SI1011464387

Dari widuri
Ini adalah revisi disetujui dari halaman ini; bukan revisi terkini. Lihat revisi terbaru.
Lompat ke: navigasi, cari

PENERAPAN PEDOMAN WIDURI SEBAGAI PENUNJANG

PENILAIAN SIDANG SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR



Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NIM
: 1011464387
NAMA


KONSENTRASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

TANGERANG

(2013/2014)

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PENERAPAN PEDOMAN WIDURI SEBAGAI PENUNJANG

PENILAIAN SIDANG SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Disusun Oleh :

NIM
: 1011464387
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, 13 Oktober 2014

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Maimunah, M.Kom)
NIP : 00594
       
NIP : 007002

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PENERAPAN PEDOMAN WIDURI SEBAGAI PENUNJANG

PENILAIAN SIDANG SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Dibuat Oleh :

NIM
: 1011464387
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Disetujui Oleh :

Tangerang,17 Juni 2014

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
   
NID : 99001
   
NID : 05065

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PENERAPAN PEDOMAN WIDURI SEBAGAI PENUNJANG

PENILAIAN SIDANG SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Dibuat Oleh :

NIM
: 1011464387
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Tahun Akademik 2013/2014

Disetujui Penguji :

Tangerang, 08 Oktober 2014

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(Ferry Sudarto, S.Kom.,M.Pd)
 
(Sri Rahayu, ST.,MMSI)
 
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
NID : 10001
 
NID : 08182
 
NID : 99001

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PENERAPAN PEDOMAN WIDURI SEBAGAI PENUNJANG

PENILAIAN SIDANG SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA

Disusun Oleh :

NIM
: 1011464387
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 17 Juni 2014

 
 
 
NIM : 1011464387

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRAKSI

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembuatan serta pendistribusian Buku Pedoman KKP/TA/SKRIPSI pada Perguruan Tinggi Raharja yang masih secara manual. Dimana dalam pembuatan Buku Pedoman KKP/TA/SKRIPSI ini masih menggunakan Microsoft Word yang dicetak dalam bentuk buku kemudian dilakukan penggandaan dokumen dan pada tahap pendistribusiannya masih harus menunggu beberapa minggu. Sedangkan pedoman ini sangat diperlukan secepatnya oleh mahasiswa untuk dijadikan acuan guna memenuhi poin yang terdapat pada penilaian sidang skripsi dan tugas akhir pada Perguruan Tinggi Raharja. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengubah sistem pembuatan dan pendistribusian Buku Pedoman KKP/TA/SKRIPSI yang masih manual menjadi sistem online. Dengan memanfaatkan teknologi internet, diharapkan sistem penyimpanan dan pendistribusian buku Pedoman KKP/TA/SKRIPSI dapat diakses dengan mudah oleh mahasiswa yang sedang menjalankan KKP/TA/SKRIPSI dan dapat membantu mahasiswa untuk memenuhi poin penilaian sidang skripsi dan tugas akhir. Dalam penelitian ini terdapat 3 (tiga) pokok permasalahan, 3 (tiga) tujuan penelitian, 3 (tiga) manfaat penelitian. Dijelaskan pula mengenai metode pengumpulan data yang relevan diantaranya yaitu metode observasi, 10 (sepuluh) studi pustaka yang digunakan, UML untuk mendeskripsikan sistem yang berjalan serta rancangan prototipe yang akan dibangun. Penulis mendapatkan hasil penelitian bahwa Pedoman Widuri dapat dijadikan alternatif pemecahan masalah dalam memenuhi poin penilaian sidang skripsi dan tugas akhir Perguruan Tinggi Raharja. Sehingga Widuri dan Pessta dapat digunakan sebagai media penyimpanan Pedoman KKP/TA/SKRIPSI dan media informasi mengenai sidang yang dapat diakses secara online oleh Pribadi Raharja.


Kata Kunci: Pedoman , KKP / TA / SKRIPSI , Widuri, Penialain Sidang Skripsi Dan Tugas Akhir

ABSTRACT

This research was motivated by the manufacture and distribution of Handbook KKP/ TA/ SKRIPSI on Perguruan Tinggi Raharja still manually. Where in the manufacture Handbook KKP/TA/SKRIPSI is still using Microsoft word printed in book form later performed on stage document copying and distribution still have to wait a few weeks. While these guidelines are very needed immediately by the student as a reference in order to meet the points contained in the thesis trial assessment and final project at university Prog. Therefore, the purpose of this research is to change the system of production and distribution Handbook KKP/TA/SKRIPSI is still manually into the online system. By utilizing Internet technology, storage and distribution system is expected Handbook KKP / TA / SKRIPSI can be easily accessed by students who are running the KKP/TA/SKRIPSI and can help students to meet the points assessment and trial thesis final project. In this study there are 3 (three) subject matter, 3(three) research purposes, 3 (three) research benefits. He also explained the relevant data collection methods include the method of observation, 10 (ten) used literature, UML to describe the system that runs as well as the design of a prototype to be constructed. Authors obtain research results that can be used as guidelines widuri alternative solutions in meeting thesis trial assessment points and the final project of Perguruan Tinggi Raharja. Widuri and Pessta so can be used as a storage medium Guidelines KKP/TA/ SKRIPSI and media information about the trial can be accessed online by Pribadi Raharja.

Keywords : Guidelines, KKP/TA/SKRIPSI, Widuri , Assessment Thesis and Final Assembly

KATA PENGANTAR


Puji syukur alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan seribu jalan, sejuta langkah serta melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga laporan Skripsi Penulis dapat berjalan dengan baik dan selesai dengan semestinya.

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom) untuk jenjang S1 di Perguruan Tinggi Raharja, Cikokol Tangerang. Sebagai bahan penulisan, penulis mengambil data berdasarkan hasil observasi, wawancara, survey serta studi pustaka yang mendukung penulisan ini.

Hati kecil ini pun menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak penyusunan laporan Skripsi ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pada kesempatan yang singkat ini, izinkanlah penulis menyampaikan selaksa pujian dan terimakasih kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Presiden Direktur Perguruan Tinggi Raharja dan juga sebagai Dosen Pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  2. Ibu Meta Amalya Dewi, M.Kom selaku Dosen Pembimbing II yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  3. Bapak Ferry Sudarto, S.Kom., M.Pd selaku Stakeholder yang telah berkenan meluangkan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk membantu serta memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  4. Ibu Maimunah, M.Kom selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi.
  5. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.
  6. Kedua orang tua, kakak dan saudara keluarga yang telah memberikan dukungan, baik moril, materil maupun doa untuk keberhasilan kepada penulis.
  7. Rekan-rekan grup Fantasy8 (Erlita Rasdiana, Irwan Nurdin, Fitri Lisnawati, Nida Hanifah, Siti Rahmawati, Susan Oktaviani,Yunita Wulansari).
  8. Rekan-rekan Averroes Khususnya Yessi Frecilia yang pernah menjalankan project Widuri
  9. Seluruh anggota REC, khususnya Kiki Amalia yang telah memberikan dukungan dan masukan yang berarti kepada penulis dalam menyelesaikan laporan Skripsi ini
  10. Special thanks to Zico .F. Pratama, S.Kom yang telah setia menemani dan memotivasi semangat, niat serta keinginan penulis untuk menyelesaikan pembuatan laporan Skirpsi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun, penulis harapkan sebagai pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Semoga Laporan Skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.


Tangerang, 17 Juni 2014
Winiarti Prastiwi
NIM. 1011464387

Daftar isi

DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

Daftar Simbol Use Case Diagram.png

DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM

Daftar Simbol Activity Diagram.png


DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

Daftar Simbol Sequence Diagram.png

DAFTAR TABEL


Tabel 3.1 Tujuan Utama dan CSF Pada Perguruan Tinggi Raharja

Tabel 3.2 Identifikasi Kebutuhan TIK

Tabel 3.3 Elisitasi Tahap 1

Tabel 3.4 Elisitasi Tahap II

Tabel 3.5 Elisitasi Tahap III

Tabel 3.6 Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1 Perbedaan Prosedur Pada Pedoman KKP/TA/Skripsi

Tabel 4.2 Perbedaan Prosedur Pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Tabel 4.3 mwiki_logging

Tabel 4.4 mwiki_Archive

Tabel 4.5 mwiki_image

Tabel 4.6 mwiki_file_archive

Tabel 4.7 mwiki_category

Tabel 4.8 mwiki_approved_revs

Tabel 4.9 mwiki_category_links

Tabel 4.10 Pengujian Akses Widuri dan Pessta

Tabel 4.11 Pengujian Search Pedoman KKP

Tabel 4.12 Pengujian Search Pedoman TA

Tabel 4.13 Pengujian Search Pedoman Skripsi

Tabel 4.14 Schedule Implementasi

Tabel 4.15 Penerapan Sistem

Tabel 4.16 Estimasi Biaya

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Alur Akses Penilaian Obyektif TA/Skripsi

Gambar 1.2 Alur Penyerahan Pedoman KKP/TA/Skripsi

Gambar 2.1 Logo Widuri

Gambar 2.2 Ten Pillar IT iLearning

Gambar 2.3 Critical Success Factors

Gambar 2.4 Critical Success Factors (CSFs)

Gambar 2.5 Adobe Dreamweaver CS5

Gambar 2.6 FileZilla

Gambar 2.7 MediaWiki

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Gambar 3.2 Use Case Pedoman KKP/TA/Skripsi Berjalan

Gambar 3.3 Use Case Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Berjalan

Gambar 3.4 Activity Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi Berjalan

Gambar 3.5 Activity Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Berjalan

Gambar 3.6 Sequence Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi Berjalan

Gambar 3.7 Sequence Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Berjalan

Gambar 3.8 Langkah- langkah Elaborasi Tujuan Organisasi

Gambar 3.9 Main Page Sebelumnya

Gambar 3.10 Email Untuk Main Page

Gambar 3.11 Transkip Percakapan iDuHelp! (1)

Gambar 3.12 Email Untuk Pedoman KKP

Gambar 3.13 Transkip Perakapan iDuHelp! (2)

Gambar 3.14 Email Untuk Pedoman Skripsi

Gambar 3.15 Email Untuk Penilaian Sidang

Gambar 3.16 Email Gambar Hilang

Gambar 3.17 Daftar Nama Pengguna

Gambar 3.18 Request Ganti Nama Pada iDuHelp! Offline

Gambar 3.19 Email Untuk Ganti Judul

Gambar 3.20 Tampilan Revision History Sebelumnya

Gambar 3.21 Email Untuk Link Eksternal Target

Gambar 3.22 Email Untuk FAQ

Gambar 3.23 Email Untuk Shortcut TPi

Gambar 3.24 Email Untuk Target Jumlah Pengunjung

Gambar 3.25 Email Untuk Target Artikel

Gambar 3.26 Transkip Percakapan iDuHelp! (3)

Gambar 4.1 Tampilan Main Page Usulan

Gambar 4.2 Tampilan Awal Pedoman KKP

Gambar 4.3 Tampilan Awal Pedoman TA

Gambar 4.4 Tampilan Awal Pedoman Skripsi

Gambar 4.5 Tampilan Awal Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Gambar 4.6 Listing Code Embed Gambar

Gambar 4.7 Listing Code Rename User

Gambar 4.8 Listing Code Pindahkan Judul

Gambar 4.9 Tampilan Revision History Sesudahnya

Gambar 4.10 Tampilan FAQ

Gambar 4.11 Tampilan Shortcut TPi

Gambar 4.12 Tampilan Target Pengunjung

Gambar 4.13 Tampilan Target Artikel

Gambar 4.14 Tampilan Kemudahan Navigasi (1)

Gambar 4.15 Tampilan Kemudahan Navigasi (2)

Gambar 4.16 Tampilan Kemudahan Navigasi (3)

Gambar 4.17 Tampilan Kemudahan Navigasi (4)

Gambar 4.18 Tampilan Kemudahan Navigasi (5)

Gambar 4.19 Use Case Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi Usulan

Gambar 4.20 Use Case Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Usulan

Gambar 4.21 Activity Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi Usulan

Gambar 4.22 Activity Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Usulan

Gambar 4.23 Sequence Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi Usulan

Gambar 4.24 Sequence Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Usulan

Gambar 4.25 Class Diagram

Gambar 4.26 Flowchart System Pedoman Widuri

Gambar 4.27 Flowchart System Penilaian Sidang

Gambar 4.28 Diagram HIPO

Gambar 4.29 Tampilan Awal

Gambar 4.30 Tampilan Isi dari Chapter

Gambar 4.31 Tampilan Tabel Konsentrasi

Gambar 4.32 Tampilan Isi Konsentrasi

Gambar 4.33 Tampilan Akhir

Gambar 4.34 Tampilan Homepage

Gambar 4.35 Tampilan Header

Gambar 4.36 Tampilan Page

Gambar 4.37 Tampilan Body

Gambar 4.38 Tampilan Isi Konten

Gambar 4.39 Tampilan Footer

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Untuk mendapatkan gelar ahli madya atau sarjana diperlukan adanya penyusunan sebuah karya ilmiah yang berisi hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan waktu yang tidak terlalu lama namun tidak juga terlalu singkat. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat menuangkannya dalam sebuah karya ilmiah. Tujuan dibuatnya karya ilmiah ini adalah sebagai bukti penelitian yang juga dapat menjadi referensi bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian selanjutnya.

Laporan KKP/TA/Skripsi merupakan bentuk karya ilmiah yang wajib disusun oleh mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan penelitian. KKP atau Kuliah Kerja Praktek merupakan kegiatan berupa magang atau observasi yang dilakukan mahasiswa dan sebagai salah satu persyaratan dalam melanjutkan Tugas Akhir atau Skripsi. Sedangkan Tugas Akhir dan Skripsi merupakan penelitian yang wajib dilakukan oleh mahasiswa sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md) atau Sarjana (S.Kom).

Sidang skripsi dan tugas akhir merupakan sidang yang akan di lalui mahasiswa tingkat akhir yang telah menyelesaikan laporan skripsi dan tugas akhir. Sidang skripsi dan tugas akhir menjadi suatu hal yang sangat sakral bagi semua mahasiswa dikarenakan sidang itulah yang akan menentukan lulus atau tidaknya mahasiswa tersebut pada suatu perguruan tinggi.

Pedoman penulisan karya ilmiah merupakan informasi yang memandu atau memberikan tuntunan kepada pembaca untuk melakukan apa yang disampaikan didalam pedoman tersebut. Pedoman KKP/TA/Skripsi berisi seluruh informasi mengenai tata cara, teknik penulisan serta penjelasan penilaian penguji sidang.

Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir yang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja saat ini hanya dapat diakses pada jaringan lokal dan akses penuh ada pada Admin serta dapat diakses oleh pembimbing dan penguji sidang pada saat mendekati waktu pelaksanaan sidang. Sedangkan untuk dapat diakses oleh mahasiswa tingkat akhir dapat dilakukan dengan cara mengunjungi box sis kemudian melakukan swipe card untuk login, lalu pilih form online 2 kemudian print dan sign out.

Gambar 1.1 Alur Akses Penilaian Obyektif TA/Skripsi

Sedangkan sistem yang berjalan pada penyerahan Pedoman KKP/TA/Skripsi, mahasiswa harus menjalani beberapa tahap sebagai berikut ini:

Gambar 1.2 Alur Penyerahan Pedoman KKP/TA/Skripsi

Terlihat pada gambar 1.2 bahwa mahasiswa diharuskan melakukan validasi kkp/ta/skrispi kepada kajur yang kemudian dilanjut dengan membayar administrasi ke kasir , dan menyerahkan berkas validasi ke RPU yang kemudian mahasiswa mengikuti pembekalan kkp/ta/skripsi di aula dan baru bisa mengambil buku pedoman kkp/ta/skripsi di resepsonis setelah alur tersebut terpenuhi.

Kebutuhan akan suatu informasi akhir-akhir ini mencangkup hampir disegala ruang lingkup kehidupan. Setiap organisasi membutuhkan informasi yang akurat, cepat dan relevan. Namun pada kenyataannya informasi yang berjalan saat ini tidak sesuai dengan kebutuhan dikarenakan adanya keterbatasan dari suatu sistem informasi yang digunakan.

Berdasarkan latar belakang proses pengaksesan penilaian sidang skripsi dan tugas akhir serta penyerahan buku pedoman kkp/ta/skripsi secara manual di atas, Penulis ingin mengubah proses pembuatan dan pendistribusian Buku Pedoman KKP/TA/Skripsi menjadi online dengan menggunakan sistem Wiki iDu Raharja iLearning atau kepanjangan dari Widuri yang merupakan salah satu dari Ten Pillar IT iLearning. Sehingga tidak hanya pihak-pihak tertentu saja namun seluruh pribadi raharja yang sedang atau belum memulai untuk melaksakan Tugas Akhir atau Skripsi dapat mengakses penilaian sidang skripsi dan tugas akhir serta pedoman kkp/ta/skripsi dengan mudah karena dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Untuk itu diambil judul penelitian "Penerapan Pedoman Widuri Sebagai Penunjang Penilaian Sidang Skripsi Dan Tugas Akhir Pada Perguruan Tinggi Raharja".

Rumusan Masalah

Suatu penelitian dimulai dari rumusan masalah yang kemudian dilanjutkan dengan pemecahan masalah. Rumusan masalah ini berbeda halnya dengan masalah. Masalah merupakan kesenjangan antara yang di harapkan dengan yang terjadi, sedangkan rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Masalah akan timbul apabila ada “kesenjangan" antara teori (what should be) dengan kenyataan yang dijumpai (what is).

Sesuai dengan latar belakang penelitian yang telah diuraikan pada bahasan sebelumnya, penelitian ini secara jelas berkaitan dengan media informasi Pedoman Widuri Sebagai Penunjang Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir pada Perguruan Tinggi Raharja. Beberapa hal akan dikemukakan mengenai media informasi yang saat ini berjalan, serta adanya masalah-masalah yang terjadi pada media informasi. Selanjutnya, akan dinyatakan dan dijelaskan mengapa masalah ini penting dan menarik untuk dipecahkan. Dinilai juga dari kerugian yang akan muncul akibat masalah ini tidak terpecahkan, atau keuntungan yang akan didapatkan akibat masalah ini terpecahkan.

Berdasarkan dari uraian diatas maka penulis mengambil beberapa pokok permasalahan :

  1. Apakah Pedoman Widuri dapat memberikan informasi yang akurat, cepat dan relevan?

  2. Apakah Pedoman Widuri dapat menunjang Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Pada Perguruan Tinggi Raharja?

  3. Apakah Widuri dapat memberikan kemudahan untuk Pribadi Raharja dalam memperoleh informasi?

Ruang Lingkup Penelitian

Untuk mempermudah dan agar lebih terarah serta berjalan dengan baik dalam penyusunan laporan skripsi ini, maka diperlukan adanya suatu batasan masalah atau ruang lingkup suatu penelitian. Adapun ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini adalah :

  1. Hanya diimplementasikan di Perguruan Tinggi Raharja

  2. Implementasi berdasarkan pengembangan sistem pada Final Draft Elisitasi

  3. Penyimpanan Pedoman KKP/TA/Skripsi pada Widuri

  4. Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir diakses pada pessta.ilearning.me

  5. Halaman Utama Widuri dengan berbagai kemudahan navigasi

  6. Dapat diakses oleh seluruh Pribadi Raharja secara online

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan rumusan kalimat yang menunjukkan adanya hasil, sesuatu yang diperoleh setelah penelitian selesai, serta sesuatu yang akan dicapai/dituju dalam sebuah penelitian.

Tujuan penelitian ini berfungsi untuk mengetahui deskripsi berbagai fenomena alamiah, menerangkan hubungan antara berbagai kejadian, memecahkan masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, dan untuk memperlihatkan efek tertentu.

Tujuan penelitian dibedakan menjadi dua macam yaitu Tujuan Umum dan Tujuan Khusus. Tujuan Umum mengandung uraian garis besar sasaran akhir secara keseluruan yang akan dicapai, sedangkan tujuan khusus mengandung uraian secara rinci untuk mencapai tujuan umum.

Tujuan penelitian yang menguraikan secara tegas dan jelas tujuan dilaksanakan penelitian di objek penelitian yang dipilih tersebut untuk objek penelitian atau organisasi. Tujuan berkaitan erat dengan rumusan masalah yang ditetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Tujuan penelitian dijabarkan, biasanya menggunakan kata-kata kerja pembuka antara lain: menemukan, menjelaskan, menganalisis, menguraikan, menilai, menguji, membandingkan, menemukan hubungan antara, memperoleh data atau pengetahuan atau keterangan tentang peneliti.­­

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

  1. Memberikan informasi yang cepat, akurat dan relevan serta dapat diakses secara online kapanpun dan dimanapun.

  2. Menyediakan informasi yang dapat menunjang penilaian sidang skripsi dan tugas akhir.

  3. Menciptakan kemudahan navigasi untuk memperoleh informasi yang cepat, akurat dan relevan.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan dan terjawabnya rumusan masalah secara akurat. Manfaat atau Kegunaan hasil penelitian dapat diklasifikasikan menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis artinya hasil penelitian bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan obyek penelitian. Manfaat praktis bermanfaat bagi berbagai pihak yang memerlukannya untuk memperbaiki kinerja, terutama bagi Perguruan Tinggi Raharja, Dosen dan Mahasiswa serta seseorang untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Dalam penulisan laporan Skripsi ini dikemukakan beberapa manfaat, yaitu :

  1. Mengubah sistem pendistibusian pedoman kkp/ta/skripsi dan sistem informasi penilaian sidang skripsi dan tugas akhir di Perguruan Tinggi Raharja yang berjalan secara manual saat ini menjadi secara digital dan tersentralisasi, dan dapat diakses secara online.

  2. Dengan adanya hasil dari penelitian yang menjadikan sistem pendistibusian pedoman kkp/ta/skripsi dan sistem informasi penilaian sidang skripsi dan tugas akhir, maka seluruh civitas akademik Perguruan Tinggi Raharja dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses pedoman kkp/ta/skripsi dan sistem informasi penilaian sidang skripsi dan tugas akhir secara cepat, tepat dan akurat. Selain itu dapat melakukan pengaksesan laporan dimanapun dan kapanpun.

  3. Dengan disediakannya kemudahan navigasi untuk Peribadi Raharja dalam mengakses Widuri maka akan semakin memberi kemudahan dalam memperoleh informasi.

Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi. Suatu penelitian mempunyai rancangan penelitian tertentu. Rancangan ini menggambarkan prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan kondisi arti apa data dikumpulkan dan dengan cara bagaimana data tersebut dihimpun dan diolah untuk digunakan dalam penyusunan laporan.

Dalam hal ini penulis menggunakan 6 (enam) metode penelitian yang meliputi metode pengumpulan data , metode analisa, metode studi elisitasi, metode pengembangan, metode prototype dan metode pengujian.

Adapun penjelasan lebih rinci mengenai metode yang digunakan penulis dalam menyusun laporan Skripsi ini sebagai berikut:

Metode Pengumpulan Data

  1. Observasi (Pengamatan)

    Merupakan metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan pada Perguruan Tinggi Raharja yang menjadi lokasi penelitian guna memperoleh data dan keterangan yang berhubungan dengan jenis penelitian.

  2. Wawancara

    Merupakan metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian (Lerbin,1992 dalam Hadi, 2007). Pada metode ini penulis melakukan proses tanya jawab kepada beberapa narasumber pada objek penelitian yaitu Perguruan Tinggi Raharja. Dalam hal ini proses tanya jawab dilakukan langsung kepada penyusun pedoman yang juga sebagai stakeholder, beberapa mahasiswa melalui email maupun percakapan melalui iDuHelp! dan rooster.

  3. Studi Pustaka (Literature Review)

    Studi Pustaka adalah segala upaya yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh dan menghimpun segala informasi tertulis yang relevan dengan masalah yang diteliti. Informasi ini diperoleh dari buku-buku, laporan penelitian, tesis/ disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan dan sumber-sumber lain. Pada metode ini penulis akan mendapatkan informasi dengan mempelajari buku-buku dan literature yang ada seperti CCIT Journal Perguruan Tinggi Raharja.

Metode Analisa

  1. Metode Analisa Sistem

    Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisa CSF (Critical Success Factor) sebagai upaya untuk menginterpretasikan objektif secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang harus dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan.

  2. Metode Analisa Perancangan Program

    Pada metode ini penulis menggunakan UML (Unified Model Language) dan Bagan Alur Program (Flowchart Program) untuk menunjukkan alur kerja atau apa yang sedang dikerjakan di dalam sistem secara keseluruhan serta menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yg ada di dalam sistem dengan menggunakan simbol.

Metode Studi Elisitasi

Pada metode elisitasi ini dilakukan dengan tiga tahap yaitu elisitasi tahap I, elisitasi tahap 2, elisitasi tahap 3 dan elisitasi final. Untuk meneliti sistem widuri ini penulis mengacu pada elisitasi final.

Metode Pengembangan

Pada metode pengembangan ini penulis menggunakan metode prototipe. Metode ini digunakan untuk menyelesesaikan masalah kesalahpahaman antara user dan analis yang timbul akibat user tidak mampu mendefinisikan secara jelas kebutuhannya.

Metode Prototipe

Metode prototipe sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen. Pada metode prototipe ini penulis menggunakan pendekatan Throw-away yang mana prototipe tersebut dibuat dan ditest.

Metode Pengujian

Pada metode pengujian ini penulis menggunakan metode Black Box Testing untuk mengetahui apakah sistem sudah memenuhi kebutuhan pengguna yang didefinisikan pada saat awal tanpa membuka listing program.

Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas laporan ini, maka materi-materi yang tertera pada Laporan Skripsi ini dikelompokkan menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penyampaian sebagai berikut :

Berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat, metode penelitian dan sistematika penulisan.

Bab ini berisikan teori umun, teori khusus serta literature review yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku yang berkaitan dengan penelitian.

Bab ini berisikan gambaran umum perusahaan, tata laksana sistem yang berjalan, analisa sistem yang berjalan, konfigurasi sistem yang berjalan, permasalahan dan alternatif pemecahan masalah, user requirement dan deskripsi sebelumnya dari final elisitasi yang diusulkan.

Bab ini menjelaskan deskripsi sesudahnya final elisitasi yang diusulkan, rancangan sistem usulan, rancangan basis data, flowchart sistem, rancangan program, rancangan prototipe, konfigurasi sistem usulan, testing, evaluasi, implementasi serta estimasi biaya yang dijabarkan secara rinci.

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya.

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

1. Definisi Sistem

Menurut Sutabri (2012:22), Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi dalam sistem tersebut.[1]

Menurut Mustakini (2009:34)[2], sistem merupakan pendekatan prosedur dan pendekatan komponen, sistem juga dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu.

Menurut Agus Mulyanto, (2009 : 1)[3], sistem secara umum didefinisikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu sebagai satu kesatuan.

Dengan demikian pengertian sistem dapat disimpulkan sebagai suatu prosedur atau elemen yang saling berhubungan satu sama lain dimana dalam sebuah sistem terdapat suatu masukan, proses dan keluaran, untuk mencapai tujuan yang diharapkan. (Agus Mulyanto, 2009 : 2)[3]

2. Karakteristik Sistem

Menurut Sutabri (2012:20)[1], sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1 ) Komponen Sistem (Components System)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2 ) Batas Sistem (Boundary System)

Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

3 ) Lingkungan Luar Sistem(Environment System)

Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem tersebut.

4 ) Penghubung Sistem (Interface System)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

5 ) Masukan Sistem (Input System)

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

6 ) Pengolahan Sistem (Processing System)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

7 ) Keluaran Sistem (Output System)

Hasil energi diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsitem lain.

8 ) Sasaran Sistem (Objective)dan tujuan (Goals)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidakmemiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

3. Klasifikasi Sistem

Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiapkasus yang terjadi dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya (Tata Sutabri, 2012:22)[1]

1 ) Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System)

Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologi, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi, dan sistem persediaan barang.

2 ) Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human machine system. Misalnya sistem informasi berbasis komputer.

3 ) Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)

Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi. Sebagai contoh adalah hasil pertadingan sepak bola. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Misalnya kematian seseorang.

4 ) Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System)

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya campur tangan dari pihak di luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi pada kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup. Contohnya adalah sistem adat masyarakat Baduy. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Misalnya sistem musyawarah.

Konsep Dasar Informasi

1. Definisi Data

Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data atau item. Menurut McLeod dalam bukunya Yakub (Yakub,2012: 5)[4] “ Data adalah deskripsi kenyataan yang menggambarkan adanya suatu kejadian (event), data terdiri dari fakta (fact) dan angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai”. Data dapat berbentuk nilai yang terformat, teks, citra, audio, dan video.

  1. Teks, adalah sederetan huruf, angka, dan simbol-simbol yang kombinasinya tidak tergantung pada masing masing item secara individual misalnya, artikel koran, majalah dan lain-lain.

  2. Data yang terformat, adalah data dengan suatu format tertentu, misalnya data yang menyatakan tanggal atau jam, dan nilai mata uang.

  3. Citra (image), adalah data dalam bentuk gambar, citra dapat berupa, grafik, foto, hasil ronsten, dan tanda tangan.

  4. Audio, adalah data dalam bentuk suara misalnya, instrumen musik, suara orang, suara binatang, detak jantung, dan lain-lain.

  5. Video, adalah data dalam bentuk gambar yang bergerak dan dilengkapi dengan suara misalnya, suatu kejadian dan aktivitas-aktivitas dalam bentuk film.

2. Kualitas Informasi

Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh tiga hal pokok, diantaranya yaitu (Agus Mulyanto, 2009 : 247)[3]:

a.Akurasi (Accuracy)

Sebuah informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi tersebut menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.

Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau mengubah data-data asli tersebut.

Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah:

  1. Informasi yang akurat harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian tentunya akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.
  2. Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut.
  3. Informasi harus aman dari segala gangguan (noise) dapat mengubah atau merusak akurasi informasi tersebut dengan tujuan utama.

b.Tepat Waktu (Timeliness)

Informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan berakibat fatal bagi perusahaan. Mahalnya informasi disebabkan harus cepat dan tepat informasi tersebut didapat. Hal itu disebabkan oleh kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan bantuan teknologi-teknologi terbaru. Dengan demikian diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan informasi tersebut.

c.Relevansi (Relevancy)

Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda. Misalnya, informasi mengenai kerusakan infrastruktur laboratorium komputer ditujukan kepada rektor universitas. Tetapi akan lebih relevan apabila ditujukan kepada penanggung jawab laboratorium.

3. Nilai Informasi

Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost). Namun, dalam kenyataannya informasi yang biaya untuk mendapatkannya tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula.

Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. (Agus Mulyanto, 2009 : 247)[3].

Konsep Dasar Sistem Informasi

1. Definisi Sistem Informasi

Terdapat berbagai macam pengertian sistem informasi menurut beberapa ahli, diantaranya sebagai berikut :

Menurut Agus Mulyanto (Mulyanto, 2009:29)[3], “Sistem informasi merupakan suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan.”

Menurut Sutarman (2012:13)[5], "Sistem informasi adalah sistem yang dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memperoses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi)".

Menurut Sutabri (2012:46)[1], Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari pengumpulan, pemasukan, pemrosesan data, penyimpanan, pengolahan, pengendalian dan pelaporan sehingga tercapai sebuah informasi yang mendukung pengambilan keputusan didalam suatu organisasi untuk dapat mencapai sasaran dan tujuannya”.

2. Komponen Sistem Informasi

Tata Sutabri (2012:47)[1] mengemukakan bahwa “Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (Building Block), yang terdiri dari blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali. Sebagai suatu sistem, keenam blok bangunan tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran”. Blok bangunan itu terdiri dari:

  1. Blok Masukan (Input Block)

    Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

  2. Blok Model (Model Block)

    Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

  3. Blok Keluaran (Output Block)

    Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

  4. Blok Teknologi (Technology Block)

    Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Blok teknologi terdiri dari teknisi (Humanware atau Brainware), perangkat lunak (Software) dan perangkat keras (Hardware).

  5. Blok Basis Data (Database Block)

    Basis data (Database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak paket yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems).

  6. Blok Kendali (Controls Block)

    Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

3. Klasifikasi Sistem Informasi

Sistem informasi dapat dibentuk sesuai kebutuhan organisasi masing-masing. Oleh karena itu, untuk dapat menerapkan sistem yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan, pelaksanaan, pengaturan, dan evaluasi sesuai keinginan masing-masing organisasi. Klasifikasi sistem informasi tersebut sebagai berikut [1]:

  1. Sistem nformasi berdasarkan level organisasi

    Dikelompokkan menjadi level operasional, level fungsional dan level manajerial.

  2. Sistem informasi berdasarkan aktifitas manajemen

    Dikelompokkan menjadi sistem informasi perbankan, sistem informasi akademik, sistem informasi kesehatan, sistem informasi asuransi dan sistem informasi perhotelan.

  3. Sistem informasi berdasarkan fungsionalitas bisnis

    Dikelompokkan menjadi sistem informasi akuntansi, sistem informasi keuangan, sistem informasi manufaktur, sistem informasi pemasaran dan sistem informasi sumber daya manusia.

4. Tujuan Sistem Informasi

Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi (Information) dari bentuk data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. (Jogiyanto H.M., 2010:13) [6]

Tujuan sistem informasi terdiri dari Kegunaan (Usefulness), Ekonomi (Economic), Keandalan (Realibility), Pelayanan Langganan (Customer Service), Kesederhanaan (Simplicity), dan Fleksibilitas (Fleksibility).

  1. Kegunaan (Usefulness)

    Sistem harus menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan untuk pengambilan keputusan manajemen dan personil operasi di dalam organisasi.

  2. Ekonomi (Economic)

    Semua bagian komponen sistem termasuk laporan-laporan, pengendalian-pengendalian, mesin-mesin harus menyumbang suatu nilai manfaat setidak-tidaknya sebesar biaya yang dibutuhkan.

  3. Keandalan (Realibility)

    Keluaran sistem harus mempunyai tingkatan ketelitian yang tinggi dan sistem itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif bahkan pada waktu komponen manusia tidak hadir atau saat komponen mesin tidak beroperasi secara temporer.

  4. Pelayanan Langganan (Customer Service)

    Sistem harus memberikan pelayanan dengan baik atau ramah kepada para pelanggan. Sehingga sistem tersebut dapat diminati oleh para pelanggannya.

  5. Kesederhanaan (Simplicity)

    Sistem harus cukup sederhana sehingga terstruktur dan operasinya dapat dengan mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti.

  6. Fleksibilitas (Fleksibility)

    Sistem harus cukup fleksibel untuk menangani perubahan-perubahan yang terjadi, kepentingannya cukup beralasan dalam kondisi dimana sistem beroperasi atau dalam kebutuhan yang diwajibkan oleh organisasi.

Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen atau disingkat SIM bukan merupakan hal baru. Ruang lingkup SIM sebenarnya terabcang pada tiga kata pembentuknya, yaitu "sistem", "informasi", dan "manajemen".[7]

Menurut David Kroenke dalam Nugroho [7] , SIM adalah pengembangan dan penggunaan sistem- sistem informasi yang efektif dalam organisasi- organisasi.

Menurut Mc. Leod dalam Nugroho (2005:168)[7] , SIM didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis kompter yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa.

Konsep Dasar Analisa Sistem

1. Definisi Analisa Sistem

Menurut Mulyato (2009:125)[3], Analisa sistem adalah teori sistem umum yang sebagai sebuah landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam sistem yang sedang berjalan agar menjadi lebih efisien, mengubah sasaran sistem yang sedang berjalan, merancang/mennganti output yang sdang digunakan, untuk mencapai tujuan yang sama dengan seperangkat input yang lain (bisa jadi lebih sederhana dan lebih interatif) atau melakukan beberapa perbaikan serupa.

Menurut Yakub (2012:142)[4], Analisa sistem dapat diartikan sebagai suatu proses untuk memahami sistem yang ada, dengan menganalisa jabatan dan uraian tugas (business users), proses bisnis (business prosess), ketentuan atau aturan (business rule), masalah dan mencari solusinya (business problem and business soulution), dan rencana-rencana perusahaan (business plan).

Analisa sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari sebuah sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian tertentu dari suatu informasi dengan maksud untuk melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan, serta kebutuhan-kebutuhan lainnya yang diharapkan sehingga dapat memberikan perbaikan-perbaikan yang diusulkan.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis sitem adalah suatu proses sistem yang secara umum digunakan sebagai landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam suatu sistem tertentu.

Konsep Dasar Teknologi Informasi

Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi terlebih dahulu kita harus mengerti pengertian dari teknologi dan informasi itu sendiri. Berikut ini pengertian teknologi dan informasi :

Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya, sedangkan Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya

Pengertian teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi informasi :

Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995)

Menurut Daryanto (2010:3)[8], "Teknologi informasi adalah sub- sistem atau sistem bagian dari sistem informasi".

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi yang memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat.

Konsep Dasar Pengujian

1. Pengertian Pengujian

Menurut Simarmata (2010:299)[9], Pengujian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perangkat lunak. Proses pengujian juga mempengaruhi masa penggunaan perangkat lunak. Semakin terperinci proses pengujian yang dilakukan, semakin lama rentang waktu yang akan diperlukan pada satu pemeliharaan perangkat lunakdan untuk proses selanjutnya.

Pengujian perangkat lunak merupakan aktivitas menantang yang melibatkan beberapa kegiatan yang saling berkaitan satu sama lain. Diawal pengujian, hal yang perlu dilakukan adalah pemilihan dan perencanaan pengujian dengan memperhatikan teknik-teknik pengujian yang mungkin dilakukan terhadap pengujian perangkat lunak tersebut. [9]

2. Tingkatan Pengujian

Pengujian dapat dilakukan pada tingkatan berikut:

  1. Pengujian unit (unit testing) menguji komponen perangkat lunak komponan atau modul.
  2. Pengujian integrasi (integration testing) menjelaskan kecacatan dalam antarmuka dan interaksi antarkomponen terpadu (modul).
  3. Pengujian sistem (system testing) menguji sistem terpadu secara penuh untuk memastikan bahwa sistrem telah memebuhi persyaratan
  4. Pengujian sistem integrasi (system integration testing) memverfikasi sistem terpadu untuk semua sistem eksternal atau pihak ketiga yang telah ditetapkan di dalam persyaratan sistem.

Konsep Dasar Prototipe

1. Pengertian Prototipe "prototyping"

Menurut Mustakini (2009:525) [2],Suatu prototipe (prototype) adalah bentuk dasar atau model awal dari suatu sistem atau bagian dari suatu sistem. Setelah dioperasikan, prototip ditingkatkan terus sesuai dengan kebutuhan pemakai sistem yang juga meningkat.

Prototyping adalah proses pengembangan suatu prototipe secara cepat untuk digunakan terlebih dahulu dan ditingkatkan terus menerus sampai didapatkan sistem yang utuh.[2]

2. Tahapan - tahapan Prototipe: (Mustakini , 2009:526) [2]

  1. Identifikasikan kebutuhan pemakai yang paling mendasar,
  2. Membangun prototipe,
  3. Menngunakan prototipe,
  4. Merevisi dan meningkatkan prototipe,
  5. Jika prototipe lengkap menjadi sistem yang dikehendaki, proses iterasi dihentikan.

3. Kelebihan Prototipe

  1. Jika sisten yang dikembangkan ingin digunakan secepatnya karena keputusan yang akan diambil manajer merupakan keputusan yang harus segera dilakukan dengan berdasarkan pada informasi yang diberikan oleh sistem.
  2. Terjadi ketidakpastian terhadap rancangan dari sistem yang dapat merubah dengan berjalannya waktu disebabkan karena kebutuhan informasi pemakai sistem bekum jelas. Dengan prototyping, sistem akan selalu ditingkatkan jika kebutuhan pemakai dari waktu ke waktu muncul dan dibutuhkan
  3. Prototyping mendorong partisipasi dan keterlibatan pemakai sistem dalam pengembangan sistem karena sistem akan terus ditingkatkan dari hasil saran-saran yang diberikan oleh pemakai sistem.

4. Kekurangan Prototipe

  1. Kualitas sistem akan berkurang disebabkan sistem tidak dirancang secara terintegrasi sehingga dapat menyebabkan integrasi basis data kurang baik dan hubungan satu bagian dengan bagian lain di sistem kurang terintegrasi.
  2. Dokumentasi dari sistem kurang baik dibandingkan dengan yang diberikan SDLC yang sudah terancang dengan baik.

Teori Khusus

Definisi KKP/TA/Skripsi

1. Definisi KKP

Pengertian Kuliah Kerja Praktek (KKP), adalah : (Buku Panduan KKP,2013:4) [10]

  1. Kuliah Kerja Praktek (KKP) merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa berupa magang atau observasi di perusahaan atau instansi pemerintah secara terbimbing dan terpadu sebagai persyaratan kelulusan.
  2. Magang adalah bentuk belajar dan berlatih keterampilan pada dunia kerja yang lebih menekankan pada praktek daripada teori.
  3. Observasi adalah metode pengumpulan data dimana peneliti atau kolaboratornya mencatat informasi sebagaimana yang mereka saksikan selama penelitian.
  4. Kuliah Kerja Praktek (KKP) merupakan proses perpaduan berbagai komponen pengetahuan teoritis dengan praktek.

A. Maksud

Memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan dan memperluas wawasan penerapan teori dan pengetahuan yang telah diterimanya didalam perkuliahan pada kegiatan nyata dibidang studinya masing-masing.

B. Tujuan

  1. Mahasiswa mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja setelah menyelesaikan pendidikannya.
  2. Agar mahasiswa mendapatkan pengalaman secara factual dilapangan sebagai wahana terbentuknya tenaga yang professional, yaitu tenaga yang memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang diperlukan bagi profesinya serta mampu menerap kan dalam kehidupan dunia kerja yang nyata.

2. Definisi TA/Skripsi

Menurut Buku Panduan Tugas Akhir Dan Skripsi Perguruan Tinggi Raharja (2013:2)[11], Tugas Akhir atau Skripsi adalah karya ilmiah yang harus dibuat mahasiswa sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom.) untuk jenjang S1 dan Ahli Madya (A.Md) untuk jenjang DIII dalam ilmu komputer.

Tujuan Tugas Akhir dan Skripsi adalah untuk mengenal penerapan metodologi penelitian/perancangan, membina kemampuan memecahkan masalah dan membina keterampilan dalam suatu bidang. Tugas Akhir atau Skripsi juga dapat merupakan latihan pemahaman menyeluruh bagi mahasiswa mengenal pendidikan, dimana disajikan secara terpisah- pisah dalam berbagai matakuliah, dan latihan kerja ilmiah mandiri. [11]

Terdapat beberapa definisi yang perlu dipahami dalam penyusunan Tugas Akhir atau Skripsi tersebut :

  1. Karya Ilmiah Karya yang ditulis berdasarkan kebenaran ilmiah yang diperoleh dari hasil penelitian langsung dilapangan (field research) maupun penelitian dengan menggunakan kepustakaan, buku -buku dan literatur (library research).
  2. Ilmiah Yaitu sesuai dengan kaidah -kaidah ilmu pengetahuan.
  3. Ilmu Pengetahuan (knowledge) yang disusun secara sistematis, berdasarkan hasil penelitian (research), pengamatan (observation), pengkajian, dan percobaan-percobaan untuk menentukan hakekat dan prinsip-prinsip dari hal yang dipelajari.

Definisi Widuri

Dikutip dari iMe Widuri[12], Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning) merupakan sistem pelayanan informasi dengan menggunakan Wiki. Dimana pembaca dapat secara bebas mengakses dan membaca artikel serta informasi didalamnya. Dan pengguna terdaftar dapat membuat artikel baru yang belum tersedia serta memperbaiki artikel yang telah ada atau dibuat oleh orang lain. Sehingga Widuri mendukung pembuatan artikel yang terkolaborasi. Artikel yang ada di Widuri selalu dalam tahap penyempurnaan, karena informasi yang terdapat didalamnya selalu berkembang.

Widuri dalam menunjang sistem pelayanan yang kolaboratif pada Perguruan Tinggi Raharja juga diharapkan dapat memberikan informasi yang terpercaya, sehingga mahasiswa tidak meragukan informasi yang didapatkan serta memudahkan dalam mengakses informasi.

Logo widuri.png

Gambar 2.1. Logo Widuri

Adapun artikel yang terdapat di Widuri antara lain :

  1. Artikel mengenai Perguruan Tinggi Raharja

  2. Artikel mengenai Profil Pribadi Raharja, baik mahasiswa maupun dosen pengajar Raharja.

  3. Artikel mengenai Laporan KKP/TA/Skripsi pada Perguruan Tinggi Raharja.

Dikutip dari iRAN[13], WIDURI itu kepanjangan dari Wiki iDu Raharja iLearning. Dilihat dari namanya wiki, WIDURI ini menggunakan media dari Wiki. IstilahWiki yang dikutip dari Wikipedia adalah sebuah situs web (atau koleksi dokumenhiperteks lainnya) yang memperbolehkan penggunanya menambah atau mengubah isisitus tersebut. Istilah ini juga dapat merujuk kepada software kolaboratif yangdigunakan untuk menciptakan situs web semacam itu. Konsepnyamirip seperti Wikipedia. Istilah Wikipedia yang dikutip dari situs Wikipediasendiri yaitu proyek ensiklopedia multibahasa dalam jaringan yang bebas danterbuka. Namun Widuri memiliki arti dan keistimewaan sendiri.

Dikutip dari IT Roadmap [14], Widuri adalah media sharing dan kolaborasi yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja yang bisa digunakan oleh seluruh Pribadi Raharja. Widuri bisa digunakan untuk membuat laporan penelitian, CV, dan keperluan lainnya yang nantinya bisa menjadi sarana kolaborasi.

Definisi Penilaian

Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka atau deskripsi verbal), analisis, dan interpretasi untuk mengambil keputusan.[15]

Penilaian merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian dilaksanakan melalui berbagai bentuk antara lain: penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri.[15]

Definisi Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Sidang Tugas Akhir merupakan pengujian akhir terhadap tugas akhir yang dibuat oleh mahasiswa di depan dewan penguji.[16]

Sidang atau persidangan adalah salah satu kelengkapan organisasi yang mutlak harus dimiliki oleh setiap organisasi dimanapun dan apapun, karena ditangan persidangan inilah arah dan tujuan organisasi tersebut ditentukan. Melalui sidang pulalah baik buruknya sebuah laju organisasi dapat dievaluasi, sehingga lazimnya bagi sebuah organisasi, sidang memiliki kekuatan hukum tertinggi dibandingkan dengan kelengkapan organisasi yang lainnya.[17]

Secara umum sidang sendiri memiliki pengertian berkumpul, bermusyawarah dan berunding (Muhammad Ali, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia), sedangkan secara khusus pengertian sidang dapat lebih dispesifikkan lagi tergantung siapa dan apa tujuan diadakan persidangan.[17]

Definisi Ten Pillar IT iLearning

Gambar 2.2 Ten Pillar IT iLearning

Sistem Arsitektur pada Perguruan Tinggi Raharja terdiri dari 10 Pillar IT iLearning, diantaranya:[14]

  1. iRme (iLearning Raharja Multimedia e-Portfolio)
    adalah media penyimpanan CV Pribadi Raharja dalam bentuk online (e-portfolio). Pribadi Raharja bisa membangun CV mereka dengan praktis kapanpun dan dimanapun dengan konsep paperless yang ditunjang dengan kemajuan teknologi membuat iRme ini adalah bukti bahwa Raharja mendukung Go Green.
  2. Rinfo (Email Raharja.info)
    adalah layanan email gratis yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk semua Pribadi Raharja, alat komunikasi utama dan paling vital untuk para Pribadi Raharja. Setiap user Rinfo diberikan kapasitas sampai dengan 30GB. Semua kegiatan yang dilakukan akan mustahil tanpa adanya Rinfo ini. Selain itu, bisa juga dikatakan bahwa Rinfo terintegrasi semua pillar-pillar yang ada.
  3. iDu (iLearning Education)
    IDU (iLearning Education) merupakan sistem pembelajaran yang baru di kembangkan oleh perguruan tinggi raharja secara online untuk memudahkan civitas kampus dan mahasiswa dalam menjalankan perkuliahan. iDU bukan merupakan website lokal,tetapi iDU dapat diakses dimanapun dan kapanpun.
  4. iRan (iLearning Raharja Ask & News)
    Raharja Ask and News adalah media aplikasi yang dirancang untuk memberikan layanan informasi, kejadian, pengetahuan atau peristiwa umum, maupun khusus di Perguruan Tinggi Raharja. News biasanya berkaitan dengan pekerjaan Wartawan, Wartawan adalah orang yang bekerja memburu, meliput, kemudian menuliskan berita (News). Raharja News yang merupakan bagian dari Kumpulan aplikasi iRaharja.
  5. iDuHelp!
    adalah pelayanan yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk melayani kebutuhan dan memberikan kepuasan kepada Pribadi Raharja yang meliputi, menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memberikan informasi, dan penanganan keluhan-keluhan yang berhubungan dengan TPi ataupun kegiatan kampus yang sesuai dengan ruang lingkup.
  6. Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning)
    adalah media sharing dan kolaborasi yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja yang bisa digunakan oleh seluruh Pribadi Raharja. Widuri bisa digunakan untuk membuat laporan penelitian, CV, dan keperluan lainnya yang nantinya bisa menjadi sarana kolaborasi.
  7. Rooster (Role Online System Ticketing Raharja)
    merupakan sebuah sistem pelayanan informasi dengan menggunakan tiket online yang akan diberikan kepada pihak yang terkait, agar dapat memberikan informasi yang cepat, tepar dan akurat. ROOSTER ini telah digunakan pada perguruan Tinggi Raharja yang bertujuan untuk menunjang sistem pelayanan chat online dan offline yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, salah satu contohnya adalah pelayanan iDuHelp! yang sedang berjalan saat ini.
  8. iMe (iLearning Media)
    adalah ada official portal blogging yang dipersembahkan untuk Pribadi Raharja dan setiap Pribadi Raharja akan mendapatkan subdomain sebagai media dokumentasi segala bentuk aktifitas tridarma.
  9. Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services)
    magics adalah media penyimpanan gambar, podcast dan video untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Setiap Pribadi Raharja berhak mendapatkan account magics yang bisa mereka gunakan sebagai tempat penyimpanan.
  10. iSur (iLearning Survey)
    adalah sistem survey berbasis web yang digunakan untuk Pribadi Raharja melakukan survey kegiatan penelitian dan kegiatan akademik lainnya secara online.

Konsep Dasar Black Box Testing

1. Pengertian Black Box Testing

Menurut Roger (2002:551)[18] , Pengujian black-box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak. Dengan demikian pengujian black-box memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan funsgsional untuk suatu program.

Menurut Rizky (2011:264)[19], Black Box Testing adalah tipe testing yang memperlakukan perangkat lunak yang tidak diketahui kinerja internalnya.

Menurut Nugroho (2005:435)[7], mengemukakan bahwa pada pengujian ini kita tidak perlu tahu apa yang sesungguhnya terjadi dalam sistem atau perangkat lunak.

Dengan demikian black box testing dapat disimpulkan sebagai jenis pengujian perangkat lunak layaknya seperti "kotak hitam" yang tidak penting dilihat isinya, tapi cukup dikenal proses testing di bagian luar.

2. Keuntungan Black Box Testing

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari jenis black box testing antara lain: (Rizky, 2011:264)[19]

  1. Anggota tim tester tidak harus dari seseorang yang memiliki kemampuan teknis di bidang pemrograman.
  2. Kesalahan dari perangkat lunak ataupun bug seringkali ditemukan oleh komponen tester yang berasal dari pengguna.
  3. Hasil dari black box testing dapat memperjelas kontradiksi ataupun keracunan yang mungkin timbul dari eksekusi sebuah perangkat lunak.
  4. Proses testing dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan white box testing.

Pendekatan Throw-away Prototyping

Pendekatan pengembangan perangkat keras/lunak ini dipopulerkan oleh Gomaa dan Scoot (1981) yang saat ini telah digunakan secara luas oleh industri, terutama di dalam pengembangan aplikasi. Pedekatan ini biasanya digunakan dengan item yang berisiko tinggi (high-risk) atau dengan bagian sistem yang tidak dimengerti secara keseluruhan oelh para tim pengembang. Pada pendekatan ini, prototipe "quick and dirty" dibangun, diverifikasi oleh konsumen dan dibuang hingga prototipe yang diinginkan tercapai pada saat proyek berskala besar dimulai. (Simarmata, 2010:65)[9]

Konsep Dasar Analisa CSF

1. Pengertian CSF (Critical Success Factor)

Menurut Rockart dan Bullen [1981] MIT dalam Witarto (2004:110)[20] , CSF merupakan sejumlah variable yang mempengaruhi aktivitas yang sekarang atau yang akan datang, dalam mencapai target pekerjaannya. Metoda CSF membantu pendefinisian variable. Dengan demikian, manajer akan meningkatkan pemahamannya tentang situasi diruang kendalinya.

Gambar 2.3 Critical Success Factors

CSFs dalam konteks perencanaan strategis sistem informasi digunakan untuk menafsirkan dengan jelas tujuan, taktik, dan kegiatan operasional dalam hal kebutuhan informasi kunci dan manajer dan kekuatan dan kelemahan dari sistem organisasi yang sudah ada.[21]

Peranan CSFs dalam perencanaan strategis adalah sebagai penghubung antara strategi bisnis organisasi dengan strategi sistem informasi yang dimiliki, memfokuskan proses perencanaan strategis sistem informasi pada area yang strategis, memprioritaskan usulan aplikasi sistem informasi dan mengevaluasi strategi sistem informasi, seperti terlihat pada gambar 2.4 : [21]

Gambar 2.4 Critical Success Factors (CSFs)

2.Faktor Penentu CSF

  1. Strategi usaha (Strategy)

    Strategi merupakan pola dari misi, tujuan, kebijakan, dan rencana pemanfaatan sember daya penting yang dinyatakan dalam suatu cara untuk mendefinisikan usaha perusahaan. Pernyataan lengkap tentang strategi akan mendefinisikan jalur produksi, pasar, segmen pasar dari produk yang dibuat, jaringan bagi pasar yang membutuhkan produk tersebut, pendanaan operasional, target keuntungan, skala organisasi,serta citra yang akan diproyeksikan pada karyawan, pemasok, dan konsumen.

  2. Tujuan (Objectives)

    Tujuan adalah pernyataan umum tentang arah yang akan dicapai oleh sistem organisasi, tanpa menyatakan target spesifik.

  3. Sasaran (Goals)

    Sasaran merupakan target yang spesifik, yang menjelaskan maksud untuk meraihnya sampai batas waktu tertentu. Sasaran merupakan terjemahan operasional dari satu atau beberapa tujuan.

  4. Ukuran (Measures)

    Ukuran merupakan standar spesifik yang mengkalibrasi (menetapkan, mengkoreksi) kinerja dari setiap CSF, sasaran atau tujuan. Ukuran bisa lunak, subyektif (tergantung pendapat orang), atau kualitatif. Ukuran juga bisa berkonotasi keras, obyektif(nyata) atau kuantitatif (terukur).

Konsep Dasar Flowchart

Menurut Nugroho (2005:126)[7], Flowchart merupakan metode untuk menggambarkan tahap-tahap pemecahan masalah dengan mereprentasikan simbol-simbol tertentu yang mudah dimengerti, mudah digunakan, standar.

Tujuan utama penggunaan flowchart adalah untuk menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah secara sederhana.

Sistem flowchart merupakan diagram alir yang menggambarkan suatu sistem peralatan komputer yang digunakan dalam proses pengolahan data serta hubungan antar peralatan tersebut. Sistem flowchart ini tidak digunakan untuk menggambarkan urutan langkah untuk memecahkan masalah, tetapi hanya untuk menggambarkan prosedur dalam sistem yang dibentuk.

Program flowchart merupakan diagram alir yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah.

Konsep Dasar HIPO (Hierarchy plus Input-Process-Output)

Menurut Praptingsih (2012:03)[22], “HIPO (Hirarchy Plus Input Process Output) yaitu alat bantu yang digunakan untuk membuat spesifikasi program yang merupakan struktur yang berisi diagram dimana di dalam program ini berisi input yang diproses dan menghasilkan output”.

HIPO (Hierarcy plus Input- Process- Output) merupakan metodelogi yang dikembangkan dan didukung oleh IBM. HIPO sebenarnya adalah alat dokumentasi program dan saat inii banyak digunakan sebagai alat desain dan teknik dokumentasi dalam siklus pengembangan sistem yang berbasis pada fungsi, yaitu tiap-tiap modul di dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya.

Konsep Dasar Normalisasi

Menurut Nugroho (2005:131)[7], Normalisasi merupakan peralatan yang digunakan untuk melakukan proses pengelompokan data menjadi tabel-tabel yang menunjukan entitas dan relasinya.

Secara umum proses normalisasi dibagi menjadi tiga tahap yaitu :[7]

  1. Bentuk Tidak Normal

    Pada tahap ini, semua data yang ada direkam tanpa format tertentu. Data bisa jadi mengalami duplikasi.

  2. Normalisasi Tahap 1

    Pada tahap ini, dibentuk tabel-tabel yang menampung data yang ada dan dikelompokkan berdasarkan suatu karakteristik tertentu.

  3. Normalisasi Tahap 2

    Pada tahap ini, dilakukan penentuan field kunci dari masing-masing tabel. Kunci tersebut harus unik dan dapat mewakili tabel.

  4. Normalisasi Tahap 3

    Pada tahap ini, dilakukan penentuan relasi antar tabel, sehingga akan ditemukan adanya field kunci sekunder pada tabel-tabel tertentu.

Konsep Dasar UML

1. Definisi UML (Unified Modeling Language)

Menurut Widodo (2011:6)[23], "UML singkatan dari Unified Modeling Language yang berarti bahasa permodelan standar."

Menurut Chonoles dalam Widodo (2011:6)[23] mengatkan bahwa "sebagai bahasa, berarti UML memiliki sintaks dan semantik".

Menurut Nugroho (2010:6)[24], memberikan pendapat bahwa ”UML (Unified Modeling Language) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma (berorientasi objek).” Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas maka dapat disimpulkan bahwa UML merupakan sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis Objek (Object Oriented programming).

2. Diagram-Diagram UML

Beberapa literature menyebutkan bahwa UML meyediakan sembilan jenis diagram, yang lain menyebutkan delapan karena ada beberapa diagram yang digabung, misalnya diagram komunikasi, diagram urutan dan diagram pewaktuan yang digabung menjadi diagram interaksi. Namun demikian model-model itu dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya yaitu statis atau dinamis. Jenis diagram itu antara lain: (Widodo, 2011:10)[23]

  1. Class Diagram : Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolaborasi-kolaborasi, drts relasi-relasi.
  2. Package Diagram : Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan kumpulan kelas-kelas, merupakan bagian dari diagram komponen.
  3. Use Case Diagram : Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpnan use-case dan aktor- aktor (suatu jenis khusus dari kelas).
  4. Sequence Diagram : Bersifat dinamis. Diagram urutan adalah diagram interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam waktu tertentu.
  5. Communication Diagram : Bersifat dinamis. Diagram sebagai pengganti diagram kolaborasi UML 1.4 yang menekankan organisasi struktural dari objek- objek yang menerima serta mengirim pesan.
  6. State Chart Diagram : Bersifat dinamis. Diagram status memperlihatkan keadaan- keadaan pada sistem, memuat status (state), transisi, kejadian serta aktifitas.
  7. Activity Diagram : Bersifat dinamis. Diagram aktivitas adalah tipe khusus dari diagram status yang memeperlihatkan aliran dari suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem.
  8. Component Diagram : Bersifat statis. Diagram komponen ini memperlihatkan organisasi kebergantungan sistem/ perangkat lunak pada komponen- komponen yang telah ada sebelumnya.
  9. Deployment Diagram : Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan konfigurasi saat aplikasi dijalankan (run-time).

Konsep Dasar Adobe Dreamweaver CS5

Dreamweaver merupakan software aplikasi yang digunakan sebagai HTML editor profesional untuk mendesain web secara visual. Aplikasi ini juga yang biasa dikenal WYSIWYG (What You See Is What You Get), yang intinya adalah bahwa kita tidak harus berurusan dengan tag-tag HTML untuk membuat sebuah situs.[25]

DREAMWEAVER.JPG

Gambar 2.5. Adobe Dreamweaver CS5

Adobe kembali mengeluarkan varian terbaru dari Dreamweaver yaitu Dreanweaver CS5.Ada beberapa fitur baru yang daoat ditemukan pada versi terbaru Dreamweaver CS5 ini, diantaranya: Integrasi dengan Adobe Bussiness Catalyst, integrasi Adobe Browser Lab, integrasi dengan CMS, pengecekan CSS, dll.[25]

Konsep Dasar PHP

Menurut Sibero (2011:49)[26], PHP adalah pemrograman interpreter yaitu proses penerjemahan baris kode sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat baris kode dijalankan.

Pemrograman PHP dapat ditulis dalam dua bentuk yaitu penulisan baris kode PHP pada file tunggal dan penulisan kode PHP pada halaman html (embedded).[26]

Berikut contoh penulisan kode program PHP dalam bentuk embedded:


<html>

<head>

<title>

Contoh

</title>

</head>

</body>

<?

Echo "Hello, World"

?>

</body>

</html>

Konsep Dasar FTP

File Transfer Protocol (FTP) merupakan metode populer untuk mentransfer file diantara komputer- komputer. Komunikasi FTP mengikuti client server dimana klien memulai komunikasi dengan mengirim perintah, dan server meresponnya dengan kode- kode status, termasuk pengiriman atau penerimaan file.[27]

Gambar 2.6 FileZilla

FileZilla Wiki[28] adalah basis dokumentasi yang bertujuan membantu mereka yang ingin men-download, menginstal, mengkompilasi dan menggunakan Client FileZilla dan software FileZilla Server untuk mentransfer file di Internet.FileZilla Client adalah gratis, open source klien FTP. Mendukung FTP, SFTP, dan FTPS (FTP over SSL / TLS). Klien tersedia di bawah banyak platform, binari untuk Windows, Linux dan Mac OS X disediakan.FileZilla Server adalah server FTP yang didukung oleh proyek yang sama. Mendukung FTP dan FTP melalui SSL / TLS.Kode sumber FileZilla dan download di-host di SourceForge. SourceForge fitur FileZilla sebagai Project of the Month pada bulan November 2003 dan juga sebagai program jaringan terbaik di 2006 Penghargaan SourceForge.net Community Awards.

Konsep Dasar MediaWiki

Dikutip dari situs Mediawiki[29],MediaWiki adalah perangkat lunak bebas berbasis server yang dilisensikan di bawah GNU General Public License (GPL). MediaWiki dirancang untuk berjalan pada kebun server besar yang mendapat jutaan kunjungan per hari. MediaWiki merupakan perangkat lunak implementasi wiki yang sangat andal, terskalakan, dan kaya fitur, yang menggunakan PHP untuk memproses dan menampilkan data yang disimpan dalam basis data MySQL.

Gambar 2.7 MediaWiki

Laman-laman MediaWiki menggunakan format tekswiki sehingga pengguna yang tidak memiliki pengetahuan tentang XHTML atau CSS dapat menyunting dengan mudah.

Sewaktu pengguna mengirimkan suntingan terhadap suatu laman, MediaWiki menuliskannya ke basis data, tetapi tanpa menghapus versi terdahulu laman sehingga memungkinkan untuk dikembalikan dengan mudah jika terjadi vandalisme atau spam. MediaWiki juga dapat mengelola berkas gambar dan multimedia, yang disimpan dalam sistem berkas. Untuk wiki besar dengan banya pengguna, MediaWiki mendukung penyinggahan dan dapat dengan mudah dikombinasikan dengan perangkat lunak server proksi Squid.[29]

Konsep Dasar Requirement Elicitation

1. Requirement

Menurut Guritno (2011:301)[30], “Requirement adalah sifat-sifat sistem atau product yang akan dikembangkan sesuai dengan keinginan customer”. Adapun, spesifikasi software requirement yang baik dan sangat relevan untuk dilakukan sebelum melakukan penelitian dalam bidang teknologi informasi adalah:

  1. Unambiguous (tidak ambigu)
  2. Complete (lengkap)
  3. Consistent (konsisten)
  4. Modifiable (dapat diubah)
  5. Traceable (dapat dilacak)
  6. Dapat digunakan selama pengoperasian dan maintenance

Requirement diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Functional requirements
    Menjelaskan interaksi antara sistem dan lingkungannya ayang terpisah dari implementasi. Sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
  2. Nonfunctional requirements
    Adalah aspek-aspek pengguna yang dapat dilihat mengenai sistem yang tidak secara langsung berhubungan dengan functional behavior, response time harus kurang dari 1 detik, dan the accuracy must be whitin a second.
  3. Constraints (psudo requirement)
    Requirement ini dipaksakan oleh client atau lingkungan tempat sistem akan beroperasi.

2. Elisitasi

Menurut Guritno (2011:302)[30], “Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk di eksekusi”.

Menurut Saputra (2012:51)[31], “Elisitasi merupakan rancangan yang dibuatberdasarkan sistem yang baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dandisanggupi oleh penulis untuk di eksekusi”. Elisitasi didapat melalui metodewawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:

  1. Tahap I
    Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.
  2. Tahap II
    Hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk di eksekusi. M pada MDI berarti mandatory (penting). Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru. D pada MDI berarti desirable, maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna. I pada MDI berarti inessential, maksudnya requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.
  3. Tahap III
    Merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui TOE, yaitu:
    1. T artinya teknikal, bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalamsistem disusulkan.
    2. O artinya operasional, bagaimana tata cara pengguna requirement dalam sistem akan dikembangkan.
    3. E artinya ekonomi, berapakah biaya yang diperlukan guna membanguan requirement didalam sistem.

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

    1. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus di eliminasi.
    2. Middle (M) : Mampu dikerjakan.
    3. Low (L) : Mudah dikerjakan.
  4. Final Draft Elisitasi
    Final draft elisitasi merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Konsep Dasar Internet

1. Definisi Internet

Secara harfiah, internet (kependekan dari "inteconnected-networking") ialah rangkaian kopmuter yang terhubung satu sama lain. Hubungan melalui suatu sistem antar perangkat komputer untuk lalu lintas itulah yang dinamakan network.(Darma dkk, 2009:1)[32]

Internet (Interconnected Network) adalah jaringan komputer yang menghubungkan antar jaringan secara global, internet dapat juga disebut jaringan dalam suatu jaringan yang luas. Seperti hal nya jaringan komputer lokal maupun jaringan komputer area, internet juga menggunakan protokol komunikasi yang sama yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).[26]

Internet merupakan medium yang sempurna untuk mendukung permintaan layanan, karena internet sanggup membawa jaringan yang luas dan basis kostumer yang besar.

[33]

Menurut eWolf Community (2012) dalam Jurnal CCIT, “Internet merupakan singkatan dari Interconnection Networking, yaitu jaringan komputer dalam skala dunia. Internet terdiri dari banyak jaringan komputer lokal yang saling terhubung sehingga membentuk jaringan global dengan segala macam aturan (protokol). Protokol utama yang digunakan saat ini adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol), yaitu sekumpulan aturan untuk komunikasi data antar komputer dalam suatu jaringan”. Dalam pengertian lain internet adalah komputer yang terhubung melalui jaringan dan saling berkomunikasi dengan waktu dan wilayah yang tak terbatas.[34]

Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa internet adalah jaringan global yang terdiri dari jaringan-jaringan yang saling berhubungan yang memungkinkan terjadinya penyebaran informasi diantara jaringan-jaringan tersebut.

2. Sejarah Internet

Internet ialah sistem komputer umum, yang berhubungan secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internet working. Sebelum internet ada, ARPAnet (US Advanced Researt Project Agency) atau Departemen Pertahanan Amerika pada tahun 1969 membuat jaringan komputer yang tersebar untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, setelah itu internet digunakan oleh kalangan akademis (UCLA) untuk keperluan penelitian dan pengembangan teknologi. Selanjutnya pemerintahan Amerika Serikat memberikan izin kearah komersial pada awal tahun 1990.

Konsep Dasar Online

Secara umum, sesuatu dikatakan online adalah bila ia terkoneksi/terhubung dalam suatu jaringan ataupun sistem yang lebih besar. Beberapa arti kata lainnya yang lebih spesifik adalah sebagai berikut:

[35]
  1. Dalam percakapan umum, jaringan/network yang lebih besar dalam konteks ini biasanya lebih mengarah pada internet, sehingga ‘online' menjelaskan status bahwa ia dapat diakses melalui internet.
  2. Secara lebih spesifik dalam sebuah sistem yang terkait pada ukuran dalam satu aktifitas tertentu, sebuah elemen dari sistem tersebut dikatakan online jika elemen tersebut beroperasional. Sebagai contoh, Sebuah instalasi pembangkit listrik dikatakan online jika ia dapat menyediakan listrik pada jaringan elektrik.
  3. Dalam telekomunikasi, istilah online memiliki arti lain yang lebih spesifik.

Suatu alat diasosiasikan dalam sebuah sistem yang lebih besar dikatakan online bila berada dalam kontrol langsung dari sistem tersebut. Dalam arti jika ia tersedia saat akan digunakan oleh sistem (on-demand), tanpa membutuhkan intervensi manusia, namun tidak dapat beroperasi secara mandiri di luar sistem tersebut.

Konsep Dasar Literature Review

1. Definisi Literature Review

Menurut Hasibuan [36], Literatur review berisi uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Uraian dalam literatur review ini diarahkan untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas tentang pemecahan masalah yang sudah diuraikan dalam sebelumnya pada perumusan masalah. Literatur review berisi ulasan, rangkuman, dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka (dapat berupa artikel, buku, slide, informasi dari internet, dan lain-lain) tentang topik yang dibahas, dan biasanya ditempatkan pada bab awal. Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain dapat juga dimasukkan sebagai pembanding dari hasil penelitian yang akan dicobakan disini. Semua pernyataan dan/atau hasil penelitian yang bukan berasal dari penulis harus disebutkan sumbernya, dan tatacara mengacu sumber pustaka mengikuti kaidah yang ditetapkan. Suatu literatur review yang baik haruslah bersifat relevan, mutakhir (tiga tahun terakhir), dan memadai.

Fokus utama suatu tinjauan pustaka atau literature review dalam suatu penelitian adalah mengetahui apakah peneliti lain telah menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitian tersebut dalam berbagai pustaka atau laporan hasil penelitian yang paling aktual, maka kita tidak perlumelakukan oenelitian yang sama. [30]

Metode Literature Review ini dilakukan untuk menunjang metode observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.

2. Kajian Literature Review

Dalam melakukan kajian literature review ini, langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai berikut :[30]

  1. Mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps) dari penelitian ini.

  2. Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel) sehingga banyak menghemat waktu dan juga menghindari kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.

  3. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan yang relevan terhadap penelitian ini.

  4. Meneruskan capaian penelitian sebelumnya sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat dibangun di atas platform pengetahuan atau ide yang sudah ada.

  5. Untuk mengetahui orang lain yang spesialis dan mengerjakan di area penelitian yang sama, sehingga dapat terjaring dalam komunitas yang dapat memberi kontribusi sumber daya yang berharga.

Literature Review

Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai penilaian serta widuri dan penelitian lain yang berkaitan. Dalam upaya mengembangkan dan menyempurnakan penelitian ini perlu dilakukan studi pustaka (literature review) sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya yaitu:

  1. Penelitian ini dilakukan oleh Untung Rahardja, Ary Budi Warsito dan Dini Nurul Suvianti[37] dari Perguruan Tinggi Raharja tahun 2012 yang berjudul “Penerapan Aplikasi iDINI sebagai Media Penyimpanan Materi Perkuliahan iLearning Pada Perguruan Tinggi”. Penelitian ini membahas perihal media pembelajaran dengan menggunakan iBooks yang dalam iBooks kita bisa mendapatkan kemudahan membaca karena di dalamnya anda dapat mengkatagorikan file yang berupa pdf atau dokumen lainya. iBooks adalah aplikasi yang sangat baik dan terbaik bagi anda yang suka membaca banyak buku, karena dengan iBooks anda bisa membaca ribuan buku bacaan anda tanpa harus membawa buku yang tebal dan banyak, dan ini lah aplikasi yang selalu di tampilkan apps store pada saat kita pertama kali membuat account apple id. Sebagian besar sistem pelayanan masih dilakukan secara face to face antara mahasiswa yang memerlukan pelayanan dan petugas pelaksana yang memberikan pelayanan.
  2. Penelitian ini dilakukan oleh Anastasia Mude pada tahun 2009 yang berjudul "Analisa Sistem Informasi Penilaian KKP/TA/SKRIPSI Berbasis Web Pada Perguruan Tinggi Raharja". Penelitian ini membahas sistem yang daoat mengolah nilai KKP/TA/SKRIPSI dengan cepat dan akurat. Hal ini dikarenakan Sistem Informasi Penilaian KKP/TA/SKRIPSI yang berjalan belum terkomputerisasisecfara optimal.Dengan adanya hal tersebut maka diperlukan suatu sistem untuk memudahkan dan mempercepat keluar masuknya informasi.[38]

  3. Penelitian ini dilakukan oleh Dendi Asep Sudarwanto pada tahun 2009 yang berjudul "Analisa Sistem Informasi Jadwal Bimbingan KKP, TA, dan SKRIPSI pada Perguruan Tinggi Raharja" yang menjelaskan tentang jadwal bimbingan KKP,TA dan SKRIPSI memegang peranan yang sangat penting dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut dalam menyelesaikan tugas akhirnya, jadwal bimbingan merupakan salah satu penunjang yang dapat mendukung atau memotivasi setiap pekerjaan yang dilakukan dalam Perguruan Tinggi Raharja yang juga sebagai suatu informasi pada mahasiswa yang bersangkutan.[39]

  4. Penelitian ini dilkaukan oleh Fitria Indriyani pada tahun 2013 yang berjudul “Perancangan Sistem Wiki iDu Raharja iLearning Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Penelitian ini menjelaskan sistem informasi mahasiswa yang berjalan saat ini pada Perguruan Tinggi Raharja belum optimal karena mahasiswa masih mendapatkan kesulitan dalam pengaksesan pengumpulan data berupa artikel-artikel atau cv dosen yang dapat diakomodir dengan mudah oleh website ini. Dalam hal ini widuri dapat digunakan untuk beberapa kegitan upload artikel yang memudahkan kita dalam pencarian informasi. Ini sangat berguna tentunya agar para mahasiswa dapat dengan mudah mengumpulkan data atau informasi tertentu agar lebih efektif dan lebih efisien dengan widuri ini memudahkan mahasiswa dalam pencarian artikel dengan mudah cepat dan akurat.[40]

  5. Penelitian yang dilakukan oleh Henderi, Ary Budi Warsito dan Ahmad Sidik dari Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia pada tahun 2010 yang berjudul “Digital Library Modelling : Supporting For Knowledge Management”. Penelitian ini menjelaskan mengenai digital library modelling untuk mendukung penerapan model knowledge management, dan mempermudah perolehan informasi dan pengembangan ilmu pengetahuan dari perpustakaan.Digital library modelling dibuat menggunakan pendekatan unified modelling language (UML), dan digambarkan dalam bentuk : use case diagram, class diagram, state diagram, collaboration diagram, componet diagram, dan screen prototype. Dengan digital library berbagai informasi dan referensi ilmu pengetahuan akan lebih mudah dan cepat diakses, disaring, diolah, digunakan dan dikembangkan oleh publik tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.[41]

  6. Penelitian ini dilakukan oleh Yenni M.Djajalaksana dan Tiur Gantini dari Universitas Kristen Maranatha Bandung, pada tahun 2009 yang berjudul “Pemanfaatan Aplikasi Wiki Untuk Pengajaran dan Pembelajaran”. Penelitian ini membahas tentang aplikasi wiki adalah salah satu jenis dari aplikasi Web 2.0 yang merupakan halaman web di mana para penggunanya dapat mengorganisir, meng-edit, me-review, merevisi, atau me-retrieve isi dari halaman web dengan mudah dan secara kolaboratif bersama pengguna lainnya. Aplikasi wiki memiliki potensi untuk digunakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran yang lebih kolaboratif. Walaupun diciptakan di tahun 1995, pendayagunaan wiki untuk pengajaran dan pembelajaran di perguruan tinggi masih terbatas khususnya di Indonesia. Aplikasi wiki hanyalah aplikasi komputer, dan sukses dari penggunaan wiki untuk pembelajaran yang kolaboratif ada di tangan pengajar mata kuliah yang bersangkutan untuk dapat membuat persiapan, implementasi, monitoring, dan penutupan proyek wiki yang baik. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis memberikan langkah-langkah untuk memilih layanan wiki, langkah-langkah untuk persiapan dan implementasi wiki dengan menggunakan Bloom’s Taxonomy, serta langkah-langkah untuk memonitor dan menutup proyek wiki. Diharapkan agar pengajar di perguruan tinggi di Indonesia dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk mensukseskan proyek wiki di kelas mereka[42]

  7. Penelitian yang dilakukan oleh Noa Aharony yang berjudul "The Use of a Wiki as an Instructional Tool: A Qualitative Investigation" pada tahun 2009. Penelitian saat ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisa penerapan dan penggunaan wiki dalam kursus manajemen pengetahuan akademik. Penelitian ini akan fokus pada tingkat kolaborasi antara siswa dan pada jenis interaksi yang terjadi selama proses pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari halaman wiki dikumpulkan dari kursus manajemen pengetahuan wiki di Israel. Untuk memahami komentar diarahkan pada setiap siswa pada wiki, analisis konten menyeluruh dilakukan. Hasil dari penelitian saat mengungkapkan bagian utama dari interaksi di wiki berpusat pada konten yang berhubungan dengan komentar dan mengandung kedua kolaborasi antara mahasiswa dan penggunaan level kognisi.[43]

  8. Penelitian ini dilakukan oleh Kiki Amalia yang berjudul "Analisa Sistem Widuri Sebagai Media Informasi Pengajaran dan Tugas Pada Perguruan Tinggi Raharja" pada tahun 2013 menjelaskan bahwa Pemberian fasilitas yang baik dan berkualitas kepada mahasiswa adalah hal utama yang sangat diperhatikan dan menjadi suatu tujuan yang harus dicapai guna memberikan kepuasan dan kemudahan dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan bagi mahasiswa sesuai dengan visi misi dan tujuan Perguruan Tinggi Raharja. Dengan sistem informasi yang lebih baik maka mahasiswapun akan terbantu dengan kemudahan yang diberikan dan tidak akan kecewa. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu sistem atau aplikasi khusus dengan didukung metode pembelajaran berbasis sistem iLearning agar akses informasi menjadi lebih mudah dan sesuai dengan yang dibutuhkan mahasiswa. Seperti misalnya sistem atau aplikasi untuk menulis artikel yang terkolaborasi, makalah, jurnal, riwayat hidup dan lain sebagainya serta mengumpulkan tugas-tugas tersebut secara online, dengan hanya memberikan link ke dosen ataupun mahasiswa yang bersangkutan. Artikel atau tulisan yang ditulis di aplikasi tersebut bisa juga untuk bahan referensi orang lain yang memiliki tugas serupa. Artikel tersebut juga bisa untuk memperkaya isi portfolio mahasiswa. [44]

  9. Penelitian yang dilakukan oleh Chien-Min Wang & D. Turner[45] yang berjudul "Extending Of Wiki Paradigm For Use In The Classroom" pada tahun 2004. Istilah "wiki" mengacu pada sebuah sistem komputasi sosial yang memungkinkan sekelompok pengguna untuk memulai dan mengembangkan sebuah set hyper-linked halaman web menggunakan bahasa markup yang sederhana. Sistem kolaborasi wiki mendorong lingkungan belajar siswa menjadi terpusat, karena mereka mendorong siswa untuk menjadi co-pencipta isi kursus. Namun, ada beberapa masalah dengan paradigma wiki tradisional untuk digunakan dalam kelas. Makalah ini mengidentifikasi masalah ini, dan menjelaskan sistem kami diimplementasikan untuk menyelesaikannya.
  10. Penelitian yang dilakukan oleh Rano Kurniawan, Henderi, dan Fitria Nursetianingsih pada tahun 2012 di Perguruan Tinggi Raharja yang berjudul “ Penggunaan Ipad Mendukung Pembelajaran Pada Mahasiswa iLearning “ menjelaskan bahwa untuk mendukung keefektifan metode pembelajaran iLearning diperlukan adanya sarana pendukung sebagai standarisasi. Didalam ipad terdapat aplikasi yang menudkung kegiatan iLearning. Dengan adanya ipad, hal ini dapat memudahkan pembelajaran iLearning serta dapat menciptakan integritas yang baik untuk metode pembelajaran. Melalui satu sentuhan mahasiswa dapat menjelajah berbagai hal, sehingga tercipta jiwa iLearning dan ilmu pengetahuan yang dapat diserap secara efektif dan efisien sehingga mahasiswa memiliki kemampuan lebih dan selalu up to date dengan perkembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi yang baru.[46]

Hasil studi pustaka (literature review) ini mendemonstrasikan landasan (platform) yang kokoh (level 2) serta alasan yang kuat untuk mengembangkan Sistem informasi media publikasi penyampaian informasi menjadi lebih baik lagi dengan pertimbangan yang sudah matang. Kesenjangan (gaps) telah teridentifikasi dengan baik sehingga tidak terjadi pembuatan ulang (reinventing the wheel). Peninjauan telah dilakukan dengan matang, sehingga dipastikan akan menghasilkan project yang maksimal, menjadi lebih efektif, memudahkan akademik memberikan informasi kepada mahasiswa (stakeholder) merasa puas serta terlayani dengan baik (service excellence).

Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti penelitian sebelumnya seperti yang dikemukakan diatas, maka dilakukan penelitian untuk Penerapan Pedoman Widuri Sebagai Penunjang Penilaian Sidang Skripsi Dan Tugas Akhir Pada Perguruan Tinggi Raharja.

BAB III

ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Gambaran Umum Perusahaan

Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja

Perguruan Tinggi Raharja bermula dari sebuah lembaga kursus komputer yang bernama LPPK (Lembaga Pendidikan dan Penelitian Komputer) Raharja yang terletak di Jl. Gatot Subroto km.2 Harmoni Mas Cimone Tangerang.LPPK Raharja diresmikan pada tanggal 3 Januari 1994 oleh bapak walikota Tangerang Drs. H. Zakaria Mahmud, Raharja telah terdaftar pada Depdiknas Kotamadya Tangerang dengan nomor 201/PLSM/02.4/L.93. Lembaga inilah yang mempelopori penggunaan operating system windows dan aplikasinya diwilayah Tangerang dan sekitarnya, hal tersebut mendapat respon positif dan jumlah peminatnya pun meningkat pesat seiring dengan kerjasama yang di lakukan oleh lembaga ini dengan sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang ada di Tangerang.

Karena semakin pesatnya perkembangan dan pertumbuhan akan komputerisasi dan meningkatnya peminat masyarakat Tangerang maka pada tanggal 24 Maret 1999 LPPK Raharja berkembang menjadi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Raharja Informatika yang diresmikan melalui surat keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 56/D/O/1999 yang diserahkan langsung dari Bapak Prof. Dr. Udju D. Rusdi selaku Koordinator KOPERTIS wilayah IV Jawa Barat kepada ketua yayasan Nirwana Nusantara Ibu Kasarina Sudjono. Pada tanggal 2 Februari 2000 dengan menyelenggarakan jurusan Manajemen Informatika.

Pada tanggal 2 Februari 2000 AMIK Raharja Informatika menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang menjalankan studi formal untuk program Diploma I (DI) dengan memberikan gelar Ahli Pratama dan Program Diploma II (DII) dengan memberikan gelar Ahli Muda dan Diploma III (DIII) dengan memberikan gelar Ahli Madya kepada lulusannya, sesuai dengan surat keputusan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta wilayah IV Jawa Barat dengan Nomor 3024/004/KL/1999.

Kemudian pada tanggal 7 September 2000 sesuai dengan surat keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 354/Dikti/Kep/2000 menambah 2 program yakni D3 Teknik Informatika dan D3 Komputer Akuntasi.

Kini AMIK Raharja Informatika mempunyai 3 (tiga) program studi Diploma III dengan jurusan Manajemen Informatika (MI), Teknik Informatika (TI), dan Komputer Akuntansi (KA) yang masing-masing jurusan memberikan gelar Ahli Madya (A.md), Ahli Muda (AM), Ahli Pratama (AP) kepada lulusannya.

Pada tanggal 20 Oktober 2000 dalam usahanya untuk meningkatkan mutu dan kualitas dari pada lulusan AMIK RAHARJA INFORMATIKA meningkatkan statusnya dengan membuka Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) RAHARJA. Dengan surat keputusan Nomor 42/01/YNN/PR/II/200. ketua Yayasan Nirwana Nusantara mengajukan permohonan pendirian STMIK RAHARJA kepada Mendiknas KOPERTIS Wilayah IV jawa barat dengan 3 (tiga) program studi SI Jurusan Sistem Informasi (SI), Teknik Informatika(TI), dan Sistem Komputer (SK), hal tersebut telah mendapat tanggapan dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi dengan surat keputusan Nomor 5706/D/T/2000. Tidak hanya sampai disini, dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas lulusan RAHARJA sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Raharja, bahwa dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 tahun sudah berdiri Universitas RAHARJA.

Pada saat ini, Perguruan Tinggi Raharja pun telah meningkatkan mutu dan kualitasnya melalui sertifikat Akreditasi, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Pada tanggal 5 April 2006 dengan sertifikat Akreditasi Nomor 00117/Ak-1-DIII-03/DFXMEI/IV/2002 yang berisi Badan Akreditasi nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK Raharja Informatika Terakreditasi A.
  2. Pada tanggal 4 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08479/Ak-X-SI-001/CAGTLF/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa studi Strata 1 Teknik Informatika di STMIK Raharja terakreditasi B.
  3. Pada tanggal 11 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08523/Ak-X-S1-002/CAGSIM/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Strata 1 Sistem Informasi di STMIK Raharja terakreditasi B.
  4. Pada tanggal 3 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 006/BAN-PT/AK-VIII/DPI-III/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK Raharja Informatika terakreditasi B.
  5. Pada tanggal 25 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 019/BAN-PT/AK-X/SI/VIII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program Strata 1 Sistem Komputer di STMIK Raharja terakreditasi B.
  6. Pada tanggal 29 Desember 2007 sesuai surat keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 017/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/XII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma III Teknik Informatika di AMIK Raharja Informatika dengan terakreditasi B.
  7. Pada tanggal 18 Januari 2008 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 019/BAN-PT/AK-VII/Dpl-III/I/2008 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi Diploma Tiga Komputerisasi Akuntansi di AMIK Raharja Informatika terakreditasi A.
  8. Pada tahun 2009 Perguruan Tinggi Raharja berhasil dalam verifikasi dan tersertifikasi ISO 9001:2008 (Sistem Manajemen Mutu Raharja) dari Lloyd Register Quality Assurance (LRQA-UKAS). Untuk menambah wawasan dibidang IT serta memperkenalkan AMIK Raharja Informatika dan STMIK Raharja terhadap dunia luas, pada tahun 2009 diselenggarakan International Conference on Creative Communication and Innovative Technology 2009 (ICCIT) yang diikuti oleh para kandidat Doktor dibidang IT dari dalam dan luar negeri.Dan pada tahun ini pun Perguruan Tinggi Raharja mendapatkan penghargaan Juara II tingkat Provinsi Banten untuk Kategori Penghijauan dan Kebersihan.
  9. Pada tanggal 08 Juli 2011 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 010/BAN-PT/Ak-XIV/S1/VII/2011, menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Raharja, Tangerang terakreditasi B.
  10. Pada tanggal 23 September 2011 sesuai surat Keputusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 025/BAN-PT/Ak-XIV/S1/IX/2011, menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Raharja, Tangerang terakreditasi B. Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, Perguruan Tinggi Raharja membuat terobosan baru dengan membuka perkuliahan iLearning.
  11. Pada tahun 2012 Program Studi Diploma Tiga Manajemen Informatika sesuai dengan SK BAN-PT No. SK.019/BAN-PT/Ak-XII/Dpl-III/III/2012 dengan nilai mendapatkan peringkat “A”. Perguruan Tinggi Raharja terus berupaya menyiapkan sarana penunjang kebutuhan Infornasi dan pengembangan Teknologi Informasi guna mendukung layanan Civitas Perguruan Tinggi Raharja, atas dedikasi ini Perguruan Tinggi Raharja mendapatkan menghargaan TESCA 2012, peringkat 60 besar perguruan tinggi skala nasional.
  12. Pada tahun 2013 Upaya untuk menjaga mutu, dengan diperolehnya ISO 9001:2008 pada tahun 2009 dan renewal tahun 2013 dengan Approval Certificate No: JKT6007007. Pada Tahun ini Perguruan Tinggi Raharja memperoleh penghargaan TESCA 2013, peringkat 3 besar kategori Sekolah Tinggi skala nasional.
  13. Pada tahun 2014 diselenggarakan MMSP 2014 di Perguruan Tinggi Raharja. MMSP 2014 merupakan workshop Internasional ke-16 Multimedia Signal Processing yang diselenggarakan oleh IEEE Signal Processing Society pada tanggal 22 – 24 September 2014. Pada tahun ini Perguruan Tinggi Raharja membuka perkuliahan iLearning Plus dan kelas karyawan dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin bergabung bersama Perguruan Tinggi Raharja karena keterbatasan waktu kuliah.

Visi, Misi dan Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

1. Visi Perguruan Tinggi Raharja

Visi Perguruan Tinggi Raharja adalah menjadi perguruan tinggi swasta yang secara berkesinambungan meningkatkan kualitas pendidikannya, memberikan pelayanan dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, memiliki daya saing tinggi dalam era kompetisi globalisasi, terutama dibidang teknologi informasi dan komputer. Menjadikan pribadi raharja sebagai sumber daya manusia terampil dan ahli, mampu bersaing dalam dunia bisnis maupun non bisnis, menghasilkan tenaga intelektual dan professional, serta mampu berkembang dalam cakrawala yang lebih luas.

2. Misi Perguruan Tinggi Raharja

  1. Menyelenggarakan pendidikan komputer (Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Sistem Komputer) yang menghasilkan lulusan bermoral, terampil, dan kreatif serta memiliki daya saing tinggi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
  2. Menyelenggarakan program-program penelitian dan pengembangan guna menghasilkan keterkaitan dan relevansi seluruh kegiatan akademis dengan kebutuhan pembangunan sosial-ekonomi dan industri Indonesia, serta mengantisipasi semakin maraknya globalisasi kehidupan masyarakat.
  3. Melaksanakan dan mengembangkan program-program pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.

3. Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan dapat menerapkan, mengembangkan serta memperluas informatika dan komputer secara profesional.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengadakan penelitian dalam bidang informatika dan komputer, yang hasilnya dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan.
  3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengabdikan pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang informatika dan komputer secara profesional kepada masyarakat.

Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan di inginkan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada satu pertanggung jawaban apa yang akan di kerjakan.

Dibawah ini adalah struktur organisasi pada Perguruan Tinggi Raharja:

Strk.jpg

Gambar 3.1 Stuktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

Tugas dan Tanggung Jawab

Seperti halnya di dalam sebuah perusahaan, Perguruan Tinggi Raharja di dalam manajemen akademiknya terdapat bagian-bagian yang mempunyai tugas dan kewajiban dalam menyelesaikan semua pekerjaannya.

Berikut adalah wewenang serta tanggung jawab bagian-bagian yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, yaitu sebagai berikut :

1. Presiden Direktur

Wewenang :

  1. Menyelenggarakan program kerja yang berpedoman pada visi, misi, fungsi dan tujuan pendirian Perguruan Tinggi Raharja.
  2. Menyelenggarakan kegiatan dan pengembangan pendidikan, penelitian serta pengabdian pada masyarakat.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan administrasi.
  4. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menunjang terwujudnya Tri Darma Perguruan Tinggi.

Tanggung Jawab :

  1. Pemimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga edukatif, mahasiswa, tenaga administrasi dan terhadap lingkungan.

2. Direktur

Wewenang:

  1. Merupakan wakil presiden direktur.
  2. membantu presiden direktur dalam berbagai kegiatan.

3.Pembantu (Bidang Akademik)

Wewenang :

  1. Menjalankan program kebijaksanaan akademik.
  2. Mengawasi dan membina serta mengembangkan program studi sesuai kebijaksanaan yang telah digariskan.
  3. Membina dan mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
  4. Mengadakan afiliasi.
  5. Membina dan mengembangkan kelembagaan.

Tanggung Jawab :

  1. Membantu ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

4.Pembantu Direktur II (Administrasi)

Wewenang :

  1. Melaksanakan dan mengelola seluruh kegiatan administrasi dan keuangan.
  2. Membina dan mengembangkan kepegawaian.
  3. Mengadakan sarana dan prasarana kepegawaian.

Tanggung Jawab :

  1. Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang keuangan dan administrasi.

5. Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)

Wewenang :

  1. Membina kegiatan kemahasiswaan.
  2. Membina kehidupan mahasiswa dalam kampus sehingga dapat mengembangkan penalaran.
  3. Membina dan mengawasi kegiatan lembaga mahasiswa serta unit kegiatan khusus akademik.

Tanggung Jawab :

  1. Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang kemahasiswaan serta pelayanan kesejahteraan mahasiswa.

6.Asisten Direktur Akademik

Wewenang :

  1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan proses belajar mengajar.
  2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staff binaannya.
  3. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
  4. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya.
  5. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.
  6. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.
  7. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan JRS yang efektif dan efisien, pengimplementasian pelaksanaan proses belajar mengajar, kemajuan kualitas pelayanan akademik yang berkesinambungan, dan kelancaran proses belajar mengajar.

7. Kepala Jurusan

Wewenang:

  1. Mengusulkan kepada Assisten Direktur Akademik tentang perubahan mata kuliah dan materi kuliah yang dianggap telah kadaluarsa bahkan perubahan kurikulum jurusan.
  2. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang kenaikan honor dosen binaannya.
  3. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pengadaan seminar, pelatihan, penambahan kelas perkuliahan pengangkatan dosen baru dan pemberhentian dosen.
  4. Memberikan kebijakan administratif Akademik seperti cuti kuliah, perpindahan jurusan, ujian susulan, dan pembukaan semester pendek.
  5. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pembukaan peminatan/konsentrasi baru dalam jurusannya.
  6. Memberikan sanksi Akademik kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib Perguruan Tinggi Raharja.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan pengimplementasian kurikulum, SAP dan bahan ajar, monitoring kehadiran dosen dalam perkuliahan, jam konsultasi dan tugas-tugas yang disampaikan ke dosen, terlaksananya penelitian, seminar, pembinaan prestasi akademik mahasiswa dan peningkatan jumlah mahasiswa dalam jurusannya.

8. Asisten Direktur Finansial

Wewenang:

  1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pembuatan budget pada setiap bagian dan pelaksanaan pemakaian dana.
  2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor, pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
  3. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya dan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan budgeting pada setiap bagian, dan tersedianya dana atas budget yang telah disetujui.
  2. Bertanggung jawab atas kemajuan kualitas pendanaan aktifitas yang berkesinambungan.
  3. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

9. Layanan Keuangan Mahasiswa(LKM)

Wewenang:

  1. Mengusulkan prosedur layanan keuangan kepada Asisten Direktur Finansial
  2. Mengusulkan tentang unit baru yang dibutuhkan kepada Asisiten Direktur Finansial.

Tanggung Jawab:

  1. Bertanggung jawab atas kelancaran proses penerimaan keuangan mahasiswa
  2. Bertanggung jawab atas penagihan tunggakan mahasiswa.

10. Asisten Direktur Operasional(ADO)

Wewenang :

  1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan pelayanan proses belajar mengajar
  2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staff binaannya.
  3. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
  4. Memberikan kebijaksanaan pelaksanaan layanan pada bidangnya.
  5. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.
  6. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas penyusunan kalender akademik tahunan.
  2. Bertanggung jawab atas pengimplementasian pelaksanaan dan kualitas pelayanan yang berkesinambungan pada bidangnya.
  3. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

11. Registrasi Perkuliahan dan Ujian(RPU)

Bagian registrasi perkuliahan dan ujian terdiri dari dua bagian antara lain:

A. Layanan Registrasi Mahasiswa (LRM)

Wewenang :

  1. Berwenang memberikan kebijakan yang berhubungan dengan proses registrasi mahasiswa.
  2. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya
  3. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan
  4. Mengusulkan kepada ADO untuk pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.

Tanggung Jawab:

  1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan registrasi POM mulai dari persiapan hingga pada penutupan setiap semesternya.
  2. Bertanggung jawab atas pelaksanaan registrasi batal tambah dan jumlah mahasiswa yang melakukan POM.
  3. Bertanggung jawab atas seluruh informasi mengenai registrasi mahasiswa.

B. Perkuliahan dan Ujian (PU)

Wewenang :

  1. Mengusulkan kepada ADO atas prosedur pelaksanaan pelayanan proses belajar mengajar serta kebijakan yang diambil.
  2. Mengusulkan kepada ADO tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
  3. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang dianggap telah melanggar tata tertib karyawan.
  4. Mengusulkan kepada kepala jurusan untuk kelas perkuliahan yang dapat dibuka.

Tanggung Jawab :

  1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pendokumentasian perkuliahan dan ujian.

Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

Prosedur Sistem Yang Berjalan

1. Prosedur Sistem Yang Berjalan Pada Pedoman KKP/TA/SKRIPSI

Prosedur penyusunan hingga pendistribusian Pedoman KKP/TA/SKRIPSI memiliki 6 alur sebagai berikut:

  1. Penulisannya menggunakan Microsoft Office Word sebagai medianya.
  2. Kemudian di ubah dari format .doc menjadi file .pdf.
  3. Softcopy tersebut di serahkan kepada bagian percetakan.
  4. Pedoman tersebut di serahkan kepada resepsionis.
  5. Kemudian resepsionis mendata setiap mahasiswa yang sudah mengambil.
  6. Diserahkan ke mahasiswa yang sudah menunjukkan kartu Mahasiswa.

2. Prosedur Sistem Yang Berjalan Pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

  1. Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir hanya dapat diakses pada jaringan local.
  2. Admin melakukan swipe card untuk login
  3. Admin memasukan PO (Penilaian Obyektif) terbaru kedalam pessta
  4. Admin membuka pessta pada saat sidang dilaksanakan
  5. Penguji mengakses pessta dengan melakukan swipe card terlebih dahulu
  6. Penguji memberikan penilaian pada saat sidang dilaksanakan
  7. Mahasiswa tidak dapat mengakses pessta
  8. Mahasiswa menggunakan Box SIS untuk mengetahui Penilaian Obyektif sidang

Rancangan Prosedur Sistem Berjalan

Untuk menganalisa sistem berjalan, penelitian ini menggunakan program Unified Modelling Language (UML) untuk menggambarkan prosedur dan proses yang berjalan saat ini.

1. Rancangan Prosedur Pendistribusian Pedoman Yang Berjalan Pada Use Case Diagram

Use Case Diagram ini dibuat sebagai urutan langkah-langkah yang secara tindakan saling terkait. Pada rancangan use case diagram ini penulis membuat 2 (dua) use case diagram yang berjalan, sebagai berikut:

a). Use Case Diagram Pada Pendistribusian Pedoman KKP/TA/SKRIPSI

Gambar 3.2. Use Case Pedoman KKP/TA/Skripsi Berjalan

Berdasarkan gambar 3.2. Use Case Pedoman KKP/TA/Skripsi berjalan diatas terdapat :

  1. 1 system yang mencakup seluruh sistem yang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja.

  2. 4 actor yang melakukan kegiatan, yaitu Penyusun Pedoman, Bagian Percetakan, Resepsionis dan Mahasiswa.

  3. 10 use case yang biasa dilakukan oleh actor-actor.


b). Use Case Diagram Pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

\

Gambar 3.3. Use Case Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Berjalan

Berdasarkan gambar 3.3. Use Case Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir berjalan diatas terdapat :

  1. 1 system yang mencakup seluruh sistem yang berjalan pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir.

  2. 3 actor yang melakukan kegiatan, yaitu Admin, Penguji, dan Mahasiswa TA/Skripsi.

  3. 7 use case yang biasa dilakukan oleh actor-actor.

2. Rancangan Prosedur Pendistribusian Pedoman Yang Berjalan Pada Activity Diagram

Activity Diagram ini menunjukkan aktivitas sistem dalam bentuk kumpulan aksi-aksi. Pada rancangan activity diagram ini penulis membuat 2 (dua) activity diagram yang berjalan, sebagai berikut:

a). Activity Diagram Pada Pendistribusian Pedoman KKP/TA/SKRIPSI

Gambar 3.4 Activity Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi Berjalan

Berdasarkan gambar 3.4 Activity DiagramActivity Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi berjalan diatas terdapat :

  1. 1 initial node, objek yang diawali

  2. 9 Action, state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi

  3. 1 final state, objek yang diakhiri


b). Activity Diagram Pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Gambar 3.5 Activity Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Berjalan

Berdasarkan gambar 3.5 Activity Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir berjalan diatas terdapat :

  1. 1 initial node, objek yang diawali

  2. 9 Action, state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi

  3. 1 final state, objek yang diakhiri

3. Rancangan Prosedur Pendistribusian Pedoman Yang Berjalan Pada Sequence Diagram

Pada sequence diagram ini menggambarkan interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam waktu tertentu. Pada rancangan sequence diagram ini penulis membuat 2 (dua) sequence diagram yang berjalan, sebagai berikut:

a). Sequence Diagram Pada Pendistribusian Pedoman KKP/TA/SKRIPSI

Gambar 3.6 Sequence Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi Berjalan

Berdasarkan gambar 3.6 Sequence Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi berjalan diatas terdapat :

  1. 4 actor yang melakukan kegiatan, yaitu Penyusun Pedoman, Bagian Percetakan, Resepsionis dan Mahasiswa

  2. 6 message yang merupakan urutan kegiatan sistem penyusunan pedoman.

b). Sequence Diagram Pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Gambar 3.7 Sequence Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Berjalan

Berdasarkan gambar 3.7 Sequence Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir berjalan diatas terdapat :

  1. 2 actor yang melakukan kegiatan, yaitu Admin dan Penguji.

  2. 1 Lifeline yang saling berinteraksi.

  3. 15 message yang merupakan urutan kegiatan sistem pessta.

Analisa Sistem Yang Berjalan

Metode Analisa Sistem

1. Analisa CSF

Pada metode ini akan dielaborasikan visi dan misi menjadi tujuan bisnis Perguruan Tinggi Raharja yang kemudian akan diaplikasikan menggunakan CSF analisis untuk menemukan kebutuhan TIK dari organisasi. Langkah-langkah elaborasi tersebut dapat dijelaskan pada gambar 3.8 di bawah ini.

Gambar 3.8 Langkah- langkah Elaborasi Tujuan Organisasi

Berdasarkan hasil observasi pada Perguruan Tinggi Raharja, didapatkan pernyataan Visi, Misi dari Perguruan Tinggi Raharja sebagai berikut :

Visi

Menjadi perguruan tinggi swasta yang secara berkesinambungan meningkatkan kualitas pendidikannya, memberikan pelayanan dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, memiliki daya saing tinggi dalam era kompetisi globalisasi, terutama dibidang teknologi informasi dan komputer. Menjadikan pribadi raharja sebagai sumber daya manusia terampil dan ahli, mampu bersaing dalam dunia bisnis maupun non bisnis, menghasilkan tenaga intelektual dan professional, serta mampu berkembang dalam cakrawala yang lebih luas.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan komputer (Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Sistem Komputer) yang menghasilkan lulusan bermoral, terampil, dan kreatif serta memiliki daya saing tinggi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
  2. Menyelenggarakan program-program penelitian dan pengembangan guna menghasilkan keterkaitan dan relevansi seluruh kegiatan akademis dengan kebutuhan pembangunan sosial-ekonomi dan industri Indonesia, serta mengantisipasi semakin maraknya globalisasi kehidupan masyarakat.
  3. Melaksanakan dan mengembangkan program-program pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.

Tujuan utama dari Perguruan Tinggi Raharja tertuang dalam “Menghasilkan lulusan yang mampu mengadakan penelitian dalam bidang informatika dan komputer, yang hasilnya dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan.” yang dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut.

Tabel 3.1 Tujuan utama dan CSF Sistem Informasi Pada Perguruan Tinggi Raharja

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwasanya pencapaian tujuan-tujuan organisasi Perguruan Tinggi Raharja dipengaruhi oleh kebutuhan sistem informasi yang tertuang pada tabel di atas, selanjutnya untuk mengetahui kebutuhan TIK yang mendukung kebutuhan sistem informasi organisasi maka perlu dilakukan elaborasi terhadap CSF organisasi dengan menentukan Key Decision yang berhubungan dengan CSF tersebut, dan dari Key Decision tersebut akan diidentifikasi kebutuhan TIK dari organisasi. Hasil elaborasi CSF dapat dilihat pada tabel 3.2 di bawah ini.

Tabel 3.2 Identifikasi Kebutuhan TIK

Konfigurasi Sistem Berjalan

Di dalam membuat analisa program untuk penulisan laporan Skripsi, penulis menggunakan komputer dengan konfigurasi sebagai berikut:

1.Perangkat Keras ( Hardware )

a. Processor : Intel Pentium Processor P6100

b. Monitor : 14.0” HD LED LCD

c. RAM : 1 GB DDR3 Memory

d. Hardisk : 320 GB HDD

e. Printer : Inkjet

2.Spesifikasi Software

a. Windows 7

b. HTML 4.01

c. CSS 2.1 and partial CSS3

d. Internet Explorer (IE)

3.Hak Akses (Brainware)

Petugas yang berwenang.

Permasalahan yang dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

1. Permasalahan yang dihadapi

Berdasarkan observasi yang dilakukan sebelumnya mengenai pendistribusian buku Pedoman KKP/TA/Skripsi pada Perguruan Tinggi Raharja, dapat disimpulkan permasalahan yang ada sebagai berikut:

  1. Pedoman KKP/TA/Skripsi dibuat menggunakan microsoft word yang kemudian di export kedalam pdf., sehingga dilakukan pemindahan pekerjaan yang berulang kali yang kemudian softcopy Pedoman KKP/TA/Skripsi diserahkan ke bagian percetakan untuk dilakukan penggandaan dokumen lalu dijilid berbentuk buku.
  2. Buku Pedoman KKP/TA/Skripsi diserahkan kepada resepsionis untuk disimpan dan didistribusikan kepada mahasiswa, namun mahasiswa tidak dapat mengambil Buku Pedoman KKP/TA/SKRIPSI sebelum mengikuti Pembekalan dan tidak dapat mengambil Buku Pedoman KKP/TA/Skripsi jika tidak menunjukkan KTM (kartu tanda mahasiswa).
  3. Mahasiswa tidak dapat meminta kembali Buku Pedoman KKP/TA/Skripsi jika hilang.
  4. Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir hanya dapat diakses pada jaringan local dan oleh orang tertentu seperti Admin dan penguji dengan cara memiliki hak akses didalamnya.
  5. Mahasiswa tidak bisa melihat Penilian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir secara online.
  6. Mahasiswa harus menggunakan swipe card untuk akses Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir pada box sis.

2. Alternatif Pemecahan Masalah

Berdasarkan analisa permasalahan yang telah dijabarkan pada BAB 3.5 , maka ditemukan alternatif pemecahan masalah sebagai berikut :

  1. Sistem Widuri dapat diakses oleh seluruh Pribadi Raharja secara online.
  2. Sistem Widuri memberikan akses untuk pribadi raharja agar dapat dengan mudah mengetahui Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir.
  3. Sistem Widuri menyediakan kemudahan navigasi untuk user melalui Main Page Widuri

User Requirement

Elisitasi Tahap 1

Elisitasi Tahap 2

Elisitasi Tahap 3

Berdasarkan Elisitasi Tahap II di atas,dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali denganmenggunakan metode TOE (Technical, Operational, Economic) dengan opsi LMH (Low, Middle, High).

Tabel 3.5 Elisitasi Tahap III



Functional
T
O
E

No.

Analisa Kebutuhan
Saya ingin sistem dapat
L
M
H
L
M
H
L
M
H

1

Menampilkan main page yang user friendly            

2

Menampilkan Pedoman KKP            

3

Menampilkan Pedoman TA            

4

Menampilkan Pedoman Skripsi            

5

Menampilkan Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir            

6

Memiliki fitur embed gambar            

7

Memiliki fitur rename user            

8

Memiliki fitur ganti judul hanya untuk Admin            

9

Memiliki fitur approval page            

10

Memiliki fitur external link target            

11

Memiliki fitur undo            

12

Memiliki fitur redo            

13

Memiliki fitur visual editor            

14

Memiliki fitur read only            

15

Memiliki fitur edit warning            

16

Memiliki fitur download as pdf            

17

Memiliki fitur auto watch            

18

Membatasi pembuatan akun dengan email ganda            

19

Memiliki fitur google search            

20

Memiliki fitur approve artikel baru untuk Admin            

21

Memiliki fitur kategori otomatis            

22

Memiliki default penomoran otomatis            

23

Memiliki fitur confrim account            

24

Memiliki fitur create page            

25

Memiliki fitur create article            
Non Functional

No.

Saya ingin sistem dapat

1

Menampilkan FAQ            

2

Menampilkan shortcut TPi            

3

Menampilkan jumlah pengunjung main page baru sebanyak 4000x            

4

Menampilkan jumlah artikel sebanyak 400 artikel            

5

Menampilkan kemudahan navigasi pada halaman utama            

Final Draft Elisitasi

Final Elisitasi Yang Diusulkan

1. Functional Analisa Kebutuhan

Menampilkan main page yang user friendly

Deskripsi sebelumnya:

Main Page atau Halaman Utama merupakan halaman yang paling penting pada suatu website karena merupakan halaman utama dan halaman yang di index terlebih dahulu oleh search engine sebelum halaman-halaman yang lain pada suatu website. Begitupula dengan Main Page Widuri, setiap Pribadi Raharja yang mengakses Widuri hal pertama yang dilihat adalah Main Page (Halaman Utama). Seseorang akan tertarik untuk menggunakan web tersebut jika Main Page dari sebuah website tersebut menarik dan mudah untuk di navigasi. Tetapi tidak dengan Widuri, Main Page atau Halaman Utama pada Widuri saat ini terbilang “kurang memikat” dan tidak “user friendly”. Dibawah ini merupakan tampilan main page sebelumnya:

Gambar 3.9 Main Page Sebelumnya

Dalam email dan percakapan pada iDuHelp! berikut juga menjelaskan bahwa, halaman utama tidak memikat dan tidak ternavigasi

1. Email

Gambar 3.10 Email untuk Main Page

2. Percakapan iDuHelp!

Gambar 3.11 Transkip Pesrcakapan iDuHelp! (1)

Menampilkan Pedoman KKP

Deskripsi sebelumnya:

Banyaknya situs informasi yang dapat diakses secara online membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi serta lebih memilih mendapatkan informasi secara online dibandingkan dalam bentuk fisik. Begitu pula dengan kebiasaan mahasiswa IT pada Perguruan Tinggi Raharja yang lebih menyukai mencari informasi melalui situs internet dibandingkan dengan informasi yang tertempel pada papan atau mading. Kecepatan serta keakuratan suatu informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini khususnya Pribadi Raharja. Namun pada kenyataannya belum banyak informasi yang berhubungan dengan kegiatan akademik yang dapat diakses secara online, salah satunya adalah Pedoman KKP yang setiap semester selalu dibutuhkan oleh mahasiswa yang menjalankannya. Sistem yang berjalan saat ini pada Pedoman KKP masih harus mengikuti prosedur yang cukup rumit, sedangkan informasi selalu dibutuhkan dengan cepat. Seperti cuplikan email berikut ini :

Gambar 3.12 Email Untuk Pedoman KKP

Menampilkan Pedoman TA

Deskripsi sebelumnya:

Sama halnya seperti pada deskripsi sebelumnya diatas, bahwa saat ini masyarakat khususnya Pribadi Raharja lebih menyukai informasi yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun dengan terhubung dengan internet atau secara online. Beberapa organisasi sudah menyediakan fasilitas informasi dari berbagai divisi secara online khususnya yang berkaitan dengan bidang akademik. Tetapi pada Perguruan Tinggi Raharja sendiri masih terbilang sedikit atau bahkan belum semua dapat dilakukan secara online. Tugas Akhir merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar A.Md, dam untuk menyusun sebuah laporan tugas akhir tersebut maka diperlukan sebuah pedoman yang bisa dipakai sebagai acuan dalam teknik penulisan serta ketentuan-ketentuan lainnya. Namun, dari beberapa yang sering terjadi mahasiswa tingkat akhir tidak memiliki pedoman tersebut dikarenakan pendistribusian yang cukup lambat sehingga mahasiswa seringkali mengabaikan hal tersebut. Dibawah ini berisi percakapan pada iDuHelp! yang bertanya perihal akses Pedoman TA.

Gambar 3.13 Transkip Percakapan iDuHelp! (2)

Menampilkan Pedoman Skripsi

Deskripsi sebelumnya:

Sesuatu yang bersifat online memang lebih diminati oleh para user karena selain memberikan informasi yang cepat informasi secara online pun menghemat biaya dan waktu. Saat ini Perguruan Tinggi Raharja memberi peraturan baru yaitu mengharuskan mahasiswa mengupload laporan hasil penelitiannya kedalam sebuah sistem Widuri. Untuk memasukan sebuah laporan kedalam sistem widuri memerlukan suatu petunjuk yang mudah dimengerti dan mudah dipelajari. Kecepatan suatu informasi juga mempengaruhi proses penyelesaian laporan.

Gambar 3.14 Email Untuk Pedoman Skripsi

Terlihat pada gambar 3.14 diatas bahwa mahasiswa skripsi tersebut sedang membutuhkan pedoman yang dapat diakses secara online untuk dapat memulai mengerjakan laporan penelitian yang dilakukannya.

Menampilkan Penilaian Sidang Skripsi Dan Tugas Akhir

Deskripsi sebelumnya:

Sidang skripsi dan tugas akhir adalah hal yang paling menentukan lulus atau tidak nya mahasiswa tingkah akhir pada suatu perguruan tinggi. Selain mahasiswa diharuskan menguasai materi yang ingin disampaikan dihadapan penguji, penilaian obyektif pun ikut mempengaruhi hasil yang diperoleh. Penilaian ini biasanya tertera pada buku pedoman dan dapat diakses pada Box SIS , namun dari penilaian yang ada belum cukup menjelaskan apa yang harus dilakukan agar peserta sidang dapat memenuhi penilaian tersebut.

Gambar 3.15 Email Untuk Penilaian Sidang

Gambar 3.15 disini mencerminkan seorang mahasiswa tingkat akhir yang membutuhkan petunjuk lebih jelas untuk memenuhi poin yang ada pada penilaian sidang tersebut. Saat ini untuk melihat penilaian secara keseluruhan hanya dapat diakses pada jaringan lokal dan hanya pada saat sidang oleh penguji sidang. Sedangkan mahasiswa perlu mempersiapkan beberapa hal yang ada pada penilaian tersebut sebelum melaksankan sidang.

Memiliki Fitur Embed Gambar

Deskripsi sebelumnya:

Gambar merupakan salah satu file yang selalu ada dalam setiap artikel khususnya laporan KKP/TA/Skripsi. Untuk menampung banyaknya file gambar maka dibutuhkan media penyimpanan yang aman serta dapat menampung berbagai gambar dari beberapa user. Pada Widuri telah tersedia fasilitas untuk unggah gambar yang mana file tersebut disimpan dalam database Widuri itu sendiri. Namun ternyata dengan adanya fasilitas unggah gambar belum menjadikan Widuri sempurna. Hal ini dikarenakan Widuri belum bisa membatasi nama file gambar yang sama sehingga sering terjadi perubahan gambar yang ada dengan nama yang baru dikarenakan naa file yang sama. Selain itu, sering terjadinya maintenance pada system maka berpengaruh pada database sistem itu sendiri. Akibat dari terjadinya maintenance pada sistem widuri maka kemungkinan besar data yang ada pada Widuri termasuk file gambar akan hilang. Seperti keluhan pada cuplikan email berikut ini :

Gambar 3.16 Email Gambar Hilang

Menampilkan Fitur Rename User

Deskripsi sebelumnya:

Sebuah nama pengguna atau User Name selalu digunakan untuk membuat sebuah akun pada suatu website. Namun, kadang kala banyak pengguna yang memasukan username dengan nama samaran. Hal ini mungkin tidak menjadi masalah untuk beberapa website, namun menjadi masalah untuk Widuri. Widuri merupakan sebuah ensiklopedia milik Perguruan Tinggi Raharja yang mana didalamnya terdapat artikel tentang Perguruan Tinggi Raharja khususnya seperti : CV Dosen, CV Mahasiswa, Pedoman KKP/TA/Skripsi, Laporan KKP/TA/Skripsi, Materi Kuliah dan artikel-artikel pengetahuan lainnya. Untuk membuat artikel mengenai Perguruan Tinggi Raharja tersebut diharuskan menggunakan nama asli atau nama yang jelas karena masuk kedalam sebuah penilaian. Seperti potongan gambar berikut ini:

Gambar 3.17 Daftar Nama Pengguna

Dan berikut ini adalah sebuah layanan iDuHelp! Offline yang mana seorang customer mengajukan permintaan untuk mengganti username :

Gambar 3.18 Request Ganti Nama Pada iDuHelp! Offline

Menampilkan Fitur Ganti Judul Hanya Untuk Admin

Deskripsi sebelumnya:

Suatu judul pada sebuah artikel sangat mempengaruhi kualitas dari artikel tersebut. Jika dilihat dari judulnya yang bagus, maka bukan tidak mungkin isi konten nya jauh lebih bagus. Seperti halnya untuk menulis artikel pada Widuri yang diharuskan menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar serta menulis artikel yang informatif dan objektif. Selain itu setiap user bisa pula mengubah judul artikel dengan mudah, hal ini menguntungkan untuk usr karena mereka tidak perlu khawatir jika salah membuat judul. Namun,saat ini menjadi masalah yang cukup serius. Perubahan judul bisa dilakukan oleh siapa saja pada atikel yang dibuat oleh user lain. Seperti cuplikan email dibawah ini:

Gambar 3.19 Email Untuk Ganti Judul

Pada email tersebut diatas, terjadi sebuah masalah yang cukup serius yang mana artikel yang dibuat oleh user "a" diganti oleh user "b".

Menampilkan Fitur Approval Page

Widuri adalah sebuah sistem Wiki yang merupakan media pembelajaran dimana pengguna bebas untuk membaca, membuat dan berkontribusi pada artikel yang ada. Dengan adanya kontribusi terhadap artikel yang kita buat, kadang kala tidak menjadikan artikel kita lebih baik. Untuk itu diperlukan sebuah persetujuan dari pembuat artikel pada setiap perubahan dari pengguna yang berkontribusi pada artikel tersebut. Namun saat ini, fasilitas persetujuan atau fitur approval page hanya tersedia untuk admin dan belum tersedia fasilitas persetujuan untuk pengguna. Sehingga ini menjadi satu kekurangan pada sistem Widuri karena tidak terdapat fasilitas persetujuan atau fitur approval page yang bisa digunakan oleh pengguna.

Gambar 3.20 Tampilan Revision History Sebelumnya

Memiliki fitur external link target

Deskripsi sebelumnya:

Widuri memungkinkan pengguna memiliki atau menyediakan satu atau banyak link diantaranya link internal dan link eksternal. Untuk membuka sebuah link eksternal yang menuju website lain pengguna akan kehilangan halaman yang sedang dibaca sebelumnya dikarenakan link tersebut terbuka pada tab yang sama. Untuk itu Widuri dikatakan belum sempurna dikarenakan belum memiliki fitur link eksternal target. Seperti usulan dari pengguna Widuri pada email berikut ini:

Gambar 3.21 Email Untuk Link Eksternal Target

2.Non-Functional Analisa Kebutuhan

Memiliki FAQ

Deskripsi sebelumnya:

Sebuah website ada baiknya memiliki sebuah petunjuk yang dapat memudahkan pengguna untuk menggunakan website tersebut. Widuri merupakan salah satu website yang dapat diakses secara online dan saat ini digunakan sebagai media penyimpanan laporan KKP/TA/Skripsi. Tentunya banyak pengguna yang masih “newbie” dalam menggunakan widuri ini, terutama dalam hal mencari petunjuk penggunaan widuri. Saat ini petunjuk widuri hanya bisa didapatkan pada iRan melalui iDuHelp!. Seperti email dibawah ini:

Gambar 3.22 Email Untuk FAQ

Menampilkan Shortcut TPi

Deskripsi sebelumnya:

Widuri merupakan salah satu bagian dari Ten Pillar IT iLearning (TPi). Suatu project dapat dikatakan sempurna jika didalamnya terdapat keterkaitan antara projectsatu dengan project yang lainnya. Widuri membutuhkan beberapa anggota dari TPi untuk memperkuat serta menyempurnakan berjalannya sistem diantaranya iRan, didalam iRan terdapat tutorial untuk menggunakan Widuri. TPi memang menjadi kebutuhan sehari-hari untuk Pribadi Raharja, dan kemudahan untuk mengakses semua TPi pada suatu sistem menjadi lebih penting. Namun Widuri masih belum bisa dikatakan sempurna karena belum memiliki portal TPi pada sistem. Permasalahan ini muncul ketika ada salah satu customer yang bertanya pada iDuHelp! Online berikut ini:

Gambar 3.23 Transkip Percakapan iDuHelp! (3)

Menampilkan Jumlah Pengunjung MainPage Baru Sebanyak 4000x

Deskripsi sebelumnya:

Kualitas merupakan suatu pemecahan masalah untuk mencapai penyempurnaan terus-menerus seperti penerapan yang yang dilakukan untuk Main Page Widuri. Kualitas juga dapat diartikan sebagai keseluruhan sifat dan karakteristik dari produk yang menunjukkan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan yang ditetapkan. Suatu kualitas dianggap penting karena akan mengangkat reputasi suatu sistem dari produk tersebut. Widuri saat ini menjadi kebutuhan Pribadi Raharja khususnya mahasiswa Tugas Akhir dan Skripsi. Target adalah bagian dari rencana yang sudah disusun secara terukur yang akan dicapai secara nyata dalam jangka waktu tertentu. Realisasi adalah hasil nyata dari penerimaan atas suatu target yang telah diperhitungkan. Dengan tercapainya suatu target tersebut maka secara langsung ikut meningkatkan kualitas suatu produk yang dibuat. Berikut ini merupakan cuplikan email yang memberi tantangan untuk bisa menampilkan jumlah pengunjung Widuri


Gambar 3.24 Email Untuk Target Jumlah Pengunjung

Menampilkan Jumlah Artikel Sebanyak 400 Artikel

Deskripsi sebelumnya:

Widuri merupakan sebuah sistem pengembangan yang setiap periodenya menghasilkan terobosan-terobosan baru oleh orang-orang yang baru. Pengembangan yang penulis lakukan merupakan pengembangan yang ketiga. Dari pengembangan sebelumnya tentunya masih belum bisa dikatakan baik atau buruk. Pengembangan Widuri akan dikatakan baik jika sudah dapat dikatakan dengan angka yang berbeda dari sebelumnya. Angka tersebut bisa didapatkan dari berapa jumlah pengunjung dari hari ke hari, berapa besar peningkatan yang terjadi pada setiap perubahan dan lain sebagainya. Widuri dapat dikatakan kurang terkenal alias asing untuk Pribadi Raharja kecuali mahasiswa iLeraning. Sehingga efek dari kurang terkenalnya Widuri maka jumlah artikel yang ada hanya mencapai angka 200 yang ditampilkan oleh pengembang kedua. Berikut ini ada sebuah email yang memberi masukan yang cukup baik untuk dapat dijadikan sebagai pembuktian suatu pengembangan yang berhasil :


Gambar 3.25 Email Target Artikel

Menampilkan Kemudahan Navigasi Pada Halaman Utama

Deskripsi sebelumnya:

Terdapat navigasi pada seuah laman web akan membuat pengunjung merasa puas dengan berbagai kemudahan yang dirasakannya. Banyaknya fitur-fitur yang tidak terlihat oleh user pada sebuat web akan membuat user merasa kualahan dikarenakan haru mencari serta mengingat fitur apa yang ingin mereka gunakan. Saat ini Widuri digunakan oleh hampir seluruh Pribadi Raharja yang sedang menjalankan KKP/TA/Skripsi. Tentunya bukan tidak mungkin mereka membutuhkan suatu kemudahan yang dipersembahkan oleh Widuri. Seperti masukan yang ada pada cuplikan percakapan iDuHelp! berikut ini :


Gambar 3.23 Transkrip Percakapan iDuHelp! (3)

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Final Elisitasi Yang Diusulkan

1. Functional Analisa Kebutuhan

Menampilkan main page yang user friendly

Deskripsi sesudahnya:

Untuk memecahkan masalah ini, maka diperlukan adanya reformasi Main Page Widuri. Dengan menambahkan beberapa keunggulan pada sebuah Main Page baru diantaranya  :

  1. Terdapat Kategori terpopuler

  2. Terdapat statistik Widuri yang berjalan seperti : jumplah pengunjung, jumlah artikel, jumlah halaman, jumlah pengguna, dan jumlah suntingan yang secara dinamis berubah setiap harinya.

  3. Terdapat Pelayanan iDuHelp! yang memudahkan pengguna jika mengalam kesulitan.

  4. Terdapat Kolom TPi (Ten Pillar IT iLearning)

Gambar 4.1 Tampilan Main Page Usulan

Menampilkan Pedoman KKP

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan deskripsi sebelumnya pada bab 3.7.2 , maka dibuatlah sebuah Pedoman KKP yang dapat diakses secara online kapanpun dan dimanapun serta oleh siapapun tanpa harus mengikuti terlebih dahulu prosedur yang berlaku.

Gambar 4.2 Tampilan Awal Pedoman KKP

Menampilkan Pedoman TA

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan deskripsi sebelumnya pada bab 3.7.3 , maka dibuatlah sebuah Pedoman TA yang dapat diakses secara online kapanpun dan dimanapun serta oleh siapapun tanpa harus mengikuti terlebih dahulu prosedur yang berlaku.

Gambar 4.3 Tampilan Awal Pedoman TA

Menampilkan Pedoman Skripsi

Deskripsi sesudahya:

Berdasarkan deskripsi sebelumnya pada bab 3.7.4 , maka dibuatlah sebuah Pedoman Skripsi yang dapat diakses secara online kapanpun dan dimanapun serta oleh siapapun tanpa harus mengikuti terlebih dahulu prosedur yang berlaku.

Gambar 4.4 Tampilan Awal Pedoman Skripsi

Menampilkan Penilaian Sidang Skripsi Dan Tugas Akhir

Deskripsi sesudahya:

Untuk memecahkan masalah pada bab 3.7.5 maka dibuatlah sebuah situs penilaian sidang skripsi dan tugas akhir yang dapat diakses secara online oleh Pribadi Raharja

Gambar 4.5 Tampilan Home Penilaian Sidang Skripsi Dan Tugas Akhir

Menampilkan Fitur Embed Gambar

Deskripsi sesudahya:

Untuk mengatasi permasalahan yang ada pada bab 3.7.6, maka diperlukan suatu fitur yang mendukung penyimpanan gambar menggunakan URL yaitu dengan cara menambahkan listing code dibawah ini :

Gambar 4.6 Listing Code Embed Gambar


Listing code diatas memungkinkan user mengunggah gambarnya pada suatu tempat yaitu Rinfoto yang kemudian di embed kedalam Widuri dengan hanya mencantumkan link dari sebuah gambar tersebut.:

Menampilkan Fitur Rename User

Deskripsi sesudahnya:

Banyaknya nama pengguna yang tidak jelas perlu ditindaklanjuti dengan baik. Diantaranya disediakan fitur rename user untuk admin. Sehingga user bisa mengganti nama mereka dengan request terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan demi keamanan serta kenyamanan dalah mengoperasikan Widuri

Gambar 4.7 Listing Code Rename User

Menampilkan Fitur Ganti Judul Hanya Untuk Admin

Deskripsi sesudahnya:

Melihat pentingnya masalah yang diutarakan pada bab 3.7.8, maka perlu adanya tindaklanjut dengan menambahkan listing code dibawah ini :

Gambar 4.8 Listing Code Pindahkan Judul

Kegunaan listing code diatas adalah untuk mengelola hak akses dalam hal penggantian judul yang ditujukan kepada Admin saja. Hal ini memang terlihat penting dan harus diterapkan.

Menampilkan Fitur Approval Page

Deskripsi sesudahnya:

Untuk memecahkan masalah ini, diperlukan fitur approval page untuk semua pengguna widuri agar dapat menyetujui atau tidak perubahan yang dilakukan oleh pengguna lain. Dengan menambahkan extension pada localsettings.php seperti dibawah ini :

$wgGroupPermissions['user']['approverevisions'] = true;

$wgGroupPermissions['bot']['approverevisions'] = true;

Maka pengguna sudah bisa memkai fitur approval page dan dengan adanya fitur approval page ini, kontribusi dari pengguna lain terhadap artikel yang kita buat tidak secara otomatis berubah dan perlu di approve oleh pembuat artikel.

Gambar 4.9 Tampilan Revision History Sesudahnya

Memiliki fitur external link target

Deskripsi sesudahnya:

Untuk memecahkan masalah ini, diperlukan fitur link external target yang memungkinkan link eksternal akan secara otomatis terbuka pada tab yang baru sehingga tidak akan mengganggu halaman sebelumnya yang sedang dibaca. Dengan menambahkan extension pada localsettings.php seperti dibawah ini :

$wgExternalLinkTarget = ‘_blank’;

2.Non-Functional Analisa Kebutuhan

Memiliki FAQ

Deskripsi sesudahnya:

Dilihat dari pentingnya sebuah petunjuk yang tersedia pada website itu sendiri maka dibuatkan sebuat FAQ (Frequently Asked Question) pada Widuri yang bisa diakses pada kolom navigasi :

Gambar 4.10 Tampilan FAQ

Menampilkan Shortcut TPi

Deskripsi sesudahnya:

Gambar 4.11 Tampilan Shortcut TPi

Menampilkan Jumlah Pengunjung MainPage Baru Sebanyak 4000x

Deskripsi sesudahnya:

Gambar 4.12 Tampilan Target Pengunjung

Menampilkan Jumlah Artikel Sebanyak 400 Artikel

Deskripsi sesudahnya:

Gambar 4.13 Tampilan Target Artikel

Menampilkan Kemudahan Navigasi Pada Halaman Utama

Deskripsi sesudahnya:

Berdasarkan dekripsi sebelumnya maka dibuatlah beberapa kemudahan navigasi pada Halaman Utama Widuri seperti dibawah ini :


Gambar 4.14 Tampilan Kemudahan Navigasi (1)

Pada gambar 4.14 ini berfungsi dalam memudahkan user utnuk membuat artikel.

Gambar 4.15 Tampilan Kemudahan Navigasi (2)

Pada gambar 4.15 ini berfungsi untuk memudahkan user udalam mencari Pedoman KKP/TA/Skripsi dan Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir serta artikel populer lainnya.

Gambar 4.16 Tampilan Kemudahan Navigasi (3)

Pada gambar 4.16 ini berfungsi untuk memudahkan user dalam mengetahui prosedur-prosedur yang ada pada Widuri.

Gambar 4.17 Tampilan Kemudahan Navigasi (4)

Pada gambar 4.17 ini berfungsi untuk memudahkan user dalam mencari kategori populer.

Gambar 4.18 Tampilan Kemudahan Navigasi (5)

Pada gambar 4.18 ini berfungsi untuk memudahkan user dalam mendapatkan pelayanan secara Online maupun Offline melalui iDuHelp!.

Rancangan Sistem Usulan

Prosedur Sistem Usulan

1. Prosedur Sistem Usulan Pada Pedoman KKP/TA/SKRIPSI

Prosedur penyusunan hingga pendistribusian Pedoman KKP/TA/SKRIPSI memiliki 3 alur sebagai berikut:

  1. Admin menyusun Pedoman KKP/TA/Skripsi di widuri.raharja.info
  2. Kemudian melakukan Pembekalan KKP/TA/Skripsi untuk di sosialisasikan
  3. Mahasiswa dapat mengakses Pedoman KKP/TA/Skripsi pada widuri.raharja.info

2. Prosedur Sistem Usulan Pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Prosedur Akses Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir memiliki 3 alur sebagai berikut:

  1. Pribadi Raharja membuka pessta.ilearning.me
  2. Admin menginput dan mengupdate isi konten sidang
  3. Pribadi Raharja membaca isi konten dalam Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Use Case Diagram Sistem Yang Diusulkan

a). Use Case Diagram Pada Pedoman KKP/TA/Skripsi

Gambar 4.19 Use Case Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi Usulan

Berdasarkan gambar 4.19 Use Case Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi Usulan diatas terdapat :

  1. 1 system yang mencangkup seluruh aktifitas usulan pada Pedoman KKP/TA/Skripsi di Widuri

  2. 2 Actor yang melakukan kegiatan, yaitu Admin dan Pribadi Raharja. Pribadi Raharja disini mencangkup mahasiswa, dosen pembimbing dan seluruh user widuri.

  3. 3 use case yang akan dilakukan oleh actor-actor.

b). Use Case Diagram Pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Gambar 4.20 Use Case Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Usulan

Berdasarkan gambar 4.20 Use Case Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Usulan diatas terdapat :

  1. 1 system yang mencangkup seluruh aktifitas usulan pada akses Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir.

  2. 2 Actor yang melakukan kegiatan, yaitu Admin dan Pribadi Raharja. Pribadi Raharja disini mencangkup mahasiswa, dosen pembimbing dan dewan penguji.

  3. 4 use case yang akan dilakukan oleh actor-actor.

Activity Diagram Yang Diusulkan

a). Activity Diagram Pada Pedoman KKP/TA/Skripsi

Gambar 4.21 Activity Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi Usulan

Berdasarkan gambar 4.22 Activity Diagram Pada Pedoman KKP/TA/Skripsi Usulan diatas terdapat :

  1. 1 initial node, yaitu objek yang diawali.

  2. 6 action, yaitu state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

  3. 1 final state, yaitu objek yang diakhiri.

b). Activity Diagram Pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Gambar 4.22 Activity Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Usulan

Berdasarkan gambar 4.22 Activity Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Usulan diatas terdapat :

  1. 1 initial node, yaitu objek yang diawali.

  2. 5 action, yaitu state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

  3. 1 final state, yaitu objek yang diakhiri.

Sequence Diagram Yang Diusulkan

a). Sequence Diagram Pada Pedoman KKP/TA/Skripsi

Gambar 4.23 Sequence Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi Usulan

Berdasarkan gambar 4.23 Sequence Diagram Pedoman KKP/TA/Skripsi Usulan diatas terdapat :

  1. 1 actor yang melakukan kegiatan yaitu Pengguna yang merupakan Pribadi Raharja.

  2. 1 control yang mengontrol alur kerja sistem yaitu Widuri.

  3. 4 boundary yang menggambarkan interaksi actor yaitu Halaman Utama, Pedoman KKP, Pedoman TA, dan Pedoman Skripsi.

  4. 12 message yang merupakan urutan kegiatan dalam mengakses pedoman.

b). Sequence Diagram Pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Gambar 4.24 Sequence Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Usulan

Berdasarkan gambar 4.24 Sequence Diagram Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Usulan diatas terdapat :

  1. 1 actor yang melakukan kegiatan yaitu Pengguna yang merupakan Peribadi Raharja.

  2. 1 control yang mengontrol alur kerja sistem yaitu iMe Pessta.

  3. 3 boundary yang menggambarkan interaksi actor yaitu Jomepage, Penilaian Pembimbing dan Penilaian Penguji.

  4. 13 message yang merupakan urutan kegiatan dalam mengakses pedoman.

Perbedaan Prosedur Antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan

1. Perbedaan Prosedur Sistem Yang Berjalan dan Sistem Usulan Pada Pedoman KKP/TA/SKRIPSI

Tabel 4.1 Perbedaan Prosedur Pada Pedoman KKP/TA/Skripsi

2. Perbedaan Prosedur Sistem Yang Berjalan dan Sistem Usulan Pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Tabel 4.2 Perbedaan Prosedur Pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Rancangan Basis Data

Class Diagram

Rancangan class diagram ini sangat membantu dalam visualisasi kelas dari suatu sistem. Hal ini di sebabkan karena diagram kelas adalah model statis yang menggambarkan struktur dan deskripsi class serta hubungannya antara class. Class terdiri dari nama kelas, atribut dan operasi/methode. Berikut ini menggambarkan struktur dan deskripsi class pada sistem Widuri

Gambar 4.25 Class Diagram

Spesifikasi Basis Data

1. Nama File : mwiki_logging

Media : Hard Disk

Fungsi : Untuk merekam data yang akan diarsipkan.

Panjang Record : 887 karakter

Primary Key : log_id

Tabel 4.3 mwiki_logging


2. Nama File : mwiki_archive

Media : Hard Disk

Fungsi :Untuk menyimpan file berupa artikel.

Panjang Record : 740 karakter

Primary Key : fa_id

Tabel 4.4 mwiki_archive

3. Nama File : mwiki_image

Media : Hard Disk

Fungsi : Untuk menyimpan gambar

Panjang Record : 795 karakter

Primary Key : img_name

Tabel 4.5 mwiki_image


4. Nama File : mwiki_file_archive

Media : Hard Disk

Fungsi : Untuk menyimpan data-data atau arsip gambar.

Panjang Record : 1071 karakter

Primary Key : ar_id

Tabel 4.6 mwiki_file_archive

5. Nama File : mwiki_category

Media : Hard Disk

Fungsi : Untuk menyimpan nama kategori.

Panjang Record : 297 karakter

Primary Key : cat_id

Tabel 4.7 mwiki_category

6. Nama File : mwiki_approved_revs

Media : Hard Disk

Fungsi : Untuk menyimpan revisi yang disetujui.

Panjang Record : 33 karakter

Primary Key : page_id

Tabel 4.8 mwiki_approved_revs


7. Nama File : mwiki_category_links

Media : Hard Disk

Fungsi : Untuk menyimpan kategori dengan menggunakan link.

Panjang Record : 782 karakter

Primary Key : cl_from , cl_to

Tabel 4.9 mwiki_category-links

Flowchart System yang diusulkan

System flowchart dapat didefinisikan sebagai bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem. Berikut Flowchart Sistem usulan untuk prosedur Pedoman Widuri dan Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Pada Perguruan Tinggi Raharja, yaitu:

Gambar 4.26 Flowchart System Pedoman Widuri

Gambar 4. diatas merupakan sebuah flowchart yang menggambarkan alur pengaksesan Pedoman KKP/TA/Skripsi pada Widuri. Tahap awal untuk mengakses Pedoman KKP/TA/Skripsi adalah dengan masuk ke situs Widuri kemudian pada halaman utama pilih pedoman kkp/ta/skripsi , lalu view.

Gambar 4.27 Flowchart System Pebilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

Gambar 4. diatas merupakan sebuah flowchart yang menggambarkan alur pengaksesan Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir pada Perguruan Tinggi Raharja. Tahap awal untuk mengakses Pedoman KKP/TA/Skripsi adalah dengan masuk ke situs pessta.ilearning.me kemudian pada halaman utama pilih konten Penilaian Pembimbing atau Penilaian Penguji , lalu view.

Rancangan Program

Pada rancangan program ini digambarkan dalam bentuk diagram HIPO.

HIPO (Hierarchy Plus Input-Proses-Output)merupakan alat yang digunakan sebagai dokumentasi program dan sebagai alat desain dan teknik dokumentasi dalam siklus pengembangan system.

Gambar 4.28 Diagram HIPO

Adapun spesifikasi program yang diusulkan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Menu Utama


    Nama Program : Menu Utama

    Fungsi : Untuk menampilkan menu pilihan yang ada pada program

    Bahasa Program : PHP

    Proses : Pada Menu Utama terdapat lima buah pilihan yaitu:

    1. Home
      Nama Program : Home

      Fungsi : Sebagai tampilan awal untuk mencari dan membuat artikel.

      Bahasa Program : PHP

      Proses : Memasukan url pada address bar.

    2. Preferensi Saya
      Nama Program :Preferensi Saya

      Fungsi : Untuk mengubah dan menyipan pengaturan pengguna.

      Bahasa Program : PHP

      Proses : Pada menu utama pilih preferensi saya yang terletak pada bagian kanan atas.

    3. Bantuan
      Nama Program : Bantuan

      Fungsi : Untuk menampilkan macam-macam pertanyaan atau FAQ (Frequently Asked Question)

      Bahasa Program : PHP

      Proses : Pada Menu Utama pilih bantuan pada kolom navigasi.

    4. Halaman Istimewa
      Nama Program : Halaman Istimewa

      Fungsi : Untuk menampilkan konten-konten yang berhubungan dengan data, keamanan serta log aktifitas.

      Bahasa Program : PHP

      Proses : Pada Menu Utama pilih halaman istiemewa yang terletak pada kolom peralatan

    5. Artikel
      Nama Program : Artikel

      Fungsi : Untuk menampilkan artikel yang tersedia.

      Bahasa Program : PHP

      Proses : Pada kolom pencarian masukan judul artikel yang diinginkan.

Rancangan Prototipe

Tujuan dalam membuat prototipe adalah untuk mempercepat dan mempermudah dalam memvisualisasikan desain alternatif dan konsep. Berikut ini adalah rancangan prototipe dari Pedoman KKP/TA/SKRIPSI pada Widuri dan Tampilan Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir yang akan dibuat.

1. Rancangan Prototipe pada Pedoman KKP/TA/Skripsi di Widuri


a. Tampilan Awal


Gambar 4.29 Tampilan Awal

b. Tampilan Isi Dari Chapter

Gambar 4.30 Tampilan Isi Dari Chapter

c. Tampilan Tabel Konsentrasi

Gambar 4.31 Tampilan Tabel Konsentrasi

d. Tampilan Isi Konsentrasi


Gambar 4.32 Tampilan Isi Konsentrasi

e. Tampilan Akhir


Gambar 4.33 Tampilan Akhir

2. Rancangan Prototipe pada Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir

a. Tampilan Homepage

Gambar 4.34 Tampilan Homepage

b. Tampilan Header

Gambar 4.35 Tampilan Header

c. Tampilan Page

Gambar 4.36 Tampilan Page

d. Tampilan Body

Gambar 4.37 Tampilan Body

e. Tampilan Isi Konten

Gambar 4.38 Tampilan Isi Konten

f. Tampilan Foooter

Gambar 4.39 Tampilan Footer

Konfigurasi Sistem Usulan

Spesifikasi Hardware

Perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistema dalah suatu unit personal komputer. Perangkat keras yang diusulkan ini dibuat berdasarkan kebutuhan sistem saat ini dan antisipasi kabutuhan di masa yang akan datang. Konfigurasi yang dibutuhkan pada sistem yang diusulkan, yaitu:

  1. Processor : Intel Pentium Processor P6100

  2. Monitor : 14.0” HD LED LCD

  3. RAM : 1 GB DDR3 Memory

  4. Hardisk : 320 GB HDD

  5. Printer : Ip1800 Series

Aplikasi Yang Digunakan

Perangkat lunak merupakan penunjang dari peralatan komputer yang akan digunakan sebagai penghubung dalam instruksi yang diinginkan. Agar komputer dapat menghasilkan informasi yang diharapkan, maka penulis perangkat lunak yang dibutuhkan untuk sistem usulan ini sebagai berikut:

  1. Rinfodocs

  2. Widuri

  3. iMe

  4. Web browser modern, termasuk Chrome, Safari, Firefox, dan IE

  5. Filezilla

  6. Notepad++

Hak Akses

Hak akses keseluruhan ada pada Admin, dan untuk mengakses Widuri dan Pessta dapat dilakukan oleh seluruh Pribadi Raharja, baik mahasiswa, dosen maupun manajemen pada Perguruan Tinggi Raharja.

Testing

Pengujian dengan metode Black Box Testing ini dilakukan dengan cara memberikan sejumlah input pada sistem. Input tersebut kemudian di proses sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya untuk melihat apakah program aplikasi dapat menghasilkan output yang sesuai dengan yang diinginkan dan sesuai pula dengan fungsi dasar dari sistem tersebut. Apabila dari input yang diberikan, proses dapat menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya, maka program yang dibuat sudah benar, tetapi apabila output yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya, maka masih terdapat kesalahan pada sistem tersebut, dan selanjutnya dilakukan penelusuran perbaikan untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.

Berikut ini adalah beberapa testing pada Penerapan Pedoman Widuri Sebagai Penunjang Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Pada Perguruan Tinggi Raharja

1. Pengujian Pada Akses Widuri dan Pessta

Berikut ini adalah tabel pengujian Black Box berdasarkan pengaksesan sistem Widuri dan Pessta.

Tabel 4.10 Pengujian Akses Widuri dan Pessta

2. Pengujian Pada Pencarian Pedoman

Berikut ini adalah tabel pengujian Black Box berdasarkan pencarian pedoman yang ada pada Widuri.

a. Pedoman KKP

Tabel 4.11 Pengujian Search Pedoman KKP

b. Pedoman TA

Tabel 4.12 Pengujian Search Pedoman TA

c. Pedoman Skripsi

Tabel 4.13 Pengujian Search Pedoman Skripsi

Evaluasi

Setelah diadakan pengujian dengan metode Black Box Testing yang dilakukan dengan cara memberikan sejumlah input pada program seperti contoh pengujian pada masing-masing menu dan sub menu. Jika input data tidak lengkap dan tidak sesuai dengan yang diharapkan maka sistem akan menampilkan pesan atau menyampaikan pesan yang sangat membantu dalam mengatahui letak kesalahannya.

Implementasi

Implementasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menguji data dan menerapkan sistem yang diperoleh dari kegiatan seleksi. Pada tahap ini penulis sudah melakukan implementasi sistem dengan cara melakukan presentasi dan sosialisai dihadapan dosen dan mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja. Berikut ini adalah pembuktian dari implementasi yang telah dilaksanakan :

Schedule

Pada tahap ini dibutuhkan rencana implementasi yang berguna dalam pelaksanaan langkah-langkah kegiatan penerapannya. Langkah-langkah yang dilakukan dalam usaha mewujudkan sistem yang direncanakan ini dalam bentuk time table yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.14 Schedule Implementasi

Penerapan

Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengimplementasikan rancangan yang tekah disusun agar dapat diwujudkan. Penerapan ini akan dibuktikan dalam bentuk counting (perhitungan), berikut ini adalah bentuk perhitungan dari penerapan pedoman widuri sebagai penunjang penilaian sidang skripsi dan tugas akhir pada Perguruan Tinggi Raharja:

Tabel 4.15 Penerapan Sistem

Estimasi Biaya

Estimasi biaya digunakan sebagai penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian yang diusulkan. Dibawah ini adalah rincian biaya yang diperlukan penulis untuk menyelesaikan penelitian yang berjudul "Penerapan Pedoman Widuri Sebagai Penunjang Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir Pada Perguruan Tinggi Raharja".

Tabel 4.16 Estimasi Biaya

Nomor Uraian Kegiatan Volume Harga Satuan Biaya
1 Bahan dan Peralatan Penelitian
Thunder Bolt 4G 1 buah 325.000 325.000
Pulsa Modem 4gb x 6bln @45.000 270.000
595.000
2 Perjalanan
- Ongkos transport STMIK Raharja Informatika - Binong Raya 5 trip 25.000 500.0000
500.000
3 Biaya Lain-lain
- Foto copy 50.000
- Laporan Penyelesaian Skripsi 2 Hardcover 25.000 50.000
100.000
Jumlah Biaya 1.119.500




BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Kesimpulan Terhadap Rumusan Masalah

Untuk menjawab rumusan masalah pada 1.2 yang telah dijabarkan pada BAB I, maka Penulis mendapatkan hasil:

  1. Apakah pedoman Widuri dapat memberikan informasi yang akurat, cepat dan relevan?
  2. Terlihat pada BAB IV bagian Prosedur Sistem Usulan, sistem penyusunan Pedoman KKP/TA/SKRIPSI dilakukan oleh Admin secara langsung dengan menggunakan Widuri, kemudian diadakan sosialisasi dan Mahasiswa bisa secara langsung mengakses pedoman widuri secara online.

    Dari mudahnya sistem yang diusulkan maka dari itu sistem Pedoman Widuri sudah diterapkan dan diimplementasikan pada Perguruan Tinggi Raharja.

  3. Apakah Pedoman Widuri dapat menunjang Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir pada Perguruan Tinggi Raharja?
  4. Dilihat dari keterkaitan yang ada antara pedoman widuri dengan penilaian sidang skripsi dan tugas akhir pada Perguruan Tinggi Raharja yang dijelaskan pada BAB III bagian Alternatif Pemecahan Masalah, maka pedoman widuri sangat menunjang penilaian sidang skripsi dan tugas akhir. Hal ini dikarenakan Widuri menjadi salah satu penilaian sidang skripsi dan tugas akhir.

    Dari alternatif pemecahan masalah yang ada menjelaskan bahwa sistem widuri dapat menunjang penilaian sidang skripsi dan tugas akhir yang ditampilkan pada halaman utama widuri.

  5. Apakah widuri dapat memberikan kemudahan untuk Pribadi Raharja dalam memperoleh informasi?
  6. Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning) merupakan sistem pelayanan informasi yang dapat diakses secara online oleh Pribadi Raharja. Dengan adanya Main Page usulan yang dijelaskan pada BAB IV bagian Final Elisitasi Yang diusulkan maka sistem Widuri dapat memberikan kemudahan navigasi dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan khususnya perihal Pedoman KKP, Pedoman TA dan Pedoman Skripsi yang ada pada Widuri serta informasi-informasi berupa FAQ dan semua informasi yang berhubungan dengan penilaian sidang skripsi dan tugas akhir.

    Dengan menerapkan pedoman widuri sebagai penunjang penilaian sidang skripsi dan tugas akhir pada Perguruan Tinggi Raharja maka dapat memberikan informasi yang akurat, cepat dan relevan dengan cara dapat diakses secara online.

Kesimpulan Terhadap Tujuan dan Manfaat Penelitian

Untuk menjawab tujuan penelitian pada Tujuan Penelitian 1.4.1 yang telah dijabarkan pada BAB I, maka Penulis mendapatkan hasil:

  1. Sistem Widuri dapat memberikan informasi yang akurat, cepat dan relevan dikarenakan penggunaan sistem ini secara online yang dapat diaakses dimana saja dan kapan saja.
  2. Sistem Widuri menyediakan informasi berupa Pedoman KKP/TA/Skripsi untuk menunjang Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir pada Perguruan Tinggi Raharja dengan memberikan akses secara langsung kedalam pessta.ilearning.me.
  3. Sistem Widuri menerapkan Main Page dengan berbagai kemudahan navigasi yang dapat mempermudah user dalam menggunakan sistem Widuri ini.

Untuk menjawab manfaat penelitian pada Manfaat Penelitian 1.4.2 yang telah dijabarkan pada BAB I, maka Penulis mendapatkan hasil:

  1. Manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah penulis dapat menambah pengetahuan dan wawasan dalam penerapan ilmu Sistem informasi dalam bidang penyebaran informasi, selain itu juga manfaat yang didapat yaitu dengan adanya penerapan pedoman widuri sebagai penunjang penilaian sidang skripsi dan tugas akhir dapat mempermudah mahasiswa dalam memperoleh informasi seputar akademik .

Kesimpulan terhadap metode penelitian

Untuk menjawab metode penelitian pada Metode Penelitian 1.5 yang telah dijabarkan pada BAB I, maka Penulis mendapatkan hasil:

  1. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menfokuskan penelitian pada Penerapan Pedoman Widuri Sebgaai Penunjang Penilaian Sidang Skipsi dan Tugas Akhir Pada Perguruan Tinggi Raharja. Dan dapat terlihat dari Literature Rewiew yang dilakukan pada Bab II, bahwa belum ada sebelumnya yang melakukan penelitian seperti ini. Hal ini dimaksudkan agar peneliti dapat terus melanjutkan penelitian ini dan fokus dalam satu bagian saja atau tidak meluas, sehingga data yang diperoleh akurat, spesifik, dan memudahkan peneliti untuk menganalisis data yang diperoleh. Selain itu peneliti juga melakukan observasi dan wawancara pada berjalannya penerapan ini.
  2. Metode penelitian yang penulis lakukan selama menganalisa pedoman widuri dan pessta adalah dengan menggunakan metode pengamatan langsung (Observasi) pada objek yang diteliti dan meminta data yang diperlukan sebagai bahan untuk menulis laporan penelitian di REC Perguruan Tinggi Raharja selama kurang lebih 6 bulan. Selain itu penulis juga menggunakan metode wawancara dan studi pustaka untuk mendapatkan informasi dari beberapa sumber-sumber literature seperti buku, majalah, internet, hasil seminar, artikel, jurnal, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan penelitian sebagai bahan referensi.Penuis juga menggunakan metode analisa CSF sebagai upaya untuk menginterprestasikan objektif secara lebih luas. Dan sebagai bahan acuan apakah sudah ada atau belum pernah ada penelitian yang sama dengan judul penelitian ini. Dilihat dari beberapa Literature Review yang telah dilakukan.

Berdasarkan analisa yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pedoman widuri sebagai penunjang penilaian sidang skripsi dan tugas akhir pada Perguruan Tinggi Raharja sangat bermanfaat untuk Pribadi Raharja dengan berbagai kemudahan yang tertera didalamnya. Selain itu juga dapat meningkatkan mutu dan kualitas informasi.

Saran

  1. Dapat terpenuhinya kebutuhan Pribadi Raharja, khususnya mahasiswa/i Perguruan Tinggi Raharja mengenai Penerapan Pedoman Widuri Sebagai Penunjang Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir dapat meminimalisir penggunaan kertas untuk penggandaan dokumen serta dapat memberikan informasi secara akurat, cepat dan relevan..
  2. Bagi Calon Peneliti, pengelolaan sistem Widuri harus disempurnakan melalui perubahan visi, misi, pendekatan, strategi , standar pembuatan artikel untuk Pedoman KKP/TA/SKRIPSI, standar penghapusan artikel, standar penggantian judul artikel dan kegiatan operasional lainnya, agar dapat tercipta sistem Widuri yang handal sebagai media penyimpanan Pedoman KKP/TA/SKRIPSI.
  3. Semoga Penerapan Pedoman Widuri Sebagai Penunjang Penilaian Sidang Skripsi dan Tugas Akhir serta segala informasi yang terdapat didalamnya dapat bermanfaat sesuai dengan yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 Sutabri, Tata. 2012. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset
  2. 2,0 2,1 2,2 2,3 Mustakini, Jogiyanto Hartono. 2009. Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 3,5 Mulyanto, Agus. 2009. Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  4. 4,0 4,1 Yakub. 2012. Pengantar Sistem Informasi, Yogyakarta: Graha Ilmu
  5. Sutarman. 2012. "Buku Pengantar Teknologi Informasi". Jakarta: Bumi Aksara
  6. Jogiyanto, Hartono. 2010. Analisis dan Desain Sistem Informasi, Edisi III. Yogyakarta: Andi Offset
  7. 7,0 7,1 7,2 7,3 7,4 7,5 7,6 Nugroho, Adi. 2005. Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Dengan Metodologi Berorientasi Objek. Bandung: Informatika.
  8. Daryanto. 2010. Teknologi Jaringan Internet. Bandung: Satu Nusa.
  9. 9,0 9,1 9,2 Simarmata, Janner. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak. Yogyakarta: CV Andi Offset.
  10. Perguruan Tinggi Raharja. 2013. Buku Panduan Kuliah Kerja Praktek. Edisi: 1 Revisi: 11. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
  11. 11,0 11,1 Perguruan Tinggi Raharja. 2013. Buku Panduan Tugas Akhir Dan Skripsi. Edisi: 1 Revisi: 11. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
  12. Official iMe Widuri. 2013. "Welcome To Widuri". Diambil dari: http://widuri.ilearning.me/ (Tanggal Akses 22 Mei 2014)
  13. iRAN. 2013. "Apa itu Widuri?". Dikutip dari: http://iran.raharja.info/index.php?action=artikel&cat=30&id=64&artlang=id (Tanggal akses 22 Mei 2014)
  14. 14,0 14,1 IT Roadmap. 2013. "10 Pillar IT iLearning (TPi)". Dikutip dari: http://roadmap.ilearning.me/10-pillar-it-ilearning/ (Tanggal akses 22 Mei 2014).
  15. 15,0 15,1 Media Pedidikan. 2011. Penghertian Penilaian Hasil Belajar. Diambil dari: http://www.m-edukasi.web.id/2013/08/pengertian-penilaian-hasil-belajar.html. (Tanggal akses 31 Mei 2014).
  16. STMIK Mercusuar. 2013. Seminar dan Sidang. Diambil dari: http://mercusuar.ac.id/tugas-akhir. (Tanggal akses 31 Mei 2014).
  17. 17,0 17,1 Hajar, Naimul. 2010. Teknik Sidang. Diambil dari: http://naimulhajar.wordpress.com/2010/12/18/teknik-sidang/. (Tanggal akses 31 Mei 2014).
  18. Pressman, Roger S. 2005. Rekayasa Perangkat Lunak: Pendekatan Praktisi. Yogyakarta: Andi.
  19. 19,0 19,1 Soetam, Rizky. 2011. Konsep Dasar Perangkat Lunak. Jakarta: PT. PrestasiPustaka Raya.
  20. Witarto, Rockart dan Bullen. 1981. Memahami Sistem Informasi. Bandung: Informatika.
  21. 21,0 21,1 Widyaningsih, Pipin. 2014. PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI PADA INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI MENGGUNAKAN ANALISIS CRITICAL SUCCESS FACTORS (Studi Kasus : STMIK Duta Bangsa Surakarta) . diambil dari :https://www.academia.edu/6398908/PERENCANAAN_STRATEGIS_SISTEM_INFORMASI_PADA_INSTITUSI_PENDIDIKAN_TINGGI_MENGGUNAKAN_ANALISIS_CRITICAL_SUCCESS_FACTORS_Studi_Kasus_STMIK_Duta_Bangsa_Surakarta. (8 Juni 2014)
  22. Praptiningsih, Yulia Eka. 2012. Aplikasi Penyewaan Ruangan PT. Simaeru Indonesia Raya Dengan Visual Basic 6.0. Depok: Universitas Gunadarma, UG Jurnal Vol. 6 No. 01, 2012.
  23. 23,0 23,1 23,2 Widodo, Prabowo Pudjo dan Herlawati. 2011. Menggunakan UML. Bandung: Informatika.
  24. Nugroho, Adi. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak Menggunakan UML & Java. Yogyakarta: Andi Offset.
  25. 25,0 25,1 Penerbit ANDI dengan MADCOMS. 2010. Kupas Tuntas Adobe Dreamweaver CS5 dengan Pemrograman PHP & MYSQL. Yogyakarta: Andi Offset.
  26. 26,0 26,1 26,2 Sibero, F.X Alexander. 2011. Kitab Suci Web Programming. Jakarta: MediaKom.
  27. Rafiudin, Rahmat. 2005. Membangun Server FTP. Yogyakarta: Andi Offset.
  28. FileZilla Wiki. 2009. Mainpage FileZilla Wiki. Diambil dari: https://wiki.filezilla-project.org/Main_Page. (Tanggal Akses 1 Juni 2014) [1]
  29. 29,0 29,1 Mediawiki. 2010. How does MediaWiki work?/id. Diambil dari: http://www.mediawiki.org/wiki/How_does_MediaWiki_work%3F/id. (Tanggal akses 31 Mei 2014).
  30. 30,0 30,1 30,2 30,3 Suryo Guritno, Sudaryono, dan Untung Rahardja. 2011. Teory and Application of IT Research: Metodelogi Penelitian Teknologi Informasi.Yogyakarta: CV ANDI OFFSET
  31. Saputra. Alhadi. 2012. Kajian Kebutuhan Perangkat Lunak Untuk Pengembangan Sistem Informasi Dan Aplikasi Perangkat Lunak Buatan LAPAN Bandung. Bandung: LAPAN.
  32. Darma, Jarot S, dan Shenia Ananda. 2001. Buku Pintar Menguasai Internet. Jakarta: Mediaki.
  33. Rahardja, Untung, Nurazizah dan Santika Dewi. 2013. Sistem Pelayanan Dukungan Role Online System Ticketing Raharja (ROOSTER) Dengan Menggunakan E-Ticket. Jurnal CCIT. Perguruan Tinggi Raharja. Vol.7 No.1.
  34. Ariesanti, Hani Dewi, Muhamad Yusup, dan Ceria Marcelia. 2014. Penerapan Multimedia Audio Galery Ilearning Community And Services (MAGICS) Sebagai Media Penyimpanan Dokumentasi Pada Perguruan Tinggi Raharja. Jurnal CCIT. Perguruan Tinggi Raharja. Vol.7 No.2
  35. Rahardja, Untung, Muhamad Yusup dan Ana Nurmaliana. 2014. Penerapan iLearning Survey (iSur) Dalam Meningkatkan Kualitas Sistem Informasi Selama Proses Pembelajaran Di Perguruan Tinggi Raharja. Jurnal CCIT. Perguruan Tinggi Raharja. Vol.7 No.3.
  36. Hasibuan, Zainal A. 2007. Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi: Konsep, Teknik, Dan Aplikasi. Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
  37. R. Untung, B.W. Ary, N.S. Dini. Penerapan Aplikasi iDINI sebagai Media Penyimpanan Materi Perkuliahan iLearning Pada Perguruan Tinggi. Jurnal CCIT. Perguruan Tinggi Raharja: Indonesia, 2012.
  38. Mude, Anastasia. 2009. "Analisa Sistem Informasi Penilaian KKP/TA/SKRIPSI Berbasis Web Pada Perguruan Tinggi Raharja". Laporan KKP. Perguruan Tinggi Raharja.
  39. Sudarwanto, Dendi Asep. 2009. "Analisa Sistem Informasi Jadwal Bimbingan KKP, TA, dan SKRIPSI pada Perguruan Tinggi Raharja". Laporan KKP. Perguruan Tinggi Raharja.
  40. Indriyani, Fitria.2013. "Perancangan Sistem Wiki iDu Raharja iLearning Pada Perguruan Tinggi Raharja".Laporan SKRIPSI. Perguruan Tinggi Raharja.
  41. Henderi, Warsito. Ary Budi, Sidik. Ahmad. 2010.“Digital Library Modelling : Supporting For Knowledge Management”. Perguruan Tinggi Raharja, Indonesia.
  42. M. D. Yeni, G. Tiur. Juni 2009. "Pemanfaatan Aplikasi Wiki Untuk Pengajaran dan Pembelajaran". Seminar Nasioanl Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI): Yogyakarta.
  43. Aharony, Noa. 2009. "The Use of a Wiki as an Instructional Tool: A Qualitative Investigation". Journal of Web Librarianship, Vol.3 No.1 , pp.35-53, doi: 10.1080/19322900802660334 Key: citeulike:4217251.
  44. Amalia, Kiki. 2013. "Analisa Sistem Widuri Sebagai Media Informasi Pengajaran dan Tugas Pada Perguruan Tinggi Raharja". Laporan KKP. Perguruan Tinggi Raharja.
  45. Chien-Min Wang, D. Turner. Extending The Wiki Paradigm For Use In The Classroom. Information Technology: Coding and Computing, 2004. Proceedings. ITCC 2004. International Conference on, Vol.1 (2004), pp. 255-259 Vol.1 Key: citeulike:559520
  46. Kurniawan, Rano, Henderi dan Fitria Nursetianingsih. 2012. Penggunaan Ipad Mendukung Pembelajaran Pada Mahasiswa iLearning. Jurnal CCIT. Perguruan Tinggi Raharja. Vol.6 No.1.

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A:

Lampiran A.1 : Validasi Skripsi
Lampiran A.2 : Surat Pengantar Skripsi
Lampiran A.3 : Surat Penugasan Kerja
Lampiran A.4 : Kartu Bimbingan I
Lampiran A.5 : Kartu Bimbingan II
Lampiran A.6 : Daftar Nilai
Lampiran A.8 : Kwitansi Poster Sesion
Lampiran A.9 : Kwitansi Sidang
Lampiran A.10 : Kwitansi Raharja Career
Lampiran A.15 : Sertifikat TOEFL
Lampiran A.16 : Sertifikat Prospek
Lampiran A.21 : Daftar Riwayat Hidup

Lampiran B:

Lampiran B.1 : Form Observasi
Lampiran B.2 : Form Wawancara

Lampiran C:

Lampiran C.1 : Halaman Utama Widuri
Lampiran C.5 : Tampilan FAQ

Lampiran D:

D.7 : Hibah
D.10 : iDu Class

Contributors

Winiarti Prastiwi