Hipotesis

Dari Widuri
Lompat ke: navigasi, cari

Hipotesis: yang berisi dugaan/jawaban sementara atas suatu fenomena/permasalahan penelitian yang masih perlu diuji kebenarannya dengan bukti-bukti/data[1]. Manfaatnya memberikan penuntun dalam meneliti. Penelitian ilmiah pada umumnya untuk menguji hipotesis.

Hipotesis dinyatakan dalam bentuk :

- Hipotesis penelitian (research hypothesis) atau H1 atau hipotesis alternatif – pernyataan dari apa yang diharapkan akan terjadi.

- Hipotesis nul (null hypothesis) atau H0 – pernyataan yang menunjukkan tidak ada perubahan.

Tipe hipotesis ada dua :

- Directional (one tailed test) - dapat menunjukkan arah jawaban,

- Non directional(two-tailed test) – tidak dapat menunjukkan arah jawaban

Contoh:

- Hipotesis directional

Hipotesis nul : H0 : tidak ada perbedaan tinggi badan antara pria dan wanita. 
Hipotesis alternatif : H1 : Pria lebih tinggi dari wanita.

- Hipotesis non-directional

H0: tidak ada perbedaan tinggi badan antara pria dan wanita. 
H1 : ada perbedaan tinggi badan antara pria dan wanita. 

Hipotesis yang dibuat harus konsisten dengan masalah penelitian yang telah dirumuskan. Perlu ada teori/argumen yang dapat dipertanggung-jawabkan untuk dukung jawaban sementara tersebut.

Contoh :

Masalah penelitian : Apakah mahasiswa dengan raut muka berikut ini berhubungan dengan jumlah uang saku yg mereka peroleh ? (a. marah, b. gembira, c. sedih)

Hipotesis :

H0 - Tidak ada hubungan antara raut muka berikut ini dengan jumlah uang saku yang diperoleh mahasiswa (a. marah, b. gembira, c. sedih) 
H1 - Ada hubungan antara raut muka berikut ini dengan jumlah uang saku yang diperoleh mahasiswa (a.marah, b. gembira, c. sedih) 

Pada umumnya penelitian deskriptif tidak dapat dihipotesiskan karena hanya satu variabel saja. Hipotesis butuh lebih dari satu variabel untuk melihat keterkaitan mereka. Penelitian korelasi dan eksperimen bisa dihipotesiskan.

Ukuran Sampel : semakin besar sampel semakin besar kemungkinan untuk buat kapasitas yang tepat dalam menolak hipotesis nul, atau dikenal statistical power, tetapi makin besar biaya dan waktu.

Perbedaan antara hipotesis pada Penelitian Kuantitatif vs kualitatif

- Hipotesis pada Penelitian kuantitatif adalah hipotesis statistik, pengujiannya dilakukan dengan statistik; diterima atau ditolak tergantung dari hasil perhitungan statistik; tidak dapat berubah setelah ditetapkan awal, didasarkan atas teori yang kuat.

- Hipotesis pada Penelitian kualitatif adalah hipotesis non-statistik - tidak membutuhkan pengujian statistik; bersifat sementara dan dapat berubah-ubah sewaktu pengumpulan dan analisis data; dapat diletakkan pada bab I dan tidak perlu teori untuk mendukungnya; penelitian kualitatif dilakukan apabila kurang atau tidak ada teori yang mendukung suatu penelitian, yang dilakukan adalah mencari tahu teori terlebih dulu melalui penelitian kualitatif, tidak didasarkan atas teori yang kuat; hipotesis dapat dicantumkan atau tidak karena sudah dapat diambil alih oleh rumusan masalah dan tidak perlu pembuktian statistik apakah diterima atau ditolak; salah satu ciri penelitian kualitatif adalah tidak dapat digeneralisasikan, tidak bisa diberlakukan secara universal.

Instrumen penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri.

Kesimpulan :

pernyataan generalisasi (kesimpulan populasi) hasil penelitian, jawaban terhadap pertanyaan penelitian yang tercantum di rumusan masalah. Hanya ada satu kesimpulan untuk satu hipotesis.

Referensi

  1. [Moedjiono 2012] Moedjione, 2012. Pedoman Penelitian Penyusunan dan Penilaian Tesis (v.5). Program Pasca Sarjana Universitas Budiluhur. Jakarta 2012.

Contributors

Ibnu.safari