SI1233473288

Dari Widuri
Ini adalah revisi disetujui dari halaman ini, juga revisi terkini.
Lompat ke: navigasi, cari

RANCANG BANGUN AUDIOBOOK PLAYER UNTUK

MANULA DAN TUNANETRA DENGAN

RASPBERRY PI BERBASIS IOT

PADA KECAMATAN PINANG


LAPORAN SKRIPSI


Logo stmik raharja.jpg


OLEH :

1233473288
NGEMAS FIZAR BINTANG RAMADHAN



SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

RAHARJA

TANGERANG

(2015/2016)


LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

RANCANG BANGUN AUDIOBOOK PLAYER UNTUK

MANULA DAN TUNANETRA DENGAN

RASPBERRY PI BERBASIS IOT

PADA KECAMATAN PINANG

Disusun Oleh :

NIM
: 1233473288
Nama
: Ngemas Fizar Bintang Ramadhan
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Komputer
Konsentrasi
: Creative Communication And Innovative Technology

 

 

Disahkan Oleh :

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Komputer
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Ferry Sudarto, S.Kom, M.Pd)
NIP : 99001
       
NIP : 10001

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

RANCANG BANGUN AUDIOBOOK PLAYER UNTUK

MANULA DAN TUNANETRA DENGAN

RASPBERRY PI BERBASIS IOT

PADA KECAMATAN PINANG

Dibuat Oleh :

NIM
: 1233473288
Nama
: Ngemas Fizar Bintang Ramadhan

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Komputer

Konsentrasi Creative Communication And Innovative Technology

Disetujui Oleh :

Tangerang,11 Juni 2016

us
Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Ilamsyah, M.Kom)
   
(Ignatius Agus Supriyono, S.Kom, MM)
NID : 14019
   
NID : 09004

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

RAHARJA

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

RANCANG BANGUN AUDIOBOOK PLAYER UNTUK

MANULA DAN TUNANETRA DENGAN

RASPBERRY PI BERBASIS IOT

PADA KECAMATAN PINANG

Saya yang bertandatangan di bawah ini,

NIM
: 1233473288
Nama
: Ngemas Fizar Bintang Ramadhan
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Komputer
Konsentrasi
: CCIT

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik dilingkungan Perguruan Tinggi Raharja, maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab serta bersedia menerima sanksi jika ternyata pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang,11 Juni 2016

 
 
 
 
 
Ngemas Fizar Bintang Ramadhan
NIM : 1233473288

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

RANCANG BANGUN AUDIOBOOK PLAYER UNTUK

MANULA DAN TUNANETRA DENGAN

RASPBERRY PI BERBASIS IOT

PADA KECAMATAN PINANG

Dibuat Oleh :

NIM
: 1233473288
Nama
: Ngemas Fizar Bintang Ramadhan

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Komputer

Konsentrasi Creative Communication And Innovative Technology

Tahun Akademik 2016/2017

Disetujui Penguji :

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

ABSTRAKSI

Di era globalisasi ini, informasi sangat lah penting, baik secara online atau pun fisik, seperti media koran atau buku. Semakin majunya perkembangan teknologi, jenis buku tidak hanya berbentuk fisik saja, tapi sudah berkembang menjadi audiobook. Namun hal itu tidak bisa di nikmati para manula dan tunanetra, karena mereka memiliki keterbatasan, yaitu penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk membantu para manula dan tunanetra agar bisa mengetahui isi dari sebuah audiobook. Dalam penelitian terdapat 3 (tiga) pokok permasalahan, 3 (tiga) tujuan penelitian, 2 (dua) manfaat penelitian. Dijelaskan pula mengenai metode pengumpulan data yang relevan diantaranya yaitu metode observasi, metode wawancara, 8 (delapan) studi pustaka yang digunakan, metode perancangan alat dengan menggunakan Fritzing untuk merancang sistem yang berjalan serta rancangan prototipe yang akan dibangun. Dengan adanya teknologi terbaru merubah paradigm local (intranet) menjadi IOT/Internet Protocol Based. Dalam perancangan alat ini dibutuhkan Raspberry sebagai media pemutar audiobook serta sebagai media penyimpanan file audiobook, yang nantinya akan terhubung dengan platform database online yaitu UBIDOTS, dilengkapi dengan RFID reader RDM6300 sebagai media pemilihan buku yang sederhana dan menggunakan headphone atau headset sebagai media pengeluaran suaranya. Semoga dengan alat ini para manula dan tunanetra dapat memperoleh informasi lebih dari audiobook dan akan meningkatkan minat belajar mereka.

Kata Kunci:Kata Kunci:Manula, Tunanetra, Raspberry, Audiobook, RDM6300

ABSTRACT

In this era of globalization, the information is very important, either online or on physical media, such as newspapers or books. The more advanced the development of the technology, types of books not only shaped the physical alone, but had evolved into audiobook. However, it cannot enjoy the seniors and visually impaired because they have limitations, the vision. This research aims to help seniors and visually impaired in order to find out the content of a audiobook. In this study there are 3 (three) subject matter, 3 (three) research purposes, 2 (two) research benefits . This also explained the relevant data collection methods include the method of observation , the method of interview, 8 (eight) literature review, tool design method using Fritzing to describe the system that runs as well as the design of a prototype to be constructed. With the latest technology changed the paradigm of local (intranet) into IOT / Internet Protocol Based. In designing this tool required Raspberry as a media player and as The storage for audiobook file, that will be connected to online database platform that is UBIDOTS, equipped with RFID reader RDM6300 as a simple book selection and use headphones or headset as sound output. This tool hopefully can help seniors and visually impaired to obtain more information from audiobook and will improve their learning interest.

Keywords :seniors , visually impaired , Raspberry , Audiobook , RDM6300

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan seribu jalan, sejuta langkah serta melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga laporan Skripsi Penulis dapat berjalan dengan baik dan selesai dengan semestinya.

Penulisan laporan Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat guna melengkapi kurikulum perkuliahan. Sebagai bahan penulisan, Penulis memperoleh informasi berdasarkan hasil observasi dan studi pustaka dari berbagai sumber yang mendukung penulisan laporan ini.

Namun dengan adanya bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak, akhirnya laporan Skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktu yang ditentukan.

Hati kecil ini pun menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak penyusunan laporan Skripsi ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pada kesempatan yang singkat ini, izinkanlah penulis menyampaikan selaksa pujian dan terimakasih kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Ketua STMIK Raharja.
  2. Bapak Drs. Po. Abas Sunarya, M.Si selaku Direktur Perguruan Tinggi Raharja.
  3. Bapak Ferry Sudarto, S.Kom., M.Pd selaku Kepala Jurusan Sistem Komputer Perguruan Tinggi Raharja.
  4. Bapak Ilamsyah, M.Kom selaku pembimbing satu yang memberikan banyak masukan dalam penyusunan Skripsi.
  5. Bapak Ignatius Agus Supriyono, S,kom., MM selaku pembimbing kedua yang memberi banyak masukan tentang alat yang saya buat.
  6. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.
  7. Kedua Orang tua tercinta yang tanpa lelag selalu memanjatkan doa dan memberikan dukungan moril, materil dan spiritual. “Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan karunia – Nya kepada mereka, Amin”.
  8. Semua saudara yang telah mendukung penulis.
  9. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah ikut membantu dalam penyusunan Skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun, penulis harapkan sebagai pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Semoga Laporan Skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Tangerang, 6 Januari 2016
Ngemas Fizar Bintang Ramadhan
NIM. 1233473288

Daftar isi

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dijaman globalisasi ini, masuknya informasi dari luar berkembang sangat pesat. Salah satunya masuk melalui buku – buku yang di jual di pasaran. Semakin pesatnya perkembangan teknologi, buku – buku saat ini tidak hanya dalam bentuk fisik, melainkan dalam bentuk digital, yang dapat dengan mudah di akses.

Internet menjadi salah satu penemuan teknologi terpenting dalam teknologi kita, namun yang kita tahu internet dilakukan antara 1 manusia dengan 1 manusia lainnya atau kita bilang internet of people. Sekarang ada jenis teknologi baru yang akan memperbaharui. Tidak hanya menghubungkan manusia dengan benda, atau yang disebut dalam bahsa inggris itu Things atau lebih dikenal dengan istilah Internet of Things.

Semua kecanggihan dalam memperoleh informasi tersebut dapat dinikmati oleh orang - orang yang tidak memiliki kekurangan, lain halnya dengan para manula dan para tunanetra yang memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi – informasi yang ada. Para manula dan tunanetra hanya bisa menggunakan satu indera saja dalam memperoleh informasi, yaitu pendengaran. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, mereka dapat memperoleh informasi serupa dengan orang - orang normal, teknologi itu adalah audiobook, yakni sebuah buku digital berbentuk suara, yang sudah mulai banyak digunakan.

Sehubungan dengan hal tersebut, penulis menyusun Laporan Skripsi dengan mengadakan serangkaian riset khususnya di lingkungan sekitar Kecamatan Pinang, dimana terdapat manula dan tunanetra. Kecamatan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan tugas dalam lingkup urusan-urusan pemerintahan, ketenteraman dan ketertiban umum, ekonomi dan pembangunan, kemasyarakatan serta pelayanan umum sesuai dengan visi dan misi Walikota sebagaimana dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

Untuk mendukung pekerjaan Kecamatan dalam bidang kemasyarakatan demi membantu para manula dan tunanetra dalam mendapatkan informasi yang lebih. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka penulis memilih judul “RANCANG BANGUN AUDIOBOOK PLAYER UNTUK MANULA DAN TUNANETRA DENGAN RASPBERRY PI BERBASIS IOT PADA KECAMATAN PINANG”.

Perumusan Masalah

Dalam rumusan masalah ini memuat uraian secara rinci dari permasalahan yang diidentifikasi pada latar belakang, adapun rumusan masalah dalam penyusunan penelitian ini sebagai berikut :

  1. Bagaimana Membuat Sebuah Audiobook Player?

  2. Apa saja komponen untuk membuat Audiobook Player?

  3. Bagaimana mengkoneksikan Raspberry dengan database IOT yang ada?

Ruang Lingkup Penelitian

Sebagai pembatasan pembahasan atas penyusunan laporan ini untuk tetap fokus dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, maka penulis memberikan ruang lingkup penelitian sebagai berikut :

  1. Sistem pengontrolan Audiobook Player denga menggunakan RFID.

  2. Komunikasi antara RFID dan Raspberry pi agar menjadi sebuah Audibook Player.

  3. Mensetting Raspberry pi agar bisa memutar sebuah Audiobook.

  4. Sistem output menggunakan Headset atau Speaker dengan jack 3.5 mm.

  5. Alat yang dibuat sebatas hanya memutar Audiobook

  6. Mengkomunikasikan Raspberry dengan database IOT,untuk mendata audiobook yang diputar.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

A.Tujuan Individual
Tujuan Operasional dari penelitian ini adalah mengetahui cara termudah untuk para manula dan tunanetra memperoleh informasi dalam buku.

B.Tujuan Fungsional
Tujuan fungsional dari penelitian ini yaitu mempermudah para Manula dan Tunanetra dalam memperoleh informasi dalam Audiobook.

C.Tujuan Operasional
Tujuan Individual adalah menambah ilmu pengetahuan, pengalaman, pengenalan dan pengamatan alat Audiobook player sehingga penulis melakukan penelitian untuk menyelesaikan Skripsi.

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

A. Bagi Penulis
Untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja dengan membuat laporan penelitian secara ilmiah dan sistematis.

B. Bagi Para Manula dan Tunanetra
Mempermudah dalam mengakses informasi di dalam sebuah audiobook tanpa harus meminta bantuan orang lain, serta menambah ilmu dan wawasan mereka.

Metode Penelitian

Dalam rangka menghasikan karya yang sesuai dengan teori ilmiah dan tepat, maka dalam penyusunan penelitian ini ada beberapa metode yang digunakan,antara lain :

A.Metode Pengumpulan Data

  1. Observasi
    Observasi ini dilakukan dalam jangka waktu 6 (enam) bulan Januari – Juni 2016, studi kasus pada Lingkup wilayah Kecamatan Pinang, dari observasi yang penulis lakukan terdapat beberapa permasalahan diantaranya masih kesulitannya para manula dan tunanetra untuk mendapatkan informasi yang tersedia didalam sebuah buku, serta tidak terpenuhinya kebutuhan para manula dan tunanetra fasilitas membaca yang memadai, di karenakan mahalnya harga buku braile untuk para tunanetra, sedangkan rendahnya tingkat indera penglihatan para manula yang membuat para manula kesulitan membaca buku, adapun data yang saya ambil adalah sejarah, visi, misi, dan struktur organisasi Kecamatan Pinang.

  2. Wawancara
    Metode ini dilakukan melalui proses tanya jawab dengan narasumber-narasumber di lingkup wilayah Kecamatan Pinang dengan Stakeholder bernama H. Maryono Ap, Msi selaku camat Pinang, serta Abdul Khoir, S.sos, MM selaku kasubag Perencanaan kecamatan pinang, yang ingin memajukan dan mencerdaskan warga manula dan tunanetra khususnya yang berada dalam lingkup Kecamatan Pinang.

  3. Studi Pustaka
    Metode untuk mendapatkan informasi dan teori-teori yang sesuai dengan sistem yang akan dibuat dengan mencatat, mempelajari dan memahami literature review yang berhubungan dengan penelitian dari berbagai sumber yang tertulis maupun elektronik. Yang digunakan penulis berupa buku-buku, jurnal dan browsing internet.

B. Metode Perancangan
Metode ini dimaksudkan untuk menghasilkan suatu sistem rangkaian yang dapat bermanfaat, sehingga diperoleh hasil rancangan yang sesuai dengan yang diinginkan.

C. Metode Prototipe
Metode prototype yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode rapid throwaway prototyping karena dengan metode ini sistem yang sudah di bangin dari awal dapat di kembangkan dan di sempurnakan.

D. Pengujian Alat
Metode ini dimaksudkan untuk mengidentifikasikan masalah-masalah pada sistem yang telah ada dan mencari solusi bagaimana membuat sistem sesuai dengan yang diharapkan tidak ada kesalahan sehingga akan sesuai dengan apa yang dirancang.

E. Pengambilan Kesimpulan
Metode ini dilakukan dalam perencanaan, pembuatan dan pengujian alat sehingga didapatkan alat yang benar-benar sesuai dengan yang dirancang.

Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas laporan ini, maka materi-materi yang tertera pada Skripsi ini dikelompokkan menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penyampaian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan teori yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku yang berkaitan dengan penyusunan laporan skripsi serta beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian.

BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Bab ini berisikan gambaran umum instansi, tata laksana sistem yang berjalan, analisa sistem yang berjalan, konfigurasi sistem yang berjalan, permasalahan yang dihadapi dan alternative pemecahan masalah, dan user requirement yang terdiri dari 4 (empat) tahap elisitasi, yaitu elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, serta final draft elisitasi yang merupakan final elisitasi yang diusulkan.

BAB IV HASIL PENELITIAN

Bab ini menjelaskan prosedur sistem, konfigurasi sistem yang berjalan, testing, evaluasi, implementasi, dan estimasi biaya.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telai diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal-hal atau teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai landasan dalam pembuatan laporan ini.

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

A. Penegertian Sistem

Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sistem-sistem bagian. Komponen-komponen atau subsistem-subsistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri sendiri-sendiri. Komponen-komponen atau subsistem-subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran dapat tercapai.

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut :

Menurut Taufiq (2013:2)[1] “Suatu sistem adalah Kumpulan dari sub-sub sistem abstrak maupun fisik yang saling terintegrasi dan berkolaborasi untuk mencapai suatu tujan tertentu.”

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada komponennya mendefinisikan sebagai berikut :

Menurut Jogiyanto (2010:2) “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.”

B. Karakteristik Sistem

Menurut Sutabri (2012:20) [2]“Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yaitu mempunyai komponen (components), mempunyai batas sistem (boundary), mempunyai lingkungan (environments), mempunyai penghubung/antar muka (interface) antar komponen, mempunyai masukan (input), mempunyai pengolahan (processing), mempunyai keluaran (output), mempunyai sasaran (objective) dan tujuan (goal), mempunyai kendali (control), dan mempunyai umpan balik (feed back).”

1. Komponen sistem (components system)

Komponen sistem adalah segala sesuatu yang menjadi bagian penyusun sistem. Komponen sistem dapat berupa benda nyata ataupun abstrak. Komponen sistem disebut sebagai subsistem, dapat berupa orang, benda, hal atau kejadian yang terlibat didalam sistem.

2. Mempunyai batas sistem (boundary)

Batas sistem diperlukan untuk membedakan satu sistem dengan sistem lain. Tanpa adanya batas sistem maka sangat sulit untuk menjelaskan suatu sistem. Batas sistem akan memberikan batasan scope tinjauan terhadap sistem.

3. Mempunyai lingkungan (environment)

Lingkungan sistem adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem. Lingkungan sistem dapat menguntungkan ataupun merugikan. Umumnya, lingkungan yang menguntungkan akan selalu dipertahankan untuk menjaga keberlangsungan sistem. Sedangkan lingkungan sistem yang merugikan akan diupayakan agar mempunyai pengaruh seminimal mungkin, bahkan jika mungkin ditiadakan.

4. Mempunyai penghubung / antar muka (interface) antar komponen

Penghubung/antar muka merupakan komponen sistem, yaitu segala sesuatu yang bertugas menjembatani hubungan antar komponen dalam sistem. Penghubung/antar muka merupakan sarana yang memungkinkan setiap komponen saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam rangka menjalankan fungsi masing-masing komponen. Dalam dunia komputer, penghubung/antar muka dapat berupa berbagai macam tampilan dialog layar monitor yang memungkinkan seseorang dapat dengan mudah mengoperasikan sistem aplikasi komputer yang digunakannya.

5. Mempunyai Masukan (input)

Masukan merupakan komponen sistem, yaitu segala sesuatu yang perlu dimasukkan ke dalam sistem sebagai bahan yang akan diolah lebih lanjut untuk menghasilkan keluaran yang berguna. Dalam sistem Informasi Manajemen, masukan di sebut sebagai data.

6. Mempunyai Pengolahan (processing)

Dalam sistem informasi manajemen, pengolahan adalah berupa program aplikasi komputer yang dikembangkan untuk keperluan khusus. Program aplikasi tersebut mampu menerima masukan, mengolah masukan, dan menampilkan hasil olahan sesuai dengan kebutuhan para pemakai.

7. Mempunyai Keluaran (output)

Keluaran merupakan komponen sistem berupa berbagai macam bentuk keluaran yang dihasilkan oleh komponen pengolahan. Dalam sistem informasi manajemen, keluaran adalah informasi yang dihasilkan oleh program aplikasi yang akan digunakan oleh pemakai sebagai bahan pengambilan keputusan.

8. Mempunyai Sasaran (objective) dan Tujuan (goal)

Setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar saling bekerja sama dengan harapan agar mampu mencapai sasaran dan tujuan sistem. Sasaran berbeda dengan tujuan. Sasaran sistem adalah apa yang ingin dicapai oleh sistem untuk jangka waktu yang relative pendek. Sedangkan tujuan merupakan kondisi/hasil akhir yang ingin dicapai oleh sistem untuk jangka waktu yang panjang. Dalam hal ini, sasaran merupakan hasil pada setiap tahapan tertentu yang mendukung upaya pencapaian tujuan.

9. Mempunyai Kendali (control)

Bagian kendali mempunyai peran utama menjaga agar proses dalam sistem dapat berlangsung secara normal sesuai batasan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam sistem informasi manajemen, kendali dapat berupa validasi masukan, validasi proses, maupun validasi keluaran yang dapat dirancang dan dikembangkan secara terprogram.

10. Mempunyai Umpan Balik (feed back)

Umpan balik diperlukan oleh bagian kendali (control) sistem untuk mengecek terjadinya penyimpangan proses dalam sistem dan mengembalikannya ke dalam kondisi normal

C. Kriteria Sistem Yang Baik

Menurut Priyatno (2011:35) [22], Project adalah susunan klip video, gambar, atau musik di timeline atau storyboard yang sedang dalam pengeditan.

Kriteria Sistem Yang Baik

1. Kegunaan

Sistem harus menghasilkan informasi yang tepat pada waktunya, relevan yang berarti sistem tersebut mempunyai manfaat bagi pemakainya.

2. Ekonomis

Dalam merancang atau membangun sebuah sistem sebisa mungkin hemat pada biaya perancangan, perawatan maupun operasional sistem tersebut.

3. Kehandalan

Keluaran (output) sistem harus memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan sistem itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif dan efisien.

4. Kapasitas

Sistem harus mempunyai kapasitas yang memadai untuk menangani periode-periode operasi puncak seperti pada saat sistem beroperasi pada puncak.

5. Fleksibilitas

Sistem harus cukup fleksibilitas untuk menampung perubahan yang akan muncul sewaktu-waktu.

Konsep Dasar Sistem Komputer

A. Definisi Sistem Komputer

Sistem Komputer dapat diartikan sebagai elemen-elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktivitas dengan menggunakan komputer. Adapun definisi mengenai sistem diantaranya adalah:

Menurut Wikipedia, “Sistem komputer adalah suatu jaringan elektronik yang terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras yang melakukan tugas tertentu (menerima input, memproses input, menyimpan perintah-perintah, dan menyediakan output dalam bentuk informasi)”.

Menurut Maarof, Mohd. Aizaini (2004, 5)[3], “Komputer adalah mesin elektronik yang boleh menerima data (input), memproses, menghasilkan keputusan (output) dari proses yang dilaksanakan dan menyimpan keputusan yang dihasilkan untuk kegunaan akan datang”.

Menurut Webopedia, sistem komputer adalah mesin elektronik yang mencangkup komputer yang bersamaan dengan perangkat lunak dan perangkat periferal yang di perlukan untuk membuat fungsi komputer.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan sistem komputer adalah Kumpulan perangkat elektronik yang terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras yang boleh menerima data (input), memproses (process), dan menghasilkan keputusan (output) dari proses yang di laksanakan untuk membuat fungsi komputer.

B. Karteristik Sistem Komputer

Gambar 2.1.Karteristik Sistem Komputer

Menurut Mohd. Aizaini Maarof (2004,5), “Sistem komputer memiliki karakteristik yaitu terdiri dari perangkat input, unit sistem, perangkat penyimpanan dan perangkat output. Adapun dari karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  1. Perangkat Input (Input Device)

  2. Perangkat Input digunakan untuk memasukkan data dan arahan ke dalam komputer. Dua perangkat input yang biasa digunakan ialah keyboard dan mouse. Keyboard memungkinkan pengguna komputer mengetik huruf, nomor, dan simbol-simbol yang lain. Mouse ialah sejenis perangkat penunding yang digunakan untuk memilih pilihan pemrosesan atau informasi yang ditampilkan di layar. Mouse adalah perangkat yang dapat dipegang dan memiliki minimal satu tombol. Tombol yang ada pada mouse digunakan untuk membuat pilihan. Cara menggunakannya adalah dengan menekan tombol tersebut ke posisi pilihan yang tertentu.

  3. Unit Sistem (System Unit)

  4. Unit sistem adalah kotak yang berisi sirkuit elektronik yang melaksanakan pemrosesan data. Di dalam kotak ini ada Unit Pemrosesan Pusat (CPU-Central Processing Unit). memori dan komponen-komponen elektronik yang lain (Tabel 2.2). Semua komponen-komponen ini terletak pada papan sirkuit yang di panggil papan induk (motherboard). Motherboard ini adalah papan sirkuit utama dalam unit sistem.

    Gambar 2.2.Unit Sistem

  5. Perangkat Penyimpanan (Storage Device)

  6. Perangkat output adalah perangkat komputer yang berguna untuk menghasilkan suatu keluaran seperti gambar, kertas (hardcopy), suara, dll. Contoh dari output device adalah printer, speaker, monitor, dll.

  7. Perangkat Output (Output Device)

  8. Perangkat output adalah perangkat komputer yang berguna untuk menghasilkan suatu keluaran seperti gambar, kertas (hardcopy), suara, dll. Contoh dari output device adalah printer, speaker, monitor, dll.

    Menurut Sutabri (2012:47) sistem informasi terdiri dari komponen­komponen yang disebut blok bangunan (Building Block), yang terdiri dari :

    a. Blok masukan (Input Block)

    Input mewakili data yang masuk kedalan sistem informasi. Input yang dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen­dokumen dasar.

    b. Blok model (Model Block)

    Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan dibasis data, dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

    c. Blok keluaran (Output Block)

    Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

    d. Blok teknologi (Technology Block)

    Teknologi merupakan tool box dengan sistem informasi. Teknologi yang digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (brainware), perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware).

    e. Blok basis data (Database Block)

    Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain, tersimpan diperangkat keras komputer dan menggunakan pernagkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih kanjut. Data didalan basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).

    f. Blok kendali (Control Block)

    Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan­ kecurangan, kegagalan­kegagalan sistem itu sendiri, ketidakefisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal­hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan­kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Konsep Dasar Kendali / Kontrol

A. Konsep Dasar Pengontrolan

Konsep dasar pengontrolan sudah ada sejak abad-18 yang dipelopori James Watt yang membuat kontrol mesin uap, Nyquis (1932) membuat sistem pengendali ruang tertutup, Hazem (1943) membuat Servo mekanik dan masih banyak yang lainnya.

Berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pengontrolan berasal dari kata kontrol. Kontrol sama dengan pengawasan, pemeriksaan dan pengendalian.

Sedangkan pengontrolan itu sendiri adalah proses, cara pembuatan mengontrol (mengawasi, memeriksa), pengawasan, pemeriksaan.

Industri besar dan modern sangat memerlukan tenaga ahli perencanaan sistem pengendali dan perancangan desain sistem pengendali, termasuk teknisi profesional sebagai operator. Tidak menutup kemungkinan bahwa mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu yang saling berhubungan karena teori sistem pengendali modern dikembangkan guna mengatasi kerumitan yang dijumpai pada berbagai sistem pengendalian yang menuntut kecepatan dan ketelitian yang tinggi dengan hasil output yang optimal.

Sejak tahun 1960, teori klasik yang membahas sistem satu masukan dan satu keluaran sudah tidak dapat digunakan untuk sistem pengendali yang membutuhkan banyak masukan dan banyak keluaran. Sistem pengendali dengan banyak masukan dan banyak keluaran menjadi semakin rumit sehingga untuk memecahkannya diperlukan banyak persamaan dan peralatan bantu yang memadai.

Dalam sistem pengendali kita mengenal adanya sistem pengendali Loop Terbuka ( Open-loop Control System ) dan Sistem Pengendali Loop Tertutup ( Closed-loop Control System ).

B. Jenis – jenis Pengontrolan

  1. Sistem Kontrol Loop Terbuka

  2. Sistem pengendali loop terbuka adalah sistem pengendalian yang sinyal keluarannya tidak berpengaruh terhadap aksi pengendalian karena didalam sistem pengendali terbuka tidak ada proses umpan balik sinyal output kedalam sinyal input. Dengan demikian di dalam sistem pengendali ini tidak ada proses untuk membandingkan antara sinyal keluaran dengan sinyal masukan. Gambar berikut adalah diagram blok untuk sistem kendali loop terbuka. Gambar dibawah ini menunjukkan hubungan antara masukan dan keluaran untuk sistem pengendali loop terbuka.

    Gambar 2.3.Sistem Pengendali loop terbuka

    Gambar diagram blok diatas menggambarkan bahwa didalam sistem tersebut tidak ada proses umpan balik untuk memperbaiki keadaan alat terkendali jika terjadi kesalahan. Jadi tugas dari elemen pengendali hanyalah memproses sinyal masukan kemudian mengirimkannya ke alat terkendali. Gambar berikut adalah contoh dari sistem pengendali loop terbuka.

    Gambar 2.4.Contoh sistem pengendali loop terbuka

    Contoh yang paling sederhana adalah pada sistem pengendali traffic light. Keluarannya tidak memperhatikan perubahan arus lalu-lintas yang terjadi pada setiap cabang perempatan, dimana kendaraan yang boleh jalan saat lampu hijau menyala tidak harus sama dengan banyaknya kendaraan yang masuk atau antri pada cabang perempatan itu karena waktu nyala lampu sudah ditetapkan. Contoh lainnya adalah sistem pengendali dalam mesin cuci. Dari proses perendaman, pencucian dan pembilasan tidak ada proses untuk mengukur hasil keluaran, misalnya kebersihan pakaian yang dicuci.

    Setiap loop pengendali terbuka harus dikalibrasi dengan hati-hati agar ketelitian sistem tetap terjaga dan berfungsi dengan baik. Dengan gangguan sistem, baik dari dalam maupun dari luar, maka sistem pengendali loop terbuka tidak akan dapat bekerja dengan baik seperti yang siharapkan.

  3. Sistem Kontrol Loop Tertutup

  4. Sistem pengendali loop tertutup adalah sistem pengendali yang sinyal keluarannya mempunyai pengaruh langsung terhadap aksi pengendaliannya. Yang menjadi ciri dari sistem pengendali tertutup adalah adanya sinyal umpan balik. Sinyal umpan balik merupakan sinyal keluaran atau suatu fungsi keluaran dan turunannya, yang diumpankan ke elemen kendali untuk memperkecil kesalahan dan membuat keluaran sistem mendekati hasil yang diinginkan.

    Gambar 2.5.Sistem Pengendali loop tertutup

    Gambar diatas menyatakan hubungan antara masukan dan keluaran dari suatu loop sistem tertutup. Sinyal input yang sudah dibandingkan dengan sinyal umpan balik menghasilkan sinyal selisih atau sinyal kesalahan yang akan dikirimkan ke dalam elemen pengendali sehingga kemudian menghasilkan sebuah sinyal keluaran yang akan dikirim ke alat terkendali.

    Sinyal input berupa masukan referensi yang akan menentukan suatu nilai yang diharapkan bagi sistem yang dikendalikan tersebut. Dalam berbagai sistem pengendalian, sinyal input dihasilkan oleh mikrokontroler.

    Lingkaran dengan tanda silang didalamnya disebut Error Detector atau pendeteksi kesalahan. Didalam diagram diatas terdapat dua sinyal yang masuk ke lingkaran, yaitu sinyal input dan sinyal umpan balik. Keluaran dari lingkaran ini berupa sinyal kesalahan yang nilainya merupakan selisih antara nilai sinyal input dengan sinyal umpan balik. Jadi sinyal kesalahan adalah perbedaan antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Sinyal kesalahan ini kemudian dikirim ke elemen pengendali.

    Pengendali adalah komponen-komponen pengendalian yang bertugas menerima sinyal kesalahan. Dari sinyal kesalahan tersebut akan dihasilkan sinyal keluaran yang akan dikirim ke alat terkendali. Dalam berbagai contoh didalam pengendali terdapat basis data sinyal kesalahan. Basis data ini akan menghasilkan sinyal keluaran dari elemen pengendali yang berbeda-beda sesuai sinyal kesalahan yang masuk ke elemen pengendali.

    Alat terkendali adalah peralatan yang sedang dikendalikan. Sinyal yang dikeluarkan oleh elemen pengendali akan menjadi dasar untuk sifat yang terjadi pada alat terkendali. Contohnya adalah motor servo mekanik, robot industri, dan lain sebagainya.

    Sinyal umpan balik adalah peralatan yang sengaja disediakan untuk mendeteksi sinyal output alat terkendali. Peralatan ini dalam berbagai aplikasi praktis berupa sensor yang peka terhadap sinyal keluaran dari alat terkendali. Sinyal yang diterima oleh sensor tersebut akan dimasukkan kedalam pendetekasi kesalahan.

    Sistem pengendali tertutup dibagi menjadi dua, yaitu sistem pengendali tertutup secara manual dan sistem pengendali tertutup secara otomatis. Sistem pengendali secara tertutup manual masih menggunakan operator yang bertugas membandingkan sinyal output dengan sinyal input dan kemudian memperbaiki kesalahan tersebut hingga sekecil mungkin.

    Contoh sistem pengendali manual adalah sistem pengaturan tegangan keluaran generator DC dengan penggerak awal turbin uap. Dalam sistem pengendali ini yang bertugas sebagai error detector adalah manusia. Melalui pengamatan mata pada voltmeter yang terpasang pada terminal keluaran generator, operator harus selalu siap mengatur katup uap apabila terjadi penyimpangan jarum voltmeter yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

    Sedangkan contoh dari sistem pengendali loop tertutup otomatis adalah sistem pengendali servo mekanis. Bila besaran yang dikendalikan dalam sistem pengendali ini adalah besaran kecepatan, misalnya, sensor yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis menjadi besaran elektris adalah tachometer. Sistem pengendali ini sudah tidak lagi menggunakan manusia untuk mengamati kesalahan yang terjadi karena sudah terdeteksi secara otomatis oleh perangkat mikrokontroler. Dengan demikian kesalahan yang terjadi dapat diminimalkan. Diagram blok dari sistem pengendali ini dapat dilihat seperti pada gambar berikut:

    Gambar 2.6.Contoh Sistem Pengendali loop tertutup

Konsep Dasar Analisa Sistem

A. Definisi Analisis Sistem

Menurut Dermawan (2013:210)[4], “Analisis Sistem adalah orang yang bertanggung jawab untuk mempelajari informasi yang berhubungan dengan masalah-masalah yang timbul dan mampu memberikan jalan keluar sesuai dengan masalah yang dihadapi.”

Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan analisis sistem adalah suatu kegiatan dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan yang terjadi agar kebutuhan dapat dipenuhi dalam sistem baru.

Konsep dasar pengontrolan sudah ada sejak abad-18 yang dipelopori James Watt yang membuat kontrol mesin uap, Nyquis (1932) membuat sistem pengendali ruang tertutup, Hazem (1943) membuat Servo mekanik dan masih banyak yang lainnya.

B. Ruang Lingkup Analis Sistem

Menurut Dermawan (2013:211)[4],”Tugas seorang analis sistem bukan saja menganalisis dan mendisain sistem, tetapi lebih dari itu ia haruslah mampu menyajikan satu informasi manajemen yang terpadu. Analis sistem juga menawarkan suatu perubahan dengan mengembangkan teknologi terbaru yang dapat dimanfaatkan oleh suatu perusahaan. Dengan uraian tugas dan tanggung seperti di atas, maka seorang analis sistem haruslah orang yang memiliki pengetahuan yang terpadu antara aktivitas bisnis, sistem informasi dan teknologi.”

Analis sistem bukanlah seorang programmer yang ditugaskan/merasa mampu membuat program mutakhir dengan komputer untuk menyelesaikan masalah. Seorang programmer komputer belum tentu dapat melakukan analisis masalah yang dihadapi oleh perusahaan, seperti yang harus dilakukan penyusunan informasi manajemen, suatu sistem informasi yang memberikan informasi tentang aktivitas keuangan perusahaan.

DaIam menyusun sistem informasi manajemen suatu perusahaan diperlukan orang yang mampu memahami apa itu sistem informasi manajemen, masalah-masalah yang dihadapi dalam sistem informasi manajemen perusahaan tersebut dan mampu memberikan solusi serta menggabungkan solusi tersebut dengan bantuan teknologi komputer. Ada banyak istilah bagi analis sistem ini, seperti desainer sistem, pengembang sistem, konsultan sistem, konsultan manajemen, analis operasi, analis informasi, analis bisnis, dan knowledge engine untuk sistem pakar, tetapi yang paling sering digunakan di indonesia adalah analis sistem.

Konsep Dasar Perancangan Sistem

A. Definisi Perancangan Sistem

Menurut Al-Jufri (2011:141)[5] “Rancangan Sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru”.

Menurut Dermawan (2013:228)[4] “Rancangan Sistem adalah spesifikasi umum dan terperinci dari pemecahan masalah berbasis komputer yang telah dipilih selama tahap analisis. spesifikasi perancangan umumnya dikerjakan oleh programmer agar sistem yang dirancang dapat diterapkan.”

Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan perancangan sistem adalah suatu tahapan perencanaan untuk membentuk suatu sistem agar dapat berfungsi.

B. Tujuan Perancangan Sistem

Menurut Darmawan (2013:228). Tahap Perancangan/Desain Sistem mempunyai 2 tujuan utama, yaitu:

  1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem.

  2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap pada pemograman komputer dan ahli-ahli teknik yang terlihat (lebih condong pada disain sistem yang terperinci).

Menurut Sutabri (2012:225), tahap rancangan sistem dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu rancangan sistem secara umum dan rinci. Adapun tujuan utama dari tahap rancangan sistem ini adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan evaluasi serta merumuskan pelayanan sistem yang baru secara rinci dan menyeluruh dari masing-masing bentuk informasi yang akan dihasilkan.

  2. Mempelajari dan mengumpulkan data untuk disusun menjadi sebuah struktur data yang teratur sesuai dengan sistem yang akan dibuat yang dapat memberikan kemudahan dalam pemrograman sistem serta keluwesan atau fleksibilitas keluaran informasi yang dihasilkan.

  3. Penyusunan perangkat lunak sistem yang akan berfungsi sebagai sarana pengolahan data dan sekaligus penyaji informasi yang dibutuhkan.

  4. Menyusun kriteria tampilan informasi yang akan dihasilkan secara keseluruhan sehingga dapat memudahkan dalam hal pengindentifikasian, analisis, dan evaluasi terhadap aspek-aspek yang ada dalam permasalahan sistem yang lama.

  5. Penyusunan buku pedoman (manual) tentang pengoperasian perangkat lunak sistem yang akan dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan pelatihan serta penerapan sistem sehingga sistem tersebut dapat dioperasikan oleh organisasi atau instansi yang bersangkutan.

Konsep Dasar Prototipe

Menurut Dermawan (2013:229)[4]Prototipe adalah suatau versi dari sebuah sistem potensial yang memeberikan ide bagi para pengembang dan calon pengguna, bagaimana sistem akan berfungsi dalam bentuk yang telah selesai.

Menurut Simarmata (2010:62)[6], “Prototype adalah bagian dari produk yang mengekspresikan logika maupun fisik antarmuka eksternal yang ditampilkan”.

"Berdasarkan kedua definisi prototipe di atas, maka dapat disimpulkan prototipe adalah model atau simulasi dari semua aspek produk sesungguhnya yang akan dikembangkan, bagian dari produk yang mengekspresikan logika maupun fisik antar muka eksternal yang ditampilkan.

2. Jenis-Jenis Prototipe

Menurut Dermawan (2013:230)[4], Terdapat dua jenis prototipe : evolusioner dan persyaratan. Prototipe evolutioner (evolutionary prototype) terus menerus disempurnakan sampai memiliki seluruh fungsional yang dibutuhkan pengguna dari sistem yang baru. Prototipe ini kemudian dilanjutkan produksi. Jadi satu protipe evolutioner akan menjadi sistem aktual. Akan tetapi, prototipe persyaratan (requrement prototype) dikembangkan sebagai satu cara untuk mendefenisikan persyaratan-persyaratan fungsional dari sistem baru ketika pengguna tidak mampubmengungkapkan apa yang mereka inginkan. Pengembangan prototipe evolusioner menunjukan empat langkah dalam pembuatan suatu prototipe evolusioner. Empat langkah tersebut adalah :

  1. Mengidentifikasi kebutuhan pengguna. Pengembang mewanwancarai pengguna untuk mendapatkan ide mengenai apa yang dimintta dari sistem.

  2. Membuat satu prototipe. Pengembang mempergunakan satu alat prototipe atau lebih untuk membuat prototipe.

  3. Menentukan apakah prototipe dapat diterima, pengembang mendemonstrasikan prototipe kepada para pengguna untuk mengetahui apakah telah memberikan hasil yang memuaskan. jika sudah, langkah empat akan diambil, jika tidak prototipe direvisi dengan mengulang kembali langkah satu, dua, tiga, dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan pengguna.

  4. Menggunakan prototipe, prototipe menjadi sistem produksi.

3. Daya Tarik Prototipe

Menurut Dermawan (2013:230), Pengguna maupun pengembang menyukai prototipe karena alasan-alasan di bawah ini :

  1. Membaiknya komunikasi antara pengembang dan pengguna.

  2. Pengembang dapat melakukan pekerjaab yang lebih baik dalam menentukan kebutuhan pengguna.

  3. Pengguna memainkan peranan yang lebih aktif dalam pengembangan sistem.

  4. Pengembang dan pengguna menghabiskan waktu dan usaha yang lebih sedikit dalam mengembangkan sistem.

  5. Implementasi menjadi jauh lebih mudah karena pengguna tahu apa yang diharapkan.

Arsitektur Komputer CISC dan RISC

Menurut Wikipedia, “Arsitektur Komputer adalah adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Selain itu juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.”

Gambar 2.7.Arsitektur CISC dan RISC

A. ARSITEKTUR CISC

  1. Definisi CISC

  2. Menurut Wikipedia, CISC singkatan dari Complex Instruction Set Computer adalah sebuah arsitektur dari set instruksi komputer dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memori, operasi aritmetika, dan penyimpanan ke dalam memory, semuanya sekaligus hanya di dalam sebuah instruksi.

    Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu perintah cukup dengan beberapa baris bahasa mesin sedikit mungkin. Hal ini bisa tercapai dengan cara membuat perangkat keras prosesor mampu memahami dan menjalankan beberapa rangkaian operasi. Contoh-contoh prosesor CISC adalah Intel Pentium 4, Celeron, Dual-core, Core duo, dan Intel Core

B. ARSITEKTUR RISC

  1. Definisi RISC

  2. RISC (Reduced Instruction Set Computing), yang jika diterjemahkan berarti "Komputasi Kumpulan Instruksi yang Disederhanakan" merupakan sebuah arsitektur komputer atau arsitektur komputasi modern dengan instruksi-instruksi dan jenis eksekusi yang paling sederhana. Arsitektur ini digunakan pada computer dengan kinerja tinggi, seperti komputer vektor. Selain digunakan dalam komputer vektor, desain ini juga diimplementasikan pada prosesor komputer lain, seperti pada beberapa mikroprosesor Intel 960, Alpha AXP dari DEC, R4x00 dari MIPS Corporation, PowerPC dan Arsitektur POWER dari International Business Machine. Selain itu, RISC juga umum dipakai pada Advanced RISC Machine (ARM) dan StrongARM (termasuk diantaranya adalah Intel XScale), SPARC dan UltraSPARC dari Sun Microsystems, serta PA- RISC dari Hewlett-Packard.

C. ARSITEKTUR ARM

  1. Definisi ARSITEKTUR ARM

  2. Menurut Wikipedia, Arsitektur ARM merupakan arsitektur prosesor 32-bit RISC yang dikembangkan oleh ARM Limited'. Dikenal sebagai Advanced RISC Machinedimana sebelumnya dikenal sebagai Acorn RISC Machine. Pada awalnya merupakan prosesor desktop yang sekarang didominasi oleh keluarga x86. Namun desain yang sederhana membuat prosesor ARM cocok untuk aplikasi berdaya rendah. Hal ini membuat prosesor ARM mendominasi pasar mobile electronic dan embedded system dimana membutuhkan daya dan harga yang rendah.

Gambar 2.8.. Sebuah prosesor ARM dari Conexant pada Router.

Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah salah satu dari bagian dasar dari suatu sistem komputer. Meskipun mempunyai bentuk yang jauh lebih kecil dari suatu komputer pribadi dan komputer mainframe, mikrokontroler dibangun dari elemen-elemen dasar yang sama. Secara sederhana, komputer akan menghasilkan output spesifik berdasarkan inputan yang diterima dan program yang dikerjakan. Seperti umumnya komputer, mikrokontroler adalah alat yang mengerjakan instruksi-instruksi yang diberikan kepadanya. Artinya, bagian terpenting dan utama dari suatu sistem terkomputerisasi adalah program itu sendiri yang dibuat oleh seorang programmer. Program ini menginstruksikan komputer untuk melakukan jalinan yang panjang dari aksi-aksi sederhana untuk melakukan tugas yang lebih kompleks yang diinginkan oleh programmer.

A. Bagian – bagian mikrokontroler

Pada bagian ini akan di jabarkan beberapa bagian dari mikrokontroler, yaitu:

  1. CPU (Central Processing Unit)

  2. Bagian ini berfungsi mengendalikan seluruh operasi pada mikrokontroler. Unit ini terbagi atas dua bagian, yaitu unit pengendali atau CU ( Control Unit ) dan unit aritmatika dan logika atau ALU ( Aritmetic logic Unit ) Fungsi utama unit pengendali adalah mengambil instruksi dari memori (fetch) kemudian menterjemahkan susunan instruksi tersebut menjadi kumpulan proses kerja sederhana (decode), dan melaksanakan urutan instruksi sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditentukan program (execute). Unit aritmatika dan logika merupakan bagian yang berurusan dengan operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, serta manipulasi data secara logika seperti operasi AND, OR, dan perbandingan.

  3. Bagian Input dan Output

  4. Bagian ini berfungsi sebagai alat komunikasi serpih tunggal dengan piranti di luar sistem. Sesuai dengan namanya, perangkat I/O dapat menerima maupun memberi data dari /ke serpih tunggal. Ada dua macam piranti I/O yang digunakan, yaitu piranti untuk hubungan serial UART (Universal Asynchronous Receiver Transmitter) dan piranti untuk hubungan pararel yang disebut dengan PIO (Pararel Input Output).

  5. Perangkat Lunak

  6. Perangkat lunak yang dimaksud disini ialah beberapa instruksi yang tertanam pada mikrokontroler tersebut, antara lain:

a. Instruksi Transfer Data
Instruksi ini berfungsi memindahkan data, yaitu antar register, dari memori ke memori, dari register ke memori dan lain lain.

b. Instruksi Aritmatika
Instruksi ini melaksanakan operasi aritmatika yang meliputi penjumlahan, pengurangan, penambahan satu (increment), pengurangan satu (decrement), perkalian dan pembagian.

c. Instruksi Logika dan Manipulasi Bit
Berfungsi melaksanakan operasi logika AND, OR, XOR, perbandingan, penggeseran dan komplemen data.

d. Instruksi Percabangan
Berfungsi untuk mengubah urutan normal pelaksanaan suatu program. Dengan instruksi ini, program yang sedang dilaksanakan akan meloncat ke suatu alamat tertentu.

e. Instruksi Stack, I/O, dan Kontrol
Instruksi ini mengatur penggunaan stack, membaca/menulis port I/O, serta pengontrolan.

Komponen Elektronika

Komponen elektronika adalah unsur yang sangat mendasar jika ingin membangun sebuah sistem komputerisasi dengan dasar interface. Sistem tersebut di tuangkan kedalam alat (Hardware) yang merupakan kumpulan dari beberapa komponen elektronika yang di pilah dan di pilih sesuai dengan kebutuhan serta fungsi dari sistem yang akan di buat oleh pengembang.

Berikut adalah beberapa komponen elektronika yang tergolong dalam komponen – komponen dasar.

A. Resistor

Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir, berdasarkan hokum Ohm:

Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkut elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan.

Gambar 2.9 Resistor

B. Kapasitor

Komponen elektronika kali ini yang akan kita bahas adalah kapasitor. Selain kapasitor nama lainnya adalah condensator. Komponen ini seperti halnya resistor juga termasuk dalam kelompok komponen pasif, yaitu jenis komponen yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar. Fungsi kapasitor adalah untuk menyimpan arus/tegangan listrik. Untuk arus DC kapasitor berfungsi sebagai isulator/penahan arus listrik, sedangkan untuk arus AC berfungsi sebagai konduktor/melewatkan arus listrik.

Dalam penerapannya kapasitor digunakan sebagai filter/penyaring,perata tegangan DC pada pengubah AC to DC,pembangkit gelombang ac atau oscilator dsb.

Gambar 2.10 Kapasitor

C. Transistor

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.

Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.

Gambar 2.11 Transistor

Database

Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi

Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

Gambar 2.12 Ilustrasi Database

Konsep Dasar Pengujian

A. Definis Pengujian

Menurut Rizky (2011:237)[7], “Testing adalah sebuah proses yang diejawantahkan sebgai siklus hidup dan merupakan bagian dari proses rekayasa perangkat lunak secara terintegrasi demi memastikan kualitas dari perangkat lunak serta memenuhi kebutuhan teknis yang telah di sepakati dari awal”

Menurut Simarmata (2010:323), Pengujian adalah proses terhadap aplikasi program untuk menemukan segala kesalahan dan segala kemungkinan yang akan menimbulkan kesalahan sesuai dengan spesifikasi perangkat lunak yang telah ditentukan sebelum aplikasi tersebut diserahkan kepada pelanggan”.

Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengujian adalah suatu proses sebagai siklus hidup dan proses terhadap aplikasi program secara terintegrasi demi memastikan kualitas dari perangkat lunak serta memenuhi kebutuhan teknis.


B. Proses-Proses Pengujian

Menurut Simarmata (2010:312), pengujian dapat dilakukan pada tingkatan berikut:

  1. Pengujian Unit (Unit Testing)
    Menguji komponen perangkat lunak komponen atau modul. Setiap unit (komponen dasar) dari perangkat lunak yang diuji harus dipastikan bahwa desain terperinci untuk unit telah dilakukan dengan benar dalam sebuah lingkungan yang berorientasi objek, pengujian ini biasanya terjadi di tingkat kelas dan unit pengujian minimal, termasuk constructors dan destructors.

  2. Pengujian Integrasi (Integration Testing)
    Menjelaskan kecacatan dalam antarmuka dan interaksi antar komponen terpadu (modul). Semakin besar kelompok komponen perangkat lunak yang diuji terkait dengan elemen­elemen dari desain arsitekturnya akan dipadukan dan diuji sampai perangkat lunak bekerja sebagai sistem.

  3. Pengujian Sistem (System Testing)
    Menguji sistem terpadu secara penuh untuk memastikan bahwa sistem telah memenuhi persyaratan.

  4. Pengujian Sistem Integrasi (System Integration Testing)
    Memverifikasi sistem terpadu untuk semua sistem eksternal atau pihak ketiga yang telah ditetapkan di dalam persyaratan sistem.

C. Jenis-Jenis Pengujian

a. Black Box Testing

  1. Definisi Black Box Testing

  2. Menurut Warsito (2015:32), “black box testing adalah metode uji coba yang memfokuskan pada keperluan software. Metode pengujian black box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya: fungsi-fungsi yang salah atau hilang, kesalahan interface, kesalahan dalam struktur data atau aksesdatabase, kesalahan performa dan kesalahan validasi data”.

    Menurut Choiriah (2012:3)[8], "black box testing yaitu menguji perangkat lunak dari sego spesifikasi fungsional tampa menguji desain dan kode program".

    Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa black box testing adalah tipe testing yang memperlakukan perangkat lunak yang tidak diketahui kinerja internalnya.

  3. Klasifikasi Black Box

  4. Menurut Simarmata (2010:316), klasifikasi black box testing mencakup beberapa pengujian yaitu:

    a.Pengujian Fungsional (Functional Testing)
    Pada jenis pengujian ini, perangkat lunak diuji untuk persyaratan fungsional. Pengujian dilakukan dalam bentuk tertulis untuk memeriksa apakah aplikasi berjalan seperti yang diharapkan. Walaupun pengujian fungsional sudah sering dilakukan dibagiab akhir dari siklus pengembangan, masing-masing komponen dan proses dapat diuji pada awal pengembangan, bahkan sebelum sistem berfungsi, pengujian ini sudah dapat dilakukan pada seluruh sistem. Pengujian fungsional meliputi seberapa baik sistem melaksanakan fungsinya, termasuk perintah-perintah pengguna, manipulasi data, pencarian dan proses bisnis, pengguna layar, dan integrasi. Pengujian fungsional juga dapat meliputi permukaan yang jelas dari jenis fungsi-fungsi, serta operasi back-end (seperti, keamanan dan bagaimana meningkatkan sistem).

    b. Pengujian Tegangan (Stress Testing)
    Pengujian tegangan berkaitan dengan kualitas aplikasi di dalam lingkungan. Idenya adalah untuk menciptakan sebuah lingkungan yang lebih menuntut aplikasi, tidak seperti saat aplikasi dijalankan pada beban kerja normal. Pengujian ini adalah hal yang paling sulit, cukup kompleks dilakukan, dan memerlukan upaya bersama dari sebuah tim.

    c. Pengujian Beban (Load Testing)
    Pada pengujian beban, aplikasi akan diuji dengan beban berat atau masukan, seperti yang terjadi pada pengujian situs web, untuk mengetahui apakah aplikasi/situs gagal atau kinerjanya menurun. Pengujian beban beroperasi pada tingkat beban standar, biasanya beban tertinggi akan diberikan ketika sistem dapat menerima dan tetap berfungsi dengan baik. Perlu diketahui bahwa pengujian beban tidak bertujuan untuk merusak sistem yang banyak hal, namun mencoba untuk menjaga agar sistem selalu kuat dan berjalan dengan lancar.

    d. Pengujian Khusus (Ad-hoc Testing)
    Jenis pengujian ini dilakukan tanpa penciptaan rencana pengujian (test plan) atau kasus pengujian (case test). Pengujian khusus membantu dalam menentukan lingkup dan durasi dari berbagai penguji lainnya dan juga membantu para penguji dalam mempelajari aplikasi sebelum memulai pengujian dengan pengujian lainnya. Pengujian ini merupakan metode pengujian formal yang paling sedikit. Salah satu penggunaan terbaik dari pengujian khusus adalah untuk penemuan. Membaca persyaratan dan spesifikasi (jika ada) jarang memberikan panduan yang jelas mengenai bagaimana sebuah program benar-benar bertindak, bahkan dokumentasi pengguna tidak menangkap “look and feel” dari sebuah program. Pengujian khusus dapat menemukan lubang-lubang dalam pengujian strategi dan dapat mengekspos hubungan di antara subsistem lain yang tidak jelas. Dengan cara ini, pengujian khusus berfungsi sebagai alat untuk memeriksa kelengkapan yang Anda uji.

    e. Pengujian Penyelidikan (Exploratory Testing)
    Pengujian penyelidikan mirip dengan pengujian khusus dan dilakukan untuk mempelajari/mencari aplikasi. Pengujian penyelidikan perangkat lunak ini merupakan pendeketan yang menyenangkan untuk pengujian.

    f. Pengujian Usabilitas (Usability Testing)
    Pengujian ini disebut juga sebagai pengujian untuk keakraban pengguna (testing for user friendliness). Pengujian ini dilakukan jika antarmuka pengguna dari aplikasinya penting dan harus spesifik untuk jenis pengguna tertentu. Pengujian usabilitas adalah proses yang bekerja dengan pengguna akhir secara langsung maupun tidak langsung untuk menilai bagaimana pengguna merasakan paket perangkat lunak dan dan bagaimana mereka berinteraksi dengannya. Proses ini akan membongkar area kesulitan pengguna seperti halnya area kekuatan. Tujuan dari pengujian usabilitas harus membatasi dan menghilangkan kesulitan bagi pengguna dan untuk mempengaruhi area yang kuat untuk usabilitas maksimum.

    g. Pengujian Asap (Smoke Testing)
    Jenis pengujian ini disebut juga pengujian kenormalan (sanity testing). Pengujian ini dilakukan untuk memeriksa apakah aplikasi tersebut sudah siap untuk pengujian yang lebih besar dan bekerja dengan baik tanpa cela sampai tingkat yang paling diharapkan. Pada sebuah pengujian baru atau perbaikan peralatan yang terpasang, jika aplikasi “berasap”, aplikasi tersebut tidak bekerja! Istilah ini awalnya tercipta dalam manufaktur container dan pipa, ketika smoke telah diperkenalkan untuk menentukan apakah ada kebocoran. Praktik umum di Microsoft dan beberapa perusahaan perangkat lunak shrink-wrap lainnya adalah proses “daily buiding and smoke test”. Setiap file dikompilasi, dihubungkan, dan digabungkan menjadi sebuah program yang dapat dieksekusi setiap hari, dan program ini kemudian dimasukkan melalui “pengujian asap” (smoke test) yang relatif sederhana untuk memeriksa apakah produk “berasap” ketika produk dijalankan.

    h. Pengujian Pemulihan (Recovery Testing)
    Pengujian pemulihan (recovery testing) pada dasarnya dilakukan untuk memeriksa seberapa cepat dan baiknya aplikasi bisa pulih terhadap semua jenis crash atau kegagalan hardware, masalah bencana, dan lain-lain. Jenis atau taraf pemulihan ditetapkan dalam persyaratan spesifikasi.

    i. Pengujian Volume (Volume Testing)
    Pengujian volume dilakukan terhadap efisiensi dari aplikasi. Jumlah data yang besar diproses melalui aplikasi (yang sedang diuji) untuk memeriksa keterbatasan ekstrem dari sistem. Pengujian volume, seperti namanya, adalah pengujian sebuah sistem (baik perangkat keras dan perangkat lunak) untuk serangkaian pengujian dengan volume data yang diproses adalah subjek dari pengujian, seperti sistem yang dapat menangkap sistem pengolahan transaksi penjualan real-time atau dapat membarui basis data atau pengembalian data (data retrieval).

    j. Pengujian Domain (Domain Testing)
    Pengujian domain merupakan penjelasan yang paling sering menjelaskan teknik pengujian. Beberapa penulis hanya menulis beberapa tentang pengujian domainketika mereka menulis desain pengujian. Dugaan dasarnya adalah bahwa Anda mengambil ruang pengujian kemungkinan dari variable individu dan membaginya lagi ke dalam subset (dalam beberapa cara) yang sama. Kemudian anda menguji perwakilan dari masing-masing subset.

    k. Pengujian Skenario (Scenario Testing)
    Pengujian skenario adalah pengujian yang realistis, kredibel dan memotivasi stakeholder, tantangan untuk program dan mempermudah penguji untuk melakukan evaluasi. Pengujian ini menyediakan kombinasi variabel-variabel dan fungsi yang sangat berarti daripada kombinasi buatan yang Anda dapatkan dengan pengujian domain atau desain pengujian kombinasi.

    l. Pengujian Regresi (Regression Testing)
    Pengujian regresi adalah gaya pengujian yang berfokus pada pengujian ulang (retesting) setelah ada perubahan. Pada pengujian regresi berorientasi resiko (risk-oriented regression testing), daerah yang sama yang sudah diuji, akan kita uji lagi dengan pengujian yang berbeda (semakin kompleks).

    m. Penerimaan Pengguna (User Acceptance)
    Pada jenis pengujian ini, perangkat lunak akan diserahkan kepada pengguna untuk mengetahui apakah perangkat lunak memenuhi harapan pengguna dan bekerja seperti yang diharapkan. Pada pengembangan perangkat lunak, user acceptance testing (UAT), juga disebut pengujian beta (beta testing), pengujian aplikasi (application testing), pengujian pengguna akhir (end user testing) adalah tahapan pengembangan perangkat lunak ketika perangkat lunak diuji pada “dunia nyata” yang dimaksudkan oleh pengguna. UAT dapat dilakukan dengan in-house testing dengan membayar relawan atau subjek pengujian menggunakan perangkat lunak atau, biasanya mendistribusikan perangkat lunak secara luas dengan melakukan pengujian versi yang tersedia secara gratis untuk diunduh melalui web. Pengalaman awal pengguna akan diteruskan kembali kepada para pengembang yang membuat perubahan sebelum akhirnya melepaskan perangkat lunak komersial.

    n. Pengujian Alfa (Alpha Testing)
    Pada jenis pengujian ini, pengguna akan diundang ke pusat pengembangan. Pengguna akan menggunakan aplikasi dan pengembang memcatat setiap masukan atau tindakan yang dilakukan oleh pengguna. Semua jenis perilaku yang tidak normal dari sistem dicatat dan dikoreksi oleh para pengembang.

    o. Pengujian Beta (Beta Testing)
    Pada jenis pengujian ini, perangkat lunak didistribusikan sebagai sebuah versi beta dengan pengguna yang menguji aplikasi di situs mereka. Pengecualian/cacat yang terjadi akan dilaporkan kepada pengembang. Pengujian beta dilakukan setelah pengujian alfa. Versi perangkat lunak yang dikenal dengan sebutan versi beta dirilis untuk pengguna yang terbatas di luar perusahaan. Perangkat lunak dilepaskan ke kelompok masyarakat agar lebih memastikan bahwa perangkat lunak tersebut memiliki beberapa kesalahan atau bug.

  5. Kelebihan dan Kelemahan Black Box Testing

  6. Berikut kekurangan dan kelemahan dari black box testing adalah:

    Tabel 2.1. Kelebihan dan Kekurangan Black Box Testing

b. White Box Testing


  1. Pengujian Unit (Unit Testing)
    Menguji komponen perangkat lunak komponen atau modul. Setiap unit (komponen dasar) dari perangkat lunak yang diuji harus dipastikan bahwa desain terperinci untuk unit telah dilakukan dengan benar dalam sebuah lingkungan yang berorientasi objek, pengujian ini biasanya terjadi di tingkat kelas dan unit pengujian minimal, termasuk constructors dan destructors.

  2. Pengujian Integrasi (Integration Testing)
    Menjelaskan kecacatan dalam antarmuka dan interaksi antar komponen terpadu (modul). Semakin besar kelompok komponen perangkat lunak yang diuji terkait dengan elemen­elemen dari desain arsitekturnya akan dipadukan dan diuji sampai perangkat lunak bekerja sebagai sistem.

  3. Pengujian Sistem (System Testing)
    Menguji sistem terpadu secara penuh untuk memastikan bahwa sistem telah memenuhi persyaratan.

  4. Pengujian Sistem Integrasi (System Integration Testing)
    Memverifikasi sistem terpadu untuk semua sistem eksternal atau pihak ketiga yang telah ditetapkan di dalam persyaratan sistem.

C. Jenis-Jenis Pengujian

a. Black Box Testing

  1. Definisi White Box Testing

  2. Menurut Choiriah (2012:3)[8], "white box testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi desain dan kode program apakah mampu menghasilkan fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan".

    Menurut Rizky (2011:261), white box testing secara umum merupakan jenis testing yang lebih berkonsentrasi terhadap “isi” dari perangkat lunak itu sendiri".

    Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa white box testing adalah pengujian yang didasarkan pada pengecekan terhadap detail perancangan, menggunakan struktur kontrol dari desain program

  3. Klasifikasi White Box Testing

  4. Menurut Simarmata (2010:321), klasifikasi white box testing mencakup beberapa pengujian yaitu:

    a. Pengujian Unit (Unit Testing)
    Pengembangan melaksanakan pengujian unit untuk memeriksa apakah modul tertentu atau kode unit bekerja dengan baik.


    b. Analisis Statis dan Dinamis (Static and Dynamic Analysis)
    Analisis status dilibatkan melalui code untuk mengetahui segala kemungkinan cacat dal am code, sedangkan analysis dynamis akan melibatkan pelaksanaan code dan penganalisisan hasilnya.


    c. Cakupan Pernyataan (Statement Coverage)
    Dalam hal ini, jenis pengujian kode dijalankan dengan setiap pernyataan dari aplikasi yang dijalankan minimal sekali. Hal tersebut membantu dalam memastikan semua pernyataan untuk dijalankan tanpa efek samping


    d. Cakupan Cabang (Branch Coverage)
    Tidak ada aplikasi perangkat lunar yang dapat ditulis dalam cara pengodean, di beberapa titik kita perlu mengetahui cakupan cabang untuk melakukan fungsi tertentu. Pengujian cakupan cabang membantu pemvalidasian semua cabang di dalam kode dan memastikan bahwa tidak ada yang mengarah ke percabangan perilaku abnormal dari aplikasi


    e. Pengujian Mutasi (Mutation Testing)
    Pada pengujian ini, aplikasi di uji untuk kode yang telah dimodifikasi setelah pemasangan bug / cacat tertentu. HAl ini juga membantu dalam mengembangkan fungsi secara efektif.

Konsep Dasar Bahasa Pemrograman

A. Definisi Bahasa Pemrograman

Menurut Jaza (2014:2)[9], “Bahasa pemrograman adalah bahasa buatan atau artificial language yang dapat mengontrol perilaku mesin yang dalam hal ini adalah unit komputer”.

Menurut Joni (2011:3)[10], “Bahasa pemrograman adalah suatu kumpulan kata (perintah) yang siap digunakan untuk menulis suatu kode program sehingga kode-kode program yang kita tulis tersebut akan dikenali oleh kompilator yang sesuai.

Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahasa pemrograman adalah bahasa yang dapat diterjemahkan menjadi kumpulan perintah-perintah dasar tersebut. Penerjemahan dilakukan oleh program komputer yang disebut kompilator.

B. Kelompok Bahasa Pemrograman

Menurut Jaza (2014:2), Bahasa pemrograman berdasarkan perkembangannya dibagi menjadi lima kelompok besar, yaitu:


  1. Bahasa Pemrograman Mesin (Machine Language)

  2. Bahasa mesin adalah pemrograman yang hanya dimengerti oleh mesin (komputer) yang ada didalamnya terdapat CPU yang hanya mengenal dua keadaan yang berlawanan yaitu 1 (hidup) dan 0 (mati). Kondisi 1 dan 0 dinamakan bahasa mesin, sedangkan program yang disusun disebut object program, komputer akan melaksanakan pekerjaan tanpa adanya interpretasi atau penerjemahan.

  3. Bahasa Pemrograman Tingkat Rendah (Low Level Language)

  4. Bahasa tingkat rendah adalah bahasa pemrograman yang membantu menerjemahkan bahasa yang mudah diingat atau disebut mnemonics. Untuk mengantisipasi susahnya bahasa mesin, maka dibuat simbol yang menyerupai bahasa inggris dan mudah diingat yang disebut dengan mnemonics (pembantu untuk mengingat) dan bahasa yang terdiri darimnemonics ini disebut assembler language.

  5. Bahasa Pemrograman Tingkat Menengah (Middle Level Language)

  6. Bahasa tingkat menengah adalah bahasa pemrograman yang menggunakan aturan grammatical dalam penulisan pernyataan, mudah dipahami dan instruksi tertentu yang dapat langsung diakses oleh komputer. Contoh: Bahasa C.

  7. Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi (High Level Language)

  8. Bahasa tingkat tinggi adalah bahasa pemrograman yang penulisan pernyataannya mudah dipahami secara langsung. Contoh : Pascal, Basic dan Cobol.

  9. Bahasa Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented Programming)

  10. Bahasa pemrograman berorientasi objek adalah bahasa pemograman yang berorientasi objek/visual, bahasa pemrograman ini mengandung fungsi-fungsi untuk menyelesaikansuatu permasalahan. Programmer tidak harus menulis secara detail semua pernyataannya tetapi cukup memasukan kriteria yang dikehendaki. Contoh:Microsoft Visual Basic, Microsoft Visual Foxpro, Borland Delphi dan lain-lain.

Konsep Dasar Elisitasi

A. Definisi Elisitasi

Menurut Guritno (2011:302)[11], “elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.”

Menurut Siahaan (2012:66)[12], “elisitasi kebutuhan adalah sekumpulan aktivitas yang ditunjukkan untuk menemukan kebutuhan suatusistem melalui komunikasi dengan pelanggan, pengguna sistem, dan pihak lain yang memiliki kepentingan dalam pengembangan sistem.”

Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan elisitasi adalah suatu rancangan pada sistem baru yang diinginkan pengguna sistem dan pihak yang terkait untuk pengembangan sistem.

B. Tahap-Tahap Elisitasi

Menurut Guritno (2011:302)[11], elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:

  1. Elisitasi Tahap I

  2. Elisitasi tahap I, berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

  3. Elisitasi Tahap II

  4. Elisitasi tahap II, merupakan hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan Metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Berikut penjelasan mengenai Metode MDI:

    a. M pada MDI berarti Mandatory (Penting)

    Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

    b. D pada MDI berarti Desirable (Tidak Terlalu Penting)

    Maksudnya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

    c. I pada MDI berarti Inessential (Diluar Sistem)

    Maksudnya, requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.

  5. Elisitasi Tahap III

  6. Elisitasi tahap III, merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya, semuarequirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu:

    a. T artinya Teknikal, bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem diusulkan?

    b. O artinya Operasional, bagaimana tata cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan?

    c. E artinya Ekonomi, berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement di dalam sistem?
    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

    a. High (H): Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus dieleminasi.

    b. Middle (M): Mampu dikerjakan.

    c. Low (L): Mudah dikerjakan.

  7. Final Draft Elisitasi

  8. Final Elisitasi, merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangakan.

C. Tujuan Elisitasi Kebutuhan

Menurut Siahaan (2012:67), elisitasi kebutuhan bertujuan untuk:


a. Mengetahui masalah apa saja yang perlu dipecahkan dan mengenali batasan-batasan sistem (system boundaries)

Proses-proses dalam pengambangan perangkat lunak sangat ditentukan oleh seberapa dalam dan luas pengetahuan developer akan ranah permasalahan. Setiap ranah permasalahan memiliki ruang lingkup dan batsan-batasan. Batasan-batasan ini mendefinisikan sistem akhir yang dibentuk sesuai dengan lingkungan operasional saat ini. Identifikasi dan persetujuan batasan sistem mempengaruhi proses elisitasi selanjutnya. Identifikasi pemangku kepentingan dan kelas pengguna, tujuan dan tugas, dan skenario serta use case bergantung pada pemilihan batasan.


b. Mengenali siapa saja pemangku kepentingan

Sebagaimana disebutkan pada bagian sebelumnya, instansiasi dari pemangku kepentingan antara lain adalah konsumen atau klien (yang membayar sistem), pengembang (yang merancang, membangun, dan merawat sistem), dan pengguna (yang beriteraksi dengan sistem untuk mendapatkan hasil pekerjaan mereka). Untuk sistem yang bersifat interaktif, pengguna memegang peran utama dalam proses elisitasi. Secara umum, kelas pengguna tidak bersifat homogen, sehingga bagian dari proses elisitasi adalah mengidentifikasi kebutuhan kelas pengguna yang berbeda, seperti pengguna pemula, pengguna ahli, pengguna sesekali, pengguna cacat, dan lain-lain.


c. Mengenali tujuan dari sistem

Yaitu sasaran-sasaran yang harus dicapai 
tujuan merupakan sasaran sistem yang harus dipenuhi. Penggalian high level goals di awal proses pengembangan sangatlah penting. Penggalian tujuan lebih terfokus pada ranah masalah dan kebutuhan pemangku kepentingan dari pada solusi yang dimungkinkan untuk masalah tersebut.


D. Langkah-Langkah Elisitasi

Menurut Siahaan (2012:75), berikut ini merupakan langkah-langkah untuk elisitasi kebutuhan:


1. Identifikasi orang-orang yang akan membantu menentukan kebutuhan dan memahami kebutuhan organisasi mereka, menilai kelayakan bisnis dan teknis untuk sistem yang diusulkan.


2. Menentukan lingkungan teknis (misalnya, komputasi arsitektur, sistem operasi, kebutuhan telekomunikasi) ke mana sistem atau produk akan ditempatkan.


3. Identifikasi ranah permasalahan, yaitu karakteristik lingkungan bisnis yang spesifik keranah aplikasi.


4. Menentukan satu atau lebih metode elisitasi kebutuhan, misalnya wawancara, kelompok fokus dan pertemuan tim.


5. Meminta partisipasi dari banyak orang sehingga dapat mereduksi dampak dari kebutuhan yang bias yang teridentifikasi dari sudut pandang yang berbeda dari pemangku kepentingan dan mengidentifikasi alasan untuk setiap kebutuhan yang dicatat.


6. Mengidentifikasi kebutuhan yang ambigu dan menyelesaikannya.


7. Membuat skenario penggunaan untuk membantu pelanggan atau pengguna mengidentifikasi kebutuhan utama.

E. Masalah Dalam Elisitasi

Menurut Siahaan (2012:68), “tahap elisitasi termasuk tahap yang sulit dalam spesifikasi perangkat lunak.” Secara umum kesulitan ini disebabkan tiga masalah, yaitu:

1. Masalah Ruang Lingkup

Pelanggan atau pengguna menentukan detail teknis yang tidak perlu sebagai batasan sistem yang mungkin membingungkan dibandingkan dengan menjelaskan tujuan sistem secara keseluruhan.

2. Masalah Pemahaman

Hal tersebut terjadi ketika pelanggan atau pengguna tidak benar-benar yakin tentang apa yang dibutuhkan oleh sistem, memiliki pemahaman yang sedikit dan tidak memiliki pemahaman penuh terhadap ranah masalah.

3. Masalah Perubahan

Yaitu perubahan kebutuhan dari waktu ke waktu. Untuk membantu mengatasi masalah ini, perekayasa sistem (system engineers) harus melakukan kegiatan pengumpulan kebutuhan secara terorganisir.

Teori Khusus

Phyton

A. Definisi Phyton

Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna dengan filosofi perancangan yang berfokus pada tingkat keterbacaan kode. Python diklaim sebagai bahasa yang menggabungkan kapabilitas, kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas, dan dilengkapi dengan fungsionalitas pustaka standar yang besar serta komprehensif.

Python mendukung multi paradigma pemrograman, utamanya; namun tidak dibatasi; pada pemrograman berorientasi objek, pemrograman imperatif, dan pemrograman fungsional. Salah satu fitur yang tersedia pada python adalah sebagai bahasa pemrograman dinamis yang dilengkapi dengan manajemen memori otomatis. Seperti halnya pada bahasa pemrograman dinamis lainnya, python umumnya digunakan sebagai bahasa skrip meski pada praktiknya penggunaan bahasa ini lebih luas mencakup konteks pemanfaatan yang umumnya tidak dilakukan dengan menggunakan bahasa skrip. Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi.

Saat ini kode python dapat dijalankan di berbagai platform sistem operasi, beberapa diantaranya adalah:

• Linux/Unix

• Windows

• Mac OS X

• Java Virtual Machine

• OS/2

• Amiga

• Palm

• Symbian (untuk produk-produk Nokia)

Python didistribusikan dengan beberapa lisensi yang berbeda dari beberapa versi. Lihat sejarahnya di Python Copyright. Namun pada prinsipnya Python dapat diperoleh dan dipergunakan secara bebas, bahkan untuk kepentingan komersial. Lisensi Python tidak bertentangan baik menurut definisi Open Source maupun General Public License (GPL)

B. Sejarah Python

Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan dari bahasa pemrograman ABC. Versi terakhir yang dikeluarkan CWI adalah 1.2.

Tahun 1995, Guido pindah ke CNRI sambil terus melanjutkan pengembangan Python. Versi terakhir yang dikeluarkan adalah 1.6. Tahun 2000, Guido dan para pengembang inti Python pindah ke BeOpen.com yang merupakan sebuah perusahaan komersial dan membentuk BeOpen PythonLabs. Python 2.0 dikeluarkan oleh BeOpen. Setelah mengeluarkan Python 2.0, Guido dan beberapa anggota tim PythonLabs pindah ke DigitalCreations.

Saat ini pengembangan Python terus dilakukan oleh sekumpulan pemrogram yang dikoordinir Guido dan Python Software Foundation. Python Software Foundation adalah sebuah organisasi non-profit yang dibentuk sebagai pemegang hak cipta intelektual Python sejak versi 2.1 dan dengan demikian mencegah Python dimiliki oleh perusahaan komersial. Saat ini distribusi Python sudah mencapai versi 2.6.1 dan versi 3.0.

Nama Python dipilih oleh Guido sebagai nama bahasa ciptaannya karena kecintaan Guido pada acara televisi Monty Python's Flying Circus. Oleh karena itu seringkali ungkapan-ungkapan khas dari acara tersebut seringkali muncul dalam korespondensi antar pengguna Python.

• Memiliki kepustakaan yang luas; dalam distribusi Python telah disediakan modul-modul 'siap pakai' untuk berbagai keperluan.

• Memiliki tata bahasa yang jernih dan mudah dipelajari.

• Memiliki aturan layout kode sumber yang memudahkan pengecekan, pembacaan kembali dan penulisan ulang kode sumber.

• Berorientasi obyek.

• Memiliki sistem pengelolaan memori otomatis (garbage collection, seperti java)

• Modular, mudah dikembangkan dengan menciptakan modul-modul baru; modul-modul tersebut dapat dibangun dengan bahasa Python maupun C/C++.

• Memiliki fasilitas pengumpulan sampah otomatis, seperti halnya pada bahasa pemrograman Java, python memiliki fasilitas pengaturan penggunaan ingatan komputer sehingga para pemrogram tidak perlu melakukan pengaturan ingatan komputer secara langsung.

• Memiliki banyak faslitas pendukung sehingga mudah dalam pengoprasiannya.

Raspberry Pi

A. Definisi Rapberry Pi

Raspberry Pi, sering juga disingkat dengan nama Raspi, adalah komputer papan tunggal (Single Board Circuit /SBC)yang memiliki ukuran sebesar kartu kredit. Raspberry Pi bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti spreadsheet, game, bahkan bisa digunakan sebagai media player karena kemampuannya dalam memutar video high definition. Raspberry Pi dikembangkan oleh yayasan nirlaba, Rasberry Pi Foundation yang digawangi sejumlah developer dan ahli komputer dari Universitas Cambridge, Inggris.

Ide dibalik komputer mungil ini diawali dari keinginan untuk mencetak generasi baru programer, pada 2006 lalu. Seperti disebutkan dalam situs resmi Raspberry Pi Foundation, waktu itu Eben Upton, Rob Mullins, Jack Lang, dan Alan Mycroft, dari Laboratorium Komputer Universitas Cambridge memiliki kekhawatiran melihat kian turunnya keahlian dan jumlah siswa yang hendak belajar ilmu komputer. Mereka lantas mendirikan yayasan Raspberry Pi bersama dengan Pete Lomas dan David Braben pada 2009. Tiga tahun kemudian, Raspberry Pi Model B memasuki produksi masal. Dalam peluncuran pertamanya pada akhir Febuari 2012 dalam beberapa jam saja sudah terjual 100.000 unit. Kini, sekitar dua tahun kemudian, Rasberry Pi telah terjual lebih dari 2,5 juta unit ke seluruh dunia.

Raspberry Pi memiliki dua model yaitu model A dan model B. Secara umum Raspberry Pi Model B, 512MB RAM. Perbedaan model A dan B terletak pada memory yang digunakan, Model A menggunakan memory 256 MB dan model B 512 MB. Selain itu model B juga sudah dilengkapai dengan ethernet port (kartu jaringan) yang tidak terdapat di model A. Desain Raspberry Pi didasarkan seputar SoC (System-on-a-chip) Broadcom BCM2835, yang telah menanamkan prosesor ARM1176JZF-S dengan 700 MHz, VideoCore IV GPU, dan 256 Megabyte RAM (model B). Penyimpanan data didisain tidak untuk menggunakan hard disk atau solid-state drive, melainkan mengandalkan kartu SD (SD memory card) untuk booting dan penyimpanan jangka panjang. Raspberry Pi merupakan komputer mini yang sangat murah, harganya hanya 25 dollar AS untuk Model A adapun 35 dollar AS utuk Model B per unit

Gambar 2.13. Raspberry Pi tipe B

Gambar 2.14. Tampilan Board Raspberry Pi

Gambar 2.15. Tampilan Board Raspberry Pi tipe B

Gambar 2.16. Tampilan Board Raspberry Pi 2 tipe B

Hardware Raspberry Pi tidak memiliki real-time clock, sehingga OS harus memanfaatkan timer jaringan server sebagai pengganti. Namun komputer yang mudah dikembangkan ini dapat ditambahkan dengan fungsi real-time (seperti DS1307) dan banyak lainnya, melalui saluran GPIO (General-purpose input/output) via antarmuka I²C (Inter-Integrated Circuit).

Raspberry Pi bersifat open source (berbasis Linux), Raspberry Pi bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan penggunanya. Sistem operasi utama Raspberry Pi menggunakan Debian GNU/Linux dan bahasa pemrograman Python. Salah satu pengembang OS untuk Raspberry Pi telah meluncurkan sistem operasi yang dinamai Raspbian, Raspbian diklaim mampu memaksimalkan perangkat Raspberry Pi. Sistem operasi tersebut dibuat berbasis Debian yang merupakan salah satu distribusi Linux OS.

Flowchart

A. Definisi Flowchart

Menurut Sulindawati (2010:8),[13]Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutanurutan prosedur dari suatu program”.

Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan Flowchart adalah bentuk gambar/diagram yang mempunyai aliran satu atau dua arah secara sekuensial. Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan di evaluasi lebih lanjut. Bila seorang analisi dan programmer akan membuat flowchart, ada beberapa petunjuk yang harus diperhatikan.

B. Cara Membuat Flowchart

Ada beberapa petunjuk dalam pembuatan Flowchart Menurut Menurut Sulindawati(2010:8), Sumber: Sulindawati, dan Muhammad Fathoni. 2010[16]

  1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan kiri ke kanan.

  2. Aktifitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hatihati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.

  3. Kapan aktifitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas.

  4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja.

  5. Setiap langkah dari aktifitas harus berada pada urutan yang benar.

  6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hatihati.

  7. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar.

C. Jenis-jenis Flowchart

Ada lima macam bagan alir yang akan dibahas di modul ini, yaitu sebagai berikut :

  1. Bagan Alir Sistem (Systems Flowchart)

  2. Bagan alir sistem (system flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruan dari sistem. Bagan menjelaskan urutanurutan dari prosedur-prosedur yang ada dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukan apa yang dikerjakan sistem. Bagan alir sistem digambar dengan simbol-simbol yang tampak sebagai berikut :

    Gambar 2.17 Bagan Alir Sistem (System Flowcharts)

  3. Bagan Alir Dokumen (Document Flowchart)

  4. Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut bagan alir formulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya. Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem.

    Gambar 2.18 Bagan Alir Dokumen (Document Flowchart)

  5. Bagan alir skematik (schematic flowchart)

  6. Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah bagan alir skematik menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem , juga menggunakan gambar - gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir.

  7. Bagan alir program (program flowchart)

  8. Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dengan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut ini.

    Gambar 2.19 Bagan Alir Program (Program Flowchart)

  9. Bagan alir proses (process flowchart)

  10. Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan teknik industri. Bagan alir juga berguna bagi anilis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedure. Bagan alir proses menggunakan lima buah simbol tersendiri.

    Gambar 2.20 Bagan Alir Proses (Process Flowchart)

Konsep Dasar Sistem Operasi Raspbian

A. Definisi Raspbian

Menurut William Harrington (2015:10) currently, raspbian is the most popular linux-based operating sistem for the raspberry pi. raspbian is an open source operating system baased on debian, which has been modified specifically for the raspberrypi (thus the name raspbian). raspbian includes customizations that are designed to make the raspberry pi easier to use and includes many different software packages out of the box.

Menurut William Harrington (2015:10) “Saat ini, raspbian adalah yang paling populer berbasis linux Sistem operasi untuk raspberry pi. raspbian adalah sistem operasi open source berdasarkan pada debian, yang telah dimodifikasi khusus untuk raspberry pi (demikian nama raspbian). Raspbian termasuk kustomisasi yang dirancang untuk membuat pi raspberry lebih mudah digunakan dan termasuk banyak paket perangkat lunak yang berbeda di luar .

Gambar 2.21 Logo Raspbian

B. Debian GNU/Linux

Debian GNU/Linux adalah distro non komersial yang dihasilkan oleh para sukarelawan dari seluruh dunia yang saling bekerjasama melalui internet. Distro ini menginginkan adanya semangat open-source yang harus tetap ada pada Debian. Kedinamisan distro ini membuat setiap rilis paket-paketnya di-update setiap waktu dan dapat di akses melalui utilitas apt-get. Apt-get adalah sebuah utilitas baris-perintah yang dapat digunakan secara dinamis untuk meng-upgrade sistem Debian GNU/Linux melalui apt-repository jaringan archive Debian yang luas. Milis dan forum debian selalu penuh dengan pesan-pesan baik mengenai bug, masalah, sharing, dan lain-lain. Dengan adanya sistem komunikasi ini bug dan masalah keamanan pada tiap paket dapat dilaporkan oleh para pengguna dan pengembang Debian dengan cepat. Keuntungan dari Debian adalah upgradability, ketergantungan antar paket didefinisikan dengan baik, dan pengembangannya secara terbuka.

Gambar 2.22 Logo Debian

Konsep Dasar Linux

A. Sejarah Linux

Gambar 2.23 Logo Linux

Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat berjalan di berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standard POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell.

Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, LINUS TORVALDS, di Universitas Helsinki, Finlandia yang sebetulnya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi. Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dariMinix. Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum pada tahun 1987.

Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem benam sampai superkomputer, dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer. Linux sekarang merupakan alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial, dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih Lingkungan sistem operasi ini termasuk :

• Ratusan program termasuk, kompiler, interpreter, editor dan utilitas

• Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, Ethernet, SLIP dan PPP, dan interoperabilitas.

• Produk perangkat lunak yang reliabel, termasuk versi pengembangan terakhir.

• Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang telah bekerja dan menjadikan

Linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang beragam kebutuhan dan lokasinya dan juga bertindak sebagai team pengembang sendiri.

Sejarah Linux berkaitan dengan GNU. Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas. Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver

Linux tidak memiliki suatu logo yang terlihat menarik, hanyalah sebuah burung Penguin yang memperlihatkan sikap santai ketika berjalan. Logo ini mempunyai asal mula yang unik, awalnya tidak ada suatu logo yang menggambarkan trademark dari Linux sampai ketika Linus ( Sang Penemu ) berlibur ke daerah selatan dan bertemu dengan seekor linux kecil dan pendek yang secara tidak sengaja menggigit jarinya. Hal ini membuatnya demam selama berhari-hari. Kejadian ini kemudian menginspirasi dirinya untuk memakai penguin sebagai logonya. TUX, nama seekor pinguin yang menjadi logo maskot dari linux. TUX hasil karya seniman Larry Ewing pada waktu developer merasakan Linux harus mempunyai logo trademark (1996), dan atas usulan James Hughes dipilihlah nama TUX yang berarti Torvalds UniX. Lengkap sudah logo dari Linux, berupa penguin dengan nama TUX. Trademark ini segera didaftarkan untuk menghindari adanya pemalsuan. Linux terdaftar sebagai Program sistem operasi ( OS ).

Konsep Dasar Internet

A. Definisi Internet

Menurut I Putu Eka Agus Eka Pratama dan Sinung Suakanto (2015:20)[14] Internet atau Interconnection Networking merupakan jaringan komputer yang terluas, dengan seluruh cakupan seluruh planet bumi ini. Di jaringan internet terdapat beberapa buah Wide Area Network (WAN), di mana pada setiap WAN tersebut terdapat MAN (Metropolitan Area Network) pada setiap MAN tersebut.

Menurut Darma, Jarot S, dkk. (2009:1)[15], secara harfiah, internet (kependekan dari Interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung satu sama lain. Hubungan melalui suatu system antar perangkat komputer untuk lalu lintas data itulah yang dinamakan network. Mungkin anda mengenal istilah LAN (Local Area Network), yang menghubungkan komputer-komputer dalam area tertentu, seperti kantor, sekolah, atau warnet. Internet kurang lebih seperti itu, hanya dalam area yang sangat luas, yaitu seluruh dunia. Jadi, komputer yang terhubung melalui jaringan dan saling berkomunikasi dengan waktu dan wilayah tak terbatas, disebut internet.

Menurut Ananda (2009:1)[16], “Internet adalah rangkaian komputer yang terhubung satu sama lain”. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa internet adalah komputer yang terhubung melalui jaringan dan saling berkomunikasi dengan waktu dan wilayah yang tak terbatas.

B. Sejarah Internet

Menurut Wikipedia, Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.

Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

RFID RDM 6300

A. Definisi RFID RDM 6300

RFID RDM 6300 adalah modul reader rfid yang berfungsi sebagai pembaca RFID. RFID RDM6300 adalah pengganti dari reader RDM 630 yang barangnya sudah tidak diproduksi lagi alias discontinued Update version terbaru adalah reader RFID RDM 6300 yang memiliki sensifitas jarak yang lebih jauh dan stabil. Tapi pin out dari kedua RFID ini sama persis

Gambar 2.24. RFID RDM 6300

TTL Logic Level Converter

A. Definisi TTL Logic Level Converter

TTL LOGIC LEVEL CONVERTER adalah suatu module converter yang berfungsi sebagai converter dua arah (bidirectional) untuk 2 perangkat digital yang mempunyai level tegangan IO (Input dan Output) yang berbeda.

Pada umumnya dipasaran terdapat 2 jenis tipe modul / sensor / minsys yang memiliki level tegangan IO 5V atau 3,3Volt.Untuk menghubungkan kedua perangkat yang berbeda level tegangan tersebut sangat diperlukan modul ini, sehingga dapat mencegah kerusakan pada perangkat dengan tegangan IO lebih rendah dan menjaga kestabilan komunikasi diantara kedua perangkat tersebut.

Gambar 2.25. TTL Logic Converter

B. Pengaplikasian

Menghubungkan Arduino (IO 5v) ke sensor / modul yang memiliki tegangan IO 3v3 seperti module LCD TFT, sensor Accelerometer, SDCard module, ESP8266 Wifi module, HC05/HC06 Bluetooth Module, Serial Camera module, GPS module, dan lain-lain.

Menghubungkan Raspberry Pi (IO 3v3) ke sensor/modul yang memiliki IO tegangan IO 5V seperti module relay, module sensor suhu, module LCD character, dan lain-lain.

Konsep Dasar TP-Link

A. Definisi Tp-Link

TP-LINK TL-WN722N merupakan suatu alat untuk menangkap atau menerima signal dengan sebuah jangkauan area WiFi atau hotspot, melalui koneksi USB komputer atau dengan notebook, WiFi adapter ini memiliki kecepatan data transfer tinggi hingga mencapai 150Mbps dan dilengkapi dengan antena4dBi yang dapat dilepas (konektor RP-SMA). Kompatibel dengan WI-FI Protected Setup™ (WPS), TL-WN722N menggunakan fitur Quick Secure Setup QSS(Keamanan Quick Setup) mencegah jaringan dari ancaman luar, dengan menekan tombol "QSS" tombol otomatis untuk membangun koneksi yang aman dengan WPA2, menjadi lebih aman dibandingkan dengan enkripsi WEP. Menggunakan AlignTM 1-stream dari teknologi berbasis pada teknologi 802.11n, TL-WN722N menyediakan sinyal nirkabel lebih baik dari yang sudah ada. Teknologi nirkabel 802.11g dilengkapi antena dilepas 4dBi lebih dapat meningkatkan suatu jangkauan sinyal dan juga kecepatan. Alat ini bisa digunakan untuk memperkuat sinyal WIFI ketika menggunakan laptop untuk browsing di publik hotspot atau bagi PC atau Laptop yang tidak mempunyai fitur WIFI. Ada beberapa jenis merek laptop yang sinyal WiFinya agak lemah karena dari karakteristik chipset yang digunakan, sehingga sinyal yang ditangkap tidak bisa Good danExcellent dan juga dikarenakan wifi laptop tidak mempunyai antena eksternal. Kehandalan sudah teruji dan tidak mudah no responding akibat panas. Chipset yang digunakan yaitu jenis RALINK dengan tingkat sensitifitas yang tinggi. Di dalamnya telah terpasang antena omni internal dengan jarak jangkau 100m/indoor dan 150m/outdoor (tergantung sikon lapangan). Melalui situs resmi: TP LINK WN722N. (Tanggal akses 16 November 2014).

Gambar 2.26. TP-LINK TL-WN722N

Sumber : http://www.tp-link.co.id/

Kelebihan : Wireless USB Adapter TL-WN722N ini mempunyai akses koneksi internet berkecepatan tinggi.Alat ini mampu memberikan kecepatan nirkabel hingga 150Mbps. Alat ini memiliki antena eksternal yang dapat dilepas, dapat diputar sesuai arah yang diinginkan untuk mendapatkan sinyal yang paling kuat.

Kekurangan : Untuk kekurangan alat ini, adalah dalam paket penjualan tidak tersedianya driver untuk sistem Operasi non Windows. Selain itu colokan USB-nya masih memakai tutup. Alangkah lebih baiknya jika menggunakan sistem "push-out" (tanpa tutup) seperti yang ada di flashdisk, sehingga tidak terjadi tutup yang hilang.

Konsep Dasar Jaringan

A. Definisi Jaringan

Menurut I Putu Agus Eka Pratama (2014:21) bahwa “Jaringan komputer merupakan suatu hasil dari koneksi (hubungan) dari sejumlah perangkat atau komputer dengan saling berkomunikasi satu sama lain”.

B. Sifat-Sifat Dasar Jaringan Komputer

Menurut I Putu Agus Eka Pratama (2014:21) Jaringan komputer memiliki empat buah sifat dasar penting. Keempat sifat tersebut, yaitu:

  1. Scalability

  2. Jaringan komputer mampu disesuaikan dengan kebutuhan user dapat berkembang dan menghilangkan batasan geografis atau lokasi.

  3. Resource Sharing

  4. Jaringan komputer dapat digunakan untuk pemakaian bersama dari sumber daya yang ada (resource sharing). Sumber daya tersebut berupa perangkat keras (hardware) serta perangkat lunak (software).

  5. Connectivity

  6. Jaringan komputer mudah dihubungkan serta pengguna (user) mudah untuk terhubung dari jaringan komputer. Untuk menciptakan hubungan ini, terdapat sejumlah perangkat penghubung di dalamnya. Yang termasuk perangkat-perangkat itu switch, modem, router, hub.

  7. Reliability

  8. Suatu jaringan komputer mempunyai kehandalan di dalamnya memberikan user performansi jaringan komputer yang dapat diukur.

C. Jenis-Jenis Jaringan Komputer

Menurut I Putu Agus Eka Pratama (2014:21) jenis jaringan komputer berdasarkan area atau lokasi yang dibedakan menjadi 4, diantaranya sebagai berikut:

  1. PAN (Personal Area Network)

  2. PAN (Personal Area Network) merupakan jaringan komputer yang dibentuk dalam beberapa buah komputer atau antara komputer dengan peralatan non-komputer. Misalnya: HP, PDA, dan komputer.

  3. LAN (Local Area Network)

  4. LAN (Local Area Network) adalah bentuk jaringan komputer lokal, yang luas areanya sangat terbatas. Umumnya diterapkan untuk jaringan komputer rumahan, lab komputer di sekolah serta kantor, di mana masing-masing komputer mampu saling berinteraksi, bertukar data, dan juga dapat menggunakan peralatan bersama seperti printer. Media yang dipakai berupa kabel (UTP atau BNC) maupun wireless.

  5. Meropolitan Area Network (MAN)

  6. Adalah suatu jaringan komputer dengan skala yang lebih besar daripada LAN, bisa berupa suatu jaringan komputer antar kantor atau perusahaan denan jarak yang berdekatan. MAN (Metropolitan Area Network) terdiri atas beberapa LAN yang saling berhubungan. Media yang dipakai antar gedung umumnya wireless atau kabel serat optik.

  7. WAN (Wide Area Network)

  8. WAN (Wide Area Network) adalah sebuah jaringan komputer dengan jangkauan area geografis yang sangat luas, dapat mencakup sebuah negara bahkan benua untuk mengaksesnya. WAN (Wide Area Network) terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai. WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan area lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna dan komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lainnya. Jarak WAN hingga 1000 KM kecepatan 1,5 Mbps s/d Gbps.

Protokol TCP/IP

Dalam dunia komunikasi data komputer, protokol mengatur bagaimana sebuah komputer berkomunikasi dengan komputer lain. Dalam jaringan komputer kita dapat menggunakan banyak macam protokol tetapi agar dua buah komputer dapat berkomunikasi, keduanya harus menggunakan protokol yang sama. Protokol berfungsi mirip dengan bahasa. Agar dapat berkomunikasi, orang-orang perlu berbicara dan mengerti bahasa yang sama.

Protokol adalah sekumpulan aturan dalam komunikasi data. Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol ini. Karena menggunakan bahasa yang sama, yaitu protokol TCP/IP, perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Jadi, jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer dibelahan dunia mana pun yang juga terhubung ke internet. Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar jaringan komputer. Berkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol TCP/IP, yaitu :

  1. Protokol TCP/IP dikembangkan menggunakan standar protokol yang terbuka.

  2. Standar protokol TCP/IP dalam bentuk Request For Comment (RFC) dapat diambil oleh siapa pun tanpa biaya.

  3. TCP/IP dikembangkan dengan tidak tergantung pada sistem operasi atau perangkat keras tertentu.

  4. TCP/IP independen terhadap perangkat keras jaringan dan dapat dijalankan pata ethernet,token ring, jalur telepon dial-up, jaringan X.25, dan jenis media transmisi apapun.

  5. Pengalamatan TCP/IP bersifat unik dalam skala global. Dengan cara ini, komputer dapat saling terhubung walau jaringannya seluas internet sekarang ini.

Pada dasarnya, komunikasi data merupakan proses mengirimkan data dari satu komputer ke komputer lain. Untuk dapat mengirimkan data, pada komputer harus ditambahkan alat khusus yang dikenal sebagia network interface (antarmuka jaringan). TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang didisain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada Wide Area Network (WAN). TCP/IP inti terdiri atas sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dari komunikasi data.

Berkat penggunaan prinsip ini, TCP/IP menjadi protokol komunikasi data yang fleksibel. Agar TCP/IP dapat berjalan diatas interface jaringan tertentu, hanya perlu dilakukan perubahan pada protokol yang berhubungan dengan interface jaringan saja. Sekumpulan protokol TCP/IP ini dimodelkan dengan 4 layer TCP/IP, seperti terlihat pada gambar ini.

( Sumber : Hendra Kusumah )

Gambar 2.27. Layer TCP/IP

TCP/IP terdiri dari empat lapis kumpulan protokol yang bertingkat. Keempat lapis atau layer tersebut adalah Network Layer, Internet Layer, Transpaort Layer, Application Layer. Dalam TCP/IP terjadi penyampaian data dari protokol yang berada di satu layer ke protokol yang berada di layer lain. Setiap protokol memperlakukan semua informasi yang di terimanya dari protokol lain sebagai data.

( Sumber : Hendra Kusumah )

Gambar 2.28. Layer TCP/IP

Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sebagai berikut :

  1. Physical Layer (lapisan fisik)

  2. Merupakan lapisan terbawah yang mengidentifdikasikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi jaringan yang bersangkutan.

  3. Network Access Layer

  4. Mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link Layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang transmisikan.

  5. Internet Layer

  6. Mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berbeda pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimanapun berada.oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internet working yang meliputi wilayah luas (word wide internet).

  7. Transport Layer

  8. Mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki fungsi penting seperti Flow Control dan Eror Detection.

  9. Application Layer

  10. Merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya lapisan TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) untuk pengiriman email, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer data, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai TCP/IP.


IOT Platform - Ubidots API

Ubidots menawarkan platform untuk pengembang yang memungkinkan mereka untuk dengan mudah menangkap data sensor dan mengubahnya menjadi informasi yang berguna. Menggunakan platform Ubidots untuk mengirim data ke awan dari perangkat berkemampuan Internet. Selain itu, dapat mengkonfigurasi berupa tindakan dan alert berdasarkan data real-time dan membuka nilai dari data Sensor melalui alat visual. Ubidots menawarkan fitur API yang memungkinkan Sensor untuk membaca dan menulis data ke sumber daya yang tersedia: sumber data, variabel, nilai-nilai, peristiwa dan wawasan. API mendukung HTTP dan HTTPS dan Key API diperlukan.

Study Pustaka (Literature Review)

Metode study pustaka dilakukan untuk menunjang metode wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Manfaat dari study pustaka (Literature Review) ini antara lain:

  1. Mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps)dari penelitian ini.

  2. Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel) sehingga banyak menghemat waktu serta menghindari kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.

  3. Mengidentifikasi metode yang pernah dilakukan dan relevan terhadap penelitian ini.

  4. Meneruskan apa yang penelitian sebelumnya telah dicapai sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akandilakukan dapat

  5. membangun di atas landasan (platform) dari pengetahuan atau ideyang sudah ada.

Dalam upaya mengembangkan dan menyempurnakan Alat Audiobook player dengan Raspberry ini perlu dilakukan study pustaka (literature review) sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya yaitu :

  1. Penelitian ini dilakukan oleh Muharrir Riza[17], pada tahun 2014 dari Universitas Ubudiyah, Indonesia yang berjudul " Perancangan Keamanan Pintu Otomatis Berbasis RFID (Radio Frekuensi Identification)" . Penelitian ini membahas tentang cara menggabungkan penguncian pintu manual dengan sistem RFID. Membuat sistem pembacaan data RFID terhadap kartu tag RFID dengan menggunakan modul ID-12 dan membuatsistem yang dapat memverikasi nomor identitas user pada kartu RFID menggunakan mikrokontroler ARDUINO.

  2. Penelitian ini dilakukan oleh Damas Cahyo Saputro[18], Yuniarto,ST. MT., Universitas Diponegoro Semarang, pada tahun 2012 yang berjudul " AplikasiI Radio Frequency Identification dan Infra Red Sebagai Pengaman Pintu Keluar Masuk Berbasis Mikrokontroler AVR ATMEGA 16 Pada Miniatur Kompleks Perumahan Modern ". Penelitian ini membahas tentang sistem keamanan komplek perumahan modern menggunakan palang pintu keluar masuk kompleks perumahan modern. Dengan perkembangan teknologi, sistem tersebut dapat diatur secara otomatis oleh mikrokontroller AVR Atmega 16 dengan Radio Frequency Identification (RFID) dan Infra Red (IR).

  3. Penelitian ini dilakukan oleh Anggun Rahmadani Prativi[19] dan Rafika Napitupulu Politeknik Negeri Medan, pada tahun 2013 yang berjudul " Rancang Bangun Sistem Keamanan Pintu Dengan Menggunakan RFID Berbasis Mikrokontroler AT89S52". Penelitian ini membahas tentang cara membangun sistem keamanan pintu menggunakan RFID dan suatu sistem keamanan pintu menggunakan password sebagai kunci digitalnya.

  4. Penelitian ini dilakukan oleh Eka Purwandari[20] dari Perguruan Tinggi Raharja, Tangerang, pada tahun 2015 yang berjudul " Prototipe Pengangkat Barang Pada Kondisi Banjir Berbasis Raspberry Pada PT. Fosta Unggul Perdana". Penelitian ini membahas tentang proses proses pengangkatan barang ketika banjir, dengan menggunakan sensor yang akan mendeteksi air dari permukaan sensor maka dengan otomatis barang akan diangkat untuk menghindari air tersebut.

  5. Penilitian ini dilakukan oleh Reza Adhi Saputra Somantri[21] dari Perguruan Tinggi Raharja, Tangerang, pada tahun 2014 yang berjudul “ Sarung Tangan Navigasi Untuk Tuna Netra Pada Yayasan Karya Dharma Wanita Sekolah Khusus YKDW 03 “. Penelitian ini membahas tentang alat navigasi untuk orang tunanetra, yang dilengkapi dengan sensor jarak, buzzer dan getaran yang gunanya untuk memberikan arah dan informasi apabila ada objek di depan.

  6. Penelitian yang dilakukan oleh Handri Jir Azhar dari Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, dengan judul "Tera Tongkat Cerdas Untuk Tuna Netra Dengan Pemanfaatan Barang Bekas" menjelaskan bahwa temuan baru berupa alat tongkat cerdas untuk tunanetra sehingga dapat membantu masyarakat khususnya para penderita tunanetra. Ditinjau dari segi psikologis, program ini akan menambah kepercayaan diri bagi penderita tunanetra dan akan mengurangi rasa kekhawatiran bagi keluarga penderita tunanetra bila sang penderita tunanetra akan beraktivitas jauh di luar pantauan keluarga. Diharapkan juga akan membantu pemerintah menjaga kebersihan lingkungan, karena pembuatan alat yang menggunakan barang bekas atau bahan daur ulang (recycle).

  7. Penelitian ini dilakukan oleh Gustasari dari Perguruan Tinggi Raharja, Tangerang, pada tahun 2016 yang berjudul “Pengontrolan Sistem Akses Menggunakan card RFID dan Web Berbasis Arduino” Penelitian ini membahas tentang pengontrolan sistem akses yang di kendalikan kartu RFID dan datanya di log ke dalam sebuah web, sebagai bahan laporan siapa saja ynag mengakses suatu ruangan.

  8. Penelitian yang dilakukan oleh Hendra Kusumah (2013) yang berjudul “Surveillance Camera Robot” penelitian ini membahas mengenai system pengontrolan sebuah Robot yang dilengkapi dengan kamera. Sistem ini memanfaatkan protokol TCP/IP agar bisa dikontrol melalui jaringan lokal dengan web browser harus terkoneksi dengan wireless yang telah ditentukan sebagai gateway. Komponen yang utama dari robot ini adalah raspberry Pi B yang merupakan otak dari robot tersebut.

Dari 8 (delapan) sumber literature review diatas, dapat di ketahui sudah banyak penelitian yang memanfaatkan Raspberry pi sebagai media utama dalam pembuatan sebuah alat, namun masih jarang yang melakukan penelitian untuk membuat alat yang dapat membantu para manula dan tunanetra dalam mengetahui isi dari sebuah buku, oleh karena itu penulis melakukan penelitian tentang RANCANG BANGUN AUDIOBOOK PLAYER UNTUK MANULA DAN TUNANETRA DENGAN RASPBERRY PI BERBASIS IOT PADA KECAMATAN PINANG.

Dari beberapa penelitian diatas, maka penulis mengambil acuan dari kedelapan literature review tersebut untuk dijadikan referensi dalam penulisan ini, dimana kedelapan literature review tersebut.

BAB III

ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Gambaran Umum Kecamatan Pinang

Dasar Hukum Terbentuknya Organisasi

Kecamatan Pinang merupakan Kecamatan di Wilayah Kota Tangerang yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2000 tentang Pembentukan 7 (tujuh) Kecamatan di Wilayah Kota Tangerang, terletak di sebelah Timur Kota Tangerang, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Cipondoh

b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Karang Tengah

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan

d. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Cibodas

Luas Wilayah Kecamatan Pinang Kota Tangerang adalah 21,590 Km2 dengan jumlah pendududuk 152.079 jiwa tahun 2015, yang tersebar di 11 (sebelas) Kelurahan, yaitu :

a. Keluhan Pinang

b. Kelurahan Sudimara Pinang

c. Kelurahan Neroktog

d. Kelurahan Kunciran

e. Kelurahan Kunciran Indah

f. Kelurahan Kunciran Jaya

g. Kelurahan Cipete

h. Kelurahan Pakojan

i. Kelurahan Panunggangan

j. Kelurahan Panunggangan Utara

k. Kelurahan Panunggangan Timur

Tujuan (Fungsi) Terbentuknya Kecamatan

Berpijak pada tugas dan fungsi Kecamatan sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Walikota Tangerang Nomor 89 Tahun 2014 tentang Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Kecamatan Bagian Kedua tentang Tugas Pokok, Fungsi Dan Uraian Tugas Unsur Organisasi Paragraf 1 Kecamatan Pasal 3 ayat 1 yaitu Kecamatan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan tugas dalam lingkup urusan-urusan pemerintahan, ketenteraman dan ketertiban umum, ekonomi dan pembangunan, kemasyarakatan serta pelayanan umum sesuai dengan visi dan misi Walikota sebagaimana dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1); Kecamatan mempunyai fungsi

a. pengoordinasian kegiatan pemberdayaan masyarakat;

b. pengoordinasian upaya penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum;

c. pengoordinasian penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan;

d. pengoordinasian pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;

e. pengoordinasian penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat Kecamatan;

f. pembinaan penyelenggaraan pemerintahan Kelurahan;

g. pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan Kelurahan;

h. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Tugas Pokok, Fungsi Dan Struktur Organisas

Tugas Pokok dan Fungsi

Berpijak pada Peraturan Walikota Nomor 89 Tahun 2014 tentang Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Kecamatan, Bab II Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas, Susunan organisasi Kecamatan di Kota Tangerang adalah sebagai berikut:

a. Camat;

b. Sekretariat, terdiri atas :

  1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

  2. Sub Bagian Keuangan;

  3. Sub Bagian Perencanaan.

c. Seksi Tata Pemerintahan;

d. Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum;

e. Seksi Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Masyarakat;

f. Seksi Pelayanan Umum

A. Camat

Camat mempunyai tugas pokok memimpin, mengatur, mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan penyelenggaraan tugas Kecamatan dalam lingkup urusan-urusan pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum, ekonomi dan pembangunan, serta kemasyarakatan sesuai dengan visi dan misi Walikota sebagaimana terjabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Dalam pelaksanaan tugas pokok tersebut, Camat mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Penetapan kebijakan teknis dalam rangka penyelenggaraan tugas kecamatan dalam lingkup urusan-urusan tata pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum, ekonomi dan pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat;

  2. Pembinaan penyelenggaraan pelayanan publik dalam lingkup urusan-urusan tata pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum, ekonomi dan pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat;

  3. Pengkoordinasian kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan;

  4. Penyelenggaraan pembangunan, pengembangan, dan rehabilitasi prasarana dan sarana fisik di lingkup tugas kecamatan;

  5. Penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan kemampuan berprestasi para pegawai di lingkungan kecamatan;

  6. Evaluasi terhadap penyelenggaraan tugas kecamatan dalam lingkup urusan-urusan tata pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum, ekonomi dan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat;

  7. Pelaporan

B. Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kegiatan di bidang administrasi umum, kepegawaian, keuangan, dan perencanaan. Untuk menjalankan tugas, Sekretariat mempunyai fungsi :

  1. penatausahaan urusan umum dan kepegawaian;

  2. penatausahaan urusan keuangan;

  3. pengoordinasian dalam perencanaan program Kecamatan; dan

  4. pengoordinasian pelaksanaan tugas Seksi–Seksi di lingkungan Kecamatan.

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris Camat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, Sekretaris membawahi dan dibantu oleh:

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Sekretariat di bidang administrasi umum dan administrasi kepegawaian. Uraian tugas Sub Bagian Umum dan Kepegawaian adalah :

a. melakukan penyusunan program dan rencana kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

b. melakukan pengelolaan urusan surat-menyurat/tata naskah Dinas;

c. melakukan pengelolaan urusan rumah tangga, perpustakaan, kearsipan, keprotokolan, dan kehumasan Kecamatan

d. melakukan pengelolaan urusan pembinaan dan pengembangan pegawai Kecamatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

e. melakukan pelayanan administrasi kepegawaian Kecamatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

f. melakukan fasilitasi penilaian prestasi kerja pegawai Kecamatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

g. melakukan fasilitasi pemrosesan penetapan angka kredit jabatan fungsional di lingkungan Kecamatan;

h. melakukan penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Kecamatan;

i. melaksanakan pengamanan dan pemeliharaan barang milik daerah yang dalam penguasaan SKPD;

j. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; dan

k. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Camat.

2. Sub Bagian Keuangan

Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Sekretariat di bidang administrasi keuangan. Uraian tugas Sub Bagian Keuangan adalah:

a. melakukan penyusunan program dan rencana kegiatan Sub Bagian Keuangan;

b. melakukan pembinaan penatausahaan keuangan Kecamatan;

c. melakukan penatausahaan anggaran Kecamatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

d. melakukan pengelolaan kas Kecamatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

e. melakukan penatausahaan pendapatan yang berasal dari retribusi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

f. melakukan pelayanan lainnya di bidang keuangan Kecamatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

g. menyimpan bukti-bukti transaksi keuangan sebagai bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan Kecamatan;

h. melakukan penyusunan laporan keuangan Kecamatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

i. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub Bagian Keuangan; dan

j. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.

Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Camat.

3. Sub Bagian Perencanaan

Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Sekretariat di bidang perencanaan, evaluasi, dan pelaporan. Uraian tugas Sub Bagian Perencanaan adalah :

a. melakukan penyusunan program dan rencana kegiatan Sub Bagian Perencanaan;

b. melakukan pengoordinasian penyusunan rencana program dan kegiatan Kecamatan; meliputi Rencana Strategis (Renstra); Rencana Kerja (Renja); Indikator Kinerja Utama (IKU); Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), dan Penetapan Kinerja (PK);

c. melakukan pengumpulan dan pengadministrasian usulan RKA/RKPA dari unit-unit kerja di lingkungan Kecamatan

d. melakukan penyusunan RKA/RKPA dan DPA/DPPA Kecamatan berdasarkan usulan unit-unit kerja dan hasil pembahasan internal Kecamatan;

e. melakukan pembinaan administrasi perencanaan di lingkungan Kecamatan;

f. melakukan kegiatan monitoring, evaluasi, dan pelaporan terhadap realisasi atau pelaksanaan program dan kegiatan Kecamatan;

g. melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja di lingkungan Kecamatan dalam rangka penyiapan bahan-bahan untuk menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah lingkup Kecamatan dan laporan kedinasan lainnya;

h. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub Bagian Perencanaan; dan

i. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.

Sub Bagian Perencanaan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Camat.

C. Seksi Tata Pemerintahan

Seksi Tata Pemerintahan mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian tugas dan fungsi Kecamatan dalam penyelenggaraan kewenangan¬kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan tata pemerintahan. Uraian tugas Seksi Tata Pemerintahan adalah :

  1. Melakukan penyusunan rencana kegiatan Seksi Tata Pemerintahan berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Kecamatan;

  2. Melakukan penyiapan bahan-bahan perumusan kebijakan Camat dalam penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan tata pemerintahan;

  3. Melaksanakan kebijakan Camat dalam penyelenggaraan kewenangan¬kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan tata pemerintahan;

  4. Melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep pedoman dan petunjuk teknis mengenai penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan tata pemerintahan;

  5. Melakukan penyusunan konsep pedoman dan petunjuk teknis mengenai penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan tata pemerintahan;

  6. Melakukan pengawasan atas tanah-tanah Negara dan tanah aset Pemerintah Daerah di wilayah kerja Kecamatan;

  7. Melakukan kegiatan fasilitasi dalam pelaksanaan pembebasan Tanah Milik dan pelepasan Hak Atas Tanah Dan Bangunan yang akan dipergunakan untuk kepentingan pembangunan;

  8. Melakukan kegiatan fasilitasi dalam peralihan status tanah dari Tanah Negara menjadi Tanah Hak Milik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

  9. Melakukan monitoring dan inventarisasi terhadap setiap kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan Tanah Terlantar, Tanah Negara Bebas dan Tanah Timbul yang berada di wilayah kerja Kecamatan;

  10. Melakukan penerimaan SPPT Pajak Bumi Bangunan Buku I dan SPPT Pajak Bumi Dan Bangunan Buku II beserta Dokumen Pajak Bumi Dan Bangunan lainnya dari Perangkat Daerah yang menangani Pajak Bumi Dan Bangunan;

  11. Melakukan pendistribusian SPPT Pajak Bumi Bangunan Buku I beserta Dokumen Pajak Bumi Dan Bangunan lainnya kepada Kelurahan¬Kelurahan;

  12. Melakukan pembinaan dan pengawasan pada Kelurahan-kelurahan di wilayah kerja Kecamatan;

  13. Melakukan penyiapan bahan penyusunan data monografi Kecamatan;

  14. Melakukan penyusunan dan pelaporan data monografi Kecamatan;

  15. Melakukan penyiapan bahan penyusunan profil Kecamatan;

  16. Melakukan penyusunan profil Kecamatan;

  17. melaksanakan tugas pembantuan di bidang tata pemerintahan;

  18. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Seksi Tata Pemerintahan; dan

  19. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.

Seksi Tata Pemerintahan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Camat melalui Sekretaris Camat


c. Seksi Tata Pemerintahan;

d. Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum;

e. Seksi Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Masyarakat;

f. Seksi Pelayanan Umum

A. Camat

Camat mempunyai tugas pokok memimpin, mengatur, mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan penyelenggaraan tugas Kecamatan dalam lingkup urusan-urusan pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum, ekonomi dan pembangunan, serta kemasyarakatan sesuai dengan visi dan misi Walikota sebagaimana terjabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Dalam pelaksanaan tugas pokok tersebut, Camat mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Penetapan kebijakan teknis dalam rangka penyelenggaraan tugas kecamatan dalam lingkup urusan-urusan tata pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum, ekonomi dan pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat;

  2. Pembinaan penyelenggaraan pelayanan publik dalam lingkup urusan-urusan tata pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum, ekonomi dan pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat;

  3. Pengkoordinasian kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan;

  4. Penyelenggaraan pembangunan, pengembangan, dan rehabilitasi prasarana dan sarana fisik di lingkup tugas kecamatan;

  5. Penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan kemampuan berprestasi para pegawai di lingkungan kecamatan;

  6. Evaluasi terhadap penyelenggaraan tugas kecamatan dalam lingkup urusan-urusan tata pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum, ekonomi dan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat;

  7. Pelaporan

B. Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kegiatan di bidang administrasi umum, kepegawaian, keuangan, dan perencanaan. Untuk menjalankan tugas, Sekretariat mempunyai fungsi :

  1. penatausahaan urusan umum dan kepegawaian;

  2. penatausahaan urusan keuangan;

  3. pengoordinasian dalam perencanaan program Kecamatan; dan

  4. pengoordinasian pelaksanaan tugas Seksi–Seksi di lingkungan Kecamatan.

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris Camat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, Sekretaris membawahi dan dibantu oleh:

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Sekretariat di bidang administrasi umum dan administrasi kepegawaian. Uraian tugas Sub Bagian Umum dan Kepegawaian adalah :

a. melakukan penyusunan program dan rencana kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

b. melakukan pengelolaan urusan surat-menyurat/tata naskah Dinas;

c. melakukan pengelolaan urusan rumah tangga, perpustakaan, kearsipan, keprotokolan, dan kehumasan Kecamatan

d. melakukan pengelolaan urusan pembinaan dan pengembangan pegawai Kecamatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

e. melakukan pelayanan administrasi kepegawaian Kecamatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

f. melakukan fasilitasi penilaian prestasi kerja pegawai Kecamatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

g. melakukan fasilitasi pemrosesan penetapan angka kredit jabatan fungsional di lingkungan Kecamatan;

h. melakukan penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Kecamatan;

i. melaksanakan pengamanan dan pemeliharaan barang milik daerah yang dalam penguasaan SKPD;

j. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; dan

k. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Camat.

2. Sub Bagian Keuangan

Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Sekretariat di bidang administrasi keuangan. Uraian tugas Sub Bagian Keuangan adalah:

a. melakukan penyusunan program dan rencana kegiatan Sub Bagian Keuangan;

b. melakukan pembinaan penatausahaan keuangan Kecamatan;

c. melakukan penatausahaan anggaran Kecamatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

d. melakukan pengelolaan kas Kecamatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

e. melakukan penatausahaan pendapatan yang berasal dari retribusi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

f. melakukan pelayanan lainnya di bidang keuangan Kecamatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

g. menyimpan bukti-bukti transaksi keuangan sebagai bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan Kecamatan;

h. melakukan penyusunan laporan keuangan Kecamatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

i. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub Bagian Keuangan; dan

j. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.

Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Camat.

3. Sub Bagian Perencanaan

Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Sekretariat di bidang perencanaan, evaluasi, dan pelaporan. Uraian tugas Sub Bagian Perencanaan adalah :

a. melakukan penyusunan program dan rencana kegiatan Sub Bagian Perencanaan;

b. melakukan pengoordinasian penyusunan rencana program dan kegiatan Kecamatan; meliputi Rencana Strategis (Renstra); Rencana Kerja (Renja); Indikator Kinerja Utama (IKU); Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), dan Penetapan Kinerja (PK);

c. melakukan pengumpulan dan pengadministrasian usulan RKA/RKPA dari unit-unit kerja di lingkungan Kecamatan

d. melakukan penyusunan RKA/RKPA dan DPA/DPPA Kecamatan berdasarkan usulan unit-unit kerja dan hasil pembahasan internal Kecamatan;

e. melakukan pembinaan administrasi perencanaan di lingkungan Kecamatan;

f. melakukan kegiatan monitoring, evaluasi, dan pelaporan terhadap realisasi atau pelaksanaan program dan kegiatan Kecamatan;

g. melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja di lingkungan Kecamatan dalam rangka penyiapan bahan-bahan untuk menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah lingkup Kecamatan dan laporan kedinasan lainnya;

h. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub Bagian Perencanaan; dan

i. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.

Sub Bagian Perencanaan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Camat.

D. Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum

Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian tugas dan fungsi Kecamatan dalam penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan ketenteraman dan ketertiban umum. Uraian tugas Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum adalah :

  1. melakukan penyusunan rencana kegiatan Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Kecamatan;

  2. melakukan penyiapan bahan-bahan perumusan kebijakan Camat dalam penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan ketenteraman dan ketertiban umum;

  3. melaksanakan kebijakan Camat dalam penyelenggaraan kewenangan¬kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan ketenteraman dan ketertiban umum;

  4. melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep pedoman dan petunjuk teknis mengenai penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan ketenteraman dan ketertiban umum;

  5. melakukan penyusunan konsep pedoman dan petunjuk teknis mengenai penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan ketenteraman dan ketertiban umum;

  6. melakukan pemantauan, pengawasan, analisis dan pembinaan terhadap kondisi ketenteraman dan ketertiban wilayah;

  7. melakukan penyusunan rencana teknis pelaksanaan kegiatan penertiban dalam rangka memelihara dan memulihkan suasana ketenteraman dan ketertiban wilayah;

  8. melakukan penertiban terhadap pasar-pasar liar dan para Pedagang Kaki Lima di wilayah kerja Kecamatan;

  9. melakukan penertiban terhadap pemasangan spanduk-spanduk dan papan reklame yang melanggar ketentuan-ketentuan Peraturan Daerah, Peraturan Walikota, dan/atau Keputusan Walikota di wilayah kerja Kecamatan;

  10. melakukan penertiban terhadap bangunan-bangunan liar atau yang tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan yang sah di wilayah kerja Kecamatan;

  11. melakukan pengendalian, pembinaan dan pengaturan lalu lintas pada persimpangan-persimpangan jalan atau kawasan-kawasan rawan kemacetan di dalam wilayah kerja Kecamatan;

  12. melakukan pengkajian dan perumusan konsep usulan Camat kepada Perangkat Daerah yang menyelenggarakan urusan perhubungan di tingkat Kota Tangerang mengenai lokasi-lokasi yang dapat dijadikan tempat parkir pada bahu jalan-bahu jalan di dalam wilayah kerja Kecamatan;

  13. melakukan pengkajian dan perumusan konsep usulan Camat kepada Perangkat Daerah di tingkat Kota Tangerang urusan perhubungan mengenai pembuatan, pemasangan atau penempatan fasilitas-fasilitas lalu lintas pada jalan-jalan di dalam wilayah kerja Kecamatan;

  14. melakukan penertiban terhadap terminal-terminal bayangan di dalam wilayah kerja Kecamatan;

  15. melakukan pembinaan terhadap para anggota Satuan Perlindungan Masyarakat yang ada di wilayah kerja Kecamatan;

  16. melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan Sistem Keamanan Lingkungan;

  17. melakukan pembinaan terhadap para Anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang ditempatkan dalam wilayah kerja Kecamatan;

  18. melakukan kegiatan dalam rangka pembinaan ideologi Negara dan kesatuan bangsa di wilayah kerja Kecamatan;

  19. melakukan pembinaan dan fasilitasi dalam rangka mewujudkan kerukunan hidup bermasyarakat dan kerukunan hidup antar/inter-umat beragama di wilayah kerja Kecamatan;

  20. melakukan pembinaan dan fasilitasi terhadap penyelenggaraan aktifitas¬aktifitas Organisasi-Organisasi Massa dan Partai-Partai Politik di wilayah kerja Kecamatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

  21. melakukan fasilitasi dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

  22. melaksanakan tugas pembantuan di bidang ketenteraman dan ketertiban umum;

  23. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum; dan

  24. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.

Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Camat melalui Sekretaris Camat.

E. Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Seksi Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Masyarakat mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian tugas dan fungsi Kecamatan dalam penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan ekonomi, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Uraian tugas Seksi Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Masyarakat adalah :

  1. melakukan penyusunan rencana kegiatan Seksi Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Masyarakat berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Kecamatan;

  2. melakukan penyiapan bahan-bahan perumusan kebijakan Camat dalam penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan ekonomi, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat;

  3. melaksanakan kebijakan Camat dalam penyelenggaraan kewenangan¬kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan ekonomi, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat;

  4. melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep pedoman dan petunjuk teknis mengenai penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan ekonomi, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat;

  5. melakukan penyusunan konsep pedoman dan petunjuk teknis mengenai penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup urusan ekonomi, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat;

  6. melakukan pendataan, pembinaan dan fasilitasi pengembangan potensi perekonomian masyarakat;

  7. melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka pembinaan dan pengembangan di bidang ketenagakerjaan di wilayah kerja Kecamatan;

  8. melakukan inventarisasi dan pemantauan terhadap kegiatan-kegiatan perindustrian, perdagangan, pertambangan, kepariwisataan, perkoperasian, usaha kecil menengah, golongan ekonomi lemah, peternakan, pertanian dan peikanan yang ada di wilayah kerja Kecamatan;

  9. melakukan penghimpunan data mengenai harga barang-barang yang termasuk ke dalam kategori Sembilan Bahan Pokok dari Kelurahan¬Kelurahan;

  10. melakukan pengawasan terhadap tingkat ketersediaan dan distribusi barang-barang yang termasuk ke dalam kategori Sembilan Bahan Pokok berdasarkan data-data yang dihimpun dari Kelurahan-Kelurahan dalam rangka mencegah terjadinya kelangkaan atau adanya upaya-upaya penimbunan barang-barang yang termasuk ke dalam kategori Sembilan Bahan Pokok;

  11. melakukan pengusulan penertiban dan melaksanakan penertiban bersama-sama dengan Seksi Ketenteraman Dan Ketertiban terhadap upaya-upaya penimbunan barang-barang yang termasuk ke dalam kategori Sembilan Bahan Pokok berdasarkan petunjuk dan arahan Camat;

  12. melakukan pembinaan, pengaturan dan pengawasan terhadap pasar¬pasar tradisional dan pasar-pasar musiman di wilayah kerja Kecamatan;

  13. melakukan pengusulan penertiban dan melaksanakan penertiban bersama-sama dengan Seksi Ketenteraman Dan Ketertiban terhadap pasar-pasar tradisional dan pasar-pasar musiman berdasarkan petunjuk dan arahan Camat;

  14. melakukan pengawasan dan pengendalian umum terhadap proyek¬proyek pembangunan fisik di wilayah kerja Kecamatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Daerah, Pemerintah Provinsi, Badan Usaha Milik Negara dan Pemerintah Pusat;

  15. melakukan pengoordinasian pelaksanaan pembangunan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat;

  16. melakukan inventarisasi dan pemeliharaan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang ada di wilayah kerja Kecamatan;

  17. melakukan kegiatan inventarisasi terhadap prasarana dan sarana lingkungan perumahan dan permukiman, rumah-rumah yang rusak dan kebutuhan rumah;

  18. melakukan pengkajian dan perumusan konsep usulan Camat kepada Perangkat Daerah yang terkait secara fungsional di tingkat Kota Tangerang mengenai penataan kampung kumuh di wilayah kerja Kecamatan;

  19. melakukan pengkajian dan perumusan konsep usulan Camat kepada Perangkat Daerah yang terkait secara fungsional di tingkat Kota Tangerang mengenai penempatan, pembangunan serta pemeliharaan Rumah Susun Sederhana Sewa di wilayah kerja Kecamatan;

  20. melakukan pengkajian dan perumusan konsep usulan Camat kepada Perangkat Daerah yang terkait secara fungsional di tingkat Kota Tangerang mengenai pembangunan serta pemeliharaan sarana-sarana di bidang-bidang perniagaan, pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan umum dan sosial budaya di wilayah kerja Kecamatan;

  21. melakukan kegiatan pengkajian dan perumusan konsep usulan Camat kepada Perangkat Daerah yang terkait secara fungsional di tingkat Kota Tangerang mengenai pembangunan serta pemeliharaan jalan setapak yang berukuran lebar maksimal 2,5 (dua koma lima) meter dan saluran air atau drainase lokal pada lingkungan perumahan dan permukiman di wilayah kerja Kecamatan;

  22. melakukan kegiatan pengkajian dan perumusan konsep usulan Camat kepada Perangkat Daerah yang terkait secara fungsional di tingkat Kota Tangerang mengenai pemasangan, pembuatan serta pemeliharaan sarana dan fasilitas penerangan jalan umum dan taman-taman yang ada di wilayah kerja Kecamatan;

  23. melakukan pengoordinasian, pembinaan, pengawasan serta pelaporan langkah-langkah penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup di wilayah kerja Kecamatan;

  24. melakukan pencegahan terhadap upaya-upaya pemanfaatan sumber daya alam tanpa ijin yang dapat mengganggu dan membahayakan lingkungan hidup di wilayah kerja Kecamatan;

  25. pengkajian dan perumusan konsep kebijakan Camat dalam rangka pengelolaan kebersihan lingkungan di wilayah kerja Kecamatan;

  26. melaksanakan kebijakan Camat dalam urusan pemberdayaan masyarakat di tingkat Kecamatan; yang meliputi bidang-bidang kesehatan, pendidikan, keluarga berencana, keagamaan, sosial dan budaya, bantuan dan pelayanan sosial, pembinaan generasi muda dan kewanitaan serta tugas-tugas umum pemerintahan lainnya;

  27. melakukan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan program kesehatan masyarakat di wilayah kerja Kecamatan;

  28. melakukan pemantauan, pembinaan dan pengendalian terhadap penyelenggaraan program keluarga berencana di wilayah kerja Kecamatan;

  29. melakukan kegiatan dalam rangka pengoordinasian penyelenggaraan tugas-tugas Pusat Kesehatan Masyarakat serta lembaga-lembaga milik Pemerintah lainnya yang bergerak dan memiliki keterkaitan tugas dengan Kecamatan di bidang kesehatan yang ada di wilayah kerja Kecamatan;

  30. melakukan pembinaan dan penyuluhan mengenai upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan obat, narkotika, psikotropika, zat adiktif dan bahan-bahan berbahaya;

  31. melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan program di bidang pendidikan;

  32. melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan program di bidang-bidang generasi muda, keolahragaan, kebudayaan, kepramukaan dan peranan wanita;

  33. melakukan pembinaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat di bidang sosial budaya;

  34. melakukan fasilitasi dalam penyelenggaraan aktifitas-aktifitas Organisasi Sosial dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang-bidang sosial kemasyarakatan dan keagamaan;

  35. melakukan pengawasan, pengendalian dan fasilitasi dalam penyaluran bantuan sosial bagi para korban bencana, dan masyarakat miskin;

  36. melaksanakan tugas pembantuan di bidang ekonomi, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat;

  37. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Seksi Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Masyarakat; dan

  38. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.

Seksi Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Camat melalui Sekretaris Camat.

F. Seksi Pelayanan Umum

Seksi Pelayanan Umum mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian tugas dan fungsi Kecamatan dalam penyelenggaraan kewenangan¬kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup pelayanan perizinan dan non perizinan. Uraian tugas Seksi Pelayanan Umum adalah :

  1. melakukan penyusunan rencana kegiatan Seksi Pelayanan Umum berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Kecamatan;

  2. melakukan penyiapan bahan-bahan perumusan kebijakan Camat dalam penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup pelayanan perizinan dan non perizinan;

  3. melaksanakan kebijakan Camat dalam penyelenggaraan kewenangan¬kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup pelayanan perizinan dan non perizinan;

  4. melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep pedoman dan petunjuk teknis mengenai penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup pelayanan perizinan dan non perizinan;

  5. melakukan penyusunan konsep pedoman dan petunjuk teknis mengenai penyelenggaraan kewenangan-kewenangan pemerintahan yang telah dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat dan tugas-tugas umum pemerintahan dalam lingkup pelayanan perizinan dan non perizinan;

  6. melaksanakan koordinasi dalam penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) dengan Perangkat Daerah dan/atau instansi terkait lainnya;

  7. melaksanakan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

  8. melakukan penyusunan standar pelayanan publik sesuai dengan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

  9. melaksanakan tugas pembantuan yang berkaitan dengan administrasi kependudukan serta legalisasi administrasi pertanahan sesuai kewenangannya;

  10. melakukan penerimaan, pemrosesan, penerbitan dan pembatalan perizinan sesuai kewenangannya ;

  11. melakukan pengolahan dan pemrosesan Surat Keterangan lainnya yang menjadi kewenangannya;

  12. menerima dan menindaklanjuti pengaduan/keluhan dari masyarakat dengan melaksanakan koordinasi pemecahan permasalahan melalui Sekretaris;

  13. melakukan pendistribusian dan pengumpulan formulir pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat yang berasal dari Perangkat Daerah yang membidangi pembinaan pelayanan publik;

  14. melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi terhadap kinerja pelaksanaan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN);

  15. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Seksi Pelayanan Umum; dan

  16. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.

Seksi Pelayanan Umum dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Camat melalui Sekretaris Camat.

Struktur Organisasi Pegawai Kecamatan

Bagan struktur kecamatan di Kota Tangerang sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi Kecamatan dan Kelurahan adalah sebagai berikut:

Gambar 3.1. Struktur Organisasi Kecamatan Pinang

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Prosedur sistem membaca bagi tunanetra dan manula yang sedang berjalan adalah:

  1. Manula dan tunanetra datang ke perpustakaan

  2. Memilih buku dan buku braile bagi tunanetra

  3. Manula dan tunanetra membaca buku yang tersedia

Rancangan Prosedur

Flowchart Sistem Yang Berjalan

Berikut adalah flowchart sistem membaca yang berjalan pada gambar 3.2

Gambar 3.2. Flowchart Sistem Membaca Yang Berjalan

Dapat dijelaskan gambar 3.2 Flowchart Sistem Membaca yang berjalan pada Kecamatan Pinang yaitu terdiri dari:

  1. 2 (dua) simbol terminal, yang berperan sebagai “Mulai” dan “selesai” pada aliran proses flowchart sistem membaca yang berjalan.

  2. 2 (dua) simbol proses yang menyatakan sebuah proses yang dimulai manula dan tunanetra datang, dan buku dibaca.

  3. 1 (satu) simbol data yang menyatakan sebuah proses yang dimulai dari manula dan tunanetra memilih buku.

  4. 1 (satu) simbol decision yang berperan untuk menunjukan sebuah langkah pengambilan keputusan “ya” dan “tidak” yaitu: jika menemukan buku maka baca buku, jika tidak menemukan buku maka cari buku lagi.

Prosedur Sistem Yang Diusulkan

Berikut adalah prosedur sistem yang diusulkan terhadap Kecamatan Pinang:

A. Prosedur Mendengarkan Audiobook

Pada prosedur ini manula dan tunanetra datang ke Perpustakan Kecamatan Pinang, Tahap pertama yang dilakukan adalah dengan menempelkan RFID Card yang telah di program ke modul RDM6300. Jika RFID Card terbaca maka audiobook akan di putar.

B. Prosedur Pembacaan RFID Card

Pada prosedur ini modul RDM6300 bekerja membaca id yang telah terdaftar, ketika RFID Card ditempelkan pada modul RDM6300 memiliki id yang telah terdaftar , modul RDM6300 akan memproses data tersebut, tetapi jika modul RDM6300 tidak membaca id maka modul RDM6300 tidak akan memproses data tersebut, dan tidak akan memutar file audiobook yang ada.

C. Prosedur Memutar Audiobook

Pada prosedur ini Raspberry akan memutar file audiobook yang idnya tersedia dan terdaftar dalam memory raspberry, dan jika id tidak terdaftar dalam memory raspberry maka tidak akan memutar file audiobook.

D. Prosedur play/pause, volume up/down, fordward/backward

Pada prosedur ini ditambahkan 5 tombol yang berfungsi sebagai Play/pause volume up dan down serta forward dan backward, jika tombol play/pause ditekan dalam keadaan memutar audiobook maka audiobook akan di pause, dan jika di tekan tombol play/pause dalam keadaan pause maka audiobook akan di play, prosedur takan tombol volume up maka suara akan bertambah kencang, sedangkan jika di tekan volume down maka suara akan berkurang, prosedur tekan tombol forward jika ditekan maka file audiobook yang sedang diputar akan dipercepat 100 detik, sedangkan tombol backward yang ditekan maka file audiobook yang di putar akan mundur 100 detik.

E. Prosedur penyimpanan record

Pada prosedur ini id yang telah terbaca oleh modul RDM6300 maka dengan otomatis database akan menyimpan record id serta judul audiobook yang di play dan dikirim ke sebuah platform ubidots.

Flowchart Sistem yang Diusulkan

Gambar 3.3. Flowchart sistem yang diusulkan

Dapat dijelaskan gambar 3.3 Flowchart sistem yang disusulkan pada Kecamatan Pinang diatas yaitu terdiri dari:

a. Manula dan tunanetra memilih kartu RFID yang tersedia

b. Lalu memindainya ke alat Audiobook player

c. Jika Id kartu terdapat dalam memory raspberry, maka raspberry akan memutar file audiobook yang sesuai dengan id kartu tersebut

d. Raspberry juga akan mengirimkan data id beserta judul audiobook ke dalam sebuah database online, yang digunakanan penulis adalah platform ubidots.com

e. Manula dan tunanetra mendengarkan keluaran suara dari raspberry melalui headset atau earphone yang sudah disediakan.

Cara Kerja Alat

Cara kerja dari sistem Audiobook player dengan Raspberry pi berbasis IOT ini dapat di bagi menjadi 4 (empat) bagian. Bagian Pertama Adalah sistem input, dimana sistem ini adalah langkah awal dari kerja alat, kemudian sistem proses yang bekerja memproses sinyal yang telah diterima dari sistem input untuk di keluarkan pada bagian ketiga yaitu sistem output dan keempat yaitu sistem record.

Gambar 3.4. Cara Kerja Alat

a. Sistem Input
Pada sistem input alat Audiobook player adalah dengan menggunakan RFID yang dapat di control dengan kartu RFID, pada saat kartu RFID ditempelkan pada modul RDM6300, jika id terdaftar maka akan langsung dip roses oleh raspberry pi.

b. Sistem Proses
Pada sistem proses ini menggunakan raspberry pi yang merupakan otak dari alat Audiobook player yang menggunakan kartu RFID yang bertugas mengeluarkan output dan merecord data atas input yang diterimanya berdasarkan program yang telah disimpan di dalam raspberry yang nantinya akan menghasilkan suatu output.

c. Sistem Output
Sistem output pada alat ini menggunakan speaker atau earphone ataupun heaphone yang digunakan untuk alat Audiobook player. Ketika raspberry mendeteksi adanya suatu id yang terdaftar maka raspberry akan otomatis memutar file audiobook yang tersedia.

d. Sistem Record
Sistem record disini adalah, ketika raspberry mendeteksi adanya id yang terbaca, maka id tersebut akan dikirim ke subah web platform yang bernama ubidot, disini data yang disimpan antara lain tanggal dan waktu diputarnya audiobook, serta id dan judul audiobook yang diputar.

Blok diagram

Berikut blok diagram beserta alur kerjanya untuk alat Audiobook player pada gambar 3.5 dibawah ini:

Gambar 3.5. Blok Diagram

a. Rangkaian raspberry berfungsi mengolah dan mengontrol hasil pembacaan yang diterima dari kartu RFID sehingga dapat memutar file audiobook yang tersedia.

b. Modul RDM6300 berfungsi sebagai piranti penghubung antar raspberry dengan kartu RFID, dengan mengirimkan id dari kartu RFID ke raspberry.

c. Antena RFID ini berfungsi sebagai pembaca sinyal frekuensi dari kartu RFID

d. Kartu RFID 125khz berfungsi sebagai penyimpan id, dan media untuk pemilihan Audiobook yang tersedia.

e. Headphone berfungsi sebgai media output berupa suara yang dihasilkan dari di putarnya file audiobook dari raspberry.

Metode Prototipe

Perancangan Sistem

Dari prosedur sistem yang berjalan tersebut, maka bias dilakukan analisa sistem terhadap prototipe yang akan dibuat, yaitu Rancang Bangun Audiobook Player Untuk Manula Dan Tunanetra Dengan Raspberry Berbasi IOT Pada Kecamatan Pinang.

Dalam perancangan ini, dibangun prototipe yang menyerupai sebuah kotak radio. Alat ini dilengkapi komponen seperti: RDM6300, Raspberry Pi B+, Adaptor 5v, Power bank, Tombol Push Button, Kartu RFID, TTL Level Logic Converter.

Bahan yang dibangun untuk perancangan prototipe ini terbuat dari kotak kayu bekas. Berikut adalah gambar prototipe dalam sistem yang akan di bangun di gambar 3.6.

Gambar 3.6.Gambar Prototipe

Pembuatan Alat

Perangkat Keras (Hardware)

a. Personal Computer (PC)
Merupakan alat yang sangat berperan penting karena penulisan listing program dan merancang interface menggunakan komputer

b. Solder Timah
Merupakan sebuah alat yang dapat mencairkan timah nantinya untuk menghubungkan koneksi antar satu komponen dengan komponen lainnya

c. Raspberry pi b+ sebagai otak dari sistem
Raspberry pi adalah komputer papan tunggal (Single Board Circuit /SBC) yang memiliki ukuran sebesar kartu kredit. Raspberry Pi bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti spreadsheet, game, bahkan bisa digunakan sebagai media player karena kemampuannya dalam memutar video high definition.

d. Kartu RFID
kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio.

e. RDM6300
RDM6300 125KHz RFID READER / PROXIMITY READER MODULE adalah modul reader RFID berfrekuensi rendah (LF) 125KHz, sangat cocok untuk kartu RFID tipe LF / Proximity (EM4100 Compatible) dengan frekuensi 125KHz.

f. Push Button
Sebuah tombol yang akan berfungsi sebagai play/pause, volume, forward dan backward di saat ditekan.

g. Power Bank
Powerbank disini sebagai penyedia arus listrik atau daya untuk menyalakan raspberry pi

h. Kabel Konektor
Merupakan alat yang digunakan sebagai jalur penghubung baik antara sesama piranti internal maupun piranti eksternal.

i. Timah Solder
Merupakan alat yang dapat di cairkan ketika dipanaskan

j. Headset/Earphone/Speaker
Merupakan alat yang digunakan untuk mendengarkan output yang di hasilkan raspberry pi.

k. TP Link TL-WN722N
Merupakan alat adaptor wifi untuk menangkap sinyal wifi yang tersedia dan mengkoneksikannya ke internet.

f. TTL Logic Level Converter
suatu module converter yang berfungsi sebagai converter dua arah (bidirectional) untuk 2 perangkat digital yang mempunyai level tegangan IO (Input dan Output) yang berbeda.

Konfigurasi Raspberry Pi

Untuk mengkonfigurasi raspberry hal pertama yang akan dilakukan adalah mengunduh terlebih dahulu sistem operasi raspbian yang terdapat

Gambar 3.7.Download raspbian wheezy

Disini yang di unduh adalah Raspbian Wheezy, dikarenakan sistem operasi ini yang paling mudah untuk di operasikan dan paling stabil, setelah di unduh langkah selanjutnya adalah menuliskan sistem operasi kedalam sebuah micro SD card dengan menggunakan aplikasi Win32DiskImager.

Gambar 3.8.Membuka aplikasi Win32DiskImager

Setelah melakukan langkah di atas, maka akan muncul tampilan utama dari Win32DiskImager dan dapat dilihat seperti gambar berikut.

Gambar 3.9.Menu utama Win32DiskImager

Setelah muncul menu utama Pilih device yang akan di write pada kolom device, lalu klik open dan pilih sistem operasi yang sudah di unduh, seperti di tampilkan pada gambar berikut.

Gambar 3.10.Memilih image file

Setelah melakukan langkah diatas, selanjutnya adalah write image ke micro sd card dengan mengklik Write. Setelah selesai di write ke dalam micro sd card, masukan sd card ke dalam raspberry, sambungkan raspberry dengan kabel adaptor untuk menyalakannya, sambungkan juga kabel HDMI ke Raspberry dan TV untuk melakukan langkah selanjutnya dalam mengkonfigurasi raspberry, sambungkan juga keyboard untuk melakukan pengetikan ke dalam raspberry, tampilan raspberry yang sudah terkoneksi ke tv bisa dilihat pada gambar berikut

Gambar 3.11.Raspberry tersambung ke tv dan keyboard

Gambar 3.12.Tampilan dalam sistem operasi raspberry

Langkah selanjutnya adalah memperbaharui sistem operasinya dengan mengetik perintah. sudo apt-get update Seperti tampilan gambar berikut.

Gambar 3.13. Memperbaharui sistem operasi raspberry

Gambar 3.14. sistem operasi sedang di perbaharui

Setelah melakukan langkah di atas maka raspberry siap digunakan.

Perangkat Lunak (Software)

A. Perancangan Software Python

Pada perancangan perangkat lunak akan menggunakan program Notepad++ digunakan untuk menuliskan listing program dan menyimpannya dengan file yang berekstensi .py. Adapun langkah-langkah untuk memulai menjalankan software Notepad++ dapat dilihat seperti pada gambar 3.15. sebagai berikut :

Gambar 3.15. . Memulai Notepad++

Dalam Pemrograman Python yang akan dibuat dapat dilihat pada gambar 3.5. sebagai berikut:

Gambar 3.16. . Tampilan layar program Notepad ++

Setelah form utama program Notepad++ ditampilkan, maka langka selanjutnya adalah mengkonfigurasi bahasa yang akan di gunakan.

Gambar 3.17. . Memilih bahasa python

B. Merancang Schematic Hardware

Dalam pembuatan bentuk dari skematik diperlukan aplikasi Fritzing, penggunaan Fritzing adalah untuk merancang rangkaian elektronika yang sudah mendukung library-library arduino. Dan untuk memulainya dapat dilihat seperti gambar berikut ini.

Gambar 3.18. Membuka Aplikasi Fritzing

Setelah melakukan langkah diatas adalah, akan muncul tampilan utama pada layar kerja Fritzing, dan dapat terlihat seperti gambar berikut.

Gambar 3.19. Halaman utama Fritzing

Sebelum memulai menggambar skematik ada baiknya kita menyimpan terlebih dahulu, adapun langkah-langkahnya akan terlihat seperti gambar berikut.

Gambar 3.20. Menyimpan project pada Fritzing

Setelah melakukan langkah diatas maka akan masuk ke tampilan breadboard dimana tampilan tersebut digunakan untuk mengimpor komponen yang ada toolbox di jendela part nya. Adapun tampilannya akan terlihat seperti gambar berikut.

Gambar 3.21. Memasukan komponen pada layar breadboard

Setelah melakukan langkah diatas, maka gambar rangkaian dapat dilihat.

Rangkaian RFID Reader RDM6300

Rangkaian RFID Reader RDM6300 digunakan untuk membaca data yang terdapat pada kartu RFID yang berfrekuensi rendah yaitu 125 KHz. Prinsip kerja alat ini yaitu RFID RDM6300 terdapat antena yang merupakan reader atau alat pembaca kartu RFID, sehingga kartu RFID harus didekatkan ke antena ini, antena modul ini berupa lilitan yang membentuk persegi panjang, dari antena tersebut data dikirimkan ke bagian penerjemah input yang telah terdapat pada modul, dari modul RDM6300 data dikirimkan ke mikrokontroller melalui port RX dan TX. Setelah data diterima oleh mikrokontroller, data tersebut dipilah, jadi ada data yang layak tampil dan ada yang tidak layak, untuk yang layak tampil, akan ditampilkan ke LCD namun jika tidak layak tampil seperti karakter dan lainnya, akan dihapuskan dari LCD. Adapun hasil rancangan rangkaiannya dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 3.22. Rangkaian Raspberry dengan RDM6300

Penggunaan RFID reader RDM6300 pada gambar diatas pin TX pada RDM6300 di hubungkan ke pin RX raspberry melalui perantara TTL Logic Level Converter, ini dibutuhkan karena input pin UART pada RDM6300 adalah dc 5v, Sedangkan input pin UART raspberry adalah 3.3v, sedangkan untuk tegangan dihubungkan dengan power sebesar 5volt yang ada pada raspberry dan pin gnd dihubungkan dengan pin ground pada raspberry melalui perantara TTL Logic Level Converter.

Permasalahan Yang Dihadapi Dan Alternatif Pemecahan Masalah

Permasalahan Yang Dihadapi

Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan dengan orang yang bertanggung jawab di tempat observasi, perlunya kemudahan dalam memperoleh informasi dari sebuah buku bagi para manula dan tunanetra, setelah mengamati dan meneliti permasalahan yang ada dapat dirincikan sebagai berikut:

a. Sistem baca masih manual sehingga menyulitkan para manula dan tunanetra dalam meningkatkan minat baca mereka.

b. Harga buku braile untuk para tunanetra terbilang mahal dan langka.

c. Penurunan indera penglihatan para manula sehingga menurunkan minat baca mereka.

Alternatif Pemecahan Masalah

Setelah mengamati dan meniliti dari beberapa permasalahan yang ada, terdapat beberapa alternative pemecahan dari permasalahan yang dihadapi, antara lain:

a. Membuat buku menjadi bentuk audio.

b. Membuat sistem mendengarkan audiobook yang mudah digunakan, karena menggunakan sistem RFID.

c. Membuat sistem data log secara online, agar mengetahui minat baca para manula dan tunanetra.

User Requirement

Elisitasi Tahap I

Elisitasi tahap I berisi Rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

Tabel 3.1 Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap II

Elisitasi tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi tahap I yang kemudian di klasifikasikan lagi dengan menggunkan metode MDI

Tabel 3.2 Elisitasi Tahap II

Keterangan:
M = Mandatory
D = Desirable
I = Inessential

Elisitasi Tahap III

Berdasarkan Elisitasi Tahap II diatas, dibentuklah Elisitasi Tahap II yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi HML. Berikut ini Tabel elisitasi tersebut:

Tabel 3.3 Elisitasi Tahap III

Keterangan:
T : Technical L : Low
O : Operational M : Middle
E : Economic H : High

Elisitasi Tahap Final

Final Elisitasi ini merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap yang dapat dijadikan acuan dan dasar pembuatan sistem. Berdasarkan elisitasi tahap III diatas, dihasilkan 10 functional dan 2 Nonfunctional final elisitasi yang diharapkan dapat mempermudah dalam membuat suatu sistem pengontrolannya. Berikut ini table final elisitasi tersebut:

Tabel 3.4 Final Elisitasi

BAB IV

UJI COBA DAN ANALISA

Uji Coba

Setelah melakukan perancangan dan pemasangan komponen, selanjutnya adalah melakukan serangkaian uji coba pada masing-masing blok rangkaian yang bertujuan untuk mendapatkan kesesuaian spesifikasi dan hasil yang diinginkan. Untuk lebih jelas mengenai pembahasan hasil uji coba yang akan dilakukan dan dapat dilihat pada sub sub berikut.

Metode Black Box

Berikut ini adalah table pengujian black box berdasarkan sistem Audiobook Player dengan Raspberry pi berbasis IOT, untuk pengujian pada sistem yaitu sebagai berikut

A. Pengujian Black Box Pada Saat Terhubung Web

Tabel 4.1 Pengujian Black Box Pada Saat Terhubung Web

B. Pengujian Black Box Pada Saat Mengakses Ubidots

Tabel 4.2 Pengujian Black Box Pada Saat Mengakses Ubidot

C. Pengujian Black Box Saat Menjalankan Program

Tabel 4.3 Pengujian Black Box Saat Menjalankan Program

D. Pengujian Black Box Pada Saat Menggunakan RFID

Tabel 4.4 Pengujian Black Box Pada Saat Menggunakan RFID

E. Pengujian Black Box Pada Saat Sistem Online

Tabel 4.5 Pengujian Black Box Pada Saat Terhubung Dengan Ubidots

Uji Coba Hardware

A. Pengujian rangkaian RFID

Rangkaian RFID digunakan sebagai sistem identifikasi tanpa kabel yang memungkinkan pengambilan data tanpa harus bersentuhan seperti barcode dan magnetic card. Adapun pengujian dilakukan dengan menggunakan serial data.

Pengujian yang akan dilakukan pada rangkaian RFID adalah hanya untuk mengetahui dan memastikan bahwa modul rfid dapat digunakan dengan baik, dan ataupun pengujian rangkaian RFID dapat di lihat pada gambar 4.1 berikut ini:

Gambar 4.1 Pengujian RFID Modul

Pengujian rangkaian RFID ini hanya untuk melihat apakah module RFID berfungsi dengan semestinya. Pada rangkaian diatas menggunakan serial data yang dihubungkan dapat menampilkan data pada serial monitor, sedangkan untuk sumber tegangannya mengambil dari sumber tegangan Raspberry sebesar +5 volt, adapun hasil pengujiannya bisa dilihat pada gambar 4.2 berikut ini:

Gambar 4.2 Hasil tes modul RFID

Bisa dilihat dari hasil tes diatas, bahwa modul RFID dapat bekerja dengan sangat baik.

B. Pengujian Push Button

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui bahwa fungsi fungsi push button dapat bekerja seperti yang diinginkan, pengujian ini dilakukan dengan menekan push button satu persatu disaat alat Audiobook player sedang berjalan, adapun hasil pengujian push button dapat dilihat pada tabael 4.5:

Tabel 4.6 Hasil Pengujian Push Button

Analisa

Flowchart Program

Gambar 4.3 Flowchart Program

Dapat dijelaskan gambar 4.3 Flowchart program Alat Audiobook Player diatas yaitu terdiri dari:

a. 2 (dua) simbol terminal, yan berperan sebagai “Mulai” dan “Selesai”.

b. 3 (dua) simbol proses yang menyatakan sebuah proses yang berlangsung, yaitu: memilih kartu rfid, Raspberry memainkan file Audiobook dan Data tersimpan kedalam UBIDOTS.

c. 1 (satu) simbol decision yang menyatakan apa yang akan terjadi apa bila ID RFID ada atau tidak ada di dalam Raspberry.

d. 2 (dua) simbol yang menyatakan proses input atau output, yaitu: Memindai Kartu RFID dan Keluaran Suara File Audiobook.

Implementasi

Schedule

a.Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data dilakkan untuk mencari sumber dan mengetahui beberapa teori yang digunakan dalam pembuatan sistem dilakukan selama 36 minggu dimulai dari pada saat Kuliah Kerja Praktek (KKP) dan sampai Skripsi yaitu antara bulan Oktober 2015 s/d Juni 2016.

b.Analisa Sistem
Analisa sistem ini dilakukan untuk mengetahui komponen apa saja yang dibutuhkan dalam sistem dan mendiagnosis persoalan yang ada untuk memperbaiki sistem dilakukan selama 12 minggu (Januari 2016 s/d Maret 2016).

c.Perancangan Sistem
Dalam perancangan sistem ini terbagi menjadi dua, perancangan hardware dan software, merupakan proses yang dilakukan seorang peneliti agar dapat menghasilkan suatu rancangan yang mudah dipahami oleh user. Perancangan sistem dilakukan 8 minggu yaitu antara bulan Januari 2016 s/d Februari 2016.

d.Pembuatan Program
Pembuatan program dilakukan untuk menyempurnakan suatu sistem agar sistem yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik. Pembuatan program dilakukan selama 4 minggu yaitu antara minggu ke 1-4 bulan Maret 2016.

e.Testing Program
Testing program dilakukan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang ada pada program pada saat program di running.testing program dilakukan selama 4 minggu yaitu antara minggu ke 1-4 April 2016.

f.Evaluasi Sistem
Untuk mengetahui kesalahan dan kekurangan dari program yang dibuat maka perlu dilakukan evaluasi program, kegiatan ini dilakukan selama 3 minggu yaitu minggu ke 4 bulan April 2016 sampai minggu ke 2 bulan Mei 2016.

g.Perbaikan Sistem
Penambahan atau pengurangan pada point-point tertentu yang tidak diperlukan, sehingga program benar-benar dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan user. Perbaikan program dilakukan selama 2 minggu yaitu pada bulan Mei 2016 minggu ke 3 dan 4.

h.Training User
Percobaan alat yang diujicobakan bersama para user untuk mengetahui apakah alat yang dibuat dapat berjalan optimal atau tidak. Testing User dilakukan selama 4 minggu yaitu pada bulan Juni 2016 minggu ke 1-4.

i.Implementasi Sistem
Setelah diketahui kelayakan dari program yang dibuat, maka akan dilakukan implementasi program. Dan implementasi program dilakukan selama 4 minggu bersamaan dengan testing user yaitu pada bulan Juni 2016 minggu ke 1-4.

j.Dokumentasi
Sistem yang dibuat didokumentasikan selama penelitian dan perancangan berlangsung.

Tabel 4.7 Tabel Schedule

Estimasi Biaya

Tabel 4.8 Estimasi biaya

BAB V

PENUTUP

Uji Coba

Kesimpulan Terhadap Rumusan Masalah

  1. Membuat sebuah Audiobook player dengan cara mengkoneksikan Raspberry pi dengan sebuah modul RFID yang berguna untuk memutar file audiobook yang tersimpan di dalam database Raspberry.

  2. Komponen yang digunakan untuk membuat sebuah Audiobook player antara lain, Raspberry sebgai otak dari sistem, RDM6300 sebagai media input, Push button sebagai media play/pause, volume, forward, kartu RFID sebagai media pemilih audiobook dimana kartu tersebut memiliki id audiobook yang tersimpan di dalam database raspberry, serta TP-Link untuk mengkoneksikan raspnerry dengan internet serta platform IOT database Ubidots

  3. Database IOT yang digunakan adalah Ubidots, Ubidots adalah sebuah platform yang dapat menangkap data dari sebuah perangkat yang mempunyai kemampuan internet, Ubidots menawarkan fitur API yang memungkinkan untuk membaca dan menulis data keseumber yang tersedia. Dsini API key diperlukan untuk mengkomunikasikan antara Raspberry dan Ubidot, API key di dapatkan setelah membuat akun di Ubidot dan membuat sebuah source data di dalamnya, maka akan di dapatkan API key, yang digunakan untuk mengkoneksikan antara Raspberry dengan Ubidots, dengan memasukan API key kedalam listing program yang ada maka Raspberry sudah bisa mengirim data log ke dalal Platform Ubidots.

Kesimpulan Terhadap Tujuan Penelitian

a. Kesimpulan Terhadap Tujuan Penelitian
Dengan memanfaatkan teknologi raspberry maka dapat dibuat alat audiobook player secara embbeded system.

Kesimpulan Terhadap Manfaat Penelitian

  1. Terealisasinya alat audiobook player dengan menggunakan raspberry.

  2. Dengan menggunakan sistem raspberry, maka dapat dibuat alat audiobook player menggunakan rfid reader RDM6300.

Kesimpulan Terhadap Manfaat Penelitian

Dengan menggunakan raspberry dan rfid reader RDM6300 maka dapat dibuat alat audiobook player yang dapat digunakan secara fungsionalitas dengan baik.

Saran

Dengan menggunakan raspberry dan rfid reader RDM6300 maka dapat dibuat alat audiobook player yang dapat digunakan secara fungsionalitas dengan baik.

Sebagai instansi pemerintah yang melayani dan menjamin kesejahteraan masyarakat, alat ini sangat dibutuhkan demi meningkatkan kualitas individu khususnya untuk para manula dan tunanetra.

Bagi peneliti selanjutnya, sistem ini dapat dikembangkan dengan berbagai macam fungsi seperti pada perpustakaan ataupun sekolah.

Kesan

Penulis sadar bahwa dalam melakukan penerapan dan mengimplementasikan suatu sistem pada sebuah instansi pemerintah yang mengayomi masyarakat sangat sulit daripada membuat sistem itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Taufiq, Rohmat. 2013. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  2. Sutabri, Tata. 2012. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
  3. Maarof, Mohd. Aizaini. 2004. Teknologi Maklumat. Malaysia: Universiti Teknologi Malaysia.
  4. 4,0 4,1 4,2 4,3 4,4 Dermawan, Dr. Deni. Nur Fauzi, Kunkun. 2013. Sistem Informasi Manajemen.Bandung: PT Remajan Rosdakarya Offset.
  5. Al-Jufri, Hamid. 2011. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. Jakarta: PT.Smart Grafika.
  6. Simarmata, Janner. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak. Yogyakarta: CV Andi Offset.
  7. Rizky, Soetam. 2011. Konsep Dasar Rekayasa Perangkat Lunak. Jakarta: PT.Prestasi Pustakarya.
  8. 8,0 8,1 Choiriah, Dwi Mai. 2012. Rancang Bangun Sistem Informasi Penitipan Motor Berbasis Web Dengan Menggunakan PHP dan Mysql Di Terminal Purwokerto. Purwokerto: Akademi Teknik Telekomunikasi Sandhy Putra.
  9. Jaza, Khaerul dan Elzet. 2014. Perancangan Program Inventory Material Pada PT.Hikari Metalindo Pratama Cikarang Dengan Menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0. Jurnal Bina Sarana Informatika Vol. 1, No. 1, 19 November 2014.
  10. Joni, I Made Pemograman C dan Implementasinya. Informatika Bandung,Desember 2011.
  11. 11,0 11,1 Guritno Suryo, Sudaryono dan Untung Rahardja. 2011. Theory and Application of IT Research Metodologi Penelitian Teknologi Informasi. Yogyakarta: CV.Andi Offset.
  12. Siahaan, Daniel. 2012. Analisa Kebutuhan dalam Rekayasa Perangkat Lunak.Yogyakarta: CV. Andi Offset.
  13. Sulindawati, dan Muhammad Fathoni. 2010. Pengantar Analisa Perancangan Sistem. Medan: STMIK Triguna Dharma. Vol. 9, No. 2, Agustus 2010.
  14. I Putu Agus Eka Pratama dan Sinung Suakanto. 2015. Wireless Sensor Network.Bandung : Informatika Bandung.
  15. Jarot s, Darma. 2009. Buku Pintar Menguasai Internet. Jakarta : Mediakita.
  16. Ananda. 2009. Buku Pintar Menguasai Internet. Jakarta : Mediakita.
  17. Riza, Muharrir . 2014. Universitas Ubudiyah, Indonesia. (Tanggal akses 22 September 2015).
  18. Cahyo Damas Saputro, Yuniarto, ST. MT. 2012. Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia. (Tanggal akses 22 September 2015).
  19. Rahmadani, Anggun Prativi dan Napitupulu Rafika . 2013. Politeknik Negeri Medan. (Tanggal akses 22 September 2015).
  20. Purwandari, Eka. 2015. Perguruan Tinggi Raharja. (Tanggal akses 22 September 2015).
  21. Somantri, Reza Adhi Saputra. 2014. Perguruan Tinggi Raharja. (Tanggal akses 22 September 2015).

Contributors

Vizay27