SI1233470648

Dari Widuri
Lompat ke: navigasi, cari

RANGKAIAN PERANCANGAN APLIKASI

INTERNET OF THINGS BERBASIS RASPBERRY PI

DALAM RANGKA PENERAPAN KEUNGGULAN PERGURUAN TINGGI


SKRIPSI


Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NIM
: 1233470648
NAMA


JURUSAN SISTEM KOMPUTER

KONSENTRASI CCIT

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

STMIK RAHARJA

TANGERANG

2015-2016

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

RANGKAIAN PERANCANGAN APLIKASI

INTERNET OF THINGS BERBASIS RASPBERRY PI

DALAM RANGKA PENERAPAN KEUNGGULAN PERGURUAN TINGGI

Disusun Oleh :

NIM
: 1233470648
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Komputer
Konsentrasi
: CCIT

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, 20 Januari 2016

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Komputer
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Ferry Sudarto, S.Kom, M.Pd)
NIP : 99001
       
NIP : 10001

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

RANGKAIAN PERANCANGAN APLIKASI

INTERNET OF THINGS BERBASIS RASPBERRY PI

DALAM RANGKA PENERAPAN KEUNGGULAN PERGURUAN TINGGI

Dibuat Oleh :

NIM
: 1233470648
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Komputer

Konsentrasi Computer System

Disetujui Oleh :

Tangerang, 20 Januari 2016

us
Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Ignatius Agus Supriyono, S.Kom, M.M)
   
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
NID : 09004
   
NID : 99001

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

RANGKAIAN PERANCANGAN APLIKASI

INTERNET OF THINGS BERBASIS RASPBERRY PI

DALAM RANGKA PENERAPAN KEUNGGULAN PERGURUAN TINGGI

Dibuat Oleh :

NIM
: 1233470648
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Komputer

Konsentrasi Sistem Komputer

Tahun Akademik 2015/2016

Disetujui Penguji :

Tangerang, .... 2016

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

RANGKAIAN PERANCANGAN APLIKASI

INTERNET OF THINGS BERBASIS RASPBERRY PI

DALAM RANGKA PENERAPAN KEUNGGULAN PERGURUAN TINGGI

Disusun Oleh :

NIM
: 1233470648
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Komputer
Konsentrasi
: CCIT

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 20 Januari 2016

 
 
 
 
 
NIM : 1233470648

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;


ABSTRAKSI

Belajar dari perkembangan teknologi baru menggunakan Internet sebagai media pengontrolan dan databasenya. Masih banyak ditemukan proyek-proyek karya tugas akhir mahasiswa yang masih masih mengadopsi teknologi lama, yakni sistem pengontrolan berbasis bluetooth, infrared & wifi yang masih berstatus Intranet yang berarti masih mengadopsi teknologi yang sudah mulai ditinggalkan saat ini. Bahwa dengan perkembangan teknologi baru itu bisa di kerjakan yang tadinya pekerjaan-pekerjaan manual menggunakan komputer yaitu Raspberry Pi. Namun sejauh ini sebagian masih bersifat lokal (Intranet), contohnya Infrared, Bluetooth dan Wireless LAN. Dengan adanya teknologi terbaru merubah paradigma lokal (Intranet) menjadi IoT / Internet Protocol Based. Masih di sadari belum adanya sosialisasi Teknologi Baru dalam hal penerapan keunggulan pada Perguruan Tinggi, dalam hal ini Perguruan Tinggi Raharja sebagai Kampus IT Unggulan di Tangerang. Yang salah satu konsentrasi unggulannya adalah CCIT (Creative Communication Innovative and Technology). Beranjak dari permasalahan diatas, maka peneliti mengambil kesimpulan dalam menerapkan aplikasi Internet of Things mengambil judul penelitian “Rangkaian Perancangan Aplikasi Internet of Things Berbasis Raspberry Pi Dalam Rangka Penerapan Keunggulan Perguruan Tinggi.”


Kata Kunci: Internet of Things, Raspberry Pi, Wireless, Teknologi, CCIT

ABSTRACT

Learn from the development of new technologies using the Internet as a medium control and database. There are still many projects the work of students final assignment was still adopt old technology, the control system based on Bluetooth, infrared and wifi that still existed Intranet which means they adopt technologies that are becoming obsolete at this time. That with the development of new technologies that can do the jobs that had been manually using that computer Raspberry Pi. But so far the majority still localized (Intranet), for example, Infrared, Bluetooth and Wireless LAN. With the latest technology changed the paradigm of local (Intranet) into the IOT / Internet Protocol Based. Still in realizing the lack of socialization of New Technology in terms of the application of excellence in universities, in this case the Raharja Collage as IT Campus Featured in Tangerang. Which one is the superior concentration CCIT (Creative Communication Innovative and Technology). Moving on from the above problems, the researchers conclude in implementing Internet of Things applications take the title “Rangkaian Perancangan Aplikasi Internet of Things Berbasis Raspberry Pi Dalam Rangka Penerapan Keunggulan Perguruan Tinggi.”


Keywords : Internet of Things, Raspberry Pi, Wireless, Technology, CCIT

KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus, atas kasih-Nya yang besar, sehingga laporan Skripsi penulis dapat berjalan dengan baik dan selesai sebagaimana mestinya. Adapun judul yang di ambil yaitu “Rangkaian Perancangan Aplikasi Internet of Things Berbasis Raspberry Pi Dalam Rangka Penerapan Keunggulan Perguruan Tinggi.”

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan penyusunan laporan ini, hal tersebut dikarenakan keterbatasan kemampuan penulis dalam mendapatkan berbagai sumber yang menjadi bahan acuan dalam penyusunan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik membangun agar lebih dapat lebih baik lagi pada masa yang akan datang.

Namun dengan adanya bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak, akhirnya laporan Skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktu yang ditentukan.

Pada kesempatan kali ini, Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu serta mendukung Penulisan dalam penyelesaikan laporan Skripsi ini, diataranya :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Ketua STMIK Raharja.
  2. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom selaku Pembantu Ketua I Bidang Akademik STMIK Raharja.
  3. Bapak Ferry Sudarto, S.Kom., M.Pd selaku Kepala Jurusan Sistem Komputer Perguruan Tinggi Raharja.
  4. Bapak Ignatius Agus Supriyono, S.Kom., M.M. selaku pembimbing pertama yang telah meluangkan waktu, pikiran maupun tenaga untuk membantu serta memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  5. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku pembimbing kedua, terima kasih atas pengarahan serta saran yang telah diberikan kepada penulis, sehingga dapat menjalani Skripsi ini dengan penuh ilmu dan semangat.
  6. Kak Hendra Kusumah selaku stakeholder yang telah banyak berkontribusi dalam penyelesaian Skripsi penulis serta memberikan masukan terhadap sistem yang telah dibuat.
  7. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan banyak ilmu pengetahuan sehingga memperluas wawasan penulis.
  8. Kedua orang tua serta keluarga yang telah memberikan dukungan, baik moril, materil maupun doa untuk keberhasilan penulis.
  9. Keluarga Hachi, REC, TimUR, serta TimUR2 yang sangat berjasa dalam memberikan dukungan kepada penulis.
  10. Teman-teman seperjuangan, Muhammad Akbar Fadillah, Surya Christian dan Thomson Rihad Dodi Malau yang selalu bersama dalam suka dan duka.
  11. Dan semua rekan-rekan mahasiswa/I yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan skripsi ini.

Akhir kata, besar harapan penulis bahwa laporan skripsi ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian.


Tangerang, 25 Januari 2016
Nata Nael
NIM. 1233470648

Daftar isi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Karakteristik Sistem Komputer

Gambar 2.2. Unit Sistem

Gambar 2.3. Arsitektur CISC dan RISC

Gambar 2.4. Sebuah prosesor ARM dari Conexant pada Router

Gambar 2.5. Sistem Pengendali Loop Terbuka

Gambar 2.6. Sistem Pengendali Loop Tertutup

Gambar 2.7. Logo Rinfo

Gambar 2.8. Model Raspberry Pi B+

Gambar 2.9. Pin GPIO Raspberry Pi B+

Gambar 2.10. Tampilan Win32 Disk Imager

Gambar 2.11. Input SD Card

Gambar 2.12. Tampilan setting Wifi di Ubuntu

Gambar 2.13. Tampilan Wnet Watcher

Gambar 2.14. Tampilan Putty Configuration Raspi

Gambar 2.15. Tampilan Dekstop awal Raspberry Pi

Gambar 2.16. Logo Raspbian

Gambar 2.17. Logo Debian

Gambar 2.18. Logo Linux

Gambar 2.19. Komponen dan Simbol Resistor Tetap

Gambar 2.20. Warna Kode Resistor Axiali

Gambar 2.21. Resistor 4 Gelang Warna

Gambar 2.22. Resistor 5 Gelang Warna

Gambar 3.1. Visi dan Misi STMIK Raharja

Gambar 3.2. Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.3. Diagram blok rangkaian

Gambar 3.4. Rangkaian catu daya

Gambar 3.5. Rangkaian sensor lubang

Gambar 3.6. Rangkaian sensor objek

Gambar 3.7. Susunan pin ATmega8

Gambar 3.8. Rangkaian minimum mikrokontroler ATmega8

Gambar 3.9. Rangkaian voice module

Gambar 3.10. Tampilan layar program BASCOM AVR

Gambar 3.11. Penulisan listing program basic

Gambar 3.12. Penyimpanan file BAS

Gambar 3.13. Proses kompilasi file BAS

Gambar 3.14. Rangkaian kabel ISP Flash Programmer

Gambar 3.15. Tampilan utama progisp

Gambar 3.16. Pemilihan jenis mikrokontroler

Gambar 3.17. Tampilan buffer memori flash

Gambar 3.18. Mode pemrogaman

Gambar 3.19. Erasing chip

Gambar 3.20. Flowchart sistem deteksi jarak benda dengan output suara

Gambar 4.1. Rangkaian catu daya

Gambar 4.2. Grafik linier hubungan timer (µs) dan jarak benda (cm)

Gambar 4.3. Keseluruhan sistem

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Cepat rambat gelombang ultrasonik dalam medium

Tabel 2.2. Tipe-tipe data dalam BASCOM AVR

Tabel 2.3. Tabel operasi relasi

Tabel 2.4. Kode warna pada resistor

Tabel 3.1. Elisitasi Tahap I

Tabel 3.2. Elisitasi Tahap II

Tabel 3.3. Elisitasi Tahap III

Tabel 3.4. Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1. Hasil pengujian rangkaian catu daya

Tabel 4.2. Data hasil pengukuran timer dan jarak

Tabel 4.3.Data jarak benda

Tabel 4.4. Hasil pengujian jarak rangkaian sensor infra red

Tabel 4.5. Hasil pengujian data masukan dan keluaran voice module

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Internet menjadi salah satu penemuan teknologi terpenting dalam teknologi kita, namun yang kita tahu internet hanya dilakukan antara 1 manusia dengan 1 manusia lainnya atau kita bilang Internet of People. Sekarang ada jenis teknologi baru yang akan memperbaharui. Tidak hanya menghubungkan manusia dengan benda, atau yang disebut dalam bahasa Inggris itu Things. Lalu benda tersebut dapat berinteraksi dengan benda lainnya yang lebih dikenal dengan istilah Internet of Things.

Belajar dari perkembangan teknologi baru menggunakan Internet sebagai media pengontrolan dan databasenya. Masih banyak ditemukan proyek-proyek karya tugas akhir mahasiswa yang masih masih mengadopsi teknologi lama, yakni sistem pengontrolan berbasis bluetooth, infrared & wifi yang masih berstatus Intranet yang berarti masih mengadopsi teknologi yang sudah mulai ditinggalkan saat ini.

Bahwa dengan perkembangan teknologi baru itu bisa di kerjakan yang tadinya pekerjaan-pekerjaan manual menggunakan komputer yaitu Raspberry Pi. Namun sejauh ini sebagian masih bersifat lokal (Intranet), contohnya Infrared, Bluetooth dan Wireless LAN. Dengan adanya teknologi terbaru merubah paradigma lokal (Intranet) menjadi IoT/Internet Protocol Based.

Masih di sadari belum adanya sosialisasi Teknologi Baru dalam hal penerapan keunggulan pada Perguruan Tinggi, dalam hal ini Perguruan Tinggi Raharja sebagai Kampus IT Unggulan di Tangerang. Yang salah satu konsentrasi unggulannya adalah CCIT (Creative Communication Innovative and Technology).

CCIT mempunyai kompetensi dibidang pengontrolan devices melalui embedded IP dan dapat melakukan pengontrolan devices melalui gadget dan memiliki kemampuan dalam teknologi jaringan terutama vendor CISCO. Lulusan mahasiswa CCIT mempunyai gelar S.Kom, dan CCIT profesional (CP). Selain itu mendapatkan sertifikasi untuk kompetensi dalam bidang jaringan komputer RCCNP (Raharja Certified Computer Network Proficiency).

Beranjak dari peluang teknologi diatas, maka peneliti mengambil beberapa penelitian dalam menerapkan aplikasi Internet of Things dengan judul penelitian “Rangkaian Perancangan Aplikasi Internet of Things Berbasis Raspberry Pi Dalam Rangka Penerapan Keunggulan Perguruan Tinggi.”

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diambil kesimpulan untuk perumusan masalah secara umum, dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Bagaimana mengembangkan alat yang tadinya menggunakan Bluetooth, dan WiFi menjadi berbasis Internet?

  2. Teknologi apa saja yang dipergunakan untuk membuat mobile device sebagai alat kontrol berbasis Internet?

  3. Bagaimana Raspberry Pi dapat diimplementasikan dalam IoT?

Ruang Lingkup Penelitian

Sebagai pembatasan pembahasan atas penyusunan laporan ini untuk tetap fokus dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, maka penulis memberikan ruang lingkup penelitian yang dibatasi antara lain yaitu pada:

  1. Aplikasi Internet of Things dalam penelitian ini mengarah bagaimana menghasilkan beberapa proyek yang berbasiskan Raspberry Pi, dengan fokus pada sistem kontrol pada asap/gas, lampu, orang pada ruangan, pompa dan robot.

  2. Fokus penelitian ini mengarah kepada teknologi apa saja yang digunakan untuk menjadikan proyek ini menjadi berbasis internet

  3. Hasil akhir dari pengaplikasian Internet of Things ini dibuktikan dengan data yang dapat diukur keberadaannya.

  4. Objek penelitian di implementasikan pada Perguruan Tinggi

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan Individual

  1. Memenuhi syarat kelulusan untuk Skripsi dan meningkatkan kreatifitas dalam membuat suatu program/alat sesuai dengan bidang studi CCIT.

  2. Memberikan kepuasan karena dapat meciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi Perguruan Tinggi Raharja.

Tujuan Operasional

  1. Untuk lebih meningkatkan mutu kualitas Kampus IT Unggulan yang sebelumnya masih berbasis Intranet menjadi berbasis Internet.

  2. Untuk mengukur kemampuan apakah penulis dapat membuat rangkaian perancangan Aplikasi Internet of Things berbasis Raspberry Pi dalam rangka penerapan Keunggulan Perguruan Tinggi

Tujuan Fungsional

  1. Merancang atau membuat sebuah rangkaian perancangan Aplikasi Internet Of Things berbasis Raspberry Pi dalam rangka penerapan keunggulan Perguruan Tinggi

  2. Merancang atau membuat rangkaian yang dapat membantu divisi REC sebagai lembaga research eksploitasi dan divisi pengembangan pada Perguruan Tinggi Raharja dalam mengembangkan project mahasiswa baik dalam software maupun dalam teknologi.

Manfaat Penelitian

Manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah:

1. Bagi Peneliti

  1. Untuk mengetahui bagaimana merancang dan membuat beberapa Rangkaian Perancangan Aplikasi Internet of Things Berbasis Raspberry Pi Dalam Rangka Penerapan Keunggulan Perguruan Tinggi.

  2. Secara teknis dapat mengetahui cara kerja sistem yang dikendalikan menggunakan Raspberry Pi dan memahami interaksi antara perangkat tambahan dan peralatan pendukung yang dikontrol.

2. Bagi Perguruan Tinggi Raharja

  1. Sebagai peran divisi REC sebagai divisi pengembangan yang berkaitan dengan pengembangan software dan teknologi.

  2. Sebagai hasil pengaplikasian project mahasiswa yang menerapkan teknologi yang baru dan unggul yaitu berbasis Internet.

Metode Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang fakta yang diperlukan dalam penulisan implementasi ini, penulis menggunakan beberapa metode diantaranya:

1. Wawancara

Pada metode ini penulis melakukan proses tanya jawab kepada Stakeholder yaitu Hendra Kusumah, S.Kom. selaku Divisi Team REC di Perguruan Tinggi Raharja ingin membuat beberapa rangkaian project yang memanfaat teknologi baru berbasis Internet dalam rangka penerapan Keunggulan Perguruan Tinggi Raharja yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu lulusan konsentrasi unggulan yaitu CCIT pada Perguruan Tinggi Raharja.

2. Observasi (Pengamatan)

Adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan selama 3 (tiga) bulan terhitung dari awal bulan Oktober sampai akhir bulan Desember 2015 di Perguruan Tinggi Raharja yang menjadi lokasi penelitian guna memperoleh data dan keterangan yang berhubungan dengan jenis penelitian. Adapun data yang peneliti ambil adalah profil Perguruan Tinggi Raharja, struktur Perguruan Tinggi Raharja, tugas pokok Perguruan Tinggi Raharja.

3. Studi Pustaka

Adalah segala upaya yang dilakukan oleh penyusun untuk memperoleh dan menghimpun segala informasi tertulis yang relevan dengan masalah yang diteliti. Informasi ini diperoleh dari buku-buku, laporan penelitian, tesis/disertasi, pencarian di internet, dan sumber-sumber lain. Pada metode ini penulis akan mendapatkan informasi dengan mempelajari buku-buku dan literature yang ada. Pada metode ini penulis akan mendapatkan informasi dengan mempelajari buku-buku dan literature yang ada seperti CCIT Journal dan Widuri pada Perguruan Tinggi Raharja.

Metode Perancangan

Dalam laporan skripsi ini, perancangan yang digunakan adalah metode perancangan melalui tahap pembuatan flowchart program dan flowchart sistem dengan desain hardware menggunakan diagram blok . Metode ini dimaksudkan untuk bagaimana sistem itu dirancang dan alat apa saja yang dibutuhkan.

Metode Pengujian

Metode testing ini digunakan untuk menganalisa suatu identitas sistem untuk mendeteksi, mengevaluasi kondisi dan fitur-fitur yang diinginkan dan mengetahui kualitas dari suatu sistem yang dilakukan untuk mengeleminisi kesalahan yang terjadi saat sistem di terapkan. Penulis menggunakan metode Black Box karena metode Black Box dapat mengetahui apakah perangkat lunak yang dibuat dapat berfungsi dengan benar dan telah sesuai dengan yang diharapkan.

Metode Prototipe

Metode yang dipakai adalah metode prototyping evolutionary, karena dengan evolutionary ini sistem atau produk yang sebenarnya dipandang sebagai evolusi dari versi awal yang sangat terbatas menuju produk final atau produk akhir.

Lokasi Penelitian

Penelitian yang berjudul “Rangkaian Perancangan Aplikasi Internet of Things Berbasis Raspberry Pi Dalam Rangka Penerapan Keunggulan Perguruan Tinggi” dilakukan di Raharja Enrichment Centre (REC) pada Perguruan Tinggi Raharja, Tangerang.

Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas laporan ini, maka materi-materi yang tertera pada laporan skripsi ini dikelompokkan menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penyampaian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian, lokasi penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku, internet dan jurnal yang berkaitan dengan penyusunan laporan skripsi serta beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian.

BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Bab ini berisikan gambaran dan sejarah singkat Perguruan Tinggi Raharja, struktur organisasi, tujuan perancangan, tata laksana sistem yang berjalan, rancangan sistem usulan, metode prototipe, diagram blok, permasalahan yang dihadapi dan alternatif pemecahan masalah, dan user requirement yang terdiri dari 4 (empat) tahap elisitasi, yakni elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, serta final draft elisitasi yang merupakan final elisitasi yang diusulkan.

BAB IV HASIL PENELITIAN

Bab ini menjelaskan prosedur sistem, perbedaan prosedur antara analisa sistem berjalan dan sistem yang diusulkan, konfigurasi sistem yang berjalan, testing, evaluasi, implementasi, dan estimasi biaya. Serta pembahasan secara detail final elisitasi yang ada di bab sebelumnya.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN


BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem Komputer

Definisi Sistem Komputer

Sistem Komputer dapat diartikan sebagai elemen-elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktivitas dengan menggunakan komputer. Adapun definisi mengenai sistem diantaranya adalah:

Menurut Wikipedia[1], “Sistem komputer adalah suatu jaringan elektronik yang terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras yang melakukan tugas tertentu (menerima input, memproses input, menyimpan perintah-perintah, dan menyediakan output dalam bentuk informasi).”

Menurut Maarof, Mohd. Aizaini (2004, 5)[2] Komputer adalah mesin elektronik yang boleh menerima data (input), memproses, menghasilkan keputusan (output) dari proses yang dilaksanakan dan menyimpan keputusan yang dihasilkan untuk kegunaan akan datang.

Menurut Webopedia[3], sistem komputer adalah mesin elektronik yang mencangkup komputer yang bersamaan dengan perangkat lunak dan perangkat periferal yang di perlukan untuk membuat fungsi komputer.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan sistem komputer adalah Kumpulan perangkat elektronik yang terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras yang boleh menerima data (input), memproses (process), dan menghasilkan keputusan (output) dari proses yang di laksanakan untuk membuat fungsi komputer.

1. Karakteristik Sistem Komputer

Sumber : Mohd. Aizaini Maarof (2015,5)
Gambar 2.1. Karakteristik Sistem Komputer

Menurut Mohd. Aizaini Maarof (2015,5), “Sistem komputer memiliki karakteristik yaitu terdiri dari perangkat input, unit sistem, perangkat penyimpanan dan perangkat output. Adapun dari karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

a) Perangkat Input (Input Device)

Perangkat Input digunakan untuk memasukkan data dan arahan ke dalam komputer. Dua perangkat input yang biasa digunakan ialah keyboard dan mouse. Keyboard memungkinkan pengguna komputer mengetik huruf, nomor, dan simbol-simbol yang lain. Mouse ialah sejenis perangkat penunding yang digunakan untuk memilih pilihan pemrosesan atau informasi yang ditampilkan di layar. Mouse adalah perangkat yang dapat dipegang dan memiliki minimal satu tombol. Tombol yang ada pada mouse digunakan untuk membuat pilihan. Cara menggunakannya adalah dengan menekan tombol tersebut ke posisi pilihan yang tertentu.

b) Unit Sistem (System Unit)

Unit sistem adalah kotak yang berisi sirkuit elektronik yang melaksanakan pemrosesan data. Di dalam kotak ini ada Unit Pemrosesan Pusat (CPU-Central Processing Unit). memori dan komponen-komponen elektronik yang lain (Tabel 2.2). Semua komponen-komponen ini terletak pada papan sirkuit yang di panggil papan induk (motherboard). Motherboard ini adalah papan sirkuit utama dalam unit sistem.

Sumber : Mohd. Aizaini Maarof (2015,6)
Gambar 2.2. Unit Sistem

c) Perangkat Penyimpanan (Storage Device)

Perangkat penyimpanan memungkinkan data disimpan secara permanen sehingga data tersebut dapat diakses dan digunakan kembali apabila diperlukan kemudian. Perangkat penyimpanan ini dikenal sebagai penyimpanan sekunder (secondary storage). Contoh perangkat penyimpanan adalah disket dan hard disk.

d) Perangkat Output (Output Device)

Perangkat output adalah perangkat komputer yang berguna untuk menghasilkan suatu keluaran seperti gambar, kertas (hardcopy), suara, dll. Contoh dari output device adalah printer, speaker, monitor, dll.

Konsep Dasar Analisa Sistem

1. Definisi Analisa Sistem

Menurut Rosa (2013:18), “Analisis sistem itu suatu bentuk kegiatan untuk melihat sistem yang telah berjalan dengan bagian mana yang bagus dan tidak serta kemudian mendokumentasikan kebutuhan yang akan memenuhi pada perancangan sistem baru.”

Menurut Taufiq (2013:156), “Analisis sistem adalah suatu kegiatan mempelajari sistem baik sistem manual atau dari sistem yang telah komputerisasi secara keseluruhan, yang mulai dengan menganalisa sistem, permasalahan, desain logic & memberikan keputusan dari hasil analisa masalah yang mencari jalan keluar.”

Dengan 2 definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan analisis sistem adalah suatu kegiatan mengidentifikasi, menganalisa dan mengevaluasi masalah yang terjadi agar kebutuhan terpenuhi pada sistem baru.

2. Langkah-Langkah Analisa Sistem

Menurut Taufiq Komputer (2013:159), dari menganalisa suatu sistem agar hasil analisa bisa lebih maksimal dan langkah-langkah yang dilakukan harus terstruktur supaya tidak bertumpuk antara hasil analisa yang satu dan hasil analisa yang lain. Dalam tujuan hasil analisa sistem yang dilakukan akan dikelompokan sesuai dengan langkah-langkah yang dikerjakan sehingga mudah dipelajari dan dikembangkan terus pada rancang bangun sistem. Tahap analisa digunakan setelah rancangan sistem atau sebelum desain sistem. Ada beberapa urutan langkah-langkah untuk analisa sistem menurut, Whitten L. Jeffery dalam buku Taufiq, sebagai berikut:

Gambar 2.3 Langkah Analisa Sistem (Taufiq 2013:160)

Sumber: Taufiq (2013:160)

  1. Definisi Lingkup
    Definisi Lingkup (scope definition) yaitu, langkah awal proses pengembangan sistem. Pada metodologi lain, ini akan disebut: fase pemeriksaan (preliminary investigation phase), fase studi awal dan survei (“initial study and survey phase”), fase perancangan dan komunikasi (planning communication phase) atau inisiasi proyek maupun pengumpulan kebutuhan.

  2. Analisis Masalah
    Analisis masalah memberi analisis dalam pemahaman, kesempatan dan perintah lebih dalam, untuk memicu proyek. Analisis masalah menjawab pertanyaan. “Dapatkah masalah itu untuk dipecahkan!” dan “Apakah sistem baru dapat layak untuk dibangun?”. Pada metodologi lainnya, langkah analisis masalah mungkin dikenal sebagai langkah studi sistem pada saat ini, langkah penyelidikan detail, atau langkah kelayakan. Tujuan analisis masalah adalah untuk dapat memahami pada bidang masalah yang baik dalam menganalisa masalah, memahami kerja sistem, identifikasi, serta membuat laporan.

  3. Analisis Persyaratan
    Beberapa analisis belum pengalaman membuat sebuah kefatalan saat melalui langkah analisis masalah. Godaan titik ini mulai melihat banyak solusi alternative, khususnya solusi teknis. Beberapa kesalahan yang terjadi dari sistem informasi ditujukan dari suatu pernyataan, “Memastikan sistem bekerja dan secara teknis mengesankan, tetapi harus tidak melakukan apa yang diinginkan untuk dilakukan pada sistem. “Langkah analisis ini menentukan persyaratan bisnis untuk sistem baru.

  4. Desain Logic
    Tidak semua proyek melingkupi pengembangan dalam model-driven, tetapi kebanyakan inputan pemodelan sistem. Desain logic mendokumentasikan persyaratan bisnis dengan memakai model sistem dalam struktur data dan proses bisnis, bagi aliran data dan interface user. Dari hal lain, desain logic memisah persyaratan yang dibuat, pada langkah sebelumnya

  5. Analisa Keputusan
    Dalam persyaratan bisnis, akhirnya dapat menekankan bagaimana sistem baru termasuk alternatif berbasis komputer diterapkan dengan teknologi. Maksud dari analisa keputusan yaitu mengenal dan menganalisa solusi target, merekomendasi sistem target. Peluang muncul saat seorang dapat visi solusi teknik, tetapi selalu ada solusi alternatif dalam solusi terbaik.

Konsep Dasar Perancangan

1. Definisi Perancangan Sistem

Menurut Velzello/John Reuter III dalam Buku Darmawan (2013:227), “Perancangan sistem merupakan suatu tahap setelah analisis dalam siklus pengembangan sistem seperti pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan suatu rancang bangun implementasi gambaran jelas apa yang dapat dikerjakan dari analisa sistem dan bagaimana membentuk suatu sistem itu.”

Menurut Al-Jufri (2011:141), “Perancangan sistem adalah penentuan dalam proses dan data yang dibutuhkan sistem baru.”

Menurut Siti Aisyah dan Nawang Kalbuana dalam jurnal CCIT (2011:197), ), “metode yang dikenal dengan SLDC (system development life cycle) yaitu metode umum analisa dan desain.”

2. Tujuan Perancangan Sistem

Menurut Darmawan (2013:228), Ada dua (2) tujuan utama dalam sebuah tahap perancangan dan desain sistem, diantaranya:

  1. Untuk memenuhi kebutuhan user atau pemakai sistem

  2. Menyediakan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap pemrograman komputer dan ahli-ahli teknik dengan terlihat (lebih condong dalam desain sistem yang mendetail).

Kedua tujuan ini, berfokus dalam sebuah perancangan atau desain sistem yang detail pada pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap. Dipakai dalam pembuatan program komputer.

Untuk mencapai suatu tujuan pada perancangan sistem ini, analisis sistem harus memenuhi sebuah sasaran yang jelas, yaitu:

  1. Desain sistem harus berguna, mudah dipahami, serta mudah dipakai. Maksudnya bahwa data harus mudah ditangkap dan metode yang didapat harus mudah diterapkan dan informasi umumnya akan mudah dihasilkan dan juga dapat dimengerti.

  2. Desain sistem mendukung tujuan utama organisasi (instansi).

  3. Perancangan sistem harus efektif dan efisien terkait di tugas-tugas yang dilakukan dengan komputer dan dalam tugas lain.

  4. Perancangan sistem penting, terkait mempersiapkan rancang bangun yang terinci antar komponen dalam sistem informasi, meliputi: data dan informasi, simpanan data, metode-metode, prosedur, manusia, perangkat keras (hardware device), dan perangkat lunak (software device), juga pengendalian sistem.

Tujuan dari desain sistem secara umum untuk memberikan gambaran umum kepada user tentang sistem yang baru. Adapun penjelasan kategori dalam perancangan dan desain sistem, yaitu:

  1. Sistem Global-Based (mendesain sistem lama menjadi baru).

  2. Sistem Group-Based (sistem meliputi group dari organisasi).

  3. Sistem Local-Based (sistem khusus didesain untuk 1 orang).

Analisis sistem dan desain umumnya bergantung pada satu dan yang lain. Studi menunjukan bahwa apa yang dikumpulkan, dianalisis dan dimodelkan dari fase analisis sistem untuk dibuat. Selama fase analisis sistem investigasi berorientasi di ketemuan.

3. Tahapan Perancangan Sistem

Menurut Al Jufri (2011:141), Adapun, untuk mengetahui konsep-konsep perancangan sistem, dibawah ini akan dijelaskan untuk tahap-tahap pembentukan perancangan sistem, antara lain:

  1. Menyiapkan Rancangan Sistem Yang Terinci Analis bekerja sama dengan pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem baru denagan alat-alat yang dijelaskan dengan modul teknis. Bebrapa alat memudahkan analis untuk menyiapkan dokumentasi secara top down, dimulai dengan gambaran besar dan secara bertahap mengarah lebih rinci. Pendekatan top down ini merupakan ciri rancangan terstruktur (structured design), yaitu rancangan bergerak dari tingkat sistem ke tingkat subsistem. Alat-alat dokumentasi yang popular yaitu:
    1. Diagram arus data (data flow diagram)
    2. Diagram hubungan entitas (entity relathionship diagram)
    3. Kamus data (Data dictionary)
    4. Flowchart
    5. Model hubungan objek
    6. Spesifikasi kelas

  2. Mengidentifikasi Berbagai Alternatif Konfigurasi Sistem Analis mengidentifikasi konfigurasi, bukan merek atau model peralatan komputer yang akan memberikan hasil yang terbaik bagi sistem dalam menyelesaikan pemrosesan.

  3. Mengevaluasi berbagai Alternatif Konfigurasi Sistem Analis bekerjasama dengan manager mengevaluasi berbagai alternatif. Alternatif yang dipilih adalah yang paling memungkinkan subsistem memenuhi kriteria kinerja, dengan kendala-kendala yang ada.

  4. Memilih Konfigurasi Terbaik Analis mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dan mnyesuaikan kombinasi peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal. Setelah selesai analis membuat rekomendasi kepada manager untuk disetujui. Bila manager menyetujui konfigurasi tersebut, persetujuan selanjutnya dilakukan oleh MIS.

  5. Menyiapkan Usulan Penerapan Analis menyiapkan usulan penerapan (implementation proposal) yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerpan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya.

  6. Menyetujui atau Menolak Penerapan Sistem Keputuasan untuk terus pada tahap penerapan sangatlah penting, karena usaha ini akan sangat meningkatkan jumlah orang yang terlibat. Jika keuntungan yang diharapkan dari sistem melebihi biayanya, maka penerapan akan disetujui.

Konsep Dasar Prototype

1. Definisi Prototype

Menurut Simarmata (2010:62), “Prototype adalah bagian dari produk yang mengekspresikan logika maupun fisik antarmuka eksternal yang ditampilkan”.

Menurut Mall (2009:43); “Prototype is a toy implementation of the system”. (Prototype adalah sebuah implementasi tiruan dari sebuah sistem) Dari kedua definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Prototype adalah contoh dari produk atau sistem dalam bentuk sebenarnya yang dapat dirubah sesuai keinginan sebelum direalisasikan.

2. Jenis-jenis Prototype

Jenis-jenis Prototype secara general dibagi menjadi dua, yaitu : (Simarmata, 2010:64)

a) Rapid Throwaway Prototyping

Pendekatan pengembangan perangkat keras/lunak ini dipopulerkan oleh Gomaa dan Scoot (1981) yang saat ini telah digunakan secara luas oleh industry, terutama di dalam pengembangan aplikasi. Pendekatan ini hanya biasanya digunakan dengan item yang berisiko tinggi (high-risk) atau dengan bagian dari sistem yang tidak dimengerti secara keseluruhan oleh para tim pengembang. Pada pendekatan ini, Protoype “quick and dirty” dibangun, diverfikasi oleh konsumen, dan dibuang hingga Prototype yang diinginkan tercapai pada saat proyek berskala besar dimulai.

b) Prototype Evolusioner

Pada pendekatan evolusioner, suatu Prototype berdasarkan kebutuhan dan pemahaman secara umum. Prototype kemudian diubah dan dievolusikan daripada dibuang, Prototype yang dibuang biasanya digunakan dengan aspek sistem yang dimengerti secara luas dan dibangun atas kekuatan tim pengembang. Prorotype ini juga didasarkan atas kebutuhan prioritas, kadang-kadang diacu sebagai “chunking” pada pengembang aplikasi (Hough, 1993).

3. Kelebihan dan Kelemahan Prototype

Kelebihan dan Kelemahan prototyping adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Kelebihan dan Kekurangan Prototype

Keunggulan Kekurangan
a) Adanya komunikasi yang baik anttara pengembang dan user. a. User kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.
b) Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menetukan kebutuhan user. b. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjur bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem.
c) User berperan aktif dalam pengembangan sistem. c. Hubungan user dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.
d) Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem.
e) Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.

Konsep Dasar Pengujian

1. Definisi Pengujian

Menurut Rizky (2011:237), “Testing adalah sebuah proses yang diejawantahkan sebagai siklus hidup dan merupakan bagian dari proses rekayasa perangkat lunak secara terintegrasi demi memastikan kualitas dari perangkat lunak serta memenuhi kebutuhan teknis yang telah disepakati dari awal.

Menurut Simamarta (2010:323), “Pengujian adalah proses terhadap aplikasi. Program untuk menemukan segala kesalahan da segala kemungkinan yang akan menimbulkan kerugian sesuai dengan spesifikasi perangkat lunak yang telah ditentukan sebelum aplikasi tersebut diserahkan kepada pelanggan.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengujian adalah proses terhadap aplikasi yang saling terintegrasi guna untuk menemukan kesalahan dan segala kemungkinan yang akan menimbulkan kesalahan.

Secara teoritis, testing dapat dilakukan dengan berbagai jenis tipe dan teknik. Namun secara garis besar, terdapat dua jenis tipe testing yang paling umum digunakan di dalam lingkup rekayasa perangkat lunak. Dua jenis tersebut adalah Black box dan White box testing.

1. Definisi Black Box

Menurut Siddiq (2012:4), “Pengujian black box adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar.

Menurut Budiman (2012:4) Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak diuji apakah telah sesuai dengan yang diharapkan.

Metode pengujian black box digunakan untuk menguji sistem dari segi user yang dititik beratkan dalam pengujian kinerja, spesifikasi serta antarmuka sistem tersebut tanpa menguji kode program yang ada.

Black Box Testing tidak membutuhkan pengetahuan mengenai alur internal (internal path), struktur atau implementasi di dalam suatu software under test (SUT). Karena itu, dengan ada uji coba di black box memungkinkan suatu pengembang software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih semua syarat fungsional pada program.

Uji coba Black Box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya:

  1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang

  2. Kesalahan interface

  3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal

  4. Kesalahan Performa

  5. Kesalahan inisialisasi dan terminasi

Uji coba Black Box diaplikasikan dibeberapa tahapan berikutnya. Karena uji coba Black Box dengan sengaja mengabaikan struktur control, sehingga perhatiannya hanya difokuskan pada informasi domain. Uji coba didesain untuk dapat menjawab pertanyaan pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana validitas fungsionalnya diuji?

  2. Jenis input seperti apa yang akan menghasilkan kasus uji yang baik?

  3. Apakah sistem secara khusus sensitive terhadap nilai input tertentu?

  4. Bagaimana batasan-batasan kelas data diisolasi?

  5. Berapa rasio data dan jumlah data yang dapat ditoleransi oleh sistem?

  6. Apa akibat yang akan timbul dari kombinasi spesifik data pada operasi sistem? Sehingga dalam uji coba Black Box harus melewati beberapa proses sebagai berikut:
    a. Menganalisis kebutuhan dan spesifikasi dari perangkat lunak.
    b. Pemilihan jenis input yang memungkinkan menghasilkan output benar serta jenis input yang memungkinkan output salah satu pada perangkat lunak yang sedang diuji
    c. Menentukan output untuk suatu jenis input.
    d. Pengujian dilakukan dengan input-input yang telah benar-benar diseleksi.
    e. Melakukan pengujian
    f. Pembandingan output yang dihasilkan dengan output yang diharapkan.
    g. Menentukan fungsionalitas yang seharusnya ada pada perangkat lunak yang sedang diuji.

2. Metode Pengujian Dalam Black Box

Ada beberapa macam metode pengujian Black Box, berikut diantaranya:

Equivalence Partioning

Equivalence Partioning merupakan metode uji coba Black Box yang membagi domain input dari program menjadi beberapa kelas data dari kasus uji coba yang dihasilkan. Kasus uji penanganan single yang ideal menemukan sejumlah kesalahan (misalnya: kesalahan pemrosesan dari seluruh data karakter) yang merupakan syarat lain dari suatu kasus yang dieksekusi sebelum kesalahan umum diamati.

Boundary Value Analysis

Sejumlah besar kesalahan cenderung terjadi dalam batasan domain input dari pada nilai tengah. Untuk alasan ini boundary value analysis (BVA) dibuat sebagai teknik uji coba. BVA mengarahkan pada pemilihan kasus uji yang melatih nilai-nilai batas. BVA merupakan desain teknik kasus uji yang melengkapi Equivalence partitioning. Dari pada memfokuskan hanya pada kondisi input, BVA juga menghasilkan kasus uji dari domain output.

Cause-Effect Graphing Techniques

Cause-Effect Graphing merupakan desain teknik kasus uji coba yang menyediakan respresentasi singkat mengenai kondisi logical dan aksi yang berhubungan. Tekniknya mengikuti 4 tahapan sebagai berikut:

  1. Causes (kondisi input), dan Effects (aksi) didaftarkan untuk modul dan identifier yang ditunjukan untung masing-masing.

  2. Pembuatan grafik Causes-Effect graph

  3. Grafik dikonversikan kedalam kabel keputusan

  4. Aturan tabel keputusan dikonversikan kedalam kasus uji

Comparison Testing

Dalam beberapa situasi (seperti: aircraft avionic, nuclear Power plant control) dimana keandalan suatu software amat kritis, beberapa aplikasi sering menggunakan software dan hardware ganda (redundant). Ketika software redundant dibuat, tim pengembangan software lainnya membangun versi Independent dari aplikasi dengan menggunakan spesifikasi yang sama. Setiap versi dapat diuji dengan data uji yang sama untuk memastikan seluruhnya menyediakan output yang sama. Kemudian seluruh versi dieksekusi secara parallel dengan perbandingan hasil real-time untuk memastikan konsistensi. Dianjurkan bahwa versi Independent suatu software untuk aplikasi yang amat kritis harus dibuat, walaupun nantinya hanya satu versi saja yang akan digunakan dalam sistem. Versi independent ini merupakan basis dari teknik Black Box Testing yang disebut Comparison Testing atau back-to-back Testing.

Sample dan Robustness Testing

  1. Sample Testing
    Melibatkan beberapa nilai yang terpilih dari sebuah kelas ekivalen, seperti Mengintergrasikan nilai pada kasus uji. Nilai-nilai yang terpilih mungkin dipilih dengan urutan tertentu atau interval tertentu.

  2. Robustness Testing
    Pengujian ketahanan (Robustness Testing) adalah metodologi jaminan mutu di fokuskan pada pegujian ketahanan perangkat lunak. Pengujian ketahanan juga digunakan untuk menggambarkan proses verifikasi kekokohan (yaitu kebenaran) kasus uji dalam proses pengujian.

Behavior Testing dan Performance Testing

  1. Behavior Testing
    Hasil uji tidak dapat dievaluasi jika hanya melakukan pengujian sekali, tapi dapat dievaluasi jika pengujian dilakukan beberapa kali, misalnya pada pengujian struktur data stack.

  2. Performance Testing
    Digunakan untuk mengevaluasi kemampuan program untuk beroperasi dengan benar dipandang dari sisi acuan kebutuhan. Misalnya: aliran data, ukuran pemakaian memori, kecepatan eksekusi, dll. Selain itu juga digunakan untuk mencari tahu beban kerja atau kondisi konfigurasi program. Spesifikasi mengenai performansi pada saat tahap spesifikasi atau desain. Dapat digunakan untuk menguji batasan lingkungan program.

Requirement Testing

Spesifikasi kebutuhan yang terasosiasi dengan perangkat lunak (input/output/fungsi/performansi) diidentifikasi pada tahap spesifikasi kebutuhan dan desain.

  1. Requirement Testing melibatkan pembuatan kasus uji untuk setiap spesifikasi kebutuhan yang terkait dengan program

  2. Untuk memfasilitasinya, setiap spesifikasi kebutuhan biar ditelusuri dengan kasus uji dengan menggunakan traceability matrix.

Endurance Testing

Endurance Testing melibatkan kasus uji yang diulang-ulang dengan jumlah tertentu dengan tujuan untuk mengevaluasi program apakah sesuai dengan spesifikasi kebutuhan.

Contoh: Untuk menguji keakuratan matematika (floating point, rounding off, dll), untuk menguji manajemen sumber daya sistem (resources) (pembebasan sumber daya yang tidak benar, dll), input/outputs (jika menggunakan framework untuk memvalidasi bagian input dan ouput). Spesifikasi kebutuhan pengujian didefinisikan pada tahap spesifikasi kebutuhan atau desain.

3. Kelebihan dan Kelemahan Black Box

Dalam uji coba Black Box terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan. Berikut adalah keunggulan dan kelemahannya:

Tabel 2.2 Kelebihan dan Kelemahan Black Box

Keunggulan Kekurangan
a) Black Box Testing dapat menguji keseluruhan fungsionalitas perangkat lunak. a) Ketika user melakukan Black Box Testing, user tidak akan pernah yakin apakah perangkat lunak yang diuji telah benar-benar lolos ujian.
b) Black Box Testing dapat memilih subset test yang secara efektif dan efisien dapat menemukan cacat. Dengan cara ini Black Box Testing dapat membantu memaksimalkan Testing investment.

Sumber siddiq (2012:14)

Konsep Dasar Komunikasi Data

1. Definisi Komunikasi Data

Menurut wikipedia, komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data atau informasi dari dua atau lebih device (alat, seperti komputer, laptop, printer, dan alat komunikasi lain) yang terhubung dalam sebuah jaringan.

Menurut sat.uns.ac.id, dapat didefinisikan sebagai hubungan atau interaksi (pengiriman dan peneriman) antar device yang terhubung dalam sebuah jaringan, baik yang dengan jangkauan sempit maupun dengan jangkauan yang lebih luas.

2. Komponen Komunikasi Data

Menurut sat.uns.ac.id, Komunikasi data memiliki beberapa komponen yang harus muncul demi tahapan proses. Berikut merupakan komponen komponen tersebut :
● Pengirim, perangkat yang mengirimkan data
● Penerima, perangkat yang menerima data
● Data, informasi yang akan dikomunikasikan
● Media pngiriman, media atau perantara yang digunakan untuk melakukan pengiriman data
● Protokol, aturan-aturan yang berfungsi sebagai penyelaras hubungan.

3. Jenis Komunikasi Data

Menurut sat.uns.ac.id, berdasarkan dengan media penghubungnya, komunikasi data dibagi menjadi 2 jenis, yaitu melalui alat dan melalui satelit.
● Melalui Alat (Device)
Menggunakan media kabel dan nierkabel sebagai jalur akses. Komunikasi data jenis ini membutuhkan biaya yang cukup banyak. Contoh : Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP).
● Melalui Satelit
Menggunakan satelit sebagai jalur akses. Biasanya jangkauan yang dapat dicakup lebih luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak mungkin terjangkau melalui alat (device), namun waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses komunikasi lebih panjang.

4. Sistem Transmisi

Merurut ANSI (America National Standard Information) terdapat 3 perbedaan arah transmisi, yaitu :
Simplex, hanya mentransmisikan signal dalam satu arah saja, dimana pemancar signal yang satu bertindak sebagai pengirim (transmitter) yang yang lainnya sebagai penerima (receiver).
Half-duplex, kedua pemancar dapat bertindak sebagai transmitter ataupun receiver, tetapi tidak dapat dilakukan secara bersamaan (bergantian). Dengan kata lain saat pemancar yang satu sedang melakukan pengiriman, pemancar yang lain hanya dapat menerima, tidak dapat melakukan pengiriman pula.
Full-duplex, hampir sama dengan half-duplex, namun kedua pemancar dapat melakukan pengiriman ataupun penerimaan secara bersamaan, tanpa harus bergantian.

Konsep Dasar Data

Secara umum, data mempunyai hubungan satu sama lain dengan informasi yang keduannya tidak dapat dipisahkan. Informasi tidak akan ada kalau tidak ada data. Data tidak akan ada kalau tidak ada informasi. Data akan disusun dan diolah melalui proses pengumpulan data menjadi sebuah informasi untuk mendapatkan fakta yang mendukung. Ada beberapa definisi data menurut pendapat para ahli, diantaranya yaitu:

1. Definisi Data

Menurut McLeod mengutip dari buku Yakub (2012:5), “Data adalah deskripsi kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian. data berupa fakta dan angka secara relatif tidak berarti untuk pemakai”.

Menurut Kumorotomo (2010:11), “Data yaitu suatu fakta yang tidak digunakan pada proses keputusannya, dicatat dan diarsipkan tanpa ada maksud untuk diambil kembali dari suatu pengambilan keputusan”.

Menurut Sutabri (2012:1), “Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata”.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan data adalah bahan mentah yang perlu diolah sehingga menghasilkan informasi yang menunjukkan fakta.

2. Klasifikasi Data

Menurut Sutabri (2012:3), data dapat diklasifikasikan menurut jenis, sifat dan sumber :

1. Klasifikasi data menurut jenis data:
1. Data Hitung (enumeration/counting data)
Data hitung adalah hasil perhitungan atau jumlah tertentu.
2. Data Ukur (measurement data)
Data ukur adalah data yang menunjukkan ukuran mengenai nilai sesuatu.

2.Klasifikasi data menurut sifat data:
1.Data Kuantitatif (quantitative data)
Data kuantitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan.
2.Data Kualitatif (qualitative data)
Data kualitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat sesuatu.

3.Klasifikasi data menurut sumber data:
1.Data Internal (internal data)
Data internal adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil observasi yang dlakukan sendiri, bukan data hasil karya orang lain.
2.Data Eksternal (external data)
Data eksternal adalah data hasil observasi orang lain. Seseorang boleh saja mengunakan data untuk suatu keperluan, meskipun data tersebut hasil kerja orang lain. Data eksternal ini terdiri dari 2 jenis yaitu :
a. Data Eksternal Primer (primary external data)
Data eksternal primer adalah data dalam bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemiliknya sendiri, yakni orang yang melakukan observasi sendiri.
b. Data Eksternal Sekunder (secondary external data)
Data eksternal sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi melainkan melalui seseorang atau sejumlah orang lain.

3. Pengolahan Data
Menurut Sutabri (2012:3), Pengolahan data dapat diuraikan berikut ini:
1).Penyimpanan Data (Data Storage) meliputi Pekerjaan Pengumpulan (Filing), Pencarian (Searching), untuk Pemeliharaan (Maintenance). Data disimpan di dalam suatu tempat yang biasanya dinamakan file. File bisa berbentuk map, ordner, disket, tape, hard disk, dan lainnya. Sehingga pada suatu catatan (record) dapat saling berhubungan satu dengan yang lainnya mengenai suatu bidang dalam suatu unit usaha.

4. Bentuk Data
Menurut Yakub (2012:5), Data dibentuk dengan (5) lima aspek berikut:
1.Data berupa teks, bisa terdiri dari huruf, angka, simbol, dan lainnya.
2.Data yang terformat, misalnya data pada tanggal atau data pada jam.
3.Citra (Image), data dalam bentuk gambar, grafik, foto, dan lainnya.
4.Audio, data dalam bentuk suara misal suara manusia, suara musik.

5. Hirarki Data
Menurut Yakub (2012:5), Hirarki data dapat dibagi dalam beberapa level berikut:
1.Element Data
Elemen data adalah satuan untuk data terkecil yang tidak dapat dipecah menjadi unit lain yang bermakna, istilah lainnya dari elemen data pada basis data relasional seperti dari field, kolom, item, atribut.
2.Record
Record yaitu gabungan pada sejumlah elemen data yang saling terkait. Istilah lain rekaman dalam basis data adalah baris atau tupel.3.File
File adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang atribut yang sama namun berbeda isinya, dan secara logic berkaitan. Istilah lain dari file pada basis data relasional itu berkas, tabel, relasi.Jadi, sebuah informasi tanpa adanya data maka informasi tidak akan terbentuk. Dari sedemikian besar dan pentingnya peranan data dalam terjadinya suatu informasi yang berkualitas. Keakuratan data sangat dipengaruhi terhadap keluaran dari informasi yang terbentuk.

Konsep Dasar Monitoring

1. Definisi Monitoring

Monitoring adalah kegiatan memantau yang dilakukan dengan rutin mengenai kemajuan pada project yang akan berjalan atau kegiatan memantau sebuah perubahan proses dan output project” (Khana: 2013).

“Monitoring yaitu kegiatan dalam melakukan pengawasan pada suatu program atau kinerja terhadap suatu kelompok dalam organisasi.” (Nikolaos Bourbakis, Konstantina S. Nikita, Ming Yang:2013. Vol 1).

Berdasarkan dari kutipan diatas, dapat disimpulkan monitoring yaiut kegiatan memantau yang dilakukan untuk kemajuan suatu project yang sedang berjalan dengan tujuan memaksimalkan bagi sumber daya. Proses dasar pemantauan (monitoring) ini, meliputi 3 tahap yaitu:

  1. Menetapkan Standar Pelaksanaan

  2. Pengukuran Pelaksanaan

  3. Menentukan deviasi antara pelaksanaan dengan standar dan kencana

2. Fungsi Monitoring

Terdapat (4) fungsi monitoring dengan penjelasan sebagai berikut :

  1. Ketaatan (Compliance) monitoring ditentukan apakah tindakan pada administrator, staf dan semuanya mengikuti standar yang ditetapkan.

  2. Pemeriksaan (Auditing) monitoring ditetapkan bahwa pelayanan itu diperuntungkan dari pihak lain apakah telah mencapai target mereka.

  3. Laporan (Accounting) menghitung suatu hasil bagi perubahan sosial.

  4. Penjelasan (Explanation) dapat membantu memberi suatu informasi.

Konsep Dasar Pengontrolan

Pengontrolan didefinisikan sebagai keseluruhan dari proses kegiatan penilaian terhadap objek kontrol ataupun untuk kegiatan tertentu dengan tujuan memastikan apakah suatu pelaksanaan tugas dan juga fungsi objek dalam kontrol kegiatan tersebut sudah sesuai dengan apa yang ditentukan.

1. Definisi Pengontrolan

Menurut Erinofiardi (2012:261), “Suatu system control bekerja otomatis pada suatu proses kerja berfungsi untuk mengendalikan proses tanpa adanya suatu bentuk campur tangan dengan manusia (otomatis)”.

Berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pengontrolan berasal dari kata dasar kontrol. Kata kontrol berarti adalah pengawasan, pemeriksaan dan pengendalian. Sedangkan pengontrolan adalah proses mengontrol (mengawasi, memeriksa), untuk pengawasan, pemeriksaan.

Industri yang modern saat ini, sangat membutuhkan tenaga ahli perencanaan dari sistem pengendali dan perancangan dari desain sistem pengendali, termasuk teknisi yang profesional sebagai operator. Tidak menutup suatu kemungkinan bahwa mereka dapat berasal dari berbagai disiplin ilmu untuk saling berhubungan, karena teori sistem pengendali modern dikembangkan untuk mengatasi kerumitan sistem pengendalian menuntut kecepatan dan ketelitian tinggi memberi hasil output optimal.

Ada 2 jenis sistem pengendali ditanamkan pada alat elektronik, yaitu Sistem Pengendalian Loop Terbuka (Open-loop Control System) dan Sistem Pengendalian Loop Tertutup (Closed-loop Control System).

2. Jenis-Jenis Pengontrolan

a) Sistem Kontrol Loop Terbuka

Menurut Erinofiardi (2012:261), “Sistem kontrol loop terbuka adalah sebuah sistem kontrol yang keluarannya atau outputnya tidak mempengaruhi terhadap aksi pengontrolan. Untuk sistem kontrol ini, nilai keluaran tidak di umpan-balikkan ke parameter pengendalian.”

Sumber: Jurnal Erinofiardi (2012:261)
Gambar 2.4. Sistem Pengendali Loop Terbuka

Gambar diagram blok di atas menunjukan bahwa dalam sistem tersebut tidak dilihat adanya proses umpan balik untuk memperbaiki keadaan alat terkendali jika terjadi kesalahan. Jadi tugas dari elemen pengendali itu memproses masukan dan mengirim ke alat terkendali.

a) Sistem Kontrol Loop Tetutup

Menurut Erinofiardi (2012:261), “Sistem kontrol loop tertutup adalah suatu sistem kontrol yang dalam sinyal keluarannya memiliki pengaruh secara langsung terhadap aksi dari pengendalian yang akan dilakukan.” Yang menjadi ciri dari sistem pengendali tertutup adalah ada suatu sinyal umpan-balik. Sinyal umpan-balik merupakan sinyal keluaran atau sebuah fungsi keluaran yang juga turunan-turunannya, dan diumpankan pada elemen kendali untuk memperkecil kesalahan serta membuatkan keluaran sistem mendekati hasil yang diinginkan.

Sumber: Jurnal Erinofiardi (2012:261)
Gambar 2.5. Sistem Pengendali Loop Tertutup

Gambar diatas, menyatakan hubungan antara masukan dengan keluaran dalam sebuah loop sistem tertutup. Sinyal input yang sudah dibandingkan dengan suatu sinyal umpan balik menghasilkan sebuah sinyal selisih atau sinyal kesalahan dan untuk selanjutnya akan dapat dikirimkan ke dalam sebuah elemen pengendali yang nantinya dapat menciptakan suatu sinyal keluaran dan dikirimkan ke alat terkendali. Sinyal selisih atau sinyal kesalahan dan untuk selanjutnya akan dapat dikirimkan ke dalam sebuah elemen pengendali yang nantinya dapat menciptakan suatu sinyal keluaran dan dikirimkan ke alat terkendali.

Arsitektur Komputer CISC & RISC

Menurut Wikipedia, “Arsitektur Komputer adalah adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Selain itu juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.”

Sumber: http://www.edgefxkits.com/blog/wp-content/uploads/CISC-and- RISC.jpg
Gambar 2.6. Arsitektur CISC dan RISC

ARSITEKTUR CISC

1. Definisi CISC

Menurut Wikipedia, CISC singkatan dari Complex Instruction Set Computer adalah sebuah arsitektur dari set instruksi komputer dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memori, operasi aritmetika, dan penyimpanan ke dalam memory, semuanya sekaligus hanya di dalam sebuah instruksi.

Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu perintah cukup dengan beberapa baris bahasa mesin sedikit mungkin. Hal ini bisa tercapai dengan cara membuat perangkat keras prosesor mampu memahami dan menjalankan beberapa rangkaian operasi. Contoh-contoh prosesor CISC adalah Intel Pentium 4, Celeron, Dual-core, Core duo, dan Intel Core

ARSITEKTUR RISC

1. Definisi RISC

RISC (Reduced Instruction Set Computing), yang jika diterjemahkan berarti "Komputasi Kumpulan Instruksi yang Disederhanakan" merupakan sebuah arsitektur komputer atau arsitektur komputasi modern dengan instruksi-instruksi dan jenis eksekusi yang paling sederhana. Arsitektur ini digunakan pada computer dengan kinerja tinggi, seperti komputer vektor. Selain digunakan dalam komputer vektor, desain ini juga diimplementasikan pada prosesor komputer lain, seperti pada beberapa mikroprosesor Intel 960, Alpha AXP dari DEC, R4x00 dari MIPS Corporation, PowerPC dan Arsitektur POWER dari International Business Machine. Selain itu, RISC juga umum dipakai pada Advanced RISC Machine (ARM) dan StrongARM (termasuk diantaranya adalah Intel XScale), SPARC dan UltraSPARC dari Sun Microsystems, serta PA- RISC dari Hewlett-Packard.

ARSITEKTUR ARM

1. Definisi ARSITEKTUR ARM

Menurut Wikipedia, Arsitektur ARM merupakan arsitektur prosesor 32-bit RISC yang dikembangkan oleh ARM Limited. Dikenal sebagai Advanced RISC Machine dimana sebelumnya dikenal sebagai Acorn RISC Machine. Pada awalnya merupakan prosesor desktop yang sekarang didominasi oleh keluarga x86. Namun desain yang sederhana membuat prosesor ARM cocok untuk aplikasi berdaya rendah. Hal ini membuat prosesor ARM mendominasi pasar mobile electronic dan embedded system dimana membutuhkan daya dan harga yang rendah.

Gambar 2.7. Sebuah prosesor ARM dari Conexant pada Router.

Konsep Dasar Cloud Computing

Menurut Wikipedia[4], “Cloud Computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis Internet.”

Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing[5] "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain- lain."

Menurut I Putu Eka Agus Eka Pratama dan Sinung Suakanto (2015:213)[6] mendefinisikan Cloud Computing sebagai sebuah model yang memungkinkan adanya penggunaan sumber daya (resource) secara bersama-sama dan mudah. Menyediakan jaringan akses di mana - mana, dapat dikonfigurasi, dan layanan digunakan sesuai keperluan (on demand).

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan cloud computing adalah sebuah sumber daya (resource) yang dimana informasi secara permanen tersimpan di server di internet, yang memungkinkan penggunaannya dapat dilakukan secara bersama-sama dan mudah. tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.

Rinfo (Email Raharja.info)

Sumber : widuri.raharja.info
Gambar 2.8. Logo Rinfo

Definisi Singkat

Adalah layanan email yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk semua Pribadi Raharja dan merupakan official email, alat komunikasi utama dan paling vital untuk para Pribadi Raharja. Setiap user Rinfo diberikan kapasitas sampai dengan 30GB. Semua kegiatan yang dilakukan akan mustahil tanpa adanya Rinfo ini. Selain itu, bisa juga dikatakan bahwa Rinfo terintegrasi semua 10 Pillar IT iLearning. Rinfo bisa diakses melalui device apapun, handphone, komputer, laptop, tablet, dll. Dengan adanya Rinfo diharapkan semua Pribadi Raharja dapat berkomunikasi dengan baik kapanpun dan dimanapun. Seorang mahasiswa bisa berkomunikasi melalui Rinfo dengan dosennya, para staff saling berkomunikasi dengan staff lainnya. Rinfo bisa digunakan bukan hanya untuk komunikasi kepada sesama Pribadi Raharja, namun juga Rinfo bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan kerabat, keluarga atau siapapun yang anda inginkan. Kapasitas yang cukup besar yang telah diberikan ini diharapkan dapat dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat tentunya, dan kenyamanan dalam penggunaan akan selalu kamu jadikan prioritas. Rinfo memiliki slogan "Without Rinfo, I'm ALONE". Slogan ini diberikan karena Rinfo memang akan selalu menjadi teman setia anda. Lalu mengapa bukan layanan email yang lainnya? Tentu saja jika kalian mengaku sebagai Pribadi Raharja, kalian harus menggunakan Rinfo, karena ini adalah official email yang nantinya akan menjadi identitas diri kalian. Kami menawarkan banyaknya hal yang istimewa dalam pelayanan email ini, mulai dari space yang lebih besar, pelayanan trouble shooting secara online melalui iDuHelp! online, bahkan kalian tidak akan bisa mengakses TPi (Ten Pillar IT iLearning) tanpa Rinfo.

Teori Khusus

Konsep Dasar Mikrokontroller

1. Definisi Mikrokontroler

Menurut Dipranonoto (2010:3), “Mikrokontroler adalah sebagai single chip computer yang memiliki kemampuan untuk diprogram dan digunakan untuk tugas-tugas yang berorientasikan control dari system”.

Menurut Syahwil (2013:53), “Mikrokontroler adalah sebuah sistem komputer fungsional dalam sebuah chip. Didalamnya terkandung sebuah inti prosesor, memori, dan perlengkapan input-output.”

Menurut pendapat Saefullah, jurnal CCIT Vol.2 No.3 (2013:1), “Mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran juga kendali dari program yang dapat ditulis dan dihapus secara khusus, cara kerjanya yaitu membaca dan menulis data”.

Dari definisi tersebut, maka disimpulkan bahwa mikrokontroler adalah sebuah alat elektronika digital berbentuk single chip komputer, yang didalamnya terdapat sebuah inti prosesor, memori, dan perlengkapan input- output.

2. Karakteristik Mikrokontroler

Menurut pendapat Saefullah, jurnal CCIT Vol. 2 No. 3 (2013:2) mikrokontroler mempunyai karakteristik yang dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut:

  1. Memiliki program khusus yang disimpan di memori untnuk aplikasi tertentu, dan program mikrokontroler, dan program mikrokontroler relatif lebih kecil daripada PC.

  2. Konsumsi daya kecil.

  3. Rangkaiannya sederhana dam kompak.

  4. Harganya murah, karena komponennya sedikit.

  5. Unit I/O yang sederhana, misalnya LCD, LED, Latch.

  6. Lebih tahan pada suatu situasi dan kondisi lingkungan yang ekstrim, contohnya yaitu : temperature tekanan, kelembaban, dan sebagainya.

3. Fitur-Fitur Mikrokontroler

Menurut Syahrul (2012:15), [30], ada beberapa fitur-fitur yang umum ada pada mikrokontroler yang bisa dijelaskan, berikut ini:

  1. RAM (Random Access Memory)
    RAM digunakan mikrokontroler sebagai media simpan variabel/Memori dan bersifat volatile artinya bisa kehilangan semua atau seluruh data, jika tidak dapat catu daya.

  2. ROM (Read Only Memory)
    ROM digunakan sebagai kode memori karena terdapat fungsi tempat menyimpan program yang diberikan oleh user.

  3. Register
    Register berfungsi untuk media simpan nilai-nilai yang digunakan dari proses yang telah disediakan mikrokontroler. ex: variabel program, I/O, dan komunikasi serial.

  4. Special Funtion Register
    Adalah register khusus yang berfungsi untuk mengatur jalan mikrokontroler dan register ini terletak di bagian RAM.

  5. Input dan Output Pin
    Pin Input adalah bagian yang memiliki fungsi sebagai penerima sinyal luar dan pin ini dihubungkan ke berbagai media input. Ex: keypad, sensor, keyboard, dan sebagainya. Sedangkan, pin Output adalah bagian yang berfungsi untuk keluarkan sinyal, pada hasil proses algoritma mikrokontroler.

  6. Interrupt
    Interrupt merupakan suatu bagian pada mikrokontroler yang memiliki fungsi sebagai bagian yang dapat melakukan interupsi sehingga ketika program sedang running (berjalan), nantinya program tersebut, akan diinterupsikan dan melayani interupt dengan menjalankan sebuah program melalui alamat yang ditunjukkan sampai selesai, untuk nanti dijalankan lagi.
    Menurut Malik dan dkk (2010:3), terdapat beberapa jenis atau macam-macam interrupt yang terdapat pada suatu mikrokontroler yang diantaranya adalah: Interrupt Eksternal, Interupt timer, Interrupt serial, dapat dijelaskan dibawah ini:
    1. Interrupt Eksternal: terjadi saat ada input di pin interrupt.
    2. Interrupt Timer: terjadi saat waktu tertentu telah dicapai.
    3. Interrupt Serial: Interrupt ini, dapat terjadi ketika adanya penerimaan data atau data receipt bagi komunikasi serial.

4. Jenis-Jenis Mikrokontroler

Menurut Syahwil (2013:57) Secara teknis, hanya ada 2 macam mikrokontroler. Pembagian ini didasarkan pada kompleksitas intruksi- intruksi yang dapat diterapkan pada mikrokontroler tersebut. Pembagian itu, yaitu RISC dan CISC.

  1. RISC merupakan kependekan dari Reduced Instruction Set Computer. Intruksi yang dimiliki terbatas, tetapi memiliki fasilitas yang lebih banyak.

  2. CISC merupakan kependekan dari Complex Instruction Set Computer. Intruksi bisa dikatakan lebih lengkap tapi dengan fasilitas secukupnya.

Konsep Dasar Raspberry Pi

1. Definisi Raspberry Pi

“The Raspberry Pi is a credit card size computer that plug into your TV and a keyboard, It is a capable little computer which can be used in electronics prjocects, and for many things that your deskrop PC does, like spreadsheets, word-processing and games. It also plays high definition video.”

Raspberry Pi B+ adalah sebuah komputer berukuran sebesar kartu kredit yang terhubung ke televise dan sebuah keyboard. Komputer kecil ini bisa digunakan untuk proyek-proyek elektronik, dan hal lainnya yang bisa dilakukan oleh desktop komputer seperti sebagai mesin pengolah kata, games, dan perangkat ini juga mampu memainkan video beresolusi tinggi.

Richardson dan Wallace menjelaskan beberapa cara untuk menjelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan oleh Raspberry Pi B+ diantaranya sebagai berikut (2013:8):

  1. General Purpose Computing
    Perlu diingat bahwa Raspberry Pi B+ adalah sebuah komputer dan memang pada faktanya dapat digunakan sebagai sebuah komputer. Setelah perangkat ini siap untuk digunakan kita bisa memilih untuk boot langsung ke GUI (Graphical User Interface) dan didalamnya terdapat sebuah web browser yang merupakan aplikasi yang banyak digunakan komputer sekarang ini. Perangkat ini juga dapat diinstall banyak aplikasi gratis seperti LibreOffice yang digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan kantor.

  2. Learning to Program
    Raspberry Pi B+ pada dasarnya ditujukan sebagai alat edukasi alat edukasi untuk mendorong anak-anak bereksperimen dengan komputer. Perangkat ini sudah terpasang dengan interpreters dan compilers untuk berbagai bahasa pemograman. Untuk pemula telah disediakan Scratch, sebuah bahasa pemrograman berasaskan grafik dari MIT. Kita bisa menulis program untuk Raspberry Pi B+ dalam berbagai bahasa seperti C, Ruby, Java, Python, dan Perl.

  3. Project platform
    Raspberry Pi B+ membedakan dirinya dari komputer pada umumnya bukan dari segi harga dan ukurannya saja, tapi juga karena kemampuannya berintegrasi dengan proyek-proyek elektronik.

Sumber: Richardson and Wallace
Tabel 2.3. Spesifikasi Raspberry Pi B+

Sumber: Richardson and Wallace
Gambar 2.9. Model Raspberry Pi B+

a. CPU dan GPU

Prosessor yang digunakan pada Raspberry PI adalah ARM1176JZF-S dengan kecepatan Clock sebesar 700 Mhz dan GPU atau Graphic Processing Unit yang dipakai adalah Video Core IV

b. Memory (RAM)

Raspberry Pi model B+ ini menggunakan RAM sebesar 512 MB. RAM ini diletakkan menyatu dengan prosesor.

c. Power

Untuk Catu Daya, Raspberry Pi menggunakan konektor Micro USB yang biasa digunakan pada Charger Smartphone Android, catu daya ini bekerja pada tegangan 5V dengan arus minimal 1A agar Raspberry Pi bekerja sama maksimal.

d. Slot Micro Sd

Bagian ini berfungsi untuk tempat memasukkan Micro SD yang sudah diisi dengan salah satu OS Raspberry Pi. OS tersebut adalah Raspbian, Fedora, Arch Linux, Raspbmc, OpenELEC, dll.

e. Port HDMI

Port ini berfungsi untuk menampilkan OS Raspberry pada TV mempunyai port HDMI.

f. Port RCA

Sama seperti port HDMI, port ini berfungsi untuk menampilkan OS Raspberry Pi namun menggunakan Port Video untuk TV model lama.

g. Konektor Audio

Berfungsi sebagai konektor untuk Speaker atau Headset

h. LED Indikator

Terdapat 5 Led yang masing-masing berfungsi sebagai Indikator catu daya, proses kerja CPU, dan proses kerja jaringan.

i. Port USB

Selayaknya penggunaan pada komputer, port ini berfungsi untuk menyambungkan berbagai macam perangkat USB seperti Flash Disk, USB Dongle, USB Webcam, Card Reader, dll.

j. Port LAN (Rj-45)

Untuk menghubungkan Raspberry Pi ke Jaringan melalui konektor RJ45 dan kabel UTP

k. GPIO (General Purpose Input Output)

Bagian ini merupakan salah satu keunggulan Raspberry Pi dengan Komputer mini sebelumnya, karena pengguna bisa memprograman pin-pin GPIO ini sesuai dengan kebutuhan mereka.

Gambar 2.10. Pin GPIO Raspberry Pi B+

Konsep Dasar Sistem Operasi Raspbian

1. Definisi Raspbian

Menurut William Harrington (2015:10) currently, raspbian is the most popular linux-based operating sistem for the raspberry pi. raspbian is an open source operating system baased on debian, which has been modified specifically for the raspberrypi (thus the name raspbian). raspbian includes customizations that are designed to make the raspberry pi easier to use and includes many different software packages out of the box.

Menurut William Harrington (2015:10) “Saat ini, raspbian adalah yang paling populer berbasis linux Sistem operasi untuk raspberry pi. raspbian adalah sistem operasi open source berdasarkan pada debian, yang telah dimodifikasi khusus untuk raspberry pi (demikian nama raspbian). Raspbian termasuk kustomisasi yang dirancang untuk membuat pi raspberry lebih mudah digunakan dan termasuk banyak paket perangkat lunak yang berbeda di luar .

Gambar 2.11. Logo Raspbian

2. Debian GNU/Linux

Debian GNU/Linux adalah distro non komersial yang dihasilkan oleh para sukarelawan dari seluruh dunia yang saling bekerjasama melalui internet. Distro ini menginginkan adanya semangat open-source yang harus tetap ada pada Debian. Kedinamisan distro ini membuat setiap rilis paket-paketnya di-update setiap waktu dan dapat di akses melalui utilitas apt-get. Apt-get adalah sebuah utilitas baris-perintah yang dapat digunakan secara dinamis untuk meng-upgrade sistem Debian GNU/Linux melalui apt-repository jaringan archive Debian yang luas. Milis dan forum debian selalu penuh dengan pesan-pesan baik mengenai bug, masalah, sharing, dan lain-lain. Dengan adanya sistem komunikasi ini bug dan masalah keamanan pada tiap paket dapat dilaporkan oleh para pengguna dan pengembang Debian dengan cepat. Keuntungan dari Debian adalah upgradability, ketergantungan antar paket didefinisikan dengan baik, dan pengembangannya secara terbuka.

Gambar 2.12. Logo Debian

Konsep Dasar Linux

a. Sejarah Linux

Gambar 2.13. Logo Linux

Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat berjalan di berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standard POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell.

Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, LINUS TORVALDS, di Universitas Helsinki, Finlandia yang sebetulnya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi. Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dariMinix. Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum pada tahun 1987.

Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem benam sampai superkomputer, dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer. Linux sekarang merupakan alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial, dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih Lingkungan sistem operasi ini termasuk :

• Ratusan program termasuk, kompiler, interpreter, editor dan utilitas

• Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, Ethernet, SLIP dan PPP, dan interoperabilitas.

• Produk perangkat lunak yang reliabel, termasuk versi pengembangan terakhir.

• Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang telah bekerja dan menjadikan

Linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang beragam kebutuhan dan lokasinya dan juga bertindak sebagai team pengembang sendiri.

Sejarah Linux berkaitan dengan GNU. Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas. Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver

Linux tidak memiliki suatu logo yang terlihat menarik, hanyalah sebuah burung Penguin yang memperlihatkan sikap santai ketika berjalan. Logo ini mempunyai asal mula yang unik, awalnya tidak ada suatu logo yang menggambarkan trademark dari Linux sampai ketika Linus ( Sang Penemu ) berlibur ke daerah selatan dan bertemu dengan seekor linux kecil dan pendek yang secara tidak sengaja menggigit jarinya. Hal ini membuatnya demam selama berhari-hari. Kejadian ini kemudian menginspirasi dirinya untuk memakai penguin sebagai logonya. TUX, nama seekor pinguin yang menjadi logo maskot dari linux. TUX hasil karya seniman Larry Ewing pada waktu developer merasakan Linux harus mempunyai logo trademark (1996), dan atas usulan James Hughes dipilihlah nama TUX yang berarti Torvalds UniX. Lengkap sudah logo dari Linux, berupa penguin dengan nama TUX. Trademark ini segera didaftarkan untuk menghindari adanya pemalsuan. Linux terdaftar sebagai Program sistem operasi ( OS ).

Pemrograman Python

1. Konsep Dasar Python

Pada awalnya, motivasi pembuatan bahasa pemrograman ini adalah untuk bahasa skrip tingkat tinggi pada sistem operasi terdistribusi Amoeba. Bahasa pemrograman ini menjadi umum digunakan untuk kalangan engineer seluruh dunia dalam pembuatan perangkat lunaknya, bahkan beberpa perusahaan menggunakan python sebagai pembuat perangkat lunak komersial. Python merupakan bahasa pemrograman yang freeware atau perangkat bebas dalam arti sebenarnya, tidak ada batasan dalam penyalinannya atau mendistribusikannya. Lengkap dengan source codenya, debugger dan profiler, antarmuka yang terkandung di dalamnya untuk pelayanan antarmuka, fungsi sistem, GUI (antarmuka pengguna grafis), dan basis datanya.

2. Sejarah Python

Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan dari bahasa pemrograman ABC. Versi terakhir yang dikeluarkan CWI adalah 1.2. Tahun 1995, Guido pindah ke CNRI sambil terus melanjutkan pengembangan Python. Versi terakhir yang dikeluarkan adalah 1.6. Tahun 2000, Guido dan para pengembang inti Python pindah ke BeOpen.com yang merupakan sebuah perusahaan komersial dan membentuk BeOpen PythonLabs. Python 2.0 dikeluarkan oleh BeOpen. Setelah mengeluarkan Python 2.0, Guido dan beberapa anggota tim PythonLabs pindah ke DigitalCreations. Saat ini pengembangan Python terus dilakukan oleh sekumpulan pemrogram yang dikoordinir Guido dan Python Software Foundation. Python Software Foundation adalah sebuah organisasi non-profit yang dibentuk sebagai pemegang hak cipta intelektual Python sejak versi 2.1 dan dengan demikian mencegah Python dimiliki oleh perusahaan komersial. Saat ini distribusi Python sudah mencapai versi 2.6.1 dan versi 3.0. Nama Python dipilih oleh Guido sebagai nama bahasa ciptaannya karena kecintaan guido pada acara televisi Monty Python s Flying Circus. Oleh karena itu seringkali ungkapan-ungkapan khas dari acara tersebut seringkali muncul dalam korespondensi antar pengguna Python. Aplikasi bahasa phyton Perangkat bantu shell. Tugas-tugas sistem administrator, program baris perintah. Kerja bahasa ekstensi dan antarmuka untuk pustaka C/C++.

Konsep Dasar Internet

1. Definisi Internet

Menurut I Putu Eka Agus Eka Pratama dan Sinung Suakanto (2015:20) Internet atau Interconnection Networking merupakan jaringan komputer yang terluas, dengan seluruh cakupan seluruh planet bumi ini. Di jaringan internet terdapat beberapa buah Wide Area Network (WAN), di mana pada setiap WAN tersebut terdapat MAN (Metropolitan Area Network) pada setiap MAN tersebut.

Menurut Darma, Jarot S, dkk. (2009:1)[7], secara harfiah, internet (kependekan dari Interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung satu sama lain. Hubungan melalui suatu system antar perangkat komputer untuk lalu lintas data itulah yang dinamakan network. Mungkin anda mengenal istilah LAN (Local Area Network), yang menghubungkan komputer-komputer dalam area tertentu, seperti kantor, sekolah, atau warnet. Internet kurang lebih seperti itu, hanya dalam area yang sangat luas, yaitu seluruh dunia. Jadi, komputer yang terhubung melalui jaringan dan saling berkomunikasi dengan waktu dan wilayah tak terbatas, disebut internet.

Menurut Ananda (2009:1)[8], “Internet adalah rangkaian komputer yang terhubung satu sama lain”. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa internet adalah komputer yang terhubung melalui jaringan dan saling berkomunikasi dengan waktu dan wilayah yang tak terbatas.

2. Sejarah Internet

Menurut Wikipedia, Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.

Proyek ARPANET [9]merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

CDMA

Definisi Singkat :

Code division multiple access (CDMA) adalah sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan. Dalam perkembangan teknologi telekomunikasi telepon selular terutama yang berkaitan dengan generasi ke-tiga (3G), CDMA menjadi teknologi pilihan masa depan.

CDMA juga mengacu pada sistem telepon seluler digital yang menggunakan skema akses secara bersama ini,seperti yang diprakarsai oleh Qualcomm. CDMA adalah sebuah teknologi militer yang digunakan pertama kali pada Perang Dunia II oleh sekutu Inggris untuk menggagalkan usaha Jerman mengganggu transmisi mereka. Sekutu memutuskan untuk mentransmisikan tidak hanya pada satu frekuensi, namun pada beberapa frekuensi, menyulitkan Jerman untuk menangkap sinyal yang lengkap.

Sejak itu CDMA digunakan dalam banyak sistem komunikasi, termasuk pada Global Positioning System (GPS) dan pada sistem satelitOmniTRACS untuk logistik transportasi. Sistem terakhir didesain dan dibangun oleh Qualcomm, dan menjadi cikal bakal yang membantu insinyur-insinyur Qualcomm untuk menemukan Soft Handoff dan kendali tenaga cepat, teknologi yang diperlukan untuk menjadikan CDMA praktis dan efisien untuk komunikasi seluler terrestrial. 4G

Konsep Dasar Elektronika

1. Definisi Elektronika

Menurut Oscar (2012:10), “Rangkaian elektronika merupakan rangkaian yang dibentuk dalam berbagai macam komponen elektronika yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat membentuk suatu system rangkaian elektronika terpadu”, seperti dalam komponen Raspberry Pi.

2. Komponen Pasif Elektronika

Menurut Rusmadi (2011:10) bahwa “Komponen pasif adalah komponen-komponen pada elektronika yang apabila dialiri listrik tidak menghasilkan tegangan misalnya: perubahan tegangan, pembalikan fasa, penguatan dan lain-lain”. Seperti resistor, kapasitor, dan induktor.

Yang termasuk dalam komponen elektronika pasif adalah Resistor, Kapasitor, Relay, Motor DC, lampu dan AC. Adapun deskripsi uraian dengan penjelasan komponen elektronika pasif berdasarkan dari buku teknik listrik dasar otomotif, diantaranya:

1. Resistor

Resistor disebut juga tahanan atau hambatan berfungsi untuk menghambat suatu arus listrik yang akan melewatinya. Satuan harga resistor adalah Ohm (1MΩ (mega ohm) = 1000 KΩ (kilo ohm) = 106 Ω (ohm)). Resistor dibagi 2 jenis, yaitu: Resistor Tetap

Resistor tetap, resistor dari nilai hambatannya relatif tetap, biasanya terbuat dari karbon, kawat atau paduan dari logam. Nilai hambatannya ditentukan oleh di tebalnya dan panjangnya lintasan karbon. Panjang lintasan karbon dapat bergantung pada kisarnya suatu alur yang berbentuk spiral.

Resistor memiliki batas kemampuan daya, misalnya: 1/16 watt, 1/8 watt, ¼ watt, ½ watt, dsb. Artinya, resistor dapat dioperasikan dengan daya maksimal sesuai dayanya. Berikut ini, adalah gambar dan simbol dalam resisor tetap:

Tabel 2.5 Komponen dan Simbol Resistor Tetap

Sumber: Dickson Kho (2014)

Berdasarkan bentuk dan proses pemasangannya pada PCB (Printed Circuit Board), resistor terdiri dari 2 bentuk: komponen axial/radial dan komponen chip. Untuk bentuk komponen axial/radial, nilai-nilai resistornya diwakili oleh kode warna sedangkan pada komponen chip, nilai-nilainya diwakili oleh kode tertentu, sehingga mudah untuk dibaca.

Alat yang dapat digunakan untuk mengukur nilai suatu resistor yaitu dengan alat Pengukur Ohm Meter atau MultiMeter, satuan nilai resistor adalah Ohm (Ω).

Seperti dikatakan sebelumnya itu, nilai resistor axial diwakili oleh warna yang dalam tubuh (body) dari resistor. Gelang warna emas dan perak biasanya terletak agak jauh dari gelang warna lain, sebagai tanda gelang terakhir. Gelang terakhir ini adalah nilai toleransi bagi nilai resistor. Umumnya, ada 4 atau 5 gelang yang ada di tubuh resistor:

Tabel 2.6 Warna Kode Resistor Axial

Sumber: Dickson Kho (2014)

1. Perhitungan Resistor 4 Gelang Warna

Gambar 2.17 Resistor 4 Gelang Warna

Sumber: Dickson Kho (2014)

Masukkan angka langsung kode warna Gelang ke-1, dan masukkan angka langsung di kode warna Gelang ke-2, dan masukkan jumlah nol di kode warna gelang ke-3 atau dipangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n) seperti: 105 yang merupakan toleransi dari nilai untuk resistor tersebut.

Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan10n atau 105
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
Sehingga, didapatkanlah hasilnya untuk nilai resistor tersebut diantaranya, sebagai berikut: 10 x 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 M Ohm dengan toleransi sebesar 10% (Perak). Perhitungan Resistor 5 Gelang Warna

Gambar 2.18 Resistor 4 Gelang Warna

Sumber: Dickson Kho (2014)

Masukkan angka langsung kode warna Gelang ke-1, masukkan angka langsung pada kode warna Gelang ke-2, masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-3, masukkan Jumlah nol pada kode warna Gelang ke-4 atau dengan dipangkatkan angka tersebut 10 (10n) seperti: 105.

Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5
Gelang ke 4 : Hijau = 5 nol; atau kalikan 105.
Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%
Sehingga didapatkanlah hasilnya untuk nilai Resistor itu diantaranya, sebagai berikut: 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5 Mohm, dan pada toleransinya 10% (Perak).

Gelang pertama dan seterusnya secara berturut-turut menunjukan besar nilai satuan, gelang terakhir yaitu faktor pengalinya. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resistor selain besar resistensi, itu besar watt-nya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, sehingga akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W = I2 x R watt. Semakin besar ukuran fisik dari resistor menunjukan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut. Umumnya, dipasar tersedia ukuran 1/8, ¼, 1, 2, 5, 10, 20 watt. Resistor yang terdapat disipasi daya 5, 10, 20 watt umumnya berbentuk kubus memanjang persegi empat dan berwarna putih, namun ada juga dari bentuk yang silinder. Tetapi biasanya untuk resistor ukuran besar ini, nilai pada resistansinya dicetak langsung dibadannya ex: (100Ω/5W).

2. Resistor Variabel

Resistor variabel yaitu resistor yang besar hambatan dapat diubah-ubah. Resistor ini dapat dibagi jadi 2 macam:

VR/Linear atau perubahan sudut putar linear terhadap nilai resistansi, (ex: penerapan digunakan pada sensor.)

VR Logaritmis atau perubahan sudut putar logaritmis, terhadap nilai resistansi, (ex: penerapan dengan audio.)

Tabel 2.7 Variabel Resistor

Sumber: Dickson Kho (2014)

2. Kapasitor

Kapasitor yaitu suatu komponen elektronika yang akan menyimpan dan melepaskan energi listrik. Kemampuan dari menyimpan muatan listrik di dalam kapasitor disebut dengan kapasitansi atau kapasitas. Seperti halnya resistor atau dalam hambatan, kapasitor dapat terbagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kapasitor Tetap
    Kapasitor tetap merupakan kapasitor yang memiliki nilai kapasitas tetap. Berikut adalah simbol kapasitas tetap:

  2. Gambar 2.19 Simbol Kapasitor

    Kapasitor bisa dibedakan dari bahan yang digunakan sebagai lapisan diantara lempeng-lempeng logam disebut, dielektrikum. Dielektrikum tersebut, bisa berupa: keramik, mika, mylar, kertas, polyster atau film. Biasanya, kapasitor dari bahan diatas nilainya kurang dari 1 mikrofarad (1mF).

    Tabel 2.9 Variabel Resistor

    Sumber: Dickson Kho (2014)

    Satuan kapsitor yaitu farad dimana 1 farad = 103mF = 106 mF = 109 nF = 1012 pF. Untuk lebih tahu besarnya nilai kapasitor atau kapasitansi pada kapasitor bisa dibaca melalui kode angka dalam badan kapasitor itu, yang terdiri dari 3 angka, (angka pertama, dan kedua menunjuk angka atau nilai, angka ketiga menunjuk faktor pengali jumlah 0) dan satuan yang digunakannya, merupakan pikofarad (pF).

    Contoh: pada badan kapasitor tertulis 103, itu berarti nilai kapasitor itu adalah 10 x 103 pF = 10 x 1000 pF = 10 nF = 0,01 mF. Kapasitor tetap yang mempunyai nilai lebih dari atau sama dengan 1mF itu: kapasitor elektrolit (elco). Kapasitor ini memiliki polaritas, yakni: (kutub positif dan kutub negatif) dan biasanya disebutkan tegangan kerjanya. Misalnya: 100mF 16V artinya elco memiliki kapasitas 100 dan dalam tegangan kerjanya tidak boleh melebihi 16 volt. Berikut ini simbol kapasitor elektrolit, yang disebut (elco):

    Gambar 2.20 Kapasitor Elco

    Sumber: Dickson Kho (2014)

  3. Kapasitor Tidak Tetap
    Kapasitor tidak tetap adalah kapasitor yang memiliki nilai kapasitas dapat diubah-ubah, kapasitor ini terdiri dari:
    1. Kapasitor Trimer
    Kapasitor yang nilai kapasitas dapat diubah-ubah dengan jalan memutar sebuah porosnya, dengan obeng.

  4. Gambar 2.21 Kapasitor Trimer

    Sumber: Dickson Kho (2014)

    3. Relay

    Relay adalah sebuah komponen-komponen (rangkaian) elektronika yang bersifat elektronis dan juga sederhana serta tersusun oleh suatu saklar, lilitan dan poros besi. Penggunaan relay ini di dalam perangkat-perangkat elektronika sangatlah banyak. Terutama dari peralatan yang bersifat elektronis atau automatis. Misalnya: TV, Lampu, AC otomatis dan lain-lain.

    Gambar 2.24 Relay

    Cara kerja komponen ini diawali dari mengalirnya arus listrik melalui koil, lalu membuat medan magnet sekitarnya, sehingga mampu merubah posisi saklar yang ada di relay itu, sehingga itu memberikan arus listrik lebih besar. Keutamaan komponen sederhana ini yaitu dari bentuknya yang minimal, seperti pemakaian yang dapat menghasilkan arus lebih besar.

    Pemakaian rangkaian relay dalam perangkat-perangkat elektronika mempunyai keuntungan yaitu, dapat mengontrol sendiri arus dan juga tegangan listrik yang diinginkan, dapat memaksimalkan besarnya tegangan listrik hingga mencapai batas maksimalnya, Dapat menggunakan baik saklar maupun untuk koil lebih dari satu, disesuaikan dengan kebutuhannya.

    3. Komponen Aktif Elektronika

    Menurut Rusmadi (2011:33), bahwa “Komponen aktif adalah Komponen yang apabila dialiri aliran listrik akan menghasilkan sesuatu tenaga baik berbentuk penguatan maupun pengaturan aliran listrik yang melaluinya”. Seperti dioda, transistor, tranducer (sensor) dan thyristor.

    Komponen elektronika aktif hanya bekerja ketika ada catu daya. Yang termasuk komponen ini yaitu, dioda, transistor, IC. Berikut ini, uraian dengan deskripsi komponen elektronika aktif, berdasarkan dari buku teknik listrik dasar otomotif, diantaranya:

    1. Dioda (PN Junction)

    2. Dioda adalah suatu semikonduktor dengan hanya dapat menghantarkan arus listrik dan tegangan pada satu arah saja. Bahan pokok untuk pembuatan dioda yaitu germanium (Ge), silium/silikon (Si). Dioda terdiri dari:

    1. Dioda Kontak Titik
    Dioda ini, dipergunakan mengubah frekuensi tinggi menjadi frekuensi rendah. Contoh tipe dioda ini, misalnya: OA 70, OA 90, dan 1N 60. Simbol dari dioda kontak titik:

    Gambar 2.28 Dioda Kontak Titik

    2. Dioda Hubungan
    Dioda ini, dapat mengaliri arus listrik/tegangan yang besarnya hanya satu arah. Dioda ini biasa digunakan untuk menyearahkan arus dan tegangan. Dioda ini, mempunyai tegangan maksimal dan arus maksimal, contoh: dioda tipe 1N4001 ada dua jenis, berkapasitas 1A/50V dan 1A/100V. Simbol dioda hubungan sama dengan (simbol kontak titik).

    3. Dioda Zener
    Dioda zener adalah dioda yang bekerja pada daerah breakdown atau pada daerah kerja reverse bias. Dioda ini, banyak digunakan dalam pembatas tegangan (stabilisator) tegangan. Tipe dari dioda zener dibedakan oleh tegangan pembatas, ex: 12V, berarti dioda zener dibatasi tegangan lebih besar di 12V, atau jadi 12V. Simbol dari dioda zener:

    Gambar 2.29 Dioda Zener

    4. Dioda Pemancar (LED)
    LED adalah kepanjangan dari Light Emitting Dioda (Dioda Pemancar Cahaya). Dioda ini, dapat memancarkan cahaya, bila diberikan tegangan sebesar 1,8V dengan arus 1,5V mA. LED banyak digunakan sebagai lampu indikator dan peraga (display). Berikut ini, adalah Simbol dari LED:

    Gambar 2.30 Bentuk dan Simbol LED


    3. Transistor

    Transistor pada umumnya terdiri dari 3 buah kaki yang masing-masing kaki diberi nama: emitor, basis dan kolektor. Transistor memiliki 2 jenis yaitu: transistor bipolar dan transisto unipolar. Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki 2 persambungan kutub, sedangkan untuk transistor unipolar, adalah transistor yang hanya terdapat 1 buah kutub. Transistor bipolar dapat diibaratkan dengan dua buah dioda yang tergambar dari gambar 2.26 yang terllihat, dibawah ini:

    Gambar 2.31 Transistor Bipolar

    4. Transistor unipolar yang juga disebut dengan FET (Field Effect Transistor), dengan terdiri dari JFET kanal N, JFET kanal P, MOSFET kanal N dan juga MOSFET kanal P.

    Gambar 2.32 Transistor Unipolar

    5. IC (Integrated Circuit)
    IC dapat didefinisikan sebagai kumpalan dari beberapa komponen hingga ribuan komponen elektronika yang berupa transistor, resistor dan komponen elektronika yang lain dan membentuk rangkaian elektronika dan juga fungsi rangkaian elektronika tertentu, dikemas dengan kemasan yang kompak dan kecil dalam suatu pin atau kaki sesuai dengan fungsinya. Kemasan itu kemudian dapat disebut Integrated Circuit (IC).

    Gambar 2.33 Integrated Circuit (IC)r

    6. Untuk mempermudah pemakaian IC maka dibentuklah suatu bentuk standard, seperti: SIP (Single Inline Package) dan DIP (Dual Inline Package). Untuk kaki IC seperti DIP susunannya terdiri dari: dua jalur simetris yaitu: 8, 14, 16 dll.

    7. Kaidah pembacaan kaki IC sama semua dari produsen seperti dari gambar pembacaan susunan kaki IC dibawah ini:

    Gambar 2.34 Membaca Kaki IC

    Konsep Dasar Sensor

    1. Definisi Sensor

    Menurut Dargie and Christian Poellabauer (2010:4)[10], Berbahasa Inggris: “Sensor is a device that translate parameters for events in the physical world into signals that can be measured and analyze”. Sensor merupakan sebuah perangkat dengan menerjemahkan parameter bagi peristiwa di dunia fisik menjadi sinyal yang diukur dan dianalisis.

    Secara umum sensor didefinisikan sebuah alat yang mampu untuk menangkap fenomena fisik dan kimia kemudian mengubahnya menjadi sinyal elektrik baik arus listrik ataupun tegangan. Fenomena fisik yang dapat menstimulus sensor dengan menghasilkan sinyal elektrik meliputi pergerakan, gaya dan tekanan medan magnet cahaya. Kurniawan (2011).

    Sensor PIR

    1. Definisi Sensor PIR

    Sensor PIR (Passive Infra Red) adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya pancaran sinar infra merah. Sensor PIR bersifat pasif, artinya sensor ini tidak memancarkan sinar infra merah tetapi hanya menerima radiasi sinar infra merah dari luar.

    Gambar 2.15 Sensor PIR

    ( Sumber : Skripsi Dwi Agusti )

    Sensor ini biasanya digunakan dalam perancangan detektor gerakan berbasis PIR. Karena semua benda memancarkan energi radiasi, sebuah gerakan akan terdeteksi ketika sumber infra merah dengan suhu tertentu (misal: manusia) melewati sumber infra merah yang lain dengan suhu yang berbeda (misal: dinding), maka sensor akan membandingkan pancaran infra merah yang diterima setiap satuan waktu, sehingga jika ada pergerakan maka akan terjadi perubahan pembacaan pada sensor.

    Sensor PIR terdiri dari beberapa bagian yaitu :

    1. Lensa Fresnel

    2. Penyaring Infra Merah

    3. Sensor Pyroelektrik

    4. Penguat Amplifier

    5. Komparator

    2. Cara Kerja Pembacaan Sensor PIR

    Pancaran infra merah masuk melalui lensa Fresnel dan mengenai sensor pyroelektrik,karena sinar infra merah mengandung energi panas maka sensor pyroelektrik akan menghasilkan arus listrik. Sensor pyroelektrik terbuat dari bahan galium nitrida (GaN), cesium nitrat (CsNo3)dan litium tantalate (LiTaO3).

    Arus listrik inilah yang akan menimbulkan tegangan dan dibaca secara analog oleh sensor. Kemudian sinyal ini akan dikuatkan oleh penguat dan dibandingkan oleh komparator dengan tegangan referensi tertentu (keluaran berupa sinyal 1-bit). Jadi sensor PIR hanya akan mengeluarkan logika 0 dan 1, 0 saat sensor tidak mendeteksi adanya pancaran infra merah dan 1 saat sensor mendeteksi inframerah. Sensor PIR didesain dan dirancang hanya mendeteksi pancaran inframerah dengan panjang gelombang 8-14 mikrometer. Diluar panjang gelombang tersebut sensor tidak akan mendeteksinya.

    Untuk manusia sendiri memiliki suhu badan yang dapat menghasilkan pancaran inframerah dengan panjang gelombang antara 9-10 mikrometer (nilai standar 9,4mikrometer), panjang gelombang tersebut dapat terdeteksi oleh sensor PIR. (Secara umum sensor PIR memang dirancang untuk mendeteksi manusia).

    3. Jarak Pancar Sensor PIR

    Sensor PIR memiliki jangkauan jarak yang bervariasi, tergantung karakteristik sensor. Proses penginderaan sensor PIR dapat digambarkan sebagai berikut:

    Gambar 2.16 Jarak Sensor PIR

    Sumber : http://sainsdanteknologiku.blogspot.com/search/label/SENSOR

    Pada umumnya sensor PIR memiliki jangkauan pembacaan efektif hingga 5 meter, dan sensor ini sangat efektif digunakan sebagai human detector.

    Gambar 2.17 Jarak Pancar Sensor PIR

    Konsep Dasar Relay

    1. Definisi Relay

    Gambar 2.18 Relay

    Sumber : ecx.images-amazon.com/images/I/41IqSVASbYL._SY300_.jpg

    Relay adalah saklar (switch) elektrik yang bekerja berdasarkan medan magnet. Relay terdiri dari suatu lilitan dan switch mekanik. Switch mekanik akan bergerak jika ada arus listrik yang mengalir melalui lilitan. Dan Susunan kontak pada relay adalah:

    Normally Open  : Relay akan menutup bila dialiri arus listrik

    Normally Close  : Relay akan membuka bila dialiri arus listrik.

    Changeover : Relay ini memiliki kontak tengah yang akan melepaskan diri dan membuat kontak lainnya berhubungan.

    Definisi Sensor Asap

    Sensor asap adalah sensor yang befungsi untuk mengukur senyawa gas polutan yang ada di udara,seperti karbon monoksida, hidrokarbon, nitrooksida, dan lain-lain. Sudah semakin banyak dipasaran telah beredar pengindra asap semikonduktor. Tentunya dibedakan oleh sensitivitas sensor tersebut, semakin mahal maka sensitivitas semakin bagus. Pengindra asap tersebut bekerja dengan semakin tinggi konsentrasi asap maka resistansinya semakin rendah. Banyak sekali type sensor asap yang digunakan dan tersedia dipasaran, seperti sensor asap untuk mendeteksi asap yaitu type MQ2. Sensor MQ2 adalah sensor yang dapat mendeteksi asap rokok. Jenis sensor asap secara umum dibagi menjadi 3 macam yaitu ionization smoke detector, photoelectric smoke detector, dan air-sampling smoke detector. Perbedaan dari ketiga jenis smoke detector tersebut hanyalah pada metode deteksinya.

    Gambar 2.19 Bentuk fisik sensor asap MQ-2

    Konsep Dasar TP-Link

    1. Definisi TP-Link

    TP-LINK TL-WN722N [11]merupakan suatu alat untuk menangkap atau menerima signal dengan sebuah jangkauan area WiFi atau hotspot, melalui koneksi USB komputer atau dengan notebook, WiFi adapter ini memiliki kecepatan data transfer tinggi hingga mencapai 150Mbps dan dilengkapi dengan antena4dBi yang dapat dilepas (konektor RP-SMA). Kompatibel dengan WI-FI Protected Setup™ (WPS), TL-WN722N menggunakan fitur Quick Secure Setup QSS(Keamanan Quick Setup) mencegah jaringan dari ancaman luar, dengan menekan tombol "QSS" tombol otomatis untuk membangun koneksi yang aman dengan WPA2, menjadi lebih aman dibandingkan dengan enkripsi WEP. Menggunakan AlignTM 1-stream dari teknologi berbasis pada teknologi 802.11n, TL-WN722N menyediakan sinyal nirkabel lebih baik dari yang sudah ada. Teknologi nirkabel 802.11g dilengkapi antena dilepas 4dBi lebih dapat meningkatkan suatu jangkauan sinyal dan juga kecepatan. Alat ini bisa digunakan untuk memperkuat sinyal WIFI ketika menggunakan laptop untuk browsing di publik hotspot atau bagi PC atau Laptop yang tidak mempunyai fitur WIFI. Ada beberapa jenis merek laptop yang sinyal WiFinya agak lemah karena dari karakteristik chipset yang digunakan, sehingga sinyal yang ditangkap tidak bisa Good dan Excellent dan juga dikarenakan wifi laptop tidak mempunyai antena eksternal. Kehandalan sudah teruji dan tidak mudah no responding akibat panas. Chipset yang digunakan yaitu jenis RALINK dengan tingkat sensitifitas yang tinggi. Di dalamnya telah terpasang antena omni internal dengan jarak jangkau 100m/indoor dan 150m/outdoor (tergantung sikon lapangan). Melalui situs resmi: TP LINK WN722N. (Tanggal akses 16 November 2014).

    Gambar 2.20. TP-LINK TL-WN722N

    Sumber : http://www.tp-link.co.id/

    Kelebihan : Wireless USB Adapter TL-WN722N ini mempunyai akses koneksi internet berkecepatan tinggi.Alat ini mampu memberikan kecepatan nirkabel hingga 150Mbps. Alat ini memiliki antena eksternal yang dapat dilepas, dapat diputar sesuai arah yang diinginkan untuk mendapatkan sinyal yang paling kuat.

    Kekurangan : Untuk kekurangan alat ini, adalah dalam paket penjualan tidak tersedianya driver untuk sistem Operasi non Windows. Selain itu colokan USB-nya masih memakai tutup. Alangkah lebih baiknya jika menggunakan sistem "push-out" (tanpa tutup) seperti yang ada di flashdisk, sehingga tidak terjadi tutup yang hilang.

    Konsep Dasar Kamera Webcam

    1. Definisi Webcam

    Menurut Materi Ajar Pengantar Multimedia oleh Wahyu Hidayat (2010) Kamera Web yaitu suatu piranti dalam perlengkapan lensa yang secara optik mekanik atau elektronik merekam gerakan sebuah obyek sebagai tujuan, kamera berasal dari bahasa latin yang artinya lompatan.

    Webcam (singkatan dari Web Camera) adalah salah satu bagian perangkat multimedia yang terdiri dalam kamera digital yang didukung guna untuk melakukan manajemen sebuah gambar serta suara sehingga mampu melaksanakan proses video view, video capture dan video save. Webcam yaitu sebutan di kamera real-time (keadaan pada saat ini juga) yang gambarnya dapat diakses atau disaksikan lewat World Wide Web, program instant messaging atau aplikasi video call. Istilah webcam juga merujuk kepada jenis kamera yang digunakan untuk keperluan ini. Ada berbagai macam merek dari webcam salah satunya LogiTech. Webcam pada umumnya, memiliki resolusi 352x288 piksel atau 640x480 piksel.

    Gambar 2.21. Kamera Webcam Logitech

    Sumber : http://www.logitech.com/

    Konsep Dasar Jaringan

    1. Definisi Jaringan

    Menurut I Putu Agus Eka Pratama (2014:21) bahwa “Jaringan komputer merupakan suatu hasil dari koneksi (hubungan) dari sejumlah perangkat atau komputer dengan saling berkomunikasi satu sama lain”.

    2. Sifat-Sifat Dasar Jaringan Komputer

    Menurut I Putu Agus Eka Pratama (2014:21) Jaringan komputer memiliki empat buah sifat dasar penting. Keempat sifat tersebut, yaitu:

    1. Scalability
      Jaringan komputer mampu disesuaikan dengan kebutuhan user dapat berkembang dan menghilangkan batasan geografis atau lokasi.

    2. Resource Sharing
      Jaringan komputer dapat digunakan untuk pemakaian bersama dari sumber daya yang ada (resource sharing). Sumber daya tersebut berupa perangkat keras (hardware) serta perangkat lunak (software).

    3. Connectivity
      Jaringan komputer mudah dihubungkan serta pengguna (user) mudah untuk terhubung dari jaringan komputer. Untuk menciptakan hubungan ini, terdapat sejumlah perangkat penghubung di dalamnya. Yang termasuk perangkat-perangkat itu switch, modem, router, hub.

    4. Reliability
      Suatu jaringan komputer mempunyai kehandalan di dalamnya memberikan user performansi jaringan komputer yang dapat diukur.

    3. Jenis-Jenis Jaringan Komputer

    Menurut I Putu Agus Eka Pratama (2014:21) jenis jaringan komputer berdasarkan area atau lokasi yang dibedakan menjadi 4, diantaranya sebagai berikut:

    1. PAN (Personal Area Network)
      PAN (Personal Area Network) merupakan jaringan komputer yang dibentuk dalam beberapa buah komputer atau antara komputer dengan peralatan non-komputer. Misalnya: HP, PDA, dan komputer.

    2. LAN (Local Area Network)
      LAN (Local Area Network) adalah bentuk jaringan komputer lokal, yang luas areanya sangat terbatas. Umumnya diterapkan untuk jaringan komputer rumahan, lab komputer di sekolah serta kantor, di mana masing-masing komputer mampu saling berinteraksi, bertukar data, dan juga dapat menggunakan peralatan bersama seperti printer. Media yang dipakai berupa kabel (UTP atau BNC) maupun wireless.

    3. Meropolitan Area Network (MAN)
      Adalah suatu jaringan komputer dengan skala yang lebih besar daripada LAN, bisa berupa suatu jaringan komputer antar kantor atau perusahaan denan jarak yang berdekatan. MAN (Metropolitan Area Network) terdiri atas beberapa LAN yang saling berhubungan. Media yang dipakai antar gedung umumnya wireless atau kabel serat optik.

    4. WAN (Wide Area Network)
      WAN (Wide Area Network) adalah sebuah jaringan komputer dengan jangkauan area geografis yang sangat luas, dapat mencakup sebuah negara bahkan benua untuk mengaksesnya. WAN (Wide Area Network) terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai. WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan area lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna dan komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lainnya. Jarak WAN hingga 1000 KM kecepatan 1,5 Mbps s/d Gbps.

    Konsep Dasar Teknologi 4G (Fourth Generation Technology)

    Deskripsi singkat :

    Menurut Wikipedia[12], 4G atau fourth-generation technology merupakan istilah yang umumnya digunakan mengacu kepada standar generasi keempat dari teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G dan 2G. Sistem 4G menyediakan jaringan pita lebar ultra untuk berbagai perlengkapan elektronik, contohnya telpon pintar dan laptop menggunakan modem USB.

    Tentang 4G

    Sistem 4G menyediakan solusi IP yang komprehensif di mana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan di mana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP).

    Konsep Dasar Telegram (Software)

    Konsep Dasar Telegram (Software)

    Gambar 2.22. Logo Telegram

    Sumber : www.telegram.org

    Menurut wikipedia, Telegram adalah aplikasi pesan dengan fokus pada kecepatan dan keamanan. Pengiriman pesan supercepat, sederhana, aman dan dapat di download secara gratis. Aplikasi Telegram hanya dapat bekerja untuk sesama pengguna yang memiliki aplikasi Telegram. Aplikasi ini menggunakan nomor telepon ponsel yang kita gunakan untuk berinteraksi dengan sesama pengguna Telegram. Telegram adalah aplikasi pesan untuk smartphone dengan basic mirip Whatsapp dan BlackBerry Messenger. Telegram Messenger merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa biaya SMS, karena Telegram Messenger menggunakan paket data internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain. Aplikasi Telegram Messenger menggunakan koneksi 3G atau WiFi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan Telegram, kita dapat melakukan obrolan online, berbagi file, bertukar foto dan lain-lain.

    Sejarah Telegram

    Telegram adalah Aplikasi Mobile Messaging yang menawarkan komunikasi chatting yang yang aman, yang dibuat oleh VK.com dengan pendiri Nikolai dan Pvel Durov asal Rusia. Mereka telah mengumumkan dan merupakan sejarah baru bahwa pengguna dari telegram Messenger meningkat drastis sejak Facebook mengakuisisi WhatsApp saingan mereka.

    Telegram didirikan pada tahun 2013 oleh dua bersaudara Nikolai dan Pavel Durov, yang sebelumnya mendirikan Rusia jaringan sosial VK, tetapi harus meninggalkan perusahaan setelah itu diambil alih oleh Pemerintah Rusia. Nikolai Durov menciptakan protokol MTProto yang adalah dasar untuk utusan tersebut. Layanan ini berkantor pusat di Berlin, Jerman.

    Pada Oktober 2013, Telegram memiliki 100.000 pengguna aktif harian. Pada tanggal 24 Maret 2014 Telegram mengumumkan bahwa mereka telah mencapai 35 juta pengguna bulanan dan 15 juta pengguna aktif harian. Pada bulan Oktober 2014, rencana pengawasan pemerintah Korea Selatan melaju banyak warganya untuk beralih ke Telegram Pada bulan Desember 2014, Telegram mengumumkan mereka memiliki 50 juta pengguna aktif, menghasilkan 1 miliar pesan setiap hari dan bahwa mereka memiliki 1 juta pengguna baru mendaftar pada layanan mereka setiap minggu;. lalu lintas dua kali lipat dalam lima bulan dengan 2 miliar pesan setiap hari. Kemudian pengumuman menyatakan app memberikan 12 miliar pesan setiap hari.

    Arsitektur Telegram (Software)

    1. Protokol
      Protokol baru MTProto yang diciptakan oleh Nikolai Durov didasarkan pada 256-bit enkripsi AES symmetric, RSA 2048 enkripsi, dan Diffie-Hellman key exchange. [38]

    Tabel 2.23. Enkripsi New MTProto

    Sumber : www.telegram.org

    Connection Reference

    1. Nomor HP sebagai PIN
      Berbeda dengan BlackBerry Messenger yang menggunakan PIN unik untuk menambahkan daftar teman. Di Telegram untuk menambahkan teman, no hp teman Anda yang diperlukan. Menariknya, Anda tidak perlu menambahkan teman di dalam aplikasi Telegram tersebut. Cukup isi daftar Phonebook Anda dengan teman Anda beserta no hp nya, dan lakukan sinkronisasi dengan menekan tombol refresh di option saat berada di daftar teman (+). Nah, apabila teman Anda terdaftar menggunakan no HP tersebut, Telegram akan mencarinya sendiri dan menampilkan teman Anda langsung di daftar panggilan. Saat pertama kali menginstallnya, Anda akan mendapatkan daftar kontak Telegram yang terisi secara otomatis. Telegram langsung mengambil data di phonebook dan melakukan sinkronisasi dengan server. Apabila no hp teman Anda terdaftar di Telegram, otomatis aplikasi ini akan mengenalnya.

    Konsep Dasar Google Hangout

    Konsep Dasar Google Hangout

    Google Hangouts adalah sebuah platform komunikasi yang dikembangkan oleh Google yang mencakup instant messaging, video chat, SMS dan fitur VOIP. Dalam versi terbaru dari Android, Hangouts adalah aplikasi default untuk teks messaging.

    Tabel 2.24. Google Hangout pada aplikasi Android

    Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/File:Hangouts_4.0.png

    Protokol TCP/IP

    Dalam dunia komunikasi data komputer, protokol mengatur bagaimana sebuah komputer berkomunikasi dengan komputer lain. Dalam jaringan komputer kita dapat menggunakan banyak macam protokol tetapi agar dua buah komputer dapat berkomunikasi, keduanya harus menggunakan protokol yang sama. Protokol berfungsi mirip dengan bahasa. Agar dapat berkomunikasi, orang-orang perlu berbicara dan mengerti bahasa yang sama.

    Protokol adalah sekumpulan aturan dalam komunikasi data. Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol ini. Karena menggunakan bahasa yang sama, yaitu protokol TCP/IP, perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Jadi, jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer dibelahan dunia mana pun yang juga terhubung ke internet. Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar jaringan komputer. Berkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol TCP/IP, yaitu :

    1. Protokol TCP/IP dikembangkan menggunakan standar protokol yang terbuka.

    2. Standar protokol TCP/IP dalam bentuk Request For Comment (RFC) dapat diambil oleh siapa pun tanpa biaya.

    3. TCP/IP dikembangkan dengan tidak tergantung pada sistem operasi atau perangkat keras tertentu.

    4. TCP/IP independen terhadap perangkat keras jaringan dan dapat dijalankan pata ethernet,token ring, jalur telepon dial-up, jaringan X.25, dan jenis media transmisi apapun.

    5. Pengalamatan TCP/IP bersifat unik dalam skala global. Dengan cara ini, komputer dapat saling terhubung walau jaringannya seluas internet sekarang ini.

    Pada dasarnya, komunikasi data merupakan proses mengirimkan data dari satu komputer ke komputer lain. Untuk dapat mengirimkan data, pada komputer harus ditambahkan alat khusus yang dikenal sebagia network interface (antarmuka jaringan). TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang didisain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada Wide Area Network (WAN). TCP/IP inti terdiri atas sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dari komunikasi data.

    Berkat penggunaan prinsip ini, TCP/IP menjadi protokol komunikasi data yang fleksibel. Agar TCP/IP dapat berjalan diatas interface jaringan tertentu, hanya perlu dilakukan perubahan pada protokol yang berhubungan dengan interface jaringan saja. Sekumpulan protokol TCP/IP ini dimodelkan dengan 4 layer TCP/IP, seperti terlihat pada gambar ini.

    ( Sumber : Hendra Kusumah )

    Gambar 2.25. Layer TCP/IP

    TCP/IP terdiri dari empat lapis kumpulan protokol yang bertingkat. Keempat lapis atau layer tersebut adalah Network Layer, Internet Layer, Transpaort Layer, Application Layer. Dalam TCP/IP terjadi penyampaian data dari protokol yang berada di satu layer ke protokol yang berada di layer lain. Setiap protokol memperlakukan semua informasi yang di terimanya dari protokol lain sebagai data.

    ( Sumber : Hendra Kusumah )

    Gambar 2.26. Pergerakan dalam Layer TCP/IP

    Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sebagai berikut :

    1. Physical Layer (lapisan fisik)
      Merupakan lapisan terbawah yang mengidentifdikasikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi jaringan yang bersangkutan.

    2. Network Access Layer
      Mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link Layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang transmisikan.

    3. Internet Layer
      Mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berbeda pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimanapun berada.oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internet working yang meliputi wilayah luas (word wide internet).

    4. Transport Layer
      Mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki fungsi penting seperti Flow Control dan Eror Detection.

    5. Application Layer
      Merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya lapisan TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) untuk pengiriman email, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer data, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai TCP/IP.

    IOT Platform - Ubidots API

    Ubidots menawarkan platform untuk pengembang yang memungkinkan mereka untuk dengan mudah menangkap data sensor dan mengubahnya menjadi informasi yang berguna. Menggunakan platform Ubidots untuk mengirim data ke awan dari perangkat berkemampuan Internet. Selain itu, dapat mengkonfigurasi berupa tindakan dan alert berdasarkan data real-time dan membuka nilai dari data Sensor melalui alat visual. Ubidots menawarkan fitur API yang memungkinkan Sensor untuk membaca dan menulis data ke sumber daya yang tersedia: sumber data, variabel, nilai-nilai, peristiwa dan wawasan. API mendukung HTTP dan HTTPS dan Key API diperlukan.

    Literature Review

    Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai raspberry pi dan penelitian lain yang berkaitan. Dalam upaya mengembangkan dan menyempurnakan penelitian ini perlu dilakukan studi pustaka (literature review) sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan studi pustaka (literature review) sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang saya lakukan ada 5 (lima) literatute review dalam penelitian ini Diantaranya adalah :

    1. Penelitian yang dilakukan oleh Hendra Kusumah (2013) yang berjudul “Surveillance Camera Robot” penelitian ini membahas mengenai system pengontrolan sebuah Robot yang dilengkapi dengan kamera. Sistem ini memanfaatkan protokol TCP/IP agar bisa dikontrol melalui jaringan lokal dengan web browser harus terkoneksi dengan wireless yang telah ditentukan sebagai gateway. Komponen yang utama dari robot ini adalah raspberry Pi B yang merupakan otak dari robot tersebut.

    2. Penelitian yang dilakukan oleh Surya Christian pada tahun 2015 yang berjudul "SMART FARMING BERBASIS RASPBERRY PADA SEKOLAH PELITA HARAPAN INTERNATIONAL KEMANG”. Penelitian ini membuat sistem pengontrolan pada Green House di lingkungan sekolah pada sebuah Robot yang dilengkapi oleh kamera. Sistem ini memanfaatkan protokol TCP/IP agar bisa di kontrol melalui jaringan lokal dengan web browser. Komponen utama dari robot ini adalah Raspberry Pi B yang merupakan otak dari robot tersebut.

    3. Penelitian yang dilakukan oleh Fahad Albahri pada tahun 2013 yang berjudul “PENDETEKSI ASAP ROKOK UNTUK LINGKUNGAN BEBAS ASAP ROKOK BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA32U4”. Penelitian ini membuat sistem pendeteksi asap rokok pada lingkungan bebas asap rokok. Dan merancang sebuah interface untuk menampilkan gambar ketika system mikrokontroller bekerja.

    4. Penelitian yang dilakukan oleh Dwi Agusti pada tahun 2015 yang berjudul “HOME AUTOMATION BERBASIS RASPBERRY PI B PADA CV. NOTO PRESINDO”. Penelitian ini membuat peralatan monitoring ruangan secara realtime menggunakan control web browser dengan menggunakan Raspberry Pi B.

    5. Penelitian yang dilakukan oleh Thomson Rihad Dody Malau (2015) yang berjudul “Mobile Home Control Berbasis Raspberry pada SKh YKDW 03 Tangerang” penelitian ini membahas mengenai sistem Mobile Home Control Home Control yang digunakan untuk mengendalikan barang elektronik melalui jaringan wifi dan internet. Raspberry berfungsi sebagai pengolah data dan kontroler yang pin-pin terhubung dengan barang elektronik melalui relay.

    Dari 5 (lima) sumber literature review diatas, dapar diketahui bahwa penelitian tentang pemantauan dan pengontrolan secara bluetooth, nirkabel dan Wireless-LAN sudah banyak dibahas. Untuk itu penulis melakukan penelitian untuk menutupi beberapa kekurangan dari penelitian yang sudah ada. Saat ini kemajuan teknologi sudah berkembang dengan pesat. Sehingga pengontrolan dapat dilakukan dengan menggunakan smartphone. Karena dewasa ini smartphone dan internet sudah banyak dipakai untuk berbagai macam kegiatan dan selalu dibawa kemana-mana dan kemudahan untuk di akses dimana saja.

    Dari beberapa penelitian diatas, maka penulis mengambil acuan dari kelima literature review tersebut untuk dijadikan referensi dalam penulisan ini, dimana kelima literature review tersebut menggunakan metode analisa masalah dan pengumpulan data.

    BAB III

    PEMBAHASAN

    Gambaran Umum Perguruan Tinggi Raharja

    Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja

    Perguruan Tinggi Raharja (PTR) adalah salah satu Perguruan Tinggi Swasta, yang ada di Tangerang-Banten dengan konsentrasi pada pengajaran manajemen dan ilmu komputer. PTI bergerak di bidang Teknologi Informatika (TI). Pada PTI terbagi lagi menjadi 2 (dua) institusi pendidikan, yaitu: STMIK Raharja & AMIK Raharja.

    Gambar 3.1 Perguruan Tinggi Raharja

    Sumber: Raharja.ac.id

    Perguruan Tinggi Raharja diawali dari sebuah lembaga kursus komputer yang bernama LPPK (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Komputer) Raharja terletak di Jl. Gatot Subroto Km.2 Harmoni Mas Cimone Tangerang. LPPK Raharja diresmikan di tanggal 3 Januari 1994 oleh Bapak Walikota Tangerang Drs. H. Zakaria Machmud, Raharja yang telah terdaftar pada Depdiknas Kotamadya Tangerang dengan N0 201/PLSM/02.4/L.93, lembaga inilah yang mempelopori penggunaan suatu “Operating System Windows” dan aplikasinya di wilayah Tangerang dan sekitarnya, hal itu mendapat respon positif dan jumlah peminatnya yang semakin terus meningkat pesat, seiring dengan kerjasama yang dilakukan oleh lembaga ini dengan SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) yang ada pada wilayah Tangerang.

    Karena semakin pesat perkembangan dan pertumbuhan akan komputerisasi dan meningkatnya peminat masyarakat Tangerang ini sehingga pada tanggal 24 Maret 1999, LPPK Raharja berkembang menjadi AMIK Raharja Informatika (Akademi Manajemen Informatika dan Komputer) dengan diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 56/D/O/1999 yang diserahkan langsung dari Bapak Prof. Dr. Udju D. Rusdi selaku Koordinator KOPERTIS wilayah IV Jawa Barat kepada Ibu Kasarina Sudjono (Ketua Yayasan Nirwana Nusantara).

    Pada tanggal 2 Februari 2000 AMIK Raharja Informatika menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi yang menjalankan studi formal untuk program Diploma I (DI) yang memberikan gelar Ahli Pratama dan Program Diploma II (DII) yang memberikan gelar Ahli Muda dan Diploma III (DIII) yang memberikan gelar Ahli Madya kepada lulusannya. Sesuai Surat Keputusan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Wilayah IV Jawa Barat Nomor 3024/004/KL/1999).

    Pada tanggal 7 September 2000 sesuai dengan surat keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 354/Dikti/Kep/2000, yang menambah dua program lagi yakni D3 Teknik Informatika dan D3 Komputerisasi Akuntansi. Dan saat ini, AMIK Raharja Informatika memiliki 3 (tiga) program, yaitu studi Diploma III dengan jurusan Manajemen Informatika (MI), Teknik Informatika (TI) dan Komputerisasi Akuntansi (KA) dan masing-masing jurusan memberikan gelar (Ahli Madya (A.md), dan Ahli Muda (AM) dan Ahli Pratama (AP) ini kepada lulusannya.

    Pada tanggal 20 Oktober 2000 dalam usahanya untuk dapat meningkatkan sebuah mutu dan kualitas daripada lulusan, kemudian AMIK RAHARJA INFORMATIKA meningkatkan statusnya yaitu dengan membuka Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) RAHARJA. Dengan surat keputusan Nomor 42/01/YNN/PR/II/200, Ketua dari Yayasan Nirwana Nusantara itu mengajukan permohonan pendirian STMIK RAHARJA kepada Mendiknas KOPERTIS Wilayah IV Jawa Barat dengan 3 (tiga) program studi yaitu program studi SI jurusan Sitem Informasi (SI), dan Teknik Informatika (TI) serta Sistem Komputer (SK). Hal tersebut telah mendapat tanggapan positif dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi dengan surat keputusan Nomor 5706/D/T/2000. Tidak hanya sampai disini, dalam rangka meningkatkan mutu dan juga kualitas lulusan RAHARJA sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Raharja, bahwa dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 tahun sudah dapat berdiri suatu Universitas RAHARJA. Karena secara geografis, letaknya letak posisi kampus Raharja yang strategis, Perguruan Tinggi Raharja menjadi kampus yang mudah diakses. Selain itu, Perguruan Tinggi Raharja adalah kampus yang (modern, berbudaya, terbuka dan humanis) mencakup disiplin ilmu.

    Kini AMIK Raharja Informatika mempunyai 3 (tiga) program studi Diploma III dengan jurusan Manajemen Informatika (MI), Teknik Informatika (TI) dan Komputerisasi Akuntansi (KA) yang masing-masing jurusan memberikan gelar Ahli Madya (A.md), Ahli Muda (AM), dan Ahli Pratama (AP) kepada lulusannya.

    Pada tanggal 20 Oktober 2000 dalam usahanya untuk meningkatkan mutu dan kualitas daripada lulusan, AMIK RAHARJA INFORMATIKA meningkatkan statusnya dengan membuka Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) RAHARJA. Dengan surat keputusan Nomor 42/01/YNN/PR/II/200, ketua Yayasan Nirwana Nusantara mengajukan permohonan pendirian STMIK RAHARJA kepada Mendiknas KOPERTIS Wilayah IV Jawa Barat dengan 3 ( tiga ) program studi SI jurusan Sitem Informasi (SI), Teknik Informatika (TI) dan Sistem Komputer (SK). Hal tersebut telah mendapat tanggapan dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi dengan surat keputusan Nomor 5706/D/T/2000. Tidak hanya sampai disini, dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas lulusan RAHARJA sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Raharja, bahwa dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 tahun sudah berdiri Universitas RAHARJA.

    Pada saat ini, Perguruan Tinggi Raharja pun telah meningkatkan mutu dan kualitasnya melalui Sertifikat Akreditasi, diantaranya yaitu sebagai berikut :

    Tabel 3.1 Sejarah Perguruan Tinggi Raharja

    Sumber: Raharja.ac.id

    Jurusan Pada Perguruan tinggi Raharja

    Visi dan Misi Pada perguruan Tinggi Raharja

    Visi Raharja ialah menjadi Perguruan Tinggi swasta yang secara berkesinambungan meningkatkan kualitas pendidikan, memberikan pelayanan dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, memiliki daya saing yang tinggi dalam era globalisasi terutama yang terkait dan ditunjang oleh berbagai bentuk penerapan dibidang teknologi informasi dan komputer. Menjadikan Pribadi Raharja sebagai sumber daya manusia terampil dan ahli,mampu bersaing dalam dunia bisnis maupun non bisnis, menghasilkan tenaga intelektual dan profesional, serta mampu berkembang dalam cakrawala yang lebih luas.

    Dalam rangka mencapai visi yang digariskan, Raharja senantiasa akan berupaya untuk melaksanakan misinya sebagai berikut:

    1. Menyelenggarakan program - program studi yang menunjang pengembangan dan penerapan Teknologi Informasi dalam berbagai bidang ilmu.

    2. Menyediakan sarana dan lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan kegiatan belajar - mengajar yang efektif dan efisien, sehingga terbentuk lulusan - lulusan yang bermoral, terampil, dan kreatif

    3. Menjaga keterkaitan dan relevansi seluruh kegiatan akademis dengan kebutuhan pembangunan sosial ekonomi dan industri indonesia, serta mengantisipasi semakin maraknya globalisasi kehidupan masyarakat.

    4. Melangsungkan kerjasama dengan berbagai pihak dari dalam maupun luar negeri, sehingga Ilmu dan Teknologi yang diberikan selalu mutakhir serta dapat diterapkan secara berhasil-guna dan tepat-guna.

    Visi dan misi tersebut di atas, dipahami dan didekati dengan kesadaran komitmen pada kualitas yang menjadi target dalam manajemen, dan sistem pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja. Kualitas sebagai suatu dimensi yang merupakan bagian dari apa yang disebut “Total Quality Management”. Konsep berpikir kualitas terdiri dari : Performance (Kinerja), Feature (Fasilitas), Durability (Daya tahan), Reliability (Kehandalan), Conformance (Kesesuaian), Aesthetic (Keindahan), dan Easy to be Repaired (Kemudahan perbaikan). Ketujuh elemen itu merupakan perhatian utama manajemen dan sistem pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja yang dituangkan didalam ISO 9001:2008 (Sistem Manajemen Mutu Raharja).

    Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

    Perguruan Tinggi Raharja terdapat tujuan-tujuan yang akan dicapai:

    1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan dapat menerapkan, mengembangkan serta memperluas informatika dan komputer secara profesional.

    2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengadakan penelitian dalam bidang informatika dan komputer, yang hasilnya dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan.

    3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengabdikan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang informatika dan komputer secara profesional kepada masyarakat.

    Struktur Organisasi

    Sebuah Organisasi atau perusahaan harus mempunyai suatu struktur organisasi yang digunakan untuk memudahkan pengkoordinasian dan penyatuan usaha, untuk menunjukkan kerangka-kerangka hubungan di antara fungsi, bagian-bagian maupun tugas dan wewenang serta tanggung jawab. Serta untuk menunjukan rantai (garis) perintah dan perangkapan fungsi yang diperlukan dalam suatu organisasi.

    Sama halnya dengan Perguruan Tinggi Raharja yang mempunyai struktur organisasi manajemen sebagai berikut :

    Gambar 3.2. Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

    Sumber: Raharja.ac.id

    Struktur Akademik Perguruan Tinggi Raharja

    Gambar 3.3. Struktur Akademik Perguruan Tinggi Raharja

    Sumber: Magics.co

    Wewenang dan Tanggung Jawab

    Seperti halnya dengan sebuah perusahaan, Perguruan Tinggi Raharja dalam manajemen akademiknya terdapat bagian-bagian yang mempunyai wewenang serta tanggung jawab dalam menyelesaikan semua pekerjaannya. Berikut sebagian penjelasan wewenang dan tanggung jawab yang terdapat dalam Struktur Organisasi:

    1. Ketua

    Wewenang :

    1. Menyelenggarakan program kerja yang berpedoman pada visi, misi, fungsi dan tujuan pendirian Perguruan Tinggi Raharja.
    2. Menyelenggarakan kegiatan dan pengembangan pendidikan, penelitian serta pengabdian pada masyarakat.
    3. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan administrasi.
    4. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menunjang terwujudnya Tri Darma Perguruan Tinggi.

    Tanggung Jawab :

    1. Pemimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga edukatif, mahasiswa, tenaga administrasi dan terhadap lingkungan.

    3.Pembantu (Bidang Akademik)

    Wewenang :

    1. Menjalankan program kebijaksanaan akademik.
    2. Mengawasi dan membina serta mengembangkan program studi sesuai kebijaksanaan yang telah digariskan.
    3. Membina dan mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
    4. Mengadakan afiliasi.
    5. Membina dan mengembangkan kelembagaan.

    Tanggung Jawab :

    1. Membantu ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

    6.Asisten Direktur Akademik

    Wewenang :

    1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan proses belajar mengajar.
    2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staff binaannya.
    3. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
    4. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya.
    5. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.
    6. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.
    7. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen.

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab atas penyusunan JRS yang efektif dan efisien, pengimplementasian pelaksanaan proses belajar mengajar, kemajuan kualitas pelayanan akademik yang berkesinambungan, dan kelancaran proses belajar mengajar.

    7. Kepala Jurusan

    Wewenang:

    1. Mengusulkan kepada Assisten Direktur Akademik tentang perubahan mata kuliah dan materi kuliah yang dianggap telah kadaluarsa bahkan perubahan kurikulum jurusan.
    2. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang kenaikan honor dosen binaannya.
    3. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pengadaan seminar, pelatihan, penambahan kelas perkuliahan pengangkatan dosen baru dan pemberhentian dosen.
    4. Memberikan kebijakan administratif Akademik seperti cuti kuliah, perpindahan jurusan, ujian susulan, dan pembukaan semester pendek.
    5. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pembukaan peminatan/konsentrasi baru dalam jurusannya.
    6. Memberikan sanksi Akademik kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib Perguruan Tinggi Raharja.

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan pengimplementasian kurikulum, SAP dan bahan ajar, monitoring kehadiran dosen dalam perkuliahan, jam konsultasi dan tugas-tugas yang disampaikan ke dosen, terlaksananya penelitian, seminar, pembinaan prestasi akademik mahasiswa dan peningkatan jumlah mahasiswa dalam jurusannya.

    Raharja Enrichment Centre (REC)

    REC adalah Unit Pelaksana Strategis (UPS) yang ditugaskan untuk melengkapi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada lingkungan Perguruan Tinggi Raharja yang berkonsentrasi pada penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

    Visi REC

    Menjadi unit pelaksana strategis pada lingkungan Perguruan Tinggi Raharja yang menjalankan kegiatan secara terencana, terukur, dan terealisasi (3T), untuk memenuhi kebutuhan internal dan stakeholder melalui penekanan pada penelitian dan pengabdian masyarakat Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang teknologi informasi dengan melibatkan partisipasi segenap Pribadi Raharja yang sebanyak-banyaknya.

    Misi REC

    Melalui 4 komando sub unit pelaksana strategis, yaitu PPI (Pusat Penelitian Ilmiah), PPM (Pusat Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat), PPS (Pusat Pelatihan dan Sertifikasi IT) dan PIP (Pusat Inovasi Pengembangan) mencetuskan proyek penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Pribadi Raharja (Tri Dharma Pribadi Raharja).

    Tujuan Perancangan

    Tujuan pembuatan alat ini adalah untuk mengeksploitasi dari alat-alat berbasis intranet menjadi berbasis internet. Setelah berbasis internet menjadi berbasis Internet of Things (IOT).

    Langkah-Langkah Perancangan

    Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam perancangan sistem, yakni:

    1. Metode Analisa
      Dalam perancangan ini, penulis melakukan analisa sebuah sistem yang sudah ada, bagaimana sistem itu berjalan dan apa kekurangan sistem itu.

    2. Metode Perancangan
      Dalam metode perancangan ini peneliti dapat mengetahui bagaimana sistem tersebut dapat dibuat atau dirancang, dan alat apa sajakah yang dibutuhkan. Melalui tahapan pembuatan flowchart dari sistem yang akan dibuat dan berupa perancangan perangkat bagi (hardware dan software).

    3. Metode Pengujian
      Pada metode pengujian ini yang dipakai adalah metode pengujian black box. Kemudian pengujian itu akan dibahas pada BAB IV.

    Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

    Adapun tata laksana sistem yang berjalan yang akan dijadikan penelitian yaitu :

    1. Penelitian yang berjudul “Smart Farming Berbasis Raspberry Pi Pada Sekolah Pelita Harapan International Kemang”.

    2. Pada penelitian ini menggunakan dua pin GPIO sebagai alat input yaitu, Pin GPIO 2 dan GPIO 3 yang berfungsi sebagai input untuk menyalakan pompa yang terhubung dengan smartphone, sebagai alat pengontrolan.

      Selain itu menggunakan Raspberry Pi, Router, Relay dan Smartphone sebagai alat proses yaitu, Aplikasi pada smartphone sebagai media pengontrolan yang berfungsi mengirimkan perintah ke raspberry pi yang terhubung dengan pin GPIO 2 dan GPIO 3 dan Pin GROUND agar menghasilkan string yang cocok untuk mengontrol relay untuk melakukan penyiraman dan pemupukan dengan bantuan pompa dan Smartphone dan Raspberry yang terhubung dengan router dan smartphone terhubung dengan raspberry secara lokal melalui router.

      Adapun pada penelitian ini penulis menggunakan relay sebagai alat output yaitu, Relay akan menghidupkan pompa sesuai perintah yang diberikan oleh aplikasi smartphone yang telah diterjemahkan oleh Raspberry Pi untuk menyirami tanaman.

      Namun, pada penelitian smart farming ini masih terbatas pada jaringan lokal, sehingga pengontrolan masih bersifat intranet. Flowchart sistem smart farming yang terdiri dari Flowchart Software dan Flowchart Hardware, bisa dilihat gambar dibawah ini :

      Gambar 3.4 Flowchart Software Penelitian Smart Farming

      Gambar 3.5 Flowchart Hardware Penelitian Smart Farming

    3. Penelitian yang berjudul "Mobile Home Control Berbasis Raspberry Pada Skh YKDW 03 Tangerang

    4. Pada penelitian ini penulis menggunakan dua pin GPIO sebagai alat input yaitu, Pin GPIO 23 yang berfungsi sebagai input untuk menyalakan lampu yang terhubung dengan smartphone, sebagai alat pengontrolan.

      Selain itu menggunakan Raspberry Pi, Router, Relay dan Smartphone sebagai alat proses yaitu, Aplikasi pada smartphone sebagai media pengontrolan yang berfungsi mengirimkan perintah ke raspberry pi yang terhubung dengan pin GPIO 23 dan Pin GROUND agar menghasilkan inputan kepada mikrokontroller untuk mengontrol relay untuk mematikan dan menyalakan lampu melalui Smartphone dan Raspberry yang terhubung dengan router dan smartphone terhubung dengan raspberry secara lokal melalui router.

      Adapun pada penelitian ini penulis menggunakan relay sebagai alat output yaitu, Relay akan menghidupkan lampu sesuai perintah deprogram untuk memberikan inputan yang diberikan oleh aplikasi smartphone yang telah diterjemahkan oleh Raspberry Pi untuk menyalakan lampu.

      Namun, pada penelitian ini sistem pengontrolan mobile home control ini masih terbatas pada jaringan lokal, sehingga pengontrolan masih bersifat intranet. Adapun Flowchart sistem mobile home control yang terdiri dari Flowchart Software dan Flowchart Hardware, bisa dilihat gambar dibawah ini :

      Gambar 3.8 Flowchart Software Penelitian Mobile Home Control

      Gambar 3.9 Flowchart Hardware Penelitian Mobile Home Control'

    5. 3. Penelitian yang berjudul "Home Automation Berbasis Raspberry Pi B Pada CV. Noto Presindo"

    6. Pada penelitian ini memakai 2 Pin GPIO sebagai alat input yaitu, pin GPIO 23 yang berfungsi sebagai input pada lampu dan pin GPIO 24 yang berfungsi sebagai input pada kipas. Proses input dari pin GPIO tersebut akan di munculkan dengan interface web browser.

      Selain itu pada saat salah satu tombol perintah ditekan, maka tombol tersebut akan mengaktifkan JavaScript yang berjalan pada halaman web. Kemudian javascript tersebut akan mengeksekusi program python pada web server yang akan mengaktifkan salah satu GPIO pada Raspberry Pi B+. GPIO tersebut akan mengalirkan tegangan listrik ke relay dan relay tersebut akan menggerakkan kipas dan menyalakan lampu. Kemudian Webcam yang terpasang telah akan mengambil gambar secara terus menerus dengan pengaturan 30 Fps (Frame per Second) yang berarti pada satu detik diambil 30 gambar. Dari 30 fps tersebut dibuat menjadi 1 detik video (gambar bergerak) yang kemudian akan ditampilkan pada halaman web.

      Setelah input dan proses maka hasil output dari alat yang terpasang kamera webcam dapat terlihat pada web browser.

      Namun, pada penelitian ini sistem pengontrolan home automation ini masih terbatas pada jaringan lokal, sehingga pengontrolan masih bersifat intranet. Adapun Flowchart sistem yang diusulkan terdiri dari Flowchart Software dan Flowchart Hardware, bisa dilihat gambar dibawah ini :

      Gambar 3.11 Flowchart Software Penelitian Home Automation

      Gambar 3.12 Flowchart Hardware Penelitian Home Automation

    7. Penelitian yang berjudul "Surveillance Robot Camera".

    8. Perancangan robot dibuat dengan menggunakan hardware yang minim dengan Raspberry Pi sebagai otak atau pusat pengendali semua program yang ada. Untuk visualisasi video akan digunakan logitech c170 sebagai kamera, sedangkan untuk koneksi ke jaringan lokal digunakan USB wifi dongle TP-link TL-WN722N.

      Rangka robot yang digunakan disertai dengan dua buah motor DC sebagai penggerak roda. Dan modul L298n yang akan bertugas sebagai pengendali motor DC yang akan disesuaikan dengan kebutuhan pergerakan robot.

      Adapun Flowchart sistem secara keseluruhan yang diusulkan, bisa dilihat gambar dibawah ini :

      Gambar 3.14 Flowchart Penelitian Surveillance Robot Camera

    9. Penelitian yang berjudul "Pendeteksi Asap Rokok Untuk Lingkungan Bebas Asap Rokok Berbasis Mikrokontroler Atmega32u4".

    10. Pada sistem ini sensor asap MQ-2 diprogram untuk memberikan inputan kepada mikrokontroller sehingga dapat mendeteksi keberadaan atau tingkat dari pencemaran udara terhadap asap yang nantinya akan diproses oleh mikrokontroller dan akan menjadikan LCD 16x2 Character dalam kondisi “HIGH” dan dapat menampilkan pesan berupa text yang ada pada layar LCD, lampu indikator yang berwarna merah akan menyala dengan mode flip-flop, dan motor servo akan berputar secara terus menerus pada posisi putaran jarum jam. Selain itu menggunakan Mikrokontroller ATmega32U4 sebagai alat proses dan database sensor.

      Adapun pada penelitian ini penulis menggunakan Interface visual basic.net, sistem ini memiliki interface yang digunakan untuk menampilkan video maupun untuk mengontrol sistem mikrokontroller. Interface visual basic.net yang dirancang memiliki tombol untuk mengontrol kamera sehingga gambar dari kamera dapat ditampilkan dalam bentuk video recording yang dapat disimpan pada memori komputer, memiliki tombol saklar untuk memberikan perintah kepada mikrokontroller untuk mengaktifkan sebuah relay sehingga Sensor asap akan mendapatkan tegangan kerja, memiliki tombol untuk mengontrol motor servo yang digunakan untuk menggerakan kamera sehingga kamera dapat diputar sesuai yang diinginkan pada sudut mana akan di arahkan.

      Adapun Flowchart sistem secara keseluruhan yang diusulkan, bisa dilihat gambar dibawah ini :

      Gambar 3.16 Flowchart Penelitian Pendeteksi Asap Rokok berbasis ATmega32U4

    Rancangan Sistem Usulan

    Untuk menganalisa sistem yang akan diusulkan, pada penelitian ini digunakan teknik teknologi baru menggunakan media internet pada 5 (lima) alat yang diusulkan. Usulan sistem akan dibuat berdasarkan latar belakang masalah pada bab I, yaitu fokus penelitian ini mengarah kepada teknologi apa saja yang digunakan untuk menjadikan proyek ini menjadi berbasis internet. Adapun tata laksana sistem yang diusulkan yang akan dijadikan penelitian yaitu :

    1. Penelitian Sistem Penyiraman Tanaman berbasis Internet of Things.

    2. Penelitian Sistem pengontrolan rumah otomatis berbasis Internet of Things.

    3. Penelitian Sistem penghitung orang masuk (people counter) berbasis Internet of Things pada sebuah pintu.

    4. Penelitian Sistem pengendali robot berbasis Internet.

    5. Penelitian Sistem pendeteksi asap rokok berbasis Internet of Things.

    Prosedur Sistem Usulan

    Sistem Usulan Penyiraman Tanaman berbasis Internet of Things

    Adapun cara kerja alat yang diusulkan adalah memanfaatkan aplikasi social chat seperti Google Hangout yang merupakan aplikasi besutan Google. Untuk bisa saling terhubung antara aplikasi Google Hangout di smartphone dengan Raspberry Pi harus menggunakan 2 Akun Gmail (Google Mail) antara Smartphone Android yang digunakan peneliti dan Raspberry Pi, lalu perlu di install Google API (application programming interface) yang merupakan sekumpulan perintah, fungsi, serta protokol yang digunakan untuk membangun perangkat lunak untuk sistem operasi tertentu dalam hal ini sistem operasi linux raspbian pada penelitian ini. Google API dalam penelitian nampak layaknya sebuah bot (program komputer) yang dibuat untuk melakukan pekerjaan otomatis. Dengan menggunakan perintah chat "Pinoff 7" melalui Google Hangout ke Google Hangout yang dituju yaitu Raspberry Pi maka secara langsung mengirim perintah logika 0 kepada sensor relay untuk menonaktifkan mesin pompa air yang dalam hal ini memanfaatkan mesin pompa air sebagai alat elektronik sistem smartfarming ini. Apabila perintah chat "Pinon 7" ke Google Hangout yang dituju yaitu Raspberry Pi maka mengirim perintah logika 1 kepada sensor relay untuk menyalakan mesin pompa air.

    1. Flowchart Sistem Yang Diusulkan pada Sistem Penyiraman Otomatis berbasis Internet of Things

    Dalam pembuatan sistem dan perancangan program dapat digambarkan dalam bentuk flowchart sehingga dapat mempermudah dalam melakukan dan merancang langkah-langkah atau proses dengan benar. Adapun bentuk dari flowchart keseluruhan dari sistem yang dibuat dapat dilihat pada gambar berikut.

    Gambar 3.18 Flowchart Software Penelitian Sistem Penyiraman Otomatis Berbasis Internet of Things

    Gambar 3.19 Flowchart Hardware Penelitian Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis berbasis Internet of Things

    Sistem Usulan Penelitian Sistem pengontrolan rumah otomatis berbasis Internet of Things

    Adapun cara kerja alat yang diusulkan adalah memanfaatkan aplikasi chat seperti Telegram. Untuk bisa saling terhubung antara aplikasi Telegram di smartphone dengan Raspberry Pi harus menggunakan 2 nomer telepon selular antara Smartphone Android yang digunakan peneliti dan Raspberry Pi, lalu perlu di install Telegram API (application programming interface) yang merupakan sekumpulan perintah, fungsi, serta protokol yang digunakan untuk membangun perangkat lunak untuk sistem operasi tertentu dalam hal ini sistem operasi linux raspbian pada penelitian ini. Telegram API dalam penelitian nampak layaknya sebuah bot (program komputer) yang dibuat untuk melakukan pekerjaan otomatis. Dengan menggunakan perintah chat "Relayoff" melalui telegram ke nomer yang dituju yaitu Raspberry Pi maka secara langsung mengirim perintah logika 0 kepada sensor relay untuk menonaktifkan lampu yang dalam hal ini memanfaatkan lampu sebagai elektronik rumah tangga. Apabila perintah chat "Relayon" ke nomer yang dituju yaitu Raspberry Pi maka mengirim perintah logika 1 kepada sensor relay untuk menyalakan lampu. Adapun perintah chat yang ditanamkan pada Telegram API yaitu perintah chat "Photo" ke nomer yang dituju maka kamera Webcam akan melakukan capture gambar dilokasi apakah kondisi lampu rumah sudah on atau off. Kemudian data tentang lampu nyala atau lampu mati diupload ke Server Ubidots yang datanya bisa dilihat berupa status on/off pada sebuah website.

    Dalam pembuatan sistem dan perancangan program dapat digambarkan dalam bentuk flowchart sehingga dapat mempermudah dalam melakukan dan merancang langkah-langkah atau proses dengan benar. Adapun bentuk dari flowchart keseluruhan dari sistem yang dibuat dapat dilihat pada gambar berikut.

    1. Flowchart Software Penelitian Sistem pengontrolan rumah otomatis berbasis Internet of Things

    Gambar 3.20 Flowchart Sistem Pengontrolan Rumah Otomatis Berbasis Internet of Things

    Sistem Usulan Penelitian Sistem penghitung orang masuk (people counter) pada sebuah pintu berbasis Internet of Things

    Sistem kontroling rumah pada penelitian sebelumnya oleh berjudul "Home Automation Berbasis Raspberry Pi B Pada CV. Noto Presindo" memiliki kesamaan dengan penelitian yang berjudul "Mobile Home Automation" menggunakan Web Browser pada jaringan lokal, hanya letak perbedaanya terhadap sensor yang digunakan. Pada penelitian berjudul "Home Automation Berbasis Raspberry Pi B Pada CV. Noto Presindo" menggunakan PIR Senso¬r (passive infrared) yang merupakan sensor untuk mendeteksi keberadaan objek di dalam ruangan dengan pancaran sinar infrared, apabila infared mendeteksi adanya objek maka bernilai logika 1, begitupun sebaliknya jika tidak maka bernilai logika 0. Adapun cara kerja alat yang diusulkan adalah menggunakan PIR Sensor untuk mendeteksi keberadaan orang di dalam ruangan yang datanya diupload ke server Ubidots, yang datanya bisa dipantau dalam bentuk status yang dihitung setiap 5 menit dalam sebuah website. Dari pemanfaatan sensor yang berbeda dengan usulan peneliti maka dapat diambil keputusan dan kesimpulan dengan data yang di dapat.

    1. Flowchart Sistem Penelitian Sistem penghitung orang masuk (people counter) pada sebuah pintu.

    Gambar 3.21 Flowchart Sistem Pengontrolan Rumah Otomatis Berbasis Internet of Things

    Sistem Usulan Penelitian Surveillance Robot Camera berbasis Internet

    Adapun cara kerja alat yang diusulkan adalah menjadi berbasis internet yaitu menggunakan akun Weaved yang merupakan Website berbasis IoT yang memberikan IP Publik pada Raspberry Pi sehingga bisa dikendalikan dengan jarak yang sangat luas menggunakan internet. Untuk bisa terhubung dengan Suro secara online harus di install menggunakan akun Weaved API (application programming interface) yang merupakan sekumpulan perintah, fungsi, serta protokol yang digunakan untuk membangun perangkat lunak untuk sistem operasi tertentu dalam hal ini sistem operasi linux raspbian pada penelitian ini. Untuk mendapatkan Domain IP Publik agar bisa remote secara online perlu memasukkan link di Browser Google Chrome yaitu "ippublikweaved.com:8000" untuk bisa melakukan remote menggunakan internet untuk menggerakan motor driver dan motor DC.

    1. Flowchart Sistem Penelitian Surveillance Robot Camera berbasis Internet

    Gambar 3.22 Flowchart Sistem Penelitian Surveillance Robot Camera berbasis Internet

    Sistem Usulan Penelitian Pendeteksi Asap Rokok berbasis Internet of Things

    Adapun cara kerja alat yang diusulkan adalah menjadi berbasis internet yaitu menggunakan Raspberry Pi, Google Mail, dan Ubidots dimana Sensor Gas MQ-2 menggunakan pin digital yang sudah diatur kalibrasinya dengan nilai variable 100 akan melakukan input kepada Raspberry Pi untuk melakukan capture berupa gambar yang diupload dan dikirimkan melalui email ke akun Gmail yang dituju sebagai admin, kemudian data yang didapat dari input itu di upload ke server Ubidots dengan status "Ada yang Merokok" setiap sensor gas MQ-2 mendeteksi asap.

    1. Flowchart Software Penelitian Sistem Pendeteksi Asap Rokok Berbasis Internet of Things

    Gambar 3.22 Flowchart Sistem Penelitian Sistem Pendeteksi Asap Rokok Berbasis Internet of Things

    Perbedaan Prosedur Antara Sistem yang Berjalan dan Sistem Usulan

    Adapun perbedaan prosedur antara sistem yang berjalan dan sistem yang akan diusulkan, bisa dilihat pada table 4.1. dibawah ini :

    Tabel 4.1. Perbedaan Prosedur Sistem yang berjalan dan Sistem Usulan

    Metode Prototipe

    Rancangan Sistem Prosedur Yang Berjalan

    1. Perancangan Sistem

    Dari prosedur sistem yang berjalan tersebut, maka bisa dilakukan analisa sistem terhadap prototipe yang akan dibuat, yaitu Rangkaian Perancangan Aplikasi Berbasis Internet of Things, pada Perguruan Tinggi Raharja.

    Dalam perancangan ini, dibangun prototipe yang menyerupai miniatur sebuah rumah dan taman, dan memberikan suatu solusi terhadap sistem yang sedang berjalan. Alat ini dilengkapi komponen seperti: Relay, Water Pump (Mesin Pompa Air), Sensor Gas MQ-2, PIR Sensor, Lampu. Dan komponen pelengkap lainnya : Adaptor 12V, Adaptor 5V, Power Bank, Raspberry Pi B+ dan software PuTTY.

    Bahan yang dibangun untuk perancangan prototipe ini terbuat dari kayu triplek yang tebal dan ringan, dan dibuat bagian bawah agar mudah untuk merancang alatnya. Berikut adalah gambar prototipe dalam sistem yang akan dibangun di gambar 3.9.

    Gambar 3.9 Perancangan Prototipe Tampak Depan

    Gambar 3.10 Perancangan Prototipe Tampak Belakang

    Pembuatan Alat

    Pada perancangan alat yang penulis buat disini meliputi perancangan perangkat keras (Hardware), perangkat lunak (Software) dan interface. Gambaran secara umum berupa diagram blok rancangan alalt yang dijabarkan sebagai berikut :

    Rancangan Penelitian Usulan

    Flowchart Sistem Yang Diusulkan

    Dalam pembuatan sistem dan perancangan program dapat digambarkan dalam bentuk flowchart sehingga dapat mempermudah dalam melakukan dan merancang langkah-langkah atau proses dengan benar. Adapun bentuk dari flowchart keseluruhan dari sistem yang dibuat dapat dilihat pada gambar berikut.

    Flowchart Software Penelitian Surya Christian yang diusulkan

    Flowchart Hardware Penelitian Surya Christian yang diusulkan

    Gambar 3.2 Flowchart Hardware Penelitian Surya Christian

    Perancangan Perangkat Lunak (Software)

    1. Konfigurasi Raspberry Pi

    Raspberry Pi menggunakan sistem operasi Linux bernama Raspbian, sistem operasi terpasang pada SD-card yang sudah di install sistem operasi tersebut sebelumnya. Setelah booting untuk pertama kali kita diminta untuk memasukkan ID: pi dan Password: raspberry yang merupakan ID dan password default dari sistem tersebut.

    Gambar 3.5 Login Raspbian

    Setelah berhasil Login maka sistem operasi raspbian sudah siap digunakan dengan tampilan command line sebagai berikut:

    Gambar 3.6 Command line Raspberry

    Melakukan upgrade dan update pada raspberry untuk memastikan sistem sudah ter update versi terbaru.

    Gambar 3.7 Melakukan update sistem pada raspberry

    Untuk memudahkan pembuatan aplikasi web interface, raspberry pi ini akan dihubungkan ke router dan menggunakan protokol jaringan SSH untuk me-remote sistem operasi ini dari client yang lain. Setelah Raspberry Pi terhubung dengan jaringan lokal, maka komputer mini ini akan mempunyai alat IP lokal. Lalu IP lokal tersebut bisa diketahui dengan perintah “ifconfig”

    Gambar 3.8 IP lokal raspberry

    2. Konfigurasi Putty

    Memasukan alamat IP Raspberry Pi pada kolom Host Name. Lalu memilih tipe koneksi SSH dan meng-klik tombol open.

    Gambar 3.9 Konfigurasi Putty

    Jika sudah terhubung dan berhasil login pada raspbian melalui client maka aplikasi sudah siap untuk dibuat.

    Cara Kerja Alat

    Rangkaian perancangan alat ini dibuat untuk dikendalikan secara remote darimanapun user berada. Berikut adalah cara kerja alat ini berdasarkan Input, Proses, dan Output yang diinginkan

    Cara Kerja Alat Smart Farming Nata Nael

    Input

    Pada penelitian ini penulis menggunakan dua pin GPIO sebagai alat input yaitu, Pin GPIO 2 dan GPIO 3 yang berfungsi sebagai input untuk menyalakan pompa yang terhubung dengan smartphone, sebagai alat pengontrolan.

    Proses

    Pada penelitian ini penulis menggunakan Raspberry Pi, Router, Relay dan Smartphone sebagai alat proses yaitu, Aplikasi pada smartphone sebagai media pengontrolan yang berfungsi mengirimkan perintah ke raspberry pi yang terhubung dengan pin GPIO 2 dan GPIO 3 dan Pin GROUND agar menghasilkan string yang cocok untuk mengontrol relay untuk melakukan penyiraman dan pemupukan dengan bantuan pompa dan Smartphone dan Raspberry yang terhubung dengan router dan smartphone terhubung dengan raspberry secara lokal melalui router.

    Output

    Pada penelitian ini penulis menggunakan relay sebagai alat output yaitu, Relay akan menghidupkan pompa sesuai perintah yang diberikan oleh aplikasi smartphone yang telah diterjemahkan oleh Raspberry Pi untuk menyirami tanaman.

    Cara kerja alat Surveillance Camera Robot Nata Nael

    Surveillance Camera Robot ini dibuat untuk dikendalikan secara remote darimanapun user berada. Berikut adalah cara kerja Surveillance Camera Robot ini berdasarkan Input, Proses, dan Output yang diinginkan.

    Input

    User menjalankan browser internet bisa dalam aplikasi Google chrome, FireFox, Internet Explorer yang sudah terinstall Java Plugin. Di halaman browser user membuka IP atau URL (jika online) robot yang sudah diatur sebelumnya. Lalu user akan diminta untuk memasukkan id dan password. Saat user telah berhasil login maka user sudah siap untuk mengendalikan robot.

    Proses

    Proses yang terjadi pada robot ini dibagi menjadi pengendalian dan stream kamera.

    1. Pengendalian
      Pada saat salah satu tombol perintah ditekan, maka tombol tersebut akan mengaktifkan JavaScript yang berjalan pada halaman web. Kemudian javascript tersebut akan mengekseskusi program python pada webserver yang akan mengaktifkan salah satu GPIO pada Raspberry Pi. GPIO tersebut akan mengalirkan tegangan listrik ke modul L298n dan modul tersebut akan menggerakkan motor DC

    2. Stream kamera
      Webcam yang terpasang telah akan mengambil gambar secara terus menerus dengan pengaturan 15 Fps (Frame per Second) yang berarti pada satu detik diambil 15 gambar. Dari 15 fps tersebut dibuat menjadi 1 detik video (gambar bergerak) yang kemudian akan ditampilkan pada halaman web.

    Output

    Sama seperti proses diatas, output juga dibagi menjadi dua yaitu:

    1. Pengendalian
      Masing-masin pin GPIO mempunyai tegangan keluar sebesar 3,3v. Tegangan tersebut cukup untuk mengaktifkan pin output pada motor driver. Pin-pin tersbutlah yang akan menggerakkan dua motor DC dan membuat robot bergerak. Berikut adalah tabel output yang dihasilkan

    2. Stream kamera
      Data-data yang ditangkap oleh webcam adalah data gambar jpg. Data jpg ini dikirimkan sebanyak 15 frame setiap detiknya ke halaman web. Membuat gambar-gambar tersebut menjadi sebuah output video.

    Cara Kerja Alat Pendeteksi Asap Rokok Penelitian Nata Nael

    Input

    Pada sistem ini sensor asap MQ-2 diprogram untuk memberikan inputan yang diteruskan ke Raspberry Pi sehingga dapat mendeteksi keberadaan atau tingkat dari pencemaran udara terhadap asap yang nantinya akan diproses oleh Raspberry Pi.

    Proses

    Proses yang terjadi pada Rancangan Pedeteksi Asap Rokok ini dibagi menjadi pengendalian dan stream kamera.

    1. Pengendalian
      Pada saat salah satu tombol perintah ditekan, maka tombol tersebut akan mengaktifkan JavaScript yang berjalan pada halaman web. Kemudian javascript tersebut akan mengekseskusi program python pada webserver yang akan mengaktifkan salah satu GPIO pada Raspberry Pi. GPIO tersebut akan mengalirkan tegangan listrik ke modul L298n dan modul tersebut akan menggerakkan motor DC

    2. Stream kamera
      Webcam yang terpasang telah akan mengambil gambar secara terus menerus dengan pengaturan 15 Fps (Frame per Second) yang berarti pada satu detik diambil 15 gambar. Dari 15 fps tersebut dibuat menjadi 1 detik video (gambar bergerak) yang kemudian akan ditampilkan pada halaman web.

    Output

    Permasalahan yang dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

    Permasalahan yang dihadapi

    Dalam penelitian ini terdapat beberapa permasalahan yang terjadi di Konsentrasi Unggulan di Perguruan Tinggi Raharja, permasalahan yang terjadi adalah sebagai berikut:

    1. Permasalahan pada Konsentrasi Unggulan Jurusan Sistem Komputer pada Perguruan Tinggi Raharja yaitu masih banyaknya project mahasiswa yang mengadopsi teknologi lama yaitu dengan Intranet, maka akses/kendali terbatas pada tempat/lokal, sehingga perlu diperluas menggunakan internet.

    2. Menggunakan device smartphone sebagai interface untuk melakukan pengontrolan terhadap alat yang akan dibuat sehingga dengan system ini membantu pengurus dalam memantau dan menganalisa kondisi lokasi terkait.

    3. Divisi REC sebagai lembaga research eksploitasi dan divisi pengembangan pada Perguruan Tinggi Raharja membutuhkan beberapa rangkaian project mahasiswa yang up to date mengadopsi teknologi baru.

    Alternatif Pemecahan Masalah

    Dari penelitian yang sudah dilakukan, beberapa permasalahan yang terjadi di REC Perguruan Tinggi Raharja sudah cukup dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi untuk saat ini.

    Sistem Smart Farming ini bisa menyalakan dan mematikan pompa air dengan pengontrolan melalui device smartphone.Alat ini bekerja berdasarkan inputan dari variableyang dikirim dari raspberry Pi dengan jaringan lokal.

    1. Membuat sistem Smart Farming berbasis Raspberry menggunakan jaringan lokal/intranet menjadi cangkupan wilayah yang lebih luas yaitu menggunakan Internet.

    2. Membuat sistem Pengendalian Sensor Switch (On/Off) berbasis Raspberry pada Smarthome yang berbasis jaringan lokal/intranet menjadi cangkupan wilayah yang lebih luas yaitu dengan menggunakan Intranet.

    3. Membuat sistem Pendeteksi Sensor Asap Rokok berbasis Raspberry menggunakan Sensor Asap Rokok dan Webcam Camera untuk mengcapture gambar, upload data dan mengirimkan berupa pesan Email melalui internet.

    4. Membuat sistem Motion Detection pada suatu ruangan berbasis Raspberry menggunakan Sensor Gerak dan Webcam Camera yang dapat mengirim pesan berupa capture gambar melalui Email menggunakan Internet.

    5. Membuat sistem Kontrol Pintu Otomatis berbasis Raspberry menggunakan Jaringan lokal/intranet menjadi cangkupan wilayah yang lebih luas yaitu menggunakan Internet.

    User Requirement

    Elisitasi Tahap I

    Elisitasi tahap I disusun berdasarkan hasil wawancara dengan stakeholder mengenai seluruh rancangan sistem, Berikut tabel Elisitasi Tahap I:

    Tabel 3.1 Elisitasi Tahap I

    Elisitasi Tahap II

    Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasikan lagi dengan menggunakan metode MDI. Terdapat 2 functional dan 1 nonfunctional optionnya Inessential (I) dan harus dieliminasi. Semua requirement tersebut merupakan bagian dari sistem yang dibahas, namum sifatnya tidak terlalu penting karena walaupun ke-3 requirement tersebut tidak dipenuhi, sistem pengontrolan dapat running tanapa error.

    Sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka semua requirement di atas diberi opsi I (Inessential) dan yang dapat terlihat pada tabel elisitasi berikut ini :

    Tabel 3.2 Elisitasi Tahap II

    Keterangan :

    M = Mandatory

    D = Desirable

    I = Inessential

    Elisitasi Tahap III

    Berdasarkan Elisitasi Tahap II di atas, dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi HML. Berikut tabel elisitasi tahap III tersebut:

    Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi HML. Berikut tabel elisitasi tahap III tersebut:

    Tabel 3.2 Elisitasi Tahap III


    Keterangan :

    T : Technical L : Low

    O : Operasional M : Middle

    E : Economic H : High

    Final Elisitasi

    Final elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar pengembangan sistem kontrol robot pemindah barang. Berdasarkan elisitasi tahap III diatas, dihasilkanlah 11 functional dan 1 nonfunctional final elisitasi yang diharapkan dapat mempermudah dalam membuat suatu sistem pengontrolannya. Berikut tabel final elisitasi tersebut:

    Tabel 3.4 Final Elisitasi

    BAB IV

    UJI COBA DAN ANALISA

    Uji Coba

    Setelah melakukan perancangan dan pemasangan komponen, selanjutnya adalah melakukan tahapan serangkaian uji coba pada masing-masing blok rangkaian yang bertujuan untuk mendapatkan kesesuaian spesifikasi dan hasil yang diinginkan. Untuk lebih jelas mengenai pembahasan hasil uji coba yang akan dilakukan dan dapat dilihat pada sub bab berikut.

    Metode Black Box

    Prosedur Sistem Usulan

    Berikut ini adalah tabel pengujian Black Box berdasarkan hasil karya Rangkaian Perancangan Aplikasi Internet of Things Berbasis Raspberry Pi Dalam Rangka Penerapan Keunggulan Perguruan Tinggi, untuk pengujian pada sistem, yaitu sebagai berikut:

    1. Pengujian Black Box Sistem Pada Saat Terkoneksi Internet

    Tabel 4.1. Pengujian Black Box Sistem Pada Usulan Penelitian Fahad Albahri

    Tabel 4.2. Pengujian Black Box Sistem Pada Usulan Penelitian Surya Christian

    Tabel 4.3. Pengujian Black Box Sistem Pada Usulan Penelitian Thomson Rihad Dodi Malau

    Tabel 4.4. Pengujian Black Box Sistem Pada Usulan Penelitian Dwi Agusti

    Tabel 4.5. Pengujian Black Box Sistem Pada Usulan Penelitian Hendra Kusumah

    Uji Coba Hardware

    Pengujian Rangkaian Catu Daya

    Catu daya sebagai suplai tegangan kerja merupakan bagian yang sangat penting. Dalam realisasi sistem robot yang bekerja dibutuhkan dua buah catu daya. Satu untuk Raspberry Pi dan satu lagi untuk pengendali motor DC. Hal ini perlu diperhatikan motor DC membutuhkan tegangan dan arus yang cukup besar untuk bergerak. Raspberry Pi hanya membutuhkan tegangan sebesar 5v DC untuk dapat bekerja sedangkan untuk pengendali motor membutuhkan minimal 6v dan bisa menerima tegangan sampai dengan 12v.

    Pengujian Catu Daya untuk Raspberry Pi dilakukan dengan cara menggunakan multitester. Ujung multitester berwarna merah dihubungkan ke pada pin positif pada soket USB dan ujung multitester berwarna hitam dihubungkan ke pin negatif pada soket USB

    Gambar 4.1 Pengujian Catu Daya untuk Raspberry Pi

    Setelah dilakukan pengujian sesuai gambar 4.1 didapatkan hasil tegangan yang keluar dari Catu Daya sebesar 5v dengan arus 1 Ampere. Hasil yang didapat ternyata cukup untuk menghidupkan Raspberry Pi.

    Untuk pengujian catu daya pengendali motor L298n digunakan 3 buah rangkaian baterai berbeda yang masing-masing mempunyai tegangan yang berbeda. Rangkaian-rangkaian baterai ini dibuat dengan hubungan serial dan berbeda jenis baterainya. Berikut adalah tabel pengujian pemakaian baterai hingga daya baterai habis.

    Tabel 4.1 Pengujian Catu Daya pengendali motor L298n

    Dari hasil pengujian tabel 4.1 dapat disimpulkan bahwa baterai ABC alkaline merupakan yang paling stabil namun akan memakai ruang yang banyak karena memakai 4 buah baterai dan dayanya tidak dapat diisi kembali. Sedangkan untuk 2 buah baterai UltraFire Rechargable mampu memberi daya yang cukup besar dan masih dalam toleransi pengendali motor L298n, baterai ini pun dapat dayanya dapat diisi kembali. Membuat pemakaian baterai ini lebih efisien dari segi ruang, biaya, dan konsumtif.

    Pengujian Pengendali Motor L298n

    Pengujian modul pengendali motor L298n dilakukan dengan cara menghubungkan dua buah motor DC pada pin output yang ada di sebelah kiri dan kanan, dan 4 buah pin GPIO raspberry pi yang sudah diprogram sebagai inputnya. Berikut adalah tabel hasil pengujiannya

    Tabel 4.2 Pengujian Modul L298n

    Pengujian Kendali Melalui Perangkat

    Aplikasi yang dibuat untuk pengontrolan robot adalah sebuah aplikasi berbasis web. Aplikasi ini dibuat agar nantinya dapat dijalankan dengan menggunakan perangkat apapun yang mempunyai web browser. Perangkat-perangkat tersebut seperti Laptop/PC, smartphone, tablet, dan game console. Berikut adalah tabel hasil penngujian dengan perangkat-perangkat tersebut.

    Tabel 4.3 Pengujian Kontrol Melalui berbagai perangkat

    Berdasarkan tabel 4.3 aplikasi yang dibuat bisa dibuka dengan berbagai perangkat dan web browser, namun untuk visualisasi hanya beberapa browser saja yang dapat membuka. Hal ini dikarenakan tidak adanya plugin pada beberapa browser yang dibutuhkan untuk membuka visualisasi.

    Pengujian Jarak Kendali Pada Jaringan Lokal

    Untuk pengujian ini penulis menggunakan sebuah Mobile Wireless Access point sebagai penghubung antara client dengan Web Server pada Robot. Pengujian yang dilakukan adalah dengan menggunakan perintah Ping pada IP Robot. Statistik Ping yang memenuhi syarat agar aplikasi berjalan maksimal adalah sebagai berikut:

    Send = 4

    Received = 4

    Lost = 0

    Berikut adalah hasil pengujian jarak berdasarkan Statistik Ping diatas.

    Tabel 4.4 Pengujian Jarak pada Jaringan Lokal

    Dari hasil pengujian bisa didapatkan bahwa jarak mempengaruhi terhadap sinyal. Sehingga didapat kesimpulan bahwa pada saat jarak lebih dari 10 Meter Sistem tidak dapat berjalan dengan sempurna

    Flowchart Program

    Gambar 4.5 Flowchart Program

    Dapat dijelaskan gambar 4.5 Flowchart program pengukur tinggi badan yang berjalan pada SDIT Al-Istiqomah diatas yaitu terdiri dari:

    1. 2 (dua) simbol terminal, yang berperan sebagai “Mulai” dan “Selesai” pada aliran proses flowchart program pengukur tinggi badan yang berjalan.

    2. 1 (satu) simbol preparation (Persiapan) yang menyatakan untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage.

    3. 1 (satu) simbol proses yang menyatakan sebuah proses penyimpanan.

    4. 3 (tiga) simbol data, yang menyatakan proses input atau output tanpa tergantung jenis peralatannya, yaitu: menerima request data, output bluetooth dan suara.

    5. 1 (satu) simbol decision, yang berperan untuk menunjukan sebuah langkah pengambilan keputusan jika “ya” dan “tidak”, yaitu: Apakah data diterima?. Jika "Tidak" maka request data kembali dilakukan, jika "Ya" maka data akan disimpan.

    Implementasi

    Schedule

    1. Pengumpulan Data
      Proses pengumpulan data dilakukan untuk mencari sumber dan mengetahui beberapa teori yang digunakan dalam pembuatan sistem dilakukan selama 21 minggu dimulai dari pada saat Kuliah Kerja Praktek (KKP) dan sampai Skripsi yaitu antara 25 Oktober 2014 s/d 10 Desember 2014 dilanjutkan 30 Maret 2015 s/d tanggal 30 Mei 2015.

    2. Analisa Sistem
      Analisasistem ini dilakukan untuk mengetahui komponen apa saja yang dibutuhkan dalamsistem dan mendiagnosispersoalan yang ada untuk memperbaiki sistem. Analisa sistem dilakukan selama 9 minggu (30 Maret 2015 s/d tanggal 30 Mei 2015).

    3. Perancangan Sistem
      Dalam perancangan sistem ini terbagi menjadi dua, perancangan hardware dan software merupakan proses yang dilakukan seorang peneliti agar dapat menghasilkan suatu rancangan yang mudah dipahami oleh user. Perancangan sistem dilakukan selama 4 minggu yaitu antara minggu ke 1-4 bulan Mei 2015.

    4. Pembuatan Program
      Pembuatan program dilakukan untuk menyempurnakan suatu sistem agar system yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik. Pembuatan program dilakukan selama 4 minggu yaitu dimulai dari minggu ke 3 bulan Mei 2015 sampai minggu ke 2 bulan Juni 2015.

    5. Testing program
      Testing Program dilakukan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang ada pada program pada saat program di running. Testing program dilakukan selama 4 minggu yaitu dimulai dari minggu ke 2 bulan Juni 2015 sampai dengan minggu ke 1 bulan Juli 2015.

    6. Evaluasi Sistem
      Untuk mengetahui kesalahan dan kekurangan dari program yang dibuat maka perlu dilakukan evaluasi program, kegiatan ini dilakukan selama 3 minggu minggu ke 4 bulan Juni 2015 sampai dengan minggu ke 2 bulan Juli 2015.

    7. Perbaikan Sistem
      Penambahan atau pengurangan pada point-point tertentu yang tidak diperlukan, sehingga program benar-benar dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan user. Perbaikan program dilakukan selama 2minggu yaitu pada bulan Juli 2015 di minggu ke 2 dan 3.

    8. Training User
      Percobaan alat yang diujicobakan bersama para user untuk mengetahui apakah alat yang dibuat sudah dapat berjalan dengan optimal atau tidak. Testing User dilakukan selama 3 minggu yaitu antara minggu ke 4 Juli 2015 sampai minggu ke 2 Agustus 2015.

    9. Implementasi Sistem
      Setelah diketahui kelayakan dari program yang dibuat, maka akan dilakukan implementasi program. Dan implementasi program dilakukan selama 3 minggu bersamaan dengan testing user yaitu pada minggu ke 4 Juli 2015 sampai Minggu ke 4 Agustus 2015.

    10. Dokumentasi
      Sistem yang dibuat didokumentasikan selama penelitian dan perancangan berlangsung.

    Estimasi Biaya

    Tabel 4.11 Estimasi Biaya

    BAB V

    PENUTUP

    Kesimpulan

    Kesimpulan Terhadap Rumusan Masalah

    Dari analisa yang telah dijabarkan pada BAB I dalam rumusan masalah terhadap sistem yang ada saat ini di ruang lingkup Perguruan Tinggi Raharja, maka dapat disimpulkan bahwa:

    Masih banyak ditemukan proyek-proyek karya tugas akhir mahasiswa yang masih masih mengadopsi teknologi lama, yakni sistem pengontrolan berbasis bluetooth, infrared & wifi yang masih berstatus Intranet yang berarti masih mengadopsi teknologi yang sudah mulai ditinggalkan saat ini. Belajar dari perkembangan teknologi baru menggunakan Internet sebagai media pengontrolan dan databasenya. Bahwa pekerjaan-pekerjaan yang tadinya manual bisa dikerjakan menggunakan komputer yaitu salah satunya menggunakan Raspberry Pi.

    Cara mengimplementasikan internet of things, dapat dilakukan dengan membuat rangkaian alat menggunakan Raspberry Pi. Dalam konteks pengontrolan alat, dapat digunakan untuk mengendalikan sensor-sensor dari jarak jauh selama terhubung dengan internet.

    Hasil yang diharapkan dengan adanya rangkaian perancangan internet of things ini adalah dapat diterapkan pada Konsentrasi Unggulan Jurusan Sistem Komputer Perguruan Tinggi Raharja. Yang merupakan Kampus IT Unggulan di Tangerang dan salah satu konsentrasi unggulannya adalah CCIT (Creative Communication Innovative and Technology).

    Saran

    Adanya kesimpulan tentu harus diikuti oleh sebuah saran. Dalam hal ini, terdapat 4 (empat) saran untuk masukkan terhadap penelitian.

    1. Agar pada penelitian Tugas Akhir mahasiswa Sistem Komputer berikutnya menerapkan Internet sebagai media komunikasi terhadap alat-alat yang akan dibuat.

    2. Dosen dan Mahasiswa dapat mengerti bahwa masih banyak teknologi berbasis internet yang dapat diterapkan sebagai alat kontrol berbasis Internet.

    3. Dengan penerapan IoT berarti mendukung Visi baru Jurusan Sistem Komputer pada Perguruan Tinggi Raharja yang mengarah ke kompetisi IoT

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Wikipedia. Sistem Komputer. Diakses pada tanggal 12 Desember 2015. Tersedia di https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_komputer
    2. Maarof, Mohd. Aizaini. 2004. Teknologi Maklumat Siri I : Sistem Komputer dan Perisian. Tersedia di https://books.google.co.id/books?id=VNZHim1aOMwC&source=gbs_navlinks_s
    3. Wabopedia. Computer System. Diakses pada tanggal 12 Desember 2015. Tersedia di http://www.webopedia.com/TERM/C/computer_system.html
    4. Wikipedia. Komputasi Awan. Diakses pada tanggal 12 Desember 2015. Tersedia di https://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan#cite_ref-5
    5. IEEE computer society. Internet Computing. Diakses pada tanggal 14 Desember 2015. Tersedia di http://www.computer.org/csdl/mags/ic/2008/05/mic2008050096-abs.html
    6. I Putu Agus Eka Pratama dan Sinung Suakanto. 2015. Wireless Sensor Network. Bandung : Informatika Bandung.
    7. Jarot s, Darma. 2009. Buku Pintar Menguasai Internet. Jakarta : Mediakita.
    8. Ananda. 2009. Buku Pintar Menguasai Internet. Jakarta : Mediakita.
    9. Gunawan W. dan Gunandi. 2008. Mobile Broadband. Bandung : Informatika
    10. Dargie Waltenegus and Christian Poellabauer, 2010. Fundamentals of Wireless Sensor Networks: Theory and Practice. Tersedia di https://books.google.co.id/books?isbn=0470975687
    11. Wikipedia. Pemetaan Pikiran (Mind Mapping). Diakses pada tanggal 23 Januari 2016. Tersedia di https://id.wikipedia.org/wiki/Pemetaan_pikiran

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran A

    1. Surat Pengantar Skripsi
    2. Surat Penugasan Kerja
    3. Form Validasi Skripsi
    4. KSTF
    5. Daftar Nilai
    6. Formulir Penggantian Judul Skripsi
    7. Kartu Bimbingan Pembimbing 1
    8. Kartu Bimbingan Pembimbing 2
    9. Validasi Sidang Akademik
    10. Formulir Pendaftaran Sidang
    11. Kwitansi Pembayaran Skripsi
    12. Kwitansi Pembayaran Sidang
    13. Kwitansi Pembayaran Raharja Career
    14. Kwitansi Pembayaran Poster Session
    15. Sertifikat OSPEK
    16. Sertifikat TOEFL
    17. Sertifikat IT Internasional
    18. CV

Contributors

Natanael