Pengguna:Admin

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari

APLIKASI SISTEM MONITORING ABSENSI UNTUK MENDUKUNG

PENILAIAN KINERJA PEGAWAI PADA

PT INDONESIA COMNETS PLUS







Logo stmik raharja.jpg




Disusun Oleh :

NIM
: 0922463885
NAMA




KONSENTRASI SOFTWARE ENGINEERING

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

TANGERANG

2014/2015

LembarPersetujuanSkripsi_zps0a3146da.jpg

LembarPersetujuanPembimbing_zpsebfc7183.jpg

ad5b8edc-dd8e-4906-82b4-d7c753b82738_zpstxfgezsh.png

PenyataanKeaslian_zps807b1bce.jpg

ABSTRAKSI

PT. Indonesia Comnets Plus adalah salah satu anak perusahaan dari PT PLN (Persero) yang mempunyai tugas utama untuk melayani kebutuhan PLN akan jaringan telekomunikasi agar senantiasa memiliki keunggulan bersaing, terutama dalam menghadapi pasar global, dituntut untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang demikian cepat dan dinamis agar dapat bertahan hidup dan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas jalannya perusahaan. Peningkatan efisiensi dan efektifitas perusahaan dapat tercapai melalui utilisasi Sumber Daya Manusia (SDM), sebab SDM merupakan faktor yang paling berperan dalam hal ini. Dengan kata lain SDM sebagai karyawan di perusahaan merupakan sumber keunggulan bersaing bagi suatu perusahaan sehingga diharapkan optimal bagi perusahaan.

Aplikasi Sistem Monitoring Absensi Dengan Sidik Jari yang dibuat dalam laporan skripsi ini merupakan suatu aplikasi pemrograman mengenai Monitoring Tingkat Kehadiran Pegawai Sebagai Pendukung Keputusan Untuk Penilaian Kinerja Pegawai tersebut dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dan database Microsoft Access, yang diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada di bagian SDM umumnya dan Administrasi Personalia khususnya.

Kata kunci : Absensi, KPI, Evaluasi Kinerja Pegawai,

ABSTRACT

PT. Indonesia Comnets Plus is asubsidiary of PT PLN (Persero) which has the main task is to serve the needs ofthe telecommunications network to be PLN always has a competitive advantage,especially in the face of global market, are required to anticipate suchchanges fast and dynamic in order to survive and be able to improve theefficiency and effectiveness of the operations of the company. Increasedefficiency and effectiveness of the company can be achieved through theutilization of the human resources (HR), for HUMAN RESOURCES is the mostinstrumental factor in this case. In other words the company as an employee inHUMAN RESOURCES is a source of competitive advantage for a company so expectoptimal for the company.

Attendance Monitoring Systemapplication With Fingerprints made in this thesis is a report on theapplication of programming about Monitoring Employee attendance rates as asupporter of the decision to the Employee performance assessment using theprogramming language Visual Basic 6.0 and Microsoft Access database, which isexpected to help resolve the problems that exist in the HR section of theGeneral and personnel administration in particular.

Keywords: attendance, KPI, performance evaluation.

KATA PENGANTAR


Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillahirabbil’alamin. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya penulis berhasil menyelesaikan Skripsi dengan judul APLIKASI SISTEM MONITORING ABSENSI SEBAGAI PENDUKUNG PENILAIAN KINERJA PEGAWAI PADA PT INDONESIA COMNETS PLUS

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom) untuk jenjang S1 di Perguruan Tinggi Raharja, Cikokol Tangerang. Sebagai bahan penulisan, penulis mengambil data berdasarkan hasil observasi, wawancara, survey serta studi pustaka yang mendukung penulisan ini.

Dalam penyusunan Skripsi ini, penulis banyak dibantu oleh berbagai pihak, baik berupa dorongan moril maupun materil, serta bimbingan dan semangat yang diberikan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan semua pihak, maka penulis tidak akan dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih secara tulus dan ikhlas khususnya kepada :

  1. Bapak Drs. Po.Abas Sunarya, M.Si. selaku Direktur Perguruan Tinggi Raharja.
  2. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Ketua STMIK Raharja.
  3. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom selaku PUKET I STMIK Raharja.
  4. Bapak Junaidi, M.Kom selaku Kepala Jurusan Teknik Informatika dan sekaligus Dosen Pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  5. Bapak Sutrisno, M.Kom. selaku Dosen Pembimbing II yang telah berkenan meluangkan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk membantu serta memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
  6. Ibu Novi Cholisoh, S.Sos selaku Kepala Bagian RPU yang membantu dan memberikan pelayanan terbaik selama penulis menuntut ilmu di STMIK Raharja Tangerang
  7. Bapak dan Ibu Dosen, Karyawan dan Karyawati Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan pelayanan yang terbaik kepada kami selama menuntut ilmu di Perguruan Tinggi Raharja.
  8. Bapak Bagus Setiawan selaku Kepala Divisi Pengembagan Sistemselaku stakeholder skripsi yang telah berkenan memberikan bimbingandan pengarahan kepada penulis.
  9. Seluruh karyawan/karyawati Divisi Pengembangan Sistem SDM selaku stakeholder skripsi yang telah memberikan keterangan yang bermanfaat kepada penulis guna pembuatan laporan skripsi ini.
  10. Adikku Daru Adianto, S.H, M.Hum, Ismu, S.H, M.Hum dan Kartika Yunianto, S.T yang telah memberikan dorongan moril maupun materiil kepada penulis dalam menyelesaikan studi ini.

Terutama kedua Orang tua yang turus menerus dan tidak pernah lelah memberikan semangat dan bimbingannya dengan penuh kasih sayangnya.

Istriku Mujenah dan kedua anakku Siti Nur Halimah dan Abdul Malik yang aku cintai dan sayangi.

Penulis menyadari bahwa dalam penyajian dan penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya.

Akhir kata penulis berharap laporan Skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan acuan yang bermanfaat dikemudian hari.

   

Tangerang, 19 Januari 2015

     

NIM : 0922463885

Daftar isi

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Perbedaan Sistem yang Berjalan dengan Sistem yang diusulkan

Tabel 4.3 Table Absensi

Tabel 4.4 Table Departemen

Tabel 4.5 Table Jabatan

Tabel 4.6 Table Jam Kerja

Tabel 4.7 Table Talenta

Tabel 4.8 Table Hak Akses

Tabel 4.9 Table Admin

Tabel 4.10 Pengujian Black Box

Tabel 4.11 Schedulle Implementasi

Tabel 4.12 Estimasi Biaya

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.2 Struktur Organisasi

DAFTAR SIMBOL

Daftar_Simbol_Use_Case_Diagram_zpsvvs6amci.png

Daftar_Simbol_Activity_Diagram_zpsbfsslaae.png

Daftar_Simbol_Sequence_Diagram_zpsuzqxty6c.png


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

PT. Indonesia Comnets Plus merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. PLN (Persero) yang memiliki karyawan cukup banyak sehingga data-data karyawan tersebut harus terorganisirdengan baik.

Dalam instansi pemerintah maupun swasta, absensi karyawan memegang peranan penting sebagai penunjang untuk dapat mendukung dan memotivasi setiap aktivitas pekerjaan. Di samping itu absensi karyawan dapat juga menjadi suatu informasi tentang bagaimana kinerja dan kedisiplinan karyawan yang bersangkutan, sehingga hasil pekerjaan dapat lebih efektif dan efisien. Setiap instansi atau perusahaan memiliki sistem absensi yang berbeda-beda, tergantung pada kebijakan pimpinan dari masing-masing instansi tersebut. Dalam hal ini sistem absensi karyawan harus dapat mendukung dalam pengolahan dan penyajian informasi yang relevan, efektif, akurat dan efisien, serta dapat membantu mempercepat dan memudahkan manajemen dalam pengambilan keputusan.

Dari latar belakang tersebut maka diperoleh sebuah judul yaitu Model Aplikasi Monitoring Sistem Absensi SidikJari Sebagai Pendukung Keputusan Untuk Penilaian Kinerja Pegawai PT. PLN (Persero)

Rumusan Masalah

Berdasarkan analisa yang dilakukan dalam latar belakang di atas penelitian ini secara jelas berkaitan dengan model aplikasi monitoring absensi sidik jari sebagai pendukung untuk penilaian kinerja pegawai. Dimana dari segi IT masih sangat lemah. mulai dari terdapatnya sistem yang masih semi komputer menyebabkan ketidak akuratan data dalam pengmbilan keputusan untuk penilaian kinerja pegawai pada setiap semesternya yang berakibat menurunnya motifasi kerja pada diri pegawai.

Pada saat ini PT. PLN (Persero) memiliki suatu metode monitoring absensi yang mutakhir. PT. Haleyora telah membuat terobosan baru dalam metode monitoring absensi yaitu dengan menggunakan mesin fingerprint yang sangat bermanfaat bagi karyawan, bagian administrasi dan umum serta manajemen/atasan.

Berdasarkan uraian diatas dan penelitian yang telah dilakukan masih terdapat permasalahan-permasalahan yang dihadapi yaitu:

  1. Bagaimana Sistem Pengolahan Data Absensi Sidik Jari yang berjalan saat ini ?
  2. Apakah Sistem Pengolahan Data Absensi Sidik Jari yang berjalan saat ini sudah efektif dan efisien ?
  3. Apakah Sistem Penanganan Absensi Pegawai yang berjalan saat ini sudah mampu menunjang Proses Keputusan Penilain Pegawai ?

Ruang Lingkup

Pengertian dari Ruang lingkup adalah Batasan. Ruang lingkup juga dapat dikemukakan pada bagian variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Penggambaran ruang lingkup dapat Kita nilai dari data karakteristik responden perlu dilakukan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif tentang bagaimana keadaan responden penelitian kita, yang boleh jadi diperlukan untuk melihat data hasil pengukuran variabel-variabel yang diteliti. Untuk mempermudah penulisan laporan skripsi ini dan agar lebih terarah dan berjalan dengan baik, maka perlu kiranya dibuat suatu batasan masalah. Adapun pada penulisan laporan skripsi ini akan menitik beratkan pada poin-poin berikut:

  1. Pembuatan model aplikasi monitoring sistem absensi sebagai pendukung keputusan untuk penilaian kinerja pegawai pada PT. PLN (Persero).
  2. Proses atau alur kegiatan absensi pegawai baik pada waktu kehadiran, pulang dan juga pada saat tidak masuk kerja.
  3. Perhitungan absensi pegawai yang dilakukan rutin setiap bulannya, yang dimana perhitungan ini akan dijadikan laporan absensi pegawai sebagai bahan pendukung penilaian kinerja pegawai dan memonitor jam kerja pegawai selama satu semester.

Tujuan Penelitian

Tujuan merupakan arah dari suatu penelitian. Tujuan penelitian harus disesuaikan dengan rumusan masalah. Bila permasalahan mempertanyakan hal-hal yang belum diketahui, maka tujuan merinci apa saja yang ingin diketahui, sehingga jika permasalahan sudah terjawab maka tujuan penelitian sudah tercapai. Dalam beberapa penelitian dimana permasalahannya sangat sederhana terlihat bahwa tujuan sepertinya merupakan pengulangan dari rumusan masalah, hanya saja rumusan masalah dinyatakan dengan pertanyaan, sedangkan tujuan dituangkan dalam bentuk pernyataan yang biasanya diawali dengan kata ingin mengetahui. Tetapi bila permasalahannya relatif komplek, permasalahan ini menjadi lebih jelas terjawab bila disusun sebuah tujuan penelitian yang lebih tegas yang memberikan arah bagi pelaksanaan penelitian. Misalnya, bila rumusan masalah mempertanyakan bagaimanakah penerapan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pecahan, maka jelas akan banyak penafsiran tentang jawaban yang diinginkan dari pertanyaan ini, sehingga perumusan tujuannya harus lebih tegas, misalnya ingin mengetahui langkah-langkah dalam menerapkan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pemecahan, atau ingin mengetahui bagaimanakah efek penerapan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pemecahan terhadap hasil belajar.

Tujuan penelitian yang menguraikan secara tegas dan jelas tujuan dilaksanakan penelitian di objek penelitian yang dipilih tersebut untuk objek penelitian atau organisasi. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang ditetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Tujuan penelitian dijabarkan, biasanya menggunakan kata-kata kerja pembuka antara lain: menemukan, menjelaskan, menganalisis, menguraikan, menilai, menguji, membandingkan, menemukan hubungan antara, memperoleh data atau pengetahuan atau keterangan tentang peneliti. Beberapa sifat yang harus dipenuhi sehingga tujuan penelitian dikatakan baik yaitu: spesifik, terbatas, dapat diukur, dan dapat diperiksa dengan melihat hasil penelitian. Tujuan dari model aplikasi monitoring sistem absensi sidik jari sebagai pendukung keputusan untuk penilaian kinerja pegawai yaitu:

  1. 'Untuk mengetahui Aplikasi Monitoring Sistem Absensi Sidik Jari yang berjalan saat ini !
  2. Untuk mengetahui Aplikasi Sistem Absensi Sidik Jari yang berjalan saat ini sudah berjalan efektif dan efisien !
  3. Untuk mengetahui Aplikasi Monitoring Sistem Absensi Sidik Jari yang berjalan saat ini sudah mampu menciptakan laporan dengan cepat dan akurat sebagai pendukung keputusan untuk penilaian kinerja pegawai !

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan dan terjawabnya rumusan masalah secara akurat. Manfaat penelitian harus dapat dibedakan antara manfaat teoritis dan manfaat praktisnya.Karena laporan skripsi ini selalu dibuat dengan dukungan beberapa kajian teoritis dan temuan sebelumnya, maka akan mempunyai manfaat teoritis.

Manfaat teoritis baik bagi penulis maupun pembaca karya ilmiah tersebut. Sedangkan manfaat praktisnya tergantung pada bentuk penelitian yang dilakukan, terutama untuk penelitian evaluasi dan eksperimen. Dalam penulisan laporan skripsi ini dikemukakan beberapa manfaat, yaitu :

  1. Memberikan solusi Model Aplikasi Monitoring Sistem Absensi Sidik Jari Sebagai Pendukung Keputusan Untuk Penilaian Kinerja Pegawai yang terkomputerisasi.
  2. Memberikan Solusi Aplikasi Monitoring Sistem Absensi Sidik Jari Sebagai Pendukung Keputusan Untuk Penilaian Kinerja Pegawai yang efektif dan efisien.
  3. Memberikan Solusi Aplikasi Monitoring Sistem Absensi Sidik Jari Sebagai Pendukung Keputusan Untuk Penilaian Kinerja Pegawai yang mampu menciptakan laporan dengan cepat dan akurat.

Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi. Suatu penelitian mempunyai rancangan penelitian tertentu. Rancangan ini menggambarkan prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan kondisi arti apa data dikumpulkan dan dengan cara bagaimana data tersebut dihimpun dan diolah untuk digunakan dalam penyusunan laporan.

Dalam hal ini penulis menggunakan 5 (lima) metode penelitian yang meliputi metode pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara serta studi pustaka. Metode analisa yang meliputi metode analisa sistem menggunakan SDLC (System Development Life Cycle), dan metode analis perancangan dengan menggunakan bagan alur program (Flowchart Program) untuk menggambarkan alur sistem berjalan. Metode pengembangan, metode prototype dan metode testing. Adapun penjelasan lebih rinci mengenai metode yang digunakan penulis dalam menyusun laporan Skripsi ini sebagi berikut:

Metode Pengumpulan Data

  1. Observasi (Pengamatan)
  2. Merupakan metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian.

    Penelitian ini dilakukan pada PT. PLN (Persero) yang menjadi lokasi penelitian guna memperoleh data dan keterangan berhubungan dengan jenis penelitian.

  3. Wawancara
  4. Merupakan metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian (Lerbin,1992 dalam Hadi, 2007).

    Pada metode ini penulis melakukan proses tanya jawab kepada beberapa narasumber pada objek penelitian yaitu PT.PLN (Persero) P3B Jawa Bali Kantor Induk. Dalam hal ini proses tanya jawab dilakukan langsung kepada penyusun pedoman yang juga sebagai stakeholder.

  5. Studi Pustaka
  6. Studi Pustaka adalah segala upaya yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh dan menghimpun segala informasi tertulis yang relevan dengan masalah yang diteliti. Informasi ini diperoleh dari buku-buku, laporan penelitian, tesis/ disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan dan sumber-sumber lain.

    Pada metode ini penulis akan mendapatkan informasi dengan mempelajari buku-buku dan literature yang ada. Pada metode ini penulis akan mendapatkan informasi dengan mempelajari buku-buku dan literature yang ada seperti CCIT Journal Perguruan Tinggi Raharja atau lainnya.

    Metode Analisa

    1. Metode Analisa Sistem
    2. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisa SDLC (System Development Live Cycle). System Development Life Cycle (SDLC) atau yang dikenal dengan Sistem Daur Hidup merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangan sistemnya.

      Metode daur hidup terdiri dari dua tahap yaitu untuk front end (bagian konsep) terdapat tahapan proses perencanaan, analisis, rancangan sistem general, evaluasi dan seleksi sedangkan di tahap back end (bagian fuingsional) terdapat tahapan proses rancangan sistem terinci, implementasi dan pemeliharaan. Di setiap tahapan proses daur hidup dilakukan proses pendokumentasian untuk laporan atas segala yang telah dilakukan atau disepakati dalam setiap tahap tersebut. Tahapan-tahapan seperti ini sebenarnya merupakan tahapan di dalam pengembangan sistem teknik (engineering sistems). Contoh dari pengembangan engineering sistems ini salah satunya adalah pengembangan konstruksi atau bangunan dari suatu gedung.

      SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam tiga kegiatan utama, yaitu :

      1. Analysis

      2. Design

      3. Implementation

      Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melalui tujuan (purpose) dan hasil kegiatannya.

    3. Metode Analisa Perancangan Program
    4. Untuk menganalisa program yang dirancang, penulis menggambarkannya dengan menggunakan Bagan Alur Program (Flowchart Program).

    Metode Perancangan

    Dalam Skripsi ini metode perancangan yang digunakan adalah program Visual Paradigm Community Edition Ver. 11.1 untuk menggambarkan use case diagram, activity diagram, sequencediagram, dan class diagram yaitu pengembangan piranti lunak berbasis “objek oriented”, dalam hal pembuatan sistem ini peneliti menggunakan Visual Basic 6.0 sebagai penulisan listing program dan Microsoft Access sebagai database serta crystal report untuk membuat laporannya.

    Metode Prototipe

    Metode Prototipe sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi tidak hanya sekedar suatu evolusi tetapi merevolusi pengembangan sistem informasi yang lama yaitu sistem SDLC. Prototype merupakan model kerja dari sebuah sistem informasi yang belum lengkap. Para pengembang sistem informasi melakukan pertemuan-pertemuan intensif dengan user untuk menampung informasi yang akan dijadikan dasar dalam disajikan kelak. Prototype yang dihasilkan kemuadian dipresentasikan kepada user dan user diberikan kesempatan untuk memberikan masukan-masukan sehingga sistem informasi yang dihasilkan betul-betul sesuai dengan keinginan dan kebutuhan user. Perubahan dan presentasi prototype ini dapat dilakukan berkali-kali sampai dicapai kesepakatan bentuk sistem informasi yang akan diterapkan.

    Metode prototype dirancang agar dapat menerima perubahan-perubahan dalam rangka menyempurnakan protitipe yang sudah ada sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan sistem informasi yang dapat diterima dan perubahan-perubahan yang terjadi dianggap dapat merupakan sebagian dari proses pengembangan itu sendiri.

    Metode Testing

    Pada metode pengujian atau metode testing ini penulis menggunakan Black Box Testing sebagai metode yang digunakan. Black Box Testing.

    Sistematika Penulisan

    Untuk memahami lebih jelas laporan ini, maka materi-materi yang tertera pada Laporan Skripsi ini dikelompokkan menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penyampaian sebagai berikut :

    BAB I PENDAHULUAN

    Berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.

    BAB II LANDASAN TEORI

    Bab ini berisikan teori umun, teori khusus serta literature review yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari kutipan buku yang berkaitan dengan penyusunan laporan skripsi yang berhubungan dengan penelitian.

    BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

    Bab ini berisikan gambaran dan sejarah singkat PT.PLN (Persero) P3B Jawa Bali Raharja, struktur organisasi, Tugas dam Tanggung Jawab, tata laksana sistem yang berjalan, analisa sistem yang berjalan, konfigurasi sistem, permasalahan yang dihadapi dan alternatif pemecahannya, serta elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III, dan final draft elisitasi.

    BAB IV HASIL PENELITIAN

    Bab ini menjelaskan Rancangan sistem usulan, rancangan basis data, rancangan program, rancangan prototype, konfigurasi sistem usulan, testing, evaluasi, implementasi dan estimasi biaya.

    BAB V PENUTUP

    Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

    DAFTAR PUSTAKA

    DAFTAR LAMPIRAN

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    Teori Umum

    Konsep Dasar Sistem

    1. Definisi Sistem

    Berikut ini beberapa pengertian tentang sistem menurut beberapa ahli yang dijabarkan dibawah ini.

    Menurut Sutabri (2012:22)[1],"Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi dalam sistem tersebut".

    Menurut McLeod dalam bukunya Yakub (2012:1)[2],“Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan tujuan yang sama untuk mencapai tujuan”.

    Berdasarkan beberapa pendapat yang diatas dapat penulis tarik kesimpulan bahwa sistem adalah kumpulan bagian-bagian atau subsistem-subsistem yang disatukan dan dirancang untuk mencapai suatu tujuan.

    2. Karakteristik Sistem

    Menurut Sutabri, Tata (2012:20)[3],sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

    1. Komponen Sistem (Components System)

      Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

    2. Batas Sistem (Boundary System)

      Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

    3. Lingkungan Luar Sistem (Environment System)

      Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem tersebut.

    4. Penghubung Sistem (Interface System)

      Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

    5. Masukan Sistem (Input System)

      Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

    6. Pengolahan Sistem (Processing System)

      Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistemakuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

    7. Keluaran Sistem (Output System)

      Hasil energi diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukanbagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsitem lain.

    8. Sasaran Sistem (Objective) dantujuan (Goals)

      Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidakmemiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

    Konsep Dasar Data

    1. Definisi Data
    2. Menurut Sutabri (2012:1)[1], “Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata”.

      Menurut Taufiq (2013:13)[4], “Data adalah sesuatu yang diberikan untuk kemudian diolah”.

      Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan data adalah bahan mentah yang perlu diolah sehingga menghasilkan informasi yang menunjukkan fakta.


    3. Klasifikasi Data
    4. Menurut Sutabri (2012:3)[1], data dapat diklasifikasikan menurut jenis, sifat dan sumber:

      1. Klasifikasi data menurut jenis data:
        1. Data Hitung (enumeration/counting data)
          Data hitung adalah hasil perhitungan atau jumlah tertentu.
        2. Data Ukur (measurement data)
          Data ukur adalah data yang menunjukkan ukuran mengenai nilai sesuatu.
      2. Klasifikasi data menurut sifat data:
        1. Data Kuantitatif (quantitative data)
          Data kuantitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan.
        2. Data Kualitatif (qualitative data)
          Data kualitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat sesuatu.
      3. Klasifikasi data menurut sumber data:
      1. Data Internal (internal data)
        Data internal adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil observasi yang dlakukan sendiri, bukan data hasil karya orang lain.
      2. Data Eksternal (external data)
        Data eksternal adalah data hasil observasi orang lain. Seseorang boleh saja mengunakan data untuk suatu keperluan, meskipun data tersebut hasil kerja orang lain. Data eksternal ini terdiri dari 2 jenis yaitu:

      a. Data Eksternal Primer (primary external data)

      Data eksternal primer adalah data dalam bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemiliknya sendiri, yakni orang yang melakukan observasi sendiri.

      b. Data Eksternal Sekunder (secondary external data)

      Data eksternal sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi melainkan melalui seseorang atau sejumlah orang lain.


    5. Pengolahan Data

    Data merupakan bahan mentah untuk diolah yang hasilnya kemudian menjadi informasi. Dengan kata lain, data yang telah diperoleh harus diukur dan dinilai baik dan buruk, berguna atau tidak dalam hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai. Pengolahan data terdiri dari kegiatan-kegiatan penyimpanan data dan penanganan data. Menurut Sutabri (2012:6), pengolahan data dapat diuraikan seperti dibawah ini, yaitu:

    1. Penyimpanan Data (Data Storage)
      Penyimpanan data meliputi pekerjaan pengumpulan (filing), pencarian (searching), dan pemeliharaan (maintenance). Data disimpan dalam suatu tempat yang lazim dinamakan “file”. File dapat berbentuk map, ordner, disket, tape, hard disk, dan lain sebagainya. Sebelum disimpan, suatu dta diberi kode menurut jenis kepentingannya. Peraturan dilakukan sedemikian rupa sehingga mudah mencarinya. Pengkodean memegang peranan penting. Kode yang salah akan mengakibatkan data yang masuk ke dalam file juga salah yang selanjutnya akan mengakibatkan kesulitan dalam mencari data tersebut apabila diperlukan. Jadi, file diartikan sebagai suatu susunan data yang terbnetuk dari sejumlah catatan (record) yang berhubungan satu sama lain (sejenis) mengenai suatu bidang dalam suatu unit usaha. Sistem yang umumnya dalam penyimpanan data (filing) ialah berdasarkan lembaga, perorangan, produksi, atau lain-lainnya, tergantung dari sifat organisasi yang bersangkutan. Kadang-kadang dijumpai kesulitan apabila menghadapi suatu data dalam bentuk surat, misalnya yang menyangkut ketiga klasifikasi tadi. Metode yang terbaik adalah “referensi silang” (cross reference) antara file yang satu dengan file yang lain. Untuk memperoleh kemudahan dalam pencarian data (searching) di dalam file maka file dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:
      1. File Induk (Master File)
        File induk ini berisi data-data permanen yang biasanya hanya dibentuk satu kali saja dan kemudian digunakan untuk pengolahan data selanjutnya.
      2. File Transaksi (Detail File)
        File transaksi berisi data-data temporer untuk suatu periode atau untuk suatu bidang kegiatan atau suatu periode yang dihubungkan dengan suatu bidang kegiatan.

      Pemeliharaan file (file maintenance) juga meliputi “peremajaan data” (data updating), yaitu kegiatan menambah catatan baru pada suatu data, mengadakan perbaikan,dan lain sebagainya. Misalnya, dalam hubungan dengan file kepegawaian, sudah tentu sebuah organisasi, entah itu perusahaan atau jawatan, akan menambah pegawainya. Ini berarti ada tambahan data baru mengenai pegawai. Sementara itu, ada pula pegawai yang pensiun atau berhenti bekerja sehingga putus hubungan dengan organisasi. Dengan demikian, data mengenai pegawai yang bersangkutan akan dikeluarkan dari file tersebut. Tidak jarang pula harus dilakukan perubahan terhadap data seorang pegawai, misalnya kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, menikah, pindah alamat, dan lain sebagainya.

    2. Penanganan Data (Data Handling)
      Penanganan data meliputi berbagai kegiatan seperti: pemeriksaan, perbandingan, pemilihan, peringkasan, dan penggunaan. Pemeriksaan data mencakup pengecekan data yang muncul pada berbagai daftar yang berkaitan atau yang datang dari berbagai sumber, untuk mengetahui berbagai sumber dan untuk mengetahui perbedaan atau ketidaksesuaian, pemeriksaan ini dilakukan dengan kegiatan pemeliharaan file (file maintenance). Pemilihan (sorting) dalam rangka kegiatan penanganan data mencakup peraturan ke dalam suatu urutan yang teratur, misalnya daftar pegawai menurut pangkatnya, dari pangkat yang tertinggi sampai terendah atau daftar pelanggan dengan menyusun namanya menurut abjad dan lain sebagainya. Peringkasan merupakan kegiatan lain dalam penanganan data. Ini mencakup keterangan pilihan, misalnya daftar pegawai yang telah mengabdikan dirinya kepada organisasi atau perusahaan lebih dari 10 tahun atau daftar pelanggan yang memesan beberapa hasil produksi sekaligus dan lain-lain. Pengguna data (data manipulation) merupakan kegiatan untuk menghasilkan informasi. Kegiatan ini meliputi komplikasi tabel-tabel, statistik, ramalan mengenai perkembangan, dan lain sebagainya. Tujuan manipulasi ini adalah menyajikan informasi yang memadai mengenai apa yang terjadi pada waktu yang lampau guna menunjang manajemen, terutama membantu menyelidiki alternatif kegiatan mendatang. Jadi, hasil pengolahan data itu merupakan data untuk disimpan bagi pengunaan di waktu yang akan datang, yakni informasi yang akan disampaikan kepada yang memerlukan atau mengambil keputusan mengenai suatu hal.


    Konsep Dasar Informasi

    1. Definisi Informasi
    2. Menurut Darmawan (2012:2)[5], “Informasi adalah sejumlah data yang sudah diolah atau proses melalui prosedur pengolahan data dalam rangka menguji tingkat kebenarannya, keterpakaiannya sesuai dengan kebutuhan”.

      Menurut Taufiq (2012:72) [4], “Informasi adalah data-data yang diolah sehingga memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi pengguna”.

      Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan informasi adalah data yang sudah diolah untuk menguji kebenarannya sehingga bermanfaat bagi pengguna dalam mengambil keputusan.


    3. Klasifikasi Informasi
    4. Menurut Sutabri (2012:34)[1], informasi dalam menejemen diklasifikasikan sebagai berikut:

      1. Informasi Berdasarkan Persyaratan
        Suatu informasi harus memenuhi persyaratan sebagaimana dibutuhkan oleh seorang manajer dalam rangka pengambilan keputusan yang harus segera dilakukan. Berdasarkan persyaratan itu informasi dalam manajemen diklasifikasikan sebagai berikut:
        1. Informasi yang tepat waktu
          Sebuah informasi yang tiba pada manajer sebelum suatu keputusan diambil sebab seperti telah diterangkan dimuka, informasi adalah bahan pengambilan keputusan.
        2. Informasi yang relevan
          Sebuah informasi yang disampaikan oleh seorang menajer kepada bawahannya harus relevan, yakni ada kaitannya dengan kepentingan pihak penerima sehingga informasi tersebut akan mendapatkan perhatian.
        3. Informasi yang bernilai
          Informasi yang berharga untuk suatu pengambilan keputusan.
        4. Informasi yang dapat dipercaya
          Suatu informasi harus dapat dipercaya dalam manajemen karena hal ini sangat penting menyangkut citra organisasi, terlebih bagi organisasi dalam bentuk perusahaan yang bergerak dalam persaingan bisnis.
      2. Informasi Berdasarkan Dimensi Waktu
        Informasi berdasarkan dimensi waktu ini diklasifikasikan menjadi 2 (dua) macam, yaitu:
        1. Informasi masa lalu
          Informasi jenis ini adalah mengenai peristiwa masa lampau yang meskipun amat jarang digunakan, namun penyimpanannya pada data strorage perlu disusun secara rapih dan teratur.
        2. Informasi masa kini
          Dari sifatnya sendiri sudah jelas bahwa makna dari informasi masa kini ialah informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi sekarang.
      3. Informasi Berdasarkan Sasaran
        Informasi berdasarkan sasaran adalah informasi yang ditunjukkan kepada seorang atau kelompok orang, baik yang terdapat di dalam organisasi maupun di luar organisasi. Informasi jenis ini diklasifikasikan sebagai berikut:
      1. Informasi individual
        Informasi yang ditunjukkan kepada seseorang yang mempunyai fungsi sebagai pembuat kebijaksanaan (policy maker) dan pengambil keputusan (decision maker) atau kepada seseorang yang diharapkan dari padanya tanggapan terhadap informasi yang diperolehnya.
      2. Informasi komunitas
        Informasi yang ditunjukkan kepada khalayak di luar organisasi, suatu kelompok tertentu dimasyarakat.


    5. Nilai Informasi
    6. Menurut Sutabri (2012:37)[1], nilai informasi ditentukan oleh 2 (dua) hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaat lebih efektif disbanding dengan biaya mendapatkannya. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah tertentu dengan biaya untuk memperolehnya karena sebagian besar informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak di dalam perusahaan.

      Lebih lanjut, sebagian informasi tidak dapat persis ditafsir keuntungannya dengan sesuatu nilai uang, tetapi dapat ditafsir nilai efekifitasnya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectivess atau cost benefit. Nilai informasi ini didasarkan atas 10 (sepuluh) sifat, yaitu:

      1. Mudah diperoleh
        Sifat ini menunjukkan informasi dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Kecepatan memperoleh dapat diukur, misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi, beberapa nilainya bagi pemakai informasi sulit mengukurnya.
      2. Luas dan Lengkap
        Sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat kabur, Karena itu sulit mengukurnya.
      3. Ketelitian
        Sifat ini menunjukkan minimnya kesalahan dan informasi. Dalam hubungannya dengan volume data yang besar biasanya terjadi dua jenis kesalahan, yakni kesalahan pencatatan dan kesalahan perhitungan.
      4. Kecocokan
        Sifat ini menunjukkan seberapa baik keluaran informasi dalam hubungan dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi. Semua keluaran lainnya tidak berguna tetapi mahal mempersiapkannya. Sifat ini sulit mengukurnya.
      5. Ketepatan Waktu
        Menunjukkan tak ada keterlambatan jika ada seseorang yang ingin mendapatkan informasi. Masukkan, pengolahan, dan pelaporan keluaran kepada pemakai biasanya tepat waktu. Dalam beberapa hal, ketepatan waktu dapat diukur, misalnya berapa banyak penjualan dapat ditamabah dengan memberikan tanggapan segera kepada permintaan langganan mengenai tersedianya barag-barang inventaris.
      6. Kejelasan
        Sifat ini menunjukkan keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas. Memberikan laporan dapat memakan biaya yang besar. Bebrapa biaya yang diperlukan untuk memperbaiki laporan tersebut.
      7. Keluwesan
        Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak hanya dengan beberapa keputusan, tetapi juga dengan beberapa pengambil keputusan. Sifat ini sulit diukur, tetapi dalam banayk hal dapat diberikan nilai yang dapat diukur.
      8. Dapat dibuktikan
        Sifat ini menunjukkan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
      9. Tidak ada prasangka
        Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
      10. Dapat diukur
        Sifat ini menunjukkan hakikat informasi yang dihasilkan dari sistem informasi formal. Meskipun kabar angin, desas-desus, dugaan-dugaan, klenik, dan sebagainya sering dianggap informasi, hal-hal tersebut berada di luar lingkup pembicaraan kita.


    7. Kualitas Informasi
    8. Menurut Sutabri (2012:41)[1], kualitas suatu informasi tergantung dari 3 (tiga) hal, yaitu:

      1. Akurat (Accurate)
        Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena biasanya dari sumber informasi sampai penerima informasi ada kemungkinan terjadi gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.
      2. Tepat Waktu (Timeline)
        Informasi yang datang pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat maka dapat berakibat fatal bagi organisasi. Dewasa ini, mahalnya informasi disebabkan karena harus cepatnya informasi tersebut dikirim atau didapat sehingga diperlukan teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan.
      3. Relevan (Relevance)
        Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk orang suatu dengan yang lain berbeda, misalnya informasi sebab musibah kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan apabila ditunjukan kepada ahli teknik perusahaan. Sebaliknya, informasi menenai harga pokok produksi untuk ahli teknik merupakan informasi yang kurang relevan, tetapi akan sangat relevan untuk seorang akuntan perusahaan.


    9. Fungsi Informasi
    10. Menurut Sutabri (2012:31)[1], fungsi utama informasi adalah menambah pengetahuan. Informasi yang disampaikan kepada pemakai mungkin merupakan hasil data yang sudah diolah menjadi sebuah keputusan. Akan tetapi, dalam kebanyakan pengambilan keputusan yang kompleks, informasi hanya dapat menambah kemungkinan kepastian atau mengurangi bermacam-macam pilihan. Informasi yang disediakan bagi pengambil keputusan memberi suatu kemungkinan faktor resiko pada tingkat-tingkat pendapatan yang berbeda.


    11. Siklus Informasi
    12. Menurut Sutabri (2012:33)[1], data diolah melalui suatu model informasi, kemudian si penerima akan menangkap informasi tersebut untuk membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan. Tindakan si penerima menjadi sebuah data baru. Data tersebut akan ditangkap sebagai input dan diproses kembali lewat suatu model, dan seterusnya sehingga membentuk suatu siklus. Siklus inilah yang disebut “Siklus Informasi” (information Cycle).


      SiklusInformasi_zps905fd07a.jpg

      Sumber: Sutabri (2012:26)

      Gambar 2.1 Siklus Informasi


    13. Komponen-Komponen Informasi

    Menurut Darmawan (2012:5)[5], sebuah informasi bisa bermanfaat, bisa memberikan pemahaman bagi orang yang menggunakannya, jika informasi tersebut memenuhi atau mengandung salah satu komponen dasarnya. Jika di analisis berdasarkan pendekatan information system, pada dasarnya ada sekitar 6 (enam) komponen. Adapun keenam komponen atau jenis informasi tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Root of Information, yaitu komponen akar bagian dari informasi yang berada pada tahap awal keluaran sebagai proses pengolahan data. Misalnya yang termasuk ke dalam komponen awal ini adalah informasi yang disampaikan pleh pihak pertama.
    2. Bar of Information, merupakan komponen batangnya dalam suatu informasi, yaitu jenis informasi yang disajikan dan memerlukan informasi lain sebagai pendukung sehingga informasi awal tadi bisa dipahami. Contohnya jika anda membaca headline dalam sebuah surat kabar, maka untuk memahami lebih jauh tentunya harus membaca informasi selanjutnya, sehingga maksud dari informasi yang ada pada headline tadi bisa dipahami secara utuh.
    3. Branch of Information, yaitu komponen informasi yang bisa dipahami jika informasi sebelumnya telah dipahami. Sebagai contoh adalah informasi yang merupakan penjelasan keyword yang telah ditulis sebelumnya, atau dalam ilmu eksakta seperti matematika bentuknya adalah hasil dari sebuah uraian langkah penyelesaian soal dengan rumus-rumus yang panjang, misalnya dapat berupa petunjuk lanjutan dalam mengerjakan atau melakukan sesuatu.
    4. Stick of Information, yaitu komponen informasi yang lebih sederhana dari cabang informasi, biasanya informasi ini merupakan informasi pengayaan pengetahuan. Kedudukannya bersifat pelengkap (supplement) terhadap informasi lain. Misalnya informasi yang muncul ketika seseorang telah mampu mengambil kebijakan/keputusan menyelesaikan suatu proses kegiatan, maka untuk menyempurnakannya ia memperoleh informasi-informasi pengembangan dari keterampilan yang sudah ia miliki tersebut.
    5. Bud of Information, yaitu komponen informasi yang sifatnya semi mikro, tetapi keberadaannya sangat penting sehingga di masa yang akan datang dalam jangka waktu yang akan datang informasi ini akan berkembang dan dicari, serta ditunggu oleh pengguna informasi sesuain kebutuhannya. Misalnya yang termasuk ke dalam informasi ini adalah informasi tentang masa depan, misalnya bakat dan minat, cikal bakal, prestasi seseorang, harapan-harapan yang positif dari seseorang dan lingkungan.
    6. Leaf of Information, yaitu komponen informasi yang merupakan informasi pelindung, dan lebih mampu menjelaskan kondisi dan situasi ketika sebuah informasi itu muncul. Biasanya informasi ini berhubungan dengan informasi mengenai kebutuhan pokok, informasi yang mejelaskan cuaca, musim, yang mana kehadirannya sudah pasti muncul.

    Konsep Dasar Sistem Informasi

    Manusia hidup di dunia yang penuh dengan sistem, dan apa yang kita lihat disekeliling kita adalah kumpulan dari sistem-sistem (Mustakini, 2008:34).

    “Sebuah sistem informasi merupakan kumpulan dariperangkat keras dan perangkat lunak komputer serta perangkat manusia yang akan mengolah data menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak tersebut”(Kristanto, 2008:12).

    Komponen Sistem informasi

    Sistem informasi mempunyai enam buah komponen, yaitu komponen masukan (input), komponen model, komponen keluaran (output), komponen teknologi, komponen basis data dan komponen kontrol atau pengendalian (Mustakini, 2008:43).

    Sebagai suatu sistem, ke enam komponen ini harus ada bersama-sama dan membentuk satu kesatuan. Jika satu atau lebih komponen tersebut tidak ada, maka sistem informasi tidak dapat melaksanakan fungsinya.

    Berikut adalah penjelasan dari komponen sistem informasi,yaitu :

    1. Komponen Masukan (input)
      Input merupakan data yang masuk kedalam sistem informasi. Komponen ini perlu ada karena merupakan bahan dasar dalam pengolahan informasi.
    2. Komponen Model
      Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi berasal dari data yang diambil dari basis data yang diolah lewat suatu model- model tertentu.
    3. Komponen Keluaran (output)
      Produk dari sistem informasi adalah Output berupa informasi yang berguna bagi para pemakainya. Output merupakan komponen yang harus adadi sistem informasi.
    4. Komponen Teknologi
      Teknologi merupakan komponen sistem yang penting di sistem informasi. Tanpa adanya teknologi yang mendukung, maka sistem informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi tepat pada waktunya.
    5. Komponen Basis Data
      Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer, dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan didalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi.
    6. Komponen Kontrol atau Pengendalian
      Komponen kontrol merupakan komponen yang penting dan harus ada di sistem informasi. Komponen kontrol ini digunakan untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi merupakan informasi yangkuat. Sebagai suatu sistem, keenam komponen tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.

    Konsep Dasar Teknologi Informasi

    Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi terlebih dahulu kita harus mengerti pengertian dari teknologi dan informasi itu sendiri. Berikut ini pengertian teknologi dan informasi :

    Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya, sedangkan Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya

    Pengertian teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi informasi :

    Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995)

    Menurut Daryanto (2010:3)[6], "Teknologi informasi adalah sub- sistem atau sistem bagian dari sistem informasi".

    Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi yang memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat.

    Konsep Dasar Analisa Sistem

    1. Definisi Analisa Sistem
    2. Menurut Taufiq (2013:156)[4], “Analisis Sistem adalah suatu kegiatan mempelajari sistem (baik sistem manual ataupun sistem yang sudah komputerisasi) secara keseluruhan mulai dari menganalisa sistem, analisa masalah, desain logic, dan memberikan keputusan dari hasil analisa tersebut”.

      Menurut Rosa (2013:18)[7], “Analisis Sistem adalah kegiatan untuk melihat sistem yang sudah berjalan, melihat bagian mana yang bagus dan tidak bagus, dan kemudian mendokumentasikan kebutuhan yang akan dipenuhi dalam sistem yang baru”.

      Menurut Henderi (2011:322)[8], “Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat dibuat rancangan sistem yang baru yang sesuai dengan kebutuhan”.

      Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan analisis sistem adalah suatu kegiatan dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan yang terjadi agar kebutuhan dapat dipenuhi dalam sistem baru.

    3. Langkah-Langkah Analisa Sistem
    4. Menurut Taufiq (2013:159)[4], untuk melakukan analisis sistem, supaya hasil analisis bisa maksimal maka langkah-langkah yang dilakukan juga harus terstruktur agar tidak tumpang tindih antara hasil analisa yang satu dengan hasil analisa yang lain. Atau dengan tujuan hasil analisa sistem yang dilakukan bisa dikelompokkan sesuai dengan langkah yang dilakukan sehingga mudah untuk dipelajari atau dikembangkan lagi ke dalam rancang bangun sistem informasi.

      Beberapa urutan langkah yang bisa digunakan dalam analisa sistem Menurut Whitten L. Jeffery (2004) yang dijelaskan pada gambar dibawah ini:

      Sumber: Taufiq (2013:160)

      Gambar 2.2 Langkah Analisis Sistem

      1. Definisi Lingkup
        Definisi lingkup (scope definition) adalah langkah pertama proses pengembangan sistem. Dalam metodologi-metodologi lain hal ini mungkin disebut (preliminary investigation phase), fase studi awal (initial study phase), fase survey (survey phase), atau fase perencanaan (planning phase), komunikasi (communication) atau inisiasi proyek atau pengumpulan kebutuhan.
      2. Analisis Masalah
        Analisis masalah menyediakan analisis dengan pemahaman, kesempatan dan atau perintah lebih mendalam yang memicu proyek. Analisa masalah menjawab pertanyaan, “Apakah masalah-masalah tersebut layak untuk dipecahkan!” dan “Apakah sistem yang baru layak untuk dibangun?”. Dalam metodologi lain langkah analisis masalah mungkin dikenal sebagai langkah studi, studi sistem saat ini, langkah penyelidikan terinci, atau langkah analisis kelayakan.
        Tujuan analisis masalah adalah mempelajari dan memahami bidang masalah dengan cukup baik untuk secara menyeluruh menganalisis masalah, kesempatan, dan batasannya.
      3. Analisis Persyaratan
        Beberapa analisis yang kurang pengalaman membuat kesalahan yang fatal sesudah melalui langkah analisis masalah. Godaan pada titik ini adalah mulai melihat berbagai solusi alternative, khususnya solusi teknis. Salah satu kesalahan yang kerap terjadi di dalam sistem informasi terbaru ditunjukkan dalam pernyataan, “Memastikan sistem bekerja dan secara teknis mengesankan, tapi ia harus tidak melakukan apa yang kita inginkan untuk dilakukan oleh sistem.” Langkah analisis persyaratan menentukan persyaratan bisnis bagi sitem yang baru.
      4. Desain Logic
        Tidak semua proyek mencakup pengembangna model-driven, tapi kebanyakan masukkan beberapa pemodelan sistem. Desain logic lebih lanjut mendokumentasikan persyaratan bisnis dengan menggunakan model-model sistem yang menggambarkan struktur data, proses bisnis, aliran data dan antarmuka pengguna. Dalam hal tertentu, desain logic mensahkan persyaratan yang dibuat pada langkah sebelumnya.
      5. Analisa Kebutuhan
        Dengan adanya persyaratan bisnis, maka kita akhirnya dapat menekankan bagaimana sistem baru termasuk altenatif-alternatif berbasis komputer dapat diimplementasikan dengan teknologi. Maksud dari analisa keputusan adalah unutk mengenali solusi kandidat, menganalisa solusi kandidat tersebut dan merekomendasi sebuah sistem target yang akan dirancang, dibangun dan diimplementasikan. Peluang muncul saat ada seseorang yang telah mendapatkan sebuah visi terhadap solusi teknik. Tetapi hamper selalu ada solusi alternatif yang mungkin merupakan solusi yang lebih baik. Selama analisis keputusan memang penting untuk mengenali berbagai pilihan, menganalisa beberapa pilihan tersebut dan menjual solusi terbaik berdasarkan analisis tersebut.
    5. Tahapan Analisa Sistem

    Menurut Sutabri (2012:220)[1], proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan alternatif pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru atau sistem yang akan diusulkan dan dimodifikasi. Adapun tujuan utama dari tahap analisis sitem ini adalah sebagai berikut:

    1. Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi-fungsi manajerial di dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan.
    2. Membantu para pengambil keputusan, yaitu para pemimpin, untuk mendapatkan bahan perbandingan sebagai tolak ukur hasil yang telah dicapainya.
    3. Mengevaluasi sistem-sistem yang telah ada dan berjalan ssmpai saat ini, baik pengolahan data maupun pembuatan laporannya.
    4. Merumuskan tujuan-tujuan yang ingin dicapai berupa pola pengolahan data dan pembuatan laporan yang baru.
    5. Menyusun suatu tahap rencana pengembangan sistem dan penerapannya serta perumusan langkah dan kebijaksanaan.

    Selama tahap analisis sistem, analis sistem terus bekerja sama dengan manajer, dan komite pengarah terlibat dalam titik yang penting. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan pada tahap analisis sistem adalah sebagai berikut:

    1. Mengumumkan penelitian sistem
      Ketika perusahaan menerapkan aplikasi komputer baru manajemen mengambil langkah untuk memastikan kerjasama dari para pekerja. Perhatian mula-mula ditunjukan pada kekhawatiran pegarawai mengenai cara komputer mempengaruhi kerja mereka.
    2. Mengorganisasikan tim proyek
      Tim proyek yang akan melakukan penelitian sistem dikumpulkan. Banyak perusahaan mempunyai kebijakan menjadi pemakai dan bukan spesialis informasi sebagai pemimpin proyek. Agar proyek berhasil, pemakai perlu berperan aktif daripada hanya pasif.
    3. Mendefinisikan kebutuhan informasi
      Analisis mempelajari kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam berbagai kegiatan pengumpulan informasi, wawancara perorangan, pengamatan, pencarian catatan, dan survey.
    4. Mendefinisikan kriteria kinerja sistem
      Setelah kebutuhan informasi manajer didefinisikan, langkah selanjutnya adalah menspesifikasikan secara tepat apa yang harus dicapai oleh sistem, yaitu kriteria kinerja sistem.
    5. Menyiapkan usulan rancangan
      Analisis sistem memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan untuk meneruskan atau menghentikan untuk kedua kalinya. Disini manajer harus menyetujui tahap rancangan dan dukungan bagi keputusan itu termasuk di dalam usulan rancangan.
    6. Menyetujui atau menolak rancangan proyek
      Manajer dan komite sistem mengevaluasi usulan rancangan dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak. Dalam beberapa kasus, tim mungkin dimintas melakukan analisis lain dan menyerahkan kembali atau proyek mungkin ditinggalkan. Jika persetujuan diberikan, proyek akan maju ke tahap rancangan.

    Menurut Murad (2013:51)[9], tahap analisis merupakan tahap dalam mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai sistem yang diteliti dengan melakukan metode-metode pengumpulan data sehingga ditemukan kelebihan dan kekurangan sistem serta user requirement. Selain itu, tahap ini juga dilakukan untuk mencari pemecah masalah dan menganalisa bagaimana sistem akan dibangun untuk memecahkan masalah pada sistem sebelumnya.

    Konsep Dasar Perancangan Sistem

    1. Definisi Perancangan Sistem
    2. Menurut Verzello/John Reuter III dalam Darmawan (2013:227)[10], “Perancangan Sistem adalah tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem: pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi: “menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk”.

      Menurut Al-Jufri (2011:141)[11], “Rancangan Sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru.

      Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan perancangan sistem adalah suatu tahapan perencanaan untuk membentuk suatu sistem agar dapat berfungsi.

    3. Tujuan Perancangan Sistem
    4. Menurut Darmawan (2013:228)[10], Tahap Perancangan/Desain Sistem mempunyai 2 tujuan utama, yaitu:

      1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem.
      2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap pada pemograman komputer dan ahli-ahli teknik yang terlihat (lebih condong pada disain sistem yang terperinci).

      Menurut Sutabri (2012:225)[1], tahap rancangan sistem dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu rancangan sistem secara umum dan rinci. Adapun tujuan utama dari tahap rancangan sistem ini adalah sebagai berikut:

      1. Melakukan evaluasi serta merumuskan pelayanan sistem yang baru secara rinci dan menyeluruh dari masing-masing bentuk informasi yang akan dihasilkan.
      2. Mempelajari dan mengumpulkan data untuk disusun menjadi sebuah struktur data yang teratur sesuai dengan sistem yang akan dibuat yang dapat memberikan kemudahan dalam pemrograman sistem serta keluwesan atau fleksibilitas keluaran informasi yang dihasilkan.
      3. Penyusunan perangkat lunak sistem yang akan berfungsi sebagai sarana pengolahan data dan sekaligus penyaji informasi yang dibutuhkan.
      4. Menyusun kriteria tampilan informasi yang akan dihasilkan secara keseluruhan sehingga dapat memudahkan dalam hal pengindentifikasian, analisis, dan evaluasi terhadap aspek-aspek yang ada dalam permasalahan sistem yang lama.
      5. Penyusunan buku pedoman (manual) tentang pengoperasian perangkat lunak sistem yang akan dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan pelatihan serta penerapan sistem sehingga sistem tersebut dapat dioperasikan oleh organisasi atau instansi yang bersangkutan.
    5. Tahap-Tahap Rancangan Sistem

    Menurut Al Jufri (2011:141)[11], Langkah-langkah tahap rancangan yaitu:

    1. Menyiapkan Rancangan Sistem Yang Terinici
      Analis bekerja sama dengan pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem baru denagan alat-alat yang dijelaskan dengan modul teknis. Bebrapa alat memudahkan analis untuk menyiapkan dokumentasi secara top down, dimulai dengan gambaran besar dan secara bertahap mengarah lebih rinci. Pendekatan top down ini merupakan ciri rancangan terstruktur (structured design), yaitu rancangan bergerak dari tingkat sistem ke tingkat subsistem. Alat-alat dokumentasi yang popular yaitu:
      1. Diagram arus data (data flow diagram)
      2. Diagram hubungan entitas (entity relathionship diagram)
      3. Kamus data (Data dictionary)
      4. Flowchart
      5. Model hubungan objek
      6. Spesifikasi kelas
    2. Mengidentifikasi Berbagai Alternatif Konfigurasi Sistem
      Analis mengidentifikasi konfigurasi, bukan merek atau model peralatan komputer yang akan memberikan hasil yang terbaik bagi sistem dalam menyelesaikan pemrosesan.
    3. Mengevaluasi berbagai Alternatif Konfigurasi Sistem
      Analis bekerjasama dengan manager mengevaluasi berbagai alternatif. Alternatif yang dipilih adalah yang paling memungkinkan subsistem memenuhi kriteria kinerja, dengan kendala-kendala yang ada.
    4. Memilih Konfigurasi Terbaik
      Analis mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dan mnyesuaikan kombinasi peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal. Setelah selesai analis membuat rekomendasi kepada manager untuk disetujui. Bila manager menyetujui konfigurasi tersebut, persetujuan selanjutnya dilakukan oleh MIS.
    5. Menyiapkan Usulan Penerapan
      Analis menyiapkan usulan penerapan (implementation proposal) yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerpan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya.
    6. Menyetujui atau Menolak Penerapan Sistem
      Keputuasan untuk terus pada tahap penerapan sangatlah penting, karena usaha ini akan sangat meningkatkan jumlah orang yang terlibat. Jika keuntungan yang diharapkan dari sistem melebihi biayanya, maka penerapan akan disetujui.

    ...

    Sumber: Al-Jufri (2011:141) [11]

    DiagramTahapPerancangan_zps0a0cd835.jpg

    Sumber: Al-Jufri (2011:141)

    Gambar 2.3 Diagram Tahap Perancangan

    Metode Penelitian

    1. Tahapan Pengumpulan Data
    2. Menurut Rapina (2011:15)[12], teknik pengumpulan data, yaitu:

      1. Studi Lapangan
        Yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung pada perusahaan yang bersangkutan untuk memperoleh data primer dan informasi yang dibutuhkan, dengan cara :
      2. Observasi
        Observasi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung ke tempat yang dijadikan objek penelitian.
      3. Wawancara
        Wawancara merupakan salah satu teknik untuk mengumpulkan data dengan cara menanyakan secara langsung kepada pihak yang berkaitan dengan penelitian.
      4. Dokumentasi
        Dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan semua hal yang diperlukan yang dapat menunjang keberhasilan penelitian.
    3. Studi Kepustakaan
      Yaitu mencari dan mengumpulkan bahan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti untuk memperoleh data sekunder dengan membaca, mempelajari, dan mendalami literatur-literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

    Menurut Tamodia (2013:26)[13], pengumpulan data dengan melakukan peninjauan secara langsung untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penyusunan tugas akhir. Penelitian ini dilakukan terhadap kegiatan dari seluruh objek penelitian yang meliputi:

    1. Observasi
      Melakukan pengamatan langsung di lapangan terhadap pokok permasalahan yang dihadapi. Pengamatan observasi ini dilakukan dengan tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek yang lain seperti proses kinerjanya.
    2. Wawancara
      Penulis melakukan wawancara langsung dengan karyawan-karyawan untuk memperoleh keterangan informasi data dan pendapat yang dibutuhkan serta gambaran yang lebih jelas tentang masalah yang sedang diteliti oleh penulis.
    3. Dokumentasi
      Teknik yang berupa informasi dan berasal dari catatan penting baik dari lembaga atau organisasi maupun dari perorangan.

    Konsep Dasar Pengujian

    1. Pengertian Pengujian

    Menurut Simarmata (2010:299). Rekayasa Perangkat Lunak. Yogyakarta: CV Andi Offset[14], Pengujian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perangkat lunak. Proses pengujian juga mempengaruhi masa penggunaan perangkat lunak. Semakin terperinci proses pengujian yang dilakukan, semakin lama rentang waktu yang akan diperlukan pada satu pemeliharaan perangkat lunakdan untuk proses selanjutnya.

    Pengujian perangkat lunak merupakan aktivitas menantang yang melibatkan beberapa kegiatan yang saling berkaitan satu sama lain. Diawal pengujian, hal yang perlu dilakukan adalah pemilihan dan perencanaan pengujian dengan memperhatikan teknik-teknik pengujian yang mungkin dilakukan terhadap pengujian perangkat lunak tersebut. (Simarmata. 2010:299[15])

    2. Tingkatan Pengujian

    Pengujian dapat dilakukan pada tingkatan berikut:

    1. Pengujian unit (unit testing) menguji komponen perangkat lunak komponan atau modul.
    2. Pengujian integrasi (integration testing) menjelaskan kecacatan dalam antarmuka dan interaksi antarkomponen terpadu (modul).
    3. Pengujian sistem (system testing) menguji sistem terpadu secara penuh untuk memastikan bahwa sistrem telah memebuhi persyaratan
    4. Pengujian sistem integrasi (system integration testing) memverfikasi sistem terpadu untuk semua sistem eksternal atau pihak ketiga yang telah ditetapkan di dalam persyaratan sistem.

    Konsep Dasar Prototipe

    1. Definisi Prototipe
    2. Menurut Simarmata (2010:62)[16], “Prototype adalah bagian dari produk yang mengekspresikan logika maupun fisik antarmuka eksternal yang ditampilkan”.

      Menurut Mall (2009:43)[17], “Prototype is a toy implementation of the system”. (Prototype adalah sebuah implementasi tiruan dari sebuah sistem)

      Berdasarkan kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan Prototype adalah contoh dari produk atau sistem dalam bentuk sebenarnya yang dapat dirubah sesuai keinginan sebelum direalisasikan.


    3. Jenis-Jenis Prototipe
    4. Jenis-jenis Prototype secara general dibagi menjadi dua, yaitu: Menurut Simarmata (2010:64)[16]

      1. Rapid Throwaway Prototyping
        Pendekatan pengembangan perangkat keras/Iunak ini dipopulerkan Soleh Gomaa dan Scoot (1981) yang saat ini telah digunakan secara luas oleh industri, terutama di dalam pengembangan aplikasi. Pendekatan ini biasanya digunakan dengan item yang berisiko tinggi (high-risk) atau dengan bagian dari sistem yang tidak dimengerti secara keseluruhan oleh para tim pengembang. Pada pendekatan ini, Prototype "quick and dirty" dibangun, diverifikasi oleh kansumen, dan dibuang hingga Prototype yang diinginkan tercapai pada saat proyek berskala besar dimulai.
      2. Prototype Evolusioner
        Pada pendekatan evolusioner, suatu Prototype berdasarkan kebutuhan dan pemahaman secara umum. Prototype kemudian diubah dan dievolusikan daripada dibuang. Prototype yang dibuang biasanya digunakan dengan aspek sistem yang dimengerti secara luas dan dibangun atas kekuatan tim pengembang. Prototype ini juga didasarkan atas kebutuhan prioritas, kadang-kadang diacu sebagai “chunking” pada pengembang aplikasi (Hough, 1993).


    5. Kelebihan dan Kelemahan Prototype

    Kelebihan dan Kelemahan prototyping adalah sebagai berikut:

    Tabel 2.1 Kelebihan dan Kekurangan Prototype

    TabelKelebihandanKekuranganPrototype_zpsbce46045.jpg

    Sumber: Simarmata (2010:68)[16]

    Unified Modeling Language (UML)

    1. Definisi Unified Modeling Language (UML)

    Menurut Nugroho, Adi.(2010:6).Rekayasa Perangkat Lunak Menggunakan UML dan JAVA.Yogyakarta:Andi Offset[18] ”UML (Unified Modeling Language) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma (berorientasi objek). ”Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.

    Menurut Padeli dkk dalam jurnal CCIT (2008:70), ”UML (Unified Modeling Language) adalah salah satu alat bantu yang sangat handal dalam bidang pengembangan sistem yang berorientasi objek”. Hal ini disebabkan karena UML menyediakan bahasa pemodelan visual yang memungkinkan pengembang sistem untuk membuat cetak biru atas visi mereka dalam bentuk yang baku. Sebagai sebuah sketsa, UML berfungsi sebagai jembatan dalam mengkomunikasikan beberapa aspek dari sistem.

    2. Konsep Pemodelan Menggunakan UML

    Menurut Nugroho, Adi.(2010:10).Rekayasa Perangkat Lunak Menggunakan UML dan JAVA.Yogyakarta:Andi Offset[19], Sesungguhnya tidak ada batasan yag tegas diantara berbagai konsep dan konstruksi dalam UML, tetapi untuk menyederhanakannya, kita membagi sejumlah besar konsep dan dalam UML menjadi beberapa view. Suatu view sendiri pada dasarnya merupakan sejumlah konstruksi pemodelan UML yang merepresentasikan suatu aspek tertentu dari sistem atau perangkat lunak yang sedang kita kembangkan. Pada peringkat paling atas, view-view sesungguhnya dapat dibagi menjadi tiga area utama, yaitu: klasifikasi struktural (structural classification), perilaku dinamis (dinamic behaviour), serta pengolahan atau manajemen model (model management).

    3. Langkah-langkah penggunaan UML (Unified Modeling Language)

    Langkah-langkah penggunaan Unified Modeling Language (UML) sebagai berikut [Sri Rahayu : 2009] :

    1. Buatlah daftar business process dari level tertinggi untuk mendefinisikan aktivitas dan proses yang mungkin muncul.
    2. Petakan use case untuk setiap business process untuk mendefinisikan dengan tepat fungsional yang harus disediakan oleh sistem, kemudian perhalus use case diagram dan lengkapi dengan requirement, constraints dan catatan-catatan lain.
    3. Buatlah deployment diagram secara kasar untuk mendefinisikan arsitektur fisik sistem.
    4. Definisikan requirement lain non fungsional, security dan sebagainya yang juga harus disediakan oleh sistem.
    5. Berdasarkanuse case diagram, mulailah membuat activity diagram.
    6. Definisikan obyek-obyek level atas package atau domain dan buatlah sequence dan/atau collaboration untuk tiap alir pekerjaan, jika sebuah usecase memiliki kemungkinan alir normal dan error, buat lagi satu diagram untuk masing-masing alir.
    7. Buatlah rancangan user interface model yang menyediakan antamuka bagi pengguna untuk menjalankan skenario use case.
    8. Berdasarkan model-model yang sudah ada, buatlah classdiagram. Setiap package atau domian dipecah menjadi hirarki class lengkap dengan atribut dan metodenya. Akan lebih baik jika untuk setiap class dibuat unit test untuk menguji fungsionalitas class dan interaksi dengan class lain.
    9. Setelah class diagram dibuat, kita dapat melihat kemungkinan pengelompokkan class menjadi komponen-komponen karena itu buatlah component diagram pada tahap ini. Juga, definisikan test integrasi untuk setiap komponen meyakinkan ia bereaksi dengan baik.
    10. Perhalus deployment diagram yang sudah dibuat. Detilkan kemampuan dan requirement piranti lunak, sistem operasi, jaringan dan sebagainya. Petakan komponen kedalam node.
    11. Mulailah membangun sistem. Ada dua pendekatan yang tepat digunakan:
      1. Pendekatan use case dengan mengassign setiap use case kepada tim pengembang tertentu untuk mengembangkan unit code yang lengkap dengan test.
      2. Pendekatan komponen yaitu mengassign setiap komponen kepada tim pengembang tertentu.
    12. Lakukan uji modul dan uji integrasi serta perbaiki model beserta codenya. Model harus selalu sesuai dengan code yang aktual.
    13. Perangkat lunak siap dirilis.

    Teori Khusus

    Elisitasi

    1. Definisi Elisitasi

    Elisitasi berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajementerkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi. Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap (Hida, 2006), yaitu sebagai berikut:

    1. Elisitasi tahap I
      Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.
    2. Elisitasi tahap II
      Merupakan hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.
      Berikut penjelasan mengenai Metode MDI:
      1. M pada MDI berarti Mandatory (Penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkaan pada saat membuat sistem baru.
      2. D pada MDI berarti Desirable. Maksudnya, requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembuatan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.
      3. I pada MDI berarti Inessential. Maksudnya, requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas tetapi bagian dari luar sistem.
    3. Elisitasi tahap III
      Merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap I dengancara mengeleminasi semua requirement denganoption I pada Metode MDI. Selanjutnya, semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE,yaitu:
      1. T artinya Teknikal, bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem usulkan?
      2. O artinya Operasional, bagaimana tata cara penggunaan requirement dalam sistem akan dikembangkan?
      3. E artinya Ekonomi, berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement di dalam sistem?

      Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:

      1. High (H)
        Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harusdieliminasi.
      2. Middle (M)
        Mampu dikerjakan.
      3. Low (L)
        Mudah di kerjakan
    4. Final draft elisitasi
      Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

    Absensi Dan Sistem Biometrika Sidik Jari

    1. Definisi Absensi

    Berdasarkan kamus Bahasa Indonesia, absen adalah tidak bekerjanya seorang pegawai pada saat hari kerja,karena sakit,izin,alpa, atau cuti. Absensi adalah daftar administrasi ketidakhadiran pegawai.

    2. Sistem Biometrika Sidik Jari

    Biometrik merupakan teknik authentikasi yang mengambil karakteristik fisik seseorang. Ada beberapa teknikyang sering digunakan dalam authentikasi biometrik, beberapa diantaranya adalah pengenalan sidik jari.

    Teknologi biometrik yang mampu mengenali manusia lewat sidik jari, mata atau karakter khas bagian tubuh lain kini semakin memasyarakat. Dapat diterapkan pada banyak sektor. Teknologi ini akan menggusur kata sandi (password) sebagai pintu masuk yang punya kelemahan.

    Parameter manusia yang dikenal dengan biometric itu punya keunggulan sifat tidak bias dihilangkan,dilupakan atau dipindahkan dari satu orang ke orang lain. Juga sulit ditiru atau dipalsukan.

    Aplikasi teknologi biometrika bisa di contohkan seperti ketika kita memberikan tanda masuk ke kantor atau akses ke komputer menggunakan pemindai sidik jari.

    Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sidik jari merupakan suatu parameter yang dikenal dengan nama biometrika yang dimiliki manusia sebagai tanda pengenal diri yang bisa digunakan sebagai alat kunci (password). Pengertian ini diambil / dikutip dari Putra, Darma, S.Kom, MT. 2009. Sistem Biometrika. Yogyakarta:Andi Offset.[20]

    Sistem keamanan menggunakan sidik jari telah terbukti cukup akurat, aman,mudah dan nyaman untuk dipakai sebagai identifikasi. Hal ini dapat dilihat pada sifat yang dimiliki oleh sidik jari, antara lain :

    a. Perennial nature, yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada kulit manusia seumur hidup.

    b. Immutability, yaitu sidik jari seseorang tidak pernah berubah, kecuali mendapat kecelakaan yang serius.

    c. Individuality, pola sidik jari adalah unik dan berbeda untuk setiap orang.

    Dari ketiga sifat ini, sidik jari dapat digunakan sebagai sistem identifikasi yang dapat digunakandalam aplikasi teknologi informasi.

    Feature sidik jari yang digunakan pada Laporan Skripsi ini adalah guratan sidik jari yang dapat diidentifikasi dengan cara menganalisa fine details dari guratan-guratan sidik jari yang dinamakan dengan minutiae. Beberapa feature guratan sidik jari dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

    FeatureGuratanSidikJari_zpsb3014fa5.png

    Gambar 2.4 Feature Guratan Sidik Jari

    Sidik jari (fingerprint) dapat dibagi dalam 3 tipe pola utama yaitu :

    a. Arches

    b. Loops

    c. whorls

    Menurut Galtom, sekitar sekitar 60% sidik jari bertipe loops, 30% bertipe whorls dan 10% bertipe arches. Gambar 2.5 berikut ini mengambarkan 3 buah tipe pola utama sidik jari yaitu :

    PolaUtamaSidikJari_zpsa791c138.png

    Gambar 2.5 Pola Utama Sidik Jari

    Penilaian Kinerja Pegawai

    1. Definisi Penilaian Kinerja Pegawai

    Menurut Schuler & Jackson, (1996:3), Suatu sistem formal dan terstruktur yang mengukur, menilai, dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil, termasuk tingkat ketidakhadiran. Fokusnya adalah untuk mengetahui seberapa produktif seorang karyawan dan apakah ia bisa berkinerja sama atau lebih efektif pada masa yang akan datang, sehingga karyawan, organisasi, dan masyarakat semuanya memperoleh manfaat.

    Menurut Robbins (1996) yang dikutip oleh Rivai dan Basri dalam bukunya yang berjudul performance apprasial, pada halaman 15 menyatakan bahwa ada tiga kriteria dalam melakukan penilaian kinerja individu yaitu:

    (a) tugas individu.

    (b) perilaku individu.

    (c) dan ciri individu.

    Dari beberapa pengertian kinerja di atas maka dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah suatu prestasi yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya, sesuai dengan standar kriteria yang ditetapkan dalab pekerjaan itu. Prestasi yang dicapai ini akan menghasilkan suatu kepuasan kerja yang nantinya akan berpengaruh pada tingkat imbalan. Suatu kinerja individu dapat ditingkatkan apabila ada kesesuaian antara pekerjaan dan kemampuan. Kinerja individu sendiri dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Kepuasan kerja itu sendiri adalah perasaan individu terhadap pekerjaannya. Perasaan ini berupa suatu hasil penilaian mengenai seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan mampu memuaskan kebutuhannya. Dalam hal ini dibutuhkan suatu evaluasi, yang kemudian dikenal dengan penilaian kinerja. Penilaian kinerja merupakan metode mengevaluasi dan menghargai kinerja yang paling umum digunakan. Dalam penilaian kinerja melibatkan komunikasi dua arah yaitu antara pengirim pesan dengan penerima pesan sehingga komunikasi dapat berjalan dengan baik. Penilaian kinerja dilakukan untuk memberi tahu karyawan apa yang diharapkan pengawas untuk membangun pemahaman yang lebih baik satu sama lain. Penilaian kinerja menitikberatkan pada penilaian sebagai suatu proses pengukuran sejauh mana kerja dari orang atau sekelompok orang dapat bermanfaat untuk mencapai tujuan yang ada.

    2. Maksud Dan Tujuan Sistem Penilaian Kinerja Pegawai

    Maksud ditetapkannya Sistem Manajemen Kinerja Pegawai adalah untuk menciptakan budaya kinerja Pegawai melalui penyelarasan dan pemahaman bersama antara Perseroan dan Pegawai mengenai tujuan yang harus dicapai, cara serta optimalisasi sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.

    Tujuan ditetapkannya Sistem Manajemen Kinerja Pegawai adalah:

    a. Terwujudnya pengukuran kinerja yang berkeadilan guna membina budaya pembelajar dan berprestasi serta memotivasi Pegawai untuk meningkatkan kompetensi dan kontribusi Pegawai bagi Perseroan; dikutip dari DIR SDM, (2011:3). SK DIR No. No 1504.K/DIR/2011. Jakarta:PT.PLN (Persero).[22]

    b. Sebagai pedoman untuk mengevaluasi kinerja Pegawai secara lebih transparan, terukur, dan obyektif sehingga Perseroan dapat memberikan kompensasi dan atau penghargaan yang berkeadilan dan sepadan dengan kinerja Pegawai selama bekerja dalam kurun waktu 1 (satu) semester. dikutip dari DIR SDM, (2011:3). SK DIR No. No 1504.K/DIR/2011. Jakarta:PT.PLN (Persero).[23]

    Mengenal Visual Basic 6.0

    Bahasa Basic pada dasarnya adalah bahasa yang mudah dimengerti sehingga pemrograman di dalam bahasa Basic dapat dengan mudah dilakukan meskipun oleh orang yang baru belajar membuat program. Hal ini lebih mudah lagi setelah hadirnya Microsoft Visual Basic, yang dibangun dari ide untuk membuat bahasa yang sederhana dan mudah dalam pembuatan scriptnya (simple scripting language) untuk graphic user interface yang dikembangkan dalam sistem operasi Microsoft Windows.

    Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yang sangat mudah dipelajari, dengan teknik pemrograman visual yang memungkinkan penggunanya untuk berkreasi lebih baik dalam menghasilkan suatu program aplikasi. Ini terlihat dari dasar pembuatan dalam visual basic adalah FORM, dimana pengguna dapat mengatur tampilan form kemudian dijalankan dalam script yang sangat mudah.

    Ledakan pemakaian Visual Basic ditandai dengan kemampuan Visual Basic untuk dapat berinteraksi dengan aplikasi lain di dalam sistem operasi Windows dengan komponen ActiveX Control. Dengan komponen ini memungkinkan penguna untuk memanggil dan menggunakan semua model data yang ada di dalam sistem operasi windows. Hal ini juga ditunjang dengan teknik pemrograman di dalam Visual Basic yang mengadopsi dua macam jenis pemrograman yaitu Pemrograman Visual dan Object Oriented Programming (OOP).

    Visual Basic 6.0 sebetulnya perkembangan dari versi sebelumnya dengan beberapa penambahan komponen yang sedang tren saat ini, seperti kemampuan pemrograman internet dengan DHTML (Dynamic HyperText Mark Language), dan beberapa penambahan fitur database dan multimedia yang semakin baik. Sampai saat buku ini ditulis bisa dikatakan bahwa Visual Basic 6.0 masih merupakan pilih pertama di dalam membuat program aplikasi yang ada di pasar perangkat lunak nasional. Hal ini disebabkan oleh kemudahan dalam melakukan proses development dari aplikasi yang dibuat. (Dikutip dari Arif. Modul Dasar Pemrograman 2 Dengan Visual Basic Diambil dari:http://arifjt.staf.ump.ac.id/BAHAN_KULIAH/VB6/Bab_1.pdf. (27-06-2014)[24].

    1. Visual Basic Integrated Development Integration(IDE)

    IntegratedDevelopmentEnvironment_zps309bdade.png

    Gambar 2.6 Integrated Development Environment

    Integrated Development Integration (IDE) adalah bidang kerja tempat kita bekerja untuk menghasilkan program aplikasi. Komponen IDE Visual Basic 6.0 adalah :

    2. Menu Bar (Baris Menu)

    Baris menu terletak pada paling atas pada IDE merupakan kumpulan perintah-perintah yang dikelompokkan dalam kriteria operasi yang dihasilkan. VB 6 menyediakan tiga belas menu, dengan keterangan sebagai berikut :

    Tabel 2.2 Menu Bar Visual Basic 6.0

    TableMenuBar_zpsc1e352b5.png

    3. Toolbar

    Kehadiran tombol-tombol speed pada toolbar akan sangat membantu dalam mempercepat akses perintah (yang bisa jadi tersembunyi di dalam tingkat-tingkat hierarki). Sebab tombol speed berfungsi sama dengan perintah yang tersedia (dan tersembunyi) di dalam menu.

    Tabel 2.3 Toolbar Pada Visual Basic 6.0

    ToolbarPadaVisualBasic60_zps2b046372.jpg

    4. Form

    Form di Visual basic ialah sebuah media tempat kita membuat aplikasi atau antarmukayang bersifat GUI (Graphical User Interface). Kita dapat menempelkan berbagai macam objek atau control diatas formtersebut.

    FormTempatKitaMendesainAplikasi_zpsdf73a734.jpg

    Sumber: Fauzi (2012:7)

    Gambar 2.7 Form Tempat Kita Mendesain Aplikasi

    5. Project Window (Project Explorer)

    Dengan adanya project window, kita dapat melihat form atau objek apa saja yang ada di dalam suatu projek, dan kita dapat menghapusnya dari project window tersebut.

    ProjectExplorerVB60_zps66dc155a.jpg

    Sumber: Fauzi (2012:8)

    Gambar 2.8 Project Explorer Pada Visual Basic 6.0

    6. Toolbox

    Toolbox berisi komponen-komponen standar yang diperlukan di dalam membuat aplikasi seperti textbox, label, combo box, dan lain-lain. Lihat gambar 2.9, Kita bisa menambahkan komponen tersebut dengan mengklik menu project I Component.

    Toolbox_zps5162d0a6.jpg

    Sumber: Fauzi (2012:5)

    Gambar 2.9 Project Explorer Pada Visual Basic 6.0

    7. Properties Pada Visual Basic 6.0

    Setiap komponen termasuk form tentu diharapkan mempunyai karakteristik atau sifat tersendiri, misalnya form yang kita inginkan bewarna biru dengan text bewarna kuning. Visual Basic menyediakan properties window untuk menetapkan properties dari tiap komponen dengan mudah.

    Properties_zps09c9f3e4.jpg

    Sumber: Fauzi (2012:5)

    Gambar 2.10 Properties Pada Visual Basic 6.0

    Microsoft Access

    Microsoft Access adalah suatu program aplikasi basis data komputer relasional yang digunakan untuk merancang, membuat dan mengolah berbagai jenis data dengan kapasitas yang besar. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Office Access 2007 yang termasuk ke dalam Microsoft Office System 2007.

    Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik - teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

    1. Komponen Utama (Object).

    a. Table.

    Table adalah objek utama dalam database yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan data sejenis dalam sebuah objek. Table terdiri atas :

    • Field Name : atribut dari sebuah table yang menempati bagian kolom.

    • Record : isi dari field atau atribut yang saling berhubungan yang menempati bagian baris.

    b. Query ( SQL / Structured Query Language )

    Query adalah bahasa untuk melakukan manipulasi terhadap database. Digunakan untuk menampilkan, mengubah, dan menganalisa sekumpulan data. Query dibedakan menjadi 2, yaitu :

    • DDL (Data Definition Language) digunakan untuk membuat atau mendefinisikan obyek-obyek database seperti membuat tabel, relasi antar tabel dan sebagainya.

    • DML (Data Manipulation Language) digunakan untuk manipulasi database, seperti : menambah, mengubah atau menghapus data serta mengambil informasi yang diperlukan dari database.

    c. Form

    Form digunakan untuk mengontrol proses masukan data (input), menampilkan data (output), memeriksa dan memperbaharui data.

    d. Report

    Form digunakan untuk menampilkan data yang sudah dirangkum dan mencetak data secara efektif.

    2. Tipe Data

    Field - field dalam sebuah tabel harus ditentukan tipe datanya. Ada beberapa tipe data dalam Access, yaitu :

    a. Text

    Text digunakan untuk field alfanumeric (misal : nama, alamat, kode pos, telp)

    b. Memo

    Memo dapat menampung 64000 karakter untuk tiap fieldnya, tapi tidak bisa diurutkan/diindeks.

    c. Number

    Number digunakan untuk menyimpan data numeric yang akan digunakan untuk proses perhitungan matematis.

    d. Date/Time

    e. Currency

    f. Auto Number

    g. Yes/No

    h. OLE Object

    OLE Object digunakan untuk eksternal objek, seperti bitmap atau file suara.

    i. Hyperlink

    j. Lookup Wizard

    Jika menggunakan tipe data ini untuk sebuah field, maka bisa memilih sebuah nilai dari tabel lain atau dari sebuah daftar nilai yang ditampilkan dalam combo box.

    3. Table Relationship

    Table Relationship adalah relasi atau hubungan antara beberapa tabel. Relasi antar tabel dihubungkan oleh primary key dan foreign key. Untuk membuat relationship maka masing-masing tabel harus memiliki primary key dan foreign key untuk dapat menghubungkan antara tabel induk dengan tabel anak. Sehingga diperlukan teknik normalisasi terlebih dahulu sebelum membuat relationship antar tabel. Normalisasi merupakan proses pengelompokkan data elemen menjadi tabel yang menunjukkan entitas dan relasinya.

    a. Primary Key

    Tabel memiliki primary key, yaitu suatu atribut yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian tetapi juga mewakili setiap kejadian dari suatu entitas.

    b. Foreign Key

    Foreign key adalah atribut yang melengkapi relationship dan menunjukkan hubungan antara tabel induk dengan tabel anak. Foreign key ditempatkan pada tabel anak.

    Crystal Report

    Crystal Report adalah suatu aplikasi windows yang dikembangkan oleh Seagate software yang berguna untuk membuat format laporan yang terpisahdari program Microsoft Visual Basic 6.0, namun keduanya dapat dilakukan linkage. Di dalam Crystal Report ada beberapa area ( section ) yaitu :

    1. Report Header, yaitu area yang di gunakan untuk informasi yang akan dimunculkan pada halaman pertama saja. Misalnya kop surat dengan logonya. Posisi diatas.
    2. Page Header, yaitu area ini digunakan jika akan memunculkan informasi yang akan muncul pada setiap halaman posisi diatas. Misalnya nama kolom.
    3. Detail, yaitu area yang untuk menampilkan isi datanya.
    4. Report Footer, yaitu area yang digunakan untuk menampilkan informasi yang akan muncul pada halaman paling akhir posisi di bawah. Misalnya tanda tangan, atau petugas.
    5. Page Footer, yaitu area untuk memunculkan data setiap halaman dan posisi di bawah. Misalnya nomor halaman
    6. Group Header, yaitu area untuk informasi group posisi di bawah page header. Group Footer, yaitu area untuk informasi Group posisi di bawah detail.

        Literatur Review

        Definisi Literature Review

        Menurut Hasibuan, Literature review berisi tentang uraian teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Uraian dalam Literature review ini diarahkan untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas tentang pemecahan masalah yang diuraikan sebelumnya pada permusan masalah.

        Literature review berisi ulasan, rangkuman, dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka (dapat berupa artikel, buku, slide, informasi dari internet, dan lain-lain) tentang topik yang dibahas, dan biasanya ditempatkan pada bab awal. Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain dapat juga dimasukkan sebagai pembanding dari hasil penelitian yang akan dicobakan disini. Semua pernyataan dan/atau hasil penelitian yang bukan berasal dari penulis harus disebutkan sumbernya, dan tatacara mengacu sumber pustaka mengikuti kaidah yang ditetapkan. Suatu literatur review yang baik haruslah bersifat relevan, mutakhir (tiga tahun terakhir), dan memadai.

        Fokus utama suatu tinjauan pustaka atau literature review dalam suatu penelitian adalah mengetahui apakah peneliti lain telah menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitian tersebut dalam berbagai pustaka atau laporan hasil penelitian yang paling aktual, maka kita tidak perlumelakukan oenelitian yang sama.

        Langkah-langkah Melakukan Kajian Literature Review

        Metode Literature Review ini dilakukan untuk menunjang metode observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.Dalam melakukan kajian literature review ini, langkah-langkah yang harus dilakukan (Suryo dkk, 2010:87) sebagai berikut :

        1. Mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps) dari penelitian ini.

        2. Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel) sehingga banyak menghemat waktu dan juga menghindari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.

        3. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan yang relevan terhadap penelitian ini.

        4. Meneruskan capaian penelitian sebelumnya sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat dibangun di atas platform pengetahuan atau ide yang sudah ada.

        5. Untuk mengetahui orang lain yang spesialis dan mengerjakan di area penelitian yang sama, sehingga dapat terjaring dalam komunitas yang dapat memberi kontribusi sumber daya yang berharga.

        Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai penerimaan mahasiswa baru secara online dan penelitian lain yang berkaitan. Dalam upaya mengembangkan dan menyempurnakan penerimaan mahasiswa baru secara "online" ini perlu dilakukan "study" pustaka "(literature review)" sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya yaitu:

        Tabel 2.4 Literatur Review


        No.

        Penulis Judul Penelitian

        Tujuan Penelitian

        Hasil Penelitian

        1

        Rachman Mulyandi, Cynthia Ayu Wulan Dini. Januari 2014. "Aplikasi Absensi Pegawai Kecamatan Batuceper Tangerang Dalam Meningkatkan Akurasi Informasi". Tangerang. Jurnal CCIT. Vol 7 No 2.[25]

        Untuk mengetahui data apa saja yang menjadi masukan dan keluaran pada sistem yang berjalan.

        Sistem absensi menjadi terkomputerisasi.

        2

        Catur Fitri Anas Sari, Lies Yulianto. Maret 2013. "Perancangan Sistem Informasi Absensi Menggunakan Finger Print di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal Kabupaten Pacitan". Surakarta. Seminar Riset Unggulan Nasional Informatika dan Komputer FTI UNSA 2013. Vol 2 No. 1.[26]

        Menerapkan aplikasi yang mudah digunakan dengan hasil yang maksimal tanpa memerlukan biaya yang tinggi dan cara pemakaian yang mudah. .

        Sistem absensi yang lebih efektif dan efisien.

        3

        Sonya Nainggolan. Human Resources Journal 2010, dengan judul “Mengatasi Masalah Absensi”.[27]

        Dalam jurnal ini dijelaskan cara-cara untuk mengatasi masalah absensi atau ketidak hadiran karyawan dan untuk memotivasi karyawan, agar tetap semangat masuk kerja,

        Mengurangi angka ketidak hadiran dalam bekerja.

        4

        Lud Rudy Anggoro. Februari 2013. "Analisa Tingkat Absensi Terhadap Produktivitas Kerja dan Penentuan P3-1”. Sumatera:telaan staff PT.PLN (Persero) UIP Jaringan Sumatera I. [28]

        Untuk mnegetahui gambaran seberapa besar aspek absensi berpengaruh terhadap faktor produktivitas jam kerja dan tingkat absensi sebagai jam kerja pegawai untuk penentu Pay for performance (P3- 1) tiap semester di PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera I (RING SUM I).

        Sistem absensi yang lebih efektif.

        5

        Tri Komariyatul Laily. “SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE INTREGRATED PERFORMANCE MEASUREMENTS SYSTEMS”. Madura : Penelitian Jurusan Manajemen Informatika Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo [29]

        Untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan yang mempunyai kemampuan analisa penentuan penilaian kinerja karyawan.

        Sistem absensi yang lebih efektif dan lebih baik serta mampu memberikan analisa terhadap penentuan penilaian kinerja pegawai.

        BAB III

        ANALISA SISTEM YANG BERJALAN


        Gambaran Umum Perusahaan

        Sekilas Tentang Perusahaan

        PT.Indonesia Comnets+ merupakan salah satu anakperusahaan dari PT.PLN(Persero).Terletak di Gedung Wisma Mulia Lt 50-51 Jl.Jendral Gatot Subroto No 42 Jakarta12710 berdasarkan akta No. 3 dari Raden Roro Hariyanti Poerbiantari S.H., CN, pengganti Ny. Poerbaningsih Adi WarsitoS.H., notaris di Jakarta tanggal 3 Oktober 2000

        lokasiPTICON_zps2b66bc1e.jpg

        Sumber : Google Map (11-23-2014,09:51 pm)

        Gambar 3.1 Lokasi PT Indonesia Comnets Plus

        Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan bergerak dalam penyediaan jasa dibidangtelekomunikasi, meliputi :

        1. Penyediaan Jaringan Telekomunikasi

        2. Penyediaan Peralatan dan/atau Jasa Telekomunikasi

        3. Penyediaan Content Telekomunikasi

        4. Penyediaan piranti lunak dan/atau piranti keras dan/atau jasa teknologi informasi

        5. Penyediaan manajemen dan pengoperasian sistem komputer dan/atau fasilitas pengolahan data serta kegiatan profesional layanan dan kegiatan terkait teknologi informasi yang berhubungan dengan bidang sumber daya manusia, bidang keuangan dan akuntansi dan bidang pelayanan pelanggan.

        6. Penyediaan layanan lainnya yang berkaitan dengan telekomunikasi dan teknologi informasi untuk menunjang kegiatan usaha bidang ketenagalistrikan

        Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.

        Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.

        Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.

        Visi Dan Misi

        Visi

        Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani.

        Misi

        • Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.

        • Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

        • Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.

        • Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

        Motto

        Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik

        Struktur Organisasi PT.ICON+ Kantor Pusat

        Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

        Prosedur Sistem Berjalan

        1. Prosedur Sistem Absensi Yang Berjalan

          Proses absensi adalah prosedur dimana pegawai PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) melakukan rutinitas absensi dengan menggunakan alat berupa pemindai sidik jari. Proses absensi di PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) sebenarnya sudah berjalan secara terkomputerisasi, tetapi belum memiliki fitur yang dapat mengevaluasi absensi dari pegawai. Proses absensi digambarkan dengan Activity Diagram pada gambar 3.3. Proses-proses yang dilakukan pada prosedur absensi adalah sebagai berikut :

          1. Non Shift

            Senin - Kamis
            Jam 07:30 – Jam 12:00 Waktu Kerja
            Jam 12:00 – Jam 12:30 Waktu Istirahat
            Jam 12:30 – Jam 16:00 Waktu Kerja
            Jum'at
            Jam 07:30 – Jam 11:30 Waktu Kerja
            Jam 11:30 – Jam 13:00 Waktu Istirahat
            Jam 13:00 – Jam 16:30 Waktu Kerja

          2. Shift

            Shift I 07:00 s/d 20:00
            Shift II 19:00 s/d 08:00

          3. Jam 06:00 pegawai sudah dapat melakukan absen masuk kerja

          4. Jam 07:30 batas pegawai melakukan absen masuk kerja. Absen melewati jam ini akan dicatat sebagai terlambat.

          5. Jam 13:00 Terakhir pegawai dapat mrlakukan absen masuk. Melewati jam ini akan dicatat sebagai bolos dan jam kerja pegawai yang bersangkutan secara otomatis langsung berkurang 8 (delapan) jam

          6. Jam 13:01 pegawai sudah dapat melakukan absen pulang kerja dengan pengurangan

          7. Dalam melakukan absen baik masuk maupun pulang, dengan cara pegawai meletakan sidik jari pada mesin fingerprint

          8. Selanjutnya sistem akan mevalidasikan hasil sidik jari pegawai sesuai atau tidak

          9. Apabila hasil pemindaian sidik jari tidak sesuai dengan database maka sistem akan memberikan pemberitahuan bahwa sidik jari tidak sesuai dengan database. Pegawai akan mengulangi proses pemindaian

          10. Apabila hasil pemindaian sesuai dengan database maka data absensi akan disimpan ke database.

        2. Prosedur Penilaian Kinerja Pegawai Yang Berjalan

          Proses Sistem Informasi Manajemen Kinerja Pegawai adalah prosedur dimana pegawai PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) melakukan rutinitas entry data sasaran kinerja pada masa siklus manjemen kinerja dengan menggunakan aplikasi SIMKPNAS. Proses sistem manajemen kinerja pegawai di PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) sebenarnya sudah berjalan secara terkomputerisasi, tetapi belum berjalan dengan efektif dan efisien. Proses-proses yang dilakukan pada prosedur sistem manajemen kinerja adalah sebagai berikut :

          1. Tahap Perencanaan Kinerja Pegawai

            Pada tahap ini dilakukan penyusunan kontrak sasaran kinerja pegawai yang merupakan kesepakatan antara atasan langsung dengan pegawai yang bersangkutan melalui diskusi formal yang dilakukan 1 (satu) kali pada awal tahun untuk semester 1 dan semester 2, dengan proses sebagai berikut :

            • Poses cascading KPI dan penyelarasan KPI organisasi menjadi KPI individu dengan melakukan penetapan kontrak manajemen, penetapan kontrak sasaran kinerja pegawai pada jenjang tertinggi di organisasi, yang merupakan turunan langsung dari kontrak manajemen, proses penurunan KPI dari organisasi yang lebih tinggi ke organisasi yang lebih rendah, proses penurunan KPI dari jenjang jabatan yang lebih tinggi ke jenjang jabatan yang lebih rendah dan kesepakatan KPI, Target, Sumberdaya antara atasan dan bawahan.

            • Penyusunan kontrak sasaran kinerja pegawai dengan cara melakukan penetapan sasaran kinerja pegawai yang dituangkan dalam formulir sasaran kinerja memuat inisiatif,indikator kinerja, target waktu penyelesaian sebagaimana tercantum dalam lampiran c, dan diakhir tahap perencanaan ini atasan berkewajiban untuk melakukan persetujuan atas perencanaan sasaran kinerja pegawai

          2. Tahap Pemantauan Kinerja Pegawai

            • Diskusi Monitoring Kinerja

              Diskusi monitoring kinerja merupakan tahap diskusi formal antara atasan langsung dan pegawai unuk memperoleh informasi monitoring kemajuan pencapaian kontrak sasaran kinerja pegawai yang bersangkutan yang dilakukan selama siklus manajemen kinerja pegawai, dengan uraian seluruh pegawai di bawah struktur atasan langsung bertemu untuk melakukan diskusi formal bersama atasan langsung, dengan membawa seluruh data pendukung terkait pencapaian kinerjanya pada semester berjalan, selanjutnya pegawai melakukan sharing terkait kemajuan pencapaian sasaran kinerja dalam semester berjalan, permasalahan yang dihadapi serta cara penanggulangan dan atau perbaikan kinerja yang telah dan akan dilakukan kemudian atasan langsung memberikan komentar dan masukan pada setiap pegawai terkait progres pencapaian yang akan menjadi dasar pengukuran sasaran kinerja oleh atasan langsung. Diskusi monitoring kinerja dilakukan sepanjang siklus Manajemen kinerja pegawai dengan intensitas pertemuan ditentukan secara bersama oleh atasan langsung dan pegawai bersangkutan. Diskusi monitoring kinerja yang merupakan suatu pendekatan dialogis yang dilakukan oleh atasan langsung terhadap bawahannya sepanjang semester berjalan dengan tujuan memberi arahan, motivasi, pemantauan progres / pencapaian kinerja serta praktek pelaksanaan Coaching / Mentoring / councelling (CMC)yang dilakukan sebelum periode pengukuran sasaran kinerja pegawai.

            • Revisi Kontrak Sasaran Kinerja Pegawai

              Pada tahap ini digunakan oleh atasan langsung untuk melakukan revisi terhadap kontrak sasaran kinerja pegawai apabila diperlukan. Revisi terhadap kontak sasaran kinerja pegawai hanya dilakukan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) siklus manajemen kinerja pegawai. Dalam hal terjadi revisi terhadap kontrak sasaran kinerja pegawai, maka revisi tersebut menjadi kontrak sasaran kinerja pegawai yang baru. Kontrak sasaran kinerja pegawai yang telah di revisi, digunakan sebagai acuan pengukuran kinerja pegawai dalam kurun waktu satu 1 (satu) siklus semester berjalan.

          3. Tahap Pengukuran Kinerja Pegawai

            • Pengukuran Pencapaian Kontrak Sasaran Kinerja Pegawai

              Pengukuran pencapaian kontrak sasaran kinerja pegawai merupakan hasil kompilasi atas hasil pengukuran pencapaian sasaran kinerja pegawai dan program pengembangan diri pegawai (program PDP) yang dilakukan dengan pengisian pencapaian sasaan kinerja pegawai dapat dilakukan pegawai sepanjang semester berjalan untuk memudahkan proses vrifikasi dan pemantauan atasan langsung. Pengukuran pencapaian sasaran kinerja pegawai dapat diilaksanakan pada akhir semester berjalan dengan melakukan pengukuran atas pencapaian kontrak sasaran kinerja pegawai dan penyelesaian program PDP. Kriteria pengukuran pencapaian sasaran kinerja pegawai tercantum pada lampiran c. Pengukuran atas efektivitas pelaksanaan CMC Pegawai hanya dilakukan terhadap Pegawai Jenjang Jabatan Struktural, dengan implementasi awal pada Manajemen Atas, Manajemen Menengah, Manajemen Dasar. Hasil Pengukuran Pencapaian Kontrak Sasaran Kinerja Pegawai diberikan dalam uraian sebagai berikut:

              Tabel 3.1 Hasil Pengukuran Sasaran Kinerja Pegawai

              d89252a4-54fa-4ed0-a965-7209347b328c_zpsteenm5q1.png

              Sumber SK Dir No 1504.K/DIR/2011 Tanggal 30 Desember 2011

            • Pengukuran Kompetensi Individui

              Pengukuran Kompetensi lndividu dapat dilakukan secara multi sumber dan atau oleh Atasan Langsung sesuai tingkat budaya dan evaluasi implementasi, dimana hasil pengukuran tersebut akan menggambarkan prosentase pemenuhan Kompetensi lndividu (Kl) terhadap Kebutuhan Kompetensi Jabatan(KKJ), dengan cara Pengukuran Kompetensi lndividu dilakukan melalui penggunaan skala evaluasiyang dituangkan dalam SIMKP, Dalam hal pengukuran Kompetensi lndividu dilakukan secara multi surnber, maka unsur-unsur yang memiliki kewenangan untuk melakukan pengukuran antara lain: Diri Sendiri, Atasan Langsung, Rekan Kerja/Sejawat dan atau Bawahan 3600. Pengukuran Kompetensi lndividu menggunakan kuisioner yang dikembangkan sesuai Jenis dan item Kompetensi sesuai Buku Direktori Kompetensi terbaru. Hasil Pengukuran dan Evaluasi Kompetensi lndividu diberikan dalam table 3.2 sebagai berikut ::

              Hasil%20pengukuran%20Dan%20Evaluasi%20Kompetensi%20Individu%20_zps5fmfz4t8.jpg


              Sumber SK Dir No 1504.K/DIR/2011 Tanggal 30 Desember 2011

              Rancangan Prosedur Sistem Berjalan

              1. Analisa sistem yang berjalan pada Usecase Diagram

                Untuk menganalisis sistem yang berjalan, pada penelitianini digunakan program unified modeling language (UML) untuk menggambarkanprosedur dan proses yang berjalan saat ini, pada penggambaran Usecase Diagram sebagai berikut :

                UseCaseDiagramAbsensiSidikJariBerjalan_zps0eed37e6.jpg

              2. Analisa sistem yang berjalan pada Activity Diagram

                1. Activity Diagram Proses Absensi

                  34cfaf1f-e6ab-4fcd-af4b-765a3931cf75_zpsqnffelxl.jpg

                  Activity diagram pada proses Absensi masuk yang sedang berjalan saatini, yaitu sebagai berikut:

                  • 1 (satu) initial node sebagai objek yang di awali.

                  • 7 (tujuh) activity sebagai state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi diantaranya, yaitu: Pegawai menempelkan sidik jari di mesin finger print, lalu sistem akan memvalidasi hasil apakah sidik jari sesuai dengan database,bila tidak sesuai sistem akan meminta pegawai untuk mengulanginya kembali,pegawai akan menerima pemberitahuan bahwa sidik jari tidak sesuai (pesan suara silahkan coba lagi) dan bila sesuai sistem akan menyimpan data absensi ke database, lalu sistem akan memberikan pemberitahuan bahwa absensi sudah di simpan di database (pesan suara terima kasih)

                  • 1 (satu) initial final node yang merupakan aktifitas akhir kegiatan.

                2. Proses Evaluasi Absensi.

                Proses evaluasi absensi dilakukan oleh petugas dari bagian kepegawaian untuk melihat informasi absensi yang dihasilkan oleh sistem dari proses absensi yang dilakukan pegawai sebelumnya dan juga untuk mengevaluasinya. Dengan kata lain petugas bagian kepegawaian memproses evaluasi sudah di luar sistem yang ada tetapi dengan menggunakanMicrosoft excel. Proses absensi digambarkan dengan Activity Diagram pada gambar 3.4. Proses-proses yang dilakukan pada prosedur lihat absensi adalah sebagai berikut :

                • Petugas melakukan permintaan lihat absensi pada sistem.

                • Sistem memproses permintaan petugas kemudian menampilkan informasi data absensi dari database.

                • Petugas kemudian akan memindahkan informasi tersebut ke dalam format Microsoft excel untuk mengevaluasi absensi dari pegawai yang telah melakukan absen.

                • Petugas kemudian akan memindahkan informasi tersebut ke dalam format Microsoft excel untuk mengevaluasi absensi dari pegawai yang telah melakukan absen.

                • Petugas menerima informasi data absensi dalam bentuk format *.xls.

                • Petugas mengevaluasi informasi data absensi tersebut..

                8f48ca53-557a-4a60-b249-752d2b476a22_zpsxlh3vitr.jpg

                Gambar 3.5 Use Case Diagram Lihat ABsensi Yang Berjalan Pada PT ICON+

              3. Analisa sistem yang berjalan pada Sequence Diagram

              SEQUENCEDIAGRAM_zps116c5b10.jpg

              Gambar 3.6 Sequence Diagram Absensi Berjalan Pada PT ICON+

              Diagram diatas menggambarkan sequence diagram untuk proses absensi yang sedang berjalan saat ini, yaitu sebagai berikut:

              1. 2 (dua) actor yang melakukan kegiatan, yaitu admin Divisi Pengembangan Sistem SDM dan Pegawai.

              2. 2 (dua) lifeline yang merupakan objek entity antar muka yang saling berkaitan.

              3. 7 (tujuh) message yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi, yaitu: Pegawai memilih halaman utama aplikasi, lalu memilih menu absensi kemudian akan tampil form absensi, kemudian pegawai mengimput Id pegawai untuk melaksanakan absen masuk dan absen pulang, kemudian admin divisi pengembangan sistem SDM akan mengupdate absensi pegawai, kemudian admin akan mengelola laporan absensi pegawai.

              Analisa Sistem Yang Berjalan

              Analisa SWOT

              Analisa SWOT dilakukan dengan mengidentifikasi kekuatan dan faktor-faktor positif yang berasal dari internal organisasi, kelemahan dan faktor-faktor negatif dari internal, peluang atau kesempatan dan keuntungandari faktor eksternal dan ancaman atau resiko yang dipengaruhi oleh faktor eksternal organisasi.

              Analisis untuk mencari strategi dengan menggunakan kekuatan yang ada untuk memanfaatkan peluang yang tersedia (strategi S-O) serta menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman yang ada (strategi S-T). Selain itu dianalisis pula strategi untuk mengurangi kelemahan yang dimiliki dalam meraih peluang yang ada (strategi W-O) maupun mengatasi ancaman yang ada (strategi W-T). Pemetaan strategi S-O, W-O, S-T dan W-T dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini :

              Table203.420Internal20Strategic20Factors20Analysis_zpsddjhatmo.jpg

              Table203.520Eksternal20Strategic20Factors20Analysis_zpsqz6kwdof.jpg

              Kemudian akan dilanjutkan dengan analisa SWOT, Faktor internal yang mencakup sumber daya manusia, fasilitas yang tersedia, serta proses absensi yang sedang berjalan saat ini. Sedangkan faktor eksternal yang mencakup aspek masyarakat, persaingan terhadap perusahaan lainnya, dan promosi kepada pelanggan. Analisa SWOT dapat dijelaskan sebagai berikut, yaitu:.

              Table203.620Strategi20S-O_zpsfam8ogfb.jpg

              Table203.720Strategi20S-T_zpsvbuk6v2y.jpg

              Table203.820Strategi20W-O_zpsrutczeb8.jpg

              62783f7f-3fd4-4f65-a73f-6d447898a850_zpszo7bwfdj.png

              Metode Analisa Berdasarkan Prosedur Sistem Yang Berjalan

              1. Analisa Masukan

                Analisa masukan adalah analisa atau penguraian masalah yang dilakukan terhadap semua data atau informasi yang berfungsi sebagai data input sehingga menghasilkan proses dan kemudian akan ada hasil dari sebuah proses itu sendiri. Data Absensi didapat ketika pegawai menempelkan sidik jari pada mesin fingerprint

                1. Nama Masukan : Absen Masuk

                  Fungsi : Digunakan karyawan untuk absensi masuk

                  Sumber : Mesin Fingerprint

                  Media : Sidik jari

                  Distribusi : Karyawan

                  Frekuensi : Setiap karyawan untuk masuk kerja

                  Format : Lihat lampiran

                  Keterangan : Nama_karyawan, No_induk_karyawan

                2. Nama Masukan : Absen Pulang

                  Fungsi : Digunakan karyawan untuk absen pulang

                  Sumber : Mesin Fingerprint

                  Media : Sidik jari

                  Distribusi : Karyawan

                  Frekuensi : Setiap karyawan untuk absen pulang kerja

                  Format : Lihat lampiran

                  Keterangan : Nama_karyawan, No_induk_karyawan

                3. Nama Masukan : Cuti

                  Fungsi : Digunakan karyawan untuk meminta cuti

                  Sumber : Karyawan

                  Media : Kertas

                  Distribusi : Manajemen

                  Frekuensi : Setiap Ada Permintaan Cuti

                  Format : Lihat lampiran

                  Keterangan : Nama_karyawan, No_induk_karyawan, Bagian, Alasan,Mulai_tanggal_cuti,Akhir_tanggal_cuti

                4. Nama Masukan : Lembur

                  Fungsi : Pernyataan kesediaan karyawan untuk melaksanakan lembur

                  Sumber : Karyawan

                  Media : Kertas

                  Frekuensi : Setiap Pegawai Melaksanakan Kerja Lembur

                  Format : Lihat lampiran

                  Keterangan : Nama_karyawan, No_induk_karyawan, Bagian, Tugas_yang_dikerjakan, Hari_tanggal_lembur

                5. Nama Masukan : Izin

                  Fungsi : Digunakan karyawan untuk meminta izin

                  Sumber : Karyawan

                  Media : Kertas

                  Frekuensi : Setiap Ada Permintaan Izin

                  Format : Lihat lampiran

                  Keterangan : Nama_karyawan, No_induk_karyawan, Alasan, Jam_Izin

              2. Analisa Proses

                1. Nama Proses : Hadir

                  Masukan : Sidik jari, data_pegawai

                  Keluaran : Rekap_Absen, dan data Absensi

                  Ringkasan Proses : Karyawan datang dan absen menggunakan fingerprint

                2. Nama Proses : Izin

                  Masukan : Data_Absensi

                  Keluaran : Rekap_Absen, dan data Absensi

                  Ringkasan Proses : Karyawan datang ke admin untuk menyerahkan surat permohonan izin yang telah disetujui oleh atasan, lalu admin akan meupdate absensi pegawai tersebut.

                3. Nama Proses : Lembur

                  Masukan : Surat_Lembur, Data_Absensi

                  Keluaran : Rekap_Absen, dan data Absensi

                  Ringkasan Proses : Proses ini menghasilkan rekap lembur kerja setiap karyawan yang melaksanakan lembur

                4. Nama Proses : Cuti

                  Masukan : Surat_Cuti, Data_Pegawai

                  Keluaran : Rekap_Absen, dan data Absensi

                  Ringkasan Proses : Setiap permohonan cuti diproses berdasarkan data absensi

                5. Nama Proses : Rekap_Absensi_Bulanan

                  Masukan : Data_Absensi, Data_Izin, Data_Lembur, Surat_Cuti, Data_Pegawai

                  Keluaran : Rekap_Absensi

                  Ringkasan Proses : Proses ini menghasilkan Daftar rekapan absensi karyawan selama satu bulan untuk diserahkan kepada HRD

                6. Nama Proses : Laporan_Absnsi_Bulanan

                  Masukan : Data_absensi, Data_pegawai, Data_izin, Data_cuti, Data_lembur

                  Keluaran : Laporan_Absensi

                  Ringkasan Proses : Proses ini menghasilkan laporan izin selama satu bulan untuk diserahkan kepada pimpinan

              3. Analisa Keluaran

              Keluaran pada system adalah data yang dihasilkan oleh suatu proses dari masukan yang diterima oleh proses. Keluaran pada sistem yang sedang berjalan sebagi berikut :

              1. Nama Keluaran : Lembur_Acc

                Fungsi : Digunakan untuk acc lembur karyawan

                Media : Kertas

                Distribusi : Karyawan

                Frekuensi : Setiap karyawan yang melaksanakan kerja lembur

                Format : Lihat lampiran

                Keterangan : Data_absensi, Data lembur

              2. Nama Keluaran : Izin_Acc

                Fungsi : Digunakan untuk acc permohonan izin karyawan

                Media : Kertas

                Distribusi : Karyawan

                Frekuensi : Setiap karyawan yang mengajukan permohonan izin kerja

                Format : Lihat lampiran

                Keterangan : Data_absensi, Data_Izin

              3. Nama Keluaran : Cuti_Acc

                Fungsi : Digunakan untuk acc permohonan Cuti karyawan

                Media : Kertas

                Distribusi : Karyawan

                Frekuensi : Setiap karyawan yang mengajukan permohonan cuti kerja

                Format : Lihat lampiran

                Keterangan : Data_absensi, Data_Cuti

              4. Nama Keluaran : Rekap Absensi Bulanan

                Fungsi : Sebagai rekapan absensi karyawan selama satu bulan

                Media : Kertas

                Distribusi : Pimpinan dan Personalia

                Rangkap : 1

                Frekuensi : Bulanan

                Format : Lihat lampiran

                Deskripsi : Suatu daftar yang memuat data absensi karyawan selama satu bulan

              5. Nama Keluaran : Laporan Absensi Bulanan

                Fungsi : Untuk Mememuat Laporan Sebagai rekapan absensi karyawan selama satu bulan

                Media : Kertas

                Distribusi : Pimpinan dan Personalia

                Rangkap : 1

                Frekuensi : Bulanan

                Format : Lihat lampiran

                Deskripsi : Laporan untuk pimpinan mengenai data kehadiran karyawan

              Konfigurasi Sistem Berjalan

              Spesifikasi Hardware

              Mesin Absensi : Merk Solution

              Type : X401C

              Access Control : 1 Relay Output 2A 12V

              Kapasitas User : 50.000 Sidik Jari, 50.000 Kartu

              Kapasitas Transaksi : 500.000 Transaksi

              Jenis Komunikasi : TCP/IP (RJ45), RS232/485, USB Cable, USB Disk

              Spesifikasi Software

              1. Windows 7 32bit

              2. Microsoft Office 2007

              3. Aplikasi SIMKPNAS

              Hak Akses

              Ada 1 actor yang dapat mengakses sistem absensi sidik jari dan SIMKPNAS, yaitu Staf Divisi Manajemen dan SDM

              Permasalahan yang dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

              Analisa Permasalahan

              Dari hasil analisa, maka permasalahan yang dihadapi oleh penulis adalah :

              1. Performance

                Proses pengolahan data absensi masih dilakukan dengan semi komputerisasi sehingga dalam pembuatan informasi berupa informasi absen sering telambat.

              2. Informasi

                Sistem Informasi yang masih semi komputerisasi menyebabkan sering terjadi ketidak akuratan pada data informasiyang dihasilkan. Akibatnya penyampaian informasi tidak berkerja secara maksimal, selain itu juga dapat menghambat pembuatan laporan maupun penguploadtan time ke aplikasi SAP

              3. Economic

                Penggunaan kertas dan toner sebagai file simpanan dan autput membuat biaya operasional kian membesar.

              4. Control

                Tingkat keamanan dan control yang terlalu kecil yang disebabkan karena imput data yang dilakukan tidak secara penuh dan terpelihara dengan baik dan benar. Oleh sebab itu besar kemungkinan terjadinya ketidak akuratan data serta pengevaluasian data pun mengalami kesulitan karena kurangnya kelengkapan data yang dibutuhkan.

              Alternatif Pemecahan Permasalahan

              Untuk menyelesaikan sebagian permasalahan tersebut diatas dibutuhkan suatu sistem pengolahan data absensi sidik jari yang terkomputerisasi sehingga dapat memecahkan permasalahan sebagai berikut :

              1. Performance

                Proses pengolahan data absensi yang dihasilkan oleh sistem yang terkomputerisasi dapat membuat informasi berupa informasi absen yang cepat

              2. Informasi

                Sistem Informasi yang terkomputerisasi dapat menghasilkan keakuratan pada data informasi yang dihasilkan. Akibatnya penyampaian informasi berkerja secara maksimal, selain itu juga dapat mempercepat pembuatan laporan maupun mendukung keptusan pemberian penilaiankinerja, perhitungan gaji dan bonus kepada pegawai di aplikasi SAP.

              3. Economic

                Tidak memerlukan kertas atau toner sebagai media penyimpanan data sehingga biaya operasional dapat ditekan se efisisien mungkin.

              User Requirement

              Elisitasi Tahap I

              Elisitasi tahap I disusun berdasarkan hasil wawancara dengan bagian kepegawaian. Berikut dilampirkan Diagram Elisitasi Tahap I:

              ElisitasiTahapI_zps43d3113d.jpg

              ElisitasiTahapI-2_zpsf62d2e68.jpg

              Elisitasi Tahap II

              Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasikan melalui metode MDI. Berikut penjelasan dari beberapa requirement yang diberi opsi Inessential (I) dan harus dieliminasi:

              TableElisitasiTahapII_zpsd10msvhj.jpg

              TableElisitasiTahapII-1_zpsa5702a0e.jpg

              Elisitasi Tahap III

              Berdasarkan Elisitasi Tahap II diatas, dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi HML. Terdapat requirement yang opsinya High (H) dan harus dieliminasi. Berikut adalah requirement tersebut:

              Table%20Elisitasi%20Tahap%20III_zps8mnc00mu.jpg

              Table%20Elisitasi%20Tahap%20III-2_zpsaa0fgutv.jpg

              Table%20Elisitasi%20Tahap%20III-3_zpstajeclrn.jpg

              Final Draft Elisitasi

              Final draft elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar untuk membangun sistem media informasi. Berdasarkan Elisitasi Tahap III di atas, dihasilkan requirement final draft yang diharapkan dapat mempermudah penulis dalam membuat suatu model aplikasi monitoring sistem absensi sidik jari sebagai pendukung keputusan untuk penilaian kinerja pegawai pada PT Indonesia Comnets Plus, yaitu sebagai berikut:

              Tabel 3.13 Final Draft Elisitasi

              Final%20Draft%20Elisitasi_zpso3mh26av.jpg

              Final%20Draft%20Elisitasi2_zps17biepw0.jpg

              BAB IV

              HASIL PENELITIAN

              RANCANGAN SISTEM USULAN

              Prosedur Sistem Usulan

              Setelah mengadakan analisa dan penelitian sistem yang sedang berjalan pada PT.Indonesia Comnets Plus, maka selanjutnya akan dibahas mengenai rancangan usulan sistem yang akan dibangun. Ada beberapa usulan prosedur yang bertujuan untuk memperbaiki dan menyempurnakan model aplikasi monitoring sistem absensi sidik jari sebagai pendukung keputusan untuk penilaian kinerja pegawai, yaitu merubah proses monitoring saat ini yang masih semi konputer menjadi terkomputerisasi berbasis desktop sehingga memudahkan dalam pembuatan laporan. Berdasarkan perubahan sistem monitoring absensi sidik jari yang terjadi dan setelah kebutuhan-kebutuhan sistem yang baru telah ditentukan, maka langkah-langkah berikutnya yaitu perancangan atau design sistem usulan yang bertujuan untuk memperbaiki sistem yang lama dengan memberi gambaran atau pandangan yang jelas menurut proses design sistem dari awal hingga akhir penelitian.

              Dalam menganalisa usulan prosedur yang baru pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for UML Community Edition Ver. 11.2 untuk menggambarkan use case diagram, activity diagram, sequence diagram.

              Diagram Rancangan Sistem

              Adapun diagram-diagram usulan yang akan saya gambarkan dalam program Visual Paradigm for UML Community Edition Ver. 11.2 adalah sebagai berikut:

              1. Use Case Diagram Usulan

                UseCaseDiagramUsulan_zps8a7faa99.jpg

                Dapat dijelaskan gambar 4.1 Use case diagram Model Aplikasi Monitoring Sistem Absensi Sidik Jari Sebagai Pendukung Keputusan Untuk Penilaian Kinerja Pegawai Pada PT Indonesia Comnets Plus diatas pada saat ini terdiri dari 3 actor, yaitu: Admin, Pegawai dan Pimpinan dengan penjelasan sebagai berikut :

                1. 1 sistem yang mencakup seluruh kegiatan dalam proses absensi yang diusulkan

                2. Terdapat 3 actor yang melakukan kegiatan didalam sistem, yaitu admin, karyawan dan pimpinan.

              2. Activity Diagram Usulan

                Activity Diagram memodelkan aliran kerja atau workflow dari urutan aktifitas dalam suatu proses yang mengacu pada Use Case Diagram yang ada. Activity Diagram pada aplikasi pengolahan data kepegawaian terdiri dari Activity Diagram mengolah data rekrutmen , Activity Diagram mengolah data pegawai, Activity Diagram mengolah data rekrutmen, Activity Diagram mencetak laporan, data kpi . Berikut ini penjelasan dengan Activity Diagram untuk penjelasan darimasing-masing Use Case Scenario:

                1. Activity Diagram Login Admin

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case login dijelaskan dalam Activity Diagram sebagai berikut :

                  Activitiy%20Login_zps5zrovnnm.jpg

                2. Activity Diagram Tambah Data Pegawai

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case tambah data pegawai dijelaskan dalam Activity Diagram sebagai berikut :

                  Activity%20Diagram%20Tambah%20Data%20Pegawai_zpsizrfzuvf.png

                3. Activity Diagram Ubah Data Pegawai

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case ubah data pegawai dijelaskan dalam Activity Diagram sebagai berikut :

                  Activity%20Diagram%20Ubah%20Data%20Pegawai_zps9vibjm0b.jpg

                4. Activity Diagram Hapus Data Pegawai

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case hapus data pegawai dijelaskan dalam Activity Diagram sebagai berikut :

                  Activity%20Diagram%20Hapus%20Data%20Pegawai.jpg_zpsow7khtmx.png

                5. Activity Diagram Upload Data Pegawai

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case upload data pegawai dijelaskan dalam Activity Diagram sebagai berikut :

                  Activity%20Diagram%20Upload%20Data%20Pegawai_zpshidaip28.jpg

                6. Activity Diagram Evaluasi Absensi Pegawai

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case evaluasi absensi pegawai dijelaskan dalam Activity Diagram sebagai berikut :

                  Diagram%20Evaluasi%20Absensi%20Pegawai_zpsivz2gfan.jpg

                7. Activity Diagram Cetak Laporan

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case cetak laporan dijelaskan dalam Activity Diagram sebagai berikut :

                  Activity%20Diagram%20Cetak%20Laporan_zpsdhsnxvek.jpg

                8. Activity Diagram Hak Akses

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case hak akses dijelaskan dalam Activity Diagram sebagai berikut :

                  Activity%20Diagram%20Hak%20Akses_zpsklbmasmb.jpg

                  Gambar 4.9 Activity Diagram Hak Akses

              3. Sequence Diagram

                Use Case menggambarkan interaksi antar masing-masig objek pada setiap Use Case dalam urutan waktu Interaksi ini berupa pengiriman serangkaian data antar objek-objek yang saling berinteraksi. Berikut ini penjelasan dari masing- masing Sequence Diagram :

                1. Sequence Diagram Login Admin

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case login dijelaskan dalam Sequence Diagram sebagai berikut :

                  Sequence%20Diagram%20Login_zpsmhhdofnd.jpg

                2. Sequence Diagram Tambah Data Pegawai

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case tambah data pegawai dijelaskan dalam Sequence Diagram sebagai berikut :

                  Sequence20Diagram20Tambah20Data20Pegawai_zps3f111zfw.jpg

                3. Sequence Diagram Ubah Data Pegawai

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case ubah data pegawai dijelaskan dalam Sequence Diagram sebagai berikut :

                  Sequence%20Diagram%20Ubah%20Data%20Pegawai_zpsd0tq1bs0.jpg

                4. Sequence Diagram Pengolahan Data Absensi

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case pengolahan absensi pegawai dijelaskan dalamSequence Diagram Rekap absensi pegawai, dan evaluasi absensi pegawai. Berikut ini penjelasan dari masing-masing Sequence Diagram tersebut

                5. Sequence Diagram Evaluasi Absensi Pegawai

                  Interaksi antara aktor pengguna dengan use case evaluasi keterangan absensi pegawai dijelaskan dalam Sequence Diagram sebagai berikut :

                  Sequence%20Diagram%20Evaluasi%20Absensi_zpsne9tutdk.jpg

                6. Sequence Diagram Rekap Absensi

                  Sequence%20Diagram%20Rekap%20Absensi_zpszellevu7.jpg

                Rancangan Basis Data

                Rancangan basis data digunakan sebagai media penyimpanan data yang dipergunakan dalam aplikasi dan database membantu pemrograman dalam menampilkan data.

                Hasil analisa pada sistem yang dihasilkan terdapat beberapa rancangan yang diusulkan. Dari rancangan tersebut akan dibentuk rancangan basis data untuk mempermudah melihat bentuk file dan isinya. Berikut ini adalah penjelasan tentang proses perancangan basis data yang diawali dengan normalisasi yang akan menghasilkan class diagram dan spesifikasi basis data.

                Normalisasi

                Bentuk normal suatu basis data relasional dicapai melalui beberapa tahapan yang disebut proses normalisasi. Langkah-langkah First Normal Form (1NF), Second Normal Form (2ndNF) sampai ke bentuk Third Normal Form (3NF) akan dibahas dalam bagian berikut ini :

                1. First Normal Form (1NF)

                  First%20Normal%20Form_zpsa3k0xmfp.jpg

                  Dapat dijelaskan gambar First Normal Form (1NF) merupakan Sebuah tabel tersendiri untuk setiap kelompok data yang berhubungan dan mempunyai simbol (*) yang berperan sebagai candidate key pada Aplikasi Sistem Monitoring Absensi Untuk Mendukung Penilaian Kinerja Pegawai Pada PT Indonesia Comnets Plus.

                2. Second Normal Form (2NF)

                  Second%20Normal%20Form%202NF_zpsils3yqkd.jpg

                  Dapat dijelaskan gambar Second Normal Form (2ndNF) merupakan tabel untuk sekelompok nilai yang berhubungan dan terdiri dari 8 tabel, yaitu tabel absensi, tabel pegawai, tabel departemen. Tabel jabatan, tabel jam kerja, tabel talenta,tabel hak akses dan tabel admin.

                3. Third Normal Form

                  Third%20Normal%20Form_zpsyxk9fosg.jpg

                  Dapat dijelaskan gambar Third Normal Form (3NF) merupakan tabel yang telah normal dan untuk digunakan dalam sistem yang akan dibangun dan terdiri dari 10 tabel, yaitu: tabel absensi, tabel pegawai, tabel departemen. Tabel jabatan, tabel jam kerja, tabel talenta, tabel shift, Tabel JKS, tabel hak akses dan tabel admin.

                Spesifikasi Basis Data

                BAB V

                PENUTUP

                Kesimpulan

                Kesimpulan yang dapat diambil setelah melalui tahap-tahap pengembangan sistem monitoring absensi adalah bahwa dengan adanya Sistem Monitoring ini maka:

                1. Mempermudah bagian kepegawaian untuk proses pengolahan data absensi dan evalusi dalam pemberiaan penilaian kinerja pegawai

                2. Mempercepat waktu pembuatan laporan absensi dan evaluasi kinerja pegawai

                3. Membuat proses evaluasi mahasiswa berdasarkan kontribusi dan kualitas perkerjaan pegawai menjadi objektif,terstruktur, dan sesuai dengan standar tetapan index performansi dari bagian kepegawaian dan dapat memberikan laporan tentang informasi atas hasil keaktifan mahsiswa

                4. Memberikan informasi tentang data mutasi dan data rekrutmen dan tersinkronisasi dengan akurat dengan data pegawai

                Saran-Saran

                Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang diharapkan yaitu dilakukan suatu pengembangan sistem informasi absensi ini diantaranya :

                1. Perlu adanya pengembangan pada metode KPI yang lebih merujuk kepada kedinamisan tujuan objektif dari KPI itu sendiri.

                2. Perlu ditambahkan fasilitas help pada sistem karena apabila ada petugas baru yang akan memakai sistem ini akan merasa terbantu dengan mengikuti tata cara yang telah dijelaskan pada sistem yang dibangun.

                3. Sistem dapat tersinkronisasi dengan sistem SAP modul HR PLN pusat, sehingga mempermudah dalam mensinkronisasikan data-data seperti data time manajemen, penilaian kinerja pegawai.

                4. Mencakup user yang lebih banyak dan saling keterkaitan juga mungkin bisa dikembangkan dalam aplikasi berbasiskan berbasis web sehingga mempermudah pegawai selain tersedianya sistem informasi berbasis desktop.

                DAFTAR PUSTAKA

                1. 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 1,7 1,8 1,9 Sutabri, Tata. 2012. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
                2. McLeod Bukunya Yakub. 2012. “Pengantar Sistem Informasi”.Graha Ilmu
                3. Sutabri, Tata. 2012. “Konsep Sistem Informasi”. Yogyakarta: Andi Offset
                4. 4,0 4,1 4,2 4,3 Taufiq, Rohmat. 2013. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu.
                5. 5,0 5,1 Darmawan, Deni. 2012. Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
                6. Daryanto. 2010. Teknologi Jaringan Internet. Bandung: Satu Nusa.
                7. Rosa, A.S., dan M. Shalahuddin. 2013. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Bandung: Informatika.
                8. Henderi, Maimunah, dan Randy Andrian. 2011. Desain Aplikasi E-learning Sebagai Media Pembelajaran Artificial Informatics. Tangerang: Jurnal CCIT. Vol. 4, No.3-Mei 2011.
                9. Murad. Dina. Fitria. 2013. Aplikasi Intelligence Website Untuk Penunjang Laporan PAUD Pada Himpaudi Kota Tangerang. Jurnal CCIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja
                10. 10,0 10,1 Darmawan, Deni. 2013. Sistem Informasi Manajemen. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.
                11. 11,0 11,1 11,2 Al-Jufri, Hamid. 2011. Sistem Infromasi Manajemen Pendidikan. Jakarta: PT. Smart Grafika.
                12. Rapina, dkk. 2011. Peranan Sistem Pengendalian Internal Dalam Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Kegiatan Operasional Pada Siklus Persediaa dan Pergudangan. Bandung: Univ.Kristen Maranatha.
                13. Tamodia. Widya. 2013. Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Intern Untuk Persediaan Barang Dagangan Pada PT. Laris Manis Utama Cabang Manado. Manado: Universitas Sam Ratulangi.
                14. Simarmata (2010:299). Rekayasa Perangkat Lunak. Yogyakarta: CV Andi Offset
                15. Simarmata. 2010:299
                16. 16,0 16,1 16,2 Simarmata, Janner. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak. Yogyakarta: CV Andi Offset.
                17. Mall. 2009. Rekayasa Perangkat Lunak 2. Jakarta: PT Rineka Cipta.
                18. Nugroho, Adi.(2010:6).Rekayasa Perangkat Lunak Menggunakan UML dan JAVA.Yogyakarta:Andi Offset
                19. Nugroho, Adi.(2010:10).Rekayasa Perangkat Lunak Menggunakan UML dan JAVA.Yogyakarta:Andi Offset
                20. Putra, Darma, S.Kom, MT. 2009. Sistem Biometrika. Yogyakarta:Andi Offset.
                21. DIR SDM, (2011:2). SK Direksi No 1504.K/DIR/2011. Jakarta:PT.PLN (Persero)
                22. DIR SDM, (2011:3). SK DIR No. No 1504.K/DIR/2011. Jakarta:PT.PLN (Persero).
                23. DIR SDM, (2011:3). SK DIR No. No 1504.K/DIR/2011. Jakarta:PT.PLN (Persero).
                24. Arif. Modul Dasar Pemrograman 2 Dengan Visual Basic Diambil dari:http://arifjt.staf.ump.ac.id/BAHAN_KULIAH/VB6/Bab_1.pdf. (27-06-2014)
                25. Mulyandi Rachman, Cynthia Ayu Wulan Dini. Januari 2014. "Aplikasi Absensi Pegawai Kecamatan Batuceper Tangerang Dalam Meningkatkan Akurasi Informasi". Tangerang. Jurnal CCIT. Vol 7 No 2.
                26. Sari Anas Fitri Catur, Lies Yulianto. Maret 2013. "Perancangan Sistem Informasi Absensi Menggunakan Finger Print di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal Kabupaten Pacitan". Surakarta. Seminar Riset Unggulan Nasional Informatika dan Komputer FTI UNSA 2013. Vol 2 No. 1.
                27. Nainggolan Sonya, 2010. Jurnal dengan judul Mengatasi masalah absensi.
                28. Anggoro Rudy Lud. Februari 2013. "Analisa Tingkat Absensi Terhadap Produktivitas Kerja dan Penentuan P3-1”. Sumatera:telaan staff PT.PLN (Persero) UIP Jaringan Sumatera I
                29. Laily Komariyatul Tri. "SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE INTREGRATED PERFORMANCE MEASUREMENTS SYSTEMS. Madura : Penelitian Jurusan Manajemen Informatika Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo.

                DAFTAR LAMPIRAN

                LAMPIRAN A

                Pada “Lampiran A” ini berisi tentang berkas-berkas yang diperlukan sebagai persyaratan Skripsi, diantaranya yaitu:

                Lampiran A.1  : Validasi Skripsi
                Lampiran A.2  : Daftar mata kuliah yang belum diambil atau gagal
                Lampiran A.3  : Formulir Permohonan Usulan Penelitian Skripsi
                Lampiran A.4  : Surat Pengantar Observasi Skripsi
                Lampiran A.5  : Kartu Studi Tetap Final (KSTF)
                Lampiran A.6  : Kartu Bimbingan Skripsi
                Lampiran A.7  : Daftar Nilai
                Lampiran A.8  : Kwitansi Sekripsi, Raharja Career, dan Sidang Skripsi
                Lampiran A.9  : Formulir Seminar Proposal Skripsi
                Lampiran A.10 : Formulir Final Presentasi Skripsi
                Lampiran A.11 : Formulir Pertemuan Stakeholder Skripsi
                Lampiran A.12 : Sertifikat Prospek 2012
                Lampiran A.13 : Sertifikat Jurnal dan Pemberitahuan Penerimaan Makalah
                Lampiran A.14 : Sertifikat Toefl
                Lampiran A.15 : Sertifikat Seminar Internasional
                Lampiran A.16 : Sertifikat Seminar Nasional
                Lampiran A.17 : Sertifikat Raharja Career
                Lampiran A.18 : Ijazah SMA
                Lampiran A.19 : Daftar Riwayat Hidup
                Lampiran A.20 : Validasi Sidang
                Lampiran A.21 : Form Pendaftaran Sidang

                LAMPIRAN B

                Pada “Lampiran B” ini berisi tentang berkas-berkas yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan sebagai persyaratan Skripsi, diantaranya yaitu:
                Lampiran B.1  : Hasil Wawancara PT. PLN (Persero)
                Lampiran B.2  : Bukti Observasi
                Lampiran B.3  : Surat Keterangan Dari PT. PLN (Persero)
                Lampiran B.4  : Surat Implementasi Dari PT PLN. (Persero)
                Lampiran B.5 : Surat Hibah
                Lampiran B.6  : Sertifikat Juara I Inovasi Tingkat PT PLN (Persero) P3B JB RC Jakban
                Lampiran B.7  : Sertifikat Juara I Inovasi Tingkat PT PLN (Persero) P3B JB RC Jakbar

                LAMPIRAN C

                Pada “Lampiran C” ini berisi tentang berkas-berkas hasil rancangan yang ada pada BAB IV, diantaranya yaitu:

                Lampiran C.1  : Printscreen Halaman Login
                Lampiran C.2  : Printscreen Halaman Menu Utama
                Lampiran C.3  : Printscreen Halaman Menu Data Departemen
                Lampiran C.4  : Printscreen Halaman Menu Data Pegawai
                Lampiran C.5  : Printscreen Halaman Menu Data Admin
                Lampiran C.6  : Printscreen Halaman Menu Data Jabatan
                Lampiran C.7  : Printscreen Halaman Menu Data Talenta
                Lampiran C.8  : Printscreen Halaman Menu Data Hak Akses
                Lampiran C.9  : Printscreen Halaman Menu Transaksi Hari Libur Nasional / Cuti Bersama
                Lampiran C.10 : Printscreen Halaman Menu Transaksi Absensi
                Lampiran C.11 : Printscreen Halaman Menu Transaksi Absensi Manual
                Lampiran C.12 : Printscreen Halaman Menu Transaksi Ketidakhadiran
                Lampiran C.13 : Printscreen Halaman Menu Laporan Master
                Lampiran C.14 : Printscreen Halaman Menu Laporan Absensi Per Divisi
                Lampiran C.15 : Printscreen Halaman Menu Laporan 10 Besar Kesiangan
                Lampiran C.16 : Printscreen Halaman Menu Laporan 10 Besar Ketidakhadiran
                Lampiran C.17 : Printscreen Halaman Menu Grafik