KP1312476552

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari


ANALISA PENERAPAN DIGITAL MARKETING UNTUK MEMPERLUAS

MEDIA PROMOSI SISTEM iLEARNING PLUS

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA





Logo stmik raharja.jpg



OLEH:

1312476552 Ninda Lutfiani



SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

(2015/2016)



LEMBAR PERSETUJUAN


ANALISA PENERAPAN DIGITAL MARKETING UNTUK MEMPERLUAS

MEDIA PROMOSI SISTEM iLEARNING PLUS

PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA



Diajukan guna melengkapi sebagian syarat untuk mengikuti Skripsi pada Jurusan Sistem Informasi Konsentrasi Business Intelligence

STMIK Raharja Tahun Akademik 2015/2016.




Tangerang, 20 Juni 2016




Dosen Pembimbing





( Ir. Untung Rahardja, M.T.I )

NID.99001



SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA



LEMBAR KEASLIAN KULIAH KERJA PRAKTEK



Saya yang bertandatangan di bawah ini,

NIM
: 1312476552
Nama
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
Konsentrasi
: Business Intelligence




Menyatakan bahwa Kuliah Kerja Praktek ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan atau duplikat dari Kuliah Kerja Praktek yang telah dipergunakan untuk melanjutkan dalam pembuatan Skripsi baik dilingkungan Perguruan Tinggi Raharja, maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.



Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab serta bersedia menerima sanksi jika ternyata pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang, 20 Juni 2016
Ninda Lutfiani
NIM.1312476552

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;




ABSTRAKSI

Era teknologi digital semakin berkembang dengan pesat hingga merambah ke seluruh dunia dan masuk ke berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat, salah satu bentuk kemajuan teknologi adalah pada dunia pendidikan. Metode pembelajaran jarak jauh iLearning Plus adalah salah satu bentuk teknologi yang saat ini terus berkembang, hasil dari inovasi pengembangan metode pembelajaran iLearning yang sebelumnya sudah diterapkan di Perguruan Tinggi Raharja. Kita sadari bahawa banyak institusi yang telah menerapkan metode pembelajaran secara online, namun banyak juga yang masih berkiblat pada metode lama yang terkesan tempo dulu. Adanya metode pembelajaran iLearning Plus seperti ini perlu adanya pemasaran yang baik serta penyebaran informasi yang lebih meluas dan pengadaan formulir pwndaftaran onoline. Inilah yang menjadi alasan mengapa penulis tertarik untuk mengangkat tema pemasaran pembelajaran iLearning Plus. Oleh karena itu, penulis ingin mengembangkan kearah digital marketing sebagai strategi pemasaran yang memanfaatkan official site iLearning Plus, jejaring sosial, mailchimlp dan media informasi digital lainnya. Dengan demikian penelitian ini lebih mengacu kepada bagaimana agar setiap informasi seputar metode pembelajaran iLearning Plus ini dapat di akses dengan mudah dan cepat, dimanapun dan kapanpun masyarakat dapat mengaksesnya tanpa batas.

"Keywords: iLearning, iLearning Plus, Pemasaran Digital




ABSTRACT

The era of digital technology is growing rapidly and extended to the whole world and into the various aspects of life of the community, one form of technological progress is the world of education. ILearning distance learning methods Plus is one form of technology that is currently growing, the result of the innovation development of iLearning learning methods previously applied in Higher Education Prog. We realize that many institutions have implemented online learning method, but many are still oriented to the old methods were impressed past. Plus their iLearning learning methods like this demands good marketing as well as more widespread dissemination of information and it need an online registration form. This is the reason why the authors are interested in learning marketing theme iLearning Plus. Therefore, the author wants to develop towards digital marketing as a marketing strategy that utilizes official site iLearning Plus, social networking, mailchimlp and other digital information media. This study therefore refers more to how to keep any information about this method of learning iLearning Plus can be accessed easily and quickly, wherever and whenever people can access it without limits.

Keywords: ilearing, iLearning Plus, Digital Marketing.




KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan Laporan Kuliah Kerja Praktek ini dengan judul “Analisa Penerapan Digital Marketing Untuk memperluas Media Promosi Sistem iLearning Plus Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Sekalipun banyak kesulitan yang penulis hadapi, namun semua itu adalah sebuah proses belajar dan pengalaman dengan hasil akhir yaitu Kuliah Kerja Praktek (KKP) ini terselesaikan dengan baik.

Tujuan penulisan Laporan Kuliah Kerja Praktek ini merupakan salah satu syarat yang harus di tempuh oleh mahasiswa sebelum melaksanakan Skripsi dalam jenjang Sarjana jurusan Sistem Informasi pada Perguruan Tinggi Raharja. Penulis menyadari tanpa doa, bimbingan dan dorongan dari semua pihak yang tercinta, maka penulisan Laporan Kuliah Kerja Praktek ini tidak akan berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Laporan Kuliah Kerja Praktek, antara lain :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Presiden Direktur Perguruan Tinggi Raharja dan juga sebagai Dosen Pembimbing yang telah berkenan memberikan bimbingan dengan penuh cinta serta semangat dan pengarahan kepada penulis.
  2. Bapak Drs. Po. Abas Sunarya, M.Si selaku Direktur Perguruan Tinggi Raharja.
  3. Ibu Nur Azizah, M.Akt , M.Kom selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi.
  4. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada Penulis.
  5. Kedua orang tua, serta adik yang telah memberikan dukungan, baik moril, materil maupun doa untuk keberhasilan kepada penulis.
  6. Mamoi Qurotul Aini, S.Kom yang senantiasa memberikan dukungan dan semangat serta arahan sehingga lebih semangat.
  7. Rekan-rekan grup UVO (Nikita Jova Tejosuwito sebagai partner BB yang selalu mensupport, Meylda Sarah Parwati, Sarah Riwanda Shofroh, Rizki Afri Liani Firmansyah dan Ayu Suciani).
  8. Hero Team (Endah Nirmala Dewi, Reza Alfiansyah, Komala Dewi P., dan Kitab Suci).
  9. Seluruh anggota REC yang telah memberikan dukungan dan masukan yang berarti kepada penulis dalam menyelesaikan Laporan Kuliah Kerja Praktek ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Kuliah Kerja Praktek ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun, penulis harapkan sebagai pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Semoga Laporan Kuliah Kerja Praktek ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Tangerang, 20 Juni 2016
Ninda Lutfiani
NIM. 1213476552

Daftar isi




DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Siklus Informasi

Gambar 2.2 CMS WordPress

Gambar 2.3 TPi (Ten Pillar IT iLearning)

Gambar 2.4 Logo iLearning Plus

Gambar 3.1 Logo Raharja

Gambar 3.2 Green Campus

Gambar 3.3 Pribadai Raharja

Gambar 3.4 Struktur Organisasi

Gambar 3.5 Use Case Diagram

Gambar 3.6 Sequence Diagram

Gambar 3.7 Activity Diagram

Gambar 3.8 Result iLearning+



DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Sejarah Perguruan Tinggi Raharja

Tabel 3.2 Jurusan/Prodi Pada STMIK Raharja

Tabel 3.3 Jurusan/Prodi Pada AMIK Raharja Informatika

Tabel 3.4 Visi Perguruan Tinggi Raharja

Tabel 3.5 Misi Perguruan Tinggi Raharja

Tabel 3.6 Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

Tabel 3.7 Strategi Project


DAFTAR SIMBOL


DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

 

DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM


DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dari waktu ke waktu Teknologi begitu berkembang dengan cepat, begitupun dunia pendidikan harus mengikuti perubahan dan perkembangan ini . Sebagai aspek terpenting dalam kehidupan, pendidikan harus selalu up to date. Internet dan perangkat digital adalah teknologi terkini yang bisa mendukung jalannya perkembangan tersebut. Kombinasi antara teknologi dan pendidikan ini tidak hanya melahirkan sebuah konsep belajar yang baru, namun juga dapat meningkatkan promosi akademik dengan strategi pemasaran yang tepat.

Perpaduan antara pendidikan dan teknologi ini juga senantiasa beriringan yang mana akan saling melengkapi satu sama lain, hal inilah yang membuat Perguruan Tinggi Raharja sebagai kampus unggulan di kota Tangerang untuk berkomitmen menjaga mutu dengan senantiasa membuat inovasi dan terobosan baru. Sehingga mampu melahirkan sebuah konsep yang menarik yaitu iLearning Plus, hasil inovasi dari iLearning sebelumnya. Perguruan Tinggi Raharja sudah menerapkan metode iLearning tersebut sejak tahun 2009, dimana iLearning itu sendiri adalah 4B (Belajar, Bekerja, Berdoa dan Bermain). Dengan demikian tercipta suasana belajar yang tidak monoton dan mendorong para mahasiswa menjadi lebih aktif lagi.

Adanya TPi (Ten Pilar IT iLearning) yang menjadi penguat di dalam iLearning Plus ini adalah sepuluh pilar yang saling terintegrasi satu sama lain demi kelancaran setiap kegiatan yang ada pada iLearning Plus. Kesepuluh pilar tersebut yaitu Rinfo (Rahaja info), iDu (iLearning education), Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning), iMe (iLearning Media), iDuHelp!, Rooster (Role Online System Ticketing Raharja), iRan (iLearning Raharja Ask and News), Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services) dan iRme (iLearning Raharja Multimedia e-Portofolio). Kesepuluh pilar tersebut telah terintegrasi dengan email resmi Perguruan Tinggi Raharja yaitu Rinfo sebagai magic.

Dalam iLearning Plus ini terdapat beberapa training online serta online learning atau yang biasa disebut dengan kuliah online yang flexible, dalam arti kuliah bisa dimanapun dan kapanpun. Jika sebelumnya promosi dilakukan dengan Maichimp dan sebuah Fanpage yang dijadikan wadah komunitas, maka sebagai metode pembelajaran masa kini iLearning Plus perlu sebuah metode pemasaran yang dapat menjangkau penyebaran informasi lebih meluas melalui digital marketing.

Digital marketing memanfaatkan berbagai teknologi digital seperti media sosial, mailchimp dan youtube sebagai media promosi, serta official site iLearning Plus yang menjadi website resmi iLearning Plus yang beralamat di http://ilp.raharja.ac.id/ sebagai sumber informasi. Berdasarkan permasalahan diatas, maka laporan Kuliah Kerja Praktek (KKP) ini mengambil judul “ANALISA PENERAPAN DIGITAL MARKETING UNTUK MEMPERLUAS MEDIA PROMOSI SISTEM iLEARNING PLUS PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA”.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah selalu diperlukan setiap kali mengadakan sebuah penelitian, yang dilanjutkan dengan pemecahan masalah. Sejalan dengan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, penelitian ini sangat jelas berhubungan dengan penerapan digital marketing untuk memperluas penyebaran informasi yang bersumberkan dari official site iLearning Plus, maka dengan penelitian tersebut penulis mengambil beberapa pokok permasalahan diantaranya:

  1. Bagaimana sistem yang berjalan saat ini untuk mempromosikan official site iLearning Plus?
  2. Apakah yang menyebabkan official site iLearning Plus perlu menerapkan digital marketing?
  3. Apakah manfaat dari digital marketing pada official site iLearning Plus?

Ruang Lingkup Penelitian

Untuk menghindari kekeliruan atau kesalah pahaman atas penelitian yang dilakukan ini, maka perlu dibuat batasan masalah. Sehingga tidak menimbulkan kesimpang siuran dan ketidak jelasan dalam pembahasan selanjutnya. Ruang lingkup yang akan di bahas dalam laporan ini yaitu mengenai Digital marketing pada official site iLearning Plus sebagai media promosi.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang ditetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Tujuan penelitian dijabarkan, biasanya menggunakan kata-kata kerja pembuka antara lain: menemukan, menjelaskan, menganalisis, menguraikan, menilai, menguji, membandingkan, menemukan hubungan antara, memperoleh data atau pengetahuan atau keterangan tentang peneliti.

Beberapa sifat yang harus dipenuhi sehingga tujuan penelitian dikatakan baik yaitu: spesifik, terbatas, dapat diukur, dan dapat diperiksa dengan melihat hasil penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan operational
    1. Mengetahui sistem untuk promosi pada official site iLearning Plus yang berjalan saat ini.
    2. Mengetahui penyebab pentingnya digital marketing pada official site iLearning Plus.
    3. Mengetahui manfaat dari digital marketing pada official site iLearning Plus.
  2. Tujuan fungsional
    1. Mampu menganalisa seberapa penting digital marketing pada official site iLearning Plus.
    2. Mampu menganalisa penyebab yang membuat digital marketing diperlukan pada official site iLearning Plus
    3. Mampu menganalisa manfaat dari digital marketing pada official site iLearning Plus
  3. Tujuan individual
    1. Menambah ilmu pengetahuan dalam sebuah laporan KKP ini.
    2. Sebuah pengalaman untuk melanjutkan skripsi selanjutnya.
    3. Menambah wawasan karena banyak manfaat yang di dapat dalam KKP ini

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian akan terasa ketika semua tujuan penelitian ini tercapai. Manfaat penelitian ini diharapkan juga dapat membantu banyak orang untuk mempersingkat waktu dalam mengetahui informasi metode pembelajaran iLearning Plus secara online dan ter up to date. Dan diharapkan manfaat dari metode iLearning Plus ini juga dapat membantu lebih menluasnya jangkauan informasi seputar iLearning Plus.

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

  1. Dapat menerapkan sebuah pemasaran baru, secara digital dengan memanfaatkan media digital

  2. Dapat mengetahui metode pemasaran digital marketing yang mengarahkan Official site iLearning Plus mendapat jangkauan yang lebih luas.

  3. Mengetahui kendala-kendala pada sistem pemasaran yang ada di Official site iLearning Plus pada Perguruan Tinggi Raharja.

Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan kumpulan peraturan, prosedur dan kegiatan yang digunakan agar dapat disiplin. Penelitian merupakan suatu penyelidikan untuk mendapatkan sebuah pengetahuan, juga suatu penyelidikan agar mendapatkan sebuah masalah yang terdapat jawabannya. Dalam pembuatan Laporan Kuliah Kerja Praktek, penulis menggunakan metode sebagai berikut:

Metode Pengumpulan Data

Pada metode pengumpulan data, penulis melakukan beberapa tahapan yaitu sebagai berikut:

Metode Observasi (Pengamatan)

Peneliti telah melakukan pengamatan secara langsung terhadap proses promosi yang terdapat pada Perguruan Tinggi Raharja. Kemudian dari pengamatan yang telah dilakukan, peneliti dapat mengumpulkan data sebagai sumber informasi dalam hal membantu dalam proses menganalisa untuk penerapan digital marketing.

Metode Wawancara

Dilakukan terhadap pembimbing di Perguruan Tinggi Raharja sebagai narasumber, untuk mengetahui cara-cara peningkatan promosi melalui digital marketing.

Metode Pustaka

Studi pustaka adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menyimpan informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Studi pustaka seperti mempelajari laporan penelitian, buku-buku, karangan ilmiah dan sumber-sumber lain yang berhubungan dengan peningkatan promosi melalui digital marketing. Selain itu juga mempelajari web-web referensi dari Perguruan Tinggi lain untuk membantu dalam penyajian informasi yang akan ditampilkan.

Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan dalam membuat penulisan laporan dan pembahasanya secara sistematis, maka penulisan laporan KKP ini terdiri dari beberapa sub bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang informasi umum, yaitu latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, waktu dan tempat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini dijelaskan beberapa definisi yang sesuai dengan penelitian dan beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian.

BAB III PEMBAHASAN

Bab ini berisikan gambaran dan sejarah singkat Perguruan Tinggi Raharja, struktur organisasi, permasalahan yang dihadapi, alternatif pemecahan masalah, analisa proses, sistem yang berjalan serta alternatif pemecahan masalah. (Unified Modelling Language) sistem yang berjalan, serta alternatif pemecahan masalah.

BAB IV PENUTUP

Bab ini Berisikan kesimpulan dan saran dari hasil laporan KKP.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Untuk mendukung penulisan laporan ini, selain menerangkan informasi umum yang ditulis pada Bab I, juga perlu dikemukakan beberapa teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai landasan dalam penulisan laporan ini

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

Definisi Sistem

Menurut Jogiyanto H.M. (2010:34) [1], bahwa Sistem (system) didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen

  1. Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu

  2. Dengan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dikutip dari buku Bambang Hartono (2013:10)[2],Menurut Bonita J.,bahwa Sistem adalah any group of interrelated components or parts which function together to achieve goal (Sehimpunan bagian-bagian atau komponen yang saling berkaitan dan secara bersama-sama berfungsi atau bergerak untuk mencapai suatu tujuan)

Dari definisi di atas tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah kumpulan komponen-komponen yang terdiri dari sub-sub sistem yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk menghasilkan output yang diinginkan.

Karakteristik Sistem

Menurut Tata Sutabri (2012:20)[3], sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1) Komponen Sistem (Components System)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan memengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2) Batas Sistem (Boundary System)

Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

3) Lingkungan Luar Sistem (Environment System)

Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang memengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus di kendalikan. Kalau tidak, maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem tersebut.

4) Penghubung Sistem (Interface System)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

5) Masukan Sistem (Input System)

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

6) Pengolahan Sistem (Processing System)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

7) Keluaran Sistem (Output System)

Hasil energi diolah dan di klasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsitem lain.

8) Sasaran Sistem (Objective) dan tujuan (Goals)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

Klasifikasi Sistem

Menurut Agus Mulyanto (2009 : 8)[4] mengatakan bahwa sistem pun dapat di klasifikasikan dalam beberapa sudut pandang, sebagai berikut :

  1. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System) Sistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep, misalnya sistem teologi yang berisi gagasan tentang hubungan manusia dan tuhan. Sedangkan sistem fisik (physical system) adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat, misalnya sistem komputer, sistem sekolah, sistem akuntansi dan sistem transportasi.

  2. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System) Sistem deterministik (deterministic system) adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat, misalnya sistem komputer. Sedangkan sistem probabilistik (probabilistic system) adalah sistem yang tak dapat di ramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas, misalnya sistem arisan dan sistem sediaan, kebutuhan rata-rata dan waktu untuk memulihkan jumlah sediaan dapat ditentukan tetapi nilai yang tepat sesaat tidak dapat ditentukan dengan pasti.

  3. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia(Human Made System) Sistem Alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi karena alam, misalnya sistem tata surya. Sedangkan sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang dibuat oleh manusia, misalnya sistem komputer.

  4. Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System) Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan, dengan kata lain sistem ini tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya reaksi kimia dalam tabung yang ter isolasi. Sedangkan sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya sistem perusahaan dagang.

  5. Sistem Sederhana (Simple System) dan Sistem Kompleks (Complex System) Berdasarkan tingkat kerumitannya, sistem dibedakan menjadi sistem sederhana (misalnya sepeda) dan sistem kompleks (misalnya otak manusia).

Konsep Dasar Data

Definisi Data

Untuk memahami informasi, tidak dapat dipisahkan dengan adanya data. Untuk itu sebelum memahami konsep dasar informasi, dalam hal ini akan dibahas mengenai data. Berikut ini adalah beberapa definisi data menurut para ahli.

Menururt Yakub dan Vico Hisbanarto (2014:13)[5], Data merupakan satu kesatuan yang menggambarkan suatu kejadian (event) atau kesatuan nyata (fact). Fakta merupakan segala sesuatu yang tertangkap oleh panca indra manusia. Fakta dalam istilah keilmuan merupakan hasil observasi yang obyektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun.

Menurut McLeod J.R. (2014), data adalah suatu kenyataan yang menggambarkan adanya kejadian (event), data terdiri dari fakta (fact) dan angka yang secara related tidak berarti bagi pemakai.

Data dapat berupa angka, ukuran, kata, kalimat, tulisan uraian cerita, gambar, bahan mentah seperti kejadian, fenomena atau peristiwa yang belum memiliki ciri-ciri informatif dan belum di informasikan keberadaannya,sehingga diperlukan pengolahan. Dengan demikian untuk dapat memahaminya makan diperlukan prosedur pengolahan misalnya perhitungan pengukuran terhadap data-data yang dimilikinya.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas mengenai data, maka dapat disimpulkan bahwa data merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu yang lebih bermanfaat dan berguna.

Klasifikasi Data

Menurut Sutabri (2012:3)[6],, data itu sendiri dapat diklasifikasikan menurut jenis, sifat, dan sumber. Mengenai penjelasan klasifikasi data tersebut akan diurai dibawah ini:

  1. Klasifikasi data menurut jenis data, yaitu:
    1. Data Hitung (Enumeration atau Counting Data)
      Data hitung adalah hasil penghitungan atau jumlah tertentu. Yang termasuk data hitung adalah presentase dari suatu jumlah tertentu.
    2. Data Ukur (Measurement Data)
      Data ukur adalah data yang menunjukan ukuran mengenai nilai sesuatu. Angka yang ditunjukan alat barometer atau termometer adalah hasil proses pengukuran.
  2. Klasifikasi data menurut sifat data, yaitu:
    1. Data Kuantitatif (Quantitative Data)
      Data kuantitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan.
    2. Data Kualitatif (Qualitative Data)
      Data kualitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat sesuatu. Penggolongan fakultas-fakultas pada universitas negeri menjadi fakultas exacta dan fakultas non-exacta merupakan pemisahan menurut sifatnya.
  3. Klasifikasi data menurut sumber data, yaitu:
    1. Data Internal
      Data internal adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil observasi yang dilakukan sendiri, bukan data hasil karya orang lain.
    2. Data External
      Data external adalah data hasil observasi orang lain. Seseorang boleh saja menggunakan data untuk suatu keperluan, meskipun data tersebut hasil kerja orang lain. Data external ini terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu:
      1. Data External Primary
        Data eksternal primer adalah data dalam bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemiliknya sendiri, yakni orang yang melakukan observasi sendiri.
      2. Data External Secondary
        Data eksternal sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi melainkan melalui seseorang atau sejumlah orang lain.

Pengolahan Data

Menururt Yakub dan Vico Hisbanarto (2014:17) [5], Metode pengolahan data meliputi; manual, electromechanical, punched card equipment, dan electronic computer.

  1. Metode manual, merupakan pengolahan data yang semua operasi datanya dilakukan dengan tangan dan bantuan alat-alat.

  2. Metode electromechanical, merupakan pengolahan data dengan menggabungkan semua orang dan mesin.

  3. Metode punched card equipment, merupakan pengolahan data yang menggunakan semua alat yang disebut sistem warkat unit (unit record system)

  4. Metode electronic computer, merupakan pengolahan data dengan menggunakan komputerisasi,

Konsep Dasar Informasi

Definisi Informasi

Menurut Sutabri (2012:29)[6],“Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diinterprestasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan”.

Menurut Jogiyanto (1999) dalam buku Yakub dan Vico Hisbanarto (2014:18) [5], informasi di definisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu betuk yang lebih berguna atau berarti bagi penerimanya, menggambarkan suatu kejadian (event) secara nyata (fact) dan digunakan untuk pengambilan keputusan.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu.

Kualitas Informasi

Dikutip dari pendapat Yakub dan Vico Hisbanarto (2014:20) [5], kualitas informasi (quality of information) tergantung dari accurate, timeliness, dan relevance.

  1. Akurat (accurancy), berati infomasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan terbanyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merusak informasi. Komponen akurat meliputi:

    1. Completeness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

    2. Correctness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.

    3. Security, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.

  2. Tepat waktu (timeleness), berarti informasi datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.

  3. Relevan (relevance), berarti informasi mempunyai manfaat untuk pemakainya dan relevansi informasi untuk tiap-tiap orang akan berbeda-beda.

Nilai Informasi

Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost). Namun, dalam kenyataannya informasi untuk mendapatkannya biaya yang tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula.

Menurut Agus Mulyanto (2009:247) [4], suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

Menurut Gordon B. Davis dalam buku Sutarman (2012:14) [7], Nilai Informasi dikatakan sempurna apabila perbedaan antara kebijakan optimal, tanpa informasi yang sempurna dan kebijakan optimal menggunakan informasi yang sempurna dapat dinyatakan dengan jelas.

Siklus Informasi

Menurut Sutabri (2012:33)[6], data diolah melalui suatu model informasi, kemudian si penerima akan menangkap informasi tersebut untuk membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan. Tindakan si penerima menjadi sebuah data baru. Data tersebut akan ditangkap sebagai input dan diproses kembali lewat suatu model, dan seterusnya sehingga membentuk suatu siklus. Siklus inilah yang disebut Siklus Informasi (Information Cycle).

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima informasi kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, sehingga menghasilkan suatu tindakan yang lain yang membuat sejumlah data kembali. Data tersebut diinput, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya hingga membentuk suatu siklus. Siklus ini oleh John Burch disebut dengan nama siklus informasi (information cycle).

Gambar 2.1 Siklus Informasi

Fungsi Informasi

Menurut Hutahaean (2014:9)[8], fungsi utamanya yaitu menambah pengetahuan atau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi, karena informasi berguna memberikan gambaran tentang suatu permasalahan sehingga pengambil keputusan dapat dapat menentukan keputusan lebih cepat, informasi juga memberikan standard, ataupun maupun indikator bagi pengambil keputusan.

Konsep Dasar Sistem Informasi Dan Teknologi Informasi

Definisi Sistem Informasi

Menurut O’brian, J.A. (2005) dalam buku Yakub dan Vico Hisbanarto (2014:33) [5], sistem informasi merupakan kombinasi teratur dari orang-orang hardware, software, jaringan komunikasi, dan sumber daya data untuk mengumpulkan serta menyebarkan informasi dalam organisasi.

Menurut Rainer, T.P. (2006) dalam buku Yakub dan Vico Hisbanarto (2014:33) [5], sistem informasi merupakan suatu kegiatan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu.

Meurut Laudon, K.C., dan Laudon, J.P. (2007) dalam buku Yakub dan Vico Hisbanarto (2014:34)[5], sistem informasi merupakan sekumpulan komponen yang saling berhubungan untuk mengumpulkan atau mendapatkan, meyimpan, dan mendistribusikan informasi guna menunjang oengambilan keputusan dalam organisasi.

Komponen Sistem Informasi

Menurut Yakub dan Vico Hisbanarto (2014:36)[5], sistem informasi merupakan susunan yang terdiri dari beberapa komponen. Komponen sistem informasi terdiri dari:

  1. Blok masukan (input block), blok masukan memiliki data yang masuk ke dalam sistem informasi, dan metode-metode untuk menangkap data yang dimasukkan.

  2. Blok teknologi (technology block), blok teknologi digunakan untuk menerima input, menyimpan, mengakses data, menghasilkan data mengirimkan keluaran dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari teknisi (brainware), perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware).

  3. Blok model (model block), blok model terdiri dari kombinasi prosedur logika dan model matematik untuk memanipulasi data input dan data yang tersimpan.

  4. Blok keluaran (output block), blok keluaran merupakan keluaran atau informasi yang berkualitas dan berguna untuk semua tingkatan manajemen.

  5. Blok data (database block), blok basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan di perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) untuk memanipulasinya.

Klasifikasi Sistem Informasi

Sistem informasi dapat dibentuk sesuai kebutuhan organisasi masing-masing. Oleh karena itu, untuk dapat menerapkan sistem yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan, pelaksanaan, pengaturan, dan evaluasi sesuai keinginan masing-masing organisasi. Klasifikasi sistem informasi tersebut sebagai berikut :

  1. Sistem informasi berdasarkan level organisasi.

  2. Dikelompokkan menjadi level operasional, level fungsional dan level manajerial.

  3. Sistem informasi berdasarkan aktivitas manajemen.

  4. Dikelompokkan menjadi sistem informasi perbankan, sistem informasi akademik, sistem informasi kesehatan, sistem informasi asuransi dan sistem informasi perhotelan.

  5. Sistem informasi berdasarkan fungsionalitas bisnis.

  6. Dikelompokkan menjadi sistem informasi akuntansi, sistem informasi keuangan, sistem informasi manufaktur, sistem informasi pemasaran dan sistem informasi sumber daya manusia.

Tujuan Sistem Informasi

Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi (Information) dari bentuk data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. (Jogiyanto H.M., 2010:13)[1],

Tujuan sistem informasi terdiri dari Kegunaan (Usefulness), Ekonomi (Economic), Keandalan (Realibility), Pelayanan Langganan (Customer Service), Kesederhanaan (Simplicity), dan Fleksibilitas (Fleksibility).

  1. Kegunaan (Usefulness).

  2. Sistem harus menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan untuk pengambilan keputusan manajemen dan personil operasi di dalam organisasi

  3. Ekonomi (Economic)

  4. Semua bagian komponen sistem termasuk laporan-laporan, pengendalian-pengendalian, mesin-mesin harus menyumbang suatu nilai manfaat setidak-tidaknya sebesar biaya yang dibutuhkan.

  5. Keandalan (Reliability).

  6. Keluaran sistem harus mempunyai tingkatan ketelitian yang tinggi dan sistem itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif bahkan pada waktu komponen manusia tidak hadir atau saat komponen mesin tidak beroperasi secara temporer.

  7. Pelayanan Pelanggan (Customer Service).

  8. Sistem harus memberikan pelayanan dengan baik atau ramah kepada para pelanggan. Sehingga sistem tersebut dapat diminati oleh para pelanggannya.

  9. Kesederhanaan (Simplicity).

  10. Sistem harus cukup sederhana sehingga terstruktur dan operasinya dapat dengan mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti.

  11. Fleksibilitas (Fleksibility).

  12. Sistem harus cukup fleksibel untuk menangani perubahan-perubahan yang terjadi,kepentingan nya cukup beralasan dalam kondisi dimana sistem beroperasi atau dalam kebutuhan yang diwajibkan oleh organisasi.

Deifinis Teknologi Sistem Informasi

Pendapat yang dikemukakan oleh Rainer T.P. (2006) dalam buku Yakub dan Vico (2014:169) [5], TI adalah kumpulan sumber daya informasi organisasi, para pengguna, manajemen yang menjalankan, infrastruktur dan semua sistem informasi dalam organisasi.

Menurut Lucas (Munir, 2008) dalam buku Yakub dan Vico (2014:169) [5], TI adalah segala bentutk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronik, mikro komputer, komputer mainframe, pembaca barkode, perangkat lunak proses transaksi, lembar kerja, serta peralatan komunikasi dan jaringan.

Teori Khusus

Konsep Dasar Internet

Definisi Internet

Menurut Munir (2009) dalam buku Yakub dan Vico (2014:137) [5], internet merupakan media untuk berbagai informasi dan ber interaksi kapan serta di mana saja.

Menurut Sibero (2011) [9], “internet (Interconnected Network) adalah jaringan komputer yang menghubungkan antar jaringan secara global, internet dapat juga disebut jaringan dalam suatu jaringan yang luas. Seperti hal nya Jaringan komputer lokal maupun jaringan komputer area, internet juga menggunakan protokol komunikasi yang sama yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)”.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa internet adalah jaringan global yang terdiri dari jaringan-jaringan yang saling berhubungan yang memungkinkan terjadinya penyebaran informasi diantara jaringan-jaringan tersebut.

Sejarah Internet

Menurut Irwansyah (2014:26)[10], Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969 melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) dimana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.

Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, dimana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969 dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung. sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu MILNET untuk keperluan militer dan ARPANET baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA internet, yang kemudian disederhanakan menjadi internet.

Konsep Dasar Website

Definisi Website

Menurut Arief(2011:7)[11], “Web adalah salah satu aplikasi yang berisikan dokumen-dokumen multimedia (teks, gambar, suara, animasi, video) di dalamnya yang menggunakan protokol HTTP (hypertext transfer protocol) dan untuk mengakses nya menggunakan perangkat lunak yang disebut browser”.

Menurut Simarmata (2010:47)[12], “Web adalah sebuah sistem dengan informasi yang disajikan dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain yang tersimpan dalam sebuah server web internet yang disajikan dalam bentuk hypertext”.

Menurut Murad (2013:49)[13], “Web adalah sistem dengan informasi yang disajikan dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lainnya yang tersimpan dalam sebuah server web internet yang disajikan dalam bentuk hypertext”.

Menurut Murad(2013:49)[13], Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan websiteadalah sebuah tempat di internet, yang menyajikan informasi dengan berbagai macam format data seperti text, image, bahkan video dan dapat diakses menggunakan berbagai aplikasi client sehingga memungkinkan penyajian informasi yang lebih menarik dan dinamis dengan pengelolaan yang terorganisasi.

Jenis-Jenis Website

Menurut Arief (2011:8)[11], ditinjau dari aspek content atau isi, web dapat dibagi menjadi 2 jenis,yaitu: web statis and web dinamis. Selain dari sisi content atau isi, web statis and web dinamis dapat dilihat dari aspek teknologi yang digunakan untuk membuat jenis web tersebut. Adapun jenis-jenis web:

  1. Web statis adalah web yang isinya atau content tidak berubah-ubah. Maksudnya adalah isi dari dokumen web tersebut tidak dapat diubah secara cepat dan mudah. Ini karena teknologi yang digunakan untuk membuat dokumen web ini tidak memungkinkan dilakukan perubahan isi atau data. Teknologi yang digunakan untuk web statis adalah jenis client side scripting seperti HTML, Cascading Style Sheet (CSS). Perubahan isi atau data halaman web statis hanya dapat dilakukan dengan cara mengubah langsung isinya pada file mentah web tersebut.

  2. Web dinamis adalah jenis web yang content atau isinya dapat berubah-ubah setiap saat. Web yang banyak menampilkan animasi flash belum tentu termasuk web dinamis karena dinamis atau berubah-ubah isinya tidak sama dengan animasi. Untuk melakukan perubahan data, user cukup mengubahnya langsung secara online di internet melalui halaman control panel atau administrasi yang biasanya telah disediakan untuk user administrator sepanjang user tersebut memiliki hak akses yang sesuai.

Konsep Dasar Wordpress

Definisi Wordpress

Menurut Cahyo Anggoro Seto (2015) [14] WordPress adalah sebuah aplikasi sumber terbuka (open source) yang sangat populer digunakan sebagai mesin blog (blog engine). WordPress dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data (database) MySQL. PHP dan MySQL, keduanya merupakan perangkat lunak sumber terbuka (open source software). Selain sebagai blog, WordPress juga mulai digunakan sebagai sebuah CMS (Content Management System) karena kemampuannya untuk di modifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. WordPress adalah penerus resmi dari b2/cafelog yang dikembangkan oleh Michel Valdrighi. Nama WordPress diusulkan oleh Christine Selleck, teman ketua pengembang (developer),

Gambar 2.2 Wordpress

Sejarah Wordpress

Sejarah WordPress dimulai saat Matt Mullenweg yang merupakan pengguna aktif dari b2 mengetahui bahwa proses pengembangan b2 dihentikan oleh pemrogramanya (programmer) yang bernama Michel Valdrighi, Matt Mullenweg merasa sayang dan mulai melanjutkan pengembangan b2 . WordPress muncul pertama kali di tahun 2003 hasil kerja keras Matt Mullenweg dengan Mike Little. Yang membuat WordPress makin terkenal, selain karena banyaknya fitur dan tampilan yang menarik, adalah juga karena dukungan komunitas terhadap peran perangkat lunak umber terbuka untuk blog.

WordPress.com merupakan situs layanan blog yang menggunakan mesin WordPress, didirikan oleh perusahaan Automatic. Dengan mendaftar pada situs WordPress.com, pengguna tidak perlu melakukan instalasi atau konfigurasi yang cukup sulit. Sayangnya, pengguna WordPress.com tidak dapat mengubah template standar yang sudah disediakan. Artinya, pengguna tidak dapat menambahkan aksesori apa pun selain yang sudah disediakan. Meski demikian, fitur yang disediakan oleh WordPress.com sudah cukup bagus. Adapun keunggulan dari wordpress antara lain yaitu gratis, berbasis kode (open source), pengoperasiannya mudah, satu blog Wordpress dapat digunakan untuk banyak pengguna (multi user) sehingga wordpress sering digunakan untuk blog komunitas dimana anggota komunitas tersebut dapat berperan sebagai kontributor.

Plugin Wordpress

Menurut Wordpress.org, WordPress Plugin adalah sebuah atau seperangkat program aplikasi tambahan yang berisi fungsi script dalam bahasa PHP yang memberikan fitur-fitur atau layanan yang spesifik untuk meningkatkan fungsi dalam penggunaan blog wordpress, yang dapat digabungkan dengan blog menggunakan akses poin dan metode yang disediakan oleh wordpress.

Konsep Dasar Analisa SWOT

Definisi Analisa SWOT

Menurut Yakub dan Vico (2014:131) [5], analisa SWOT merupakan bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat atau memberi gambaran. Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai factor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusi masing-masing.

  1. Kekuatan (strength/S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi.

  2. Kelemahan (weakness/W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi.

  3. Peluang (opportunity/O), adalah sistuasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang bagi organisasi di masa depan.

  4. Ancaman (threat/T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dan mengancam eksistensinya di masa depan.

Konsep Dasar iLearning

Definisi iLearning

Menurut Untung Rahardja (2014:370)[15], iLearning adalah mengintegrasikan sumber daya dalam menjalankan dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menggunakan iPad, dimana iPad memiliki aplikasi pendukung pembelajaran dan masih banyak lainnya. Sistem iLearning yang ada sudah cukup baik, namun belum efektif dan beragam karena pelaksanaan ujian nya masih terpaku pada konsep paper based. Dengan menggunakan konsep computer based saat pelaksanaan ujian akan menentukan mutu kualitas dalam proses pembelajaran iLearning.

Menurut Susanto (2013:24-25)[16], Pembelajaran iLearning adalah sistem pembelajaran yang modern, inovatif,and fleksibel. Sistem pembelajaran yang mengoptimalkan kinerja otak, baik otak kanan maupun otak kiri, ingatan, kecerdasan dan kreativitas bekerja, tidak terikat ruang dan waktu, berbasis 4B (Belajar, Bekerja, Bermain, dan Berdoa). Serta menggunakan suatu device teknologi terbaru yaitu iPad.

TPI (Ten Pillar IT iLearning)

Menurut Untung Rahardja (2014:104)[17], untuk memudahkan pengelolaan dan meningkatkan kepuasan pelayanan kepada civitas akademika Perguruan Tinggi Raharja terutama dalam mendukung perkuliahan menggunakan metode iLearning maka perlu adanya 10 Pillar IT iLearning Perguruan Tinggi Raharja. Output yang diperoleh adalah merupakan hasil dari penelitian Tridarma Perguruan Tinggi antara dosen dengan mahasiswa yang diwadahi oleh REC (Raharja Enrichment Centre).

Gambar 2.3 TPi (Ten Pillar IT iLearning)

Copyright konten yang ada pada TPi seluruhnya adalah milik Perguruan Tinggi Raharja. Sistem Arsitektur pada Perguruan Tinggi Raharja terdiri dari 10 (sepuluh) pilar IT iLearning, meliputi: iRme (iLearning Raharja Multimedia e-Portfolio), Rinfo (Email Raharja.info), iDu (iLearning Education), iRan (iLearning Raharja Ask & News), iDuHelp! (iLearning Education Help), Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning), Rooster (Role Online System Ticketing Raharja), Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services), iMe (iLearning Media), dan iSur (iLearning Survey).

Konsep Dasar iLearning Plus

Definisi iLearning Plus

Nama iLearing Plus diambil dari sebuah inovasi perkembangan dari metode pembelajaran iLearning sebelumnya yang sudah diterapkan di Perguruan Tinggi Raharja. Lalu Istilah iLearning berawal dari pemikiran perkembangan metode pembelajaran dengan menggunakan teknologi iPad di Perguruan Tinggi Raharja, yang dicetuskan pertama kali oleh Ir. Untung Rahardja, M.T.I, yang berisi 4B (Belajar, Bermain, Berdoa dan Bekerja). Arti dari When study is not all about classroom merupakan pembelajaran yang menyediakan kemudahan dan fleksibilitas, mahasiswa dapat mengontrol waktu belajar kapan pun mereka inginkan dan tidak mengharuskan diri untuk tatap muka atau standby di kampus.

Logo iLearning Plus

Logo merupakan suatu gambar atau sekedar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, organisasi, negara, lembaga, dan hal lainnya membutuhkan sesuatu yang singkat dan mudah diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya.

Logo harus memiliki filosofi dan kerangka dasar berupa konsep dengan tujuan melahirkan sifat yang berdiri sendiri atau mandiri. Logo lebih lazim dikenal oleh penglihatan atau visual, seperti ciri khas berupa warna dan bentuk logo tersebut.

Huruf L yang diartika dalam penulisan iLearning adalah melambangkan perubahan 90o yang artinya adalah iLearning Plus ini berubah 90o dari iLearning sebelumnya, pembelajaran yang tadinya harus selalu ada di dalam kelas tetapi dengan iLearning Plus ini pembelajaran tidak harus selalu ada di kampus atau di dalam kelas.Kata dari tulisan Plus mengartikan kelebihan dari iLearning sebelumnya, jadi iLearning Plus ini pembelajaran yang sangan fleksibilitas dan mahasiswa tidak harus standby di kelas melainkan bisa melakuka akses dimanapun.

Filosofi Warna iLearning Plus

  1. Warna Hijau mencerminkan kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian/persaudaraan, warna hijau ini juga melambangkan kampus kita, yang dikenal dengan sebutan green campus.

  2. Warna Oranye adalah kombinasi energi dari warna merah dan dari warna kuning. Warna ini sering dihubungkan dengan kegembiraan, warna oranye ini mencerminkan kesuksesan yang artinya adalah dengan adanya iLearning Plus ini kita dapat belajar dan dapat meraih kesuksesan.

Gambar 2.4 Logo iLearning Plus

Konsep Dasar Pemasaran

Definisi Pemasaran

Disebagian besar masyarakat, pemasaran atau marketing sering diartikan sebagai proses penjualan barang dan jasa, tetapi apabila dilihatlebih mendalam pemasaran mempunyai aspek yang lebih luas dari pada pengertian tersebut. Berikut ini adalah pendapat ahli tentang pengertian pemasaran tersebut.

Menurut (Gary, Wong, Philip Kotler, & John Saunders, 2008) Pemasaran adalah mengelola hubungan pelanggan dengan menguntungkan. Tujuan ganda dari pemasaran adalah untuk menarik pelanggan baru dengan menjanjikan nilai superior dan mempertahankan pelanggan saat ini dan tumbuh dengan memberikan kepuasan.

Menurut Kolter dan Amstrong dalam Sukotjo (2010:213) Marketing ia a social and managerial process by which indoviduals and groups obtain what they need and want through creating and exchanging product value with others, definisi pemasaran tersebut dapatdiketahui bahwa pemsaran merupakan suatu sistem dari kegiatan bisnis yang saling berhubungan dan ditujukan untuk merencanakan, mendistribusikan dan mempromosikan barang dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen.

Definisi Digital Marketing

E-Marketing menurut (Chaffey & Mayer, 2009) adalah pemasaran yang memiliki lingkup lebih luas karena mengacu pada media digital seperti web, e-mail dan media nirkabel, tetapi juga meliputi pengelolaan data pelanggan digital, dan juga bagaimana Internet dapat digunakan bersama dengan media tradisional untuk memperoleh dan memberikan layanan kepada pelanggan.

Saat ini semuanya menjadi elektronik. marketer menggunakan teknologi untuk melakukan kegiatan usaha. E-marketing menciptakan, berkomunikasi, dan memberikan proses nilai kepada pelanggan yang menggunakan sistem teknologi informasi, dan untuk mengelola dan memelihara hubungan dengan pelanggan untuk mendapatkan manfaat bagi organisasi atau perusahaan dengan para stakeholder (J.a.F.R.Strauss, 2009). E-marketing menggunakan metode teknologi informasi ke dalam prinsip-prinsip pemasaran tradisional.

Dalam jurnal (Hidayat & Tobing, 2012) di katakan bahwa pemasaran dengan digital marketing mempunyai kaitan yang sangat kuat. jika seseorang mulai mengeksplorasi bisnis pemasaran melalui internet ia akan segera menemukannya bahwa daripada mencari beberapa pelanggan, dia sekarang akan memiliki kemampuan untuk mencapai jutaan pelanggan dari pendekatan global dan kelompok yang lebih spesifik dan juga dari pelanggan yang lebih dekat dengannya juga, daya tarik juga lebih luas daripada bisnisnya yang di miliki sebelumnya. Dia bisa menggunakan media sosial sebagai pasar, dan juga memiliki pasar yang ditargetkan.

Tujuan Digital Marketing

Tujuan yang terdapat pada Digital Marketing ini mencakupi aspek: tugas, apa aja yang harus dicapai; jumlah yang terukur, berapa banyak, kapan. Sebagian besar digital marketing bertujuan untuk mencapai berbagai tujuan, seperti:

  1. Meningkatkan pangsa pasar.
  2. Meningkatkan jumlah komentar pada sebuah blog atau website.
  3. Meningkatkan pendapatan penjualan.
  4. Mengurangi biaya, misalnya,biaya distribusi atau promosi.
  5. Mencapai tujuanmerek, seperti meningkatkan kesadaran merek.
  6. Meningkatkan ukuran database.
  7. Mencapai tujuan Customer Relationship Management, seperti meningkatkan kepuasan pelanggan, frekuensi pembelian, atau tingkat referensi pelanggan.
  8. Memperbaiki manajemen rantai suplai, seperti dengan meningkatkan koordinasi anggota, menambahkan mitra, atau mengoptimalkan tingkat persediaan.

Kelebihan Digital Marketing

Menurut (Jagdish N. Sheth, 2005) dalam jurnalnya yang berjudul “International E-Marketing: Opportunities and Issues.” mengatakan keuntungan utama e-marketing adalah mengurangi biaya dan meningkatkan jangkauan.

Dengan adanya digital marketing ini, membuat biaya platform lebih rendah daripada platform pemasaran lainnya seperti face-to-face atau perantara penjual / distributor Selain itu, memungkinkan perusahaan untuk menjangkau pelanggan yang tidak dapat diakses karena keterbatasan waktu dan lokasional dari saluran distribusi yang ada. Dengan demikian dapat meningkatkan jangkauan dan mengurangi biaya.

Strategi Digital Marketing

Menurut Jagdish N. S. & Sharma, A. (2005) dalam jurnalnya yang berjudul “International E-Marketing: Opportunities and Issues.” mengatakan e-marketing strategy memerlukan pemanfaatkan jaringan komunikasi yang ada dan muncul dan data untuk memberikan komunikasi pribadi dan tidak terputus antara perusahaan dan pelanggan dan memberikan nilai di atas jaringan tradisional Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan strategi digital marketing adalah strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran secara online.

Menurut Chaffey, dan Smith (2008, P. 51) menentukan strategi pemasaran bisa menggunakan konsep marketing mix yang artinya suatu kerangka kerja yang menyiapkan konseptual membantu pemasar untuk menstruktur pendekatan mereka kepada setiap pasar. Ini harus diterapkan kembali dalam dunia online. Marketing mix ini dibagi menjadi 7P yaitu sebagai berikut :

  1. Product (Content, Customisation, Community)
    Pelayanan yang baru melalui media Digital Marketing yang sudah dibangun dapat memberikan pengalaman yang bagus pada pelanggan mengenai merek yang dijual perusahaan, contohnya penyediaan pelayanan pelanggan secara online, penyediaan informasi yang lengkap tentang produk dan membentuknya komunitas melalui media internet, dan juga menambah nilai pada produk/jasa yang ditawarkan.
  2. Price (Cost reduction)
    Penawaran harga yang lebih murah dalam melalui media internet , seperti memberi diskon pada barang yand di beli secara Online atau layanan extra dalam pembelian pada jumlah tertentu.
  3. Place
    Media internet dapat menyediakan channel yang baru dan relatif lebih praktis untuk digunakan dalam berinteraksi dan juga berkomunikasi dengan perusahaan.
  4. Promotion
    Media Internet telah menyediakan kesempatan dan juga kemudahan kepada perusahaan untuk melakukan promosi dengan cepat, murah dan juga dapat menjangkau masyarakat yang luas secara efektif. Yang terutama dalam mix promosi ini adalah mengkombinasikan alat yang sudah tersedia untuk dapat membantu keberhasilan digital marketing yang telah diluncurkan.
  5. Physical evidence, People, Process
    Poin marketing mix berikut ini merupakan sangat penting perannya karena dalam membentuk pengalaman bagi pelanggan. People ini berperan penting karena dalam mensukseskan pelayanan pelanggan, process dan Physical berperan penting dalam mengembangan digital marketing di karenakan kualitas proses dan feedback dari pelanggannya. Sehingga dalam mengembangkan digital marketing yang baik, marketing mix ini harus di perhatikan dan di utamakan.


Konsep Dasar Literature Review

Definisi Literature Review

Menurut Guritno (2011:86)[18],Literature Review dalam suatu penelitian adalah mengetahui apakah para peneliti lain telah menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitian yang kita rumuskan. Jika dapat menemukan jawaban pertanyaan penelitian tersebut dalam berbagai pustaka atau laporan hasil penelitian yang paling aktual, maka kita tidak perlu melakukan penelitian yang sama.

Langkah-Langkah Literature Review

Menurut Guritno (2011:87)[18],dalam melakukan kajian literature review, langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi kesenjangan (indentify gaps) penelitian ini.

  2. Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel) sehingga banyak menghemat waktu serta menghindari kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain. indentify gaps penelitian ini.

  3. Mengidentifikasi metode yang pernah dilakukan dan relevan terhadap penelitian ini.

  4. Menerusakan capaian penelitian sebelumnya sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat dibangun di atas platform pengetahuan atau ide yang sudah ada.

  5. Mengetahui orang lain yang ahli dan mengerjakan di area penelitian yang sama sehingga dapat terjaring dalam komunitas yang dapat memberikan kontribusi sumber daya berharga.

Jenis-Jenis Penelitian

Menurut Guritno (2011:22)[18], jenis-jenis penelitian yaitu: Jenis-jenis penelitian berdasarkan fungsi nya. Secara umum penelitian mempunyai dua fungsi utama, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperbaiki praktik.

  1. Penelitian Dasar (basic research) disebut pula penelitian murni (pure research atau penelitian pokok (fundamental research). Penelitian ini diarahkan pada pengujian teori dengan hanya sedikit atau bahkan tanpa menghubungkan hasilnya untuk kepentingan praktik.

  2. Penelitian Terapan (applied research) berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis, yaitu penerapan dan pengembangan pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata.

  3. Penelitian Evaluasi (evaluation research) fokus pada suatu kegiatan dalam unit (site) tertentu. Kegiatan tersebut dapat berbentuk program, proses, ataupun hasil kerja; sedangkan unit dapat berupa tempat, organisasi, ataupun lembaga

Literature Review

Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai Pemasaran secara online atau Digital Marketing dan penelitian lain yang berkaitan hingga meningkatkan peringkat universitas. Oleh karena itu, ini perlu dilakukan studi pustaka (literature review) sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya yaitu :

  • Penelitian yang dilakukan oleh Mukhamad Masrur pada tahun 2011.[19],Penelitian ini berjudul “LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS DALAM PENINGKAT DAYA SAING UNIVERSITAS MENGGUNAKAN TEKNLOGI INFORMASI". Beberapa strategi agar web universitas dapat meningkat peringkatnya dalam webometric adalah dengan meningkatkan hal-hal menjadi penilaian dari webometric. Hal ini berarti perlu dilakukan langkah-langkah dalam meningkatkan seperti size,visibility, richfile, scholar. Dalam meningkatkan daya saing menggunakan langkah strategi melalui Search Engine Optimization (SEO) dan webometric sebagai jalur alternative pencapaian cita-cita menuju World ClassUniversity yang semakin terbuka.

  • Penelitian yang dilakukan oleh Brian Lee pada tahun 2014.[20],Penelitian ini berjudul “ANALISA PENERAPAN DAN PERKEMBANGAN DIGITAL MARKETING PADA ZARA".Penelitian ini dilakukan di Universitas Bina Nusantara. Menjelaskan tentang strategi digital marketing sebagai pendukung dalam pemasaran dari ZARA. Dengan ini bermaksud untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap customer dengan jangkauan yang lebih luas.

  • Penelitian yang dilakukan oleh Choerul Umam pada tahun 2014.[21] yang berjudul "PERANCANGAN SISTEM INFORMASI WEBSITE PROMOSI PADA JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK RAHARJA". Penelitian dilakukan di Perguruan Tinggi Raharja yaitu adalah salah satu perguruan tinggi unggulan di Kota Tangerang yang berorientasi didalam bidang Teknologi Informasi. Sebagai lingkup perguruan tinggi dalam menyelenggarakan proses belajar dan mengajar dalam kurun waktu yang cukup lama, maka dengan ini bermaksud untuk memberikan pelayanan informasi yang berkualitas bagi para mahasiswa dengan mengadakan Sistem Informasi Website Promosi Pada Jurusan Sistem Informasi STMIK Raharja khususnya pada konsentrasi Sistem Informasi Manajemen.Pengembangan ini dapat membuktikan bahwa Perguruan Tinggi Raharja yang merupakan pelopor pendidikan di Kota Tangerang mampu membuktikan kemajuan arah pendidikan yang modern dalam bidang Teknologi Informasi. Berbagai sarana informasi yang ditampilkan pada Website Promosi Jurusan Sistem Informasi inimerupakan suatu trobosan yang sangat strategis dalam menerapkan teknologi baru pada kegiatan sistem informasi pada lingkup pendidikan serta dilengkapi forum diskusi yang akan mewadahi dalam proses belajar sehingga dapat leluasa dalam mempelajari ilmu yang akan di dapat. Dengan adanya website ini kebutuhan akan informasi selalu tersedia dan dapat diakses oleh mahasiswa kapan saja dengan mudah dan cepat sehingga pelayanan dan komunikasi terhadap mahasiswa menjadi lebih baik.

  • Penelitian yang dilakukan oleh Eka Purnama Harahap pada tahun 2015.[22].membahas tentang sistem gamifikasi ZPreneur sebagai penunjang pembelajaran IT Preneurship di Perguruan Tinggi Raharja.

  • Penelitian yang dilakukan oleh Ray Indra Taufik Wijaya pada tahun 2014[23] yang berjudul ”PERANCANGAN SISTEM INFORMASI OFFICIAL SITE iLEARNING PLUS SEBAGAI MEDIA PROMOSI TRAINING ONLINE". Penelitian ini membahas tentang bagaimana cara mempromosikan Training Online yang ada pada official site iLearning Plus dengan menggunakan Mailchimp.


  • BAB III

    PEMBAHASAN

    Gambaran Perusahaan

    Maraknya perguruan tinggi di Kota Tangerang khususnya dalam bidang IT (Information Technology) nyatanya masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan data secara terkomputerisasi di setiap bidang.

    Di dalam dunia perkantoran, baik instansi pemerintah maupun swasta sangat dunia komputer, alat-alat canggih, serta otomatis lainnya sangatlah berkembang dengan pesat sehingga setiap saat selalu berubah-ubah. Dan oleh sebab itu, Perguruan Tinggi Raharja yang memiliki misi tersendiri, turut andil membantu program pemerintah demi mencerdaskan bangsa Indonesia dan meningkatkan SDM untuk menghadapi blue ocean.

    Para pendiri Perguruan Tinggi Raharja telah bertekad membantu pemerintah untuk membantu pemerintah dan masyarakat kota Tangerang dengan berdirinya Perguruan Tinggi Raharja yang dilaksanakan oleh Yayasan Nirwana Nusantara (YRI). Perguruan Tinggi Raharja tercata berdiri pada tahun 2001 dan merupakan pendidikan terbaik dalam bidang pendidikan komputer.

    Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja

    Awal mula Perguruan Tinggi Raharja hanyalah sebuah lembaga kursus komputer yang diberi nama LPPK (Lembaga Pendidikan dan Penelitian Komputer) Raharja. Saat itu, LPPK bertempat di Jalan Gatot Subroto KM.2 Harmoni Mas Cimone, Tangerang. Sepak terjang berdirinya Perguruan Tinggi Raharja dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut ini:

    Tabel 3.1 Sejarah Perguruan Tinggi Raharja

    Akan tetapi idak hanya sampai disini saja, dalam rangka meningkatkan mutu serta kualitas lulusan RAHARJA yang telah disesuaikan dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Raharja, dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 tahun sudah berdiri Universitas RAHARJA.

    Jurusan/Program Studi Peguruan Tinggi Raharja

    1. Jurusan/Prodi STMIK Raharja

    2. Tabel 3.2 Jurusan/Prodi Pada STMIK Raharja

      Tabel 3.2. Merupakan tabel jurusan/prodi yang terdapat pada STMIK Raharja yang terdiri dari 3 (tiga) jurusan, yaitu Sistem Informasi, Teknik Informasi, dan Sistem Komputer.

    3. Jurusan/Prodi AMIK Raharja Informatika

    4. Tabel 3.3 Jurusan/Prodi Pada AMIK Raharja Informatika

      Tabel 3.3. Merupakan tabel jurusan/prodi yang terdapat pada AMIK Raharja Informatika yang terdiri dari 3 (tiga) jurusan, yaitu Manajemen Informatika, Teknik Informasi, dan Komputer Akutansi.

    Visi dan Misi Perguruan Tinggi Raharja

    Visi Perguruan Tinggi Raharja

    Tabel berikut ini merupakan Visi Perguruan Tinggi Raharja:

    Tabel 3.4 Visi Perguruan Tinggi Raharja
    Misi Perguruan Tinggi Raharja

    Demi mencapai Visi yang telah di gariskan, Perguruan Tinggi Raharja senantiasa berupaya untuk melaksanakan misinya sebagaimana tabel dibawah ini:

    Tabel 3.5 Misi Perguruan Tinggi Raharja

    Visi dan misi di atas harus dipahami serta di dekati dengan kesadaran komitmen pada kualitas yang menjadi target dalam manajemen dan sistem pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja. Kualitas sebagai sebuah dimensi yang merupakan bagian dari apa yang disebut “Total Qualitas Manajemen”. Konsep berpikir kualitas terdiri dari: performance (kinerja), feature (fasilitas), durability (daya tahan), reliability (kehandalan), conformity (kesesuaian), esthetic (keindahan), dan easy to be repaired (kemudahan perbaikan). Dan di dalam ketujuh elemen tersebut, merupakan perhatian utama manajemen dan sistem pendidikan Perguruan Tinggi Raharja yang dituangkan dalam ISO9001 : 2008 (Sistem Manajemen Mutu Raharja).

    Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

    Demi menjalankan apa yang menjadi motto sebuah instansi, maka Perguruan Tinggi Raharja memiliki tujuan yang terangkum dalam tabel 3.4 dibawah ini:

    Tabel 3.6 Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

    Gambar 3.1 Logo Perguruan Tinggi Raharja

    Panca warna yang digunakan adalah merah, hijau, biru, abu-abu dan putih dengan makna :

    1. Warna merah melambangkan kedinamisan dan keberanian melakukan terobosan-terobosan baru.

    2. Warna hijau mencerminkan kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian/ persaudaraan.

    3. Warna biru mencerminkan keabadian dan kesahajaan.

    4. Warna abu-abu mencerminkan kemajuan pemikiran, kemodernan dan keintelegensian.

    5. Warna putih mencerminkan ketulusan dan keikhlasan.

    Arti Nama Raharja

    Arti kata Raharja diinspirasikan dari motto kota dan kabupaten Tangerang, yaitu Bhakti Karya Adhi Kerta Raharja dan Setya Karya Kerta Raharja yang artinya adalah kesejahteraan dan dalam arti luas adalah keinginan dan niat pendiri untuk membantu pemerintah ikut serta dalam membangun masyarakat yang sejahtera melalui penguasaan teknologi informasi dan komputer. Get The Better Future By Computer Science (meraih sukses yang gemilang dengan ilmu komputer) merupakan motto dari Perguruan Tinggi Raharja.

    Arti Green Campus

    Gambar 3.2 Green Campus

    Sesuai dengan namanya, Green Campus berarti Kampus Hijau. Hingga makna dari Kampus Hijau itu sendiri terbagi menjadi Green atau biasa disebut dengan Green Leaves yang dapat diartikan ‘masih hijau’. Dalam arti luasnya menjadi generasi muda Indonesia adalah bibit unggul yang masih hijau dan Green Campus memberi potensi untuk melahirkan generasi pribadi yang matang serta berguna bagi bangsa dan Negara. Sedangkan Green dalam konteks Green Power memiliki arti financial. Sebagai instansi pendidikan, Green Campus dapat memberi power untuk menopang seluruh aktifitas perkuliahan demi menciptakan pribadi raharja yang dapat mandiri secara financial (financially independent).

    Arti Pribadi Raharja

    Gambar 3.3 Pribadai Raharja

    Pribadi Raharja merupakan cerminan almamater Perguruan Tinggi Raharja yang wajib memiliki keyakinan bahwa perguruan tinggi benar-benar harus merupakan lembaga ilmiah dan kampus benar-benar harus merupakan masyarakat ilmiah. Perguruan tinggi sebagai almamater (ibu asuh) merupakan suatu kesatuan yang bulat dan mandiri.

    Pribadi Raharja mencakup empat unsur Civitas Akademika, yaitu Dosen, Staff/Karyawan Administratif, mahasiswa serta alumni. Dimana civitas tersebut harus manunggal melalui almamater, berbakti kepada almamater dan mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara melalui almamter dengan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Struktur Organisasi

    Di dalam organisasi, instansi, maupun perusahaan harus mempunyai sebuah struktur organisasi yang digunakan untuk memudahkan pengkoordinasian dan penyatuan usaha untuk menunjukkan kerangka hubungan di antara fungsi, bagian maupun tugas dan wewenang serta tanggung jawab anggota organisasi. Disamping itu pula untuk menunjukkan rantai (garis) perintah dan kerangkapan fungsi yang diperlukan dalam suatu organisasi. Hal tersebut serupa dengan Perguruan Tinggi Raharja yang memiliki struktur organisasi manajemen sebagai berikut:

    Gambar 3.4 Stuktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja

    Tugas dan Tanggung Jawab

    Seperti halnya di dalam sebuah perusahaan, Perguruan Tinggi Raharja di dalam manajemen akademiknya terdapat bagian-bagian yang mempunyai tugas dan kewajiban dalam menyelesaikan semua pekerjaannya.

    Berikut adalah wewenang serta tanggung jawab bagian-bagian yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, yaitu sebagai berikut :

    1. Presiden Direktur

    Wewenang :

    1. Menyelenggarakan program kerja yang berpedoman pada visi, misi, fungsi dan tujuan pendirian Perguruan Tinggi Raharja.
    2. Menyelenggarakan kegiatan dan pengembangan pendidikan, penelitian serta pengabdian pada masyarakat.
    3. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan administrasi.
    4. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menunjang terwujudnya Tri Darma Perguruan Tinggi.

    Tanggung Jawab :

    1. Pemimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga edukatif, mahasiswa, tenaga administrasi dan terhadap lingkungan.

    2. Direktur

    Wewenang:

    1. Merupakan wakil presiden direktur.
    2. membantu presiden direktur dalam berbagai kegiatan.

    3.Pembantu (Bidang Akademik)

    Wewenang :

    1. Menjalankan program kebijaksanaan akademik.
    2. Mengawasi dan membina serta mengembangkan program studi sesuai kebijaksanaan yang telah digariskan.
    3. Membina dan mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
    4. Mengadakan afiliasi.
    5. Membina dan mengembangkan kelembagaan.

    Tanggung Jawab :

    1. Membantu ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.


    4.Pembantu Direktur II (Administrasi)

    Wewenang :

    1. Melaksanakan dan mengelola seluruh kegiatan administrasi dan keuangan.
    2. Membina dan mengembangkan kepegawaian.
    3. Mengadakan sarana dan prasarana kepegawaian.

    Tanggung Jawab :

    1. Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang keuangan dan administrasi.

    5. Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)

    Wewenang :

    1. Membina kegiatan kemahasiswaan.
    2. Membina kehidupan mahasiswa dalam kampus sehingga dapat mengembangkan penalaran.
    3. Membina dan mengawasi kegiatan lembaga mahasiswa serta unit kegiatan khusus akademik.

    Tanggung Jawab :

    1. Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang kemahasiswaan serta pelayanan kesejahteraan mahasiswa.

    6.Asisten Direktur Akademik

    Wewenang :

    1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan proses belajar mengajar.
    2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staff binaannya.
    3. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
    4. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya.
    5. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.
    6. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.
    7. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen.

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab atas penyusunan JRS yang efektif dan efisien, pengimplementasian pelaksanaan proses belajar mengajar, kemajuan kualitas pelayanan akademik yang berkesinambungan, dan kelancaran proses belajar mengajar.

    7. Kepala Jurusan

    Wewenang:

    1. Mengusulkan kepada Assisten Direktur Akademik tentang perubahan mata kuliah dan materi kuliah yang dianggap telah kadaluarsa bahkan perubahan kurikulum jurusan.
    2. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang kenaikan honor dosen binaannya.
    3. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pengadaan seminar, pelatihan, penambahan kelas perkuliahan pengangkatan dosen baru dan pemberhentian dosen.
    4. Memberikan kebijakan administratif Akademik seperti cuti kuliah, perpindahan jurusan, ujian susulan, dan pembukaan semester pendek.
    5. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pembukaan peminatan/konsentrasi baru dalam jurusannya.
    6. Memberikan sanksi Akademik kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib Perguruan Tinggi Raharja.

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan pengimplementasian kurikulum, SAP dan bahan ajar, monitoring kehadiran dosen dalam perkuliahan, jam konsultasi dan tugas-tugas yang disampaikan ke dosen, terlaksananya penelitian, seminar, pembinaan prestasi akademik mahasiswa dan peningkatan jumlah mahasiswa dalam jurusannya.

    8. Asisten Direktur Finansial

    Wewenang:

    1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pembuatan budget pada setiap bagian dan pelaksanaan pemakaian dana.
    2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor, pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
    3. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya dan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab atas penyusunan budgeting pada setiap bagian, dan tersedianya dana atas budget yang telah disetujui.
    2. Bertanggung jawab atas kemajuan kualitas pendanaan aktifitas yang berkesinambungan.
    3. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

    9. Layanan Keuangan Mahasiswa(LKM)

    Wewenang:

    1. Mengusulkan prosedur layanan keuangan kepada Asisten Direktur Finansial
    2. Mengusulkan tentang unit baru yang dibutuhkan kepada Asisiten Direktur Finansial.

    Tanggung Jawab:

    1. Bertanggung jawab atas kelancaran proses penerimaan keuangan mahasiswa
    2. Bertanggung jawab atas penagihan tunggakan mahasiswa.


    10. Asisten Direktur Operasional(ADO)

    Wewenang :

    1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan pelayanan proses belajar mengajar
    2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staff binaannya.
    3. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
    4. Memberikan kebijaksanaan pelaksanaan layanan pada bidangnya.
    5. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.
    6. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab atas penyusunan kalender akademik tahunan.
    2. Bertanggung jawab atas pengimplementasian pelaksanaan dan kualitas pelayanan yang berkesinambungan pada bidangnya.
    3. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

    11. Registrasi Perkuliahan dan Ujian(RPU)

    Bagian registrasi perkuliahan dan ujian terdiri dari dua bagian antara lain:

    A. Layanan Registrasi Mahasiswa (LRM)

    Wewenang :

    1. Berwenang memberikan kebijakan yang berhubungan dengan proses registrasi mahasiswa.
    2. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya
    3. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan
    4. Mengusulkan kepada ADO untuk pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.

    Tanggung Jawab:

    1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan registrasi POM mulai dari persiapan hingga pada penutupan setiap semesternya.
    2. Bertanggung jawab atas pelaksanaan registrasi batal tambah dan jumlah mahasiswa yang melakukan POM.
    3. Bertanggung jawab atas seluruh informasi mengenai registrasi mahasiswa.

    B. Perkuliahan dan Ujian (PU)

    Wewenang :

    1. Mengusulkan kepada ADO atas prosedur pelaksanaan pelayanan proses belajar mengajar serta kebijakan yang diambil.
    2. Mengusulkan kepada ADO tentang pengangkatan dan pemberhentian staff binaannya.
    3. Memberikan sanksi kepada staff binaannya yang dianggap telah melanggar tata tertib karyawan.
    4. Mengusulkan kepada kepala jurusan untuk kelas perkuliahan yang dapat dibuka.

    Tanggung Jawab :

    1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pendokumentasian perkuliahan dan ujian.

    Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

    Prosedur Sistem Yang Berjalan

    Dalam proses menganalisa sistem berjalan, penelitian ini menggunakan program Unified Modelling Language (UML) untuk menggambarkan prosedur dan proses yang berjalan saat ini.

    Use Case Diagram Sistem Yang Berjalan

    Gambar 3.5 Use Case Diagram

    Berdasarkan gambar 3.5 Use Case Diagram diatas yaitu :

    1. Terdapat 1 sistem mencakup proses kegiatan yang berjalan

    2. 2 (dua) Actor, yaitu publisher dan calon mahasiswa baru

    3. 4 (empat) Use Case, yaitu Promosi iLearning Plus (iLP), Menerima Infortmasi Dari Petugas iLP, Datang Ke Perguruan Tinggi Raharja dan Submit Data Diri

    Sequence Diagram Sistem Yang Berjalan

    Berikut ini adalah Sequence Diagram yang menggambarkan tahapan dari sistem yang berjalan:

    Gambar 3.6 Sequence Diagram

    Berdasarkan gambar 3.6 Sequence Diagram diatas terdapat :

    1. 1 actor melalukan aktivitas sebagai calon mahasiswa baru

    2. 4 message menggambarkan urutan kegiatan proses tahapan pengiriman informasi dari ilp.raharja.ac.id.

    3. Untuk deskripsi Squence Diagram, terdapat seorang actor yang melakukan aktivitas untuk mencari informasi melalui website ilp.raharja.ac.id. Selanjutnya dari pihak publisher akan memberikan informasi dengan adanya postingan, tutorial dan lain sebagainya. Feedback setelahnya, actor akan datang ke Perguruan Tinggi Raharja untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan pihak marketing seputar info juruasn yang akan di ampuh.

    Activity Diagram Sistem Yang Berjalan

    Berikut ini adalah Activity Diagram Sistem Yang Berjalan yang menggambarkan alur aktivitas dari sistem yang berjalan

    Gambar 3.7 Activity Diagram

    Berdasarkan gambar 3.6 Activity Diagram diatas terdapat :

    1. 1 (satu) Initial Node, objek yang diawali dengan Publisher memberikan promosi pada official site iLearning Plus.

    2. 4 (empat) Action State, berawal dari publisher yang mengirimkan promosi hingga informasi didapat oleh calon mahasiswa dan melanjutkan konsultasi dengan divisi marketing

    3. 1 (satu) Activity Final Node, objek yang diakhiri.

    Permasalahan Yang Dihadapi dan Alternatif Pemecahan Masalah

    Permasalahan Yang Dihadapi

    Berdasarkan project yang telah dianalisa mengenai proses promosi yang berbasis digital marketing pada official site iLearning Plus yang beralamat resmi di ilp.raharja.ac.id, saat ini sistem berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja sudah cukup baik. Namun, seiring dengan semakin meningginya tingkat digitalisasi pada segala aspek maka perkembangan serta performa yang ditampilkan harus lebih maksimal lagi dimana tidak adanya social media serta form pendaftaran online. Untuk membantu mempermudah dalam penyebaran informasi, tidak hanya mengandalkan dari penyebaran informasi yang dilakukan melalui official site iLearning Plus. Karena tidak semua pengunjung gemar membaca, untuk itu diperlukan sebuah pendekatan yang lebih mengikuti perkembangan jaman dan menjadi minat masayarakat.

    Oleh karena itu, berdasarkan analisa ini dari segi kekurangan serta kebutuhan terhadap sistem hendaknya :

    1. Tampilan ilp.raharja.ac.id lebih informatif

    2. Sistem dapat memberikan kemudahan untuk mahasiswa dan calon mahasiswa.

    3. Terdapat social media yang lebih beragam dan form pendaftaran online.

    Alternatif Pemecahan Masalah

    Setelah melalui proses meneliti serta mengamati dari beberapa permasalahan yang terjadi pada sistem yang berjalan, dimulai dari tidak terarahnya proses penyebaran informasi dengan kurang memanfaatkan social media secara maksimal serta tampilan site yang kurang menarik dan belum adanya form untuk pendaftaran online yang tersedia pada official site iLearning Plus. Oleh karena itu dibuatlah 3(tiga)alternatif pemecahan dari masalah yang dihadapi yaitu pertama, diperlukannya sistem form pendaftaran bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung menjadi pribadi raharja dalam kelas iLearning Plus ini. Kedua, mendaftarkan official site iLearning Plus pada google maps sehingga pada saat dilakukan pencarian dengan keyword “iLearning+” akan langsung menampilkan site tersebut berada pada posisi atas dari result yang didapat.

    Gambar 3.8 result iLearning+

    Dan yang terakhir membuat beberapa akun social media yang belum dimiliki seperti instagram dan twitter, selain itu juga dengan terus konsisten menjaga penyebaran mailchimp dan video.

    Alternatif Pemecahan Masalah

    Sebagai langkah untuk memudahkan penulis dalam memecahkan permasalahan yang ada, oleh karenya dibuatlah 15 strategi dibawah ini:

    Tabel 3.7 Strategi Project

    BAB IV

    PENUTUP

    Kesimpulan

    Dari analisa yang telah dijabarkan pada BAB I dalam rumusan masalah terhadap sistem yang ada saat ini di ruang lingkup Perguruan Tinggi Raharja, maka dapat disimpulkan bahwa Official Site ilp.raharja.ac.id merupakan suatu sistem open source yang sangat dibutuhkan sebagai sumber informasi untuk penunjang promosi seputar iLearning Plus. Namun demikian keberadaannya harus senantiasa berkembang dengan baik khususnya dari tampilan site yang terkesan kurang menarik. Dalam pengimplementasian Digital marketing terdapat pencapaian melalui 15 strategi.

    Berdasarkan dari analisa yang telah dilakukan pada Perguruan Tinggi Raharja, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

    1. Sistem yang berjalan saat ini masih statis sehingga perlu di adakannya pembaharuan tampilan.

    2. Mendapatkan informasi yang cukup jelas mengenai Kegiatan mahasiswa, Hasil karya mahasiswa, visi dan misi, struktur organisasi, dan alur promosi iLearning Plus.

    3. Manfaat dari Offical Site ilp.raharja.ac.id ini yaitu dapat memberikan informasi mengenai aktivitas, kegiatan, profil dari sistem pembelajaran iLearning plus dan mempermudah para mahasiswa serta calon mahasiswa untuk mengaksesnya.


    Kesimpulan

    Adapun saran yang dapat diajukan guna mengoptimalkan kinerja dari sistem baru yang diusulkan antara lain :

    1. Dilakukan sosialisasi tentang iLearning Plus dengan metode pemasaran digital marketing yang lebih luas dengan mengikuti iklan berbayar seperti yang sering di jumpai di internet.

    2. Selanjutnya diharapkan sistem yang baru dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan dalam promosi iLearning Plus STMIK Raharja melalui official site iLearning Plus.

    3. Diharapkan agar sistem pada official site ilp.raharja.ac.id sebagai media informasi yang bermanfaat bagi Perguruan Tinggi Raharja dan juga bermanfaat oleh banyak orang. Serta dapat menarik minat masyarakat untuk berkuliah tanpa harus bimbang antara pekerjaan atau pendidikan.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. 1,0 1,1 Jogiyanto.2012. Pengantar Sistem Informasi YAKUB. Jakarta: Graha Ilmu
    2. Hartono, Bambang. 2013. Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer. Jakarta: Rineka Cipta.
    3. Sutabri, Tata. 2012. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
    4. 4,0 4,1 Mulyanto, Agus. 2009. Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
    5. 5,00 5,01 5,02 5,03 5,04 5,05 5,06 5,07 5,08 5,09 5,10 5,11 Yakub. Hisbanarto, Vico. 2014. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
    6. 6,0 6,1 6,2 Sutabri, Tata. 2012. Konsep Dasar Informasi. Yogyakarta: Andi.
    7. Sutarman. 2012. Buku Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Bumi
    8. Hutahaean, Jeperson. 2014. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.
    9. Sibero, F.X Alexander. 2011. Kitab Suci Web Programming. Jakarta:MediaKom.
    10. Irwansyah, Edi. Jurike V. Moniaga. 2014. Pengantar Teknologi Informasi. Jogyakarta: Deepublish.
    11. 11,0 11,1 Arief. M. Rudyanto. 2011. Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP & MySQL. Yogyakarta: Andi.
    12. Simarmata. Janner. 2010. Rekayasa Web. Yogyakarta: Andi.
    13. 13,0 13,1 Murad. Dina Fitria, Kusniawati. Nia, Asyanto. Agus. 2013. Aplikasi Intelligence Website Untuk Penunjang Laporan PAUD Pada Himpaudi Kota Tangerang. Jurnal CCIT. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja. Vol. 7, No. 1, September 2013.
    14. Seto, Cahyo Anggoro. (2015, Januari). Analisa Sistem Ecommerce Dengan Metode Content Management System Zpreneur Dalam Mendukung Kegiatan Entrepreneurship Di Perguruan Tinggi Raharja. Tersedia di http://widuri.raharja.info/index.php?title=KP1233372674
    15. Rahardja, Untung, Muhamad Yusup, Qurotul Aini. 2014. Aplikasi Campus Learning System iOU (ntegrated Online Ujian) Dalam Mendukung Kegiatan iLearning Education (iDu) Pada Perguruan Tinggi. Tangerang: CCIT Journal. Vol. 7 No. 3 - Mei 2014. ISSN: 1978-8282
    16. Rahardja, Susanto. 2013. Penerapan Sistem iREC Guna Mendukung Kegiatan Penelitian Ilmiah Pada Perguruan Tinggi. Tangerang: CCIT Journal. Vol. 7 No. 1 - September 2013. ISSN: 1978 - 8282
    17. Rahardja, Untung, Khanna Tiara, Ray Indra Taufik Wijaya. 2014. Penerapan Rinfo Sebagai Media Pendukung Untuk Proses Pembelajaran Pada Perguruan Tinggi Raharja. Tangerang: CCIT Journal. Vol. 8 No. 1 - September 2014. ISSN: 1978-8282.
    18. 18,0 18,1 18,2 Guritno, Suryo, Sudaryono dan Untung Rahardja. 2011. Theory and Application of IT Research Metodologi Penelitian Teknologi Informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset.
    19. Masrur, Mukhamad. "Langkah-Langkah Strategis Dalam Peningkatan Daya Saing Universitas Menggunakan Teknologi Informasi". Vol. 1, No, 2, Juli 2011.
    20. Lee, Brian. "ANALISA PENERAPAN DAN PERKEMBANGAN DIGITAL MARKETING PADA ZARA". Universitas Bina Nusantara, Juli 2014.
    21. Umam, Choerul. 2014. Perancangan Sistem Informasi Website Promosi Pada Jurusan Sistem Informasi STMIK Raharja. Tangerang: Laporan Skripsi Perguruan Tinggi Raharja
    22. Eka, PHRP. "ANALISA MANAJEMEN SISTEM GAMIFIKASI ZPRENEUR SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN PADA PERGURUAN TINGGI"Tangerang: Laporan KKP Perguruan Tinggi Raharja
    23. Taufik Wijaya.Ray.Indra. 2014. "Perancangan Sistem Informasi Official Site iLearning Plus Sebagai Media Promosi Training Online”. Tangerang: Laporan Skripsi Perguruan Tinggi Raharja.

    Contributors

    Ninda Lutfiani