SI1012464262

Dari widuri
Ini adalah revisi disetujui dari halaman ini; bukan revisi terkini. Lihat revisi terbaru.
Lompat ke: navigasi, cari

PENERAPAN SISTEM iLEARNING SURVEY (iSUR)

UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN AKADEMIK

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA



Logo stmik raharja.jpg


NIM
: 1012464262
NAMA



KONSENTRASI BUSINESS INTELLIGENCE

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

TANGERANG

(2013/2014)

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI


PENERAPAN SISTEM iLEARNING SURVEY (iSUR)

UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN AKADEMIK

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA


Disusun Oleh :

NIM
: 1012464262
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intelligence

   

Disahkan Oleh :

Tangerang, 21 Januari 2014

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Maimunah, M.Kom)
NIP : 00594
       
NIP : 007002

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING


PENERAPAN SISTEM iLEARNING SURVEY (iSUR)

UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN AKADEMIK

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA


Dibuat Oleh :

NIM
: 1012464262
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Business Intelligence


Disetujui Oleh :

Tangerang, 21 Januari 2014

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
   
NID : 99001
   
NID : 12003

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI


PENERAPAN SISTEM iLEARNING SURVEY (iSUR)

UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN AKADEMIK

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA


Dibuat Oleh :

NIM
: 1012464262
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Business Intelligence

Tahun Akademik 2013/2014

Disetujui Penguji :

Tangerang, 21 Januari 2014

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PENERAPAN SISTEM iLEARNING SURVEY (iSUR)

UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN AKADEMIK

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Disusun Oleh :

NIM
: 1012464262
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Business Intelligence

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 21 Januari 2014

 
 
NIM : 1012464262

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRACT

A system is said to be good or better if the system has been widely adopted and used by many people and is very useful and efficient for the people who use them . Likewise with the system iLearning Survey ( Isur ) in Higher Education Prog who currently use is not optimal , both in terms of implementation and deployment process is not efficient . Identified there are three (3 ) problems encountered regarding the implementation and deployment process using a survey system iLearning Survey ( Isur ) this . Alternative treatment is to apply a lot of systems Isur on academic activities that the need for a survey or questionnaire about assessment , data collection or voting , as well as using Tokens in the system deployment process Isur this survey . There are 8 literature review about the use of online surveys from around the world . Then there are also 15 (fifteen ) elicitation the final stage to enhance the implementation and Isur system deployment process more efficient . Implementation has been done in several academic activities as well as the TPI system as one method of research in the thesis statement that has been done . The final results are carried out using the system Isur this survey . Given this research is expected that the application of the system Isur on academic activities in universities Prog can be further improved and its use can be more efficient for the sake of obtaining accurate and valid data .

Keywords : Survey, online, iSur

ABSTRAKSI

Suatu sistem dikatakan bagus atau baik apabila sistem tersebut telah banyak diterapkan dan digunakan oleh orang banyak sertasangat bermanfaat dan efisien bagi orang-orang yang menggunakannya. Begitupundengan system iLearning Survey (iSur) pada Perguruan Tinggi Raharja yang saatini penggunaanya belum optimal, baik dari segi penerapan maupun prosespenyebarannya yang belum efisien. Didentifikasi terdapat 3 (tiga) masalah yangdihadapi perihal penerapan dan proses penyebaran survey menggunakan systemiLearning Survey (iSur) ini. Alternatif penanganannya adalah dengan banyakmenerapkan system iSur pada kegiatan-kegiatan akademik yang perlu adanya surveyatau kuesioner perihal penilaian, pengumpulan data ataupun voting, serta menggunakan Tokens pada proses penyebaran surveydalam system iSur ini. Terdapat 8 literature review tentang penggunaan onlinesurvey dari seluruh dunia. Kemudian terdapat pula 15 (lima belas) tahapan finalelisitasi untuk menyempurnakan system iSur dalam penerapan serta prosespenyebaran yang lebih efisien. Implementasi telah dilakukan pada beberapakegiatan akademik serta pada system TPI sebagai salah satu metode penelitiandalam laporan skripsi yang telah dikerjakan. Hasil akhir yaitu dilakukan surveymenggunakan system iSur ini. Dengan adanya penelitian ini diharapkan agarpenerapan system iSur pada kegiatan-kegiatan akademik di Perguruan TinggiRaharja dapat lebih ditingkatkan dan penggunaanya dapat lebih efisien demidiperolehnya data yang akurat dan valid.

Kata kunci :survey, online, iSur

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillahirabbil’alamin. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya penulis berhasil menyelesaikan Skripsi dengan judul Penerapan Media Penyimpanan Laporan KKP/TA/Skripsi Pada Perguruan Tinggi Dengan Menggunakan Metode Widuri.

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom) untuk jenjang S1 di Perguruan Tinggi Raharja, Cikokol Tangerang. Sebagai bahan penulisan, penulis mengambil data berdasarkan hasil observasi, wawancara, survey serta studi pustaka yang mendukung penulisan ini.

Dalam penyusunan Skripsi ini, penulis banyak dibantu oleh berbagai pihak, baik berupa dorongan moril maupun materil, serta bimbingan dan semangat yang diberikan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan semua pihak, maka penulis tidak akan dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih secara tulus dan ikhlas khususnya kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Presiden Direktur Perguruan Tinggi Raharja dan juga sebagai Dosen Pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  2. Ibu Hani Dewi Ariessanti, M.Kom selaku Dosen Pembimbing II yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  3. Ibu Maimunah, M.Kom selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi.
  4. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada kami.
  5. Kedua orang tua dan keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan moril maupun materil serta doa untuk keberhasilan penulis.
  6. Rekan-rekan Group Elis seperjuangan (Ana Nurmaliana, Bunga Pertiwi, Ceria Marcelina, Citra Destianty, Erni Astuti, Kiki Amalia).
  7. Rekan-rekan Group Fantasy8.
  8. Seluruh anggota REC yang telah memberikan bantuan, dorongan, dukungan, dan masukan yang sangat berarti untuk menyelesaikan laporan Skripsi ini.
  9. Teman seperjuanganku Isma dan Ka Aini yang selalu setia menemani penulis setiap malam dalam menyusun laporan ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyajian dan penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya.

Akhir kata penulis berharap laporan Skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan acuan yang bermanfaat dikemudian hari.

   

Tangerang, 21 Januari 2014

     

 

NIM : 1012464262

Daftar isi

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Simbol Usecase Diagram

Tabel 1.2 Simbol Activity Diagram

Tabel 1.3 Simbol Sequence Diagram

Tabel 2.1 Perbandingan Penelitian Terdahulu

Tabel 3.1 Jurusan atau Program Studi pada STMIK Raharja

Tabel 3.2 Jurusan atau Program Studi pada AMIK Raharja

Tabel 3.3 Elisitasi tahap I

Tabel 3.4 Elisitasi tahap I

Tabel 3.5 Elisitasi tahap II

Tabel 3.6 Elisitasi tahap III

Tabel 3.7 Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1 Struktur tabel Surveys

Tabel 4.2 Struktur tabel Question

Tabel 4.3 Struktur tabel Permission

Tabel 4.4 Struktur tabel Group

Tabel 4.5 Struktur tabel Users

Tabel 4.6 Struktur tabel Question Attributes

Tabel 4.7 Struktur tabel Tokens

Tabel 4.8 Struktur tabel Participant


DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Logo Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 1.2 Logo iLearning Survey (iSur)

Gambar 2.2 Adobe Dreamweaver CS5

Gambar 2.3 Logo FileZilla

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.2 Use Case Diagram survey

Gambar 3.3 Activity Diagram Sistem yang Berjalan

Gambar 3.4 Sequence Diagram survey

Gambar 3.5 Email Permintaan Survey atau Pertanyaan Siap Pakai

Gambar 3.6 Email Permintaan tentang Perangkat Jawaban

Gambar 3.7 Email Permintaan Undangan, dan Tokens iSur Supaya Melalui Email

Gambar 3.8 Email Permintaan Reminder di iSur

Gambar 3.9 Email Permintaan Pertanyaan Bersyarat

Gambar 3.10 Email Permintaan Notifikasi 1

Gambar 3.11 Email Permintaan Notifikasi 2

Gambar 3.12 Permintaan Fasilitas Public Statistik 1

Gambar 3.13 Email Permintaan Fasilitas Import Survey

Gambar 3.14 Permintaan Fasilitas Expired Survey 1

Gambar 3.15 Permintaan Fasilitas Expired Survey 2

Gambar 3.16 Permintaan Fasilitas Assessments 1

Gambar 3.17 Permintaan Fasilitas Assessments 2

Gambar 3.18 Email Permintaan Penggunaan iSur untuk Pelatihan REC

Gambar 3.19 Email Permintaan Penggunaan iSur untuk Pelatihan REC

Gambar 3.20 Email Pernyataan Penggunaan iSur untuk Alumni 2013

Gambar 3.21 Email Request Penggunaan iSur untuk Penilaian Dosen iLearning 2012/2013

Gambar 3.22 Email Request Penggunaan iSur untuk Penilaian Dosen iLearning 2013/2014 (1)

Gambar 3.23 Email Request Penggunaan iSur untuk Penilaian Dosen iLearning 2013/2014 (2)

Gambar 3.24 Email Permintaan Penggunaan iSur untuk Perekrutan iRaharja 8

Gambar 4.1 Tampilan button import survey

Gambar 4.2 Tampilan form import survey

Gambar 4.3 Tampilan Button Label Set

Gambar 4.4 Tampilan form Create New Label Set

Gambar 4.5 Tampilan Add New Token Entry

Gambar 4.6 Tampilan form Create New Label Set

Gambar 4.7 Tampilan Form Email Reminder

Gambar 4.8 Tampilan Button Add New Condition

Gambar 4.9 Tampilan Add New Condition

Gambar 4.10 Tampilan Insert Email

Gambar 4.11 Tampilan Manage Email Notification

Gambar 4.12 Tampilan Manage Public Statistic

Gambar 4.13 Tampilan Hasil Public Statistic

Gambar 4.14 Tampilan Button Import Participants from CSV

Gambar 4.15 Tampilan Form Import Participants from CSV

Gambar 4.16 Tampilan Manage Expire Survey

Gambar 4.17 Tampilan Pilihan Menggunakan Assessment atau Penilaian

Gambar 4.18 Tampilan Manage Assessment atau Penilaian

Gambar 4.19 Foto Pemateri Sedang Mengarahkan untuk Mengisi Survey yang Terkirim ke Email Peserta

Gambar 4.20 Summary Hasil Survey Pelatihan REC

Gambar 4.21 Summary Hasil Survey TPI

Gambar 4.22 Summary Hasil Survey Alumni 2013

Gambar 4.23 Summary Hasil Survey Akademik Semester Genap 2012/2013

Gambar 4.24 Summary Hasil Survey Akademik Semester Genap 2013/2014

Gambar 4.25 Summary Hasil Survey Perekrutan iRaharja 7

Gambar 4.26 Summary Hasil Survey Perekrutan iRaharja 8

Gambar 4.27 Usecase Sistem Penerapan iSur untuk Kegiatan Akademik

Gambar 4.28 Activity Diagram Penerapan iSur untuk Kegiatan Akademik

Gambar 4.29 Sequence Diagram iSur yang Diusulkan

Gambar 4.30 Class Diagram iSur yang Diusulkan

Gambar 4.31 Tampilan Login iSur

Gambar 4.32 Tampilan Form Survei di iSur

Gambar 4.33 Tampilan Token Summary

Gambar 4.34 Tampilan Add New Token Entry

Gambar 4.35 Tampilan Import Survey Participants from CSV File

Gambar 4.36 Tampilan Email Template pada Tokens


DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

Daftar Simbol Use Case Diagram.png

Tabel 1.1 Simbol Usecase Diagram

DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM

Daftar Simbol Activity Diagram.png

Tabel 1.2 Simbol Activity Diagram

DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

Daftar Simbol Sequence Diagram.png

Tabel 1.3 Simbol Sequence Diagram


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Data dibutuhkan untuk keperluan perencanaan, pelaksanaan/penentuan kebijakan, pemantauan dan evaluasi kegiatan. Oleh sebab itulah penting untuk dilakukan pengumpulan data guna menunjang kegiatan tersebut. Saat ini telah dilakukan berbagai cara pengumpulan data dan salah satu yang terkenal dan sering digunakan adalah metode survey. Istilah survey biasanya disamakan dengan istilah observasi dalam pengertian sehari-hari. Padahal survey dan observasi mempunyai makna/pengertian yang berbeda, meskipun diantara survey dan observasi merupakan kegiatan yang saling berhubungan. Survey adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan biasanya menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data untuk dapat melihat dan mengetahui sesuatu (seperti : jumlah orang, persepsi atau pesan-pesan tertentu) atau merupakan kondisi tertentu yang menghendaki ketepatan/kepastian informasi yang dihimpun, terutama bagi orang – orang yang bertanggung jawab atau yang tertarik.

Dari pengertian survey tersebut di atas dapat di simpulkan bahwa survey merupakan suatu aktivitas atau kegiatan penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan suatu kepastian informasi (seperti : jumlah orang, persepsi atau pesan-pesan tertentu), dengan cara mengambil sampel dari satu populasi dan biasanya menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Pengumpulan data dengan metode survey memiliki banyak keuntungan yaitu menghemat biaya dalam pengumpulan data, pengumpulan dan penyajian data lebih cepat, cakupan variabel lebih luas, dan akurasi lebih baik.

Survey online adalah survey yang berbentuk kuesioner dengan target sasaran dapat menyelesaikan survey tersebut melalui Internet. Survey online biasanya dibuat dalam bentuk Web dengan database untuk menyimpan jawaban dan software statistik untuk memberikan analisis. Perusahaan sering menggunakan survey online untuk mendapatkan pemahaman yang lebih tentang selera dan pendapat pelanggan mereka. Seperti survey tradisional atau manual, survey online dapat digunakan dalam dua cara dasar: Untuk memberikan lebih banyak data tentang pelanggan, termasuk segala sesuatu dari informasi dasar demografi (umur, tingkat pendidikan, dan sebagainya) data sosial (penyebab, klub atau kegiatan pelanggan mendukung) Untuk membuat survey tentang produk tertentu, merek, kualitas layanan atau penialaian mutu layanan dalam rangka untuk mengetahui bagaimana konsumen bereaksi terhadap itu. Berbeda dengan survey tradisional atau manual, survey online menawarkan perusahaan cara untuk mendapatkan sampel pemirsa yang lebih luas dengan biaya lebih rendah.

Rhj.jpg

Gambar 1.1 Logo Perguruan Tinggi Raharja

Pada Perguruan Tinggi Raharja, banyak terdapat sistem pelayanan dan kegiatan akedemik yang menggunakan survey secara manual dan tidak sedikit yang perlu adanya survey namun belum dilakukan dalam sistem pelayanan tersebut. Adapun sistem yang perlu adanya survey yaitu, sistem pelayanan pada perpustakaan, sistem pelayanan pada divisi resepsionis, sistem pelayanan pada divisi marketing. Begitu juga dengan kegiatan akademiknya seperti kegiatan pada lab iLearning, kegiatan dalam kelas-kelas, kegiatan dalam organisasi, dan setiap mahasiswa yang sedang TA atau Skripsi pun membutuhkan survey untuk penelitian yang mereka lakukan dan untuk dijadikan sebagai salah satu metode penelitian mereka.

Walaupun begitu, telah ada kegiatan akademik pada Perguran Tinggi Raharja yang sudah menggunakan survey online. Adapun sistem survey online yang digunakan pada Perguruan Tinggi Raharja tersebut bernama sistem iLearning Survey (iSur). Sistem iLearning Survey (iSur) adalah sebuah sistem survey yang digunakan untuk memberikan penilaian terhadap pelayanan di Perguruan Tinggi Raharja, atau untuk memberikan nilai terhadap seseorang, benda, maupun jasa yang sudah terintegrasi secara online untuk meningkatkan sistem informasi di Perguruan Tinggi Raharja agar informasi yang didapatkan cepat, akurat, dan up to date.

Pada sistem iLearning Survey (iSur) yang berjalan di Perguruan Tinggi Raharja saat ini telah digunakan untuk kegiatan penilaian dosen khususnya kelas iLearning. Adapun proses Penilaian dosen kelas iLearning yang menggunakan sistem iLearning Survey (iSur) yaitu Admin dari sistem iSur membuat sebuah survey yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan oleh pihak kampus dalam sistem isur tersebut. Kemudian setelah survey selesai dibuat dan sebelum diaktifkan, admin terlebih dahulu menemui kepala bagian akademik untuk melakukan pengecekan survey yang telah dibuat. Setelah dicek dan disetujui oleh kepala bagian akademik, kemudian survey diaktifkan oleh admin dan disebarkan dalam bentuk Link ke kelas-kelas iLearning oleh petugas-petugas yang telah ditugaskan oleh pihak kampus.

Isurvey1.png

Gambar 1.2 Logo iLearning Survey (iSur)

Setelah survey disebarkan dan mahasiswa-masiswa kelas iLearning selesai mengisi survey tersebut, langkah selanjutnya yaitu adalah proses penghitungan hasil survey yang dilakukan oleh admin dengan cara meng-export seluruh hasil survey kedalam bentuk Excel ataupun CSV file yang kemudian dilakukan penghitungan secara terkomputerisasi. Setelah proses penghitungan survey selesai langkah terakhir yaitu membuat laporan hasil penghitungan survey yang kemudian diberikan kepada pihak atau divisi kampus yang bersangkutan.

Dari adanya sistem iLearning Survey (iSur) ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi Perguran Tinggi raharja, seperti dengan menggunakan sistem iLearning Survey dapat mengurangi penggunaan kertas ( Paperless) pada Perguruan Tinggi Raharja, proses penghitungan hasil survey dapat dilakukan dengan cepat dan akurat, kemudian dengan menggunakan sistem iLearning Survey (iSur) untuk penilaian dosen iLearning dimana telah terintegrasi secara online sangat menggambarkan kampus IT yang cocok sekali menggambarkan kampus STMIK Raharja sendiri sebagai kampus unggulan di bidang IT.

Dari kegiatan yang telah dilakukan menggunakan sistem iLearning Survey (iSur) yang berjalan saat ini di Perguran Tinggi Raharja, penulis ingin menambah pemanfaatan sistem iLearning Survey (iSur) untuk kegiatan-kegiatan akademik lainnya yang ada di kampus. Maka dari itu penulis mengambil judul penelitian ” Penerapan Sistem iLearning Survey (iSur) untuk Mendukung Kegiatan Akademik pada Perguruan Tinggi Raharja“.

Perumusan Masalah

Perumusan masalah atau research questions atau disebut juga sebagai research problem, diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena, baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri, maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya, baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat. Perumusan masalah merupakan salah satu tahap di antara sejumlah tahap penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. Setiap penelitian dimulai dari perumusan masalah yang dilanjutkan dengan pemecahan masalah. Perumusan masalah ini dikategorikan sebagai pertanyaan utama yang dicari dan yang akan dijawab melalui penelitian. Perumusan masalah itu muncul karena adanya gap atau kesenjangan antara kondisi realitas atau nyata (real life condition) dengan kondisi yang nantinya diharapkan (future expected condition). Uraian rumusan masalah ini harus didukung dengan teori, survei, standar, dan juga data yang relevan.

Dilihat dari penjelasan pada latar belakang diatas, ternyata masih banyak kegiatan akademik di Perguruan Tinggi Raharja yang masih melakukan survey secara manual serta masih banyak pula kegiatan-kegiatan akademik yang membutuhkan adanya survey untuk menilai sistem pelayanan yang mereka jalankan atau untuk melakukan pemilihan terhadap sesuatu namun belum pernah menggunakan metode survei.

Sesuai dengan latar belakang penelitian yang telah diuraikan pada bahasan sebelumnya, penelitian ini secara jelas berkaitan dengan sistem iLearning Survey (iSur) pada Perguruan Tinggi Raharja. Beberapa hal akan dikemukakan dan dijelaskan tentang sistem iLearning Survey (iSur) yang ada pada sistem pelayanan perguruan tinggi. Pada laporan skripsi ini akan diberikan contoh tentang sistem iLearning Survey (iSur) yang berjalan saat ini, serta adanya masalah-masalah yang terjadi pada sistem iLearning Survey (iSur) saat ini.

Selanjutnya, akan dinyatakan dan dijelaskan mengapa masalah ini penting dan menarik untuk dipecahkan. Dan akan dinilai juga dari kerugian yang akan muncul apabila masalah ini tidak terpecahkan, atau keuntungan yang akan didapatkan jika masalah ini terpecahkan. Studi elisitasi akan dilakukan dalam rangka pembuktian dan inventarisasi terhadap masalah-masalah yang muncul pada sistem iLearning Survey (iSur) ini. Kemudian akan dibuktikan melalui literature review bahwa belum ada solusi atau jawaban yang tepat atau pemecahan masalah yang memuaskan atas penelitian yang akan dilakukan ini.

Observasi lapangan melalui studi survey menggunakan iSur juga dilakukan demi mengukuhkan akar permasalahan dari sistem iLearning Survey (iSur) ini. Berdasarkan pedoman-pedoman rumusan masalah yang telah disebut diatas, ditimbulkan uraian rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah pemanfaatan sistem iLearning Survey (iSur) dalam kegiatan akademik yang berjalan saat ini pada Perguruan Tinggi Raharja sudah optimal ?
  2. Apakah proses penyebaran survei dalam sistem iLearning Survey (iSur) untuk kegiatan akademik di Perguruan Tinggi Raharja sudah efektif ?
  3. Apakah Tokens efektif digunakan dalam proses penyebaran survei pada sistem iLearning Survey (iSur) untuk kegiatan akademik di Perguruan Tinggi Raharja ?

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan rumusan kalimat yang menunjukkan adanya hasil, sesuatu yang diperoleh setelah penelitian selesai, sesuatu yang akan dicapai atau dituju dalam sebuah penelitian. Rumusan tujuan mengungkapkan keinginan peniliti untuk memperoleh jawaban atas permasalahan penelitian yang diajukan. Oleh karena itu, rumusan tujuan harus relevan dengan identitas masalah yang ditemukan, rumusan masalah dan mencerminkan proses penelitian. Dalam beberapa penelitian dimana permasalahannya sangat sederhana terlihat bahwa tujuan sepertinya merupakan pengulangan dari rumusan masalah, hanya saja rumusan masalah dinyatakan dengan pertanyaan, sedangkan tujuan dituangkan dalam bentuk pernyataan yang biasanya diawali dengan kata ingin mengetahui.Tujuan dari penelitian ini yaitu:

Tetapi bila permasalahannya relatif komplek, permasalahan ini menjadi lebih jelas terjawab bila disusun sebuah tujuan penelitian yang lebih tegas yang memberikan arah bagi pelaksanaan penelitian. Misalnya, bila rumusan masalah mempertanyakan bagaimanakah penerapan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pecahan, maka jelas akan banyak penafsiran tentang jawaban yang diinginkan dari pertanyaan ini, sehingga perumusan tujuannya harus lebih tegas, misalnya ingin mengetahui langkah-langkah dalam menerapkan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pemecahan, atau ingin mengetahui bagaimanakah efek penerapan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pemecahan terhadap hasil belajar.

Tujuan penelitian yang menguraikan secara tegas dan jelas tujuan dilaksanakan penelitian di objek penelitian yang dipilih tersebut untuk objek penelitian atau organisasi. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang ditetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Tujuan penelitian dijabarkan, biasanya menggunakan kata-kata kerja pembuka antara lain: menemukan, menjelaskan, menganalisis, menguraikan, menilai, menguji, membandingkan, menemukan hubungan antara, memperoleh data atau pengetahuan atau keterangan tentang peneliti.

Beberapa sifat yang harus dipenuhi sehingga tujuan penelitian dikatakan baik yaitu: spesifik, terbatas, dapat diukur, dan dapat diperiksa dengan melihat hasil penelitian.

Tujuan dari sistem iLearning Survey (iSur) ini yaitu:

  1. Untuk membantu meningkatkan sistem pelayanan pada Perguruan Tinggi Raharja.
  2. Tujuan operasional dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang ada pada sistem survei yang sedang berjalan saat ini.
  3. Tujuan Fungsional dari penelitian ini yaitu agar hasil dari penelitian dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh Perguruan Tinggi Raharja sebagai referensi dasar untuk mengambil satu langkah kebijakan yang berhubungan dengan informasi pada bagian pelayanan kampus. Sehingga dapat mempercepat proses penginputan survei mahasiswa dimanapun dan kapanpun serta menghasilkan data yang akurat dan efisien.
  4. Tujuan Individual adalah untuk menambah ilmu pengetahuan, pengalaman, pengenalan dan pengamatan sebuah sistem informasi survei pada Perguruan Tinggi Raharja sehingga penulis melakukan penelitian untuk menyelesaikan Laporan Skripsi.

 

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan dampak dari pencapaiannya tujuan. Seandainya dalam penelitian, tujuan dapat tercapai dan rumusan masalah dapat dipecahkan secara tepat dan akurat, maka apa manfaatnya secara praktis maupun secara teoritis. Kegunaan penelitian mempunyai dua hal yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan (secara teoritis) dan membantu mengatasi, memecahkan dan mencegah masalah yang ada pada objek yang diteliti. Kegunaan hasil penelitian terhubung dengan saran-saran yang diajukan setelah kesimpulan.

  1. Menambah wawasan dan kemampuan berpikir mengenai penerapan teori yang telah didapat dari mata kuliah yang telah diterima kedalam penelitian yang sebenarnya.

  2. Hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan sistem penilaian pelayanan yang berjalan saat ini di Perguruan Tinggi Raharja.

  3. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sarana diagnosis dalam mencari sebab masalah atau kegagalan yang terjadi di dalam sistem penilaian pelayanan yang sedang berjalan. Dengan demikian akan memudahkan pencarian alternatif pemecahan masalah-masalah tersebut.

  4. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyusun strategi pengembangan sistem penilaian pelayanan yang berjalan.

Ruang Lingkup Penelitian

Untuk memperjelas masalah yang akan dibahas dan agar tidak terjadi pembahasan yang meluas atau menyimpang,maka perlu kiranya dibuat suatu batasan masalah. Adapun ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan Laporan Kuliah Kerja Praktek ini, yaitu hanya pada lingkup seputar kegiatan akademik yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja. Ruang lingkup yang dibahas dalam laporan ini mengenai bagaimana proses penilaian terhadap suatu sistem atau pelayanan secara online.Ruang lingkup yang akan dibahas dalam laporan ini mengenai :

  1. Peneliti memfokuskan penelitian hanya pada Pribadi Raharja. Hal ini dimaksudkan agar peneliti dapat fokus dalam satu bagian, sehingga data yang diperoleh valid, spesifik, mendalam dan memudahkan peneliti untuk menganalisis data yang diperoleh.

  2. Pribadi Raharja dengan akun email Rinfo.

  3. Kegiatan akademik pada Perguruan Tinggi Raharja.

  4. Elisitasi Final

Metode Penelitian

Dalam penyusunan Laporan KKP ini, metode penelitian yang digunakan penulis yaitu dengan cara mengumpulkan data mengenai keadaan secara langsung dari atau tepatnya yang menjadi objek penelitian untuk mendapatkan data secara relevan. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan dalam mencari dan mengumpulkan data serta mengolah informasi yang diperlukan menggunakan beberapa metode sebagai berikut :

Metode Pengumpulan Data

 

Metode Observasi (Pengamatan)

Pengamatan (observasi) adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Dalam hal ini, peneliti dengan berpedoman kepada desain penelitiannya perlu mengamati langsung berjalannya sistem yang telah diterapkan. Untuk mengamati berbagai hal atau kondisi yang ada di lapangan dan meminta data yang diperlukan sebagai bahan untuk menulis laporan skripsi. Kemudian dari pengamatan tersebut, peneliti mengumpulkan data yang diperlukan didalam sebuah pelayanan tersebut untuk dilakukan pengamatan terhadap sistem yang akan dikembangkan.

Metode Studi Pustaka

Studi Pustaka adalah segala upaya yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh dan menghimpun segala informasi tertulis yang relevan dengan masalah yang diteliti. Informasi ini dapat diperoleh dari buku-buku, laporan penelitian, karangan ilmiah, buku tahunan dan sumber-sumber lain. Serta melakukan searching pada internet. Dalam hal ini seorang peneliti berkewajiban mempelajari teori-teori yang mendasar masalah dan bidang penelitiannya.Selain itu, peneliti juga perlu memanfaatkan hasil penelitian dan pemikiran yang relevan dengan masalah penelitiannya untuk menghindari terjadinya pengulangan penelitian serupa atau duplikasi yang tidak diinginkan. Dengan melakukan kajian bahan-bahan pustaka yang ada, peneliti dapat memperoleh informasi secara sistematis, kemudian menuangkannya dalam bentuk rangkuman yang utuh. Melalui metode studi pustaka ini penulis mencari teori-teori yang berkaitan dengan ruang lingkup penelitian dan mempelajari referensi yang ada di dalam CCIT journal dan laporan skripsi dari kampus lain.

Metode Survey

Metode ini dilakukan melalui proses survey disebuah sistem yang telah disediakan iLearning Survey (ISur), dimana metode ini dilakukan secara online oleh responden yang diberikan pertanyaan-pertanyaan atas apa saja yang dia rasakan selama menggunakan pelayanan iDuHelp!. Survey ini dilakukan agar memudahkan kegiatan pengambilan keputusan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat serta data yang tersimpan tidak akan hilang.

Elisitasi Final

Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Elisitasi dilakukan melalui tiga tahap, yaitu elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan elisitasi final. Dan dengan menggunakan metode elisitasi final, peneliti diharapkan dapat fokus meneliti sesuai dengan permintaan dari stakeholder.

Metodologi Implementasi atau Penerapan

Implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan dengan penerapan atau pelaksanaan, penerapan merupakan kemampuan menggunakan materi yang telah dipelajari kedalam situasi konkret atau nyata. Metode implementasi sistem adalah cara / pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan efisien dan efektivitas serta kemudahan operasional yang dijalankan oleh pemakai yang akan mengoperasikan aplikasi tersebut.[1]

Implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap implementasi sistem dapat terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Merencanakan rencana implementasi
  2. Melakukan kegiatan implementasi
  3. Tindak lanjut implementasi


Lokasi Penelitian

Penelitian yang berjudul Penerapan Sistem Pembelajaran Online Menggunakan iDu (iLearning eDucation) Pada Konsentrasi iLearning Di Perguruan Tinggi raharja ini dilakukan di Raharja Enrichment Centre (REC) pada Perguruan Tinggi Raharja, Tangerang.

Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas laporan ini, maka materi-materi yang tertera pada Laporan Skripsi ini dikelompokkan menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penyampaian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan teori yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku yang berkaitan dengan penyusunan laporan skripsi serta beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian.

BAB III PEMBAHASAN

Bab ini berisikan gambaran dan sejarah singkat Perguruan Tinggi Raharja, struktur organisasi, permasalahan yang dihadapi, alternatif pemecahan masalah, analisa proses, UML (Unified Modelling Language) sistem yang berjalan, serta elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan final draft elisitasi.

BAB IV RANCANGAN SISTEM DAN IMPLEMENTASI

Bab ini menjelaskan analisa sistem yang diusulkan dengan menggunakan flowchart dan mind map dari sistem yang diimplementasikan, serta pembahasan secara detail final elisitasi yang ada di bab sebelumnya, di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sesudah adanya sistem yang diusulkan.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal-hal atau teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai landasan dalam pembuatan laporan ini.

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Berikut ini adalah beberapa pengertian sistem menurut para pakar yang coba saya paparkan dari berbagai sumber:

Menurut Mustakini (2009:34)[2], “Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu”.

Mendefinisikan sistem secara umum sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu sebagai satu kesatuan. (Agus Mulyanto, 2009 : 1)[3]

Menurut Moekijat dalam Prasojo (2011:152)[4], “Sistem adalah setiap sesuatu terdiri dari obyek-obyek, atau unsur-unsur, atau komponen-komponen yang bertata kaitan dan bertata hubungan satu sama lain, sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan pemrosesan atau pengolahan yang tertentu”.

Menurut Tata Sutabri (2012:10)[5], secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu.


Dari pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu kupulan atau kelompok dari elemen atau komponen yang saling berhubungan atau saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu.

Karakteristik Sistem

Menurut Mustakini (2009:54)[2], suatu sistem mempunyai karakteristik. Karakteristik sistem adalah sebagai berikut:

  1. Suatu sistem mempunyai komponen-komponen sistem (components) atau subsitem-subsistem.
  2. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

  3. Suatu sistem mempunyai batas sistem(Boundary)
  4. Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

  5. Suatu sistem mempunyai lingkungan luar (Environment)
  6. Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.

  7. Suatu sistem mempunyai penghubung(Interface)
  8. Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsitem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.penghubung,

  9. Suatu sistem mempunyai tujuan (goal).
  10. Suatu sistem mempunyai tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministik. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

Klasifikasi Sistem

Menurut Tata Sutabri (2012:22)[5], sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang di antaranya :

a. Sistem abstrak dan sistem fisik

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan, sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia dan lain sebagainya.

b. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam; tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi, terjadinya siang malam, pergantian musim. Sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human machine sistem. Sistem informasi berbasis komputer merupakan contoh human machine sistem karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.

c. Sistem determinasi dan sistem probobalistik

Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministic. Sistem komputer adalah contoh dari sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program komputer yang dijalankan, sedangkan sistem yang bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probablistic.

d. Sistem terbuka dan sistem tertutup

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pihak luar. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem lainnya.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa suatu sistem dapat dirumuskan sebagai setiap kumpulan komponen atau subsistem yang dirancang untuk mencapai tujuan.

Konsep Dasar Informasi

Definisi Data

Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau item. Menurut McLeod dalam bukunya Yakub (Yakub,2012: 5)[6]“ Data adalah deskripsi kenyataan yang menggambarkan adanya suatu kejadian (event), data terdiri dari fakta (fact) dan angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai”. Data dapat berbentuk nilai yang terformat, teks, citra, audio, dan video.

  1. Teks, adalah sederetan huruf, angka, dan simbol-simbol yang kombinasinya tidak tergantung pada masing masing item secara individual misalnya, artikel koran, majalah dan lain-lain.
  2. Data yang terformat, adalah data dengan suatu format tertentu, misalnya data yang menyatakan tanggal atau jam, dan nilai mata uang.
  3. Citra (image), adalah data dalam bentuk gambar, citra dapat berupa, grafik, foto, hasil ronsten, dan tanda tangan.
  4. Audio, adalah data dalam bentuk suara misalnya, instrumen musik, suara orang, suara binatang, detak jantung, dan lain-lain.
  5. Video, adalah data dalam bentuk gambar yang bergerak dan dilengkapi dengan suara misalnya, suatu kejadian dan aktivitas-aktivitas dalam bentuk film.

Menurut Tata Sutabri (2012:2) [5], data adalah bahan mentah yang diproses untuk menyajikan informasi.

Menurut The Liang Gie dalam Tata Sutabri (2012:2) [5], bahwa data adalah hal, peristiwa, atau kenyataan lain apapun yang mengandung sesuatu pengetahuan untuk dijadikan dasar guna penyusunan keterangan, pembuatan kesimpulan, atau penetapan keputusan.

Definisi Informasi

Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, maksud dari kalimat tersebut yaitu bahwa informasi sangat penting pada suatu organisasi. Informasi (information) dapat didefinisikan sebagai berikut:

  1. Menurut Mustakini (2009:36)[2], ”Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi pemakainya”.
  2. Menurut McLeod dalam Yakub (2012:8)[6], “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi penerimanya”.

Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.

 

Kualitas Informasi

Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh tiga hal pokok, yaitu akurasi (accuracy), relevansi (relevancy), dan tepat waktu (timeliness). (Agus Mulyanto, 2009 : 247)[3].

a. Akurasi (accuracy)

Sebuah informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.

Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau mengubah data-data asli tersebut.

Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah:

  1. Informasi yang akurat harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian tentunya akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.
  2. Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut.
  3. Informasi harus aman dari segala gangguan (noise) dapat mengubah atau merusak akurasi informasi tersebut dengan tujuan utama.

b. Tepat Waktu (timeliness)

Informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan berakibat fatal bagi perusahaan. Mahalnya informasi disebabkan harus cepat dan tepat informasi tersebut didapat. Hal itu disebabkan oleh kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan bantuan teknologi-teknologi terbaru. Dengan demikian diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan informasi tersebut.

c. Relevansi (relevancy)

Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda. Misalnya, informasi mengenai kerusakan infrastruktur laboratorium komputer ditujukan kepada rektor universitas. Tetapi akan lebih relevan apabila ditujukan kepada penanggung jawab laboratorium.

Nilai Informasi

Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost). Namun, dalam kenyataannya informasi yang biaya untuk mendapatkannya tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.(Agus Mulyanto, 2009 : 247).[3]

Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi

Terdapat berbagai macam pengertian sistem informasi menurut beberapa ahli, diantaranya sebagai berikut :

Menurut Mulyanto (2009:29)[3], “Sistem informasi adalah suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan”.

Menurut Jogiyanto HM (2009:33)[7], “Sistem informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan informasi.”

Dari pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah gabungan dari orang, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber daya data, dan kebijakan dan prosedur yang menyimpan, mengumpulkan (mendapatkan kembali), memproses, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan dan pengontrolan keputusan dalam suatu organisasi.

Komponen Sistem Informasi

John Burch dan Gary Grudnitski dalam Jogiyanto [8], mengemukakan bahwa “Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block). Sebagai suatu sistem, blok bangunan tersebut masing-masing berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya”.

Menurut Jogiyanto (2012:47) [8], Blok bangunan tersebut terdiri dari:

1. Blok Masukan (Input Block)

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model (Model Block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi (Technology Block)

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian sistem secara keseluruhan. Pada blok ini terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

5. Blok Basis Data (Database Block)

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak paket yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems).

6. Blok Kendali (Controls Block)

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Peralatan Pendukung (Tools System)

Merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, diagram-diagram yang menunjukan secara tepat arti dan fungsinya. Adapun peralatan pendukung (tools system) yang dijelaskan sebagai model sistem yang akan dirancang adalah sebagai berikut :

Unified Modelling Language (UML)

1.Definisi UML (Unified Modelling Language)

Menurut Adi Nugroho (2010:6)[9], ”UML (Unified Modeling Language) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma (berorientasi objek).” Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.

2. Definisi Diagram-diagram UML (Unified Modeling Language)

Berikut ini adalah definisi mengenai 5 diagram UML yaitu:

a.Use Case Diagram

Use Case Diagram merupakan inti fungsionalitas koheren yang diekspresikan sebagai transaksi-transaksi yang terjadi antara actor dan system.

b.Class Diagram

Menggambarkan struktur object system. Diagram ini menunjukkan class object yang menyusun sistem dan juga hubungan antara class object tersebut.

c.Sequence Diagram

Secara grafis menggambarkan bagaimana objek berinteraksi dengan satu sama lain melalui pesan pada sekuensi sebuah use case atau operasi.

d.State Chart Diagram

Digunakan untuk memodelkan behaviour objek khusus yang dinamis. Diagram ini mengilustrasikan siklus hidup objek berbagai keadaan yang dapat diasumsikan oleh objek dan event-event (kejadian) yang menyebabkan objek beralih dari satu state ke state yang lain.

e.Activity Diagram

Secara grafis digunakan untuk menggambarkan rangkaian aliran aktivitas baik proses bisnis maupun use case. Activity diagram dapat juga digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action tersebut.

3.Relasi (Relationship)

Ada 4 (empat) macam relationship dalam Unified Modeling Language (UML) yaitu:

1).Pengklasifikasian (Classifier)

Pengklasifikasi (classifier) pada prinsipnya merupakan konsep diskret dalam model yang memiliki identitas (identity), state, perilaku (behavior), serta relasi dengan mengklasifikasi yang lainnya (relationship).

2).Asosiasi

Asosiasi (asociation) pada dasarnya mendeskripsikan koneksi diskret antara objek atau antar instance lain dalam sistem atau perangkat lunak yang sedang dikembangkan.

3).Generalisasi

Menggambarkan hubungan antara use case yang bersifat umum dengan use case-use case yang bersifat lebih spesifik.

4).Realisasi

Relasi realisasi (realitation) menghubungkan elemen-elemen model, misalnya kelas, ke elemen-elemen model lainnya, seperti suatu antarmuka, yang menyediakan spesifikasi perilaku tetapi bukan strukturnya atau implementasinya.

 

Macromedia Dreamweaver CS5

Macromedia Dreamweaver CS5 adalah sebuah HTML editor profesional untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau halaman web. Saat ini terdapat software dari kelompok Adobe yang belakangan banyak digunakan untuk mendesain suatu web. Versi terbaru dari Adobe Dreamwever CS5 memiliki beberapa kemampuan bukan hanya sebagai software untuk desain web saja, tetapi juga menyunting kode serta pembuatan aplikasi web. Antara lain: JSP, PHP, ASP, XML, dan ColdFusion. (Christianus Sigit,2010:1)[10]

Dreamweaver merupakan software utama yang digunakan oleh Web Designer dan Web Programmer dalam mengembangkan suatu situs web. Hal ini disebabkan oleh ruang kerja, fasilitas, dan kemampuan Dreamwever yang mampu meningkatkan produktivitas dan efektifitas, baik dalam desain maupun membangun suatu situs web.

Dalam perkembangannya, Adobe Dreamweaver telah mencapai versinya yang terbaru atau lebih dikenal dengan Adobe Dreamweaver CS5. Fitur-fitur yang dimiliki semakin lengkap dan handal, untuk membuat pengguna Dreamwever CS5 semakin dapat berkreasi dan berinovasi dengan bebas dalam mendesain web.

Fitur baru yang semakin handal untuk versi terbaru ini dimunculkan, diantaranya adalah Integrated CMS Support, CSS Inspection, PHP Custom Class Code Hinting, dan Site-Specific Code Hinting. Semua fitur baru tersebut semakin memantapkan pengguna Adobe Dreamwever CS5 untuk semakin mengeksplorasi dan mengeksploitasi ide kreasi pengolahan website.

Adobe-cs5-dreamweaver.jpg

Gambar 2.1 Adobe Dreamweaver CS5

 

Processor Hypertext Protocol (PHP)

Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu yang terbaru/up to date. Semua script PHP dieksekusi pada server dimana script tersebut dijalankan. (Anhar, 2010 : 3)[11].

Berikut contoh umum penggunaan script PHP untuk menjelaskan tentang PHP sebagai script yang disisipkan dalam bentuk HTML.

<head>

<title>

Contoh

</title>

</head>

</body>

<?

Echo “Hello, World”

?>

</body>

</html>

Contoh script diatas berbeda dengan script yang ditulis dengan bahasa lain seperti bahasa C. Programmer tidak harus menuliskan semua dokumen HTML sebagai bagian dari keluaran dari script PHP, cukup menuliskan bagian mana saja yang berupa tag html dan bagian mana saja yang harus ditulis atau dihasilkan dari program script PHP, kode diapit dengan menggunakan tag awal tag akhir yang khusus yang memungkinkan pemprograman untuk masuk dan keluar dari mode script PHP.

 

Filezilla

Logo-Filezilla.jpg

Gambar 2.2. Logo FileZilla

The FileZilla Wiki is a documentation base aimed at helping those that want to download, install, compile and use the FileZilla Client and FileZilla Server software to transfer files across the Internet. FileZilla Client is a free, open source FTP client. It supports FTP, SFTP, and FTPS (FTP over SSL/TLS). The client is available under many platforms, binaries for Windows, Linux and Mac OS X are provided. FileZilla Server is an FTP server supported by the same project. It supports FTP and FTP over SSL/TLS. FileZilla's source code and downloads are hosted on SourceForge. SourceForge featured FileZilla as the Project of the Month in November 2003 and was also voted the best networking program in the 2006 SourceForge.net Community Choice Awards. [12] (The FileZilla Wiki adalah basis dokumentasi yang bertujuan membantu mereka yang ingin men-download, menginstal, mengkompilasi dan menggunakan Client FileZilla dan software FileZilla Server untuk mentransfer file di Internet.FileZilla Client adalah gratis, open source klien FTP. Mendukung FTP, SFTP, dan FTPS (FTP over SSL / TLS). Klien tersedia di bawah banyak platform, binari untuk Windows, Linux dan Mac OS X disediakan.FileZilla Server adalah server FTP yang didukung oleh proyek yang sama. Mendukung FTP dan FTP melalui SSL / TLS.Kode sumber FileZilla dan download di-host di SourceForge. SourceForge fitur FileZilla sebagai Project of the Month pada bulan November 2003 dan juga sebagai program jaringan terbaik di 2006 Penghargaan SourceForge.net Community Awards.)

 

Definisi Yang Berhubungan

Konsep Dasar iLearning

Pada dasarnya istilah iLearning (Integrated Learning) berasal dari pemikiran perkembangan Teknologi iPad di Perguruan Tinggi Raharja, Belajar, Bermain, Berdoa dan Bekerja menurut Rahardja (2012)[13]. Pembelajaran secara efisien, praktis dan menyenangkan sehingga membuat mahasiswa/i menjadi lebih menarik dan semangat dalam belajar dengan di dukung teknologi yang mempermudah jangkauan mahasiswa/i dalam melakukan interaksi. Dengan demikian, pengertian terhadap keempat unsur-unsur pokok ini akan sangat membantu dalam memahami iLearning.

Istilah iLearning mengandung pengertian bahwa: “Merupakan suatu metode sistem pembelajaran yang sedang disiapkan oleh Perguruan Tinggi Raharja dengan upaya memberikan pelayanan prima kepada seluruh mahasiswa/i dalam bentuk service excellence sebagai kampus unggulan”. “Perguruan Tinggi Raharja dalam mengembangkan konsep proses pembelajaran berbasis multimedia secara online yang dikemas secara entertainment, sehingga menghadirkan konsep Interactive Education Learning yang menyentuh dalam proses belajar mengajar kepada seluruh civitas akademika dan secara terus menerus melakukan perbaikan (continues improvement) menuju kesempurnaan dalam materi bahan ajar yang selalu berkembang seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi”.

Media audio visual dalam iLearning merupakan media yang sangat tepat untuk meningkatkan minat belajar mahasiswa. Pembelajaran lebih cepat ditangkap serta durasi informasi lebih lama diingat karena melibatkan dua sensor indera sekaligus yaitu audio visual dan visual menurut (Rahardja, 2012).[13]

 

Konsep Dasar Internet

Menurut Wikipedia, “internet kependekan dari interconnection-networking, ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Internet adalah jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer regional diseluruh dunia” [14].

Definisi Online

Secara umum, sesuatu dikatakan online adalah bila ia terkoneksi atau terhubung dalam suatu jaringan ataupun sistem yang lebih besar. Beberapa arti kata online lainnya yang lebih spesifik yaitu :

  1. Dalam percakapan umum, jaringan atau network yang lebih besar dalam konteks ini biasanya lebih mengarah pada internet, sehingga online lebih pada menjelaskan status bahwa ia dapat diakses melalui internet.
  2. Secara lebih spesifik dalam sebuah sistem yang terkait pada ukuran dalam satu aktivitas tertentu, sebuah elemen dari sistem tersebut dikatakan online jika elemen tersebut beroperasional. Sebagai contoh, Sebuah instalasi pembangkit listrik dikatakan online jika ia dapat menyediakan listrik pada jaringan elektrik.
  3. Dalam telekomunikasi, istilah online memiliki arti lain yang lebih spesifik. Suatu alat diasosiasikan dalam sebuah sistem yang lebih besar dikatakan online bila berada dalam kontrol langsung dari sistem tersebut. Dalam arti jika ia tersedia saat akan digunakan oleh sistem (on-demand), tanpa membutuhkan intervensi manusia, namun tidak bisa beroperasi secara mandiri di luar dari sistem tersebut.
  4. Dengan Internet kita dapat menerima dan mengakses informasi dalam berbagai format dari seluruh penjuru dunia. Kehadiran internet juga dapat memberikan kemudahan dalam dunia pendidikan, hal ini terlihat dengan begitu banyaknya situs web yang menyediakan media pembelajaran yang semakin interaktif serta mudah untuk dipelajari”.

 

Definisi Pelayanan

Menurut (Philip Kotler 2009 : 5)[15]. Pelayanan adalah suatu urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara seseorang dengan orang lain dan memenuhi kepuasan konsumen. Pelayanan yang baik akan dapat menciptakan loyalitas pelanggan yang semakin erat dan konsumen tidak berpaling pada perusahaan lain.

Kualitas Pelayanan

Menurut (Philip Kotler 2009 :23)[15] Kualitas Pelayanan adalah sebuah kata yang bagi penyedia jasa merupakan suatu yang harus dikerjakan dengan baik. Aplikasi kualitas sebagai sifat dari penampilan produk/kinerja merupakan bagian utama strategi perusahaan dalam jangka meraih keunggulan yang berkesinambungan, baik sebagai pemimpin pasar ataupun sebagai strategi untuk tumbuh

 

Definisi 10 Pillar IT iLearning

Untuk memudahkan pengelolaan dan meningkatkan kepuasan pelayanan kepada sivitas akademika Perguruan Tinggi Raharja terutama dalam mendukung perkuliahan menggunakan metode iLearning maka perlu adanya 10 Pillar IT iLearning Perguruan Tinggi Raharja. Output yang diperoleh adalah merupakan hasil dari penelitian Tridarma Perguruan Tinggi antara dosen dengan mahasiswa yang diwadahi oleh Raharja Enrichment Centre. Sistem Arsitektur pada Perguruan Tinggi Raharja terdiri dari 10 Pillar IT iLearning, meliputi [16]:

  1. iRME (iLearning Raharja Multimedia e-Portfolio) adalah media penyimpanan CV Pribadi Raharja dalam bentuk online (e-portfolio). Pribadi Raharja bisa membangun CV mereka dengan praktis kapanpun dan dimanapun dengan konsep paperless yang ditunjang dengan kemajuan teknologi membuat iRME ini adalah bukti bahwa Raharja mendukung Go Green.
  2. Rinfo (Email.co) Rinfo atau yang biasa disebut dengan email raharja.info adalah sebuah fasilitas email online bawaan dari google atau sering disebut gmail yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk Pribadi Raharja secara cuma-cuma yang berguna untuk memudahkan komunikasi, sharing ilmu, bahkan bisa juga untuk mengirim tugas yang di berikan oleh dosen. Tampilannya sama seperti gmail dan terdapat fitur untuk chatting kepada sesama pengguna email Rinfo bahkan email google (gmail). Lihat pula ECO
    1. Materi RCO
    2. Login
  3. iDu (iLearning Education) adalah media pembelajaran online untuk mendukung perkuliahan iLearning yang dijalankan secara onsite class dan offsite class.
  4. iRAN (iLearning Raharja Ask & News) adalah sistem yang menampilkan berita dan FAQs yang berkaitan tentang kampus.
  5. iDuHelp! adalah Sistem penerapan campus service system dengan bentuk layanan secara in site dan off site dalam mendukung kegiatan iLearning Education (iDU).
  6. Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning) adalah media sharing dan kolaborasi untuk membangun sebuah project dan setiap orang dapat berkontribusi didalamnya.
  7. Rooster (Role Online System Ticketing Raharja) merupakan sistem pelayanan yang melayani secara online dengan menggunakan sistem e-ticket atau ticketing online.
  8. iMe (iLearning Media) adalah ada official portal blogging yang dipersembahkan untuk Pribadi Raharja dan setiap Pribadi Raharja akan mendapatkan subdomain sebagai media dokumentasi segala bentuk aktifitas tridarma.
  9. Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services) magics adalah media penyimpanan gambar, podcast dan video untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Setiap Pribadi Raharja berhak mendapatkan account magics yang bisa mereka gunakan sebagai tempat penyimpanan.
  10. iSur (iLearning Survey) adalah sistem survey berbasis web yang digunakan untuk Pribadi Raharja melakukan survey kegiatan penelitian dan kegiatan akademik lainnya secara online.

Definisi iLearning Survey

iLearning survey atau disingkat iSur merupakan sebuah sistem survey yang digunakan untuk memberikan penilaian terhadap pelayanan di Perguruan Tinggi Raharja, atau untuk memberikan nilai terhadap seseorang, benda, maupun jasa yang sudah terintegrasi secara online untuk meningkatkan sistem informasi di Perguruan Tinggi Raharja agar informasi yang didapatkan akurat dan up to date.


Definisi Survey

“Survey adalah suatu kegiatan yang dilakukan dilapangan untuk mendapatkan suatu data atau informasi sesuai dengan yang dibutuhkan. Tujuan survey yaitu menyajikan informasi secara kuantitatif dan teliti dari permukaan bumi, mencakup keadaan alam maupun keadaan yang telah diubah oleh aktivitas manusia.Penyajian bentuk dipresentasikan dalam bentuk cetakan (hard copy) atau dalam bentuk data digital (soft copy) yang selanjutnya dapat diolah dengan komputer” (Ahmad Munir, 2010:1).

Selain itu, Sebagaimana dikemukakan oleh Agus Herman Atmadilaga (2010: 271) bahwa “ survey adalah proses secara teratur untuk menentukan data yang berhubungan dengan karakter fisik atau kimia bumi”.

Populasi dan Sampel

Kata populasi (population/universe) dalam statistika merujuk pada sekumpulan individu dengan karakteristik khas yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian (pengamatan). Populasi dalam statistika tidak terbatas pada sekelompok orang, tetapi juga binatang atau apa saja yang menjadi perhatian kita. Misalnya populasi bank swasta di Indonesia, tanaman, rumah, alat-alat perkantoran, dan jenis pekerjaan.

Menurut Margono (2010:118), “Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan”.

Menurut Sukmadinata (2011:250) mengemukakan bahwa populasi adalah “kelompok besar dan wilayah yang menjadi lingkup penelitian kita”.

Menurut Sugiyono (2010:215) sampel adalah “sebagian dari populasi itu”. Populasi itu misalnya penduduk diwilayah tertentu, jumlah pegawai pada organisasi tertentu, jumlah guru dan murid di sekolah tertentu dan sebagainya.

Menurut Margono (2010:121) mengemukakan bahwa sampel adalah “sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh (monster) yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu”

Skala Likert

Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian atau gejala sosial. Dalam penelitian gejala sosial, peneliti telah menetapkan secara spesifik skalanya dan selanjutnya disebut variabel penelitian.

Dengan menggunakan skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi dimensi, lalu dimensi dijabarkan menjadi subvariabel dan subvariabel dijabarkan lagi menjadi indikator yang dapat diukur. Akhirnya, indikator-indikator yang terukur dapat menjadi titik tolak untuk membuat item instrumen berupa pernyataan atau pertanyaan yang perlu dijawab oleh responden. Setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan atau dukungan sikap yang diungkapkan dengan kata-kata sebagai berikut:

Pernyataan Positif Sangat Baik (SB) : 5 Cukup (C) : 3 Baik (B) : 4 Kurang (K) : 2 Sangat Kurang (SK) : 1


Elisitasi

Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu :

  1. Elisitasi tahap I, berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.
  2. Elisitasi tahap II, merupakan hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Berikut penjelasan mengenai MDI :
    1. “M” pada MDI berarti Mandatory (penting). Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.
    2. “D” pada MDI berarti Desirable. Maksudnya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.
    3. “I” pada MDI berarti Inessential. Maksudnya, requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.
  3. Elisitasi tahap III, merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya, semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu:
    1. Technical (T) : bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem yang diusulkan.
    2. Operational (O) : bagaimana tata cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan.
    3. Economic (E) : berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement di dalam sistem.

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

    1. High (H)  : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus dieliminasi.
    2. Middle (M) : Mampu dikerjakan.
    3. Low (L) : Mudah dikerjakan.
  4. Final draft elisitasi, merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.


Study Pustaka (Literature Review)

Metode study pustaka dilakukan untuk menunjang metode wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.

Manfaat dari study pustaka (Literature Review) ini antara lain :

1. Mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps) dari penelitian ini.

2. Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel) sehingga banyak menghemat waktu dan juga menghindari kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.

3. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan yang relevan terhadap penelitian ini.

4. Meneruskan apa yang penelitian sebelumnya telah dicapai sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat membangun di atas landasan (platform) dari pengetahuan atau ide yang sudah ada.

Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai survey secara online dan penelitian lain yang berkaitan. Dalam upaya mengembangkan dan menyempurnakan sistem survey secara online ini perlu dilakukan studi pustaka (literature review) sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya yaitu:

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Kevin B. Wright pada tahun 2005 yang berjudul “Researching Internet-Based Populations: Advantages and Disadvantages of Online Survey Research, Online Questionnaire Authoring Software Packages, and Web Survey Services”. Penelitian ini membahas beberapa keuntungan dan kerugian melakukan penelitian survei online. Ini mengeksplorasi fitur saat ini, isu-isu, harga, dan keterbatasan yang terkait dengan produk dan layanan, seperti fitur kuesioner online dan layanan untuk memfasilitasi proses survei online, seperti yang ditawarkan oleh bisnis survei web. Kajian ini menunjukkan bahwa produk survei saat online dan layanan dapat bervariasi dari segi fitur yang tersedia, biaya konsumen, dan keterbatasan. Hal ini menyimpulkan bahwa peneliti survei online harus melakukan penilaian hati-hati tujuan penelitian mereka, waktu penelitian, dan situasi keuangan sebelum memilih sebuah produk atau jasa tertentu. [17]
  2. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. John Sandars, dan Hyde Terrace pada tahun 2007 yang berjudul “Web 2.0 technologies for undergraduate and postgraduate medical education: an online survey”. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keakraban saat ini dan penggunaan teknologi Web 2.0 oleh mahasiswa kedokteran dan praktisi medis yang berkualitas, dan untuk mengidentifikasi hambatan untuk penggunaannya untuk pendidikan medis. Metode: Sebuah semi-terstruktur kuesioner survei online dari 3000 mahasiswa kedokteran dan 3000 praktisi medis yang berkualitas (konsultan, dokter umum dan dokter dalam pelatihan) pada database keanggotaan British Medical Association. Hasil: Semua kelompok memiliki keakraban yang tinggi, namun penggunaan yang rendah, podcast. Kepemilikan media player digital lebih tinggi di antara mahasiswa kedokteran. Ada keakraban yang tinggi, namun penggunaan yang rendah, teknologi Web 2.0 lainnya kecuali untuk penggunaan tinggi instant messaging dan jejaring sosial dengan mahasiswa kedokteran. Semua kelompok menyatakan bahwa mereka tertarik menggunakan teknologi Web 2.0 untuk pendidikan tapi ada kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam bagaimana menggunakan teknologi baru ini. Kesimpulan: Ada kesadaran tinggi secara keseluruhan dari berbagai baru Web 2.0 teknologi baik oleh mahasiswa kedokteran dan praktisi medis yang berkualitas dan minat yang tinggi dalam penggunaannya untuk pendidikan medis. Namun, potensi teknologi Web 2.0 untuk pendidikan kedokteran sarjana dan pascasarjana hanya akan tercapai jika ada peningkatan pelatihan bagaimana menggunakan pendekatan baru ini. [18]
  3. Penelitian yang dilakukkan oleh Asako Miura, dan Kiyomi Yamashita pada tahun 2007 yang berjudul “Psychological and Social Influences on Blog Writing: An Online Survey of Blog Authors in Japan”. Penelitian ini membahas survei kuesioner penulis blog pribadi (N = 1.434) dan memeriksa dua model hipotesis menggunakan model persamaan struktural untuk memperjelas proses psikologis dan sosial yang terkait dengan mengapa penulis terus menulis blog mereka. Dua model akhir dengan cocok diperoleh. Itu menegaskan bahwa yang puas dengan keuntungan diri, hubungan dengan orang lain, dan keterampilan dalam menangani informasi memiliki efek positif yang signifikan terhadap niat untuk melanjutkan menulis blog. Ciri-ciri psikologis dari kebutuhan kesadaran diri, keyakinan-seeking, dan informasi pribadi yang diduga efektif dalam membangun kesadaran manfaat, ini juga memiliki efek positif yang signifikan. Sebaliknya, hanya umpan balik positif memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan berhubungan dengan keterampilan informasi penanganan, sedangkan umpan balik negatif dan positif berpengaruh signifikan terhadap kepuasan berhubungan dengan keterampilan informasi penanganan. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi dengan pembaca yang memberikan umpan balik positif penulis blog sangat dianjurkan untuk terus menulis. Persamaan dan perbedaan antara kedua model dan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut teori dibahas. [19]
  4. Penelitian yang dilakukan oleh Pereira J, Bruera E, dan Quan H pada tahun 2001 yang berjudul “Palliative care on the net: an online survey of health care professionals”. Tujuan penelitian ini adalah Survei dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan internet oleh para profesional perawatan kesehatan paliatif (HCP). Survei ini ditempatkan di World Wide Web dengan database, dan perawatan paliatif HCP diundang untuk berpartisipasi melalui situs perawatan paliatif terkait, listserv, dan newsletter. Sebanyak 417 tanggapan dievaluasi diterima selama empat bulan. Dari jumlah tersebut, 36% menunjukkan bahwa mereka berasal dari dokter dan 30% dari perawat, sepertiga dari responden yang berlatih perawatan paliatif penuh waktu. Meskipun 63% responden berasal dari Amerika Utara, daerah dari seluruh dunia diwakili. Delapan puluh delapan persen dari responden sedang mencari internet untuk informasi klinis, 80% yang menggunakan email, 69% yang mengakses jurnal medis online, dan 59% adalah pelanggan ke listserv perawatan paliatif-terkait atau newsgroup. Survei ini menggambarkan jangkauan global Internet dan menarik perhatian pada meningkatnya minat dalam penggunaan internet untuk pendidikan, penelitian, dan penggunaan klinis. Pengembangan lebih lanjut sumber daya online harus memenuhi kebutuhan pengguna. [20]
  5. Penelitian yang dilakukan oleh Andrew T. Nourman, dan Cristel A. Russell pada tahun 2006 yang berjudul “The Pass-Along Effect: Investigating Word-of-Mouth Effects on Online Survey Procedures”. Penelitian ini membahas perihal Petisi email untuk menyelesaikan survei online dapat diteruskan di luar sampel dimaksudkan. Kami istilah ini fenomena efek pass-bersama dan menyelidiki sebagai faktor yang dapat mempengaruhi sifat dan ukuran sampel survei dalam konteks online. Kami membangun efek pass-bersama sebagai bentuk word-of-mouth komunikasi dan menarik dari literatur di daerah ini untuk menyajikan dan menguji model faktor yang mempengaruhi terjadinya efek ini. Hasil dari dua studi memberikan dukungan empiris untuk keberadaan dan dampak dari efek pass-bersama. Diantara faktor-faktor yang menyebabkan efek ini adalah keterlibatan dan hubungan dengan topik survei, ukuran jaringan sosial peserta, dan kekuatan dasi. Kelayakan menggunakan pass-bersama responden serta implikasi lain untuk pengambilan sampel online dan penelitian survei yang dibahas.[21]
  6. Penelitian yang dilakukan oleh Untung Rahardja, Maimunah dan Hidayati pada tahun 2007 yang berjudul “Metode Pencarian Data Dengan Menggunakan Intelligence Auto Find System (IAFS)”. Penelitian ini membahas perihal pelayanan merupakan suatu nilai tambah yang harus dimiliki oleh suatu perguruan tinggi atau perusahaan jasa. Salah satu pelayanan tersebut yaitu dengan memberikan pelayanan yang cepat melalui metode pencarian data yang efektif dan efisien. Metode pencarian yang berlaku pada saat ini memiliki beberapa kendala: tidak adanya tempat penyimpanan data yang terstruktur sehingga proses pencarian data tidak efektif dan efisien, masih banyak yang menerapkan sistem dengan bergantung mutlak pada karakter pencariansepenuhnya baik dilakukan secara manual maupun sudah secara terkomputerisasi. Hal ini bukan hanya menyebabkan proses pencarian data menjadi lama, tetapi juga sarat kesalahan karena user harus menginput keseluruhan character secara mutlak satu persatu. Untuk itu, dalam artikel ini penulis mengemukakan beberapa metodologi pemecahan permasalahan, diantaranya mengidentifikasikan setidaknya ada 2 masalah yang mendasar perihal metode pencarian yang lama, mendefinisikan konsep baru yang disebut IAFS, menentukan 4 ciri khas dari IAFS itu sendiri, merancang program IAFS itu melalui flowchart, dan terakhir membangun IAFS melalui Macromedia Dreamweaver MX dan Microsoft Access. Hasil akhir dari artikel ini yaitu sebuah konsep baru dengan menggunakan Intelligence Auto Find System (IAFS). IAFS ini memiliki definisi sebagai sebuah metode pencarian data yang dilakukan oleh komputer dengan menggunakan beberapa alphanumeric character dari kata kunci pencarian dan juga IAFS ini memiliki 4 ciri khas. Disamping itu, IAFS dapat dipakai dimanapun secara Online. Metode IAFS ini menyediakan fasilitas pencarian baru, dimana user dapat mencari seluruh data yang diinginkan dengan cukup menginput beberapa character terakhir dari kata kunci pencarian.[22]
  7. Penelitian yang dilakukan oleh Untung Rahardja, Maimunah dan Mita Mulya Permata pada tahun 2008 yang berjudul “Automated Track Recording Sebagai Sistem Pengamanan Pada Sistem Informasi”. Penelitian ini membahas pengamanan data dengan password. Dalam setiap melakukan penyimpanan atau perubahan data yang ada dalam database, terkadang tidak diketahui kapan perubahan data terjadi dan siapa yang merubahnya sehingga keamanan data dirasakan kurang. Untuk mengatasi permasalahan ini maka dibutuhkannya suatu metodologi yang disebut sistem Automated Track Recording (ATR). Cara kerja dari ATR yaitu begitu user menyimpan dan merubah data maka secara otomatis sistem akan merekam kegiatan yang dilakukan selama kegiatan tersebut berlangsung, seperti siapa dan waktu suatu transaksi terjadi/dirubah/ dibatalkan, kapan/siapa masuk ke komputer, kapan/siapa masuk dalam database, maka yang lama dan yang baru ada semua dalam database. ATR didefinisikan sebagai teknik penyimpanan data yang merekam perubahan data dan waktu, yang dapat dijadikan bahan evaluasi dan pengamanan. Diidentifikasikan lima masalah yang sering dihadapi oleh pengguna sistem informasi dari segi keamanannya, serta empat ciri-ciri khas dari sistem ATR ini. Dengan demikian, ATR bisa dijadikan suatu gambaran seperti sistem history dimana konsep tersebut dapat membantu dalam menggunakan database khususnya dalam menyimpan dan merubah data sehingga user dapat mengetahui kapan terjadi dan siapa merubah.[23]
  8. Penelitian yang dilakukan oleh Untung Rahardja, Tri Kuntoro Priyambodo dan Siti Chalifatullah pada tahun 2008 yang berjudul “Pengontrolan Mutu Sistem Informasi Dengan Metode Database Self Monitoring”. Penelitian ini membahas perihal DMS (Database Self Monitoring). DSM didefinisikan sebagai dashboard yang menampilkan indikator untuk mengantisipasi segala kemungkinan anomaly dengan menggunakan teknik pengendalian mandiri dalam upaya peningkatan mutu dari sebuah sistem informasi. Dalam artikel ini, diidentifikasikan masalah yang dihadapi perusahaan dalam hal peningkatan mutu sebuah sistem informasi, didefinisikan 3 ciri khas dengan menggunakan metode Database Self Monitoring sebagai langkah pemecahan masalah, dan 6 manfaat dari penerapan konsep baru tersebut. Selain itu, ditampilkan listing program yang ditulis menggunakan script ASP. Dapat disimpulkan bahwa dengan metodologi DSM ini dapat menjadi sebuah evaluasi terkini dalam meningkatkan mutu informasi, dan mendukung seluruh kegiatan organisasi maupun perusahaan dengan lebih stabil, terkontrol dan termonitor lebih baik.[24]

Hasil studi pustaka (literature review) ini mendemonstrasikan landasan (platform) yang kokoh (level 2) serta alasan yang kuat untuk mengembangkan Sistem informasi media publikasi penyampaian informasi menjadi lebih baik lagi dengan pertimbangan yang sudah matang. Kesenjangan (gaps) telah teridentifikasi dengan baik sehingga tidak terjadi pembuatan ulang (reinventing the wheel). Peninjauan telah dilakukan dengan matang, sehingga dipastikan akan menghasilkan project yang maksimal, menjadi lebih efektif, memudahkan akademik memberikan informasi kepada mahasiswa (stakeholder) merasa puas serta terlayani dengan baik (service excellence).

Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti penelitian sebelumnya seperti yang dikemukakan diatas, maka dilakukan penelitian untuk Perancangan iLearning Survey (iSur) Dalam Meningkatkan Sistem Informasi Pada Perguruan Tinggi Raharja.

BAB III

ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Gambaran Umum Perguruan Tinggi Raharja

Dengan semakin banyaknya Perguruan Tinggi di daerah Tangerang, khususnya dalam bidang pendidikan komputer ternyata hal tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh data secara terkomputerisasi di setiap bidang.

Dunia komputer dan alat-alat canggih serta otomatis lainnya dalam dunia perkantoran, baik instansi pemerintah maupun swasta sangat pesat sekali perkembangannya, sehingga selalu berubah setiap saat. Oleh karena itu Perguruan Tinggi Raharja dalam pendiriannya mempunyai misi untuk ikut membantu program pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi era globalisasi.

Telah menjadi tekad para pendiri Perguruan Tinggi ini untuk membantu pemerintah dan masyarakat kota Tangerang dalam pendirian Perguruan Tinggi Raharja yang diselenggarakan oleh Yayasan Nirwana Nusantara (YNN) yang didirikan pada tahun 2001 dan merupakan pendidikan yang terbaik dalam bidang pendidikan komputer.

Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja

Perguruan Tinggi Raharja bermula dari sebuah lembaga kursus komputer yang bernama LPPK (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Komputer) Raharja yang terletak di Jl. Gatot Subroto Km.2 Harmoni Mas Cimone Tangerang.

LPPK Raharja diresmikan pada tanggal 3 Januari 1994 oleh Bapak Walikota Tangerang Drs. H. Zakaria Machmud, Raharja telah terdaftar pada Depdiknas Kotamadya Tangerang dengan Nomor 201/PLSM/02.4/L.93. Lembaga inilah yang mempelopori penggunaan Operating System Windows dan aplikasinya di wilayah Tangerang dan sekitarnya, hal tersebut mendapat respon positif dan jumlah peminatnya pun meningkat pesat seiring dengan kerjasama yang dilakukan oleh lembaga ini dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang ada di Tangerang.

Karena semakin pesatnya perkembangan dan pertumbuhan akan komputerisasi dan meningkatnya peminat masyarakat Tangerang maka pada tanggal 24 Maret 1999 LPPK Raharja berkembang menjadi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Raharja Informatika yang diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 56/D/O/1999 yang diserahkan langsung dari Bapak Prof. Dr. Udju D. Rusdi selaku Koordinator KOPERTIS wilayah IV Jawa Barat kepada Ketua Yayasan Nirwana Nusantara Ibu Kasarina Sudjono. Pada tanggal 2 Februari 2000, dengan menyelenggarakan jurusan Manajemen Informatika.

Pada tanggal 2 Februari 2000 AMIK Raharja Informatika menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang menjalankan studi formal untuk program Diploma I (DI) dengan memberikan gelar Ahli Pratama dan Program Diploma II (DII) dengan memberikan gelar Ahli Muda dan Diploma III (DIII) dengan memberikan gelar Ahli Madya kepada lulusannya. Sesuai dengan Surat Keputusan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta wilayah IV Jawa Barat dengan Nomor 3024/004/KL/1999.

Kemudian pada tanggal 7 September 2000 sesuai dengan surat keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 354/Dikti/Kep/2000, menambah 2 program yakni D3 Teknik Informatika dan D3 Komputerisasi Akuntansi.

Kini AMIK Raharja Informatika mempunyai 3 (tiga) program studi Diploma III dengan jurusan Manajemen Informatika (MI), Teknik Informatika (TI) dan Komputerisasi Akuntansi (KA) yang masing-masing jurusan memberikan gelar Ahli Madya (A.md), Ahli Muda (AM), dan Ahli Pratama (AP) kepada lulusannya.

Pada tanggal 20 Oktober 2000 dalam usahanya untuk meningkatkan mutu dan kualitas daripada lulusan, AMIK RAHARJA INFORMATIKA meningkatkan statusnya dengan membuka Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) RAHARJA. Dengan surat keputusan Nomor 42/01/YNN/PR/II/200, ketua Yayasan Nirwana Nusantara mengajukan permohonan pendirian STMIK RAHARJA kepada Mendiknas KOPERTIS Wilayah IV Jawa Barat dengan 3 ( tiga ) program studi SI jurusan Sitem Informasi (SI), Teknik Informatika (TI) dan Sistem Komputer (SK). Hal tersebut telah mendapat tanggapan dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi dengan surat keputusan Nomor 5706/D/T/2000. Tidak hanya sampai disini, dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas lulusan RAHARJA sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Raharja, bahwa dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 tahun sudah berdiri Universitas RAHARJA.

Pada saat ini, Perguruan Tinggi Raharja pun telah meningkatkan mutu dan kualitasnya melalui Sertifikat Akreditasi, diantaranya yaitu sebagai berikut :

  1. Pada tanggal 5 April 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 00117/Ak-I-DIII-03/DFXMEI/IV/2002 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK Raharja Informatika terakreditasi B.
  2. Pada tanggal 4 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08479/Ak-X-S1-001/CAGTLF/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Strata 1 Teknik Informatika di STMIK Raharja terakreditasi B.
  3. Pada tanggal 11 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08523/Ak-X-S1-002/CAGSIM/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Strata 1 Sistem Informasi di STMIK Raharja terakreditasi B.
  4. Pada tanggal 3 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 006/BAN-PT/AK-VII/DPI-III/VIII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK Raharja Informatika terakreditasi B.
  5. Pada tanggal 25 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 019/BAN-PT/AK-X/S1/VIII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Strata 1 Sistem Komputer di STMIK Raharja terakreditasi B.
  6. Pada tanggal 29 Desember 2007 sesuai Surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 017/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/XII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma Tiga Teknik Informastika di AMIK Raharja Informatika dengan terakreditasi B.
  7. Pada tanggal 18 Januari 2008 sesuai Surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 019/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/I/2008 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma Tiga Komputerisasi Akuntansi di AMIK Raharja Informatika terakreditasi A.
  8. Pada tanggal 08 Juli 2011 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 010/BAN-PT/Ak-XIV/S1/VII/2011, menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Raharja, Tangerang terakreditasi B.
  9. Pada tanggal 23 September 2011 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 025/BAN-PT/Ak-XIV/S1/IX/2011, menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Raharja, Tangerang terakreditasi B.

1. Jurusan / Program Studi pada STMIK Raharja

Tabel 1.JPG

Tabel 3.1 Jurusan atau Program Studi pada STMIK Raharja

 

2. Jurusan / Program Studi pada AMIK Raharja Informatika

Tabel amik.JPG

Tabel 3.2 Jurusan atau Program Studi pada AMIK Raharja

Wewenang dan Tanggung Jawab

Seperti halnya dengan sebuah perusahaan, Perguruan Tinggi Raharja dalam manajemen akademiknya terdapat bagian-bagian yang mempunyai wewenang serta tanggung jawab dalam menyelesaikan semua pekerjaannya.

Berikut sebagian penjelasan wewenang dan tanggung jawab yang terdapat dalam Struktur Organisasi:

1) Ketua

Wewenang:

  1. Menyelenggarakan program kerja yang berpedoman pada visi, misi, fungsi dan tujuan pendirian Perguruan Tinggi Raharja.
  2. Menyelenggarakan kegiatan dan pengembangan pendidikan, penelitian serta pengabdian pada masyarakat.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan administrasi.
  4. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menunjang terwujudnya Tri Darma Perguruan Tinggi.

Tanggung jawab:

Memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga pendidikan, mahasiswa, tenaga administrasi dan administrasi STMIK Raharja hubungannya dengan lingkungan.

2) Pembantu Ketua I (Bidang Akademik)

Wewenang:

  1. Menjalankan program kebijaksanaan akademik.
  2. Mengawasi dan membina serta mengembangkan program studi sesuai kebijaksanaan yang telah digariskan.
  3. Membina dan mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
  4. Mengadakan afiliasi.
  5. Membina dan mengembangkan kelembagaan.

Tanggung jawab :

Membantu Ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

3) Asisten Direktur Akademik

Wewenang :

  1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan proses belajar mengajar.
  2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staf binaannya.
  3. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan, pemberhentian staf binaannya.
  4. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya.
  5. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.
  6. Memberikan sangsi kepada staf binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.
  7. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan JRS yang efektif dan efisien.
  2. Bertanggung jawab atas pengimplementasian pelaksanaan proses belajar mengajar.
  3. Bertanggung jawab atas kemajuan kualitas pelayanan Akademik yang berkesinambungan.
  4. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

4)Asisten Direktur Operasional

Wewenang:

  1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan pelayanan proses belajar mengajar.
  2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor.
  3. Mengusulkan kepada Direktur tentang kepangkatan, pemberhentian staf binaannya.
  4. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.
  5. Memberikan sanksi kepada staf binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

Tanggung Jawab:

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan kalender akademik tahunan.
  2. Bertanggung jawab atas pengimplementasian pelaksanaan pada bidangnya.
  3. Bertanggung jawab atas kemajuan kualitas pelayanan yang berkesinambungan pada bidangnya.
  4. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

5) Kepala Jurusan

Wewenang :

  1. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang perubahan mata kuliah dan materi kuliah yang dianggap telah kadaluarsa bahkan perubahan Kurikulum Jurusan.
  2. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang kenaikan honor dosen binaannya.
  3. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pengadaan seminar, pelatihan, penambahan kelas perkuliahan, pengangkatan dosen baru, pemberhentian dosen.
  4. Memberikan kebijakan administratif akademik seperti cuti kuliah, perpindahan jurusan, ujian susulan, pembukaan semester pendek.
  5. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pembukaan peminatan/konsentrasi baru dalam jurusannya.
  6. Memberikan sanksi akademik kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib Perguruan Tinggi Raharja.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan pengimplementasian kurikulum, SAP dan Bahan Ajar.
  2. Bertanggung jawab atas monitoring kehadiran dosen dalam perkuliahan, jam konsultasi dan tugas-tugas yang disampaikan ke dosen.
  3. Bertanggung jawab atas terlaksananya penelitian dan pelaksanaan seminar.
  4. Bertanggung jawab atas pembinaan mahasiswa dan dosen binaannya.
  5. Bertanggung jawab atas prestasi Akademik mahasiswa.
  6. Bertanggung jawab atas peningkatan jumlah mahasiswa dalam jurusannnya.


Visi, Misi, dan Tujuan

Visi Perguruan Tinggi Raharja

Menuju Perguruan Tinggi unggulan pada tahun 2014 yang menghasilkan lulusan kompeten dibidang Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Sistem Komputer serta memiliki daya saing yang tinggi dalam era globalisasi.

Misi Perguruan Tinggi Raharja
  1. Menyelenggarakan pendidikan komputer (Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Sistem Komputer) yang menghasilkan lulusan bermoral, terampil, dan kreatif serta memiliki daya saing tinggi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
  2. Menyelenggarakan program-program penelitian dan pengembangan guna menghasilkan keterkaitan dan relevansi seluruh kegiatan akademis dengan kebutuhan pembangunan sosial-ekonomi dan industri Indonesia, serta mengantisipasi semakin maraknya globalisasi kehidupan masyarakat.
  3. Melaksanakan dan mengembangkan program-program pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
Tujuan Perguruan Tinggi Raharja
  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan dapat menerapkan, mengembangkan serta memperluas informatika dan komputer secara profesional.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengadakan penelitian dalam bidang informatika dan komputer, yang hasilnya dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dilapangan.
  3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengabdikan pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang informatika dan komputer secara profesional kepada masyarakat.


Arti Nama Raharja

Raharja. Kata ini diinspirasikan dari motto kota dan kabupaten Tangerang, yaitu “Bhakti Karya Adhi Kerta Raharja” dan “Setya Karya Kerta Raharja” yang berarti “kesejahteraan” yang dalam arti luasnya adalah keinginan dan niat para pendiri untuk membantu pemerintah ikut serta dalam membangun masyarakat yang sejahtera melalui penguasaan dibidang teknologi informasi dan komputer. Sedangkan Raharja sendiri memiliki motto “Get The Better Future By Computer Science” (memaih sukses yang gemilang dengan ilmu komputer).


Arti Green Campus

Green Campus, yang berarti Kampus Hijau memiliki makna yang luas “Green” atau dengan sebutan “Green Leaves” sering diartikan dengan masih hijau generasi muda Indonesia adalah bibit-bibit unggul yang masih hijau dan green campus berpotensi melahirkan generasi pribadi yang matang dan berguna bagi bangsa dan Negara.

Green” dalam konteks “Green Power” berarti kekuatan financial. Green Campus sebagai kampus yang dapat memberikan power untuk menopang seluruh aktifitas perkuliahan bertujuan menciptakan pribadi raharja yang dapat mandiri secara financial (financially independent).


Arti Pribadi Raharja

Pribadi Raharja mencerminkan wawasan almamater Perguruan Tinggi Raharja yang berkeyakinan bahwa perguruan tinggi harus benar-benar merupakan lembaga ilmiah dan kampus harus benar-benar merupakan masyarakat ilmiah. Perguruan tinggi sebagai almamater (ibu asuh) merupakan suatu kesatuan yang bulat dan mandiri.

Pribadi Raharja mencakup keempat unsur Civitas Akademika, yakni Dosen, Staff/Karyawan Adminstratif, mahasiswa serta alumni harus manunggal dengan almamater, berbakti kepadanya dan melalui almamater mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara dengan jalan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Struktur Organisasi

Sebuah Organisasi atau perusahaan harus mempunyai suatu struktur organisasi yang digunakan untuk memudahkan pengkoordinasian dan penyatuan usaha, untuk menunjukkan kerangka-kerangka hubungan di antara fungsi, bagian-bagian maupun tugas dan wewenang serta tanggung jawab. Serta untuk menunjukan rantai (garis) perintah dan perangkapan fungsi yang diperlukan dalam suatu organisasi.

Sama halnya dengan Perguruan Tinggi Raharja yang mempunyai struktur organisasi manajemen sebagai berikut :

Strk.jpg

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Analisa Sistem Berjalan

Adapun penjelasan lebih rinci mengenai sistem yang sedang berjalan terdapat pada Unified Modelling Language(UML).

Prosedur Sistem Yang Berjalan

Prosedur penyebaran survei yang berjalan saat ini yaitu, petugas datang ke kelas-kelas iLearning untuk meminta mahasiswa mengisi survei yang dapat mereka akses dengan cara mengetik link pendek yang diberikan oleh petugas tersebut di browser masing-masing mahasiswa yang nantinya akan tertuju ke form survei online yang ada di iSur.

Use Case Diagram Sistem Yang Berjalan

Untuk menganalisa sistem yang berjalan, pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML 6.4. Enterprise Edition untuk menggambarkan use case diagram, activity diagram dan sequence diagram.

Usecase Diagram isur 2 Indri Handayani.png

Gambar 3.2. Use Case Diagram survey

Berdasarkan Gambar 3.2. Use Case Diagram sistem survey, terdapat:

1. Use Case List Survey

Actor : Admin dan User

Main success scenario : Admin dan User memilih list Survey iSur

2. Use Case Keterangan Survey

Actor : Admin dan User

Main success scenario : Admin dan User membuka keterangan survey yang dipilih

3. Use Case Mengisi Survey

Actor : User

Main succsess scenario : User melakukan pengisian survey

4. Use Case Update Survey

Actor : Admin

Main succsess scenario : Admin melakukan tambah survey, delete survey, edit survey, aktifkan survey, meresume hasil

5. Include Login

Actor : Admin

Main success scenario : Admin melakukan login untuk dapat mengakses Update Survey

Activity Diagram Sistem yang Berjalan

Activity Diagram ini untuk menggambarkan rangkaian aliran aktifitas baik proses bisnis maupun use case. Dapat juga digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action tersebut.


Activity.png

Gambar 3.3. Activity Diagram Sistem yang Berjalan

Berdasarkan Gambar 3.3. Activity Diagram Sistem yang Berjalan, terdapat :

a. 1 Initial Node, sebagai objek yang diawali

b. 4 action, state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi di antaranya: Log in iSur, Update survey, Simpan Survey, dan Aktifkan Survey.

c. 1 Decision Node, yang berfungsi untuk menentukan keputusan yang diambil. Dalam hal ini, jika Admin gagal login maka sistem akan menampilkan halaman login kembali. Sedangkan jika Admin berhasil login, maka sistem akan langsung menampilkan Halaman utama Admin

d. 1 Final State, sebagai objek yang diakhiri

Sequence Diagram Sistem yang Berjalan

Dari keterangan di atas dapat digambarkan dengan sequence diagram mengenai informasi sistem yang berjalan saat ini, sehingga dengan diagram ini dapat menggambarkan pergerakan sebuah objek dan pesan yang terjadi di dalam sistem penyampaian informasi.

Sequence.png

Gambar 3.4. Sequence Diagram survey

Berdasarkan Gambar 3.4. Sequence Diagram Survey terdapat :

1. 1 actor yang melakukan kegiatan, yaitu Admin

2. 5 boundary lifeline, yaitu Halaman utama iSur, halaman log in admin, halaman home admin, halaman setting survey, dan halaman status survey

3. 1 control lifeline untuk menampilkan tampilan iSur

4. 21 message spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi–informasi tentang aktifitas yang terjadi, di antaranya:

a. 1 message yang dilakukan oleh Admin, yaitu membuka iSur, dan 1 message yang diteruskan ke Control untuk dieksekusi

b. 1 message yang dilakukan oleh Control ke Halaman utama, yaitu mengakses halaman utama

c. 1 message yang dilakukan setelah mengakses halaman utama, yaitu Admin membaca halaman utama

d. 1 message yang dilakukan Admin, yaitu Admin mengakses halaman log in dan 1 message yang diteruskan ke control untuk disampaikan ke halaman log in

e. 1 message yang dilakukan halaman log in untuk admin, yaitu admin membaca halaman log in

f. 1 message yang dilakukan User setelah membaca halaman log in, yaitu user melakukan log in

g. 1 message yang dilakukan oleh halaman log in, diteruskan ke control untk mensubmit log in

h. 1 message yang dilakukan oleh control, yaitu jika gagal akan kembali ke sistem untuk mensubmit ulang

i. 1 message yang dilakukan oleh control ke halaman home admin, yaitu tampilkan halaman home admin

j. 1 message yang dilakukan home admin ke admin, yaitu admin membaca halaman home admin

k. 1 message yang dilakukan user ke control untuk mengakses halaman setting, dan diteruskan oleh control, yaitu untuk tampilkan halaman setting survey

l. 1 message dilakukan oleh user pada halaman setting survey adalah melakukan aksi yang teridiri dari tambah survey, edit survey, delete survey, atau meresume hasil survey

m. 1 message setelah melakukan aksi yaitu dari halaman setting ke control untuk mensubmit survey, lalu diteruskan oleh control, yaitu menampilkan detail list survey kepada admin untuk membaca

n. 1 message yang dilakukan oleh admin ke control, yaitu untuk mengaktifkan survey dan diteruskan oleh control ke halaman status survey

o. 1 message yang dilakukan oleh halaman status survey ke control, dan diteruskan oleh control ke Admin yaitu untuk membaca status survey

Konfigurasi Sistem

Di dalam membuat analisa program untuk penulisan laporan Skripsi, penulis menggunakan komputer dengan konfigurasi sebagai berikut:

1. Spesifikasi Hardware

Processor : Intel (R) Atom (TM) CPU N570

Monitor : 14”

Mouse : Standard Optic

RAM : 2,00 GB

Hardisk : 160 GB

2. Spesifikasi Software

FileZilla

AAA Logo 2008

Adobe Dreamweaver CS5

Google Chrome

Mozilla Firefox

3. Sistem Pendukung

Permasalahan yang dihadapi

Analisa Permasalahan

Berdasarkan analisa yang dilakukan peneliti selama penulis di REC (Raharja Erichment Cener), sistem survei pada Perguruan Tinggi Raharja yang berjalan saat ini, ada beberapa masalah yang dihadapi dalam menjalankan sistem yang sedang berjalan seperti :

  1. Proses penyebarannya masih memerlukan petugas untuk datang ke kelas-kelas yang akan mengisi survei untuk memberikan link yang akan tertuju ke form survey yang ada di iSur.
  2. Link survey yang disebarkan masih dapat diklik dan diisi berkali-kali oleh mahasiswa.
  3. Tidak adanya notifikasi atau pemberitahuan bahwa survei telah diisi.
  4. Tidak adanya informasi siapa saja yang telah mengisi survei dan siapa saja yang belum mengisi survey dari keseluruhan survei yang disebarkan.
  5. Dan penerapan iSur dalam kegiatan akademik pada Perguruan Tinggi Raharja yang masih sangat kurang .

Analisa Kebutuhan

Dari hasil analisa penelitian sebelumnya, penulis dapat menyimpulkan bahwa kebutuhan dari sistem yang sedang berjalan adalah :

  1. Proses penyebaran survei yang lebih efesien, sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga dan waktu hanya untuk menyebarkan link survei yang akan diisi oleh mahasiswa.
  2. Link survei yang hanya dapat di klik dan diisi sebanyak satu kali untuk setiap undangan survei yang diterima.
  3. Survei yang hanya dapat dilihat atau diisi oleh grup tertentu, sehingga orang dari luar grup tersebut tidak dapat mengisi survei yang dikirim.
  4. Email notifikasi yang memberitahukan bahwa adanya survei yang telah selesai diisi setelah survei disebarkan.
  5. Informasi mengenai siapa saja yang telah selesai mengisi survey dan siapa saja yang belum mengisi survey dari keseluruhan survei yang telah disebarkan.
  6. Penerapan iSur yang lebih banyak dalam kegiatan akademik yang berhubungan dengan pengumpulan data atau pengumpulan suara.

Alternatif Pemecahan Masalah

Berdasarkan penelitian dari analisa kekurangan dan kebutuhan perihal pelayanan kampus di Perguruan Tinggi Raharja saat ini, sistem yang berjalan belum dapat diimplementasikan secara efisien sehingga memberikan alternative pemecahan masalahnya dengan cara :

  1. Pembuatan dan penyebaran survei menggukan Tokens.
  2. Memperbanyak penerapan iSur dalam kegiatan akademik pada Perguruan Tinggi Raharja.

User Requirement

Elisitasi Tahap 1

Functional
Analisa Kebutuhan
Saya ingin system dapat :
NOURAIAN
1Memiliki fasilitas pertanyaan siap pakai yang dapat di-import
2Memiliki fasilitas perangkat jawaban yang dapat digunakan ulang (re-useable) dan diedit (re-editable)
3Menampilkan forgot password untuk admin
4Menampilkan pilihan bahasa
5Menampilkan contact administrator
6Menampilkan teks Perguruan Tinggi Raharja
7Menampilkan menu login untuk admin
8Memiliki fasilitas pengiriman undangan, dan token melalui email
9Dapat search survey
10Memiliki fasilitas email reminder untuk participants, jika participants belum mengisi survei
11Dapat melakukan update user group
12Memiliki fasilitas pertanyaan bersyarat tergantung pada jawaban atas pertanyaan sebelumnya
13Terdapat super admin
14Menampilkan menu global setting
15Menampilkan menu backup entire database
16Memiliki fasilitas email notification pada saat survei telah diisi
17Dapat melakukan edit label
18Menampilkan menu template editor
19Dapat melakukan delete survey
20Terdapat menu quota survey
21Menampilkan jumlah survey yang telah dibuat
22Menampilkan pilihan mandatory pada setiap question
23Memiliki fasilitas public statistic
24Memiliki fasilitas import survey participants dari CSV files
25Dapat melakukan import template
26Dapat melakukan export template
27Dapat melakukan copy template
28Dapat melakukan expire survey
29Terdapat super admin
30Memiliki fasilitas survei dapat disetel otomatis untuk masa kadaluarsanya
31Dapat mengatur survey administrators
32Menampilkan menu participant database
33Dapat create dan edit user groups
34Dapat melakukan add question
35Terdapat printable version untuk survey yang dibuat
36Dapat melakukan export question
37Dapat melakukan edit question
38Terdapat menu test survey
39Terdapat menu check respons survey
40Dapat menampilkan hasil respons survey
41Dapat melakukan export hasil respons survey
42Dapat melakukan invite
43Terdapat menu anonymized responses
44Menampilkan preview template
45Memiliki fasilitas memunculkan hasil penilaian atas survei yang telah diisi
46Menampilkan data All admin pada halaman admin
47Menampilkan menu detailed list survey
48Terdapat link ke isur.raharja.info pada halaman endpage
49Menampilkan halaman survey
50Terdapat menu blacklist control
51Menampilkan tanggal pembuatan survey
52Terdapat menu statistic survey
53Dapat melakukan create, import, copy survey
54Terdapat menu reorder question group
55Terdapat menu check survey logic
56Terdapat code survey
57Dapat melakukan set condition survey
58Menampilkan home iSur untuk admin
59Menampilkan nama pembuat survey atau owner
60Dapat melakukan filter survey
Non Functional
Saya ingin sistem dapat :
1Digunakan untuk Penilaian Pemateri dalam Pelatihan REC.
2Digunakan Sebagai Metode Survei untuk Penilaian Ten Pillar IT iLearning.
3Digunakan untuk Survei Alumni 2013.
4Digunakan untuk Penilaian Dosen iLearning.
5Digunakan untuk Perekrutan iRaharja 7 dan 8.

Tabel 3.3 Elisitasi tahap I

Elisitasi Tahap 2

Functional
Analisa Kebutuhan
Saya ingin system dapat :

NO

URAIAN

M

D

I

1

Memiliki fasilitas pertanyaan siap pakai yang dapat di-import

2

Memiliki fasilitas perangkat jawaban yang dapat digunakan ulang (re-useable) dan diedit (re-editable)

3

Menampilkan forgot password untuk admin

4

Menampilkan pilihan bahasa

5

Menampilkan contact administrator

6

Menampilkan teks Perguruan Tinggi Raharja

7

Menampilkan menu login untuk admin

8

Memiliki fasilitas pengiriman undangan, dan token melalui email

9

Dapat search survey

10

Memiliki fasilitas email reminder untuk participants, jika participants belum mengisi survei

11

Dapat melakukan update user group

12

Memiliki fasilitas pertanyaan bersyarat tergantung pada jawaban atas pertanyaan sebelumnya

13

Terdapat super admin

14

Menampilkan menu global setting

15

Menampilkan menu backup entire database

16

Memiliki fasilitas email notification pada saat survei telah diisi

17

Dapat melakukan edit label

18

Menampilkan menu template editor

19

Dapat melakukan delete survey

20

Terdapat menu quota survey

21

Menampilkan jumlah survey yang telah dibuat

22

Menampilkan pilihan mandatory pada setiap question

23

Memiliki fasilitas public statistic

24

Memiliki fasilitas import survey participants dari CSV files

25

Dapat melakukan import template

26

Dapat melakukan export template

27

Dapat melakukan copy template

28

Dapat melakukan expire survey

29

Terdapat super admin

30

Memiliki fasilitas survei dapat disetel otomatis untuk masa kadaluarsanya

31

Dapat mengatur survey administrators

32

Menampilkan menu participant database

33

Dapat create dan edit user groups

34

Dapat melakukan add question

35

Terdapat printable version untuk survey yang dibuat

36

Dapat melakukan export question

37

Dapat melakukan edit question

38

Terdapat menu test survey

39

Terdapat menu check respons survey

40

Dapat menampilkan hasil respons survey

41

Dapat melakukan export hasil respons survey

42

Dapat melakukan invite

43

Terdapat menu anonymized responses

44

Menampilkan preview template

45

Memiliki fasilitas memunculkan hasil penilaian atas survei yang telah diisi

46

Menampilkan data All admin pada halaman admin

47

Menampilkan menu detailed list survey

48

Terdapat link ke isur.raharja.info pada halaman endpage

49

Menampilkan halaman survey

50

Terdapat menu blacklist control

51

Menampilkan tanggal pembuatan survey

52

Terdapat menu statistic survey

53

Dapat melakukan create, import, copy survey

54

Terdapat menu reorder question group

55

Terdapat menu check survey logic

56

Terdapat code survey

57

Dapat melakukan set condition survey

58

Menampilkan home iSur untuk admin

59

Menampilkan nama pembuat survey atau owner

60

Dapat melakukan filter survey

Non Functional
Saya ingin sistem dapat :

1

Digunakan untuk Penilaian Pemateri dalam Pelatihan REC.

2

Digunakan Sebagai Metode Survei untuk Penilaian Ten Pillar IT iLearning.

3

Digunakan untuk Survei Alumni 2013.

4

Digunakan untuk Penilaian Dosen iLearning.

5

Digunakan untuk Perekrutan iRaharja 7 dan 8.

Tabel 3.4 Elisitasi tahap II

Elisitasi Tahap 3

Functional
T
O
E

No.

Analisa Kebutuhan
Saya ingin sistem dapat
L
M
H
L
M
H
L
M
H

1

Memiliki fasilitas pertanyaan siap pakai yang dapat di-import

2

Memiliki fasilitas perangkat jawaban yang dapat digunakan ulang (re-useable) dan diedit (re-editable)

3

Memiliki fasilitas pengiriman undangan, dan token melalui email

4

Memiliki fasilitas email reminder untuk participants, jika participants belum mengisi survei

5

Memiliki fasilitas pertanyaan bersyarat tergantung pada jawaban atas pertanyaan sebelumnya

6

Memiliki fasilitas email notification pada saat survei telah diisi

7

Memiliki fasilitas public statistic

8

Memiliki fasilitas import survey participants dari CSV files

9

Memiliki fasilitas survei dapat disetel otomatis untuk masa kadaluarsanya

10

Memiliki fasilitas memunculkan hasil penilaian atas survei yang telah diisi

11

Memiliki fasilitas menampilkan forgot password untuk admin

12

Memiliki fasilitas dapat search survey

13

Memiliki fasilitas menampilkan menu global setting

14

Memiliki fasilitas menampilkan menu backup entire database

15

Memiliki fasilitas menampilkan menu template editor

16

Memiliki fasilitas dapat melakukan delete survey

17

Memiliki fasilitas menampilkan pilihan mandatory pada setiap question

18

Memiliki fasilitas menampilkan jumlah survey yang telah dibuat

19

Memiliki fasilitas terdapat super admin

20

Memiliki fasilitas dapat mengatur survey administrators

21

Memiliki fasilitas menampilkan menu participant database

22

Memiliki fasilitas dapat create dan edit user groups

23

Memiliki fasilitas terdapat printable version untuk survey yang dibuat

24

Memiliki fasilitas menampilkan home iSur untuk admin

25

Memiliki fasilitas menampilkan nama pembuat survey atau owner
Non Functional

No.

Saya ingin sistem dapat

1

Digunakan untuk Penilaian Pemateri dalam Pelatihan REC.

2

Digunakan Sebagai Metode Survei untuk Penilaian Ten Pillar IT iLearning.

3

Digunakan untuk Survei Alumni 2013.

4

Digunakan untuk Penilaian Dosen iLearning.

5

Digunakan untuk Perekrutan iRaharja 7 dan 8.

Tabel 3.5 Elisitasi tahap III


Final Draft Elisitasi

Final Draft Elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar untuk menerapkan Widuri sebagai media penyimpanan laporan KKP/TA/Skripsi pada Perguruan Tinggi Raharja. Berdasarkan Elisitasi Tahap III di atas, dihasilkan requirement final draft yang diharapkan dapat mempermudah penulis dalam menerapkan sistem informasi Widuri untuk penyimpanan laporan KKP/TA/Skripsi pada Perguruan Tinggi Raharja secara online.


Functional

No.

Analisa Kebutuhan
Saya ingin sistem dapat

1

Memiliki Fasilitas Pertanyaan Siap Pakai yang Dapat Di-import

2

Memiliki Fasilitas Perangkat Jawaban yang Dapat Digunakan Ulang (Re-Useable) dan Diedit (Re-Editable)

3

Memiliki Fasilitas Pengiriman Undangan, dan Token Melalui Email

4

Memiliki Fasilitas Email Reminder untuk Participants, Jika Participants Belum Mengisi Survei

5

Memiliki Fasilitas Pertanyaan Bersyarat Tergantung pada Jawaban atas Pertanyaan Sebelumnya

6

Memiliki Fasilitas Email Notification pada saat Survei Telah Diisi

7

Memiliki Fasilitas Public Statistic

8

Memiliki Fasilitas Import Survey Participants dari CSV Files

9

Memiliki Fasilitas Survei Dapat Disetel Otomatis untuk Masa Kadaluarsanya

10

Memiliki Fasilitas Memunculkan Hasil Penilaian atas Survei yang Telah Diisi
Non Functional

No.

Saya ingin sistem dapat

1

Digunakan untuk Penilaian Pemateri dalam Pelatihan REC

2

Digunakan Sebagai Metode Survei untuk Penilaian Ten Pillar IT iLearning

3

Digunakan untuk Survei Alumni 2013

4

Digunakan untuk Penilaian Dosen iLearning

5

Digunakan untuk Perekrutan iRaharja 7 dan 8

Penyusun

 


(Indri Handayani)

Tabel 3.6 Final Draft Elisitasi

Final Elisitasi Yang Diusulkan

Pembahasan detail functional elisitasi dijabarkans ecara satu persatu dengan menerapkan konsep sebelum adanya sistem yang diusulkan, sebagai berikut:

Functional Analisa Kebutuhan

Memiliki Fasilitas Pertanyaan Siap Pakai yang Dapat Di-import

Deskripsi sebelumnya :

Setiap sistem diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manuasia, khususnya dalam segi waktu dan tenaga. Begitu pula dengan sistem iLearning Survey (iSur) yang diciptakan Perguruan Pergurruan Tinggi Raharja untuk mempermudah dalam proses pengumpulan data, penilaian serta pemungutan suara di setiap kegiatan di kampus yang memiliki julukan kampus unggulan tersebut. Di Perguruan Tinggi Raharja terdapat beberapa kegiatan tentang pengumpulan data yang rutin dilakukan, misalnya kegiatan kuesioner penilaian dosen, perekrutan iRaharja dan masih banyak lagi yang lainnya dan kuesioner yang dilakukan pun sama setiap kalinya. Sebelumnya survey atau kuesioner tersebut dibuat menggunakan sistem iSur secara berulang-ulang dengan jenis pertanyaan dan judul yang sama kecuali tahunnya setiap kalinya. Sampai akhirnya ada permintaan untuk dapat menggunakan survey yang lalu dengan jenis pertanyaan yang sama untuk dilakukan sekarang tanpa harus menghapus hasil dari survey atau kuesioner sebelumnya. Berikut permintaan tersebut :

[[Berkas:|pus|300px]]

Gambar 3.5 Email Permintaan Survey atau Pertanyaan Siap Pakai

Memiliki Fasilitas Perangkat Jawaban yang Dapat Digunakan Ulang (Re-Useable) dan Diedit(Re-Editable)

Deskripsi sebelumnya :

Penghematan waktu merupakan salah satu tujuan dibuatnya sistem iLearning Survey (iSur), dimana dalam setiap proses yang dilakukan pada sistem iLearning Survey (iSur) diharapkan dapat dilakukan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya dari pada sistem sebelumnya. Begitu pula dengan proses penginputan jawaban, dalam penginputan jawaban juga diharapkan dapat dilakukan dengan cepat dan praktis. Jadi apabila terdapat 15 pertanyaan yang menggunakan perangkat jawaban yang sama, tidak perlu lagi berlama-lama menginput jawaban tersebut satu persatu pada setiap pertanyaan. Sama halnya dengan pengeditan, perangkat jawaban tersebut jga diharapkan dapat diedit ulang walaupun telah digunakan sebelumnya. Permintaan tersebut juga telah dikemukakan oleh beberapa rekan pengguna iSur lain sebagai berikut :

Jawaban dipakai ulang.png


Gambar 3.6 Email Permintaan tentang Perangkat Jawaban


Memiliki Fasilitas Pengiriman Undangan, dan Token Melalui Email

Deskripsi sebelumnya :

Pemakaian survey online sangatlah tergantung pada kegiatan yang dilakukan. Terutama dalam kegiatan penyebaran survey online tersebut. Dimana pada kegiatan tersebut survey dapat diisi oleh customer. Hal penyebaran survey online yang paling mudah dilakuakn pada survey online adalah melalui email. Pada penyebaran melalui email tersebut biasa disebut dengan menggunakan token. Penyebarannya yaitu dikirimkan survey melalui email customer yang nantinya akan diisi oleh customer dengan membuka link yang telah dikirmkan ke email mereka. Bukan hanya pengriman survey saja, tetapi juga pengiriman peringatan tentang adanya survey yang belum diisi pada email yang sebelumnya telah dikirmkan survey. Maka hal tersebut harus ada pada sistem ilearning survey (isur) ini, guna untuk menambah kecanggihan yang ada pada sistem isur ini dan kemudahan yang diberikan oleh sistem isur ini. Dari PIC TPI lain yang juga menggunakan sistem iSur ini dalam mendukung sitem merka pun mengusulkan agar dilakukan pengembangan ini pada sistem iSur.

Token email.jpg

Gambar 3.7 Email Permintaan Undangan, dan Tokens iSur Supaya Melalui Email

Memiliki Fasilitas Email Reminder untuk Participants, Jika Participants Belum Mengisi Survei

Deskripsi sebelumnya :

Dalam survey online, adanya email reminder sangatlah penting. Karena walaupun customer telah kita undang untuk mengisi survey melalui email, tapi karena kesibukan mereka atau karena jenis pekerjaan mereka yang sudah berbasis online dan sering berkomunikasi melalui email, membuat satu email tentang undangan mengisi survey tertumpuk dengan email-email lain dan mungkin akan terlewatkan oleh mereka. Sehingga membuat jumlah responden sangat sedikit dari jumlah participants yang diundang. Dalam hal ini dikarenakan email reminder yang mengingatkan customer untuk mengisi survey yang telah dikirimkan belum tersedia. Keluhan ini juga diungkapkan oleh beberapa user yang menggunakan sitem iLearning Survey (iSur) di Perguruan Tinggi Raharja sbb:

Reminder email.jpg

Gambar 3.8 Email Permintaan Reminder di iSur

Memiliki Fasilitas Pertanyaan Bersyarat Tergantung pada Jawaban atas Pertanyaan Sebelumnya

Deskripsi sebelumnya :

Semakin bervariasinya kegiatan yang diterapkan menggunakan sistem iLearning Survey (iSur) maka semakin bervariasi pula jenis pertanyaan yang yang dibuat, termasuk salah satunya yaitu jenis pertanyaan yang muncul tergantung dari jawaban sebelumnya atau pertanyaan yang dapat dikondisikan kemunculannya. Permintaan fasilitas ini juga sering didapat dari beberapa user iSur, salah satunya sbb :

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 3.9 Email Permintaan Pertanyaan Bersyarat

Memiliki Fasilitas Email Notification pada saat Survei Telah Diisi

Deskripsi sebelumnya :

Pada sebuah survei online, email notifikasi bahwa survei telah diisi oleh customer atau participants sangatlah penting, karena untuk sebuah pemberitahuan kepada admin yang telah dikirim menggunakan token oleh admin telah diisi oleh customer atau belum. Pada sistem iSur yang berjalan saat ini masih belum terdapat fasilitas yang tersebut diatas dan berdasarkan email permintaan dari rekan saya Ana Nurmaliana dan Bapak Ir. untung Rahardja.,M.T.I. yang menanyakan bisa atau tidaknya diadakan email notifikasi untuk memberitahu admin pada saat survei yang dikirim menggunakan token telah diisi oleh customer. Berikut email permintaan dari rekan saya Ana dan Bapak Ir. Untung Rahardja.,M.T.I :

Email Notif.png

Gambar 3.10 Email Permintaan Notifikasi 1

Email Notif 2.png

Gambar 3.11 Email Permintaan Notifikasi 2

Memiliki Fasilitas Public Statistic

Deskripsi sebelumnya :

Dalam sebuah survei online, Public Statistic sangatlah penting dimana mempunyai sebuah fungsi untuk menampilkan statistik sederhana untuk masyarakat umum atau peserta setelah mereka menyelesaikan mengisi survei online . Begitu pula pada sistem iSur ini yang dituntut untuk mempunyai fitur Public Statistic Survey yang berfungsi seperti yang telah dijelaskan di atas. Namun pada sistem iSur yang berjalan saat ini belum terdapat fitur Public Statistic Survey. Dan dari permasalahan tersebut membuat saya ingin melakukan pengembangan dengan menampilkan Public Statistic Survey. Berikut permintaan untuk diadakannya Public Statistic Survey pada sistem iSur :

Gambar 3.12 Permintaan Fasilitas Public Statistik 1

Memiliki Fasilitas Import Survey Participants dari CSV Files

Deskripsi sebelumnya :

Dalam survei partisipants yang dibutuhkan harus banyak, dalam artian kurang lebih 100 responden.Pada iSur saat ini, jika ingin mendaftarkan responden untuk menjadi partisipan dalam survey, harus memasukkan satu persatu email yang ingin diundang untuk mengisi survey. Sehingga hal ini memerlukan waktu dan tenaga yang lebih besar, karena belum dapat dilakukan secara cepat, mudah, efektif dan efisien. Hal ini juga memunculkan request dari para customer iDuHelp! yang meminta memudahkan dalam hal memasukkan daftar email partisipants seperti pada cuplikan email di bawah ini.

CSV files.png

Memiliki Fasilitas Survei Dapat Disetel Otomatis untuk Masa Kadaluarsanya

Deskripsi sebelumnya :

Pada sebuah survei online, harus adanya beberapa fasilitas yang diberikan. Terutama dalam penggunaan lamanya survey tersebut digunakan, agar semua survey yang diberikan dapat terisi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Maka pada fasilitas batas waktu atau masa kadaluawarsa survey harus ada. Pada ilearning survey (iSur) adanya sebuah fasilitas tersebut sangatlah penting untuk menunjang kegiatan yang menggunakan isur ini, dikarenakan untuk memberikan batas waktu pengisian survey yang telah disebar kepada mahsiswa agar mahasiswa tersebut dapat segera mengisi survey dan peghitungan hasil survey pun bisa secepatnya dilakukan tidak terganggu dengan adanya survey yang masih belum diisi karena tidak adanya batas akhir survey atau waktu kadaluwarsanya. Telihat dari permintaan customer mengenai fasilitas masa kadaluwarsa di sistem iSur:

Kadaluarsa email.jpg

Gambar 3.13 Permintaan Fasilitas Expired Survey 1

Kadaluarsa iduhelp.jpg

Gambar 3.14 Permintaan Fasilitas Expired Survey 2

Memiliki Fasilitas Memunculkan Hasil Penilaian atas Survei yang Telah Diisi

Deskripsi sebelumnya :

Customer membutuhkan hasil penilaian atas survei yang telah mereka isi untuk mendapatkan informasi atas survey tersebut. Namun saat ini, hasil penilaian atas survey yang telah diisi oleh customer belum dapat muncul secara otomatis. Dan hal ini, memunculkan keluhan dari beberapa customer via iDuHelp! dan Rooster. Seperti dalam cuplikan email pada gambar di bawah ini.

Assessment.png

Gambar 3.15 Permintaan Fasilitas Assessments 1

Penilaian iduhelp.jpg

Gambar 3.16 Permintaan Fasilitas Assessments 2

Non Functional Analisa Kebutuhan

Pembahasan detail non functional final elisitasi di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sebelum adanya sistem yang diusulkan, adalah sebagai berikut :

Digunakan untuk Penilaian Pemateri dalam Pelatihan REC

Deskripsi sebelumnya :

Sistem yang baik dan bagus adalah sistem yang telah banyak diterapkan dalam berbagai kegiatan dan telah dipakai atau digunakan oleh orang banyak. Begitu pula dengan sistem iLearning Survey (iSur) ini, yaitu ingin menjadi sistem yang bagus dengan dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan akademik dan dapat dpakai atua digunakan oleh mahasiswa, staff atau dosen di Perguruan Tinggi Raharja. Salah satunya yaitu penggunaan sistem iLearning Survey (iSur) yang telah berhasil diterapkan dalam kegiatan Pelatihan REC sebagai penilaian pemateri. Berikut permintaan langsung dari pemateri Pelatihan REC kepada PIC sistem iLearning Survey (iSur) :

Pelatihan REC.png

Gambar 3.17 Email Permintaan Penggunaan iSur untuk Pelatihan REC

Digunakan Sebagai Metode Survei untuk Penilaian Ten Pillar IT iLearning

Deskripsi sebelumnya :

Ten Pillar IT iLearning atau lebih akrab disebut TPI merupakan istilah atau kata yang sering kita dengar akhir-akhir ini di Perguran Tinggi Raharja terutama dikalangan mahasiswa iLearning. TPI merupakan sepuluh sistem canggih yang telah banyak diterapkan di Perguruan Tinggi Raharja terutama untuk kelas iLearning dan dikelola dengan baik oleh mahasiswa terpilih yang merupakan admin atau PIC dalam masing-masing sistem tersebut sehingga dapat diterapkan di kampus ini. Penggunaan atau penerapan TPI pada Perguruan Tinggi Raharja saat ini telah berjalan dengan baik, baik oleh staff, dosen, dan yang terpenting adalah mahasiswa khususnya iLearning. Namun belum ada pernyataan atau bukti tertulis yang menyatakan bahwa penggunaan TPI ini sudah baik dan bagus, untuk itu masing-masing admin atau PIC dari TPI serempak berinisiatif ingin menggunakan sistem iSur untuk menilai sistem-sistem di dalam TPI yang telah dikelola oleh mereka.

Penilaian TPI.png

Gambar 3.18 Email Permintaan Penggunaan iSur untuk Pelatihan REC

Digunakan untuk Survei Alumni 2013

Deskripsi sebelumnya :

Kampus yang bagus adalah kampus yang memiliki data lengkap mengenai mahasiswa baik itu dari mahasiswa mulai mendaftar sampai mahasiswa tersebut lulus dan menjadi alumni di kampus tersebut. Pengumpulan data mahasiswa alumni di Perguruan Tinggi Raharja yang berjalan sebelumnya yaitu masih menggunakan cara manual, sampai akhirnya tercetuslah sistem TPI dan salah satunya yaitu sistem iLearning Survey (iSur). Sebagai kampus yang memiliki julukan kampus unggulan dalam bidang IT, Perguruan Tinggi Raharja ingin terus maju dalam menjalankan setiap kegiatan akademik mengikuti perkembangan IT saat ini yaitu yang serba online. Untuk itu, dalam pengumpulan data untuk mahasiswa alumni 2013 pihak kampus ingin agar dilakukan secara online menggunakan sistem iLearning Survey (iSur). Berikut email pernyataan penggunaan iSur untuk pengumpulan data mahasiswa alumni 2013 :

Survey alumni.png

Gambar 3.19 Email Pernyataan Penggunaan iSur untuk Alumni 2013

Digunakan untuk Penilaian Dosen iLearning

Deskripsi sebelumnya :

Penilaian kampus tergantung dari penilaian dosen-dosen pengajar yang dimiliki. Apabila dosen tersebut dinilai oleh mahasiswa baik dan kompeten dalam mengajar maka secara tidak langsung mahasiswa tersebut juga menilai bahwa kampus tempat mereka belajar adalah baik dan kompeten. Namun begitu banyaknya kelas yang ada dan yang diambil oleh mahasiswa dalam setiap semester, seringkali membuat mahasiswa bosan dalam mengisi kuesioner penilaian dosen pengajar yang dilakukan setiap satu semester sekali dalam masing-masing kelas yang mereka ambil. Dan proses pembuatan, penyebaran, serta pelaporan hasil kuesioner tersebut yang dilakukan oleh staff-staff kampus pun memakan waktu yang lama dan tenaga yang banyak. Untuk itu pihak kampus Perguran Tinggi Raharja ingin memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan sistem iSur dalam kegiatan penilaian dosen khususnya kelas iLearning karena kelas tersebut sudah menggunakan iPad yang etrkoneksi dengan internet dalam kegiatan belajar dan mengajar. Berikut email request penggunaan sistem iSur untuk penilaian dosen iLearning :

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 3.20 Email Request Penggunaan iSur untuk Penilaian Dosen iLearning 2012/2013

Kuesioner akademik semester ganjil 1314.png

Gambar 3.21 Email Request Penggunaan iSur untuk Penilaian Dosen iLearning 2013/2014 (1)

Kuesioner akademik ganjil 1314.png

Gambar 3.22 Email Request Penggunaan iSur untuk Penilaian Dosen iLearning 2013/2014 (2)

Digunakan untuk Perekrutan iRaharja 7 dan 8

Deskripsi sebelumnya :

iRaharja merupakan kelompok mahasiswa IS atau Independent Study untuk mereka yang mengambil konsentrasi unggulan di Perguruan Tinggi Raharja sebagai syarat wajib kelulusan mereka nanti. Proses perekrutan iRaharja sendiri sebelumnya masih dilakukan secara manual. Dan dengan terbentuknya TPI, Perguruan Tinggi raharja ingin memangkas semaksimal mungkin proses-proses dalam kegiatan yang masih manual tersebut dan menggantikannya dengan cara online yaitu menggunakan salah satu sistem dalam TPI yaitu sistem iSur untuk melakukan perekrutan iRaharja yang ke 7 dan 8 hingga seterusnya. Berikut email permintaan penggunaan sistem iSur untuk kegiatan perekrutan iRaharja 7 dan 8 :

IRaharja8.png

Gambar 3.23 Email Permintaan Penggunaan iSur untuk Perekrutan iRaharja 8

Gambar di atas merupakan email bukti request penggunaan iSur untuk perekrutan iRaharja 8, untuk iRaharja 7 tidak ada emaik untuk bukti request dikarenakan permintaan penggunaan iSur untuk iRaharja 7 tersebut diucapkan secara langsung oleh bapak Ir.Untung Rahardja kepada penulis.


BAB IV

RANCANGAN SISTEM DAN IMPLEMENTASI


Final Elisitasi Yang Diusulkan

Pembahasan detail functional final elisitasi yang ada di bab sebelumnya, di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sesudah adanya sistem yang diusulkan, adalah sebagai berikut:

Functional Final Elisitasi

Memiliki Fasilitas Pertanyaan Siap Pakai yang Dapat Di-import

Deskripsi sesudahnya:

Dari penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan dengan adanya permintaan fasilitas pertanyaan atau survey yang siap pakai atau dapat digunakan kembali menjadi permasalahan yang sangatlah penting untuk dipecahkan. Untuk itu penulis mencari cara untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan mencari melalui internet dan melalui forum. Dan berikut pemecahan masalah yang telah dilakukan :

Import survey iSur.png

Gambar 4.1 Tampilan button import survey

Import survey iSur 2.png

Gambar 4.2 Tampilan form import survey

Memiliki Fasilitas Perangkat Jawaban yang Dapat Digunakan Ulang (Re-Useable) dan Diedit (Re-Editable)

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan fasilitas untuk dapat menggunakan perangkat jawaban yang sama tanpa harus menginput satu persatu lagi, penulis melakukan penambahan pada

Label sets.png

Gambar 4.3 Tampilan Button Label Set

Form new label sets.png

Gambar 4.4 Tampilan form Create New Label Set


Memiliki Fasilitas Pengiriman Undangan, dan Token Melalui Email

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan fasilitas untuk dapat mengirim undangan dan tokens melalui email, penulis melakukan penambahan pada

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 4.5 Tampilan Add New Token Entry

Form Manage Email Template.png

Gambar 4.6 Tampilan form Create New Label Set


Memiliki Fasilitas Email Reminder untuk Participants, Jika Participants Belum Mengisi Survei

Deskripsi sesudahnya :

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan fasilitas untuk dapat diadakan email reminder apabila participants belum mengisi survey, penulis melakukan penambahan pada

Reminder.png

Gambar 4.7 Tampilan Form Email Reminder

Memiliki Fasilitas Pertanyaan Bersyarat Tergantung pada Jawaban atas Pertanyaan Sebelumnya

Deskripsi sesudahnya :

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan fasilitas untuk dapat mengkondisikan pertanyaan sesuai jawaban dari jawaban sebelumnya, penulis melakukan penambahan pada

Button condition.png

Gambar 4.8 Tampilan Button Add New Condition


Form new condition.png

Gambar 4.9 Tampilan Add New Condition


Memiliki Fasilitas Email Notification pada saat Survei Telah Diisi

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan fasilitas untuk dapat diadakan email notifikasi yang akan diterima oleh pembuat survey pada saat survey yang disebar menggunakan tokens telah diisi oleh responden , penulis melakukan penambahan pada

Email notification.png

Gambar 4.10 Tampilan Insert Email

Template email notification.png

Gambar 4.11 Tampilan Manage Email Notification


Memiliki Fasilitas Public Statistic

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan fasilitas untuk agar responden dapat mengetahui atau melihat statistik dari survey yang telah mereka isi tanpa harus menjadi user dalam sistem iSur tersebut, penulis melakukan penambahan pada

Public statistic.png

Gambar 4.12 Tampilan Manage Public Statistic



Gambar 4.13 Tampilan Hasil Public Statistic


Memiliki Fasilitas Import Survey Participants dari CSV Files

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan fasilitas untuk dapat melakukan penginputan participants dalam survey yang akan disebar secara sekaligus tidak satu persatu, penulis melakukan penambahan pada

Import CVS.png


Gambar 4.14 Tampilan Button Import Participants from CSV


Form Import CSV .png


Gambar 4.15 Tampilan Form Import Participants from CSV


Memiliki Fasilitas Survei Dapat Disetel Otomatis untuk Masa Kadaluarsanya

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan fasilitas untuk dapat meng-expired survey yang telah dibuat dan disebar secara otomatis, penulis melakukan penambahan pada

Expire survey.png


Gambar 4.16 Tampilan Manage Expire Survey


Memiliki Fasilitas Memunculkan Hasil Penilaian atas Survei yang Telah Diisi

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan fasilitas untuk dapat memunculkan hasil penilaian atas survey yang telah oleh responden yang dapat dilihat oleh responden itu sendiri, penulis melakukan penambahan pada

Assessment.png


Gambar 4.17 Tampilan Pilihan Menggunakan Assessment atau Penilaian


Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan



Gambar 4.18 Tampilan Manage Assessment atau Penilaian

Non Functional Final Elisitasi

Digunakan untuk Penilaian Pemateri dalam Pelatihan REC

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan penggunaan sistem iSur untuk penilaian pemateri dalam kegiatan pelatihan REC, penulis memenuhi permintaan tersebut dengan cara membuatkan user iSur untuk pemateri tersebut dan mengajarkan cara membuat, menyebarkan menggunakan tokens, serta membuat laporan dari hasil survey yang telah dilakukan. Dan penggunaan isur telah digunakan untuk 6 pelatihan REC, yaitu : MP(Mercury Project), PAI11, AEMS33, PPH3, BW2F2, DOM38.

20131127-110838.jpg

Gambar 4.19 Foto Pemateri Sedang Mengarahkan untuk Mengisi Survey yang Terkirim ke Email Peserta

Statistik pelatihan rec.png

Gambar 4.20 Summary Hasil Survey Pelatihan REC

Digunakan Sebagai Metode Survey untuk Penilaian Ten Pillar IT iLearning

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan dari para PIC atau admin TPI agar dapat menggunakan sistem iSur untuk melakukan penilaian terhadap sistem-sistem dalam TPI yang mereka kelola masing-masing, penulis memenuhi permintaan tersebut dengan cara membuatkan user atau akun iSur untuk masing-masing PIC TPI dan ikut serta dalam pembuatan, penyebaran serta melaporkan hasil survey yang telah dibuat mengingat iSur merupakan salah satu sistem dari TPI itu sendiri.

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 4.21 Summary Hasil Survey TPI


Digunakan untuk Survey Alumni 2013

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan dari pihak kampus untuk menggunakan iSur dalam pengumpulan data mahasiswa alumni 2013, maka penulis sebagai PIC atau admin yang dari sistem iSur itu sendiri memenuhi permintaan tersebut dengan cara membuatkan survey dan pertanyaan sesuai arahan dari pihak kampus. Kemudian penulis melakukan penyebaran yang dibantu oleh mahasiswa KKP dan Skripsi bimbingan Bapak Ir. Untung Rahardja yaitu Elis dan iGreen yang juga merupakan PIC dari TPI. Serta membuat dan memberikan hasil survey kepada pihak kampus yang berkaitan.

Statistk alumni.png

Gambar 4.22 Summary Hasil Survey Alumni 2013

Digunakan untuk Penilaian Dosen iLearning

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan penjelasan pada deskripsi sebelumnya dan permintaan dari pihak

Statistik kuesioner akademik genap 1213.png

Gambar 4.23 Summary Hasil Survey Akademik Semester Genap 2012/2013

Statistik kuesioner akademik ganjil1314.png

Gambar 4.24 Summary Hasil Survey Akademik Semester Genap 2013/2014


Digunakan untuk Perekrutan iRaharja 7 dan 8

Deskripsi sesudahnya:

Statistik iraharja7.png

Gambar 4.25 Summary Hasil Survey Perekrutan iRaharja 7

Statistik iRaharj1314.png

Gambar 4.26 Summary Hasil Survey Perekrutan iRaharja 8

Tujuan dan Manfaat Sistem

Tujuan

Terdapat 5 (lima) tujuan jika permasalahan terpecahkan:

1. Mempercepat proses penyebaran survei tanpa harus memakan banyak waktu.

2. Mengurangi penggunaan tenaga pada proses penyebaran survei.

3. Menghilangkan penggunaan kertas dalam setiap proses pengumpulan data atau pemungutan suara pada kegiatan akademik.

4. Lebih mengakuratkan data yang didapat dari pada sistem iSur yang sebelumnya.

5. menciptakan kampus yang lebih menceriminkan IT sesuai julukan Perguruan Tinggi Raharja

Manfaat

Terdapat 5 (lima) manfaat jika permasalahan terpecahkan:

  1. Proses penyebaran survei dapat dilakukan dengan lebih cepat tanpa harus memakan banyak waktu.
  2. Proses penyebaran survei dapat dilakukan dengan lebih ringkas tanpa memakan banyak tenaga.
  3. Segala bentuk pengumpulan data, pemungutan suara dalan kegiatan akademik dapat dilakukan secara terkomputerisasi menggunakan sistem iSur.
  4. Data yang didapat lebih akurat dan valid.
  5. Terciptanya kampus yang lebih mencerminkan IT sesuai julukan Perguruan Tinggi Raharja.


Kelebihan

iSur atau iLearning Survey adalah salah satu dari 10 pillar IT (TPi) yang disiapkan untuk mendukung segala kegiatan on-line survey di Perguruan Tinggi Raharja. Begitu banyak kegiatan di Perguruan tinggi Raharja yang telah menggunakan iSur karena kemudahan dan kelebihan-kelebihan yang dimilki iSur. Berikut 10 Advantages of iSur :

  1. Faster (Lebih Cepat)
    Rentang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah kegiatan menggunakan iSur adalah rata-rata dua pertiga lebih pendek dari penggunaan survey secara manual. Karena informasi yang dikumpulkan secara otomatis, tidak perlu menunggu hingga kuesioner kertas yang telah diisi oleh responden untuk datang kembali kepada kita. Tingkat respon hampir instan.
  2. Cheaper (Lebih Murah)
    Menggunakan iSur dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan. Tidak perlu lagi melakukan pencetakan dan penggandaan survey atau kuesioner untuk disebarkan dan diisi oleh responden, dan tidak perlu mengalokasikan bagian dari staf untuk memasukkan informasi atau hasil survey ke dalam database. Tanggapan diproses secara otomatis, dan hasilnya dapat diakses setiap saat.
  3. More Accurate (Lebih Akurat)
    Kemungkinan kesalahan yang terjadi apabila menggunakan iSur akan lebih kecil, karena responden men-submit respon mereka langsung ke dalam sistem. Survey yang masih manual atau tradisional bergantung pada ketelitian staf untuk memasukkan semua rincian hasil survey dengan benar, dan kesalahan manusia secara alami dapat menyelinap masuk setiap kali seseorang harus melakukan tugas yang berulang-ulang.
  4. Quick to Analyse (Cepat untuk Dianalisa)
    Hasil survey menggunakan iSur siap untuk dianalisis setiap saat. Data dapat disajikan dalam grafik atau table.
  5. Easy to Use for Participants (Mudah Digunakan oleh Responden)
    Sembilan puluh persen orang yang memiliki akses ke Internet lebih memilih untuk menjawab survey secara online daripada menggunakan survey manual. Begitu juga di Perguruan Tinggi Raharja yang hampir seluruh aktivitas pribadi raharja didalamnya menggunakan internet baik regular maipun iLearning. Dan untuk mahasiswa Ilearning sendiri yang jarang sekali ditemukan membawa alat tulis seperti pulpen ataupun pensil karena memang pembelajaran mereka menggunakan iPad yang tidak putus dari internet, penggunaan survey menggunakan iSur jelas sangat memudahkan untuk mereka. Dan Dengan iSur responden dapat memilih waktu yang sesuai dengan mereka, dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan survey jauh lebih pendek. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak relevan dengan peserta tertentu dapat dilewati secara otomatis.
  6. Easy to Use for Researchers (Mudah Digunakan oleh Peneliti)
    Manfaat utama dari survei online bagi para peneliti adalah bahwa hal itu menghemat waktu. Data tersebut langsung tersedia dan dengan mudah dapat ditransfer ke perangkat lunak statistik khusus atau spreadsheet ketika analisis yang lebih rinci diperlukan. Seperti mahasiswa-mahasiswa yang sedang melakukan penelitian untuk penyelesaian tugas Skripsi mereka. Dengan adanya iSur, mereka dapat lebih cepat mengumpulkan data yang dibutuhkan dan data yang dihasilkan pun akan lebih akurat dan real. Dan iSur juga dapat dijadikan sebagai salah satu metodelogi pengumpulan data yang dilakukan.
  7. Easy to Style (Mudah untuk Gaya)
    Dengan menggunakan iSur, survey yang dibuat dapat di-design sesuai keinginan. Dapat memilih warna dan menganti-ganti tema sesuai kebutuhan. Juga dapat menambahkan gambar, audio, atau video ke pertanyaan-pertanyaan dalam survey.
  8. More Honest (Lebih Jujur)
    Karena iSur merupakan survey yang sudah berbasis online dan responden dapat mengisi survey dimanapun dan kapanpun, sehingga dalam mengisi survey responden jadi dapat memberikan jawaban yang lebih panjang dan lebih rinci. Karena responden merasa aman dan nyaman dalam lingkungan anonim dari Internet, mereka lebih cenderung untuk membuka dan memberikan respon yang lebih jujur.
  9. More Selective (Lebih Selektif)
    Dengan iSur, dapat memilih siapa responden yang akan dikirimi survey dan memungkinkan hanya mereka yang cocok dengan profil target yang ditentukan untuk menyelesaikan survey.
  10. More Flexible (Lebih Fleksibel)
    Urutan pertanyaan dalam survey menggunakan iSur dapat diubah, atau pertanyaan dapat dilewati sama sekali, tergantung pada jawaban pertanyaan sebelumnya. Dengan cara ini, survey dapat disesuaikan dengan masing-masing responden.

Singkatnya, iSur sedikit memakan waktu, lebih murah, mendapatkan hasil yang lebih cepat, dan dapat mentransfer dan menggunakan data dari aplikasi lainnya. Hasil survei dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan penting tentang keperluan apapun.


Slogan

iSur memiliki slogan atau motto yang dapat menyimpulkan tujuan iSur itu sendiri sehingga mudah untuk diingat. Slogan tersebut yaitu

iSUR

Easy to Create, Easy to Fill, Easy to Report

You Can Sure It, Because It’s iSUR

Rancangan Sistem Yang Diusulkan

Diagram Rancangan Sistem Yang Diusulkan

Untuk menganalisa sistem yang diusulkan, pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML 6.4 Enterprise Edition untuk menggambarkan Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram dan Class Diagram. Use Case Diagram menggambarkan kebutuhan sistem dari sudut pandang User dan memfokuskan pada proses komputerisasi. Sebuah Use Case dapat menggambarkan hubungan antara Use Case dengan Actor. Secara umum Use Case adalah pola perilaku sistem dan ukuran transaksi yang berhubungan yang dilakukan oleh satu Actor.

 

Use Case Diagram yang Diusulkan

A. Use Case Diagram Penerapan iSur untuk Kegiatan Akademik

Use Case Diagram menggambarkan kebutuhan sistem dari sudut pandang user dan memfokuskan pada proses komputerisasi. Sebuah use case dapat menggambarkan hubungan antara use case dengan actor. Secara umum use case adalah pola perilaku sistem dan ukuran transaksi yang berhubungan yang dilakukan oleh satu actor.

Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan

Gambar 4.27 Usecase Sistem Penerapan iSur untuk Kegiatan Akademik


Berdasarkan Gambar 4.37 Usecase Diagram Sistem Penerapan iSur untuk Kegiatan Akademik diatas terdapat :

1. Usecase : Login

Actor : Admin iSur

Deskripsi :

Admin iSur melakukan Login terlebih dahulu.

2. Usecase : Create Survey

Actor : Admin iSur

Deskripsi :

Admin iSur melakukan create survey atau membuat survey baru.

3. Usecase : Activate Survey

Actor : Admin iSur

Deskripsi :

Admin iSur mengaktifkan survei yang telah selesai dibuat.

4. Usecase : Create Token

Actor : Admin iSur

Deskripsi :

Admin iSur men-create token atau membuat token pada survei tersebut.

5. Usecase : Add New Token Entry

Actor : Admin iSur

Deskripsi :

Admin iSur memasukkan nama dan email-email calon responden dari survei tersebut, bisa satu persatu ataupun import data seluruh mahasiswa dalam bentuk CSV File.

5. Usecase : Send Email Via Email with Token

Actor : Admin iSur

Deskripsi :

Admin iSur mengirimkan email undangan untuk mengisi survei kepada mahasiswa-mahasiswa berdasarkan data yang telah dimasukkan atau telah di-import sebelumnya.

5. Usecase : Terima Email Undangan untuk Mengisi Survei

Actor : Mahasiswa

Deskripsi :

Mahasiswa menerima email undangan untuk mengisi survei.

5. Usecase : Mengisi Survei

Actor : Mahasiswa

Deskripsi :

Mahasiswa mengisi survei dari link di dalam email yang mereka terima.

5. Usecase : Kirim Survei

Actor : Mahasiswa

Deskripsi :

mahasiswa mengirim survei yang telah mereka isi.

5. Usecase : Terima Email Hasil Tanggapan Survei

Actor : Admin iSur

Deskripsi :

Admin iSur menerima email dari setiap hasil tanggapan survei.

5. Usecase : Export Hasil Tanggapan Survei

Actor : Admin iSur

Deskripsi :

Admin iSur meng-export seluruh hasil dari tanggapan survei.

5. Usecase : Buat Laporan Hasil Survei

Actor : Admin iSur

Deskripsi :

Admin iSur membuat laporan dari seluruh tanggapan survei.

Activity Diagram yang Diusulkan

Activity diagram menggambarkan proses bisnis dan urutan aktifitas dalam sebuah proses, yang mana dipakai pada business modelling untuk memperhatikan urutan aktifitas proses bisnis karena bermanfaat untuk membantu memahami proses secara keseluruhan dalam memodelkan sebuah proses. Activity diagram mempunyai peran seperti halnya flowchart, akan tetapi perbedaannya dengan flowchart adalah activity diagram bisa mendukung perilaku pararel sedangkan flowchart tidak bisa. Activity diagram dibuat berdasarkan sebuah atau beberapa use case pada use case diagram, atau bahkan tanpa menggunakan use case diagram.

Usecase iSur yang Diusulkan 2.jpg

Gambar 4.28 Activity Diagram Penerapan iSur untuk Kegiatan Akademik

Berdasarkan Gambar 4.28 Activity Diagram Penerapan iSur untuk Kegiatan Akademik, terdapat :

1 initial node, sebagai objek yang diawali.

11 action state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi di antaranya: login, create survei, activate survey, create token, send survey via email with token, terima undangan untuk mengisisurvei, mengisi survei, kirim survei, terima email hasil tanggapan survei, export hasil tanggapan survei, buat laporan hasil survei.

1 final state, sebagai objek yang diakhiri.

Sequence Diagram yang Diusulkan

Sequence Diagram (diagram urutan) menggambarkan interaksi antara objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu.

Sequence iSur Yang Diusulkan 2.jpg

Gambar 4.29 Sequence Diagram iSur yang Diusulkan


Berdasarkan Gambar 4.29 Sequence Diagram Pembuatan Laporan, terdapat :

- 2 actor, yaitu mahasiswa dan admin iSur

- 1 boundary, interface

- 1 control

- 4 entity yaitu login, survey, token, dan email.

Class Diagram Yang Diusulkan

Diagram Kelas (class diagram) sangat membantu dalam visualisasi kelas dari suatu sistem. Hal ini di sebabkan karena class adalah deskripsi kelompok objek-objek dengan atribut (property) dan relasi yang sama. Disamping itu class diagram bisa memberikan pandangan global atas sebuah sistem. Hal tersebut tercermin dari class-class yang ada dan relasinya satu dengan yang lain. Berikut ini menggambarkan struktur dan deskripsi class pada sistem Widuri

Class Diagram yang diusulkan 2.jpg

Gambar 4.30 Class Diagram iSur yang Diusulkan

Rancangan Database

Rancangan database dipakai untuk mempermudah dalam proses penyeleksian data, serta membantu pemprograman dalam mengambil dan menampilkan data. Pada database digunakan tabel-tabel, dan pada tabel-tabel ini akan dijelaskan nama field, type dan size mengenai data tersebut.

1. Nama File : Surveys

Media : Hard Disk

Isi  : sid + owner_id + admin + active+expires +startdate +adminemail +anonymized + faxto + format + savetimings + template + language + additional_languages + datestamp + usecookie + allowregister + allowsave + autonumber_start + autoredirect + allowprev + printanswers + ipaddr + refurl + datecreated + publicstatistics + publicgraphs + listpublic + htmlemail + sendconfirmation + tokenanswerspersistence + assessments + usecaptcha + usetokens + bounce_email + attributedescriptions + emailresponseto + emailnotificationto + tokenlength + showxquestions + showgroupinfo + shownoanswer + showqnumcode + bouncetime + bounceprocessing + bounceaccounttype + bounceaccounthost + bounceaccountpass + bounceaccountencryption + bounceaccountuser + showwelcome + showprogress + allowjumps + navigationdelay + nokeyboard + alloweditaftercompletion + googleanalyticsstyle + googleanalyticsapikey

Primary Key  : sid

Panjang Record  : 1746

Tabel 4.1 Struktur tabel Surveys

Screen Shot 2014-02-25 at 12.58.37 PM.png
Screen Shot 2014-02-25 at 12.58.54 PM.png

2. Nama File : Question

Media : Hard Disk

Isi  : qid + parent_qid + sid + gid + type + title + question + preg + help + other+ mandatory + question_order + language + scale_id + same_default + relevance

Primary Key  : qid

Panjang Record : 120

Tabel 4.2 Struktur tabel Question

Screen Shot 2014-02-25 at 2.42.53 PM.png

3. Nama File : Permission

Media : Hard Disk

Isi  : sid + uid + permission + create_p + read_p + update_p + delete_p + import_p+ export_p

Primary Key  : permission

Panjang Record : 108

Tabel 4.3 Struktur tabel Permission

Screen Shot 2014-02-25 at 2.53.25 PM.png

4. Nama File : Group

Media : Hard Disk

Isi  : gid + sid + group_name + group_order + description + language + randomization_group + grelevance

Primary Key  : gid

Panjang Record : 173

Tabel 4.4 Struktur tabel Group

Screen Shot 2014-02-25 at 2.59.10 PM.png

5. Nama File : Users

Media : Hard Disk

Isi  : uid + users_name + password + full_name + parent_id + lang + email + create_survey + create_user + participant_panel + delete_user + superadmin + configurator + manage_template + manage_label + htmleditormode + templateeditormode + questionselectormode + one_time_pw + dateformat

Primary Key  : uid

Panjang Record : 596

Tabel 4.5 Struktur tabel Users

Screen Shot 2014-02-25 at 3.12.43 PM.png

6. Nama File : Question Attributes

Media : Hard Disk

Isi  :qaid + qid + attribute + value + language

Primary Key  : qaid

Panjang Record : 92

Tabel 4.5 Struktur tabel Question Attributes

Screen Shot 2014-02-25 at 4.02.45 PM.png


7. Nama File : Tokens

Media : Hard Disk

Isi  :tid + participant_id + firstname + lastname + email + emailstatus + token + language + blacklisted + sent + remindersent + remindercount + completed + usesleft + validfrom + validuntil + mpid

Primary Key  : tid

Panjang Record : 302

Tabel 4.5 Struktur tabel Tokens

Screen Shot 2014-02-25 at 4.40.27 PM.png


7. Nama File : Participant

Media : Hard Disk

Isi  :participant_id + attribute_id + value

Primary Key  : participant_id

Panjang Record : 61

Tabel 4.5 Struktur tabel Participant

Screen Shot 2014-02-25 at 4.47.47 PM.png

Tampilan Layar

Tampilan Login iSur

Homescreen iSur.png

Gambar 4.31 Tampilan Login iSur


Pada gambar 4.31 diatas, merupakan hasil tampilan Homepage iSur yang berisi Button untuk melakukan Login iSur, List Survey, dan informasi contact us iSur. Pengembangan yang dilakukan adalah terdapat pada header yang sebelumnya belum terdapat gambar gedung Perguruan Tinggi Raharja dan tulisan Perguruan Tinggi Raharja.

Tampilan Form Survei di iSur

Screen Shot 2014-01-11 at 12.01.34 AM.png

Gambar 4.32 Tampilan Form Survei di iSur


Pada gambar 4.32 diatas, merupakan tampilan form survey pada iSur. Pengembangan yang penulis lakukan disini dengan sistem sebelumya juga terdapat pada header-nya. Yang sekarang sudah terdapat gambar gedung Perguruan Tinggi Raharja dan tulisan Perguruan Tinggi Raharja, sehingga lebih mengidentitaskan bahwa iSur merupakan sistem yang terdapat di Perguruan Tinggi Raharja.

Tampilan Token Summary

Token Summary.png

Gambar 4.33 Tampilan Token Summary

Pada gambar 4.33 diatas, merupakan tampilan Token Summary dimana didalamnya terdapat tools-tools pendukung penggunaan Tokens dalam iSur.

Tampilan Add New Token Entry

Input tokens.png

Gambar 4.34 Tampilan Add New Token Entry

Pada gambar 4.34 diatas, merupakan tampilan untuk menambah Token Entry atau participants yang akan diundang untuk mengisi survei yang telah dibuat. Fasilitas ini digunakan jika jumlah participants yang akan diundang tidak terlalu banyak atau hanya beberapa participants saja banyak.

Tampilan Import Survey Participants from CSV File

Import database participants.png

Gambar 4.35 Tampilan Import Survey Participants from CSV File

Pada gambar 4.35 diatas, merupakan tampilan untuk menambah Token Entry atau participants yang akan diundang untuk mengisi survei yang telah dibuat. Fasilitas ini digunakan jika jumlah participants yang akan diundang banyak atau sangat banyak, sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga dari admin iSur atau user iSur itu sendiri.

Tampilan Email Template pada Tokens

Email template.png

Gambar 4.36 Tampilan Email Template pada Tokens

Pada gambar 4.36 diatas, merupakan tampilan untuk mengedit isi email-email yang akan terkirim ke participant yang diundang dalam sebuah survei, reminder jika participants belum mengisi survei, konfirmasi ke participants yang telah mengisi survei, dan email untuk admin atau user iSur yang mengiri undangan bahwa telah ada participants yang telah mengisi survei yang dikirim.

Implementasi Sistem Yang Diusulkan

Di dalam menggunakan sistem ini, pengguna menggunakan komputer dengan konfigurasi minimal sebagai berikut:

1. Spesifikasi Hardware

Processor : Intel (R) Atom (TM) CPU N550

Monitor : 10,1”

RAM  : 1,00 GB

Hardisk : 320 GB

2. Spesifikasi Software

Adobe Dreamweaver CS5

Web Browser

3. Hak Akses (Brainware)

Untuk mengakses Widuri dapat dilakukan oleh seluruh Pribadi Raharja yang memiliki akun email eco maupun rinfo.

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Berikut kesimpulan perihal rumusan masalah mengenai Penerapan Sistem iLearning Survey (iSur) untuk Mendukung Kegiatan Akademik Pada Perguruan Tinggi Raharja adalah sebagai berikut :

  1. Sistem iLearning Survey (iSur) yang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja saat ini telah digunakan untuk penilaian dosen iLearning yang dilakukan oleh mahasiswa iLearning. Sebagai kampus yang yang sangat mencerminkan IT, pemanfaatan tersebut dirasa kurang optimal karena dari begitu banyaknya kegiatan akademik di Perguruan Tinggi Raharja ini, pemanfaatan sistem iLearning Survey (iSur) baru digunakan untuk penilaian dosen iLearning saja. Sedangkan masih banyak kegiatan akademik yang jika ditelusuri sangat membutuhkan sistem iLearning Survey (iSur), terutama pada kegiatan yang bersifat pengumpulan data, penilaian, dan vote atau pengambilan suara.
  2. Proses penyebaran survei menggunakan sistem iLearning Survey (iSur) yang berjalan saat ini dilakukan dengan cara menugaskan petugas yang telah dipilih dan ditunjuk oleh admin iSur dan divisi RPU untuk datang ke kelas-kelas iLearning untuk memberitahukan bahwa akan dilakukan survei untuk dosen pengajar dan memberikan link pendek yang akan tertuju ke form survei online di iSur yang telah dibuat oleh admin iSur untuk mahasiswa ketikkan di browser mereka masing-masing, kemudian mereka isi dan submit atau kirim survei tersebut. Barulah setelah itu petugas selesai melakukan survei dan bersiap untuk melakukan tugasnya lagi di kelas-kelas berikutnya sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh divisi RPU. Mengingat pesatnya perkembangan IT di Perguruan Tinggi Raharja ini, kelas iLearning pun bertambah menjadi sangat banyak. Sehingga proses penyebaran survei tersebut dirasa sangat memakan banyak tenaga dan juga waktu. Tenaga dan waktu tersebut yang seharusnya bisa dimanfaatkan petugas yang terpilih untuk melakukan kegiatan lain yang jauh lebih bermanfaat untuk Perguruan Tinggi Raharja ini, hanya terbuang untuk melakukan penyebaran survei ke kelas-kelas iLearning. Selain itu link survei yang diberikan oleh petugas dapat diklik dan diisi surveinya berkali-kali tanpa bisa teridentifikasi siapa yang telah mengisi survei dan siapa yang belum mengisi survei. Sehingga data yang didapat tidak akurat atau tidak valid.
  3. Dengan menggunakan Tokens dalam sistem iLearning Survey (iSur) untuk proses penyebaran survei tentunya sangat efektif, karena proses penyebaran dapat dilakukan dengan cara mengirim undangan untuk melakukan survei melalui email yang telah diinput beserta Nama Lengkap kedalam sistem iLearning Survey (iSur) sebelumnya. Dan admin iSur akan mendapat pemberitahuan melalui email jika sudah ada tanggapan terhadap survei yang telah disebarkan. Kemudian Admin iSur juga dapat mengidentifikasi siapa saja yang telah mengisi survei dan siapa saja yang belum atau tidak lengkap dalam mengisi survei yang disebarkan. Akan tetapi tetap ada pilihan jika ada permintaan identitas yang mengisi survei tidak perlu diketahui. Dengan menggunakan Tokens juga terdapat fasilitas email reminder yang akan terkirim ke email participants yang belum mengisi survei sesuai waktu yang telah diatur sebelumnya. Selain itu link survei yang terkirim menggunakan Tokens hanya dapat diisi satu kali saja, sehingga data yang didapat akan lebih akurat atau valid.

Saran

  1. Sistem iLearning Survey (iSur) agar dapat lebih banyak diterapkan pada kegiatan-kegiatan akademik yang ada di Perguruan Tinggi Raharja, sehingga penggunaannya bisa lebih optimal, dan memaksimalkan penggunaan TPI (Ten Pillar IT iLearning) salah satunya yaitu sistem iLearning Survey (iSur)sebagai sistem pembelajaran iLearning, serta agar lebih mencerminkan kampus IT bagi Perguruan Tinggi Raharja sesuai julukannya.
  2. Penerapan penggunaan Tokens pada Sistem iLearning Survey (iSur) dalam proses penyebaran survei agar segala kegiatan pengumpulan data, penilaian, dan pengambilan suara dapat dilakukan dengan mudah, cepat, menghemat tenaga dan waktu serta data yang diperoleh akurat atau valid.
  3. Penggunaan Tokens dalam proses penyebaran survei pada sistem iLearning Survey dapat bermanfaat sesuai yang diharapkan.

Daftar Pustaka

  1. Simrs. “Metodologi Implementasi Sistem”. [1]. (Diakses tanggal 11 November 2013)
  2. 2,0 2,1 2,2 Mustakini, Jogiyanto Hartono. Sistem Informasi Teknologi, Yogyakarta:Andi Offset.2009.
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 Mulyanto, Agus. 2009. Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  4. Moekijati. "Sistem Infomasi", Prasojo 2011
  5. 5,0 5,1 5,2 5,3 Sutabri, Tata. 2012. "Konsep Dasar Informasi". Yogyakarta: Andi
  6. 6,0 6,1 Yakub. Pengantar Sistem Informasi, Yogyakarta: Graha Ilmu.2012
  7. Jogiyanto, Hartono. Analisis dan Desain Sistem Informasi, Edisi III. Yogyakarta: ANDI.2009
  8. 8,0 8,1 Jogiyanto, HM. 2009. "Perancangan Sistem Informasi Pengenalan Komputer". Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  9. Nugroho, Adi. Rekayasa Perangkat Lunak Menggunakan UML dan Java, Yogyakarta:Andi Offset.2010.
  10. C. Sigit, “Pengantar Manajemen Proyek Berbasis Internet”, PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.2010.
  11. .Anhar, “Panduan Menguasai PHP & MySQL Secara Otodidak”, Mediakita. Jakarta. 2010
  12. FileZilla Wiki. "Mainpage FileZilla Wiki" [2] (Tanggal Akses 30 November 2013)
  13. 13,0 13,1 R. Untung, D.I. Dewi, M. Reni, “Audio Visual as One of The Teaching Resources on iLearning”. CCIT Journal Vol.5 No.2, Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja.2012
  14. Wikipedia. "Pengertian Internet". [3]. Tanggal Akses 13 September 2013.
  15. 15,0 15,1 Philip, Kotler. 2009. Manajemen Pemasaran, edisi 13. Pearson Education Inc. Upper Saddle River, New Jersey
  16. RoadMap Pilar iLearning
  17. Wright Kevin B. "Researching Internet-Based Populations: Advantages and Disadvantages of Online Survey Research, Online Questionnaire Authoring Software Packages, and Web Survey Services".
  18. Dr. Sanders John. "Web 2.0 technologies for undergraduate and postgraduate medical education: an online survey".
  19. Miura Asako, Yamashita Kiyomi. "Psychological and Social Influences on Blog Writing: An Online Survey of Blog Authors in Japan".
  20. J Pereira, E Bruera, H Quan. "Palliative care on the net: an online survey of health care professionals".
  21. Nourman Andrew T, Russell Cristel A. "The Pass-Along Effect: Investigating Word-of-Mouth Effects on Online Survey Procedures".
  22. R. Untung, Maimunah, Hidayati. "Metode Pencarian Data Dengan Menggunakan Intelligence Auto Find System (IAFS)".
  23. R. Untung, Maimunah, Permata Mita Mulya. " Automated Track Recording Sebagai Sistem Pengamanan Pada Sistem Informasi ". CCIT Journal Perguruan Tinggi Raharja : Indonesia, 2008.
  24. R. Untung, Priyambodo Tri Kuntoro, Chalifatullah Siti. "Pengontrolan Mutu Sistem Informasi Dengan Metode Database Self Monitoring".

Daftar Lampiran

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A

LAMPIRAN B

Bimbingan Secara Aktif >12x dan Melalui Email >40x

Melaksanakan Praktek Secara Aktif >12x

Melaksanakan Group Meeting Secara Aktif >12x

2 Seminar IT

Melakukan Pengabdian Tri Darma Perguruan Tinggi

Menghasilkan Artikel Jurnal Ilmiah

Menghasilkan Proposal Hibah

Menghasilkan Poster Session

Melakukan Presentasi Proposal dan Final Presentasi

Hasil Project/Output+CD

2 Do You Know

2 Sinopsis

2 Aplikasi

2 Cerita Sukses

1 Film Kelompok

Kesimpulan Yang Harus Bisa di Google