Bantuan:Validasi halaman

Dari widuri
Lompat ke: navigasi, cari

PERANCANGAN SISTEM ONLINE TRACKING

UNTUK MENGETAHUI STATUS PENGIRIMAN

BARANG PADA PT. SUNJAYA ENTERPRISES


Logo stmik raharja.jpg


Disusun Oleh :

NAMA
NIM
: 1311477046


KONSENTRASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

TANGERANG

2015/2016

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM ONLINE TRACKING

UNTUK MENGETAHUI STATUS PENGIRIMAN

BARANG PADA PT. SUNJAYA ENTERPRISES

Disusun Oleh :

NIM
: 1311477046
Nama
: Venny Febriyanti
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Disahkan Oleh :

Tangerang, 2016

Ketua
       
Kepala Jurusan
STMIK RAHARJA
       
Jurusan Sistem Informasi
           
           
           
           
(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)
       
(Nur Azizah, M.Kom)
NIP : 000594
       
NIP : 078010

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERANCANGAN SISTEM ONLINE TRACKING

UNTUK MENGETAHUI STATUS PENGIRIMAN

BARANG PADA PT. SUNJAYA ENTERPRISES

Dibuat Oleh :

NIM
: 1311477046
Nama
: Venny Febriyanti

 

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Disetujui Oleh :

Tangerang,28 Januari 2016

Pembimbing I
   
Pembimbing II
       
       
       
       
(Oleh Soleh, M.M.S.I)
   
Abdul Hayat, M.T.I
NID : 04043
   
NID : 07133

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI

PERANCANGAN SISTEM ONLINE TRACKING

UNTUK MENGETAHUI STATUS PENGIRIMAN

BARANG PADA PT. SUNJAYA ENTERPRISES

Dibuat Oleh :

NIM
: 1311477046
Nama
: Venny Febriyanti

Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian

Komprehensif

Jurusan Sistem Informasi

Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen

Tahun Akademik 2015/2016

Disetujui Penguji :

Tangerang, .... 2016

Ketua Penguji
 
Penguji I
 
Penguji II
         
         
         
         
(_______________)
 
(_______________)
 
(_______________)
NID :
 
NID :
 
NID :

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER

(STMIK) RAHARJA

 

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI

PERANCANGAN SISTEM ONLINE TRACKING

UNTUK MENGETAHUI STATUS PENGIRIMAN

BARANG PADA PT. SUNJAYA ENTERPRISES

Disusun Oleh :

NIM
: 1311477046
Nama
: Venny Febriyanti
Jenjang Studi
: Strata Satu
Jurusan
: Sistem Informasi
Konsentrasi
: Sistem Informasi Manajemen

 

 

Menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan, salinan, atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer baik di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja maupun di Perguruan Tinggi lain, serta belum pernah dipublikasikan.

Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, serta bersedia menerima sanksi jika pernyataan diatas tidak benar.

Tangerang,28 Januari 2016

 
 
 
 
 
(Venny Febriyanti)
NIM : 1311477046

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;


ABSTRAKSI


Kemajuan teknologi informasi telah mengalami banyak kemajuan dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan.

Dalam pemanfaatannya, teknologi informasi mulai dibutuhkan untuk membantu menumbuh – kembangkan sistem korporasi bidang usaha yang dijalankan 
oleh suatu perusahaan. Salah satu perusahaan yang membutuhkan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi adalah PT Sunjaya Enterprises. 
PT Sunjaya Enterprises adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa ekspedisi import. Dalam mengembangkan bidang usahanya,
PT Sunjaya Enterprises membutuhkan suatu Sistem Informasi Tracking. Pada kenyataannya, PT Sunjaya Enterprises memiliki Sistem Informasi Tracking
yang belum mutakhir dan telah berjalan di perusahaan pada saat ini. Sistem yang berjalan pada saat ini menimbulkan berbagai hambatan yang menjadi
kendala dalam perusahaan yakni, tidak lancarnya informasi yang diberikan kepada customer, tidak cepatnya informasi yang diperoleh customer,
tidak detailnya informasi yang disuguhkan kepada customer dan tidak mempercepat pekerjaan lain yang saling berhubungan dalam perusahaan sehingga
tidak maksimalnya kinerja perusahaan dalam melayani Customer. Karya tulis ini bertujuan untuk mengetahui proses Sistem Informasi Tracking 
yang ada saat ini sehingga dapat teridentifikasi kendala – kendala yang menjadi hambatan sehingga dapat merancang Sistem Informasi Tracking 
yang sesuai dengan kebutuhan PT Sunjaya Enterprises. Kebutuhan yang teridentifikasi merupakan hasil dari analisis yang menggunakan metode
Value Chain yang mana data menjadi input adalah variabel-variabel aktifitas yang menjadi suatu kesatuan nilai yang memiliki rantai keterkaitan 
aktifitas satu dengan aktifitas yang lainnya sehingga menjadi output dari proses analisis. Maka dari itu, keberadaan Sistem Informasi Tracking
di PT Sunjaya Enterprises ditujukan untuk memberikan informasi yang lebih cepat, akurat, dan informatif sehingga memudahkan perusahaan untuk
mendapat kepercayaan customer terhadap jasa ekspedisi import yang saat ini sedang berjalan.

Kata kunci : Ekspedisi, Sistem, Informasi, Tracking.

ABSTRACT

Advances in information technology have made much progress, and widely used in various fields of life. In use, the information technology start needed to help grow - develop corporate systems line of business carried on by a company.

One company that requires the use of advances in information technology are PT Sunjaya Enterprises.
PT Sunjaya Enterprises is a company engaged in the field of imports expedition services. In developing its business, 
PT Sunjaya Enterprises require a Tracking Information System. In fact, PT Sunjaya Enterprises have Tracking Information System 
that has not advanced and has been running in the company at this time. Systems running on today raises the barriers that constrain 
the company ie, not smooth information provided to the customer, not the speed information obtained by the customer, not the details
of information presented to the customer and speed up other jobs that are interconnected within the company that are not The maximum 
performance of the company in serving the customer. This paper aims to determine the Tracking Information System available today that 
can be identified constraints - constraints that are a barrier that can design Tracking Information System in accordance with the needs
of PT Sunjaya Enterprises. Needs identified are the result of the analysis using Value Chain which is the input data into the variables
activity into a unified value-chain linkages with the activities of the other activities so that it becomes the output of the analysis process. 
Therefore, the existence of Tracking Information System in PT Sunjaya Enterprises is intended to provide information faster, more accurate,
and informative making it easier for companies to gain customer confidence against forwarding services imports are currently running.".


Keyword : Expedition, Information System, Tracking.

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan anugerah-Nya yang dilimpahkan kepada penulis,

sehingga penulisan Laporan Skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.

Hanya karena kasih sayang dan kekuatan-Nya lah penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “Perancangan Sistem Online Tracking Untuk Mengetahui Status Pengiriman Barang Pada PT. Sunjaya Enterprises.

Penulis berharap dalam karya tulis ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan tambahan pengetahuan bagi para pembaca umumnya seta mahasiswa khususnya. Semoga karya tulis ini dapat menjadi bahan perbandingan dalam periode selanjutnya, dan dapat menjadi suatu karya ilmiah yang baik.

Penulis menyadari dengan sepenuh hati bahwa tersusunnya skripsi ini bukan hanya atas kemampuan dan usaha penulis semata, namun juga berkat bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I, selaku Ketua STMIK Raharja.
  2. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom, selaku Pembantu Ketua I STMIK Raharja.
  3. Ibu Nur Azizah,M.Kom, selaku Kepala Jurusan Sistem Informasi STMIK Raharja.
  4. Ibu Oleh Soleh, M.M.S.I, selaku Dosen Pembimbing dan Bapak Abdul Hayat,M.T.I selaku dosen pembimbing saya yang telah berkenan memberikan bimbingan, pengarahan dan bantuan dalam penysusunan laporan skripsi ini.
  5. Ibu Marla Angelina, S.Psi selaku stakeholder pada PT. Sunjaya Enterprises.
  6. Kedua orang tua yang telah mendoakan, memberikan dukungan dan motivasi dalam menyelesaikan Laporan Skripsi ini.

Untuk sahabat-sahabat terdekat yang membantu dan memberikan support dalam mengerjakan Laporan Skripsi ini.

Akhir kata, semoga Allah SWT memberikan balasan rahmat kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam pembuatan skripsi ini.

Demikian, penulis sampaikan dengan harapan semoga laporan skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi semua pihak

 

 

Tangerang, Januari 2016

 

 

 

NIM : 1311477046


DAFTAR SIMBOL

DAFTAR SIMBOL USE CASE DIAGRAM

Daftar Simbol Use Case Diagram.png

DAFTAR SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM

Daftar Simbol Activity Diagram.png


DAFTAR SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

Daftar Simbol Sequence Diagram.png

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Elisitasi Tahap I

Tabel 3.2. Elisitasi Tahap II

Tabel 3.3. Elisitasi Tahap III

Tabel 3.4. Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1. Perbedaan Antara Prosedur Sistem Berjalan dengan Prosedur Sistem Usulan

Tabel 4.2. Tabel Master User

Tabel 4.3. Tabel Banner

Tabel 4.4. Tabel Master City

Tabel 4.5. Tabel Add Document

Tabel 4.6. Tabel Input Jalur

Tabel 4.7. Tabel Master Consignee

Tabel 4.8. Tabel Master Country

Tabel 4.9. Tabel Master Customer

Tabel 4.10. Tabel Master Status

Tabel 4.11. Tabel Master Provinsi


Tabel 4.12. Tabel Routing

Tabel 4.13. Rancangan Pada Halaman Menu Home

Tabel 4.14. Rancangan Pada Halaman Menu Tracking

Tabel 4.15. Rancangan Pada Halaman Menu Tracking Result

Tabel 4.16. Rancangan Pada Halaman Menu Services

Tabel 4.17. Rancangan Pada Halaman Menu About Us

Tabel 4.18. Rancangan Pada Halaman Menu Login

Tabel 4.19. Rancangan Pada Halaman Administrator

Tabel 4.20. Rancangan Pada Halaman Menu Tracking Document

Tabel 4.21. Rancangan Pada Halaman Menu Add Document

Tabel 4.22. Rancangan Pada Halaman Menu Add Status

Tabel 4.23. Rancangan Pada Halaman Menu Master Status

Tabel 4.24. Rancangan Pada Halaman Menu Tambah Data Master Status

Tabel 4.25. Rancangan Pada Halaman Menu Master Consignee

Tabel 4.26. Rancangan Pada Halaman Menu Tambah Data Master Consignee

Tabel 4.27. Rancangan Pada Halaman Menu Master Customer

Tabel 4.28. Rancangan Pada Halaman Menu Tambah Data Master Customer

Tabel 4.29. Rancangan Pada Halaman Menu Master User

Tabel 4.30. Rancangan Pada Halaman Menu Tambah Data Master User

Tabel 4.31. Rancangan Pada Halaman Menu Banner Slider

Tabel 4.32. Rancangan Pada Halaman Menu Report Shipment


Tabel 4.33. Rancangan Pada Halaman Operator

Tabel 4.34. Pengujian BlackBox Pada Input Nomor Tracking

Tabel 4.35. Pengujian BlackBox Pada Halaman Login

Tabel 4.36. Pengujian BlackBox Pada Halaman Document

Tabel 4.37. Pengujian BlackBox Pada Halaman Add Status

Tabel 4.38. Pengujian BlackBox Pada Halaman Data Master

Tabel 4.39. Pengujian BlackBox Pada Halaman Banner

Tabel 4.40. Pengujian BlackBox Pada Halaman Report Shipment

Tabel 4.41.Time Schedule

Tabel 4.42.Estimasi Biaya



DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Value Chain Porter

Gambat 3.1. Struktur Organisasi PT. Sunjaya Enterprises

Gambar 3.2. Use Case Diagram yang berjalan

Gambar 3.3. Sequence Diagram yang berjalan

Gambar 3.4. Activity Diagram yang berjalan

Gambar 3.5. Metode Analisa Sistem

Gambar 4.1. Use Case Diagram usulan untuk Prosedur Pengiriman Barang

Gambar 4.2. Use Case Diagram usulan untuk Prosedur Customer Menerima Nomor Tracking

Gambar 4.3. Use Case Diagram usulan untuk Prosedur Administrator

Gambar 4.4. Use Case Diagram usulan untuk Prosedur Input Dokumen

Gambar 4.5. Use Case Diagram usulan untuk Prosedur Add Status

Gambar 4.6. Use Case Diagram usulan untuk Prosedur Master Status

Gambar 4.7. Use Case Diagram usulan untuk Prosedur Master Consignee

Gambar 4.8. Use Case Diagram usulan untuk Prosedur Master Customer

Gambar 4.9. Use Case Diagram usulan untuk Prosedur Master User

Gambar 4.10. Use Case Diagram usulan untuk Prosedur Operator

Gambar 4.11. Use Case Diagram usulan untuk Prosedur Tracking Pengiriman Barang

Gambar 4.12. Activity Diagram usulan untuk Prosedur Pengiriman Barang

Gambar 4.13. Activity Diagram usulan untuk Prosedur Customer Menerima Nomor Tracking

Gambar 4.14. Activity Diagram usulan untuk Prosedur Administrator

<p style="line-height: 1"Gambar 4.15. Activity Diagram usulan untuk Prosedur Input Dokumen</p>

Gambar 4.16. Activity Diagram usulan untuk Prosedur Add Status

Gambar 4.17. Activity Diagram usulan untuk Prosedur Master Status

Gambar 4.18. Activity Diagram usulan untuk Prosedur Master Consignee

Gambar 4.19. Activity Diagram usulan untuk Prosedur Master Customer

Gambar 4.20. Activity Diagram usulan untuk Prosedur Master User

Gambar 4.21. Activity Diagram usulan untuk Prosedur Operator

Gambar 4.22. Activity Diagram usulan untuk Prosedur Tracking Pengiriman Barang

Gambar 4.23. Sequence Diagram usulan untuk Prosedur Pengiriman Barang

Gambar 4.24. Sequence Diagram usulan untuk Prosedur Customer Menerima Nomor Tracking

Gambar 4.25. Sequence Diagram usulan untuk Prosedur Administrator

Gambar 4.26. Sequence Diagram usulan untuk Prosedur Input Dokumen

Gambar 4.27. Sequence Diagram usulan untuk Prosedur Add Status

Gambar 4.28. Sequence Diagram usulan untuk Prosedur Master Status

Gambar 4.29. Sequence Diagram usulan untuk Prosedur Master Consignee

Gambar 4.30. Sequence Diagram usulan untuk Prosedur Master Customer

Gambar 4.31. Sequence Diagram usulan untuk Prosedur Master User

Gambar 4.32. Sequence Diagram usulan untuk Prosedur Operator

Gambar 4.33. Sequenc Diagram usulan untuk Prosedur Tracking Pengiriman Barang

Gambar 4.34.Class Diagram Sistem yang di usulkan

Gambar 4.35.Rancangan Pada Halaman Menu Home

Gambar 4.36.Rancangan Pada Halaman Tracking

Gambar 4.37. Rancangan Pada Halaman Tracking Result

Gambar 4.38. Rancangan Pada Halaman Services

Gambar 4.39. Rancangan Pada Halaman About Us

Gambar 4.40. Rancangan Pada Halaman Menu Login

Gambar 4.41. Rancangan Pada Halaman Menu Administrator

Gambar 4.42. Rancangan Pada Halaman Menu Tracking Document

Gambar 4.43. Rancangan Pada Halaman Menu Add Document

Gambar 4.44. Rancangan Pada Halaman Menu Add Status

Gambar 4.45. Rancangan Pada Halaman Menu Master Status.

Gambar 4.46. Rancangan Pada Halaman Menu Tambah Data Master Status.

Gambar 4.47. Rancangan Pada Halaman Menu Master Consignee.

Gambar 4.48. Rancangan Pada Halaman Menu Tambah Data Master Consignee.

Gambar 4.49. Rancangan Pada Halaman Menu Master Customer.

Gambar 4.50. Rancangan Pada Halaman Menu Tambah Data Master Customer.

Gambar 4.51. Rancangan Pada Halaman Menu Master User.

Gambar 4.52. Rancangan Pada Halaman Menu Tambah Data Master User.

Gambar 4.53. Rancangan Pada Halaman Menu Banner Slider.

Gambar 4.54. Rancangan Pada Halaman Menu Report Shipment.

Gambar 4.55. Rancangan Pada Halaman Menu Operator.

Gambar 4.56. Rancangan Pada Halaman Menu Home.

Gambar 4.57. Rancangan Pada Halaman Tracking.

Gambar 4.58. Rancangan Pada Halaman Tracking Result.

Gambar 4.59. Rancangan Pada Halaman Services.

GamGambar 4.60. Rancangan Pada Halaman About Us.

Gambar 4.61. Rancangan Pada Halaman Menu Login.

Gambar 4.62. Rancangan Pada Halaman Administrator.

Gambar 4.63. Rancangan Pada Halaman Menu Tracking Document.

Gambar 4.64. Rancangan Pada Halaman Menu Add Document.

Gambar 4.65. Rancangan Pada Halaman Menu Add Status.

Gambar 4.66. Rancangan Pada Halaman Menu Master Status.

Gambar 4.67. Rancangan Pada Halaman Menu Tambah Master Status.

Gambar 4.68. Rancangan Pada Halaman Menu Master Consignee.

Gambar 4.69 Rancangan Pada Halaman Menu Tambah Master Consignee.

Gambar 4.70. Rancangan Pada Halaman Menu Master Customer.

Gambar 4.71. Rancangan Pada Halaman Menu Tambah Master Customer.

Gambar 4.72. Rancangan Pada Halaman Menu Master User.

Gambar 4.73. Rancangan Pada Halaman Menu Tambah Master User.

Gambar 4.74. Rancangan Pada Halaman Menu Banner Slider.

Gambar 4.75. Rancangan Pada Halaman Menu Report Shipment.

Gambar 4.76. Rancangan Pada Halaman Menu Operator.















BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kemajuan teknologi informasi telah mengalami banyak kemajuan dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam pemanfaatannya, teknologi informasi mulai dibutuhkan untuk membantu menumbuh – kembangkan sistem korporasi bidang usaha yang dijalankan oleh suatu perusahaan. Salah satu perusahaan yang membutuhkan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi adalah PT. Sunjaya Enterprises.


PT. Sunjaya Enterprises adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa ekspedisi import. Dalam mengembangkan bidang usahanya, PT. Sunjaya Enterprises membutuhkan suatu Sistem Informasi Tracking. Keberadaan Sistem Informasi Tracking di PT. Sunjaya Enterprises ditujukan untuk memberikan informasi yang lebih cepat, akurat, dan informatif sehingga memudahkan perusahaan untuk mendapat kepercayaan customer terhadap jasa ekspedisi import yang saat ini sedang berjalan. Dalam mengembangkan usahanya perusahaan mengalami banyak persaingan global khususnya dalam kancah perdagangan bebas di Indonesia. Sehingga banyak perusahaan yang semakin meningkatkan kualitas perusahaannya terutama dalam hal Informasi. Sistem Informasi sangatlah penting untuk menunjang kebutuhan perusahaan dalam berinteraksi dan bertukar informasi dengan pihak lain dalam lingkup internasional, disamping itu sistem informasi juga membantu dalam layanan informasi terhadap customer.



Sistem Informasi Tracking yang dimiliki oleh perusahaan, masih memerlukan perbaikan-perbaikan dikarenakan bersifat user friendly hanya terbatas bagi karyawan perusahaan saja. Selain itu, akses informasi Tracking terbatas pada jam kerja saja dan membutuhkan biaya yang besar untuk pelayanan informasinya. Sistem informasi Tracking yang saat ini sedang berjalan banyak memakan waktu dalam memberikan informasi kepada customer sehingga menghambat dalam menyelesaikan pekerjaan yang lain. Sistem yang sedang berjalan saat ini kurang mendukung pada kinerja perusahaan karena kurang maksimalnya kinerja sistem yang saat ini digunakan untuk memberikan informasi kepada customer. Hal ini akan menjadi sebuah kendala utama dalam pelayanan informasi untuk customer terkait barang yang di percayakan kepada perusahaan di bidang jasa ekspedisi pengiriman barang. Tentunya akan mengurangi nilai kepuasan pelanggan (customer satisfaction) yang merupakan visi umum sebuah perusahaan. Untuk itu PT. Sunjaya Enterprises membutuhkan adanya sebuah Sistem Informasi Tracking yang baik dan memudahkan perusahaan dan juga customer. Dengan adanya perbaikan sistem yang terkomputerisasi tentunya akan membawa perubahan sistem yang lebih baik dan terarah dan berjalan dengan baik.


Berdasarkan pembahasan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dalam membuat perancangan sistem tersebut guna mengetahui kendala yang kini tengah dihadapi oleh perusahaan, serta menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya, maka penulis mengambil judul “PERANCANGAN SISTEM ONLINE TRACKING UNTUK MENGETAHUI STATUS PENGIRIMAN BARANG PADA PT. SUNJAYA ENTERPRISES”.

Perumusan Masalah

Setelah melihat latar belakang masalah di atas maka masalah yang dibahas pada penelitian ini adalah :

  1. Bagaimana Sistem Informasi Tracking yang berjalan saat ini pada PT. Sunjaya Enterprises?.

  2. Bagaimana merancang Sistem Informasi Tracking yang sesuai pada PT. Sunjaya Enterprises? .


  3. Bagaimana proses Sistem Informasi Tracking yang dirancang pada PT. Sunjaya Enterprises dan siapa saja yang berperan dalam pengoperasian Sistem tersebut?.

  4. Bagaimana sistem laporan dalam sistem Online Tracking yang di usulkan? .

  5. Bagaimana kelebihan Sistem Informasi Online Tracking yang di usulkan?.


==Ruang Lingkup Penelitian==

Untuk lebih memfokuskan penelitian pada permasalahan yang ada agar tidak menyimpang dari pokok permasalahan, maka penulis membuat batasan permasalahan, yaitu batasan masalah yang akan dibahas dan yang tidak akan dibahas pada penulisan dan penelitian skripsi ini. Berikut ini adalah poin-poin yang akan menjadi batasan masalah :

  1. Pencatatan estimasi waktu keberangkatan kapal dari negara asal pembelian barang customer yang di muat ke dalam container;

  2. Pencatatan estimasi waktu tiba kapal di pelabuhan Tanjung Priok Indonesia;

  3. Proses dokumentasi seperti pembayaran pajak ke negara sampai kepada proses pengiriman barang ke gudang customer;

  4. Proses Pelayanan Sistem Informasi Tracking dengan menggunakan website perusahaan yang mana tidak termasuk didalamnya sistem pembelian dan sistem penjualan yang dilakukan oleh customer;

  5. Analisa kebutuhan Sistem Informasi Tracking terkait pada input data, dan alat analisa serta output (pelaporan) yang akan ditampilkan.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yaitu uraian yang menjelaskan secara detail maksud dan tujun yang hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Operasional  : a. Untuk mengetahui bagaimana proses Sistem Informasi Tracking yang sedang berjalan saat ini pada PT. Sunjaya Enterprises. b. Mencoba menyelesaikan kendala yang terjadi pada PT. Sunjaya Enterprises. c. Merancang Sistem Informasi Tracking yang sesuai dengan kebutuhan PT. Sunjaya Enterprises.

  2. Fungsional: a. Sebagai bahan acuan bagi perusahaan agar memiliki Sistem Informasi Tracking yang sesuai dengan kebutuhan. b. Meningkatkan efektifitas waktu bagi perusahaan dalam memberikan informasi kepada customer. c. Menjadikan perusahaan sebagai perusahaan yang memiliki Sistem Informasi Tracking yang user friendly.


  3. Pribadi : a. Agar penulis lebih memahami akan pentingnya sebuah Sistem Informasi yang baik dan terkomputerisasi. b. Untuk menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam merancang sebuah sistem. c. Untuk melengkapi persyaratan pencapaian jenjang Strata Satu dalam bidang ilmu komputer pada jurusan Sistem Informasi di STMIK Raharja.


Manfaat penelitian

Adapun manfaat yang dihasilkan dari penelitian ini adalah :

  1. Peneliti : a. Adanya kepuasan batin karena menghasilkan suatu karya dan dapat bermanfaat juga berguna bagi suatu instansi. b. Sebagai syarat kelulusan guna mendapat gelar sarjana komputer. c. Dapat mengimplementasikan teori-teori yang di pelajari selama di bangku kuliah.


  2. Institusi : a. Mengetahui kendala-kendala yang terjadi pada Sistem Informasi Tracking pada PT. Sunjaya Enterprises yang sedang berjalan. b. Membantu perusahaan dalam perbaikan Sistem Informasi Tracking yang sudah berjalan menjadi sistem yang terkomputerisasi. c. Membantu perusahaan dalam memberikan informasi kepada customer dengan cara yang lebih mudah dan daat meningkatkan kepuasan pelanggan.


  3. STMIK Raharja : a. Dapat dijadikan bahan referensi bagi Mahasiswa dan Mahasiswi dalam melakukan penelitian-penelitian selanjutnya, terutama dalam sistem Tracking. b. Membuat Perguruan Tinggi STMIK Raharja lebih di kenal oleh instansi-instansi dengan menjadikan instansi tersebut sebagai objek penelitian.


Metode Penelitian

Metode Pengumpulan Data

  1. Metode Observasi

    Dengan melakukan penelitian langsung ke PT. Sunjaya Enterprises khususnya ada bagian Staff Administrasi dan Manager perusahaan yang berhubungan langsung dengan customer.Kegiatan ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi-informasi yang sangat penting guna mendapatkan gambaran yang jelas mengenai sistem yang sedang berjalan saat ini.

  2. Metode Wawancara

    Metode wawancara ini dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab dengan 1 (satu) orang Staff Administrasi yang bertugas memberikan informasi kepada customer dan 1 (satu) orang Manager perusahaan yang berhubungan langsung dengan customer untuk mendapatkan data yang lebih lengkap dan akurat.

  3. Metode Studi Pustaka

    Data yang dikumpulkan dan diperoleh dari buku dan internet untuk memenuhi kebutuhan analisa serta perancangan yang dapat dijadikan acuan dalam merancang sistem.



Metode Analisa

Setelah melakukan proses pengumpulan data selanjutnya data yang sudah diperoleh diolah dan dianalisa. Dalam melakukan perancangan Sistem Informasi Tracking pada PT. Sunjaya Enterprises penulis menggunakan beberapa metode Analisa yang dilakukan yaitu dengan metode analisa Value Chain, metode Elisitasi, dan diagram Unified Modeling Language (UML). Analisa Value Chain digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas yang harus dicapai dengan sebuah konsep yang matang, perlunya analisa value chain sebagai aktivitas pendukung yang membantu instansi secara keseluruhan dengan menyediakan dukungan yang diperlukan bagi berlangsungnya aktivitas-aktivitas yang dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu penulis menggunakan Unified Modeling Language (UML) sebagai salah satu alat bantu yang dapat digunakan dalam bahasa pemograman yang berorientasi objek. Kemudian penulis menggunakan metode Elisitasi untuk mengumpulkan dan menyeleksi kebutuhan sistem yang diharapkan stakeholder. Elisitasi merupakan rancangan sistem yang diusulkan yang sesuai dengan keinginan atau yang dibutuhkan user. Elisitasi yang dilakukan melalui 3 (tiga) tahap, yaitu Elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III dan draft final elisitasi.

Metode Perancangan

Pada tahap ini peneliti menggunakan metode perancangan model yang berorientasi objek dengan menggunakan UML (Unified Modeling Language) yaitu dengan software program Visual Paradigm for

UML 10.2 . Visual Paradigm for UML 10.2, merupakan software yang digunakan untuk men-design dan membuat suatu model diagram. PHP Version 2.5, merupakan bahasa pemograman yang akan dipakai. XAMPP Control Panel Version 2.5, merupakan tool yang menyediakan paket perangkat lunak kedalam satu buah paket. MySQL V12.0, merupakan database yang akan digunakan. Java NetBeans Version 8, merupakan software yang digunakan untuk men-design web yang akan dibuat.


Metode Prototype

Metode prototype yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode prototype throw away. Metode throw away adalah suatu metode yang lebih

mengarah pada hasil persentasi yang dimana bertujuan untuk memvisualisasikan sebuah sistem yang sedang dibangun dan berdasarkan kepada kebutuhan user.


Metode Pengujian

Dalam melakukan penelitian ini metode pengujian yang digunakan yaitu Blackbox Testing, Blackbox Testing adalah metode uji coba yang

memfokuskan pada keperluan fungsional software sehingga dapat diketahui apakah sistem sesuai dengan apa yang diharapkan.

Sistematika Penulisan

Agar dapat memahami lebih rinci lagi penjelasan dalam penyusunan laporan skripsi ini, maka penulis mengelompokkan menjadi beberapa sub bab. Dimana antara bab yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan. Adapun penyusunan bab-bab dengan sistematika penyampaian adalah sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang uraian latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan danmanfaat, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan dijelaskan tentang konsep dasar mengenai judul laporan dan definisi-definisi yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas pada bagian sistem yang berjalan dan akan menjadi laporan penelitian skripsi ini.

BAB III : ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

Pada bab ini merupakan gambaran sejarah PT. Krakatau Information Technology, dan merupakan penjabaran hasil penelitian dilokasi kerja meliputi struktur organisasi perusahaan serta wewenang dan tanggung jawab, analisa masukan, analisa proses, analisa keluaran, konfigurasi sistem dan diagram UML pada sistem yang berjalan. Ditambah dengan elisitasi tahap I, elisitasi tahap II, elisitasi tahap III sampai dengan final draft.

BAB IV : UJICOBA DAN ANALISA

Bab ini berisi tentang sistem yang diusulkan dengan digambarkan melalui Unified Modelling Language (UML) dan uraian mengenai tampilan layar dari website yang dibuat.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan bab penutup yang berisi tentang kesimpulan dan saran dari hasil pengamatan dan penelitian yang dilakukan pada skripsi ini.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

1. Definisi Sistem

Menurut McLeod[1]

Moekijati dalam Prasojo (2011:152)[2], “Sistem adalah setiap sesuatu terdiri dari obyek-obyek, atau unsur-unsur, dan komponen-komponen yang bertata kaitan dan bertata hubungan satu sama lain, sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan pemrosesan atau pengolahan yang tertentu


Menurut Mustakini (2009:34)[3], “bahwa sistem (system) dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen. “Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu”. Contoh sistem yang didefinisikan dengan pendekatan ini adalah sistem akuntansi. Sistem ini didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan, pembelian dan buku besar".



Menurut Yakub (2012:1)[4], “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau tujuan tertentu”. Berdasarkan beberapa pengertian diatas mengenai sistem, dapat disimpulkan bahwa suatu sistem merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu".


Menurut Tata Sutabri (2012:2)[5], terdapat dua kelompok pendekatan didalam pendefinisian sistem, yaitu:


  1. Pendekatan yang menekankan pada prosedur, mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.


  2. Pendekatan yang menekankan pada elemen atau komponen, mendefinisikan sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.


    2. Karakteristik Sistem

    Menurut Sutabri (2012:20)[6], “Model umum sebuah sistem adalah input, process, output, hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran.”

    Selain itu,sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sbb:

    1. Komponen Sistem (Components)

    Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem, setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan, suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar atau sering disebut “supra sistem”.


    2. Batasan Sistem (Boundary)

    Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antar sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya, batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

    3. Lingkugan Luar Sistem (Environtment)

    Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem, lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara, lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan, jika tidak akan mengganggu kelangsungan hidup sistemtersebut.

    4. Penghubung Sistem (Interface)

    Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem atau interface, penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui integrasi sistem yang membentuk suatu kesatuan.

    5. Masukkan Sistem (Input)

    Energi yang dimasukkan kedalam sistem disebut masukkan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal Input). Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer “program” adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan “data” adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

    6. Keluaran Sistem (Output)

    Hasil energi yang diolahdan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna, kaluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi, informasi ini dapat digunakan sebagai masukkan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal yang menjadi input bagi subsistem lain.

    7.Pengolahan Sistem (Proses)

    Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

    8. Sasaran Sistem (Objective)

    Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic,jika suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

    3. Klasifikasi Sistem

    Menurut Sutabri (2012:22)[6],sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya:

    1. Sistem abstak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan, sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia, dan lain sebagainya

    2. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi, terjadinya siang malam, dan pergantian musim. Sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human machine sistem. Sistem informasi berbasis komputer merupakan contoh human machine sistem karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.

    3. Sistem yang berinterkasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministic. Sistem komputer adalah contoh dari sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program komputer yang dijalankan. Sedangkan sistem yang bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistic.

    4. Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkunagn luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pihak luar. Sedangkan sistem tebuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk sub sistem lainnya.

    Konsep Dasar Data dan Informasi

    1. Definisi Data

    Menurut Suprihadi dkk dalam Jurnal CCIT(2013:310)[7], “Data merupakan sekumpulan keterangan atau bukti mengenai sesuatu kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri, belum diorganisasikan, dan belum diolah.”

    2. Definisi Informasi

    Menurut Maimunah dkk dalam Jurnal CCIT (2012:57) [8]“Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berarti bagi penerimannya dan bermanfaat dalam mengambil suatu keputusan”.

    Menurut Sutabri (2012:29)[6], “Teori informasi lebih tepat disebut sebagai teori matematis dan komunikasi, sumber informasi adalah data”. Informasi adalah sebuah istilah yang tepat dalam pemakaian umum, mengenai data mentah, data tersusun, kapasitas sebuah saluran komunikasi, dan lain sebagainya. Informasi juga mencakup mengenai data yang telah diklasifikasikan atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

    Sistem pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi atau informasi berhubungan dengan keputusan, nilai informasi dilukiskan paling berarti dalam konteks sebuah keputusan seperti ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi sehingga informasi ini sangat penting di dalam suatu organisasi dalam mengambil sebuah keputusan.

    3. Siklus Informasi

    Menurut Sutabri (2012:32)[6], “Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak karena itu perlu diolah lebih lanjut, data diolah melalui suatu model agar menjadi informasi.”

    Fungsi utama informasi adalah menambah pengetahuan, informasi yang disampaikan kepada pemakai merupakan hasil data yang sudah diolah menjadi sebuah keputusan. Akan tetapi, dalam kebanyakan pengambilan keputusan yang kompleks, informasi hanya dapat menambah kemungkinan kepastian atau mengurangi bermacam-macam piihan. Informasi yang disediakan bagi pengambil keputusan, memberi suatu kemungkinan faktor resiko pada tingkat-tingkat pendapatan yang berbeda.

    4. Nilai Informasi

    Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Menurut Sutabri (2012:38)[6], “Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan.”

    Sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya,karena sebagian besar informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak di dalam perusahaan.

    Lebih lanjut sebagian besar informasi tidak dapat persis ditaksir keuntungannya dengan suatu nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektifitasnya. Nilai informasi ini didasarkan atas 10 (sepuluh) sifat,yaitu :

    1. Mudah Diperoleh (easily obtained)

      Sifat ini menunjukan informasi dapat diperoleh dengan mudah dan cepat, kecepatan memperoleh dapat diukur misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi, beberapa nilainya bagi pemakai informasi sulit mengukurnya.

    2. Luas dan Lengkap (extensive dan complete)

      Sifat ini menunjukan lengkapnya isi informasi, hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat kabur, karena itu sulit mengukurnya.

    3. Ketelitian (Accuracy)

      Sifat ini menunjukan minimnya kesalahan dalam informasi, dalam hubungannya dengan volume data yang besar terjadi dua jenis kesalahan, yakni kesalahan pencatatan dan kesalahan perhitungan.

    4. Kecocokan (Suitability)

      Sifat ini menunjukan seberapa baik keluaran informasi dalam hubungan dengan permintaan para pemakai, isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi semua keluaran lainnya tidak berguna tetapi mahal mempersiapkannya, sifat ini sulit mengukurnya.

    5. Ketepatan Waktu (Timeliness)

      Menunjukan tak ada keterlambatan jika ada yang sedang ingin mendapatkan informasi masukan, pengolahan, dan pelaporan keluaran kepadapemakai biasanya tepat waktu.

    6. Kejelasan (Clarity)

      Sifat ini menunjukan keluaran informasi yang bebas dariistilah-istilah yang tidak jelas, membetulkan laporan dapat memakan biaya yang besar.

    7. Keluwesan (Flexibility)

      Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak hanya dengan beberapa keputusan, tetapi juga dengan beberapa pengambilan keputusan. Sifat ini sulit diukur, tetapi dalam banyak hal dapat diberikan nilai yang dapat diukur.

    8. Dapat Dibuktikan (Can Be Proved)

      Sifat ini menunjukan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.

    9. Tidak Ada Prasangka (No prejudice)

      Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.

    10. Dapat Diukur (Can Be Measured)

      Sifat ini menunjukan hakikat informasi yang dihasilkan dari sistem informasi formal

    5. Kualitas Informasi

    Menurut Sutabri (2012:32)[6],“Kualitas dari suatu informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat (accurate), tepat pada waktunya (time liness) dan relevan (relevance).”

    1. Akurat (accuracy)

      Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Informasi harus akurat karena biasanya dari sumber informasi sampai penerima informasi adakemungkinan terjadi gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.

    2. Tepat Pada Waktunya (Accuracy)

      Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan didalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan tersebut terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk organisasi.

    3. Relevan (Relevance)

      Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap–tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

    Konsep Dasar Sistem Informasi

    1. Definisi Sistem Informasi

    Menurut Sutabri(2012:46)[6], “Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.”

    Menurut Mendelson yang dikutip dari buku IT Research (Guritno, 2011:31)[6], “Para ahli menganggap bahwa sistem informasi adalah disiplin ilmu lain yang lebih fundamental dan merupakan disiplin acuan (reference discipline).”

    Oleh karena itu, sistem informasi dapat lebih dijelaskan sebagai sebuah keterkaitan antara satu dengan yang lainnya yang membentuk suatu jaringan yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berelasi dan membentuk suatu sistem yang mempunyai tujuan atau sasaran akhir menghasilkan, menampilkan, atau membentuk suatu informasi dari hasil pengolahan suatu data mentah yang berisi fakta dan sebagainya.

    2. Komponen Sistem Informasi

    Menurut Sutabri (2012:47)[6], “Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building bock), yang terdiri dari blok masukan, blok model, blok keluaran, blok terknologi, blok basis data, dan blok kendali. Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran”. Beriku pengertiannya :

    1. Blok Masukan (Input Block)

      Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi, input yang dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

    2. Blok Model (Model Block)

      Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data masukan (input) dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran (output)yang diinginkan.

    3. Blok Keluaran (Technology Block)

      Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 (tiga) bagian utama, yaitu teknisi (brainware),perangkat lunak (software), danperangkat keras (hardware).

    4. Blok Basis Data (Database Block)

      Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data didalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa agar informasi yang dihasilkan berkualitas.

    5. Blok Kendali (Control Block)

      Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, termperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung diatasi.

    Konsep Dasar Analisa Sistem Informasi

    1. Pengertian Analisa Sistem Informasi

    Menurut Sutabri (2012:220)[6],“Tahap analisisa sistem dilakukan setelah tahap investigasi sistem dan sebelum tahap rancangan sistem, tahap analisis sistem merupakan tahap yang kritis dan sangat penting karena kesalahan ditahap ini akan menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya.”

    Menurut Aisyah dkk di dalam Jurnal Perancangan Aplikasi Akademik Teknologi Mobile Menggunakan J2ME CCIT Vo. 4 No. 2 (2011:203)[9],“Analisa sistem atau analisis sistem adalah langkah-langkah melakukan analisa sistem yang akan dirancang, serta melakukan penelitian terhadap kebutuhan-kebutuhan sistem, dan apa saja kekurangannya.”

    Proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan alternatif pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru atau sistem yang akan diusulkan dan dimodifikasi.

    Menurut Sutabri (2012:221)[6],“Suatu laporan yang dapat menggambarkansistem yang telah dipelajari dan diketahui bentuk permasalahannya serta rancangan sistem baru yang akan dibuat atau dikembangkan.”

    2. Tahap-tahap Analisa Sistem Informasi

    Menurut Henderi dkk dalam Jurnal Desain aplikasi E-learning Sebagai Media Pembelajaran Arifical Romantics CCIT Vol 4 No. 3 (2011:332)[10],"Tahap analisis sistem adalah tahap penguraian dari suatu sistem yang utuh kedalam bagian–bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat dibuat rancangan sistem yang baru sesuai dengan kebutuhan.

    Tahap analisis merupakan tahap yang paling kritis dan sangat penting, karena kesalahan di tahapan ini akan menyebabkan kesalahan di tahap selanjutnya.

    3. Fungsi Analisa Sistem Informasi

    Adapun fungsi analisa sistem informasi adalah :

    1. Mengidentifikasi masalah-masalah kebutuhan pemakai (user).

    2. Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan pemakai (user).

    3. Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah yang paling tepat.

    4. Untuk tugas ketiga, analis sistem harus memilih alternatif pemecahan masalah yang paling tepat.

    5. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya. Pada tugas atau fungsi terakhir dan analis sistem adalah menerapkan rancangan-rancangan sistemnya yang tekah disetujui oleh pemakai.

    6. menerapkan rancangan sistemnya. Pada tugas atau fungsi terakhir dan analis sistem adalah menerapkan rancangan-rancangan sistemnya yang telah disetujui oleh pemakai.

    Teori Khusus

    Unifield Modelling Language (UML)

    1. Definisi Unified Modeling Language (UML)

    Menurut Herlawati (2011:7)[11]pada bukunya, blok pembangun utama UML adalah diagram, beberapa diagram ada yang rinci (jenis timing diagram) dan lainnya ada yang bersifat umum (misalnya diagram kelas).

    Intinya, UML merupakan alat komunikasi yang konsisten dalam mensuport para pengembang sistem saat ini, sebagai perancangan sistem mau tidak mau pasti akan menjumpai UML, baik kita sendiri yang membuat atau sekedar membaca diagram UML buatan orang lain.

    UML diaplikasikan untuk maksud tertentu, biasanya antara lain untuk :

    1. Merancang perangkat lunak.

    2. Sarana komunikasi antara perangkat lunak dengan proses bisnis.

    3. Menjabarkan sistem secara rinci untuk analisa dan mencari apa yang diperlukan sistem.

    4. Mendokumentasikan sistem yang ada, proses-proses dan organisasinya.

    2. Evolusi UML

    Menurut Chonoles (Herlawati, 2011:8)[11], Menjelaskan “Bahwa sebelum ada UML,para pengembang bahasa pemograman berorientasi object sulit untuk berkomunikasi satu sama lain.”

    (Herlawati, 2011:8)[11] Pada bulan oktober 1994, Jim Rumbaugh, penemu notasi Object Modeling Technique (OMT) dan Grady Booch, penemu Booch Method (Metode Booch) bersama-sama menyamakan notasi mereka, dan ditahun yang sama Ivar Jacobson (penemu Objectory Method) ikut bergabung hingga mereka sering disebut “three omigos”.

    Sejak tahun 1997, divisi Revision Task Force (RTF) milik OMG beberapakali merevisi UML yang dimaksudkan untuk memperkuat konsistensi notasi,meningkatkan kekompakan antara user dan pengembang perangkat lunak. Akan tetapi UML terpakasa mengikuti perkembangan software-software berbasis objek yang ada(misalnya Java) dari sisi pendekatan komponen (Component-based development) dan kemampuan tools software-software tersebut, setelah dilakukan perubahan secara sistematik, akhirnya dihasilkan UML 2.0 pada tahun 2003.

    3. Diagram-Diagram UML

    (Herlawati 2011:10)[11]pada bukunya menjelaskan UML menyediakan 9 (sembilan) jenis diagram, yang lain menyebutkan 8 (delapan) karena ada beberapa diagram yang digabung, misalnya diagram komunikasi, diagram urutan dan diagram pewaktuan digabung menjadi diagram interaksi. Namun demikian model-model itu dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya yaitu statis atau dinamis. Dibawah akan disebutkan beberapa jenis diagram dalam UML, diagram tersebut antara lain :

    1.Diagram Use-Case, bersifat statis.

    Diagram ini memperlihatkan himpunan use-case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus darikelas). Diagram ini terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan meodelkan perilaku suatu sistem yang dibutuhkan seperti diharapkan pengguna.

    2.Diagram Interaksi dan Sequence (urutan),bersifat dinamis.

    Diagram urutan adalah diagram interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam suatu waktu tertentu.

    3.Diagram Aktivitas (activity Diagram), bersifat dinamis.

    Diagram aktivitas adalah tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan aliran tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan aliran dari suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem. Diagram ini terutama penting dalam permodelan aliran kendali antar objek.

    4. Diagram Kelas, bersifat statis

    Diagram ini memperlihatkan himpuan kelas-kelas, atar muka-antar muka, kolaborasi-kolaborasi,serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada pemodelan sistem berorientasi objek, meskipun bersifat statis, sering pula diagram kelas memuat kelas-kelas aktif.

    4. Use Case Diagram

    Menurut Pilone (Herlawati 2011:21)[11], “Use case menggambarkan fungsi tertentu dalam suatu sistem berupa komponen, kejadian atau kelas.”

    Use case sangat menentukan karakteristik sistem yang kita buat, oleh karena itu, Menurut Chonoles (Herlawati, 2011:22)[11] Use case yang baik yaitu :

    1. Pilihlah nama yang baik

    2. Ilustrasikan perilaku dengan lengkap

    3. Identifikasi perilaku dengan lengkap

    4. Menyediakan usecase lawan (inverse)

    5. Batasi usecase hingga satu perilaku saja

    Menurut Whitten (Herlawati, 2011:21), "Use case sebagai urutan langkah-langkah yang secara tindakan saling terkait (skenario), baik tertomatisasi maupun secara manual, untuk tujuan melengkapi satu tugas bisnis tunggal. Komponen pembentuk diagram use case adalah :

    5. Elemen UseCase Terdiri Dari :

    Pada usecase terdapat beberapa elemen yang menjadi pembentuk utamau secase, dapat di uraikan yaitu elemen-elemen tersebut yaitu :

    1. Diagram usecase, disertai dengan narasi dan sekenario.

    2. Aktor (actor), mendefinisikan entitas diluar sistem yang memakai sistem.

    3. Asosiasi (assosiations), mengidikasikan aktor mana yang berinteraksi dengan usecase dalam suatu sistem.

    4. <<include>> dan <<extend>>, merupakan indikator yang menggambarkan jenis relasi dan interaksi antar usecase.

    5. Generalisasi (generalization), menggambarkan hubungan turunan antara usecase atau antar aktor.

    6. Relasi Antar Use Case atau Actor

    Generalisasi (Generalization) pada actor dan usecase dimaksudkan untuk menyederhanakan model dengan cara menarik keluar sifat-sifat pada actor-actor maupun use case-use case yang sejenis. Chonoles (Herlawati, 2011:24), memberikan cara untuk mengetahui kapan dibutuhkan generalisasi berdasarkan tujuannya yaitu :

    1. Mekanisme berbeda dengan satu tujuan yang sama(Generalisasi Usecase)

    2. Agen berbeda dengan satu tujuan yang sama (Generalisasi Aktor)

    7. Ekstensi (Extention)

    Menurut Written Herlawati (2011:28)[11]Menjelaskan “ekstensi pada usecase adalah usecase yang terdiri dari langkah yang diekstraksi dari usecase yang lebih kompleks untuk menyederhanakan masalah orisinal dan karena itu memperluas fungsinya.

    Ekstensi merupakan hubungan antara usecase dan usecase yang diperluas disebut extend relationship, diberi simbol <<extend>> dan hubungan berupa garis putus-putus berpanah terbuka.

    8. Inklusi (Iclution)

    Menurut Written Herlawati (2011:30)[11]“Usecase dasar yang akan diinklusi tidak lengkap, berbeda dengan usecase dasar yang akan diekstensi, sehingga usecase inklusi bukan merupakan usecase optional dan tidak boleh tidak dijalankan.”a.

    Inklusi bertujuan untuk memperluas perilaku usecase dasar, ekstensi tidak selalu dibutuhkan oleh usecase dasar yang memutuskan kapan dipanggilnya usecase ekstensi adalah usecase ekstensi itu sendiri

    9. Sequence Diagram (Diagram Urutan)

    Menurut Douglas Herlawati (2011:30)[11]“Perilaku kolektif atau interaksi (sequence diagram) difokuskan pada rangkaian pertukaran messages (kejadian, operasi, dan sejenisnya) diantara kumpulan objek-objek.”

    10. Activity Diagram (Diagram Urutan)

    Menurut Douglas Herlawati (2011:30)[11]“Activity diagram lebih memfokuskan diri pada eksekusi dan alur sistem dari pada bagaimana sistem itu dirakit, diagram ini tidak hanya memodelkan software melainkan modelkan model bisnis juga, dan activity diagram menunjukan sistem dalam bentuk kumpulan aksi-aksi.”

    11. Aktivitas dan aksi

    Konsep Dasar Analisis SWOT

    Definisi SWOT

    Menurut Andhini dalam JurnalPenelitian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (2010:268),Menjelaskan “SWOT adalah mengatasi kelemahan dengan pemanfaatan peluang, yaknidengan menggunakan strategi-strategi yang intensif, yaitu penetrasi pasar,pengembangan pasar, dan pengembangan produk layanan.”

    Menurut Sunaryadkk dalam bukunya Kewirausahaan (2011:224), adabeberapa hal yang harus dilakukan pada kegiatan pemasaran, yaitu analisispasar, adalah suatu prosess penilaian yang meliputi segmentasi pasar, risetpemasaran, dan peramalan penjualan produk dalam strategi pemasaran dipergunakan SWOT (Strength, Weakness,Opportunity, dan Treat) sebagai berikut :

    1. Kekuatan (strenght) Perlunya calon pengusaha untuk menganalisiskekuatan diri atau kekuatan perusahaan maupun kekuatan pesaing terdekat untukmerumuskan strategi pemasaran yang efektif, efesien, dan tepat sasaran.


    2. Kelemahan (weakness) Perlunya calon pengusaha untuk menganalisiskelemahan diri dan kelemahan perusahaan sehingga dapat dijadikan pelajaran bagiperbaikan-perbaikan strategi pemasaran yang dijalankan, dan juga menganalisiskelemahan-kelemahan pesaing terdekat agar dapat “dimanfaatkan” secara wajaruntuk kepentingan bisnis.

    3. Peluang (opportunity) Perlunya kejelian calon pengusaha untukmemanfaatkan peluang-peluang pasar yang ada.


    4. Ancaman (treat) Perlunya calon pengusaha menganalisis berbagaikemungkinan yang dapat mengancam rusaknya strategi pemasaran yang sedangdijalankan.

    Definisi Black Testing

    Tahapan Implementasi Sistem

    Menurut Aisyah dkk dalam Jurnal CCIT (2011:203)[12]Herlawati,Prabowo Pudjo Widodo. 2011. "Menggunakan UML Unified Modeling Language". Bandung : Informatika.</ref>, “Implementasi sistem adalah tahapan selanjutnya dari program yang telah diuji secara offline kemudian di implementasikan online dan di publish secara resmi.”

    Menurut Sutabri(2012:229) [6], setelah sistem dianalisis dan dirangcang dengan menggunakanteknologi yang sudah diseleksi dan dipilih maka tiba saatnya bagi sistemtersebut untuk diimplementasikan. Adapun tujuan utama dari tahap implementasisistem ini adalah sebagai berikut:

    1. Pengkajian mengenai rangkaian sistem, perangkat lunak,dan perangkat keras dalam bentuk sistem jaringan informasi terpusat agar dapatdiperoleh sebuah bangunan atau arsitektur sistem informasi.

    2. Melakukan uji coba perangkat lunak sistem sebagaipengolah data sekaligus penyaji informasi yang dibutuhkan.

    Perekrutan

    Menurut Meiastoko dalam Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol. 6 (2013:3) [13]Recruitment merupakan serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian.

    Seleksi Pegawai atau Karyawan

    Memilih kandidat yang mampu untuk memilih prospek dan berkorespondensi dengan yang dikatakan, (Pujadi, Jurnal CCIT Vol.4 No.2, 2011:188)[14]tersedia dengan :

    1. Memeriksa dokumen aplikasi dan dokumen yang harus dilampirkan dalam surat permohonan.

    2. Wawancara terlebih dahulu untuk memeriksa kebenaran dokumen yang telah ditulis.

    3. Tes diagnostik, keterampilan, kesehatan, dapat dilakukan oleh perusahaan / dapat dilakukan oleh pihak luar.

    4. Menyelidiki latar belakang dari sumber lain di tempat kerja sebelumya.

    Elisitasi

    Menurut Hidayati dkk dalam Jurnal CCIT (2011:302) [15], ”Elisitasi berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.”Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap yaitu sebagai berikut:

    1. Elisitasi Tahap I

    Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

    2. Elisitasi Tahap II

    Merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

    3. Elisitasi Tahap III

    Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE (Technical, Operational, Economics)

    4. Final Draft Elisitasi

    Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan<//p></div>

    Konsep Dasar Web

    1. Definisi Web

    Menurut Kustiyahningsih (Lilian, 2011:37)[16], “Web adalah layanan yang di dapat yang di dapat oleh pemakai komputer yang terhubung ke internet.”

    Menurut Murya (Lilian, 2012:38)[16], “WEB (World Wide Web) adalah suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink (tautan), media memudahkan surfer (sebutan para pemakai komputer yang melakukan browsing atau penelusuran informasi melalui internet).”

    Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa web merupakan layanan yang dapat oleh pemakai komputer terhubung ke internet, baik berupa teks, gambar,suara maupun video yang interaktif dan mempunyai kelebihan untuk menghubungkan (link) satu dokumen dengan dokumen lainnya (hypertext) yang dapat diakses melalui sebuah browser.

    2. Jenis-jenis Web

    Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, website juga mengalami perkembangan yang sangat berarti. Dalam pengelompokan jenis web, lebih diarahkan berdasarkan kepada fungsi, sifat atau style dan bahasa pemrograman yang digunakan.

    Menurut Hidayat (Lilian, 2010:36)[16] Jenis-jenis web berdasarkan sifat atau style sebagai berikut:

    1. Website Dinamis, merupakan sebuah website yang menyediakan konten atau isiyang selalu berubah-ubah setiap saat. Bahasa pemrograman yang digunakan antara lain PHP, ASP, .NET dan memanfaatkan database MySQL atau MySQL.

    2. Website Statis, merupakan website yang kontennya sangat jarang berubah. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah HTML dan belum memanfaatkan database.

    3. Fungsi Web

    Menurut Hidayat (Lilian, 2010:37)[16], Berdasarkan pada fungsinya, website terbagi atas :

    1. Personal Website; Website yang berisi informasi pribadiseseorang.

    2. Commercial Website; Website yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang bersifat bisnis.

    3. Government Website; Website yang dimiliki oleh instansi pemerintah, pendidikan yang bertujuan memberikan pelayanan kepada pengguna.

    4. Non-Profit Organization Website; Dimiliki oleh organisasi yang bersifat non-profit atau tidak bersifat bisnis

    HTML (Hypertext Markup Language)

    1. Definisi HTML

    Menurut Winarno dkk (2011:1)[17]“Core inti dari pemograman atau desain web adalah HTML, ini karena HTML merupakan bahasa yang dipahami oleh browser guna menampilkan halaman web yang bisa dilihat di browser.”

    HTML merupakan singkatan dari Hypertext Markup Language, artinya bahasa ini adalah bahasa markup untuk memformat konten halaman web dengan kata lain, bahasa untuk mengatur bagaimana penampilah dan pemformatan konten di web.

    HTML adalah bahasa pemograman yang bebas, dan tidak dimiliki oleh siapa pun, pengembangannya dilakukan banyak orang, banyak pihak di seluruh dunia dan bisa dikatakan sebagai sebuah bahasa yang dikembangkan bersama-sama secara global.

    2. Dokumen HTML

    Menurut Winarno dkk (2011:2)[17]“Dokumen HTML adalah dokumen berbasis teks yang dapat diedit oleh editor teks apapun di sistem operasi apapun.”

    Dokumen HTML memiliki beberapa elemen yang dikelilingi oleh tag-teks yang dimulai dengan < dan di akhiri dengan >. Contoh kodenya adalah :

    Tag ini fungsinya menampilkan gambar dari file gambar bernama “gambar.gif” yang nantianya gambar akan ditampilkan jika file HTML ini dibuka di browser.

    Konsep Dasar CSS

    Menurut Wiswakarma (Lilian, 2010:43)[18], “CSS (Cascading Style Sheet) adalah salah satu bahasa pemograman desain web (style sheet language) yang mengontrol format tampilan sebuah halaman web yang ditulis dengan menggunakan bahasa penanda”.

    Menurut Khafidli (Lilian, 2011:44)[18], “CSS (Cascading Style Sheet) merupakan salah satu bahasa pemograman web yang berguna untuk mengendalikan beberapa elemen dalam sebuah web sehingga lebih terstruktur dan seragam”. Pada umumnya, CSS digunakan untuk memformat tampilan halaman web yang dibaut dengan menggunakan HTML.

    Dari kedua definisi di atas, maka dapat disimpulkan CSS adalah kepanjangan dari Cascading Style Sheet yang merupakan bahasa pemograman berbasis web untuk digunakan pada tampilan web.

    PHP (Hypertext Processor)

    1. Definisi PHP

    Dan dalam penulisan PHP terdapat tahap coding, menurut Maimunah dkk dalam Jurnal CCIT (2010:165)[19], ” Coding merupakan tahap implementasi hasil desain ke dalam baris-baris program”. Untuk memulai program PHP, kita dapat memulainya dengan mengenal sebuah tag pengenal PHP yang digunakan untuk menuliskan kode PHP.

    Dikutip dari Wahana Komputer buku “Hot Tip dan Trik PHP” (2013:1), menjelaskan bahwa “PHP adalah pemrograman berbasis web yang sudah sangat dikenal, bahasa pemrograman PHP termaksud bahasa Pemrograman berbasis web yang bersifat cross platform atau dapat dijalankan diberbagai macam sistem operasi.”

    Menurut Winarno dkk (2011:4)[17], “PHP atau Hypertext Preprocessor adalah sebuah bahasa pemrograman web berbasis server (server-side) yang mampu mem-parsing kode PHP dari kode web dengan ekstensi .php hingga menghasilkan tampilan website yang dinamis di sisi client (browser).”

    PHP adalah bahasa script yang sangat cocok untuk pengembangan webdan dapat dimasukkan ke dalam HTML. Ketika memprogram dengan PHP atau framework PHP, anda bisa menggunakan software editor teks, beberapa editor PHP sbb :

    1. Active State Komodo Edit

    2. Bluefish

    3. Eclipse

    4. Emacs

    5. Geany

    6. jEdit

    7. Netbeans IDE

    8. Vim

    9. SciTE

    10. Dreamweaver CS

    11. Alleycode HTML Editor

    12. ConTEXT

    13. CodeLobster

    14. Crimson Editor

    15. Dev-PHP IDE

    16. HTML-Kit

    17. InType

    18. Notepad++

    19. Programer’s Notepad

    20. PSPad

    2. Variabel PHP

    Menurut Winarno dkk (2011:8)[17], “Variabel memungkinkan anda untuk menciptakan rumus bagi operasi tertentu dimana nilai operand-nya bisa dialokasikan secara dinamis.”

    ariabel merupakan istilah yang menyatakan sebuah tempat yang digunakan untuk menampung nilai-nilai tertentu dimana nilai di dalamnnya bisa diubah-ubah. Variable merupakan tempat untuk menyimpan data dalam tipe tertentu, variabel bisa berupa null (belum ada jenisnya), angka, string, objek, array, boolean, danisinya bisa diubah-ubah nantinya.

    Berbeda dengan bahasa pemrograman lain, variabel pada PHPlebih fleksibel, tidak perlu mendefinisikan jenisnya ketika mendefinisikan pertama kali. Ada 6 (enam) variabel dasar yang dapat diakomodasikan di PHP,seperti berikut :

    1. Boolean

      Adalah tipe data paling standar yang hanya menyatakan kebenaran, apakan True (benar) atau False (salah). Contoh sederhana :<?php $variabel_bol

    2. Integer

      Adalah bilangan bulat (bukan pecahan) baik negatif atau positif, misalnya...,-2,-1,0,1,2,...). integer bisadituliskan dalam satuan desimal (berbasis 10), heksa desimal (berbasis 16), atau oktal (berbasis 8) dan bisa juga ditambah tanda plus atau minus (- atau+), penandaan ini bersifat opsional.

    3. Floating Point

      Adalah nomor pecahan atau juga bilangan real,bisa didefinisikan dengan syntaxberikut : <?php $a = 3.652; $b = 3.2e3; $c = 7E-10; ?>

    4. String

      Adalah untaian karakter, ada 256 karakter yang bisa dijadikan string. Sebuah sting bisa didefinisikan dengan berbagai cara, yang paling mudah adalah dengan tanda petik tunggal.

    5. Null

      Adalah nilai yang merepresentasikan variabel tanpa value, NULL adalah nilai yang mungkin untuk Null, sebuah variabel akan menjadi Null jika dialokasikan konstanta NULL, variabel yang belum di-set ke nilai apapun, menerima unset().

    6. Operator

      Adalah simbol yang berfungsi untuk melakukan aksi/operasi tertentu terhadap nilai operand yang pada umumnya darihasil operasi tersebut menghasilkan nilai baru. Ada banyak jenis operator, sbb:

    Konsep Dasar Database dan MYSQL

    1. Definisi Database

    Menurut Hidayati dkk dalam Jurnal CCIT (2011:238)[20],menjelaskan bahwa “Database adalah kumpulan fakta-fakta sebagai respresentasi dari dunia nyata yang saling berhubungan dan mempunyai arti tertentu. Database digunakan untuk menyimpan data agar data tersebut dapat dimanipulasi dengan mundah, terjamin keakuratannya, efisiensi dalam penyampaiannya, dan tentu saja dapat dengan mudah untuk diakses kembali.”

    Pada dasarnya database dapat diolah dengan menggunakan suatu software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil query database disebut database management sistem (DBMS).

    Menurut Winarno dkk (2011:56)[17], “Database adalah sebuah kebutuhan, dengan database programer dapat menyimpan dan mengambil data dengan mudah, database membuat sebuah aplikasi bisa berdaya guna dan menyimpan data dari user.”

    2. Desain Database

    Menurut Henderi dkk dalam Jurnal CCIT (2011:174)[21], “Design database dibuat setelah melakukan analisa terhadap data yang ada pada penerimaan mahasiswa baru sebagai objek pembuatan Prototype program system data warehouse dan data mining sebagai tools pengukur kinerja.”


    3. Pengertian MySQL

    Menurut Kustiyahningsih (Lilian, 2011:34)[16],“MySQL adalah sebuah basis data yang mengandung satu atau jumlah tabel. Tabel terdiri atas sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau sejumlah tabel. Tabel terdiri dari atas sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau sejumlah tabel”.

    Menurut Raharjo (Lilian, 2011:34)[16] “SQL adalah bahasa standar yang digunakan untuk mengakses data di dalam database relasional. Setiap server database resional atau Relational Database Management System (RDBMS) mendukung SQL untuk mengatur dan mengolah datanya.

    MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System ). Sedangkan RDBMS sendiri akan lebih banyak mengenal istilah seperti table, baris, dankolom digunakan perintah-perintah di MySQL.

    4. Perintah Dasar Database MySQL

    Menurut Raharjo (Lilian, 2011:34), dalam menjalankan MySQL diperlukan berbagai perintah untuk membuat suatu database, berikut ini disebutkan beberapa perintah dasar dalam menggunakan MySQL. Untuk menjalankan MySQL pertama kali cukup dengan mengetikkan MySQL pada Command Prompt, Perintah-perintahnya adalah sebagai berikut:


    1. Menampilkan database:SHOW DATABASE.

    2. Membuat data basebaru: CREATE DATABASE database.

    3. Memilih database yang akan digunakan: USE database.

    4. Menampilkan tabel : SHOW TABLE.

    5. Membuat tabel baru: CREATE TABEL tabel (field spesifikasi_field).

    6. Menampilkan struktur tabel: SHOW COLUMNS FROM tabel atau DESCRIBE table.

    7. Mengubah stuktur tabel: ALTER TABLE tabel jenis_Pengubahan.

    8. Mengisikan data: INSERT INTO table (kolom 1) VALUES (data_kolom1); atau INSERT INTO table SET kolom1=data_kolom;.

    9. Menampilkan data: SELECT kolom FROM tabel WHERE criteria ORDER BY kolom atau SELECT * FROM table.

    10. Mengubah data: UPDATE tabel SET kolom=pengubahan_data WHERE kriteria.

    11. Menampilkan data dengan kriteria tertentu: SELECT kolom1, FROM table WHERE kriteria.

    12. Menghapus data : DELETE FROM tabel WHERE kriteria;

    13. Menghapus tabel: DROP table.

    14. Menghapus database: DROP database;

    15. Keluar dari MySQL: QUIT; atau EXIT.

    Konsep Dasar Dreamweaver CS5

    Menurut Sigit (Lilian, 2010:44)[16],“Dreamweaver adalah sebuah HTML editor profesional untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau halaman web”.

    Menurut Puspitasari (Lilian, 2011:44)[16], “Dreamweaver CS5 adalah salah satu HTML Editor Professional yang berfungsi untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau halaman web”.

    Berdasarkan dari definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan dreamweaver adalah suatu aplikasi yang digunakan dalam membangun atau membuat sebuah web.

    Konsep Dasar XAMPP

    XAMPP merupakan sebuah tool yang menyediakan beberapa paket perangkat lunak ke dalam satu buah paket.

    Menurut Madcoms (Yulianto, 2010:314)[22], sekarang ini bayak paket software instalasi webserver yang disediakan secara gratisdiantaranya menggunakan XAMPP. Dengan menginstal XAMPP, tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP, dan MySQL secara manual. XAMPP akan menginstalasi dan mengkonfigurasinya secara otomatis.

    Definisi Teknologi Informasi

    Teknologi informasi biasa disebut TI, IT (Information Technology) atau ifotech. Berbagai definisi teknologi informasi telah diutarakan oleh beberapa ahli, diantaranya Haang den Keen yang dikutip dari Jurnal Sistem Informasi & Bisnis (Permatasari, 2011:77). Mendefinisikan “Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasidan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.”

    Menurut Martin dalam buku JUSIB (Permatasari, 2011:77), “Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras atau lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.”

    Menurut Williams dan Swayer dalam buku JUSIB (Permatasari,2011:77), “Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan sisitem komputasi atau komputer dengan jalur komunikasi high speed yang membawa data, suata dan juga dalam bentuk video.”

    Liteature Review

    Menurut Guritno, Sudaryono dan Untung Rahardja (2010:86), “Literature Review dalam suatu penelitian adalah mengetahui apakah para peneliti lain telah menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitian yang kita rumuskan jika dapat menemukan jawaban pertanyaan penelitian tersebut dalam berbagai pustaka atau laporan hasil penelitian yang paling actual, maka kita tidak perlu melakukan penelitian yang sama.”.

    Berikut adalah Literature Review yang telah dilakukan sebagai landasan dalam mendukung penelitian serta searah dengan penelitian yang sedang dilakukan saat ini, antara lain :


    1. Penelitian skripsi yang dilakukan oleh Fandy Pramasatya Yudha, Bayu Eko Setyawan dari Universitas Bina Nusantara berjudul “Analisis dan Pengembangan Jasa Pengiriman Barang Berbasis Web Pada PT CSS-Logistics”pada tahun 2011.Perancangan sistem yang di buat yaitu sebuah aplikasi sistem berbasis web yang bertujuan untuk mempermudah konsumen dan mempermudah kinerja perusahaan seperti sistem Trace and Tracking, cek tarif dan Pick up order untuk memudahkan dalam transaksi. Namun dari website yang di buat, tidak ada kolom informasi barang apa saja yang bisa di pick-up dan online support, sebaiknya di tambah kolom berisi informasi-informasi mengenai spesifikasi barang apa saja yang bisa di pick-up, informasi promo khusus harga special bila customer sering melakukan pengiriman ke PT CSS-Logistics, juga perlu di tambahkan Online Support (Chat online) untuk memudahkan customer melakukan konfirmasi atau follow-up formulir yang sudah dikirim atau jika mau bertanya.

    2. Penelitian Jurnal yang dilakukan oleh Mustika dari STMIK PalComTech Palembang berjudul “Aplikasi Tracking Paket Barang Ekspedisi Pada PT Bahari Eka Nusantara Palembang”pada tahun 2012. Perancangan sistem yang di buat yaitu sebuah aplikasi Tracking dengan menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 2007 dan Ms. Access 2007 yang dapat mengakomodasi kebutuhan penelusuran pengiriman barang. Namun dari aplikasi program yang di buat, masih kurang efektif untuk perusahaan dan customer, sebaiknya di implementasikan dengan website dengan tambahan user-id agar dapat memudahkan perusahaan juga customer. Karena sistem yang sebelumnya hanya bisa di akses oleh staff admin saja.



    3. Penelitian Jurnal yang dilakukan oleh Stefani Margaretta, Sri Yulianto J.P, dan Martin Setyawan dari Universitas Kristen Satya Wacana berjudul “Sistem Informasi Tracking Pengiriman Barang pada Online Shopping Berbasis SMS Gateway pada PT Karunia Inti Jaya Agrisarana” pada tahun 2012. Perancangan sistem yang di buat yaitu sistem informasi Tracking dan Shopping Chart sebagai media transaksi pembelian menggunakan teknologi SMS Gateway untuk mempermudah pemberian informasi kepada customer.Namun dari penelitian tersebut seharusnya sudah efektif dengan menggunakan website sebagai media Tracking dan melihat status Shopping Chart, karena SMS Gateway masih kurang efektif bagi customer terutama dalam format penulisan SMS yang kurang di fahami.


    4. Penelitian skripsi yang dilakukan oleh Simon Santonius, Cindy Phicelia Gunawan dan Dewi Hendriyani dari Universitas Bina Nusantara berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Jasa Pengiriman pada PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir/JNE”pada tahun 2012. Perancangan yang di buat yaitu penambahan sistem formulir Connote yang berupa formulir online yang dapat di akses oleh masing-masing customer Agent yang tersedia pada website. Namun pada formulir yang sudah di rancang seharusya di beri tambahan alamat agen dan nomor telepon, agar pengirim barang tidak kesulitan saat mencari nomor telepon bila ada keluhan.


    5. Penelitian Tugas Akhir yang dilakukan oleh Dakhlan Marzuki dari Universitas Mercu Buana berjudul “Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Jasa Ekspedisi Pengiriman Barang pada PT Grahamas Mitra Sukses (GMS)”pada tahun 2012. Perancangan sistem yang di buat adalah membuat sebuah sistem informasi terkomputerisasi berorientasi objek yang dirancang menggunakan Visual Basic.Net, dan MySQL diharapkan dapat bekerja secara sistematis, cepat, akurat, lengkap dan tepat waktu dalam melakukan penginputan data transaksi dan pengiriman barang. Namun dari aplikasi program yang di buat, sebaiknya di implementasikan dengan website agar dapat memudahkan perusahaan juga customer. Karena sistem yang sebelumnya hanya bisa di akses oleh staff admin saja.


    6. Penelitian Tugas Akhir yang dilakukan oleh Sunanto dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta berjudul “Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Jasa Pengiriman Barang Berbasis Web pada PT Tiki Coorporations.” pada tahun 2010. Penulis mengubah penggunaan sistem yang masih manual menjadi sebuah sistem yang terkomputerisasi yaitu dengan membuat website yang dapat memudahkan customer. Namun dari website yang di buat, sebaiknya di tambah kolom berisi informasi promo atau iklan-iklan agar terlihat menarik untuk customer.



    Dari keempat penelitian yang sudah dilakukan diatas masing-masing masih menggunakan sistem yang manual yaitu cara penginputannya masih menggunakan Microsoft Office. Penggunaan sistem tersebut masih banyak kekurangan sehingga dalam penginputan data karyawan pun masih belum efektif dan efesien. Oleh karena itu Saya membuat sistem Perekerutan Karyawan secara Online bertujuan untuk mempermudah bagian HRD dalam merekrut calon karyawan dan dalam penginputan data karyawan baru.

    BAB III

    PEMBAHASAN

    Analisa Organisasi

    Gambaran Umum Perusahaan

    Sejarah Singkat Perusahaan

    PT. Sunjaya Enterprises adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa ekspedisi pengiriman barang. PT. Sunjaya Enterprises didirikan pada tahun 2005. Berlokasi di Ruko Taman Palem Blok A19 No.22 Jl. Outer Ring Road Cengkareng Jakarta Barat. PT. Sunjaya Enterprises melayani jasa pengiriman barang impor dari mancanegara sampai ke Indonesia. PT. Sunjaya Enterprises memberikan jasa pengiriman door to door services bagi perusahaan-perusahaan ataupun perorangan yang memerlukan jasa untuk mengirimkan barang-barang yang di beli dari luar negeri hingga sampai di lokasi pemilik barang. Pengiriman yang dilakukan yaitu dengan container FCL (Full Container Loaded) ukuran 20 feet, 40 feet, dan LCL (Less Container Loaded) yaitu barang yang tidak full dalam satu container yang dikirim melalui laut (by sea), darat (by land), dan udara (by air). Dengan dukungan armada yang handal dan managemen perusahaan yang terampil dan berpengalaman dalam bidangnya, PT. Sunjaya Enterprises siap melayani kebutuhan para konsumennya dengan memberikan kepercayaan dan rasa aman bagi customer.

    Struktur Organisasi Perusahaan

    Dalam setiap organisasi baik formal atau non formal harus mempunyai suatu struktur organisasi yang digunakan untuk memudahkan pengkoordinasian dan penyatuan usaha, untuk menunjukkan kerangka-kerangka hubungan di antara fungsi, bagian-bagian maupun tugas dan wewenang serta tanggung jawab. Serta untuk menunjukan rantai (garis) perintah dan perangkapan fungsi yang diperlukan dalam suatu organisasi. Berikut ini gambar struktur organisasi PT. Sunjaya Enterprises.



    Wewenang dan Tanggung Jawab

    Untuk pembagian kerja dan jabatanmasing-masing bagian memiliki tugas dan wewenang yang telah ditetapkan olehpihak perusahaan antara lain yaitu :


    1. Direktur

      1. Memimpin kegiatan dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan.

      2. Membina hubungan kerja dengan pihak-pihak intern dibidangnya untuk pencapaian dan sasaran sesuai dengan rencana yang telah di tetapkan.

      3. Mempunyai wewenang dalam menjalin kerjasama dengan pihak ekstern sehubungan dengan aktivitas dibidangnya.

      4. Menjalin komunikasi dengan para customer.


    2. Manager

      1. Menentukan kebijakan-kebijakan dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang berkaitan dengan sumber daya manusia dan tidak lepas dari ketentuan-ketentuan yang di tetapkan oleh Direktur PT. Sunjaya Enterprises.

      2. Mengatur manajemen keuangan perusahaan sesuai dengan ketentuan dari Direktur perusahaan.

      3. Memotivasi personil dibidangnya agar mampu menjalankan fungsi, tugas, tanggung jawab, dan kewenangan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah di tetapkan oleh direktur.

      4. Mengawasi dan mengevaluasi pekerjaan karyawan.

      5. Menjalin komunikasi dengan para customer.


    3. Accounting

      1. Membuat tagihan/invoice untuk customer.

      2. Membuat laporan keuangan.

      3. Mengecek tagihan dari perusahaan pelayaran, pihak jasa angkutan (carrier)dan lain-lain yang berhubungan dengan tagihan.

      4. Membuat penawaran harga kepada customer.

    4. Administrasi

      1. Bertugas melayani customer yang akan shipment atau melakukan pengiriman barang.

      2. Memproses dokumen dari customer berupa Bill Of Lading, packing list, invoice, dan dokumen pendukung lainnya kepada perusahaan pelayaran.

      3. Merekap dan mendata barang-barang customer.

      4. Mengecek status barang atau posisi barang customer dan kemudian menginformasikan kepada customer melalui telepon dan email.

      5. Melayani komplain maupun keluhan dari konsumen apabila ada masalah pada pengiriman atau claim barang.

      6. Memberikan informasi consignee pelabuhan, hari libur consignee, dan informasi lainnya melalui email.


    5. Pelaksana Lapangan

      1. Membantu staff administrasi melakukan pengecekan posisi barang langsung ke lapangan (ke perusahaan pelayaran atau jasa angkutan).

      2. Mengantar dokumen.

      3. Melakukan kegiatan lapangan sepertitelly barang pada saat bongkar barang di gudang customer, mengecek kondisi barang.

      4. Follow up sopir truck.

      5. Mengantar dokumen.

      Visi Dan Misi

      Visi

      a.Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan mengutamakan kecepatan dalam memberikan informasi kepada customer perihal posisi barang-barangnya.

      b. Service waktu pengiriman barang dengan keamanan, ketepatan dan kecepatan dalam pengiriman barang.

      c. Menjadikan pengiriman lebih praktis dan efisien.

      Misi

      a. Membuka lapangan pekerjaaan bagi sumber daya manusia.

      b. Menjadikan PT. Sunjaya Enterprises sebagai perusahaan jasa ekspedisi pengiriman barang terbaik dengan pelayanan prima.

      c. Menjadikan PT. Sunjaya Enterprises menjadi salah satu perusahaan jasa ekspedisi pengiriman barang dengan jangkauan terluas di seluruh dunia.

      Tata Laksana Sistem Yang Berjalan

      Prosedur Sistem Yang Berjalan

      Prosedur sistem yang sedang berjalan ini terbagi menjadi beberapa bagian prosedur-prosedur tertentu yang saling berkaitan membentuk suatu sistem, prosedur-prosedur tersebut adalah sebagai berikut:


      1. Prosedur Pengiriman Barang

      a. Customer melakukan pengiriman (shipment) ke staff Admin.

      b. Customer mengirimkan dokumen impor berupa Bill Of Lading, Packing List, dan Invoice ke staff Admin melalui email dan dokumen aslinya dikirim melalui pos atau kurir.


      2. Prosedur Proses Dokumen

      a. Staff Admin mengecek kelengkapan dokumen, bila sudah lengkap langsung di proses. Bila belum lengkap, tetap di proses namun di berikan catatan di email bahwa ada dokumen yang kurang.

      b. Staff Admin mengecek tanggal tiba kapal / ETA (Estimate Time Arrival) yang mengangkut Container barang Customer melalui website perusahaan pelayaran.

      c. Staff Admin mencatat setiap pengiriman (Shipment) Customer.

      d. Staff Admin menyerahkan dokumen kepada pelaksana lapangan untuk dikirimkan ke admin perusahaan pelayaran.


      e. Pelaksana lapangan cek langsung ke Admin Pelayaran tanggal tiba kapal / ETA (Estimate Time Arrival) dan menginformasikan ke Staff Admin.


      f. Staff Admin memberikan informasi tanggal tiba kapal atau ETA (Estimate Time Arrival) kepada Customer.



      3. Prosedur Pengiriman Ke Gudang

      a. Staff Setelah kapal tiba Pelaksana lapangan mengecek dokumen custom clearance seperti waktu bayar pajak impor barang (Bayar PIB), terbitnya SPJK (Surat Pemberitahuan Jalur Kuning) atau SPJM (Surat Pemberitahuan Jalur Merah), terbitnya SPPB (Surat Pemberitahuan Pengeluaran Barang) dari perusahaan pelayaran dan menginformasikan kepada Staff Admin melalui telepon dan kemudian Staff Admin menginformasikan lagi kepada Customer melalui telepon dan email.

      b. Staff Admin menginformasikan kepada Customer tanggal pengiriman container ke gudang Customer.

      c. Barang di kirim ke gudang customer.

      Rancangan Prosedur Sistem Yang Berjalan

      usecase.jpg

      1. Memimpin kegiatan dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan.

      2. Membina hubungan kerja dengan pihak-pihak intern dibidangnya untuk pencapaian dan sasaran sesuai dengan rencana yang telah di tetapkan.

      3. Mempunyai wewenang dalam menjalin kerjasama dengan pihak ekstern sehubungan dengan aktivitas dibidangnya.

      4. Menjalin komunikasi dengan para customer.


      Untuk pembagian kerja dan jabatanmasing-masing bagian memiliki tugas dan wewenang yang telah ditetapkan olehpihak perusahaan antara lain yaitu :

      1. Direktur

        1. Memimpin kegiatan dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan.

        2. Membina hubungan kerja dengan pihak-pihak intern dibidangnya untuk pencapaian dan sasaran sesuai dengan rencana yang telah di tetapkan.

        3. Mempunyai wewenang dalam menjalin kerjasama dengan pihak ekstern sehubungan dengan aktivitas dibidangnya.

        4. Menjalin komunikasi dengan para customer.


Kesalahan pengutipan: Tag <ref> ditemukan, tapi tag <references/> tidak ditemukan