Pengguna:Yantie Suminto

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI

SARANA PENUNJANG INFORMASI DAN PROMOSI

PADA PT. MAYORA INDAH, TBK.

TANGERANG



Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NIM
NAMA


KONSENTRASI MULTIMEDIA AUDIO VISUAL AND BROADCASTING

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

TANGERANG

2016/2017


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI

SARANA PENUNJANG INFORMASI DAN PROMOSI

PADA PT. MAYORA INDAH, TBK.

TANGERANG

Disusun Oleh :

NIM
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
Konsentrasi

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, Februari 2017

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Junaidi, M.Kom)
NIP : 000594
       
NIP : 001405

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI

SARANA PENUNJANG INFORMASI DAN PROMOSI

PADA PT. MAYORA INDAH, TBK.

TANGERANG

Dibuat Oleh :

NIM
Nama

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Disetujui Oleh :

Tangerang Februari 2017

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
( Drs. Sugeng Widada, M.Si.)
   
( Aris Martono, S.Kom.,M.M.S.I.)
NID : 06098
   
NID : 08197

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI

SARANA PENUNJANG INFORMASI DAN PROMOSI

PADA PT. MAYORA INDAH, TBK.

TANGERANG

Dibuat Oleh :

NIM
Nama

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Tahun Akademik 2016/2017

Disetujui Penguji :

Tangerang, Februari 2017

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI

SARANA PENUNJANG INFORMASI DAN PROMOSI

PADA PT. MAYORA INDAH, TBK.

TANGERANG

Disusun Oleh :

NIM
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
Konsentrasi

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, Februari 2017

 
 
 
 
 
NIM : 1321475799

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;


ABSTRAKSI

Tujuan penelitian dengan bentuk pengajuan perancangan media komunikasi visual yang dilakukan adalah untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam mencarikan solusi permasalahan yang terdapat pada dunia usaha khususnya pada PT. Mayora Indah Tbk., adalah sebuah usaha yang menghasilkan produk-produk jenis makanan dan minuman yang terdapat di wilayah Batu Ceper Kota Tangerang, sesuai dengan hasil interview yang dilakukan bahwa dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan saat ini agar dapat efektif dan dapat memenangkan persaingan dibutuhkan bentuk-bentuk media sarana penunjang diantaranya: rancangan media Billboard, media Spanduk, media Umbul-umbul, Topi, T-Shirt, Kalender, Payung, Mug dan Jam Dinding, dari pengajuan rancangan media tersebut untuk memenuhi kebutuhan penunjang program promosi diharapkan dapat memenuhi nilai efektifitas dalam memasarkan produk-produk yang ditujukan kepada masyarakat. Untuk menghasilkan rancangan media yang baik, menarik dan berkualitas dipergunakan Konsep Desain yang terdapat tahapan Perencanaan Media, Perencanaan Pesan dan Perencanaan Visual. Adapun manfaat dari pengajuan rancangan media yangdilakukan adalah dari pihak perusahaan dapat menaikkan hasil penjualan produk-produk yang dipasarkan, sehingga dapat meningkatkan keuntungan pihak perusahaan.


Kata Kunci: Media, Informasi dan Promosi


ABSTRACT

Research objectives with the form of the submission of the design of visual communication media does is to apply knowledge and skills in the search for solutions to the problems found in the corporate world, especially at PT. Majus Beautiful Tbk., is a business that produces the types of food products and beverages contained in Tangerang Ceper Stone area, according to the results of the interview that was done that in marketing products produced at this time in order to be effective and can win the competition required media forms including supporting means design media: media banners, billboards, media Umbul-umbul, hats, t-shirts, calendars, mugs and umbrellas, wall clock, from the submission of the draft the media to meet the needs of supporting the program promotions are expected to fulfill the value of effectiveness in marketing products directed to the community. To generate a good media design, attractive and quality used concept design contained Media Planning phases, planning and planning of the Visual Message. As for the benefits of the submission of the draft media yangdilakukan is from the company can raise the results of sales of products being marketed, so that it can increase profits a company party.


Keywords : Media, information, and promotions.


KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya serta karunia berupa kesehatan yang sekarang ini masih melekat pada diri penulis merupakan anugrah yang tidak ternilai harganya, dengan karunia ini akhirnya penulis dapat menyelesaikan Laporan Skripsi, dengan judul “PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI SARANA PENUNJANG INFORMASI DAN PROMOSI PADA PT. MAYORA INDAH, TBK TANGERANG” dapat berjalan dengan baik dan selesai dengan semestinya.

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom) untuk jenjang S1 di Perguruan Tinggi Raharja, Cikokol Tangerang. Sebagai bahan penulisan, penulis mengambil data berdasarkan hasil observasi, wawancara, survey serta studi pustaka yang mendukung penulisan ini.

Dalam penyusunan laporan kuliah kerja praktek ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, oleh sebab itu penulis ingin mengungkapkan rasa terima kasih kepada:

  1. Bapak Ir. Untung Raharja, M.T.I., selaku Ketua STMIK Raharja.
  2. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom., selaku pembantu ketua I bagian akademik STMIK Raharja.
  3. Bapak Junaidi, M.Kom., selaku Kepala Program Studi Teknik Informatika STMIK Raharja.
  4. Bapak Drs. Sugeng Widada, M.Si., selaku staf ahli konsentrasi MAVIB (Multimedia Audio Visual and Broadcasting) dan selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak membimbing penulis dan memberikan masukan yang berarti dalam menyelesaikan laporan Kuliah kerja Praktek ini.
  5. Bapak Aris Martono, S.Kom.,M.M.S.I., selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak membimbing penulis dan memberikan masukan yang berarti dalam menyelesaikan laporan Kuliah kerja Praktek ini
  6. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis
  7. Kepada Orang Tua, Keluarga serta pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan laporan ini.

Demikian penulis ucapkan terima kasih, Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun, Penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai kita semua dalam meraih cita-cita menuju kesuksesan.


Tangerang, Februari 2017
Yantie Suminto
NIM. 1321475799

DAFTAR TABEL

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Material Produk Biskuit

Tabel 3.2. Material Produk Permen

Tabel 3.3. Material Produk Wafer

Tabel 3.4. Material Produk Coklat

Tabel 3.5. Material Produk Sereal

Tabel 3.6. Material Produk Kopi

Tabel 3.7. Material Produk Bubur

Tabel 3.8. Material Produk Mi Instan

Tabel 3.9. Material Minuman

Tabel 3.10. Budget Produksi Media

Tabel 3.11. Elisitasi Tahap I

Tabel 3.12. Elisitasi Tahap II

Tabel 3.13. Elisitasi Tahap III

Tabel 3.14. Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1. Tabel Penggunaan Media

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Metode Penelitian

Gambar 2.1. Tampilan Jendela Program Adobe Photoshop

Gambar 2.2. Tampilan Jendela Program Adobe Illustrator

Gambar 3.1. Struktur Organisasi PT. Mayora Indah, Tbk

Gambar 4.1. Layout Kasar Billboard

Gambar 4.2. Layout Kasar T-Shirt

Gambar 4.3. Layout Kasar Topi 1

Gambar 4.4. Layout Kasar Topi 2

Gambar 4.5. Layout Kasar Spanduk

Gambar 4.6. Layout Kasar Payung

Gambar 4.7. Layout Kasar Jam Dinding 1

Gambar 4.8. Layout Kasar Jam Dinding 2

Gambar 4.9. Layout Kasar Umbul-umbul

Gambar 4.10. Layout Kasar Mug

Gambar 4.11. Layout Kasar Kalender

Gambar 4.12. Layout Komprehensif Billboard

Gambar 4.13. Layout Komprehensif T-Shirt

Gambar 4.14. Layout Komprehensif Topi 1

Gambar 4.15. Layout Komprehensif Topi 2

Gambar 4.16. Layout Komprehensif Spanduk

Gambar 4.17. Layout Komprehensif Payung

Gambar 4.18. Layout Komprehensif Jam Dinding 1

Gambar 4.19 Layout Komprehensif Jam Dinding 2

Gambar 4.20. Layout Komprehensif Umbul-umbul

Gambar 4.21.Layout Komprehensif Mug

Gambar 4.22.Layout Komprehensif Kalender

Gambar 4.23.Layout Final Artwork Billboard

Gambar 4.24.Layout Final Artwork T-Shirt

Gambar 4.25.Layout Final Artwork Topi 1

Gambar 4.26. Layout Final Artwork Topi 2

Gambar 4.27. Layout Final Artwork Spanduk

Gambar 4.28. Layout Final Artwork Payung

Gambar 4.29. Layout Final Artwork Jam Dinding 1

Gambar 4.30 Layout Final Artwork Jam Dinding 2

Gambar 4.31. Layout Final Artwork Umbul-umbul

Gambar 4.32.Layout Final Artwork Mug

Gambar 4.33.Layout Final Artwork Kalender



Daftar isi

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam menunjang keberhasilan penjualan produk sesuai perkembangan teknologi informasi ditentukan media-media penunjang yang memiliki daya tarik dan nilai efektifitas yang dapat mengalahksn perhatian terhadap kompetitor produk yang sejenis.

Pada dasarnya keberadaan fungsi hotel adalah sebagai sarana penunjang kegiatan berpergian jarak jauh dari tempat tinggal, sehingga dibutuhkan sarana akomodasi untuk beristirahat berupa kamar tidur. Hotel Sitamiang adalah perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, dengan berdirinya usaha perhotelan di salah satu daerah, khususnya untuk yang berada di daerah Bogor, yang didirikan oleh Bapak Dadan Teryana pada tahun 2010. Melihat kemajuan dalam dunia usaha untuk meningkatkan peluang bisnis didirikan Hotel Sitamiang 2, sebagai cabang di dunia bisnis, pengurus cabang Hotel Sitamiang 2 yang berada di Bogor, berinisiatif lebih meningkatkan kualitas pelayanan, fasilitas hotel, serta melakukan pembaharuan, dan pembuatan sistem yang lebih baik, maka berdirilah Hotel Sitamiang 2 di Bogor yang didirikan oleh Bapak Deden Taryana, dimana beliau juga adalah salah satu pendiri Hotel Sitamiang 1.

PT. Mayora Indah, Tbk. adalah sebuah perusahaan yang memproduksi produk Biskuit, Permen, Wafer, Coklat, Sereal, Kopi, Bubur, Mi Instan, dan Minuman, agar tetap eksis bersaing di pasaran PT. Mayora Indah, Tbk. Strategi pemasarannya menggunakan jenis media yang digunakan hingga sekarang media lini atas berupa media iklan, TV, billboard, radio dan surat kabar. Dalam menunjang mensponsori event kegiatan sesuai dengan hasil analisa melalui interview dalam menunjang event kegiatan diperlukan media spanduk, umbul-umbul, dan merchandise yang berupa topi, t-shirt, kalender, payung, mug dan jam dinding.

Sesuai dengan kesepakatan dari pihak bagian pemasaran PT. Mayora Indah, Tbk. Dalam proyek Penelitian Skripsi saya selaku mahasiswa Program Studi Teknik Informatika yang memiliki Basic kompetensi di bidang desain grafis diarahkan untuk merancang media penunjang kegiatan-kegiatan sponsorsif dan penunjang media lini atas khususnya billboard. Dalam kesempatan Skripsi saya mengambil Tema yang diberi judul “Perancangan Media Komunikasi Visual Sebagai Penunjang Informasi dan Promosi Pada PT. Mayora Indah, Tbk. Tangerang”.

Perumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan diangkat dalam topik ini yaitu :

  1. Bentuk media apa yang dapat dijadikan penyempurnaan dalam menunjukkan nilai eksistensi produk Mayora Indah, Tbk ?

  2. Bagaimana merancang media yang dapat dijadikan daya tarik event kegiatan sponsorsif PT. Mayora Indah, Tbk?

  3. Jika media rancangan telah digunakan dan efektif target apa yang dinginkan oleh PT. Mayora Indah, Tbk?

Ruang Lingkup Penelitian

Agar pembahasan permasalahan dapat fokus dan terarah, ruang lingkup pembahasan permasalahan dibatasi pada perancangan media billboard, spanduk, umbul-umbul, dan media topi, kaos, kalender, payung, jam dinding dan ug yang dijadikan media merchandise perusahaan.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

  1. Dapat memberi kontribusi positif dalam rangka meningkatkan nilai efektifitas program promosi pada PT. Mayora Indah, Tbk.

  2. Untuk merancang desain yang menarik dan informatif serta dapat memberikan informasi lebih akurat tentang Hotel Sitamiang kepada masyarakat.

  3. Dapat menunjang target pencapaian penjualan produk setiap tahunnya.

Manfaat Penelitian

A. Manfaat Bagi Perusahaan

  1. Dengan Menggunakan Media cetak yang dikemas dalam bentuk Komunikasi Visual diharapkan bermanfaat sebagai penunjang informasi dan promosi pada PT. Mayora Indah, Tbk.

  2. Dengan menyajikan desain yang menarik dan informatif diharapkan dapat menarik calon customer.

  3. Melalui media Desain Komunikasi Visual diharapkan dapat meningkatkan image serta dapat mencapai target yang ditetapkan, dan diharpkan dapat meningkatkan omset pada tahun berikutnya. Melalui media komunikasi visual diharapkan dapat meningkatkan image serta dapat mencapai target yang ditetapkan, dan diharapkan dapat meningkatkan omset pada tahun berikutnya.

B. Manfaat Bagi Mahasiswa

  1. Sebagai sarana pembelajaran dalam merancang media komunikasi visual.

  2. Secara langsung dapat menuangkan ide ide kreatif dan keterampilan kedalam bentuk yang nyata.

  3. Salah satu syarat untuk mencapai gelar S1 sarjana jurusan Teknik Informatika konsentrasi MAVIB (Multimedia Audio Visual and Broadcasting) perguruan tinggi raharja.


Metodologi Penelitian

Metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya Metode Analisa Permasalahan, Metode Pengumpulan Data, Metode Analisa Perancangan Media, dan Metode Konsep Desain. Seperti gambar 1.1 dibawah ini!


Metode Analisa Permasalahan

Analisa permasalahan didapatkan dari hasil interview yang dilakukan pada PT. Mayora Indah, Tbk.

Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara :

  1. Metode Observasi

    Metode yang dilakukan untuk mengumpulkan data dan mendapatkan hal-hal yang diperlukan dalam proses penyusunan laporan penilitian dengan cara mendatangi tempat penelitian secara langsung.

  2. Metode Wawancara (Interview)

    Wawancara yang dilakukan secara terstruktur dengan mengumpulkan data-data dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung kepada pihak-pihak yang terkait.

  3. Studi Pustaka

    Materi-materi yang dipergunakan sebagai dasar landasan diperoleh dari berbagai sumber tertulis, yaitu buku-buku panduan yang terkait dan memuat informasi-informasi yang diperlukan untuk digunakan dalam penyusunan laporan penelitian. Buku-buku panduan yang dipergunakan dalam hal ini adalah dari berbagai sumber.

Metode Analisa Perancangan Media

Perancangan media komunikasi sebagai penunjang informasi dirancang berdasarkan analisa terhadap media yang telah digunakan pada media sebelumnya, selain dari itu juga terhadap analisa kebutuhan yang diajukan kepada stakeholder, selanjutnya dirancang dengan menggunakan aplikasi program komputer grafis yaitu Adobe Photoshop CC dan Adobe Illustrator CC.

Metode Konsep Produksi Media

Konsep desain yang digunakan penulis dalam penelitian skripsi ini akan menyampaikan:

  1. Perencanaan Media

  2. Perencanaan Pesan

  3. Perencanaan Visual

Sistematika Penulisan

Agar dapat memahami lebih jelas dalam penyusunan Skripsi ini dimana masing-masing bab saling berkaitan dan menjadi satu kesatuan. Maka penulis mengelompokkan materi Skripsi ini menjadi beberapa bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pada Bab ini berisikan tentang Latar Belakang Penelitian, Rumusan Masalah, Ruang Lingkup Penelitian, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metodologi Penelitian, dan Sistematika Penulisan yang akan dibahas dalam laporan skripsi.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada Bab ini berisikan tentang konsep dan teori dasar yang melandasi permasalahan penelitian dan menjadi acuan penulisan sesuai dengan topic perancangan yang dibuat dalam penyusunan laporan skripsi. Yang meliputi Konsep Dasar Teori Umum dan Konsep Dasar Teori Khusus.

BAB III IDENTIFIKASI MASALAH

Pada Bab ini berisikan tentang Gambaran Umum Tentang Perusahaan meliputi Sejarah Perusahaan, Struktur Organisasi, Visi dan Misi Perusahaan, Struktur Organisasi, Wewenang dan Tanggung Jawab, Informasi Tentang Produk, Market Analisis, Potensial Market, Segmentasi Pemasaran, Tujuan Pemasaran, Stratregi Pemasaran, Budget Produksi Media, Konfigurasi Hardware, Elisitasi.

BAB IV KONSEP DESAIN

Pada bab ini membahas mengenai perencanaan (konsep media) , perencanaan pesan dan perencanaan visual.

BAB V PENUTUP

Pada Bab ini berisikan tentang Kesimpulan, Saran, danKesan yang diberikan penulis kepada Perusahaan sebagai pemecahan masalah dalam perancangan yang telah dibuat.

DAFTAR PUSTAKA

Berisikan tentang referensi yang digunakan dalam penyusunan hasil laporan skripsi.

LAMPIRAN

Berisikan daftar dari keseluruhan lampiran–lampiran yang melengkapi laporan sebagai lampiran.

BAB II

LANDASAN TEORI


Teori Umum

Konsep dasar Perancangan

  1. Pengertian Perancangan

    Menurut Gatoet Soepadmo dalam buku Panduan Mudah Merancang Bangunan, Bandung: Griya Kreasi (2013:10) [1] Perancangan adalah setiap rancangan harus memenuhi kebutuhan penggunanya dan dapat berfungsi dengan baik, fungsi timbul sebagai akibat dari adanya kebutuhan manusia dalam usaha untuk mempertahankan serta mengembangkan hidup dan kehidupannya di alam semesta ini

  2. Menurut Ruslan Efendi Nasution dalam jurnal komputasi vol.1 No.1, Lampung: Unila (2012:118) [2] Perancangan atau tahapan dimana dimulai analisa mengenai bentuk input sistem, rancangan database, output system dan skema alur kerja desain

    Menurut Pujiriyanto dalam buku Pengajaran Pemahaman Melalui Desain, Jakarta: Indeks (2012 : 27)[3] Perancangan merupakan wujud visual yang dihasilkan dari bentuk-bentuk kreatif yang telah direncanakan. Langkah awal dalam perancangan media bermula dari hal-hal yang tidak teratur berupa gagasan atau ide-ide kemudian melalui proses penggarapan dan pengelolaan akan menghasilkan hal-hal yang teratur, sehingga hal-hal yang sudah teratur bisa memenuhi fungsi dan kegunaan secara baik

    Berdasarkan kutipan sumber teori diatas pengertian perancangan adalah penggambaran, perencanaan, pembuatan skesta dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.

  3. Proses Perancangan Secara Umum

    1. Persiapan Data

      Menurut Prof. DR. Sugiyono dalam bukunya Statistika untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta (2012:29)[4] Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung kepada pemakai.

    2. Menurut Lusyani Sunarya, Radiyanto, dan Erna Susanti dalam Jurnal CCIT Vol.7 No.1, Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja (2013:8)[5] Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berupa suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep

      Data berupa teks atau gambar terlebih dahulu harus kita pilah dan seleksi, apakah data itu sangat penting sehingga harus tampil atau kurang penting sehingga bisa ditampilkan lebih kecil, samar atau dibuang sama sekali. Data bisa berupa data informatif atau data estesis. Data informatif bisa berupa foto atau teks dan judul. Data estesis bisa berupa bingkai, background, efek grafis garis atau bidang. Untuk desain menggunakan komputer, data harus dalam format digital atau file, oleh karena itu peralatan yang diperlukan untuk merubah data analog ke digital seperti scanner, kamera digital akan sangat membantu.

    3. Ide

      Untuk mencari ide yang kreatif diperlukan studi banding, wawancara dan lain-lain agar desain yang dibuat bisa efektif diterima dan membangkitkan kesan tertentu yang sulit dilupakan.

    4. Konsep

      Hasil kerja berupa pemikiran yang menentukan tujuan-tujuan , kelayakan dan segmen yang dituju. Oleh karena itu desain grafis menjadi desain komunikasi visual agar dapat bekerja untuk membantu pihak yang membutuhkan solusi secara visual.

    5. Media

      Untuk mencapai kriteria ke sasaran atau segmen yang dituju diperlukan studi kelayakan yang cocok dan efektif untuk mencapai tujuannya. Media biasa berupa cetak , elektronik , luar ruang dan lain-lain.

    6. Visualisasi

      Yang dimaksud visualisasi disini adalah sebuah penjabaran yang berasal dari sebuah konsep kedalam bentuk visual. Visualisasi sangat erat kaitannya dengan pemilihan warna, layout sampai finishing. Hasil akhir yang didapat dari proses ini adalah sebuah visualisasi desain yang sesuai dengan kemauan klien.

    7. Produksi

      Sebuah visualisasi selesai dan disetujui oleh klien, maka proses terakhir yang diperlukan adalah proses produksi. Tujuannya adalah agar hasil visualisasi tersebut adalah dapat dipergunakan sebagaimana tujuan awalnya. Apakah sebagai media cetak , media elektronik atau media luar ruang. Proses produksi memang tidak dilakukan oleh seorang desainer tetapi desainer yang baik diharuskan untuk memahami sebuah proses produksi agar hasinya visualisasinya sesuai dengan apa yang diinginkan.

    Pengertian Project

      Menurut Fandy Tjiptono dalam buku Media Strategi Pemasaran, Yogyakarta: Andi Offset (2012 : 219) [6] Project adalah objek atau gambar yang telah dibuat melalui proses desain yang menarik sesuai dengan yang diharapkan dan dapat mewakili suatu bentuk desain yang nantinya menjadi suatu project yang memiliki nilai visual yang menarik dan dapat digunakan sebagai sarana untuk tercapainya suatu tujuan

      Duwi Priyatno dalam buku yang berjudul Mandiri Belajar Analisis Data Dengan SPSS, Yogyakarta: Mediakom (2011: 35) [7] Project adalah susunan klip video, gambar, atau musik di timeline atau storyboard yang sedang dalam pengeditan, seperti video, gambar atau musik dibuat melalui proses desain yang menarik sesuai harapan dan dapat mewakili suatu bentuk desain yang nantinya menjadi project yang mewakili nilai visual

      Dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa project adalah sebuah susunan desain yang menarik yang memiliki nilai visual berupa video, gambar, atau music sehingga digunakan sebagai media informasi untuk mencapai sasaran yang dituju.

    Konsep Dasar Informasi

    1. Pengertian Informasi

      Menurut Raymond Mcleod dalam buku Sistem Informasi Manajemen, Jakarta: Salemba Empat (2012 : 8) [8] Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimannya, informasi disebut juga data yang diproses atau data yang memiliki arti

    2. Menurut Maimunah, Lusyani Sunarya, dan Nina Larasati dalam Journal CCIT Vol.5 No.3, Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja (2012 : 284) [9] Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya, dan bermanfaat dalam mengambil sebuah keputusan

      Informasi dapat dijelaskan sebagai hasil dari pengelolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

    3. Jenis – Jenis Informasi

      Menurut James O’Brien dalam buku Introduction To Information System, Jakarta: Salemba Empat (2012: 15)[10] jenis-jenis informasi dijelaskan sebagai berikut:

      1. Informasi Manajerial

        Informasi strategis untuk manajerialtingkat atas, informasi taktis untuk manajerial tingkat menengah, dan informasi operasional untuk manajerial tingkat bawah.

      2. Sumber Informasi

        Sumber informasi dibagi, menjadi informasi internal dan eksternal. Informasi internal adalah informasi yang menggambarkan keadaan (profile), sedangkan informasi eksternal adalah informasi yang menggambarkan ada tidaknya perubahan di luar organisasi. Informasi ini biasanya lebih banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan manajerial tingkat atas.

      3. Informasi Rutinitas

        Informasi rutinitas, dibagi menjadi informasi rutin dan insendentil. Informasi rutin digunakan secara periodik terjadwal dan digunakan untuk penanggulangan masalah rutin, sedangkan informasi insendentil diperlukan untuk penanggulangan masalah khusus.

      4. Informasi Fisik

        Informasi fisik, dapat diartikan susunan yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak dan tenaga pelaksanaan yang secara bersama-sama saling mendukung untuk menghasilkan suatu produk, dan sistem informasi dari segi fungsi merupakan suatu proses berurutan dimulai dari pengumpulan data dan diakhiri dengan komunikasi.

      Kualitas Informasi

      Menurut Jogiyanto dalam buku Analisis dan Desain Sistem Informasi, Yogyakarta: Andi Offset (2012: 9) [11] kualitas dari informasi (quality of information) ditentukan oleh beberapa hal, yaitu :

      1. Relevan (Relevance)
        Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya dan relevansiinformasi untuk tiap-tiap orang akan berbeda-beda.
      2. Tepat pada waktunya (Timeliness) Informasi tersebut datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai guna lagi, karena informasi merupakan landasan di dalampengambilan keputusan.
      3. Akurat (Accuracy)
        Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan.Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merusak informasi.

    Nilai Informasi

    Menurut Sutarman dalam buku Pengantar Teknologi Informasi, Jakarta: Bumi Aksara (2012:14) [12] Nilai dari informasi ditentukan oleh 5 (lima) hal, antara lain sebagai berikut:

    1. Memperoleh pemahaman dan manfaat.</br>
    2. Untuk mendapatkan pengalaman.</br>
    3. Pembelajaran yang terakumulasi sehingga dapat diaplikasikan dalam pemecahan masalah atau proses bisnis tertentu.</br>
    4. Untuk mengekstrak inplikasi kritis dan merfleksikan pengalaman masa lampau yang menyedikan pengetahuan yang terorganisasi dengan nilai yang tinggi. Nilai ini bisa menghindari seorang menajer dari membuat kesalahan yang sama yang dilakukan oleh manajer lain sebelumnya.

Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Sebagian besar informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan suatu nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

Nilai Informasi

Menurut Sutabri (2012:37) [13], nilai informasi ditentukan oleh 2 (dua) hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaat lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectivess atau cost benefit. Nilai informasi ini didasarkan atas 10 (sepuluh) sifat, yaitu:.

  1. Kemudahan Dalam Memperoleh

  2. Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh.

  3. Sifat Luas dan Kelengkapannya

  4. Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/cakupan yang luas dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat digunakan secara baik.

  5. Ketelitian (Accuracy)

  6. Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi/akurat. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.

    Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.

  7. Ketepatan Waktu

  8. Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima/usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan.

  9. Kejelasan (Clarity)

  10. Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.

  11. Keluwesannya (Fleksibilitas)

  12. Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas informasi diperlukan oleh para manajer/pimpinan pada saat pengambilan keputusan.

  13. Dapat Dibuktikan

  14. Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang diolah.

  15. Tidak Ada Prasangka

  16. Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.

  17. Dapat Diukur

  18. Informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.

    Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan nilai informasi lebih bermanfaat untuk menjelaskan maksud tertentu yang ingin disampaikan.

    Konsep Dasar Promosi

    1. Pengertian Promosi

      Menurut Dewi Immaniar Desrianti, Sudaryono, Dwi Ayu Ningrum dalam Journal CCIT Vol.7 No.3, Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja (2014:425-428). [14] Promosi adalah tindakan menginformasikan atau meningkatkan konsumen tentang spesifikasi produk atau merek. Promosi mempunyai kekuatan untuk menyampaikan pesan, dan diperlukan perancangan khusus agar promosi tersebut memiliki visual yang kuat dan menciptakan keserasian didalam rangkaian pemasaran, karena promosi adalah berkaitan langsung dalam upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen dengan memikat hati mereka melalui pemberian kesan-kesan baik, yang mampu diingat dan dirasakan oleh konsumen.


      Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk dan mengingatkan pasar sasaran atas 0perusahaan dan produknya agar bersedia menerima dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.


    2. Tujuan Promosi

      Menurut Usmara dalam buku yang berjudul Motivasi Kerja, Yogyakarta: Amara Books (2012:35)[15]Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi, membujuk serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasaran

      Adapun tujuan dari promosi yang diantaranya sebagai berikut ini:

      1. Untuk menyebarkan informasi produk atau jasa perusahaan kepada pasar.
      2. Untuk memperoleh konsumen baru dan menjaga kesetiaan dari konsumen. Jadi konsumen tetap setia untuk membeli dan menggunakan produk atau jasa perusahaan.
      3. Untuk meningkatkan penjualan sehingga pendapatan perusahaan meningkat.
      4. Untuk memberi pembeda dan mengunggulkan produk perusahaan dibanding dengan produk para pesaing.
      5. Dan untuk membentuk citra produk ataupun jasa dan nama perusahaan dimata para konsumen.

      Bentuk Promosi

      Menurut Agus Hermawan dalam buku yang berjudul Komunikasi Pemasaran, Jakarta: Erlangga (2012 : 54-55)[16], ada enam bentuk promosi :

      1. Personal Selling
        Adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka akan mencoba dan membelinya.
      2. Mass Selling
        Adalah pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Metode ini memang tidak sefleksibel personal selling namun merupakan alternative yang lebih murah untuk menyampaikan informasi ke khalayak (pasar sasaran) yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas.
      3. Promosi penjualan
        Adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insetif yang dapat diatur untuk merancang pembelian produk dengan segera atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.
      4. Public Relations
        Adalah upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan dan sikap berbagai orang yang terlibat, mempunyai kepentingan dan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
      5. Direct Marketing
        Adalah sistem pemasaran yang bersifat interatif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur atau transaksi di sembarang lokasi.
      6. Acara dan Pengalaman
        Merupakan pengembangan publisitas yang mengacu pengadaan kegiatan organisasional yang sifatnya mendukung promosi.

      Konsep Dasar Media

      Pengertian Media

      Menurut Maimunah, Lusyani Sunarya, dan Nina Larasati dalam jurnal CCIT Vol.5 No.3, Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja (2012:284)[17], media adalah sarana untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada public dengan menggunakan berbagai unsur komunikasi grafis seperti teks atau foto.

      Menurut Dewi Immaniar Desrianti, Untung Rahardja, dan Reni Mulyani dalam jurnal CCIT Vol. 5 No. 2, Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja (2012:133)(2012:133)[18], media adalah segala bentuk yang digunakan untuk menyalurkan informasi. Pengertian media yang diberikan AECT (Association for education communication and tecnology) ini menujukan bahwa istilah “media” memiliki makna yang sangat umum.

      Berdasarkan dari kutipan diatas media adalah sarana untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada public.

      Alternatif Media

      Menurut Sugeng Widada, Untung Rahardja dan Dewi Immaniar Jurnal CCIT Vol. 3 No. 2 (2010:225)[19], Macam-macam media komunikasi grafis dapat di kelompokkan, yaitu sebagai berikut:

      a. Media Komunikasi Cetak/visual, contohnya poster (dalam dan luar), stiker, sampul buku, pembungkus, selipat (folder), selebaran (leaflet), amplop dan kop surat, tas belanja, katalog, iklan majalah dan surat kabar.

      b. Jika ditinjau dari pemasangannya terdapat: Media Outdoor (Media Luar Ruangan), contohnya seperti spanduk, banner, papan nama, umbul-umbul, neon box, neon sign, billboard, baliho, mobil books dll. Media Indoor (Media dalam Ruangan), berbagi sarana informasi yang penempatan pemasangannya di dalam ruangan.

      c. Media Elektronik, contohnya radio, televisi, internet, film, program video, animasi komputer.

      d. Tempat Pajangan (Display), contohnya etalase (window display), point of purchase, desain gantung, floor stand.

      e. Barang Kenangan, contohnya kaos, topi, payung, gelas, aneka souvenir, tas, dan sebagainya.

      Menurut Sunarya (2013:8-12)[20], setiap jenis media grafis memiliki karakteristik sendiri-sendiri, tergantung kepada tujuan penggunaan media tersebut. Untuk mengetahui secara fisik berikut akan dijelaskan dengan disertai visualisasi masing-masingcontoh:

      1. Poster
        Poster merupakan media grafis yang memuat unsur teks dan gambar/illustrasi yang dipasang atau ditempel pada dinding. Visualisasi setiap unsurnya adalah rinci, jelas, sederhana dan singkat dengan warna yang mencolok sesuai dengan misinya.
      2. Sticker
        Sticker merupakan media komunikas grafis tentang produk, jasa, atau identitas yang dapat di tempel pada berbagai tempat. Umumnya berbahan kertas Vinyl yang mengandung perekat.
      3. Cover Buku
        Cover Buku merupakan perwajahan dari buku sekaligus sebagai keterangan isi dan bertujuan untuk menarik perhatian. Umumnya unsur-unsur terdiri dari warna, gambar atau illustrasi, pengarang, judul, dan penerbit. Banyak buku dilengkapi dengan unsur teks atau tulisan yang memberikan penjelasan singkat tentang isi buku.
      4. Pembungkus (packaging)
        packaging selain berfungsi sebagai pengaman/pelindung namun juga berfungsi sebagai daya tarik dari suatu produk (media komunikasi grafis).
      5. Folder
        Folder merupakan media komunikasi grafis produk atau jasa yang bentuknya memilki beberapa lipatan.
      6. Selebaran (leaflet)
        Selebaran atau leaflet merupakan media komunikasi grafis yang dibuat dengan ukuran relatif kecil dan biasanya hanya satu lembar. Penyebarannya dilakukan dengan cara dibagi-bagikan.
      7. Amplop dan kop surat
        Amplop dan kop surat merupakan media yang digunakan sebagai sarana surat menyurat dan didalamnya tercetak identitas perusahaan atau lembaga tertentu. Biasanya berupa logo dan teks yang berisi alamat dan nomor telp, e-mail ataupun fax. Selain sebagai identitas umumnya juga berfungsi sebagai return address.
      8. Tas belanja (Shopping bag)
        Tas belanja berfungsi sebagai tas untuk keperluan berbelanja yang umumnya bersifat sementara, berfungsi sebagai media komunikasi grafis yang mengidentifikasikan identitas perusahaan, toko, lembaga, selain sebagai daya tarik. Pada bagian luar biasanya berisi logo atau simbol perusahaan, yang disertai teks alamat maupun visi perusahaan.
      9. Katalog (Cataloque)
        Katalog merupakan media komunikasi grafis berbentuk buku yang di dalamnya berisi aneka jenis produk, harga, dan cara penggunaannya.
      10. Iklan Surat kabar
        Iklan surat kabar adalah media komunikasi grafis yang dipasang pada surat kabar. Iklan ini dibuat sesuai dengan kolom yang ada pada surat kabar dan ditayangkan sangat singkat. Unsur-unsur yang dipergunakan adalah warna, teks, gambar, serta informasi yang dimuat secara rinci.
      11. Iklan majalah
        Media komunikasi grafis yang dipasang pada majalah dan dibuat sesuai dengan kolom yang ada pada majalah tersebut. Lama penayangan relatif lama. Unsur-unsur yang dipergunakan adalah warna, teks, gambar, dengan informasi yang dibuat secara rinci.
      12. Spanduk (Banner)
        Media komunikasi grafis yang dibuat panjang yang dipasang dengan direntangkan di atas atau di tepi jalan secara horizontal. Pesannya singkat mengingat formatnya relatif sempit, dan yang harus cepat terbaca. Hurufnya harus besar dengan warna mencolok dan komunikatif.
      13. Umbul-umbul
        Umbul-umbul merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari kain yang prinsipnya tidak berbeda dengan spanduk, namun pemasangan dilakukan secara vertikal. Pesannya sedikit, berfungsi sebagai dekoratif dan membentuk suasana lingkungan.
      14. Papan nama (Name board)
        Papan nama merupakan media komunkasi grafis yang terbuat dari papan dan seng. Media ini banyak digunakan sebagai informasi identitas bidang usaha, identitas perkantoran, atau pusat-pusat pelayanan masyarakat. Media ini bisa dipasang di sebelah kiri, kanan atau tengah dari tempat kegiatan, bersifat komersial maupun sosial.
      15. Neon box
        Neon box merupakan media komunikas grafis yang terbuat dari mika akrilk berbentuk box dengan lampu di dalamnya. Lampu dipakai agar dapat memantulkan warna pada tulisan atau gambar sehingga menjadi lebih komunikatif dan indah. Neon box dapat dipergunakan siang hari maupun malam hari.
      16. Neon sign
        Neon sign merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari lampu Neon yang didalamnya diisi dengan gas apabila dialir listrik akan memancarkan sinar. Warna yang dihasilkan tergantung formula yang dipakai untuk membuat tabung gas. Efek bergerak dapat ditimbulkan dengan menambahkan travo.
      17. Baliho
        Baliho merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari bahan triplek dengan format relatif besar berkontruksi kayu atau bambu. Baliho menggunakan unsur-unsur warna teks, warna, dan ilustrasi singkat atau sederhana dengan waktu tayang relatif singkat.
      18. Billboard
        Billboard merupakan media komunkasi grafis yang terbuat dari plat ezer dengan format relatif besar dengan menggunakan konstruksi besi (permanen) untuk menginformasikan produk atau jasa, menggunakan unsur-unsur warna, teks dan illustrasi secara singkat dan sederhana. Lama tayang relatif lama.
      19. Halte bus
        Halte bus merupakan media komunkasi grafis yang terbuat dari plat ezer dengan konstruksi besi, dipasang pada tempat-tempat pemberhentian bus, dipasang secara permanen dan relatif lama.
      20. Reklame mobil box
        Reklame mobil box merupakan media komunikasi grafis yang dibuat pada badan mobil box dengan format sesuai ukuran mobil (panjang dan lebar mobil box). Unsur-unsur yang digunakan adalah warna, teks, dan ilustrasi.
      21. Etalase
        Etalase merupakan media grafis yang terbuat dari almari kaca untuk memajang produk dengan bentuk dan ukuran yang disesuaikan dengan ruangan dan produk yang ditawarkan.
      22. Desain gantung (Hanging design)
        Hanging design merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari kertas, karton, plastik, dan lain-lain. Umumnya tercetak dengan satu atau dua muka atau lebih, dipasang dengan cara digantung agar dapat berputar dan dilihat bergantian.
      23. Point of Purchase
        Point of Purchase merupakan media komunikasi grafis dari bahan karton yang tercetak yang dipasang pada deretan produk yang ada pada etalase-etalase. Bentuk umumnya kotak, sederhana, dan menyampaikan nama produk. Unsur-unsur yang dipergunakan adalah warna, teks, dan ilustrasi.
      24. Floor Stand
        Media komunikasi grafis terbuat dari bahan karton, triplek dan sebagainya yang diletakan pada suatu ruangan lantai konstruksi dengan posisi berdiri menggunakan penyangga. Biasanya media ini mengikuti bentuk produk, manusia, binatang serta tumbuh-tumbuhan, baik dua atau tiga dimensi. Unsur-unsurnya terdiri dari warna, teks, dan ilustrasi.
      25. Kaos (T-shirt)
        Kaos adalah media komunikasi grafis yang dicetak di atas kain katun. Cara mencetaknya adalah menggunakan teknik cetak saring atau sablon. Bagian yang tercetak biasanya bagian depan dan bagian belakang. Unsur-unsur yang digunakan meliputi warna, teks dan ilustrasi.

      Konsep Dasar Desain

      Pengertian Desain

      Menurut Gatoet Soepadmo dalam buku Panduan Mudah Merancang Bangunan, Bandung: Griya Kreasi (2013:10)[21], Desain merupakan kegiatan perancangan yang mampu menjadi wadah bagi setiap aktifitas yang diperlukan.

      Desain merupakan art direction, yaitu penampilan visual secara menyeluruh. Hasil kerjasama antara art direction dan copywriter (berupa konsep verbal dan visual) dipadukan secara sinergis ke dalam desain melalui proses standar, yaitu membuat sketsa-sketsa kasar, menentukan alternatif desain, hingga final artwork (FAW).

      Sedangkan menurut Ibnu Teguh Wibowo dalam buku yang berjudul Buku Belajar Desain Grafis dan Tipografi, Yogyakarta: Buku Pintar (2013:10)[22], desain adalah metode penyampaian pesan visual berbentuk teks dan gambar dari komunikator kepada komunikan. Berbentuk sebuah objek, sistem, komponen dan struktur, dalam artian yang lebih luas, desain merupakan seni terapan dan rekayasa yang berintegrasi dengan teknologi.

      Desain merupakan perencanaan dalam pembuatan sebuah objek, sistem, komponen atau struktur.Dalam artian yang lebih luas, desain merupakan seni terapan dan rekayasa yang berintegrasi dengan teknologi. Desain dikenakan pada bentuk sebuah rencana, dalam hal ini dapat berupa proposal, gambar, model, maupun deskripsi.

      Fungsi-Fungsi Desain

      Menurut Sunarya ((2014:7)[23], fungsi-fungsi desain mencakup:

      1. Fungsi Informasi
        Desain selalu menyampaikan informasi dan pengirim pesan secara visual.
      2. Fungsi identifikasi
        Desain selalu menyiratkan atau menyuratkan identitas pengirim pesannya lewat karakter visual.
      3. Fungsi Persuasi
        Desain mampu mengekspresikan isi dari pesan dan menghadirkan resonansi atau getaran emosi lewat bahasa visualnya (seperti emosi dalam bahasa musikal) sehingga dapat menimbulkan persuasi.

      Pengertian Grafis

      Grafis dalam istilah bahasa Inggris disebut Graphic diartikan sebagai goresan yang berupa titik-titik atau garis yang berhubungan dengan kegiatan cetak-mencetak. Desain Grafis dapat diartikan sebagai proses pemikiran untuk mengalihkan gagasan dalam wujud gambar. Dalam proses mendesain ini seorang desainer dapat mempergunakan peralatan manual seperti kuas atau dengan teknologi komputer. Desain grafis komputer dapat diartikan sebagai upaya untuk mengalihkan gagasan kepada orang lain dalam wujud gambar yang dibuat menggunakan bantuan teknologi komputer. Seni grafis adalah sejenis karya seni murni yang umumnya memiliki dwimatra, merupakan hasil kerja diatas kertas, lempengan batu, logam, kayu, lembar sablon atau lainnya dimana pada permukaannya seseorang telah mengungkapkan gagasan dan cita rasa seninya dalam bentuk goresan, torehan, cukilan, guratan, sapuan, dan sebagainya.

      Unsur-Unsur Desain Grafis

      Desain yang menekankan tanpa keindahan akan tidak menarik sehingga tidak komunikatif. ’Menarik’ atau ’indah’ bisa dilihat dengan menggunakan mata (lahir) atau dengan hati (batin),maka desain akan menarik apabila indah dipandang atau konsepnya yang kreatif. Keindahan yang dibahas disini lebih ditekankan pada kemampuan mata sebagai penilai. Tetapi sebelum mendesain, kita perlu mengenal terlebih dahulu unsur-unsur dalam desain itu sendiri. Agar menarik mata (eye catching) diperlukan pengetahuan tentang unsur-unsur dalam desain grafis, antara lain:

      1. Garis (line)
        Garis di artikan sebagai sekumpulan titik yang dideretkan memanjang. Dalam Pengertian lain, garis adalah suatu goresan, kumpulan titik yang memanjang, batas limit suatu benda, masa ruang, warna, dan lainnya. Garis adalah elemen visual yang dapat dipakai di mana saja dengan tujuan untuk memperjelas dan mempermudah pembaca. Bisa juga digunakan fantasi visual.
      2. Bidang (shape)
        Segala bentuk apa pun yang memiliki dimensi tinggi dan lebar disebut juga dengan bidang. Bidang dapat berupa bentuk-bentuk geometris (lingkaran, segitiga, segiempat, elip, setengah lingkaran, dan sebagainya) dan bentuk-bentuk yang tidak beraturan.
      3. Warna (Color)
        Setiap warna mempunyai karakteristik tersendiri. Dengan warna kita dapat mengkomunikasikan desain kita kepada audience secara efektif. Warna merupakan unsur penting dalam objek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk visual secara jelas.
      4. Gelap-terang (value)
        Salah satu cara untuk menciptakan kemudahan baca adalah dengan menyusun unsur-unsur visual secara kontras gelap-terang. Kontras value bersifat relative, sangat dipengaruhi oleh background dan elemen-elemen lain di sekitarnya. Kontras value digunakan untuk menonjolkan pesan atau informasi, sekaligus menciptakan citra.
      5. Tekstur (Teksture)
        Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Dalam seni rupa, khususnya desain grafis, tekstur dapat bersifat nyata dan dapat pula tidak nyata (tekstur semu). Sedangkan tekstur dalam konteks desain komunikasi visual lebih cenderung pada tekstur semu, yaitu kesan visual dari suatu bidang. Tekstur juga sering digunakan untuk mengatur keseimbangan dan kontras. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, kulit kayu, dan lain sebagainya.
      6. Format
        Format adalah unsur lain dalam desain yang dapat diartikan sebagai besar kecilnya suatu objek. Dengan meggunakan unsur ini anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada objek desain anda sehingga orang dapat mengetahui mana yang akan dibaca dan dilihat terlebih dahulu.

      Prinsip-Prinsip Desain Grafis

      Menurut Ibnu Teguh Wibowo dalam buku yang berjudul Buku Belajar Desain Grafis dan Tipografi, Yogyakarta: Buku Pintar (2013:106)[22], dalam mengkomposisi atau mengatur layout agar menarik menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut :

      1. Keseimbangan (balance)
        keseimbangan atau balance adalah pembagian sama berat, baik secara visual maupun optik. Komposisi desain dapat dikatakan seimbang apabila objek dibagian kiri dan kanan terkesan sama berat. Kesan seimbang atau balance dapat dibangun menggunakan elemen garis, warna, value, ukuran, bidang dan tekstur. Ada dua pendekatan untuk menciptakan balance. Pertama dengan membagi sama berat kiri-kanan atau atas-bawah secara sistematis atau setara, disebut keseimbangan formal (formal balance). Keseimbangan yang kedua adalah keseimbangan arsimetris (informasi balance), yaitu penyusunan elemen-elemen desain yang tidak sama antara sisi kri dan sisi kanan namun seara seimbang.
      2. Tekanan (Emphasis)
        Penekanan atau penonjolan objek dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan menggunakan warna mencolok, ukuran foto atau ilustrasi dibuat paling besar, menggunakan huruf sans serif ukuran besar, arah diagonal, dan dibuat berbeda dengan elemen-elemen lain. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menonjolkan elemen visual dalam karya desain, yaitu sebagai berikut:

      a. Kontras Focal point
      Dapat diciptakan dengan teknik kontras, yaitu objek yang dianggap paling penting dibuat berbeda dengan elemen-elemen lainnya.

      b. Isolasi objek
      Focal point juga dapat diciptakan dengan cara memisahkan objek dari kumpulan objek-objek yang lain. Secara Visual, objek yang terisolasi akan lebih menarik perhatian.

      c. Penempatan objek
      Objek yang ditempatkan di tengah bidang akan menjadi Focal point. Objek yang ditempatkan pada titik pusat garis perspektif juga akan menjadi fokus perhatian.

      d. Irama (Rhythm)
      Irama adalah pola layout yang dibuat dengan cara menyusun elemen-elemen Visual secara berulang-ulang. Irama Visual dalam desain grafis dapat berupa repitis dan variasi. Repitis adalah irama yang dibuat dengan penyusunan elemen berulang kali secara konsisten. Sementara itu, Variasi adalah perulangan elemen Visual disertai perubahan bentuk, ukuran, atau posisi.

      e. Kesatuan (Unity)
      Desain dikatakan menyatu secara keseluruhan tampak harmonis, ada kesatuan antara tipografi, ilustrasi, warna dan unsur-unsur desain lainnya. Menciptakan kesatuan pada desain yang hanya memiliki satu muka, seperti poster dan iklan, relatif lebih mudah dibandingkan bentuk buku atau folder yang memiliki beberapa halaman. Pada desain majalah atau buku, kesatuan dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

      1. ) Mengulang warna, bidang, garis, grid atau elemen yang sama pada setiap halaman.
      2. ) Menyeragamkan jenis huruf untuk judul, body copy dan caption.
      3. ) Menggunakan unsur-unsur visual yang memiliki kesamaan warna, tema dan bentuk.


      Pengertian Typografi

      Menurut Ibnu Teguh Wibowo dalam buku yang berjudul Buku Belajar Desain Grafis dan Tipografi, Yogyakarta: Buku Pintar. (2013 : 115)[22], tipografi (typography) merupakan ilmu memilih dan menata huruf sesuai pengaturannya pada ruang-ruang yang tersedia guna menciptakan kesan tertentu, sehingga menolong pembaca mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Sedangkan Brewer menuliskan bahwa (2013:116)[24], tipografi adalah pemilihan, penataan dan berbagai hal terkait pengaturan baris-baris susun huruf (typeset), tidak termasuk ilustrasi dan unsur lain, atau susun huruf pada halaman cetak.

      Menurut Hendi Hendratman dalam buku Computer Graphic Design, Bandung : Informatika Bandung (2014 : 151)[25]Typography adalah ilmu yang mempelajari tentang penempatan, penataan huruf untuk mendapatkan kesan tertentu agar pembaca bisa mendapat informasi secara maksimal.

      Menurut Mat Ali dalam buku Mahir Software Desain Grafis, Jakarta: Techno Publishing (2014:37)[26]Tipografi yaitu suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.


      Pengertian Tentang Psikologi Warna

      Pengertian Warna

      Menurut Hendi Hendratman dalam buku Computer Graphic Design, Bandung : Informatika Bandung (2014 : 151)[25]Warna adalah salah satu komponen desain yang membentuk keindahan sekaligus menimbulkan persepsi psikologis, sugesti, suasana tertentu. Meski warna tampak sederhana, namun dibalik itu ada banyak metode / cara proses pembentukannya.

      Tekanan (emphasis)

      Menurut Hendi Hendratman dalam buku Computer Graphic Design, Bandung : Informatika Bandung (2014 : 151)[25]Jenis warna di komputer mencakup 5 metode yaitu :

      1. RGB (Red Green Blue)

      RGB singkatan dari Red Green Blue, adalah model warna yang dihasilkan dari cahaya layar monitor. Warna RGB digunakan di media elektronik seperti televisi, projector, monitor komputer, kamera dan scanner.

      2. CMYK (Cyan Magenta Yellow Black)

      CMYK adalah singkatan dari Cyan Magenta Yellow blacK dan disebut sebagai warna proses / process color atau ‘substractive color’. Model warna CMYK umum dipergunakan dalam percetakan separasi seperti brosur, sampul buku, majalah, cetak dokumen, cetak foto, dll.

      3. HLS (Hue Ligtness Saturation)

      HSB = Hue Saturation Brigtness, HSV = Hue Saturation Value, HSL = Hue Saturation Lightness, ketiga istilah tersebut bisa di katakan sama, karena brightness, value dan lightness sama-sama menentukan kadar cahaya (gelap/terang).

      4. LAB Color

      LAB color bukan berarti warna laboratorium tetapi singkatan dari L = Lightness, A = Sumbu Green – Red dan B = Sumbu Yellow – Blue. Model warna bisa diaplikasikan untuk layar monitor atau media cetak khususnya warna Pantone. LAB color juga bermanfaat untuk berkomunikasi antar macam-macam metode dan alat pewarnaan.

      5. RGB Hexadecimal

      Model warna ini biasa untuk digunakan programmer atau web designer yang tidak ingin repot – repot memikirkan campuran warna RGB. Cukup dengan tanda # lalu sebutkan 6 (enam) digit kodenya. Misal warna kuning = #FFFF00, programmer akan repot jika menyebutkan warna kuning sebagai RGB (100,0,100) karena kemungkinan salah tulis (syntax error).

      Tabel Warna

      Menurut Meyyappan, dkk (2011: 87) [27], The color table, defined as an array of RGBQUAD structures, contains as many elements as there are colors in the bitmap. The color table is not present for bitmaps with 24 color bits because each pixel is represented by 24-bit red-green-blue (RGB) values in the actual bitmap data area. The colors in the table should appear in order of importance. This helps a display driver render a bitmap on a device that cannot display as many colors as here are in the bitmap.

      Tabel warna, didefinisikan sebagai array RGBQUAD struktur, berisi seperti banyak unsur yang ada warna di bitmap. Tabel warna ini tidak hadir untuk bitmaps dengan 24 bit warna karena setiap pixel diwakili oleh 24-bit merah-hijau-biru (RGB) nilai-nilai di daerah data aktual bitmap. Warna dalam tabel akan muncul dalam urutan kepentingan. Ini membantu tampilan driver memberikan bitmap pada perangkat yang tidak dapat menampilkan banyak warna yang ada di bitmap.

      Psikologi Warna

      Menurut Hendratman (2014 : 121) [28], Warna merupakan bagian / komponen dari desain. Dengan warna kita dapat mempresentasikan suasana hati / mood atau pesan tertentu. Karena dapat mempengaruhi suasana hati, oleh karena itu warna sangat mempengaruhi psikologi manusia. Meskipun di beberapa tempat dan budaya, sebuah warna mempunyai arti yang berbeda, berikut arti warna dalam lingkup yang universal:

      1. Warna Merah
        • Representasi dari objek alam: Api, darah, dll.
        • Citra positif : Emosi yang kuat, energi keberanian, perjuangan, gairah dan kemauan keras.
        • Citra negatif : Nafsu, aktif, agresif, marah, dominasi, panas, bahaya.
      2. Warna Biru Tua
        • Representasi dari objek alam : Langit di malam hari.
        • Citra positif : Konsentrasi, kooperatif, cerdas, tenang, bijaksana, integratif, banyak teman, keamanan, teknologi, kebersihan, keteraturan, dll.
        • Citra negatif : Kaku, keras, perasa, serius.
      3. Warna Biru Muda
        • Representasi dari objek alam : Langit, lautan.
        • Citra positif : Ketenangan, ketentraman, kesedihan, teduh, kepercayaan, dll.
        • Citra negatif : Santai, tidak enak dimakan.
      4. Warna Hijau
        • Representasi dari objek alam : Pohon, tanaman.
        • Citra positif : Alami, sehat, rileks, kesuburan, pertumbuhan, penyembuhan, muda, pembaruan, sukses, keinginan, keberuntungan, kebanggaan, kekerasan hati dan berkuasa.
        • Citra negatif : Kurang formal, kurang serius, terlalu umum alias kurang unik / ekslusif bagi beberapa orang.
      5. Warna Kuning
        • Representasi dari objek : Sinar matahari, lebah, bunga dan jeruk lemon.
        • Citra positif : Menonjol, akrab, spontan, semangat, ceria, main-main, kreatif, bebas.
        • Citra negatif : Pengecut, tidak punya sikap.
      6. Warna Ungu/Jingga
        • Representasi dari objek : Bunga anggrek, buah manggis.
        • Citra positif : Spiritual, kebangsawanan, fantasi, mimpi.
        • Citra negatif : misteri, sombong, kasar, keangkuhan, kurang teliti, tidak membumi, tidak masuk akal, tidak akrab.
      7. Warna Orange
        • Representasi dari objek : Jeruk.
        • Citra positif : Energi, semangat, flamboyan, segar, kemajuan, muda, keseimbangan, ceria, hangat, ramah, kreatif.
        • Citra negatif : Murah, feminim.
      8. Warna Pink
        • Representasi dari objek : Bunga mawar.
        • Citra positif : Kasih sayang, pengasuhan, lembut, cinta dan asmara, tidak mengancam.
        • Citra negatif : Sangat tidak cocok bagi laki-laki.
      9. Warna Coklat
        • Representasi dari objek : Tanah / Bumi, kayu, tanaman, kopi / coklat, kotoran, dll.
        • Citra positif : Kenyamanan, daya tahan, antik, kekuatan, solidaritas, membumi, tenang, matang dan handal.
        • Citra negatif : Kotor, kumal, kuno, konvensional, kurang bersemangat, kurang toleran, pesimis terhadap kesejahteraan dan masa depan.
      10. Warna Abu-Abu
        • Representasi dari objek : Batu, beton, pasir.
        • Citra positif : Netral, tidak berpihak, keamanan, kehandalan, kesederhaan, kedewasaan, futuristik, milenium.
        • Citra negatif : Kurang energi, tidak menyakinkan, tidak peduli, tidak merangsang, tidak jelas, tidak menarik, kurang intelek, sedih.
      11. Warna Putih
        • Representasi dari objek : Awan, salju.
        • Citra positif : Suci, bersih, tepat, tidak bersalah, sederhana.
        • Citra negatif : Tidak tegas, kosong, tanpa ekspresi, kurang usaha, santai.
      12. Warna Hitam
        • Representasi dari objek : Arang, batu bara, minyak mentah.
        • Citra positif : Power, kepatuhan / tunduk, kemakmuran, canggih, anggun, tidak bersalah, sederhana, abadi, berkelas.
        • Citra negatif : Simbol kejahatan, formal, kematian, horror, misteri, mistik, alam gaib, ketakutan, berduka.
      13. Warna Emas
        • Representasi dari objek : Emas, madu.
        • Citra positif : Mencerminkan prestise (kedudukan), kekayaan, cahaya, kemegahan, kemenangan, mahal, eksklusif, kekuatan mistis, perasaan kagum, konsentrasi.
        • Citra negatif : Keserakahan, egois, pemimpi.
      14. Warna Perak
        • Representasi dari objek : Perak, bulan.
        • Citra positif : Mencerminkan prestise (kedudukan), berkilau, kekayaan, ketenangan, keseimbangan, kemegahan, modern, high tech, futuristik, mahal, murni, esklusif, kagum, konsentrasi.
        • Citra negatif : Menyendiri, kaku, tidak jujur, bimbang, ragu-ragu, ada untuk penipuan.


      Pengertian Tentang Simbolisasi Bentuk

      Menurut Fandy Tjiptono dalam buku Media Strategi Pemasaran, Yogyakarta: Andi Offset (2012:30)[29], simbolisasi bentuk adalah bentuk bangun, rupa, figure, sosok suatu objek terungkap dalam outline atau garis keliling dari objek yang bersangkutan.

      Tanda pengenal yang menjelaskan dan mengaktualisasikan suatu bentuk rancangan, Simbol memiliki perananan penting yang dirancang dan dipublikasikan dengan dilindungi hak cipta sehingga tidak boleh dipakai sembarangan.


      Pengertian Mutu

      Menurut Nanang Fattah dalam buku Analisis Kebijakan Pendidikan, Bandung: Rosda (2012 : 5)[30], Mutu adalah kemampuan (ability) yang dimiliki oleh suatu produk atau jasa (service) yang dapat memenuhi kebutuhan atau harapan, kepuasan (satisfaction), pelanggan (costumer) yang dalam pendidikan dikelompokkan menjadi dua, yaitu internal costumer dan eksternal.


      Pengertian Citra atau Image

      Menurut Lusyani Sunarya, Diktat Perkuliahan Aplikasi Program Komputer Mavib II pada pertemuan 5 (2013 : 37) [31] Image atau Citra adalah bagaimana perusahaan tersebut ingin dirasakan dan dipandang oleh masyarakat (konsumen, network/supplier, pemerintah bahkan oleh kompetitor).

      Philip Kotler pada buku Market Your Way To Growth. Jakarta: Erlangga (2012:41)[32], pengertian citra atau Image sebagai seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu objek, orang, dan organisasi.

      Dari kedua pendapat yang sudah ditulis dapat disimpulkan bahwa citra atau Image adalah sebuah pengenalan atau sesuatu yang bisa membendakan identitas dari perusahaan, objek, orang, dan organisasi yang ada disekitar masyarakat.

      Layout

      Pengertian Layout

      Menurut Kirana Nathalia dalam buku Desain Komunikasi Visual. Bandung: Nuansa Cendikia (2011: 74-75)[33]Secara umum, layout merupakan tata letak ruang atau bidang. Layout adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan kedalam sebuah bidang sehingga membentuk susunan artistik. Hal ini disebut juga manajemen bentuk dan bidang. Dan harus diperhatikan adalah apakah penerapan komposisi elemen-elemen layout tersebut sudah sesuai dengan prinsip-prinsip layout.

      Jenis Layout

      Menurut Dewi Immaniar Destrianti, Anita Wandanaya, dan Asih Sumaryani dalam Journal CCIT Vol.7 No.2, Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja (2014:288)[34]jenis jenis layout diantaranya adalah:

      1. Layout Kasar adalah Penerapan elemen-elemen desain media yang nantinya akan dipergunakan dalam perancangan media katalog yang disertai acuan standarisasi pada desain yang akan dibuat, umumnya dibuat dengan tampilan hitam putih, dibuat dengan coretan atau sketsa dengan menggunakan pensil gambar. Layout Kasar diperlukan sebagai panduan pada saat diproses desain dengan menggunakan aplikasi komputer.
      2. Layout Komprehensif adalah Proses desain yang sudah memasuki tahap komputerisasi dan pewarnaan, namun tahap ini belum selesai seluruhnya, karena masih harus mengalami proses revisi.
      3. Final Artwork merupakan hasil akhir dari layout komprehensif yang telah diperbaiki. Dimana tahap ini merupakan hasil akhir atau finishing yang kemudian dapat digunakan untuk acuan saat proses produksi.

      Teori Desain Komunikasi Visual

      Menurut Kirana Nathalia dalam buku Desain Komunikasi Visual. Bandung: Nuansa Cendikia (2011: 30)[33]Yang membedakan antara desain grafis dengan desain komunikasi visual pada mulanya yaitu, Desain grafis diterapkan untuk media-media statis. Seperti majalah, buku, brosur, poster, banner, flyer, dan lain-lain. Karena pada prinsipnya desain grafis selalu mengikuti perkembangan teknologi cetak, seluruh media yang digunakan oleh desainer grafis adalah dalam bentuk cetak ataupun printing. Melalui media printing tersebut, desain grafis sendiri memberikan ruang eksploratif yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai sebuah pencapaian estetik tertentu. Hal ini bertujuan agar karya yang dihasilkan memiliki ciri khas serta berujung pada kualitas. Sehingga desainer dapat menuangkan ide yang berbeda, dengan tujuan komunikasi dapat dicapai dengan baik oleh konsumen. Seiring berjalannya waktu, perkembangan desain tidak hanya menggunakan media cetak. Saat ini banyak sekali perkembangan di media digital, seperti desain interaktif atau desain multimedia. Oleh karenanya, cakupan dari desain grafis menjadi luas dan tidak terpaku pada media cetak saja. Berdasarkan hal itu desain grafis diubah menjadi desain komunikasi visual. Tidak berhenti sampai disitu, iklan cetak berupa leaflet atau brosur bahkan sering dibagikan di Traffucdan warna.- light saat lampu merah, dipusat perbelanjaan dan ditampat - tempat publik lainnya. Semua media iklan tersebut berusaha keras merebut perhatian konsumen dengan menggunakan elemen-elemen visual, seperti logo, tipografi, dan warna.

      Teori-teori Khusus

      Adobe Photoshop

      Menurut Lukas Supina, Bachelor Thesis The Adobe Photoshop Software Manual: A Technical Translation, Czech (2013:24)[35]Adobe Photoshop is software developed especially for editing and creating graphics, images and photographs.

      Adobe Photoshop adalah perangkat lunak yang dikembangkan terutama untuk mengedit dan menciptakan grafis, gambar dan foto.

      Menurut Lusyani Sunarya, Diktat Perkuliahan Aplikasi Program Komputer Mavib II pada pertemuan 8, Tangrerang: Perguruan Tinggi Raharja (2013 : 49)[36]Adobe Photoshop merupakan sebuah program yang mempunyai banyak fasilitas dan kemampuan untuk mengolah dan memanipulasi tampilan image, Adobe Photoshop sangat membantu Anda di dalam memoles hasil photografi.

      Madcoms menjelaskan (2015:13-15)[37], bahwa Adobe Photoshop CC merupakan perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Membantu bagi para desainer, fotografer dan perusahaan iklan dalam menggunakan ide dan imajinasinya dalam menciptakan sebuah karya grafis secara lebih optimal. Adobe Photoshop CC mempunyai sepuluh Fitur baru yang digunakan seperti Camera Shake Reduction, Camera RAW sebagai filter, Camera RAW radial filter, Camera RAW Automatic Upright, Preserve Details, Perbaikan pada filter Smar Sharpen, Properties Panel untuk Shape, Isolate Layers, Sync Setting, dan Koneksi dengan Behance.

      Adobe Photoshop CC menggunakan warna RGB, CMYK, dan Index Color. Stuktur image atau gambar yang dihasilkan monitor dengan image atau gambar cetak mempunyai perbedaan. Layar komputer atau monitor mempunyai elemen pembentukan warna Red, Green, dan Blue (RGB) sedangkan warna yang dihasilkan oleh media cetak mempunyai 4 kali proses pewarnaan yaitu Cyan, Magenta, Yellow, dan black (CMYK).

      Adobe Photoshop CC memiliki elemen dasar dari jendela kerja diantaranya:

      1. Menu Bar atau Baris Menu, berisi barisan perintah berupa menu, seperti menu File, Edit, Image, Layer, Select, Filter, Analysis, 3D, View, Window dan Help.
      2. Control Panel atau Option Bar, berisi tombol-tombol pengaturan tambahan, sesuai dengan toolbox yang sedang dipilih.
      3. Tools Panel atau Toolbox, berisi tombol-tombol yang mewakili alat yang digunakan untuk membuat dan menyunting image atau objek.
      4. Area Kerja Image (Active Image Area) atau Document Windows merupakan jendela kerja yang digunakan untuk berkreasi atau menyunting image yang aktif.
      5. Collapse to Icon/Expand Panel, pada Adobe Photoshop CC dapat dengan mudah menutup atau membuka panel sebuah icon.
      6. Workshop switcher, digunakan untuk memilih dan mengatur format tampilan jendela kerja (workspace). Untuk memilih dan mengatur workspace dapat juga lakukan dengan memilih menu Window > Workspace, kemudian pilih workspace yang diinginkan.
      7. panel, digunakan untuk memonitor dan mengatur berbagai parameter ketika menyunting suatu image. Untuk menampilkan panel tertentu dapat juga dilakukan dengan memilih menu Window, kemudian pilih panel yang diinginkan.

      Keterangan:

      a. Baris judul ( Title Bar) berisi nama untuk judul program yang sedang aktif.

      b. Baris Menu ( Menu Bar) berisi barisan perintah berupa menu yang terdiri dari File, Edit, Image, Layer, Select, Filter, Analysis, 3D, View, Window, Help.

      c. ToolBox berisi piranti untuk menggambar dan memodifikasi image.

      d. Canvas digunakan sebagai lembar kerja atau penempatan obyek, teks dan gambar.


      Adobe Illustrator

      Menurut Enos K. Mabuto dan Hein S. Venter, dalam Analyzing Registry, Log Files, and Prefetch Files in Finding Digital Evidence in Graphic Design Applications - The ISC International Journal of Information Security Vol.4 No.2. South Africa (2013:140)[38]Adobe illustrator is an application used for vector artwork in planning projects. It has drawing tools and brushes that can be of use in designing graphic art consisting of rigid shspes and various line drawings, to mention only a few.

      Adobe ilustrator adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk karya seni vektor dalam perencanaan proyek. Ia memiliki gambar alat dan kuas yang dapat digunakan dalam merancang seni grafis yang terdiri dari shspes yang kaku dan berbagai gambar garis, untuk menyebutkan hanya beberapa.

      Adobe Illustrator adalah program editor grafis vektor terkemuka, dikembangkan dan dipasarkan oleh Adobe Systems. Illustrator CS6 merupakan versi terkini program ini, generasi keenam belas untuk produk Illustrator. Versi CS6 adalah generasi keenam belas dari Adobe Illustrator. Adobe menambahkan lebih banyak fitur dan beberapa perbaikan bug.

      Dimulai dengan versi 1.0, Adobe memilih untuk lisensi gambar Sandro Botticelli's “Birth of Venus The" dari Arsip Bettmann dan menggunakan bagian yang mengandung Venus 'wajah sebagai citra merek Illustrator. Warnock diinginkan gambar Renaissance membangkitkan visinya tentang postscript sebagai Renaisans baru dalam penerbitan, dan Adobe karyawan Luanne Seymour Cohen, yang bertanggung jawab atas materi pemasaran awal, ditemukan Venus 'mengalir rambut kendaraan yang sempurna untuk menunjukkan kekuatan Illustrator dalam menelusuri kurva halus atas gambar bitmap sumber. Selama bertahun-tahun revisi gambar ini di layar splash Illustrator dan kemasan menjadi lebih bergaya untuk mencerminkan fitur yang ditambahkan dalam versi masing-masing.

      Citra Venus digantikan (meskipun masih dapat diakses melalui easter egg) di Illustrator CS (11,0) dan CS2 (12,0) dengan bunga bergaya agar sesuai dengan Suite alam citra Kreatif. Dalam CS3, Adobe mengubah suite branding sekali lagi, untuk blok warna sederhana dengan singkatan dua huruf, yang menyerupai tabel periodik unsur. Illustrator diwakili oleh huruf Ai dalam putih terhadap latar belakang oranye (jeruk dan kuning adalah skema warna yang menonjol dalam branding Illustrator akan kembali sejauh sebagai versi 4.0). Ikon CS4 hampir identik, kecuali sedikit perubahan pada font dan warna yang abu-abu gelap. Ikon CS5 juga hampir sama, kecuali bahwa kali ini logo seperti kotak, bersama dengan semua CS6 logo produk lain, dengan kuning "Ai" terang. CS6 mengubahnya sedikit untuk sebuah persegi coklat dengan perbatasan kuning dan huruf kuning.

      Kompatibilitas dengan Inkscape: format asli Inkscape adalah SVG , yang didukung oleh AI, tetapi dua implementasi tidak 100% kompatibel. Inkscape juga ekspor ke PS , EPS dan PDF, format yang dapat mengenali Illustrator.

      Perbedaan interface Adobe Illustrator sebelumnya adalah tampilan menu bar yang agak berada di atas. Sehingga akan terlihat tampilan program lebih kompak dan lebih luas dan lebar jika membuat objek pada sebuah dokumen kerja.Elemen dasar dari jendela kerja Adobe Illustrator diantaranya:

      1. Menu Bar atau Baris Menu, Berisi barisan perintah berupa menu, seperti menuFile,Edit, Objek, Type, Select, Effect, View, Window dan Help.
      2. TabDocument, Merupakan tampilan dokumen saat anda bekerja.
      3. Application Bar, Bagian yang berada diatas terdiri dari beberapa menu dan pengaturan aplikasi.

      Tombol Workplace, Digunakan untuk memilih pilihan interface program.

      1. Title Bar, Tempat panel-panel berada pada program.
      2. Control Panel, Menampilkan objek yang sedang terseleksi.
      3. Toolbox, Merupakan tool-tool yang ada pada program.
      4. Icon Collepse, Bagian pengaturan pada panel-panel.

      Elisitasi

      Menurut Untung Rahardja, Hidayati, dan Mia Novalia dalam Jurnal CCIT Vol.4 No 3 (2011:302),[39], Elisitasi berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.”

      Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:

      1. Elisitasi tahap I, berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.
      2. Elisitasi tahap II, merupakan hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Berikut penjelasan mengenai MDI:

        a. M pada MDI berarti Mandatory (penting). Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

        b. D pada MDI berarti Desirable. Maksudnya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

        c. I pada MDI berarti Inessential. Maksudnya, requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.

      3. Elisitasi tahap III, merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya, semua requirementyang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu:

        a. T artinya Teknikal, bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem yang diusulkan?

        b. O artinya Operasional, bagaimana cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan?

        c. E artinya Ekonomi, berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement di dalam sistem?

        Metode TOE tersebut dibagi menjadi beberapa option, yaitu:

        a. High (H): Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus dieliminasi.

        b. Middle (M): Mampu dikerjakan.

        c. Low (L): Mudah dikerjakan.

      4. Final draft elisitasi, merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

      Literature Review

      Berdasarkan studi pustaka pada Perpustakaan Perguruan Tinggi Raharja. Maka penulis melakukan literature review terhadap penelitian-penelitian sebelumnya sebagai berikut :

      1. Penelitian yang dilakukan oleh Novianti Dwi Putri (2013) berjudul “PERANCANGAN MEDIA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI SARANA PENUNJANG PROMOSI PADA CV. KURNIA VISION TANGERANG. ”. Perkembangan teknologi informasi maju begitu pesat sebuah badan usaha lebih memungkinkan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi tersebut sebagai sarana sosialisasi mengenai program promosi terhadap produk yang ingin ditawarkan kepada masyarakat, untuk itu dibutuhkan bentuk media yang dapat digunakan sebagai daya tarik secara visual. Seperti halnya pada CV. Kurnia Vision yang sampai saat ini sarana penunjang informasi program promosi sesuai dengan hasil interview yang dilakukan peneliti bahwa media-media yang dipergunakan saat ini dinilai belum memberikan fungsi komunikasi yang efektif untuk itu sebagai kebutuhan penunjang program promosi mendatang menghendaki bentuk-bentuk rancangan media yang dapat menjawab kebutuhan sarana informasi yang efektif, efisien, dan tepat sasaran. Dalam kesempatan penelitian Skripsi saya selaku mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Konsentrasi MAVIB (Multimedia Audio Visual and Broadcasting) yang menguasai bidang multimedia dan desain grafis mengambil topik penelitian dengan diberi judul “Perancangan Media Desain Komunikasi Visual Sebagai Sarana Penunjang Promosi Pada CV. Kurnia Vision Tangerang”. Dari hasil rancangan media jika telah diimplementasikan diharapkan dari pihak perusahaan dapat meningkatkan efektifitas informasi program promosi sehingga akan dapat meningkatkan hasil penjualan produk lebih kurang 25% pertahun.
      2. Penelitian yang dilakukan oleh Jasmine Dara Assyifa (2014) yang berjudul “PERANCANGAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI PENUNJANG INFORMASI DAN PROMOSI ACARA HUT KOTA TANGERANG KE 22 PADA PAGUYUBAN SENI BUDAYA NUSANTARA TANGERANG” Saat ini keterbukaan akses informasi memungkinkan informasi dapat dengan mudah diperoleh kapanpun dan dimanapun. Informasi menjadi hal penting, karena dengan informasi orang akan mendapat semua yang diinginkan. Penyebaran informasi tersebar melalui media cetak ataupun media elektronik, dari media itulah masyarakat dapat memperoleh informasi. Informasi menjadi kebutuhan bagi masyarakat tanpa terkecuali. Kebutuhan adanya informasi dirasakan akan terus bertambah bagi setiap orang yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu. Rasa ingin tahu timbul ketika seseorang ingin menambah pengetahuaannya. Perihal informasi tersebut, dapat digunakan untuk menciptakan suatu produksi pada Paguyuban Seni Budaya Nusantara Tangerang. Paguyuban Seni Budaya Nusantara (PSBN) Tangerang adalah organisasi yang berwatak kemitraan dan atas kemauannya sendiri membantu, melestarikan dan mengembangkan budaya nasional menuju sehat, bersih serta memayungi seniman yang berada di kota Tangerang. Pada kesempatan kali ini PSBN mengadakan acara dalam rangka HUT Kota Tangerang Ke-22. Oleh karena itu, penulis diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas Skripsi untuk membuat media event Media Komunikasi Visual sebagai penunjang informasi dan promosi event HUT Kota Tangerang Ke-22 pada PSBN, untuk menerapkan seluruh pengetahuan yang didapatkan sebelumnya didalam perkuliahan dengan judul Perancangan Desain Komunikasi Visual Sebagai Penunjang Informasi Dan Promosi Acara Hut Kota Tangerang Ke-22 Pada Paguyuban Seni Budaya Nusantara Tangerang.
      3. Penelitian yang dilakukan oleh Deka Witara (2015) yang berjudul “PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI PENUNJANG INFORMASI DAN PROMOSI PADA PT. MIDA KARYA ABADI LAND (SAVANA RESIDENCE)” Pada era globalisasi sekarang ini bukan hanya perkembangan teknologi saja yang sangat cepat, media cetak juga sangat dibutuhkan sebagai alat bantu komunikasi untuk menyampaikan suatu pesan yang bersifat public relations, yaitu untuk mempengaruhi atau membujuk dan memberikan kesan kepada relasi, dan khususnya calon konsumen terhadap apa yang diinformasikan oleh sebuah perusahaan. Salah satu dari media informasi tersebut adalah dalam bentuk media komunikasi visual tentang produk dari sebuah perusahaan yang berfungsi sebagai sarana promosi dan informasi. Dalam mempertahankan citra atau image perusahaaan, PT. Mida Karya Abadi Land ingin menerapkan strategi promosi yang berbeda dari sebelumnya, saat ini media komunikasi visual yang digunakan oleh perusahaan dalam program promosi properti hanya menggunakan media brosur yang berisikan mengenai informasi produk, keunggulan, dan beberapa fasilitas yang di tawarkan, namun dari media brosur tersebut tidak menyampaikan informasi secara detail dan menyeluruh mengenai produk dari perusahaan. Oleh sebab itu, untuk melengkapi dan menunjang promosi yang dapat menarik perhatian konsumen maka dirancanglah sebuah media komunikasi visual dalam bentuk cetak. Media komunikasi visual tersebut dirancang sebagai sarana penunjang promosi yang dapat memberikan nilai lebih dalam penyampaian informasi dan penerapan strategi pemasaran. Maksud dari strategi tersebut dapat disampaikan sebagai program untuk menentukan dalam mencapai tujuan promosi. Akhirnya, penulis dapat menuangkannya dalam bentuk laporan yang berjudul “Perancangan Media Komunikasi Visual Penunjang Informasi Dan Promosi Pada PT. Mida Karya Abadi Land (Savana Residence)” dengan harapan dapat berguna dan mempunyai nilai tambah dalam media promosi dan informasi yang ada di PT. Mida Karya Abadi Land khususnya pada Savana Residence.
      4. Penelitian yang dilakukan oleh Lusyani Sunarya, Po Abas Sunarya, dan Jasmine Dara Assyifa (2015) yang berjudul “KEEFEKTIFAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI PENUNJANG PROMOSI PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA” Perkembangan media komunikasi visual pada saat ini sangat membantu dalam menunjang informasidan komunikasi. Namun seringkali media komunikasi visual yang disajikan kurang efektif dan tepat guna. Sedangkan begitu banyaknya perguruan tinggi di Indonesia, maka persainganpun semakin ketat dalam menarik mahasiswa dan mahasiswi baru. Media Komunikasi Visual dapat diterapkan pada perguruan tinggi dalam memperkenalkan atau menaikan citra dan popularitas atau mempromosikan dan memberi informasi kepada calon mahasiswa dan mahasiswi baru. Pada hakikatnya pada kasus ini keefektifan media promosi dinilai dalam menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk calon mahasiswa dan mahasiswi baru untuk bergabung di perguruan tinggi tersebut. Metode penelitian yang digunakan dengan quisioner untuk menilai keefektifan beberapa media promosi yang telah terimplementasi seperti brosur, spanduk, poster, billboard, katalog, paper bag, flyer maupun merchandise. Kesimpulan, secara khusus artikel ini menilai media komunikasi visual dari studi kasus di Perguruan Tinggi Raharja dinilai efektif dan memberikan kontribusi yang konsisten. Penelitian ini menemukan peluang besar untuk meningkatkan promosi dengan tambahan media promosi bernama digital marketing perguruan tinggi melalui tahapan-tahapan sehingga menghasilkan beberapa media komunikasi visual yang dapat di terima oleh target audience. Untuk membuat sebuah media promosi perlu perencanaan yang sesuai dengan latar belakang permasalahan sehingga media yang dibuatmampu mengatasi masalah yang dihadapi.
      5. Penelitian yang dilakukan oleh Dewi Immaniar, Sudaryono, dan Dwi Ayu Ningrum (2014) yang berjudul “ENRICHING MEDIA MERCHANDISE SARANA PENUNJANG PROMOSI STUDI KASUS PADA BOOKSTORE” Bicara mengenai bisnis retail tidak lepas dari pentingnya pelayanan kepada konsumen dan kualitas barang yang baik. Tetapi pada masa sekarang ini seiring dengan ketatnya persaingan dalam dunia bisnis, pelayanan dan kualitas barang tidaklah cukup untuk bisa meningkatkan pendapatan dan menjaring konsumen yang loyal. Hal ini membuat perusahaan berpikir keras untuk bisa bertahan dan stabil dalam bisnisnya. Salah satunya dengan menggunakan media promosi dalam hal ini lebih ke arah media cetak atau media visual yang secara tidak langsung nilai efektifitasnya terasa dalam mengkomunikasikan program-program pemasaran produk. PT. Times Prima Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang retail buku dengan nama Times bookstores. Berdasarkan analisa permasalahan perusahaan ini membutuhkan tambahan jenis media penunjang promosi lebih variatif dan creatif dari yang sudah ada, yang nantinya akan digunakan sebagai pelengkap media promosi dan sebagai pembaharuan data serta untuk memperkaya desain promosi guna menjaring minat konsumennya dimana salah satu bentuk media promosi adalah berbentuk merchandise. Oleh sebab itu, dilakukan enriching (memperkaya) media promosi merchandise yang sebelumnya dirasa kurang variatif dan belum membentuk image perusahaan. Adapun metodologi yang digunakan yaitu analisa, observasi dan perancangan. Selain itu perancangan yang baru ini telah diuji coba diimplementasikan, kontribusi yang dirasakan sangat meningkat, hal ini dibuktikan dengan grafik penjualan tiap bulannya yang terus meningkat.
      6. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Azizah, M. Arba Adnandi, Elvitasari Heriyanthi, Lely Suryani, Resti Alvia ningrum, dan Ladyca Anugrah (2015) yang berjudul : “PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI PENUNJANG MEDIA PROMOSI PADA CV.GAYA REMAJA TAILOR” Perkembangan bisnis di era globalisasi berkembang sangat pesat. Dalam dunia persaingan bisnis sekarang ini setiap perusahaan bersaing mempromosikan produk mereka. Untuk itu sebuah perusahaan sangat membutuhkan bentuk-bentuk media yang dapat dijadikan sarana dalam menginformasikan profil, visi, misi, dan latar belakang suatu perusahaan yang diimplementasikan kedalam media promosi. Jenis media yang secara visual dapat menarik perhatian dan dapat menjelaskan profil usaha sekaligus dapat dijadikan sebagai sarana promosi sehingga masyarakat lebih mengenal dan menjadi pelanggan CV.Gaya Remaja Tailor. Corak media yang dapat meningkatkan citra CV.Gaya Remaja Tailor. Dari perancangan media yang dihasilkan target yang diinginkan oleh CV.Gaya Remaja Tailor. Adapun bentuk desain ataupun produk rancangan, beraneka ragam sesuai dengan kreatifitas yang dimiliki digolongkan menurut fungsi dan tujuan diantaranya adalah desain grafis, desain web, desain manufacturing, desain fashion, desain interior, desain arsitektur, dan lain-lain. Untuk memperkenalkan identitas CV. Gaya Remaja Tailor diperlukan sarana media informasi yang dapat memperkenalkan aset-aset perusahaan kepada konsumen dan relasi bisnis untuk menjalin kerjasama di bidang jasa layanan pembuatan pakaian jadi. Media promosi sangat diperlukan untuk menjaga eksistensi CV. Gaya Remaja Tailor sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa layanan pembuatan pakaian jadi. Dengan terdapatnya media promosi konsumen atau relasi bisnis akan lebih percaya untuk melakukan suatu kerjasama dengan CV. Gaya Remaja Tailor.

      BAB III

      IDENTIFIKASI MASALAH

      Sejarah Singkat PT. Mayora Indah, Tbk.

      PT. Mayora Indah, Tbk atau Mayora Group adalah salah satu kelompok bisnis produk konsumen di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 17 Februari 1977. Perusahaan ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 4 Juli 1990. Saat ini mayoritas kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT Unita Branindo sebanyak 32,93%.

      PT. Mayora Indah, Tbk didirikan dengan akta No. 204 tanggal 17 Februari 1977 dari notaris Poppy Savitri Parmanto SH. Sebagai pengganti dari notaris Ridwan Suselo SH. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/5/14 tanggal 3 januari 1978 dan telah didaftarkan pada Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Tangerang No. 2/PNTNG/1978 tanggal 10 januari 1978. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan yang terakhir dengan akta notaris Adam Kasdarmadji SH. No. 448 tanggal 27 Juni 1997, antara lain mengenai maksud dan tujuan perusahaan. Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-620.HT.01.04.TH98 tanggal 6 Februari 1998.

      Perusahaan berdomisili di Tangerang dengan pabrik berlokasi di tangerang dan Bekasi kantor Pusat Perusahaan berlokasi di Gedung Mayora, Jl. Tomang Raya No. 21-23, Jakarta. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar perusahaan ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang industri, perdagangan serta agen atau perwakilan. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Mei 1978. jumlah karyawan perusahaan dan anak perusahaan hingga saat ini sebanyak 5300 karyawan.

      Didukung oleh jaring distribusi yang kuat, produk PT. Mayora Indah, Tbk tidak hanya ada di Indonesia namun juga dapat kita jumpai di Negara seberang lautan seperti Malaysia, Thailand, Philipina, Vietnam, Singapore, Hong Kong, Saudi Arabia, Australia, Afrika, Amerika dan Itali.

      PT Mayora Indah Tbk memiliki 9 produk :

      Produk Biskuit Meliputi:

      1. Roma Better
      2. Roma Slai Olai
      3. Roma Chess Kress
      4. Roma Coffee Joy
      5. Roma Malkist (Crackers, Abon)
      6. Roma Sari Gandum Sandwich
      7. Roma Cream Crackers
      8. Roma Biskuit Kelapa
      9. Roma Marie Susu

      Produk Permen Meliputi:

      1. Kopiko
      2. Kis
      3. Tamarin
      4. Plonk.

      Produk Wafer Meliputi :

      1. Beng Beng
      2. Astor
      3. Roma (Superstar dan Zuper Keju).

      Produk Coklat Meliputi: Choki Choki.

      Produk Sereal Meliputi: Energen.

      Produk Kopi Meliputi:

      1. Kopi Kopiko (Brown Coffee,White Coffee, White Mocca)
      2. Torabika (Tora Bika Duo Kopi & Gula, Tora Bika Oke Kopi & Gula, Tora Bika 3 in 1, Tora Bika Jahe Susu, Tora Bika Cappuccino, Tora Bika Moka & Tora Bika Susu Full Cream)

      Produk Bubur Meliputi: Super Bubur

      Produk Mi instan Meliputi: Bakmi Mewah dan Mi Gelas

      Produk Minuman Meliputi: Kopiko 78 °C, Teh Pucuk Harum, Q Guava

      Berikut ini adalah sejarah perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun:

      1. Pada tahun 1978 PT. Mayora Indah, Tbk didirikan dan mulai mengkomersialkan produknya dengan produksi utama biskuit yang berlokasi di Tangerang.
      2. Pada tahun 1990 PT. Mayora Indah, Tbk mulai menjual saham kepada masyarakat atau sering dikenal dengan go public melalui pasar perdana sebagai berhasil dengan berdirinya beberapa pabrik di Tangerang, Bekasi dan Surabaya.
      3. Pada tahun 1995 dengan dukungan jaringan distribusi yang kuat dan luas. Produk PT. Mayora Indah, Tbk sudah dapat diperoleh diseluruh Indonesia dan belahan Negara seperti Malaysia, Philipina, Arab Saudi, Amerika, Thailand, Vietnam, Singapore, Hongkong, Australia hingga Afrika.
      4. Pada tahun 1997 perusahaan terakhir kali merubah Anggaran dasar Perubahan berupa Maksud dan Tujuan perusahaan untuk lebih memperjelas kinerja perusahaan dan menarik investor.
      5. Pada tahun 2003 memperoleh penghargaan peringkat pertama dalam produk makanan dan minuman (food and beverages) sebagai jajaran manajemen terbaik di Indonesia “top five managed companies in Indonesia” oleh Asia Money.
      6. Pada tahun 2004 PT. Mayora Indah, Tbk kembali diberi penghargaan sebagai Produsen produk halal terbaik oleh Majelis Ulama Islam (MUI).
      7. Pada tahun 2007 untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan maka PT. Mayora Indah, Tbk mengikat akad kredit selama 5 tahun untuk pembelian mesin-mesin baru.
      8. Pada tahun 2010 setelah melalui krisis yang terjadi di Indonesia, PT. Mayora Indah, Tbk tetap menaikan pangsa pasar. Perseroan berencana memperkuat kapasitasnya sebesar 20% per tahun dalam 4 tahun ke depan. Target tersebut berpotensi menumbuhkan rata-rata laba perseroan sebesar 28% per tahun. Rencana itu memperkuat profil pendapatan perseroan yang telah tumbuh 24% dalam 1 dekade terakhir. Satu-satunya risiko mayor yang harus diantisipasi hanyalah persoalan biaya produksi, terutama naiknya harga bahan mentah, seperti gula dan minyak sawit. Kedua bahan baku ini menyumbang 55% terhadap beban pokok penjualan (cost of good sold/COGS).


      Struktur Organisasi

      Struktur organisasi perusahaan merupakan gambaran skematis tentang hubungan kerja sama yang ada dalam perusahaan untuk mencapai sasaran. Struktur organisasi ini menggambarkan pembagian kerja, garis-garis wewenang, pembatasan tugas dan tanggung jawab dari unit-unit organisasi yang ada dalam suatu perusahaan.

      Struktur organisasi adalah keseluruhan yang menunjukan antara fungsi-fungsi dan otoritas relatif serta tanggung jawab individu yang memimpin atau bertanggung jawab atas masing-masing fungsi respektif. Berikut adalah tampilan gambar Struktur Organisasi perusahaan:


      Wewenang dan Tanggung Jawab Tiap-tiap Departemen

      Bentuk organisasi PT Mayora Indah Indonesia adalah struktur organisasi proyek denagn hubungn organisasi, terutama pada orang-orang yang bekerja pada proyek yang sama. Strutur organisasi perusahaan terdiri dari beberapa kelompok dari fungsi yang berbeda dengan setiap kelompok yang menitikberatkan pada pengembangan produk tertentu atau lini produksi.

      Kendali perusahaan pada Presiden Direktur sebagai pucuk pimpinan. Pelimpahan tugas kerja kepada bawahan melalui masing-masing manajer departemen, kemudian dilanjutkan pada staff serta karyawan. Berikut akan dibahas lebih lanjut mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing bagian.

      1. Dewan Komisaris

      Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan dan memberikan saran kepada Direksi atas pengelolaan Perusahaan, termasuk perencanaan dan pengembangan, operasional dan penganggaran, kepatuhan dan tata kelola perusahaan dan penerapan keputusan RUPST. Direksi bertanggung jawab kepada RUPST. Rapat Dewan Komisaris diadakan sebulan sekali dan juga setiap saat apabila dibutuhkan. Rapat gabungan antara Dewan Komisaris dan Direksi diadakan dua kali sebulan. dibawah Dewan Komisaris dibantu oleh seorang Sekretaris serta Internal Audit untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan Bapepam-LK dan SEC serta peraturan relevan lainnya. Piagam menegaskan tanggung jawab Komite Audit sebagai berikut:

      a. Mengawasi proses pelaporan keuangan perusahaan atas nama Dewan Komisaris; merekomendasikan pilihan atas auditor eksternal kepada Dewan Komisaris. Penunjukkan akhir tergantung dari persetujuan pemegang saham;

      b. Mengadakan rapat secara berkala dengan auditor internal dan eksternal untuk membahas hasil evaluasi mereka atas pengendalian rencana kerja audit dan non-audit, penemuan-penemuan mengenai lemahnya pengendalian internal atas pelaporan keuangan dan evaluasi dari laporan keuangan konsolidasian.

      2. Direksi

      Direksi tersebut berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan, baik dalam maupun luar pengadilan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Direksi dibantu oleh Kepala Divisi dan/atau Kepala Unit Organisasi serta dibantu oleh Staf Ahli Direksi. Staf Ahli Direksi terdiri dari Staf Ahli Utama dan Staf Ahli Pratama. Staf Ahli Direksi ini mendukung dan membantu Direksi dalam mengelola, mengendalikan dan mengembangkan perusahaan.

      Direksi terdiri dari:

      • Direktur utama bertanggung jawab atas berjalannya semua fungsi organisasi di perusahaan dan berwenang menetapkan arah kebijakan serta strategi perusahaan yang menyeluruh.
      • Direktur Pemasaran bertanggung jawab atas fungsi-fungsi dibawah ini:

      1Fungsi Pemasaran.

      1. Fungsi Account Manager.
      2. Kebijakan Promosi.
      3. Kebijakan Penjualan dan Kontrak penjualan.
      4. Kebijakan Harga.
      5. Kebijakan Pemasok.
      6. Kebijakan Hubungan Pelanggan (CRM).
      • Direktur Umum dan Personalia.Untuk membantu dalam mengelola dan menjalankan kegiatan Perusahaan dan untuk mendukung dan membantu Direktur SDM & Umum dalam mengelola dan menjalankan kegiatan Perusahaan meliputi bidang Pelayanan SDM & Remunerasi, Pengembangan Sistem SDM & Organisasi, Pengembangan SDM & Penilaian Kinerja serta Manajemen Kualitas.
      • Direktur Pengembangan Produk untuk mendukung dan membantu Direktur Utama dalam mengelola dan menjalankan kegiatan Perusahaan meliputi bidang Pengembangan Bisnis untuk menangani aktifitas pengembangan bisnis yang ada dan mencari peluang bisnis baru yang prospektif, menangani urusan fungsi yang berhubungan dengan pengembagan produk serta rekayasa produk, dokumentasi & infrastruktur pendukung & fungsi yang berhubungan dengan dukungan terhadap aktifitas pengembangan produk.
      • Direktur pengembangan Produk membawahi:
      1. Manajer teknik yang bertanggung jawab atas pengembangan cara menghasilkan produk yang berkualitas.
      2. Manajer Laboratorium yang bertugas untuk meriset atau melakukan pengukuran dalam pembuatan produk yank akan diproduksi.
      3. Staf Projek yang bertugas untuk mengamati dan membantu dalam pembuatan produk baru.
      • Direktur Keuangan bertanggung jawab mengelola dan menjalankan kegiatan Perusahaan untuk:
      1. Menangani urusan Biaya & HPP dan Persediaan.
      2. Menangani urusan Penjualan, Piutang dan Hutang.
      3. Menangani urusan Anggaran & Pelaporan.
      4. Menangani urusan Sistem & Prosedur.
      5. Menangani urusan Pengelolaan Dana dan Perencanaan Keuangan.
      6. Menangani urusan Verifikasi, Bendahara dan Bank.
      7. Menangani urusan Pajak dan Asuransi.
      8. Menangani urusan yang berhubungan dengan Optimasi Aset dan Portofolio Investasi.

      3. Divisi Biskuit untuk membantu direktur utama untuk menjalankan kegiatan perusahaan dalam produk biscuit seperti; Romma dan Better.

      4. Divisi Kembang Gula untuk membantu direktur utama untuk menjalankan kegiatan perusahaan dalam produk kembang gula seperti; Kopiko, Kis, Tamarin, Plonk.

      5. Divisi Chocolate dan Water untuk membantu direktur utama untuk menjalankan kegiatan perusahaan dalam produk Chocolate dan Water seperti; Beng-Beng, Astor, Choki-Choki dan Danisa. Serta Vitazone.

      6. Manajer Plant untuk membantu dan mendukung pada tiap divisi yang ditetapkan yaitu Divisi Biskuit, Divisi Chocolate dan wafer dan Divisi Kembang Gula dalam perencanaan serta pengawasan kinerja perusahaan.

      7. Manajer Produk untuk membantu dan mendukung pada tiap divisi yang ditetapkan yaitu Divisi Biskuit, Divisi Chocolate dan wafer dan Divisi Kembang Gula dalam perencanaan serangkaian kegiatan dalam produksi.

      8. Manajer Quality Control untuk membantu dan mendukung pada tiap divisi yang ditetapkan yaitu Divisi Biskuit, Divisi Chocolate dan wafer dan Divisi Kembang Gula dalam pengecekan terhadap produk dan pengontrol barang hasil produksi.

      Informasi Produk (Product Information

      Produk

      PT. Mayora Indah, Tbk atau Mayora Group merupakan salah satu kelompok bisnis produk konsumen di Indonesia yang memproduksi produk Biskuit, Permen, Wafer, Coklat, Sereal, Kopi, Bubur, Mi Instan, dan Minuman. Produk PT. Mayora Indah, Tbk tidak hanya ada di Indonesia namun juga dapat kita jumpai di Negara seberang lautan seperti Malaysia, Thailand, Philipina, Vietnam, Singapore, Hong Kong, Saudi Arabia, Australia, Afrika, Amerika dan Itali.

      Latar Belakang Produk

      Pada awalnya PT. Mayora Indah, Tbk adalah home industry yang mengkomersialkan produknya dengan produksi utama biskuit pada tahun 1978 yang ditawarkan ke rumah-rumah baru ditahun 1990 berdirilah PT. Mayora Indah, Tbk yang berlokasi di Tangerang mulai menjual saham kepada masyarakat atau sering dikenal dengan go public melalui pasar perdana sebagai berhasil dengan berdirinya beberapa pabrik di Tangerang, Bekasi dan Surabaya.Pada tahun 1995 dengan dukungan jaringan distribusi yang kuat dan luas. Produk PT. Mayora Indah, Tbk sudah dapat diperoleh diseluruh Indonesia dan pangsa pasar luar negeri, di tahun 1997 perusahaan terakhir kali merubah Anggaran dasar Perubahan berupa Maksud dan Tujuan perusahaan untuk lebih memperjelas kinerja perusahaan dan menarik investor.Pada tahun 2003 memperoleh penghargaan peringkat pertama dalam produk makanan dan minuman (food and beverages) sebagai jajaran manajemen terbaik di Indonesia “top five managed companies in Indonesia” oleh Asia Money. Pada tahun 2004 PT. Mayora Indah, Tbk kembali diberi penghargaan sebagai Produsen produk halal terbaik oleh Majelis Ulama Islam (MUI).Pada tahun 2007 untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan maka PT. Mayora Indah, Tbk mengikat akad kredit selama 5 tahun untuk pembelian mesin-mesin baru.Pada tahun 2010 setelah melalui krisis yang terjadi di Indonesia, PT. Mayora Indah, Tbk tetap menaikan pangsa pasar. Perseroan berencana memperkuat kapasitasnya sebesar 20% per tahun dalam 4 tahun ke depan. Target tersebut berpotensi menumbuhkan rata-rata laba perseroan sebesar 28% per tahun. Rencana itu memperkuat profil pendapatan perseroan yang telah tumbuh 24% dalam 1 dekade terakhir. Satu-satunya risiko mayor yang harus diantisipasi hanyalah persoalan biaya produksi, terutama naiknya harga bahan mentah, seperti gula dan minyak sawit. Kedua bahan baku ini menyumbang 55% terhadap beban pokok penjualan (cost of good sold/COGS).

      Perkembangan Produk

      Pada tahun 1978 PT. Mayora Indah, Tbk didirikan dan mulai mengkomersialkan produknya dengan produksi utama biskuit yang berlokasi di Tangerang. Pada tahun 1990 PT. Mayora Indah, Tbk mulai menjual saham kepada masyarakat atau sering dikenal dengan go public melalui pasar perdana sebagai berhasil dengan berdirinya beberapa pabrik di Tangerang, Bekasi dan Surabaya. Pada tahun 1995 dengan dukungan jaringan distribusi yang kuat dan luas. Produk PT. Mayora Indah, Tbk sudah dapat diperoleh diseluruh Indonesia dan belahan Negara seperti Malaysia, Philipina, Arab Saudi, Amerika, Thailand, Vietnam, Singapore, Hongkong, Australia hingga Afrika. Pada tahun 1997 perusahaan terakhir kali merubah Anggaran dasar Perubahan berupa Maksud dan Tujuan perusahaan untuk lebih memperjelas kinerja perusahaan dan menarik investor. Pada tahun 2003 memperoleh penghargaan peringkat pertama dalam produk makanan dan minuman (food and beverages) sebagai jajaran manajemen terbaik di Indonesia “top five managed companies in Indonesia” oleh Asia Money. Pada tahun 2004 PT. Mayora Indah, Tbk kembali diberi penghargaan sebagai Produsen produk halal terbaik oleh Majelis Ulama Islam (MUI). Pada tahun 2007 untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan maka PT. Mayora Indah, Tbk mengikat akad kredit selama 5 tahun untuk pembelian mesin-mesin baru. Pada tahun 2010 setelah melalui krisis yang terjadi di Indonesia, PT. Mayora Indah, Tbk tetap menaikan pangsa pasar. Perseroan berencana memperkuat kapasitasnya sebesar 20% per tahun dalam 4 tahun ke depan. Target tersebut berpotensi menumbuhkan rata-rata laba perseroan sebesar 28% per tahun. Rencana itu memperkuat profil pendapatan perseroan yang telah tumbuh 24% dalam 1 dekade terakhir. Satu-satunya risiko mayor yang harus diantisipasi hanyalah persoalan biaya produksi, terutama naiknya harga bahan mentah, seperti gula dan minyak sawit. Kedua bahan baku ini menyumbang 55% terhadap beban pokok penjualan (cost of good sold/COGS).

      Material Produk

      Material yang digunakan dalam produksi PT. Mayora Indah, Tbk, seperti tabel 3.1, 3.2, 3.3, 3.4, 3.5, 3.6, 3.7, 3.8, 3.9 dibawah ini !











      Spesifikasi Produk

      Jika dilihat dari produk yang ditawarkan PT. Mayora Indah, Tbk terdapat berbagai macam produk yang ditawarkan kepada calon konsumen, diantaranya berupa Biskuit, Permen, Wafer, Coklat, Sereal, Kopi, Bubur, Mi Instan, dan Minuman. Dari berbagai macam produk tersebut diharapkan dapat menarik minat calon konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Semua kelebihan-kelebihan yang diberikan dan informasi dari promosi yang dilakukan akan dikemas kedalam media komunikasi visual dalam bentuk dan desain yang menarik dan variatif agar nantinya menarik calon konsumen.

      Biaya Produk

      Produk yang dihasilkan PT. Mayora Indah, Tbk sangat bervariatif dari segi kualitas dan harga produk sehingga produk PT. Mayora Indah, Tbk dapat bersaing dan memiliki nilai tersendiri dimata para konsumen.

      Market Analisis

      Market analisis adalah investigasi berdokumentasi dari pasar yang digunakan untuk menginformasikan kegiatan perencanaan lembaga terutama sekitar keputusan persediaan, pembelian, perluasan tenaga kerja / kontraksi, fasilitas, pembelian peralatan modal, kegiatan promosi dan banyak aspek lain. Didalam market analisis terdapat dua aspek yang sangat berpengaruh yaitu :

      A. Market Positioning

      Jika dilihat dari produk yang ditawarkan PT. Mayora Indah, Tbk terdapat berbagai macam produk yang ditawarkan kepada calon konsumen, diantaranya berupa Biskuit, Permen, Wafer, Coklat, Sereal, Kopi, Bubur, Mi Instan, dan Minuman. Dari berbagai macam produk tersebut diharapkan dapat menarik minat calon konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Semua kelebihan-kelebihan yang diberikan dan informasi dari promosi yang dilakukan akan dikemas kedalam media komunikasi visual dalam bentuk dan desain yang menarik dan variatif agar nantinya menarik calon konsumen.

      Biaya Produk

      Produk yang dihasilkan PT. Mayora Indah, Tbk sangat bervariatif dari segi kualitas dan harga produk sehingga produk PT. Mayora Indah, Tbk dapat bersaing dan memiliki nilai tersendiri dimata para konsumen.


      Saat ini PT Mayora Indah, Tbk tidak hanya kita jumpai dalam negeri tetapi sudah dapat kita jumpai di Negara seberang lautan seperti Malaysia, Thailand, Philipina, Vietnam, Singapore, Hong Kong, Saudi Arabia, Australia, Afrika, Amerika dan Itali. Untuk distribusi pasar ekspor melalui kerjasama dengan importir diberbagai Negara, sedangkan untuk dalam negeri atau pasar lokal, melalui distributor.


      B. Kondisi Pesaing

      Kompetitor yang ada saat ini cukup banyak yang menawarkan produk-produk sejenis. Dari segi kualitas layanan dan harga dari kompetitor cukup berimbang dengan PT. Mayora Indah, Tbk.

      Potensial Market

      Jika ditinjau dari tujuan informasi yang ingin digunakan adalah untuk mengarahkan audience image positif terhadap produk yang ditawarkan, dengan memberikan informasi penawaran kualitas produk dengan harga yang relatif kompetitif masyarakat calon konsumen diharapkan berubah sikap, tetrtarik, dan yakin, kemudian mengkonsumsi produk yang ditawarkan, dengan demikian dapat meningkatkan omset penjualan.

      Market Segmentation

      Geografi : Domestik dan Internasional
      Demografi :
      • Jenis Kelamin : Pria dan Wanita
      • Kelas Ekonomi : Semua Kalangan
      • Sasaran : Calon konsumen, relasi perusahaan, dan masyarakat.

      Psikografi : Calon konsumen, relasi perusahaan, dan masyarakat yang ingin lebih mengetahui secara detail mengenai PT. Mayora Indah, Tbk.

      Tujuan Pemasaran (Marketing Objective)

      Setiap perusahaan memiliki tujuan yang sangat jelas yaitu untuk meningkatkan target dan omset penjualan baik pangsa pasar domestik maupun luar negeri dengan demikian bertujuhan langsung untuk meningkatkan kesejahteraan para karyawan dan kelangsungan hidup perusahaan.

      Strategi Pemasaran (Marketing Strategi)

      Srategi Dalam menghadapi pesaing konsep pemasaran menyatakan bahwa agar berhasil perusahaan harus menyediakan nilai dan kepuasan pelanggan yang lebih besar daripada pesaingnya dan hal itulah yang telah dilakukan oleh PT. Mayora Indah.Tbk. yaitu, memahami keinginan konsumen dengan menyediakan berbagai macam produk. Sehingga perilaku tersebut dapat teratasi jika konsumen memilih jenis atau cita rasa. Dengan strategi yang diterapkan dengan baik hingga akhirnya pada tahun 2009 PT Mayora Indah Tbk mendapat dua penghargaan sekaligus yaitu penghargaan "Top 100 Perusahaan Eksporti Indonesia" versi majalah Swa dan termasuk dalam kandidat "5 Perusahaan Manajamen Terbaik Indonesia" versi Asia Money. Sedangkan pada tahun 2010, PT Mayora Indah Tbk berhasil mencatatkan diri sebagai "Perusahaan Peraih Posisi Pertama di Sektor Makanan dan Minuman" yang diberikan oleh Majalah Investor Indonesia serta meraih predikat "Produsen Terbaik Produk Halal" oleh MUI pada tahun 2004.

      Dalam strategi pemasarannya menggunakan jenis media yang digunakan hingga sekarang media lini atas berupa media iklan, TV, billboard, radio dan surat kabar. Dalam menunjang mensponsori event kegiatan diperlukan media spanduk, umbul-umbul, dan merchandise yang berupa topi, t-shirt, kalender, payung, mug dan jam dinding.

      Budget Produksi Media

      Berikut rincian dana yang akan dipergunakan untuk membuat media komunikasi visual.



      Jumlah Total pembiayaan produksi media yang disampaikan adalah merupakan istimasi sementara dalam pengajuan konsep penelitian, namun jumlah yang sebenarnya adalah disesuikan dengan kebutuhan, berapa banyak kuantity dari tiap-tiap jenis media akan diproduk akan berpengaruh terhadap pembiayaan produksi medianya.

      Konfigurasi Hardware

      A. Spesifikasi Hardware
      Perancangan tersebut menggunakan 1 unit Laptop dengan spesifikasi sebagai berikut:
      1. Processor : AMD A8-6410 APU with AMD Radeon R5 Graphics 2.00 GHz
      2. Monitor : LED LCD 15.6”
      3. Mouse : Optical Mouse
      4. RAM : 4.00 GB
      5. Harddisk : 500 GB
      6. Keyboard : Keyboard QWERTY.
      B. Software yang digunakan :
      1. Adobe Photoshop CC
      2. Adobe Illustrator CC.

      Elisitasi

      A. Elisitasi Tahap I
      Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

      B. Elisitasi Tahap II
      Merupakan hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

      C. Elisitasi Tahap III
      Merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya, semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE.

      D. Final Draft Elisitasi
      Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

      BAB IV

      KONSEP DESAIN


      Agar menghasilkan rancangan media-media penunjang informasi yang baik dan berkualitas, maka digunakan konsep desian media yang di dalamnya terdapat: Perencanaan Media, Perencanaan Pesan dan Perencanaan Visual. Dari tiap-tiap Perencanan terdapat tahapan-tahapan, diantaranya: Pada Perencanaan Media terdapat tahapan: Tujuan Media, Strategi Media dan Progran Media, adapun penjelasan dari tiap-tiap tahapannya sebagai berikut:

      Perencanaan Media

      Dari berbagai media yang dirancang, dan yang diajukan bertujuan untuk meningkatkan keinginan untuk masyarakat membeli produk yang dipasarkan, dari pihak perusahaan menghendaki peningkatan kurang lebih 25% dari total perolehan tahun sebelumnya.
      A. Tujuan Media
      Dari berbagai media yang dirancang, dan yang diajuakan bertujuan untuk meningkatkan keinginan untuk masyarakat membeli produk yang dipasarkan, dari pihak perusahaan menghendaki peningkatan kurang lebih 25% dari total perolehan tahun sebelumnya.
      B. Strategi Media
      Stategi media yang diajukan, sosialisasi produk-produk yang dipasarkan dengan menggunakan: media Billboard, Spanduk dan Umbul-umbul, sehubungan jenis produk yang dipasarkan jangkauannya sangat luas agar setiap arang yang melalui jalan-jalan strategis dapat cepat langsung mengetahui produk yang ditawarkan, maka menggunakan media Bilboard. Media Spanduk dan umbul-umbul dipergunakan untuk informasi meramaikan kegiatan-kegiatan tertentu yang diadakan PT. Mayora Indah TBK. Sedangkan media kenang-kenangan dipergunakan untuk pencitraan pada saat masyarakat belanja atau membeli produk yang ditawarkan dalam event tertentu.
      Geografi  : Masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya
      Demografi :
      1. Jenis Kelamin : Pria dan Wanita
      2. Kelas Ekonomi : Semua Kalangan
      3. Sasaran : Calon customer, relasi perusahaan, dan masyarakat.
      Psikografi  : Calon konsumen, relasi perusahaan, dan masyarakat yang ingin lebih mengetahui secara detail mengenai PT. Mayora Indah, Tbk.
      Dalam Perencanaan Media penulis merumuskan strategi media. Media Penunjang Promosi adalah sebagai media utama yang dipergunakan sebagai penyampaian pesan informasi mengenai acara event diantaranya: spanduk, billboard, umbul-umbul, topi, kaos, kalender, payung, jam dinding dan Mug.
      C. Program Media

      Perencanaan Pesan

      Bentuk pesan yang disampaikan melalui media-media yang dirancang dan diajukan adalah bentuk gambar-gambar produk yang dipasarkan ditambahkan unsur Teks penunjang kegiatan yang dimaksud oleh perusahaan, dari materi gambar-gambar dan teks diolah dan didesain sedemikian kreatif untuk dijadikan daya tarik dalam penyampaian informasi promosi.
      A. Tujuan Kreatif
      Bentuk pesan yang disampaikan melalui media-media yang dirancang dan diajukan adalah bentuk gambar-gambar produk yang dipasarkan ditambahkan unsur Teks penunjang kegiatan yang dimaksud oleh perusahaan, dari materi gambar-gambar dan teks diolah dan didesain sedemikian kreatif untuk dijadikan daya tarik dalam penyampaian informasi promosi.
      B. Strategi Kreatif
      Dari elemen-elemen rancangan yang penulis sampaikan merupakan strategi pesan yang ingin disampaikan secara visual agar dapat memberikan daya tarik kepada calon konsumen dan masyarakat lainnya yang berada di sekitar Kota Tangerang.

      Perencanaan Visual (Konsep Visual)

      A. Tujuan Visual
      Terdapatnya gambar pada setiap rancangan media bertujuan untuk mempermudah audience atau masyarakat agar apa yang disampaikan efektif dan mudah diterima oleh masyarakat, serta membuat tampilan visual pada media terlihat lebih menarik.
      B. Strategi Visual
      Penyajian visual pada perancangan media informasi yaitu dengan pembentukan objek – objek dan pengaturan tata letak dengan menggunakan Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop disesuaikan dengan kebutuhan rancangan. Adapun strategi visual yang ingin disampaikan penulis adalah dengan pendekatan secara emosional yang terkesan formal namun tegas mulai dari gaya penampilan grafis, layout, jenis huruf dan warna dalam bentuk penyampaiannya dilakukan secara sederhana agar konsumen dan relasi bisnis lebih mudah dalam memahaminya.
      C. Penulisan Naskah
      Rancangan media promosi initerdapat unsur-unsur komunikasi grafis seperti warna, ilustrasi (foto atau image) dan teks (tulisan). Salah satunya adalah teks (tulisan) yang mempunyai karakter khusus diperlukan dalam perancangan agar penyampaian misi media mudah dimengerti dan tepat sasaran, teks akan menyesuaikan bentuk-bentuk media yang telah direncanakan terdiri dari beberapa bagian yaitu judul (headline), subjudul, naskah (body copy), logo. Mandatoris. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing bagian dari teks (tulisan).
      Bagian terpenting dari teks menarik perhatian dan merupakan hal yang pertama kali dibaca. Judul akan mengarahkan pembaca untuk lebih jauh mengetahui tentang isi dari sebuah pesan atau informasi yang ada di perusahaan tersebut.
      1. Subjudul, Lanjutan keterangan dari judul yang akan menjelaskan makna dari judul, biasanya subjudul akan lebih panjang dari judul.
      2. Naskah (body copy), Kalimat yang menerangkan lebih rinci tentang isi pesan yang ingin disampaikan, berfungsi untuk mengarahkan pembaca dalam mengambil sikap berpikir dan bertindak lanjut. Secara kreatif bentuk naskah atau body copy dapat dikombinasikan dengan gambar dalam berbagai bentuk.
      3. Logo, Setiap rancangan media promosi dicantumkan identitas atau logo perusahaan, karena logo adalah tanda pengenal atau identitas yang tetap dari sebuah perusahaan yang dibuat secara singkat, sederhana dan komunikatif.
      4. Illustrasi, Illustrasi merupakan unsur grafis yang sangat vital dan dapat disajikan mulai dari goresan atau titik sederhana sampai dengan yang kompleks. Illustrasi berfungsi untuk :
      • Menarik perhatian
      • Merangsang minat pembaca terhadap keseluruhan pesan
      • Memberikan penjelasan atas pernyataan
      • Menonjolkan keistimewaan daripada produk
      • Menciptakan suasana yang khas
      • Dramatisasi pesan
      • Menonjolkan suatu merk atau semboyan dan mendukung judul iklan
      Illustrasi dapat berupa gambar, foto, maupun grafis lainnya. Gambar merupakan penjelasan yang dapat menerjemahkan isi iklan secara menyeluruh, mampu menarik perhatian sekaligus menangkap pandangan secara sepintas.
      1. Mandatoris, Alamat Perusahaan, No Telp, Fax, Email, Website.
      2. Banner, adalah spanduk yang didalamnya terdapat kata singkat satu atau dua kata, yang kuat untuk menjelaskan pesan. Banner umumnya disertai warna latar yang mencolok/kontras dan diletakan pada sudut kiri atau kanan atas. Beberapa contoh kata tertulis dalan banner antara lain : Bonus, gratis, hemat, stok baru, harga promosi, bulan promosi, berhadiah, diskon 50%
      3. Pancaran sinar ( flash), merupakan visualisasi dengan maksud memberikan penekanan terhadap hal-hal penting dan spesifik dan diarahkan untuk menjadi center of interest.
      D. Pengarahan Visualisasi
      Agar desain media komunikasi visual yang dirancang terlihat menarik dan memiliki karakter tersendiri, maka dalam proses visualisasi penulis harus memperhatikan hal-hal yang akan mempengaruhi kegunaan dan nilai artistik sebuah media. Dalam menentukan unsur-unsur warna yang dipilih, jenis huruf yang dipakai, tata letak atau layout yang diterapkan, gaya penampilan grafis yang sesuai serta model yang dipilih untuk ditampilkan di setiap rancangan media. Oleh sebab itu, penulis menjabarkan visualisasi yang dipilih dan dapat dipergunakan pada media-media rancangan:
      1. Totalitas warna yang dipilih adalah :

       Warna Biru : Kecerdasan, komunikasi, kepercayaan, efisiensi, ketenangan, tugas, logika, kesejukan, protektif, refleksi, kooperatif, integritas, dan sensitif.  Warna Putih : keaslian, kemurnian, kesucian, tentang kesan ringan, kepolosan, dan kebersihan. Dalam makna negatifnya, kita bisa merasakan perasaan dingin, steril,  Warna Merah : Melambangkan semangat, keberanian, amarah, bahaya, kekerasan, kekejaman dan kesakitan.  Warna Kuning : Menonjol, akrab, spontan, semangat, ceria, main-main, kreatif, bebas.  Warna Orange : Energi, semangat, flamboyan, segar, kemajuan, muda, keseimbangan, ceria, hangat, ramah, kreatif.  Coklat : Kenyamanan, daya tahan, antik, kekuatan, solidaritas, membumi, tenang, matang dan handal.

      2. Typografi yang banyak digunakan dalam rancangan ini adalah Jenis huruf yang fleksibel, berkesan sederhana dan kokoh. Pemakaian typografi dengan huruf besar dimaksudkan agar memberikan kemudahan kepada masyarakat luas serta calon konsumen dalam memahami maksud dan tujuan dari pesan yang ingin disampaikan secara lugas, lembut, dan tegas.
      3. Tata letak atau layout yang dipergunakan adalah dengan menata atau menyatukan unsur-unsur komunikasi visual mulai dari teks, gambar dan warna agar menjadi media komunikasi visual yang komunikatif dan dapat menarik perhatian pelanggan atau relasi bisnis.
      4. Gaya penampilan grafis yang dipergunakan adalah menciptakan kesan elegan tapi tegas dan dinamis karena PT. Mayora Indah, Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti.
      5. Model yang dipergunakan dalam media promosi adalah gambar dan foto produk yang ada di PT. Mayora Indah, Tbk karena untuk mewakili dari keterangan teks yang ada dalam media promosi agar konsumen, masyarakat dan relasi perusahaan lebih mudah memahami isi informasi tersebut.
      E. Proses Desain
      Dalam proses pembuatan media promosi ini, penulis melakukan secara bertahap sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan melalui buku panduan, untuk mendapatkan hasil rancangan yang menarik dan efektif penulis menerapkan 3 (tiga) tahapan proses yaitu :
      a. Layout Kasar
      Layout kasar adalah penerapan elemen-elemen desain media yang natinya akan dipergunakan dalam perancangan media komunikasi visual yang disertai acuan standarisasi pada desain yang akan dibuat, umumnya dibuat dengan tampilan hitam putih, dibuat dengan coretan atau sketsa dengan menggunakan pensil gambar. Layout kasar diperlukan, sebagai panduan pada saat proses desain dengan menggunakan aplikasi komputer.

       Billboard


      Gambar 4.1. Layout Kasar Billboard

       T-Shirt


      Gambar 4.2. Layout Kasar T-Shirt

       Topi


      Gambar 4.3. Layout Kasar Topi 1


      Gambar 4.4. Layout Kasar Topi 2

       Spanduk


      Gambar 4.5. Layout Kasar Spanduk

       Payung


      Gambar 4.6. Layout Kasar Payung

       Jam Dinding


      Gambar 4.7. Layout Kasar Jam Dinding 1


      Gambar 4.8. Layout Kasar Jam Dinding 2

       Umbul-umbul


      Gambar 4.9. Layout Kasar Umbul-umbul

       Mug


      Gambar 4.10. Layout Kasar Mug

       Kalender


      Gambar 4.11. Layout Kasar Kalender

      b. Layout Komprehensif</p>
      Layout Komprehensif adalah Proses desain yang sudah memasuki tahap komputerisasi dan pewarnaan, namun tahap ini belum selesai seluruhnya, karena masih harus mengalami proses revisi.</p>

       Billboard


      Gambar 4.12. Layout Komprehensif Billboard

       T-Shirt


      Gambar 4.13. Layout Komprehensif T-Shirt

       Topi


      Gambar 4.14. Layout Komprehensif Topi 1


      Gambar 4.15. Layout Komprehensif Topi 2

       Spanduk


      Gambar 4.16. Layout Komprehensif Spanduk

       Payung


      Gambar 4.17. Layout Komprehensif Payung

       Jam Dinding


      Gambar 4.18. Layout Komprehensif Jam Dinding 1


      Gambar 4.19. Layout Komprehensif Jam Dinding 2


       Umbul-umbul


      Gambar 4.20. Layout Komprehensif Umbul-umbul

       Mug


      Gambar 4.21. Layout Komprehensif Mug

       Kalender


      Gambar 4.22. Layout Komprehensif Kalender

      c. Final Artwork</p>
      Hasil akhir dari layout komprehensif yang telah diperbaiki, dimana tahap ini merupakan hasil akhir atau finishing, yang kemudian dapat digunakan untuk acuan saat proses produksi. </p>

       Billboard


      Gambar 4.23. Layout Final Artwork Billboard

       T-Shirt


      Gambar 4.24. Layout Final Artwork T-Shirt

       Topi


      Gambar 4.25. Layout Final Artwork Topi 1


      Gambar 4.26. Layout Final Artwork Topi 2

       Spanduk


      Gambar 4.27. Layout Final Artwork Spanduk

       Payung


      Gambar 4.28. Layout Final Artwork Payung

       Jam Dinding


      Gambar 4.29. Layout Final Artwork Jam Dinding 1


      Gambar 4.30. Layout Final Artwork Jam Dinding 2

       Umbul-umbul


      Gambar 4.31. Layout Final Artwork Umbul-umbul

       Mug


      Gambar 4.32. Layout Final Artwork Mug

       Kalender


      Gambar 4.33. Layout Final Artwork Kalender


      BAB V

      PENUTUP

      Kesimpulan

      Berdasarkan orientasi penelitian dari analisa permasalahan skripsi, pemecahan masalah skripsi, metode yang digunakan hinggan manfaat yang nati akan diperoleh bagi mahasiswa maupun perusahaan yang diobservasi, kesimpulan penelitiannya adalah:

      1. Media yang efektif dalam menunjang program promosi produk-produk PT. Mayora Indah Tbk adalah bentuk rancanagan Media Billboard, Umbul-umbul, Spanduk dan media kenang-kenangan yang berupa: Kaos, Topi, Jam Dinding, Payung, Kalender dan media Mug. Dari berbagai media rancangan tersebut diharapkan dapat efektif dalam menyampaikan informasi mengenai promosi produk-produk pereusahaan.
      2. Agar media-media yang dirancang dapat memenuhi hebutuhan program promosi yang diingin, dalam rancangan media digunakan konsep Desain yang terdapat tahapan-tahapan Perencanaan Media yang terdapat Tujuan Media, Strategi Media dan Program Media, Perencanaan Pesan terdapat Tujuan Pesan dan Strategi Pesan, pada Perencanaan Visual terdapat Tujuan Pesan Strategi Pesan dan Program Visualisasi yang terdapat Layout Kasar, Layout Komprehensif dan Final Art Work.
      3. Setelah media rancangan yang diajukan telah digunakan dan efektif harapan dari perusahan dapat meningkatkan hasil penjualan produk yang dipromosikan perusahan.

      Saran

      Sesuai dengan pengamatan pada saat melakukan observasi kepada perusahaan saya dapat memberikan saran yang dijadikan masukan yan positif kepada PT. Moyora Indah Tbk, diantaranya:

      1. Demi peningkatan kemajuan program promosi ayng ingin dilakukan setiap tahunnya, sebaiknya perusahaan selalu terbuka terhap pihak yang ingin melakukan observasi kepada perusahaan.
      2. Sebaiknya demi keberhasilan program promosi yang bertujuan menaikkan keuntungan perusahaan, setiap program promosi yang akan dilaksanakan dipersiapkan secara sistematis dan efisien dengan mempertimbangkan kelayakan program, alat yang digunakan untuk promosi dan pembiayaan yang seharusnya mendukung program yang dibutuhkan.
      3. Hal yang terkait dengan keberhasilan promosi bukan sekedar sarana promosi, melainkan kualitas produk, cara untuk mendapatkan produk dan bagaimana harganya produk yang ditujuakan masyarakat hendaknya dapat bersaing dengan produk sejenis lainnya.

      DAFTAR PUSTAKA

      1. Soepadmo, Gatoet . 2013. Panduan Mudah Merancang Bangunan. Bandung : Griya Kreasi.
      2. Nasution, Ruslan Efendi . 2012. Jurnal Komputasi Vol.1 No1. Lampung : Unila.
      3. Pujuriyanto. 2012. Pengajaran Pemahaman Melalui Desain. Jakarta : Indeks.
      4. Sugiyono, Prof. Dr. 2013. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
      5. Sunarya, Lusyani, Radiyanto, Erna Susanti. 2013. Enriching Company Profile sebagai Penunjang Media Informasi dan Promosi pada Perguruan Tinggi Raharja. Journal CCIT Vol. 7 No. 1.. Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja.
      6. Tjiptono, Fandy. 2012. Media Strategi Pemasaran. Yogyakarta : Andi Offset.
      7. Priyatno, Duwi. 2011. Mandiri Belajar Analisis Data Dengan SPSS . Yogyakarta: Mediakom.
      8. "Mcleod, Raymond. 2012. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.
      9. Maimunah, Lusyani Sunarya, Nina Larasati. 2012. Media Company Profile Sebagai Sarana Penunjang Informasi dan Promosi, Journal CCIT Vol.5 No.3 . Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja.
      10. O’Brien, James. 2012. Introduction To Information System . Jakarta: Salemba.
      11. Jogiyanto. 2012. “Analisis dan Desain Sistem Informasi”.Yogyakarta: Andi Offset
      12. Sutarman. 2012. “Pengantar Teknologi Informasi”.Jakarta: Bumi Aksara
      13. Sutabri. Tata. 2012. Konsep Sistem Informasi.Yogyakarta: Andi Offset.
      14. Desrianti, Dewi Immaniar, Sudaryono, Dwi Ayu Ningrum. 2014. Enriching Media Merchandise Sarana Penunjang Promosi Studi Kasus Pada Bookstore, Journal CCIT Vol.7 No.3 . Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja.
      15. Usmara. 2012. Motivasi kerja . Yogyakarta : Amara Books.
      16. Hermawan, Agus. 2012. Komunikasi Pemasaran. Jakarta : Erlangga.
      17. Maimunah, Lusyani Sunarya, Nina Larasati. 2012. Media Company Profile sebagai Sarana Promosi dan Informasi. Journal CCIT Vol.5 No.3. Tangerang : Perguruan Tinggi Raharja.
      18. Rahardja, Untung, Dewi Immaniar Desrianti, Reni Mulyani. 2012. Audio Visual As One Of The Theaching Resources On Learning. Journal CCIT Vol.5 No.2. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
      19. Widada, Sugeng, Untung Rahardja, Dewi Immaniar. 2010. “KPM Sebagai Pedoman Produksi Multimedia Audio Visual dan Broadcasting”. Tangerang: Jurnal CCIT (Vol.3 No.2)
      20. Sunarya, Lusyani. 2013. Buku Perkuliahan Desain Karakter dan Modeling. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
      21. Soepadmo, Gatoet 2013. buku Panduan Mudah Merancang Bangunan, Bandung: Griya Kreasi.
      22. 22,0 22,1 22,2 Wibowo, Ibnu Teguh. 2013. Buku Belajar Desain Grafis dan Tipografi. Yogyakarta: Buku Pintar.
      23. Sunarya, Lusyani. 2014. Aplikasi Program Komputer Mavib II. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
      24. Brewer, Roy. 2013. Buku Belajar Desain Grafis, Yogyakarta: Sudiana.
      25. 25,0 25,1 25,2 Hendratman, Hendi. 2014. Computer Graphic Design, Bandung : Informatika Bandung
      26. Ali, Mat. 2014. Mahir Software Desain Grafis, Jakarta: Techno Publishing
      27. Meyyappan, T. SM.Thamarai. N.M.Jeya Nachiaban. 2011. Lossless Digital Image Compression Method For Bitmap Images, Journal IJMA - The International Journal of Multimedia & Its Applications Vol. 3, No. 4. India.
      28. Hendratman, Hendi. 2014. Computer Graphic Design, Bandung : Informatika Bandung.
      29. Tjiptono, Fandy. 2012. Media Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi.
      30. Fattah, Nanang. 2012. Analisis Kebijakan Pendidikan, Bandung: Rosda.
      31. Sunarya, Lusyani. 2013. Diktat Mata Kuliah Diktat Mata Kuliah Aplikasi Program Komputer MAVIB II. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
      32. Kotler, Philip. 2012. Market Your Way To Growth. Jakarta: Erlangga.
      33. 33,0 33,1 Nathalia, Kirana. 2011. Desain Komunikasi Visual. Bandung: Nuansa Cendikia.
      34. Destrianti, Dewi Immaniar, Anita Wandanaya, Asih Sumaryani. 2014. Perancangan Media Katalog sebagai Penunjang Informasi dan Promosi pada Cv Zero Store. Journal CCIT Vol.7 No.2. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
      35. Su[ina, Lukas. 2013. Bachelor Thesis The Adobe Photoshop Software Manual: A Technical Translation, Czech.
      36. Sunarya, Lusyani. 2013. Diktat Perkuliahan Aplikasi Program Komputer Mavib II pada pertemuan 8, Tangrerang: Perguruan Tinggi Raharja.
      37. Madcoms. 2015. Adobe Photoshop CC Untuk Pemula. Jakarta: Andi Publisher.
      38. Mabuto, Enos K., Hein S. Venter. 2013. Analyzing Registry, Log Files, and Prefetch Files in Finding Digital Evidence in Graphic Design Applications - The ISC International Journal of Information Security Vol.4 No.2. South Africa.
      39. Rahardja.Untung ,Hidayati, Mia Novalia. 2011. Peningkatan Kinerja Distributed Database Melalui Metode DMQ Base Level. Jurnal CCIT Vol. 4 No. 3: Tangerang. Perguruan Tinggi Raharja