SI1014464766

Dari widuri
Ini adalah revisi disetujui dari halaman ini; bukan revisi terkini. Lihat revisi terbaru.
Lompat ke: navigasi, cari

PENGEMBANGAN SISTEM CAMPUS SERVICES

ILEARNING EDUCATION HELP (IDUHELP!)


LAPORAN SKRIPSI


Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NIM
: 1014464766
NAMA

 

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(2013/2014)

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI


PENGEMBANGAN SISTEM CAMPUS SERVICES

ILEARNING EDUCATION HELP (IDUHELP!)


Disusun Oleh :

NIM
: 1014464766
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Komputer Akuntansi

   

Disahkan Oleh :

Tangerang, 17 Januari 2014

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Maimunah, M.Kom)
NIP : 00594
       
NIP : 007002

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING


PENGEMBANGAN SISTEM CAMPUS SERVICES

ILEARNING EDUCATION HELP (IDUHELP!)


Dibuat Oleh :

NIM
: 1014464766
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Komputer Akuntansi


Disetujui Oleh :

Tangerang, 17 Januari 2014

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
   
NID : 99001
   
NID : 12003

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI


PENGEMBANGAN SISTEM CAMPUS SERVICES

ILEARNING EDUCATION HELP (IDUHELP!)


Dibuat Oleh :

NIM
: 1014464766
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Komputer Akuntansi

Tahun Akademik 2013/2014

Disetujui Penguji :

Tangerang, Febuari 2014

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PENGEMBANGAN SISTEM CAMPUS SERVICES

ILEARNING EDUCATION HELP (IDUHELP!)

Disusun Oleh :

NIM
: 1014464766
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Komputer Akuntansi

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 17 Januari 2014

 
 
 
NIM : 1014464766

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRACT

This research is motivated by the existence of a complaint to the difficulties experienced by the students towards learning iLearning. Due to the lack of infrastructure support, thus making it one of the problems that make must be overcome in Higher Education Prog. iDuHelp! ( iLearning Education Help! ) is a service system consisting of two activities, namely online and offline chat chat. Where online chat conducted directly between the student with the operator who was on duty at that time. While offline is a service where students are directed to fill out an offline form that has been provided. The question that will be offline will be automatically sent to the email offline iDuHelp!. IDuHelp service system! ( iLearning Education Help! ) has been applied in Higher Education Prog, with the aim to support the needs of students who have difficulty in learning iLearning. But the system iDuHelp! ( iLearning Education Help! ) who has been running are still many shortcomings, among which iDuHelp! scope is still very wide, so that the operator difficulty in answering the questions that arise. Additionally offline services is still limited time, so if there are students who want to ask through offline can not at any time, but must wait until the operator guard is finished at 21.00. This leads to lazy students use offline on iDuHelp!. Of the existing problems, it is necessary to solving the problem, including the scope limitation iDuHelp! ( iLearning Education Help! ), and how that can be done offline at any time. It can be concluded that the development of a system of iDuHelp! ( iLearning Education Help! ) can make it easier for students in learning iLearning and for operators to be more focused in his ministry.

keyword : iDuHelp!, online, offline


ABSTRAKSI

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sebuah keluhan akan kesulitan yang dialami oleh mahasiswa terhadap pembelajaran iLearning. Dikarenakan sarana dan prasarana yang kurang mendukung, sehingga membuat ini menjadikan salah satu masalah yang harus segera diatasi pada Perguruan Tinggi Raharja. iDuHelp! (iLearning eDucation Help!) adalah sebuah sistem pelayanan yang terdiri dari dua kegiatan yaitu chat online dan chat offline. Dimana chat online dilakukan secara langsung antara mahasiswa dengan operator yang sedang bertugas saat itu. Sedangkan offline adalah layanan dimana mahasiswa diarahkan untuk mengisi sebuah form offline yang telah disediakan. Yang nantinya pertanyaan offline tersebut akan secara otomatis terkirim ke email offline iDuHelp!. Sistem pelayanan iDuHelp! (iLearning eDucation Help!) ini telah di terapkan pada Perguruan Tinggi Raharja, dengan tujuan agar dapat menunjang kebutuhan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran iLearning. Namun pada sistem iDuHelp! (iLearning eDucation Help!) yang sudah berjalan masih banyak kekurangannya, diantarnya ruang lingkup iDuHelp! yang masih sangat luas, sehingga operator kesulitan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Selain itu pelayanan offline yang masih terbatas waktunya, sehingga jika ada mahasiswa yang ingin bertanya melalui offline tidak bisa kapan saja, tetapi harus menunggu sampai operator selesai berjaga yaitu pada pukul 21.00. Hal ini menyebabkan malasnya mahasiswa menggunakan offline pada iDuHelp!. Dari permasalahan yang ada, maka diperlukan pemecahan masalahnya, diantaranya batasan ruang lingkup iDuHelp! (iLearning eDucation Help!), dan cara agar offline bisa dilakukan setiap waktu. Maka dapat disimpulkan bahwa dari pengembangan sistem iDuHelp! (iLearning eDucation Help!) dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam pembelajaran iLearning dan bagi operator untuk lebih terarah dalam pelayanannya.

Kata kunci : iDuHelp!, online, offline

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillahirabbil’alamin. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya penulis berhasil menyelesaikan Skripsi dengan judul PENGEMBANGAN SISTEM CAMPUS SERVICES ILEARNING EDUCATION HELP (IDUHELP!) PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA.

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom) untuk jenjang S1 di Perguruan Tinggi Raharja, Cikokol Tangerang. Sebagai bahan penulisan, penulis mengambil data berdasarkan hasil observasi, wawancara, survey serta studi pustaka yang mendukung penulisan ini.

Dalam penyusunan Skripsi ini, penulis banyak dibantu oleh berbagai pihak, baik berupa dorongan moril maupun materil, serta bimbingan dan semangat yang diberikan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan semua pihak, maka penulis tidak akan dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih secara tulus dan ikhlas khususnya kepada :

  1. Kedua orang tua dan keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan moril maupun materil serta doa untuk keberhasilan penulis.
  2. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Ketua STMIK Raharja.
  3. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Dosen Pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  4. Ibu Hani Dewi Ariessanti, M.Kom selaku Dosen Pembimbing II yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  5. Ibu Maimunah, M.Kom selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi.
  6. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada kami.
  7. Rekan-rekan Group Elis seperjuangan (Bunga Pertiwi, Ceria Marcelina, Citra Destianty, Erni Astuti, Indri handayani, Kiki Amalia).
  8. Rekan-rekan Group Fantasy8, khususnya Nida Hanifah yang sama-sama memegang project iDuHelp!.
  9. Eva Rosyifa, S.Kom yang telah banyak membantu saya dalam memahami iDuHelp! ini.
  10. Seluruh anggota REC (Muhamad Yusup, Iz, dan lain-lain) yang telah memberikan bantuan, dorongan, dukungan, dan masukan yang sangat berarti untuk menyelesaikan laporan Skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyajian dan penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya.

Akhir kata penulis berharap laporan Skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan acuan yang bermanfaat dikemudian hari.

 

Tangerang, 17 Januari 2014

   

NIM : 1014464766

Daftar isi

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jurusan atau Program Studi pada STMIK Raharja

Tabel 3.2 Jurusan atau Program Studi pada AMIK Raharja

Tabel 3.3 Elisitasi tahap I

Tabel 3.4 Elisitasi tahap II

Tabel 3.5 Elisitasi tahap III

Tabel 3.6 Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1 Struktur tabel Departments

Tabel 4.2 Struktur tabel Users

Tabel 4.3 Struktur tabel Transcripts

Tabel 4.4 Struktur tabel Leavemessage

Tabel 4.5 Struktur tabel Messages

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Logo Logo iDuHelp!

Gambar 1.2 Infrastruktur 4B iLearning

Gambar 2.1 Logo FileZilla

Gambar 2.2 10Pilar IT iLearning

Gambar 2.3 Logo ROOSTER

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.2 Struktur Organisasi Akademik Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.3 UseCase Diagram sistem iDuHelp! Onsite

Gambar 3.4 UseCase Diagram sistem iDuHelp! Offsite

Gambar 3.5 Activity Diagram Sistem Yang berjalan

Gambar 3.6 Sequence Diagram operator

Gambar 3.7 Permintaan Responses Verifikasi Email Otomatis 1

Gambar 3.8 Permintaan Responses Verifikasi Email Otomatis 2

Gambar 3.9 Permintaan Foto Profil Operator

Gambar 3.10 Permintaan Offline Tiap waktu

Gambar 3.11 Spam Customer 1

Gambar 3.12 Spam Customer 2

Gambar 3.13 Spam Customer 3

Gambar 3.14 Permintaan Ringtone

Gambar 3.15 Request Link Redirect

Gambar 3.16 Permintaan Link Redirect LoginOperator

Gambar 3.17 Permintaan Mendapatkan Transkip 1

Gambar 3.18 Permintaan Mendapatkan Transkip 2

Gambar 3.19 Milis Operator iDuHelp! 1

Gambar 3.20 Milis Operator iDuHelp! 2

Gambar 4.1 Listing code

Gambar 4.2 Setting Verifikasi Canned Responses

Gambar 4.3 Tampilan Yang ada pada saat online

Gambar 4.4 Listing Code

Gambar 4.5 Tampilan Filezila iDuHelp!

Gambar 4.6 Masukkan Foto Operator pada Settingan

Gambar 4.7 Tampilan pada Customer

Gambar 4.8 Creat Departemen

Gambar 4.9 Input Nama Departemen

Gambar 4.10 Isi Field Untuk Departemen

Gambar 4.11 Input email Untuk Departemen

Gambar 4.12 Tampilan Pada iDuHelp!

Gambar 4.13 Listing Code Pembatasan User

Gambar 4.14 Tampilan Sesudahnya

Gambar 4.15 Tampilan Filezila iDuHelp!

Gambar 4.16 Setting Lagu Yang dipilih

Gambar 4.17 Tampilan Menu Operator

Gambar 4.18 Link Redirect

Gambar 4.19 Tampilan Chat Online

Gambar 4.20 Nama Link Redirect

Gambar 4.21 Tampilan Login Operator

Gambar 4.22 Setting Pada menu admin

Gambar 4.23 Tampilan Pada saat Session Closed Percakapan

Gambar 4.24 Tampilan Transkip Percakapan

Gambar 4.25 Tampilan Jumlah Customer Online

Gambar 4.26 Tampilan Jumlah Customer Offline

Gambar 4.27 Promosi Pada email 1

Gambar 4.28 Promosi Pada email 2

Gambar 4.29 Promosi Pada iDU

Gambar 4.30 Promosi Pada Dosen ICP4

Gambar 4.31 Milis Operator iDuHelp!

Gambar 4.32 Tampilan awal survey iDuHelp!

Gambar 4.33 Tampilan pertanyaan yang ada pada iSUr iDuHelp! 1

Gambar 4.34 Tampilan pertanyaan yang ada pada iSUr iDuHelp! 2

Gambar 4.35 Berikut tampilan akhir dari survey iDuhelp!

Gambar 4.36 Statistik Jumlah Customer Online

Gambar 4.37 Statistik Jumlah Customer Offline

Gambar 4.38 Use Case Diagram sistem iDuHelp! Online

Gambar 4.39 Use Case Diagram sistem iDuHelp! Offline

Gambar 4.40 Activity Diagram Online iDuHelp!

Gambar 4.41 Activity Diagram Offline iDuHelp!

Gambar 4.42 Sequence Diagram Online iDuHelp!

Gambar 4.43 Sequence Diagram Offline iDuHelp!

Gambar 4.44 "Class Diagram" Pembuatan Laporan

Gambar 4.45 Tampilan Online iDuHelp!

Gambar 4.46 Tampilan Field Online

Gambar 4.47 Tampilan Offline iDuHelp!

Gambar 4.48 Tampilan Field Offline

Gambar 4.49 Tampilan Login Operator

Gambar 4.50 Tampilan Halaman Chat Request iDuHelp! operator

Gambar 4.51 Tampilan Halaman Chatting iDuHelp! Operator

Gambar 4.52 Tampilan Chatting iDuHelp! customer

DAFTAR SIMBOL


DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

Daftar Simbol Use Case Diagram.png

DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM

Daftar Simbol Activity Diagram.png

DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

Daftar Simbol Sequence Diagram.png

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pelayanan adalah aktivitas yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang melalui sistem, prosedur, dan metode tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan orang lain disertai kemudahan-kemudahan untuk memenuhi segala kebutuhan mereka. Hal ini menjelaskan bahwa pelayanan adalah suatu bentuk sistem, prosedur atau metode tertentu yang diberikan kepada orang lain agar kebutuhan orang tersebut dapat terpenuhi sesuai dengan harapan mereka. Karena itu proses pelayanan berlangsung secara rutin dan berkesinambungan, meliputi seluruh kehidupan organisasi dalam masyarakat. Proses yang dimaksudkan dilakukan sehubungan dengan saling memenuhi kebutuhan antara penerima dan pemberi pelayanan. Dimana tingkat pemuasannya hanya dapat dirasakan oleh orang yang melayani atau dilayani, tergantung kepada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi kebutuhan. Pemberian pelayanan yang baik merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menciptakan kepuasan bagi orang lain. Jika konsumen merasa telah mendapatkan pelayanan yang baik berarti perusahaan mampu memberikan pelayanan yang baik pula. Demekian pula sebaliknya, pelayanan tidak dapat diuraikan secara obyektif seperti sebuah produk, melainkan merupakan interaksi social dengan subyektivitas, lebih tergantung pada nilai, parasaan dan perilaku.

Begitu juga pada Perguruan Tinggi Raharja, dimana menjadi salah satu kampus unggulan yang ada di Kota Tangerang, membuat Perguruan Tinggi Raharja ini ingin memberikan yang terbaik untuk mahasiswa. Untuk itu Perguruan Tinggi Raharja pun ingin memberikan fasilitas sebuah pelayanan, dimana pada pelayanan tersebut dapat digunakan oleh seluruh Pribadi Raharja. Pelayanan tersebut yaitu iDuHelp! (iLearning Education Help!) , iDuHelp! sendiri adalah sebuah sistem pelayanan kampus yang dapat diakses melalui internet, dalam mendukung kegiatan iLearning Education (iDU) pada Perguruan Tinggi Raharja. Dengan adanya sistem ini, diharapkan nantinya bagi Pribadi Raharja tidak kesulitan dalam mengakses informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perihal pembelajaran iLearning. Dan pada sistem iDuHelp! ini terdapat 2 macam pelayanan yang ada yaitu pelayanan secara online dan pelayanan secara offline. Dimana pada pelayanan online iDuHelp! adalah Pribadi Raharja yang menggunakan layanan tersebut bisa langsung berkomunikasi dengan operator yang bertugas dalam iDuHelp!. Sedangkan pelayanan offline iDuHelp! adalah Pribadi Raharja yang menggunakan layanan tersebut tidak berkomunikasi dengan operator yang bertugas, melainkan hanya berhubungan dengan sistem yang ada, yaitu dengan cara mengisi field yang telah ada lalu pesan tersebut akan secara otomatis terkirim pada email iDuHelp!.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sistem iDuHelp! ini merupakan media pendukung yang tepat untuk sebuah sistem pelayanan kampus yang dapat diakses melalui kecanggihan teknologi yaitu melalui internet dengan mempunyai dua pelayanan, secara online dan offline.

.

Postersession.png

Gambar 1.1 Logo iDuHelp!


iDuHelp! itu sendiri diciptakan tidak lepas dari tercetusnya sebuah pembelajaran iLearning yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, dari adanya perkembangan teknologi iPad. Pada pengertian iLearning itu sendiri dicetus pertama kali oleh Presdir Perguruan Tinggi Raharja sendiri yaitu Ir. Untung Rahardja, M.T.I. . Dimana pengertian iLearning itu yang diambil dari blog pribadi berjudul “iLearning Start From Here !” , iLearning Media (iMe). 2013, (Tanggal akses 8 Febuari 2013)(Tanggal akses 8 Febuari 2013)[1]. iLearning sendiri menurut saya adalah 4B, yaitu Belajar, Bekerja, Berdoa & Bermain, dimana dengan media iPad ini semua pelaksanaan 4B tersebut dapat menjalankan langsung 2 fungsi otak manusia, yaitu otak kiri & otak kanan. Dan saya meyakini hal ini akan membuat mahasiswa menjadi lebih aktif, karena cara seperti ini fungsi otak dilakukan dengan sangat optimal dengan menyeimbangkan kerja otak kiri dan otak kanan. Tidak seperti metode yang lain, metode iLearning ini tidak hanya membuat mahasiswa aktif dikelas tetapi juga merasakan seperti ada semangat baru dalam belajar, mahasiswa tidak lagi perlu membawa alat lain selain iPad untuk mendukung iLearning ini. Dari adanya sistem pembelajaran iLearning itulah iDuHelp! tercipta, sesuai dengan kegunaannya iDuHelp! diperuntukkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran iLearning. Terlihat pengertian 4B itu sendiri , pada gambar infrastruktur 4B iLearning dibawah ini :

Ilearning.jpg

Gambar 1.2 Infrastruktur 4B iLearning

Pada iDuHelp! yang berjalan saat ini pada Perguruan Tinggi Raharja yaitu terbagi menjadi 2 departemen, yaitu departemen iLearning Akademik dan Departemen Marketing. Sesuai dengan nama masing-masing departemen tersebut maka berbeda pula fungsi dan kegunaannya. Pada Departemen iLearning Akademik, berfungsi untuk pelayanan pembelajaran iLearning yang dijalankan oleh Pribadi Raharja, kemudian Departemen Marketing, berfungsi untuk pelayanan bagian marekting dimana pada pelayanan marketing tersebut melayani para calon mahasiswa baru yang ingin mengetahui lebih banyak menganai STMIK Raharja. Untuk yang menggunakan masing-masing departemenpun berbeda, pada Departemen iLearning Akademik digunakan oleh Pribadi Raharja, sedangkan untuk departemen Marketing digunakan oleh masyarakat luas diluar sana.

Pada iDuHelp! departemen iLearning Akademik ini yang bertugas dalam pelaksanaanya adalah para Pribadi Raharja yang sedang menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, sedangkan untuk departemen Marketing dalam pelaksanaannya dilakukan oleh staff marketing. Namun karena kurangnya koordinasi pengurus iDuHelp! dengan staff marketing, maka iDuHelp! yang lebih banyak difokuskan pada penggunaannya adalah departemen iLearning Akademik saja. Dilihat dari kegiatannyapun departemen iLearning Akademik ini yang lebih dibutuhkan oleh Pribadi Raharja. Pada Pelayanan iDuHelp! departemen iLearning Akademik ini dibedakan dalam 2 pelayanan yaitu pelayanan online dan pelayanan offline.

Dimana pelayanan online ini dilakukan langsung oleh dua orang yaitu operator sebagai petugas dari iDuHelp! yang melayani customer (Pribadi Raharja) yang menggunakan layanan iDuHelp! ini. Pada pelayanan online ini percakapan langsung yang dilkaukan operator dan customer dalam menyampiakan kesulitan yang dihadapi dan dijawab langsung pula oleh operator saat itu juga. Pada iDuHelp! operator yang bertugas dalam kegiatannya, dimana pada satu hari ada 3 operator yang bertugas dan dibagi menjadi 3 shift. Gunanya untuk meringankan tugas mereka pada iDuHelp! ini. Dimana 3 shift tersebut terbagi dari shift 1 pada pukul 08.00-13.00 (1 orang), shift 2 pada pukul 12.00-17.00 (1 orang), dan shift 3 pada pukul 16.00-21.00 (1 orang). Dimana jadwal tugas mereka sebelumnya telah diatur oleh pengurus iDuHelp! dan sebagai operator yang sedang menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, mereka harus sebaik mungkin dalam tugas iDuHelp! ini.

Sedangkankan untuk offline sendiri, dimulai dari pukul 21.00-08.00 pagi, pada waktu offline tersebut dilakukan setelah operator iDuHelp! selesai bertugas. Jadi jika masih ada operator yang bertugas, Pribadi Raharja tidak bisa menggunakan layanan Offline iDuHelp!. Pada pelayanan offline customer hanya mengisi field yang telah ada, lalu ketika customer send pertanyaan offlinenya maka secara otomatis akan terkirim ke email iDuHelp!, pada offline ini customer tidak berkomunikasi langsung dengan operator, melainkan hanya dengan sistem yang telah dibuat sebleumnya. Maka dari offline ini customer hanya tinggal menunggu saja jawabannya dalam waktu yang telah ditentukan oleh admin iDuHelp! sendiri, yang jawabannya itu sendiri akan dikirimkan melalui email mereka.

iDuHelp! ini dalam kegiatannya didukung oleh beberapa sistem juga, yaitu IRAN dan Rooster. Dimana Pada sistem iDuHelp! itu sendiri, jika operator ingin menjawab sebuah pertanyaan dari customer, maka operator hanya tinggal mencari jawabannya pada sistem iLearning Ask and News (iRAN), dimana pada sistem IRAN tersebut berisi semua jawaban-jawaban yang dibutuhkan oleh para Pribadi Raharja. Jadi operator tidak perlu mencari jawabannya kemana-mana, hanya memberikan link dari iRAN untuk diberikan kepada customer. Kemudian, jika memang operator tersebut tidak bisa menjawab dan jawaban dari customer tidak ada pada iRAN maka ada sistem Rooster yang mempunyai fungsi sebagai tiketing perantara kepada pihak yang lebih mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan customer. Yaitu dengan cara operator membuat tiket lalu dikirimkan kepada bagian atau departemen yang ada didalam sistem Rooster. Jadi dalam kegiatan pelayanan iDuHelp! ini, operator tidak sulit untuk menjalankan tugasnya pada iDuHelp! ini. Karena banyak sistem pendukung lainnya dalam kegiatannya.

Dari adanya sistem iDuHelp! ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi Pribadi Raharja itu sendiri terutama pada Perguruan Tinggi Raharja. Yang dimana dengan iDuHelp! ini Perguruan Tinggi Raharja mempunyai tempat untuk mahasiswanya menyampaikan semua kesulitan yang mereka hadapi dalam sebuah pembelajaran. Selain itu pada sistem iDuHelp! ini merupakan sistem yang sudah mengandalkan internet dimana pada hal tersebut sangat menggambarkan sekali IT, yang cocok dengan slogan STMIK Raharja sendiri sebagai kampus unggulan dibidang IT. Dan untuk Pribadi Raharja manfaat yang didapat ialah mereka tidak bingung lagi jika mengalami kesulitan yang dihadapinya dalam kegiatan pembelajaran, hanya dengan menggunakan iDuHelp! ini Pribadi Raharja akan mendapatkan jawaban dari kesulitan yang mereka hadapi.

Dengan adanya sistem iDuHelp! yang telah berjalan saat ini pada Perguruan Tinggi Raharja dan dengan kegiatan yang ada seperti latar belakang diatas, maka penulis ingin mengembangkan sistem iDuHelp! ini untuk bisa lebih baik dan sempurna lagi serta dapat lebih bermanfaat bagi Pribadi Raharja. Khususunya dalam menjawab kesulitan yang ada pada kegiatan akademik. Maka penulis mengambil judul penelitian tentang ”PENGEMBANGAN SISTEM CAMPUS SERVICES ILEARNING EDUCATION HELP ( IDUHELP!) PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA". Penulis berharap agar penelitian ini bisa mengembangkan kekurangan yang ada pada sistem iDuHelp! yang sedang berjalan saat ini. Dan semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi semuannya dan dapat digunakan oleh berbagai pihak yang ada di lingkukang Perguruan Tinggi Raharja.

Perumusan Masalah

Setiap penelitian dimulai dari rumusan masalah yang dilanjutkan dengan pemecahan masalah. Rumusan masalah ini dikategorikan sebagai pertanyaan utama yang dicari dan yang akan dijawab melalui pemecahan masalah. Rumusan masalah itu muncul karena adanya kesenjangan antara kondisi realitas atau nyata dengan kondisi yang nantinya diharapkan. Uraian rumusan masalah ini harus didukung dengan teori, survey, dan juga data yang relevan. Adanya rumusan masalah merupakan salah satu faktor penting yang menentukan jalannya penelitian. Suatu masalah perlu diteliti untuk menguraikan masalah – masalah yang ada, untuk menggambarkan atau mendeskripsikan masalah tersebut, dan untuk menemukan solusi atas masalah tersebut. Masalah adalah kesenjangan (discrepancy) antara apa yang seharusnya (harapan) dengan apa yang ada dalam kenyataan sekarang. Kesenjangan tersebut dapat mengacu ke ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan dan lain sebagainya. Penelitian diharapkan mampu mengantisipasi kesenjangan-kesenjangan tersebut. Masalah yang perlu dijawab melalui penelitian cukup banyak dan bervariasi misalnya masalah dalam bidang pendidikan saja dapat dikategorikan menjadi beberapa sudut tinjauan yaitu masalah kualitas, pemerataan, relevansi dan efisiensi pendidikan.

Dalam hal ini, sesuai dengan latar belakang penelitian yang telah diuraikan pada 1.1 , penelitian ini secara jelas berkaitan dengan pelayanan pada Perguruan Tinggi. Beberapa hal akan dikemukakan dan dijelaskan tentang pelayanan yang ada pada sistem perguruan tinggi. Disini akan diberikan contoh tentang pelayanan yang berjalan saat ini, serta adanya masalah masalah yang terjadi pada pelayanan. Selanjutnya, akan dinyatakan dan dijelaskan mengapa masalah ini penting dan menarik untuk dipecahkan. Dinilai juga dari kerugian yang akan muncul akibat masalah ini tidak terpecahkan, atau keuntungan yang akan didapatkan akibat masalah ini terpecahkan. Studi elisitasi akan dilakukan dalam rangka pembuktian dan inventarisasi terhadap masalah masalah yang muncul pada pelayanan ini. Melalui literature review juga akan dibuktikan bahwa belum ada solusi jawaban yang tepat atau pemecahan masalah yang memuaskan atas penelitian yang akan dilakukan ini. Observasi lapangan melalui studi survey menggunakan iLearning Survey (ISur) juga dilakukan demi mengukuhkan akar permasalahan dari pendokumentasian ini.

Berdasarkan analisa yang dilakukan dalam latar belakang diatas maka di dapat masalah yang terjadi didalam penggunaan sistem pelayanan yang berjalan saat ini:

 

  1. Bagaimana sistem pelayanan yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja saat ini?
  2. Apakah dengan diterapkannya pelayanan online dan Offline yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja sudah optimal ?
  3. Bagaimana agar pelayanan secara offline bisa dilakukan setiap waktu ?

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Dalam beberapa penelitian dimana permasalahannya sangat sederhana terlihat bahwa tujuan sepertinya merupakan pengulangan dari rumusan masalah, hanya saja rumusan masalah dinyatakan dengan pertanyaan, sedangkan tujuan dituangkan dalam bentuk pernyataan yang biasanya diawali dengan kata ingin mengetahui.

Tetapi bila permasalahannya relatif komplek, permasalahan ini menjadi lebih jelas terjawab bila disusun sebuah tujuan penelitian yang lebih tegas yang memberikan arah bagi pelaksanaan penelitian. Misalnya, bila rumusan masalah mempertanyakan bagaimanakah penerapan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pecahan, maka jelas akan banyak penafsiran tentang jawaban yang diinginkan dari pertanyaan ini, sehingga perumusan tujuannya harus lebih tegas, misalnya ingin mengetahui langkah-langkah dalam menerapkan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pemecahan, atau ingin mengetahui bagaimanakah efek penerapan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pemecahan terhadap hasil belajar.

Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang ditetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Beberapa sifat yang harus dipenuhi sehingga tujuan penelitian dikatakan baik yaitu: spesifik, terbatas, dapat diukur, dan dapat diperiksa dengan melihat hasil penelitian. Adapun tujuan dari penelitiann ini adalah:

Tujuan dari sistem pelayanan iDuHelp! ini yaitu memudahkan Pribadi Raharja dalam mendapatkan jawaban atas kesulitan mereka terhadap 10 Pillar IT iLearning, sehingga dapat mengurangi keluhan yang terjadi akibat masalah yang terjadi pada 10 Pillar IT iLearning tersebut, memaksimalkan pelayanan kampus dengan adanya pelayanan secara online dan offline. Serta mengimplementasikan sistem pelayanan kampus pada Perguruan Tinggi Raharja dengan mengoptimalkan sistem pelayanan iDuHelp! sebagai Learning eDucation dalam mendukung kegiatan pelayanan kampus.

Tujuan operasional dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa masalah apa saja yang ada pada sistem pelayanan yang sedang berjalan saat ini di Perguruan Tinggi Raharja.

Tujuan Fungsional dari penelitian ini yaitu agar hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh Perguruan Tinggi Raharja sebagai bahan referensi dasar untuk memperbaiki sistem pelayanan yang berjalan saat ini.

Tujuan Individual adalah untuk menambah ilmu pengetahuan, pengalaman, pengenalan dan pengamatan sebuah sistem yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, sehingga penulis melakukan penelitian ini untuk menyelesaikan Laporan Skripsi.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan dan terjawabnya rumusan masalah secara akurat. Manfaat penelitian harus dapat dibedakan antara manfaat teoritis dan manfaat praktisnya. Karena laporan skripsi ini selalu dibuat dengan dukungan beberapa kajian teoritis dan temuan sebelumnya, maka akan mempunyai manfaat teoritis. Manfaat teoritis baik bagi penulis maupun pembaca karya ilmiah tersebut. Sedangkan manfaat praktisnya tergantung pada bentuk penelitian yang dilakukan, terutama untuk penelitian evaluasi dan eksperimen. Dalam penulisan laporan skripsi ini dikemukakan beberapa manfaat, yaitu :

  1. Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja dengan membuat laporan penelitian secara ilmiah dan sistematis.
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan kampus di Perguruan Tinggi Raharja.
  3. Dengan adanya sistem pelayanan yang secara online dan offline, maka diharapkan seluruh Pribadi Raharja di Perguruan Tinggi Raharja dapat memperoleh informasi secara cepat, tepat dan akurat. Selain itu dapat melakukan proses pelayanan dimanapun dan kapanpun dengan sistem pelayanan yang dapat diakses secara online maupun offline.

Ruang Lingkup

Untuk mempermudah penulisan laporan skripsi ini dan lebih terarah, maka perlu kiranya dibuat suatu batasan masalah. Adapun ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas dalam sistem pelayanan ini yaitu hanya pada lingkup seputar pembelajaran iLearning eDucation, yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja. Hal ini dilakukan agar kegiatan pelayanan berjalan dengan optimal dan lebih terstruktur dan adapun ruang lingkup permasalahan dalam penulisan laporan skripsi ini yaitu :

1. Hanya diterapkan Pada Perguruan Tinggi Raharja

2. Pertanyaan Hanya pada lingkup seputar 10 Pillar IT iLearning

3. Pertanyaan Hanya pada lingkup seputar Raharja Enrichment Center (REC): Hibah, Jurnal, Traning, RCEP, dan RME

4. Pertanyaan Hanya pada lingkup seputariFacility: Wifi iLearning REC, dan Komputer REC .

5. Melayani Pribadi Raharja yang menggunakan akun email ECO dan rinfo.

6. Jawaban yang diberikan berupa link dari ilearning Raharja Ask and News iRAN

7. Pengembangan berdasarkan pada metodelogi Elisitasi Final

8. Waktu Pengerjaan selama 6 bulan, semenjak Skripsi

Metode Penelitian

Dalam penyusunan Laporan Skripsi ini, metode penelitian yang digunakan penulis yaitu dengan cara mengumpulkan dan menggambarkan data mengenai keadaan secara langsung dari atau tepatnya yang menjadi objek penelitian untuk mendapatkan data secara relevan. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan dalam mencari dan mengumpulkan data serta mengolah informasi yang diperlukan menggunakan beberapa metode sebagai berikut :

Metode Pengumpulan Data

Metode Observasi (Pengamatan)

Pengamatan (observasi) adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Dalam hal ini, peneliti dengan berpedoman kepada desain penelitiannya perlu mengamati langsung berjalannya sistem yang telah diterapkan. Untuk mengamati berbagai hal atau kondisi yang ada di lapangan dan meminta data yang diperlukan sebagai bahan untuk menulis laporan skripsi. Kemudian dari pengamatan tersebut, peneliti mengumpulkan data yang diperlukan didalam sebuah pelayanan tersebut untuk dilakukan pengamatan terhadap sistem yang akan dikembangkan.

Metode Studi Pustaka

Studi Pustaka adalah segala upaya yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh dan menghimpun segala informasi tertulis yang relevan dengan masalah yang diteliti. Informasi ini dapat diperoleh dari buku-buku, laporan penelitian, karangan ilmiah, buku tahunan dan sumber-sumber lain. Serta melakukan searching pada internet. Dalam hal ini seorang peneliti berkewajiban mempelajari teori-teori yang mendasar masalah dan bidang penelitiannya.Selain itu, peneliti juga perlu memanfaatkan hasil penelitian dan pemikiran yang relevan dengan masalah penelitiannya untuk menghindari terjadinya pengulangan penelitian serupa atau duplikasi yang tidak diinginkan. Dengan melakukan kajian bahan-bahan pustaka yang ada, peneliti dapat memperoleh informasi secara sistematis, kemudian menuangkannya dalam bentuk rangkuman yang utuh. Melalui metode studi pustaka ini penulis mencari teori-teori yang berkaitan dengan ruang lingkup penelitian dan mempelajari referensi yang ada di dalam CCIT journal dan laporan skripsi dari kampus lain.

Metode Survey

Metode ini dilakukan melalui proses survey disebuah sistem yang telah disediakan iLearning Survey (ISur), dimana metode ini dilakukan secara online oleh responden yang diberikan pertanyaan-pertanyaan atas apa saja yang dia rasakan selama menggunakan pelayanan iDuHelp!. Survey ini dilakukan agar memudahkan kegiatan pengambilan keputusan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat serta data yang tersimpan tidak akan hilang.

Elisitasi Final

Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Elisitasi dilakukan melalui tiga tahap, yaitu elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan elisitasi final. Dan dengan menggunakan metode elisitasi final, peneliti diharapkan dapat fokus meneliti sesuai dengan permintaan dari stakeholder.

Analisa Data

merupakan suatu kegiatan yang dimulai dari proses awal didalam mempelajari serta mengevaluasi suatu bentuk permasalahan. Dalam tahap ini terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan sistem sebagai berikut :

  1. Identify, yaitu mengidentifikasikan masalah
  2. Understand, yaitu memahami sistem yang ada
  3. Analizer, yaitu menganalisa sistem
  4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisa

Metodologi Pendekatan dan Pengembangan Sistem

Metode pengembangan sistem sangat dibutuhkan dalam perancangan sebuah sistem karena sebelum memulai pembuatan koding – koding hendaknya merancang terlebih dahulu metode pemodelan seperti apa yang harus digunakan dengan memprioritaskan ketepatan waktu selesai dan efektifitas dalam perancangan sebuah sistem.

Metodologi Pendekatan Sistem

Menurut Prof.Dr. Jogiyanto HM,MBA,Akt. (2010:53)[2] dalam bukunya Analisis & Desain, menjelaskan bahwa: Pendekatan terstruktur ini dimulai dari awal tahun 1970. Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat dan teknik–teknik yang dibutukan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.

Metodologi Pengembangan Sistem

Menurut Jogiyanto HM,MBA,Akt.(2010:59)[2] dalam bukunya Analisis & Desain, menjelaskan bahwa “Metodologi Pengembangan Sistem adalah metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi".

Lokasi Penelitian

Penelitian yang berjudul Pengembangan Sistem Campus Services iLearning Education Help (iDuHelp!) Pada Perguruan Tinggi Raharja dilakukan di Raharja Enrichment Center (REC) pada Perguruan Tinggi Raharja, Tangerang.

Sistematika Penulisan

Dalam penyusunan laporan skripsi ini terdiri dari 5 (lima) bab, masing-masing bab mempunyai pembahasan yang berbeda tapi merupakan satu kesatuan. Sistematika penulisan ini digunakan untuk mengetahui hal-hal yang akan dibahas pada masing-masing bab secara garis besarnya, yaitu:

BAB I  : PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang informasi umum yaitu latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penelitian.

BAB II  : LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan teori yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku yang berkaitan dengan penyusunan laporan skripsi serta beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian.

BAB III  : PEMBAHASAN DAN ANALISA MASALAH

Pada bab ini berisikan gambaran tentang Sejarah Perguruan Tinggi Raharja, struktur organisasi, analisa keluaran,konfigurasi sistem dan Unified Modelling Language (UML)

BAB IV  : RANCANGAN SISTEM DAN IMPLEMENTASI

Bab ini menjelaskan analisa sistem yang diusulkan dengan menggunakan flowchart dan mind map dari sistem yang diimplementasikan, serta pembahasan secara detail Final Elisitasi yang ada di bab sebelumnya, di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sesudah adanya sistem yang diusulkan.

BAB V  : PENUTUP

Bab ini berisikan kesimpulan dan saran berdasarkan tujuan penelitian yang dilakukan oleh penulis.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal-hal atau teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai landasan dalam pembuatan laporan ini.

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Berikut ini adalah beberapa definisi sistem menurut beberapa ahli, di antaranya:

  1. Menurut Mustakini (2009:34)[3], bahwa Sistem (system) dapat didefiniskan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen. “Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu”. Contoh sistem yang didefinisikan dengan pendekatan ini adalah sistem akuntansi. Sistem ini didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan, pembelian dan buku besar.
  2. Mendefinisikan sistem secara umum sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu sebagai satu kesatuan. (Agus Mulyanto, 2009 : 1)[4]
  3. Menurut Moekijat dalam Prasojo (2011:152)[5], “Sistem adalah setiap sesuatu terdiri dari obyek-obyek, atau unsur-unsur, atau komponen-komponen yang bertata kaitan dan bertata hubungan satu sama lain, sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan pemrosesan atau pengolahan yang tertentu”.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas mengenai sistem, dapat disimpulkan bahwa suatu sistem merupakan Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Terdapat dua kelompok pendekatan didalam pendefinisian sistem, yaitu :

  1. Pendekatan yang menekankan pada prosedur, mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
  2. Pendekatan yang menekan pada elemen atau komponen, mendefisinikan sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Karakteristik Sistem

Menurut Mustakini (2009:54)[3], suatu sistem mempunyai karakteristik. Karakteristik sistem adalah sebagai berikut:

  1. Suatu sistem mempunyai komponen-komponen sistem (components) atau subsitem-subsistem.
  2. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

  3. Suatu sistem mempunyai batas sistem(Boundary)
  4. Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

  5. Suatu sistem mempunyai lingkungan luar (Environment)
  6. Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.

  7. Suatu sistem mempunyai penghubung(Interface)
  8. Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsitem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.penghubung,

  9. Suatu sistem mempunyai tujuan (goal).
  10. Suatu sistem mempunyai tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministik. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

Klasifikasi Sistem

Menurut Agus Mulyanto (2009 : 8)[4] mengatakan bahwa sistem pun dapat diklasifikasikan dalam beberapa sudut pandang, sebagai berikut :

  1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
  2. a. Sistem Abstrak (abstact system) adalah sistem yang berupa pemikiran atau gagasan yang tidak tampak secara fisik. Misalnya, sistem agama/ teologi.

    b. Sistem Fisik (physical system) adalah sistem yang ada secara fisik dan dapat dilihat dengan mata. Misalnya, sistem komputer, sistem akuntansi, dan sistem transportasi.

  3. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan
  4. a. Sistem alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi karena proses alam, bukan buatan manusia. Misalnya, sistem tatasurya, sistem rotasi bumi.

    b. Sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang terjadi melalui rancangan atau campur tangan manusia. Misalnya, sistem komputer, sistem transportasi.

  5. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system)
  6. a. Sistem tertentu (deterministic system) adalah sistem yang operasinya dapat diprediksi secara cepat dan interaksi di antara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti. Misalnya, sistem komputer karena operasinya dapat diprediksi berdasarkan program yang dijalankan.

    b. Sistem tak tentu (probabilistic system) adalah sistem yang hasilnya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Misalnya, sistem persediaan.

    c. Sistem Tertutup Dan Sistem Terbuka

    d. Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan di luar sistem. Sebenarnya sistem tertutup tidak ada, yang ada adalah relatif tertutup.

    e. Sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan luar dan dapat terpengaruh dengan keadaan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan output untuk subsistem yang lain.

Konsep Dasar Informasi

Definisi Data

Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau item. Menurut McLeod dalam bukunya Yakub (Yakub,2012: 5)[6]“ Data adalah deskripsi kenyataan yang menggambarkan adanya suatu kejadian (event), data terdiri dari fakta (fact) dan angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai”. Data dapat berbentuk nilai yang terformat, teks, citra, audio, dan video.

1. Teks, adalah sederetan huruf, angka, dan simbol-simbol yang kombinasinya tidak tergantung pada masing masing item secara individual misalnya, artikel koran, majalah dan lain-lain.

2. Data yang terformat, adalah data dengan suatu format tertentu, misalnya data yang menyatakan tanggal atau jam, dan nilai mata uang.

3. Citra (image), adalah data dalam bentuk gambar, citra dapat berupa, grafik, foto, hasil ronsten, dan tanda tangan.

4. Audio, adalah data dalam bentuk suara misalnya, instrumen musik, suara orang, suara binatang, detak jantung, dan lain-lain.

5. Video, adalah data dalam bentuk gambar yang bergerak dan dilengkapi dengan suara misalnya, suatu kejadian dan aktivitas-aktivitas dalam bentuk film.

 

Definisi Informasi

Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, maksud dari kalimat tersebut yaitu bahwa informasi sangat penting pada suatu organisasi. Informasi (information) dapat didefinisikan sebagai berikut:

  1. Menurut Mustakini (2009:36)[3], ”Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi pemakainya”.
  2. Menurut McLeod dalam Yakub (2012:8)[6], “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi penerimanya”.
  3. Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.

 

Kualitas Informasi

Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh tiga hal pokok, yaitu akurasi (accuracy), relevansi (relevancy), dan tepat waktu (timeliness). (Agus Mulyanto, 2009 : 247)[4].

a. Akurasi (accuracy)

Sebuah informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.

Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau mengubah data-data asli tersebut.

Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah:

  1. Informasi yang akurat harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian tentunya akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.
  2. Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut.
  3. Informasi harus aman dari segala gangguan (noise) dapat mengubah atau merusak akurasi informasi tersebut dengan tujuan utama.
  4. b. Tepat Waktu (timeliness)

    Informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan berakibat fatal bagi perusahaan. Mahalnya informasi disebabkan harus cepat dan tepat informasi tersebut didapat. Hal itu disebabkan oleh kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan bantuan teknologi-teknologi terbaru. Dengan demikian diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan informasi tersebut.

    c. Relevansi (relevancy)

    Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda. Misalnya, informasi mengenai kerusakan infrastruktur laboratorium komputer ditujukan kepada rektor universitas. Tetapi akan lebih relevan apabila ditujukan kepada penanggung jawab laboratorium.

Nilai Informasi

Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost). Namun, dalam kenyataannya informasi yang biaya untuk mendapatkannya tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.(Agus Mulyanto, 2009 : 247).[4]

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Terdapat berbagai macam pengertian sistem informasi menurut beberapa ahli, diantaranya sebagai berikut : Menurut Agus Mulyanto (Mulyanto, 2009:29)[4], “Sistem informasi merupakan suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan.”

Menurut Jogiyanto HM (2008:33)[7], “Sistem informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan informasi.”

Dari berbagai definisi sistem informasi seperti di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi adalah sistem yang ada pada teknologi informasi yang digunakan oleh manusia yang dikumpulkan dan dianalisa untuk mendapatkan informasi agar tujuannya tercapai dalam mengambil keputusan.

Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi terdiri dari lima sumber daya yang dikenal sebagai komponen sistem informasi. Kelima sumber daya tersebut adalah manusia, hardware, software, data, dan jaringan. Kelima komponen tersebut memainkan peranan yang sangat penting dalam suatu sistem informasi. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua sistem informasi mencakup kelima komponen tersebut. Misalnya, sistem informasi pribadi yang tidak mencakup jaringan telekomunikasi. (Agus Mulyanto, 2009 : 247)[4].

John Burch dan Gary Grudnitski dalam Jogiyanto [8], mengemukakan bahwa “Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block). Sebagai suatu sistem, blok bangunan tersebut masing-masing berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya”.

Menurut Jogiyanto (2012:47) [8], Blok bangunan tersebut terdiri dari:

1. Blok Masukan (Input Block)

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model (Model Block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi (Technology Block)

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian sistem secara keseluruhan. Pada blok ini terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi(humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

5. Blok Basis Data (Database Block)

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak paket yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems).

6. Blok Kendali (Controls Block)

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Pengembangan Sistem

Definisi Pengembangan Sistem

Menurut Jogiyanto H.M (2010:59)[9] pengembangan sistem didefinisikan sebagai aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan (problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities) yang timbul.

Tujuan Pengembangan Sistem

Adapun tujuan yang hendak dicapai dari tahap pengembangan sistem mempunyai maksud atau tujuan utama, yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakaian sistem (user)
  2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan menghasilkan pengembangan yang dapat memberikan kemudahan kepada pemograman komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat dalam pengguna sistem.

Konsep Dasar Database

Definisi Database

Database sebagai kumpulan data dari penempatan tenaga kerja yang saling terkait dan mempengaruhi sesuai dengan tingkat kepentingannya sehingga data tersebut terintegrasi dan independence. (Aris Martono, 2009:307 )[10]

Definisi Tabel

Tabel adalah komponen paling utama dalam membuat website, pada saat pembuatan sebuah halaman web, tabel dijadikan sebagai media yang berfungsi sebagai kerangka untuk meletakkan komponen-komponen isi web. Sehingga dapat meninggalkan pengguna tabel dalam sebuah design web. (Anhar, 2010 : 45)[11]

Selain sebagai kerangka kerja, tabel juga dijadikan sebagai media untuk merapihkan semua content (isi web) yang ada di dalam halaman web. Jadi sebagai seorang web master atau designer web kita tidak akan dapat meninggalkan tabel, karena tabel dapat dikatakan sebuah komponen HTML yang diharuskan dalam pembuatan website.

Definisi Record

Record adalah data yang isinya merupakan satu kesatuan seperti nama User dan Password. Setiap keterangan yang mencakup nama User dan Password dinamakan satu record. Setiap record diberi nomor yang disebut nomor record (Record Number). (Anhar, 2010 : 45).[11].

Peralatan Pendukung (Tools System)

Merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, diagram-diagram yang menunjukan secara tepat arti dan fungsinya. Adapun peralatan pendukung (tools system) yang dijelaskan sebagai model sistem yang akan dirancang adalah sebagai berikut :

Definisi Unified Modelling Language (UML)

Menurut Adi Nugroho (2010:6)[12], ”UML (Unified Modeling Language) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma (berorientasi objek).” Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa UML adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis Objek (Object Oriented programming).

Definisi Diagram-diagram UML (Unified Modeling Language)

Menurut Henderi (2008:5), Berikut ini adalah definisi mengenai 5 diagram UML:

  1. Use Case Diagram
  2. Use case diagram secara grafis menggambarkan interaksi antara sistem, sistem eksternal dan pengguna. Dengan kata lain use case diagram secara grafis mendeskripsikan siapa yang akan menggunakan sistem dan dalam cara apa pengguna (user) mengharapkan interaksi dengan sistem itu. Use case secara naratif digunakan untuk secara tekstual menggambarkan sekuensi langkah-langkah dari setiap interaksi.

  3. Class Diagram
  4. Menggambarkan struktur object sistem. Diagram ini menunjukkan class object yang menyusun sistem dan juga hubungan antara class object tersebut.

  5. Sequence Diagram
  6. Secara grafis menggambarkan bagaimana objek berinteraksi dengan satu sama lain melalui pesan pada sekuensi sebuah use case atau operasi.

  7. State Chart Diagram
  8. Digunakan untuk memodelkan behaviour objek khusus yang dinamis. Diagram ini mengilustrasikan siklus hidup objek berbagai keadaan yang dapat diasumsikan oleh objek dan event-event (kejadian) yang menyebabkan objek beralih dari satu state ke state yang lain.

  9. Activity Diagram
  10. Secara grafis digunakan untuk menggambarkan rangkaian aliran aktivitas baik proses bisnis maupun use case. Activity diagram dapat juga digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action tersebut.

Relasi (Relationship)

Ada 4 (empat) macam relationship dalam Unified Modeling Language (UML) yaitu:

  1. Pengklasifikasian (Classifier)
  2. Pengklasifikasi (classifier) pada prinsipnya merupakan konsep diskret dalam model yang memiliki identitas (identity), state, perilaku (behavior), serta relasi dengan mengklasifikasi yang lainnya (relationship).

  3. Asosiasi
  4. Asosiasi (asociation) pada dasarnya mendeskripsikan koneksi diskret antara objek atau antar instance lain dalam sistem atau perangkat lunak yang sedang dikembangkan.

  5. Generalisasi
  6. Menggambarkan hubungan antara use case yang bersifat umum dengan use case-use case yang bersifat lebih spesifik.

  7. Realisasi
  8. Relasi realisasi (realitation) menghubungkan elemen-elemen model, misalnya kelas, ke elemen-elemen model lainnya, seperti suatu antarmuka, yang menyediakan spesifikasi perilaku tetapi bukan strukturnya atau implementasinya.

Macromedia Dreamweaver CS5

Macromedia Dreamweaver CS5 adalah sebuah HTML editor profesional untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau halaman web. Saat ini terdapat software dari kelompok Adobe yang belakangan banyak digunakan untuk mendesain suatu web. Versi terbaru dari Adobe Dreamwever CS5 memiliki beberapa kemampuan bukan hanya sebagai software untuk desain web saja, tetapi juga menyunting kode serta pembuatan aplikasi web. Antara lain: JSP, PHP, ASP, XML, dan ColdFusion. (Christianus Sigit, 2010 : 1)[13]

Dreamweaver merupakan software utama yang digunakan oleh Web Designer dan Web Programmer dalam mengembangkan suatu situs web.Hal ini disebabkan oleh ruang kerja, fasilitas, dan kemampuan Dreamweaver yang mampu meningkatkan produktivitas dan efektifitas, baik dalam desain maupun membangun suatu situs web.

Dalam perkembangannya, Adobe Dreamweaver telah mencapai versinya yang terbaru atau lebih dikenal dengan Adobe Dreamweaver CS5. Fitur-fitur yang dimiliki semakin lengkap dan handal, untuk membuat pengguna Dreamweaver CS5 semakin dapat berkreasi dan berinovasi dengan bebas dalam mendesain web.Fitur baru yang semakin handal untuk versi terbaru ini dimunculkan, diantaranya adalah Integrated CMS Support, CSS Inspection, PHP Custom Class Code Hinting, dan Site-Specific Code Hinting. Semua fitur baru tersebut semakin memantapkan pengguna Adobe Dreamwever CS5 untuk semakin mengeksplorasi dan mengeksploitasi ide kreasi pengolahan website.

Processor Hypertext Protocol (PHP)

Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu yang terbaru/up to date. Semua script PHP dieksekusi pada server dimana script tersebut dijalankan. (Anhar, 2010 : 3)[14]. Berikut contoh umum penggunaan script PHP untuk menjelaskan tentang PHP sebagai script yang disisipkan dalam bentuk HTML.

<html>

<head>

<title>

Contoh

</title>

</head>

</body>

<?

Echo“Hello,World”

 ?>

</body>

</html>

Contoh script diatas berbeda dengan script yang ditulis dengan bahasa lain seperti bahasa C. Programmer tidak harus menuliskan semua dokumen HTML sebagai bagian dari keluaran dari script PHP, cukup menuliskan bagian mana saja yang berupa tag html dan bagian mana saja yang harus ditulis atau dihasilkan dari program script PHP, kode diapit dengan menggunakan tag awal tag akhir yang khusus yang memungkinkan pemprograman untuk masuk dan keluar dari mode script PHP.

Filezilla

Logo-Filezilla.jpg

Gambar 2.1. Logo FileZilla

The FileZilla Wiki is a documentation base aimed at helping those that want to download, install, compile and use the FileZilla Client and FileZilla Server software to transfer files across the Internet. FileZilla Client is a free, open source FTP client. It supports FTP, SFTP, and FTPS (FTP over SSL/TLS). The client is available under many platforms, binaries for Windows, Linux and Mac OS X are provided. FileZilla Server is an FTP server supported by the same project. It supports FTP and FTP over SSL/TLS. FileZilla's source code and downloads are hosted on SourceForge. SourceForge featured FileZilla as the Project of the Month in November 2003 and was also voted the best networking program in the 2006 SourceForge.net Community Choice Awards. [15] (The FileZilla Wiki adalah basis dokumentasi yang bertujuan membantu mereka yang ingin men-download, menginstal, mengkompilasi dan menggunakan Client FileZilla dan software FileZilla Server untuk mentransfer file di Internet.FileZilla Client adalah gratis, open source klien FTP. Mendukung FTP, SFTP, dan FTPS (FTP over SSL / TLS). Klien tersedia di bawah banyak platform, binari untuk Windows, Linux dan Mac OS X disediakan.FileZilla Server adalah server FTP yang didukung oleh proyek yang sama. Mendukung FTP dan FTP melalui SSL / TLS.Kode sumber FileZilla dan download di-host di SourceForge. SourceForge fitur FileZilla sebagai Project of the Month pada bulan November 2003 dan juga sebagai program jaringan terbaik di 2006 Penghargaan SourceForge.net Community Awards.)

Definisi Yang Berhubungan

Konsep Dasar iLearning

Pada dasarnya istilah iLearning (Integrated Learning) berasal dari pemikiran perkembangan Teknologi iPad di Perguruan Tinggi Raharja, yang dicetus peratma kali oleh pimpinan STMIK Raharja yaitu Ir. Untung Rahardja, M.T.I (2011)[16] , yang berisi 4B: Belajar, Bermain, Berdoa dan Bekerja. Pembelajaran secara efisien, praktis dan menyenangkan sehingga membuat mahasiswa/i menjadi lebih menarik dan semangat dalam belajar dengan di dukung teknologi yang mempermudah jangkauan mahasiswa/i dalam melakukan interaksi. Dengan demikian, pengertian terhadap keempat unsur-unsur pokok ini akan sangat membantu dalam memahami iLearning.

Istilah iLearning mengandung pengertian bahwa: “Merupakan suatu metode sistem pembelajaran yang sedang disiapkan oleh Perguruan Tinggi Raharja dengan upaya memberikan pelayanan prima kepada seluruh mahasiswa/i dalam bentuk service excellence sebagai kampus unggulan”.

Perguruan Tinggi Raharja dalam mengembangkan konsep proses pembelajaran berbasis multimedia secara online yang dikemas secara entertainment, sehingga menghadirkan konsep Interactive Education Learning yang menyentuh dalam proses belajar mengajar kepada seluruh civitas akademika dan secara terus menerus melakukan perbaikan (continues improvement) menuju kesempurnaan dalam materi bahan ajar yang selalu berkembang seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi”.

Media audio visual dalam iLearning merupakan media yang sangat tepat untuk meningkatkan minat belajar mahasiswa. Pembelajaran lebih cepat ditangkap serta durasi informasi lebih lama diingat karena melibatkan dua sensor indera sekaligus yaitu audio visual dan visual menurut (Rahardja, 2012).

Konsep Dasar Internet

Istilah internet berasal dari bahasa Latin inter, yang berarti “antara”. Secara kata per kata internet berarti jaringan antara atau penghubung. Memang itulah fungsinya, internet menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa, sehingga mereka dapat berkomunikasi. Sistem apa yang digunakan pada masing-masing jaringan tidak menjadi masalah, apakah sistem DOS atau UNIX. Sementara jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX), internet mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan “bahasa” yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data. Pada dasarnya inilah yang menyebabkan besarnya dimensi internet.(Pardosi, 2007 : 10)[17] Dengan demikian, definisi internet ialah “jaringannya jaringan”, dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputernya. Jadi Kesimpulan definisi internet adalah:

  1. Definisi internet yaitu merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP.
  2. Fungsi internet merupakan media komunikasi dan informasi modern.

Definisi Online

Secara umum, sesuatu dikatakan online apabila ia terkoneksi/terhubung dalam jaringan/sistem lebih besar. Beberapa arti kata online lainnya lebih spesifik yaitu:

  1. Dalam percakapan umum, jaringan/network yang lebih besar dalam konteks ini biasanya lebih mengarah pada internet, sehingga 'online' lebih menjelaskan status bahwa ia dapat diakses melalui internet.
  2. Secara lebih spesifik dalam sebuah sistem yang terkait pada ukuran dalam satu aktivitas tertentu, sebuah elemen dari sistem tersebut dikatakan online jika elemen tersebut beroperasional. Sebagai contoh, Sebuah instalasi pembangkit listrik dikatakan online jika ia dapat menyediakan listrik pada jaringan elektrik.
  3. Dalam telekomunikasi, Istilah online memiliki arti lain yang lebih spesifik. Suatu alat diasosiasikan dalam sebuah sistem yang lebih besar dikatakan online bila berada dalam kontrol langsung dari sistem tersebut. Dalam arti jika ia tersedia saat akan digunakan oleh sistem (on-demand), tanpa membutuhkan intervensi manusia, namun tidak bisa beroperasi secara mandiri di luar dari sistem tersebut.
  4. Dengan Internet kita dapat menerima dan mengakses informasi dalam berbagai format dari seluruh dunia. Kehadiran internet juga dapat memberikan kemudahan dalam dunia pendidikan, hal ini terlihat dengan begitu banyaknya situs web yang menyediakan media pembelajaran yang semakin interaktif serta mudah untuk dipelajari.

Definisi iDuHelp!

Sistem penerapan campus service system pelayanan secara in site dan off site dalam mendukung kegiatan iLearning Education (iDU) pada perguruan tinggi diharapkan nantinya bagi para Pribadi Raharja tidak kesulitan dalam mengakses informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan Kampus. Dan diharapkan dengan adanya sistem ini bisa mengetahui perihal fasilitas dan news apa saja yang dimiliki kampus tanpa harus datang langsung ke kampus. [18]

Operator iDuHelp!

Operator adalah Pribadi Raharja yang sedang melaksanakan TriDharma Perguruan Tinggi, yang tugasnya yaitu melayani dan memberikan informasi kepada Pribadi Raharja lainnya yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran iLearning, khususnya pada kegiatan 10 Pillar IT iLearning, Raharja Enrichment Center (REC), iFacility. Dengan memberikan sebuah link atas jawaban yang dibutuhkan, serta melayani pada waktu tugas yang diberikan kepada mereka.

Definisi Chatting Online

Sistem chatting online pertama disebut Talkomatic, diciptakan oleh Doug Brown dan David R. Woolley tahun 1974 tentang Sistem PLATO di University of Illinois. Dengan menawarkan beberapa saluran, masing-masing bisa menampung hingga lima orang, dengan pesan muncul dilayar semua pengguna karakter-karakter oleh karena mereka diketik. Talkomatic sangat populer di kalangan pengguna PLATO ke pertengahan 1980-an.

Chat online dalam definisi interaksi secara langsung berbasis teks/berbasis video (Webcam), kebanyak grup obrolan (resmi juga dikenal sebagai konferensi sinkron), menggunakan alat-alat seperti instant messenger, Internet Relay Chat dan pembicara. Ekspresi chat secara online berasal dari obrolan kata yang berarti "percakapan informal". Online chat termasuk aplikasi berbasis web yang memungkinkan komunikasi langsung ditangani, tapi anonim antara pengguna dalam lingkungan multiuser. Web conferencing adalah layanan online yang lebih spesifik, yang sering dijual sebagai layanan host pada web server.

Online chat dapat merujuk pada jenis komunikasi melalui Internet, yang menawarkan transmisi real-time langsung dari pesan berbasis teks dari pengirim ke penerima, maka keterlambatan akses visual untuk pesan yang dikirim tidak akan menghambat aliran komunikasi dalam setiap arah. Online chat dapat mengatasi point to point komunikasi serta komunikasi multicast dari satu pengirim ke banyak penerima dan voice chat.

Kualitas Pelayanan

Kualitas sebagaimana yang diinterpretasikan ISO 9000 merupakan perpaduan antara sifat dan karakteristik yang menentukan sejauh mana keluaran dapat memnuhi persyaratan kebutuhan pelanggan. Pelanggan yang menentukan dan menilai sampai seberapa jauh sifat dan karakteristik itu memenuhi kebutuhannya (Lupiyoadi, 2009:175).

Dimensi Kualitas Pelayanan

Ada delapan dimensi kualitas yang dikembangkan Garvin (Tjiptono, 1996:68-69) dan dapat digunakan sebagai kerangka perencanaan strategis dan analisis. Dimensi-dimensi tersebut adalah :

a. Kinerja (performance) yaitu karakteristik operasi pokok dari produk inti.

b. Ciri atau keistimewaan tambahan (features) yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap.

c. Kehandalan (reliability) yaitu kemungkinan kecil mengalami kerusakan atau gagal aplikasi.

d. Kesesuaian dengan spesifikasi (corformance to specification) yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standart-standart yang ditetapkan sebelumnya.

e. Daya tahan (durability) yaitu berkaitan dengan berapa lama suatu produk dapat terus digunakan.

f. Service ability, meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah direparasi serta penanganan keluhan yang memuaskan.

g. Estetika, yaitu daya tarik produk terhadap panca indera.

h. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality), yaitu citra dan reputasi prodak serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya.

Kepuasan Konsumen

Kepuasan pelanggan merupakan tingkat perasaan di mana seseorang menyatakan hasil perbandingan atas kinerja prroduk atau jasa yang diterima dan yang diharapkan (Kotler, 1997).

Apabila ditinjau lebih lanjut, pencapaian kepuasan pelanggan melalui kualitas pelayanan dapat ditingkatkan dengan beberapa pendekatan sebagai berikut:

  1. Memperkecil kesenjangan-kesenjangan yang terjadi antara pihak manajemen dan pelanggan. Misalnya melakukan penelitian dengan metode fokus pada konsumen yang mengedarkan kuesioner dalam beberapa periode, untuk mengetahui persepsi pelayanan menurut pelanggan. Demikian juga penelitian dengan metode pengamatan bagi pegawai perusahaan tentang pelaksanaan pelayanan.
  2. Perusahaan harus mampu membangun komitmen bersama untuk menciptakan visi di dalam perbaikan proses pelayanan. Yang termasuk di dalamnya adalah memperbaiki cara berpikir, perilaku, kemampuan, dan pengetahuan dari semua sumberdaya manusia yang ada. Misalnya dengan metode brainstorming dan manajement by walking arround untuk mempertahankan komitmen pelanggan internal (karyawan).
  3. Memberi kesempatan kepada pelanggan untuk menyampaikan keluhan. Dengan membentuk sistem saran dan kritik, misalnya dengan hotline bebas pulsa.
  4. Mengembangkan dan menerapkan accountable, proactive, dan partnership marketing sesuai dengan situasi pemasaran. Perusahaan menghubungi pelanggan setelah proses pelayanan terjadi untuk mengetahui kepuasan dan harapan pelanggan (accountable). Perusahaan menghubungi pelanggan dari waktu ke waktu untuk mengetahui perkembangan pelayanan (proactive). Sedangkan partnership marketing adalah pendekatan di mana perusahaan membangun kedekatan dengan pelanggan yang bermanfaat untuk meningkatkan citra dan posisi perusahaan di pasar.

Definisi 10 Pillar IT iLearning

10 pilar ilearning.png

Gambar 2.2.10 Pilar IT iLearning

Untuk memudahkan pengelolaan dan meningkatkan kepuasan pelayanan kepada sivitas akademika Perguruan Tinggi Raharja terutama dalam mendukung perkuliahan menggunakan metode iLearning maka perlu adanya 10 Pillar IT iLearning Perguruan Tinggi Raharja. Output yang diperoleh adalah merupakan hasil dari penelitian Tridarma Perguruan Tinggi antara dosen dengan mahasiswa yang diwadahi oleh Raharja Enrichment Centre. Sistem Arsitektur pada Perguruan Tinggi Raharja terdiri dari 10 Pillar IT iLearning, meliputi [19]:

  1. iRME (iLearning Raharja Multimedia e-Portfolio) adalah media penyimpanan CV Pribadi Raharja dalam bentuk online (e-portfolio). Pribadi Raharja bisa membangun CV mereka dengan praktis kapanpun dan dimanapun dengan konsep paperless yang ditunjang dengan kemajuan teknologi membuat iRME ini adalah bukti bahwa Raharja mendukung Go Green.
  2. Rinfo (Email.co) Rinfo atau yang biasa disebut dengan email raharja.info adalah sebuah fasilitas email online bawaan dari google atau sering disebut gmail yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk Pribadi Raharja secara cuma-cuma yang berguna untuk memudahkan komunikasi, sharing ilmu, bahkan bisa juga untuk mengirim tugas yang di berikan oleh dosen. Tampilannya sama seperti gmail dan terdapat fitur untuk chatting kepada sesama pengguna email Rinfo bahkan email google (gmail). Lihat pula ECO
    1. Materi RCO
    2. Login
  3. iDu (iLearning Education) adalah media pembelajaran online untuk mendukung perkuliahan iLearning yang dijalankan secara onsite class dan offsite class.
  4. iRAN (iLearning Raharja Ask & News) adalah sistem yang menampilkan berita dan FAQs yang berkaitan tentang kampus.
  5. iDuHelp! adalah Sistem penerapan campus service system dengan bentuk layanan secara in site dan off site dalam mendukung kegiatan iLearning Education (iDU).
  6. Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning) adalah media sharing dan kolaborasi untuk membangun sebuah project dan setiap orang dapat berkontribusi didalamnya.
  7. Rooster (Role Online System Ticketing Raharja) merupakan sistem pelayanan yang melayani secara online dengan menggunakan sistem e-ticket atau ticketing online.
  8. iMe (iLearning Media) adalah ada official portal blogging yang dipersembahkan untuk Pribadi Raharja dan setiap Pribadi Raharja akan mendapatkan subdomain sebagai media dokumentasi segala bentuk aktifitas tridarma.
  9. Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services) magics adalah media penyimpanan gambar, podcast dan video untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Setiap Pribadi Raharja berhak mendapatkan account magics yang bisa mereka gunakan sebagai tempat penyimpanan.
  10. iSur (iLearning Survey) adalah sistem survey berbasis web yang digunakan untuk Pribadi Raharja melakukan survey kegiatan penelitian dan kegiatan akademik lainnya secara online.

iLearning Raharja Ask and News (IRAN)

Raharja Ask and News adalah media aplikasi yang dirancang untuk memberikan layanan informasi, kejadian, pengetahuan atau peristiwa umum, maupun khusus di Perguruan Tinggi Raharja. News biasanya berkaitan dengan pekerjaan Wartawan, Wartawan adalah orang yang bekerja memburu, meliput, kemudian menuliskan berita (News). Raharja News yang merupakan bagian dari Kumpulan aplikasi iRaharja.

Pengertian News

News (Berita) mengandung kata new yang berarti baru. Secara singkat sebuah berita adalah sesuatu yang baru yang diketengahkan bagi khalayak pembaca atau pendengar. Dengan kata lain, news adalah apa yang surat kabar, majalah cetak, radio, televisi dan media online beberkan. Berita berasal dari bahasa sansekerta “Vrit” yang dalam bahasa Inggris disebut “Write” yang arti sebenarnya adalah “Ada” atau “Terjadi”. Ada juga yang menyebut dengan “Vritta” artinya “Kejadian” atau “Yang Telah Terjadi”. Menurut kamus besar berita berarti laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Suatu alat diasosiasikan dalam sebuah sistem yang lebih besar dikatakan online bila berada dalam kontrol langsung dari sistem tersebut. Dalam arti jika ia tersedia saat akan digunakan oleh sistem (on-demand), tanpa membutuhkan intervensi manusia, namun tidak dapat beroperasi secara mandiri di luar sistem tersebut. Media on-line atau internet mulai menjamur sejak pertengahan tahun 1990-an, ketika internet sudah mulai merajalela. Di Indonesia, media jenis ini mulai dirasakan manfaatnya saat kejatuhan rezim Soeharto pada tahun 1998. Saat itu, berita yang disajikan media on-line begitu cepat diakses dan didownload oleh para pengguna internet. Hingga saat ini, media on-line masih dinikmati oleh masyarakat kelas atas karena kebanyakan pemakai internet adalah mereka yang bekerja di perkantoran atau lewat fasilitas khusus.

Pengertian Ask

Ask dalam bahasa indonesia yaitu pertanyaan. Ask merupakan bagian dalam iRAN karena setiap bentuk pertanyaan seputar kampus di iRAN dapat di jawab. Fasilitas ask ini bergunaan dalam melengkapi segala unsur pelayanan iRAN dalam hal pemberian informasi.[20]

Definisi ROOSTER

ROOSTER merupakan sebuah sistem pelayanan informasi dengan menggunakan tiket online yang akan diberikan kepada pihak yang terkait, agar dapat memberikan informasi yang cepat, tepat dan akurat. ROOSTER ini telah digunakan pada perguruan Tinggi Raharja yang bertujuan untuk menunjang sistem pelayanan chat online dan offline yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, salah satu contohnya adalah pelayanan iDuHelp! yang sedang berjalan saat ini.[21]

Logo rooster.png

Gambar 2.3 ROOSTER

Kinerja ROOSTER saat ini adalah untuk dapat membantu pelayanan iDuHelp!, yaitu jika ada suatu pertanyaan dari mahasiswa yang tidak dapat dijawab oleh operator iDuHelp!, maka operator iDuHelp! harus membuat tiket di ROOSTER yang dapat di tujukan kepada pihak yang berkaitan untuk mendapatkan jawabannya, sehingga pelayanan tetap berjalan dengan baik dan sesuai harapan, namun informasi jawaban yang didapatkan harus menunggu maksimal 2x24 jam dari staff ROOSTER. Hal ini dikarenakan agar informasi yang didapatkan benar-benar valid dan akurat, sehingga pelayanan tersebut dapat menciptakan kepuasan kepada mahasiswa terhadap jawaban yang didapatkan.

ROOSTER dalam menunjang sistem pelayanan iDuHelp! pada Perguruan Tinggi Raharja juga diharapkan dapat memberikan informasi yang terpercaya, sehingga mahasiswa tidak lagi meragukan informasi yang didapatkan dari sistem pelayanan iDuHelp! dan diharapkan mahasiswa tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi mengenai :

1. 10 Pillar IT Learning (iME, Rooster, iDuHelp!, iDu, Magics, iRan,Widuri, iRme, iSur, dan eco/rinfo), REC (Hibah, Jurnal, Traning, RCEP, dan RME)

2. iFacility : Wifi ilearning REC, dan Komputer REC

 

iLearning Media IMe

iMe adalah iLearning Media yang di sediakan Perguruan Tinggi Raharja untuk Pribadi Raharja dalam mencurahkan keseharian, hobby, sharing ilmu bahkan tugas kuliah sekalipun. Istilah iLearning muncul dari pemikiran Ir. Untung Rahardja, M.T.I pada tahun 2009.

Dalam buku berjudul “iLearning an Effective Learning Method for Higher Education”, Untung Rahardja[16] iLearning merupakan sebuah inovasi baru bagi metode perkuliahan berdasarkan 4B, yaitu Belajar, Bekerja, Berdoa dan Bermain dengan media iPad. Pelakasanaan dari 4B tersebut dapat menjalankan 2 fungsi otak, yaitu otak kanan dan otak kiri. iLearning media adalah media komunikasi yang digunakan Pribadi Raharja untuk meningkatkan motivasi serta kreatifitas mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat menjadi lebih aktif dalam belajar.

iMe (iLearning Media) merupakan sebuah website iLearning yang dikemas secara khusus untuk kegiatan proses pembelajaran secara online. Secara garis besar, iMe dibuat untuk meningkatkan metode pembelajaran secara mandiri dan online. iMe dibuat untuk mahasiswa iLearning dan Dosen iLearning.iMe dikembangkan oleh Raharja Enrichment Centre (REC) Perguruan Tinggi Raharja, Kota Tangerang.

iMe adalah iLearning Media yang merupakan media publikasi perihal data diri maupun segala jobdesk yang dikerjakannya dalam jangka waktu tertentu. Dan iMe sendiri mempunyai suatu kelebihan yaitu mempunyai domain sendiri yang menciri khas kan perihal Perguruan Tinggi Raharja yaitu iLearning. iMe (iLearning Media) merupakan sebuah website iLearning yang dikemas secara khusus untuk kegiatan proses pembelajaran secara online.iMe dibuat berdasarkan Wordpress.Cara untuk membuat akun iMe pun sangat mudah.

iLearning Survey ISur

iSur merupakan kepanjangan dari iLearning Survey. Sedangkan pengertian dari iLearning Survey merupakan sistem yang sudah terintegrasi secara online untuk melakukan suatu penilaian terhadap sesuatu. Awalnya untuk melakukan survey atau penilaian terhadap sesuatu, misalnya kinerja dosen yang harus diisi mahasiswa setiap akhir semester, kita menggunakan kertas yang dibagikan petugas dan menulisnya dengan tangan. Jaman sekarang sudah canggih, semua sudah bersifat online tidak lagi yang namanya manual.

Perguruan Tinggi Raharja, telah menerapkan sistem pembelajaran iLearning dengan metode pembelajaran 4B (Belajar, Bermain, Berdoa, Bekerja) dengan hanya satu device yang bernama iPad. Semua sudah bersifat online, mengumpulkan dan mengerjakan tugas, social media, dan untuk mengisi survey pun sudah online dengan menggunakan iSur atau iLearning Survey.

iPad

iPad ini adalah sebuah produk komputer tablet buatan Apple Inc. (AI). iPad memiliki bentuk tampilan yang hampir serupa dengan iPod Touch dan iPhone, hanya saja ukurannya lebih besar dibandingkan kedua produk tersebut dan memiliki fungsi-fungsi tambahan seperti yang ada pada sistem operasi Mac OS X.

 

Elisitasi

Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu :

  1. Elisitasi tahap I, berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.
  2. Elisitasi tahap II, merupakan hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Berikut penjelasan mengenai MDI :
    1. “M” pada MDI berarti Mandatory (penting). Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.
    2. “D” pada MDI berarti Desirable. Maksudnya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.
    3. “I” pada MDI berarti Inessential. Maksudnya, requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.
  3. Elisitasi tahap III, merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya, semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu:
    1. Technical (T) : bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem yang diusulkan.
    2. Operational (O) : bagaimana tata cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan.
    3. Economic (E) : berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement di dalam sistem.

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

    1. High (H)  : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus dieliminasi.
    2. Middle (M) : Mampu dikerjakan.
    3. Low (L) : Mudah dikerjakan.
  4. Final draft elisitasi, merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

   

Literature Review

Metode "study" pustaka dilakukan untuk menunjang metode wawancara dan "observasi" yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.

Tugas utama lain “Tujuan Pustaka” adalah menganalisa secara kritis pustaka penelitian yang ada saat ini. Tinjauan pustaka tersebut perlu dilakukan secara ketat dan harus mengandung keseimbangan antara uraian deskriptif dan analisa secara kritis. Identifikasi kekuatan dan kelemahan pustaka tersebut dengan menelaah hasil atau temuan penelitian tersebut, metodologi yang digunakan, serta bagaimana hasil temuan tersebut dibandingkan penelitian atau publikasi lainnya (Suryo dkk, 2010:86).

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan kajian "literature review" (Suryo dkk, 2010:87), yaitu:

  1. Mengidentifikasikan kesenjangan "(identify gaps)" dari penelitian ini.
  2. Menghindari membuat ulang "(reinventing the wheel)" sehingga banyak menghemat waktu dan juga menghindari kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.
  3. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan yang relevan terhadap penelitian ini.
  4. Meneruskan apa yang penelitian sebelumnya telah dicapai sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat membangun di atas landasan "(platform)" dari pengetahuan atau ide yang sudah ada.


Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai penerimaan mahasiswa baru secara online dan penelitian lain yang berkaitan. Dalam upaya mengembangkan dan menyempurnakan penerimaan mahasiswa baru secara "online" ini perlu dilakukan "study" pustaka "(literature review)" sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya yaitu:


  1. Penelitian yang dilakukan oleh Eva Rosyifa pada tahun 2012 yang berjudul “Penerapan Campus Service System iDUHELP!Dalam Mendukung Kegiatan iLearning Education (iDu) Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Penelitian ini digunakan pada sebuah sistem pelayanan "chat online" dan "offline" pada Perguruan Tinggi Raharja, yang nantinya akan digunakan untuk para Pribadi Raharja yang ingin mengetahui informasi seputar akademik, dan calon mahasiswa baru yang ingin mengetahui informasi kampus. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan skripsi ini adalah metode "observasi" dan "study" kepustakaan. Kelebihan sistem yang terdapat pada penelitian ini adalah "user friendly" dan mudah digunakan, kekurangan masih tidak jelasnya sasaran yang di tuju, dan penghitungan mahasiswa yang menggunakan sistem iDuHelp! masih manual.[22]
  2. Penelitian yang dilakukan oleh Fitri Anggraini pada tahun 2012 yang berjudul “Perancangan ilearning Survey (iSur) Dalam Meningkatkan Sistem Informasi Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Penelitian ini digunakan pada sebuah sistem penilaian secara online pada perguruan tinggi Raharja, yang nantinya akan digunakan oleh para Pribadi Raharja untuk menilai sebuah infrasturktur dan cara ajar mengajar di kelas yang didapatkan selama 1 semester. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan skripsi ini adalah metode observasi dan studi kepustakaan. Kelebihan sistem yang terdapat pada penelitian ini adalah "user friendly" dan mudah digunakan dan sudah terhubung ke internet yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun, kekurangan hanya mahasiwa "iLearning" saja yang mengisi dan menggunakan "iLearning Survey" (iSur).[23]
  3. Penelitian yang dilakukan oleh Santika Dewi pada tahun 2012 yang berjudul “Analisa Sistem Pelayana Dukungan "Role Online System Ticketing" Raharja (ROOSTER) Dengan Menggunakan "E-Ticket" Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Penelitian ini membahas pembuatan tiket secara online yang dapat di akses oleh civitas Raharja untuk memenuhi kebutuhan yang ada serta mengidentifikasi dengan baik semua kebutuhan-kebutuhan terkait dengan sistem pelayanan dukungan ticketing online pada Perguruan Tinggi Raharja. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan skripsi ini adalah metode observasi dan "study" kepustakaan.[24]
  4. Penelitian yang dilakukan oleh Maimunah, Kristiana dan Hendra dari Perguruan Tinggi Raharja tahun 2010 yang berjudul "Perancangan Aplikasi Forum Diskusi Pada Media E-Learning Berbasis Web". Penelitian tersebut menjelaskan bahwa pentingnya forum diskusi dalam proses belajar-mengajar. Oleh karena itu dibuatlah aplikasi forum diskusi untuk pembelajaran "e-learning" yang dapat mengkomunikasikan peserta didik dengan pengajar dimana aplikasi ini dapat menghemat waktu belajar-mengajar, mengurangi biaya perjalanan, menghemat biaya pendidikan, dan mampu menjangkau wilayah geografis yang lebih luas serta melatih pelajar agar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.[25]
  5. Penelitian yang dilakukan oleh Reni Mulyani i-CCIT Jornal Vol. 5 No.2 Perguruan Tinggi Raharja : Indonesia, 2012 berjudul “Audio Visual One Of The Teaching Resources On iLearning” Metode pembelajaran iLearning menggunakan media audio visual, serta ditunjang dengan fasilitas iPad yang didalamnya terdapat aplikasi–aplikasi yang berhubungan dengan media "audio visual seperti tutorial", gambar, "animasi", "music", "video". Media "audio visual" dalam "iLearning" merupakan media yang sangat tepat untuk meningkatkan minat belajar mahasiswa. Pembelajaran lebih cepat ditangkap serta durasi informasi lebih lama diingat karena melibatkan dua sensor indra sekaligus yaitu audio visual dan visual, hal ini berhubungan dengan fungsi kerja otak manusia.[26]
  6. Penelitian ini dilakukan oleh Untung Rahardja, Muhamad Yusup dan Eva Rosyifa yang berjudul “Perancangan Aplikasi iLearning Majalah Online Dengan Menggunakan iOS Programming Pada Perguruan Tinggi”. Penelitian ini membahas sifat publikasi penyampaian informasi bersifat penting karena dapat membantu dan melakukan pencarian akan informasi yang sebelumnya tidak diketahui. Serta media publikasi masih berkaitan satu sama lain sehingga kebutuhan akan informasi sifatnya masih sangat tinggi dan dari sebagian tempat sifatnya masih sangat rendah dan proses pengupdatean akan informasi masih bersifat minim. Sehingga diharuskan melakukan perancangan aplikasi iLearning majalah online dengan menggunakan iOS Programming, yang diharapkan bisa di akses melalui iPhone dan iPad yang bisa di download melalui iTunes demi meningkatkan peran media dalam perguruan tinggi supaya jauh lebih baik dan tentunya bermanfaat.[27]
  7. Penelitian yang dilakukan oleh Henderi dan Padeli dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia [28], pada tahun 2009 yang berjudul “IT Governance-Support for Good Governance”. Penelitian ini menjelaskan bahwa melalui penerapan IT proses bisnis perusahaan dapat dilaksanakan lebih mudah, cepat, efisien dan efektif. IT juga menawarkan banyak peluang kepada perusahaan dan organisasi untuk meningkatkan dan mentransformasi produksi, pelayanan pasar, proses kerja, dan hubungan-hubungan bisnis. Agar dapat mengoptimalkan peranan IT dalam berbagai bidang maka setiap perusahaan dan organisasi hendaknya memiliki IT governance yang baik dan menerapkan prinsip-prinsip dan cara kerja good governance. Untuk dapat menghilangkan kekurangan atau kelemahan pada pelaksanaan kegiatan operasional dan pelayanan kepada customer yang menjadi penghambat kinerja dan inovasi proses dan kegiatan bisnis perusahaan.
  8. Penelitian yang dilakukan oleh Untung Rahardja, Dina Fitria Murad dan Siti Chalifatullah dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia pada tahun 2008 yang berjudul “Periodic Historical System Sebagai Evaluasi Strategis Dalam Mendukung Pengambilan Keputusan Manajemen”. Penelitian ini menjelaskan perkembangan sistem informasi memiliki laju pertumbuhan yang sangat pesat, terutama sebagai media untuk memberikan informasi yang cepat dan akurat. Banyak perusahaan maupun organisasi menggunakan sistem informasi sebagai bahan evaluasi kinerja. Sebuah sistem informasi harus memiliki kemampuan yang baik, yaitu mampu memberikan informasi secara cepat dan akurat. Seiring berjalannya waktu maka informasi yang didapat akan semakin meningkat, tetapi informasi tersebut belum dapat terekam dan tersimpan dengan baik kedalam sebuah "history sistem", dimana dapat merekam dan menyimpan seluruh informasi yang lama ataupun yang baru serta mampu memberikan informasi dari waktu kewaktu, walaupun informasi tersebut telah lampau, manajemen juga dapat menggunakan sistem tersebut guna membantu proses evaluasi strategis manajemen. Untuk mengatasi permasalahan ini, dibutuhkan suatu metodologi yang disebut "Periodic Historical System" (PHS). PHS didefinisikan sebagai teknik pengumpulan, pengintegrasian dan penyimpanan data yang bertujuan untuk memberikan informasi manajemen yang akurat dari waktu ke waktu serta bermanfaat untuk evaluasi manajemen dalam pengambilan keputusan. Diidentifikasikan 5 (lima) masalah yang timbul pada sistem informasi, mendefinisikan metode baru yang disebut PHS, menentukan 4 (empat) ciri khas dari PHS, merancang algoritma PHS, serta menguraikan 5 (lima) manfaat dari penerapan PHS. Aplikasi juga diurai dengan rincian database yang diperlukan serta flowchart diagram. Dengan metodologi PHS ini dapat menjadi sebuah evaluasi terkini dalam mendukung kepentingan manajemen dalam pengambilan keputusan yang akurat.[29]
  9. Penelitian yang dilakukan oleh Untung Rahardja, Sunar Abdul Wahid, dan Nia Haryani dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia pada tahun 2009 yang berjudul “Analisis Kinerja Student Information Services Menggunakan Technology Accetance Model (TAM)”. Dalam penelitian ini penulis menjelaskan tentang analisa keoptimalan sebuah sistem pelayanan untuk ditindak lanjuti kekurangan sistem tersebut agar dapat menghasilkan sistem pelayanan yang lebih optimal dan dapat meningkatkan kepuasan user. Dalam hal ini Technology Acceptance Model lebih banyak digunakan. Metode ini membuat model tentang bagaimana pengguna mau menerima dan menggunakan teknologi. Penerapan model TAM kedalam analisa Student Information Services ditujukan untuk mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan serta keoptimalan dari Student Informatin Services tersebut. Dengan melakukan analisa lebih lanjut maka kekurangan dari sistem tersebut dapat diketahui dan dilakukan penyempurnaan terhadap sistem. [30]
  10. Penelitian yang dilakukan oleh Cagla Ozen Seneler, Nuri Basoglu, dan Tugrul U. Daim, dari University of York, York Inggris [31], pada tahun 2010 yang berjudul “An empirical analysis of the antecedents of adoption of online services: A prototype-based framework”. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperluas teori adopsi teknologi dengan mengintegrasikan mereka dengan orang-orang menjelajahi inovasi layanan dan upaya untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang membantu atau menghalangi sikap terhadap menggunakan layanan online. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang atribut yang pengembang dan desainer dari layanan tersebut harus memperhatikan. Studi ini menyelesaikan tujuan di atas melalui pengujian kerangka kerja yang dikembangkan sebagai hasil dari literatur review, wawancara dan kelompok ahli yang terfokus serta survei. Satu set prototipe dikembangkan sebagai antarmuka alternatif untuk layanan online. Ada peningkatan minat dalam desain dan pengembangan layanan yang lebih baik. Dalam hal ini layanan online, mengembangkan antarmuka pengguna yang lebih baik dengan teknologi yang berbeda sangat penting, karena kemampuan antarmuka pengguna menambahkan banyak untuk menggunakan Teknologi Informasi ( TI ) proses adopsi. Jadi menempatkan penekanan pada pemasaran dan pengguna pelatihan yang lebih baik akan membantu adopsi layanan online.


Hasil studi pustaka (literature review) ini mendemonstrasikan landasan (platform) yang kokoh (level 2) serta alasan yang kuat untuk mengembangkan Sistem informasi media publikasi penyampaian informasi menjadi lebih baik lagi dengan pertimbangan yang sudah matang. Kesenjangan (gaps) telah teridentifikasi dengan baik sehingga tidak terjadi pembuatan ulang (reinventing the wheel). Peninjauan telah dilakukan dengan matang, sehingga dipastikan akan menghasilkan project yang maksimal, menjadi lebih efektif, memudahkan akademik memberikan informasi kepada mahasiswa (stakeholder) merasa puas serta terlayani dengan baik (service excellence).

Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti penelitian sebelumnya seperti yang dikemukakan diatas, maka dilakukan penelitian untuk Pengembangan Sistem Campus Service iLearning Education Help (iDuHelp!) Pada Perguruan Tinggi Raharja.

BAB III

PEMBAHASAN

Analisa Organisasi

Gambaran Umum Perguruan Tinggi Raharja

Dengan semakin maraknya perguruan tinggi di daerah Tangerang khususnya dalam bidang komputer ternyata hal tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh data secara terkomputerisasi di setiap bidang.

Dunia komputer dan alat-alat canggih serta otomatis lainnya dalam dunia perkantoran, baik instansi pemerintah maupun swasta sangat cepat sekali perkembangannya, sehingga selalu berubah setiap saat. Oleh karena itu Perguruan Tinggi Raharja dalam pendiriannya mempunyai misi untuk untuk ikut membantu program pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi era globalisasi.

Telah menjadi tekad para pendiri Perguruan Tinggi ini untuk membantu pemerintah dan masyarakat kota Tangerang dalam pendiran Perguruan Tinggi Raharja yang di selenggarakan oleh Yayasan Nirwana Nusantara (YRI) yang didirikan pada tahun 2001 dan merupakan pendidikan yang terbaik dalam bidang pendidikan komputer.

Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja

Perguruan Tinggi Raharja bermula dari sebuah lembaga kursus komputer yang bernama LPPK (Lembaga Pendidikan dan Penelitian Komputer) Raharja yang terletak di Jl. Gatot Subroto km.2 Harmoni Mas Cimone Tangerang.LPPK Raharja diresmikan pada tanggal 3 Januari 1994 oleh bapak walikota Tangerang Drs. H. Zakaria Mahmud, Raharja telah terdaftar pada Depdiknas Kotamadya Tangerang dengan nomor 201/PLSM/02.4/L.93. Lembaga inilah yang mempelopori penggunaan operating system windows dan aplikasinya diwilayah Tangerang dan sekitarnya, hal tersebut mendapat respon positif dan jumlah peminatnya pun meningkat pesat seiring dengan kerjasama yang di lakukan oleh lembaga ini dengan sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang ada di Tangerang.

Karena semakin pesatnya perkembangan dan pertumbuhan akan komputerisasi dan meningkatnya peminat masyarakat Tangerang maka pada tanggal 24 Maret 1999 LPPK Raharja berkembang menjadi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Raharja Informatika yang diresmikan melalui surat keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 56/D/O/1999 yang diserahkan langsung dari Bapak Prof. Dr. Udju D. Rusdi selaku Koordinator KOPERTIS wilayah IV Jawa Barat kepada ketua yayasan Nirwana Nusantara Ibu Kasarina Sudjono. Pada tanggal 2 Februari 2000 dengan menyelenggarakan jurusan Manajemen Informatika.

Pada tanggal 2 Februari 2000 AMIK Raharja Informatika menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang menjalankan studi formal untuk program Diploma I (DI) dengan memberikan gelar Ahli Pratama dan Program Diploma II (DII) dengan memberikan gelar Ahli Muda dan Diploma III (DIII) dengan memberikan gelar Ahli Madya kepada lulusannya, sesuai dengan surat keputusan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta wilayah IV Jawa Barat dengan Nomor 3024/004/KL/1999.

Kemudian pada tanggal 7 September 2000 sesuai dengan surat keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 354/Dikti/Kep/2000 menambah 2 program yakni D3 Teknik Informatika dan D3 Komputer Akuntasi.

Kini AMIK Raharja Informatika mempunyai 3 (tiga) program studi Diploma III dengan jurusan Manajemen Informatika (MI), Teknik Informatika (TI), dan Komputer Akuntansi (KA) yang masing-masing jurusan memberikan gelar Ahli Madya (A.md), Ahli Muda (AM), Ahli Pratama (AP) kepada lulusannya.

Pada tanggal 20 Oktober 2000 dalam usahanya untuk meningkatkan mutu dan kualitas dari pada lulusan AMIK RAHARJA INFORMATIKA meningkatkan statusnya dengan membuka Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) RAHARJA. Dengan surat keputusan Nomor 42/01/YNN/PR/II/200. ketua Yayasan Nirwana Nusantara mengajukan permohonan pendirian STMIK RAHARJA kepada Mendiknas KOPERTIS Wilayah IV jawa barat dengan 3 (tiga) program studi SI Jurusan Sistem Informasi (SI), Teknik Informatika(TI), dan Sistem Komputer (SK), hal tersebut telah mendapat tanggapan dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi dengan surat keputusan Nomor 5706/D/T/2000. Tidak hanya sampai disini, dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas lulusan RAHARJA sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Raharja, bahwa dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 tahun sudah berdiri Universitas RAHARJA.

Pada saat ini, Perguruan Tinggi Raharja pun telah meningkatkan mutu dan kualitasnya melalui sertifikat Akreditasi, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Pada tanggal 5 April 2006 dengan sertifikat Akreditasi Nomor 00117/Ak-1-DIII-03/DFXMEI/IV/2002 yang berisi Badan Akreditasi nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK Raharja Informatika Terakreditasi B.
  2. Pada tanggal 4 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08479/Ak-X-SI-001/CAGTLF/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa studi Strata 1 Teknik Informatika di STMIK Raharja terakreditasi B.
  3. Pada tanggal 11 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08523/Ak-X-S1-002/CAGSIM/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Strata 1 Sistem Informasi di STMIK Raharja terakreditasi B.
  4. Pada tanggal 3 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 006/BAN-PT/AK-VIII/DPI-III/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK Raharja Informatika terakreditasi B.
  5. Pada tanggal 25 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 019/BAN-PT/AK-X/SI/VIII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program Strata 1 Sistem Komputer di STMIK Raharja terakreditasi B.
  6. Pada tanggal 29 Desember 2007 sesuai surat keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 017/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/XII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Teknik Informatika di AMIK Raharja Informatika dengan terakreditasi B.
  7. Pada tanggal 18 Januari 2008 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 019/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/I/2008 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma Tiga Komputerisasi Akuntansi di AMIK Raharja Informatika terakreditasi A.
  8. Pada tanggal 08 Juli 2011 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 010/BAN-PT/Ak-XIV/S1/VII/2011, menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Raharja, Tangerang terakreditasi B.
  9. Pada tanggal 23 September 2011 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 025/BAN-PT/Ak-XIV/S1/IX/2011, menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Raharja, Tangerang terakreditasi B.

1. Jurusan / Program Studi pada STMIK Raharja

Tabel 1.JPG

Tabel 3.1 Jurusan atau Program Studi pada STMIK Raharja

 

2. Jurusan / Program Studi pada AMIK Raharja Informatika

Tabel amik.JPG

Tabel 3.2 Jurusan atau Program Studi pada AMIK Raharja

 

Visi, Misi dan Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

Visi Perguruan Tinggi Raharja

Visi Perguruan Tinggi Raharja adalah menjadi perguruan tinggi swasta yang secara berkesinambungan meningkatkan kualitas pendidikannya, memberikan pelayanan dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, memiliki daya saing tinggi dalam era kompetisi globalisasi, terutama dibidang teknologi informasi dan komputer. Menjadikan pribadi raharja sebagai sumber daya manusia terampil dan ahli, mampu bersaing dalam dunia bisnis maupun non bisnis, menghasilkan tenaga intelektual dan professional, serta mampu berkembang dalam cakrawala yang lebih luas.

Misi Perguruan Tinggi Raharja

  1. Menyelenggarakan pendidikan komputer (Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Sistem Komputer) yang menghasilkan lulusan bermoral, terampil, dan kreatif serta memiliki daya saing tinggi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
  2. Menyelenggarakan program-program penelitian dan pengembangan guna menghasilkan keterkaitan dan relevansi seluruh kegiatan akademis dengan kebutuhan pembangunan sosial-ekonomi dan industri Indonesia, serta mengantisipasi semakin maraknya globalisasi kehidupan masyarakat.
  3. Melaksanakan dan mengembangkan program-program pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.

Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan dapat menerapkan, mengembangkan serta memperluas informatika dan komputer secara profesional.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengadakan penelitian dalam bidang informatika dan komputer, yang hasilnya dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan.
  3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengabdikan pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang informatika dan komputer secara profesional kepada masyarakat.

 

Wewenang dan Tanggung Jawab Tiap Departemen

Seperti halnya di dalam sebuah perusahaan, Perguruan Tinggi Raharja di dalam manajemen akademiknya terdapat bagian-bagian yang mempunyai tugas dan kewajiban dalam menyelesaikan semua pekerjaannya.

Berikut adalah wewenang serta tanggung jawab bagian-bagian yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, yaitu sebagai berikut :

1. Presiden Direktur

Wewenang :

- Menyelenggarakan program kerja yang berpedoman pada visi, misi, fungsi dan tujuan pendirian Perguruan Tinggi Raharja.

- Menyelenggarakan kegiatan dan pengembangan pendidikan, penelitian serta pengabdian pada masyarakat.

- Menyelenggarakan kegiatan pengembangan administrasi.

- Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menunjang terwujudnya Tri Darma Perguruan Tinggi.

Tanggung Jawab :

- Memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga edukatif, mahasiswa, tenaga administrasi dan terhadap lingkungan.

2. Direktur

Wewenang :

- Merupakan wakil presiden direktur

- Ikut membantu presiden direktur dalam berbagai kegiatan

3.Pembantu (Bidang Akademik)

Wewenang :

- Menjalankan program kebijaksanaan akademik.

- Mengawasi dan membina serta mengembangkan program studi sesuai kebijaksanaan yang telah digariskan.

- Membina dan mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

- Mengadakan afiliasi.

- Membina dan mengembangkan kelembagaan.

Tanggung jawab :

- Membantu ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

4.Pembantu Direktur II (Administrasi)

Wewenang :

- Melaksanakan dan mengelola seluruh kegiatan administrasi dan keuangan.

- Membina dan mengembangkan kepegawaian.

- Mengadakan sarana dan prasarana kepegawaian.

Tanggung jawab :

- Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang keuangan dan administrasi.

5. Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)

Wewenang :

- Membina kegiatan kemahasiswaan.

- Membina kehidupan mahasiswa dalam kampus sehingga dapat mengembangkan penalaran.

- Membina dan mengawasi kegiatan lembaga mahasiswa serta unit kegiatan khusus akademik.

Tanggung jawab :

- Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang kemahasiswaan serta pelayanan kesejahteraan mahasiswa.

6.Asisten Direktur Akademik

Wewenang :

- Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan proses belajar mengajar.

- Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staff binaannya.

- Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.

- Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya.

- Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.

- Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

- Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen.

Tanggung jawab :

- Bertanggung jawab atas penyusunan JRS yang efektif dan efisien, pengimplementasian pelaksanaan proses belajar mengajar, kemajuan kualitas pelayanan akademik yang berkesinambungan, dan kelancaran proses belajar mengajar.

7. Kepala Jurusan

Wewenang :

- Mengusulkan kepada Assisten Direktur Akademik tentang perubahan mata kuliah dan materi kuliah yang dianggap telah kadaluarsa bahkan perubahan kurikulum jurusan.

- Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang kenaikan honor dosen binaannya.

- Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pengadaan seminar, pelatihan, penambahan kelas perkuliahan pengangkatan dosen baru dan pemberhentian dosen.

Memberikan kebijakan administratif Akademik seperti cuti kuliah, perpindahan jurusan, ujian susulan, dan pembukaan semester pendek.

- Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pembukaan peminatan/konsentrasi baru dalam jurusannya.

- Memberikan sanksi Akademik kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib Perguruan Tinggi Raharja.

Tanggung Jawab :

- Bertanggung jawab atas penyusunan dan pengimplementasian kurikulum, SAP dan bahan ajar, monitoring kehadiran dosen dalam perkuliahan, jam konsultasi dan tugas-tugas yang disampaikan ke dosen, terlaksananya penelitian, seminar, pembinaan prestasi akademik mahasiswa dan peningkatan jumlah mahasiswa dalam jurusannya.

8. Asisten Direktur Finansial

Wewenang :

- Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pembuatan budget pada setiap bagian dan pelaksanaan pemakaian dana.

- Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor, pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.

Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya dan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

Tanggung jawab :

- Bertanggung jawab atas penyusunan budgeting pada setiap bagian, dan tersedianya dana atas budget yang telah disetujui.

- Bertanggung jawab atas kemajuan kualitas pendanaan aktifitas yang berkesinambungan.

- Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

9. Layanan Keuangan Mahasiswa(LKM)

Wewenang :

- Mengusulkan prosedur layanan keuangan kepada Asisten Direktur Finansial

- Mengusulkan tentang unit baru yang dibutuhkan kepada Asisiten Direktur Finansial.

Tanggung Jawab :

- Bertanggung jawab atas kelancaran proses penerimaan keuangan mahasiswa

- Bertanggung jawab atas penagihan tunggakan mahasiswa.

10. Asisten Direktur Operasional(ADO)

Wewenang :

- Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan pelayanan proses belajar mengajar

- Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staff binaannya.

- Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.

- Memberikan kebijaksanaan pelaksanaan layanan pada bidangnya.

- Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.

- Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

Tanggung Jawab  :

- Bertanggung jawab atas penyusunan kalender akademik tahunan.

- Bertanggung jawab atas pengimplementasian pelaksanaan dan kualitas pelayanan yang berkesinambungan pada bidangnya.

- Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

11. Registrasi Perkuliahan dan Ujian(RPU)

Bagian registrasi perkuliahan dan ujian terdiri dari dua bagian antara lain:

1. Layanan Registrasi Mahasiswa (LRM)

Wewenang :

- Berwenang memberikan kebijakan yang berhubungan dengan proses registrasi mahasiswa.

- Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya.

- Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan

- Mengusulkan kepada ADO untuk pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.

Tanggung Jawab :

- Bertanggung jawab atas pelaksanaan registrasi POM mulai dari persiapan hingga pada penutupan setiap semesternya.

- Bertanggung jawab atas pelaksanaan registrasi batal tambah dan jumlah mahasiswa yang melakukan POM.

- Bertanggung jawab atas seluruh informasi mengenai registrasi mahasiswa.

12. Perkuliahan dan Ujian (PU)

Wewenang :

- Mengusulkan kepada ADO atas prosedur pelaksanaan pelayanan proses belajar mengajar serta kebijakan yang diambil.

- Mengusulkan kepada ADO tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.

- Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang dianggap telah melanggar tata tertib karyawan.

- Mengusulkan kepada kepala jurusan untuk kelas perkuliahan yang dapat dibuka.

Tanggung Jawab :

- Bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pendokumentasian perkuliahan dan ujian.

Arti Nama Raharja

Raharja. Kata ini diinspirasikan dari motto kota dan kabupaten Tangerang, yaitu “Bhakti Karya Adhi Kerta Raharja” dan “Setya Karya Kerta Raharja” yang berarti “kesejahteraan” yang dalam arti luasnya adalah keinginan dan niat para pendiri untuk membantu pemerintah ikut serta dalam membangun masyarakat yang sejahtera melalui penguasaan dibidang teknologi informasi dan komputer. Sedangkan Raharja sendiri memiliki motto “Get The Better Future By Computer Science” (memaih sukses yang gemilang dengan ilmu komputer).

 

Arti Green Campus

Green Campus, yang berarti Kampus Hijau memiliki makna yang luas “Green” atau dengan sebutan “Green Leaves” sering diartikan dengan masih hijau generasi muda Indonesia adalah bibit-bibit unggul yang masih hijau dan green campus berpotensi melahirkan generasi pribadi yang matang dan berguna bagi bangsa dan Negara. “Green” dalam konteks “Green Power” berarti kekuatan financial. Green Campus sebagai kampus yang dapat memberikan power untuk menopang seluruh aktifitas perkuliahan bertujuan menciptakan pribadi raharja yang dapat mandiri secara financial (financially independent).

Pribadi Raharja

Pribadi Raharja mencerminkan wawasan almamater Perguruan Tinggi Raharja yang berkeyakinan bahwa perguruan tinggi harus benar-benar merupakan lembaga ilmiah dan kampus harus benar-benar merupakan masyarakat ilmiah. Perguruan tinggi sebagai almamater (ibu asuh) merupakan suatu kesatuan yang bulat dan mandiri.

Pribadi Raharja mencakup keempat unsur Civitas Akademika, yakni Dosen, Staff/Karyawan Adminstratif, mahasiswa serta alumni harus manunggal dengan almamater, berbakti kepadanya dan melalui almamater mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara dengan jalan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Struktur Organisasi

Sebuah organisasi atau perusahaan harus mempunyai suatu sktruktur organisasi yang digunakan untuk memudahkan pengkoordinasian dan penyatuan usaha untuk menunjukkan kerangka – kerangka hubungan diantara fungsi, bagian – bagian maupun tugas dan wewenang serta tanggung jawab. Serta untuk menunjukkan rantai (garis) perintah dan perangkapan fungsi yang diperlukan dalam suatu oragnisasi.Sama halnya dengan Perguruan Tinggi Raharja yang mempunyai struktur organisasi manajemen sebagai berikut.

Strk.jpg

Gambar 3.1. Stuktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Struktur 2 ok.png

Gambar 3.2. Struktur Organisasi Akademik Perguruan Tinggi Raharja

Analisa Sistem Berjalan

Proses dalam sistem pelayanan terhadap Pribadi Raharja pada Perguruan Tinggi Raharja yang berjalan saat ini masih belum maksimal. Dimana sistem yang ada belum terintegrasi dengan baik, sehingga memunculkan persepsi pelayanan yang diberikan masih sulit untuk digunakan, terutama dalam proses offline yang belum bisa digunakan setiap waktu. Adapun penjelasan lebih rinci mengenai sistem yang sedang berjalan terdapat pada Unified Modelling Language(UML).

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Prosedur Sistem Yang Berjalan

Saat ini proses pelayanan kampus yang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja menggunakan iDuHelp! yang dimulai dari Pribadi Raharja mengunjungi iMe iDuHelp!, lalu pada iMe iDuHelp! terdapat menu chat online yang telah tersedia. Kemudian Pribadi Raharja mangisi field yang ada untuk langkah awal melakukan chat online dengan operator. Setelah diterima oleh operator untuk dilayani maka Pribadi Raharja memulai percakapan dengan operator yang melayaninya, dengan memberikan pertanyaan yang ingin mereka tanyakan dan ketahui jawabannya. Operator memberikan link perihal jawaban yang dibutuhkan oleh Pribadi raharja tersebut. Setelah selesai maka operator memberikan penutup Thanks kepada Pribadi Raharja yang telah melakukan layanan iDuHelp! ini, dan memberikan survey penilaian iDuHelp!

Untuk layanan offline iDuHelp! yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja ini yaitu, Pribadi Raharja baru bisa menggunakan layanan offline ini setelah operator selesai jaga iDuhelp!, yaitu untuk hari biasa dari jam 21.00-08.00 offline baru bisa digunakan. Sedangkan untuk sabtu dan minggu offline bisa digunakan 24 jam. Langkah pertama yaitu menuju iMe iDuHelp!, dan pilih iCon offline kemudian isi semua field yanga da yaitu nama, email dan isi pesan. Kemudian send, maka secara otomatis offline akan terkirim ke email iDuHelp!, dan Pribadi Raharja silahkan menunggu selama 2x24 jam untuk mendapatkan jawabannya dari operator iDuhelp!.

Use Case Diagram Sistem Yang Berjalan

Untuk menganalisa sistem yang berjalan, pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML 6.4. Enterprise Edition untuk menggambarkan use case diagram, activity diagram dan sequence diagram.

Use Case Diagram iDuHelp! on site

Untuk menganalisa serta menggambarkan sistem yang berjalan pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML 6.4. Enterprise Edition untuk menggambarkan use case diagram, activity diagram dan sequence diagram.


Usecaseana.JPG

Gambar 3.3 Use Case Diagram sistem iDuHelp! on site

Berdasarkan Gambar 3.3 Use Case Diagram sistem iDuHelp! on Site Yang Berjalan saat ini, terdapat:

1. Use Case : Chating

Actor : Mahasiwa dan operator

Deskripsi :

a) Mahasiswa mengunjungi web iDuHelp!.

b) Mahasiswa mengisi field yang ada.

c) Mahasiswa melakukan tanya jawab dengan operator.

Use Case Diagram iDuHelp! Off site

Usecaseoffline.JPG

Gambar 3.4 Use Case Diagram sistem iDuHelp! Off site

Deskripsi Use Case :

1. Use Case : Akses iDuHelp!

Actor : Operator dan Pribadi Raharja

Deskripsi :

a) Pribadi Raharja mengakses iDuHelp! dengan membuka portal Green Campus yaitu pada alamat iduhelp.raharja.info

b) Pribadi Raharja tab icon offline iDuHelp!

2. Use Case : Field iDuHelp!

Actor : Pribadi Raharja

Deskripsi :

a) Pribadi Raharja akan mengisi field yang telah disediakan.

3. Use Case : Input Field

Actor : Pribadi Raharja

Deskripsi :

a) Pribadi Raharja melakukan penginputan data untuk iDuHelp!

b) Pribadi Raharja mengisi field yang telah disediakan dengan mengisi field nama, email dan subjek pesan.

c) Pribadi Raharja langsung memulai obrolan dengan operator iDuHelp!

4. Use Case : Memulai Obrolan

Actor : Pribadi Raharja dan Operator.

Deskripsi :

a) Pribadi Raharja melakukan obrolan pada page iDuHelp! dengan Operator.

b) Proses iDuHelp! berlangsung antara Pribadi Raharja dengan Operator.

Activity Diagram Sistem Yang Berjalan

Activity Diagram ini untuk menggambarkan tata urutan proses aliran aktifitas yang terdapat pada proses komunikasi antara dua pihak yaitu mahasiswa dan pihak kampus (operator). Dapat juga digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah operasi dijalankan dan memodelkan hasil dari action tersebut.


Activity.JPG

Gambar 3.5 Activity Diagram Sistem Yang berjalan

Berdasarkan Gambar 3.5 Activity Diagram Sistem yang berjalan terdapat :

1. Initial Node, sebagai objek yang diawali

2. 2 Action yang mencerminkan eksekusi dari sistem Informasi yang didapatkan Mahasiswa.

3. Final State, sebagai objek yang diakhiri

Sequence Diagram Sistem Yang Berjalan

Pada bagian sub-bab ini akan dijelaskan dan digambarkan sequence diagram dari sistem Informasi Mahasiswa, sehingga dengan sequence diagram ini dapat menggambarkan pergerakan sebuah objek dan pesan yang terjadi di dalam sistem Informasi Mahasiswa.

Sequenana.JPG

Gambar 3.6 Sequence Diagram operator

Berdasarkan Gambar 3.6 Sequence Diagram Informasi Mahasiswa terdapat :

1. 1 actor, yaitu Operator.

2. 1 boundary lifeline, yaitu Operator page.

3. 1 control lifeline untuk checking status operator.

4. 1 entity lifeline, yaitu Home Contol Panel iDuHelp!.

5. 5 message yang ada didalam sistem Home Contol Panel iDuHelp!:

a. 1 message yang dilakukan oleh operator yaitu membuka iDuHelp operator page dan 1 message yang diteruskan ke control.

b. 1 message yang dilakukan oleh operator yaitu checking status online dan offline dan 1 message yang diteruskan ke control.

c. 1 message yang dilakukan oleh control pada Home Contol Panel iDuHelp! Page adalah melakukan aksi yang teridiri dari akses portal, create departement, create operator, setting url page, setting data transkip, setting canned responses.

d. 1 message yang dilakukan setelah melakukan aksi dan 1 message yang diteruskan ke operator page, yaitu menampilkan Automatically report iDuHelp!

e. 1 message yang teruskan oleh operator page yaitu setelah menampilkan Automatically report iDuHelp! adalah data Summary.

Konfigurasi Sistem

Di dalam membuat analisa program untuk penulisan laporan Skripsi, penulis menggunakan komputer dengan konfigurasi minimal sebagai berikut:

1. Spesifikasi Hardware

* Processor : Intel CORE i3 CPU 2330M. 2.2GHz

* Monitor : 14”

* Mouse  : Standard Optic

* RAM  : 2,00 GB

* Hardisk : 500 GB

* Printer : HP Deskjet D2566

2. Spesifikasi Software

* Microsoft Office 2007

* Filezila

* Adobe Dreamweaver CS5

* Google Chrome

* AAA Logo 2008

3. Sistem Pendukung

Permasalahan Yang Dihadapi

Analisa Permasalahan

Berdasarkan analisa yang dilakukan peneliti, sistem pelayanan iDuHelp! dalam kegiatan pembelajaran iLearning pada Perguruan Tinggi Raharja yang berjalan saat ini, ada beberapa masalah yang dihadapi seperti :

  1. Belum spesifikasinya Ruang Lingkup pelyanan yang ada, sehingga membuat sebuah pelayanan tersebut menjadi kurang optimal.
  2. Tidak ada batasan Pengguna iDuHelp!
  3. Pelayanan pada bagian Offline yang ada pada iDuHelp! ini masih mengandalkan waktu tertentu saja, yaitu ketika sudah tidak ada lagi operator yang bertugas.

Analisa Kebutuhan

Dari hasil analisa penelitian sebelumnya, penulis dapat menyimpulkan bahwa kebutuhan dari sistem yang sedang berjalan adalah :

  1. Belum adanya Ruang Lingkup yang jelas atau spesifik, misalnya untuk pelayanan yang ada Ruang Lingkup pembahasannya hanya mengenai Pembelajaran iLearning. Sehingga operator dapat mengetahui lebih banyak lagi informasi mengenai pembelajaran iLearning yang ada, agar dapat menjawab semua pertanyaan yang muncul dari Pribadi Raharja bisa mereka jawab dan dapat memuaskan Pribadi Raharja terhadap jawaban yang diberikan dan pelayanan yang diberikan lebih optimal.
  2. Belum adanya batasan siapa saja yang bisa menggunakan sistem pelayanan iDUHelp! ini, pada pelayanan sistem iDUHelp! ini masih belum jelas siapa saja yang bisa menggunakan sistem iDUHelp! ini terlihat dari pelayanan online yang bisa diakses oleh pihak luar atau bukan Pribadi Raharja. Terlihat dari email yang digunakan mereka dimana email yang digunakan merupakan email luar dari raharja. Sehingga itu menyulitkan petugas dalam melayani customer yang masuk.
  3. Selain itu pembuatan departemen baru, khusus untuk Offline. Yang bisa dipergunakan iDuHelp! dalam pelayanan Offlinenya. Sehingga untuk pelayanan offline pada iDuHelp! bisa digunakan setiap waktu, dan jika ada mahasiswa yang ingin bertanya melalui offline sudah bisa kapan saja tanpa harus menunggu tidak ada lagi operator yang bertugas.

Proses Pencapaian

Berdasarkan penelitian dari analisa kekurangan dan kebutuhan perihal pelayanan kampus di Perguruan Tinggi Raharja saat ini, sistem yang berjalan belum dapat diimplementasikan secara efisien sehingga memberikan alternative pemecahan masalahnya dengan cara :

  1. Pembuatan Ruang Lingkup pertanyaan yang lebih spesifikasi.
  2. Pembuatan Prosedur Pelayanan, untuk dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan yang diberikan. Sehingga Pribadi Raharja yang menggunakan iDuHelp! selalu merasa puas dan ingin terus menggunakan iDuHelp! ketika mengalami masalah dalam pembelajranannya.
  3. Pembuatan pembatasan customer dengan membatasi email yang masuk.
  4. Membuat departemen baru, yang dapat dipergunakan untuk pelayanan offlline pada iDuHelp!.

   

User Requirement

Elisitasi Tahap I

Elisitasi tahap I merupakan daftar yang diperoleh dari hasil pengumpulan data dari lapangan yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mengenai kekurangan dari sistem yang sedang berjalan, dan kebutuhan pengguna sistem yang belum terpenuhi.

Tabel 3.3 Elisitasi tahap I

Functional
Analisa Kebutuhan
Saya ingin system dapat:

NO

URAIAN

1

Terdapat Channed Responses Verifikasi email otomatis

2

Terdapat Foto Operator

3

Mampu Offline tiap waktu

4

Chat online hanya digunakan oleh email Eco dan Rinfo

5

Terdapat Ringtone Peringatan

6

Terdapat link Redirect chating

7

Terdapat link Redirect login Operator

8

Dapat Mengirimkan Transkip ke Customer

9

Terdapat jumlah customer Online

10

Terdapat jumlah customer Offline

11

Terdapat icon Search customer

12

Terdapat icon Search nama operator

13

Dapat menampilkan pertanyaan yang akan diajukan customer

14

Terdapat Menu Print

15

Dapat Melakukan Clean Up Transkip

16

Dapat Menampilkan News Pada Home

17

Dapat Menampilkan Foto Customer

18

Terdapat Statistik otomatis

19

Terdapat Menu Absensi otomatis

20

Dapat Melakukan verifikasi email Otomatis

21

Offline Hanya bisa dilakukan oleh email eco/rinfo

22

Terdapat menu ganti password Operator

23

Operator bisa Mendapatkan Transkip Percakapan

24

Terdapat Menu comment pada Foto Operator

25

Terdapat menu login Operator

26

Terdapat Menu ignor Untuk membatalkan chat

27

Terdapat Menu Pengalihan Chat dengan operator lain

28

Terdapat Menu Top Best Operator otomatis

29

Terdapat setting language pada halaman iDuHelp!

30

Terdapat kalender akademik

31

Terdapat menu Sign Up Registrasi

32

Dapat melakukan penyimpanan files

33

Terdapat Menu acctive Customer

34

Terdapat Menu share Foto Operator

35

Terdapat Menu group chat

36

Terdapat Menu Tampilan Online

37

Terdapat Menu Tampilan Offline

38

Terdapat Menu Refresh

39

Terdapat Dasboard Invitation Perhari

40

Terdapat Fasilitas Emotion

41

Terdapat Sound Pada customer

42

Terdapat uploaded Picture

43

Terdapat Uploaded Files

44

Terdapat Grade Map Class

45

Terdapat Fasilitas Show Typing Customer

46

Terdapat fasilitas subyek pertanyaan

47

Dapat menampilkan nama customer

48

Terdapat pilihan theme pada tampilan operator

49

Dapat menampilkan email Customer

50

Dapat menampilkan Subjek pertanyaan Customer

51

Terdapat Favicon iDuHelp!

52

Terdapat menu Automatically Monitor Trafik Online

53

Terdapat Menu Performa All Operator

54

Terdapat Menu exit percakapan

55

Terdapat link ke REC.

56

Menambahkan pilihan Update Foto

57

Terdapat Menu Gabung Chat dnegan operator lain

58

Terdapat report statistik diagram garis iDuHelp!

59

Menampilkan data customer yang tidak terlayani

60

Dapat mengirim rating Survey Otomatis
Non Functional
Saya ingin sistem dapat :

1

Dapat Menambah Customer Sebanyak 1.000

2

Terdapat Milis Operator

3

Terdapat Survey iDuhelp!

4

Terdapat Statistik Customer Online

5

Terdapat Statistik Customer Offline

Elisitasi Tahap II

Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasikan lagi dengan menggunakan metode MDI. Berikut penjelasan dari beberapa requirement yang diberi opsi Inessential (I) dan harus dieliminasi:

Tabel 3.4. Elisitasi Tahap II

Functional
Analisa Kebutuhan
Saya ingin system dapat:

NO

URAIAN

M

D

I

1

Terdapat Channed Responses Verifikasi email otomatis

2

Terdapat Foto Operator

3

Mampu Offline tiap waktu

4

Chat online hanya digunakan oleh email Eco dan Rinfo

5

Terdapat Ringtone Peringatan

6

Terdapat link Redirect chating

7

Terdapat link Redirect login Operator

8

Dapat Mengirimkan Transkip ke Customer

9

Terdapat jumlah customer Online

10

Terdapat jumlah customer Offline

11

Terdapat icon Search customer

12

Terdapat icon Search nama operator

13

Dapat menampilkan pertanyaan yang akan diajukan customer

14

Terdapat Menu Print

15

Dapat Melakukan Clean Up Transkip

16

Dapat Menampilkan News Pada Home

17

Dapat Menampilkan Foto Customer

18

Terdapat Statistik otomatis

19

Terdapat Menu Absensi otomatis

20

Dapat Melakukan verifikasi email Otomatis

21

Offline Hanya bisa dilakukan oleh email eco/rinfo

22

Terdapat menu ganti password Operator

23

Operator bisa Mendapatkan Transkip Percakapan

24

Terdapat Menu comment pada Foto Operator

25

Terdapat menu login Operator

26

Terdapat Menu ignor Untuk membatalkan chat

27

Terdapat Menu Pengalihan Chat dengan operator lain

28

Terdapat Menu Top Best Operator otomatis

29

Terdapat setting language pada halaman iDuHelp!

30

Terdapat kalender akademik

31

Terdapat menu Sign Up Registrasi

32

Dapat melakukan penyimpanan files

33

Terdapat Menu acctive Customer

34

Terdapat Menu share Foto Operator

35

Terdapat Menu group chat

36

Terdapat Menu Tampilan Online

37

Terdapat Menu Tampilan Offline

38

Terdapat Menu Refresh

39

Terdapat Dasboard Invitation Perhari

40

Terdapat Fasilitas Emotion

41

Terdapat Sound Pada customer

42

Terdapat uploaded Picture

43

Terdapat Uploaded Files

44

Terdapat Grade Map Class

45

Terdapat Fasilitas Show Typing Customer

46

Terdapat fasilitas subyek pertanyaan

47

Dapat menampilkan nama customer

48

Terdapat pilihan theme pada tampilan operator

49

Dapat menampilkan email Customer

50

Dapat menampilkan Subjek pertanyaan Customer

51

Terdapat Favicon iDuHelp!

52

Terdapat menu Automatically Monitor Trafik Online

53

Terdapat Menu Performa All Operator

54

Terdapat Menu exit percakapan

55

Terdapat link ke REC.

56

Menambahkan pilihan Update Foto

57

Terdapat Menu Gabung Chat dnegan operator lain

58

Terdapat report statistik diagram garis iDuHelp!

59

Menampilkan data customer yang tidak terlayani

60

Dapat mengirim rating Survey Otomatis
Non Functional
Saya ingin sistem dapat :

1

Dapat Menambah Customer Sebanyak 1.000

2

Terdapat Milis Operator

3

Terdapat Survey iDuhelp!

4

Terdapat Statistik Customer Online

5

Terdapat Statistik Customer Offline

Elisitasi Tahap III

Berdasarkan Elisitasi Tahap II di atas, dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi LMH.

Tabel 3.5 Elisitasi tahap III

Functional
T
O
E

No.

Analisa Kebutuhan
Saya ingin sistem dapat
L
M
H
L
M
H
L
M
H

1

Terdapat Channed Responses Verifikasi email otomatis

2

Terdapat Foto Operator

3

Mampu Offline tiap waktu

4

Chat online hanya digunakan oleh email Eco dan Rinfo

5

Terdapat Ringtone Peringatan

6

Terdapat link Redirect chating

7

Terdapat link Redirect login Operator

8

Dapat Mengirimkan Transkip ke Customer

9

Terdapat jumlah customer Online

10

Terdapat jumlah customer Offline

11

Terdapat icon Search customer

12

Terdapat icon Search nama operator

13

Terdapat Menu Print

14

Dapat Menampilkan News Pada Home

15

Terdapat Menu Absensi otomatis

16

Dapat Melakukan verifikasi email Otomatis

17

Terdapat menu ganti password Operator

18

Operator bisa Mendapatkan Transkip Percakapan

19

Terdapat Menu comment pada Foto Operator

20

Terdapat menu login Operator

21

Terdapat Menu Top Best Operator otomatis

22

Terdapat Menu Tampilan Online

23

Terdapat Menu Tampilan Offline

24

Terdapat Menu Refresh

25

Dapat menampilkan nama customer
Non Functional

No.

Saya ingin sistem dapat

1

Dapat Menambah Customer Sebanyak 1.000

2

Terdapat Milis Operator

3

Terdapat Survey iDuhelp!

4

Terdapat Statistik Customer Online

5

Terdapat Statistik Customer Offline

Final Draft Elisitasi

Final Draft Elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar untuk membangun sistem pelayanan kampus iDuHelp!. Berdasarkan Elisitasi Tahap III di atas, dihasilkan requirement final draft yang diharapkan dapat mempermudah penulis dalam membuat suatu sistem informasi sistem pelayanan kampus iDuHelp! pada Perguruan Tinggi Raharja melalui sistem pelayanan yang secara online.

Tabel 3.6 Final Draft Elisitasi

20140225 102146.jpg

Urutan Prosedur

Spesifikasi Prosedur iDuHelp! yang akan berjalan adalah sebagai berikut:

Menu utama iDuHelp! diantaranya yaitu ada :

a. Tampilan awal iDuHelp!

b. Menu kategori Home

- Departemen Yang ada di iDuHelp!

- Menu Login Operator iDuHelp!

- Menu Login Operator Rooster

- Departemen iLearning Akademk


c. Menu Tampilan Online

- Menu Nama

- Menu Email

- Menu Subjek Pertanyaan

- Menu send

d. Menu Tampilan Offline

- Menu Nama

- Menu Email

- Menu Pesan

- Menu send

e. Menu Tampilan Login Operator

- Menu Username

- Menu Password

- Menu Login

Final Elisitasi Yang Diusulkan

Pembahasan detail functional final elisitasi di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sebelum adanya sistem yang diusulkan, adalah sebagai berikut :

 

Functional Analisa Kebutuhan

Terdapat Channed Responses Verifikasi email otomatis

Deskripsi sebelumnya :

Baik atau tidaknya sebuah pelayanan dinilai dari bagaimana operator melayani customer, baik itu dari segi jawaban atau kata-kata yang diberikan. Dan keseragaman kata-kata atau kalimatpun sangatlah penting didalam sebuah pelayanan. Kata-kata atau kalimat yang diberikan haruslah baik dan sopan, dan tidak ada perbedaan yang diberikan oleh operator satu dengan operator lainnya. Terutama dalam kalimat pertama atau pembuka yang disampaikan oleh operator. Begitupula di dalam sistem pelayanan kampus iDuHelp!, dimana untuk kalimat pembuka yang ada didalam sistem harus pula seragam dari operator satu dengan operator lain. Agar memudahkan operator pun dalam penyampaian informasi pembuka yang harus disampikan kepada customer, yang nantinya akan dilakukan oleh customer sebelum melakaukan chat online dan tidak adanya mengetik ulang hal-hal yang sebelumnya sudah operator lakukan. Terutama pada kalimat pembuka, dimana kalimat pembuka itu memberikan informasi agar customer dapat melakukan verifikasi email terlebih dahulu untuk melanjutkan chat online tersebut. Saat ini pada sistem iDuHelp! kalimat pembuka untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu masih diketik oleh operator, belum secara otomatis ada pada sistem iDuHelp! , hal ini membuat operator merasa kesulitan karena dia masih harus ketik-ketik mengenai hal-hal yang sering muncul dan sering mereka lakukan setiap kali menerima customer. Dari beberapa operatorpun mengusulkan agar ini menjadi pengembangan yang ada di iDuHelp!

Canned.JPG

Gambar 3.7 Permintaan Responses Verifikasi Email Otomatis 1

Responses.JPG

Gambar 3.8 Permintaan Responses Verifikasi Email Otomatis 2

Dari adanya sebuah permintaan canned responses verifikasi email otomatis tersebut, menjadi salah satu masalah yang ada pada sistem iDuHelp! yang harus segera dipecahkan.

Terdapat Foto Operator

iDuHelp! merupakan salah satu sistem pelayanan yang ada di Perguruan Tinggi Raharja, dimana salah satu pelayanan yang diberikan ialah chat online (chat langsung dengan operator). Pada saat chat online yang dilakukan oleh customer dengan operator dibutuhkan beberapa informasi identitas yang ada pada seorang operator. Selain identitas nama diperlukan juga Foto Profil operator, yang dimana sangatlah penting untuk customer dapat mengenali langsung operator yang melayani mereka. Dari permasalahan identitas itulah, menjadikan foto operator menjadi salah satu kebutuhan yang ada pada sistem iDuHelp!.

Pp.JPG

Gambar 3.9 Permintaan Foto Profil Operator

Berdasarkan isi permintaan yang disampaikan oleh operator diatas, bahwa permasalahannya yaitu pada saat customer dan operator sedang melakukan chat online, maka tidak adanya sebuah identitas operator yang dapat dikenali langsung oleh customer dan adanya sebuah Foto Profil adalah salah satu identitas penting yang dapat muncul pada tampilan chat online.

Hal ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan pada seorang customer, untuk dapat mengenali operator yang sedang menanganinya .

Mampu Offline tiap waktu

Deskripsi sebelumnya :

Setiap pelayanan online yang ada pasti memiliki 2 tipe layanan yang digunakan, yaitu online dan offline. Diaman untuk pelayanan online itu dapat dilayani langsung oleh operator yang sedang bertugas. Dan untuk pelayanan secara offline itu hanya mengirimkan sebuah pesan yang nantinya akan dijawab oleh operator dengan waktu yang telah ditentukan. Begitupula dengan iDuHelp!, dimana sebuah pelayanan online maupun offline sangatlah penting bagi kelangsungan kerja sistem ini, yang dibuatkan 2 sesi pelayanan. Tetapi permasalahan yang muncul didalam iDuHelp! ini yaitu, sebuah pelayanan offline yang belum bisa digunakan setiap saat atau setiap waktu. Hanya dapat dilakukan oleh customer jika dalam keadaan sudah tidak ada lagi operator yang berjaga, yaitu dari hari senin-jum’at pukul 21.00-08.00 serta sabtu-minggu 24 jam. Dan permasalahan kedua yang terjadi yaitu, dari keadaan offline yang hanya digunakan diwaku tertentu saja membuat offline itu sepi atau sedikit mendapatkan customer, karena kebanyakan customer malas melakuka offline pada malam hari. Sehingga membuat saya mencari solusi dari permasalahan yang ada ini agar iDuHelp! tetap bisa melayani dan digunakan oleh customer yang dalam keadaan tidak memungkinkan untuk online, menjadi menggunakan layanan iDuHelp! dalam keadaan offline . Berikut salah satu permintaan dari seorang customer:

1.JPG

Gambar 3.10 Permintaan Offline Tiap waktu

Dari keluhan tersebut dapat disimpulkan bahwa permasalahan terletak pada offline yang tidak bisa digunakan oleh customer setiap waktu. Offline dapat digunakan setiap waktu sangatlah penting untuk sebuah pelayanan, terutama pelayanan kampus yang dimana melayani kehgiatan pembelajaran yang terkadang customer yang menggunakan layanan tersebut dalam keadaan tidak memungkinkan untuk melakukan chat online.

Chat online hanya digunakan oleh email Eco dan Rinfo

Deskripsi sebelumnya :

Banyaknya customer pada sebuah sistem pelayanan, menentukan mutu dari sistem pelayanan itu sendiri. Jika customer yang menggunakan sistem pelayanan tersebut tidak jelas, atau berupa spam, maka hal ini tentunya akan sangat mengganggu aktifitas didalam sistem pelayanan tersebut. Termasuk sistem pelayanan iDuHelp! yang dibuat untuk memfasilitasi kesulitan atau pertanyaan yang dialami oleh Pribadi Raharja perihal 10 Pillar IT iLearning. Awalnya pada iDuHelp! belum terdapat pembatasan dalam pelayanan customer yang harus dilayani. Sehingga terjadi banyaknya customer yang menggunakan iDuHelp! tidak hanya Pribadi Raharja saja, terlihat dari email yang mereka gunakan untuk melakukan layanan iDuHelp! ini, dan juga terdapat Calon Mahasiswa Baru (CMB), atau masyarakat luar yang menggunakan iDuHelp!. Dimana sebenarnya pada iDuHelp! yang dibahas ini dipergunakan hanya untuk Pribadi Raharja saja yang menggunakan email Raharja yaitu raharja.co (eco) dan raharja.info (rinfo). Karena Untuk Calon Mahasiswa Baru (CMB) atau masyarakat luas sudah ada departemennya sendiri. Karena banyaknya masalah tersebut terjadi , maka menjadikan ini suatu permsalahan yang harus segera diatasi. Dengan cara-cara yang bisa terstruktur semuanya.Berikut beberapa spam pada sistem iDuHelp! :

Eco1.JPG

Gambar 3.11 Spam Customer 1

Eco2.JPG

Gambar 3.12 Spam Customer 2

Eco3.JPG

Gambar 3.13 Spam Customer 3

Dari adanya beberapa spam yang ada pada sistem iDuHelp! diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sebuah batasan penggunaan atau customer yang menggunakan sistem iDuHelp! ini sangatlah penting. Sehingga dibutuhkan beberapa tindakan untuk meminimalisir spam yang menggunakan iDuHelp!

Terdapat Ringtone Peringatan

Deskripsi sebelumnya :

Pada sistem pelayanan, sebuah bunyi atau ringtone peringatan sangat lah penting atau dibutuhkan bagi operator. Dikarenakan itu merupakan sebuah tanda yang bisa dijadikan acuan oleh operator untuk dapat melayani cutomer yang masuk. Didalam iDuHelp! bunyi atau ringtone peringatan adanya customer juga sangatlah penting atau dibutuhkan, untuk memudahkan para operator dapat mengetahui ada atau tidaknya customer yang masuk menggunakan layanan iDuHelp! ini. Dan agar tidak adanya customer yang komplain, karena menggunakan iDuHelp! tetapi tidak di layani oleh operator dengan alasan ketidak tahuan operator bahwa ada customer masuk. Terlihat pula dari permintaan operator dibawah ini, yang menginginkan adanya ringtone peringatan. Yang berguna untuk memudahkan pekerjaan mereka dalam melayani customer.

Ringtone.JPG

Gambar 3.14 Permintaan Ringtone

Dari adanya sebuha permintaan ringtone untuk nada dering operator, dimaksudkan untuk operator mengetahui adanya customer yang menggunakan layanan iDuHelp!. Sehingga tidak ada permasalahan operator tidak melayani customer karena tidak tahu ada customer masuk.

Terdapat link Redirect chating

Deskripsi sebelumnya :

Pada sistem iDuHelp! yang berjalan saat ini, masih hanya mengandalkan 1 tempat saja untuk penggunaannya. Dimana para customer jika ingin menggunakan layanan iDuHelp!, hanya bisa mengunjunginya pada ime (iduhelp.ilearning.me) saja. Dimana itu terbukti dari tidak adanya link yang langsung terhubung pada chating online iDuHelp!. Maka permasalahan yang muncul jika iDuHelp! masih mengandalkan satu tempat yaitu ime adalah jika ime (iduhelp.ilearning.me) sedang bermasalah, itu dapat menyulitkan para customer menggunakan layanan iDuHelp!, karena tidak adanya referensi lain untuk menggunakan layanan iDuHelp! selain dari ime tersebut. Dan secara otomatis layanan iDuHelp! terhenti karena tidak adanya transaksi chat online yang dapat dilakukan. Selain itu merugikan iDuHelp! karena tidak dapat melayani customer satupun.Terlihat dari permintaan customer melalui chat iDuHelp! , dimana customer meminta referensi lain jika ingin menggunakan layanan iDuHelp! selain pada ime. Dan permintaan langsung dari operator , melalui email. Bahwa ada customer yang kompline masalah tersebut.

Link.JPG

Gambar 3.15 Request Link Redirect

Dari adanya sebuha permintaan link redirect dari customer, menandakan adanya sebuah permasalahan dimana jika ime iDuhelp! sedang bermasalah. Link tersebut bisa digunakan untuk customer tetap dapat menggunakan layanan iDuHelp!

Terdapat link Redirect login Operator

Deskripsi sebelumnya :

Pada sebuah sistem, link merupakan hal terpenting didalamnya. Dimana link tersebut bisa digunakan untuk user menuju sistem yang ingin dituju. Begitu pula dengan iDuHelp!, sistem pelayanan di Perguruan Tinggi Raharja yang harus mempunyai sebuah link khusus agar Pribadi Raharja bisa langsung menuju ke iDuHelp!. Karena iDuHelp! adalah sebuah sistem pelayanan, dimana dalam kegiatannya digunakan oleh 2 user, Pribadi Raharja (sebagai customer), operator (sebagai petugas). Selain customer, operator pun perlu tahu link khusus apa yang dipergunakan untuk dia bisa menuju ketampilan login operator. Karena untuk saat ini, hanya satu link yang diandalkan oleh operator yaitu iMe (iduhelp.ilearning.me), dan jika terjadinya masalah pada iMe. Sehingga iMe itu tidak bisa dibuka, maka otomatis sangat mengganggu operator untuk bisa melakukan login operator, pada saat mereka harus bertugas pada waktunya. Dari permasalahan yang ada, maka membuat saya mencari tahu cara untuk menyelesaikan masalah yang terjadi ini.Berikut permintaan operator :

Linkoperator.JPG

Gambar 3.16 Permintaan Link Redirect Login Operator

Dari adanya sebuha permintaan link redirect login operator, menjadi salah satu masalah yang ada pada sistem iDuHelp! yang harus segera dipecahkan.

Dapat Mengirimkan Transkip ke Customer

Deskripsi sebelumnya :

Sebuah transkip percakapan antara customer dengan operator dari kegiatan pelayanan harus selalu ada. Maka sistem pelayanan harus menyediakan fasilitas tersebut, karena fasilitas tersebut akan dipergunakan customer untuk dijadikan bukti bahwa ia telah melakukan kegiatan pelayanan dari sistem yang telah dipergunakan. Pada iDuHelp! yang menjadi sistem pelayan kampus pada Perguruan Tinggi Raharja ini, belum memiliki faislitas tersebut. Hal ini merupakan permasalahan yang sangat penting sekali yang harus segera diberikan solusi atau jalan keluarnya, dimana nantinya tidak ada lagi customer yang komplain karena tidak bisa mendapatkan hasil percakapan dari kegiatan yang telah mereka lakukan dengan iDuHelp!.

Berikut permintaan dari seorang customer yang menginginkan adanya transkip percakapan yang telah dia lakukan oleh iDuHelp!


Elisitasi1.PNG

Gambar 3.17 Permintaan Mendapatkan Transkip 1

Elisitasi2.PNG

Gambar 3.18 Permintaan Mendapatkan Transkip 2

Dari adanya sebuah permintaan di atas yang diajukan oleh customer iDuHelp!, membuat saya untuk bisa mencarikan pemecahan masalahnya, yang dimana customer tersebut bisa mendapatkan hasil dari transkip percakapan yang dilakukan.

Terdapat jumlah customer Online

Deskripsi sebelumnya :

Informasi jumlah customer yang telah menggunakan sistem sangatlah penting, terutama dalam sebuah sistem pelayanan. Dimana itu sebagai report terkait untuk menilai sejauh mana sistem yang mereka ciptakan dapat berhasil dan telah digunakan oleh berapa banyak orang. Dan seberapa sukses sistem tersebut telah membantu orang lain yang menggunakan pelayanan tersebut. Begitu pula iDuHelp!, dimana sebuah sistem pelayana yang ada diperguruan tinggi Raharja yang diciptakan untuk dapat melayani Pribadi Raharja yang kesulitan akan pembelajaran mereka selama di Perguruan Tinggi Raharja. Terutama jumlah customer online, dimana pada iDuHelp! ini ada 2 tipe pelayanan , yaitu online dan offline. Untuk mengukur sukses atau tidaknya sistem iDuHelp! ini dibuat , dibutuhkanlah informasi jumlah customer online yang ada. Dimana berapa banyak Pribadi Raharja yang telah menggunakan iDuHelp! online ini untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi dalam pembelajaran. Karena hal itu sangatlah penting untuk sebuah laporan, maka didalam iDuhelp! ini harus dibuatkanlah jumlah customer online yang masuk ke iDUHelp!

Terdapat jumlah customer Offline

Deskripsi sebelumnya :

Informasi jumlah customer yang telah menggunakan sistem sangatlah penting, terutama dalam sebuah sistem pelayanan. Dimana itu sebagai report terkait untuk menilai sejauh mana sistem yang mereka ciptakan dapat berhasil dan telah digunakan oleh berapa banyak orang. Dan seberapa sukses sistem tersebut telah membantu orang lain yang menggunakan pelayanan tersebut. Begitu pula dengan iDuHelp!, dimana sebuah sistem pelayanan yang ada diperguruan tinggi Raharja yang diciptakan untuk dapat melayani Pribadi Raharja yang kesulitan dengan pembelajaran selama mereka di Perguruan Tinggi Raharja. Terutama jumlah customer offline, dimana pada iDuHelp! ini ada 2 tipe pelayanan , yaitu online dan offline. Untuk mengukur sukses atau tidaknya sistem iDuHelp! ini dibuat dibutuhkan informasi jumlah customer offline yang ada. Dimana berapa banyak Pribadi Raharja yang telah menggunakan iDuHelp! offline ini untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi dalam pembelajaran. Karena hal itu sangatlah penting untuk sebuah laporan, maka didalam iDuhelp! ini harus dibuatkanlah jumlah customer offline yang masuk ke iDUHelp!

Non Functional Analisa Kebutuhan

Pembahasan detail non functional final elisitasi di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sebelum adanya sistem yang diusulkan, adalah sebagai berikut :

Menambah Customer sebanyak 1.000

Deskripsi sebelumnya :

Banyaknya jumlah customer pada sebuah pelayanan memberikan bukti bahwa baik atau tidaknya sebuah pelayanan tersebut diberikan. Dari jumlah customer yang menggunakan pelayanan tersebut sangat tergantung pada pelayanan yang diberikan, jika pelayanan yang diberikan memuaskan maka customer akan banyak. Tetapi sebaliknya jika pelayanan yang diberikan mengecewakan maka customer akan menurun. Untuk terus meningkatkan jumlah customer tiap bulannya, maka diperlukan strategi-strategi yang dijalankan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan sehingga jumlah customerpun meningkat dengan sendirinya. Pada iDuHelp! ini juga perlu adanya peningkatan mutu dan jumlah customer, agar kegiatan yang dijalankan lebih bisa bermanfaat. Pada pertamakali iDuHelp! launching atau dikenalkan pada tanggal 2 Februari 2013 kepada Pribadi Raharja sebagai salah satu sistem pelayanan yang bisa mereka gunakan. iDuHelp! telah berhasi menangani sebanyak 1.299 customer, yang terdiri dari jumlah customer online dan offline. Dengan seiring berjalannya iDuHelp! ini tiap bulannya, maka iDuHelp! harus terus menambah jumlah customer. Agar bisa terlihat progres dari iDuHelp! itu sendiri dan agar bisa dinilai apakah iDUHelp! mampu melayanani semua kesulitan yang ada atau malah tidak dipergunakan lagi oleh Pribadi Raharja.

Terdapat Milis Operator

Deskripsi sebelumnya :

Pada sistem pelayanan iDuHelp!, dibutuhkan sebuah tempat untuk saling berbagi atau sharing informasi antara operator mengenai kegiatan mereka selama menjalankan tugasnya. Untuk tempat saling sharing itu dibutuhkanlah beberapa fasilitas yang harus dibuatkan, Karena itu sebuah milis operator iDuHelp! sangat penting sekali untuk sebuah penunjang kegiatan para operator. Dimana bisa dimanfaatkan dengan beberapa kegiatan yang dibutuhkan. Berikut permintaan pembuatan milis operator iDuHelp!, untuk memudahkan informasi yang didapat dari berbagai operator :

Milis.png

Gambar 3.19 Milis Operator iDuHelp! 1


Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 3.20 Milis Operator iDuHelp! 2

Pada sistem pelayanan iDuHelp! kegiatan operator sangat penting diketahui oleh operator lainnya dan admin iDuHelp!. Dimana pada kegiatan tersebut kita dapat mengetahui kegiatan yang dia lakukan oleh operator selama bertugas iDuHelp!. Maka dibutuhkanlah milis dimana semua operator memebrikan cerita kegiatannya selama jaga.

Terdapat Survey iDuHelp!

Deskripsi sebelumnya :

Sebuah penilain pada sistem pelayanan sangatlah penting, terutama untuk mengukur sejauh mana sistem pelayanan tersebut bekerja. Dan sejauh mana tingkat kepuasan customer dalam menggunakan sistem pelayanan tersebut dari penilaian yang diberikan. Salah satu penilain yang diberikan customer pada sistem pelayanan adalah melalui sebuah survey. Dimana survey tersebut berisikan pertanyaan-pertanyaan perihal kepuasan mereka setelah menggunakan sistem pelayanan tersebut. Dari jawaban yang diberikan, sehingga bisa ditarik sebuah kesimpulan dari pelayanan tersebut. Begitupula dengan iDuHelp! dimana membutuhkan juga sebuah penilain terhadap mutu dan kinerja dari pelayanan selama ini. Dari pentingnya sebuah survey itupula lah membuat iDuHelp! membutuhkan pula sebuah sistem survey yang mampu mendukung penilaian terhadap iDuHelp! dan untuk saat ini iDuHelp! belum mempunyai sebuah survey yang dapat memunjang itu semua dan ini menjadi salah satu permasalahan yang ada untuk segera dicarikan pemecahan masalahnya.

Terdapat Statistik customer online

Deskripsi sebelumnya :

Jumlah customer dari sebuah pelayanan sangatlah penting, dan dari jumlah customer itulah terdapat sebuah grafik statistik customer yang menggunakan sistem pelayanan tersebut. Maka setiap sistem pasti harus memiliki statistiknya tersebut, begitu pula dengan iDuHelp!. Dimana sangat perlu dalam kegiatannya memiliki sebuah statisti customer online. Pada statistik customer online itulah maka dapat diambil sebuah kesimpulan yang nantinya akan diambil keputusan-keputusan penting dalam meningkatkan mutu agar customer online terus meningkat. Dan dari statistik itu juga bisa dilihat seberapa berkembangnya sisitem iDuhelp! dan pertumbuhan customer yang menggunakan iDuHelp!. Untuk saat ini iDuhelp! belum memiliki statistik customer online, hanya masih mengandalkan statistik dari survey penialain yang dibuat saja bukan dari statistik jumlah customer online. Maka dapat disimpulkan bahwa dimana itu salah satu permsalah yang muncul untuk mengetahui sejauhmana iDuHelp! telah berkembang. Maka permasalahan ini harus segera diatasi. Untuk kelangsungan iDuHelp! pula.

Terdapat Statistik customer offline

Deskripsi sebelumnya :

Jumlah customer dari sebuah pelayanan sangatlah penting, dan dari jumlah customer itulah terdapat sebuah grafik statistik customer yang menggunakan sistem pelayanan tersebut. Maka setiap sistem pasti harus memiliki statistiknya tersebut, begitu pula dengan iDuHelp!. Dimana sangat perlu dalam kegiatannya memiliki sebuah statistik customer offline. Pada statistik customer offline itulah maka dapat diambil sebuah kesimpulan yang nantinya akan diambil keputusan-keputusan penting dalam meningkatkan mutu agar customer offline terus meningkat. Dan dari statistik itu juga bisa dilihat seberapa berkembangnya sisitem iDuHelp! dan pertumbuhan customer yang menggunakan iDuHelp!. Untuk saat ini iDuHelp! belum memiliki statistik customer offline, hanya masih mengandalkan statistik dari survey penialain yang dibuat saja bukan dari statistik jumlah customer offline. Maka dapat disimpulkan bahwa dimana itu salah satu permsalah yang muncul untuk mengetahui sejauhmana iDuHelp! telah berkembang. Maka permasalahan ini harus segera diatasi. Untuk kelangsungan iDuHelp! pula.

BAB IV

RANCANGAN SISTEM DAN IMPLEMENTASI

Final Elisitasi Yang Diusulkan

Pembahasan detail functional final elisitasi yang ada di bab sebelumnya, di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sesudah adanya sistem yang diusulkan, adalah sebagai berikut :

Functional Analisa Kebutuhan

Terdapat Channed Responses Verifikasi email otomatis

Deskripsi Sesudahnya :

Dari adanya sebuha permintaan canned responses, menjadi salah satu masalah yang ada pada sistem iDuHelp! yang harus segera dipecahkan. Dari permasalahan di atas, saya memang melihat ini sebagai salah satu masalah yang harus segera diatasi . Karena ini merupakan hal yang sangat oenting dalam keseragaman kalimat pembuka yang diberikan oleh operator. Karena itu saya, bermaksud untuk menambahkan kalimat untuk customer itu melakukan verifikasi email terlebih dahulu untuk melanjutkan chat online tersebut, secara otomatis tanpa harus di ketik ulang berkali-kali oleh operator setiap mereka melayani customer. Saya menambahkan kalimt tersebut pada sisitem iDuhelp!, agar bisa otomatis muncul, dengan cara sebagai berikut :


Tambahkan listign code pada field operator.php


Kodingannya.PNG

Gambar 4.1 Listing code

Setting pada tampilan admin, pada menu operator


Veri.JPG

Gambar 4.2 Setting Verifikasi Canned Responses

Pada “Greeting” diisi dengan kalimat yang ingin kita munculkan pada tampilan awal operator saat chat online dengan customer, lalu save. Maka sekarang pada iDuHelp! tampilan customer saat chat online dengan operator , sudah ada secara otomatis kalimat meminta verifikasi email terlebih dahulu, secara otomatis dari operator, tanpa operator harus ketik-ketik lagi. Berikut tampilannya :

Tampilancus.JPG

Gambar 4.3 Tampilan Yang ada pada saat online

Terdapat Foto Operator

Deskripsi Sesudahnya :

Berdasarkan isi permintaan yang disampaikan oleh operator diatas, bahwa permasalahannya yaitu ADA pada saat customer dan operator sedang melakukan chat online, maka tidak adanya sebuah identitas operator yang dapat dikenali oleh customer dan adanya sebuah Foto Profil adalah salah satu identitas penting yang dapat muncul pada tampilan chat online, hal ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan pada seorang customer, untuk mengenali operator yang sedang menanganinya. Dari permasalahan yang ada, maka membuat salah satu perkembangan yang harus ada pada sistem iDuHelp! ini adalah identitas operator dengan menambahkan Foto Profil Operator pada tampilan chat online. Dari perkembangan yang akan dilakukan dibutuhkan penambahan foto pada filezila iDuHelp!. Adapun langkah-langkahnya yaitu: Terlebih dahulu menambahkan listing code pada field operator.php, sebagai berikut.


Code.PNG

Gambar 4.4 Listing Code

Kemudian setelah penambahan listing code, langkah selanjutnya yaitu masukkan foto operator yang akan digunakan pada filezila

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 4.5 Tampilan Filezila iDuHelp!

Lalu setting pada tampilan admin, dimana pada menu operator, copy paste link url’a foto yang telah dimasukkan pada filezila tersebut, dibagian image url.

Pp1.JPG

Gambar 4.6 Masukkan Foto Operator pada Settingan


Maka pada tampilan chat online iDuHelp! saat ini, sudah terdapat Foto Profil Operator. Terbukti dari munculnya tampilan foto operator ketika customer sedang melakukan chat langsung dengan operator.

Pp3.JPG

Gambar 4.7 Tampilan pada Customer

Mampu Offline tiap waktu

Deskripsi Sesudahnya :

Dari keluhan tersebut dapat disimpulkan bahwa permasalahan terletak pada offline yang tidak bisa digunakan oleh customer setiap waktu. Offline dapat digunakan setiap waktu sangatlah penting untuk sebuah pelayanan, terutama pelayanan kampus yang dimana melayani kegiatan pembelajaran yang terkadang customer yang menggunakan layanan tersebut dalam keadaan tidak memungkinkan untuk melakukan chat online. Karena dalam pelayanan iDuHelp! ini menggunakan beberapa departemen, terutama untuk bagian mareketing dan chat online yang dibedakan menjadi 2 departemen yaitu Departemen Marketing dan Departemen iLearning (chat online). Maka salah satu solusi dari permasalahan yang ada pun yaitu dengan cara membuatkan satu departemen lagi. Dimana satu departemen ini digunakan khusus untuk offline, dan tidak ada operator yang ditugaskan pada departemen ini. Yang fusngsinya agar departemen ini dalam keadaan selalu offline, sehingga bisa digunakan oleh iDuHelp! sebagai dapartemen offline yang hanya melayani offlin bisa tiap saat atau tiap waktu. Sehingga dalam iDuHelp! ini sekarang mempunyai 3 departemen yang dibuat, yaitu Departemen Marketing, Deoartemen iLearning (chat online) dan Departemen iLearning me (untuk Offline). Yang memiliki fungsi atau tugas masing-masing berbeda.

Adapun pembuatan departemen baru yaitu :

**Menuju menu departemen

**Creat new Departemen

Offlineiduhelp.JPG

Gambar 4.8 Creat Departemen

**Isi nama Departemen yang diinginkan.

Offlineiduhelp1.JPG

Gambar 4.9 Input Nama Departemen

**Isi berapa field yang akan digunakan pada departemen tersebut.

Offline2.JPG

Gambar 4.10 Isi Field Untuk Departemen

**Isi email yang nantinya akan menampung pertanyaan yang masuk.

Offline3.JPG

Gambar 4.11 Input email Untuk Departemen

Sekarang untuk offline iDuHelp! sudah bisa digunakan kapanpun, Seperti pada tampilan berikut :

Iduhelp.JPG

Gambar 4.12 Tampilan Pada iDuHelp!

Chat online hanya digunakan oleh email Eco dan Rinfo

Deskripsi Sesudahnya :

Dari adanya beberapa spam yang ada pada sistem iDuHelp! diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sebuah batasan penggunaan atau customer yang menggunakan sistem iDuHelp! ini sangatlah penting. Sehingga dibutuhkan beberapa tindakan untuk meminimalisir spam yang menggunakan iDuHelp!. Dari permasalahan spam yang ada, terbukti dari gambar diatas, membuat PIC iDuHelp! mencari cara untuk menghentikannya sebelum semakin meluas. Maka hal yang dilakukan oleh PIC iDuHelp! adalah menambahkan sebuah codes yang diletakkan pada user_question.php berikut ini :

Scripteco.JPG

Gambar 4.13 Listing Code Pembatasan User

Dimana pada if($indexOf(@raharja.info)==.1) ===> Untuk customer menggunakan email rinfo .

Dan pada if($indexOf(@raharja.co)==.1) ===> Untuk customer menggunakan email co .

 

Elisitasi.PNG

Gambar 4.14 Tampilan Sesudahnya

Terdapat Ringtone Peringatan

Deskripsi Sesudahnya :

Dari adanya sebuha permintaan ringtone untuk nada dering operator, dimaksudkan untuk operator mengetahui adanya customer yang menggunakan layanan iDuHelp!. Sehingga tidak ada permasalahan operator tidak melayani customer karena tidak tahu ada customer masuk. Dari munculnya permasalahan yang ada, maka dibutuhkannyalah sebuah pemecahan masalah pada sistem iDuHelp! ini. Yaitu permasalah Ringtone Peringatan untuk operator mengetahui adanya customer yang seharusnya ada pada menu operator. Dengan dapat memberikan manfaat, agar operator tahu ada customer masuk, sehingga operator bisa langsung menerima customer dan mulai pecakapan.

Untuk langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :


Masukkan nada atau lagu pada filezila iDuHelp! difolder sound

Soumd2.JPG

Gambar 4.15 Tampilan Filezila iDuHelp!


Kemudian pada menu operator, admin iDuHelp! bisa pilih lagu yang akan dipergunakan sebagai ringtone peringatan oleh operator. Admin bisa pilih beberapa nada didalamnya.

Bunyi.JPG

Gambar 4.16 Setting Lagu Yang dipilih

Maka sekarang Pada sistem iDuHelp!, terdpat menu ringtone peringatan, dengan ceklish menu sound alret yang ada pada tampilan operator. Sehingga operator bisa mendapatkan ringtone peringatan secara otomatis. Terlihat dari tampilan berikut :

Bunyi1.JPG

Gambar 4.17 Tampilan Menu Operator

Terdapat link Redirect chating

Deskripsi Sesudahnya :

Dengan adanya sebuha permintaan link redirect dari customer, menandakan adanya sebuah permasalahan dimana jika ime iDuhelp! sedang bermasalah. Link tersebut bisa digunakan untuk customer tetap dapat menggunakan layanan iDuHelp!. Dari adanya permasalah diatas , maka dibutuhkannyalah langkah untuk dapat menjawab, permasalaan yang ada . Yaitu dengan cara dibuatkannya link otomatis untuk para customer bisa langsung terhubung pada layanan chating iDuHelp!. Yang bisa dijadikan alternatif bagi customer yang ingin menggunakan layanan iDuHelp! walaupun ime sedang bermasalah. Pembuatan link tersebut yaitu , pembuatan link REDIRECT chating iDuHelp! dengan nama link iduhelp.raharja.info

Sekarang customer tidak lagi kesulitan jika ingin menggunakan layanan iDUHelp! tetapi ime sedang bermasalah. Atau customer ingin langsung terhubung pada layanan chat online iDUHelp!. Customer bisa langsung menuju link iduhelp.raharja.info. Maka nanti customer sudah langsung menuju halaman awal melakukan chat online dengan opeartor.


Redirect.JPG

Gambar 4.18 Link Redirect

Link1.JPG

Gambar 4.19 Tampilan Chat Online

Terdapat link Redirect login Operator

Deskripsi Sesudahnya :

Dari adanya sebuah permintaan link redirect login operator, menjadi salah satu masalah yang ada pada sistem iDuHelp! yang harus segera dipecahkan. Adapun permasalah diatas , maka dibuatkannyalah pemecahan masalah dari masalah yang ada yaitu PEMBUATAN LINK REDIRECT LOGIN OPERATOR. Dimana sebelumnya sudah dibuatkan juga Link REDIRECT chat Online untuk customer, dari link Redirect itu didapatkan kemudahan dalam pengaksesannya, sehingga memberikan inspirasi PIC iDuHelp! untuk melakukan hal yang sama pada login Operator ini, dimana dibuatkannya pula link REDIRECT untuk login operator dengan nama link operator.raharja.info . Link tersebut berfungsi untuk digunakan oleh operator login iDuHelp!, jadi tidak ada lagi masalah operator kesulitan untuk bertugas iDuHelp! diakrenakan iMe sedang bermasalah dan tidak bisa melakukan login, serta tidak adanya link alternatif.

Berikut pemberitahuan lewat email, kepada seluruh operator iDuHelp! agar mereka mengetahui informasi ini :

Redirect.JPG

Gambar 4.20 Nama Link Redirect

Untuk tampilan login operator menggunakan link REDIRECT operator.raharja.info , sama seperti mereka login lewat iMe (iduhelp.ilearning.me).

Operator.JPG

Gambar 4.21 Tampilan Login Operator

Dapat Mengirimkan Transkip Ke Customer

Deskripsi Sesudahnya :

Dari permasalahan yang terjadi diatas, maka saya harus mencari pemecahan masalahnya. Adapun pemecahan masalah dari permasalahan diatas adalah penambahan sebuah koding, yang ditaruh pada field sendtranscript.php dan juga mengedit pada settingan admin . Dimana dalam penambahan kodingan ini, agar dapat menambah fasilitas untuk dapat mengirimkan transkip percakapan kepada customer melalui email, yaitu dengan cara customer tersebut memasukkan email mereka pada akhir sesi pecakapan. Hal ini dilakukan agar jika ada customer yang tidak menginginkan transkip percakapan tersebut terkirim diemailnya dengan alasan tertentu, maka customer tidak perlu memasukkan email mereka pada akhir sesi. Dan menyetting pada tampilan admin, yang dilakuakan yaitu menyetting ditiap departemen yang berbeda.

Berikut Settingan pada tampilan admin :

Kirim.PNG

4.22 Setting Pada menu admin

Berikut tampilan pada saat ingin mendapatkan transkip :

Transkip.PNG

4.23 Tampilan Pada saat Session Closed Percakapan

Maka secara otomatis transkip akan terkirim ke email

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

4.24 Tampilan Transkip Percakapan

Terdapat jumlah customer Online

Deskripsi Sesudahnya :

Dari permasalahan yang ada, dimana jumlah customer yang menggunakan iDuHelp! ini sangatlah penting. Maka untuk pemecahan masalahnya dibuatkan jumlah customer online dengan nama menu Transcripts pada tampilan admin. Dimana pada menu Transcripts tersebut terdapat jumlah customer online yang telah menggunakan iDuHelp! dan terdapat pula keterangan nama, operator yang menangani. email customer, departemen iLearning yang digunakan customer, durasi chating antara operator dan customer dan transkip percakapan antara customer dengan operator. Dimana pada jumlah customer online ini sudah terdapat poin-poin penting yang dibutuhkan.


Berikut tampilan jumlah customer online yang ada pada sistem iDuHelp! :

Jml.JPG

Gambar 4.25 Tampilan Jumlah Customer Online


Jadi saat ini pada iDuHelp! sudah terdapat jumlah customer online, yang bisa dihitung jumlahnya dari setiap angka yang ada pada Transcripts, pada no, 1 jumlah keseluruhan customer ada 25 customer. Jadi untuk keseluruhan tinggal kita kalikan saja jumlahnya.

Terdapat jumlah customer Offline

Deskripsi Sesudahnya :

Dari permasalahan yang ada, dimana jumlah customer yang menggunakan iDuHelp! ini sangatlah penting. Maka untuk pemecahan masalahnya dibuatkan jumlah customer online dengan nama menu Messages pada tampilan admin. Dimana pada menu Messages tersebut terdapat jumlah customer offline dari departemen iLearning Me, diaman informasi mengenai customer yang telah menggunakan iDuHelp! dan terdapat pula keterangan tanggal, nama customer, email customer, dan pesan yang disampaikan customer. Dimana pada jumlah customer offline ini sudah terdapat poin-poin penting yang dibutuhkan untuk sebuah informasi.

Berikut tampilan jumlah customer offline yang ada pada menu iDuHelp! :

Jml2.JPG

Gambar 4.26 Tampilan Jumlah Customer Offline

Jadi saat ini pada iDuHelp! sudah terdapat jumlah customer offline, yang bisa dihitung jumlahnya dari setiap angka yang ada pada Messages, pada no, 1 jumlah keseluruhan customer ada 25 customer. Jadi untuk keseluruhan tinggal kita kalikan saja jumlahnya.

 

Non Functional Analisa Kebutuhan

Pembahasan detail non functional final elisitasi di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sebelum adanya sistem yang diusulkan, adalah sebagai berikut :

Menambah Customer sebanyak 1.000

Deskripsi Sesudahnya :

Dari adanya identifikasi permasalahan diatas, maka saya mencarikan solusi atau pemecahannya masalahnya untuk terus meningkatkan jumlah customer pada iDuHelp! ini dengan langkah pertama yaitu : Memberikan terget kepada saya sendiri untuk bisa menambah customer sebanyak 1000 customer, langkah ke dua untuk mensukseskan target yang saya capai adalah selalu promosi lewat email untuk anggota dari milis jika mengalami kesulitanan untuk menggunakan iDuHelp! atau bertanya kepada iDuHelp!.

Iduhelp1.JPG

Gambar 4.27 Promosi Pada email 1


Iduhelp2.JPG

Gambar 4.28 Promosi Pada email 2

Dan langkah yang ke tiga yaitu, menjadikan salah satu assginment di iDU pada class ELIS, FANTASY8, dna iGREEN.


Iduhelp3.JPG

Gambar 4.29 Promosi Pada iDU

Langkah yang ke empat yaitu, memberikan pengarahan kepada dosen icp4 untuk bisa bertanya atu menggunakan iDuHelp! untuk mereka bisa menyelesaikan tugas mereka.


20131024 145738.jpg

Gambar 4.30 Promosi Pada Dosen ICP4

Dari pemecahan masalah yang dilakukan, maka iDuHelp! berhasil menambah customer lebih dari 1000. Dan sampai bulan oktober jumlah customer iDuHelp! adalah 3.007 dengan peningkatan jumlah customer sebanyak 1.708.

Terdapat Milis Operator

Deskripsi Sesudahnya :

Karena adanya permasalahan diatas mengenai tempat sharing yang bisa digunakan oleh operator, maka langkah saya adalah membuatkan sebuah milis untuk para operator iDuHelp!. Dimana pada milis tersebut bisa digunakan untuk para operator memberikan informasi kegiatan mereka selama bertugas dan kendala yang mereka hadapi. Selain itu pada milis operator iDuHelp! itu juga bisa dijadikan tempat dimana offline akan dilemparkan oleh PIC iDuHelp! kepada para operator untuk segera ditangani. Dari manfaat yang didapat maka milis operator iDuHelp!pun dibuat dengan nama milis [email protected]

Berikut permintaan pembuatan milis operator iDuHelp! kepada PIC email @raharja.info ( rinfo ) :

Milisiduhelp.png

Gambar 4.31 Milis Operator iDuHelp!

Sehingga sekarang sudah terdapat milis operator iDuHelp! yang bisa digunakan oleh semua operator.

Terdapat Survey iDuHelp!

Deskripsi Sesudahnya :

Dari permasalahan yang ada yaitu mengenai survey penilaian untuk menunjang sejauh mana iDuHelp! dapat bekerja, maka saya berinisiatif untuk melakukan pemecahan masalahnya yaitu membuat sebuah survey online dengan menggunakan sistem iLearning Survey (iSUr) untuk dapat menilai kinerja iDuHelp! yang mampu dilakuakan secara online pula oleh customer. Sehingga memudahkan pula operator dalam pemberian survey tersebut dan pihak customer pun bisa langsung memberikan jawaban atas kesan-kesan mereka dalam menggunakan sistem iDuHelp!.

Maka dari pemecahan masalah yang dibuat, dan sekarang iDuHelp! telah memiliki sebuah survey penialian dengan link survey sebagai berikut

Dan berikut tampilan iLearning Survey iDuHelp!

Survey1.PNG

4.32.Tampilan awal survey iDuHelp!


Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

4.33.Tampilan pertanyaan yang ada pada iSUr iDuHelp! 1


Survey3.PNG

4.34.Tampilan pertanyaan yang ada pada iSUr iDuHelp! 2


Survey4.PNG

4.35.Berikut tampilan akhir dari survey iDuhelp! :

Terdapat Statistik customer online

Deskripsi Sesudahnya :

Dari permaslahan yang muncul, yaitu tidak adanya sebuah statistik customer online, maka saya melakukan pemecahan masalah dengan membuatkannya statistik customer online iDuHelp!. Dimana pada statistik customer Online ini terdapat jumlah customer online yang menggunakan iDuHelp! setiap bualnnya. Sehingga terlihat sejauh mana peningkatan atau penurunan yang terjadi pada jumlah customer online iDuHelp! setiap bulannya. Pada statistik jumlah customer online iDuHelp! yang dibuat ini adalah berbentuk statistik batang. Dimana hal ini dilakukan karena memudahkan dalam melihat selisih jumlah customer online dari setiap bulannya.

Dan sekarang iDuHelp! telah memiliki statistik jumlah customer online, berikut statistik jumlah customer onlinenya :

Online.PNG

Gambar 4.36 Statistik Offline

Terdapat Statistik customer offline

Deskripsi Sesudahnya :

Dari permaslahan yang muncul, yaitu tidak adanya sebuah statistik customer offline, maka saya melakukan pemecahan masalah dengan membuatkannya statistik customer offline iDuHelp!. Dimana pada statistik customer offline ini terdapat jumlah customer offline yang menggunakan iDuHelp! setiap bulannya. Sehingga terlihat sejauh mana peningkatan atau penurunan yang terjadi pada jumlah customer offline iDuHelp! setiap bulannya. Pada statistik jumlah customer offline iDuHelp! yang dibuat ini adalah berbentuk statistik batang. Dimana hal ini dilakukan karena memudahkan dalam melihat selisih jumlah customer offline dari setiap bulannya.

Dan sekarang iDuHelp! telah memiliki statistik jumlah customer online, berikut statistik jumlah customer offlinenya :

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 4.37 Statistik Offline

 

Tujuan Dan Manfaat Sistem

Tujuan

iDuHelp! bertujuan untuk mendukung sistem pelayanan kampus pada Perguruan Tinggi Raharja saat ini dan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kampus, agar kegiatan pelayanan kampus dapat berjalan efektif dan optimal. iDuHelp! merupakan sebuah sistem pelayanan menggunakan 2 cara yaitu online dan offline dalam pelayanannya, dimana pada pelayanan online Pribadi Raharja dapat langsung dilayani oleh operator yang bertugas. Sedangkan untuk offline, Pribadi Raharja hanya meninggalkan pesan pertanyaannya yang nanti akan mendapatkan jawabannya dikirimkan melalui email mereka, dan tentunya layanan ini bisa diakses dimanapun dan kapanpun oleh para Pribadi Raharja.

Selain itu dengan menggunakan iDuHelp! kegiatan pelayanan kampus dapat berjalan dengan lebih terstruktur. Karena Pribadi Raharja bisa langsung bertanya kepada pihak yang terkait mengenai permasalahan yang sedang mereka alami, dan merekapun bisa langsung mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang mereka ajukan tersebut.

Manfaat

iDuHelp! bermanfaat untuk memberikan kemudahan kepada Pribadi Raharja dalam proses penyampaian kesulitan yang mereka alami terhadap pembelajaran iLearning. Selain itu bermanfaat untuk mengidentifikasi kendala-kendala pada sistem yang berjalan sebelumnya tentunya perihal kegiatan pelayanan pada Perguruan Tinggi Raharja. Sehingga teridentifikasinya kebutuhan-kebutuhan untuk meningkatkan Learning Management System pada Perguruan Tinggi Raharja, selain itu mengatasi kendala-kendala dalam sistem yang berjalan. Manfaat dari iDuHelp! dapat diklasifikasikan secara individual sebagai berikut :

a. Mahasiswa

Memudahkan mahasiswa dalam mendapatkan jawaban akan kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran iLearning.

b. Kampus

Kampus memiliki sebuah tempat dimana segala bentuk kesulitan dari mahasiswanya itu bisa teratasi, yang bisa diakses secara online, yang dapat memudahkan Pribadi Raharja untuk mengaksesnya.

 

Pengembangan Dan Implementasi Sistem Yang Diusulkan

Diagram Pengembangan Sistem Yang Diusulkan

Untuk menganalisa sistem yang diusulkan, pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML 6.4 Enterprise Edition untuk menggambarkan Use Case Diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram. Use Case Diagram menggambarkan kebutuhan sistem dari sudut pandang User dan memfokuskan pada proses komputerisasi. Sebuah Use Case dapat menggambarkan hubungan antara Use Case dengan Actor. Secara umum Use Case adalah pola perilaku sistem dan ukuran transaksi yang berhubungan yang dilakukan oleh satuActor.

Use Case Diagram yang Diusulkan

Use Case Diagram Online iDuHelp!

Use Case Diagram Online iDuHelp! ini menggambarkan kebutuhan sistem dari sudut pandang user dan memfokuskan pada proses chat online antara customer dengan operator dalam sistem iDuHelp!. Sebuah use case dapat menggambarkan hubungan antara use case dengan actor. Secara umum use case adalah pola perilaku sistem dan ukuran transaksi yang berhubungan yang dilakukan oleh satu actor.


Online iDuHelp!1.jpg

Gambar 4.38 Use Case Diagram sistem iDuHelp! Online


Deskripsi Use Case :

1. Use Case : Akses iDuHelp!

Deskripsi :

a) Pribadi Raharja mengakses iDuHelp! dengan membuka portal Green Campus yaitu pada alamat iduhelp.raharja.info

2. Use Case : Isi Field iDuHelp!

Deskripsi :

a) Pribadi Raharja harus mengisi field Online yang telah disediakan. seperti : nama, email, dan subjek pertanyaan.

3. Use Case : Send Chat Online pada iDuHelp!

Deskripsi :

a) Setelah Pribadi Raharja mengisi field online , seperti :nama, email dan subjek pesan iDuHelp!, lalu Pribadi Raharja lakukan send chat.

b) Pribadi Raharja menunggu sampai ada operator yang melayaninya.

4. Use Case : Kirim Verifikasi email

Actor : Operator.

Deskripsi :

a) Sebelum memulai chat online operator mengirimkan verifikasi email kepada Pribadi Raharja. Agar mengetahui data yang dimasukkan valid atau tidak

5. Use Case : Lakukan Verifikasi email

Actor : Pribadi Raharja.

Deskripsi :

a) Setelah operator mengirimkan verifikasi email kepada Pribadi Raharja. Maka untuk mengetahui data yang dimasukkan valid, Pribadi Raharja melakukan verifikasi dengan cara reply email verifikasi email yang sudah dikirimkan oleh operator.

6. Use Case : Memulai Obrolan

Actor : Pribadi Raharja dan Operator.

Deskripsi :

a) Setelah melakukan verifikasi email,Pribadi Raharja dan operator mulai obrolan pada page iDuHelp! dengan menyampaikan pertanyaan dan operator menjawab pertanyaan, sampai Pribadi Raharja sudah cukup jelas.

Use Case Diagram Offline iDuHelp!

Use Case Diagram Offline iDuHelp! ini menggambarkan kebutuhan sistem dari sudut pandang user dan memfokuskan pada proses offline yang ada pada sistem iDuHelp! ini. Sebuah use case dapat menggambarkan hubungan antara use case dengan actor. Secara umum use case adalah pola perilaku sistem dan ukuran transaksi yang berhubungan yang dilakukan oleh satu actor.


Offline iduhelp.PNG

Gambar 4.39 Use Case Diagram sistem iDuHelp! Offline


Deskripsi Use Case :

1. Use Case : Akses iDuHelp!

Deskripsi :

a) Pribadi Raharja mengakses iDuHelp! dengan membuka portal Green Campus yaitu pada alamat iduhelp.raharja.info

b) Pribadi Raharja pilih tab icon offline iDuHelp!

2. Use Case : Isi Field Offline iDuHelp!

Deskripsi :

a) Pribadi Raharja harus mengisi field offline yang telah disediakan.

3. Use Case : Send Offline

Deskripsi :

a) Setelah Pribadi Raharja send offline ketika sudah mengisi field offline iDuHelp!.

4. Use Case : Proses Tunggu

Actor : Admin iDuHelp! dan Pribadi Raharja.

Deskripsi :

a) Setelah offline masuk pada email iDuHelp!, admin mengirimkan email Proses Tunggu pada Pribadi Raharja.

5. Use Case : Lempar Offline

Actor : Admin iDuHelp! dan Operator.

Deskripsi :

a) Setelah mengirimkan email Proses Tunggu, maka admin iDuHelp! melempar offline pada milis operator iDuHelp!

b) Setelah ada offline yang dilempar ke milis, jika operator ingin mendapatkan offline tersebut, maka operator harus reply offline tersebut terlebih dahulu

6. Use Case : Tangani Offline

Actor : Operator

Deskripsi :

a) Setelah operator mendapatkan offline dan email no job dari admin iDuHelp! untuk menangani offline tersebut. Maka operator baru bisa jawab offline yang ada.

b) Operator bisa langsung mengirimkan jawabannya kepada operator dengan reply email offline yang ada.

7. Use Case : Feed Back Jawaban

Actor : Pribadi Raharja dan Operator.

Deskripsi :

a) Setelah Pribadi Raharja mendapatkan jawaban offline yang dikirim oleh operator, Pribadi Raharja bisa reply email tersebut jika sudah jelas atau belum.

8. Use Case : Close Offline

Actor : Admin iDuHelp! dan Operator.

Deskripsi :

a) Setelah ada feed back dari Pribadi Raharja atas jawaban yang diberikan, maka operator close offline.

b) Admin iDuHelp!, memberikan rating penutup kepada Pribadi Raharja.

Activity Diagram yang Diusulkan

Activity diagram menggambarkan proses bisnis dan urutan aktifitas dalam sebuah proses, yang mana dipakai pada business modelling untuk memperhatikan urutan aktifitas proses bisnis karena bermanfaat untuk membantu memahami proses secara keseluruhan dalam memodelkan sebuah proses. Activity diagram mempunyai peran seperti halnya flowchart, akan tetapi perbedaannya dengan flowchart adalah activity diagram bisa mendukung perilaku pararel sedangkan flowchart tidak bisa. Activity diagram dibuat berdasarkan sebuah atau beberapa use case pada use case diagram, atau bahkan tanpa menggunakan use case diagram.


Activity Diagram Online iDuHelp!

Activity Diagram1.png

Gambar 4.40 Activity Diagram Online iDuHelp!

Berdasarkan Gambar 4.5 Activity Diagram Online iDuHelp! terdapat :

1. Initial Node, sebagai objek yang diawali

2. 9 Action yang mencerminkan dari eksekusi suatu aksi sistem Informasi yang didapatkan Pribadi Raharja dalam pelayanan online iDuHelp!.

3. 2 decision node yang mencerminkan pilihan eksekusi

4. Final State, sebagai objek yang diakhiri

Activity Diagram Offline iDuHelp!

Offline iDUHelp!.png

Gambar 4.41 Activity Diagram Offline iDuHelp!

Berdasarkan Gambar 4.5 Activity Diagram Offline iDuHelp! terdapat :

1. Initial Node, sebagai objek yang diawali

2. 13 Action yang mencerminkan eksekusi dari sistem Informasi yang didapatkan Pribadi Raharja terhadap pelayanan Offline iDuHelp!.

3. Final State, sebagai objek yang diakhiri

Sequence Diagram yang Diusulkan

Sequence Diagram (diagram urutan) menggambarkan interaksi antara objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display dan sebagainya) berupa massage yang digambarkan terhadap waktu., sehingga dengan sequence diagram ini dapat menggambarkan pergerakan sebuah objek dan pesan yang terjadi di dalam sistem Informasi Mahasiswa.

Sequence Diagram Online iDuHelp!

Sequenceonline.PNG

Gambar 4.42 Sequence Diagram Online iDuHelp!

Berdasarkan Gambar 4.6 Sequence Diagram Online iDuHelp! terdapat :

1. 2 actor, yaitu Pribadi Raharja dan Operator.

2. 1 boundary lifeline, yaitu Home iDuHelp!.

3. 1 control lifeline untuk isi field online.

informasi–informasi tentang aktifitas yang terjadi, di antaranya :

a. 1 message yang dilakukan oleh Pribadi Raharja yaitu mengakses iDuHelp pada alamat iduhelp.raharja.info

b. 1 message yang dilakukan setelah mengakses iDuHelp!, isi field online yang telah disediakan.

c. 1 message yang dilakukan setelah isi field online, menunggu layana diterima oleh operator.

d. 1 message yang dilakukan oleh operator, mengirimkan verifikasi email kepada Pribadi Raharja.

e. 1 message yang teruskan oleh Pribadi Raharja yaitu melakukan verifikasi email yang telah dikirimkan.

f. 1 message yang dilakukan oleh operator yaitu tanggapi pertanyaan.

g. 1 message yang teruskan oleh Pribadi Raharja yaitu feed back jawaban yang diberikan operator.

h. 1 message yang teruskan oleh operator yaitu mengakhiri chating setelah Pribadi Raharja puas akan jawaban dari pertanyaan yang diajukan.

Sequence Diagram Offline iDuHelp!

Sequenceoffline.PNG

Gambar 4.43 Sequence Diagram Offline iDuHelp!

Berdasarkan Gambar 4.6 Sequence Diagram Offline iDuHelp! terdapat :

1. 3 actor, yaitu Pribadi Raharja, Admin iDuHelp!, dan Operator.

2. 1 boundary lifeline, yaitu Home iDuHelp!.

3. 1 control lifeline untuk isi field Offline.


informasi–informasi tentang aktifitas yang terjadi, di antaranya :

a. 1 message yang dilakukan oleh Pribadi Raharja yaitu membuka iDuHelp pada alamat iduhelp.raharja.info.

b. 1 message yang dilanjutkan oleh Pribadi Raharja yaitu isi field offline yang telah ada.

c. 1 message yang diterima oleh Admin iDuHelp! adalah pesan offline yang dikirimkan oleh Pribadi Raharja

d. 1 message yang dilanjutkan oleh Admin iDuHelp! adalah lempar offline kepada operator.

e. 1 message yang diteruskan oleh operator yaitu terima offline.

f. 1 message yang diteruskan oleh Admin iDuHelp! yaitu kirim nomor job kepada operator untuk menangani offline tersebut.

g. 1 message yang diteruskan oleh operator yaitu tangani offline dengan jawab pertanyaan offline.

h. 1 message yang dilakukan oleh Pribadi Raharja yaitu feed back jawaban yang diberikan oleh operator.

i. 1 message yang diteruskan oleh operator yaitu menutup offline setelah ada feed back dari Pribadi Raharja atau ketika sudah selama 2x24 jam offline tersebut dibiarkan terbuka.

j. 1 message yang dilakukan Admin iDuHelp! kirimkan Rating penutup setelah offline selesai.

Class Diagram Yang Diusulkan

Diagram Kelas (class diagram) sangat membantu dalam visualisasi kelas dari suatu sistem. Hal ini di sebabkan karena class adalah deskripsi kelompok objek-objek dengan atribut (property) dan relasi yang sama. Disamping itu class diagram bisa memberikan pandangan global atas sebuah sistem. Hal tersebut tercermin dari class-class yang ada dan relasinya satu dengan yang lain. Berikut ini menggambarkan struktur dan deskripsi class pada sistem iDuHelp!

Abay.png

Gambar 4.44 Class Diagram Pembuatan Laporan

Rancangan Database

Rancangan database dipakai untuk mempermudah dalam proses penyeleksian data, serta membantu pemprograman dalam mengambil dan menampilkan data. Pada database digunakan tabel-tabel, dan pada tabel-tabel ini akan dijelaskan nama field, type dan size mengenai data tersebut.

1. Nama File : Departments

Media : Hard Disk

Isi  : recno + nameof + onlineimage + offlineimage + messageemail + leavemessage

Primary Key  : recno

Panjang Record  : 615

Tabel 4.1 Struktur tabel Departments

Tabel11.PNG

2. Nama File : Users

Media : Hard Disk

Isi  : user_id + expires + sessionid + username + displayname + password + isoperator + isadmin + departments

Primary Key  : user_id

Panjang Record : 203

Tabel 4.2 Struktur tabel Users

Tabel21.PNG

3. Nama File : Transcripts

Media : Hard Disk

Isi  : recno + who + endtime + transcript + sessionid + sessiondata + departments + email + starttime + duration + operators

Primary Key  : recno

Panjang Record : 2.697

Tabel 4.3 Struktur tabel Transcripts

Tabel31.PNG

4. Nama File : Leavemessage

Media : Hard Disk

Isi  : id + email + subject + departments + dateof

Primary Key  : id

Panjang Record : 1.260

Tabel 4.4 Struktur tabel Leavemessage

Tabel41.PNG

5. Nama File : Messages

Media : Hard Disk

Isi  : id_num + message + channel + timeof

Primary Key  : id_num

Panjang Record : 34

Tabel 4.5 Struktur tabel Messages

Tabel51.PNG

Tampilan Layar

Pada tampilan layar menu online ini, untuk menandakan bahwa layanan yang dipilih adalah layanan online. Yang dilakukan chat langsung oleh operator dan Pribadi Raharja


Online.JPG

Gambar 4.45 Tampilan Online iDuHelp!


Pada tampilan layar menu online, yang berisi field-field yang harus diisi terlebih dahulu jika akan melakukan chat online.

Iran.4.JPG

Gambar 4.46 Tampilan Field Online


Pada tampilan layar menu offline ini, untuk menandakan bahwa layanan yang dipilih adalah layanan dalam keadaan offline. Yang dimana pada pesan yang dikirimkankan ini harus menunggu terlebih dahulu untuk mndapatkan jawabannya


Offline.JPG

Gambar 4.47 Tampilan Offline iDuHelp!


Pada tampilan layar menu offline, yang berisi field-field yang harus diisi terlebih dahulu jika akan melakukan menggunakan layanan offline iDuHelp!.

Offline1.JPG

Gambar 4.48 Tampilan Field Offline


Berikut tampilan menu login,Pada halaman login ini berfungsi sebagai halaman hak akses terhadap operator maupun admin yang masing-masing memiliki tugasnya tersendiri.

Loginiduhelp.JPG

Gambar 4.49 Tampilan Login Operator


Berikut tampilan halaman chat request customer,Pada halaman chat request customer ini berfungsi sebagai halaman hak akses terhadap operator untuk menerima dan melayani customer yang menggunakan layanan iDuHelp!.

Chatrequest.PNG

'Gambar 4.50 Tampilan Halaman Chat Request iDuHelp! operator


Berikut tampilan halaman chatting operator,Pada halaman chatting operator ini berfungsi sebagai halaman chat yang ada pada tampilan operator.

Chatoperator.PNG

Gambar 4.51 Tampilan Halaman Chatting iDuHelp! Operator


Berikut tampilan halaman chatting customer,Pada halaman chatting customer ini berfungsi sebagai halaman chat yang ada pada tampilan customer.

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan


Gambar 4.52 Tampilan Chatting iDuHelp! customer

Implementasi Sistem yang Diusulkan

1. Perangkat Keras (Hardware)

a. Perangkat : iPad 1, iPad 2, ipad 3, iMac, Macbook Pro, laptop dan PC

b. Processor : 1 GHz dual-apple A5

c. Layar : LED Backlit glossy widescreen Multi-Touch display with IPS technology.

d. Storage : 16GB, 32GB, 64GB

e. Baterai : Built in 25 watt lithium polymer

 

2. Perangkat Lunak (Software)

a. Platform : iOS (5, 6 dan 7), Windows, Linux.

b. Safari Web Browser

c. iDuHelp! Web Application and Native Application.

 

3. Brainware

Untuk mengoperasikan iDuHelp! ini dapat dilakukan oleh seluruh Pribadi Raharja.

 

4. Hak Akses

Yang mempunyai hak dalam melakukan pengaksesan iDuHelp! ini adalah hanya admin dan operator iDuHelp! yang sudah mempunyai akun iDuHelp! saja.

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Berikut kesimpulan perihal rumusan masalah mengenai PENGEMBANGAN SISTEM CAMPUS SERVICES ILEARNING EDUCATION HELP (IDUHELP!) PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA adalah sebagai berikut :

  1. Saat ini sistem pelayanan yang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja adalah dengan menggunakan sistem iLearning Education Help (iDuHelp!). Dimana pada sistem iDuHelp! itu sudah bisa diakses secara online dengan mengandalkankan internet, dimana agar Pribadi Raharja mudah dalam mengakses sistem iDuHelp! tersebut dan bisa diakses dimana dan kapan saja, sehingga sistem tersebut dapat dirasakan kemudahannya. Pada sistem iDuHelp! tersebut mempunyai dua pelyanan yang diberikan, yaitu pelayanan secara online dan pelayanan secara offline. Dimana pada pelayanan online ini Pribadi Raharja bisa langsung berhubungan atau "chat" langsung dengan "operator" yang sedang bertugas. Yang siap membantu atau melayani semua permasalahan yang dihadapi oleh Pribadi Raharja, dan pelayanan online ini dimulai dari hari senin-jumat pukul 08.00-21.00. Sedangkan pelayanan secara offline yaitu Pribadi Raharja hanya mengisi sebuah form offline yang sudah disediakan, dimana pada form tesebut terdapat bagian isi pesan yang dapat di isi oleh Pribadi Raharja perihal masalah yang ingin ditanyakan. Maka dari form offline tersebut yang telah diisi dan dikirim oleh Pribadi Raharja, offline yang dilakukan Pribadi Raharja akan masuk pada email iDuHelp! yang nantinya akan diberikan email balasan agar Pribadi Raharja dapat menunggu jawabannya selama 3x24 dimana selama waktu tunggu tersebut akan dimanfaatkan oleh operator menjawab offline dari Pribadi Raharja tersebut. Dan untuk jawaban offline yang diberikan akan dikirimkan pula pada email Pribadi Raharja.
  2. Pada sistem pelayana online dan offline didalam iDuHelp! yang berjalan saat ini di Perguruan Tinggi Raharja dirasakan masih belum optimal. Hal tersebut dirasa belum optimal dikarenakan sistem pelayanan online dan offline yang ada masih mengandalkan satu departemen atau departemen yang sama antara online dan offline. Yang membuat offline hanya bisa dilakukan pada saat pelayanan online sudah selesai, sehingga menyebabkan kesulitan dalam proses penggunaan layanan offline oleh Pribadi Raharja yang hanya dapat dilakukan pada malam hari. Selain itu pelayanan online yang diberikan masih sangat kurang memuaskan para Pribadi Raharja yang bertanya perihal permasalahannya. Karena jawaban yang diberikan terkadang tidak sama atau tidak sinkron dengan kenyataannya. Membuat Pribadi Raharja kebingungan akan hal tersebut. Maka dari permasalahan yang ada maka penulis mencari pemecahan masalahnya seperti yang ada pada Bab 3 bagian Analisa Kebutuhan, dimana pada bagian tersebut terdapat kebutuhan yang didiperlukan agar pelayanan online dan offline ini bisa dilakukan secara optimal. Diantaranya : Pembuatan Ruang Lingkup pertanyaan yang lebih spesifik, agar permasalahan yang muncul bisa dijawab oleh operator tanpa harus adanya perbedaan jawaban yang diberikan. Pembuatan Prosedur Pelayanan, untuk dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh operator kepada para Pribadi Raharja ketika menggunakan layanan iDuHelp! ini. Sehingga Pribadi Raharja yang menggunakan iDuHelp! selalu merasa puas dan ingin terus menggunakan iDuHelp! ketika mengalami masalah dalam pembelajranannya. Pembuatan pembatasan customer dengan membatasi email yang masuk, hal ini dilakukan agar layanan iDuHelp! ini hanya bisa digunakan oleh Pribadi Raharja saja. Karena hawatir jika bukan Pribadi Raharja saja yang menggunakan tetapi masyarakat luar maka pertanyaan yang muncul adalah pertanyaan yang sulit dijawab oleh operator.
  3. Permasalahan selanjutnya yaitu offline yang tidak bisa dilakukan setiap waktu, hanya dapat dilakukan ketika pelayanan online telah selesai atau tidak ada lagi operator yang bertugas pada pelayanan online. Untuk bisa membuat pelayanan offline dapat dilakukan setiap waktu adalah seperti terdapat pada Bab 4 pada bagian Final Elisitasi Yang di Usulkan, dimana dalam Final Elisitasi Yang diusulkan tersebut yaitu dengan cara membuatkan satu departemen lagi khusus dipergunakan untuk pelayanan offline. Agar layanan offline tersebut bisa digunakan oleh Pribadi Raharja setiap waktu atau kapan saja. Dimana pada departemen khusu offline tersebut tidak ada operator yang ditugaskan pada departemen tersebut, sehingga departemen tersebut selalu dalam keadaan offline. Dan pelayanan yang ada pada sistem iDuHelp! itu semakin bermanfaat dan lebih optimal saat offline dapat digunakan setiap waktu.

Saran

Saran yang dapat disampaikan oleh penulis adalah agar peneliti berikutnya bisa mengembangkan sistem ini lebih baik lagi, sehingga kekurangan yang ada bisa dilengkapi atau diperbaiki. Saran yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi Perguruan Tinggi Raharja yaitu sebagai berikut :

  1. Untuk dapat lebih memaksimalkan lagi pelayanan kampus yang sekarang sudah berjalan yaitu pelayanan secara on site dan off site. Dan agar dapat dilakukan pengembangan dan perbaikan secara berkesinambungan pada penelitian berikutnya.
  2. Untuk para Pribadi Raharja dan dosen agar dapat menggunakan iDuHelp! yang sudah ada sesuai dengan kebutuhan, agar iDuHelp! ini tidak hanya digunakan oleh beberapa golongan Pribadi Raharja saja, seperti mahasiswa iLearning. Tetapi juga mahasiswa yang bukan iLearning (reguler) bisa menggunakan iDuHelp! Ini. Serta bisa juga digunakan bukan hanya sebagai sarana informasi saja tetapi bimbingan counselling yang biasa dijalankan oleh mahasiswa Raharja, baik itu pada saat melakukan penelitian IS, KKP, TA maupun Skripsi.
  3. Perlu diadakannya strategi-strategi yang matang perihal iDuHelp! ini agar bisa digunakan oleh seluruh Pribadi Raharja.
  4. Diharapkan infrastruktur Wi-Fi yang ada di Perguruan Tinggi Raharja dapat diperbaiki lebih baik untuk dapat mengakses iDuHelp! sehingga proses penyampaian informasi melalui media chatting secara online pun dapat lebih efektif dan efisien karena menjadi salah satu kebutuhan terpenting dalam proses penyampain informasi begitu pula dengan feedback yang dihasilkan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Rahardja, Untung. Blog pribadi berjudul “iLearning Start From Here !” , iLearning Media (iMe)[1]. (Tanggal akses 8 Febuari 2013)
  2. 2,0 2,1 Jogiyanto, Hartono. 2010. Analisis dan Desain Sistem Informasi, Edisi III. Yogyakarta: ANDI.
  3. 3,0 3,1 3,2 Mustakini, Jogiyanto Hartono. 2009 "Sistem Informasi Teknologi", Yogyakarta:Andi Offset
  4. 4,0 4,1 4,2 4,3 4,4 4,5 Mulyanto, Agus. 2009. Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  5. Moekijati. 2011 "Sistem Infomasi", Prasojo
  6. 6,0 6,1 Yakub. 2012 "Pengantar Sistem Informasi", Yogyakarta: Graha Ilmu
  7. Jogiyanto, Hartono. 2008 "Analisis dan Desain Sistem Informasi", Edisi III. Yogyakarta: ANDI
  8. 8,0 8,1 Jogiyanto, HM. 2009. "Perancangan Sistem Informasi Pengenalan Komputer". Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  9. Jogiyanto, Hartono. 2010 "Analisis dan Desain Sistem Informasi", Edisi III. Yogyakarta: ANDI
  10. M. Aris, M.F Dina, Padeli. 2009. Desain dan Implementasi Data Warehouse Sebagai Pengukuran Kinerja. CCIT Journal Vol.2 No.3, Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja.
  11. 11,0 11,1 Anhar. 2010. Panduan Menguasai PHP & MySQL Secara Otodidak. Jakarta:Mediakita.
  12. Nugroho, Adi. 2010 "Rekayasa Perangkat Lunak Menggunakan UML dan Java", Yogyakarta:Andi Offset
  13. C. Sigit. 2010 “Pengantar Manajemen Proyek Berbasis Internet”, PT. Elex Media Komputindo. Jakarta
  14. Anhar. 2010 “Panduan Menguasai PHP & MySQL Secara Otodidak”, Mediakita. Jakarta
  15. FileZilla Wiki. "Mainpage FileZilla Wiki" [2] (Tanggal Akses 30 November 2013)
  16. 16,0 16,1 Rahardja, Untung. 2011 “iLearning an Effective Learning Method for Higher Education”
  17. Pardosi. 2007 “Pengenalan Internet : Burst of Energy”. PT Indah Anggota IKAPI
  18. iLearning, iDuHelp!. iME berjudul "Hello World Welcome To iDuHelp!"[3].
  19. RoadMap Pilar iLearning
  20. Raharja Info, iRAN. Rinfo iRan berjudul "Apa yang dimaksud dengan iRAN"[4].
  21. iMe ROOSTER. 2013. "About ROOSTER" [5] (Tanggal Akses 3 November 2013)
  22. Rosyifa, Eva. 2012 “Penerapan Campus Service System iDUHELP!Dalam Mendukung Kegiatan iLearning Education (iDu) Pada Perguruan Tinggi Raharja” Skripsi, Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang
  23. Anggraini, Fitri. 2012 “Perancangan ilearning Survey (iSur) Dalam Meningkatkan Sistem Informasi Pada Perguruan Tinggi Raharja”, Skripsi, Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang
  24. Dewi, Santika. 2012 “Analisa Sistem Pelayana Dukungan Role Online System Ticketing Raharja (ROOSTER) Dengan Menggunakan E-Ticket Pada Perguruan Tinggi Raharja” KKP , Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang
  25. Maimunah, Kristiana dan Hendra. 2010 "Perancangan Aplikasi Forum Diskusi Pada Media E-Learning Berbasis Web" CCIT Journal Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang
  26. Mulyani, Reni. 2012 “Audio Visual One Of The Teaching Resources On iLearning” i-CCIT Jornal Vol. 5 No.2 Perguruan Tinggi Raharja . Tangerang
  27. R.Untung, Muhamad Yusup, Eva Rosyifa. 2012 “Perancangan Aplikasi iLearning Majalah Online Dengan Menggunakan iOS Programming Pada Perguruan Tinggi”. Perguruan Tinggi Raharja
  28. Henderi, Padeli. 2009. IT Governance – Support for Good Governance. Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia
  29. R. Untung Dina Fitria Murad dan Siti Chalifatullah. 2008 “Periodic Historical System Sebagai Evaluasi Strategis Dalam Mendukung Pengambilan Keputusan Manajemen” CCIT Jurnal. Perguruan Tinggi Raharja: Indonesia
  30. R. Untung, Abdul Wahid. Sunar, Haryani. Nia. 2009 “Analisis Kinerja Student Information Services Menggunakan Technology Accetance Model (TAM)”. Perguruan Tinggi Raharja: Indonesia
  31. Seneler. Ozen. Cagla, Basoglu. Nuri, Daim. Tugrul U. 2010. An empirical analysis of the antecedents of adoption of online services: A prototype-based framework. Journal of Enterprise Information Management, Vol. 23 Iss: 4. University of York,Inggris.

DAFTAR LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN A

Formulir Pendaftaran Mengikuti Sidang Skripsi

Poster Session dan Kwitansi Pembayaran Poster Session

DAFTAR LAMPIRAN B