga) aktor yaitu: Admin iLearning+, Mahasiswa iLearning+ dan calon mahasiswa iLearning+.
  5. Dibatasi hanya pada 15 tahapan elisitasi final dalam penyempurnaan iLearning+. Diantaranya, 10 functional dan 5 non functional.
  6. Viewboard iLearning+ yang dibuat dengan tampilan yang menarik.
  7. Penelitian ini dibatasi pada

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Adanya tujuan penelitian yaitu untuk menentukan arah dari suatu penelitian. Tujuan dapat diketahui setelah rumusan masalah telah terperinci, sehingga dengan terperincinya rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian di atas dapat tercapai. Berikut 3 (tiga) tujuan penelitian yang telah dirincikan dari sebuah perumusan masalah, yaitu diantaranya :

  1. Tujuannya untuk mengetahui strategi digital marketing sebagai langkah meningkatkan promosi iLearning+
  2. Tujuannya untuk memperluas jangkauan informasi yang bersumberkan dari official site iLearning+ sebagai strategi digital marketing.
  3. Tujuannya untuk mengetahui response masyarakat terhadap metode pembelajaran online iLearnng+ yang ada di Perguruan Tinggi Raharja.

Manfaat Penelitian

Untuk menerapkan tercapainya sebuah tujuan Manfaat penelitian adalah terapan dari tercapainya sebuah tujuan dan terjawabnya rumusan masalah secara tepat dan akurat. Dalam penelitian ini terdapat 3 (tiga) manfaat yang penulis jabarkan, yaitu :

  1. Memberikan strategi pemasaran digital yang tepat dalam peningkatan promosi iLearning+
  2. Memanfaatkan peran official site iLearning+ sebagai sumber informasi yang disebarluaskan melalui jejaring sosial sehingga banyak visitor didalamnya.
  3. Menjangkau masyarakat luas untuk dapat mengetahui informasi tentang iLearning+.

Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan kumpulan peraturan, prosedur dan kegiatan yang digunakan agar dapat disiplin. Penelitian merupakan suatu penyelidikan untuk mendapatkan sebuah pengetahuan, juga suatu penyelidikan agar mendapatkan sebuah masalah yang terdapat jawabannya. Dalam pembuatan laporan skripsi, penulis menggunakan metode sebagai berikut :

  1. Metode Pengamatan(Observasi)
    Metode pengamatan atau metode observasi merupakan suatu metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung pada objek-objek yang diteliti untuk meminta data yang diperlukan sebagai bahan dasar menulis laporan penelitian. Observasi ini dilakukan di Raharja Enrichment Center (REC) dan beberapakali bekerjasama dengan tim marketing Perguruan Tinggi Raharja dengan cara mengumpulkan data, informasi, dan mempelajari catatan serta dokumen yang ada. Adapun hasil yang didapat dari observasi selama 4 (empat) minggu adalah mengetahui sistem kerja yang berjalan, sehingga peneliti dapat melaporkan kegiatan langsung pada apa yang pernah dilihat dan dipelajari sehingga dapat dituangkan dalam penulisan laporan ini.
  2. Metode Wawancara (Interview Research)
    Metode ini dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab dengan pihak terkait pada Perguruan Tinggi Raharja secara langsung. Dan metode wawancara ini dilakukan bersama Ibu Hani Dewi Ariesani, S.kom. selaku Koordinator iLearning+ pada Perguruan Tinggi Raharja yang sebagai Stakeholder penulis didalam penelitian ini.
  3. Studi Pustaka
    Merupakan suatu metode untuk mendapatkan informasi dengan mempelajari buku-buku dan literature yang ada serta melakukan searching pada internet sebagai bahan referensi guna menunjang kelengkapan data dalam penyusunan laporan Skripsi ini.

Metode Analisis Sistem

Tahap analisa merupakan tahap dalam mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai sistem yang diteliti dengan melakukan metode-metode pengumpulan data sehingga ditemukan kelebihan dan kekurangan sistem serta user requirement. Selain itu, tahap ini juga dilakukan untuk mencari pemecahan masalah dan menganalisa bagaimana sistem akan dibangun untuk memecahkan masalah pada sistem sebelumnya (Murad, 2013:51)[5] dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis sistem elisitasi yang terdiri dari elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan final draft elisitasi dengan pencapaian strategi pada penelitian ini. Strategi yang dihasilkan pada penelitian ini juga telah memiliki data yang kuantitatif.

Metode Pengembangan Sistem

Pada metode pengembangan sistem merupakan suatu tahap yang harus dievaluasi,seperti halnya pada suatu proyek yang harus melalui tahap evaluasi terlebih dahulu. Dalam metode pengembangan sistem ini peneliti mencoba mengevaluasi sistem yang berkaitan dengan temuan-temuan dalam penelitian sesuai dengan sistem yang akan dikembangkan. peneliti membuat usulan sistem yang dikembangkan dalam bentuk draft elisitasi. Sesuai dengan metode penelitian yang telah dijabarkan sebelumnya, peneliti menggunakan 3 (tiga) metode tersebut untuk melakukan analisa terhadap sistem yang berjalan. Dengan menggunakan metode observasi peneliti dapat secara langsung menemui objek yang akan diteliti sehingga dapat diketahui kendala-kendala yang terjadi saat sistem berjalan. Dengan metode wawancara atau tanya jawab, peneliti dapat menerima penilaian baik berupa kritik maupun saran terhadap sistem batal tambah yang berjalan, sehingga dapat langsung dilakukan perbaikan terhadap sistem tersebut kemudian dengan menggunakan metode studi pustaka diharapkan peneliti mendapat teori-teori dan literature dari penelitian sebelumnya yang dibutuhkan dalam perbaikan atau pengembangan sistem, sehingga tidak adanya pembuatan ulang atau duplikat.

Sistematika Penulisan

Penulisan terbagi menjadi 5 (lima) Bab dan setiap bab terbagi dalam sub bab-sub bab dengan urutan pembahasan sebagai berikut :
BAB 1 PENDAHULUAN

Dalam hal ini menguraikan latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat, metodelogi penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Dalam Bab ini menjelaskan tentang teori-teori dasar atau umum dan teori-teori khusus yang berkaitan dengan analisa serta permasalahan yang dibahas pada bagian sistem yang sedang berjalan, dan literature review.
BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN
Dalam bab ini akan menjelaskan tentang gambaran umum Perguruan Tinggi Raharja yang terdiri dari sejarah singkat, struktur organisasi, dan tugas serta tanggung jawab. Permasalahan yang dihadapi, alternatif pemecahan masalah. Adapun metode analisa yang digunakan adalah Analisis SWOT dan user requirement yang terdiri 4 (empat) tahap elisitasi, yaitu elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III dan elisitasi tahap final.
BAB IV HASIL PENELITIAN
Dalam bab ini penulis menguraikan sistem yang akan diusulkan seperti mind mapping. Menjelaskan perancangan sistem yang digunakan adalah UML (Unified Modelling Language) yang terdiri dari Use case, Sequence diagram dan activity diagram serta proses perancangan program menggunakan metode HIPO (Hierarchy Input Process Output. Penjelasan strategi dari pengembangan official site iLearning+, Flowchart yang diusulkan, konfigurasi sistem, testing, evaluasi, schedulle implementasi, dan estimasi biaya.
BAB V PENUTUP
Bab ini merupakan penutup yang berisi kesimpulan dari hasil analisa dan rancangan sistem yang dilakukan serta saran-saran terhadap sistem yang diusulkan.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Landasan teori merupakan teori yang seharusnya saling berkesinambungan dengan penelitian sebagai landasan dalam penelitian. Sehingga teori-teori ini mampu menjelaskan maksud dari penelitian yang tengah dijalankan. Di samping itu untuk membuat karya ilmiah menjadi relevan dengan apa yang tengah dibahas.

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Sistem Informasi (information system) adalah serangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan di distribusikan ke pengguna (Mahatmyo, 2014:6) [6]. Menurut Hutahaean (2014:13)[7] Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan. Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan di distribusikan kepada pemakai (Hall, 2001 dalam Kadir, 2014:26) Menurut Kadir (2014:25)[8] Sistem Informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja) ada sesuatu yang di proses (data menjadi informasi) dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.
Berdasarkan empat sumber yang relevan diatas maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang dapat memproses data secara terstruktur sehingga dapat menghasilkan informasi dan dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan yang spesifik. Dalam konteks ini, teori mengenai sistem informasi memiliki keterkaitan erat dengan judul yang dibahas. Berdasarkan judul penelitian yang telah dijelaskan pada BAB sebelumnya, sehingga menjadikan sistem informasi sebagai teori dasar.

Komponen Sistem Informasi

Menurut Hutahaean (2014:13-14) Sistem informasi terdiri dari 6 (enam) yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block) yaitu :

  1. Blok masukkan (input block)
    mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.
  2. Blok model (model block)
    Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan metode matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang sudah diinginkan.
  3. Blok keluaran (output block)
    Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
  4. Blok teknologi (technologi block)
    Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian diri secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 (tiga) unsur utama : a. Teknisi (human ware atau brain ware) b. Perangkat lunak (software) c. Perangkat keras (hardware)
  5. Blok basis data (database block)
    Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
  6. Blok kendali (control block)
    Banyak faktor yang dapat merusak sistem informasi, misalnya bencana alam, api, temperatur tinggi, air, debu, kecurangan-kecurangan, kejanggalan sistem itu sendiri, kesalahan-kesalahan ketidakefisienan, sabotase dan sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.

Klasifikasi Sistem Informasi

Sistem informasi dapat dibentuk sesuai kebutuhan organisasi masing-masing. Oleh karena itu, untuk dapat menerapkan sistem yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan, pelaksanaan, pengaturan, dan evaluasi sesuai keinginan masing-masing organisasi. 6 (enam) klasifikasi sistem informasi tersebut sebagai berikut :

  1. Sistem informasi berdasarkan level organisasi.
  2. Dikelompokkan menjadi level operasional, level fungsional dan level manajerial.
  3. Sistem informasi berdasarkan aktivitas manajemen.
  4. Dikelompokkan menjadi sistem informasi perbankan, sistem informasi akademik, sistem informasi kesehatan, sistem informasi asuransi dan sistem informasi perhotelan.
  5. Sistem informasi berdasarkan fungsionalitas bisnis.
  6. Dikelompokkan menjadi sistem informasi akuntansi, sistem informasi keuangan, sistem informasi manufaktur, sistem informasi pemasaran dan sistem informasi sumber daya manusia.

Konsep Dasar Business Intelligence

Definisi Business Intelligence

Business Intelligence merupakan salah satu bentuk implementasi teknologi informasi yang digunakan untuk membantu kegiatan seperti mengumpulkan data, menyediakan akses, serta menganalisa data dan informasi mengenai kinerja perusahaan (Arifin, 2014:280)[9].

Menurut Vincent (2008) dalam jurnal Yesmaya (2013:191) [10] Business Intelligence (BI) merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menyediakan akses data. BI pada umumnya memiliki kemampuan untuk menyediakan catatan dimasa lalu, saat ini dan prediksi dari operasi bisnis yang ada. Fungsi dari teknologi BI adalah pelaporan, Online Analytical Processing, data mining, kinerja manajemen bisnis, dan analisis prediksi. Pernyataan yang dikemukakan oleh Indrajani (2009) dalam jurnal Udayanti dan Affandi (2012)[11] mendefinisikan business intelligence sebagai suatu knowledge yang diperoleh dari analisis data dari aktivitas organisasi atau perusahaan yang diasosiasikan dengan peningkatan performa perusahaan.

Sejalan dengan pendapat Arifin dan Sugiharto (2013:31)[12] dalam jurnalnya yang menjelaskan bahwa Business Intelligence merupakan kumpulan dan serangkaian kegiatan atau tahapan untuk mengumpulkan data dan menganalisis data sehingga dapat digunakan untuk proses pengambilan keputusan yang lebih baik sehingga dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan vital dalam bisnis perusahaan atau keputusan untuk memperoleh tujuan dari bisnis perusahaan.

Sementara itu, hubungan antara business intelligence dengan strategi pemasaran yang berkaitan dengan penelitian ini semakin diperkuat dengan adanya pendapat dari Aaker (2007) dalam jurnal Amborowati dan Suryanto (2013:31)[13] yaitu Business intelligence dalam strategi pemasaran digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan top manajemen dan menyediakan fakta-fakta yang ada di lingkungan organisasi baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Business intelligence merupakan penghubung antara sistem informasi dan top manajemen. Beberapa komponen pendukung business intelligence antara lain financial intelligence, management intelligence, marketing intelligence, accounting intelligence, dan lain sebagainya. Berdasarkan lima sumber yang relevan diatas, dapat disimpulkan bahwa Business Intelligence adalah teknologi informasi yang menghasilkan suatu pengetahuan baru berdasarkan hasil analisa data yang ada sehingga menghasilkan informasi yang dapat berguna bagi top manajemen untuk mengambil keputusan.
Dalam konteks ini, teori mengenai bisuness intelligence memiliki keterkaitan erat dengan judul yang dibahas dimana salah satu variabel yang ada yaitu digital marketing. Selengkapnya di bahas lebih lanjut pada teori khusus.

Arsitektur Business Intelligence

Dikutip dari paper Marciano Simanjuntak (2013)[14] BI memiliki empat (4) komponen utama, komponen tersebut adalah :

  1. Data warehouse
    Merupakan sumber data yang tersimpan, data warehouse hanya terdiri dari historical data yang telah diorganisasikan dan dilakukan peringkasan sehingga end user dapat dengan mudah melakukan view atau memanipulasi data tersebut. Pada masa sekarang ini, beberapa produk data warehouse sudah menyediakan akses kepada real timedata sehingga tersedia pula real time decision support.
  2. Business Analytics
    Sekumpulan alat yang berguna untuk memanipulasi, mining dan menganalisa data padadata warehouse, merupakan alat yang membantu user dalam mentransformasi data menjadiinformasi yang berharga.
  3. Business Performance Management (BPM)
    Digunakan untuk memantau dan menganalisis kinerja, dikenal juga dengan nama Corporate Performance Management (CPM), merupakan sebuah portfolio yang muncul pada framework BI yang menyediakan peralatan berskala enterprise yang dibutuhkan untuk mengelola operasi perusahaan dengan lebih baik.
  4. User Interface
    Contohnya adalah dashboard yang Menyediakan tampilan grafis atau gambar dari pengukuran performa perusahaan. Berikut ini adalah gambaran arsitektur pada business intelligence :
    Gambar 2.1 Arsitektur Business Intelligence

Relevansi arsitektur Business Intelligence dengan penelitian ini adalah dapat terealisaisnya dashboard/viewboard pada Offiial Site iLearning+ yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi dimana data mahasiswa teraktif berdasarkan komentar dan postingan yang ada, selengkapnya dijelaskan lebih lanjut pada teori khusus.

Tujuan Business Intelligence

Dalam menjalankan fungsinya business intelligence memiliki beberapa tujuan, menurut Liya, Gliad dan Claudio (2007) yang dikutip dari jurnal Prajenna, Yesmaya, Darmawan dan Sudarma (2014:159)[15] Tujuan utama dari Business Intelligence adalah sebagai berikut :

  1. Untuk menyediakan sebuah “versi tunggal kebenaran” di sebuah organisasi
  2. Untuk menyediakan implementasi sistem yang disederhanakan, penyebaran, dan adminisitrasi
  3. Untuk mengetahui pengetahuin strategis, taktis, operasional dan wawasan yang dapat dilaksanakan.

Teori Khusus

Definisi Teknologi Digital

Pendapat yan dikemukakan oleh Budiman (2016:108) [16] Digitalisasi adalah proses perubahan segala bentuk informasi (angka, kata, gambar, suara, data, dan gerak) dikodekan ke dalam bentuk bit (binary digit) sehingga dimungkinkan adanya manipulasi dan transformasi data (bitstreaming), termasuk penggandaan, pengurangan, maupun penambahan. Semua jenis informasi diperlakukan bukan dalam bentuk asli, tetapi bentuk digital yang sama (byte/bit).

Menurut Feldman (1997) yang dikutip dari jurnal Murad(2015) teknologi digital adalah teknologi yang dapat dimanfaatkan, bisa dimanipulasi, dan terhubung dengan jaringan, padat dan imparsial. Teknologi digital atau media digital adalah semua bentuk media komunikasi yang menggabungkan text, gambar, suara dan video dengan menggunakan teknologi komputer (Mailoa, 2013)[17]. Relevansi teori teknologi digital sejalan dengan penelitian ini, sesuai dengan judul yang telah dibahas pada BAB I dimana teknologi digital menjadi dasar sehingga teori teknologi digital masuk kedalam pembahasan teori khusus.

Definisi Fleksibilitas Belajar

Fleksibilitas (Flexibility) adalah kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja dengan efektif dalam situasi yang berbeda, dan dengan berbagai individu atau kelompok. Fleksibilitas membutuhkan kemampuan memahami dan menghargai pandangan yang berbeda dan bertentangan mengenai suatu isu, menyesuaikan pendekatannya karena suatu perubahan situasi, dan dapat menerima dengan mudah perubahan dalam organisasi. Dijelaskan dalam jurnal Setiawardhani (2013:86)[18] Arti dari fleksibilitas belajar yang tinggi adalah siswa dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Siswa juga dapat berkomunikasi dengan guru setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, siswa dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.

Gambar 2.2 Fleksibilitas belajar iLearning+

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa fleksibilitas belajar adalah suatu cara baru dalam belajar yang memudahkan proses belajar mahasiswa dengan tidak terikat ruang dan waktu. Relevansi antara fleksibilitas belajar dalam penelitian karena metode pembelajaran iLearning+ dimana mahasiswa diberi kemudahan untuk dapat belajar mengerjakan tugas kuliah dimanapun dan kapanpun.

Definisi Media

Media merupakan sarana penyalur pesan atau informasi belajar yang hendak disampaikan oleh sumber pesan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut. Media yang dapat membawa pesan-pesan atau informasi dan yang mengandung unsur-unsur pengajaran disebut media pembelajaran. Media adalah bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan ide, gagasan, atau pendapat, sehingga ide dan gagasan tersebut dapat sampai kepada penerima yang dituju. (Azhari, 2015:44)[19]


Selain pengertian media diatas, terdapat pengertian media yang lebih luas yang ada dalam jurnal Mahnun (2012:28)[20] Sebagaimana dikemukakan oleh Gerlach dan Ely media adalah “A medium, conceived is any person, material or event that establishs condition which enable the lerner to acquire knowledge, skill, and attitude.” Menurut Gerlach secara umum media itu meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Jadi dalam pengertian ini media bukan hanya perantara seperti TV, radio, slide, bahan cetakan, tetapi meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau kegiatan semacam diskusi, seminar, karyawisata, simulasi, dan lain sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap siswa, atau untuk menambah keterampilan. Berdasarkan dua sumber yang relevan diatas maka dapat disimpulkan bahwa media adalah suatu perantara dalam bentuk orang, gambar, pesan, visual yang dapat digunakan untuk menyampaikan suatu informasi. Dalam konteks ini, teori mengenai media memiliki keterkaitan official site iLearning+ sebagai media informasi, dimana setiap informasi yang ada dapat disalurkan baik itu kepada mahasiswa, dosen hingga pemanfaatan sebagai media promosi.


Konsep Dasar Internet

Definisi Internet

Internet adalah jaringan komputer yang saling terhubung secara global yang memungkinkan pengguna internet saling bertukar informasi/data melalui jaringan tersebut. Internet adalah sistem komunikasi data berskala global, suatu infrastruktur yang terdiri dari hardware dan software yang menghubungkan komputer yang berada di jaringannya. Dengan demikian internet berbicara mengenai jaringan komputer yang terhubung dan saling berinteraksi satu sama lain dalam skala global. Menurut Sidharta dalam Sunardi (2011)[21], walaupun secara fisik Internet merupakan interkoneksi antar jaringan komputer, secara umum Internet harus dipandang sebagai sumber daya informasi. Internet berisi informasi, yang dapat dibayangkan sebagai suatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap. Bahkan Internet dipandang sebagai dunia dalam bentu klain (maya) karena hampir seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di Internet, seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik, pendidikan, dan lain sebagainya. Internet merupakan sarana yang sangat efisien dan efektif untuk melakukan pertukaran informasi baik jarak jauh maupun di dalam lingkungan tertentu.


Pendapat yang dikemukakan oleh Irwansyah (2014:12-13) [22], Internet adalah sebuah sistem global jaringan komputer yang saling menghubungkan antara satu dengan yang lain di seluruh penjuru dunia. Adapaun standar yang digunakan disebut Internet Protocol Suite (TCP/IP). Internet digunakan di seluruh dunia untuk menghubungkan jutaan bisnis, agen pemerintahan, institusi akademis dan individu. Beberapa dari kegunaan itu adalah :


  1. Sebagai sarana komunikasi
  2. Untuk penelitian sebagai alat pengakses informasi
  3. Sarana untuk belanja (online shopping)
  4. Bank dan investasi
  5. Hiburan
  6. Berbagi info musik, foto, video
  7. Mengakses aplikasi di internet
  8. Alat pengajaran online


Dari kedua definisi yang terdapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa internet adalah sistem global suatu jaringan komputer yang saling terhubung sehingga memudahkan terjadinya pertukaran informasi. Dalam konteks ini, penelitian merupakan sistem yang berbasis online dimana membutuhkan sebuah koneksi untuk mengaksesnya, maka itu internet dapat dikaitkan ke dalam teori penelitian


URL (Uniform Resource Locators)

URL (Uniform Resource Locators) adalah rangkaian karakter dari sebuah standart format tertentu, yang digunakan untuk menunjukkan alamat dari suatu sumber dokumen atau gambar tertentu (Candra dan Dadang 2013:87) [23] Dalam konteks ini, URL dibutuhkan bertujuan untuk mengakses sistem yang telah di online-kan. Dengan adanya URL maka user tahu alamat yang akan dituju ke dalam sistem tersebut. Berdasarkan judul yang telah disebutkan pada BAB sebelumnya serta pembahasan yang ada di atas, maka URL ini masuk ke dalam teori penelitian.


Definisi Website

Menurut Murad (2013: 49)[5] “Web adalah sistem dengan informasi yang disajikan dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lainnya yang tersimpan dalam sebuah server web internet yang disajikan dalam bentuk hypertext”. Sejalan dengan pendapat Arief(2011:7)[24] Web adalah salah satu aplikasi yang berisikan dokumen-dokumen multimedia (teks, gambar, suara, animasi, video) di dalamnya yang menggunakan protokol HTTP (hypertext transfer protocol) dan untuk mengakses nya menggunakan perangkat lunak yang disebut browser”. Berdasarkan dua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa website adalah sebuah sistem yang terhubung dengan internet dimana di dalamnya berisikan berbagai informasi berupa gambar, video, teks dan lain sebagainya.


Definisi Pembelajaran Online

Dalam jurnal Seprida Hanum (2015:87)[25] menerangkan tentang pembelajaran online yang dikutip dari buku Clark Adrich (2003) yang berjudul “Simulation and the Future of Learning" mengatakan bahwa e-learning merupakan kombinasi antara proses, materi dan infrastruktur dalam penggunaan komputer dan jaringannya dalam rangka meningkatkan kualitas pada satu atau lebih bagian signifikan dari aspek-aspek rangkaian kegiatan pembelajaran, termasuk diantaranya adalah aspek manajemen dan aspek pendistribusian materi pembelajaran. Pendapat yang dikemukakan oleh Hardianto (2012)[26] dalam jurnalnya, Pembelajaran online bertujuan untuk memudahkan proses belajar, dengan memanfaatkan perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), belajar dapat dilangsungkan dimana dan kapan saja. Pembelajaran online meretas perbedaan waktu, jarak, biaya bahkan usia. Berdasakan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran online adalah proses belajar yang mengkombinasikan kemajuan TIK dengan terhubung ke jaringan internet untuk memudahkan proses belajar dan mencapai kualitas pembelajaran yang lebih baik. Dalam konteks ini pembelajaran adalah latar belakang dari iLearning+ dimana perkuliahan dapat berlangsung tanpa harus datang ke kampus melainkan bisa dimanapun dan kapanpun. Oleh karena itu, pembelajaran online dijadikan sebagai salah satu teori dasar dalam penelitian ini.


Definisi iLearning

Dikutip dari Widuri[27], iLearning (Integrated Learning) berasal dari pemikiran perkembangan Teknologi iPad di Perguruan Tinggi Raharja. Istilah iLearning muncul dari pemikiran Ir. Untung Rahardja, M.T.I pada tahun 2009. iLearning adalah sebuah metode perkuliahan baru dengan berdasakan 4B yaitu belajar, bekerja, berdoa dan bermain dengan media iPad, sehingga mahasiswa/i dapat lebih attractive dan bersemangat dalam belajar karena mendapat dukungan teknologi yang mempermudah mahasiswa untuk saling berinteraksi. Dengan demikian, pengertian terhadap keempat unsur-unsur pokok ini akan sangat membantu dalam memahami iLearning.


Gambar 2.3 Logo iLearning


Istilah iLearning mengandung pengertian bahwa :


  1. iLearning (integrated Learning) dapat diartikan sebagai metode pembelajaran yang memberikan keseimbangan antara otak, gerakan, dan kecerdasan.
  2. Merupakan suatu metode sistem pembelajaran yang sedang disiapkan oleh Perguruan Tinggi Raharja dengan upaya memberikan pelayanan prima kepada seluruh mahasiswa/i dalam bentuk service excellence sebagai kampus unggulan.
  3. Dalam mengembangkan konsep proses pembelajaran, Perguruan Tinggi Raharja berbasis multimedia online yang dikemas secara entertainment, sehingga menghadirkan konsep Interactive Education Learning yang menyentuh dalam proses belajar mengajar kepada seluruh civitas akademik dan secara terus menerus melakukan perbaikan (continues improvement) menuju kesempurnaan dalam materi bahan ajar yang selalu berkembang seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi.


Dalam konteks ini, iLearning merupakan teori khusus, dimana metode pembelajaran iLearning dengan mengusung 4B (belajar, bekerja, bermain, dan berdoa) adalah cikal-bakal lahirnya iLearning+ sebagai hasil inovasi dari metode pembelajaran iLearning. Untuk itu, teori mengenai iLearning memiliki keterkaitan erat dengan judul yang dibahas.

Konsep Dasar Wordpress

Definisi WordPress

Dikutip dari Wikipedia[28], WordPress adalah sebuah aplikasi sumber terbuka (open source) yang sangat populer digunakan sebagai mesin blog (blog engine). WordPress dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data (database) MySQL. PHP dan MySQL, keduanya merupakan perangkat lunak sumber terbuka (open source software). Selain sebagai blog, WordPress juga mulai digunakan sebagai sebuah CMS (Content Management System) karena kemampuannya untuk di modifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.


Gambar 2.4 Logo Wordpress


WordPress adalah penerus resmi dari b2/cafelog yang dikembangkan oleh Michel Valdrighi. Nama WordPress diusulkan oleh Christine Selleck, teman ketua pengembang (developer), Matt Mullenweg. Dalam konteks ini, wordpress menjadi salah satu platform yang menyokong berlangsungnya penelitian ini. Dengan keterkaitan yang saling berkesinambungan, maka teori mengenai wordpress ini sangat dibutuhkan.

Wordpress Plugin

Pernyataan yang dikemukakan oleh Wordpress.org, WordPress Plugin adalah sebuah atau seperangkat program aplikasi tambahan yang berisi fungsi script dalam bahasa PHP yang memberikan fitur-fitur atau layanan yang spesifik untuk meningkatkan fungsi dalam penggunaan blog wordpress, yang dapat digabungkan dengan blog menggunakan akses poin dan metode yang disediakan oleh wordpress.


Gambar 2.5 Wordpress Plugin


Dalam konteks ini, selain adanya wordpress yang menyokong penelitian, plugin pun dibutuhkan sebagai pelengkap dari platform yang telah berjalan. Dengan kata lain, teori mengenai plugin ini memiliki kesinambungan dengan judul yang telah di bahas pada BAB I.

Definisi iMe

Gambar 2.6 Logo iMe


iMe singkatan dari iLearning Media adalah official portal blogging untuk Pribadi Raharja yang dipersembahkan oleh Perguruan Tinggi Raharja dan masing-masing Pribadi Raharja akan mendapatkan sub domain sebagai media dokumentasi dari segala aktifitas untuk menunjang kegiatan di Perguruan Tinggi Raharja.

Sejarah iMe

Gambar 2.7 Aktifitas iLearning yang mengusung 4B

iLearning Media merupakan singkatan dari iMe yang dipersembahkan untuk dan oleh Perguruan Tinggi Raharja guna menunjang sistem pembelajaran di Perguruan Tinggi Raharja, yakni untuk sharing ilmu, tugas kuliah bahkan mencurahkan keseharian, dan hobby sekalipun. Istilah iLearning dicetuskan oleh Ir. Untung Rahardja, M.T.I pada tahun 2009 guna menunjang metode perkuliahan berdasarkan 4B, yaiu Belajar, Bekerja, Berdoa, dan Bermain dengan menggunakan iPad. iLearning Media merupakan media komunikasi dan informasi yang diauguhkan untuk Pribadi Raharja agar dapat menjadi lebih aktif.

Konsep Dasar iLearning Plus (iLearning+)

Definisi iLearning Plus (iLearning+)

Nama iLearing Plus (iLearning+) diambil dari sebuah inovasi perkembangan dari metode pembelajaran iLearning sebelumnya yang sudah diterapkan di Perguruan Tinggi Raharja. Lalu Istilah iLearning berawal dari pemikiran perkembangan metode pembelajaran dengan menggunakan teknologi iPad di Perguruan Tinggi Raharja, yang dicetuskan pertama kali oleh Ir. Untung Rahardja, M.T.I, yang berisi 4B (Belajar, Bermain, Berdoa dan Bekerja). Arti dari When study is not all about classroom merupakan pembelajaran yang menyediakan kemudahan dan fleksibilitas, mahasiswa dapat mengontrol waktu belajar kapan pun mereka inginkan dan tidak mengharuskan diri untuk tatap muka atau standby di kampus.

Logo iLearning Plus (iLearning+)

Pengertian logo dikutip dari Wikipedia, Logo merupakan suatu gambar atau sekadar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, organisasi, produk, negara, lembaga, dan hal lainnya membutuhkan sesuatu yang singkat dan mudah diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya. Pendapat yang dikemukakan oleh Nugraha (Logo biasa dijadikan identitas atau tanda pengenal yang digunakan oleh perusahaan, organisasi, atau produk, untuk memberikan ciri khas yang membedakan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya Berdasarkan dua definisi mengenai logo diatas, berikut ini adalah logo iLearning+ dengan arti dari logo yaitu :


Gambar 2.8 Logo iLearning+


Berdasarkan gambar 2.7. Diatas, Huruf L yang diartikan dalam penulisan iLearning adalah melambangkan perubahan 90% yang artinya adalah iLearning+ ini berubah 90% dari iLearning sebelumnya, pembelajaran yang tadinya harus selalu ada di dalam kelas tetapi dengan iLearning Plus ini pembelajaran tidak harus selalu ada di kampus atau di dalam kelas.Kata dari tulisan Plus mengartikan kelebihan dari iLearning sebelumnya, jadi iLearning Plus ini pembelajaran yang sangat fleksibel dan mahasiswa tidak harus standby di kelas melainkan bisa melakuka akses dimanapun.


Filosofi Warna iLearning+

Dalam logo iLearning+ terdapat dua warna yang dominan yaitu hijau dan orange, yang memiliki arti :

  1. Warna Hijau mencerminkan kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian/persaudaraan, warna hijau ini juga melambangkan kampus kita, yang dikenal dengan sebutan green campus.
  2. Warna Oranye adalah kombinasi energi dari warna merah dan dari warna kuning. Warna ini sering dihubungkan dengan kegembiraan, warna oranye ini mencerminkan kesuksesan yang artinya adalah dengan adanya iLearning Plus ini kita dapat belajar dan dapat meraih kesuksesan.

Official site iLearning Plus (iLearning+)

Menurut Dedi Kurnia (2015:17)[29] (Oficial Website merupakan salah satu media komunikasi yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk mengkomunikasikan CSR (Corporate Social Responsibility). Dalam konteks ini iLearning+ membutuhkan sebuah website resmi (official site). Official site iLearning+ adalah website resmi iLearning+ Perguruan Tinggi Raharja yang dibangun melalui portal blogging ilearning media (iMe) untuk menunjang promosi dengan memperkaya informasi didalamnya, yang dapat diakses melalui url http://ilp.raharja.ac.id untuk mendapatkan informasi seputar iLearning+ dengan lebih mudah dimanapun dan kapanpun.

Definisi Dashboard

Menurut Henderi dalam jurnal CCIT (2011)[30], dashboard information system (DIS) dapat menghasilkan dan menampilkan informasi dalam bentuk dashboarding, visual, real time, dan on line sehingga mampu menerapkan prinsip early warning, self monitoring, dan constant reminding. Jenis dan tipe informasi yang dihasilkan oleh DIS merupakan bentuk ringkasan dan bersifat critical, strategis, sehingga mampu membantu para pemimpin institusi sektor pendidikan dalam memimpin organisasinya dan menerapkan prinsip dan cara kerja e-leadership dalam mencapai sasaran, tujuan, visi dan misi yang telah ditetapkan.

Menurut Danang Yuli Setiawan (2013)[31]. dalam Jurnal Teknik POMITS, dashboard merupakan alat yang digunakan untuk menyajikan informasi dari proses BI dengan memberikan tampilan antarmuka dengan berbagai bentuk seperti diagram, laporan, indikator visual, serta mekanisme peringatan sehingga pengguna dapat mengukur, mengawasi, dan mengelola kinerja bisnis yang lebih efektif.

Definisi Viewboard

Dashboard lebih dikenal dengan nama viewboard di Perguruan Tinggi Raharja yang mana menurut Teknologi Partners, viewboard is a custom application created by Technology Partners, with it you can have the most important information you need to make mission critical business decisions on a daily basis in one easy to read dashboard. From metrics and socials to department level critical information, you decide what you want to have in your custom dashboard. The dashboard interface is fully dynamic, you are able to connect it to a CMS system or have it directly access your database to manage the information feeds.

Konsep Dasar Pemasaran

Definisi Pemasaran

Pemasaran adalah sekumpulan kegiatan perusahaan dan organisasi lainnya mentransfer nilai-nilai pertukaran antara mereka dengan pelanggannya. Jika digabung, komunikasi pemasaran mempresentasikan gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran merek, yang menfasilitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya (Utami, 2016:311)[32]
Dalam jurnal Prianggani (2013:1) [33] mengutip pengertian pemasaran yang dikemukakan oleh Philip Kotler menjelaskan bahwa (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Sedangkan menurut Philip Kotler dan Amstrong Marketing ia a social and managerial process by which indoviduals and groups obtain what they need and want through creating and exchanging product value with others yang berarti pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
Selanjutnya diterangkan lebih jauh tentang pemasaran menurut W Stanton dalam jurnal Prianggani (2013:1) pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.
Berdasarkan beberapa sumber yang relevan diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah kegiatan mempromosikan, meperkaya informasi suatu produk untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai pertukaran timbal balik yang memuaskan pembeli. Dalam konteks ini pemasaran dibutuhkan sebagai salah satu rangkaian dasar dari digital marketing dalam penelitian ini.

Strategi Pemasaran

Menurut pandangan Umar (2008:31-32) dalam jurnal Susanto(2013)[34] mendefinisikan strategi sebagai tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan.
Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan mengenai bauran pemasaran, biaya marketing, dan alokasi pemasaran, dalam kaitannya dengan kondisi persaingan dan keadaan lingkungan yang diharapkan (Irwanto, 2012)[35] Mengutip dari jurnal Istiatin (2015:22)[36] menurut (Philips Kolter, 1992:2) Strategi Pemasaran merupakan rencana yang menyeluruh dan terpadu dibidang pemasaran sehingga kegiatan perusahaan dapat bertahan serta kontinyu. Oleh sebab itu penentuan strategi pemasaran harus didasarkan atas analisis lingkungan internal dan eksternal melalui analisis keunggulan dan kelemahan seta peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan yang disiapkan oleh sebuah organisasi untuk mencapai sasaran-sasarannya.
Menurut Istiatin (2015:22)[37] Strategi pemasaran berkaitan dengan sasaran-sasaran dan hasil yang dicapai dalam kegiatan pemasaran. Strategi Pemasaran banyak digunakan oleh orang-orang yang bergerak dibidang bisnis, yang bertujuan supaya terjadi pertukaran, sehingga produk memiliki nilai lebih tinggi. Strategi pemasaran adalah konsep pemasaran yang mengubah fokus pemasaran dari pelanggan atau produk ke pelanggan dalam konteks lingkungan eksternal yang lebih luas yang menyangkut persaingan, kebijakan dan peraturan pemerintah termasuk ekonomi makro dan mikro, sosial budaya, demografi, hukum, politik dan teknologi. (Amborowati, 2015:49)[13]
Berdasarkan lima sumber yang relevan diatas mengenai strategi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran adalah serangakaian cara atau upaya untuk mendapatkan daya tarik konsumen untuk membeli produk baik itu barang ataupun jasa. Dalam konteks ini strategi pemasaran memiliki keterkaitan erat dengan judu yang sudah di bahas di BAB I sehingga strategi pemasaran menjadi salah satu teori yang di bahas dalam penelitian ini.

Tujuan Pemasaran

Menurut Rachmawati (2011:145 [38]) tujuan pemasaran yaitu :

  1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
  2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
  3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.

Dalam konteks ini tujuan dari pemasaran iLrearning+ adalah memperluas jangkauan penyebaran informasi sehingga memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pembelajaran online iLearning+ yang ada di Perguruan Tinggi Raharja.

Konsep Dasar Digital Marketing

Definisi Digital Marketing

Dikutip dari Wikipedia Pemasaran digital (digital marketing) adalah suatu usaha untuk mempromosikan sebuah merek dengan menggunakan media digital yang dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, pribadi, dan relevan. Pengertian Digital Marketing menurut Digital Marketing Institut dalam jurnal Mailoa (2013), adalah penggunaan teknologi digital untuk menciptakan komunikasi yang terintegrasi, terarah, dan terukur untuk memperoleh dan mempertahankan konsumen dan juga membangun hubungan yang lebih baik dengan konsumen.

Menurut Hendarto (2012) [39] Digital marketing menggabungkan faktor psikologis, humanis, antropologi, dan teknologi yang menjadi media baru dengan kapasitas besar, interaktif dan multimedia. Kelebihan digital marketing adalah dalam measurement atau tolak ukur keberhasilan dari sebuah strategi. Digital marketing memiliki berbagai tools untuk mengukur seberapa besar efektifitasnya, salah satunya adalah google analytics. Menurut Jaya Malar (2016)[40], Digital marketing adalah platform pemasaran yang sangat beragam yang digunakan oleh sebagian besar bisnis untuk memasarkan semua jenis produk dan jasa. Digital marketing mengacu pada metode marketing dengan memanfaatkan peralatan elektronik seperti komputer dan juga smartphone agar bisa berinteraksi dengan para konsumen. Aplikasi dari digital marketing itu sendiri biasanya lebih banyak mengacu pada berbagai teknologi yang memanfaatkan internet seperti email, jaringan sosial dan juga website.

Berdasarkan beberapa sumber tentang digital marketing yang relevan diatas dapat disimpulkan bahwa digital marketing adalah proses penyebaran informasi yang terintegrasi melalui internet tentang suatu produk yang bertujuan untuk menarik perhatian konsumen. Dalam konteksi teori ini digital marketing menjadi teori paling khusus yang sangat berkesinambungan dalam penelitian ini, dimana nanti akan menjadi indikator perjalanan aktivitas penyebaran informasi iLearning+ dan berkaitan erat dengan varibel dalam judul yang sudah dibahas di BAB I.

Marketing Intelligence

Menurut Aaker (2007) dalam jurnal Amborowati (2015:50)[13], Marketing Intelligence merupakan proses aqcuiring dan menganalisis informasi untuk mengerti pasar (konsumen yang potensial dan yang masih eksis), sikap dan perilaku pasar, dan untuk mengakses perubahan dalam lingkungan bisnis atau dengan kata lain marketing intelligence adalah kemampuan untuk mengerti, menganalisis, dan menilai lingkungan internal dan eksternal yang berhubungan dengan konsumen, pesaing, pasar, dan industri untuk mendukung proses pengambilan keputusan.

Beberapa alasan mengapa organisasi membutuhkan sistem marketing intelligence adalah organisasi memiliki kontak yang sedikit dengan konsumen, kebutuhan organisasi untuk mengetahui perilaku konsumen, kebutuhan untuk mengetahui para pesaing tanpa memata-matainya, memberikan target penjualan ke sales, kebutuhan untuk mengidentifikasi produk baru, untuk mengetahui ketidakpastian pasar pada masa depan sehingga dapat membuat perencanaan sebelumnya. Relevansi marketeing intelligence dalam penelitian ini berdasarkan kedua sumber teori yang ada adalah memahami, mengadopsi dan mengidentifikasi proses penyebaran informasi yang dilakukan oleh instansi pendidikan lain yang juga menerapkan pembelajaran online sehingga dapat mengembangkan iLearning+ untuk lebih baik lagi.

Definisi Promosi

Menurut Tjiptono (2001:219) dalam jurnal Priyono (2016)[41] promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Promosi merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk jasa.

Pendapat yang dikemukakan oleh Halim (2010:45)[42], promosi adalah memasarkan segala sesuatu yang ingin dijual belikan kepada konsumen. Promosi juga dilakukan sebagai media untuk mengenalkan suatu produk yang telah ada sebelumnya. Sejalan dengan konsep marketing, promosi merupakan suatu upaya yang dilakukan salah satunya dengan menggunakan konsep dan prinsip marketing untuk memasarkan suatu prouk atau jasa yang dimiliki. Dalam konteks ini teori promosi relevan dengan judul yang diambil sehingga masuk dalam teori yang dan sudah dibahas pada BAB sebelumnya.

Konsep Dasar Literature Review

Definisi Literature Review

Menurut Hermawan (2009:43), Tinjauan pustaka adalah menganalisis secara kritis pustaka penelitian yang ada saat ini. Telaah pustaka tersebut perlu dilakukan secara ketat”. Menurut Semiawan (2010:104) “Literature review adalah bahan yang tertulis berupa buku, jurnal yang membahas tentang topik yang hendak diteliti.” Tinjauan pustaka membantu peniliti untuk melihat ide-ide, pendapat, dan kritik tentang topik tersebut yang sebelum dibangun dan dianalisis oleh para ilmuwan sebelumnya. Pentingnya tinjauan pustaka untuk melihat dan menganalisa nilai tambah penelitian ini dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan literature review adalah analisasistem berupa kritik (membangun maupun menjatuhkan) dari peneliti yang sedang dilakukan terhadap suatu bagian keilmuan.

Tujuan Literature Review

Menurut Hermawan (2009:45), tinjauan pustaka berisi penjelasan secara sistematik mengenai hubungan antara variabel untuk menjawab perumusan masalah penelitian. Tinjauan pustaka dalam suatu penelitian memiliki 3 (tiga) tujuan, yaitu :

  1. Untuk berbagi informasi dengan para pembaca mengenai hasil-hasil penelitian sebelumnya yang erat kaitannya dengan penelitian yang sedang kita laporkan.
  2. Untuk menghubungkan suatu penelitian ke dalam pembahasan yang lebih luas serta terus berlanjut sehingga dapat megisi kesenjangan-kesenjangan serta memperluas atau memberikan kontribusi terhadap penelitian-penelitian sebelumnya.
  3. Menyajikan suatu kerangka untuk menunjukan atau meyakinkan pentingnya penelitian yang dilakukan dan untuk membandingkan hasil atau temuan penelitian dengan temuan-temuan penelitian lain dengan topik serupa.

Menurut Yuniarti (2012:3), studi pustaka bertujuan untuk mendapatkan landasan teoritis yang berguna sebagai tolok ukur dalam membahas dan menganalisa data serta mengambil kesimpulan dan saran dalam analisis laporan keuangan perusahaan tertentu.

Literature Review

Metode studi pustaka dilakukan untuk menunjang metode wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Manfaat dari studi pustaka (Literature Review) ini antara lain :

  1. Mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps) dari penelitian ini.
  2. Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel) sehingga banyak menghemat waktu dan juga menghindari kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.
  3. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan yang relevan terhadap penelitian ini.
  4. Meneruskan apa yang penelitian sebelumnya telah dicapai sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat membangun di atas landasan (platform) dari pengetahuan atau ide yang sudah ada.

Studi pustaka (literature review) sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan, pada bagian ini akan diuraikan hasil kajian yang terdiri dari 7(tujuh) jurnal internasional dan 3(tiga) penelitian terkait berasal dari peneliti-peneliti yang dilakukan dan berhubungan dengan penelitian ini. berikut adalah penelitian yang telah dilakukan dan memiliki korelasi yang searah dengan penelitian yang akan dibahas dalam Skripsi diantaranya yaitu :

Tabel 2.1 Literature Review

No

Penulis

Judul

Hasil

Adopsi

1

Tsung-Chih Hsiao, Carol Han, Mixue Qi dan Xiaoguang Yu. (2016).[43]

Applied System Innovation (ICASI) Conference on. IEEE

 

The development and research of digital marketing in the contemporary society.

the relationship between digital marketing and the Internet industry. The pros and cons of digital marketing mode, digital marketing in the future development direction.” Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah  hubungan antara pemasaran digital dan industri internet. Pro dan kontra dari modus pemasaran digital, pemasaran digital dalam arah pembangunan masa depan.

Peneliti mengadopsi pemanfaatan internet untuk mendukung kegiatan pemasaran iLearning+

2

Jaya Mary A Jaya Malar. (2016).

Electrical, Electronics, and Optimization Techniques (ICEEOT) Conference on. IEEE

Innovative digital marketing trends 2016.

 

Digital marketing includes social marketing, word ads, banner ads, video advertisement etc. At this juncture, forecasting, analyzing and implementing the innovative digital marketing” Hasil yang diperoleh adalah dalam  penelitian ini ditemukan adanya proses pemasaran digital melalui media sosial, iklan kata, iklan banner, iklan berupa video, peramalan, menganalisis dan menerapkan tren pemasaran digital.

Peneliti mengadopsi proses penyebaran informasi melalui pemasaran digital atau digital marketing dengan memanfaatkan media sosial, adanya banner dan video yang diterapkan pada official site iLearning+.

3

F.A. Wisnu Wirawan dan Elsie Oktivera (2015)[44].

Technology Systems and Innovation (ICITSI)

Conference on. IEEE

Analysis on the implementation of digital marketing towards motorbike transport service case study: GO-JEK (online taxi motorbike) Jakarta, Indonesia.

Digital marketing communications strategy is a strategy of using digital communication media such as for example a smartphone. maximizes the marketing function and its relationship with consumers. </em>Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui strategi komunikasi pemasaran digital menggunakan smartphone, dan memaksimalkan fungsi pemasaran dan hubungan dengan konsumen.

Peneliti mengadopsi cara membangun hubungan yang baik dengan konsumen yang terhubung melalui smartphone.

4

Daj, A., Samoila, C., & Ursutiu (2012)[45]. Remote Engineering and Virtual Instrumentation (REV), 2012 9th International Conference on (pp. 1-5). IEEE

 

Digital marketing and regulatory challenges of Machine-to-Machine (M2M) Communications

M2M - as a part of the Internet of Things (IoT) - is, at the present, one of the main drivers behind the growth in mobile subscribers, with all of the world's largest electronic communications operators now having several million M2M subscribers in their mobile networks. M2M - sebagai bagian dari Internet of Things (IOT) - pada saat ini adalah salah satu driver utama di balik pertumbuhan pelanggan mobile, dengan semua operator komunikasi elektronik terbesar di dunia saat ini dengan jutaan pelanggan.

Peneliti mengadopsi konsep komunikasi elektronik yang dibangun dengan baik untuk pelanggan.

5

Bengel,A., Shawki, A. dan  Aggarwal, D. (2015)[46]. In Big Data (Big Data), 2015 IEEE International Conference

Simplifying web analytics for digital marketing

Digital channels including social media and blogs have become persuasive to an extent that they are not only seen as a means of entertainment and networking but also provide an active platform for hosting marketing campaigns and consequently impacting organizations sales and profitability. saluran digital termasuk media sosial dan blog telah menjadi persuasif ke tingkat bahwa mereka tidak hanya dilihat sebagai sarana hiburan dan jaringan, tetapi juga menyediakan platform yang aktif untuk hosting kampanye pemasaran dan akibatnya berdampak organisasi penjualan dan profitabilitas

Peneliti mengadopsi saluran pemasaran digital yang memanfaatkan jejaring soaial dan blog dalam konteks ini adalah official site iLearning+ sbagai media promosi.

6

Syed, A. Z. (2015)[47]. Applied Electrical Engineering and Computing Technologies (AEECT). IEEE Jordan Conference

Applying sentiment and emotion analysis on brand tweets for digital marketing. In Applied Electrical Engineering and Computing Technologies (AEECT), 2015 IEEE Jordan Conference

As digital marketing is becoming more popular, the number of customer views on brands is increasing rapidly. collect ten thousand tweets related to ten technology brands: We perform sentiment analysis using SentiWordNet and hastag.  Pemasaran digital menjadi lebih populer, jumlah penayangan pelanggan pada merek meningkat dengan cepat. mengumpulkan sepuluh ribu tweet yang berkaitan dengan sepuluh merek teknologi,  analisis sentimen menggunakan SentiWordNet dan hastag.

Penulis mengadopsi penyebaran informasi dengan tweet dan hastag untuk mempermudah pencarian dan pengategorian secara lebih khusus.

7

Li, S., Li, J. Z., & Hardley, F. (2011)[48]. Management and Service Science (MASS). IEEE.

A mathematical, computational and symbolic representation framework towards digital marketing planning.

The digital marketing strategy formulation problem is examined using a hybrid mathematical, computational, and fuzzy knowledge automation approach. A Web-based software example is provided to demonstrate how the framework functions with evaluation results highlighting how the process and outcomes of digital marketing strategy formulation may be enhanced. Perumusan strategi pemasaran digital diperiksa menggunakan hybrid matematika, komputasi, dan pendekatan otomatisasi pengetahuan fuzzy. Sebuah perangkat lunak contoh berbasis Web disediakan untuk menunjukkan bagaimana kerangka fungsi dengan hasil evaluasi,  meningkatkan strategi pemasaran digital.

Penulis mengadopsi proses strategi digital marketing yang diterapkan dalam official site iLearning+

8

Soininen Netta. (2015)[49]. Tesis. Turku University of Applied Science

Improving SME’s Brand Awareness by Digital Marketing - A Guide For SMES.

a qualitative study about the digital marketing field in accordance to

developing brand awareness. Studi kualitatif tentang bidang pemasaran digital sesuai dengan mengembangkan kesadaran merek

Peneliti mengadopsi pentingnya brand awareness, adanya digital marketing berperan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap iLearning+.

9

Ray Indra Taufik (2014)

Skripsi. Perguruan Tinggi Raharja

Perancangan Sistem Informasi Official Site iLearning Plus Sebagai Media Promosi Training Online.

 

Official site iLearning+ sebagai website resmi untuk mempromosikan jasa training onlinenya.

Peneliti mengadopsi proses promosi yang sebelumnya untuk jasa trainin online pada official site iLearning+ dalam konteks yang lebih luas.

10

Endah Nirmala Dewi (2016)

Pengembangan Official Site iLearning Plus Menggunakan Perangkat Webometrics Sebagai Media Informasi Pada Perguruan Tinggi

Official site iLearning+ sebagai wadah informasi iLearning Plus dan membantu dalam meningkatkan ranking webometrics sebagai penilaian kualitas Perguruan Tinggi.

Peneliti mengadopsi level inbound untuk linking yang bertujuan untuk memperluas jangkauan informasi iLearning+ di kancah dunia digital (internet).

BAB III

ANALISA SISTEM BERJALAN

Analisa Perusahaan

Gambaran umum Perguruan Tinggi Raharja

Dengan semakin semaraknya Perguruan Tinggi yang terdapat didaerah Kota Tangerang khususnya dalam bidang komputer namun hal semua masih belum dapat terpenuhi oleh kebutuhan masyarakat luas didalam memperoleh data dan informasi secara dalam setiap bidang.


Gambar 3.1 Kampus Perguruan Tinggi Raharja


Di era Globalisasi pada saat ini dunia komputer serta berbagai alat canggih yang serba otomatis dan lain sebagainya dalam dunia perkantoran, dalam sebuah instansi pemerintah maupun swasta dan itu semua terjadi sangat cepat perkembangannya, sehingga selalu berubah (update) setiap waktu. Oleh karena itu, lahirlah Perguruan Tinggi Raharja dalam pendiriannya mempunyai misi untuk ikut membantu program pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi era globalisasi.

Telah menjadi tekad para pendiri Perguruan Tinggi untuk membantu pemerintah dan masyarakat kota Tangerang dala pendirian Kota Tangerang dalam pendirian Perguruan Tinggi Raharja yang diselenggarakan oleh Yayasan Nirwana Nusantara (YRI) dan merupakan pendidikan yang terbaik dalam bidang pendidikan komputer.

Arti Nama Raharja

Raharja Kata ini diinspirasikan dari motto kota dan kabupaten Tangerang, yaitu “Bhakti Karya Adhi Kerta Raharja” dan “Setya Karya Kerta Raharja” yang berarti “kesejahteraan” yang dalam arti luasnya adalah keinginan dan niat para pendiri untuk membantu pemerintah ikut serta dalam membangun masyarakat yang sejahtera melalui penguasaan dibidang teknologi informasi dan komputer. Sedangkan Raharja sendiri memiliki motto “Get The Better Future By Computer Science”(meraih sukses yang gemilang dengan ilmu komputer).


1. Logo Perguruan Tinggi Raharja


Gambar 3.2 Logo Perguruan Tinggi Raharja


2. Pribadi Raharja


Gambar 3.3 Arti Pribadi Raharja


3. Green Campus Raharja


Gambar 3.4 Arti Green Campus Raharja


4. Maskot Perguruan Tinggi Raharja


Gambar 3.5 Maskot Raharja

Sejarah Perguruan Tinggi Raharja

Tabel 3.1 Sejarah Perguruan Tinggi Raharja


Tahun

Sejarah

1994

Yayasan Nirwana Nusantara mendirikan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Komputer (LPPK) Raharja yang diresmikan oleh Walikota Tangerang pada waktu itu Drs.H.Djakaria Machmud dan lembaga inilah yang mempelopori penggunaan operating system Windows dan aplikasinya di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

1999

Berkembang menjadi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Raharja Informatika dengan diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No:56/D/O/1999, dengan menyelenggarakan Jurusan Manajemen Informatika (MI) jenjang D3.

2000

AMIK Raharja Informatika menambah Jurusan Teknik Informatika (TI) dan Komputerisasi Akuntansi (KA) berdasarkan Surat Keputusan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IV Nomor:3024/004/KL/1999, AMIK Raharja Informatika secara resmi menyelenggarakan program Diploma I (D1) dengan gelar Ahli Pratama,Diploma II (D2) dengan gelar Ahli Muda, dan Diploma III (D3) dengan gelar Ahli Madya.

2001

Terwujudlah Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer (STMIK) Raharja melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 74/D/O/2001, STMIK Raharja menjadi Perguruan Tinggi Komputer yang memiliki program studi terlengkap di Propinsi Banten.

2002

AMIK Raharja Informatika mendapatkan status Akreditasi B untuk Jurusan Manajemen Informatika (MI) berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor: 003/BAN-PT/AK-1/DPL/IV/2002.

2006

Dengan tekad yang bulat dan keyakinan untuk mempunyai harapan bahwa kini Program Studi yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja mendapatkan predikat terakreditasi,yaitu Strata Satu Program Studi Sistem Informasi No.SK.002/BAN-PT/Ak-X/S1/V/2006 dengan nilai "314" mendapatkan peringkat "B" dan Teknik Informatika No.SK.001/BAN-PT/Ak-X/S1/V/2006 dengan nilai "335" mendapatkan peringkat "B".

2007

Terakreditasi Program Studi Sistem Komputer Strata Satu No.SK.019/BAN-PT/Ak-X/S1/VIII/2007 dengan nilai "352" mendapatkan peringkat "B",untuk Diploma Tiga Program Studi Manajemen Informatika No.SK.006/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/VII/2007 dengan nilai "320" mendapatkan peringkat "B". Teknik Informatika No.SK.017/BAN-PT/Ak-VII/Dpl-III/XII/2007 dengan nilai "358" mendapatkan peringkat "B".

2008

Pada tahun ini Program Studi Diploma Tiga, yaitu Komputerisasi Akuntansi No.SK.019/BAN-PT/Ak-VII/Dpl-III/I/2008 dengan nilai "381" mendapatkan peringkat "A".Kini seluruh Program Studi yang ada pada AMIK Raharja Informatika dan STMIK Raharja statusnya telah terakreditasi.

2009

Pada tahun ini Perguruan Tinggi Raharja berhasil dalam Verifikasi dan Tersertifikasi ISO 9001:2008 (Sistem Manajemen Mutu Raharja) dari Lloyd Register Quality Assurance (LRQA-UKAS). Untuk menambah wawasan dibidang IT serta memperkenalkan AMIK Raharja Informatika dan STMIK Raharja terhadap dunia luas, pada tahun 2009 diselenggarakan International Conference on Creative Communication and Innovative Technology 2009 (ICCIT) yang diikuti oleh para kandidat Doktor dibidang IT dari dalam dan luar negeri.Dan pada tahun ini pun Perguruan Tinggi Raharja mendapatkan penghargaan Juara II tingkat Provinsi Banten untuk Kategori Penghijauan dan Kebersihan.

2011

Pada tahun ini Program Studi Teknik Informatika Jenjang Sarjana sesuai dengan SK BAN-PT 010/BAN-PT/Ak-XIV/S1/VII/2011 mendapatkan peringkat "B" dan pada tahun yang sama Program Studi Sistem Informasi jenjang Sarjana sesuai dengan SK BAN-PT 025/BAN-PT/Ak-XIV/S1/IX/2011 mendapatkan peringkat "B". Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, Perguruan Tinggi Raharja membuat terobosan baru dengan membuka perkuliahan iLearning.

2012

Pada tahun ini Program Studi Diploma Tiga Manajemen Informatika sesuai dengan SK BAN-PT No. SK.019/BAN-PT/Ak-XII/Dpl-III/III/2012 dengan nilai mendapatkan peringkat "A". Perguruan Tinggi Raharja terus berupaya menyiapkan sarana penunjang kebutuhan Infornasi dan pengembangan Teknologi Informasi guna mendukung layanan Civitas Perguruan Tinggi Raharja, atas dedikasi ini Perguruan Tinggi Raharja mendapatkan penghargaan TESCA 2012, peringkat 60 besar perguruan tinggi skala nasional.

2013

Upaya untuk menjaga mutu, dengan diperolehnya ISO 9001:2008 pada tahun 2009 dan renewal tahun 2013 dengan Approval Certificate No: JKT6007007. Pada Tahun ini Perguruan Tinggi Raharja memperoleh penghargaan TESCA 2013, peringkat 3 besar kategori Sekolah Tinggi skala nasional.

2014

Pada tahun ini diselenggarakan MMSP 2014 di Perguruan Tinggi Raharja. MMSP 2014 merupakan workshop Internasional ke-16 Multimedia Signal Processing yang diselenggarakan oleh IEEE Signal Processing Society pada tanggal 22 – 24 September 2014. Pada tahun ini Perguruan Tinggi Raharja membuka perkuliahan iLearning Plus dan kelas Executive dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin bergabung bersama Perguruan Tinggi Raharja karena keterbatasan waktu kuliah.

2015

1.Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dengan Peringkat B, Oktober 2015.

2.Kerja sama dengan Sun Moon University, Korea, yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding untuk kerja sama dalam bidang Pendidikan, Riset, dan Pertukaran Budaya, Oktober 2015.

3.Renewal Sertifikasi ISO 9001:2008 Ketiga, Nopember 2015.

2016

1.Pada tahun ini adanya pembentukan TUK (Tempat Uji Kompetensi) Raharja, telah ditanda tangani MoU (Memorandum of Understanding) antara LSP INFORMATIKA (Lembaga Sertifikasi Profesi) dengan PERGURUAN TINGGI RAHARJA pada tanggal 5 Februari tentang PROGRAM PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN TEMPAT UJI KOMPETENSI (TUK) PERGURUAN TINGGI RAHARJA, Nomor : 003/MOU/LSP-INFORMATIKA-PT/II/2016. 2.Visitasi Akreditasi S1 – Sistem Informasi.

1. Program Studi Diploma III (D3)

Tabel 3.2 Program Studi D3


2. Program Studi Strata Satu (S1)

Tabel 3.3 Program Studi S1


3. Jurusan / Program Studi PASCASARJANA

Tabel 3.4 Program Studi S2

Visi, Misi dan Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

Visi dan Misi Perguran Tinggi Raharja

Visi Perguruan Tinggi Raharja adalah menjadi perguruan tinggi swasta yang secara berkesinambungan meningkatkan kualitas pendidikannya, memberikan pelayanan dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, memiliki daya saing tinggi dalam era kompetisi globalisasi, terutama dibidang teknologi informasi dan komputer. Menjadikan pribadi raharja sebagai sumber daya manusia terampil dan ahli, mampu bersaing dalam dunia bisnis maupun non bisnis, menghasilkan tenaga intelektual dan profesional, serta mampu berkembang dalam cakrawala yang lebih luas. Untuk mencapai visi yang digariskan, Raharja senantiasa akan berupaya untuk melaksanakan misinya sebagai berikut.

  1. Menyelenggarakan pendidikan komputer (Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Sistem Komputer) yang menghasilkan lulusan bermoral, terampil, dan kreatif serta memiliki daya saing tinggi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
  2. Menyelenggarakan program-program penelitian dan pengembangan guna menghasilkan keterkaitan dan relevansi seluruh kegiatan akademis dengan kebutuhan pembangunan sosial-ekonomi dan industri Indonesia, serta mengantisipasi semakin maraknya globalisasi kehidupan masyarakat.
  3. Melaksanakan dan mengembangkan program-program pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
  4. Melangsungkan kerjasama dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga ilmu dan teknologi yang diberikan selalu mutakhir serta dapat diterapkan secara berhasil guna dan tepat guna. Visi dan misi di atas, dipahami dan didekati dengan kesadaran komitmen pada kualitas yang menjadi target dalam manajemen dan sistem pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja. Kualitas sebagai suatu dimensi yang merupakan bagian dari apa yang disebut “Total Qualitas Manajemen”. Konsep berpikir kualitas terdiri dari : performance (kinerja), feature (fasilitas), durability (daya tahan), reliability (kehandalan), conformity (kesesuaian), esthetic (keindahan), dan easy to be repaired (kemudahan perbaikan). Ketujuh elemen itu merupakan perhatian utama manajemen dan sistem pendidikan Perguruan Tinggi Raharja yang dituangkan dalam ISO9001 : 2008 (Sistem Manajemen Mutu Raharja).

Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan dapat menerapkan, mengembangkan serta memperluas informatika dan komputer secara profesional.

  1. Menghasilkan lulusan yang mampu mengadakan penelitian dalam bidang informatika dan komputer, yang hasilnya dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengabdikan pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang informatika dan komputer secara profesional kepada masyarakat.
  3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengabdikan pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang informatika dan komputer secara profesional kepada masyarakat.

Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Struktur organisasi merupakan suatu susunan dan bagian antara bagian satu dengan yang lain serta posisi yang terdapat pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan setiap pekerjaan antar yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi yang dibatasi. Sebuah organisasi atau perusahaan harus mempunyai suatu struktur organisasi yang digunakan untuk memudahkan pengkoordinasian dan penyatuan usaha untuk menunjukkan kerangka – kerangka hubungan diantara fungsi, bagian–bagian maupun tugas dan wewenang serta tanggung jawab. Serta untuk menunjukkan rantai (garis) perintah dan perangkapan fungsi yang diperlukan dalam suatu organisasi. Struktur organisasi pada Perguruan Tinggi Raharja disusun demi menunjang kelancaran setiap kegiatan yang sedang berjalan. Adapun bagan struktur organisasi pada Perguruan Tinggi Raharja adalah sebagai berikut :

Gambar 3.5 Stuktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Visi dan Misi Manajemen

Visi Manajemen Tahun Akademik 2015-2016
Pada tahun 2020 Perguruan Tinggi Raharja siap menjadi pelopor dibidang keilmuan yang berbasis IT dan membuka ruang bagi Lulusan yang berprestasi mendapatkan kesempatan mengembangkan keilmuannya pada tingkat lanjutan serta turut memfasilitasi memasuki dunia kerja pada Perusahaan di tingkat ASEAN.
Misi Manajemen Tahun Akademik 2015-2016
Manajemen Kampus siap mengawal dan memfasilitasi seluruh program Kerja yang dilaksanakan oleh Direktur AMIK dan Ketua STMIK Raharja mulai dari peningkatan mutu akademik sampai dengan pengembangan program kerja sesuai Renstra yang telah ditetapkan dalam Rapat Kerja Manajemen dengan Yayasan.

Prinsip Dasar Raharja

Terdapat 10 Prinsip Dasar Manajemen Kampus Perguruan Tinggi Raharja, yaitu sebagai berikut :

  1. Bekerja Ikhlas Dilandasi Keimanan yang Kuat
  2. Bekerja Semangat Dilandasi Kesehatan yang Prima
  3. Bekerja Jujur Dilandasi Sikap Saling Keterbukaan
  4. Bekerja Maksimal Dilandasi Tanggung Jawab
  5. Bekerja Konsisten Dilandasi Amanah
  6. Bekerja Percaya Diri Dilandasi Keilmuan
  7. Bekerja Disiplin Dilandasi Ingin Perubahan
  8. Bekerja Inovatif Dilandasi Rasa Ingin Maju
  9. Bekerja Teliti Dilandasi Pengakuan
  10. Bekerja Tim Dilandasi Rasa Kebersamaan

Tugas dan Tanggung Jawab

1. Presiden Direktur
Tabel 3.5. Presiden Direktur



2. Direktur
Tabel 3.6. Direktur



3. Pembantu (Bidang Akademik)
Tabel 3.7. Pembantu (Bidang Akademik)



4. Pembantu Direktur II (Administrasi)
Tabel 3.8. Pembantu Direktur II (Administrasi)



5. Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)
Tabel 3.9. Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)



6. Asisten Direktur Akademik
Tabel 3.10. Asisten Direktur Akademik



7. Kepala Jurusan
Tabel 3.11. Kepala Jurusan



8. Asisten Direktur Finansial
Tabel 3.12. Asisten Direktur Finansial



9. Layanan Keuangan Mahasiswa(LKM)
Tabel 3.13. Layanan Keuangan Mahasiswa (LKM)



10. Asisten Direktur Operasional(ADO)
Tabel 3.14. Asisten Direktur Operasional (ADO)



11. Registrasi Perkuliahan dan Ujian(RPU)
Bagian registrasi perkuliahan dan ujian terdiri dari dua bagian antara lain:


A. Layanan Registrasi Mahasiswa (LRM)
Tabel 3.15. Layanan Registrasi Mahasiswa (LRM)



B. Perkuliahan dan Ujian (RPU)
Tabel 3.16. Perkuliahan dan Ujian (PU)


Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Prosedur Sistem Yang Berjalan

Penggambaran sistem yang berjalan saat ini sebagai langkah dalam proses analisa, penelitian menggunakan analisa deskriptif dipilih untuk menggambarkan sistem yang berjalan tersebut. Metode pembelajaran online iLearning+ di Perguruan Tinggi Raharja yang berjalan saat ini nampak masih belum maksimal, khususnya pemanfaatan official site iLearning+ yang sudah ada sebelumnya terlebih dalam hal penyebaran informasi yang jelas dan up to date. Adanya milis sebagai media komunikasi juga belum memaksimalkan informasi yang bersumberkan dari official site iLearning+, sehingga informasi mengandalkan koordinator yang mengirimkan pesannya langsung melalui milis.

Peran official site iLearning+ dalam konteks ini jika tidak segera ditangani maka akan mengurangi nilai informasi yang terkandung di dalamnya. iLearning+ belum adanya jumlah subscriber yang ditampilkan dan belum adanya visitor count juga memperparah keadaan ini mengingat hal tersebut merupakan komponen dasar yang seharusnya sudah ada dalam official site iLearning+. Hal ini menyebabkan informasi yang ada belum terlihat secara nyata. Sebab pada kenyataannya, hal ini tentu membuat masyarakat luar yang ingin mencari sebuah informasi dalam metode pembelajaran online iLearning+ menjadi kurang maksimal. Besar kemungkinan masyarakat dapat mengetahui keberadaan iLearning+ melalui official site Perguruan Tinggi Raharja (raharja.ac.id). Akan tetapi dalam sebuah Official site perguruan Tinggi Raharja hanya memberikan informasi umum mengenai kampus dan gambaran umum mengenai official site iLearning+ sehingga belum mendetail dan secara khusus memperkaya khasanah informasi seputar metode pembelajaran online iLearning+.

Dengan diterapkannya metode pembelajaran online iLearning+ yang dapat mempermudah mahasiswa/i dalam mengatur waktu antara perkuliahan dan kerja, seharusnya dalam informasi dapat dilakukan secara mudah dan fleksibel tanpa mempersulit mahasiswa/i, dosen dan juga koordinator dalam mendapatkan serta memberikan informasi yang selalu up to date. Dalam hal ini juga upaya meningkatkan popularitas iLearning+ untuk dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat, belum adanya penyebaran informasi yang secara khusus yang dilakukan seperti pemasaran digital.

Rancangan Prosedur Sistem Yang Berjalan

Untuk menganalisa sistem berjalan, penelitian ini menggunakan Flowchart dan Unified Modelling Language (UML) yang terdiri dari use case, activity diagram dan sequence diagram untuk menggambarkan rancangan prosedur dan proses yang berjalan saat ini yaitu sebagai berikut:

Flowchart Sistem Yang Berjalan

Gambar 3.6 Flowchart halaman utama


Dapat dijelaskan dari gambar 3.6. flowchart halaman utama official site iLearning+ yang saat ini sedang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja, yaitu:
a. 2 (dua) simbol terminal, yang berperan sebagai "start" dan "end" pada aliran proses flowchart program untuk secara keseluruhan mahasiswa, dosen dan pengunjung dapat melihat informasi didalamnya.
b. 1 (satu) simbol data, yang menyatakan proses proses input atau output tanpa tergantung jenis peralatannya, dimana didalamnya terdapat Menu Home, Profil, Pribadi Raharja, FAQ, Dokumentasi, Administrasi, Daftar Kelas iLearning+ dan Find Us on Maps.
c. 8 (delapan) decision, yang menyatakan sebagai simbol untuk menunjukan sebuah langka pengambilan suatu keputusan untuk masuk pada setiap menu yang ada.
d. 8 (delapan) simbol proses, Akses official site iLearnig+ ilp.raharja.ac.id tampilan menu untuk melihat informasi yang ada didalamnya.

Use case Sistem yang Berjalan

Gambar 3.7 Use case iLearning+ yang berjalan

Dapat dijelaskan dari gambar 3.7. Use Case kegiatan pada official site iLearning+ sebagai media informasi yang saat ini sedang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja,yaitu :
a. 1 (satu) sistem yang mencakup official site iLearning+ secara keseluruhan
b. 3 (tiga) actor yang melakukan kegiatan yaitu Admin iLP, calon mahasiswa dan mahasiswa iLearning+.
c. 6 (enam) use case yang biasa dilakukan oleh actor-actor tersebut diantaranya: Akses iLearning+, publish postingan iLearning+, comment pada postingan iLearning+, share postingan ke milis iLearinng+, Form registrasi online bagi calon mahasiswa dan terakhir datang ke kampus.

Activity Diagram Sistem Yang Berjalan

Gambar 3.8 Activity Diagram Yang Berjalan

Dapat dijelaskan dari gambar 3.8 diatas adalah activity pada official site iLearning+ sebagai media informasi yang saat ini sedang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja yaitu:
a. 1 (satu) initial node sebagai objek yang diawali.
b. 5 (lima) activity sebagai state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi yaitu Admin membuat postingan sebagai media informasi dan promosi, Publish postingan berupa artikel, biaya pendaftaran dan tersedia form registrasi online, Calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran, Mahasiswa ILP dapat membuat postingan seputar iLearning+ dan Terdapat artikel yang dapat dikomentari.
c. 1 (satu) initial final node yang merupakan aktifitas akhir kegiatan.

Sequence Diagram Sistem yang Berjalan

Gambar 3.9 Sequence diagram yang berjalan

Dapat dijelaskan dari gambar 3.9. diatas menggambarkan Sequence pada official site iLearning+ sebagai media informasi yang saat ini sedang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja, yaitu :
a. 2 (dua) actor
b. 2 (dua) boundary lifeline
c. 1 (satu) entinity lifeline yaitu Viewboard iLearning+.
d. 7 (tujuh) message yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi, yaitu:

Analisa Sistem Yang Berjalan

Metode Analisa SWOT

Penelitian ini menggunakan metode analisa SWOT untuk mengevaluasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) pada sistem yang mampu menyampaikan informasi yang diinginkan pada Perguruan Tinggi Raharja yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3 Analisa SWOT

Strengths (S)

Weakness (W)

  1. Perguruan Tinggi Raharja telah berbasis Teknologi Informasi.
  2. Berlandaskan pada SK Pansus iLearning+ No. 570
  3. Official site dapat diakses kapanpun dan dimanapun sebagai media informasi iLearning+.
  1. Rendahnya tingkat pemahaman mahasiswa tentang official site iLearning+.
  2. Pemanfaatan official site iLearning+ yang belum maksimal.
  3. Tatanan tampilan pada official site iLearning+ kurang menarik.

Opportunities (O)

Threats (T)

  1. Popularitas melalui Google Analytics.
  2. Bertambahnya mahasiswa seiring dengan era digitalisasi.
  3. Rencana pengembangan official site iLearning+ menggunakan metode digital marketing untuk meningkatkan promosi
  1. Teknologi digital yang berkembang kian pesat.
  2. Persaingan dalam dunia advertising digital.
  3. Banyaknya perguruan tinggi yang menawarkan metode pembelajaran online

Berdasarkan identifikasi SWOT yang telah dilakukan, selanjutnya dilakukan analisa untuk mencari strategi dengan menggunakan matriks SWOT. Matriks SWOT ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang yang tersedia menggunakan (strategi S-O) dan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi suatu ancaman dengan menggunakan (strategi S-T) dan dianalisis pula strategi untuk mengurangi kelemahan yang dimiliki untuk meraih peluang yang ada menggunakan strategi (W-O) serta mengatasi ancaman yang ada dengan menggunakan (strategi W-T). Matriks SWOT dapat dilihat pada Tabel 4.2. dibawah ini:

Tabel Matriks SWOT

Faktor Internal

 

Faktor Eksternal

Strength (S) Kekuatan

Weakness (W) Kelemahan

 

Opportunities (O) Peluang

SO

WO

  1. Melakukan penyebaran informasi seputan iLearning+ menggunakan strategi digital marketing dengan memanfaatkan internet.
  2. Memanfaatkan mailchimp dan jejaring sosial untuk memperluas jangkauan informasi.
  3. Mengembangkan viewboard untuk meningkatkan perhatian dan aktifitas mahasiswa pada official site iLearning+.
  1. Melakukan pengembangan dengan meningkatkan popularitas menggunakan Google Analytics.
  2. Melakukan tatanan menu pada halaman utama dengan tampilan yang lebih terkini.
  3. Menampilkan testimonial untuk meningkatkan kepercayaan visitor terhadap iLearning+

Threats (Ancaman)

ST

WT

  1. Melakukan interaksi dengan calon mahasiswa melalui jejaring sosial iLearning+.
  2. Membuat postingan dengan serangkaian kata kunci untuk meningkatkan SEO (Search Engine Optimization).
  3. Memperkaya video dengan menambahkan proses belajar dan UAS mahasiswa iLearning+ dalam rangka memperkuat pembelajaran online yang ditawarkan iLearning+
  1. Membuat serangkaian informasi berupa artikel untuk memaksimalkan peran official site iLearning+ sebagai media informasi
  2. Melakukan publikasi informasi ke jejaring sosial yang bersumberkan dari official site iLearning+
  3. Mempercantik tampilan halaman utama pada offficial site iLearning+

Metode Analisa Berdasarkan Sistem Berjalan

  1. . Analisa Masukan
    Analisa masukan merupakan penguraian masalah yang dilakukan terhadap semua data/informasi yang berfungsi sebagai data input sehingga menghasilkan proses.
    a. Nama masukan : Postingan dan komentar pada official site iLearning+
    b. Fungsi : Artikel, event, berita dan info promosi
    c. Sumber : Admin iLearning+ dan mahasiswa iLearning+.
    d. Media : Official site iLearning+.
    e. Distribusi : Notifikasi email dari iLearning+ ke subscriber.

  2. Analisa Proses
    Analisa proses merupakan penguraian yang dilakukan pada proses sebagai suatu hasil respect balik karena adanya data input di dalam proses inilah semua data/informasi yang masuk akan di olah dengan menggunakan pengolahan sistem yang ada.
    a. Nama masukan : Pengolahan artikel
    b. Masukan : Membuat artikel, event, berita atau info promosi
    c. Keluaran : Postingan yang dapat di input kedalam viewboard
    d. Ringkasan proses : Proses ini akan menghasilkan postingan berupa artikel, event, berita atau info promosi yang dapat menghasilkan data untuk dihitung pada viewboard iLearning+

  3. Analisa Keluaran
    Analisa keluaran merupakan penguraian masalah yang dilakukan pada hasil dari keseluruhan proses yang terjadi dari mulai penginputan data sampai terjadi proses pengolahan data melalui sistem pengolahan data yang ada.
    a. Nama keluaran : Viewboard iLearning+.
    b. Fungsi : Menampilkan informasi jumlah artiket dan komentar terbanyak yang dibuat oleh author.
    c. Media : Official site iLearning+
    d. Keterangan : Official site iLearning menampilkan author yang memiliki jumlah artikel dan komentar terbanyak.

Permasalahan Yang Dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

Permasalahan Yang Dihadapi

Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan terhadap sistem yang sedang berjalan saat ini terdapat permasalahan yang dihadapi yaitu pemanfaatan official site iLearning+ didapati masih belum maksimal dimana tools dasar seperti visitor count, jumlah subscriber, artikel kosong, dan rendahnya kontribusi aktif dari mahasiswa iLearning+ didalamnya sehingga hal ini menghambat laju penyebaran informasi dan promosi iLearning+ yang disebarkan untuk menarik perhatian masyarakat bersumberkan dari official site iLearning+. Setidaknay terdapat 3 (tiga) permasalahan yang dihadapi dalam penelitian in, yaitu :

  1. Jumlah artikel atau postingan yang berkaitan dengan kegiatan promosi iLearning+ masih rendah serta belum adanya strategi yang dilakukan sebagai langkah memperluas jangkauan promosi.
  2. Official site iLearning+ yang belum tertata dengan baik dan menarik, dimana belum adanya visitor count, jumlah subscriber, statistic page view dan google analytics .
  3. Rendahnya aktifitas mahasiswa iLearning+ didalamnya. Tingkat aktifitas mahasiswa yang dapat terlihat jelas dirasa akan meyakinkan pengunjung terhadap metode pembelajaran iLearning+.

Alternatif Pemecahan Masalah

Setelah dilakukannya observasi dari berbagai permasalahan yang sedang dihadapi saat ini, maka dicarikan alternatif pemecahan masalah yang seumpama bisa mendukung dan bisa menjadi referensi bagi Perguruan Tinggi Raharja. Terdapat 3 alternatif pemecahan masalah, diantaranya :

  1. Memperkaya artikel dengan memperbanyak tag dan terkategori dengan baik serta membuat sebuah strategi Digital Marketing untuk memperluas jangkauan promosi.
  2. Penambahan tools pada official site iLearning+ diantaranya visitor count, untuk mengetahui jumlah pengunjung berdasarkan IP address, jumlah subscriber untuk melihat berapa banyak yang telah berpartisipasi aktif untuk menjadi subscriber dan statistic page view.
  3. Membuat sebuah viewboard untuk mengukur tingkat keaktifan mahasiswa yang diukur berdasarkan jumlah komentar dan pembuatan artikel terbanyak yang di tampilkan dalam sebuah grafik viewboard yang menarik.

User Requirement

Menurut Guritno (2011 : 301) “Requirement adalah sifat-sifat sistem atau product yang akan dikembangkan sesuai dengan keinginan pemakai”. Adapun, spesifikasi software requirement yang baik dan sangat relevan untuk dilakukan sebelum melakukan penelitian dalam bidang teknologi informasi yaitu :

  1. Unambiguous (tidak ambigu)
  2. Complete (lengkap)
  3. Consistent (konsisten)
  4. Modifiable (dapat diubah)
  5. Traceable (dapat dilacak)
  6. Format : lampiran
  7. Dapat digunakan selama pengoperasian dan maintenance.

Requirements dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Functional requirements
    Menjelaskan interaksi antara sistem dan lingkungannya yang terpisah dari implementasi, Sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
  2. Non-functional requirements
    Aspek-aspek pengguna yang dapat dilihat mengenai sistem yang tidak secara langsung berhubungan dengan functional behavior, respones time harus kurang dari 1 detik, dan the accuracy must be within a second.
  3. Constraints (psudo requirements)
    Requirements ini dipaksakan oleh client atau lingkungan tempat sistem akan beroperasi.

Elisitasi Tahap I

Menurut Saputra (2012 : 51), “Elisitasi merupakan rancangan yang di buat berdasarkan sistem yang baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk di eksekusi.“ Elisitasi tahap I ini merupakan data yang telah diperoleh dari hasil pengumpulan data dengan melakukan observasi dan wawancara secara langsung mengenai kekurangan dari sistem yang sedang berjalan serta kebutuhan sistem yang belum terpenuhi. Wawancara ini dilakukan secara langsung dengan seorang Stakeholder dan menghasilkan 55 (lima puluh lima) kebutuhan functional dan 5 (lima) kebutuhan non-functional.

Tabel Elisitasi Tahap I

Analisa Kebutuhan

Functional

No.

Saya Ingin Sistem Dapat :

Keterangan

1.

Menampilkan Artikel Terpopuler

2.

Dapat login menggunakan Tumblr

3.

Terdapat shortcut Alexa rank

4.

Terdapat 3 video diantaranya video animasi, video pembelajaran dan video pelaksanaan UAS dengan total 100 VLC

5.

Terdapat Bilingual (Bahasa Indonesia dan English)

6.

Dapat menampilkan Fasilitas TPi dan FiR

7.

Terdapat visitor count berdasarkan IP Address pada Official site iLearning+ target 500 Visitor

8.

Menampilkan Member yang sedang online

9.

Dapat login menggunakan Twitter

10.

Menampilkan Slider

11.

Dapat login menggunakan Linkedin

12.

Mempromosikan 3000 Maichimp kepada Pribadi Raharja dengan mendapatkan 500 Open 50 Klik

13.

Menampilkan kalender

14.

Terdapat Google Adsanse

15.

Menampilkan Favicon iLearning+

16.

Dapat menampilkan Kurikulum

17.

Terdapat Google Analytics yang diterapkan di ilp.raharja.ac.id dan 350 tayangan halaman

18.

Terdapat like pada berita informasi

19.

Terdapat logo support by Perguruan Tinggi

20.

Terdapat 10 jumlah Review iLearning+ pada Google Maps iLearning+

21.

Terdapat Shortcut SiS+

22.

Menampilkan Site Map

23.

Memiliki fitur jumlah view article

24.

Sistem dapat menampilkan Traffic Login

25.

Sistem dapat menampilkan Viewboard yang berisi mahasiswa paling aktif dimana terdapat 50 Artikel dan 50 komentar

26.

Memiliki Fitur Jumlah Berita Informasi

27.

Sistem memiliki fitur Autosave

28.

Terdapat 10 pendaftaran iLearning+ melalui email

29.

Terkoneksi dengan sosial media

30.

Menampilkan Viewboard dalam bentuk table

31.

Terdapat pop up

32.

Menampilkan Data alumni iLearning+

33.

Terdapat Grafik Viewborad Top 10 Penulis Article pada Official Site iLearning+

34.

Terdapat RSS Artikel Terbaru

35.

Memiliki fitur subscribe otomatis

36.

Menmpilkan form konsultasi dengan iDuHelp!

37.

Terdapat RSS Komentar Terbaru

38.

Terdapat like pada berita informasi

39.

Menampilkan Data mahasiswa iLearning+

40.

Terdapat komentar pada berita informasi

41.

Memiliki fitur delete artikel

42.

Terdapat Penelitian Tugas Akhir/Skripsi

43.

Sistem dapat menampilkan berita

44.

Terdapat Data Dosen iLearning+

45.

Memiliki fitur Share Button Artikel

46.

Menampilkan Marquee iLearning+

47.

Terdapat total 100 views pada statistic page iLearning+

48.

Terdapat 50 komentar di Fanpage iLearning+

49.

Menampilkan viewboard dengan poin

50.

Terdapat 50 Subscriber pada Official site iLearning+

51.

Terdapat Visi Misi Jurusan

52.

Terhubung dengn iDu iLearning+

53.

Menampilkan foto profil pada testimoni mahasiswa iLearning+

54.

Menampilkan brosur

55.

Menampilkan Viewboard perkelas

Non Functional

No.

Saya ingin sistem :

Keterangan

1.

Tampilan sistem user friendly

2.

Terdapat Jangakauan Kiriman Pada Fanpage Mencapai 1.000

3.

Terdapat Tempalate Untuk Modus Residential Pada Official Site iLearning Plus terdapat 30 materi

4.

Terdapat 500 likers Fanpage iLearning Community.

5.

Terdapat Postingan yang terdapat banyak tag dan memanfaatkan menu SEO pada Official site iLearning+

Penyusun

 

 

 

 

(Ninda Lutfiani)

NIM : 1312477232

Stakeholder

 

 

 

 

(Hani Dewi Ariessanti, M.Kom)

NIP : 011014

Elisitasi Tahap II

Menurut Saputra (2012 : 51), Elisitasi tahap II merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Berikut ini adalah penjelasan mengenai metode MDI yang dipakai dalam elisitasi tahap II :

  1. M pada metode MDI yaitu disebut Mandatory (penting). Artinya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan saat pembuatan sistem yang baru.
  2. D pada metode MDI yaitu disebut Desirable. Artinya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut ada untuk pembentukan sistem yang baru maka akan membuat sistem tersebut menjadi sempurna.
  3. I pada metode MDI yaitu disebut Inessential. Artinya, requirement tersebut bukanlah bagian dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.

Berikut ini adalah tabel 3.20. yang berisikan elisitasi tahap II berdasarkan klasifikasi metode MDI. Pada elisitasi tahap II ini berisikan 55 (lima puluh lima) kebutuhan functional dan 5 (lima) kebutuhan non-functional.

Gambar Tabel Elisitasi Tahap II

Functional

 

 

M

 

 

D

 

 

I

No.

Analisa Kebutuhan:

Saya Ingin Sistem Dapat:

1.

Menampilkan Artikel Terpopuler

 

 

2.

Dapat login menggunakan Tumblr

 

 

3.

Terdapat shortcut Alexa rank

 

 

4.

Terdapat 3 video diantaranya video animasi, video pembelajaran dan video pelaksanaan UAS dengan total 100 VLC

 

 

5.

Terdapat Bilingual (Bahasa Indonesia dan English)

 

 

6.

Dapat menampilkan Fasilitas TPi dan FiR

 

 

7.

Terdapat visitor count berdasarkan IP Address pada Official site iLearning+ target 500 Visitor

 

 

8.

Menampilkan Member yang sedang online

 

 

9.

Dapat login menggunakan Twitter

 

 

10.

Menampilkan Slider

 

 

11.

Dapat login menggunakan Linkedin

 

 

12.

Mempromosikan 3000 Maichimp kepada Pribadi Raharja dengan mendapatkan 500 Open 50 Klik

 

 

13.

Menampilkan kalender

 

 

14.

Terdapat Google Adsanse

 

 

15.

Menampilkan Favicon iLearning+

 

 

16.

Dapat menampilkan Kurikulum

 

 

17.

Terdapat Google Analytics yang diterapkan di ilp.raharja.ac.id dan 350 tayangan halaman

 

 

18.

Terdapat like pada berita informasi

 

 

19.

Terdapat logo support by Perguruan Tinggi

 

 

20.

Terdapat 10 jumlah Review iLearning+ pada Google Maps iLearning+

 

 

21.

Terdapat Shortcut SiS+

 

 

22.

Menampilkan Site Map

 

 

23.

Memiliki fitur jumlah view article

 

 

24.

Sistem dapat menampilkan Traffic Login

 

 

25.

Sistem dapat menampilkan Viewboard yang berisi mahasiswa paling aktif dimana terdapat 50 Artikel dan 50 komentar

 

 

26.

Memiliki Fitur Jumlah Berita Informasi

 

 

27.

Sistem memiliki fitur Autosave

 

 

28.

Terdapat 10 pendaftaran iLearning+ melalui email

 

 

29.

Terkoneksi dengan sosial media

 

 

30.

Menampilkan Viewboard dalam bentuk table

 

 

31.

Terdapat pop up

 

 

32.

Menampilkan Data alumni iLearning+

 

 

33.

Terdapat Grafik Viewborad Top 10 Penulis Article pada Official Site iLearning+

 

 

34.

Terdapat RSS Artikel Terbaru

 

 

35.

Memiliki fitur subscribe otomatis

 

 

36.

Menmpilkan form konsultasi dengan iDuHelp!

 

 

37.

Terdapat RSS Komentar Terbaru

 

 

38.

Terdapat like pada berita informasi

 

 

39.

Menampilkan Data mahasiswa iLearning+

 

 

40.

Terdapat komentar pada berita informasi

 

 

41.

Memiliki fitur delete artikel

 

 

42.

Terdapat Penelitian Tugas Akhir/Skripsi

 

 

43.

Sistem dapat menampilkan berita

 

 

44.

Terdapat Data Dosen iLearning+

 

 

45.

Memiliki fitur Share Button Artikel

 

 

46.

Menampilkan Marquee iLearning+

 

 

47.

Terdapat total 100 views pada statistic page iLearning+

 

 

48.

Terdapat 50 komentar di Fanpage iLearning+

 

 

49.

Menampilkan viewboard dengan poin

 

 

50.

Terdapat 50 Subscriber pada Official site iLearning+

 

 

51.

Terdapat Visi Misi Jurusan

 

 

52.

Terhubung dengn iDu iLearning+

 

 

53.

Menampilkan foto profil pada testimoni mahasiswa iLearning+

 

 

54.

Menampilkan brosur

 

 

55.

Menampilkan Viewboard perkelas

 

 

Non Functional

 

 

 

No.

Saya ingin sistem :

 

 

 

Keterangan

M

D

I

1.

Tampilan sistem user friendly

 

 

2.

Terdapat Jangakauan Kiriman Pada Fanpage Mencapai 1.000

 

 

3.

Terdapat Tempalate Untuk Modus Residential Pada Official Site iLearning Plus terdapat 30 materi

 

 

4.

Terdapat 500 likers Fanpage iLearning Community.

 

 

5.

Terdapat Postingan yang terdapat banyak tag dan memanfaatkan menu SEO pada Official site iLearning+

 

 

Penyusun

 

 

 

 

(Ninda Lutfiani)

NIM : 1312476552

Stakeholder

 

 

 

 

(Hani Dewi Ariessanti, M.Kom)

NIP : 011014

Keterangan :
M (Mandatory) : Dibutuhkan atau penting
D (Desirable) : Diinginkan atau tidak terlalu penting
I (Innessential) : Diluar sistem atau dieliminasi

Elisitasi Tahap III

Menurut Saputra (2012 : 51) Elisitasi tahap III merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya "I" pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali dengan metode TOE. Dan tahap selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE seperti keterangan berikut :

  1. T (Technical), artinya adalah bagaimana tata cara/teknik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.
  2. O (Operational), artinya adalah bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.
  3. E (Economic), artinya adalah berapa biaya yang diperlukan untuk membangun requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.

Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi 3 (tiga) option, diantaranya:

  1. H (High), artinya sulit untuk dikerjakan, teknik dan pemakaiannya pun sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus di eliminasi.
  2. M (Middle), artinya mampu untuk dikerjakan.
  3. L (Low), artinya mudah untuk dikerjakan.

Berikut ini adalah tabel 3.21 yang berisikan elisitasi tahap III berdasarkan klasifikasi metode TOE. Pada elisitasi tahap III ini menghasilkan 25 (dua pulih lima) kebutuhan functional dan 5 (lima) kebutuhan non functional.

Tabel Elisitasi Tahap III

Functional

No.

Saya Ingin Sistem:

T

O

E

Keterangan

L

M

H

L

M

H

L

M

H

1.

Menampilkan Viewboard perkelas

 

 

 

 

 

 

2.

Menampilkan foto profil pada testimoni mahasiswa iLearning+

 

 

 

 

 

 

3.

Terdapat total 100 views pada statistic page iLearning+

 

 

 

 

 

 

4.

Sistem dapat menampilkan berita

 

 

 

 

 

 

5.

Memiliki fitur Share Button Artikel

 

 

 

 

 

 

6.

Terdapat 50 Subscriber pada Official site iLearning+

 

 

 

 

 

 

7.

Menampilkan Artikel Terpopuler

 

 

 

 

 

 

8

Sistem dapat menampilkan Viewboard yang berisi mahasiswa paling aktif dimana terdapat 50 Artikel dan 50 komentar

 

 

 

 

 

 

9.

Terdapat shortcut Alexa rank

 

 

 

 

 

 

10.

Dapat menampilkan Fasilitas TPi dan FiR

 

 

 

 

 

 

11.

Terdapat visitor count berdasarkan IP Address pada Official site iLearning+ target 500 Visitor

 

 

 

 

 

 

12

Menampilkan Slider

 

 

 

 

 

 

13.

Mempromosikan 3000 Maichimp kepada Pribadi Raharja dengan mendapatkan 500 Open 50 Klik

 

 

 

 

 

 

14.

Terdapat Google Adsanse

 

 

 

 

 

 

15.

Terdapat Google Analytics yang diterapkan di ilp.raharja.ac.id dan 350 tayangan halaman

 

 

 

 

 

 

16.

Terdapat like pada berita informasi

 

 

 

 

 

 

17.

Terdapat Grafik Viewborad Top 10 Penulis Article pada Official Site iLearning+

 

 

 

 

 

 

18.

Memiliki fitur Subscribe

 

 

 

 

 

 

19.

Menampilkan Data mahasiswa iLearning+

 

 

 

 

 

 

20.

Terdapat 10 pendaftaran iLearning+ melalui email

 

 

 

 

 

 

21.

Menampilkan Viewboard dalam bentuk table

 

 

 

 

 

 

22.

Terdapat 10 jumlah Review iLearning+ pada Google Maps iLearning+

 

 

 

 

 

 

23.

Menampilkan Site Map

 

 

 

 

 

 

24.

Memiliki fitur jumlah view article

 

 

 

 

 

 

25.

Terdapat 3 video diantaranya video animasi, video pembelajaran dan video pelaksanaan UAS dengan total 100 VLC

 

 

 

 

 

 

Non Functional

No

Saya Ingin Sistem:

T

O

E

Keterangan

L

M

H

L

M

H

L

M

H

1.

Tampilan sistem user friendly

 

 

 

 

 

 

2.

Terdapat Jangakauan Kiriman Pada Fanpage Mencapai 1.000

 

 

 

 

 

 

3.

Terdapat Tempalate Untuk Modus Residential Pada Official Site iLearning Plus terdapat 30 materi

 

 

 

 

 

 

4.

Terdapat 500 likers Fanpage iLearning Community.

 

 

 

 

 

 

5.

Terdapat Postingan yang terdapat banyak tag dan memanfaatkan menu SEO pada Official site iLearning+

 

 

 

 

 

 

Penyusun

 

 

 

 

(Ninda Lutfiani)

NIM : 1312476552

Stakeholder

 

 

 

 

(Hani Dewi Ariessanti, M.Kom)

NIP : 011014

Final Draft Elisitasi

Menurut Saputra (2012 : 51), Final draft elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar untuk Pengembangan Official Site iLearning+ Untuk Meningkatkan Promosi Pada Perguruan Tinggi. Berikut ini merupakan tabel 3.22 yang berisikan final draft elisitasi yang berisikan 10 (sepuluh) kebutuhan functional dan 5 (lima) kebutuhan non functional.

Tabel Elisitasi Tahap Final

Functional

No.

Analisa Kebutuhan:

Saya Ingin Sistem Dapat:

1.

Terdapat visitor count berdasarkan IP Address pada Official site iLearning+ target 500 Visitor

2.

Terdapat Google Analytics yang diterapkan di ilp.raharja.ac.id dan 350 tayangan halaman

3.

Terdapat 10 jumlah Review iLearning+ pada Google Maps iLearning+

4.

Terdapat 50 Subscriber pada Official site iLearning+

5.

Terdapat 10 pendaftaran iLearning+ melalui email

6.

Mempromosikan 3000 Maichimp kepada Pribadi Raharja dengan mendapatkan 500 Open 50 Klik

7.

Terdapat total 100 views pada statistic page iLearning+

8.

Sistem dapat menampilkan Viewboard yang berisi mahasiswa paling aktif dimana terdapat 50 Artikel dan 50 komentar

9.

Terdapat Grafik Viewborad Top 10 Penulis Article pada Official Site iLearning+

10.

Terdapat 3 video diantaranya video animasi, video pembelajaran dan video pelaksanaan UAS dengan total 100 VLC

Non Functional

No.

Saya Ingin Sistem:

1.

Tampilan sistem user friendly

2.

Terdapat Jangakauan Kiriman Pada Fanpage Mencapai 1.000

3.

Terdapat Tempalate Untuk Modus Residential Pada Official Site iLearning Plus terdapat 30 materi

4.

Terdapat 500 likers Fanpage iLearning Community.

5.

Terdapat Postingan yang terdapat banyak tag dan memanfaatkan menu SEO pada Official site iLearning+

Penyusun

 

 

 

(Ninda Lutfiani)

NIM : 1312476552

Mengetahui,

                Pembimbing I                                 Pembimbing II                           

 

 

 

  (Ir. Untung Rahardja, M.T.I)           (Qurotul Aini, S.Kom., M.T.I)     

               NID : 99001                                      NID : 14012                                

Menyetujui,

                  Stakeholder                                  Kepala Jurusan                            

 

 

 

 

   (Hani Dewi Ariessanti, M.Kom)        (Nur Azizah.,M.Akt., M.Kom)

                 NIP :  011014                                   NIP : 078010                            

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

Rancangan Sistem Usulan

Untuk menganalisa sistem yang diusulkan, pada penelitian ini digunakan Draw.io untuk menggambarkan Use Case Diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram yang diusulkan.

Prosedur Sistem Yang Diusulkan

Berdasarkan analisis serta penelitian yang dilakukan di dalam sistem yang berjalan saat ini di Perguruan Tinggi Raharja yaitu digital marketing official site iLearning+, maka tahap selanjutnya adalah membahas mengenai sistem usulan. Adapun sistem yang akan di usulkan pada official site iLearning+ ini, terdapat 3 usulan yaitu :

  1. Membuat Strategi digital marketing melalui artikel yang dimaksimalkan dengan SEO (Search Engine Optimization) dan membuat Google Analytics untuk official site iLearning+. Sebagai langkah awal adalah membuat strategi digital marketing yang dijelaskan secara lebih mendetail pada mind mapping, salah satunya adalah dengan adanya artikel yang memanfaatkan Search Engine Optimization (SEO) pada official site iLearning+ untuk memperkuat hasil pencarian pada google dan pemanfaatan Google Analytics sebagai langkah untuk menganalisa hasil strategi marketing.
  2. Menambahkan tools pada official site iLearning+ Adanya visitor count, untuk mengetahui jumlah pengunjung berdasarkan IP address, jumlah subscriber untuk melihat berapa banyak yang telah berpartisipasi aktif untuk menjadi subscriber dan statistic page view.
  3. Membuat sebuah viewboard iLearning+. Viewboard dibuat untuk meningkatkan aktifitas mahasiswa di dalam official site Learning+ yang diukur melalui jumlah artikel dan komentar terbanyak. Selanjutnya di apresiasi dengan menampilkan nama mahasisswa terbaik pada menu slider yang ada di halaman utama official site iLearning+.

Use Case Diagram Yang Diusulkan

Use case diagram official site iLearning+ yang diusulkan, terdapat 3(tiga) aktor dan terdapat 10 (sepuluh) uscase.

Gambar 4.1 Use Case Diagram Pada Official Site iLearning yang diusulkan

Berdasarkan gambar 4.1 Use Case Diagram, Proses promosi serta kegiatan yang dilakukan mahasiswa dan calon mahasiswa iLearning+ yang diusulkan, berawal dari admin, mahasiswa dan calon mahasiswa mengunjungi official site iLearning+, untuk use case Login SSO hanya dapat dilakukan oleh admin dan mahasiswa iLearning+ karena untuk calon mahasiswa belum memiliki akses untuk masuk kedalamnya atau menjadi author. Terlihat bahwa setelah login SSO admin dan mahasiswa beralih ke halaman dashboard dimana tujuan dan hak akses yang dimiliki berbeda. Membahas dari admin iLearning+ terlebih dahulu yang berperan dalam mengupdate informasi didalam official site iLearning+ serta mempercantik dengan penambahan tools termasuk juga membuatkan viewboard iLearning+. Admin dapat menulis artikel yang berhubungan dengan promosi dan memperkaya SEO diddalamya sehingga meningkatkan jumlah pencarian pada saat ada pencarian di google.

Selanjutnya mahasiswa iLearning+ dapat berkontribusi aktif dimana digambarkan pada use case “masuk ke dashboard”, selanjutnya mahasiswa dapat add new post dan add new comment, hal ini saling terhubung dengan kegiatan pembuatan viewboard yang dilakukan oleh admin. Terakhir adalah aktor calon mahasiswa iLearning+, calon mahasiswa tersebut dapat mengakses official site iLearning+ dan dikhususkan akan mengarah ke bagian registrasi yang dapat mengakses form pendaftaran beserta biayanya, namun jika tidak melakukan kedua kegiatan tersebut maka dianggap hanya sebagai visitor.

Activity Diagram Yang Diusulkan

Melihat dari aktifitas yang ada pada official site iLearning+, Dalam activity diagram ini terdapat 3(tiga) usulan yang terdiri dari aktifitas admin iLearning+ sebagai langkah promosi, mahasiswa dan calon mahasiswa iLearning+. Selengkapnya dijelaskan lebih lanjut dibawah ini :

1. Activity Diagram Digital Marketing iLearning+ Yang Diusulkan
Berikut ini adalah activity diagram mahasiswa iLearning+ yang diusulkan :


Gambar 4.2 Activity Diagram Digital Marketing iLearning+ Yang Diusulkan

Berdasarkan gambar 4.2 ditas dapat dijelaskan bagaimana alur aktifitas yang diusulkan untuk mencapai cita-cita iLearning+ yang lebih gemilang, sebagai langkah awal Admin iLearning+ mengakses ilp.raharja.ac.id, selanjutnya di lakukan update tools yang belum sesuai dengan keinginan dan dirasa perlu untuk menata ulang halaman utama official site iLearning+. Update tools disini seperti penambahan visitor count, menampilkan jumlah subscriber dan lain sebagainya. Kemudian admin dapat membuat postingan untuk menarik minat masyarakat melalui SEO yang sudah ada pada official site iLearning+. Setelah dirasa cukup, selanjutya di share ke sosial media yang dimiliki official site iLearning+ dan dihitung berapa jumlah feedback ataupun respon yang ada.

2. Activity Diagram Mahasiswa iLearning+ Yang Diusulkan
Berikut ini adalah activity diagram mahasiswa iLearning+ yang diusulkan:


Gambar 4.3 Activity Diagram Mahasiswa iLearning+ Yang Diusulkan

Gambar 4.3 dapat dijelaskan proses mahasiswa iLearning+ mengakses Official site iLearning+ dan dapat login menggunakan Email Rinfo cukup dengan SSO. Selanjutnya mahasiswa/i dapat membuat artikel dan di publish dai official site iLearning+, selain itu mahasiswa juga dapat memberikan komentarnya. Aktifitas tersebut adalah serangkaian kegiatan yang secara otomatis masuk ke viweboard iLearning+, viewboard dapat menampilkan 10 besar paling aktif memberi komentar dan pembuat artikel terbanyak.

3. Activity Diagram Calon Mahasiswa iLearning+ Yang Diusulkan
Berikut ini adalah activity diagram mahasiswa iLearning+ yang diusulkan:


Gambar 4.4 Activity Diagram Calon Mahasiswa iLearning+ Yang Diusulkan

Pada gambar 4.2 diatas dapat dilihat aktifitas yang dilakuakn calon mahasiswa pada official site iLearning+ dimana calon mahasiswa mengakses official site iLearning+ sebagai langkah awal, kemudian melakukan registrasi melalui form yang ada tepatnya di menu registrasi online. Selanjutnya mulai mengisi form pendaftaran secara online setelah itu melakukan pengecekan biaya dan proses selesai.

Sequence Diagram Yang Diusulkan

Gambar 4.5 Use Case Diagram

Berdasarkan gambar Sequence Diagram diatas terdapat :

  1. 3 (tiga) actor yang melakukan kegiatan yaitu Admin iLP, Mahasiswa iLearning+ dan calon mahasiswa.
  2. 2 (dua) entity yang mengontrol alur kerja sistem atau proses yang dilakukan, yaitu : Official site iLearning+ dan Viewboard iLearning+.
  3. 1 (satu) boundary lifeline merupakan tepi dari system, seperti user interface, atau suatu alat yang berinteraksi dengan system lain, yaitu : Form Registrasi online
  4. 10 (seouluh) message yang merupakan urutan kegiatan dalam official sitel iLearning+

Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

Untuk mengetahui perbedaan prosedur sistem berjalan dan sistem usulan, maka dijelaskan dalam bentuk tabel sebagai berikut :

Tabel 4.1 Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

No.

Sistem Yang Berjalan

Sistem Yang Diusulkan

1.

Penyebaran informasi seputar iLearning+ masih sebatas info dari koordinator yang disebarkan melalui milis yang sebagian besar belum bersumberkan dari official site iLearning+ dan  belum disalurkan ke dunia digital sebagai langkah promosi.

Membuat Strategi digital marketing untuk memperluas jangakauan promosi, salah satunya melalui artikel yang dimaksimalkan dengan SEO (Search Engine Optimization) dan Google Analytics untuk official site iLearning+.

2.

Pada official site iLearning+ belum bisa diketahui berapa banyak jumlah visitor, subscriber dan berapa sering halaman tersebut dikunjungi. Khususnya pada menu Registrasi online yang difokuskan untuk banyak pengunjung disana.

Pada sistem yang diusulkan maka ditambahkan tools visitor count,  untuk mengetahui jumlah pengunjung berdasarkan IP address, menampilkan jumlah subscriber pada official site iLearning+  dan statistic page view.

3.

Dalam perjalanan iLearning+ didapati mahasisswa iLearning+ belum secara aktif menjadi bagian dari official site iLearnig+, tingkat keaktifan yang rendah untuk berkontribusi didalamnya. visitor yang berkunjung.

Pada sistem yang diusulkan maka budaya tersebut ingin ditinggalkan, dengan dibuatkannya viewboard iLearning+ yang dapat menampilkan 10 mahasiswa teraktif membuat artikel dan memberikan komentar terbanyak.

Flowchart Sistem Yang Diusulkan

Flowchart program merupakan keterangan yang lebih rinci tentang bagaimana setiap langkah program atau prosedur sesungguhnya yang dilaksanakan. Jika alur flowchart sebelumnya yang sudah dijelaskan di BAB III, maka berikut ini adalah flowchart yang diusulkan, terbagi menjadi 2(dua) yaitu mahasiswa iLearning+ dan calon mahasiwa. Flowchart ini menunjukan setiap langkah program atau prosedur dalam urutan yang tepat saat terjadi. Berikut Flowchart program untuk official site iLearning+ yaitu :

  1. Flowchart yang diusulkan bagi Admin iLearning+
  2. Flowchart yang diusulkan bagi Calon Mahasiswa iLearning+
  3. Flowchart sistem yang diusulkan bagi Mahasiswa iLearning+

Flowchart yang diusulkan bagi Admin iLearning+

Gambar 4.6 Flowchart Sistem Yang Diusulkan Bagi Admin iLearning+

Dapat dijelaskan gambar flowchart program pada official site iLearning+ diatas pada saat ini, yaitu terdiri dari :

  1. 2 (dua) simbol terminal, yang berperan sebagai “start” dan “finish” pada aliran proses flowchart program pada official site iLearning+ .
  2. 2 (dua) simbol data, yang menyatakan proses input atau output tanpa tergantung jenis peralatannya, yaitu: Proses setelah Login menggunakan SSO, Admin dapat melakukan kegiatan di sembilan menu yang ada di official site iLearning+.
  3. 9 (Sembilan) simbol decision, sebagai simbol untuk menunjukan sebuah langkah pengambilan suatu keputusan untuk mengecek kebutuhan sumber data pada menu yang terdapat di official site iLearning+.
  4. 9 (Sembilan) simbol proses yaitu menyatakan suatu tindakan (proses) yang dilakukan oleh user.

Flowchart Sistem Yang Diusulkan bagi Calon Mahasiswa iLearning+

Gambar 4.7 Flowchart Sistem Yang Diusulkan Bagi Calon Mahasiswa iLearning+

Dapat dijelaskan gambar flowchart program pada official site iLearning+ diatas, yaitu terdiri dari :

  1. 2 (dua) simbol terminal, yang berperan sebagai “start” dan “finish” pada aliran proses flowchart program pada official site iLearning+
  2. 7 (tujuh) simbol data, yang menyatakan proses input atau output tanpa tergantung jenis peralatannya, yaitu: Mengunjungi halaman “ilp.raharja.ac.id” untuk kemudian masuk ke halaman utama yang difukuskan untuk “Registrasi Online” lalu terdapat 2(dua) pilihan diantaranya “Form Pendaftaran online” dan “Biaya Pendaftaran” diamana terjadi proses input dan output lagi didalamnya.
  3. 5 (lima) simbol decision, sebagai simbol untuk menunjukan sebuah langkah pengambilan suatu keputusan untuk mengecek kebutuhan sumber data.
  4. 3 (tiga) simbol proses yaitu menyatakan suatu tindakan (proses) yang dilakukan oleh user.

Flowchart Sistem Yang Diusulkan Bagi Mahasiswa iLearning+

Gambar 4.8 Flowchart Sistem Yang Diusulkan Bagi Calon Mahasiswa iLearning+

Dapat dijelaskan gambar flowchart program pada official site iLearning+ diatas, yaitu terdiri dari :

  1. 2 (dua) simbol terminal, yang berperan sebagai “start” dan “finish” pada aliran proses flowchart program pada official site iLearning+
  2. 6 (enam) simbol data, yang menyatakan proses input atau output tanpa tergantung jenis peralatannya, yaitu: Login SSO dan mengunjungi Official site iLearning+, kemudian dapat masuk ke dashboard dan selanjutnya memilih untuk menulis postingan atau membuat komentar.
  3. 2 (dua) simbol decision, sebagai simbol untuk menunjukan sebuah langkah pengambilan suatu keputusan untuk mengecek kebutuhan sumber data.
  4. 2 (dua) simbol proses yaitu menyatakan suatu tindakan (proses) yang dilakukan oleh user.

Rancangan Program (HIPO)

Dalam pengembangan official site iLearning+ menggunakan strategi digital marketing maka dibutuhkan rancangan program yang akan memberikan gambaran mengenai apa saja yang ada di dalam sistem dan tata cara penggunaan official site iLearning+. Dalam proses rancangan program ini penulis menggunakan metode HIPO (Hierarchy Input Process Output). HIPO merupakan sebuah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau mendokumentasikan terhadap pengembangan sistem yang berbasis pada fungsi, yaitu tiap-tiap modul yang ada di dalam official site iLearning+ digambarkan oleh fungsi utamanya. Gambar di bawah ini adalah metode perancangan HIPO yang digunakan sebagai rancangan pada official site iLearning+.

Gambar 4.9 Alur Penilaian Lama
  1. Menu Login
    Fungsi program: Untuk dapat masuk dan mengakses official site iLearning+
    Hak Akses  : Dosen dan Mahasiswa.
    Proses Program  :
    a. Masuk ke http://ilp.raharja.ac.id
    b. Arahkan kursor ke menu login.
    c. Jika berhasil akan menampilkan halaman utama.
    d. Jika tidak berhasil akan tetap di halaman login
  2. Menu Utama iLearning+
    Nama Program : Menu Utama.
    Fungsi  : Untuk menampilkan menu-menu yang ada pada program.
    Proses  : Pada Menu Utama terdapat 21 (dua puluh satu) menu pilihan yaitu :
    1. Home
    Nama Program  : Home.
    Fungsi  : Untuk menampilkan seluruh halaman depan.
    Proses  : Memasukkan url pada address bar.
    2. Profil
    Nama Program  : Profil
    Fungsi  : Gambaran tentang sejarah, status saat ini, dan tujuan masa depan
    Proses  : Pada menu utama, arahkan kursor ke area Profil
    3. Sejarah
    Nama Program  : Sejarah Fungsi  : Untuk menampilkan sejarah iLearning+
    Proses  : Pada menu utama, arahkan kursor ke are Profil, lalu arahkan ke sejarah. 4. Visi Misi
    Nama Program : Visi Misi
    Fungsi : Untuk menampilkan visi dan misi iLearning+ Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke are Profil, lalu arahkan ke visi misi. 5. SK
    Nama Program : SK
    Fungsi : Untuk menampilkan SK pada iLearning+
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke are Profil, lalu arahkan ke SK.
    6. Pantun
    Nama Program : Pantun
    Fungsi : Untuk menampilkan pantun pengertian dari iLearning+
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke are Profil, lalu arahkan ke Pantun.
    7. Pribadi Raharja
    Nama Program : Pribadi Raharja
    Fungsi : Untuk menampilkan mahasiswa/I dan dosen iLearning+
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke area Pribadi Raharja
    8. Mahasiwa/i
    Nama Program : Mahasiswa/i
    Fungsi : Untuk menampilkan data mahasiswa/I iLearning+, form Student Agreement dan kuesioner.
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke area Pribadi Raharja, lalu arahkan ke Mahasiswa/i.
    9. Dosen
    Nama Program : Dosen
    Fungsi : Untuk menampilkan data dosen iLearning+, KMD dan iSAP iLearning+
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke area Pribadi Raharja, lalu arahkan ke Dosen.
    10. FAQ
    Nama Program : FAQ
    Fungsi : Untuk menampilkan halaman FAQ bagi pengguna
    Proses : Pada halaman utama, arahkan kursor ke area FAQ
    11. Dokumentasi
    Nama Pengguna : Dokumentasi
    Fungsi : Untuk Menampilkan seluruh dokumentasi iLearning+
    Proses : Pada halaman utama, arahkan kursor ke area Dokumentasi.
    12. iLP Presentasi
    Nama pengguna : iLP Presentasi
    Fungsi : Untuk menampilkan isi presentasi mengenai iLearning+.
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke are Dokumentasi, lalu arahkan ke iLearning+ Presentasi.
    13. Himpunan Filsafat
    Nama pengguna : Himpunan Filsafat
    Fungsi : Untuk menampilkan isi dari filsafat-filsafat yang telah di cetuskan oleh Pribadi Raharja.
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke are Dokumentasi, lalu arahkan ke Himpunan Filsafat.
    14. Artikel
    Nama pengguna : Artikel
    Fungsi : Untuk menampilkan Artikel yang di buat oleh mahasiswa/I iLearning+.
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke are Dokumentasi, lalu arahkan ke Artikel.
    15. Registrasi Online
    Nama Pengguna : Registrasi Online
    Fungsi : Untuk menampilkan informasi biaya serta form pendaftaran online iLearning+.
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke area Administrasi.
    16. Form Pendaftaran
    Nama pengguna : Form Pendaftaran
    Fungsi : Untuk menampilkan form pendaftaran online iLearning+.
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke area Administrasi, lalu arahkan ke Form Pendaftaran.
    17. Biaya Pendaftaran
    Nama Pengguna : Biaya pendaftaran
    Fungsi : Untuk menampilkan informasi pendaftaran iLearning+.
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke area Administrasi, lalu arahkan ke Biaya pendaftaran.
    18. Daftar Kelas iLP
    Nama pengguna : Daftar kelas iLearning+
    Fungsi : Untuk menampilkan daftar kelas dalam kode kelas iLearning+ kepada mahasiswa/i
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke area Daftar kelas iLearning+
    19. Video Pembelajaran
    Nama pengguna : Video Pembelajaran
    Fungsi : Untuk menampilkan Video Pembelajaran pada kelas iLearning+
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke arah Daftar kelas iLearning+ lalu ke arah Video Pembelajaran
    20. iLP Maps
    Nama pengguna :Maps Location
    Fungsi : Untuk menampilkan lokasi Perguruan Tinggi Raharja
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke area Maps Location
    21. Viewboard
    Nama pengguna : Viewboard
    Fungsi : Untuk menampilkan top article dan top comment iLearning+
    Proses : Pada menu utama, arahkan kursor ke area Viewboard

Mind Mapping Project

Dikutip dari Tjahjono (2010 : 37-38), Mind Mapping adalah suatu metode untuk memaksimalkan potensi pikiran manusia dengan menggunakan otak kanan dan otak kiri nya secara simultan. Metode ini diperkenalkan oleh Tony Buzan pada tahun 1974, seorang ahli pengembangan potensi manusia dari Inggris. Buzan (1993) mengemukakan bahwa otak manusia bekerja mengolah informasi melalui mengamati, membaca, atau mendengar tentang sesuatu hal berbentuk hubungan fungsional antar bagian (konsep, kata kunci), tidak parsial terpisah satu sama lain dan tidak pula dalam bentuk narasi kalimat lengkap.

Selanjutnya Buzan mengemukakan bahwa cara belajar siswa yang alami natural adalah sesuai dengan cara kerja otak seperti di atas berupa pikiran. Mind Mapping digunakan untuk membuat sebuah inovasi atau membuat suatu keterampilan befikir dalam menganalisa sebuah ide kreatif dan efektif dengan jelas sehingga masalah yang dihadapi dapat selesai dengan cepat menggunakan sebuah pemikiran dan konsep yang saling berinteraksi di dalam sebuah media diagram dengan menggunakan sebuah gambar, kata-kata, dan warna untuk membuat sebuah ide yang potensial untuk memecahkan atau menyelesaikan masalah secara strategis. Dibawah ini, merupakan konsep mind mapping dalam penelitian digital marketing iLearning+, sebagai berikut:

Gambar 4.6 Mind Mapping Project


Berdasarkan pada gambar 4.6 maka dapat dijabarkan bahwa di dalam pengembangan ini terdapat 5 pengelompokan, strategi digital marketing yang digunakan terdapat 7 (tujuh) poin yaitu penyebaran informasi melalui sosial media yang dimiliki iLearning+ seperti instagram, fanpage iLearning community, twitter dan R+, selanjutnya berkolaborasi dengan rangers marketing, postingan SEO, penyebaran informasi melalui Mailchimp, ulasan di google, video iLearning+ dan linking inbound dan outbound. Selanjutnya ada 4 (empat) akar pemikiran lain yang masing-masing terbagi lagi menjadi akar pemikiran yang lebih kecil. Dari tersebut pengelompokkan menjelaskan mengenai suatu permasalahan dan kebutuhan sistem berjalan kemudian akan dibuat perencanaan mengenai tujuan, manfaat, serta usulan yang akan diusulkan berdasarkan referensi yang telah dipelajari sebelumnya dengan memperhatikan landasan teori yang telah ada.

Strategi

Untuk mencapai sebuah tujuan yang bersifat kuantitatif, diperlukan strategi demi menentukan berapa luas pencapaian yang akan dicapai dalam menyelesaikan sebuah permasalahan atau memecahkan permasalahan tersebut. Pembahasan strategi ini pun dimaksudkan untuk menjabarkan apa yang dilakukan secara keseluruhan dengan menetapkan satu per satu detil dari final elisitasi untuk dijadikan bukti pencapaian yang telah dilakukan. Dibawah ini merupakan bukti dari setiap detil pencapaian dari hasil final elisitasi. Didapatkan 15 strategi yang dijadikan sebagai pembuktian atas pencapaian yang telah dilakukan dan sudah tercantum di dalam Final Elisitasi.

  1. iLearning+ Sweet_Stra#1 : Terdapat visitor count berdasarkan IP Address pada Official site iLearning+ target 500 Visitor
    a. iLearning+ Sweet_Stra#1 ditargetkan sebanyak 500 visitor count berhasil mengunjungi official site iLearning+ yang dihitung bukan berdasarkan per-click.
    b. Pembuktiannya terdapat 1.018 visitor yang berhasil berkunjung ke official site iLearning+ (ilp.raharja.ac.id) dari 500 target yang ditentukan.
    Gambar 4.7 Visitor Count iLearning+ 1.018
  2. iLearning+ Sweet_Stra#2 : Terdapat Google Analytics yang diterapkan di ilp.raharja.ac.id dan 350 tayangan halaman
    a. iLearning+ Sweet_Stra#2 ditargetkan sebanyak 406 tayangan laman pada google analytics yang sudah didaftarkan.
    b. Pembuktiannya terdapat 406 tayangan laman yang berhasil tampil dari 350 tayangan laman target yang ditentukan, ini menandakan strategi tercapai dengan baik.
    Gambar 4.8 Tayangan laman iLearning+ Pada Google Analytics
  3. iLearning+ Sweet_Stra#3 : Terdapat 10 jumlah Review iLearning+ pada Google Maps iLearning+.
    a. iLearning+ Sweeet_Stra#3 ditargetkan memiki 10 jumlah review pada google maps iLearning+.
    b. Pembuktiannya tercapai 10 orang yang memberikan review pada google maps iLearning+, mengingat banyak nya review yang tereliminasi dari pihak google.
    Gambar 4.9 iLearning+ Google Review
  4. iLearning+ Sweet_Stra#4 : Terdapat 50 Subscriber pada Official site iLearning+.
    a. iLearning+ Sweet_Stra#4 ditargetkan Terdapat 50 Subscriber pada Official site iLearning+. Sebelumnya belum ada jumlah subscriber iLearning+
    b. Pembuktiannya adalah tercapainya 61 subscriber dari 50 subscriber yang ditargetkan.
    Gambar 4.10 iLearning+ subscriber
  5. iLearning+ Sweet_Stra#5 : Terdapat 10 pendaftaran iLearning+ melalui email.
    a. iLearning+ Sweet_Stra#4 ditargetkan terdapat 10 pendaftaran yang berhasil dilakukan melalui registrasi online iLearning+ dimana masuk kedalam notifikasi melalui email.
    b. Pembuktiannya adalah tercapainya 30 pendaftaran yang berhasil masuk notifikasi melalui email dari [email protected]
    Gambar 4.11 Notifikasi Melalui email Pendaftaran Online iLearning+#1


    Gambar 4.12 Notifikasi Melalui email Pendaftaran Online iLearning+#2
  6. iLearning+ Sweet_Stra#6 : Mempromosikan 3000 Maichimp kepada Pribadi Raharja dengan mendapatkan 500 Open 50 Klik.
    c. iLearning+ Sweet_Stra#6 ditargetkan terdapat 1000 Maichimp kepada Pribadi Raharja dengan mendapatkan 500 Open 50 Klik. sebagai langkah strategi menyebarluaskan informasi perihal iLearning+ untuk pribadi raharja.
    d. Pembuktiannya adalah tercapainya 5,070 Mailchimp yang berhasil terkirim ke Pribadi Raharja, dengan capaian open yang fantastis 2x lipat melebihi target sebanyak 1.178 Open dan 86 Klik.
    Gambar 4.13 Mailchimp iLearning+ 1.555 recipients


    Gambar 4.14 Mailchimp iLearning+ 1.616 Recipients


    Gambar 4.15 Mailchimp iLearning+ 1.707 Recipients


    Gambar 4.15 Mailchimp iLearning+ 1.707 Recipients
  7. . iLearning+ Sweet_Stra#7: Terdapat total 100 views pada statistic page iLearning+
    a. iLearning+ Sweet_Stra#7 ditargetkan untuk terdapat 100 views pada statistic page pada halaman utama Oficial site iLearning+, dimana tools ini sebelumnya belum ada.
    b. Pencapaian iLearning+ Sweet_Stra#7 dibuktikan dengan tercapainya 454 view all time pada statistic page iLearning+ yang ada pada hamana utama official site iLearning+.
    Gambar 4.16 Statistic page view iLearning+
  8. iLearning+ Sweet_Stra#8: Sistem dapat menampilkan Viewboard yang berisi mahasiswa paling aktif dimana terdapat 50 Artikel dan 50 komentar.
    a. iLearning+ Sweet_Stra#8 ditargetkan untuk dapat menampilkan Viewboard yang berisi mahasiswa paling aktif dimana terdapat 50 Artikel dan 50 komentar.
    b. Pencapaian iLearning+ Sweet_Stra#8 dibuktikan dengan tercapainya 169 artikel yang dan 212 komentar
    Gambar 4.17 Snippet untuk menampilkan viewboard Top Article dan Top Comment


    Gambar 4.18 Tampilan viewboard Top Article dan Top Comment
  9. iLearning+ Sweet_Stra#9: Terdapat Grafik Viewborad Top 10 Penulis Article pada Official Site iLearning+.
    a. iLearning+ Sweet_Stra#9 ditargetkan untuk dapat menampilkan Grafik Viewborad Top 10 Penulis Article pada Official Site iLearning+.
    b. Pencapaian iLearning+ Sweet_Stra#9 dibuktikan dengan berhasil ditampilkannya grafik yang informatif.
    Gambar 4.21 Tampilan Snippet untuk menampilkan Viewboard iLearning+


    Gambar 4.22Tampilan Grafik Viewboard iLearning+
  10. iLearning+ Sweet_Stra#10: Terdapat 3 video diantaranya video animasi, video pembelajaran dan video pelaksanaan UAS dengan total 100 VLC.
    a. iLearning+ Sweet_Stra#10 ditargetkan Terdapat 3 video diantaranya video animasi, video pembelajaran dan video pelaksanaan UAS dengan total 100 VLC.
    b. Pencapaian iLearning+ Sweet_Stra#10 dibuktikan dengan 258 view
    Gambar 4.23 Video iLearning+
  11. iLearning+ Sweet_Stra#11: Tampilan sistem user friendly .
    a. iLearning+ Sweet_Stra#11 terdapat tampilan yang user friendly dan menyesuaikan di akses di berbagai device.
    b. Dibuktikan dengan mengakses ilp.raharja.ac.id melalui smartphone
    Gambar 4.24 Tampilan iLearning+ yang user friendly
  12. iLearning+ Sweet_Stra#12: Terdapat Jangakauan Kiriman Pada Fanpage Mencapai 1.000
    a. iLearning+ Sweet_Stra#12 memiliki target untuk iriman Pada Fanpage Mencapai 1.000 jangkauan kiriman
    b. Pembuktian melalui facebook insight pada fanpage iLearning Community
    Gambar 4.25 Jangkauan kiriman iLearning+
  13. iLearning+ Sweet_Stra#13: Terdapat Tempalate Untuk Modus Residential Pada Official Site iLearning Plus terdapat 30 materi.
    a. iLearning+ Sweet_Stra#13 Terdapat Tempalate Untuk Modus Residential Pada Official Site iLearning Plus terdapat 30 materi yang dapat dijadikan pedoman bagi mahasiswa iLearning+ untuk training sebelum perkuliahan dimulai.
    b. Pembuktian berupa SKuP yang berisi 30 materi training.
    Gambar 4.26 SKuP Modus Residensial iLearning+
  14. . iLearning+ Sweet_Stra#14: Terdapat 500 likers Fanpage iLearning Community.
    a. iLearning+ Sweet_Stra#14 Terdapat 500 likers Fanpage iLearning Community.
    b. Pencapaian iLearning+ Sweet_Stra#14 terdapat 758 likers melebihi dari target 500 likers.
    Gambar 4.27 Likers Fanpage iLearning+
  15. iLearning+ Sweet_Stra#15: Terdapat Postingan yang terdapat banyak tag dan memanfaatkan menu SEO pada Official site iLearning+.
    a. iLearning+ Sweet_Stra#15 memiliki target untuk dapat membuat postingan yang terdapat banyak tag dan memanfaatkan menu SEO pada Official site iLearning+.
    b. Pencapaian iLearning+ Sweet_Stra#15 telah dibuat dengan memanfaatkan SEO yang ada pada official site iLearning+.
    Gambar 4.28 Setting SEO Option iLearning+

Rancangan Prototype

Menurut O’Brien (2011), Prototype adalah suatu sistem potensial yang disediakan bagi pengembang dan calon pengguna yang dapat memberikan gambaran bagaimana kira-kira sistem tersebut akan berfungsi bila telah disusun dalam bentuk yang lengkap, dimana prosesnya disebut dengan prototyping. Proses pengembangan sistem sering kali mengambil format atau mencakup pendekatan prototype. Tahap ini adalah gambaran secara jelas setiap menu yang ada di dalam sistem, sehingga menggambarkan dengan jelas kepada para pengguna sistem. Berikut ini merupakan gambaran umum prototype dari Official Site iLearning+ yang akan dibuat, sebagai berikut :

1. Prototype Halaman Utama
Pada prototype ini menjelaskan mengenai bahwa prototype halaman awal setiap user (mahasiswa atau dosen) masuk ke dalam halaman www.ilp.raharja.ac.id. untuk dapat melihat seluruh informasi yang sudah ada.

Gambar 4.29 Prototype Halaman Utama

2. Prototype Testimonial dan Jumlah Subscriber
Pada prototype ini menjelaskan mengenai bahwa prototype halaman testimonial dan jumlah subscriber iLearning+ menambah nilai informasi pada halaman utama official site iLearning+.

Gambar 4.30 Prototype Testimonial dan Jumlah Subscriber

3. Prototype Viewboard iLearning+
Pada prototype ini menjelaskan mengenai bahwa prototype halaman viewborad iLearning+ yang memberikan informasi jumlah artikel yang ada di official site iLearning+ dan menampilkan 10 besar mahasiswa teraktif membuat artikel dan komentar.

Gambar 4.31 Prototype Viewboard iLearning+

4. Prototype Registrasi Online iLearning+
Pada prototype ini menjelaskan bahwa prototype registrasi online iLearning+ yang dapat diakses secara online, adanya elemen contact us untuk memudahkan calon mahasiswa yang dapat menguhubungi admin melalui email.

Gambar 4.32 Prototype Viewboard iLearning+

Testing

Metode Implementasi

Implementasi program pada pengembangan official site iLearning Plus (iLearning+) menggunakan strategi digital marketing untuk meningkatkan efektitifitas dosen pada perguruan tinggi dilakukan dengan menggunakan metode Black Box Testing. Metode Black Box Testing adalah pengujian program dengan mengutamakan pengujian terhadap kebutuhan fungsi suatu program. Tujuan dari metode Black Box Testing ini adalah untuk menemukan kesalahan fungsi pada program. Pengujian dengan metode Black Box Testing dilakukan dengan memberikan input pada program. Input tersebut kemudian di proses sesuai dengan kebutuhan fungsional nya untuk melihat apakah program aplikasi dapat menghasilkan output yang sesuai dengan yang diinginkan dan sesuai pula dengan fungsi dasar dari program tersebut. Apabila dari input yang diberikan, proses dapat menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan fungsional nya, maka program yang dibuat sudah benar, tetapi apabila output yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan fungsional nya, maka masih terdapat kesalahan pada program tersebut, dan selanjutnya dilakukan penelusuran perbaikan untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.

Blackbox Testing

1. Menu Viewboard iLearning+
Pengujian ini bertujuan untuk menguji keabsahan menu viewboard. Dimana setiap pengunjung dapat melihat segala aktivitasnya di dalam official site iLearning+ serta mengetahui rank mereka disana jika dan hanya jika mahasiswa/i tersebut terdaftar dalam official site iLearning+. Pengujian menu viewboard dilakukan dengan skenario sebagai berikut:

Gambar 2.33 Black Box Testing Viewboard

2. Button share social media
Pengujian ini bertujuan untuk menguji keabsahan button share social media yang ada untuk memperluasan jangkauan informasi yang ada di official site iLearning+ ke fanpage ataupun dan sosial media user lain.

Gambar 2.34 Black Box Testing Button share social media

3. Menu Subscriber iLearning+
Pengujian ini bertujuan untuk menguji keabsahan menu subscribers. Dimana setiap penggunjung yang ingin mendapatkan artikel terbaru dari official site iLearning+ bisa langsung memasukan email pribadi kedalam kolom subscribers tersebut. Pengujian menu subscriber dilakukan dengan skenario sebagai berikut:

Gambar 2.35 Black Box Testing Menu subscriber

4. Menu Pendaftaran online iLearning+
Pengujian ini bertujuan untuk menguji keabsahan menu pendaftaran online. Dimana calon mahasiswa iLearning+ dapat melakukan registrasi hanya jika mendapatkan kode verifikasi yang direquest dan dikirimkan dari [email protected] Pengujian menu pendaftaran online dilakukan dengan skenario sebagai berikut:

Gambar 2.36 Black Box Testing Pendaftaran Online iLearning+

Evaluasi

Setelah dilakukan pengujian melalui tahapan blackbox testing ada 4 (empat) bagian yaitu mengenai pengujian black box pada tabel Menu Viewboard iLearing+, dimana grafik tidak akan bertambah jika tidak ada input berupa postingan atu komentar didalamnya. Pengujian black box pada tabel button share social media sebagai mengambil contoh saat proses share ke fanpage iLearning+ dimana proses bisa dilakukan jika sudah login facebook.Selanjutnya pengujian pada tabel subscriber iLearning+, dimana akan ada pop up yang menyatakan bahwa ssubscription berhasil apabila alamat email atau Rinfo benar dan belum pernah subscribe sebelumnya. Pengujian terakhir pada menu Pendaftaran online iLearning+ dimana adanya prosedur untuk request kode verifikasi melalui email, yang terjadi jika menggunakan random kode akan muncul pop up bahwa kode verifikasi yang digunakan tidak benar. hasil yang diuji dari 4 (empat) adalah menyatakan bahwa sistem Valid.

Implementasi

Schedule Implementasi

Pada tahap ini dibutuhkan rencana implementasi yang berguna dalam pelaksanaan langkah-langkah kegiatan penerapannya. Langkah-langkah yang dilakukan dalam usaha mewujudkan sistem yang direncanakan ini dalam bentuk time table yaitu sebagai berikut :

Gambar 4.5 Time Schedule

Estimasi Biaya

Dalam sebuah penelitian memiliki kebutuhan-kebutuhan dalam menunjang kegiatan operasional dan non-operasional termasuk salah satunya adalah kebutuhan biaya administrasi di dalam prosesnya. Berikut ini adalah kebutuhan-kebutuhan dan biaya yang diusulkan terangkum di dalam tabel berikut :

Gambar 4.6 Estimasi Biaya

No.

Uraian Kegiatan

Banyak

Biaya Yang Diusulkan

1.

Bahan dan Peralatan Penelitian

 

 

 

Laptop Acer

1 Unit

Rp 3.000.000

 

Pulsa Modem

1 Unit

Rp 200.000

 

Windows

1 Unit

Rp 500.000

2.

Perjalanan

 

 

 

Transport

4 Bulan

Rp 400.000

3.

Administrasi

 

 

 

Kertas A4 ukuran 80gram

3 RIM

Rp 35.000

 

Tinta Printer

5 Botol

Rp 80.000

4.

Biaya lain-lain

 

 

 

Fotocopy

50 lembar

Rp 25.000

 

Laporan penelitian

50 lembar

Rp 100.000

 

Jumlah Biaya

Rp 4.340.000

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Berikut ini adalah kesimpulan perihal rumusan masalah Pengembangan Official site iLearning Plus Menggunakan Strategi Digital Marketing Untuk Meningkatkan Promosi Pada Perguruan Tinggi sebagai berikut :

  1. Strategi digital marketing yang dilakukan dalam rangka meningkatkan promosi iLearing+ adalah melalui pemanfaatan Search Engine Optimization, Pemanfaatan social media seperti instagram, fanpage dan twitter sebagai langkah memeperluas penyebaran informasi dan promosi yang bersumberkan pada official site iLearning+.
  2. Adanya berbagai informasi dan promosi yang dilakuakan dalam official site iLearning+ dapat disebarluaskan melalui button share sehingga mempermudah dan memperluas jangakauan informasi seputar iLearning+.
  3. Jika sebelumnya aktifitas mahasiwa iLearning+ dalam official site iLearning+ sangat rendah, kini dengan diterapkannya viewboard iLearning+ peran mahasiswa terlihat dimana mahasiswa menjadi termotivasi untuk bisa masuk top 10 (ten) pada grafik viewboard iLearning+. Hal ini juga meyakinkan visitor yang berkunjung ke official site iLearning+.

Dapat disimpulkan bahwa Official Site iLearning Plus sampai saat sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sebelumnya informasi yang ada masih ditemukan adanya postingan kosong, yang mengurangi nilai informasi. Promosi yang dilakukan di Official site iLearning+ saat ini didukung dengan strategi digital marketing, salah satunya adalah pengaruh sosial media yang membantu dalam meningkatkan popularitas iLearning+.

Saran

Berikut ini adalah kesimpulan perihal rumusan masalah Pengembangan Official site iLearning Plus Menggunakan Strategi Digital Marketing Untuk Meningkatkan Promosi Pada Perguruan Tinggi sebagai berikut :

  1. Memanfaatkan Google AdWords untuk memperkuat penyebaran informasi iLearning+.
  2. Memperbanyak video iLearning+ dan juga pemasangan iklan online di sosial media.
  3. Adanya kerjasama dengan membangun linking yang baik dengan pihak luar (metode inbound dan outbound)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Permendikbud no. 109. 2013. Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh pada Pendidikan Tinggi (Mencabut Permendikbud no. 24 Tahun 2012):
  2. Internet World Stats, Usage and Population Statistic. 2016. Top 20 Countries With The Highest Number of Internet Users. http://www.internetworldstats.com/top20.htm
  3. Rahardja, Untung. 2011. iLearning an effective learning method for higher education. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
  4. Nugraha, Tuhu. 2014. WWW. HM Defining Your Digital Strategy. Cetakan pertama. Jakarta: Upnormals publising.
  5. 5,0 5,1 Murad. Dina Fitria, Kusniawati. Nia, Asyanto. Agus. 2013. Aplikasi Intelligence Website Untuk Penunjang Laporan PAUD Pada Himpaudi Kota Tangerang. Jurnal CCIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Vol. 7, No. 1.
  6. Mahatmyo, Atyanto. 2014. Sistem Informasi Suatu Pengantar. Edisi 1. Cetakan pertama. Yogyakarta: Deepublish, CV. Budi Utama.
  7. Hutahaean, Jeperson. 2014. Konsep Sistem Informasi. Edisi 1. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Deepublish, CV. Budi Utama.
  8. Kadir, Abdul. 2014. Pengenalan SIstem Informasi Edisi Revisi. Yogyakarta: CV. Andi Offset
  9. Arifin, Muhammad. 2014. Business Intelligence Untuk Prediksi Customr Churn Telekomuniksi. Prosiding SNATIF Ke-1. Universitas Muria Kudus: 279-286.
  10. Yesmaya, Violitta. 2013. Infrastruktur Business Intelligence Mendukung Data Mining Dalam proses e-Business. Jurnal Teknik dan Ilmu Komuter, Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) Vol. 02 No. 06: 189-199.
  11. Udayanti, Erika Devi dan Affandy. 2012. Pemodelan Implementasi Business Intelligence Untuk Student Relationship Management Pada Perguruan Tinggi. Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan: 201-206.
  12. Arifin, Zainal dan Sugiharto, Aris. 2013. Rancang Bangun Sistem Business Intelligence Universitas Sebagai Pendukung Pengambilan Keputusan Akademik. Jurnal Sistem Informasi Bisnis Universitas Dopinegoro Vol.3 No.1: 30-40.
  13. 13,0 13,1 13,2 Amborowati dan Suryanto, M. 2015. Studi Dukungan Marketing Intelligence Pada Strategi Pemasaran. Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol.1 No.1: 49-53
  14. Simanjuntak, Echo Wahana Marciano. 2013. Business Intelligence Dalam meningkatkan Hubungan Dengan pelanggan : Sebuah Integrasi antara BI dan CRM. Paper Universitas Bina Nusantara.
  15. Prajena G, Yesmaya V, Darmawan D dan Sudarma H. 2014. Arsitektur Business Intelligence Berorientasi User. Jurnal Teknik & Ilmu Komputer, Vol. 3 No.10, 157-163.
  16. Budiman, A. 2016. Model Pengelolaan Digitalisasi Penyiaran Di Indonesia. Jurnal Politica, Vol.6., No. 2.
  17. Mailoa, L., & Winawati, W. 2013. Perencanaan Digital Marketing untuk Meningkatkan Brand Awareness Braito.
  18. Setiawardhani, Ratna Tiharita. 2013. Pembelajaran Elektronik (E-Learning) dan Internet Dalam Rangka Mengoptimalkan Kualitas Belajar Siswa. Jurnal Ilmiah Pend. Ekonomi, Volume 1 Nomor 2: 82-96
  19. Azhari, Azhari. 2015. PERAN MEDIA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ARAB SISWA MADRASAH. Jurnal Ilmiah Didaktika Vol.16. No1: 43-60.
  20. Mahnun, Nunu. 2012. Media Pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran). Jurnal Pemikiran Islam; Vol. 37, No. 1: 27-34.
  21. Sunardi. 2011. INTERNET DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS. Semantik 1.1.
  22. Irwansyah, Edi. Jurike V. Moniaga. 2014. Pengantar Teknologi Informasi. Jogyakarta: Deepublish.
  23. Ahmadi, Candra. Hermawan, Dadang. 2013. E-Business & E-Commerce. Yogyakarta: Andi Offset
  24. Arief. M. Rudyanto. 2011. Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP & MySQL. Yogyakarta: Andi.
  25. Harahap, Seprida Hanum. 2015. PEMANFAATAN E-LEARNING BERBASIS LCMS MOODLE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MATA KULIAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI. JURNAL RISET AKUNTANSI & BISNIS Vol.15 No.1.
  26. Hardianto, Deni. 2012. KARATERISTIK PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ONLINE. MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN 8.2.
  27. Widuri. iLearning. Diakses pada tanggal 2 Desember 2016. Tersedia di http://widuri.raharja.info/index.php?title=ILearning
  28. Wikipedia. Wordpress. Diakses pada tanggal 2 Desember 2016. Tersedia di https://id.wikipedia.org/wiki/WordPress
  29. Syah, Dedi Kurnia. 2015. "Analisis Isi pada Official Website PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten." CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol.3. No2.
  30. Henderi,. 2011. Dashboarding Information Systems For The Education Sector: Application and Methodologies. Jurnal CCIT. Vol.5 No.1 September 2011. Tangerang.
  31. Setiawan, Danang Yuli, dkk. 2013. Perancangan Business Intelligence Dahboard Berbasis Web Untuk Pemantauan Tingkat Keberhasilan Pembangunan Ketenagakerjaan (Studi Kasus: Provinsi Jawa Timur). Jurnal Teknik POMITS Vol. 2, No. 1. ISSN 2337-3539. Surabaya.
  32. Utami, Mayrisa Anggun. 2016. ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN SMB TELKOM UNIVERSITY TAHUN 2015/2016 MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM. Jurnal Sosioteknologi Vol.15. No.2: 309-318.
  33. Priangani, Ade. 2013. "MEMPERKUAT MANAJEMEN PEMASARAN DALAM KONTEKS PERSAINGAN GLOBAL." Jurnal Kebangsaan Vol.2 No.4.
  34. Susanto, Aris. 2013. PENGGUNAAN WEB SEBAGAI SALAH SATU PENDUKUNG STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLEH PERUSAHAAN KUSUMA AGRO INDUSTRI BATU." Jurnal Administrasi Bisnis Vol5. No2.
  35. Irwanto, Bambang. 2012. Manajemen Strategi Pemasaran.
  36. Sudarwati, Istiatin. "ANALISIS STRATEGI PEMASARAN BISNIS RETAIL DI LOTTEMART SURAKARTA." Paradigma Vol.12 No.02: 021-031.
  37. Sudarwati, Istiatin. "ANALISIS STRATEGI PEMASARAN BISNIS RETAIL DI LOTTEMART SURAKARTA." Paradigma Vol.12 No.02: 021-031.
  38. Rachmawati, Rina. "Peranan bauran pemasaran (marketing mix) terhadap peningkatan penjualan (sebuah kajian terhadap bisnis restoran)." Jurnal Kompetensi Teknik 2.2 (2011).
  39. Hendarto, Wisnu. 2012. Strategi Pemasaran Digital. Tersedia di https://www.academia.edu/11950905/Strategi_Pemasaran_Digital
  40. Jaya Malar, P. Jaya Mary. 2016. Innovative Digital Marketing Trends 2016. International Conference on Electrical, Electronics, and Optimization Techniques (ICEEOT). IEEE Conference Publications: 4882-4888.
  41. Priyono, E., Haryono, A. T., & Minarsih, M. M. (2016). ANALYSIS PENGARUH CITRA MEREK, STRATEGI PROMOSI, ATRIBUT PRODUK, HARGA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG SERTA PENGARUHNYA TERHADAP MINAT BELI (Studi Empiris pada Pameran Computer di Javamall Semarang). Journal Of Management, 2(2).
  42. Halim, C. (2010). Tip Praktis: Promosi Online untuk Berbagai Event. Elex Media Komputindo.
  43. Hsiao, T. C., Han, C., Qi, M., & Yu, X. 2016. The development and research of digital marketing in the contemporary society. In Applied System Innovation (ICASI), 2016 International Conference on (pp. 1-4). IEEE.
  44. Wirawan, F. W., & Oktivera, E. 2015. Analysis on the implementation of digital marketing towards motorbike transport service case study: GO-JEK (online taxi motorbike) Jakarta, Indonesia. In 2015 International Conference on Information Technology Systems and Innovation (ICITSI) (pp. 1-6). IEEE.
  45. Daj, A., Samoilă, C., & Ursuţiu, D. 2012. Digital marketing and regulatory challenges of Machine-to-Machine (M2M) Communications. In Remote Engineering and Virtual Instrumentation (REV), 2012 9th International Conference on (pp. 1-5). IEEE.
  46. Bengel, A., Shawki, A., & Aggarwal, D. 2015. Simplifying web analytics for digital marketing. In Big Data (Big Data), 2015 IEEE International Conference on (pp. 1917-1918). IEEE.
  47. Syed, A. Z. (2015, November). Applying sentiment and emotion analysis on brand tweets for digital marketing. In Applied Electrical Engineering and Computing Technologies (AEECT), 2015 IEEE Jordan Conference on (pp. 1-6). IEEE.
  48. Li, S., Li, J. Z., & Hardley, F. 2011. A mathematical, computational and symbolic representation framework towards digital marketing planning. In Management and Service Science (MASS), 2011 International Conference on (pp. 1-4). IEEE.
  49. Soininen, N. (2015). Improving SME's brand awareness by digital marketing: a guide for SMEs.